I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Masalah Suatu kegiatan tanpa ada tujuan maka akan berjalan kehilangan arah dan sia-sia jika tujuan tersebut tidak tecapai. Dalam dunia pendidikan, setiap pendidik melaksanakan pembelajaran mempunyai tujuan yang ingin dicapai baik untuk pendidik sendiri maupun peserta didik. Bentuk tujuan tersebut untuk memberikan suatu pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang harus dimiliki oleh peserta didik. Tujuan dirancang setelah pendidik mengetahui karakteristik peserta didik yang akan melaksanakan proses pembelajaran. Menurut Suparman (2004) hasil akhir dari kegiatan mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal mahasiswa adalah menentukan garis batas antara perilaku yang tidak perlu diajarkan dan perilaku yang harus diajarkan kepada mahasiswa. Perilaku yang akan diajarkan ini kemudian dirumuskan dalam bentuk tujuan instruksional khusus (TIK). Perumusan suatu tujuan dalam pembelajaran merupakan suatu kelanjutan tahapan dari proses merancang pembelajaran, yang akan menyajikan bentuk-bentuk perilaku yang harus diberikan kepada peserta didik dan yang tidak terlalu penting diberikan. Bermodal karakteristik yang diketahui maka dapat dirumuskan tujuan instruksional yang tepat bagi mahasiswa. Tujuan yang dikonseptualisasikan dan digunakan selama Perang Dunia II sebagai cara untuk membuat pembelajaran lebih efisien. Pada akhir 1950-an dan pada tahun 1960 pendekatan ini diterapkan pada sekolah umum. Dengan profesi kesehatan tahun 1960 sekolah mengembangkan tujuan perilaku. Pendidik telah menggunakan tujuan instruksional, atau perilaku, setidaknya empat dekade. Robert Mager menulis tentang perumusan tujuan instruksional yaitu Preparing Instructional Objectives, pertama kali dicetak pada tahun 1962, banyak dibantu instruktur dalam merumuskan dan menulis tujuan. Sejak itu, penggunaan tujuan telah menjadi hal yang biasa dalam pendidikan. Tujuan instruksional yang ditulis untuk siswa berupa pernyataan apa siswa diharapkan untuk melakukan

Perumusan Tujuan Instruksional Khusus 1

orang tua dan pendidik.pembelajaran. Karena tujuan adalah dasar yang menjawab menilai kinerja murid pada tujuan maka dilakukan lebih rinci kondisi di mana perilaku yang terjadi dan dapat diterima. diamati. Sebaliknya. Karena tujuan dan sasaran menentukan apa yang akan taharkan dan dinilai. Kegiatan tahap perumusan tujuan instruksional merupakan kegiatan yang dilakukan oleh perancang pembelajaran namun sangat erat dengan guru sebgai pendidik untuk mengetahui bagaimana langkah-langkah perumusan tersebut. adalah sangat penting bahwa tujuan ditulis dengan cara yang membuat maknanya jelas dan dipahami kepada siswa. Melihat betapa pentingnya pendidik dapat menguasai bagaimana perumusah tujuan instruksioanl maka penulis akan menyajikan makalh yang membahas tentang perumusan tujuan instruksional. Tujuan dan sasaran yang digunakan untuk menilai kemajuan ke arah itu memiliki hasil perilaku yang sama. Tujuan yang khusus. Merumuskan tujuan instruksional merupakan hal yang sangat penting dilakukan karena menyediakan beberapa dasar dan pedoman untuk pemilihan isi pembelajaran dan prosedur. dan terukur hasil pembelajaran. Tahap ke empat dalam Mode Pengembangan Instruksional merupakan komponen penting dari desain instruksional yang menggambarkan apa yang siswa akan belajar atau mampu lakukan setelah instruksi. Selain itu. Setelah tujuan instruksional yang dipilih satu atau lebih tujuan yang dikembangkan untuk menilai kemajuan menuju tujuan masing-masing. Dan terakhir membantu siswa mengatur Perumusan Tujuan Instruksional Khusus | 2 . Suparman (2004:162) menyatakan pentingnya menempatkan tujuan instruksional sebagai komponen awal dalam menyusun desian instruksional merupakan pusat perhatian setiap pengembangan instruksional. Guru sebagai salah satu bagian dari system pendidikan yang menjadi pelaku pendidikan yang berhadapan langsung dengan siswa untuk mencapai tujuan pendidikan wajib memiliki komptensi dalam merumuskan tujuan insruksional. tujuan bersifat umum dan tidak spesifik. usaha atau cara untuk mencapai tujuan dari pembelajaran. membantu dalam mengevaluasi keberhasilan instruksi.

Untuk memahami tentang perumusan tujuan instruksional. 2. 2. Perumusan Tujuan Instruksional Khusus | 3 . 1.3 Bagaimana konsep dari merumuskan tujuan instruksional? Bagaimana cara merumuskan tujuan instruksioanl? Tujuan Penulisan Makalah: 1.1.2 Rumusan Masalah Tema yang akan dibahas pada makalah ini bagaimana perumusan tujuan instruksional dan proses dalam merumuskan tujuan tersebut dengan rumusan yang lebih khusus dibagi dalam dua pertanyaan sebagai berikut: 1. Untuk dapat mempratikkan merumusakan tujuan instruksional.

II PEMBAHASAN 2.1 Konsep Merumuskan Tujuan Insruksional Khusus Tujuan adalah pernyataan yang menggambarkan apa yang pendidik diharapkan untuk mencapai sebagai hasil dari pembelajaran bagi siswa. Sesuatu yang dapat dikuasai ini adalah sesuatu yang dapat dilakukan dan ditunjukkan oleh siswa setelah adanya pembelajaran dengan bimbingan guru. Beberapa nama lain yang untuk tujuan perilaku atau tujuan instruksional sebagai berikut: • • • • • • • • • Learning objectives Outcomes Enabling objectives Terminal objectives Educational objectives Performance objectives Instructional objectives Aims Competencies Perumusan Tujuan Instruksional Khusus | 4 . Tujuan pada pengertian ini adalah sesuatu yang telah dikuasai oleh siswa dan diketahui oleh pendidik yang mentrasfer kemampuan tersebut. Menurut Mager (1984:5) tujuan adalah suatu deskripsi suatu kinerja yang guru ingin peserta didik dapat tampilkan sebelum pendidik menganggap peserta didik kompeten. Sebuah tujuan menggambarkan hasil yang diinginkan dari pembelajaran. atau berupa suatu hasil belajar kearah yang positif. Tujuan pembelajaran merupakan sebuah pernyataan dalam hal spesifik dan terukur yang menggambarkan apa yang pelajar akan tahu atau mampu lakukan sebagai hasil dari terlibat dalam kegiatan belajar. Fred P dan Henry E (1984) mendefinisikan tujuan instruksional adalah suatu pernyataan yang jelas menunjukkan penampilan / keterampilan yang diharapkan sebagai hasil dari proses belajar.

Secara rinci hirarki tujuan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: Perumusan Tujuan Instruksional Khusus | 5 . yakni tujuan pendidikan dan tujuan pembangunan nasional. setelah kegiatan utama yaitu pembelajaran.Definisi lain yang hampir sama dengan Fred P & Henry E yaitu dari Edward L. Tyler (1975) dalam Wahidin (2008:1) tujuan pembelajaran yaitu suatu yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran. Lebih lanjut Susilana (2006): menyebutkan tujuan pembelajaran merupakan suatu target yang ingin dicapai oleh kegiatan pembelajaran. Dimulai dari tujuan pembelajaran (umum dan khusus). keterampilan dan sikap. Dari dua definisi diatas terlihat kesamaan makna dari tujuan instruksional adalah suatu pernyataan yang khusus berupa suatu prilaku yang diharapkan muncul atau dimiliki oleh peserta didik setelah melalui proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran ini merupakan tujuan antara dalam upaya mencapai tujuan-tujuan lain yang lebih tinggi tingkatannya. baik dari segi pengatahuan keterampilan dan sikap. Definisi tersebut mengacu pada suatu yang terlihat adanya perubahan tingkah laku yang lebih baik pada bidang pengetahuan. yakni membangun masnusia (peserta didik) yang sesuai dengan yang dicita-citakan. Menurut Ralph W. dan bersinergi untuk menuju tujuan yang lebih tinggi tingkatannya. berakumulasi. D dan David E. tujuan-tujuan itu bertingkat. Tujuan instruksional tersebut berisikan suatu pernyataan yang menggambarkan perilaku spesifik yang menunjukkan sesuatu yang dapat dilakukan. K (1981) mendefinisikan tujuan instruksional adalah suatu pernyataan spefisik yang dinyatakan dalam bentuk perilaku yang menggambarkan hasil belajar yang diwujudkan dalam bentuk tulisan yang diharapkan. yaitu gambaran perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif.

akan muncul lebih spesifik daripada tujuan. Kondisi penting (jika ada) di mana kinerja adalah untuk terjadi dan 3. tujuan pembelajaran yang ideal memiliki 3 bagian: 1. 2) kondisi. dan 4) audiens yang dituju (selalu siswa). Selain itu menurut Williams (2004) ada persyaratan dasar tujuan instruksional yaitu: Perumusan Tujuan Instruksional Khusus | 6 . Kriteria kinerja dapat diterima berarti ciri-ciri perilaku yang diharapkan muncul atau dikuasai tersebut sesuai dengan materi. Kata kerja tindakan adalah unsur yang paling penting dari sebuah objektif dan tidak pernah dapat dihilangkan. Sebuah kata kerja terukur 2. 2006:108) Sebuah tujuan pembelajaran. Sebuah kata kerja terukur adalah kata yang dapat terlihat prosesnya secara nyata dan dapat diberikan penilaian jika pada prakteknya kata kerja tersebut dapat dilakukan.Gambar 2 Hirarki Tujuan (Susilana. Kriteria kinerja yang dapat diterima. Menurut Mager (1984). Selain itu menurut Waller ada empat komponen dari sebuah tujuan: 1) kata kerja tindakan. Kondisi penting dimana kinerja dapat dilakukan atau aktivitas pada berlangsung. 3) standar.

1. pelajar. dan efektivitas kurikulum Menurut Suparman (2004) Isi pelajaran untuk setiap TIK akan tergambar dalam strategi instruksional. Gambar 1 Magic Triangele Sumber: (http://www.naacls. Tujuan instruksional harus menunjukkan apa yang mahasiswa cukup dapat menyelesaikan 3. Untuk itu terdapat hubungan atara tujuan instruksional. Memberikan siswa gambaran jelas apa yang diharapkan dan apa-apa yang diharapkan oleh mereka 5.pdf) Perumusan Tujuan Instruksional Khusus | 7 . Tujuan instruksional harus terukur. 2. 2. minggu dan perbab. Disajikan untuk menghubungkan isi dan penilaian diantara pembelajaran. Membantu para perencana mengintegrasikan pelajaran selama perhari.org/docs/announcement/writing-objectives. Tujuan Pembelajaran harus menentukan konteks di mana perilaku adalah terjadi untuk membuat perilaku fungsional Menciptakan sasaran hasil pelajaran dengan jelas selama proses perencanaan suatu sesi yang unit/week/individual dapat berguna pada hal-hal berikut ini: 1. Membentuk dasar evaluasi guru. Sebagai pedoman pemilihan aktivitas guru dan pendidik yang akan mencapai tujuan terbaik 4. Berikut merupakan gambar segitiga yang menggambarkan posisi tujuan dalam proses instruksional. materi dan penilaian. 3. yaitu menggambarkan perilaku siswa ini untuk tampil di langsung diamati.

Perumusan Tujuan Instruksional Khusus | 8 . tidak hanya mengikuti stimulus. Yang penting adalah bahwa apa pun bentuk evaluasi yang dilakukan. siswa juga bereaksi dalam beberapa cara. 3. afektif. Valuing (Menilai): Siswa menambahkan penilaian pada suatu objek. "The Magic Triangle " Jika. Receiving (Menerima): Tingkat terendah. fenomena. Taksonomi ini menyediakan klasifikasi tujuan pendidikan dan berguna dalam pengembangan kurikulum. siswa secara pasi mnerima perhatian. 1956. pengajaran dan pengujian.1964: Gardia) merupakan sumber daya berharga dalam mengidentifikasi dan menentukan tujuan pembelajaran. atau beberapa bagian informasi. Pada dasarnya Taxsonomy Bloom diatas untuk tujuan instruksioanl terbagi menjadi tiga domain yaitu. kognitif dan psikomotor. (Bloom. Tujuan afektif biasanya menargetkan pada kehati-hatian dan perkembangan dalam sikap.. • Afektif adalah suatu kemampuan yang menjeaskan cara seseorang bereaksi secara emosional dan kemampuan mereka untuk merasakan bentuk kehidupan baik sedih atau pun senang. Responding (Merespon): Siswa secara aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran. maka disebut. Terdapat lima tingkatan domain aefktif dari tingkat rendah hingga proses yang tertinggi. dan terdiri dari kategori umum dan khusus yang mencakup semua jenis hasil. The Taksonomi Tujuan Pendidikan. Jika ketiga komponen kongruen kemudian mengajar dan belajar ditingkatkan. kegiatan belajar dan evaluasi. evaluasi harus mengukur prestasi siswa dari tujuan pembelajaran. Tanpa tahap ini tidak ada pembelajaran yang terjadi.Segitiga diatas merupakan hubungan antara tujuan pembelajaran. Krathwoh. ketiga komponen tersebut tidak kongruen maka siswa patah semangat dan tidak bahagia dan membuat asumsi yang tujuan tidak bisa dipercaya dan mereka akan berhenti menaruh perhatian kepada pendidik Evaluasi biasanya dianggap sebagai uji tetapi evaluasi juga bisa menjadi tugas yang dinilai seperti sebagai proyek. 1. emosi dan perasaan. Berikut penjelasan ketiga domain tersebut. 2.

menerjemahkan. Seperti tabel Domain diatas terdapat 6 tahapan tingkatan tujuan dari tingkat berpikir terendah hingga pada tingkat tertinggi. membandingkan. Knowledge: Menyajikan memori-bahan yang sebelumnya belajar dengan mengingat fakta. Membuat kesimpulan dan menemukan bukti untuk mendukung generalisasi. Characterizing (Mengkarakteristik): Siswa telah mengadakan penilaian terpisah atau percaya yang sekarang berpengaruh pada tingkahlaku mereka yang menjadi suatu karakteristik. 1. dan cara berpikir pada bagian topic. 5. dan menyatakan ide utama: 3. 4. membandingkan. Synthesis: Mengabungkan informasi bersama-sama dengan cara yang berbeda dengan mengkombinasikan unsur-unsur dalam pola baru atau mengajukan solusi alternatif 6. menafsirkan. konsep dasar dan jawaban: 2. Analysis: Meneliti dan memecah informasi menjadi bagian-bagian dengan mengidentifikasi motif atau penyebab. Organizing (Menggorganisasi): Siswa dapat menggabungkan secara bersama. informasi dan ide dan mengakomodasi mereka dengan rangkain sendiri. Comprehension: pemahaman demonstratif fakta dan ide dengan mengorganisir. validity of ideas or quality of work based on a set of criteria Perumusan Tujuan Instruksional Khusus | 9 . emnghubungkan dan menyatukan pada yang telah dipelajarai. teknik dan aturan dalam cara yang berbeda. Mengatasi masalah untuk situasi baru dengan menerapkan pengetahuan yang diperoleh. fakta. 5. Application: Menggunakan pengetahuan baru. perbedaan penilaian.4. istilah. memberi deskripsi. Evaluation: Present and defend opinions by making judgments about information. • Kognitif adalah adalah domain kemampuan yang berhubugan dengan pengetahuan.

Tujuan Psikomotor biasanya fokus pada perubahan dan / atau pengembangan dalam perilaku dan / atau keterampilan. Analisis. Pemahaman. Berikut contoh kata-kata yang mengadung banyak Taksonomi Bloom adalah alat yang berguna dalam mengembangkan tujuan pembelajaran. Langkah pertama tuliskan atau jabarkan kata-kata tujuan perilaku yang tepat untuk instruksional.2 Merumuskan Tujuan Insruksional Khusus Ada dua langkah dalam menuliskan tujuan instruksionak khusus sebagai berikut: 1. Kategori-kategori tersebut adalah: Pengetahuan.• Psikomotor adalah Keterampilan dalam domain psikomotor menggambarkan kemampuan untuk secara fisik memanipulasi alat atau instrumen seperti tangan atau palu. hindari kata-kata yang mengandung banyak interpretasi. 2. Kata kerja di bawah ini mungkin berguna saat Anda menulis tujuan instruksional Anda dan didasarkan pada Taksonomi Bloom 'perilaku kognitif: Perumusan Tujuan Instruksional Khusus | 10 . Evaluasi. Aplikasi. Sintesis. Ini membagi cognitives menjadi beberapa kategori meningkatkan kompleksitas. interpretasi.

translate apply. define. organize. criticize. solve. describe. show. estimate. restate. assess. differentiate. test arrange. examine. use. formulate. interpret. explain. memorize. construct. rate. collect. judge. dramatize. predict. set up. discuss. summarize. convince. schedule. assemble. recognize. defend. draw. integrate. use methods. plan. experiment. modify. write argue. theories in new situations Analysis See patterns. employ. prepare. illustrate. collect. interpret information. develop.Categories of Learning Simple Action words and cues list. report. examine. select. calculate. prioritize. decide. create. support. propose. invent. write analyze. identify. compare. compare. compare ideas. tell. conclude. relate knowledge from several areas Comple x Evaluation Make judgments. review. compose. support. choose. name classify. diagram. design. distinguish. operate. discriminate. indicate. order information and infer causes Application Use the knowledge to solve problems. manage. make choices Perumusan Tujuan Instruksional Khusus | 11 . identify. identify components Synthesis Use old ideas to make new ones. contrast. express. evaluate Knowledge Recall and memorization Comprehension Understand information. describe. locate. label. organize. predict. practice. categorize. choose. question.

dan Kriteria. Kinerja: Sebuah Tujuan selalu menyatakan apa seorang pelajar diharapkan dapat melaksanakan. Kondisi. Perumusan Tujuan Instruksional Khusus | 12 . Ada tiga karakteristik yang membantu menjelaskan penyampaian ketika menulis tujuan: Kinerja.Tabel 1: Blooms’ Taxonomy of cognitive behavior 2.

menganalisis. Audience atau Siswa tersebut juga harus dipaparkan sangat spesifik pada pembuatan TIK. Kata tindakan yang berkonotasi sebuah perilaku siswa diamati. Unsur-unsur itu dikenal dengan ABCD yang diambil dari empat kata sebagai berikut: • A-Audience: adalah siapa pemeran utama yang akan menjalani proses pembelajaran. suatu tujuan menjelaskan seberapa baik siswa harus melakukan tugas. Komponen perilaku dalam TIK adalah tulang punggung TIK secara keseluruhan. Berdasakan tiga criteria diatas maka dapat di ambil kesimpulan dalam merumuskan tujuan insruktional khusus yaitu harus mengandung unsru-unsur yang dapat memberikan petunjuk kepada penyusun tes agar dapat mengembangkan tes yang benar-benar dapat mengukur perilaku yang terdapat didalamnya. Hal ini berarti ada suatu perilaku yang ditunjukkan namun sangat khusu tidak sekedar gambaran umum suatu tujuan. Kata kerja ini menunjukkan bagaimana mahasiswa mendemonstrasikan sesuatu seperti menyebutkan. Prilaku yang dikuasai atau dimliki harus dapat dilihat atau terukur dan spesifik. dengan lebih rinci prilaku tersebut berupa tindakan siswa yang mengarah pada dapat melakukan sesuatu sesuai tujuan yang diharapkan. agar kinerja yang akan diterima. Kriteria: Jika mungkin. dan melompat. Untuk objek menunjukkan apa yang akan didemonstrasikan. Pada unsur audience tentunya yang akan menjalani proses pembelajaran adalah siswa. menggergaji. Menurut Suparman (2004) behavior adalah perilaku yang spesifik yang akan dimunculkan oleh mahasiswa setelah proses belajarnya dalam pembelajaran tersebut. Ini adalah kompetensi yang harus dipelajari dalam hal kinerja. Lebih lanjut Suparan (2004) menjelaskan perilaku terdiri atas dua bagian penting.Kondisi: Sebuah Tujuan sering menggambarkan kondisi di mana siswa mampu melaksanakan atau melakukan tugas. yaitu kata kerja dan objek. menjelaskan. • B-Behavior: Adalah apa yang diharapkan dari siswa untuk dapat dimiliki atau dikuasai sebagai hasil dari pembelajaran. Pemilihan kata kerja Perumusan Tujuan Instruksional Khusus | 13 .

atau apa bantuan lainnya akan diberikan atau ditolak. berarti batasan yang dikenakan kepada mahasiswa pada ia dites. Istilah tersebut sering digunakan sebagai tahu. pegang. Sebuah pernyataan yang menggambarkan kondisi di mana perilaku yang harus dilakukan. Laporan Kondisi umum dapat dianggap sebagai membantu atau membatasi. Perumusan Tujuan Instruksional Khusus | 14 . Kondisi membatasi menyarankan siswa membatasi yang mungkin membuat tindakan lebih sulit untuk melakukan. Unsur Condition dalam setiap TIK merupakan bagian penting bagi pengembangan instruksional dalam menyusun tes. Menurut Suparman (2004) Kondisi. bukan pada saat ia belajar. mengerti. • C-Condition: Pentingnya suatu kondisi adalah suatu kondisi dimana kemampuan dapat terjadi. Selain itu.adalah semua-penting di sini. Semua perilaku yang relevan kepada siswa dimaksud hasil belajar terbaik dapat dipahami dalam konteks kondisi di mana perilaku tersebut harus dilaksanakan atau ditunjukkan. perintah. Hal ini harus mencakup apa alat atau bantuan yang akan diberikan. Bagian kondisi sebuah tujuan biasanya dimulai dengan pernyataan deklaratif sederhana seperti: "Atas permintaan mahasiswa akan" "Mengingat (beberapa tujuan fisik) siswa akan" "Pada akhir kegiatan ini pelajar dapat" Anda melihat bahwa dalam contoh ini tidak ada menyebutkan deskripsi instruksi yang mendahului inisiasi perilaku. Jika kata kerja yang digunakan dalam menyatakan suatu tujuan mengidentifikasi perilaku siswa diamati. dan menghargai tidak memenuhi persyaratan ini. Bagian kondisi suatu tujuan menentukan keadaan. maka dasar pernyataan yang jelas didirikan. petunjuk bahwa siswa akan diberikan untuk memulai perilaku. Instruksi yang mengarah ke perilaku tersebut tidak boleh dimasukkan dalam tujuan yang sebenarnya. tingkat jenis atau pembelajaran harus diidentifikasi. Kondisi membantu menyarankan siswa hal-hal yang akan tersedia untuk membantu dalam pelaksanaan tindakan tertentu. bahan dan / atau.

atau kisaran akurasi (90%) atau standar kualitatif. Biasanya. Tingkat akurasi dapat dikaitkan sebagai batas waktu (dalam 20 menit). Contoh perumusan Tujuan Insruksional dapat dilihat pada lampiran: Perumusan Tujuan Instruksional Khusus | 15 . sebuah kuantitas atau proporsi jawaban yang benar. apa tingkat akurasi apakah pelajar harus mencapai supaya / kinerjanya dinilai mahir? Tingkat akurasi harus berkaitan dengan harapan dunia nyata. termasuk dalam respon siswa. Menurut Suparman (20040 Degree adalah tingkat keberhasilan mahasiswa mencapai perilaku tersebut. atau beberapa jawaban yang benar (7 dari 10). Tingkat keberhasilan ditunjukkan dengan abtas minimal dari penampilan suatu perilaku yang dianggap dapat diterima. pelajar harus menunjukkan dalam bentuk kinerja yang menjadi dipertimbangkan dan diterima. Dibawah batas tersebut berarti mahasiswa belaum mencapai tujaun instruksioanl khusu yang ditetapkan Degree atau tingkatan berupa sebuah pernyataan yang menentukan seberapa baik siswa harus melakukan perilaku tersebut. Degree mengidentifikasi standar yang pelajar harus memenuhi untuk mencapai kinerja yang dapat diterima.• D-Degree: Merupakan criteria kinerja yang diterima. atau sebagai apa yang harus. minimal. Bagaimanapun. kriteria disajikan dalam beberapa angka minimum. Hal ini dapat dicapai dengan pernyataan yang menunjukkan tingkat akurasi. atau sejenisnya Bagian kriteria tujuan belajar adalah pernyataan deklaratif yang menggambarkan seberapa baik perilaku harus dilakukan untuk memenuhi maksud dari kata kerja perilaku. Dengan kata lain.

Sebuah Tujuan Belajar memiliki tiga komponen utama yaitu penjelasan mengenai apa yang mahasiswa akan dapat lakukan. Tujuan belajar adalah deskripsi keterampilan tertentu atau perilaku. disebut perjanjian kinerja. Mereka membentuk dasar untuk kemudian kegiatan desain pembelajaran. kondisi di mana siswa akan melakukan tugas dan riteria untuk mengevaluasi kinerja murid Tujuan pembelajaran adalah pernyataan. Menulis tujuan instrusional khusus adalah bagian penting dari desain instruksional karena mereka memberikan peta jalan untuk merancang dan memberikan kurikulum. Tanpa suatu tujuan yang jelas berkomunikasi perilaku siswa yang spesifik atau kinerja.III KESIMPULAN Sebuah Tujuan Instruksioanl khusus adalah pernyataan dari apa yang mahasiswa akan dapat dilakukan ketika instruksi selesai dilaksanalan. jika bukan tidak Perumusan Tujuan Instruksional Khusus 16 . memastikan bahwa produk akhir memenuhi tujuan keseluruhan instruksi diidentifikasi dalam tujuan tingkat pertama. Ini menyediakan kriteria untuk membangun penilaian untuk kegiatan pembelajaran. menentukan. Salah satu aturan dasar pengembangan tujuan pembelajaran adalah bahwa mereka harus menyertakan sebuah verba berorientasi aksi (misalnya. analisis) yang instruktur bisa melihat seorang pelajar melakukan Tujuan belajar adalah titik pusat dari setiap kegiatan belajar. serta prosedur pembelajaran instruktur desain untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. perbandingan dari isi yang akan disampaikan harus dilakukan untuk tujuan diidentifikasi untuk program tersebut. Proses ini. Tujuan Pembelajaran memiliki akar mereka dalam analisis instruksional dan definisi perilaku masuk. sulit. tepat terukur dari apa yang pelajar akan dapat melakukan pada saat selesainya instruksi. Tujuan instruksional dapat disebut pernyataan spesifik dan terukur yang menggambarkan apa yang pelajar akan dapat dilakukan setelah berhasil menyelesaikan pembelajaran. Ini adalah deskripsi dari hasil belajar dimaksudkan dan merupakan dasar untuk sisa kegiatan pembelajaran. Melalui desain dan pengembangan kurikulum. menghitung.

dari teori taxonomi Bloom. psikomotor. perumusan behavior berupa kata kerja. untuk menentukan apa kegiatan belajar tertentu yang seharusnya untuk menyelesaikan.mungkin. Unsur terakhir yaitu Degree atau tingkat merupakan pernyataan ukuran berupa angka yang menyatakan tingkat keberhasilan setelah dapat melakukan kinerja dalam dalam kondisi. Kondisi lingkungan mungkin juga akan disertakan. akurasi. B untuk Behavior yaitu menuliskan deskripsi kemampuan pelajar yang akan miliki yang bersifat dapat diamati dan dapat diukur. afektif. proporsi. Langkah dalam merumusakan tujuan instruksioanl khusus dapat dilakukan dengan cara menuliskan ABCD yaitu A untuk audience atau peserta yang akan melakukan pembelaajaran secara spesifik. dll) Perumusan Tujuan Instruksional Khusus | 17 . Peumusan behavior dapat mencakup demonstrasi pengetahuan atau keterampilan dalam salah satu dari domain pembelajaran: kognitif. kualitas. Sifat dari degree adalah menyatakan standar kinerja yang dapat diterima (waktu. C yaitu Condition merupakan peralatan atau alat yang dapat (atau tidak mungkin) digunakan dalam penyelesaian perilaku.

Didin (2008).org/docs/announcement/writing-objectives.uvm. A Handbook Of Educational Technology. Lake Publishing Company: Belmont.org/files/public/behavioralobjectivesfromgarygardia.pdf Mager. David McKay Company. Suparman. Perencanaan Pembelajaran dan Aplikasinya dalam Pembelajaran Mikro. Wes (2004) Instrcutional goal and Objectives: Learning Activities. Benjamin (ed.pdf Williams. H & Fred P (1984). (1984). (2008) Writing Instructional Objectives. Atwi (2004). New York: 1956. Gardi. Diakses http://www. F. California. Learning Objectives. Handbook I: Cognitive Domain. Rudi (2006) Kurikulum dan Pembelajaran.naacls. Burlington: Special Education Program University of Vermont . Gary (2006). Desain Instruksional. London: Nichols Publishing Company.nhpco. Ellington. Diakses: http://makalah ku makalahmu. R.DAFTAR PUSTAKA Bloom. Kathy V.edu/~cdci/tripscy/archivepdf/Inst_Goals_and_Objectives _Lrning_Actites. Preparing Instructional Objectives (2nd edition). Perumusan Tujuan Instruksional Khusus | 18 . Taxonomy of Education al Objectives. Diakses diakses http://www. Inc.). Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka Susilana.wordpress. Diakses http://www.com Waller. Bandung: Jurusan Kurtekpend FIP UPI Wahidin.

SAR 2010 tindakan Degree (Tingkat) 1. SAR untuk korban patah cara pegawai Palembang pertolongan luka dan bagian peralatan diadakan yang simulasi tenggelam. Pegawai rescuer SAR Palembang Angkatan 2010 harus dapat menyebutkan minimal 80% peralatan medis untuk pertolongan pertama korban luka dan mengalami patah bagian anggota tubuh penyelamatan nyawa seorang rescuer Angkatan melakukan Pegawai Rescuer SAR Palembang Angkatan 2010 medis dasar 3. Jika diberikan tindakan rescuer dasar pertama mengalami membedakan tersebut. Menyebutkan pengertian tindakan pengertian Condition (Kondisi) 1. Jika korban pegawai Palembang dapat penyelamatan 2. Menyebutkan pengertian pelaku pertolongan pertama. Menyebutkan tujuan pertolongan pertama 5.Audience (Peserta) Behaviors (Perilaku) 1. Mempraktekkan pertolongan pertama sesuai SOP Angkatan 2010 peralatan medis anggota tubuh mereka dapat Perumusan Tujuan Instruksional Khusus 19 . Menyebutkan pertolongan pertama 2. Pegawai rescuer SAR Palembang Angkatan 2010 harus dapatt melakukan minimal 80% penyelamatan nyawa seorang korban yang tenggelam sesuai standar operasional prosedur 2. 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful