Akhlak Seorang Muslim Terhadap Allah SWT

Dikirim: [27/06/2009] Setiap muslim meyakini, bahwa Allah adalah sumber segala sumber dalam kehidupannya. Allah adalah Pencipta dirinya, pencipta jagad raya dengan segala isinya, Allah adalah pengatur alam semesta yang demikian luasnya. Allah adalah pemberi hidayah dan pedoman hidup dalam kehidupan manusia, dan lain sebagainya. Sehingga manakala hal seperti ini mengakar dalam diri setiap muslim, maka akan terimplementasikan dalam realita bahwa Allah lah yang pertama kali harus dijadikan prioritas dalam berakhlak.

Jika kita perhatikan, akhlak terhadap Allah ini merupakan pondasi atau dasar dalam berakhlak terhadap siapapun yang ada di muka bumi ini. Jika seseorang tidak memiliki akhlak positif terhadap Allah, maka ia tidak akan mungkin memiliki akhlak positif terhadap siapapun. Demikian pula sebaliknya, jika ia memiliki akhlak yang karimah terhadap Allah, maka ini merupakan pintu gerbang untuk menuju kesempurnaan akhlak terhadap orang lain. Diantara akhlak terhadap Allah SWT adalah: 1. Taat terhadap perintah-perintah-Nya. Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah-Nya. Sebab bagaimana mungkin ia tidak mentaati-Nya, padahal Allah lah yang telah memberikan segala-galanya pada dirinya. Allah berfirman (QS. 4 : 65): ³Maka demi Rab-mu, mereka pada hakekatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemdian mrekea tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap ptutusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.´ Karena taat kepada Allah merupakan konsekwensi keimanan seoran muslim kepada Allah SWT. Tanpa adanya ketaatan, maka ini merupakan salah satu indikasi tidak adanya keimanan. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga menguatkan makna ayat di atas dengan bersabda: ³Tidak beriman salah seorang diantara kalian, hingga hawa nafsunya (keinginannya) mengikuti apa yang telah datang dariku (Al-Qur¶an dan sunnah)." (HR. Abi Ashim al-syaibani). 2. Memiliki rasa yang diembankan padanya.

tanggung

jawab

atas

amanah

atau hal-hal lainnya. Seperti ketika ia dilahirkan baik oleh keluarga yang berada maupun oleh keluarga yang tidak mampu. dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. ia bersabar. sikap seorang muslim senantiasa yakin (baca. Baik yang berupa kebaikan. sementara sesuatu yang dipandang buruk ternyata malah memiliki kebaikan bagi diri kita. Seorang wanita juga merupakan pemimpin atas rumah keluarganya dan juga anak-anaknya. dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Muslim) 3. dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya.Etika kedua yang harus dilakukan seorang muslim kepada Allah SWT. Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya. Dan jika ia tertimpa musibah. Seorang amir (presiden/ imam/ ketua) atas manusia. Dan setiap kalian adalah pemimpin. Karena pada hakekatnya. apapun yang Allah berikan padanya. Etika berikutnya yang harus dilakukan seorang muslim terhadap Allah SWT. Karena segala urusannya adalah dipandang baik bagi dirinya. maka itu merupakan amanah yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban dari Allah. karena ia tahu bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya. dan ia bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya. bentuk fisik yang Allah berikan padanya." (HR. sesuatu yang kita anggap baik justru buruk. Rasulullah SAW bersabda. Sehingga bisa jadi. merupakan pemimpin. pengetahuan atau pandangan kita terhadap sesuatu sangat terbatas. Rasulullah SAW pernah bersabda: Dari ibnu Umar ra." (HR. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda: " sungguh mempesona perkara orang beriman. Dalam sebuah hadits. Seorang suami merupakan pemimpin bagi keluarganya. ia bersyukur. "Setiap kalian adalah pemimpin. Karena pada hakekatnya. adalah memiliki rasa tanggung jawab atas amanah yang diberikan padanya. kehidupan inipun merupakan amanah dari Allah SWT. Ridha terhadap ketentuan Allah SWT. atau berupa keburukan. Bukhari) Apalagi terkadang sebagai seorang manusia. tsiqah) terhadap apapun yang Allah berikan pada dirinya. adalah ridha terhadap segala ketentuan yang telah Allah berikan pada dirinya. Jika ia mendapatkan kebaikan. . dan setiap kalian bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya. Oleh karenanya. seorang mukmin senantiasa meyakini. dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. karena ia tahu bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.

Karena pada hakekatnya. Oleh karena itulah. Sebagai seorang manusia biasa. Seseorang yang benar-benar beriman kepada Allah SWT. ataupun ibadah yang ghairu mahdhah. apakah Allah menyukai tindakannya atau tidak. Dalam Al-Qur¶an Allah berfirman (QS. 6. hanya kepada Allah SWT. Dan barang siapa yang mencari keridhaan manusia dengan cara kemurkaan Allah. Senantiasa bertaubat kepada-Nya. Yang penting ia dipuji oleh oran lain. Karena orang yang tidak memiliki kesungguhan iman. Dia tidak beramal dan beraktivitas untuk mencari keridhaan atau pujian atau apapun dari manusia. otientasi yang dicarinya tentulah hanya keridhaan manusia. manakala sedang terjerumus dalam µkelupaan¶ sehingga berbuat kemaksiatan kepada-Nya adalah dengan segera bertaubat kepada Allah SWT. Dan hal seperti ini sekaligus merupakan bukti keimanan yang terdapat dalam dirinya." (HR. maka Allah akan memberikan keridhaan manusia juga. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW pernah menggambarkan kepada kita: "Barang siapa yang mencari keridhaan Allah dengan µadanya¶ kemurkaan manusia. Baik ibadah yang bersifat mahdhah. kita juga tidak akan pernah luput dari sifat lalai dan lupa. Obsesinya adalah keridhaan ilahi. 51 : 56): . Dan siapakah yang dapat mengampuni dosa selain Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui. akan memiliki obsesi dan orientasi dalam segala aktivitasnya." 5. mereka ingat akan Allah. Tirmidzi. untuk mencapai keridhaan Allah tersebut. Etika atau akhlak berikutnya yang harus dilakukan seorang muslim terhadap Allah SWT adalah merealisasikan segala ibadah kepada Allah SWT. seluruh aktiivitas sehari-hari adalah ibadah kepada Allah SWT. Merealisasikan ibadah kepada-Nya.4. µterpakasa¶ harus mendapatkan µketidaksukaan¶ dari para manusia lainnya. lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. maka Allah akan mewakilkan kebencian-Nya pada manusia. Al-Qadha¶I dan ibnu Asakir). Ia tidak akan perduli. Karena hal ini memang merupakan tabiat manusia. 3 : 135) : "Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri. Bahkan terkadang. Dalam Al-Qur¶an Allah berberfirman (QS. etika kita kepada Allah.

Adapun orang mu¶min yang membaca Al-Qur¶an. yang mencintai Allah SWT.´ jin dan manusia. Dalam sebuah hadits. Perealisasian ibadah yang paling penting untuk dilakukan pada saat ini adalah beraktivitas dalam rangkaian tujuan untuk dapat menerakpak hukum Allah di muka bumi ini. Demikian juga dengan mukmin. Sehingga Islam menjadi pedoman hidup yang direalisasikan oleh masyarakat Islam pada khususnya dan juga oleh masyarakat dunia pada umumnya. 7. Apalagi menakala kita mengetahui keutamaan membaca Al-Qur¶an yang dmikian besxarnya. hendaknya ia senantiasa mempelajarinya hingga dapat membacanya dengan Kalaupun seseorang harus terbata-bata dalam membaca Al-Qur¶an tersebut. Bukhori Muslim) . Sehingga ibadah tidak hanya yang memiliki skup mahdhah saja. ia akan mendapatkan pahala dua kali lipat. Seseeorang yang mencintai sesuatu." (HR. sedang ia terbata-bata dalam membacanya.³Dan tidaklah Aku menciptakan melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Rasulullah SAW bersabda: maka baik. kehidupan sosial dan lain sebagainya merupakan ibadah yang dilakukan seorang muslim terhadap Allah. Banyak membaca al-Qur¶an. seperti shalat. Rasulullah SAW mengatakan kepada kita: "Bacalah Al-Qur¶an. Muslim) karena di hari sesungguhnya kepada para syafaat kiamat Adapun bagi mereka-mereka yang belum bisa atau belum lancar dalam membacanya. gerak gerik. maka hadits "Orang (mu¶min) yang membaca Al-Qur¶an dan ia lancar dalam membacanya. yang merupakan firman-firman-Nya. Dalam lain. tentulah ia akan selalu menyebut-nyebut Asma-Nya dan juga senantiasa akan membaca firman-firman-Nya. Etika dan akhlak berikutnya yang harus dilakukan seorang muslim terhadap Allah adalah dengan memperbanyak membaca dan mentadaburi ayat-ayat. maka ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi suci. Allah pun akan memberikan pahala dua kali lipat bagi dirinya. Al-Qur¶an itu dapat memberikan pembacanya. segala aktivitas. Oleh karenanya. puasa haji dan sebagainya. tentulah ia akan banyak dan sering menyebutnya." (HR. lagi berat (dalam mengucapkan huruf-hurufnya).

1. harta kekayaan yang kamu usahakan. Karenanya membuktikan keimanan dengan amal yang shaleh merupakan bukan suatu beban yang memberatkan. Tirmidzi. adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dasn (dari) berjihad di jalan-Nya. Abu Daud. akhlak baik kepada Rasul pada masa sekarang tidak bisa kita wujudkan dalam bentuk lahiriyah atau jasmaniyah secara langsung sebagaimana para sahabat telah melakukannya. 3. Nasa¶I dan Ibnu Majah). beliau bersabda: Tidak beriman seseorang diantara kamu sebelum aku lebih dicintainya daripada dirinya sendiri. Ketua LPPD Khairu Ummah Disamping akhlak kepada Allah Swt. orang tuanya. Keimanan akan terasa menjadi nikmat dan lezat manakala kita memiliki rasa ridha dalam keimanan sehingga membuktikan konsekuensi iman merupakan sesuatu yang menjadi kebutuhan. anaknya dan semua manusia (HR. Muslim dan Nasa¶i). H. . Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul (HR. Ridha Dalam Beriman Kepada Rasul Iman kepada Rasul Saw merupakan salah satu bagian dari rukun iman. Ahmad Yani.Akhlak Kepada Rasul Kamis. saudara-saudara. Penegasan bahwa urutan kecintaan kepada Rasul setelah kecintaan kepada Allah disebutkan dalam firman Allah yang artinya: Katakanlah. Bukhari. sebagai muslim kita juga harus berakhlak kepada Rasulullah Saw. Meskipun demikian. isteri-isteri. hal ini menjadi salah satu bagian penting dari akhlak kepada Rasul. maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. namun keimanan kita kepadanya membuat kita harus berakhlak baik kepadanya. begitulah memang bila sudah ridha. dan rumahrumah tempat tinggal yang kamu sukai. keluarga. perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya. 11/02/2010 10:07 WIB | email | print | share Oleh Drs. Bukhari. sebagaimana keimanan kita kepada Allah Swt membuat kita harus berakhlak baik kepada-Nya. manakala seseorang yang telah mengaku beriman tapi lebih mencintai yang lain selain Allah dan Rasul-Nya. meskipun beliau sudah wafat dan kita tidak berjumpa dengannya. Mencintai dan Memuliakan Rasul Keharusan yang harus kita tunjukkan dalam akhlak yang baik kepada Rasul adalah mencintai beliau setelah kecintaan kita kepada Allah Swt. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (QS 9:24). 2. Muslim. Disamping itu. Karena itu. maka Rasulullah Saw tidak mau mengakuinya sebagai orang yang beriman. anak-anak. Ridha dalam beriman kepada Rasul inilah sesuatu yang harus kita nyatakan sebagaimana hadits Nabi Saw: Aku ridha kepada Allah sebagai Tuhan. Mengikuti dan Mentaati Rasul Mengikuti dan mentaati Rasul merupakan sesuatu yang bersifat mutlak bagi orang-orang yang beriman. jika bapak-bapak.

Kalau Allah bershalawat kepada Nabi. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS 3:31) Oleh karena itu. maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka (QS 4:80). bershalawatlah kamu untuk Nabi dan Ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (QS 33:56). maka orang tersebut akan dinyatakan oleh Rasul Saw sebagai orang yang paling utama kepadanya pada hari kiamat. manakala kita telah mengikuti dan mentaati Rasul Saw. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu). ikutilah aku. maka dengan shalawatnya itu Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali (HR. itu berarti Allah memberi ampunan dan rahmat kepada Nabi. Ahmad). dengan izin Allah Swt. hal ini dinyatakan oleh Rasul Saw: . 4. yaitu Nabi-nabi. beliau bersabda: Sesungguhnya orang yang paling utama kepadaku nanti pada hari kiamat adalah siapa yang paling banyak bershalawat kepadaku (HR. maka ketaatan itu berarti telah disamakan dengan ketaatan kepada Allah Swt. Mengucapkan Shawalat dan Salam Kepada Rasul Secara harfiyah. Allah berfirman yang artinya: Katakanlah: ³jika kamu (benarbenar) mencintai Allah. orang-orang yang benar. inilah salah satu makna dari firman Allah yang artinya: Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. bila kita bershalawat kepada Nabi hal itu justeru akan membawa keberuntungan bagi kita sendiri. hal ini disabdakan oleh Rasul Saw: Barangsiapa bershalawat untukku satu kali. Allah Swt berfirman yang artinya: Dan Kami tidak mengutus seorang rasul. orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Adapun orang yang tidak mau bershalawat kepada Rasul dianggap sebagai orang yang kikir atau bakhil. niscaya Allah akan mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu´. Allah berfirman yang artinya: Barangsiapa mentaati rasul. Manakala seseorang telah menunjukkan akhlaknya kepada Nabi dengan banyak mengucapkan shalawat. Manakala manusia telah menunjukkan akhlaknya yang mulia kepada Rasul dengan mentaatinya. Dengan demikian. sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya (QS 4:69). ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya menjadi seperti dua sisi mata uang yang tidak boleh dan tidak bisa dipisah-pisahkan. hal ini terdapat dalam firman Allah yang artinya: Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul. Disamping itu. melainkan untuk ditaati dengan izin Allah (QS 4:64). mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah. Adapun. shalawat berasal dari kata ash shalah yang berarti do¶a. istighfar dan rahmah. Rasulullah Saw diutus memang untuk ditaati. Hai orang-orang yang beriman. Allah Swt akan mencintai kita yang membuat kita begitu mudah mendapatkan ampunan dari Allah manakala kita melakukan kesalahan. Tirmidzi).bahkan Allah Swt akan menempatkan orang yang mentaati Allah dan Rasul ke dalam derajat yang tinggi dan mulia.

Melanjutkan Misi Rasul .. Selain itu. Oleh karena itu. beliau bersabda: Aku tinggalkan kepadamu dua pusaka. Baihaki dan Tirmidzi). yaitu kitab Allah dan sunnahku (HR. 7. maka barangsiapa yang telah mendapatkannya berarti telah mengambil mbagian yang besar (HR. maka orang seperti itu bukanlah ulama yang berarti tidak ada kewajiban kita untuk menghormatinya. Ahmad. menghidupkan sunnah Rasul menjadi sesuatu yang amat penting sehingga begitu ditekankan oleh Rasulullah Saw. 6. ia tidak mengucapkan shalawat kepadaku (HR. yakni para ulama yang konsisten dalam berpegang teguh kepada nilai-nilai Islam.Yang benar-benar bakhil adalah orang yang ketika disebut namaku dihadapannya. Hakim. Ibnu Majah. beliau bersabda: Sesungguhnya. Kamu semua agar berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah para penggantiku. Hakim). karena setiap yang baru itu bid¶ah dan setiap bid¶ah itu sesat. Menghidupkan Sunnah Rasul Kepada umatnya. Kedudukan ulama sebagai pewaris Nabi dinyatakan oleh Rasulullah Saw: Dan sesungguhnya ulama adalah pewaris Nabi. kamu tidak akan tersesat selamanya bila berpegang teguh kepada keduanya. sesungguhnya Nabi hanya mewariskan ilmui kepada mereka. tapi yang beliau wariskan adalah Al-Qur¶an dan sunnah. Tirmidzi dan Ahmad). yakni yang takut kepada Allah Swt dengan sebab ilmu yang dimilikinya. Menghormati Pewaris Rasul Berakhlak baik kepada Rasul Saw juga berarti harus menghormati para pewarisnya. tapi juga memiliki sikap dan kepribadian sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi dan ulama seperti inilah yang harus kita hormati. Dengan demikian. siapa yang hidup sesudahku. Rasul Saw juga mengingatkan umatnya agar waspada terhadap bid¶ah dengan segala bahayanya. Abu Daud dan Tirmidzi). Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (QS 35:28). tapi tidak mencerminkan pribadi Nabi. dan setiap kesesatan itu di neraka (HR. karena itu kaum muslimin yang berakhlak baik kepadanya akan selalu berpegang teguh kepada Al-Qur¶an dan sunnah (hadits) agar tidak sesat. Karena ulama disebut pewaris Nabi. Abu Daud. Sesungguhnya Nabi tidak tidak mewariskan uang dinar atau dirham. Adapun orang yang dianggap ulama karena pengetahuan agamanya yang luas. Rasulullah Saw tidak mewariskan harta yang banyak. maka orang yang disebut ulama seharusnya tidak hanya memahami tentang seluk beluk agama Islam. Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama. 5. Berpegang teguhlah kepada petunjuk-petunjuk tersebut dan waspadalah kamu kepada sesuatu yang baru. akan terjadi banyak pertentangan.

Misi Rasul adalah menyebarluaskan dan menegakkan nilai-nilai Islam. Barangsiapa berdusta atas (nama) ku dengan sengaja. Demikian beberapa hal yang harus kita tunjukkan agar kita termasuk orang yang memiliki akhlak yang baik kepada Nabi Muhammad Saw. maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya di neraka (HR. Ahmad. karena Rasul telah wafat dan Allah tidak akan mengutus lagi seorang Rasul. . Keharusan kita melanjutkan misi Rasul ini ditegaskan oleh Rasul Saw: Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat. Tugas yang mulia ini harus dilanjutkan oleh kaum muslimin. Meskipun demikian. Bukhari dan Tirmidzi dari Ibnu Umar). dan berceritalah tentang Bani Israil tidak ada larangan. menyampaikan nilai-nilai harus dengan kehati-hatian agar kita tidak menyampaikan sesuatu yang sebenarnya tidak ada dari Rasulullah Saw.