Bab I PENDAHULUAN A. Latar Belakang masalah Dalam upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, bidang pendidikan memegang peranan yang penting. Dengan pendidikan diharapkan kemampuan, mutu pendidikan dan martabat manusia Indonesia dapat ditingkatkan. Upaya meningkatkan SDM dilakukan melalui upaya sadar lewat jalur pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi menuntut peningkatan mutu pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan melakukan perbaikan, perubahan dan pembaharuan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan. Salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan pendidikan adalah prestasi belajar siswa. Namun terkadang ada beberapa siswa dapat mengalami hal-hal yang menyebabkan ia tidak dapat belajar atau melakukan kegiatan selama proses pembelajaran sedang berlangsung. Mungkin juga, si siswa dapat belajar atau melakukan kegiatan selama proses pembelajaran sedang berlangsung, namun tidak maksimal. Faktor penyebabnya dapat berasal dari dalam diri si anak sendiri dan dapat juga dari luar. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan diatas, maka dapat dirumuskan masalahnya, yaitu: “Faktor- faktor apa sajakah yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Anak?”. C. Tujuan Makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca tentang faktorfaktor apa saja yang dapat mempengaruhi prestasi belajar anak. 1 Bab II PEMBAHASAN A. Pengertian Belajar Pendapat tentang pengertian belajar ada bermacam-macam berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda.  Menurut James O. Whittaker dalam Djamarah (2002:12) merumuskan belajar sebagai proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.  Menurut Slameto (2003:2) belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamanya sendiri dalam interaksi dengan lingkunganya.  Menurut Cronbach dalam Djamarah (2002:13) belajar sebagai usaha aktifitas yang ditunjukan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Dari beberapa definisi diatas, dapat dipahami bahwa belajar merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan tingkah laku, sikap, kebiasaan, ilmu pengetahuan, keterampilan dan sebagainya sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya. 2 B. Pengertian Prestasi Belajar  Prestasi Belajar adalah hasil suatu penilaian dibidang pengetahuan, ketrampilan dan sikap sebagai hasil balajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai (Winkel, 1989: 102)  Prestasi belajar merupakan hasil dari adanya rencana dan pelaksanaan Proses belajar, sehingga diperlukan informasi-informasi yang mendukung disertai dengan data yang objektif dan memadai (Rusyan 1994:21).  Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka Yang diberikan oleh guru (Purwodarminto 1976:70). Dari ketiga pendapat ahli di atas mengenai prestasi belajar dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah kemampuan seseorang pada bidang tertentu dalam mencapai tingkat kedewasaan secara langsung dapat diukur dengan tes yang penilaiannya berupa angka atau huruf. Prestasi dalam belajar merupakan dambaan bagi setiap orangtua terhadap anaknya. Prestasi yang baik tentu akan didapat dengan proses belajar yang baik juga. Belajar merupakan proses dari sesuatu yang belum bisa menjadi bisa, dari perilaku lama ke perilaku yang baru, dari pemahaman lama ke pemahaman baru. Dalam proses belajar, hal yang harus diutamakan adalah bagaimana anak dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan rangsangan yang ada, sehingga terdapat reaksi yang muncul dari anak. Reaksi yang dilakukan merupakan usaha untuk menciptakan kegiatan belajar sekaligus menyelesaikannya. Sehingga nantinya akan mendapatkan hasil yang mengakibatkan perubahan pada anak sebagai hal baru serta menambah pengetahuan. Perlunya perhatian faktor lingkungan dapat mempengaruhi proses belajar. Suasana yang nyaman dan kondusif mengakibatkan proses belajar akan menjadi lebih baik. Termasuk juga keaktifan proses mental untuk sering dilatih, sehingga nantinya menjadi suatu kegiatan yang terbiasa. 3 Banyak sekali faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian hasil belajar atau prestasi belajar. Orangtua pun perlu untuk mengetahui apa saja faktor yang dapat mempengaruhi proses belajar pada anak mereka, sehingga orangtua dapat mengenali penyebab dan pendukung anak dalam berprestasi. C. Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar anak Berikut adalah faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah :  FAKTOR DARI DALAM DIRI 1. Kesehatan • Secara Fisiologis Kondisi fisiologis manusia terdapat dua macam, yaitu : a. kondisi fisiologis yang bersifat umum Kondisi fisiologis umum berpengaruh dalam menunjang proses belajar. Anak yang segar jasmaninya serta kondisi kesehatan terawat dengan baik, akan meningkatkan kemampuan belajarnya. Apabila kesehatan terganggu dengan sering sakit kepala, pilek, deman dan lain-lain, maka hal ini dapat membuat anak tidak bergairah untuk mau belajar. b. kondisi fisiologis yang bersifat khusus Kondisi fisiologis khusus melibatkan cara memfungsikan panca indera saat proses belajar berlangsung, terutama penglihatan dan pendengaran. Anak yang kondisi fisiknya lemah, sering sakit-sakitan, cacat salah satu atau beberapa dari panca indera, prestasinya juga akan kurang dibandingkan dengan anak yang normal. Maka perlulah diperhatikan kondisi fisik anak yang belajar • Secara Psikologis Dalam proses belajar merupakan suatu keharusan bahwa kondisi psikologis harus benar-benar dipersiapkan. Secara psikologi, gangguan pikiran dan perasaan kecewa karena konflik juga dapat mempengaruhi proses belajar. Hal ini perlu disadari, oleh karena tanpa suatu kesadaran yang mantap akan berakibat tersendat-sendatnya proses dan keberhasilan belajar yang telah ditetapkan sebelumnya. Saifuddin Azwar (2002) membedakan kondisi psikologis ini dalam 2 kategori, yaitu : a. variabel non kognitif Variabel non kognitif terdiri dari minat, motivasi, dan variabel-variabel kepribadian lainnya. b. kemampuan kognitif variabel kognitif terdiri atas kemampuan khusus (bakat) dan kemampuan umum (intelegensia). 2. Intelegensi Faktor intelegensi besar sekali pengaruhnya terhadap kemampuan belajar 4 anak. Intelegensi sangat menentukan kecepatan atau penerimaan pelajaran. Kita ketahui bahwa tidak ada dua orang yang tingkat intelegensinya sama. Juga di dalam kemampuan belajar, setiap orang mempunyai tingkat kemampuannya masing-masing. Tetapi jelas jika ada anak yang memiliki tingkat intelegensi tinggi tanpa memeliharanya yakni tanpa belajar dengan teratur, akan berakibat tersendat-sendat perjalanan studinya. Sebaliknya, yang kurang, tapi belajar rajin, teratur, terjadwal dan terprogram, meskipun tidak secepat kemampuan anak yang tingkat intelegensinya tinggi, akan tetap lancar studinya. Menurut Gardner dalam teori Multiple Intelligence, intelegensi memiliki tujuh dimensi yang semiotonom, yaitu :  Linguistic merupakan kecerdasan individu dengan dasar penggunaan kata-kata dan atau bahasa. Music memungkinkan individu menciptakan, memahami makna yang dihasilkan oleh suara.  mengkomunikasikan dan  matematik logis Kecerdasan tersebut mendasarkan diri pada kemampuan penggunaan penalaran, logika dan angka-angka matematis. visual special merupakan kecerdasan seseorang yang berdasar pada kemampuan menangkap informasi visual atau spasial, mentransformasidan meodifikasinya, dan membentuk kembali gambaran visual tanpa stimulus fisik yang asli. kinestetik fisik Kemampuan untuk mengendalikan gerakan tubuh dan memainkan bendabenda secara canggih, merupakan bentuk nyata dari kecerdasan tersebut. sosial interpersonal merupakan kecerdasan dalam berhubungan dan memahami orang lain di luar dirinya. intrapersonal tergantung pada proses dasar yang memungkinkan individu untuk mengklasifikasikan dengan tepat perasaan-perasaan mereka, misalnya membedakan sakit dan senang dan bertingkah laku tepat sesuai pembedaan tersebut.     3. Kemauan Belajar (Minat dan Motivasi) Tak ada seorangpun yang memungkiri, bahwa tanpa minat dan motivasi tidak akan tercapai hal yang diharapkan. Motivasi adalah penting sekali bagi belajar. Sedangkan minat yang besar terhadap sesuatu terutama dalam belajar akan mengakibatkan proses belajar lebih mudah dilakukan. 5 Motivasi merupakan dorongan agar anak mau melakukan sesuatu. Motivasi bisa berasal dari dalam diri anak ataupun dari luar lingkungan. Untuk dapat memberi motivasi pada orang yang belajar, kita harus mengetahui dasar psikis dari orang yang belajar. Orang yang belajar adalah orang yang hidup yang telah mempunyai kebiasaan-kebiasaan, kesenangan dan ketidaksenangan, emosi, sikap kecemasan serta ketakutan. Selain itu, manusia datang ke dunia telah mempunyai keinginan-keinginan dan kebutuhan-kebutuhan. Kebutuhan ini makin lama makin meningkat dan makin kompleks. 4. Cara belajar Di dalam cara belajar anak yang perlu untuk diperhatikan yaitu : a. bagaimana teknik belajar b. bagaimana bentuk catatan buku c. pengaturan waktu belajar d. tempat serta fasilitas belajar  FAKTOR DARI LINGKUNGAN 1. Keluarga Situasi keluarga yang sangat mempengaruhi prestasi belajar pada anak, yaitu :  Pendidikan orangtua  status ekonomi  kondisi rumah  hubungan dengan orangtua dan saudara  bimbingan orangtua  dukungan orangtua 2. Sekolah Yang dapat mempengaruhi anak dalam proses belajar di sekolah adalah : o Tempat o gedung sekolah o kualitas guru o perangkat kelas o relasi teman sekolah o rasio jumlah murid per kelas 3. Masyarakat Hal yang dapat menjadi sebagai pemicu anak untuk lebih giat belajar di masyarakat yakni apabila masyarakat sekitar adalah masyarakat yang berpendidikan dan moral yang baik, terutama anak-anak mereka. 4. Lingkungan sekitar 6 Lingkungan sekitar yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan belajar ialah :  Bangunan rumah  suasana sekitar  keadaan lalu lintas 5. iklim Dari sekian banyak faktor yang harus diperhatikan, tentu tidak ada situasi 100% yang dapat dilakukan secara keseluruhan dan sempurna. Tetapi berusaha untuk memenuhinya sesempurna mungkin bukanlah faktor yang mustahil untuk dilakukan. 7 BAB III PENUTUP Kesimpulan 1. Belajar merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan tingkah laku, sikap, kebiasaan, ilmu pengetahuan, keterampilan dan sebagainya sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya 2. Prestasi belajar adalah kemampuan seseorang pada bidang tertentu dalam mencapai tingkat kedewasaan secara langsung dapat diukur dengan tes yang penilaiannya berupa angka atau huruf. 3. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah : a. Faktor dari dalam diri ♣ Kesehatan ♣ Intelegensi ♣ Kemauan Belajar (Minat dan Motivasi) ♣ Cara belajar b. Faktor dari lingkungan ♣ Keluarga ♣ Sekolah ♣ Masyarakat ♣ Lingkungan sekitar ♣ iklim Saran  Hendaknya siswa untuk selalu menjaga kesehatan fisik dengan berolahraga dan mengkonsumsi makanan sehat untuk mendukung kegiatan belajar di sekolah maupun di rumah. Di samping itu siswa perlu mempertahankan minat dan motivasi belajarnya untuk mendukung pencapaian prestasi belajar di harapkan untuk para orangtua agar senantiasa mengawasi dan membimbing anak-anaknya dalam belajar maupun bergaul.  8 DAFTAR PUSTAKA 9http://www.psikologizone.com/faktor-yang-mempengaruhi-prestasi-belajar-anak 9http://fandi4tarakan.wordpress.com/2010/01/03/teori-multiple-intelligence/ 9http://syakira-blog.blogspot.com/2009/01/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html 9http://onnyrudianto.files.wordpress.com/2009/09/intelegensi-vs-prestasi-belajar.pdf. • http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache %3AYte2VPeEiuUJ%3Adigilib.unnes.ac.id%2Fgsdl%2Fcollect %2Fskripsi%2Farchives%2FHASH0192.dir %2Fdoc.pdf+latar+belakang+masalah+faktor+yang+mempengaruhi+prest asi+belajar+anak&hl=id&gl=id • http://fadjarp3g.files.wordpress.com/2007/09/aalitansiswa_wartaguru_.pdf 9
Sign up to vote on this title
UsefulNot useful