VEKTOR A. Pengertian Vektor Dalam matematika vektor digambarkan sebagai ruas garis berarah.

Arahnya dari titik pangkal menuju titik ujung, sedangkan jarak dari titik pangkal ke titik ujung disebut panjang vektor. Untuk menyatakan sebuah vektor biasanya digunakan notasi huruf kecil tebal atau bergaris atas atau bawah, misalnya : u atau u atau u . Vektor dapat dipandang secara geometri dan secara aljabar. Secara geometri sebuah vektor diwakili oleh sebuah ruas garis berarah dengan panjang ruas garis itu menunjukkan besar, sedangkan arahnya menunjukkan arah vektor itu. Jika ruas garis AB seperti pada gambar 1(a) adalah sebuah vektor v dengan titik A disebut titik pangkal (initial point) dan titik B disebut titik ujung (terminal point) maka kita dapat menuliskan v = AB Vektor-vektor yang mempunyai panjang yang sama dan arah yang sama dinamakan ekivalen, maka vektor yang ekivalen dianggap sama walaupun vektor-vektor tersebut mungkin diletakkan didalam kedudukan yang berbeda seperti pada gambar 1 (b) berikut: B

A

( a ) Vekor AB Gambar 1

( b ) Vektor-vektor yang ekivalen

Ukuran (panjang) atau norm suatu vektor v ditulis dengan notasi V .

1

Vektor yang panjangnya sama dengan satu satuan panjang disebut vektor satuan. Sehingga vektor satuan dari suatu vektor a dirumuskan dengan
2

1 a

Secara aljabar, vektor dalam dimensi dua (R ) adalah pasangan terurut dari bilangan real [x, y], dengan x dan y adalah komponen-komponen vektor tersebut dan dalam dimensi tiga (R ) vektor adalah pasangan terurut dari bilangan real [x, y, z], dengan x, y dan z adalah komponen-komponen vektor tersebut. Sehingga didalam bidang kartesius suatu vektor dapat dinyatakan dengan pasangan bilangan berurutan, misalnya diberikan sebuah titik A(x1,y1) maka didapatkan ruas garis berarah dari titik pusat sumbu O(0,0) ke titik A yaitu OA . Bentuk ruas garis berarah OA disebut sebagai vektor posisi dari titik A, sehingga didapatkan OA = (x1,y1) = ⎜ ⎛ x1 ⎞ ⎟ ⎝ y1 ⎠ ; dengan x1 dan y1
3

merupakan komponen vektor . Dengan demikian suatu vektor yang bertitik pangkal O dengan titik ujung suatu titik yang diketahui disebut vektor posisi. Koordinat titik yang diketahui itu merupakan komponen-komponen vektor posisinya. Perhatikan gambar berikut : Y B(xB,yB) u = u ⎛x ⎛x OA = ⎜ A ⎟⎞ dan OB = ⎜ B ⎟⎞ disebut ⎝ yA ⎠ ⎝ yB ⎠ A(xA,yA) komponen vektor AB = Vektor u dapat dituliskan : ⎛ xB − x A ⎞ ⎜ ⎟ dengan

O Gambar 2 Sehingga vektor u pada gambar 2 diatas dapat dinyatakan:

2

y) = ⎜⎜ ⎟⎟ = x i + y j ⎝y ⎠ Panjang vektor a adalah 2 x + y dan 2 . sehingga setiap vektor yang sejajar bidang koordinat diwakili oleh vektor yang besar dan arahnya sama dan terletak pada bidang tersebut.y) j α O i Gambar 3. Vektor di dalam Ruang Dimensi Dua ( R ) Untuk memudahkan menjelaskan vektor kepada siswa maka pada 2 bidang dibuat sebuah sistem koordinat kartesius. X y besarnya tg α = x a ⎛x ⎞ a = OA = (x. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar 3 berikut: Y Suatu vektor a dalam koordinat kartesius tersebut dapat dinyatakan : A(x. Vektor-vektor yang sejajar dengan suatu bidang datar dinamakan vektor-vektor koplanar. Ruang Lingkup Vektor Seperti dalam geometri yang diajarkan di SMK yaitu geometri datar dan geometri ruang.y) serta i dan j masing-masing vektor pada arah positif pada sumbu x dan y.x ⎛x ⎛6−1⎞ ⎛ ⎟ = ⎜ u = AB = ⎜ B − A ⎟⎞ = ⎜ −y ⎝ 5− 2⎠ ⎝ A ⎠ ⎝ yB 5⎞ ⎟ 3⎠ ⎛1 ⎞ Sedangkan OA = ⎜ ⎟ disebut vektor posisi titik A dan ⎝2 ⎠ ⎛6⎞ OB = ⎜ ⎟ disebut vektor posisi titik B. ⎝5 ⎠ Panjang vektor u adalah u = 5 +3 = 2 2 25 + 9 = 34 B. digunakan vektor satuan. Dan untuk menyatakan vektor yang lain pada bidang kartesius. maka vektor yang akan dibicarakan meliputi : 1. sehingga jika A(x.

z) dengan salib sumbu kartesius digunakan aturan tangan kanan seperti pada gambar 5 Z berikut : zp P2 k O j yp Y P1 Jarak P sampai bidang YOZ adalah x atau PP1 = xp P(x.y.y. Y dan Z dengan masingmasing sumbu saling tegak lurus dan berpotongan di sebuah titik O.3) a O Gambar 4 2. Sebuah titik P dalam ruang disajikan dalam pasangan berurutan (x. Vektor di dalam Ruang Dimensi Tiga ( R ) Untuk menentukan kedudukan atau letak titik di dalam ruang dapat digunakan sistem koordinat dengan sumbu X.Sedangkan i adalah vektor satuan pada sumbu X dan j merupakan vektor satuan pada sumbu Y. maka vektor ini dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier dalam vektor i dan j atau bentuk komponennya yaitu : ⎛1 ⎞ ⎛ 0⎞ i = ⎜ ⎟ dan j = ⎜ ⎟ ⎝ 0⎠ ⎝1 ⎠ Contoh: Vektor OA pada gambar berikut dapat dinyatakan Y A(5.z) Jarak P sampai bidang XOZ adalah y atau PP2 = yp Jarak P sampai bidang XOY adalah z atau PP3 = zp 3 Vektor a = OA = 5 I + 3 j ( kombinasi linier dari i dan j ) ⎛ 5⎞ atau vektor a = OA = ⎜ ⎟ ⎝ 3⎠ X ( bentuk komponen ) 3 5 i xp Gambar 5 P3 5 X .

Dengan demikian vektor posisi P adalah bentuk sebagai berikut : OP dinyatakan dengan OP = x i + y j + z k jika i. vektor satuan pada sumbu Z ) ⎛x⎞ ⎜ ⎟ atau OP = ⎜ y ⎟ ⎜ z⎟ ⎝ ⎠ Besar ( panjang / norm ) vektor OP tersebut adalah OP = x +y +z 2 2 2 . j dan k merupakan vektor satuan dalam koordinat ruang.2. Operasi Vektor 1. maka vektor posisi titik A adalah OA atau a dapat dinyatakan dengan : ⎛ 3⎞ ⎜ ⎟ a = OA = 3 i + 2 j + 4 k atau a = OA = ⎜ 2 ⎟ ⎜ ⎟ ⎝ 4⎠ C. j: vektor satuan pada sumbu Y dan k.4). misalkan sebuah titik A (3. Sebagai contoh. ( i: vektor satuan pada sumbu X. Penjumlahan Vektor Dua buah vektor a dan b dapat dijumlahkan yang hasilnya a + b dengan cara sebagai berikut : Perhatikan gambar 6 berikut : b a Gambar 6 Dua vektor pada gambar 6 diatas dapat dijumlahkan dengan dua cara yaitu : 6 .

α b +b 0 2 + 2ab Cos α a +b 2 2 Sehingga jika α = 90 maka Cos α= 0 maka a + b = Jika vektor disajikan dalam bentuk komponen (secara aljabar) maka hasil penjumlahan vektornya adalah sebuah vektor yang komponennya merupakan hasil penjumlahan komponen-komponen vektor penyusunnya.α ) = a2 + b2 + 2ab Cos α Jadi a + b = a 2 a+b 0 180 . yaitu pangkal b digeser ke pangkal a. kemudian dilukis jajaran genjang.a). sehingga: b a+b a Gambar 8 Jika kedua vektor mengapit sudut tertentu maka besarnya jumlah dua vektor tersebut dapat dicari dengan menggunakan rumus aturan cosinus seperti pada trigonometri yaitu: b α a Gambar 9 Maka didapat : 2 2 2 0 ( a + b ) = a + b –2ab Cos (180 . . aturan jajaran genjang. aturan segitiga vektor. yaitu pangkal b digeser ke ujung a sehingga: a+b b a Gambar 7 b).

Contoh: ⎛ 2+4 ⎞ ⎛ 2 ⎞ ⎛4⎞ ⎛6⎞ Jika p = ⎜ ⎟ dan q = ⎜ ⎟ .OC − OB. b dan c adalah suatu vektor maka: 1) a + b = b + a 2) ( a + b ) + c = a + ( b + c ) a+0=a+0 4) Setiap vektor mempunyai invers (yaitu vektor negatif) sehingga a + (.(−OB + OC) = OC.a) = 0 Dua vektor yang sama besar dan arahnya berlawanan dinamakan dua vektor yang berlawanan Contoh: 1) Buktikan bahwa sudut yang menghadap busur setengah lingkaran adalah sudut siku-siku. Bukti: Perhatikan gambar berikut : B sifat komulatif sifat asosiatif 3) Setiap vektor mempunyai elemen identitas. maka p + q = ⎜ ⎟= ⎜ ⎟ ⎝−3⎠ ⎝2⎠ ⎝−3+2 ⎝ − 1⎠ ⎠ Jika p = 2i + 4j dan q = –3i – 2j.OB = OC − OB 2 2 = O ( terbukti ) . yaitu vektor nol sehingga A O Gambar 10 C Kita tunjukkan bahwa vektor AB tegak lurus pada vektor BC dengan memisalkan O sebagai pusat dari setengah lingkaran maka: AB . BC = (OA + OB). maka p + q = (2 – 3)i +(4–2)j = –i + 2j Sifat penjumlahan vektor: Jika a.(BO + OC ) = (OC + OB).

karena OC dan OB mempunyai panjang yang sama.8) dan Q(-1.1. Tentukanlah dalam bentuk komponen vektor yang diwakili oleh PR apabila R adalah titik pada PQ sehingga PR = berapa koordinat R. b = ⎜−1⎟ ⎜ − 2⎟ ⎝ ⎠ ⎛−1⎞ ⎜ ⎟ dan c = ⎜ − 2 ⎟ ⎜ 3 ⎟ ⎝ ⎠ Tentukan x jika : a) x = a + b b) x + a = c Penyelesaian : a). x = a + b ⎛ − 1⎞ ⎛ 2 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ = ⎜ 2 ⎟ + ⎜ − 1 ⎟ = ⎜1 ⎟ ⎜ 3⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎝ ⎠ ⎝− 2⎠ ⎝1 ⎠ b).⎜ 2 ⎟ = ⎜ 3⎟ ⎜ ⎟ ⎝ ⎠ ⎝3⎠ 3) Ditentukan titik-titik ⎛− 1⎞ ⎛ 0 ⎞ ⎜ ⎟ ⎜−4⎟ ⎜ 0 ⎟ ⎝ ⎠ P(2.7. Penyelesaian : PQ = q – p ⎛− ⎜ =⎜1 ⎜ ⎝− 1⎞ ⎟ ⎟− 1⎟⎠ ⎛2⎞ ⎛− 3⎞ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ 7⎟=⎜− 6⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎝8⎠ ⎝− 9⎠ 1 3 PQ dan .-1).a ⎛ − 1⎞ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ = ⎜− 2⎟ . 2) Diketahui vektor : ⎛ − 1⎞ ⎜ ⎟ a = ⎜2⎟ ⎜ 3⎟ ⎝ ⎠ ⎛ 2 ⎞ ⎜ ⎟ . x + a = c ⇒ x = c .

-3) Tentukan vektor PQ Penyelesaian : PQ = OQ − OP a -b b a -b -b .3) dan titik Q(2. dinyatakan sebagai a .4.5) 2.5.b dapat dipandang sebagai penjumlahan vektor a dengan invers vektor b atau -b ditulis a – b = a + (.1.b) digambarkan sebagai berikut: a a b a -b Gambar 11 Contoh: Diketahui dua titik P(-1.Karena PR = 1 3 PQ sehingga komponen vector yang diwakili ⎛−3⎞ ⎛−1⎞ 1 ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ oleh PR = ⎜ − 6 ⎟ = ⎜ − 2 ⎟ 3 ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎝−9⎠ ⎝−3⎠ Misal koordinat titik R adalh (x. Selisih Dua Vektor Selisih dua vektor a dan b.⎜ 7 ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎝− 3⎠ ⎝ z⎠ ⎝ 8⎠ ⎛ −1⎞ ⎛ x⎞ ⎛ 2 ⎞ ⎛1 ⎞ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ y⎟ = ⎜− 2⎟ + ⎜ 7⎟ = ⎜5⎟ ⎜ z⎟ ⎜ ⎟ ⎜8 ⎟ ⎜ ⎟ ⎝ ⎠ ⎝−3⎠ ⎝ ⎠ ⎝ 5⎠ Jadi koordinat R (1.z) maka: ⎛− 1⎞ ⎛ x⎞ ⎛2⎞ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ PR = r – p ⇒ ⎜ − 2 ⎟ = ⎜ y ⎟ .y.

maka | p | = ⎝ − 2⎠ sehingga: 4 2 + (−2) 2 = 20 = 2 5 . . Dengan kata lain didefinisikan : k a = a + a + a +….+ a sebanyak k suku Sebagai contoh dapat digambarkan : a 3a -2a Gambar 12 Berdasarkan pengertian diatas.ka adalah vektor yang panjangnya k a arah dengan a. ⎛ Contoh: Misalkan p = ⎜ 4 ⎞⎟ . Perkalian Vektor dengan Skalar Jika a suatu vektor dan k adalah skalar (bilangan nyata) maka perkalian vektor a dengan skalar k ditulis ka atau ak merupakan vektor yang panjangnya k a dan mempunyai arah yang sama dengan a. maka dapat disimpulkan bahwa: a).⎛ 2 ⎞ ⎛ − 1⎞ ⎛ 3 ⎞ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ = ⎜ 1 ⎟− ⎜ 4 ⎟=⎜− 3⎟ ⎜ − 3⎟ ⎜ 3 ⎟ ⎜ − 6⎟ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎜ 3. Untuk membuktikan dua vektor sejajar cukup membuktikan salah satu vektor merupakan kelipatan vektor yang lain dalam bentuk komponen. Jika ada 2 vektor yang sejajar. maka yang satu dapat dinyatakan sebagai hasil perbanyakan vektor yang lain dengan skalar. b). tetapi berlawanan sedangkan .

Titik P dikatakan membagi di luar jika AP dan PB mempunyai arah berlawanan serta m dan n mempunyai tanda yang berlawanan. → AP : PB = 2 : 1 → AP : AB = 2 : 3 A m A P B n B P A P B → AP : PB = 3 : –1 → AP : AB = 3 : 2 → AP : PB = m : n . sehingga ⎛ 2 ⎞ ⎛−8⎞ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ –4r = 4 ⎜ − 2 ⎟ = ⎜ 8 ⎟ . Rumus Pembagian pada Vektor Pembagian Ruas Garis dalam Perbandingan m : n Sebuah titik P membagi ruas garis AB dalam perbandingan m : n bila AP : PB = m : n.⎛ 4 ⎞ ⎛ 12 ⎞ ⎟= ⎜ ⎟ dan | 3p | = 3p = 3 ⎜ ⎝−2⎠ ⎝−6⎠ 12 + (−6) = 180 = 6 5 2 2 1 ⎛ 4 ⎟⎞ ⎜ ⎛ − 2⎟ ⎞ – 1p= – 2 ⎜ = dan | – 1 p | = 2 2 −2⎠ ⎝ 1 ⎠ ⎝ (−2) + 1 2 2 = 5 ⎛ 2 ⎞ ⎜ ⎟ Misalkan r = ⎜ − 2 ⎟ . dan | 4r | = ⎜ 1⎟ ⎝ ⎠ 1 2 1 2 (−8) + 8 + (−4) = 2 2 2 144 = 12 ⎜ − 4⎟ ⎝ ⎠ 1+ (−1) + ( 1 ) = 2 2 2 r= 2 ⎞ ⎛ 1 ⎞⎟ ⎜⎛ ⎟ ⎜ 1 ⎜ − 2 ⎟ = ⎜ − 1⎟ . maka | r | = ⎜ 1 ⎟ ⎝ ⎠ 2 + (−2) + 1 = 2 2 2 9 = 3. dan | r | = ⎟ ⎜ ⎝ 1 ⎠ ⎜ ⎜ 1 ⎟⎟ ⎝2 ⎠ 2 21 =11 4 2 4. P dikatakan membagi di dalam jika AP dan PB mempunyai arah sama serta m dan n mempunyai tanda yang sama.

Jika a dan b merupakan dua vektor dan a. Jika a dan b merupakan dua vektor yang arahnya sama maka a.c .b = b. Jika a dan b merupakan dua vektor yang tegak lurus maka a. Jika a dan b merupakan dua vektor dan a.a 7).Rumus Pembagian: a). Dari definisi diatas.b + a. Perkalian titik sering disebut juga perkalian skalar dua vektor. Dalam Bentuk Koordinat mx B + nx A xp = m+ n my B + ny yp = A m+ n zp = mzB + nz A m+n 5. dapat kita tentukan sifat-sifat hasil kali skalar sebagai berikut : 1).b=0 4). Jika a dan b merupakan dua vektor yang berlawanan arah maka a.b = . sehingga diperoleh: p = 1 (a + b) 2 b).b > 0 maka sudut antara dua vektor tersebut adalah sudut lancip 5). Hasil kali skalar dua vektor a dan b didefinisikan : a.a b 3).b = a b Cos θ dimana θ adalah sudut yang diapit oleh kedua vektor a dan b.( b + c ) = a. Perkalian Titik ( Dot Product )/Perkalian Skalar Dua Vektor Hasil kali titik atau dot product antara dua buah vektor akan menghasilkan suatu skalar atau bilangan real.b = a b 2). Sifat distributif yaitu a. Sifat komutatif yaitu a.b < 0 maka sudut antara dua vektor tersebut adalah sudut tumpul 6). Dalam Bentuk Vektor B b p O a n P m A p= mb + na m+n Jika P adalah titik tengah AB maka nilai perbandingan m : n adalah 1 : 1.

5 + 2. i = 0 Dengan demikian. yaitu: ⎛ 5⎞ ⎜ ⎟ b=⎜4⎟ ⎜ 0⎟ ⎝ ⎠ 2 2 2 Tentukan hasil kali skalar dua vektor tersebut θ= cos a. j = j = 1 dan k .Apabila vektor a dan b yang dinyatakan dalam bentuk komponen.b = ( a1 i + a2 j + a3 k ). b = 2. Hitunglah perkalian skalar antara: a = 2i + 3 j + dan b = i + j + k 5k Penyelesaian: a . j . b = 1.0 = 5 + 8 =13 Dari rumus perkalian dua vektor a. ( b1 i + b2 j + b3 k ).4 + 4. i = i = 1 . k = 0 dan k . j = 0 . kita peroleh rumus hasil kali skalar dua vektor yaitu : untuk vektor a = a1 i + a2 j + a3 k dan b = b1 i + b2 j + b3 k maka : a. misalnya : a = a1 i + a2 j + a3 k dan b = b1 i + b2 j + b3 k maka : a. Diketahui vektor-vektor sebagai berikut: 1⎞ ⎜⎛ ⎟ a=⎜ 2⎟ ⎜4 ⎟ ⎝ ⎠ Penyelesaian: a .b = 1 b +a b +a b .b = a1 b1 + a2 b2 + a3 b3 ( bukti diserahkan kepada peserta diklat ) Contoh: 1).1 + 3. Dengan menggunakan sifat distributif dan hasil kali skalar dua vektor yang saling tegak lurus dan searah maka : i .b = a b Cos θ maka besar sudut antara vektor a dan vektor b dapat ditentukan. k = k = 1 i . j .1 + 5.1 = 2 + 3 + 5 = 10 2).

3 3 a12 + a2 2 + a32 . 1 .a.b . 2 a. b12 + b 2 + b3 2 2 2 .

norm perkalian antara dua vektor merupakan luas bangun segi empat yang dibentuk oleh kedua vektor tersebut. dengan θ adalah sudut yang diapit oleh kedua vektor.1 Sin 0 = 0 analog sehingga : ixi = jxj = kxk = 0 Juga i x j = 1. sehingga dapat digambarkan : Perhatikan bahwa : = a b Sin θ axb bxa = -(ax b) Jika θ = 0 maka axb = 0 Jika θ =900 maka axb = a b 0 axb b θ a bxa Secara geometri. Perkalian vektor antara vektor a dan b didefinisikan sebagai vektor yang mempunyai besar a b Sin θ . maka kita dapatkan rumus i sebagai berikut : axb = a1 j a2 k a3 b3 0 0 b1 b2 . b dan ax b dalam urutan membentuk system tangan kanan. Dan apabila ditulis dalam bentuk determinan matriks.b) 2 2 2 2 axb = a b – Apabila vektor dinyatakan dalam bentuk vektor satuan i. (a. Dengan sifat diatas dan hukum distributive dapat dijabarkan menjadi : axb = ( a2b3 –a3b2) i – (a1b3 –a3b1) j + (a1b2 – a2b1) k . Perkalian Silang ( Cross Product ) Perkalian silang sering disebut juga perkalian vektor antara dua vektor. Arah vektor hasil kalinya adalah tegak lurus vektor a dan b serta vektor a . j dan k Misalnya : a = a1 i + a2 j + a3 k dan b = b1 i + b2 j + b3 k Karena i x i = 1. j x k = i dan k x i = j Maka : axb = ( a1 i + a2 j + a3 k )x ( b1 i + b2 j + b3 k ).1 Sin 90 = 1 dalam arah OZ yaitu i x j = k sehingga i x j = k . Sifat ini dapat diturunkan dari persamaan Lagrange.6.

5 2 2 2 2 2 2 0 l Maka : W = a + b + 2ab Cos 2α 1 m W 304 = a + b + 2ab Cos 52 24 = a + a + 2aa Cos 52 24 = 2a + 2a + Cos 52 24 = a ( 2 + 2.( -4-3) j + (10-4) k = -22 i + 7 j + 6 k D.5 m.85 N 3. Jika panjang a = b = 2. Tentukan pxq Penyelesaian : i j k 3 pxq = 2 4 1 5 −2 = 4 3 i2 1 3 −2 j+ 2 4 1 5 k 5 −2 = ( -8-15) i .4 ⇒ α = 26 12 2. Tentukan gaya yang terjadi pada rantai a atau b! W L Penyelesaian : a α b=2. dan a b panjang benda L = 2 m. Jadi a adalah 165.5 m Sin α = 1 0 l = 0. 0.Contoh : Diketahui vektor p = 2i + 4j + 3k dan q = i + 5j .2k.68 ) Sehingga a = 2 2 2 2 0 l 2 2 0 l 304 = 27504.36 2 . Contoh Aplikasi Vektor Perhatikan contoh soal berikut ini : Andaikan sebuah benda yang beratnya (W) adalah 304 N diangkat dengan rantai seperti pada gambar.762 .

3. Diketahui dua buah vector yang dinyatakan dalam bentuk sebagai berikut : a = 3i + j + 2k dan b = i − 2 j − 4k Tentukan: a).3) dan B(1. 8).-2) dan (9. Tunjukkan bahwa vektor yang melalui titik-titik (2. Sebutkan empat buah besaran skalar ! 2).E. b dan c adalah panjang sisi-sisi sebuah segitiga dan α adalah sudut yang berhadapan dengan sisi dengan 2 2 2 panjang a.-4). Latihan 1). jika titik P membagi AB didalam dengan perbandingan 5:2. Vektor satuan b c). Tentukan komponen vektor AB jika titik A(2. Diketahui titik A (2. Panjang vektor a atau a b).2).3) dan (4. j dan k.4) dan titik B (9. Buktikan bahwa jika a. kemudian tulislah vektor AB dalam satuan i.18). Vektor proyeksi b pada a e).4.2. 7). 5). b ) f).3. Perkalian silang antara dua vektor a dan b ( a x b ) . Panjang proyeksi a pada b d). Nyatakan vektor AB pada gambar dalam bentuk komponen (matriks) 3 1 A B 2 4 4).2) sejajar dengan vektor-vektor yang melalui titik (5.-5.3. Tentukan koordinat titik P.-11. 6). Sebutkan empat buah besaran vektor ! 3). Perkalian titik antara dua vektor a dan b ( a . maka a = b + c − 2bc cos α .5.

Jika diketahui W = 2000 N. Diketahui titik A (-1. Sebatang baja W diangkat oleh rantai seperti pada gambar.1. Hitunglah panjang rantai a L . L = 1.9).2) dan B (-2. Tunjukkan bahwa ∆AOB sama sisi 10).1) a).-1.5 m dan a α W b gaya yang terjadi pada rantai a dan b adalah 1500 N. Hitung besar sudut AOB c). Hitunglah a dan b b).

Pada akhir pembahasan diberikan soal latihan dan apabila ada kesulitan dalam menjawab soal latihan dapat didiskusikan dengan peserta lain.Bab III Penutup Bahan ajar ini membahas konsep vektor secara umum. Konsep vektor diberikan pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kelompok tehnik dan belum memberikan contoh-contoh dari semua program keahlian yang ada di kelompok tehnik tersebut tetapi hanya sebagian. Agar peserta diklat dapat lebih memahami konsep vektor dalam masalah ketehnikan yang sesuai dengan program keahlian yang diajarkan di sekolah. . disarankan peserta mendiskusikan dengan peserta lain untuk mengembangkan dan memberikan contoh-contohnya.

Bandung. Ghalia Indonesia.T.K. Jakarta. Matematika Tehnik Jilid 2a. 2000.Daftar Pustaka E. Ruseffendi. Schaum’s outline. WIYOTO. ENDAR SUCIPTA. 1979. 1985. Jakarta : Erlangga . Klaten. Matematika SMU untuk Klas 3 Program IPA. WAGIRIN. Dasar – dasar Matematika Modern dan Komputer untuk Guru. HARAHAP. 2007. Ensiklopedia Matematika. 1996. NEGORO – B. Bandung : Angkasa NOORMANDIRI B. Theory and Problems of Technical Mathematics. 1989.HILL BOOK COMPANY ST. Matematika SMK/MAK Kelas XI.T Macanan Jaya Cemerlang PAUL CALTER. Tarsito Markaban dkk. Mc-GRAW. Saka Mitra Kompetensi P.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful