CHAPTER I JURNALISTIK

S
disebut

EBAGAI sebuah ilmu, jurnalistik mungkin terbilang masih baru dibandingkan ilmu-ilmu lainnya yang sudah ada sejak jaman dahulu kala. Namun, jika dipandang

sebagai sebuah proses atau kegiatan sosial yang dilakukan manusia, maka jurnalistik sudah ada seiring peradaban manusia. Dalam prakteknya, kegiatan jurnalistik mulai berkembang sejak ditemukannya alat cetak untuk membuat surat kabar. Kehadiran surat kabar tersebut diiringi pula dengan keinginan untuk mempelajari persuratkabaran, yang dalam bahasa Jerman Zeitungswissenschaft, sedangkan orang Inggris menyebutnya Journalism, dan di Indonesia dikenal dengan sebutan Jurnalistik. Jurnalistik didefinisikan sebagai suatu keterampilan atau kegiatan mengelola bahan berita, mulai dari peliputan sampai pada penyusunan yang layak disebarluaskan kepada masyarakat secara rutin setiap hari, melalui surat kabar dan majalah atau memancarkannya melalui siaran radio dan siaran televisi. Bagi wartawan atau jurnalis, memahami ilmu dan teknik jurnalistik tentu merupakan hal yang mutlak. Namun demikian, masyarakat pembaca, pendengar, atau pemirsa pun penting mengenal dan memahami jurnalistik agar tidak menjadi objek pasif media massa. Wartawan, dengan aktivitasnya tersebut, dapat disebut saksi sejarah sekaligus terus menuliskan Post, catatan Phil sejarah. Graham Mantan editor Washington

menggambarkannya sebagai “naskah kasar pertama sejarah” (a first rough draft of history) karena wartawan sering merekam Firman Taqur, S.Sos __________________________________________________ 1
Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi

peristiwa bersejarah pada saat kejadiannya dan pada saat yang sama harus membuat berita dalam tenggat waktu (deadline) yang pendek. Istilah jurnalistik itu sendiri dapat ditinjau dari tiga sudut pandang, yakni : 1) secara harfiyah; 2) secara konseptual; dan 3) secara praktis. Secara harfiyah, jurnalistik (journalistic) artinya kewartawanan atau kepenulisan. Kata dasarnya jurnal (journal), artinya laporan atau catatan, atau jour dalam bahasa Prancis yang berarti hari (day). Asal-muasalnya dari bahasa Yunani kuno, du jour yang berarti hari, yakni kejadian hari ini yang diberitakan dalam lembaran-lembaran tercetak. Sedangkan secara konseptual, jurnalistik dapat dipahami dari tiga sudut pandang, yakni sebagai proses, teknik, dan ilmu.  Sebagai proses; jurnalistik adalah aktivitas mencari, mengolah, menulis, dan menyebarluaskan informasi kepada publik melalui media massa. dilakukan oleh wartawan (jurnalis).  Sebagai teknik; jurnalistik adalah keahlian (expertise) atau keterampilan artikel, (skill) menulis termasuk karya seperti jurnalistik dalam peliputan kajian (berita, feature) bahan keahlian Aktivitas ini

pengumpulan  Sebagai

penulisan

peristiwa (reportase) dan wawancara. ilmu; jurnalistik adalah bidang mengenai pembuatan dan penyebarluasan informasi (peristiwa, opini, pemikiran, ide) melalui media massa. Jurnalistik termasuk ilmu terapan (applied science) yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dan dinamika masyarakat itu sendiri.

Firman Taqur, S.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi

2

Sementara jurnalistik dalam sudut pandang praktis, adalah disiplin ilmu dan teknik pengumpulan, penulisan, dan pelaporan berita, termasuk proses penyuntingan dan penyajiannya. Produk jurnalistik, yakni berita, disajikan atau disebarluarkan melalui berbagai jenis media massa, termasuk suratkabar, majalah, radio, dan televisi serta internet. meliput berbagai peristiwa atau Setiap hari para wartawan kejadian penting untuk

diberitakan atau disiarkan sehingga peristiwa atau kejadian tersebut diketahui oleh publik secara luas.

1.1 Sejarah Jurnalistik
Jurnalistik memiliki sejarah yang sangat panjang. Dikemukakan oleh Onong Uchjana Effendy, kegiatan jurnalistik sudah berlangsung sangat tua, dimulai sejak zaman Romawi Kuno ketika Julius Caesar berkuasa. Waktu itu, informasi harian dikirimkan dan dipasang di tempat-tempat publik untuk menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan isu negara dan berita lokal (Tebba, 2005). Namun, seiring berjalannnya waktu serta perkembangan di bidang teknologi informasi dan komunikasi, masyarakat mulai mengembangkan berbagai metode untuk mempublikasikan berita atau informasi tersebut. Kendati pada awalnya, publikasi informasi hanya diperuntukkan bagi kalangan terbatas, terutama para pejabat pemerintah. Memasuki Abad 17 dan 18 surat kabar dan majalah untuk publik mulai diterbitkan untuk pertama kalinya di wilayah eropa barat, Inggris, dan Amerika Serikat kendati surat kabar untuk umum ini sering mendapat tentangan dan sensor dari penguasa setempat mengingat berita atau informasi yang dipublikasikan cenderung mengkiritisi kebijakan pemerintah atau penguasa

Firman Taqur, S.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi

3

setempat kala itu. Namun disisi lain, media (pers) kala itu telah berhasil menjalankan fungsi kontrol sosialnya. Iklim yang lebih baik untuk penerbitan surat kabar generasi pertama ini baru muncul pada pertengahan abad 18, ketika beberapa negara, seperti Swedia dan AS mengesahkan undangundang kebebasan pers sebagai titik tolak perkembangan pers yang liberal yang dapat menjalankan fungsi kontrolnya secara komprehensif dan total. Industri surat kabar mulai menunjukkan geliatnya yang luar biasa ketika budaya membaca di masyarakat semakin meluas. Terlebih ketika memasuki masa Revolusi Industri di Prancis, di mana industri surat kabar diuntungkan dengan adanya mesin cetak tenaga uap yang bisa menggenjot oplah untuk memenuhi permintaan publik akan berita. Seiring dengan semakin majunya bisnis berita, pada pertengahan 1800-an mulai berkembang organisasi kantor berita yang berfungsi mengumpulkan berbagai berita dan tulisan untuk didistribusikan ke berbagai penerbit surat kabar dan majalah. Kantor popularitasnya. berita tersebut dengan cepat meraih Pasalnya, para pengusaha surat kabar dapat

lebih menghemat pengeluarannya dengan berlangganan berita kepada kantor-kantor berita itu daripada harus membayar wartawan untuk pergi atau ditempatkan di berbagai wilayah. Kantor berita yang sejak dulu sampai saat ini eksis di dunia antara lain Associated Press (Amerika serikat), Reuters (Inggris), dan Agence France Presse (Prancis). Terkait sejarah jurnalistik yang cukup panjang, terutama jurnalistik dalam sudut pandang kegiatan pelaporan manusia, maka untuk memudahkan pemahaman secara komprehensif, sejarah jurnalistik di dunia sedikitnya dapat dibagi ke dalam tiga
Firman Taqur, S.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi

4

Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 5 . 1. Bahkan Suhandang (2004) menerangkan hikayat bahtera Nabi Nuh As merupakan cikal bakal kegiatan kejurnalistikan di dunia. datang malaikat utusan Allah Swt kepada Nabi Nuh As agar ia membuat sebuah perahu atau bahtera yang sangat besar di atas bukit. bahkan tiada henti-hentinya. sejarah jurnalistik jika dipandang dari segi kegiatan pelaporan manusia telah berkembang sejak jaman nabi. Demikian pula angin dan badai yang mendera tiada usai. kala itu sebelum Allah Swt mengazab kaum Nabi Nuh As yang kufur dengan banjir bah yang teramat dahsyat. berharihari. Tentu saja pekabaran tersebut semakin membuat kaum kufur kala itu semakin ingkar terhadap ajaran yang dibawa oleh nabi Allah tersebut.fase utama. Namun. Dikisahkan. Nabi Nuh As dibantu para pengikutnya yang setia akhirnya dapat merampungkan pembuatan bahtera tersebut. di antaranya. 2) fase Kekaisaran Romawi kuno (Julius Caesar). Alkisah. Bahtera itu sedianya akan dijadikan sebagai alat evakuasi Nabi Nuh As beserta sanak keluarga dan seluruh pengikutnya yang shaleh berikut segala jenis hewan masingmasing satu pasang jika air bah datang dan menenggelamkan daratan. tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya.1 Fase Nabi Nuh As Sejumlah pakar sepakat. bahkan menuduh Nabi Nuh As sudah gila karena membuat perahu di atas bukti.1. saat pengerjaan bahtera rampung. yakni Nabi Nuh As. S. menghancurkan Firman Taqur. bahkan berbulan-bulan. dengan ketauhidan yang tinggi. berminggu-minggu. dan 3) fase Nabi Muhammad Saw. 1) fase bahtera Nabi Nuh As.

Melihat kedatangan burung dara membawa ranting zaitun. Setelah beberapa lama burung itu terbang mengamati keadaan air. Karenanya. Guna memenuhi keperluan dan keinginan para penumpang kapalnya itu. mereka mengharapkan dapat memeroleh landasan berfikir untuk melakukan tindak lanjut dalam menghadapi kondisinya. minggu berganti bulan. Dengan menngetahui situasi dan kondisi yang sebenarnya. Sementara Nabi Nuh As beserta sanak keluarga dan orang-orang yang bertauhid lainnya serta hewanhewan tersebut terselamatkan dari banjir bah karena berada di dalam bahtera. Nabi Nuh As pun mengambil kesimpulan bahwa air bah sudah Firman Taqur. dan kian kemari mencari makanan. Karenanya. terutama dalam melakukan penghematan yang cermat. dunia pun kala itu berubah menjadi lautan yang sangat dalam dan luas. kecuali bahtera Nabi Nuh As. namun hasilnya sia-sia belaka. namun sepertinya air bah belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Akibatnya. Burung dara itu hanya melihat daun dan ranting pohon zaitun (olijf) yang tampak muncul ke permukaan air. Hari berganti minggu. ranting itu pun di patuknya dan dibawanya pulang ke kapal.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 6 . maka Nabi Nuh As lantas mengutus seekor burung dara ke luar kapal untuk meneliti keadaan air serta untuk mencari tahu kemungkinan adanya sumber makanan. S. apakah air bah akan surut atau akan selamanya dunia tenggelam? Kepastian akan hal itu rupanya yang hanya bisa menetramkan karisauan hati mereka.segala apa yang ada di dunia kala itu. Nabi Nuh As beserta lainnya yang ada dikapal mulai khawatir dan gelisah karena persediaan makanan mulai menipis. Setiap orang yang berada di dalam bahtera pun semakin bertanya-tanya.

Atas dasar fakta sejarah itulah maka para ahli sejarah menamakan Nabi Nuh As sebagai seorang pencari berita dan penyiar kabar (wartawan) yang pertama kali di dunia. 1. Demikianlah kabar dan berita itu disampaikan kepada seluruh penumpang kapal.2 Fase Romawi Kuno (Julius Caesar) Abad 60 SM atau masa kekaisaran Romawi kuno diyakini sebagai cikal bakal kehadiran ilmu Jurnalistik. yakni catatan harian atau pengumuman tertulis setiap hari pada papan pengumuman tentang kegiatan senat.1.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi bagi setiap orang yang lewat dan 7 . S. namun seluruh permukaan bumi masih tertutup air. Catatan pada papan tulis itu merupakan pemberitahuan memerlukannya. Bahkan sejalan lembaga dengan kantor teknik-teknik beritannya) dan pada caranya tarikh mencari Islam serta menyiarkan kabar (warta berita di zaman sekarang dengan tersebut menunjukkan bahwa sesungguhnya kantor berita yang pertama di dunia adalah bahtera Nabi Nuh As atau biasa dikenal dengan sebutan Noah Ark. Firman Taqur. sehingga burung dara itu tidak menemukan tempat untuk istirahat. Bahkan sejarawan sepakat. Kebijakan Julius Caesar ini merupakan tindak lanjut atau pengembangan dari apa yang pernah dilakukan Imam Agung Romawi yang mencatat segala kejadian penting yang diketahuinya pada Annals. Kala itu. hal tersebut sebagai sejarah pers pertama di dunia.mulai surut. Kaisar Julius Caesar mengembangkan kegiatan pelaporan sehari-hari yang oleh pakar ilmu Jurnalistik disebut sebagai Acta Diurna. yakni papan tulis yang digantungkan di serambi rumahnya.

pengumuman tentang informasi senat atau berita-berita yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah kala itu hanya dikonsumsi secara terbatas. Selain itu.O. dimana rakyat sudah diberikan hak untuk mengetahui tentang segala hal yang menyangkut dirinya atau menyangkut perhatiannya. Julius Caesar kala itu telah mendirikan pondasi awal The Right Know (hak tahu) kepada rakyat. 1) Acta Senatura. yakni pengumuman keputusan yang berisi 2) laporan-laporan Diurna Populi dan keputusanyakni (M. tetapi juga perlu diketahui oleh rakyat banyak. 1976) Setiap penduduk bebas membacanya bahkan juga boleh mengutipnya untuk kemudian dikabarkan ke tempat lain. 1983). Kaisar Julius Caesar yang sangat memahami akan manfaat dan pentingnya pemberitaan memerintahkan supaya isi keputusan senat yang bersifat resmi itu tidak hanya dikuasai oleh para pejabat dan orang-orang kaya saja. Acta Romawi. yakni khusus untuk kalangan pejabat dan orang-orang kaya.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 8 . ada juga lapisan masyarakat yang menerima isi laporan atau Firman Taqur. Atas kebijakannnya tersebut. Dengan demikian. pengumuman yang berisi laporan-laporan tentang rapat-rapat dewan perwakilan rakyat dan berita-berita lainnya. Papan pengumuman yang berwarna putih itu terpasang atau terpampang di pusat kota (alun-alun) Roma yang kala itu lebih dikenal dengan sebutan Forum Romanum atau Stadion Roma (Assegaf. S. Namun.Awalnya. Pengumuman-pengumuman yang disiarkan pada Forum Romanum itu terdiri atas dua jenis. Julius Caesar memerintahkan setiap pengumuman-pengumuman atau berita-berita dari dinas pemerintahan resmi ditempelkan pada papan pengumuman. senat . Palapah.

Mereka adalah golongan orang-orang kaya dan tuan-tuan tanah di Roma yang setiap hari mengirimkan budakbudaknya yang pandai menulis untuk mencatat apapun yang tertulis dalam papan pengumuman tersebut. Akan tetapi. terjadi persaingan di antara para Diurnarii untuk mencari dan menyiarkan berita dengan menelusuri Kota Roma. terbatas mengelola hal-hal yang informatif saja. S. Diurnarii tidak terbatas kepada para budak saja. tidak suruhan majikannya tersebut itulah yang dinamakan Diurnarii atau masa sekarang dikenal dengan istilah tentang kegiatan senat. Persaingan itu pun kemudian menimbulkan korban pertama dalam sejarah Jurnalistik. berkembang. Seorang Diurnarii bernama Kasus tersebut Julius Rusticus dihukum gantung atas tuduhan menyiarkan berita yang belum boleh disiarkan (masih rahasia). Dengan demikian. kegiatan jurnalistik tidak mengalami perkembangan yang signifikan Setelah jaman Romawi kuno Firman Taqur.pengumuman tersebut tanpa harus datang ke alun-alun untuk melihatnya. pada informasi Akibatnya. Sementara budak-budak wartawan. tetapi juga orang bebas yang ingin menjual catatan Beritanya harian pun kepada siapa saja yang sebatas memerlukannya. Perkembangan selanjutnya.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi menunjukkan bahwa kegiatan jurnalistik di masa itu masih 9 . bahkan sampai keluar kota itu. tetapi juga hal-hal yang menyangkut kepentingan umum dan yang menarik khalayak. Itulah sebabnya dalam penyebarannya diserahkan kepada usaha swasta yang justru merupakan ciri-ciri pertama dari kegiatan jurnalistik. majikan-majikan ini setiap harinya dapat mengetahui segala sesuatu yang diputuskan oleh senat dan badan-bedan pemerintahan lainnya.

pemirsa atau pembaca tentang perintah dan larangan Allah Swt (Al-quran dan Al-Hadist). khususnya sistem komunikasi massa Islam. terutama ketika Eropa memasuki masa kegelapan (dark ages). sejak Romawi kuno runtuh. Orang memakai bentuk tangan atau memanjat pohon untuk memanggil penduduk sekampung. Karena itu nilai-nilai budaya cenderung homogen.tersebut. Cara suatu bangsa berkomunikasi mencerminkan sistem budaya itu. Dalam sistem komunikasi tradisional sifat-sifat komunikasi manusia belumlah komplek. media masa yang digunakan juga masih sederhana dan belum banyak digunakan lambang-lambang verbal. 1. S. maka ciri khas sistem komunikasi massa ini adalah menyelesaikan (menyampaikan) informasi kepada pendengar. Dalam konteks komunikasi massa. Pasalnya. Proses komunikasi berlangsung secara antar pribadi atau tatap muka. jurnalistik menghilang. agama sebagai kaidah dan sebagai perilaku adalah pesan (informasi) kepada warga masyarakat agar berprilaku sesuai dengan perintah dan larangan Tuhan.1.3 Fase Nabi Muhammad Saw Para ahli di bidang ilmu sosial. Pada dasarnya. Norma-norma budya itu biasanya memengaruhi perilaku komunikasi warganya. kegiatan Pada waktu itu jurnalistik pun mengalami kevakuman. Pada umumnya komunikator berkenalan dengan penerima pesan atau pemerima informasi (komunikan). khususnya ilmu komunikasi pada umumnya sependapat bahwa sistem komunikasi yang ditemukan pada suatu bangsa biasanya seirama dengan kebudayaan bangsa yang bersangkutan. Firman Taqur.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 10 .

suhufi Ibrahima wa Musa. Mendengar kata mushaf.Berdasarkan teori-teori sistem komunikasi tersebut maka cikal-bakal (embrio) sistem komunikasi massa ialah takkala Bilal bin Ribah mengumandangkan azan di zaman permulaan kenabian Muhammad Saw. Azan pertama itulah merupakan awal lahirnya sistem komunikasi massa Islam (Muis. Kumpulan tertulis dari semua surat/ayat (bagian/sub bagian ) dari Al-Quran itu lazimnya disebut mushaf dan kumpulan ajaran wahyu yang diturunkan disebut suhuf. di dalamnya terdapat sebuah unsur yang sangat vital. tentang alam dan makhluk–makhluk serta tentang hari akhir (kiamat) dan akherat. S. wartawan atau jurnalis dalam bahasa Arab sering diistilahkan dengan sebutan mushaf. yakni karya Firman Taqur. Inna hadzaa lafii shuhf al-ula. kendati dalam konteks yang berbeda. Dalam Al-qur’an Surah Al-‘Ala. pada dua ayat terakhir tertulis. yakni jurnalisme. Kata itu lazim dinisbatkan bagi kitab secara fisik. namun bermuara pada satu matra. Dalam ayat ini disebutkan dua kata suhuf. bukan secara esensi. Berdasarkan konteks itulah diyakini bahwa dalam proses dakwah yang dilakukan oleh para nabi. pasti sudah tidak asing lagi. termasuk kitab suci. Ayat suhufi Ibrahima wa Musa juga bermakna bahwa Muhammad Saw menggunakan hasil-hasil jurnalisme Ibrahim dan Musa sebagai bahan acuan perjuangan. Dengan demikian.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 11 . dalam Hamka Rafiq. Sedangkan kata suhuf lebih kepada konteks isinya. yakni suhuf Ibrahim dan Musa. 1989) Al-kitab (al-quran) yang diwahyukan kepada Muhammad Saw pada dasarnya menyampaikan informasi tentang Allah. Kata itu sangat korelatif dengan kata suhuf.

Umar bin Khatab. Ali bin Abi Thalib. 1986). sepeninggal sahabatsahabat nabi yang mengcover langsung berita-berita kejadian nabi tersebut. Abu Bakar. Amar bin Ash dan Ibnu Umar hanyalah segelintir nama di antara sejumlah sahabat nabi lainnya. maka pada masa tabi’in lahir pulalah perawi-perawi hadist yang bekerja sebagai media yang memindahkan berita itu kepada Firman Taqur. Abu Hurairrah. baik perbuatan-perbuatan maupun perkataanperkataannya (Hadist). Dalam tarikh Islam disebutkan. kemudian kepada para tabi’in. Sahabat-sahabat inilah yang memindahkan berita-berita kepada sahabat lainnya.manuskrip. Sementara orang yang menyusun karya tersebut disebut musahif. Jika kini banyak wartawan yang mahir meliput suatu kejadian atau berita kemudian mempublikasikannya melalui surat kabar dan majalah atau menyiarkannya lewat radio atau televisi. Sebagai orang pertama yang menerima berita itu. Lalu kepada tabi’it tabi’in.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 12 . maka di jaman Rasululllah Saw sesungguhnya para sahabat nabi telah melaksanakan fungsi kewartawanan yang suci (Ya’kub. Para sahabat nabi tersebut telah mensponsori kegiatan tugas-tugas jurnalistik dengan berbagai pemberitaan mengenai diri pribadi Rasulullah Saw. Karenanya. Para sahabat yang kerapkali mengikuti dan meliputi beritaberita ihwal nabi begitu banyak jumlahnya. Utsman bin Affan. S. Ratusan ribu hadist yang berhasil dicatat oleh ahli-ahli hadist adalah berkat jasa-jasa reportase mereka. Siti Aisyah. para sahabat-sahabat nabi adalah wartawanwartawan otodidak yang mahir mengcover berita-berita kejadian di jaman nabi terutama yang menyangkut langsung kegiatan Rasulullah Saw.

yakni melakukan cek dan ricek atau dalam Islam dikenal dengan istilah tabayyun.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 13 . dan masih banyak lagi. Hadis itu sendiri menurut arti bahasa adalah pekabaran. seperti hadist shahih. dan memindahkannya secara teratur. Perawi-perawi ini dalam ilmu hadist biasa disebut Sanad. Selain menerima berita (hadist) dari tangan pertama ke tangan kedua dan ketiga. Ahmad. Imam Malik. Setelah itu. Mereka menyeleksi hadist-hadist itu untuk memilih dan memilah mana hadist-hadist yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan mana hadis-hadis diragukan kebenarannya. maka lahirlah klasifikasi hadist berdasarkan validasi yang sebenar-benarnya. Perawi-perawi yang berkecimpung dalam pemberitaan nabi itu tidak sekedar menghafalkan. apa yang disebut ilmu hadist adalah ilmu yang mempelajari tentang beritaberita kejadian yang berhubungan dengan diri Nabi Muhammad Saw (Ya’qub. 1986). atau langsung diberitakan kepada umat sebagai landasan untuk beramal. Sebut saja Bukhori.perawi-perawi lainnya. Muslim. Turmudzi. S. maka akan jelas terlihat bahwa sesunguhnya dakwah sebagai salah satu bentuk kegiatan jurnalistik sudah Firman Taqur. Apabila melihat kembali ke awal-awal kelahiran serta kebagkitan Islam. atau kejadian. Dengan demikian. menerima. tetapi juga memegang teguh salah satu prinsip jurnalisme yang objektif. hadist dhaif bahkan hadist palsu. Abu Dawud.kemudian memindahkan kepada perawi lain dan akhirnya sampai kepada abad-abad berikutnya dimana hadist-hadist dapat dihimpun dalam berbagai kitab. mereka menghafalkan berita itu menurut redaksi yang asli --tanpa mengurangi atau menambah-. yakni suatu berita atau kejadian yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw.

Ketika itu. kemudian para sahabat bertugas menjadi penulisnya. Surat-surat dakwah Nabi Muhammad Saw yang berisi ajakan dan seruan untuk meyakini kebenaran Islam sebagai pegangan hidup dunia dan akhirat tersebut dikirimkan kepada sejumlah kaisar. raja dan penguasa negeri. maka pada setiap surat diberi stempel yang terbuat dari cincin perak yang berukiran tulisan muhammadurasulullah. Kisra Abrawais. Raja Persia. An Najasvi. Jurnalisme dakwah yang dimulai Rasulullah Saw itu dilakukan dengan mengirimkan surta-surat dakwah kepada para kaisar. Untuk meyakinkan penerimanya bahwa surat itu berasal dari Rasulullah Saw. untuk lebih syiar Islam. yakni masa perdamaian antara kaum muslimin dengan orang-orang kafir Quraisy yang ditandai dengan perjanjian yang dikenal dengan sebutan Shulhul Hudaibiyah. Rasulullah Saw kemudian menyebarluaskan atau surat. S. Melalui contoh surat-surat (risalah) tersebut. Pada tahun ke-6 hijriyah misalnya. raja dan kepada masyarakat luas. Ini berarti bahwa dakwah dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai media yang ada termasuk media tulisan Firman Taqur. Raja Bahrain. maka Rasulullah Saw sebetulnya telah merintis sistem jurnalistik di dalam melakukan komunikasi Islam sebagai salahsatu metode dakwah. antara lain Kaisar Romawi timur. Hudzah bin Ali serta sejumlah penguasa negeri lainnya kala itu (Ardhana. Setelah perdamaian itu terwujud.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi menempuh langkah dakwah yang baru. Raja Habsyi.dimulai dan dikembangkan oleh Nabi Muhammad Saw. Al Mundzir bin Sawa. yakni melalui tulisan 14 . Hiraqlius (Hercules). Rasulullah Saw menyusun dan merancang isi dakwah melalui tulisan atau surat. 1995). dan penguasa Yamamah.

hikayat menurut keterangan Josephus maupun munculnya Acta Diurna serta kehadiran perawi-perawi di jaman Nabi Muhammad Saw. akan tetapi jelas terlihat merupakan gejala awal perkembangan jurnalistik. tidak perlu ada istilah Jurnalisme Islam sebagai mazhab. Ketauhidan yang memuliakan kemanusiaan. penulisannya Baik penyebarannya Nabi Nuh kepada khalayak. S. yang mirip jurnalisme bukan hal baru dalam tradisi Islam. Islam sendiri.yang pada era sekarang ini telah jauh berkembang dalam berbagai macam bentuk. Istilah jurnalisme Islam atau jurnalisme kemanusiaan Islam adalah istilah yang dan menunjuk pada kerja-kerja peliputan. salah satu mazhab atau teori bagi jurnalisme. Kalaupun ada. yaitu ketauhidan dan kemanusiaan. yang Flavius pencarian atau pengumpulan berita atau opini pengelolaannya. Dengan demikian. mungkin lebih tepat diartikan sebagai Jurnalisme tentang Islam atau tentang orang-orang Islam. berbasis pada nilai-nilai luhur kemanusiaan Islam. maka kegiatan menyebarkan berita. Para nabi dikenal sebagai pembawa risalah suci dari Tuhan. Karenanya. Atau Jurnalisme Islam diartikan sebagai jurnalisme yang berintegrasi dengan nilai-nilai keislaman. Dari kejadian tersebut dapat diketahui adanya suatu Maka Islam lebih merupakan jiwa bagi pers atau jurnalisme namun bukan Firman Taqur. kendati belum merupakan suatu penyiaran atau penerbitan sebagai harian. Beberapa nabi juga dikenal sebagai pemilik lembaran-lembaran (suhuf) suci untuk diberitakan kepada masyarakat luas. sebagai agama merupakan nilai dan tatanan yang diwahyukan Allah Swt untuk kemanusiaan. dan kemanusiaan yang tetap mengagungkan ketuhanan.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 15 .

Namun. Journa yang artinya surat kabar (Adinegoro. Sedangkan pelakunya disebut Diurnarii (latin) atau dalam bahasa Inggris disebut Journalist. 1. Istilah Journa sendiri berasal dari kata lain. berasal dari perkataan Prancis. dari kemajuan elektronik terciptalah media informasi berupa radio (audio) yang lantas disusul dengan kehadiran televisi sebagai media massa audio visual.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 16 . atau catatan harian (Muis. harian. Firman Taqur. maka televisi yang dulu begitu jumawa. yaitu orang yang bertugas untuk mengumpulkan.2 Pengertian Jurnalistik Secara etimologis atau asal kata. yang artinya tiap hari. 1961). dan dalam bahasa dalam Belandanya Journalistiek. kini tidak lagi bisa dikatakan sebagai media massa ”tercanggih” setelah revolusi teknologi informasi melahirkan sebuah medium ”serba bisa” yang dinamakan interconecting network atau lazim disebut Internet. Seiring kemajuan teknologi informasi. 1996). S. Diurna. teknologi tidak pernah mengenal kata berhenti apalagi mati. mengolah dan kemudian menyiarkan “catatan-catatan harian” tersebut untuk kemudian disebut dengan istilah berita. Dari media cetak lantas berkembang ke media elektronik.kegiatan yang mempunyai prinsip-prinsip komunikasi massa pada umumnya dan kejurnalistik pada khususnya. Internet inilah yang kemudian membidangi kelahiran media massa online sebagai salahsatu bentuk dari media massa (jurnalistik) baru. istilah jurnalistik atau bahasa Inggrisnya Journalism. maka yang bermula dari laporan harian berubah tercetak manjadi surat kabar harian.

Sementara berdasarkan suku kata. secara maknawiyah. opini dan perilaku khalayak (feedback) sesuai dengan kehendak para jurnalisnya. S. dan menyajikan berita tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari secara indah. sejumlah pakar. Secara lebih luas. Jurnalistik adalah : “Kepandaian karang-mengarang yang pokoknya untuk memberi pekabaran pada masyarakat dengan selekas-lekasnya agar tersiar kabar seluas-luasnya. Dengan demikian. sehingga terjadi perubahan sikap. istilah Jurnalistik terdiri atas Jurnal dan Istik. pendapat. pemirsa). kendati pada dasarnya memiliki makna yang hampir sama.Sos __________________________________________________ 17 Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi . sifat. pengertian jurnalistik adalah seni dan keterampilan mencari.” Firman Taqur. mengolah. mengumpulkan. dimanfaatkan untuk keperluan hidupnya. berikut sejumlah definisi dari sejumlah pakar. jurnalistik dapat diartikan sebagai suatu karya seni membuat catatan tentang peristiwa sehari-hari. Seiring perkembangan Ilmu Jurnalistik. pendengar. dan teoritisi komunikasi dan jurnalistik berupaya untuk mendefinisikannya dari berbagai sudut pandang masing-masing. dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hati nurani khalayaknya. Untuk memeroleh arti yang lebih jelas dan komprehensif mengenai Jurnalistik. Jurnal berarti harian atau tiap hari atau catatan harian. Karya seni dimaksud memiliki nilai sehingga dapat dinikmati dan keindahan yang dapat menarik perhatian publik (pembaca. menyusun. sedangkan Istik mengandung makna seni yang merujuk pada istilah estetika yang berarti ilmu pengetahuan tentang keindahan. praktisi. tokoh dan teoritisi Ilmu Komunikasi dan Ilmu Jurnalistik berdasarkan sudut pandang dan interpretasi masing-masing.

” Haris Sumadiria. mencari. mengumpulkan.” Kustadi Suhandang. ”Bidang profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang kejadian dan atau kehidupan sehari-hari (pada hakikatnya dalam bentuk penerangan. mengedit. serta menyajikan berita tentang suatu peristiwa yang terjadi sehari-hari secara indah. dengan menggunakan saranasarana penerbitan yang ada. Seni kejuruan yang bersangkutan dengan pemberitaan dan persuratkabaran. Pada mulanya jurnalistik hanya mengelola hal-hal yang sifatnya informatif saja. dan menulis di surat kabar. mengolah. Firman Taqur.Adinegoro.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 18 . ”Kegiatan untuk menyiapkan. ”Suatu seni atau ketrampilan mencari. menyajikan. S. dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hati nurani khalayaknya. penafsiran dan pengkajian) secara berkala. “Kegiatan menyiapkan. menyusun.” Onong Uchjana Effendi. dan menyebarkan berita melalui media berkala kepada khalayak seluas-luasnya dengan secepatcepatnya.” Ensiklopedi Indonesia.” KBBI. mengolah. dan media massa lainnya. ”Teknik mengelola berita sejak dari mendapatkan bahan sampai kepada menyebarluaskannya kepada khalayak.” KIJ. mengumpulkan. majalah.

penulisan. jurnalistik merupakan seni.“Kegiatan komunikasi yang dilakukan dengan cara menyiarkan berita ataupun ulasannya mengenai berbagai peristiwa atau kejadian sehari-hari yang aktual dan faktual dalam waktu yang secepat-cepatnya. penafsiran.” Kris Budiman.W. “Laporan tentang kejadian-kejadian yang sedang berlangsung pada saat ditulis. dan penyebaran informasi umum.” Edwin Emery.” Roland E. majalah. hiburan umum secara sistematis dan dapat dipercaya untuk diterbitkan pada surat kabar. ”Suatu kepandaian praktis mengumpulkan. “Pengiriman informasi dari sini ke sana dengan benar. penulisan. mengedit berita untuk pemberitaan dalam surat kabar.” A. Widjaya.” Erik Hodgins. “Kegiatan penyiapan. majalah. penyuntingan. Ridwan. dalam rangka membela kebenaran dan keadilan.Sos __________________________________________________ 19 Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi . S. “Pengumpulan. bukan kabar yang sudah definitif tentang suatu keadaan. dan penyampaian berita kepada khalayak melalui saluran media tertentu. pendapat pemerhati. Jurnalistik mencakup kegiatan dari peliputan sampai kepada penyebarannya kepada masyarakat.” Firman Taqur. dan cepat. Wolseley. atau terbitan-terbitan berkala lainnya. seksama. Selain bersifat ketrampilan praktis. “Journalism ambraces all the forms in which and trough wich the news and moment on the news reach the public (Jurnalistik adalah segala bentuk yang membuat berita dan ulasan mengenai berita sampai pada kelompok pemerhati). pemrosesan.” M. dan disiarkan di stasiun siaran.

S. jurnalistik sampai adalah suatu proses kepada pengelolaan laporan harian yang menarik minat khalayak. Dengan kata lain. yakni sebagai materi berita untuk kemudian diolah dan disebarkan seluas-luasnya kepada masyarakat atau khalayak secara selekas-lekasnya. mulai peliputan penyebarannya masyarakat. Orang sering bingung menyebut atau membedakan antara jurnalistik dengan jurnalisme. Merujuk pada pengertian jurnalistik yang dikemukakan oleh para praktisi dan teoritisi ilmu komunikasi maupun ilmu jurnalistik tersebut. Fraser Bond. jurnalisme adalah kegiatan mengumpulkan berita atau memproduksi sebuah surat kabar.2. jurnalistik mengandung pengertian sebagai suatu kegiatan mengumpulkan. Sesuatu yang menarik itulah yang kemudian menjadi bahan dasar kegiatan jurnalistik.F. Menurut Webster Dictionary. Apa yang diliput dan apa yang disebarkan tersebut adalah suatu peristiwa atau kejadian yang aktual dan atau pendapat seseorang (opini) terhadap suatu peristiwa yang diperkirakan akan menarik perhatian khalayak. 1. jurnalisme adalah kegiatan yang dilakukan Firman Taqur. Dengan dari kegiatan kata lain. maka secara umum.1 Ambiguitas Jurnalistik  Jurnalisme Pergulatan makna jurnalistik dengan jurnalisme sampai saat ini masih menjadi perdebatan dan menjadi bahan diskusi para pakar. mengolah serta menyebarkan pemberitaan kepada publik seluas-luasnya dalam waktu yang cepat kepada jumlah audience atau khalayak sebanyak-banyaknya.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 20 .

melaporkan. menghidupi aspek pers. Jurnalistik adalah aspek jiwa. konkret. dan menganalisis dikumpulkan mengenai kejadian sekarang. pemikiran. masalah maupun tokoh atau selebritas. Pers dan jurnalistik ibarat jiwa dan raga. diberi nama. karenanya. nyata. atau gaya pelaporan peristiwa. ide. karena ia berwujud. jurnalistik memang tidak bisa dipisahkan dari pers. Dengan demikian pers dan jurnalistik merupakan dwitunggal. Pers tidak mungkin beroperasi tanpa jurnalistik. termasuk tren. Jurnalistik adalah bentuk komunikasinya. Pers Secara  Istilah jurnalistik selain ambigu dengan istilah jurnalisme juga dipandang tumpang tindih dengan istilah pers. Jurnalisme informasi yang juga merupakan bidang disiplin dalam mengumpulkan. ia dapat Firman Taqur. sebaliknya jurnalistik tidak akan mungkin mewujudkan suatu karya bernama berita tanpa peran pers di dalamnya.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 21 . Namun secara ilmiah. jurnalistik selalu dapat fungsional. aliran. Pada hakekatnya. Palapah.O. memastikan. dan pers merupakan medium dimana jurnalistik itu disalurkan (M. karena ia bersifat abstrak. Sedangkan Pers adalah aspek raga. teknik. S. merupakan kegiatan. desain. Dengan kata lain. 1976). jurnalisme merupakan kata benda dan jurnalistik kata sifat. dipisahkan daripadanya. Jurnalisme itu sendiri merupakan paham.oleh seorang wartawan. sedangkan jurnalistik merupakan kata sifat (ajektif) dari jurnalisme. atau opini melalui media massa. jurnalistik merupakan sifat dari kegiatan jurnalisme. daya hidup. Perbedaan prinsipilnya.

yakni “pers” (Belanda). istilah pers menjadi lazim dipadankan dengan istilah surat kabar itu sendiri. 1. Karenanya. proses dan karya (Wahyudi. terminologis bahasa “media dalam Belandanya “drukpers” atau “pers”. buletin.2 Jurnalistik Sebagai Ilmu Dewasa ini. Hal ini selaras dengan pengertiannya secara etimologis. yakni surat kabar atau media cetak. ilmu terapan dari ilmu komunikasi yang mempelajari keterampilan mengumpulkan. majalah. Karena Belanda memiliki nilai historis yang paling dekat dengan Indonesia. termasuk di dalamnya. menyeleksi.  Jurnalistik sebagai ilmu adalah salah satu seseorang dalam mencari. Sedangkan mengandung arti pers dari sudut massa pandang cetak”. Jurnalistik dipandang sebagai suatu ilmu.2.Tetapi pers yang dimaksud di sini adalah pers dalam arti sempit. Sedangkan bahasa Inggris menyebutnya “printed media” atau “printing media” atau “press”. dan tabloid. bahkan pengertian wartawan sebagai pelaku jurnalistik menjadi bagian di dalamnya. S. Karenanya. 1996).Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 22 . bidang Jurnalistik mengalami perkembangan yang sangat signifikan seiring dengan akselerasi era informasi berikut perkembangan teknologi komunikasi di dalamnya. “press” (Inggris) yang berasal dari bahasa latin “pressare” dari kata “premere” yang berarti “tekan”. mengolah informasi yang mengandung nilai berita (news value) menjadi karya Firman Taqur. maka di Indonesia lebih popular dengan istilah “pers” ketimbang “press”.

karena ternyata jurnalisme tidak hanya mempelajari dan meneliti hal-hal yang bersangkutan dengan persuratkabaran semata. Atas Selain juga kenyataan 23 Firman Taqur. Hal ini tidak terlepas dari peran seorang tokoh pers dunia asal Amerika Serikat. Robert B (Effendy. adalah setiap menyeleksi. baik melalui media cetak maupun media massa elektronik. S. Hal ini tidak mengherankan karena pada tahun 1457. Dalam konteks jurnalistik sebagai ilmu. menyiarkan menyiarkan pemberitaan produk-produk melalui siaran radio dan televise. Joseph Pulitzer yang mendirikan “School of Journalism” pada tahun 1903 dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan para wartawan kala itu. seperti radio dan televise. Jurnalisme di Amerika serikat sudah berkembang menjadi ilmu (science) bukan sekadar pengetahuan (knowledge). lainnya.  Jurnalistik sebagai karya adalah uraian fakta dan atau pendapat yang mengandung nilai berita (news value) dan penjelasan masalah hangat yang sudah disaksikan kepada khalayak. melainkan juga media massa lainnya.jurnalistik serta menyajikan kepada khalayak baik melalui media cetak maupun media elektronik. mengolah informasi yang mengandung nilai berita (news value) menjadi karya jurnalistik serta menyajikan kepada khayayak baik melalui media cetak maupun media elektronik. 1984) sewaktu menyusut urutan ilmu menganggap bahwa jurnalistik sebagai ilmu.  kegiatan Jurnalistik mencari. sebagai proses mengumpulkan. dalam hal ini ilmu terapan (ilmu terpakai).Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi . Murray Buttler. Gagasan Pulitzer tersebut selanjutnya mendapat dukungan penuh dari Rektor Harvard University.

Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi Hingga 24 . Wilbur Schramm dan sejumlah cendekiawan lainnya menunjukkan bahwa gejala ssosial yang diakibatkan media ternyata tidak hanya berlangsung satu tahap (one step flow communcation) melainkan banyak tahap atau two step communction dan multi step communication. Namun perkembangan selanjutnya. yakni ”Who says what in which channel to whom with what effect – Siapa. elektronik maupun media massa baru. S. maka jurnalisme berkembang menjadi mass communication (komunikasi massa).3 Ruang Lingkup Jurnalistik Menggambarkan ruang lingkup terhadap suatu disiplin ilmu yang sedang berkembang bukanlah hal yang mudah. komunikasi atau jurnalistik juga bisa diartikan sebagai ”Proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media untuk menimbulkan efek tertentu.” Sedangkan dalam kaitan jrunalistik sebagai suatu karya dimaksudkan bahwa penerapan kegiatan jurnalistik ke dalam karya jurnalistik dapat melalui media masa cetak. Penelitian yang dilakukan Lazasfeld. kepada siapa. Berdasarkan paradigma Lasswell tersebut. yakni media online. mengacu kepada paradigma Lasswell yang sangat populer. Penyajian informasi atau berita melalui media massa harus disesuaikan dengan sifat fisk medianya agar isi pesan dapat diterima dan dimengerti dengan baik oleh khalayak. Firman Taqur. dengan efek yang bagaimana –”. melalui media apa. Sementara mengenai jurnalistik sebagai suatu proses harus dilihat sebagai suatu proses komunikasi.tersebut. mengatakan apa. Dalam hubungan ini. 1. komunikasi massa dianggap tidak tepat lagi karena tidak merupakan proses komunikasi yang menyeluruh.

namun ruang lingkup jurnalistik yang diketengahkan oleh M. S. menarik perhatian. Straight News Adalah berita langsung. 1. singkat dan langsung ke pokok persoalan dengan dukungan fakta-fakta yang akurat. namun tanpa mengabaikan kelengkapan data dan obyektivitas. dan reportage.kini sebetulnya belum ada ruang lingkung jurnalistik yang dapat diterima oleh semua pihak. Straight news terdiri atas matter of fact news.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 25 . keduanya membagi ruang lingkup jurnalistik ke dalam dua bagian. tidak berbelit belit serta mengutamakan nilai aktualitas. Berita jenis ini harus memenuhi unsur 5W+1H secara ketat dan harus cepat-cepat disiarkan atau dipublikasikan. interpretative report. dalam arti penulisan berita ini ditulis apa adanya berdasarkan fakta atas kejadian yang diberitakannya. yakni News dan Views. Dalam hal ini. karena terlambat sedikit maka berita akan dianggap basi. Kendati sudah memadai namun belum begitu terperinci. Firman Taqur. dinilai penting atau luar biasa. 1.O Palapah dan Syamsudin (1976) dalam bukunya ‘Studi Ilmu Komunikasi” sampai saat ini tetap menjadi rujukan atau literasi dari studi ilmu Komunikasi maupun kajian ilmu Jurnalistik. News terdiri atas Straight News dan Feature News.3.1 News News adalah berita. yakni penyajian kumpulan bahan keterangan (informasi) atau laporan mengenai suatu peristiwa atau kejadian yang terbaru (aktual) serta laporan mengenai fakta-fakta yang aktual. Sifat utama dari Straight News adalah lugas.

Berita jenis ini sangat tergantung pada pertimbangan nilai (value) dan fakta yang ada. sebuah peristiwa 1975). Berita langsung jenis ini ditulis cenderung pendek. aksi terorisme misalnya semakin mengapa kenaikan dan BBM lain diprotes rakyat? mengapa calon presiden harus yang tegas? menggejala? sebagainya. peristiwa yang bersifat kontroversial. atau menyajikan interpretatif peristiwa-  masalah. disertai Berita usaha peristiwa tersebut. Interpretative Report Adalah memberikan interpretasi memfokuskan pengungkapan arti (Jakob pada pada Oetama. Wartawan yang menulis berita ini pada umumnya mencoba menerangkan berbagai peristiwa publik melalui penggalian informasi yang diperoleh langsung dari para narasumber. Matter of Fact News Adalah berita yang hanya mengemukakan fakta utama yang terlibat dalam suatu peristiwa itu saja.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 26 . Firman Taqur. terdiri atas dua atau tiga alinea. S. Namun demikian. Dalam jenis berita ini. Laporan interpretatif biasanya dipusatkan untuk menjawab pertanyaan Mengapa “mengapa". isu. fokus laporan beritanya masih tetap menyampaikan tentang fakta yang ada dan bukan opini. Untuk dapat menurunkan berita jenis ini. wartawan atau penulis dituntut untuk dapat melakukan analisis dan menjelaskan persoalan yang terjadi dengan jelas. wartawan biasanya mencari alasan-alasan dengan menggali informasi dari para narasumber yang terpercaya.

reportage atau reportase adalah pemberitaan suatu peristiwa. antara lain. gejala. 4) Feature perjalanan. 2. 27 Firman Taqur. Kamus Besar Bahasa Indonesia Sementara menurut reportase adalah (1990). wawancara atau studi literasi. aspek-aspek kehidupan. serta dan menimbulkan emosional Feature dapat mengajikan kebenaran objektif namun juga terkadang subjektif mengundang imajinasi pembaca dan memberi. 1984). kejadian atau peristiwa. S. rasa menenangkan. pemberitaan.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi . Materinya merangsang bersifat ringan. keterangan. menambah atau meningkatkan informasi tentang suatu keadaan atau peristiwa. Secara garis besar. pernyataan. Reportage Menurut kaidah Jurnalistik. 1. dan teknik yang diajarkan kepada wartawan mengenai laporan kejadian berdasarkan pengamatan atau sumber tulisan. pandangan atau pendapat mengenai suatu masalah. 3) Feature biografi. masalah. dan cenderung mengutamakan segi minat insani. pendapat atau ide melalui teknik liputan langsung ke tempat kejadian. 6) Feature ilmiah. proses. Feature News Berita feature atau feature adalah merupakan tulisan khas yang menggabungkan unsur jurnalistik dengan unsur sastra serta dapat mengabaikan segala aktualitas. 2) Feature sejarah.3. menghibur.2 Views Views adalah opini. pelaporan. termasuk juga latar belakang. 1) Feature minat insani. (Pratikno. Menurut Wolseley dan Campbell Berita feature terdiri atas beberapa jenis. 5) Feature yang mengajarkan keahlian.

pemerintahan atau olahraga bahkan hiburan. Editorial Editorial atau tajuk rencana adalah opini berisi pendapat atau sikap resmi suatu media sebagai institusi penerbitan terhadap persoalan aktual. coloum dan feature artikel. tergantung jenis liputan medianya. fenomenal. atau dua mingguan (biweekly) dan bulanan (monthly). 2. tergantung dari jenis terbitan medianya bisa harian (daily). di antaranya : 1. atau mingguan (weekly). atau kontroversial yang berkembang di masyarakat.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 28 . Opini yang ditulis pihak redaksi diasumsikan mewakili redaksi sekaligus mencerminkan pendapat dan sikap resmi media yang bersangkutan. hukum. baik aspek sosial.Views terdiri atas editorial. ekonomi. Terkait erat dengan kebijakan media atau kebijakan media yang bersangkutan. special artikel. Krusial dan ditulis secara berkala. politik. Special Articles Firman Taqur. Karena setiap media mempunyai perbedaan iklim tumbuh dan berkembang dalam kepentingan yang beragam. 1. Adapun editorial atau tajuk rencana sebuah media mempunyai sifat-sifat. yang menaungi media tersebut. Memiliki karakter atau konsistensi yang teratur kepada pembacanya terkait sikap dari media massa yang menulis tajuk rencana. Isinya menyikapi situasi yang berkembang di masyarakat luas. S. 2. 4. 3. budaya.

Column Adalah opini singkat seseorang yang lebih banyak menekankan aspek pengamatan dan pemaknaan terhadap suatu persoalan atau keadaan yang terdapat atau terjadi di dalam masyarakat. tulisan kolom terdapat foto sang penulis. Secara teknis jurnalistik. memengaruhi dan menyakinkan (persuasif argumentatif) atau menghibur khalayak pembaca (rekreatif). sementara artikel ditulis secara referensial. sesuatu idiologi. kejadian.Merupakan tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual dan atau kontroversial dengan tujuan untuk memberitahukan (informatif). artikel adalah salahsatu bentuk opini yang terdapat dalam surat kabar atau majalah. penulis. berbeda dengan sifat Biasanya dalam artikel yang memapar melebar. penulisan feature artikel dapat lebih tenang. Berbeda dengan feature berita yang terikat pada deadline. 3. tidak terburu-buru oleh waktu bahkan ada feature artikel yang apabila misalnya di muat setahun kemudian masih tetap dapat diterima dan dinikmati oleh pembacanya. 4. seseorang.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 29 . Firman Taqur. tentang ilmu pengetahuan dan seterusnya yang dikemukakan sebagai pemberitaan dan atau informasi dengan tekanan terutama pada segi-segi rasa manusiawi yang mengandung nilai hiburan. Feature Articles Feature artikel adalah tulisan-tulisan mengenai suatu keadaan. Kolom lebih banyak mencerminkan cap pribadi Sifatnya memadat memakna. sesuatu pikiran. Kolom ditulis secara inferensial. S. sesuatu hal.

Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 30 . Karenanya tulisan artikel menjadi teoritis dan problematis bahkan menyebabkan pembaca mengernyitkan dahi ketika membacanya. S. feature artikel juga di tulis dan diwarnai secara pribadi oleh wartawan atau penulisnya itu sendiri.Sementara perbedaannya dengan artikel adalah bahwa artikel lebih mengarah dan mengandung teori. Inti dari skeptis adalah keragu-raguan. Selain menghibur dan informatif. Karenanya. 2005) dalam bukunya yang berjudul "Dasar-Dasar Jurnalistik” mempunyai ciri-ciri atau karakteristik yang penting untuk diperhatikan. meragukan apa yang diterima. Sedangkan feature artikel penuh dengan cerita human interest (Adi Subrata. Wartawan akan terjun langsung ke lapangan.  Bertindak (action) Firman Taqur. 1991). pendapat. sesuai dengan fungsi feature itu sendiri. berjuang. yakni mengemukakan suatu pribadi dan melukiskan suasana (personality and atrmosphere). Sengaja diwarnai agar menarik dibaca. dan permasalahan.4 Karakteristik Jurnalistik Jurnalistik atau jurnalisme menurut Luwi Ishwara (Kris Budiman. serta menggali hal-hal yang eksklusif dari suatu peristiwa sebagai bahan berita. 1. antara lain :  Skeptis Skeptis adalah sikap untuk selalu mempertanyakan segala sesuatu. dan mewaspadai segala kepastian agar tidak mudah tertipu. media massa biasanya tidak puas dengan permukaan sebuah peristiwa serta enggan untuk mengingatkan kekurangan yang ada di dalam masyarakat.

 Seni dan Profesi Wartawan melihat dengan mata yang segar pada setiap peristiwa untuk menangkap aspek-aspek yang unik dan menarik di tengah kehidupan masyarakat.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 31 .  Peran Pers Melaporkan peristiwa-peristiwa di luar Pers sebagai pelapor. penyaring (filter) dan pemberi makna dari sebuah informasi. wakil publik. Jurnalistik ada untuk memenuhi hak-hak warga negara. S.Wartawan tidak menunggu sampai peristiwa itu muncul. pengetahuan masyarakat dengan netral dan tanpa prasangka.  Berubah Perubahan merupakan hukum utama jurnalisme. Media bukan lagi sebagai penyalur informasi. Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam bukunya yang berjudul “The Elements of Journalism” merumuskan 9 (sembilan) elemen jurnalistik (jurnalisme) yang diperoleh setelah Committee Firman Taqur. dan jurnalistik ada untuk demokrasi. bertindak sebagai mata dan telinga public. Selain itu. 1.5 Elemen Jurnalistik Jurnalistik hadir untuk membangun masyarakat. pers juga harus berperan sebagai interpreter. peran jaga (watchdog). dan pembuat kebijaksanaan serta advokasi. tetapi ia akan mencari dan mengamati dengan ketajaman naluri seorang wartawan (sense of social). tetapi bertindak sebagai fasilitator. tujuan utama dari jurnalistik adalah menyediakan informasi yang dibutuhkan warga agar mereka bisa hidup bebas dan mengatur diri sendiri. Namun.

hakim. langkah berikutnya adalah wartawan harus memperjelas kepada siapa menujukan loyalitas pertama mereka. Agar kewajiban pertama itu terpenuhi. Secara ketimbang menjalani alami filosofis hidup jurnalistik dan bersifat reaktif yakni dan suatu tersebut praktis.200 wartawan dalam periode tiga tahun. berdasarkan kebenaran sementara waktu karena hal ini penting untuk penyelenggaraan kehidupan sehari-hari. guru.of Concerned Journalists mengadakan banyak diskusi dan wawancara dengan 1. 2. pembuatan UU. pengaturan pajak.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi . kebenaran yang bisa dipraktikkan dan fungsional. Rumuskan 9 (sembilan) elemen jurnalistik tersebut yang sejatinya harus diketahui dan menjadi landasan wartawan dalam menjalankan tugas kejurnalistikannya terdiri atas : 1. bentuk Warga untuk introspektif. dan lain-lain. S. Sama seperti dilakukan polisi. Wartawan perlu mengembangkan prosedur dan proses untuk sampai pada kebenaran fungsional. Pengejaran kebenaran tidak berat sebelah adalah yang paling membedakan dari bentuk komunikasi yang lain. Kewajiban utama jurnalisme adalah pada pencarian kebenaran Saat pers modern mulai terbentuk bersama dengan kelahiran teori demokrasi. Loyalitas utama jurnalisme adalah pada warga negara 32 Firman Taqur. Semuanya subjek untuk direvisi dengan metode yang bermacam-macam. janji untuk berlaku jujur dan akurat dengan cepat menjadi bagian yang kuat dari pemasaran surat kabar yang paling awal. “Kebenaran jurnalistik” ini adalah lebih dari sekedar akurasi.

Ini sebuah segitiga dimana audiens atau khalayak bukanlah pelanggan yang membeli barang dan jasa. harus tegas dipisahkan. media para harus pemilik mendahulukan warga. melanda perusahaan media membuat wartawan bingung tentang loyalitas pagar api yang mencerminkan prinsip antara berita dengan iklan Firman Taqur. lantas bagaimana dengan orang lain yang bekerja di media. para pengemudi redaksi? Hubungan bisnis jurnalisme berbeda dari pemasaran untuk konsumen tradisional. dan dalam beberapa hal lebih rumit. namun pengiklanlah sang pembeli. dan pemilik? Apa yang bisa diharapkan warga dari mereka? Apa hubungan mereka dengan komersialisme yang Kesetiaan kepada perusahaanwarga ini adalah hakekat dari makna indepedensi jurnalistik. Sayangnya mereka. seperti bagian penjualan iklan.Jurnalisme bekerja untuk warga. Sebenarnya memutuskan pemilik berita. Namun Jika wartawan menunjukkan komitmen pertamanya kepada warga. Merekalah yang sering memilih dan kualitas perusahaan media perlu mengkomunikasikan standar yang jelas kepada wartawan dan publik. perusahaan Karenanya. bagian sirkulasi. Sejarah menunjukkan bahwa rencana bisnis yang menempatkan khalayak mendahului kepentingan politik dan Di sinilah dikenal Garis ini adalah lambang truk. Komitmen kepada warga lebih besar ketimbang egoisme profesional. penerbit.. sebagai konsep pagar api (firewall). Namun pelanggan/pengiklan harus menjadi nomor dua dalam segitiga tersebut di bawah warga.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 33 . S.

Bersikaplah rendah hati. Banyak tidak pertanyaan. pemirsa. nama lengkap. tidak banyak gugatan. Esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi Disiplin verifikasi adalah ihwal yang memisahkan jurnalistik dari hiburan. 5. Penyuntingan harus dilakukan baris demi baris. maupun pendengar. waktu. jarak. 4. propaganda. Dalam melakukan verifikasi. angka. atau seni.keuntungan finansial jangka pendek adalah strategi keuangan jangka panjang terbaik. Akurasi atau akurat adalah semua informasi berlebihan. fiksi. dan sebagainya. kalimat demi kalimat dengan sikap yang skeptis. 2. S. disuguhkan. Tapi hal ini dapat menghilangkan makna objektivitas karena displin verifikasi sangat bersifat pribadi dan begitu sering secara serampang dikomunikasikan. 2) Memeriksa akurasi. Jurnalis harus menjaga independensi dari obyek liputannya Firman Taqur. 3. Adapun 5 (lima) konsep dalam verifikasi menurut Kovach dan Rosenstiel antara lain : 1. Hanya jurnalistik yang sejak awal berfokus untuk menceritakana apa yang terjadi setepat-tepatnya. Bersandarlah terutama pada reportase Anda sendiri.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 34 . Bersikaplah setransparan dan sejujur mungkin tentang metode dan motivasi Anda dalam melakukan reportase. yakni 1) Penyuntingan secara skeptis. kurang. ukuran. tempat. 4. dengan sumber-sumber yang jelas. Jangan menipu atau menyesatkan pembaca. Jangan menambah atau mengarang apapun. setidaknya terdapat 2 (dua) metodologi. 3.

dan dalam banyak hal mendapatkan bayaran lebih baik. Firman Taqur. Prinsip anjing penjaga (wacthdog) ini tengah terancam dalam jurnalistik dewasa ini oleh penggunaannya yang berlebihan. independensi tidak terbatas Saat wartawan menjadi lebih terlatih. Jurnalis harus membuat dirinya sebagai pemantau independen dari kekuasaan Jurnalistik harus menjadi pemantau kekuasaan.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 35 . 5. S. maka muncullah komplikasi lain tentang independensi. dan oleh peran anjing penjaga palsu yang lebih ditunjukkan untuk menyajikan sensasi ketimbang pelayan publik. Konsep independensi adalah persoalan praktik bukannya teori. Independensi semangat dan pikiran inilah dan bukannya netralitas yang harus diperhatikan sungguhsungguh oleh wartawan. Prinsip ini sering disalahpahami bahkan oleh wartawan. ideologi. persoalan Independensi semangat bahkan pada menjangkau penulisan opini yang tidak ideologis. Pentingnya independensi kian jelas saat publik menyimak kewajiban khusus jurnalistik berikutnya.Hal ini berlaku bahkan pada mereka yang bekerja di ranah opini. tapi juga meluas hingga pada semua lembaga yang kuat di masyarakat untuk mencegah terjadinya tirani. Prinsip anjing penjaga bermakna tak sekedar memantau pemerintahan. yakni dalam kaitan perannya sebagai anjing penjaga (watchdog). berpendidikan lebih tinggi. dan komentar. Namun. yang secara efektif bisa merusak independensi yang dibutuhkan pers untuk menjalankan peran pemantauan mereka. peran anjing penjaga terancam oleh jenis baru konglomerasi perusahaan. Lebih parahnya lagi. kritik.

dan ’rasa lapar’ yang khusus. email. Jurnalis harus memberi forum bagi publik untuk saling kritik dan menemukan kompromi Laporan berita bukanlah kata-kata yang tercetak beku. Dengan demikian. mereka adalah bagian percakapan. juga terkait penampilan publik oleh Sekalipun percakapan sudah pasti melibatkan pertukaran informasi. Prinsip ini juga mensyaratkan komitmen serius dari sumber. dan kapan anggota staf dalam acara pertemuan-pertemuan umum. temperamen khusus. diskusi panel. serta kesempatan untuk Saluran ini bisa meliputi saran berita. 6. S. dan surat. dan mereka tidak hidup dalam ruang hampa. maka seorang wartawan kini dituntut untuk lebih mengembangkan liputan bersifat investigatif guna menyingkap cara pandang baru sekaligus informasi baru tentang sebuah masalah. tidak. hasrat untuk meliput masalah yang penting. Pers harus mengenali kapan lembaga kekuasaan bekerja secara efektif. Firman Taqur. dan opini.Tujuan peran anjing penjaga juga berkembang.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 36 . dan sebuah pers yang independen dari kepentingan apapun. Prinsip ini mensyaratkan ketrampilan khusus. kontak telepon. Penyedia berita kini menciptakan sejumlah saluran yang memungkinkan warga berinteraksi. tapi juga menjadikan akibat dari kekuasaan itu diketahui dan dipahami. membuat ombudsman. ia tak hanya menjadikan manajemen dan pelaksana kekuasaan transparan semata. kecuali untuk warga. Selain itu. juga dialog radio interaktif dan penampilan televisi. ruang untuk menulis kolom opini. sebagian besar merupakan pertukaran ide Karenanya.

yakni prinsip kejujuran. maka jurnalistik adalah mendongeng dengan sebuah tujuan. Caranya adalah mendorong sesuatu yang disebut dasar bangunan demokrasi yaitu kompromistis. Jurnalis harus berusaha membuat hal penting menjadi menarik dan relevan Jurnalistik harus berupaya keras untuk membuat hal yang penting menarik dan relevan. tapi menghadirkan sekedar sedemikian rupa sehingga orang tertarik untuk menyimak. fakta. dan diskusi menjadi dialektis. dan verifikasi. dan enak disimak. Diskusi publik harus dibangun di atas prinsip-prinsip yang sama sebagaimana hal lain dalam jurnalistik. yakni menyediakan informasi yang dibutuhkan orang dalam memahami dunia. 7.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 37 . Diskusi publik harus dibangun di atas prinsip-prinsip yang sama sebagaimana hal lain dalam jurnalistik. Jurnalistik harus menyediakan sebuah forum untuk kritik dan kompromi publik. pada 1840. Tantangannya adalah menemukan informasi yang orang butuhkan dan membuatnya bermakna. Houston Star merupakan suratkabar pertama yang membuat ruang tunggu di kantornya. tanggung jawab wartawan adalah menyediakan informasi. jurnalistik harus menyediakan forum kritik maupun dukungan masyarakat. Dengan demikian. Sebuah debat menimbulkan amarah belaka. Firman Taqur. bukan Dengan kata lain. yang dipenuhi prasangka dan Forum yang tak punya sikap pengandaian hanya akan hormat pada fakta akan gagal memberi informasi. relevan. Ketika orang bicara tentang membuat berita menjadi enak dibaca dan relevan.Bahkan. S. Fungsi forum pers ini bisa menghasilkan demokrasi bahkan di negara besar sekalipun.

ragam bahasa usaha (bisnis). 9. mereka mempunyai rasa tanggung jawab untuk menyuarakan sekuat-kuatnya hati nurani mereka dan membiarkan yang lain melakukan hal yang serupa. dan komprhensivitas menjadi kunci akurasi. Jurnalis harus membuat berita yang komprehensif dan proporsional Jurnalistik harus menyiarkan berita komprehensif dan proposional. maka keterbukaan redaksi adalah hal yang penting untuk memenuhi semua prinsip sembilan elemen jurnalistik tersebut. ragam bahasa filosofik. dari redaksi hingga dewan direksi harus mempunyai rasa etika dan tanggung jawab sosial. S. Setiap jurnalis. kehadiran jurnalistik. Jurnalis harus diperbolehkan mendengarkan hati nurani personalnya Seorang jurnalis harus diperbolehkan mengikuti hati nurani mereka. Terlebih lagi. Ia adalah sebuah katografi modern yang menghasilkan sebuah peta bagi warga untuk mengarahkan persoalan masyarakat. Nilai-nilai jurnalistik tergantung pada kelengkapan dan proporsionalitas. Untuk mewujudkan hal ini.8.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 38 .6 Bahasa Jurnalistik Bahasa jurnalistik atau biasa disebut dengan bahasa pers merupakan salah satu ragam bahasa kreatif bahasa Indonesia di samping terdapat juga ragam bahasa akademik (ilmiah). Konsep kartografi membantu menjelaskan apa yang menjadi tanggung jawabnya. dan ragam bahasa Firman Taqur. Mengumpamakan jurnalistik sebagai peta membantu publik melihat bahwa proporsi Itulah manfaat dan alasan ekonomi 1.

Sifat-sifat tersebut merupakan hal yang harus dipenuhi oleh ragam bahasa jurnalistik mengingat surat kabar dibaca oleh semua lapisan masyarakat yang tidak sama tingkat berdasarkan Bahasa reportase jenis tulisan yang tentu apa lebih yang cermat akan untuk bila jurnalistik investigasi digunakan dibandingkan dengan bahasa yang digunakan dalam penulisan Firman Taqur. pembagian tulisan. Bahasa jurnalistik itu sendiri juga memiliki karakter yang berbeda-beda terberitakan.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 39 . Kosakata yang digunakan dalam bahasa jurnalistik mengikuti perkembangan bahasa dalam masyarakat. lancar. Dalam menulis banyak faktor yang dapat mempengaruhi karakteristik bahasa jurnalistik karena penentuan masalah. jelas. 2000). jurnalistik memiliki Dengan demikian bahasa tersendiri yang kaidah-kaidah membedakannya dengan ragam bahasa yang lain. menuliskan features. Karena berbagai keterbatasan yang dimiliki surat kabar (ruang. dan sumber (bahan tulisan). 1995). bahasa Indonesia pada karya-karya jurnalistiklah yang bisa dikategorikan sebagai bahasa jurnalistik atau bahasa pers. Dengan demikian. S.literer (sastra) (Sudaryanto. struktur sintaksis dan wacana (Reah. lugas dan menarik. bahasa jurnalistik sesungguhnya tidak meninggalkan kaidah yang dimiliki oleh ragam bahasa Indonesia baku dalam hal pemakaian kosakata. waktu) maka bahasa jurnalistik memiliki sifat yang khas yaitu singkat. 1991). Bahasa jurnalistik merupakan bahasa yang digunakan oleh wartawan (jurnalis) dalam menulis karya-karya jurnalistik di media massa (Anwar. Namun demikian. padat. angle tulisan. sederhana.

1. bahasa jurnalistik majalah. S. masalah. bahasa jurnalistik tabloid. dengan isu-isu yang khas. bahasa jurnalistik radio siaran. bahasa jurnalistik sangat mengutamakan kemampuan untuk menyampaikan semua informasi yang disajikan kepada pembaca secepatnya dengan mengutamakan daya komunikasinya.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 40 . yaitu bahasa jurnalistik surat kabar. pers sudah menjual wacana tertentu.6.pengetahuannya.ciri utama bahasa jurnalistik yang dapat dipakai oleh semua bentuk media berkala.  Singkat. di antaranya :  kata Sederhana. Firman Taqur. pada golongan tertentu. Oleh karena itu.tele. Dengan perkembangan jumlah pers yang begitu pesat pasca pemerintahan Soeharto—lebih kurang ada 800 pelaku pers baru—bahasa pers juga menyesuaikan pasar. bahasa jurnalistik televisi dan bahasa jurnalistik media online. Hal ini dikarenakan tidak setiap orang memiliki cukup waktu untuk membaca surat kabar atau majalah. Dengan kata lain bahasa jurnalistik dapat dipahami dalam ukuran intelektual minimal. selalu mengutamakan dan memilih atau kalimat oleh yang paling banyak diketahui sangat pokok khalayak secara pembaca langsung yang kepada maknanya heterogen. tidak bertele. Artinya.1 Karakteristik Bahasa Jurnalistik Secara spesifik bahasa jurnalistik dapat dibedakan menurut bentuknya. Haris Sumadiria (2004) dalam bukunya ”Menulis Artikel dan Tajuk Rencana” menyebutkan ciri. tidak memboroskan waktu pembaca yang sangat berharga.

terjaga seketika. apapun yang terdapat dalam kata. dan kabur. kasta. pangkat. tulus. bahasa jurnalistik tidak mengenal tingkatan.  Logis. sekaligus menghindari eufemisme atau penghalusan kata dan kalimat yang bias membingungkan khalayak pembaca sehingga terjadi perbedaan persepsi dan kesalahan konklusi. S.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi penting dan khalayak 41 . kalimat atau paragraph jurnalistik harus dapat diterima dan tidak bertentangan dengan akal sehat. atau perbedaan dari pihak yang menyapa atau pihak yang disapa sebagaimana yang dijumpai dalam gramatika bahasa Sunda dan bahasa Jawa.berarti bening. artinya setiap kata.  Menarik.  Demokratis. istilah. istilah atau kalimat apa pun yang terdapat dalam karya. tembus pandang.  Jelas.  transparan. sarat informasi menarik maksudnya untuk setiap kalimat dan paragraph yang ditulis memuat banyak informasi pembaca. memicu selera baca. mudah di tangkap maksudnya tidak baur Jernih. Firman Taqur.  Lugas. mampu membangkitkan minat dan perhatian khalayak pembaca. Padat.karya jurnalistik harus akrab di telinga. serta membuat orang yang sedang tidur. pendengar atau pemirsa. tidak ambigu.  Populis. di mata dan di benak pikiran khalayak pembaca. tidak menyembunyikan sesuatu yang lain yang bersifat negatif seperti prasangka atau fitnah. berarti tegas.jujur.

Undang-Undang Dasar 1945. kalimat atau istilah apa pun yang dipakai dan dipilih dalam bahasa jurnalistik harus mengikuti kaidah tata bahasa baku.  informal. yaitu kata yang biasa percakapan seharihari secara digunakandalam membuat kening berkerut apalagi sampai membuat kepala berdenyut.  Tunduk kepada kaidah etika.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi . bahasa lebih jurnalistik sangat menekankan pada efektivitas. dimengerti dan disukai oleh khalayak pembaca daripada penggunaan kalimat pasif. Menghindari kata tutur. dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB.  Mengutamakan kalimat aktif. Kemerdekaan pers adalah sarana masyarakat untuk memeroleh informasi dan berkomunikasi guna memenuhi kebutuhan hakiki guna 42 meningkatkan kualitas hidup manusia.7 Kode Etik Jurnalistik (KEJ) Kemerdekaan berpendapat. ringan ditujukan sederhana. kata.  Pilihan kata (diksi) yang tepat. karena untuk mudah umum bahasa jurnalistik dibaca.  Menghindari kata dan istilah asing. harus tidak dipahami.  Menghindari kata atau istilah teknis. S. karena mudah dipahami. salah satu fungsi utama pers adalah edukasi. Gramatikal. berekspresi sebagai representasi dari kebebasan pers merupakan Hak Azasi Manusia (HAM) yang dilindungi Pancasila. mendidik. Firman Taqur. artinya pembaca harus mengetahui makna atau arti setiap kata yang dibaca dan yang di dengar.. 1.

seorang wartawan sebagai pekerja profesional memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme. Karenanya. dan normanorma agama.Dalam mewujudkan kemerdekaan pers itu. Pasalnya. Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memeroleh informasi yang benar. di antaranya :  Melindungi keberadaan seorang professional Melindungi masyarakat dari mall praktek oleh Mendorong persaingan sehat antar praktisi Mencegah kecurangan antar profesi Mencegah manipulasi informasi oleh dalam berkiprah di bidangnya  praktisi yang kurang professional    narasumber Firman Taqur. kewajiban dan peranannya. Atas dasar itulah. S.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 43 . keberagaman masyarakat. hak. tanggung jawab sosial. pers menghormati hak asasi setiap orang. pers dituntut profesional dan terbuka untuk dikontrol oleh masyarakat.7. Karena itu. kode etik menurut Alwi Dahlan (2993) sedikitnya memiliki lima (5) manfaat bagi pihak yang mentaatinya. seorang wartawan juga harus menyadari adanya kepentingan bangsa. dalam melaksanakan tugas. 1.1 Urgensitas KEJ Bagi Wartawan Pengamalan kode etik baik bagi penyandang profesi (wartawan) maupun bagi masyarakat sangatlah penting. wartawan menetapkan dan harus menaati Kode Etik Jurnalistik. fungsi.

adil dan berimbang. baik dalam penguasaan teknis jurnalistik maupun sosial hal ini kemasyarakatan. Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) merumuskan setidaknya ada empat (4) alasan mengapa kode etik jurnalistik amat penting bagi para wartawan.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 44 . di antaranya :  Kode etik jurnalistik dibuat khusus dari. wartawan harus berilmu dan ’pinter’. Misalnya harus dapat menulis berita atau menyiarkan berita dengan benar. Selain itu.  Wartawan harus memiliki keterampilan teknis di bidang profesinya. di hati sanubari setiap wartawan seharusnya KEJ mempunyai kedudukan yang sangat istimewa. profesionalisme  terdalam Kode Etik Jurnalistik dalam wartawan. S. Wartawan yang tidak memahami dan menaati KEJ akan kehilangan harkat dan martabatnya sebagai seorang wartawan. wartawan juga harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang sangat luas. Pendek kata. jurnalistik Ini berarti pelanggaran terhadap kode etik adalah pelanggaran terhadap nilai nilai kehormatan profesinya sendiri. untuk dan oleh kalangan wartawan sendiri dengan tujuan untuk menjaga martabat atau kehormatan profesi wartawan. Jurnalistik merupakan hasil pergumulan hati nurani Firman Taqur. Rumusan dalam Kode Etik menjadi salah satu dan yang utama sebagai barometer Kode Etik Jurnalistik menyangkut hati nurani wartawan. Bahkan dibandingkan dengan undang-undang lainnya yang memiliki sanksi fisik dan material sekalipun.Begitu pula Kode Etik Jurnalistik (KEJ) menempati posisi yang sangat strategis dan penting bagi wartawan.

lebih dulu harus dipaparkan mengenai pengertian konsep hukum itu sendiri.wartawan.7.2 Perbedaan Kode Etik Jurnalistik dan Hukum Ruang lingkup dan makna kode etik dan hukum memiliki kedekatan. yakni 1) Hukum dalam arti luas dan 2) Hukum dalam arti sempit. Pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik merupakan amanah secara dijalankan.  Kode Etik Jurnalistik adalah mahkota dalam hati salah satu barometer oleh seberapa kepada besar pers setiap wartawan. Maka pelanggaran terhadap KEJ. Firman Taqur. Secara sederhana pengertian hukum dapat di bagi ke dalam dua bagian. Oleh karena itu pemahaman dan penaatan terhadap Kode Etik Jurnalistik mutlak bagi wartawan. Pelaksanaannya juga harus dilandasi dengan hati nurani. dan ini jelas merupakan sifat yang sangat tercela. 1. berarti pengkhianatan terhadap hati nurani profesi wartawan sendiri. Tanpa memahami dan tunduk kepada Kode Etik Jurnalistik wartawan telah mengkorupsi kedaulatan rakyat yang dipercayakan kepada mereka. Secara prinsip pelanggaran terhadap KEJ khusus bagi wartawan dapat bermakna merupakan perbuatan yang lebih tercela daripada pelanggaran terhadap hukum atau perundang-undangan sekalipun.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 45 . S. sehingga menimbulkan pertanyaan apa bedanya antara kode etik dengan hukum? Untuk menjelaskannya. yang benar diberikan rakyat telah Tanpa memahami Kode Etik Jurnalistik wartawan mengkhianati kepercayaan yang dipegangnya.

Mulai dari konstitusi Undang-Undang Dasar. termasuk sanksi fisik.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi . yang bersifat memaksa dan dapat dilaksanakan oleh pihak ketiga. adalah segala bentuk perundang-undangan atau peraturan yang tertulis.Dalam arti luas pengertian hukum mempunyai tata nilai peraturan dan konvensi baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. di antaranya :   Perbedaan dalam soal sanksi Perbedaan dalam soal ruang lingkup daya laku Perbedaan soal prosedur pembuatannya Perbedaan antara formalitas dan sikap batiniah atau daya jangkau berlaku   Selain berfungsi mengatur. Dalam pengertian sempit ini semua peraturan yang tertulis tanpa membedakan tingkatan dapat dikategorikan sebagai hukum. Sedangkan hukum dalam arti sempit. walaupun sama-sama terhimpun dalam peraturan yang tertulis. maka kode etik dapat dikategorikan sebagai salah satu bagian dari hukum dalam arti sempit. Dengan demikian seluruh kaidah yang mengatur kehidupan manusia dalam arti luas ini adalah hukum. hukum juga mempunyai sanksi kongkrit tertentu. Sebaliknya kode etik hanya 46 Firman Taqur. yaitu media cetak saja. dan pers dalam arti sempit. Dilihat dari makna hukum dalam arti luas. Peraturan Pemerintah sampai Keputusan lurah yang tertulis masuk dalam wilayah pengertian ini. Setidaknya-tidaknya terdapat empat perbedaan antara kode etik dengan hukum. orang itu dapat dikenakan hukuman penjara. Misalnya seseorang yang dihukum karena melakukan tindak pidana. S. Contoh pers dalam arti luas termasuk media cetak dan elektronik. kode etik mempunyai karakteristik yang berbeda dengan hukum.

yang "Wartawan menyadari sepenuhnya bahwa penaatan Kode Etik Jurnalistik ini terutama berasal pada hati nurani masing-masing. Bahkan jika kode etik itu milik suatu organisasi wartawan tertentu. S.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 47 .". dan tidak mempunyai sanksi kongkrit tertentu. Ini berarti ruang lingkup untuk KEJ hanyalah untuk para wartawan saja. Daya laku kode etik hanyalah terbatas pada kalangan tertentu saja. Perbedaan dalam soal daya laku. membuat. Berbeda dengan daya jangkau hukum. kode etik jurnalistik milik PWI hanya berlaku bagi wartawan dan anggota di bawah organisasi PWI. Misalnya. Ukuran utama dalam menghayati dan melaksanakan kode etik terletak pada hati nurani sang wartawan. Mereka yang bukan wartawan tidak bisa dikenakan kode etik pers. mengawasi. Hukum bersifat publik. sebuah undangundang berlaku untuk semua warga negara. dayajangkau atau ruang lingkup antara kode etik dan hukum sangat jelas. hak otonom dalam menyusun. Di sini Kode Etik PWI bersifat otonom dan personal. Contohnya hukum positif berlakunya UU Nomor.berfungsi mengatur saja. Makanya sanksi dari kode etik terutama berasal dari hati nurani masing-masing mengatakan. sehingga otomatis berlaku dan mengikat bagi semua warga negara. Misalnya. atau masyarakatnya Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam salahsatu klausul Kode Etik Jurnalistik. Tidak semua wartawan bisa dikenakan isi kode etik untuk organisasi wartawan tertentu.40 Tahun 1999 tentang Pers Firman Taqur. daya lakunya hanya juga khusus untuk organisasi wartawan yang bersangkutan. Sejatinya sanksi dalam kode etik lebih bersifat moral. dan personal dalam pelaksanaan KEJ PWI.

proses pembuatan harus melibatkan DPR dan Pemerintah. Misalnya untuk tingkat undang-undang. obyek kandungan isi perundang-undangan jauh lebih luas dibandingkan dengan kode etik. Singkatnya. Perbedaan mekanisme proses pembuatan perundangundangan (hukum dalam arti sempit) harus dibuat oleh salah satu organ negara yang diberi wewenang untuk tu.Sos __________________________________________________ Modul Pengantar Ilmu Jurnalistik Program Studi Ilmu Komunikasi STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi 48 . Sedangkan kode etik dibuat oleh organisasi profesi yang bersangkutan sesuai dengan aturan organisasi. Idealnya proses pembuatan kode etik tidak perlu melibatkan pihak lain atau pihak ketiga di luar lembaga atau organisasi profesi yang bersangkutan. S.mengikat semua warga negara. (Lebih jelasnya tentang materi/isi dari Kode Etik Jurnalistik lihat lampiran) Firman Taqur.