Apakah Basis Cash Toward Accrual?

Basis akuntansi merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang menentukan kapan pengaruh atas transaksi atau kejadian harus diakui untuk tujuan pelaporan keuangan. Basis akuntansi pada umumnya ada dua yaitu basis kas (cash basis of accounting) dan basis akrual (accrual basis of accounting). Dalam akuntansi berbasis kas, transaksi ekonomi dan kejadian lain diakui ketika kas diterima oleh rekening kas pemerintah (Kas Umum Negara/Kas Umum Daerah) atau dibayarkan dari kas pemerintah (Kas Umum Negara/Kas Umum Daerah). Sedangkan dalam akuntansi berbasis akrual berarti suatu transaksi ekonomi dan peristiwa-peristiwa lain diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi tersebut, tanpa melihat saat kas atau ekuivalen kas diterima atau dibayarkan. Contoh transaksi yang membedakan basis kas dan basis akrual adalah dalam peristiwa pada saat pemerintah menerbitkan Surat Keputusan Penetapan Pajak (SKPP). Dalam basis kas, saat terbitnya SKPP tersebut belum diakui sebagai pendapatan, karena pemerintah belum menerima kas. Namun, dalam basis akrual, terbitnya SKPP tersebut oleh pemerintah sudah diakui sebagai pendapatan, walaupun pemerintah belum menerima kas atas pendapatan pajak tersebut. Basis akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan pemerintah pada saat ini menurut PSAP Nomor 01 adalah basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan dan basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas dana. Oleh karena itu kita sering menyebutnya dengan cash toward accrual. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, pemerintah diwajibkan menerapkan basis akuntansi akrual paling lambat tahun anggaran 2008. Apa yang dimaksud azas bruto? Azas bruto adalah suatu prinsip yang tidak memperkenankan pencatatan secara neto penerimaan setelah dikurangi pengeluaran pada suatu unit organisasi atau tidak memperkenankan pencatatan pengeluaran setelah dilakukan kompensasi antara penerimaan dan pengeluaran.

Akuntansi Pemerintahan Berbasis Moral
Oktober 13, 2010 in peduli bangsa Mungkin ada yang tidak percaya bahwa selama 60 tahun Indonesia merdeka, keuangan negara ini dikelola dengan sebuah aturan yang diterbitkan oleh Belanda pada tahun 1864. Tidak perlu heran, karena memang begitulah kenyataannya, selama ini keuangan negara dikelola berdasarkan Indonesische Comptabiliteitswet (ICW) Stbl. 1864 No. 106, dan diundangkan lagi teksnya yang telah diperbaharui untuk ketiga kalinya dalam Stbl.

maklum saja karena peraturannyapun diadopsi dari sana (Belanda). dimana para kelompok status quo akan single entry dan akuntansi cara lama berusaha mengulur waktu. Walaupun saat itu belum ditetapkan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). selanjutnya diubah dan diundangkan dalam Lembara Negara 1954 Nomor 6. Jadi. Menurut salah seorang Anggota Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) Jan Hoesada. yang konon kelompok ini mempunyai akses ke pusat kekuasaan dan pusat pembuatan Undang-Undang. oleh karena itu istilah Stbl 1925 sangat populer dikalangan pengelola keuangan pemerintah sampai dengan era milenium baru.1925 Nomor 448. Begitu kuatnya peraturan ini dibenak para pengelola keuangan pemerintah. sehingga ketika akhirnya terbit peraturan baru yang mengatur hal yang sama. Secara sederhana Basis kas dapat diartikan pencatatan transaksi ketika kas/uang benar-benar diterima/dikeluarkan oleh suatu entitas. meskipun tidak secara resmi dikatakan sebagai SAP. Indonesia sebenarnya sudah memiliki Sistem Akuntansi Pemerintahan sejak dulu. bukan berarti dalam pengelolaan keuangan negara tidak dilakukan pencatatan sama sekali. Begitupun dilingkungan . Perhitungannya cukup sederhana. sampai saat ini SAP masih diterapkan secara tertatih-tatih di semua instansi pemerintahan. akhirnya pada tanggal 13 Juni 2005 terbit Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan yang merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. hal ini dibuktikan dengan diterimanya Opini Disclaimer (tidak memberikan pendapat) terhadap Laporan Keungan Pemerintah Pusat (LKPP) 5 tahun berturut-turut. disebutkannya bahwa terbitnya SAP bukan tanpa tantangan. dimana laporan keuangan menerapkan basis kas untuk pos-pos Laporan Realisasi Anggaran dan Basis Akrual untuk pos-pos Neraca. hanya saja sistem yang digunakan pada saat itu dapat dikatakan sebagai akuntansi tradisional’ yang hanya menghasilkan laporan perhitungan anggaran pendapatan dan belanja. “sifat-sifat” bawaan dari Stbl 1925 masih agak sulit dihilangkan. pendapatan berapa ? belanja berapa ? selisihnya adalah surplus atau defisit. selama ini pencatatan transaksi keuangan dilakukan dengan metode pencatatan tunggal (single entry) sebagaimana yang dahulu banyak dianut oleh negara-negara kontinental (Eropa). 1955 Np. tetapi pada dasarnya peraturan yang dipakai adalah peraturan produksi Belanda. Oleh karena SAP menerapkan kedua basis tersebut. Atas kerjasama berbagai pihak terkait. terbitnya SAP untuk pertama kalinya adalah Reformasi Akuntansi Pemerintahan Tahap Pertama. termasuk dilingkungan Pemerintah Pusat sendiri. Basis Akuntansi Pemerintahan Reformasi akuntansi pemerintahan tahap pertama berhasil menerbitkan SAP berbasis cash toward Accrual atau disebut juga semi akrual. 49 dan terakhir dengan Undang-undang Nomor 9 tahun 1968. Dalam perjalanannya memang terjadi beberapa kali perubahan. maka disebut semi akrual. Jujur saja. sedangkan basis akrual adalah pencatatan transaksi ketika transaksi itu terjadi walaupun kas/uang belum diterima/dikeluarkan secara nyata.

Hal ini mungkin atau bahkan sudah terjadi juga dilingkungan akuntansi pemerintahan. Etika dan Standar Profesional sejatinya diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Dalam dunia akuntansi. Ditengah ketertatihan pemerintah dalam menerapkan SAP tahap pertama. yang diindikasikan dengan banyak terungkapnya temuan-temuan dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Permasalahannya. Basis-basis tersebut hanyalah sistem pencatatan yang masingmasing memiliki kelemahan dan keunggulan. Akuntansi sebagai sebuah sistem. kejujuran dan kejujuran. sedangkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) masih menjadi sesuatu yang “mahal”. basis semi akrual ataupun akrual penuh bukanlah masalah yang cukup berarti bagi pemerintah.Pemerintah Daerah (Pemda). bahkan dilingkungan akuntansi komersial. Untuk mewujudkannya. seperti yang sejak lama dimiliki oleh akuntan . yaitu kejujuran dalam penganggaran. maka informasi yang dihasilkanpun adalah informasi sampah. dimana jika data yang menjadi input adalah data sampah. SAP tahap kedua ini sudah hampir selesai penyusunannya. Kalaupun pemerintah kesulitan dalam melaksanakannya. maka yang dibutuhkan bukan sekedar basis-basis pencatatan seperti basis kas ataupun akrual. di dunia komersialpun dikenal istilah window dressing. dimana para pelaku akuntansi mempercantik laporan keuangannya agar terlihat lebih menarik dengan menghalalkan segala cara. Dalam kenyataannya. dibutuhkah perangkat pendukung berupa Etika dan Standar Profesional Akuntan Pemerintahan. Oleh karena itu penulis ingin menyebutnya sebagai Akuntansi Pemerintahan Berbasis Moral. saat ini KSAP sudah bersiap kembali menerbitkan SAP tahap kedua. SAP tahap kedua sebagian besar mengadopsi International Public Sector Accounting Standard (IPSAS) yang menerapkan akrual penuh (full accrual). kejujuran. sama dengan sistem-sistem lainnya dimana akuntansi mengolah data menjadi informasi yang salah satu sifatnya adalah “garbage in – garbage out”.org. kejujuran dalam mengelola pendapatan. Menurut penulis. kejujuran dalam menyajikan laporan keuangan dan kejujuran dalam pengawasan. sehingga tidaklah banyak yang mampu mencapainya. sebagian besar Pemda masih berada diantara opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dan Disclaimer. perubahan standar adalah hal yang biasa. yaitu kejujuran. standar bisa direvisi beberapa kali dalam setahun. lima kejujuran itu sebagai landasan dalam lima bagian besar pengelolaan keuangan pemerintah. akuntansi bukanlah sistem sakti yang mampu menjadikan pengelolaan keuangan pemerintah menjadi sempurna dengan penerapan standarstandar. Jika kondisinya demikian. saat ini banyak diproduksi sistem komputerisasasi akuntansi pemerintahan yang cukup mudah digunakan. lebih dari itu dibutuhkan basis moralitas yang menyentuh sisi moral para pelaku akuntansi pemerintahan. yang masih menurut Jan Hoesada disebut sebagai Reformasi Akuntansi Pemerintahan Tahap Kedua. bahkan draft-nya sudah dapat diunduh di situs ksap. kejujuran. Ada 5 (lima) ciri yang mendasari akuntansi pemerintahan berbasis moral. kejujuran dalam mengelola belanja.

Selain itu kalaupun diberlakukan. apoteker atau guru. penyusunan Etika dan Standar Profesional Akuntan Pemerintahan menjadi hal yang perlu diperhatikan. Selain kedua basis akuntansi tersebut terdapat banyak variasi atau modifikasi dari keduanya. Jenis-jenis Basis Akuntansi Basis akuntansi merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang menentukan kapan pengaruh atas transaksi atau kejadian harus diakui untuk tujuan pelaporan keuangan. dan ekuitas dalam Neraca menggunakan. Akuntan pemerintahan digaji oleh Pemerintah. Walaupun demikian.publik. baik pada sektor privat maupun sektor publik termasuk pemerintahan. sedangkan untuk pengakuan aktiva. Idealnya. pemerintah diwajibkan menerapkan basis akuntansi akrual secara penuh atas pengakuan dan pengukuran pendapatan dan belanja negara paling lambat tahun anggaran 2008. padahal seiring semakin kompleksnya SAP. yaitu modifikasi dari . sedangkan di sisi lain juga wajib membuat laporan realisasi anggaran atau yang dulu di kenal dengan nama Perhitungan Anggaran Negara (PAN) yang dibuat dengan akuntansi berbasis kas. Lebih jauh lagi. sumber penghasilannya tidak terkait secara langsung dengan organisasi IAI. Perangkat lainnya adalah sistem kepangkatan khusus bagi akuntan pemerintahan. Basis akuntansi ini berhubungan dengan waktu kapan pengukuran dilakukan. Kendalanya. yang sudah lebih dulu diberlakukan untuk profesi lainnya. keterikatan akuntan pemerintahan dengan IAI tidak sekuat akuntan publik yang sangat tergantung dengan keanggotaannya di IAI. kewajiban. keberadaan seorang akuntan di instansi pemerintahan. Terlepas dari basis akuntansi mana yang dipakai. Basis akuntansi pada umumnya ada dua yaitu basis kas dan basis akrual. Sampai saat ini akuntan dilingkungan pemerintahan belum diposisikan sebagai profesi yang membutuhkan keahlian khusus. Penggunaan dual basis tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa pemerintah diwajibkan membuat neraca yang hanya dapat dibuat dengan akuntansi berbasis akrual. dari sudut pandang profesionalisme akuntan dapat diposisikan dalam kelompok jabatan fungsional. belanja. seperti dokter. tidaklah menjadi harga mati bahwa tugasnya selalu terkait dengan akuntansi. Sedangkan basis akuntansi yang sekarang ini diterapkan oleh pemerintah dalam pembuatan laporan keuangan pemerintah sesuai dengan Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan dalam Exposure Draft Standar Akuntansi Pemerintahan (per 04 Februari 2004) adalah dual basis. tidak semua pelaku akuntansi pemerintahan adalah akuntan atau anggota IAI. maka dibutuhkan keahlian khusus dalam tugas yang berkaitan dengan akuntansi. sehingga sistem kepangkatannya memiliki aturan tersendiri. Yang dimaksud dengan dual basis adalah pengakuan pendapatan. dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran menggunakan basis kas. tulisan ini akan membahas jenis-jenis basis akuntansi yang ada dalam praktek. Pendahuluan Sesuai amanat Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara.

. Akuntansi Berbasis Kas Dalam akuntansi berbasis kas.akuntansi berbasis kas. Pada praktek akuntansi pemerintahan di Indonesia basis kas untuk Laporan Realisasi Anggaran berarti bahwa pendapatan diakui pada saat kas diterima oleh Rekening Kas Umum Negara/Daerah. Pendapatan diakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau entitas pelaporan. commitments basis. due-for-payment basis. 2. seperti informasi yang bersifat prakiraan (forecast). yaitu accrual basis. dan cash basis. dalam Government Financial Statistic (GFS) yang diterbitkan oleh International Monetary Fund (IMF) menyatakan bahwa basis pencatatan (akuntansi) dibagi menjadi 4 macam. 4. yaitu: 1. Jadi dapat dikatakan bahwa basis akuntansi ada 4 macam. Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau entitas pelaporan. seperti komitmen. 3. Basis kas menyediakan informasi mengenai sumber dana yang dihasilkan selama satu periode. Akuntansi berbasis kas (cash basis of accounting) Modifikasi dari akuntansi berbasis kas (modified cash basis of accounting) Akuntansi berbasis akrual (accrual basis of accounting) Modifikasi dari akuntansi berbasis akrual (modified accrual basis of accounting) Pembagian basis pencatatan (akuntansi) ini bukan sesuatu yang mutlak. Item-item yang diakui dalam akuntansi berbasis akrual. Model pelaporan keuangan dalam basis kas biasanya berbentuk Laporan Penerimaan dan Pembayaran (Statement of Receipts and Payment) atau Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement). A. Secara rinci pengakuan item-item dalam laporan realisasi anggaran. Item-item yang biasa diungkapkan dalam akuntansi berbasis akrual. kontinjensi. 2 tentang Laporan Realisasi Anggaran adalah sebagai berikut: 1. 2. seperti aktiva tetap dan utang/pinjaman. Selain itu perlu dibuat suatu catatan atas laporan keuangan atau notes to financial statement yang menyajikan secara detail tentang item-item yang ada dalam laporan keuangan dan informasi tambahan seperti : 1. dan modifikasi dari akuntansi berbasis akrual. transaksi ekonomi dan kejadian lain diakui ketika kas diterima atau dibayarkan. 2. Dana Cadangan berkurang pada saat terjadi pencairan Dana Cadangan. sesuai dengan Exposure Draft PSAP Pernyataan No. penggunaan dana dan saldo kas pada tanggal pelaporan. Basis kas ini dapat mengukur kinerja keuangan pemerintah yaitu untuk mengetahui perbedaan antara penerimaan kas dan pengeluaran kas dalam suatu periode. dan belanja diakui pada saat kas dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah. 3. Khusus pengeluaran melalui pemegang kas pengakuannya terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan 3. dan jaminan. Item-item lain. Dana Cadangan diakui pada saat pembentukan yaitu pada saat dilakukan penyisihan uang untuk tujuan pencadangan dimaksud.

Kelebihankelebihan akuntansi berbasis kas adalah laporan keuangan berbasis kas memperlihatkan sumber dana. investasi. yang mengungkapkan beberapa catatan (memo) mengenai : aktiva. kewajiban. Modifikasi Dari Akuntansi Berbasis Kas Basis akuntansi ini pada dasarnya sama dengan akuntansi berbasis kas. Basis akuntansi ini mempunyai fokus pengukuran yang lebih luas dari basis kas. 2. pembuat laporan keuangan tidak membutuhkan pengetahuan yang mendetail tentang akuntansi. dan tidak memerlukan pertimbangan ketika menentukan jumlah arus kas dalam suatu periode. ada beberapa pengungkapan yang terpisah atas saldo near-cash yang diperlihatkan dengan piutang-piutang yang akan diterima dan utang-utang yang akan dibayar selama periode tertentu dan financial assets and liabilities. Pengeluaran pembiayaan diakui pada saat dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah. meskipun tidak diakui sebagai aktiva dan kewajiban.4. laporan posisi keuangan (neraca) tidak dapat disajikan. B. pengakuan penerimaan dan pembayaran kas tertentu selama periode spesifik berarti bahwa terdapat informasi mengenai pituang dan hutang. dan mengabaikan arus sumber daya lain yang mungkin berpengaruh pada kemampuan pemerintah untuk menyediakan barang-barang dan jasa-jasa saat sekarang dan saat mendatang. mudah untuk dimengerti dan dijelaskan. alokasi dan penggunaan sumber-sumber kas. Penerimaan dan pengeluaran kas yang terjadi selama periode tertentu tetapi diakibatkan oleh periode pelaporan sebelumnya akan diakui sebagai penerimaan dan pengeluaran atas periode pelaporan yang lalu (periode sebelumnya). untuk kontrol dan evaluasi kinerja. Dalam basis ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Akuntansi berbasis kas ini tentu mempunyai kelebihan dan keterbatasan. tidak dapat menyediakan informasi mengenai biaya pelayanan(cost of service) sebagai alat untuk penetapan harga (pricing). yaitu : . 5. utang pemerintah (public debt). Fokus pengukuran di bawah basis ini adalah pada sumber keuangan sekarang (current financial resources) dan perubahan-perubahan atas sumber-sumber keuangan tersebut. Sementara itu keterbatasan akuntansi berbasis kas adalah hanya memfokuskan pada arus kas dalam periode pelaporan berjalan. Penetapan panjangnya periode tertentu bervariasi antara beberapa pemerintah. Arus kas pada awal periode pelaporan yang diperhitungkan dalam periode pelaporan tahun lalu dikurangkan dari periode pelaporan berjalan. dan notes payable. jaminan (guarantees). Pengungkapan tersebut sangat beragam sesuai dengan kebijakan pemerintah. Penerimaan pembiayaan diakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum Negara/Daerah. kebijakan kontrak publik. karena tidak terdapat pencatatan secara double entry. Laporan keuangan dalam basis ini juga memerlukan pengungkapan tambahan atas itemitem tertentu yang biasanya diakui dalam basis akuntansi akrual. Sebagai tambahan atas item-item yang diungkapkan dalam basis kas. namun ada beberapa ketentuan. yaitu : 1. namun dalam basis ini pembukuan untuk periode tahun berjalan masih ditambah dengan waktu atau periode tertentu (specific period) misalnya 1 atau 2 bulan setelah periode berjalan (? leaves the books open?). Sebagai contoh Pemerintah Malaysia menggunakan specified period dalam laporan keuangan tahunan.

memperlihatkan bagaimana pemerintah mendanai aktivitasnya dan memenuhi kebutuhan kasnya 5. karena pembelian barang secara kredit umumnya diselesaikan dalam periode tersebut. C. memperlihatkan akuntabilitas pemerintah atas penggunaan seluruh sumber daya 3. sedangkan pemerintah yang lain mengakui hanya beberapa dari penerimaan tersebut. Alasan penerapan basis akrual ini karena saat pencatatan (recording) sesuai dengan saat terjadinya arus sumber daya. Akuntansi Berbasis Akrual Akuntansi berbasis akrual berarti suatu basis akuntansi di mana transaksi ekonomi dan peristiwa-peristiwa lain diakui dan dicatat dalam catatan akuntansi dan dilaporkan dalam periode laporan keuangan pada saat terjadinya transaksi tersebut. dapat menyajikan laporan posisi keuangan pemerintah dan perubahannya 2. baik bagi pengguna laporan (user) maupun bagi pemerintah sebagai penyedia laporan keuangan. periode tertentu harus sama untuk penerimaan dan pembayaran kas c.a. memungkinkan user untuk mengevaluasi kemampuan pemerintah dalam medanai aktivitasnya dan dalam memenuhi kewajiban dan komitmennya 6. Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh atas penerapan basis akrual. Selain itu basis akrual menyediakan informasi yang paling komprehensif karena seluruh arus sumber daya dicatat. bukan pada saat kas atau ekuivalen kas diterima atau dibayarkan. in-kind transaction. dan arus ekonomi lainnya. kebijakan akuntansi yang dipakai harus diungkapkan secara penuh (fully disclosed) 3. namun penerapan ini tidak seragam untuk semua negara. menunjukkan akuntabilitas pemerintah atas pengelolaan seluruh aktiva dan kewajibannya yang diakui dalam laporan keuangan 4. Beberapa pemerintah menganggap bahwa seluruh penerimaan yang diterima selama periode tertentu adalah berasal dari periode sebelumnya. periode tertentu yang terlalu lama mungkin mengakibatkan kesulitan dalam menghasilkan laporan keuangan e. Jadi basis akrual ini menyediakan estimasi yang tepat atas pengaruh kebijakan pemerintah terhadap perekonomian secara makro. International Monetary Fund (IMF) sebagai lembaga kreditur menyusun Government Finance Statistics (GFS) yang di dalamnya menyarankan kepada negaranegara debiturnya untuk menerapkan akuntansi berbasis akrual dalam pembuatan laporan keuangan. periode tertentu diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun b. Akuntansi berbasis akrual ini banyak dipakai oleh institusi sektor non publik dan lembaga lain yang bertujuan mencari keuntungan. membantu user dalam pembuatan keputusan tentang penyediaan sumber daya ke atau melakukan bisnis dengan entitas . termasuk transaksi internal. kriteria yang sama atas pengakuan penerimaan dan pembayaran kas selama periode tertentu harus diterapkan untuk seluruh penerimaan dan pembayaran d. satu bulan adalah waktu yang tepat. Kriteria pengakuan atas penerimaan selama periode tertentu adalah bahwa penerimaan harus berasal dari periode yang lalu. Manfaat tersebut antara lain : 1.

Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP). b. dan c. dan e. 5. suatu kewajiban yang diakui jika besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya ekonomi akan dilakukan atau telah dilakukan untuk . Dapat memberikan manfaat/jasa sesuai dengan tujuan perolehan. sedangkan pengeluaran untuk memperoleh investasi jangka panjang diakui sebagai pengeluaran pembiayaan. biaya perolehan tersebut dapat diukur secara andal. tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. b. Nilai perolehan atau nilai wajar investasi dapat diukur secara memadai (reliable). d. Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas. Persediaan diakui pada saat diterima atau hak kepemilikannya dan/atau kepenguasaannya berpindah. dan Diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan 4. Secara rinci pengakuan atas item-item yang ada dalam neraca dengan penerapan basis akrual adalah : 1. Kemungkinan manfaat ekonomik dan manfaat sosial atau jasa pontensial di masa yang akan datang atas suatu investasi tersebut dapat diperoleh pemerintah. Kewajiban. Persediaan diakui pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh pemerintah dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal.7. basis akrual untuk neraca berarti bahwa aktiva. b. Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Sesuai dengan Exposure Draft Standar Akuntansi Pemerintahan. kewajiban. 2. suatu benda berwujud harus diakui sebagai KD jika: a. efisiensi dan penyampaian pelayanan tersebut. suatu aset harus berwujud dan memenuhi kriteria: a. besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa yang akan datang berkaitan dengan aset tersebut akan diperoleh. untuk dapat diakui sebagai aset tetap. konstruksi secara substansi telah selesai dikerjakan. Pengeluaran untuk perolehan investasi jangka pendek diakui sebagai pengeluaran kas pemerintah dan tidak dilaporkan sebagai belanja dalam laporan realisasi anggaran. Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan. 3. c. suatu pengeluaran kas atau aset dapat diakui sebagai investasi apabila memenuhi salah satu kriteria: a. dan ekuitas dana diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi. aset tersebut masih dalam proses pengerjaan KDP dipindahkan ke pos aset tetap yang bersangkutan jika kriteria berikut ini terpenuhi: d. atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah. Aktiva tetap. user dapat mengevaluasi kinerja pemerintah dalam hal biaya pelayanan. Investasi.

D. Available berarti dapat ditagih dalam periode sekarang atau segera setelah terjadi transaksi. sebagai contoh Pemerintah Kanada mengakui pendapatan dalam periode di mana transaksi atau peristiwa telah terjadi ketika pendapatan tersebut dapat diukur (measurable). seperti utang pensiun. . sudah harus menerapkan basis akuntansi akrual secara penuh paling lambat tahun 2008. Beberapa penyusun standar telah mengidentifikasi kriteria atas waktu pengakuan pendapatan dengan akuntansi berbasis akrual. dapat ditemukan dalam paktek sebagai berikut ini : 1. sesuai dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara. namun tidak seluruhnya. Pemerintah Indonesia. Pemerintah Federal Amerika Serikat (State) mengakui pendapatan pajak dalam periode akuntansi di mana pendapatan tersebut menjadi susceptible to accrual (yaitu ketika pendapatan menjadi measurable dan available untuk mendanai pengeluaran). 2. aktiva pertahanan dan aktiva bersejarah/warisan. baik bagi pemerintah sendiri sebagai penyusun laporan keuangan maupun bagi pengguna laporan keuangan (user). dan perubahan atas kewajiban tersebut mempunyai nilai penyelesaian yang dapat diukur dengan andal. Basis akuntansi mana yang dipakai oleh suatu pemerintah tertentu. namun tidak seluruhnya. pengakuan seluruh kewajiban dengan pengecualian kewajiban tertentu seperti utang pensiun. pengakuan seluruh aktiva. seperti aktiva fisik. Contoh bervariasinya (modifikasi) dari akuntansi akrual. pengakuan hampir seluruh aktiva dan kewajiban menurut basis akrual. kecuali aktiva infrastruktur. yang diakui sebagai beban (expense) pada waktu pengakuisisian atau pembangunan. basis akuntansi akrual memberikan manfaat yang lebih banyak dibandingkan dengan basis akuntansi yang lain. Perlakuan ini diadopsi karena praktek yang sulit dan biaya yang besar untuk mengidentifikasi atau menilai aktiva-aktiva tersebut. dan pengakuan beberapa kewajiban. namun pengakuan pendapatan berdasar pada basis kas atau modifikasi dari basis kas 3. Masing-masing basis akuntansi tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan.menyelesaikan kewajiban yang ada sampai saat ini. Modifikasi dari Akuntansi Berbasis Akrual Basis akuntansi ini meliputi pengakuan beberapa aktiva. tergantung pada kebijakan dan kondisi yang ada. pengakuan hanya untuk aktiva dan kewajiban finansial jangka pendek 4.