MODUL KURIKULUM DAN PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN

Oleh: Drs. Suparlan, M.Ed

Semester: II (kedua) SKS: 2 (dua)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TAMA JAGAKARSA Jalan Letjen TB Simatupang Nomor 152 Tanjung Barat, Jakarta Selatan 12530 Telepon: (021) 7890965, 7829919, 78831838, 7890634 Fax: (021) 7890966

Daftar Isi
1. Pengantar..........................................................................................................................5 2. Kompetensi.......................................................................................................................6 3. Tujuan Pembelajaran........................................................................................................6 4. Kegiatan Pembelajaran .................................................................................................6 4.1. Rincian Materi Pembelajaran........................................................................................6 4.2. Uraian Materi Pembelajaran dan Beberapa Contoh..................................................7 0.1 Tes Formatif Untuk Masing-masing Pertemuan.......................................................30 0.2 Umpan Balik..............................................................................................................35 1 Referensi...........................................................................................................................35 2 Lampiran...........................................................................................................................36 2.1 Lampiran 1:...............................................................................................................36 2.2 Lampiran 2:...............................................................................................................47 2.3 Lampiran 3:...............................................................................................................51 2.4 Lampiran 4:...............................................................................................................53

2

3

. Semakin banyak warga masyarakat yang akan memasuki universitas ini.. kita menyadari sepenuhnya bahwa Universitas Tama Jagakarsa termasuk adalah universitas yang masih sedang berkembang. M.... Amin. Jakarta. . Mengapa? Karena modul menjadi sumber belajar yang sangat diperlukan. Salah satu di antaranya adalah meningkatkan kemampuan dosen yang dapat menghasilkan produk ilmiah berupa tulisan yang dimuat di berbagai media massa..Ed untuk menulis dan menerbitkan modul untuk mata kuliah yang diampunya patut mendapatkan sambutan kita semua. selain materi kuliah yang telah dirinci dalam 16 (enam belas) kali pertemuan dalam satu semester.. 20 Mei 2009 Rektor. di dalam modul ini juga disertai pula dengan tes yang harus dikerjakan oleh mahasiswa.. yang mahasiswanya banyak yang berasal dari para guru dan calon guru yang sedang mengajar di sekolahnya. dan kemudian didiskusikan dalam pertemuan berikut sebagai appersepsi di awal perkuliahan berikutnya. para mahasiswa dapat belajar secara mandiri dengan membaca modul ini.Kata Sambutan Ibarat sebuah negara.... Sebagai dosen yang mengajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Tes ini disusun pula untuk setiap kali pertemuan sebagai ter formatif yang harus dijawab oleh mahasiswa. semakin besarlah nama baik universitas ini.. Suparlan. Oleh karena itu. 4 . Kami berharap rintisan penulisan modul bagi mahasiswa ini segera dapat diikuti oleh para dosen lain di seluruh universitas yang kita cintai ini. modul ini diharapkan juga dapat menjadi media promosi bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti kuliah di universitas ini. masih banyak hal yang harus dilakukan untuk universitas ini.. Apalagi.. atau bahkan diterbitkan dalam bentuk modul atau pun buku ilmiah. Dengan demikian. Sambil melaksanakan tugas mengajar.. secara bertahap universitas ini diharapkan akan mengganti label dari universitas yang sedang berkembang menjadi universitas dapat berdiri sejajar dengan universitas-universitas yang maju di negeri tercinta ini... kami menyadari bahwa penyusunan modul menjadi satu keniscayaan. Selain itu. Upaya Drs....

yaitu: (1) peserta didik. Ada tiga komponen utama dalam sistem pendidikan nasional. Maka prasyarat utama yang harus dipenuhi bagi berlangsungnya proses belajar-mengajar yang menjamin optimalisasi hasil ‘pembelajaran’ secara kurikuler ialah tersedianya guru dengan kualifikasi dan kompetensi yang mampu memenuhi tuntutan tugasnya (Fuad Hassan. (2) kompetensi kepribadian. Tanpa peserta didik. Kompetensi profesional adalah kompetensi yang terkait dengan penguasaan disiplin ilmu atau mata pelajaran yang akan diajarkan. proses interaksi edukatif tidak akan terjadi. mustahil sesuatu sistem pendidikan berikut acara kurikulernya dapat mencapai hasil sebagaimana diharapkan.1. ketiga komponen tersebut mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Pengantar ”Jalan terpenting untuk mempertinggi mutu sekolah-sekolah itu ialah mempertinggi mutu pendidiknya”. (2) guru. Di samping itu. Kompetensi pedagogis adalah kompetensi yang terkait dengan penguasaan guru tentang teori belajar mengajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. tanpa kehadiran salah satu komponen tersebut. Demikianlah pesan Mr. Pembelajaran merupakan pelaksanaannya. guru pun tidak akan mempunyai bahan ajar yang akan diajarkan kepada peserta didik. Tapa kurikulum. Dengan demikian. dan (3) kurikulum. Dengan demikian. Pesan itu terutama ditujukan kepada penanggung jawab dunia pendidikan. Tanpa guru yang dapat dijadikan andalannya. Untuk dapat meningkatkan profesionalisme guru dengan baik. Kompas. (3) kompetensi sosial. termasuk di dalamnya penguasaan terhadap hal-hal yang terkait dengan kurikulum. Dalam proses belajar mengajar. guru yang dihasilkan dari lembaga pengembangan tenaga kependidikan (LPTK) ini adalah guru yang profesional. yaitu: (1) kompetensi pedagogis. Antara kurikulum dengan pembelajaran ibarat dua sisi mata uang. Tanpa guru para siswa juga tidak akan dapat secara optimal belajar. guru tidak akan dapat melaksanakan proses pembelajaran. Mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi salah satu bekal bagi para calon guru agar memiliki kompetensi yang memadai. Muhammad Yamin kepada para kita semua. Mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran ini mencakup dua hal penting: 5 . para calon guru harus memiliki pemahaman yang mendalam bahwa guru mempunya posisi sentral dalam sistem pendidikan nasional. dan (3) kompetensi profesional. Upaya peningkatan mutu pendidikan tidak akan berhasil tanpa melalui jalan dan upaya peningkatan mutu pendidiknya. para guru dan calon guru harus memiliki empat standar kompetensi guru. Kurikulum adalah konsepnya. khususnya yang mengurus tentang pendidik dan tenaga kependidikan. 28 Feburari 2000). khususnya kompetensi pedagagogis dan kompetensi profesional.

Memahami sejarah perkembangan kurikulum di Indonesia. Kegiatan Pembelajaran 4. 2. 4. 4. Menjelaskan proses pengembangan kurikulum dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pengembangan kurikulum. 8. dan (2) pengembangan materi pembelajaran dan penerapannya dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Menjelaskan pengertian etimologis kurikulum. 13. 3. Memahami proses pengembangan kurikulum. pembelajaran. Menyebutkan dua dokumen KTSP. Menjelaskan KTSP. 7. Menjelaskan perkembangan kurikulum di Indonesia 8. 10.(1) kurikulum. Menjelaskan hubungan antara kurikulum. 11. 6. dan tujuan pendidikan. Memahami silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Menyebutkan komponen utama kurikulum. 7. pengajaran. Memahami hubungan antara kurikulum. Memahami macam-macam kurikulum.1. Menjelaskan silabus.1: Rincian Materi Pembelajaran Pertemuan I II Materi pembelajaran Informasi Mata Kuliah Pengertian Etimologis Kurikulum 6 . Kompetensi Setelah mengikuti kegiatan perkuliahan dalam mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran. 9. Memahami komponen utama kurikulum. Rincian Materi Pembelajaran Mata kuliah ini disampaikan kepada mahasiswa dalam 16 kali pertemuan dengan rincian materi pembelajaran dalam tabel berikut: Tabel 4. Menjelaskan tentang filosofi dan definisi kurikulum. dan tujuan pendidikan. 3. Menyusun silabus. Tujuan Pembelajaran 1. 2. 6. 12. Memahami pengertian kurikulum. 4. Menjelaskan beberapa macam kurikulum. 9. Memahami definisi kurikulum. Memahami Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). 2. 5. 5. Menjelaskan RPP. Menyusun RPP. diharapkan mahasiswa dapat memiliki kompetensi sebagai berikut: 1. 3.

III IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI 4. mahasiswa diharapkan dapat memperoleh bahan lain untuk lebih memperkaya pengetahuan dan pemahamannya terhadap materi kuliah ini. 6. Mahasiswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM) harus mengikuti remedial teaching atau pembelajaran remedial tentang materi yang masih kurang tersebut. dan Tujuan Pendidikan Macam-macam Kurikulum Proses Pengembangan Kurikulum UTS (Ujian Tengah Semester) Perkembangan Kurikulum Di Indonesia KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan): Dokumen I KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan): Dokumen II Silabus Praktik Penyusunan Silabus RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Praktik Penyusunan RPP UAS (Ujian Akhir Semester) Uraian Materi Pembelajaran dan Beberapa Contoh Pertemuan I: Informasi Mata Kuliah Dalam pertemuan ini mahasiswa akan menerima fotokopi hand out silabus mata kuliah atau modul ini sekaligus. yang mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari mulai dari garis start sampai dengan finish. 3. Dengan demikian. dan ”curere” yang artinya ”tempat berlari”. Setiap mahasiswa juga harus --. 7.paling tidak --. Pembelajaran. 4.2. Beberapa butir kontrak perkuliahan antara lain dapat disepakati sebagai berikut: 1. istilah kurikulum pada awalnya berasal 7 . Untuk itu. Tugas mandiri yang harus dikerjakan oleh mahasiswa harus segera diserahkan kepada mahasiswa sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. Dosen harus mengoreksi dan mengembalikan tugas mandiri kepada mahasiswa. Dengan demikian. Setiap mahasiswa wajib memilik i modul ini. 5. 2. Filosofi dan Definisi Kurikulum Komponen Kurikulum Hubungan Kurikulum. agar secara dini mahasiswa dapat mengetahui apa saja yang akan dipelajari selama satu semester. Pertemuan II: Pengertian Etimologis Kurikulum Secara etimologis. kurikulum berasal dari kata dalam Bahasa Latim ”curir” yang artinya pelari. mahasiswa harus melaporkan tentang buku referensi apa yang dimilikinya.memiliki satu buku referensi yang disebutkan dalam modul ini. Pertemuan ini seluruhnya dilakukan dengan cara pemberian informasi dialog antara dosen dengan mahasiswa.

establishes the curricula taught. agar kelak sukses setelah menjadi dewasa. has its roots in the Latin word for race-course. and not experiences occurring in school. e. In the latter case. Secara bebas. In the U. Furthermore. istilah kurikulum yang digunakan dalam dunia pendidikan mengandung pengertian sebagai sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa untuk mencapai satu tujuan pendidikan atau kompetensi yang ditetapkan. Sebagai tanda atau bukti bahwa seseorang 8 . kutipan tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut: “Di dalam The Curriculum. and assessment materials available for a given course of study.dari dunia olah raga pada zaman Romawi kuno di Yunani. as an idea.com). dengan pengertian sebagai rencana dan pengaturan tentang sejumlah mata pelajaran yang harus dipelajari peserta didik dalam menempuh pendidikan di lembaga pendidikan. education). explaining the curriculum as the course of deeds and experiences through which children become the adults they should be. the National Curriculum for England in English schools). pengalaman yang direncanakan dan yang tidak direncanakan. serta pengalaman yang secara sungguh-sungguh diarahkan untuk mencapai tujuan pembentukan warga masyarakat orang dewasa. UNESCO's International Bureau of Education has the primary mission of studying curricula and their implementation worldwide.S. learning. and content offered at a school or university. National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) for mathematical instruction. however. builds its curriculum with great participation of national academic subject groups selected by the United States Department of Education. and (ii) a specific learning program. course work. In The Curriculum. Each state. the curriculum collectively describes the teaching. In Australia each state's Education Department establishes curricula.. authoritative body (i. Lebih dari itu. John Franklin Bobbit mengatakan bahwa kurikulum. each state.e.g. and experiences intentionally directed for the purposeful formation of adult members of society (www. with the individual school districts. for success in adult society. memiliki akar kata Bahasa Latin “race course” (tempat berlari). Secara terminologis. in 1918. dan kemudian diadopsi ke dalam dunia pendidikan. the first textbook published on the subject. experiences that are unplanned and undirected. buku teks pertama yang diterbitkan tentang mata kuliah itu pada tahun 1918. Pengertian tersebut kemudian digunakan dalam dunia pendidikan. A curriculum may be partly or entirely determined by an external. kurikulum merupakan keseluruhan kegiatan dan pengalaman yang diperoleh di dalam dan di luar sekolah.wikipedia. Curriculum means two things: (i) the range of courses from which students choose what subject matters to study. In formal education or schooling (cf. sebagai satu gagasan. yang menjelaskan bahwa kurikulum sebagai mata pelajaran dan pengalaman yang harus diperoleh anak-anak sampai menjadi dewasa. the curriculum encompasses the entire scope of formative deed and experience occurring in and out of school. John Franklin Bobbitt said that curriculim. a curriculum is the set of courses.

matematika. Dr. dan bahasa-bahasa modern. 9 . dan ”transfer of culture” atau alih kebudayaan (Said Hamid Hasan. sehingga dapat diketahui formula yang membentuk definisi kurikulum tersebut. M. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran dan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan sekolah yang harus ditempuh oleh peserta didik. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran dan kegiatan-kegiatan dan segala sesuatu yang yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau sekolah. 4. artinya kurikulum adalah jarak yang harus ditempuh oleh pelari. guru besar Universitas Pendidikan Indonesia telah mencoba untuk merumuskan perkembangan pengertian kurikulum tersebut dengan menggunakan formulaformula sebagai berikut: 1. H. logika. 1980: 104). aliran perenialisme menitikberatkan pada tradisi intelektualitas Bangsa Barat. K = Σ MP. Prof. Persamaan kedua aliran tersebut sama-sama mengagungkan keunggulan akademis dan intelektualitas. Pertama. Engkoswara. Untuk memahami makna definisi kurikulum biasanya perlu dilakukan analisis makna unsur-unsur definisi kurikulum. 3. dapat diambil dua butir kesimpulan bahwa (1) definisi kurikulum berasal dari dunia olah raga. Dari ke empat formula definisi kurikulum tersebut. retorika. dari Tanner dan Tanner. yang kalau dipelajari secara mendalam ternyata dipengaruhi oleh filosofi atau aliran filsafat tertentu. sains. sejarah. dan kemudian digunakan dalam dunia pendidikan. sementara aliran esensialisme mengutamakan disiplin akademis yang lebih luas seperti Bahasa Inggris. Sedangkan perbedaannya. Pertemuan III: Filosofi dan Definisi Kurikulum Dewasa ini terdapat banyak sekali definisi kurikulum. seperti membaca. Pengertian kurikulum mengalami perkembangan selaras dengan perkembangan masyarakat dan ilmu pengetahuan itu sendiri. pakar kurikulum yang beraliran perenialisme mendefinisikan kurikulum sebagai ”subject matter” atau mata pelajaran. Kedua. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik. mulai dari definisi yang amat sederhana menjadi definisi yang sangat kompleks.Ed. K = Σ MP + KK.peserta didik telah mencapai standar kompetensi tersebut adalah dengan sebuah ijazah atau sertifikat yang diberikan kepada peserta didik. (2) definisi kurikulum senantiasa mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. dan matematika. ”content” atau isi. K = -------------. 2. K = Σ MP + K + SS + TP. pakar kurikulum yang menganut aliran essesialisme mendefinisikan kurikulum sebagai ”academic exellence” atau keunggulan akademis dan ”cultivation of intellect” atau pengolahan intelek.

Curriculum is all of the experiences children have under the guidance of teacher Curriculum is a plan or program for all experiences when the learner encounters under the 10 2 3 4 5 Hilda Taba (1962) Caswell and Campbell (1935) Edward A. for success in adult society. whether it is carried on in groups or individually. kurikulum tidak hanya berfungsi untuk melestarikan budaya atau apa yang ada pada saat sekarang tetapi juga membentuk apa yang akan dikembangkan di masa depan. All the learning which is planned or guided by school.1: Beberapa Definisi Kurikulum No. A structural series of intended kearning outcomes. McNeil menjelaskan bahwa: Social reconstructionists are opposed to the notion that the curriculum should help students adjusts or fit the existing society. Instead. explaining the curriculum as the course of deeds and experiences through which children become the adults they should be. “The total effort of school to going desired outcomes in school and out school situations”. Di samping itu ada kelompok aliran progresif. eksistensialisme. Curriculum is a plan for learning.bukan hanya untuk meneruskan tradisi intelektualitas masa lalu --. bukan hanya "adjusting. Termasuk kelompok aliran progresif adalah aliran romantis naturalisme. eksperimentalisme. 1918 Definisi Curriculum. dan rekonstruksionisme. as an idea. A curriculum is a written document which may contain many ingredients. mending or reconstructing the existing conditions of the life of community". Krug (1957) Beauchamp (1972) 5 6 7 8 9 10 Saylor dan Alexander Hilda Taba Johnson J. Beberapa definisi kurikulum dapat disebutkan dalam tabel sebagai berikut: Tabel III. has its roots in the Latin word for race-course.tetapi juga untuk memenuhi tuntutan perubahan masa sekarang dan masa depan. Kerr (1972) Caswell and Campbell Oliva (2004) .F. they conceive of curriculum as a vehicle for fostering critical discontent and for equipping learners with the skills needed for conceiving new goals and affecting social change. inside of or outside the school. 1 Pakar John Franklin Bobbit. yang lebih memandang kurikulum --. but basically it a plan for the education of pupil during their enrollment in given school. Menurut McNeil (1977: 19). A curriculum consists of the means used to achieve or carry out given purposes of schooling. Curriculum is a plan for learning.Kedua aliran tersebut termasuk kelompok aliran konservatif. Curriculum is all of the experiences children have under the guidance of teachers. Menurut aliran rekonstruksionisme. kurikulum berfungsi untuk membentuk masa depan atau "shaping the future".

adalah kelompok yang menyatakan bahwa kurikulum tidak lain adalah pengajara dan pembelajaran (curriculum and instruction as synonums or a unified concept). Kedua. George Beauchamp (1972) sendiri mencoba mengelompokkan definisi kurikulum dalam tiga kelompok. Dari definisi yang sangat pendek seperti yang dikemukakan oleh Hilda Taba. kita dapat menyimpulkan bahwa kurikulum itu terdiri dari beberapa komponen utama: 11 . Daftar definisi kurikulum tersebut dapat diperpanjang. Popham).11 Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (pasal 1 ayat 19) direction of the school.1976:10). 1981). sampai dengan definisi yang panjang dari Beauchamp. Sumber: Dari berbagai sumber. encompassing the learner's psychological process as she or he acquires educational experiences). Perbedaan ruang lingkup kurikulum juga dapat menggambarkan berbagai perbedaan dalam definisi kurikulum. Kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Ada juga pendapat resmi negara seperti yang dinyatakan dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. yang meliputi proses psikologikan peserta didik sebagai pengalaman belajar (a very broad term. Definisi tersebut tampak sangat bervariasi. Ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah dokumen tertulis yang berisikan berbagai komponen sebagai dasar bagi guru untuk mengembangkan kurikulum guru (Zais. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. kita akan jauh lebih mudah untuk mengetahui komponen-komponen kurikulum. atau pun Johnson. kelompok yang mendefiniskan sebagai istilah yang sangat luas. Dengan mengetahui unsur-unsur kurikulum.dan Lewis. kelompok yang mendefinisikan bahwa kurikulum adalah a plan for subsequent action. Dari definisi kurikulum sebagaimana telah dirumuskan dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tersebut. isi dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu" (pasal 1 ayat 19). Ketiga. ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah rencana bagi guru untuk mengembangkan proses pembelajaran atau instruction (Saylor. Ada yang berpendapat bahwa kurikulum adalah "statement of objectives" (McDonald. Alexander. Pertemuan IV: Komponen Kurikulum Pada pertemuan sebelumnya telah dipelajari bahwa untuk memahami kurikulum kita dapat membedah definisi kurikulum ke dalam unsur-unsur kurikulum. Bahkan. Pertama.

Organisasi/strategi. Tujuan pendidikan. Cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. salah satu pengertian yang melekat pada kurikulum adalah kurikulum sebagai verbalisasi dari ide atau gagasan yang teramat kompleks yang ingin dicapai oleh dunia pendidikan. Definisi lain menyatakan kurikulum sebagai satu dokumen tertulis. Bimbingan dan penyuluhan. dan Tujuan Pendidikan Oliva (1997:12) menyatakan secara tegas bahwa "Curriculum itself is a construct or concept. 12 . Media. 3. dapat dikatakan bahwa sesungguhnya gagasan tersebut memerlukan penerapan atau pelaksanaan dalam bentuk proses pengajaran dan pembelajaran. yang kita kenal sebagai kurikulum tersembunyi. Isi/materi. Sedang komponen penunjangnya adalah: 1. Pengajaran. Kurikulum sebagai dokumen dan sebagai konsep tidak mempunyai makna apa-apa jika tidak dilaksanakan oleh pendidik dalam proses pengajaran dan pembelajaran di dalam atau di luar kelas. 4. Proses belajar mengajar.1. Dengan demikian. a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas". Dalam kenyataan di lapangan apa yang dilakukan oleh guru di dalam dan di luar sekolah akan menjadi pengalaman belajar yang sangat mempengaruhi peserta didik. 3. 5. Dalam kurikulum ideal terdapat komponen tujuan pendidikan yang akan dicapai. Dengan kata lain. baik kurikulum dalam bentuk dokumen atau ideal maupun kurikulum faktual berupa proses pengajaran semuanya memiliki orientasi tunggal. Isi dan bahan pelajaran. Demikian juga dalam pelaksanaan pengajaran dan pembelajaran terkandung tujuan instruksional yang tidak lain adalah tujuan pendidikan dalam level di dalam kelas. Sistem evaluasi Pertemuan V: Hubungan Kurikulum. 2. 3. Jika dokumen kurikulum yang dikembangkan disebut sebagai ideal curriculum. dan proses pengajaran dan pembelajaran di dalam dan di luar kelas sebagai factual curriculum. maka kedua-duanya tidak dapat dilepaskan dari upaya untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. 2. dalam proses pelaksanaan atau penerapan kurikulum itu sendiri juga menjadi salah satu materi tersendiri dalam kurikulum itu. Bahkan. yakni tujuan pendidikan. Dan oleh karena itulah maka pengalaman belajar yang diperoleh siswa di sekolah dalam proses pelaksanaan kurikulum ideal disebut sebagai kurikulum yang sebenarnya (real curriculum) atau kurikulum faktual (factual curriculum). 2. Walhasil. Sistem administrasi dan supervise. Tujuan pendidikan yang akan dicapai Subandiyah dalam bukunya menyebutkan komponen utama kurikulum adalah: 1.

mata pelajaran sejarah diberikan terpisah dengan mata pelajaran geografi. kurikulum yang bahan ajarnya dirancang dan disajikan secara terkorelasi dengan bahan ajar yang lain. 2. Misalnya. Kurikulum 1968 di Indonesia termasuk dalam kategori kurikulum terpadu. Kurikulum terkorelasi (corelated curriculum). Sedang pengajaran merujuk kepada pelaksanaan kurikulum tersebut secara bertahap dalam belajar mengajar. Kenyataan pada umumnya memang jauh berbeda dengan harapan. sesuatu yang dicita-citakan sebagaimana yang tertuang di dalam dokumen kurikulum Kurikulum aktual atau faktual. atau bahkan dari peserta didik itu sendiri dan sebagainya akan dapat menjadi kurikulum tersembunyi yang akan berpengaruh terhadap pelaksanaan kurikulum ideal di sekolah. yaitu segala sesuatu yang terjadi pada saat pelaksanaan kurikulum ideal menjadi kurikulum faktual. kurikulum yang mata pelajarannya dirancang untuk diberikan secara terpisah-pisah. Kurikulum terpadu (integrated curriculum). Dalam proses pembelajaran dikenal dengan pembelajaran tematik yang diberikan di kelas rendah Sekolah Dasar. sains. Mata pelajaran matematika. dan sebagainya. Namun demikian. dan beberapa mata pelajaran lain diberikan dalam satu tema tertentu. Berdasarkan struktur dan materi mata pelajaran yang diajarkan. seperti kebiasaan guru. dan seterusnya. 3. Kurikulum sebelum tahun 1968 di Indonesia termasuk dalam kategori kurikulum terpisah-pisah. Misalnya Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan fusi dari beberapa mata pelajaran sejarah. kurikulum yang bahan ajarnya diberikan secara terpadu. bahasa Indonesia. ekonomi. kehadiran guru. yaitu kurikulum yang dilaksanakan dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Kebiasaan guru datang tepat waktu ketika mengajar di kelas. geografi. Berdasarkan proses pengembangannya dan ruang lingkup penggunaannya. Segala sesuatu yang terjadi di dalam kelas. 2. Kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum).Pertemuan VI: Macam-macam Kurikulum Kita mengenal berbagai macam kurikulum ditinjau dari berbagai aspek: Ditinjau dari konsep dan pelaksanaannya. 3. tenaga administrasi. kita dapat membedakan: 1. Kurikulum ideal. Kurikulum merujuk kepada bahan ajar yang telah direncanakan yang akan dilaksanakan dalam jangka panjang. kurikulum dapat dibedakan menjadi: 13 . Kurikulum dan pengajaran merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan. kurikulum aktual seharusnya mendekati dengan kurikulum ideal. akan menjadi kurikulum tersembunyi yang akan berpengaruh kepada pembentukan kepribadian peserta didik. Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum). sosiologi. yaitu kurikulum yang berisi sesuatu yang ideal. kepala sekolah. sebagai contoh. kita mengenal beberapa istilah kurikulum sebagai berikut: 1.

and meeting the cultural. Memang banyak ahli kurikulum yang menentang pemisahan ini tetapi banyak pula yang menganut 14 . 6. Definisi yang dikemukakan terdahulu menggambarkan pengertian yang membedakan antara apa yang direncanakan (kurikulum) dengan apa yang sesungguhnya terjadi di kelas (instruction atau pengajaran). Kurikulum sekolah (school curriculum). Di Indonesia. Learners (peserta didik). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum sekolah. preparing for instruction to achieve the outcomes. 5. Curriculum specialist (spesialis kurikulum. yaitu: 1. identifying desired learning outcomes. social.1. and personal needs that the curriculum is to serve. Central office administrators/corporeate administrators (administrator kantor pusat/administrator perusahaan. yakni kurikulum yang disusun oleh tim pengembang tingkat nasional dan digunakan secara nasional. Untuk menyusun kurikulum nasional. Kurikulum sekolah lahir dari keinginan untuk melakukan diferensiasi dalam kurikulum. 3. 2. 3. Di negara lain tentu saja ada lembaga seperti itu. Special experts (ahli special). Kurikulum negara bagian (state curriculum). Yang dimaksud pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan dan penyusunan kurikulum oleh pengembang kurikulum (curriculum developer) dan kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. yakni kurikulum yang disusun oleh satuan pendidikan sekolah. dan digunakan oleh masing-masing negara bagian itu. Principals/corporate unit supervisors (kepala sekolah/unit pengawas sekolah). 2. Pertemuan VII: Proses Pengembangan Kurikulum Proses pengembangan kurikulum a complex process of assessing needs. sudah barang tentu ada lembaga tertentu yang telah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk menyusun atau mengembangkan kurikulum yang akan digunakan secara nasional. Kurikulum nasional (national curriculum). 7. yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional (Balitbang Diknas). misalnya di masing-masing negara bagian di Amerika Serikat. Ada beberapa pemangku kepentingan yang menurut David G. Amstrong biasanya dilibatkan dalam pengembangan kurikulum. lembaga itu dikenal sebagai Pusat Kurikulum. yakni kurikulum yang disusun oleh masing-masing negara bagian. Teacher/instructors (guru/instruktur). ahli kurikulum). Disusun dengan proses tertentu. Unruh dan Unruh (1984) Kurikulum memang harus dibuat. Negara yang memiliki UU tentang Sistem Pendidikan Nasional mempunyai kepentingan untuk menyusun kurikulum tersebut berdasarkan amanat yang ada di dalam undangundang tersebut. Lay public representatives (perwakilan masyarakat umum). 4.

sosial. and personal needs that the curriculum is to serve. seni. curriculum responds to and is changed by social forced. and educational leadership at its moment in history. identifying desired learning outcomes. Baik ahli kurikulum mau pun pengajaran mempelajari fenomena kegiatan kelas tetapi dengan latar belakang teoritik dan tujuan yang berbeda. ekonomi. and meeting the cultural. teknologi berpengaruh dalam proses pengembangan kurikulum. Masalah yang muncul di masyarakat atau ide tentang masyarakat masa depan tidak menjadi kepedulian kurikulum. psychological principles. Ide yang dikembangkan pada langkah awal lebih banyak berfokus pada kualitas apa yang harus dimiliki dalam belajar suatu disiplin ilmu. teknologi. dan sebagainya. Perbedaan titik pandangan ini tidak sama dengan perbedaan cara pandang antara kelompok ahli kurikulum dengan ahli teaching (pangajaran). philosophical positions. Pada fase pengembangan ide.pendapat adanya perbedaan antara keduanya. Keseluruhan proses pengembangan kurikulum di perguruan tinggi dapat digambarkan sebagai berikut: 15 . permasalahan pendidikan hanya terbatas pada permasalahan transfer dan transmisi. social. Dalam model ini kurikulum lebih banyak mengambil posisi pertama yaitu sebagai rencana dan kegiatan. Kegiatan evaluasi diarahkan untuk menemukan kelemahan kurikulum yang ada. Kelompok yang menyetujui pemisahan itu beranggapan bahwa kurikulum adalah rencana yang mungkin saja terlaksana tapi mungkin juga tidak sedangkan apa yang terjadi di sekolah/kelas adalah sesuatu yang benar-benar terjadi yang mungkin berdasarkan rencana tetapi mungkin juga berbeda atau bahkan menyimpang dari apa yang direncanakan. ilmu. Oleh karena itu Olivia (1992:39-41) selain mengakui bahwa pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang kompleks lebih lanjut mengatakan curriculum is a product of its time. dan diakhiri dengan melihat hasil kurikulum berdasarkan tujuan yang terbatas. model yang tersedia dan dianggap sesuai untuk suatu kurikulum baru. preparing for instruction to achieve the outcomes. modern ataukah romantism. Unruh dan Unruh (1984:97) mengatakan bahwa proses pengembangan kurikulum a complex process of assessing needs. Berbagai faktor seperti politik. Secara singkat dapat dikatakan bahwa dalam pengembangan kurikulum fokus awal memberi petunjuk jelas apakah kurikulum yang dikembangkan tersebut kurikulum dalam pandangan tradisional. Model pengembangan kurikulum berikut ini adalah model yang biasanya digunakan dalam banyak proses pengembangan kurikulum. agama. accumulating knowledge. budaya.

16 . Pencapaian tujuan kurikulum pun diukur dengan keberhasilan lulusan di masyarakat. Model kedua yang diajukan dalam makalah ini adalah model yang menempatkan kurikulum dalam posisi kedua dan ketiga. Padahal seperti dikemukakan Longstreet dan Shane (1993:87) bahwa kebudayaan berfungsi dalam dua perspektif yaitu eksternal dan internal: The environment of the curriculum is external insofar as the social order in general establishes the milieu within which the schools operate. Sayangnya. current realities. Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat. we caught by our own cultural mindsets about what should be. rather than by a recognition of our swiftly changing. Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum selalu dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat.Sumber: Prof. Identifikasi masalah dalam masyarakat dan kualitas yang dimiliki suatu komunitas pada saat sekarang dijadikan dasar dalam perbandingan dengan kualitas yang diinginkan masyarakat sehingga menghasilkan harus dikembangkan oleh kurikulum. The internal environment is a multiplicity of largely unconscious and often distorted views of our educational realities for. karena sifat ilmu yang universal menyebabkan konteks social-budaya tersebut terabaikan. MA Dalam proses pengembangan tersebut unsure-unsur luar seperti kebudayaan di mana suatu lembaga pendidikan berada tidak pula mendapat perhatian. as individuals. Konsep diversifikasi kurikulum menempatkan konteks social-budaya seharusnya menjadi pertimbangan utama.H. The external environment is full of disparate but overt conceptions about what the schools should be doing.Said Hamid Hasan.Dr. it is internal insofar as each of us carries around in our mind's eye models of how the schools should function and what the curriculum should be.

2.Sumber: Prof. 5. 11. 12. dan ”curere” yang artinya ”tempat berlari” (B/S). 4. mahasiswa akan menjawab menjawab soal-soal berbentuk Benar – Salah (B/S) sebagai berikut: 1. kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari (B/S) Pengertian awal kurikulum berasal dari dunia bisnis dan kemudian diadopsi ke dalam dunia pendidikan (B/S) Pengertian curriculum sama artinya dengan curriculum vitae (B/S) Kurikulum berasal dari kata dalam Bahasa Latim ”curir” yang artinya pelari. Secara etimologis. lembaga pendidikan di Indonesia telah mulai menggunakan istilah kurikulum (B/S) Perubahan kurikulum merupakan keinginan dan kebijakan dari menteri pendidikan atau para pengambil kebijakan pendidikan (B/S) Rencana Pengajaran 1947 sesungguhnya bukan kurikulum (B/S) Kurikulum untuk lembaga pendidikan sekolah/madrasah lebih baik tidak perlu diubah-ubah sehingga menimbulkan kesan berubah menteri berubah kurikulmnya (B/S) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran dalam Integrated Curriculum (B/S). 14. 6. MA Pertemuan VIII: UTS Dalam pertemuan V ini. 3. 9. Model pembelajaran tematik yang diberikan di kelas awal Sekolah Dasar merupakan pelaksanaan dari Separated Curriculum (B/S) Sejarah merupakan mata pelajaran dalam Separated Curriculum (B/S) Sains merupakan mata pelajaran dalam Corelated Curriculum (B/S) 17 .Said Hamid Hasan.Dr.H. 7. 8. 13. Perilaku dan kegiatan pendidik yang secara langsung maupun tidak langsung menjadi pengalaman belajar peserta didik dalam proses pembelajaran merupakan kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) (B/S) KTSP merupakan national curriculum (B/S) Pada tahun 1940-an. 10.

keduanya diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan (B/S) 23. Proses pengajaran dan pembelajaran sesungguhnya dalam disebut sebagai kurikulum faktual (B/S) 16. UU Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Kurikulum yang pernah diberlakukan secara nasional di Indonesia dapat dijelaskan dalam tabel sebagai berikut: Tabel IX. dan Kebudayaan. 24. Aliran perenialisme dan esensialisme kedua-duanya mementingkan mata pelajaran yang dapat mengembangkan intelekualitas dan transfer budaya atau transfer of culture (B/S). Kurikulum 1 Rencana Pelajaran 1947 Keterangan • Menteri Pendidikan. Mr. isi dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu” (B/S) 20. Kurikulum sebagai dokumen dan proses pengajaran di dalam kelas.1: Sejarah Perkembangan Kurikulum di Indonesia No. atau definisi kurikulum. membentuk Panitia Penyelidik Pengajaran. (1) mengurangi pendidikan pikiran. Dokumen kurikulum merupakan kurikulum yang bersifat faktual (B/S) 21. Aliran rekonstruksionisme menekankan kurikulum pada aspek transfer budaya intelektualitas masa lalu (B/S). (4) meningkatkan pendidikan watak. Aliran rekonstruksionisme termasuk aliran konservatif dalam kurikulum (B/S) Pertemuan IX: Perkembangan Kurikulum di Indonesia Secara umum. • Merupakan kurikulum pertama di Indonesia. termasuk ilmu pengetahuan dan teknologinya. Tujuan pendidikan nasional terlepas dari makna. Pemberian mata pelajaran teknologi informasi dalam pendidikan sekolah di Indonesia memberikan indikasi bahwa Indonesia juga menganut aliran rekonstruksionisme dalam kurikulum (B/S) 25. (3) memberikan perhatian kepada kesenian. 19. baik dokumen kurikulum maupun proses pengajaran (B/S) 17. Pengajaran.15. Perubahan kurikulum tersebut dilakukan agar kurikulum tidak ketinggalan dengan perkembangan masyarakat. Perenialisme dan esensialisme merupakan aliran progresif dalam kurikulum (B/S) 18. Unsur pokok kurikulum adalah: (1) daftar jam pelajaran atau struktur 18 . Suwandi. Proses pengajaran dan pembelajaran merupakan kurikulum yang bersifat ideal (B/S) 22. Istilah yang digunakan adalah Rencana Pelajaran. (2) menghubungkan isi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. • Istilah kurikulum belum digunakan. pengertian. Rencana Pelajaran yang disusun harus memperhatikan. dan (6) meningkatkan kesadaran bernegara dan bermasyarakat. perubahan dan penyempurnaan kurikulum dilakukan setiap sepuluh tahun sekali. (5) meningkatkan pendidikan jasmani.

Lahir karena tunturan UU Nomor 4 Tahun 1950 tentang Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran di sekolah. dan sebagainya mengalami fusi menjadi Ilmu Pengetahun Alam (IPA) atau yang sekarang sering disebut Sains.• • 2 Rencana Pelajaran 1950 • • • • 3 Rencana Pelajaran 1958 Rencana Pelajaran 1964 Kurikulum 1968 • • • • • • 4 5 • • • • • 6 Kurikulum 1975 • • program. Kurikulum ini merupakan kurikulum masih dengan mata pelajaran terpisah-pisah (separated curriculum). dengan tujuan pendidikan ”membentuk manusia Indonesia untuk pembangunan nasional di berbagai bidang. (2) Pendidikan Kewargaan Negara. Lahir sebagai tuntutan Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1973 tentang GBHN 1973. (2) IPA. Untuk program kecakapan khusus meliputi mata pelajaran Pendidikan Khusus. Struktur program untuk SD meliputi bidang studi (1) 19 . Struktur program dibagi menjadi: (1) struktur program yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa Daerah. dan krida. Ilmu Alam. Struktur program dibagi menjadi (1) pembinaan jiwa Pancasila. karsa. Merupakan kurikulum dengan mata pelajaran terpisahpisah (separated curriculum). Merupakan penyempurnaan dari Rencana Pelajaran 1950. (2) pengetahuan dasar. (3) Pendidikan Kesenian. Untuk pertama kalinya istilah kurikulum dipakai di Indonesia. dan (3) kecakapan khusus. (3) Pendidikan Bahasa Indonesia. Kurikulum ini merupakan kurikulum terpadu pertama di Indonesia. Kurikulum ini masih relatif sama dengan Rencana Pelajaran 1947 Istilah kurikulum masih belum digunakan. program pembinaan jiwa Pancasila meliputi mata pelajaran (1) Pendidikan Agama. Struktur program untuk Sekolah Dasar. (2) struktur program yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa Indonesia. Digunakan sampai dengan tahun 1964 Merupakan penyempurnaan dari Rencana Pelajaran 1958 Digunakan sampai dengan tahun 1968. Untuk program pengetahuan dasar meliputi mata pelajaran (1) Berhitung. dan (5) Pendidikan Olahraga. rasa. (2) garis-garis besar program pengajaran. (4) Bahasa Daerah. Istilah yang dipakai adalah Rencana Pelajaran. Terdapat pembagian kelompok cipta. dan (4) Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Beberapa mata pelajaran Ilmu Hayat.

(7) Olahraga dan Kesehatan. termasuk standar kurikulum yang digunakan di sekolah20 . afektif. Kurikulum 1994 merupakan pelaksanaan amanat UU Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Program. (4) pelaksanaan pelajaran berdasarkan kerundatan belajar yang disesuaikan dengan kecepatan belajar masingmasing peserta didik. Pusat Kurikulum. Kurikulum 1984 berlaku berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0461/U/1983 tanggal 22 Oktober 1983 tentang Perbaikan Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah di Lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Ada empat aspek yang disempurnakan dalam Kurikulum 1984. Balitbang Diknas bersama dengan Direktorat Teknis telah melakukan uji coba dalam rangka proses pengembangan kurikulum berbasis kompetensi ini. Kurikulum 1994 berisi 3 lampiran: (1) Landasan. yakni: (1) pelaksanaan PSPB. (6) Ilmu Pengetahuan Alam. dan Pengembangan Kurikulum. Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1975. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mempunyai kewenangan untuk mengembangkan standar nasional pendidikan. (4) Ilmu Pengetahuan Sosial. Untuk SMK dikenal dengan Kurikulum 1976. Oleh karena itu Kurikulum 1984 dikenal juga sebagai Kurikulum 1975 Yang Disempurnakan. dan (3) Pedoman Pelakskanaan Kurikulum. (2) penyesuaian tujuan dan struktur program kurikulum. baik yang pilihan terikat atau pilihan bebas. dan Pendidikan Keterampilan. (2) GBPP. dan psikomotorik. GBPP untuk kurikulum 1975 dikenal dengan format yang sangat rinci. (3) Bahasa Indonesia.• • • • 7 Kurikulum 1984 • • • 8 Kurikulum 1994 • • • 9 Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) • • • Agama. Kurikulum 1994 dilaksanakan berdasarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1993 tanggal 25 Februari 1993. (3) pemilihan kemampuan dasar serta keterpaduan dan keserasian antara ranah kognitif. dan (9) Keterampilan Khusus. (5) Matematika. Bahasa Inggris. (8) Kesenian. Kurikulum ini belum diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. baik IPA dan IPS. Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005. (2) Pendidikan Moral Pancasila. Untuk SMA sudah barang tentu ada bidang studi berdasarkan jurusan. Untuk SMP ditambah dengan bidang studi Bahasa Daerah.

4. 6. guru dapat bekerjasama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG). potensi atau karakteristik daerah. sosial budaya masyarakat setempat. SMALB. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Dasar dan Menengah menyebutkan tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bahwa: 1. dan difasilitasi oleh Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota. Pertemuan X: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen I Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada standar isi (SI) dan standar kelulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). dan peserta didik. Khusus untuk penyusunan KTSP Pendidikan Agama (PA) tingkat SD dan SMP dikoordinasi. 21 . 5. dan Panduan Penyusunan KTSP. 3. SMA dan SMK oleh Kantor Wilayah Departemen Agama.10 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sekolah. Wakil Kepala SMP/MTs dan wakil kepala SMA/SMK/MA/MAK bidang kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP. karena KTSP sesungguhnya telah mengadopsi KBK. SMPLB. 2. • Kurikukulum ini dikembangkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Penyusunan KTSP tingkat SD dan SMP dikoordinasi. KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Dalam penyusunan silabus. • Kurikulum ini disusun oleh satuan pendidikan sekolah/madrasah bersama dengan semua pemangku kepentingan di sekolah. SMALB. SMA dan SMK oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan Standar Isi. disupervisi. sedangkan untuk SDLB. 7. dan peraturan pelaksanaannya. dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sedangkan SDLB. Standar Isi. disupervisi. SMPLB. Standar Kompetensi Lulusan. atau Perguruan Tinggi. Kepala Sekolah/Madrasah bertanggungjawab atas tersusunnya KTSP. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan. Sumber: Lima Puluh Tahun Pendidikan Indonesia. Sekolah/Madrasah menyusun KTSP. • KBK sering disebut sebagai jiwa KTSP. 8.

Sedang kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah 2. Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah mempunyai prinsip-prinsip: 1.9. dan (e) paper & pen test (tes tulis). mengacu pada patokan. dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 2. (b) products (hasil karya). 2. Penyusunan KTSP tingkat MI dan MTs dikoordinasi. sedangkan MA dan MAK oleh Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi. bersifat internal. Kegiatan pembelajaran dalam KTSP mempunyai karakteristik sebagai berikut: 1. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan. kondisi dan potensi daerah. dan difasilitasi oleh Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota. Bagaimana Konsep Dasar KTSP? Konsep dasar KTSP meliputi 3 (tiga) aspek yang saling terkait. 6. ketuntasan belajar. disupervisi. (c) projects (penugasan). (b) penilaian. Pengembangan perangkat kurikulum (a.l. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. yaitu (a) portfolios (kumpulan kerja siswa). yaitu (a) kegiatan pembelajaran. 4. bagian dari pembelajaran. (d) performances (unjuk kerja). Dilakukan oleh guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan. dilakukan melalui berbagai cara. Apa yang dimaksud kurikulum dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional? Apa yang dimaksud KTSP ? Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. 5. silabus) 3. dan (c) pengelolaan kurikulum berbasis sekolah. Berorientasi pada kompetensi. Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar 22 . Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat Penilaian dalam KTSP mempunyai karakteristik 1. satuan pendidikan dan peserta didik. 3.

3. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut. Foto: Para guru sedang mengikuti diklat tentang penyusunan KTSP (Australia Indonesia Basic Education Program .4. (7) standar pembiayaan. Berpusat pada potensi. 2. dan (8) standar penilaian pendidikan. Pemantauan dan Apa Landasan KTSP ? 1. (3) standar kompetensi lulusan. UU Nomor20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 dan Nomor 6 Tahun 2007 tentang pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23/2006 6. (2) standar proses.AIBEP) Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 1. perkembangan. disebutkan sistem pendidikan nasional memiliki 8 (delapan) standar. yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum untuk satuan pendidikannya. kebutuhan. Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. (5) standar sarana dan prasarana. 4. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. yang meliputi (1) standar isi. (6) standar pengelolaan. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Bagaimana Prinsip Pengembangan KTSP? Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu kepada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. (4) standar tenaga kependidikan. 5. 23 .

berakhlak mulia. keterampilan berpikir. 24 . dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. Oleh karena itu. kreatif. 5. keterampilan akademik. muatan lokal. berilmu. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. budaya. cakap. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. 2. 4. suku. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. dan seni. dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. kebutuhan. serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama. perkembangan. dan jender. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. kondisi daerah. Beragam dan Terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. pembudayaan. pengembangan keterampilan pribadi. teknologi. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan.Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu. teknologi dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. keterampilan sosial. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. sehat. adat istiadat. dan pengembangan diri secara terpadu. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. status sosial ekonomi. 3. semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan. 6. nonformal. dunia usaha dan dunia kerja. jenjang dan jenis pendidikan.

dan bernegara. kecerdasan. (B) Tujuan. (G) pendidikan kecakapan hidup. Kesetaraan gender 12. Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar yang akan dicapai dilakukan oleh satuan pendididkan dan/atau Dinas Pendidikan yang terkait. dan (C) Prinsip Pengembangan KTSP.dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). meliputi subbab (A) Latar Belakang. 2. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik 3. (F) kenaikan kelas dan kelulusan. Mata pelajaran muatan nasional. Muatan Lokal merupakan mata pelajaran yang dikembangkan untuk mengakomodasi kepentingan daerah atau satuan pendidikan. Bab I Pendahuluan. dan seni 7. meliputi: 1. meliputi subbab (A) Visi. (B) muatan lokal. (C) kegiatan pengembangan diri. 3. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional 5. teknologi. Bab II Tujuan Pendidikan. dan (H) pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global. Seimbang antara kepentingan Nasional dan kepentingan Daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Karakteristik satuan pendidikan Dokumen I KTSP Dokumen I KTSP terdiri atas 4 bab. dan pengelompokan mata pelajaran serta aturan pengelolaan jam pelajaran mengacu pada Bab II Standar Isi. alokasi jam pelajaran. berbangsa. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat 11. (E) ketuntasan belajar. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan 4. 25 . 2. Agama 8. (D) pengaturan beban belajar. Dinamika perkembangan global 9. Tuntutan dunia kerja 6. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan 10. 7. meliputi (A) mata pelajaran. Bab III Struktur dan Muatan Kurikulum. (B) Misi. (C) Tujuan Sekolah. Perkembangan ilmu pengetahuan. Acuan Operasional Penyusunan KTSP 1. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Peningkatan potensi.

bahkan melebihi KKM. yaitu (1) dokumen I yang berisi tentang (a) landasan. Pertemuan XI: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen II KTSP terdiri atas dua dokumen. maupun terintegrasi dalam mata pelajaran. (2) guru. Rancangan beban belajar dalam bentuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dirancang oleh guru mata pelajaran. dan mata pelajaran yang dibelajarkan. satuan pendidikan merancang program remedial dan pengayaan. 4. Keunggulan lokal dapat dikembangkan dalam muatan lokal. Dokumen II (kedua) merupakan penjabaran secara operasional dari dokumen pertama. dan intake siswa terhadap kompetensi dasar.Kegiatan pengembangan diri merupakan kegiatan yang mewadahi bakat dan minat peserta didik. Pengaturan beban belajar mengacu pada bab III Standar Isi. Kecakapan vokasional terakomodasi dalam mata pelajaran muatan lokal. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan meningkatkan daya saing global. Kriteria kenaikan kelas dan kelulusan dikembangkan oleh satuan pendidikan. Acuan minimal kriteria kenaikan kelas adalah Peraturan Dirjen tentang Laporan Hasil Belajar dan POS UN tahun sebelumnya. Kecakapan hidup yang perlu dikembangkan adalah kecakapan personal. daya dukung. serta (6) dinas pendidikan. (b) program. Kriteria Ketuntasan minimal (KKM) merupakan hasil analisis atas kompleksitas. sosial. Ketuntasan belajar adalah target minimal yang akan dicapai oleh satuan pendidikan. Dokumen I (pertama) disusun oleh tim handal yang dibentuk oleh sekolah dengan melibatkan semua pemangku kepentingan. Pemangku kepentingan tersebut adalah (1) kepala sekolah. (4) pengawas sekolah. Tujuan kegiatan pengembangan diri adalah mengembangkan potensi peserta didik. dan (c) pengembangan kurikulum. Agar hasil belajar peserta didik dapat mencapai. dan akademik. atau kelompok kerja guru kelas atau guru mata pelajaran dalam kegiatan organisasi 26 . (3) tenaga administrasi. Pendidikan kecakapan hidup adalah pendidikan kecakapan yang diperlukan agar seseorang mampu dan berani menghadapi problema kehidupan dan memecahkannya secara arif dan kreatif. terdiri atas (a) silabus dan (b) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). dan (5) komite sekolah dan orangtua siswa. pengembangan diri. Beban belajar dalam bentuk tatap muka dirancang bersama oleh satuan pendidikan. terutama pada perubahan perilaku sesuai dengan target yang dicanangkan oleh satuan pendidikan. Bab IV Kalender pendidikan berisi rancangan kalender sekolah yang mengacu pada kalender dinas pendidikan terkait dan pedoman penyusunan kalender yang terdapat dalam bab IV standar isi. standar kompetensi. Dokumen Dokumen II disusun oleh guru kelas dan guru mata pelajaran.

dan SMK. Pertemuan XIII: Praktik Penyusunan Silabus Contoh format silabus dapat dijelaskan sebagai berikut: 27 . kompetensi dasar. Sekolah dan komite sekolah. dan bagaimana cara mengetahui pencapaiannya. dalam satu kegiatan guru. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. alokasi waktu. dan MAK.profesi seperti Kelompok Kerja Guru (untuk guru sekolah dasar). Siapa yang menyusun silabus? Silabus disusun oleh guru yang mengajarkan mata pelajaran. SMP. penilaian. Proses penyusunan silabus dapat saja disusun bersama oleh satu tim guru mata pelajaran. atau bahkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. kegiatan pembelajaran. yaitu apa kompetensi yang harus dikuasai siswa. materi pokok/pembelajaran. bagaimana cara mencapainya. atau madrasah dan komite madrasah. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). misalnya dalam kegiatan MGMP. dan sumber belajar Silabus menjawab tiga pertanyaan dalam kegiatan belajar mengajar. MTs. SMA. Pertemuan XII: Silabus Apakah itu silabus? Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. Apa landasan penyusunan silabus? Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 17 Ayat (2). mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. MA.

Instrumen Penilaian: diisi dengan bentuk instrumen yang digunakan. seperti buku apa. Kompetensi Dasar: diisi dengan kompetensi dasar yang dikutip dari standar isi. 7. Kolom-kolom format silabus: 1. 26 . dsb. seperti SMP Negeri 1 Malang Mata Pelajaran: diisi dengan mata pelajaran yang diajarkan. sepert Bahasa Inggris. misalnya tes tertulis. 2. Indikator: diisi dengan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur apakah kompetensi dasar telah dapat dicapai atau belum. Standar Kompetensi: diisi dengan standar kompetensi yang diambil dari standar isi yang terdapat dalam Permendiknas Nomor 22 sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. Sumber Belajar: diisi sumber belajar yang digunakan dalam proses pembelajaran. dsb. Bahasa Indonesia. 5. Kegiatan Pembelajaran: diisi dengan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan agar proses pembelajaran tersebut dapat mencapai kompetensi dasar yang diharapkan.FORMAT SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1 : : : Materi Pembelajaran 2 Kegiatan Pembelajaran 3 Indikator 4 Teknik 5 Penilaian Instrumen 6 Contoh 7 Alokasi Waktu 8 Sumber Belajar 9 Indentitas: Nama Sekolah: diisi dengan nama sekolah. 8. media belajar. 4. dsb. 3. sumber belajar dari alam. Teknik Penilaian: diisi dengan teknik penilaian yang digunakan untuk mengukur ketercapaian kompetensi dasar berdasarkan indikator. tes lisan. Materi Pembelajaran: diisi dengan materi pembelajaran yang dijabarkan dari kompetensi dasar tersebut. 6. Alokasi Waktu: diisi dengan berapa kali pertemuan X menit yang diperlukan.

: Bahasa Inggris : Menggunakan makna dalam percakapan transksional dan interpersonal lisan pendek sederhanauntuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Bertanya dan memberi pendapat Teknik 5 Tes lisan Penilaian Instrumen 6 Bermain peran Contoh 7 Create a dialogue based on the role cards and perform it in front of the class Alokasi Waktu 8 2 X 40’ Sumber Belajar 9 1. mengakui. menerima. Bertanya dan menjawab tentang mengakui. : SMP Negeri 1 . 5. Here you are A: Did you break the glass? B: Yes I did/ No. Bertanya dan menjawab tentang meminta.. 4. menolak rasa 2.. memberi. mengingatkan fakta. Indikator 4 1. mengingkari fakta 4. A: Can I have a bit B: Sure.. dan memberi pendapat. Materi Pembelajaran 2 Percakapan singkat memuat ungkapanungkapan sebagai contoh: A: Let me help you B: Thank you so much 3. 2. Buku teks yang relevan 2. menolak barang 3. It wasn’t me A: What do you think of this? B: Not bed. lancar.. Gambargamar yang terkait tema 3.. menolak barang. Kegiatan Pembelajaran 3 Review kosakata dan ungkapan terkait materi dan tema Tanya jawab menggunakan ungkapan-ungkapan tersebut Bermain peran melakukan percakapan yang disediakan guru Bermain peran melakukan percakapan berdasarlan situasi atau gambar Menggunakan ungkapan yang telah dipelajari dalam real life situation. Bertanya dan menjawab tentang meminta. dan bertetima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar yang melibatkan tindak tutur meminta.Contoh Silabus SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi 1 Mengungkan makna dalam percakapakan transaksional (to get things done) dan intepersonal (bersosialisasi) sederhana dengan menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat. memberi. memberi. Realita benda sekitar 1.. 27 .

desain pembelajaran. Rencana ini akan menggambarkan prosedur dan langkah-langkah pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar berdasarkan standar isi dan telah ditetapkan dalam silabus. Penyusunan RPP merupakan salah satu unsur dari standar kompetensi professional bagi para guru. Pertanyaan tersebut dapat dijawab sebagai berikut. dan indikator yang akan dicapai. waktu. sudah barang tentu. Kedua. RPP yang lama dapat saja digunakan lagi dalam proses pembelajaran pada tahun berikutnya. yang kemudian justru akan mengganggu proses pembelajarannya sendiri? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering muncul dalam acara diskusi dengan para guru pada saat membahas tentang rencana mengajar. setiap guru akan melaksanakan pembelajaran.Pertemuan XIV: RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Setiap kali guru akan mengajar. Oleh karena itu. 28 . media dan sumber belajar serta penilaian untuk setiap kompetensi dasar. yang memuat seluruh kompetensi dasar yang dijabarkan dari standar kompetensi. baik untuk guru senior atau terlebih-lebih untuk guru yunior. Kegiatan belajar mengajar (KBM) membutuhkan perencanaan yang matang agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara efektif. Rencana pelaksanaan pembelajaran harus dibuat agar kegiatan pembelajaran berjalan sistematis dan mencapai tujuan pembelajaran. justru untuk memudahkan guru dalam pelaksanaan tugas profesionalnya. materi pelajaran. RPP yang pernah dibuat harus dikaji ulang untuk terus disempurnakan dan disesuaikan dengan perkembangan baru dalam dunia pendidikan. Ruang lingkup RPP mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Ketiga. ia harus menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pertama. seperti rencana mengajar atau lesson plan. langkah pembelajaran. Rencana pelaksanaan pembelajaran harus mencerminkan pendekatan PAKEM dalam pembelajaran. skenario pembelajaran. Perencanaan tersebut dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau beberapa istilah lain yang digunakan. penyusunan RPP sama sekali tidak untuk memberatkan pekerjaan guru. ia harus menyusun sebuah rencana yang kini dikenal dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Perencanaan merupakan langkah yang sangat penting sebelum pelaksanaan kegiatan. tanpa rencana pelaksanaan pembelajaran kegiatan pembelajaran di kelas biasanya tidak terarah. sepanjang RPP tersebut masih relevan dengan kompetensi siswa yang akan dicapai. Mengapa harus membuat rencana? Apakah rencana itu harus dibuat oleh guru yang belum berpengalaman saja? Apakah guru yang sudah senior atau sudah berpengalaman masih perlu membuat rencana mengajar? Bukankah guru senior atau yang sudah berpengalaman telah menguasai semua materi pelajaran yang akan diajarkan kepada siswanya? Apakah RPP yang telah dibuat masih dapat digunakan dalam proses pembelajaran yang akan dilaksanakan? Apakah secara administratif penyusunan RPP tidak justru memberatkan tugas-tugas guru di lapangan. Oleh karena itu peserta harus mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan silabus yang disusunnya.

Untuk mengisi identitas RPP. tujuan pembelajaran. : :… :… :… :… :… :… Untuk praktik penyusunan RPP.. Pertemuan XV: Praktik Penyusunan RPP Pada umumnya format RPP adalah sebagai berikut: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator :… I. Kegiatan Inti 3. Kegiatan Awal 2. IV Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Langkah-langkah Pertemuan pertama 1. 23. jika silabus merupakan program pembelajaran dalam jangka satu semester atau satu tahun pelajaran. b. Tujuan pembelajaran adalah tujuan instruksional yang akan dicapai melalui kegiatan belajar dalam satu pertemuan tertentu. dan seterusnya tentu saja harus dikembangkan dari standar isi tersebut.. Kegiatan Akhir Pertemuan kedua. mulai dari mata pelajaran sampai dengan kompetensi dasar. dan 24 harus dijadikan acuannya. dst. III. cobalah mengikuti cara pengisian format RPP sebagai berikut: 1. :… :… : .. Masing-masing gurulah yang harus mengembangkannya. Permendiknas Nomor 22. maka RPP merupakan pencabaran dari silabus sebagai program pembelajaran untuk hari ke hari pembelajaran di sekolah. Indikator adalah patokan dasar atau tanda-tanda utama yang akan dijaikan bukti bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan.Dengan demikian. II. 2. a. isilah dengan mengacu pada standar isi mata pelajaran yang akan diajarkan. dalam satu atau beberapa kali pertemuan pembelajaran. Untuk indikator. 29 .

jilid dengan rapi 5. mahasiswa dapat mengikuti UAS dengan materi tes seperti dalam modul ini. minimal dalam 10 (sepuluh) halaman kertas ukuran A4. Lakukan wawancara dengan menggunakan panduan wawancara tersebut. Selain mengikuti UAS.1 Tes Formatif Untuk Masing-masing Pertemuan Tes Formatif Pertemuan II: Pengertian Etimologis Kurikulum Tes esai: 1. mahasiswa harus melaksanakan tugas mandiri. 4. yang masing-masing guru SD/MI. Metode mengajar diharapkan metode yang menggunakan pendekatan PAKEM untuk Sekolah Dasar. Buatlah laporan wawancara tersebut. dan (3) kegiatan penutup. d. 2. Pertemuan XVI: UAS (Ujian Akhir Semester) Jika mahasiswa memenuhi tingkat kehadiran minimal 80%. Langkah pembelajaran meiputi: (1) kegiatan awal. untuk menanyakan tentang KTSP pada umumnya dan silabus serta RPP pada khususnya. termasuk lampirannya. Catat hasil wawancara dengan mereka. dengan langkah-langkah kegiatan sebagai berikut: 1. dan pendekatan Contextual Teaching dan Learning (CTL) untuk SMP dan SMA. 2. Adakan wawancara dengan minimal 3 (tiga) orang guru. Serahkan kepada dosen Anda sehari sebelum UAS.c. Nilai akhir semester merupakan gabungan nilai UAS dengan nilai tugas mandiri tersebut. 3. 0. dan SMA/MA/SMK. SMP/MTs. Formula Kurikulum 1 K = ------------Penjelasan 2 K = Σ MP 30 . Buatlah lembar pertanyaan untuk panduan wawancara dengan guru-guru tersebut. (2) kegiatan inti. Jelaskan pengertian kurikulum secara etimologis!! Jelaskan formula kurikulum berikut: No. ditulis dalam ketikan komputer.

4. Tes Formatif Pertemuan VI: Macam-macam Kurikulum 1. state curriculum. 3. 2. dan integrated curriculum. Jelaskan perbedaan masing-masing secara singkat. Jelaskan dengan kalimat Anda sendiri apa hubungan antara kurikulum dengan tujuan pembelajaran. Jelaskan dengan kalimat Anda sendiri apa hubungan antara pengajaran dan pembelajaran dengan tujuan pendidikan. 2.3 K = Σ MP + KK 4 K = Σ MP + K + SS + TP Tes Formatif Pertemuan III: Filosofi dan Definisi Kurikulum 1. Menurut Anda komponen kurikulum yang sangat penting? Tes Formatif Pertemuan V: Hubungan Kurikulum. Berikan contohnya. Jelaskan minimal dua definisi kurikulum yang Anda ketahui!! 2. 4. Tes Formatif Pertemuan IV: Komponen Kurikulum 1. Berikan contohnya. Jelaskan pengertian national curriculum. Sebutkan dua aliran dalam kurikulum. corelated curriculum. 31 . 3. dan school curriculum. 2. Definisi yang manakah yang Anda paling lengkap. Pengajaran. Sebutkan dan jelaskan komponen kurikulum menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sebutkan komponen utama kurikulum menurut Subandiyah. 3. dan Tujuan Pendidikan 1. Aliran manakah definisi kurikulum yang tertuang dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional? 4. Jelaskan apa alasan Anda. Jelaskan dengan kalimat Anda sendiri apa hubungan antara kurikulum dengan pengajaran dan pembelajaran. Jelaskan perbedaan antara kurikulum ideal dan kurikulum aktual! Jelaskan apa yang dimaksud kurikulum tersembunyi (hidden curriculum)! Berikan contohnya. Jelaskan apa yang dimaksud separated curriculum. Sebutkan komponen penunjangnya. 3.

Kurikulum faktual amat ditentukan oleh agen pembelajaran atau guru (B/S) 6. Jelaskan bagan proses pengembangan kurikulum menurut Said Hamid Hasan sebagai berikut: Tes Formatif Pertemuan VIII (UTS) Tes tertulis dalam bentuk esai. Apakah yang dimaksud pengembangan kurikulum (curriculum development)? 2. Instansi manakah di Departemen Pendidikan Nasional yang bertanggung jawab dalam pengembangan kurikulum? 3. Kurikulum sebelum tahun 1968 masih menganut kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum) (B/S) 7. 3. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (B/S) 4.Tes Formatif Pertemuan VII: Proses Pengembangan Kurikulum 1. isi. Kurikulum dapat diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang akan dipelajari oleh peserta didik (B/S) 5. Kurikulum adalah apa yang diajarkan. Lembaga apakah BSNP itu? Apa kaitannya dengan proses pengembangan kurikulum? 4. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Kurikulum 1968 adalah kurikulum terintegrasi (integrated curriculum) (B/S) 2. 1. guru adalah siapa yang mengajarkan. Menurut G Amstrong. siapakah yang terlibat dalam pengembangan kurikulum? 5. Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) adalah kurikulum yang tidak diketahui oleh guru (B/S) 32 . dan siswa adalah siapa yang diberikan pelajaran (B/S).

6. 5. KTSP termasuk dalam kategori kurikulum national curriculum (B/S) 17. 3.8. sebelumnya sekolah-sekolah menggunakan kurikulum apa? Apa itu BSNP? Jelaskan. Rumusan tujuan terdapat dalam kurikulum (B/S) 18. 7. kurikulum berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari (B/S) 15. Jika kurikulum termasuk dalam kategori ideal curriculum. 4. Sebelum tahun 1968 dunia pendidikan di Indonesia telah mengenal istilah kurikulum (B/S) 14. Rencana Pelajaran 1947 merupakan kurikulum pertama di Indonesia (B/S) 10. 4. 2. 5. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum sekolah (B/S) 11. Semua kegiatan yang dirancang dan dilaksanakan oleh sekolah juga termasuk dalam pengertian kurikulum (B/S) 16. Siapakah yang mengkoordinasikan dan melakukan supervisi dalam penyusunan KTSP? Sebutkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan sebagaimana diatur dalam PP Nomor 19 Tahun 2005. Proses pembelajaran dan pengajaran dilaksanakan tidak lain untuk mencapai tujuan pendidikan (B/S) 20. maka proses pembelajaran dan pengajaran termasuk dalam kategori actual curriculum (B/S) 19. 3. UU Nomor 20 Tahun 2003 mengatur tentang apa? Sedang PP Nomor 19 Tahun 2005 mengatur tentang apa pula? Adapun Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 mengatur tentang apa? Di tingkat sekolah siapakah yang paling bertanggung jawab dalam penyusunan KTSP? Apakah yang dimaksud KTSP? Ingat bukan kepanjangannya lho. 2. 33 . Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum ideal (ideal curriculum) (B/S) 12. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (B/S) 9. Secara etimologis. Apakah kurikulum pertama yang dimiliki Indonesia? Apakah ketika itu telah menggunakan istilah kurikulum? Apa pomeo dalam masyarakat yang menyatakan bahwa setiap ganti menteri ganti kurikulum di Indonesia? Benarkah hal tersebut? Jalaskan argumentasi Anda. Tes Formatif Pertemuan X: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen I 1. Masyarakat awam tidak dapat dilibatkan dalam penyusunan kurikulum (B/S) Tes Formatif Pertemuan IX: Perkembangan Kurikulum di Indonesia 1. Kapan istilah kurikulum pertama kali digunakan di Indonesia? Sebelum sekolah-sekolah menyusun sendiri kurikulumnya dalam KTSP. Rencana Pelajaran merupakan istilah lama untuk kurikulum (B/S) 13.

2. atau Satuan Pelajaran? 3. KTSP dapat disebut sebagai kurikulum nasional (B/S) 5. 9. Dokumen I KTSP berisi tentang silabus dan Rencana Pelaksanaaan Pembelajaran (B/S) 2. Apa maksudnya? Sebutkan dua dokumen KTSP.8. Apakah silabus itu? Siapa yang harus menyusun silabus? Apa landasan penyusunan silabus? Sebutkan kolom-kolom yang harus ada dalam silabus! Tes Formatif Pertemuan XIII: Praktik Penyusunan RPP 1. Apakah RPP sama dengan lesson plan. Apakah itu PAKEM? Tes UAS (Pertemuan XIV) 1. Kurikulum adalah apa yang diajarkan. dan pengembangan kurikulum (B/S) 3. program. Tes Formatif Pertemuan XI: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen II 1. Dokumen II KTSP berisi tentang landasan. isi. 9. Bagaimana format RPP. guru adalah siapa yang mengajarkan. Sebutkan dua dokumen yang harus disiapkan oleh sekolah untuk dokumen II KTSP? Siapakah yang paling memiliki peran untuk menyusun dua dokumen tersebut? Apakah sekolah dapat menjalin kerja sama dengan organisasi profesi pendidik untuk menyusun dua dokumen tersebut? Tes Formatif Pertemuan XII: Praktif Penyusunan Silabus 1. 10. Apa yang dimaksud dengan student-centered approach? Apa lawan pendekatan tersebut? KTSP disusun dengan memperhatikan keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan. KTSP terdiri atas dokumen I dan dokumen II (B/S) 7. 2. KTSP disusun oleh Pusat Kurikulum (B/S) 6. Apakah yang dimaksud RPP? 2. Guru senior tidak perlu membuat RPP (B/S) 4. Kurikulum dapat diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang akan dipelajari oleh peserta didik (B/S) 34 . atau Rencana Pengajaran. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (B/S) 10. Jelaskan dokumen pertama. 4. 3. dan siswa adalah siapa yang diberikan pelajaran (B/S). Kurikulum 1968 adalah kurikulum terintegrasi (integrated curriculum) (B/S) 8. 3. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. dan jelaskan secara singkat! 4.

C = 3. McNeil. Rencana Pelajaran 1947 merupakan kurikulum pertama di Indonesia (B/S) 18. Curriculum. Dengan skala 4. A Comprehensive Introduction. 3. Kurikulum Untuk Abad Ke-21. Brown and Company.11. (B) tes formatif. Kurikulum dan Pembelajaran. Sebelum tahun 1968 dunia pendidikan di Indonesia telah mengenal istilah kurikulum (B/S) 23. 1995. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum sekolah (B/S) 19. (C) UTS (ujian tengah semester). 1994. 2. Semua kegiatan yang dirancang oleh sekolah juga termasuk dalam pengertian kurikulum (B/S) 25. 4. Oemar Hamalik. RPP sebenarnya sama dengan rencana mengajar (B/S) 22. Pada masa lalu RPP dikenal dengan Rencana Pembelajaran (RP) atau Satuan Pembelajaran (B/S) 15. Kurikulum tersembuny (hidden curriculum) adalah kurikulum yang tidak diketahui oleh guru (B/S) 14. Boston: Little. Secara etimologis. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (B/S) 16. Bobot A = 1.2 Umpan Balik 1. nilai tersebut dapat dipadankan sebagai berikut: Baik Sekali = 80 – 100 Baik = 70 – 79 Sedang = 60 – 69 Kurang = < 60 1 Referensi Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia II. Proses penyusunan KTSP melibatkan para pemangku kepentingan pendidikan (B/S) 17. B = 2. 35 . dan D = 4 Nilai Akhir Semester adalah (AX1) + (BX2) + (CX3) + (DX4) : 4. Rencana Pelajaran merupakan istilah lama untuk kurikulum (B/S) 21. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum ideal (ideal curriculum) (B/S) 20. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. kurikulum berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari (B/S) 24. dan (D) UAS (ujian akhir semester). Kurikulum sebelum tahun 1968 masih menganut kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum) (B/S) 13. Kurikulum faktual amat ditentukan oleh agen pembelajaran atau guru (B/S) 12. John. 1985. Tugas mandiri dan tes yang akan dinilai adalah: (A) tugas mandiri. Jakarta: Bumi Aksara. Setiap guru harus membuat silabus dan RPP (B/S) 0.

Alasan kedua adalah karena definisi yang digunakan akan sangat berpengaruh terhadap apa yang akan dilakukan oleh para pengembang kurikulum.1 Lampiran Lampiran 1: KURIKULUM DAN TUJUAN PENDIDIKAN Prof. Yogyakarta: Hikayat Publishing. Sayangnya.Said Hamid Hasan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Pengertian sempit atau teknis kurikulum yang digunakan untuk mengembangkan kurikulum adalah sesuatu yang wajar dan merupakan sesuatu yang harus dikerjakan oleh para pengembang kurikulum. Ini menyebabkan studi tentang kurikulum dipenuhi dengan hutan definisi tentang arti kurikulum. MA PENDAHULUAN Pembahasan mengenai kurikulum tidak mungkin dilepaskan dari pengertian kurikulum.Ketiga pokok bahasan itu dikemukakan dalam makalah ini dalam urutan seperti itu. Yogyakarta: Hikayat Publishing. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum. Suparlan. Untuk itu berbagai definisi diajukan para ahli sesuai dengan pandangan teoritik atau praktis yang dianutnya. Kebanyakan mereka memiliki kesepakatan dalam menempatkan kurikulum di posisi sentral dalam proses pendidikan. pengertian yang sempit itu turut pula mnyempitkan posisi kurikulum dalam pendidikan sehingga peran pendidikan dalam pembangunan individu. Pengecualian dari ini adalah 36 . Pembahasan mengenai ketiga hal ini dalam urutan seperti itu sangat penting karena pengertian seseorang terhadap arti kurikulum menentukan posisi kurikulum dalam dunia pendidikan dan pada gilirannya posisi tersebut menentukan proses pengembangan kurikulum. Tidak seperti halnya dengan pengertian kurikulum para ahli kurikulum tidak banyak berbeda dalam posisi kurikulum. dan proses pengembangan suatu kurikulum. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Alat Peraga. diatur. dari Konsepsi Ke Implentasi. posisi kurikulum dalam pendidikan.Rochman Natawidjaja (Ed). masyarakat. dan dinilai berdasarkan criteria yang ada dalam kurikulum. Tonny D. 2 2. Pembahasan mengenai posisi kurikulum adalah penting karena posisi itu akan memberikan pengaruh terhadap apa yang harus dilakukan kurikulum dalam suatu proses pendidikan.Dr. 2005. 2004. Menjadi Guru Efektif. Widiastono.H. Pertama. dan bangsa menjadi terbatas pula. Pendidikan Manusia Indonesia. Kiranya bukanlah sesuatu yang berlebihan jika dikatakan bahwa proses pendidikan dikendalikan. Suparlan. 1979. seringkali kurikulum diartikan dalam pengertian yang sempit dan teknis. dan Komunikasi Pendidikan. Pembahasan mengenai pengertian ini penting karena ada dua alasan utama. Jakarta: Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam kotak pengertian ini maka definisi yang dikemukakan mengenai pengertian kurikulum kebanyakan adalah mengenai komponen yang harus ada dalam suatu kurikulum.

apabila proses pendidikan itu menyangkut masalah administrasi di luar isi pendidikan. Meski pun demikian terjadi perbedaan mengenai koordinat posisi sentral tersebut dimana ruang lingkup setiap koordinat ditentukan oleh pengertian kurikulum yang dianut. Pembahasan mengenai proses pengembangan kurikulum merupakan terjemahan dari pengertian kurikulum dan posisi kurikulum dalam proses pendidikan dalam bentuk berbagai kegiatan pengembangan. Pengertian dan posisi kurikulum akan menentukan ap yang seharusnya menjadi perhatian awal para pengembang kurikulum, mengembangkan ide kurikulum, mengembangkan ide dalam bentuk dokumen kurikulum, proses implementasi, dan proses evaluasi kurikulum. Pengertian dan posisi kurikulum dalam proses pendidikan menentukan apa yang seharusnya menjadi tolok ukur keberhasilan kurikulum, sebagai bagian dari keberhasilan pendidikan. PENGERTIAN KURIKULUM Dalam banyak literature kurikulum diartikan sebagai: suatu dokumen atau rencana tertulis mengenai kualitas pendidikan yang harus dimiliki oleh peserta didik melalui suatu pengalaman belajar. Pengertian ini mengandung arti bahwa kurikulum harus tertuang dalam satu atau beberapa dokumen atau rencana tertulis. Dokumen atau rencana tertulis itu berisikan pernyataan mengenai kualitas yang harus dimiliki seorang peserta didik yang mengikuti kurikulum tersebut. Pengertian kualitas pendidikan di sini mengandung makna bahwa kurikulum sebagai dokumen merencanakan kualitas hasil belajar yang harus dimiliki peserta didik, kualitas bahan/konten pendidikan yang harus dipelajari peserta didik, kualitas proses pendidikan yang harus dialami peserta didik. Kurikulum dalam bentuk fisik ini seringkali menjadi fokus utama dalam setiap proses pengembangan kurikulum karena ia menggambarkan ide atau pemikiran para pengambil keputusan yangdigunakan sebagai dasar bagi pengembangan kurikulum sebagai suatu pengalaman. Aspek yang tidak terungkap secara jelas tetapi tersirat dalam definisi kurikulum sebagai dokumen adalah bahwa rencana yang dimaksudkan dikembangkan berdasarkan suatu pemikiran tertentu tentang kualitas pendidikan yang diharapkan. Perbedaan pemikiran atau ide akan menyebabkan terjadinya perbedaan dalam kurikulum yang dihasilkan, baik sebagai dokumen mau pun sebagai pengalaman belajar. Oleh karena itu Oliva (1997:12) mengatakan "Curriculum itself is a construct or concept, a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas". Selain kurikulum diartikan sebagai dokumen, para ahli kurikulum mengemukakan berbagai definisi kurikulum yang tentunya dianggap sesuai dengan konstruk kurikulum yang ada pada dirinya. Perbedaan pendapat para ahli didasarkan pada isu berikut ini:
• • • •

filosofi kurikulum ruang lingkup komponen kurikulum polarisasi kurikulum - kegiatan belajar posisi evaluasi dalam pengembangan kurikulum

Pengaruh pandangan filosofi terhadap pengertian kurikulum ditandai oleh pengertian kurikulum yang dinyatakan sebagai "subject matter", "content" atau bahkan "transfer of culture". Khusus yang mengatakan bahwa kurikulum sebagai "transfer of culture" adalah dalam pengertian kelompok ahli yang memiliki pandangan filosofi yang dinamakan 37

perennialism (Tanner dan Tanner, 1980:104). Filsafat ini memang memiliki tujuan yang sama dengan essentialism dalam hal intelektualitas. Seperti dikemukakan oleh Tanner dan Tanner (1980:104-113) keduanya pandangan filosofi itu berpendapat bahwa adalah tugas kurikulum untuk mengembangkan intelektualitas. Dalam istilah yang digunakan Tanner dan Tanner (1980:104) perennialism mengembangkan kurikulum yang merupakan proses bagi "cultivation of the rational powers: academic excellence" sedangkan essentialism memandang kurikulum sebagai rencana untuk mengembangkan "academic excellence dan cultivation of intellect". Perbedaan antara keduanya adalah menurut pandangan perenialism "the cultivation of the intellectual virtues is accomplish only through permanent studies that constitute our intellectual inheritance". Permanent studies adalah konten kurikulum yang berdasarkan tradisi Barat terdiri atas Great Books, reading, rhetoric, and logic, mathematics. Sedangkan bagi essentialism beranggapan bahwa kurikulum haruslah mengembangkan "modern needs through the fundamental academic disciplines of English, mathematics, science, history, and modern languages" (Tanner dan Tanner, 1980:109) Perbedaan ruang lingkup kurikulum juga menyebabkan berbagai perbedaan dalam definisi. Ada yang berpendapat bahwa kurikulum adalah "statement of objectives" (McDonald; Popham), ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah rencana bagi guru untuk mengembangkan proses pembelajaran atau instruction (Saylor, Alexander,dan Lewis, 1981) Ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah dokumen tertulis yang berisikan berbagai komponen sebagai dasar bagi guru untuk mengembangkan kurikulum guru (Zais,1976:10). Ada juga pendapat resmi negara seperti yang dinyatakan dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu" (pasal 1 ayat 19). Definisi yang dikemukakan terdahulu menggambarkan pengertian yang membedakan antara apa yang direncanakan (kurikulum) dengan apa yang sesungguhnya terjadi di kelas (instruction atau pengajaran). Memang banyak ahli kurikulum yang menentang pemisahan ini tetapi banyak pula yang menganut pendapat adanya perbedaan antara keduanya. Kelompok yang menyetujui pemisahan itu beranggapan bahwa kurikulum adalah rencana yang mungkin saja terlaksana tapi mungkin juga tidak sedangkan apa yang terjadi di sekolah/kelas adalah sesuatu yang benar-benar terjadi yang mungkin berdasarkan rencana tetapi mungkin juga berbeda atau bahkan menyimpang dari apa yang direncanakan. Perbedaan titik pandangan ini tidak sama dengan perbedaan cara pandang antara kelompok ahli kurikulum dengan ahli teaching (pangajaran). Baik ahli kurikulum mau pun pengajaran mempelajari fenomena kegiatan kelas tetapi dengan latar belakang teoritik dan tujuan yang berbeda. Istilah dalam kurikulum seperti "planned activities", "written document", "curriculum as intended", "curriculum as observed", "hidden curriculum","curriculum as reality", "school directed experiences", "learner actual experiences" menggambarkan adanya perbedaan antara kurikulum dengan apa yang terjadi di kelas. Definisi yang dikemukakan oleh Unruh dan Unruh (1984:96) mewakili pandangan ini dimana mereka menulis curriculum is defined as a plan for achieving intended learning outcomes: a plan concerned with purposes, with what is to be learned, and with the result of instruction. Olivia (1997:8.) mengatakan bahwa we may think of the curriculum as a program, a plan, content, and

38

learning experiences, whereas we may characterize instruction as methods, the teaching act, implementation, and presentation. Olivia (1997:8) termasuk orang yang setuju dengan pemisahan antara kurikulum dengan pengajaran dan merumuskan kurikulum sebagai a plan or program for all the experiences that the learner encounters under the direction of the school. Lebih lanjut ia mengatakan (Olivia, 1997:9) I feel that the cyclical has much to recommend. Pandangan yang menyatakan bahwa keduanya adalah kurikulum diwakili oleh pendapat Marsh (1997:5) yang menulis curriculum is an interrelated set of plans and experiences which a student completes under the guidance of the school. Pandangan ini sejalan dengan Schubert (1986:6) dengan mengatakan the interpretation that teachers give to subject matter and the classroom atmosphere constitutes the curriculum that students actually experience. Pengertian di atas menggambarkan definisi kurikulum dalam arti teknis pendidikan. Pengertian tersebut diperlukan ketika proses pengembangan kurikulum sudah menetapkan apa yang ingin dikembangkan, model apa yang seharusnya digunakan dan bagaimana suatu dokumen harus dikembangkan. Kebanyakan dari pengertian itu berorientasi pada kurikulum sebagai upaya untuk mengembangkan diri peserta didik, pengembangan disiplin ilmu, atau kurikulum untuk mempersiapkan peserta didik untuk suatu pekerjaan tertentu. Doll (1993:47-51) menamakannya sebagai "the scientific curriculum" dan menyimpulkan sebagai "clouded and myopic". Selanjutnya Dool (1993:57) memperkuat pendapatnya tentang kurikulum yang ada sekarang dengan mengatakan: Education and curriculum have borrowed some concepts from the stable, nonechange concept - for example, children following the pattern of their parents, IQ as discovering and quantifying an innate potentiality. However, for the most part modernist curriculum thought have adopted the closed version, one where - trough focusing - knowledge is transmitted, transferred. This is, I believe, what our best contemporary schooling is all about. Transmission frames our teaching-learning process. Dengan transfer dan transmisi maka kurikulum menjadi suatu focus pendidikan yang ingin mengembangkan pada diri peserta didik apa yang sudah terjadi dan berkembang di masyarakat. Kurikulum tidak menempatkan peserta didik sebagai subjek yang mempersiapkan dirinya bagi kehidupan masa dating tetapi harus mengikuti berbagai hal yang dianggap berguna berdasarkan apa yang dialami oleh orang tua mereka. Dalam konteks ini maka disiplin ilmu memiliki posisi sentral yang menonjol dalam kurikulum. Kurikulum, dan pendidikan, haruslah mentransfer berbagai disiplin ilmu sehingga peserta didik menjadi warga masyarakat yang dihormati. Teori tentang IQ bekerja untuk terutama intelektualitas dalam pengertian disiplin ilmu karena logic yang dikembangkan dalam tes IQ adalah logic disiplin ilmu dan secara lebih khusus adalah logika matematika. Oleh karena itu tidaklah salah dikatakan bahwa matematika adalah dasar pengembangan pendidikan logika. Gambaran serupa disajikan oleh Jacobs (1999) yang membahas mengenai kurikulum di Afrika. Hal ini amat difahami jika kurikulum diartikan dari pandangan kependidikan yang menempatkan ilmu atau disiplin ilmu di atas segalanya (perennialism atau pun essentialism). Jacobs (1999:100) menggunakan istilah liberal theory untuk kedua pandangan ini. Sedangkan istilah perenialisme dan essentialism banyak digunakan oleh

39

Dalam pengertian kurikulum yang dikemukakan di atas harus diakui ada kesan bahwa kurikulum 40 . Artinya. Kontinuitas kehidupan dan perkembangan masyarakat dikhawatirkan akan terganggu. Longstreet dan Shane (1993). Pendidikan harus lah aktif membentuk dan mengembangkan potensi peserta didik untuk suatu kehidupan yang akan dimasukinya dan dibentuknya. Walau pun tidak begitu jelas tetapi pada pandangan ini sudah ada upaya untuk "shaping the future" dan bukan hanya "adjusting. reconstructionism) hanya memusatkan perhatian pada fungsi "transfer" dari apa yang sudah terjadi dan apa yang sedang terjadi. Olivia (1997) Banyak kecaman terhadap pengertian kurikulum yang dikembangkan dari pandangan filosofis ini walau pun dalam kenyataannya masih banyak orang dan pengambil kebijakan yang menganut pandangan ini. atau pun menyiapkan peserta didik untuk kehidupan masa kini. Instead. Pada aliran progresif kelompok rekonstruksionis dapat dikatakan berbeda dari lainnya karena kelompok ini tidak hanya mengubah apa yang ada pada saat sekarang tetapi juga membentuk apa yang akan dikembangkan. Pandangan rekonstruksi social di atas menyebabkan kurikulum haruslah diredefinisikan kembali sehingga ia tidak mediocre karena hanya menfokuskan diri pada transfer kejayaan masa lalu. atau hal yang terkait dengan disiplin ilmu. Kurikulum di Indonesia masih didominasi oleh pandangan ini. "existentialism" mau pun "progressive" (experimentalism. dan bangsanya di masa mendatang. Suatu hal yang jelas bahwa definisi kurikulum oleh kelompok "conservative" (perenialism dan essentialism). kelompok "romanticism" (romantic naturalism). Kemajuan teknologi pada akhir kedua abad keduapuluh telah memberikan velocity perubahan pada berbagai aspek kehidupan pada tingkat yang tak pernah dibayangkan manusia sebelumnya. Secara mendasar. Padahal masa kini adalah kelanjutan dari masa lalu dan masa kini akan terus berubah dan sukar diprediksi. ada kekhawatiran bahwa kurikulum hanya memikirkan kerusakan atau persoalan social yang ada dan meninggalkan sama sekali apa yang sudah dihasilkan. Konten kurikulum dalam pandangan ini adalah materi yang dikembangkan dari disiplin ilmu. pengembangan intelektualitas. masyarakat. they conceive of curriculum as a vehicle for fostering critical discontent and for equipping learners with the skills needed for conceiving new goals and affecting social change.para ahli lainnya seperti Schubert (1986). teori. Peserta didik akan menjadi anggota masyarakat yang secara individu maupun kelompok tidak hanya dibentuk oleh masyarakat (dalam posisi menerima = pasif) tetapi harus mampu memberi dan mengembangkan masyarakat ke arah yang diinginkan (posisi aktif). mending or reconstructing the existing conditions of the life of community". tujuan adalah penguasaan konsep. 1989:15). POSISI KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN Kurikulum memiliki posisi sentral dalam setiap upaya pendidikan Klein. Print (1993). kurikulum merupakan rancangan dan kegiatan pendidikan yang secara maksimal mengembangkan potensi kemanusiaan yang ada pada diri seseorang baik sebagai individu mau pun sebagai anggota masyarakat untuk kehidupan dirinya. Seperti dikemukakan oleh McNeil (1977:19): Social reconstructionists are opposed to the notion that the curriculum should help students adjusts or fit the existing society.

Apakah kurikulum bersifat mengembangkan kualitas peserta didik yang diharapkan dapat memperbaiki masalah dan tatangan masyarakat ataukah 41 . Setiap lembaga pendidikan. sumber dan lingkungan. Situasi seperti ini tidak dapat dipertahankan dan kurikulum harus memperhatikan tuntutan masyarakat dan rencana bangsa untuk kehidupan masa mendatang. Kehidupan di sekolah adalah kehidupan yang dirancang berdasarkan apa yang diinginkan kurikulum. Problema masyarakat harus dianggap sebagai tuntutan. Dalam pengertian "intrinsic" kependidikan maka kurikulum adalah jantung pendidikan Artinya. Dapat dikatakan bahwa kegiatan pendidikan atau pengajaran pun tidak dapat dilakukan tanpa interaksi dan kurikulum adalah desain dari interaksi tersebut. di sekolah. semua gerak kehidupan kependidikan yang dilakukan sekolah didasarkan pada apa yang direncanakan kurikulum. dan berkembang di masyarakat. apakah lembaga pendidikan yang terbuka untuk setiap orang ataukah lembaga pendidikan khusus haruslah dapat mempertanggungjawabkan apa yang dilakukannya terhadap masyarakat. Posisi sentral ini menunjukkan pula bahwa setiap interaksi akademik adalah jiwa dari pendidikan. dan di luar sekolah dikembangkan berdasarkan apa yang direncanakan kurikulum. Tanpa kurikulum yang jelas apalagi jika tidak ada kurikulum sama sekali maka kehidupan pendidikan di suatu lembaga menjadi tanpa arah dan tidak efektif dalam mengembangkan potensi peserta didik menjadi kualitas pribadi yang maksimal. menjadi kepeduliaan dan masalah kurikulum. Oleh karena itu jika ada yang ingin mengkaji dan mengetahui kegiatan akademik apa dan apa yang ingin dihasilkan oleh suatu lembaga pendidikan maka ia harus melihat dan mengkaji kurikulum. Posisi sentral ini menunjukkan bahwa di setiap unit pendidikan kegiatan kependidikan yang utama adalah proses interaksi akademik antara peserta didik. Kedua pandangan ini hanya akan membatasi kurikulum. hidup. Dalam posisi maka kurikulum merupakan bentuk akuntabilitas lembaga pendidikan terhadap masyarakat. dalam kepeduliaannya. Proses belajar yang dialami peserta didik di kelas. Pengembangan potensi peserta didik menjadi kualitas yang diharapkan adalah didasarkan pada kurikulum. Kegiatan evaluasi untuk menentukan apakah kualitas yang diharapkan sudah dimiliki oleh peserta didik dilakukan berdasarkan rencana yang dicantumkan dalam kurikulum. pendidik. dan pendidikan. Lembaga pendidikan tersebut harus dapat memberikan "academic accountability" dan "legal accountability" berupa kurikulum. Oleh karena itu kurikulum adalah dasar dan sekaligus pengontrol terhadap aktivitas pendidikan.seolah-olah hanya dimiliki oleh lembaga pendidikan modern dan yang telah memiliki rencana tertulis. Pengertian di atas memang pengertian yang diberlakukan untuk semua unit pendidikan dan secara administratif kurikulum harus terekam secara tertulis. Kurikulum menyebabkan sekolah menjadi lembaga menara gading yang tidak terjamah oleh keadaan masyarakat dan tidak berhubungan dengan masyarakat. Untuk menegakkan akuntabilitasnya maka kurikulum tiak boleh hanya membatasi diri pada persoalan pendidikan dalam pandangan perenialisme atau esensialisme. Jika seseorang ingin mengetahui apakah yang dihasilkan ataukah pengalaman belajar yang terjadi di lembaga pendidikan tersebut tidak bertentangan dengan hukum maka ia harus mempelajari dan mengkaji kurikulum lembaga pendidikan tersebut. Sedangkan lembaga pendidikan yang tidak memiliki rencana tertulis dianggap tidak memiliki kurikulum. Kurikulum dan pendidikan melepaskan diri dari berbagai masalah social yang muncul.

peningkatan potensi. perkembangan ilmu pengetahuan. d. Posisi pertama adalah kurikulum adalah "construct" yang dibangun untuk mentransfer apa yang sudah terjadi di masa lalu kepada generasi berikutnya untuk dilestarikan. SD/MI memiliki tujuan yang tidak sama dengan SMP/MTs baik dalam pengertian ruang lingkup kualitas mau pun dalam pengertian jenjang kualitas. f. j. Pengertian kurikulum berdasarkan pandangan filosofis perenialisme dan esensialisme sangat mendukung posisi pertama kurikulum ini. agama. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. posisi kurikulum dapat disimpulkan menjadi tiga. dan minat peserta didik. Oleh karena itu kualitas yang dihasilkannya bukanlah kualitas yang harus dimiliki seluruh warga bangsa tetapi kualitas yang dimiliki hanya oleh sebagian dari warga bangsa. Secara singkat. h. b.kurikulum merupakan upaya pendidikan membangun masyarakat baru yang diinginkan bangsa menempatkan kurikulum pada posisi yang berbeda. peningkatan iman dan takwa. Secara formal. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat (3) menyatakan bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. e. Posisi ketiga adalah kurikulum untuk membangun kehidupan masa depan dimana kehidupan masa lalu. kecerdasan. adalah kurikulum berposisi sebagai jawaban untuk menyelesaikan berbagai masalah social yang berkenaan dengan pendidikan. masa sekarang. Tujuan pendidikan nasional adalah tujuan besar pendidikan bangsa Indonesia yang diharapkan tercapai melalui pendidikan dasar. dan persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan 42 . c. Kedua. dinamika perkembangan global. keragaman potensi daerah dan lingkungan. Setiap lembaga pendidikan ini memiliki tujuan yang berbeda. Oleh karena itu maka kurikulum untuk SD/MI berbeda dari kurikulum untuk SMP/MTs baik dalam pengertian dimensi kualitas mau pun dalam pengertian jenjang kualitas yang harus dikembangkan pada diri peserta didik. Tujuan di atas pendidikan dasar tidak mungkin tercapai oleh setiap warganegara karena pendidikan tersebut. peningkatan akhlak mulia. Posisi ini dicerminkan oleh pengertian kurikulum yang didasarkan pada pandangan filosofi progresivisme. i. diteruskan atau dikembangkan. Jenjang Pendidikan Dasar terdiri atas pendidikan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) dan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) atau program Paket A dan Paket B. dan berbagai rencana pengembangan dan pembangunan bangsa dijadikan dasar untuk mengembangkan kehidupan masa depan. g. tuntutan dunia kerja. dan seni. tidak diikuti oleh setiap warga bangsa. tujuan pendidikan jenjang pendidikan dan tujuan pendidikan lembaga pendidikan. tuntutan masyarakat terhadap pendidikan diterjemahkan dalam tujuan pendidikan nasional. Apabila pendidikan dasar Indonesia adalah 9 tahun maka tujuan pendidikan nasional harus tercapai dalam masa pendidikan 9 tahun yang dialami seluruh bangsa Indonesia. teknologi. pendidikan menengah dan tinggi.

serta bidang-bidang yang dianggap kurang "penting". teknologi dan seni. Struktur kurikulum 2004 yang memberikan sks lebih besar pada mata pelajaran matematika. hidup sehat dan fisik sehat. dan sebagainya. Kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kurikulum 2004 gagal menjawab keseluruhan spectrum permasalahan masyarakat. semangat kebangsaan tinggi. Posisi ini bersifat konstruktif dan antisipatif untuk mengembangkan kehidupan masa depan yang diinginkan. 43 . teknologi dan tantangan kehidupan global. Posisi ketiga yaitu kurikulum merupakan "construct" yang dikembangkan untuk membangun kehidupan masa depan sesuai dengan bentuk dan karakteristik masyarakat yang diinginkan bangsa. kehidupan agama. budaya. dan pada gilirannya menjadi tujuan kurikulum. Konsekuensi logis dari posisi ini adalah kurikulum membatasi dirinya dan hanya menjawab tantangan dalam kepentingan pengembangan ilmu dan teknologi. ekonomi. Alokasi waktu ini adalah "construct" para pengembang kurikulum dan jawaban kurikulum terhadap permasalahan yang ada. reformasi dari system pemerintahan sentralistis ke system pemerintahan disentralisasi. Permasalahan lain yang terjadi di masyarakat dan dirumuskan dalam ketetapan formal seperti undang-undang tidak menjadi perhatian kurikulum 2004. bahasa Indonesia dan daerah. PPKN/kewarganegaraan. Kurikulum 2004 hanya menjawab sebagian (kecil) dari permasalahan yang ada di masyarakat yaitu rendahnya penguasaan matematika dan ilmu alamiah (sains) yang diindikasikan dalam tes seperti TIMMS atau tes seperti UAN. lembaga pendidikan. produktif. seni.Pasal ini jelas menunjukkan berbagai aspek pengembangan kepribadian peserta didik yang menyeluruh dan pengembangan pembangunan masyarakat dan bangsa. sikap senang dan kemampuan mengembangkan ilmu. Secara formal. memiliki daya saing. toleran. Posisi kurikulum yang dikemukakan di atas barulah pada posisi kurikulum dalam mengembangkan kehidupan social yang lebih baik. tuntutan masyarakat terhadap pendidikan juga diterjemahkan dalam bentuk rencana pembangunan pemerintah. memiliki kebiasaan membaca. Artinya. pengembangan berbagai kualitas bangsa seperti sikap dan tindakan demokratis. cinta damai. kurikulum haruslah memperhatikan permasalahan ini dengan serius dan menjawab permasalahan ini dengan menyesuaikan diri pada kualitas manusia yang diharapkan dihasilkan pada setiap jenjang pendidikan (pasal 36 ayat (2). kurikulum yang dikembangkan di Indonesia masih membatasi dirinya pada posisi sentral dalam kehidupan akademik yang dipersepsikan dalam pemikiran perenialisme dan esensialisme. Sayangnya. dan teknologi dengan mengorbankan Pengetahuan Sosial dan Ilmu Sosial. bangsa atau pun kehidupan global. Tuntutan formal seperti ini harus dapat diterjemahkan menjadi tujuan setiap jenjang pendidikan. Rencana besar pemerintah untuk kehidupan bangsa di masa depan seperti transformasi dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. ilmu. sains (untuk lebih mendekatkan diri pada istilah yang dibenarkan oleh pandangan esensialis). Tuntutan dunia kerja yang seharusnya menjadi kepeduliaan besar dalam model kurikulum berbasis kompetensi tidak muncul karena kompetensi yang digunakan kurikulum dikembangkan dari diisplin ilmu dan bukan dari dunia kerja. masyarakat. Dalam posisi ketiga ini maka kurikulum seharusnya menjadi jantung pendidikan dalam membentuk generasi baru dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan potensi dirinya memenuhi kualitas yang diperlukan bagi kehidupan masa mendatang.

cinta kebersihan. Jika masa depan ditandai oleh berbagai kualitas baru yang harus dimiliki peserta didik yang menikmati jenjang pendidikan menengah maka adalah tugas kurikulum untuk memberikan peluang kepada peserta didik mengembangkan potensi dirinya. philosophical positions. cinta seni. identifying desired learning outcomes. Dalam banyak kasus bahkan terlihat bahwa kurikulum pendidikan tinggi tidak juga memperhatikan hal-hal yang berkenaan dengan kualitas kemanusiaan yang seharusnya terkait dengan pengembangan ilmu dan dunia kerja.Pertanyaan yang muncul adalah kualitas apa yang harus dimiliki semua manusia Indonesia yang telah menyelesaikan wajib belajar 9 tahun? Ini adalah kualitas minimal dan harus dimiliki seluruh anggota bangsa. . dan didasarkan pada kajian keilmuan terutama kajian psikologi mengenai minat/interest sebagai model penjurusan untuk kurikulum SMA. bersesuaian dengan kaedah pendidikan. demokratis. disiplin. menghormati hak orang lain. sosial. kerja keras. preparing for instruction to achieve the outcomes. . memiliki rasa kebangsaan tinggi. produktif. Kualitas kemanusiaan seperti jujur. hemat. menghargai masa lalu. Kedua orientasi ini menyebabkan kurikulum di jenjang pendidikan tinggi kurang memperhatikan kualitas yang diperlukan manusia di luar keterkaitannya dengan disiplin ilmu atau dunia kerja. Jika mentalitas bangsa Indonesia yang diinginkan adalah mentalitas baru yang religius. cinta damai. Oleh karena itu Olivia (1992:39-41) selain mengakui bahwa pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang kompleks lebih lanjut mengatakan curriculum is a product of its time. Berbagai factor seperti politik. dan sebagainya terabaikan dalam kurikulum pendidikan tinggi walau pun harus diakui bahwa Kepmen 232/U/1999 mencoba memberikan perhatian kepada aspek ini. Model baru perlu dikembangkan yang lebih efektif. Posisi kurikulum di jenjang pendidikan tinggi memang berbeda dari jenjang pendidikan dasar dan menengah. teknologi. menguasai pemanfatan teknologi informasi dan sebagainya maka kurikulum harus mampu mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kualitas tersebut sebagai kualitas dasar atau kualitas minimal bangsa yang menjadi tugas kurikulum SD/MI dan SMP/MTs. taat aturan. Jika pasal 36 ayat (3) Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 dijadikan dasar untuk mengidentifikasi kualitas minimal yang harus dimiliki bangsa Indonesia maka kurikulum haus mengembangkannya. 44 . inovatif. kreatif. ilmu. kritis. PROSES PENGEMBANGAN KURIKULUM Unruh dan Unruh (1984:97) mengatakan bahwa proses pengembangan kurikulum a complex process of assessing needs. gemar membaca. social. disiplin. kerja keras. Jika penguasaan ilmu. menghargai prestasi. budaya. teknologi berpengaruh dalam proses pengembangan kurikulum. Barangkali untuk itu sudah saatnya konstruksi kurikulum SMA dengan model penjurusan yang sudah berusia lebih dari 50 tahun itu ditinjau ulang. and meeting the cultural. mengenal lingkungan. curriculum responds to and is changed by social forced. Jika kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah lebih memberikan perhatian yang lebih banyak pada pembangunan aspek kemanusiaan peserta didik maka kurikulum pendidikan tinggi berorientasi pada pengembangan keilmuan dan dunia kerja. and personal needs that the curriculum is to serve. dan seni di jenjang pendidikan menengah diarahkan untuk persiapan pendidikan tinggi maka kurikulum harus mampu memberi kesempatan itu. ekonomi. gemar berolahraga.

Dalam model ini kurikulum lebih banyak mengambil posisi pertama yaitu sebagai rencana dan kegiatan. permasalahan pendidikan hanya terbatas pada permasalahan transfer dan transmisi. Secara singkat dapat dikatakan bahwa dalam pengembangan kurikulum focus awal memberi petunjuk jelas apakah kurikulum yang dikembangkan tersebut kurikulum dalam pandangan tradisional. dan diakhiri dengan melihat hasil kurikulum berdasarkan tujuan yang terbatas. modern ataukah romantism. accumulating knowledge. and educational leadership at its moment in history. Sayangnya. Model pengembangan kurikulum berikut ini adalah model yang biasanya digunakan dalam banyak proses pengembangan kurikulum. Masalah yang muncul di masyarakat atau ide tentang masyarakat masa depan tidak menjadi kepedulian kurikulum. karena sifat ilmu yang universal menyebabkan konteks social-budaya tersebut terabaikan. Kegiatan evaluasi diarahkan untuk menemukan kelemahan kurikulum yang ada. The external environment is full of disparate but overt conceptions 45 . it is internal insofar as each of us carries around in our mind's eye models of how the schools should function and what the curriculum should be. Ide yang dikembangkan pada langkah awal lebih banyak berfokus pada kualitas apa yang harus dimiliki dalam belajar suatu disiplin ilmu. teknologi. dan sebagainya. seni.psychological principles. agama. Keseluruhan proses pengembangan kurikulum dapat digambarkan sebagai berikut: Dalam proses pengembangan tersebut unsure-unsur luar seperti kebudayaan di mana suatu lembaga pendidikan berada tidak pula mendapat perhatian. Pada fase pengembangan ide. Konsep diversifikasi kurikulum menempatkan konteks social-budaya seharusnya menjadi pertimbangan utama. model yang tersedia dan dianggap sesuai untuk suatu kurikulum baru. Padahal seperti dikemukakan Longstreet dan Shane (1993:87) bahwa kebudayaan berfungsi dalam dua perspektif yaitu eksternal dan internal: The environment of the curriculum is external insofar as the social order in general establishes the milieu within which the schools operate.

Paper presented at UNESCO Seminar on Decentralization. E. A Post-Modern Perspective on Curriculum.E. 19:51-98. as individuals. Hasan. Pencapaian tujuan kurikulum pun diukur dengan keberhasilan lulusan di masyarakat. Doll. Hasan. (1996). (1993). Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat. 46 . and practice for democratic education. London: Routledge & Kegan Paul. Unpublished. Review of Research in Education. Columbia University Eggleston. Paper presented at International Conference on Issues in Education of Pluralistic Societies and Responses to the Global Challenges Towards the Year 2020. S. 25. DAFTAR BACAAN Darling-Hammond. culture. and education. Identifikasi masalah dalam masyarakat dan kualitas yang dimiliki suatu komunitas pada saat sekarang dijadikan dasar dalam perbandingan dengan kualitas yang diinginkan masyarakat sehingga menghasilkan harus dikembangkan oleh kurikulum. The internal environment is a multiplicity of largely unconscious and often distorted views of our educational realities for. Local Content Curriculum for SMP. Model kedua yang diajukan dalam makalah ini adalah model yang menempatkan kurikulum dalam posisi kedua dan ketiga.about what the schools should be doing. W. S. 6:5-17. we caught by our own cultural mindsets about what should be.H. Educational Researcher. (1996). L. (1977). J. Language.T. The right to learn and the advancement of teaching: research. New York and London: Teachers College. Garcia. Unpublished.E. (1993). Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum selalu dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat. current realities. rather than by a recognition of our swiftly changing.H. policy. The Sociology of the School Curriculum. Multicultural Issues and Human Resources Development. (1996).

Berkeley.D. Curriculum. dan Unruh.P. New York: Macmillan Tanner. Processes. C.F. (1986). Planning. 4th Developing the Curriculum edition.C. M. W. Mereka yang berfikiran sempit membicarakan orang lain (Eleanor Roosevelt. Columbia University Marsh. New York: Longman Print. A Comprehensive Introduction. Oliver. Paradigm. Ltd. (1997). M. Sandton:Heinemann Higher and Further Education. New York and London: Teachers College.G.Jacobs. (1997). and Progress.2 Lampiran 2: PROGRAM INOVATIF SEKOLAH Oleh Suparlan *) Mereka yang berfikiran hebat membicarakan ide-ide. New York: Macmillan Publishing Co.J. Curriculum Development: Problems. bukan membicarakan fakta-fakta saja. Curriculum Development and Design. J. Schubert. mantan first lady AS) Inovasi membedakan antara pemimpin dan pengekor (Steve Jobs. ERIC Digest. P. Curriculum: Perspective. (1986). (1977).C. London: The Falmer Press McNeil. (1984). D. (1980). Curriculum Development: Theory into Practice. dalam Contemporary Education: Global Issues and Trends. Curriculum Reform in the Elementary School: Creating Your Own Agenda. dan Howley. Curriculum. Gagasan apa saja itu? Tentang program inovatif sekolah. (1999).L. Unruh. Charting new maps: multicultural education in rural schools. and Possibility. ED 348196. (1993). 2003) Innovation is the creation of the new or the re-arranging of the old in a new way (Michael Vance) Kita sekarang akan mencoba menjadi orang yang berfikiran hebat. Boston: Little... G. St. Klein. A. 1884 – 1962. disunting oleh Eleanor Lemmer. Management and Ideology: Key Concepts or Undertanding Curriculum.H. M. Siapa takut? Kita sedang membicarakan ide-ide atau gagasan-gagasan. dan Tanner. (1992). ERIC Clearinghouse on Rural Education and Small School. Leonard: Allen & Unwin Pty.F. Brown and Company. 47 . pendiri Apple Computer) Innovation is change that creates a new dimension of performance (Peter Drucker: Hesselbein. apalagi membicarakan orang lain. California: McCutchan Publishing Corporation 2.Inc. Olivia. Mereka yang berfikiran sedang membicarakan peristiwa-peristiwa.

masalah ini terjadi karena banyak anak-anak yang tidak sarapan pagi. Juga tidak hanya dengan program-program yang biasa. Program peningkatan kompetensi SDM secara terencana dan berkelanjutan memang harus dimulai di lembaga pendidikan sekolah. Kita telah jauh ketinggalan dari negara Thailand. Untuk dapat membangun SDM yang handal. Itu pun sudah dapat disebut sebagai apa yang dikenal dengan inovasi. Lembaga pendidikan sekolah harus merancang berbagai program yang inovatif. ketika pembina upacara menyampaikan pidatonya. maka lembaga pendidikan sekolah harus menjadi tempat yang strategis untuk dapat meningkatkan kompetensi SDM yang handal. gagasan-gagasan yang akan ditulis ini mungkin saja memang bukan benar-benar baru bagi sekolah tertentu. Selidik punya selidik. ada kemungkinan mereka juga mengalami kekurangan gizi dan dehidrasi. banyak orang yang meneropongnya dari faktor kemunduran dunia pendidikan kita. Pemberdayaan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sungguh. dalam acara olahraga yang bergengsi ini kita selalu unggul. Penemuan tentang rendahnya kebugaran jasmani. Hal ini sama sekali berbanding terbalik dengan keadaan peserta didik di Negeri Cina. Program Pemberian Susu dan Makanan Tambahan Di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Peter Drucker menjelaskan kepada kita bahwa inovasi sesungguhnya adalah perubahan yang menciptakan satu dimensi baru kinerja organisasi. maka sumber masalahnya adalah lembaga pendidikan sekolah. Tapi. Bukan hanya itu. Kita harus melakukan hal yang luar biasa. Para siswa di sekolah yang cukup luas di negeri tirai 48 . atau ketika bendera merah putih dinaikkan beberapa anak jatuh pingsan. Dalam beberapa kali upacara bendera. kesehatan. Dengan demikian. Boleh jadi semua itu terjadi memang karena dampak negatif dari krisis multidimensional yang masih belum sepenuhnya usai. sebagai ilustrasi. para siswa harus mengikuti upacara bendera di sekolah. gagasan baru juga harus semua komponennya harus baru. sebagaimana juga di sekolah-sekolah lain di tanah air. Namun sekolah yang lain mungkin dapat menjadi sesuatu yang sangat berharga. Dengan kata lain. Padalah dahulu. Bahkan juga ketinggalan dari Vietnam. dan gizi anak-anak kita perlu mendapatkan perhatian kita semua. Memang. Kondisi ini juga tampak dari Human Development Index (HDI) Indonesia yang berada di bawah Vietnam. yang kemudian diperbaiki. Boleh dikatakan bahwa negara yang lain berebut pada urutan kedua. kita harus melakukan hal-hal yang inovatif. Gagasan baru itu bisa jadi dari gagasan yang sudah lama. Namun.Benar sekali. disempurnakan dengan memperbaiki satu atau beberapa elemennya. sehingga menjadi lebih baik dan bermanfaat. kita harus malu dengan peringkat ke empat di Pesta Olahraga Asia Tenggara. Setelah lembaga pendidikan keluarga. kinerja lembaga pendidikan sekolah. Pemberdayaan KKG dan MGMP harus dapat digunakan sebagai wahana yang efektif untuk dapat meningkatkan kompetensi guru di sekolah. Malaysia. Dalam hal ini. Innovation is the creation of the new or the re-arranging of the old in a new way (Michael Vance) Tulisan ini akan mencoba membahas tentang program sekolah yang dapat dinilai inovatif. kita tidak bisa hanya melakukan yang biasa-biasa saja.

program pembinaan olahraga secara teroganisasi di sekolah sudah barang tentu menjadi tanggung jawab semua komponen sekolah. Nah apa yang harus diprogramkan oleh sekolah untuk mengatasi itu semua? Pemberian bubur kacang hijau. tetapi harus menyentuh perubahan kebiasaan para penghuninya. atau ”KESEHATAN SEBAGIAN DARI IMAN” dapat diharapkan dapat mengisi nurani anak-anak kita yang masih putih itu. misalnya peringatan hari besar nasional dan agama. Ciptakan kantin sekolah yang hiegenis dengan jenis makanan yang bergizi. DPR kita masih sibuk dengan urusan politik ketimbang dengan urusan makan siang anak-anak. negeri adidaya Amerika Serikat telah jauh memikirkan pentingnya makan siang anak-anak sekolah melalui program makan siang anak-anak usia sekolah melalui National School Lunch Program Act yang telah ditandatangani oleh Presiden Truman pada tahun 1946. Hasilnya? Stamina olahragawan dari negeri tirai bambu itu sangat luar biasa. maka sekolah tinggal 49 . dan makanan bergizi lainnya secara rutin sudah tentu menjadi kegiatan yang sangat berguna bagi anak-anak kita. atau ”CUCI TANGAN SEBELUM MAKAN”. rindang. Di samping olahgara rekreasi. Sekolah harus memiliki catatan. Selain itu. dan setiap harinya mereka harus melakukan olahraga sesuai dengan hobinya. bukan hanya secara seremonial belaka. Termasuk di dalamnya adalah senam dan menari dengan olah tubuh yang penuh dengan rima dan irama itu. jika ada kegiatan pertandingan olahraga. Lomba kebersihan dan keindahan kelas dapat diadakan pada saat momen-momen tertentu. Jangan biarkan anak-anak kita membiasakan jajan di tepi-tepi pagar sekolah. pemerintah Amerika Serikat juga telah mengeluarkan program susu sekolah (school milk program). atau peringatan hari lahir sekolah. Memasang papan bertuliskan ”LINGKUNGAN BEBAS ROKOK” merupakan satu gebrakan yang dapat dilakukan. yang dari aspek kesehatan dan gizinya tidak dapat kita pertanggungjawabkan. seperti ”TARUH SAMPAH PADA TEMPATNYA”. Dengan catatan ini. Tulisan-tulisan lain. asupan gizi generasi muda kita masih di bawah rata-rata anak-anak di dunia. nama-nama siswa dengan rekor tertingginya dalam cabang olahraga tertentu. Bahkan pada tanggal 14 Oktober 1940. Mereka yang suka berolahraga memiliki kecerdasan fisikal atau kecerdasan ragawi atau kecerdasan yang dikenal dengan bodily kinestetics yang tinggi. program yang harus dibenahi adalah kantin sekolah. Kedua. maka masalahnya tidak lain dan tidak bukan adalah karena kecerdasan fisikal generasi muda kita yang masih rendah. citakan lingkungan sekolah yang bersih. Semua fasilitas olahraga telah disediakan. Pertama. Tetapi. pencatatan secara rutin rekor olahraga prestasi harus tersedia di sekolah.bambu itu diwajibkan selalu melakukan olahraga dalam cabang olahraga yang mereka suka. Rupanya. karena selalu keok dalam arena pertandingan olah raga yang bergengsi ini. Jika negeri ini masih juga mengalami masalah mahalnya susu untuk tumbuh kembang anak-anak kita. Penciptaan Lingkungan Sekolah Yang Sehat Program ini sangat terkait dengan program sebelumnya. Kalau pun negeri kita pada saaat ini masih mengalami kesulitan untuk mencari sebelas pemain sebak bola. Program 7K perlu digalakkan lagi. susu. Talent Scouting Bibit Olahraga dan Seni Pembinaan olahraga memang menjadi tugas utama guru olahraga dan keshatan. dan indah.

sebagai contoh. dipupuk. sebagai contoh. maka apa yang dapat dilakukan di tingkat sekolah? Tentu saja pendidikan lingkungan hidup harus menjadi tanggung jawab sekolah. Setelah program ini dilaksanakan. Atau dapat meminta kepada para siswa untuk masing-masing dapat memiliki tanaman kesayangan yang harus dipelihara setiap hari dengan sepenuh hati. Pencatatan prestasi olahraga ini dapat dilakukan pada awal tahun pelajaran atau pada saat usai ulangan semester pertama menjelang libur sekolah. Program seperti ini dapat berupa program lain yang tidak kalah inovatifnya. sekolah juga harus melakukannya untuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. dan disiangi kalau ada rumput yang menggangunya. Untuk sekolah yang tidak memiliki lahan yang luas. The First Day Festival Ide ini diusulkan oleh seorang guru di suatu sekolah di Amerika Serikat. orangtua siswa dan masyarakat merasakan adanya peningkatan keakraban dan kekeluargaan antara sekolah dan orangtua siswa secara luar biasa. baik dalam bidang akademis maupun nonakademis. adalah pertanyaan penelitian sederhara yang dapat dilakukan bukan di SMP. Dampaknya. Namun banyak di antaranya kurang begitu yakin bahwa anak-anak mampu melakukannya. di hadapan orangtua dan masyarakat. Dalam acara tersebut. Topiktopik lainnya misalnya: (1) rata-rata jumlah anak dalam satu keluarga. orangtua dan masyarakat menjadi lebih memiliki kepercayaan yang tinggi 50 . setiap kelas dapat diminta untuk membikin taman di depan kelasnya masing-masing. Sebenarnya para guru telah memiliki pengetahuan dan keterampilan praktis dalam penelitian sederhana.memilih mereka untuk dapat mengikuti ajang pertandingan olahraga yang akan diikuti. Orangtua dan masyarakat tidak lagi merasa sebagai klien. Pada waktu itu. Science-Tech Club Sama dengan talent scouting dalam bidang olahraga. (3) jarak tempuh anak-anak ke sekolah. sekolah juga dapat membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan program penanaman satu juta pohon. dan masih banyak yang lain. dapat menjadi media untuk menyatupadukan sekolah dengan orangtua dan masyarakat. Jika di lingkungan sekolah ada lahan tidur yang tidak dimanfaatkan oleh yang empunya. tetapi sebagai pemangku kepentingan yang memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan pihak kepala sekolah dan para guru di sekolah. Dengan demikian. Sejak adanya festival hari pertama sekolah itu. pelibatan peran serta orangtua dalam penyelenggaraan pendidikan masih menjadi sesuatu yang langka. agar sekolah tidak terasa gersang. antusiasme orangtua dan masyarakat tibatiba meningkat secara drastis. Sayur apakah yang menjadi kegemaran siswa. (2) rata-rata tinggi dan berat badan anak-anak kelas 5 SD. maka sekolah juga dapat membuat taman sederhana untuk menanam tanaman hias atau tanaman bunga. Acara tutup tahun sekolah. Jika ada sedikit lahan di depan sekolah. Padahal obyek penelitian sederhana bagi anak-anak terbentang luas di sekolah dan lingkungannya. tetapi sudah bisa dilakukan di SD. Selain itu. para siswa dapat menunjukkan kebolehannya. Disiram. Kebun Sekolah dan Penanaman Sejuta Pohon Jika secara internasional isu pemanasan global telah melahirkan Bali Roadmap untuk memecahkan isu tersebut. sekolah dapat menjadi tempat pembibitan olahraga dan seni yang pertama dan utama. sekolah dapat meminjamnya untuk dijadikan kebun sekolah tempat praktik anak-anak menanam berbagai jenis tanaman.

dan menyenangkan (PAKEM) dan contextual teaching and learning (CTL) kini menjadi program inovatif di sekolah yang menjadi primadona. Dampak pengiringnya. Bahkan lebih dari itu. Pendek kata. dan masih banyak yang lainnya. Akhir Kata Masih sangat banyak program inovatif lain yang dapat dilaksanakan oleh sekolah. diharapkan dapat turut aktif memeranginya. semua itu harus dirancang adalam rencana yang matang. Murid atau mahasiswa yang akan menjadi tulang punggung bangsa di masa mendatang sejak dini harus diajar dan dididik untuk membenci serta menjauhi praktek korupsi. Sulitkah semua itu kita lakukan? Semua itu memang sulit untuk pertama kalinya. dan sudah barang tentu yang tidak memberatkan keuangan orangtua siswa. Dengan kata lain. Setidaknya ada tiga 51 .com. Tentu saja. program sekolah berwawasan imtaq. 17 September 2006 12:28:40 Institusi pendidikan diyakini sebagai tempat terbaik untuk menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai antikorupsi. E-mail: bsuparlan@yahoo. program sekolah yang aman dan nyaman. dengan program inovatif.3 Lampiran 3: MEMBERANTAS KORUPSI MELALUI KURIKULUM Oleh icwweb Minggu. yang dikenal dengan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS).suparlan. Ingin mencoba sesuatu yang baru. Semua permulaan itu memang sulit. 22 Desember 2007 2. Tentu saja berdasarkan kondisi sekolahnya masing-masing. Yang penting.com. Tetapi. Untuk itu.terhadap upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi siswa. strategi yang umumnya dipilih dengan mengintervensi secara tidak langsung proses belajar-mengajar melalui penerapan kurikulum antikorupsi. program sekolah ramah anak. yang kalau bisa yang luar biasa. Itu semua dapat dimulai dengan program inovatif yang sederhana. kreatif. semua warga sekolah ingin melakukan sesuatu yang baru. baik yang terkait dengan aspek akademis maupun nonakademis di sekolah. Penerapan pembelajaran aktif. Mudah-mudahan. atau sesuatu yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian. orangtua dan masyarakat menjadi lebih antusias dalam ikut serta memberikan dukungan dan bantuan terhadap pelaksanaan program-program inovatif sekolah. kegiatan outbond. Sebagai contoh. semua warga sekolah dan pemangku kepentingan ingin mencoba sesuatu yang tidak biasa. efektif. RPS yang disusun hendaknya memuat program-program inovatif. Depok. yang disusun oleh sekolah bersama dengan pemangku kepentingan. Dimana ada kemauan di situ ada jalan. All beginning is difficult. *) Website: www. yakinlah bahwa semua itu dapat dilakukan jika kita memiliki kemauan.

Apabila menginginkan hingga tingkatan praktek (psikomotor). jika pengaturannya tidak jelas. Pertama. Apabila pilihannya dibuat khusus. institusi pendidikan seperti sekolah sangat sensitif. Selama ini mereka sudah direpotkan dengan pembelian berbagai jenis buku teks yang mahal. proses pengajaran antikorupsi tidak bisa dilakukan dengan cara konvensional: guru memberi ceramah di dalam ruang kelas dan sesekali memberi tes. apabila akan diimplementasikan dalam lingkup luas. di antaranya Universitas Islam Negeri. jika memilih diintegrasikan. Untuk itu. Munculnya terobosan-terobosan baru untuk melawan praktek korupsi. hanya untuk sosialisasi. Tapi. Alat atau instrumen yang mampu mengukur tingkat kemampuan murid dalam menerapkan nilai-nilai antikorupsi tidak mudah dibuat. seperti penentuan buku teks. Tapi masalahnya. Tes yang dilakukan berbeda dari tes pelajaran pendidikan jasmani atau olahraga. dibutuhkan biaya besar untuk pengadaan buku-buku tersebut. pelajaran antikorupsi akan mengulangi kegagalan pelajaran pendidikan moral Pancasila beberapa waktu lalu. seperti membuat kurikulum antikorupsi. Berkenaan dengan kejelasan implementasi kurikulum. seperti pendidikan agama atau kewarganegaraan. Namun. Tapi apa pun pilihannya. apakah akan memunculkan mata pelajaran khusus atau diintegrasikan dengan mata pelajaran yang memiliki korelasi. mesti disambut positif. Murid mampu dengan baik menjawab nilai-nilai luhur pancasila. pilihan tersebut menimbulkan beberapa konsekuensi lanjutan. agar bisa diimplementasikan. Pengelola sekolah mulai guru hingga kepala sekolah mesti menjadi model bagi murid. perubahan kebijakan walau kecil. bukan mustahil buku teks mengenai antikorupsi justru menjadi lahan baru untuk korupsi. waktu dan biaya yang dihabiskan tidak sedikit. Universitas Katolik Soegipranata. akan menemukan kesulitan dalam proses evaluasi. Sebab. dari aspek teknis. Banda Aceh. Sebab. terlebih dulu mereka yang akan mengajarkan pelajaran antikorupsi mesti mengetahui dan memahami apa yang akan diajarkan. Masalahnya. buku teks mata pelajaran yang dianggap relevan otomatis ditambah atau diubah dengan muatan baru mengenai antikorupsi. ada beberapa faktor yang mesti dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Sebab. Ciputat. Selain itu. Sudah tentu. akan berpengaruh pada banyak hal. Belajar dari penerapan kurikulum berbasis kompetensi. Semarang. tapi tingkah laku jauh dari nilainilai tersebut. Selain itu.perguruan tinggi yang sedang mengembangkan kurikulum tersebut. Catatan kedua berkaitan dengan proses penerapan dan evaluasi. proses pengajaran dan evaluasi tidak terlalu sulit. setidaknya dibutuhkan pendidikan atau pelatihan. kalaupun kemudian ditanggung pemerintah. Tapi. Jika penekanannya hanya pada sisi pengetahuan. malah menambah masalah. Batasan ruang kelas harus dihilangkan. kurikulum tidak akan ada artinya tanpa guru. siapa yang akan membiayai. akan muncul buku teks pelajaran baru mengenai antikorupsi. serta IAIN Arraniry. Harus ada kejelasan apakah pelajaran antikorupsi nantinya akan ditekankan pada sisi pengetahuan (kognitif) atau praktek (psikomotorik). 52 . bila dibebankan kepada orang tua murid.

jika praktek korupsi di sekolah juga memiliki korelasi dengan lembaga di atasnya. 16 September 2006 2. pegawai tata usaha. biasanya pelajaran yang paling diingat oleh murid bukan hasil ceramah di ruang kelas. tapi ketika keluar dari ruang kelas atau malah di dalam kelas. karena itu harus direbut.Namun sayang. setiap hari kepada murid diajarkan nilai-nilai antikorupsi. Mulai mereformasi institusi pendidikan. kenyataannya tidak demikian. Kondisi tersebut sangat ironis. Karena itu. jika institusi pendidikan seperti sekolah yang akan mengimplementasikan masih belum bersih dari praktek korupsi. MANAJER DIVISI MONITORING PELAYANAN PUBLIK. kurikulum antikorupsi tidak akan berarti apa-apa. dan orang tua murid. seperti dinas pendidikan. Selain itu. dengan latar belakang penyebab serta modus yang berbeda. Bukan rahasia lagi. mereka menyaksikan bagaimana korupsi dipraktekkan. institusi pendidikan sebagai benteng terakhir tempat menyebarkan nilai-nilai antikorupsi sudah menjadi tempat mempromosikan korupsi. malah pengawas hingga pegawai dinas pendidikan. secara kolektif ataupun perseorangan turut menjadi pelaku. Ade Irawan. guru. Kalau itu semua sudah dilakukan. terus mendorong upaya peningkatan kesejahteraan guru atau dosen. Mereka menikmati keuntungan melalui setoran-setoran atau jasa tanda terima kasih. korupsi sudah sangat sistemik. sehingga tidak lagi terjadi ketimpangan kekuasaan antara kepala sekolah. karena memang itu khitahnya. INDONESIA CORRUPTION WATCH/SEKRETARIS KOALISI PENDIDIKAN Tulisan ini disalin dari Koran tempo. tapi yang dipraktekkan dalam keseharian guru atau kepala sekolah. dari minimnya kesejahteraan hingga ketimpangan kekuasaan. Berharap banyak pada peranan birokrasi pendidikan pun tidak mungkin. Mulai guru. malah tidak sedikit yang aktif menjadi bagian dari rantai korupsi di sekolah. Dengan demikian. Institusi pendidikan seperti sekolah justru menjadi salah satu tempat tumbuh subur praktek korupsi.4 Lampiran 4: APA YANG DIPELAJARI ANAK DI SEKOLAH? 53 . Celakanya lagi. Upaya untuk membersihkannya jauh lebih berat dibanding menyusun kurikulum antikorupsi. kepala sekolah. tanpa menggunakan kurikulum antikorupsi pun dengan sendirinya sekolah akan menjadi tempat mempromosikan nilai-nilai antikorupsi. Institusi pendidikan malah mengajarkan bagaimana cara melakukan korupsi. Tapi tidak ada pilihan lain. akan ada perlawanan dari orang-orang yang selama ini menikmati keuntungan dari praktek korupsi di institusi pendidikan. Sebab. dengan beragam faktor penyebab. Tentu saja. Setidaknya tergambar dari maraknya pungutan yang dibebankan kepada orang tua murid. banyak sekali pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum kurikulum antikorupsi diterapkan.

Kalaupun siswa dapat menjawab semua pertanyaan tersebut secara benar sesuai dengan isi bacaan. mengapa penduduk desa makmur. kata dan kalimat secara benar. Setelah teks. Bersih itu sehat. Yun.Desember 2004 Cica mencuci cangkir dan piring “Cuci tanganmu sebelum makan. Begitu pula kalau kita berbelanja kue-kue tradisional. Jika ternyata orang tua atau kakaknya yang menyuruh. Jika ada anak usia sekolah berkeliaran pada waktu tersebut. Bu. Bagi umumnya anak-anak. “Badanmu kotor. apa yang dilakukan para remaja.” jawab Cica. Adik Cica sedang membaca. Keadaan seperti itu bukan menandakan penduduknya miskin. setiap orang wajib menegur. jelas dan lancar. Juga lebih mudah dipahami jika badan adik kotor ketika sedang bermain pasir atau tanah. Bagaimana dengan aktivitas bapak-bapak dan para remaja? Di sana tidak kita jumpai penduduk yang duduk di pojok gang atau di warung kopi. Hasil pertanian penduduk umumnya singkong dan ubi jalar. Konon sebagian besar remaja bekerja di kota lain. Mereka mengirimkan sebagian gaji ke desa untuk membeli sawah dan menyekolahkan adik-adik mereka. hampir semua suvenir di sana adalah karya ibu-ibu.Cica!” kata Ibu “Ya. bukan sebelum makan seperti pada bacaan di atas. Penduduk hanya panen setahun sekali. Justru penduduknya tergolong makmur. Kak. bagaimana kesimpulanmu mengenai hasil perjuangan penduduk. Mereka biasa hidup bersih. yang biasanya terfokus pada latihan melisankan bacaan mulai dari melafalkan huruf. Teks dialog tanpa judul tersebut terdapat dalam buku Aku Cinta Bahasa Indonesia terbitan Tiga Serangkai Solo (2002). bukan ketika sedang membaca . Tetapi apakah dengan demikian teks boleh dibuat sembarangan tanpa mempertimbangkan logika berbahasa? Perhatikan saja urutan deskripsi peristiwanya. Setelah itu pembahasan untuk memahami teks pun selesai. Buku ini dimiliki oleh hampir setiap siswa kelas satu di beberapa sekolah dasar di Yogyakarta dan Jawa Tengah yang menjadikan buku ini sebagai buku utama dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Itu pun kalau ada air hujan. Semua itu hasil dari desa kelahiran ibunya Indri. Teks di atas memang dibuat untuk siswa kelas satu SD yang sedang belajar membaca permulaan.Oleh Anis Suryani Artikel. Bina Bahasa Indonesia terbitan Erlangga Bandung (2003) terdapat teks bacaan seperti berikut: Wajib Belajar Desa kelahiran orang tua Indri tergolong tandus. logika peristiwa yang lebih mudah dipahami tentunya mencuci cangkir dan piring dilakukan setelah makan. Bersihkan dulu badanmu!” “Ya. yakinkah kita bahwa mereka telah belajar memahami bacaan secara 54 . suku kata. diajukanlah pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan isi teks seperti: apa mata pencaharian ibu-ibu. “Coba cari adikmu!” Cica mencari adiknya.” kata Yuyun. Banyak hal yang dapat mereka kerjakan. pasti mendapat sanksi. Teks bacaan ini berada dalam salah satu bab berjudul Membaca Pemahaman. yakni bab yang khusus dibuat untuk melatih siswa memahami bacaan. Kaum ibu membentuk Home Industry atau Industri Rumah Tangga Jika kita masuk ke toko suvenir. 1. Sementara itu dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas lima SD.

dan kesiapan dapur umum. muncul berkali-kali dalam banyak bacaan terutama untuk siswa kelas satu sampai kelas tiga. 2000. ekonomi koperasi. Terbayang pula bagaimana repotnya guru-guru memandu siswa masuk ke suasana rapat desa yang menjadi 55 . “Selamat pagi Indri”. Dengan mempertimbangkan logika bahasa yang baik atas sebuah teks. Tema yang tidak menarik. menyapu. kalimat-kalimat dalam alinea yang tidak padu. Penerbit Erlangga.” Dan seterusnya. Dimana ada sawah jika kondisi desa dilukiskan sangat tandus dan hanya bisa menghasilkan singkong dan ubi jika ada hujan ? Teks-teks bacaan yang buruk dalam pengaturan logika berbahasa seperti ini cukup banyak terdapat dalam buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk anak-anak SD. pemberantasan nyamuk. perlindungan tenaga kerja. makan sayur. Kondisi yang memprihatinkan dari teks-teks bacaan buku pelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya terjadi pada logika berbahasa. dan sebagainya. mengepel. menanami halaman rumah. Tema kebersihan dan kesehatan mulai dari mandi. krisis moneter. Teks bacaan dan dialog dengan kualitas seperti ini umumnya teks yang dibuat sendiri oleh penulis buku yang biasanya adalah para guru atau sarjana ilmu pendidikan. sarat dengan tema program pemerintah dan konsep-konsep yang terlalu kompleks untuk diajarkan kepada anak-anak sekolah dasar seperti urbanisasi dan gerakan kembali ke desa. sawah mana yang dibeli? Sebuah kalimat yang kontradiktif dengan deskripsi pada alinea pertama. Dengan maksud menanamkan kesan dan makna kepada siswa. Teks berisi tanya jawab antara ketiga tokoh seputar kondisi pengungsi. “Selamat pagi Firman”. Sementara teks buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas empat hingga kelas enam. Teks bacaan dengan tema seperti itu disajikan dengan bahasa penyuluhan sehingga tidak menimbulkan kesan yang bermakna bagi siswa. dan dokter Puskesmas. sikat gigi. Sekretaris Desa. hal 134-135). tetapi juga pada pilihan tema. Kekacauan logika terlihat mulai dari teks yang tidak memiliki judul. tentulah timbul pertanyaan. teks dialog ini harus diperagakan sebagai permainan peran. transmigrasi. membuang sampah. Salah satu contoh teks berisi tema program pemerintah adalah teks dialog bejudul Posko Korban Banjir dalam buku pelajaran bahasa Indonesia untuk siswa SD kelas tiga. kesiapan Puskesmas. Bina Bahasa Indonesia 3A. tidak menumbuhkan minat seperti ini menjadi semakin membosankan karena dibahas berulang-ulang. Bisa kita bayangkan bagaimana canggungnya anak-anak usia 10 tahun kelas tiga SD memainkan peran aparat pemerintahan desa. Apalagi kondisi di lapangan memperlihatkan kecenderungan guru-guru juga terbatas wawasannya mengenai program-program pemerintah tersebut. kerja bakti di kampung. dan sebagainya. Latar belakang dialog adalah rapat di Balai desa.benar pula? Kita pasti tidak yakin akan keberhasilan pembelajarannya jika teks yang mereka baca adalah teks seperti tersebut di atas. perlu dipertanyakan dimana kita bisa temukan gagasan pokok yang dimaksud oleh judul yakni wajib belajar. alinea yang tidak jelas gagasan utamanya. tokoh yang diperankan adalah Kepala Desa. (Tim Bina Karya Guru. “mereka mengirimkan sebagian gaji ke desa untuk membeli sawah…?” . judul yang kurang menggambarkan isi teks. cara-cara memberantas hama. Teks dialog penuh dengan tanya-jawab basa-basi tak bermakna. sementara sebagian besar teks membahas industri rumah tangga ? Lalu jika kita perhatikan kalimat pada alinea terakhir. “Kamu sudah baca pengumuman belum?” “Pengumuman apa? Dimana? Aku belum membacanya tuh.

Tim Bina Karya Guru Penerbit Erlangga. berkebun. hingga provinsi. Penduduk kota sebagian besar bekerja sebagai pegawai negeri. Ketergantungan terjadi karena beberapa faktor. Diawali dengan mengenal lingkungan keluarga. Di sana tidak ada bukit. siswa diminta menyebutkan nama tokoh. Konsep “bekerja” itu sendiri tidak banyak mendapat porsi dalam penjelasannya.Tetapi kenyataannya tidaklah demikian. Berbagai jenis mata pencaharian disebutkan bagai sebuah daftar jenis pekerjaan. Jika isi buku pelajaran kondisinya sangat buruk. Wilayah RT di daerah perkotaan umumnya terletak di atas tanah datar. buku pelajaran memulainya dengan menyebutkan jenis-jenis mata pencaharian. menyempit maknanya menjadi sekedar jenis pekerjaan. pegawai perusahaan swasta dan perusahaan daerah. Tidak ada gambaran yang memadai mengenai proses. Wilayahnya terdiri atas tanah datar dan rata. Setelah teks. Deskripsi menjadi lebih kacau dengan kalimat: tidak ada bukit dan tidak ada sungai di perkotaan. Dari pengalaman penulis bergaul dengan para guru sekolah dasar dan mengamati keseharian mereka dalam mengajar siswa. Kedua. Anak-anak mulai mempelajari konsep-konsep ilmu sosial pada saat duduk di kelas 3 SD. dari sebuah peristiwa rapat di Balai Desa yang berlangsung datar-datar saja tanpa dinamika. Juga tidak ada sungai yang mengalir. beternak. kemudian lingkungan sekolah. (IPS Terpadu Kelas 3 SD. tiba-tiba lembaga administratif itu dihubungkan dengan kondisi geografis yang secara konsep berbeda konteksnya. Ada wilayah RT yang terletak di tanah datar. Buku pelajaran adalah media pembelajaran yang paling umum dipakai di sekolah-sekolah di Indonesia. Dalam memperkenalkan konsep-konsep ekonomi. “Bekerja” yang merupakan aktivitas ekonomi produksi. sifat-sifat mereka dan alasan mengapa menyebutkan sifat itu. ada yang di tanah berbukit. ada kecenderungan yang memprihatinkan yakni ketergantungan guru yang sangat tinggi terhadap buku pelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas. Bagaimana mungkin siswa dapat menggambarkan sifat tokoh dari dialog singkat tidak lebih dari 25 kalimat. sebagian besar guru memiliki minat baca yang rendah sehingga sulit bagi mereka untuk berkreasi 56 . RW. Wilayah RT 06/ RW 03 terletak di daerah perkotaan. Pertama. Apa yang digambarkan oleh buku-buku pelajaran IPS kelas 3 SD tentang lingkungan tetangga ? Keadaan wilayah RT yang satu mungkin berbeda dengan keadaan wilayah RT yang lain. Wilayah RT yang terdapat di daerah pedesaan sebagian terletak di atas tanah berbukit. lingkungan tetangga sekitar dan seterusnya. misalnya dengan memberikan bahan bacaan lain yang lebih baik atau menyusun sendiri bahan bacaan yang diperlukan. dan tanpa pelukisan karakter tokoh-tokohnya? Kesan dan makna apa yang bisa diharapkan muncul dari anak-anak kelas tiga SD dari bacaan dan dialog dengan tema yang sama sekali tidak mengundang minat semacam ini? Contoh-contoh di atas memperlihatkan kepada kita bahwa materi pembelajaran bahasa di kalangan siswa sekolah dasar sulit diharapkan dapat berperan dalam meletakkan bahasa sebagai sarana berolah pikir dan sarana ekspresi. kita tentu berharap guru dapat berperan menutup kelemahannya. Tanpa ada penjelasan yang memadai mengenai lembaga RT. Mata pencaharian penduduk desa bertani. Ketergantungan ini mematikan daya kritis guru terhadap kualitas isi buku pelajaran. Peran Guru Deskripsi isi buku di atas hanya merupakan cuplikan kecil saja dari seluruh isi buku pelajaran yang dipakai anak-anak di sekolah dasar. 2000). sebagian besar guru tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai teks yang baik. Dua alinea di atas membuka pembahasan mengenai lingkungan RT. Kelurahan.konteks dialog itu. Penduduk daerah pantai bermatapencaharian sebagai sebagai nelayan.

menjadi beban berat bagi anak-anak. Yang terjadi kemudian. Seorang anak bisa saja hafal nama tokoh pahlawan dan tahun kejadian. para guru lebih menyoroti kualitas gambar yang kurang menarik. Kondisi kurang kritisnya guru terhadap kualitas teks antara lain juga tampak pada hasil penelitian staf pengajar FKIP Universitas Terbuka. Dalam hal persepsi terhadap isi buku. atau buku pelajaran yang diterbitkan oleh penerbit lain yang isinya nyaris sama. Sekitar 37. Kondisi menjadi lebih parah karena waktu di luar jam sekolah lebih banyak digunakan para guru untuk memberikan les privat dalam rangka menyiasati pendapatan yang rendah. Penghafalan juga mematikan rasa ingin tahu. Dana untuk buku tidak ada. Kalau bisa lebih cepat sehingga lebih banyak waktu bisa dicurahkan untuk mengajak siswa berlatih mengerjakan soal. padahal keingintahuan adalah kunci dari eksplorasi dalam perkembangan ilmu. Lemlit UT). (Arsyar. Latihan-latihan soal juga harus dikerjakan.6 persen hanya bisa membaca tanpa bisa menangkap maknanya dan 24. Ketiga. Kebiasaan menghafal diperkuat oleh dorongan yang diberikan para guru. Soal-soal pun diambil dari buku pelajaran itu lagi. guru juga selalu mendorong anak-anak untuk menghafal saja apa yang ada di buku. Maret 2002. Karena wawasan yang terbatas mengenai bahan yang diajarkan. 1989).8 persen hanya bisa mengaitkan teks yang dibaca dengan satu informasi pengetahuan (Kompas 2 Juli 2003). lebih penting bagi guru adalah menyelesaikan pembahasan materi yang ada di dalam buku pelajaran tepat pada waktunya. (Hilum. kesulitan paling besar yang dhadapi siswa dalam memecahkan soal matematika berbentuk cerita adalah dalam membuat model atau memetakan masalahnya dan membuat kalimat matematika. Membaca buku yang tidak menarik dan sulit dicerna isinya. Bagi umumnya guru. Hafalkan jawabannya. Yang kemudian dilakukan akhirnya hanya menghafal saja isi buku.menyusun sendiri bahan pelajaran untuk siswa. melawan dan berjuang. sangat tidak mendukung perkembangan kemampuan literasi dan pemahaman siswa. (Jurnal Pendidikan Vol.3 No 1. buku dianggap sudah lengkap mewakili konten kurikulum dan organisasi materi sehingga mereka seringkali merasa kurang aman kalau tidak mengikutinya. Sangat menyedihkan mengingat kemampuan membaca dan menulis merupakan kompetensi paling dasar yang dibutuhkan seseorang untuk mengembangkan pengetahuan dan meraih kompetensi yang lain. 1997). Buku 57 . Kebiasaan menghafal menumpulkan daya nalar dan kreativitas dalam memecahkan masalah dan menghasilkan karya cipta. perpustakaan sekolah tidak tersedia dan sekolah tidak punya referensi bacaan yang memadai selain koran. akses mereka terhadap bahan bacaan sangat terbatas.” kata seorang guru PPKn (pendidikan kewarganegaraan) kepada siswa-siswa kelas enam. Ini menunjukkan bahwa kemampuan analisa anak-anak sangat rendah akibat tidak berkembangnya logika berpikir. daripada kualitas teks. tetapi belum tentu paham apa yang membuat para pahlawan memberontak. Ibu kan sudah berkali-kali mengingatkan soal-soal itu nanti pasti keluar waktu ujian. “Jangan cuma dibaca teksnya. Dampak pada Anak-anak Kualitas isi buku yang rendah ditambah dengan kemampuan guru yang kurang memadai. Wacana guru dan siswa akhirnya hanya berkembang sebatas apa yang ada di buku pelajaran. Hasil penelitian yang dilakukan Tim Program of International Student Assessment (PISA) Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas menunjukkan kemahiran membaca anak usia 15 tahun di Indonesia sangat memprihatinkan. Banyak penelitian mengungkapkan. Suparti dkk tentang persepsi guru terhadap penggunaan buku teks Bahasa Indonesia SD di Kabupaten Jombang.

bagaimana dengan kurikulum pendidikan kita ? Kurikulum di Indonesia baru mulai populer pada tahun 1950an. Jika kondisi buku pelajaran sekolah anak-anak sangat memprihatinkan seperti terpapar di atas. Mohammad (1989). Konsep kurikulum adalah konsep pendidikan moderen. Niels (2001). Namun para ahli pendidikan saat ini mendefinisikan kurikulum secara lebih luas. Dalam arti sempit. kurikulum harus disusun secara strategis dan dirumuskan menjadi program-program tertentu. Yogyakarta: Kanisius Nasution. Kedua. Jakarta: Proyek Pengembangan LPTK Ditjen PT Departemen P&K. Konsep kurikulum tidak dikenal dalam pendidikan tradisional yang ada di masyarakat. perkembangan kebutuhan masyarakat dan lapangan kerja dan sebagainya. Tujuan pendidikan sekolah lebih luas dan kompleks karena dituntut selalu sesuai dengan perubahan. pendidikan formal sekolah. Asas-asas Kurikulum. Karena harus selalu relevan dengan perubahan masyarakat. Pendidikan tradisional tidak memerlukan kurikulum. Kemahiran Baca di Indonesia Menyedihkan. Pendidikan formal sekolah memerlukan kurikulum karena tujuan pendidikannya bukan sekedar mewariskan pengetahuan dan ketrampilan secara turun temurun kepada anak-anak. sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh anak-anak di sekolah. buku pelajaran memang harus memenuhi validitas kurikuler yakni disusun sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan. dalam hal ini Pusat Kurikulum. penyusunan kurikulum harus mempertimbangkan berbagai macam aspek seperti perkembangan anak. urut-urutan kejadian. menunjukkan betapa kurikulum pendidikan sekolah yang ada saat ini belum disusun dan direncanakan dengan baik. dan digunakan oleh mereka yang memperoleh pendidikan Barat. Kurikulum dan Pendidikan Tradisional Sebagai salah satu media pembelajaran. Kurikulum harus selalu diperbarui sejalan dengan perubahan itu. tanpa memberi penjelasan logis latar belakang terjadinya peristiwa-peristiwa itu. Buku Pelajaran. Kompas (2003). (2 Juli 2003) Mulder. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan.tahun kejadian. Materi pendidikannya relatif tetap dari satu generasi ke generasi berikutnya. tidak memerlukan perencanaan karena tujuannya adalah mewariskan nilai dan tradisi. Pustaka Arsyar. Ketiga. Indonesian Images. visi dan tujuan pendidikan belum dirumuskan secara jelas sehingga menimbulkan kebingungan dalam menerjemahkannya ke dalam strategi dan program. Hal ini terjadi kemungkinan disebabkan oleh pertama. baik sosialisasi maupun pendidikan agama atau pendidikan ketrampilan. Definisi kurikulum beragam. masih kuatnya pengaruh sistem pendidikan tradisional yang cenderung tidak responsif terhadap perubahan membuat sistem pendidikan sekolah cenderung hanya mengadopsi aspek formalitasnya sementara esensi sistem yang bersifat dinamis belum terbentuk. kelemahan manajemen perencanaan di tingkat operasional. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. S (1986). kurikulum didefinisikan sebagai “a plan for learning”. buku pelajaran mencerminkan kurikulum. Kondisi materi buku pelajaran yang memprihatinkan seperti digambarkan di atas. yakni semua pengalaman dan pengaruh yang diperoleh anak di sekolah. Bandung: Jemmars 58 . Dapat dikatakan.pelajaran sejarah hanya memuat nama tokoh. perkembangan ilmu pengetahuan.

59 . Handbook of Research on Social Studies Teaching and Learning. New York: National Council for the Social Studies. Rium (1997). (1991). Anatomi Buku Sekolah di Indonesia. Supriadi. James P ed. Dedi (2001). Yogyakarta: Adicita Shaver. Skripsi S1 FMIPA IKIP Yogyakarta.Hilum. Pengaruh Kemampuan Memecahkan Masalah-masalah cerita dalam aljabar terhadap prestasi siswa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful