MODUL KURIKULUM DAN PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN

Oleh: Drs. Suparlan, M.Ed

Semester: II (kedua) SKS: 2 (dua)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TAMA JAGAKARSA Jalan Letjen TB Simatupang Nomor 152 Tanjung Barat, Jakarta Selatan 12530 Telepon: (021) 7890965, 7829919, 78831838, 7890634 Fax: (021) 7890966

Daftar Isi
1. Pengantar..........................................................................................................................5 2. Kompetensi.......................................................................................................................6 3. Tujuan Pembelajaran........................................................................................................6 4. Kegiatan Pembelajaran .................................................................................................6 4.1. Rincian Materi Pembelajaran........................................................................................6 4.2. Uraian Materi Pembelajaran dan Beberapa Contoh..................................................7 0.1 Tes Formatif Untuk Masing-masing Pertemuan.......................................................30 0.2 Umpan Balik..............................................................................................................35 1 Referensi...........................................................................................................................35 2 Lampiran...........................................................................................................................36 2.1 Lampiran 1:...............................................................................................................36 2.2 Lampiran 2:...............................................................................................................47 2.3 Lampiran 3:...............................................................................................................51 2.4 Lampiran 4:...............................................................................................................53

2

3

.. Kami berharap rintisan penulisan modul bagi mahasiswa ini segera dapat diikuti oleh para dosen lain di seluruh universitas yang kita cintai ini. M. Sebagai dosen yang mengajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.. dan kemudian didiskusikan dalam pertemuan berikut sebagai appersepsi di awal perkuliahan berikutnya.Kata Sambutan Ibarat sebuah negara...Ed untuk menulis dan menerbitkan modul untuk mata kuliah yang diampunya patut mendapatkan sambutan kita semua.. yang mahasiswanya banyak yang berasal dari para guru dan calon guru yang sedang mengajar di sekolahnya. Semakin banyak warga masyarakat yang akan memasuki universitas ini.. modul ini diharapkan juga dapat menjadi media promosi bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti kuliah di universitas ini. atau bahkan diterbitkan dalam bentuk modul atau pun buku ilmiah... secara bertahap universitas ini diharapkan akan mengganti label dari universitas yang sedang berkembang menjadi universitas dapat berdiri sejajar dengan universitas-universitas yang maju di negeri tercinta ini. Mengapa? Karena modul menjadi sumber belajar yang sangat diperlukan. kita menyadari sepenuhnya bahwa Universitas Tama Jagakarsa termasuk adalah universitas yang masih sedang berkembang.. Suparlan.. Sambil melaksanakan tugas mengajar. Salah satu di antaranya adalah meningkatkan kemampuan dosen yang dapat menghasilkan produk ilmiah berupa tulisan yang dimuat di berbagai media massa.. 20 Mei 2009 Rektor. . semakin besarlah nama baik universitas ini.. kami menyadari bahwa penyusunan modul menjadi satu keniscayaan. Apalagi. Tes ini disusun pula untuk setiap kali pertemuan sebagai ter formatif yang harus dijawab oleh mahasiswa. Jakarta. para mahasiswa dapat belajar secara mandiri dengan membaca modul ini. masih banyak hal yang harus dilakukan untuk universitas ini. Amin. selain materi kuliah yang telah dirinci dalam 16 (enam belas) kali pertemuan dalam satu semester.... Selain itu. 4 . Upaya Drs.. di dalam modul ini juga disertai pula dengan tes yang harus dikerjakan oleh mahasiswa. Oleh karena itu.. Dengan demikian...

Kompetensi profesional adalah kompetensi yang terkait dengan penguasaan disiplin ilmu atau mata pelajaran yang akan diajarkan. Demikianlah pesan Mr. Maka prasyarat utama yang harus dipenuhi bagi berlangsungnya proses belajar-mengajar yang menjamin optimalisasi hasil ‘pembelajaran’ secara kurikuler ialah tersedianya guru dengan kualifikasi dan kompetensi yang mampu memenuhi tuntutan tugasnya (Fuad Hassan. Tanpa guru yang dapat dijadikan andalannya. tanpa kehadiran salah satu komponen tersebut. Pengantar ”Jalan terpenting untuk mempertinggi mutu sekolah-sekolah itu ialah mempertinggi mutu pendidiknya”.1. 28 Feburari 2000). guru pun tidak akan mempunyai bahan ajar yang akan diajarkan kepada peserta didik. (3) kompetensi sosial. Tapa kurikulum. guru tidak akan dapat melaksanakan proses pembelajaran. Ada tiga komponen utama dalam sistem pendidikan nasional. Kompas. yaitu: (1) peserta didik. Kurikulum adalah konsepnya. Dengan demikian. termasuk di dalamnya penguasaan terhadap hal-hal yang terkait dengan kurikulum. para guru dan calon guru harus memiliki empat standar kompetensi guru. proses interaksi edukatif tidak akan terjadi. ketiga komponen tersebut mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. khususnya kompetensi pedagagogis dan kompetensi profesional. Di samping itu. Untuk dapat meningkatkan profesionalisme guru dengan baik. Antara kurikulum dengan pembelajaran ibarat dua sisi mata uang. khususnya yang mengurus tentang pendidik dan tenaga kependidikan. dan (3) kurikulum. Dalam proses belajar mengajar. (2) guru. Pesan itu terutama ditujukan kepada penanggung jawab dunia pendidikan. Muhammad Yamin kepada para kita semua. Upaya peningkatan mutu pendidikan tidak akan berhasil tanpa melalui jalan dan upaya peningkatan mutu pendidiknya. para calon guru harus memiliki pemahaman yang mendalam bahwa guru mempunya posisi sentral dalam sistem pendidikan nasional. Mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran ini mencakup dua hal penting: 5 . Tanpa guru para siswa juga tidak akan dapat secara optimal belajar. dan (3) kompetensi profesional. guru yang dihasilkan dari lembaga pengembangan tenaga kependidikan (LPTK) ini adalah guru yang profesional. yaitu: (1) kompetensi pedagogis. (2) kompetensi kepribadian. Dengan demikian. Tanpa peserta didik. mustahil sesuatu sistem pendidikan berikut acara kurikulernya dapat mencapai hasil sebagaimana diharapkan. Pembelajaran merupakan pelaksanaannya. Kompetensi pedagogis adalah kompetensi yang terkait dengan penguasaan guru tentang teori belajar mengajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. Mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi salah satu bekal bagi para calon guru agar memiliki kompetensi yang memadai.

Menyusun silabus. dan tujuan pendidikan. 7. diharapkan mahasiswa dapat memiliki kompetensi sebagai berikut: 1. Kompetensi Setelah mengikuti kegiatan perkuliahan dalam mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran. 5. Menjelaskan tentang filosofi dan definisi kurikulum. 2. 7. 10. Rincian Materi Pembelajaran Mata kuliah ini disampaikan kepada mahasiswa dalam 16 kali pertemuan dengan rincian materi pembelajaran dalam tabel berikut: Tabel 4. dan (2) pengembangan materi pembelajaran dan penerapannya dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Menjelaskan perkembangan kurikulum di Indonesia 8. Memahami pengertian kurikulum. dan tujuan pendidikan. 6. Memahami sejarah perkembangan kurikulum di Indonesia. 9. Menjelaskan beberapa macam kurikulum. Menyebutkan komponen utama kurikulum. 8. 2. 13. pembelajaran. Memahami definisi kurikulum. Menjelaskan KTSP. Memahami hubungan antara kurikulum. Menjelaskan silabus. 4. 3. 6. 12.1: Rincian Materi Pembelajaran Pertemuan I II Materi pembelajaran Informasi Mata Kuliah Pengertian Etimologis Kurikulum 6 . Memahami komponen utama kurikulum. Memahami silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Menyebutkan dua dokumen KTSP. 3. Kegiatan Pembelajaran 4. Menjelaskan RPP. Menjelaskan pengertian etimologis kurikulum.1. Memahami macam-macam kurikulum. Memahami Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). pengajaran. Memahami proses pengembangan kurikulum. Menjelaskan hubungan antara kurikulum. 4.(1) kurikulum. Menyusun RPP. 2. 3. 4. 11. 9. Menjelaskan proses pengembangan kurikulum dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pengembangan kurikulum. Tujuan Pembelajaran 1. 5.

Mahasiswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM) harus mengikuti remedial teaching atau pembelajaran remedial tentang materi yang masih kurang tersebut.2. Dosen harus mengoreksi dan mengembalikan tugas mandiri kepada mahasiswa. mahasiswa diharapkan dapat memperoleh bahan lain untuk lebih memperkaya pengetahuan dan pemahamannya terhadap materi kuliah ini. agar secara dini mahasiswa dapat mengetahui apa saja yang akan dipelajari selama satu semester. 2. 7. Setiap mahasiswa wajib memilik i modul ini. 5. dan Tujuan Pendidikan Macam-macam Kurikulum Proses Pengembangan Kurikulum UTS (Ujian Tengah Semester) Perkembangan Kurikulum Di Indonesia KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan): Dokumen I KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan): Dokumen II Silabus Praktik Penyusunan Silabus RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Praktik Penyusunan RPP UAS (Ujian Akhir Semester) Uraian Materi Pembelajaran dan Beberapa Contoh Pertemuan I: Informasi Mata Kuliah Dalam pertemuan ini mahasiswa akan menerima fotokopi hand out silabus mata kuliah atau modul ini sekaligus. Tugas mandiri yang harus dikerjakan oleh mahasiswa harus segera diserahkan kepada mahasiswa sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. Pembelajaran.paling tidak --. Pertemuan ini seluruhnya dilakukan dengan cara pemberian informasi dialog antara dosen dengan mahasiswa. Dengan demikian. 4. dan ”curere” yang artinya ”tempat berlari”. 3. Beberapa butir kontrak perkuliahan antara lain dapat disepakati sebagai berikut: 1. Setiap mahasiswa juga harus --. Pertemuan II: Pengertian Etimologis Kurikulum Secara etimologis. Dengan demikian. yang mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari mulai dari garis start sampai dengan finish. kurikulum berasal dari kata dalam Bahasa Latim ”curir” yang artinya pelari. 6. Untuk itu.memiliki satu buku referensi yang disebutkan dalam modul ini. mahasiswa harus melaporkan tentang buku referensi apa yang dimilikinya. istilah kurikulum pada awalnya berasal 7 .III IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI 4. Filosofi dan Definisi Kurikulum Komponen Kurikulum Hubungan Kurikulum.

and experiences intentionally directed for the purposeful formation of adult members of society (www. John Franklin Bobbitt said that curriculim. In formal education or schooling (cf.dari dunia olah raga pada zaman Romawi kuno di Yunani. sebagai satu gagasan. buku teks pertama yang diterbitkan tentang mata kuliah itu pada tahun 1918. A curriculum may be partly or entirely determined by an external. learning. for success in adult society. establishes the curricula taught. and assessment materials available for a given course of study. e. and content offered at a school or university. builds its curriculum with great participation of national academic subject groups selected by the United States Department of Education. with the individual school districts. the National Curriculum for England in English schools).g.com). pengalaman yang direncanakan dan yang tidak direncanakan. agar kelak sukses setelah menjadi dewasa. course work. In the U.S. Curriculum means two things: (i) the range of courses from which students choose what subject matters to study. and not experiences occurring in school. Secara bebas. authoritative body (i. dengan pengertian sebagai rencana dan pengaturan tentang sejumlah mata pelajaran yang harus dipelajari peserta didik dalam menempuh pendidikan di lembaga pendidikan. has its roots in the Latin word for race-course. explaining the curriculum as the course of deeds and experiences through which children become the adults they should be.. memiliki akar kata Bahasa Latin “race course” (tempat berlari). Pengertian tersebut kemudian digunakan dalam dunia pendidikan. Each state. kutipan tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut: “Di dalam The Curriculum. the curriculum collectively describes the teaching. the curriculum encompasses the entire scope of formative deed and experience occurring in and out of school. education). In The Curriculum. each state. In the latter case. UNESCO's International Bureau of Education has the primary mission of studying curricula and their implementation worldwide. as an idea. in 1918.wikipedia. Sebagai tanda atau bukti bahwa seseorang 8 .e. istilah kurikulum yang digunakan dalam dunia pendidikan mengandung pengertian sebagai sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa untuk mencapai satu tujuan pendidikan atau kompetensi yang ditetapkan. dan kemudian diadopsi ke dalam dunia pendidikan. serta pengalaman yang secara sungguh-sungguh diarahkan untuk mencapai tujuan pembentukan warga masyarakat orang dewasa. yang menjelaskan bahwa kurikulum sebagai mata pelajaran dan pengalaman yang harus diperoleh anak-anak sampai menjadi dewasa. and (ii) a specific learning program. In Australia each state's Education Department establishes curricula. Furthermore. however. National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) for mathematical instruction. kurikulum merupakan keseluruhan kegiatan dan pengalaman yang diperoleh di dalam dan di luar sekolah. Secara terminologis. the first textbook published on the subject. experiences that are unplanned and undirected. Lebih dari itu. a curriculum is the set of courses. John Franklin Bobbit mengatakan bahwa kurikulum.

sehingga dapat diketahui formula yang membentuk definisi kurikulum tersebut. Pengertian kurikulum mengalami perkembangan selaras dengan perkembangan masyarakat dan ilmu pengetahuan itu sendiri. seperti membaca. sementara aliran esensialisme mengutamakan disiplin akademis yang lebih luas seperti Bahasa Inggris. Persamaan kedua aliran tersebut sama-sama mengagungkan keunggulan akademis dan intelektualitas. 9 . 3. Kedua. 1980: 104). Engkoswara.Ed. K = -------------. Dr. 2. (2) definisi kurikulum senantiasa mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.peserta didik telah mencapai standar kompetensi tersebut adalah dengan sebuah ijazah atau sertifikat yang diberikan kepada peserta didik. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik. Pertemuan III: Filosofi dan Definisi Kurikulum Dewasa ini terdapat banyak sekali definisi kurikulum. logika. Sedangkan perbedaannya. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran dan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan sekolah yang harus ditempuh oleh peserta didik. yang kalau dipelajari secara mendalam ternyata dipengaruhi oleh filosofi atau aliran filsafat tertentu. dapat diambil dua butir kesimpulan bahwa (1) definisi kurikulum berasal dari dunia olah raga. Prof. dan bahasa-bahasa modern. K = Σ MP + K + SS + TP. artinya kurikulum adalah jarak yang harus ditempuh oleh pelari. Pertama. 4. dan ”transfer of culture” atau alih kebudayaan (Said Hamid Hasan. sains. K = Σ MP + KK. dari Tanner dan Tanner. dan matematika. pakar kurikulum yang beraliran perenialisme mendefinisikan kurikulum sebagai ”subject matter” atau mata pelajaran. guru besar Universitas Pendidikan Indonesia telah mencoba untuk merumuskan perkembangan pengertian kurikulum tersebut dengan menggunakan formulaformula sebagai berikut: 1. sejarah. K = Σ MP. retorika. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran dan kegiatan-kegiatan dan segala sesuatu yang yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau sekolah. matematika. ”content” atau isi. Dari ke empat formula definisi kurikulum tersebut. M. pakar kurikulum yang menganut aliran essesialisme mendefinisikan kurikulum sebagai ”academic exellence” atau keunggulan akademis dan ”cultivation of intellect” atau pengolahan intelek. aliran perenialisme menitikberatkan pada tradisi intelektualitas Bangsa Barat. mulai dari definisi yang amat sederhana menjadi definisi yang sangat kompleks. dan kemudian digunakan dalam dunia pendidikan. Untuk memahami makna definisi kurikulum biasanya perlu dilakukan analisis makna unsur-unsur definisi kurikulum. H.

eksperimentalisme. whether it is carried on in groups or individually. for success in adult society.F. explaining the curriculum as the course of deeds and experiences through which children become the adults they should be. yang lebih memandang kurikulum --. A curriculum consists of the means used to achieve or carry out given purposes of schooling. McNeil menjelaskan bahwa: Social reconstructionists are opposed to the notion that the curriculum should help students adjusts or fit the existing society. Curriculum is all of the experiences children have under the guidance of teacher Curriculum is a plan or program for all experiences when the learner encounters under the 10 2 3 4 5 Hilda Taba (1962) Caswell and Campbell (1935) Edward A. Beberapa definisi kurikulum dapat disebutkan dalam tabel sebagai berikut: Tabel III. as an idea. has its roots in the Latin word for race-course.1: Beberapa Definisi Kurikulum No. “The total effort of school to going desired outcomes in school and out school situations”. inside of or outside the school. kurikulum tidak hanya berfungsi untuk melestarikan budaya atau apa yang ada pada saat sekarang tetapi juga membentuk apa yang akan dikembangkan di masa depan. 1918 Definisi Curriculum.Kedua aliran tersebut termasuk kelompok aliran konservatif. Menurut McNeil (1977: 19). A curriculum is a written document which may contain many ingredients. Kerr (1972) Caswell and Campbell Oliva (2004) . Instead. eksistensialisme. Curriculum is a plan for learning.bukan hanya untuk meneruskan tradisi intelektualitas masa lalu --. Menurut aliran rekonstruksionisme. they conceive of curriculum as a vehicle for fostering critical discontent and for equipping learners with the skills needed for conceiving new goals and affecting social change. kurikulum berfungsi untuk membentuk masa depan atau "shaping the future".tetapi juga untuk memenuhi tuntutan perubahan masa sekarang dan masa depan. Curriculum is a plan for learning. Curriculum is all of the experiences children have under the guidance of teachers. bukan hanya "adjusting. but basically it a plan for the education of pupil during their enrollment in given school. Di samping itu ada kelompok aliran progresif. A structural series of intended kearning outcomes. All the learning which is planned or guided by school. 1 Pakar John Franklin Bobbit. Termasuk kelompok aliran progresif adalah aliran romantis naturalisme. dan rekonstruksionisme. mending or reconstructing the existing conditions of the life of community". Krug (1957) Beauchamp (1972) 5 6 7 8 9 10 Saylor dan Alexander Hilda Taba Johnson J.

Alexander. Ada yang berpendapat bahwa kurikulum adalah "statement of objectives" (McDonald. sampai dengan definisi yang panjang dari Beauchamp. Ketiga. kelompok yang mendefinisikan bahwa kurikulum adalah a plan for subsequent action. ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah rencana bagi guru untuk mengembangkan proses pembelajaran atau instruction (Saylor.11 Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (pasal 1 ayat 19) direction of the school. kelompok yang mendefiniskan sebagai istilah yang sangat luas. Kedua. George Beauchamp (1972) sendiri mencoba mengelompokkan definisi kurikulum dalam tiga kelompok. Pertama. Dari definisi yang sangat pendek seperti yang dikemukakan oleh Hilda Taba. isi dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu" (pasal 1 ayat 19). encompassing the learner's psychological process as she or he acquires educational experiences). Dari definisi kurikulum sebagaimana telah dirumuskan dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tersebut. yang meliputi proses psikologikan peserta didik sebagai pengalaman belajar (a very broad term. Dengan mengetahui unsur-unsur kurikulum. atau pun Johnson.dan Lewis. Bahkan.1976:10). Popham). Kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. adalah kelompok yang menyatakan bahwa kurikulum tidak lain adalah pengajara dan pembelajaran (curriculum and instruction as synonums or a unified concept). Definisi tersebut tampak sangat bervariasi. Ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah dokumen tertulis yang berisikan berbagai komponen sebagai dasar bagi guru untuk mengembangkan kurikulum guru (Zais. Ada juga pendapat resmi negara seperti yang dinyatakan dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Perbedaan ruang lingkup kurikulum juga dapat menggambarkan berbagai perbedaan dalam definisi kurikulum. Daftar definisi kurikulum tersebut dapat diperpanjang. kita dapat menyimpulkan bahwa kurikulum itu terdiri dari beberapa komponen utama: 11 . Sumber: Dari berbagai sumber. kita akan jauh lebih mudah untuk mengetahui komponen-komponen kurikulum. Pertemuan IV: Komponen Kurikulum Pada pertemuan sebelumnya telah dipelajari bahwa untuk memahami kurikulum kita dapat membedah definisi kurikulum ke dalam unsur-unsur kurikulum. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 1981).

dan proses pengajaran dan pembelajaran di dalam dan di luar kelas sebagai factual curriculum. Kurikulum sebagai dokumen dan sebagai konsep tidak mempunyai makna apa-apa jika tidak dilaksanakan oleh pendidik dalam proses pengajaran dan pembelajaran di dalam atau di luar kelas. Jika dokumen kurikulum yang dikembangkan disebut sebagai ideal curriculum. Organisasi/strategi. Sedang komponen penunjangnya adalah: 1. 2. Dengan demikian. Walhasil. yang kita kenal sebagai kurikulum tersembunyi. 2. 3. Isi/materi. Proses belajar mengajar. dalam proses pelaksanaan atau penerapan kurikulum itu sendiri juga menjadi salah satu materi tersendiri dalam kurikulum itu. Pengajaran. 4. salah satu pengertian yang melekat pada kurikulum adalah kurikulum sebagai verbalisasi dari ide atau gagasan yang teramat kompleks yang ingin dicapai oleh dunia pendidikan. maka kedua-duanya tidak dapat dilepaskan dari upaya untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan. baik kurikulum dalam bentuk dokumen atau ideal maupun kurikulum faktual berupa proses pengajaran semuanya memiliki orientasi tunggal. Tujuan pendidikan yang akan dicapai Subandiyah dalam bukunya menyebutkan komponen utama kurikulum adalah: 1. 3. Dalam kenyataan di lapangan apa yang dilakukan oleh guru di dalam dan di luar sekolah akan menjadi pengalaman belajar yang sangat mempengaruhi peserta didik. Sistem evaluasi Pertemuan V: Hubungan Kurikulum. dan Tujuan Pendidikan Oliva (1997:12) menyatakan secara tegas bahwa "Curriculum itself is a construct or concept. Bahkan. Definisi lain menyatakan kurikulum sebagai satu dokumen tertulis. Demikian juga dalam pelaksanaan pengajaran dan pembelajaran terkandung tujuan instruksional yang tidak lain adalah tujuan pendidikan dalam level di dalam kelas. 3. Dan oleh karena itulah maka pengalaman belajar yang diperoleh siswa di sekolah dalam proses pelaksanaan kurikulum ideal disebut sebagai kurikulum yang sebenarnya (real curriculum) atau kurikulum faktual (factual curriculum). Sistem administrasi dan supervise. a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas". Cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. 12 . yakni tujuan pendidikan. dapat dikatakan bahwa sesungguhnya gagasan tersebut memerlukan penerapan atau pelaksanaan dalam bentuk proses pengajaran dan pembelajaran. Dalam kurikulum ideal terdapat komponen tujuan pendidikan yang akan dicapai. 2. Dengan kata lain. Media. Isi dan bahan pelajaran. 5. Bimbingan dan penyuluhan.1.

geografi. Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum). 3. Kurikulum merujuk kepada bahan ajar yang telah direncanakan yang akan dilaksanakan dalam jangka panjang. sebagai contoh. sosiologi. dan seterusnya. atau bahkan dari peserta didik itu sendiri dan sebagainya akan dapat menjadi kurikulum tersembunyi yang akan berpengaruh terhadap pelaksanaan kurikulum ideal di sekolah. Kurikulum dan pengajaran merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan. bahasa Indonesia. dan sebagainya. dan beberapa mata pelajaran lain diberikan dalam satu tema tertentu. kita dapat membedakan: 1. Mata pelajaran matematika. Kurikulum 1968 di Indonesia termasuk dalam kategori kurikulum terpadu. Segala sesuatu yang terjadi di dalam kelas. kurikulum yang mata pelajarannya dirancang untuk diberikan secara terpisah-pisah. 3. Kurikulum sebelum tahun 1968 di Indonesia termasuk dalam kategori kurikulum terpisah-pisah. Misalnya Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan fusi dari beberapa mata pelajaran sejarah. kurikulum yang bahan ajarnya diberikan secara terpadu. 2. Namun demikian. Kurikulum terpadu (integrated curriculum). 2. kurikulum dapat dibedakan menjadi: 13 . sains. Kenyataan pada umumnya memang jauh berbeda dengan harapan. yaitu kurikulum yang berisi sesuatu yang ideal.Pertemuan VI: Macam-macam Kurikulum Kita mengenal berbagai macam kurikulum ditinjau dari berbagai aspek: Ditinjau dari konsep dan pelaksanaannya. Berdasarkan proses pengembangannya dan ruang lingkup penggunaannya. Kebiasaan guru datang tepat waktu ketika mengajar di kelas. seperti kebiasaan guru. Berdasarkan struktur dan materi mata pelajaran yang diajarkan. kehadiran guru. Dalam proses pembelajaran dikenal dengan pembelajaran tematik yang diberikan di kelas rendah Sekolah Dasar. kurikulum aktual seharusnya mendekati dengan kurikulum ideal. Misalnya. kita mengenal beberapa istilah kurikulum sebagai berikut: 1. yaitu kurikulum yang dilaksanakan dalam proses pengajaran dan pembelajaran. kurikulum yang bahan ajarnya dirancang dan disajikan secara terkorelasi dengan bahan ajar yang lain. sesuatu yang dicita-citakan sebagaimana yang tertuang di dalam dokumen kurikulum Kurikulum aktual atau faktual. tenaga administrasi. Kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum). kepala sekolah. Kurikulum terkorelasi (corelated curriculum). mata pelajaran sejarah diberikan terpisah dengan mata pelajaran geografi. yaitu segala sesuatu yang terjadi pada saat pelaksanaan kurikulum ideal menjadi kurikulum faktual. akan menjadi kurikulum tersembunyi yang akan berpengaruh kepada pembentukan kepribadian peserta didik. Sedang pengajaran merujuk kepada pelaksanaan kurikulum tersebut secara bertahap dalam belajar mengajar. ekonomi. Kurikulum ideal.

Kurikulum negara bagian (state curriculum). preparing for instruction to achieve the outcomes. yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional (Balitbang Diknas). yaitu: 1. identifying desired learning outcomes. ahli kurikulum). Amstrong biasanya dilibatkan dalam pengembangan kurikulum. Pertemuan VII: Proses Pengembangan Kurikulum Proses pengembangan kurikulum a complex process of assessing needs. Di Indonesia. social. 2. Di negara lain tentu saja ada lembaga seperti itu. 7. Kurikulum nasional (national curriculum). 2. misalnya di masing-masing negara bagian di Amerika Serikat. Memang banyak ahli kurikulum yang menentang pemisahan ini tetapi banyak pula yang menganut 14 . and personal needs that the curriculum is to serve. Central office administrators/corporeate administrators (administrator kantor pusat/administrator perusahaan. Unruh dan Unruh (1984) Kurikulum memang harus dibuat. 3. Untuk menyusun kurikulum nasional. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum sekolah. Principals/corporate unit supervisors (kepala sekolah/unit pengawas sekolah). Lay public representatives (perwakilan masyarakat umum). Ada beberapa pemangku kepentingan yang menurut David G. dan digunakan oleh masing-masing negara bagian itu. Kurikulum sekolah (school curriculum). 6. 3. and meeting the cultural. Learners (peserta didik). lembaga itu dikenal sebagai Pusat Kurikulum. Special experts (ahli special).1. Definisi yang dikemukakan terdahulu menggambarkan pengertian yang membedakan antara apa yang direncanakan (kurikulum) dengan apa yang sesungguhnya terjadi di kelas (instruction atau pengajaran). Negara yang memiliki UU tentang Sistem Pendidikan Nasional mempunyai kepentingan untuk menyusun kurikulum tersebut berdasarkan amanat yang ada di dalam undangundang tersebut. Kurikulum sekolah lahir dari keinginan untuk melakukan diferensiasi dalam kurikulum. sudah barang tentu ada lembaga tertentu yang telah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk menyusun atau mengembangkan kurikulum yang akan digunakan secara nasional. yakni kurikulum yang disusun oleh masing-masing negara bagian. 4. 5. yakni kurikulum yang disusun oleh satuan pendidikan sekolah. Teacher/instructors (guru/instruktur). yakni kurikulum yang disusun oleh tim pengembang tingkat nasional dan digunakan secara nasional. Disusun dengan proses tertentu. Curriculum specialist (spesialis kurikulum. Yang dimaksud pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan dan penyusunan kurikulum oleh pengembang kurikulum (curriculum developer) dan kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

seni. Model pengembangan kurikulum berikut ini adalah model yang biasanya digunakan dalam banyak proses pengembangan kurikulum. preparing for instruction to achieve the outcomes. Kegiatan evaluasi diarahkan untuk menemukan kelemahan kurikulum yang ada. Berbagai faktor seperti politik. dan diakhiri dengan melihat hasil kurikulum berdasarkan tujuan yang terbatas. Unruh dan Unruh (1984:97) mengatakan bahwa proses pengembangan kurikulum a complex process of assessing needs. teknologi berpengaruh dalam proses pengembangan kurikulum. psychological principles. philosophical positions. and educational leadership at its moment in history. model yang tersedia dan dianggap sesuai untuk suatu kurikulum baru. social. Masalah yang muncul di masyarakat atau ide tentang masyarakat masa depan tidak menjadi kepedulian kurikulum. Kelompok yang menyetujui pemisahan itu beranggapan bahwa kurikulum adalah rencana yang mungkin saja terlaksana tapi mungkin juga tidak sedangkan apa yang terjadi di sekolah/kelas adalah sesuatu yang benar-benar terjadi yang mungkin berdasarkan rencana tetapi mungkin juga berbeda atau bahkan menyimpang dari apa yang direncanakan. identifying desired learning outcomes. Pada fase pengembangan ide.pendapat adanya perbedaan antara keduanya. budaya. modern ataukah romantism. curriculum responds to and is changed by social forced. Baik ahli kurikulum mau pun pengajaran mempelajari fenomena kegiatan kelas tetapi dengan latar belakang teoritik dan tujuan yang berbeda. Secara singkat dapat dikatakan bahwa dalam pengembangan kurikulum fokus awal memberi petunjuk jelas apakah kurikulum yang dikembangkan tersebut kurikulum dalam pandangan tradisional. accumulating knowledge. Dalam model ini kurikulum lebih banyak mengambil posisi pertama yaitu sebagai rencana dan kegiatan. teknologi. Ide yang dikembangkan pada langkah awal lebih banyak berfokus pada kualitas apa yang harus dimiliki dalam belajar suatu disiplin ilmu. ekonomi. and personal needs that the curriculum is to serve. Perbedaan titik pandangan ini tidak sama dengan perbedaan cara pandang antara kelompok ahli kurikulum dengan ahli teaching (pangajaran). and meeting the cultural. sosial. Oleh karena itu Olivia (1992:39-41) selain mengakui bahwa pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang kompleks lebih lanjut mengatakan curriculum is a product of its time. agama. Keseluruhan proses pengembangan kurikulum di perguruan tinggi dapat digambarkan sebagai berikut: 15 . dan sebagainya. ilmu. permasalahan pendidikan hanya terbatas pada permasalahan transfer dan transmisi.

Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum selalu dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat. Identifikasi masalah dalam masyarakat dan kualitas yang dimiliki suatu komunitas pada saat sekarang dijadikan dasar dalam perbandingan dengan kualitas yang diinginkan masyarakat sehingga menghasilkan harus dikembangkan oleh kurikulum. The internal environment is a multiplicity of largely unconscious and often distorted views of our educational realities for.H.Said Hamid Hasan. it is internal insofar as each of us carries around in our mind's eye models of how the schools should function and what the curriculum should be.Dr. current realities. Pencapaian tujuan kurikulum pun diukur dengan keberhasilan lulusan di masyarakat. 16 . as individuals. MA Dalam proses pengembangan tersebut unsure-unsur luar seperti kebudayaan di mana suatu lembaga pendidikan berada tidak pula mendapat perhatian. Konsep diversifikasi kurikulum menempatkan konteks social-budaya seharusnya menjadi pertimbangan utama. The external environment is full of disparate but overt conceptions about what the schools should be doing.Sumber: Prof. Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat. rather than by a recognition of our swiftly changing. Padahal seperti dikemukakan Longstreet dan Shane (1993:87) bahwa kebudayaan berfungsi dalam dua perspektif yaitu eksternal dan internal: The environment of the curriculum is external insofar as the social order in general establishes the milieu within which the schools operate. karena sifat ilmu yang universal menyebabkan konteks social-budaya tersebut terabaikan. Model kedua yang diajukan dalam makalah ini adalah model yang menempatkan kurikulum dalam posisi kedua dan ketiga. Sayangnya. we caught by our own cultural mindsets about what should be.

Model pembelajaran tematik yang diberikan di kelas awal Sekolah Dasar merupakan pelaksanaan dari Separated Curriculum (B/S) Sejarah merupakan mata pelajaran dalam Separated Curriculum (B/S) Sains merupakan mata pelajaran dalam Corelated Curriculum (B/S) 17 . 12. Secara etimologis. dan ”curere” yang artinya ”tempat berlari” (B/S).Dr. 13. mahasiswa akan menjawab menjawab soal-soal berbentuk Benar – Salah (B/S) sebagai berikut: 1. kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari (B/S) Pengertian awal kurikulum berasal dari dunia bisnis dan kemudian diadopsi ke dalam dunia pendidikan (B/S) Pengertian curriculum sama artinya dengan curriculum vitae (B/S) Kurikulum berasal dari kata dalam Bahasa Latim ”curir” yang artinya pelari. Perilaku dan kegiatan pendidik yang secara langsung maupun tidak langsung menjadi pengalaman belajar peserta didik dalam proses pembelajaran merupakan kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) (B/S) KTSP merupakan national curriculum (B/S) Pada tahun 1940-an. 5. 2. 11.Said Hamid Hasan. lembaga pendidikan di Indonesia telah mulai menggunakan istilah kurikulum (B/S) Perubahan kurikulum merupakan keinginan dan kebijakan dari menteri pendidikan atau para pengambil kebijakan pendidikan (B/S) Rencana Pengajaran 1947 sesungguhnya bukan kurikulum (B/S) Kurikulum untuk lembaga pendidikan sekolah/madrasah lebih baik tidak perlu diubah-ubah sehingga menimbulkan kesan berubah menteri berubah kurikulmnya (B/S) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran dalam Integrated Curriculum (B/S). MA Pertemuan VIII: UTS Dalam pertemuan V ini. 14. 4. 8. 10. 7. 3. 9.Sumber: Prof.H. 6.

keduanya diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan (B/S) 23. • Merupakan kurikulum pertama di Indonesia. Kurikulum sebagai dokumen dan proses pengajaran di dalam kelas.1: Sejarah Perkembangan Kurikulum di Indonesia No. pengertian. membentuk Panitia Penyelidik Pengajaran. (4) meningkatkan pendidikan watak. UU Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. (5) meningkatkan pendidikan jasmani. (3) memberikan perhatian kepada kesenian. Tujuan pendidikan nasional terlepas dari makna. Aliran rekonstruksionisme menekankan kurikulum pada aspek transfer budaya intelektualitas masa lalu (B/S). Mr. Perubahan kurikulum tersebut dilakukan agar kurikulum tidak ketinggalan dengan perkembangan masyarakat. perubahan dan penyempurnaan kurikulum dilakukan setiap sepuluh tahun sekali. Proses pengajaran dan pembelajaran sesungguhnya dalam disebut sebagai kurikulum faktual (B/S) 16. 19. Dokumen kurikulum merupakan kurikulum yang bersifat faktual (B/S) 21. Pengajaran. Kurikulum 1 Rencana Pelajaran 1947 Keterangan • Menteri Pendidikan. Unsur pokok kurikulum adalah: (1) daftar jam pelajaran atau struktur 18 . Aliran perenialisme dan esensialisme kedua-duanya mementingkan mata pelajaran yang dapat mengembangkan intelekualitas dan transfer budaya atau transfer of culture (B/S). baik dokumen kurikulum maupun proses pengajaran (B/S) 17. dan Kebudayaan. atau definisi kurikulum. Suwandi. Perenialisme dan esensialisme merupakan aliran progresif dalam kurikulum (B/S) 18. Pemberian mata pelajaran teknologi informasi dalam pendidikan sekolah di Indonesia memberikan indikasi bahwa Indonesia juga menganut aliran rekonstruksionisme dalam kurikulum (B/S) 25.15. Rencana Pelajaran yang disusun harus memperhatikan. termasuk ilmu pengetahuan dan teknologinya. • Istilah kurikulum belum digunakan. isi dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu” (B/S) 20. (1) mengurangi pendidikan pikiran. Aliran rekonstruksionisme termasuk aliran konservatif dalam kurikulum (B/S) Pertemuan IX: Perkembangan Kurikulum di Indonesia Secara umum. (2) menghubungkan isi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Proses pengajaran dan pembelajaran merupakan kurikulum yang bersifat ideal (B/S) 22. Kurikulum yang pernah diberlakukan secara nasional di Indonesia dapat dijelaskan dalam tabel sebagai berikut: Tabel IX. 24. dan (6) meningkatkan kesadaran bernegara dan bermasyarakat. Istilah yang digunakan adalah Rencana Pelajaran.

karsa. (3) Pendidikan Kesenian. Merupakan kurikulum dengan mata pelajaran terpisahpisah (separated curriculum). (2) garis-garis besar program pengajaran. Digunakan sampai dengan tahun 1964 Merupakan penyempurnaan dari Rencana Pelajaran 1958 Digunakan sampai dengan tahun 1968. (3) Pendidikan Bahasa Indonesia. (2) struktur program yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa Indonesia. dan (4) Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Untuk pertama kalinya istilah kurikulum dipakai di Indonesia. dan krida. Untuk program kecakapan khusus meliputi mata pelajaran Pendidikan Khusus. Merupakan penyempurnaan dari Rencana Pelajaran 1950. (2) pengetahuan dasar. Struktur program untuk SD meliputi bidang studi (1) 19 . rasa. Istilah yang dipakai adalah Rencana Pelajaran. Kurikulum ini merupakan kurikulum terpadu pertama di Indonesia. program pembinaan jiwa Pancasila meliputi mata pelajaran (1) Pendidikan Agama. Lahir karena tunturan UU Nomor 4 Tahun 1950 tentang Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran di sekolah.• • 2 Rencana Pelajaran 1950 • • • • 3 Rencana Pelajaran 1958 Rencana Pelajaran 1964 Kurikulum 1968 • • • • • • 4 5 • • • • • 6 Kurikulum 1975 • • program. Struktur program dibagi menjadi: (1) struktur program yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa Daerah. (2) Pendidikan Kewargaan Negara. dan (3) kecakapan khusus. Kurikulum ini merupakan kurikulum masih dengan mata pelajaran terpisah-pisah (separated curriculum). Struktur program dibagi menjadi (1) pembinaan jiwa Pancasila. Terdapat pembagian kelompok cipta. Lahir sebagai tuntutan Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1973 tentang GBHN 1973. (4) Bahasa Daerah. dan (5) Pendidikan Olahraga. dengan tujuan pendidikan ”membentuk manusia Indonesia untuk pembangunan nasional di berbagai bidang. dan sebagainya mengalami fusi menjadi Ilmu Pengetahun Alam (IPA) atau yang sekarang sering disebut Sains. Beberapa mata pelajaran Ilmu Hayat. Untuk program pengetahuan dasar meliputi mata pelajaran (1) Berhitung. Kurikulum ini masih relatif sama dengan Rencana Pelajaran 1947 Istilah kurikulum masih belum digunakan. Ilmu Alam. Struktur program untuk Sekolah Dasar. (2) IPA.

dan (9) Keterampilan Khusus. Untuk SMA sudah barang tentu ada bidang studi berdasarkan jurusan. (3) Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris. Oleh karena itu Kurikulum 1984 dikenal juga sebagai Kurikulum 1975 Yang Disempurnakan. Kurikulum 1994 dilaksanakan berdasarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1993 tanggal 25 Februari 1993. Kurikulum 1994 merupakan pelaksanaan amanat UU Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. dan psikomotorik. (2) penyesuaian tujuan dan struktur program kurikulum.• • • • 7 Kurikulum 1984 • • • 8 Kurikulum 1994 • • • 9 Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) • • • Agama. dan (3) Pedoman Pelakskanaan Kurikulum. (3) pemilihan kemampuan dasar serta keterpaduan dan keserasian antara ranah kognitif. baik yang pilihan terikat atau pilihan bebas. dan Pendidikan Keterampilan. Balitbang Diknas bersama dengan Direktorat Teknis telah melakukan uji coba dalam rangka proses pengembangan kurikulum berbasis kompetensi ini. (5) Matematika. GBPP untuk kurikulum 1975 dikenal dengan format yang sangat rinci. Untuk SMP ditambah dengan bidang studi Bahasa Daerah. Program. Untuk SMK dikenal dengan Kurikulum 1976. Kurikulum 1994 berisi 3 lampiran: (1) Landasan. Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1975. baik IPA dan IPS. (4) Ilmu Pengetahuan Sosial. Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005. yakni: (1) pelaksanaan PSPB. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mempunyai kewenangan untuk mengembangkan standar nasional pendidikan. dan Pengembangan Kurikulum. (4) pelaksanaan pelajaran berdasarkan kerundatan belajar yang disesuaikan dengan kecepatan belajar masingmasing peserta didik. Pusat Kurikulum. Kurikulum ini belum diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. afektif. (6) Ilmu Pengetahuan Alam. termasuk standar kurikulum yang digunakan di sekolah20 . (2) Pendidikan Moral Pancasila. (8) Kesenian. (2) GBPP. (7) Olahraga dan Kesehatan. Kurikulum 1984 berlaku berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0461/U/1983 tanggal 22 Oktober 1983 tentang Perbaikan Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah di Lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Ada empat aspek yang disempurnakan dalam Kurikulum 1984.

Sekolah/Madrasah menyusun KTSP. Standar Isi. dan peraturan pelaksanaannya. Sumber: Lima Puluh Tahun Pendidikan Indonesia. Standar Kompetensi Lulusan. 6. Khusus untuk penyusunan KTSP Pendidikan Agama (PA) tingkat SD dan SMP dikoordinasi. dan peserta didik. dan difasilitasi oleh Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota. karena KTSP sesungguhnya telah mengadopsi KBK. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Dasar dan Menengah menyebutkan tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bahwa: 1. KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah. 4. • Kurikulum ini disusun oleh satuan pendidikan sekolah/madrasah bersama dengan semua pemangku kepentingan di sekolah. Kepala Sekolah/Madrasah bertanggungjawab atas tersusunnya KTSP. disupervisi. dan Panduan Penyusunan KTSP. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). disupervisi. Penyusunan KTSP tingkat SD dan SMP dikoordinasi. Wakil Kepala SMP/MTs dan wakil kepala SMA/SMK/MA/MAK bidang kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP. 21 . SMALB. SMPLB. Pertemuan X: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen I Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada standar isi (SI) dan standar kelulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). • KBK sering disebut sebagai jiwa KTSP. Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan Standar Isi. 8. sedangkan untuk SDLB.10 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sekolah. SMA dan SMK oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. 2. dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sedangkan SDLB. 7. SMALB. atau Perguruan Tinggi. 3. guru dapat bekerjasama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG). SMA dan SMK oleh Kantor Wilayah Departemen Agama. • Kurikukulum ini dikembangkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Dalam penyusunan silabus. potensi atau karakteristik daerah. sosial budaya masyarakat setempat. SMPLB. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). 5. Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan.

Dilakukan oleh guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan. silabus) 3. Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar 22 . Apa yang dimaksud kurikulum dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional? Apa yang dimaksud KTSP ? Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah 2. dan (c) pengelolaan kurikulum berbasis sekolah. bagian dari pembelajaran. (c) projects (penugasan). 2. kondisi dan potensi daerah. Sedang kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. ketuntasan belajar. disupervisi. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. sedangkan MA dan MAK oleh Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi. 6. Berorientasi pada kompetensi. (d) performances (unjuk kerja). Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah mempunyai prinsip-prinsip: 1. 2. Pengembangan perangkat kurikulum (a. dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar. mengacu pada patokan. (b) penilaian. (b) products (hasil karya). 3. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat Penilaian dalam KTSP mempunyai karakteristik 1.9.l. dan difasilitasi oleh Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan. yaitu (a) portfolios (kumpulan kerja siswa). dilakukan melalui berbagai cara. 4. dan (e) paper & pen test (tes tulis). Bagaimana Konsep Dasar KTSP? Konsep dasar KTSP meliputi 3 (tiga) aspek yang saling terkait. yaitu (a) kegiatan pembelajaran. 5. Kegiatan pembelajaran dalam KTSP mempunyai karakteristik sebagai berikut: 1. satuan pendidikan dan peserta didik. bersifat internal. Penyusunan KTSP tingkat MI dan MTs dikoordinasi.

4. perkembangan. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. (6) standar pengelolaan. 2. yang meliputi (1) standar isi. UU Nomor20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 dan Nomor 6 Tahun 2007 tentang pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23/2006 6. Foto: Para guru sedang mengikuti diklat tentang penyusunan KTSP (Australia Indonesia Basic Education Program . Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Bagaimana Prinsip Pengembangan KTSP? Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu kepada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. disebutkan sistem pendidikan nasional memiliki 8 (delapan) standar. 3.4. (5) standar sarana dan prasarana. yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum untuk satuan pendidikannya. (3) standar kompetensi lulusan. Pemantauan dan Apa Landasan KTSP ? 1. 23 . 5. (7) standar pembiayaan. Berpusat pada potensi. kebutuhan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut. (2) standar proses. Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. dan (8) standar penilaian pendidikan. (4) standar tenaga kependidikan.AIBEP) Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 1.

dan jender. cakap. teknologi. muatan lokal. dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. 4. nonformal. serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. dan seni. dan pengembangan diri secara terpadu. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. Oleh karena itu. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi.Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. keterampilan berpikir. adat istiadat. perkembangan. 2. jenjang dan jenis pendidikan. berilmu. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. kondisi daerah. berakhlak mulia. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. 6. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. dunia usaha dan dunia kerja. pembudayaan. kebutuhan. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. 5. status sosial ekonomi. 3. budaya. Oleh karena itu. 24 . sehat. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. pengembangan keterampilan pribadi. Beragam dan Terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. kreatif. keterampilan sosial. suku. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. teknologi dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. keterampilan akademik.

(B) Misi. Bab III Struktur dan Muatan Kurikulum. Kesetaraan gender 12. 25 . dan (H) pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Peningkatan potensi. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan 4. Mata pelajaran muatan nasional. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan 10.dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. berbangsa. (C) Tujuan Sekolah. meliputi subbab (A) Latar Belakang. Bab II Tujuan Pendidikan. dan (C) Prinsip Pengembangan KTSP. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik 3. Dinamika perkembangan global 9. (D) pengaturan beban belajar. meliputi: 1. Agama 8. kecerdasan. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional 5. teknologi. dan seni 7. meliputi subbab (A) Visi. Acuan Operasional Penyusunan KTSP 1. meliputi (A) mata pelajaran. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat 11. (B) Tujuan. Tuntutan dunia kerja 6. (F) kenaikan kelas dan kelulusan. 7. dan pengelompokan mata pelajaran serta aturan pengelolaan jam pelajaran mengacu pada Bab II Standar Isi. 2. 2. Perkembangan ilmu pengetahuan. (G) pendidikan kecakapan hidup. dan bernegara. Karakteristik satuan pendidikan Dokumen I KTSP Dokumen I KTSP terdiri atas 4 bab. (B) muatan lokal. Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar yang akan dicapai dilakukan oleh satuan pendididkan dan/atau Dinas Pendidikan yang terkait. alokasi jam pelajaran. 3. Muatan Lokal merupakan mata pelajaran yang dikembangkan untuk mengakomodasi kepentingan daerah atau satuan pendidikan. (E) ketuntasan belajar. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (C) kegiatan pengembangan diri. Bab I Pendahuluan. Seimbang antara kepentingan Nasional dan kepentingan Daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat.

Ketuntasan belajar adalah target minimal yang akan dicapai oleh satuan pendidikan. atau kelompok kerja guru kelas atau guru mata pelajaran dalam kegiatan organisasi 26 . yaitu (1) dokumen I yang berisi tentang (a) landasan. dan (5) komite sekolah dan orangtua siswa. Kecakapan vokasional terakomodasi dalam mata pelajaran muatan lokal.Kegiatan pengembangan diri merupakan kegiatan yang mewadahi bakat dan minat peserta didik. maupun terintegrasi dalam mata pelajaran. satuan pendidikan merancang program remedial dan pengayaan. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan meningkatkan daya saing global. Pengaturan beban belajar mengacu pada bab III Standar Isi. Rancangan beban belajar dalam bentuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dirancang oleh guru mata pelajaran. Kriteria kenaikan kelas dan kelulusan dikembangkan oleh satuan pendidikan. Beban belajar dalam bentuk tatap muka dirancang bersama oleh satuan pendidikan. dan (c) pengembangan kurikulum. Kecakapan hidup yang perlu dikembangkan adalah kecakapan personal. Pendidikan kecakapan hidup adalah pendidikan kecakapan yang diperlukan agar seseorang mampu dan berani menghadapi problema kehidupan dan memecahkannya secara arif dan kreatif. serta (6) dinas pendidikan. Agar hasil belajar peserta didik dapat mencapai. Bab IV Kalender pendidikan berisi rancangan kalender sekolah yang mengacu pada kalender dinas pendidikan terkait dan pedoman penyusunan kalender yang terdapat dalam bab IV standar isi. Dokumen I (pertama) disusun oleh tim handal yang dibentuk oleh sekolah dengan melibatkan semua pemangku kepentingan. Dokumen II (kedua) merupakan penjabaran secara operasional dari dokumen pertama. bahkan melebihi KKM. Pemangku kepentingan tersebut adalah (1) kepala sekolah. (3) tenaga administrasi. standar kompetensi. pengembangan diri. (4) pengawas sekolah. dan intake siswa terhadap kompetensi dasar. (b) program. (2) guru. Pertemuan XI: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen II KTSP terdiri atas dua dokumen. sosial. daya dukung. Acuan minimal kriteria kenaikan kelas adalah Peraturan Dirjen tentang Laporan Hasil Belajar dan POS UN tahun sebelumnya. Kriteria Ketuntasan minimal (KKM) merupakan hasil analisis atas kompleksitas. 4. terutama pada perubahan perilaku sesuai dengan target yang dicanangkan oleh satuan pendidikan. dan akademik. terdiri atas (a) silabus dan (b) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Tujuan kegiatan pengembangan diri adalah mengembangkan potensi peserta didik. dan mata pelajaran yang dibelajarkan. Keunggulan lokal dapat dikembangkan dalam muatan lokal. Dokumen Dokumen II disusun oleh guru kelas dan guru mata pelajaran.

atau bahkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). MA. SMP. kompetensi dasar. Proses penyusunan silabus dapat saja disusun bersama oleh satu tim guru mata pelajaran. SMA. kegiatan pembelajaran. materi pokok/pembelajaran. dan sumber belajar Silabus menjawab tiga pertanyaan dalam kegiatan belajar mengajar. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. dan SMK. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. dan bagaimana cara mengetahui pencapaiannya. Pertemuan XII: Silabus Apakah itu silabus? Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. Sekolah dan komite sekolah.profesi seperti Kelompok Kerja Guru (untuk guru sekolah dasar). dalam satu kegiatan guru. dan MAK. yaitu apa kompetensi yang harus dikuasai siswa. MTs. indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. atau madrasah dan komite madrasah. alokasi waktu. bagaimana cara mencapainya. Siapa yang menyusun silabus? Silabus disusun oleh guru yang mengajarkan mata pelajaran. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). penilaian. Apa landasan penyusunan silabus? Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 17 Ayat (2). Pertemuan XIII: Praktik Penyusunan Silabus Contoh format silabus dapat dijelaskan sebagai berikut: 27 . misalnya dalam kegiatan MGMP.

dsb. 2. 4. dsb. Standar Kompetensi: diisi dengan standar kompetensi yang diambil dari standar isi yang terdapat dalam Permendiknas Nomor 22 sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. Kompetensi Dasar: diisi dengan kompetensi dasar yang dikutip dari standar isi. 26 . tes lisan. 5. Instrumen Penilaian: diisi dengan bentuk instrumen yang digunakan.FORMAT SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1 : : : Materi Pembelajaran 2 Kegiatan Pembelajaran 3 Indikator 4 Teknik 5 Penilaian Instrumen 6 Contoh 7 Alokasi Waktu 8 Sumber Belajar 9 Indentitas: Nama Sekolah: diisi dengan nama sekolah. Kegiatan Pembelajaran: diisi dengan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan agar proses pembelajaran tersebut dapat mencapai kompetensi dasar yang diharapkan. Bahasa Indonesia. 8. sumber belajar dari alam. 7. misalnya tes tertulis. media belajar. Kolom-kolom format silabus: 1. seperti SMP Negeri 1 Malang Mata Pelajaran: diisi dengan mata pelajaran yang diajarkan. Indikator: diisi dengan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur apakah kompetensi dasar telah dapat dicapai atau belum. 6. sepert Bahasa Inggris. Teknik Penilaian: diisi dengan teknik penilaian yang digunakan untuk mengukur ketercapaian kompetensi dasar berdasarkan indikator. 3. Materi Pembelajaran: diisi dengan materi pembelajaran yang dijabarkan dari kompetensi dasar tersebut. dsb. Alokasi Waktu: diisi dengan berapa kali pertemuan X menit yang diperlukan. seperti buku apa. Sumber Belajar: diisi sumber belajar yang digunakan dalam proses pembelajaran.

menolak barang 3. menolak barang.. 5. menerima. mengingatkan fakta. Bertanya dan menjawab tentang meminta. Buku teks yang relevan 2.. : SMP Negeri 1 . Kegiatan Pembelajaran 3 Review kosakata dan ungkapan terkait materi dan tema Tanya jawab menggunakan ungkapan-ungkapan tersebut Bermain peran melakukan percakapan yang disediakan guru Bermain peran melakukan percakapan berdasarlan situasi atau gambar Menggunakan ungkapan yang telah dipelajari dalam real life situation. dan memberi pendapat. 4. Bertanya dan menjawab tentang meminta.. A: Can I have a bit B: Sure. It wasn’t me A: What do you think of this? B: Not bed. mengingkari fakta 4. mengakui. 2. Bertanya dan menjawab tentang mengakui. Bertanya dan memberi pendapat Teknik 5 Tes lisan Penilaian Instrumen 6 Bermain peran Contoh 7 Create a dialogue based on the role cards and perform it in front of the class Alokasi Waktu 8 2 X 40’ Sumber Belajar 9 1. Indikator 4 1. memberi.. menolak rasa 2.. dan bertetima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar yang melibatkan tindak tutur meminta. memberi. 27 . Gambargamar yang terkait tema 3. memberi. : Bahasa Inggris : Menggunakan makna dalam percakapan transksional dan interpersonal lisan pendek sederhanauntuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Here you are A: Did you break the glass? B: Yes I did/ No. lancar.Contoh Silabus SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi 1 Mengungkan makna dalam percakapakan transaksional (to get things done) dan intepersonal (bersosialisasi) sederhana dengan menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat. Materi Pembelajaran 2 Percakapan singkat memuat ungkapanungkapan sebagai contoh: A: Let me help you B: Thank you so much 3.. Realita benda sekitar 1.

Perencanaan merupakan langkah yang sangat penting sebelum pelaksanaan kegiatan. yang memuat seluruh kompetensi dasar yang dijabarkan dari standar kompetensi. Mengapa harus membuat rencana? Apakah rencana itu harus dibuat oleh guru yang belum berpengalaman saja? Apakah guru yang sudah senior atau sudah berpengalaman masih perlu membuat rencana mengajar? Bukankah guru senior atau yang sudah berpengalaman telah menguasai semua materi pelajaran yang akan diajarkan kepada siswanya? Apakah RPP yang telah dibuat masih dapat digunakan dalam proses pembelajaran yang akan dilaksanakan? Apakah secara administratif penyusunan RPP tidak justru memberatkan tugas-tugas guru di lapangan. waktu. yang kemudian justru akan mengganggu proses pembelajarannya sendiri? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering muncul dalam acara diskusi dengan para guru pada saat membahas tentang rencana mengajar. desain pembelajaran. Rencana ini akan menggambarkan prosedur dan langkah-langkah pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar berdasarkan standar isi dan telah ditetapkan dalam silabus. Pertanyaan tersebut dapat dijawab sebagai berikut. Rencana pelaksanaan pembelajaran harus dibuat agar kegiatan pembelajaran berjalan sistematis dan mencapai tujuan pembelajaran. seperti rencana mengajar atau lesson plan. Kedua. langkah pembelajaran. setiap guru akan melaksanakan pembelajaran. Ruang lingkup RPP mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. materi pelajaran. media dan sumber belajar serta penilaian untuk setiap kompetensi dasar. Kegiatan belajar mengajar (KBM) membutuhkan perencanaan yang matang agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara efektif. justru untuk memudahkan guru dalam pelaksanaan tugas profesionalnya. sudah barang tentu. Ketiga. Rencana pelaksanaan pembelajaran harus mencerminkan pendekatan PAKEM dalam pembelajaran. skenario pembelajaran. tanpa rencana pelaksanaan pembelajaran kegiatan pembelajaran di kelas biasanya tidak terarah. sepanjang RPP tersebut masih relevan dengan kompetensi siswa yang akan dicapai. Oleh karena itu peserta harus mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan silabus yang disusunnya. Perencanaan tersebut dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau beberapa istilah lain yang digunakan. baik untuk guru senior atau terlebih-lebih untuk guru yunior. ia harus menyusun sebuah rencana yang kini dikenal dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP yang lama dapat saja digunakan lagi dalam proses pembelajaran pada tahun berikutnya. ia harus menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). dan indikator yang akan dicapai. RPP yang pernah dibuat harus dikaji ulang untuk terus disempurnakan dan disesuaikan dengan perkembangan baru dalam dunia pendidikan. Pertama. 28 . Penyusunan RPP merupakan salah satu unsur dari standar kompetensi professional bagi para guru. Oleh karena itu. penyusunan RPP sama sekali tidak untuk memberatkan pekerjaan guru.Pertemuan XIV: RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Setiap kali guru akan mengajar.

Dengan demikian. 29 .. 23. Untuk indikator.. Untuk mengisi identitas RPP. dst. Tujuan pembelajaran adalah tujuan instruksional yang akan dicapai melalui kegiatan belajar dalam satu pertemuan tertentu. Indikator adalah patokan dasar atau tanda-tanda utama yang akan dijaikan bukti bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. maka RPP merupakan pencabaran dari silabus sebagai program pembelajaran untuk hari ke hari pembelajaran di sekolah. isilah dengan mengacu pada standar isi mata pelajaran yang akan diajarkan. :… :… : . Permendiknas Nomor 22. Pertemuan XV: Praktik Penyusunan RPP Pada umumnya format RPP adalah sebagai berikut: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator :… I. Masing-masing gurulah yang harus mengembangkannya. dan seterusnya tentu saja harus dikembangkan dari standar isi tersebut. 2. IV Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Langkah-langkah Pertemuan pertama 1. b.. Kegiatan Akhir Pertemuan kedua. dalam satu atau beberapa kali pertemuan pembelajaran. jika silabus merupakan program pembelajaran dalam jangka satu semester atau satu tahun pelajaran. a. III. Kegiatan Awal 2. tujuan pembelajaran. : :… :… :… :… :… :… Untuk praktik penyusunan RPP. II. dan 24 harus dijadikan acuannya. mulai dari mata pelajaran sampai dengan kompetensi dasar. Kegiatan Inti 3. cobalah mengikuti cara pengisian format RPP sebagai berikut: 1.

yang masing-masing guru SD/MI. minimal dalam 10 (sepuluh) halaman kertas ukuran A4. 2. dan (3) kegiatan penutup. dan pendekatan Contextual Teaching dan Learning (CTL) untuk SMP dan SMA. Buatlah lembar pertanyaan untuk panduan wawancara dengan guru-guru tersebut. d. mahasiswa dapat mengikuti UAS dengan materi tes seperti dalam modul ini. (2) kegiatan inti. dan SMA/MA/SMK. Lakukan wawancara dengan menggunakan panduan wawancara tersebut. Langkah pembelajaran meiputi: (1) kegiatan awal.1 Tes Formatif Untuk Masing-masing Pertemuan Tes Formatif Pertemuan II: Pengertian Etimologis Kurikulum Tes esai: 1. Jelaskan pengertian kurikulum secara etimologis!! Jelaskan formula kurikulum berikut: No.c. mahasiswa harus melaksanakan tugas mandiri. 4. Metode mengajar diharapkan metode yang menggunakan pendekatan PAKEM untuk Sekolah Dasar. Pertemuan XVI: UAS (Ujian Akhir Semester) Jika mahasiswa memenuhi tingkat kehadiran minimal 80%. untuk menanyakan tentang KTSP pada umumnya dan silabus serta RPP pada khususnya. Nilai akhir semester merupakan gabungan nilai UAS dengan nilai tugas mandiri tersebut. Adakan wawancara dengan minimal 3 (tiga) orang guru. 0. 2. Formula Kurikulum 1 K = ------------Penjelasan 2 K = Σ MP 30 . dengan langkah-langkah kegiatan sebagai berikut: 1. ditulis dalam ketikan komputer. 3. Catat hasil wawancara dengan mereka. Selain mengikuti UAS. SMP/MTs. jilid dengan rapi 5. Serahkan kepada dosen Anda sehari sebelum UAS. termasuk lampirannya. Buatlah laporan wawancara tersebut.

Jelaskan apa yang dimaksud separated curriculum. Sebutkan dua aliran dalam kurikulum. corelated curriculum. Jelaskan pengertian national curriculum. dan Tujuan Pendidikan 1. 3. Jelaskan apa alasan Anda. state curriculum. Tes Formatif Pertemuan VI: Macam-macam Kurikulum 1. 3. Berikan contohnya. 2. Menurut Anda komponen kurikulum yang sangat penting? Tes Formatif Pertemuan V: Hubungan Kurikulum. Tes Formatif Pertemuan IV: Komponen Kurikulum 1. Sebutkan komponen utama kurikulum menurut Subandiyah. 4. dan school curriculum. 4. dan integrated curriculum. Pengajaran.3 K = Σ MP + KK 4 K = Σ MP + K + SS + TP Tes Formatif Pertemuan III: Filosofi dan Definisi Kurikulum 1. 2. 3. 2. Jelaskan minimal dua definisi kurikulum yang Anda ketahui!! 2. Jelaskan dengan kalimat Anda sendiri apa hubungan antara kurikulum dengan pengajaran dan pembelajaran. Aliran manakah definisi kurikulum yang tertuang dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional? 4. Berikan contohnya. Definisi yang manakah yang Anda paling lengkap. 31 . Jelaskan perbedaan antara kurikulum ideal dan kurikulum aktual! Jelaskan apa yang dimaksud kurikulum tersembunyi (hidden curriculum)! Berikan contohnya. Sebutkan dan jelaskan komponen kurikulum menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sebutkan komponen penunjangnya. Jelaskan perbedaan masing-masing secara singkat. 3. Jelaskan dengan kalimat Anda sendiri apa hubungan antara kurikulum dengan tujuan pembelajaran. Jelaskan dengan kalimat Anda sendiri apa hubungan antara pengajaran dan pembelajaran dengan tujuan pendidikan.

Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) adalah kurikulum yang tidak diketahui oleh guru (B/S) 32 . Menurut G Amstrong. 3. Kurikulum faktual amat ditentukan oleh agen pembelajaran atau guru (B/S) 6. Kurikulum dapat diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang akan dipelajari oleh peserta didik (B/S) 5. Lembaga apakah BSNP itu? Apa kaitannya dengan proses pengembangan kurikulum? 4. dan siswa adalah siapa yang diberikan pelajaran (B/S). Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Instansi manakah di Departemen Pendidikan Nasional yang bertanggung jawab dalam pengembangan kurikulum? 3. Kurikulum 1968 adalah kurikulum terintegrasi (integrated curriculum) (B/S) 2. Jelaskan bagan proses pengembangan kurikulum menurut Said Hamid Hasan sebagai berikut: Tes Formatif Pertemuan VIII (UTS) Tes tertulis dalam bentuk esai. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (B/S) 4. Kurikulum sebelum tahun 1968 masih menganut kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum) (B/S) 7. siapakah yang terlibat dalam pengembangan kurikulum? 5. 1.Tes Formatif Pertemuan VII: Proses Pengembangan Kurikulum 1. Kurikulum adalah apa yang diajarkan. isi. guru adalah siapa yang mengajarkan. Apakah yang dimaksud pengembangan kurikulum (curriculum development)? 2.

5. 7. 33 . maka proses pembelajaran dan pengajaran termasuk dalam kategori actual curriculum (B/S) 19. Apakah kurikulum pertama yang dimiliki Indonesia? Apakah ketika itu telah menggunakan istilah kurikulum? Apa pomeo dalam masyarakat yang menyatakan bahwa setiap ganti menteri ganti kurikulum di Indonesia? Benarkah hal tersebut? Jalaskan argumentasi Anda. sebelumnya sekolah-sekolah menggunakan kurikulum apa? Apa itu BSNP? Jelaskan. Secara etimologis. 2. Proses pembelajaran dan pengajaran dilaksanakan tidak lain untuk mencapai tujuan pendidikan (B/S) 20. 3. KTSP termasuk dalam kategori kurikulum national curriculum (B/S) 17. 4. 3. Siapakah yang mengkoordinasikan dan melakukan supervisi dalam penyusunan KTSP? Sebutkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan sebagaimana diatur dalam PP Nomor 19 Tahun 2005. Rumusan tujuan terdapat dalam kurikulum (B/S) 18. Masyarakat awam tidak dapat dilibatkan dalam penyusunan kurikulum (B/S) Tes Formatif Pertemuan IX: Perkembangan Kurikulum di Indonesia 1. Semua kegiatan yang dirancang dan dilaksanakan oleh sekolah juga termasuk dalam pengertian kurikulum (B/S) 16. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (B/S) 9. 4. UU Nomor 20 Tahun 2003 mengatur tentang apa? Sedang PP Nomor 19 Tahun 2005 mengatur tentang apa pula? Adapun Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 mengatur tentang apa? Di tingkat sekolah siapakah yang paling bertanggung jawab dalam penyusunan KTSP? Apakah yang dimaksud KTSP? Ingat bukan kepanjangannya lho. Rencana Pelajaran 1947 merupakan kurikulum pertama di Indonesia (B/S) 10. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum sekolah (B/S) 11. 6. Tes Formatif Pertemuan X: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen I 1. 2. kurikulum berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari (B/S) 15. Sebelum tahun 1968 dunia pendidikan di Indonesia telah mengenal istilah kurikulum (B/S) 14. Kapan istilah kurikulum pertama kali digunakan di Indonesia? Sebelum sekolah-sekolah menyusun sendiri kurikulumnya dalam KTSP. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum ideal (ideal curriculum) (B/S) 12. Rencana Pelajaran merupakan istilah lama untuk kurikulum (B/S) 13. Jika kurikulum termasuk dalam kategori ideal curriculum.8. 5.

KTSP dapat disebut sebagai kurikulum nasional (B/S) 5. program. 9. atau Rencana Pengajaran. Kurikulum dapat diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang akan dipelajari oleh peserta didik (B/S) 34 .8. Bagaimana format RPP. dan siswa adalah siapa yang diberikan pelajaran (B/S). Tes Formatif Pertemuan XI: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen II 1. isi. dan pengembangan kurikulum (B/S) 3. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Apakah silabus itu? Siapa yang harus menyusun silabus? Apa landasan penyusunan silabus? Sebutkan kolom-kolom yang harus ada dalam silabus! Tes Formatif Pertemuan XIII: Praktik Penyusunan RPP 1. Apakah itu PAKEM? Tes UAS (Pertemuan XIV) 1. 2. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (B/S) 10. atau Satuan Pelajaran? 3. Apakah yang dimaksud RPP? 2. dan jelaskan secara singkat! 4. 10. 3. Sebutkan dua dokumen yang harus disiapkan oleh sekolah untuk dokumen II KTSP? Siapakah yang paling memiliki peran untuk menyusun dua dokumen tersebut? Apakah sekolah dapat menjalin kerja sama dengan organisasi profesi pendidik untuk menyusun dua dokumen tersebut? Tes Formatif Pertemuan XII: Praktif Penyusunan Silabus 1. Jelaskan dokumen pertama. Kurikulum adalah apa yang diajarkan. 3. Apakah RPP sama dengan lesson plan. 4. Apa maksudnya? Sebutkan dua dokumen KTSP. KTSP disusun oleh Pusat Kurikulum (B/S) 6. KTSP terdiri atas dokumen I dan dokumen II (B/S) 7. Kurikulum 1968 adalah kurikulum terintegrasi (integrated curriculum) (B/S) 8. Dokumen II KTSP berisi tentang landasan. Dokumen I KTSP berisi tentang silabus dan Rencana Pelaksanaaan Pembelajaran (B/S) 2. 2. Guru senior tidak perlu membuat RPP (B/S) 4. guru adalah siapa yang mengajarkan. Apa yang dimaksud dengan student-centered approach? Apa lawan pendekatan tersebut? KTSP disusun dengan memperhatikan keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan. 9.

(B) tes formatif. Brown and Company. 1995. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum ideal (ideal curriculum) (B/S) 20. McNeil. Jakarta: Bumi Aksara. Boston: Little. Kurikulum tersembuny (hidden curriculum) adalah kurikulum yang tidak diketahui oleh guru (B/S) 14. John. kurikulum berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari (B/S) 24. B = 2. C = 3. Secara etimologis. 2.11. Kurikulum dan Pembelajaran. Sebelum tahun 1968 dunia pendidikan di Indonesia telah mengenal istilah kurikulum (B/S) 23. A Comprehensive Introduction. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (B/S) 16. Tugas mandiri dan tes yang akan dinilai adalah: (A) tugas mandiri. Kurikulum sebelum tahun 1968 masih menganut kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum) (B/S) 13. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum sekolah (B/S) 19. Setiap guru harus membuat silabus dan RPP (B/S) 0. Dengan skala 4. Rencana Pelajaran merupakan istilah lama untuk kurikulum (B/S) 21. 4. Kurikulum Untuk Abad Ke-21. dan D = 4 Nilai Akhir Semester adalah (AX1) + (BX2) + (CX3) + (DX4) : 4. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. dan (D) UAS (ujian akhir semester). 35 . 1985. 3. nilai tersebut dapat dipadankan sebagai berikut: Baik Sekali = 80 – 100 Baik = 70 – 79 Sedang = 60 – 69 Kurang = < 60 1 Referensi Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia II. Kurikulum faktual amat ditentukan oleh agen pembelajaran atau guru (B/S) 12.2 Umpan Balik 1. Curriculum. Bobot A = 1. Proses penyusunan KTSP melibatkan para pemangku kepentingan pendidikan (B/S) 17. 1994. Rencana Pelajaran 1947 merupakan kurikulum pertama di Indonesia (B/S) 18. Oemar Hamalik. (C) UTS (ujian tengah semester). Semua kegiatan yang dirancang oleh sekolah juga termasuk dalam pengertian kurikulum (B/S) 25. Pada masa lalu RPP dikenal dengan Rencana Pembelajaran (RP) atau Satuan Pembelajaran (B/S) 15. RPP sebenarnya sama dengan rencana mengajar (B/S) 22.

diatur. posisi kurikulum dalam pendidikan. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Pembahasan mengenai pengertian ini penting karena ada dua alasan utama. Kiranya bukanlah sesuatu yang berlebihan jika dikatakan bahwa proses pendidikan dikendalikan. 1979. Tonny D.Said Hamid Hasan. Pertama. Pengertian sempit atau teknis kurikulum yang digunakan untuk mengembangkan kurikulum adalah sesuatu yang wajar dan merupakan sesuatu yang harus dikerjakan oleh para pengembang kurikulum. Alat Peraga. Tidak seperti halnya dengan pengertian kurikulum para ahli kurikulum tidak banyak berbeda dalam posisi kurikulum.Rochman Natawidjaja (Ed). 2005. Yogyakarta: Hikayat Publishing. Dalam kotak pengertian ini maka definisi yang dikemukakan mengenai pengertian kurikulum kebanyakan adalah mengenai komponen yang harus ada dalam suatu kurikulum. Yogyakarta: Hikayat Publishing. masyarakat. Untuk itu berbagai definisi diajukan para ahli sesuai dengan pandangan teoritik atau praktis yang dianutnya. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum. Widiastono. pengertian yang sempit itu turut pula mnyempitkan posisi kurikulum dalam pendidikan sehingga peran pendidikan dalam pembangunan individu. Menjadi Guru Efektif. MA PENDAHULUAN Pembahasan mengenai kurikulum tidak mungkin dilepaskan dari pengertian kurikulum. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. dan bangsa menjadi terbatas pula. dan Komunikasi Pendidikan. Kebanyakan mereka memiliki kesepakatan dalam menempatkan kurikulum di posisi sentral dalam proses pendidikan. Pembahasan mengenai posisi kurikulum adalah penting karena posisi itu akan memberikan pengaruh terhadap apa yang harus dilakukan kurikulum dalam suatu proses pendidikan.1 Lampiran Lampiran 1: KURIKULUM DAN TUJUAN PENDIDIKAN Prof. Sayangnya. 2 2. Suparlan. Pendidikan Manusia Indonesia. 2004. Pembahasan mengenai ketiga hal ini dalam urutan seperti itu sangat penting karena pengertian seseorang terhadap arti kurikulum menentukan posisi kurikulum dalam dunia pendidikan dan pada gilirannya posisi tersebut menentukan proses pengembangan kurikulum.Ketiga pokok bahasan itu dikemukakan dalam makalah ini dalam urutan seperti itu. Alasan kedua adalah karena definisi yang digunakan akan sangat berpengaruh terhadap apa yang akan dilakukan oleh para pengembang kurikulum. Suparlan.H.Dr. Pengecualian dari ini adalah 36 . seringkali kurikulum diartikan dalam pengertian yang sempit dan teknis. dari Konsepsi Ke Implentasi. Ini menyebabkan studi tentang kurikulum dipenuhi dengan hutan definisi tentang arti kurikulum. dan dinilai berdasarkan criteria yang ada dalam kurikulum. dan proses pengembangan suatu kurikulum. Jakarta: Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan.

apabila proses pendidikan itu menyangkut masalah administrasi di luar isi pendidikan. Meski pun demikian terjadi perbedaan mengenai koordinat posisi sentral tersebut dimana ruang lingkup setiap koordinat ditentukan oleh pengertian kurikulum yang dianut. Pembahasan mengenai proses pengembangan kurikulum merupakan terjemahan dari pengertian kurikulum dan posisi kurikulum dalam proses pendidikan dalam bentuk berbagai kegiatan pengembangan. Pengertian dan posisi kurikulum akan menentukan ap yang seharusnya menjadi perhatian awal para pengembang kurikulum, mengembangkan ide kurikulum, mengembangkan ide dalam bentuk dokumen kurikulum, proses implementasi, dan proses evaluasi kurikulum. Pengertian dan posisi kurikulum dalam proses pendidikan menentukan apa yang seharusnya menjadi tolok ukur keberhasilan kurikulum, sebagai bagian dari keberhasilan pendidikan. PENGERTIAN KURIKULUM Dalam banyak literature kurikulum diartikan sebagai: suatu dokumen atau rencana tertulis mengenai kualitas pendidikan yang harus dimiliki oleh peserta didik melalui suatu pengalaman belajar. Pengertian ini mengandung arti bahwa kurikulum harus tertuang dalam satu atau beberapa dokumen atau rencana tertulis. Dokumen atau rencana tertulis itu berisikan pernyataan mengenai kualitas yang harus dimiliki seorang peserta didik yang mengikuti kurikulum tersebut. Pengertian kualitas pendidikan di sini mengandung makna bahwa kurikulum sebagai dokumen merencanakan kualitas hasil belajar yang harus dimiliki peserta didik, kualitas bahan/konten pendidikan yang harus dipelajari peserta didik, kualitas proses pendidikan yang harus dialami peserta didik. Kurikulum dalam bentuk fisik ini seringkali menjadi fokus utama dalam setiap proses pengembangan kurikulum karena ia menggambarkan ide atau pemikiran para pengambil keputusan yangdigunakan sebagai dasar bagi pengembangan kurikulum sebagai suatu pengalaman. Aspek yang tidak terungkap secara jelas tetapi tersirat dalam definisi kurikulum sebagai dokumen adalah bahwa rencana yang dimaksudkan dikembangkan berdasarkan suatu pemikiran tertentu tentang kualitas pendidikan yang diharapkan. Perbedaan pemikiran atau ide akan menyebabkan terjadinya perbedaan dalam kurikulum yang dihasilkan, baik sebagai dokumen mau pun sebagai pengalaman belajar. Oleh karena itu Oliva (1997:12) mengatakan "Curriculum itself is a construct or concept, a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas". Selain kurikulum diartikan sebagai dokumen, para ahli kurikulum mengemukakan berbagai definisi kurikulum yang tentunya dianggap sesuai dengan konstruk kurikulum yang ada pada dirinya. Perbedaan pendapat para ahli didasarkan pada isu berikut ini:
• • • •

filosofi kurikulum ruang lingkup komponen kurikulum polarisasi kurikulum - kegiatan belajar posisi evaluasi dalam pengembangan kurikulum

Pengaruh pandangan filosofi terhadap pengertian kurikulum ditandai oleh pengertian kurikulum yang dinyatakan sebagai "subject matter", "content" atau bahkan "transfer of culture". Khusus yang mengatakan bahwa kurikulum sebagai "transfer of culture" adalah dalam pengertian kelompok ahli yang memiliki pandangan filosofi yang dinamakan 37

perennialism (Tanner dan Tanner, 1980:104). Filsafat ini memang memiliki tujuan yang sama dengan essentialism dalam hal intelektualitas. Seperti dikemukakan oleh Tanner dan Tanner (1980:104-113) keduanya pandangan filosofi itu berpendapat bahwa adalah tugas kurikulum untuk mengembangkan intelektualitas. Dalam istilah yang digunakan Tanner dan Tanner (1980:104) perennialism mengembangkan kurikulum yang merupakan proses bagi "cultivation of the rational powers: academic excellence" sedangkan essentialism memandang kurikulum sebagai rencana untuk mengembangkan "academic excellence dan cultivation of intellect". Perbedaan antara keduanya adalah menurut pandangan perenialism "the cultivation of the intellectual virtues is accomplish only through permanent studies that constitute our intellectual inheritance". Permanent studies adalah konten kurikulum yang berdasarkan tradisi Barat terdiri atas Great Books, reading, rhetoric, and logic, mathematics. Sedangkan bagi essentialism beranggapan bahwa kurikulum haruslah mengembangkan "modern needs through the fundamental academic disciplines of English, mathematics, science, history, and modern languages" (Tanner dan Tanner, 1980:109) Perbedaan ruang lingkup kurikulum juga menyebabkan berbagai perbedaan dalam definisi. Ada yang berpendapat bahwa kurikulum adalah "statement of objectives" (McDonald; Popham), ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah rencana bagi guru untuk mengembangkan proses pembelajaran atau instruction (Saylor, Alexander,dan Lewis, 1981) Ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah dokumen tertulis yang berisikan berbagai komponen sebagai dasar bagi guru untuk mengembangkan kurikulum guru (Zais,1976:10). Ada juga pendapat resmi negara seperti yang dinyatakan dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu" (pasal 1 ayat 19). Definisi yang dikemukakan terdahulu menggambarkan pengertian yang membedakan antara apa yang direncanakan (kurikulum) dengan apa yang sesungguhnya terjadi di kelas (instruction atau pengajaran). Memang banyak ahli kurikulum yang menentang pemisahan ini tetapi banyak pula yang menganut pendapat adanya perbedaan antara keduanya. Kelompok yang menyetujui pemisahan itu beranggapan bahwa kurikulum adalah rencana yang mungkin saja terlaksana tapi mungkin juga tidak sedangkan apa yang terjadi di sekolah/kelas adalah sesuatu yang benar-benar terjadi yang mungkin berdasarkan rencana tetapi mungkin juga berbeda atau bahkan menyimpang dari apa yang direncanakan. Perbedaan titik pandangan ini tidak sama dengan perbedaan cara pandang antara kelompok ahli kurikulum dengan ahli teaching (pangajaran). Baik ahli kurikulum mau pun pengajaran mempelajari fenomena kegiatan kelas tetapi dengan latar belakang teoritik dan tujuan yang berbeda. Istilah dalam kurikulum seperti "planned activities", "written document", "curriculum as intended", "curriculum as observed", "hidden curriculum","curriculum as reality", "school directed experiences", "learner actual experiences" menggambarkan adanya perbedaan antara kurikulum dengan apa yang terjadi di kelas. Definisi yang dikemukakan oleh Unruh dan Unruh (1984:96) mewakili pandangan ini dimana mereka menulis curriculum is defined as a plan for achieving intended learning outcomes: a plan concerned with purposes, with what is to be learned, and with the result of instruction. Olivia (1997:8.) mengatakan bahwa we may think of the curriculum as a program, a plan, content, and

38

learning experiences, whereas we may characterize instruction as methods, the teaching act, implementation, and presentation. Olivia (1997:8) termasuk orang yang setuju dengan pemisahan antara kurikulum dengan pengajaran dan merumuskan kurikulum sebagai a plan or program for all the experiences that the learner encounters under the direction of the school. Lebih lanjut ia mengatakan (Olivia, 1997:9) I feel that the cyclical has much to recommend. Pandangan yang menyatakan bahwa keduanya adalah kurikulum diwakili oleh pendapat Marsh (1997:5) yang menulis curriculum is an interrelated set of plans and experiences which a student completes under the guidance of the school. Pandangan ini sejalan dengan Schubert (1986:6) dengan mengatakan the interpretation that teachers give to subject matter and the classroom atmosphere constitutes the curriculum that students actually experience. Pengertian di atas menggambarkan definisi kurikulum dalam arti teknis pendidikan. Pengertian tersebut diperlukan ketika proses pengembangan kurikulum sudah menetapkan apa yang ingin dikembangkan, model apa yang seharusnya digunakan dan bagaimana suatu dokumen harus dikembangkan. Kebanyakan dari pengertian itu berorientasi pada kurikulum sebagai upaya untuk mengembangkan diri peserta didik, pengembangan disiplin ilmu, atau kurikulum untuk mempersiapkan peserta didik untuk suatu pekerjaan tertentu. Doll (1993:47-51) menamakannya sebagai "the scientific curriculum" dan menyimpulkan sebagai "clouded and myopic". Selanjutnya Dool (1993:57) memperkuat pendapatnya tentang kurikulum yang ada sekarang dengan mengatakan: Education and curriculum have borrowed some concepts from the stable, nonechange concept - for example, children following the pattern of their parents, IQ as discovering and quantifying an innate potentiality. However, for the most part modernist curriculum thought have adopted the closed version, one where - trough focusing - knowledge is transmitted, transferred. This is, I believe, what our best contemporary schooling is all about. Transmission frames our teaching-learning process. Dengan transfer dan transmisi maka kurikulum menjadi suatu focus pendidikan yang ingin mengembangkan pada diri peserta didik apa yang sudah terjadi dan berkembang di masyarakat. Kurikulum tidak menempatkan peserta didik sebagai subjek yang mempersiapkan dirinya bagi kehidupan masa dating tetapi harus mengikuti berbagai hal yang dianggap berguna berdasarkan apa yang dialami oleh orang tua mereka. Dalam konteks ini maka disiplin ilmu memiliki posisi sentral yang menonjol dalam kurikulum. Kurikulum, dan pendidikan, haruslah mentransfer berbagai disiplin ilmu sehingga peserta didik menjadi warga masyarakat yang dihormati. Teori tentang IQ bekerja untuk terutama intelektualitas dalam pengertian disiplin ilmu karena logic yang dikembangkan dalam tes IQ adalah logic disiplin ilmu dan secara lebih khusus adalah logika matematika. Oleh karena itu tidaklah salah dikatakan bahwa matematika adalah dasar pengembangan pendidikan logika. Gambaran serupa disajikan oleh Jacobs (1999) yang membahas mengenai kurikulum di Afrika. Hal ini amat difahami jika kurikulum diartikan dari pandangan kependidikan yang menempatkan ilmu atau disiplin ilmu di atas segalanya (perennialism atau pun essentialism). Jacobs (1999:100) menggunakan istilah liberal theory untuk kedua pandangan ini. Sedangkan istilah perenialisme dan essentialism banyak digunakan oleh

39

they conceive of curriculum as a vehicle for fostering critical discontent and for equipping learners with the skills needed for conceiving new goals and affecting social change. Instead. Print (1993). Longstreet dan Shane (1993). atau pun menyiapkan peserta didik untuk kehidupan masa kini. atau hal yang terkait dengan disiplin ilmu. Konten kurikulum dalam pandangan ini adalah materi yang dikembangkan dari disiplin ilmu. masyarakat. ada kekhawatiran bahwa kurikulum hanya memikirkan kerusakan atau persoalan social yang ada dan meninggalkan sama sekali apa yang sudah dihasilkan. kurikulum merupakan rancangan dan kegiatan pendidikan yang secara maksimal mengembangkan potensi kemanusiaan yang ada pada diri seseorang baik sebagai individu mau pun sebagai anggota masyarakat untuk kehidupan dirinya. kelompok "romanticism" (romantic naturalism). 1989:15).para ahli lainnya seperti Schubert (1986). Pandangan rekonstruksi social di atas menyebabkan kurikulum haruslah diredefinisikan kembali sehingga ia tidak mediocre karena hanya menfokuskan diri pada transfer kejayaan masa lalu. POSISI KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN Kurikulum memiliki posisi sentral dalam setiap upaya pendidikan Klein. teori. Seperti dikemukakan oleh McNeil (1977:19): Social reconstructionists are opposed to the notion that the curriculum should help students adjusts or fit the existing society. Kurikulum di Indonesia masih didominasi oleh pandangan ini. Pendidikan harus lah aktif membentuk dan mengembangkan potensi peserta didik untuk suatu kehidupan yang akan dimasukinya dan dibentuknya. tujuan adalah penguasaan konsep. dan bangsanya di masa mendatang. reconstructionism) hanya memusatkan perhatian pada fungsi "transfer" dari apa yang sudah terjadi dan apa yang sedang terjadi. mending or reconstructing the existing conditions of the life of community". Padahal masa kini adalah kelanjutan dari masa lalu dan masa kini akan terus berubah dan sukar diprediksi. Kontinuitas kehidupan dan perkembangan masyarakat dikhawatirkan akan terganggu. "existentialism" mau pun "progressive" (experimentalism. Secara mendasar. Suatu hal yang jelas bahwa definisi kurikulum oleh kelompok "conservative" (perenialism dan essentialism). pengembangan intelektualitas. Kemajuan teknologi pada akhir kedua abad keduapuluh telah memberikan velocity perubahan pada berbagai aspek kehidupan pada tingkat yang tak pernah dibayangkan manusia sebelumnya. Peserta didik akan menjadi anggota masyarakat yang secara individu maupun kelompok tidak hanya dibentuk oleh masyarakat (dalam posisi menerima = pasif) tetapi harus mampu memberi dan mengembangkan masyarakat ke arah yang diinginkan (posisi aktif). Artinya. Walau pun tidak begitu jelas tetapi pada pandangan ini sudah ada upaya untuk "shaping the future" dan bukan hanya "adjusting. Olivia (1997) Banyak kecaman terhadap pengertian kurikulum yang dikembangkan dari pandangan filosofis ini walau pun dalam kenyataannya masih banyak orang dan pengambil kebijakan yang menganut pandangan ini. Dalam pengertian kurikulum yang dikemukakan di atas harus diakui ada kesan bahwa kurikulum 40 . Pada aliran progresif kelompok rekonstruksionis dapat dikatakan berbeda dari lainnya karena kelompok ini tidak hanya mengubah apa yang ada pada saat sekarang tetapi juga membentuk apa yang akan dikembangkan.

Sedangkan lembaga pendidikan yang tidak memiliki rencana tertulis dianggap tidak memiliki kurikulum. Untuk menegakkan akuntabilitasnya maka kurikulum tiak boleh hanya membatasi diri pada persoalan pendidikan dalam pandangan perenialisme atau esensialisme. hidup. pendidik. Jika seseorang ingin mengetahui apakah yang dihasilkan ataukah pengalaman belajar yang terjadi di lembaga pendidikan tersebut tidak bertentangan dengan hukum maka ia harus mempelajari dan mengkaji kurikulum lembaga pendidikan tersebut. Setiap lembaga pendidikan.seolah-olah hanya dimiliki oleh lembaga pendidikan modern dan yang telah memiliki rencana tertulis. apakah lembaga pendidikan yang terbuka untuk setiap orang ataukah lembaga pendidikan khusus haruslah dapat mempertanggungjawabkan apa yang dilakukannya terhadap masyarakat. Posisi sentral ini menunjukkan pula bahwa setiap interaksi akademik adalah jiwa dari pendidikan. Oleh karena itu kurikulum adalah dasar dan sekaligus pengontrol terhadap aktivitas pendidikan. Apakah kurikulum bersifat mengembangkan kualitas peserta didik yang diharapkan dapat memperbaiki masalah dan tatangan masyarakat ataukah 41 . di sekolah. Dalam pengertian "intrinsic" kependidikan maka kurikulum adalah jantung pendidikan Artinya. Dalam posisi maka kurikulum merupakan bentuk akuntabilitas lembaga pendidikan terhadap masyarakat. Problema masyarakat harus dianggap sebagai tuntutan. Tanpa kurikulum yang jelas apalagi jika tidak ada kurikulum sama sekali maka kehidupan pendidikan di suatu lembaga menjadi tanpa arah dan tidak efektif dalam mengembangkan potensi peserta didik menjadi kualitas pribadi yang maksimal. Lembaga pendidikan tersebut harus dapat memberikan "academic accountability" dan "legal accountability" berupa kurikulum. dalam kepeduliaannya. Kegiatan evaluasi untuk menentukan apakah kualitas yang diharapkan sudah dimiliki oleh peserta didik dilakukan berdasarkan rencana yang dicantumkan dalam kurikulum. Pengertian di atas memang pengertian yang diberlakukan untuk semua unit pendidikan dan secara administratif kurikulum harus terekam secara tertulis. dan pendidikan. Kurikulum dan pendidikan melepaskan diri dari berbagai masalah social yang muncul. Oleh karena itu jika ada yang ingin mengkaji dan mengetahui kegiatan akademik apa dan apa yang ingin dihasilkan oleh suatu lembaga pendidikan maka ia harus melihat dan mengkaji kurikulum. menjadi kepeduliaan dan masalah kurikulum. Kedua pandangan ini hanya akan membatasi kurikulum. Pengembangan potensi peserta didik menjadi kualitas yang diharapkan adalah didasarkan pada kurikulum. Kehidupan di sekolah adalah kehidupan yang dirancang berdasarkan apa yang diinginkan kurikulum. Situasi seperti ini tidak dapat dipertahankan dan kurikulum harus memperhatikan tuntutan masyarakat dan rencana bangsa untuk kehidupan masa mendatang. Proses belajar yang dialami peserta didik di kelas. Dapat dikatakan bahwa kegiatan pendidikan atau pengajaran pun tidak dapat dilakukan tanpa interaksi dan kurikulum adalah desain dari interaksi tersebut. semua gerak kehidupan kependidikan yang dilakukan sekolah didasarkan pada apa yang direncanakan kurikulum. dan berkembang di masyarakat. dan di luar sekolah dikembangkan berdasarkan apa yang direncanakan kurikulum. Posisi sentral ini menunjukkan bahwa di setiap unit pendidikan kegiatan kependidikan yang utama adalah proses interaksi akademik antara peserta didik. Kurikulum menyebabkan sekolah menjadi lembaga menara gading yang tidak terjamah oleh keadaan masyarakat dan tidak berhubungan dengan masyarakat. sumber dan lingkungan.

dan persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan 42 . f. peningkatan iman dan takwa. dan minat peserta didik. Oleh karena itu maka kurikulum untuk SD/MI berbeda dari kurikulum untuk SMP/MTs baik dalam pengertian dimensi kualitas mau pun dalam pengertian jenjang kualitas yang harus dikembangkan pada diri peserta didik. dan berbagai rencana pengembangan dan pembangunan bangsa dijadikan dasar untuk mengembangkan kehidupan masa depan. Setiap lembaga pendidikan ini memiliki tujuan yang berbeda. adalah kurikulum berposisi sebagai jawaban untuk menyelesaikan berbagai masalah social yang berkenaan dengan pendidikan. Posisi ini dicerminkan oleh pengertian kurikulum yang didasarkan pada pandangan filosofi progresivisme. agama. Oleh karena itu kualitas yang dihasilkannya bukanlah kualitas yang harus dimiliki seluruh warga bangsa tetapi kualitas yang dimiliki hanya oleh sebagian dari warga bangsa. h. masa sekarang. Tujuan pendidikan nasional adalah tujuan besar pendidikan bangsa Indonesia yang diharapkan tercapai melalui pendidikan dasar. SD/MI memiliki tujuan yang tidak sama dengan SMP/MTs baik dalam pengertian ruang lingkup kualitas mau pun dalam pengertian jenjang kualitas. tujuan pendidikan jenjang pendidikan dan tujuan pendidikan lembaga pendidikan. g. tidak diikuti oleh setiap warga bangsa. Jenjang Pendidikan Dasar terdiri atas pendidikan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) dan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) atau program Paket A dan Paket B.kurikulum merupakan upaya pendidikan membangun masyarakat baru yang diinginkan bangsa menempatkan kurikulum pada posisi yang berbeda. d. tuntutan masyarakat terhadap pendidikan diterjemahkan dalam tujuan pendidikan nasional. perkembangan ilmu pengetahuan. teknologi. Secara formal. tuntutan dunia kerja. Apabila pendidikan dasar Indonesia adalah 9 tahun maka tujuan pendidikan nasional harus tercapai dalam masa pendidikan 9 tahun yang dialami seluruh bangsa Indonesia. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. dan seni. peningkatan potensi. Posisi pertama adalah kurikulum adalah "construct" yang dibangun untuk mentransfer apa yang sudah terjadi di masa lalu kepada generasi berikutnya untuk dilestarikan. b. j. pendidikan menengah dan tinggi. dinamika perkembangan global. posisi kurikulum dapat disimpulkan menjadi tiga. Pengertian kurikulum berdasarkan pandangan filosofis perenialisme dan esensialisme sangat mendukung posisi pertama kurikulum ini. i. peningkatan akhlak mulia. c. Tujuan di atas pendidikan dasar tidak mungkin tercapai oleh setiap warganegara karena pendidikan tersebut. kecerdasan. diteruskan atau dikembangkan. keragaman potensi daerah dan lingkungan. Kedua. Posisi ketiga adalah kurikulum untuk membangun kehidupan masa depan dimana kehidupan masa lalu. e. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat (3) menyatakan bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. Secara singkat.

Posisi ini bersifat konstruktif dan antisipatif untuk mengembangkan kehidupan masa depan yang diinginkan. Tuntutan formal seperti ini harus dapat diterjemahkan menjadi tujuan setiap jenjang pendidikan. lembaga pendidikan. produktif. Posisi kurikulum yang dikemukakan di atas barulah pada posisi kurikulum dalam mengembangkan kehidupan social yang lebih baik. Permasalahan lain yang terjadi di masyarakat dan dirumuskan dalam ketetapan formal seperti undang-undang tidak menjadi perhatian kurikulum 2004. semangat kebangsaan tinggi. sikap senang dan kemampuan mengembangkan ilmu. masyarakat. bahasa Indonesia dan daerah. Dalam posisi ketiga ini maka kurikulum seharusnya menjadi jantung pendidikan dalam membentuk generasi baru dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan potensi dirinya memenuhi kualitas yang diperlukan bagi kehidupan masa mendatang. reformasi dari system pemerintahan sentralistis ke system pemerintahan disentralisasi. Kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kurikulum 2004 gagal menjawab keseluruhan spectrum permasalahan masyarakat. Alokasi waktu ini adalah "construct" para pengembang kurikulum dan jawaban kurikulum terhadap permasalahan yang ada. dan teknologi dengan mengorbankan Pengetahuan Sosial dan Ilmu Sosial. serta bidang-bidang yang dianggap kurang "penting". toleran. hidup sehat dan fisik sehat. ekonomi. seni. teknologi dan tantangan kehidupan global. tuntutan masyarakat terhadap pendidikan juga diterjemahkan dalam bentuk rencana pembangunan pemerintah. Struktur kurikulum 2004 yang memberikan sks lebih besar pada mata pelajaran matematika. dan sebagainya. Artinya. 43 . Konsekuensi logis dari posisi ini adalah kurikulum membatasi dirinya dan hanya menjawab tantangan dalam kepentingan pengembangan ilmu dan teknologi. ilmu. cinta damai. pengembangan berbagai kualitas bangsa seperti sikap dan tindakan demokratis. kurikulum haruslah memperhatikan permasalahan ini dengan serius dan menjawab permasalahan ini dengan menyesuaikan diri pada kualitas manusia yang diharapkan dihasilkan pada setiap jenjang pendidikan (pasal 36 ayat (2). sains (untuk lebih mendekatkan diri pada istilah yang dibenarkan oleh pandangan esensialis). bangsa atau pun kehidupan global. budaya. Kurikulum 2004 hanya menjawab sebagian (kecil) dari permasalahan yang ada di masyarakat yaitu rendahnya penguasaan matematika dan ilmu alamiah (sains) yang diindikasikan dalam tes seperti TIMMS atau tes seperti UAN. memiliki kebiasaan membaca. Posisi ketiga yaitu kurikulum merupakan "construct" yang dikembangkan untuk membangun kehidupan masa depan sesuai dengan bentuk dan karakteristik masyarakat yang diinginkan bangsa.Pasal ini jelas menunjukkan berbagai aspek pengembangan kepribadian peserta didik yang menyeluruh dan pengembangan pembangunan masyarakat dan bangsa. teknologi dan seni. PPKN/kewarganegaraan. memiliki daya saing. kurikulum yang dikembangkan di Indonesia masih membatasi dirinya pada posisi sentral dalam kehidupan akademik yang dipersepsikan dalam pemikiran perenialisme dan esensialisme. kehidupan agama. Sayangnya. Secara formal. Rencana besar pemerintah untuk kehidupan bangsa di masa depan seperti transformasi dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. Tuntutan dunia kerja yang seharusnya menjadi kepeduliaan besar dalam model kurikulum berbasis kompetensi tidak muncul karena kompetensi yang digunakan kurikulum dikembangkan dari diisplin ilmu dan bukan dari dunia kerja. dan pada gilirannya menjadi tujuan kurikulum.

kerja keras. bersesuaian dengan kaedah pendidikan. identifying desired learning outcomes. Dalam banyak kasus bahkan terlihat bahwa kurikulum pendidikan tinggi tidak juga memperhatikan hal-hal yang berkenaan dengan kualitas kemanusiaan yang seharusnya terkait dengan pengembangan ilmu dan dunia kerja. budaya. ekonomi. Model baru perlu dikembangkan yang lebih efektif. menghormati hak orang lain. hemat. demokratis. Berbagai factor seperti politik. cinta kebersihan. gemar berolahraga. cinta damai. memiliki rasa kebangsaan tinggi. menghargai masa lalu. Jika kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah lebih memberikan perhatian yang lebih banyak pada pembangunan aspek kemanusiaan peserta didik maka kurikulum pendidikan tinggi berorientasi pada pengembangan keilmuan dan dunia kerja. social. curriculum responds to and is changed by social forced. Jika pasal 36 ayat (3) Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 dijadikan dasar untuk mengidentifikasi kualitas minimal yang harus dimiliki bangsa Indonesia maka kurikulum haus mengembangkannya. sosial. 44 . Posisi kurikulum di jenjang pendidikan tinggi memang berbeda dari jenjang pendidikan dasar dan menengah. taat aturan. Kualitas kemanusiaan seperti jujur. teknologi. kreatif. PROSES PENGEMBANGAN KURIKULUM Unruh dan Unruh (1984:97) mengatakan bahwa proses pengembangan kurikulum a complex process of assessing needs. disiplin. and meeting the cultural. gemar membaca. kritis. mengenal lingkungan. ilmu. inovatif.Pertanyaan yang muncul adalah kualitas apa yang harus dimiliki semua manusia Indonesia yang telah menyelesaikan wajib belajar 9 tahun? Ini adalah kualitas minimal dan harus dimiliki seluruh anggota bangsa. menguasai pemanfatan teknologi informasi dan sebagainya maka kurikulum harus mampu mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kualitas tersebut sebagai kualitas dasar atau kualitas minimal bangsa yang menjadi tugas kurikulum SD/MI dan SMP/MTs. Oleh karena itu Olivia (1992:39-41) selain mengakui bahwa pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang kompleks lebih lanjut mengatakan curriculum is a product of its time. dan didasarkan pada kajian keilmuan terutama kajian psikologi mengenai minat/interest sebagai model penjurusan untuk kurikulum SMA. Barangkali untuk itu sudah saatnya konstruksi kurikulum SMA dengan model penjurusan yang sudah berusia lebih dari 50 tahun itu ditinjau ulang. preparing for instruction to achieve the outcomes. . Jika masa depan ditandai oleh berbagai kualitas baru yang harus dimiliki peserta didik yang menikmati jenjang pendidikan menengah maka adalah tugas kurikulum untuk memberikan peluang kepada peserta didik mengembangkan potensi dirinya. Jika mentalitas bangsa Indonesia yang diinginkan adalah mentalitas baru yang religius. and personal needs that the curriculum is to serve. philosophical positions. menghargai prestasi. dan seni di jenjang pendidikan menengah diarahkan untuk persiapan pendidikan tinggi maka kurikulum harus mampu memberi kesempatan itu. produktif. teknologi berpengaruh dalam proses pengembangan kurikulum. Jika penguasaan ilmu. kerja keras. cinta seni. Kedua orientasi ini menyebabkan kurikulum di jenjang pendidikan tinggi kurang memperhatikan kualitas yang diperlukan manusia di luar keterkaitannya dengan disiplin ilmu atau dunia kerja. . disiplin. dan sebagainya terabaikan dalam kurikulum pendidikan tinggi walau pun harus diakui bahwa Kepmen 232/U/1999 mencoba memberikan perhatian kepada aspek ini.

seni. dan diakhiri dengan melihat hasil kurikulum berdasarkan tujuan yang terbatas. dan sebagainya. agama. Dalam model ini kurikulum lebih banyak mengambil posisi pertama yaitu sebagai rencana dan kegiatan. and educational leadership at its moment in history. Pada fase pengembangan ide. karena sifat ilmu yang universal menyebabkan konteks social-budaya tersebut terabaikan. Ide yang dikembangkan pada langkah awal lebih banyak berfokus pada kualitas apa yang harus dimiliki dalam belajar suatu disiplin ilmu. Konsep diversifikasi kurikulum menempatkan konteks social-budaya seharusnya menjadi pertimbangan utama. Masalah yang muncul di masyarakat atau ide tentang masyarakat masa depan tidak menjadi kepedulian kurikulum. it is internal insofar as each of us carries around in our mind's eye models of how the schools should function and what the curriculum should be. Secara singkat dapat dikatakan bahwa dalam pengembangan kurikulum focus awal memberi petunjuk jelas apakah kurikulum yang dikembangkan tersebut kurikulum dalam pandangan tradisional. permasalahan pendidikan hanya terbatas pada permasalahan transfer dan transmisi. Sayangnya. teknologi. Keseluruhan proses pengembangan kurikulum dapat digambarkan sebagai berikut: Dalam proses pengembangan tersebut unsure-unsur luar seperti kebudayaan di mana suatu lembaga pendidikan berada tidak pula mendapat perhatian. modern ataukah romantism. The external environment is full of disparate but overt conceptions 45 . model yang tersedia dan dianggap sesuai untuk suatu kurikulum baru. Padahal seperti dikemukakan Longstreet dan Shane (1993:87) bahwa kebudayaan berfungsi dalam dua perspektif yaitu eksternal dan internal: The environment of the curriculum is external insofar as the social order in general establishes the milieu within which the schools operate. Model pengembangan kurikulum berikut ini adalah model yang biasanya digunakan dalam banyak proses pengembangan kurikulum. accumulating knowledge.psychological principles. Kegiatan evaluasi diarahkan untuk menemukan kelemahan kurikulum yang ada.

S. Columbia University Eggleston. The Sociology of the School Curriculum. rather than by a recognition of our swiftly changing. Local Content Curriculum for SMP.E. Paper presented at International Conference on Issues in Education of Pluralistic Societies and Responses to the Global Challenges Towards the Year 2020. we caught by our own cultural mindsets about what should be. (1996). (1996). (1977). Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum selalu dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat.about what the schools should be doing. DAFTAR BACAAN Darling-Hammond. Unpublished. Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat. Unpublished. current realities. The internal environment is a multiplicity of largely unconscious and often distorted views of our educational realities for. Pencapaian tujuan kurikulum pun diukur dengan keberhasilan lulusan di masyarakat. Garcia. The right to learn and the advancement of teaching: research. Doll. and education. culture. and practice for democratic education. (1996). S. Multicultural Issues and Human Resources Development. (1993). Hasan. Educational Researcher.E. Language. New York and London: Teachers College. Identifikasi masalah dalam masyarakat dan kualitas yang dimiliki suatu komunitas pada saat sekarang dijadikan dasar dalam perbandingan dengan kualitas yang diinginkan masyarakat sehingga menghasilkan harus dikembangkan oleh kurikulum.T.H. Hasan. J. E.H. London: Routledge & Kegan Paul. (1993). 46 . W. A Post-Modern Perspective on Curriculum. 25. Paper presented at UNESCO Seminar on Decentralization. policy. Review of Research in Education. Model kedua yang diajukan dalam makalah ini adalah model yang menempatkan kurikulum dalam posisi kedua dan ketiga. 19:51-98. 6:5-17. L. as individuals.

F. dan Howley. Leonard: Allen & Unwin Pty.F. pendiri Apple Computer) Innovation is change that creates a new dimension of performance (Peter Drucker: Hesselbein. Olivia. (1992).C.Inc. Curriculum Development: Theory into Practice. C.Jacobs. Curriculum. Paradigm. 4th Developing the Curriculum edition. Mereka yang berfikiran sedang membicarakan peristiwa-peristiwa. Berkeley. St. 47 . (1980). (1977). bukan membicarakan fakta-fakta saja. Curriculum. Mereka yang berfikiran sempit membicarakan orang lain (Eleanor Roosevelt. W. M. Curriculum Reform in the Elementary School: Creating Your Own Agenda. M. 1884 – 1962.P. ERIC Digest. A. Gagasan apa saja itu? Tentang program inovatif sekolah. New York and London: Teachers College. New York: Longman Print. New York: Macmillan Publishing Co. mantan first lady AS) Inovasi membedakan antara pemimpin dan pengekor (Steve Jobs. Brown and Company. dan Unruh. Oliver. (1984). Planning. (1999). Klein. Siapa takut? Kita sedang membicarakan ide-ide atau gagasan-gagasan.L. Charting new maps: multicultural education in rural schools. Unruh. New York: Macmillan Tanner. Curriculum Development and Design.2 Lampiran 2: PROGRAM INOVATIF SEKOLAH Oleh Suparlan *) Mereka yang berfikiran hebat membicarakan ide-ide.D. apalagi membicarakan orang lain. ERIC Clearinghouse on Rural Education and Small School. Curriculum: Perspective. 2003) Innovation is the creation of the new or the re-arranging of the old in a new way (Michael Vance) Kita sekarang akan mencoba menjadi orang yang berfikiran hebat. D.G. (1997).. M. Schubert. ED 348196. dan Tanner. P. dalam Contemporary Education: Global Issues and Trends. Ltd.J. (1993). and Possibility. London: The Falmer Press McNeil. Management and Ideology: Key Concepts or Undertanding Curriculum. disunting oleh Eleanor Lemmer. J. California: McCutchan Publishing Corporation 2. (1986). G. (1986).C. A Comprehensive Introduction. Columbia University Marsh.. Sandton:Heinemann Higher and Further Education. Boston: Little.H. (1997). Processes. and Progress. Curriculum Development: Problems.

Gagasan baru itu bisa jadi dari gagasan yang sudah lama. Untuk dapat membangun SDM yang handal. ada kemungkinan mereka juga mengalami kekurangan gizi dan dehidrasi. sebagai ilustrasi. Namun. Padalah dahulu. ketika pembina upacara menyampaikan pidatonya. dan gizi anak-anak kita perlu mendapatkan perhatian kita semua. Innovation is the creation of the new or the re-arranging of the old in a new way (Michael Vance) Tulisan ini akan mencoba membahas tentang program sekolah yang dapat dinilai inovatif. masalah ini terjadi karena banyak anak-anak yang tidak sarapan pagi. sehingga menjadi lebih baik dan bermanfaat. Hal ini sama sekali berbanding terbalik dengan keadaan peserta didik di Negeri Cina. Dengan kata lain. Kondisi ini juga tampak dari Human Development Index (HDI) Indonesia yang berada di bawah Vietnam. Penemuan tentang rendahnya kebugaran jasmani. kita harus malu dengan peringkat ke empat di Pesta Olahraga Asia Tenggara. dalam acara olahraga yang bergengsi ini kita selalu unggul. Setelah lembaga pendidikan keluarga.Benar sekali. maka lembaga pendidikan sekolah harus menjadi tempat yang strategis untuk dapat meningkatkan kompetensi SDM yang handal. kinerja lembaga pendidikan sekolah. Malaysia. Lembaga pendidikan sekolah harus merancang berbagai program yang inovatif. atau ketika bendera merah putih dinaikkan beberapa anak jatuh pingsan. yang kemudian diperbaiki. Boleh jadi semua itu terjadi memang karena dampak negatif dari krisis multidimensional yang masih belum sepenuhnya usai. Bukan hanya itu. Program peningkatan kompetensi SDM secara terencana dan berkelanjutan memang harus dimulai di lembaga pendidikan sekolah. Juga tidak hanya dengan program-program yang biasa. maka sumber masalahnya adalah lembaga pendidikan sekolah. Kita harus melakukan hal yang luar biasa. Bahkan juga ketinggalan dari Vietnam. Memang. sebagaimana juga di sekolah-sekolah lain di tanah air. Peter Drucker menjelaskan kepada kita bahwa inovasi sesungguhnya adalah perubahan yang menciptakan satu dimensi baru kinerja organisasi. gagasan-gagasan yang akan ditulis ini mungkin saja memang bukan benar-benar baru bagi sekolah tertentu. kesehatan. Itu pun sudah dapat disebut sebagai apa yang dikenal dengan inovasi. Para siswa di sekolah yang cukup luas di negeri tirai 48 . kita harus melakukan hal-hal yang inovatif. Dalam hal ini. Dengan demikian. Dalam beberapa kali upacara bendera. gagasan baru juga harus semua komponennya harus baru. Selidik punya selidik. kita tidak bisa hanya melakukan yang biasa-biasa saja. Program Pemberian Susu dan Makanan Tambahan Di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. disempurnakan dengan memperbaiki satu atau beberapa elemennya. Kita telah jauh ketinggalan dari negara Thailand. Namun sekolah yang lain mungkin dapat menjadi sesuatu yang sangat berharga. Pemberdayaan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sungguh. Pemberdayaan KKG dan MGMP harus dapat digunakan sebagai wahana yang efektif untuk dapat meningkatkan kompetensi guru di sekolah. Boleh dikatakan bahwa negara yang lain berebut pada urutan kedua. para siswa harus mengikuti upacara bendera di sekolah. Tapi. banyak orang yang meneropongnya dari faktor kemunduran dunia pendidikan kita.

tetapi harus menyentuh perubahan kebiasaan para penghuninya. misalnya peringatan hari besar nasional dan agama. Sekolah harus memiliki catatan. asupan gizi generasi muda kita masih di bawah rata-rata anak-anak di dunia. Ciptakan kantin sekolah yang hiegenis dengan jenis makanan yang bergizi. atau ”KESEHATAN SEBAGIAN DARI IMAN” dapat diharapkan dapat mengisi nurani anak-anak kita yang masih putih itu. Talent Scouting Bibit Olahraga dan Seni Pembinaan olahraga memang menjadi tugas utama guru olahraga dan keshatan. Dengan catatan ini. Memasang papan bertuliskan ”LINGKUNGAN BEBAS ROKOK” merupakan satu gebrakan yang dapat dilakukan. dan setiap harinya mereka harus melakukan olahraga sesuai dengan hobinya. seperti ”TARUH SAMPAH PADA TEMPATNYA”. Nah apa yang harus diprogramkan oleh sekolah untuk mengatasi itu semua? Pemberian bubur kacang hijau. Hasilnya? Stamina olahragawan dari negeri tirai bambu itu sangat luar biasa. Lomba kebersihan dan keindahan kelas dapat diadakan pada saat momen-momen tertentu. atau peringatan hari lahir sekolah. program pembinaan olahraga secara teroganisasi di sekolah sudah barang tentu menjadi tanggung jawab semua komponen sekolah. Tulisan-tulisan lain. Tetapi. susu. yang dari aspek kesehatan dan gizinya tidak dapat kita pertanggungjawabkan. maka sekolah tinggal 49 . program yang harus dibenahi adalah kantin sekolah. maka masalahnya tidak lain dan tidak bukan adalah karena kecerdasan fisikal generasi muda kita yang masih rendah. pemerintah Amerika Serikat juga telah mengeluarkan program susu sekolah (school milk program). Bahkan pada tanggal 14 Oktober 1940. pencatatan secara rutin rekor olahraga prestasi harus tersedia di sekolah. Jika negeri ini masih juga mengalami masalah mahalnya susu untuk tumbuh kembang anak-anak kita. citakan lingkungan sekolah yang bersih. Termasuk di dalamnya adalah senam dan menari dengan olah tubuh yang penuh dengan rima dan irama itu. rindang. dan indah. nama-nama siswa dengan rekor tertingginya dalam cabang olahraga tertentu. Program 7K perlu digalakkan lagi. Kalau pun negeri kita pada saaat ini masih mengalami kesulitan untuk mencari sebelas pemain sebak bola. Rupanya. Jangan biarkan anak-anak kita membiasakan jajan di tepi-tepi pagar sekolah. Mereka yang suka berolahraga memiliki kecerdasan fisikal atau kecerdasan ragawi atau kecerdasan yang dikenal dengan bodily kinestetics yang tinggi. bukan hanya secara seremonial belaka.bambu itu diwajibkan selalu melakukan olahraga dalam cabang olahraga yang mereka suka. Semua fasilitas olahraga telah disediakan. negeri adidaya Amerika Serikat telah jauh memikirkan pentingnya makan siang anak-anak sekolah melalui program makan siang anak-anak usia sekolah melalui National School Lunch Program Act yang telah ditandatangani oleh Presiden Truman pada tahun 1946. Kedua. Selain itu. karena selalu keok dalam arena pertandingan olah raga yang bergengsi ini. jika ada kegiatan pertandingan olahraga. dan makanan bergizi lainnya secara rutin sudah tentu menjadi kegiatan yang sangat berguna bagi anak-anak kita. Penciptaan Lingkungan Sekolah Yang Sehat Program ini sangat terkait dengan program sebelumnya. atau ”CUCI TANGAN SEBELUM MAKAN”. DPR kita masih sibuk dengan urusan politik ketimbang dengan urusan makan siang anak-anak. Di samping olahgara rekreasi. Pertama.

Jika di lingkungan sekolah ada lahan tidur yang tidak dimanfaatkan oleh yang empunya.memilih mereka untuk dapat mengikuti ajang pertandingan olahraga yang akan diikuti. tetapi sudah bisa dilakukan di SD. sekolah juga dapat membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan program penanaman satu juta pohon. Atau dapat meminta kepada para siswa untuk masing-masing dapat memiliki tanaman kesayangan yang harus dipelihara setiap hari dengan sepenuh hati. Dalam acara tersebut. maka sekolah juga dapat membuat taman sederhana untuk menanam tanaman hias atau tanaman bunga. sekolah dapat menjadi tempat pembibitan olahraga dan seni yang pertama dan utama. Pada waktu itu. (2) rata-rata tinggi dan berat badan anak-anak kelas 5 SD. dan masih banyak yang lain. setiap kelas dapat diminta untuk membikin taman di depan kelasnya masing-masing. maka apa yang dapat dilakukan di tingkat sekolah? Tentu saja pendidikan lingkungan hidup harus menjadi tanggung jawab sekolah. Setelah program ini dilaksanakan. The First Day Festival Ide ini diusulkan oleh seorang guru di suatu sekolah di Amerika Serikat. Padahal obyek penelitian sederhana bagi anak-anak terbentang luas di sekolah dan lingkungannya. di hadapan orangtua dan masyarakat. Jika ada sedikit lahan di depan sekolah. Dampaknya. agar sekolah tidak terasa gersang. para siswa dapat menunjukkan kebolehannya. adalah pertanyaan penelitian sederhara yang dapat dilakukan bukan di SMP. Sejak adanya festival hari pertama sekolah itu. baik dalam bidang akademis maupun nonakademis. orangtua dan masyarakat menjadi lebih memiliki kepercayaan yang tinggi 50 . Topiktopik lainnya misalnya: (1) rata-rata jumlah anak dalam satu keluarga. pelibatan peran serta orangtua dalam penyelenggaraan pendidikan masih menjadi sesuatu yang langka. (3) jarak tempuh anak-anak ke sekolah. Kebun Sekolah dan Penanaman Sejuta Pohon Jika secara internasional isu pemanasan global telah melahirkan Bali Roadmap untuk memecahkan isu tersebut. Namun banyak di antaranya kurang begitu yakin bahwa anak-anak mampu melakukannya. sekolah dapat meminjamnya untuk dijadikan kebun sekolah tempat praktik anak-anak menanam berbagai jenis tanaman. dipupuk. Orangtua dan masyarakat tidak lagi merasa sebagai klien. Selain itu. sebagai contoh. antusiasme orangtua dan masyarakat tibatiba meningkat secara drastis. Sayur apakah yang menjadi kegemaran siswa. sebagai contoh. Disiram. dapat menjadi media untuk menyatupadukan sekolah dengan orangtua dan masyarakat. Program seperti ini dapat berupa program lain yang tidak kalah inovatifnya. tetapi sebagai pemangku kepentingan yang memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan pihak kepala sekolah dan para guru di sekolah. Science-Tech Club Sama dengan talent scouting dalam bidang olahraga. Sebenarnya para guru telah memiliki pengetahuan dan keterampilan praktis dalam penelitian sederhana. Acara tutup tahun sekolah. Dengan demikian. orangtua siswa dan masyarakat merasakan adanya peningkatan keakraban dan kekeluargaan antara sekolah dan orangtua siswa secara luar biasa. dan disiangi kalau ada rumput yang menggangunya. Untuk sekolah yang tidak memiliki lahan yang luas. sekolah juga harus melakukannya untuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pencatatan prestasi olahraga ini dapat dilakukan pada awal tahun pelajaran atau pada saat usai ulangan semester pertama menjelang libur sekolah.

Mudah-mudahan. Sebagai contoh. Untuk itu. yang disusun oleh sekolah bersama dengan pemangku kepentingan. Setidaknya ada tiga 51 . strategi yang umumnya dipilih dengan mengintervensi secara tidak langsung proses belajar-mengajar melalui penerapan kurikulum antikorupsi.3 Lampiran 3: MEMBERANTAS KORUPSI MELALUI KURIKULUM Oleh icwweb Minggu. yakinlah bahwa semua itu dapat dilakukan jika kita memiliki kemauan. Tentu saja berdasarkan kondisi sekolahnya masing-masing. Itu semua dapat dimulai dengan program inovatif yang sederhana. baik yang terkait dengan aspek akademis maupun nonakademis di sekolah. semua itu harus dirancang adalam rencana yang matang. atau sesuatu yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian. dan masih banyak yang lainnya. orangtua dan masyarakat menjadi lebih antusias dalam ikut serta memberikan dukungan dan bantuan terhadap pelaksanaan program-program inovatif sekolah. 22 Desember 2007 2. efektif. dan menyenangkan (PAKEM) dan contextual teaching and learning (CTL) kini menjadi program inovatif di sekolah yang menjadi primadona. Murid atau mahasiswa yang akan menjadi tulang punggung bangsa di masa mendatang sejak dini harus diajar dan dididik untuk membenci serta menjauhi praktek korupsi. semua warga sekolah ingin melakukan sesuatu yang baru. Dampak pengiringnya.com. kegiatan outbond. RPS yang disusun hendaknya memuat program-program inovatif. kreatif. Bahkan lebih dari itu. Dimana ada kemauan di situ ada jalan. semua warga sekolah dan pemangku kepentingan ingin mencoba sesuatu yang tidak biasa. Pendek kata. diharapkan dapat turut aktif memeranginya. dengan program inovatif. Tetapi. program sekolah berwawasan imtaq. Penerapan pembelajaran aktif. Dengan kata lain. yang kalau bisa yang luar biasa.terhadap upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi siswa. Depok. *) Website: www. Yang penting. program sekolah ramah anak. Semua permulaan itu memang sulit. program sekolah yang aman dan nyaman. E-mail: bsuparlan@yahoo. Akhir Kata Masih sangat banyak program inovatif lain yang dapat dilaksanakan oleh sekolah. yang dikenal dengan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). 17 September 2006 12:28:40 Institusi pendidikan diyakini sebagai tempat terbaik untuk menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai antikorupsi. Ingin mencoba sesuatu yang baru. All beginning is difficult. Sulitkah semua itu kita lakukan? Semua itu memang sulit untuk pertama kalinya. dan sudah barang tentu yang tidak memberatkan keuangan orangtua siswa.com.suparlan. Tentu saja.

terlebih dulu mereka yang akan mengajarkan pelajaran antikorupsi mesti mengetahui dan memahami apa yang akan diajarkan. seperti pendidikan agama atau kewarganegaraan. Belajar dari penerapan kurikulum berbasis kompetensi. Jika penekanannya hanya pada sisi pengetahuan. kurikulum tidak akan ada artinya tanpa guru. pelajaran antikorupsi akan mengulangi kegagalan pelajaran pendidikan moral Pancasila beberapa waktu lalu. Sebab. Munculnya terobosan-terobosan baru untuk melawan praktek korupsi. 52 . Alat atau instrumen yang mampu mengukur tingkat kemampuan murid dalam menerapkan nilai-nilai antikorupsi tidak mudah dibuat. bila dibebankan kepada orang tua murid. Batasan ruang kelas harus dihilangkan. Masalahnya. Tapi. Apabila pilihannya dibuat khusus. Catatan kedua berkaitan dengan proses penerapan dan evaluasi. buku teks mata pelajaran yang dianggap relevan otomatis ditambah atau diubah dengan muatan baru mengenai antikorupsi. ada beberapa faktor yang mesti dijadikan sebagai bahan pertimbangan. akan muncul buku teks pelajaran baru mengenai antikorupsi. Berkenaan dengan kejelasan implementasi kurikulum. Namun. Selain itu. Selama ini mereka sudah direpotkan dengan pembelian berbagai jenis buku teks yang mahal. Universitas Katolik Soegipranata. perubahan kebijakan walau kecil. akan berpengaruh pada banyak hal. tapi tingkah laku jauh dari nilainilai tersebut. Banda Aceh. apakah akan memunculkan mata pelajaran khusus atau diintegrasikan dengan mata pelajaran yang memiliki korelasi. seperti penentuan buku teks. setidaknya dibutuhkan pendidikan atau pelatihan. dibutuhkan biaya besar untuk pengadaan buku-buku tersebut. institusi pendidikan seperti sekolah sangat sensitif. Selain itu. malah menambah masalah. akan menemukan kesulitan dalam proses evaluasi. pilihan tersebut menimbulkan beberapa konsekuensi lanjutan. Tapi apa pun pilihannya. kalaupun kemudian ditanggung pemerintah. apabila akan diimplementasikan dalam lingkup luas. bukan mustahil buku teks mengenai antikorupsi justru menjadi lahan baru untuk korupsi. agar bisa diimplementasikan. dari aspek teknis. di antaranya Universitas Islam Negeri. jika memilih diintegrasikan. Sebab. seperti membuat kurikulum antikorupsi. Harus ada kejelasan apakah pelajaran antikorupsi nantinya akan ditekankan pada sisi pengetahuan (kognitif) atau praktek (psikomotorik). mesti disambut positif. jika pengaturannya tidak jelas. Apabila menginginkan hingga tingkatan praktek (psikomotor). Ciputat. Semarang. Untuk itu. Pertama. proses pengajaran dan evaluasi tidak terlalu sulit. siapa yang akan membiayai. waktu dan biaya yang dihabiskan tidak sedikit. Tes yang dilakukan berbeda dari tes pelajaran pendidikan jasmani atau olahraga. Tapi. Sebab. Pengelola sekolah mulai guru hingga kepala sekolah mesti menjadi model bagi murid.perguruan tinggi yang sedang mengembangkan kurikulum tersebut. proses pengajaran antikorupsi tidak bisa dilakukan dengan cara konvensional: guru memberi ceramah di dalam ruang kelas dan sesekali memberi tes. hanya untuk sosialisasi. Sudah tentu. Tapi masalahnya. Murid mampu dengan baik menjawab nilai-nilai luhur pancasila. serta IAIN Arraniry.

kurikulum antikorupsi tidak akan berarti apa-apa. karena memang itu khitahnya. jika praktek korupsi di sekolah juga memiliki korelasi dengan lembaga di atasnya. institusi pendidikan sebagai benteng terakhir tempat menyebarkan nilai-nilai antikorupsi sudah menjadi tempat mempromosikan korupsi.Namun sayang. Selain itu.4 Lampiran 4: APA YANG DIPELAJARI ANAK DI SEKOLAH? 53 . terus mendorong upaya peningkatan kesejahteraan guru atau dosen. setiap hari kepada murid diajarkan nilai-nilai antikorupsi. secara kolektif ataupun perseorangan turut menjadi pelaku. Celakanya lagi. Karena itu. Mulai guru. tapi yang dipraktekkan dalam keseharian guru atau kepala sekolah. dengan beragam faktor penyebab. tapi ketika keluar dari ruang kelas atau malah di dalam kelas. korupsi sudah sangat sistemik. malah tidak sedikit yang aktif menjadi bagian dari rantai korupsi di sekolah. akan ada perlawanan dari orang-orang yang selama ini menikmati keuntungan dari praktek korupsi di institusi pendidikan. Sebab. Kalau itu semua sudah dilakukan. kepala sekolah. Institusi pendidikan seperti sekolah justru menjadi salah satu tempat tumbuh subur praktek korupsi. Kondisi tersebut sangat ironis. Tapi tidak ada pilihan lain. karena itu harus direbut. Institusi pendidikan malah mengajarkan bagaimana cara melakukan korupsi. dan orang tua murid. Berharap banyak pada peranan birokrasi pendidikan pun tidak mungkin. INDONESIA CORRUPTION WATCH/SEKRETARIS KOALISI PENDIDIKAN Tulisan ini disalin dari Koran tempo. dengan latar belakang penyebab serta modus yang berbeda. Mulai mereformasi institusi pendidikan. jika institusi pendidikan seperti sekolah yang akan mengimplementasikan masih belum bersih dari praktek korupsi. dari minimnya kesejahteraan hingga ketimpangan kekuasaan. Tentu saja. tanpa menggunakan kurikulum antikorupsi pun dengan sendirinya sekolah akan menjadi tempat mempromosikan nilai-nilai antikorupsi. kenyataannya tidak demikian. sehingga tidak lagi terjadi ketimpangan kekuasaan antara kepala sekolah. Bukan rahasia lagi. Dengan demikian. Ade Irawan. banyak sekali pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum kurikulum antikorupsi diterapkan. seperti dinas pendidikan. guru. malah pengawas hingga pegawai dinas pendidikan. Upaya untuk membersihkannya jauh lebih berat dibanding menyusun kurikulum antikorupsi. Setidaknya tergambar dari maraknya pungutan yang dibebankan kepada orang tua murid. 16 September 2006 2. Mereka menikmati keuntungan melalui setoran-setoran atau jasa tanda terima kasih. biasanya pelajaran yang paling diingat oleh murid bukan hasil ceramah di ruang kelas. MANAJER DIVISI MONITORING PELAYANAN PUBLIK. mereka menyaksikan bagaimana korupsi dipraktekkan. pegawai tata usaha.

Kalaupun siswa dapat menjawab semua pertanyaan tersebut secara benar sesuai dengan isi bacaan. Tetapi apakah dengan demikian teks boleh dibuat sembarangan tanpa mempertimbangkan logika berbahasa? Perhatikan saja urutan deskripsi peristiwanya. yang biasanya terfokus pada latihan melisankan bacaan mulai dari melafalkan huruf. Kaum ibu membentuk Home Industry atau Industri Rumah Tangga Jika kita masuk ke toko suvenir. kata dan kalimat secara benar. Semua itu hasil dari desa kelahiran ibunya Indri. “Badanmu kotor. Konon sebagian besar remaja bekerja di kota lain. bagaimana kesimpulanmu mengenai hasil perjuangan penduduk.” jawab Cica. yakni bab yang khusus dibuat untuk melatih siswa memahami bacaan. Teks dialog tanpa judul tersebut terdapat dalam buku Aku Cinta Bahasa Indonesia terbitan Tiga Serangkai Solo (2002). Setelah itu pembahasan untuk memahami teks pun selesai. Bersihkan dulu badanmu!” “Ya. Penduduk hanya panen setahun sekali. hampir semua suvenir di sana adalah karya ibu-ibu. Setelah teks.” kata Yuyun. yakinkah kita bahwa mereka telah belajar memahami bacaan secara 54 . Buku ini dimiliki oleh hampir setiap siswa kelas satu di beberapa sekolah dasar di Yogyakarta dan Jawa Tengah yang menjadikan buku ini sebagai buku utama dalam pelajaran Bahasa Indonesia.Cica!” kata Ibu “Ya. Bersih itu sehat. Teks di atas memang dibuat untuk siswa kelas satu SD yang sedang belajar membaca permulaan. Bagi umumnya anak-anak. Jika ada anak usia sekolah berkeliaran pada waktu tersebut. Banyak hal yang dapat mereka kerjakan. logika peristiwa yang lebih mudah dipahami tentunya mencuci cangkir dan piring dilakukan setelah makan.Desember 2004 Cica mencuci cangkir dan piring “Cuci tanganmu sebelum makan. Yun. Bagaimana dengan aktivitas bapak-bapak dan para remaja? Di sana tidak kita jumpai penduduk yang duduk di pojok gang atau di warung kopi. 1. Justru penduduknya tergolong makmur. Teks bacaan ini berada dalam salah satu bab berjudul Membaca Pemahaman. setiap orang wajib menegur. Mereka biasa hidup bersih. bukan sebelum makan seperti pada bacaan di atas. suku kata. Bina Bahasa Indonesia terbitan Erlangga Bandung (2003) terdapat teks bacaan seperti berikut: Wajib Belajar Desa kelahiran orang tua Indri tergolong tandus. Bu. Jika ternyata orang tua atau kakaknya yang menyuruh. Begitu pula kalau kita berbelanja kue-kue tradisional. apa yang dilakukan para remaja. Hasil pertanian penduduk umumnya singkong dan ubi jalar. bukan ketika sedang membaca . diajukanlah pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan isi teks seperti: apa mata pencaharian ibu-ibu. “Coba cari adikmu!” Cica mencari adiknya. Juga lebih mudah dipahami jika badan adik kotor ketika sedang bermain pasir atau tanah. Adik Cica sedang membaca. mengapa penduduk desa makmur. Sementara itu dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas lima SD. pasti mendapat sanksi. Keadaan seperti itu bukan menandakan penduduknya miskin. Kak.Oleh Anis Suryani Artikel. jelas dan lancar. Mereka mengirimkan sebagian gaji ke desa untuk membeli sawah dan menyekolahkan adik-adik mereka. Itu pun kalau ada air hujan.

Sementara teks buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas empat hingga kelas enam. mengepel. Kondisi yang memprihatinkan dari teks-teks bacaan buku pelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya terjadi pada logika berbahasa. dan sebagainya.benar pula? Kita pasti tidak yakin akan keberhasilan pembelajarannya jika teks yang mereka baca adalah teks seperti tersebut di atas. tetapi juga pada pilihan tema.” Dan seterusnya. Dimana ada sawah jika kondisi desa dilukiskan sangat tandus dan hanya bisa menghasilkan singkong dan ubi jika ada hujan ? Teks-teks bacaan yang buruk dalam pengaturan logika berbahasa seperti ini cukup banyak terdapat dalam buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk anak-anak SD. hal 134-135). Bisa kita bayangkan bagaimana canggungnya anak-anak usia 10 tahun kelas tiga SD memainkan peran aparat pemerintahan desa. Sekretaris Desa. Bina Bahasa Indonesia 3A. kerja bakti di kampung. kesiapan Puskesmas. dan kesiapan dapur umum. Tema yang tidak menarik. menanami halaman rumah. transmigrasi. 2000. “Kamu sudah baca pengumuman belum?” “Pengumuman apa? Dimana? Aku belum membacanya tuh. dan dokter Puskesmas. “Selamat pagi Indri”. membuang sampah. Kekacauan logika terlihat mulai dari teks yang tidak memiliki judul. sikat gigi. makan sayur. cara-cara memberantas hama. ekonomi koperasi. tidak menumbuhkan minat seperti ini menjadi semakin membosankan karena dibahas berulang-ulang. “Selamat pagi Firman”. krisis moneter. kalimat-kalimat dalam alinea yang tidak padu. Teks berisi tanya jawab antara ketiga tokoh seputar kondisi pengungsi. teks dialog ini harus diperagakan sebagai permainan peran. Penerbit Erlangga. sementara sebagian besar teks membahas industri rumah tangga ? Lalu jika kita perhatikan kalimat pada alinea terakhir. perlu dipertanyakan dimana kita bisa temukan gagasan pokok yang dimaksud oleh judul yakni wajib belajar. Teks bacaan dan dialog dengan kualitas seperti ini umumnya teks yang dibuat sendiri oleh penulis buku yang biasanya adalah para guru atau sarjana ilmu pendidikan. Salah satu contoh teks berisi tema program pemerintah adalah teks dialog bejudul Posko Korban Banjir dalam buku pelajaran bahasa Indonesia untuk siswa SD kelas tiga. Apalagi kondisi di lapangan memperlihatkan kecenderungan guru-guru juga terbatas wawasannya mengenai program-program pemerintah tersebut. dan sebagainya. Teks dialog penuh dengan tanya-jawab basa-basi tak bermakna. Dengan mempertimbangkan logika bahasa yang baik atas sebuah teks. Tema kebersihan dan kesehatan mulai dari mandi. menyapu. alinea yang tidak jelas gagasan utamanya. pemberantasan nyamuk. perlindungan tenaga kerja. Latar belakang dialog adalah rapat di Balai desa. judul yang kurang menggambarkan isi teks. “mereka mengirimkan sebagian gaji ke desa untuk membeli sawah…?” . sawah mana yang dibeli? Sebuah kalimat yang kontradiktif dengan deskripsi pada alinea pertama. sarat dengan tema program pemerintah dan konsep-konsep yang terlalu kompleks untuk diajarkan kepada anak-anak sekolah dasar seperti urbanisasi dan gerakan kembali ke desa. tokoh yang diperankan adalah Kepala Desa. (Tim Bina Karya Guru. Dengan maksud menanamkan kesan dan makna kepada siswa. Teks bacaan dengan tema seperti itu disajikan dengan bahasa penyuluhan sehingga tidak menimbulkan kesan yang bermakna bagi siswa. muncul berkali-kali dalam banyak bacaan terutama untuk siswa kelas satu sampai kelas tiga. tentulah timbul pertanyaan. Terbayang pula bagaimana repotnya guru-guru memandu siswa masuk ke suasana rapat desa yang menjadi 55 .

Ketergantungan ini mematikan daya kritis guru terhadap kualitas isi buku pelajaran. Berbagai jenis mata pencaharian disebutkan bagai sebuah daftar jenis pekerjaan. “Bekerja” yang merupakan aktivitas ekonomi produksi.Tetapi kenyataannya tidaklah demikian. siswa diminta menyebutkan nama tokoh. Apa yang digambarkan oleh buku-buku pelajaran IPS kelas 3 SD tentang lingkungan tetangga ? Keadaan wilayah RT yang satu mungkin berbeda dengan keadaan wilayah RT yang lain. ada kecenderungan yang memprihatinkan yakni ketergantungan guru yang sangat tinggi terhadap buku pelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas. (IPS Terpadu Kelas 3 SD. Penduduk kota sebagian besar bekerja sebagai pegawai negeri. Anak-anak mulai mempelajari konsep-konsep ilmu sosial pada saat duduk di kelas 3 SD. tiba-tiba lembaga administratif itu dihubungkan dengan kondisi geografis yang secara konsep berbeda konteksnya. Buku pelajaran adalah media pembelajaran yang paling umum dipakai di sekolah-sekolah di Indonesia. Setelah teks. buku pelajaran memulainya dengan menyebutkan jenis-jenis mata pencaharian. menyempit maknanya menjadi sekedar jenis pekerjaan. 2000). kemudian lingkungan sekolah. pegawai perusahaan swasta dan perusahaan daerah. sebagian besar guru memiliki minat baca yang rendah sehingga sulit bagi mereka untuk berkreasi 56 . lingkungan tetangga sekitar dan seterusnya. dari sebuah peristiwa rapat di Balai Desa yang berlangsung datar-datar saja tanpa dinamika. ada yang di tanah berbukit. Pertama. Kedua. Tim Bina Karya Guru Penerbit Erlangga. misalnya dengan memberikan bahan bacaan lain yang lebih baik atau menyusun sendiri bahan bacaan yang diperlukan. hingga provinsi. Kelurahan. beternak.konteks dialog itu. Dari pengalaman penulis bergaul dengan para guru sekolah dasar dan mengamati keseharian mereka dalam mengajar siswa. Tanpa ada penjelasan yang memadai mengenai lembaga RT. Wilayahnya terdiri atas tanah datar dan rata. sebagian besar guru tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai teks yang baik. dan tanpa pelukisan karakter tokoh-tokohnya? Kesan dan makna apa yang bisa diharapkan muncul dari anak-anak kelas tiga SD dari bacaan dan dialog dengan tema yang sama sekali tidak mengundang minat semacam ini? Contoh-contoh di atas memperlihatkan kepada kita bahwa materi pembelajaran bahasa di kalangan siswa sekolah dasar sulit diharapkan dapat berperan dalam meletakkan bahasa sebagai sarana berolah pikir dan sarana ekspresi. Ada wilayah RT yang terletak di tanah datar. Mata pencaharian penduduk desa bertani. Di sana tidak ada bukit. RW. Juga tidak ada sungai yang mengalir. Ketergantungan terjadi karena beberapa faktor. Konsep “bekerja” itu sendiri tidak banyak mendapat porsi dalam penjelasannya. berkebun. Wilayah RT di daerah perkotaan umumnya terletak di atas tanah datar. Dalam memperkenalkan konsep-konsep ekonomi. Wilayah RT 06/ RW 03 terletak di daerah perkotaan. Jika isi buku pelajaran kondisinya sangat buruk. Bagaimana mungkin siswa dapat menggambarkan sifat tokoh dari dialog singkat tidak lebih dari 25 kalimat. Wilayah RT yang terdapat di daerah pedesaan sebagian terletak di atas tanah berbukit. Diawali dengan mengenal lingkungan keluarga. Dua alinea di atas membuka pembahasan mengenai lingkungan RT. Tidak ada gambaran yang memadai mengenai proses. Penduduk daerah pantai bermatapencaharian sebagai sebagai nelayan. Peran Guru Deskripsi isi buku di atas hanya merupakan cuplikan kecil saja dari seluruh isi buku pelajaran yang dipakai anak-anak di sekolah dasar. Deskripsi menjadi lebih kacau dengan kalimat: tidak ada bukit dan tidak ada sungai di perkotaan. kita tentu berharap guru dapat berperan menutup kelemahannya. sifat-sifat mereka dan alasan mengapa menyebutkan sifat itu.

Kondisi menjadi lebih parah karena waktu di luar jam sekolah lebih banyak digunakan para guru untuk memberikan les privat dalam rangka menyiasati pendapatan yang rendah. Sekitar 37. Hasil penelitian yang dilakukan Tim Program of International Student Assessment (PISA) Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas menunjukkan kemahiran membaca anak usia 15 tahun di Indonesia sangat memprihatinkan.menyusun sendiri bahan pelajaran untuk siswa. Wacana guru dan siswa akhirnya hanya berkembang sebatas apa yang ada di buku pelajaran. Ketiga. Lemlit UT). Karena wawasan yang terbatas mengenai bahan yang diajarkan. Kebiasaan menghafal menumpulkan daya nalar dan kreativitas dalam memecahkan masalah dan menghasilkan karya cipta. Dana untuk buku tidak ada. sangat tidak mendukung perkembangan kemampuan literasi dan pemahaman siswa. Yang terjadi kemudian. Suparti dkk tentang persepsi guru terhadap penggunaan buku teks Bahasa Indonesia SD di Kabupaten Jombang. padahal keingintahuan adalah kunci dari eksplorasi dalam perkembangan ilmu. tetapi belum tentu paham apa yang membuat para pahlawan memberontak. lebih penting bagi guru adalah menyelesaikan pembahasan materi yang ada di dalam buku pelajaran tepat pada waktunya. para guru lebih menyoroti kualitas gambar yang kurang menarik.” kata seorang guru PPKn (pendidikan kewarganegaraan) kepada siswa-siswa kelas enam. Membaca buku yang tidak menarik dan sulit dicerna isinya. Maret 2002.8 persen hanya bisa mengaitkan teks yang dibaca dengan satu informasi pengetahuan (Kompas 2 Juli 2003). daripada kualitas teks.3 No 1. Buku 57 . atau buku pelajaran yang diterbitkan oleh penerbit lain yang isinya nyaris sama. Ini menunjukkan bahwa kemampuan analisa anak-anak sangat rendah akibat tidak berkembangnya logika berpikir. Banyak penelitian mengungkapkan.6 persen hanya bisa membaca tanpa bisa menangkap maknanya dan 24. Dalam hal persepsi terhadap isi buku. (Jurnal Pendidikan Vol. Yang kemudian dilakukan akhirnya hanya menghafal saja isi buku. Kalau bisa lebih cepat sehingga lebih banyak waktu bisa dicurahkan untuk mengajak siswa berlatih mengerjakan soal. akses mereka terhadap bahan bacaan sangat terbatas. Latihan-latihan soal juga harus dikerjakan. perpustakaan sekolah tidak tersedia dan sekolah tidak punya referensi bacaan yang memadai selain koran. buku dianggap sudah lengkap mewakili konten kurikulum dan organisasi materi sehingga mereka seringkali merasa kurang aman kalau tidak mengikutinya. Bagi umumnya guru. (Hilum. 1989). menjadi beban berat bagi anak-anak. Hafalkan jawabannya. Ibu kan sudah berkali-kali mengingatkan soal-soal itu nanti pasti keluar waktu ujian. Soal-soal pun diambil dari buku pelajaran itu lagi. Kondisi kurang kritisnya guru terhadap kualitas teks antara lain juga tampak pada hasil penelitian staf pengajar FKIP Universitas Terbuka. Seorang anak bisa saja hafal nama tokoh pahlawan dan tahun kejadian. kesulitan paling besar yang dhadapi siswa dalam memecahkan soal matematika berbentuk cerita adalah dalam membuat model atau memetakan masalahnya dan membuat kalimat matematika. Penghafalan juga mematikan rasa ingin tahu. Sangat menyedihkan mengingat kemampuan membaca dan menulis merupakan kompetensi paling dasar yang dibutuhkan seseorang untuk mengembangkan pengetahuan dan meraih kompetensi yang lain. 1997). Kebiasaan menghafal diperkuat oleh dorongan yang diberikan para guru. (Arsyar. guru juga selalu mendorong anak-anak untuk menghafal saja apa yang ada di buku. “Jangan cuma dibaca teksnya. melawan dan berjuang. Dampak pada Anak-anak Kualitas isi buku yang rendah ditambah dengan kemampuan guru yang kurang memadai.

Definisi kurikulum beragam. Tujuan pendidikan sekolah lebih luas dan kompleks karena dituntut selalu sesuai dengan perubahan. perkembangan ilmu pengetahuan. Dapat dikatakan. Hal ini terjadi kemungkinan disebabkan oleh pertama. penyusunan kurikulum harus mempertimbangkan berbagai macam aspek seperti perkembangan anak. tidak memerlukan perencanaan karena tujuannya adalah mewariskan nilai dan tradisi. Jakarta: Proyek Pengembangan LPTK Ditjen PT Departemen P&K. Materi pendidikannya relatif tetap dari satu generasi ke generasi berikutnya. Namun para ahli pendidikan saat ini mendefinisikan kurikulum secara lebih luas. Konsep kurikulum adalah konsep pendidikan moderen. Kompas (2003). dalam hal ini Pusat Kurikulum. buku pelajaran mencerminkan kurikulum. Pustaka Arsyar. Konsep kurikulum tidak dikenal dalam pendidikan tradisional yang ada di masyarakat. buku pelajaran memang harus memenuhi validitas kurikuler yakni disusun sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan. kurikulum didefinisikan sebagai “a plan for learning”. Karena harus selalu relevan dengan perubahan masyarakat. Pendidikan formal sekolah memerlukan kurikulum karena tujuan pendidikannya bukan sekedar mewariskan pengetahuan dan ketrampilan secara turun temurun kepada anak-anak. baik sosialisasi maupun pendidikan agama atau pendidikan ketrampilan. Kurikulum harus selalu diperbarui sejalan dengan perubahan itu. Kemahiran Baca di Indonesia Menyedihkan. Niels (2001).pelajaran sejarah hanya memuat nama tokoh. Kondisi materi buku pelajaran yang memprihatinkan seperti digambarkan di atas. tanpa memberi penjelasan logis latar belakang terjadinya peristiwa-peristiwa itu. urut-urutan kejadian. visi dan tujuan pendidikan belum dirumuskan secara jelas sehingga menimbulkan kebingungan dalam menerjemahkannya ke dalam strategi dan program. (2 Juli 2003) Mulder. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. Yogyakarta: Kanisius Nasution. S (1986). kelemahan manajemen perencanaan di tingkat operasional. Mohammad (1989). Kurikulum dan Pendidikan Tradisional Sebagai salah satu media pembelajaran. Ketiga. Dalam arti sempit. Kedua. menunjukkan betapa kurikulum pendidikan sekolah yang ada saat ini belum disusun dan direncanakan dengan baik. Buku Pelajaran. Bandung: Jemmars 58 . Pendidikan tradisional tidak memerlukan kurikulum. dan digunakan oleh mereka yang memperoleh pendidikan Barat. perkembangan kebutuhan masyarakat dan lapangan kerja dan sebagainya. masih kuatnya pengaruh sistem pendidikan tradisional yang cenderung tidak responsif terhadap perubahan membuat sistem pendidikan sekolah cenderung hanya mengadopsi aspek formalitasnya sementara esensi sistem yang bersifat dinamis belum terbentuk. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan.tahun kejadian. kurikulum harus disusun secara strategis dan dirumuskan menjadi program-program tertentu. Jika kondisi buku pelajaran sekolah anak-anak sangat memprihatinkan seperti terpapar di atas. Indonesian Images. bagaimana dengan kurikulum pendidikan kita ? Kurikulum di Indonesia baru mulai populer pada tahun 1950an. sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh anak-anak di sekolah. pendidikan formal sekolah. Asas-asas Kurikulum. yakni semua pengalaman dan pengaruh yang diperoleh anak di sekolah.

James P ed.Hilum. Yogyakarta: Adicita Shaver. Supriadi. Skripsi S1 FMIPA IKIP Yogyakarta. Anatomi Buku Sekolah di Indonesia. Rium (1997). Pengaruh Kemampuan Memecahkan Masalah-masalah cerita dalam aljabar terhadap prestasi siswa. Dedi (2001). Handbook of Research on Social Studies Teaching and Learning. 59 . (1991). New York: National Council for the Social Studies.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful