P. 1
34169341-Buku-Ringkasan-PKN

34169341-Buku-Ringkasan-PKN

5.0

|Views: 7,692|Likes:
Published by akangwildan43

More info:

Published by: akangwildan43 on Mar 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/13/2013

pdf

text

original

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006

a. Memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri
b. Tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan orang yang bersangkutan
mendapat kesempatan untuk itu
c. Dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden atas permohonannya sendiri, yang
bersangkutan sudah berusia 18 (delapan belas) tahun, bertempat tinggal di luar negeri, dan
dengan dinyatakan hilang Kewarganegaraan Republik Indonesia tidak menjadi tanpa
kewarganegaraan
d. Masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden
e. Secara sujarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asung atau bagian
dari negara asing tersebut
f. Tidak diwajibkan tetapi turut serta dalam penilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk
suatu negara asing
g. Mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat
diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya.

Bagi warga negara Indonesia di luar negeri yang kehilangan kewarganegaraannya bukan karena
kemauan sendiri, mereka masih diberi kesempatan untuk tetap menjadiwarga negara Indonesia dengan
persyaratan tertentu.

C. Persamaan Kedudukan Warga Negara dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa
dan Bernegara
1. Makna Persamaan

Persamaan merupakan perwujudan kehidupan di dalam masyarakat yang saling menghormati
dan menghargai orang lain dengan tanpa membeda-bedakan suku,agama, ras, dan antar golongan
(SARA). Timbulnya berbagai suasana tidak nyaman dan ketakutan bagi setiap manusia (masyarakat) di
suatu tempat, karena adanya segelintir orang yang mempunyai keinginan/kpentingan tertentu denngan
cara-cara yang tidak beradab.

Di negara-negara berkembang padaumunya (termasuk Indonesia), memakai “persamaan hidup”
lebih bersifat kultural karena faktor adat-istiadat dan budaya yang diterapkan secar turun temurun.
Penghormatan dan penghargaan yang tulus masih terasa cukup kuat terutama pada masyarakat
pedesaan. Namun di kota-kota besar pada umumnya dengan masyarakatnya yang sudah sangat
kompleks (heterogen) dan multikultural, tentu tidak banyak yang diharapkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->