P. 1
FERMENTASI

FERMENTASI

|Views: 437|Likes:
Published by ade berlian

More info:

Published by: ade berlian on Mar 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Asam laktat (Nama IUPAC: asam 2-hidroksipropanoat (CH3-CHOH-COOH), dikenal juga sebagai asam susu) adalah senyawa kimia penting dalam beberapa proses biokimia. Seorang ahli kimia Swedia, Carl Wilhelm Scheele, pertama kali mengisolasinya pada tahun 1780. Secara struktur, ia adalah asam karboksilat dengan satu gugus [hidroksil] yang menempel pada gugus karboksil. Dalam air, ia terlarut lemah dan melepas proton (H+), membentuk ion laktat. Asam ini juga larut dalam alkohol dan bersifat menyerap air (higroskopik). Asam ini memiliki simetri cermin (kiralitas), dengan dua isomer: asam L-(+)laktat atau asam (S)-laktat dan, cerminannya, iasam D-(-)-laktat atau asam (R)laktat. Hanya isomer yang pertama (S) aktif secara biologi. Kubis (Brassica oleracea) merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak tumbuh di daerah dataran tinggi. Jenis kubis ada beberapa macam, diantaranya kubis putih dan kubis hijau yang banyak tumbuh di daerah dataran tinggi Sumatera Barat. Kubis mempunyai cita rasa yang enak dan lezat, juga mengandung gizi yang cukup tinggi. Adapun komposisi gizi yang ada di kubis putih maupun hijau dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Komposisi gizi kubis putih dan kubis hijau, per 100 gram (basah)
Komposisi gizi Kubis putih 25 1,7 0,2 5,3 64 26 0,7 8 0,9 75 Kubis hijau 25 2,4 2,2 4,9 22 72 1,1 90

Kalori (kal) Protein (gr) Lemak (gr) Karbohidrat (gr) Kalsium (mg) Fosfor (mg) Zat besi (mg) Natrium (mg) Serat (mg) Vitamin A (mg)

Vitamin B (mg) Vitamin C (mg) Air (gr) Sumber : Harjono. . Membatasi pertumbuhan organisme yang tidak diingiunkan dan menghambat pembusukan. yang berlangsung secara spontan.1997). Pertumbuhan bakteri asam laktat selama fermentasi akan mengakibatkan perubahan pada produk yaitu :1. Sayuran ini bersifat mudah rusak dan busuk. Lactobacillus merupakan suatu mikroorganisme yang berfungsi dalam pembentukan Asam laktat dari laktosa. larut dalam air. Lactobacillus delbruckil.2060 gr/ml dan panas pembakarannya 3615 kal/gr (Kirk-Othmer. alkohol dan eter. Lactobacillus fermentum dan Lactobacillus brevis (Hans.08. Sifat dari asam laktat adalah : higroskopis. terutama bakteri asam laktat seperti lactobacillus dan streptoccus.11 69 91.hidroksi propionat.1 62 - 0. dengan rumus molekul CH3CHOHCOOH.1993). Memproduksi berbagai citarasa yang khas karena terjadi pengumpulan asam organik sehingga diperoleh hasil akhir yang khas berupa produk yang berbeda dari bahan dasarnya. Limbah inilah yang merupakan tempat hidupnya suatu bakteri yang dinamakan Lactobacillus plantarum. Nama lain dari asam laktat adalah 2-hidroksi propanoat atau asam α . densitas 1. pH 3–4 merupakan kondisi yang baik untuk pertumbuhan mikroba. Bakteri Lactobacillus memiliki ketahanan terhadap kadar oksigen yang rendah dan sangat tahan terhadap asam.7 Selama ini kubis dijual dalam jumlah kecil hanya sebagai sayuran saja. (Mustakin. 2. Limbah yang dihasilkan dari sayuran kubis yaitu limbah daun yang membusuk. 1996 0. Schlegel). karena terjadi secara alamiah dengan memperhatikan kondisi lingkungannya yaitu anaerobic. Menurut Mayer (1985). Berat molekulnya 90.G. sehingga menghasilkan limbah yang menjadi suatu permasalahan di lingkungan. Proses fermentasi Asam laktat berlangsung dengan adanya aktifitas bakteri asam laktat tersebut (Lactobacillus). pengaturan suhu yang sesuai untuk fermentasi (suhu kamar) dan tersedianya bakteri asam laktat (Lactobacillus). penggunaan secukupnya NaCl (konsentrasi tertentu) untuk menyerap keluarnya cairan glukosa yang terdapat pada kubis dan menghambat poertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan.

Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan kondisi optimal penambahan garam.4.3.2. . Rumusan Masalah 1.1. Berapa lama waktu fermentasi optimum yang diperlukan untuk pembentukan asam laktat dan berapa konsentrasi garam yang paling tepat untuk fermentasi asam laktat ? 1. 1. dan waktu fermentasi. Manfaat Penelitian Agar kita dapat mengetahui waktu fermentasi optimum untuk pembentukan asam laktat dan untuk mengetahui Konsentrasi garam yang paling tepat untuk fermentasi asam laktat.

D-glukosa dan Lglukosa. Secara struktur. Glukosa merupakan gula monosakarida. Substrat yang dipilih untuk peneiltian ini adalah glukosa. tapi pada organisme. glukosa-α jeung -β berbeda pada gugus hidroksil yang terikat pada karbon pertama pada cincinnya. Bentuk α memiliki gugus hidroksil "di bawah" hidrogennya (sebagaimana molekul ini biasa digambarkan. Jika berada di kanan proyeksi Fischer. sedangkan bentuk β gugus hidroksilnya berada "di atas" . Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi Berdasarkan bentuknya. sedangkan L untuk "levo" yang merupakan akar kata "left" (kiri). yang ditemukan hanya isomer D-isomer. maka bentuk cincinnya adalah enantiomer D. Glukosa terdapat dalam dua enantiomer (isomer cermin). Struktur cincinnya sendiri dapat terbentuk melalui dua cara yang berbeda. Glukosa yang berada dalam bentuk molekul D & L-Glukosa dapat dimanfaatkan oleh sistim tumbuh-tumbuhan. sedangkan sistimtubuh manusia hanya dapat memanfaatkan D Glukosa. Faktor yang menjadi penentu dari bentuk glukosa ini adalah posisi gugus hidrogen (-H) dan alkohol (–OH) dalam struktur molekulnya. molekul glukosa dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu molekul D-Glukosa dan L-Glukosa. yang menghasilkan glukosa-α (alfa) jeungt β (beta).1. yang merupakan akar bahasa Latin untuk "right" (kanan). merujuk pada D untuk "dextro”. kalau ke kiri. Suatu karbohidrat berbentuk D atau L berkaitan dengan konformasi isomerik pada karbon 5. Substrat Substrat merupakan media pertumbuhan dan pembentukan produk yang sangat dibutuhkan oleh mikroorganisme.BAB II KONSEP TEORI 2. seperti terlihat pada gambar di atas). adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Sangat mudah diingat. maka menjadi enantiomer L.

Dua bentuk ini terbentuk bergantian sepanjang waktu dalam larutan air. Dalam cincin ini. Glukosa mengalami metabolisme proses glikolisis. dalam proses yang disebut mutarotasi yang dapat dipercepat. Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO). yang proporsinya 0. Proses ini berlangsung dengan mengunakan bantuan 10 jenis enzim yang berfungsi sebagai katalis di dalam sitoplasma (cytoplasm) yang terdapat pada sel eukaryotik (eukaryotic cells). Inti dari keseluruhan proses Glikolisis adalah untuk mengkonversi glukosa menjadi produk akhir berupa piruvat. Tahap awal metabolisme konversi glukosa menjadi energi di dalam tubuh akan berlangsung secara anaerobik melalui proses yang dinamakan Glikolisis (Glycolysis). Molekul ATP yang terbentuk ini kemudian akan diekstrak oleh sel-sel tubuh sebagai komponen dasar sumber energi. yang terikat pada atom karbon keenam di luar cincin. Selain akan menghasilkan produk akhir berupa molekul piruvat. Pada proses Glikolisis. Lima karbon dan satu oksigennya membentuk cincin yang disebut "cincin piranosa".hidrogennya. proses glikolisis ini juga akan menghasilkan molekul ATP serta molekul NADH (1 NADH3 ATP). Proses metabolisme glukosa. .Tahap metabolisme energi berikutnya akan berlangsung pada kondisi aerobik dengan mengunakan bantuan . 1 molekul glukosa yang memiliki 6 atom karbon pada rantainya (C6H12O6) akan terpecah menjadi produk akhir berupa 2 molekul piruvat (pyruvate) yang memiliki 3 atom karbon (C6H12O6). membentuk suatu gugus CH2OH. berat molekul 180. Glukosa (C6H12O6. proses respirasi.0026% pada pH 7. tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksil dan hidrogen kecuali atom kelimanya. Struktur cincin ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif.18) adalah heksosa – monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Proses ini berjalan melalui beberapa tahapan reaksi yang disertai dengan terbentuknya beberapa senyawa antara seperti Glukosa 6-fosfat dan Fruktosa 6-fosfat. hingga mencapai nisbah stabil α:β 36:64. bentuk paling stabil untuk aldosa berkabon enam. Metabolisme Glukosa. Melalui proses glikolisis ini 4 buah molekul ATP & 2 buah molekul NADH (6 ATP) akan dihasilkan serta pada awal tahapan prosesnya akan mengkonsumsi 2 buah molekul ATP sehingga total 8 buah ATP akan dapat terbentuk.

Dilihat dari metabolismenya. bakteri ini bekerja secara metabolisme homofermentatif (hanya membentuk asam laktat dari gula. Banyak spesies dari Lactobacillus memiliki kemampuan membusukkan materi tanaman yang sangat baik. Dalam manusia. piruvat hasil proses glikolisis akan teroksidasi menjadi produk akhir berupa H2O dan CO2 di dalam tahapan proses yang dinamakan respirasi selular (Cellular respiration). Mikroorganisme Mikroorganisme yang dipakai pada penelitian ini adalah lactobacillus. Lactobacillus adalah genus bakteri gram-positif . proses oksidasi Acetyl-CoA dalam siklus asam sitrat (Citric-Acid Cycle) serta Rantai Transpor Elektron (Electron Transfer Chain/Oxidative Phosphorylation). dinamakan demikian karena kebanyakan anggotanya dapat merubah laktosa dan gula lainnya menjadi asam laktat. bakteri ini dapat ditemukan di dalam vagina dan sistem pencernaan. Produksi asam laktatnya membuat lingkungannya bersifat asam dan mengganggu pertumbuhan beberapa bakteri merugikan. spesies Lactobacillus dapat dibagi menjadi tiga kelompok: * Homofermentatif obligat (Kelompok I) . Tahap kedua dari proses respirasi selular yaitu Siklus Asam Sitrat merupakan pusat bagi seluruh aktivitas metabolisme tubuh.oksigen (O2). Banyak laktobacillus bersifat tak umum. Bila oksigen tidak tersedia maka molekul piruvat hasil proses glikolisis akan terkonversi menjadi asam laktat. Banyak Lactobacillus tidak memerlukan besi untuk pertumbuhan dan memiliki toleransi hidrogen peroksida yang sangat tinggi. Beberapa anggota genus ini telah memiliki genom sendiri.2. Genus bakteri ini membentuk sebagian besar dari kelompok bakteri asam laktat. Dalam kondisi aerobik. dimana mereka bersimbiosis dan merupakan sebagian kecil dari flora usus. Kebanyakan dari bakteri ini umum dan tidak berbahaya bagi kesehatan. anaerobik fakultatif atau mikroaerofilik. Siklus ini tidak hanya digunakan untuk memproses karbohidrat namun juga digunakan untuk memproses molekul lain seperti protein dan juga lemak 2. Proses respirasi selular ini terbagi menjadi 3 tahap utama yaitu produksi Acetyl-CoA. walaupun tak memiliki sama sekali rantai pernafasan. Aerotoleransi ini bergantung pada mangan dan telah diteliti (dan dijelaskan) sebagai Lactobacillus plantarum. bandingkan dengan laktobasili heterofermentatif yang dapat membentuk alkohol atau asam laktat dari gula) dan juga aerotoleran.

L. conveks. sakei * Heterofermentatif obligat (Kelompok III) o L. L. brevis. L. fermentum. acidophilus. Bakteri ini memiliki sifat katalase negatif. reuteri Lactobacillus plantarum Lactobacillus plantarum merupakan salah satu jenis BAL homofermentatif dengan temperatur optimal lebih rendah dari 37oC (Frazier dan Westhoff. Genus Paralactobacillus termasuk di dalam kelompok L. tidak mereduksi nitrat. Menurut Buckle et al. 1988).5-1. anggota lain dari genus Lactobacillus (dulunya dikenal dengan cabang Leunocostoc dari .o L. plantarum membentuk koloni berukuran 2-3 mm. L. L. plantarum memiliki kemampuan untuk menghambat bakteri pathogen dan bakteri pembusuk (Delgadoetal. L. L. dan spesies L. plantarum mampu merombak senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan hasil akhirnya yaitu asam laktat. helveticus. Dalam beberapa tahun ini. L. L. (1978) asam laktat dapat menghasilkan pH yang rendah pada substrat sehingga menimbulkan suasana asam.5 s/d 1. Dalam media agar. Genus ini polifiletik dengan genus Pediococcus membagi kelompok L. aerob atau fakultatif anaerob. Genus Lactobacillus untuk saat ini terdiri atas lebih dari 125 spesies dan mencakup jenis organisme yang luas. Dalam keadaan asam. dan dikenal sebagai bakteri pembentuk asam laktat (Kuswanto dan Sudarmadji. delbrueckii. 2001) Pertumbuhan L. L.. salivarius * Heterofermentatif fakultatif (Kelompok II) o L. dan mampu memproduksi asam laktat. plantarum berbentuk batang (0. plantarum.0-10 _m) dan tidak bergerak (non motil). L. 1983). curvatus. mampu mencairkan gelatin.. reuteri menjadi perwakilan dari tiga subclade yang berbeda. casei. buchneri. plantarum dapat menghambat kontaminasi dari mikrooganisme pathogen dan penghasil racun karena kemampuannya untuk menghasilkan asam laktat dan menurunkan pH substrat. casei. salivarius. L.1988). L.5 sampai 2. toleran terhadap asam. berwarna putih opaque. dan L. 1956). acidophilus. plantarum dapat meningkatkan keasaman sebesar 1. L. salivarius. 1995). selain itu BAL dapat menghasilkan hidrogen peroksida yang dapat berfungsi sebagai antibakteri (Suriawiria. cepat mencerna protein.0% pada substrat (sarles et al. L. L. plantarum juga mempunyai kemampuan untuk menghasilkan bakteriosin yang berfungsi sebagai zat antibiotik (Jenie dan Rini.

dextrinicus. Laktobasili juga digunakan untuk mengembalikan keseimbangan fisiologis tertentu seperti ekosistem vagina (Ginoflora). 2. keju. dan Leuconostoc. casei dan L. yang merupakan kultur simbiotik antara ragi dengan bakteri asam laktat yang berkembang di media pertumbuhan air dan tepung. Pemberian beberapa jenis bakteri secara oral dapat efektif menurunkan formasi ikatan ADN. Beberapa Lactobacillus sp. terutama L. memperbaiki kerusakan ADN dan mencegah lesi yang putatif preneoplastik. Cara kerja spesies ini adalah dengan menurunkan pH bahan fermentasinya dengan membentuk asam laktat. Laktobasili. Carnobacterium. cokelat. Oenococcus. telah telah diklasifikasi ulang sebagai spesies Lactobacillus. brevis. cuka. Baru akhir-akhir ini. dan bakteri asam laktat lainnya mungkin memiliki potensi untuk pengobatan dan terapi. usus besar. dan makanan hasil fermentasi lainnya. dan kelenjar susu. anggur (minuman). termasuk juga pakan hewan. volum dan kemampuan membelah yang dirangsang berbagai zat karsinogen. adalah dua dari sekian banyak organisme yang membusukkan bir. anus. kimchi. Beberapa spesies Lactobacillus sering digunakan untuk industri pembuatan yogurt.Lactobacillus) telah diklasifikasi ulang ke dalam genera Atopobium. acar. bir. dibuat dengan "kultur awal". Laporan juga menunjukkan beberapa kultur yang diberikan pada hewan menghambat tumor hati. seperti abberant crypt foci yang dirangsang zat kimia karsinogen di sistem pencernaan. Peran mereka adalah (1) secara fisis melindungi epitelium vagina dengan membangun lapisan tebal yang memisahkan epitelium dengan patogen.3. sauerkraut. (2) secara fisiologis menjaga keseimbangan ekosistem vagina dengan mempertahankan pH pada ~4. Weissella. P. menekankan potensi efek sistemis dari probiotik dengan aktivitas anti-neoplastik. yang merupakan spesies Pediococcus. termasuk pereda rasa nyeri. Studi riset telah mendemonstrasikan efek perlindungan sebagian jenis bakteri ini memiliki pengaruh anti-tumor dan anti-kanker.5 dan (3) membentuk hidrogen peroksida yang melawan patogen. Ada pula roti adonan asam. Pengaturan asupan makanan membantu tubuh bertahan dari risiko jenis kanker tertentu dan menekan kejadian tumor kolonik. anti-kanker. dan kemampuan lainnya. Proses Fermentasi . seperti silase.

Faktor pengendalian proses yang digunakan antara lain : 1. Tujuan dari pemasokan oksigen adalah untuk mencegah terjadinya defisit oksigen selama fermentasi berlangsung. Bila suhu terlalu rendah akan mengakibatkan aktivitas enzim terhambat. 2.pH Setiap mikroorganisme mempunyai pH optimum tertentu untuk dapat tumbuh dengan cepat. Agitasi merupakan penyeragaman distribusi oksigen bebas didalam media cair dilakuakan dengan jalan pengadukan.. terutama bakteri asam laktat seperti lactobacillus dan streptoccus. Perpindahan oksigen yang terjadi dalam sistem fermentasi bawah permukaan melalui beberapa tahap yaitu fasa gas ke fasa cair dan selanjutnya ke sel mikroorganisme yang terdapat dalam media cair fermentasi. Lamanya proses katalis fermentasi tergantung pada kemampuan hidup suatu mikroorganisme didalam substrat. Bila pH proses turun dari pH yang ditetapka atau pH proses menjadi asam maka untuk meningkatkannya dilakukan dengan penambahan basa sehingga pH cairan sesuai dengan pH yang ditetapkan. Suhu Suhu mempengaruhi laju reaksi. pH 3–4 merupakan kondisi yang baik untuk pertumbuhan mikroba. Aerasi dan Agitasi Aerasi merupakan pemasokan oksigen dalam media cait yang dapat dilakukan dengan jalan mengalirkan oksigen. c. Pada fermentasi asam laktat memamakai pola pertumbuhan dan pembentukan produk type 2 yaitu pola pertumbuhan minimum yang diikuti oleh pembentukan produk minimum dan selanjutnya pembentukan produk maksimum pada saat laju pertumbuhan minimum (mixed-growth associated). Oleh karena itu.Proses fermentasi merupakan suatu proses memanfaatkan mikroorganisme sebagai katalis yang disebut juga biokatalis. Suhu yang optimum untuk proses fermentasi ini adalah berkisar antara 3035 0C yaitu pada keadaan thermofilik. Aerasi dan agitasi sangat berguna untuk meningkatkan kandungan oksigen terlarut dan mencegah terjadi .prinsip dasar pengaturan pH adalah dengan penambahan asam atau basa. Akibatnya akan mempengaruhi aktivitas enzim tersebut. namun bila suhu terlalu tinggi untuk pertumbuhan mikroorganisme maka dapat menyebabkan kerusakan terhadap enzim. untuk mengoptimalisasi pertumbuhan mikroorganisme harus dilakukan proses fermentasi pada kondisi suhu optimum. Pengendalian suhu dalam proses fermentasi dapat dilakukan dengan pengaturan suhu fermentasi dilakukan dengan mengukur selisih suhu cairan didalam sistem fermentasi dengan suhu lingkungan.

karena hanya untuk skala penelitian. Fermentor atau bioreaktor yang digunakan pada penelitian ini adalah Fermentor Batch (Curah). sedangkan jika untuk skala industri berukuran lebih dari 100 liter. yang mana proses fermentasi berlangsung secara tertutup tanpa ada penambahan umpan atau nutrien ke dalam media fermentasi. Fermentor merupakan wadah tempat berlangsungnya pertumbuhan mikroorganisme dan pembentukan produk selama proses fermentasi berlangsung. sumber oksigennya berasal dari oksigen yang terbentuk akibat biotransformasi senyawa-senyawa organik yang terjadi selama proses fermentasi berlangsung.proses fermentasi berlangsung secara anaerob yaitu tanpa adanya oksigen bebas. . Ukuran fermentor untuk penelitian ini adalah 20 – 30 liter. produk yang dihasilkan diambil setelah proses fermentasi berakhir.akumulasi asam laktat pada medium fermentasi.

yield asam laktat.12.BAB III METODE PENELITIAN Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah kol/kubis yang didapat di pasar. PH yang baik adalah 3-4 dalam waktu 10 hari Skema prosedure kerja dapat dilihat pada gambar : . Larutan Asam yang diperoleh diamati pH. bau. Limbah daun kubis yang dipakai yaitu berupa lembaranlembaran daun kubis yang akan dibuang.14. Adapun analisa yang dilakukan yaitu pH asam laktat. 3% dan 4% (berat). Pemberian garam NaCl yang diberikan bervariasi dari 2%.10. Sedangkan waktu fermentasi divariasikan dari 6. dan 16 hari.8. warna dan konsentrasi asam laktat.

. yang berlangsung secara spontan. penggunaan secukupnya NaCl (konsentrasi tertentu) untuk menyerap keluarnya cairan glukosa yang terdapat pada kubis dan menghambat pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan. karena terjadi secara alamiah dengan memperhatikan kondisi lingkungannya yaitu anaerobic.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Proses fermentasi Asam laktat berlangsung dengan adanya aktifitas bakteri asam laktat tersebut (Lactobacillus). pengaturan suhu yang sesuai untuk fermentasi (suhu kamar) dan tersedianya bakteri asam laktat (Lactobacillus).

Gambar 2 Hubungan Persentase NaCl Dengan Konsentrasi Asam Laktat Pada Gambar 2 dapat dilihat bahwa konsentrasi garam yang paling tepat untuk fermentasi adalah 3 %. Di bawah hari ke 10 pertumbuhan lactobacillus belum optimal. sedangkan di atas hari ke 10 sebagian lactobacillus sudah ada yang mati. Fermentasi . berwarna gelap dan merangsang pertumbuhan khamir (pink yeast). karena pertumbuhan Lactobacillus berjalan secara optimal. Pada Gambar 3 dapat dilihat juga bahwa hasil persen yield asam laktat dalam basis kering angin yang paling besar pada penelitian adalah 0. Sedangkan diatas 3% akan memperlambat proses fermentasi menyebabkan produk terasa pahit. karena dibawah 3% pertumbuhan lactobacillus plantarum dihambat oleh bakteri sporogenik dan aerobik sehingga menghambat produksi asam laktat.076% dengan waktu fermentasi 10 hari dan kadar garam 3 %.

2. karena dibawah 3% pertumbuhan lactobacillus dihambat oleh bakteri sporogenik dan aerobik. % yield asam laktat dalam basis kering angin yang paling besar 0. selain itu Lactobacillus mampu merombak protein. Waktu fermentasi optimum untuk pembentukan asam laktat adalah hari ke 10.076 % dengan waktu fermentasi 10 hari dengan kadar garam 3 %. sedangkan diatas hari ke 10 sebagian lactobacillus sudah ada yang mati.dengan menggunakan Lactobacillus pada umumnya proses atau hasilnya lebih mudah dikontrol. Hal ini dapat dilihat dari % yield asam laktat yang dihasilkan. Karbohidrat dalam limbah kubis terkonversi menjadi asam-asam termasuk asam laktat. Sedangkan diatas 3% akan memperlambat proses . Konsentrasi garam yang paling tepat untuk fermentasi adalah 3 %. Karena dibawah hari ke 10 pertumbuhan lactobacillus belum optimal. memecah maltosa dan glukosa menjadi asam laktat BAB V KESIMPULAN Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa : 1.

V (1985). Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan Balai Penelitian Hortikultura.Penerjemah Tedjo B.”Mikrobiologi Umum”. Schlegel.. Aneka. G Bargstrom (Ed) Mc.P.Kedokteran Univ. Jurusan Teknik Kimia.”Encyclopedia of Chemical Tecnology”. (1996). Kirk-Othmer. Harjono. Universitas Diponegoro Anggono H.). New York .(19. CV. Hans G. Solo.(1993). Fak. “Kubis” .Graw-Hill Books Co.”Melirik Bisnis Tani Kubis Bunga” .jurnal pemanfaatan limbah kubis menjadi asam laktat.I.F. USA. Mayer. “In Fish as Food”Vol III.DAFTAR PUSTAKA Ika Stia Khumalawati dan Yenny Maria Ulfa. Gajah Mada Yogyakarta. Teknik..John Wiley. Lembang.. (1967).

Skripsi Jurusan Biologi Lingkungan. L.”Mempelajari kemampuan lactobacillus casei dalam memproduksi Asam laktat dari tetes tebu dalam limbah cair tebu dengan system kultur batch”. Universitas Kristen Duta Wacana.”Seri Budi Daya Kubis”.S. Rukmana Rahmat. Yogyakarta. (1996).IPB-Bogor.M. (2003). Universitas Bung Hatta Padang. MAKALAH INDUSTRI FERMENTASI PEMANFAATAN LIMBAH KUBIS MENJADI ASAM LAKTAT OLEH : . “Pemanfaatan Limbah Kubis Menjadi Asam Laktat”.Mustakin.G.D. (1996). Kanisius. “Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Pada Pengolahan Beberapa Jenis Bahan Makanan”. (1987). Munas Martynis dan Ellyta Sari. Pemba.

TAUFIQ UL FADHLI 0807135294 KELAS A JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->