P. 1
Konduktor

Konduktor

|Views: 3,230|Likes:
Published by Eko Noor Saifulloh

More info:

Published by: Eko Noor Saifulloh on Mar 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2013

pdf

text

original

KONDUKTOR

Konduktor (penghantar) : suatu bahan yang dapat menghantarkan arus listrik.
Sifat terpenting konduktor:
- sifat daya hantar listrik (electrical conductivity) yang tinggi, atau
- tahanan jenis (resistivity) yang rendah
Konduktivitas maupun resistivitas besarnya tergantung pada struktur internal
dari bahan penghantar tersebut.
Sifat-sifat lain yang harus dimiliki oleh konduktor :
- daya hantar panas (thermal conductivity) atau sifat-sifat termis dan
sifat-sifat mekanis lain seperti kekuatan tarik/tekan atau
kemampuannya dalam menahan tegangan tarik dan sebagainya.
Tabel 1. Tahanan jenis beberapa bahan listrik
Nama bahan
Tahanan jenis pada 0
o
C
( Ω mm
2
/m)
Tahanan jenis pada 20
o
C
( Ω mm
2
/m)
Aluminium 0,026 0,0287
Tembaga Lunak 0,01589 0,01742
Tembaga Keras 0,016 0,0177
Emas 0,0222 0,0236
Besi Murni 0,0885 0,0995
Perak 0,0151 0,01629
Timah 0,105 0,115
I. Pengaruh perubahan temperatur terhadap nilai tahanan (resistansi).
a. Bahan Murni
1
dimana:
Rt
2
= tahanan dari bahan pada temperatur t
2
(Ω)
Rt
1
= tahanan dari bahan pada temperatur t
1
(Ω)
t
1
= temperatur permulaan yang rendah (
o
C)
t
2
= temperatur yang lebih tinggi (
o
C)
α = koefisien suhu tahanan pada masa konstan (Ω/
o
C)
Untuk perhitungan yang lebih teliti, harga α, bisa digunakan persamaan
berikut :
( ) 20
1
1
1
− +
·
t
α
α
dimana:
α = koefisien suhu tahanan pada temperatur standar 20
o
C
α
1
= koefisien suhu tahanan pada temperatur t
o
C
Gambar 1. Pertambahan harga tahanan listrik sebagai fungsi dari
temperatur
b. Bahan campuran
a a 0 f d f y x
R1
R0
0
R
T(
0
C)
2
( ) [ ]
1 2 1 2
1 t t Rt Rt − + · α
1111
2
2
Pertambahan harga/nilai tahanan listrik pada bahan campuran apabila
suhu dinaikkan adalah relatif kecil dan tidak teratur. Contohnya pada bahan
Eureka (konstantan), yaitu campuran 60% Cu dan 40% Ni), karena
pertambahan nilai resistansi yang kecil, maka α sering diabaikan.
II. Efek Kulit (Skin Effect)
Skin Effect adalah gejala ketidaksama-rataan arus yang mengalir dalam
suatu pengantar yang dialiri arus bolak-balik. Hal ini disebabkan karena
adanya frekuensi pada arus yang mengalir tersebut.
Gambar
2.
Kerapatan arus pada suatu penghantar dialiri arus AC
Arus bolak-balik (AC) yang mengalir pada penghantar, akan menimbulkan
fluksi (ф).
Fluksi ini akan menimbulkan induktansi diri (self inductance) dan akan
membangkitkan tegangan :

di
d
L
φ
·
dan
dt

ε ·
Didapat :
ф
1
< ф
2
dan L
1
>L
2
, dari sini didapat hubungan; i akan sebanding dengan ф
sehingga :
3
i
1
<i
2
dan ф
1
< ф
2
.
Menurut Maxwell dan Rayleight, perbandingan antara tahanan skin effect (R
s
)
terhadap tahanan arus searah (R) adalah :
2
2
2
2
4 180
1
4 12
1
1

,
`

.
|

,
`

.
|
+ ·
m m
R
R
s
Sedangkan perbandingan antara reaktansi skin effect (As) terhadap reaktansi
arus searah (A) adalah :
2
2
2
2
4 4320
12
4 24
1
1

,
`

.
|
+

,
`

.
|
− ·
m m
A
A
s
dimana :

R
l f R
m
9
10
8

× ⋅ ⋅
·
f = frekuensi (Hz)
l = panjang saluran (m)
Di dalam pemakaian praktisnya rumus-rumus di atas menjadi :
A f m ⋅ · 3 , 0
Sedangkan rumus R
s
secara empiris adalah :

¹
¹
¹
¹
¹
'
¹
¹
¹
¹
¹
¹
'
¹
+

,
`

.
|
+
·
2
1
48
1
2 / 1
2
m
R R
s , untuk m = 0 s/d 3

¹
'
¹
¹
'
¹
+ · 26 , 0
2 2
m
R R
s , untuk m diatas 3
Cara mengatasi Skin Effect :
• Frekuensi kerja diturunkan
• Diameter penghantar diperkecil atau menggunakan penghantar serabut
III. Jenis-jenis penampang bahan penghantar
4
Penampang bahan penghantar umumnya dibuat dalam berbagai bentuk.
Sesuai dengan tujuan penggunaannya. Berdasarkan bentuknya, bahan
penghantar dibedakan antara lain :
(a) (b) (c) (d) (e)
Gambar 3. Penampang bahan penghantar
(a) bulat
(b) segi empat tipis
(c) segi empat tebal
(d) kanal
(e) stranded (berlilit atau serabut)
Berdasarkan susunan kawat/penampang, dibedakan antara lain :
• Kawat pejal
• Kawat berlilit
• Kawat berongga
• Kawat
serabut
Berdasarkan susunan/struktur material :
• Kawat/ bahan dari logam murni
• Kawat/ bahan dari logam campuran (alloy)
• Kawat/ bahan dari logam paduan
5
IV. Klasifikasi Bahan Konduktor
Menurut bentuknya/wujudnya, bahan konduktor dapat dibagi dalam 3 jenis,
yakni:
a. Bahan konduktor berbentuk padat
b. Bahan konduktor berbentuk cair
c. Bahan konduktor berbentuk gas
1. Tembaga (Cu)
Sifat-sifat elektris bahan tembaga dapat dilihat pada tabel 1.
Daya hantar panasnya 0,93 kal/cm sec
o
C.
Daya tahan tembaga terhadap korosi sangat besar.
Titik leburnya 1080
0
C.
Kekuatan menahan gaya tarik/tekan cukup tinggi, yaitu sekitar 40-50
kgf/mm
2

Tidak rapuh (artinya dapat dibengkokan tetapi tidak mudah putus/patah).
Penggunaan tembaga antara lain:
• sebagai bahan penghantar pada inti kabel, kumparan-kumparan
trafo, generator dan motor, serta jaringan listrik karena bahan tembaga
mempunyai konduktifitas yang cukup tinggi.
• sebagai alat/bahan pengukur temperatur (pada termokopel)
• Tembaga keras (hard drawn copper), digunakan apabila
diperlukan untuk menahan tegangan tarik/tekan yang tinggi dan tahan
terhadap medan keras.
• Tembaga lunak (analed copper), digunakan apabila dipentingkan
sifat lenturnya.
• Dicampur dengan bahan lain (banyak kita jumpai di pasaran )
- tahanan jenisnya akan turun,
6
- supaya sifat-sifat mekanisnya dapat ditingkatkan sesuai
kebutuhan atau untuk keperluan tertentu.
2. Aluminium (Al)
Sifat elektris : lihat tabel 1.
Sifat-sifat fisik yang lain :
• Daya hantar panasnya = 0,5 kal/cm sec
o
C
• Daya tahan terhadap korosi lebih besar daripada tembaga.
• Massa jenisnya ± 3 kali lebih kecil daripada masa jenis tembaga.
• Aluminium tidak baik untuk dipatri, akan tetapi dapat dilas.
• Titik leburnya 660
o
C
Sifat-sifat m ekanis :
• kekuatan menahan tegangan tarik/tekan lebih rendah daripada tembaga
yaitu ±15-23 kgf/mm
2
akan tetapi aluminium mudah dikerjakan,
dibengkokkan atau dipress.
Sehingga aluminium banyak dipakai antara lain :
• Sebagai penutup pada transistor, karena mempunyai daya hantar panas
yang cukup tinggi.
• Sebagai bahan pelindung pada bagian-bagian peralatan yang tidak
boleh terkena gelombang elektromagnetik, karena aluminium termasuk
bahan yang magnetis.
• Sebagai bahan yang digunakan pada kumparan transformator arus,
rotor dsb. karena pengerjaannya mudah.
Karena kemampuan menahan tegangan tariknya tidak terlalu besar, maka bila
diperkuat atau dipadukan dengan bahan/kawat baja (baja mempunyai
tegangan tarik ±46 s/d 380 kgf/mm
2
) akan diperoleh kawat atau bahan yang
disebut dengan istilah ACSR (Aluminium Cable Stell Reinforce).
7
3. Bahan campuran
a. Kuningan (Brass)
• Campuran antara tembaga (Cu) dan seng (Zn).
• Warnanya kuning,
• Tegangan tarik maksimum : 23 s/d 40 kgf/mm
2
• Harganya lebih murah dibandingkan dengan bahan tembaga murni
• Mudah dikerjakan walaupun dalam keadaan dingin
• Kurang cocok bila dipakai dalam udara terbuka
• Titik leburya 900
o
C.
• Kurang tepat dipakai sebagai konduktor karena konduktivitasnya
rendah, tetapi cocok dipergunakan sebagai media gelombang UHF
(microwave).
b. Perunggu (Bronze)
• Campuran antara tembaga (Cu) dan timah (Sn).
• Tahanan jenisnya lebih besar daripada bahan kuningan
• Titik leburnya 1040
0
C, tegangan tariknya 20 s/d 40 kgf/mm
2
• Mempunyai daya tahan yang baik terhadap korosi.
• Sebagai penghantar/konduktor biasanya dipakai untuk hantaran-
hantaran yang halus, misalnya untuk kawat telegraf, telepon, dan
sebagainya.
8
V. Bahan tahanan (resistor)
Bahan tahanan (resistor) adalah suatu bahan listrik yang dapat menyalurkan
arus listrik, akan tetapi mempunyai tahanan listrik (resistivitas) yang tinggi
atau konduktivitasnya rendah.
Contoh bahan tahanan adalah sebagai berikut:
1. Wolfram
Wolfram termasuk jenis logam yang sangat berat
Berwarna putih keabu-abuan
Mempunyai titik cair tertinggi diantara logam-logam padat
Sifat-sifatnya :
• Sifat mekanis: tegangan tarik maksimum : 590.000 psi
• Modulus elastisitas : 10.106 psi
• Titik cair : 3.390
o
C
• Titik didih : 5.930
o
C
• Konduktivitas termis : 0,4 cal/cm sec
o
C
• Koefisien muai panjang : 4,5x10
-6
• Sifat kimia : pada suhu 2000
0
C, 1001 gram wolfram murni dapat
bersenyawa dengan O
2
membentuk WO
2
dan WO
3
.
• Sifat elektris : tahanan jenisnya mendekati linier terhadap perubahan
temperatur.
• Magnetic susceptibility, Xm, : 6,8x10
-5
(termasuk bahan magnetik)
Penggunaan wolfram :
9
sebagai filament lampu pijar, campuran bahan kontak, elektroda gas mulia,
dan bagian-bagian dari tabung elektroda.
2. Timbel/timah hitam (Pb)
Di pasaran banyak dijumpai sebagai timbel dan berupa lempengan 3x1,5 m
atau 10x2,5 m dengan tebal kira-kira 0,3-12 mm.
Sifat-sifatnya antara lain :
• Sangat lunak dan mudah dikerjakan
• Mempunyai berat jenis/ massa jenis yang tinggi
• Titik leburnya rendah ± 300
o
C
• Tahanan jenisnya ± 7%-nya tahanan jenis tembaga
• Tegangan tariknya rendah
Penggunaannya antara lain sebagai elektroda akumulator, pembungkus kabel,
campuran solder, dan untuk bahan pembuat sekering.
VI. Thermistor
• “Thermistor” berasal dari kata thermally sensitive resistor.
• Thermistor adalah suatu jenis tahanan yang peka terhadap perubahan
temperatur atau memiliki harga koefisien suhu tahanan (α) yang tinggi
• Ditemukan oleh Michael Faraday berdasarkan (α) negatif dari silver
sulfida pada tahun 1833.
(a) (b)
Gambar 4. Simbol dari Thermistor
10
(a) Thermistor dengan pemanas langsung
(b) Thermistor dengan pemanas tidak langsung
Thermistor pada umumnya didasarkan pada “a negative temperature coefisien
(NTC)”, atau ada pula yang berdasarkan pada “a positive temperature
coefisien (PTC)”.
Penggunaannya :
• Basic Thermistor
Circuit
• Half Bridge
Thermometer
• Basic Four Arm
Bridge Type Thermometer
• Two Thermistor
Thermometer
• Temperature
Measurement
• Anemometer
• Flow Meter
• Vacuum Gauge
• Altimeter
• Rf Power Meter
• Measuring Micro
Wave Meter
• Gas Analyzer
• Thermal Protection
For Motor
• Pilot Or Flame Alarm
Control
• Voltage Regulation
• Remote Control
• Audio Compressor
(Umeter)
• Audio Expander
• Pilot Lamp Protection
• Crystal Oscillator
Stabilization
11
VII. Corona
• Gejala corona, yang dapat mengakibatkan gangguan pada komunikasi
radio (radio interference) dan daya hilang (power losses) corona.
• Masalah isolasi pada kawat penghantar.
• Masalah isolasi pada peralatan listrik.
• Masalah keamanan terhadap manusia, hewan atau barang.
1. Proses terjadinya corona
Bila ada 2 kawat penghantar yang sejajar (berpenampang kecil bila
dibandingkan dengan jarak antara kedua kawat tersebut) diberi tegangan
listrik bolak-balik, maka corona dapat terjadi dan bila tegangan listrik tersebut
dinaikkan secara bertahap, maka corona pun akan naik secara bertahap.
a. Secara visual
Pertama-tama kawat kelihatan bercahaya, mengeluarkan suara yang
mendesis (hissing) dan berbau ozon (O
3
). Warna cahaya tersebut makin lama
makin jelas kelihatan, cahaya semakin bertambah terang apabila tegangan
listriknya dinaikkan terus dan akhirnya akan terjadi busur api. Corona
mengeluarkan panas dengan terjadinya power losses dan hal ini dapat diukur
dengan Watt-meter.
Bila udara disekitar konduktor tersebut dalam keadaan lembab, maka
corona ini dapat menghasilkan asam nitrogin (Nitrous Acid), hal ini akan
12
mempengaruhi power losses, atau dengan perkataan lain kehilangan dayanya
lebih besar.
Apabila tegangan listriknya merupakan tegangan searah, pada kawat
positip pada jaringan, akan kelihatan dalam bentuk cahaya yang uniform
(seragam) pada seluruh kawat, sedangkan untuk kawat nolnya (ground),
corona hanya terjadi pada tempat-tempat tertentu saja (Spooty).
b. Secara fisis
Corona terjadi karena adanya ionisasi dalam udara disekitar konduktor,
selain itu molekul udara disekitar penghantar/konduktor tersebut kehilangan
elektron. Dengan lepasnya elektron dan ionisasi ini dan disertai adanya medan
listrik, maka elektron -elektron bebas tersebut akan mengalami gaya, sehingga
gerakannya dipercepat. Akibatnya elektron ini akan mengalami tabrakan
dengan molekul lain sehingga akan menimbulkan ion-ion dan elektron
-elektron baru.
Proses ini berjalan terus-menerus, sehingga jumlah ion dan elektron
bebas menjadi berlipat ganda (bila gradien potensialnya cukup besar). Ionisasi
udara dapat mengakibatkan redistribusi tegangan dan bila redistribusi ini
besarnya sedemikian rupa sehingga gradien udara (tegangan listrik) diantara
dua kawat lebih besar daripada gradien udara normal, maka akan terjadi
loncatan bunga api.
Bila hanya sebagian saja dari udara antara dua kawat yang terionisasikan,
maka corona merupakan sampul yang mengelilingi kawat tersebut. Gradien
tegangan listrik seragam yang dapat menimbulkan ionisasi kumulatif di udara
normal (25
o
C, 760 mmHg) adalah 30 kV/cm.
13
2. Kerugian daya corona
Kerugian daya corona menurut PEEK dinyatakan sebagai berikut:
( ) ( )
5 2
10 25
244

− + · Vd V
D
r
V f Pk
δ
kWatt/km
dimana:
T
b
+
·
273
392 , 0
δ
f = frekuensi (Hz)
r = jari-jari kawat (cm)
D = jarak antar kawat (cm)
V = tegangan fasa (kV rms)
Vd= tegangan distribusi kritis (kV
rms)
Rumus di atas berlaku untuk satu konduktor saja. Penerapan secara
praktisnya, umumnya digunakan rumus sebagai berikut:
r
D
r m Vd ln . . . 1 , 21
0
δ ·
dimana :
m
o
= factor tak tentu (irregular factor)
= 1,00 untuk konduktor yang permukaannya halus
= 0,93-0,98 untuk penghantar kasar
= 0,83-0,87 untuk kawat berlilit 7
14
= 0,80-0,85 untuk kawat berlilit 15, 37 dan 61
Untuk mengurangi masalah corona, maka perlu diperhitungkan masalah:
• Jari-jari konduktor
• Perbandingan antara jarak konduktor dengan jari-jari konduktor
• Faktor permukaan
15

Bahan campuran f d f y x T(0C) 2 .Rt2 = Rt1 [1 + α ( t 2 − t1 ) ] dimana: Rt2 Rt1 t1 t2 α = tahanan dari bahan pada temperatur t2 (Ω) = tahanan dari bahan pada temperatur t1 (Ω) = temperatur permulaan yang rendah (oC) = temperatur yang lebih tinggi (oC) = koefisien suhu tahanan pada masa konstan (Ω/oC) Untuk perhitungan yang lebih teliti. bisa digunakan persamaan berikut : α1 = 1 1 + ( t − 20 ) α dimana: α = koefisien suhu tahanan pada temperatur standar 20o C α1 = koefisien suhu tahanan pada temperatur to C R R1 a a 0 R0 0 Gambar 1. harga α. Pertambahan harga tahanan listrik sebagai fungsi dari temperatur b.

II. Fluksi ini akan menimbulkan induktansi diri (self inductance) dan akan membangkitkan tegangan : L= dφ di dφ dt dan ε= Didapat : ф1< ф2 dan L1>L2. Kerapatan arus pada suatu penghantar dialiri arus AC Arus bolak-balik (AC) yang mengalir pada penghantar. Efek Kulit (Skin Effect) Skin Effect adalah gejala ketidaksama-rataan arus yang mengalir dalam suatu pengantar yang dialiri arus bolak-balik. i akan sebanding dengan ф sehingga : 3 2 1111 . maka α sering diabaikan. Hal ini disebabkan karena adanya frekuensi pada arus yang mengalir tersebut. 2 Gambar 2. akan menimbulkan fluksi (ф).Pertambahan harga/nilai tahanan listrik pada bahan campuran apabila suhu dinaikkan adalah relatif kecil dan tidak teratur. karena pertambahan nilai resistansi yang kecil. Contohnya pada bahan Eureka (konstantan). yaitu campuran 60% Cu dan 40% Ni). dari sini didapat hubungan.

i1<i2 dan ф1< ф2. Menurut Maxwell dan Rayleight. perbandingan antara tahanan skin effect (Rs) terhadap tahanan arus searah (R) adalah : Rs 1  m2 =1 +  R 12  4   1  m2  −  180  4    2 2     Sedangkan perbandingan antara reaktansi skin effect (As) terhadap reaktansi arus searah (A) adalah : As 1  m2  =1− A 24  4   12  m 2  +   4320  4   2 2     dimana : m= 8 R ⋅ f ⋅ l ×10 −9 R f = frekuensi (Hz) l = panjang saluran (m) Di dalam pemakaian praktisnya rumus-rumus di atas menjadi : m = 0. untuk m diatas 3 Cara mengatasi Skin Effect : • Frekuensi kerja diturunkan • Diameter penghantar diperkecil atau menggunakan penghantar serabut III. Jenis-jenis penampang bahan penghantar 4 .26  2 2  . untuk m = 0 s/d 3  m  Rs = R  + 0.3 f ⋅ A Sedangkan rumus Rs secara empiris adalah : 1/ 2    m2     1+ 1   +  4  8    Rs =R   2       .

dibedakan antara lain : • Kawat pejal • Kawat berlilit • Kawat berongga • serabut Berdasarkan susunan/struktur material : • Kawat/ bahan dari logam murni • Kawat Kawat/ bahan dari logam campuran (alloy) • Kawat/ bahan dari logam paduan 5 . Berdasarkan bentuknya. bahan penghantar dibedakan antara lain : (a) (b) (c) (d) (e) Gambar 3.Penampang bahan penghantar umumnya dibuat dalam berbagai bentuk. Sesuai dengan tujuan penggunaannya. Penampang bahan penghantar (a) bulat (b) segi empat tipis (c) segi empat tebal (d) kanal (e) stranded (berlilit atau serabut) Berdasarkan susunan kawat/penampang.

kumparan-kumparan trafo. Bahan konduktor berbentuk padat b. serta jaringan listrik karena bahan tembaga mempunyai konduktifitas yang cukup tinggi. Bahan konduktor berbentuk gas 1. Kekuatan menahan gaya tarik/tekan cukup tinggi. Klasifikasi Bahan Konduktor Menurut bentuknya/wujudnya. Daya hantar panasnya 0. Titik leburnya 1080 0C. digunakan apabila diperlukan untuk menahan tegangan tarik/tekan yang tinggi dan tahan terhadap medan keras. generator dan motor. Penggunaan tembaga antara lain: • sebagai bahan penghantar pada inti kabel.IV.93 kal/cm sec oC. 6 . • Tembaga lunak (analed copper). Daya tahan tembaga terhadap korosi sangat besar. • tahanan jenisnya akan turun. • • sebagai alat/bahan pengukur temperatur (pada termokopel) Tembaga keras (hard drawn copper). yaitu sekitar 40-50 kgf/mm2 Tidak rapuh (artinya dapat dibengkokan tetapi tidak mudah putus/patah). digunakan apabila dipentingkan Dicampur dengan bahan lain (banyak kita jumpai di pasaran ) - sifat lenturnya. yakni: a. Tembaga (Cu) Sifat-sifat elektris bahan tembaga dapat dilihat pada tabel 1. bahan konduktor dapat dibagi dalam 3 jenis. Bahan konduktor berbentuk cair c.

• Sebagai bahan yang digunakan pada kumparan transformator arus. karena mempunyai daya hantar panas Sebagai bahan pelindung pada bagian-bagian peralatan yang tidak yang cukup tinggi. 2. akan tetapi dapat dilas. karena aluminium termasuk bahan yang magnetis. Karena kemampuan menahan tegangan tariknya tidak terlalu besar. Aluminium (Al) Sifat elektris : lihat tabel 1. • Sifat-sifat mekanis : • Sehingga aluminium banyak dipakai antara lain : • Sebagai penutup pada transistor. maka bila diperkuat atau dipadukan dengan bahan/kawat baja (baja mempunyai tegangan tarik ±46 s/d 380 kgf/mm2) akan diperoleh kawat atau bahan yang disebut dengan istilah ACSR (Aluminium Cable Stell Reinforce). • Aluminium tidak baik untuk dipatri. • boleh terkena gelombang elektromagnetik. Sifat-sifat fisik yang lain : • • • Daya hantar panasnya = 0. rotor dsb. dibengkokkan atau dipress. 7 . Massa jenisnya ± 3 kali lebih kecil daripada masa jenis tembaga. karena pengerjaannya mudah.- supaya sifat-sifat mekanisnya dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan atau untuk keperluan tertentu.5 kal/cm sec oC Daya tahan terhadap korosi lebih besar daripada tembaga. Titik leburnya 660o C kekuatan menahan tegangan tarik/tekan lebih rendah daripada tembaga yaitu ±15-23 kgf/mm2 akan tetapi aluminium mudah dikerjakan.

Bahan campuran a. tegangan tariknya 20 s/d 40 kgf/mm2 Mempunyai daya tahan yang baik terhadap korosi. b. tetapi cocok dipergunakan sebagai media gelombang UHF (microwave). Warnanya kuning. Tegangan tarik maksimum : 23 s/d 40 kgf/mm2 Harganya lebih murah dibandingkan dengan bahan tembaga murni Mudah dikerjakan walaupun dalam keadaan dingin Kurang cocok bila dipakai dalam udara terbuka Titik leburya 900o C. 8 . Tahanan jenisnya lebih besar daripada bahan kuningan Titik leburnya 10400 C. Sebagai penghantar/konduktor biasanya dipakai untuk hantaranhantaran yang halus. telepon. Kurang tepat dipakai sebagai konduktor karena konduktivitasnya rendah. Kuningan (Brass) • • • • • • • • Campuran antara tembaga (Cu) dan seng (Zn). dan sebagainya. misalnya untuk kawat telegraf.3. Perunggu (Bronze) • • • • • Campuran antara tembaga (Cu) dan timah (Sn).

akan tetapi mempunyai tahanan listrik (resistivitas) yang tinggi atau konduktivitasnya rendah.390o C Titik didih : 5. : 6. • temperatur. 1001 gram wolfram murni dapat Sifat elektris : tahanan jenisnya mendekati linier terhadap perubahan Magnetic susceptibility. Bahan tahanan (resistor) Bahan tahanan (resistor) adalah suatu bahan listrik yang dapat menyalurkan arus listrik.106 psi Titik cair : 3. Contoh bahan tahanan adalah sebagai berikut: 1. Xm.V. • Penggunaan wolfram : 9 .000 psi Modulus elastisitas : 10.4 cal/cm sec oC Koefisien muai panjang : 4.930o C Konduktivitas termis : 0.8x10-5 (termasuk bahan magnetik) bersenyawa dengan O2 membentuk WO2 dan WO3.5x10-6 Sifat kimia : pada suhu 20000 C. Wolfram Wolfram termasuk jenis logam yang sangat berat Berwarna putih keabu-abuan Mempunyai titik cair tertinggi diantara logam-logam padat Sifat-sifatnya : • • • • • • • Sifat mekanis: tegangan tarik maksimum : 590.

5 m dengan tebal kira-kira 0. Timbel/timah hitam (Pb) Di pasaran banyak dijumpai sebagai timbel dan berupa lempengan 3x1. Simbol dari Thermistor 10 . pembungkus kabel. • (a) (b) Gambar 4. dan bagian-bagian dari tabung elektroda. 2. Sifat-sifatnya antara lain : • Sangat lunak dan mudah dikerjakan • • • Mempunyai berat jenis/ massa jenis yang tinggi Titik leburnya rendah ± 300o C Tahanan jenisnya ± 7%-nya tahanan jenis tembaga • Tegangan tariknya rendah Penggunaannya antara lain sebagai elektroda akumulator. VI.5 m atau 10x2.sebagai filament lampu pijar. elektroda gas mulia. Thermistor • • “Thermistor” berasal dari kata thermally sensitive resistor. dan untuk bahan pembuat sekering. campuran bahan kontak. Thermistor adalah suatu jenis tahanan yang peka terhadap perubahan temperatur atau memiliki harga koefisien suhu tahanan (α) yang tinggi Ditemukan oleh Michael Faraday berdasarkan (α) negatif dari silver sulfida pada tahun 1833.3-12 mm. campuran solder.

atau ada pula yang berdasarkan pada “a positive temperature coefisien (PTC)”.(a) Thermistor dengan pemanas langsung (b) Thermistor dengan pemanas tidak langsung Thermistor pada umumnya didasarkan pada “a negative temperature coefisien (NTC)”. Penggunaannya : • Circuit • • • • • • • • • Basic Half Thermistor Bridge • • • • Control • • • (Umeter) • • • Measuring Gas Analyzer Thermal Micro Wave Meter Thermometer Basic Four Arm Two Thermistor Bridge Type Thermometer Thermometer Temperature Anemometer Flow Meter Vacuum Gauge Altimeter Rf Power Meter Measurement Protection For Motor Pilot Or Flame Alarm Voltage Regulation Remote Control Audio Compressor Audio Expander Pilot Lamp Protection Crystal Oscillator Stabilization 11 .

• Masalah isolasi pada kawat penghantar. Secara visual Pertama-tama kawat kelihatan bercahaya. Corona • Gejala corona. hal ini akan 12 . Bila udara disekitar konduktor tersebut dalam keadaan lembab. 1. maka corona dapat terjadi dan bila tegangan listrik tersebut dinaikkan secara bertahap. cahaya semakin bertambah terang apabila tegangan listriknya dinaikkan terus dan akhirnya akan terjadi busur api. • Masalah keamanan terhadap manusia. mengeluarkan suara yang mendesis (hissing) dan berbau ozon (O3). Proses terjadinya corona Bila ada 2 kawat penghantar yang sejajar (berpenampang kecil bila dibandingkan dengan jarak antara kedua kawat tersebut) diberi tegangan listrik bolak-balik.VII. yang dapat mengakibatkan gangguan pada komunikasi radio (radio interference) dan daya hilang (power losses) corona. Corona mengeluarkan panas dengan terjadinya power losses dan hal ini dapat diukur dengan Watt-meter. • Masalah isolasi pada peralatan listrik. hewan atau barang. a. Warna cahaya tersebut makin lama makin jelas kelihatan. maka corona ini dapat menghasilkan asam nitrogin (Nitrous Acid). maka corona pun akan naik secara bertahap.

sehingga jumlah ion dan elektron bebas menjadi berlipat ganda (bila gradien potensialnya cukup besar). Proses ini berjalan terus-menerus. maka elektron -elektron bebas tersebut akan mengalami gaya. maka corona merupakan sampul yang mengelilingi kawat tersebut. pada kawat positip pada jaringan. akan kelihatan dalam bentuk cahaya yang uniform (seragam) pada seluruh kawat. sedangkan untuk kawat nolnya (ground). Apabila tegangan listriknya merupakan tegangan searah. Dengan lepasnya elektron dan ionisasi ini dan disertai adanya medan listrik. Ionisasi udara dapat mengakibatkan redistribusi tegangan dan bila redistribusi ini besarnya sedemikian rupa sehingga gradien udara (tegangan listrik) diantara dua kawat lebih besar daripada gradien udara normal. selain itu molekul udara disekitar penghantar/konduktor tersebut kehilangan elektron. atau dengan perkataan lain kehilangan dayanya lebih besar.mempengaruhi power losses. Gradien tegangan listrik seragam yang dapat menimbulkan ionisasi kumulatif di udara normal (25oC. maka akan terjadi loncatan bunga api. Secara fisis Corona terjadi karena adanya ionisasi dalam udara disekitar konduktor. Akibatnya elektron ini akan mengalami tabrakan dengan molekul lain sehingga akan menimbulkan ion-ion dan elektron -elektron baru. Bila hanya sebagian saja dari udara antara dua kawat yang terionisasikan. 760 mmHg) adalah 30 kV/cm. sehingga gerakannya dipercepat. 13 . b. corona hanya terjadi pada tempat-tempat tertentu saja (Spooty).

83-0.m0 .87 untuk kawat berlilit 7 14 .2.392 b 273 + T f = frekuensi (Hz) r = jari-jari kawat (cm) D = jarak antar kawat (cm) V = tegangan fasa (kV rms) Vd= tegangan distribusi kritis (kV rms) Rumus di atas berlaku untuk satu konduktor saja.98 untuk penghantar kasar = 0.r.93-0.00 untuk konduktor yang permukaannya halus = 0. Kerugian daya corona Kerugian daya corona menurut PEEK dinyatakan sebagai berikut: Pk = 244 δ (f + 25 )V r (V −Vd ) 210 −5 D kWatt/km dimana: δ= 0. umumnya digunakan rumus sebagai berikut: Vd = 21. Penerapan secara praktisnya.δ ln D r dimana : mo = factor tak tentu (irregular factor) = 1.1.

maka perlu diperhitungkan masalah: • Jari-jari konduktor • Perbandingan antara jarak konduktor dengan jari-jari konduktor • Faktor permukaan 15 .85 untuk kawat berlilit 15.80-0. 37 dan 61 Untuk mengurangi masalah corona.= 0.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->