P. 1
CONTOH PROPOSAL SIM

CONTOH PROPOSAL SIM

|Views: 948|Likes:
Published by nicvy

More info:

Published by: nicvy on Mar 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/25/2015

pdf

text

original

CONTOH PROPOSAL SIM-RS

Pendahuluan Lingkungan bisnis pada saat ini telah mengalami perubahan secara cepat seiring dengan globalisasi dibidang usaha, perkembangan teknologi, perubahan sosial dan politik, dan meningkatnya kepedulian dan permintaan dari konsumen. Perubahan ini menghasilkan lingkungan kompetisi dimana banyak organisasi tidak dapat bertahan. Rumah sakit sebagai suatu lembaga sosial yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, memiliki sifat sebagai suatu lembaga yang tidak ditujukan untuk mencari keuntungan atau non profit organization. Walaupun demikian kita tidak dapat menutup mata bahwa dibutuhkan sumberdaya pendanaan yang sangat besar. Dengan terbatasnya sumberdana yang dimiliki, rumah sakit akan membebankan biaya kegiatan operasional kepada pasien dengan alokasi yang telah ditetapkan. Besar kecilnya beban yang harus ditanggung oleh setiap orang pasien, akan sangat bergantung kepada kepiawaian pihak rumah sakit untuk mengelola rumah sakitnya. Semakin baik tingkatan pelayanan di satu sisi dengan pembebanan biaya yang semakin merata sesuai dengan kemampuan pasien yang berbeda-beda akan memberikan suatu penilaian positif terhadap rumah sakit tersebut. Bagi pihak manajemen keakuratan pengambilan keputusan akan sangat berpengaruh pada tingkat keberhasilan pengelolaan, dimana suatu sistem informasi manajemen yang handal akan menjadi sarana strategis guna menyajikan informasi yang diperlukan oleh pihak manajemen dalam mengambil keputusan baik bersifat strategis maupun taktis. Latar Belakang Rumah Sakit sebagai salah satu organisasi pelayanan di bidang kesehatan telah memiliki otonomi dan bersifat swadana, sehingga pihak rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dengan manajemen yang seefektif mungkin. Dengan adanya tuntutan swadana maka rumah sakit harus bekerja keras agar dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan operasional rumah sakit. Hal ini disebabkan oleh setiap pengambilan keputusan yang tidak tepat akan berakibat pada inefisiensi dan penurunan kinerja rumah sakit. Hal tersebut dapat menjadi kendala jika informasi yang tersedia tidak mampu memberikan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan. Kecanggihan teknologi bukan merupakan suatu jaminan akan terpenuhinya informasi, melainkan sistem yang terstruktur, handal dan mampu mengakodomodasi seluruh informasi yang dibutuhkan yang harus dapat menjawab tantangan yang dihadapi. Kenyataan yang dihadapi dilapangan menunjukkan lemahnya sistem informasi manajemen yang dimiliki oleh pihak rumah sakit yang berakibat pada terjadinya inefisiensi pengelolaan rumah sakit.

Tujuan pengembangan tak lain adalah untuk: 1. 2. Pengambilan keputusan yang lebih baik dan efektif 7. maka dapat dipastikan inefisiensi dan penurunan kinerja rumah sakit akan terjadi. 3. Menciptakan keunggulan berkompetisi 4. yang akan berakibat pada melemahnya perencanaan dan sekaligus berkurangnya kontrol atas pelaksanaan operasional rumah sakit. Sistem informasi manajemen tersebut juga akan memberikan manfaat lebih kepada pihak manajemen dalam bentuk : 1. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam rangka pengelolaan rumah sakit. meningkatkan efektifitas) 2. Memberikan dasar pengawasan bagi manajemen yang kuat dalam bentuk suatu struktur pengendalian intern didalam sistem yang dikembangkan. Tanggapan secara Cepat atas kebutuhan konsumen dan perubahan dalam lingkungan bisnis . Reorganisasi dan reengineering 6. Jika perencanaan dan pengawasan atas kegiatan manajerial telah berkurang. Mengembangkan dan memperbaiki sistem yang telah ada sehingga memberikan suatu nilai tambah bagi manajemen. Memperbaiki kualitas pelayanan 3. dan ini akan dibuktikan dengan terjadinya kerugian pada pihak rumah sakit sebagai akibat lemahnya manajemen rumah sakit. Maksud & Tujuan Maksud dan tujuan pekerjaan Pembuatan Sistem Informasi Rumah Sakit diuraikan di bawah ini : Maksud dari pengembangan sistem informasi manajemen rumah sakit adalah untuk dapat menghasilkan suatu sistem informasi manajemen yang dapat memberikan informasi secara akurat bagi pengambilan keputusan di tingkat manajemen.Lemahnya sistem informasi manajemen membawa pengaruh secara langsung pada kinerja sistem pengendalian manajemen. Meningkatkan produkifitas (mengurangi biaya. Mencapai tujuan strategis perusahaan 5.

Beberapa hal yang menjadi masalah utama dalam pengelolaan rumah sakit diantaranya: 1. Sistem & Perangkat Iunak (system software) 2. Kurangnya sumberdaya manusia dilingkungan rumah sakit yang mampu mengembangkan suatu sistem informasi manajemen secara efektif dan efisiensi (System brainware) Usulan Pemecahan Masalah Sejalan dengan latar belakang identifikasi masalah. Memenuhi kebutuhan akan informasi Identifikasi Masalah Dengan melihat pada permasalahan yang dihadapi oleh rumah sakit dalam mengelola lembaga yang menjadi tanggung jawabnya. 4.8. dapat kita identifikasi beberapa hal penting yang menjadi masalah dalam pengelolaan rumah sakit. Perangkat keras (system hardware) 3. Sistem informasi yang ada. Usulan pembangunan sistem tersebut akan terdiri atas : 1. guna membantu pihak manajemen dalam pengambilan keputusan. tidak dapat mengakomodasi kebutuhan akan informasi yang diperlukan dalam rangka pengambilan keputusan (System software) 3. PEMBANGUNAN SISTEM & PERANGKAT LUNAK A. kami bermaksud untuk membantu pihak manajemen rumah sakit dalam menyusun sistem informasi manajemen yang meliputi: 1. Pembangunan System Secara umum sistem informasi rumah sakit akan dibagi dalam tiga golongan besar yaitu : . Tidak adanya suatu sistem yang terintegrasi dalam sistem jaringan yang kuat sehingga memperlambat aliran lalu lintas data untuk mempermudah pengambilan keputusan (System hardware). Meningkatkan inovasi dan kreativitas 9. Sumberdaya manusia (system brainware) Sistem informasi manajemen yang disusun akan menjadi alat manajemen yang bersifat strategis. Lemahnya sistem pengendalian manajemen di dalam pengelolaan rumah sakit yang mengakibatkan terjadinya inefisiensi dan penurunan kinerja operasional (Management control) 2.

Modul ini terdiri dari sub modul yaitu: · REGISTRATION (Pendaftaran) ü Registration pasien baru dan pasien langganan dengan berdasarkan nomor medical record.1. Up-Date & Cancel (Pengaturan Perjanjian dokter) ü Medical Record Request ü Report (laporan) Ø Doctors Schedules (Jadwal Dokter) Ø Doctors Appointment (Perjanjian Dokter/hari/minggu/bulan) Ø Medical Record · IN-PATIENT (Rawat Inap) ü Room Registration (Pemesanan Kamar) ü Medical Consumable and Disposable (Pemakain Obat-obatan dan atat-atat kesehatan) . ü Registrasi untuk klinik dan instalasi ü Payment Methods (Cara pembayaran) : Ø Cash (pembayaran tunai) Ø Discharges/Discount ü Report (laporan) Ø Incoming & Outgoing Patient /days /weeks /months (Masuk Keluar Pasien /hari /minggu /bulan) Ø Patient Identification · OUT-PATIENT (Rawat Jalan) ü Set Doctors Schedules (Jadwal Dokter) ü Set Appointment: Add. FRONT DESK MODULES Modul ini adalah modul yang digunakan oleh bagian front desk untuk registrasi dan menangani tagihan kasir.

keamanan data rumah sakit akan lebih terjamin dan dapat meminimalkan terjadi unauthorized user di dalam pemakaian aplikasi (database security) · Modul ini digunakan sebagai master database pada seturuh installasi (database administration) yang terdiri dari: . Dengan adanya modul ini. MEDICAL RECORD MODULE Modul medical record adalah modul yang digunakan oleh suster atau dokter bagian poli/installasi untuk menginput data medik pasien dan kemajuan yang dialami oleh pasien selama proses pengobatan.ü Report (Laporan) Ø Room Patient (Kamar Pasien) Ø Kelas kamar Ø Medical Record Pasien · BILLING MODULES ü Invoice/Billing berdasarkan personal. UTILITY MODULES Modul utility adalah modul yang akan digunakan oleh administrator rumah sakit untuk memberikan akses kepada user untuk mengakses aplikasi berdasarkan installasinya. penjamin atau kombinasi ü Cashier management ü Cash Receipt (Nota Penerimaan Kas) ü Report (Laporan) Ø Invoice (Bukti Faktur) Ø Cash Receipt /days /weeks /months (Penerimaan Kas /hari /minggu /bulan) 2. · Medical Record Input data · Medical Record Analisa and Tracking (Pencarian Data Kesehatan) · Report (Laporan) ü Medical Record (Data Kesehatan Pasien) 3.

maka struktur topologi jaringan komputer yang dirancang adalah struktur topologi Multi Star dengan beberapa pertimbangan : a. Database utama yang akan menjadi mesin utama program ini adalah database yang berkemampuan tinggi. sehingga perancangan perangkat lunak aplikasi juga tidak terlatu rumit. Struktur ini lebih mudah diimplementasikan. .ü Master Pasien ü Master staff (karyawan / dokter / manajemen) ü Master persediaan/Obat/farmasi ü Master Ruang/kelas ü Master Pelayanan /poli/installasi ü Master Lain-lain · Pemberian akses untuk semua user Rumah sakit dalam mengakses aplikasi B. Berikut ini ada teknologi pendukung yang digunakan untuk membangun Sistem Informasi Rumah Sakit : ü Microsoft Networking with TCP/IP ü Microsoft Windows 2000 Server ü Microsoft SQL Server 2000 Enterprise ü Microsoft Visual Basic 6 / ASP / PHP ü Seagate Crystal Enterprise Report ü Microsoft Office XP/2003 2. Pembangunan Perangkat Lunak Pembangunan perangkat lunak akan diarahkan pada pengembangan sistem berbasis client-server. PEMBANGUNAN SYSTEM JARINGAN & PERANGKAT KERAS § Usulan Topologi (Struktur) Jaringan Karena kompleksitas akses data tidak begitu besar.

Antara lain adalah independensinya. maka apabila server rusak. sehingga upaya pemeliharaan yang ditempuh tidak begitu rumit. c. § Mengadakan survei terhadap sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam manajemen di rumah sakit. mempelajari. peraturan. maka system akan tidak bisa digunakan seluruhnya. Struktur ini lebih mudah dipelihara. yang memperlakukan masing . § Pembagian Kerja dalam Sistem Jaringan Komputer Sebenarnya. sehingga system relatif dapat berjalan normal. Pengembangan sumberdaya manusia menjadi hal yang sangat penting. ketentuan.masing komputer sebagai client (peminta data) sekaligus sebagai server (pemberi data). Sistem dengan struktur topologi ini relatif lebih aman daripada sistem jaringan dengan struktur topologi yang lain. . untuk mengenali permasalahan yang ada dewasa ini dengan harapan bahwa permasalahan ini dapat diatasi oleh Sistem Informasi Manajemen yang hendak dikembangkan. PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Untuk dapat mengoperasikan perangkat yang ada diperlukan sumber daya manusia yang dapat diandalkan untuk mengoperasikan sistem yang akan dibangun. mengingat komputer adalah benda mati. Untuk mewujudkan teknologi ini diperlukan sebuah teknologi lanjut yang disebut Sistem Tersebar (Distributed System) dan sistem basis data Tersebar (Distributed Database System). teknologi yang dianut dalam sistem Jaringan komputer ini adalah teknologi ClientServer (yang retatif masih sangat baru). § Menyusun perangkat lunak sistem informasi Manajemen di lingkungan rumah sakit. pedoman dan petunjuk tentang penyusunan data rumah sakit.b. Ruang Lingkup Pekerjaan Pekerjaan Pembuatan Program Sistem Informasi Rumah Sakit ini mencakup kegiatan-kegiatan yang dirinci seperti di bawah ini: § Mengumpulkan. Sementara apabila menggunakan teknologi centralized server. maka hal ini tidak berpengaruh besar terhadap terminal-terminal yang lain. § Mengumpulkan contoh-contoh dokumen manajerial rumah sakit termasuk medical record dari tahun yang telah lalu dan sedang berjalan sehingga diperoleh gambaran mengenai keadaan dewasa ini. informasi yang dihasilkan akan memberikan nilai jika komputer tersebut dioperasikan dengan benar. apabila salah satu terminal rusak (down). 3. dan memahami perundangan. System jaringan kerja dalam yang menggunakan teknologi Client-Server ini memiliki beberapa keunggulan. Artinya.

§ Mengusulkan garis besar program pengenalan sistem dan pelatihan sumber daya manusia yang akan menangani Sistem Informasi Rumah Sakit. tepat. Diagram Cakupan Pengembangan Sistem Informasi Rumah Sakit Secara garis besar SIRS mempunyai dua fungsi yaitu : . handal serta murah dapat dilakukan baik informasi billing (keuangan) ataupun riwayat medical record pasien. § Melaksanakan program pengenalan sistem dan pelatihan sumber daya manusia secara terbatas yang dimaksudkan agar Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRs) ini dapat segera beroperasi Gambaran Sistem Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRs) merupakan Sistem Informasi Komputerisasi untuk Kebutuhan rumah sakit. sederhana. SIRS dibuat sebagai jawaban untuk memenuhi kebutuhan akan adanya sistem Informasi untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang handal dan terintegrasi serta menyeluruh dengan pendekatan pada kebutuhan langsung di lapangan. § Menyusun spesifikasi teknis perangkat keras yang diperlukan untuk menjalankan perangkat lunak yang dikembangkan. Sehingga dengan adanya SIRS ini kebutuhan akan adanya informasi yang cepat. § Menyusun petunjuk operasi (manual guide) sistem yang sederhana dan mudah dipahami. dan mudah ditangani (User's Friendly). Ruang Lingkup sistem Aplikasi ini telah Menyeluruh dari mulai Pelayanan dalam hal ini Sistem Informasi Rumah Sakit serta sarana manajemen dalam pengambilan keputusan.§ Menyusun layar interaksi yang bagi operator sistem terasa akrab. hal ini akan sangat membantu para manajer dalam menentukan kebijaksanaan praktis maupun strategic dalam mengelola rumah sakit.

SIRS menggunakan teknologi Intranet/Internet. Fungsi Keuangan dan Fungsi Rekam Medik. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Dimana kedua fungsi itu saling berkait dan saling melengkapi sehingga pada akhirnya akan membuat sistem yang terintegrasi dan menjadi sistem yang handal. dengan demikian pasien/keluarga pasien dapat melihat billing dari luar rumah sakit dengan menggunakan Internet. hal ini dibuat dengan tujuan memudahkan para pemakai (User) dalam mengoperasikannya sehingga user dapat mengoperasikan sistem ini dengan menggunakan Browser dan data billing pasien dimungkinkan untuk dapat disambungkan ke internet jika infrastuktur telah tersedia. Sistem akan On-line dari Pendaftaran ke pelayanan yang dimaksud dan membentuk Antrian di pelayanan tersebut dengan menggunakan methode FIFO (First In First Out).1. memesan pelayanan yang diperlukan saja. dalam Sistem ini pendaftaran dibagi 2 (dua) yaitu : § Registrasi : Untuk keperluan UGD. Proses-proses yang dipadukan di sini antara lain adalah : 1. SIRS Terpadu ini adalah sebuah sistem informasi berbasis komputer yang terintegrasi (terpadu) yang berfungsi sebagai pengendali jalannya kinerja rumah sakit yang menyatukan banyak proses dalam pelayanan konsumen. Fungsi Pengendalian Obat-obatan dan Material. Fungsi Pelayanan Penunjang Kesehatan. PENDAFTARAN SIRS menyediakan Fasillitas yang mudah serta efiesien dalam melakukan pencatatan pendaftaran. Fungsi Registrasi Pasien. Pasien lama tidak pertu mengisi data lagi yang diperlukan jadi pasien lama hanya tinggaI. khusus untuk pasien baru disediakan form isian data pasien yang akan dimasukan kedalam database serta diberikan nomer medical Record secara otomatis. Rawat Jalan serta pelayanan Penunjang Medis § Admission : Pendaftaran khusus untuk pasien Rawat Inap Fasilitas Pendaftaran disediakan untuk melayani pasien baru dan pasien lama. Setiap tindakan yang mempunyai tarif akan . 2. Sistem Informasi Pelayanan Rumah Sakit 2. Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRs) dikembangkan berdasarkan seluruh fungsi pelayanan rumah sakit yang ada. Fungsi-fungsi tersebut adalah : Fungsi Informasi Unit Pelayanan. Sistem Informasi Rumah Sakit berfungsi sebagai pengendali jalannya kinerja rumah sakit. PELAYANAN SIRs mendata semua kegiatan yang dilakukan pada saat pelayanan diberikan dari muiai Diagnosa sarnpai Pengobatan yang diberikan.

§ Rawat Inap Modul ini digunakan secara khusus untuk menangani pasien rawat inap. Dalam Sistem ini tarif dibagi menjadi 2 yaitu tarif rumah sakit serta tarif Dokter. Tindakan. sub modul ini digunakan untuk mengatur dan mengendalikan penggunaan ruangan dan tempat tidur di rumah sakit. maka billing pasien langsung dapat di peroleh. tekanan darah. sehingga perhitungan pendapatan Dokter dapat langsung diperoleh setiap dokter selesai melakukan pelayanan. Modul ini juga dilengkapi dengan laporan-laporan menyangkut pasien yang berkunjung dan diagnosa penyakit. sub modul ini digunakan untuk mencatat data pasien atas tindakan-tindakan perawatan yang diberikan. Pemeriksaan Jasmani. penanggung jawab medis pasien. pencatatan pemeriksaan dan tindakan kepada pasien serta dilengkapi dengan fasititas penanganan operasi/bedah kecil. dimulai sejak pasien masuk sampai pasien keluar kembali. termasuk daftar riwayat kesehatan pasien. . Sub Modul Register. pada sub modul ini juga akan dicatat beberapa informasi mengenai pasien yaitu menyangkut biografi pasien. termasuk daftar riwayat kesehatan pasien. sub modul ini digunakan untuk mengolah dan mencatat tentang pasien yang masuk. serta laporan-laporan yang menyangkut pelayanan emergency dan tindakan pembedahan laporan morbiditas. mortalitas serta laporan komplikasi pasien. Gizi. Pada sub modul ini juga akan dicatat Riwayat Penyakit. pernafasan dan lain-lainnya. Modul ini terdiri dari lima (5) modul yaitu: 1. rujukan dan obat yang telah diberikan. Modul ini juga dilengkapi dengan fasititas pencatatan tindakan dan hasil pembedahan. Sub Modul Data Perawatan. suhu badan. Pencatatan tersebut antara lain menyangkut denyut nadi. demografi. pencatatan pemeriksaan dan tindakan kepada pasien. 3.otomatis ditampilkan tarif dari tindakan tersebut sehingga apabila pasien telah selesai melakukan tindakan. pindah dan keluar. Adapaun jenis-jenis Pelayanan dibagi seperti beikut ini : § UGD Modul ini digunakan untuk mengelola daftar pasien yang berkunjung. Sub Modul Pengendalian Ruangan dan Tempat Tidur. § Rawat Jalan Modul ini digunakan untuk mengelola daftar pasien yang berkunjung. 2. Laboratorium. Radiologi dan lnstruksi Dokter serta Catatan-catatan Evaluasi untuk menuju kearah penyembuhan. Pengobatan (farmasi).

4. dokter. § Bedah Manajemen Bedah dicatat datam Modul ini. pemakaian obat dan pemakaian peralatan. Sub modul ini digunakan untuk menghasilkan laporan-laporan yang berhubungan dengan manajemen pelayanan rawat inap. pemeriksaan penunjang medis dapat secara langsung tercatat pada saat tiap kegiatan di[akukan. perjalanan penyakit dan perawatan serta obat-obatan yang diberikan. § Data mengenai catatan kesehatan (rekam medik). tindakan-tindakan dan instruksi yang diberikan oleh dokter. hasil pemeriksaan (konsultasi.4. § Data mengenai biaya layanan. tindakan dokter dan keperawatan. sub modul ini digunakan untuk mencatat datadata mengenai biaya keperawatan lainnya yang belum tercakup. penanggung jawab medis dan keuangan pasien. demografi. berisi informasi mengenai riwayat penyakit dan kesehatan pasien. berisi informasi mengenai tabel-tabel biaya pendaftaran. § ICU Sistem ICU terpisah dari sistem Rawat Inap karena dalam pengelolaannya mempunyai manajemen tersendiri. fisik. dokter yang menangani. data akuntansi pasien serta data akuntansi Rumah Sakit. laporan harian diagnosa pasien rawat inap perbangsal serta laporan-laporan lainnya. Sub Modul Biaya-biaya Keperawatan Lainnya. REKAM MEDIS Informasi rekam medik dapat dikelompokkan kedalam tiga (3) kelompok data yaitu : data master pasien. berisi informasi mengenai tanggal kunjungan. 5. konsultasi. § Data mengenai status pelayanan. Biaya-biaya tersebut misaInya pemakaian perawatan. pemeriksaan penunjang medis. seperti: laporan pasien masuk dan keluar dengan kondisi terakhir. status diagnosa terakhir. dan modul ini terhubung dengan ruang perawatan Untuk Pemesanan dan Persiapan Bedah. berisi informasi mengenai biografi pasien. fasilitas tambahan dan lain-lainnya. Dari kelompok data tersebut dapat di perinci lagi menjadi kelompok-kelompok kecil data yaitu: § Data mengenai identitas pasien. tindakan. Sub Modul Laporan Manajemen Pelayanan Rawat Inap. Untuk biaya seperti ruang/tempat tidur. penunjang medis dll). diagnosa. FARMASI/APOTIK . oksigen. 3. sementara Administrasi dibedah terdiri dari Laporan Bedah serta Laporan Paska bedah dan Rujukan Ke Penunjang Medis Pada Saat Bedah dilakukan.

jumlah persediaan yang ada. Penagihan dan Akuntansi. dan modul ini berakhir di penagihan akhir pasien. masa kadaluarsa obat (expire date) dari masing-masing obat/barang dan berapa lama proses pengiriman obat (lead time) dari mulai dipesan sampai dengan tiba ke gudang rumah sakit. 5. Posisi Stock Awal 7. Barang Ketuar 9. . dari mulai pendataan pembelian. dll. Barang Masuk 10. Laporan Pengadaan Barang 5. harga. modul ini bersifat on-line disemua lini sehingga perhitungan biaya dapat dilakukan dengan cepat dan terpusat. Laporan Stock Barang 6. Menu billing dapat di monitor setiap saat oleh petugas yang berwenang. Untuk pembelian barang didalam sistem ini juga tercakup daftar supplier (pemasok).Manajemen Farmasi dilakukan dengan menggunakan On-Line Sistem baik untuk pengeluaran ke Pasien melalui resep yang dikirim secara On-line dari Dokter maupun pada saat permintaan Persediaan ke Gudang. Permintaan barang 8. pendataan pengeluaran barang. INVENTORY Modul ini berisi tentang Persediaan Gudang dan Depo. Modul ini digunakan untuk menghitung segala Aktifitas Pasien di rumah sakit yang berhubungan dengan keuangan. Dalam Sistem SIRS ini pelayanan Resep sudah lengkap termasuk resep obat racikan yang akan mengurangi persediaan di Installasi Farmasi. Data Pemasok 2. Detail dari modul ini terdiri dari : 1. Order Pembelian 3. kegunaan. Data Gudang / Depo 6. Invoice 4. KEUANGAN Sistem Keuangan SIRS dimulai dari Billing Pasien.

Perhitungan Beban Biaya 2. Pembayaran di Kasir 3. Yang termasuk dalam modul ini adalah : 1. AKUNTANSI Modul ini akan dibagi tagi menjadi tujuh (7) bagian sub modul yang terdiri dari : 1. 2. Modul Account Payable Modul ini digunakan untuk mengelola transaksi hutang rumah sakit. Pengembalian Deposit /Uang Muka oleh Bendahara 7. 5. Modul Account Receivable Modul ini digunakan untuk mengelola pengawasan piutang rumah sakit 4. Modul Bank Modul ini digunakan untuk mengelola proses penerimaan dan pengeluaran kas/bank. Modul Pembelian Barang Modul ini digunakan untuk mengelola proses pembelian item yang terdiri dari persediaan inventory untuk rumah sakit. 3. Modul Laporan Akutansi dan Keuangan . Modul Fixed Asset Modul ini digunakan untuk mengelola proses perubahan yang terjadi pada fixed asset rumah sakit 6. 7. petugas keuangan tinggal melakukan posting data. fixed asset dan jasa. Modul General Ledger Modul ini digunakan untuk mengelola dan mengkonsolidasikan data-data akuntansi dari sub modul-modul lainnya didalam modul akuntansi dan keuangan agar dapat menghasilkan laporan keuangan. termasuk proses rekonsiliasi transaksi kas/bank.Modul ini juga on-line kemodul Akuntansi khususnya di AR (Account Receivable) sehingga untuk kepertuan administrasi keuangan tidak pertu ada entry ulang.

Tingkat kebutuhan operator system § PERANCANGAN SISTEM Pada tahap ini. Pada proses perancangan ini. yang akan dikerjakan adalah mengamati kondisi sistem yang akan diimplementasikan ke dalam sistem berbantuan komputer.Modul ini digunakan untuk melihat dan menghasilkan laporan akuntansi dan keuangan rumah sakit yang bersifat menajerial untuk kepentingan pihak manajemen. Yang akan diamati dalam survei ini adalah kebutuhan sistem dalam bentuk perangkat lunak. Kebutuhan Perangkat Keras b. . teknologi yang diterapkan haruslah yang tepat guna. hal yang perlu diperhatikan adalah adanya fungsi . sistem informasi manajemen Rumah Sakit yang akan dibuat dirancang sedemikian rupa sesuai dengan hasil analisis sistem yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya. Hal yang dianalisis pada tahap ini adalah : a. dan kebutuhan sumber daya manusia dalam sistem.tenaga tertentu diperlukan keahlian sampai tingkat tertentu. § SURVEI DAN ANALISIS SISTEM o Survei Kebutuhan Sistem Pada tahap ini. Maksudnya. Aliran Informasi yang diperlukan c. Teknologi. apabila untuk tenaga .fungsi kendala sebagai berikut : a. Metodologi Kerja Dalam bagian ini akan diuraikan metode kerja dan pembagian kerja yang akan dipakai dalam perekayasaan perangkat lunak Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Terpadu ini. perlu diperhatikan daya dukung sumber daya manusia yang ada. maka hal ini harus diberi perhatian khusus. Daya dukung sumber daya manusia. Maksudnya. b. harus diperhatikan pula hambatan . Perangkat bantu (tools) yang dipakai untuk menganalisa kebutuhan sistem ini adalah Peta aliran (Flow Map) dan Bagan Alir Data (Data Flow Diagram). perangkat keras. o Analisis Kebutuhan Sistem Pada tahap ini yang dikerjakan adalah menganalisa apa yang dibutuhkan oleh sistem. Penampilan dari laporan ini akan lebih banyak diarahkan pada bentuk laporan statistik ataupun grafik.hambatan teknologi yang ada.

data tentang keuangan.sama akan diintegrasikan dalam sebuah sistem komputer yang terpadu. Perancangan Sistem Jaringan Komputer e. Perancangan Materi Pelatihan Berdasarkan performansi sistem yang telah dispesifikasikan di atas. yang menggunakan teknologi sistem Rumah Sakit. maka basis data akan dirancang sedemikian rupa dengan menggunakan teknologi ilmu komputer yang mutakhir. § PERANCANGAN BASIS DATA Mengingat implementasi sistem. maka akan dibangun sebuah struktur sistem yang memadai. maka manajemen basis data akan dilakukan dengan cara mengelompokkan sesuai dengan spesifikasi performansi yang tersedia. agar dapat menanganinya. Perancangan subsistem jaringan komputer yang baik akan menjamin akurasi data. o Subsistem Jaringan Komputer Subsistem Jaringan komputer adalah subsistem perangkat lunak yang bertugas khusus untuk menangani proses komunikasi data antar komputer yang terkait dalam satu jaringan komputer. Karena efisiensi adalah hal mutlak yang harus diperhatikan pada sebuah sistem informasi.c. Yang dilakukan pada proses perancangan ini adalah : a. Subsistem ini sebenarnya adalah subsistem perantara dari sistem kerja dasar dan sistem perangkat lunak aplikasi Sistem Informasi Manajemen rumah sakit. yakni sistem Manajemen Basis Data dan Sistem Jaringan Komputer. o Subsistem Manajemen Basis Data Subsistem Manajemen Basis Data adalah sebuah Subsistem yang digunakan untuk mengelola basis data yang memuat semua informasi yang akan disajikan. Menurut spesifikasi masalah yang ada. Biaya implementasi. . Perancangan Proses c. Perancangan Logika Program d. Struktur ini retatif amat rumit. Secara teknis Sistem ini dipecah lagi menjadi dua buah subsistem. data dan informasi tentang apotek akan dikelola tersendiri. juga akan dikelola sendiri. kemanan. Perancangan Basis Data b. Misalnya. misalnya. sebab keterkaitan data dan informasi yang harus dikelola amat kompleks dan spesifik. menurut keragaman informasi yang diminta. dan keandalan data. Kemudian secara bersama . Data akan diatur sedemikian rupa sehingga masing . tentu saja harus diupayakan pembuatan sistem dengan menekan harga seefisien mungkin.masing terminal kerja yang berjauhan letaknya sekalipun dapat berhubungan dengan baik. Sementara.

mengingat tipe komunikasi basis data tersebut adalah tipe yang menggunakan teknologi basis data yang retatif canggih. Maksudnya. dan proses instalasi perangkat lunak aplikasi. o Perbaikan dan Koreksi Perbaikan dan koreksi adalah proses yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari langkah pengujian.ahli teknologi informatika yang berpengalaman datam bidang tersebut. kesalahan (terutama kesalahan kecil) selalu akan diusahakan langsung dikoreksi. proses instalasi perangkat lunak pendukung. Yang dimaksud perangkat lunak aplikasi di sini adalah Perangkat Lunak Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Terintegrasi di Lingkungan rumah sakit. baru kemudian sistem informasi yang dibuat dipasang di tempat yang telah dispesifikasikan. implementasi ini metiputi proses instalasi perangkat keras. Apabila belum sesuai maka akan dilakukan proses perbaikan dan koreksi.Tiga tipe data yang terakhir akan ditangani khusus oleh ahli . Dengan demikian dapat diketahui kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi. proses instalasi jaringan komputer. Uji coba dilakukan dengan cara menjalankan program aplikasi yang dirancang pada sistem yang sesungguhnya sementara sistem yang lama tetap berjalan. § PELATIHAN Materi : o Pelatihan Penggunaan Peralatan Yang akan dilatihkan dalam materi ini adalah prosedur pemakaian peralatan dalam pengoperasian sistem. selama uji coba. § PENGUJIAN DAN KOREKSI o Pengujian Program yang telah selesai dibuat diujicobakan apakah sudah sesuai dengan kebutuhan atau belum. Proses koreksi sebenarnya dilakukan agak paralel dengan proses pengujian. Peralatan yang akan diajarkan pemakaiannya adalah : § Komputer Desktop § Sistem Jaringan Komputer o Pelatihan Penggunaan Perangkat Lunak Bantu . § IMPLEMENTASI Setelah sistem telah dirasa cocok.

(Bahkan akan dirancang sistem penyimpanan data yang sangat handal.langkah pendahuluan apabita system "down". Meliputi segata hal penggunaan. o Pelatihan Trouble Shooting Materi pelatihan dalam topik ini adalah bagaimana mengambil langkah . dan sebagainya) · Pemeliharaan Perangkat Keras Hal . Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara menangani kekacauan sistem semaksimal mungkin sehingga kehilangan data diusahakan sekecil mungkin. o Perbaikan Perangkat Keras apabila diperlukan Struktur Organisasi . perawatan sistem dan entri data baru.hal yang akan dilakukan dalam pemeliharaan perangkat keras adalah : o Pemeriksaan Kinerja Perangkat Keras dilakukan dengan melakukan on-road testing secara keseluruhan dengan diamati unjuk kerjanya.Pelatihan perangkat lunak bantu ini ditujukan agar pemakai terbiasa dengan perangkat lunak penunjang operasional perangkat lunak Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit terintegrasi. § PEMELIHARAAN Pemeliharaan system akan dilakukan dalam jangka waktu yang telah disepakati terhitung dari instalasi pertama kali. filefile temporer yang tidak diperlukan. Kekacauan sistem masih mungkin terjadi. o Pelatihan Penggunaan Perangkat Lunak Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Terintegrasi Materi pelatihan ini adalah cara . sehingga resiko kehilangan data akan sangat kecil). tentu akan memerlukan strategi yang berbeda untuk menanganinya) o Membersihkan sistem dari item-item yang mengganggu (seperti misalnya virus komputer.cara menggunakan Perangkat lunak Sistem Informasi Manajemen Tersebar yang dirancang. dengan menggunakan teknologi informatika mutakhir. · Pemeliharaan Perangkat Lunak Pemeliharaan perangkat lunak yang akan kami lakukan antara lain adalah : o Mengoptimalkan sistem sesuai dengan volume data (apabila data bertambah karena diremajakan.

Tim Instalasi sistem jaringan 4. Jadwal Pelaksanaan Jangka waktu yang dibutuhkan datam mengembangkan sistern informasi manajemen rumah sakit di rumah sakit sesuai dengan tahap pengerjaan baik di kantor maupun dilapangan. Imptementasi 1 (satu)bulan . Manajer operasional 4.Organisasi personalia dalam pengembangan sistem informasi manajemen di Rumah Sakit terdiri dari: 1. Nara sumber Tim yang akan dilibatkan dalam proyek pengembangan ini terdiri atas tiga tim utama dan satu tim pendukung yaitu: 1. Pembangunan sistem informasi 1 (satu)bulan 4. Penelitian dan pengembangan sistem 1 (satu)bulan 3. Konsultan senior 5. Survey pendahuluan 1 (satu)bulan 2. Adapun rencana jangka waktu pengerjaan akan dilakukan dengan tahapan pekerjaan adalah sebagai berikut: 1. Penanggung jawab proyek 2. Keseluruhan kerja tim akan diawasi oleh satuan pengendali yang beranggotakan perwakilan dari pihak rumah sakit. Ketua proyek 3. Tim administrasi di kantor Masing-masing tim akan dipimpin oleh orang yang berkompeten dibidangnya. dan bertugas untuk mengawasi jalannya kegiatan dan bertindak sebagai narasumber utama atas sistem yang berlaku di rumah sakit. Tim pengembangan program 3. Tim sistem analis & ahli manajemen rumah sakit (kesehatan) 2.

5. dan tingkat kebutuhan yang diperlukan untuk menentukan sistem yang sesuai dengan spesifikasi manajemen rumah sakit. Penutup Diharapkan proposal ini akan memberikan masukan berharga bagi pihak manajemen rumah sakit. Pemeliharaan sistem & Jaringan periodik Lokasi pengerjaan akan dilakukan di dua tempat yaitu di Lokasi dan Kantor Konsultan. khususnya bagi persiapan survey dilapangan guna menggali data secara lebih mendalam untuk dapat menentukan luas cakupan. Proses pengembangan sistem mutai dari tahapan analisis sampai pada tahapan implementasi dijadwalkan akan memakan waktu paling sedikit 4 bulan. Pengujian Sistem 5. Desain Sistem 3. bobot kedalaman. Proposal ini merupakan proposal pembuka bagi tahap selanjutnya. Analisa Kebutuhan Sistem 2. Waktu dapat disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang terjadi. Rincian jadwal pengembangan sistern ini ditunjukkan pada tabel sebagai berikut : Tahapan Bulan 1 1 2 1. Implementasi Sistem 4. Pelatihan Komponen Biaya Bulan 2 3 Bulan 3 4 Bulan 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Komponen-komponen biaya yang diperlukan untuk pengembangan Sistem Informasi Rumah Sakit mulai dari tahap pengembangan sampai dengan implementasi dapat dilihat pada Surat Penawaran Harga (SPH) pada berkas proposal ini. untuk dapat mempertimbangkan usulan pemecahan masalah yang kami ajukan. disamping itu juga akan dilakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan. . Besar harapan kami semoga apa yang kami usulkan dapat membantu kegiatan operasional di rumah sakit sehingga akan terjadi bentuk nyata terhadap peningkatan pelayanan kepada pasian rumah sakit dan masyarakat luas. Sistem akan terus dievaluasi untuk memantau kemampuan sistem untuk mencapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->