Kasus kriminal di tanah air ini semakin hari semakin meningkat, ditambah lagi dengan makin majunya teknologi

, maka motif dan modus tindakan kriminal pun semakin beragam, diantanranya penipuan. Dengan meningkatnya teknologi, penipuan makin marak dan bervariasi. Dalam hal ini, penipuan biasanya paling banyak dilakukan dalam jual beli, baik dari pihak penjual ataupun dari pihak pembeli, mulai dari mengurangi ukuran barang, sampai penipuan dalam pembayarannya. Selain itu, banyak penipuan yang menggunakan modus investasi. Dewasa ini marak penipuan dalam bentuk pemberian hadiah yang didapat dari suatu produk, baik yang langsung terdapat pada produk tersebut atau melalui jalur sms yang meminta korbannya untuk menyerahkan uang muka sebagai biaya administrasi. Dari fenomena tersebut maka penulis mencoba memaparkan pemahaman mengenai penipuan baik dari segi bentuk-bentuk ataupun unsur-unsur penipuan itu sendiri, yang diharapkan dapat memproteksi diri dan tidak terjebak dalam sebuah penipuan. Akhirnya penulis sampaikan terima kasih pada seluruh pihak yang telah membantu dalam penulisan makalah ini, khusunya dosen pembimbing. Dan diharapkan makalah singkat ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca dan penulis pada khususnya. Amin.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tindak pidana penipuan merupakan salah satu kejahatan yang mempunyai objek terhadap harta benda. Didalam KUHP tindak pidana ini diatur dalam bab XXV dan terbentang antara pasal 378 s/d 395, sehinnga didalam KUHP peraturan mengenai tindak pidana ini merupakan tindak pidana yang paling panjangpenbahasannya diantar kejahatan terhadap harta benda lainnya. Dewasa ini dengan semakin canggih dan modernnya teknologi, maka berkembang pula modus-modus baru dalam tindak pidana ini yang belum tercakup dalam KUHP misalnya, penipuan melalui sms yang mengatas nawmakan operator sesuler, atau penipuan berkedok kupon berhadiah yang dilakukan oleh produsen produk tertentu. Bentuk-bentuk penipuan dengan modus baru tersebut, belum diatur didalam KUHP, sehingga dalam penyelesaiannya dianalogikan dengan bentuk-bentuk penipuan yang sudah eksis dalam KUHP. Misalnya penipuan mengenai kupon berhadiah dimasukan dalam pasal 383 KUHP tentang perbuatan curang terhadap pembeli atau UU perlindungan konsumen. B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan tindak pidana penipuan? 2. Apa saja bentuk-bentuk penipuan dan bagaimana akibat hukumnya? 3. Apa unsur-unsur dari penipuan? C. Tujuan Penulisan 1. dapat mendeskrifsikan pengertian penipuan 2. menganalisis tindak pidana penipuan

Untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain.3. B. menjelaskan bentuk-bentuk penipuan. perbuatan: menggerakkan atau membujuk. Dalam rentang pasal-pasal tersebut. b. 2. Dengan melawan hukum. ataupun dengan rangkaian perkataan-perkataan bohong. Pengertian Tindak pidana penipuan merupakan salah satu tindak pidana atau kejahatan terhadap harta benda. 1. Di dalam KUHP. dan Akibat Hukumnya Adapun secara lebih detail. dan c) Orang lain menghapuskan piutang. membujuk orang supaya menyerahkan barang atau supaya membuat utang atau menghapus piutang. bedrog diatur dalam bab XXV pasal 378 sampai dengan 395. 2. Dari pernyataan di atas dapat disimpulakan bahwa dalam penipuan tidak menggunakan paksaan akan tetapi dengan tipu muslihat seseorang untuk mempengaruhi orang lain sehingga orang tersebut bertindak tanpa kesadaran penuh. dan d) Rangkaian kebohongan. b) Tipu muslihat. Bentuk-Bentuk Penipuan. Dalam arti yang luas tindak pidana ini sering disebut bedrog. Dengan maksud (met het oogmerk). Unsur. 3. c) Martabat palsu. Unsur-unsur subjektif: 1. Menggerakkan tersebut dengan memakai: a) Nama palsu. Unsur-unsur objektif: 1. baik menggunakan nama palsu atau keadaan palsu. . maupun dengan tipu daya. bedrog kemudian berubah menjadi bentuk-bentuk penipuan yang lebih khusus. b) Orang lain memberi hutang. perbuatan tersebut bertujuan agar: a) Orang lain menyerahkan suatu benda. yang digerakkan: orang 3. bentuk-bentuk penipuan tersebut adalah seperti yang tersaji dalam pembahasan berikut. unsur-unsur dan akibat hukumnya BAB II PEMBAHASAN A. 4. Unsur-unsur penipuan pokok tersebut dapat dirumuskan: a. Penipuan Pokok Menurut pasal 378 KUHP penipuan adalah barang siapa dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum.

Adapun yang dimaksud hewan menurut pasal 101 yaitu: . 3.00 Dalam masyarakat kita binatang ternak dianggap mempunyai nilai yang lebih khusus. kambing. sehingga mempunyai nilai sosial yang lebih tinggi dari binatang lainnya. memastikan kekuasaanya terhadap benda-benda itu. juga terdapat pada pasal 384 dengan dinamakan (bedrog) penipuan ringan tentang perbuatan curang oleh seorang penjual terhadap pembeli adalah dengan rumusan: Perbuatan yang dirumuskan dalam pasal 383 dikenai pidana paling lama 3 bulan dan denda paling banyak Rp.00. . 900. Penipuan dalam hal jual beli digolongkan menjadi 2 bentuk. Sedangkan harimau. anjing dan kucing bukan merupakan hewan yang dimaksud dalam pasal ini.maka bukan berarti penipuan ringan. Dalam bahasa asing kejahatan ini dinamakan flessentrekkerij. Unsur-unsur penipuan ringan adalah: a. 250. 250. yaitu: 1. dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak Rp. Dan baru dimuat dalam KUHP pada tahun 1930. benda objek bukan ternak. 900. Menurut pasal 379a yang berbunyi: Barang siapa menjadikan sebagai mata pencaharian atau kebiasaan untuk membeli benda-benda. yaitu.Binatang yang memamah biak: sapi. yaitu orang yang biasanya membeli secara bon barang-barang untuk dirinya sendiri atau orang lain dengan maksud sengaja tidak akan membayar lunas. dengan maksud supaya dengan tanpa pembayaran seluruhnya. 2. 00Selain penipuan ringan yang terdapat menurut pasal 379 di atas. Semua unsur yang merupakan unsure pada pasal 378 KUHP b. Dengan barang yang sudah diserahkan apabila pembeli tidak membayarnya lunas. hutang atau piutang itu tidak lebih dari Rp. 250.00. Dalam hukum . 00. Kejahatan ini biasanya banyak terjadi di kota-kota besar.jika jumlah keuntungan tidak lebih dari Rp. biri-biri dan sebagainya. a. kerbau. untuk diri sendiri maupun orang lain diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun. sehingga merugikan penjual.00 dikenai sebagai penipuan ringan. apabila nilai binatang ternak tersebut kurang dari Rp. 250. penipuan yang dilakukan oleh pembeli yang diatur dalam pasal 379a dan kejahatan yang dilakukan oleh penjual yang diatur dalam pasal 383 dan 386. Penipuan dalam Jual Beli.. Model yang dilakukan biasanya dengan mencicil atau kredit.Binatang yang berkuku satu: kuda. Penipuan Ringan Penipuan ringan telah dirumuskan dalam pasal 379 KUHP yang berbunyi: Perbuatan yang dirumuskan dalam pasal 378 jika benda yang diserahkan itu bukan ternak dan harga dari benda. Penipuan yang dilakukan oleh pembeli.2. nilainya tidak lebih dari Rp. Unsur-unsur khusus. Akan tetapi. keledai dan sebagainya.

c. 250. maka kasus ini termasuk dalam kasus pidana dan termasuk pemalsuan barang. Akan tetapi. . b. penjual mengirimkan kambing tersebut dengan kambing yang lebih jelek. Oleh karena itu. Benda-benda yang dibeli. Dan apabila keuntungan yang diperoleh oleh penjual tidak lebih dari Rp.perdata hal ini disebut wan prestasi. Unsur-unsur objektif: 1. seseorang membeli sebuah kambing sesuai dengan kesepakatan. atau menawarkan barang makanan. Yang dimaksud dari menyerahkan barang lain daripada yang disetujui misalnya. mengenai jenis keadaan atau banyaknya barang yang diserahkan. Akan tetapi. Perbuatan membeli. Hal ini disebutkan dalam pasal 386 yang merumuskan sebagai berikut: 1. atau obat-obatan tersebut berkurang nilai atau faidahnya. yang diketahui bahwa itu dipalsu. Penipuan yang dilakukan oleh penjual. apabila sudah dijadikan mata pencaharian atau kebiasaan seperti maksud semula tidak ingin membayar lunas. minuman. jika nilainya atau faidahnya menjadi kurang karena sudah dicampur dengan bahan lain.00. minuman atau obat-obatan. b. minuman atau obat-obatan itu palsu. Unsur-unsur kejahatan pembeli menurut pasal 379a yaitu: a. barang siapa menjual. Penipuan yang dilakukan oleh penjual kedua. 2. Maka penipuan tersebut masuk pada penipuan ringan. maka tidak melanggar pasal ini. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. maka disebut tindak pidana. Adapun bunyi pasal 383 adalah: Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan. karena sengaja menyerahkan barang lain daripada yang ditunjuk untuk dibeli. seorang penjual yang berbuat curang terhadap pembeli: 1. 2. Tidak membayar lunas harganya. atau bahkan nilai atau faidah barang tersebut hilang sama sekali. Dijadikan sebagai mata pencaharian atau kebiasaan. bahan makanan. keadaan benda atau jumlah benda. hal ini tidak muthlak harus terdiri dari dari beberapa perbuatan. Dengan maksud menguasai benda tersebut untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. menyerahkan. dengan menggunakan tipu muslihat. dan menyembunyikan hal itu. 3. 2. Agar pembeli tersebut bisa menjadikan barang-barang tersebut sebagai mata pencaharian maka setidaknya harus terdiri dari dua perbuatan dan tidaklah cukup apabila terdiri dari satu perbuatan saja. Sedangkan yang dimaksud dari pasal 383 (2) yaitu: melakukan tipu muslihat mengenai jenis benda. 2. Akan tetapi. Adapun yang ditekankan dalam pasal ini adalah apabila setelah dicampurnya barang makanan. Unsur-unsur Subjektif: 1. tidak menjadi kasus pidana apabila setelah dicampur tidak berkurang atau hilang nilai dan faidahnya.

menyerahkan. tidak berniat untuk menjual barang yang ditawarkan melainkan dengan maksud untuk menjual barang lain. 4. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen yang salah satu poinnya berbunyi: Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang. tidak menyediakan barang dalam jumlah tertentu dan/atau jumlah yang cukup dengan maksud menjual barang yang lain. dengan atau tanpa rnemberikan informasi secara lengkap dan benar.Unsur-unsur dari kejahatan penipuan ini adalah: a. mempunyai persediaan untuk dijual atau memasukkan ke Indonesia karya-karya sastra. sedang dalam pasal 383 mengenai semua barang. (2) barang siapa dengan sengaja menjual. 2. Penipuan dalam Karya Ilmiah dan Lain-Lain Tindak pidana membubuhkan nama atau tanda palsu pada karya-karya di bidang sastra. menyembunyikan tentang palsunya benda-benda itu. menawarkan. dan menyerahkan. Selain itu. rusak. (supaya dapat dihukum barang itu harus sudah diserahkan). dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud. 2. kejahatan dalam pasal 386 adalah khusus hanya mengenai barang berupa: bahan makanan dan minuman atau obat-obatan. keilmuan. sedangkan pasal 383 mengatakan menyerahkan . cacat atau bekas. dilarang mengelabui/menyesatkan konsumen dengan: menyatakan barang dan/atau jasa tersebut seolah-olah telah memenuhi standar mutu tertentu. Dalam hal ini penjual tidak dikenai hukuman apabila ia mengutarakan bahwa benda yang dipalsukan tersebut diberitahukan terhadap pembeli dan pembeli membeli barang tersebut berdasarkan kemauannya. b. cacat atau bekas dan tercemar. seni atau kerajinan yang di dalam atau di atasnya dibubuhi nama atau tanda palsu. kesenian. Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang rusak. atau memalsukan nama atau tanda yang asli dengan maksud untuk menimbulkan kesan bahwa karya tersebut berasal dari orang yang nama atau tandanya ditaruh di atas atau di dalam karya tersebut. 4. di bidang ilmu pengetahuan dan di bidang seni telah diatur dalam pasal 380 KUHP. menawarkan atau menyerahkan barang (belum sampai menyerahkan barang itu sudah dapat dihukum). benda-benda itu dipalsu. menaikkan harga atau tarif barang dan/atau jasa sebelum melakukan obral. Adapun perbedaan antara pasal 383 dan 386 adalah: 1. yang menyatakan: 1. ilmiah. Unsur-unsur objektif: 1. pasal 386 mengatakan tentang menjual. Diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan atau denda paling banyak lima ribu rupiah: (1) barang siapa menaruh nama atau tanda secara palsu di atas atau di dalam sebuah kesusastraan. menyatakan barang dan/atau jasa tersebut seolah-olah tidak mengandung cacat tersembunyi. Unsur-unsur subjektif: Penjual yang mencampur tersebut mengetahui bahwa benda-benda itu dipalsunya. benda minuman dan benda obat-obatan 3. yang berbunyi: Pelaku usaha dalam hal penjualan yang dilakukan melalui cara obral atau lelang. perbuatan: menjual. menawarkan. objeknya : benda makanan. juga melanggar pasal 8 Undang-Undang No. Juga melanggar pasal 11 Undang-Undang yang sama. tidak menyediakan jasa dalam kapasitas tertentu atau dalam jumlah cukup dengan maksud menjual jasa yang lain. atau yang nama atau tandanya yang asli telah dipalsu seakan-akan itu benar-benar buah hasil orang yang nama atau tandanya telah .

database. 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta. pada penggung asuransi. dan atau (b) setidak-tidaknya tidak dengan syarat yang demikian. pidato. Adapun yang kedua tentang penipuan ini diatur dalam pasal 382. pewayangan. apabila keadaan yang sebenarnya diketahui. Tidak pidana yang diatur dalam pasal 380 ayat (1) angka 1 KUHP itu mempunyai unsur-unsur sebagai berikut: a. dan sastra. perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan. kolase. yaitu pasal 381 dan 382 KUHP. b. gambar. d. saduran. Jika karya tersebut kepunyaan terpidana. 2. Penipuan dalam Asuransi Penipuan dalam Asuransi dibahas dalam dua pasal. atas kerugian menanggung asuransi atau pemegang surat bodemerij yang sah. menimbulkan kebakaran atau ledakan pada suatu benda yang dipertanggungkan terhadap bahaya kebakaran. yang mencakup: buku. mengenai keadaan yang berhubungan dengan pertanggungan itu. tari. tafsir. f. yang nama atau tandanya telah ia bubuhkan pada atau di dalam karya tersebut. atau . ilmiah. 5. c. kuliah. drama atau drama musikal. dan pantomim. dalam hal ini penanggung dari perbuatan mana menimbulkan pesan atau gambaran yang lain dari keadaan yang sebenaranya. arsitektur. sehingga menyetujui perjanjian. seni pahat. Unsur Obyektif: (1) barang siapa (2) membubuhkan secara palsu suatu nama atau tanda (3) memalsukan nama yang sebenarnya atau tanda yang asli (4) pada suatu karya sastra. perjanjian mana : (a) tidak akan dibuat. sehingga disetujui perjanjian. lagu atau musik dengan atau tanpa teks. Program Komputer. b. yang berbunyi: Dalam Undang-undang ini Ciptaan yang dilindungi adalah Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan. dan Ciptaan lain yang sejenis dengan itu. seni atau kerajianan. caranya dengan tipu muslihat. seni patung. perbuatan menyesatkan. adalah perbuatan yang ditujukan pada orang. Rumusan kejahatan tersebut terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut : a. Selain itu. juga melanggar ayat (1) Undang-Undang No. ceramah. peta. dan semua hasil karya tulis lain. seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis. fotografi. jika diketahuinya keadaankeadaan sebenarnya diancam dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan.ditaruh secara palsu tadi. pamflet. Unsur Subyektif: dengan maksud untuk menimbulkan kesan seolah-olah karya tersebut berasal dari orang. sinematografi. e. seni batik. terjemahan. hal mana tentu tidak akan disetujuinya atau setidak-tidaknya tidak dengan syarat-syarat yang demikian. dan karya lain dari hasil pengalihwujudan . seni. koreografi. seni ukir. bunga rampai. Yang pertama dalam pasal 381 KUHP merumuskan sebagai berikut : Barang siapa dengan jalan tipu muslihat menyesatkan penanggung asuransi mengenai keadaan yang berhubungan dengan pertanggungan. alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan. hakim dapat menyatakan karya itu disita untuk kepentingan Negara. seni kaligrafi. yang menyatakan: Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum. dan seni terapan.

merusakkan. penanaman atau pembenihan d iatas tanah dengan hak tanah atas Indonesia padahal .barang siapa dengan maksud menetapkan. kapal yang muatannya dipertanggungkan. atau menambah hasil perdagangan atau perusahaannya sendiri atau orang lain. Perbuatan: (a) menimbulkan kebakaran (b) ledakan (c) mengaramkan (d) mendamparkan (e) menghancurkan (f) merusakkan (membikin tidak dapat dipakai) 2. yang menyatakan: Diancam denagan maksium hukuman penjara satu tahun empat bulan atau denda sebesar Rp 900. yang ditujukan untuk menyesatkan khalayak umum atau orng tertentu c. menghancurkan. Menimbulkan kerugian pagi penanggung atau pemegang surat bodemerij 3. Stellionaat Tindak pidana stellionaat atau dapat disebut penipuan dalam hal yang berhubungan dengan hak atas tanah dirumuskan dalam pasal 385 yang rumusannya adalah sebagai berikut: 1. kapal yang upah untuk pengangkutan muatannya yang dipertanggungkan. menjual. Unsur-unsur dari pasal 382 adalah sebagai berikuit: a. maupun upah yang diterima unsur pengangkutan muatannya yang dipertanggungkan. atau c. Penipuan Persaingan Curang Bentuk penipuan ini diatur dalam apasal 382 bis . bangunan. Unsur obyektif: 1. memelihara. menukar. Unsur subjektif a. untuk mendapatkan atau b. mendamparkan. melangsungkan.mengaramkan. dengan melawan hukum 6. atau yang atasnya telah diterima uang bodemerij diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun. Unsur subyektif: 1. kapal yang diprtanggungkan. atau yang muatannya. Unsur objektif a. memperluas hasil perdagangan atau perusahan milik sendiri atau milik orang lain 7. Kapal-kapal tersebut yang atasnya telah diterima uang bodemerij b. jika perbuatan itu dapat menimbulkan kerugian pada lawannya bersaing atau lawan bersaing dari orang lain itu. perbutan berupa perbuatan curang b. Obyeknya: (a) benda yang dipertanggngkan terhadap bahaya kebakaran (b) kapal yang dipertanggungkan. barang siapa dengn maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum. Unsur-unsur kejahatan tersebut adlah: 1. atau membikin tidak dapat dipakai. perbuatan itu dpat mnimbulkan kerugian bagi saingan-saingannya atau saingan orang lain 2. atau membebani dengan credietverband suatu hak tanah Indonesia. melakukan perbuatan yang bersifat menipu untuk memperdayakan khalayak ramai tau seorang tertentu. 4. maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain 2. suatu gedung.

atau membebani dengan kredit verband suatu hak tanah Indonesia yang telah dibebani kredit verband. gedung. Biasanya. atau suatu gudang bangunan. Dari setiap rumusan mempunyai unsur masing-masing. penanaman atau pembenihan diatas tanah dengan hak Indonesia. 2. padahal diketahui bahwa tanah itu telah disewakan kepada orang lain untuk masa itu juga. Pada waktu membuat bangunan . 2. atau keselamatan Negara dalam keadaaan perang. melakukan suatu perbuatan curang yang dapat membahayakan keamanan orang atau barang. menyewakan. (2) Diancam dengan pidana yang sama. barang siapa dengan maksud yang sama menggadaikan kredit verband mengenai suatu hak tanah Indonesia dengan menyembunyikan kepada pihak lain bahwa tanah yang behubungan dengan hak tadi sudah digadaikan 4. banguan. menggunakan bahanbahan bekas atau yang berkualitas rendah yang tidak sesuai dengan perjanjian. Unsur obyektif a) perbuatan: menjual. yang pada waktu membuat bangunan atau pada pada waktu menyerahkan bahan-bahan bangunan. pelaku menggunakan modus mengurangi berbagai campuran bahan bangunan dari yang semestinya. menukar. barang siapa dengan maksud yang sama menjual atau menukarkan tanah dengan hak Indonesia yang telah digadaikan padahal tidak diberitahukan pada pihak lain bahwa tanah itu telah digadaikan. unsur subjektif a) maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain b) dengan melawan hukum c) yang diketahui bahwa yang mempunyai atau yang turut mempunyai hak diatasnya adalah orang lain 8.diketahui bahwa yang mempunyai hak di atasnya adalah orang lain. 5. 3. barang siapa dengan maksud yang sama menjual. barang siapa yang tugasnya mengawasi penyerahan barangbarang itu. penanaman atau pembenihan di atas tanah yang juga telah dibebani demikian. seorang pemborong atau ahli bangunan atau penjual bahan-bahan bangunan. b) obyeknya : hak atas tanah Indonesia. Tindak pidana jenis ini diatur dalam pasal 387 KUHP. 2. tanpa memberitahukan tentang adanya beban itu kepada pihak lain. menukarkan membebani dengan kredit verbnd. sengaja membiarkan perbuatan curang. Unsur-unsur tersebut adalah: 1. Penipuan dalam Pemborongan Jenis pidana ini biasanya dilakukan oleh seorang pemborong bangunan. barang siapa dengan maksud yang sama menggadaikan atau menyewakan tanah dengan hak Indonesia padahal diketahui bahwa orang lain mempunyai atau turut mempunyai hak atas tanah itu. yang menyatakan: (1) Diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. Seorang pemborong atau ahli bangunan atau penjual bahan-bahan bangunan. Adapun unsur-unsur yang terdapat dalam pasal 387 KUHP tersebut adalah: a. menggadaikan. 6. Pasal 387 KUHP ayat (1): 1. barang siapa degan maksud yang sama menjual atau menukarkan tanah dengan hak Indonesia untuk suatu masa. Adapun motif dari penipuan ini adalah untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

dan sebagainya yang berfungsi membatasi antar pekarangan milik orang lain. diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. Dengan sengaja 9. Penyiaran Kabar Bohong Yang dimaksud penyiaran kabar bohong di sini adalah perbuatan menyiarkan kabar bohong yang dimaksudkan oleh pelakunya untuk mempengaruhi berbagai harga barang di pasaran supaya naik turun. Unsur Subyektif . Hal ini diatur dalam pasal 392 KUHP. Obyeknya: sesuatu yang digunakan sebagai tanda batas pekarangan 2. Pasal tersebut mempunyai unsur-unsur sebagai berikut: 1. tanggul. Unsur Subyektif: a. 10. kawat berduri. Perbuatan: (1) menghancurkan. membuang. Membiarkan perbuatan curang dilakukan 3. Seorang yang diberi tugas penyerahan barang 2. menyiarkan berita bohong. (b) menimbulkan bahaya bagi negara pada waktu perang. dana-dana tau surat-surat berharga menjdi turun atau naik. (2) memindahkan. memindahkan. Bentuk penipuan ini diatur dalam pasal 389 KUHP. Pada waktu menyerahkan bahan bangunan 4. ketentuanketentuan tentang tanah yang diatur dalam KUHP dihapuskan dan tidak berlaku lagi. yang menyatakan: Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hokum.3. atau membikin tak dapat dipakainya sesuatu yang digunakan untuk menentukan batas pekarangan. menghancurkan. Batas itu diantaranya bisa berupa tembok. b. diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. Maksud menguntungkan: (1) diri sendiri. (3) membuang. (2) orang lain b. Yang dapat berakibat: (a) menimbulkan bahaya bagi keselamatan manusia atau barang. Unsur Subyektif a. dan b. Penipuan Terhadap Batas Pekarangan Adapun yang dimaksud dengan batas halaman/pekarangan adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai batas pekarangan. Adapun rumusan tindak pidana tersebut adalah: 1. menaikkan atau menurunkan harga barang di pasaran 2. Dengan melawan hukum Perlu dijadikan suatu cacatan bahwa sejak adanya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA). Unsur Obyektif a. Pasal 387 ayat (2): 1. dengan menyiarkan kabar bohong yang menyebabkan harga barang-barang dagangan. (4) membuat hingga tak dapat dipakai b. yang menyatakan: Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum.

Dengan memberikan gambaran-gambaran perbuatan-perbuatan yang palsu b. Dengan melawan hukum 11. Petindaknya: 1. masih ada beberapa bentuk . Obyeknya: keadaan atau neraca yang tidak benar b. Penipuan dengan Penyusunan Neraca Palsu Bentuk pidana ini diatur dalam pasal 392 KUHP. Tindak pidana ini diatur dalam pasal 391 KUHP yang menyatakan : Barang siapa menerima kewajiban untuk. Mendaftarkan diri atau turut serta 2. Unsur-unsur subyektif: dengan sengaja Demikian pembahasan mengenai bentuk-bentuk penipuan. b. mencoba menggerakan khalayak umumuntuk pendaftarannya atau penyertaannya. Unsur-unsur obyektif : a. Dengan maksud: menguntungkan diri sendiri atau orang lain b. Perbuatannya: mengumumkan c. seorang yang diberikan kewajiban untuk menempatkan atau memberikan bantuan dalam penempatan : 1. komisaris dari: (a) PT (b) Maskapai Andil Indonesia (c) Koperasi b. Surat-surat hutang atas nama negara atau bagian dari negara atau suatu lembaga pemerintahan 2. diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan. Adapun apabila diperinci. atau suatu lembaga umum. atau dengan membayang-bayangkan keadaan yang palsu diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun. seorang pengurus 3. maka pasal di atas akan mengandung unsur-unsur sebagai berikut: a. yayasan atau perseroan. Unsur-unsur Obyektif a.a. Unsur Subyektif: Dengan sengaja 12. Dalam pidana ini terdapat unsur-unsur sebagai berikut : a. yang menyatakan: Seorang pengusah. Mencoba menggerakkan publik untuk: 1. Saham-saham atau surat hutang atas nama suatu perkumpulan atau yayasan atau bentuk kerja sama. seorang pengusaha 2. Akan tetapi. dengan sengaja menyembunyikan atau mengurangkam keadaan yang sebenarnya. sero atau surat hutang sesuatu perkumpulan. yang sengaja mengumumkan keadaan atau neraca yang tidak benar. atau memberi pertolongan padapenempatan surat atau hutangsesuatu Negara atau bagiannya. maskapai andil Indonesia atau koperasi. Penipuan dengan Memberikan Gambaran Tidak Benar Tentang Surat Berharga Tindak pidana dilakukan dengan modus tidak memberikan gambaran yang senyatanya yang sengaja dilakukan untuk menarik orang lain agar tertarik untuk ikut serta dalam usaha tersebut. Dengan mendiamkan atau mengurangi keadaan sebenarnya 3. seorang pengurus atau komisaris perseroan terbatas.

Ia terpaksa kehilangan uang senilai Rp 7 juta yang masuk ke rekening pelaku.yang tidak dicantumkan. pelaku dengan cerdik mencatut nama Direktur Lalu Lintas Kepolisan Daerah Metro Jaya Djoko Susilo yang seolah-olah mengesahkan hadiah mobil tersebut. Kasus serupa juga menimpa warga Sukabumi. warga Cisalak. Namun. Unsur objektif dalam kasus tersebut terlihat jelas dari cara-cara yang digunakan pelaku.(RMA/TimLiputan6SCTV) Kalau diperhatikan. lokasi kejadian di wilayah hukum Cimanggis. C. dalam kasus ini uang sebagai biaya untuk balik nama mobil yang merupakan tipu muslihat pelaku saja. Jakarta Timur diminta untuk meneruskan laporan ke Kepolisian Sektor Cimanggis. Jabar. Sukabumi. ia menemukan kupon undian berhadian mobil. Namun. Sedangkan unsur subjektif yang mengindikasikan tindakan pidana penipuan yang terdapat dalam kasus diatas yaitu adanya kesengajaan pelaku untuk menguntungkan diri sendiri yang merupakan maksud si pelaku dari perbuatan menggerakan korban dengan perbuatan melawan hukum. Analisis Kasus 25/03/2008 08:30 Kasus Penipuan Penipuan Kupon Berhadiah Memakan Korban Liputan6. dalam kasus di atas terdapat beberapa unsur penting yang mengindikasikan terhadap tindakan pidana penipuan. Depok: Christine. Penipuan berawal saat Diah membeli enam bungkus deterjen di sebuah pasar tradisional di Sukabumi. Pasalnya. Selain itu pelaku juga menggunakan nama palsu. Dalam hal ini tentunya sebelum melakukan atau ketika memulai perbuatan menggerakan si pelaku telah memiliki kesadaran dalam dirinya bahwa menguntungkan diri sendiri dengan melakukan perbuatan seperti ini adalah . Yaitu dalam kasus di atas pelaku mencatut nama Direktur Lalu Lintas Kepolisan Daerah Metro Jaya Djoko Susilo yang seolah-olah mengesahkan hadiah mobil tersebut. Korban mengaku telah mengkonfirmasi nomor telepon yang tertera pada kupon. penipuan dengan nama perdagangan atau merk orang lain. korban diminta menyetorkan uang Rp 25 juta untuk biaya balik nama mobil. baru-baru ini. usai menyetorkan uang mereka baru sadar telah ditipu. misal: Penipuan terhadap penyerahan barang untuk keperluan militer. Kasus penipuan itu kini ditangani jajaran Kepolisian Resor Kota Sukabumi. Korban yang melaporkan kejadian ini ke Pos Polisi Cililitan. melainkan dari UU yang lebih khusus mengatur tentang bentuk-bentuk tindak pidana tersebut. Jawa Barat tertipu kupon undian berhadiah mobil.com. Dalam kemasan terdapat kupon undian yang menyebutkan korban memenangi sebuah mobil. Hal ini dilakukan pelaku untuk mempengaruhi Christine yang merupakan korban dalam kasus tersebut. Diah. Penipuan itu bermula saat Christine membeli sabun deterjen dalam bentuk sachet. Setelah mengontak nomor telepon yang tertera dalam kupon. yaitu adanya upaya untuk menggerakan korban dalam hal ini dengan mempengaruhi korban atau menanamkan pengaruh agar korban menyerahkan sesuatu. Karena menurut hemat penulis bentukbentuk penipuan tersebut tidak lagi dipandang dari perspektif KUHP. Dalam salah satu bungkus deterjen. Mereka langsung melaporkan penipuan ini ke aparat Polsek Cisaat. Baik dari segi unsur objektif maupun unsur subjektif dari perbuatan melawan hukum yang dilakukan pelaku dalam kasus tersebut. Korban kemudian meminjam uang kepada tetangganya dengan jaminan rumah. istri Ibin harus kehilangan uang Rp 25 juta setelah tertipu undian berhadiah sebuah mobil keluaran terbaru yang diperoleh dari sebungkus deterjen. Depok. dll.

mempunyai unsur-unsur yang berbeda-beda. 1989. diantaranya: penipuan pokok. 3. BAB III PENUTUP A. B. maka dapat kami simpulkan: 1. Djisman Samosir. 1979. 2003. dll. dapat diambil kesimpulan bahwa kasus tersebut termasuk tindak pidana penipuan dalam bentuk pokok yang diatur dalam KUHP pasal 378 yang mana akibat hukumnya adalah yang diancam dangan hukuman penjara paling lama empat tahun. Soesilo. Pokok-Pokok Hukum Pidana Peraturan Umum dan Delik-Delik Khusus. tetapi juga adanya kesempatan. penipuan dalam jual beli. yang pada akhirnya akan terhindar dari segala bentuk penipuan. Delik-delik Khusus Terhadap Hak Milik dan yang Timbul dari Hak Milik. mempunyai banyak sekali bentuk. Bandung: PT. Kesimpulan Dari pemaparan yang sedemikian ringkas di atas.F.melawan hukum. Saran Diharapkan kepada seluruh pembaca agar dapat lebih mendalami dan memahami secara lebih kompherensif masalah-masalah penipuan dengan cara membandingkan dengan literatur lain.F.com/news/?id=156845&c_id=2 Moeljatno. Dari setiap bentuk-bentuk penipuan tersebut. Delik-Delik Khusus Kejahatan Terhadap Harta Kekayaan. Bogor: Politera ________. bahwa kejahatan bukan hanya ada niat dari pelaku. penipuan ringan. Tindak pidana yang diatur dalam bab XXV KUHP tersebut. DAFTAR PUSTAKA Adami Chazawi. Tindak-Tindak Pidana Tertentu Di Indonesia. 1984. Tindak pidana penipuan secara umum (bedrog) adalah tindak-tindak pidana yang di atur dalam bab XXV KUHP yang terentang antara pasal 378-395. Karya Nusantara P. Lamintang. 2007. KUHAP dan KUHP. Bandung: Sinar Baru Tongat. Lamintang.A. 2006. WiPress Wirjono prodjodikoro. Jakarta: Bumi Aksara . 2003. Dari unsur-unsur yang terkandung dalam kasus di atas. Kejahatan Terhadap Harta Benda. Hukum Pidana Materiil. Karena yang harus diingat. Bandung: Refika Aditama http://www. Bandung: Tarsito R. KUHP serta Komentar-Komentarnya.liputan6. 2. 2006. penipuan menyingkirkan batas halaman. Malang: UMM Press Tim Prospect. Yang merupakan perbuatan yang dilarang oleh Undang-Undang dan tidak dikehendaki oleh masyarakat.A. 1988. KUHP. Malang: Bayumedia Publising P.