P. 1
KRITIK SASTRA

KRITIK SASTRA

|Views: 2,220|Likes:

More info:

Published by: Pratama Budi Iskandar on Mar 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2013

pdf

text

original

KRITIK SASTRA

Oleh: Gud Reacht Hayat Padje

HAKEKAT KRITIK SASTRA
o

o

Secara etimologis, kata kritik berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata krinein (menghakimi, membanding, menimbang). Kata krinein menjadi bentuk dasar bagi kata kreterion (dasar, pertimbangan, penghakiman). Orang yang melakukan pertimbangan/penghakiman disebut krites yang berarti hakim. Bentuk krites inilah yang menjadi dasar kata kritik. Secara harafiah, kritik sastra adalah upaya menentukan nilai hakiki karya sastra dalam bentuk memberi pujian, mengatakan

kesalahan, memberi pertimbangan lewat pemahaman dan penafsiran yang sistemik
1. Pengertian Kritik Sastra

2. Jenis Kritik Sastra
o

o

o

Menurut bentuk  Kritik Teoritis  Kritik Terapan Berdasarkan Pelaksanaan  Kritik Judisial  Kritik Induktif  Kritik Impresionistik Berdasarkan Orientasi Terhadap Karya Sastra  Mimetic criticism  Pragmatic criticism  Expresive criticism  Objective criticism

Kritik Teoritis

. diantaranya Mohammad Ali. pembedaanpembedaan.o Kritik sastra yang berusaha (bekerja) atas dasar prinsip-prinsip umum untuk menetapkan seperangkat istilah yang berhubungan. untuk diterapkan pada pertimbangan-pertimbangan dan interpretasi-interpretasi karya sastra maupun penerapan kriteria (standar atau norma) untuk menilai karya sastra dan pengarangnya. dan kategori-kategori. Misalnya buku Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esei Jilid II (1962) dikritik sastrawan-sastrawan dan karyanya. Kritik Terapan o Merupakan diskusi karya sastra tertentu dan penulis-penulisnya.

Nugroho Notosusanto. serta gayanya. Kritik induktif meneliti karya sastra sebagaimana halnya ahli ilmu alam meneliti gejala-gejala alam secara . Subagio Sastrowardoyo. teknik. dan lain sebagainya Kritik Judisial o Adalah kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya. organisasinya. dan mendasarkan pertimbangan-pertimbangan individu kritikus atas dasar standarstandar umum tentang kehebatan dan keluarbiasaan sastra Kritik Induktif o Kritik sastra yang menguraikan bagian-bagian karya sastra berdasarkan fenomena-fenomena yang ada secara objektif.

Kritik ini cenderung mengukur kemampuan suatu karya sastra dalam .objektif. tanpa menggunakan standar-standar yang tetap yang berasal dari luar dirinya. Kritik Impresionistik o Adalah kritik sastra yang berusaha menggambarkan dengan kata-kata. Kritik Mimetik o Kritik yang bertolak pada pandangan bahwa karya sastra merupakan tiruan atau penggambaran dunia dan kehidupan manusia. sifat-sifat yang terasa dalam bagianbagian khusus atau dalam sebuah karya sastra dan menyatakan tanggapan-tanggapan (impresi) kritikus yang ditimbulkan secara langsung oleh karya sastra.

seperti efek kesenangan. estetika.menangkap gambaran kehidupan yang dijadikan suatu objek Kritik Pragmatik o Kritik yang disusun berdasrkan pandangan bahwa sebuah karya sastra disusun untuk mencapai efek-efek tertentu kepada pembaca. pendidikan. Kritik ini cenderung . Model kritik ini cenderung memberikan penilaian terhadap suatu karya berdasarkan ukuran keberhasilannya dalam mencapai tujuan tersebut. dan sebagainya. Kritik Ekspresif o Kritik yang menekankan kepada kebolehan pengarang dalam mengekspresikan atau mencurahkan idenya ke dalam wujud sastra.

com/search?q=cache:nJM9GvGdxDQJ:images.multiplycontent.googleusercontent.id .menimbang karya sastra dengan memperlihatkan kemampuan pencurahan.com/attachment/0/S7Ar4AooCIgAAB7Kc2c1/KRITIK%2520SASTR A.mu ltiply. atau visi penyair yang secara sadar atau tidak tercermin pada karya tersebut.google. Kritik Objektif o Suatu kritik sastra yang menggunakan pendekatan bahwa suatu karya sastra adalah karya yang mandiri. Fungsi Kritik Sastra o o o Untuk pembinaan dan pengembangan sastra Untuk pembinaan kebudayaan dan apresiasi seni Untuk menunjang ilmu sastra http://webcache. Kritik ini menekankan pada unsur intrinsik.pptx%3Fkey%3Dopayat:journal:201%26nmid%3D326716460+bentuk+kritik+sastra+tenta ng+kritik+teoritis&cd=10&hl=id&ct=clnk&gl=id&source=www.opayat. kesejatian.co.

Kritik teoretis mencoba menerapkan prinsip-prinsip umum.Jenis-jenis Kritik Sastra (a) Menurut BENTUKNYA. Karya sastra. Sastra merupakan pencerminan/penggambaran dunia kehidupan. kritik impresionistik (impresionistic criticism). ada 2 jenis kritik sastra. Beberapa buku kritik sastra jenis ini antara lain: -. dan kritik induktif (inductive criticism). 3) Kritik induktif adalah kritik sastra yang menguraikan bagian-bagian karya sastra berdasarkan fenomena-fenomena yang ada secara objektif. Buku dan Penulis karya R. Pelaksanaan Kritik model ini biasanya kritikus melakukan kritik praktis. (b) Menurut PELAKSANAANNYA. perbedaan-perbedaan. Contoh kritik model ini di Indonesia adalah kritik sastra aliran Rawamangun (akademisi UI). Semakin jelas karya sastra menggambarkan realita semakin baguslah karya sastra itu. Kritik Sastra Sebuah Pengantar. interpretasi-interpretasi karya sastra. 1) Kritik Judisial menurut Abrams adalah kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya. kritikus pada jenis ini memandang karya sastra sebagai tiruan aspek-aspek alam. kritik ekspresif (ekspresive criticism) dan kritik objektif (objective criticism). serta gayanya. dan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan individual kritikus atas dasar yg umum tentang kehebatan dan keluarbiasaan 2) Kritik Impresionistik adalah kritik sastra yang berusaha menggambarkan dengan kata-kata sifat yang terasa dalam berdasarkan kesan-kesan/tanggapan-tanggapan (impresi) kritikus yg ditimbulkan secara langsung oleh karya sastra. yakni kritik teoretis (theoritical criticism) dan kritik terapan (practical/applied criticism). ada 4 jenis kritik sastra. Kritik jenis ini jelas dipengaruhi oleh paham Aristoteles dan Plato yang menyatakan bahwa . Beberapa Gagasan Dalam Bidang Kritik Sastra Indonesia Modern karya Rahmad Djoko Pradopo -. Kesusasteraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esei karya HB Jassin. kategori-kategori untuk diterapkan pada pertimbangan-pertimbangan. Kritikus pada paham ini meneliti karya sastra seperti ahli ilmu alam meneliti gejala alam secara objektif tanpa menggunakan standar yang berasal dari luar dirinya. Contoh buku kritik sastra jenis ini antara lain: -. Sehingga kriteria yang digunakan kritikus sejauh mana karya sastra mampu menggambarkan objek yang sebenarnya. teknik. yakni kritik mimetik (mimetic criticism). Andre Hardjana 2) Kritik terapan berupaya menerapkan teori sastra berdasarkan keperluannya. menetapkan suatu perangkat istilah yang mengkait. Sutia S. 1) Kritik mimetik Menurut Abrams. organisasinya. Contoh paling konkrit adalah kritik sastra yang sering dilakukan HB Jassin. (c) Menurut PENDEKATANNYA thd. Kritik ini berupaya agar prinsip dan kriteria yang digunakan disesuaikan dengan k arakteristik karya sastra yang bersangkutan. yakni kritik judisial (judicial criticism). 1) Kritik teoretis adalah jenis kritik sastra yang berusaha menerapkan kriteria-kriteria tertentu(teori) untuk menilai karya sastra dan pengarangnya. ada 3 jenis kritik sastra. kritik pragmatik (pragmatic criticism). -.

unsur intrinsik (objektif)) tidak hanya terbatas pada alur.sastra adalah tiruan kenyataan. Anton J. tetapi juga mencakup kompleksitas. Jakob Sumardjo -. Sosok Pribadi Dalam Sajak. Sementara tujuan karya sastra pada umumnya: edukatif. bebas terhadap sekitarnya. tersusun dari bagian-bagian yang saling berjalinan erat secara batiniah dan mengehndaki pertimbangan dan analitis dengan kriteriakriteria intrinsik berdasarkan keberadaan (kompleksitas. dsb. Karya sastra merupakan sebuah keseluruhan yang mencakupi dirinya. New Critics (Kritikus Baru di AS) . Kritik jenis ini mulai berkembang sejak tahun 20-an dan melahirkan teori-teori: -. dan dunia sekitarnya. integritas. integritas. Sapardi Joko Damono 2) Kritik pragmatik Kritikus jenis ini memandang karya sastra terutama sebagai alat untuk mencapai tujuan (mendapatkan sesuatu yang daharapkan). Ada yang berpendapat. Pendekatan ini sering mencari fakta tentang watak khusus dan pengalaman-pengalaman sastrawan yang sadar/tidak. 45. Kritikus cenderung menimba karya sastra berdasarkan kemulusan. Kritikus ekspresif meyakini bahwa sastrawan (pengarang) karya sastra merupakan unsur pokok yang melahirkan pikiran-pikiran. Kritik jenis ini berkembang pada Angkatan Balai Pustaka. Cerita Pendek Indonesia: Sebuah Pembicaraan. contoh kritik sastra jenis ini antara lain: -. Di Indonesia. koherensi. Umumnya. tema. Novel Sastra Indonesia Sebelum Perang. kecocokan pengelihatan mata batin pengarang/keadaan pikirannya. Linus Suryadi -. kesejatian. kritik jenis ini banyak digunakan pada Angk. Dengan kata lain. koherensi. bahwa kritik jenis ini lebih bergantung pada pembacanya (reseptif). karya Arif Budiman -. Jakob Sumardjo -. Di Indonesia. bebas dari penyair. 3 Kritik ekspresif Kritik ekspresif menitikberatkan pada pengarang. WS Rendra dan Imajinasinya. STA pernah menulis kritik jenis ini yang dibukukan dengan judul Perjuangan dan Tanggung Jawab dalam Kesusastraan. Lake -. Subagio Sastro Wardoyo -. Fiksi Indonesia Dewasa Ini. Jakob Sumardjo -. Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan. Korrie Layun Rampan 4) Kritik objektif Kritikus jenis ini memandang karya sastra sebagai sesuatu yang mandiri. pembaca. keseimbangan. atau politis. estetis. persepsi-persepsi dan perasaan yang dikombinasikan dalam karya sastra. telah membuka dirinya dalam karyanya. kritik ini cenderung menilai karya sastra atas keberhasilannya mencapai tujuan. sastrawan romantik jaman BP/PB menggunakan orientasi ekspresif ini dalam teori-teori kritikannya. tokoh. Di Balik Sejumlah Nama. kesinambungan. Contoh lain misalnya: -. dan saling berhubungan antarunsur-unsur pembentuknya) Jadi. Novel Indonesia Mutakhir: Sebuah Kritik. Pendekatan kritik sastra jenis ini menitikberatkan pada karya-karya itu sendiri. Novel Indonesia Populer. dsb.

Teeuw http://wahyudipoday. Umar Yunus -. Toda -. Boen S. Dami N.-. Bentuk Lakon Dalam Sastra Indonesia. kritik jenis ini dikembangkan oleh kelompok aliran Rawamangun. PerkembanganNovel-Novel di Indonesia. Pengarang-pengarang Wanita Indonesia. Novel Baru Iwan Simatupang. Para strukturalis Perancis Di Indonesia. Kritikus formalis di Eropa -. Oemaryati -. Rahayu Prihatmi -. -.blogspot. Perkembangan Puisi Indonesia dan Melayu Modern. Tergantung Pada Kata. Th.html .com/2009/12/kritik-sastra. Umar Yunus -.

Kritik praktik berupa penerapan teori-teori kritik yang dapat dinyatakan secara eksplisit etau implisit berdasarkan keperluannya.H. dan menurut dasar pendekatannya. kritik sastra oleh Abrams dibagi menjadi kritik judisial (Judicial criticism) dan kritik impressionistik (impressionistic criticism). Misalnya Kesusasteraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Menurut pelaksanaan atau praktik kritik. Menurut bentuknya. dan mendasarkan pertimbangan-pertimbangan individual kritikus atas dasar standar-standar umum tentang kehebatan atau keluarbiasaan sastra. maupun penerapan ³kriteria" (standar atau norma-norma). yang dengan hal-hal tersebut itu karya-karya sastra dan para sastrawannya dinilai. dan gayanya.BAB IV MACAM JENIS KRITIK SASTRA Kritik sastra dapat digolongkan menurut bentuknya. Kritik judisial adalah kritik sastra yang berusaha menganalisis dan menerangkan efek-efek karya sastra berdasarkan pokoknya. Sedangkan kritik induktif adalah kritik sastra yang menguraikan bagian-bagian sastra berdasarkan fenomena-fenomena Hudson menunjukkan adanya tiga perbedaan pokok antara kedua macam kritik itu. seperangkat istilah-istilah yang tali-temali. teknik. Yaitu pertama. organisasinya. Sedangkan kritik praktik merupakan diskusi karya-karya sastra tertentu dan pengarang-pengarangnya. kritik judisial mengakui adanya perbedaan tingkat antara karya- . Sedangkan W. pelaksanaan atau praktik. kritik sastra digolongkan menjadi kritik teori (theoretical criticism) dan kritik praktik atau kritik terapan (practical criticism atau applied criticism) Kritik sastra teori adalah bidang kritik sastra yang berusaha (bekerja) untuk menetapkan. atas dasar prinsip-prinsip umum. pembedaan-pembedaan dan kategorikategori untuk diterapkan pada pertimbangan dan interpretasi karya sastra. Hudson menggolongkan kritik sastra menjadi kritik judisial dan kritik induktif (inductive criticism).

sedangkan kritik induktif menolak adanya dan kemungkinan fixed standards atau ukuran resmi yang tetap itu. dan memperlakukan seni seperti obyek alam yang lain.hukum sastra bukanlah syarat-syarat yang diletakkan di atas karya sastra dari tanpa ada sebelumnya. Baginya hukum sastra persis/tepat seperti hukum alam bagi sarjana ilmu alam -. hukum ini mengikat para sastrawan sebagaimana hukum moral dan negara mengikat para warganya. yang dengannya suatu karya sastra mungkin dikerjakan dan dihakimi. yang ada hanya perbedaan jenis.karya sastra yang disebabkan susunan norma-normanya berbeda. kesusasteraan adalah produk. yang diletakkan oleh kekuasaan di luar dirinya. tidak ada karya sastra yang lebih tinggi atau lebih rendah nilainya disebabkan Yang kedua kritik judisial mengakui adanya hukum-hukum sastra seperti hukum moral atau hukum negara. Begitu juga halnya hukum sastra. . Yang ketiga. Jadi. sastrawan harus mengakui dan mematuhi hukum-hukum atau normanorma karya sastra yang tetap. sejarahnya adalah sejarah transformasi (perubahan/penjilmaan) yang tak henti-hentinya hingga tak ada Secara singkat kritik induktif akan menyelidiki kesusasteraan dengan jiwa (semangat) penyelidikan murni. Seperti halnya fenomena yang lain berhubungan dengan ilmu-ilmu. Sedangkan kritik induktif tidak mengakui adanya perbedaan tingkat. sedangkan menurut kritik induktif tak ada hukum/norna sastra yang seperti itu. Hukum alam hanya suatu pernyataan umum dari susunan yang secara nyata diselidiki di antara fenomena-fenomena. yang statis. melainkan kenyataanlah yang menimbulkan hukum. adalah hasil dari evolusi. Singkatnya hukum-hukum/norma-norma karya sastra itu sudah melekat pada karya-karya sastra itu sendiri. Jadi. hukum-hukum/ norma-norma yang telah ditetapkan oleh para sastrawan sebelumnya dalam mencipta karya sastra. dengan mencari norma-norma seni menurut pelaksanaan para seniman. kritik judisial bersandar pada ukuran baku yang tetap (fixed standards).

maka ada kemungkinan penilaiannya menjadi relatif karena tidak mengakui adanya perbedaan tingkat karya sastra. ketiga kesatuan lakon. dan tiduk mengakui adanya tingkat-tingkat karya sastra. Kritik impressionistik adalah kritik yang berusaha menggambarkan dengan katakata atas sifat-sifat yang terasa dalam bagian-bagian khusus atau dalam sebuah karya tanggapan-tanggapan ditimbulkan secara langsung oleh karya sastra tersebut. Dengan mengakui adanya standard yang tetap itu para kritikus judisial ini dalam menilai karya sastra bersifat absolut.seperti benda (hal) yang mengalami perkembangan yang tak putus-putus. Kemudian oleh para kritikus jaman Renaissance dijadikan hukum drama yang tetap. Hudson berkata bahwa para kritikus jenis ini pada jaman Renaissance memakai standard penilaian dengan karya-karya sastra Yunani dan Latin. Hal itu mengingatkan kita pada hukum "tiga kesatuan" (trois unites) dalam kritik drama. Hukum tiga kesatuan itu berupa keharusan pada drama untuk memenuhi : pertama kesatuan tempat. kedua kesatuan waktu. Hukum tiga kesatuan itu sebetulnya hasil pencatatan pada drama-drama klasik Yununi yang dilakukan oleh Aristotetes. dan masing-masing dapat dipahami bila diperiksa dengan sikap pikiran (pendirian) yang disesuaikan dengan variasi khusus tanpa campur tangan (hukum-hukum) yang belum ada sebelumnya. dan sifatnya konvensional dan dogmatik. karena menekankan pada karya-karya sastra individual. Kritik impressionistik disebut . dan tidak mengijinkan penilaian karya sastra dengan cara membandingkan antara yang satu dengan karya sastra yang lain. yang mungkin dapat diharapkan akan membuat perbedaan-perbedaan sastra antara para penulis dan madzhab-madzhab. Sebaliknya kritik induktif. Bila drama tidak memenuni hukum itu menurut para kritikus judisial tidak atau kurang bernilai.

atau memuji-muji sifat-sifat obyek yang terdapat dalam karya sastra.. Ia adalah wanita yang terakhir .. drama berakhir Kesan-kesan A. dari Horace dan Propertius sampai Victor Hugo.S. Jadi. di mana cerita-cerita dan drama-drama atau novel diceritakan kembali. maka ia meninggal .". ia memberikan tafsiran-tafsiran untuk mengagumkan pembaca... dikemukakan salah Satu kritik Symons sebagai "Anthony dan Cleopatra adalah yang paling indah dari segala drama Shakespeare saya rasa . kritikus tidak memberi penilaian kepada karya sastra itu sendiri. motif-motif pelaku ditunjukkan.S... ia akan seribu kali lebih suka mati dari pada hidup sebagai hinaan.. Eliot memberikan suatu contoh. Eliot mengemukakan bahwa dalam kritik ini kritikus menunjukkan kesan-kesannya terhadap suatu obyek. Eliot.S.juga kritik yang estetik. salah seorang di antara kritikus impressionistic ini Arthur Symons. Dalam eseinya T. T. Dan ia berkata bahwa itu bukan esai tentang seni atau karya intelek... melainkan itu menunjukkan bahwa Symons sedang hidup dalam drama seperti orang yang hidup dalam pertunjukan sandiwara. sebuah bintang yang jahat (buruk) yang memancarkan cahaya yang mencelakakan. . Dalam kritik yang impressionistik kritikus hanya menceritakan kembali apa yang dibaca dan memberi tafsiran.. Kemudian Symons melanjutkan ceritanya : "Pada akhir hidupnya Cleopatra mencapai kehormatan yang tertentu . Eliot. untuk menimbulkan kesan yang indah kepada pembaca.S. Hal yang semacam ini hanya mempermudah orang yang baru mulai belajar membaca karya sastra. dan tidak hanya kepada penyair saja ." Untuk apakah ini? kata T... . Symons ini menyerupai type bacaan sastra populer. atau kutukan mulut-mulut orang. dan Symons menceritakan bahwa Cleopatra adalah wanita yang paling mengagumkan dari segala wanita : "Ratu yang mengakhiri dynasti Ptelomies telah menjadi bintang para penyair.. begitu kata T.......

B. yaitu mungkin karena banyaknya karya sastra yang harus dibaca. kritik pragmatik. Memang ini pun ada gunanya juga. Kritik pragmatic (pragmatic criticism) memandang karya sastra sebagai sesuatu yang dibangun untuk mencapai (mendapatkan) efek-efek tertentu pada audience berupa efek-efek ajaran/pendidikan. Jassin. kritik ekspresif. pencerminan. maupun efek-efek yang lain. dan Kritik mimetik (mimetic criticism) memandang karya sastra sebagai tiruan. Kritik ini cenderung menilai karya sastra menurut berhasilnya mencapai tujuan tersebut. tak mungkinlah kita membaca semuanya hingga penceritaan kembali secara ringkas ini memudahkan kita untuk mengetahui karya-karya sastra yang tak mungkin kita baca. Tehnik Mengarang. atau penggambaran dunia dan kehidupan manusia. dihidupkan kembali oleh kritik retorik sekarang ini. Modus kritik ini pertama kali kelihatan dalam kritik Plato dan Aristoteles. bermutu-tidaknya Kritik sastra yang impressionistik itu harganya hanya sebagai bacaan saja. Berdasarkan pendekatannya terhadap karya sastra. nyatalah bahwa kritik sastra yang impressionistik itu belum mencapai tujuan pokok kritik sastra. Abrams membagi kritik sastra ke dalam empat tipe : kritik mimetik. dan kriteria utama yang dikenakan pada karya sastra adalah "kebenaran" penggambaran. Kritik ini menguasai perdebatan sastra dari jaman Roman sampai abad ke-18. atau yang hendaknya digambarkan. merupakan sifat khusus teori-teori modern realisme sastra. yang menekankan strategi estetik untuk menarik dan mempengaruhi tanggapan-tanggapan pembacanya kepada masalah yang dikemukakan dalam karya .Jadi. juga kritik-kritik H. Teori kritik mimetik kelihatan pada penciptaan/diterapkan pada penciptaan sastra Angkatan 45. pada teori kritik Mochtar Lubis. misalnya saja karya sastra yang tidak sampai kepada kita. yaitu memberi pertimbangan baik buruk.

Di Indonesia penciptaan sastra berdasar teori pragmatik adalah terutama romanroman Balai Pustaka. dan perasaanperasaannya. Chairil Anwar. keseimbangan. atau sebuah dunia dalam dirinya (otonom). juga kelihatan dalam buku Arif Budirnan. pikiran-pikiran. yang harus ditimbang atau dianalisis dengan kriteria "intrinsik" seperti kompleksitas. curahan atau ucapan perasaan. integritas.kecocokannya dengan visium penyair/pengarang atau keadaan pikirannya. sedang kritik yang bercorak demikian adalah kritik St. Pandangan semacam ini diperkembangkan terutama oleh kritikus romantik. dengan tokoh-tokohnya J U Nasution. Kritik ini mendefinisikan puisi/karya sastra sebagai sebuah ekspresi. Sering kritik itu melihat ke dalam karya sastra untuk menerangkan tabiat khusus dan pengalaman-pengalaman pengarang. yang mengutamakan didikan kepada pembaca. yang secara sadar atau tidak ia telah membukakan dirinya di dalam karyanya. Kritik ekspresif (expressive criticism) memandang karya sastra terutama dalam hubungannya dengan penulis sendiri. audience. Ini adalah pendekatan yang bersifat khusus sejumlah kritikus penting sejak tahun 1920-an. Kritik objektif (objective criticism) mendekati karya sastra sebagai sesuatu yang berdiri bebas dari penyair. Di Indonesia kritik objektif menjadi teori kritik aliran Rawamangun. . atau . dan secara luas berlaku Teori kritik ekspresif kelihatan pada kritik aliran romantik di Indonesia. kesejatian. atau sebagai produk imaginasi pengarang yang bekerja dengan persepsi-persepsi. dan saling hubungan antara unsur-unsur pembentuknya. terutama Armijn Pane. yang termasuk kritikus-kritikus baru (new critics) dan kritik aliran Chicago (Chicago School). Takdir Alisjahbana sebagai kelihatan dalam PerjuanganTanggung Jawab Dalam Kesusasteraan (1977). dan dunia yang mengelilinginya! Kritik itu menganalisis karya sastra sebagai sebuah objek yang mencukupi dirinya sendiri atau hal yang utuh. Kritik ini cenderung untuk menimbang karya sastra dengan kemulusan.

Mungkin suatu kritik sastra tak dapat lengkap menyoroti setiap norma karya sastra. mengingat bahwa kritikus itu manusia juga. misalnya hanya pikiran-pikirannya. seperti keberatan-keberatan kritik sastra. agama. lebih dahulu kita bicarakan tentang hal-hal yang bersangkut paut dengan kritik sastra yang lain. Lebih-lebih lagi kalau kritikus itu sudah dipandang besar oleh masyarakat. "sempurna". maka karya sastra turun nilainya hanya sebagai obyek penyelidikan. hanya menjadi sumber ilmu lain.hingga puisi hampir . kritikus mungkin hanya menyibuki dirinya dengan menerangkan puisi karya seorang penyair -. dan sebagainya. Hal yang demikian ini tepat seperti kata T. maka sangat merugikan nama sastrawan. jarang yang bersifat Sebelum kita sampai kepada kesimpulan bagaimanakah kritik sastra yang baik. tidak untuk dipecah-pecah menjadi bagian-bagian yang terpisah-pisah Lagi pula mungkin suatu karya sastra akan "turun mutunya" bila dalam memberi penilaian itu tidak tepat hingga dengan demikian. atau yang lain -. ilmu bangsa-bangsa. "Kritik puisi bergerak ke dalam dua arah [yang merugikan] Pada satu pihak. sosial. maka pendapatnya akan diikuti masyarakat. akan merendahkan nama penyair. Atau dengan menganalisis karya sastra itu. ilmu bahasa. dibicarakan secara Seorang sastrawan menciptakan sajak. hingga pembicaraannya hanya mengenai beberapa norma saja. cerita pendek. dinikmati keindahannya.S. Eliot. akan mengurangi reputasi seorang sastrawan.dan Saleh Saad. biografi. atau mungkin dapat mematikan aktivitas sastrawan. kedalaman rasa dan pikiranpikirannya. atau hanya bentuk formal karya sastra saja. Hal yang demikian ini kerapkali terjadi.S. dan sebagainya. Pada praktiknya keempat pendekatan itu sering bercampur. misalnya sejarah.M. Boen Sri Oemarjati. yang tidak luput dari membuat kesalahan. Hutagalung. itu maksudnya untuk dibaca. apa lagi bila ia baru saja muncul.menerangkan moral. kehilangan rasa dan artinya. roman.

mestilah ada pertimbangan baik buruk karya sastra berdasarkan kenyataannya. Atau jika orang terlalu memecah-mecah kepada puisi. dapat menunjukkan hal-hal yang baru pada . kritik sastra menyebabkan kita memandang karya sastra dengan kaca mata kritikus dan pikiran kita dikuasai oleh kritikus sehingga klta menurut saja apa yang dikatakan olehnya. Hanya dengan adanya kritik sastra yang benarlah dapat diatasi keberatan-keberatan tersebut. tidak memihak. seperti yang kita uraikan di muka. berdasarkan hakekat sastra.keberatan ini jauh lebih kecil artinya dari kegunaannya. jadi hanya membaca uraian kritikus saja. jenis-jenis kritik. menganalisis karya sastra kepada seluruh normanya. bagaimanakah kritik sastra yang "benar". fungsi kritik. misalnya kita harus kritis terhadap pendapat kritikus mengenai suatu karya sastra hingga kita tak hanya menurui saja kepada pendapat Untuk mengimbangi kritik sastra yang kurang sempurna. kita membaca kritikankritikan orang lain dan membandingkannya. Akhirnya sampailah saatnya kini kita menarik kesimpulan untuk sementara. Akan tetapi. dan tidak mengambil sikap terhadap apa yang harus dikatakan penyair. kritikus dan tugasnya. Lagi pula keberatankeberatan itu dapat kita atasi. tidak hanya menyoroti salah satu norma saja: mestilah objektif. disusun ilmu tentang kritik sastra untuk memajukan kritik sastra yang sangat berguna bagi perkembangan kesusasteraan.menjadi tidak lain dari sebuah text untuk dipercakapkan . Begitulah Keberatan-keberatan kritik sastra. Atau hendaklah diusahakan adanya kritik yang sempurna. yang menurut metode literer. Di samping itu." Dan lagi dengan hanya membaca kritik orang tidak membaca karya sastranya yang asli. setelah kita membicarakan apakah kritik sastra. "sempurna". Secara ringkasnya sebagai berikut : Kritik sastra yang baik (sempurna) menganalisis karya sastra berdasarkan teori sastra. orang cenderung akan mengosongkan semua artinya. dibentuk. dan keberatan-keberatan kritik sastra.

kritik sastra.google. tidak baik (tidak benar).karya sastra yang dikritik (kalau memang ada). keempat kritik yang keras tak mengenal toleransi dan kompromi. tentu saja masih ada ciri-ciri lainnya.com/viewer?a=v&q=cache:YdKMywCKi6kJ:wimamadiun. pendapat kritikus tidak berubah-ubah disebabkan ia tidak Ciri-ciri yang tersebut di atas hanya mengambil pokok-pokoknya saja. memihak dan berat sebelah. atau penilaian tidak menurut metode literer. Adapun kritik sastra yang kurang sempurna. yang hanya "menggurui". Pertama subjektif. kritikus berlagak pandai. sesungguhnya apa yang dikatakan "harus" begini "harus begitu" itu tidak benar. yang kedelapan kritik sastra yang dogmatis. kalau sampai memberi penilaian. penilaiannya tidak menyeluruh.com/materi/wa rdo/kritiksastra/bab4. Penilaiannya haruslah menyeluruh memandang karya sastra sebagai kesatuan yang utuh menurut metode ilmu sastra. merupakan kebalikannya. sedang yang penting malah "dilupakan". yang keenam tidak sampai kepada penilaian. karena analisisnya tidak menyeluruh.pdf+metode+kritik+judisial+kritik+sastra&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid =ADGEESglJRnpfHtECHO5bN7wZVAIzAviXtO8f5jW7xhtk0qnwCm3Oprlfd2xG3LAYpj1LazSnn4CQG0 v-eFsCQq-1AgLPJgTtS1oc10qe2WLEiBMCYTRZN0brp9O5bbI45zvzjcDWW&sig=AHIEtbSEVOZ7xSoo2YOPAMzHG8OxncsCA . ketiga terlampau mementingkan hal yang berkecil-kecil. padahal bila diteliti. baik mengenai kritik sastra yang baik maupun mengenai kritik sastra yang kurang baik atau tak sempurna. http://docs. kedua tidak dapat menunjukkan bermutu seni atau tidaknya karya sastra .

Sumber: www. Kritik Sastra Sebuah Pengantar. yakni kritik teoretis (theoritical criticism) dan kritikterapan (practical/applied criticism). Kritik teoretis mencoba menerapkan prinsip-prinsip umum.com . 1) Kritik teoretis adalah jenis kritik sastra yang berusaha menerapkan kriteria-kriteria tertentu(teori)untuk menilai karya sastra dan pengarangnya.scribd. kategori-kategori untuk diterapkan pada pertimbangan-pertimbangan. Kritik ini berupaya agar prinsip dan kriteria yang digunakan disesuaikan dengan karakteristik karya sastra yang bersangkutan.a) Menurut BENTUKNYA. menetapkan suatu perangkat istilah yang mengkait. interpretasi-interpretasi karya sastra. Beberapa Gagasan Dalam Bidang Kritik Sastra Indonesia Modern karya Rahmad Djoko Pradopo-. Andre Hardjana 2) Kritik terapan berupaya menerapkan teori sastra berdasarkan keperluannya. Beberapa buku kritik sastra jenis ini antara lain:-. perbedaan-perbedaan. ada 2 jenis kritik sastra.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->