PEMIKIRAN PENDIDIKAN MUHAMMAD ABDUH DAN PROSES MODERNISASI PESANTREN DI INDONESIA

Abduh: Bingkai Sosok yang Unik; Sufi-Reformer-Aktivis-Pendidik Muhammad Abduh adalah seorang tokoh salaf-sufi abad modern. Ia juga seorang reformer yang menghembuskan pembaharuan pemikiran rasional lewat karya masterpiecenya Risalah Tauhid yang dijadikan landasan kokoh teologi modern-nya. Dia juga seorang aktivis pergerakan yang tanpa lelah memompa semangat nasionalisme Arab. Dan secara sekaligus ia adalah seorang teoretisi dan praktisi pendidikan Islam1 dan terenyuh dengan kondisi umat Islam yang serba terbelakang. Cita-cita besarnya adalah membongkar batu karang kejumudan dengan membuka lebar-lebar pintu ijtihad dalam rangka mengorkestrasi ajaran teologi Islam sehingga compatible dengan tuntutan zaman modern.

Napak Tilas Biografis Abduh; Potret Urgensitas Reformasi Pendidikan Islam Abduh, demikian namanya dikenal orang. Ia lahir di tahun 1849. 2 Ia pandai membaca dan menulis sejak kecil dan mampu menghafal al-Qur¶an dalam waktu yang cukup singkat yaitu selama dua tahun.3 Kemudian pada usianya yang ke-13 ia dikirim ke Tanta untuk belajar agama di Mesjid Syekh Ahmad.4 Anehnya selama dua tahun dia belajar keras bahasa Arab, nahwu,
Said Ismail Ali menulis bahwa mengatakan Abduh sebagai ³pemikir pendidikan´ (mufakkir tarbawi) adalah tidak tepat. Demikian juga mengatakannya sebagai ³filsuf pendidikan´ (failusuf tarbawi). Akan tetapi apabila Abduh dikatakan sebagai seorang ³reformis pendidikan´ (mushlih tarbawi) yang mempunyai sejumlah teori pendidikan adalah sesuatu yang sangat tepat. Lihat, Said Ismail Ali, Pelopor Pendidikan Islam Paling Berpengaruh, terj. Muhammad Zainal Arifin (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2010), 160. 2 Charles C Adams. Islam and Modernism in Egypt. (New York: Russel and Russel, 1933), 18.
3 1

Al- Syaikh Muhammad Abduh, Muzakkirat al-Imam Muhammad µAbduh (Mesir :Dar al-Hilal, tt), 24.

Mesjid Ahmadi dianggap nomor dua setelah Universitas al-Azhar yang menjadi tempat belajar al-Quran dan menghafalnya. Disini Abduh selama 2 tahun, selain memperlancar hafalannya, ia juga belajar bahasa Arab, Nahu, Sharaf dan sebagainya. Lihat Ahmad al-Syir Bashti, Rasyid Ridha. Shahih al-Manar, (Mesir:Lajnat, al Ta¶rif al-Islam, 170), 102.

4

Muhammad Abduh melanjutkan pendidikan di Thanta. fiqh dan sebagainya. nampaknya merupakan cerita yang cukup menarik. Setiap habis satu kalimat. Syekh Darwisy terkenal sangat alim. Syekh Darwisy tahu bahwa Abduh enggan belajar ke Tanta. Syekh Darwis memberikan penjelasan luas tentang arti dan maksud yang dikandung kalimat itu. 20. Ini adalah karena metodenya yang salah. Dan pada usianya yang ke-16. Mengenai pergulatan Abduh dengan Syekh Darwisy ini. Demikian berulang kali. Dan tepat empat puluh hari pasca perkawinannya Abduh kembali dipaksa oleh orang tuanya untuk belajar ke Tanta. Di al-Azhar. akan tetapi 6 bulan di Thanta ia meninggalkan Thanta dan menuju al-azhar yang diyakininya al-Azhar adalah tempat mencari ilmu yang sesuai untuknya. terpaksa Abduh meninggalkan kampungnya. Sehingga kemudian dia memilih pulang ke kampung halamannya dan berniat untuk mengabdikan dirinya sebagai seorang petani. Sehingga tanpa disuruh pun. maka Abduh berubah sikapnya terhadap buku dan ilmu pengetahuan. Inilah yang kemudian membuat Abduh tertarik dengan metode pembelajaran dari Syekh Darwisy ini. Setelah beberapa hari membaca buku bersama-sama dengan cara seperti ini. Abduh nampaknya sangat tidak setuju dengan hal ini. paman dari ayah Muhammad Abduh. Metode yang demikian menurutnya bukan memproduksi siswa yang cakap.sharf. Setiap buku yang diberikan oleh Syekh Darwisy kepadanya selalu ia lempar jauh-jauh. Abduh mengisahkan ³ia pada waktu itu benci melihat buku. 5 . Ia ingin sekali mencari tahu dan mengetahui lebih banyak ilmu. semua materi agama diajarkan dengan metode menghafal. namun ia merasa tidak mengerti apa-apa. sehingga ia melarikan diri dari Tanta dan bersembunyi di rumah salah satu pamannya. Beruntung bagi Abduh karena di tempat inilah ia bertemu dengan seseorang yang kemudian mampu merubah jalan hidup Abduh. Tarikh alUstaz al-Imam al-Syaikh Muhammad µAbduh (Mesir: al-Manar 1931). Abduh berkeluh ³Satu setengah tahun saya belajar di Mesjid Syekh Ahmad dengan tidak mengerti suatu apapun. Karena desakan tersebut. Tetapi Syekh Darwisy tidak kehilangan akal. ia hanya mendapatkan pelajara ilmu-ilmu agama saja. Tidak penting bagi guru-guru apakah kita mengerti atau tidak istilah-istilah tersebut´. Sehingga Abduh mau membaca buku itu walaupun hanya beberapa baris saja. Metode tersebut dikatakannya sebagai metode yang tidak peduli dan tidak memeliki empati terhadap minat dan bakat siswanya. Namun setiap buku itu dilempar. guru-guru mulai mengajak kita dengan menghafal istilahistilah tentang nahwu atau fiqh yang tidak kita ketahui artinya. Lihat. Abduh akhirnya mau kembali ke Tanta untuk meneruskan studinya yang sebelumnya carut marut. Syekh Darwisy langsung memungut buku itu dan mengembalikannya ke Abduh. Muhammad Rasyid Ridha. Baru tiga bulan beranjak dari pelariannya. Namun bagi Abduh. Abduh pun kawin. tetapi tujuanya bukan pergi ke Tanta melainkan bersembunyi lagi di rumah salah satu pamannya. Ia hanya meminta Abduh untuk menemaninya atau tepatnya membaca buku secara bersama-sama. disinipun ia menemukan metode yang sama dengan Thanta. Hal ini membuatnya kembali Dalam biografinya Muhammad Abduh mengkritik metode pengajaran yang diterapkan di Thanta. Orang itu bernama Syekh Darwisy Khadr. tetapi membuat muridnya semakin bodoh karena tidak mengerti dengan apa yang dihafalnya. kembali ke Tanta adalah hal yang sia-sia karena tidak akan ada yang akan diperolehnya di sana.5 Lazimnya metode di sekolah-sekolah agama ketika itu. Abduh kembali dipaksa untuk belajar ke Tanta.

Ia berasal dari Afghanis dan pernah tinggal di India. 1962). Ia belajar di Kota suci Najaf dan Karbala dan ada yang menyebutnya sebagai penganut mazhab Syi¶ah. ilmu kalam dan ilmu pasti. Abduh juga seorang yang terkenal dengan pembaharuannya di bidang pergerakan politik. Pendidikan Politik Sosial Keagamaan Abduh pernah menjabat Syekh atau rektor di Universitas Al-Azhar Cairo Mesir. Ahmad fuad al ±Ahwani menyebutnya sebagai mata rantai filsafat isyraqiyyah yang ada di Iran. hal ini sangatlah tepat karena di dalam proses pendidikan terjadi proses transmisi tentang nilai. op. Lihat. Seperti ia ungkapkan bahwa Al-Afgani telah melepaskannya dari kegoncangan kejiwaan yang dialaminya.kecewa. Persia dan Mesir. Al-Azhar. Dalam agama dan sosial di Mesir pada abad ke 20 yang pengaruhnya sangat besar di dunia Islam. al-Falsafat al-Islamiyyat (Kairo:Dar al-Qalam. h. 8 . 1966). Pada saat itulah Abduh melakukan pembaharuan-pembaharuan di Universitas tersebut yang membawa dampak yang sangat luas di dunia Islam. 264 Sayyid Jamaluddin al-Afghani (1839-1897) adalah salah seorang tokoh politik dan pembaharu di Mesir. (London: The Press Paperback Macmillan Publishing. Ia mencoba untu mengadakan pembaharuan dinegerinegeri yang umumnya bermazhab sunni.. 1. Abduh berpendapat bahwa Toto Suharto. Pembaharuan dalam Ranah Pendidikan Islam di Al-Azhar Pilar pembaharuan yang dikedepankan Abduh adalah gerakan kultural lewat media pendidikan.23.8 Reformasi pendidikan ini difokuskan pada universitas almamaternya. Metode pengajaran yang digunakan oleh Jamaluddin adalah metode praktis (µamaliyyah) yang mengutamakan pemberian pengertian dengan cara diskusi dan mengaitkan secara kontekstual dengan situasi sosial politik negaranya. ia mendapatkan ilmu pengetahuan falsafat.6 Rasa kecewa itulah agaknya yang menyebabkannya menekuni dunia mistik dan hidup sebagai sufi. Ia belajar filsafat arab kuno dan barat modern. Dalam salah satu tulisannya ia melemparkan rasa kekecewaannya tersebut dengan menyatakan bahwa metode pengajaran yang verbalis itu telah merusak akal dan daya nalarnya.cit. 9. Democracy and Education an Introductio to the Philosophy of Education. Trilogi Pembaharuan Abduh.7 Abduh memberikan dua aksentuasi dalam proses pembelajaran. terutama dalam bidang politik. Pada Tahun 1871 Abduh bertemu dengan Sayyid Jamaludin Al-Afghani yang datang ke Mesir pada tahun itu. lihat juga al-Bert Hourani Arabic Thougt in the liberal Age (London : Oxford University. 1966).108 7 6 John Dewey. dimana Abduh bersama gurunya menerbitkan majalah al-µUrwatul Wutsqa di Paris. h. tradisi maupun kebudayaan sekaligus juga terjadi proses komunikasi antara satu ide dengan ide-ide yang baru. yaitu metode diskusi-partisipatoris yang diwarisi dari gurunya Al-Afghani dan semangat pembaharuan yang ditanamkannya dalam setiap mata pelajaran. Dari Al-Afgani.h. Metode yang dipakai Al-Afghani yang telah lama dicarinya selama ini. Ahmad Fuad al-Ahwani. sehingga ia lebih puas menerima ilmu dari guru barunya tersebut.

Ketika Al-Afghani diusir dari Mesir pada tahun 1879. Alam Pikiran Islam Modern di Timur Tengah. Namun usaha pembaharuan Muhammad Abduh di Al-Azhar pada akhirnya terbentur batu karang yang begitu kokoh yang bernama ³kolotisme´. modernisasi pendidikan Islam-nya menembus belantara Al-Azhar bahkan melanglang buana ke seluruh dunia Islam. supaya mereka bangkit dari tidurnya melepaskan cara berpikir fanatik dan kolot serta bersatu membangun kebudayaan dunia berdasarkan nilai-nilai Islam. 311 11 Ali Rahnema. sehingga dalam tempo yang singkat 9 10 A. h.9 Usaha awal reformasi Abduh adalah memperjuangan mata kuliah filsafat agar diajarkan di Al-Azhar. Abduh turut memainkan peranan.kewajiban belajar itu tidak hanya mempelajari buku-buku klasik berbahasa Arab yang berisi dogma ilmu kalam untuk membela Islam. serta sejarah dan agama Eropa. justru membuat Abduh terpental dan dipecat. Usaha Abduh untuk mengusung pembaharuan sistem pendidikan yang menghilangkan dikotomi pendidikan. 18 Namun sebagai sebuah pemikiran. ( Jakarta : Djambatan. 1995). Ilsma Kemodern dan Keindonesiaan. agar diketahui sebaba-sebab kemajuan yang telah mereka capai. Surat kabar ini dijadikan Abduh sebagai sarana perjuangan rakyat Mesir melawan kolonial. Pertama di Bairut Libanon kemudian di Paris. Pembaharuan dalam Ranah Pendidikan Politik Ketertarikan Muhammad Abduh pada dunia politik dimulai semenjak perkenalannya dengan seorang tokoh pembaharu yaitu Jamaludin Al-Afghani pada tahun 1870 sewaktu Abduh masih menjadi mahasiswa di al-Azhar. dipenjarakan dan kemudian di buang keluar negeri pada tahun 1882. Dalam revolusi Urabi Pasya. Dia bersama-sama pemimpin lainnya ditangkap.. Akan tetapi. . (Bandung: Mizan. kewajiban belajar juga terletak pada mempelajari sain-sain modern. yaitu gerakan kesadaran umat Islam sedunia. sehingga kembalilah Al-Azhar pada keadaan semula dengan segala macam kurikulum yang espired. 365 Nurchalish Madjid. Tapi pada tahun 1880 Ia boleh kembali keibu kota dan kemudian diangkat menjadi redaktur surat kabar resmi pemerintah ³Al-Waqi¶ AlMisriyah´. Mukti Ali. 38. Abduh dipandang ikut campur dalam soal ini. h. 1996).11 Melalui majalah ini Ia bersama Jamaludin Al-Afgani menyusun gerakan bernama Al-Urwatul Wutsqa. 2. Dengan perantaraan majalah itulah ditiupkannya suara keinsyapan keseluruh dunia Islam. karena dituduh mengadakan gerakan menentang Khadewi Tawfiq. Para Perintis Zaman Baru Islam. Dengan belajar filsafat. Ia dibuang keluar Cairo. Pada tahun1884 Ia bersama-sama Jamaludin Al-Afgani mendirikan majalah ³Al-Urwatul Wutsqa´ di Paris. memperlihatkan pengaruhnya di kalangan umat Islam. Suara itu lantang sekali kedengarannya dan dengan pesat menggema keseluruh dunia. semangat intelektualisme Islam yang padam diharapkan dapat dinyalakan kembali10.

faktor penyebab kemunduran umat Islam adalah faham jumud yang terdapat dikalangan umat Islam yang menjangkiti di semua ranah. 2) Akal mempunyai kedudukan yang sangat tinggi dalam agama Islam. Di bidang politik kenegaraan. Untuk mencerahkan umat Islam dari kejumudan.kaum imperalis menjadi gempar dan cemas.Tanpa konstitusi akan timbul tindakan sewenang-wenang. Pembaharuan dalam Ranah Sosial Keagamaan Menurut Abduh. Bahkan ia berargumen bahwa Islamlah satu-satunya agama yang dengan konsisten menyeru penganutnya untuk menggunakan rasio dan memahami Muhammad Imarah. 1964). Penerbitan majalah ini diteruskan oleh muridnya yaitu Rasyid Ridla (1865-1935) yang kemudian menjadi tafsir Al-Manar. Adapun pokok ±pokok pemikiran Muhammad Abduh dibidang sosial keagamaan adalah : 1) Kemajuan agama Islam itu tertutup oleh umat Islam sendiri. dihafalkan lafadznya tapi tidak berusaha mengamalkan isi kandungannya. 13 Muhammad Abduh. syariah. Oleh karena itu Abduh tidak menghendaki sikap konfrontatif terhadap penjajah agar dapat memperbaiki umat dari dalam. Al-Islam al-Din al-Ilm wa al-Madaniyyah. Dalam soal kekuasaan. akidah dan sistem masyarakat.Hanya dengan ketinggian akal dan ilmu manusia mampu mendudukan dirinya sebagai makhluk Allah yang tunduk berbakti kepada yang Maha Pencipta. bahasa. (Kairo: Majlis µala al-Qahirah. Dari akal akan terungkap misteri alam semesta yang diciptakan Allah untuk kesejahteraan manusia itu sendiri. Al-Amal al-Kamilat li al-Imam Muhammad Abduh (Beirut: Al-Muassasah al-Arabiyyah li al-Dirasah wa al-Nasyr. Muhammad Abduh berpendapat bahwa antara ilmu dan iman tidaklah mungkin saling kontradiktif. Abduh tidak menghendaki jalan revolusi tapi melalui jalan evolusi. Karenanya ia meramu ajaran-ajaran dasar Islam dalam suatu jamuan intelektual yang bisa diterima oleh fikiran modern. dimana umat Islam beku dalam memahami ajaran Islam. yaitu zaman sahabat dan ulama besar. sedangkan Abduh berpendapat bahwa pembaharuan negara dapat dicapai melalui pembaharuan umat.12 Abduh menganjurkan kembali ke ajaran-ajaran semula sebagaimana yang terdapat di zaman salaf.13 1. Abduh mengajukan prinsip musyawarah yang dipandang dapat mewujudkan kehidupan politik yang demokratis. 140-145. 1972). Muhammad Abduh memandang perlu membatasi kekuasaan dengan institusi yang jelas. 320-327. Abduh memiliki ide-ide yang berbeda dengan gurunya AlAfghani. 3. ´Agama adalah sejalan dengan akal dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menggunakan akal´. 3) Ajaran Islam sesuai dengan pengetahuan modern begitu pula Ilmu Pengetahuan modern pasti sesuai dengan ajaran Islam. Dalam hal ini ungkapan Abduh yang terkenal di dunia Islam ³Islam itu tertutup oleh pengikut-pengikut Islam itu sendiri´. Akhirnya majalah itu ditutup pemerintah Prancis dikala majalah itu baru terbit delapan belas nomor. 12 . Abduh menerbitkan majalah Al-Manar. Al-Afghani menghendaki pembaharuan umat Islam melalui pembaharuan negara.Untuk itu.

dualisme pendidikan yang demikian melahirkan dua kelas sosial dengan spirit yang berbeda. Muhammad Abduh melihat segi-segi negatif dari kedua bentuk pemikiran tersebut. Menurut Abduh al-Qur¶an dan Hadis melarang umat Islam untuk bertaklid. tipe pertama adalah sekolah-sekolah agama dengan Al-Azhar sebagai lembaga pendidikan yang tinggi. baik yang dibanguan oleh pemerintah Mesir maupun yang didirikan oleh bangsa Asing. 1979). Muhammad Abduh dan Teologi Rasional Mu¶tazilah (Jakarta: Universitas Indonesia 1987) h. masing-masing berdiri sendiri dalam memenuhi kebutuhan dan dalam mencapai tujuan pendidikannya. dengan demikian pendidikan agama kala itu tidak mementingkan perkembangan intelektual. (Jakarta: Bulan Bintang. Basis Absurditas Pendidikan Islam Muhammad Abduh melihat adanya absurditas dalam sistem pendidikan yang ada. (Chicago: The University of Chicago Press. padahal Islam mengajarkan untuk mengembangkan aspek jiwa tersebut sejajar dengan perkembangan aspek jiwa yang lain. 190 .15 Bahkan menurut Abduh letak keunggulan agama Islam dengan agama-agama lainnya adalah karena dogma-dogma dasarnya dapat sepenuhnya diterangkan secara rasional dan bebas dari berbagai macam misteri. Ada dua tipologi pendidikan pada abad ke 20. 31. terdesak oleh arus kehidupan dan pemikiran modern. 17 Harun Nasution. Selain terjadinya kasus-kasus yang demikian. Risalah Tauhid.16 Dikotomi Pendidikan. Tipe sekolah yang kedua melahirkan kelas elite generasi muda. Sekolah-sekolah agama berjalan diatas garis tradisional baik dalam kurikulum maupun metode pengajaran yang diterapkan. hasil pendidikan yang dimulai pada abad ke 19. Sedangkan pemikiran kedua justru adanya bahaya yang mengancam sendi-sendi agama dan moral yang akan tergoyahkan oleh pemikiran modern yang mereka serap. (New York: Columbia University Press. Islam. sehingga jurang yang lebar bisa dipersempit. Dari situlah Abduh melihat pentingnya mengadakan perbaikan di dua instansi tersebut. jika dipertahankan juga akan menyebabkan umat Islam tertinggal jauh. 1983). dengan ilmu-ilmu Barat yang mereka peroleh dapat menerima ide-ide yang datang dari Barat. Tipe sekolah yang pertama memproduksi para ulama serta tokoh masyarakat yang enggan menerima perubahan dan cenderung untuk mempertahankan tradisi.14 Hal inilah yang kemudian disebut-sebut oleh Fazlur Rahman bahwa Abduh telah menawarkan suatu kemajuan penting dalam pemikiran teologi Islam. 1992) 6-8. Ilmu-ilmu Barat tidak diberikan disekolahsekolah agama. Fazlur Rahman.alam. Sistem pendidikan yang terjadi pada sekolah-sekolah pemerintah dipihak lain tampil dengan kurikulum yang memberikan ilmu pengetahuan Barat sepenuhnya. Ia memandang bahwa pemikiran yang pertama tidak dapat dipertahankan lagi. 16-18. terj. Sedangkan tipe kedua adalah sekolahsekolah modern. tanpa memasukkan ilmu pengetahuan agama ke dalam kurikulum tersebut. Kedua tipe tersebut tidak punya hubungan antara satu dengan yang lainnya. A History of Islamic Philosophy. Firdaus AN. 16 Majid Fakhry. Tujuan pendidikan adalah mendidik akal dan jiwa dan menyampaikannya kepada batas-batas kemungkinan seseorang mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat´.17 Sehingga 14 15 Muhammad Abduh.

Dengan memiliki jiwa kepribadian muslim. Abduh mengajarkan ilmu Mantiq. 48 . sekaligus dapat meraih kemajuan. logika dan ilmu pengetahuan modern ke dalam kurikulum al-Azhar. Falsafah dan tauhid. mata pelajaran agama hendaknya dijadikan sebagai inti semua mata pelajaran. tetapi dari apa yang dipraktekkannya ketika ia mengajar di Al-Azhar tampaknya bahwa ia menerapkan metode diskusi untuk memberikan pengertian yang mendalam pada muridnya. kesehatan. terutama sekolah agama. dan kebudayaan Islam. 47 19 18 Ibid lihat Ramayulis dan Samsul Nizar. Tingkat Atas Ia mendirikan sekolah menegah pemerintah untuk menghasilkan ahli dalam berbagai lapangan administrasi. Ia memperingatkan para pendidik untuk tidak mengajar murid dengan metode menghafal. seperti yang dialaminya ketika belajar di sekolah di Mesjid Ahmadi di Thanta. Ensiklopedi Tokoh Pendidikan Islam Mengenal Tokoh pendidikan Islam di Dunia Islam dan Indonesia. Kurikulum Al-Azhar Kurikulum Perguruan Tinggi Al-Azhar disesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat pada masa itu. ( Jakarta : Quantum Teaching. Di Madrasah-madrasah yang berada di bawah naungan Al-Azhar. Dirumahnya Abduh mengajarkan pula kitab Thazib al-Akhlak susunan Ibn Maskawayh. rakyat Mesir akan memiliki jiwa kebersamaan dan nasionalisme untuk dapat mengembangkan sikap hidup yang lebih baik. Ia mengkritik dengan tajam penerapan metode hafalan tanpa pengertian yang umumnya dipraktekkan di sekolah-sekolah saat itu. Ia menekankan pentingnya pemberian pengertian dalam setiap pelajaran yang diberikan. 2005). Dan kitab sejarah Peradaban Eropa susunan seorang Perancis yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dengan judul al-Tuhfat alAdaabiyah fi Tarikh Tamaddun al-Mamalik al-Awribiyah19 Dalam bidang metode pengajaran ia pun membawa cara baru dalam dunia pendidikan saat itu. Tingkat Sekolah Dasar Ia beranggapan bahwa dasar pembentukan jiwa agama hendaknya sudah dimulai semenjak masa kanak-kanak. Samsul Nizar. ia memasukkan ilmu filsafat. Dalam hal ini. 2. Tujuan pendidikan yang demikian ia wujudkan dalam seperangkat kurikulum sejak dari tingkat dasar sampai ketingkat atas. Abduh merasa perlu untuk memasukan beberapa materi. Kurikulum tersebut adalah : 1. Ia tidak menjelaskan dalam tulisan-tulisannya metode apa yang sebaiknya diterapkan. Melalui lembaga pendidikan ini. Upaya ini dilakukan agar out-putnya dapat menjadi ulama modern18 2. Pandangan ini mengacu pada anggapan bahwa ajaran agama (Islam) merupakan dasar pembentukan jiwa dan pribadi muslim.pendidikan sejatinya bukan melulu mementingkan pendidikan akal tetapi juga secara sinergis melakukan pendidikan spiritual agar lahir generasi yang mampu berpikir dan punya akhlak yang mulia dan jiwa yang bersih. khususnya pendidikan agama. Sejarah Islam. Oleh karena itu. Ramayulis. sedangkan selama ini al-Azhar memandang ilmu Mantiq dan Falsafah itu sebagai barang haram. militer. h. karena metode demikian hanya akan merusak daya nalar. peridustrian dan sebagainya.

Pesantren Salafiyah (tradisional).´ Pengantar untuk buku Nurcholish Madjid. (Jakarta: Bulan Bintang. 22 Lihat Azyumardi Azra. dimana pesantren ini di samping menyelenggarakan pengajian kitab. Sebagaimana pondok pesantren pada umumnya. Lahirnya Muhammadiyah merupakan akibat langsung dan logis dari gerakan pembaharuan Muhammad Abduh. Manba¶ul Ulum menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran ilmuilmu tradisional Islam. Kedua. Inspirasi Modernisasi Pendidikan Islam dan Modernisasi Pesantren di Indonesia Dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia. nampaknya respon dan reaksi pesantren terhadap sistem pendidikan modern Barat dan sistem pendidikan modern Islam yang diusung oleh kaum Modernis Islam sangatlah beragam dan menjadi kekhasan masing-masing pesantren yang ada. Perselingkuhan Kiai dan Kekuasaan. tth).21 Sedangkan dalam konteks pesantren. Pesantren dengan tipologi seperti ini adalah pesantren yang melaksanakan proses belajar mengajarnya sudah menggunakan sistem klasikal. Titik tolak sikap ini adalah sistem dan kelembagaan pendidikan modern. (Yogyakarta: LkiS. nampaknya pemikiran pendidikan Muhammad Abduh nampaknya membidani lahirnya Muhammadiyah dengan format pendidikan Islam-nya yang khas. Pangkal dasar sikap ini adalah sistem dan kelembagaan pendidikan Islam tradisional itu sendiri yang kemudian di modernkan. Risalah Tauhid-nya yang diterjemahkan oleh murid Ahmad Dahlan dan digunakan di sekolah Muhammadiyah sebagai sebuah rujukan penting dalam teologi dan tafsir al-Qur¶an. Alam pikiran Modern di Indonesia. (Yogyakarta: Aditya Media. yang didirikan oleh Susuhunan Pakubuwono pada tahun 1906. khususnya. Salafiyah ini ada dua macam. (Jakarta: Paramadina. memiliki kurikulum tetap dan ada batasan umur dan batas waktu. 2010). 23 Imron Arifin dan Muhammad Slamet. teknik dan mettode pengajaran. Penamaan pesantren salafiyah ini didasarkan pada proses belajar mengajarnya yang menggunakan cara-cara tradisional yakni sorogan dan bandongan / wetonan. bukan sistem dan lembaga pendidikan Islam tradisional. adopsi aspek-aspek tertentu dari sistem pendidikan modern. Bilikbilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan. tanpa batasan umur dan tanpa batas waktu. 34-35. Khalafiyah ini kurikulumnya ada yang Mukti Ali.24 Kedua salafiyah plus.Abduh. Mukti Ali. Surakarta.22 Setidaknya terdapat dua model respon umat Islam Indonesia terhadap modernisasi pendidikan Islam. Kini. Sebagai contoh untuk kasus ini adalah apa yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Manba¶ul Ulum. hanya ada beberapa pesantren yang masih bertahan untuk menjalankan sistem pembelajarann tradisional ini. 45 21 20 . khususnya dalam kandungan kurikulum. 24 Endang Turmudi. The Muhammadiyah Movement. juga menyelenggarakan pendidikan jalur sekolah atau madrasah atau bahkan Perguruan Tinggi. 2004). Kepemimpinan Kyai dalam Perubahan Manajemen Pondok Pesantren: Kasus Ponpes Tbuireng Jombang. baik klasikal maupun non-klasikal.23 Pertama. 1957). bukan sistem dan lembaga pendidikan modern. yaitu salafiyah murni dimana pondok pesantren ini hanya menyelenggarakan pengajian kitab kuning saja. Menurut mapping yang dilakukan oleh Departemen Agama RI dibedakan tiga tipologi pesantren dalam menyikapi modernitas. xii-xvii. ³Pesantren: Kontinuitas dan Perubahan. Pesantren Khalafiyah (Modern). pesantren ini memasukkan beberapa mata pelajaran modern ke dalam kurikulumnya. (Montreal: McGill University. Pertama adalah adopsi secara hampir menyeluruh terhadap sistem dan lembaga pendidikan modern. 133. Kedua. Kemudian dalam rangka modernisasi.20 Bahkan penghormatan Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah kepada Muhammad Abduh adalah dengan memasukkan karya-karya Abduh ke dalam kurikulum sekolah-sekolah Muhammadiyah. 1997). 53.

1997). Imarah Muhammad. Beirut: Al-Muassasah al-Arabiyyah li alDirasah wa al-Nasyr. Muhammad Rasyid Ridha.. tt. Samsul. Hourani. Al-Falsafat al-Islamiyyat. Charles C. al Ta¶rif al-Islam. Pondok pesantren ini bersifat asrama. ------. karena santrinya bertempat tinggal di pondok pesantren. Rahman. Ali. Fazlur. Bashti. ------. Islam and Modernism in Egypt.berafiliasi kepada Departemen Agama (madrasah). ------. Nasution. Jakarta: Quantum Teaching. Endang. Shahih al-Manar. Madjid. xii-xvii. Arifin. 2010. 1933. Democracy and Education an Introductio to the Philosophy of Education. Mukti. 1995. Muhammad. 1979. New York: Russel and Russel. A History of Islamic Philosophy. Ahmad al-Syir dan Ridha. 1966 Fakhry. Tarikh al-Ustaz al-Imam al-Syaikh Muhammad µAbduh. Said Ismail. Nurcholish. terj. terj. 2010. Rasyid. 1992. Pondok Pesantren Asrama. Ali. Para Perintis Zaman Baru Islam. Departemen Pendidikan (sekolah0. Yogyakarta: LkiS. Perselingkuhan Kiai dan Kekuasaan. The Muhammadiyah Movement. Alam Pikiran Islam Modern di Timur Tengah. Jakarta: Bulan Bintang. 2004. Majid. Islam. Ahmad Fuad. Muzakkirat al-Imam Muhammad µAbduh. Risalah Tauhid. 1972. Abduh. 1966. Bilik-bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan. (Jakarta: Paramadina. 1957. Adam. Ali Rahnema. Pelopor Pendidikan Islam Paling Berpengaruh. Al-Bert. A. . 1996. Jakarta: Bulan Bintang. dan adda yang menggunakan kurikulum sendiri (seperti Pondok Modern Gontor dan Al-Amien Prenduan). Chicago: The University of Chicago Press. sedangkan santrinya belajar atau sekolahnya pada pendidikan di luar pondok pesantren. dan kyai berperan sebagai pengawas dan pembina mental para santri melalui pengajian dan majlis ta¶lim. Mesir: al-Manar 1931. 1962. Jakarta: Universitas Indonesia 1987. Arabic Thougt in the Liberal Age. ------. Dewey. Kairo: Majlis µala al-Qahirah. Muhammad Abduh dan Teologi Rasional Mu¶tazilah. Kepemimpinan Kyai dalam Perubahan Manajemen Pondok Pesantren: Kasus Ponpes Tbuireng Jombang. Al-Islam al-Din al-Ilm wa al-Madaniyyah. Al-Amal al-Kamilat li al-Imam Muhammad Abduh. Montreal: McGill University. Yogyakarta: Aditya Media. Al-Ahwani. Ridha. Bandung: Mizan. Muhammad Zainal Arifin. Ramayulis dan Nizar. Jakarta : Djambatan. Mesir:Lajnat. Firdaus AN. Ensiklopedi Tokoh Pendidikan Islam Mengenal Tokoh Pendidikan Islam di Dunia Islam dan Indonesia. Mesir :Dar al-Hilal. Ketiga. 2005. 1983. Kairo:Dar al-Qalam. Harun. John. serta menggunakan kurikulum gabungan. Turmudi. London: The Press Paperback Macmillan Publishing. tth. Muhammad. London : Oxford University. New York: Columbia University Press. Imron dan Slamet. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. 1964. Alam pikiran Modern di Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful