P. 1
MAKALAH TENTANG SISTEM hidrolik

MAKALAH TENTANG SISTEM hidrolik

1.0

|Views: 20,770|Likes:
Published by Hanif Ardani

More info:

Published by: Hanif Ardani on Mar 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah
Hidrolika merupakan sebuah cabang dari ilmu perihal yang meneliti arus zat cair melalui pipa-pipa dan pembuluh-pembuluh tertutup, maupun dalam kanal-kanal terbuka dan sungai-sungai. Kata hidrrolik berasal dari kata ³hudor´ (bahasa Yunani), yang berarti air. Didalam teknik hidrolika berarti: penggerakan penggerakan, pengaturan-pengaturan dan pengendalian-pengendalian, dimana berbagai gaya dan gerakan kita peroleh dengan bantuan tekanan suatu zat cair (air, minyak atau gliserin). Dewasa ini sistem hidrolik banyak digunakan dalam berbagai macam industri makanan, industri minuman, industri permesinan, industri otomotif, hingga industri pembuatan robot. Sehingga pengetahuan tentang komponen dari sistem hidrolik sangat penting dalam semua cabang industrial. Untuk meningkatkan efektifitas dan produktivitas maka sekarang ini sistem hidrolik banyak dikombinasikan dengan sistem lain seperti : sistem elektrik/elektronik, pneumatik, mekanik dan sebagainya sehingga akan didapat unjuk kerja dari sistem hidrolik yang lebih optimal. Makalah tugas akhir semester ini dimaksudkan untuk memberikan suatu fasilitas penunjang yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dalam mempraktekkan dan mengamati secara langsung tentang fenomena pada sistem hidrolik pada mata kuliah chasis.

1

B. Alasan pemilihan judul Dari contoh diatas, dapat disimpulkan bahwa system hidrolik mempunyai manfaat yang sangat besar dalam kemajuan teknologi. Karena system hidrolik ini dapat menghasilkan momen yang besar dengan tenaga yang kecil. Oleh karna itu perlu diadakan inofasi-inofasi baru yang mengembangkan ilmu hidrolik. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis mengambil judul ³mekanisme kerja system hidrolik´.

C. Permasalahan Permasalahan yang diangkat dalam penulisan makalah tugas akhir semester dengan judul ³Mekanisme Sistem Kerja Hidrolik´ adalah untuk mengetahui lebih mendalam
tentang sistem kerja hidrolik dan gangguan-gangguan yang sering terjadi pada sistem kerja

hidrolik, yang meliputi: 1. Bagaimana kontruksi dari sistem kerja hidrolik. 2. Bagaimana cara kerja sistem krja hidrolik. 3. Bagaimana gangguan yang sering terjadi pada komponenkomponen pada system kerja hidrolik dan cara memperbaiki kerusakan-kerusakan berdasarkan analisis dari kerusakan yang terjadi.

2

D. Tujuan Tujuan dari pembahasan system kerja hidrolik ini adalah: 1. Dengan pembuatan tugas ini mahasiswa dapat menambah pengetahuan tentang fungsi setiap komponen dari system kerja hidrolik. 2. Dengan pembuatan tugas ini mahasiswa dapat mengetahui prinsip kerja dari sistem hidrolik dan aplikasinya pada dunia otomotif. 3. Dengan pembuatan tugas ini mahasiswa dapat mengetahui masalah pada system hidrolik beserta penyebab dan cara mengatasinya. 4. Dengan pembuatan tugas ini diharapkan mahasiswa mampu membuat inofasi-inofasi baru yang berhubungan dengan system kerja hidrolik.

E. Manfaat Manfaat yang dapat diambil dari sistem kerja hidrolik ini adalah: 1. Dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang sistem Kerja hidrolik.
2. Dapat meningkatkan pemahaman tentang gangguan yang sering terjadi pada sistem kemudi dengan power steering tipe rack and pinion dan cara

mengatasinya.
3. Dapat memperbaiki jika terjadi kerusakan pada sistem kemudi

dengan power steering tipe rack and pinion.

3

Jadi perbedaan yang menonjol dari dua sistem di atas adalah dilihat dari fluida cair itu sendiri.BAB II PAPARAN TENTANG MEKANISME KERJA SISTEM HIDROLIK. disebut juga teori aliran (fluida yang mengalir). Seperti kita ketahui . Pengertian Sistem Hidrolik Dalam sistem hidrolik fluida cair berfungsi sebagai penerus gaya. Minyak mineral adalah jenis fluida yang sering dipakai. Landasan Teori 1. Yang termasuk dalam hidrodinamik murni adalah perubahan dari energi aliran dalam turbin pada jaringan tenaga hidroelektrik. contohnya adalah pesawat tenaga hidrolik. Yang termasuk dalam hidrostatik murni adalah pemindahan gaya dalam fluida. Hidrodinamik : yaitu mekanika fluida yang bergerak. 4 . Pada perinsipnya bidang hidromekanik (mekanika fluida) dibagi mejadi dua bagian seperti berikut : Hidrostatik : yaitu mekanika fluida yang diam. disebut juga teori persamaan kondisi-kondisi dalam fluida. Apakah fluida cair itu bergerak karena dibangkitkan oleh suatu pesawat utama (pompa hidrolik) atau karena beda potensial permukaan fluida cair yang mengandung energi (pembangkit tenaga hidro). A.

kemudian diteruskan ke ruang kompressi. Adapun komponen utama sistim hydrolik. selanjutnya dikompresikan ke luar pompa hingga tekanan tertentu. 5 . Pompa Hydrolik Roda Gigi 2 Pompa Sirip Burung Pompa ini bergerak terdiri dari dari banyak sirip yang dapat flexible bergerak di dalam rumah pompanya. Bila volume pada ruang pompa membesar. Sistim hydrolik merupakan siklus yang tertutup. Perputaran roda gigi yang saling berlawanan arah akan mengakibatkan kevakuman pada sisi hisap. akibatnya oli akan terisap masuk ke dalam ruang pompa. Pompa hydrolik berfungsi untuk mengisap fluida oli hydrolik yang akan disirkulasikan dalam sistim hydrolik. Gambar. Bentuk pompa hydrolik roda gigi dapat dilihat pada gambar berikut. Oli yang bertekanan akan dialirkan ke sistim hydrolik. Adapun jenis-jenis pompa hydrolik. Tekanan pompa hydrolik dapat mencapai 100 bar. antara lain: 1 Pompa Roda Gigi Pompa ini terdiri dari 2 buah roda gigi yang dipasang saling merapat.B. maka akan mengalami penurunan tekanan. Komponen Hydrolik memiliki symbol dan komponen yang tidak jauh berbeda dengan Pneumatik. oli hydrolik akan terhisap masuk. karena fluida oli disirkuliskan ke rangkaian hydrolik selanjutnya akan dikembalikan ke tangki penyimpan oli. KOMPONEN SERTA KONTRUKSI DARI SISTEM PENGGERAK HIDROLIK. antara lain: Pompa Hydrolik Pompa umumnya digunakan untuk memindahkan sejumlah volume cairan yang digunakan agar suatu cairan tersebut memiliki bentuk energi.

Pompa Torak Radial 6 . Sehingga aliran oli hydrolik menjadi kontinyu. maka piston2 pada stator akan mengisap dan mengkompressi secara bergantian. Gambar. Gerakan torak ini akan berlangsung terus menerus. Pompa Hydrolik Sirip Burung 3 Pompa Torak Aksial Pompa hydrolik ini akan mengisap oli melalui pengisapan yang dilakukan oleh piston yang digerakkan oleh poros rotasi.Gambar. Pompa Hydrolik Torak Aksial 4 Pompa Torak Radial Pompa ini berupa piston-piston yang dipasang secara radial. bila rotor berputar secara eksentrik. Gambar. kemudian terjadi langkah hisap dan kompressi secara bergantian. Gerak putar dari poros pompa diubah menjadi gerakan torak translasi. sehingga menghasilkan alira oli /fluida yang kontinyu.

menekan. dll. Silinder Hydrolik Penggerak Ganda Silinder Hydrolik penggerak ganda akan melakukan gerakan maju dan mundur akibat adanya aliran fluida/oli hydrolik yang dimasukkan pada sisi kiri (maju) dan sisi kanan (mundur). Kedua rotor itu identik dengan sepasang roda gigi helix yang saling bertautan. seperti. bego. menggeser. Karena daya yang dihasilkan besar. aktuator hydrolik dapat berupa silinder hydrolik. maupun motor hydrolik.5 Pompa Sekrup Pompa ini memiliki dua rotor yang saling berpasangan atau bertautan (engage). seperti mengangkat. dll. sehingga dapat memindahkan fluida oli secara aksial ke sisi lainnya. Dilihat dari daya yang dihasilkan aktuator hydrolik memiliki tenaga yang lebih besar (dapat mencapai 400 bar atau 4x107 Pa). yang satu mempunyai bentuk cekung. 7 . Buldozer. Pompa Sekrup Aktuator Hydrolik Seperti halnya pada sistim pneumatik. Gerakan maju dan mundur dari gerakan stang torak ini dapat digunakan untuk berbeagai keperluan dalam proses produksi. Tekanan Fluida akan diteruskan melalaui torak selanjutnya menjadi gerakan mekanik melalui stang torak. sedangkan lainnya berbentuk cembung. Silinder Hydrolik bergerak secara translasi sedangkan motor hydrolik bergerak secara rotasi. dibanding pneumatik. Gambar. maka silinder ini banyak digunakan pada peralatan berat.

Gambar. antara lain. Secara garis besar dapat dilihat dalam skema di bawah ini: 8 . Motor hydrolik ini prinsip kerjanya berlawanan dengan roda gigi hydrolik. Bagian tenaga terdiri dari pompa hydrolik. Silinder Hydrolik Penggerak Ganda dan Aplikasi penggunaan sistim Hydrolik pada alat berat Aktuator Rotasi 1 Motor Hydrolik roda gigi Motor Hydrolik merupakan alat untuk mengubah tenaga aliran fluida menjadi gerak rotasi. bagian tenaga (power pack) bagian sinyal. Motor Hydrolik Roda Gigi Pengendalian Hydrolik 1 Kasifikasi Pengenalian Hydrolik Sistim hydrolik terdiri dari beberapa bagian. dan katup satu arah. Selanjutnya motor hydrolik dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Gambar. pemroses sinyal. katup pengatur tekanan. dan pengendalian sinyal. Aliran Minyak hydrolik yang bertekanan tinggi akan diteruskan memutar roda gigi yang terdapat dalam ruangan pompa selanjutnya akan dirubah menjadi gerak rotasi untuk berbagai keperluan.

Gambar. maka pegas akan membuka dan mengalirkan fluida ke saluran pembuangan. Klasifikasi Hydrolik dalam Penampang dan Skema 2 Katup Pengatur Tekanan Katup pengatur tekanan terdapat beberapa model. Dasar-Dasar Perhitungan Hydrolik 1 Prinsip Hukum Pascal Perhitungan gaya hydrolik Torak pada bejana berhubungan dengan luas penampang berbeda. katup ini dilengkapi dengan pegas yang dapat diatur. Macam-macam model katup pembatas tekanan C.Gambar. Gambar. misalnya: Katup pembatas tekanan. Prinsip Hukum Pascal 9 . Bila tekanan hydrolik berlebihan.

V1 = Pabs2 . Perhitungan Kecepatan Torak Bila d1 = 100 cm2 dan d2 = 70 cm.= = = = atau = = = Bila = . Tekanan absolute Tekanan di dalam silinder merupakan tekanan absolut.V Gambar. jadi : = 2. V2 10 . Perhitungan Kecepatan Torak Q= = = A. berlaku : Pabs1 . . maka : . = . hitung kecepatan torak saat maju dan mundur Saat maju V maju = Q/A = 20 ltr/mnt / =        = = Gambar. besarnya tekanan absolut dikalikan dengan volumenya sama dengan konstan. Gas pada keadaan tertutup.

D. Pompakanlah cairan hydrolik dari drum ke tangki hydrolik melalui saringan (prefilter). h. atau pasang unloading pump atau excessive resistence. d. c. Cegah jangan sampai terjadi kontamisnasi gunakan filter udara dan filter oli yang baik. Perlakuan yang kurang atau bahkan tidak baik terhadap cairan hydrolik atau semakin menambah mahalnya harga sistem hydrolik sedangkan apabila kita mentaati aturan-aturan tentang perlakuan/pemeliharaan cairan hydrolik maka kerusakan cairan maupun kerusakan komponen sistem akan terhindar dan cairan hydrolik maupun sistem akan lebih awet. b. Gunakan juga peralatan yang bersih untuk memasukkannya. i. Cegah terjadinya panas/pemanasan yang berlebihan. Pantaulah (monitor) dan periksalah secara berkala dan berkesinambungan kondisi cairan hydrolik. Pastikan menggunakan cairan hydrolik yang benar-benar bersih untuk menambah atau mengganti cairan hydrolik kedalam sistem. Perbaikilah dengan segera bila terjadi kebocoran dan tugaskan seorang maitenanceman yang terlatih. antara lain: a. Pemeliharaan Cairan Hydrolik Cairan hydrolik temasuk barang mahal. g. panas dan angin). e. f. Simpanlah cairan hydrolik (drum) pada tempat yang kering. (periksa dengan pemasok cairan hydrolik). bila perlu pasang pendingin (cooling) atau bila terjadi periksalah penyebab terjadinya gangguan. 11 . Panduan pemeliharaan cairan hydrolik. Aturlah sedemikian rupa bahwa hanya titik pengisi tangki yang rapat-sambung sendiri yang ada pada saluran balik. Buatlah interval penggantian cairan hydrolik sedemikian rupa sehingga oksidasi dan kerusakan cairan dapat terhindar. dingin dan terlindungi (dari hujan.

pastikan bahwa komponen dan seal-sealnya cocok dengan cairan yang baru. pompa ini juga termasuk pressure umbalanced. Seperti external gear pump. demikian pula seluruh sistem harus dibilas (flushed) secara baik dan benar-benar bersih.j. Gambar. Cara kerja pompa ini dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar. Ukurannya lebih kecil dari external gear pump pada penghasilan pompa yang sama dan tingkat kebisinginnya lebih kecil. Pompa Roda Gigi Tipe Crescent 12 . Pompa Hydrolik Jadi pemantauan atau monitoring cairan hydrolik perlu memperhatikan panduan tersebut di atas disamping harus memperhatikan lingkungan kerja maupun lingkungan penyimpanan cairan hydrolik. Bila akan mengganti cairan hydrolik (apa lagi bila cairan hydrolik yang berbeda). Pompa Roda Gigi dalam Tipe Crescent Pompa ini cocok untuk tekanan tinggi dan untuk cairan hydrolik yang bervariasi.

6. Terjadinnya penyedotan di ruang NO : 4 ini. Saluran tekan (outlet) Pompa Roda Gigi Tipe Geretor Pompa ini terdiri atas inner rotor yang dipasak dengan poros penggerak dan rotor ring. Gambar . 13 . Dibuat demikian agar tekanan radial dari cairan hydrolik saling meniadakan sehingga terjadilah keseimbangan (balanced) Vane (kipas) yang bentuknnya seperti gambar dipasang pada poros beralur (slots) karena adanya gaya sentrifugal selama rotor berputar maka vane selalu merapat pada rumah pompa sehingga terjadilah proses pemompaan. Ini bertujuan untuk membentuk rongga pemompaan. Pompa Roda Gigi Tipe Gerotor Balanced Vane (Pompa Kipas Balanced) Pompa ini menggunakan rumah pompa yang bagian dalamnnya berbentuk elips dan terdapat dua buah lubang pemasukkan (inlet) serta dua buah lubang pengeluaran outlet yang posisinnya saling berlawanan arah.Keterangan gambar: 1. Penyedotan terjadi karena adanya rongga antara gigi inner outer ring gear. 3. Di Titik No 5 ini oli didesak/ditekan oleh pasangan gigi. Saluran oli masuk (inlet) 2. Oli masuk ke sedotan roda gigi yang berputar. Rotor ring atau outer rotor yang merupakan roda gigi dalam diputar oleh inner rotor yang mempunyai jumlah gigi satu lebih kecil dari jumlah gigi outer ring gear. 5. 4. Inner rotor dan outer rotor berputar searah.

Besar langkah piston tergantung pada besar sudut tekuk Fixed displacement piston pump besar sudut (offset engle) berkisar 25°. 14 . Pompa ini dapat mencapai tekanan hingga 63 Mpa.Gambar. Gambar. Balanced Vance Pompa Torak Radial (Radial Piston Pump) Pompa piston ini gerakan pemompaannya radial yaitu tegak lurus poros. Pada langkah pemompaan cairan ditekan dari setiap silinder melalui check valve ke saluran tekan. Piston digerakan oleh sebuah poros engkol (eccentric crankshaft) sehingga besar langkah piston adalah sebesar jari-jari poros engkol. Radial Piston Pump Bent Axis Piston Pump (Pompa Torak dengan Poros Tekuk) Pada pompa ini blok silinder berputar pada satu sudut untuk dapat memutar poros. Batang torak dipasang pada flens poros penggerak dengan menggunakan ball joint. Penghisapan terjadi pada waktu piston terbuka sehingga oli hydrolik dari crankshaft masuk ke dalam silinder.

Kopling merupakan bantalan diantara motor dan pompa yang akan mencegah terjadinnya hentakan/getaran selama motor mentrasfer daya ke pompa dan selama pompa mengalami hentakan tekanan yang juga akan sampai ke motor. Kopiling adalah komponen penyambung yang menghubungkan penggerak mula (motor listrik) dengan pompa hydrolik. Kopling juga menseimbangkan/mentolerir adanya error alignment (ketidak sentrisan) antara poros motor dengan poros pompa. Instalasi Pompa Hydrolik Kopiling. Contoh-contoh bahan kopling. 15 .Gambar. Gambar berikut ini menunjukan salah satu konstruksi tangki hydrolik. Untuk memenuhi persyaratan tersebut di atas maka pada umumnya kopling dibuat dari bahan : ‡ Karet (Rubber couplings) ‡ Roda gigi payung (Spiral bevel gear cupling) ‡ Clucth dengan perapat plastik (square tooth cluth with plastic inseres) Tangki hydrolik (Reservoir ) Tangki hydrolik (reservoir) merupakan bagian dari instalasi unit tenaga yang konstruksinya ada bermacam-macam. ada yang berbentuk silindris dan ada pula yang berbentuk kotak. Bent Axis Piston Pump E. Kopling ini mentrasfer momen puntir dari motor ke pompa hydrolik.

Sesuai dengan tempat pemasangannya.Gambar. ada macam-macam filter yaitu : ‡ Suction filter. Juga berfungsi untuk memutar cairan yang baru datang sehingga memiliki kesempatan lebih lama untuk menyebarkan panas. Tangki Hydrolik Reservoir Fungsi /tugas tangki hydrolik Sebagai tempat atau tandon cairan hydrolik. katup-katup akumulator dan lain-lain. udara dan pertikel-partikel padat yang hanyut dalam cairan hydrolik. kontaminasi akibat oksidasi dan sebagainya. Tempat pemisahan air. Filter (Saringan) Filter berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran atau kontaminan yang berasal dari komponen sistem hydrolik seperti bagian-bagian kecil yang mengelupas. Baffle Plate Baffle Plate berfungsi sebagai pemisah antara cairan hydrolik baru datang dari sirkulasi dan cairan hydrolik yang akan dihisap oleh pompa. Ukuran tangki hydrolik berkisar antara 3 s/d 5 kali penghasilan pompa dalam liter/menit dan ruang udara di atas permukaan cairan maksimum berkisar antara 10 s/d 15 %. Menghilangkan panas dengan menyebarkan panas ke seluruh badan tangki. 16 . penggerak mula. dipasang pada saluran hisap dan kemungkinannya di dalam tangki. Tempat memasang komponen unit tenaga seperti pompa. untuk mengendapkan kotoran dan juga memisahkan udara serta air sebelum dihisap kembali ke pompa.

Cairan Hydrolik Cairan hydrolik yang digunakan pada sistem hydrolik harus memiliki ciri-ciri atau watak (propertiy) yang sesuai dengan kebutuhan.‡ Pressure line filter. ‡ Return line filter. dipasang pada saluran tekan dan berfungsi untuk mengamankan komponen-komponen yang dianggap penting. ‡ Sebagai bantalan dari terjadinya hentakan tekanan pada akhir langkah. dipasang pada saluran balik untuk menyaring agar kotoran jangan masuk ke dalam tangki. ‡ Pencegah korosi. Kebanyakan sistem hydrolik selalu memasang suction filter. ‡ Penghanyut bram/chip yaitu partikel-partikel kecil yang mengelupas dari komponen. Property cairan hydrolik merupakan hal-hal yang dimiliki oleh cairan hydrolik tersebut sehingga cairan hydrolik tersebut dapat melaksanakan tugas atau fungsingnya dengan baik. Suction Filter F. ‡ Sebagai pendingin komponen yang bergesekan. ‡ Sebagai pelumas untuk bagian-bagian yang bergerak. Gambar. Gambar menunjukan proses penyaringan. ‡ Sebagai pengirim isyarat (signal) 17 . Adapun fungsi/tugas cairan hydolik: pada sistem hydrolik antara lain: ‡ Sebagai penerus tekanan atau penerus daya.

Tahan korosi dan tahan aus Cairan hydrolik harus mampu mencegah terjadinya korosi karena dengan tidak terjadi korosi maka kontruksi akan tidak mudah aus dengan kata lain mesin akan awet. dengan adanya busa tadi kemungkinan terjilat api akan lebih besar. Titik beku atau titik cair yang dikehendaki oleh cairan hydrolik berkisar antara 10°-15° C dibawah suhu permulaan mesin dioperasikan (starup). Tahan dingin Tahan dingin adalah bahwa cairan hydrolik tidak mudah membeku bila beroperasi pada suhu dingin. Tahan api (tidak mudah terbakar) Sistem hydrolik sering juga beroperasi ditempat-tempat yang cenderung timbul api atau berdekatan dengan api. Syarat Cairan Hydrolik 1. tenaga pompa akan semakin berat untuk melawan gaya viskositas cairan 2. Disamping itu. 6. Hal ini untuk menantisipasi terjadinya block (penyumbatan) oleh cairan hydrolik yang membeku. Tidak berbusa (Foaming) Bila cairan hydrolik banyak berbusa akan berakibat banyak gelembunggelembung udara yang terperangkap dlam cairan hydrolik sehingga akan terjadi compressable dan akan mengurangi daya transfer. 3. Kekentalan (Viskositas) yang cukup. Demikian juga bila viskositas terlalu kental. 4. Oleh karena itu perlu cairan yang tahan api. Cairan hydrolik harus memiliki kekentalan yang cukup agar dapat memenuhi fungsinya sebagai pelumas. Apabila viskositas terlalu rendah maka film oli yang terbentuk akan sangat tipis sehingga tidak mampu untuk menahan gesekan. Indeks Viskositas yang baik Dengan viscosity index yang baik maka kekentalan cairan hydrolik akan stabil digunakan pada sistem dengan perubahan suhu kerja yang cukup fluktuatif. 18 . 5.

5 % volume untuk setiap penekanan 80 bar oleh karena itu dipersyaratkan bahwa cairan hydrolik agar seminimal mungkin dpat dikempa. karena air akan mengakibatkan terjadinya korosi bila berhubungan dengan logam. Demulsibility (Water separable) Yang dimaksud dengan de-mulsibility adalah kemampuan cairan hydrolik. 1. Oli hydrolik (Hydraulic oils) Oli hydrolik yang berbasis pada minyak mineral biasanya digunakan secara luas pada mesin-mesin perkakas atau juga mesin-mesin industri. Tetapi kenyataannya cairan hydrolik dapat dikempa sampai dengan 0. Minimal compressibility Secara teoritis cairan adalah uncomprtessible (tidak dapat dikempa). Menurut standar DIN 51524 dan 512525 dan sesuai dengan karakteristik serta komposisinya oli hydrolik dibagi menjadi tiga (3) kelas : ‡ Hydraulic oil HL ‡ Hydraulic oil HLP ‡ Hydraulic oil HV Pemberian kode dengan huruf seperti di atas artinya adalah sebagai berikut : Misalnya oil hydrolik dengan kode : HLP 68 artinya : H = Oli hydrolik L = kode untuk bahan tambahan oli (additive) guna meningkatkan pencegahan korsi dan/atau peningkatan umur oli P = kode untuk additive yang meningkatkan kemampuan menerima beban. 8.7. 68 = tingkatan viskositas oli 19 . Tetapi sistem hydrolik memerlukan persyaratan-persyaratan tertentu seperti telah dibahas sebelumnya berhubung dengan konstruksi dan cara kerja sistem.  Macam-macam cairan hydrolik Pada dasarnya setiap cairan dapat digunakan sebagai media transfer daya.

g : 35-55 Komposisi kandungan Air 80-98 40 Persentase(%) 20 .2.g : 0-0.1 24320 24317 Oil-water emulsion Water-oil emulsion Hydrolis solusion. e. Cairan hydrolik semacam ini digunakan oleh sistem hydrolik pada tempattempat mesin-mesin yang resiko kebakarannya cukup tinggi seperti : ‡ Die casting machines ‡ Forging presses ‡ Hard coal mining ‡ Control units untuk power station turbines ‡ Steel works dan rolling mills Pada dasarnya cairan hydrolik tahan api ini dibuat dari campuran oli dengan air dari oli sintetis. Cairan Hydroik tahan Api (Low flammability) Yang dimaksud cairan hydrolik tahan api ialah cairan hydrolik yang tidak mudah atau tidak dapat terbakar. Jenis-jenis cairan hidrolik tahan api No Pada Lembar Kode Standar VDMA HFA HFB HFC 24317 water glycol HFD 24317 phosphate ether Anhydrolis liquid. Tabel berikut ini menunjukan jenis-jenis cairan hydrolik tahan api tersebut : Tabel 14. e.

terdapat satuan yang lain yang juga digunakan dalam sistem hydrolik yaitu : 21 . Selain satuan centi-Stokes (cSt). Satuan mm²/s disebut centi-Stokes (cSt). Jadi semakin kental kondisi cairan dikatakan viskositasnya semakin tinggi. Apabila cairan itu mudah mengalir dapat dikatakan cairan tersebut memiliki viskositas rendah atau kondisinya encer. Dalam sistem standar internasional satuan viskositas ditetapkan sebagai viskositas kinematik (kinematic viscosity) dengan satuan ukuran mm²/s atau cm²/s. nama satuan viskositas ini disesuaikan dengan nama penemunya yaitu Sir Gabriel Stokes (1819-1903). Perbandingan macam-macam cairan hidrolik Type of Fluid Petro Oil P G Free Resistance Viscosity lemp. range(°C) above ideal Relative cost comp.5 4  Viskositas (Kekentalan) Viskositas cairan hydrolik akan menunjukkan berapa besarnya tahanan di dalam cairan itu untuk mengalir. dimana: 1 cm²/s = 100 mm²/s. Satuan cm²/s dikenal dengan satuan Skotes (St). to oil Water Glycol E E Phosphor Ester G F Oil-in Water F G Oil Synthetic F F-G G E 65 E F-G 50 F E 65 G F-G 50 F E 65 1 4 8 1. 1. Properties Seal compability Lubricating quality Temp. Satuan viskositas Besar atau kecilnya viskositas ditentukan oleh satuan satuan pengukuran.Perbandingan antara macam-macam cairan hydrolik tersebut di atas dapat kita lihat pada tabel berikut : Tabel. Jadi 1 St = 100 cSt.

00 414.50 19.00 612.8 10 15 22 32 46 68 100 150 220 320 460 680 1000 1500 Kinematic Viscosity Limits cSt at 40. satuan viskositas diukur dalam sekon dengan simbol (R1) ‡ Saybolt Universal.80 35.80 90. 22 .00 11.52 4.00 198.2 4. 3.00 1350.50 16.42 2.20 74.00 900. seperti yang ditunjukan dalam Tabel berikut ini Tabel. viskositas cairan hidolik diklasifikasikan menjadi beberapa viscosity Grade dan nomor gradenya yang diambil kira-kira pertengahan antara viskositas min.88 3.80 dan 24.00 352. Secara faktual sering dijumpai bahwa pelumas gear box juga sering digunakan juga untuk instalasi hydrolik maka frade menurut SAE juga dibahas disini.00 135.00 Nomor VG dapat diperoleh melalui angka pembulatan dari pertengahan diantara viskositas min.635 VKVK = Viskositas Kinematik ‡ E = 0.20 41.00 165. ke viskositas max.06 6.‡ Redwood 1.12 7.00 242.00 506.80 24.20 28.0°C Min Max 1.00 748. angka 22 diambil dari rata-rata antara 19.00 110.98 2.14 5. Misal : ISO VG 22 . satuan viskositas juga diukur dalam sekon dan dengan simbol (SU) ‡ Engler.40 50.2.0°C 2. dan viskositas max.48 9.60 61.10 VK ‡ SU = 4.6 6.132 VK 33 Menurut standar ISO. Klasifikasi viskositas cairan hidrolik ISO Viscosity Grade ISO VG 2 ISO VG 3 ISO VG 5 ISO VG 7 ISO VG 10 ISO VG 15 ISO VG 22 ISO VG 32 ISO VG 46 ISO VG 68 ISO VG 100 ISO VG 150 ISO VG 220 ISO VG 320 ISO VG 460 ISO VG 680 ISO VG 1000 ISO VG 1500 Mid-Point Viscosity cSt at 40.00 13.00 288.20. satuan viskositas diukur dengan derajat engler (E°) Untuk cairan hydrolik dengan viskositas tinggi dapat digunakan faktor berikut: ‡ R1 = 4.00 1100.00 1650.

Batas viskositas ideal Kinematic Viscosity Lower Ideal Viscosity range Upper limit 10 15 to 100 750 23 . Karena untuk viskositas yang terlalu rendah akan mengakibatkan daya pelumas kecil. daya perapat kecil sehingga mudah bocor. Aplikasi penggunaan oli hirolik sesuai dengan gradenya SAE Classes 30 20-20W ISO-VG 100 68 10W 5W 46 32 22 (15) 10 For open air applications-mobile hydraulic In order areas At normal temperatures Areas of application Stationary instalationsin closed areas athigh temperatures 2. Viscosity margins Maksud dari viscosity margins adalah batas-batas atas dan bawah yang perlu diketahui. Berikut ini diberikan gambaran tentang batas viskositas yang iideal: Tabel 18. Sedangkan apabila viskositas telalau tinggi juga akan meningkatkan gesekan dalam cairan sehingga memerlukan tekanan yang lebih tinggi.Berikut ini adalah grading berdasarkan SAE dan konversinya dengan ISO-VG. Tabel. Juga dijelaskan disini aplikasi penggunaan oli hydrolik ssesuai dengan nomor gradenya.

9 102.0 260.0 182.4 187. Saybolt Kinematic Centrisrokes 2.0 2.2 48.61 5.0 12.4 79.4 106.5 11.5 15.88 2.77 2.0 22.13 6.6 95.18 2.0 128.6 34.4 307.22 1.7 302.33 2.5 13.5 7.0 24.0 237.3 270.0 117.59 3.9 60.0 274.0 223.Tabel .65 2.5 293.95 5.22 5.83 2.0 16.03 2.26 1.5 5.69 7.8 251.4 89.5 4.8 71.98 9.5 14.48 1.0 13.08 2.0 104.5 Engineer Degrees 1.1 40.7 228.7 42.65 1.89 1.4 52.5 24.9 69.72 8.2 58.3 124.3 81.5 22.0 209.5 17.31 1.00 3.58 8.5 93.5 219.5 57.44 1.0 37.51 6.35 3.0 21.0 19.50 2.23 3.56 10.4 91.39 2.0 23.0 191.58 4.5 110.7 62.5 12.90 7.28 2.2 159.6 39.2 66.0 325.87 6.5 77.82 11.26 6.3 87.1 53.17 1.56 1.5 21.84 1.0 10.3 178.11 9.0 14.61 1.30 10.00 6.8 214.77 10.35 1.7 112.7 97.5 6.5 256.39 1.3 83.5 3.8 173.09 24 .98 2.80 1.9 67.56 7.46 4.0 311.0 18.75 1.5 25.0 3.45 8.7 164.0 5.3 168.94 1.5 18.06 3.03 10.24 9.0 26 27 Saybolt Kinematic Centrisrokes 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 62 64 65 66 67 68 69 70 72 74 76 78 80 82 84 86 88 90 92 Redwood1 Second 31 32 33 35 36 37 39 40 41 43 44 45 46 48 49 51 52 54 55 57 58 60 62 64 65 67 68 70 72 74 75 77 79 81 82 84 86 88 90 92 94 96 97 99 101 103 105 109 113 Universal Second 32.0 8.44 2.7 279.71 4.38 6.3 85.7 265.5 19.6 75.8 50.23 2.0 9.47 3. Kesetaran ke-empat sistem satuan viskositas.5 335 344 353 363 372 381 391 400 410 419 428 Engineer Degrees 4.55 2.3 321.17 7.35 5.13 2.7 73.1 119.8 115.2 284.71 2.74 5.5 205.11 3.0 4.5 16.84 4.0 6.7 316.04 8.29 3.2 246.77 6.8 55.5 20.71 Redwood1 Second 137 141 145 149 153 157 161 165 169 173 177 181 185 189 193 197 201 205 209 213 218 222 226 230 234 238 242 246 250 254 258 262 266 271 275 279 283 287 295 303 311 319 328 336 344 352 360 369 377 Universal Second 155.0 20.5 242.5 10.8 99.0 17.5 8.52 1.64 6.85 8.18 8.3 44.41 3.60 2.6 47.2 106.5 297.12 1.71 1.04 7.0 11.4 64.82 7.17 3.0 7.0 15.0 45.31 8.5 195.10 5.4 36.48 5.0 200.3 233.94 3.5 23.95 8.5 9.51 9.30 7.43 7.0 288.

Cairan hydrolik yang akan diukur dituangkan melalui lubang A hinga ke kointener E yang suhunya diatur.08 4.33 94 96 98 100 102 385 393 401 410 418 438 447 456 465 475 3.96 4.. Gambar. Capillary viscometer Cara pengukurnya adalah sebagi berikut : (lihat Gambar). 25 . kemudian semua lubang ditutup.7 3.28 29 30 31 32 117 121 125 129 133 133.83 3.5 141. Viskometer VisKometer adalah alat untuk mengukur besar viskositas suatu cairan.7 146.0 150. buka bersama-sama lubang A. Melalui kapiler C zat cair dihisap hingga naik pada labu D sampai garis L1. Viskometer Besar viskositas kinematik adalah kecepatan bola jatuh setinggi h dibagi dengan berat jenis cairan yang sedang diukur. B dan C dan hitung waktu yang digunakan oleh cairan untuk turun sampai se l2. Untuk mengukurnya. waktu tersebut menunukan viskostis cairan.0 137. Ada beberapa macam viskometer antara lain : Ball Viscometer atau Falling sphere Viscometer. (lihat gambar) 4.21 4. Makin kental cairan hydrolik akan makin lama untuk turun dan berarti viskostis makin besar.

Atau dapat dikatakan bahwa cairan hydrolik ini dapat digunakan dalam rentang perubahan suhu yang cukup besar. Sehingga viscosity index ini digunakan sebagai dasar dalam menentukan karakteristik kkentalan cairan hydrolik berhubungan dengan perubahan temperatur. Cairan hydrolik memiliki viscositas index tinggi apabila terjadinya perubahan viskositas kecil (stabil) dalam rentang perubahan suhu yang relatif besar. Cairan hirdrolik terutama oli hydrolik diharapkan memiliki viscosity index (VI) = 100. Indeks Viskositas (viscosity Index) Yang dimaksud dengan indeks viskositas atau viscosity index (VI) ialah angka yang menunjukan rentang perubahan viskositas dari suatu cairan hydrolik berhubungan dengan perubahan suhu. Capillary viscometer 5. bahkan kebanyakan oli hydrolik diberi tambahan (additive) yang disebut ³ VI improvers ³ tinggi juga disebut multigrade oils. Untuk mengetahui perubahan viskositas ini perhatikan Ubbelohde¶s viscosity-temperature diagram berikut ini 26 .Gambar. Mengenai viskositas indeks ditetapkan dalam DIN ISO 2909.

7.6. Cairan hydrolik harus memiliki kekentalan yang cukup agar dapat memenuhi persyaratan dalam menjalankan fungsinya. Gambar berikut ini menunjukan diagram viscosity pressure characteristic. Karakteristik atau sifat-sifat yang diperlukan antara lain adalah : 27 . Karakteristik Cairan Hydrolik yang dikehendaki. Viscosity-pressure characteristics Karakteristik kekentalan dan tekanan pada cairan hydrolik sangat penting untuk diketahui karena dengan meningkatnya tekanan hydrolik maka meningkat pula viscosity index.

3 Daya yang dihasilkan kurang maksimum Perlu tenaga Penggantian Pada saat penggantian fluida. ada saluran pipa yang retak atau pecah. sebaiknya diganti dngan fluida yang sejenis. juga digunakan untuk sistem yang gesekanya tinggi Seperti pemakaian HLP. fluida 2 Terjadi korosi Daya yang dihasilkan tidak dapat maksimum Tercampurnya air pada fluida yang digunakan. Fluida harus diganti dengan yang baru pada saluran rendah.Tabel. juga digunakan secara meluas untuk sistem yang fluktuasi perubahan temperatur cukup tinggi HLP Meningkatkan ketahanan terhadap aus HV Meningkatkan indek viskositas (VI) G. Cara Mengatasi Mengganti sealdan pipa yang retak atau pecah tadi dengan yang baru. ada seal yang bocor. Masalah pada Sistem Hidrolik No 1 Masalah Terjadi kebocoran Indikasi Daya yg dihasilkan Penyebab 1. 2. Sifat-sifat cairan hidrolik Kode HL Sifat Khusus Meningkatkan kemapuan mencegah korosi dan kestabilan oli hydrolik Penggunaan Digunakan pada sistem yang bekerja pada suhu tinggi dan untuk tempat yang mungkin tercelup air Seperti pada pemakaian HL. yang besar saat fluida yang pengoprasian system terja hidrolik viskositasnya berbeda 28 .

4. Mahasiswa mengetahui prinsip kerja hidrolik.1 Kesimpulan a.2 Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat a. Dengan pembuatan tugas ini mahasiswa dapat mengetahui fungsi setiap komponen system kerja hidrolik.T. b. 2) Adanya Buku Ajar yang disusun oleh Bapak Ir. itu akan sangat membantu mahasiswa dalam pencapaian ilmu yang di tuntut. 2) Banyaknya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. penyebab dan cara mengatasinya. ditunjukkan pada halaman 5 sampai halaman 18. b. Mahasiswa dapat mengetahui komponen-komponen system kerja hidrolik. Dengan pembuatan tugas ini mahasiswa dapat mengetahui prinsip kerja pada system kerja hidrolik dan aplikasinya pada dunia otimotif. Mahasiswa mengetahui cara kerja system hidrolik. Mahasiswa mengetahui fungsi pada masing-masing komponen. b. Faktor pendukung 1) Adanya fasilitas internet yang membantu dalam pencarian bahan untuk pembuatan tugas ini. M. ditunjukkan pada halaman 11 sampai halaman 15. 4. Faktor penghambat 1) Kurangnya pengetahuan penulis tentang system kerja hidrolik. 29 . Dengan pembuatan tugas ini mahasiswa dapat mengetahui kerusakan pada system kerja hidrolik.4 Saran Sebagai mahasiswa pendalaman prinsip dasar system hidrolik sangat penting. 4. ditunjukkan pada halaman 28. terlebih lagi jika ditunjang dengan fasilitas praktek yang memadai.3 Manfaat yang Dirasakan a. dan d.BAB IV PENUTUP 4. c. c. Kasijanto.

30 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->