P. 1
PENERAPAN-STRATEGI-PEMBELAJARAN-BERMAIN-PERAN

PENERAPAN-STRATEGI-PEMBELAJARAN-BERMAIN-PERAN

|Views: 939|Likes:
Published by Ranto_Younowon_6603

More info:

Published by: Ranto_Younowon_6603 on Mar 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2012

pdf

text

original

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN APRESIASI DRAMA Oleh: Diyah Retno

Palupi A. Pendahuluan Pendidikan adalah pilar utama dalam pembentukan mental/ karakter seorang siswa. Pendidikan yang baik akan membentuk mental atau karakter siswa yang lurus dan terarah. Pembinaan mental yang baik pada akhirnya akan bermuara pada kebaikan di kehidupan yang akan datang. Kehidupan di tengah-tengah masyarakat yang penuh dengan persoalan-persoalan yang rumit. Dengan berbekal pendidikan yang baik, maka siswa akan mempunyai mental/ karakter yang kuat, dan mempunyai pengetahuan yang luas. Pengetahuan yang luas bisa diperoleh dari bangku sekolah. Di sekolah anak-anak akan memperoleh ilmu pengetahuan yang diberikan oleh guru-guru mereka. Dalam pembelajaran guru dan peserta didik sering dihadapkan pada berbagai masalah, baik yang berkaitan dengan mata pelajaran maupun yang menyangkut hubungan social. Pemecahan masalah pembelajaran dapat dilakukan melalui berbagai cara, melalui diskusi kelas, tanya jawab antara guru dan peserta didik, penemuan dan inkuiri. Guru yang kreatif senantiasa mencari pendekatan baru dalam memecahkan masalah, tidak terpaku pada cara tertentu yang monoton, melainkan memilih variasi lain yang sesuai. Bermain peran merupakan salah satu alternative yang dapat ditempuh. Hasil penelitian dan percobaan yang dilakukan oleh para ahli menunjukkan bahwa bermain peran merupakan salah satu model yang dapat digunakan secara efektif dalam pembelajaran. Dalam hal ini, bermain peran (role playing) diarahkan pada pemecahan masalah yang menyangkut hubungan antar manusia, terutama yang menyangkut kehidupan peserta didik. Dalam bermain drama, memerlukan cara/ strategi untuk mengajarkan. Strategi yang cocok untuk meningkatkan keterampilan bermain drama adalah strategi bermain peran (role playing). B. Rumusan masalah Rumusan masalah yang dapat dikemukakan dalam makalah ini adalah: 1. bagaimana penerapan strategi bermain peran (role playing) dapat meningkatkan kemampuan apresiasi drama? 2. bagaimana perencanaan pembelajaran apresiasi drama menggunakan strategi bermain peran (role playing)? 3. kendala-kendala apa sajakah yang dihadapi pada penerapan strategi bermain peran (role playing) dalam pembelajaran apresiasi drama? 4. bagaimana mengatasi kendala-kendala penerapan strategi bermain peran (role playing) dalam pembelajaran apresiasi drama?

C. Menurut Kemp. 1995 (dalam Wina Sanjaya: 294) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. strategi sangat penting untuk memperlancar tujuan pembelajaran. 5. pendukung dan sumber personal. Strategi ini dikembangkan dalam rentang pengelompokkan dan metode-metode interaktif. diskusi kelompok kecil. Dalam strategi ini termasuk di dalamnya adalah metode-metode ceramah. Guru memberikan umpan balik kepada siswa ketika melakukan inkuiri. 1. 4. (3) strategi interaktif (interactive). dan pembentukan hipotesis. Strategi pembelajaran yang ditetapkan oleh guru akan bergantung pada pendekatan pembelajaran yang digunakan. 2. Strategi pembelajaran langsung (direct instruction) Strategi ini berpusat pada guru dan paling sering digunakan. 2008: 295). Strategi pembelajaran interaktif (interactive Instruction) Merujuk pada bentuk diskusi dan saling berbagi di antara peserta didik. pertanyaan didaktif. (2) strategi tidak langsung (indirect). Strategi pembelajaran tidak langsung (Indirect Instruction) Strategi ini memperlihatkan bentuk keterlibatan tinggi siswa dalam melakukan observasi. serta demonstrasi. Penekanan dalam strategi ini adalah proses belajar. Menurut Wijianta strategi pembelajaran dikelompokkan menjadi beberapa bagian. Strategi ini efektif digunakan untuk memperluas informasi atau mengembangkan keterampilan langkah demi langkah. yaitu: (1) strategi langsung (direct instruction).” (Wina Sanjaya. sedangkan bagaimana menjalankan strategi tersebut dapat ditetapkan berbagai metode pembelajaran. Strategi ini mengisyaratkan digunakannya bahan-bahan cetak dan sumber-sumber manusia. dan berorientasi pada aktivitas. Dengan kata lain strategi adalah “A plan of operation achieving omething. Strategi belajar Mandiri ( Independent Study ) . (4) strategi melalui pengalaman (experimental). praktek dan latihan. 3. Di dalamnya terdapat bentuk-bentuk diskusi kelas. Istilah lain yang juga memiliki kemiripan dengan strategi adalah pendekatan (approach). dan (5) strategi mandiri (independent). bukan hasil belajar. atau pengerjaan tugas kelompok dan kerjasama siswa secara berpasangan. Strategi belajar melalui pengalaman (Experiental Learning) Menggunakan bentuk induktif. penyelidikan. Pada dasarnya strategi menunjuk sebuah perencanaan untuk mencapai suatu tujuan. berpusat pada siswa. Strategi Pembelajaran Dalam kegiatan belajar mengajar. Peran guru beralih dari penceramah menjadi fasilitator.

bukan memiliki hiburan.com/2007/03/13/peran-guru-sdmenyikapi-ktsp/. yaitu sebagai berikut: 1) Jika mengadakan role playing. Menurut (Masnur Muslich. Bermain peran dalam pembelajaran merupakan usaha untuk memecahkan masalah melalui peragaan. antara lain: bagaimana mengaktifkan siswa. 2008: 189). 2) Tujuannya harus bersifat pendidikan. hendaknya dapat mencoba peranan dari situasi.Role Playing dan sosiodrama merupakan langkah awal dalam pengajaran drama. Strategi pembelajaran merupakan cara pandang dan pola piker guru dalam mengajar. jadi orangnya. analisis. D. Strategi pembelajaran drama pentas meliputi: (a) pementasan drama di kelas dan.wordpress. (b) strategi analisis. 2007: 67) strategi pembelajaran meliputi aspek yang lebih luas daripada metode pembelajaran. 9) Tekanan juga ditujukan untuk membantu siswa belajar berfikir untuk mereka sendiri. bagaimana mengumpulkan informasi dengan stimulus pertanyaan efektif. dan perbaikan diri.Strategi ini merujuk pada penggunaan metode-metode pembelajaran yang tujuannya adalah mempercepat pengembangan inisiatif individu siswa. serta langkah-langkah identifikasi masalah. Waluyo. pemeranan. Dalam Role playing dan sosiodrama ini ada hal-hal yang perlu diperhatikan. (d) sosio drama dan (e) simulasi. 3) Jangan buru-buru. dan diskusi. 6) Perasaan yang kompleks tidak boleh secara mudah diubah. percaya diri. Fokus strategi ini adalah merencanakan belajar mandiri siswa di bawah bimbingan dan supervise dari guru.). yaitu bermain peran (role playing). bagaimana siswa membangun peta konsep. (b) pementasan drama oleh teater sekolah (Herman J. Shaffel . siswa harus mempunyai kesempatan untuk mengikuti peranannya dan situasi kedalaman dan meliputi beberapa aspek. Strategi Pembelajaran Drama Strategi pembelajaran drama berkaitan dengan dua hal yaitu (1) strategi pembelajaran teks drama dan (2) strategi pembelajaran drama pentas. Seorang pemeran harus mampu menghayati peran yang dimainkannya. Strategi pembelajaran teks drama yang diuraikan meliputi: (a) strategi stratta. 5) Situasi hendaknya tepat dengan tingkat daya tarik siswa dan kematangannya. Melalui peran. Jangan bicara terlalu banyak untuk diri sendiri. dan berkenaan dengan hal yang akan digunakan siswa. Untuk kepentingan tersebut. 10)Situasi dan respon dari actor berkembang. serta bagaimana melakukan kerja praktik. Ada sepuluh hal yang dikemukakan oleh Torrance. bagaimana mengamati kerja siswa secara aktif. 8) Situasi hendaknya bersifat open ended. Aktivitas ini jangan digunakan sebagai terapi. 1976 (dalam Herman J. bagaimana membandingkan dan mensintesakan informasi. 7) Fokus dari usaha kelompok ditujukan untuk mencoba cara yang dapat ditempuh untuk mengelola kelakuan seefektif mungkin. Strategi Role Playing (bermain peran) termasuk metode pementasan drama yang sangat sederhana. Dalam mengembangkan strategi pembelajaran paling tidak guru perlu mempertimbangkan beberapa hal. http: //johnherf. peserta didik berinteraksi dengan orang lain yang juga membawakan peran tertentu sesuai dengan tema yang dipilih. 4) Problem dan konflik hendaknya berhubungan dengan hal yang akan digunakan siswa. Peran diambil dari kisah kehidupan nyata sehari-hari (bukan imajinatif). sejumlah peserta didik bertindak sebagai pemeran dan yang lainnya sebagai pengamat. 2008: 186). bagaimana menggali informasi dari media cetak. Waluyo. (c) role playing (bermain peran). Strategi yang digunakan dalam pembelajaran apresiasi drama di sini adalah salah satu strategi pembelajaran teks drama.

dan pemahaman terhadap pokok permasalahan. E. (2) memilih pemeran ( casting ). diskusi setelah bermain peran akan berlangsung hidup dan menggairahkan peserta didik. Pemeranan tenggelam dalam peran yang dimainkannya sedangkan pengamat melibatkan dirinya secara emosional dan berusaha mengidentifikasikan perasaan dengan perasaan yang tengah bergejolak dan menguasai pemeranan. Pembelajaran Apresiasi Drama Menurut Moody (dalam Suminto A. dan berperilaku belajar. (2) memperoleh wawasan tentang sikap. dan (4) mengeksplorasi inti permasalahan yang diperankan melalui berbagai cara. rasa benci. membaca.dan Shaffel. pemeranan tidak dilakukan secara tuntas sampai masalah dapat dipecahkan. dan menulis. (7) pemeranan (pentas) ulang. sikap. Karena dengan metode role playing (bermain peran). memaham materi atau bahan belajar yang cocok dengan kebutuhan belajar. Penerapan metode role palaying (bermain peran) adalah metode yang cocok untuk pembelajaran apresiasi drama. Hakekat pembelajaran bermain peran terletak pada keterlibatan emosional pemeran dan pengamat dalam situasi masalah yang secara nyata dihadapi. (4) menyiapkan tahap-tahap peran. (5) pemeranan (pentas di depan kelas). persepsi. Melalui bermain peran dalam pembelajaran. dan (5) kemampuan mengemukakan pendapat dan menghargai pendapat orang lain. Hal ini dimaksudkan untuk mengundang rasa kepenasaran peserta didik yang menjadi pengamat agar turut aktif mendiskusikan dan mencari jalan ke luar. Prinsip dalam kegiatan belajar adalah bahwa peserta didik memiliki kebutuhan belajar. senang. (8) diskusi dan evaluasi II. (3) menyiapkan pengamat. pembelajaran apresiasi drama akan dapat dilaksanakan dengan baik. Sayuti. dan persepsinya. dan (9) membagi pengalaman dan menarik generalisasi. menunjukkan. dan peran lainnya. pemecahan masalah. simpati. memahami teknik belajar. keterampilan pemecahan masalah. Selama pembelajaran berlangsung. setiap pemeranan dapat melatih sikap empati. (6) diskusi dan evaluasi I (spontanitas) . (2) pemecahan masalah. 1967 (dalam Herman J. Pada pembelajaran bermain peran. dan membimbing peserta didik supaya peserta didik melakukan kegiatan belajar. sebagai wujud interaksi dukasi antara pendidik dengan peserta didik dan/atau antar peserta didik. 1985: 197) pengajaran sastra membekali para siswa dengan empat keterampilan. diharapkan para peserta didik dapat (1) mengeksplorasi perasaannya. Dari role playing dapat dicapai aspek perasaan. yakni mendengarkan. nilai. 2008: 196) menyebutkan ada Sembilan langkah dalam role playing. (3) mengembangkan keterampilan dan sikap dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Pendidik berperan untuk memotivasi. Seangkan peserta didik berperan untuk mempelajari. Pembelajaran partisipatif memiliki prinsip tersendiri dalam kegiatan belajar dan kegiatan pembelajaran. yaitu: (1) memotivasi kelompok. Dalam pengajaran sastra khususnya drama merupakan perpaduan antara . Prinsip dalam kegiatan membelajarkan bahwa pendidik menguasai metode dan teknik pembelajaran. memecahkan masalah guna meningkatkan taraf hidup dengan berpikir dan berbuat di dalam dan terhadap dunia kehidupannya. berbicara. (4) masalah social dan nilai. dan berperilaku membelajarkan peserta didik. (3) empati terhadap orang lain. mempelajari kembali. Waluyo. Dengan demikian. nilai. Unsur sampingan yang dapat dicapai melalui role playing adalah: (1) analisis nilai dan perilaku pribadi. marah. Prinsip-prinsip tersebut dijabarkan dalam langkah operasional kegiatan pembelajaran.

(2) aspek emotif. yaitu untuk . 1991: 34) memberikan pengertian bahwa (1) pengenalan melalui perasaan tau kepekaan batin. yaitu: gerak. tokoh dan penokohan. Berdasarkan pembelajaran yang ditawarkan. esai. Apresiasi melibatkan tiga unsur inti yakni: (1) aspek kognitif. latar ruang dan waktu. Bahkan sumber ekspresi seni pertunjukan tidak hanya teks drama melainkan juga teksteks lainnya di luar unsur sastra. dan (3) aspek evaluative. Baik buruknya sebuah pementasan drama bergantung pada bagaimana unsure-unsur pendukung dalam drama dapat berperan secara pas sesuai dengan karakter masing-masing tokoh. yaitu bahasa serta dialog yang digunakan sesuai dengan lingkungan sosial. teks drama selalu mengarah pada pementasan. Fungsi pengajaran sastra menurut Situmorang (1983: 25) adalah penciptaan watak/ karakter. berita di media massa. keterlibatan intelegensi pembaca dalam memahami unsure-unsur kesastraan yang bersifat objektif. dan lain-lain. Hal inilah yang membedakan genre sastra drama dengan genre sastra puisi maupun prosa fiksi. Untuk menulis naskah drama tentunya diperlukan pemahaman tentang unsur-unsur yang terdapat di dalam teks drama. yaitu adanya alur dan pengaluran. Orang yang menganggap drama sebagai seni pertunjukan (teater) fokus perhatiannya ditujukan pada pertunjukannya atau pementasannya. yang berhubungan dengan kaidah stilistika. Teks sastra menurut pandangan mereka hanyalah bagian dari seni pertunjukan yang harus berpadu dengan unsur lainnya. dan perlengkapan (sarana). keempatempatnya saling berkaitan. Kedua. musik. guru dapat merancang pembelajaran drama yang mengajak siswa beraktivitas dengan kegiatan drama. Misalnya. Penilaian sebuah karya sastra itu bisa dilaksanakan apabila dia sudah membaca atau menonton dalam hal ini sebuah pementasan drama. Drama adalah salah satu genre sastra yang berada pada dua dunia seni. Pembelajaran apresiasi drama memang lebih menekankan pada keterampilan berbicara. Teknik penulisan teks drama berbeda dengan teknik penulisan puisi atau prosa. keterlibatan unsure emosi pembaca atau penikmat dalam upaya menghayati unsure-unsur karya sastra yang ditonton/ dilihat. tetapi tidak tertutup kemungkinan. Aspek emotif berkaitan dengan unsure psikis. Istilah apresiasi berasal dari bahasa Latin “apreciatio” yang berarti “mengindahkan” atau “menghargai”. suara. drama merupakan suatu genre sastra yang mempunyai konvensi (kaidah) yang dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar. Jadi. yaitu seni sastra dan seni pertunjukan atau teater. serta amanat yang disampaikan melalui dialogdialog yang dikemukakan. dan penyidikan. Aspek emotif ini sangat berperanan sekali dalam memhami unsure-unsur secara subjektif. 1991: 34). Pertama.keempat keterampilan tersebut. pledoi. Sedangkan aspek evaluatif berkaitan dengan sebuah penilaian terhadap suatu karya sastra yang dibaca dan dilihat. Squire dan Taba (dalam Aminudin. yang berhubungan dengan kaidah bentuk. bunyi. dan rupa. dan (2) pemahaman dan pengakuan terhadap nilai-nilai keindahan yang diungkapkan pengarang. watak yang diemban tokoh. Sebagai sebuah teks sastra. Arah terhadap pementasan itu menyebabkan drama identik dengan pementasan. Apresiasi menurut Grove (dalam Aminudin. bahwa mendengar (pada menyimak pementasan drama). dan menulis (menulis tekas drama/ scenario). tidak semata pada teksnya saja. Orang yang melihat drama sebagai seni sastra menunjukkan perhatiannya pada seni tulis teks drama yang dinamakan juga dengan seni lakon. membaca (berlatih dialog/ naskah drama). Baik drama sebagai karya sastra maupun sebagai bagian dari kelengkapan teater. seperti: teks pidato. Aspek kognitif berkaitan dengan pengetahuan. guru akan melaksanakan pembelajaran menulis pengalaman yang manarik dalam bentuk drama.

8. 4. hanya sekedar teori. Evaluasi. sehingga pembelajaran drama menjadi tidak menarik. 10. Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan. 11. masing-masing sambil memperhatikan mengamati skenario yang sedang diperagakan. Setelah selesai dipentaskan. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya. Hal ini sangat menghambat kelancaran proses pembelajaran apresiasi drama. Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang.menanamkan rasa cinta sastra. kurangnya pengetahuan guru tentang drama.wordpress. majalah. yang ada hubungannya dengan pembelajaran apresiasi drama masih sedikit. Langkah-langkah penerapan bermain peran (role playing) dalam pembelajaran apresiasi drama 1. Bahkan cenderung terkesan diabaikan. 7. Kendala-kendala dalam pelaksanaan pembelajaran apresiasi drama dengan strategi bermain peran (role playing) dan cara mengatasinya 1. Penutup. kemampuan apresiasi. 2. Segi waktu Waktu yang dibutuhkan dalam pembelajarn apresiasi drama dengan strategi ini lebih lama dibandingkan dengan pembelajaran lainnya. Materi/ bahan Materi yang dibutuhkan dalam pembelajaran ini masih sangat terbatas. Di perpustakaan sekolah buku-buku. F. Guru menyusun/ menyiapkan skenario yang akan ditampilkan. Mereka membutuhkan waktu untuk menghafalkan dialog-dialog teks drama yang akan diperankan. Sedangkan pelaksanaan/ praktek bermain drama masih sangat kurang. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai. 5. masing-masing siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk membahas. http://akhmadsudrajat. dan penilaian terhadap hasil-hasil sastra. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum KBM.com/2008/01/19/model-pembelajaran-inovatif2/ G. Apalagi bagi siswa yang masih awam tentang bermain peran/ drama. 9. Guru memberikan kesimpulan secara umum. 6. 2. 3. Guru. 3. Masing-masing siswa duduk di kelompoknya. sehingga setelah dewasa anak didik akan dewasa pula dalam kegemaran. .

(8) Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya. materi/ bahan. Kendala-kendal yang dihadapi dalam penerapan strategi pembelajaran bermain peran (role playing). Siswa. dan kesiapan siswa. Langkah-langkah strategi bermain peran (role playing). teks-teks drama. Kurangnya keberanian dalam memerankan seorang tokoh. (2) dengan melengkapi koleksi buku-buku. masing-masing siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk membahas. (7) Setelah selesai dipentaskan. dll di perpustakaan). Mereka masih cenderung menghafalkan saja. masing-masing sambil memperhatikan mengamati skenario yang sedang diperagakan. agar terus belajar mengembangkan strategi dan metode pembelajaran yang sesuai. (3) Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang. H. Simpulan dan Saran 1. majalah. Karena dengan strategi ini siswa diharapkan dapat memerankan masing-masing tokoh dalam drama dengan sebaik-baiknya. 2. (4) dengan melatih keberanian siswa dengan cara sering mengadakan pentas drama meskipun paling sederhana. Penggunaan strategi bermain peran (role playing) dalam pembelajaran apresiasi drama sangat cocok digunakan. melengkapi materi (buku-buku. siswa kurang memahami tentang bermain drama. majala-majalah. Saran Saran bagi guru bahasa khususnya dan guru lain pada umumnya. Sehngga .(5) Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan. antara lain: waktu. (2) Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum KBM. misalnya dengan pelatihan-pelatihan tentang apresiasi drama). Agar dalam pembelajaran (khususnya drama) menjadi lebih menarik dan menyenangkan. teks drama.4. melatih siswa dengan baik dan sering mengadakan pentas. sehingga penjiwaannya kurang. kemampuan guru. (11) Penutup. (3) dengan mengadakan pelatihan-pelatihan bagi guru tentang pembelajaran apresiasi drama yang kreatif dan menyenangkan. c. antara lain: (1) Guru menyusun/ menyiapkan skenario yang akan ditampilkan. di perpustakaan. sehingga menjadi kegiatan ekstrakurikuler. 3. Simpulan Simpulan yang dapat diambil berdasarkan pembahasan makalh adalah: 1. (9) Guru memberikan kesimpulan secara umum. Keempat kendala tersebut bias diatasi dengan menambah alokasi waktu di luar jam pelajaran. mempersiapkan guru dengan baik. (4)Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai. Kendala-kendala tersebut bias diatasi dengan cara: (1) dengan menambah alokasi waktu di luar jam pelajaran. 2. (10) Evaluasi. (6) Masing-masing siswa duduk di kelompoknya. misalnya tiap akhir semester atau tiap akhir tahun pelajaran.

Waluyo. Ende Flores NTT: Nusa Indah. Bumi Aksara. KTSP: Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Sayuti.wordpress. Puisi dan Metodologi Pengajarannya.masih banyak strategi dan cara untuk mengajarkan materi pelajaran yang sesuai. Yogyakarta: PT.). agar pandaipandai memilih strategi yang cocok.com/2008/01/19/model-pembelajaran-inovatif-2/ (Diunduh. (Diunduh Rabu. Hanindita Graha Widya. .00) Masnur Muslich. “Pengajran Sastra yang Menyebalkan dan KTSP “ (Makalah) disajikan dalam lokakarya Apresiasi Sastra daerah di Bogor. “Peran Guru SD dalam menyikapi KTSP” http: //johnherf. 2007. Drama Teori dan Pengajarannya. John Herf. B.00).tercipta suasana pembelajaran yang tidak membosankan. Suminto A. Tanggal 12-16 Agustus. Herman J. 23 Juni 2010 pukul 03. 2007.com/2007/03/13/peran-guru-sd-menyikapi-ktsp/. 22 Juni 2010 pukul 23. “Model Pembelajaran Inovatif” http://akhmadsudrajat.wordpress. Selasa. 2008. 1983. Jakarta: PN. 2008.P. Semua tergantung kita sebagai guru. 2008. Situmorang. DAFTAR PUSTAKA Ahmad Sudrajat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->