P. 1
MAKALAH PENERAPAN TEORI DIENES PADA MATERI BANGUN RUANG

MAKALAH PENERAPAN TEORI DIENES PADA MATERI BANGUN RUANG

|Views: 2,462|Likes:

More info:

Published by: Farina Cahyaningtyas on Mar 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/27/2014

pdf

text

original

MAKALAH “ PENERAPAN TEORI DIENES PADA MATERI BANGUN RUANG “

YULI NOVIANTI SYAH – 200913500??? HELDAWATI – 200913500693 FARINA CAHYANINGTYAS – 200913500721 RAHMAN SALEH – 2009913500559 KRISANTUS AMOS – 200913500725 GAGAS IMAM - 200913500730

PENYUSUN :

.... 12 2..4 Penerapan Teori Dienes Pada Materi Bangun Ruang …………….……… 13 BAB III KESIMPULAN ……………………………………………………. 6 2..1 Pengertian Belajar ………………………………………………………… 1 1.3 Pakem………………………………………………………………….2 Teori Dienes …………………………………………….………….……………….2 Pembelajaran Matematika ………………………………………………… 2 1.DAFTAR ISI DAFTAR ISI ………………………………………………………………………… i BAB I PENDAHULUAN 1.……… 4 BAB II ISI 2..…. 7 2.……….………...1 Teori Belajar Kognitif ……………….3 Teori Belajar ………………………………………………………..…… 14 BAB IV DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………… 15 2 ..……….

seseorang dikatakan belajar. apabila setelah melakukan kegiatan belajar ia menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi suatu perubahan. Dengan demikian. Secara singkat dapat dikatakan bahwa perubahan tingkah laku tanpa usaha dan tanpa disadari bukanlah belajar. proses belajar dan hasil belajar. 1991:2). yakni : a. Dari pengertian diatas. maka kegiatan dan usaha untuk mencapai perubahan tingkah laku itu dipandang sebagai proses belajar. Uraian tentang apa yang terjadi dan diharapkan terjadi pada peserta didik (secara psikologi/intelektual) Uraian tentang kemampuan intelektual peserta didik mengenai hal-hal yang dapat dipikirkan pada usia tertentu. Hal ini berarti. Tetapi tidak demikian halnya dengan proses belajar. atau dirasakan oleh seseorang yang yang belajar atau orang lain. keterampilannya meningkat. Terjadinya proses belajar pada diri siswa sebagai upaya untuk memperoleh hasil belajar sesungguhnya sulit untuk diamati karena ia berlangsuing di dalam mental. teori belajar menyatakan hokum-hukum / prinsip-prinsip umum yang menggambarkan kondisi yang sebenarnya dalam belajar. sedangkan perubahan tingkah laku itu sendiri dipandang sebagai hasil belajar. Hasil belajar dapat dilihat. Prinsip-prinsip belajar ini selanjutnya lazim desebut dengan teori belajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa.BAB I PENDAHULUAN 1. Misalnya ia menyadari bahwa pengetahuannya bertambah. belajar dapat didefinisikan sebagai “Suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahn tingkah laku secara sadar dari hasil interaksinya dengan lingkungan” (Slameto. perubahan tingkah lakku yang terjadi harus secara sadar. Para ahli psikologi cenderung untuk menggunakan pola-pola tingkah laku manusia sebagai suatu model yang menjadi prinsip-prinsip belajar. Di dalam teori belajar terkandung dua hal. belajar pada hakikatnnya menyangkut dua hal yaitu. PENGERTIAN BELAJAR Secara psikologi. sikapnya semakin positif dan sebagainya. 3 . diukur. terjadiinya proses belajar dapat diidentifikasi dari interaksi yang dilakukan oleh siswa dengan lingkungannya selama belajar. Definisi ini menyiratkan dua makna. bahwa belajar merupakan suatu usaha untuk mencapai tujuan tertentu yaitu untuk mendapatkan perubahan tingkah laku. Pertama. 1. Kedua. b. Meskipun demikian.

walaupun belum tentu terjadi sebaliknya. Matematika SD adalah matematika yang di ajarkan pada jenjang sekolah dasar dengan raung lingkupnya meliputi bilangan. geometri dan pengukuran. Standar ini dikelompokkan dalam kemahiran matematika Bilangan. Meskipun secara prinsip terdapat perbedaan sudut pendang antara teori belajar dan teori mengajar. 2004: 2). Pengukuran. sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat sangat kuat & jelas (Depdikbud. sebab belajar dapat dilakukan secara sendiri (self learner). keduanya dapat diumpamakan sebagai dua sisi mata uang logam. dan Peluang. 1. Aljabar. setiap peristiwa mengajar selalu terjadi peristiwa belajar (bagaimana pun kadar intensitasnya). Hal ini sesuai dengan Kurikulum 2004 mengenai ruang lingkup matematika antara lain: “Standar Kompetensi Matematika merupakan seperangkat kompetensi matematika yang dibakukan dan harus dicapai oleh sisiwa pada akhir periode pembelajaran. Trigonometri dan Kalkulus (Depdikbud. Disamping itu guru akan mengerti bagamana seharusnya memberikan stimulasi sehingga peserta didik suka belajar. Dari pada teori mengajar terdiri dari dua hal pokok yakni prosedur dan tujuan mengajar. PEMBELAJARAN MATEMATIKA Pengertian matematika yang tercantum di dalam Kurikulum Matematika tahun 2004 adalah sebagai berikut: “ Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memeiliki objek abstrak & dibangun melalui proses penalaran dedeuksi.Sedangkan teori mengajar menyatakan hukum-hukum / prinsip-prinsip umum tentang bagaimana semestinya mengajar peserta didik. 4 . Statiska. dan Geometri. yaitu kebeneran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebeanran sebelumnya sudah diterima. dan guru juga dapat memprediksi secara rtepat dan beralasan tentang keberhasilan belajar peserta didiknya. guru dapar mengetahui kemampuan berpikir yang telah dimiliki dan memahami proses terjadinya belajar pada peserta didik. aritmatikaserta pengolahan data. 2. Hal ini bermakna bahwa. namun pada pelaksanaannya kedua teori tersebut tidak dapat dipisahkan. Dengan demikian guru mengetahui bagaimana menciptakan kegiatan belajar-mengajar deseuai dengan kondisi siswa dan tujuan pembelajaran. dengan mengetahui berbagai teori belajar-mengajar. 2004: 2).

menunjukkan kesamaan.Sedangkan fungsi dan tujuan matematika menurut Depdiknas 2003 adalah sebagai berikut: (1) Melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan. Dalam belajar matematika sama dengan belajar Bahasa Indonesia. orisinal. konsisten. Dalam belajar matematika diperlukan pemahaman dan penguasaan materi terutama dalam membaca simbol. eksprimen. 5 . 4. peta. perbedaan. PPKN. membuat prediksi dan dugaan. rasa ingin tahu. grafik. Objek penbicaraannya abstrak Pembahasannya mengandalkan tata nalar Pengertian/konsep atau pernyataan/sifat sangat jelas berjenjang sehingga terjaga konsistensinya Melibatkan perhitungan/pengerjaan (operasi) Dapat dialihgunakan dalam berbagai aspek keilmuan maupun kehidupan seharihari Jadi. (2) Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi. intuisi. (3) Mengembangkan kemampuan pemecahan masalah (4) Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau menkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan. maupun IPS. apalagi jika yang diberikan adalah soal dalam bentuk cerita yang memerlukan kemampuan penerjemahan soal kedalam kalimat matematika denagn memperhatikan maksud dari pertanyaan soal tersebut. 3. belajar matematika harus merupakan belajar bermakna. dari yang konkret sampai yang abstrak. dalam arti setiap konsep yang dipelajari harus benar-benar dimengerti/dipahami sebelum sampai pada latihan yang aplikasinya pada materi dan kehidupan sehari-hari. dan diagram dalam menjelaskan gagasan. 2. Bahasa Inggris. Ciri tersebut antara lain: 1. itu dikarenakan matematika dan fisika mempunyai karakteristik/ciri tertentu yang membedakannya dengan mata pelajaran lain. dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen. serta mencoba-coba. serta inkonsistensi. misalkan melalui kegiatan penyeleidikan eksplorasi. tabel dan diagram yang sering digunakan dalam matematika serta struktur matematika yang kompleks. 5.

Ormorod. Piaget memperoleh Erasmus Prize. seorang Psikolog Swiss yang hidup tahun 1896-1980.1. teori ini berpendapat bahwa kita membangun kemampuan kognitif kita melalui tindakan yang termotivasi dengan sendirinya terhadap lingkungan. Behaviorisme hanya berfokus pada aspek objektif diamati pembelajaran. 1. meningkatkan datau membuat perubahan pengetahuan. Kognitif. Watson. Kognitif Teori Perkembangan Kognitif. saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. Piaget membagi skema yang digunakan anak untuk memahami dunianya . TEORI BELAJAR Dalam peokologi dan pendidikan. keterampilan. 1990). dikembangkan oleh Jean Piaget. pembelajaran secara umum didefinisikan sebagai suatu proses yang menyatukan kognitif. Behaviorisme Teori belajar Behaviorisme berkonsentrasi pada studi tentang perilaku terbuka yang dapat diamati dan diukur (Good & Brophy. dan Konstruktivisme. Teori ini digolongkan ke dalam konstruktivisme. Ada tiga kategori utama atau kerangka filosofi mengenai teori-teori belajar. Teori kognitif melihat melampaui perilaku untuk menjelaskan pembelajaran berbasis otak. Teorinya emberikan banyak konsep utama dalam lapangan Psikologi Perkembangan dan berpengaruh terhadap perkembangan konsep Kecerdasan. 2000. 3. tidak seperti teori nativisme (yang menggambarkan perkembangan kognitif sebagai pemunculan pengetahuan dan kemampuan bawaan). dan lingkungan pengaruh dan pengalaman untuk memperoleh. yang berarti. Untuk pengembangan teori ini. Dan pandangan konstuktivisme belajar sebagai sebuah proses di mana pelajar aktif membangun ide-ide batu atau konsep. nilai dan pandangan dunia (Illeris. 2. 1995). Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata (skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya) dalam tahapantahapan perkembangan. yang bagi Piaget. Ini pandangan pikiran sebagai “kotak hitam” dalam arti bahwa respon terhadap stimulus dapat diamati secara kuantitatif. sama sekali mengabaikan kemungkinan proses pemikiran yang terjadi dalam pikiran. Beberapa pemain kunci dalam erkembangan teori behavioris ialah Bruner. emosional. berarti kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Thorndike dan Skinner. yaitu: Behaviorisme. Pavlov.

dan keyakinan yang diigunakan untuk menafsirkan objek dan peristiwa”. struktur mental. sehingga pengetahuan individu adalah fungsi dari pengalaman sebelumnya. konsturtivis percaya bahwa “peserta didik membangun kenyataan mereka sendiri atau paling tidak menafsirkannya berdasarkan persepsi mereka tentang pengalaman. Neiser. 1991) Jika salah satu pencarian melalui teori-teori filosofis dan psikologi banyak dari masa lalu. Gidman. 3. 1997) 7 . Kwek dan Habernas. Yang paling berpengaruh besar adalah Jean Piaget yang diinterprestasikan dan diperpanjang oleh van Glasserfield (Smorgansbord.melalui empat periode utama yang berkorelasi dengan dan semakin canggih seiring pertambahan usia. benang konstruktivisme dapat ditemukan dalam penulisan orang-orang seperti Bruner. Kuhn. “Apakah seseorang mengetahui didasarkan pada persepsi pengalaman ffisik dan sosial yang dipahami oleh pikiran”. Kant. Ulrick. Konstruktivisme Barlett (1932) merintis apa yang menjadi pendekatan konstuktivis. (Jonasson.

Perubahan itu bersifat secara related dan berbekas”. tingkah laku. Guru yang member perhatian. Melalui belajar seseorang dapat memahami sesuatu konsep yang barum. dan mutu pendidikan.BAB II ISI 1. Seperti diungkapkan oleh Winkel (1996:53) bahwa “Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan pemahaman. Teori belajar kognitif lebih menekankan pada belajar merupakan suatu proses yang terjadi dalam akal pikiran manusia. Belajar merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia yang paling penting dalam upaya memplertahankan hidup dan mengembangkan diri. relevansi pendidikanm. TEORI BELAJAR KOGNITIF Belajar seharusnya menjadi kegiatan yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. pemahaman. Sesuai dengan karakterisrtik matematika maka belajar marematika lebih cenderung termasuk ke dalam aliran belajar kognitif yang proses dan hasilnya tidak dapat dilihat langsung dalam kokteks perubahan tingkah laku. berlajar merupakan aktivitas pokok dalam penyelenggaraan proses belajar – mengajar. Proses belajar siswa sangar dipoengaruhi oleh bagaimana siswa memandang guru mereka. keterampilan dan nilai sikap. 8 . Guru merupakan unsure penting dalam sebuah sistem pendidikan. Masalah-masalah pendidikan yang sangat mendesak dan meni=untut priorotas untuk segera ditanggulangi antara lain” pemerataan pendidikan. keterampilan dan nilai sikap yang bersifat rlatif dan berbekas. Dalam dunia pendidikan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan taknologi yang sangat pesat dewwasa ini akan dapat membawa dampak yang positif pada masyarakat i\Indonesia berupa usaha untuk serlalu meningkatkan diri agar tidak ketinggalan dalam duni apendidikan. hangat dan supportif (member semangat) diyakini bisa member motivasi belajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan prestasi siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya belajar adalah suatu peoses usaha yang melibatkan aktivitas mental yang terjadi dalam diri manusia sebahai akibat dari proses interaksi aktif dengan lingkungannya untuk memperoleh suatu perubahan dalam bentuk pengetahuan. sikap dan keterampilan. dan atau mengalami perubahan tingkah laku.

2003) Suatu proses belajar uang aktif ditandai dengan adanya kerlibatan siswa secara komprehensif baik fisik. Ini mengandung arti bahwa benda-benda atau 9 . mental maupun emosional. Pembelajaran matematika memerlukan kemampuan guru dalam mengelila proses belajar mengajar sehingga keterlibatan siswa dapat optimal. Dasar teorinya bertumpu pada teori pieget. memisah-misahkan hubungan-hubungan diantara struktur-struktur dan mengkatagorikan hubungan-hubungan di antara struktur-struktur. Interaksi tersebut sudah pasti akan mengoptimalkan tujuan yang telh dirimuskan. Salah satu pemecahan masalah tersebut adalah pemanfaatan penelitian pendidikan. sedemikian rupa sehingga sistem yang dikembangkannya itu menarik bagi anak yang mempelajari matematika. pesertra didik ddan sesuatu yang diajarkan. yang akhirnya berdampak pada perolehan hasil belajar. berbuat. Ada bebertapa pendapat mengenai proses belajar mengajar. Dalam proses belajar emngajar ada guru. Dienes adalah seorang matematikawan yang memusatkan perhatiannya pada cara-cara pengajaran terhadap anak-anak. dan melampaui. Teori Dienes Zoltan P. Bukti bahwa seorang telah belajar ialah terjadinya perubahan tingkah laku orang tersebut (Oemar Hamalik.Hal ini dapat dilihat dengan adanya bahan pembelajaran yang sulit akan terasa mudah oleh siswa dengan bantuan guru. Proses belajar dan hasil belajar disyarati oleh hereditas dan lingkungan. proses belajar ialah pengalaman. 1. Diantaranya menutut Usman proses belajar mengajar adalah suatu proses yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapat tujuan tertentu. dan pengembangannya diorientasikan pada anak-anak. Menurut William Burton . Penelitian pendidikan yang dimaksud adalah penelitian tindakan kelas. Dienes berpendapat bahwa pada dasarnya matematika dapat dianggap sebagai studi tentang struktur. Pengelolaan ini dapat dilakukan dengan melakukan variasi metode mengajar. Tugas utama guru adalah mengelola proses belajar mengajar sehingga terjadi interaksi aktif antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. mereaksi. Upaya peningkatankualitas pendidikan merupakan salah satu pokom permasalahan. disesuaikan dengan sub pokok bahasan yang sedang diberikan. Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam usaha memperbaiki proses pembelajaran. Dienes mengemukakan bahwa tiap-tiap konsep atau prinsip dalam matematika yang disajikan dalam bentuk yang konkret akan dapat dipahami dengan baik. 2.

. Misalnya dengan diberi permainan block logic. anak didik memerlukan suatu kegiatan untuk mengumpulkan bermacam-macam pengalaman. Permainan bebas merupakan tahap belajar konsep yang aktifitasnya tidak berstruktur dan tidak diarahkan. dengan melalui permainan siswa diajak untuk mulai mengenal dan memikirkan bagaimana struktur matematika itu. Menurut Dienes. akan semakin jelas konsep yang dipahami siswa. Dienes membagi tahap-tahap belajar menjadi 6 tahap. Makin banyak bentuk-bentuk yang berlainan yang diberikan dalam konsep-konsep tertentu. Jelaslah. Permainan Bebas (Free Play) Dalam setiap tahap belajar. Dalam tahap ini anak mulai membentuk struktur mental dan struktur sikap dalam mempersiapkan diri untuk memahami konsep yang sedang dipelajari. 2. karena akan memperoleh hal-hal yang bersifat logis dan matematis dalam konsep yang dipelajari itu. Untuk melatih anakanak dalam mencari kesamaan sifat-sifat ini. Translasi ini tentu tidak boleh mengubah sifat-sifat abstrak yang ada dalam permainan semula. Selama permainan pengetahuan anak muncul. Menurut Dienes konsep-konsep matematika akan berhasil jika dipelajari dalam tahaptahap tertentu. dan kegiatan untuk yang tidak 10 . Permainan yang Menggunakan Aturan (Games) Dalam permainan yang disertai aturan siswa sudah mulai meneliti pola-pola dan keteraturan yang terdapat dalam konsep tertentu. Makin banyak bentuk-bentuk berlainan yang diberikan dalam konsep tertentu. karena anak-anak akan memperoleh hal-hal yang bersifat logis dan matematis dalam konsep yang dipelajarinya itu. tebal tipisnya benda yang merupakan ciri/sifat dari benda yang dimanipulasi. Dalam mencari kesamaan sifat anak-anak mulai diarahkan dalam kegiatan menemukan sifat-sifat kesamaan dalam permainan yang sedang diikuti. yaitu: 1. Anak yang telah memahami aturan-aturan tadi. tahap yang paling awal dari pengembangan konsep bermula dari permainan bebas.obyek-obyek dalam bentuk permainan akan sangat berperan bila dimanipulasi dengan baik dalam pengajaran matematika. guru perlu mengarahkan mereka dengan mentranslasikan kesamaan struktur dari bentuk permainan yang satu ke bentuk permainan lainnya. akan makin jelas konsep yang dipahami anak. untuk membuat konsep abstrak. Keteraturan ini mungkin terdapat dalam konsep tertentu tapi tidak terdapat dalam konsep yang lainnya. anak didik mulai mempelajari konsep-konsep abstrak tentang warna. Anak didik diberi kebebasan untuk mengatur benda.

hijau..relevan dengan pengalaman itu. Permainan Kesamaan Sifat (Searching for communalities) Dalam mencari kesamaan sifat siswa mulai diarahkan dalam kegiatan menemukan sifat-sifat kesamaan dalam permainan yang sedang diikuti. kuning). Permainan dengan Simbolisasi (Symbolization) Simbolisasi termasuk tahap belajar konsep yang membutuhkan kemampuan merumuskan representasi dari setiap konsep-konsep dengan menggunakan simbol matematika atau melalui perumusan verbal. anak diberi kegiatan untuk membentuk kelompok bangun yang tipis. diagonal 5. diagonal ……. Untuk melatih dalam mencari kesamaan sifat-sifat ini. Setelah mereka berhasil menyimpulkan kesamaan sifat yang terdapat dalam situasi-situasi yang dihadapinya itu. Segitiga Segiempat Segilima Segienam Segiduapuluhtiga 0 diagonal 2 diagonal 5 diagonal . Contoh dengan permainan block logic. 11 . Dalam membentuk kelompok bangun yang tipis. Contoh kegiatan yang diberikan dengan permainan block logic. atau yang merah. atau tidak merah (biru. kemudian membentuk kelompok benda berbentuk segitiga. Para siswa menentukan representasi dari konsep-konsep tertentu. Representasi yang diperoleh ini bersifat abstrak. Sebagai contoh. atau yang berwarna merah. Contoh kegiatan anak untuk menemukan banyaknya diagonal poligon (misal segi dua puluh tiga) dengan pendekatan induktif seperti berikut ini. kegiatan berikutnya menentukan rumus banyaknya diagonal suatu poligon yang digeneralisasikan dari pola yang didapat anak. atau yang tebal. anak dihadapkan pada kelompok persegi dan persegi panjang yang tebal. guru perlu mengarahkan mereka dengan menstranslasikan kesamaan struktur dari bentuk permainan lain. timbul pengalaman terhadap konsep tipis dan merah.. serta timbul penolakan terhadap bangun yang tipis (tebal). dan sebagainya. 3. Dengan demikian telah mengarah pada pengertian struktur matematika yang sifatnya abstrak yang terdapat dalam konsep yang sedang dipelajari. dari kegiatan mencari banyaknya diagonal dengan pendekatan induktif tersebut. Translasi ini tentu tidak boleh mengubah sifat-sifat abstrak yang ada dalam permainan semula.. 4. Permainan Representasi (Representation) Representasi adalah tahap pengambilan sifat dari beberapa situasi yang sejenis. anak diminta mengidentifikasi sifat-sifat yang sama dari benda-benda dalam kelompok tersebut (anggota kelompok)..

Permainan dengan Formalisasi (Formalization) Formalisasi merupakan tahap belajar konsep yang terakhir. Variasi matematika dimaksud untuk membuat lebih jelas mengenai sejauh mana sebuah konsep dapat digeneralisasi terhadap konsep yang lain. semakin banyak bentuk-bentuk berlainan yang diberikan dalam konsep tertentu. asosiatif. Dienes menyatakan bahwa proses pemahaman (abstracton) berlangsung selama belajar. membentuk sebuah sistem matematika. harus mampu merumuskan teorema dalam arti membuktikan teorema tersebut. komutatif. Berbagai sajian (multiple embodiment) juga membuat adanya manipulasi secara penuh tentang variabel-variabel matematika. Berbagai penyajian materi (multiple embodinent) dapat mempermudah proses pengklasifikasian abstraksi konsep. Dengan melihat berbagai contoh siswa akan memperoleh penghayatan lebih benar. sehingga anak-anak dapat bermain dengan bermacam-macam material yang dapat mengembangkan minat anak didik. semakin jelas bagi anak dalam memahami konsep tersebut. Misalnya anak-anak akan bertanya-tanya apakah kasuari itu burung? Apabila sehari-hari ia hanya mengenal burung perkutut yang ada di rumahnya. sebagai contoh siswa yang telah mengenal dasar-dasar dalam struktur matematika seperti aksioma. tetapi mereka sudah mempunyai pengetahuan tentang sistem yang berlaku dari pemahaman konsep-konsep yang terlibat satu sama lainnya. adanya elemen identitas.6. Menurut Dienes. Pada tahap formalisasi anak tidak hanya mampu merumuskan teorema serta membuktikannya secara deduktif. harus mampu merumuskan suatu teorema berdasarkan aksioma. Dalam tahap ini siswasiswa dituntut untuk mengurutkan sifat-sifat konsep dan kemudian merumuskan sifat-sifat baru konsep tersebut. a. Dengan demikian. Contohnya. 12 . Dienes berpendapat bahwa materi harus dinyatakan dalam berbagai penyajian (multiple embodiment). dalam arti membuktikan teorema tersebut. sehingga anak didik dapat melihat struktur dari berbagai pandangan yang berbeda-beda dan memperkaya imajinasinya terhadap setiap konsep matematika yang disajikan. Untuk pengajaran konsep matematika yang lebih sulit perlu dikembangkan materi matematika secara kongkret agar konsep matematika dapat dipahami dengan tepat. Ada beberapa alasan mengapa untuk memahami suatu amanat perlu diberikan beranekaragam materi konkret sebagai model (representatif) konkret dari konsep itu. dan mempunyai elemen invers. Misalnya bilangan bulat dengan operasi penjumlahan peserta sifat-sifat tertutup. variasi sajian hendaknya tampak berbeda antara satu dan lainya sesuai dengan prinsip variabilitas perseptual (perseptual variability). anak didik telah mengenal dasar-dasar dalam struktur matematika seperti aksioma.

bidang yang mencakup beranekaraggaman jenis segitiga (segitiga lancip. sama kaki. b. Pentingnya simbolisasi adalah untuk meningkatkan kegiatan matematika ke satu bidang baru. Dari sudut pandang tahap belajar. peta dan akhirnya memadukan simbol . Misalnya anak yang dalam belajar menetukkan luas suatu bidang akan dapat menerapkan konsep tersebut untuk mencari luas suatu lapangan. Dengan banyaknya contoh ia akan lebih banyak menerapkan konsep itu kedalam situasi yang lain. adalah memotivasi anak didik untuk mengabstraksikan pelajaran tanda material kongkret dengan gambar yang sederhana. Proses pembelajaran ini juga lebih melibatkan anak didik pada kegiatan belajar secara aktif dari pada hanya sekedar menghapal. dan siku-siku) tidak hanya satu macam saja. 13 . Langkah selanjutnya. Begitu pula ia akan lebih baik memahami konsep segitiga bila representatif segitiga itu ditujukkan dengan gambar segitiga. grafik. agar pada suatu waktu simbol tetap terkait dengan pengalaman kongkretnya. Berhubungan dengan tahap belajar. Anak didik pada masa ini bermain dengan simbol dan aturan dengan bentuk-bentuk kongkret dan mereka memanipulasi untuk mengatur serta mengelompokkan aturan-aturan Anak harus mampu mengubah fase manipulasi kongkret.simbol dengan konsep tersebut. menurut Dienes. tumpul. Kegiatan ini menggunakan kesempatan untuk membantu anak didik menemukan cara-cara dan juga untuk mendiskusikan temuan-temuannya.tentu pertanyaan tersebut akan muncul. sama sisi. suatu anak didik dihadapkan pada permainan yang terkontrol dengan berbagai sajian. Langkah-langkah ini merupakan suatu cara untuk memberi kesempatan kepada anak didik ikut berpartisipasi dalam proses penemuan dan formalisasi melalui percobaan matematika. peranan guru adalah untuk mengatur belajar anak didik dalam memahami bentuk aturan-aturan susunan benda walaupun dalam skala kecil. sembarang.

diartikan sebagai suasana belajar mengajar yang “hidup”. bila diberi kesempatan merancang/membuat sesuatu. Efektif yang diartikan sebagai ketercapaian suatu tujuan (kompetensi) merupakan pijakan utama suatu rancangan pembelajaran.2. Kreatif diartikan guru memberikan variasi dalam kegiatan belajar mengajar dan membuat alat bantu belajar. Pembelajaran yang tampaknya aktif dan menyenangkan. PAKEM Teori belajar Dienes yang menekankan pada tahapan permainan yang berarti pembelajaran yang diarahkan pada proses melibatkan anak didik dalam belajar. bahkan menciptakan teknik-teknik mengajar tertentu sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik dan tujuan pembelajarannya. Peserta didik akan kreatif. memberi pengakuan dan merayakan kerja kersnya dengan tepuk tangan. Efektif. Hal ini berarti proses pembelajaran dapat membangkitkan dan membuat anak didik senang dalam belajar. Guru aktif akan mementau kegiatan belajar peserta didik. Aktif diartikan peserta didik mampu berinteraksi untuk menunjang pembelajaran. poster umum. Menyenangkan. Agar menyenangkan diperlukan afirmasi (Penguatan/penegasan). dan menyenangkan harus tetap bersandar pada tujuan atau kompetensi yang akan dicapai. Oleh karena Itu teori belajar Dienes ini sangat terkait dengan konsep pembelajaran dengan pendekatan PAKEM (Pembelajaran Aktif. 14 . PAKEM bertujuan untuk menciptakan sesuatu leiongkungan belajar yang lebih melengkapi peserta didik engan keterampilan-keterampilan. dan mendorong pemusatan perhatian peserta didik terhadap belajar. mengungkapkan ide dan mendemonstrasikan gagasan atau idenya. ekspresif. kreatif. memberi umpan bailk. Kreatif. Menurut Siswono (2004). tetapi tidak efektif akan tampak hanya sekedar permainan belaka. Kegiatan belajar yang aktif. Berikut ini akan dijelaskan secara sengkat tentang PAKEM. catatan pribadi atau saling menghargai. terkondisi untuk terus berlanjut. 2. menuliskan ide atau gagasan. Apabila suasana belajar yang katif dan kreatif terjadi. maka akam mendorong peserta didik untukmenyenangi dan memotivasi mereka untuk terus belajar. dan Menyenangkan). memberikan tanggapan. Guru harus menciptakan suasana sehingga peserta didik aktif bertanya. Dengan memberikan kesempatan peserta didik aktif akan mendorong kreativitas peserta didik dalam belajar maupun memecahakn masalah. mengajukan pertanyaan menantang dan mempertanyakan gagasan anak didik. semarak. pengetahuan dan sikap bagi kehidupan anak-anak kelak. Kegiatan tersebut akan memuaskan rasa keingintahuan dan imajinasi mereka.

guru bisa memberikan pertanyaan kepada siswa “apakah nama bentuk dadu yang sering digunakan untuk permainan?”. siswa harus mampu untuk mengurutkan sifat-sifat dari masing-masing bangun ruang dan merumuskan suatu rumus untuk menghitung luas permukaan bangun ruang atau volumenya. Siswa diperkenalkan dengan beberapa bentuk bangun ruang. antara buku dan kasur mempunyai jumlah 4 diagonal ruang. Luas ABCD = luas EFGH = p x l Luas BCFG = luas ADEH = l x t Luas ABEF = luas DCGH = p x t Jadi. Guru bisa memberikan pertanyaan “berapakan jumlah sisi dari prisma segiempat ?.EFGH yang memiliki panjang (p).2. • Lalu. siswa bisa menentukan ciri-ciri atau sifat dari bangun ruang yang telah diketahui. Dengan cara menggambarkan sebuah balok. luas permukaan balok tersebut adalah : 2(p x l)+( l x t)+( p x t) = 2 pl + 2 lt + 2 pt = 2 (pl+lt+pt) • Pada tahap formalisasi. Misalnya guru menggambarkan bentuk asli dari sebuah bangun kubus. sesuai dengan apa yang mereka telah lihat dalam kehidupannya sehari-hari. lebar (l). antara kardus dan buku mempunyai 6 sisi.” • Tahap yang lebih lanjut untuk pengenalan geometri ruang yaitu mengenai luas permukaan. Siswa bisa memberikan contoh dalam bentuk bangun lain. • • Penerapan dalam pembelajaran bangun datar Tahap pertama. dan tinggi (t). 3. Misalnya. Lalu. . “coba sebutkan sebuah benda yang berbentuk balok yang kalian sering lihat dirumah! ” dengan pertanyaan seperti ini. Dan memberikan penjelasan mengenai : H E D A F C B G Gambar diatas merupakan sebuah balok ABCD.

karena teori ini lebih mengarah kepermainan. Permainan Representasi (Representation) 5. • Kekurangan Teori belajar Dienes adalah : 6. Tidak semua materi dapat menggunakan teori belajar Dienes. Permainan dengan Simbolisasi (Symbolization) 6. 4. Tidak semua siswa memiliki kemampuan yang sama. Permainan yang Menggunakan Aturan (Games) 3. Bila pengajar tidak memiliki kemampuan mengarahkan siswa. dan menyenangkan. 2. Permainan Bebas (Free Play) 2. Konsep yang lebih dipahami dapat lebih mengakar karena siswa membuktikannya sendiri.BAB III KESIMPULAN • Teori belajar Dienes membagi belajar menjadi 6 tahapan. Dengan banyaknya contoh dengan melakukan permainan siswa dapat menerapkan kedalam situasi yang lain. guru sebagai fasilitator saja. Dominasi guru berkurang dan siswa lebih aktif. PAKEM dalam praktek pembelajarannya lebih berfokus pada keaktifan siswa. 16 . 5. Permainan Kesamaan Sifat (Searching for communalities) 4. Dengana menggunakan benda-benda konkrit. efektif. kreatif. maka siswa cenderung hanya bermain tanpa berusaha memahami konsep. siswa lebih dapat memahami maksud dari sebuah konsep dengan benar. 7. Susunan belajar akan lebih hidup. 8. yaitu: 1. 3. • Kelebihan Teori belajar Dienes adalah : 1. Permainan dengan Formalisasi (Formalization) • PAKEM adalah suatu bentuk pendekatan pembelajaran yang aktif. dan tidak membosankan. menyenangkan.

Tabrani dkk. Bandung: Rineka Cipta. Hamalik. Wilis Dahar 1988. Purwanto. Oemar. Psikologi Pendidikan. Psikologi Pendidikan. Ratna. Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Teori-teori Belajar. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. 17 . Ngalim. 1994. Bandung: Remaja Rosdakarya. 1992.Bandung: Remaja karya. Rusyan. Jakarta: Depdikbud.BAB IV DAFTAR PUSTAKA Dalyono. 1989.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->