P. 1
Akhlakul Karimah

Akhlakul Karimah

|Views: 395|Likes:
Published by ekakristanto

More info:

Published by: ekakristanto on Mar 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2013

pdf

text

original

Akhlakul Karimah

Al Anbiya (21:107)
$Β´ρ š≈Ψ=™¯‘& āω) πΗq‘ šϑ=≈è=9
dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Menurut perkataan Allah swt di dalam surat ini, seluruh manusia, binatng, tumbuhan
seharusnya mendapat manfaat dari Islam Bagaimana orang non islam bisa mendapat
manfaat dari Islam, sedangkan mereka tidak mempercayai ajaran Islam ?. Bagaimana
binatang dan tumbuhan bisa medapatkan manfaat dari Islam sedangkan mereka tidak bisa
membaca dan berpikir ?. Jawabannya adalah melalui perilaku dan budi pekerti yang
baik dari ummat Islam. Perlaku dan budi pekerti yang baik inilah yang di sebut dengan
akhlakul karimah.

Menurut Imam Gazali, akhlak adalah keadaan yang bersifat batin dimana dari sana lahir
perbuatan dengan mudah tanpa dipikir dan tanpa mengharapkan apa-apa

Allah swt mengatakan dalam Quran surat
An nisa (4:85)
Β ì± „ πè≈© π´Ζ¡ m 3ƒ …`&! '=ŠÁΡ $κ]Β Β´ρ 채 πè≈© π∞¯Š ™ 3ƒ …`&!
≅. $γΨΒ β%.´ρ ´!# ’?ã ≅. `« $F‹)•Β
Barangsiapa yang memberikan syafa'at yang baik], niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari
padanya. dan Barangsiapa memberi syafa'at yang buruk], niscaya ia akan memikul bahagian (dosa)
dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Jelas sekali dalam ayat ini bahwa salah satu cara mendapatkan pahala adalah dengan
berbuat baik. Dengan berbuta baik ini selain kita mendapat pahala, orang lain, binatang
dan juga tumbuhan akan medapatkan manfaat dari perbutan baik kita tersebut. Kalau
setiap muslim bisa melakukan hal ini maka akan terlihat bahwa Islam itu memang
merupakan rahmat kepada seluruh alam semesta.
Sebaik-baiknya akhlak manusia, yang terbaik akhlaknya adalah Muhammad saw, seperti
yang dikatakan sendiri oleh Allah swt dalam surat:






Al Qalam (68:4)

7‾Ρ)´ρ ’?è9 ,=z ΟŠà ã
dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

Berikut ini salah satu contoh dari akhlak beliau Muhammad saw. Saat itu menjelang
wafat, beliau mengumpulkan para sahabat, lalu beliau menyampaikan fatwa singkat.
”Wahai kaum muslimin, sesungguhnya aku adalah Nabimu, pemberi nasihat dan yang
mengajak kepada Allah dengan seizin-Nya. Bagimu, aku tak berdaya seperti saudara
seayah dan seibu. Siapa diantara kamu yang pernah kusakiti, bangkitlah dan balaslah aku
sebelum datang pembalasan di hari kiamat nanti.”
Awalnya, tak ada tanggapan dari para sahabat, hingga ketiga kalinya Nabi Saw nampak
marah sembari berteriak. ”Ayo, siapa yang pernah kusakiti bangkitlah, balaslah
aku…ambil qisasnya pada diriku!”
Pada saat itulah Ukasyah, salah seorang sahabat Nabi yang hadir pada saat itu, bangkit
dan berkata, ”Wahai Rasulullah, demi ayah ibuku yang menjadi tebusannya. Jika engkau
tidak menyerukan hal itu hingga tiga kali, tentu tidak ada seorangpun yang dapat
mendorong aku untuk menghadapmu.”
”Apa keinginanmu ya Ukasyah?” tanya Nabi.
”Begini Baginda, pada saat perang Badar, tiba-tiba saja unta yang kutunggangi lepas
kendali dan mendahului unta Baginda, sehingga aku keluar barisan. Aku turun mendekat
kepada Baginda. Saat itulah tiba-tiba baginda mengayunkan cambuk ketubuhku. Aku
tidak tahu, apakah Baginda sengaja memukulku atau memukul unta.”
Meski motifnya belum jelas, Rasulullah segera mengambil sikap tegas, balasan harus
ditunaikan. Beliau meminta Bilal untuk megambil cambuk dirumah Fatimah. Dengan
tegopoh-gopoh Bilal kembali ke majelis dengan membawa cambuk, lalu diserahkan
kepada Ukasyah. Ukasyah pun siap menunaikan qisas. Abu Bakar r.a dan Umar r.a. dua
sahabat setia Rasulullah segera bangkit menghadangnya. ”Hai Ukasyah, sekarang kami
dihadapanmu, ambillah qisasmu dari kami. Sedikitpun kami tidak rela kamu mengambil
qisas kepada Rasul.” Tetapi Rasulullah menenangkan mereka dan meminta mereka untuk
kembali duduk.
Tidak hanya Abu Bakar dan Umar, sahabat yang lainpun Ali serta Hasan dan Husein juga
maju meminta hal yang sama kepada Ukasyah. Namun Rasulullah kembali
menenanangkan mereka. Nabi kemudian meminta Ukasyah untuk segera melaksanakan
qisas. ”Ukasyah, cambuklah aku. Lakukan jika aku pernah benar-benar melakukan
kesalahan padamu.”
”Ya Rasul, ketika engkau memukulku, saat itu aku tidak memakai baju.” Jelas Ukasyah.
Rasulullah pun langsung menuruti, dibukanya baju beliau. Begitu melihat Rasul tidak
mengenakan bajunya, para sahabat menangis histeris. Ukasyah sendiri bergetar hatinya,
meremang bulu kuduknya dan larut dalam keagungan serta kebesaran jiwa Nabi
dihadapannya. Saat itulah dia melakukan keanehan, tidak melakukan qisas, tetapi justru
menubruk tubuh Rasulullah seraya mencium kulit bagian perutnya sampil menangis
sejadi-jadinya.
”Subhaanakaallahumma wabihamdika, Asyhadu al-laa ilaahailla Anta, Astaghfiruka wa
atuubu ilaik.”
”Maha suci Engkau ya Allah. Dengan memuji-Mu saya bersaksi bahwa tiada Tuhan
selain Engkau. Saya memohon ampun dan bertobat kepada-Mu.”
Contoh lain dari seorang gembala domba yang mempunyai akhlakul karimah:
Salah seorang sahabat nabi yang terkenal dengan kealiman (tinggi ilmu) dan
kezuhudannya (sederhana), Abdullah bin Umar suatu ketika bertemu dengan seorang
pengembala kambing ditengah padang pasir yang tandus, muncul keingintahuannya
untuk mengetahui apakah ajaran Islam dalam bingkai akhlak mulia yang dicontohkan
oleh Rasulullah SAW sampai ke tengah padang pasir yang sangat terpencil tersebut?
Setelah mengucapkan salam, Abdullah bin Umar berkata kepada pengembala yang masih
bocah itu. ”Hai pengembala, aku ingin membeli seekor kambing yang kau gembala ini.
Bekalku sudah habis.”
”Maaf Tuan, aku hanyalah seorang budak yang mengembalakan kambing-kambing ini.
Aku tidak bisa menjualnya. Ini bukan milikku tapi milik majikanku.” Jawab pengembala
itu.
”Ah itu masalah yang mudah. Begini, kau jual seekor saja kambingmu padaku. Kambing
yang kau jaga ini sangat banyak, tentu akan sangat sulit bagi tuanmu untuk menghitung
jumlahnya. Atau kalaupun dia tahu ada sesekor kambing yang berkurang, bilang saja
telah dimangsa srigala padang pasir. Mudah sekali, bukan? Kau pun bisa menikmati
uangnya.” Bujuk Abdullah bin Umar dengan serius.
”Lalu, di mana Allah? Majikanku memang tidak akan tahu dan bisa saja dibohongi, tetapi
ada Dzat Mahatahu, yang pasti melihat apa yang kita lakukan. Apa kau kira Allah tidak
ada?” Jawab pengembala itu mantap.
Sungguh jawaban itu membuat Abdullah bin Umar tersentak kaget.
”Aku tidak diberi kuasa oleh majikanku untuk menjual kambing ini. Aku hanya
diperbolehkan mengembalanya dan meminum air susunya ketika aku membutuhkannya
dan memberi minum para musafir yang kehausan.”
”Minumlah Tuan, kulihat anda kehausan. Jika masih kurang bisa tambah. Jangan kuatir,
susu ini halal. Allah tahu ini halal sebab pemiliknya menyuruhku memberinya pada
musafir yang kehausan.” Tutur pengembala dengan wajah ramah.
Abdullah bin Umar meminum susu itu dengan perasaan terharu. Dia minum sampai rasa
hausnya hilang. Setelah itu, dia mohon diri.
Dijalan, dia tidak bisa menyembunyikan tangisnya, teringat kata-kata pengembala itu,
”Di mana Allah? Apakah kau kira Allah tidak ada?”
Dia menangis mengingat seorang bocah pengembala kambing di tengah padang pasir
yang pakaiannya kumal, ternyata memiliki rasa takwa yang begitu dalam. Dia memiliki
kejujuran yang tinggi. Hatinya menyinari keimanan. Akhlaknya sungguh mulia.
Sesungguhnya ajaran Rasulullah telah terpatri dalam jiwanya. Abdullah bin Umar terus
melangkahkan kakinya sambil bercucuran air mata. Sepantasnyalah seorang manusia
yang berakhlak mulia dan memiliki ketakwaan kapada Allah yang begitu tinggi tidaklah
sepatutnya menjadi hamba sahaya manusia. Dia hanya pantas menjadi hamba Allah Swt!
Selanjutnya Abdullah bin Umar membeli budak itu dan langsung memerdekakannya.
Dalam Al Quran banyak sekali ayat-ayat yang menyuruh kita untuk berbuat baik, antara
lain:
An nisa(4:2)
#θ?#´´ρ ´’ϑ≈F´ ‹9# ¯Ν'η9≡´θΒ& Ÿω´ρ #θ9´‰7K? ]Š7ƒ:# =¯‹Ü9$/ Ÿω´ρ #θ=.'? ¯Νλ;≡´θΒ& ´’<)
¯Ν39≡´θΒ& …µ‾Ρ) β%. $/θ`m #Ž6.
dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang
baik dengan yang buruk dan jangan kamu Makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya
tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.

Al Isra(17:23)
Ó%´ρ 7•/´‘ āω& #ρ‰7è? ω) ν$−ƒ) $!≡´θ9$/´ρ $´Ζ≈¡m) $Β) ´ó=¯7ƒ 8‰Ψã ´Ž969#
$ϑδ‰n& ρ& $ϑδŸξ. Ÿξù ≅)? $ϑλ; ∃& Ÿω´ρ $ϑδ¯κ]? ≅%´ρ $ϑγ9 ω¯θ% $ϑƒŸ2
dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu
berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau
Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu
mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan
ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia.
Banyak lagi ayat-ayat di Quran yang memerintahkan kita untuk berbuat baik:
menyampaikan amanat, mendamaikan perselisihan antar manusia, infaq, mendahulukan
kepentingan orang lain, silaturahmi, tawadhu (rendah hati), menjaga rahasia, lemah
lembut dll.
Pada dasarnya akhlakul karimah itu tidak terbentuk dengan sendirinya. Kita harus
membentuknya, terutama untuk diri kita sendiri kemudian keluarga kita.
Ada tiga langkah yang bisa membantu kita membentuk akhlakul karimah:
1. Mengerti secara mendasar nilai-nilai akhlakul karimah dan kenapa kita harus
mempunyai akhlakul karimah, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.
2. Ajarkan kepada orang lain dalam setiap kesempatan mengenai hal-hal yang kita fahami
mengenai akhlakul karimah tersebut. Dengan mengajarkan kepada orang lain, kita secara
tidak sadar sudah mengikat diri kita agar berkelakuan seperti yang kita ajarkan.
3. Menerapkan secara sungguh-sungguh hal-hal yang difahami tersebut di dalam
kehidupan sehari-hari, dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana pada lingkungan yang
paling dekat dan bersifat privat, serta segerakan mulai dari saat ini.
Hak lan yang juga penting kita lakukan adalah mendidik anak kita sejak dini dalam hal
akhlakuk karimah ini.
1. Teladan. Anak adalah peniru jitu. Tingkah laku orang-orang terdekatnya sehari-hari
mempengaruhi karakter dirinya. Untuk itu contoh pertama beretika harus dari orang tua.
2. Membiasakan hal-hal yang baik. Pengetahuan dan pemahaman terhadap Islam serta
keteladanan harus dipraktikkan agar menjadi bagian dari kehidupan dan keseharian anak.
Untuk itu diperlukan pembiasaan. Adab/ etika merupakan cerminan akhlak seseorang
yang diwujudkan dalam bentuk tingkah laku, maka untuk membentuknya diperlukan
pembiasaan-pembiasaan.
3. Nasihat. Anak sebagai amanah dari Allah, memerlukan bimbingan dan asuhan.
Nasehat-nasehat sangat diperlukan sebagai sumber ilmu bagi anak. Boleh jadi suatu
perbuatan yang dilakukan dan dianggap melanggar karena ketidak tahuan. Untuk itu
peran orang tua dan lingkungan tempat anak dibesarkan akan membentuk akhlak seorang
anak. Dalam sirah (sejarah -red), seperti difirmankan Allah SWT Nabiyullah Luqman
pun pernah menasihati anak-anaknya, yang bisa dibaca di surat Luqman. Begitupun
dengan Ibrahim AS.
4. Kontrol atau pengawasan. Dalam proses pembelajaran, anak yang dibimbing perlu
mendapat pengendalian, agar nasehat dan pembiasaan tadi bisa terlaksana dengan baik
dan membentuk akhlakul karimah (akhlak yang baik).
5. Sangsi. Agar pendidikan etika ini efektif, harus ada hukuman sebagai sangsi
pelanggaran. Sebagai contoh perintah salat, anak dianjurkan untuk salat ketika usia 7
tahun dan bila usia 10 tahun lalai maka ia harus di cepret. Namun tidak bermaksud
menyakiti, tapi hanya pukulan pendidikan. Keteladanan dalam beretika bisa dilihat dari
kepbribadian Rasulullah saw, karena dalam diri Rasul terdapat teladan yang baik. Bila
melihat sejarah hidup Rasulullah saw, ketika usia balita dan anak-anak, dia dibesarkan di
lingkungan yang jauh dari hingar bingar kota Mekah waktu itu. Hal ini pula yang menjadi
alasan "orang tuanya", agar Muhammad tumbuh jadi manusia yang berkarakter budaya
Arab murni yang jauh dari jahiliyah



è=äz 4’n?yès9 y7‾ΡÎ)uρ dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. pada saat perang Badar. Saat itulah tiba-tiba baginda mengayunkan cambuk ketubuhku.” Awalnya. ”Wahai kaum muslimin. beliau mengumpulkan para sahabat. Saat itu menjelang wafat. lalu beliau menyampaikan fatwa singkat.” ”Apa keinginanmu ya Ukasyah?” tanya Nabi. Abu Bakar r. Jika engkau tidak menyerukan hal itu hingga tiga kali. bangkit dan berkata. hingga ketiga kalinya Nabi Saw nampak marah sembari berteriak. Berikut ini salah satu contoh dari akhlak beliau Muhammad saw. tentu tidak ada seorangpun yang dapat mendorong aku untuk menghadapmu. balaslah aku…ambil qisasnya pada diriku!” Pada saat itulah Ukasyah. ”Wahai Rasulullah. siapa yang pernah kusakiti bangkitlah.a. demi ayah ibuku yang menjadi tebusannya. tiba-tiba saja unta yang kutunggangi lepas kendali dan mendahului unta Baginda.Al Qalam (68:4) 5ΟŠÏàtã @. . sekarang kami dihadapanmu. dua sahabat setia Rasulullah segera bangkit menghadangnya. bangkitlah dan balaslah aku sebelum datang pembalasan di hari kiamat nanti. sesungguhnya aku adalah Nabimu. sehingga aku keluar barisan. tak ada tanggapan dari para sahabat. Aku tidak tahu. balasan harus ditunaikan. aku tak berdaya seperti saudara seayah dan seibu. pemberi nasihat dan yang mengajak kepada Allah dengan seizin-Nya.a dan Umar r.” Meski motifnya belum jelas. ”Begini Baginda. Ukasyah pun siap menunaikan qisas.” Tetapi Rasulullah menenangkan mereka dan meminta mereka untuk kembali duduk. ”Hai Ukasyah. Aku turun mendekat kepada Baginda. Sedikitpun kami tidak rela kamu mengambil qisas kepada Rasul. Beliau meminta Bilal untuk megambil cambuk dirumah Fatimah. ambillah qisasmu dari kami. ”Ayo. Siapa diantara kamu yang pernah kusakiti. lalu diserahkan kepada Ukasyah. Dengan tegopoh-gopoh Bilal kembali ke majelis dengan membawa cambuk. apakah Baginda sengaja memukulku atau memukul unta. Bagimu. Rasulullah segera mengambil sikap tegas. salah seorang sahabat Nabi yang hadir pada saat itu.

Asyhadu al-laa ilaahailla Anta. bukan? Kau pun bisa menikmati uangnya. muncul keingintahuannya untuk mengetahui apakah ajaran Islam dalam bingkai akhlak mulia yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW sampai ke tengah padang pasir yang sangat terpencil tersebut? Setelah mengucapkan salam. Lakukan jika aku pernah benar-benar melakukan kesalahan padamu. Apa kau kira Allah tidak ada?” Jawab pengembala itu mantap. ”Subhaanakaallahumma wabihamdika. meremang bulu kuduknya dan larut dalam keagungan serta kebesaran jiwa Nabi dihadapannya. tetapi ada Dzat Mahatahu. kau jual seekor saja kambingmu padaku.” ”Maaf Tuan.” Jawab pengembala itu.” Contoh lain dari seorang gembala domba yang mempunyai akhlakul karimah: Salah seorang sahabat nabi yang terkenal dengan kealiman (tinggi ilmu) dan kezuhudannya (sederhana). Saat itulah dia melakukan keanehan.” Jelas Ukasyah. sahabat yang lainpun Ali serta Hasan dan Husein juga maju meminta hal yang sama kepada Ukasyah. Saya memohon ampun dan bertobat kepada-Mu. Bekalku sudah habis.Tidak hanya Abu Bakar dan Umar. Dengan memuji-Mu saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. saat itu aku tidak memakai baju.” Bujuk Abdullah bin Umar dengan serius.” ”Maha suci Engkau ya Allah. Ukasyah sendiri bergetar hatinya. Astaghfiruka wa atuubu ilaik. Begitu melihat Rasul tidak mengenakan bajunya. Ini bukan milikku tapi milik majikanku. Rasulullah pun langsung menuruti. Begini. yang pasti melihat apa yang kita lakukan. ”Ah itu masalah yang mudah. . para sahabat menangis histeris. Mudah sekali. bilang saja telah dimangsa srigala padang pasir. tentu akan sangat sulit bagi tuanmu untuk menghitung jumlahnya. di mana Allah? Majikanku memang tidak akan tahu dan bisa saja dibohongi.” ”Ya Rasul. tidak melakukan qisas. tetapi justru menubruk tubuh Rasulullah seraya mencium kulit bagian perutnya sampil menangis sejadi-jadinya. dibukanya baju beliau. ”Lalu. ”Hai pengembala. Namun Rasulullah kembali menenanangkan mereka. Atau kalaupun dia tahu ada sesekor kambing yang berkurang. aku ingin membeli seekor kambing yang kau gembala ini. Nabi kemudian meminta Ukasyah untuk segera melaksanakan qisas. Aku tidak bisa menjualnya. ketika engkau memukulku. ”Ukasyah. Abdullah bin Umar berkata kepada pengembala yang masih bocah itu. aku hanyalah seorang budak yang mengembalakan kambing-kambing ini. cambuklah aku. Kambing yang kau jaga ini sangat banyak. Abdullah bin Umar suatu ketika bertemu dengan seorang pengembala kambing ditengah padang pasir yang tandus.

Dijalan. kulihat anda kehausan. Setelah itu. Abdullah bin Umar terus melangkahkan kakinya sambil bercucuran air mata. Dalam Al Quran banyak sekali ayat-ayat yang menyuruh kita untuk berbuat baik. ternyata memiliki rasa takwa yang begitu dalam. Hatinya menyinari keimanan. Sesungguhnya ajaran Rasulullah telah terpatri dalam jiwanya. adalah dosa yang besar. susu ini halal. ”Aku tidak diberi kuasa oleh majikanku untuk menjual kambing ini. jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu Makan harta mereka bersama hartamu. Abdullah bin Umar meminum susu itu dengan perasaan terharu. . antara lain: An nisa(4:2) #’n<Î) öΝçλm. Jangan kuatir. Dia minum sampai rasa hausnya hilang. dia tidak bisa menyembunyikan tangisnya. Allah tahu ini halal sebab pemiliknya menyuruhku memberinya pada musafir yang kehausan. Sepantasnyalah seorang manusia yang berakhlak mulia dan memiliki ketakwaan kapada Allah yang begitu tinggi tidaklah sepatutnya menjadi hamba sahaya manusia. Aku hanya diperbolehkan mengembalanya dan meminum air susunya ketika aku membutuhkannya dan memberi minum para musafir yang kehausan.≡uθøΒr& (#þθè=ä.Sungguh jawaban itu membuat Abdullah bin Umar tersentak kaget.ù's? Ÿωuρ ( É=Íh‹©Ü9$$Î/ y]ŠÎ7sƒø:$# (#θä9£‰t7oKs? Ÿωuρ ( öΝæηs9≡uθøΒr& #’yϑ≈tFu‹ø9$# (#θè?#uuρ #ZŽÎ6x. $\/θãm tβ%x. teringat kata-kata pengembala itu. Dia memiliki kejujuran yang tinggi. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu. Dia hanya pantas menjadi hamba Allah Swt! Selanjutnya Abdullah bin Umar membeli budak itu dan langsung memerdekakannya. dia mohon diri. …çµ‾ΡÎ) 4 öΝä3Ï9≡uθøΒr& dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka. ”Di mana Allah? Apakah kau kira Allah tidak ada?” Dia menangis mengingat seorang bocah pengembala kambing di tengah padang pasir yang pakaiannya kumal.” ”Minumlah Tuan. Akhlaknya sungguh mulia.” Tutur pengembala dengan wajah ramah. Jika masih kurang bisa tambah.

mendamaikan perselisihan antar manusia.Al Isra(17:23) uŽy9Å6ø9$# x8y‰ΨÏã £tóè=ö7tƒ $¨ΒÎ) 4 $—Ζ≈|¡ômÎ) Èøt$Î!≡uθø9$$Î/uρ çν$−ƒÎ) HωÎ) (#ÿρ߉ç7÷ès? āωr& y7•/u‘ 4|Ós%uρ $VϑƒÌŸ2 Zωöθs% $yϑßγ©9 ≅è%uρ $yϑèδöpκ÷]s? Ÿωuρ 7e∃é& !$yϑçλ°. Untuk itu contoh pertama beretika harus dari orang tua. Kita harus membentuknya. Hak lan yang juga penting kita lakukan adalah mendidik anak kita sejak dini dalam hal akhlakuk karimah ini. mendahulukan kepentingan orang lain. infaq. serta segerakan mulai dari saat ini. maka untuk membentuknya diperlukan pembiasaan-pembiasaan. dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana pada lingkungan yang paling dekat dan bersifat privat. Ajarkan kepada orang lain dalam setiap kesempatan mengenai hal-hal yang kita fahami mengenai akhlakul karimah tersebut. silaturahmi. tawadhu (rendah hati). Membiasakan hal-hal yang baik. Teladan. memerlukan bimbingan dan asuhan. ÷ρr& !$yϑèδ߉tnr& dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Pada dasarnya akhlakul karimah itu tidak terbentuk dengan sendirinya. 2. Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia. terutama untuk diri kita sendiri kemudian keluarga kita. Anak adalah peniru jitu. Adab/ etika merupakan cerminan akhlak seseorang yang diwujudkan dalam bentuk tingkah laku. Mengerti secara mendasar nilai-nilai akhlakul karimah dan kenapa kita harus mempunyai akhlakul karimah. 2. menjaga rahasia. sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Menerapkan secara sungguh-sungguh hal-hal yang difahami tersebut di dalam kehidupan sehari-hari. Nasihat. Ada tiga langkah yang bisa membantu kita membentuk akhlakul karimah: 1. ≅à)s? Ÿξsù $yϑèδŸξÏ. Untuk itu diperlukan pembiasaan. lemah lembut dll. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu. Tingkah laku orang-orang terdekatnya sehari-hari mempengaruhi karakter dirinya. Anak sebagai amanah dari Allah. 1. Pengetahuan dan pemahaman terhadap Islam serta keteladanan harus dipraktikkan agar menjadi bagian dari kehidupan dan keseharian anak. 3. 3. kita secara tidak sadar sudah mengikat diri kita agar berkelakuan seperti yang kita ajarkan. Dengan mengajarkan kepada orang lain. Nasehat-nasehat sangat diperlukan sebagai sumber ilmu bagi anak. Boleh jadi suatu . Banyak lagi ayat-ayat di Quran yang memerintahkan kita untuk berbuat baik: menyampaikan amanat.

harus ada hukuman sebagai sangsi pelanggaran. karena dalam diri Rasul terdapat teladan yang baik. Untuk itu peran orang tua dan lingkungan tempat anak dibesarkan akan membentuk akhlak seorang anak. Kontrol atau pengawasan. yang bisa dibaca di surat Luqman. dia dibesarkan di lingkungan yang jauh dari hingar bingar kota Mekah waktu itu. Agar pendidikan etika ini efektif. Bila melihat sejarah hidup Rasulullah saw. Keteladanan dalam beretika bisa dilihat dari kepbribadian Rasulullah saw. Namun tidak bermaksud menyakiti. seperti difirmankan Allah SWT Nabiyullah Luqman pun pernah menasihati anak-anaknya. agar Muhammad tumbuh jadi manusia yang berkarakter budaya Arab murni yang jauh dari jahiliyah . Dalam proses pembelajaran. ketika usia balita dan anak-anak. 4. anak yang dibimbing perlu mendapat pengendalian. Sebagai contoh perintah salat. Begitupun dengan Ibrahim AS. Sangsi. 5. tapi hanya pukulan pendidikan. anak dianjurkan untuk salat ketika usia 7 tahun dan bila usia 10 tahun lalai maka ia harus di cepret. Hal ini pula yang menjadi alasan "orang tuanya". agar nasehat dan pembiasaan tadi bisa terlaksana dengan baik dan membentuk akhlakul karimah (akhlak yang baik). Dalam sirah (sejarah -red).perbuatan yang dilakukan dan dianggap melanggar karena ketidak tahuan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->