SOAL DAN SOLUSI

OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2007
SURABAYA
OLEH :
RONALD WIDJOJO
SMAK ST. Louis 1 Surabaya
Soal 1. Misalkan ABC segitiga dengan ° · ∠ · ∠ 70 ACB ABC . Misalkan titik D pada
sisi BC sehingga AD garis tinggi, titik E pada sisi AB sehingga ° · ∠ 10 ACE , dan
titik F adalah perpotongan AD dan CE . Buktikan bahwa BC CF · .
Solusi : ( By Ronald Widjojo )
Perhatikan bahwa segitiga ADC adalah segitiga siku-siku istimewa, maka kita tahu
bahwa DC CF . 2 · .
Sekarang, karena ° · ∠ · ∠ 70 ACB ABC

, maka segitiga ABC adalah segitiga sama kaki,
dan jelas bahwa garis tinggi AD membagi sisi BC menjadi 2 bagian sama besar.
Maka CF CD BD BC · · · . 2 . 2
B C
A
D
F
E
Soal 2. Untuk setiap bilangan asli
n
,
) (n b
menyatakan banyaknya faktor positif
n
dan
) (n p
menyatakan hasil penjumlahan semua faktor positif
n
. Sebagai contoh,
4 ) 14 ( · b

dan
24 ) 14 ( · p
. Misalkan k sebuah bilangan asli yang lebih besar dari .
(a) Buktikan bahwa ada tak berhingga banyaknya bilangan asli
n
yang memenuhi
1 ) (
2
+ − · k k n b .
(b) Buktikan bahwa ada berhingga banyaknya bilangan asli
n
yang memenuhi
1 ) (
2
+ − · k k n p .
Official Solution ( By Prastudy Mungkas Fauzi )
(a). Untuk sembarang bilangan prima
p
dan bilangan asli
m
, pembagi-pembagi dari
m
p
hanyalah
m m
p p p p , ,..., , , 1
1 2 −
sehingga 1 ) ( + · m p d
m
.
Jadi, 1 ) (
2
2
+ − ·

k k p d
k k
untuk setiap bilangan prima
p
. Karena ada tak hingga
banyaknya bilangan prima, maka ada tak hingga banyaknya
n
sehingga 1 ) (
2
+ − · n n n d .
(b). Untuk setiap bilangan bulat positif
n 1 ,
dan
n
adalah pembagi dari
n
.
Jadi, 1 ) ( 1
2
+ ≥ · + − n n s k k
k k n − ≤
2
Jadi hanya ada berhingga banyaknya
n
yang mungkin
Soal 3. Misalkan
c b a , ,
bilangan-bilangan real positif yang memenuhi ketaksamaan
) ( 6 ) ( 5
2 2 2
ca bc ab c b a + + < + + .
Buktikan bahwa ketiga ketaksamaan berikut berlaku:
, , a c b c b a > + > +
dan b a c > + .
Solusi : ( By Ronald Widjojo )
WLOG
b a c , >
Maka b a c > + dan a b c > +
Kita cukup membuktikan bahwa c b a > +
Persamaan yang diberikan :
) ( 6 ) ( 5
2 2 2
ca bc ab c b a + + < + +
ekuivalen dengan
2 2 2 2 2
4 8 4 5 5 5 b ab a bc b ac ac ab a c bc ac + − > + − − + − − − +
0 ) 2 2 ( ) )( 5 (
2
≥ − > − + − − b a c b a b a c
Karena
b a c , >
, maka 0 5 > − − b a c
Sehingga kita peroleh 0 > − + c b a
Atau c b a > +
Sehingga ketiga pertidaksamaan berlaku, dan kita telah membuktikan apa yang diminta.
Soal 4. Suatu susunan 10-angka
9 , 8 , 7 , 6 , 5 , 4 , 3 , 2 , 1 , 0
dikatakan cantik jika
(i) saat dibaca dari kiri ke kanan,
4 , 3 , 2 , 1 , 0
membentuk barisan naik, sedangkan
9 , 8 , 7 , 6 , 5
membentuk barisan turun, dan
(ii) angka 0 tidak berada pada ujung kiri. Sebagai contoh, 9807123654 adalah
susunan cantik. Tentukan banyaknya susunan cantik.
Solusi : ( By Ronald Widjojo )
Perhatikan bahwa angka 0 tak boleh diletakkan di depan, dan yang terdepan haruslah
angka 9.
Alasan :
1. Jika yang terdepan merupakan salah satu dari set {1,2,3,4}; maka barisan naik tak akan
terbentuk.
2. Jika yang terdepan merupakan salah satu dari set {5,6,7,8}; maka barisan turun juga
tak akan terbentuk.
Alternatif 1 :
Maka kita tinggal menghitung cara pemilihan 4 tempat dari 9 tempat yang tersisa untuk
menempatkan bilangan dalam set {5,6,7,8} yaitu
126
4
9
· C
Alternatif II
Kita menghitung cara pemilihan tempat dari tempat yang tersisa untuk menempatkan
bilangan dalam set {0,1,2,3,4} yaitu
126
5
9
· C
Catatan : Kita tidak perlu mengalikan permutasi susunannya karena yang diminta adalah
susunan naik untuk set {0,1,2,3,4} dan susunan turun untuk set {5,6,7,8,9} yang hanya
memiliki 1 cara penyusunan
Soal 5. Misalkan
s r,
dua bilangan asli dan P sebuah `papan catur' dengan
r
baris dan
s

lajur. Misalkan M menyatakan banyak maksimal benteng yang dapat diletakkan pada P
sehingga tidak ada dua benteng yang saling menyerang.
(a) Tentukan M .
(b) Ada berapa cara meletakkan M buah benteng pada pada P sehingga tidak ada dua
benteng yang saling menyerang?
[Catatan: Dalam permainan catur, benteng adalah buah catur yang bergerak dan
menyerang secara horizontal (pada baris) dan vertikal (pada lajur).]
Solusi : ( By Ronald Widjojo )
Karena benteng bisa memakan benteng lain yang berada di lajur atau baris yang sama,
maka dalam setiap baris atau lajur maksimal ada satu benteng.
(a).
} , min{ s r M ·
(b). Bagi 3 kasus :
- Jika
s r >
Maka untuk lajur pertama ada
r
cara. Pada lajur kedua ada
) 1 ( − r
cara, karena di setiap
baris hanya boleh ada 1 benteng, sedangkan 1 baris sudah terisi benteng di lajur pertama.
Di lajur ketiga ada
) 2 ( − r
cara,dst. Di lajur ke s ada
) 1 ( + − s r
cara.
Jadi banyaknya cara adalah
)! (
!
) 1 )...( 2 )( 1 (
s r
r
s r r r r

· + − − −
- Jika
r s >
Maka untuk baris pertama ada
s
cara. Pada baris kedua ada
) 1 ( − s
cara, karena di setiap
lajur hanya boleh ada 1 benteng, sedangkan 1 lajur sudah terisi benteng di baris pertama.
Di lajur ketiga ada
) 2 ( − s
cara,dst. Di baris ke r ada
) 1 ( + − r s
cara.
Jadi banyaknya cara adalah
)! (
!
) 1 )...( 2 )( 1 (
r s
s
r s s s s

· + − − −
- Jika
s r ·
Maka untuk lajur pertama ada
r
cara. Pada lajur kedua ada
) 1 ( − r
cara, karena di setiap
baris hanya boleh ada 1 benteng, sedangkan 1 baris sudah terisi benteng di lajur pertama.
Di lajur ketiga ada
) 2 ( − r
cara,dst. Di lajur ke s ada
1 ) 1 ( · + − s r
cara.
Jadi banyaknya cara adalah
! !
)! (
!
) 1 )...( 2 )( 1 ( s r
s r
r
s r r r r · ·

· + − − −
Soal 6. Tentukan semua tripel bilangan real
) , , ( z y x
yang memenuhi ketiga persamaan
berikut sekaligus
8
3
− + · y y x
8
3
− + · z z y
8
3
− + · x x z
Solusi : ( By Ronald Widjojo )
8
3
− + · y y x
) 2 ( ) 4 2 )( 2 ( ) 2 (
2
− + + + − · − y y y y x
) 5 2 )( 2 ( ) 2 (
2
+ + − · − y y y x
Analog :
) 5 2 )( 2 ( ) 2 (
2
+ + − · − z z z y
) 5 2 )( 2 ( ) 2 (
2
+ + − · − x x x z
Kalikan ketiga persamaan berakibat :
Kasus 1, misalkan
0 ) 2 ( · − x
, maka menyebabkan
2 , 2 · · z y
Solusi pertama
) 2 , 2 , 2 (
Kasus 2 misalkan
0 ) 2 ( ≠ − x
, maka menyebabkan
2 , ≠ z y
Kalikan ketiga ruas..
) 5 2 )( 5 2 )( 5 2 )( 2 )( 2 )( 2 ( ) 2 )( 2 )( 2 (
2 2 2
+ + + + + + − − − · − − − z z y y x x z y x z y x
Karena
2 , , ≠ z y x
, maka kita boleh menyederhanakan kedua ruas
1 ) 5 2 )( 5 2 )( 5 2 (
2 2 2
· + + + + + + z z y y x x
yang tidak mempunyai solusi karena 4 4 ) 1 ( ) 5 2 (
2 2
≥ + + · + + x x x
Sehingga 64 ) 5 2 )( 5 2 )( 5 2 (
2 2 2
≥ + + + + + + z z y y x x
Jadi solusi sistem persamaan ini hanyalah
) 2 , 2 , 2 (
Soal 7. Titik-titik
D C B A , , ,
terletak pada lingkaran S demikian rupa, sehingga AB
merupakan garis tengah S, tetapi CD bukan garis tengah S. Diketahui pula bahwa C dan
D berada pada sisi yang berbeda terhadap AB. Garis singgung terhadap S di C dan D
berpotongan di titik P. Titik-titik Q dan R berturut-turut adalah perpotongan garis AC
dengan garis BD dan garis AD dengan garis BC.
(a) Buktikan bahwa P,Q dan R segaris.
(b) Buktikan bahwa garis QR tegak lurus terhadap garis AB.
Official Solution ( By Dimaz Yuzuf )
(a). Karena AB diameter
lingkaran, maka
2
π
· ∠ · ∠ BDA ACB
, sehingga
DAC AQD CRA ∠ − · ∠ · ∠
2
π
.
Nyatakan O sebagai titik pusat S, maka kita punya
CRD CRA DAC DOC CPD ∠ · ∠ · ∠ − · ∠ − · ∠ 2 2 2 π π , yang berarti P merupakan pusat
lingkaran luar segitiga DRC. Analog, dapat ditunjukkan bahwa P merupakan pusat
lingkaran luar segitiga DQC.
Jadi kita punya :
) 2 ( ) 2 ( PCQ RDP QPC DPR ∠ − + ∠ − · ∠ + ∠ π π
) ( 2 PCQ RDP ∠ − ∠ − · π
¹
'
¹
¹
'
¹

,
`

.
|
∠ − −

,
`

.
|
∠ − − · RCP PDQ
2 2
2
π π
π
) ( 2 RCP PDQ ∠ + ∠ ·
) ( 2 BAC DAB ∠ + ∠ ·
DAC ∠ · 2
DOC ∠ ·
CPD ∠ − · π
Sehingga kita dapatkan
π · ∠ + ∠ + ∠ CPD QPC DPR
, yang berarti P,Q,R segaris.
(b). Berikutnya perhatikan bahwa
AQ CR ⊥
dan
RA DQ ⊥
, sehingga kita simpulkan
perpotongan dari CR dan DQ, yaitu titik B, merupakan titik tinggi dari segitiga AQR. Dari
sini dapat kita simpulkan bahwa
QR AB ⊥
.
Soal 8. Misalkan m dan n dua bilangan asli. Jika ada tak berhingga banyaknya bilangan
bulat k sehingga
2 2
2 m kn k + + adalah bilangan kuadrat sempurna, buktikan bahwa
n m ·
.
Solusi : ( By Raymond Christopher Sitorus )
Assume the contrary
Let ) ( ) ( 2
2 2 2 2 2
n m n k m kn k A − + + · + + ·
- If
n m >
, then
a. 1 + ≥ n m
b.
2
) 1 (
2 ) 1 ( )) 1 ( ( ) (
2 2
2 2 2 2
+ −
≤ ⇒ ≥ + − ⇒ + + ≥ ⇒ + >
n m
k k n m n k A n k A
- If
n m <
, then
a. 1 − ≤ n m
b.
2
) 1 (
) 1 ( 2 )) 1 ( ( ) (
2 2
2 2 2 2
m n
k m n k n k A n k A
− −
≤ ⇒ − − ≤ ⇒ + + ≤ ⇒ + <
From both cases, k is bounded by some nonnegative number, so there exist only a finite
number of k which is nonnegative.
By our assumption, there exists infinitely many negative possible values for k. [1]
If k is a solution (so that A is a perfect square) then so does k n − − 2 . (Trivial)
Let X be the largest nonnegative value of k so that A is a perfect square (such value
exists, i.e.
) 0 · k
.
From [1], we can find a possible negative value of k which is less than X n − − 2 , call it
B, so B n − − 2 is one possible value for k, too. But,
X X n n B n · − − − − > − − ) 2 ( 2 2

which contradicts the definition of X .
THEREFORE,
n m ·

. Untuk setiap bilangan asli n .Soal 2. p 2 .. p m− 1 . Jadi. k 2 − k + 1 = s( n) ≥ n + 1 n ≤ k2 − k Jadi hanya ada berhingga banyaknya n yang mungkin . Untuk sembarang bilangan prima p dan bilangan asli m . d ( p k 2 −k ) = k 2 − k + 1 untuk setiap bilangan prima p . maka ada tak hingga banyaknya n sehingga d (n) = n 2 − n + 1 . Misalkan k sebuah bilangan asli yang lebih besar dari . (b).. p. Untuk setiap bilangan bulat positif n . p m sehingga d ( p m ) = m + 1 . (a) Buktikan bahwa ada tak berhingga banyaknya bilangan asli n yang memenuhi b( n) = k 2 − k + 1 . Karena ada tak hingga banyaknya bilangan prima. Official Solution ( By Prastudy Mungkas Fauzi ) (a). Jadi. pembagi-pembagi dari p m hanyalah 1. b(14) = 4 dan p (14) = 24 .1 dan n adalah pembagi dari n . Sebagai contoh. (b) Buktikan bahwa ada berhingga banyaknya bilangan asli n yang memenuhi p ( n) = k 2 − k + 1 .. b(n) menyatakan banyaknya faktor positif n dan p (n) menyatakan hasil penjumlahan semua faktor positif n .

dan c + a > b . b Maka c + a > b dan c + b > a Kita cukup membuktikan bahwa a + b > c Persamaan yang diberikan : 5( a 2 + b 2 + c 2 ) < 6(ab + bc + ca) ekuivalen dengan 5ac + 5bc − 5c 2 − a 2 − ab + ac − ac − b 2 + bc > 4a 2 − 8ab + 4b 2 (5c − a − b)(a + b − c) > (2a − 2b) 2 ≥ 0 Karena c > a. c bilangan-bilangan real positif yang memenuhi ketaksamaan 5( a 2 + b 2 + c 2 ) < 6(ab + bc + ca) .Soal 3. b. Solusi : ( By Ronald Widjojo ) WLOG c > a. . dan kita telah membuktikan apa yang diminta. Misalkan a. maka 5c − a − b > 0 Sehingga kita peroleh a + b − c > 0 Atau a + b > c Sehingga ketiga pertidaksamaan berlaku. b . b + c > a. Buktikan bahwa ketiga ketaksamaan berikut berlaku: a + b > c.

Solusi : ( By Ronald Widjojo ) Perhatikan bahwa angka 0 tak boleh diletakkan di depan. Jika yang terdepan merupakan salah satu dari set {5.4} yaitu C = 126 5 Catatan : Kita tidak perlu mengalikan permutasi susunannya karena yang diminta adalah .6.9 dikatakan cantik jika (i) saat dibaca dari kiri ke kanan.Soal 4. Sebagai contoh.7.5. maka barisan turun juga tak akan terbentuk. Tentukan banyaknya susunan cantik. Alasan : 1.2.8. Suatu susunan 10 -angka 0.1. Jika yang terdepan merupakan salah satu dari set {1.7.3.7.2.6. 9807123654 adalah susunan cantik.2. 2.4}.3.4 membentuk barisan naik.6. 0.8} yaitu C = 126 4 Alternatif II Kita menghitung cara pemilihan tempat dari tempat yang tersisa untuk menempatkan 9 bilangan dalam set {0. dan (ii) angka 0 tidak berada pada ujung kiri.9 membentuk barisan turun. sedangkan 5. dan yang terdepan haruslah angka 9.4.7. maka barisan naik tak akan terbentuk.8.3.6.1.3. Alternatif 1 : Maka kita tinggal menghitung cara pemilihan 4 tempat dari 9 tempat yang tersisa untuk 9 menempatkan bilangan dalam set {5.2.8}.1.

6.susunan naik untuk set {0.7.1.2.9} yang hanya memiliki 1 cara penyusunan .3.4} dan susunan turun untuk set {5.8.

. sedangkan 1 baris sudah terisi benteng di lajur pertama.Soal 5. Pada lajur kedua ada (r − 1) cara. Di lajur ketiga ada (r − 2) cara. benteng adalah buah catur yang bergerak dan menyerang secara horizontal (pada baris) dan vertikal (pada lajur). Jadi banyaknya cara adalah s ( s − 1)( s − 2). M = min{r . Di lajur ke s ada (r − s + 1) cara.. Pada baris kedua ada ( s − 1) cara. (a) Tentukan M . Di baris ke r ada ( s − r + 1) cara. Bagi 3 kasus : . s} (b).(r − s + 1) = .] Solusi : ( By Ronald Widjojo ) Karena benteng bisa memakan benteng lain yang berada di lajur atau baris yang sama. maka dalam setiap baris atau lajur maksimal ada satu benteng.. Di lajur ketiga ada ( s − 2) cara.dst. Misalkan r. sedangkan 1 lajur sudah terisi benteng di baris pertama.. (a). karena di setiap lajur hanya boleh ada 1 benteng.Jika r > s Maka untuk lajur pertama ada r cara. Misalkan M menyatakan banyak maksimal benteng yang dapat diletakkan pada P sehingga tidak ada dua benteng yang saling menyerang. karena di setiap baris hanya boleh ada 1 benteng.Jika s > r Maka untuk baris pertama ada s cara. (b) Ada berapa cara meletakkan M buah benteng pada pada P sehingga tidak ada dua benteng yang saling menyerang? [Catatan: Dalam permainan catur. Jadi banyaknya cara adalah r (r − 1)(r − 2). s dua bilangan asli dan P sebuah `papan catur' dengan r baris dan s lajur.( s − r + 1) = s! ( s − r )! r! (r − s)! .dst.

Pada lajur kedua ada (r − 1) cara..Jika r = s Maka untuk lajur pertama ada r cara.dst. sedangkan 1 baris sudah terisi benteng di lajur pertama. Di lajur ketiga ada (r − 2) cara. karena di setiap baris hanya boleh ada 1 benteng. Di lajur ke s ada (r − s + 1) = 1 cara... Jadi banyaknya cara adalah r ( r − 1)(r − 2).(r − s + 1) = r! = r!= s! (r − s )! .

z ≠ 2 . Tentukan semua tripel bilangan real ( x. misalkan ( x − 2) = 0 .Soal 6. maka menyebabkan y = 2. z ≠ 2 Kalikan ketiga ruas. z ) yang memenuhi ketiga persamaan berikut sekaligus x = y3 + y − 8 y = z3 + z − 8 z = x3 + x − 8 Solusi : ( By Ronald Widjojo ) x = y3 + y − 8 ( x − 2) = ( y − 2)( y 2 + 2 y + 4) + ( y − 2) ( x − 2) = ( y − 2)( y 2 + 2 y + 5) Analog : ( y − 2) = ( z − 2)( z 2 + 2 z + 5) ( z − 2) = ( x − 2)( x 2 + 2 x + 5) Kalikan ketiga persamaan berakibat : Kasus 1. z = 2 Solusi pertama (2. y. y.2) Kasus 2 misalkan ( x − 2) ≠ 0 .2. maka menyebabkan y. maka kita boleh menyederhanakan kedua ruas ( x 2 + 2 x + 5)( y 2 + 2 y + 5)( z 2 + 2 z + 5) = 1 yang tidak mempunyai solusi karena ( x 2 + 2 x + 5) = ( x + 1) 2 + 4 ≥ 4 . ( x − 2)( y − 2)( z − 2) = ( x − 2)( y − 2)( z − 2)( x 2 + 2 x + 5)( y 2 + 2 y + 5)( z 2 + 2 z + 5) Karena x..

2) .Sehingga ( x 2 + 2 x + 5)( y 2 + 2 y + 5)( z 2 + 2 z + 5) ≥ 64 Jadi solusi sistem persamaan ini hanyalah (2.2.

Diketahui pula bahwa C dan D berada pada sisi yang berbeda terhadap AB. Garis singgung terhadap S di C dan D berpotongan di titik P. C . Official Solution ( By Dimaz Yuzuf ) (a). Karena lingkaran. Analog. (a) Buktikan bahwa P. (b) Buktikan bahwa garis QR tegak lurus terhadap garis AB. tetapi CD bukan garis tengah S. . maka kita punya ∠ CPD = π − ∠ DOC = π − 2∠ DAC = 2∠ CRA = 2∠ CRD . B. Titik-titik Q dan R berturut-turut adalah perpotongan garis AC dengan garis BD dan garis AD dengan garis BC. D terletak pada lingkaran S demikian rupa. Titik-titik A. sehingga π 2 ∠ CRA = ∠ AQD = π − ∠ DAC . sehingga AB merupakan garis tengah S. yang berarti P merupakan pusat lingkaran luar segitiga DRC. AB diameter maka ∠ ACB = ∠ BDA = . dapat ditunjukkan bahwa P merupakan pusat lingkaran luar segitiga DQC.Soal 7. 2 Nyatakan O sebagai titik pusat S.Q dan R segaris.

R segaris. (b). Berikutnya perhatikan bahwa CR ⊥ AQ dan DQ ⊥ RA . . Dari sini dapat kita simpulkan bahwa AB ⊥ QR . sehingga kita simpulkan perpotongan dari CR dan DQ.Q. merupakan titik tinggi dari segitiga AQR. yaitu titik B. yang berarti P.Jadi kita punya : ∠ DPR + ∠ QPC = (π − 2∠ RDP) + (π − 2∠ PCQ) = 2(π − ∠ RDP − ∠ PCQ)  π  π  = 2 π −  − ∠ PDQ  −  − ∠ RCP    2   2   = 2(∠ PDQ + ∠ RCP) = 2(∠ DAB + ∠ BAC ) = 2∠ DAC = ∠ DOC = π − ∠ CPD Sehingga kita dapatkan ∠ DPR + ∠ QPC + ∠ CPD = π .

If m < n . Jika ada tak berhingga banyaknya bilangan bulat k sehingga k 2 + 2kn + m 2 adalah bilangan kuadrat sempurna. THEREFORE. m ≤ n − 1 b. k is bounded by some nonnegative number. then m 2 − ( n + 1) 2 2 a. there exists infinitely many negative possible values for k. Solusi : ( By Raymond Christopher Sitorus ) Assume the contrary Let A = k 2 + 2kn + m 2 = (k + n) 2 + (m 2 − n 2 ) . so − 2n − B is one possible value for k. m ≥ n + 1 b. By our assumption. buktikan bahwa m= n. From [1]. k = 0) . [1] If k is a solution (so that A is a perfect square) then so does − 2n − k .Soal 8. m = n . call it B. so there exist only a finite number of k which is nonnegative.e. we can find a possible negative value of k which is less than − 2n − X . (Trivial) Let X be the largest nonnegative value of k so that A is a perfect square (such value exists.If m > n . A > (k + n) 2 ⇒ A ≥ (k + (n + 1)) 2 ⇒ m 2 − (n + 1) 2 ≥ 2k ⇒ k ≤ . − 2n − B > − 2n − (− 2n − X ) = X which contradicts the definition of X . i. A < (k + n) 2 ⇒ A ≤ (k + (n + 1)) 2 ⇒ 2k ≤ (n − 1) 2 − m 2 ⇒ k ≤ (n − 1) 2 − m 2 2 From both cases. too. But. then a. Misalkan m dan n dua bilangan asli.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful