MODUL KURIKULUM DAN PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN

Oleh: Drs. Suparlan, M.Ed

Semester: II (kedua) SKS: 2 (dua)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TAMA JAGAKARSA Jalan Letjen TB Simatupang Nomor 152 Tanjung Barat, Jakarta Selatan 12530 Telepon: (021) 7890965, 7829919, 78831838, 7890634 Fax: (021) 7890966

Daftar Isi
1. Pengantar..........................................................................................................................5 2. Kompetensi.......................................................................................................................6 3. Tujuan Pembelajaran........................................................................................................6 4. Kegiatan Pembelajaran .................................................................................................6 4.1. Rincian Materi Pembelajaran........................................................................................6 4.2. Uraian Materi Pembelajaran dan Beberapa Contoh..................................................7 0.1 Tes Formatif Untuk Masing-masing Pertemuan.......................................................30 0.2 Umpan Balik..............................................................................................................35 1 Referensi...........................................................................................................................35 2 Lampiran...........................................................................................................................36 2.1 Lampiran 1:...............................................................................................................36 2.2 Lampiran 2:...............................................................................................................47 2.3 Lampiran 3:...............................................................................................................51 2.4 Lampiran 4:...............................................................................................................53

2

3

.. Amin. semakin besarlah nama baik universitas ini. Semakin banyak warga masyarakat yang akan memasuki universitas ini. kita menyadari sepenuhnya bahwa Universitas Tama Jagakarsa termasuk adalah universitas yang masih sedang berkembang. para mahasiswa dapat belajar secara mandiri dengan membaca modul ini. yang mahasiswanya banyak yang berasal dari para guru dan calon guru yang sedang mengajar di sekolahnya.. Kami berharap rintisan penulisan modul bagi mahasiswa ini segera dapat diikuti oleh para dosen lain di seluruh universitas yang kita cintai ini. secara bertahap universitas ini diharapkan akan mengganti label dari universitas yang sedang berkembang menjadi universitas dapat berdiri sejajar dengan universitas-universitas yang maju di negeri tercinta ini.Ed untuk menulis dan menerbitkan modul untuk mata kuliah yang diampunya patut mendapatkan sambutan kita semua... Tes ini disusun pula untuk setiap kali pertemuan sebagai ter formatif yang harus dijawab oleh mahasiswa.. di dalam modul ini juga disertai pula dengan tes yang harus dikerjakan oleh mahasiswa. Sebagai dosen yang mengajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.Kata Sambutan Ibarat sebuah negara. Dengan demikian.. modul ini diharapkan juga dapat menjadi media promosi bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti kuliah di universitas ini. selain materi kuliah yang telah dirinci dalam 16 (enam belas) kali pertemuan dalam satu semester. dan kemudian didiskusikan dalam pertemuan berikut sebagai appersepsi di awal perkuliahan berikutnya..... 20 Mei 2009 Rektor. Suparlan. .... atau bahkan diterbitkan dalam bentuk modul atau pun buku ilmiah.. Selain itu. Jakarta. 4 . Sambil melaksanakan tugas mengajar. M.. kami menyadari bahwa penyusunan modul menjadi satu keniscayaan. masih banyak hal yang harus dilakukan untuk universitas ini. Mengapa? Karena modul menjadi sumber belajar yang sangat diperlukan... Upaya Drs.. Oleh karena itu. Salah satu di antaranya adalah meningkatkan kemampuan dosen yang dapat menghasilkan produk ilmiah berupa tulisan yang dimuat di berbagai media massa.. Apalagi.

Demikianlah pesan Mr. Di samping itu. Dalam proses belajar mengajar. khususnya yang mengurus tentang pendidik dan tenaga kependidikan. Tapa kurikulum. (3) kompetensi sosial. khususnya kompetensi pedagagogis dan kompetensi profesional. Untuk dapat meningkatkan profesionalisme guru dengan baik. Pengantar ”Jalan terpenting untuk mempertinggi mutu sekolah-sekolah itu ialah mempertinggi mutu pendidiknya”. Pesan itu terutama ditujukan kepada penanggung jawab dunia pendidikan. (2) guru. para calon guru harus memiliki pemahaman yang mendalam bahwa guru mempunya posisi sentral dalam sistem pendidikan nasional.1. Kompetensi pedagogis adalah kompetensi yang terkait dengan penguasaan guru tentang teori belajar mengajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. Kompas. guru yang dihasilkan dari lembaga pengembangan tenaga kependidikan (LPTK) ini adalah guru yang profesional. Upaya peningkatan mutu pendidikan tidak akan berhasil tanpa melalui jalan dan upaya peningkatan mutu pendidiknya. Tanpa peserta didik. Tanpa guru para siswa juga tidak akan dapat secara optimal belajar. Antara kurikulum dengan pembelajaran ibarat dua sisi mata uang. termasuk di dalamnya penguasaan terhadap hal-hal yang terkait dengan kurikulum. ketiga komponen tersebut mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. dan (3) kompetensi profesional. guru tidak akan dapat melaksanakan proses pembelajaran. Kurikulum adalah konsepnya. Maka prasyarat utama yang harus dipenuhi bagi berlangsungnya proses belajar-mengajar yang menjamin optimalisasi hasil ‘pembelajaran’ secara kurikuler ialah tersedianya guru dengan kualifikasi dan kompetensi yang mampu memenuhi tuntutan tugasnya (Fuad Hassan. Ada tiga komponen utama dalam sistem pendidikan nasional. dan (3) kurikulum. 28 Feburari 2000). guru pun tidak akan mempunyai bahan ajar yang akan diajarkan kepada peserta didik. mustahil sesuatu sistem pendidikan berikut acara kurikulernya dapat mencapai hasil sebagaimana diharapkan. yaitu: (1) kompetensi pedagogis. proses interaksi edukatif tidak akan terjadi. Pembelajaran merupakan pelaksanaannya. Dengan demikian. (2) kompetensi kepribadian. Muhammad Yamin kepada para kita semua. Kompetensi profesional adalah kompetensi yang terkait dengan penguasaan disiplin ilmu atau mata pelajaran yang akan diajarkan. Dengan demikian. tanpa kehadiran salah satu komponen tersebut. yaitu: (1) peserta didik. Mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran ini mencakup dua hal penting: 5 . Mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi salah satu bekal bagi para calon guru agar memiliki kompetensi yang memadai. Tanpa guru yang dapat dijadikan andalannya. para guru dan calon guru harus memiliki empat standar kompetensi guru.

4. 13. Memahami silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). pengajaran. 9. dan tujuan pendidikan. dan tujuan pendidikan. 2. 4. Menjelaskan RPP. Menjelaskan tentang filosofi dan definisi kurikulum. 11. Menjelaskan silabus. 6. pembelajaran. Memahami pengertian kurikulum.1: Rincian Materi Pembelajaran Pertemuan I II Materi pembelajaran Informasi Mata Kuliah Pengertian Etimologis Kurikulum 6 . 6. 2. Menyebutkan dua dokumen KTSP. 7. Memahami macam-macam kurikulum. Rincian Materi Pembelajaran Mata kuliah ini disampaikan kepada mahasiswa dalam 16 kali pertemuan dengan rincian materi pembelajaran dalam tabel berikut: Tabel 4. Menjelaskan hubungan antara kurikulum. Memahami Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). 3. Menyusun RPP. 9. 12. Memahami proses pengembangan kurikulum. Menyebutkan komponen utama kurikulum. Memahami sejarah perkembangan kurikulum di Indonesia. Memahami hubungan antara kurikulum. Menjelaskan proses pengembangan kurikulum dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pengembangan kurikulum. 5. Menjelaskan KTSP. 4. Tujuan Pembelajaran 1. Menjelaskan pengertian etimologis kurikulum. dan (2) pengembangan materi pembelajaran dan penerapannya dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. 5. Kompetensi Setelah mengikuti kegiatan perkuliahan dalam mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran. Kegiatan Pembelajaran 4. 7. Menjelaskan beberapa macam kurikulum.(1) kurikulum. 8. 2. 3. Memahami definisi kurikulum. Menjelaskan perkembangan kurikulum di Indonesia 8. Memahami komponen utama kurikulum. diharapkan mahasiswa dapat memiliki kompetensi sebagai berikut: 1. 10. 3.1. Menyusun silabus.

Untuk itu. Dengan demikian. Pertemuan ini seluruhnya dilakukan dengan cara pemberian informasi dialog antara dosen dengan mahasiswa. Dosen harus mengoreksi dan mengembalikan tugas mandiri kepada mahasiswa. dan ”curere” yang artinya ”tempat berlari”. Setiap mahasiswa wajib memilik i modul ini. 3.III IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI 4. Beberapa butir kontrak perkuliahan antara lain dapat disepakati sebagai berikut: 1.2. dan Tujuan Pendidikan Macam-macam Kurikulum Proses Pengembangan Kurikulum UTS (Ujian Tengah Semester) Perkembangan Kurikulum Di Indonesia KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan): Dokumen I KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan): Dokumen II Silabus Praktik Penyusunan Silabus RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Praktik Penyusunan RPP UAS (Ujian Akhir Semester) Uraian Materi Pembelajaran dan Beberapa Contoh Pertemuan I: Informasi Mata Kuliah Dalam pertemuan ini mahasiswa akan menerima fotokopi hand out silabus mata kuliah atau modul ini sekaligus. Setiap mahasiswa juga harus --. yang mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari mulai dari garis start sampai dengan finish.memiliki satu buku referensi yang disebutkan dalam modul ini. 2. Pembelajaran. mahasiswa harus melaporkan tentang buku referensi apa yang dimilikinya. Pertemuan II: Pengertian Etimologis Kurikulum Secara etimologis. 4. 5. 7. Mahasiswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM) harus mengikuti remedial teaching atau pembelajaran remedial tentang materi yang masih kurang tersebut. agar secara dini mahasiswa dapat mengetahui apa saja yang akan dipelajari selama satu semester. kurikulum berasal dari kata dalam Bahasa Latim ”curir” yang artinya pelari. Tugas mandiri yang harus dikerjakan oleh mahasiswa harus segera diserahkan kepada mahasiswa sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. Filosofi dan Definisi Kurikulum Komponen Kurikulum Hubungan Kurikulum. 6. mahasiswa diharapkan dapat memperoleh bahan lain untuk lebih memperkaya pengetahuan dan pemahamannya terhadap materi kuliah ini. istilah kurikulum pada awalnya berasal 7 .paling tidak --. Dengan demikian.

and assessment materials available for a given course of study. dengan pengertian sebagai rencana dan pengaturan tentang sejumlah mata pelajaran yang harus dipelajari peserta didik dalam menempuh pendidikan di lembaga pendidikan.S. a curriculum is the set of courses. John Franklin Bobbitt said that curriculim. In The Curriculum. and experiences intentionally directed for the purposeful formation of adult members of society (www. In the U. the curriculum collectively describes the teaching. Lebih dari itu. memiliki akar kata Bahasa Latin “race course” (tempat berlari). authoritative body (i.wikipedia. yang menjelaskan bahwa kurikulum sebagai mata pelajaran dan pengalaman yang harus diperoleh anak-anak sampai menjadi dewasa. In formal education or schooling (cf. serta pengalaman yang secara sungguh-sungguh diarahkan untuk mencapai tujuan pembentukan warga masyarakat orang dewasa. A curriculum may be partly or entirely determined by an external. and content offered at a school or university.g. kurikulum merupakan keseluruhan kegiatan dan pengalaman yang diperoleh di dalam dan di luar sekolah. In Australia each state's Education Department establishes curricula. however. Sebagai tanda atau bukti bahwa seseorang 8 . National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) for mathematical instruction. explaining the curriculum as the course of deeds and experiences through which children become the adults they should be.com). and (ii) a specific learning program. agar kelak sukses setelah menjadi dewasa. with the individual school districts. establishes the curricula taught. and not experiences occurring in school. e. for success in adult society.e. kutipan tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut: “Di dalam The Curriculum. the first textbook published on the subject. Furthermore. the curriculum encompasses the entire scope of formative deed and experience occurring in and out of school. John Franklin Bobbit mengatakan bahwa kurikulum. Secara terminologis. sebagai satu gagasan. the National Curriculum for England in English schools). as an idea. builds its curriculum with great participation of national academic subject groups selected by the United States Department of Education. learning. has its roots in the Latin word for race-course. pengalaman yang direncanakan dan yang tidak direncanakan. experiences that are unplanned and undirected. in 1918. Pengertian tersebut kemudian digunakan dalam dunia pendidikan. education). each state. UNESCO's International Bureau of Education has the primary mission of studying curricula and their implementation worldwide. buku teks pertama yang diterbitkan tentang mata kuliah itu pada tahun 1918. course work. Secara bebas..dari dunia olah raga pada zaman Romawi kuno di Yunani. dan kemudian diadopsi ke dalam dunia pendidikan. istilah kurikulum yang digunakan dalam dunia pendidikan mengandung pengertian sebagai sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa untuk mencapai satu tujuan pendidikan atau kompetensi yang ditetapkan. Curriculum means two things: (i) the range of courses from which students choose what subject matters to study. In the latter case. Each state.

Ed. dari Tanner dan Tanner. Persamaan kedua aliran tersebut sama-sama mengagungkan keunggulan akademis dan intelektualitas. H. 9 . guru besar Universitas Pendidikan Indonesia telah mencoba untuk merumuskan perkembangan pengertian kurikulum tersebut dengan menggunakan formulaformula sebagai berikut: 1. K = Σ MP + K + SS + TP. Dr. ”content” atau isi. Prof. aliran perenialisme menitikberatkan pada tradisi intelektualitas Bangsa Barat. retorika. (2) definisi kurikulum senantiasa mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. dapat diambil dua butir kesimpulan bahwa (1) definisi kurikulum berasal dari dunia olah raga. Pertama. sains. artinya kurikulum adalah jarak yang harus ditempuh oleh pelari. Kedua. M. 3. dan kemudian digunakan dalam dunia pendidikan. pakar kurikulum yang menganut aliran essesialisme mendefinisikan kurikulum sebagai ”academic exellence” atau keunggulan akademis dan ”cultivation of intellect” atau pengolahan intelek. 4.peserta didik telah mencapai standar kompetensi tersebut adalah dengan sebuah ijazah atau sertifikat yang diberikan kepada peserta didik. sementara aliran esensialisme mengutamakan disiplin akademis yang lebih luas seperti Bahasa Inggris. sehingga dapat diketahui formula yang membentuk definisi kurikulum tersebut. 1980: 104). K = Σ MP. seperti membaca. dan ”transfer of culture” atau alih kebudayaan (Said Hamid Hasan. sejarah. Untuk memahami makna definisi kurikulum biasanya perlu dilakukan analisis makna unsur-unsur definisi kurikulum. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik. Sedangkan perbedaannya. K = -------------. dan bahasa-bahasa modern. matematika. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran dan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan sekolah yang harus ditempuh oleh peserta didik. logika. yang kalau dipelajari secara mendalam ternyata dipengaruhi oleh filosofi atau aliran filsafat tertentu. 2. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran dan kegiatan-kegiatan dan segala sesuatu yang yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau sekolah. Dari ke empat formula definisi kurikulum tersebut. mulai dari definisi yang amat sederhana menjadi definisi yang sangat kompleks. K = Σ MP + KK. Pengertian kurikulum mengalami perkembangan selaras dengan perkembangan masyarakat dan ilmu pengetahuan itu sendiri. pakar kurikulum yang beraliran perenialisme mendefinisikan kurikulum sebagai ”subject matter” atau mata pelajaran. dan matematika. Pertemuan III: Filosofi dan Definisi Kurikulum Dewasa ini terdapat banyak sekali definisi kurikulum. Engkoswara.

but basically it a plan for the education of pupil during their enrollment in given school. bukan hanya "adjusting. inside of or outside the school. kurikulum berfungsi untuk membentuk masa depan atau "shaping the future".bukan hanya untuk meneruskan tradisi intelektualitas masa lalu --. Beberapa definisi kurikulum dapat disebutkan dalam tabel sebagai berikut: Tabel III.tetapi juga untuk memenuhi tuntutan perubahan masa sekarang dan masa depan. 1 Pakar John Franklin Bobbit.Kedua aliran tersebut termasuk kelompok aliran konservatif. kurikulum tidak hanya berfungsi untuk melestarikan budaya atau apa yang ada pada saat sekarang tetapi juga membentuk apa yang akan dikembangkan di masa depan. they conceive of curriculum as a vehicle for fostering critical discontent and for equipping learners with the skills needed for conceiving new goals and affecting social change. whether it is carried on in groups or individually. Curriculum is a plan for learning. A structural series of intended kearning outcomes. Menurut aliran rekonstruksionisme. Instead. A curriculum consists of the means used to achieve or carry out given purposes of schooling. Menurut McNeil (1977: 19).1: Beberapa Definisi Kurikulum No. 1918 Definisi Curriculum. dan rekonstruksionisme. for success in adult society. explaining the curriculum as the course of deeds and experiences through which children become the adults they should be. yang lebih memandang kurikulum --. Termasuk kelompok aliran progresif adalah aliran romantis naturalisme. Di samping itu ada kelompok aliran progresif. Krug (1957) Beauchamp (1972) 5 6 7 8 9 10 Saylor dan Alexander Hilda Taba Johnson J. “The total effort of school to going desired outcomes in school and out school situations”. McNeil menjelaskan bahwa: Social reconstructionists are opposed to the notion that the curriculum should help students adjusts or fit the existing society. mending or reconstructing the existing conditions of the life of community". Curriculum is all of the experiences children have under the guidance of teacher Curriculum is a plan or program for all experiences when the learner encounters under the 10 2 3 4 5 Hilda Taba (1962) Caswell and Campbell (1935) Edward A. Curriculum is a plan for learning. Curriculum is all of the experiences children have under the guidance of teachers. A curriculum is a written document which may contain many ingredients. as an idea. eksistensialisme. Kerr (1972) Caswell and Campbell Oliva (2004) .F. All the learning which is planned or guided by school. has its roots in the Latin word for race-course. eksperimentalisme.

Daftar definisi kurikulum tersebut dapat diperpanjang. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. George Beauchamp (1972) sendiri mencoba mengelompokkan definisi kurikulum dalam tiga kelompok. Definisi tersebut tampak sangat bervariasi.11 Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (pasal 1 ayat 19) direction of the school. Ada juga pendapat resmi negara seperti yang dinyatakan dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Popham). Sumber: Dari berbagai sumber. Dari definisi yang sangat pendek seperti yang dikemukakan oleh Hilda Taba.1976:10). Bahkan. Dari definisi kurikulum sebagaimana telah dirumuskan dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tersebut. yang meliputi proses psikologikan peserta didik sebagai pengalaman belajar (a very broad term. Alexander. sampai dengan definisi yang panjang dari Beauchamp. kelompok yang mendefinisikan bahwa kurikulum adalah a plan for subsequent action. Perbedaan ruang lingkup kurikulum juga dapat menggambarkan berbagai perbedaan dalam definisi kurikulum. encompassing the learner's psychological process as she or he acquires educational experiences). isi dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu" (pasal 1 ayat 19). Pertama. 1981). ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah rencana bagi guru untuk mengembangkan proses pembelajaran atau instruction (Saylor. adalah kelompok yang menyatakan bahwa kurikulum tidak lain adalah pengajara dan pembelajaran (curriculum and instruction as synonums or a unified concept). Pertemuan IV: Komponen Kurikulum Pada pertemuan sebelumnya telah dipelajari bahwa untuk memahami kurikulum kita dapat membedah definisi kurikulum ke dalam unsur-unsur kurikulum. Kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Ada yang berpendapat bahwa kurikulum adalah "statement of objectives" (McDonald. atau pun Johnson. kelompok yang mendefiniskan sebagai istilah yang sangat luas. Ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah dokumen tertulis yang berisikan berbagai komponen sebagai dasar bagi guru untuk mengembangkan kurikulum guru (Zais. Kedua.dan Lewis. kita akan jauh lebih mudah untuk mengetahui komponen-komponen kurikulum. Dengan mengetahui unsur-unsur kurikulum. Ketiga. kita dapat menyimpulkan bahwa kurikulum itu terdiri dari beberapa komponen utama: 11 .

salah satu pengertian yang melekat pada kurikulum adalah kurikulum sebagai verbalisasi dari ide atau gagasan yang teramat kompleks yang ingin dicapai oleh dunia pendidikan. Tujuan pendidikan yang akan dicapai Subandiyah dalam bukunya menyebutkan komponen utama kurikulum adalah: 1. dan proses pengajaran dan pembelajaran di dalam dan di luar kelas sebagai factual curriculum. Cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. baik kurikulum dalam bentuk dokumen atau ideal maupun kurikulum faktual berupa proses pengajaran semuanya memiliki orientasi tunggal. Bimbingan dan penyuluhan. Isi/materi. Sistem evaluasi Pertemuan V: Hubungan Kurikulum. 12 . a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas". yakni tujuan pendidikan. Proses belajar mengajar. Definisi lain menyatakan kurikulum sebagai satu dokumen tertulis. Sedang komponen penunjangnya adalah: 1. Dalam kurikulum ideal terdapat komponen tujuan pendidikan yang akan dicapai. 2. 3. Sistem administrasi dan supervise. 4. dan Tujuan Pendidikan Oliva (1997:12) menyatakan secara tegas bahwa "Curriculum itself is a construct or concept. Tujuan pendidikan.1. Kurikulum sebagai dokumen dan sebagai konsep tidak mempunyai makna apa-apa jika tidak dilaksanakan oleh pendidik dalam proses pengajaran dan pembelajaran di dalam atau di luar kelas. Isi dan bahan pelajaran. Pengajaran. maka kedua-duanya tidak dapat dilepaskan dari upaya untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. 2. Dengan kata lain. Dan oleh karena itulah maka pengalaman belajar yang diperoleh siswa di sekolah dalam proses pelaksanaan kurikulum ideal disebut sebagai kurikulum yang sebenarnya (real curriculum) atau kurikulum faktual (factual curriculum). Walhasil. Media. Jika dokumen kurikulum yang dikembangkan disebut sebagai ideal curriculum. Organisasi/strategi. Dengan demikian. 3. 3. dalam proses pelaksanaan atau penerapan kurikulum itu sendiri juga menjadi salah satu materi tersendiri dalam kurikulum itu. Demikian juga dalam pelaksanaan pengajaran dan pembelajaran terkandung tujuan instruksional yang tidak lain adalah tujuan pendidikan dalam level di dalam kelas. Dalam kenyataan di lapangan apa yang dilakukan oleh guru di dalam dan di luar sekolah akan menjadi pengalaman belajar yang sangat mempengaruhi peserta didik. 2. Bahkan. dapat dikatakan bahwa sesungguhnya gagasan tersebut memerlukan penerapan atau pelaksanaan dalam bentuk proses pengajaran dan pembelajaran. 5. yang kita kenal sebagai kurikulum tersembunyi.

yaitu segala sesuatu yang terjadi pada saat pelaksanaan kurikulum ideal menjadi kurikulum faktual. Misalnya. tenaga administrasi. Mata pelajaran matematika. kurikulum aktual seharusnya mendekati dengan kurikulum ideal. dan beberapa mata pelajaran lain diberikan dalam satu tema tertentu. 2. dan seterusnya. 3. Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum). 3. sebagai contoh. yaitu kurikulum yang berisi sesuatu yang ideal. seperti kebiasaan guru. dan sebagainya. Kurikulum dan pengajaran merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan. Kurikulum merujuk kepada bahan ajar yang telah direncanakan yang akan dilaksanakan dalam jangka panjang. kurikulum dapat dibedakan menjadi: 13 . akan menjadi kurikulum tersembunyi yang akan berpengaruh kepada pembentukan kepribadian peserta didik. yaitu kurikulum yang dilaksanakan dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Dalam proses pembelajaran dikenal dengan pembelajaran tematik yang diberikan di kelas rendah Sekolah Dasar. geografi. sains. Berdasarkan proses pengembangannya dan ruang lingkup penggunaannya. kurikulum yang bahan ajarnya diberikan secara terpadu. kita mengenal beberapa istilah kurikulum sebagai berikut: 1. mata pelajaran sejarah diberikan terpisah dengan mata pelajaran geografi. kehadiran guru. Kurikulum terpadu (integrated curriculum).Pertemuan VI: Macam-macam Kurikulum Kita mengenal berbagai macam kurikulum ditinjau dari berbagai aspek: Ditinjau dari konsep dan pelaksanaannya. Segala sesuatu yang terjadi di dalam kelas. Kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum). ekonomi. kepala sekolah. Sedang pengajaran merujuk kepada pelaksanaan kurikulum tersebut secara bertahap dalam belajar mengajar. sosiologi. Namun demikian. 2. Kurikulum sebelum tahun 1968 di Indonesia termasuk dalam kategori kurikulum terpisah-pisah. Berdasarkan struktur dan materi mata pelajaran yang diajarkan. sesuatu yang dicita-citakan sebagaimana yang tertuang di dalam dokumen kurikulum Kurikulum aktual atau faktual. Misalnya Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan fusi dari beberapa mata pelajaran sejarah. kurikulum yang bahan ajarnya dirancang dan disajikan secara terkorelasi dengan bahan ajar yang lain. bahasa Indonesia. kurikulum yang mata pelajarannya dirancang untuk diberikan secara terpisah-pisah. Kurikulum ideal. Kurikulum terkorelasi (corelated curriculum). kita dapat membedakan: 1. Kebiasaan guru datang tepat waktu ketika mengajar di kelas. atau bahkan dari peserta didik itu sendiri dan sebagainya akan dapat menjadi kurikulum tersembunyi yang akan berpengaruh terhadap pelaksanaan kurikulum ideal di sekolah. Kurikulum 1968 di Indonesia termasuk dalam kategori kurikulum terpadu. Kenyataan pada umumnya memang jauh berbeda dengan harapan.

Kurikulum sekolah (school curriculum). Memang banyak ahli kurikulum yang menentang pemisahan ini tetapi banyak pula yang menganut 14 . yakni kurikulum yang disusun oleh tim pengembang tingkat nasional dan digunakan secara nasional. Yang dimaksud pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan dan penyusunan kurikulum oleh pengembang kurikulum (curriculum developer) dan kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Kurikulum sekolah lahir dari keinginan untuk melakukan diferensiasi dalam kurikulum. 4. and personal needs that the curriculum is to serve. Pertemuan VII: Proses Pengembangan Kurikulum Proses pengembangan kurikulum a complex process of assessing needs. preparing for instruction to achieve the outcomes. misalnya di masing-masing negara bagian di Amerika Serikat. 2. lembaga itu dikenal sebagai Pusat Kurikulum. yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional (Balitbang Diknas). 3. Disusun dengan proses tertentu. 5. Untuk menyusun kurikulum nasional. ahli kurikulum). yakni kurikulum yang disusun oleh satuan pendidikan sekolah. Kurikulum negara bagian (state curriculum). Curriculum specialist (spesialis kurikulum. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum sekolah. 7. sudah barang tentu ada lembaga tertentu yang telah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk menyusun atau mengembangkan kurikulum yang akan digunakan secara nasional. and meeting the cultural. Unruh dan Unruh (1984) Kurikulum memang harus dibuat. social. 3. Kurikulum nasional (national curriculum).1. Central office administrators/corporeate administrators (administrator kantor pusat/administrator perusahaan. Special experts (ahli special). Learners (peserta didik). 6. Principals/corporate unit supervisors (kepala sekolah/unit pengawas sekolah). identifying desired learning outcomes. Ada beberapa pemangku kepentingan yang menurut David G. Di negara lain tentu saja ada lembaga seperti itu. Amstrong biasanya dilibatkan dalam pengembangan kurikulum. yaitu: 1. Teacher/instructors (guru/instruktur). dan digunakan oleh masing-masing negara bagian itu. Lay public representatives (perwakilan masyarakat umum). Negara yang memiliki UU tentang Sistem Pendidikan Nasional mempunyai kepentingan untuk menyusun kurikulum tersebut berdasarkan amanat yang ada di dalam undangundang tersebut. Di Indonesia. yakni kurikulum yang disusun oleh masing-masing negara bagian. 2. Definisi yang dikemukakan terdahulu menggambarkan pengertian yang membedakan antara apa yang direncanakan (kurikulum) dengan apa yang sesungguhnya terjadi di kelas (instruction atau pengajaran).

Model pengembangan kurikulum berikut ini adalah model yang biasanya digunakan dalam banyak proses pengembangan kurikulum.pendapat adanya perbedaan antara keduanya. modern ataukah romantism. Masalah yang muncul di masyarakat atau ide tentang masyarakat masa depan tidak menjadi kepedulian kurikulum. social. model yang tersedia dan dianggap sesuai untuk suatu kurikulum baru. Baik ahli kurikulum mau pun pengajaran mempelajari fenomena kegiatan kelas tetapi dengan latar belakang teoritik dan tujuan yang berbeda. teknologi berpengaruh dalam proses pengembangan kurikulum. Kelompok yang menyetujui pemisahan itu beranggapan bahwa kurikulum adalah rencana yang mungkin saja terlaksana tapi mungkin juga tidak sedangkan apa yang terjadi di sekolah/kelas adalah sesuatu yang benar-benar terjadi yang mungkin berdasarkan rencana tetapi mungkin juga berbeda atau bahkan menyimpang dari apa yang direncanakan. Berbagai faktor seperti politik. and personal needs that the curriculum is to serve. permasalahan pendidikan hanya terbatas pada permasalahan transfer dan transmisi. seni. Dalam model ini kurikulum lebih banyak mengambil posisi pertama yaitu sebagai rencana dan kegiatan. accumulating knowledge. dan sebagainya. Secara singkat dapat dikatakan bahwa dalam pengembangan kurikulum fokus awal memberi petunjuk jelas apakah kurikulum yang dikembangkan tersebut kurikulum dalam pandangan tradisional. Perbedaan titik pandangan ini tidak sama dengan perbedaan cara pandang antara kelompok ahli kurikulum dengan ahli teaching (pangajaran). Pada fase pengembangan ide. identifying desired learning outcomes. and meeting the cultural. and educational leadership at its moment in history. teknologi. psychological principles. Keseluruhan proses pengembangan kurikulum di perguruan tinggi dapat digambarkan sebagai berikut: 15 . sosial. Oleh karena itu Olivia (1992:39-41) selain mengakui bahwa pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang kompleks lebih lanjut mengatakan curriculum is a product of its time. Ide yang dikembangkan pada langkah awal lebih banyak berfokus pada kualitas apa yang harus dimiliki dalam belajar suatu disiplin ilmu. ekonomi. budaya. dan diakhiri dengan melihat hasil kurikulum berdasarkan tujuan yang terbatas. preparing for instruction to achieve the outcomes. Kegiatan evaluasi diarahkan untuk menemukan kelemahan kurikulum yang ada. philosophical positions. Unruh dan Unruh (1984:97) mengatakan bahwa proses pengembangan kurikulum a complex process of assessing needs. curriculum responds to and is changed by social forced. ilmu. agama.

as individuals. The internal environment is a multiplicity of largely unconscious and often distorted views of our educational realities for. Padahal seperti dikemukakan Longstreet dan Shane (1993:87) bahwa kebudayaan berfungsi dalam dua perspektif yaitu eksternal dan internal: The environment of the curriculum is external insofar as the social order in general establishes the milieu within which the schools operate. Identifikasi masalah dalam masyarakat dan kualitas yang dimiliki suatu komunitas pada saat sekarang dijadikan dasar dalam perbandingan dengan kualitas yang diinginkan masyarakat sehingga menghasilkan harus dikembangkan oleh kurikulum. MA Dalam proses pengembangan tersebut unsure-unsur luar seperti kebudayaan di mana suatu lembaga pendidikan berada tidak pula mendapat perhatian.Sumber: Prof.H. karena sifat ilmu yang universal menyebabkan konteks social-budaya tersebut terabaikan. rather than by a recognition of our swiftly changing. it is internal insofar as each of us carries around in our mind's eye models of how the schools should function and what the curriculum should be.Dr. we caught by our own cultural mindsets about what should be. Model kedua yang diajukan dalam makalah ini adalah model yang menempatkan kurikulum dalam posisi kedua dan ketiga. 16 . current realities. Konsep diversifikasi kurikulum menempatkan konteks social-budaya seharusnya menjadi pertimbangan utama. The external environment is full of disparate but overt conceptions about what the schools should be doing. Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum selalu dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat.Said Hamid Hasan. Pencapaian tujuan kurikulum pun diukur dengan keberhasilan lulusan di masyarakat. Sayangnya. Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat.

mahasiswa akan menjawab menjawab soal-soal berbentuk Benar – Salah (B/S) sebagai berikut: 1. 12. 2. kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari (B/S) Pengertian awal kurikulum berasal dari dunia bisnis dan kemudian diadopsi ke dalam dunia pendidikan (B/S) Pengertian curriculum sama artinya dengan curriculum vitae (B/S) Kurikulum berasal dari kata dalam Bahasa Latim ”curir” yang artinya pelari. 9. 3. 4.Said Hamid Hasan. 10. lembaga pendidikan di Indonesia telah mulai menggunakan istilah kurikulum (B/S) Perubahan kurikulum merupakan keinginan dan kebijakan dari menteri pendidikan atau para pengambil kebijakan pendidikan (B/S) Rencana Pengajaran 1947 sesungguhnya bukan kurikulum (B/S) Kurikulum untuk lembaga pendidikan sekolah/madrasah lebih baik tidak perlu diubah-ubah sehingga menimbulkan kesan berubah menteri berubah kurikulmnya (B/S) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran dalam Integrated Curriculum (B/S). dan ”curere” yang artinya ”tempat berlari” (B/S). 13.Sumber: Prof. MA Pertemuan VIII: UTS Dalam pertemuan V ini. 11.Dr. 5. Model pembelajaran tematik yang diberikan di kelas awal Sekolah Dasar merupakan pelaksanaan dari Separated Curriculum (B/S) Sejarah merupakan mata pelajaran dalam Separated Curriculum (B/S) Sains merupakan mata pelajaran dalam Corelated Curriculum (B/S) 17 .H. 7. 8. 14. 6. Secara etimologis. Perilaku dan kegiatan pendidik yang secara langsung maupun tidak langsung menjadi pengalaman belajar peserta didik dalam proses pembelajaran merupakan kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) (B/S) KTSP merupakan national curriculum (B/S) Pada tahun 1940-an.

atau definisi kurikulum. (5) meningkatkan pendidikan jasmani. Mr. UU Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. termasuk ilmu pengetahuan dan teknologinya. Suwandi. Perubahan kurikulum tersebut dilakukan agar kurikulum tidak ketinggalan dengan perkembangan masyarakat. • Istilah kurikulum belum digunakan. (1) mengurangi pendidikan pikiran. Pengajaran. dan (6) meningkatkan kesadaran bernegara dan bermasyarakat. Tujuan pendidikan nasional terlepas dari makna. Kurikulum 1 Rencana Pelajaran 1947 Keterangan • Menteri Pendidikan. 24. Dokumen kurikulum merupakan kurikulum yang bersifat faktual (B/S) 21. (4) meningkatkan pendidikan watak. baik dokumen kurikulum maupun proses pengajaran (B/S) 17.1: Sejarah Perkembangan Kurikulum di Indonesia No. Aliran rekonstruksionisme menekankan kurikulum pada aspek transfer budaya intelektualitas masa lalu (B/S). Perenialisme dan esensialisme merupakan aliran progresif dalam kurikulum (B/S) 18. Kurikulum yang pernah diberlakukan secara nasional di Indonesia dapat dijelaskan dalam tabel sebagai berikut: Tabel IX. Pemberian mata pelajaran teknologi informasi dalam pendidikan sekolah di Indonesia memberikan indikasi bahwa Indonesia juga menganut aliran rekonstruksionisme dalam kurikulum (B/S) 25. keduanya diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan (B/S) 23. Rencana Pelajaran yang disusun harus memperhatikan. perubahan dan penyempurnaan kurikulum dilakukan setiap sepuluh tahun sekali. Unsur pokok kurikulum adalah: (1) daftar jam pelajaran atau struktur 18 . (3) memberikan perhatian kepada kesenian.15. (2) menghubungkan isi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Istilah yang digunakan adalah Rencana Pelajaran. isi dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu” (B/S) 20. Kurikulum sebagai dokumen dan proses pengajaran di dalam kelas. • Merupakan kurikulum pertama di Indonesia. Aliran rekonstruksionisme termasuk aliran konservatif dalam kurikulum (B/S) Pertemuan IX: Perkembangan Kurikulum di Indonesia Secara umum. Proses pengajaran dan pembelajaran merupakan kurikulum yang bersifat ideal (B/S) 22. membentuk Panitia Penyelidik Pengajaran. 19. Proses pengajaran dan pembelajaran sesungguhnya dalam disebut sebagai kurikulum faktual (B/S) 16. dan Kebudayaan. pengertian. Aliran perenialisme dan esensialisme kedua-duanya mementingkan mata pelajaran yang dapat mengembangkan intelekualitas dan transfer budaya atau transfer of culture (B/S).

karsa. dan krida. Kurikulum ini merupakan kurikulum masih dengan mata pelajaran terpisah-pisah (separated curriculum). dan (4) Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Beberapa mata pelajaran Ilmu Hayat. Lahir karena tunturan UU Nomor 4 Tahun 1950 tentang Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran di sekolah. dengan tujuan pendidikan ”membentuk manusia Indonesia untuk pembangunan nasional di berbagai bidang. Lahir sebagai tuntutan Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1973 tentang GBHN 1973. Struktur program untuk Sekolah Dasar. (2) garis-garis besar program pengajaran. dan (5) Pendidikan Olahraga. Kurikulum ini merupakan kurikulum terpadu pertama di Indonesia. Untuk program kecakapan khusus meliputi mata pelajaran Pendidikan Khusus. Istilah yang dipakai adalah Rencana Pelajaran. (3) Pendidikan Bahasa Indonesia. Terdapat pembagian kelompok cipta. Merupakan penyempurnaan dari Rencana Pelajaran 1950. (4) Bahasa Daerah. (3) Pendidikan Kesenian. Untuk program pengetahuan dasar meliputi mata pelajaran (1) Berhitung. Digunakan sampai dengan tahun 1964 Merupakan penyempurnaan dari Rencana Pelajaran 1958 Digunakan sampai dengan tahun 1968. Kurikulum ini masih relatif sama dengan Rencana Pelajaran 1947 Istilah kurikulum masih belum digunakan. program pembinaan jiwa Pancasila meliputi mata pelajaran (1) Pendidikan Agama. Struktur program dibagi menjadi (1) pembinaan jiwa Pancasila. (2) pengetahuan dasar. Struktur program untuk SD meliputi bidang studi (1) 19 . rasa. Untuk pertama kalinya istilah kurikulum dipakai di Indonesia. dan (3) kecakapan khusus. Struktur program dibagi menjadi: (1) struktur program yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa Daerah. (2) Pendidikan Kewargaan Negara. Merupakan kurikulum dengan mata pelajaran terpisahpisah (separated curriculum). Ilmu Alam. (2) struktur program yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa Indonesia. dan sebagainya mengalami fusi menjadi Ilmu Pengetahun Alam (IPA) atau yang sekarang sering disebut Sains. (2) IPA.• • 2 Rencana Pelajaran 1950 • • • • 3 Rencana Pelajaran 1958 Rencana Pelajaran 1964 Kurikulum 1968 • • • • • • 4 5 • • • • • 6 Kurikulum 1975 • • program.

• • • • 7 Kurikulum 1984 • • • 8 Kurikulum 1994 • • • 9 Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) • • • Agama. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mempunyai kewenangan untuk mengembangkan standar nasional pendidikan. yakni: (1) pelaksanaan PSPB. Program. (6) Ilmu Pengetahuan Alam. (4) pelaksanaan pelajaran berdasarkan kerundatan belajar yang disesuaikan dengan kecepatan belajar masingmasing peserta didik. dan Pengembangan Kurikulum. Pusat Kurikulum. (7) Olahraga dan Kesehatan. GBPP untuk kurikulum 1975 dikenal dengan format yang sangat rinci. Oleh karena itu Kurikulum 1984 dikenal juga sebagai Kurikulum 1975 Yang Disempurnakan. Untuk SMA sudah barang tentu ada bidang studi berdasarkan jurusan. Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005. Kurikulum 1994 merupakan pelaksanaan amanat UU Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (3) Bahasa Indonesia. Untuk SMK dikenal dengan Kurikulum 1976. Kurikulum 1984 berlaku berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0461/U/1983 tanggal 22 Oktober 1983 tentang Perbaikan Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah di Lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Ada empat aspek yang disempurnakan dalam Kurikulum 1984. Untuk SMP ditambah dengan bidang studi Bahasa Daerah. Kurikulum 1994 dilaksanakan berdasarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1993 tanggal 25 Februari 1993. (2) Pendidikan Moral Pancasila. afektif. (5) Matematika. baik yang pilihan terikat atau pilihan bebas. dan Pendidikan Keterampilan. dan (3) Pedoman Pelakskanaan Kurikulum. Kurikulum ini belum diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. baik IPA dan IPS. (2) penyesuaian tujuan dan struktur program kurikulum. Balitbang Diknas bersama dengan Direktorat Teknis telah melakukan uji coba dalam rangka proses pengembangan kurikulum berbasis kompetensi ini. dan psikomotorik. dan (9) Keterampilan Khusus. (8) Kesenian. termasuk standar kurikulum yang digunakan di sekolah20 . (2) GBPP. (3) pemilihan kemampuan dasar serta keterpaduan dan keserasian antara ranah kognitif. Kurikulum 1994 berisi 3 lampiran: (1) Landasan. Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1975. Bahasa Inggris. (4) Ilmu Pengetahuan Sosial.

sedangkan untuk SDLB. Wakil Kepala SMP/MTs dan wakil kepala SMA/SMK/MA/MAK bidang kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP. disupervisi. disupervisi. Sumber: Lima Puluh Tahun Pendidikan Indonesia. guru dapat bekerjasama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG). • KBK sering disebut sebagai jiwa KTSP. karena KTSP sesungguhnya telah mengadopsi KBK.10 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sekolah. Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan. 21 . 5. SMA dan SMK oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan Standar Isi. Standar Isi. Sekolah/Madrasah menyusun KTSP. SMPLB. potensi atau karakteristik daerah. 4. SMALB. KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah. Khusus untuk penyusunan KTSP Pendidikan Agama (PA) tingkat SD dan SMP dikoordinasi. Standar Kompetensi Lulusan. dan difasilitasi oleh Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota. sosial budaya masyarakat setempat. SMPLB. • Kurikulum ini disusun oleh satuan pendidikan sekolah/madrasah bersama dengan semua pemangku kepentingan di sekolah. Kepala Sekolah/Madrasah bertanggungjawab atas tersusunnya KTSP. dan Panduan Penyusunan KTSP. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Dasar dan Menengah menyebutkan tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bahwa: 1. 7. atau Perguruan Tinggi. 2. dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sedangkan SDLB. SMALB. dan peraturan pelaksanaannya. Penyusunan KTSP tingkat SD dan SMP dikoordinasi. Dalam penyusunan silabus. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). 3. dan peserta didik. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). SMA dan SMK oleh Kantor Wilayah Departemen Agama. Pertemuan X: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen I Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada standar isi (SI) dan standar kelulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). 8. 6. • Kurikukulum ini dikembangkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan).

dilakukan melalui berbagai cara. disupervisi. Kegiatan pembelajaran dalam KTSP mempunyai karakteristik sebagai berikut: 1. (b) products (hasil karya). dan (c) pengelolaan kurikulum berbasis sekolah. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan. yaitu (a) kegiatan pembelajaran. dan difasilitasi oleh Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota. Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah 2. sedangkan MA dan MAK oleh Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi. (c) projects (penugasan). Pengembangan perangkat kurikulum (a. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 2. 2. Dilakukan oleh guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan. (b) penilaian. Berorientasi pada kompetensi. silabus) 3. Penyusunan KTSP tingkat MI dan MTs dikoordinasi. 4. Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat Penilaian dalam KTSP mempunyai karakteristik 1. (d) performances (unjuk kerja). ketuntasan belajar. kondisi dan potensi daerah. Apa yang dimaksud kurikulum dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional? Apa yang dimaksud KTSP ? Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. mengacu pada patokan. 3.9. bagian dari pembelajaran. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. dan (e) paper & pen test (tes tulis). 6. Sedang kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. yaitu (a) portfolios (kumpulan kerja siswa).l. bersifat internal. Bagaimana Konsep Dasar KTSP? Konsep dasar KTSP meliputi 3 (tiga) aspek yang saling terkait. satuan pendidikan dan peserta didik. dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar. Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah mempunyai prinsip-prinsip: 1. Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar 22 . 5.

UU Nomor20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 dan Nomor 6 Tahun 2007 tentang pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23/2006 6. dan (8) standar penilaian pendidikan. (3) standar kompetensi lulusan. (4) standar tenaga kependidikan. disebutkan sistem pendidikan nasional memiliki 8 (delapan) standar. 2. kebutuhan.4. (7) standar pembiayaan. (2) standar proses. yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum untuk satuan pendidikannya. (5) standar sarana dan prasarana. Foto: Para guru sedang mengikuti diklat tentang penyusunan KTSP (Australia Indonesia Basic Education Program . dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut. yang meliputi (1) standar isi. 5.AIBEP) Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 1. Pemantauan dan Apa Landasan KTSP ? 1. 4. 23 . perkembangan. 3. (6) standar pengelolaan. Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Bagaimana Prinsip Pengembangan KTSP? Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu kepada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Berpusat pada potensi.

dan pengembangan diri secara terpadu. 24 . Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. 5. perkembangan. muatan lokal. dan seni. cakap. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. keterampilan sosial. serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. kreatif. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. berilmu. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. adat istiadat. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. budaya. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. jenjang dan jenis pendidikan. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. pengembangan keterampilan pribadi. pembudayaan. Beragam dan Terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. dunia usaha dan dunia kerja. suku. status sosial ekonomi. kondisi daerah. berakhlak mulia. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. 6. 3. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan. dan jender. sehat. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. keterampilan akademik. 4. 2. teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. nonformal. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. kebutuhan. teknologi. teknologi dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. keterampilan berpikir.

Tuntutan dunia kerja 6. dan (H) pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global. (C) Tujuan Sekolah. dan bernegara. meliputi (A) mata pelajaran. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Muatan Lokal merupakan mata pelajaran yang dikembangkan untuk mengakomodasi kepentingan daerah atau satuan pendidikan. (C) kegiatan pengembangan diri. (B) muatan lokal. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Peningkatan potensi. Bab III Struktur dan Muatan Kurikulum. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan 10. meliputi subbab (A) Visi. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan 4. Bab I Pendahuluan. (F) kenaikan kelas dan kelulusan. (B) Misi.dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. dan seni 7. kecerdasan. berbangsa. Seimbang antara kepentingan Nasional dan kepentingan Daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. 3. Bab II Tujuan Pendidikan. Karakteristik satuan pendidikan Dokumen I KTSP Dokumen I KTSP terdiri atas 4 bab. Kesetaraan gender 12. (B) Tujuan. Dinamika perkembangan global 9. (G) pendidikan kecakapan hidup. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik 3. 2. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat 11. Perkembangan ilmu pengetahuan. teknologi. meliputi: 1. (D) pengaturan beban belajar. Acuan Operasional Penyusunan KTSP 1. dan (C) Prinsip Pengembangan KTSP. (E) ketuntasan belajar. Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar yang akan dicapai dilakukan oleh satuan pendididkan dan/atau Dinas Pendidikan yang terkait. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional 5. alokasi jam pelajaran. 2. meliputi subbab (A) Latar Belakang. Mata pelajaran muatan nasional. 7. Agama 8. 25 . dan pengelompokan mata pelajaran serta aturan pengelolaan jam pelajaran mengacu pada Bab II Standar Isi.

Beban belajar dalam bentuk tatap muka dirancang bersama oleh satuan pendidikan. terdiri atas (a) silabus dan (b) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). serta (6) dinas pendidikan. yaitu (1) dokumen I yang berisi tentang (a) landasan. dan (5) komite sekolah dan orangtua siswa. Kriteria kenaikan kelas dan kelulusan dikembangkan oleh satuan pendidikan. 4. bahkan melebihi KKM. dan intake siswa terhadap kompetensi dasar. daya dukung. maupun terintegrasi dalam mata pelajaran. Kecakapan hidup yang perlu dikembangkan adalah kecakapan personal. Kriteria Ketuntasan minimal (KKM) merupakan hasil analisis atas kompleksitas. (b) program. Pertemuan XI: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen II KTSP terdiri atas dua dokumen. Acuan minimal kriteria kenaikan kelas adalah Peraturan Dirjen tentang Laporan Hasil Belajar dan POS UN tahun sebelumnya. Dokumen I (pertama) disusun oleh tim handal yang dibentuk oleh sekolah dengan melibatkan semua pemangku kepentingan. dan (c) pengembangan kurikulum. atau kelompok kerja guru kelas atau guru mata pelajaran dalam kegiatan organisasi 26 . sosial. Ketuntasan belajar adalah target minimal yang akan dicapai oleh satuan pendidikan. (4) pengawas sekolah. Pemangku kepentingan tersebut adalah (1) kepala sekolah. satuan pendidikan merancang program remedial dan pengayaan. Dokumen Dokumen II disusun oleh guru kelas dan guru mata pelajaran.Kegiatan pengembangan diri merupakan kegiatan yang mewadahi bakat dan minat peserta didik. Pengaturan beban belajar mengacu pada bab III Standar Isi. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan meningkatkan daya saing global. dan mata pelajaran yang dibelajarkan. Dokumen II (kedua) merupakan penjabaran secara operasional dari dokumen pertama. (2) guru. Pendidikan kecakapan hidup adalah pendidikan kecakapan yang diperlukan agar seseorang mampu dan berani menghadapi problema kehidupan dan memecahkannya secara arif dan kreatif. standar kompetensi. Rancangan beban belajar dalam bentuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dirancang oleh guru mata pelajaran. Keunggulan lokal dapat dikembangkan dalam muatan lokal. terutama pada perubahan perilaku sesuai dengan target yang dicanangkan oleh satuan pendidikan. Agar hasil belajar peserta didik dapat mencapai. (3) tenaga administrasi. Kecakapan vokasional terakomodasi dalam mata pelajaran muatan lokal. Tujuan kegiatan pengembangan diri adalah mengembangkan potensi peserta didik. pengembangan diri. Bab IV Kalender pendidikan berisi rancangan kalender sekolah yang mengacu pada kalender dinas pendidikan terkait dan pedoman penyusunan kalender yang terdapat dalam bab IV standar isi. dan akademik.

dan bagaimana cara mengetahui pencapaiannya. SMP. dan MAK. kegiatan pembelajaran. dalam satu kegiatan guru. bagaimana cara mencapainya. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. Pertemuan XIII: Praktik Penyusunan Silabus Contoh format silabus dapat dijelaskan sebagai berikut: 27 . atau bahkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Sekolah dan komite sekolah. SMA. penilaian. kompetensi dasar. atau madrasah dan komite madrasah. MTs. dan SMK. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Siapa yang menyusun silabus? Silabus disusun oleh guru yang mengajarkan mata pelajaran. Pertemuan XII: Silabus Apakah itu silabus? Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. misalnya dalam kegiatan MGMP. Apa landasan penyusunan silabus? Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 17 Ayat (2). dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. Proses penyusunan silabus dapat saja disusun bersama oleh satu tim guru mata pelajaran. dan sumber belajar Silabus menjawab tiga pertanyaan dalam kegiatan belajar mengajar. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. alokasi waktu.profesi seperti Kelompok Kerja Guru (untuk guru sekolah dasar). MA. yaitu apa kompetensi yang harus dikuasai siswa. materi pokok/pembelajaran.

dsb. 5. 2.FORMAT SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1 : : : Materi Pembelajaran 2 Kegiatan Pembelajaran 3 Indikator 4 Teknik 5 Penilaian Instrumen 6 Contoh 7 Alokasi Waktu 8 Sumber Belajar 9 Indentitas: Nama Sekolah: diisi dengan nama sekolah. Bahasa Indonesia. Teknik Penilaian: diisi dengan teknik penilaian yang digunakan untuk mengukur ketercapaian kompetensi dasar berdasarkan indikator. 4. sumber belajar dari alam. dsb. Instrumen Penilaian: diisi dengan bentuk instrumen yang digunakan. 6. media belajar. 7. misalnya tes tertulis. 8. Kegiatan Pembelajaran: diisi dengan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan agar proses pembelajaran tersebut dapat mencapai kompetensi dasar yang diharapkan. 26 . dsb. Standar Kompetensi: diisi dengan standar kompetensi yang diambil dari standar isi yang terdapat dalam Permendiknas Nomor 22 sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. seperti buku apa. sepert Bahasa Inggris. Kolom-kolom format silabus: 1. Indikator: diisi dengan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur apakah kompetensi dasar telah dapat dicapai atau belum. Alokasi Waktu: diisi dengan berapa kali pertemuan X menit yang diperlukan. Kompetensi Dasar: diisi dengan kompetensi dasar yang dikutip dari standar isi. 3. tes lisan. Sumber Belajar: diisi sumber belajar yang digunakan dalam proses pembelajaran. seperti SMP Negeri 1 Malang Mata Pelajaran: diisi dengan mata pelajaran yang diajarkan. Materi Pembelajaran: diisi dengan materi pembelajaran yang dijabarkan dari kompetensi dasar tersebut.

mengingatkan fakta. menolak barang. It wasn’t me A: What do you think of this? B: Not bed... A: Can I have a bit B: Sure. menerima. : SMP Negeri 1 . mengakui.. memberi.. Realita benda sekitar 1. Gambargamar yang terkait tema 3. Bertanya dan menjawab tentang meminta. 4. mengingkari fakta 4. menolak rasa 2. 5. dan bertetima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar yang melibatkan tindak tutur meminta. Bertanya dan menjawab tentang meminta. Buku teks yang relevan 2.Contoh Silabus SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi 1 Mengungkan makna dalam percakapakan transaksional (to get things done) dan intepersonal (bersosialisasi) sederhana dengan menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat. Bertanya dan memberi pendapat Teknik 5 Tes lisan Penilaian Instrumen 6 Bermain peran Contoh 7 Create a dialogue based on the role cards and perform it in front of the class Alokasi Waktu 8 2 X 40’ Sumber Belajar 9 1. Kegiatan Pembelajaran 3 Review kosakata dan ungkapan terkait materi dan tema Tanya jawab menggunakan ungkapan-ungkapan tersebut Bermain peran melakukan percakapan yang disediakan guru Bermain peran melakukan percakapan berdasarlan situasi atau gambar Menggunakan ungkapan yang telah dipelajari dalam real life situation. dan memberi pendapat. 2. Indikator 4 1.. memberi. menolak barang 3. Here you are A: Did you break the glass? B: Yes I did/ No. 27 . lancar.. Bertanya dan menjawab tentang mengakui. : Bahasa Inggris : Menggunakan makna dalam percakapan transksional dan interpersonal lisan pendek sederhanauntuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Materi Pembelajaran 2 Percakapan singkat memuat ungkapanungkapan sebagai contoh: A: Let me help you B: Thank you so much 3. memberi.

Pertama. dan indikator yang akan dicapai. ia harus menyusun sebuah rencana yang kini dikenal dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). media dan sumber belajar serta penilaian untuk setiap kompetensi dasar. penyusunan RPP sama sekali tidak untuk memberatkan pekerjaan guru. ia harus menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Oleh karena itu. skenario pembelajaran. Perencanaan merupakan langkah yang sangat penting sebelum pelaksanaan kegiatan. sepanjang RPP tersebut masih relevan dengan kompetensi siswa yang akan dicapai. Pertanyaan tersebut dapat dijawab sebagai berikut. Penyusunan RPP merupakan salah satu unsur dari standar kompetensi professional bagi para guru. yang memuat seluruh kompetensi dasar yang dijabarkan dari standar kompetensi. 28 . Rencana ini akan menggambarkan prosedur dan langkah-langkah pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar berdasarkan standar isi dan telah ditetapkan dalam silabus. desain pembelajaran. Ketiga. RPP yang pernah dibuat harus dikaji ulang untuk terus disempurnakan dan disesuaikan dengan perkembangan baru dalam dunia pendidikan. Rencana pelaksanaan pembelajaran harus dibuat agar kegiatan pembelajaran berjalan sistematis dan mencapai tujuan pembelajaran. langkah pembelajaran. Kedua. yang kemudian justru akan mengganggu proses pembelajarannya sendiri? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering muncul dalam acara diskusi dengan para guru pada saat membahas tentang rencana mengajar. sudah barang tentu. justru untuk memudahkan guru dalam pelaksanaan tugas profesionalnya. RPP yang lama dapat saja digunakan lagi dalam proses pembelajaran pada tahun berikutnya. Mengapa harus membuat rencana? Apakah rencana itu harus dibuat oleh guru yang belum berpengalaman saja? Apakah guru yang sudah senior atau sudah berpengalaman masih perlu membuat rencana mengajar? Bukankah guru senior atau yang sudah berpengalaman telah menguasai semua materi pelajaran yang akan diajarkan kepada siswanya? Apakah RPP yang telah dibuat masih dapat digunakan dalam proses pembelajaran yang akan dilaksanakan? Apakah secara administratif penyusunan RPP tidak justru memberatkan tugas-tugas guru di lapangan. baik untuk guru senior atau terlebih-lebih untuk guru yunior.Pertemuan XIV: RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Setiap kali guru akan mengajar. Rencana pelaksanaan pembelajaran harus mencerminkan pendekatan PAKEM dalam pembelajaran. Ruang lingkup RPP mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. setiap guru akan melaksanakan pembelajaran. seperti rencana mengajar atau lesson plan. Kegiatan belajar mengajar (KBM) membutuhkan perencanaan yang matang agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara efektif. tanpa rencana pelaksanaan pembelajaran kegiatan pembelajaran di kelas biasanya tidak terarah. Perencanaan tersebut dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau beberapa istilah lain yang digunakan. waktu. Oleh karena itu peserta harus mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan silabus yang disusunnya. materi pelajaran.

. maka RPP merupakan pencabaran dari silabus sebagai program pembelajaran untuk hari ke hari pembelajaran di sekolah. Masing-masing gurulah yang harus mengembangkannya. 23. dalam satu atau beberapa kali pertemuan pembelajaran. dan seterusnya tentu saja harus dikembangkan dari standar isi tersebut. jika silabus merupakan program pembelajaran dalam jangka satu semester atau satu tahun pelajaran. a. Kegiatan Akhir Pertemuan kedua. mulai dari mata pelajaran sampai dengan kompetensi dasar. Pertemuan XV: Praktik Penyusunan RPP Pada umumnya format RPP adalah sebagai berikut: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator :… I. dst. Kegiatan Inti 3. dan 24 harus dijadikan acuannya. Untuk mengisi identitas RPP. Untuk indikator.. 29 .. : :… :… :… :… :… :… Untuk praktik penyusunan RPP. Kegiatan Awal 2. Permendiknas Nomor 22. IV Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Langkah-langkah Pertemuan pertama 1. :… :… : . 2.Dengan demikian. III. isilah dengan mengacu pada standar isi mata pelajaran yang akan diajarkan. cobalah mengikuti cara pengisian format RPP sebagai berikut: 1. b. II. Tujuan pembelajaran adalah tujuan instruksional yang akan dicapai melalui kegiatan belajar dalam satu pertemuan tertentu. tujuan pembelajaran. Indikator adalah patokan dasar atau tanda-tanda utama yang akan dijaikan bukti bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan.

mahasiswa dapat mengikuti UAS dengan materi tes seperti dalam modul ini. Metode mengajar diharapkan metode yang menggunakan pendekatan PAKEM untuk Sekolah Dasar. SMP/MTs. 3.c. dengan langkah-langkah kegiatan sebagai berikut: 1. 2. untuk menanyakan tentang KTSP pada umumnya dan silabus serta RPP pada khususnya. Serahkan kepada dosen Anda sehari sebelum UAS. termasuk lampirannya.1 Tes Formatif Untuk Masing-masing Pertemuan Tes Formatif Pertemuan II: Pengertian Etimologis Kurikulum Tes esai: 1. dan pendekatan Contextual Teaching dan Learning (CTL) untuk SMP dan SMA. Nilai akhir semester merupakan gabungan nilai UAS dengan nilai tugas mandiri tersebut. jilid dengan rapi 5. Formula Kurikulum 1 K = ------------Penjelasan 2 K = Σ MP 30 . ditulis dalam ketikan komputer. d. Buatlah lembar pertanyaan untuk panduan wawancara dengan guru-guru tersebut. dan SMA/MA/SMK. mahasiswa harus melaksanakan tugas mandiri. Langkah pembelajaran meiputi: (1) kegiatan awal. 2. yang masing-masing guru SD/MI. Adakan wawancara dengan minimal 3 (tiga) orang guru. (2) kegiatan inti. Buatlah laporan wawancara tersebut. Selain mengikuti UAS. dan (3) kegiatan penutup. Lakukan wawancara dengan menggunakan panduan wawancara tersebut. Catat hasil wawancara dengan mereka. Pertemuan XVI: UAS (Ujian Akhir Semester) Jika mahasiswa memenuhi tingkat kehadiran minimal 80%. 0. minimal dalam 10 (sepuluh) halaman kertas ukuran A4. Jelaskan pengertian kurikulum secara etimologis!! Jelaskan formula kurikulum berikut: No. 4.

Aliran manakah definisi kurikulum yang tertuang dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional? 4. Tes Formatif Pertemuan IV: Komponen Kurikulum 1. Jelaskan apa yang dimaksud separated curriculum. dan school curriculum. Menurut Anda komponen kurikulum yang sangat penting? Tes Formatif Pertemuan V: Hubungan Kurikulum. Jelaskan dengan kalimat Anda sendiri apa hubungan antara kurikulum dengan pengajaran dan pembelajaran. Definisi yang manakah yang Anda paling lengkap. Jelaskan dengan kalimat Anda sendiri apa hubungan antara pengajaran dan pembelajaran dengan tujuan pendidikan.3 K = Σ MP + KK 4 K = Σ MP + K + SS + TP Tes Formatif Pertemuan III: Filosofi dan Definisi Kurikulum 1. 4. state curriculum. Tes Formatif Pertemuan VI: Macam-macam Kurikulum 1. 4. 2. 2. dan Tujuan Pendidikan 1. 3. 3. Berikan contohnya. Berikan contohnya. Sebutkan komponen penunjangnya. dan integrated curriculum. 2. Sebutkan dua aliran dalam kurikulum. Sebutkan komponen utama kurikulum menurut Subandiyah. Jelaskan perbedaan masing-masing secara singkat. 3. corelated curriculum. Jelaskan perbedaan antara kurikulum ideal dan kurikulum aktual! Jelaskan apa yang dimaksud kurikulum tersembunyi (hidden curriculum)! Berikan contohnya. Jelaskan dengan kalimat Anda sendiri apa hubungan antara kurikulum dengan tujuan pembelajaran. Jelaskan pengertian national curriculum. Sebutkan dan jelaskan komponen kurikulum menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pengajaran. Jelaskan minimal dua definisi kurikulum yang Anda ketahui!! 2. 31 . 3. Jelaskan apa alasan Anda.

Apakah yang dimaksud pengembangan kurikulum (curriculum development)? 2.Tes Formatif Pertemuan VII: Proses Pengembangan Kurikulum 1. Menurut G Amstrong. Kurikulum sebelum tahun 1968 masih menganut kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum) (B/S) 7. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (B/S) 4. 1. Jelaskan bagan proses pengembangan kurikulum menurut Said Hamid Hasan sebagai berikut: Tes Formatif Pertemuan VIII (UTS) Tes tertulis dalam bentuk esai. isi. Lembaga apakah BSNP itu? Apa kaitannya dengan proses pengembangan kurikulum? 4. Kurikulum dapat diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang akan dipelajari oleh peserta didik (B/S) 5. Kurikulum 1968 adalah kurikulum terintegrasi (integrated curriculum) (B/S) 2. Instansi manakah di Departemen Pendidikan Nasional yang bertanggung jawab dalam pengembangan kurikulum? 3. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Kurikulum adalah apa yang diajarkan. Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) adalah kurikulum yang tidak diketahui oleh guru (B/S) 32 . Kurikulum faktual amat ditentukan oleh agen pembelajaran atau guru (B/S) 6. siapakah yang terlibat dalam pengembangan kurikulum? 5. dan siswa adalah siapa yang diberikan pelajaran (B/S). guru adalah siapa yang mengajarkan. 3.

maka proses pembelajaran dan pengajaran termasuk dalam kategori actual curriculum (B/S) 19. KTSP termasuk dalam kategori kurikulum national curriculum (B/S) 17. Jika kurikulum termasuk dalam kategori ideal curriculum. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (B/S) 9. Sebelum tahun 1968 dunia pendidikan di Indonesia telah mengenal istilah kurikulum (B/S) 14. sebelumnya sekolah-sekolah menggunakan kurikulum apa? Apa itu BSNP? Jelaskan. 33 . Rencana Pelajaran 1947 merupakan kurikulum pertama di Indonesia (B/S) 10. Semua kegiatan yang dirancang dan dilaksanakan oleh sekolah juga termasuk dalam pengertian kurikulum (B/S) 16. 3. kurikulum berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari (B/S) 15. Apakah kurikulum pertama yang dimiliki Indonesia? Apakah ketika itu telah menggunakan istilah kurikulum? Apa pomeo dalam masyarakat yang menyatakan bahwa setiap ganti menteri ganti kurikulum di Indonesia? Benarkah hal tersebut? Jalaskan argumentasi Anda. 5. Tes Formatif Pertemuan X: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen I 1. Secara etimologis. 2. Siapakah yang mengkoordinasikan dan melakukan supervisi dalam penyusunan KTSP? Sebutkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan sebagaimana diatur dalam PP Nomor 19 Tahun 2005. 6. 3. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum sekolah (B/S) 11. Rumusan tujuan terdapat dalam kurikulum (B/S) 18. UU Nomor 20 Tahun 2003 mengatur tentang apa? Sedang PP Nomor 19 Tahun 2005 mengatur tentang apa pula? Adapun Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 mengatur tentang apa? Di tingkat sekolah siapakah yang paling bertanggung jawab dalam penyusunan KTSP? Apakah yang dimaksud KTSP? Ingat bukan kepanjangannya lho. 7. Kapan istilah kurikulum pertama kali digunakan di Indonesia? Sebelum sekolah-sekolah menyusun sendiri kurikulumnya dalam KTSP. Rencana Pelajaran merupakan istilah lama untuk kurikulum (B/S) 13.8. 4. 5. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum ideal (ideal curriculum) (B/S) 12. Masyarakat awam tidak dapat dilibatkan dalam penyusunan kurikulum (B/S) Tes Formatif Pertemuan IX: Perkembangan Kurikulum di Indonesia 1. 4. Proses pembelajaran dan pengajaran dilaksanakan tidak lain untuk mencapai tujuan pendidikan (B/S) 20. 2.

8. dan jelaskan secara singkat! 4. Tes Formatif Pertemuan XI: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen II 1. 3. atau Satuan Pelajaran? 3. Dokumen II KTSP berisi tentang landasan. Guru senior tidak perlu membuat RPP (B/S) 4. KTSP disusun oleh Pusat Kurikulum (B/S) 6. 2. Apa yang dimaksud dengan student-centered approach? Apa lawan pendekatan tersebut? KTSP disusun dengan memperhatikan keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan. Dokumen I KTSP berisi tentang silabus dan Rencana Pelaksanaaan Pembelajaran (B/S) 2. 4. isi. 9. dan siswa adalah siapa yang diberikan pelajaran (B/S). Apakah silabus itu? Siapa yang harus menyusun silabus? Apa landasan penyusunan silabus? Sebutkan kolom-kolom yang harus ada dalam silabus! Tes Formatif Pertemuan XIII: Praktik Penyusunan RPP 1. Jelaskan dokumen pertama. Kurikulum 1968 adalah kurikulum terintegrasi (integrated curriculum) (B/S) 8. KTSP dapat disebut sebagai kurikulum nasional (B/S) 5. Kurikulum adalah apa yang diajarkan. Apakah yang dimaksud RPP? 2. guru adalah siapa yang mengajarkan. 2. Apakah RPP sama dengan lesson plan. program. Kurikulum dapat diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang akan dipelajari oleh peserta didik (B/S) 34 . 9. dan pengembangan kurikulum (B/S) 3. Apa maksudnya? Sebutkan dua dokumen KTSP. Apakah itu PAKEM? Tes UAS (Pertemuan XIV) 1. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (B/S) 10. Bagaimana format RPP. 10. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. 3. Sebutkan dua dokumen yang harus disiapkan oleh sekolah untuk dokumen II KTSP? Siapakah yang paling memiliki peran untuk menyusun dua dokumen tersebut? Apakah sekolah dapat menjalin kerja sama dengan organisasi profesi pendidik untuk menyusun dua dokumen tersebut? Tes Formatif Pertemuan XII: Praktif Penyusunan Silabus 1. KTSP terdiri atas dokumen I dan dokumen II (B/S) 7. atau Rencana Pengajaran.

John. Kurikulum faktual amat ditentukan oleh agen pembelajaran atau guru (B/S) 12. Sebelum tahun 1968 dunia pendidikan di Indonesia telah mengenal istilah kurikulum (B/S) 23. 1995. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (B/S) 16. kurikulum berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari (B/S) 24.2 Umpan Balik 1. Pada masa lalu RPP dikenal dengan Rencana Pembelajaran (RP) atau Satuan Pembelajaran (B/S) 15. B = 2. Kurikulum tersembuny (hidden curriculum) adalah kurikulum yang tidak diketahui oleh guru (B/S) 14. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. 1994. 35 . 2. Kurikulum dan Pembelajaran. Boston: Little. RPP sebenarnya sama dengan rencana mengajar (B/S) 22. Kurikulum sebelum tahun 1968 masih menganut kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum) (B/S) 13. Brown and Company. Oemar Hamalik. C = 3. 1985. 3. Secara etimologis. (C) UTS (ujian tengah semester). Setiap guru harus membuat silabus dan RPP (B/S) 0. Curriculum. Tugas mandiri dan tes yang akan dinilai adalah: (A) tugas mandiri. (B) tes formatif. dan (D) UAS (ujian akhir semester). 4. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum sekolah (B/S) 19. Kurikulum Untuk Abad Ke-21. Bobot A = 1. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum ideal (ideal curriculum) (B/S) 20. A Comprehensive Introduction. nilai tersebut dapat dipadankan sebagai berikut: Baik Sekali = 80 – 100 Baik = 70 – 79 Sedang = 60 – 69 Kurang = < 60 1 Referensi Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia II. Rencana Pelajaran 1947 merupakan kurikulum pertama di Indonesia (B/S) 18. Jakarta: Bumi Aksara.11. McNeil. Dengan skala 4. Semua kegiatan yang dirancang oleh sekolah juga termasuk dalam pengertian kurikulum (B/S) 25. Proses penyusunan KTSP melibatkan para pemangku kepentingan pendidikan (B/S) 17. Rencana Pelajaran merupakan istilah lama untuk kurikulum (B/S) 21. dan D = 4 Nilai Akhir Semester adalah (AX1) + (BX2) + (CX3) + (DX4) : 4.

Suparlan.Said Hamid Hasan. seringkali kurikulum diartikan dalam pengertian yang sempit dan teknis. Pendidikan Manusia Indonesia. Menjadi Guru Efektif. Suparlan. Kebanyakan mereka memiliki kesepakatan dalam menempatkan kurikulum di posisi sentral dalam proses pendidikan. Tidak seperti halnya dengan pengertian kurikulum para ahli kurikulum tidak banyak berbeda dalam posisi kurikulum.H. posisi kurikulum dalam pendidikan.Rochman Natawidjaja (Ed). Yogyakarta: Hikayat Publishing. dan proses pengembangan suatu kurikulum. 1979. Alat Peraga. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Kiranya bukanlah sesuatu yang berlebihan jika dikatakan bahwa proses pendidikan dikendalikan. Pengecualian dari ini adalah 36 .Ketiga pokok bahasan itu dikemukakan dalam makalah ini dalam urutan seperti itu. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. dan bangsa menjadi terbatas pula. 2005. dan dinilai berdasarkan criteria yang ada dalam kurikulum. 2 2.Dr. Dalam kotak pengertian ini maka definisi yang dikemukakan mengenai pengertian kurikulum kebanyakan adalah mengenai komponen yang harus ada dalam suatu kurikulum. dari Konsepsi Ke Implentasi. pengertian yang sempit itu turut pula mnyempitkan posisi kurikulum dalam pendidikan sehingga peran pendidikan dalam pembangunan individu. Sayangnya. Pembahasan mengenai posisi kurikulum adalah penting karena posisi itu akan memberikan pengaruh terhadap apa yang harus dilakukan kurikulum dalam suatu proses pendidikan. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum. Ini menyebabkan studi tentang kurikulum dipenuhi dengan hutan definisi tentang arti kurikulum. Pengertian sempit atau teknis kurikulum yang digunakan untuk mengembangkan kurikulum adalah sesuatu yang wajar dan merupakan sesuatu yang harus dikerjakan oleh para pengembang kurikulum. 2004. MA PENDAHULUAN Pembahasan mengenai kurikulum tidak mungkin dilepaskan dari pengertian kurikulum. Pembahasan mengenai ketiga hal ini dalam urutan seperti itu sangat penting karena pengertian seseorang terhadap arti kurikulum menentukan posisi kurikulum dalam dunia pendidikan dan pada gilirannya posisi tersebut menentukan proses pengembangan kurikulum. Yogyakarta: Hikayat Publishing.1 Lampiran Lampiran 1: KURIKULUM DAN TUJUAN PENDIDIKAN Prof. Widiastono. Pembahasan mengenai pengertian ini penting karena ada dua alasan utama. Alasan kedua adalah karena definisi yang digunakan akan sangat berpengaruh terhadap apa yang akan dilakukan oleh para pengembang kurikulum. masyarakat. Tonny D. dan Komunikasi Pendidikan. diatur. Pertama. Jakarta: Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk itu berbagai definisi diajukan para ahli sesuai dengan pandangan teoritik atau praktis yang dianutnya.

apabila proses pendidikan itu menyangkut masalah administrasi di luar isi pendidikan. Meski pun demikian terjadi perbedaan mengenai koordinat posisi sentral tersebut dimana ruang lingkup setiap koordinat ditentukan oleh pengertian kurikulum yang dianut. Pembahasan mengenai proses pengembangan kurikulum merupakan terjemahan dari pengertian kurikulum dan posisi kurikulum dalam proses pendidikan dalam bentuk berbagai kegiatan pengembangan. Pengertian dan posisi kurikulum akan menentukan ap yang seharusnya menjadi perhatian awal para pengembang kurikulum, mengembangkan ide kurikulum, mengembangkan ide dalam bentuk dokumen kurikulum, proses implementasi, dan proses evaluasi kurikulum. Pengertian dan posisi kurikulum dalam proses pendidikan menentukan apa yang seharusnya menjadi tolok ukur keberhasilan kurikulum, sebagai bagian dari keberhasilan pendidikan. PENGERTIAN KURIKULUM Dalam banyak literature kurikulum diartikan sebagai: suatu dokumen atau rencana tertulis mengenai kualitas pendidikan yang harus dimiliki oleh peserta didik melalui suatu pengalaman belajar. Pengertian ini mengandung arti bahwa kurikulum harus tertuang dalam satu atau beberapa dokumen atau rencana tertulis. Dokumen atau rencana tertulis itu berisikan pernyataan mengenai kualitas yang harus dimiliki seorang peserta didik yang mengikuti kurikulum tersebut. Pengertian kualitas pendidikan di sini mengandung makna bahwa kurikulum sebagai dokumen merencanakan kualitas hasil belajar yang harus dimiliki peserta didik, kualitas bahan/konten pendidikan yang harus dipelajari peserta didik, kualitas proses pendidikan yang harus dialami peserta didik. Kurikulum dalam bentuk fisik ini seringkali menjadi fokus utama dalam setiap proses pengembangan kurikulum karena ia menggambarkan ide atau pemikiran para pengambil keputusan yangdigunakan sebagai dasar bagi pengembangan kurikulum sebagai suatu pengalaman. Aspek yang tidak terungkap secara jelas tetapi tersirat dalam definisi kurikulum sebagai dokumen adalah bahwa rencana yang dimaksudkan dikembangkan berdasarkan suatu pemikiran tertentu tentang kualitas pendidikan yang diharapkan. Perbedaan pemikiran atau ide akan menyebabkan terjadinya perbedaan dalam kurikulum yang dihasilkan, baik sebagai dokumen mau pun sebagai pengalaman belajar. Oleh karena itu Oliva (1997:12) mengatakan "Curriculum itself is a construct or concept, a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas". Selain kurikulum diartikan sebagai dokumen, para ahli kurikulum mengemukakan berbagai definisi kurikulum yang tentunya dianggap sesuai dengan konstruk kurikulum yang ada pada dirinya. Perbedaan pendapat para ahli didasarkan pada isu berikut ini:
• • • •

filosofi kurikulum ruang lingkup komponen kurikulum polarisasi kurikulum - kegiatan belajar posisi evaluasi dalam pengembangan kurikulum

Pengaruh pandangan filosofi terhadap pengertian kurikulum ditandai oleh pengertian kurikulum yang dinyatakan sebagai "subject matter", "content" atau bahkan "transfer of culture". Khusus yang mengatakan bahwa kurikulum sebagai "transfer of culture" adalah dalam pengertian kelompok ahli yang memiliki pandangan filosofi yang dinamakan 37

perennialism (Tanner dan Tanner, 1980:104). Filsafat ini memang memiliki tujuan yang sama dengan essentialism dalam hal intelektualitas. Seperti dikemukakan oleh Tanner dan Tanner (1980:104-113) keduanya pandangan filosofi itu berpendapat bahwa adalah tugas kurikulum untuk mengembangkan intelektualitas. Dalam istilah yang digunakan Tanner dan Tanner (1980:104) perennialism mengembangkan kurikulum yang merupakan proses bagi "cultivation of the rational powers: academic excellence" sedangkan essentialism memandang kurikulum sebagai rencana untuk mengembangkan "academic excellence dan cultivation of intellect". Perbedaan antara keduanya adalah menurut pandangan perenialism "the cultivation of the intellectual virtues is accomplish only through permanent studies that constitute our intellectual inheritance". Permanent studies adalah konten kurikulum yang berdasarkan tradisi Barat terdiri atas Great Books, reading, rhetoric, and logic, mathematics. Sedangkan bagi essentialism beranggapan bahwa kurikulum haruslah mengembangkan "modern needs through the fundamental academic disciplines of English, mathematics, science, history, and modern languages" (Tanner dan Tanner, 1980:109) Perbedaan ruang lingkup kurikulum juga menyebabkan berbagai perbedaan dalam definisi. Ada yang berpendapat bahwa kurikulum adalah "statement of objectives" (McDonald; Popham), ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah rencana bagi guru untuk mengembangkan proses pembelajaran atau instruction (Saylor, Alexander,dan Lewis, 1981) Ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah dokumen tertulis yang berisikan berbagai komponen sebagai dasar bagi guru untuk mengembangkan kurikulum guru (Zais,1976:10). Ada juga pendapat resmi negara seperti yang dinyatakan dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu" (pasal 1 ayat 19). Definisi yang dikemukakan terdahulu menggambarkan pengertian yang membedakan antara apa yang direncanakan (kurikulum) dengan apa yang sesungguhnya terjadi di kelas (instruction atau pengajaran). Memang banyak ahli kurikulum yang menentang pemisahan ini tetapi banyak pula yang menganut pendapat adanya perbedaan antara keduanya. Kelompok yang menyetujui pemisahan itu beranggapan bahwa kurikulum adalah rencana yang mungkin saja terlaksana tapi mungkin juga tidak sedangkan apa yang terjadi di sekolah/kelas adalah sesuatu yang benar-benar terjadi yang mungkin berdasarkan rencana tetapi mungkin juga berbeda atau bahkan menyimpang dari apa yang direncanakan. Perbedaan titik pandangan ini tidak sama dengan perbedaan cara pandang antara kelompok ahli kurikulum dengan ahli teaching (pangajaran). Baik ahli kurikulum mau pun pengajaran mempelajari fenomena kegiatan kelas tetapi dengan latar belakang teoritik dan tujuan yang berbeda. Istilah dalam kurikulum seperti "planned activities", "written document", "curriculum as intended", "curriculum as observed", "hidden curriculum","curriculum as reality", "school directed experiences", "learner actual experiences" menggambarkan adanya perbedaan antara kurikulum dengan apa yang terjadi di kelas. Definisi yang dikemukakan oleh Unruh dan Unruh (1984:96) mewakili pandangan ini dimana mereka menulis curriculum is defined as a plan for achieving intended learning outcomes: a plan concerned with purposes, with what is to be learned, and with the result of instruction. Olivia (1997:8.) mengatakan bahwa we may think of the curriculum as a program, a plan, content, and

38

learning experiences, whereas we may characterize instruction as methods, the teaching act, implementation, and presentation. Olivia (1997:8) termasuk orang yang setuju dengan pemisahan antara kurikulum dengan pengajaran dan merumuskan kurikulum sebagai a plan or program for all the experiences that the learner encounters under the direction of the school. Lebih lanjut ia mengatakan (Olivia, 1997:9) I feel that the cyclical has much to recommend. Pandangan yang menyatakan bahwa keduanya adalah kurikulum diwakili oleh pendapat Marsh (1997:5) yang menulis curriculum is an interrelated set of plans and experiences which a student completes under the guidance of the school. Pandangan ini sejalan dengan Schubert (1986:6) dengan mengatakan the interpretation that teachers give to subject matter and the classroom atmosphere constitutes the curriculum that students actually experience. Pengertian di atas menggambarkan definisi kurikulum dalam arti teknis pendidikan. Pengertian tersebut diperlukan ketika proses pengembangan kurikulum sudah menetapkan apa yang ingin dikembangkan, model apa yang seharusnya digunakan dan bagaimana suatu dokumen harus dikembangkan. Kebanyakan dari pengertian itu berorientasi pada kurikulum sebagai upaya untuk mengembangkan diri peserta didik, pengembangan disiplin ilmu, atau kurikulum untuk mempersiapkan peserta didik untuk suatu pekerjaan tertentu. Doll (1993:47-51) menamakannya sebagai "the scientific curriculum" dan menyimpulkan sebagai "clouded and myopic". Selanjutnya Dool (1993:57) memperkuat pendapatnya tentang kurikulum yang ada sekarang dengan mengatakan: Education and curriculum have borrowed some concepts from the stable, nonechange concept - for example, children following the pattern of their parents, IQ as discovering and quantifying an innate potentiality. However, for the most part modernist curriculum thought have adopted the closed version, one where - trough focusing - knowledge is transmitted, transferred. This is, I believe, what our best contemporary schooling is all about. Transmission frames our teaching-learning process. Dengan transfer dan transmisi maka kurikulum menjadi suatu focus pendidikan yang ingin mengembangkan pada diri peserta didik apa yang sudah terjadi dan berkembang di masyarakat. Kurikulum tidak menempatkan peserta didik sebagai subjek yang mempersiapkan dirinya bagi kehidupan masa dating tetapi harus mengikuti berbagai hal yang dianggap berguna berdasarkan apa yang dialami oleh orang tua mereka. Dalam konteks ini maka disiplin ilmu memiliki posisi sentral yang menonjol dalam kurikulum. Kurikulum, dan pendidikan, haruslah mentransfer berbagai disiplin ilmu sehingga peserta didik menjadi warga masyarakat yang dihormati. Teori tentang IQ bekerja untuk terutama intelektualitas dalam pengertian disiplin ilmu karena logic yang dikembangkan dalam tes IQ adalah logic disiplin ilmu dan secara lebih khusus adalah logika matematika. Oleh karena itu tidaklah salah dikatakan bahwa matematika adalah dasar pengembangan pendidikan logika. Gambaran serupa disajikan oleh Jacobs (1999) yang membahas mengenai kurikulum di Afrika. Hal ini amat difahami jika kurikulum diartikan dari pandangan kependidikan yang menempatkan ilmu atau disiplin ilmu di atas segalanya (perennialism atau pun essentialism). Jacobs (1999:100) menggunakan istilah liberal theory untuk kedua pandangan ini. Sedangkan istilah perenialisme dan essentialism banyak digunakan oleh

39

Peserta didik akan menjadi anggota masyarakat yang secara individu maupun kelompok tidak hanya dibentuk oleh masyarakat (dalam posisi menerima = pasif) tetapi harus mampu memberi dan mengembangkan masyarakat ke arah yang diinginkan (posisi aktif). Artinya. tujuan adalah penguasaan konsep. "existentialism" mau pun "progressive" (experimentalism. Secara mendasar. Instead. 1989:15). ada kekhawatiran bahwa kurikulum hanya memikirkan kerusakan atau persoalan social yang ada dan meninggalkan sama sekali apa yang sudah dihasilkan. masyarakat. Kemajuan teknologi pada akhir kedua abad keduapuluh telah memberikan velocity perubahan pada berbagai aspek kehidupan pada tingkat yang tak pernah dibayangkan manusia sebelumnya. atau hal yang terkait dengan disiplin ilmu. Longstreet dan Shane (1993). Print (1993). kelompok "romanticism" (romantic naturalism). Pada aliran progresif kelompok rekonstruksionis dapat dikatakan berbeda dari lainnya karena kelompok ini tidak hanya mengubah apa yang ada pada saat sekarang tetapi juga membentuk apa yang akan dikembangkan. Padahal masa kini adalah kelanjutan dari masa lalu dan masa kini akan terus berubah dan sukar diprediksi. they conceive of curriculum as a vehicle for fostering critical discontent and for equipping learners with the skills needed for conceiving new goals and affecting social change. reconstructionism) hanya memusatkan perhatian pada fungsi "transfer" dari apa yang sudah terjadi dan apa yang sedang terjadi. mending or reconstructing the existing conditions of the life of community". Pandangan rekonstruksi social di atas menyebabkan kurikulum haruslah diredefinisikan kembali sehingga ia tidak mediocre karena hanya menfokuskan diri pada transfer kejayaan masa lalu. Kurikulum di Indonesia masih didominasi oleh pandangan ini. Seperti dikemukakan oleh McNeil (1977:19): Social reconstructionists are opposed to the notion that the curriculum should help students adjusts or fit the existing society.para ahli lainnya seperti Schubert (1986). dan bangsanya di masa mendatang. Konten kurikulum dalam pandangan ini adalah materi yang dikembangkan dari disiplin ilmu. Pendidikan harus lah aktif membentuk dan mengembangkan potensi peserta didik untuk suatu kehidupan yang akan dimasukinya dan dibentuknya. teori. Walau pun tidak begitu jelas tetapi pada pandangan ini sudah ada upaya untuk "shaping the future" dan bukan hanya "adjusting. Dalam pengertian kurikulum yang dikemukakan di atas harus diakui ada kesan bahwa kurikulum 40 . atau pun menyiapkan peserta didik untuk kehidupan masa kini. kurikulum merupakan rancangan dan kegiatan pendidikan yang secara maksimal mengembangkan potensi kemanusiaan yang ada pada diri seseorang baik sebagai individu mau pun sebagai anggota masyarakat untuk kehidupan dirinya. Olivia (1997) Banyak kecaman terhadap pengertian kurikulum yang dikembangkan dari pandangan filosofis ini walau pun dalam kenyataannya masih banyak orang dan pengambil kebijakan yang menganut pandangan ini. POSISI KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN Kurikulum memiliki posisi sentral dalam setiap upaya pendidikan Klein. Kontinuitas kehidupan dan perkembangan masyarakat dikhawatirkan akan terganggu. pengembangan intelektualitas. Suatu hal yang jelas bahwa definisi kurikulum oleh kelompok "conservative" (perenialism dan essentialism).

Oleh karena itu jika ada yang ingin mengkaji dan mengetahui kegiatan akademik apa dan apa yang ingin dihasilkan oleh suatu lembaga pendidikan maka ia harus melihat dan mengkaji kurikulum. Situasi seperti ini tidak dapat dipertahankan dan kurikulum harus memperhatikan tuntutan masyarakat dan rencana bangsa untuk kehidupan masa mendatang. pendidik. Apakah kurikulum bersifat mengembangkan kualitas peserta didik yang diharapkan dapat memperbaiki masalah dan tatangan masyarakat ataukah 41 . dan pendidikan. Jika seseorang ingin mengetahui apakah yang dihasilkan ataukah pengalaman belajar yang terjadi di lembaga pendidikan tersebut tidak bertentangan dengan hukum maka ia harus mempelajari dan mengkaji kurikulum lembaga pendidikan tersebut. Dapat dikatakan bahwa kegiatan pendidikan atau pengajaran pun tidak dapat dilakukan tanpa interaksi dan kurikulum adalah desain dari interaksi tersebut. Dalam posisi maka kurikulum merupakan bentuk akuntabilitas lembaga pendidikan terhadap masyarakat. sumber dan lingkungan. Kehidupan di sekolah adalah kehidupan yang dirancang berdasarkan apa yang diinginkan kurikulum. Pengembangan potensi peserta didik menjadi kualitas yang diharapkan adalah didasarkan pada kurikulum. Posisi sentral ini menunjukkan bahwa di setiap unit pendidikan kegiatan kependidikan yang utama adalah proses interaksi akademik antara peserta didik. Pengertian di atas memang pengertian yang diberlakukan untuk semua unit pendidikan dan secara administratif kurikulum harus terekam secara tertulis. Dalam pengertian "intrinsic" kependidikan maka kurikulum adalah jantung pendidikan Artinya. Setiap lembaga pendidikan.seolah-olah hanya dimiliki oleh lembaga pendidikan modern dan yang telah memiliki rencana tertulis. menjadi kepeduliaan dan masalah kurikulum. Posisi sentral ini menunjukkan pula bahwa setiap interaksi akademik adalah jiwa dari pendidikan. di sekolah. Kurikulum dan pendidikan melepaskan diri dari berbagai masalah social yang muncul. Proses belajar yang dialami peserta didik di kelas. Kegiatan evaluasi untuk menentukan apakah kualitas yang diharapkan sudah dimiliki oleh peserta didik dilakukan berdasarkan rencana yang dicantumkan dalam kurikulum. Oleh karena itu kurikulum adalah dasar dan sekaligus pengontrol terhadap aktivitas pendidikan. Sedangkan lembaga pendidikan yang tidak memiliki rencana tertulis dianggap tidak memiliki kurikulum. Tanpa kurikulum yang jelas apalagi jika tidak ada kurikulum sama sekali maka kehidupan pendidikan di suatu lembaga menjadi tanpa arah dan tidak efektif dalam mengembangkan potensi peserta didik menjadi kualitas pribadi yang maksimal. dan berkembang di masyarakat. Lembaga pendidikan tersebut harus dapat memberikan "academic accountability" dan "legal accountability" berupa kurikulum. Kurikulum menyebabkan sekolah menjadi lembaga menara gading yang tidak terjamah oleh keadaan masyarakat dan tidak berhubungan dengan masyarakat. hidup. dan di luar sekolah dikembangkan berdasarkan apa yang direncanakan kurikulum. dalam kepeduliaannya. Kedua pandangan ini hanya akan membatasi kurikulum. Problema masyarakat harus dianggap sebagai tuntutan. apakah lembaga pendidikan yang terbuka untuk setiap orang ataukah lembaga pendidikan khusus haruslah dapat mempertanggungjawabkan apa yang dilakukannya terhadap masyarakat. Untuk menegakkan akuntabilitasnya maka kurikulum tiak boleh hanya membatasi diri pada persoalan pendidikan dalam pandangan perenialisme atau esensialisme. semua gerak kehidupan kependidikan yang dilakukan sekolah didasarkan pada apa yang direncanakan kurikulum.

Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat (3) menyatakan bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. Setiap lembaga pendidikan ini memiliki tujuan yang berbeda. Jenjang Pendidikan Dasar terdiri atas pendidikan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) dan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) atau program Paket A dan Paket B. agama. tuntutan masyarakat terhadap pendidikan diterjemahkan dalam tujuan pendidikan nasional. tuntutan dunia kerja. dinamika perkembangan global. tujuan pendidikan jenjang pendidikan dan tujuan pendidikan lembaga pendidikan. dan seni. Apabila pendidikan dasar Indonesia adalah 9 tahun maka tujuan pendidikan nasional harus tercapai dalam masa pendidikan 9 tahun yang dialami seluruh bangsa Indonesia. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. perkembangan ilmu pengetahuan. j. masa sekarang. Pengertian kurikulum berdasarkan pandangan filosofis perenialisme dan esensialisme sangat mendukung posisi pertama kurikulum ini. adalah kurikulum berposisi sebagai jawaban untuk menyelesaikan berbagai masalah social yang berkenaan dengan pendidikan. diteruskan atau dikembangkan. Posisi ini dicerminkan oleh pengertian kurikulum yang didasarkan pada pandangan filosofi progresivisme. pendidikan menengah dan tinggi. g. dan minat peserta didik. kecerdasan. d. SD/MI memiliki tujuan yang tidak sama dengan SMP/MTs baik dalam pengertian ruang lingkup kualitas mau pun dalam pengertian jenjang kualitas. Oleh karena itu maka kurikulum untuk SD/MI berbeda dari kurikulum untuk SMP/MTs baik dalam pengertian dimensi kualitas mau pun dalam pengertian jenjang kualitas yang harus dikembangkan pada diri peserta didik. Posisi ketiga adalah kurikulum untuk membangun kehidupan masa depan dimana kehidupan masa lalu. peningkatan potensi. Secara singkat. b. dan berbagai rencana pengembangan dan pembangunan bangsa dijadikan dasar untuk mengembangkan kehidupan masa depan. peningkatan iman dan takwa. Kedua. teknologi. Tujuan di atas pendidikan dasar tidak mungkin tercapai oleh setiap warganegara karena pendidikan tersebut. c. f. e. Tujuan pendidikan nasional adalah tujuan besar pendidikan bangsa Indonesia yang diharapkan tercapai melalui pendidikan dasar. i.kurikulum merupakan upaya pendidikan membangun masyarakat baru yang diinginkan bangsa menempatkan kurikulum pada posisi yang berbeda. Posisi pertama adalah kurikulum adalah "construct" yang dibangun untuk mentransfer apa yang sudah terjadi di masa lalu kepada generasi berikutnya untuk dilestarikan. Oleh karena itu kualitas yang dihasilkannya bukanlah kualitas yang harus dimiliki seluruh warga bangsa tetapi kualitas yang dimiliki hanya oleh sebagian dari warga bangsa. keragaman potensi daerah dan lingkungan. peningkatan akhlak mulia. posisi kurikulum dapat disimpulkan menjadi tiga. Secara formal. h. tidak diikuti oleh setiap warga bangsa. dan persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan 42 .

ilmu. hidup sehat dan fisik sehat. bangsa atau pun kehidupan global. dan teknologi dengan mengorbankan Pengetahuan Sosial dan Ilmu Sosial. sains (untuk lebih mendekatkan diri pada istilah yang dibenarkan oleh pandangan esensialis). Dalam posisi ketiga ini maka kurikulum seharusnya menjadi jantung pendidikan dalam membentuk generasi baru dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan potensi dirinya memenuhi kualitas yang diperlukan bagi kehidupan masa mendatang. semangat kebangsaan tinggi. memiliki kebiasaan membaca.Pasal ini jelas menunjukkan berbagai aspek pengembangan kepribadian peserta didik yang menyeluruh dan pengembangan pembangunan masyarakat dan bangsa. seni. kurikulum haruslah memperhatikan permasalahan ini dengan serius dan menjawab permasalahan ini dengan menyesuaikan diri pada kualitas manusia yang diharapkan dihasilkan pada setiap jenjang pendidikan (pasal 36 ayat (2). Tuntutan formal seperti ini harus dapat diterjemahkan menjadi tujuan setiap jenjang pendidikan. teknologi dan tantangan kehidupan global. Posisi kurikulum yang dikemukakan di atas barulah pada posisi kurikulum dalam mengembangkan kehidupan social yang lebih baik. Kurikulum 2004 hanya menjawab sebagian (kecil) dari permasalahan yang ada di masyarakat yaitu rendahnya penguasaan matematika dan ilmu alamiah (sains) yang diindikasikan dalam tes seperti TIMMS atau tes seperti UAN. toleran. Konsekuensi logis dari posisi ini adalah kurikulum membatasi dirinya dan hanya menjawab tantangan dalam kepentingan pengembangan ilmu dan teknologi. Sayangnya. kurikulum yang dikembangkan di Indonesia masih membatasi dirinya pada posisi sentral dalam kehidupan akademik yang dipersepsikan dalam pemikiran perenialisme dan esensialisme. teknologi dan seni. dan pada gilirannya menjadi tujuan kurikulum. masyarakat. produktif. serta bidang-bidang yang dianggap kurang "penting". Kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kurikulum 2004 gagal menjawab keseluruhan spectrum permasalahan masyarakat. dan sebagainya. kehidupan agama. Permasalahan lain yang terjadi di masyarakat dan dirumuskan dalam ketetapan formal seperti undang-undang tidak menjadi perhatian kurikulum 2004. Posisi ketiga yaitu kurikulum merupakan "construct" yang dikembangkan untuk membangun kehidupan masa depan sesuai dengan bentuk dan karakteristik masyarakat yang diinginkan bangsa. pengembangan berbagai kualitas bangsa seperti sikap dan tindakan demokratis. lembaga pendidikan. Secara formal. sikap senang dan kemampuan mengembangkan ilmu. Rencana besar pemerintah untuk kehidupan bangsa di masa depan seperti transformasi dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. memiliki daya saing. Alokasi waktu ini adalah "construct" para pengembang kurikulum dan jawaban kurikulum terhadap permasalahan yang ada. 43 . Posisi ini bersifat konstruktif dan antisipatif untuk mengembangkan kehidupan masa depan yang diinginkan. Tuntutan dunia kerja yang seharusnya menjadi kepeduliaan besar dalam model kurikulum berbasis kompetensi tidak muncul karena kompetensi yang digunakan kurikulum dikembangkan dari diisplin ilmu dan bukan dari dunia kerja. Struktur kurikulum 2004 yang memberikan sks lebih besar pada mata pelajaran matematika. bahasa Indonesia dan daerah. ekonomi. cinta damai. budaya. Artinya. reformasi dari system pemerintahan sentralistis ke system pemerintahan disentralisasi. tuntutan masyarakat terhadap pendidikan juga diterjemahkan dalam bentuk rencana pembangunan pemerintah. PPKN/kewarganegaraan.

disiplin. menghormati hak orang lain. teknologi berpengaruh dalam proses pengembangan kurikulum. dan didasarkan pada kajian keilmuan terutama kajian psikologi mengenai minat/interest sebagai model penjurusan untuk kurikulum SMA. kerja keras. Oleh karena itu Olivia (1992:39-41) selain mengakui bahwa pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang kompleks lebih lanjut mengatakan curriculum is a product of its time. sosial. and meeting the cultural. menguasai pemanfatan teknologi informasi dan sebagainya maka kurikulum harus mampu mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kualitas tersebut sebagai kualitas dasar atau kualitas minimal bangsa yang menjadi tugas kurikulum SD/MI dan SMP/MTs.Pertanyaan yang muncul adalah kualitas apa yang harus dimiliki semua manusia Indonesia yang telah menyelesaikan wajib belajar 9 tahun? Ini adalah kualitas minimal dan harus dimiliki seluruh anggota bangsa. kritis. menghargai prestasi. Jika penguasaan ilmu. curriculum responds to and is changed by social forced. produktif. Berbagai factor seperti politik. menghargai masa lalu. bersesuaian dengan kaedah pendidikan. memiliki rasa kebangsaan tinggi. gemar membaca. budaya. Jika masa depan ditandai oleh berbagai kualitas baru yang harus dimiliki peserta didik yang menikmati jenjang pendidikan menengah maka adalah tugas kurikulum untuk memberikan peluang kepada peserta didik mengembangkan potensi dirinya. disiplin. dan seni di jenjang pendidikan menengah diarahkan untuk persiapan pendidikan tinggi maka kurikulum harus mampu memberi kesempatan itu. cinta kebersihan. Model baru perlu dikembangkan yang lebih efektif. kerja keras. philosophical positions. Jika pasal 36 ayat (3) Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 dijadikan dasar untuk mengidentifikasi kualitas minimal yang harus dimiliki bangsa Indonesia maka kurikulum haus mengembangkannya. hemat. social. . Posisi kurikulum di jenjang pendidikan tinggi memang berbeda dari jenjang pendidikan dasar dan menengah. mengenal lingkungan. inovatif. cinta seni. preparing for instruction to achieve the outcomes. ilmu. Kualitas kemanusiaan seperti jujur. and personal needs that the curriculum is to serve. kreatif. gemar berolahraga. Kedua orientasi ini menyebabkan kurikulum di jenjang pendidikan tinggi kurang memperhatikan kualitas yang diperlukan manusia di luar keterkaitannya dengan disiplin ilmu atau dunia kerja. . Dalam banyak kasus bahkan terlihat bahwa kurikulum pendidikan tinggi tidak juga memperhatikan hal-hal yang berkenaan dengan kualitas kemanusiaan yang seharusnya terkait dengan pengembangan ilmu dan dunia kerja. Jika mentalitas bangsa Indonesia yang diinginkan adalah mentalitas baru yang religius. teknologi. Jika kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah lebih memberikan perhatian yang lebih banyak pada pembangunan aspek kemanusiaan peserta didik maka kurikulum pendidikan tinggi berorientasi pada pengembangan keilmuan dan dunia kerja. PROSES PENGEMBANGAN KURIKULUM Unruh dan Unruh (1984:97) mengatakan bahwa proses pengembangan kurikulum a complex process of assessing needs. Barangkali untuk itu sudah saatnya konstruksi kurikulum SMA dengan model penjurusan yang sudah berusia lebih dari 50 tahun itu ditinjau ulang. demokratis. cinta damai. 44 . dan sebagainya terabaikan dalam kurikulum pendidikan tinggi walau pun harus diakui bahwa Kepmen 232/U/1999 mencoba memberikan perhatian kepada aspek ini. taat aturan. ekonomi. identifying desired learning outcomes.

and educational leadership at its moment in history. dan sebagainya. The external environment is full of disparate but overt conceptions 45 . Secara singkat dapat dikatakan bahwa dalam pengembangan kurikulum focus awal memberi petunjuk jelas apakah kurikulum yang dikembangkan tersebut kurikulum dalam pandangan tradisional. dan diakhiri dengan melihat hasil kurikulum berdasarkan tujuan yang terbatas. teknologi. karena sifat ilmu yang universal menyebabkan konteks social-budaya tersebut terabaikan. it is internal insofar as each of us carries around in our mind's eye models of how the schools should function and what the curriculum should be. Masalah yang muncul di masyarakat atau ide tentang masyarakat masa depan tidak menjadi kepedulian kurikulum. modern ataukah romantism. Padahal seperti dikemukakan Longstreet dan Shane (1993:87) bahwa kebudayaan berfungsi dalam dua perspektif yaitu eksternal dan internal: The environment of the curriculum is external insofar as the social order in general establishes the milieu within which the schools operate. accumulating knowledge. Ide yang dikembangkan pada langkah awal lebih banyak berfokus pada kualitas apa yang harus dimiliki dalam belajar suatu disiplin ilmu. Sayangnya. Keseluruhan proses pengembangan kurikulum dapat digambarkan sebagai berikut: Dalam proses pengembangan tersebut unsure-unsur luar seperti kebudayaan di mana suatu lembaga pendidikan berada tidak pula mendapat perhatian. Kegiatan evaluasi diarahkan untuk menemukan kelemahan kurikulum yang ada. Dalam model ini kurikulum lebih banyak mengambil posisi pertama yaitu sebagai rencana dan kegiatan.psychological principles. model yang tersedia dan dianggap sesuai untuk suatu kurikulum baru. Pada fase pengembangan ide. Konsep diversifikasi kurikulum menempatkan konteks social-budaya seharusnya menjadi pertimbangan utama. permasalahan pendidikan hanya terbatas pada permasalahan transfer dan transmisi. agama. Model pengembangan kurikulum berikut ini adalah model yang biasanya digunakan dalam banyak proses pengembangan kurikulum. seni.

19:51-98. Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat. Model kedua yang diajukan dalam makalah ini adalah model yang menempatkan kurikulum dalam posisi kedua dan ketiga. Identifikasi masalah dalam masyarakat dan kualitas yang dimiliki suatu komunitas pada saat sekarang dijadikan dasar dalam perbandingan dengan kualitas yang diinginkan masyarakat sehingga menghasilkan harus dikembangkan oleh kurikulum. Local Content Curriculum for SMP. 46 .about what the schools should be doing. Review of Research in Education. Hasan. J. Unpublished. Multicultural Issues and Human Resources Development. DAFTAR BACAAN Darling-Hammond. S. (1996). Paper presented at UNESCO Seminar on Decentralization. Garcia. rather than by a recognition of our swiftly changing. S. (1996). Educational Researcher. L. 6:5-17. 25. Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum selalu dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat.H. Hasan. Doll. policy. W. we caught by our own cultural mindsets about what should be. as individuals. The Sociology of the School Curriculum. Columbia University Eggleston. E. The right to learn and the advancement of teaching: research. (1993).H.E. London: Routledge & Kegan Paul. (1996). The internal environment is a multiplicity of largely unconscious and often distorted views of our educational realities for. New York and London: Teachers College. and education. culture. A Post-Modern Perspective on Curriculum. (1977). Pencapaian tujuan kurikulum pun diukur dengan keberhasilan lulusan di masyarakat. current realities. Language. (1993). Unpublished.E.T. and practice for democratic education. Paper presented at International Conference on Issues in Education of Pluralistic Societies and Responses to the Global Challenges Towards the Year 2020.

New York and London: Teachers College. (1997). mantan first lady AS) Inovasi membedakan antara pemimpin dan pengekor (Steve Jobs. apalagi membicarakan orang lain. D. dalam Contemporary Education: Global Issues and Trends. and Progress. Siapa takut? Kita sedang membicarakan ide-ide atau gagasan-gagasan. (1999). pendiri Apple Computer) Innovation is change that creates a new dimension of performance (Peter Drucker: Hesselbein. A. Berkeley. 2003) Innovation is the creation of the new or the re-arranging of the old in a new way (Michael Vance) Kita sekarang akan mencoba menjadi orang yang berfikiran hebat. ERIC Digest. St. Curriculum. Planning. Brown and Company. (1992). Curriculum Development: Theory into Practice. Schubert. Sandton:Heinemann Higher and Further Education. ED 348196. disunting oleh Eleanor Lemmer. M. 1884 – 1962. New York: Longman Print.F. C.C. Curriculum Reform in the Elementary School: Creating Your Own Agenda.P. Gagasan apa saja itu? Tentang program inovatif sekolah. New York: Macmillan Tanner.2 Lampiran 2: PROGRAM INOVATIF SEKOLAH Oleh Suparlan *) Mereka yang berfikiran hebat membicarakan ide-ide. Paradigm. (1980).Jacobs.Inc. M. (1986). California: McCutchan Publishing Corporation 2.F. bukan membicarakan fakta-fakta saja.D. Leonard: Allen & Unwin Pty. P. dan Tanner.G.L. A Comprehensive Introduction. (1984). (1993).H. Processes. Olivia.. Management and Ideology: Key Concepts or Undertanding Curriculum. (1977). Klein. Curriculum Development and Design. Curriculum: Perspective.J. M.. Unruh. Curriculum Development: Problems. Mereka yang berfikiran sempit membicarakan orang lain (Eleanor Roosevelt. (1997). W. Ltd.C. Boston: Little. dan Unruh. Columbia University Marsh. London: The Falmer Press McNeil. Charting new maps: multicultural education in rural schools. New York: Macmillan Publishing Co. 47 . ERIC Clearinghouse on Rural Education and Small School. dan Howley. Curriculum. and Possibility. (1986). J. G. Mereka yang berfikiran sedang membicarakan peristiwa-peristiwa. 4th Developing the Curriculum edition. Oliver.

Dengan demikian. sehingga menjadi lebih baik dan bermanfaat. ketika pembina upacara menyampaikan pidatonya. Kita harus melakukan hal yang luar biasa. sebagaimana juga di sekolah-sekolah lain di tanah air. Penemuan tentang rendahnya kebugaran jasmani. sebagai ilustrasi.Benar sekali. Juga tidak hanya dengan program-program yang biasa. Setelah lembaga pendidikan keluarga. kita harus melakukan hal-hal yang inovatif. dalam acara olahraga yang bergengsi ini kita selalu unggul. Dengan kata lain. Para siswa di sekolah yang cukup luas di negeri tirai 48 . Lembaga pendidikan sekolah harus merancang berbagai program yang inovatif. Innovation is the creation of the new or the re-arranging of the old in a new way (Michael Vance) Tulisan ini akan mencoba membahas tentang program sekolah yang dapat dinilai inovatif. Peter Drucker menjelaskan kepada kita bahwa inovasi sesungguhnya adalah perubahan yang menciptakan satu dimensi baru kinerja organisasi. Tapi. Itu pun sudah dapat disebut sebagai apa yang dikenal dengan inovasi. kita tidak bisa hanya melakukan yang biasa-biasa saja. Program Pemberian Susu dan Makanan Tambahan Di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. ada kemungkinan mereka juga mengalami kekurangan gizi dan dehidrasi. Boleh jadi semua itu terjadi memang karena dampak negatif dari krisis multidimensional yang masih belum sepenuhnya usai. kesehatan. dan gizi anak-anak kita perlu mendapatkan perhatian kita semua. Dalam hal ini. Kita telah jauh ketinggalan dari negara Thailand. para siswa harus mengikuti upacara bendera di sekolah. kinerja lembaga pendidikan sekolah. atau ketika bendera merah putih dinaikkan beberapa anak jatuh pingsan. Bukan hanya itu. Hal ini sama sekali berbanding terbalik dengan keadaan peserta didik di Negeri Cina. kita harus malu dengan peringkat ke empat di Pesta Olahraga Asia Tenggara. maka sumber masalahnya adalah lembaga pendidikan sekolah. Dalam beberapa kali upacara bendera. yang kemudian diperbaiki. disempurnakan dengan memperbaiki satu atau beberapa elemennya. Malaysia. gagasan baru juga harus semua komponennya harus baru. Memang. Pemberdayaan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sungguh. Bahkan juga ketinggalan dari Vietnam. gagasan-gagasan yang akan ditulis ini mungkin saja memang bukan benar-benar baru bagi sekolah tertentu. banyak orang yang meneropongnya dari faktor kemunduran dunia pendidikan kita. maka lembaga pendidikan sekolah harus menjadi tempat yang strategis untuk dapat meningkatkan kompetensi SDM yang handal. Pemberdayaan KKG dan MGMP harus dapat digunakan sebagai wahana yang efektif untuk dapat meningkatkan kompetensi guru di sekolah. Program peningkatan kompetensi SDM secara terencana dan berkelanjutan memang harus dimulai di lembaga pendidikan sekolah. Untuk dapat membangun SDM yang handal. Namun sekolah yang lain mungkin dapat menjadi sesuatu yang sangat berharga. Gagasan baru itu bisa jadi dari gagasan yang sudah lama. Kondisi ini juga tampak dari Human Development Index (HDI) Indonesia yang berada di bawah Vietnam. masalah ini terjadi karena banyak anak-anak yang tidak sarapan pagi. Namun. Selidik punya selidik. Boleh dikatakan bahwa negara yang lain berebut pada urutan kedua. Padalah dahulu.

Hasilnya? Stamina olahragawan dari negeri tirai bambu itu sangat luar biasa. DPR kita masih sibuk dengan urusan politik ketimbang dengan urusan makan siang anak-anak. pencatatan secara rutin rekor olahraga prestasi harus tersedia di sekolah. Jika negeri ini masih juga mengalami masalah mahalnya susu untuk tumbuh kembang anak-anak kita. Kedua. citakan lingkungan sekolah yang bersih. pemerintah Amerika Serikat juga telah mengeluarkan program susu sekolah (school milk program). atau peringatan hari lahir sekolah. bukan hanya secara seremonial belaka. Dengan catatan ini. atau ”CUCI TANGAN SEBELUM MAKAN”. Termasuk di dalamnya adalah senam dan menari dengan olah tubuh yang penuh dengan rima dan irama itu. rindang. seperti ”TARUH SAMPAH PADA TEMPATNYA”. susu. karena selalu keok dalam arena pertandingan olah raga yang bergengsi ini. Selain itu. Talent Scouting Bibit Olahraga dan Seni Pembinaan olahraga memang menjadi tugas utama guru olahraga dan keshatan. dan indah. asupan gizi generasi muda kita masih di bawah rata-rata anak-anak di dunia. negeri adidaya Amerika Serikat telah jauh memikirkan pentingnya makan siang anak-anak sekolah melalui program makan siang anak-anak usia sekolah melalui National School Lunch Program Act yang telah ditandatangani oleh Presiden Truman pada tahun 1946.bambu itu diwajibkan selalu melakukan olahraga dalam cabang olahraga yang mereka suka. Rupanya. maka sekolah tinggal 49 . Nah apa yang harus diprogramkan oleh sekolah untuk mengatasi itu semua? Pemberian bubur kacang hijau. nama-nama siswa dengan rekor tertingginya dalam cabang olahraga tertentu. Memasang papan bertuliskan ”LINGKUNGAN BEBAS ROKOK” merupakan satu gebrakan yang dapat dilakukan. dan setiap harinya mereka harus melakukan olahraga sesuai dengan hobinya. Program 7K perlu digalakkan lagi. Semua fasilitas olahraga telah disediakan. Bahkan pada tanggal 14 Oktober 1940. dan makanan bergizi lainnya secara rutin sudah tentu menjadi kegiatan yang sangat berguna bagi anak-anak kita. misalnya peringatan hari besar nasional dan agama. atau ”KESEHATAN SEBAGIAN DARI IMAN” dapat diharapkan dapat mengisi nurani anak-anak kita yang masih putih itu. yang dari aspek kesehatan dan gizinya tidak dapat kita pertanggungjawabkan. Mereka yang suka berolahraga memiliki kecerdasan fisikal atau kecerdasan ragawi atau kecerdasan yang dikenal dengan bodily kinestetics yang tinggi. Di samping olahgara rekreasi. Jangan biarkan anak-anak kita membiasakan jajan di tepi-tepi pagar sekolah. Ciptakan kantin sekolah yang hiegenis dengan jenis makanan yang bergizi. Tulisan-tulisan lain. Lomba kebersihan dan keindahan kelas dapat diadakan pada saat momen-momen tertentu. tetapi harus menyentuh perubahan kebiasaan para penghuninya. program yang harus dibenahi adalah kantin sekolah. Tetapi. Penciptaan Lingkungan Sekolah Yang Sehat Program ini sangat terkait dengan program sebelumnya. program pembinaan olahraga secara teroganisasi di sekolah sudah barang tentu menjadi tanggung jawab semua komponen sekolah. jika ada kegiatan pertandingan olahraga. Kalau pun negeri kita pada saaat ini masih mengalami kesulitan untuk mencari sebelas pemain sebak bola. Sekolah harus memiliki catatan. maka masalahnya tidak lain dan tidak bukan adalah karena kecerdasan fisikal generasi muda kita yang masih rendah. Pertama.

Untuk sekolah yang tidak memiliki lahan yang luas. Jika ada sedikit lahan di depan sekolah. baik dalam bidang akademis maupun nonakademis. Jika di lingkungan sekolah ada lahan tidur yang tidak dimanfaatkan oleh yang empunya. dan masih banyak yang lain. Setelah program ini dilaksanakan. dan disiangi kalau ada rumput yang menggangunya. Topiktopik lainnya misalnya: (1) rata-rata jumlah anak dalam satu keluarga. Selain itu. sekolah juga harus melakukannya untuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. sekolah juga dapat membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan program penanaman satu juta pohon. antusiasme orangtua dan masyarakat tibatiba meningkat secara drastis. Dalam acara tersebut. Disiram. setiap kelas dapat diminta untuk membikin taman di depan kelasnya masing-masing. Dampaknya. tetapi sudah bisa dilakukan di SD. Kebun Sekolah dan Penanaman Sejuta Pohon Jika secara internasional isu pemanasan global telah melahirkan Bali Roadmap untuk memecahkan isu tersebut. Padahal obyek penelitian sederhana bagi anak-anak terbentang luas di sekolah dan lingkungannya. sebagai contoh. (2) rata-rata tinggi dan berat badan anak-anak kelas 5 SD. sekolah dapat menjadi tempat pembibitan olahraga dan seni yang pertama dan utama. sekolah dapat meminjamnya untuk dijadikan kebun sekolah tempat praktik anak-anak menanam berbagai jenis tanaman. (3) jarak tempuh anak-anak ke sekolah. agar sekolah tidak terasa gersang. di hadapan orangtua dan masyarakat. Orangtua dan masyarakat tidak lagi merasa sebagai klien. pelibatan peran serta orangtua dalam penyelenggaraan pendidikan masih menjadi sesuatu yang langka. dapat menjadi media untuk menyatupadukan sekolah dengan orangtua dan masyarakat. Acara tutup tahun sekolah. Dengan demikian. Sejak adanya festival hari pertama sekolah itu. The First Day Festival Ide ini diusulkan oleh seorang guru di suatu sekolah di Amerika Serikat. Sebenarnya para guru telah memiliki pengetahuan dan keterampilan praktis dalam penelitian sederhana. orangtua siswa dan masyarakat merasakan adanya peningkatan keakraban dan kekeluargaan antara sekolah dan orangtua siswa secara luar biasa. adalah pertanyaan penelitian sederhara yang dapat dilakukan bukan di SMP. Sayur apakah yang menjadi kegemaran siswa. Program seperti ini dapat berupa program lain yang tidak kalah inovatifnya. Pada waktu itu. Atau dapat meminta kepada para siswa untuk masing-masing dapat memiliki tanaman kesayangan yang harus dipelihara setiap hari dengan sepenuh hati. tetapi sebagai pemangku kepentingan yang memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan pihak kepala sekolah dan para guru di sekolah. sebagai contoh. Science-Tech Club Sama dengan talent scouting dalam bidang olahraga.memilih mereka untuk dapat mengikuti ajang pertandingan olahraga yang akan diikuti. para siswa dapat menunjukkan kebolehannya. Pencatatan prestasi olahraga ini dapat dilakukan pada awal tahun pelajaran atau pada saat usai ulangan semester pertama menjelang libur sekolah. maka sekolah juga dapat membuat taman sederhana untuk menanam tanaman hias atau tanaman bunga. maka apa yang dapat dilakukan di tingkat sekolah? Tentu saja pendidikan lingkungan hidup harus menjadi tanggung jawab sekolah. dipupuk. orangtua dan masyarakat menjadi lebih memiliki kepercayaan yang tinggi 50 . Namun banyak di antaranya kurang begitu yakin bahwa anak-anak mampu melakukannya.

com. baik yang terkait dengan aspek akademis maupun nonakademis di sekolah. Itu semua dapat dimulai dengan program inovatif yang sederhana. Setidaknya ada tiga 51 . yang kalau bisa yang luar biasa. yang dikenal dengan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). Semua permulaan itu memang sulit. Sebagai contoh. Dengan kata lain. 17 September 2006 12:28:40 Institusi pendidikan diyakini sebagai tempat terbaik untuk menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai antikorupsi. Dimana ada kemauan di situ ada jalan. kegiatan outbond. dan menyenangkan (PAKEM) dan contextual teaching and learning (CTL) kini menjadi program inovatif di sekolah yang menjadi primadona.suparlan. semua warga sekolah dan pemangku kepentingan ingin mencoba sesuatu yang tidak biasa. program sekolah yang aman dan nyaman. diharapkan dapat turut aktif memeranginya.terhadap upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi siswa. program sekolah ramah anak. E-mail: bsuparlan@yahoo. program sekolah berwawasan imtaq. dan masih banyak yang lainnya. Dampak pengiringnya. Untuk itu.3 Lampiran 3: MEMBERANTAS KORUPSI MELALUI KURIKULUM Oleh icwweb Minggu. yakinlah bahwa semua itu dapat dilakukan jika kita memiliki kemauan. Ingin mencoba sesuatu yang baru. strategi yang umumnya dipilih dengan mengintervensi secara tidak langsung proses belajar-mengajar melalui penerapan kurikulum antikorupsi. semua warga sekolah ingin melakukan sesuatu yang baru. Sulitkah semua itu kita lakukan? Semua itu memang sulit untuk pertama kalinya. Yang penting. Tentu saja. dengan program inovatif. atau sesuatu yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian. semua itu harus dirancang adalam rencana yang matang. Mudah-mudahan. Murid atau mahasiswa yang akan menjadi tulang punggung bangsa di masa mendatang sejak dini harus diajar dan dididik untuk membenci serta menjauhi praktek korupsi. Depok. RPS yang disusun hendaknya memuat program-program inovatif. Akhir Kata Masih sangat banyak program inovatif lain yang dapat dilaksanakan oleh sekolah. Penerapan pembelajaran aktif. kreatif. orangtua dan masyarakat menjadi lebih antusias dalam ikut serta memberikan dukungan dan bantuan terhadap pelaksanaan program-program inovatif sekolah. Tetapi. yang disusun oleh sekolah bersama dengan pemangku kepentingan.com. All beginning is difficult. Pendek kata. dan sudah barang tentu yang tidak memberatkan keuangan orangtua siswa. 22 Desember 2007 2. Tentu saja berdasarkan kondisi sekolahnya masing-masing. Bahkan lebih dari itu. *) Website: www. efektif.

bukan mustahil buku teks mengenai antikorupsi justru menjadi lahan baru untuk korupsi. Berkenaan dengan kejelasan implementasi kurikulum. Belajar dari penerapan kurikulum berbasis kompetensi. mesti disambut positif. akan muncul buku teks pelajaran baru mengenai antikorupsi. Masalahnya. Tapi masalahnya. Tapi. Murid mampu dengan baik menjawab nilai-nilai luhur pancasila. Tes yang dilakukan berbeda dari tes pelajaran pendidikan jasmani atau olahraga. terlebih dulu mereka yang akan mengajarkan pelajaran antikorupsi mesti mengetahui dan memahami apa yang akan diajarkan. Universitas Katolik Soegipranata. serta IAIN Arraniry. Namun. apabila akan diimplementasikan dalam lingkup luas. Sebab. agar bisa diimplementasikan. ada beberapa faktor yang mesti dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Munculnya terobosan-terobosan baru untuk melawan praktek korupsi. akan menemukan kesulitan dalam proses evaluasi. perubahan kebijakan walau kecil. Sudah tentu. Ciputat. buku teks mata pelajaran yang dianggap relevan otomatis ditambah atau diubah dengan muatan baru mengenai antikorupsi. Sebab. Jika penekanannya hanya pada sisi pengetahuan. Apabila menginginkan hingga tingkatan praktek (psikomotor). Selain itu. bila dibebankan kepada orang tua murid. Pertama. 52 . dibutuhkan biaya besar untuk pengadaan buku-buku tersebut. jika memilih diintegrasikan. Tapi apa pun pilihannya. seperti pendidikan agama atau kewarganegaraan. Pengelola sekolah mulai guru hingga kepala sekolah mesti menjadi model bagi murid. Untuk itu. Sebab. Tapi. dari aspek teknis. Selama ini mereka sudah direpotkan dengan pembelian berbagai jenis buku teks yang mahal. setidaknya dibutuhkan pendidikan atau pelatihan. institusi pendidikan seperti sekolah sangat sensitif. apakah akan memunculkan mata pelajaran khusus atau diintegrasikan dengan mata pelajaran yang memiliki korelasi. Harus ada kejelasan apakah pelajaran antikorupsi nantinya akan ditekankan pada sisi pengetahuan (kognitif) atau praktek (psikomotorik). waktu dan biaya yang dihabiskan tidak sedikit. kurikulum tidak akan ada artinya tanpa guru. seperti membuat kurikulum antikorupsi. Catatan kedua berkaitan dengan proses penerapan dan evaluasi.perguruan tinggi yang sedang mengembangkan kurikulum tersebut. Apabila pilihannya dibuat khusus. Batasan ruang kelas harus dihilangkan. hanya untuk sosialisasi. seperti penentuan buku teks. Selain itu. Alat atau instrumen yang mampu mengukur tingkat kemampuan murid dalam menerapkan nilai-nilai antikorupsi tidak mudah dibuat. jika pengaturannya tidak jelas. tapi tingkah laku jauh dari nilainilai tersebut. di antaranya Universitas Islam Negeri. pilihan tersebut menimbulkan beberapa konsekuensi lanjutan. proses pengajaran antikorupsi tidak bisa dilakukan dengan cara konvensional: guru memberi ceramah di dalam ruang kelas dan sesekali memberi tes. Semarang. Banda Aceh. proses pengajaran dan evaluasi tidak terlalu sulit. akan berpengaruh pada banyak hal. malah menambah masalah. pelajaran antikorupsi akan mengulangi kegagalan pelajaran pendidikan moral Pancasila beberapa waktu lalu. kalaupun kemudian ditanggung pemerintah. siapa yang akan membiayai.

Institusi pendidikan malah mengajarkan bagaimana cara melakukan korupsi. MANAJER DIVISI MONITORING PELAYANAN PUBLIK. dan orang tua murid. karena memang itu khitahnya. korupsi sudah sangat sistemik. Upaya untuk membersihkannya jauh lebih berat dibanding menyusun kurikulum antikorupsi. Tentu saja. Selain itu.4 Lampiran 4: APA YANG DIPELAJARI ANAK DI SEKOLAH? 53 . pegawai tata usaha. Mulai mereformasi institusi pendidikan. Institusi pendidikan seperti sekolah justru menjadi salah satu tempat tumbuh subur praktek korupsi. dari minimnya kesejahteraan hingga ketimpangan kekuasaan. guru. secara kolektif ataupun perseorangan turut menjadi pelaku. 16 September 2006 2. tanpa menggunakan kurikulum antikorupsi pun dengan sendirinya sekolah akan menjadi tempat mempromosikan nilai-nilai antikorupsi. sehingga tidak lagi terjadi ketimpangan kekuasaan antara kepala sekolah. Kondisi tersebut sangat ironis. Mulai guru. Bukan rahasia lagi. biasanya pelajaran yang paling diingat oleh murid bukan hasil ceramah di ruang kelas. jika praktek korupsi di sekolah juga memiliki korelasi dengan lembaga di atasnya. tapi yang dipraktekkan dalam keseharian guru atau kepala sekolah. banyak sekali pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum kurikulum antikorupsi diterapkan. Mereka menikmati keuntungan melalui setoran-setoran atau jasa tanda terima kasih. kurikulum antikorupsi tidak akan berarti apa-apa. malah pengawas hingga pegawai dinas pendidikan. Ade Irawan. jika institusi pendidikan seperti sekolah yang akan mengimplementasikan masih belum bersih dari praktek korupsi.Namun sayang. kepala sekolah. dengan beragam faktor penyebab. Celakanya lagi. Dengan demikian. seperti dinas pendidikan. tapi ketika keluar dari ruang kelas atau malah di dalam kelas. Kalau itu semua sudah dilakukan. Setidaknya tergambar dari maraknya pungutan yang dibebankan kepada orang tua murid. dengan latar belakang penyebab serta modus yang berbeda. terus mendorong upaya peningkatan kesejahteraan guru atau dosen. mereka menyaksikan bagaimana korupsi dipraktekkan. setiap hari kepada murid diajarkan nilai-nilai antikorupsi. karena itu harus direbut. institusi pendidikan sebagai benteng terakhir tempat menyebarkan nilai-nilai antikorupsi sudah menjadi tempat mempromosikan korupsi. akan ada perlawanan dari orang-orang yang selama ini menikmati keuntungan dari praktek korupsi di institusi pendidikan. Tapi tidak ada pilihan lain. Berharap banyak pada peranan birokrasi pendidikan pun tidak mungkin. Sebab. INDONESIA CORRUPTION WATCH/SEKRETARIS KOALISI PENDIDIKAN Tulisan ini disalin dari Koran tempo. kenyataannya tidak demikian. Karena itu. malah tidak sedikit yang aktif menjadi bagian dari rantai korupsi di sekolah.

Setelah teks. Sementara itu dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas lima SD. diajukanlah pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan isi teks seperti: apa mata pencaharian ibu-ibu. Jika ternyata orang tua atau kakaknya yang menyuruh.” kata Yuyun. bukan sebelum makan seperti pada bacaan di atas. setiap orang wajib menegur. pasti mendapat sanksi. jelas dan lancar. Hasil pertanian penduduk umumnya singkong dan ubi jalar. Jika ada anak usia sekolah berkeliaran pada waktu tersebut. Semua itu hasil dari desa kelahiran ibunya Indri. Banyak hal yang dapat mereka kerjakan. Bersihkan dulu badanmu!” “Ya. Buku ini dimiliki oleh hampir setiap siswa kelas satu di beberapa sekolah dasar di Yogyakarta dan Jawa Tengah yang menjadikan buku ini sebagai buku utama dalam pelajaran Bahasa Indonesia. “Coba cari adikmu!” Cica mencari adiknya. Adik Cica sedang membaca.Oleh Anis Suryani Artikel. Teks di atas memang dibuat untuk siswa kelas satu SD yang sedang belajar membaca permulaan. Keadaan seperti itu bukan menandakan penduduknya miskin. kata dan kalimat secara benar. Setelah itu pembahasan untuk memahami teks pun selesai. yakni bab yang khusus dibuat untuk melatih siswa memahami bacaan. Bersih itu sehat. Kaum ibu membentuk Home Industry atau Industri Rumah Tangga Jika kita masuk ke toko suvenir. Mereka mengirimkan sebagian gaji ke desa untuk membeli sawah dan menyekolahkan adik-adik mereka. Mereka biasa hidup bersih. yang biasanya terfokus pada latihan melisankan bacaan mulai dari melafalkan huruf. “Badanmu kotor.Desember 2004 Cica mencuci cangkir dan piring “Cuci tanganmu sebelum makan. Tetapi apakah dengan demikian teks boleh dibuat sembarangan tanpa mempertimbangkan logika berbahasa? Perhatikan saja urutan deskripsi peristiwanya. apa yang dilakukan para remaja. bagaimana kesimpulanmu mengenai hasil perjuangan penduduk. Bagaimana dengan aktivitas bapak-bapak dan para remaja? Di sana tidak kita jumpai penduduk yang duduk di pojok gang atau di warung kopi. Kak.Cica!” kata Ibu “Ya. Konon sebagian besar remaja bekerja di kota lain.” jawab Cica. Teks dialog tanpa judul tersebut terdapat dalam buku Aku Cinta Bahasa Indonesia terbitan Tiga Serangkai Solo (2002). Bagi umumnya anak-anak. suku kata. bukan ketika sedang membaca . mengapa penduduk desa makmur. yakinkah kita bahwa mereka telah belajar memahami bacaan secara 54 . Justru penduduknya tergolong makmur. Kalaupun siswa dapat menjawab semua pertanyaan tersebut secara benar sesuai dengan isi bacaan. hampir semua suvenir di sana adalah karya ibu-ibu. logika peristiwa yang lebih mudah dipahami tentunya mencuci cangkir dan piring dilakukan setelah makan. Juga lebih mudah dipahami jika badan adik kotor ketika sedang bermain pasir atau tanah. Bina Bahasa Indonesia terbitan Erlangga Bandung (2003) terdapat teks bacaan seperti berikut: Wajib Belajar Desa kelahiran orang tua Indri tergolong tandus. Bu. Penduduk hanya panen setahun sekali. Yun. Begitu pula kalau kita berbelanja kue-kue tradisional. Itu pun kalau ada air hujan. 1. Teks bacaan ini berada dalam salah satu bab berjudul Membaca Pemahaman.

Salah satu contoh teks berisi tema program pemerintah adalah teks dialog bejudul Posko Korban Banjir dalam buku pelajaran bahasa Indonesia untuk siswa SD kelas tiga.” Dan seterusnya. transmigrasi. kerja bakti di kampung. dan kesiapan dapur umum. Bisa kita bayangkan bagaimana canggungnya anak-anak usia 10 tahun kelas tiga SD memainkan peran aparat pemerintahan desa. hal 134-135). sarat dengan tema program pemerintah dan konsep-konsep yang terlalu kompleks untuk diajarkan kepada anak-anak sekolah dasar seperti urbanisasi dan gerakan kembali ke desa. perlu dipertanyakan dimana kita bisa temukan gagasan pokok yang dimaksud oleh judul yakni wajib belajar. Penerbit Erlangga. Tema kebersihan dan kesehatan mulai dari mandi. “Selamat pagi Firman”. “mereka mengirimkan sebagian gaji ke desa untuk membeli sawah…?” . tetapi juga pada pilihan tema. membuang sampah. sawah mana yang dibeli? Sebuah kalimat yang kontradiktif dengan deskripsi pada alinea pertama. cara-cara memberantas hama. dan sebagainya. Teks bacaan dan dialog dengan kualitas seperti ini umumnya teks yang dibuat sendiri oleh penulis buku yang biasanya adalah para guru atau sarjana ilmu pendidikan. tidak menumbuhkan minat seperti ini menjadi semakin membosankan karena dibahas berulang-ulang. Teks bacaan dengan tema seperti itu disajikan dengan bahasa penyuluhan sehingga tidak menimbulkan kesan yang bermakna bagi siswa. krisis moneter. mengepel. 2000. “Selamat pagi Indri”. judul yang kurang menggambarkan isi teks. Bina Bahasa Indonesia 3A. Dengan mempertimbangkan logika bahasa yang baik atas sebuah teks. menanami halaman rumah. “Kamu sudah baca pengumuman belum?” “Pengumuman apa? Dimana? Aku belum membacanya tuh. Tema yang tidak menarik. kesiapan Puskesmas. Terbayang pula bagaimana repotnya guru-guru memandu siswa masuk ke suasana rapat desa yang menjadi 55 . kalimat-kalimat dalam alinea yang tidak padu. Kekacauan logika terlihat mulai dari teks yang tidak memiliki judul. muncul berkali-kali dalam banyak bacaan terutama untuk siswa kelas satu sampai kelas tiga. Kondisi yang memprihatinkan dari teks-teks bacaan buku pelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya terjadi pada logika berbahasa. Dimana ada sawah jika kondisi desa dilukiskan sangat tandus dan hanya bisa menghasilkan singkong dan ubi jika ada hujan ? Teks-teks bacaan yang buruk dalam pengaturan logika berbahasa seperti ini cukup banyak terdapat dalam buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk anak-anak SD. Sementara teks buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas empat hingga kelas enam. alinea yang tidak jelas gagasan utamanya. Dengan maksud menanamkan kesan dan makna kepada siswa. perlindungan tenaga kerja. Latar belakang dialog adalah rapat di Balai desa. tentulah timbul pertanyaan. ekonomi koperasi. sementara sebagian besar teks membahas industri rumah tangga ? Lalu jika kita perhatikan kalimat pada alinea terakhir. makan sayur. Teks dialog penuh dengan tanya-jawab basa-basi tak bermakna. dan sebagainya. Teks berisi tanya jawab antara ketiga tokoh seputar kondisi pengungsi. dan dokter Puskesmas. tokoh yang diperankan adalah Kepala Desa. Apalagi kondisi di lapangan memperlihatkan kecenderungan guru-guru juga terbatas wawasannya mengenai program-program pemerintah tersebut.benar pula? Kita pasti tidak yakin akan keberhasilan pembelajarannya jika teks yang mereka baca adalah teks seperti tersebut di atas. menyapu. pemberantasan nyamuk. teks dialog ini harus diperagakan sebagai permainan peran. Sekretaris Desa. sikat gigi. (Tim Bina Karya Guru.

Setelah teks. sebagian besar guru tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai teks yang baik. Tanpa ada penjelasan yang memadai mengenai lembaga RT. Ketergantungan ini mematikan daya kritis guru terhadap kualitas isi buku pelajaran.konteks dialog itu. Diawali dengan mengenal lingkungan keluarga. sifat-sifat mereka dan alasan mengapa menyebutkan sifat itu. Ada wilayah RT yang terletak di tanah datar. misalnya dengan memberikan bahan bacaan lain yang lebih baik atau menyusun sendiri bahan bacaan yang diperlukan. Pertama. Tidak ada gambaran yang memadai mengenai proses. ada yang di tanah berbukit. Konsep “bekerja” itu sendiri tidak banyak mendapat porsi dalam penjelasannya. Anak-anak mulai mempelajari konsep-konsep ilmu sosial pada saat duduk di kelas 3 SD. (IPS Terpadu Kelas 3 SD. Wilayah RT yang terdapat di daerah pedesaan sebagian terletak di atas tanah berbukit. Wilayah RT di daerah perkotaan umumnya terletak di atas tanah datar. RW. Apa yang digambarkan oleh buku-buku pelajaran IPS kelas 3 SD tentang lingkungan tetangga ? Keadaan wilayah RT yang satu mungkin berbeda dengan keadaan wilayah RT yang lain. Peran Guru Deskripsi isi buku di atas hanya merupakan cuplikan kecil saja dari seluruh isi buku pelajaran yang dipakai anak-anak di sekolah dasar. Penduduk kota sebagian besar bekerja sebagai pegawai negeri. beternak. kemudian lingkungan sekolah. berkebun. Wilayahnya terdiri atas tanah datar dan rata. hingga provinsi. Mata pencaharian penduduk desa bertani. siswa diminta menyebutkan nama tokoh. Tim Bina Karya Guru Penerbit Erlangga. Dari pengalaman penulis bergaul dengan para guru sekolah dasar dan mengamati keseharian mereka dalam mengajar siswa. Buku pelajaran adalah media pembelajaran yang paling umum dipakai di sekolah-sekolah di Indonesia. sebagian besar guru memiliki minat baca yang rendah sehingga sulit bagi mereka untuk berkreasi 56 . Bagaimana mungkin siswa dapat menggambarkan sifat tokoh dari dialog singkat tidak lebih dari 25 kalimat. menyempit maknanya menjadi sekedar jenis pekerjaan. Kedua. Di sana tidak ada bukit. Berbagai jenis mata pencaharian disebutkan bagai sebuah daftar jenis pekerjaan. 2000). Jika isi buku pelajaran kondisinya sangat buruk. Penduduk daerah pantai bermatapencaharian sebagai sebagai nelayan. tiba-tiba lembaga administratif itu dihubungkan dengan kondisi geografis yang secara konsep berbeda konteksnya. Juga tidak ada sungai yang mengalir. ada kecenderungan yang memprihatinkan yakni ketergantungan guru yang sangat tinggi terhadap buku pelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas. kita tentu berharap guru dapat berperan menutup kelemahannya. Dalam memperkenalkan konsep-konsep ekonomi. buku pelajaran memulainya dengan menyebutkan jenis-jenis mata pencaharian. “Bekerja” yang merupakan aktivitas ekonomi produksi. Deskripsi menjadi lebih kacau dengan kalimat: tidak ada bukit dan tidak ada sungai di perkotaan.Tetapi kenyataannya tidaklah demikian. lingkungan tetangga sekitar dan seterusnya. Dua alinea di atas membuka pembahasan mengenai lingkungan RT. Kelurahan. dari sebuah peristiwa rapat di Balai Desa yang berlangsung datar-datar saja tanpa dinamika. dan tanpa pelukisan karakter tokoh-tokohnya? Kesan dan makna apa yang bisa diharapkan muncul dari anak-anak kelas tiga SD dari bacaan dan dialog dengan tema yang sama sekali tidak mengundang minat semacam ini? Contoh-contoh di atas memperlihatkan kepada kita bahwa materi pembelajaran bahasa di kalangan siswa sekolah dasar sulit diharapkan dapat berperan dalam meletakkan bahasa sebagai sarana berolah pikir dan sarana ekspresi. Ketergantungan terjadi karena beberapa faktor. pegawai perusahaan swasta dan perusahaan daerah. Wilayah RT 06/ RW 03 terletak di daerah perkotaan.

1997). Sangat menyedihkan mengingat kemampuan membaca dan menulis merupakan kompetensi paling dasar yang dibutuhkan seseorang untuk mengembangkan pengetahuan dan meraih kompetensi yang lain. Latihan-latihan soal juga harus dikerjakan. Buku 57 . Kalau bisa lebih cepat sehingga lebih banyak waktu bisa dicurahkan untuk mengajak siswa berlatih mengerjakan soal. (Jurnal Pendidikan Vol. Kondisi kurang kritisnya guru terhadap kualitas teks antara lain juga tampak pada hasil penelitian staf pengajar FKIP Universitas Terbuka. tetapi belum tentu paham apa yang membuat para pahlawan memberontak. Sekitar 37. Suparti dkk tentang persepsi guru terhadap penggunaan buku teks Bahasa Indonesia SD di Kabupaten Jombang. buku dianggap sudah lengkap mewakili konten kurikulum dan organisasi materi sehingga mereka seringkali merasa kurang aman kalau tidak mengikutinya. sangat tidak mendukung perkembangan kemampuan literasi dan pemahaman siswa. Lemlit UT). (Arsyar. Dalam hal persepsi terhadap isi buku. Ini menunjukkan bahwa kemampuan analisa anak-anak sangat rendah akibat tidak berkembangnya logika berpikir. Karena wawasan yang terbatas mengenai bahan yang diajarkan.8 persen hanya bisa mengaitkan teks yang dibaca dengan satu informasi pengetahuan (Kompas 2 Juli 2003). Soal-soal pun diambil dari buku pelajaran itu lagi. Kebiasaan menghafal diperkuat oleh dorongan yang diberikan para guru. Hafalkan jawabannya.” kata seorang guru PPKn (pendidikan kewarganegaraan) kepada siswa-siswa kelas enam. Dana untuk buku tidak ada. Dampak pada Anak-anak Kualitas isi buku yang rendah ditambah dengan kemampuan guru yang kurang memadai. “Jangan cuma dibaca teksnya. menjadi beban berat bagi anak-anak. daripada kualitas teks. para guru lebih menyoroti kualitas gambar yang kurang menarik. melawan dan berjuang. Yang terjadi kemudian.3 No 1. atau buku pelajaran yang diterbitkan oleh penerbit lain yang isinya nyaris sama. Seorang anak bisa saja hafal nama tokoh pahlawan dan tahun kejadian. Hasil penelitian yang dilakukan Tim Program of International Student Assessment (PISA) Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas menunjukkan kemahiran membaca anak usia 15 tahun di Indonesia sangat memprihatinkan. Kebiasaan menghafal menumpulkan daya nalar dan kreativitas dalam memecahkan masalah dan menghasilkan karya cipta. kesulitan paling besar yang dhadapi siswa dalam memecahkan soal matematika berbentuk cerita adalah dalam membuat model atau memetakan masalahnya dan membuat kalimat matematika. (Hilum. Ibu kan sudah berkali-kali mengingatkan soal-soal itu nanti pasti keluar waktu ujian. 1989). Bagi umumnya guru. akses mereka terhadap bahan bacaan sangat terbatas. Membaca buku yang tidak menarik dan sulit dicerna isinya.6 persen hanya bisa membaca tanpa bisa menangkap maknanya dan 24. perpustakaan sekolah tidak tersedia dan sekolah tidak punya referensi bacaan yang memadai selain koran. Kondisi menjadi lebih parah karena waktu di luar jam sekolah lebih banyak digunakan para guru untuk memberikan les privat dalam rangka menyiasati pendapatan yang rendah. Banyak penelitian mengungkapkan. Maret 2002.menyusun sendiri bahan pelajaran untuk siswa. Penghafalan juga mematikan rasa ingin tahu. Wacana guru dan siswa akhirnya hanya berkembang sebatas apa yang ada di buku pelajaran. Ketiga. padahal keingintahuan adalah kunci dari eksplorasi dalam perkembangan ilmu. guru juga selalu mendorong anak-anak untuk menghafal saja apa yang ada di buku. lebih penting bagi guru adalah menyelesaikan pembahasan materi yang ada di dalam buku pelajaran tepat pada waktunya. Yang kemudian dilakukan akhirnya hanya menghafal saja isi buku.

(2 Juli 2003) Mulder. Bandung: Jemmars 58 . Indonesian Images. Materi pendidikannya relatif tetap dari satu generasi ke generasi berikutnya. Buku Pelajaran. Kemahiran Baca di Indonesia Menyedihkan. Karena harus selalu relevan dengan perubahan masyarakat. kurikulum harus disusun secara strategis dan dirumuskan menjadi program-program tertentu. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. tanpa memberi penjelasan logis latar belakang terjadinya peristiwa-peristiwa itu. bagaimana dengan kurikulum pendidikan kita ? Kurikulum di Indonesia baru mulai populer pada tahun 1950an. Kedua. Kondisi materi buku pelajaran yang memprihatinkan seperti digambarkan di atas. Dapat dikatakan. Dalam arti sempit. dalam hal ini Pusat Kurikulum. Konsep kurikulum tidak dikenal dalam pendidikan tradisional yang ada di masyarakat. tidak memerlukan perencanaan karena tujuannya adalah mewariskan nilai dan tradisi. Jakarta: Proyek Pengembangan LPTK Ditjen PT Departemen P&K. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan. visi dan tujuan pendidikan belum dirumuskan secara jelas sehingga menimbulkan kebingungan dalam menerjemahkannya ke dalam strategi dan program. Niels (2001). S (1986). dan digunakan oleh mereka yang memperoleh pendidikan Barat. buku pelajaran mencerminkan kurikulum. Mohammad (1989). penyusunan kurikulum harus mempertimbangkan berbagai macam aspek seperti perkembangan anak. sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh anak-anak di sekolah. pendidikan formal sekolah.pelajaran sejarah hanya memuat nama tokoh.tahun kejadian. perkembangan kebutuhan masyarakat dan lapangan kerja dan sebagainya. Pendidikan tradisional tidak memerlukan kurikulum. Hal ini terjadi kemungkinan disebabkan oleh pertama. Ketiga. yakni semua pengalaman dan pengaruh yang diperoleh anak di sekolah. Asas-asas Kurikulum. Tujuan pendidikan sekolah lebih luas dan kompleks karena dituntut selalu sesuai dengan perubahan. perkembangan ilmu pengetahuan. menunjukkan betapa kurikulum pendidikan sekolah yang ada saat ini belum disusun dan direncanakan dengan baik. Namun para ahli pendidikan saat ini mendefinisikan kurikulum secara lebih luas. Pendidikan formal sekolah memerlukan kurikulum karena tujuan pendidikannya bukan sekedar mewariskan pengetahuan dan ketrampilan secara turun temurun kepada anak-anak. Definisi kurikulum beragam. Kompas (2003). Konsep kurikulum adalah konsep pendidikan moderen. buku pelajaran memang harus memenuhi validitas kurikuler yakni disusun sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan. kurikulum didefinisikan sebagai “a plan for learning”. Kurikulum dan Pendidikan Tradisional Sebagai salah satu media pembelajaran. kelemahan manajemen perencanaan di tingkat operasional. Yogyakarta: Kanisius Nasution. Jika kondisi buku pelajaran sekolah anak-anak sangat memprihatinkan seperti terpapar di atas. baik sosialisasi maupun pendidikan agama atau pendidikan ketrampilan. urut-urutan kejadian. Pustaka Arsyar. Kurikulum harus selalu diperbarui sejalan dengan perubahan itu. masih kuatnya pengaruh sistem pendidikan tradisional yang cenderung tidak responsif terhadap perubahan membuat sistem pendidikan sekolah cenderung hanya mengadopsi aspek formalitasnya sementara esensi sistem yang bersifat dinamis belum terbentuk.

Rium (1997). (1991). Anatomi Buku Sekolah di Indonesia. Supriadi. Skripsi S1 FMIPA IKIP Yogyakarta. James P ed. Dedi (2001). 59 . Handbook of Research on Social Studies Teaching and Learning. New York: National Council for the Social Studies. Yogyakarta: Adicita Shaver. Pengaruh Kemampuan Memecahkan Masalah-masalah cerita dalam aljabar terhadap prestasi siswa.Hilum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful