ANALISA KELAYAKAN RENCANA PENDIRIAN USAHA AYAM PETELUR PADA PERUSAHAAN ³ CITRA MANDIRI ´ BLITAR

ABSTRAKSI Pada umumnya setiap kegiatan usaha memiliki tujuan. Tujuan tersebut bisa jangka pendek dan jangka panjang. Adapun tujuan jangka pendek perusahaan ³Citra Mandiri ± Blitar´ adalah mendapat laba sebesar-besarnya, sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Untuk itu maka salah satu usaha yang ditempuh oleh perusahaan adalah dengan melakukan suatu investasi baru atau pendirian usaha baru. Dalam melaksanakan hal tersebut, diperlukan dana yang besar yang memerlukan pertimbanganpertimbangan yang benar. Selama ini perusahaan Bukit Kapur belum dapat memenuhi permintaan telur pengepulnya. Oleh karena itu perusahaan tersebut menyarankan kepada perusahaanCitra Mandiri untuk mendirikan usaha ayam petelur supaya permintaan pasarnya dapat terpenuhi. Dalam hubungannya dengan rencana pendirian usaha tersebut, perlu dianalisa dengan benar dan tepat sehingga tidak menimbulkan kerugian. Dalam hal ini penulis mencoba untuk meneliti dan menganalisa kelayakan dari rencana tersebut dengan menggunakan metode analisa aspek-aspek dalam studi kelayakan yaitu : aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan produksi, aspek manajemen operasional, aspek lingkungan dan sosial budaya, dan aspek ekonomi dan keuangan. dalam aspek ekonomi dan keuangan dilakukan evaluasi penilaian kelayakan dengan menggunakan NPV, IRR, ARR, dan PB Periode Setelah penulis meneliti dan menganalisa, maka dapat diambil kesimpulan bahwa rencana pendirian usaha tersebut layak dilaksanakan, hal itu berdasarkan hasilanalisa sebagai berikut : a. Berdasarkan analisa NPV diperoleh sebesar Rp 5.481.187 (positif) berarti rencana dapat diterima. b. Berdasarkan analisa IRR diperoleh sebesar 9,074 % lebih besar dari COC = 8,6 % , sehingga rencana dapat diterima. c. Berdasarkan analisa ARR diperoleh sebesar 70,65 %, lebih besar dari ROI, sehingga rencana dapat diterima. d. Berdasarkan analisa PB Period diperoleh selama 3 periode, 3 bulan, 7 hari, jadi lebih kecil dari lama proyek yang 4 periode, sehingga rencna diterima. BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Pada dasarnya tujuan didirikannya suatu perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya sehingga dapat mempertahankan kelangsungan hidup usahanya meskipun banyak alasan yang lainnya. Oleh karena itu semua kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan harus atau

Hal ini juga didukung oleh pernyataan Dirjen Peternakan. Dalam mengatasi masalah ini perusahaan menyarankan perusahaan Citra Mandiri agar mendirikan usaha ayam petelur untuk memenuhi permintaan pasarnya.119. ³Demokratisasi dalam liberalisasi yang melanda bidang politik dan ekonomi ditanah air berimbas pula ke bisnis perunggasan. Perusahaan tersebut dalam memenuhi permintaan telur selalu mengalami kekurangan. Perusahaan Citra Mandiri yang berkedudukan di Blitar tepatnya didesa Suruhwadang merupakan perusahaan peternakan ayam pedaging. Dalam bidang perternakan peluang tersebut masih terbuka lebar.329 1.880. Selain itu agar pangsa .selalu diarahkan dalam pencapaian kestabilan kelangsungan hidup dan perkembangan usaha. Hal tersebut dikarenakan populasi ayamyang dipunyai perusahaan terbatas dan tidak bisa berkembang secara pesat untuk memenuhi permintaan konsumen. Tahun 2000 Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa volume produksi meningkat dari tahun ke tahun. Tabel 1 Perusahaan Ayam Petelur Bukit Kapur Data Produksi dan Permintaan Telur Tahun 1996 sampai dengan 2000 (Kg) Tahun Produksi Permintaan 96 97 98 99 00 889. Kini pemerintah hanya akan memainkan peran sebagai fasilitator saja´ (Trobos.000 2. 2000:5). Rencana tersebut didasarkan atas saran perusahaan ayam petelur Bukit Kopur yang pemiliknya masih saudara dari pemilik Citra Mandiri.000 2. Ms (2000:6) ³« Anggaran pemerintah untuk pembangunan peternakan sekarang semakin mengecil sehinggayang diusahakan adalah mendongkrak investasi dari swasta´. Akan tetapi perusahaan tetap belum mampu memenuhi permintaan pangsa pasarnya walau sudah berproduksi secara maksimal.068 2.000 2.070 992.176 1.000 2.000 Sumber : Perusahaan Bukit Kapur. Peraturan-peraturan yang selama ini dinilai menghambat investasi dicabut semua. Dalam tahun mendatang perusahaan merencanakan untuk melakukan investasibaru berupa pendirian usaha ayam petelur.880. Berikut ini data produksi dan permintaan telur perusahaan tersebut dalam 5 tahun terakhir.880.411 930.880. Sofjan Sudradjad. Dr. Drh.277. Pendirian usaha baru ini dilakukan oleh perusahaan karena adanya faktor peluang usaha maupun peluang pasar yang masih terbuka lebar. Salah satu usaha yang ditempuh oleh perusahaan adalah dengan melakukan suatu investasi baru atau pendirian usaha baru.880.

Tujuannya agar mendapat pandangan yang sama antara teori dengan masalah yang dihadapi. Rumusan Permasalahan Seperti yang telah dijabarkan dalam latar belakang permasalahan. Sebagai bahan referensi untuk memperkaya pengetahuan serta dapat dikembangkan menjadi topik yang lebih spesifik untuk penelitian lebih lanjut. perusahaan harus melakukan analisis dulu supaya tidak menimbulkan kegagalan dan kerugian. Menurut Prof. Pengertian Studi Kelayakan dan Tujuannya Ada beberapa teori yang mengemukakan tentang study kelayakan (feasibility study). perlu membahas teori terlebih dahulu. Tujuan dan Kegunaan Penelitian a. Kegunaan Penelitian 1. Berdasarkan hal tersebut diatas maka dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut ³Apakah rencana pendirian usaha ayam peteluryang akan dilakukan oleh perusahaan Citra Mandiri layak atau tidak?´ 3. 3. Data baru mempunyai arti apabila tersusun dalam suatu sistem pemikiran yang disebut teori. sehingga tidak akan menimbulkan salah pengertian. 2. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sebelum membahas lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan rencana investasi yang akan dilakukan oleh perusahaan. 1. sehingga dapat dipakai pertimbangan untuk rencana pendirian usaha ayam petelur. Suwarsono. Untuk itu sebelum melaksanakan investasi tersebut. Tujuan Penelitian 1. namun pada dasarnya semua teori tersebut mempunyai tujuan yang sama yaitu tentang layak atau tidak suatu proyek (biasanya proyek investasi) itu dilakssnakan. 2. ³Yang dimaksud dengan studi kelayakan proyek adalah penelitian tentang ilmu pengetahuan dilaksanakannya suatu proyek (biasanya merupakan proyek investasi) dilaksanakan dengan berhasil´ (Husnan. Untuk itu perusahaan perlu melaksanakan analisa kelayakan dalam pelaksanaannya. Untuk mengetahui layak tidaknya suatu usaha dijalankan.pasar yang yang tersedia tidak jatuh ke perusahaan lain. Dari gambaran tersebut terdorong untuk dilakukan penelitian pada perusahaan Citra Mandiri dalam kaitannya untuk merencanakan pendirian usaha baru khususnya ayam petelur. Untuk mengetahui tingkat resiko dari investasi usaha yang akan dilaksanakan. Icksan. 2. (1997:33) ³Studi kelayakan usaha (proyek) adalah suatu penyelidikan yang mendalam atas suatu rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu . Moch. Sebagai salah satu bahan evaluasi bagi usaha peternakan ayam pedaging Citra Mandiri khususnya. maka hal itu merupakan kesempatan yang baik untuk meningkatkan rentabilitas dan memperbesar usaha. bahwa saat ini peluang investasi dibidang perternakan masih luas khususnya usaha ayam petelur. karena sekumpulan data saja belum cukup untuk memberikan jalan keluar dalam memecahkan suatu masalah. b. khususnya pendirian ayam petelur. 1994:4). Dalam kaitannya dengan pendirian usahabaru. Dr.

Operasi dan tahap Evaluasi Hasil´. yaitu untuk menghindari terlanjurnya penanaman dana investasi yang terlalu besar untuk usaha yang tidak menguntungkan. Sementara itu menurut Husnan dan Swarsono (1994:7) adalah ³Untuk menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan´. Penjelasan dari keenam tahap tersebut dijabarkan dibawah ini: a. yaitu: Identifikasi. Tahap Identifikasi Tahap pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi. Analisis. Tahap Formulasi Yaitu mengadakan persiapan dengan melakukan pra studi kelayakan dengan meneliti sejauh mana calon-calon proyek tersebut dapat dilaksanakan menurut aspek-aspek teknis. sosial dan eksternalitas. Kelayakan proyek tadi dianalisis untuk memilih yang terbaik diantara berbagai alternatif proyek yang ada berdasarkan suatu ukuran tertentu. institusional. d. Tujuan studi kelayakan adalah untuk memberikan gambaran serta arahan atas seperangkat tindakan investasi agar secara ekonomis maupun teknis menguntungkan sehingga kegagalan investasi seminim mungkin dapat dihindari. Tahap Analisis Yaitu mengadakan apprasial atau evaluasi terhadap laporan-laporan studi kelayakan yang ada. sehingga dapat diketahui kewajaran dan kemanfaatannya´.Apakah proyek secara garis besar akan menguntungkan ? . agar kemungkinan adanya resiko-resiko yang dapat dihadapi dapat diperhitungkan sebelumnya dan kerugian karena kegagalan proyek tersebut dapat dihindari. Tahap Implementasi Adalah tahap pelaksanaan daripada proyek tersebut. Formulasi. 2. Tahap Operasi Pada tahap ini perlu dipertimbangkan metode-metode pembuatan laporan atas pelaksanaan operasinya.Apakah proyek termasuk dalam sektor yang diprioritaskan ? . maupun aspek ekonomisnya. Beberapa pegangan menyangkut perlu tidaknya suatu gagasan proyek diteliti lebih lanjut adalah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan: . Dengan dilaksanakan studi kelayakan. maka resiko kegagalan dapt diperkecil. e. Tahap-Tahap Studi Kelayakan ³Clive Gray (1993:3-4) dalam bukunya Pengantar Evaluasi Proyek mengatakan bahwa tahapan dalam studi kelayakan dapat dibedakan menjadi 6 tahap. atau merupakan studi tentang pendirian suatu proyek dengan memperhatikan aspek-aspek kelayakan suatu proyek baik komersial.Adakah bantuan dari pemerintah bagi jenis proyek tersebut ? b. Dalam tahap ini tanggung jawab utama dari para perencana serta penilai proyek adalah mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan fisik proyek agar sesuai dengan final designnya. diperlukan perhitungan dan pertimbangan yang cermat. yaitu menentukan calon-calon proyek yang perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan.yang akan datang. operasional. Implementasi. c. . sehingga peranan studi kelayakan menjadi sangat penting khususnya bagi Pembangunan Usaha yang mempunyai resiko yang cukup tinggi. Jadi jelas bahwa studi kelayakan adalah suatu usaha usulan atau anjuran untuk melakukan suatu investasi proyek yang secara ekonomis dan teknis adalah memungkinkan untuk dilaksanakan. Oleh karena itu sebelum mengambil suatu keputusan.

1994:35) 2) Pasar yang akan dipenuhi Dalam menentukan pasar yang akan dipenuhi. karena kegiatan ekonomi yang semakin tidak menentu disebabkan oleh krisis ekonomi yang sedang terjadi. Hasil evaluasi ini diperlukan untuk mengadakan perbaikan bagi proyek-proyek berikutnya atau untuk mengebangkan gagasan baru dalam memilih proyek baru. Dalam aspek pasar akan dibahas tentang: 1) Identifikasi pasar dan pemasaran Identifikasi pasar dan pemasaran merupakan tahap peramalan permintaan untuk waktu yang akan datang. Aspek-Aspek Studi Kelayakan a. maka harus diperhatikan tentang kemampuan perusahaan. Disini diperbandingan antara apa yang direncanakan dan hasil yang dicapai. (2) Pengertian kedua adalah penjualan potensial yaitu proporsi (bagian) dari keseluruhan pasar yang diharapkan dapat diraih atau dikuasai oleh proyek yang bersangkutan. aspek pasar menempati prioritas pertama dan utama dari studi kelayakan. 3. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan letak usaha antara lain adalah sebagai berikut: a) Tersedianya bahan baku b) Pasar yang akan dituju c) Tersedianya tenaga kerja d) Kemungkinan mendapat tanah yang luas e) Tersedianya pembangkit tenaga listrik dan air f) Fasilitas transportasi g) Lingkungan yang mendukung . Dalam keadaan demikian. Satu kondisi tertentu tersebut meliputi variabel yang dapat dikontrol oleh calon investor yaitu ³marketing mix´ dan kemampuan manajemen lainnya serta kondisi perekonomian pada umumnya. sehingga permintaan konsumen menjadi sulit diramalkan. dan kondisi industri. peramalan pasar yang akan datang juga perkiraan penjualan yang bisa dicapai perusahaan. Dalam pembahasan mengenai peramalan permintaan ada 2 hal pokok yaitu: a) Pengukuran pasar potensial untuk waktu yang akan datang b) Pengukuran pasar potensial yang dikuasai sekarang maupun yang akan datang Pengertian keduanyadapat dijelaskan sebagai berikut: (1) Pengertian pertama dalam arti pasar potensial yaitu keseluruhan jumlah produk atau sekelompok produk yang mungkin dapat dijual dalam pasar tertentu pula. Aspek Pasar dan Pemasaran Sekarang ini. (Husnan Suad dan Suwarsono. Aspek Teknis dan Produksi Hal-hal yang perlu dievaluasi dalam aspek ini adalah sebagai berikut: 1) Penentuan letak proyek Letak proyek sebaiknya dipilih pada tempat yang nantinya dapat menekan biaya-biaya sehingga bisa memaksimalkan keuntungannya. Tahap Evaluasi Hasil Adalah evaluasi atas hasil-hasil perlaksanaan serta operasi proyek berdasarkan atas laporan yang termasuk pada tahap sebelumnya. b. maka aspek pasar menjadi sangat penting bagi suatu studi kelayakan.f.

Pengertian ini berbeda dengan pengertian luas perusahaan yakini luas produksi hanyalah salah satu alat ukur dari luas perusahaan. peralatan. c. c. Beberapa faktor yangperlu diperhatikan dalam penentuan luas produksi ini adalah : a. 3) Penempatan bangunan. Kemampuan finansial dan manajemen. Dalam mendirikan suatu usaha perlu adanya koordinasi sebagai kegiatan dan sumber daya. Karena itu sebaiknya fasilitas-fasilitas tersebut diatur sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat efektif dan efisien. Aspek Manajemen Operasional Ada dua hal penting dalam membahas aspek manajemen operasional. Menentukan kepada siapa melaporkan pekerjaan dan terhadap siapa melakukan pengawasan serta garis-garis hubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya. d. Suwarsono. Tersedianya kapasitas mesin-mesin yang dalam hal ini dibatasi oleh kapsitas teknis atau kapasitas ekonomis. agar sarana fisik proyek seperti bangunan dan perlengkapannya serta tenaga kerja dapat dipersiapkan tepat pada waktunya. d) Rencana penentuan gaji tenaga kerja Gaji merupakan imbalan yang diberikan kepada tenaga kerja atau jasa yang telah diberikan pada perusahaan. c) Struktur organisasi yang akan digunakan Struktur organisasi merupakan struktur yang menggambarkan tentang wewenang dan tanggung jawab masing ± masing tenaga kerja. Jumlah dan kemampuan tenaga kerja pengelola proses produksi. dan perabotan Penempatan ini merupakan keseluruhan proses penentuan modal peralatan-peralatan atau fasilitas-fasilitas yang diperlukan dalam proses produksi. Batasan permintaan. Pengaturan letak bangunan dan peralatannya akan mempengaruhi biaya investasi dan operasionalnya. b) Kebutuhan tenaga kerja Tenaga kerja adalah merupakan tenaga yang akan menjalankan kegiatan operasi perusahaan. 1994:114). 2) Manajemen dalam operasi Yaitu membicarakan tentang proyek tersebut dalam operasinya yang meliputi: a) Diskripsi Jabatan Diskripsi jabatan merupakan uraian tugas-tugas suatu pekerjaan.2) Penentuan luas produksi Luas produksi adalah jumlah produk yang seharusnya diproduksi untuk mencapai keuntungan yang optimal. Kemungkinan adanya perubahan teknologi produksi dimasa yang akan datang (Husnan. sehingga kegiatan operasi perusahaan dapat dimulai tepat pada waktunya. Aspek Lingkungan dan Sosial Budaya . Besarnya gaji disesuaikan dengan jabatan masing-masing pekerjaan. b. yang telah diketahui terlebih dahulu dalam perhitungan market share (pangsa pasar). yaitu: 1) Manajemen pembangunan usaha Manajemen dalam pembangunan usaha dimaksudkan sebagai penyusunan rencana penyelesaian proyek. d. e.

kegiatan tersebut pada pengusaha diwajibkan menyusun semacam laporan dibantu konsultan departeman peternakan KPL supaya pemantauan lingkunagan dan UKL.Aspek ini merupakan analisa pengaruh dari adanya proyek yang akan dilakukan terhadap lingkungan dan sosial budaya. adat istiadat. juga untuk investasi pada aktiva . akan tetapi tidak sedikit masyarakat setempat menentangnya. Membantu proses pemerataan pembangunan c. tetapi oleh semua pihak dalam perekonomian. Suwarsono. e. 1996) Di dalam aspek sosial. Pengukuran manfaat lebih sulit dibanding pengukuran biaya ekonomi. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi d. Meskipun secara ekonomi dan finansial pasti akan memberikan dampak positif bagi daerah yang akan didirikan proyek. upaya pengelolaan lingkungan yang telah menmiliki/penyusun PEL (Penyajian Evaluasi Lingkungan) ada 22 pengusaha peternakan´. Aspek Ekonomi dan Keuangan Menurut Suad Husnan (1994). kepercayaan. karena disamping manfaat ekonomi yang diterima secara langsung berupa output proyek yang dapat diukur dengan satuan moneter terdapat manfaat sekunder dan manfaat intangibel yang sulit diukur dengan satuan moneter. 4/82. setiap manusia akan saling membutuhkan dan menjadi anggota kelas dari kumpulan orang dalam memenuhi kebutuhannya. ³Menyadari bahwa setiap usaha pengembangan peternakan akan memberi dampak bagi daerah sekelilingnya. Oleh karena itu para pengusaha (para analis proyek) harus membuat tabulasi. Manfaat sosial budaya dan lain-lain (Husnan. ilmu dan teknologi. baik secara positif maupun negatif di daerah proyek. mempelajari dan menganalisis secara seksama dan hati-hati terhadap kelas sosial ini dan mempertimbangkan seberapa besar pengaruhnya kepada produksi dan jasa yang akan dihasilkan. Mengurangi pengangguran (menambaah kesempatan kerja) f. Umumnya setiap kelas sosial akan mempunyai pola perilaku yang berbeda baik dalam dunia politik. Bentuk dan macam kelas sosial tersebut banyak sekali dari yang paling rendah sampai kelas tinggi. maka pembimbingan para pengusaha dibidang peternakan di arahkan kepada terwujudnya suatu kawasan yang bersih dan sehat bagi lingkungan hidup dan usaha peternakan yang berwawasan lingkungan berdasarkan UU No. ekonomi. Menaiknya tingkat konsumsi b. kelas sosial yang berbeda akan mempunyai pola perilaku yang berbeda pula di dalam mendapatkan suatu proyek dan jasa. 1994:323) Dalam aspek keuangan dibicarakan tentang bagaimana menghitung kebutuhan dana yang diperlukan untuk investasi. Analisis Ekonomi (economic analysis) suatu proyek tidak hanya memperhatikan manfaat yang dinikmati dan pengorbanan yang ditanggung langsung oleh perusahaan. Dibidang bisnis. dan kebiasaan masyarakat setempat. Sedangkan di dalam aspek budaya yang harus diperhatikan meliputi agama. Mengurangi ketergantungan (menambah swadaya negara) e. Baik investasi untuk aktiva tetap. budaya. bisnis. Beberapa manfaat sekunder dari suatu usaha yang kadang-kadang sulit diukur dalam satuan moneter adalah: a. (Dinas Peternakan Daerah Blitar. agama. sebagai realisasi.

b. Ad. misalnya investasi untuk pemasangan alat pemanas.lancar atau modal kerja. 2) Untuk memperoleh pendapatan yang tepat secara terus-menerus. namun karena kapasitas suatu alat terbatas sedang di pihak lain barang yang diminta terus meningkat.4) Investasi lain-lain Yang termasuk dalam golongan investasi lain-lain adalah usulan investasi yang tidak termasuk dalam ketiga golongan tersebut diatas. sumber-sumber untuk pembelanjaan investasi. Investasi penggantian 2. Ad. . Pengertian Investasi Pengertian investasi dapat digolongkan menjadi dua. Penggantian tersebut dilakukan dalam rangka untuk tetap dapat memenuhi permintaan konsumen baik dari hal jumlah maupun mutu produk.2) Investasi penambahan Beberapa usulan investasi penggantian. IRR dan lain-lain. berarti kondisi aktiva tetap yang ada masih memadai untuk tetap dioperasikan. yang berkaitan secara tak langsung dengan perusahaan. 4. Tujuan Investasi Tujuan perusahaan mengadakan investasi menurut Munawir (2000:17) pada umumnya adalah: 1) Untuk dapat mengadakan pengawasan terhadap kebijaksanaan/kegiatan perusahaan lain.1) Investasi penggantian Keputusan mengenai investasi aktiva berupa penggantian terjadi apabila suatu aktiva sudah usang sehingga berpengaruh terhadap jumlah atau volume produksi. 3) Untuk membentuk suatu dana guna tujuan tertentu. Investasi penambahan jenis produk 4. Perlu diperhatikan pula dana yang diperlukan. yaitu : 1) Investasi jangka pendek (sort term investment) Adalah investasi yang dimaksudkan untuk memutar kelebihan uang kas. (Soemarso. Karena ini menyangkut produk baru maka investasi ini mempunyai tingkat ketidakpastian yang besar. 1996:3) Usulan investasi menurut Bambang Riyanto (1995:121) dapat dibedakan dalam : 1. Ad. Pengertian Investasi dan Tujuannya a. alat pendingin dan sebagainya. seperti NPV. 2) Investasi jangka panjang (long term investment) Adalah investasi yang dilakukan dalam jangka waktu beberapa tahun dan tidak dimaksudkan untuk memutar kelebihan uang kas. maka perlu tambahan investasi aktiva tetap guna dapat memenuhi permintaan. Investasi penambahan kapasitas 3. Investasi lain-lain Ad. maka usulan penambahan terjadi karena aktiva tetap yang dimiliki sudah tidak memadai lagi untuk memenuhi permintaan. serta manfaat dan biaya dalam artian finansial. ARR.3) Investasi perluasan Golongan investasi yang ketiga ini adalah investasi untuk menghasilkan produk baru di samping tetap menghasilkan produk baru lama.

dan untuk investasi yang berkaitan dengan jangka panjang maka investasi dapat digolongkan menjadi: 1) Investasi dalam saham. dalam hal ini Suad Husnan (1996:133) berpendapat: 1) Adanya usul-usul investasi. 3) Penyisihan dana untuk tujuan jangka panjang. 4) Investasi rupa-rupa (Soemarso. Angka yang dipergunakan adalah ³Laba bersih setelah pajak dibanding dengan total atau average investment´ Hasil yang diperoleh dinyatakan dengan prosentase. dan 5) Monitoring dan peniliaian terus menerus terhadap proyek investasi setelah investasi dilaksanakan. maka proyek dikatakan menguntungkan. c. Maksud IRR adalah nilai discount rate (i) yang membuat NPV dari proyek yang sama menjadi nol. Jika NPV < 0 maka proyek ditolak. Kriteria Penilaian Investasi Ada beberapa metode yang bisa digunakan dalam menilai apakah usulan investasi atau proyek layak untuk dilaksanakan apabila dipandang dari aspekprofitabilitas komersial. maka investasi dikatakan menguntungkan. 4) Memilih proyek-proyek sesuai dengan kriteria tertentu. 2) Estimasi arus kas dari usul-usul investasi tersebut. Net Present Value (NPV) Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaanpenerimaan kas bersih (operasional maupun terminal cash flow) dimasa yang akan datang. 3) Evaluasi arus kas tersebut. Macam-macam investasi Investasi memiliki berbagai bentuk. b. angka ini kemudian dibandingkan dengan tingkat keuntungan yang diisyaratkan. Apabila IRR > dari pada tingkat bunga relevan (tingkat keuntungan yang diharapkan). Pengaturan ivestasi modal yang efektif perlu memperhatikan beberapa faktor. Internal Rate of Return (IRR) Metode ini menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang. 1996:4) 5. Bila NPV = 0 berarti proyek tersebut mengembalikan biaya modal. Ada empat metode yang dipakai dalam penilaian investasi yaitu : a. Apabila nilai NPV > 0 maka berarti proyek diterima. Kelemahan metode ini: . apabila lebih kecil ditolak. 2) Investasi dalam obligasi. Apabila lebih besar dan tingkat keuntungan yang diisyaratkan. Kelemahan metode ini adalah dalam perhitungan dilakukan trial and error. Average Rate of Return (ARR) Metode ini tingkat beberapa tingkat keuntungan rata-rata yang diperoleh dan suatu investasi. 5) Untuk tujuan-tujuan lainnya Tentu saja investasi juga perlu diatur agar tidak terjadi over investment atau under investment.4) Untuk membina hubungan baik dengan perusahaan lain. kalau lebih kecil dikatakan merugikan. c.

suatu perusahaan haruslah berusaha agar tidak saja dapat bertahan. Perkembangan suatu perusahaan bisa dilakukan dengan cara investasi usaha baru. aspek teknis dan produksi.Digunakan konsep laba menurut akuntansi. aspek manajemen oprasional.Diabaikan nilai waktu liang. yaitu aspek pasar dan pemasaran.. Kalau payback period ini lebih pendek daripada yang diperkirakan maka proyek tersebut dikatakan menguntungkan. Payback Period (PB Period) Metode ini mengukur seberapa cepat suatu investasi bisa kembali. Didalam studi kelayakan tersebut ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan. ARR. Model Teori PENILAIAN DAN ANALISIS Keterangan: Suatu perusahaan dalam memperbesar usahanya bisa dengan cara investasi usaha baru. Hubungan Antara Kelayakan Perluasan Usaha dengan Keputusan Investasi Dalam melakukan usahanya. . Dalam hubungannya dengan investasi tersebut perusahaan harus melaksanakan dengan pertimbangan yang masak dilihat dari berbagai segi. Dari analisa investasi tersebut dapat diketahui rencana investasi yang akan dilaksanakan layak atau tidak. Maka suatu perusahaan dalam melakukan pendirian usaha haruslah memperhatikan segala sesuatu yang berkaitan dengan keuangan maupun non keuangan. maka diperlukan dasar pengambilan keputusan penilaian kelayakan atau evaluasi investasi yang lebih cermat dan tepat. Padahal lebih penting bagi investor adalah kas bukan menurut akuntansi. padahal sangat penting. 6. 7. Rencana investasi tersebut supaya dilaksanakan dengan berhasil. Selanjutnya rencana investasi tersebut dilakukan penilaian kelayakan dengan menggunakan analisa investasi. yaitu NPV. IRR. sedangkan kalau lebih lama ditolak. bukan kas. aspek lingkungan dan sosial budaya serta aspek ekonomi dan keuangan. Filed under: Bisnis . maka harus dilakukan studi kelayakan. Karena dana yang dibutuhkan untuk itu sangat besar. d. tetapi juga berkembang. dan PB Periode.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful