P. 1
34169341-Buku-Ringkasan-PKN

34169341-Buku-Ringkasan-PKN

5.0

|Views: 7,692|Likes:
Published by akangwildan43

More info:

Published by: akangwildan43 on Mar 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/13/2013

pdf

text

original

A. Fungsi Negara

Menurut para ahli kenegaraan, fungsi-fungsi Negara mencakup hal-hal berikut :
Sebagai stabilisator yaitu sebagai menjaga ketertiban (law and order)
Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat
Mengusahakan pertahanan untuk menangkal kemungkinan serangan dari luar
Menegakkan keadilan yang dilaksanakan melalui badan-badan peradilan
(a). Fungsi Negara menurut para ahli :
Para ahli hukum kenegaraan memiliki pandangan yang khas tentang fungsi negara, sebagai berikut :
Montesquieu, menyatakan bahwa fungsi Negara mencakup tiga tugas pokok (teori Trias Politika) :
1. Fungsi legislative; membuat Undang-Undang
2. Fungsi eksekutif; melaksanakan Undang-Undang
3. Fungsi Yudikatif; mengawasi agar semua peraturan ditaati (fungsi mengadili)
Goodnow, membagi fungsi menjadi dua tugas pokok :
1. Policy making ; membuat kebijakan Negara pada waktu tertentu untuk seluruh masyarakat
2. Policy Executing ; melaksanakan kebijakan yang sudah ditentukan
Muhammad Kusnardi, S.H., membagi tugas Negara menjadi dua bagian :
1. Menjamin ketertiban (law and order)
2. Mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat
(b) Fungsi atau rugas negara secara umum :
1. Tugas esensial (Tugas asli) ; mempertahanakan Negara sebagai organisasi politik yang berdaulat. Tugas ini
meliputi tugas internal (memelihara perdamaian, ketertiban dan ketentraman serta melindungi hak milik
setiap orang) dan tugas eksternal (mempertahankan kemerdekaan Negara).
2. Tugas fakultatif ; meningkatkan kesejahteraan umum, baik moral, intelektual, sosial maupun ekonomi.

B. Tujuan Negara

Pada umumnya, tujuan Negara untuk menciptakan kesejahteraan, ketertiban dan ketentraman semua rakyat yang
menjadi bagiannya. Di bawah ini ada beberapa teori tentang tujuan Negara :

No Nama Teori, Tokoh, dan
Latar Belakangnya

Pokok – Pokok Pendapat yang Dikemukakan

Penguasa yang
Menerapkan

1.

Kekuasaan Negara (Lord
Shang Yang
, seorang
Negarawan Tiongkok/Cina
Kuno)
Dilatarbelakangi oleh
keadaan negeri Cina saat itu
yang banyak mengalami
pemberontakan dan perang
saudara.

Rakyat dan Negara harus berbanding terbalik, bila negara ingin kuat
maka rakyat harus lemah dan sebaliknya
Negara harus berusaha mengumpulkan kekuasaan / kekuatan yang
sebesar-besarnya. Negara menyiapkan militer yang kuat, disiplin dan
loyal untuk mengahadapi bahaya-bahaya dari luar
Keselamatan dan kemakmuran tidak diperlukan, yang penting Negara
aman sentosa
Rakyat harus dijauhkan dari kebudayaan adat, musik, nyanyian,
hikayat, kebaikan, kesusilaan, hormat pada orang tua, kekerabatan,
kejujuran, dan sofisme (the ten evis). Alasannya, semua itu dapat
melemahkan jiwa seseorang (rakyat/prajurit)

a. Atilla
b. Jenghis Khan
c. Timur Lenk
d. Kubhilai Khan

2.

Kekuasaan Negara (N.
Machiavelli, 1469-1527,

seorang pemikir dan politikus
dari Italia)
Dilaterbelakangi

oleh
keadaan negaranya saat itu
yang banyak mengalami
pergolakkan dan perpecahan.

Menitikberatkan pada sifat pribadi raja, yaitu agar dapat cerdik seperti
‘kancil’ dan menakut-nakuti rakyatnya seperti “singa”
Pemerintah / penguasa boleh berbuat apa saja, asal untuk kepentingan
Negara dalam mencapai kekuasaan Negara yang sebesar-besarnya.
Siapapun yang melawan pemerintah/raja harus ditindak tanpa
kompromi
Pemerintah menghalalkan segala cara, meskipun harus melanggar
sendi-sendi kesusilaan dan kebenaran
Seorang penguasa yang cermat bertahan pada keyakinan/kepercayaan
yang berlawanan dengan kepentingannya

a. Fredderick Agung
b. Louis XIV
c. Adolf Hitler
d. B. Mussolini

3. Perdamaian Dunia (Dante
Alighieri 1265-1321,
Seorang
pemikir besar dari Prussia
Jerman)

Dilatarbelakangi oleh adanya

Keamanan dan ketentraman manusia dalam negara dapat di capai
apabila ada perdamaian dunia, yang tidak terletak pada masing-masing
penguasa atau raja.
Dalam mencapai perdamaian dunia, perlu dibentuk satu negara
dibawah satu imperium (raja atau kaisar).

Memberikan
inspiransi bagi
terbentuknya (liga
bangsa-bangsa atau
LBB)dan selanjutnya

9

pertentangan antara kaisar
dengan Paus mengenai siapa
yang paling berhak dalam
kekuasaan negara

Pembentukan imperium bertujuan untuk kepentingan kemanusiaan.
Pembentukan masing-masing Negara merdeka hanya akan
menimbulkan peperangan.

diganti menjadi
perserikatanBangsa-
Bangsa (PBB)

No Nama Teori, Tokoh, dan
Latar Belakangnya

Pokok – Pokok Pendapat yang Dikemukakan

Penguasa yang Menerapkan

4.

Jaminan atas hak dan
kewajiban
(Immanuel kant 1724 –
1804,
seorang ahli hukum
dari Jerman) di latar
belakangi oleh keadaan
negara Eropa dalam suasana
pencerahan ( enlightenment)
yang mengagung-agungkan
otonomi dan kebebasan
individu.

Negara harus membentuk dan mempertahankan
hukum supaya hak dan kemerdekaan warga Negara
terpelihara.
Adanya hukum yang dirumuskan dalam perundang-
undangan,dan hukum itu merupakan penjelmaan
kehendak umum (volunte generale)
Perlunya pemisahan kekuasaan antara eksekutif dan
legislatif.
Peranan Negara : menjaga ketertiban hukum dan
melindungi hak serta kebebasan warganya.
Negara tidak boleh turut campur dalam urusan pribadi
dan ekonomi warganya. Banyak diterapkan di Negara-
negara Eropa dan Amerika

Banyak di terapkan di Negara-
Negara Eropa dan Amerika pada
umumnya setelah abad XVIII

Diterapkan dihampir semua Negara
modern yang menjunjung tinggi
demokrasi dan menjamin
keseimbangan antara kepentingan
individu dan masyarakat.

5.

Negara kesejahteraan atau
welfare State
(R.Kranenburg,
seorang ahli

hukum Jerman)”. Latar

belakangnya hampir sama
dengan teori jaminan atas
hak dan kebebasan).

Negara bukan sekedar memelihara ketertiban hukum
belaka, tetapi secara aktif mengupayakan
kesejahteraan warga negaranya.
Negara harus benar-benar bertindak adil terhadap
seluruh warga negaranya.
Negara hukum bukan hanya untuk penguasa atau
golongan tertentu saja, tetapi untuk kesejahteraan
rakyat di dalam Negara.

Teori tentang tujuan negara menjelma menjadi paham-paham atau ideology :

a. Teori fasisme

Fasisme berasal dari kata “ fascio” (kelompok politik). Dari kata tersebut timbul istilah Fascio de Cambattimento

(barisan tempur) yang dipraktekkan di Italia oleh Mussolini (1883-1945) yang memerintah dari 1922-1943. Secara
umum, Fasisme adalah system kediktatoran yang menempatkan Negara di tangan satu orang dan melarang setiap
oposisi atau perlawanan. Negara fasis memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Adanya kediktatoran satu partai yang kaku.

5. Moralitas sering diabaikan demi mencapai tujuan Negara

fasis
2. Penindasan terhadap oposisi

6. Pengaturan ekonomi sangat sentarlistis
3. Menganut paham nasionalisme yang sempit 7. Tujuan negara fais adalah “Imperium Dunia”
4. Seluruh aspek kehidupan warga Negara diatur, dikontrol, dan sikendalikan secara ketat oleh pemerintah fasis yang

sentralistis
b. Teori individualisme

Muncul sebagai antiklimaks kekuasaan Monarki absolut (abad XVII dan XVIII). Pelopor paham individualisme
(liberalisme) dalam politik, antara lain ialah John Locke,Voltaire, Montesquieu, J.J. Rousseau dan Immanuel Kant. Para
tokoh ini selalu menyuarakan liberte, egalite fraternite. Mereka juga mengembangkan penikiran rasionalisme dan
humanisme sebagai buah dari “Revolusi Perancis“ dan “Revolusi Indrusti”. Individualisme dalam arti luas dapat

dikatakan sebagai perjuangan menuju kebebasan. Dalam bidang ekonomi paham ini dipelopori oleh Adam Smith
(Bapak Kapitalisme).
Secara politik, individualisme adalah paham yang mengajarkan bahwa Negara ada untuk individu bukan individu untuk
Negara. Menurut paham liberalisme Negara hanya berfungsi sebagai “ penjaga malam “ (nachwakerstaat), yaitu
sekedar menjaga keamanan dan ketertiban serta menjamin kebebsan individu yang seluas-luasnya dalam
meperjuangkan kehidupannya.
c. Teori sosialisme

Sosialisme berkembang secara luas di daratan Eropa ( terutama Eropa Timur), menyusul maraknya Revolusi Industri
sekaligus penghisapan ekonomi oleh kaum kapitalis / borjuis terhadap kaum buruh / proletariat. Karl Marx (Ekonom
dan Filsuf dari Prussia Jerman), terispirasi untuk mengembangkan dan memberi tanda revolusioner pada sosialisme.
Hasil dari revolusi itu adalah terciptanya sosialisme, dimana hak milik pribadi dan Negara dihapus, sarana-sarana
produksi dan distribusi dimiliki secara bersama-sama dan Negara tanpa kelas tercipta. Ia menyebut sosislaisme adalah
tahap transisi menuju komunisme.

10

Selama hidupnya, Marx tidak pernah menggeraklkan revolusi. Tetapi pengikutnya yaitu Lenin dan Stalin, yang
berhasil pada bulan Oktober sehingga disebut Revolusi Oktober/Revolusi Bolshevik-Lenin(yang kemudian dilanjutkan
oleh pengikutnya Stalin). Teman seperjuangan Karl Marx adalah Friedrich Engels.
d. Teori Integralistik
Paham ini melihat Negara dan warga Negara sebagai suatu keluarga besar. Menurut paham ini, Negara merupakan
susuna masyarakat yang integral, yang anggota-anggotanya saling terkait sehingga membentuk satu kesatuan yang
organis. Pelopornya adalah Benedictus De Spinozoa, Adam Muller dan Hegel.
Di Indonesia, paham ini pertama kali dikemukakan oleh Prof. Mr. Soepomo. Pada permulaan sidang BPUPKI (badan
penyelidik
usaha persiapan kemerdekaan Indonesia) pada tahun 1945. Menurut Soepomo,

B. SIKAP SEMANGAT KEBANGSAAN (NASIONALISME DAN PATRIOTISME)
DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT, BERBANGSA, DAN BERNEGARA

Setiap warga Negara dari suatu Negara, sudah barang tentu memiliki keterikatan emosional dengan Negara yang
bersangkutan sebagau perwujudan rasa bangga dan memiliki bangsa dan negaranya. Perasaan bangga dan memiliki
terhadap bangsanya, akan mampu melahirkan sikap rela berkorban untuk memperoleh dan mempertahankan
kemerdekaan serta kedaulatan Negara. Hal ini merupakan bentuk keterikatan kepada tanah air, adat-istiadat leluhur,
serta penguasa setempat yang menghiasi rakyat/warga setempat sejak lama atau disebut dengan ‘’semangat
kebangsaan’’

Semangat kebangsaan bagi setiap warga Negara, harus dapat di jadikan motivasi spiritual dan horizontal dalam
mencapai kemajuan dan kejayaan bangsa, menjaga keutuhan serta persaudaraan antar sesama. Dengan mengerti dan
memahami pentingnya semangat kebangsaan bagi setiap warga Negara, kita diharapkan mampu melahirkan jiwa
nasionalisme (cinta tanah air) dan patriotisme (rela berkorban).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->