P. 1
-Khairuddin-Seismik

-Khairuddin-Seismik

|Views: 103|Likes:
Published by onoyuo

More info:

Published by: onoyuo on Mar 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2013

pdf

text

original

INTERPRETASI DATA SEISMIK

(Proposal Praktek Kerja Lapangan)

Oleh : Rahmat C Wibowo 0715051029

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOFISIKA FAKUTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG
2010

1

M. 09 Maret 2010 Ketua Jurusan Teknik Geofisika Karyanto.T. NIP 196912301998021001 2 .INTERPRETASI DATA SEISMIK Disusun Oleh : Rahmat C Wibowo 0715051029 Mengetahui : Bandar Lampung.

Salah satu perangkap yang dikenal adalah perangkap struktur yang merupakan perangkap penting yang dapat menjebak minyak dan gasbumi.1 Latar Belakang Minyak dan gas bumi hingga saat ini masih memiliki peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan energi umat manusia. Keberadaan minyak dan gasbumi biasanya berada dalam suatu perangkap (trap). Kebutuhan dunia terhadap minyak dan gas bumi yang masih tinggi menjadikan peranan eksplorasi sangat penting untuk menutupi berkurangnya cadangan tiap waktunya. meskipun sumber energi alternatif lainnya sudah banyak ditemukan. 3 . sehingga eksplorasi ditujukan pada usaha pencarian perangkap yang mengisolasi keberadaan minyak dan gasbumi tersebut. maka dalam penelitian ini akan dilakukan pencarian hidrokarbon pada perangkap struktur dengan menggunakan data seismik tersebut.BAB I PENDAHULUAN 1. Mengingat masih besarnya peranan tersebut maka eksplorasi dan eksploitasi masih terus dilakukan. Eksplorasi bukan hanya dilakukan untuk membuktikan keberadaan hidrokarbon pada daerah-daerah yang benar-benar masih baru. Mengingat seismik refleksi dapat memberikan gambaran mengenai kondisi stratigrafi dan struktur bawah permukaan secara detail. dengan demikian eksplorasi akan dapat menbantu pengurasan minyak secara maksimal. namun dapat juga diterapkan untuk mengidentifikasi adanya jebakan baru pada suatu lapangan penghasil hidrokarbon yang tidak terdeteksi sebelumnya.

lebih khusus lagi yaitu kemampuan menentukan zona prospek hidrokarbon. seal dan trap. Untuk mengetahui semua itu perlu dilakukan pengambilan data seismik.1. pengolahan data dan interpretasi geologi. Disamping itu hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan penyelesaian masalah cadangan migas yang terus menipis.3 Identifikasi Masalah Dalam upaya pencarian hidrokarbon. Perangkap reservoir yang merupakan tempat terakumulasinya minyak dan gasbumi bisa berupa perangkap stratigrafi. antara lain : • • • • Mengetahui gejala tektonik atau stuktur yang terjadi pada daerah tersebut berdasarkan interpretasi penampang seismik Menentukan struktur-struktur yang dapat bertindak sebagai perangkap hidrokarbon Memetakan perangkap struktur yang dinilai prospek Geometrik dari perangkap struktur 1. 4 . reservoir.4 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan kemampuan interpretasi data seismik dan pemahaman tentang tektonik bagi penulis. terdapat lima faktor (petroleum system) yang harus diperhatikan yaitu adanya source rock. Dalam penelitian ini permasalahan yang akan disajikan dibatasi hanya pada interpretasi data seismik untuk menentukan zona prospek hidrokarbon pada perangkap struktur yang dinilai prospek. 1. perangkap struktur maupun kombinasi keduanya.2 Maksud dan Tujuan Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perangkap hidrokarbon di daerah “X”. Adapun tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini. migration.

Kadar material organik dalam batuan sedimen secara umum dipengaruhi oleh beberapa faktor (Koesoemadinata. napal 12% dan batubara 2%. Secara statistik di simpulkan bahwa prosentasi kandungan hidrokarbon tertinggi terdapat pada serpih yaitu 65%.1 Batuan Sumber Batuan sumber ialah batuan yang merupakan tempat minyak dan gas bumi terbentuk. dimana sirkulasi air yang cepat menyebabkan tidak terdapatnya oksigen.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. pengendapan sedimen yang berlangsung secara cepat sehingga material organik tersebut tidak hilang oleh pembusukan dan atau teroksidasi. Proses selanjutnya yang terjadi dalam batuan sumber ini adalah pematangan.1980) antara lain lingkungan pengendapan dimana kehidupan organisma berkembang secara baik sehingga material organik terkumpul.1. 5 . diperlukan lima persyaratan mutlak yaitu sebagai berikut : 2. 1980) diketahui bahwa pematangan hidrokarbon dipandang dari perbandingan hidrogen dan karbon yang akan meningkat sejalan dengan umur dan kedalaman batuan sumber itu sendiri. Dari beberapa hipotesa (Koesoemadinata. Pada umumnya batuan sumber ini berupa lapisan serpih/shale yang tebal dan mengandung material organik. batugamping 21%. Faktor lain yang juga mempengaruhi adalah lingkungan pengendapan yang berada pada lingkungan reduksi. Dengan demikian material organik akan terawetkan.1 Sistem Petroleum Untuk menyelidiki keadaan geologi dimana minyak dan gas bumi terakumulasi.

Waktu pembentukan minyak umumnya disebabkan oleh proses penimbunan dan ‘heat flow’ yang berasosiasi dengan tektonik Miosen Akhir. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa migrasi hidrokarbon dipengaruhi oleh kemiringan lapisan secara regional. 6 .1. gaya pelampungan. 2. yang sangat dipengaruhi oleh tekstur batuan sedimen yang secara langsung dipengaruhi sejarah sedimentasi dan lingkungan pengendapannya. Di alam batuan waduk umumnya berupa batupasir atau batuan karbonat. Beberapa jenis sumber penggerak perpindahan hidrokarbon ini diantaranya adalah kompaksi.2. tegangan permukaan.1. tekanan gas dan gradien hidrodinamik. shale yang tak retak. batugamping pejal atau lapisan tebal dari batuan garam. tekanan hidrostatik.2 Migrasi Migrasi adalah perpindahan hidrokarbon dari batuan sumber melewati rekahan dan pori-pori batuan waduk menuju tempat yang lebih tinggi. Lapisan ini bersifat melindungi minyak dan gas bumi yang telah terperangkap agar tidak keluar dari sarang perangkapnya. 2. yang dapat menyimpan dan melewatkan fluida. perangkap stratigrafi dan perangkap kombinasi dari keduanya. 2.1. Mekanisme pergerakan hidrokarbon sendiri dibedakan pada dua hal yaitu perpindahan dengan pertolongan air dan tanpa pertolongan air.3 Batuan waduk Batuan waduk merupakan batuan berpori atau retak-retak.4 Lapisan tudung Lapisan tudung merupakan lapisan pelindung yang bersifat tak permeabel yang dapat berupa lapisan lempung.5 Perangkap Secara geologi perangkap yang merupakan tempat terjebaknya minyak dan gasbumi dapat dikelompokan dalam tiga jenis perangkap yaitu perangkap struktur.1. Faktor-faktor yang menyangkut kemampuan batuan waduk ini adalah tingkat porositas dan permeabilitas.

yang penting adanya tutupan. minyak mulai melimpah kebagian lain yang lebih tinggi dari kedudukannya dalam perangkap ini. Perangkap stratigrafi dipengaruhi oleh variasi perlapisan secara vertikal dan lateral. sedangkan ke bawah terhalang oleh adanya batas air minyak atau bidang ekipotensial. 2. Persoalan yang dihadapi dalan mengevaluasi suatu perangkap lipatan terutama yaitu mengenai ada tidaknya tutupan (Closure). 2. perubahan facies batuan dan ketidakselarasan. perangkap yang paling penting dan merupakan perangkap yang pertama kali dikenal dalam pengusahaan minyak dan gas bumi.1 Perangkap Lipatan Perangkap yang disebutkan perlipatan ini merupakan perangkap utama.2. Misalnya. Titik limpah adalah suatu titik pada perangkap dimana kalau minyak bertambah. Minyak tidak bisa pindah ke atas karena terhalang oleh lapisan penyekat. Tutupan ini ditentukan oleh adanya titik limpah (Spill-point). pada permukaan dapat saja kita mendapatkan suatu tutupan tetapi makin ke dalam 7 . Suatu lipatan dapat saja terbentuk tanpa terjadinya suatu tutupan sehingga tidak dapat disebut suatu perangkap. Namun harus diperhatikan pula bahwa perangkap ini harus ditinjau dari segi 3 dimensi. Adapun perangkap kombinasi merupakan perangkap paling kompleks yang terdiri dari gabungan antara perangkap struktur dan stratigrafi. Jadi tidak dipersoalkan apakah lipatan ini ketat atau landai. Unsur yang mempengaruhi pembentukan perangkap ini yaitu lapisan penyekat dan penutup yang berada di atasnya dan terbentuk sedemikian rupa sehingga minyak tak bisa pindah kemanamana. Selain itu juga ada tidaknya tutupan sangat tergantung pada faktor struktur dan posisinya ke dalam. jadi bukan saja ke barat dan timur.Perangkap struktur banyak dipengaruhi oleh kejadian deformasi perlapisan dengan terbentuknya struktur lipatan dan patahan yang merupakan respon dari kejadian tektonik. tetapi kearah utara-selatan juga harus terhalang oleh lapisan penyekat.2 Perangkap Struktur Perangkap struktur merupakan perangkap yang paling orisinil dan sampai sekarang masih merupakan perangkap yang paling penting. Juga ke pinggir terhalang oleh lapisan penyekat yang melengkung ke daerah pinggir.

Adanya suatu pelengkungan lapisan atau suatu perlipatan 4. Patahan biasanya hanya merupakan suatu pelengkungan daripada suatu perangkap struktur. Yang lebih banyak terjadi ialah asosiasi dengan lipatan. Adanya kemiringan wilayah 2. Harus ada paling sedikit 2 patahan yang berpotongan 3. Ada beberapa unsur lain yang harus dipenuhi untuk terjadinya suatu perangkap yang betul-betul hanya disebabkan karena patahan. Dalam hal ini Smith (1966) berpendapat bahwa persoalan patahan sebagai penyekat sebenarnya tergantung dari tekanan kapiler. Pengkajian teoritis memperlihatkan bahwa patahan dalam batuan yang basah air tergantung pada tekanan kapiler dari medium dalam jalur patahan tersebut. tetapi jika lebih kecil maka patahan tersebut akan bertindak sebagai suatu penyekat.2 Perangkap Patahan Patahan dapat juga bertindak sebagai unsur penyekat minyak dalam penyaluran penggerakan minyak selanjutnya. Jika tekanan tersebut lebih besar daripada tekanan kapiler maka minyak masih bisa tersalurkan melalui patahan. Pelengkungan daripada patahannya sendiri dan kemiringan wilayah Dalam prakteknya jarang sekali terdapat perangkap patahan yang murni.2. Patahan yang berdiri sendiri tidaklah dapat membentuk suatu perangkap. dan di arah lainnya terdapat patahan yang menyekat perangkap dari arah lain. Menurut Leversen (1958) menghilangnya tutupan ini disebabkan faktor bentuk lipatan serta pengaruhnya ke dalam. Besar kecilnya tekanan yang disebabkan karena pelampungan minyak atau kolom minyak terhadap besarnya tekanan kapiler menentukan sekali apakah patahan itu bertindak sebagai suatu penyalur atau penyekat.tutupan itu menghilang. 2. antara lain : 1. yaitu : 8 . misalnya disatu arah terdapat suatu pelengkungan atau hidung suatu antiklin. Dalam hal ini patahan pada perangkap dapat dibagi atas beberapa macam. Kadang-kadang dipersoalkan pula apakah patahan itu bersifat penyekat atau penyalur.

Dibagian foot wall. Patahan normal Patahan normal biasa sekali terjadi sebagai suatu unsur perangkap. 3.1. 2.3 Analisis dan Interprestasi Penampamg Seismik Metoda seismik merupakan metoda penyelidikan bawah permukaan dengan memanfaatkan sifat rambatan gelombang seismik buatan. yaitu patahan naik dengan lipatan asimetris dan patahan naik yang membentuk suatu sesar sungkup atau suatu nappe. Sering kali patahan tumbuh ini menyebabkan adanya suatu roll-over. 2. Pada umumnya perangkap patahan transversal merupakan pemancungan oleh penggeseran patahan terhadap kulminasi setengah lipatan dan pelengkungan struktur pada bagian penunjaman yang terbuka. Patahan transversal Patahan transversal/horizontal yang disebut pula wrench-faults atau strikeslip fault dapat juga bertindak sebagai perangkap. Patahan naik Patahan naik juga dapat bertindak sebagai suatu unsur perangkap dan biasanya selalu berasosiasi dengan lipatan yang ketat ataupun asimetris. 4. Prinsipnya 9 . sedimen tetap tipis sedangkan dibagian hanging wall selain terjadi penurunan. terutama dalam kombinasi dengan adanya lipatan. sedimentasinya berlangsung terus sehingga dengan demikian terjadi suatu lapisan yang sangat tebal. Biasanya minyak lebih sering terdapat didalam hanging wall dari pada di dalam foot wall . Patahan tumbuh Patahan tumbuh adalah suatu patahan normal yang terjadi cecara bersamaan dengan akumulasi sedimen. Dalam patahan tumbuh roll-over ini sangat penting karena asosiasinya dengan terdapatnya minyak bumi. Patahan naik itu dapat dibagi lagi dalam dua asosiasi. Harding (1974) menekankan pentingnya unsur patahan transversal sebagai pelengkap perangkap struktur.

Lipatan yang dapat dideteksi dan dipetakan dengan metoda seismik hanya lipatan dengan skala besar.berdasarkan pada sifat dari perambatan gelombang pada material bumi. Penyelidikan tersebut sangat penting dalam kegiatan eksplorasi baik untuk penelitian regional. Dengan melaksanakan tahapan tersebut maka akan diperoleh gambaran bawah permukaan yang pada akhirnya dapat digunakan untuk menentukan daerah prospek hidrokarbon. lipatan (fold). sinklinal dan monoklinal. yaitu antiklinal. tahap pengolahan data dan tahap analisis dan interpretasi penampang seismik. Dalam 10 . dan diapir (diapirs). Dalam interpretasi struktur bertujuan untuk mengetahui berbagai deformasi yang telah terjadi. Pada profil seismik patahan diindenfikasikan sebagai reflektor yang terlihat bergeser secara vertikal. ketidakselarasan (unconformities). baru kemudian terjadi lagi proses sedimentasi. diantaranya yaitu patahan (fault). Permukaan yang menandai perbedaan dalam deposisi ini disebut ketidakselarasan. Tahapan utama yang dilakukan untuk memperoleh data bawah permukaan dengan menggunakan metoda seismik diantaranya yaitu tahap pengumpulan data. sehingga akan mempermudah pekerjaannya maupun untuk pencarian suatu prospek. Pada suatu saat proses sedimentasi di cekungan akan terhenti menjadi priode non-deposisi. Interpretasi penampang seismik merupakan tahap akhir dalam penyelidikan seismik dengan tujuan untuk menerjemahkan fenomena fisika yang terdapat dalam penampang seismik menjadi fenomena geologi. Dalam kondisi tertentu bidang patahan bukan merupakan struktur yang sederhana melainkan sebuah wilayah yang hancur dengan lebar dapat mencapai ratusan meter tergantung pada besar dan tipe patahan itu sendiri. evaluasi prospek maupun pada delineasi prospek dan pengembangan lapangan karena dapat mengetahui informasi bawah permukaan secara detail. Deformasi karena lipatan ini terjadi dalam waktu yang bervariasi selama proses sedimentasi sebuah cekungan. Sebelum melakukan interpretasi sebaiknya seorang interpreter mengetahui kondisi geologi daerah penelitian baik stratigrafi maupun struktur.

profil seismik. Diskontinuitas horison atau berpindahnya dislokasi kelangsungan korelasi horison secara tiba-tiba Adanya deformasi dapat dikenali melalui adanya kenampakan strata yang bergeser maupun kenampakan seismik yang tidak beraturan. Disamping itu dicari pula hubungan antara deformasi-deformasi yang telah terjadi. antara lain : 1. Gejala reflektor dari bidang patahan 5. memancarkan energi seismik yang berasal dari diskontinuitas reflektor 4. Indikasi-indikasi tersebut. Indikasi struktur sesar pada penempang seismik terlihat dari perubahanperubahan kontinuitas pola refleksi yang dicirikan dengan beberapa konfigurasi refleksi. Difraksi. Material sedimen garam dan liat yang memiliki sifat dalam kondisi tertentu seperti bentuk batuannya akan berubah oleh aliran plastik dan migrasi dapat terjadi secara vertikal dan horizontal. 11 . sehingga bisa diketahui bagaimana urutan-urutan tektonik pada daerah tersebut. Perubahan mendadak kemiringan horison 3. ketidakselarasan dapat dikenali dengan muda yaitu ketika lapisan dibawah ketidakselarasan membentuk sudut dengan lapisan diatasnya. Perubahan penebalan atau penipisan lapisan diantara horison 2. Diapir terbentuk ketika proses ini mengarah ke intrusi migrasi sedimen plastik ke atas melalui suatu lapisan ketingkat keseimbangan batuan yang tinggi.

Data final log Sumur ‘X’ yang digunakan untuk mengetahui kedalaman puncak formasi dan menentukan batas-batas sekuen atau parasekuen 3.1 Obyek Penelitian Obyek penelitian berupa penampang seismik yang digunakan untuk analisis dan interpretasi gejala tektonik pada daerah “X”. Kurva TDC dari VSP Sumur ‘X’ yang digunakan untuk mengubah satuan kedalaman yang diperoleh dari data log menjadi satuan waktu 5. Penampang seismik migrasi atau final stack yang digunakan untuk interpretasi penampang seismik 4. posisi sumur. Hasil interprestasi struktur tersebut.3 Tahapan Penelitian 12 .2 Alat-alat yang Digunakan Untuk kelancaran pelaksanaan penelitian ini diperlukan alat-alat sebagai penunjang.BAB III METODE PENELITIAN 3. Buku dan alat tulis lainnya 3. dan perpotongan antar lintasan 2. Peralatan-peralatan yang akan digunakan tersebut antara lain : 1. Peta dasar yang menggambarkan lintasan seismik yang digunakan dalam penelitian. 3. nomor SP. setelah digabungkan dengan data sekunder yang diperlukan maka akan didapatkan gambaran mengenai lokasi prospek perangkap hidrokarbon.

dapat dilihat pada diagram alir : 13 .Dalam melaksanakan penelitian ini. penulis membuat suatu rencana kerja yang meliputi beberapa tahapan.

Study Literatur Persiapan data penampang sismik 2D Data sumur. Diagram alir penelitian 14 . cheskshot dan data marker seismic 2D Well to Seismik Tie Data penampang seismic yang sudah diikat dengan data sumur Analisa kualitas seismik Data penampang seismic yang telah di QC Penarikan horizon dan indikasi sesar/patahan Griding and contouring Model peta kontur yang dihasilkan Gambar 3.1.

Studi literatur daerah penelitian mencakup stratigrafi dan struktur yang berkembang berdasarkan peneliti terdahulu. untuk memperoleh gambaran geologi daerah tersebut sehingga mempermudah dalam melakukan interpretasi 2. 3.2 Tahap Analisis dan Interpretasi Penampang Seismik Interpretasi seismik dilakukan untuk mengetahui struktur geologi bawah permukaan dan jenis perangkap atau tutupan batuan reservoir sebagai tempat akumulasi hidrokarbon. shot point. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini meliputi perencanaan interpretasi. Analisa kualitas seismik dari penampang seismik yang akan diinterpretasi. meliputi : 1. 3.3. Penyiapan dan pengumpulan data yang akan digunakan dalam analisis dan interpretasi penampang seismik. skala horisontal atau vertikal dan perpotongan lintasan • Penentuan formasi yang akan ditelusuri refleksi seismiknya • Mengubah satuan kedalaman tiap-tiap puncak formasi (berdasarkan data sumur) yang akan ditelusuri refleksi seismiknya kedalam satuan waktu dengan menggunakan TDC dari hasil VSP Sumur ‘X’.3.3. digunakan untuk membuat sintetik seismogram dan untuk menetukan korelasi antara horizon seismic dan lithologi sumur (well to seismictie). data check shot diperlukan untuk mengkoreksi log seismic dan data marker untuk penentuan formasi.1 Tahap Persiapan Tahapan ini merupakan tahapan awal sebagai kegiatan persiapan sebelum melakukan penelitian. • Memindahkan satuan waktu tiap-tiap puncak formasi yang akan ditelusuri ke dalam penampang seismic 15 . Data sumur khusunya log sonic dan densitas. a) Perencanaan Interpretasi • Membatasi daerah yang akan diteliti dan menentukan lintasan seismik yang akan digunakan dalam penelitian • Pengamatan dan pemeriksaan terhadap lintasan seismik yang akan digunakan meliputi nomor dan arah setiap penampang. 4. penelusuran refleksi dan penyajian hasil interpretasi.

b) Penelusuran Refleksi Seismik • • • Penelusuran refleksi seismik menggunakan pinsil warna untuk identifikasi refleksi seismik yang akan ditelusuri sesuai warna yang sudah ditentukan. • • Pengamatan terhadap unsur-unsur struktur geologi Pembacaan waktu refleksi ditiap nomor SP pada tiap penampang seismik untuk refleksi yang sudah ditelusuri dan akan dipetakan. c) Penyajian hasil interprestasi Hasil interpretasi patahan (fault) yang dilakukan dengan menarik patahan dari masing-masing seismik. Pewarnaan dilakukan pada lembah (trough) dari bentuk amplitudo Pada saat penelusuran refleksi. kemudian patahan-patahan yang sama dikorelasikan dengan membuat peta bidang patahan (fault surface map). 16 . Kedalaman reflektor dibaca dari datum 0 untuk setiap SP yang ada pada penampang seismik. 3. dilakukan pengamatan dari sisi yang lain. dilakukan pengikatan pada setiap perpotongan lintasan seismik untuk mengetahui apakah pewarnaan horison sudah benar dengan menggunakan sistem jaringan tertutup. ataupun gangguan pada saat pengolahan atau pengumpulan data. Pembacaan dilakukan pada tengah-tengah puncak amplitudo. Hasilnya diharapkan dapat digunakan untuk menentukan daerah prospek hidrokarbon yang dibedakan berdasarkan skala prioritas. • Apabila mengalami hambatan (gap). perubahan fasies.2. Gap umumnya disebabkan oleh sesar.3 Tahap Penentuan Zona Prospek Hidrokarbon Tahap ini merupakan penggabungan antara hasil interpretasi penampang seismik dengan data sekunder berupa hasil interpretasi seismik stratigrafi dan hasil final log sumur.

Tearpock. Daniel J. Jakarta. Usulan Penelitian.. Applied Subsurface Geological Mapping. P T R Prentice-Hall. Tidak dipublikasikan. Neidell. 1988. Inc. Stratigraphic Modelling and Interpretation: Geophysical Principles and Techniques.. penerbit ITB. Diktat Kuliah MIGAS. 1980. Carbonate Sequence Stratigraphy. Pendahuluan Interpretasi Data Seismik. Prinsip-prinsip Seismik. 1991. Petunjuk Penulisan Laporan Pemetaan Geologi Pendahuluan. Education Course Note Series # 13. 2001. Jatinangor. Zenith Exploration Company Houston. Norman S.DAFTAR PUSTAKA Arif. AAPG. Geologi Minyak dan Gas Bumi. A Simon & Schuster Company. Oeke.. Jurusan Geologi. Fachrudin. and Bischke. Texas.. Prajuto. 17 . dan Skripsi. Soebari. A. 1995. F. J. Atlantic Richfield Indonesia Inc.. UNPAD.. Exxon Production Research Co. Richard E. Sarg. Koesoemadinata.

Jadwal Penelitian : Waktu (Minggu ke-) No Kegiatan √ √ √ √ √ √ √ √ 1 2 3 4 1 Studi Literatur dan Persiapan 2 Persiapan Data Penampang Seismik 2D Pengikatan Data Sumur dengan Data 3 Penampang seismik 4 Analisis Kwalitas Seismik 5 Interpretasi Seismik 6 Penulisan Laporan 18 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->