P. 1
34169341-Buku-Ringkasan-PKN

34169341-Buku-Ringkasan-PKN

5.0

|Views: 7,692|Likes:
Published by akangwildan43

More info:

Published by: akangwildan43 on Mar 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/13/2013

pdf

text

original

Konstitusi dapat dibedakan antara konstitusi tertulis dan konstitusi tidak tertulis. Suatu konstitusi
disebut tertulis bila merupakan satu naskah, sedangkan konstitusi tidak tertulis tidak merupakan satu
naskah dan banyak dipengaruhi oleh tradisi dan konvensi. Contoh, Negara Inggris yang konstitusi
hanya merupakan kumpulan-kumpulan dokumen.
Konstitusi atau hukum dasar, dapat pula dibedakan antara Hukum Dasar Tertulis, yaitu Undang-
Undang Dasar dan Hukum Dasar Tidak Tertulis, yaitu konvensi. Salah satu contoh konvensi di
Indonesia adalah pelaksanaan Pidato Kenegaraan Presiden menjelang oeringatan Proklamasi 17
Agustus.

a. Sifat dan fungsi konstitusi Negara

Sifat pokok konstitusi Negara adalah flexible (luwes) dan rigid (kaku). Konstitusi dikatakan
fleksibel, bila pembuat konstitusi menetapkan cara mengubahnya tidak berat, mempertimbangkan
perkembangan masyarakat sehingga mudah mengikuti perkembangan masyarakat sehingga mudah
mengikuti perkembangan zaman ( contoh Inggris dan Selandia Baru ). Konstitusi bersifat rigid apabila

34

pembuat konstitusi menetapkan cara perubahan yang sulit dengan maksud agar tidak mudah di ubah
hukum dasarnya ( contoh Amerika, Kanada, Jerman dan Indonesia).
Fungsi pokok konstitusi dan Undang-Undang Dasar adalah untuk membatasi kekuasaan
pemerintah sedemikian rupa sehingga penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat sewenang-wenang.
Menurut Carl J. Friedrich, konstitusionalisme merupakan gagasan di mana pemerintah dipasang
sebagai suatu kumpulan kegiatan yang diselenggarakan oleh dan atas nama rakyat.
Setiap UUD memuat ketentuan – ketentuan sebagai berikut :
a. Organisasi negara

c. Prosedur mengubah UUD

b. Hak Asasi Manusia

d. Larangan untuk mengubah sifat tertentu dari

UUD

b. Kedudukan Konstitusi (Undang-Undang Dasar)

Meskipun Undang-Undang Dasar bukan merupakan salah satu syarat untuk berdirinya suatu
Negara beserta dengan penyelenggaranya yang baik, tetapi dalam perkembangan zaman modern
dewasa ini, Undang-Undang Dasar mutlak adanya. Sebab dengan adanya Undang-Undang Dasar
baik penguasa Negara maupun masyarakat dapat mengetahui aturan atau ketentuan pokok atau
dasar-dasar mengenai ketatanegaraannya.

c. Cara Pembentukan dan mengubah konstitusi (undang-undang dasar)
1. Cara Pembentukan

No.

Dengan Cara

Keterangan

1 Pemberian

Raja memberikan kepada warganya suatu UUD, kemudian ia
berjanji akan mempergunakan kekuasaannya itu berdasarkan
asas-asas tertentu dan kekuasaan itu akan dijalankan oleh suatu
badan tertentu pula.
UUD itu timbul, biasanya karena raja merasa ada tekanan yang
hebat dari sekitarnya dan takut akan timbul revolusi. Dengan
adnya UUD ini, maka kekuasaan raja dibatasi .

2 Sengaja Dibentuk

Dalam hal ini, pembuatan suatu UUD dilakukan setelah negara itu
didirikan. Jadi, setelah suatu Negara didirikan, dibentuk UUD.

3 Cara Revolusi

Pemerintah baru yang terbentuk sebagai hasil revolusi ini,
kadang-kadang membuat suatu UUD yang kemudian mendapat
persetujuan rakyatnya atau pemerintah tersebut dapat pula
mengambil cara lain, yaitu dengan mengambil suatu
permusyawaratan yang akan menetapkan UUD itu.

4 Cara Evolusi

Perubahan-perubahan

secara

berangsur-angsur

dapat
menimbulkan suatu UUD, dan secara otomatis UUD yang lama
tidak berlaku lagi.

2. Cara Mengubah

No

Degan Cara

Keterangan

1 Oleh Badan
Legislatif/Perundangan
biasa

Dilakukan oleh badan legislative, hanya harus dengan syarat
yang lebih berat dari pada jika Badan Legislatif ini membuat
undang-undang biasa (bukan Undang-Undang Dasar).

2 Referendum

Yaitu dengan jalan pemungutan suara diantara rakyat yang
mempunyai hak suara (pada masa Orde Baru, Referendum,
diatur di dalam UU No. 5 Tahun 1958).

3 Oleh Badan Khusus

Harus diadakan oleh suatu badan khusus yang pekerjaannya
hany untuk mengubah Undang-Undang Dasar saja.

4 Khusus di Negara
Federasi

Perubahan UUD itu baru dapat terjadi jika mayoritas Negara-
negara bagian dari federasi itu menyetujui perubahan itu.

35

B. Kedudukan Pembukaan UUD 1945 Negara Kesatuan RI Tahun 1945

Pembukaan UUD mengandung nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh bangsa-bangsa yang beradab

diseluruh muka bumi. Kalimat di dalam Pembukaan UUD tersebut antara lain “Bahwa sesungguhnya

kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus

dihapuskan, karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan”.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->