P. 1
sistem-operasi

sistem-operasi

|Views: 93|Likes:
Published by Ibnu Haris

More info:

Published by: Ibnu Haris on Mar 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2012

pdf

text

original

Komponen Sistem Operasi

Sejarah Perkembangan Arsitektur perangkat keras komputer tradisional terdiri dari empat komponen utama yaitu "Prosesor", "Memori Penyimpanan", "Masukan" (Input), dan "Keluaran" (Output). Model tradisional tersebut sering dikenal dengan nama arsitektur von Neumann. Pada saat awal, komputer berukuran sangat besar sehingga komponen-komponennya dapat memenuhi sebuah ruangan yang sangat besar. Sang pengguna --menjadi programer yang sekali gus merangkap menjadi menjadi operator komputer -- juga bekerja di dalam ruang komputer tersebut. Walaupun berukuran besar, sistem tersebut dikategorikan sebagai "komputer pribadi" (PC). Siapa saja yang ingin melakukan komputasi; harus memesan/antri untuk mendapatkan alokasi waktu (rata-rata 30-120 menit). Jika ingin melakukan kompilasi Fortran, maka pengguna pertama kali akan me-load kompilator Fortran, yang diikuti dengan "load" program dan data. Hasil yang diperoleh, biasanya berbentuk cetakan (print-out). Timbul beberapa masalah pada sistem PC tersebut. Umpama, alokasi pesanan harus dilakukan dimuka. Jika pekerjaan rampung sebelum rencana semula, maka sistem komputer menjadi "idle"/tidak tergunakan. Sebaliknya, jika perkerjaan rampung lebih lama dari rencana semula, para calon pengguna berikutnya harus menunggu hingga pekerjaan selesai. Selain itu, seorang pengguna kompilator Fortran akan beruntung, jika pengguna sebelumnya juga menggunakan Fortran. Namun, jika pengguna sebelumnya menggunakan Cobol, maka pengguna Fortran harus me-"load". Masalah ini ditanggulangi dengan menggabungkan para pengguna kompilator sejenis ke dalam satu kelompok batch yang sama. Medium semula yaitu punch card diganti dengan tape. Selanjutnya, terjadi pemisahan tugas antara programer dan operator. Para operator biasanya secara eksklusif menjadi penghuni "ruang kaca" seberang ruang komputer. Para programer yang merupakan pengguna (users), mengakses komputer secara tidak langsung melalui bantuan para operator. Para pengguna mempersiapkan sebuah job yang terdiri dari program aplikasi, data masukan, serta beberapa perintah pengendali program. Medium yang lazim digunakan ialah kartu berlubang (punch card). Setiap kartu dapat menampung informasi satu baris hingga 80 karakter Set kartu job lengkap tersebut kemudian diserahkan kepada para operator. Hal ini membutuhkan beberapa kemampuan tambahan yaitu: penyediaan I/O routine oleh sistem, pengaturan memori untuk mengalokasikan memori pada beberapa Job, penjadualan CPU untuk memilih job mana yang akan dijalankan, serta pengalokasian perangkat keras lain. Peningkatan lanjut dikenal sistem "bagi waktu"/"tugas ganda"/"komputasi interaktif" (Time-Sharing System/Multitasking/Interactive Computing). Sistem ini, secara simultan dapat diakses lebih dari satu pengguna. CPU digunakan bergantian oleh job-job di memori dan di disk. CPU dialokasikan hanya pada job di memori dan job dipindahkan dari dan ke disk. Interaksi langsung antara pengguna dan komputer ini melahirkan konsep baru, yaitu response time yang diupayakan wajar agar tidak terlalu lama menunggu. Hingga akhir tahun 1980-an, sistem komputer dengan kemampuan yang "normal", lazim dikenal dengan istilah main-frame. Sistem komputer dengan kemampuan jauh lebih rendah (dan lebih

Merancang sebuah sistem operasi merupakan hal yang sulit. Sebaliknya. Keuntungan dari sistem ini ialah lebih mudah diimplementasikan karena tidak perlu memperhatikan sinkronisasi antar prosesor. sehingga setiap perubahan yang terjadi dapat difasilitasi setiap waktu. Hal tersebut disebabkan karena keperluan yang dibutuhkan oleh sebuah sistem sulit untuk didefinisikan secara tepat. reliable. teralu rumit. time shared. single user. Kebutuhan sistem dapat dibagi menjadi dua kelompok utama.murah) disebut "komputer mini". dan cenderung murah (bukan ekonomis). Merancang sebuah sistem sangat berbeda dengan merancang sebuah algorithma. Berdasarkan level desain tertinggi. membuat. dan lain-lain. 2. Semua kode prosesor diisolasi di DLL (Dynamic Link Library) disebut dengan abstraksi lapisan hardware. Sekumpulan kebutuhan dapat juga didefinisikan oleh orang-orang yang harus mendesain. Adapun prinsip-prinsip dalam merancang sistem operasi adalah: 1. Namun prinsip kerja dari sistem operasi dari semua komputer tersebut lebih kurang sama saja. desain sistem akan dipengaruhi oleh pemilihan hardware dan tipe sistemseperti batch. yaitu struktur yang modular. pada level tertinggi. Sistem operasi modern dirancang untuk portability. Komputer klasik seperti diungkapkan di atas. Perlu dicatat yang dimaksud satu buah prosesor ini ialah satu buah prosesor sebagai Central Processing Unit (CPU). reliable. multiuser. Reliability Adalah kemampuan sistem operasi untuk mengatasi kondisi eror. real time atau tujuan umum. lebih kompleks dan sebuah sistem memiliki struktur internal dan antarmuka internal yang lebih banyak serta ukuran dari kesuksesan dari sebuah sistem sangat abstrak. Optical Mouse. Yang harus diperhatikan ketika merancang sebuah sistem yang baik adalah apakah sistem tersebut memenuhi tiga kebutuhan: fungsionalitas: apakah sistem tersebut bekerja dengan baik?. diimplementasikan dan dipelihara. sistm harus fleksibel. memelihara dan mengoperasikan sistem operasi seperti: sistem operasi harus mudah didesain. Hal ini ditekankan sebab ada beberapa perangkat yang memang memiliki prosesor tersendiri di dalam perangkatnya seperti VGA Card AGP. Karena struktur yang modular tersebut. 3. tambahan subsystem pada sistem operasi dapat ditambahkan tanpa mempengaruhi subsystem yang sudah ada. kecepatan: apakah sistem tersebut cukup cepat?. termasuk kemampuan sistem operasi untuk memproteksi diri sendiri dan pengggunanya dari software yang cacat. pengembang sistem operasi modern menggunakan arsitektur berlapis. mudah dipelajari. kemudahan kontrol terhadap prosesor karena sistem proteksi tidak. CDC 6600 merupakan yang pertama dikenal dengan sebutan komputer super menjelang akhir tahun 1960-an. komputer dengan kemampuan jauh lebih canggih disebut komputer super (super-computer). hanya memiliki satu prosesor. distributed. User menginginkan properti sistem yang pasti seperti: sistem harus nyaman dan mudah digunakan. Keseluruhan bagian sistem ditulis dalam bahasa C dan C++. aman dan cepat. bebas eror dan efisien. kebutuhan sistem akan lebih sulit untuk dispesifikasi. dan fault-tolerance: apakah sistem tersebut dapat terus bekerja?. Portability Suatu sistem operasi dikatakan portable jika dapat dipindahkan dari arsitektur hardware yang satu ke yang lain dengan perubahan yang relatif sedikit. yaitu user goal dan sistem goal. Sistem operasi .Masalah pertama dalam mendesain sistem operasi adalah mendefinisikan tujuan dan spesifikasi sistem. Extensibility Extensibility terkait dengan kapasitas sistem operasi untuk tetap mengikuti perkembangan teknologi komputer.

• Menyediakan driver: untuk dapat melakukan operasi rinci untuk perangkat keras Masukan/Keluaran tertentu. dan perangkat-perangkat Masukan/Keluaran. Proses adalah sebuah program yang sedang dieksekusi. volume. Sistem operasi bertanggungjawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen memori seperti: • Menjaga track dari memori yang sedang digunakan dan siapa yang menggunakannya. • Memilih program yang akan di-load ke memori.yaitu data akan hilang kalau komputer dimatikan. Setiap word atau byte mempunyai alamat tersendiri. membaca. menulis. Berkas adalah kumpulan informasi yang berhubungan. 2) Masukan/Keluaran Sering disebut device manager.S. Tanenbaum. Berkas dapat mempunyai struktur yang bersifat hirarkis (direktori. 5. sistem operasi akan mendapatkan kembali semua sumber daya yang bisa digunakan kembali. sistem operasi mempunyai empat komponen utama. Ketika proses tersebut berhenti dijalankan.). Memori utama berfungsi sebagai tempat penyimpanan instruksi/data yang akses datanya digunakan oleh CPU dan perangkat Masukan/Keluaran. berkas-berkas. memori. dan Memori utama atau lebih dikenal sebagai memori adalah sebuah array yang besar dari word atau byte. Komponen Sistem Operasi untuk sistem Masukan/Keluaran: • Penyangga: menampung sementara data dari/ke perangkat Masukan/Keluaran. misalnya tapes dan disk. ribuan. yaitu: 1) Managemen proses. • Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi. Sumber daya tersebut dapat berupa CPU time. atau bahkan jutaan. High performance Sedangkan menurut A. Menyediakan device driver yang umum sehingga operasi Masukan/Keluaran dapat seragam (membuka. yang ukurannya mencapai ratusan. Sistem operasi mengalokasikan sumber daya-sumber daya tersebut saat proses itu diciptakan atau sedang diproses/dijalankan. Sistem operasi bertanggung-jawab dalam aktivitas yang berhubungan dengan managemen berkas: • Pembuatan dan penghapusan berkas.modern menahan diri dari serangan dan cacat dengan menggunakan proteksi perangkat keras untuk memori virtual dan mekanisme proteksi perangkat lunak untuk sumber daya sistem operasi. 4) Sistem Berkas. • Spooling: melakukan penjadualan pemakaian Masukan/Keluaran sistem supaya lebih efisien (antrian dsb. 4. 3) Managemen Memori. Memori utama termasuk tempat penyimpanan data yang yang bersifat volatile -.tidak permanen -. • Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock. menutup). Umumnya berkas merepresentasikan program dan data. Sebuah proses membutuhkan beberapa sumber daya untuk menyelesaikan tugasnya. Sistem operasi mengimplementasikan konsep abstrak dari berkas dengan mengatur media penyimpanan massa. Contoh: pengguna menggunakan operasi yang sama untuk membaca berkas pada perangkat keras.). Sistem operasi bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen proses seperti: • Membuat dan menghapus proses pengguna dan sistem proses. sesuai dengan tujuan pembuat berkas tersebut. CDROM dan floppy disk. Security Sistem operasi harus memberikan keamanan terhadap data yang disimpan dalam semua drive. • Menunda atau melanjutkan proses. • Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi. dll. .

Command-Interpreter System sangat bervariasi dari satu sistem operasi ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi perangkat Masukan/Keluaran yang ada. Layanan Sistem Operasi Layanan sistem operasi dirancang untuk membuat pemrograman menjadi lebih mudah. dll. • Mem-back-up berkas ke media penyimpanan yang permanen (non-volatile). . Windows. • Mendukung manipulasi berkas dan direktori. Prosesor-prosesor tersebut terhubung melalui jaringan komunikasi Sistem terdistribusi menyediakan akses pengguna ke bermacam sumber-daya sistem. prosesor. disket. • Menspesifikasi kontrol untuk dibebankan/diberi tugas. Setiap prosesor mempunyai memori dan clock tersendiri. tapi layanan ini diakses melalui sistim operasi. atau pengguna ke sistem sumber daya. dan lain-lain. sebagai back-up dari memori utama. Oleh karena itu. Contohnya: CLI. Walaupun bukan bagian dari sistim operasi. • alokasi penyimpanan. Program harus bisa menghentikan pengeksekusiannya baik secara normal maupun tidak (ada error). Mekanisme proteksi harus: • Membedakan antara penggunaan yang sudah diberi izin dan yang belum. Sistem operasi bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen disk seperti: • free-space management. untuk menyimpan keseluruhan data dan program komputer dibutuhkan penyimpanan sekunder yang bersifat permanen dan mampu menampung banyak data. Selain daripada itu terdapat pula : Penyimpanan Sekunder Data yang disimpan dalam memori utama bersifat sementara dan jumlahnya sangat kecil. Pembuatan Program Sistim operasi menyediakan berbagai fasilitas yang membantu programer dalam membuat program seperti editor. • penjadualan disk. • Memetakan berkas ke secondary-storage. atau clock. Akses tersebut menyebabkan peningkatan kecepatan komputasi dan meningkatkan kemampuan penyediaan data. Command-Interpreter System Sistem Operasi menunggu instruksi dari pengguna (command driven). Contoh dari penyimpanan sekunder adalah hard-disk. Program yang membaca instruksi dan mengartikan control statements umumnya disebut: control-card interpreter. Sistem Proteksi Proteksi mengacu pada mekanisme untuk mengontrol akses yang dilakukan oleh program. 1. 2. command-line interpreter dan terkadang dikenal sebagai shell.• Pembuatan dan penghapusan direktori. dan menjalankan program tersebut. Jaringan Sistem terdistribusi adalah sekumpulan prosesor yang tidak berbagi memori. Eksekusi Program Sistem harus bisa me-load program ke memori. • Menyediakan alat untuk pemberlakuan sistem. Penbased (touch).

untuk itulah sistem operasi harus menyediakan mekanisme dalam melakukan operasi Masukan/Keluaran. Ini bisa dilakukan dengan meminta password bila ingin menggunakan sumber daya. Komunikasi dapat dilakukan dengan share-memory atau messagepassing. pengguna biasanya tidak bisa mengatur peranti Masukan/Keluaran secara langsung. Layanan tambahan itu yaitu: 1. memanipulasi berkas dan direktori. Alokasi Sumber Daya Ketika beberapa pengguna menggunakan sistem atau beberapa program dijalankan secara bersamaan. 5. print. Deteksi Error Sistem operasi harus selalu waspada terhadap kemungkinan error. sumber daya harus dialokasikan bagi masing-masing pengguna dan program tersebut. Ada dua cara umum dimana komunikasi dapat dilakukan. 2. System Program System program menyediakan lingkungan yang memungkinkan pengembangan program dan eksekusi berjalan dengan baik. 4. mencoba kembali melakukan operasi yang dijalankan. Komunikasi Kadang kala sebuah proses memerlukan informasi dari proses yang lain. Komunikasi dapat terjadi antara proses dalam satu komputer. rename. Dan tentu saja keamanan terhadap gangguan dari luar sistem tersebut. Accounting Kita menginginkan agar jumlah pengguna yang menggunakan sumber daya. menghapus. Manipulasi Sistem Berkas Program harus membaca dan menulis berkas. atau antara proses yang berada dalam komputer yang berbeda. dimana sejumlah informasi dipindahkan antara proses oleh sistem operasi. 6. atau melaporkan kesalahan yang terjadi agar pengguna dapat mengambil langkah selanjutnya. Error dapat terjadi di CPU dan memori perangkat keras. Untuk efisiensi dan keamanan. copy. . Dapat dikategorikan: 1. dan jenis sumber daya yang digunakan selalu terjaga.3. Proteksi Layanan proteksi memastikan bahwa segala akses ke sumber daya terkontrol. tetapi dihubungkan oleh jaringan komputer. Layanan ini bukan untuk membantu pengguna tapi lebih pada mempertahankan efisiensi sistem itu sendiri. dan kadang kala juga harus membuat dan menghapus berkas. Disamping pelayanan di atas. Misalnya dengan menghentikan jalannya program. 3. dan di dalam program yang dijalankan pengguna. sistem operasi juga menyediakan layanan lain. Perhitungan ini diperlukan bagi seseorang yang ingin merubah konfigurasi sistem untuk meningkatkan pelayanan. Keamanan bisa saja dilakukan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi pengguna. Untuk setiap jenis error sistem operasi harus bisa mengambil langkah yang tepat untuk mempertahankan jalannya proses komputasi. Masukan/Keluaran. Managemen/manipulasi berkas Membuat. Untuk itu maka diperlukan suatu perhitungan dan statistik. Operasi Masukan/Keluaran Program yang sedang dijalankan kadang kala membutuhkan Masukan/Keluaran.

dan melakukan pop off pada stack oleh sistem operasi. Komunikasi Menyediakan mekanisme komunikasi antara proses. pengguna. linkage editors. jumlah memori dan disk yang tersedia. Beberapa bahasa pemrograman (contoh: C. 3. 6. 4. Tiga metoda umum yang digunakan dalam memberikan parameter kepada sistem operasi: • Melalui register. browse web pages. dan sistem komputer yang berbeda. Modifikasi berkas Membuat berkas dan memodifikasi isi berkas yang disimpan pada disk atau tape. Loading dan eksekusi program Ketika program di-assembly atau di-compile.2. 5. Pendukung bahasa pemrograman Kadang kala compiler. Umumnya sistem operasi dilengkapi oleh system-utilities atau program aplikasi yang di dalamnya termasuk web browser. program tersebut harus di-load ke dalam memori untuk dieksekusi. • Menyimpan parameter (push) ke dalam stack oleh program. Informasi status Beberapa program meminta informasi tentang tanggal. System Calls Biasanya tersedia sebagai instruksi bahasa assembly. word prossesor dan format teks. Untuk itu sistem harus menyediakan absolute loaders. relocatable loaders. atau mentransfer berkas. assembler. jumlah pengguna dan informasi lain yang sejenis. System program yang paling penting adalah command interpreter yang mengambil dan menerjemahkan userspecified command selanjutnya. mengirim e-mail. C++) telah didefenisikan untuk menggantikan bahasa assembly untuk sistem pemrograman. interpreter dari bahasa pemrograman diberikan kepada pengguna dengan bantuan sistem operasi. Beberapa sistem mengizinkan system calls dibuat langsung dari program bahasa tingkat tinggi. . Sehingga pengguna bisa mengirim pesan. games. jam. dan overlay loaders. • Menyimpan parameter dalam block atau tabel pada memori dan alamat block tersebut diberikan sebagai parameter dalam register. sistem database.

Juga ketika membuat suatu proses baru dan menghentikan sebuah proses. membaca berkas tersebut. Selama proses dieksekusi kadang kala diperlukan untuk me-load atau mengeksekusi program lain. atau direposisi. System Calls Managemen Peranti Program yang sedang dijalankan kadang kala memerlukan tambahan sumber daya. maka jika memerlukan tambahan sumber daya maka harus meminta peranti terlebih dahulu. Command Interpereter masih tetap bisa dijalankan ketika program lain dieksekusi. Contohnya membuat atau menghapus suatu direktori. dan lain-lain. MS-DOS adalah contoh dari sistem single-tasking. Setelah perintah Fork. Seperti ketika kita ingin membuat atau menghapus suatu berkas. Jadi bukan hanya berhubungan dengan satu spesifik berkas. Jika banyak pengguna yang menggunakan sistem. Baik secara normal (end) maupun tidak normal (abort). Dari ilustrasi tersebut kita dapat mengetahui bagaimana system call dipakai untuk managemen proses. System calls juga diperlukan ketika kita ingin mengetahui atribut dari suatu berkas atau ketika kita juga ingin merubah atribut tersebut. child akan mengeksekusi kode yang berbeda dengan parentnya. Yang termasuk atribut berkas adalah nama berkas. Ada juga system calls yang dipanggil ketika kita ingin meminta dan merubah atribut dari suatu proses. Fork membuat duplikasi yang mirip dengan proses aslinya. register. Atau ketika ingin membuka atau menutup suatu berkas yang telah ada. tetapi hampir setiap proses memerlukan system call untuk melakukan management proses. melakukan fork pada child. disini diperlukan lagi suatu system calls. dan lainnya. yang hanya akan menunggu sampai child selesai. Ketika sebuah peranti telah diminta dan dialokasikan maka peranti tersebut bisa dibaca. termasuk file descriptor. parent akan mengeksekusi system call waitpid. Proses child harus mengeksekusi command yang dimasukkan oleh user(pada kasus shell). . dan menulis berkas itu. System Calls Managemen Berkas System calls yang berhubungan dengan berkas sangat diperlukan.Jenis System Calls System calls yang berhubungan dengan kontrol proses antara lain ketika penghentian pengeksekusian program. Berkeley Unix adalah contoh dari sistem multi-tasking. Kita dapat melihat penggunaan system calls untuk managemen proses pada Sistem Operasi Unix. Contoh yang paling baik untuk melihat bagaimana system call bekerja untuk managemen proses adalah Fork. dan membaca command lainnya ketika child terminate. dan lain-lain. Bayangkan yang terjadi pada shell. menunggu child untuk mengeksekusi command tersebut. Fork adalah satu satunya cara untuk membuat sebuah proses baru pada sistem Unix. ditulis. jenis berkas. Shell akan membaca command dari terminal. Ada juga system calls yang menyediakan mekanisme lain yang berhubungan dengan direktori atau sistim berkas secara keseluruhan. Dan setelah selesai penggunakannnya harus dilepaskan kembali. Untuk menunggu child selesai. System Calls Managemen Proses System Call untuk managemen proses diperlukan untuk mengatur proses-proses yang sedang berjalan. Kasus lainnya bukan hanya pada Fork. MS-DOS menggunakan metoda yang sederhana dalam menjalankan program aan tidak menciptakan proses baru. kemudian program dijalankan. Program di-load ke dalam memori. Proses child melakukannya dengan menggunakan system call exec.

Atau meminta informasi tentang sistem itu sendiri. baik dalam menghubungkan koneksi tersebut maupun dalam memutuskan koneksi tersebut ketika komunikasi sudah selesai dilakukan. kita akan membahas cara komponen-komponen ini dihubungkan satu sama lain. Pada bab ini. Kemudian berkembang dengan cakupan yang original. Struktur Sistem Operasi Sebuah sistem yang besar dan kompleks seperti sistem operasi modern harus diatur dengan cara membagi task kedalam komponen-komponen kecil agar dapat berfungsi dengan baik dan mudah dimodifikasi. sebelum komunikasi dapat dilakukan harus dibangun dulu sebuah koneksi. dan lain-lain.System Calls Informasi Maintenance Beberapa system calls disediakan untuk membantu pertukaran informasi antara pengguna dan sistem operasi. Peter Galvin. ada tiga cara yaitu: • Struktur Sederhana • Pendekatan Berlapis • Kernel Mikro Sedangkan menurut William Stallings. yang terdiri dari dua bagian yang terpisah. Dalam message-passing. Kernel mendukung sistem berkas. Ada juga system calls untuk meminta informasi tentang proses yang disimpan oleh sistem dan system calls untuk merubah (reset) informasi tersebut. . yang disusun untuk mendukung fungsi yang banyak pada ruang yang sedikit karena keterbatasan perangkat keras untuk menjalankannya. Kernel selanjutnya dibagi dua bagian. dan fungsi sistem operasi lainnya melalui system calls. Menurut Avi Silberschatz. Contoh sistem seperti ini adalah MS-DOS. sehingga sistem operasi seperti ini dimulai dengan sistem yang lebih kecil. jumlah memori dan disk yang masih bisa digunakan. Untuk itu diperlukan suatu system calls dalam pengaturan koneksi tersebut. seperti jumlah pengguna. Lapisan yang lebih rendah menyediakan layanan untuk lapisan yang lebih tinggi. kita bisa memandang sistem sebagai seperangkat lapisan. System Calls Komunikasi Dua model komunikasi: • Message-passing Pertukaran informasi dilakukan melalui fasilitas komunikasi antar proses yang disediakan oleh sistem operasi. penjadualan CPU. sederhana. • Shared-memory Proses menggunakan memori yang bisa digunakan oleh berbagai proses untuk pertukaran informasi dengan membaca dan menulis data pada memori tersebut. yaitu kernel dan program sistem. dan Greg Gagne. Contohnya system calls untuk meminta dan mengatur waktu dan tanggal. Juga diperlukan suatu system calls untuk membaca dan menulis pesan (message) agar pertukaran informasi dapat dilakukan. dan terbatas. Tiap lapisan menampilkan bagian fungsi yang dibutuhkan oleh sistem operasi. Contoh sistem lainnya adalah UNIX. Pendekatan Berlapis Sistem operasi dibagi menjadi sejumlah lapisan yang masing-masing dibangun diatas lapisan yang lebih rendah. managemen memori. yaitu antarmuka dan device drivers. Struktur Sederhana Banyak sistem yang tidak terstruktur dengan baik. Bagian yang terletak pada lapisan yang lebih rendah akan menmpilkan fungsi yang lebih primitif dan menyimpan detail fungsi tersebut.

Sebuah lapisan adalah implementasi dari obyek abstrak yang merupakan enkapsulasi dari data dan operasi yang bisa memanipulasi data tersebut. Bila terjadi error saat debugging sejumlah lapisan. • Lapisan 1 Mengalokasikan ruang untuk proses di memori utama dan pada 512 kilo word drum yang digunakan untuk menahan bagian proses ketika tidak ada ruang di memori utama. Pengguna tidak perlu memikirkan tentang proses. • Lapisan 2 Menangani komunikasi antara masing-masing proses dan operator console. dan yang paling tinggi adalah user-interface. karena lapisan dibawahnya sudah di debug. . Lapisan ini mendukung dasar multi-programming pada CPU. Pendekatan ini mempermudah debug dan verifikasi sistem. error pasti pada lapisan yang baru saja di debug. sistem terlapis terdiri dari enam lapisan.Lapisan yang paling bawah adalah perangkat keras. console. memori. Sedangkan menurut Tanenbaum dan Woodhull. • Lapisan 4 Tempat program pengguna. atau managemen M/K. yaitu: • Lapisan 0 Mengatur alokasi prosesor. • Lapisan 5 Merupakan operator sistem. Keuntungan utama dengan sistem ini adalah modularitas. Lapisan pertama bisa di debug tanpa mengganggu sistem yang lain karena hanya menggunakan perangkat keras dasar untuk implementasi fungsinya. • Lapisan 3 Mengatur peranti M/K dan menampung informasi yang mengalir dari dan ke proses tersebut. pertukaran antar proses ketika interupsi terjadi atau waktu habis. Pada lapis ini masing-masing proses secara efektif memiliki opertor console sendiri.

kita mulai masuk kebagian sistem operasi dan konsepnya berhubungan dengan multi-programming. yang terdiri dari level-level dibawah ini: Level 1 Terdiri dari sirkuit elektronik dimana obyek yang ditangani adalah register memory cell. • Level 5 Level ini mengenalkan ide proses dalam mengeksekusi program. seperti menambah. Level 3 Tambahan konsep prosedur atau subrutin ditambah operasi call atau return. Operasi pada obyek ini seperti membersihkan register atau membaca lokasi memori. Pada level 5.Menurut Stallings. Level 4 Mengenalkan interupsi yang menyebabkan prosesor harus menyimpan perintah yang baru dijalankan dan memanggil rutin penanganan interupsi. Empat level pertama bukan bagian sistem operasi tetapi bagian perangkat keras. Level ini untuk menjadualkan operasi dan . Meski pun demikian beberapa elemen sistem operasi mulai tampil pada level-level ini. mengurangi. load dan store. Operasinya adalah instruksi bahasa-mesin. seperti rutin penanganan interupsi. Kebutuhan-kebutuhan dasar pada sistem operasi untuk mendukung proses ganda termasuk kemampuan men-suspend dan me-resume proses. model tingkatan sistem operasi yang mengaplikasikan prinsip ini dapat dilihat pada tabel berikut. Hal ini membutuhkan register perangkat keras untuk menyimpan agar eksekusi bisa ditukar antara satu proses ke proses lainnya. • Level 6 Mengatasi penyimpanan sekunder dari komputer. dan gerbang logika. Level 2 Pada level ini adalah set instruksi pada prosesor.

Hal ini bertentangan tampilan yang berorientasikan perangkat keras dari penyimpanan sekunder. 3. 2. dan menggunakan cara keduanya. Dari ketiga sumber diatas dapat kita simpulkan bahwa lapisan sistem operasi secara umum terdiri atas 4 bagian. alamat logis pada level ini meminta transfer dari level 6. yaitu: 1. Hal ini merupakan lanjutan dari yang telah disediakan pada level 5. Sistem operasi Lebih berhubungan kepada programer. panjang variabel yang terpisah. parameter yang harus dipenuhi proses saat pembentukan. • Level 11 Bertanggung-jawab mempertahankan hubungan antara internal dan eksternal identifier dari sumber daya dan obyek sistem. Salah satu peranti yang paling sesuai adalah pipe (pipa) yang menerima output suatu proses dan memberi input ke proses lain. menggunakan segmen sepanjang variabelnya. • Level 9 Mendukung penyimpanan jangka panjang yang disebut dengan berkas. • Level 13 Menyediakan antarmuka dari sistem operasi dengan pengguna yang dianggap sebagai shell atau dinding karena memisahkan pengguna dengan sistem operasi dan menampilkan sistem operasi dengan sederhana sebagai kumpulan servis atau pelayanan. Sampai point ini. Mulai level 8. Kelengkapan . sistem operasi mengatasi sumber daya dari prosesor tunggal. termasuk alamat virtual di proses. sistem operasi mengatasi obyek eksternal seperti peranti bagian luar. • Level 10 Menyediakan akses ke peranti eksternal menggunakan antarmuka standar. • Level 7 Membuat alamat logik untuk proses. Cara-cara yang sering dipakai adalah menggunakan ukuran halaman yang tetap. daftar obyek dan proses yang berinteraksi dengan proses tersebut serta batasan interaksi tersebut. Internal identifier adalah alamat atau indikasi lain yang bisa digunakan oleh level yang lebih rendah untuk meletakkan dan mengontrol obyek. Lapisan ini mencakup lapisan 2 menurut Tanenbaum. Ketika blok yang dibutuhkan tidak ada dimemori utama. dan level 1 sampai dengan level 4 menurut Stallings.menanggapi permintaan proses dalam melengkapi suatu proses. Dimana pada level 5 disediakan mekanisme penanda yang kuno yang memungkinkan untuk sinkronisasi proses. Perangkat keras Lebih berhubungan kepada perancang sistem. Lapisan ini mencakup lapisan 0 dan 1 menurut Tanenbaum. semua info yang dibutuhkan untuk managemen proses dengan berurutan disediakan. dan level 5 sampai dengan level 7 menurut Stallings. • Level 12 Menyediakan suatu fasilitator yang penuh tampilan untuk mendukung proses. Pada level ini. pada level ini mengatasi pembagian informasi yang lebih banyak. data dari penyimpanan sekunder ditampilkan pada tingkat abstrak. dan sisipan komputer kepada jaringan. Pada level 12. Level ini mengatur alamat virtual ke dalam blok yang bisa dipindahkan antara memori utama dan memori tambahan. jaringan. dan karakteristik lain yang mungkin digunakan sistem operasi untuk mengontrol proses. Eksternal identifier adalah nama yang bisa dimanfaatkan oleh aplikasi atau pengguna. • Level 8 Mengatasi komunikasi informasi dan pesan-pesan antar proses.

Lebih berhubungan kepada programer. info ini harus dimasukkan dan dikeluarkan dari memori. lapisan managemen memori. dan level 12 dan level 13 menurut Stallings. Salah satu kesulitan besar dalam sistem terlapis disebabkan karena sebuah lapisan hanya bisa menggunakan lapisan-lapisan dibawahnya. normalnya diatas penjadual CPU sedangkan pada sistem yang besar. sehingga membutuhkan backing-store driver dibawah penjadual CPU. yang memanggil lapisan penjadual CPU. Oleh karena itu. misalnya: backing-store driver. . akan mengeksekusi lapisan M/K. 4. penjadual CPU punya informasi tentang proses yang aktif yang ada di memori. Lapisan ini mencakup lapisan 3 menurut Tanenbaum. Kesulitan lainnya adalah paling tidak efisien dibandingkan tipe lain. dan level 8 sampai dengan level 11 menurut Stallings. Program aplikasi Lebih berhubungan kepada pengguna aplikasi komputer. Lapisan ini mencakup lapisan 4 dan lapisan 5 menurut Tanebaum. Ketika pengguna mengeksekusi M/K.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->