KRITIK SASTRA

Oleh: Gud Reacht Hayat Padje

HAKEKAT KRITIK SASTRA
o

o

Secara etimologis, kata kritik berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata krinein (menghakimi, membanding, menimbang). Kata krinein menjadi bentuk dasar bagi kata kreterion (dasar, pertimbangan, penghakiman). Orang yang melakukan pertimbangan/penghakiman disebut krites yang berarti hakim. Bentuk krites inilah yang menjadi dasar kata kritik. Secara harafiah, kritik sastra adalah upaya menentukan nilai hakiki karya sastra dalam bentuk memberi pujian, mengatakan

kesalahan, memberi pertimbangan lewat pemahaman dan penafsiran yang sistemik
1. Pengertian Kritik Sastra

2. Jenis Kritik Sastra
o

o

o

Menurut bentuk  Kritik Teoritis  Kritik Terapan Berdasarkan Pelaksanaan  Kritik Judisial  Kritik Induktif  Kritik Impresionistik Berdasarkan Orientasi Terhadap Karya Sastra  Mimetic criticism  Pragmatic criticism  Expresive criticism  Objective criticism

Kritik Teoritis

untuk diterapkan pada pertimbangan-pertimbangan dan interpretasi-interpretasi karya sastra maupun penerapan kriteria (standar atau norma) untuk menilai karya sastra dan pengarangnya. pembedaanpembedaan. Kritik Terapan o Merupakan diskusi karya sastra tertentu dan penulis-penulisnya. Misalnya buku Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esei Jilid II (1962) dikritik sastrawan-sastrawan dan karyanya.o Kritik sastra yang berusaha (bekerja) atas dasar prinsip-prinsip umum untuk menetapkan seperangkat istilah yang berhubungan. dan kategori-kategori. diantaranya Mohammad Ali. .

serta gayanya.Nugroho Notosusanto. organisasinya. dan lain sebagainya Kritik Judisial o Adalah kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya. dan mendasarkan pertimbangan-pertimbangan individu kritikus atas dasar standarstandar umum tentang kehebatan dan keluarbiasaan sastra Kritik Induktif o Kritik sastra yang menguraikan bagian-bagian karya sastra berdasarkan fenomena-fenomena yang ada secara objektif. Kritik induktif meneliti karya sastra sebagaimana halnya ahli ilmu alam meneliti gejala-gejala alam secara . teknik. Subagio Sastrowardoyo.

Kritik Impresionistik o Adalah kritik sastra yang berusaha menggambarkan dengan kata-kata.objektif. Kritik Mimetik o Kritik yang bertolak pada pandangan bahwa karya sastra merupakan tiruan atau penggambaran dunia dan kehidupan manusia. tanpa menggunakan standar-standar yang tetap yang berasal dari luar dirinya. sifat-sifat yang terasa dalam bagianbagian khusus atau dalam sebuah karya sastra dan menyatakan tanggapan-tanggapan (impresi) kritikus yang ditimbulkan secara langsung oleh karya sastra. Kritik ini cenderung mengukur kemampuan suatu karya sastra dalam .

Kritik ini cenderung .menangkap gambaran kehidupan yang dijadikan suatu objek Kritik Pragmatik o Kritik yang disusun berdasrkan pandangan bahwa sebuah karya sastra disusun untuk mencapai efek-efek tertentu kepada pembaca. seperti efek kesenangan. estetika. pendidikan. Kritik Ekspresif o Kritik yang menekankan kepada kebolehan pengarang dalam mengekspresikan atau mencurahkan idenya ke dalam wujud sastra. Model kritik ini cenderung memberikan penilaian terhadap suatu karya berdasarkan ukuran keberhasilannya dalam mencapai tujuan tersebut. dan sebagainya.

menimbang karya sastra dengan memperlihatkan kemampuan pencurahan. Kritik Objektif o Suatu kritik sastra yang menggunakan pendekatan bahwa suatu karya sastra adalah karya yang mandiri.pptx%3Fkey%3Dopayat:journal:201%26nmid%3D326716460+bentuk+kritik+sastra+tenta ng+kritik+teoritis&cd=10&hl=id&ct=clnk&gl=id&source=www.googleusercontent.com/attachment/0/S7Ar4AooCIgAAB7Kc2c1/KRITIK%2520SASTR A.google.com/search?q=cache:nJM9GvGdxDQJ:images.id .multiplycontent.opayat.co.mu ltiply. Fungsi Kritik Sastra o o o Untuk pembinaan dan pengembangan sastra Untuk pembinaan kebudayaan dan apresiasi seni Untuk menunjang ilmu sastra http://webcache. kesejatian. Kritik ini menekankan pada unsur intrinsik. atau visi penyair yang secara sadar atau tidak tercermin pada karya tersebut.

(b) Menurut PELAKSANAANNYA. -. Kritikus pada paham ini meneliti karya sastra seperti ahli ilmu alam meneliti gejala alam secara objektif tanpa menggunakan standar yang berasal dari luar dirinya. 3) Kritik induktif adalah kritik sastra yang menguraikan bagian-bagian karya sastra berdasarkan fenomena-fenomena yang ada secara objektif. kategori-kategori untuk diterapkan pada pertimbangan-pertimbangan. Andre Hardjana 2) Kritik terapan berupaya menerapkan teori sastra berdasarkan keperluannya. menetapkan suatu perangkat istilah yang mengkait. ada 2 jenis kritik sastra. ada 3 jenis kritik sastra. organisasinya. teknik. 1) Kritik teoretis adalah jenis kritik sastra yang berusaha menerapkan kriteria-kriteria tertentu(teori) untuk menilai karya sastra dan pengarangnya. interpretasi-interpretasi karya sastra. Kesusasteraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esei karya HB Jassin. Pelaksanaan Kritik model ini biasanya kritikus melakukan kritik praktis. dan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan individual kritikus atas dasar yg umum tentang kehebatan dan keluarbiasaan 2) Kritik Impresionistik adalah kritik sastra yang berusaha menggambarkan dengan kata-kata sifat yang terasa dalam berdasarkan kesan-kesan/tanggapan-tanggapan (impresi) kritikus yg ditimbulkan secara langsung oleh karya sastra. serta gayanya. ada 4 jenis kritik sastra. kritik pragmatik (pragmatic criticism). Kritik ini berupaya agar prinsip dan kriteria yang digunakan disesuaikan dengan k arakteristik karya sastra yang bersangkutan. yakni kritik teoretis (theoritical criticism) dan kritik terapan (practical/applied criticism). Sutia S. Semakin jelas karya sastra menggambarkan realita semakin baguslah karya sastra itu. Beberapa buku kritik sastra jenis ini antara lain: -. yakni kritik mimetik (mimetic criticism). Kritik jenis ini jelas dipengaruhi oleh paham Aristoteles dan Plato yang menyatakan bahwa . Beberapa Gagasan Dalam Bidang Kritik Sastra Indonesia Modern karya Rahmad Djoko Pradopo -. Kritik Sastra Sebuah Pengantar. yakni kritik judisial (judicial criticism). 1) Kritik mimetik Menurut Abrams. dan kritik induktif (inductive criticism). kritikus pada jenis ini memandang karya sastra sebagai tiruan aspek-aspek alam. Buku dan Penulis karya R. 1) Kritik Judisial menurut Abrams adalah kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya. Sehingga kriteria yang digunakan kritikus sejauh mana karya sastra mampu menggambarkan objek yang sebenarnya. kritik ekspresif (ekspresive criticism) dan kritik objektif (objective criticism).Jenis-jenis Kritik Sastra (a) Menurut BENTUKNYA. Contoh kritik model ini di Indonesia adalah kritik sastra aliran Rawamangun (akademisi UI). Kritik teoretis mencoba menerapkan prinsip-prinsip umum. Contoh buku kritik sastra jenis ini antara lain: -. Karya sastra. Sastra merupakan pencerminan/penggambaran dunia kehidupan. Contoh paling konkrit adalah kritik sastra yang sering dilakukan HB Jassin. perbedaan-perbedaan. (c) Menurut PENDEKATANNYA thd. kritik impresionistik (impresionistic criticism).

Umumnya. 3 Kritik ekspresif Kritik ekspresif menitikberatkan pada pengarang. Jakob Sumardjo -. integritas. dan dunia sekitarnya. karya Arif Budiman -. Cerita Pendek Indonesia: Sebuah Pembicaraan. kecocokan pengelihatan mata batin pengarang/keadaan pikirannya. Novel Sastra Indonesia Sebelum Perang. contoh kritik sastra jenis ini antara lain: -. Lake -. Di Indonesia. bahwa kritik jenis ini lebih bergantung pada pembacanya (reseptif). dsb. New Critics (Kritikus Baru di AS) . Kritik jenis ini berkembang pada Angkatan Balai Pustaka. Sementara tujuan karya sastra pada umumnya: edukatif. persepsi-persepsi dan perasaan yang dikombinasikan dalam karya sastra. keseimbangan. unsur intrinsik (objektif)) tidak hanya terbatas pada alur. kesejatian. Subagio Sastro Wardoyo -. sastrawan romantik jaman BP/PB menggunakan orientasi ekspresif ini dalam teori-teori kritikannya. Kritikus ekspresif meyakini bahwa sastrawan (pengarang) karya sastra merupakan unsur pokok yang melahirkan pikiran-pikiran. atau politis. Di Indonesia. pembaca. Novel Indonesia Populer. Kritikus cenderung menimba karya sastra berdasarkan kemulusan. kesinambungan. bebas terhadap sekitarnya. tersusun dari bagian-bagian yang saling berjalinan erat secara batiniah dan mengehndaki pertimbangan dan analitis dengan kriteriakriteria intrinsik berdasarkan keberadaan (kompleksitas. tokoh.sastra adalah tiruan kenyataan. Jakob Sumardjo -. Sosok Pribadi Dalam Sajak. Di Balik Sejumlah Nama. kritik jenis ini banyak digunakan pada Angk. Dengan kata lain. kritik ini cenderung menilai karya sastra atas keberhasilannya mencapai tujuan. Linus Suryadi -. tema. Sapardi Joko Damono 2) Kritik pragmatik Kritikus jenis ini memandang karya sastra terutama sebagai alat untuk mencapai tujuan (mendapatkan sesuatu yang daharapkan). estetis. Anton J. Ada yang berpendapat. dan saling berhubungan antarunsur-unsur pembentuknya) Jadi. Karya sastra merupakan sebuah keseluruhan yang mencakupi dirinya. Pendekatan kritik sastra jenis ini menitikberatkan pada karya-karya itu sendiri. tetapi juga mencakup kompleksitas. Kritik jenis ini mulai berkembang sejak tahun 20-an dan melahirkan teori-teori: -. Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan. Contoh lain misalnya: -. STA pernah menulis kritik jenis ini yang dibukukan dengan judul Perjuangan dan Tanggung Jawab dalam Kesusastraan. Novel Indonesia Mutakhir: Sebuah Kritik. dsb. Jakob Sumardjo -. telah membuka dirinya dalam karyanya. 45. Pendekatan ini sering mencari fakta tentang watak khusus dan pengalaman-pengalaman sastrawan yang sadar/tidak. koherensi. Fiksi Indonesia Dewasa Ini. Korrie Layun Rampan 4) Kritik objektif Kritikus jenis ini memandang karya sastra sebagai sesuatu yang mandiri. integritas. koherensi. WS Rendra dan Imajinasinya. bebas dari penyair.

Toda -. Novel Baru Iwan Simatupang. Para strukturalis Perancis Di Indonesia. Oemaryati -. Bentuk Lakon Dalam Sastra Indonesia. Teeuw http://wahyudipoday.html . Boen S. Tergantung Pada Kata. Umar Yunus -.blogspot. PerkembanganNovel-Novel di Indonesia. -.com/2009/12/kritik-sastra.-. Th. Rahayu Prihatmi -. Pengarang-pengarang Wanita Indonesia. Dami N. Umar Yunus -. Kritikus formalis di Eropa -. kritik jenis ini dikembangkan oleh kelompok aliran Rawamangun. Perkembangan Puisi Indonesia dan Melayu Modern.

kritik sastra digolongkan menjadi kritik teori (theoretical criticism) dan kritik praktik atau kritik terapan (practical criticism atau applied criticism) Kritik sastra teori adalah bidang kritik sastra yang berusaha (bekerja) untuk menetapkan. atas dasar prinsip-prinsip umum. dan gayanya. Yaitu pertama. Hudson menggolongkan kritik sastra menjadi kritik judisial dan kritik induktif (inductive criticism). yang dengan hal-hal tersebut itu karya-karya sastra dan para sastrawannya dinilai. dan menurut dasar pendekatannya. pelaksanaan atau praktik. maupun penerapan ³kriteria" (standar atau norma-norma).H. Sedangkan W. Misalnya Kesusasteraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Menurut pelaksanaan atau praktik kritik. Sedangkan kritik induktif adalah kritik sastra yang menguraikan bagian-bagian sastra berdasarkan fenomena-fenomena Hudson menunjukkan adanya tiga perbedaan pokok antara kedua macam kritik itu. Kritik praktik berupa penerapan teori-teori kritik yang dapat dinyatakan secara eksplisit etau implisit berdasarkan keperluannya. Sedangkan kritik praktik merupakan diskusi karya-karya sastra tertentu dan pengarang-pengarangnya. kritik sastra oleh Abrams dibagi menjadi kritik judisial (Judicial criticism) dan kritik impressionistik (impressionistic criticism). dan mendasarkan pertimbangan-pertimbangan individual kritikus atas dasar standar-standar umum tentang kehebatan atau keluarbiasaan sastra. Kritik judisial adalah kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya. teknik. kritik judisial mengakui adanya perbedaan tingkat antara karya- .BAB IV MACAM JENIS KRITIK SASTRA Kritik sastra dapat digolongkan menurut bentuknya. pembedaan-pembedaan dan kategorikategori untuk diterapkan pada pertimbangan dan interpretasi karya sastra. Menurut bentuknya. seperangkat istilah-istilah yang tali-temali. organisasinya.

hukum ini mengikat para sastrawan sebagaimana hukum moral dan negara mengikat para warganya. melainkan kenyataanlah yang menimbulkan hukum. Jadi. dan memperlakukan seni seperti obyek alam yang lain. sejarahnya adalah sejarah transformasi (perubahan/penjilmaan) yang tak henti-hentinya hingga tak ada Secara singkat kritik induktif akan menyelidiki kesusasteraan dengan jiwa (semangat) penyelidikan murni. Seperti halnya fenomena yang lain berhubungan dengan ilmu-ilmu. sedangkan kritik induktif menolak adanya dan kemungkinan fixed standards atau ukuran resmi yang tetap itu. Hukum alam hanya suatu pernyataan umum dari susunan yang secara nyata diselidiki di antara fenomena-fenomena. hukum-hukum/ norma-norma yang telah ditetapkan oleh para sastrawan sebelumnya dalam mencipta karya sastra. yang dengannya suatu karya sastra mungkin dikerjakan dan dihakimi. dengan mencari norma-norma seni menurut pelaksanaan para seniman. Jadi. yang ada hanya perbedaan jenis. . Singkatnya hukum-hukum/norma-norma karya sastra itu sudah melekat pada karya-karya sastra itu sendiri. yang statis. yang diletakkan oleh kekuasaan di luar dirinya. tidak ada karya sastra yang lebih tinggi atau lebih rendah nilainya disebabkan Yang kedua kritik judisial mengakui adanya hukum-hukum sastra seperti hukum moral atau hukum negara. Begitu juga halnya hukum sastra. sastrawan harus mengakui dan mematuhi hukum-hukum atau normanorma karya sastra yang tetap.karya sastra yang disebabkan susunan norma-normanya berbeda. kritik judisial bersandar pada ukuran baku yang tetap (fixed standards). Baginya hukum sastra persis/tepat seperti hukum alam bagi sarjana ilmu alam -. adalah hasil dari evolusi. Sedangkan kritik induktif tidak mengakui adanya perbedaan tingkat. kesusasteraan adalah produk. Yang ketiga.hukum sastra bukanlah syarat-syarat yang diletakkan di atas karya sastra dari tanpa ada sebelumnya. sedangkan menurut kritik induktif tak ada hukum/norna sastra yang seperti itu.

Hal itu mengingatkan kita pada hukum "tiga kesatuan" (trois unites) dalam kritik drama. Dengan mengakui adanya standard yang tetap itu para kritikus judisial ini dalam menilai karya sastra bersifat absolut. maka ada kemungkinan penilaiannya menjadi relatif karena tidak mengakui adanya perbedaan tingkat karya sastra. karena menekankan pada karya-karya sastra individual. dan sifatnya konvensional dan dogmatik. Kritik impressionistik disebut . Sebaliknya kritik induktif. ketiga kesatuan lakon. Hudson berkata bahwa para kritikus jenis ini pada jaman Renaissance memakai standard penilaian dengan karya-karya sastra Yunani dan Latin. Kritik impressionistik adalah kritik yang berusaha menggambarkan dengan katakata atas sifat-sifat yang terasa dalam bagian-bagian khusus atau dalam sebuah karya tanggapan-tanggapan ditimbulkan secara langsung oleh karya sastra tersebut. Hukum tiga kesatuan itu berupa keharusan pada drama untuk memenuhi : pertama kesatuan tempat. dan masing-masing dapat dipahami bila diperiksa dengan sikap pikiran (pendirian) yang disesuaikan dengan variasi khusus tanpa campur tangan (hukum-hukum) yang belum ada sebelumnya.seperti benda (hal) yang mengalami perkembangan yang tak putus-putus. yang mungkin dapat diharapkan akan membuat perbedaan-perbedaan sastra antara para penulis dan madzhab-madzhab. Hukum tiga kesatuan itu sebetulnya hasil pencatatan pada drama-drama klasik Yununi yang dilakukan oleh Aristotetes. dan tidak mengijinkan penilaian karya sastra dengan cara membandingkan antara yang satu dengan karya sastra yang lain. kedua kesatuan waktu. Bila drama tidak memenuni hukum itu menurut para kritikus judisial tidak atau kurang bernilai. Kemudian oleh para kritikus jaman Renaissance dijadikan hukum drama yang tetap. dan tiduk mengakui adanya tingkat-tingkat karya sastra.

. begitu kata T... .S. motif-motif pelaku ditunjukkan. Eliot. Dalam kritik yang impressionistik kritikus hanya menceritakan kembali apa yang dibaca dan memberi tafsiran. Eliot memberikan suatu contoh. untuk menimbulkan kesan yang indah kepada pembaca.... Eliot.. melainkan itu menunjukkan bahwa Symons sedang hidup dalam drama seperti orang yang hidup dalam pertunjukan sandiwara. .. Dan ia berkata bahwa itu bukan esai tentang seni atau karya intelek.S.. Ia adalah wanita yang terakhir . maka ia meninggal .S. ia akan seribu kali lebih suka mati dari pada hidup sebagai hinaan.. di mana cerita-cerita dan drama-drama atau novel diceritakan kembali..juga kritik yang estetik. Kemudian Symons melanjutkan ceritanya : "Pada akhir hidupnya Cleopatra mencapai kehormatan yang tertentu .. kritikus tidak memberi penilaian kepada karya sastra itu sendiri.. drama berakhir Kesan-kesan A. atau kutukan mulut-mulut orang. dikemukakan salah Satu kritik Symons sebagai "Anthony dan Cleopatra adalah yang paling indah dari segala drama Shakespeare saya rasa . Symons ini menyerupai type bacaan sastra populer.. dan tidak hanya kepada penyair saja .". salah seorang di antara kritikus impressionistic ini Arthur Symons. Hal yang semacam ini hanya mempermudah orang yang baru mulai belajar membaca karya sastra.. ia memberikan tafsiran-tafsiran untuk mengagumkan pembaca.. dan Symons menceritakan bahwa Cleopatra adalah wanita yang paling mengagumkan dari segala wanita : "Ratu yang mengakhiri dynasti Ptelomies telah menjadi bintang para penyair. dari Horace dan Propertius sampai Victor Hugo.. atau memuji-muji sifat-sifat obyek yang terdapat dalam karya sastra." Untuk apakah ini? kata T... sebuah bintang yang jahat (buruk) yang memancarkan cahaya yang mencelakakan. Eliot mengemukakan bahwa dalam kritik ini kritikus menunjukkan kesan-kesannya terhadap suatu obyek. Jadi. T.S. Dalam eseinya T.

Jadi. dan Kritik mimetik (mimetic criticism) memandang karya sastra sebagai tiruan. atau yang hendaknya digambarkan. misalnya saja karya sastra yang tidak sampai kepada kita. kritik pragmatik. Tehnik Mengarang. pada teori kritik Mochtar Lubis.B. Jassin. nyatalah bahwa kritik sastra yang impressionistik itu belum mencapai tujuan pokok kritik sastra. atau penggambaran dunia dan kehidupan manusia. yang menekankan strategi estetik untuk menarik dan mempengaruhi tanggapan-tanggapan pembacanya kepada masalah yang dikemukakan dalam karya . bermutu-tidaknya Kritik sastra yang impressionistik itu harganya hanya sebagai bacaan saja. juga kritik-kritik H. maupun efek-efek yang lain. pencerminan. tak mungkinlah kita membaca semuanya hingga penceritaan kembali secara ringkas ini memudahkan kita untuk mengetahui karya-karya sastra yang tak mungkin kita baca. Kritik ini menguasai perdebatan sastra dari jaman Roman sampai abad ke-18. kritik ekspresif. dan kriteria utama yang dikenakan pada karya sastra adalah "kebenaran" penggambaran. Abrams membagi kritik sastra ke dalam empat tipe : kritik mimetik. Kritik ini cenderung menilai karya sastra menurut berhasilnya mencapai tujuan tersebut. Memang ini pun ada gunanya juga. yaitu memberi pertimbangan baik buruk. yaitu mungkin karena banyaknya karya sastra yang harus dibaca. Modus kritik ini pertama kali kelihatan dalam kritik Plato dan Aristoteles. merupakan sifat khusus teori-teori modern realisme sastra. Berdasarkan pendekatannya terhadap karya sastra. Teori kritik mimetik kelihatan pada penciptaan/diterapkan pada penciptaan sastra Angkatan 45. Kritik pragmatic (pragmatic criticism) memandang karya sastra sebagai sesuatu yang dibangun untuk mencapai (mendapatkan) efek-efek tertentu pada audience berupa efek-efek ajaran/pendidikan. dihidupkan kembali oleh kritik retorik sekarang ini.

yang termasuk kritikus-kritikus baru (new critics) dan kritik aliran Chicago (Chicago School). Kritik ekspresif (expressive criticism) memandang karya sastra terutama dalam hubungannya dengan penulis sendiri. sedang kritik yang bercorak demikian adalah kritik St. keseimbangan. . Sering kritik itu melihat ke dalam karya sastra untuk menerangkan tabiat khusus dan pengalaman-pengalaman pengarang. dan secara luas berlaku Teori kritik ekspresif kelihatan pada kritik aliran romantik di Indonesia. Pandangan semacam ini diperkembangkan terutama oleh kritikus romantik. dan dunia yang mengelilinginya! Kritik itu menganalisis karya sastra sebagai sebuah objek yang mencukupi dirinya sendiri atau hal yang utuh. yang mengutamakan didikan kepada pembaca. Chairil Anwar. terutama Armijn Pane. Di Indonesia kritik objektif menjadi teori kritik aliran Rawamangun. Kritik objektif (objective criticism) mendekati karya sastra sebagai sesuatu yang berdiri bebas dari penyair. dan saling hubungan antara unsur-unsur pembentuknya. dan perasaanperasaannya.Di Indonesia penciptaan sastra berdasar teori pragmatik adalah terutama romanroman Balai Pustaka. Ini adalah pendekatan yang bersifat khusus sejumlah kritikus penting sejak tahun 1920-an. Takdir Alisjahbana sebagai kelihatan dalam PerjuanganTanggung Jawab Dalam Kesusasteraan (1977). Kritik ini cenderung untuk menimbang karya sastra dengan kemulusan. kesejatian. integritas. atau sebuah dunia dalam dirinya (otonom). dengan tokoh-tokohnya J U Nasution. atau sebagai produk imaginasi pengarang yang bekerja dengan persepsi-persepsi. audience. yang secara sadar atau tidak ia telah membukakan dirinya di dalam karyanya. juga kelihatan dalam buku Arif Budirnan. yang harus ditimbang atau dianalisis dengan kriteria "intrinsik" seperti kompleksitas. Kritik ini mendefinisikan puisi/karya sastra sebagai sebuah ekspresi. curahan atau ucapan perasaan. pikiran-pikiran. atau .kecocokannya dengan visium penyair/pengarang atau keadaan pikirannya.

kritikus mungkin hanya menyibuki dirinya dengan menerangkan puisi karya seorang penyair -. seperti keberatan-keberatan kritik sastra.S. dan sebagainya. roman. "Kritik puisi bergerak ke dalam dua arah [yang merugikan] Pada satu pihak. dan sebagainya. apa lagi bila ia baru saja muncul. sosial. tidak untuk dipecah-pecah menjadi bagian-bagian yang terpisah-pisah Lagi pula mungkin suatu karya sastra akan "turun mutunya" bila dalam memberi penilaian itu tidak tepat hingga dengan demikian. jarang yang bersifat Sebelum kita sampai kepada kesimpulan bagaimanakah kritik sastra yang baik.S. maka sangat merugikan nama sastrawan. akan mengurangi reputasi seorang sastrawan.dan Saleh Saad. itu maksudnya untuk dibaca. Eliot. Lebih-lebih lagi kalau kritikus itu sudah dipandang besar oleh masyarakat. dibicarakan secara Seorang sastrawan menciptakan sajak.menerangkan moral. Hutagalung. misalnya sejarah. kehilangan rasa dan artinya. akan merendahkan nama penyair. atau mungkin dapat mematikan aktivitas sastrawan. hingga pembicaraannya hanya mengenai beberapa norma saja. Hal yang demikian ini kerapkali terjadi. agama. maka karya sastra turun nilainya hanya sebagai obyek penyelidikan. atau hanya bentuk formal karya sastra saja. cerita pendek. "sempurna". lebih dahulu kita bicarakan tentang hal-hal yang bersangkut paut dengan kritik sastra yang lain. hanya menjadi sumber ilmu lain.M. Atau dengan menganalisis karya sastra itu. kedalaman rasa dan pikiranpikirannya. Pada praktiknya keempat pendekatan itu sering bercampur. maka pendapatnya akan diikuti masyarakat. Hal yang demikian ini tepat seperti kata T. yang tidak luput dari membuat kesalahan. ilmu bahasa. ilmu bangsa-bangsa. biografi. atau yang lain -.hingga puisi hampir . Mungkin suatu kritik sastra tak dapat lengkap menyoroti setiap norma karya sastra. mengingat bahwa kritikus itu manusia juga. misalnya hanya pikiran-pikirannya. dinikmati keindahannya. Boen Sri Oemarjati.

kita membaca kritikankritikan orang lain dan membandingkannya. Atau jika orang terlalu memecah-mecah kepada puisi. tidak memihak.keberatan ini jauh lebih kecil artinya dari kegunaannya. Akhirnya sampailah saatnya kini kita menarik kesimpulan untuk sementara." Dan lagi dengan hanya membaca kritik orang tidak membaca karya sastranya yang asli.menjadi tidak lain dari sebuah text untuk dipercakapkan . kritikus dan tugasnya. yang menurut metode literer. dan tidak mengambil sikap terhadap apa yang harus dikatakan penyair. orang cenderung akan mengosongkan semua artinya. berdasarkan hakekat sastra. disusun ilmu tentang kritik sastra untuk memajukan kritik sastra yang sangat berguna bagi perkembangan kesusasteraan. dibentuk. "sempurna". jadi hanya membaca uraian kritikus saja. Akan tetapi. bagaimanakah kritik sastra yang "benar". seperti yang kita uraikan di muka. Di samping itu. kritik sastra menyebabkan kita memandang karya sastra dengan kaca mata kritikus dan pikiran kita dikuasai oleh kritikus sehingga klta menurut saja apa yang dikatakan olehnya. menganalisis karya sastra kepada seluruh normanya. Lagi pula keberatankeberatan itu dapat kita atasi. Atau hendaklah diusahakan adanya kritik yang sempurna. tidak hanya menyoroti salah satu norma saja: mestilah objektif. Secara ringkasnya sebagai berikut : Kritik sastra yang baik (sempurna) menganalisis karya sastra berdasarkan teori sastra. Hanya dengan adanya kritik sastra yang benarlah dapat diatasi keberatan-keberatan tersebut. jenis-jenis kritik. setelah kita membicarakan apakah kritik sastra. misalnya kita harus kritis terhadap pendapat kritikus mengenai suatu karya sastra hingga kita tak hanya menurui saja kepada pendapat Untuk mengimbangi kritik sastra yang kurang sempurna. dapat menunjukkan hal-hal yang baru pada . dan keberatan-keberatan kritik sastra. mestilah ada pertimbangan baik buruk karya sastra berdasarkan kenyataannya. Begitulah Keberatan-keberatan kritik sastra. fungsi kritik.

penilaiannya tidak menyeluruh.google. atau penilaian tidak menurut metode literer.com/materi/wa rdo/kritiksastra/bab4. padahal bila diteliti. merupakan kebalikannya. sesungguhnya apa yang dikatakan "harus" begini "harus begitu" itu tidak benar. ketiga terlampau mementingkan hal yang berkecil-kecil. kedua tidak dapat menunjukkan bermutu seni atau tidaknya karya sastra . Adapun kritik sastra yang kurang sempurna.pdf+metode+kritik+judisial+kritik+sastra&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid =ADGEESglJRnpfHtECHO5bN7wZVAIzAviXtO8f5jW7xhtk0qnwCm3Oprlfd2xG3LAYpj1LazSnn4CQG0 v-eFsCQq-1AgLPJgTtS1oc10qe2WLEiBMCYTRZN0brp9O5bbI45zvzjcDWW&sig=AHIEtbSEVOZ7xSoo2YOPAMzHG8OxncsCA . kritikus berlagak pandai. baik mengenai kritik sastra yang baik maupun mengenai kritik sastra yang kurang baik atau tak sempurna. tentu saja masih ada ciri-ciri lainnya.karya sastra yang dikritik (kalau memang ada). Penilaiannya haruslah menyeluruh memandang karya sastra sebagai kesatuan yang utuh menurut metode ilmu sastra. pendapat kritikus tidak berubah-ubah disebabkan ia tidak Ciri-ciri yang tersebut di atas hanya mengambil pokok-pokoknya saja. kritik sastra. tidak baik (tidak benar). memihak dan berat sebelah. yang hanya "menggurui". sedang yang penting malah "dilupakan".com/viewer?a=v&q=cache:YdKMywCKi6kJ:wimamadiun. yang kedelapan kritik sastra yang dogmatis. karena analisisnya tidak menyeluruh. Pertama subjektif. http://docs. keempat kritik yang keras tak mengenal toleransi dan kompromi. yang keenam tidak sampai kepada penilaian. kalau sampai memberi penilaian.

Sumber: www. Kritik ini berupaya agar prinsip dan kriteria yang digunakan disesuaikan dengan karakteristik karya sastra yang bersangkutan.com . yakni kritik teoretis (theoritical criticism) dan kritikterapan (practical/applied criticism). Kritik teoretis mencoba menerapkan prinsip-prinsip umum. perbedaan-perbedaan.scribd. Andre Hardjana 2) Kritik terapan berupaya menerapkan teori sastra berdasarkan keperluannya. Beberapa buku kritik sastra jenis ini antara lain:-. interpretasi-interpretasi karya sastra. menetapkan suatu perangkat istilah yang mengkait.a) Menurut BENTUKNYA. kategori-kategori untuk diterapkan pada pertimbangan-pertimbangan. ada 2 jenis kritik sastra. 1) Kritik teoretis adalah jenis kritik sastra yang berusaha menerapkan kriteria-kriteria tertentu(teori)untuk menilai karya sastra dan pengarangnya. Kritik Sastra Sebuah Pengantar. Beberapa Gagasan Dalam Bidang Kritik Sastra Indonesia Modern karya Rahmad Djoko Pradopo-.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful