TUGAS

Perancangan system Manufacture

Disusun oleh: M.Zainal abidin (08540017) Jefri A.B (08540011) Tatok Dwi S (08540020)

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2011

baik barang maupun jasa. . Berdasarkan keanggotaannya. pelanggan perantara.IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PELANGGAN A. pelanggan internal ada dua macam. adalah orang-orang atau pengguna produk yang berada di dalam perusahaan dan memiliki pengaruh terhadap maju mundurnya perusahaan. pelanggan adalah orang-orang atau pembeli yang tidak tergantung pada suatu produk. Pelanggan internal Pelanggan internal (internal costumer). Pengertian Pelanggan Dalam pengertian sehari-hari pelanggan adalah orang-orang yang kegiatannya membeli dan menggunakan suatu produk. Pelanggan atau pemakai suatu produk adalah orang-orang yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan perusahaan-perusahaan bisnis. sehingga dapat memberi pengaruh pada performansi (performance) pemberi jasa (perusahaan) tersebut. Secara garis besarnya terdapat tiga jenis pelanggan. a. yaitu pelanggan internal organisasi dan pelanggan internal pemerintah. Oleh karena pelanggan ini pembeli atau pengguna suatu produk maka harus diberi kepuasan. Ketiga jenis pelanggan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. Adapun pihak-pihak yang berhubungan dan bernegosiasi Dengan perusahaan-perusahaan bisnis sebelum tahap menghasilkan produk dinamakan pemasok. secara terus menerus. Dilihat dari segi perbaikan kualitas. yaitu pelanggan internal. Dengan kata lain. definisi pelanggan adalah setiap orang yang menuntut pemberian jasa (perusahaan) untuk memenuhi suatu standar kualitas pelayanan tertentu. dan pelanggan eksternal. tetapi produk yang tergantung pada orang tersebut.

Pelanggan eksternal Pelanggan eksternal (external costumer). b. Pelanggan eksternal inilah yang berperan sebagai pelanggan nyata atau pelanggan akhir. Pelanggan internal pemerintah Adalah setiap orang yang terkena dampak produk dan bukan anggota organisasi penghasil produk. Tidak hanya mengidentikasi nama atau alamat saja tapi juga meliputi keinginan. dan siswa SMK sebagai pelanggan akhir atau pelanggan nyata (real costumer). Komponen distributor. Misalnya Penerbit Armico Bandung menerima pesanan buku dari toko buku untuk dijual kepada siswa SMK maka dalam hal ini Penerbit Armikco bertindak sebagai pemasok. langkah pertama dari customer relationship marketing adalah mengidentifikasi pelanggan dengan lebih detil. bukan sebagai pemakai. h. c. Pelanggan perantara Pelanggan perantara (intermediate costumer) adalah setiap orang yang berperan sebagai perantara produk.Pelanggan internal organisasi Adalah setiap orang yang terkena dampak produk dan merupakan anggoata dari organisasi yang menghasilkan produk tersebut. toko buku sebagai pelanggan perantara. seperti agen-agen Koran yang memasarkan Koran. Cara Mengidentifikasi Pelanggan Menurut Peppers et al (1999. adalah setiap orang atau kelompok orang pengguna suatu produk (barang/jasa) yang dihasilkan oleh perusahaan bisnis. 4). B. dan kebutuhanya. atau toko-toko buku merupakan contoh pelanggan perantara. tetapi masih dalam lingkungan atau instansi pemerintah. .

Serangkaiam pertanyaan itu dapat tercantum di dalam kartu garansi. identify adalah suatu tahapan dimana perusahaan mengenali pelanggan secara individual lebih dari sekedar nama atau alamat tapi juga meliputi kebiasaan dan kebutuhan dari pelanggan tersebut. perusahaan akan menghadapi 2 jenis keadaaan yaitu: dimana perusahaan dapat bertatap muka secara langsung dan keadaaan dimana perusahaan tidak dapat bertatap muka secara langsung. maka akan dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut. Perusahaan dapat memperoleh atau menggali informasi mengenali pelanggan secara individu. keinginan. 1. dan kebutuhan pelanggan. Pembedaan tersebut didasarkan pada situasi yang dihadapi oleh perusahaan. dan bila . apakah perusahaan menghadapi situasi pasar kosumen atau situasi pasar bisnis. formulir registrasi atau bisa juga melalui dialog yang dilakukan perusahaan dengan pelangganya secara langsung ataupun tidak langsung (Peppers et al. tapi juga meliputi kebiasaan. i. Untuk lebih memperjelas tentang cara perusahaan dalam mendapatkan informasi yang detail mengenai pelanggannya. Mengidentifikasi Pelanggan pada Situasi Pasar Konsumen Dalam mengidentifikasi pelanggan pada pasar konsumen (consumer markets). 25) Cara mengidentifikasi pelanggan dibedakan kedalam 2 tipe cara pengidentifikasian. 1. h. Situasi Tatap Muka Secara Langsung Jika perusahaan mempunyai kesempatan untuk bertatap muka secara langsung dengan pelanggan maka cara mengidentifikasi pelanggan adalah sebagai berikut. Memakai database komputer yang dihubungkan secara langsung dengan tempat kasir sehingga perusahaan dapat mengetahui dan merekam semua produk yang dibeli oleh pelanggan.Maka dapat disimpulkan dari uraian diatas bahwa. 1999. dengan cara mempergunakan serangkaian pertanyaan yang bertujuan untuk menggali informasi mengenai pelanggan tidak hanya nama dan alamatnya.

Connecticut. seperti yang dilakukan oleh toko sepeda Zane`s di Branford. Garansi perbaikan seumur hidup secara gratis yang meliputi semua perbaikan. 29).suatu saat nanti pelanggan kembali lagi staf perusahaan dapat memberikan rekomendasi atas suatu produk kepada pelanggan berdasarkan pada kebutuhan pelanggan tersebut (Peppers et al. sehingga dengan cara ini toko ini dapat mengidentifikasi pelanggan dari formulir garansi yang diisi oleh pelanggan dan memastikan bahwa setiap pelangganya akan dilayani dengan baik secara personal (Peppers et al. yaitu: suatu taktik yang dapat membantu pemasar untuk mendapatkan informasi dari pelanggan. Situasi Tatap Muka Secara Tidak Langsung Jika perusahaan tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan tatap muka secara langsung dengan pelanggan maka perusahaan dapat melakukan hal-hal sebagai berikut. 4. Dimana rumah makan ini hanya memberikan layanan reservasi meja kepada pelanggan setianya atau pelanggan yang sering mengunjugi rumah makan ini (Peppers et al. maka perusahaan dapat melakukanya dengan menerapkan frequency marketing plan.1999. h. Toko ini menawarkan setiap pembeli sepeda sebuah garansi perbaikan seumur hidup. Dan memberikan balas jasa berupa point atau diskon kepada pelanggan setiap kali mereka mengidentifikasikan diri mereka (Peppers et al. h. h. 29). 1999. Recipies and cooking clubs for food product consumer 3. Bila perusahaan mempunyai banyak cabang. h. Dapat pula dilakukan melalui daftar pemesanan berupa nama dan nomor telepon seperti yang dilakukan oleh Indigo sebuah restauran terkenal di Atlanta. Contest and sweeptakes . Product web sites and registrations 2. 1. 1999. ii. 29). 30).1999. 2.

1. Toll. Mengidentifikasi Pelanggan pada Situasi Pasar Bisnis Sebagaimana perusahaan yang berada pada situasi pasar konsumen. . 3. Jika produk dari perusahaan memerlukan perawatan secara rutin. maka perusahaan dapat mendapatkan identitas dari pemakai akhir pada saat mereka melakukan perawatan secara rutin tersebut. maka perusahaan dapat melakukan hal-hal berikut. Maka untuk memperoleh identitas pemakai akhir adalah dengan cara menawarkan petunjuk pemakaian yang terformat sesuai dengan kebutuhan dari pemakai akhir yang bersangkutan. perusahaan yang berada pada situasi pasar bisnis juga harus tetap mengidentifikasi pelangganya.4. Jika perusahaan memproduksi produk yang membutuhkan petunjuk lengkap pemakaian manual. 4. Melengkapi produk dengan kemampuan untuk terhubung secara langsung dengan perusahaan melalui web site.free product information and comment centers 2. 2. Jika perusahaan memproduksi produk pelengkap seperti tinta dan recording paper dan lainlain. h. 43) untuk memecahkan masalah tersebut. Melengkapi produk dengan fasilitas koneksi melalui web site (web enabled connectivity). Maka perusahaan akan mendapatkan informasi mengenai pelanggan tersebut pada saat pemakai akhir melengkapi formulir pemesanan atau ketika menghubungi lewat telepon atau mungkin melalui web site. menurut Peppers et al (1999. Permasalahan yang dihadapi oleh pemasar pada situasi pasar bisnis adalah mengidentifikasi pemakai akhir dari produk mereka.

Menghadapi persaingan yang semakin ketat. dari bulan Januari sampai dengan April 2005. Kenyataan ini berdampak pada iklim persaingan yang kompetitif. Dalam melakukan pengembangan produk harus berfokus pada pelanggan karena apapun yang dilakukan manajemen tidak akan ada gunanya bila tidak berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan (Tjiptono. Berdasar data dari badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) dalam rentang empat bulan. web site. yang dapat dilakukan melalui telepon. atau melalui surat.2005). sehingga mereka bisa mendapatkan informasi mengenai produk atau menyertakan formulir berlangganan majalah khusus untuk pengguna produk tersebut secara gratis. 6. salah satu produsen sabun mandi. harus menghadapi persaingan yang ketat. Kuatnya produk lama bertahan di pasar dan munculnya merk-merk produk atau varian baru di pasaran menjadi salah satu indikatornya.5. pengembangan produk . Menganjurkan pada pemakai akhir agar mendaftarkan produk yang dibelinya kepada perusahaan yang membuat produk yang bersangkutan.2002). Oleh karena itu. Contoh PENGEMBANGAN PRODUK KONSUMEN DENGAN FOKUS KEBUTUHAN PELANGGAN (Studi Kasus pada Produk Sabun Mandi CV Balqis Queen Solo) CV Balqis Queen.2001). maka CV Balqis Queen memerlukan strategi agar bisa bertahan. Salah satu strategi persaingan adalah dengan mengembangkan produk (Ulrich. telah dikeluarkan lima puluh satu ijin edar baru untuk produk sabun mandi (POM. Menawarkan katalog kepada pelanggan.

2001).2001). .dengan fokus kebutuhan pelanggan akan menjadi salah satu strategi untuk memenangkan persaingan. Proses identifikasi kebutuhan pelanggan bertujuan untuk mengetahui atribut-atribut yang penting dan berhubungan dengan kepuasan pelanggan sebagai dasar dalam langkah pengembangan produk selanjutnya. Pengembangan produk harus diawali dengan identifikasi kebutuhan pelanggan (Ulrich. Pengembangan produk sebaiknya menggunakan metode yang terstruktur (Ulrich.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful