i PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH(PAD) DAN DANA ALOKASI UMUM (DAU)TERHAD Latar Belakang Masalah Reformasi

sektor publik yang disertai adanya tuntutan demokratisasimenjadi suatu fenomena global termasuk di Indonesia. Tuntutan demokratisasi inimenyebabkan aspek transparansi dan akuntabilitas. Kedua aspek tersebut menjadihal penting dalam pengelolaan pemerintah termasuk di bidang pengelolaankeuangan negara maupun daerah. Akuntabilitas publik adalah pemberianinformasi dan pengungkapan seluruh aktivitas dan kerja finansial PemerintahDaerah kepada pihak-pihak yang berkepentingan (Mardiasmo, 2002). Pengamatekonomi, pengamat politik, investor, hingga rakyat mulai memperhatikan setiapkebijakan dalam pengelolaan keuangan.Pembiayaan penyelenggaran pemerintahan berdasarkan asas desentralisasidi lakukan atas beban APBD. Dalam rangka penyelenggaran pemerintahan danpelayanan kepada masyarakat berdasarkan asas desentralisasi, kepada daerahdiberi kewenangan untuk memungut pajak/retribusi dan mengelola Sumber DayaAlam. Sumber dana bagi daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah, DanaPerimbangan (DBH, DAU, dan DAK) dan Pinjaman Daerah, Dekonsentrasi danTugas Pembantuan. Tiga sumber pertama langsung dikelola oleh PemerintahDaerah melalui APBD, sedangkan yang lain dikelola oleh Pemerintah Pusatmelalui kerja sama dengan Pemerintah Daerah (Halim, 2009) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan rencanakegiatan Pemerintah Daerah yang dituangkan dalam bentuk angka dan batasmaksimal untuk periode anggaran (Halim, 2002). APBD juga diartikan sebagairencana keuangan tahunan Pemerintah Daerah yang disetujui oleh DewanPerwakilan Rakyat Daerah (PP No.24 Tahun 2005). Sedangkan menurut PPNomor 58 Tahun 2005 dalam Warsito Kawedar, dkk (2008), AnggaranPendapatan dan Belanja Daerah adalah rencana keuangan tahunan PemerintahDaerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan DPRD,dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah.Dengan dikeluarkannya Undang-undang No.33 Tahun 2004 tentangPemerintah Daerah, maka daerah diberikan otonomi atau kewenangan kepadadaerah untuk mengurus urusan rumah tangganya sendiri. Adanya desentralisasikeuangan merupakan konsekuensi dari adanya kewenangan untuk mengelolakeuangan secara mandiri. Apabila Pemerintah Daerah melaksanakan fungsinyasecara efektif dan mendapat kebebasan dalam pengambilan keputusanpengeluaran disektor publik maka mereka harus mendapat dukungan sumber-sumber keuangan yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), DanaPerimbangan, Pinjaman Daerah, dan lain-lain dari pendapatan yang sah (Halim,2009).Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan semua penerimaan daerah yangberasal dari sumber ekonomi asli daerah. Optimalisasi penerimaan PendapatanAsli Daerah hendaknya didukung upaya Pemerintah Daerah dengan meningkatkankualitas layanan publik (Mardiasmo, 2002).

3

Pendapatan Asli Daerah (PAD) setiap daerah berbeda-beda. Daerah yangmemiliki kemajuan dibidang industri dan memiliki kekayaan alam yang melimpahcenderung memiliki PAD jauh lebih besar dibanding daerah lainnya, begitu jugasebaliknya. Karena itu terjadi ketimpangan Pendapatan Asli Daerah. Disatu sisiada daerah yang sangat kaya karena memiliki PAD yang tinggi dan disisi lain adadaerah yang tertinggal karena memiliki PAD yang rendah.Menurut Halim (2009) permasalahan yang dihadapi daerah pada umumnyaberkaitan dengan penggalian sumber-sumber pajak dan retribusi daerah yangmerupakan salah satu komponen dari PAD masih belum memberikan konstribusisignifikan terhadap penerimaan daerah secara keseluruhan. Kemampuanperencanaan dan pengawasan keuangan yang lemah. Hal tersebut dapatmengakibatkan kebocoran-kebocoran yang sangat berarti bagi daerah. PerananPendapatan Asli Daerah dalam membiayai kebutuhan pengeluaran daerah sangatkecil dan bervariasi antar daerah, yaitu kurang dari 10% hingga 50%. Sebagianbesar wilayah Provinsi dapat membiayai kebutuhan pengeluaran kurang dari 10%.Distribusi pajak antar daerah sangat timpang karena basis pajak antar daerahsangat bervariasi. Peranan pajak dan retribusi daerah dalam pembiayaan yangsangat rendah dan bervariasi terjadi hal ini terjadi karena adanya perbedaan yangsangat besar dalam jumlah penduduk, keadaan geografis (berdampak pada biayarelative mahal) dan kemampuan masyarakat, sehingga dapat mengakibatkan biayapenyediaan pelayanan kepada masyarakat sangat bervariasi.Otonomi daerah harus disadari sebagai suatu transformasi paradigma dalampenyelenggaran pembangunan dan pemerintahan di daerah, dimana Pemerintah

4

Daerah memiliki otonomi yang lebih luas untuk mengelola sumber-sumberekonomi daerah secara mandiri dan bertanggung jawab yang hasilnyadiorientasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.Transformasi paradigma dalam hal ini terlatak pada aspek akuntabilitasPemerintah Daerah dalam rangka mengelalola sumber-sumber ekonomi yangsemula bersifat akuntabilitas vertikal (kepada Pemerintah) menjadi akuntabilitas horizontal (kepada masyarakat di daerah) (Mardiasmo, 2002). Tujuan utamapenyelenggaran otonomi daerah adalah untuk meningkatkan pelayanan publik ( publick service ) dan memajukan perekonomian daerah.Dengan adanya otonomi daerah ini berarti Pemerintah Daerah dituntut untuk lebih mandiri, tak terkecuali juga mandiri dalam masalah financial . Meski begituPemerintah Pusat tetap memberi dana bantuan yang berupa Dana Alokasi Umum(DAU) yang di transfer ke Pemerintah Daerah. Dalam praktiknya, transfer dariPemerintah Pusat merupakan sumber pendanaan utama Pemerintah Daerah untuk membiayai operasional daerah, yang oleh Pemerintah Daerah dilaporkan diperhitungan anggaran. Tujuan dari transfer ini adalah untuk mengurangikesenjangan fiskal antar pemerintah dan menjamin tercapainya standar pelayananpublik minimum di seluruh negeri (Maemunah, 2006).Dalam Undang-undang No.32 Tahun 2004 disebutkan bahwa untuk pelaksanaan kewenangan Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat akan mentransferDana Perimbangan yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana AlokasiKhusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil yang terdiri dari pajak dan sumber dayaalam. Disamping Dana Perimbangan tersebut, Pemerintah Daerah mempunyai

5

sumber pendanaan sendiri berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD), pembiayaan,dan lain-lain pendapatan daerah. Kebijakan penggunaan semua dana tersebutdiserahkan kepada Pemerintah Daerah. Dana transfer dari Pemerintah Pusatdigunakan secara efektif dan efisien oleh Pemerintah Daerah dalam meningkatkanpelayanannya kepada masyarakat.Dana Alokasi Umum merupakan dana yang bersumber dari pendapatanAPBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antardaerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaandesentralisasi. Pembagian dana untuk daerah melalui bagi hasil berdasarkandaerah penghasil cenderung menimbulkan ketimpangan antar daerah. Daerah yangmempunyai potensi pajak dan Sumber Daya Alam (SDA) yang besar hanyaterbatas pada sejumlah daerah tertentu saja. Peranan Dana Alokasi Umum terletak pada kemampuannya untuk menciptakan pemerataan berdasarkan pertimbanganatas potensi fiskal dan kebutuhan nyata dari masing-masing daerah (Undang-uundang No.33 Tahun 2004).Permasalahan Dana Alokasi Umum terletak pada perbedaan cara pandangantara pusat dan daerah tentang Dana Alokasi Umum. Bagi pusat, Dana AlokasiUmum dijadikan instrument

Peneliti sebelumnya seperti Mutiara Maemunah (2006) yang meneliti diSumatra. Dana Alokasi Umum dimaksudkan untuk mendukungkecukupan. hanya sekitar 10 persenyang mempunyai penetapan . bahwaPAD secara individual tidak mempengaruhi belanja langsung. Warsito. peneliti ingin meneliti pengaruh PAD dan DAU terhadap alokasibelanja daerah secara lebih mendalam khususnya Provinsi Jawa Tengah.Dari hasil penelitisebelumnya. jenis. Sedangkan belanjalangsung merupakan belanja yang memiliki keterkaitan secara langsung dengan 7 program dan kegiatan yang meliputi belanja pegawai. Bambang Prakosa (2004) yang meneliti di DIY dan Jawa Tengah. belum ada standar pelayanan minimum masing- 6 masing daerah. belanjabagi hasil. Sedangkan PADmenunjukkan pengaruh yang tidak signifikan terhadap Belanja Langsung.Sumber-sumber Pendapatan Daerah yang diperoleh dan dipergunakan untuk membiayai penyelenggaran urusan Pemerintah Daerah.terdiri dari belanja pegawai. pendidikan. urusan pilihan dan urusan yang penanganannya dalam bidangtertentu yang dapat dilaksanakan bersama antara Pemerintah Pusat danPemerintah Daerah. belanja barang dan jasaserta belanja modal. hibah. fasilitas sosial dan fasilitas umum yanglayak serta mengembangkan sistem jaminan sosial. bantuan sosial. Ditambah total pengeluaran anggaran khususnya APBD belummencerminkan kebutuhan sesungguhnya dan cenderung tidak efisien. program. Permasalahan timbul ketika daerah meminta Dana Alokasi Umumsesuai kebutuhannya. Noni PuspitaSari (2009) yang meneliti di Riau memperoleh hasil yaituDAU memberikanpengaruh yang signifikan terhadap belanja langsung.Belanja daerah dipergunakan dalam rangka mendanai pelaksanaan urusanpemerintah yang menjadi kewenangan Provinsi atau Kabupaten/Kota yang terdiridari urusan wajib. alokasi Dana Alokasi Umum berdasarkankebutuhan daerah belum bisa dilakukan karena dasar perhitungan fiscal needs tidak memadai (terbatasnya data. dan sistem penganggaran yang belum berdasarkan pada standaranalisis belanja). Belanja penyelenggaran urusan wajib diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upayamemenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatanpelayanan dasar. kegiatan. belanja menurutkelompok belanja terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung. Saile (2009) menyatakan bahwadari 33 provinsi dan 471 kabupaten/kota di Indonesia.Selain itu batas wilayah yang jelas antar daerah merupakan indikator yangdapat mempengaruhi penerimaan PAD dan DAU. Syukriy & Halim (2003) yang meneliti di Jawa dan Bali memperoleh hasil yaituPAD dan DAU signifikan berpengaruh terhadap Belanja Daerah. bantuan keuangan dan belanja tidak terduga. dkk (2008)mengatakan bahwa belanja daerah dirinci menurut urusan Pemerintah Daerah. belanja bunga. subsidi. Bagi daerah. obyek dan rincian obyek belanja. Di sisi lain. kelompok.organisasi. Dalam rangka memudahkanpenilaian kewajaran biaya suatu program atau kegiatan. kesehatan.horizontal imbalance untuk pemerataan atau mengisi fiscal gap .Menurut Halim (2009) belanja tidak langsung merupakan belanja yang tidak memiliki keterkaitan secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan.

Oleh karena itu rencana-rencana pemerintahuntuk melaksanakan keuangan Negara perlu dibuat dan rencana tersebutdituangkan dalam bentuk anggaran (Ghozali. Penentuan batas wilayah sangat penting. Adanya batas wilayah yang resmi akan diketahui sejauh manabatas status hukum.2. Rencana-rencana tersebut yangdisusun secara matang nantinya akan dipakai sebagai pedoman dalam setiaplangkah pelaksanaan tugas Negara. pemerintah harus mempunyai suatu rencana yang matanguntuk mencapai suatu tujuan yang dicita-citakan.Berbagai definisi atau pengertian anggaran menurut Djayasinga (2007)dalam Nurul (2008) antara lain:1. kepadatanpenduduk hingga dana perimbangan daerah. dkk 2008) sebagai berikut:1. tanggung jawab pemerintahan.1. 2005 dalam Warsito.1 Landasan Teori2. relatif lebih sempit daripada penelititerdahulunya. APBD menggambarkan perkiraan dan pengeluaran daerah yangdiharapakan terjadi dalam satu tahun kedepan yang didasarkan atasrealisasinya masa yang lalu. perpajakan. APBD ini merupakan terjemahan secara moneteris dari dokumen perencanaandaerah yang ada dan disepakati yang akan dilakasanakan selama setahun. sebab denganadanya batas wilayah antar daerah akan dapat memaksimalkan potensi daerahyang dimilikinya.3. hingga untuk menentukan luas area guna untuk menghitung potensi sumber daya. Berdasarkan penjelasan di atas maka peneliti tertarik untuk melakukanpenelitian tentang "Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dan DanaAlokasi Umum (DAU) Terhadap Alokasi Belanja Daerah PadaKabupaten/Kota Di Jawa Tengah 2. APBD menggambarkan segala bentuk kegiatan Pemerintah daerah dalammencari sumber-sumber penerimaan dan kemudian bagaimana dana-danatersebut digunakan untuk mencapai tujuan pemerintah. .Penelitian ini mengacu pada penelitian yang telah dilakukan oleh NoviPratiwi (2007) yaitu Pengaruh DAU dan PAD terhadap prediksi belanja daerahpada Kabupaten/Kota di Indonesia mengambil periode penelitian 2003-2005sedangkan peneliti sekarang meneliti Pengaruh PAD dan DAU terhadap alokasibelanja daerah menggunakan periode tahun 2007-2009 dengan sampelKabupaten/Kota di Jawa Tengah. APBD merupakan rencana kerja operasional Pemerintah Daerah yangakan dilaksanakan satu tahun kedepan dalam satuan angka rupiah.batas wilayah yang resmi salah satunya adalahprovinsi Jawa Tengah.Penyusunan APBD yang perlu menjadi acuan (BPKP.1 Anggaran Daerah Untuk melaksanakan hak dan kewajibannya serta melaksanakan tugas yangdibebankan oleh rakyat. Hal 8 inilah yang menjadi pertimbangan penulis memilih Provinsi Jawa Tengah sebagaiobyek penelitian. 1997). Sehingga berpengaruh pada berapabesarnya pendapatan ataupun pengeluaran yang terjadi pada daerah tersebut.

2. yaitu mengutamakan upayapencapaian hasil kinerja dari perencanaan alokasi biaya atau input yangtelah ditetapkan. bersih dan berwibawa. tepat waktu dan dapat dipertanggungjawabkan. Keadilan anggaranPembiayaan pemerintah daerah dilakukan melalui mekanisme pajak danretribusi yang dikenakan kepada masyarakat. Oleh karena itu penyusunan anggaran harus bersifatefisien.3.5. Disiplin anggaranAnggaran yang disusun perlu diklarifikasikan dengan jelas agar tidak terjadi tumpang tindih yang dapat menimbulkan pemborosan dankebocoran dana.Anggaran daerah merupakan salah satu alat yang memegang peranan pentingdalam rangka meningkatakan pelayanan publik dan didalamnya tercerminkebutuhan masyarakat dengan memperhatikan potensi dan sumber-sumber 13 . mengevalusi kinerja dan memotivasi bawahannya. Hasil kerjanya harus sepadan atau lebih besar dari biayaatau input yang telah ditetapkan. Anggaran adalah rencana kegiatan keuangan yang berisi perkiraan belanjayang diusulkan dalam satu periode dan sumber pendapatan yang diusulkan untuk membiayai belanja tersebut. Selain itu harus mampu menumbuhkanprofesionalisme kerja setiap organisasi kerja yang terkait. Adanya keterbatasan dana yangdimiliki oleh pemerintah menjadi alasan mengapa penganggaran menjadimekanisme terpenting untuk pengalokasian sumber daya. Oleh karena itu. APBD merupakansalah satu sarana evaluasi kinerja pemerintah yang memberikan informasimengenai tujuan. mengkoordinasikan. Oleh karena itu. tepat guna. hasil dan manfaat yang diperoleh masyarakatdari suatu kegiatan atau proyek. Anggaran merupakan alat penting di dalampenyelenggaran pemerintahan (Arif.penggunaannya harus dialokasikan secara adil dan proposional agar dapatdinikmati oleh seluruh kelompok masyarakat. hasil danmanfaat yang diperoleh masyarakat dengan melakukan efisiensi danefektifitas.Transparansi dan akuntabilitas anggaranUntuk mewujudkan pemerintahan yang baik.Menurut Susanti (2008) dalam Nurul (2008) menjelaskan bahwa anggarantidak hanya sebagai rencana keuangan yang menetapkan biaya dan pendapatanpusat pertanggungjawaban dalam suatu perusahaan tetapi juga merupakan alatbagi manajer tingkat atas untuk mengendalikan. Efisiensi dan efektifitas anggaranDana yang dihimpun dan digunakan untuk pembangunan harus dapatdirasakan manfaatnya oleh sebagian besar masyarakat. sasaran. 2002) .4. 12 perencanaan perlu ditetapkan secara jelas tujuan. Disusun dengan pendekatan kinerjaAPBD disusun dengan pendekatan kinerja.transparansi anggaran merupakan hal yang penting.mengkomunikasikan. sasaran.

Menurut penelitian Pambudi (2007) belanja juga dapat dikategorikanmenurut karakteristiknya menjadi dua bagian. yaitu:1.Proses penyusunan APBD secara keseluruhan berada di tangan SekretrarisDaerah yang bertanggung jawab mengkoordinasikan seluruh kegiatan penyusunanAPBD. Belanja perjalanan dinas merupakan pengeluaran pemerintah untuk biayaperjalanan pegawai dan dewan yang tidak berhubungan secara langsungdengan pelayanan publik. 2. Kelompok belanjaadministrasi umum terdiri atas empat jenis. Sedangkan proses penyusunan belanja rutin disusun oleh BagianKeuangan Pemerintah Daerah. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah terdiri dari tigakomponen utama. Belanja pegawai (Kelompok Belanja Operasi dan Pemeliharaan sarana danprasarana Publik) merupakan pengeluaran .yaitu: 14 a.1.Merupakan semua pengeluaran Pemerintah Daerah yang tidak berhubungansecara langsung dengan aktivitas atau pelayanan publik. pemeliharaan sarana dan prasaranapublik. Belanja pemeliharaan merupukan pengeluaran Pemerintah Daerah untuk pemeliharaan barang daerah yang tidak berhubugan secara langsung denganpelayanan publik. proses penyusunan penerimaan dilakukan olehDinas Pendapatan Daerah dan proses penyusunan belanja pembangunan disusunoleh Bappeda (Dedy Haryadi et al.3.akan tetapi proses penyusunannya berada di lembaga yang berbeda (Halim. Kelompok belanja ini meliputi:1. Belanja tak terduga). 2002). (2) Belanja modal. Ketiga komponen itu meskipun disusun hampir secara bersamaan. Sedangkan APBN merupakan rencana keuangan tahunanpemerintah negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat/DPR (UUKeuangan Negara. Belanja operasi. Belanja pegawai merupakan pengeluaran Pemerintah Daerah untuk orang/personal yang tidak berhubungan secara langsung dengan aktivitasatau dengan kata lain merupakan biaya tetap pegawai. yaitu unsur penerimaan. 2002).2.4.2 Alokasi Anggaran Belanja Daerah Belanja daerah adalah semua pengeluaran Pemerintah Daerah pada suatuperiode Anggaran.b. yaitu: (1) Belanja selain modal(Belanja administrasi umum.kekayaan daerah. Secara umumbelanja dalam APBD dikelompokan menjadi lima kelompok (Pambudi. 2001 dalam Pratiwi. Belanja barang merupakan pengeluaran pemerintah daerah untuk penyediaan barang dan jasa yang tidak berhubungan langsung denganpelayanan publik. 2007). belanja rutin dan belanjapembangunan. Belanja transfer.2007). pemeliharaan sarana dan prasarana publik merupakan semuapengeluaran Pemerintah Daerah yang berhubungan dengan aktivitas ataupelayanan publik. Belanja administrasi umum. Belanja operasi.

b.1. 2002). .e. Belanja modal merupakan pengeluaran Pemerintah Daerah yang manfaatnyamelebihi satu tahun anggaran dan akan menambah aset atau kekayaan daerahdan selanjutnya akan menambah belanja yang bersifat rutin seperti biayaoperasi dan pemeliharaan. Angsuran pinjaman. Belanja transfer merupakan pengalihan uang dari pemerintah daerah kepadapihak ketiga tanpa adanya harapan untuk mendapatkan pengembalian imbalanmaupun keuntungan dari pengalihan uang tersebut. Belanja pemeliharaan (Kelompok Belanja Operasi dan Pemeliharaan saranadan prasarana Publik) merupukan pengeluaran Pemerintah Daerah untuk pemeliharaan barang daerah yang mempunyai hubugan langsung denganpelayanan publik. tetapi dirasakan langsung oleh aparatur.2.Pemerintah Daerah untuk orang/peronal yang berhubugan langsung dengan suatu aktivitas ataudengan kata lain merupakan belanja pegawai yang bersifat variabel. Dana cadangan. Dana bantuan. termasuk pengembalian atas kelebihanpenerimaan daerah tahun-tahun sebelumnya yang telah ditutup.3 Pendapatan Asli Daerah (PAD) Penerimaan Pendapatan Asli Daerah merupakan akumulasi dari PosPenerimaan Pajak yang berisi Pajak Daerah dan Pos Retribusi Daerah. 2. 15 2. Belanja aparatur. Pos PenerimaanInvestasi serta Pengelolaan Sumber Daya Alam (Bastian.d. PosPenerimaan Non Pajak yang berisi hasil perusahaan milik daerah.c. Belanja modal dibagi menjadi:1. Menurut Nurlan (2008) menyatakan bahwa belanja tidak terdugamerupakan belanja untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa atau tidak diharapkan berulang seperti penanggulangan bencana alam dan bencana sosialyang tidak diperkirakan sebelumnya. Belanja perjalanan (Kelompok Belanja Operasi dan Pemeliharaan sarana danprasarana Publik) merupakan pengeluaran Pemerintah Daerah untuk biayaperjalanan pegawai yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik. Kelompok belanja initerdiri atas pembayaran: 16 a. c. Belanja publik.4. yaitu belanja yang manfaatnya tidak secara langsungdinikmati oleh masyarakat. Belanja tak tersangka adalah pengeluaran yang dilakukan oleh PemerintahDaerah untuk membiayai kegiatan-kegiatan tak terduga dan kejadian-kejadianluar biasa. yaitu belanja yang manfaatnya dapat dinikmati secaralangsung oleh masyarakat umum.3. Belanja barang (Kelompok Belanja Operasi dan Pemeliharaan sarana danprasarana Publik) merupakan pengeluaran Pemerintah Daerah untuk penyediaan barang dan jasa yang berhubungan langsung dengan pelayananpublik.

Jenis pajak Kabupaten/kota.Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan semua penerimaan daerah yangberasal dari sumber ekonomi asli daerah.Jenis pendapatan ini meliputi objek pendapatan berikut:a. 2007). Bagian laba lembaga keuangan bank. Sebagian besar pengeluaran. baik rutin maupunpembangunan.b. (iii) Pajak bahan bakar kendaran bermotor. (iii) Pajak Hiburan.2. Kewenangan daerah untuk memungut pajak dan retribusi diatur dalamUndang-undang No. Dalam struktur APBD baru dengan pendekatan kinerja. yaitu (Halim. 2009). dibiayai dari dana perimbangan.1. 19 2.c.34 Tahun 2000 ditindaklanjuti dengan peraturan pelaksanaandalam PP No.b. 18 Tahun 1997 tentangPajak Daerah dan Rertibusi Daerah. Hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan milik daerahyang dipisahkan merupakan penerimaan daerah yang berasal dari hasilperusahaan milik daerah dan pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. (iv) Pajak Reklame. 2002):1.4 . namun dalam jangkapanjang dapat menurunkan kegiatan perekonomian.menentukan dan menetapkan mana sesungguhnya yang menjadi sumberPendapatan Asli Daerah dengan cara meneliti dan mengusahakan serta mengelolasumber pendapatan tersebut dengan benar sehingga memberikan hasil yangmaksimal (Elita dalam Pratiwi. jenis 18 pendapatan yang berasal dari pajak daerah dan restribusi daerah berdasarkanUU No.Alternatif jangka pendek peningkatan penerimaan Pemerintah Daerah adalahmenggali dari Pendapatan Asli Daerah (Pratiwi.66 Tahun 2001tentang Retribusi Daerah. (vi) Pajak pegambilan Bahan Galian Golongan C. Retribusi. Berdasarkan ketentuan daerah diberikan kewenanganuntuk memungut 11 jenis pajak dan 28 jenis retribusi (Halim. dirinci menjadi:a.Wujud dari desentralisasi fiskal adalah pemberian sumbersumberpenerimaan bagi daerah yang dapat digunakan sendiri sesuai dengan potensidaerah. dan(iv) Pajak pengambilan dan pemanfaatan air bawah tanah dan airpermukaan.(ii) Pajak Restoran. Bagian laba perusahaan milik daerah. terutama Dana Alokasi Umum.(ii) Retribusi Jasa Usaha. Adapun kelompok Pendapatan AsliDaerah dipisahkan menjadi empat jenis pendapatan.c.3. Bagian laba atas pernyataan modal/investasi.34 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas UU No. (ii) Bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB)dan kendaraan di atas air. 2007). Retribusi Daerah merupakan pendapatan daerah yang berasal dari retribusidaerah. (v) Pajak penerangan Jalan.Kendala utama yang dihadapi Pemerintah Daerah dalam melaksanakanotonomi daerah adalah minimnya pendapatan yang bersumber dari Pendapatan 17 Asli Daerah (PAD). Pajak ini terdiri atas: (i) Pajak kendaraan bermotor dankendaraan di atas air. Pajak Provinsi. Proporsi Pendapatan Asli Daerah yang rendah. yang pada akhirnya akanmenyebabkan menurunnya Pendapatan Asli Daerah.(vii) Pajak Parkir. (iii) Retribusi Perijinan Tertentu.d. MenurutBrahmantio (2002) pungutan pajak dan retribusi daerah yang berlebihan dalamjangka pendek dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.Pendapatan AsliDaerah (PAD) merupakan semua penerimaan daerah yang berasal dari sumberekonomi asli daerah. Bagian laba lembaga keuangan non bank. Retribusi ini dirinci menjadi: (i) Retribusi Jasa Umum.65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah dan PP No. Pajak ini terdiri atas: (i) Pajak Hotel. Pajak Daerah merupakan pendapatan daerah yang berasal dari pajak. di lain pihak menyebabkan Pemerintah Daerah memiliki derajat kebebasan rendah dalammengelola keuangan daerah. Identifikasi sumber Pendapatan Asli Daerah adalah meneliti.

dan Dana Bagi Hasil yangterdiri dari pajak dan Sumber Daya Alam.Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Umum adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBNyang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerahuntuk mendanai kebutuhan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi.Dana Alokasi Umum adalah dana yang berasal dari APBN yangdialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk membiayai kebutuhan pembelanjaan.Dalam UU No. Adapun cara menghitung DAU menurutketentuan adalah sebagai berikut (Halim. Bagi daerah yang tingkat kemiskinanya lebih tinggi. Pembagiandana untuk daerah melalui bagi hasil berdasarkan daerah penghasil cenderungmenimbulkan ketimpangan antar daerah dengan mempertimbangkan kebutuhandan potensi daerah.c. . Pempus akan mentransfer Dana Perimbangan yang terdiri dari DanaAlokasi Umum (DAU). Untuk menanggulangi ketimpangantersebut. Sebaliknya daerah yang memiliki potensifiskalnya kecil namun kebutuhan fiskalnya besar akan memperoleh alokasi Danaalokasi Umum relatif besar.b. Alokasi Dana Alokasi Umum bagi daerah yang potensifiskalnya besar namun kebutuhan fiskalnya kecil akan memperoleh alokasi DanaAlokasi Umum yang relatif kecil. Dengan maksud melihat kemampuan APBD dalammembiayai kebutuhan-kebutuhan daerah dalam rangka pembangunan daerah yangdicerminkan dari penerimaan umum APBD dikurangi dengan belanja pegawai(Halim.Menurut Halim (2009) ketimpangan ekonomi antara satu Provinsi denganProvinsi lain tidak dapat dihindari dengan adanya desentralisasi fiskal.d.32/2004 disebutkan bahwa untuk pelaksanaan kewenanganPemda. Dana Alokasi Umum (DAU) ditetapkan sekurang-kurangnya 26% daripenerimaan dalam negeri yang ditetapkan dalam APBN. 2004). Dana Alokasi Khusus (DAK). Dana Alokasi Umum (DAU) untuk suatu Kabupaten/Kota tertentuditetapkan berdasarkan perkalian jumlah Dana Alokasi Umum untuk Kabupaten/Kota yang ditetapkan APBN dengan porsi Kabupaten/Kotayang bersangkutan. 2009):a. (Bambang Prakosa. Dana Alokasi Umum akan memberikan kepastian bagidaerah dalam memperoleh sumber pembiayaan untuk membiayai kebutuhanpengeluaran yang menjadi tanggung jawab masing-masing daerah. Porsi Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud di atas merupakan proporsibobot Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Pemerintah Pusat berinisiatif untuk memberikan subsidi berupa DAUkepada daerah. 2009). akandiberikan DAU lebih besar dibanding daerah yang kaya dan begitu jugasebaliknya. Selain itu untuk mengurangi ketimpangan dalam kebutuhanpembiayaan dan penugasaan pajak antara pusat dan daerah telah diatasi dengan 20 adanya kebijakan bagi hasil dan Dana Alokasi Umum minimal sebesar 26% dariPenerimaan Dalam Negeri. Disamping Dana Perimbangan tersebut. Dana Alokasi Umum (DAU) untuk daerah propinsi dan untuk Kabupaten/Kota ditetapkan masing-masing 10% dan 90% dari DanaAlokasi Umum sebagaimana ditetapkan diatas.Disebabkan oleh minimnya sumber pajak dan Sumber Daya Alam yang kurangdapat digali oleh Pemerintah Daerah.

Sedangkan PADmenunjukkan pengaruh yang tidak signifikan terhadap Belanja Langsung.Menurut Undang-undang No. dimana kebutuhan DAU suatu daerah ditentukan atas kebutuhandaerah dengan potensi daerah. (3) kecenderungan flypaper effect . Dana Alokasi Umum digunakan untuk menutupcelah yang terjadi karena kebutuhan daerah melebihi dari potensi penerimaandaerah yang ada 2. Danatransfer dari Pemerintah Pusat diharapkan digunakan secara efektif dan efisienoleh Pemerintah Daerah untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Syukriy & Halim (2003) yang meneliti di Jawa dan Bali memperoleh hasil yaituPAD dan DAU signifikan berpengaruh terhadap Belanja Daerah. dan Kota) ditentukan dengan menggunakan pendekatan Fiscal Gap .33 Tahun 2004 tentang PerimbanganKeuangan Pemerintah Pusat dan Daerah bahwa kebutuhan DAU oleh suatu daerah(Provinsi. (2) kemungkinan terjadinya flypaper effect pada belanjapemerintah Kabupaten/Kota di pulau Sumatera. Flypaper effect pada Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan AsliDaerah (PAD) terhadap belanja daerah pada Kabupaten/Kota di pulau Sumatra(Maemunah.21 Pemerintah Daerah memiliki sumber pendanaan sendiri berupa Pendapatan AsliDaerah (PAD). bahwaPAD secara individual tidak mempengaruhi belanja langsung. Tujuan Penelitian ini untuk memberikan bukti empiris pada(1) pengaruh DAU dan PAD terhadap belanja pemerintah Kabupaten/Kota dipulau Sumatera. Noni PuspitaSari (2009) yang meneliti di Riau memperoleh hasil yaituDAU memberikanpengaruh yang signifikan terhadap belanja langsung.2 Penelitian Terdahulu Peneliti sebelumnya seperti Mutiara Maemunah (2006) yang meneliti diSumatra. Dalam tahunbersamaan. 22 Penelitian dilakukan oleh Bambang Prakosa (2004) pada Kabupaten/Kota diJawa Tengah dan DIY.DAU lebih dominan. tetapi untuk satu tahun kedepan. Kebijakanpenggunaan semua dana tersebut diserahkan kepada Pemerintah Daerah. Hasil menunjukkan bahwa sandaran Pemda untuk menentukan jumlah belanja daerah suatu periode berbeda. Bambang Prakosa (2004) yang meneliti di DIY dan Jawa Tengah. Munculnya berbagai bentuk peraturan daerah tentang pajak dan retribusi daerah mungkin merupakan indikasi untuk mengimbangi pendapatan yang bersumber dari Pemerintah Pusat (salah satunya DAU). PAD lebih dominan dari pada DAU. dan lain-lain pendapatan yang sah. pembiayaan. Kabupaten. 2006).

menyebabkan peningkatan jumlah belanja daerah. dan terakhir(5) pengaruh DAU dan PAD pada kategori pengeluaran sektor yang berhubunganlangsung dengan publik (belanja bidang pendidikan. dan pekerjaanumum). Ketiga.DAUmempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap belanja langsung. tetapi telah terjadi flypaper effect pada belanja daerah bidangKesehatan dan bidang Pekerjaan Umum.Penelitian yang dilakukan oleh Puspita Sari (2009) mengujiPengaruh DanaAlokasi Umum (DAU) Dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Terhadap BelanjaLangsung Pada Pemerintah Kabupaten/Kota Di Provinsi Riau. Keempat. DAU dan PAD secara simultanberpengaruh signifikan terhadap Belanja Langsung. kesehatan. besarnya nilaiDana Alokasi Umum dan Pendapatan Asli Daerah mempengaruhi besarnyabelanja daerah (pengaruh positif). 2. (4) kemungkinan adanyaperbedaan flypaper effect antara Pemerintah Kabupaten/Kota yang PAD-nyatinggi dengan Pemerintah Kabupaten/kota yang PAD-nya rendah. telah terjadi flypaper effect pada belanja 23 daerah pada Kabupaten/Kota di Sumatera.Retribusi Daerah.PAD secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang positif dan signifikanterhadap belanja langsung secara parsial. Kelima atau terakhir. tidak terjadi flypaper effect pada belanja daerahbidang Pendidikan. maka ada lima simpulan yangmerupakan hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu: Pertama. Dana Alokasi Umum adalah dana yang berasal dari APBNyang dialokasikan dengan . Kedua. terdapat pengaruh flypaper effect dalam memprediksi belanja daerah periode kedepan. Ada tiga simpulanyang merupakan hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu: Pertama.Berdasarkan tujuan yang hendak dicapai. Pendapatan dari Laba Perusahaan Daerah dan lain-lainPendapatan Yang Sah.3 Kerangka Pemikiran PAD adalah Pendapatan Asli Daerah yang terdiri dari Hasil Pajak Daerah. tidak terdapat perbedaan terjadinya flypaper effect baik pada daerah yang PAD-nyarendah maupun daerah yang PAD-nya tinggi di Kabupaten/Kota di pulauSumatera. Kedua. Ketiga.

4. Syukriy & Halim (2003)menyatakan pendapatan (terutama pajak) akan mempegaruhi Anggaran BelanjaAlokasi Belanja Tidak LangsungDana Alokasi UmumPendapatan Asli DaerahAlokasi Belanja Langsung . Belanja tidak langsung merupakan belanja yang tidak memiliki keterkaitan secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. hibah.terdiri dari belanja pegawai. subsidi. bantuan keuangan dan belanja tidak terduga. Alokasi belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung 24 dan belanja langsung. Belanja daerah adalah semua pengeluaran Pemerintah Daerah padasuatu periode anggaran.1Model Kerangka PemikiranPengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum terhadapalokasi belanja daerah di Kabupaten/Kota Jawa Tengah H 1 H 2 H 3 H 4 2.tujuan untuk pemerataan kemampuan keuangan antardaerah untuk membiayai kebutuhan pengeluarannya dalam rangka pelaksanaandesentralisasi. belanja bunga. belanja barang dan jasaserta belanja modal. Sedangkan belanjalangsung merupakan belanja yang memiliki keterkaitan secara langsung denganprogram dan kegiatan yang meliputi belanja pegawai. Gambar 2.1 Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Alokasi BelanjaDaerah (ABD) Studi tentang pengaruh pendapatan daerah ( local own resources revenue )terhadap pengeluaran daerah sudah banyak dilakukan. sebagai contoh penelitianyang pernah dilakukan oleh Bambang Prakosa (2004). belanjabagi hasil. bantuan sosial.4 Hipotesis Penelitian2.

Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif terhadap alokasi belanjalangsung.25 Pemerintah Daerah dikenal dengan nama tax spend hyphotesis. Semakin banyak Pendaptan Asli Daerah yang didapat semakin memungkinkan daerah tersebutuntuk memenuhi kebutuhan belanjanya sendiri tanpa harus tergantung pada 26 Pemerintah Pusat. belanja barang dan jasa serta belanjamodal. PAD berpengaruh terhadap belanja langsung(PuspitaSari.Kebijakan desentralisasi ditujukan untuk mewujudkan kemandirian daerah. Dan Pendapatan Asli Daerah inisekaligus dapat menujukan tingkat kemandirian suatu daerah. Pemerintah mempunyai kewajiban untuk meningkatkantaraf kesejahteraan rakyat serta menjaga dan memelihara ketentraman danketertiban masyarakat. subsidi. Jadi. terdiri daribelanja pegawai. menduga power legislatif yang sangat besar menyebabkandiskresi atas penggunaan spread PAD tidak sesuai dengan preferensi publik. Sedangkan belanja langsungmerupakan belanja yang memiliki keterkaitan secara langsung dengan programdan kegiatan yang meliputi belanja pegawai. Belanja tidak langsung merupakan belanja yang tidak memilikiketerkaitan secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. belanja bagi hasil. dan begitu juga sebaliknya. bantuan sosial. 2009). tapi alokasi untuk pendidikan dan kesehatan justrumengalami penurunan. Dalam hal inipengeluaran Pemerintah Daerah akan disesuaikan dengan perubahan dalampenerimaan Pemerintah Daerah atau perubahan pendapatan terjadi sebelumperubahan pengeluaran. H .Belanja daerah adalah semua pengeluaran Pemerintah Daerah pada suatuperiode anggaran.Pemerintah Daerah mempunyai kewenangan untuk mengatur dan menguruskepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasar aspirasimasyarakat (UU 32/2004).PAD memiliki peran yang cukup signifikan dalam menentukankemampuan daerah untuk melakukan aktivitas pemerintah dan program-programpembangunan daerah.Colombatto (2001) dalam Syukriy dan Halim (2003) menemukan adanyaperbedaan preferensi antara eksekutif dan legislatif dalam pengalokasian spread PAD ke dalam belanja sektoral. belanja bunga. Alokasi untuk infrastruktur dan DPRDmengalami kenaikan. Kemampuan daerah untuk menyediakan pendanaanyang berasal dari daerah sangat tergantung pada kemampuan merealisasikanpotensi ekonomi tersebut menjadi bentuk-bentuk kegiatan ekonomi yang mampumenciptakan perguliran dana untuk pembangunan daerah yang berkelanjutan.bantuan keuangan dan belanja tidak terduga.Melihat beberapa hasil penelitian diatas telah menunjukan bahwaPendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan sumber pendapatan penting bagisebuah daerah dalam memenuhi belanjanya. yang berarti ini menunjukan bahwa Pemerintah Daerah tersebuttelah mampu untuk mandiri. Alokasi belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung danbelanja langsung. hibah.

Pinjaman Daerah. Belanja hibah. dekonsentralisasi. Belanja tidak tersangka. Sumber pembiayaan Pemerintah Daerah didalam rangkaperimbangan keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah dilaksanakan atas dasardesentralisasi. hal tersebut merupakan konsekuensi adanya penyerahan kewenanganPemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah.4. dan pembatuan. Adapun sumber-sumberpembiayaan pelaksanaan desentralisasi terdiri dari Pendapatan Asli Daerah. 2.1 : Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh positif terhadap alokasibelanja langsung(ABL). Belanja bantuan sosial. karena belanja tidak langsung dialokasikan untuk membiayai Belanjapegawai berupa gaji dan tunjangan. Pemerintah Daerah secara leluasadapat menggunakan dana ini untuk member pelayanan yang lebih baik kepadamasyarakat. Belanja BantuanKeuangan kepada Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa.Menurut Vidi (2007) Dana Alokasi Umum (DAU) adalah dana yang berasaldari APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan keuangan antar daerahuntuk mebiayai kebutuhan pengeluarannya di dalam pelaksanaan desentralisasi.Peningkatan pendapatan yang diperoleh dari PAD mengalami pertambahan karenaalokasi belanja tidak langsung cenderung digunakan untuk membiayai belanjapegawai berupa gaji dan tunjangan yang tiap tahun terjadi kenaikan gaji pegawai. DanaPerimbangan.Berkaitan dengan dana perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan 28 Daerah. dan lain-lain penerimaan yang sah. hubungan Pendapatan danBelanja Daerah didiskusikan secara luas sejak akhir dekade 1950-an dan berbagaihipotesis tentang hubungan diuji secara empiris menyatakan bahwa pendapatanmempengaruhi belanja.H 2 : Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh positif terhadap alokasibelanja tidak langsung (ABTL).Dalam literatur ekonomi dan keuangan daerah.2 Pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU) terhadap Alokasi BelanjaDaerah (ABD) Untuk memberikan dukungan terhadap pelaksanaan otonomi daerah telahditerbitkan UU 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerinath Pusatdan Daerah.dibanding untuk pengalokasian belanja tidak langsung lainnya . Sementara studi tentang pengaruh grants . Belanja 27 Bagi Hasil kepada Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa. Dengan adanyakenaikan belanja pegawai mengorbankan komitmen pemerintah untuk mensejahterakan rakyat.Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif terhadap alokasi belanja tidak langsung.

terdiri daribelanja pegawai. belanja bantuan sosial.Sebagai tujuan dari desentralisasi yaitu untuk mempercepat pembangunandisamping itu tetap memaksimalkan potensi daerah untuk membiayai kebutuhandaerah. luas daerah. belanja bagi hasil. Jadi. belanja barang dan jasa serta belanjamodal (Puspita Sari. Semakin banyak Dana AlokasiUmum yang diterima maka berarti daerah tersebut masih sangat tergantungterhadap Pemerintah Pusat dalam memenuhi belanjanya. jika dibandingkandengan kenaikan gaji pegawai tersebut. belanja bantuan Keuangan kepada 30 Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa. belanja bunga. belanja hibah. dan tingkat pendapatan.H 3 : Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh positif terhadap alokasibelanja langsung (ABL) . Oleh karena itu DAU merupakansumber dana yang dominan dan dapat meningkatkan pelayanan pada masyarakat.Dana Alokasi Umum berpengaruh positif terhadap alokasi belanja tidak langsung yang dialokasikan untuk membiayai belanja pegawai berupa gaji dantunjangan.bantuan keuangan dan belanja tidak terduga. dan begitu juga sebaliknya (Pambudi. 2007).dari PemerintahPusat terhadap keputusan pengeluaran atau Belanja Pemerintah Daerah sudahberjalan lebih dari 30 tahun (Bambang Prakosa. ini menandakan bahwadaerah tersebut belumlah mandiri. Belanja tidak langsung merupakan belanja yang tidak memiliki 29 keterkaitan secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan.Sehingga DAU memiliki pengaruh terhadap belanja tidak langsung.DAU dialokasikan untuk Provinsi dan Kabupaten/Kota. Namun didorong kewajiban untuk mengalokasikan belanja hibah sebagai komponen belanja tidak langsung. jumlah penduduk. et al (1985)dalam Bambang Prakosa (2004) menyatakan bahwa terdapat keterkaitan sangaterat antara transfer dari Pemerintah Pusat dengan Belanja Pemerintah Daerah. Dan Dana Alokasi Umum ini sekaligus dapatmenujukan tingkat kemandirian suatu daerah. serta kenaikan gaji PNS. belanja bagi hasil kepadaKabupaten/Kota dan Pemerintah Desa. Tujuan dari pemberianDana Alokasi Umum ini adalah pemerataan dengan memperhatikan potensidaerah. Dengandemikian Dana Alokasi Umum (DAU) tidak terlalu segnifikan. keadaan geografi.Dana Alokasi Umum berpengaruh positif terhadap alokasi belanja langsung. DAU memiliki pengaruh terhadap belanja langsung (Puspita Sari. Setiap tahunterjadi peningkatan belanja tidak langsung disebabkan oleh kebijakan PemerintahPusat yang terus menambah jumlah PNS. bantuan sosial.Belanja daerah adalah semua pengeluaran Pemerintah Daerah pada suatu periodeanggaran. hibah. subsidi. Sedangkan belanja langsungmerupakan belanja yang memiliki keterkaitan secara langsung dengan programdan kegiatan yang meliputi belanja pegawai.Dana Alokasi Umum berpengaruh positif terhadap alokasi belanja daerah.Jaminan keseimbangan penyelenggaraan Pemerintah Daerah dalam rangkapenyediaan pelayanan dasar kepada masyarakat. belanja tidak tersangka. 2009). Alokasi belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung dan belanjalangsung.H 4 . Holtz-Eakin.2009). 2004).Melihat beberapa hasil penelitian diatas telah menunjukan bahwa DanaAlokasi Umum (DAU) merupakan sumber pendapatan penting bagi sebuah daerahdalam memenuhi belanjanya.

hibah. Rumusuntuk menghitung alokasi belanja langsung (ABL) yaitu:ABL = belanja pegawai + belanja barang dan jasa + belanja modal 3.belanja bagi hasil.1 Belanja Daerah Belanja daerah adalah semua pengeluaran Pemerintah Daerah pada suatuperiode Anggaran. 2002). Ketiga komponen itu meskipun disusun hampir secara bersamaan.1. belanja menurut kelompok belanja terdiri dari belanja tidak langsungdan belanja langsung (Halim. belanja barang dan jasa serta belanja modal (Puspita sari. belanja bunga.akan tetapi proses penyusunannya berada di lembaga yang berbeda (Halim. Belanja Daerah dalam penelitian ini dapatdiketahui dari pos belanja daerah dalam Laporan Realisasi Anggaran PemerintahKabupaten/Kota di Jawa Tengah dari tahun 2007 sampai dengan 2009. subsidi.: Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh positif terhadap alokasibelanja tidak langsung (ABTL BAB IIIMETODE PENELITIAN 3. 2009). Belanja tidak langsung merupakan belanja yang tidak memilikiketerkaitan secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahyang terdiri dari belanja pegawai. Alokasi belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung dan belanjalangsung. bantuan sosial.1.Dalam rangka memudahkan penilaian kewajaran biaya suatu program ataukegiatan. bantuan keuangan dan belanja tidak terduga. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah terdiri dari tigakomponen utama. Rumus untuk menghitung alokasi belanja tidak langsung (ABTL) yaitu: 31 32 ABTL = belanja pegawai + belanja bunga + belanja subsidi + belanja hibah +belanja bantuan sosial + belanja bagi hasil + bantuan keuangan +belanja tidak terdugaBelanja langsung merupakan belanja yang memiliki keterkaitan secaralangsung dengan program dan kegiatan pemerintah yang meliputi belanjapegawai.2 Pendapatan Asli Daerah . 2009).1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional3. yaitu unsur penerimaan. belanja rutin dan belanjapembangunan.

DAU dan alokasibelanja daerah pada Laporan Realisasi APBD yang digunakan dalampenelitian ini.2009).1. Penelitian ini dilakukan pada tahun2007-2009 dengan data penelitian sebanyak 105 daerah.Menurut Bastian (2002) Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah PendapatanAsli Daerah yang terdiri dari Hasil Pajak Daerah.Jumlah Kabupaten/Kota menyampaikan Laporan Realisasi APBD Tahun2007 hingga 2009 kepada situs Dirjen Perimbangan Keuangan Pemerintah Daerahsebanyak 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Pendapatan AsliDaerah dalam penelitian ini dapat diketahui dari pos belanja daerah dalamLaporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah daritahun 2007 sampai dengan 2009. Kabupaten/kota menyampaikan Laporan Realisasi APBD tahunan kepadaDirjen Perimbangan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2007 hingga2009. 3.3 . Kabupaten/kota mencantumkan data-data mengenai PAD. dimana jumlah tersebutdiperoleh dengan rumus:N= jumlah daerah X periode penelitianN= 35 X 3 tahunN= 105 3. Rumus untuk menghitung Pendapatan AsliDaerah (PAD) yaitu:PAD = Pajak daerah + Retribusi daerah + Hasil pengelolaan kekayaan daerahyang dipisahkan + Lain-lain PAD yang sah 3.2 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kabupaten/Kota Provinsi JawaTengah terdiri dari 29 Kabupaten dan 6 Kota. Penulis dalam penelitian mengambilseluruh populasi dengan beberapa kriteria sebagai berikut:a. Retribusi Daerah. Pendapatandari Laba Perusahaan Daerah dan lain-lain Pendapatan Yang Sah.b.3 Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Umum (DAU) adalah transfer yang bersifat umum dariPemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah untuk mengatasi ketimpangan horisontaldengan tujuan utama pemerataan kemampuan keuangan antar daerah (Halim. Dana Alokasi Umum (DAU) diperoleh dengan melihat dari Dana 33 Perimbangan yang ada di Laporan Realisasi Anggaran PemerintahKabupaten/Kota di Jawa Tengah.

Penelitian ini menggunakanmetode sensus dengan mengambil seluruh populasi yaitu sebanyak 35Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.5 Metode Analisis Penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.Beberapa langkah yang dilakukan dalam analisis regresi linier masing-masing akan dijelaskan di bawah ini: . data dikumpulkan dengan metodedokumentasi. dan Dana AlokasiUmum. Pendapatan Asli Daerah. 2003). 3.1992). analisis regresi adalah analisis mengenai variabelindependen dengan variabel dependen yang bertujuan untuk mengestimasi nilairata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel independen yang diketahui(Gujarati. Analisis regresi berganda adalah analisis mengenai beberapavariabel independen dengan satu variabel dependen.2006). mencatat dan menghitungdata-data yang berhubungan dengan penelitian. Dari laporan Realisasi APBD diperoleh data mengenai jumlahrealisasi anggaran Belanja Daerah. dua komponen dari pendapatan daerah yaituPAD.4 Metode Pengumpulan Data Metode pengambilan data sekunder.Secara umum. Ini dilakukan dengan mengumpulkan.pendekatan kuantitatif lebih fokus pada tujuan untuk generalisasi. Dimana dalam penelitian ini. 3. denganmelakukan pengujian statistik dan steril dari pengaruh subjektif peneliti (Sekaran. dan DAU sebagai variabel independen. juga menunjukkan bagaimanahubungan antara variabel independen dengan dependen.Dalam analisis regresi selain mengukur seberapa besar hubungan antaravariabel independen dengan variabel dependen. akan dianalisis pengaruhnyaterhadap alokasi belanja daerah yang diukur dengan belanja tidak langsung danbelanja langsung sebagai variabel dependen. sehingga dapatmembedakan variabel independen dengan variabel dependen tersebut (Ghozali.Jenis dan Sumber Data Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data sekunder yangbersumber dari dokumen Laporan Realisasi APBD Kabupaten/Kota di Jawa 34 Tengah yang diperoleh dari Situs Dirjen Perimbangan Keuangan PemerintahDaerah di Internet. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresilinier berganda. Teknik yang digunakan untuk mencari nilai persamaan regresi 35 yaitu dengan analisis Least Squares (kuadrat terkecil) dengan meminimalkanjumlah dari kuadrat kesalahan. Secara umum.

3. .5. Dalam penelitian ini variabel yang digunakan adalahPendapatan Asli Daerah.2.3.tidak mengandung multikoloniaritas. Distribusi normal akan membentuk satu garislurus diagonal.1 Uji Normalitas Pengujian normalitas memiliki tujuan untuk menguji apakah dalam modelregresi. Syarat-syaratyang harus dipenuhi adalah data tersebut harus terdistribusikan secara normal. variabel penganggu atau residual memiliki distribusi normal.1 Statistik Deskriptif Penyajian statistik deskriptif bertujuan agar dapat dilihat profil dari datapenelitian tersebut dengan hubungan yang ada antar variabel yang digunakandalam penelitian tersebut. Pengujian normalitas melalui analisis grafik adalah dengan caramenganalisis grafik normal probability plot yang membandingkan distribusikumulatif dari distribusi normal.Untuk menguji normalitas data. dan heterokedastisitas. Dasar pengambilan keputusan: Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonalatau grafik histrogramnya menunjukan pola distribusi normal.5. Data dapat dikatakan normal jika data atau titik-titk terbesar di sekitargaris diagonal dan penyebarannya mengikuti garis diagonal. maka modelregresi memenuhi asumsi normalitas. Sepertidiketahui bahwa uji t mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusinormal. Dana Alokasi Umum.5. dan ploting data residual akan dibandingkan dengan garisdiagonal.2 Uji Asumsi Klasik Pengujian regresi linier berganda dapat dilakukan setelah model daripenelitian ini memenuhi syarat-syarat yaitu lolos dari asumsi klasik. Untuk itu sebelum 36 melakukan pengujian regresi linier berganda perlu dilakukan lebih dahulupengujian asumsi klasik. dan alokasi belanja daerah. penelitian ini menggunakan analisisgrafik.Pada prinsipnya normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebarandata (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histrogram dariresidualnya. yang terdiri dari: 3. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil.

2 Uji Multikolinearitas Uji Multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresiditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (Ghozali. 3. Sedangkan jika hasil Kolmogrov-Smirnov menunjukkan nilaisignifikan dibawah 0.2.Uji statistik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalahuji statistik non-parametrik Kolmogrov-Smirnov (K-S). Dalam pengertian sederhana setiap variabelindependen menjadi variabel dependen (terikat) dan diregresi terhadap variabelindependen lainnya. 38 . Ujimultikolonieritas ini digunakan karena pada analisis regresi terdapat asumsi yangmengisyaratkan bahwa variabel independen harus terbebas dari gejalamultikolonieritas atau tidak terjadi korelasi antar variabel independen.2006).5. Jika hasil Kolmogrov-Smirnov menunjukkan nilai signifikan diatas 0. 2006).maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas (Ghozali. Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yangterpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Jadi nilai Tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi (karena VIF = 1/Tolerance). Keduaukuran ini menunjukkan setiap variabel independen manakah yang dijelaskan olehvariabel independen lainnya.05 maka data residual terdistribusidengan normal. 2006).Cara untuk mengetahui apakah terjadi multikolonieritas atau tidak yaitudengan melihat nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF).37 Jika data menyebar lebih jauh dari diagonal dan/atau tidak mengikuti arah garisdiagonal atau grafik histrogram tidak menunjukkan pola distribusi normal.05 maka data residual terdistribusi tidak normal (Ghozali.

Nilai cutoff yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinearitasadalah nilai Tolerance <0.1Pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasiHipotesis nol Keputusan Jika Tdk ada autokorelasi positif Tolak 0 < d < dlTdk ada autokorelasi positif No decisiondl d duTdk ada autokorelasi negatif Tolak 4 dl < d < 4Tdk ada autokorelasi negatif No decision4 du d . bila angka D-W diantara -2 samapai +2. berarti tidak terjadiautokorelasi.5. maka model regresi yang seharusnya signifikan.Singgih (2000). menjadi tidak layak untuk dipakai (Singgih Santoso. 2000). untuk mendeteksi ada atau tidaknyaautokorelasi bisa menggunakan Uji Durbin-Watson (DW test) Tabel 3. 2006). Jika ada masalahautokorelasi. Menurut Ghozali (2006).2.Autokorelasi dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Durbin Watson .10 atau sama dengan nilai VIF>10 (Ghozali.3 Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi bergandalinier ada korelasi antara kesalahan penganggu pada periode t dengan kesalahanpenganggu pada periode t-1(sebelumnya). 3. Autokorelasi muncul karena observasiyang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain.

Apabila dalamgrafik tersebut tidak terdapat pola tertentu yang teratur dan data tersebar secaraacak di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y.4 dlTdk ada autokorelasi. maka diidentifikasikan tidak terdapat heteroskedastisitas (Ghozali. Jika variance dari residual satu 39 pengamatan ke pengamatan yang lain tetap. Ada duapersamaan regresi.00.2006). Data diolah dengan bantuan software SPSS seri 16. 2006 3. maka disebut Homokedastisitas danjika berbeda disebut Heteroskedastisitas. 3.Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan model analisis regresivariabel independen terhadap variabel dependen (sekaran.5.3 Model Regresi Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda linier yangdigunakan untuk melihat pengaruh pendapatan yaitu PAD dan DAU terhadappengeluaran pemerintah yang berupa alokasi belanja daerah (belanja langsung danbelanja tidak langsung). positif atau negatif Tdk ditolak du < d < 4 du Sumber: Imam Ghozali. persamaan regresi adalah: Y 1 . Model regresi yang baik adalah tidak terdapat heteroskedastisitas.4 Uji Heteroskedastisitas Pengujian ini memiliki tujuan untuk menguji apakah dalam model regresiterjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yanglain atau untuk melihat penyebaran data.5. 1992).2.Uji ini dapat dilakukan dengan melihat gambar plot antara nilai prediksivariabel independen (ZPRED) dengan residualnya (SRESID).

= +b 1 X 1 +b 2 X 2 +e 1 dan Y 2 = +b 1 X 1 +b 2 X 2 +e 2 .

Sebaliknya disebut tidak signifikan bila nilai ujistatistiknya berada dalam daerah dimana Ho diterima (Ghozali. 2006).1. Koefisien DeterminasiKoefisien determinasi (R .5. Secara statistik.dimana :Y 1 = Belanja LangsungY 2 = Belanja Tidak LangsungX 1 = PAD 40 X 2 = DAU 1 2 = koefisien regresi untuk masing-masing variabel X 3. Perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji statistiknya berada dalam daerahkritis (daerah dimana Ho ditolak). setidaknya ini dapat diukur dari nilaikoefisien determinasi. nilai statistik F dan nilai statistik t.4 Uji Hipotesis Ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukurdari Goodness of Fit nya.

2006). 2006). Nilai R 2 yang kecilberarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasivariabel dependen amat terbatas. Semakin tinggi nilai koefisien determinasimaka akan semakin baik pula kemampuan variabel independen dalammenjelaskan variabel dependen (Ghozali. . Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)Uji Statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabelindependen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruhsecara bersama-sama terhadap variabel dependen (Ghozali. Cara untuk mengetahuinya yaitu dengan membandingkan nilai F hitung dengan nilai F tabel. maka hipotesis alternatif diterima artinya semua variabel independen secara bersama-sama dan signifikanmempengaruhi variabel dependen. Koefisiendeterminasi ini digunakan karena dapat menjelaskan kebaikan dari model regresidalam memprediksi variabel dependen. Apabila nilai t hitung lebih besar dibandingkan dengan nilai ttabel maka berarti t hitung tersebut signifikan artinya hipotesis alternatif diterimayaitu variabel independen secara individual mempengaruhi variabel dependen.Apabila nilai F hitung lebih besar daripada nilai F tabel. bisa juga dilakukan dengan melihat p-value dari masing-masingvariabel. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t)Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satuvariabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabeldependen (Ghozali. 2006).Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu.2 ) pada intinya mengukur seberapa jauhkemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen. Hipotesis diterima apabila p-value < 5 % (Ghozali.Cara untuk mengetahuinya yaitu dengan membandingkan nilai t hitungdengan nilai t tabel.Selain itu. Uji statistik t ini digunakan karena untuk memperolehkeyakinan tentang kebaikan dari model regresi dalam memprediksi. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. 2006).3. 41 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful