KONSEP DASAR PENDIDIKAN ISLAM

MAKALAH
dipresentasikan pada tanggal 22 Oktober 2009 di Jurusan Pendidikan Agama Islam
semester III dalam rangka melengkapi perkuliahan mata pelajaran Dasar-dasar
Pendidikan yang dibina oleh Munawar Hadiatin, S.Ag
Oleh :
DANI HIDAYAT
MA’HAD ‘ALY PERSATUAN ISLAM
KOTA TASIKMALAYA
2010 M/1431 H
Konsep Dasar Pendidikan Islam
i
KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala pemilik segala ilmu
pengetahuan baik bersifat duniawi maupun ukhrawi. Shalawat dan salam semoga
tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pembawa syari’at
yang sempurna sebagai duta dari Yang Maha Mengetahui (Allah Subhanahu wa
Ta’ala) untuk menyempurnakan akhlak manusia melalui pendidikannya kepada
manusia dari segala aspek pengetahuan ukhrawi yang menjadi landasan utama dalam
pendidikan Islam. Keselamatan juga semoga dilimpahkan kepada keluarganya, para
sahabatnya serta ummatnya yang senantiasa konsisten terhadap ajarannya.
Islam sebagai agama yang paripurna dan satu-satunya agama yang diakui oleh
Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki keistimewaan tersendiri dalam kehidupan
manusia. Ia tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya tetapi
mengatur pula hubungan manusia dengan manusia (sosial) dan hubungan manusia
dengan makhluknya.
Untuk mengatur hubungan-hubungan itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah
menggariskannya dalam al-Qur’an yang kemudian dipraktekkan oleh Rasulallah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (awalnya) kepada para sahabatnya melalui pendidikan
dengan metode yang bervariasi baik melalui perkataan, perbuatan maupun
persetujuannya kepada suatu perilaku sahabatnya. Lalu, secara eksplisit seperti
apakah konsep pendidikan Islam itu? Melalui makalah ini penulis berusaha
menjelaskannya sekemampuan menurut ilmu yang dimiliki.
Penulis menyadari bahwa setiap manusia memiliki kekurangan baik yang
diketahui oleh dirinya sendiri maupun tidak dan ini membutuhkan perhatian dari
orang lain sebagai bentuk saling menasihati dalam kebenaran (tawashau bil haq), oleh
karena itu penulis berharap ada saran dan kritik dari pembaca bilamana dalam
makalah ini ada suatu kesalahan atau kekurangan.
Akhirnya, hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kami memohon
perlindungan dan ampunan dari segala kekhilafan. Aamiin.
Tasikmalaya, 16 Oktober 2009
Penulis
Konsep Dasar Pendidikan Islam
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
A. Latar Belakang ...................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 2
A. Pengertian Pendidikan Islam ................................................................. 2
B. Sumber dan Dasar Pendidikan Islam ..................................................... 6
C. Tujuan Pendidikan Islam ....................................................................... 7
D. Kurikulum Pendidikan Islam ................................................................ 9
BAB III PENUTUP .................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA
Konsep Dasar Pendidikan Islam
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring perkembangan zaman, pembahasan konsep dan pendidikan semakin
meluas dan memiliki ruang yang signifikan untuk terus dikaji ulang. Ada tiga
alasan yang melatarbelakangi terjadinya hal itu: pertama, pendidikan melibatkan
peserta didik, pendidik dan penanggung jawab pendidikan, yang ketiganya
merupakan sosok manusia yang dinamis; kedua, perlunya inovasi pendidikan
untuk mengimbangi perkembangan sains dan teknologi; ketiga, tuntutan dari
globalisasi dalam segala hal. Ketiga alasan diatas merupakan tantangan yang
harus dijawab oleh dunia pendidikan, agar manusia terus melangsungkan
kehidupannya dalam kondisi yang dinamis, inovatif dan mengglobal ini.
Subyektifitas manusia dalam mengkaji pendidikan itu sendiri memunculkan
berbagai konsep dan teori pendidikan sesuai dengan wacana dan cara pandang
mereka. Salah satunya yakni konsep pendidikan Islam yang didasarkan atas nilai-
nilai dogmatis Islam sebagai wahyu Ilahi tanpa mengesampingkan sumber-
sumber komponen lain dalam pendidikan.
B. Rumusan Masalah
Bertolak dari pernyataan diatas, dalam makalah ini penulis mencoba
membahas hal-hal yang berkaitan dengannya, yaitu:
1. Pengertian pendidikan Islam
2. Sumber dan dasar pendidikan Islam
3. Tujuan pendidikan Islam
4. Kurikulum pendidikan Islam
Konsep Dasar Pendidikan Islam
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pendidikan Islam
Istilah pendidikan berasal dari bahasa Yunani, yaitu “paedagogie” yang
berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (2001:263) pendidikan adalah “proses pengubahan sikap dan tata laku
seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui
upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik.” Sedangkan
menurut para ahli , pengertian pendidikan adalah sebagai berikut:
1. Menurut John Dewey, pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna
pengalaman, hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau
pergaulan orang dewasa dengan orang muda, mungkin pula terjadi secara
sengaja dan dilembagakan untuk menghasilkan kesinambungan sosial. Proses
ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa
dan kelompok dimana dia hidup.
2. Menurut H. Horne, pendidikan adalah proses yang terus menerus (abadi) dari
penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang
secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada Tuhan, seperti
termanifesatsi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari
manusia.
3. Menurut Frederick J. Mc Donald, pendidikan adalah suatu proses atau
kegiatan yang diarahkan untuk merubah tabiat (behavior) manusia. Yang
dimaksud dengan behavior adalah setiap tanggapan atau perbuatan seseorang,
sesuatu yang dilakukan oleh seseorang.
4. Menurut M.J. Langeveld, pendidikan adalah setiap pergaulan yang terjadi
antara orang dewasa dengan anak-anak merupakan lapangan atau suatu
keadaan dimana pekerjaan mendidik itu berlangsung.
1
5. Menurut Ki Hajar Dewantara sebagaimana dikutip oleh Prof. Dr. H. Abuddin
Nata, MA. dalam bukunya Filsafat Pendidikan Islam (1997), pendidikan
adalah usaha yang dilakukan dengan penuh keinsyafan yang ditujukan untuk
keselamatan dan kebahagiaan manusia. Pendidikan tidak hany bersifat pelaku
pembangunan tetapi sering merupakan perjuangan. Pendidikan berarti
memelihara hidup kearah pengajuan, tidak boleh melanjutkan hari kemarin

1
H. A. Yunus, Drs., S.H., Filsafat Pendidikan, Bandung:CV. Citra Sarana Grafika. 1999. hlm. 7-9
Konsep Dasar Pendidikan Islam
3
menurut alam kemarin. Pendidikan adalah usaha kebudayaan, berasas
peradaban, yakni memajukan hidup agar mempertinggi derajat kemanusiaan.
6. Menurut Soegarda Purbakawaca, dalam arti umum, pendidikan mencakup
segala usaha dan perbuatan dari generasi tua untuk mengalihkan
perjalanannya, pengetahuannya, kecakapannya serta keterampilannya kepada
generasi muda untuk melakukan fungsi hidupnya dalam pergaulan bersama
sebaik-baiknya.
2
7. Menurut Prof. Dr. Azzumardi Azra. MA, pendidikan adalah suatu proses
dimana suatu bangsa atau Negara membina dan mengembangkan kesadaran
diri di antara individu-individu. Dengan kesadaran tersebut suatu bangsa atau
negara dapat mewariskan kekayaan budaya atau pemikiran kepada generasi
berikutnya, sehingga menjadi inspirasi bagi mereka dalam setiap aspek
kehidupan.
3
Dari pengertian para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan dapat
diartikan secara sempit dan dapat pula diartikan secara luas. Secara sempit dapat
diartikan “bimbingan yang diberikan kepada anak-anak sampai dewasa.”
4
Adapun pengertian pendidikan secara luas adalah “segala sesuatu yang
menyangkut proses perkembangan dan pengembangan manusia, yaitu upaya
menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai bagi anak didik sehingga nilai-nilai
yang terkandung dalam pendidikan menjadi bagian dari kepribadian anak yang
pada gilirannya ia menjadi orang pandai, baik, mampu hidup dan berguna bagi
masyarakat”.
5
Sedangkan kaitannya dengan Islam, maka ada tiga istilah umum yang
sering digunakan dalam pendidikan (Islam), yaitu : at-Tarbiyyah (pengetahuan
tentang ar-Rabb), at-Ta’lim (ilmu teoritik, kreativitas, komitmen tinggi dalam
mengembangkan ilmu, serta sikap hidup yang menjunjung tinggi nilai-nilai
ilmiah), dan at-Ta’dib (integrasi ilmu dan amal).
1. Istilah al-Tarbiyah
Kata Tarbiyah berasal dari kata dasar “rabba” (ﻰﱠ ﺑَر), yurabbi (ﻰّ ِﺑَ ﺮُ ﯾ) menjadi
“tarbiyah” yang mengandung arti memelihara, membesarkan dan mendidik.
Dalam statusnya sebagai khalifah berarti manusia hidup di alam mendapat
kuasa dari Allah untuk mewakili dan sekaligus sebagai pelaksana dari peran

2
Prof. Dr. H. Abuddin Nata, MA., Kafita Selekta Pendidikan Islam. Bandung:Angkasa, 2003. hlm. 12
3
Ibid, hlm. 40
4
Ahmad D. Marribah, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung:Al-Ma’arif. 1981. hlm. 30
5
Syed Muhammad al-Naquib al-Attas, Konsep Pendidikan Dalam Islam. Bandung:Mizan. 1984. cet.
Ke-1. hlm. 60)
Konsep Dasar Pendidikan Islam
4
dan fungsi Allah di alam. Dengan demikian manusia sebagai bagian dari alam
memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang bersama alam
lingkungannya. Tetapi sebagai khalifah Allah maka manusia mempunyai
tugas untuk memadukan pertumbuhan dan perkembangannya bersama dengan
alam.
6
2. Istilah al-Ta’lim
Secara etimologi, ta’lim berkonotasi pembelajaran, yaitu semacam proses
transfer ilmu pengetahuan. Hakekat ilmu pengetahuan bersumber dari Allah
Subhanahu wa Ta’ala. Adapun proses pembelajaran (ta’lim) secara simbolis
dinyatakan dalam informasi al-Qur’an ketika penciptaan Adam as oleh Allah
Subhanahu wa Ta’ala, ia menerima pemahaman tentang konsep ilmu
pengetahuan langsung dari penciptanya. Proses pembelajaran ini disajikan
dengan menggunakan konsep ta’lim yang sekaligus menjelaskan hubungan
antara pengetahuan Adam as dengan Tuhannya. (Jalaluddin, 2001:122).
3. Istilah al-Ta’dib
Al-Ta’dib berarti pengenalan dan pengetahuan secara berangsur-angsur
ditanamkan ke dalam diri manusia (peserta didik) tentang tempat-tempat yang
tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan. Dengan pendekatan ini
pendidikan akan berfungsi sebagai pembimbing ke arah pengenalan dan
pengakuan tempat Tuhan yang tepat dalam tatanan wujud dan kepribadiannya.
Ahmad D. Marimba menyatakan pendidikan Islam adalah “bimbingan
jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju kepada
terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran Islam atau memiliki kepribadian
muslim.”
Mushtafa Al-Ghulayani berpendapat bahwa pendidikan Islam adalah
menanamkan akhlak yang mulia ke dalam jiwa anak dalam masa pertumbuhannya
dan menyiraminya dengan petunjuk dan nasihat, sehingga akhlak mereka menjadi
salah satu kemampuan yang meresap dalam jiwanya dan mewujudkan keutamaan,
kebaikan, dan cinta bekerja bagi kemanfaatan tanah air.
7
H.M Chabib Thoha (1996:99), menyatakan bahwa pendidikan Islam adalah
“pendidikan yang falsafah dan tujuan serta teori-teori dibangun untuk
melaksanakan praktek pendidikan yang didasarkan nilai-nilai dasar Islam yang
terkandung dalam al-Qur’an dan hadits Nabi.”

6
Zuhairini. Drs, dkk, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta:Bumi Aksara. 1995. cet. I. hlm. 121
7
Prof. Dr. H. Abuddin Nata, ibid. hlm. 59-60
Konsep Dasar Pendidikan Islam
5
Pendidikan Islam adalah usaha merubah tingkah laku individu didalam
kehidupan pribadinya atau kehidupan kemasyarakatannya dan kehidupan dalam
alam sekitar melalui proses pendidikan.
8
Syekh A. Naquib al-Attas memberikan pengertian bahwa pendidikan Islam
adalah “usaha yang dilakukan oleh pendidik terhadap anak didik untuk
pengenalan dan pengakuan tempat-tempat yang benar dari segala sesuatu dari
tatanan penciptaan, sehingga membimbing mereka kea rah pengenalan dan
pengakuan akan tempat Tuhan yang tepat didalam tatanan wujud dan
kepribadian”.
Adapun M. Yusuf Qardhawi sebagaimana dikutip oleh Prof. Dr. Abuddin
Nata, MA. (2003:60) memberikan pengertian “pendidikan manusia seutuhnya;
akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan keterampilannya. Karena itu
pendidikan Islam menyiapkan manusia untuk hidup baik dalam keadaan damai
maupun perang, dan menyiapkannya untuk menghadapi masyarakat dengan
segala kebaikan dan kejahatan, manis dan pahit.”
Setidak-tidaknya ada tiga poin yang dapat disimpulkan dari beberapa
pengertian pendidikan Islam di atas, yaitu:
pertama, pendidikan Islam menyangkut aspek jasmani dan rohani.
Keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu
pembinaan terhadap keduanya harus seimbang (tawazun).
Kedua, Pendidikan Islam berdasarkan konsepsinya pada nilai-nilai religius.
Ini berarti bahwa pendidikan Islam tidak mengabaikan teologis sebagai sumber
dari ilmu itu sendiri. Sebagaimana firman Allah :
´.l.´. »:¦´. ´.!.-N¦ !±l´ ¯.. ¯.·..´¸. _ls «>..l.l¦ _!1· _..:..¦ .!.`.!. .N¡.>
_| ¯...´ _.·... ¯¸
dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya,
kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman:
"Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-
orang yang benar!" (Qs. Al-Baqarah [2] : 31)
Dari ayat di atas menunjukkan adanya epistemologi dalam Islam, yakni
bahwa ilmu pengetahuan bersumber dari yang satu, Allah Subhanahu wa Ta’ala.

8
Prof. Dr. Omar Muhammad Al-Toumy Al-Syaibani, Falsafah At-Tarbiyah Al-Islamiyah, ter. Dr.
Hasan Lunggalung, Jakarta:Bulan Bintang, Cet., ke-1 1979., hal 399
Konsep Dasar Pendidikan Islam
6
Ketiga, adanya unsur takwa sebagai tujuan yang harus dicapai.
Sebagaimana kita ketahui, bahwa takwa merupakan benteng yang dapat berfungsi
sebagai daya tangkal terhadap pengaruh-pengaruh negatif yang datang dari luar.
Berdasarkan pengertian dari tiga poin di atas dapat disimpulkan bahwa
pendidikan Islam adalah “bimbingan yang diberikan oleh seseorang agar ia
berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam.”
9
B. Sumber dan Dasar Pendidikan Islam
Pendidikan Islam bersumber pada enam hal, yaitu al-Qur’an (yang
merupakan sumber utama dalam ajaran Islam), as-Sunnah (perkataan, perbuatan
dan persetujuan Nabi atas perkataan dan perbuatan para sahabatnya), kata-kata
sahabat (madzhab shahabat), kemaslahatan umat (mashalih al-mursalah), tradisi
atau kebiasaan masyarakat (‘urf) dan ijtihad (hasil para ahli dalam Islam).
Keenam sumber tersebut disusun dan digunakan secara hierarkis, artinya
rujukan pendidikan Islam berurutan diawali dari sumber utama yakni al-Qur’an
dan dilanjutkan hingga sumber-sumber yang lain dengan tidak menyalahi atau
bertentangan dengan sumber utama.
Sedangkan dasar dari pendidikan Islam adalah tauhid. Dalam struktur
ajaran Islam, tauhid merupakan ajaran yang sangat fundamental dan mendasari
segala aspek kehidupan penganutnya, tak terkecuali aspek pendidikan. Dalam
kaitan ini para pakar berpendapat bahwa dasar pendidikan Islam adalah tauhid.
Melalui dasar ini dapat dirumuskan hal-hal sebagai berikut:
1. Kesatuan kehidupan. Bagi manusia ini berarti bahwa kehidupan duniawi
menyatu dengan kehidupan ukhrawinya. Sukses atau kegagalan ukhrawi
ditentukan diduniawinya.
2. Kesatuan ilmu. Tidak ada pemisahan antara ilmu-ilmu agama dengan ilmu-
ilmu umum karena semuanya bersumber dari satu sumber, yaitu Allah
Subhanahu wa Ta’ala.
3. Kesatuan iman dan rasio. Karena masing-masing dibutuhkan dan masing-
masing mempunyai wilayahnya, sehingga harus saling melengkapi.
4. Kesatuan agama. Agama yang dibawa oleh para nabi semuanya bersumber
dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, prinsip-prinsip pokoknya menyangkut
akidah dan akhlak tetap sama, dari zaman dahulu sampai zaman sekarang.

9
Ahmad Tafsir, Dr., Ilmu Pendidikan dalam perspektif Islam, Bandung: Remaja Rosda Karya, Cet.
Ke-4, 2001. hal. 32
Konsep Dasar Pendidikan Islam
7
5. Kesatuan kepribadian manusia. Mereka semua diciptakan dari tanah dan roh
ilahi.
6. Kesatuan individu dan masyarakat. Masing-masing harus saling menunjang.
10
C. Tujuan pendidikan Islam
Tujuan pendidikan Islam secara umum adalah untuk mencapai tujuan hidup
muslim, yakni menumbuhkan kesadaran manusia sebagai makhluk Allah SWT
agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berakhlak mulia dan
beribadah kepada-Nya.
Tujuan pendidikan Islam adalah “suatu istilah untuk mencari fadilah,
kurikulum pendidikan islam berintikan akhlak yang mulia dan mendidik jiwa
manusia berkelakuan dalam hidupnya sesuai dengan sifat-sifat kemanusiaan yakni
kedudukan yang mulia yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala melebihi
makhluk-makhluk lain dan dia diangkat sebagai khalifah.”
11
Tujuan pendidikan Islam memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Mengarahkan manusia agar menjadi khalifah Tuhan dimuka bumi dengan
sebaik-baiknya, yaitu melaksanakan tugas-tugas memakmurkan dan mengolah
bumi sesuai dengan kehendak Tuhan.
2. Mengarahkan manusia agar seluruh pelaksanaan tugas kekhalifahannya
dimuka bumi dilaksanakan dalam rangka beribadah kepada Allah, sehingga
tugas tersebut terasa ringan dilaksanakan.
3. Mengarahkan manusia agar berakhlak mulia, sehingga tidak
menyalahgunakan fungsi kekhalifahannya.
4. Membina dan mengarahkan potensi akal, jiwa dan jasmaninya, sehingga ia
memiliki ilmu, akhlak dan keterampilan yang semua ini dapat digunakan guna
mendukung tugas pengabdian dan kekhalifahannya.
5. Mengarahkan manusia agar dapat mencapai kebahagiaan hidup didunia dan
diakhirat.
12
Apabila perumusan tersebut dikaitkan dengan ayat-ayat al-Qur’an dan
hadits maka tujuan pendidikan Islam adalah sebagai berikut:
1. Tujuan pertama adalah menumbuhkan dan mengembangkan ketakwaan
kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana firman-Nya:

10
HM. Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur’an, Tafsir Maudhu’i atas berbagai persoalan umat.
Bandung:Mizan, 1996. cet. Ke-3 hal. 382-383
11
Hasan Lunggalung, Asas-asas Pendidikan Islam; Pustaka Al-Husna, cet ke-2, 1992. hlm. 117
12
Prof. H. Abudin Nata, MA. ibid. hlm 53-54
Konsep Dasar Pendidikan Islam
8
!..!.. _·¦ ¦.`..¦´. ¦.1.¦ ´<¦ _> .«.!1. N´. _·..· N| ...¦´. _..l`.¯. ¸¸'
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar
takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam
Keadaan beragama Islam. (Qs. Ali Imran [3] : 102)
2. Tujuan pendidikan Islam adalah menumbuhkan sikap dan jiwa yang selalu
beribadah kepada Allah, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
!.´. ·1l> ´>'¦ ´.N¦´. N| _...-´.l ''
dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
mengabdi kepada-Ku. (Qs. Adz-Dzariyat [51] : 56)
3. Tujuan pendidikan Islam adalah membina dan memupuk akhlakul karimah
sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
! ! ! ! ! ! !!!!! ! ! ! ! ! ! ! ! !!! ! ! !! ! ! !! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! !! ! ! ! ! !!!! ! ! !! ! ! !!! ! ! !!! ! ! !! !
!!!! ! ! ! ! ! ! !
Dari Abu Hurairah Radliyallahu ‘Anhu (semoga Allah meridlainya) ia
berkata, bahwa Rasulallah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda:
“sesungguhnya aku diutus (oleh Allah) untuk menyempurnakan akhlak
(manusia).”
13
Apabila diambil kesimpulan sesuai dengan pendapat Dr. M. Athiyah al-
Abrasi maka tujuan pendidikan Islam bukan hanya sekedar memahami otak
murid-murid dengan ilmu pengetahuan tetapi tujuannya adalah, mendidik akhlak
dengan memperhatikan segi-segi kesehatan, pendidikan fisik dan mental,
perasaan dan praktek mempersiapkan manusia menjadi anggota masyarakat.
Suatu moral yang tinggi adalah tujuan utama dan tertinggi dalam pendidikan
Islam bukan sekedar mengajarkan kepada anak-anak apa yang tidak diketahui
mereka, tetapi lebih jauh dari itu menanamkan fadilah, membiasakan bermoral
tinggi, sopan santun, islamiyah, tingkah perbuatan yang baik sehingga hidup ini
menjadi suci, kesucian yang disertai dengan keikhlasan.
14

13
Imam al-Baihaqy, Sunan Kubra, Juz 10 hlm. 192
14
Prof. M. Athiyah Al-Abrasy, Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam, Jakarta:Bulan Bintang, cet ke-4
tahun 1984
Konsep Dasar Pendidikan Islam
9
D. Kurikulum Pendidikan Islam
Perlu ditegaskan terlebih dahulu dalam kurikulum pendidikan Islam ada
dua kurikulum inti sebagai kerangka dasar operasional pengembangan kurikulum.
Pertama, tauhid sebagai unsur pokok yang tidak dapat dirubah. Kedua, perintah
membaca ayat-ayat Allah yang meliputi tiga macam ayat, yaitu: 1) ayat Allah
yang berdasarkan wahyu, 2) ayat Allah yang ada pada diri manusia, 3) ayat Allah
yang terdapat di alam semesta atau di luar manusia. Adapun prinsip umum yang
menjadi dasar kurikulum pendidikan Islam adalah:
1. Adanya pertautan yang sempurna dengan agama, termasuk ajaran-ajaran dan
nilai-nilainya.
2. Prinsip menyeluruh (universal) pada tujuan-tujuan dan kandungan-kandungan
kurikulum.
3. Keseimbangan yang relatif antara tujuan dan kandungan-kandungan
kurikulum.
4. Perkaitan dengan bakat, minat, kemampuan-kemampuan, dan kebutuhan, dan
juga dengan alam sekitar, fisik, dan sosial tempat berinteraksi.
5. Pemeliharaan atas perbedaaan-perbedaan individu dilingkungan masyarakat.
6. Penyesuaian dengan perkembangan dan perubahan yang berlaku dalam
kehidupan.
7. Pertautan antara mata pelajaran, pengalaman, dan aktivitas yang terkandung
dalam kurikulum dengan kebutuhan murid dan kebutuhan masyarakat tempat
murid itu tinggal. (Widodo, 2008:193-194)
Mengingat urgensinya, didalam Islam ada tiga hal yang harus secara serius
diajarkan kepada anak didik, yaitu:
1. Pendidikan akidah/keimanan. Ini merupakan hal yang sangat penting untuk
mencetak generasi muda yang tangguh dan teguh dalam imtaq dan terhindar
dari aliran yang menyesatkan kaum remaja seperti black metal atau kelompok
pemuja syetan yang akhir-akhir ini sangat dikhawatirkan oleh para orang tua.
2. Pendidikan ibadah. Ini merupakan hal yang harus lebih serius diajarkan
kepada anak untuk membangun generasi muda yang komitmen dan terbiasa
melaksanakan ibadah. Terutama ibadah shalat dan membaca al-Qur’an yang
saat ini hanya dilakukan oleh minoritas anak remaja. Bahkan tidak sedikit
anak remaja yang sudah meninggalkan shalat dengan sengaja.
3. Pendidikan akhlak-karimah. Ini merupakan hal yang harus sungguh-sungguh
dan mendapat perhatian ekstra dari semua pihak terutama para orang tua dan
Konsep Dasar Pendidikan Islam
10
para pendidik di setiap sekolah (dan yang lainnya-pen.). dengan pendidikan
akhlak-karimah akan melahirkan generasi rabbani, atau generasi yang
bertaqwa, cerdas dan berakhlak mulia.
15
Ketiga ajaran tersebut dikemas oleh lembaga pendidikan Islam dan
direncanakan dengan teratur dalam sistem kurikulum dengan silabusnya sebagai
penjabaran isi ajaran pokok Islam.
Isi kurikulum Islam bila berdasarkan Qs. Fushshilat [41] ayat 53,
mengandung tiga hal pokok sebagai berikut :
1. Isi kurikulum yang berorientasikan pada ketuhanan, yang berpijak pada
wahyu Ilahi.
2. Isi kurikulum yang berorientasikan pada kemanusiaan, yang berpijak pada
ayat-ayat anfusi.
3. Isi kurikulum yang berorientasikan pada kealaman, yang berpijak pada ayat-
ayat afaqi.
Ketiga isi kurikulum ini disampaikan dengan terpadu, tanpa adanya
pemisahan, misalnya apabila membicarakan masalah sifat-Nya, hal ini terkait
dengan relasi Tuhan dengan manusia atau alam.

15
Majalah Risalah No. 3 Th. 46 Jumadits Tsani 1429 H/Juni 2008 M
Konsep Dasar Pendidikan Islam
11
BAB III
PENUTUP
Dari berbagai rumusan dan pembahasan diatas dapat disimpulkan hal-hal
sebagai berikut:
1. Pendidikan Islam adalah usaha-usaha untuk menyampaikan ilmu pengetahuan
dan nilai-nilai Islam baik dalam bentuk bimbingan rohani maupun jasmani,
mewujudkan terbentuknya manusia yang memiliki kepribadian utama serta
kesuksesan di dunia dan akhirat.
2. Pendidikan Islam bersumber pada enam hal, yaitu al-Qur’an, as-Sunnah, kata-
kata sahabat (madzhab shahabat), kemaslahatan umat (mashalih al-mursalah),
tradisi atau kebiasaan masyarakat (‘urf) dan ijtihad (hasil para ahli dalam
Islam). Keenam sumber tersebut disusun dan digunakan secara hierarkis,
dengan tidak menyalahi atau bertentangan dengan sumber utama, yaitu al-
Qur’an.
Sedangkan dasar dari pendidikan Islam adalah tauhid, yakni kesatuan
kehidupan, ilmu, iman dan rasio, agama dan kepribadian manusia, serta
kesatuan individu dan masyarakat.
3. Tujuan pendidikan Islam adalah terbentuknya insane kamil yang mempunyai
wawasan kaffah agar mampu melaksanakan tugas-tugas kehambaan,
kekhalifahan dan pewaris Nabi.
4. Pendidikan Islam memiliki dua kurikulum inti sebagai kerangka dasar
operasional pengembangan kurikulum, yaitu : 1) tauhid sebagai unsur pokok
yang tidak dapat dirubah. 2) perintah membaca ayat-ayat Allah yang meliputi
tiga macam ayat, yaitu: a) ayat Allah yang berdasarkan wahyu, b) ayat Allah
yang ada pada diri manusia, c) ayat Allah yang terdapat di alam semesta atau
di luar manusia. Bila berdasarkan Qs. Fushshilat [43] ayat 53, mengandung
tiga hal pokok sebagai berikut: Isi kurikulum yang berorientasikan pada
ketuhanan, kemanusiaan dan kealaman.
Konsep Dasar Pendidikan Islam
12
DAFTAR PUSTAKA
Balai Pustaka, Kamus Besar Bahasa Indonesia,
CD Hadits Maktabah Asy-Syamilah
Departemen Agama Republik Indonesia, 2006. Al-Qur’an dan Terjemahnya,
Bandung: CV. Penerbit Diponegoro.
http://makalah-ibnu.blogspot.com/2008/10/hakikat-dan-tujuan-pendidikan-islam.html
Majalah Risalah No. 3 th. 1429 H/2008 M, Berharap Pendidikan Agama Pada
Sekolah? Hlm. 26 Jumadits Tsani 1429 H/Juni 2008.
Nata, Abuddin, Prof. Dr. H. MA., 2003. Kafita Selekta Pendidikan Islam.
Bandung:Angkasa.
Widodo, Sembodo Ardi. Dr., 2008. Kajian Filosofis Pendidikan Barat dan Islam.
Jakarta:PT. Nimas Multima

secara eksplisit seperti apakah konsep pendidikan Islam itu? Melalui makalah ini penulis berusaha menjelaskannya sekemampuan menurut ilmu yang dimiliki.KATA PENGANTAR Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala pemilik segala ilmu pengetahuan baik bersifat duniawi maupun ukhrawi. Islam sebagai agama yang paripurna dan satu-satunya agama yang diakui oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki keistimewaan tersendiri dalam kehidupan manusia. Ia tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya tetapi mengatur pula hubungan manusia dengan manusia (sosial) dan hubungan manusia dengan makhluknya. 16 Oktober 2009 Penulis Konsep Dasar Pendidikan Islam i . Aamiin. Untuk mengatur hubungan-hubungan itu. Lalu. Tasikmalaya. para sahabatnya serta ummatnya yang senantiasa konsisten terhadap ajarannya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pembawa syari’at yang sempurna sebagai duta dari Yang Maha Mengetahui (Allah Subhanahu wa Ta’ala) untuk menyempurnakan akhlak manusia melalui pendidikannya kepada manusia dari segala aspek pengetahuan ukhrawi yang menjadi landasan utama dalam pendidikan Islam. Keselamatan juga semoga dilimpahkan kepada keluarganya. hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kami memohon perlindungan dan ampunan dari segala kekhilafan. perbuatan maupun persetujuannya kepada suatu perilaku sahabatnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menggariskannya dalam al-Qur’an yang kemudian dipraktekkan oleh Rasulallah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (awalnya) kepada para sahabatnya melalui pendidikan dengan metode yang bervariasi baik melalui perkataan. Akhirnya. oleh karena itu penulis berharap ada saran dan kritik dari pembaca bilamana dalam makalah ini ada suatu kesalahan atau kekurangan. Penulis menyadari bahwa setiap manusia memiliki kekurangan baik yang diketahui oleh dirinya sendiri maupun tidak dan ini membutuhkan perhatian dari orang lain sebagai bentuk saling menasihati dalam kebenaran (tawashau bil haq).

................................................... B....... BAB II PEMBAHASAN ... Sumber dan Dasar Pendidikan Islam ......................................................... Latar Belakang .................. 10 Konsep Dasar Pendidikan Islam ii ........................................ A................................................ BAB I PENDAHULUAN .................................................. D.......................................................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .................................. Tujuan Pendidikan Islam ................................................................................................................................ C............................... B.................................................................................. Kurikulum Pendidikan Islam .......................................................................... DAFTAR ISI .............. A.............................. Pengertian Pendidikan Islam .......................................... Rumusan Masalah ................................................. DAFTAR PUSTAKA i ii 1 1 1 2 2 6 7 9 BAB III PENUTUP ......................................................

tuntutan dari globalisasi dalam segala hal. pembahasan konsep dan pendidikan semakin meluas dan memiliki ruang yang signifikan untuk terus dikaji ulang. inovatif dan mengglobal ini. Sumber dan dasar pendidikan Islam 3. agar manusia terus melangsungkan kehidupannya dalam kondisi yang dinamis. Pengertian pendidikan Islam 2. Salah satunya yakni konsep pendidikan Islam yang didasarkan atas nilainilai dogmatis Islam sebagai wahyu Ilahi tanpa mengesampingkan sumbersumber komponen lain dalam pendidikan. pendidik dan penanggung jawab pendidikan. ketiga. kedua. Latar Belakang Seiring perkembangan zaman. pendidikan melibatkan peserta didik. perlunya inovasi pendidikan untuk mengimbangi perkembangan sains dan teknologi. Subyektifitas manusia dalam mengkaji pendidikan itu sendiri memunculkan berbagai konsep dan teori pendidikan sesuai dengan wacana dan cara pandang mereka. yaitu: 1. B.BAB I PENDAHULUAN A. Rumusan Masalah Bertolak dari pernyataan diatas. Kurikulum pendidikan Islam Konsep Dasar Pendidikan Islam 1 . dalam makalah ini penulis mencoba membahas hal-hal yang berkaitan dengannya. Tujuan pendidikan Islam 4. yang ketiganya merupakan sosok manusia yang dinamis. Ketiga alasan diatas merupakan tantangan yang harus dijawab oleh dunia pendidikan. Ada tiga alasan yang melatarbelakangi terjadinya hal itu: pertama.

yaitu “paedagogie” yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Pengertian Pendidikan Islam Istilah pendidikan berasal dari bahasa Yunani. Bandung:CV. pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang diarahkan untuk merubah tabiat (behavior) manusia. 7-9 Konsep Dasar Pendidikan Islam 2 . 3. Pendidikan tidak hany bersifat pelaku pembangunan tetapi sering merupakan perjuangan. hlm. Drs. Proses ini melibatkan pengawasan dan perkembangan dari orang yang belum dewasa dan kelompok dimana dia hidup. cara. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001:263) pendidikan adalah “proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Langeveld. Mc Donald. MA. proses. H. Pendidikan berarti memelihara hidup kearah pengajuan. Horne. Abuddin Nata. S. dalam bukunya Filsafat Pendidikan Islam (1997). Menurut M. 4. pendidikan adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental. 2. Menurut Ki Hajar Dewantara sebagaimana dikutip oleh Prof. pendidikan adalah usaha yang dilakukan dengan penuh keinsyafan yang ditujukan untuk keselamatan dan kebahagiaan manusia. emosional dan kemanusiaan dari manusia. tidak boleh melanjutkan hari kemarin 1 H.1 5..BAB II PEMBAHASAN A.” Sedangkan menurut para ahli . pendidikan adalah setiap pergaulan yang terjadi antara orang dewasa dengan anak-anak merupakan lapangan atau suatu keadaan dimana pekerjaan mendidik itu berlangsung. Menurut H. Menurut Frederick J. pengertian pendidikan adalah sebagai berikut: 1. seperti termanifesatsi dalam alam sekitar intelektual. Yang dimaksud dengan behavior adalah setiap tanggapan atau perbuatan seseorang.J. mungkin pula terjadi secara sengaja dan dilembagakan untuk menghasilkan kesinambungan sosial. A. hal ini mungkin akan terjadi di dalam pergaulan biasa atau pergaulan orang dewasa dengan orang muda.. Menurut John Dewey. 1999. perbuatan mendidik. Filsafat Pendidikan. Citra Sarana Grafika. pendidikan adalah suatu proses pembaharuan makna pengalaman. Yunus. sesuatu yang dilakukan oleh seseorang. Dr. yang bebas dan sadar kepada Tuhan.H.

MA. 60) Konsep Dasar Pendidikan Islam 3 .5 Sedangkan kaitannya dengan Islam.. Bandung:Angkasa. Secara sempit dapat diartikan “bimbingan yang diberikan kepada anak-anak sampai dewasa. dalam arti umum. dan at-Ta’dib (integrasi ilmu dan amal). Marribah. hlm.3 Dari pengertian para ahli diatas. pendidikan adalah suatu proses dimana suatu bangsa atau Negara membina dan mengembangkan kesadaran diri di antara individu-individu. hlm. hlm. maka ada tiga istilah umum yang sering digunakan dalam pendidikan (Islam). Dengan kesadaran tersebut suatu bangsa atau negara dapat mewariskan kekayaan budaya atau pemikiran kepada generasi berikutnya.menurut alam kemarin. dapat disimpulkan bahwa pendidikan dapat diartikan secara sempit dan dapat pula diartikan secara luas. Menurut Prof. yaitu upaya menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai bagi anak didik sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan menjadi bagian dari kepribadian anak yang pada gilirannya ia menjadi orang pandai. 12 Ibid. 1. sehingga menjadi inspirasi bagi mereka dalam setiap aspek kehidupan. Istilah al-Tarbiyah Kata Tarbiyah berasal dari kata dasar “rabba” (‫ . Dr. kreativitas. 40 4 Ahmad D. Abuddin Nata. 6. Bandung:Al-Ma’arif. membesarkan dan mendidik. 1984.) َ ﱠﻰ‬yurabbi (‫ )ﯾﺮّﻰ‬menjadi ‫رﺑ‬ ‫ﺑ‬ َِ ُ “tarbiyah” yang mengandung arti memelihara. Dalam statusnya sebagai khalifah berarti manusia hidup di alam mendapat kuasa dari Allah untuk mewakili dan sekaligus sebagai pelaksana dari peran 2 3 Prof. Kafita Selekta Pendidikan Islam. pengetahuannya. H. yakni memajukan hidup agar mempertinggi derajat kemanusiaan. MA. Ke-1. baik. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. pendidikan mencakup segala usaha dan perbuatan dari generasi tua untuk mengalihkan perjalanannya. kecakapannya serta keterampilannya kepada generasi muda untuk melakukan fungsi hidupnya dalam pergaulan bersama sebaik-baiknya. Bandung:Mizan. 1981. Dr. at-Ta’lim (ilmu teoritik. cet. Menurut Soegarda Purbakawaca.2 7. 2003. berasas peradaban. Pendidikan adalah usaha kebudayaan. Azzumardi Azra. komitmen tinggi dalam mengembangkan ilmu.”4 Adapun pengertian pendidikan secara luas adalah “segala sesuatu yang menyangkut proses perkembangan dan pengembangan manusia. yaitu : at-Tarbiyyah (pengetahuan tentang ar-Rabb). mampu hidup dan berguna bagi masyarakat”. 30 5 Syed Muhammad al-Naquib al-Attas. hlm. Konsep Pendidikan Dalam Islam. serta sikap hidup yang menjunjung tinggi nilai-nilai ilmiah).

6 2. Ahmad D. Tetapi sebagai khalifah Allah maka manusia mempunyai tugas untuk memadukan pertumbuhan dan perkembangannya bersama dengan alam. 1995. dkk. ta’lim berkonotasi pembelajaran. Filsafat Pendidikan Islam. Proses pembelajaran ini disajikan dengan menggunakan konsep ta’lim yang sekaligus menjelaskan hubungan antara pengetahuan Adam as dengan Tuhannya. kebaikan. Dengan pendekatan ini pendidikan akan berfungsi sebagai pembimbing ke arah pengenalan dan pengakuan tempat Tuhan yang tepat dalam tatanan wujud dan kepribadiannya. H.7 H. dan cinta bekerja bagi kemanfaatan tanah air. sehingga akhlak mereka menjadi salah satu kemampuan yang meresap dalam jiwanya dan mewujudkan keutamaan. yaitu semacam proses transfer ilmu pengetahuan. 121 Prof. Drs. 59-60 Konsep Dasar Pendidikan Islam 4 . ibid.” Mushtafa Al-Ghulayani berpendapat bahwa pendidikan Islam adalah menanamkan akhlak yang mulia ke dalam jiwa anak dalam masa pertumbuhannya dan menyiraminya dengan petunjuk dan nasihat. cet. (Jalaluddin. Dr. Istilah al-Ta’lim Secara etimologi. 2001:122). Hakekat ilmu pengetahuan bersumber dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.M Chabib Thoha (1996:99). Abuddin Nata. I. Istilah al-Ta’dib Al-Ta’dib berarti pengenalan dan pengetahuan secara berangsur-angsur ditanamkan ke dalam diri manusia (peserta didik) tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan. Jakarta:Bumi Aksara.dan fungsi Allah di alam. menyatakan bahwa pendidikan Islam adalah “pendidikan yang falsafah dan tujuan serta teori-teori dibangun untuk melaksanakan praktek pendidikan yang didasarkan nilai-nilai dasar Islam yang terkandung dalam al-Qur’an dan hadits Nabi. ia menerima pemahaman tentang konsep ilmu pengetahuan langsung dari penciptanya. hlm.” 6 7 Zuhairini. 3. hlm. Adapun proses pembelajaran (ta’lim) secara simbolis dinyatakan dalam informasi al-Qur’an ketika penciptaan Adam as oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Marimba menyatakan pendidikan Islam adalah “bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran Islam atau memiliki kepribadian muslim. Dengan demikian manusia sebagai bagian dari alam memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang bersama alam lingkungannya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala. Al-Baqarah [2] : 31) Dari ayat di atas menunjukkan adanya epistemologi dalam Islam. yakni bahwa ilmu pengetahuan bersumber dari yang satu. Oleh karena itu pembinaan terhadap keduanya harus seimbang (tawazun).8 Syekh A. ter. Falsafah At-Tarbiyah Al-Islamiyah. rohani dan jasmaninya. Cet. pendidikan Islam menyangkut aspek jasmani dan rohani. Karena itu pendidikan Islam menyiapkan manusia untuk hidup baik dalam keadaan damai maupun perang. akhlak dan keterampilannya. Ini berarti bahwa pendidikan Islam tidak mengabaikan teologis sebagai sumber dari ilmu itu sendiri. sehingga membimbing mereka kea rah pengenalan dan pengakuan akan tempat Tuhan yang tepat didalam tatanan wujud dan kepribadian”. Sebagaimana firman Allah :                 lalu berfirman: dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya. Pendidikan Islam berdasarkan konsepsinya pada nilai-nilai religius. akal dan hatinya. Dr. 8 Prof. Dr.Pendidikan Islam adalah usaha merubah tingkah laku individu didalam kehidupan pribadinya atau kehidupan kemasyarakatannya dan kehidupan dalam alam sekitar melalui proses pendidikan... hal 399 Konsep Dasar Pendidikan Islam 5 . Hasan Lunggalung. Jakarta:Bulan Bintang. ke-1 1979. Dr.” Setidak-tidaknya ada tiga poin yang dapat disimpulkan dari beberapa pengertian pendidikan Islam di atas. dan menyiapkannya untuk menghadapi masyarakat dengan segala kebaikan dan kejahatan. Adapun M. kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orangorang yang benar!" (Qs. Yusuf Qardhawi sebagaimana dikutip oleh Prof. Omar Muhammad Al-Toumy Al-Syaibani. Keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. manis dan pahit. (2003:60) memberikan pengertian “pendidikan manusia seutuhnya. Kedua. yaitu: pertama. Abuddin Nata. Naquib al-Attas memberikan pengertian bahwa pendidikan Islam adalah “usaha yang dilakukan oleh pendidik terhadap anak didik untuk pengenalan dan pengakuan tempat-tempat yang benar dari segala sesuatu dari tatanan penciptaan. MA.

. tak terkecuali aspek pendidikan. bahwa takwa merupakan benteng yang dapat berfungsi sebagai daya tangkal terhadap pengaruh-pengaruh negatif yang datang dari luar. Sedangkan dasar dari pendidikan Islam adalah tauhid. dari zaman dahulu sampai zaman sekarang. Sukses atau kegagalan ukhrawi ditentukan diduniawinya. kemaslahatan umat (mashalih al-mursalah). 2. 32 Konsep Dasar Pendidikan Islam 6 . adanya unsur takwa sebagai tujuan yang harus dicapai. Dr. Ilmu Pendidikan dalam perspektif Islam. as-Sunnah (perkataan. Cet. Kesatuan kehidupan. 4. Tidak ada pemisahan antara ilmu-ilmu agama dengan ilmuilmu umum karena semuanya bersumber dari satu sumber. Dalam kaitan ini para pakar berpendapat bahwa dasar pendidikan Islam adalah tauhid. tradisi atau kebiasaan masyarakat (‘urf) dan ijtihad (hasil para ahli dalam Islam). Sumber dan Dasar Pendidikan Islam Pendidikan Islam bersumber pada enam hal.”9 B. yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala. kata-kata sahabat (madzhab shahabat). prinsip-prinsip pokoknya menyangkut akidah dan akhlak tetap sama. Kesatuan agama. Melalui dasar ini dapat dirumuskan hal-hal sebagai berikut: 1. Sebagaimana kita ketahui. tauhid merupakan ajaran yang sangat fundamental dan mendasari segala aspek kehidupan penganutnya.Ketiga. 3. Bandung: Remaja Rosda Karya. perbuatan dan persetujuan Nabi atas perkataan dan perbuatan para sahabatnya). yaitu al-Qur’an (yang merupakan sumber utama dalam ajaran Islam). Ke-4. Kesatuan ilmu. Keenam sumber tersebut disusun dan digunakan secara hierarkis. Bagi manusia ini berarti bahwa kehidupan duniawi menyatu dengan kehidupan ukhrawinya. Berdasarkan pengertian dari tiga poin di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan Islam adalah “bimbingan yang diberikan oleh seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam. sehingga harus saling melengkapi. artinya rujukan pendidikan Islam berurutan diawali dari sumber utama yakni al-Qur’an dan dilanjutkan hingga sumber-sumber yang lain dengan tidak menyalahi atau bertentangan dengan sumber utama. Karena masing-masing dibutuhkan dan masingmasing mempunyai wilayahnya. Dalam struktur ajaran Islam. hal. Kesatuan iman dan rasio. Agama yang dibawa oleh para nabi semuanya bersumber dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. 9 Ahmad Tafsir. 2001.

Kesatuan individu dan masyarakat. Kesatuan kepribadian manusia. hlm. 5. 1992. Mengarahkan manusia agar menjadi khalifah Tuhan dimuka bumi dengan sebaik-baiknya. 4. Masing-masing harus saling menunjang. Mengarahkan manusia agar seluruh pelaksanaan tugas kekhalifahannya dimuka bumi dilaksanakan dalam rangka beribadah kepada Allah. 2. cet. kurikulum pendidikan islam berintikan akhlak yang mulia dan mendidik jiwa manusia berkelakuan dalam hidupnya sesuai dengan sifat-sifat kemanusiaan yakni kedudukan yang mulia yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala melebihi makhluk-makhluk lain dan dia diangkat sebagai khalifah. sehingga tidak menyalahgunakan fungsi kekhalifahannya. Asas-asas Pendidikan Islam. Mengarahkan manusia agar berakhlak mulia. hlm 53-54 Konsep Dasar Pendidikan Islam 7 . Abudin Nata. Tafsir Maudhu’i atas berbagai persoalan umat. 382-383 Hasan Lunggalung. 1996. Wawasan Al-Qur’an.”11 Tujuan pendidikan Islam memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. 3. jiwa dan jasmaninya. Mereka semua diciptakan dari tanah dan roh ilahi. Tujuan pertama adalah menumbuhkan dan mengembangkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. H. cet ke-2.5. 117 Prof. Quraish Shihab. Tujuan pendidikan Islam Tujuan pendidikan Islam secara umum adalah untuk mencapai tujuan hidup muslim.12 Apabila perumusan tersebut dikaitkan dengan ayat-ayat al-Qur’an dan hadits maka tujuan pendidikan Islam adalah sebagai berikut: 1. Bandung:Mizan.10 C. sehingga ia memiliki ilmu. sehingga tugas tersebut terasa ringan dilaksanakan. akhlak dan keterampilan yang semua ini dapat digunakan guna mendukung tugas pengabdian dan kekhalifahannya. sebagaimana firman-Nya: 10 11 12 HM. Pustaka Al-Husna. Tujuan pendidikan Islam adalah “suatu istilah untuk mencari fadilah. Membina dan mengarahkan potensi akal. yakni menumbuhkan kesadaran manusia sebagai makhluk Allah SWT agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berakhlak mulia dan beribadah kepada-Nya. 6. yaitu melaksanakan tugas-tugas memakmurkan dan mengolah bumi sesuai dengan kehendak Tuhan. ibid. Ke-3 hal. MA. Mengarahkan manusia agar dapat mencapai kebahagiaan hidup didunia dan diakhirat.

dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam. Suatu moral yang tinggi adalah tujuan utama dan tertinggi dalam pendidikan Islam bukan sekedar mengajarkan kepada anak-anak apa yang tidak diketahui mereka. (Qs. Adz-Dzariyat [51] : 56) 3. Tujuan pendidikan Islam adalah menumbuhkan sikap dan jiwa yang selalu beribadah kepada Allah. sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:        dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Qs. perasaan dan praktek mempersiapkan manusia menjadi anggota masyarakat. M. sopan santun. membiasakan bermoral tinggi. cet ke-4 tahun 1984 Konsep Dasar Pendidikan Islam 8 . M. Athiyah alAbrasi maka tujuan pendidikan Islam bukan hanya sekedar memahami otak murid-murid dengan ilmu pengetahuan tetapi tujuannya adalah. pendidikan fisik dan mental. bahwa Rasulallah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda: “sesungguhnya aku diutus (oleh Allah) untuk menyempurnakan akhlak (manusia).”13 Apabila diambil kesimpulan sesuai dengan pendapat Dr. Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam. Juz 10 hlm. tingkah perbuatan yang baik sehingga hidup ini menjadi suci. bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya. Ali Imran [3] : 102) 2. Tujuan pendidikan Islam adalah membina dan memupuk akhlakul karimah sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: !! !! ! ! !!!! !!!! ! !! ! ! !!!! ! ! !! ! !! ! ! !! ! !! ! ! ! !!! ! !!! !!! ! ! !! ! ! ! ! !!!!! ! ! !! ! ! ! ! ! ! !!!!!! ! Dari Abu Hurairah Radliyallahu ‘Anhu (semoga Allah meridlainya) ia berkata. kesucian yang disertai dengan keikhlasan. Jakarta:Bulan Bintang. 192 Prof. tetapi lebih jauh dari itu menanamkan fadilah. Sunan Kubra.14 13 14 Imam al-Baihaqy.             Hai orang-orang yang beriman. islamiyah. Athiyah Al-Abrasy. mendidik akhlak dengan memperhatikan segi-segi kesehatan.

dan aktivitas yang terkandung dalam kurikulum dengan kebutuhan murid dan kebutuhan masyarakat tempat murid itu tinggal. Ini merupakan hal yang sangat penting untuk mencetak generasi muda yang tangguh dan teguh dalam imtaq dan terhindar dari aliran yang menyesatkan kaum remaja seperti black metal atau kelompok pemuja syetan yang akhir-akhir ini sangat dikhawatirkan oleh para orang tua. 3) ayat Allah yang terdapat di alam semesta atau di luar manusia. (Widodo. Kurikulum Pendidikan Islam Perlu ditegaskan terlebih dahulu dalam kurikulum pendidikan Islam ada dua kurikulum inti sebagai kerangka dasar operasional pengembangan kurikulum. yaitu: 1) ayat Allah yang berdasarkan wahyu. pengalaman. Pendidikan ibadah. Bahkan tidak sedikit anak remaja yang sudah meninggalkan shalat dengan sengaja. 4. Perkaitan dengan bakat. perintah membaca ayat-ayat Allah yang meliputi tiga macam ayat. termasuk ajaran-ajaran dan nilai-nilainya. dan kebutuhan. Adapun prinsip umum yang menjadi dasar kurikulum pendidikan Islam adalah: 1. Penyesuaian dengan perkembangan dan perubahan yang berlaku dalam kehidupan. Keseimbangan yang relatif antara tujuan dan kandungan-kandungan kurikulum. dan juga dengan alam sekitar. Terutama ibadah shalat dan membaca al-Qur’an yang saat ini hanya dilakukan oleh minoritas anak remaja. dan sosial tempat berinteraksi. 7. Adanya pertautan yang sempurna dengan agama. 5. Pertama. 2. Pemeliharaan atas perbedaaan-perbedaan individu dilingkungan masyarakat. Ini merupakan hal yang harus lebih serius diajarkan kepada anak untuk membangun generasi muda yang komitmen dan terbiasa melaksanakan ibadah. yaitu: 1. Ini merupakan hal yang harus sungguh-sungguh dan mendapat perhatian ekstra dari semua pihak terutama para orang tua dan Konsep Dasar Pendidikan Islam 9 .D. Pertautan antara mata pelajaran. 2) ayat Allah yang ada pada diri manusia. 6. 3. Pendidikan akhlak-karimah. 2008:193-194) Mengingat urgensinya. didalam Islam ada tiga hal yang harus secara serius diajarkan kepada anak didik. fisik. minat. 2. Pendidikan akidah/keimanan. Kedua. Prinsip menyeluruh (universal) pada tujuan-tujuan dan kandungan-kandungan kurikulum. kemampuan-kemampuan. 3. tauhid sebagai unsur pokok yang tidak dapat dirubah.

misalnya apabila membicarakan masalah sifat-Nya. Isi kurikulum yang berorientasikan pada kealaman. yang berpijak pada wahyu Ilahi. Ketiga isi kurikulum ini disampaikan dengan terpadu. yang berpijak pada ayatayat afaqi. Isi kurikulum yang berorientasikan pada kemanusiaan. cerdas dan berakhlak mulia. Fushshilat [41] ayat 53. 46 Jumadits Tsani 1429 H/Juni 2008 M Konsep Dasar Pendidikan Islam 10 . atau generasi yang bertaqwa. 2. tanpa adanya pemisahan. mengandung tiga hal pokok sebagai berikut : 1. dengan pendidikan akhlak-karimah akan melahirkan generasi rabbani.). hal ini terkait dengan relasi Tuhan dengan manusia atau alam. 15 Majalah Risalah No.15 Ketiga ajaran tersebut dikemas oleh lembaga pendidikan Islam dan direncanakan dengan teratur dalam sistem kurikulum dengan silabusnya sebagai penjabaran isi ajaran pokok Islam. yang berpijak pada ayat-ayat anfusi. Isi kurikulum yang berorientasikan pada ketuhanan. 3. 3 Th.para pendidik di setiap sekolah (dan yang lainnya-pen. Isi kurikulum Islam bila berdasarkan Qs.

Fushshilat [43] ayat 53. Pendidikan Islam adalah usaha-usaha untuk menyampaikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam baik dalam bentuk bimbingan rohani maupun jasmani. Pendidikan Islam bersumber pada enam hal. tradisi atau kebiasaan masyarakat (‘urf) dan ijtihad (hasil para ahli dalam Islam). 2. 3. Konsep Dasar Pendidikan Islam 11 . c) ayat Allah yang terdapat di alam semesta atau di luar manusia. ilmu. Pendidikan Islam memiliki dua kurikulum inti sebagai kerangka dasar operasional pengembangan kurikulum. yaitu alQur’an.BAB III PENUTUP Dari berbagai rumusan dan pembahasan diatas dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1. kemanusiaan dan kealaman. Sedangkan dasar dari pendidikan Islam adalah tauhid. yaitu : 1) tauhid sebagai unsur pokok yang tidak dapat dirubah. iman dan rasio. as-Sunnah. yakni kesatuan kehidupan. Bila berdasarkan Qs. agama dan kepribadian manusia. 4. katakata sahabat (madzhab shahabat). dengan tidak menyalahi atau bertentangan dengan sumber utama. mengandung tiga hal pokok sebagai berikut: Isi kurikulum yang berorientasikan pada ketuhanan. kekhalifahan dan pewaris Nabi. 2) perintah membaca ayat-ayat Allah yang meliputi tiga macam ayat. Keenam sumber tersebut disusun dan digunakan secara hierarkis. yaitu: a) ayat Allah yang berdasarkan wahyu. kemaslahatan umat (mashalih al-mursalah). serta kesatuan individu dan masyarakat. yaitu al-Qur’an. Tujuan pendidikan Islam adalah terbentuknya insane kamil yang mempunyai wawasan kaffah agar mampu melaksanakan tugas-tugas kehambaan. mewujudkan terbentuknya manusia yang memiliki kepribadian utama serta kesuksesan di dunia dan akhirat. b) ayat Allah yang ada pada diri manusia.

http://makalah-ibnu. 26 Jumadits Tsani 1429 H/Juni 2008.html Majalah Risalah No. Prof. Dr. Nimas Multima Konsep Dasar Pendidikan Islam 12 . 2006. 3 th. 2008. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Kafita Selekta Pendidikan Islam. CD Hadits Maktabah Asy-Syamilah Departemen Agama Republik Indonesia. Kajian Filosofis Pendidikan Barat dan Islam. Dr.blogspot...DAFTAR PUSTAKA Balai Pustaka. 1429 H/2008 M. Abuddin. Berharap Pendidikan Agama Pada Sekolah? Hlm. Widodo.com/2008/10/hakikat-dan-tujuan-pendidikan-islam. Kamus Besar Bahasa Indonesia. MA. Sembodo Ardi. Nata. Jakarta:PT. Bandung: CV. H. Penerbit Diponegoro. 2003. Bandung:Angkasa.