SITOSKELET

35

SITOSKELET

BAB III

Deskripsi Pada bab ini akan dipelajari struktur dan fungsi sitoskelet. Komponen penyusun sitoskelet terdiri dari mikrotubulus, mikrofilamen dan filamen intermediet. Sitoskelet berperan dalam pergerakan sel seperti sitokinesis, gerak amuboid serta kontraksi pada sel otot. Kompetensi dasar Mengidentifikasi struktur dan fungsi sitoskelet sebagai dasar dalam pergerakan sel. PENDAHULUAN Sitoskelet atau rangka sel merupakan filamen-filamen non spesifik yang umum terdapat pada semua sel membentuk jalinan pada daerah sitoplasma. Sitoskelet terdiri dari mikrofilamen, filamen intermediat dan mikrotubulus. Organel kecil ini dikenal setelah digunakannya mikroskop elektron (Gambar 4.1)

Bahan Ajar Biologi Sel

SITOSKELET

36

Gambar 3.1 Model jalinan mikrofilamen.

Bahan Ajar Biologi Sel

000 .120. namun kadang-kadang dapat mencapai 1000 kali tebalnya yaitu hingga 25 µm.000. Setiap sub unit adalah merupakan suatu dimer (Gambar 4.SITOSKELET 37 MIKROTUBULUS Struktur Mikrotubulus memiliki bentuk silinder dengan diameter luarnya ± 30 nm dan lumernya 1 14 nm dengan ketebalan dindingnya 8 nm.2. Gambar 3.) dengan berat molekul protein 110. yaitu: Satu Tubulin α Tubulin β dimer dapat terdiri dari 2 monomer identik disebut Struktur monomer dari tubulin oc tidak sama dengan tubulin (3. Protein tubulin dibedakan atas 2 macam.2Diagram mikrotubul.2). namun tidak memiliki cabang. Dinding dari mikrotubulus tersusun dari 9-14 protofilamen/protofibril yang identik (Gambar 4. Bahan Ajar Biologi Sel . Panjangnya bervariasi tergantung dari tipe sel dan spesies.

podophylline). atau 2 monomer yang berbeda disebut heterodimer (monomer tubulin α+ monomer tubulin β). • Pasangan alkaloid sub unit (heterodimer α dan heterodimer pada β) membentuk suatu heliks. dinding tertutup dan mikrotubulus yang kecil tersebut selanjutnya memainkan perannya lag] sebagai kecambah (bakal ). Dimer tubulin memiliki tempat berikatan dengan GTP (guanosine tryphosphate) dan tempat untuk alkaloid penghambat polimerisasi (colchicine. Bilamana protofilamen semua telah terbentuk. Polimerisasi berawal dari satu kecambah inti (bakal inti) yang berbentuk cincin (tersusun dari tubulin). Colehieine yang merupakan suatu memiliki kemampuan bergabung subunit mikrotubulus dan juga menghambat asosiasinya membentuk mikrotubulus. Suhu dingin dan jenis alkaloid yang telah disebutkan sebelumnya menyebabkan depolimerasi dari mikrotubulus. Tubulin-tubulin bersatu pada eksteremitas dari cincin dan selanjutnya memulai membentuk protofilamen primer. Polimerisasi dapat terjadi oleh kehadiran GTP dan Mg+ + . dan seterusnya membentuk satu mikrotubulus berdinding terbuka. Lokasi dan orientasinya menentukan pola pertumbuhan dari organel.SITOSKELET 38 homodimer. dapat dari homodimer atau heterodimer. • Protofilamen merupakan kesatuan. Kecamhah atau bakal disebut sebagai Microtubule Organizing Centers (MTOCs). Merupakan penyebab terhambatnya pembelahan sel pada stadium metafase. Bahan Ajar Biologi Sel . sekunder. selanjutnya mikrotubulus menghilang oleh kegagalan polimerisasi. tergantung jenis atau sifat dari mikrotubulus yang bersangkutan. vinblastine. Fiksasi colchicine menyebabkan pemendekan.

Mempertahankan struktur membran sel MIKROFILAMEN Struktur Pengamatan dengan mikroskop elektron menunjukkan bahwa mikrofilamen ukurannya lebih pendek dari mikrotubulus yaitu panjangnya 1-2 µm dan tebal 5-7 nm. dan lain-lain. b. kromosom. Pergerakan kromosom selama pembelahan sel. Bahan Ajar Biologi Sel . capsule basal. tersusun dari protein actin.SITOSKELET 39 MTOCs memiliki beberapa bentuk seperti yang terdapat pada sentriol. Morfogenesis sel d. Mempertahankan bentuk sel e. Fungsi Mikrotubulus terlibat dalam: a. Struktur dari mikrofilamen berhubungan dengan fungsinya. Polaritas selular i. Pembebasan partikel-partikel sekresi h. Pergerakan dari sel (cilia dan flagella) f. Migrasi vakuola endositosis g. Transport senyawa atau bahan-bahan intraselular c.

(B) actin F (polimer actin G): (C) actin F dengan kedua butir. Bila konsentrasi Mg++ dan ATP meningkat. (D) myofilament dalam bentuk gel dan cair. satu molekul tropomyosin dan setiap 36 nm satu molekul troponine. tropomyosin. Polimerisasi tersebut her jalan seperti berikut: Suatu molekul ATP melekat pada actin-G. 2. actin-G terpolimerasi menjadi actin-F. b. Actin-G dalam bentuk globular dengan berat molekul 42. 3. 6. (A) actin G (globular). troponin. Molekul actin-G yang aktif bersatu pada satu molekul ADP. Bahan Ajar Biologi Sel . 4.000 Da dan dicirikan oleh kandungan asam amino N-methylhistidine. galsoline dan villine Actin terdapat dalam 2 bentuk yaitu: a. 5_ filamen ABP.SITOSKELET 40 Gambar 3. Aktin F. Actin-F dalam bentuk fibrilair. 1. membentuk suatu double helix yang berdiameter 7 nm dan jarak 72 nm.3Organisasi molekular dari filamen actin. Aktin G.

Dengan demikian menyebabkan terbentuknya semacam skeleton dan sitoplasma yang senantiasa dalam kondisi gel.-actinin dan vinculin. ABP (Actin Binding Protein) dan Filamen memodifikasi viscoelastisitas dari sitoplasma dengan menginduksi. a. ADP melekat pada setiap monomer berfungsi sebagai regulator allosterik. Kedua rantai polipeptida memintal satu dengan yang lain membentuk heliks. Bahan Ajar Biologi Sel . Actin-F terdapat dalam semua sel-sel nonanusculer (jaringan sub-membraner sumbu microvilli) berasosiasi dengan molekul lain seperii speetrin. menyebabkan sitoplasma tetap dalam bentuk gel. pembentukan suatu jaringan yang rigid. actin-F berperan secara aktif pada mekanisme kontraksi oleh adanya 2 kofaktor yaitu: Tropomyosine (protein fibrilair yang terdapat di antara setiap Troponine (protein globular melekat pada satu bagian molekul actin) ekstremitas molekul tropomyosine) Di samping itu dimungkinkan pula oleh adanya filamen myosine yang tersusun dari molekul myosine yang mengandung 4 rantai polipeptida (2 panjang dan 2 pendek). Dalam pergerakan sel. melalui hubungan dengan berkas actin. Fungsi Actin-F berperan dalam pembentukan sitoskeleton dan pergerakan selular. Actin berpartisipasi pada organisasi myofibril dan sel muscular skelet atau myocyte cardiac. Faktor gelasi.SITOSKELET 41 - Molekul actin-G aktif membentuk dua untai berpilin. Dalam pembentukan sitoskeleton actin F antara lain bertindak sebagai factor gelifikasi (perekat).

Jika tidak ada Ca2+.5 mikrometer pada sel muscular yang berdiferensiasi. Bahan Ajar Biologi Sel .9 rim. Energi yang diperlukan untuk kontraksi diperoleh dari penguraian ATP oleh ATPase. Segmen S1 memiliki sifat yaitu melekat pada actin dan menerima ATPase myosin oleh adanya Ca++ . Transisi antar istirahat (relaksasi) dan kontraksi bergantung pada konsentrasi ion Ca bebas di sekitarnya. Heliks aktin merupakan struktur dari myofilamen tipis. Meromyosine berat terdiri dari 3 sub fragmen yaitu 1 subfragmen S2 (batang) dan 2 sub fragmen SI (kepala globular). maka protein regulator (tropomyosin dan berbagai troponin) nenghalangi interaksi antara aktin dan mryos?n.SITOSKELET 42 Filamen myosin memiliki panjang yang bervariasi. Filamen myosine terdiri dari meromyosine yang dibedakan lagi atas yang meromyosin ringan (LMM) dan meromyosin berat (HMM). umumnya pendek pada sel non-muskular dan kadang dapat mencapai 1. dalam bentuk heliks yang berjarak 42. Meromyosine berat merupakan jembatan terputar ("cross bridge") menuju eksterior.

menyebabkan meluncurnya filamen actin.4 Struktur myosin Mekanisme kontraksi (interaksi antara aktin dan myosin) dan relaksasi (tidak ada interaksi antara aktin dari myosin) dari filamen myosine terjadi tanpa adanya modifikasi dari ukurannya. Filamen aktin dan myosin terdapat pada amuba sehingga diketahui berperan dalam pergerakan amuba yaitu dengan kontraksi frontal. Filamen intermediat tidak ditemukan pada semua tipe sel. Dibedakan atas beberapa kelompok utama dari filamen intermediat. Filamen intermediat umumnya terdiri dari 31 asam amino.SITOSKELET 43 Gambar 3. Bahan Ajar Biologi Sel . fibrocyte. Homopolimer yang termasuk protein seperti: Vimentine (sel mesenchim): karakteristik dari sel mesenchim. Desmine (sel otot): Terdapat pada sel muscular pada lapisan tengah dari dinding vascular. Sel eukariot mengandung aktin dalam konsentrasi yang tinggi dan myosin berkonsentrasi yang rendah. memiliki bagian yang heliks dan menyerupai jarum. Bagian pusat dikelilingi oleh amino dan karboksil terminal. Filamen intermediat dapat dibedakan atas 2 berdasarkan struktur biokimianya yaitu: 1. FILAMEN INTERMEDIAT Struktur Memiliki struktur fibriler dengan diameter antara 7 dan 11 nm menghubungkan antara mikrotubulus dan mikrofilamen. terutama fibroblast. chondrocyte dan sebagainya.

flagella. organel-organel mikrotubuia dan mikrofilamen terbentuk dari memainkan peranan dalam pembelahan di sel (sitokenesis) dan pergerakan sel (motilitas sel). sel neuroectodermis yang berperan antara lain dalam jaringan nervus. member) karakteristik sel dan jaringan yang Bahan Ajar Biologi Sel . Jenis protein yang membentuk filamen intermediat dibentuk. Mikrotubulus. Fungsi Pada sebagian sel. filamen intermediat mempunyai peranan struktural mikrotubulus. MOTILITAS SEL (GERAKAN SEL) Pengamatan dengan menggunakan mikroskop elektron mengungkapkan bahwa pada umumnya matriks sitoplasma sel eukariot mengandung kerangka sel yang tersusun dalam struktur yang berdimensi 3.SITOSKELET 44 Gilial Fibrillary Acidic protein/GFA (astrosit): Spesifik - pada sel gilial. Organel sel yang susunan mikrotubulus beberapa antaranya merupakan organel transitoris seperti aster dari spindle yang timbul dan menghilang pada daur mitosis dan miosis. basal body dan sentriol. Sedang organel yang permanen adalah seperti cilia. Heteropolimer yang dibedakan atas sitokeratin (epitel) dan neurofilamen (sel saraf). mikrofilamen dan filamen intermediat berinteraksi dalam sel untuk membentuk suatu sitoskeleton. 2.

Flagella dan sentriol a. Filamen ini menghilang oleh depolimerisasi apabila diberikan pertakuan colchicinin. Sentrofer merupakan pusat organisasi mikrotubulus. Gerakan membran Gerakan yang berlokalisasi pada membran nampak oleh peran dari tilamen actin.4. Sitokenesis Mikrotubulus bermula di dalam sitoplasma tanpa lokalisasi yang pasti dan mengarah radial dari nukleus. b. Selanjutnya dapat timbul atau nampak kembali bila diberi perlakuan sebaliknya yaitu akan nampak pada daerah sentrofer yakni daerah yang mengandung sentriot. Pada sel yang memasuki fase mitosis mikrotubulus sitoplasma menghilang dan diganti oleh benang-benang spindle dan aster. Fenomena yang paling jelas adalah tonjolan-tonjolan halus ini adalah mikrovilli yang terdiri dari sekitar 24-30 mikrofilamen. atau pendinginan. Mikrovilli ini secara teratur memanjang dan Bahan Ajar Biologi Sel . Penampakannya berupa filamen lurus atau kurva dan berakhir di permukaan sel.SITOSKELET 45 Gambar 3.

Terdapat di ujung atau di perm ukaan sel. Kelompok mikrofilamen tersebut tersusun parallel di sepanjang mikrovilli dan terbenam dalam membran plasma pada bagian ujung mikrovilli. umumnya jumlahnya sedikit. Flagella bentuknya panjang menonjol keluar sel. Mikrofilamen yang menyusun mikrovilli. Demikian pula spermatozoa dari metazoa bergerak oleh karena Bahan Ajar Biologi Sel . Tidak ditemukan adanya myosin dalam mikrovilli namun terdapat anyaman mikrofilamen yang disebut jaring terminal yang mengandung myosin.SITOSKELET 46 memendek ke dalam epitelium intestinal. Interaksi myosin dan actin menyokong mikrovilli dan membentuk mekanisme kontraksi yang memendekkan mikrovilli. c. Silia bentuknya pendek dan jumlahnya banyak.5 Gerakan Flagel Protozoa banyak yang mempunyai flagella atau cilia. berkelompok oleh adanya interaksi dari fimbrin dan villin. Gerakan silia dan flagella amuboid Organel silia dan flagella berperanan dalam motilitas sel. Gambar 3.

Serabut otot memeiliki banyak nukleus yang disebabkan oleh fusi mononukleat mioblas pada embrio. Kontraksi Otot Otot rangka berbentuk silindris dengan tebal antara 10 – 40 µm dengan panjang dapat mencapi 40 mm serta mengandung ratusan nukleus. Gerakan amuboid diduga melibatkan sistem kontraksi oleh aktin dan myosin seperti halnya juga pada sel otot. Mekanisme pergerakan sel yang amuboid yaitu melibatkan tahap penjuluran peran membran dari dan daya rekat/adherence Pereobaan yang yang menyebabkan sitoplasma sel mengalir ke depan.SITOSKELET 47 adanya flagella. Oleh karena itu sel otot rangka biasa disebut serabut otot. dilakukan dengan penambahan sitochalasin B nampak bahwa tidak terjadi gerakan amuboid. Aksi tersebut melibatkan mikrofllamen aktin. Bahan Ajar Biologi Sel . Pada permukaan dalam dari saluran pencernaan makanan pernafasan dan sebagian saluran reproduktif memiliki silia epitel.

seperti terlihat pada gambar di bawah. yang disebut dengan filament tipis dan tebal.6. Pengamat pada serabut otot yang diwarnai dengan menggunakan mikroskop elektron pola overlapping pada sebagian dari dua tipe filament yang berbeda.Setiap myofibril mengandung unit kontarktil yang berulang yang disebut dengan sarkomer. Miofibril dipisahkan satu sama lain oleh oleh suatu sistem membran yang mengandung mitokondria.SITOSKELET 48 Gambar 3. Setiap sarkomer tersusun dengan pola khas pita dan garis yang meperlihatkan gambaran gelap terang (lurik). Penampang otot Penampang melintang serabut otot terlihat seperti kabel yang tersusun dari banyak sekali serabut halus berbentuk silindris yang disebut dengan myofibril. lipid droplet dan granula glikogen. Setiap sarkomer memanjang dari garis Z sampai garis Z berikutnya dengan beberapa daerah pita gelap dan terang. Bahan Ajar Biologi Sel .

7 Struktur sarkomer Sarkomer memiliki sepasang pita terang. A band.SITOSKELET 49 Gambar 3. I band tipis sedangkan A band mengandung filament tebal. Pada bagian tengah H zone mengandung filament terdapat garis M (M line). yang berada di sebelah luar yang mengapit daerah yang lebih gelap. Bahan Ajar Biologi Sel . I band. di mana A band mengapit H zone yang berwarna lebih terang. Bagian luar daerah A dan H saling tumpang tindih dan mengandung kedua macam filamen. Penampang melintang pada daerah yang saling tumpang tindih memperlihatkan bahwa filamen tipis tersusun heksagonal mengelilingi setiap filamen tebal di mana setiap filamen tipis terletak di antara dua filamen tebal.

sedangkan H band dan I band mengalami pemendekan kemudian tampak menyatu. Unit kontraksi (pemendekan) adalah sarkomer. Berdasarkan pengamatan di atas. Menurut mereka. yang menyebabkan pemebdekan seluruh otot.7 Skema susunan filamen tebal dan filamen tipis MODEL SLIDING FILAMENT Semua otot rangka melakukan kontarksi dengan memendek. A band relative memiliki panjang yang tetap. kontarksi otot tidak disebabkan oleh pemendekan filamen tetapi sebih disebabkan oleh sliding satu sama lain. Andrew Huxley dan R. Petunjuk penting yang mendasari mekanisme kontraksi otot adalah pola gelap terang dari sarkomer pada berbagai tahap proses kontraksi. Sliding filamen tipis pada sentral sarkomer dalam pengamatan menunjukkan menjadi penyebab peningkatan daerah yang saling tumpang tindaih antar filamen dan menyebabkan pemendekan I dan H band. Bahan Ajar Biologi Sel .SITOSKELET 50 Gambar 3. Pada saat pemendekan terjadi Z line tampak saling berdekatan serta semakin berdekatan dengan ujung luar dari A band hingga tampak berhubungan satu sama lain. Niedergerke serta Hugh Huxley dan Jean Jason mengajukan model untuk kontraksi otot. dua kelompok peneliti Inggris. Pada satu serabut otot yang memendek.

8 Skema model sliding filemen pada kontarksi otot Bahan Ajar Biologi Sel .SITOSKELET 51 Gambar 3.

Gambar 3. Filamen tebal memiliki polaritas yang berlawanan dan terdapat pada bagian tengan sarkomer yang berhubungan pada M line (lihat pada gambar di atas).SITOSKELET 52 Komposisi dan susunan miofilamen Filamen tipis dari sarkomer terutama mengandung aktin sedangkan filamen tebal mengandung miosin. filamen tipis mengandung dua protein lain yaitu tropomisin dan troponin. Tropomiosin merupakan suatu molekul yang panjangnya bisa mencapai 40 nm.9 Skema protein penyusun filamen Selain aktin. Protein lainyang banyak erdapat dalam serabut otot adalah titin. Setiap filemen tebal tersusun atas beberapa ratu molekul miosin besama sejumlah kecil protein lain. sedangkan troponon suatu protein yang berbentuk globular yang tersusun atas 3 subunit. Pusat dari Bahan Ajar Biologi Sel . suatu molekul yang memiliki berat lebih dari 3 juta dalton dan memiliki panjang lebih dari 1 µm serta merupakan protein terbesar yang pernah diamati. Titin berasal dari M line dan memanjang sepanjang filamen miosin menuju ke A band dan berakhir pada Z line.

Jelaskan fungsi sitoskelet 2. LATIHAN 1. filamen intermediat dan mikrotubulus Mikrotubulus memiliki bentuk silinder dengan diameter luarnya ± 30 nm dan lumernya 1 14 nm dengan ketebalan dindingnya 8 nm. tersusun dari protein actin. Jelaskan perbedaan antara mikrotubulus.SITOSKELET 53 filamen disusun oleh ekor molekul miosin yang letaknya berlawanan arah dengan daerah kepala. Struktur dari mikrofilamen berhubungan dengan fungsinya. Mikrofilamen ukurannya lebih pendek dari mikrotubulus yaitu panjangnya 1-2 µm dan tebal 5-7 nm. RANGKUMAN Sitoskelet atau rangka sel merupakan filamen-filamen non spesifik yang umum terdapat pada semua sel membentuk jalinan pada daerah sitoplasma. Sebutkan macam-macam komponen penyusun sitoskelet 3. namun kadang-kadang dapat mencapai 1000 kali tebalnya yaitu hingga 25 µm. Sitoskelet terdiri dari mikrofilamen. Bagimanakah perbedaan pergerakan otot dan non otot 5. namun tidak memiliki cabang. Panjangnya bervariasi tergantung dari tipe sel dan spesies. 4. Jelaskan mekanisme kontraksi SENARAI Bahan Ajar Biologi Sel . mikrofilamen dan filament intermediet.

rangka berbagai macam jenis sel dan pergerakan sel Mikrotubulus organization center : suatu struktur yang berperan dalam pembentukan mirotubulus. dengan diameter 25 nm di mana dindingnya tersusun atas heterodimer αβtubulin yang tersusun sejajar. Mengandung aktin yang tersusun heksagonal di sekeliling filamen tebal.SITOSKELET 54 Sitoskelet : rangka sel berbentuk filamen yang terdiri dari 3 macam yaitu mikrotubulus. Filamen tebal : Satu dari dua macam filamen yang memberikan cirri khas bagi sarkomer. Mirotubulus : berbentuk silindris. menyusun serabut otot. suatu rangka sel yang tersusun atas protein aktin yang tersusun secara double helix dan berperan dalam pergerakan dan kontraksi sel. Serabut otot : sel otot rangka. Tubulin : Protein yang menyusun dinding mikrotubulus Bahan Ajar Biologi Sel . Filamen tipis : Satu dari dua macam filamen yang memberikan cirri khas bagi sarkomer. dengan tebal 8 nm. Mikrofilamen : berbentuk solid. mikrofilamen dan filamen intermediet. Mengandung miosin yang tersusun mengelilingi filamen tipis. Berfungsi antara lain sebagai penyokong. Miofibril : berbentuk silidris tipis. Setiap filamen tipis terdapat di antara filamen tebal. Setiap myofibril tersusun atas unit kontraktil yang berulangulang yang disebut sarkomer dan memberikan gambaran gelap terang pada otot. disebut serabut otot karena berbentuk seperti serabut dengan inti yang banyak dan tersusun atas ratusan serat tipis berbentuk silindris. Sarkomer : Suatu unit kontraksi dari myofibril yang memberikan gambaran gelap terang pada otot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful