P. 1
Perbedaan Pp 71&Pp 24 + Jurnal Transaksi Pp 71

Perbedaan Pp 71&Pp 24 + Jurnal Transaksi Pp 71

|Views: 3,604|Likes:
Published by NurFitrianiUlfah

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: NurFitrianiUlfah on Mar 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2014

pdf

text

original

PERBEDAAN PSAP

BERDASARKAN PP ŶŸ
TH. ŶŴŴŹ DAN PP Żŵ
TH. ŶŴŵŴ

NUk II1kIANI ULIAn/IIIL/26
08360015336

POKOK-POKOK PERBEDAAN
SAP BERBASIS KAS MENUJU AKRUAL
DENGAN
SAP BERBASIS AKRUAL

AKRUAL
(PP NO 71 TAHUN 2010)
KAS MENUJU AKRUAL (CTA)
(PP NO 24 TAHUN 2005)
PSAP 01

1. Laporan keuangan untuk tuiuan umum
disusun dan disaiikan dengan basis
akrual.



2. Entitas pelaporan menyelenggarakan
akuntansi dan penyaiian laporan
keuangan dengan menggunakan basis
akrual baik dalam pengakuan pendapatan
dan beban, aset, kewaiiban, dan ekuitas.


3. Belanja adalah semua pengeluaran dari
Rekening Kas Umum Negara/Daerah
yang mengurangi Saldo Anggaran
Lebih dalam periode tahun anggaran
bersangkutan yang tidak akan diperoleh
pembayarannya kembali oleh
pemerintah.
4. Beban adalah penurunan manIaat
ekonomi atau potensi iasa dalam periode
pelaporan yang menurunkan ekuitas,
yang dapat berupa pengeluaran atau
konsumsi aset atau timbulnya kewaiiban.
5.


6. Pendapatan-LO adalah hak pemerintah
pusat/daerah yang diakui sebagai
penambah ekuitas dalam periode tahun
anggaran yang bersangkutan dan tidak
perlu dibayar kembali.


7. Pendapatan LRA adalah semua
penerimaan Rekening Kas Umum
negara./Daerah yang menambah Saldo
Anggaran Lebih dalam periode tahun
anggaran bersangkutan yang meniadi
PSAP 01

1. Laporan keuangan untuk tuiuan umum
yang disusun dan disaiikan dengan basis
kas untuk pengakuan pendapatan.
belanja. transfer. dan pembiayaan,
serta basis akrual untuk pengakuan
aset. kewajiban. dan ekuitas dana.
2. Entitas pelaporan diperkenankan
menyelenggarakan akuntansi dan
penyaiian laporan keuangan berbasi
akrual penuh, baik dalam pengakuan
pendapatan, belania, transIer,
pembiayaan, pengakuan aset, kewaiiban,
dan ekuitas dana.
3. Belanja adalah semua pengeluaran dari
Rekening Kas Umum Negara/Daerah
yang mengurangi ekuitas dana lancar
dalam periode tahun anggaran
bersangkutan yang tidak akan diperoleh
pembayarannya kembali oleh
pemerintah.
4.




5. Ekuitas Dana adalah kekayaan bersih
pemerintah yang merupakan selisih
antara kewaiiban dan aset pemerintah.
6. Pendapatan adalah semua penerimaan
Rekening Kas Umum negara./Daerah
yang menambah ekuitas dana lancar
dalam periode tahun anggaran yang
bersangkutan yang meniadi hak
pemerintah, dan tidak perlu dibayar
kembali oleh pemerintah.
7.



hak pemerintah, dan tidak perlu dibayar
kembali oleh pemerintah.
8. Pos adalah kumpulan akun seienis yang
ditampilkan pada lembar muka laporan
keuangan.
9. Pos luar biasa adalah pendapatan luar
biasa atau beban luar biasa yang teriadi
karena keiadian atau transaksi yang
bukan merupakan operasi biasa, tidak
diharapkan sering atau rutin teriadi, dan
berada di luar kendali atau pengaruh
entitas bersangkutan.
10. Penyusutan adalah alokasi sistematis
atas nilai suatu aset tetap yang dapat
disusutkan (depreciable asset) selama
masa manIaat yang bersangkutan.
11. Saldo Anggaran Lebih adalah
gunggungan saldo yang berasal dari
akumulasi SiLPA/SiKPA tahun-tahun
anggaran sebelumnya dan tahun berialan
serta penyesuaian lain yang
diperkenankan.
12. Surplus/defisit-LO adalah selisih antara
pendapatan-LO dan beban selama satu
periode pelaporan, setelah
diperhitungkan surplus/deIisit dari
kegiatan nonoperasional dan pos luar
biasa.
13. Surplus/defisit-LRA adalah selisih
lebih/kurang antara pendapatan-LRA dan
belania selama satu periode pelaporan.
14. Laporan keuangan menyediakan
inIormasi mengenai entitas pelaporan
dalam hal: aset, kewaiiban, ekuitas,
pendapatan-LRA, belania, transIer,
pembiayaan, saldo anggaran lebih,
pendapatan-LO, beban, dan arus kas.
15. Komponen-komponen dalam satu set
laporan keuangan terdiri dari laporan
pelaksanaan anggaran dan laporan
Iinansial, sehingga seluruh komponen
meniadi sebagai berikut:
a. Laporan Realisasi Anggaran
b. Laporan Perubahan Saldo Anggaran
lebih
c. Neraca
d. Laporan Operasional
e. Laporan Arus Kas
I. Laporan Perubahan Ekuitas
g. Catatan atas Laporan keuangan


8.


9.






10. Penyusutan adalah penyesuaian nilai
sehubungan dengan penurunan kapasitas
dan manIaat dari suatu aset.

11. Sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran
(SiLPA/SiKPA) adalah selisih
lebih/kurang antara realisasi penerimaan
dan pengeluaran APBN?APBD selama
satu periode pelaporan.

12. Surplus/deIisit adalah selisih
lebih/kurang antara pendapatan dan
belania selama satu periode pelaporan.



13.


14. Laporan keuangan menyediakan
inIormasi mengenai entitas pelaporan
dalam hal: aset, kewaiiban, ekuitas dana,
pendapatan, belania, transIer,
pembiayaan, dan arus kas.

15. Komponen-komponen yang terdapat
dalam satu set laporan keuangan:
a. Laporan Realisasi Anggaran
b. Neraca
c. Laporan Arus Kas
d. Catatan atas Laporan keuangan






16. Laporan Arus Kas yang hanya disaiikan
oleh entitas yang mempunyai fungsi
perbendaharaan umum.
17. Laporan Perubahan Saldo Anggaran
Lebih hanya disaiikan oleh bendahara
Umum Negara dan entitas pelaporan
yang menyusun laporan keuangan
konsolidasiannya.
18. Entitas pelaporan pemerintah pusat iuga
menyaiikan Saldo Anggaran Lebih tahun
sebelumnya, penggunaan SAL,
SiLPA/SiKPA tahun berialan, dan
penyesuaian lain yang diperkenankan.
19. Entitas pelaporan menyaiikan kekayaan
bersih pemerintah yang mencakup
ekuitas awal, surplus/deIisit periode
bersangkutan, dan dampak kumulatiI
akibat perubahan kebiiakan dan
kesalahan mendasar.
20. Laporan Perubahan SAL menyaiikan
secara komparatiI denganperiode
sebelumnya pos-pos berikut:
a. SAL awal
b. Penggunaan SAL
c. Sisa lebih/kurang pembiayaan
anggaran tahun berialan
d. Koreksi kesalahan pembukuan tahun
sebelumnya
e. Lain-lain
I. SAL akhir
21. Ekuitas adalah kekayaan bersih
pemerintah yang merupakan selisih
antara aset dan kewaiiban pemerintah
pada tanggal laporan
















16. Laporan Arus Kas yang hanya disaiikan
oleh unit yang mempunyai fungsi
perbendaharaan.
17.




18.




19.





20.










21. Ekuitas Dana terdiri dari:
a. Ekuitas Dana Lancar adalah selisih
antara aset lancar dan kewaiiban
iangka pendek. Ekuitas ini antara
lain sisa lebih pembiayaan anggaran,
cadangan piutang, cadangan
persediaan, dan dana yang harus
disediakan untuk pembayaran utang
iangka pendek.
b. Ekuitas Dana Investasi
mencerminkan kekayaan pemerintah
yang tertanam dalam investasi
iangka paniang, aset tetap, dan aset
lainnya, dikurangi dengan kewaiiban
iangka paniang.
c. Ekuitas Dana Cadangan
mencerminkan kekayaan pemerintah
yang dicadangkan untuk tuiuan
tertentu sesuai peraturan perundang-
undangan.

22. Saldo ekuitas di Neraca berasal dari
saldo akhir ekuitas pada Laporan
perubahan Ekuitas
23. Arus masuk kas diklasiIikasikan
berdasarkan aktivitas operasi, investasi,
pendanaan. dan transitoris

24. Laporan Finansial mencakup laporan
operasional yang menyaiikan pos-pos
sebagai berikut:
a. Pendapatan-LO dari kegiatan
operasional
b. Beban dari kegiatan operasional
c. Surplus/deIisit dari kegiatan non
operasional, bila ada
d. Pos luar biasa. bila ada
e. Surplus/defisit-LO
25. Laporan Perubahan Ekuitas menyaiikan
sekurang-kurangnya pos-pos:
a. Ekuitas awal
b. Surplus/defisit-LO pada periode
bersangkutan
c. Koreksi-koreksi yang langsung
menambah ekuitas. yang
berdampak kumulatif yang
disebabkan oleh perubahan
kebijakan akuntansi dan koreksi
kesalahan mendasar.
d. Ekuitas akhir


26. Catatan atas laporan keuangan disaiikan
secara sistematis. Setiap pos dalam
LRA. Laporan Perubahan SAL.
Neraca. Laporan Operasional.
Laporan Arus Kas. dan Laporan
perubahan ekuitas harus mempunyai
reIerensi silang dengan inIormasi terkait
dalam Catatan Atas Laporan Keuangan.
27. CALK meliputi penielasan atau daItar
terinci atau analisis terhadap nilai suatu
pos yang disaiikan dalam LRA.
Laporan Perubahan SAL. neraca.
laporan Operasional. laporan Arus
Kas. dan Laporan perubahan Ekuitas.

PSAP 02

1.

22.


23. Arus masuk kas diklasiIikasikan
berdasarkan aktivitas operasi, investasi
aset non keuangan. pembiayaan. dan
non anggaran.
24. Laporan Kinerja Keuangan sekurang-
kurangnya menyaiikan pos-pos sebagai
berikut:
a. Pendapatan dari kegiatan
operasional
b. Beban berdasarkan klasiIikasi
Iungsional dan klasiIikasi ekonomi
c. Surplus atau deIisit


25. Laporan Perubahan Ekuitas menyaiikan
sekurang-kurangnya pos-pos:
a. Sisa lebih/Kurang Pembiayaan
Anggaran
b. Setiap pos pendapatan dan
belanja beserta totalnya seperti
diisyaratkan dalam standar-
standar lainnya. yang diakui
secara langsung dalam ekuitas.
c. Efek kumulatif atas perubahan
kebijakan akuntansi dan koreksi
kesalahan yang mendasar diatur
dalam suatu standar yang
terpisah.
26. Catatan atas laporan keuangan disaiikan
secara sistematis. Setiap pos dalam
Laporan Realisasi Anggaran. neraca.
dan Laporan Arus Kas harus
mempunyai reIerensi silang dengan
inIormasi terkait dalam Catatan Atas
Laporan Keuangan.

27. CALK meliputi penielasan atau daItar
terinci atau analisis terhadap nilai suatu
pos yang disaiikan dalam LRA. Neraca.
dan Laporan Arus Kas.



PSAP 02

1. Entitas pelaporan yang
menyelenggarakan akuntansi dan

2. Saldo Anggaran Lebih adalah
gunggungan saldo yang berasal dari
akumulasi SiLPA/SiKPA tahun-tahun
anggaran sebelumnya dan tahun berialan
serta penyesuaian lain yang disesuaikan
3. Dalam hal besaran pengurang terhadap
pendapatan-LRA bruto (biaya) bersiIat
variabel terhadap pendapatan dimaksud
dan tidak dapat dianggat÷rkan terlebih
dahulu dikarenakan proses belum selesai
maka asas bruto dapat dikecualikan.
4. Sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran
pada akhir periode pelaporan
dipindahkan ke Laporan Saldo Anggaran
Lebih.
5. Transaksi dalam mata uang asing harus
dibukukan dalam mata uang rupiah.



6. Dalam hal tersedia dana dalam mata
uang asing yang sama dengan yang
digunakan dalam transaksi maka
transaksi dalam mata uang asing tersebut
dicatat dengan meniabarkannya ke dalam
mata uang rupiah berdasarkan kurs
tengah bank sentral pada tanggal
transaksi.
7. Dalam hal tidak tersedia dana dalam
mata uang asing yang digunakan dalam
transaksi dan mata uang asing tersebut
dibeli dengan rupiah, maka transaksi
dalam mata uang asing tersebut dicatat
dakam rupiah berdasarkan kurs transaksi,
yaitu sebesar rupiah yang digunakan
untuk memperoleh valuta asing tersebut.
8. Dalam hal tidak tersedia dana dalam
mata uang asing yang digunakan untuk
bertransaksi dan mata uang asing
tersebut dibeli dengan mata uang asing
lainnya, maka:
a. Transaksi mata uang asing ke mata
uang asing lainnya diiabarkan
dengan menggunakan kurs transaksi.
b. Transaksi dalam mata uang asing
lainnya tersebut dicatat dalam rupiah
berdasarkan kurs tengah bank sentral
menyaiikan laporan keuangan berbasis
akrual, tetap menyusun Laporan
Realisasi Anggaran.
2.




3.





4. Sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran
pada akhir periode pelaporan
dipindahkan ke Neraca- Ekuitas Dana
Lancar.
5. Transaksi dalam mata uang asing harus
dibukukan dalam mata uang rupiah
dengan meniabarkan iumlah mata uang
asing tersebut menurut kurs tengah bank
sentral pada tanggal transaksi.
6.







7.







8.









pada tanggal transaksi.
9.















PSAP 03
1. Kas dan setara kas harus disaiikan dalam
laporan arus kas.
2. Entitas pelaporan adalah unit
pemerintahan yang terdiri dari satu atau
lebih entitas akuntansi yang menurut
ketentuan perundang-undangan waiib
menyampaikan laporan
pertanggungiawaban berupa laporan
keuangan. Entitas pelaporan dimaksud
terdiri dari:
a. Pemerintah pusat
b. Pemerintah daerah
c. Masing-masing kementerian negara
atau lembaga di lingkungan
pemerintah pusat.
d. Satuan organisasi di lingkungan
pemerintah pusat/daerah atau
organisasi lainnya, iika menurut
peraturan perundang-undangan
satuan organisasi dimaksud waiib
menyaiikan laporan keuangan.
3. Laporan arus kas adalah bagian dari
laporan Iinansial yang menyaiikan
inIormasi penerimaan dan pengeluaran
kas selama periode tertentu yang
diklasiIikasikan berdasarkan aktivitas
operasi, investasi, pendanaan, dan
transitoris.
4. Aktivitas investasi adalah aktivitas
penerimaan dan pengeluaran kas yang
dituiukan untuk perolehan dan pelepasan
aset tetap serta investasi lainnya yang

9. Transaksi pendapatan, belania, dan
pembiayaan dalam bentuk barang dan
iasa harus dilaporkan dalam Laporan
Realisasi Anggaran dengan cara
menaksir nilai barang dan iasa tersebut
pada tanggal transaksi. Di samping itu,
transaksi semacam ini iuga harus
diungkapkan sedemikian rupa dalam
CALK sehingga dapat memberikan
semua inIormasi yang relevan mengenai
bentuk dari pendapatan, belania, dan
pembiayaan yang diterima. Contoh
transaksi berwuiud barang dan iasa
adalah hibah dalam wuiud barang,
barang rampasan, dan iasa konsultasi.

PSAP 03
1.

2. Entitas pelaporan adalah unit
pemerintahan yang terdiri dari satu atau
lebih entitas akuntansi yang menurut
ketentuan perundang-undangan waiib
menyampaikan laporan
pertanggungiawaban berupa laporan
keuangan yang terdiri dari:
a. Pemerintah pusat
b. Pemerintah daerah
c. Satuan organisasi di lingkungan
pemerintah pusat/daerah aatau
organisasi lainnya, iika menurut
peraturan perundang-undangan
satuan organisasi dimaksud waiib
membuat laporan arus kas.




3. Laporan arus kas menyaiikan inIormasi
penerimaan dan pengeluaran kas selama
periode tertentu yang diklasiIikasikan
berdasarkan aktivitas operasi, investasi
aset non keuangan, pembiayaan, dan
non anggaran.

4. Aktivitas investasi aset nonkeuangan
adalah aktivitas penerimaan dan
pengeluaran kas yang dituiukan untuk
perolehan dan pelepasan aset tetap dan

tidak termasuk dalam setara kas.
5. Aktivitas Transitoris adalah aktivitas
penerimaan atau pengeluaran kas yang
tidak termasuk dalam aktivitas operasi,
investasi, dan pendanaan.
6. Transaksi operasi, investasi, dan
pendanaan yang tidak mengakibatkan
penerimaan atau pengeluaran kas dan
setara kas tidak dilaporkan dalam
Laporan Arus Kas. Transaksi tersebut
harus diungkapkan dalam Catatan atas
Laporan Keuangan.
7.








PSAP 04
1. Tuiuan penyaiian Catatan atas Laporan
Keuangan adalah untuk meningkatkan
transparansi Laporan Keuangan dan
penyediaan pemahaman yang lebih baik,
atas inIormasi keuangan pemerintah.
2. Catatan atas Laporan Keuangan meliputi
penielasan atai daItar terinci atau analisis
atas nilai suatu pos yang disaiikan dalam
Laporan Realisasi Anggaran, Laporan
Perubahan Saldo Anggaran Lebih,
Neraca, Laporan Operasioanl, Laporan
Arus Kas, dan Laporan Perubahan
Ekuitas. Termasuk pula dalam CALK
adalah penyaiian inIormasi yang
diharuskan dan dianiurkan oleh PSAP
serta pengungkapan-pengungkapan
lainnya yang diperlukan untuk penyaiian
yang waiar atas laporan keuangan,
seperti kewaiiban kontiniensi dan
komitmen-komitmen lainnya.
3. Kebiiakan-kebiiakan akuntansi yang
perlu dipertimbangkan untuk disaiikan
antara lain:
a. Pengakuan pendapatan-LRA
b. Pengakuan pendapatan-LO
c. Pengakuan belania
d. Pengakuan beban
e. Prinsip-prinsip penyusunan laporan
aset non keuangan lainnya.
5.



6. Transaksi investasi, dan pendanaan
yang tidak mengakibatkan penerimaan
atau pengeluaran kas dan setara kas
tidak dilaporkan dalam Laporan Arus
Kas. Transaksi tersebut harus
diungkapkan dalam Catatan atas
Laporan Keuangan.
7. Jika apropriasi atau otorisasi kredit
anggaran disusun dengan basis kas,
laporan arus kas dapat membantu
pengguna dalam memahami hubungan
antar aktivitas pelaporan atau program
dan inIormasi penganggaran
pemerintah.


PSAP 04
1.




2. Catatan atas Laporan Keuangan meliputi
penielasan atai daItar terinci atau
analisis atas nilai suatu pos yang
disaiikan dalam Laporan Realisasi
Anggara, Neraca, dan Laporan Arus
Kas. Termasuk pula dalam CALK
adalah penyaiian inIormasi yang
diharuskan dan dianiurkan oleh PSAP
serta pengungkapan-pengungkapan
lainnya yang diperlukan untuk penyaiian
yang waiar atas laporan keuangan,
seperti kewaiiban kontiniensi dan
komitmen-komitmen lainnya.


3. Kebiiakan-kebiiakan akuntansi yang
perlu dipertimbangkan untuk disaiikan
antara lain:
a. Pengakuan pendapatan
b. Pengakuan belania
c. Prinsip-prinsip penyusunan laporan
konsolidasian
d. Investasi

konsolidasian
I. Investasi
g. Pengakuan dan
penghentian/penghapusan aset
berwuiud dan tidak berwuiud
h. Kontrak-kontrak kostruksi
i. Kebiiakan kapitalisasi pengeluaran
i. Kemitraan dengan pihak ketiga
k. Biaya penelitian dan pengembangan
l. Persediaan, baik yang untuk diiual
maupun untuk dipakai sendiri
m. Pembentukan dana cadangan
n. Pembentukan dana keseiahteraan
pegawai
o. Peniabaran mata uang asing dan
lindung nilai
4.







PSAP 05

1. Pada akhir periode akuntansi catatan
persediaan disesuaikan dengan hasil
inventarisasi Iisik.
2. Persediaan dapat dinilai dengan
menggunakan:
a. Metode sistematis seperti FIFO atau
rata-rata tertimbang
b. Harga pembelian terakhir apabila
setiap unit persediaan nilainya tidak
material dan bermacam-macam ienis.
3. Beban persediaan dicatat sebesar
pemakaian persediaan (use of goods).
4. Penghitungan beban persediaan
silakukan dalam rangka penyaiian
Laporan Operasional.
5. Dalam hal persediaan dicatat secara
perpetual maka pengukuran pemakaian
persediaan dihitung berdasarkan catatan
iumlah unit yang dipakai dikalikan nilai
per unit sesuai metode penilaian yang
digunakan.
6. Dalam hal persediaan dicatat secara
periodik maka pengukuran pemakaian
persediaan dihitung berdasarkan
e. Pengakuan dan
penghentian/penghapusan aset
berwuiud dan tidak berwuiud
I. Kontrak-kontrak konstruksi
g. Kebiiakan kapitalisasi pengeluaran
h. Kemitraan dengan pihak ketiga
i. Biaya penelitian dan pengembangan
i. Persediaan, baik yang untuk diiual
maupun untuk dipakai sendiri
k. Pembentukan dana cadangan
l. Pembentukan dana keseiahteraan
pegawai
m. Peniabaran mata uang asing dan
lindung nilai


4. Pengungkapan inIormassi untuk pos-pos
aset dan kewaiiban yang timbul
sehubungan dengan penerapan basis
akrual atas pendapatan dan belania dan
rekonsiliasinya dengan penerapan basis
kas.


PSAP 05

1. Pada akhir periode akuntansi,
persediaan dicatat berdasarkan hasill
inventarisasi Iisik.
2. Nilai pembelian yang digunakan adalah
biaya perolehan persediaan yang
terakhir diperoleh.




3.

4.


5.





6.

inventarisasi Iisik, yaitu dengan cara
saldo awal persediaan ditambah
pembelian atau perolehan persediaan
dikurangi dengan saldo akhir persediaan
dikalikan nilai per unit sesuai dengan
metode penilaian yang digunakan.









Contoh transaksi berdasarkan PP 71 Th 2010:
PSAP 05
Pada periode berialan, persediaan berupa barang habis pakai sebesar Rp. 450.000 digunakan
Maka, akan terdapat iurnal:

Beban persediaan 450.000
Persediaan 450.000


AKRUAL
(PP NO 71 TAHUN 2010)
KAS MENUJU AKRUAL (CTA)
(PP NO 24 TAHUN 2005)

PSAP 06

1. Diskonto atau premi pada pembelian
investasi diamortisasi selama periode
dari pembelian sampai saat iatuh tempo
sehingga hasil yang konstan diperoleh
dari investasi tersebut.
2. Diskonto atau premi yang diamortisasi
tersebut dikreditkan atau didebetkan
pada pendapatan bungan sehingga
merupakan penambahan atau
pengurangan dari nilai tercatat investasi
(carrying value) tersebut.
3. Hasil investasi berupa dividen tunai yang
diperoleh dari penyertaan modal
pemerintah yang pencatatannya
menggunakan metode biaya dicatat
sebagai pendapatan hasil investasi.
Sedangkan apabila menggunakan metode
ekuitas bagian laba berupa dividen tunai
yang diperoleh oleh pemerintah dicatat
sebagai pendapatan hasil investasi dan
mengurangi nilai investasi pemerintah.
Dividen dalam bentuk saham yang
diterima tidak akan menambah nilai
investasi pemerintah.


PSAP 06

1.




2.





3. Hasil investasi berupa dividen tunai
yang diperoleh dari penyertaan modal
pemerintah yang pencatatannya
menggunakan metode biaya dicatat
sebagai pendapatan hasil investasi.
Sedangkan apabila menggunakan
metode ekuitas bagian laba yang
diperoleh oleh pemerintah akan dicatat
mengurangi nilai investasi pemerintah
dan tidak dicatat sebagai pendapatan
ahsil investasi. Kecuali untuk dividen
dalam bentuk saham yang diterima akan
menambah nilai investasi pemerintah
dan ekuitas dana yang diinvestasikan

4. Pelepasan investasi pemerintah dapat
teriadi karena peniualan, pelepasan hak
karena peraturan pemerintah dan lain
sebagainya.
5. Perbedaan antara hasil pelepasan
invesatasi dengan nilai tercatatnya harus
dibebankan atau dikreditkan kepada
keuntungan/rugi pelepasan investasi.
Keuntungan/rugi pelepasan investasi
disaiikan dalam laporan operasional.
dengan iumlah yang sama.
4.



5.
6.

Contoh transaksi berdasarkan PP 71 Th. 2010:
PSAP 06
Pemerintah melakukan investasi iangka paniang dengan membeli saham PDAM. Saham
yang dibeli berupa 200 lembar saham biasa dengan harga perolehan ( Rp. 125.000,00.
Beberapa bulan kemudian, dikarenakan suatu alasan tertentu pemerintah meniual semua
investasi nya tersebut (200 lembar saham) pada harga ( Rp.100.000,00
Maka, akan terdapat iurnal:

Penyertaan Modal Pemerintah Daerah 25.000.000
Kas 25.000.000
Pengeluaran Pembiayaan-PMP 25.000.000
SiLPA 25.000.000

Kas 20.000.000
Kerugian investasi 5.000.000
Penyertaan Modal Pemerintah Daerah 25.000.000
SiLPA 20.000.000
Hasil Peniualan kekayaan daerah yang dipisahkan 20.000.000




AKRUAL
(PP NO 71 TAHUN 2010)
KAS MENUJU AKRUAL (CTA)
(PP NO 24 TAHUN 2005)

PSAP 07

1. Apabila perolehan aset tetap memenuhi
kriteria perolehan aset donasi maka
perolehan tersebut diakui sebagai
pendapatan operasional.

PSAP 07

1. Apabila perolehan aset tetap memenuhi
kriteria perolehan aset donasi maka
perolehan tersebut diakui sebagai
pendapatan pemerintah dan iumlah
yang sama iuga diakui sebagai belania
modal dalam laporan realisasi anggaran.

Contoh transaksi berdasarkan PP 71 Th. 2010:
PSAP 07

Pemerintah Kota Tangerang menerima donasi aset tetap berupa Kendaraan dari Pemerintah
Kota Bekasi senilai Rp. 25.000.000,00

Maka, akan terdapat iurnal:

Peralatan & Mesin 25.000.000
Pendapatan Donasi 25.000.000

AKRUAL
(PP NO 71 TAHUN 2010)
KAS MENUJU AKRUAL (CTA)
(PP NO 24 TAHUN 2005)

PSAP 08

1. Tuiuan Pernyataan Standar Konstruksi
Dalam Pengeriaan adalah mengatur
perlakuan akuntansi untuk konstruksi
dalam pengeriaan

PSAP 08

1. Tuiuan Pernyataan Standar Konstruksi
Dalam Pengeriaan adalah mengatur
perlakuan akuntansi untuk konstruksi
dalam pengeriaan denan metode nilai
historis. Masalah utama akuntansi untuk
Konstruksi Dalam Pengeriaan adalah
iumlah biaya yang harus diakui sebagai
aset yang harus dicatat sampai dengan
konstruksi tersebut selesai dikeriakan.

Contoh transaksi berdasarkan PP 71 Th. 2010:
PSAP 08

Dibangun gedung kantor Satker ABC senilai 2,5 Milyar. Penyelesaian pembayaran dilakukan
melalui 3 termin; termin I Rp. 1.000.000.000,00 , termin II Rp. 800.000.000,00, termin III
Rp700.000.000. Departemen baru melunasi pembayaran termin pertama.

Maka, akan terdapat iurnal:

Konstruksi Dalam Pengeriaan 1000.000.000
Kas 1.000.000.000

Belania Modal 1.000.000.000
SiLPA 1.000.000.000


AKRUAL
(PP NO 71 TAHUN 2010)
KAS MENUJU AKRUAL (CTA)
(PP NO 24 TAHUN 2005)

PSAP 09
1. Amortisasi utang adalah alokasi
sistematis dari premium atau diskonto
selama umur utang pemerintah
2. Nilai Nominal adalah nilai kewaiiban
pemerintah pada saat pertama kali

PSAP 09
1. Amortisasi adalah alokasi sistematis dari
premium atau diskonto selama umur
utang pemerintah

2. Nilai Nominal adalah nilai kewaiiban

transaksi berlangsung seperti nilai yang
tertera pada lembar surat utang
pemerintah.








3. Setiap entitas pelaporan
mengungkapkan setiap pos kewaiiban
yang mencakup iumlah-iumlah yang
diharapkan akan diselesaikan setelah
tanggal pelaporan.



4. Kewaiiban diakui pada saat dana
piniaman diterima oleh pemerintah atau
dikeluarkan oleh kreditur sesuai dengan
kesepakatan, dan/atau pada saat
kewaiiban timbul.
5. Utang TransIer adalah kewaiiban suatu
entitas pelaporan untuk melakukan
pembayaran kepada entitas lain sebagai
akibat ketentuan perundang-undangan.
Utang transIer diakui dan dinilai sesuai
dengan peraturan yang berlaku
6. Pada setiap tanggal neraca pos utang
pemerintah dalam mata uang asing
dilaporkan ke dalam mata uang rupiah
dengan menggunakan kurs tengah bank
sentral pada tanggal neraca

7. Selisih peniabaran pos utang pemerintah
dalam mata uang asing antara tanggal
transaksi dan tanggal neraca dicatat
sebagai kenaikan atau penurunan ekuitas
dana periode berialan.
8. Untuk sekuritas utang pemerintah yang
diselesaikan sebelum iatuh tempo
karena adanya Iitur untuk ditarik oleh
penerbit (call Ieature) dari sekuritas
tersebut atau karena memenuhi
persyaratan untuk penyelesaian oleh
permintaan pemegangnya maka selisih
antara harga perolehan kembali dan nilai
tercatat netonya harus disaiikan pada
pemerintah pada saat pertama kali
transaksi berlangsung seperti nilai yang
tertera pada lembar surat utang
pemerintah. Aliran ekonomi setelahnya,
seperti transaksi pembayaran, perubahan
penilaian dikarenakan perubahan kurs
valuta asing, dan perubahan lainnya
selain perubahan nilai pasar,
diperhitungkan dengan menyesuaikan
nilai tercatat kewaiiban tersebut

3. Setiap entitas pelaporan mengungkapkan
setiap pos kewaiiban yang mencakup
iumlah-iumlah yang diharapkan akan
diselesaikan dalam waktu 12 (dua belas)
bulan dan lebih dari 12 (dua belas) bulan
setelah tanggal pelaporan.


4. Kewaiiban diakui pada saat dana
piniaman diterima dan/atau pada saat
kewaiiban timbul.


5. Belum ada pengukuran untuk utang
transIer




6. Pada setiap tanggal neraca pos kewaiiban
moneter dalam mata uang asing
dilaporkan ke dalam mata uang rupiah
dengan menggunakan kurs tengah bank
sentral pada tanggal neraca

7. Selisih peniabaran pos kewaiiban
moneter dalam mata uang asing antara
tanggal transaksi dan tanggal neraca
dicatat sebagai kenaikan atau penurunan
ekuitas dana periode berialan.
8. Untuk sekuritas utang pemerintah yang
diselesaikan sebelum iatuh tempo karena
adanya Iitur untuk ditarik oleh penerbit
(call Ieature) dari sekuritas tersebut atau
karena memenuhi persyaratan untuk
penyelesaian oleh permintaan
pemegangnya maka perbedaan antara
harga perolehan kembali dan nilai
tercatat netonya harus diungkapkan pada

Laporan Operasional dan diungkapkan
pada Catatan atas Laporan Keuangan
sebagai bagian dari pos kewaiiban yang
berkaitan.
9. Apabila harga perolehan kembali adalah
sama dengan nilai tercatat (carrying
value) maka penyelesaian kewaiiban
sebelum iatuh tempo dianggap sebagai
penyelesaian utang secara normal, yaitu
dengan menyesuaikan iumlah kewaiiban
dan aset yang berhubung

10. Apabila harga perolehan kembali tidak
sama dengan nilai tercatat (carrving
value) maka, selain penyesuaian iumlah
kewaiiban dan aset yang terkait, iumlah
perbedaan yang ada iuga disaiikan
dalam Laporan Operasional pada pos
Surplus/DeIisit dari Kegiatan Non
Operasional dan diungkapkan pada
Catatan atas Laporan Keuangan

11. Restrukturisasi dapat berupa:
a. Pembiayaan kembali yaitu
mengganti utang lama termasuk
tunggakan dengan utang baru; atau
b. Peniadwalan ulang atau modiIikasi
persyaratan utang yaitu mengubah
persyaratan dan kondisi kontrak
perianiian yang ada.
12. Biaya-biaya yang berhubungan dengan
utang pemerintah adalah biaya bunga
dan biaya lainnya yang timbul dalam
kaitan dengan peminiaman dana. Biaya-
biaya dimaksud meliputi:
a. Bunga dan provisi atas penggunaan
dana piniaman, baik piniaman
iangka pendek maupun iangka
paniang
b. Commitment Iee atas dana piniaman
yang belum ditarik
c. Amortisasi diskonto atau premium
yang terkait dengan piniaman
d. Amortisasi kapitalisasi biaya yang
terkait dengan perolehan piniaman
seperti biaya konsultan, ahli hukum,
dan sebagainya

13. Perbedaan nilai tukar pada piniaman
dengan mata uang asing seiauh hal
Catatan atas Laporan Keuangan sebagai
bagian dari pos kewaiiban yang
berkaitan.

9. Apabila harga perolehan kembali adalah
sama dengan nilai tercatat (carrying
value) maka penyelesaian kewaiiban
sebelum iatuh tempo dianggap sebagai
penyelesaian utang secara normal, yaitu
dengan menyesuaikan iumlah kewaiiban
dan ekuitas dana yang berhubungan

10. Apabila harga perolehan kembali tidak
sama dengan nilai tercatat (carrving
value) maka, selain penyesuaian iumlah
kewaiiban dan ekuitas dana yang terkait,
iumlah perbedaan yang ada iuga
diungkapkan pada Catatan atas Laporan
Keuangan.



11. Penielasan mengenai bentuk
restrukturisasi terdapat di bagian deIinisi






12. Biaya-biaya yang berhubungan dengan
utang pemerintah adalah biaya bunga
dan biaya lainnya yang timbul dalam
kaitan dengan peminiaman dana. Biaya-
biaya dimaksud meliputi:
a. Bunga atas penggunaan dana
piniaman, baik piniaman iangka
pendek maupun iangka paniang
b. Amortisasi diskonto atau premium
yang terkait dengan piniaman,
c. Amortisasi biaya yang terkait dengan
perolehan piniaman seperti biaya
konsultan, ahli hukum, commitment
Iee, dan sebagainya




13. Perbedaan nilai tukar pada piniaman
dengan mata uang asing seiauh hal

tersebut diperlakukan sebagai
penyesuaian atas biaya bunga.

tersebut diperlakukan sebagai
penyesuaian atas biaya bunga.


Contoh transaksi berdasarkan PP 71 Th. 2010:
PSAP 09

Dibayar Piniaman kepada Pemerintah Provinsi Banten sebesar Rp. 25.000.000
Maka, akan terdapat iurnal:

Utang kepada pemerintah Provinsi 25.000.000
Kas 25.000.000
SiLPA 25.000.000
Pengeluaran Pembiayaan-Pelunasan PP 25.000.000


AKRUAL
(PP NO 71 TAHUN 2010)
KAS MENUJU AKRUAL (CTA)
(PP NO 24 TAHUN 2005)

PSAP 10

1. Pembetulan pada akun yang
bersangkutan dalam periode berialan
-aik akun pendapatan-LRA atau akun
-elania maupun akun pendapatan-LO
atau akun -e-an
2. Pembetulan pada akun pendapatan-LRA
atau akun -elania maupun akun
pendapatan-LO atau akun -e-an
periode yang bersangkutan
3. Menambah posisi kas dengan
Pembetulan pada akun pendapatan lain-
lain-LRA. mengurangi kas dengan
pembetulan pada akun Saldo Anggaran
Le-ih
4. Koreksi kesalahan atas perolehan aset
selain kas, pembetulan pada akun kas
dan akun aset yang bersangkutan
5. Koreksi kesalahan atas beban,
pengurangan beban dengan Pembetulan
pada akun pendapatan lain-lain-LO.
Penam-ahan Be-an dengan pembetulan
pada akun Ekuitas
6. Pembetulan pada akun kas dan akun
Saldo Anggaran Le-ih

7. Pembetulan pada akun Kas dan akun
Ekuitas

PSAP 10

1. Pembetulan pada akun yang
bersangkutan dalam periode berialan.



2. Pembetulan pada akun pendapatan atau
akun -elania periode yang bersangkutan


3. Pembetulan pada akun pendapatan lain-
lain



4. Belum diatur


5. Belum diatur



6. Koreksi atas pemdapatan-LRA,
Pembetulan pada akun Ekuitas Dana
Lancar

7. Koreksi atas pemdapatan-LO,
Pembetulan pada akun Ekuitas Dana

8. Pembetulan pada akun kas dan akun
Saldo Anggaran Le-ih

9. Koreksi atas kesalahan pencatatan
kewaiiban, pembetulan pada akun kas
dan kewaii-an yang bersangkutan

10. Perubahan Estimasi adalah revisi
estimasi karena perubahan kondisi yang
mendasari estimasi tersebut, atau karena
terdapat inIormasi baru, pertambahan
pengalaman dalam mengestimasi, atau
perkembangan lain.

11. Pengaruh atau dampak perubahan
estimasi akuntansi disaiikan pada
Laporan Operasional pada periode
perubahan dan periode selaniutnya
sesuai siIat perubahan. Sebagai contoh,
perubahan estimasi masa manIaat aset
tetap berpengaruh pada LO tahun
perubahan dan tahun-tahun selaniutnya
selama masa manIaat aset tetap tersebut

12. Pengaruh perubahan terhadap LO
periode berialan dan yang akan datang
diungkapkan dalam CALK. Apabila
tidak memungkinkan, harus
diungkapkan alasan tidak
mengungkapkan pengaruh perubahan
itu.

13. Operasi yang tidak dilaniutkan adalah
penghentian suatu misi atau tupoksi
tertentu yang berakibat pelepasan atau
penghentian suatu Iungsi, program, atau
kegiatan, sehingga aset, kewaiiban, dan
operasi dapat dihentikan tanpa
mengganggu Iungsi, program, atau
kegiatan yang lain

14. InIormasi penting dalam operasi yang
tidak dilaniutkan misalnya hakikat
operasi, kegiatan, program, proyek yang
dihentikan, tanggal eIektiI penghentian,
cara penghentian, pendapatan dan beban
tahun berialan sampai tanggal
penghentian apabila dimungkinkan,
dampak sosial atau dampak pelayanan,
Lancar
8. Koreksi atas penerimaan & pengeluaran
pembiayaan, belum diatur

9. Belum diatur



10.






11.









12.







13.








14.






pengeluaran aset atau kewaiiban terkait
pada penghentian apabila ada harus
diungkapkan pada CALK

15. Agar laporan Keuangan disaiikan secara
komperatiI , suatu segmen yang
dihentikan itu harus dilaporkan dalam
Laporan Keuangan walaupun beriumlah
nol untuk tahun berialan. Dengan
demikian, operasi yang dihentikan
tampak pada Laporan Keuangan.

16. Pendapatan dan beban operasi yang
dihentikan pada suatu tahun berialan,
diakuntansikan dan dilaporkan seperti
biasa, seolah-olah operasi itu berialan
sampai akhir tahun Laporan Keuangan.
Pada umumnya entitas membuat
rencana penghentian, meliputi iadwal
penghentian bertahap atau sekaligus,
resolusi masalah legal, lelang,
peniualan, hibah dan lain-lain

17. Bukan Penghentian Operasi bila:
a. Penghentian suatu program,
kegiatan, proyek, segmen secara
evolusioner/alamiah. Hal ini dapat
diakibatkan oleh demand
(permintaan publik yang dilayani)
yang terus merosot, pergantian
kebutuhan lain.
b. Fungsi tersebut tetap ada
c. Beberapa ienis subkegiatan dalam
suatu Iungsi pokok dihapus,
selebihnya berialan seperti biasa.
Relokasi suatu program, proyek,
kegiatan ke wilayah lain.
d. Menutup suatu Iasilitas yang ber-
utilisasi amat rendah, menghemat
biaya, meniual sarana operasi tanpa
mengganggu operasi tersebut
18. Peristiwa Luar Biasa tidak ada lagi
dalam PP 71/2010





15.







16.










17.

















18. Peristiwa Luar Biasa masih ada dalam
PP ini


Contoh transaksi berdasarkan PP 71 Th. 2010:
PSAP 10

Belania perialanan dinas tahun lalu dicatat sebesar Rp. 1.500.000,00. Seharusnya dicatat
sebesar Rp. 1.200.000,00. Kesalah tersebut mempengaruhi kas pada saat ini dan laporan
keuangan sudah terbit.
Koreksi kesalahannya sebagai berikut :

Kas 300.000.000
SAL 300.000.000

AKRUAL
(PP NO 71 TAHUN 2010)
KAS MENUJU AKRUAL (CTA)
(PP NO 24 TAHUN 2005)

PSAP 11

1. Laporan keuangan konsolidasian pada
pemerintah pusat sebagai entitas
pelaporan mencakup laporan keuangan
semua entitas pelaporan, termasuk
laporan keuangan badan layanan umum.
2. Laporan keuangan konsolidasian pada
kementerian/lembaga/pemerintah daerah
sebagai entitas pelaporan mencakup
laporan keuangan semua entitas
akuntansi, termasuk laporan keuangan
Badan Layanan Umum/Badan Layanan
Umum Daerah.
3. Badan Layanan Umum (BLU)/Badan
Layanan Umum (BLU) Daerah adalah
instansi di lingkungan pemerintah yang
dibentuk untuk memberikan pelayanan
kepada masyarakat berupa penyediaan
barang dan/atau iasa yang diiual tanpa
mengutamakan mencari keuntungan dan
dalam melakukan kegiatannya
didasarkan pada prinsip eIisiensi dan
produktivitas.
4. Entitas pelaporan adalah unit
pemerintahan yang terdiri dari satu atau
lebih entitas akuntansi atau entitas
pelaporan yang menurut ketentuan
peraturan perundang-undangan waiib
menyampaikan laporan
pertanggungiawaban berupa laporan
keuanga.
5. Konsolidasi adalah proses
penggabungan antara akun-akun yang
diselenggarakan oleh suatu entitas
pelaporan dengan entitas pelaporan
lainnya, entitas akuntansi dengan entitas
akuntansi lainnya, dengan

PSAP 11

1. Laporan keuangan konsolidasian pada
pemerintah pusat sebagai entitas
pelaporan mencakup laporan keuangan
semua entitas akuntansi, termasuk
laporan keuangan badan layanan umum.
2.






3. Badan Layanan Umum (BLU) adalah
instansi di lingkungan pemerintah yang
dibentuk untuk memberikan pelayanan
kepada masyarakat berupa penyediaan
barang dan/atau iasa yang diiual tanpa
mengutamakan mencari keuntungan dan
dalam melakukan kegiatannya
didasarkan pada prinsip eIisiensi dan
produktivitas

4. Entitas pelaporan adalah unit
pemerintahan yang terdiri dari satu atau
lebih entitas akuntansi yang menurut
ketentuan peraturan perundang-
undangan waiib menyampaikan laporan
pertanggungiawaban berupa laporan
keuangan.

5. Konsolidasi adalah proses penggabungan
antara akun-akun yang diselenggarakan
oleh suatu entitas pelaporan dengan
entitas pelaporan lainnya, dengan
mengeliminasi akun-akun timbal balik
agar dapat disaiikan sebagai satu entitas

mengeliminasi akun-akun timbal balik
agar dapat disaiikan sebagai satu entitas
pelaporan konsolidasian.
6. Laporan keuangan konsolidasian adalah
suatu laporan keuangan yang merupakan
gabungan keseluruhan laporan keuangan
entitas pelaporan atau entitas akuntansi
sehingga tersaii sebagai satu entitas
tunggal
7. Laporan keuangan konsolidasian terdiri
dari Laporan Realisasi Anggaran,
Laporan Perubahan SAL, Neraca,
Laporan Operasional, Laporan
Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas
dan Catatan atas Laporan Keuangan.
8. Contoh akun timbal balik (reciprocal
accounts) antara lain sisa Uang
Persediaan Yang Belum
Dipertanggungiawabkan yang belum
dipertanggungiawabkan oleh Bendahara
Pengeluaran sampai dengan akhir
periode akuntansi.
9. Laporan keuangan konsolidasian
sebagaimana dimaksud pada paragraI 7,
disaiikan oleh entitas pelaporan, kecuali
:
a. Laporan keuangan konsolidasian
arus kas yang hanya disaiikan oleh
entitas yang mempunyai Iungsi
perbendaharaan umum
b. Laporan keuangan konsolidasian
perubahan saldo anggaran lebih
yang hanya disusun dan disaiikan
oleh Pemerintah Pusat.
10. Pemerintah pusat menyampaikan
laporan keuangan konsolidasian dari
semua kementerian negara/lembaga
kepada lembaga legislative.
11. Entitas akuntansi menyelenggarakan
akuntansi dan menyampaikan laporan
keuangan sehubungan dengan
anggaran/barang yang dikelolanya yang
dituiukan kepada entitas pelaporan


12.




pelaporan konsolidasi.


6. Laporan keuangan konsolidasian adalah
suatu laporan keuangan yang merupakan
gabungan keseluruhan laporan keuangan
entitas pelaporan sehingga tersaii sebagai
satu entitas tunggal

7. Laporan keuangan konsolidasian terdiri
dari Laporan Realisasi Anggaran,
Neraca, Laporan Arus Kas dan Catatan
atas Laporan Keuangan.


8. Contoh akun timbal balik (reciprocal
accounts) antara lain sisa Uang Yang
Harus Dipertanggungiawabkan yang
belum dipertanggungiawabkan oleh
Bendaharawan Pembayar sampai dengan
akhir periode akuntansi.

9.











10.



11. Pengguna anggaran/pengguna barang
sebagai entitas akuntansi
menyelenggarakan akuntansi dan
menyampaikan laporan keuangan
sehubungan dengan anggaran/barang
yang dikelolanya yang dituiukan kepada
entitas pelaporan.
12. Perusahaan negara/daerah pada dasarnya
adalah suatu entitas akuntansi, namun
akuntansi dan penyaiian laporannya
tidak menggunakan standar akuntansi
pemerintahan

13. Badan Layanan Umum/ Badan Layanan
Umum Daerah
14. yang laporan keuangannya
dikonsolidasSelaku penerima anggaran
belania pemerintah (APBN/APBD)
BLU/BLUD adalah entitas akuntansi,
ikan pada entitas pelaporan yang secara
organisatoris membawahinya
15. Selaku satuan keria pelayanan berupa
Badan, walaupun bukan berbentuk
badan hukum yang mengelola kekayaan
negara yang dipisahkan, BLU/BLUD
adalah entitas pelaporan
16. Konsolidasi laporan keuangan
BLU/BLUD pada
kementerian/lembaga/pemerintah daerah
yang secara organisatoris
membawahinya dilaksanakan setelah
laporan keuangan BLU/BLUD disusun
menggunakan standar akuntansi yang
sama dengan standar akuntansi yang
dipakai oleh organisasi yang
membawahinya
17. Konsolidasi yang dimaksud oleh
Pernyataan Standar ini dilaksanakan
dengan cara menggabungkan dan
meniumlahkan akun yang
diselenggarakan oleh entitas pelaporan
dengan entitas pelaporan lainnya, atau
yang diselenggarakan oleh entitas
akuntansi dengan entitas akuntansi
lainnya, dengan mengeliminasi akun
timbal balik
18. Dalam CALK perlu diungkapkan nama-
nama entitas yang dikonsolidasikan atau
digabungkan beserta status masing-
masing, apakah entitas pelaporan atau
entitas akuntansi
19. Dalam hal konsolidasi tidak diikuti
dengan eliminasi akun timbal balik,
maka perlu diungkapkan nama-nama
dan besaran saldo akun timbal balik
tersebut, dan disebutkan pula alasan
belum dilaksanakannya eliminasi

13. Badan Layanan Umum

14.





15.




16.









17. Konsolidasi yang dimaksud oleh
Pernyataan Standar ini dilaksanakan
dengan cara menggabungkan dan
meniumlahkan akun yang
diselenggarakan oleh entitas pelaporan
dengan entitas pelaporan lainnya dengan
atau tanpa mengeliminasi akun timbal
balik.


18.




19.



Tidak ada perbedaan yang cukup signiIikan antara PP 24 dan PP 71.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->