Program Studi Teknik Arsitektur I FTSP - UMB I Modul Perkuliahan 2008 I Minggu III

Minggu III

GAMBAR PROYEKSI

CAKUPAN ISI Pada minggu ini akan dibahas tentang gambar-gambar proyeksi dan penulisan ukuran dalam gambar teknik.

TUJUAN PEMBELAJARAN Dari modul minggu ini, mahasiswa diharapkan memahami tentang gambar proyeksi beserta elemennya, serta mampu menggambarkannya dengan benar.

KRITERIA PENILAIAN Mengerti dan mampu menggambarkan obyek bangunan dengan menggunakan kaidah gambar proyeksi dengan lengkap dan benar.

METODA PENYAMPAIAN DAN PENILAIAN Metoda
1.

penyampaian

materi

yang

digunakan

untuk

mencapai

tujuan

pembelajaran seperti yang disebutkan diatas adalah: Perkuliahan/ceramah Visualisasi contoh-contoh Kerja studio 2. Diskusi
3. 4.

Sedangkan metode penilaian yang digunakan adalah:

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Danto Sukmajati, ST MENGGAMBAR TEKNIK

Skala 1:20 UKURAN-UKURAN Ada dua macam ukuran dalam gambar teknik. tugas dikumpul seusai perkuliahan. Waktu Pengerjaan pengerjaan perkuliahan. adalah melanjutkan tugas sebelumnya yaitu Gambar Proyeksi Bangunan 1. dan kop standar yang telah ditentukan. sedangkan ukuran vertical adalah ukuran yang digunakan untuk memberikan informasi ukuran vertical (dimensi ketinggian). 2. Tanya-jawab 2. Pemberian tugas Adapun materi penugasan belum diberikan pada perkuliahan di minggu ini. ST MENGGAMBAR TEKNIK .Program Studi Teknik Arsitektur I FTSP . Materi membuat gambar proyeksi denah tampak dan potongan sebuah bangunan lengkap dengan elemen notasi dan ukurannya. tampak. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .UMB Danto Sukmajati. 3. Format kertas gambar ukuran a3 dengan garis tepi 1 cm. Tujuan memahami dan mampu menggambarkan dengan benar komponen dasar gambar arsitektur (denah. waktu pengerjaan tugas selama 3 jam. Pertama adalah ukuran horizontal. dan yang kedua adalah ukuran vertical.UMB I Modul Perkuliahan 2008 I Minggu III 1. potongannya) beserta elemennya dalam bentuk bangunan sederhana. Ukuran horizontal adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur dimensi panjang dan lebar. tugas dilakukan setelah pembahasan materi 2.

Ujung dari garis pertolongan diberi tanda garis miring.UMB Danto Sukmajati. Untuk ukuran vertikal yang bukan menyatakan ketinggian. angkaangka harus dapat dibaca dari sebelah kanan gambar. Contoh gambar pelulisan ukuran vertikal Untuk ukuran-ukuran yang sempit dan rapat boleh digunakan pertolongan tanda panah. angka ditulis di samping kiri garis ukur dan arah angka sejajar dengan garis ukur tersebut (dari bawah ke atas). Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Untuk menyatakan suatu ketinggian diperlukan garis pertolongan tegak disertai tanda panah dan angka diletakkan di sebelah kanan garis ukuran ini dengan arch angka horizontal.UMB I Modul Perkuliahan 2008 I Minggu III Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggambar ukuran adalah: Garis ukuran harus ditarik tipis dan tidak boleh terputus-putus (tebal 0. Angka-angka tidak boleh terlalu kecil. Atau dapat dijelaskan sebagai berikut: gambar diputar 90° searah jarum jam sehingga posisi vertikal ini menjadi horizontal lalu diberi ukuran. sedangkan ke bawah dinyatakan dengan angka negative (-). angka/bilanganbilangan dituliskan di atas garis dan arah angka sejajar garis ukuran.Program Studi Teknik Arsitektur I FTSP .00 dan ke atas dinyatakan dengan angka positif (+). Untuk menyatakan ukuran-ukuran yang horizontal. angka ditulis di tempat lain. Atau dengan membandingkan dengan lantai dasar bangunan (lantai 1) sebagai ketinggian ± 0. Jadi. tanda panah atau bulatan. ST MENGGAMBAR TEKNIK . Garis-garis pertolongan ini (untuk ukuran-ukuran) harus digambar di luar bendanya.1 mm).

Proyeksi miring Garis-garis proyeksi membentuk sudut miring (# 90°) terhadap bidang proyeksi. di sini untuk menggambar suatu objek kita menempatkan bidang proyeksi atau bidang gambar di antara mata dan objek (cara Amerika). Proyeksi miring disebut jugs sebagai gambar pandangan tunggal karena dalam proyeksi ini ketiga dimensi benda akan terlihat sehingga untuk menggambarkan bendanya secara utuh cukup dengan satu gambar proyeksi.Program Studi Teknik Arsitektur I FTSP . Ada pula yang membuat cara gambar dengan menempatkan bidang proyeksi di belakang objek (cara Eropa). Keterangan: Titik A Bidang a Titik D Titik E Ada dua macam proyeksi sebagai berikut. Proyeksi tegak (ortogonal) : : : : titik mata/pandang bidang proyeksi proyeksi titik B pads bidang a dengan titik pandang di A proyeksi titik C pads bidang a dengan titik pandang di A Pusat Pengembangan Bahan Ajar . 1.UMB Danto Sukmajati. Jadi.UMB I Modul Perkuliahan 2008 I Minggu III GAMBAR PROYEKSI Di dalam teknik cara untuk menggambarkan suatu objek adalah dengan cara proyeksi. 2. ST MENGGAMBAR TEKNIK .

Hanya terlihat satu muka (dua dimensi) untuk setiap gambar proyeksi. Proyeksi ini dapat juga disebut sebagai proyeksi dengan titik hilang tak terhingga. Proyeksi ini disebut jugs proyeksi sejajar karena garis-garis objek yang sejajar tetap sejajar.UMB Danto Sukmajati. Proyeksi Miring (Gambar Pandangan Tunggal) Yang masuk proyeksi miring adalah: proyeksi aksonometri. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . dan proyeksi perspektif. yaitu isometri. ST MENGGAMBAR TEKNIK . Proyeksi Aksonometri Proyeksi aksonometri adalah proyeksi miring di mana tiga muka (dimensi) dari benda akan terlihat dengan bentuk dan ukuran yang sebanding benda ashnya.UMB I Modul Perkuliahan 2008 I Minggu III Garis-garis proyeksi selalu I bidang proyeksi dan salah satu bidang benda diletakkan sejajar dengan bidang proyeksi. Untuk menggambarkan proyeksi aksonometri dapat dilakukan dengan berbagai posisi. sedangkan proyeksi miring hanya digunakan untuk memperjelas suatu gambar. Diperlukan minimal tiga gambar proyeksi untuk menggambarkan suatu objek/benda. Dalam teknik sipil. Untuk ini dikenal tiga bentuk gambar. proyeksi ortogonal selalu dipakai untuk menggambarkan suatu objek. Proyeksi tegak disebut juga gambar pandangan majemuk. proyeksi tidak langsung (oblique).Program Studi Teknik Arsitektur I FTSP .

bertemu pads satu titik yang disebut titik hilang. yaitu perspektif dengan satu titik hilang (perspektif sudut). Bila c diambil dengan skala perbandingan 1.UMB Danto Sukmajati. trimetri.UMB I Modul Perkuliahan 2008 I Minggu III dimetri. Rusuk-rusuk a dan b digambar sesuai ukuran yang sebenamya (secara frontal). atau 1/3 nya. Sementara rusuk c digambar dengan skala perbandingan 1. dan. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . perspektif dengan dua titik hilang (perspektif miring). Ada tiga macam gambar perspektif. disebut gambar cavalier. Proyeksi Tidak Langsung (Gambar Oblique) Proyeksi tidak langsung adalah cara penggambaran pandangan tunggal di mana salah satu bidangnya (bidang muka) diletakkan sejajar bidang proyeksi dan diproyeksikan secara ortogonal. Pada bidang ini ukuran dan bentuk sesuai dengan benda aslinya. gambar ini disebut jugs sebagai gambar proyeksi titik hilang. sedangkan bila skala perbandingan 1/2. garisgaris sejajar dalam salah satu atau dua dimensinya.Program Studi Teknik Arsitektur I FTSP . Jadi. dan sudutnya adalah 45o. atau 60°. dapat dikatakan proyeksi tidak langsung adalah proyeksi sejajar di mana bidang depannya dibuat frontal. Proyeksi/Gambar Perspektif Proyeksi perspektif adalah cars penggambaran pandangan tunggal di mana dalam menggambarkan gambar proyeksinya. Oleh karena itu. disebut gambar cabinet (sering dipakai untuk menggambarkan suatu benda pada Gambar Teknik Mesin). sedangkan yang lainnya dengan cara proyeksi sejajar (secara miring). Pada proyeksi ini tidak ada satu garis pun yang ukurannya tepat seperti bendanya. Lebih lanjut mengenai gambar proyeksi aksonometri akan dibahas pada modulminggu berikutnya. ST MENGGAMBAR TEKNIK . perspektif dengan titik hilang tak terhingga (proyeksi sejajar). Pada Gambar Teknik Sipil gambar perspektif ini hanya dipakai untuk memperjelas gambar. 45°. Dengan sudut a diambil 30°.

sedangkan kuadran yang satunya untuk garis-garis proyeksi lengkung (kwena perubahan arah proyeksi). Di sini objeknya diletakkan dengan bidang-bidang koordinatnya sejajar dengan bidang proyeksi (disebut bidang frontal). dan seterusnya (ingat bidang proyeksi terletak di antara titik mata dan benda). gambargambar ini diletakkan sesuai dengan arah pandangannya. Masing-masing gambar proyeksi disebut sesuai dengan arah pandangnya. tampak atas atau bawah. Lain halnya dengan cara Amerika.UMB Danto Sukmajati. Proyeksi Ortogonal (Gambar Pandangan Majemuk) Gambar proyeksi ini memberikan informasi yang lengkap dan tepat dari suatu objek tiga dimensi karena bentuk dan ukurannya tepat seperti bendanya. Untuk mendapatkan gambar yang lengkap. ST MENGGAMBAR TEKNIK . Di sini hanya digambar tiga tampak masing-masing dalam kuadran suatu sumbu koordinat. tampak kiri atau kanan. yaitu gambar tampak kiri diletakkan di sebelah kiri. yaitu pandangan/tampak depan atau belakang. Eropa sehingga wring disebut cara Eropa. Tempatkan tampak atas pads kuadran III atau IV. Salah satu cara penggambaran proyeksi ortogonal adalah dengan cara gambar tiga kuadran.UMB I Modul Perkuliahan 2008 I Minggu III Lebih jauh mengenai gambar perspektif ini akan dibahas lebih lanjut dalam modul minggu-minggu berikutnya. Objeknya diproyeksikan secara ortogonal pads bidang-bidang proyeksi tersebut. bidang proyeksi dibuat tiga (sesuai tiga dimensi) atau lebih (bila diperlukan).Program Studi Teknik Arsitektur I FTSP . bidang proyeksi ini membungkus benda tersebut. tampak atas diletakkan di atas. Cara gambar proyeksi seperti ini banyak dipakai di negaranegara. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .

L. Yohanes. Konstruksi Perspektif. Florida A&M University Schaarwachter. Institut Teknologi Bandung Burden. Perspektif Untuk Para Arsitek. Ernest.. 2002)   Pusat Pengembangan Bahan Ajar . C. Frank. Erlangga Jassin. Graw-Hill White. Martin. Grafik Arsitektur. Erlangga Danto Sukmajati. Pengantar Arsitektur I.UMB I Modul Perkuliahan 2008 I Minggu III Keterangan gambar: A = Tampak depan B = Tampak belakang C = Tampak kiri D = Tampak kanan E = Tampak bawah F = Tampak atas DAFTAR PUSTAKA        Ching. Kanisius Modul Perkuliahan. Teknik Menggambar Arsitektur. Grafik Arsitektur. Menggambar Teknik (Modul Perkuliahan UMB. Mauro Budi. Edwart T.UMB Danto Sukmajati.. Mc. Entourage A Tracing File. A Graphic Focabulary for Architecture Presentation. Georg. Erlangga Suprayono.Program Studi Teknik Arsitektur I FTSP . ST MENGGAMBAR TEKNIK .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful