Pentingnya Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah sebuah subjek yang sangant menarik saat kita mendekati abad ke-21. Radio dan televisi menyajikan cerita-cerita dramatis tentang pertumbuhan dan penurunan perusahaan-perusahaan, pengembalian perusahaan, dan berbagai jenis restrukturisasi perusahaan. Untuk memahami perkembangan ini dan ikut serta di dalamnya secara efektif, diperlukan pengetahuan mengenai prinsip keuangan. Pentingnya prinsip keuangan ini digarisbawahi dengan adanya perkembangan dramatis yang terjadi dalam pasar keuangan. Misalnya, pada bulan September 1989, Campeau Corporation tidak dapat melunasi pembayaran bunga untuk sebagian utangnya. Campeau telah membeli Federated Departement Store dan Aliied Store sebelumnya pada tahun 1989 dengan menanggung utang sebesar $10 miliar. Campeau mencari tambahan utang untuk memenuhi pembayaran bunga yang jatuh tempo atas utang yang sudah ada dan mencoba menjual properti-properti utama seperti rangkaian toko serba ada. Bloomingdale, untuk mengurangi pokok pinjaman. Kegagalan Campeau untuk memenuhi pemenuhan bunganya mengejutkan seluruh pasar obligasi dengan hasil (yield) yang tinggi. Pada bulan Januari 1990, operasi real estat Campeau dipisahkan dari operasi toko serba ada ritelnya yang dimasukkan dalam perlindungan kepailitan. Betapa pentingnya sejumlah aspek manajemen keuangan telah ditekankan oleh sejarah Campeau ini (Weston dan Copeland, 1997)

Fungsi Keuangan
Walaupun perincian antar-organisasi bervariasi, fungsi keuangan yang utama adalah dalam hal keputusan investasi, perhitungan biaya, dan dividen untuk suatu organisasi. Dana dikumpulkan dari sumber-sumber keuangan eksternal dan dialokasikan untuk penggunaan yang berbeda-beda. Arus dana di dalam perusahaan dipantau. Imbalan untuk sumber-sumber perhitungan ini dapat berupa tingkat pengembalian (return),

pembayaran kembali, serta produk dan jasa. Fungsi-fungsi yang sama ini harus dilaksanakan baik di perusahaan bisnis, badan pemerintahan, maupun oranisasiorganisasi nirlaba. Tujuan manajer keuangan adalah membuat rencana guna memperoleh dan menggunakan dana, serta memaksimalkan nilai organisasi. Berikut beberapa kegiatan yang terlibat. 1. Dalam perencanaan dan peramalan, manajer keuangan berinteraksi dengan para eksekutif yang bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan perencanaan strategis umum. 2. Manajer keuangan harus memusatkan perhatiannya pada keputusan investasi dan perhitungan biaya, serta segala hal yang berkaitan dengannya. Perusahaan yang berhasil biasanya mengalami laju pertumbuhan penjualan yang tinggi sehingga memerlukan dukungan penambahan investasi. Para manajer keuangan perlu menentukan laju pertumbuhan penjualan yang sebaiknya dicapai dan membuat prioritas atas alternatif investasi yang tersedia. 3. Manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lainnya agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin karena semua keputusan bisnis memiliki dampak keuangan. 4. Manajer keuangan menghubungkan perusahaan dengan pasar uang dan pasar modal yang merupakan sumber perolehan dana dan tempat surat berharga perusahaan diperdagangkan. Kesimpulannya, tugas pokok manajer keuangan berkaitan dengan keputusan investasi dan perhitungan biaya. Dalam menjalankan fungsinya, manajer keuangan berkaitan langsung dengan keputusan pokok perusahaan yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan itu sendiri. Fungsi keuangan dalam organisasi biasanya dipisahkan menjadi dua jabatan, yaitu bendahara dan administrasi pembukuan atau akuntasi (kontroler). Bendahara bertanggung jawab atas peroleha dan pengamanan dana. Bidang tanggung jawab

bendahara menjaga hubungan perusahaan dengan bank komersial dan bank investasi. membuat anggaran kas.kontroler meliputi akuntasi (accounting). dan pengendalian (control). Pelanggan datang dari berbagai sumber. dan layanan pelanggan. Tanggung jawab seorang bendahara biasanya terletak pada pengadaan dan pengelolaan uang tunai. pelaporan (reporting). Fungsi pokok kontroler adalah mencatat (recording) dan membuat laporan (reporting) mengenai informasi keuangan perusahaan. perusahaan tidak dapat memenuhi pesanan yang kuantitasnya di bawah 100 unit. Karna mengutamakan pada pabrikasi tertentu. termasuk otomotif. suatu perusahaan yang menghasilkan produk baja didirikan oleh tiga orang pemilik untuk menyediakan produk-produk spesial dengan metode produksi berdasarkan komputer. Meskipun tanggung jawab pembuat laporan berada di tangan kontroler. Perusahaan mereka mengkhususkan diri pada pabrikasi baja. bendahara umumnya membuat laporan mengenai posisi arus kas harian dan posisi modal kerja. menyusun perhitungan dan pelaporan pajak. Ketiga pemilik memiliki persentase saham yang sama dalam perusahaan dan bekerja sama dengan baik. telekomunikasi. Sebagai bagian dari tugasnya. Perusahaan sering lebih unggul dibandingakan dengan pesaing karena pesaing gagal untuk memberikan . pertahanan. serta melaporkan informasi mengenai arus kas cadangan uang tunai. Bendahara biasanya juga bertanggung jawab atas manajemen kredit. dan dan pensiun. asuransi. dan produksi berkualitas tinggi. Tugas lainnya adalah mengelola penggajian. kualitas pengendalian. Hal ini biasanya mencakup penyusunan anggaran dana laporan keuangan. serta melakukan audit internal. Perusahaan telah sangat berhasil dengan keuunggulan utama pada fleksibilitas. mengutamakan desain inovatif. dan industri komputer. Dilema Pengendalian Beberapa tahun lalu.

harga perusahaan mungkin lebih tinggi dibandingkan beberapa pesaingnya. manfaat dari kualitas yang tinggi dan layanan yang lebih baik telah membuat banyak pelanggan menjadi setia. Lebih lanjut lagi. . Jadi. Dalam menilai persaingan. dan layanan purnajual. akan tetapi mereka terlalu bangga dengan kesuksesan mereka.kualitas atau layanan yang diharapkan. terutama seperti seorang pemilik tunggal mengoperasikan perusahaan. Namun. dalam jangka waktu panjang. sejumlah opsi dan kombinasi dari opini yang berbeda dapat terjadi. Untuk mengatasi fokus jangka pendek ini. permintaan produk yang mereka hasilkan cepat meningkat. Mereka terlalu tenggelam dalam kesibukan mengelola keberadaan dan pertumbuhan bisnis mereka. bagaimana pemilik dapat menjaga fleksibilitas mereka dan melakukan pengendalian pada saat yang sama dengan kualitas yang lebih tinggi jika pemilik bisnis perusahaan diperluas? Apakah perusahaan akan mengadopsi pola baru sehingga pemilik dan manajer diberikan peran yang baru? Atau akankah mereka mangejar strategi diversifikasi dan mencari pesanan produksi yang lebih terstandarisasi sehingga lebih mudah dikendalikan? Dalam hal ini. pemilik dan personel manajemen kunci telah menjadwalkan tiga hari perencanaan di lokasi yang jauh dari fasilitas perusahaan. Perusahaan telah dikendalikan. kualitas produksi. mereka telah mencatat bahwa tidak ada perusahaan pada tingkat regional atau nasional yang secara signifikan berbagi pangsa pasar dengan perusahaan mereka. kesibukan tersebut telah membuat mereka mengabaikan komitmen terhadap ekspansi. meskipun mereka menyadari bahwa sesungguhnya terdapat banyak peluang untuk memperluas keberadaaan bisnis mereka atau melakukan diversifikasi ke bidang lainnya. Para pemilik sangat pintar dan bijaksana dalam organisasi dan administrasi. Karena mengutamakan layanan. perusahaan tersebut telah berproduksi dengan cepat pada tingkat yang mendekati kapasitas praktis. perputaran yang begitu cepat. Dengan mempertimbangkan tingginya aktifitas produksi non-standar dalam perusahaan.

Karena menekankan pada aspek-aspek perilaku manusia. Sasaran perilaku utama dari pengendalian keuangan dapat dijelaskan dengan menggunakan definisi pengendalian secara umum.Definisi Pengendalian Keuangan Umpan Balik Mekanikal Versus Respon Perilaku Fokus utama dalam subsistem pengendalian keuangan adalah perilaku dari orangorang yang ada dalam organisasi dan bukan pada mesin. Para manajer membutuhkan suatu keyakinan tentang cara dunia mereka bekerja dan dampak-dampak yang mereka harapkan dari suatu inisiatif yang dipilih. Bagaimanapun. Perlatan-perlatan dari metode mekanikal serta kelistrikan tentu juga dapat digunakan untuk memengaruhi perilaku. pengendalian keuangan dapat dipahami secara baik melalui desain penekanan pada pentingnya asumsi-asumsi keperilakuan. tidak semua desain pengendalian fokus pada perilaku manusia. subsistem dari pengendalian keuangan juga didasarkan pad asumsi-asumsi keperilakuan manusia. Oleh sebab itu. suatu sistem absensi yang berfungsi sebagai pengaman untuk mencegah keterlambatan atau suatu sistem komputer yang membatasi kebebasan akses dalam mengoperasikan komputer merupakan contoh-contoh dari pemanfaatan mekanikal yang dapat memengaruhi perilaku seseorang. Pada pengendalian keuangan. Pada umumnya. Definisi pengendalian telah didasarkan pada konsep ³kepercayaan´ dan ³kemungkinan´. Namun. lebih menekankan pada sifat mekanikal dibandingkan dengan sifat perilaku. seperti termometer yang mengendalikan temperatur tubuh. hasil yang diinginkan merupakan peristiwa-peristiwa perilaku dan aplikasi dari masalah-masalah keuangan. para manajer memiliki peluang khusus untuk dapat . Aplikasi mekanikal dari pengendalian. pengendalian didefinisikan sebagai suatu inisiatif yang dipilih yang akan mengubah kemungkinan dari pencapaian hasil yang diharapkan. Misalnya.

Informasi akuntansi adalah bagian dari proses penandaan yang dirancang untuk meningkatkan manfaat dari organisasi awal dengan memengaruhi perilaku anggota-anggotanya. Perluasan Konsep-konsep Tradisional Konsep-konsep pengendalian tradisional dalam akuntasi sering kali berarti hasil dari informasi akuntasi adalah langkah akhir dari peran akuntan. Banyak hal yang telah dihasilkan dari penggabungan antara pendekatan perilaku terhadap pengendalian dalam akuntasi manajerial dan akuntasi tradisional dengan konsep-konsep non-keperilakuan dari pengendalian yang ada dalam literatur akuntasi dan audit. Dalam pendekatan perilaku. Hal ini dapat diinterpretasikan sebagai suatu evolusi pemikiran dan suatu perluasan lingkungan yang mempengaruhi akuntan dan disiplin akuntan. Dalam memilih pengendalian keuangan. pemahaman yang baik tentang hubungan sebab-akibat adalahpenting karena penjabaran secara nyata menjadi sulit akibat dari kompleksitas lingkungan. Misalnya. Demikian pula. manajer akan mendasarkan pilihan mereka pada kepercayaan dan pengalaman-pengalaman masa lalu mereka. Arah utama dari literatur akuntasi belakangan ini hanya mengutamakan asumsi-asumsi perilaku terhadap pengendalian keuangan. penyusunan standar yang tinggi pada sistem akuntasi tidak dapat menjamin bahwa para karyawan akan menjadi lebih produktif. Dalam konteks organisasi yang benar-benar nyata. penerapan atas sistem akuntasi pertanggungjawaban tidak dapat menjamin bahwa para manajer akan lebih bertanggung jawab dan efektif dalam mengalokasikan sumebr daya yang berada dalam kekuasaan mereka. menghasilkan informasi bukanlah akhir dari keterlibatan akuntan sehingga informasi dapat dipandang sebagai suatu intermediasi dari langkah akhir. Tujuan pengendalian didasari oleh keinginan untuk memilih suatu inisiatif yang akan mengubah kemungkinan pencapaian hasil keperilakuan yang diharapkan.mendeteksi hasil-hasil keprilakuan. Dengan .

Memastikan bahwa dokumentasi memadai. Hal ini dilakukan mengingat bahwa laporan- . Istilah ³pengendalian akuntasi´ telah dihubungkan dengan pengamanan aset dan peningkatan akurasi serta keandalan akuntasi. 4. Menetapkan metode yang sistematis guna memastikan bahwa transaksi telah dicatat dengan akurat. Menghindari fungsi-fungsi yang tidak harmonis dengan memisahkan tugas dan tanggung jawab. Sementara. 7. 2. Menjaga seat dengan mendesain prosedur yang membatasi akses terhadap aset tersebut. 5. Salah satu contoh pengendalian akuntasi adalah pemisahan antara tugas pencatatan dengan tugas penjagaan fisik aset.demikian. Pengalaman yang tidak ternilai tersebut dapat digunakan untuk merancang dan megimplementasikan sistem pengendalian keuangan melalui perluasan seperangkat tujuan yang dimiliki melalui informasi akuntansi guna mencakup proses administratif. 3. Mendefinisikan wewenang yang terkait dengan suatu posisi sehingga kesesuaian dari suatu transaksi dilaksanakan dan dapat dievaluasi. Prinsip-prinsip yang berhubungan dengan desain pengendalian internal mencerminkan pengalaman dari profesi audit. 1. 6. informasi akuntan dapat dipandang sebagai suatu pertanda dan bukan suatu akhir. Mempekerjakan karyawan yang akan melaksanakan tanggung jawabnya dengan kompeten dan penuh integritas. Ketika sistem pengendalian dirancang secara tepat untuk menghasilkan informasi akuntasi yang akurat dan andal. Mendesain pengecekan independen yang meningkatkan akurasi. fokus sistem pengendalian secara tradisional terletak pada tujuh faktor berikut. istilah ³pengendalian administratif´ dihubungkan dengan peningkatan efisiensi operasi dan kepatuhan pada kebijakan-kebijakan manajemen.

Pengendalian Terpadu Secara formal. memiliki tingkat kepribadian yang tinggi. dan pusat pertanggungjawaban merupakan contoh dari pendekatan formal. Sementara. pengendalian akuntasi dan administratif dapat dilakukan dengan merancang dan mengimplementasikan sistem pengendalian keuangan yang diharapkan akan mendukung proses administrasi. Anggaran. Bagaimanapun juga. suatu subsistem pengendalian seharusnya terstruktur dan berkelanjutan. operasional. serta didesain dengan suatu proses yang untuk mencapai tujuan yang spesifik. Perluasan dari konsep tradisional atas pengendalian megharuskan adanya perluasan lingkup pengendalian akuntasi dan laporan keuangan guna mencakup proses administrasi organisasi. untuk membuat perluasan secara sukses. suatu sistem pengendalian seharusnya mencakup aktifitas perencanaan. pengetahuan terhadap pengendalian akuntasi seharusnya digabungkan dengan sumber-sumber pengetahuan keperilakuan dengan memengaruhi perilaku dari seluruh anggota organisasi melalui penggunaan sinyal-sinyal akuntasi. yaitu subsistem formal yang mendukung proses administratif. dan sebagainya. pengendalian dengan cara intuisi. Tanpa memedulikan perbedaannya. Pendekatan informal merupakan sesuatu yang bersifat ad hoc. Untuk bisa menjadi pengendalian yang komprehensif. Pengetahuan mengenai pengendalian akuntasi tradisional dan pengalaman dengan sistem akuntasi merupakan suatu kekuatan yang bisa diperluas ke aplikasi-aplikasi pengendalian lainnya. biaya standar. sistem pengendalian komprehensif merupakan suatu konfigurasi yang saling melengkapi. dan bertujuan mempertimbangkan variabilitas. dan fungsi . pendekatan pengendalian informal meliputi norma-norma yang tidak tertulis. laporan-laporan akuntasi. Untuk dapat diformalkan. Perluasan lingkup atas keterlibatan akuntan terhadap proses administratif tidak dapat disangkal lagi adalah sesuatu yang penting dalam pengendalian akuntasi.laporan kinerja dan pengendalian kualitas disebut sebagai salah satu contoh dari bentuk pengendalian administrasi.

karena tidak ada perhatian yang utuh pada implikasi pengendalian terhadap implementasi rencana. seperti bagaimana divisi-divisi diidentifikasikan?apa yang digunakan untuk menyusun pertanggungjawaban?bagaimana departemen-departemen akan distrukturisasi ? akuntasi apa yang akan digunakan untuk masalah transfer atau transaksi antardepartemen? Masalah-masalah pokok dari perencanaan. Pengendalian juga dapat menjadi pokok dari perencanaan yang efektif. dapat menjadi kunci pengendalian yang efektif. Jika struktur organisasi kurang memadai. Perencanaan Proses perencanaan dalam organisasi juga ditandai dengan istilah perilaku penetapan tujuan. Terdapat tiga tahap proses administratif dan implementasi pengendalian yang akan dibicarakan pada sub-submateri berikut. Aspek-aspek terpenting dari proses penetapan tujuan adalah dasar dari organisasi dan komunikasi. Fenomena ini umumnya terjadi pada lingkungan organisasi bertekhnologi tinggi karena secara klinis hal tersebut diyakini akan memungkinkan dibentuknya proteksi bagi organisasi terhadap ancaman-ancaman yang dapat menggagalkan peran pengendalian. akan hal ini akan menjadi permasalahan utama dari proses perencanaan. Suatu perencanaan yang terlalu terknis atau terlalu logis dapat menimbulkan suatu kerusakan pada pengendalian bagi mereka yang kurang waspada. Pada kondisi seperti ini. Usaha-usaha perencanaan formal lebih dari sekedar pengisian lembaranlembaran dokumen perencanaan. Proses perencanaan akan memunculkan pertanyaan-pertanyaan pengendalian.umpan balik. Operasi .sebagaimana disebutkan di atas. pengendalian membutuhkan sesuatu untuk dapat beroperasi sebagai suatu rangkaian pembatasan bagi fungsi perencanaan.

Umpan Balik Umpan balik dalam organisasi berasal dari sumber formal dan informal yang disusun dari komunikasi non-verbal. pengukuran juga dapat diperoleh dari sumber-sumber eksternal perusahaan. Evaluasi ini akan memengaruhi distribusi kompensasi. Pengendalian operasi merupakan suatu proses implementasi atas rencana-rencana manajemen. ukuran-ukuran yang definitif. Namun.Dalam organisasi yang terstruktur. Proses umpan balik dalam subsistem pengendalian keuangan jarang bisa dipahami. seperti pangsa pasar dalam industri. Pengukuran dapat dihasilkan secara internal. Di berbagai organisasi. Organisasi yang lebih kompleks dan lebih besar dituntut untuk lebih memformalkan pengendalian operasi guna menjamin suatu standar yang efektif dan meningkatkan efiseiensi operasi. Dalam . perhitungan biaya standar. dan sub-subsistem rumah tangga. Contohcontoh pengendalian terhadap pengorganisasian sub-subsistem meliputi aplikasi pembelian dan persediaan. fungsi-fungsi organisasi menyadari keberadaan dari rencana manajemen walaupun perencanaan tersebut mungkin bersifat tidak formal atau tidak tertulis. Suatu rancanangan yang formal dan sistematis dikumpulkan untuk koleksi dan penyaringan umpan balik. Komunikasi tersebut dihasilkan secara rutin dari statistic yang ditabulasikan sebagai dasar untuk evaluasi penyusunan. seperti administrasi penggajian dan manajemen kredit. seperti memahami aplikasi mekanis yang melibatkan sistem tertutup dengan menemukan hubungan sebab-akibat. Hal ini membutuhkan variabel-variabel yang dapat diidentifikasi. Batasan dari ³operasi´ mengacu pada pelaksanaan aktifitasaktifitas organisasi. dan aktifitas pengumpulan data. termasuk di dalamnya provisi atas jasa pelayanan dan produksi produk yang sama pentingnya dengan menjaga fungsi operasi. dan perubahan atas proses perencanaan serta operasi sebagai akibat dari umpan balik. pemberian sanksi. yaitu mereka yang ahli dalam mengendalikan pengoperasian lewat sesuatu yang tidak formal dan berfokus pada manusia. pengendalian pengoperasian merupakan tanggung jawab manajer pemilik. seperti menyediakan umpan balik dari suatu analisis terhadap varians biaya standar.

operasi. Ketika setiap dimensi ini dibahas. jika urutan-urutan umpan balik diasumsikan bersifat netral dan relatif longgar. dan fungsi umpan balik. Saling keterkaitan di antara sub-subsistem pengendalian juga memegang peranan yang penting atas hasil yang kurang memuaskan. Sebagai konsekuensinya. Bagaimanapun juga. Hubungan ini dapat ditata untuk menciptakan kumpulan yang besar jika suatu organisasi dapat menghubungkan sub-subsistem pengendalian perencanaan. keberadaan faktor manusia dan kompleksitas dari motivasi manusia mendukung pernyataan bahwa hubungan antara umpan balik dan tindakantindakan berikutnya masih diwarnai dengan ketidakpastian dan kerumitan. Logikanya. ukuran-ukuran umpan balik lebih menekankan pada operasi dan bukannya pad hal-hal yang bersifat evaluasi secara baik guna mendukung . perencanaan lebih dahulu ada dibandingkan dengan operasi dan ukuran umpan balik berasal dari rencana-rencana operasi serta tujuan-tujuan yang diterapkan. maka bisa diharapkan bahwa umpan balik dipandang sebagai tindakan pengumpulan ukuranukuran umpan balik itu sendiri dan tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap tahapan-tahapan perencanaan dan operasi. penciptaan dukungan pengendalian bagi operasi. operasi. Manipulasi atas ukuranukuran umpan balik dapat menjadi lebih diutamakan dibandingkan dengan tujuantujuan yang hendak dicapai. dan aktifitas-aktifitas umpan balik telah diidentifikasi sebagai tiga aspek dari proses administrasif yang sangat didukung oleh rancangan pengendalian terpadu. baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.aplikasi manajemen. Demikian pula. dan keputusan untuk menekankan ukuran-ukuran umpan balik tertentu guna mengidentifikasi keberhasilan dan kegagalan yang berhubungan dengan masalah-masalah yang ada adalah beberapa contoh dari hubungan. logika yang sederhana ini tidak sesuai untuk kondisi yang kompleks. Interaksi Pengendalian Perencanaan. Desain dari subsistem perencanaan. dimensi-dimensi tersebut bukanlah aktivitas-aktivitas yang terkait.

Sebagai contoh.terhadap operasi itu sendiri. Proses perencanaan dapat dipengaruhi secara mendalam oleh dampak-dampak umpan balik. Faktor-faktor Kontekstual Konteks dapat menjadi penting untuk keberhasilan dalam mendesain dan mengimplementasikan sistem pengendalian keuangan. proses perencanaan meeka mungkin akan cenderung memperhatikan besarnya jumlah produk yang terjual dibandingkan dengan profitabilitas dari produk yang terjual. Pada kasus ini. Hal-hal semacam itu beserta aspekaspek lainnya akan dibicarakan dalam diskusi yang lebih besar pada bagian-bagian berikutnya. Lebih lanjut lagi. hal-hal penting lainnya dari efektifitas rancangan pengendalian juga akan didiskusikan. Tujuan-tujuan perencanaan yang berlawanan tidak akan menjadi penting untuk dijadikan prioritas karena sasaran rencana menekankan pada ukuran-ukuran kinerja secara statistik yang didasarkan pada ukuran-ukuran umpan balik yang telah ditentukan sebelumnya. maka kemungkinan besar biaya rata-rata per unit dari produk yang terjual akan meningkat. kesuksesan manajer produksi diukur berdasarkan biaya produksi rata-rata yang lebih rendah dapat meningkatkan kesuksesannya dengan menghasilkan produk dalam jumlah besar. Disamping itu. dalam suatu perusahaan dengan biaya produksi tetap yang tinggi. Jika para manajer mengetahui bahwa mereka akan dievaluasi berdasarkan jumlah unit produk yang terjual. Hal yang berbeda juga dapat terjadi antara perencanaan dan umpan balik. konteks mengacu pada serangkaian karakteristik yang menentukan susunan empiris dalam sistem pengendalian yang akan diterapkan. Jika perusahaan lebih fokus pada jumlah produk yang dihasilkan dibandingkan dengan jumlah roduk terjual. Terdapat banyak cara untuk menjelaskan suatu konteks khusus hamper tidak terbatas. bukti persuasif yang berhubungan dengan faktor-faktor kontekstual dari suatu aplikasi . Sebagaimana digunakan dalam bagian ini. umpan balik sedang mendominasi operasi proses pengukuran yang relatif longgar.

Luasnya skala desain sistem pengendalian berbasis komputer mungkin dimulai dengan inovasi. Fenomenafenomena ini telah diterapkan pada perusahaan manufaktur dengan sebaik mungkin. demikian pula halnya di institusi keuangan dan perusahaan-perusahaan yang berorientasi pada jasa. Ukuran dipandang sebagai peluang jika berfungsi sebagai pemberi manfaat ekonomi dan bukan sebagai strategi pengendalian. dan faktore proses akan dibahas. . Faktor-faktor yang dipilih unyuk didiskusikan tidak menyajikan suatu susunan yang lengkap. Ukuran dapat menjadi suatu hambatan jika pertumbuhan ekonomi menyebabkan terjadinya eliminasi terhadap strategi pengendalian. motivasi keuntungan. faktor-faktor terpenting yang perlu dipertimbangkan secara jelas menunjukan peran penting yang dimainkan oleh konteks dalam keberhasilan perancangan dan penerapan sub-subsistem pengendalian keuangan. Proses dalam mengidentifikasikan faktor-faktor kontekstual yang penting merupakan subjek tertinggi dan sangat temporer. faktor-faktor kontekstual seperti ukuran. Ukuran Ukuran dapat dipandang sebagai suatu peluang dan suatu hambatan. stabilitas lingkungan. dan aktifitas umpan balik dalam organisasi-organisasi besar membutuhkan pengendalian strategi formal yang akan mengantisipasi risiko terhadap kegagalan pengendalian dan meningkatkan efisiensi operasional. Dalam beberapa kasus.pengendalian keuangan khusus sangat jarang ditemukan. seperti apakah pendapat seorang manajer lebih penting dibandingkan dengan pendapat manajer lain? Semua daftar dari faktor-faktor kontekstual kritis merupakan subjek untuk melakukan perbaikan secara keseluruhan. Pada bagian ini. operasi. Perencanaan. tetapi ukuran-ukran tersebut dapat cepat membangun standar ekonomi yang akan menentukan keberhasilan atas persaingan industri. Tantangan bagi para manajer adalah memahami faktor yang paling dominan terhadap keberhasilan penerapan pengendalian keuangan.

Kondisi ini membuat ³ukuran´ tidak dapat memisahkan diri menjadi satu variabel saja. Stabilitas dalam lingkungan eksogen dapat dinilai dari kekuatan gerakan yang secara eksternal menghasilkan produk-produk yang memerlukan suatu tanggapan. Stabilitas Lingkungan Desain pengendalian dalam lingkungan yang stabil dapat berbeda dari desain pengendalian dalam lingkungan yang selalu berubah. sebagai sesuatu yang dominan. struktur-struktur stabilitas lingkungan dan proses dapat dikaitkan dengan ³ukuran´. Derajat stabilitas lingkungan dapat ditingkatkan dengan memilih alat yang tepat terhadap perubahan lingkungan. ukuran juga banyak dikaitkan dengan variabel-variabel lainnya. seperti pengenalan sejumlah produk baru. subsistem biaya standar menjadi penting untuk ditinjau. Asumsi ini memunculkan fakta yang terpisah antara operasi yang sementara dengan lingkungan bisnis yang menuntut adanya perubahan secara terus menerus. Ketika pendekatan ukuran menjadi faktor penting dalam menentukan perbedaan di antara konteks. Jika tanggapan terhadap lingkungan yang berubah lebih penting. Dengan membandingkan biaya aktual yang terjadi dengan standar yang telah ditentukan.analisis demikian tidaklah konsisten dengan suatu rancang pengendalian yang ditunjukan pada suatu ekspetasi. Sebagai contoh. maka sekadar memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan pada akhir tahun bukanlah kunci kesuksesan. seperti ukuran. atau inisiatif pihak pengambil keputusan yang memengaruhi unit-unit kerja. tindakan-tindakan pesaing yang melakukan metode produksi yang lebih baik atau efisien. Suatu lingkungan eksogen yang stabil diasumsikan dalam banyak pembahasan sistem biaya standard an analisis hubungan atas varians biaya. Hal ini membuatnya menjadi tidak mungkin untuk mengisolasi setiap faktor tunggal. Beberapa akuntansi beranggapan bahwa rancangan pengendalian .Ketika ukuran menjadi sesuatu yang penting dalam melakukan pembatasan konteks. terdapat banyak variable lainnya yang juga berhubungan dengan masalah-masalah ukuran.

Faktor-faktor Proses . Ringkasanringkasan tersebut juga selalu ditafsirkan. Dalam penentuan ini.sebelum terjadinya suatu kejadian adalah pelengkap dari retrospektif umum atau rancangan-rancangan yang berorientasi pada hal-hal yang belum terjadi di depan. pilihan atas ukuran dan alternatif telah terbukti menjadi suatu sumber yang konstan bagi tujuan manajer dan konsultan. indicator-indikator lain dari organisasi dan keberhasilan individu seharusnya didasarkan pada hal-hal tersebut diatas. sebagai ukuran terhadap keberhasilan individual dari para manajer. jelas bahwa sistem pengendalian yang didasarkan pada motif dan ukuran-ukuran profitabilitas sering kali tidak dapat diterjemahkan secara langsung pada konteks nirlaba (non-profit). Ringkasan-ringkasan secara statistik tersebut sering diartikan sebagai suatu ringkasan atas keseluruhan keberhasilan dari sub-subsistem yang kompleks dan sukar dipahami. Ketika motif laba tidak muncul. Pada sisi lain. baik secara benar maupun secara salah. Tidak dapat disangkal bahwa tantangan ini memerlukan perhatian masyarakat terhadap pencarian solusi dari permasalahan-permasalahan umum dan kebutuhan-kebutuhan sosial. Kondisi tersebut diharapkan terhadap dalam pendekatan-pendekatan inovatif yang menjadi lebih umum ketika pendekatan tersebut dipandang sebagai sesuatu yang penting untuk keberhasilan niat dan minat kerja melalui perubahan manajemen. Manfaat terbesar yang berkaitan dengan indikator-indikator berbasis laba adalah bahwa indikator-indikator tersebut secara statistik akan tampak jelas jika diringkas. dimana subsistem tersebut meliputi keseluruhan organisasi. Motif Keuntungan Keberadaan dari motif keuntungan tentunya bukanlah penghalang untuk menggunakan ukuran-ukuran penilaian akuntansi terhadap produktivitas. Ukuran-ukuran laba adalah penting dan meskipun sulit dapat menjadi indikator dari keberhasilan.

sementara karakteristik lainya mungkin bersifat terbatas dan tidak membuat perbedaan. Hal ini sering menimbulkan kesulitan dalam mendesain inisiatif-inisiatif pengendalian terhadap aplikasi biaya yang tidak dapat dihindari karena ketidakpastian dalam pengaruh pengendalian. Suatu proses sederhana lebih mudah dikendalikan dibandingkan dengan proses yang kompleks. Untuk memperbaiki .Telah diketakui bahwa tujuan proses terhadap pengendalian akuntansi dapat menjadi suatu penentu yang penting dalam desain pengendalian. Beberapa karakteristik ini dapat menjadi penting bagi tujuan pengendalian. pemasaran. Proses sederhana maupun kompleks dan proses biaya variabel maupun biaya tetap akan diperlihatkan secara singkat untuk mengilistrasikan pentingnya proses variabel-variabel. Terdapat banyak cara mengarakteristikkan proses organisasi. sementara proses biaya tetap selalu dikaitkan dengan efektifitas dari utilitas. dan administrasi karyawan. Pertimbangan-pertimbangan Rancangan Pengendalian telah didefinisikan sebagai suatu pilihan inisiatif karena diyakini bahwa kemungkinan pencapaian hasil yang diharapkan adalah tinggi. Sebagai contoh. proses biaya variabel selalu menekankan pada konservasi. Suatu proses yang kompleks melibatkan berbagai hubungan yang tidak dapat dipahami dengan baik. Strategi pengendalian biaya untuk proses strategi biaya variabel sering kali berbeda dalam hal substansi dengan strategi-strategi pengendalian biaya yang disesuaikan. Proses yang sederhana adalah salah satu yang dapat di karakteristikkan dengan memahami hubungan sebab-akibat secara baik. Suatu faktor proses penting dalam pengendalian biaya-biaya yang tidak dapat dihindari dan biaya-biaya untuk melakukan rekayasa adalah biaya variabel. seperti aplikasi biaya tetap. seperti riset dan pengengembangan. Biaya yang tidak dapat dihindari terjadi pada unit-unit dalam perusahaan.

para desainer harus mempertimbangkan istilah ekspektasi dan kemungkinan dibandingkan dengan kepastian dalam hal output. Sistem pengendalian didesain untuk memperoleh hasil yang memuaskan. Perilaku pekerja ini bersifat rasional. Antisipasi terhadap Konsekuensi Logis Antisipasi terhadap konsekuensi logis merupakan komponen-komponen inti dalam mendesain pengendalian. suatu studi tentang waktu dan gerak mesin yang digunakan untuk menetapkan standar kerja dan waktu luang. Suatu pengendalian akan berhubungan dengan hasil atau konsekuensi. pengendalian lebih mencerminkan suatu konsekuensi perilaku tehadap strategi pengendalian khusus. Pengembangan rencana hingga mencapai tingkat yang sempurna menjadi tujuan yang tidak realistis. Karena lebih fokus pada perilaku dibandingkan pada mekanis. Pada banyak kasus. Laporan keuangan memberikan informasi untuk menentukan apakah hasil tersebut tepat. Namun. Bagaimanapun. Para manajer yang berpengalaman sering kali mengantisipasi berbagai output yang berkaitan dengan proses pengendalian yang mereka pahami. Kondisi ini merupakan hal yang penting bagi seorang manajer keuangan yang terbiasa membuat pertimbangan berdasarkanpada apakah suatu hasil itu baik atau buruk. Hal ini merupakan suatu konsekuensi logis yang sering dikaitkan dengan pengenalan terhadap sistem biaya standar. baik yang tepat maupun tidak. . dapat diprediksi dan logis. Suatu evaluasi yang pragmatis terhadap keberhasilan secara kolektif seharusnya dapat menilai pencapaian keuntungan yang terjadi. para desainer akan mencari cara menemukan hubungan sebab-akibat yang dipercaya bersifat nyata dalam lingkungan sehingga mereka memiliki kemampuan untuk mengantisipasi konsekuensi logis yang dapat dihasilkan dari penambahan suatu pengendalian atau aturan pengendalian. para pekerja akan mengambil manfaat pribadi dari rentang waktu dan baru benar-benar bekerja pada waktu ekstra guna menyelsaikan tugas-tugasnya. Sebagai contoh.kemungkinan keberhasilan.

Pokok persoalan terletak pada bagaimana manajer atau pelaku dapat menggabungkan insentif atau pendorong-pendorong dengan baikdari suatu perjanjian pekerjaan. Dengan demikian. jika hal ini disadari sepenuhnya oleh manajer tersebut.seorang manajer akan meningkatkan posisi barunya berseberangan dengan teknologi lingkungan kendali. Pendekatan-pendekatan teoritis atas minat untuk mempelajari teori-teori pengendalian dapat ditemukan dalam aplikasi teori agensi untuk merancang pengendalian. Literatur mengenai kasus-kasus bisnis telah membuktikan keberadaan sumber daya yang bermanfaat untuk memahami materi-materi pengendalian. Kasus-kasus yang berhubungan dengan topik-topik seperti akuntansi pertanggungjawaban dan pola kerja transfertelah menambah pemahaman atas output logis yang mungkin dari para manajer tanpa perlu mengalaminya dalam dunia nyata. guna memastikan tindakan agen sesuai dengan kepentingan si pemberi perintah dengan memberikan penghargaan yang sesuai dengan keinginan agen . Relevansi dengan Teori Agensi Salah satu hal yang sangat berharga dari desentralisasi atau pendelegasian wewenang dalam pengambilan keputusan adalah jika seorang manajer mendelegasikan suatu keputusan kepada seorang karyaman. dimana suatu pendelegasian dengan asumsi keputusan-keputusan tertentu bersifat tidak jelas atau dipengaruhi secara bersama-sama agar menjadi tidak nyata. maka karyawan tersebut bisa saja mengambil keputusan yang tidak sesuai dengan manajernya. Bentuk yang paling sederhana dari keputusan yang tidak nyata adalah tindakan karyawan atau agen yang memperhatikan tingkat kinerja dalam menjalankan tugasnya. Dengan kata lain. Dalam menugaskan karyawan. maka manajer itu akan mengendalikan agar karyawan tersebut tidak membuat keputusan yang tidak sesuai harapan. transparansi berarti seorang dapat bertanya atau mengusulkan penugasan yang sebenarnya. Teori agensi menyangkut persoalan ³biaya´. pendekatan-pendekatan secara teoritis dapat bermanfaat dalam memprediksikan konsekuensi-konsekuensi logis yang berhubungan dengan inisiatifinisiatif pengendalian.

Para menejer malaksanakan pengendalian untuk mencapai tujuan-tujuan yang sring kali dihadapkan pada satu atau lebih dilem bisnis. Bagaimanapun. nilai seorang penjualan seorang agen tidak dapat ditentukan secara sempurna oleh tingkat kinerja yang dihasilkan. Kondisi yang berada di luar kendali ini membuat hubungan antara prestasi dengan masalah skema pembayaran agen menjadi berisiko. Ideide mengenai teori agensi dapat diilustrasikan dengan contoh perjalanan seorang tenaga penjualan (agen) yang secara terus-menerus berada jauh dari kantor. Sebagian besar tinjauan ini mengasumsikan mahasiswa memiliki pengenalan terhadap konsep teori agensi. seperti selera pelanggan. Manajer penjualan atau pimpinan akan memiliki sedikit gagasan mengenai tingkat usaha yang dilakukan oleh agen tersebut. Oleh karena itu. Keberadaan pengendalian di suatu perusahaan mungkui telah berheni fungsinya ketika terjadi perubahan. Seorang agen pkerja keras mungkin saja menerima pembayarankomisi yang rendah. perjanjian kerja dari tenaga penjualan akan didasarkan pada prestasi penjualan. Pengelolaan Perubahan Pengelolaan perubahan adalah sesuatu yang penting dalam menentukan rancangan-rancangan pengendalian. karena hal tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor yang tidak menentu. sementara seorang agen yang menerima tugas yang ringan bisa saja menerima penghargaan berupa sebuah kontrak besar.tersebut. serta kemampuan matematisyang cukup tinggi. seperti risiko moral dan pendorong kemampuan. persoalan memperoleh banyak perhatian dalam akuntasi manajemen karena pendorong-pendorong tersebut sering kali didasarkan pada penilaian variabel yang berhubungan dengan sistem akuntasi manajemen. tetapi para manajer biasanya khawatir terhadap perubahan pengendalian tersebut walaupun hal itu akan memberikan peluang yang lebih besar . Sebagaimana diketahui. Terdapat sejumlah tinjauan saksama terhadap aplikasi teori agensi untuk akuntasi manajemen yang akan dijelaskan dalam referensi terakhir bab ini.

bukan statis. perusahaan akan memelihara lingkungan pengendalian lewat suatu proses perubahan dan kompensasi. keseimbangan dalam lingkungan pengendalian membutuhkan perubahan dan kompensasi secara terus-menerus. Pasisis keseimbangan merupakan sesuatu yang bersifat dinamis. . denda serta kehilangan bisnis dan peluang adalah cukup signifikan. karyawan melanggar mekanisme pengendalian yang ada dan membahayakan monopoli bisnis. pada setiap kasus. seperti lingkungan konsumen utama atau kegagalan keuangan yang serius pada perusahaan-perusahaan inti atau suatu industri tertentu. Pengandalian dalam Era Pamberdayaan Kegagalan pengendalian manajemen telah menjadi topic utama dalam beberapa tahun belakangan ini. Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan karena reputasi yang rusak. Hal ini membuat perhatian manajer tersedot untuk mengatasi krisis tersebut. Suatu tantangan yang lebih logis dal lebih menimbulkan ketegangan adalah ketika manajer tidak tanggap terhadap perubahanperubahan yang terjadi. Dalam jangka panjang.untuk mencapai tujuan dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk melakukan perubahan tersebut. Para manajer yang berhadapan dengan kondisi ini sebaiknya mempertanyakan kelayakan dari perancangan system pengendalian yang baru. Pada organisasi yang kompleks. Hal ini terjadi ketika rancanganrancangan pengendalian dimodifikasi melalui proses regenerasi internal secara berkelanjutan atau ketika perubahan disebabkan oleh factor-faktor eksternal yang berdampak pada organisasi. Perusahaan dapat menjaga status pengendalian yang baik secara konstan hanya melalui perubahan dan kompensasi.

. Secara berkala.Para manajer cenderung mengartikan pengendalian secara sempit. Suatu system pengendalian diagnostik (diagnostic system) hanya merupakan salah satu unsur pengendalian. Sistem kepercayaan memberdayakan dan mendorong individu untuk mencari kesempatan-kesempatan baru. system batasan menentukan aturan main dan mengidentifikasi tindakan serta jebakan yang harus dihindari oleh karyawan. para menejer menilai output dan membandingkannya dengan standar kinerja pada saat itu. Tiga unsur lain yang sama pentingnya dalam lingkungan bisnis dewasa ini adalah sistem kepercayaan (beliefs system). seperti mnegukur kemajuan terhadap rencana unuk menjamin pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Umpan balik memungkinkan menajemen untuk menyesuaikan input dan proses sehingga kedepannya lebih mendeteksi tujuan. Simons menjelaskan bahwa system pengendalian diagnostik memungkinkan para menejer untuk memastikan bahwa tujuan penting tersebut telah diraih secara efisien dan efektif. dan sistem pengendalian interaktif (interactive system). sistem batasan (boundary system). Sistem Pengendalian Diagnostik Para manajer menggunakan system pengendalian diagnostic untuk memonitor tujuan dan profitabilitas serta memastikan kemajuan kea rah target. seperti pertumbuhan laba dan pangsa pasar. Kedua system tersebut mengkomunikasikan nilai-nilai inti dan mengihlami semua yang terlibat untuk melaksanakan tujuan organisasi. System pengendalian interaktif memungkinkan para manajer puncak untuk memfokuskan perhatiannya pada ketidakpastian strategis dan tidak membiarkannya begitu saja supaya dapat mencapai tujuan.

penghargaan akan didasarkan pada tujuan tersebut. cara organisasi menciptakan nilai. dan inspirasional. Para menejer menerapkan system ini dalam kelompok-kelompok yang berbeda di organisasi. System kepercayaan dapat meningkatkan pengendalian diagnostic guna memberikan pengendalian yang lebih besar kepada para manajer. upaya untuk mencapai tingkat kinerja organisasi. System ini mengarahkan perhatian karyawan pada tujuan utama bisnis. Mengatakan apa yang harus .Salah satu tujuan utama pengendalian diagnostic adalah menghilangkan beban manajer terhadap pengawasan yang konstan. Sistem Kepercayaan Pada umumnya. system kepercayaan bersifat singkat. sarat nilai. banyak para manajer yang yakin bahwa mereka dapat mengalihkan perhatiannya ke masalah-masalah lain karena mereka mengetahui bahwa para pekerja akan bekerja dengan rajin untuk mencapai tujuan yang telah disepakati. Namun. dan cara seseorang diharapkan untuk mengatur hubungan internal dan eksternal. Dengan demikian. tetapi mendasar yang dapat disebut kekuatan pemikiran negatif. Inspirasi para manajer untuk menciptakan suatu peluang baru dapat dipengaruhi oleh system kepercayaan. dimana kepercayaan sering kali diremehkan karena kurang penting. Sistem Batasan System ini berdasarkan pada prinsip manajemen sederhana. System ini dapat memotivasi individu untu mencari cara-cara baru dari nilai yang diciptakan. Sekali tujuan ditetapkan. potensi untuk kegagalan pengendalian akibat dinaikkannya target kinerja dan penghargaan membuat manajer harus tetap memperhatikan hal-hal itu.

Hasilnya adalah ketegangan dinamis antara komitmen dan sanksi. System pengendalian interaktif memiliki empat karakteristik yang membedakan dari system pengendalian diagnostik. Sistem Pengendalian Interaktif System pengendalian interaktif merupakan suatu informasi formal yang digunakan oleh para manajer untuk melibatkan diri secara terus-menerus dan personal dalam keputusan bawahan. positif dan inspirasional secara bersama-sama. dimana para manajer dan karyawan didorong untuk memanfaatkannya secara efektif. Kedua system ini membentuk kesempatan secara bersama-sama tanpa batas kedalam domain yang terfokus.  Debat hanya akan berlangsung mengenai data. asumsi.dilakukannya kepada seseorang dengan menetapkan prosedur operasi standard dan aturan baku akan menghambat inisiatif dan kreatifitas yang dapat dihasilkan oleh karyawan yang cakap dan berjiwa kewirausahaan. Suatu system pengendalian dapat bersifat interaktif jika ada perhatian dari seluruh pihak yang terlibat dalam perusahaan. dan tindakan perencanaan.  Data yang dihasilkan dijabarkan dan didiskusikan dalam rapat langsung yang dihadiri oleh para penyelia. Sistem batasan dan system kepercayaan yang digabungkan akan menciptakan ketegangan yang dinamis serta kepercayaan yang hangat. pada informasi yang berubah secara konstan dan diidentifikasikan oleh para manajer puncak sebagai informasi yang potensial .  Informasi menuntut perhatian rutin yang cukup signifikan dari para manajer operasi diseluruh tingkatan organisasi.  Memfokuskan bersifat strategis. bawahan. dan rekan sejawat. yaitu.

Penyeimbangan Pemberdayaan dan Pengendalian Para manajer senior yang mengatur arah dan strategis perusahaan secara keseluruhan memastikan bahwa mereka memiliki cukup pengendalian atas operasinya yang luas dengan menggunakan seluruh unsure pengendalian. arah. Secara kolektif. misalnya bekerja di Negara tertentu dimana pembayaran fasilitas dan suap diperlukan untuk menjalankan berbisnis. Manajer melaksanakan pengendalian dengan menggunakan bermacam-macam system pengendalian diagnostic. karena tindakan semacam ini akan membahayakan integritas perusahaan. Untuk mengkomunikasikan nilai inti. Kepercayaan inspirasional ini dibatasi oleh batasan yang jelas. Nilai-nilai Inti . Para manajer dilarang. anggaran. Karena organisasi organisasi lebih kompleks. mereka mengendalikan system kepercayaan. dan tujuan. para manajer akan selalu berhubungan dengan kesempatan dan kekuatan kompetitif yang bertambah serta penurunan dalam waktu dan perhatian untuk mencapai keuntungan dari inovasi dan kreatifitas yang tidak dapat dicapai dengan mengorbankan pengendalian. diantaranya rencana laba. keempat jenis pengendalian tersebut disusun dalam kekuatan yang saling mendukung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful