P. 1
FARMASETIKA DASAR

FARMASETIKA DASAR

|Views: 453|Likes:
Published by Aldi Rahmayadi

More info:

Published by: Aldi Rahmayadi on Mar 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/29/2013

pdf

text

original

TABLET (COMPRESSI

)

A. Definisi Tablet Tablet merupakan sediaan padat kompak, dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler. Kedua permukaan rata atau cembung. Mengandung satu jenis obat atau lebih, dengan atau tanpa bahan tambahan. Tablet bisa berbentuk silinder, kubus, cakram, bundar, batang, telur/peluru, pipih/sirkuler, oval, cincin,dll. B. Ukuran Tablet Tablet dibuat dengan ukuran sebagai berikut : a. Menurut R.Voigt * Garis tengah pada umumnya 15-17 mm * Bobot tablet pada umumnya 0.1-1 gr. b. Menurut Lachman * Tablet oral biasanya berukuran 3/16-1/2 inc * Berat tablet berkisar antara 120-700 mg ? 800 mg * Diameternya 1/4 7/6 inci c. Menurut Dom Martin * Diameternya 1/8 1 1/5 inci d. Menurut FI III dan FN * Kecuali dinyatakan lain, diameter tablet TIDAK lebih dari 3 kali dan tidak kurang dari 1 1/3 kali tebal tablet.

C. Keuntungan Dan Kerugian Sediaan Tablet Kuntungan obat dalam sediaan tablet adalah sebagai berikut : 1. Tablet dipasaran mudah diberikan dalam dosis yang tepat jika diinginkan dosis dapat dibagi rata dan akan memberikan efek ya 2. Tablet tidak mengandung alcohol 3. Tablet dapat dibuat dalam berbagai dosis. 4. Sifat alamiah dari tablet yaitu tidak dapat dipisahkan, kualitas bagus dan dapat dibawa kemana-mana, bentuknya kompak, fleksibel dan mudah pemberiannya. 5. Secara umum, bentuk pengobatan dangan menggunakan tablet lebih disukai karena bersih, praktis dan efisien. 6. Tablet merupakan bentuk sediaan yang utuh dan menawarkan kemampuan yang terbaik dari semua bentuk sediaan oral untuk ketepatan ukuran serta variabilitas kandungan yang paling lemah. 7. Tablet merupakan bentuk sediaan yang ongkos pembuatannya paling rendah. 8. Tablet paling mudah ditelan serta paling kecil kemungkinan tertinggal ditenggorokan,

Tablet dan semua obat harus disimpan diluar jangkauan anak-anak untuk menjaga kesalahan karena menurut mereka tablet tersebut adalah permen. segera hancur ketika dikunyah adalah dibiarkan larut dalam mulut. 4. seperti pelepasan diusus atau produk lepas lambat. 13. biasa digunakan untuk table anak. dimana dapat diminum. Orang yang sukar menelan atau meminum obat. Tablet kompresi ganda Adalah tablet kompresi berlapis. 11. misalnya dengan menggunakan oksida besi yang dipakai sebagai warna tiruan coklat. Tablet salut selaput Tablet kompresi ini disalut dengan selaput tiais dari polimer yang larut atau yang tidak larut dalam air maupun membentuk lapisan yang meliputi tablet. Jenis-Jenis Tablet 1. atau memisah dimulut. terasa enak dan menarik. biasanya kedalam bahan obatnya diberi tambahan sejumlah bahan pembantu. 10. 4. Warnanya cenderung memberikan bahaya. t 7. Untuk anak-anak dan orang-orang secara kejiwaan. Keinginan konsumen beda dengan yang kita buat/produk. Dapat dibuat tablet kunyah dengan bahan mentol dan gliserin yang dapat larut dan rasa yang enak. Tujuan penyalutan ini adalah auntuk melindungi obat dari udara dan kelembapan serta member rasa atau untuk menghindarkan gangguan dalam pemakaiannya akibat rasa atau bau bahan obat. 3. 2. Tablet effer vescent Yaitu tablet berbuih dilakukan dengan cara kompresi granulasi yang mengandung garam -garam . Tablet kunyah Yaitu tablet yang dikunyah lembut. 6. Tablet salut gula Ini merupakan tablet tablet kempa yang terdiri dari penyalut gula. 5. antisid dan antibiotic. 14. D. dan pembasah dengan air lebih dahulu untuk pengolahannya. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang paling mudah untuk diproduksi secara besarbesaran. Tablet kompresi Adalah tablet kompresi yang dibuat dengan sekali tekanan men jadi berbagai bentuk tablet dan ukuran. Tablet oral mungkin mudah digunakan untuk pengobatan tersendiri dengan bantuan segelas air. tidak mungkin menelan tablet. Tablet diwarnai coklat Tablet ini menggunakan coklat untuk menyalut dan mewarnai tablet. Konsentrasi yang bervariasi. 5. maka tablet tersebut dapat ditambahkan penghancur. 12.terutama bila tersalut yang memungkinkan pecah/hancurnya tablet tidak segera terjadi. Tablet bisa dijadikan produk dengan profil pelepasan khusus. 3. 9. Beberapa obat tidak dapat dikepek menjadi padat dan kompak. dalam pembuatannya memerlukan lebih dari satu kali tekanan. Kerugian obat dalam sediaan tablet adalah sebagai berikut : 1. 2.

Tablet hisap Digunakan untuk pengobatan local disekitar mulut. Tablet larut Tablet yang ditujukan pada umumnya untuk antiseptic. E. * Tablet dikempa. * Pengeringan granul basah * Pengayakan granul kering dengan pelicin dan penghancur. Metode granulasi kering Tahapannya : * Penggilingan bahan obat dalam bahan tambahan . 14. Asamnya adalah as. 11. Metode granulasi basah Tahapannya : * Pengeringan bahan obat dan zat tambahan * Pencampuran serbuk gilingan * Persiapan larutan pengikat * Pencampuran larutan pengikat dan campuran serbuk hingga membentuk massa yang basah. Tablet Salut enteric Tablet yang disalut dengan lapisan yang tidak atau hancur dilambung tapi diusus. 15. Tablet triturate Bentuk tablet ini biasanya kecil dan silinder dibuat dengan cetakan atau dib dengan kompressi uat mengandung sejumlah kecil obat keras. 8. Campurannya biasanya adalah asam dan basa. Metode Pembuatan Tablet 1. tabletoral yang direncanakan larut dalam kantung pipi adalah dibawah lidah untuk diabsorpsi melalui mukosa oral. Tujuannya agar obat dapat diabsorpsi dengan cepat. T ablet sublingual atau bukal Yaitu tablet yang disisipkan dipipi dan dibawah lidah. Berupa larutan untuk luka atau infeksi pada kulit persyratan utama zat aktif dan zat adiktif harus larut sempurna dalam pelarut membentuk larutan yang sempurna dan tidak toksik. 12. 13. 9.effer adalah bahan bahan lain yang mampu melepaskan gas ketika bercampur dengan air. * Pencampuran bahan ayakan. Sitrat atau as. Biasanya bentuknya datar. Tablet penglepas terkendali Yaitu tablet dari kapsul yang penglepasan obatnya secara terkendali. Tablet hipodermik Yaitu tablet yang diperuntukkan atau dimasukkan dibawah kulit dibuat secara septic dan streril mungkin. Tartrat. 10. Sadangkan basanya adalah basa karbonat. * Pengayak kasar dari massa yang basah menggunakan ayakan no 6 -12. Tablet pembagi Yaitu tablet yang digunakan untuk membuat puyer. . 2. * Pencampuran bahan yang telah digiling * Pengempaan menjadi tablet yang besar.

Keseragaman Bobot . * Pencampuran dari semua bahan. B. 3. Sitrat atau as. Persyaratan Pil Dalam Farmakope Indonesia 1. Definisi Pil Pil merupakan bentuk sediaan padat bundar dan kecil mengandung bahan obat dan dimaksudkan untuk pemakaian oral.Voigt Jawaban: * Garis tengah pada umumnya 15-17 mm * Bobot tablet pada umumnya 0. Apa yang dimaksud dengan tablet effer vescent? Jawaban : Tablet effer vescent adalah tablet berbuih dilakukan dengan cara kompresi granulasi yang mengandung garam-garam effer adalah bahan bahan lain yang mampu melepaskan gas ketika bercampur dengan air. Saat ini sudah jarang ditemukan karena tergusur tablet dan kapsul. Keinginan konsumen beda dengan yang kita buat/produk.1-1 gr. Sedangkan basanya adalah basa karbonat. Asamnya adalah as. F. Metode kempa langsung Tahapannya : * Penggilingan dari bahan obat dan bahan tambahan. 5. 3. 5. Campurannya biasanya adalah asam dan basa. Orang yang sukar menelan atau meminum obat. Apa yang dimaksud dengan Tablet? Jawaban: Tablet merupakan sediaan padat kompak. Kedua permukaan rata atau cembung. Tablet dan semua obat harus disimpan diluar jangkauan anak anak untuk menjaga kesalahan karena menurut mereka tablet tersebut adalah permen. Sebutkan macam-macam metode pembuatan tablet Jawaban: Metode granulasi basah.* Slug dan pengayakan * Pencampuran dengan pelican dan penghancur * Tablet dikempa.Tartrat. dengan atau tanpa bahan tambahan. Metode kempa langsung 2. 4. PIL (PILULAE) A. 3. Metode granulasi kering. dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler. Mengandung satu jenis obat atau lebih. Sebutkan ukuran tablet menurut R. Warnanya cenderung memberikan bahaya. 2. Pertanyaan 1. 4. * Tablet dikempa. Sebutkan kerugian obat dalam sediaan tablet Jawaban: 1. Masih banyak ditemukan pada seduhan jamu. Beberapa obat tidak dapat dikepek menjadi padat dan kompak.

2. ½ padat. Cair dalam jumlah lebih. Pil bersalut enterik.Timbang 20 Pil satu persatu. B. Waktu Hancur Pil a. Formula Sediaan Pil 1. Rasa obat yang tidak enak dapat ditutupi 3. Tidak sesuai untuk obta-obat yang dalam keadaan larutan pekat mengiritasi lambung 3. Padat volominous dan B. Macam-macam sediaan Pil Bolus : >300 mg Pil : 60-300 mg Granul : 1/3 1 grain (1 grain = 64. hitung bobot rata-rata. ataupun cair. C. Bahan Obat Berwujud padat. 3jam dalam larutan NHCl dan tidak lebih dari 60 menit dalam larutan dapar PH 6. E. Tidak lebih dari 15 menit untuk Pil tak bersalut b.8 mg) Pravul : < 1/3 grain D. Bahan Tambahan Bahan Pengisi Bahan Pengikat Bahan Pembasah . Tidak sesuai untuk obat yang dikehendaki aksinya cepat 2. Tidak lebih dari 60 menit untuk pil bersalut gula dan bersalut selaput c. Mudah digunakan atau ditelan 2. Relatif stabil dibanding serbuk dan solutio 4. Penyimpangan terbesar yang diperbolehkan bobot rata-rata adalah sebagai berikut: Bobot Rata-Rata Penyimpangan terbesar terhadap bobot rata -rata yang diperbolehkan ( % ) 18 Pil 2 Pil 100 -250 mg 251-500 mg 10% 7.8.5% 20% 15% 2. Keuntungan Dan Kerugian Sediaan Pil Keuntungan obat dalam sediaan pil adalah: 1. misalnya pada kathartika Kerugian obat dalam sediaan pil adalah 1. Sangat baik untuk sediaan yang penyerapannya dikehendaki secara lambat.O.O.

Tidak sesuai untuk obta-obat yang dalam keadaan larutan pekat mengiritasi lambung c. Tidak sesuai untuk obat yang dikehendaki aksinya cepat b.O. Sebutkan waktu hancur pil berdasarkan farmakope indonesia Jawab: a. Cair dalam jumlah lebih.Bahan penabur Bahan penyalut Bahan pemecah F. Apa yang dimaksud dengan Pil (Pilulae)? Jawab: Pil merupakan bentuk sediaan padat bundar dan kecil mengandung bahan obat dan dimaksudkan untuk pemakaian oral. 3jam dalam larutan NHCl dan tidak lebih dari 60 menit dalam larutan dapar PH 6. 3. Masih banyak ditemukan pada seduhan jamu. Sebutkan kerugian dalam sediaan Pil Jawab: a. Jawab: Tidak lebih dari 15 menit untuk Pil tak bersalut b. Saat ini sudah jarang ditemukan karena tergusur tabletdan kapsul.O. B. Pertanyaan 1.8 mg) Pravul : < 1/3 grain 4. Tidak lebih dari 60 menit untuk pil bersalut gula dan bersalut selaput c. 5.8. 2. Sebutkan macam-macam sediaan Pil Jawab: Bolus : >300 mg Pil : 60-300 mg Granul : 1/3 1 grain (1 grain = 64. Padat volominous dan B. Sebutkan jenis-jenis bahan tambahan dalam formula pil Jawab: Bahan Pengisi Bahan Pengikat Bahan Pembasah Bahan penabur Bahan penyalut Bahan pemecah . Pil bersalut enterik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->