IKATAN PUSTAKAWAN INDONESIA (IPI) Sejarah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) didirikan pada tanggal 6 Juli 1973 dalam

Kongres Pustakawan Indonesia yang diadakan di Ciawi, Bogor, 5-7 Juli 1973. Kongres ini merupakan perwujudan kesepakatan para pustakawan yang tergabung dalam APADI, HPCI dan PPDIY dalam pertemuan di Bandung pada tanggal 21 Januari 1973 untuk menggabungkan seluruh unsur pustakawan dalam satu asosiasi. Dalam perjalanan panjang sejarah perpustakaan di negeri ini, jauh sebelum IPI lahir, sudah ada beberapa organisasi pustakawan di Indonesia. Mereka ini adalah Vereeniging tot Bevordering van het Bibliothekwezen (1916), Asosiasi Perpustakaan Indonesia (API) 1953, Perhimpunan Ahli Perpustakaan Seluruh Indonesia (PAPSI) 1954, Perhimpunan Ahli Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Indonesia (PAPADI) 1956, Asosiasi Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Indonesia (APADI) 1962, Himpunan Perpustakaan Chusus Indonesia (HPCI) 1969, dan Perkumpulan Perpustakaan Daerah Istimewa Yogyakarta (PPDIY). Dalam Kongres Pustakawan Indonesia tahun 1973 tersebut, ada dua acara utama yang diagendakan, yaitu (1) seminar tentang berbagai aspek perpustakaan, arsip, dokumentasi, informasi, pendidikan, dan (2) pembentukan organisasi sebagai wadah tunggal bagi pustakawan Indonesia. Berkaitan dengan acara yang disebut terakhiri, Ketua HPCI Ipon S. Purawidjaja melaporkan bahwa sebagian besar anggota HPCI, melalui rapat di Bandung tanggal 24 Maret 1973 dan angket, setuju untuk bergabung dalam satu organisasi pustakawan. APADI pun memutuskan bersedia meleburkan diri melalui keputusannya tertanggal 4 Juli 1973, dan terhitung sejak 7 Juli 1973 APADI bubar sejalan dengan terbentuknya IPI. Dengan kesepakatan bersama itu, maka kongres Ciawi melahirkan wadah tunggal pustakawan Indonesia, yaitu Ikatan Pustakawan Indonesia. Pemilihan untuk Pengurus Pusat, yang didahului dengan penyampaian tata tertib pemilihan, menghasilkan a.l. ketua Soekarman, sekretaris J.P. Rompas, dan bendahara Yoyoh Wartomo. Komisi yang terbentuk di antaranya adalah Komisi Perpustakaan Nasional yang diketuai oleh Mastini Hardjoprakoso, Perpustakaan Khusus oleh Luwarsih Pringgoadisurjo (alm.) dan Pendidikan Pustakawan oleh Sjahrial Pamuntjak. Pada tanggal 7 Juli 1973 itu juga Anggaran Dasar IPI yang terdiri dari 24 pasal disahkan oleh peserta Kongres. Visi : Menjadi organisasi profesi yang mandiri, dapat memenuhi tuntutan zaman, serta mampu berperan dalam mewujudkan terciptanya layanan informasi yang kompetitif dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Misi :
y y

Memberdayakan anggota IPI menjadi tenaga layanan informasi yang kompetitif. Memasyarakatkan jasa perpustakaan, dokumentasi dan informasi (pusdokinfo) sesuai dinamika kebutuhan masyarakat.

y

Berperan aktif dalam menumbuh kembangkan semua aspek kepustakawanan.

Tujuan Meningkatkan profesionalisme pustakawan Indonesia melalui pengembangan pusdokinfo dalam pengabdian dan pengamalan keahliannya untuk bangsa dan negara RI. Kegiatan Kegiatan IPI antara lain :
y y y y

1. Mengadakan dan ikut serta dalam berbagai kegiatan ilmiah di bidang pusdokinfo di dalam dan luar negeri 2. Mengikutsertakan pustakawan dalam pelaksanaan program pemerintah, swasta, dan masyarakat di bidang pusdokinfo 3. Menerbitkan bahan pustaka di bidang pusdokinfo 4. Memberikan berbagai jasa di bidang pusdokinfo dan bidang lain

ANGGARAN DASAR IKATAN PUSTAKAWAN INDONESIA MUKADIMAH Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa serta visi yang berlandaskan Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945; dan terdorong oleh rasa tanggung jawab untuk ikut serta dalam usaha mencapai tujuan kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa yang dilandasi pada pengertian, keinsafan dan keyakinan bahwa perpustakaan dengan segala aspek kegiatannya mempunyai fungsi dan peranan penting dalam membangun bangsa dan negara, maka pustakawan Indonesia berikrar untuk bersatu guna bersama-sama memberikan sumbangan dalam pembangunan negara dan bangsa di bidang pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Menyadari bahwa profesi, keahlian dan keterampilan pustakawan Indonesia dengan segala kaitannya perlu ditingkatkan dengan menghimpun pustakawan Indonesia dalam organisasi profesi, maka dengan ini di bentuklah Ikatan Pustakawan Indonesia, dengan Anggaran Dasar sebagai berikut : BAB I NAMA, KEDUDUKAN DAN WAKTU

3. disingkat IPI. Mengabdikan dan mengamalkan tenaga dan keahlian pustakawan untuk bangsa dan negara RI. SIFAT. .Pasal 1 Nama Organisasi ini bernama Ikatan Pustakawan Indonesia. Pasal 3 Waktu Ikatan Pustakawan Indonesia di dirikan di Ciawi. Pasal 6 Lambang dan Bendera Lambang dan Bendera Ikatan Pustakawan Indonesia diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. Pasal 2 Kedudukan Ikatan Pustakawan Indonesia berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia. Meningkatkan profesionalisme pustakawan Indonesia. LAMBANG DAN BENDERA Pasal 4 Azas Ikatan Pustakawan Indonesia berazaskan Pancasila Pasal 5 Sifat Ikatan Pustakawan Indonesia merupakan organisasi profesi yang bersifat nasional dan mandiri. BAB II AZAS. BAB III TUJUAN DAN KEGIATAN Pasal 7 tujuan Ikatan Pustakawan Indonesia bertujuan sebagai berikut : 1. Bogor pada tanggal 6 Juli 1973 untuk waktu yang tidak ditentukan lamanya. 2. Mengembangkan ilmu perpustakaan dokumentasi dan informasi.

Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Cabang pada tingkat Kabupaten/Kotamadya/Wilayah kota administratif yang diatur dalam Anggaran Rumah Tangga Pasal 10 Pengurus Kepengurusan Ikatan Pustakawan Indonesia terdiri dari : 1. dokumentasi dan informasi di dalam dan luar negeri.Pasal 8 Kegiatan Untuk mencapai tujuan tersebut dalam pasal 7. Pengurus Cabang untuk IPI Cabang. Mengadakan dan ikut serta dalam berbagai kegiatan ilmiah di bidang perpustakaan. 4. . antara lain sebagai berikut : 1. Menerbitkan pustaka dan atau mempublikasikan bidang perpustakaan. Pengurus Pusat untuk IPI Pusat. Pengurus Daerah untuk IPI Daerah. Membidangi Perpustakaan Umum. 3. Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Pusat tingkat Nasional 2. Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Daerah pada tingkat Propinsi/Daerah Tingkat I 3. 2. 2. 3. BAB IV ORGANISASI Pasal 9 Struktur Organisasi Struktur organisasi Ikatan Pustakawan Indonesia terdiri dari : 1. Ikatan Pustakawan Indonesia melakukan berbagai kegiatan. Membina forum komunikasi antar pustakawan dan atau kelembagaan perpustakaan. Mengusahakan keikutsertaan pustakawan dalam pelaksanaan program pemerintah dan pembangunan nasional di bidang perpustakaan. dokumentasi dan informasi. dokumentasi dan informasi. Pasal 11 Pengurus Pusat (1) Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia (PP-IPI) terdiri dari : Ketua Umum Ketua I. dokumentasi dan informasi.

f. c. Membidangi Perpustakaan Perguruan Tinggi. Bendahara Umum. Komisi-komisi (2) Pengurus Pusat dipilih dan ditetapkan oleh Kongres untuk masa jabatan 4 tahun (3) Ketua Umum tidak dibenarkan dijabat lebih dari dua kali masa jabatan secara berturut-turut oleh orang yang sama (4) Fungsionaris Pengurus Pusat tidak dibenarkan merangkap menjadi Pengurus Daerah atau Pengurus Cabang (5) Pengurus Pusat membentuk sekretariat yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal dibantu Sekretaris dan dapat mengangkat sekurang-kurangnya dua tenaga tetap Sekretariat (6) Tugas dan kewajiban Pengurus Pusat adalah sebagai berikut : a. d. Ketua III. Membidangi Perpustakaan Khusus. b. Sekretaris. Memimpin Organisasi. Melaksanakan Keputusan Kongres Bertanggung jawab pada Kongres Melaksanakan Program Kerja dan keputusan lain yang ditetapkan oleh Konggres Menyelenggarakan hubungan dengan berbagai pihak di dalam dan di luar negeri Membina Pengurus Daerah Pasal 12 Pengurus Daerah (1) Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia tingkat Daerah (PD-IPI) terdiri dari : . Sekretaris Jenderal.Ketua II. Membidangi Perpustakaan Sekolah. Bendahara. e. Ketua IV.

Bendahara. Wakil Bendahara. (2) Pengurus Daerah dipilih dan ditetapkan oleh Musyawarah Daerah dan disahkan oleh Pengurus Pusat untuk masa jabatan 4 tahun (3) Ketua Pengurus Daerah tidak dibenarkan dijabat lebih dari dua kali masa jabatan secara berturut-turut oleh orang yang sama (4) Pengurus Daerah membentuk Sekretariat yang dipimpin oleh Sekretaris dan dapat mengangkat sekurang-kurangnya seorang tenaga tetap sekretariat (5) Tugas dan kewajiban Pengurus Daerah adalah sebagai berikut : a. . d. Sekretaris. Melaksanakan kebijakan dan program Pengurus Pusat yang ditetapkan Kongres. Membina Pengurus Cabang.Daerah (PD-IPI) terdiri dari : Ketua. Wakil Sekretaris. Untuk mempertanggung jawabkan tugas (5) a di atas Pengurus Daerah wajib membuat laporan tahunan tertulis kepada Pengurus Pusat. Komisi-komisi. b. Wakil Ketua. Pasal 13 Pengurus Cabang (1) Pengurus Cabang terdiri dari : · · Ketua. Menyelenggarakan Musyawarah Daerah dan melaksanakan Keputusan Musyawarah Daerah. Wakil Ketua. c.

Penasehat dan Badan Pembina Ikatan a. Untuk wilayah yang jumlah anggotanya belum mencapai 20 orang. Mengelola anggota IPI Cabang dan menyusun daftar anggota Menyelenggarakan Musyawarah Cabang dan melaksanakan hasil Musyawarah Cabang d. Melaksanakan kebijakan dan Program Kerja Pengurus Pusat serta Program Kerja Pengurus Daerah b. Penasehat dan Badan Pembina Ikatan Pustakawan Indonesia pada Tingkat Pengurus Pusat terdiri dari : a. c. Untuk Pengurus Daerah adalah Gubernur. Kepala Perpustakaan Nasional sebagai Ketua. Pustakawan Indonesia terdiri dari : (2) Pelindung. . b. Melaksanakan Pemungutan uang pangkal/iuran kepada anggota-anggota dan melaksanakan kewajiban mengirimkan kepada Bendahara Pengurus Pusat 10% dan Pengurus Daerah 15% dari uang pangkal dan iuran yang diterima Pengurus Cabang e. Panasehat dan Badan Pembina (1) Pelindung. Untuk Pengurus Pusat adalah Menteri. Membuat laporan tahunan sebagai pertanggungjawaban kegiatan Pengurus Cabang kepada Pengurus Daerah Pasal 14 Pelindung. c. dapat menggabungkan diri pada Cabang terdekat di wilayah IPI Daerah (3) Pengurus Cabang dipilih dan ditetapkan oleh Musyawarah Cabang serta disahkan oleh Pengurus Daerah untuk masa jabatan 4 tahun (4) Tugas dan kewajiban Pengurus Cabang adalah sebagai berikut : a. Bendahara.· · · Sekretaris. Untuk Pengurus Cabang adalh Bupati atau Walikota. Seksi-seksi (2) Suatu cabang dapat dibentuk apabila disuatu wilayah paling sedikit terdapat 20 orang anggota.

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat IPI sebagai anggota. BAB V KEANGGOTAAN Pasal 15 Anggota (1) Anggota Ikatan Pustakawan Indonesia terdiri dari : a. (4) Pelindung. nasehat kepada pengurus menyangkut kebijakan pelaksanaan Keputusan Kongres atau Musyawarah Daerah. Anggota Kehormatan. Warga negara Indonesia yang berpendidikan dan berpengalaman di bidang perpustakaan. Penasehat dan Badan Pembina bertugas memberikan saran. Penasehat dan Badan Pembina Ikatan Pustakawan Indonesia pada Tingkat Pengurus Daerah terdiri dari : a. AD/ART dan pelaksanaan kegiatan. d. c. c. b. dokumentasi dan informasi (pusdokinfo) b. Ketua Umum Pengurus Pusat IPI sebagai Sekretaris. b. Anggota Luar Biasa. Pustakawan Senior sebagai anggota. badan/Lembaga yang bergerak di bidang perpustakaan. Kepala Badan Perpustakaan Daerah atau nama lainnya di Provinsi. . (3) Pelindung. Tokoh pemerhati perpustakaan.b. Anggota Biasa. dokumentasi dan informasi (pusdokinfo) (3) Anggota Luar Biasa adalah: Warga negara yang tidak berlatar belakang pendidikan dan pelatihan pusdokinfo dan / atau tidak berprofesi di bidang pusdokinfo. (2) Anggota Biasa adalah : a.

Anggaran Rumah tangga. KUORUM HAK SUARA DAN KEPUTUSAN Pasal 18 . c. d. (2) Anggota Kehormatan dan Anggota Luar Biasa mempunyai hak bicara. Anggota kehormatan ditingkat Daerah ditetapkan oleh Musyawarah daerah atas usul Pengurus Daerah. Badan atau Lembaga dinyatakan hilang jika yang bersangkutan : a. bicara. Pasal 17 Hilangnya Keanggotaan dan hak Membela Diri (1) Keanggotaan seseorang. BAB VI PERMUSYAWARATAN. Kode Etik Pustakawan dan peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh pengurus. memilih dan dipilih. Anggota kehormatan ditingkat Pusat ditetapkan oleh Kongres atas usul Pengurus Pusat. (3) Seluruh anggota wajib mematuhi Anggaran Dasar. Pasal 16 Hak dan Kewajiban Anggota (1) Anggota Biasa mempunyai hak suara. c. mengundurkan diri melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga melakukan perbuatan yang merugikan organisasi meninggal dunia atau bubar bagi Badan dan Lembaga. b.(4) Anggota Kehormatan adalah : a. Mantan anggota Pengurus atau Badan Pembina yang karena jasanya kepada IPI diangkat sebagai Anggota Kehormatan. b. (2) Anggota yang diberhentikan dengan hubungan pasal 17 ayat (b) dan ayat (c) di atas mempunyai hak membela diri. (4) Setiap anggota wajib membayar uang pangkal dan iuran anggota.

c. d. b. *) ditambah satu (1) hak suara untuk setiap 20 anggota. Musyawarah Daerah (Musda). Menetapkan Program Kerja. (2) Kongres. c. Musyawarah Cabang (Muscab). menetapkan dan mensahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah tangga. Rapat Kerja Pusat (Rakerpus). Rapat Kerja Daerah (Rakerda). · · · · Kongres merupakan pemegang kekuasaan tertinggi organisasi untuk : menilai dan mensahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat. Hak suara dalam Kongres adalah : *) tiga (3) hak suara untuk Badan Pembina. e. Utusan-utusan Cabang dan Peninjau. *) lima (5) hak suara untuk Pengurus Pusat. *) satu (1) hak suara untuk setiap Pengurus Cabang. b. Kongres. *) tiga (3) hak suara untuk setiap Pengurus Daerah. Kongres baru sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya separuh lebih satu dari jumlah daerah. Rapt Kerja Pusat adalah forum tertinggi setelah Kongres untuk membahas pelaksanaan Program Kerja dan ketetapan-ketetapan organisasi . Utusan-utusan Daerah. Kongres diadakan 4 tahun sekali d.Permusyawaratan (1) Permusyawaratan organisasi terdiri dari : a. Memilih dan mensahkan Pengurus Pusat. e. Kongres dihadiri oleh Pengurus Pusat. (3) Rapat Kerja Pusat a. meninjau. a.

Rapat Kerja daerah merupakan pertemuan para Pengurus daerah dengan Utusan-utusan cabang untuk membahas pelaksanaan program kerja dan ketetapan-ketetapan organisasi. c. Utusan-utusan Cabang dan Peninjau Musyawarah daerah diadakan 4 tahun sekali selambat-lambatnya 3 bulan setelah Konggres d. c. Musyawarah Daerah baru sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya separuh lebih satu dari jumlah cabang e. Rapat Kerja Daerah diadakan satu kali dalam satu periode kepengurusan. menetapkan hal-hal yang dipandang perlu. Musyawarah Daerah merupakan pertemuan antara Pengurus Daerah dengan Pengurus Cabang untuk : · · · b. (6) Musyawarah Cabang a. a. . Pengurus Daerah mempunyai delapan (8) hak suara. b. menilai dan mensahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus Daerah menetapkan Program Kerja menetapkan hal-hal yang dipandang perlu Musyawarah Daerah dihadiri oleh Pengurus Daerah. Musyawarah Cabang merupakan pertemuan antara pengurus Cabang dengan seluruh anggota untuk : · · · · menilai dan mensahkan laporan pertanggung jawaban Pengurus Cabang. (5) Rapat Kerja Daerah.b. Pengurus Cabang lima (5) hak suara ditambah satu (1) hak suara untuk setiap sepuluh (10) orang anggota. (4) Musyawarah Daerah a. Rapat Kerja Pusat dihadiri oleh Pengurus Pusat serta utusan-utusan Daerah dan cabang Rapat Kerja Pusat diadakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu periode kepengurusan. memilih dan mensahkan Pengurus Cabang. menetapkan Program Kerja.

Musyawarah Cabang diadakan 4 tahun sekali selambat-lambatnya 3 bulan setelah Musyawarah Daerah. (3) Keputusan mengenai pemilihan seseorang dilaksanakan secara langsung. maka keputusan diambil dengan suara terbanyak. (2) Dalam hal terjadi suara seimbang keputusan diserahkan kepada kebijaksanaan pimpinan sidang. . umum. Pasal 19 Keputusan (1) Pengambilan keputusan diusahakan secara musyawarah mufakat. 2. Musyawarah Cabang baru sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya separuh lebih satu dari jumlah anggota. 3. Setiap anggota mempunyai satu (1) hak suara.b. Jika tidak dicapai kemufakatan. bebas dan rahasia BAB VII DANA Pasal 20 Dana Dana organisasi diperoleh dari : 1. d. Hasil usaha organisasian IPI BAB VIII PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN PERUBAHAN ORGANISASI Pasal 21 Perubahan Anggaran Dasar Anggaran Dasar ini dapat diubah oleh Kongres dengan persetujuan sekurang-kurangnya separuh lebih satu dari jumlah suara. c. Iuran anggota. Sumbangan yang tidak mengikat.

(3) Anggaran dasar ini ditetapkan oleh Kongres dan mulai berlaku sejak ditetapkan. (2) Jika IPI dibubarkan. Singkatan IPI dibaca i-pe-I 2. 3. maka hak milik dan kekayaan organisasi diatur dengan keputusan Kongres. dan dipertanggung jawabankan pada Kongres. IPI dapat menjadi tempat bernaung semua organisasi/asosiasi/forum yang bersifat/berkegiatan dalam pengembangan perpustakaan. dan informasi. (2) Dalam keadaan luar biasa Pengurus Pusat dapat mengambil kebijaksanaan.Pasal 22 Perubahan Organisasi (1) Pembubaran Organisasi IPI hanya dapat dilakukan oleh Kongres dengan persetujuan dua pertiga dari jumlah Daerah. Pasal 23 Lain-lain (1) Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran dasar ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. BAB II LAMBANG DAN BENDERA Pasal 2 . ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN PUSTAKAWAN INDONESIA BAB I NAMA Pasal 1 1. IPI merupakan paduan antara Asosiasi Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Indonesia (APADI) dan Himpunan Pustakawan Chusus Indonesia (HPCI). dokumentasi.

c. Komisi Pengembangan Profesi dan Pendidikan d. Memimpin persidangan dalam Kongres dan Rapat Kerja Pusat. Bendera Warna dasar merah hati (maroon) dan lambang terletak di tengah. * Pita film : hitam. Komisi Pengabdian Kepada masyarakat dan Pengembangan Budaya Baca 3. Menandatangani persetujuan dan kontrak kerjasama serta bantuan-bantuan dari badan atau perorangan pada tingkat nasional dan internasional. Warna Gambar: * Buku : putih. Komisi-komisi pada IPI cabang sebanyak-banyaknya tiga komisi Pasal 4 Uraian tugas Pengurus Pusat sebagai berikut : 1. * Piringan : hijau. Ketua Umum : a. serta ukuran bendera 150 cm (panjang) dan 100 cm (lebar). d. * Tulisan Ikatan Pustakawan Indonesia : hitam d. 2. obor dan nama Ikatan Pustakawan Indonesia dalam tali ikatan segi lima b. Komisi Usaha Dana e.1. Obor berarti penyuluhan dalam usaha mencerdaskan bangsa 2. alat peraga berupa pita film dan piringan hitam. Komisi Penelitian dan Pengembangan c. Lambang IPI : a. informasi. * Obor : hitam dan merah. Pengurus Pusat dapat membentuk Tim. Komisi-komisi pada IPI Pusat dan Daerah terdiri dari : a. b. . yaitu : pendidikan. Komisi Organisasi dan Keanggotaan b. BAB III ORGANISASI Pasal 3 1. Warna Dasar : Kuning emas c. Bentuk: Buku terbuka. penelitian. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban organisasi dan pelaksanaan program kerja Pengurus Pusat kepada Kongres. Kelompok atau Panitia untuk pelaksanaan suatu program yang mendesak. rekreasi dan pelestarian. Arti Lingkaran Luar berarti kesatuan tekad organisasi dalam mencapai tujuan Segi lima berarti pembinaan pengembangan lima fungsi utama perpustakaan. Memimpin seluruh kegiatan Pengurus Pusat.

Melaksanakan tugas Ketua Umum apabila Ketua Bidang I. Bendahara Umum : a. b. 4. Ketua Bidang III : a. Ketua Bidang I : a. c. b. Sekretaris Jenderal : a. f. Membuat pembukuan atas pengeluaran dan pemasukan uang. 6. 5. c. 7. d. Bertanggung jawab atas penyelenggaraan Kantor Sekretariat IPI. c. Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan administrasi organisasi. b. Melaksanakan tugas Ketua Umum apabila Ketua Umum dan Ketua Bidang I berhalangan. Melaksanakan tugas Sekretaris Jenderal apabila Sekretaris Jenderal berhalangan. Membantu Sekretaris Jenderal dalam memimpin kantor Sekretariat Pengurus Pusat IPI. 3. e. Membuat neraca keuangan untuk keperluan Rapat Kerja Pusat dan Kongres. Melaksanakan tugas Ketua Umum apabila Ketua Bidang I dan Ketua Bidang II berhalangan.2. Pengaturan acara rapat/pertemuan rutin Pengurus Pusat dan membuat notula/berita acara setiap rapat/pertemuan. b. 8. Memegang kas kecil. 9. 100.(seratus rupiahribu). Membuat laporan pertanggung jawaban keuangan secara tertulis dan rinci setiap 6 (enam) bulan sekali ataupun sewaktu-waktu bila diminta oleh Pengurus Pusat. Bertanggung jawab atas penerbitan dan pendistribusian majalah dan berita IPI. b.Melaksanakan tugas Ketua Umum apabila Ketua Umum berhalangan. Menyiapkan Surat Keputusan / Kontrak. Bendahara : a. Ketua Bidang IV : a.Secara khusus membidangi pembinaan dan pengembangan Perpustakaan Umum. Mengusahakan dan mengelola dana organisasi. Membantu Bendahara Umum dalam mengusahakan dana. Menyiapkan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat kepada Konggres. b. c. Menyiapkan Judul/Acara Kongres dan Rapat Kerja Pusat. . Menandatangani bersama dengan Ketua Umum semua surat berharga yang diterima atau yang dikeluarkan organisasi yang jumlahnya lebih dari Rp. d. Secara khusus membidangi pembinaan dan pengembangan Perpustakaan Sekolah.. b.000. Secara khusus membidangi pembinaan dan pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi. Ketua Bidang II dan Ketua Bidang III berhalangan. b. Ketua Bidang II : a. Secara khusus membidangi pembinaan dan pengembangan Perpustakaan Khusus. Sekretaris : a.

Membuat proposal danpenyelenggaraan penelitian.10. Mengembangkan metode penelitian. d. Menangani promosi dan pengenalan perpustakaan (meningkatkan Library interest dan Reading interest) melalui media cetak dan elektronik. d. c. b. c. Calon anggota mengajukan permintaan tertulis atau mengisi formulir untuk menjadi anggota IPI kepada Pengurus Cabang. d. Melakukan kerjasama dengan pihak terkait. 12. Merumuskan penelitian dan pengembangan. Menyusun program usaha dana. Komisi Penelitian dan Pengembangan a. Mengembangkan kegiatan pengabdian pustakawan dan lembaga pusdokinfo yang sesuai dengan tuntutan masyarakat. Menyiapkan pedoman keanggotaan dan keorganisasian. b. e. Komisi Pengembangan Profesi dan Pendidikan a. e. Menyiapkan rancangan naskah kerjasama dan melaksanakannya. Membuat pedoman pendidikan dan mekanisme. Menerbitkan dan menyebarluaskan pedoman keanggotaan dan keorganisasian. Memantau dan membina perkembangan ilmu. Memantau dan atau menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Berperan aktif dalam pembinaan pendidikan dan pelatihan Pusdokinfo. Komisi Pengabdian Masyarakat : a. 13. BAB IV KEANGGOTAAN Pasal 5 Penerimaan anggota 1. Merumuskan pola pengabdian masyarakat. e. 11. c. a. c. Komisi Usaha Dana : a. Mengumpulakan dan mengevaluasi serta menyusun rancangan kebijakan organisasi dan keanggotaan. b. . b. Komisi Organisasi dan Keanggotaan . Membina keanggotaan dan keorganisasian. Menyiapkan rancangan kegiatan promosi dan pemasaran. Merumuskan kebijakan pendidikan dan pelatihan. Membantu perguruan tinggi dalam penyelenggaraan Pengabdian Masyarakat di bidang Pusdokinfo. d. 14. d. Memantau kegiatan pendidikan kader organisasi. b. c. Mendorong dan mengembangkan kegiatan ilmiah. Berperan aktif dalam membaca peluang serta upaya porolehan sumber dana.

b. Mendapatkan penjelasan secara lisan ataupun tertulis tentang program kerja organisasi melalui pengurus. Apabila syarat-syarat yang tersebut pada ayat 1 dan 2 iatas dipenuhi. Sebelum dilakukan pemberhentian anggota yang bersangkutan harus diberitahu dan diberi kesempatan membela diri dalam waktu dua bulan. baik dalam bentuk materi. Memperoleh publikasi/informasi dari pengurus organisasi sesuai ketentuan yang berlaku. 3. Tata cara membela diri sebagai berikut : a. Hak-hak Anggota lainnya adalah : a. maka kepada anggota tersebut diberikan tanda anggota oleh Pengurus Cabang setelah memperoleh persetujuan Pengurus daerah dengan format yang distandarisasikan oleh Pengurus Pusat. b. e. Menjaga nama baik dan membela kepentingan organisasi. Memelihara sarana dan prasarana organisasi. Memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi di dalam program pembinaan dan pengembangan yang diselenggarakan organisasi melalui mekanisme yang ada. d. 2. Menyampaikan pendapat secara tertulis ataupun lisan untuk perbaikan organisasi. Seseorang/badan baru sah menjadi anggota IPI setelah mengikuti masa penerimaan anggota sesuai syarat. Memberikan partisipasi aktif. Keputusan pemberhentian diputuskan oleh rapat bersama Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang. yang ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Pengurus Daerah melalui Pengurus Cabang. Anggota mengajukan pembelaan kepada Pengurus Daerah melalui Pengurus Cabang secara tertulis dan lisan. konsepsi maupun tenaga demi pengembangan organisasi IPI. Pemberhentian keanggotaan karena pelanggaran atau perbuatan yang merugikan organisasi dinyatakan dengan surat keputusan Pengurus Daerah. BAB V HAK-HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA Pasal 6 1. Kewajiban lainnya setiap Anggota adalah : a. BAB VI PEMBERHENTIAN ANGGOTA Pasal 7 1. Mendapatkan perlindungan hukum dari organisasi. 2. c. b. yang pelaksanaannya disalurkan melalui pengurus. BAB VII PERTEMUAN Pasal 8 . c. 3.2.

Sedang mengabdi di bidang perpustakaan/pusdokinfo dan telah mengabdi di bidang perpustakaan sekurang-kurangnya sepuluh tahun. 3. d. yang harus sudah selesai selambat-lambatnya satu bulan sesudah Kongres. a. Perkenalan verifikasi calon. maka Kongres memberikan mandat kepada formatur. setelah laporan pertanggungjawaban diterima dan diperiksa oleh suatu Tim Verifikasi (Teknik) yang dibentuk. Panitia Penyelenggara wajib membuat laporan pertanggung jawaban tertulis kepada Pengurus Pusat baru atas penyelenggaraan kongres. dan Bendahara Umum. berkantor atau berdomisili diwilayah Ibukota. Kongres diselenggarakan oleh suatu Panitia Penyelenggara yang dibentuk oleh Pengurus Pusat. 2. 5. c. Selanjutnya dibantu sekurang-kurangnya dua anggota atau sebanyak-banyaknya empat anggota yang ditunjuk Presidium Kongres berdasarkan ketentuan yang disepakati Kongres. Kongres harus sudah mengesahkan sekurang-kurangnya Ketua Umum. c. Bekerja. Pertemuan ilmiah IPI meliputi : Seminar. Pengumpulan/pengambilan suara. Sudah menjadi anggota IPI sekurang-kurangnya lima tahun. Pernah menjadi pengurus Pusat. Pemilihan Pengurus Pusat yang baru dilakukan dengan memilih Ketua Umum Pengurus Pusat baru dengan tahap sebagai berikut. BAB VIII DANA Pasal 10 . Daerah. Ketua Umum terpilih dengan sendirinya menjadi Ketua Formatur. Panel Diskusi. Sedang mengabdi di bidang Pusdokinfo. Sudah menjadi anggota IPI sekurang-kurangnya lima tahun. d. dan lainlain. e. Sekretaris Jenderal. memilih dan mengangkat Pejabat Pengurus Pusat baru lainnya. Sekurang-kurangnya Sarjana Perpustakaan. Cabang. sebelum Kongres ditutup. Penghitungan suara. 4. Pertemuan ilmiah tingkat nasional diselenggarakan oleh pengurus Pusat. 5. c. Pasal 9 1. Pengesahan. b. 3.1. Bekerja. 4. berkantor atau berdomisili di wilayah Ibu Kota. Panitia Penyelenggara dinyatakan bubar. Dokumentasi dan Informasi atau Sarjana bidang lain yang telah mendapat Pendidikan di Bidang Pusdokinfo. Pencalonan. Para calon Pejabat Pengurus Baru yang bukan Ketua Umum harus memenuhi syarat : a. b. e. 2. b. Untuk Ketua Umum sekurang-kurangnya harus ada dua orang calon yang memenuhi syarat : a. simposium. Temu Wicara. Apabila komposisi Pengurus Pusat sampai dengan penutupan Kongres belum seluruhnya terisi.

. Bendahara Umum/Bendahara masing-masing wajib membuat laporan tertulis setiap bulan pertama. diterima dan dikeluarkan organisasi. 5.(dua puluh ribu rupiah). Masing-masing pengurus harus memiliki buku daftar barang inventaris organisasi.000. b.(lima puluh ribu rupiah).000. 1.Iuran sebesar Rp. Tidak membayar uang pangkal dan iuran merupakan pelanggaran Anggaran Dasar.1. Uang pangkal dan iuran anggota adalah : a. Anggota luar biasa ± orang Indonesia : . Anggota biasa ± Perorangan : . 4. Dari total dana penerimaan uang pangkal dan iuran anggota setiap bulan pertama pengurus cabang harus melakukan kewajiban menyetorkan dana sebagai berikut : a. 20.(dua ribu lima ratus rupiah) setiap bulan. c. 50..Badan/lembaga : .000.. Keputusan perubahan Anggaran Rumah Tangga baru sah apabila disetujui separuh lebih satu dari jumlah daerah. 15 % (lima belas persen) dari total dana setahun kepada Pengurus Daerah. 4. Pengurus wajib menyelenggarakan pembukuan atas setiap dana yang dimiliki. 10. 3. 3. 3.500. .Iuran sebesar Rp. Iuran dibayar terhitung sejak diterima menjadi anggota IPI. tahun kerja baru dan diberikan kepada masing-masing anggota pengurus. 10 % (sepuluh persen) dari total dana setahun kepada Pengurus Pusat.Uang pangkal Rp. Anggaran Rumah Tangga dapat diubah oleh Kongres. ..Iuran sebesar Rp.000.(sepuluh ribu rupiah). 2. Anggota biasa. d. b..Uang pangkal Rp.Uang pangkal sebesar Rp.(seribu rupiah) setiap bulan. Untuk melaksanakan pembubaran organisasi harus dibentuk Panitia Pembubaran guna menyelesaikan segala sesuatu di seluruh jajaran organisasi. BAB X PENUTUP . Anggota kehormatan di bebaskan membayar iuran.. Pembayaran uang pangkal dan iuran anggota dilaksanakan melalui Pengurus Cabang yang selanjutnya dilaporkan ke Pengurus Pusat lewat Pengurus Daerah termasuk daftar nama anggota. Besarnya iuran dapat berubah sesuai dengan perkembangan keadaan atau nilai uang dan akan ditetapkan oleh Rapat Kerja Pusat. 2. 5.(lima ribu rupiah) setiap bulan. Pasal 11 1. 75 % (tujuh puluh lima persen) dari total dana setahun kepada Pengurus Cabang sendiri. BAB IX PERUBAHAN DAN PEMBUBARAN Pasal 12 1.. 2. 2. c.000.

2. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan ditetapkan oleh Pengurus Pusat dalam Peraturan Organisasi. Ditetapkan di : Batu. Anggaran Rumah Tangga ini ditetapkan dalam Kongres dan berlaku sejak tanggal ditetapkan. Jawa Timur Pada Tanggal : 19 September 1999 .Pasal 13 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful