PEMIKIRAN PENDIDIKAN MUHAMMAD ABDUH DAN PROSES MODERNISASI PESANTREN DI INDONESIA

Abduh: Bingkai Sosok yang Unik; Sufi-Reformer-Aktivis-Pendidik Muhammad Abduh adalah seorang tokoh salaf-sufi abad modern. Ia juga seorang reformer yang menghembuskan pembaharuan pemikiran rasional lewat karya masterpiecenya Risalah Tauhid yang dijadikan landasan kokoh teologi modern-nya. Dia juga seorang aktivis pergerakan yang tanpa lelah memompa semangat nasionalisme Arab. Dan secara sekaligus ia adalah seorang teoretisi dan praktisi pendidikan Islam1 dan terenyuh dengan kondisi umat Islam yang serba terbelakang. Cita-cita besarnya adalah membongkar batu karang kejumudan dengan membuka lebar-lebar pintu ijtihad dalam rangka mengorkestrasi ajaran teologi Islam sehingga compatible dengan tuntutan zaman modern.

Napak Tilas Biografis Abduh; Potret Urgensitas Reformasi Pendidikan Islam Abduh, demikian namanya dikenal orang. Ia lahir di tahun 1849. 2 Ia pandai membaca dan menulis sejak kecil dan mampu menghafal al-Qur¶an dalam waktu yang cukup singkat yaitu selama dua tahun.3 Kemudian pada usianya yang ke-13 ia dikirim ke Tanta untuk belajar agama di Mesjid Syekh Ahmad.4 Anehnya selama dua tahun dia belajar keras bahasa Arab, nahwu,
Said Ismail Ali menulis bahwa mengatakan Abduh sebagai ³pemikir pendidikan´ (mufakkir tarbawi) adalah tidak tepat. Demikian juga mengatakannya sebagai ³filsuf pendidikan´ (failusuf tarbawi). Akan tetapi apabila Abduh dikatakan sebagai seorang ³reformis pendidikan´ (mushlih tarbawi) yang mempunyai sejumlah teori pendidikan adalah sesuatu yang sangat tepat. Lihat, Said Ismail Ali, Pelopor Pendidikan Islam Paling Berpengaruh, terj. Muhammad Zainal Arifin (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2010), 160. 2 Charles C Adams. Islam and Modernism in Egypt. (New York: Russel and Russel, 1933), 18.
3 1

Al- Syaikh Muhammad Abduh, Muzakkirat al-Imam Muhammad µAbduh (Mesir :Dar al-Hilal, tt), 24.

Mesjid Ahmadi dianggap nomor dua setelah Universitas al-Azhar yang menjadi tempat belajar al-Quran dan menghafalnya. Disini Abduh selama 2 tahun, selain memperlancar hafalannya, ia juga belajar bahasa Arab, Nahu, Sharaf dan sebagainya. Lihat Ahmad al-Syir Bashti, Rasyid Ridha. Shahih al-Manar, (Mesir:Lajnat, al Ta¶rif al-Islam, 170), 102.

4

paman dari ayah Muhammad Abduh. Hal ini membuatnya kembali Dalam biografinya Muhammad Abduh mengkritik metode pengajaran yang diterapkan di Thanta. Abduh pun kawin. Sehingga Abduh mau membaca buku itu walaupun hanya beberapa baris saja. Namun bagi Abduh. Abduh akhirnya mau kembali ke Tanta untuk meneruskan studinya yang sebelumnya carut marut. Sehingga kemudian dia memilih pulang ke kampung halamannya dan berniat untuk mengabdikan dirinya sebagai seorang petani. namun ia merasa tidak mengerti apa-apa. 5 . Tidak penting bagi guru-guru apakah kita mengerti atau tidak istilah-istilah tersebut´. Sehingga tanpa disuruh pun. 20. Demikian berulang kali. guru-guru mulai mengajak kita dengan menghafal istilahistilah tentang nahwu atau fiqh yang tidak kita ketahui artinya. Baru tiga bulan beranjak dari pelariannya. Karena desakan tersebut. Setiap habis satu kalimat. Setiap buku yang diberikan oleh Syekh Darwisy kepadanya selalu ia lempar jauh-jauh. Orang itu bernama Syekh Darwisy Khadr. disinipun ia menemukan metode yang sama dengan Thanta. Dan tepat empat puluh hari pasca perkawinannya Abduh kembali dipaksa oleh orang tuanya untuk belajar ke Tanta. Syekh Darwisy tahu bahwa Abduh enggan belajar ke Tanta. Metode yang demikian menurutnya bukan memproduksi siswa yang cakap. Muhammad Abduh melanjutkan pendidikan di Thanta. Abduh berkeluh ³Satu setengah tahun saya belajar di Mesjid Syekh Ahmad dengan tidak mengerti suatu apapun.5 Lazimnya metode di sekolah-sekolah agama ketika itu. Muhammad Rasyid Ridha. ia hanya mendapatkan pelajara ilmu-ilmu agama saja.sharf. Abduh kembali dipaksa untuk belajar ke Tanta. Ini adalah karena metodenya yang salah. semua materi agama diajarkan dengan metode menghafal. Syekh Darwisy langsung memungut buku itu dan mengembalikannya ke Abduh. akan tetapi 6 bulan di Thanta ia meninggalkan Thanta dan menuju al-azhar yang diyakininya al-Azhar adalah tempat mencari ilmu yang sesuai untuknya. Ia hanya meminta Abduh untuk menemaninya atau tepatnya membaca buku secara bersama-sama. Lihat. Setelah beberapa hari membaca buku bersama-sama dengan cara seperti ini. Ia ingin sekali mencari tahu dan mengetahui lebih banyak ilmu. fiqh dan sebagainya. Mengenai pergulatan Abduh dengan Syekh Darwisy ini. sehingga ia melarikan diri dari Tanta dan bersembunyi di rumah salah satu pamannya. nampaknya merupakan cerita yang cukup menarik. Tetapi Syekh Darwisy tidak kehilangan akal. Tarikh alUstaz al-Imam al-Syaikh Muhammad µAbduh (Mesir: al-Manar 1931). kembali ke Tanta adalah hal yang sia-sia karena tidak akan ada yang akan diperolehnya di sana. Metode tersebut dikatakannya sebagai metode yang tidak peduli dan tidak memeliki empati terhadap minat dan bakat siswanya. tetapi tujuanya bukan pergi ke Tanta melainkan bersembunyi lagi di rumah salah satu pamannya. maka Abduh berubah sikapnya terhadap buku dan ilmu pengetahuan. Abduh nampaknya sangat tidak setuju dengan hal ini. terpaksa Abduh meninggalkan kampungnya. Syekh Darwis memberikan penjelasan luas tentang arti dan maksud yang dikandung kalimat itu. Beruntung bagi Abduh karena di tempat inilah ia bertemu dengan seseorang yang kemudian mampu merubah jalan hidup Abduh. Syekh Darwisy terkenal sangat alim. tetapi membuat muridnya semakin bodoh karena tidak mengerti dengan apa yang dihafalnya. Di al-Azhar. Inilah yang kemudian membuat Abduh tertarik dengan metode pembelajaran dari Syekh Darwisy ini. Dan pada usianya yang ke-16. Abduh mengisahkan ³ia pada waktu itu benci melihat buku. Namun setiap buku itu dilempar.

sehingga ia lebih puas menerima ilmu dari guru barunya tersebut. Metode pengajaran yang digunakan oleh Jamaluddin adalah metode praktis (µamaliyyah) yang mengutamakan pemberian pengertian dengan cara diskusi dan mengaitkan secara kontekstual dengan situasi sosial politik negaranya. Ia belajar di Kota suci Najaf dan Karbala dan ada yang menyebutnya sebagai penganut mazhab Syi¶ah. (London: The Press Paperback Macmillan Publishing. Abduh juga seorang yang terkenal dengan pembaharuannya di bidang pergerakan politik. 264 Sayyid Jamaluddin al-Afghani (1839-1897) adalah salah seorang tokoh politik dan pembaharu di Mesir. Trilogi Pembaharuan Abduh. hal ini sangatlah tepat karena di dalam proses pendidikan terjadi proses transmisi tentang nilai. 1966). Abduh berpendapat bahwa Toto Suharto.6 Rasa kecewa itulah agaknya yang menyebabkannya menekuni dunia mistik dan hidup sebagai sufi. ilmu kalam dan ilmu pasti. h. 8 ..23. Ahmad fuad al ±Ahwani menyebutnya sebagai mata rantai filsafat isyraqiyyah yang ada di Iran. Dalam salah satu tulisannya ia melemparkan rasa kekecewaannya tersebut dengan menyatakan bahwa metode pengajaran yang verbalis itu telah merusak akal dan daya nalarnya.8 Reformasi pendidikan ini difokuskan pada universitas almamaternya. Dalam agama dan sosial di Mesir pada abad ke 20 yang pengaruhnya sangat besar di dunia Islam. Pada Tahun 1871 Abduh bertemu dengan Sayyid Jamaludin Al-Afghani yang datang ke Mesir pada tahun itu.7 Abduh memberikan dua aksentuasi dalam proses pembelajaran. yaitu metode diskusi-partisipatoris yang diwarisi dari gurunya Al-Afghani dan semangat pembaharuan yang ditanamkannya dalam setiap mata pelajaran. dimana Abduh bersama gurunya menerbitkan majalah al-µUrwatul Wutsqa di Paris. 1962). Democracy and Education an Introductio to the Philosophy of Education.cit. Lihat. lihat juga al-Bert Hourani Arabic Thougt in the liberal Age (London : Oxford University. Persia dan Mesir. terutama dalam bidang politik. Ia mencoba untu mengadakan pembaharuan dinegerinegeri yang umumnya bermazhab sunni.108 7 6 John Dewey. h. Pada saat itulah Abduh melakukan pembaharuan-pembaharuan di Universitas tersebut yang membawa dampak yang sangat luas di dunia Islam. Ia belajar filsafat arab kuno dan barat modern. Pembaharuan dalam Ranah Pendidikan Islam di Al-Azhar Pilar pembaharuan yang dikedepankan Abduh adalah gerakan kultural lewat media pendidikan. tradisi maupun kebudayaan sekaligus juga terjadi proses komunikasi antara satu ide dengan ide-ide yang baru. Dari Al-Afgani. Ia berasal dari Afghanis dan pernah tinggal di India. 1. Pendidikan Politik Sosial Keagamaan Abduh pernah menjabat Syekh atau rektor di Universitas Al-Azhar Cairo Mesir. 9. Al-Azhar. al-Falsafat al-Islamiyyat (Kairo:Dar al-Qalam. 1966). Ahmad Fuad al-Ahwani. Seperti ia ungkapkan bahwa Al-Afgani telah melepaskannya dari kegoncangan kejiwaan yang dialaminya.h. op. ia mendapatkan ilmu pengetahuan falsafat.kecewa. Metode yang dipakai Al-Afghani yang telah lama dicarinya selama ini.

agar diketahui sebaba-sebab kemajuan yang telah mereka capai. 365 Nurchalish Madjid. (Bandung: Mizan. Surat kabar ini dijadikan Abduh sebagai sarana perjuangan rakyat Mesir melawan kolonial. sehingga kembalilah Al-Azhar pada keadaan semula dengan segala macam kurikulum yang espired. h. modernisasi pendidikan Islam-nya menembus belantara Al-Azhar bahkan melanglang buana ke seluruh dunia Islam. Para Perintis Zaman Baru Islam. 18 Namun sebagai sebuah pemikiran. Pada tahun1884 Ia bersama-sama Jamaludin Al-Afgani mendirikan majalah ³Al-Urwatul Wutsqa´ di Paris. dipenjarakan dan kemudian di buang keluar negeri pada tahun 1882. Usaha Abduh untuk mengusung pembaharuan sistem pendidikan yang menghilangkan dikotomi pendidikan. Abduh dipandang ikut campur dalam soal ini. Namun usaha pembaharuan Muhammad Abduh di Al-Azhar pada akhirnya terbentur batu karang yang begitu kokoh yang bernama ³kolotisme´. . Dalam revolusi Urabi Pasya. memperlihatkan pengaruhnya di kalangan umat Islam. 1995). Ilsma Kemodern dan Keindonesiaan. Pertama di Bairut Libanon kemudian di Paris. Ketika Al-Afghani diusir dari Mesir pada tahun 1879.9 Usaha awal reformasi Abduh adalah memperjuangan mata kuliah filsafat agar diajarkan di Al-Azhar. semangat intelektualisme Islam yang padam diharapkan dapat dinyalakan kembali10. ( Jakarta : Djambatan. Akan tetapi. serta sejarah dan agama Eropa. 311 11 Ali Rahnema. Tapi pada tahun 1880 Ia boleh kembali keibu kota dan kemudian diangkat menjadi redaktur surat kabar resmi pemerintah ³Al-Waqi¶ AlMisriyah´. 1996)..kewajiban belajar itu tidak hanya mempelajari buku-buku klasik berbahasa Arab yang berisi dogma ilmu kalam untuk membela Islam. Pembaharuan dalam Ranah Pendidikan Politik Ketertarikan Muhammad Abduh pada dunia politik dimulai semenjak perkenalannya dengan seorang tokoh pembaharu yaitu Jamaludin Al-Afghani pada tahun 1870 sewaktu Abduh masih menjadi mahasiswa di al-Azhar. supaya mereka bangkit dari tidurnya melepaskan cara berpikir fanatik dan kolot serta bersatu membangun kebudayaan dunia berdasarkan nilai-nilai Islam. kewajiban belajar juga terletak pada mempelajari sain-sain modern. 2. Ia dibuang keluar Cairo. h. Dia bersama-sama pemimpin lainnya ditangkap. Abduh turut memainkan peranan. Suara itu lantang sekali kedengarannya dan dengan pesat menggema keseluruh dunia. justru membuat Abduh terpental dan dipecat. Dengan belajar filsafat.11 Melalui majalah ini Ia bersama Jamaludin Al-Afgani menyusun gerakan bernama Al-Urwatul Wutsqa. Alam Pikiran Islam Modern di Timur Tengah. Dengan perantaraan majalah itulah ditiupkannya suara keinsyapan keseluruh dunia Islam. yaitu gerakan kesadaran umat Islam sedunia. karena dituduh mengadakan gerakan menentang Khadewi Tawfiq. sehingga dalam tempo yang singkat 9 10 A. 38. Mukti Ali.

Di bidang politik kenegaraan.Untuk itu. Abduh memiliki ide-ide yang berbeda dengan gurunya AlAfghani. 12 . faktor penyebab kemunduran umat Islam adalah faham jumud yang terdapat dikalangan umat Islam yang menjangkiti di semua ranah. Oleh karena itu Abduh tidak menghendaki sikap konfrontatif terhadap penjajah agar dapat memperbaiki umat dari dalam. Al-Islam al-Din al-Ilm wa al-Madaniyyah. Bahkan ia berargumen bahwa Islamlah satu-satunya agama yang dengan konsisten menyeru penganutnya untuk menggunakan rasio dan memahami Muhammad Imarah. Al-Amal al-Kamilat li al-Imam Muhammad Abduh (Beirut: Al-Muassasah al-Arabiyyah li al-Dirasah wa al-Nasyr. (Kairo: Majlis µala al-Qahirah. dimana umat Islam beku dalam memahami ajaran Islam. yaitu zaman sahabat dan ulama besar. 2) Akal mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dalam agama Islam. syariah. sedangkan Abduh berpendapat bahwa pembaharuan negara dapat dicapai melalui pembaharuan umat.13 1. Dalam hal ini ungkapan Abduh yang terkenal di dunia Islam ³Islam itu tertutup oleh pengikut-pengikut Islam itu sendiri´. bahasa. Adapun pokok ±pokok pemikiran Muhammad Abduh dibidang sosial keagamaan adalah : 1) Kemajuan agama Islam itu tertutup oleh umat Islam sendiri.kaum imperalis menjadi gempar dan cemas. Muhammad Abduh berpendapat bahwa antara ilmu dan iman tidaklah mungkin saling kontradiktif.12 Abduh menganjurkan kembali ke ajaran-ajaran semula sebagaimana yang terdapat di zaman salaf. Al-Afghani menghendaki pembaharuan umat Islam melalui pembaharuan negara.Tanpa konstitusi akan timbul tindakan sewenang-wenang. Dalam soal kekuasaan. Abduh tidak menghendaki jalan revolusi tapi melalui jalan evolusi. 3) Ajaran Islam sesuai dengan pengetahuan modern begitu pula Ilmu Pengetahuan modern pasti sesuai dengan ajaran Islam. Muhammad Abduh memandang perlu membatasi kekuasaan dengan institusi yang jelas. Karenanya ia meramu ajaran-ajaran dasar Islam dalam suatu jamuan intelektual yang bisa diterima oleh fikiran modern. dihafalkan lafadznya tapi tidak berusaha mengamalkan isi kandungannya. Penerbitan majalah ini diteruskan oleh muridnya yaitu Rasyid Ridla (1865-1935) yang kemudian menjadi tafsir Al-Manar. Akhirnya majalah itu ditutup pemerintah Prancis dikala majalah itu baru terbit delapan belas nomor. ´Agama adalah sejalan dengan akal dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menggunakan akal´. 3. 13 Muhammad Abduh. Abduh menerbitkan majalah Al-Manar. Dari akal akan terungkap misteri alam semesta yang diciptakan Allah untuk kesejahteraan manusia itu sendiri. 140-145. Abduh mengajukan prinsip musyawarah yang dipandang dapat mewujudkan kehidupan politik yang demokratis. akidah dan sistem masyarakat. Pembaharuan dalam Ranah Sosial Keagamaan Menurut Abduh. 1972).Hanya dengan ketinggian akal dan ilmu manusia mampu mendudukan dirinya sebagai makhluk Allah yang tunduk berbakti kepada yang Maha Pencipta. Untuk mencerahkan umat Islam dari kejumudan. 320-327. 1964).

31. Selain terjadinya kasus-kasus yang demikian.15 Bahkan menurut Abduh letak keunggulan agama Islam dengan agama-agama lainnya adalah karena dogma-dogma dasarnya dapat sepenuhnya diterangkan secara rasional dan bebas dari berbagai macam misteri. tipe pertama adalah sekolah-sekolah agama dengan Al-Azhar sebagai lembaga pendidikan yang tinggi. jika dipertahankan juga akan menyebabkan umat Islam tertinggal jauh. Islam. sehingga jurang yang lebar bisa dipersempit. terdesak oleh arus kehidupan dan pemikiran modern.17 Sehingga 14 15 Muhammad Abduh. (Chicago: The University of Chicago Press.16 Dikotomi Pendidikan. Sistem pendidikan yang terjadi pada sekolah-sekolah pemerintah dipihak lain tampil dengan kurikulum yang memberikan ilmu pengetahuan Barat sepenuhnya. Ada dua tipologi pendidikan pada abad ke 20. Sekolah-sekolah agama berjalan diatas garis tradisional baik dalam kurikulum maupun metode pengajaran yang diterapkan. Tipe sekolah yang kedua melahirkan kelas elite generasi muda. 16-18. Tujuan pendidikan adalah mendidik akal dan jiwa dan menyampaikannya kepada batas-batas kemungkinan seseorang mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat´. 1979). masing-masing berdiri sendiri dalam memenuhi kebutuhan dan dalam mencapai tujuan pendidikannya. dengan demikian pendidikan agama kala itu tidak mementingkan perkembangan intelektual. hasil pendidikan yang dimulai pada abad ke 19. terj. Sedangkan tipe kedua adalah sekolahsekolah modern. baik yang dibanguan oleh pemerintah Mesir maupun yang didirikan oleh bangsa Asing. 190 . Sedangkan pemikiran kedua justru adanya bahaya yang mengancam sendi-sendi agama dan moral yang akan tergoyahkan oleh pemikiran modern yang mereka serap. Ia memandang bahwa pemikiran yang pertama tidak dapat dipertahankan lagi. 1992) 6-8. Tipe sekolah yang pertama memproduksi para ulama serta tokoh masyarakat yang enggan menerima perubahan dan cenderung untuk mempertahankan tradisi. 1983). Muhammad Abduh melihat segi-segi negatif dari kedua bentuk pemikiran tersebut. 17 Harun Nasution. Basis Absurditas Pendidikan Islam Muhammad Abduh melihat adanya absurditas dalam sistem pendidikan yang ada.14 Hal inilah yang kemudian disebut-sebut oleh Fazlur Rahman bahwa Abduh telah menawarkan suatu kemajuan penting dalam pemikiran teologi Islam. A History of Islamic Philosophy.alam. Muhammad Abduh dan Teologi Rasional Mu¶tazilah (Jakarta: Universitas Indonesia 1987) h. (Jakarta: Bulan Bintang. Dari situlah Abduh melihat pentingnya mengadakan perbaikan di dua instansi tersebut. 16 Majid Fakhry. Menurut Abduh al-Qur¶an dan Hadis melarang umat Islam untuk bertaklid. Kedua tipe tersebut tidak punya hubungan antara satu dengan yang lainnya. Ilmu-ilmu Barat tidak diberikan disekolahsekolah agama. Fazlur Rahman. padahal Islam mengajarkan untuk mengembangkan aspek jiwa tersebut sejajar dengan perkembangan aspek jiwa yang lain. tanpa memasukkan ilmu pengetahuan agama ke dalam kurikulum tersebut. Risalah Tauhid. dualisme pendidikan yang demikian melahirkan dua kelas sosial dengan spirit yang berbeda. Firdaus AN. dengan ilmu-ilmu Barat yang mereka peroleh dapat menerima ide-ide yang datang dari Barat. (New York: Columbia University Press.

dan kebudayaan Islam. h. tetapi dari apa yang dipraktekkannya ketika ia mengajar di Al-Azhar tampaknya bahwa ia menerapkan metode diskusi untuk memberikan pengertian yang mendalam pada muridnya. Abduh merasa perlu untuk memasukan beberapa materi. Tujuan pendidikan yang demikian ia wujudkan dalam seperangkat kurikulum sejak dari tingkat dasar sampai ketingkat atas. 47 19 18 Ibid lihat Ramayulis dan Samsul Nizar. Dirumahnya Abduh mengajarkan pula kitab Thazib al-Akhlak susunan Ibn Maskawayh. Falsafah dan tauhid. sekaligus dapat meraih kemajuan. militer. sedangkan selama ini al-Azhar memandang ilmu Mantiq dan Falsafah itu sebagai barang haram. kesehatan. Sejarah Islam. Kurikulum tersebut adalah : 1. Tingkat Atas Ia mendirikan sekolah menegah pemerintah untuk menghasilkan ahli dalam berbagai lapangan administrasi. Ia mengkritik dengan tajam penerapan metode hafalan tanpa pengertian yang umumnya dipraktekkan di sekolah-sekolah saat itu. Ramayulis. rakyat Mesir akan memiliki jiwa kebersamaan dan nasionalisme untuk dapat mengembangkan sikap hidup yang lebih baik. khususnya pendidikan agama. seperti yang dialaminya ketika belajar di sekolah di Mesjid Ahmadi di Thanta. Dengan memiliki jiwa kepribadian muslim. Pandangan ini mengacu pada anggapan bahwa ajaran agama (Islam) merupakan dasar pembentukan jiwa dan pribadi muslim. Abduh mengajarkan ilmu Mantiq. 48 . Tingkat Sekolah Dasar Ia beranggapan bahwa dasar pembentukan jiwa agama hendaknya sudah dimulai semenjak masa kanak-kanak. peridustrian dan sebagainya. karena metode demikian hanya akan merusak daya nalar. Upaya ini dilakukan agar out-putnya dapat menjadi ulama modern18 2. Ia memperingatkan para pendidik untuk tidak mengajar murid dengan metode menghafal. Kurikulum Al-Azhar Kurikulum Perguruan Tinggi Al-Azhar disesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat pada masa itu. 2005). Ia menekankan pentingnya pemberian pengertian dalam setiap pelajaran yang diberikan. Di Madrasah-madrasah yang berada di bawah naungan Al-Azhar. terutama sekolah agama. logika dan ilmu pengetahuan modern ke dalam kurikulum al-Azhar.pendidikan sejatinya bukan melulu mementingkan pendidikan akal tetapi juga secara sinergis melakukan pendidikan spiritual agar lahir generasi yang mampu berpikir dan punya akhlak yang mulia dan jiwa yang bersih. Ia tidak menjelaskan dalam tulisan-tulisannya metode apa yang sebaiknya diterapkan. Melalui lembaga pendidikan ini. Samsul Nizar. 2. ia memasukkan ilmu filsafat. Ensiklopedi Tokoh Pendidikan Islam Mengenal Tokoh pendidikan Islam di Dunia Islam dan Indonesia. ( Jakarta : Quantum Teaching. Oleh karena itu. Dan kitab sejarah Peradaban Eropa susunan seorang Perancis yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dengan judul al-Tuhfat alAdaabiyah fi Tarikh Tamaddun al-Mamalik al-Awribiyah19 Dalam bidang metode pengajaran ia pun membawa cara baru dalam dunia pendidikan saat itu. Dalam hal ini. mata pelajaran agama hendaknya dijadikan sebagai inti semua mata pelajaran.

1997). 23 Imron Arifin dan Muhammad Slamet. Surakarta. Manba¶ul Ulum menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran ilmuilmu tradisional Islam.Abduh.20 Bahkan penghormatan Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah kepada Muhammad Abduh adalah dengan memasukkan karya-karya Abduh ke dalam kurikulum sekolah-sekolah Muhammadiyah. yaitu salafiyah murni dimana pondok pesantren ini hanya menyelenggarakan pengajian kitab kuning saja. xii-xvii. Pesantren Khalafiyah (Modern). (Jakarta: Paramadina. Pesantren dengan tipologi seperti ini adalah pesantren yang melaksanakan proses belajar mengajarnya sudah menggunakan sistem klasikal. 22 Lihat Azyumardi Azra. 2010). khususnya dalam kandungan kurikulum. 34-35. Pertama adalah adopsi secara hampir menyeluruh terhadap sistem dan lembaga pendidikan modern. The Muhammadiyah Movement. Kedua.´ Pengantar untuk buku Nurcholish Madjid. pesantren ini memasukkan beberapa mata pelajaran modern ke dalam kurikulumnya. baik klasikal maupun non-klasikal. Inspirasi Modernisasi Pendidikan Islam dan Modernisasi Pesantren di Indonesia Dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia. Menurut mapping yang dilakukan oleh Departemen Agama RI dibedakan tiga tipologi pesantren dalam menyikapi modernitas. yang didirikan oleh Susuhunan Pakubuwono pada tahun 1906. 1957). Pesantren Salafiyah (tradisional). bukan sistem dan lembaga pendidikan modern. adopsi aspek-aspek tertentu dari sistem pendidikan modern. Risalah Tauhid-nya yang diterjemahkan oleh murid Ahmad Dahlan dan digunakan di sekolah Muhammadiyah sebagai sebuah rujukan penting dalam teologi dan tafsir al-Qur¶an. Salafiyah ini ada dua macam. tth). teknik dan mettode pengajaran. Kini. Perselingkuhan Kiai dan Kekuasaan. khususnya. memiliki kurikulum tetap dan ada batasan umur dan batas waktu. Titik tolak sikap ini adalah sistem dan kelembagaan pendidikan modern. Sebagai contoh untuk kasus ini adalah apa yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Manba¶ul Ulum.23 Pertama.22 Setidaknya terdapat dua model respon umat Islam Indonesia terhadap modernisasi pendidikan Islam. hanya ada beberapa pesantren yang masih bertahan untuk menjalankan sistem pembelajarann tradisional ini. (Montreal: McGill University. bukan sistem dan lembaga pendidikan Islam tradisional. nampaknya respon dan reaksi pesantren terhadap sistem pendidikan modern Barat dan sistem pendidikan modern Islam yang diusung oleh kaum Modernis Islam sangatlah beragam dan menjadi kekhasan masing-masing pesantren yang ada. (Yogyakarta: LkiS. Alam pikiran Modern di Indonesia. Khalafiyah ini kurikulumnya ada yang Mukti Ali. Kedua. (Yogyakarta: Aditya Media. tanpa batasan umur dan tanpa batas waktu. (Jakarta: Bulan Bintang. 133. 2004). Lahirnya Muhammadiyah merupakan akibat langsung dan logis dari gerakan pembaharuan Muhammad Abduh.21 Sedangkan dalam konteks pesantren. Bilikbilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan. Pangkal dasar sikap ini adalah sistem dan kelembagaan pendidikan Islam tradisional itu sendiri yang kemudian di modernkan. Penamaan pesantren salafiyah ini didasarkan pada proses belajar mengajarnya yang menggunakan cara-cara tradisional yakni sorogan dan bandongan / wetonan.24 Kedua salafiyah plus. 45 21 20 . Mukti Ali. 24 Endang Turmudi. Kemudian dalam rangka modernisasi. ³Pesantren: Kontinuitas dan Perubahan. 53. Sebagaimana pondok pesantren pada umumnya. nampaknya pemikiran pendidikan Muhammad Abduh nampaknya membidani lahirnya Muhammadiyah dengan format pendidikan Islam-nya yang khas. dimana pesantren ini di samping menyelenggarakan pengajian kitab. juga menyelenggarakan pendidikan jalur sekolah atau madrasah atau bahkan Perguruan Tinggi. Kepemimpinan Kyai dalam Perubahan Manajemen Pondok Pesantren: Kasus Ponpes Tbuireng Jombang.

Mukti. Shahih al-Manar. Ahmad al-Syir dan Ridha. Imarah Muhammad. Al-Amal al-Kamilat li al-Imam Muhammad Abduh. A History of Islamic Philosophy. John. Muhammad Abduh dan Teologi Rasional Mu¶tazilah. 1992. tt. Hourani. dan kyai berperan sebagai pengawas dan pembina mental para santri melalui pengajian dan majlis ta¶lim. New York: Columbia University Press. A. 1995. Ketiga. 2005. Perselingkuhan Kiai dan Kekuasaan. ------. The Muhammadiyah Movement. al Ta¶rif al-Islam. Kairo:Dar al-Qalam. Risalah Tauhid. Kairo: Majlis µala al-Qahirah. terj. ------. 1964. 1972. Chicago: The University of Chicago Press. 1957. sedangkan santrinya belajar atau sekolahnya pada pendidikan di luar pondok pesantren. Yogyakarta: LkiS. Tarikh al-Ustaz al-Imam al-Syaikh Muhammad µAbduh. Bandung: Mizan.. Bilik-bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan. Said Ismail. 1966. Al-Falsafat al-Islamiyyat. 1983. Jakarta : Djambatan. Imron dan Slamet. Turmudi. London : Oxford University. Rahman. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Ahmad Fuad. Ridha. 1962. Muhammad Rasyid Ridha. 2010. Mesir :Dar al-Hilal. 2010. xii-xvii. Jakarta: Universitas Indonesia 1987. Firdaus AN. 1996. Charles C. Ali. Nasution. serta menggunakan kurikulum gabungan. Pelopor Pendidikan Islam Paling Berpengaruh. Muzakkirat al-Imam Muhammad µAbduh. Mesir: al-Manar 1931. terj. Muhammad. Dewey. Al-Ahwani. Jakarta: Bulan Bintang.berafiliasi kepada Departemen Agama (madrasah). Pondok Pesantren Asrama. Ali. tth. Jakarta: Bulan Bintang. Jakarta: Quantum Teaching. Harun. 1966 Fakhry. Democracy and Education an Introductio to the Philosophy of Education. Ramayulis dan Nizar. (Jakarta: Paramadina. Beirut: Al-Muassasah al-Arabiyyah li alDirasah wa al-Nasyr. Adam. Ensiklopedi Tokoh Pendidikan Islam Mengenal Tokoh Pendidikan Islam di Dunia Islam dan Indonesia. Alam pikiran Modern di Indonesia. Montreal: McGill University. Arifin. ------. Para Perintis Zaman Baru Islam. Bashti. Departemen Pendidikan (sekolah0. Rasyid. . Alam Pikiran Islam Modern di Timur Tengah. Abduh. Islam and Modernism in Egypt. 1933. 1997). London: The Press Paperback Macmillan Publishing. Muhammad. Pondok pesantren ini bersifat asrama. Muhammad Zainal Arifin. Al-Bert. Nurcholish. Islam. 2004. Al-Islam al-Din al-Ilm wa al-Madaniyyah. Arabic Thougt in the Liberal Age. 1979. Samsul. Yogyakarta: Aditya Media. Mesir:Lajnat. Madjid. Kepemimpinan Kyai dalam Perubahan Manajemen Pondok Pesantren: Kasus Ponpes Tbuireng Jombang. dan adda yang menggunakan kurikulum sendiri (seperti Pondok Modern Gontor dan Al-Amien Prenduan). Ali Rahnema. karena santrinya bertempat tinggal di pondok pesantren. Majid. Endang. Fazlur. ------. New York: Russel and Russel.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.