1

PERKEMBANGAN LAGU POP BALI DI ERA GLOBALISASI
I Komang Darmayuda

Abstrak: Lagu-lagu Bali memesuki dunia rekaman dalam bentuk kaset tape pada tahun 1970-an yang dipelopori oleh Anak Agung Made Cakra. Lagu-lagu ini bersifat komersial dan dikemas dalam bentuk industri rekaman yang hasilnya dipasarkan kepada masyarakat luas. Lagu-lagu inilah yang kemudian disebut dengan lagu-lagu pop Bali. Lagu pop Bali mengalami suatu puncak kesemarakannya pada era Widi Widiana di tahun 1990-an. Mulai saat itu, lagu pop Bali selain dibuat dalam bentuk kaset juga dalam bentuk CD dan VCD. Banyak penyanyi menyemarakan lagu-lagu pop Bali dan mendapat sambutan yang positif dari masyarakat Bali. Pada masa itu mulai muncul lagu Pop Bali dengan nuansa musikal Mandarin, Banyuwangi, Jawa, dan Sunda. Kemudian pada awal tahun 2003, munculah aliran rock alternatif yang dipelopori oleh Lolot N Band, yang kemudian disusul aliran-aliran alternatif lainnya dalam lagu Pop Bali seperti; rock, reggae, rap, blues, jazz, yang dibawakan oleh grup-grup musik dalam bentuk band. Dalam penelitian ini dibatasi pada pengkajian terhadap perkembang lagu pop Bali di era Globalisasi dan memfokuskan penelitian pada perubahan-perubahan yang dialami dalam perkembangannya. Adapun perubahan-perubahan yang dialami meliputi : penggunaan bahasa, nuansa musikal, dan irama musik atau aliran musik yang digunakan. Kata Kunci : lagu pop Bali, globalisasi, perubahan.

Menurut Setia (dalam Dharma Putra, 2004) pada artikelnya yang berjudul “Kecendrungan Tema Politik dalam Perkembangan Mutakhir Lagu Pop Bali”, dikatakan bahwa lagu pop Bali memasuki dunia rekaman pada awal tahun 1970-an, yang dilakukan oleh Band Putra Dewata pimpinan A.A. Made Cakra (almarhum). Judul album pertamanya adalah Kusir Dokar yang rekamannya dilakukan di Banyuwangi, karena kebutuhan untuk studio rekaman di Bali pada saat itu belum ada (Dharma Putra, 2004: 92). Dalam album tersebut A.A. Made Cakra berhasil menampilkan identitas lagu Pop Bali dengan nuansa Balinya yang kental. Banyak tema-tema lagunya

A. Jawa Timuran. Hal ini juga dapat disimak dari rekaman album-album berikutnya yaitu. cinta. dan keyboard) seperti yangdilakukan pada era A. iringan musik untuk lagulagu pop Bali sudah mulai dikerjakan oleh seorang programmer musik. Yan Bero. Kehadiran para pencipta sekaligus penyanyi tersebut cukup mampu mengubah selera pasar lagu pop Bali dengan berbagai gaya dan irama pop yang ditawarkan. Dari sekian banyak lagu ciptaannya. Made Cakra menggunakan tangga nada pelog dan slendro. seandainya lagu-lagu pop Bali dimainkan secara . lagu pop Bali dipadukan dengan nuansa-nuansa lain seperti . menggunakan bahasa Bali dengan baik. dan banyak mengetengahkan tema tentang fenomena-fenomena aktual yang sedang terjadi di masyarakat saat itu. Pada perkembangan selanjutnya di era 1980-an. Hadirnya para progremer dari luar Bali cukup memberi warna terhadap nuansa iringan musik pop Bali. drum. Pada saat itulah dapat dikatakan bahwa identitas lagu Pop Bali berhasil diciptakan oleh A.A. Sunda. dan dengan nuansa Bali yang kenntal tanpa terpengaruh oleh nuansa lagu pop dari daerah-daerah lainnya. Bila disimak dari iringan musiknya. Dengan demikian. Galang Bulan. Nuansa dan identitas lagu pop Bali yang sebelumnya sudah jelas diciptakan oleh Anak Agung Made Cakra belakangan menjadi sedikit kabur. Dagang Koran dan seterusnya. Made Cakra. nama seperti Ketut Bimbo. Sebagian besar melodi lagu-lagu ciptaan A.2 mengungkapkan tentang keadaan alam dan situasi kondisi masyarakat Bali saat itu. maupun nuansa lagu pop Indonesia atau pop Barat. Jawa dan lain-lainnya. banyak musisi yang sudah menggunakan sistem digital (MIDI). yakni dengan memprogram musik iringannya pada satu instrument yang disebut keyboard dengan dibantu oleh peralatan yang cukup canggih seperti MC (Miccrosoft Computer). A. sehingga tembang atau melodinya sangat khas dengan nuansa Bali. gitar bas. Yong Sagita. tanpa harus menggunakan alat-alat musik Band (gitar melodi. nuansa Mandarin. Yan Stereo mulai populer dengan lagu-lagunya yang bertema jenaka. Di era ini.A. Diakhir tahun 1990-an perkembangan lagu pop Bali semakin semarak dengan hadirnya Widi Widiana.A. Made Cakra telah mampu mempertahankan identitas atau ciri khas lagu pop Bali. Lagu-lagunya banyak mengeksploitasi kisah cinta dengan irama musik yang melankolis dan mendayu-dayu. Dengan peralatan seperti itu. Made Cakra.

Pembauran seperti itu patut dicermati akan kemungkinan berdampak yang kurang baik terhadap kesenian Bali termasuk juga lagu pop Bali (Dibia. menjadikan lagu pop Bali tidak hanya beraliran pop. Di tahun 2003. reagge (Joni Agung & Double T). hadirlah Lolot N Band yang menawarkan pembaruan pada lagu pop Bali. dengan jalan mendalami kembali nilai-nilai. Untuk melebur atau menyatukan nilai-nilai estetik yang terkandung di dalamnya diperlukan wawasan yang luas dan kematangan dalam diri seniman. Dari pemaparan tersebut. terjadinya pembauran seni dalam nuansa lagu pop Bali. melainkan sudah merambah ke aliran-aliran alternatif lainnya seperti . dan roh budaya Bali dalam lagu pop Bali. seperti Sunda. dan penggunaan bahasa Bali cukup bebas. prinsip-prinsip dasar. kini telah terjadi interaksi budaya. dan tata penyajian. Sejalan dengan perubahan ini. dan Rock Funky (Bintang Band). Jawa Tengah. dan memilih musik dengan irama yang menghentak (Rock Alternatif). 2004 : 1). Dengan sambutan yang positif dari masyarakat terhadap pembaruan oleh Lolot N Band. Perkembangan yang terjadi meliputi pada penggunaan bahasa Bali. Hal ini terjadi karena konsep globalisasi memberikan peluang yang cukup besar akan terjadinya pembauran seperti itu Pembauran terjadi dalam skala yang berbeda-beda. Untuk itu diperlukan strategi untuk mempertahankan identitas dan jati diri lagu pop Bali. lagu pop Bali yang semula sudah jelas jati diri dan identitasnya. Keroncong (Agung Wirasutha). Dengan rasa optimisme yang tinggi kita akan mampu mengembangkan lagu pop Bali tanpa meninggalkan jati diri atau identitasnya. dan irama musik atau aliran musik yang digunakan. . Banyuwangi. nuansa musikal. cendrung mengarah pada tren-tren musik tertentu. maka akan sulit membedakan antara lagu pop Bali dengan lagu pop daerah lainnya. sehingga tidak berdampak pada perusakan identitas yang ada. dan Mandarin. baik dilaksanakan secara terencana dengan konsep yang jelas maupun yang terjadi secara spontan tanpa didasari oleh pemikiran yang matang. isi. peneliti akan memfokuskan penelitian terhadap perubahan-perubahan yang dialami pada Perkembangan Lagu Pop Bal di Era Globalisasi. menyangkut berbagai aspek terutama bentuk. Rasa bangga terhadap budaya sendiri harus senantiasa ditingkatkan. Rap ( XXX ).3 instrumental (tanpa vocal atau kata-kata). Di era globalisasi yang disertai dengan kemajuan teknologinya.

Menurut Komang Raka. 2. Oleh karena itu. harus selalu meningkatkan kreativitas seni dan daya imajinasinya agar dapat menghasilkan lagu yang berkualitas. penyanyi. sehingga layak dikonsumsi oleh masyarakat. 1) kekuasaan kapital. I Gde Dharna. pasar memang memegang peranan yang sangat penting karena seorang pemilik modal selalu mempertimbangkan selera pasar dalam memproduksi suatu karya seni agar tidak mengalami kerugian. tentunya apa yang disukai oleh konsumen itulah yang diproduksi oleh proguser (pemilik modal). dan penata iriran musik. Proses berlangsungnya industrialisasi dan produksi lagu pop Bali tersebut mengakibatkan terjadinya komodifikasi. salah seorang pencipta lagu pop Bali mengatakan para pencipta lagu tidak bisa selamanya mengekor pada lagu-lagu yang “meledak” di pasaran. 26 januari 2003) menyatakan bahwa dalam dunia industri. inovatif. . seorang sastrawan Bali modern yang sekaligus sebagai pelopor lagu pop Bali secara umum melalui artikelnya di Bali Post (Minggu. 1. Kekuasaan Kapital Kaum kapitalis merupakan kekuatan yang paling utama bagi keberlangsungan sebuah produk tertentu. dan selalu menjaga kualitas vokal dengan baik. seorang penyanyi dituntut bekerja secara professional. kaum kapitalis akan memproduksi lagu-lagu tersebut sesuai dengan selera pasar. 2) kekuasaan produsen.. dan tidak dapat dipungkiri lagi kaum kapitalis memerlukan konsumen yang akan menikmati hasil produksinya. berusaha untuk meningkatkan diri. Piliang (1998 : 26) mengemukakan bahwa dalam masyarakat konsumen. serta 3) kekuasaan media massa. Kekuasaan Produsen Kekuasaan produsen dipegang oleh pencipta lagu.4 PROSES KOMODIFIKASI DALAM LAGU POP BALI Lagu pop Bali yang dikemas dalam bentuk kaset dan VCD. Selanjutnya dikatakan bahwa studio rekaman itu bagaikan dagang. merupakan bentuk komoditas yang diproduksi untuk dikonsumsi oleh masyarakat. setidaknya ada tiga bentuk kekuasaan yang beroperasi dibelakang produksi dan konsumsi objek-objek estetis yaitu. Demikian pula pencipta lagu pop Bali. Dengan demikian yang dipesan oleh produser kepada pencipta lagu adalah lagu-lagu yang disesuaikan dengan selera konsumen. Melihat keberadaan industri rekaman dewasa ini.

Kekuasaan Media Massa Ahsadi Siregar (1995:59) menegaskan bahwa media massa sebagai institusi sosial selamanya bersifat fungsional bagi khalayak dalam kehidupan sosial. 2004 : 95). . Dengan demikian akan memperkaya dan menambah bobot pada lagu-lagu pop Bali wawancara . di tengah derasnya pengaruh musik luar. Peran Bali TV menayangkan video klip lagu dan acara ajang yang dikenal dengan BRTV Bali TV cukup besar dampaknya terhadap terhadap popularitas lagu pop Bali di tengah masyarakat. Di samping itu peran radio-radio pemerintah dan swasta memperdengarkan lagu-lagu pop Bali hampir setiap saat menjadikan lagu-lagu pop Bali tambah semarak bagi pengemarnya. dalam membuat iringan musik suatu lagu. Lewat peran besar media tersebut dan dengan didukungoleh pemberitaan di media cetak. sikap. sehingga terjadi kesatuan antara lagu dengan iringan musiknya. dan nilai pada individu di masyarakat. pengetahuan. 20 April 2006). Waktu itu televisi belum ada menayangkan lagu pop Bali karena belum ada vidio klip untuk lagu-lagu pop Bali saat itu (Setia dam Darma Putra. Pembuat iringan musik berperan sangat penting terhadap indahnya suatu lagu. seorang penata musik iringan (arranger) perlu menyimak dan memahami terlebih dahulu karakter melodi dan isi lirik suatu lagu.5 Sebagai pencipta professional diperlukan kemampuan untuk menciptakan warna atau kemasan berbeda dan baru dari yang sudah ada di pasaran. menjadikan lagulagu pop Bali bangkit dan mampu menjadi tuan di daerah sendiri. Ketika pertama kali muncul awal tahun 1970-an. Pasang-surut perkembangan lagu pop Bali sangat ditentukan oleh peranan media. radio-radio memegang peranan penting dalam memperkenalkan lagulagu pop Bali selain pementasan-pementasan langsung. Memasuki akhir tahun 1990-an dan di awal tahun 2000-an lagu-lagu pop Bali kembali semarak. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa media massa merupakan agen sosialisasi yang secara tidak langsung ikut menanamkan pemahaman. 3. Hal ini terjadi karena radio dan televisi kembali gencar mempublipikasikanlagu pop Bali. Untuk itu.

1 Penggunaan “Awalan me” dan “Akhiran in-ang” Melalui lagu pop Bali. bahasa Bali bertransformasi medium masuk ke ruang teknologi baru dan berkembang. bahasa Bali bertransformasi medium masuk ke ruang teknologi baru baik melalui kaset. Banyak pencipta lagu yang sering menambahkan awalan “me” pada kata yang seharusnya tidak perlu menggunakan . mengatakan bahwa: Salah satu yang paling urgen dalam lagu pop Bali adalah lagu yang menggunakan bahasa Bali. Untuk mencermati secara lebih mendalam terhadap penyimpanganpenyimpangan pada penggunaan bahasa Bali dalam lagu pop Bali.6 PERKEMBANGAN LAGU POP BALI DI ERA GLOBALISASI 1. 20 Maret 2006). 20 Maret 2006). baik dari unggah-ungguhing basa maupun memasukan unsur-unsur bahasa Indonesia ke dalam bahasa Bali . sehingga terus berkembang.2 Kesalahan Penggunaan Struktur Bahasa dalam Lirik Lagu Pop Bali 1. Banyak pencipta lagu pop Bali saat ini kurang memahami stuktur bahasa Bali dengan benar dan perlu meningkatkan kemampuan dalam menguasai kosa kata secara lebih luas sehingga dalam membuat lagu tidak miskin terhadap pilihan kata (Interaktif TVRI Bali. Bahasa yang digunakan dalam Lagu Pop Bali Nala Antara dalam suatu acara interaktif Ceplas-Ceplos di TVRI Bali dengan topik “Mencermati Lagu Pop Bali”. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah dalam menggunakan awalan “me” dan akhiran “in”. Melalui lagu pop Bali. Banyak lagu pop Bali yang muncul saat ini masih rancu dalam menggunakan bahasa Bali.2. maupun radio dan televisi. awalan “me” dan akhiran“ang”. sehingga menimbulkan makna berbeda dalam pengertian bahasa Bali. melalui lagu pop Bali kita ikut melestarikan bahasa Bali (Interaktif TVRI Bali . keping CD. Dengan demikian. Menurut Nala Antara dikatakan bahwa: Penggunaan bahasa Bali dalam lagu Bali dari era 60-an hingga kini jauh merosot. 1. akan dicermati dari pemakaian Anggah-Ungguhing Basa Bali dan kesalahan menggunakan struktur bahasa Bali dalm lirik lagu-lagu pop Bali.

Dalam lirik sebuah lagu Bali sor singgih basa harus dipergunakan secara konsisten. “sakit atin tiange meninggalin beli meanying-anyingan di arep tiange’. ada lagu pop Bali dewasa ini yang mencampuradukan penggunaan anggahungguh basa dalam satu kalimat lagu.2 Mencampuradukan “Anggah-Ungguh Basa” dalam Satu Kalimat Seperti yang telah dikemukakan di atas bahwa bahasa yang digunakan dalam lagu Pop Bali ada tiga yakni basa alus. membawa dampak yang kurang baik terhadap penggunaan bahasa Bali dalam lirik lagu pop Bali. “Kenyel Beli mangantosang Iluh”. Jika salah dalam menggunakan kedua akhiran tersebut maka akan menimbulkan makna yang berbeda. Menyimak makna yang terkandung dalam kalimat tersebut seharusnya kata ngejohang menjadi ngejohin. Misalnya : “dot tiang ngejohang beli apang tising setata merawat-rawat”. 1. keanyudin blabar agung seharusnya keanyudang blabar agung. Seharusnya kata dadi dan tusing diganti dengan dados dan nenten. Misalnya .2. basa andap/kepara dan basa kasar. sehingga anggah-uangguh basa yang digunakan menjadi jelas yakni basa Bali alus. 1. Demikian juga nyumpahin raga seharusnya nyumpahang raga. Kesalahan juga sering terjadi pada penggunaan akhiran “in” dan “ang”. Dalam sebuah . Menurut Ardani dalam artikelnya “Bahasa Bali dalam Lagu Pop Bali” dikatakan bahwa: Banyak bahasa Bali yang digunakan dalam lagu-lagu pop Bali dewasa ini diserap dari unsur bahasa Indonesia. Dalam kalimat ini antara basa alus dan basa kaparpa dicampur penggunannya sehingga kalimatnya menjadi kacau. Pada kenyataannya. Padahal setiap bahasa di dunia ini memiliki karakter yang berbeda. Namun yang paling banyak digunakan adalah basa andap/kepara yakni bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari. Las megatin trersna seharusnya las megatang tresna. “Dadi tusing medaya ring margi titiang ketiben baya”.7 awalan “me”.2 Menggunakan Bahasa Bali yang Diserap dari Sturktur Bahasa Indonesia Dengan adanya pengaruh dari bahasa Indonesia.2. Sebagai contoh dapat dilihat pada kalimat berikut : “mengaenang adi lega di ati ”.

namun belum terlalu banyak diminati (Hasil wawancara dengan Komang Raka. maka dicoba mencari suasana dan nuansa musikal lain dalam lagu pop Bali. Pada saat itu lagu tersebut mampu memberikan warna berbeda dengan lagu pop Bali sebelumnya. mengatakan bahwa : Untuk menghindari kejenuhan dan kelesuan pasar lagu pop Bali di akhir tahun 1980-an.1 Nuansa Musikal Mandarin Nuansa musikal Mandarin mulai muncul dalam lagu pop Bali adalah pada awal tahun 1990-an. menumpahkan rindu menjadi numpahang tresna. Hal seperti inil yang sering dijumpai dalam lirik lagu-lagu pop Bali. Mang Raka kembali dipercaya untuk menciptakan lagu buat Widi Widiana dalam bentuk album kompilasi yaitu dalam satu album terdiri dari beberapa penyanyi. Menurut Komang Raka. cinta menusuk-nusuk menjadi tresna macek-macek. Saat itu terciptalah lagu dengan judul “Tresna Ngantos Mati” yang diciptakan oleh Yong Sagita. 8 Juni 2006). mengejar citacita menjadi nguber angen-angen. berpisah menjadi mapisah. salah satu pencipta dan penyanyi lagu pop Bali yang sudah sejak era Yong Sagita hingga saat ini terus aktif dalam industri lagu pop Bali. Kalimat ini dijumpai pada sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Jaya Pangus dalam album “Sasih Karo” produksi Januadi Record. 8 Oktober 2006). Pada tahun 1994. cinta segi tiga menjadi tresna mabucu telu. Secara sengaja atau tidak. Judul lagunya adalah “Kasmaran “ dengan pembuat iringan musiknya kembali . kalimat “bertepuk sebelah tangan” diserap ke dalam bahasa Bali menjadi “metepuk asibak lima”.2 Nuansa Musikal dalam Lagu Pop Bali di Era Globalisasi 2. Karena dalam kesehariannya banyak mendengar musik dan lagu-lagu Cina (Mandarin) menjadikannya sangat akrab dengan ciri musikal musik Mandarin. Contoh lain penggunaan bahasa Bali yang diserap dari bahasa Indonesia misalnya dapat didilihat dari kalimat berikut. ciri musikal musik iringan lagu “Tresna Ngantos Mati” adalah berciri musikal musik Mandarin. cinta membara menjadi tresna mebaa.8 kalimat suatu bahasa tertentu tidak bisa diterjemahkan kata demi kata ke dalam bahasa lain ( Bali Post. dan lain-lainnya. iringan musik iringannya dibuat oleh Jimy Sila’a.2. dan menjadikan lagu pop Bali mulai menggeliat lagi. Jimy (berdarah Cina) Dia tinggal di Bali dan akhirnya mendapat istri orang Bali keturunan Cina yang berasal dari Kintamani. misalnya. 2. Lagu tersebut kemudian dinyanyikan oleh Widi Widiana.

Nuansa musikal Sunda dalam lagu pop Bali. Selain itu. Cening Putri Ayu. 2. Nuansa musikal Banyuwangi dapat disimak dari iringan musiknya yang menyerupai musik kendang kempul. dan lainlainnya. Adapun lagu-lagu dimainkan seperti . Untuk menghadirkan musik inteumental lagu-lagu Bali maka dibuatkan musik instrumental yang diambil dari lagu-lagu pop Bali dengan gaya musik iringannya seperti musik dedung sehingga sering diberi istilag Degung Bali. 3. Galang Kangin. tangga nada yang digunakan pada tembangnya adalah tangga nada pentatonik .2 Nuansa Musikal Sunda Nuansa Sunda dalam lagu pop Bali dilakukan oleh I Gusti Sudarsana. Lagu-lagu tersebut banyak digemari oleh masyarakat. suatu musik karawitan khas Banyuwangi. Sejak itu Widi Widiana berhasil meluncurkan sebuah album solo yang lagu-lagunya lebih banyak menonjolkan nuansa musikal musik Mandarin dari pada bernuansa musikal Balinya.2. Banyak masyarakat yang suka dengan lagu pop Bali yang dinyanyikan oleh Widi Widiana. hadir dengan gaya penampilannya yang khas membawakan lagu-lagu pop Bali bernuansa musikal Banyuwangi. Lagu pop Bali. pada alur melodi modelnya mirip lagu Es Lilin. Hal tersebut terjadi karena Widi Widiana sangat cocok membawakan lagu-lagu pop Bali dengan nuansa musikal Mandarin.9 dipercayakan kepada Jimy Sila’a dengan memasukan nuansa musikal Mandarin. pada awalnya dinyanyikan oleh Mang Cucun dengan memberikan penonjolan pada cengkok Sunda dalam menyanyikannya. maupun musik iringannya.3 Nuansa Musikal Banyuwangi Pada awal tahun 2003 Bayu KW. cengkok penyanyi. baik dari kharakter suaranya maupun dari cengkoknya.2. Lagu “Selendang Sutra” ciptaan Dek Jun produksi Intan Dewata Record yang dinyanyikan oleh Mang Cucun sangat kental dengan nuansaSundanya. Demikian juga dengan lagu yang berjudul “Dot Ketemu” Putih” produksi Aneka Record yang dinyanyikan De Oka s juga bernuansa musikal Sunda. Pada lagu tersebutlah terjadi ‘booming’ kembali pada perkembangan lagu pop Bali. Bungan Sandat. khususnya lagu-lagu yang melankolis dan bernuansa musikal Mandarin. baik bila disimak dari melodi lagu.

3. maupun kritik kepada pejabat. “Pulang Kampung”.2. Lolot yang bernaung di bawah Studio Pregina menawarkan gaya musik yang berbeda yakni dengan penampilan secara bergrup (Band) dan mengemas tema-tema cinta dengan lebih baik (intelek) sehingga jauh dari kesan porno atau ‘kampungan’. Untuk lebih menunjukkan suasana Banyuwangian. ‘Serinem Terikasem’. seperti yang terlihat pada lagu Barong Bangkung . dan “Ibu Baru”. Lolot N Band mampu mendobrak pasar lagu pop Bali yang sebelumnya masih bersifat konvensional yang bergaya Mandarin. 2. Lagu tersebut diproduksi oleh Aneka Record.3. Aliran Musik dalam Perkembangan Lagu Pop Bali di Era Globalisasi 2. gaya penyanyi. Disamping mengetengahkan tema cinta yang memang menjadi ciri khas lagu komersial. Nuansa musikal Jawa dalam lagu pop Bali terdapat pada lagu yang berjudul “Mbak Sum” dinyanyikan oleh Yan Stereo dan Anom P.4 Nuansa Musikal Jawa Tengah Nuansa musikal daerah lainnya yang pernah ditawarkan pada pasar lagu pop Bali adalah nuansa musikal Jawa (Jawa Tengahan). Pada lagu-lagu tersebut nuansa musikal iringan musik yang diaransemen oleh Eko Wicaksono terasa lebih pas dan klop dengan melodi lagunya dengan nuansa seperti lagu “Gethuk”. dan lain-lainnya. Tema lagu Lolot juga mengandung pesan pelestarian terhadap nilai seni budaya Bali.3. Melalui almbum pertamanya yang diberi judul “Guminine Mangkin”.4 Lagu Pop Bali dengan Aliran Rap .10 (slendro). Cek Cek 2. Kehadiran ciri musikal Jawa dalam lagu Pop Bali menjadi populer di masyarakat ketika dinyanyikan oleh Panji Kuning dalam lagu “Maduloro”. Lolot N Band juga banyak mengambil tema dari fenomena kehidupan masyarakat yang sedang menghangat di masyarakat seperti. maka tema lagu. mabuk-mabukan. 2.1 Lagu Pop Bali dengan Aliran Rock Aliran musik rock dalam lagu pop Bali seperti telah dikemukakan diatas bahwa Lolot N Band adalah merupakan pelopornya. Adapun judul lagunya seperti : ‘Serinem Neha Nehi’. dan video klipnya sebagai salah satu pendukung visualnya juga dibuat dengan gaya Banyuwangian. politik.

Jadi perkembangan lagu pop Bali memang telah mendapat pengaruh yang cukup besar dari arus globalisasi.3. dan “Melalung” dengan lagulagunya antara lain: “Melalung”. Suasana musik yang dihadirkan dalam musik reggae adalah santai dan ringan. Gaya bernyanyi seperti ini merupakan gaya bernyanyi orang Amerika Latin. 3. Pocol. dan adi. lagu reggae mebasa Bali dipelopori oleh Joni Agung & Double T. Nuansa pop Indonesia dapat dirasakan dari alur . Diantara penyanyi Bali yang menampilkan nuansa pop Indonesia dalam lagu-lagu Balinya antara lain Manik yang populer dengan lagu Ngulgul Hati dan Mula Keto. Sebagian besar isi lirik lagu tersebut hanya berkisar antara kata beli. “Rare Angon”. “Jero Gede”.3 Lagu Pop Bali dengan Aliran Reggae Musik Reggae sangat identik dengan penyanyi Barat berambut gimbal yang terkenal dengan nama Bob Marley. Dian AFI.3. baik lewat video klip maupun kontes-kontes penyanyi seperti AFI (Akademi Fantasi Indonesia).4 Lagu Pop Bali dengan Aliran Pop Indonesia Aliran pop Indonesia tak terlepas dari masih kuatnya pengaruh lagu-lagu pop Indonesia yang sering ditayangkan di televisitelevisi swasta nasional. Album pertama dibuat pada tahun 2004 dengan judul BTA (Beli Tresna Adi). banyak pencipta yang mengoreksi diri untuk mengembangkan lirik dalam lagu-lagunya. yakni : “Reggae Mebasa Bali” dengan lagu-lagu diantaranya: Nyoman Klepon. Dengan munculnya lagu ini. Lagu Bali dengan aliran musik Rap dipelopori oleh grup XXX (baca Triple X) yang didukung oleh tiga bersaudara yakni Rah’tut x Rah’two x Rah Mink. Indonesian Idol maupun CILAPOP (Cipta Lagu Pop). Grup band ini telah berhasil membuahkan dua album. Pada lagu ini XXX memberikan kritik yang sifatnya membangun kepada lagu-lagu pop Bali yang ada sebelumnya. yang bernaung di bawah bendera Pregina Studio di bawah pimpinan I Gusti Bagus Mantra. Ray Peny. “Nuutin Jaman”. “Tresna Sujati” (Desember 2005). tresna. dan Rini Cewek Cafe ( pertengahan 2004). 3. Pada perkembangan lagu pop Bali.11 Lagu rap merupakan lagu yang dinyanyikan dengan gaya seperti orang berbicara. sehingga banyak yang menyukai aliran musik reggae tersebut.

Musik ini kemudian berkembang dengan mengadopsi unsur-unsur musik Barat. reggae. Adapun penyenyinya adalah Anak Agung Ngurah Prastyawan yang merupakan cucu dari Anak Agung Made Cakra. dan Melayu. musik keroncong juga dapat digunakan mengiringi pertunjukan sandiwara (Wawancara tanggal 17 Mei 2006). Musik dangdut memang sedang populer belakangan ini.12 melodinya yang menggunakan tangga nada Diatonis (1-2-3-4-5-6-7i). di dalamnya mengandung unsur-unsur musik India. Irama dangdut juga hadir di tengah-tengah perkembangan lagu pop Bali. Mirah Isaka Putri. Di tengah-tengah bangkitnya lagu-lagu pop Bali dan digemari oleh masyarakat Bali dari berbagai kalangan. pencipta lagu dan produser lagu pop Bali menyisipkan satu atau dua buah lagu dangdut dalam albumnya. seorang komponis senior. Selain digunakan untuk mengiringai lagu. sehingga banyak penyanyi. 2001:103). Ide ini cukup berhasil untuk memberi apresiasi kepada pendengar lagulagu pop Bali khususnya bagi kalangan orang tua.6 Lagu Pop Bali dengan Aliran Dangdut Dangdut adalah suatu ragam seni musik Nusantara yang berasal dari seni etnis Melayu. 3.3. Agung Wirasutha. dan De Ama. maka terbesit niat dari beberapa penyanyi yang memiliki potensi untuk lagu keroncong mengorbitkan lagu-lagu pop Bali dalam iringan musik keroncong. Lagu-lagu yang ditampilkanpun kebanyakan adalah lagu-lagu lama ciptaan Anakagung Made Cakra seperti. . rockn’roll.3. dan rap (Takari dalam Slonding. “Mengipi” dan beberapa lagu yang merupakan ciptaan masa kini. dan dari iringan musiknya yang tidak memasukan nuansa alat musik etnis Bali. “Ratu Dewi”. 3. Hal itu terjadi karena di tahun 1970-an musik keroncong dapat dikatakan sebagai salah satu hiburan primadona.5 Lagu Pop Bali dengan Aliran Keroncong Wedasmara. yang dinyanyikan oleh penyanyi pada saat mereka tampil atau manggung di panggung hiburan. “Raja Phala”. baik untuk lagu-lagu Bali maupun lagu pop Indonesia mengatakan bahwa : Irama musik keroncong sebagai langkah awal dilakukan oleh Anak Agung Made Cakra untuk mengiringi lagu-lagu Bali ciptaanya. “Bungan Sandat”. Arab.

bertambahnya jumlah produser. jazz. pencipta lagu. IV. lagu pop Bali telah mengalami suatu perubahan baik dari struktur bahasa Bali. dan kekuasaan media massa (media cetak dan media elektronik). kekuasaan produsen (pelaku seni seperti pencipta lagu. dan lain-lainnya. nuansa musikal yang dipengaruhi oleh lagu-lagu pop Mandarin. mall di Denpasar. merebaknya pentas-pentas lagu pop Bali.13 Dengan populernya musik dangdut di masyarakat. penata musik iringan. SIMPULAN Lagu pop Bali mengalami suatu puncak perkembangan pada era Widi Widiana yaitu pada akhir tahun 1990-an. . blues. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah album baru yang muncul dan beredar di toko-toko. Selain itu. banyak penyanyi lagu pop Bali yang menyiapkan lagu Bali dengan irama musik dangdut seperti Mirah. Ayu Stiati. pop Banyuwangi. (1) lagu pop Bali merupakan salah satu bentuk budaya populer. dan kompleks pertokoan kota-kota di Bali. meningkatnya angka-angka penjualan kaset. antara lain kekuasaan kapital (pemilik modal). meluasnya pendengar dan penggemar. penyanyi. dan pemusik). rap. Berangkat dari temuan dalam penelitian yang dilakukan. belumlah pernah kehadiran lagu Pop Bali mendapat sambutan sesemarak sepuluh tahun terakhir ini. dan pop Sunda. sesuai dengan yang dikemukakan oleh Raymond William didukung oleh teorinya John Storey. penyanyi. Pranajaya dan lain-lainnya. Sepanjang sejarahnya dalam tiga dekade. serta meriahnya sambutan acara pop Bali di radio-radio dan televisi lokal. maupun aliran musiknya yang dipengaruhi oleh aliran musik pop Barat seperti aliran musik rock. Jawa Tengah. Dalam perkembangan terakhir ini. De Oka. reggae. dan berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap lagu pop Bali maka. (2) lagu pop Bali merupakan sebuah hasil komoditas yang sangat ditentukan oleh tiga bentuk kekuasaan dalam pendistribusiannya. Mang Cucun. lagu pop Bali juga sering diputar di swalayan.

Yogakarta : CV. “Lagu Pop Bali Periode Tahun 1990-2005 : Sebuah Kajian Budaya” (Tesis). I Komang. IGB. 1999. 2007. 2003. Dieter. IB. Identitas dan Budaa Global. Dibia. “Kecendrungan Tema Politik dalam Perkembangan Mutakhir Lagu Pop Bali” (Makalah). Denpasar. Seni Tradisi. “Lagu Pop Bali : Kajian Bantuk.14 DAFTAR PUSTAKA Ardjana. Mencari “Bali” pada Lagu Pop Bali Masa Kini. 2003. Bandung : Djelantik. Institut Seni Indonesia. Makalah yangdisampaikan dalam serasehan Lagu Bali di Fakultas Ssatra Unud. Pemikiran Sekitar Pembinaan dan Pengembangan Lagu Pop Bali. Domonic. 1999. 1999. 2003. Estetika Sebuah Pengantar. 2004. Masyarakat Seni Pertunjukkan Indonesia. Yogyakarta: Masyarakat Etnomusikologi Indonesia. Darmayuda. Bandung : The Fird Fondatioan. Ni Made. 2002. A. 1995. Selayang PandyangSeni Pertunjukan Bali. Harian Bali Post 30 Agustus. Denpasar: Universitas Udayana. Denpasar : Program Studi S2 Kajian Budaya Universitas Udayana. Denpasar. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Dharna. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama. 2001. Fungsi. Denpasar : Program Pascasarjana Program Studi Kajian Budaya Universitas Udayana. Slonding. Mack. Musik Populer. Makalah dalam Rangka Seminar Nasional Lustrum III ISI Yogakarta. 8. 1996. 1999. Qalam. Remaja Rosdakarya. hal. dan Makna” (Tesis). I Made. Mantra. Popular Culture. Lexy J. Teori Budaya dan Budaya Pop. Marheni.M. Landasan Kebudayaan Bali. Strinati. 2005. . John. I Wayan. Storey. Putra. Denpasar: Yayasan Dharma Sastra. Bandem. Bandung : PT. Yogyakarta : Bentang Budaya. Moleong.A. I Gde. I Nyoman Darma.