P. 1
buku_2_infra

buku_2_infra

|Views: 1,292|Likes:
Published by Nugros STars

More info:

Published by: Nugros STars on Mar 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2013

pdf

text

original

Pengawasan/supervisi dapat diartikan sebagai tindakan yang dilakukan
untuk menjadikan segala kegiatan di proyek berlangsung dan berhasil
sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Dengan demikian maka Supervisi pelaksanaan pekerjaan konstruksi
mencakup kegiatan/tindakan mengawasi pelaksanaan pekerjaan sesuai
standar konstruksi/rencana yang telah ditetapkan, kemudian
mengadakan pengukuran/penilaian pelaksanaan sesuai standar
pengukuran kegiatan tersebut dan membandingkan antara hasil
pelaksanaan yang dicapai dengan standar/rencananya untuk mengetahui
apakah ada penyimpangan (evaluasi). Standar yang dipergunakan
adalah mencakup standar konstruksi itu sendiri atau
spesifikasi/persyaratan

teknis

pekerjaan,

seperti

kuantitas,
dimensi/ukuran, kualitas, cara pengerjaan atau rencana kerja yang telah
ditetapkan sebelumnya seperti biaya atau jadwal/waktu pelaksanaan
kegiatan, dan lain-lain. Sedangkan penyimpangan disini dapat
merupakan hasil yang sesuai atau lebih baik (hal ini merupakan suatu
prestasi) dan penyimpangan yang negatif atau tidak sesuai/dibawah
standar yang telah ditetapkan (merupakan suatu masalah yang harus
diselesaikan).
Sasaran pengawasan pekerjaan konstruksi adalah untuk melihat apakah
terjadi penyimpangan negatif dari standar teknis atau rencana yang telah
ditetapkan, seperti apakah kualitas bahan yang dipergunakan kurang,
apakah volume atau ukuran/dimensi pekerjaan kurang atau apakah cara
pengerjaan salah, atau apakah waktu pelaksanaan pekerjaan terlambat,
dll, yang bisa berakibat pada kualitas dan kuantitas bangunan yang
hendak dibangun tidak terpenuhi sesuai standar teknis/rencana awalnya.
Sedangkan tujuannya adalah agar dilakukan tindakan perbaikan atau
penyelesaiaan (pengendalian) bilamana ditemukan adanya kesalahan
atau kukurangan dari pekerjaan yang sedang dilaksanakan sehingga
tujuan untuk mewujudkan bangunan/infrastruktur yang berkualitas baik
(kuat) dan dapat berfungsi/dimanfaatkan minimal 5 tahun dapat tercapai
dengan baik.
Pengawasan secara teratur merupakan cara yang diperlukan untuk
menghindari hasil yang tidak dapat diterima yang disebabkan oleh faktor-
faktor seperti bentuk/ukuran konstruksi yang dibuat dilapangan tidak
sesuai dengan desain/gambar kerja, ketrampilan kerja yang kurang,
perubahan bahan (bermutu jelek), peralatan yang tidak sesuai atau tidak

Suplemen Teknis : Bagian 2. Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Sarana & Prasarana

27

memadai, kuantitas yang kurang dan kondisi lain yang
merugikan/menghambat kelancaran pekerjaan di lapangan.
Pengawasan pelaksanaan pembangunan prasarana pada prinsipnya
dilakukan terhadap semua aspek kegiatan, namun demikian dalam
proses pengawasan ini dapat difokuskan pada 5 (lima) aspek-aspek
pengawasan pelaksanaan berikut :
1. Volume pekerjaan, termasuk dimensi atau ukuran konstruksi, yang
perlu disupervisi antara lain, adalah :
Jenis dan volume tiap pekerjaan, termasuk dimensi atau ukuran
konstruksi yang tercantum dalam daftar kuantitas dan gambar
rencana, apakah sesuai dengan kondisi pada saat supervisi;
Kondisi lokasi, apakah sesuai dengan perencanaan/gambar atau
ada perubahan;
Apakah secara keseluruhan bangunan dapat berfungsi/bermanfaat;
Termasuk juga disini adalah apakah semua rencana pengamanan
dampak lingkungan sudah dilaksanakan;

2. Mutu/Kualitas pekerjaan, yang perlu disupervisi antara lain, adalah :
Apakah sumber, kualitas, kuantitas bahan/Alat/tenaga kerja yang
dipergunakan pada sestiap jenis pekerjaan sesuai rencana;
Apakah kualitas hasil pekerjaan sudah sesuai/baik;
Apakah kelengkapan bangunan sudah cukup atau kurang untuk
keamanan dan atau kenyamanan pemakai;
Apakah metode atau cara pelaksanaan tiap jenis pekerjaan benar;
Apakah telah dilakukan koordinasi pelaksanaan dengan
pihak/instansi/dinas terkait setempat, seperti :
Sumur dalam/Bor harus koordinasi dengan dinas pertambangan
atau perindustrian dan geologi setempat,
Prasarana Pendidikan harus berkoordinasi dengan dinas
Pendidikan setempat;
Prasarana kesehatan harus berkoordinasi dengan dinas
kesehatan setempat;
Prasarana persampahan dengan dinas kebersihan kota/terkait.
Khusus air bersih yang sumber airnya bukan dari Air
PDAM/Sejenis, Air Hujan, apakah telah dilakukan pengujian
kualitas Air bersih;
3. Waktu pelaksanaan, yang perlu disupervisi antara lain, adalah :
Apakah Pelaksanaan tiap-tiap item pekerjaan tetap mengacu pada
jadual yang telah direncanakan.
Apabila terjadi keterlambatan dan/atau percepatan waktu
pelaksanaan pekerjaan maka harus diperhitungkan perubahan
waktu kerja tersebut terhadap jadual kerja sehingga dapat
dipastikan bahwa seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu

Suplemen Teknis : Bagian 2. Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Sarana & Prasarana

28

sesuai jangka waktu yang ditetapkan dalam SPPD-L atau
perubahannya (bila ada)
Apabila diperkirakan seluruh pekerjaan tidak dapat diselesaikan
sesuai jadual, maka konsultan memberikan justifikasi/pertimbangan
teknis kepada UPL/BKM untuk : memperpanjang jangka waktu
pelaksanaan kontrak atau menghentikan pekerjaan/pemutusan
kontrak (bila perlu).
4. Biaya, yang perlu disupervisi antara lain, adalah :
Apakah tidak terjadi pembelanjaan atau penggunaan dana yang
berlebihan pada suatu kegiatan sehingga dapat mengakibatkan
pekerjaan tidak dapat diselesaikan secara keseluruhan;
Apakah tidak terjadi penyelewengan dana;
Apakah proses transaksi selalu disertai dengan bukti-bukti tertulis;
Apakah dilaksanakan pembukuan Keuangan dengan baik;
Apakah aspek kontribusi swadaya masyarakat dipenuhi.
5. Administrasi pelaksanaan, yang perlu disupervisi, adalah :
Apakah semua administrasi yang diperlukan dibuat lengkap, benar
dan sesuai kondisi lapangan/yang sebenarnya;
Apakah semua administrasi diarsipkan dan dipelihara dengan baik,
Tanggungjawab Supervisi ini dilakukan secara rutin selama proses
pelaksanaan kegiatan konstruksi oleh pihak UPL bersama Konsultan
(pihak diluar KSM) dan tentunya juga oleh KSM/Tim Pelaksana
Lapangan secara internal sebagai fungsi yang melekat pada
tugas/tanggungjawabnya. Termasuk hasil monitoring partisipatif yang
dilakukan oleh warga masyarakat sebagai masukan dalam proses
pengawasan ini.

7) Rapat Evaluasi Kemajuan Lapangan

Kegiatan evaluasi pada prinsipnya merupakan bagian dari proses
pengawasan/pengendalian pelaksanaan kegiatan, hanya umumnya
dilakukan untuk periode waktu tertentu, meskipun juga dapat dilakukan
sewaktu-waktu (mendesak).
Rapat Evaluasi Kemajuan Pelaksanaan Kegiatan adalah merupakan
pertemuan yang dilaksanakan oleh KSM (tim pelaksana kegiatan) pada
setiap setiap peride waktu tertentu (biasanya mingguan atau sesuai
periode waktu yang disepakati) untuk mengevaluasi sejauhmana
kemajuan pelaksanaan kegiatan telah dicapai, termasuk penyelesaiaan
masalah yang muncul. Rapat ini dihadiri oleh semua pengurus/pelaksana
kegiatan (termasuk dapat mengundang pihak-pihak terkait lainnya yang
diperlukan).
Rapat Evaluasi ini sangat penting dilakukan karena selain untuk
membagi/memberikan informasi hasil-hasil kegiatan yang telah dicapai
juga untuk melaksanakan evaluasi (menilai laporan atau hasil temuan

Suplemen Teknis : Bagian 2. Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Sarana & Prasarana

29

dalam pengawasan) dan merumuskan tindakan-tindakan yang perlu
diambil apabila hasil pengawasan menunjukan adanya penyimpangan
yang berarti dari rencana semula atau terdapat permasalahan-
permasalahan yang mengganggu kelancaran kegiatan. Sehingga dengan
adanya rapat-rapat rutin ini maka diharapkan semua permasalahan yang
terjadi dapat diselesaikan secara bersama-sama, terjadi koordinasi kerja
yang baik antar semua unsur pelaksana yang pada gilirannya akan
membawa kelancaran pelaksanaan kegiatan dilapangan sesuai dengan
yang diharapkan/direncanakan.
Beberapa hal penting yang perlu menjadi agenda evaluasi berkaitan
dengan pelaksanaan kegiatan dilapangan, antara lain :
Apakah Volume pekerjaan (kemajuan pelaksanaan) yang telah dicapai
sesuai dengan yang direncanakan?
Apakah Realisasi Volume Pengadaan Bahan/Alat/Tenaga Kerja
sampai saat ini sesuai atau apakah masih cukup/memungkinkan untuk
menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai dengan yang direncanakan?
Coba bandingkan total Volume dari hasil pengadaan
Tenaga/Bahan/Alat sampai saat ini dengan Volume yang masih harus
dibeli/dibayar lagi sampai proyek selesai;

Apakah Realisasi Biaya Pengadaan Bahan/Alat/Tenaga Kerja sampai
saat ini sesuai dan cukup/masih memungkinkan untuk menyelesaikan
seluruh pekerjaan sesuai dengan yang direncanakan? Coba
Bandingkan total biaya dari hasil pembayaran Upah/Bahan/Alat
sampai saat ini dengan Biaya yang masih harus dikeluarkan/dibayar
lagi sampai proyek selesai (termasuk total dana yang Belum
dicairkan).
Apakah Realisasi Swadaya Masyarakat sesuai rencana swadaya ?
Apakah Administrasi/laporan-laporan sudah dibuat dan diarsipkan ?
Apakah masalah-masalah yang timbul dilapangan, termasuk dampak
lingkungan/sosial sudah diselesaikan?, dll.
Hasil pembahasan setiap agenda/permasalahan hendaknya dapat
memberikan/menyepakati apa bentuk penyelesaian, siapa yang
bertanggung jawab untuk pelaksanaannya, bagaimana cara
pelaksanaannya dilapangan dan kapan akan dilakukan tindakan tersebut.
Hasil-hasil

kesepakatan/pembahasan

tersebut

dicatat

pada

Notulen/Catatan Hasil Rapat Mingguan dan diarsipkan dengan baik.

8) Pemantauan Dampak Lingkungan kondisi 50% & 100%

Pengamanan dampak lingkungan adalah pelaksanaan seluruh kegiatan
penanganan dampak lingkungan sebagaimana telah direncanakan
sebelumnya. Sedangkan Pemantauan Dampak Lingkungan disini adalah
merupakan monitoring atau pengecekan atas hasil pelaksanaan rencana
tindakan penanganan dampak/mitigasi tersebut. Apakah telah dikerjakan
atau belum selesai?

Suplemen Teknis : Bagian 2. Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Sarana & Prasarana

30

Kegiatan Pemantauan ini dilakukan pada Pada tahap pelaksanaan
Konstruksi/pelaksanaan pembangunan dengan menggunakan instrumen
pemantauan berupa Ceklist/Daftar Uji Identifikasi Dampak Lingkungan
(sesuai Form-7, Proposal) yang telah dibuat sebelumnya, yaitu :
a) Kira-kira pertengahan proses konstruksi (kondisi kemajuan 50%),
disaat peluang untuk memperbaiki masih ada maka dilakukan
pemantauan kelapangan dimana daftar yang sama (checklist tadi) di
cocokkan lagi, apakah semua tindakan yang telah direncanakan telah
dilakukan atau belum. Dan terakhir,
b) Di akhir konstruksi (kondisi kemajuan selesai 100%), daftar yang sama
(checklist tadi) dicocokkan lagi dibandingkan dengan rencana aslinya
guna memastikan bahwa semua tindakan pengamanan yang telah
direncanakan.
Keseluruhan kegiatan pemantauan diatas dilakukan baik oleh KSM
sendiri maupun oleh UPL dan Tim Konsultan dilapangan.

9) Membuat Dokumentasi (Photo-photo) kondisi 50%, 100%;

Yaitu potret kondisi atau keadaan pertengahan pelaksanaan pekerjaan
(kira-kira pada progres mencapai 50%) atau keadaan akhir setelah
pekerjaan selesai 100% pada lokasi dibangun Infrastruktur. Jumlah titik
lokasi yang diambil/potret minimal sama dengan titik lokasi pengambilan
potret kondisi nol (0%) sebelumnya. Penting untuk diperhatikan bahwa
titik lokasi dan arah pengambilan gambar kondisi 50% dan 100% ini
harus sama dengan titik dan arah pengambilan gambar kondisi awal
(0%) sebelumnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->