MODUL KURIKULUM DAN PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN

Oleh: Drs. Suparlan, M.Ed

Semester: II (kedua) SKS: 2 (dua)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TAMA JAGAKARSA Jalan Letjen TB Simatupang Nomor 152 Tanjung Barat, Jakarta Selatan 12530 Telepon: (021) 7890965, 7829919, 78831838, 7890634 Fax: (021) 7890966

Daftar Isi
1. Pengantar..........................................................................................................................5 2. Kompetensi.......................................................................................................................6 3. Tujuan Pembelajaran........................................................................................................6 4. Kegiatan Pembelajaran .................................................................................................6 4.1. Rincian Materi Pembelajaran........................................................................................6 4.2. Uraian Materi Pembelajaran dan Beberapa Contoh..................................................7 0.1 Tes Formatif Untuk Masing-masing Pertemuan.......................................................30 0.2 Umpan Balik..............................................................................................................35 1 Referensi...........................................................................................................................35 2 Lampiran...........................................................................................................................36 2.1 Lampiran 1:...............................................................................................................36 2.2 Lampiran 2:...............................................................................................................47 2.3 Lampiran 3:...............................................................................................................51 2.4 Lampiran 4:...............................................................................................................53

2

3

kami menyadari bahwa penyusunan modul menjadi satu keniscayaan... Suparlan.. Kami berharap rintisan penulisan modul bagi mahasiswa ini segera dapat diikuti oleh para dosen lain di seluruh universitas yang kita cintai ini. selain materi kuliah yang telah dirinci dalam 16 (enam belas) kali pertemuan dalam satu semester.. .. Tes ini disusun pula untuk setiap kali pertemuan sebagai ter formatif yang harus dijawab oleh mahasiswa.. Sebagai dosen yang mengajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.. M. modul ini diharapkan juga dapat menjadi media promosi bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti kuliah di universitas ini. Salah satu di antaranya adalah meningkatkan kemampuan dosen yang dapat menghasilkan produk ilmiah berupa tulisan yang dimuat di berbagai media massa. Selain itu. Amin. yang mahasiswanya banyak yang berasal dari para guru dan calon guru yang sedang mengajar di sekolahnya. Semakin banyak warga masyarakat yang akan memasuki universitas ini.. atau bahkan diterbitkan dalam bentuk modul atau pun buku ilmiah... semakin besarlah nama baik universitas ini... Mengapa? Karena modul menjadi sumber belajar yang sangat diperlukan. Oleh karena itu. Apalagi. 20 Mei 2009 Rektor. Upaya Drs.. dan kemudian didiskusikan dalam pertemuan berikut sebagai appersepsi di awal perkuliahan berikutnya.. Sambil melaksanakan tugas mengajar. Dengan demikian. masih banyak hal yang harus dilakukan untuk universitas ini. Jakarta. secara bertahap universitas ini diharapkan akan mengganti label dari universitas yang sedang berkembang menjadi universitas dapat berdiri sejajar dengan universitas-universitas yang maju di negeri tercinta ini. kita menyadari sepenuhnya bahwa Universitas Tama Jagakarsa termasuk adalah universitas yang masih sedang berkembang.... 4 ..Ed untuk menulis dan menerbitkan modul untuk mata kuliah yang diampunya patut mendapatkan sambutan kita semua. para mahasiswa dapat belajar secara mandiri dengan membaca modul ini..Kata Sambutan Ibarat sebuah negara. di dalam modul ini juga disertai pula dengan tes yang harus dikerjakan oleh mahasiswa..

Pembelajaran merupakan pelaksanaannya. termasuk di dalamnya penguasaan terhadap hal-hal yang terkait dengan kurikulum. Maka prasyarat utama yang harus dipenuhi bagi berlangsungnya proses belajar-mengajar yang menjamin optimalisasi hasil ‘pembelajaran’ secara kurikuler ialah tersedianya guru dengan kualifikasi dan kompetensi yang mampu memenuhi tuntutan tugasnya (Fuad Hassan. guru pun tidak akan mempunyai bahan ajar yang akan diajarkan kepada peserta didik. Kompetensi pedagogis adalah kompetensi yang terkait dengan penguasaan guru tentang teori belajar mengajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. Ada tiga komponen utama dalam sistem pendidikan nasional. dan (3) kompetensi profesional. Kompetensi profesional adalah kompetensi yang terkait dengan penguasaan disiplin ilmu atau mata pelajaran yang akan diajarkan. Upaya peningkatan mutu pendidikan tidak akan berhasil tanpa melalui jalan dan upaya peningkatan mutu pendidiknya. yaitu: (1) kompetensi pedagogis. para calon guru harus memiliki pemahaman yang mendalam bahwa guru mempunya posisi sentral dalam sistem pendidikan nasional. guru yang dihasilkan dari lembaga pengembangan tenaga kependidikan (LPTK) ini adalah guru yang profesional. (2) guru. Tanpa guru para siswa juga tidak akan dapat secara optimal belajar. para guru dan calon guru harus memiliki empat standar kompetensi guru. khususnya kompetensi pedagagogis dan kompetensi profesional. (3) kompetensi sosial. Dengan demikian. yaitu: (1) peserta didik. Tanpa peserta didik. dan (3) kurikulum. guru tidak akan dapat melaksanakan proses pembelajaran. Antara kurikulum dengan pembelajaran ibarat dua sisi mata uang. Pengantar ”Jalan terpenting untuk mempertinggi mutu sekolah-sekolah itu ialah mempertinggi mutu pendidiknya”. Muhammad Yamin kepada para kita semua. Kurikulum adalah konsepnya. Dalam proses belajar mengajar. Di samping itu. ketiga komponen tersebut mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi salah satu bekal bagi para calon guru agar memiliki kompetensi yang memadai. Mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran ini mencakup dua hal penting: 5 . mustahil sesuatu sistem pendidikan berikut acara kurikulernya dapat mencapai hasil sebagaimana diharapkan. khususnya yang mengurus tentang pendidik dan tenaga kependidikan. tanpa kehadiran salah satu komponen tersebut. proses interaksi edukatif tidak akan terjadi. Kompas. Untuk dapat meningkatkan profesionalisme guru dengan baik. Pesan itu terutama ditujukan kepada penanggung jawab dunia pendidikan. Dengan demikian. Tanpa guru yang dapat dijadikan andalannya. (2) kompetensi kepribadian. Tapa kurikulum. Demikianlah pesan Mr.1. 28 Feburari 2000).

dan (2) pengembangan materi pembelajaran dan penerapannya dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Menjelaskan tentang filosofi dan definisi kurikulum. Kompetensi Setelah mengikuti kegiatan perkuliahan dalam mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran.(1) kurikulum. Menjelaskan RPP. Memahami hubungan antara kurikulum. 3. Menjelaskan pengertian etimologis kurikulum. 11. Memahami pengertian kurikulum. 3. 2. 10. dan tujuan pendidikan. 4. 12. Menyebutkan dua dokumen KTSP.1: Rincian Materi Pembelajaran Pertemuan I II Materi pembelajaran Informasi Mata Kuliah Pengertian Etimologis Kurikulum 6 . Memahami sejarah perkembangan kurikulum di Indonesia. Menjelaskan hubungan antara kurikulum. 7. Menjelaskan perkembangan kurikulum di Indonesia 8. 5. 9. pengajaran. pembelajaran. Memahami proses pengembangan kurikulum. 13. Memahami macam-macam kurikulum. 6. Menjelaskan proses pengembangan kurikulum dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pengembangan kurikulum. 8. 6. Menjelaskan beberapa macam kurikulum. 5. Memahami definisi kurikulum. 2. 4. Memahami Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). dan tujuan pendidikan. 4. diharapkan mahasiswa dapat memiliki kompetensi sebagai berikut: 1. Memahami silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Kegiatan Pembelajaran 4. Menyebutkan komponen utama kurikulum. 9. 7.1. Menjelaskan silabus. Menjelaskan KTSP. Memahami komponen utama kurikulum. Menyusun RPP. 2. Tujuan Pembelajaran 1. 3. Rincian Materi Pembelajaran Mata kuliah ini disampaikan kepada mahasiswa dalam 16 kali pertemuan dengan rincian materi pembelajaran dalam tabel berikut: Tabel 4. Menyusun silabus.

mahasiswa harus melaporkan tentang buku referensi apa yang dimilikinya. istilah kurikulum pada awalnya berasal 7 .2. 4. Pertemuan ini seluruhnya dilakukan dengan cara pemberian informasi dialog antara dosen dengan mahasiswa. Dengan demikian. Beberapa butir kontrak perkuliahan antara lain dapat disepakati sebagai berikut: 1. Filosofi dan Definisi Kurikulum Komponen Kurikulum Hubungan Kurikulum. 7. 3.memiliki satu buku referensi yang disebutkan dalam modul ini. 5. Pertemuan II: Pengertian Etimologis Kurikulum Secara etimologis.paling tidak --. 2. dan ”curere” yang artinya ”tempat berlari”. yang mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari mulai dari garis start sampai dengan finish. Mahasiswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM) harus mengikuti remedial teaching atau pembelajaran remedial tentang materi yang masih kurang tersebut. Dengan demikian. Untuk itu. Tugas mandiri yang harus dikerjakan oleh mahasiswa harus segera diserahkan kepada mahasiswa sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. kurikulum berasal dari kata dalam Bahasa Latim ”curir” yang artinya pelari. agar secara dini mahasiswa dapat mengetahui apa saja yang akan dipelajari selama satu semester.III IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI 4. 6. Setiap mahasiswa juga harus --. dan Tujuan Pendidikan Macam-macam Kurikulum Proses Pengembangan Kurikulum UTS (Ujian Tengah Semester) Perkembangan Kurikulum Di Indonesia KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan): Dokumen I KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan): Dokumen II Silabus Praktik Penyusunan Silabus RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Praktik Penyusunan RPP UAS (Ujian Akhir Semester) Uraian Materi Pembelajaran dan Beberapa Contoh Pertemuan I: Informasi Mata Kuliah Dalam pertemuan ini mahasiswa akan menerima fotokopi hand out silabus mata kuliah atau modul ini sekaligus. Pembelajaran. Setiap mahasiswa wajib memilik i modul ini. Dosen harus mengoreksi dan mengembalikan tugas mandiri kepada mahasiswa. mahasiswa diharapkan dapat memperoleh bahan lain untuk lebih memperkaya pengetahuan dan pemahamannya terhadap materi kuliah ini.

. builds its curriculum with great participation of national academic subject groups selected by the United States Department of Education. agar kelak sukses setelah menjadi dewasa. In formal education or schooling (cf. Curriculum means two things: (i) the range of courses from which students choose what subject matters to study. National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) for mathematical instruction. Lebih dari itu. has its roots in the Latin word for race-course. buku teks pertama yang diterbitkan tentang mata kuliah itu pada tahun 1918. serta pengalaman yang secara sungguh-sungguh diarahkan untuk mencapai tujuan pembentukan warga masyarakat orang dewasa. explaining the curriculum as the course of deeds and experiences through which children become the adults they should be. Sebagai tanda atau bukti bahwa seseorang 8 . and (ii) a specific learning program. Furthermore. the curriculum encompasses the entire scope of formative deed and experience occurring in and out of school. experiences that are unplanned and undirected. and experiences intentionally directed for the purposeful formation of adult members of society (www. course work. kurikulum merupakan keseluruhan kegiatan dan pengalaman yang diperoleh di dalam dan di luar sekolah. sebagai satu gagasan. the curriculum collectively describes the teaching. In the latter case.e. In the U. Each state. memiliki akar kata Bahasa Latin “race course” (tempat berlari). In Australia each state's Education Department establishes curricula.S. for success in adult society. Pengertian tersebut kemudian digunakan dalam dunia pendidikan. Secara terminologis. a curriculum is the set of courses. and assessment materials available for a given course of study. education). establishes the curricula taught. yang menjelaskan bahwa kurikulum sebagai mata pelajaran dan pengalaman yang harus diperoleh anak-anak sampai menjadi dewasa. kutipan tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut: “Di dalam The Curriculum. istilah kurikulum yang digunakan dalam dunia pendidikan mengandung pengertian sebagai sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa untuk mencapai satu tujuan pendidikan atau kompetensi yang ditetapkan. pengalaman yang direncanakan dan yang tidak direncanakan.dari dunia olah raga pada zaman Romawi kuno di Yunani.wikipedia. and content offered at a school or university. with the individual school districts. Secara bebas. UNESCO's International Bureau of Education has the primary mission of studying curricula and their implementation worldwide. John Franklin Bobbit mengatakan bahwa kurikulum. John Franklin Bobbitt said that curriculim. the National Curriculum for England in English schools). A curriculum may be partly or entirely determined by an external. learning. dengan pengertian sebagai rencana dan pengaturan tentang sejumlah mata pelajaran yang harus dipelajari peserta didik dalam menempuh pendidikan di lembaga pendidikan.com). each state. In The Curriculum. however. the first textbook published on the subject. and not experiences occurring in school. as an idea. dan kemudian diadopsi ke dalam dunia pendidikan.g. authoritative body (i. e. in 1918.

dapat diambil dua butir kesimpulan bahwa (1) definisi kurikulum berasal dari dunia olah raga. K = Σ MP + K + SS + TP. Engkoswara. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran dan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan sekolah yang harus ditempuh oleh peserta didik. (2) definisi kurikulum senantiasa mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. 3. logika. aliran perenialisme menitikberatkan pada tradisi intelektualitas Bangsa Barat. K = -------------. dan bahasa-bahasa modern. Prof. retorika. artinya kurikulum adalah jarak yang harus ditempuh oleh pelari. dari Tanner dan Tanner. H. sementara aliran esensialisme mengutamakan disiplin akademis yang lebih luas seperti Bahasa Inggris. K = Σ MP. M. 1980: 104). sejarah. dan ”transfer of culture” atau alih kebudayaan (Said Hamid Hasan. Sedangkan perbedaannya. Persamaan kedua aliran tersebut sama-sama mengagungkan keunggulan akademis dan intelektualitas. sains. sehingga dapat diketahui formula yang membentuk definisi kurikulum tersebut. guru besar Universitas Pendidikan Indonesia telah mencoba untuk merumuskan perkembangan pengertian kurikulum tersebut dengan menggunakan formulaformula sebagai berikut: 1. seperti membaca. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik. dan kemudian digunakan dalam dunia pendidikan. Dr. ”content” atau isi. Kedua. Pertama. dan matematika. K = Σ MP + KK. 4. 9 . Untuk memahami makna definisi kurikulum biasanya perlu dilakukan analisis makna unsur-unsur definisi kurikulum. yang kalau dipelajari secara mendalam ternyata dipengaruhi oleh filosofi atau aliran filsafat tertentu. Pengertian kurikulum mengalami perkembangan selaras dengan perkembangan masyarakat dan ilmu pengetahuan itu sendiri. matematika. Pertemuan III: Filosofi dan Definisi Kurikulum Dewasa ini terdapat banyak sekali definisi kurikulum. 2. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran dan kegiatan-kegiatan dan segala sesuatu yang yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau sekolah. Dari ke empat formula definisi kurikulum tersebut. mulai dari definisi yang amat sederhana menjadi definisi yang sangat kompleks. pakar kurikulum yang beraliran perenialisme mendefinisikan kurikulum sebagai ”subject matter” atau mata pelajaran.peserta didik telah mencapai standar kompetensi tersebut adalah dengan sebuah ijazah atau sertifikat yang diberikan kepada peserta didik.Ed. pakar kurikulum yang menganut aliran essesialisme mendefinisikan kurikulum sebagai ”academic exellence” atau keunggulan akademis dan ”cultivation of intellect” atau pengolahan intelek.

1: Beberapa Definisi Kurikulum No.tetapi juga untuk memenuhi tuntutan perubahan masa sekarang dan masa depan. eksistensialisme. A structural series of intended kearning outcomes. Menurut aliran rekonstruksionisme. Krug (1957) Beauchamp (1972) 5 6 7 8 9 10 Saylor dan Alexander Hilda Taba Johnson J.F. kurikulum tidak hanya berfungsi untuk melestarikan budaya atau apa yang ada pada saat sekarang tetapi juga membentuk apa yang akan dikembangkan di masa depan. A curriculum is a written document which may contain many ingredients. “The total effort of school to going desired outcomes in school and out school situations”. bukan hanya "adjusting. A curriculum consists of the means used to achieve or carry out given purposes of schooling. Menurut McNeil (1977: 19). Instead. McNeil menjelaskan bahwa: Social reconstructionists are opposed to the notion that the curriculum should help students adjusts or fit the existing society. Curriculum is all of the experiences children have under the guidance of teachers. Di samping itu ada kelompok aliran progresif. they conceive of curriculum as a vehicle for fostering critical discontent and for equipping learners with the skills needed for conceiving new goals and affecting social change. Curriculum is a plan for learning. Beberapa definisi kurikulum dapat disebutkan dalam tabel sebagai berikut: Tabel III. for success in adult society. eksperimentalisme. has its roots in the Latin word for race-course. 1918 Definisi Curriculum.Kedua aliran tersebut termasuk kelompok aliran konservatif. mending or reconstructing the existing conditions of the life of community". yang lebih memandang kurikulum --. kurikulum berfungsi untuk membentuk masa depan atau "shaping the future". Curriculum is a plan for learning. whether it is carried on in groups or individually. Curriculum is all of the experiences children have under the guidance of teacher Curriculum is a plan or program for all experiences when the learner encounters under the 10 2 3 4 5 Hilda Taba (1962) Caswell and Campbell (1935) Edward A. All the learning which is planned or guided by school. as an idea. dan rekonstruksionisme.bukan hanya untuk meneruskan tradisi intelektualitas masa lalu --. 1 Pakar John Franklin Bobbit. explaining the curriculum as the course of deeds and experiences through which children become the adults they should be. inside of or outside the school. Termasuk kelompok aliran progresif adalah aliran romantis naturalisme. but basically it a plan for the education of pupil during their enrollment in given school. Kerr (1972) Caswell and Campbell Oliva (2004) .

1976:10). Ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah dokumen tertulis yang berisikan berbagai komponen sebagai dasar bagi guru untuk mengembangkan kurikulum guru (Zais. kelompok yang mendefinisikan bahwa kurikulum adalah a plan for subsequent action.11 Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (pasal 1 ayat 19) direction of the school. Alexander. kita dapat menyimpulkan bahwa kurikulum itu terdiri dari beberapa komponen utama: 11 . Kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Pertemuan IV: Komponen Kurikulum Pada pertemuan sebelumnya telah dipelajari bahwa untuk memahami kurikulum kita dapat membedah definisi kurikulum ke dalam unsur-unsur kurikulum. George Beauchamp (1972) sendiri mencoba mengelompokkan definisi kurikulum dalam tiga kelompok. Bahkan. Ketiga. Sumber: Dari berbagai sumber. Perbedaan ruang lingkup kurikulum juga dapat menggambarkan berbagai perbedaan dalam definisi kurikulum. Kedua. Dengan mengetahui unsur-unsur kurikulum. isi dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu" (pasal 1 ayat 19). kelompok yang mendefiniskan sebagai istilah yang sangat luas. Ada juga pendapat resmi negara seperti yang dinyatakan dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Pertama. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. adalah kelompok yang menyatakan bahwa kurikulum tidak lain adalah pengajara dan pembelajaran (curriculum and instruction as synonums or a unified concept). atau pun Johnson. Definisi tersebut tampak sangat bervariasi. yang meliputi proses psikologikan peserta didik sebagai pengalaman belajar (a very broad term. Dari definisi yang sangat pendek seperti yang dikemukakan oleh Hilda Taba. encompassing the learner's psychological process as she or he acquires educational experiences). Dari definisi kurikulum sebagaimana telah dirumuskan dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tersebut. 1981). ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah rencana bagi guru untuk mengembangkan proses pembelajaran atau instruction (Saylor. kita akan jauh lebih mudah untuk mengetahui komponen-komponen kurikulum. sampai dengan definisi yang panjang dari Beauchamp. Ada yang berpendapat bahwa kurikulum adalah "statement of objectives" (McDonald. Popham).dan Lewis. Daftar definisi kurikulum tersebut dapat diperpanjang.

salah satu pengertian yang melekat pada kurikulum adalah kurikulum sebagai verbalisasi dari ide atau gagasan yang teramat kompleks yang ingin dicapai oleh dunia pendidikan. 3. yang kita kenal sebagai kurikulum tersembunyi. Jika dokumen kurikulum yang dikembangkan disebut sebagai ideal curriculum. yakni tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan. Dalam kurikulum ideal terdapat komponen tujuan pendidikan yang akan dicapai. dan Tujuan Pendidikan Oliva (1997:12) menyatakan secara tegas bahwa "Curriculum itself is a construct or concept. Proses belajar mengajar. Organisasi/strategi. Pengajaran. 2. a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas". dan proses pengajaran dan pembelajaran di dalam dan di luar kelas sebagai factual curriculum. Media. 5. Dalam kenyataan di lapangan apa yang dilakukan oleh guru di dalam dan di luar sekolah akan menjadi pengalaman belajar yang sangat mempengaruhi peserta didik. baik kurikulum dalam bentuk dokumen atau ideal maupun kurikulum faktual berupa proses pengajaran semuanya memiliki orientasi tunggal. Isi/materi. Isi dan bahan pelajaran. Sistem administrasi dan supervise.1. maka kedua-duanya tidak dapat dilepaskan dari upaya untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. dapat dikatakan bahwa sesungguhnya gagasan tersebut memerlukan penerapan atau pelaksanaan dalam bentuk proses pengajaran dan pembelajaran. 2. Cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. 3. Demikian juga dalam pelaksanaan pengajaran dan pembelajaran terkandung tujuan instruksional yang tidak lain adalah tujuan pendidikan dalam level di dalam kelas. Definisi lain menyatakan kurikulum sebagai satu dokumen tertulis. Dengan demikian. Dan oleh karena itulah maka pengalaman belajar yang diperoleh siswa di sekolah dalam proses pelaksanaan kurikulum ideal disebut sebagai kurikulum yang sebenarnya (real curriculum) atau kurikulum faktual (factual curriculum). Sistem evaluasi Pertemuan V: Hubungan Kurikulum. 12 . Bimbingan dan penyuluhan. Bahkan. Sedang komponen penunjangnya adalah: 1. Walhasil. Tujuan pendidikan yang akan dicapai Subandiyah dalam bukunya menyebutkan komponen utama kurikulum adalah: 1. 2. 4. Dengan kata lain. dalam proses pelaksanaan atau penerapan kurikulum itu sendiri juga menjadi salah satu materi tersendiri dalam kurikulum itu. 3. Kurikulum sebagai dokumen dan sebagai konsep tidak mempunyai makna apa-apa jika tidak dilaksanakan oleh pendidik dalam proses pengajaran dan pembelajaran di dalam atau di luar kelas.

kurikulum yang bahan ajarnya diberikan secara terpadu. yaitu segala sesuatu yang terjadi pada saat pelaksanaan kurikulum ideal menjadi kurikulum faktual. 2. 3. kita mengenal beberapa istilah kurikulum sebagai berikut: 1. sains. Kurikulum sebelum tahun 1968 di Indonesia termasuk dalam kategori kurikulum terpisah-pisah. Segala sesuatu yang terjadi di dalam kelas. ekonomi.Pertemuan VI: Macam-macam Kurikulum Kita mengenal berbagai macam kurikulum ditinjau dari berbagai aspek: Ditinjau dari konsep dan pelaksanaannya. yaitu kurikulum yang berisi sesuatu yang ideal. mata pelajaran sejarah diberikan terpisah dengan mata pelajaran geografi. kehadiran guru. geografi. Kurikulum dan pengajaran merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan. tenaga administrasi. 3. Kenyataan pada umumnya memang jauh berbeda dengan harapan. seperti kebiasaan guru. Kurikulum terkorelasi (corelated curriculum). dan beberapa mata pelajaran lain diberikan dalam satu tema tertentu. Misalnya. Sedang pengajaran merujuk kepada pelaksanaan kurikulum tersebut secara bertahap dalam belajar mengajar. Kebiasaan guru datang tepat waktu ketika mengajar di kelas. Berdasarkan struktur dan materi mata pelajaran yang diajarkan. Kurikulum merujuk kepada bahan ajar yang telah direncanakan yang akan dilaksanakan dalam jangka panjang. Berdasarkan proses pengembangannya dan ruang lingkup penggunaannya. atau bahkan dari peserta didik itu sendiri dan sebagainya akan dapat menjadi kurikulum tersembunyi yang akan berpengaruh terhadap pelaksanaan kurikulum ideal di sekolah. kurikulum yang mata pelajarannya dirancang untuk diberikan secara terpisah-pisah. dan sebagainya. dan seterusnya. kita dapat membedakan: 1. Kurikulum 1968 di Indonesia termasuk dalam kategori kurikulum terpadu. sosiologi. Mata pelajaran matematika. kepala sekolah. sesuatu yang dicita-citakan sebagaimana yang tertuang di dalam dokumen kurikulum Kurikulum aktual atau faktual. kurikulum dapat dibedakan menjadi: 13 . akan menjadi kurikulum tersembunyi yang akan berpengaruh kepada pembentukan kepribadian peserta didik. Namun demikian. kurikulum aktual seharusnya mendekati dengan kurikulum ideal. Misalnya Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan fusi dari beberapa mata pelajaran sejarah. Dalam proses pembelajaran dikenal dengan pembelajaran tematik yang diberikan di kelas rendah Sekolah Dasar. Kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum). Kurikulum terpadu (integrated curriculum). 2. sebagai contoh. bahasa Indonesia. Kurikulum ideal. yaitu kurikulum yang dilaksanakan dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum). kurikulum yang bahan ajarnya dirancang dan disajikan secara terkorelasi dengan bahan ajar yang lain.

6. 7. 3. Special experts (ahli special). Lay public representatives (perwakilan masyarakat umum). preparing for instruction to achieve the outcomes. Curriculum specialist (spesialis kurikulum. 3. Di negara lain tentu saja ada lembaga seperti itu. Amstrong biasanya dilibatkan dalam pengembangan kurikulum. social. and personal needs that the curriculum is to serve. and meeting the cultural. 5. Ada beberapa pemangku kepentingan yang menurut David G. Yang dimaksud pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan dan penyusunan kurikulum oleh pengembang kurikulum (curriculum developer) dan kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. 2. yakni kurikulum yang disusun oleh tim pengembang tingkat nasional dan digunakan secara nasional.1. Learners (peserta didik). yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional (Balitbang Diknas). sudah barang tentu ada lembaga tertentu yang telah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk menyusun atau mengembangkan kurikulum yang akan digunakan secara nasional. yaitu: 1. 4. Kurikulum sekolah (school curriculum). yakni kurikulum yang disusun oleh satuan pendidikan sekolah. Central office administrators/corporeate administrators (administrator kantor pusat/administrator perusahaan. Memang banyak ahli kurikulum yang menentang pemisahan ini tetapi banyak pula yang menganut 14 . identifying desired learning outcomes. ahli kurikulum). Kurikulum nasional (national curriculum). dan digunakan oleh masing-masing negara bagian itu. Teacher/instructors (guru/instruktur). misalnya di masing-masing negara bagian di Amerika Serikat. 2. Pertemuan VII: Proses Pengembangan Kurikulum Proses pengembangan kurikulum a complex process of assessing needs. lembaga itu dikenal sebagai Pusat Kurikulum. Principals/corporate unit supervisors (kepala sekolah/unit pengawas sekolah). Negara yang memiliki UU tentang Sistem Pendidikan Nasional mempunyai kepentingan untuk menyusun kurikulum tersebut berdasarkan amanat yang ada di dalam undangundang tersebut. Unruh dan Unruh (1984) Kurikulum memang harus dibuat. yakni kurikulum yang disusun oleh masing-masing negara bagian. Kurikulum negara bagian (state curriculum). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum sekolah. Untuk menyusun kurikulum nasional. Di Indonesia. Kurikulum sekolah lahir dari keinginan untuk melakukan diferensiasi dalam kurikulum. Disusun dengan proses tertentu. Definisi yang dikemukakan terdahulu menggambarkan pengertian yang membedakan antara apa yang direncanakan (kurikulum) dengan apa yang sesungguhnya terjadi di kelas (instruction atau pengajaran).

Ide yang dikembangkan pada langkah awal lebih banyak berfokus pada kualitas apa yang harus dimiliki dalam belajar suatu disiplin ilmu. Kegiatan evaluasi diarahkan untuk menemukan kelemahan kurikulum yang ada. and personal needs that the curriculum is to serve. budaya. Oleh karena itu Olivia (1992:39-41) selain mengakui bahwa pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang kompleks lebih lanjut mengatakan curriculum is a product of its time. accumulating knowledge. teknologi berpengaruh dalam proses pengembangan kurikulum. preparing for instruction to achieve the outcomes. model yang tersedia dan dianggap sesuai untuk suatu kurikulum baru. Keseluruhan proses pengembangan kurikulum di perguruan tinggi dapat digambarkan sebagai berikut: 15 . Model pengembangan kurikulum berikut ini adalah model yang biasanya digunakan dalam banyak proses pengembangan kurikulum. Kelompok yang menyetujui pemisahan itu beranggapan bahwa kurikulum adalah rencana yang mungkin saja terlaksana tapi mungkin juga tidak sedangkan apa yang terjadi di sekolah/kelas adalah sesuatu yang benar-benar terjadi yang mungkin berdasarkan rencana tetapi mungkin juga berbeda atau bahkan menyimpang dari apa yang direncanakan. and educational leadership at its moment in history. Baik ahli kurikulum mau pun pengajaran mempelajari fenomena kegiatan kelas tetapi dengan latar belakang teoritik dan tujuan yang berbeda. dan diakhiri dengan melihat hasil kurikulum berdasarkan tujuan yang terbatas.pendapat adanya perbedaan antara keduanya. curriculum responds to and is changed by social forced. sosial. teknologi. ilmu. permasalahan pendidikan hanya terbatas pada permasalahan transfer dan transmisi. modern ataukah romantism. agama. seni. Pada fase pengembangan ide. psychological principles. philosophical positions. social. ekonomi. identifying desired learning outcomes. Masalah yang muncul di masyarakat atau ide tentang masyarakat masa depan tidak menjadi kepedulian kurikulum. and meeting the cultural. Dalam model ini kurikulum lebih banyak mengambil posisi pertama yaitu sebagai rencana dan kegiatan. Berbagai faktor seperti politik. Perbedaan titik pandangan ini tidak sama dengan perbedaan cara pandang antara kelompok ahli kurikulum dengan ahli teaching (pangajaran). dan sebagainya. Unruh dan Unruh (1984:97) mengatakan bahwa proses pengembangan kurikulum a complex process of assessing needs. Secara singkat dapat dikatakan bahwa dalam pengembangan kurikulum fokus awal memberi petunjuk jelas apakah kurikulum yang dikembangkan tersebut kurikulum dalam pandangan tradisional.

Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum selalu dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat.Sumber: Prof.Said Hamid Hasan. Sayangnya. Identifikasi masalah dalam masyarakat dan kualitas yang dimiliki suatu komunitas pada saat sekarang dijadikan dasar dalam perbandingan dengan kualitas yang diinginkan masyarakat sehingga menghasilkan harus dikembangkan oleh kurikulum. Pencapaian tujuan kurikulum pun diukur dengan keberhasilan lulusan di masyarakat. The external environment is full of disparate but overt conceptions about what the schools should be doing. karena sifat ilmu yang universal menyebabkan konteks social-budaya tersebut terabaikan. current realities. it is internal insofar as each of us carries around in our mind's eye models of how the schools should function and what the curriculum should be. MA Dalam proses pengembangan tersebut unsure-unsur luar seperti kebudayaan di mana suatu lembaga pendidikan berada tidak pula mendapat perhatian. we caught by our own cultural mindsets about what should be. rather than by a recognition of our swiftly changing.Dr. Model kedua yang diajukan dalam makalah ini adalah model yang menempatkan kurikulum dalam posisi kedua dan ketiga.H. The internal environment is a multiplicity of largely unconscious and often distorted views of our educational realities for. 16 . Padahal seperti dikemukakan Longstreet dan Shane (1993:87) bahwa kebudayaan berfungsi dalam dua perspektif yaitu eksternal dan internal: The environment of the curriculum is external insofar as the social order in general establishes the milieu within which the schools operate. as individuals. Konsep diversifikasi kurikulum menempatkan konteks social-budaya seharusnya menjadi pertimbangan utama. Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat.

6.H. mahasiswa akan menjawab menjawab soal-soal berbentuk Benar – Salah (B/S) sebagai berikut: 1. 2. dan ”curere” yang artinya ”tempat berlari” (B/S). 11. 5. Perilaku dan kegiatan pendidik yang secara langsung maupun tidak langsung menjadi pengalaman belajar peserta didik dalam proses pembelajaran merupakan kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) (B/S) KTSP merupakan national curriculum (B/S) Pada tahun 1940-an. 4. Secara etimologis. kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari (B/S) Pengertian awal kurikulum berasal dari dunia bisnis dan kemudian diadopsi ke dalam dunia pendidikan (B/S) Pengertian curriculum sama artinya dengan curriculum vitae (B/S) Kurikulum berasal dari kata dalam Bahasa Latim ”curir” yang artinya pelari. 12.Dr. 7. MA Pertemuan VIII: UTS Dalam pertemuan V ini. lembaga pendidikan di Indonesia telah mulai menggunakan istilah kurikulum (B/S) Perubahan kurikulum merupakan keinginan dan kebijakan dari menteri pendidikan atau para pengambil kebijakan pendidikan (B/S) Rencana Pengajaran 1947 sesungguhnya bukan kurikulum (B/S) Kurikulum untuk lembaga pendidikan sekolah/madrasah lebih baik tidak perlu diubah-ubah sehingga menimbulkan kesan berubah menteri berubah kurikulmnya (B/S) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran dalam Integrated Curriculum (B/S). 8. 13. Model pembelajaran tematik yang diberikan di kelas awal Sekolah Dasar merupakan pelaksanaan dari Separated Curriculum (B/S) Sejarah merupakan mata pelajaran dalam Separated Curriculum (B/S) Sains merupakan mata pelajaran dalam Corelated Curriculum (B/S) 17 .Sumber: Prof. 3. 9. 10.Said Hamid Hasan. 14.

Aliran perenialisme dan esensialisme kedua-duanya mementingkan mata pelajaran yang dapat mengembangkan intelekualitas dan transfer budaya atau transfer of culture (B/S). • Merupakan kurikulum pertama di Indonesia. (1) mengurangi pendidikan pikiran. termasuk ilmu pengetahuan dan teknologinya. Kurikulum yang pernah diberlakukan secara nasional di Indonesia dapat dijelaskan dalam tabel sebagai berikut: Tabel IX. isi dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu” (B/S) 20. membentuk Panitia Penyelidik Pengajaran. • Istilah kurikulum belum digunakan. (3) memberikan perhatian kepada kesenian. Kurikulum 1 Rencana Pelajaran 1947 Keterangan • Menteri Pendidikan. pengertian. keduanya diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan (B/S) 23. Pengajaran. Rencana Pelajaran yang disusun harus memperhatikan. Proses pengajaran dan pembelajaran sesungguhnya dalam disebut sebagai kurikulum faktual (B/S) 16.15. dan Kebudayaan. perubahan dan penyempurnaan kurikulum dilakukan setiap sepuluh tahun sekali. (2) menghubungkan isi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.1: Sejarah Perkembangan Kurikulum di Indonesia No. Istilah yang digunakan adalah Rencana Pelajaran. 19. baik dokumen kurikulum maupun proses pengajaran (B/S) 17. Suwandi. Dokumen kurikulum merupakan kurikulum yang bersifat faktual (B/S) 21. (5) meningkatkan pendidikan jasmani. Perenialisme dan esensialisme merupakan aliran progresif dalam kurikulum (B/S) 18. Tujuan pendidikan nasional terlepas dari makna. Proses pengajaran dan pembelajaran merupakan kurikulum yang bersifat ideal (B/S) 22. (4) meningkatkan pendidikan watak. atau definisi kurikulum. dan (6) meningkatkan kesadaran bernegara dan bermasyarakat. 24. Aliran rekonstruksionisme termasuk aliran konservatif dalam kurikulum (B/S) Pertemuan IX: Perkembangan Kurikulum di Indonesia Secara umum. Aliran rekonstruksionisme menekankan kurikulum pada aspek transfer budaya intelektualitas masa lalu (B/S). Unsur pokok kurikulum adalah: (1) daftar jam pelajaran atau struktur 18 . Pemberian mata pelajaran teknologi informasi dalam pendidikan sekolah di Indonesia memberikan indikasi bahwa Indonesia juga menganut aliran rekonstruksionisme dalam kurikulum (B/S) 25. UU Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Mr. Kurikulum sebagai dokumen dan proses pengajaran di dalam kelas. Perubahan kurikulum tersebut dilakukan agar kurikulum tidak ketinggalan dengan perkembangan masyarakat.

Struktur program untuk Sekolah Dasar. dan (5) Pendidikan Olahraga. karsa. (4) Bahasa Daerah. Beberapa mata pelajaran Ilmu Hayat. (3) Pendidikan Kesenian. Untuk program kecakapan khusus meliputi mata pelajaran Pendidikan Khusus. Struktur program dibagi menjadi: (1) struktur program yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa Daerah. Struktur program dibagi menjadi (1) pembinaan jiwa Pancasila. Kurikulum ini merupakan kurikulum terpadu pertama di Indonesia. Lahir karena tunturan UU Nomor 4 Tahun 1950 tentang Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran di sekolah. dan sebagainya mengalami fusi menjadi Ilmu Pengetahun Alam (IPA) atau yang sekarang sering disebut Sains. Merupakan kurikulum dengan mata pelajaran terpisahpisah (separated curriculum). dan (4) Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. (2) pengetahuan dasar. (2) Pendidikan Kewargaan Negara. dengan tujuan pendidikan ”membentuk manusia Indonesia untuk pembangunan nasional di berbagai bidang. (2) struktur program yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa Indonesia. (3) Pendidikan Bahasa Indonesia. Untuk program pengetahuan dasar meliputi mata pelajaran (1) Berhitung. Istilah yang dipakai adalah Rencana Pelajaran.• • 2 Rencana Pelajaran 1950 • • • • 3 Rencana Pelajaran 1958 Rencana Pelajaran 1964 Kurikulum 1968 • • • • • • 4 5 • • • • • 6 Kurikulum 1975 • • program. program pembinaan jiwa Pancasila meliputi mata pelajaran (1) Pendidikan Agama. Digunakan sampai dengan tahun 1964 Merupakan penyempurnaan dari Rencana Pelajaran 1958 Digunakan sampai dengan tahun 1968. (2) IPA. (2) garis-garis besar program pengajaran. Ilmu Alam. dan (3) kecakapan khusus. Terdapat pembagian kelompok cipta. dan krida. rasa. Merupakan penyempurnaan dari Rencana Pelajaran 1950. Untuk pertama kalinya istilah kurikulum dipakai di Indonesia. Struktur program untuk SD meliputi bidang studi (1) 19 . Kurikulum ini masih relatif sama dengan Rencana Pelajaran 1947 Istilah kurikulum masih belum digunakan. Kurikulum ini merupakan kurikulum masih dengan mata pelajaran terpisah-pisah (separated curriculum). Lahir sebagai tuntutan Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1973 tentang GBHN 1973.

Program. baik IPA dan IPS. Untuk SMP ditambah dengan bidang studi Bahasa Daerah. (3) pemilihan kemampuan dasar serta keterpaduan dan keserasian antara ranah kognitif. (2) penyesuaian tujuan dan struktur program kurikulum. Balitbang Diknas bersama dengan Direktorat Teknis telah melakukan uji coba dalam rangka proses pengembangan kurikulum berbasis kompetensi ini. baik yang pilihan terikat atau pilihan bebas. dan Pendidikan Keterampilan. Kurikulum 1994 berisi 3 lampiran: (1) Landasan. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mempunyai kewenangan untuk mengembangkan standar nasional pendidikan. dan (3) Pedoman Pelakskanaan Kurikulum. yakni: (1) pelaksanaan PSPB. (6) Ilmu Pengetahuan Alam. (7) Olahraga dan Kesehatan. Bahasa Inggris. Kurikulum 1994 merupakan pelaksanaan amanat UU Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. afektif. Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1975. dan (9) Keterampilan Khusus. Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005. Untuk SMA sudah barang tentu ada bidang studi berdasarkan jurusan. (2) Pendidikan Moral Pancasila. (4) Ilmu Pengetahuan Sosial. dan psikomotorik. Untuk SMK dikenal dengan Kurikulum 1976. (2) GBPP.• • • • 7 Kurikulum 1984 • • • 8 Kurikulum 1994 • • • 9 Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) • • • Agama. (3) Bahasa Indonesia. Pusat Kurikulum. (8) Kesenian. termasuk standar kurikulum yang digunakan di sekolah20 . Kurikulum 1984 berlaku berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0461/U/1983 tanggal 22 Oktober 1983 tentang Perbaikan Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah di Lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Ada empat aspek yang disempurnakan dalam Kurikulum 1984. Kurikulum 1994 dilaksanakan berdasarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1993 tanggal 25 Februari 1993. (4) pelaksanaan pelajaran berdasarkan kerundatan belajar yang disesuaikan dengan kecepatan belajar masingmasing peserta didik. GBPP untuk kurikulum 1975 dikenal dengan format yang sangat rinci. Kurikulum ini belum diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Oleh karena itu Kurikulum 1984 dikenal juga sebagai Kurikulum 1975 Yang Disempurnakan. dan Pengembangan Kurikulum. (5) Matematika.

guru dapat bekerjasama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG). sosial budaya masyarakat setempat. • Kurikulum ini disusun oleh satuan pendidikan sekolah/madrasah bersama dengan semua pemangku kepentingan di sekolah. Dalam penyusunan silabus. dan peraturan pelaksanaannya. potensi atau karakteristik daerah. 4. Wakil Kepala SMP/MTs dan wakil kepala SMA/SMK/MA/MAK bidang kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP. karena KTSP sesungguhnya telah mengadopsi KBK. Penyusunan KTSP tingkat SD dan SMP dikoordinasi. SMPLB. 7. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). 3. • KBK sering disebut sebagai jiwa KTSP. SMA dan SMK oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. Standar Isi. disupervisi. 8. • Kurikukulum ini dikembangkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). dan peserta didik. Sumber: Lima Puluh Tahun Pendidikan Indonesia.10 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sekolah. Khusus untuk penyusunan KTSP Pendidikan Agama (PA) tingkat SD dan SMP dikoordinasi. Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Dasar dan Menengah menyebutkan tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bahwa: 1. 6. 21 . disupervisi. Sekolah/Madrasah menyusun KTSP. SMALB. SMA dan SMK oleh Kantor Wilayah Departemen Agama. 5. sedangkan untuk SDLB. SMALB. SMPLB. atau Perguruan Tinggi. 2. KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah. Pertemuan X: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen I Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada standar isi (SI) dan standar kelulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sedangkan SDLB. dan Panduan Penyusunan KTSP. Standar Kompetensi Lulusan. dan difasilitasi oleh Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota. Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan Standar Isi. Kepala Sekolah/Madrasah bertanggungjawab atas tersusunnya KTSP.

9. yaitu (a) kegiatan pembelajaran. yaitu (a) portfolios (kumpulan kerja siswa). Penyusunan KTSP tingkat MI dan MTs dikoordinasi. (b) penilaian. Dilakukan oleh guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan. Bagaimana Konsep Dasar KTSP? Konsep dasar KTSP meliputi 3 (tiga) aspek yang saling terkait. 5. dan difasilitasi oleh Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan. sedangkan MA dan MAK oleh Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi. bersifat internal. 2. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.l. (d) performances (unjuk kerja). dan (e) paper & pen test (tes tulis). kondisi dan potensi daerah. Apa yang dimaksud kurikulum dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional? Apa yang dimaksud KTSP ? Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar. Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat Penilaian dalam KTSP mempunyai karakteristik 1. (b) products (hasil karya). 4. mengacu pada patokan. silabus) 3. Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah 2. disupervisi. 2. (c) projects (penugasan). dan (c) pengelolaan kurikulum berbasis sekolah. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sedang kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah mempunyai prinsip-prinsip: 1. Kegiatan pembelajaran dalam KTSP mempunyai karakteristik sebagai berikut: 1. Pengembangan perangkat kurikulum (a. Berorientasi pada kompetensi. Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar 22 . satuan pendidikan dan peserta didik. 6. dilakukan melalui berbagai cara. bagian dari pembelajaran. 3. ketuntasan belajar.

Berpusat pada potensi. (7) standar pembiayaan. Foto: Para guru sedang mengikuti diklat tentang penyusunan KTSP (Australia Indonesia Basic Education Program . 5. 23 . yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum untuk satuan pendidikannya. kebutuhan. 3. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Bagaimana Prinsip Pengembangan KTSP? Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu kepada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. 4. (5) standar sarana dan prasarana. dan (8) standar penilaian pendidikan. (3) standar kompetensi lulusan. Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. UU Nomor20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 dan Nomor 6 Tahun 2007 tentang pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23/2006 6. yang meliputi (1) standar isi. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. (2) standar proses.4. Pemantauan dan Apa Landasan KTSP ? 1. 2. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut. disebutkan sistem pendidikan nasional memiliki 8 (delapan) standar.AIBEP) Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 1. (4) standar tenaga kependidikan. (6) standar pengelolaan. perkembangan.

3. kreatif. semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan. muatan lokal. dan seni. Oleh karena itu. dunia usaha dan dunia kerja. Beragam dan Terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. sehat. Oleh karena itu. 5. pembudayaan. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. kondisi daerah. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. 6. dan jender.Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. berilmu. 4. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. keterampilan sosial. keterampilan berpikir. perkembangan. budaya. serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. nonformal. kebutuhan. status sosial ekonomi. jenjang dan jenis pendidikan. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. teknologi. teknologi dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. 24 . berakhlak mulia. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. suku. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. 2. cakap. adat istiadat. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. dan pengembangan diri secara terpadu. keterampilan akademik. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. pengembangan keterampilan pribadi.

2. meliputi subbab (A) Latar Belakang. Agama 8. 3. Bab III Struktur dan Muatan Kurikulum. dan pengelompokan mata pelajaran serta aturan pengelolaan jam pelajaran mengacu pada Bab II Standar Isi. Bab I Pendahuluan. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik 3. 25 . meliputi: 1. (E) ketuntasan belajar. Mata pelajaran muatan nasional. dan bernegara. teknologi. meliputi (A) mata pelajaran. (D) pengaturan beban belajar. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat 11. (B) Misi. dan (C) Prinsip Pengembangan KTSP. Muatan Lokal merupakan mata pelajaran yang dikembangkan untuk mengakomodasi kepentingan daerah atau satuan pendidikan. 2. dan seni 7. Tuntutan dunia kerja 6. Seimbang antara kepentingan Nasional dan kepentingan Daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional 5. berbangsa. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan 4. (C) kegiatan pengembangan diri. dan (H) pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global. Kesetaraan gender 12. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (G) pendidikan kecakapan hidup. Perkembangan ilmu pengetahuan. meliputi subbab (A) Visi. (B) muatan lokal. Dinamika perkembangan global 9. Bab II Tujuan Pendidikan. (C) Tujuan Sekolah. kecerdasan. Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar yang akan dicapai dilakukan oleh satuan pendididkan dan/atau Dinas Pendidikan yang terkait. (F) kenaikan kelas dan kelulusan. 7. (B) Tujuan. Acuan Operasional Penyusunan KTSP 1. Karakteristik satuan pendidikan Dokumen I KTSP Dokumen I KTSP terdiri atas 4 bab. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan 10. alokasi jam pelajaran.dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Peningkatan potensi.

Ketuntasan belajar adalah target minimal yang akan dicapai oleh satuan pendidikan. (4) pengawas sekolah. Kecakapan hidup yang perlu dikembangkan adalah kecakapan personal. (2) guru. Kriteria kenaikan kelas dan kelulusan dikembangkan oleh satuan pendidikan. 4. dan akademik. Kriteria Ketuntasan minimal (KKM) merupakan hasil analisis atas kompleksitas. dan mata pelajaran yang dibelajarkan. Pengaturan beban belajar mengacu pada bab III Standar Isi. Pendidikan kecakapan hidup adalah pendidikan kecakapan yang diperlukan agar seseorang mampu dan berani menghadapi problema kehidupan dan memecahkannya secara arif dan kreatif. Keunggulan lokal dapat dikembangkan dalam muatan lokal. (3) tenaga administrasi. Pertemuan XI: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen II KTSP terdiri atas dua dokumen. Agar hasil belajar peserta didik dapat mencapai. serta (6) dinas pendidikan. Dokumen I (pertama) disusun oleh tim handal yang dibentuk oleh sekolah dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.Kegiatan pengembangan diri merupakan kegiatan yang mewadahi bakat dan minat peserta didik. atau kelompok kerja guru kelas atau guru mata pelajaran dalam kegiatan organisasi 26 . Tujuan kegiatan pengembangan diri adalah mengembangkan potensi peserta didik. Dokumen Dokumen II disusun oleh guru kelas dan guru mata pelajaran. yaitu (1) dokumen I yang berisi tentang (a) landasan. dan (c) pengembangan kurikulum. terdiri atas (a) silabus dan (b) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). standar kompetensi. Pemangku kepentingan tersebut adalah (1) kepala sekolah. bahkan melebihi KKM. (b) program. pengembangan diri. Dokumen II (kedua) merupakan penjabaran secara operasional dari dokumen pertama. Kecakapan vokasional terakomodasi dalam mata pelajaran muatan lokal. dan intake siswa terhadap kompetensi dasar. dan (5) komite sekolah dan orangtua siswa. daya dukung. Bab IV Kalender pendidikan berisi rancangan kalender sekolah yang mengacu pada kalender dinas pendidikan terkait dan pedoman penyusunan kalender yang terdapat dalam bab IV standar isi. sosial. Beban belajar dalam bentuk tatap muka dirancang bersama oleh satuan pendidikan. maupun terintegrasi dalam mata pelajaran. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan meningkatkan daya saing global. satuan pendidikan merancang program remedial dan pengayaan. terutama pada perubahan perilaku sesuai dengan target yang dicanangkan oleh satuan pendidikan. Rancangan beban belajar dalam bentuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dirancang oleh guru mata pelajaran. Acuan minimal kriteria kenaikan kelas adalah Peraturan Dirjen tentang Laporan Hasil Belajar dan POS UN tahun sebelumnya.

profesi seperti Kelompok Kerja Guru (untuk guru sekolah dasar). kompetensi dasar. MA. Pertemuan XIII: Praktik Penyusunan Silabus Contoh format silabus dapat dijelaskan sebagai berikut: 27 . atau bahkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). SMP. dalam satu kegiatan guru. atau madrasah dan komite madrasah. dan bagaimana cara mengetahui pencapaiannya. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. dan SMK. dan MAK. yaitu apa kompetensi yang harus dikuasai siswa. Siapa yang menyusun silabus? Silabus disusun oleh guru yang mengajarkan mata pelajaran. Sekolah dan komite sekolah. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. Apa landasan penyusunan silabus? Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 17 Ayat (2). kegiatan pembelajaran. Pertemuan XII: Silabus Apakah itu silabus? Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Proses penyusunan silabus dapat saja disusun bersama oleh satu tim guru mata pelajaran. dan sumber belajar Silabus menjawab tiga pertanyaan dalam kegiatan belajar mengajar. misalnya dalam kegiatan MGMP. materi pokok/pembelajaran. SMA. MTs. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. alokasi waktu. bagaimana cara mencapainya. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). penilaian.

Indikator: diisi dengan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur apakah kompetensi dasar telah dapat dicapai atau belum. 26 . sumber belajar dari alam. dsb. 8. tes lisan. Kolom-kolom format silabus: 1. 4. dsb. 7. Instrumen Penilaian: diisi dengan bentuk instrumen yang digunakan. media belajar. 3. Standar Kompetensi: diisi dengan standar kompetensi yang diambil dari standar isi yang terdapat dalam Permendiknas Nomor 22 sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. Teknik Penilaian: diisi dengan teknik penilaian yang digunakan untuk mengukur ketercapaian kompetensi dasar berdasarkan indikator. seperti SMP Negeri 1 Malang Mata Pelajaran: diisi dengan mata pelajaran yang diajarkan. 6. Materi Pembelajaran: diisi dengan materi pembelajaran yang dijabarkan dari kompetensi dasar tersebut. 2. Sumber Belajar: diisi sumber belajar yang digunakan dalam proses pembelajaran. dsb. sepert Bahasa Inggris. Kegiatan Pembelajaran: diisi dengan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan agar proses pembelajaran tersebut dapat mencapai kompetensi dasar yang diharapkan. seperti buku apa.FORMAT SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1 : : : Materi Pembelajaran 2 Kegiatan Pembelajaran 3 Indikator 4 Teknik 5 Penilaian Instrumen 6 Contoh 7 Alokasi Waktu 8 Sumber Belajar 9 Indentitas: Nama Sekolah: diisi dengan nama sekolah. Kompetensi Dasar: diisi dengan kompetensi dasar yang dikutip dari standar isi. misalnya tes tertulis. 5. Alokasi Waktu: diisi dengan berapa kali pertemuan X menit yang diperlukan. Bahasa Indonesia.

mengingkari fakta 4.Contoh Silabus SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi 1 Mengungkan makna dalam percakapakan transaksional (to get things done) dan intepersonal (bersosialisasi) sederhana dengan menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat. memberi. Here you are A: Did you break the glass? B: Yes I did/ No. menolak barang 3.. menerima. dan memberi pendapat.. memberi. dan bertetima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar yang melibatkan tindak tutur meminta. It wasn’t me A: What do you think of this? B: Not bed.. mengingatkan fakta. Bertanya dan menjawab tentang meminta. Materi Pembelajaran 2 Percakapan singkat memuat ungkapanungkapan sebagai contoh: A: Let me help you B: Thank you so much 3. Gambargamar yang terkait tema 3. 27 . : Bahasa Inggris : Menggunakan makna dalam percakapan transksional dan interpersonal lisan pendek sederhanauntuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. 5. : SMP Negeri 1 . menolak rasa 2. Bertanya dan menjawab tentang mengakui. mengakui. memberi. A: Can I have a bit B: Sure. Kegiatan Pembelajaran 3 Review kosakata dan ungkapan terkait materi dan tema Tanya jawab menggunakan ungkapan-ungkapan tersebut Bermain peran melakukan percakapan yang disediakan guru Bermain peran melakukan percakapan berdasarlan situasi atau gambar Menggunakan ungkapan yang telah dipelajari dalam real life situation. Bertanya dan memberi pendapat Teknik 5 Tes lisan Penilaian Instrumen 6 Bermain peran Contoh 7 Create a dialogue based on the role cards and perform it in front of the class Alokasi Waktu 8 2 X 40’ Sumber Belajar 9 1. 2. lancar.. Bertanya dan menjawab tentang meminta.. 4. Indikator 4 1. menolak barang.. Buku teks yang relevan 2. Realita benda sekitar 1.

baik untuk guru senior atau terlebih-lebih untuk guru yunior. RPP yang pernah dibuat harus dikaji ulang untuk terus disempurnakan dan disesuaikan dengan perkembangan baru dalam dunia pendidikan. ia harus menyusun sebuah rencana yang kini dikenal dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). sepanjang RPP tersebut masih relevan dengan kompetensi siswa yang akan dicapai. RPP yang lama dapat saja digunakan lagi dalam proses pembelajaran pada tahun berikutnya. Perencanaan merupakan langkah yang sangat penting sebelum pelaksanaan kegiatan. yang memuat seluruh kompetensi dasar yang dijabarkan dari standar kompetensi. Ruang lingkup RPP mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. seperti rencana mengajar atau lesson plan. Rencana pelaksanaan pembelajaran harus dibuat agar kegiatan pembelajaran berjalan sistematis dan mencapai tujuan pembelajaran. tanpa rencana pelaksanaan pembelajaran kegiatan pembelajaran di kelas biasanya tidak terarah. Perencanaan tersebut dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau beberapa istilah lain yang digunakan. Rencana pelaksanaan pembelajaran harus mencerminkan pendekatan PAKEM dalam pembelajaran. Penyusunan RPP merupakan salah satu unsur dari standar kompetensi professional bagi para guru. Oleh karena itu. desain pembelajaran.Pertemuan XIV: RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Setiap kali guru akan mengajar. Oleh karena itu peserta harus mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan silabus yang disusunnya. ia harus menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pertanyaan tersebut dapat dijawab sebagai berikut. setiap guru akan melaksanakan pembelajaran. sudah barang tentu. media dan sumber belajar serta penilaian untuk setiap kompetensi dasar. yang kemudian justru akan mengganggu proses pembelajarannya sendiri? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering muncul dalam acara diskusi dengan para guru pada saat membahas tentang rencana mengajar. Kedua. langkah pembelajaran. dan indikator yang akan dicapai. justru untuk memudahkan guru dalam pelaksanaan tugas profesionalnya. Rencana ini akan menggambarkan prosedur dan langkah-langkah pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar berdasarkan standar isi dan telah ditetapkan dalam silabus. 28 . Mengapa harus membuat rencana? Apakah rencana itu harus dibuat oleh guru yang belum berpengalaman saja? Apakah guru yang sudah senior atau sudah berpengalaman masih perlu membuat rencana mengajar? Bukankah guru senior atau yang sudah berpengalaman telah menguasai semua materi pelajaran yang akan diajarkan kepada siswanya? Apakah RPP yang telah dibuat masih dapat digunakan dalam proses pembelajaran yang akan dilaksanakan? Apakah secara administratif penyusunan RPP tidak justru memberatkan tugas-tugas guru di lapangan. skenario pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar (KBM) membutuhkan perencanaan yang matang agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara efektif. Pertama. penyusunan RPP sama sekali tidak untuk memberatkan pekerjaan guru. Ketiga. waktu. materi pelajaran.

tujuan pembelajaran. II. Masing-masing gurulah yang harus mengembangkannya... 2. Indikator adalah patokan dasar atau tanda-tanda utama yang akan dijaikan bukti bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Untuk indikator. dan 24 harus dijadikan acuannya. dst. 23. jika silabus merupakan program pembelajaran dalam jangka satu semester atau satu tahun pelajaran.Dengan demikian. dan seterusnya tentu saja harus dikembangkan dari standar isi tersebut. Pertemuan XV: Praktik Penyusunan RPP Pada umumnya format RPP adalah sebagai berikut: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator :… I. Kegiatan Akhir Pertemuan kedua. Tujuan pembelajaran adalah tujuan instruksional yang akan dicapai melalui kegiatan belajar dalam satu pertemuan tertentu. a. isilah dengan mengacu pada standar isi mata pelajaran yang akan diajarkan.. maka RPP merupakan pencabaran dari silabus sebagai program pembelajaran untuk hari ke hari pembelajaran di sekolah. III. dalam satu atau beberapa kali pertemuan pembelajaran. Kegiatan Awal 2. 29 . mulai dari mata pelajaran sampai dengan kompetensi dasar. cobalah mengikuti cara pengisian format RPP sebagai berikut: 1. : :… :… :… :… :… :… Untuk praktik penyusunan RPP. Permendiknas Nomor 22. b. Kegiatan Inti 3. :… :… : . Untuk mengisi identitas RPP. IV Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Langkah-langkah Pertemuan pertama 1.

dengan langkah-langkah kegiatan sebagai berikut: 1. (2) kegiatan inti.c. Buatlah laporan wawancara tersebut. 2. dan (3) kegiatan penutup. untuk menanyakan tentang KTSP pada umumnya dan silabus serta RPP pada khususnya. 3. Lakukan wawancara dengan menggunakan panduan wawancara tersebut. 4. dan pendekatan Contextual Teaching dan Learning (CTL) untuk SMP dan SMA. minimal dalam 10 (sepuluh) halaman kertas ukuran A4. 0. jilid dengan rapi 5. Catat hasil wawancara dengan mereka. Nilai akhir semester merupakan gabungan nilai UAS dengan nilai tugas mandiri tersebut. Metode mengajar diharapkan metode yang menggunakan pendekatan PAKEM untuk Sekolah Dasar. Selain mengikuti UAS. Adakan wawancara dengan minimal 3 (tiga) orang guru. mahasiswa dapat mengikuti UAS dengan materi tes seperti dalam modul ini. ditulis dalam ketikan komputer. Formula Kurikulum 1 K = ------------Penjelasan 2 K = Σ MP 30 . Langkah pembelajaran meiputi: (1) kegiatan awal. d. 2. yang masing-masing guru SD/MI. Jelaskan pengertian kurikulum secara etimologis!! Jelaskan formula kurikulum berikut: No. Serahkan kepada dosen Anda sehari sebelum UAS. dan SMA/MA/SMK. SMP/MTs.1 Tes Formatif Untuk Masing-masing Pertemuan Tes Formatif Pertemuan II: Pengertian Etimologis Kurikulum Tes esai: 1. Pertemuan XVI: UAS (Ujian Akhir Semester) Jika mahasiswa memenuhi tingkat kehadiran minimal 80%. termasuk lampirannya. Buatlah lembar pertanyaan untuk panduan wawancara dengan guru-guru tersebut. mahasiswa harus melaksanakan tugas mandiri.

Jelaskan perbedaan masing-masing secara singkat. 3. Sebutkan dua aliran dalam kurikulum. Berikan contohnya. 2. 2. Pengajaran. dan Tujuan Pendidikan 1. Sebutkan komponen penunjangnya. Jelaskan pengertian national curriculum. Aliran manakah definisi kurikulum yang tertuang dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional? 4. dan school curriculum. 3. Definisi yang manakah yang Anda paling lengkap. corelated curriculum. Sebutkan dan jelaskan komponen kurikulum menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jelaskan minimal dua definisi kurikulum yang Anda ketahui!! 2. Jelaskan apa alasan Anda. Jelaskan dengan kalimat Anda sendiri apa hubungan antara kurikulum dengan pengajaran dan pembelajaran. Berikan contohnya. Menurut Anda komponen kurikulum yang sangat penting? Tes Formatif Pertemuan V: Hubungan Kurikulum. Tes Formatif Pertemuan IV: Komponen Kurikulum 1. 31 . Tes Formatif Pertemuan VI: Macam-macam Kurikulum 1. Jelaskan perbedaan antara kurikulum ideal dan kurikulum aktual! Jelaskan apa yang dimaksud kurikulum tersembunyi (hidden curriculum)! Berikan contohnya. 2. Jelaskan apa yang dimaksud separated curriculum.3 K = Σ MP + KK 4 K = Σ MP + K + SS + TP Tes Formatif Pertemuan III: Filosofi dan Definisi Kurikulum 1. Jelaskan dengan kalimat Anda sendiri apa hubungan antara pengajaran dan pembelajaran dengan tujuan pendidikan. 4. Sebutkan komponen utama kurikulum menurut Subandiyah. 3. state curriculum. dan integrated curriculum. Jelaskan dengan kalimat Anda sendiri apa hubungan antara kurikulum dengan tujuan pembelajaran. 4. 3.

dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (B/S) 4. siapakah yang terlibat dalam pengembangan kurikulum? 5. Kurikulum sebelum tahun 1968 masih menganut kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum) (B/S) 7. Menurut G Amstrong. Kurikulum 1968 adalah kurikulum terintegrasi (integrated curriculum) (B/S) 2. Instansi manakah di Departemen Pendidikan Nasional yang bertanggung jawab dalam pengembangan kurikulum? 3. Apakah yang dimaksud pengembangan kurikulum (curriculum development)? 2. Kurikulum faktual amat ditentukan oleh agen pembelajaran atau guru (B/S) 6. Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) adalah kurikulum yang tidak diketahui oleh guru (B/S) 32 . 3. dan siswa adalah siapa yang diberikan pelajaran (B/S). isi. guru adalah siapa yang mengajarkan. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. 1. Kurikulum dapat diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang akan dipelajari oleh peserta didik (B/S) 5.Tes Formatif Pertemuan VII: Proses Pengembangan Kurikulum 1. Kurikulum adalah apa yang diajarkan. Jelaskan bagan proses pengembangan kurikulum menurut Said Hamid Hasan sebagai berikut: Tes Formatif Pertemuan VIII (UTS) Tes tertulis dalam bentuk esai. Lembaga apakah BSNP itu? Apa kaitannya dengan proses pengembangan kurikulum? 4.

Sebelum tahun 1968 dunia pendidikan di Indonesia telah mengenal istilah kurikulum (B/S) 14. Rencana Pelajaran 1947 merupakan kurikulum pertama di Indonesia (B/S) 10. 4. 3. 33 . Jika kurikulum termasuk dalam kategori ideal curriculum. 7. Semua kegiatan yang dirancang dan dilaksanakan oleh sekolah juga termasuk dalam pengertian kurikulum (B/S) 16. kurikulum berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari (B/S) 15. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum sekolah (B/S) 11. Rencana Pelajaran merupakan istilah lama untuk kurikulum (B/S) 13. Proses pembelajaran dan pengajaran dilaksanakan tidak lain untuk mencapai tujuan pendidikan (B/S) 20. Masyarakat awam tidak dapat dilibatkan dalam penyusunan kurikulum (B/S) Tes Formatif Pertemuan IX: Perkembangan Kurikulum di Indonesia 1. 4. Tes Formatif Pertemuan X: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen I 1. 5.8. Apakah kurikulum pertama yang dimiliki Indonesia? Apakah ketika itu telah menggunakan istilah kurikulum? Apa pomeo dalam masyarakat yang menyatakan bahwa setiap ganti menteri ganti kurikulum di Indonesia? Benarkah hal tersebut? Jalaskan argumentasi Anda. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum ideal (ideal curriculum) (B/S) 12. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (B/S) 9. 6. Kapan istilah kurikulum pertama kali digunakan di Indonesia? Sebelum sekolah-sekolah menyusun sendiri kurikulumnya dalam KTSP. maka proses pembelajaran dan pengajaran termasuk dalam kategori actual curriculum (B/S) 19. 5. 2. Rumusan tujuan terdapat dalam kurikulum (B/S) 18. Siapakah yang mengkoordinasikan dan melakukan supervisi dalam penyusunan KTSP? Sebutkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan sebagaimana diatur dalam PP Nomor 19 Tahun 2005. 2. 3. Secara etimologis. UU Nomor 20 Tahun 2003 mengatur tentang apa? Sedang PP Nomor 19 Tahun 2005 mengatur tentang apa pula? Adapun Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 mengatur tentang apa? Di tingkat sekolah siapakah yang paling bertanggung jawab dalam penyusunan KTSP? Apakah yang dimaksud KTSP? Ingat bukan kepanjangannya lho. sebelumnya sekolah-sekolah menggunakan kurikulum apa? Apa itu BSNP? Jelaskan. KTSP termasuk dalam kategori kurikulum national curriculum (B/S) 17.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Apakah itu PAKEM? Tes UAS (Pertemuan XIV) 1. Dokumen II KTSP berisi tentang landasan. Jelaskan dokumen pertama. KTSP disusun oleh Pusat Kurikulum (B/S) 6. atau Satuan Pelajaran? 3. atau Rencana Pengajaran. Bagaimana format RPP.8. KTSP dapat disebut sebagai kurikulum nasional (B/S) 5. Apakah silabus itu? Siapa yang harus menyusun silabus? Apa landasan penyusunan silabus? Sebutkan kolom-kolom yang harus ada dalam silabus! Tes Formatif Pertemuan XIII: Praktik Penyusunan RPP 1. guru adalah siapa yang mengajarkan. Apa maksudnya? Sebutkan dua dokumen KTSP. KTSP terdiri atas dokumen I dan dokumen II (B/S) 7. isi. Guru senior tidak perlu membuat RPP (B/S) 4. Sebutkan dua dokumen yang harus disiapkan oleh sekolah untuk dokumen II KTSP? Siapakah yang paling memiliki peran untuk menyusun dua dokumen tersebut? Apakah sekolah dapat menjalin kerja sama dengan organisasi profesi pendidik untuk menyusun dua dokumen tersebut? Tes Formatif Pertemuan XII: Praktif Penyusunan Silabus 1. 9. program. 2. 3. Kurikulum adalah apa yang diajarkan. 2. Apakah RPP sama dengan lesson plan. Kurikulum dapat diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang akan dipelajari oleh peserta didik (B/S) 34 . 10. Dokumen I KTSP berisi tentang silabus dan Rencana Pelaksanaaan Pembelajaran (B/S) 2. dan siswa adalah siapa yang diberikan pelajaran (B/S). 4. Apakah yang dimaksud RPP? 2. dan jelaskan secara singkat! 4. 3. Apa yang dimaksud dengan student-centered approach? Apa lawan pendekatan tersebut? KTSP disusun dengan memperhatikan keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan. 9. Tes Formatif Pertemuan XI: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen II 1. dan pengembangan kurikulum (B/S) 3. Kurikulum 1968 adalah kurikulum terintegrasi (integrated curriculum) (B/S) 8. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (B/S) 10.

Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Dengan skala 4. B = 2. Kurikulum tersembuny (hidden curriculum) adalah kurikulum yang tidak diketahui oleh guru (B/S) 14. A Comprehensive Introduction. Sebelum tahun 1968 dunia pendidikan di Indonesia telah mengenal istilah kurikulum (B/S) 23. 3. Bobot A = 1. McNeil. RPP sebenarnya sama dengan rencana mengajar (B/S) 22. 2. dan (D) UAS (ujian akhir semester).2 Umpan Balik 1. 1994. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (B/S) 16. C = 3. dan D = 4 Nilai Akhir Semester adalah (AX1) + (BX2) + (CX3) + (DX4) : 4. Curriculum. 1995. 4. Oemar Hamalik. 35 . Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum ideal (ideal curriculum) (B/S) 20. Tugas mandiri dan tes yang akan dinilai adalah: (A) tugas mandiri. Kurikulum sebelum tahun 1968 masih menganut kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum) (B/S) 13. (B) tes formatif. Proses penyusunan KTSP melibatkan para pemangku kepentingan pendidikan (B/S) 17. Kurikulum faktual amat ditentukan oleh agen pembelajaran atau guru (B/S) 12. Rencana Pelajaran 1947 merupakan kurikulum pertama di Indonesia (B/S) 18. Secara etimologis.11. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum sekolah (B/S) 19. Boston: Little. Setiap guru harus membuat silabus dan RPP (B/S) 0. kurikulum berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari (B/S) 24. nilai tersebut dapat dipadankan sebagai berikut: Baik Sekali = 80 – 100 Baik = 70 – 79 Sedang = 60 – 69 Kurang = < 60 1 Referensi Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia II. (C) UTS (ujian tengah semester). Rencana Pelajaran merupakan istilah lama untuk kurikulum (B/S) 21. Kurikulum Untuk Abad Ke-21. Brown and Company. Jakarta: Bumi Aksara. Kurikulum dan Pembelajaran. John. Pada masa lalu RPP dikenal dengan Rencana Pembelajaran (RP) atau Satuan Pembelajaran (B/S) 15. Semua kegiatan yang dirancang oleh sekolah juga termasuk dalam pengertian kurikulum (B/S) 25. 1985.

Kiranya bukanlah sesuatu yang berlebihan jika dikatakan bahwa proses pendidikan dikendalikan.1 Lampiran Lampiran 1: KURIKULUM DAN TUJUAN PENDIDIKAN Prof. dan proses pengembangan suatu kurikulum. 2004.Ketiga pokok bahasan itu dikemukakan dalam makalah ini dalam urutan seperti itu. Pengertian sempit atau teknis kurikulum yang digunakan untuk mengembangkan kurikulum adalah sesuatu yang wajar dan merupakan sesuatu yang harus dikerjakan oleh para pengembang kurikulum. Untuk itu berbagai definisi diajukan para ahli sesuai dengan pandangan teoritik atau praktis yang dianutnya. Pendidikan Manusia Indonesia. Ini menyebabkan studi tentang kurikulum dipenuhi dengan hutan definisi tentang arti kurikulum. masyarakat.Rochman Natawidjaja (Ed). Tidak seperti halnya dengan pengertian kurikulum para ahli kurikulum tidak banyak berbeda dalam posisi kurikulum. dan dinilai berdasarkan criteria yang ada dalam kurikulum. Pengecualian dari ini adalah 36 . dan Komunikasi Pendidikan. Sayangnya. dari Konsepsi Ke Implentasi. 2005. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Jakarta: Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan.Dr. Suparlan. diatur. Menjadi Guru Efektif. Kebanyakan mereka memiliki kesepakatan dalam menempatkan kurikulum di posisi sentral dalam proses pendidikan. MA PENDAHULUAN Pembahasan mengenai kurikulum tidak mungkin dilepaskan dari pengertian kurikulum. posisi kurikulum dalam pendidikan. Yogyakarta: Hikayat Publishing. Yogyakarta: Hikayat Publishing. Pembahasan mengenai posisi kurikulum adalah penting karena posisi itu akan memberikan pengaruh terhadap apa yang harus dilakukan kurikulum dalam suatu proses pendidikan. Alat Peraga.Said Hamid Hasan. Pembahasan mengenai pengertian ini penting karena ada dua alasan utama. Alasan kedua adalah karena definisi yang digunakan akan sangat berpengaruh terhadap apa yang akan dilakukan oleh para pengembang kurikulum. dan bangsa menjadi terbatas pula. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum. Pertama. Widiastono. 2 2. 1979.H. Dalam kotak pengertian ini maka definisi yang dikemukakan mengenai pengertian kurikulum kebanyakan adalah mengenai komponen yang harus ada dalam suatu kurikulum. seringkali kurikulum diartikan dalam pengertian yang sempit dan teknis. Tonny D. Pembahasan mengenai ketiga hal ini dalam urutan seperti itu sangat penting karena pengertian seseorang terhadap arti kurikulum menentukan posisi kurikulum dalam dunia pendidikan dan pada gilirannya posisi tersebut menentukan proses pengembangan kurikulum. pengertian yang sempit itu turut pula mnyempitkan posisi kurikulum dalam pendidikan sehingga peran pendidikan dalam pembangunan individu. Suparlan.

apabila proses pendidikan itu menyangkut masalah administrasi di luar isi pendidikan. Meski pun demikian terjadi perbedaan mengenai koordinat posisi sentral tersebut dimana ruang lingkup setiap koordinat ditentukan oleh pengertian kurikulum yang dianut. Pembahasan mengenai proses pengembangan kurikulum merupakan terjemahan dari pengertian kurikulum dan posisi kurikulum dalam proses pendidikan dalam bentuk berbagai kegiatan pengembangan. Pengertian dan posisi kurikulum akan menentukan ap yang seharusnya menjadi perhatian awal para pengembang kurikulum, mengembangkan ide kurikulum, mengembangkan ide dalam bentuk dokumen kurikulum, proses implementasi, dan proses evaluasi kurikulum. Pengertian dan posisi kurikulum dalam proses pendidikan menentukan apa yang seharusnya menjadi tolok ukur keberhasilan kurikulum, sebagai bagian dari keberhasilan pendidikan. PENGERTIAN KURIKULUM Dalam banyak literature kurikulum diartikan sebagai: suatu dokumen atau rencana tertulis mengenai kualitas pendidikan yang harus dimiliki oleh peserta didik melalui suatu pengalaman belajar. Pengertian ini mengandung arti bahwa kurikulum harus tertuang dalam satu atau beberapa dokumen atau rencana tertulis. Dokumen atau rencana tertulis itu berisikan pernyataan mengenai kualitas yang harus dimiliki seorang peserta didik yang mengikuti kurikulum tersebut. Pengertian kualitas pendidikan di sini mengandung makna bahwa kurikulum sebagai dokumen merencanakan kualitas hasil belajar yang harus dimiliki peserta didik, kualitas bahan/konten pendidikan yang harus dipelajari peserta didik, kualitas proses pendidikan yang harus dialami peserta didik. Kurikulum dalam bentuk fisik ini seringkali menjadi fokus utama dalam setiap proses pengembangan kurikulum karena ia menggambarkan ide atau pemikiran para pengambil keputusan yangdigunakan sebagai dasar bagi pengembangan kurikulum sebagai suatu pengalaman. Aspek yang tidak terungkap secara jelas tetapi tersirat dalam definisi kurikulum sebagai dokumen adalah bahwa rencana yang dimaksudkan dikembangkan berdasarkan suatu pemikiran tertentu tentang kualitas pendidikan yang diharapkan. Perbedaan pemikiran atau ide akan menyebabkan terjadinya perbedaan dalam kurikulum yang dihasilkan, baik sebagai dokumen mau pun sebagai pengalaman belajar. Oleh karena itu Oliva (1997:12) mengatakan "Curriculum itself is a construct or concept, a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas". Selain kurikulum diartikan sebagai dokumen, para ahli kurikulum mengemukakan berbagai definisi kurikulum yang tentunya dianggap sesuai dengan konstruk kurikulum yang ada pada dirinya. Perbedaan pendapat para ahli didasarkan pada isu berikut ini:
• • • •

filosofi kurikulum ruang lingkup komponen kurikulum polarisasi kurikulum - kegiatan belajar posisi evaluasi dalam pengembangan kurikulum

Pengaruh pandangan filosofi terhadap pengertian kurikulum ditandai oleh pengertian kurikulum yang dinyatakan sebagai "subject matter", "content" atau bahkan "transfer of culture". Khusus yang mengatakan bahwa kurikulum sebagai "transfer of culture" adalah dalam pengertian kelompok ahli yang memiliki pandangan filosofi yang dinamakan 37

perennialism (Tanner dan Tanner, 1980:104). Filsafat ini memang memiliki tujuan yang sama dengan essentialism dalam hal intelektualitas. Seperti dikemukakan oleh Tanner dan Tanner (1980:104-113) keduanya pandangan filosofi itu berpendapat bahwa adalah tugas kurikulum untuk mengembangkan intelektualitas. Dalam istilah yang digunakan Tanner dan Tanner (1980:104) perennialism mengembangkan kurikulum yang merupakan proses bagi "cultivation of the rational powers: academic excellence" sedangkan essentialism memandang kurikulum sebagai rencana untuk mengembangkan "academic excellence dan cultivation of intellect". Perbedaan antara keduanya adalah menurut pandangan perenialism "the cultivation of the intellectual virtues is accomplish only through permanent studies that constitute our intellectual inheritance". Permanent studies adalah konten kurikulum yang berdasarkan tradisi Barat terdiri atas Great Books, reading, rhetoric, and logic, mathematics. Sedangkan bagi essentialism beranggapan bahwa kurikulum haruslah mengembangkan "modern needs through the fundamental academic disciplines of English, mathematics, science, history, and modern languages" (Tanner dan Tanner, 1980:109) Perbedaan ruang lingkup kurikulum juga menyebabkan berbagai perbedaan dalam definisi. Ada yang berpendapat bahwa kurikulum adalah "statement of objectives" (McDonald; Popham), ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah rencana bagi guru untuk mengembangkan proses pembelajaran atau instruction (Saylor, Alexander,dan Lewis, 1981) Ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah dokumen tertulis yang berisikan berbagai komponen sebagai dasar bagi guru untuk mengembangkan kurikulum guru (Zais,1976:10). Ada juga pendapat resmi negara seperti yang dinyatakan dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu" (pasal 1 ayat 19). Definisi yang dikemukakan terdahulu menggambarkan pengertian yang membedakan antara apa yang direncanakan (kurikulum) dengan apa yang sesungguhnya terjadi di kelas (instruction atau pengajaran). Memang banyak ahli kurikulum yang menentang pemisahan ini tetapi banyak pula yang menganut pendapat adanya perbedaan antara keduanya. Kelompok yang menyetujui pemisahan itu beranggapan bahwa kurikulum adalah rencana yang mungkin saja terlaksana tapi mungkin juga tidak sedangkan apa yang terjadi di sekolah/kelas adalah sesuatu yang benar-benar terjadi yang mungkin berdasarkan rencana tetapi mungkin juga berbeda atau bahkan menyimpang dari apa yang direncanakan. Perbedaan titik pandangan ini tidak sama dengan perbedaan cara pandang antara kelompok ahli kurikulum dengan ahli teaching (pangajaran). Baik ahli kurikulum mau pun pengajaran mempelajari fenomena kegiatan kelas tetapi dengan latar belakang teoritik dan tujuan yang berbeda. Istilah dalam kurikulum seperti "planned activities", "written document", "curriculum as intended", "curriculum as observed", "hidden curriculum","curriculum as reality", "school directed experiences", "learner actual experiences" menggambarkan adanya perbedaan antara kurikulum dengan apa yang terjadi di kelas. Definisi yang dikemukakan oleh Unruh dan Unruh (1984:96) mewakili pandangan ini dimana mereka menulis curriculum is defined as a plan for achieving intended learning outcomes: a plan concerned with purposes, with what is to be learned, and with the result of instruction. Olivia (1997:8.) mengatakan bahwa we may think of the curriculum as a program, a plan, content, and

38

learning experiences, whereas we may characterize instruction as methods, the teaching act, implementation, and presentation. Olivia (1997:8) termasuk orang yang setuju dengan pemisahan antara kurikulum dengan pengajaran dan merumuskan kurikulum sebagai a plan or program for all the experiences that the learner encounters under the direction of the school. Lebih lanjut ia mengatakan (Olivia, 1997:9) I feel that the cyclical has much to recommend. Pandangan yang menyatakan bahwa keduanya adalah kurikulum diwakili oleh pendapat Marsh (1997:5) yang menulis curriculum is an interrelated set of plans and experiences which a student completes under the guidance of the school. Pandangan ini sejalan dengan Schubert (1986:6) dengan mengatakan the interpretation that teachers give to subject matter and the classroom atmosphere constitutes the curriculum that students actually experience. Pengertian di atas menggambarkan definisi kurikulum dalam arti teknis pendidikan. Pengertian tersebut diperlukan ketika proses pengembangan kurikulum sudah menetapkan apa yang ingin dikembangkan, model apa yang seharusnya digunakan dan bagaimana suatu dokumen harus dikembangkan. Kebanyakan dari pengertian itu berorientasi pada kurikulum sebagai upaya untuk mengembangkan diri peserta didik, pengembangan disiplin ilmu, atau kurikulum untuk mempersiapkan peserta didik untuk suatu pekerjaan tertentu. Doll (1993:47-51) menamakannya sebagai "the scientific curriculum" dan menyimpulkan sebagai "clouded and myopic". Selanjutnya Dool (1993:57) memperkuat pendapatnya tentang kurikulum yang ada sekarang dengan mengatakan: Education and curriculum have borrowed some concepts from the stable, nonechange concept - for example, children following the pattern of their parents, IQ as discovering and quantifying an innate potentiality. However, for the most part modernist curriculum thought have adopted the closed version, one where - trough focusing - knowledge is transmitted, transferred. This is, I believe, what our best contemporary schooling is all about. Transmission frames our teaching-learning process. Dengan transfer dan transmisi maka kurikulum menjadi suatu focus pendidikan yang ingin mengembangkan pada diri peserta didik apa yang sudah terjadi dan berkembang di masyarakat. Kurikulum tidak menempatkan peserta didik sebagai subjek yang mempersiapkan dirinya bagi kehidupan masa dating tetapi harus mengikuti berbagai hal yang dianggap berguna berdasarkan apa yang dialami oleh orang tua mereka. Dalam konteks ini maka disiplin ilmu memiliki posisi sentral yang menonjol dalam kurikulum. Kurikulum, dan pendidikan, haruslah mentransfer berbagai disiplin ilmu sehingga peserta didik menjadi warga masyarakat yang dihormati. Teori tentang IQ bekerja untuk terutama intelektualitas dalam pengertian disiplin ilmu karena logic yang dikembangkan dalam tes IQ adalah logic disiplin ilmu dan secara lebih khusus adalah logika matematika. Oleh karena itu tidaklah salah dikatakan bahwa matematika adalah dasar pengembangan pendidikan logika. Gambaran serupa disajikan oleh Jacobs (1999) yang membahas mengenai kurikulum di Afrika. Hal ini amat difahami jika kurikulum diartikan dari pandangan kependidikan yang menempatkan ilmu atau disiplin ilmu di atas segalanya (perennialism atau pun essentialism). Jacobs (1999:100) menggunakan istilah liberal theory untuk kedua pandangan ini. Sedangkan istilah perenialisme dan essentialism banyak digunakan oleh

39

reconstructionism) hanya memusatkan perhatian pada fungsi "transfer" dari apa yang sudah terjadi dan apa yang sedang terjadi. teori. ada kekhawatiran bahwa kurikulum hanya memikirkan kerusakan atau persoalan social yang ada dan meninggalkan sama sekali apa yang sudah dihasilkan. masyarakat. Kemajuan teknologi pada akhir kedua abad keduapuluh telah memberikan velocity perubahan pada berbagai aspek kehidupan pada tingkat yang tak pernah dibayangkan manusia sebelumnya. Longstreet dan Shane (1993). Instead. Peserta didik akan menjadi anggota masyarakat yang secara individu maupun kelompok tidak hanya dibentuk oleh masyarakat (dalam posisi menerima = pasif) tetapi harus mampu memberi dan mengembangkan masyarakat ke arah yang diinginkan (posisi aktif). they conceive of curriculum as a vehicle for fostering critical discontent and for equipping learners with the skills needed for conceiving new goals and affecting social change. dan bangsanya di masa mendatang. Suatu hal yang jelas bahwa definisi kurikulum oleh kelompok "conservative" (perenialism dan essentialism). 1989:15). Print (1993). Walau pun tidak begitu jelas tetapi pada pandangan ini sudah ada upaya untuk "shaping the future" dan bukan hanya "adjusting. POSISI KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN Kurikulum memiliki posisi sentral dalam setiap upaya pendidikan Klein. Artinya. Konten kurikulum dalam pandangan ini adalah materi yang dikembangkan dari disiplin ilmu. pengembangan intelektualitas. Seperti dikemukakan oleh McNeil (1977:19): Social reconstructionists are opposed to the notion that the curriculum should help students adjusts or fit the existing society. Pendidikan harus lah aktif membentuk dan mengembangkan potensi peserta didik untuk suatu kehidupan yang akan dimasukinya dan dibentuknya. Pada aliran progresif kelompok rekonstruksionis dapat dikatakan berbeda dari lainnya karena kelompok ini tidak hanya mengubah apa yang ada pada saat sekarang tetapi juga membentuk apa yang akan dikembangkan. atau pun menyiapkan peserta didik untuk kehidupan masa kini. Secara mendasar.para ahli lainnya seperti Schubert (1986). Olivia (1997) Banyak kecaman terhadap pengertian kurikulum yang dikembangkan dari pandangan filosofis ini walau pun dalam kenyataannya masih banyak orang dan pengambil kebijakan yang menganut pandangan ini. "existentialism" mau pun "progressive" (experimentalism. tujuan adalah penguasaan konsep. atau hal yang terkait dengan disiplin ilmu. Pandangan rekonstruksi social di atas menyebabkan kurikulum haruslah diredefinisikan kembali sehingga ia tidak mediocre karena hanya menfokuskan diri pada transfer kejayaan masa lalu. Padahal masa kini adalah kelanjutan dari masa lalu dan masa kini akan terus berubah dan sukar diprediksi. Kontinuitas kehidupan dan perkembangan masyarakat dikhawatirkan akan terganggu. Dalam pengertian kurikulum yang dikemukakan di atas harus diakui ada kesan bahwa kurikulum 40 . Kurikulum di Indonesia masih didominasi oleh pandangan ini. mending or reconstructing the existing conditions of the life of community". kelompok "romanticism" (romantic naturalism). kurikulum merupakan rancangan dan kegiatan pendidikan yang secara maksimal mengembangkan potensi kemanusiaan yang ada pada diri seseorang baik sebagai individu mau pun sebagai anggota masyarakat untuk kehidupan dirinya.

di sekolah. Situasi seperti ini tidak dapat dipertahankan dan kurikulum harus memperhatikan tuntutan masyarakat dan rencana bangsa untuk kehidupan masa mendatang. dan pendidikan. Oleh karena itu jika ada yang ingin mengkaji dan mengetahui kegiatan akademik apa dan apa yang ingin dihasilkan oleh suatu lembaga pendidikan maka ia harus melihat dan mengkaji kurikulum. Kegiatan evaluasi untuk menentukan apakah kualitas yang diharapkan sudah dimiliki oleh peserta didik dilakukan berdasarkan rencana yang dicantumkan dalam kurikulum. Kehidupan di sekolah adalah kehidupan yang dirancang berdasarkan apa yang diinginkan kurikulum. Dalam pengertian "intrinsic" kependidikan maka kurikulum adalah jantung pendidikan Artinya. Sedangkan lembaga pendidikan yang tidak memiliki rencana tertulis dianggap tidak memiliki kurikulum. Posisi sentral ini menunjukkan pula bahwa setiap interaksi akademik adalah jiwa dari pendidikan. Untuk menegakkan akuntabilitasnya maka kurikulum tiak boleh hanya membatasi diri pada persoalan pendidikan dalam pandangan perenialisme atau esensialisme. Dalam posisi maka kurikulum merupakan bentuk akuntabilitas lembaga pendidikan terhadap masyarakat. Dapat dikatakan bahwa kegiatan pendidikan atau pengajaran pun tidak dapat dilakukan tanpa interaksi dan kurikulum adalah desain dari interaksi tersebut. apakah lembaga pendidikan yang terbuka untuk setiap orang ataukah lembaga pendidikan khusus haruslah dapat mempertanggungjawabkan apa yang dilakukannya terhadap masyarakat. Kurikulum dan pendidikan melepaskan diri dari berbagai masalah social yang muncul. hidup. dalam kepeduliaannya. semua gerak kehidupan kependidikan yang dilakukan sekolah didasarkan pada apa yang direncanakan kurikulum. sumber dan lingkungan. Pengembangan potensi peserta didik menjadi kualitas yang diharapkan adalah didasarkan pada kurikulum. Kurikulum menyebabkan sekolah menjadi lembaga menara gading yang tidak terjamah oleh keadaan masyarakat dan tidak berhubungan dengan masyarakat. Setiap lembaga pendidikan. menjadi kepeduliaan dan masalah kurikulum. Proses belajar yang dialami peserta didik di kelas.seolah-olah hanya dimiliki oleh lembaga pendidikan modern dan yang telah memiliki rencana tertulis. Problema masyarakat harus dianggap sebagai tuntutan. Oleh karena itu kurikulum adalah dasar dan sekaligus pengontrol terhadap aktivitas pendidikan. dan di luar sekolah dikembangkan berdasarkan apa yang direncanakan kurikulum. Lembaga pendidikan tersebut harus dapat memberikan "academic accountability" dan "legal accountability" berupa kurikulum. Kedua pandangan ini hanya akan membatasi kurikulum. Pengertian di atas memang pengertian yang diberlakukan untuk semua unit pendidikan dan secara administratif kurikulum harus terekam secara tertulis. Jika seseorang ingin mengetahui apakah yang dihasilkan ataukah pengalaman belajar yang terjadi di lembaga pendidikan tersebut tidak bertentangan dengan hukum maka ia harus mempelajari dan mengkaji kurikulum lembaga pendidikan tersebut. Posisi sentral ini menunjukkan bahwa di setiap unit pendidikan kegiatan kependidikan yang utama adalah proses interaksi akademik antara peserta didik. Apakah kurikulum bersifat mengembangkan kualitas peserta didik yang diharapkan dapat memperbaiki masalah dan tatangan masyarakat ataukah 41 . Tanpa kurikulum yang jelas apalagi jika tidak ada kurikulum sama sekali maka kehidupan pendidikan di suatu lembaga menjadi tanpa arah dan tidak efektif dalam mengembangkan potensi peserta didik menjadi kualitas pribadi yang maksimal. pendidik. dan berkembang di masyarakat.

Oleh karena itu kualitas yang dihasilkannya bukanlah kualitas yang harus dimiliki seluruh warga bangsa tetapi kualitas yang dimiliki hanya oleh sebagian dari warga bangsa. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Posisi ini dicerminkan oleh pengertian kurikulum yang didasarkan pada pandangan filosofi progresivisme. Secara singkat. tuntutan masyarakat terhadap pendidikan diterjemahkan dalam tujuan pendidikan nasional.kurikulum merupakan upaya pendidikan membangun masyarakat baru yang diinginkan bangsa menempatkan kurikulum pada posisi yang berbeda. c. teknologi. adalah kurikulum berposisi sebagai jawaban untuk menyelesaikan berbagai masalah social yang berkenaan dengan pendidikan. h. i. dan persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan 42 . tujuan pendidikan jenjang pendidikan dan tujuan pendidikan lembaga pendidikan. Oleh karena itu maka kurikulum untuk SD/MI berbeda dari kurikulum untuk SMP/MTs baik dalam pengertian dimensi kualitas mau pun dalam pengertian jenjang kualitas yang harus dikembangkan pada diri peserta didik. j. diteruskan atau dikembangkan. dan minat peserta didik. dinamika perkembangan global. tidak diikuti oleh setiap warga bangsa. Posisi pertama adalah kurikulum adalah "construct" yang dibangun untuk mentransfer apa yang sudah terjadi di masa lalu kepada generasi berikutnya untuk dilestarikan. tuntutan dunia kerja. dan seni. keragaman potensi daerah dan lingkungan. Posisi ketiga adalah kurikulum untuk membangun kehidupan masa depan dimana kehidupan masa lalu. perkembangan ilmu pengetahuan. peningkatan iman dan takwa. Pengertian kurikulum berdasarkan pandangan filosofis perenialisme dan esensialisme sangat mendukung posisi pertama kurikulum ini. pendidikan menengah dan tinggi. d. Apabila pendidikan dasar Indonesia adalah 9 tahun maka tujuan pendidikan nasional harus tercapai dalam masa pendidikan 9 tahun yang dialami seluruh bangsa Indonesia. agama. b. peningkatan potensi. f. posisi kurikulum dapat disimpulkan menjadi tiga. dan berbagai rencana pengembangan dan pembangunan bangsa dijadikan dasar untuk mengembangkan kehidupan masa depan. Tujuan pendidikan nasional adalah tujuan besar pendidikan bangsa Indonesia yang diharapkan tercapai melalui pendidikan dasar. Kedua. g. masa sekarang. SD/MI memiliki tujuan yang tidak sama dengan SMP/MTs baik dalam pengertian ruang lingkup kualitas mau pun dalam pengertian jenjang kualitas. Setiap lembaga pendidikan ini memiliki tujuan yang berbeda. Secara formal. Tujuan di atas pendidikan dasar tidak mungkin tercapai oleh setiap warganegara karena pendidikan tersebut. peningkatan akhlak mulia. kecerdasan. Jenjang Pendidikan Dasar terdiri atas pendidikan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) dan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) atau program Paket A dan Paket B. e. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat (3) menyatakan bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a.

Konsekuensi logis dari posisi ini adalah kurikulum membatasi dirinya dan hanya menjawab tantangan dalam kepentingan pengembangan ilmu dan teknologi. dan pada gilirannya menjadi tujuan kurikulum. Sayangnya. teknologi dan seni. cinta damai. Kurikulum 2004 hanya menjawab sebagian (kecil) dari permasalahan yang ada di masyarakat yaitu rendahnya penguasaan matematika dan ilmu alamiah (sains) yang diindikasikan dalam tes seperti TIMMS atau tes seperti UAN. seni. masyarakat. kehidupan agama.Pasal ini jelas menunjukkan berbagai aspek pengembangan kepribadian peserta didik yang menyeluruh dan pengembangan pembangunan masyarakat dan bangsa. Posisi ketiga yaitu kurikulum merupakan "construct" yang dikembangkan untuk membangun kehidupan masa depan sesuai dengan bentuk dan karakteristik masyarakat yang diinginkan bangsa. Alokasi waktu ini adalah "construct" para pengembang kurikulum dan jawaban kurikulum terhadap permasalahan yang ada. Permasalahan lain yang terjadi di masyarakat dan dirumuskan dalam ketetapan formal seperti undang-undang tidak menjadi perhatian kurikulum 2004. bahasa Indonesia dan daerah. 43 . Posisi ini bersifat konstruktif dan antisipatif untuk mengembangkan kehidupan masa depan yang diinginkan. semangat kebangsaan tinggi. teknologi dan tantangan kehidupan global. toleran. budaya. bangsa atau pun kehidupan global. memiliki kebiasaan membaca. memiliki daya saing. Tuntutan formal seperti ini harus dapat diterjemahkan menjadi tujuan setiap jenjang pendidikan. produktif. Dalam posisi ketiga ini maka kurikulum seharusnya menjadi jantung pendidikan dalam membentuk generasi baru dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan potensi dirinya memenuhi kualitas yang diperlukan bagi kehidupan masa mendatang. serta bidang-bidang yang dianggap kurang "penting". Struktur kurikulum 2004 yang memberikan sks lebih besar pada mata pelajaran matematika. Secara formal. sikap senang dan kemampuan mengembangkan ilmu. Tuntutan dunia kerja yang seharusnya menjadi kepeduliaan besar dalam model kurikulum berbasis kompetensi tidak muncul karena kompetensi yang digunakan kurikulum dikembangkan dari diisplin ilmu dan bukan dari dunia kerja. kurikulum yang dikembangkan di Indonesia masih membatasi dirinya pada posisi sentral dalam kehidupan akademik yang dipersepsikan dalam pemikiran perenialisme dan esensialisme. ilmu. lembaga pendidikan. tuntutan masyarakat terhadap pendidikan juga diterjemahkan dalam bentuk rencana pembangunan pemerintah. dan teknologi dengan mengorbankan Pengetahuan Sosial dan Ilmu Sosial. hidup sehat dan fisik sehat. reformasi dari system pemerintahan sentralistis ke system pemerintahan disentralisasi. PPKN/kewarganegaraan. Rencana besar pemerintah untuk kehidupan bangsa di masa depan seperti transformasi dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. Artinya. ekonomi. dan sebagainya. Kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kurikulum 2004 gagal menjawab keseluruhan spectrum permasalahan masyarakat. kurikulum haruslah memperhatikan permasalahan ini dengan serius dan menjawab permasalahan ini dengan menyesuaikan diri pada kualitas manusia yang diharapkan dihasilkan pada setiap jenjang pendidikan (pasal 36 ayat (2). pengembangan berbagai kualitas bangsa seperti sikap dan tindakan demokratis. sains (untuk lebih mendekatkan diri pada istilah yang dibenarkan oleh pandangan esensialis). Posisi kurikulum yang dikemukakan di atas barulah pada posisi kurikulum dalam mengembangkan kehidupan social yang lebih baik.

disiplin. taat aturan. . Berbagai factor seperti politik. philosophical positions. Kedua orientasi ini menyebabkan kurikulum di jenjang pendidikan tinggi kurang memperhatikan kualitas yang diperlukan manusia di luar keterkaitannya dengan disiplin ilmu atau dunia kerja. kerja keras. dan sebagainya terabaikan dalam kurikulum pendidikan tinggi walau pun harus diakui bahwa Kepmen 232/U/1999 mencoba memberikan perhatian kepada aspek ini. Jika kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah lebih memberikan perhatian yang lebih banyak pada pembangunan aspek kemanusiaan peserta didik maka kurikulum pendidikan tinggi berorientasi pada pengembangan keilmuan dan dunia kerja. Model baru perlu dikembangkan yang lebih efektif. dan seni di jenjang pendidikan menengah diarahkan untuk persiapan pendidikan tinggi maka kurikulum harus mampu memberi kesempatan itu. Posisi kurikulum di jenjang pendidikan tinggi memang berbeda dari jenjang pendidikan dasar dan menengah. gemar berolahraga. cinta damai. menghormati hak orang lain. menguasai pemanfatan teknologi informasi dan sebagainya maka kurikulum harus mampu mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kualitas tersebut sebagai kualitas dasar atau kualitas minimal bangsa yang menjadi tugas kurikulum SD/MI dan SMP/MTs. memiliki rasa kebangsaan tinggi. kritis. teknologi. inovatif. Oleh karena itu Olivia (1992:39-41) selain mengakui bahwa pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang kompleks lebih lanjut mengatakan curriculum is a product of its time. menghargai prestasi. Kualitas kemanusiaan seperti jujur. Dalam banyak kasus bahkan terlihat bahwa kurikulum pendidikan tinggi tidak juga memperhatikan hal-hal yang berkenaan dengan kualitas kemanusiaan yang seharusnya terkait dengan pengembangan ilmu dan dunia kerja. 44 . sosial. Jika masa depan ditandai oleh berbagai kualitas baru yang harus dimiliki peserta didik yang menikmati jenjang pendidikan menengah maka adalah tugas kurikulum untuk memberikan peluang kepada peserta didik mengembangkan potensi dirinya. and meeting the cultural. produktif. gemar membaca. kerja keras. disiplin. cinta kebersihan. kreatif. Jika pasal 36 ayat (3) Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 dijadikan dasar untuk mengidentifikasi kualitas minimal yang harus dimiliki bangsa Indonesia maka kurikulum haus mengembangkannya. mengenal lingkungan. Jika penguasaan ilmu. Jika mentalitas bangsa Indonesia yang diinginkan adalah mentalitas baru yang religius. identifying desired learning outcomes. ekonomi. menghargai masa lalu. preparing for instruction to achieve the outcomes. budaya. and personal needs that the curriculum is to serve. bersesuaian dengan kaedah pendidikan. teknologi berpengaruh dalam proses pengembangan kurikulum.Pertanyaan yang muncul adalah kualitas apa yang harus dimiliki semua manusia Indonesia yang telah menyelesaikan wajib belajar 9 tahun? Ini adalah kualitas minimal dan harus dimiliki seluruh anggota bangsa. . hemat. ilmu. PROSES PENGEMBANGAN KURIKULUM Unruh dan Unruh (1984:97) mengatakan bahwa proses pengembangan kurikulum a complex process of assessing needs. dan didasarkan pada kajian keilmuan terutama kajian psikologi mengenai minat/interest sebagai model penjurusan untuk kurikulum SMA. social. demokratis. cinta seni. Barangkali untuk itu sudah saatnya konstruksi kurikulum SMA dengan model penjurusan yang sudah berusia lebih dari 50 tahun itu ditinjau ulang. curriculum responds to and is changed by social forced.

agama. Kegiatan evaluasi diarahkan untuk menemukan kelemahan kurikulum yang ada. Secara singkat dapat dikatakan bahwa dalam pengembangan kurikulum focus awal memberi petunjuk jelas apakah kurikulum yang dikembangkan tersebut kurikulum dalam pandangan tradisional.psychological principles. teknologi. Padahal seperti dikemukakan Longstreet dan Shane (1993:87) bahwa kebudayaan berfungsi dalam dua perspektif yaitu eksternal dan internal: The environment of the curriculum is external insofar as the social order in general establishes the milieu within which the schools operate. accumulating knowledge. modern ataukah romantism. Ide yang dikembangkan pada langkah awal lebih banyak berfokus pada kualitas apa yang harus dimiliki dalam belajar suatu disiplin ilmu. dan sebagainya. Sayangnya. karena sifat ilmu yang universal menyebabkan konteks social-budaya tersebut terabaikan. and educational leadership at its moment in history. The external environment is full of disparate but overt conceptions 45 . Keseluruhan proses pengembangan kurikulum dapat digambarkan sebagai berikut: Dalam proses pengembangan tersebut unsure-unsur luar seperti kebudayaan di mana suatu lembaga pendidikan berada tidak pula mendapat perhatian. dan diakhiri dengan melihat hasil kurikulum berdasarkan tujuan yang terbatas. Konsep diversifikasi kurikulum menempatkan konteks social-budaya seharusnya menjadi pertimbangan utama. model yang tersedia dan dianggap sesuai untuk suatu kurikulum baru. Masalah yang muncul di masyarakat atau ide tentang masyarakat masa depan tidak menjadi kepedulian kurikulum. permasalahan pendidikan hanya terbatas pada permasalahan transfer dan transmisi. Dalam model ini kurikulum lebih banyak mengambil posisi pertama yaitu sebagai rencana dan kegiatan. Pada fase pengembangan ide. Model pengembangan kurikulum berikut ini adalah model yang biasanya digunakan dalam banyak proses pengembangan kurikulum. seni. it is internal insofar as each of us carries around in our mind's eye models of how the schools should function and what the curriculum should be.

Hasan. and education. A Post-Modern Perspective on Curriculum. 25. (1993). (1996). Local Content Curriculum for SMP. we caught by our own cultural mindsets about what should be. Paper presented at UNESCO Seminar on Decentralization. (1977). policy. S. Columbia University Eggleston.T. L. W. Review of Research in Education. current realities. culture. London: Routledge & Kegan Paul. 6:5-17. Hasan. 19:51-98. 46 . E. rather than by a recognition of our swiftly changing. New York and London: Teachers College. Paper presented at International Conference on Issues in Education of Pluralistic Societies and Responses to the Global Challenges Towards the Year 2020. Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum selalu dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat.E. as individuals. S. J.E. Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat. Multicultural Issues and Human Resources Development. Garcia. Unpublished. (1996). Identifikasi masalah dalam masyarakat dan kualitas yang dimiliki suatu komunitas pada saat sekarang dijadikan dasar dalam perbandingan dengan kualitas yang diinginkan masyarakat sehingga menghasilkan harus dikembangkan oleh kurikulum. (1993). The Sociology of the School Curriculum.H. DAFTAR BACAAN Darling-Hammond. (1996). Model kedua yang diajukan dalam makalah ini adalah model yang menempatkan kurikulum dalam posisi kedua dan ketiga.H. and practice for democratic education. Unpublished.about what the schools should be doing. Pencapaian tujuan kurikulum pun diukur dengan keberhasilan lulusan di masyarakat. Language. The internal environment is a multiplicity of largely unconscious and often distorted views of our educational realities for. Educational Researcher. The right to learn and the advancement of teaching: research. Doll.

(1977). P. and Progress. G. New York and London: Teachers College. ERIC Clearinghouse on Rural Education and Small School. Mereka yang berfikiran sedang membicarakan peristiwa-peristiwa.Jacobs.2 Lampiran 2: PROGRAM INOVATIF SEKOLAH Oleh Suparlan *) Mereka yang berfikiran hebat membicarakan ide-ide.. M. dan Howley. Management and Ideology: Key Concepts or Undertanding Curriculum. (1997). (1986).D. Columbia University Marsh. Paradigm. D.C.F. W. Sandton:Heinemann Higher and Further Education. Unruh. Processes.. bukan membicarakan fakta-fakta saja. C. Siapa takut? Kita sedang membicarakan ide-ide atau gagasan-gagasan. (1980). dan Tanner. New York: Macmillan Tanner. Olivia. 4th Developing the Curriculum edition. Oliver.P.C. pendiri Apple Computer) Innovation is change that creates a new dimension of performance (Peter Drucker: Hesselbein. (1984). 1884 – 1962. Leonard: Allen & Unwin Pty. Klein. A Comprehensive Introduction.L. M. M. California: McCutchan Publishing Corporation 2. Curriculum Development: Problems. (1992). apalagi membicarakan orang lain. Curriculum: Perspective. mantan first lady AS) Inovasi membedakan antara pemimpin dan pengekor (Steve Jobs. (1997).F. Curriculum Reform in the Elementary School: Creating Your Own Agenda. Planning. A. Charting new maps: multicultural education in rural schools. New York: Macmillan Publishing Co. (1986). Gagasan apa saja itu? Tentang program inovatif sekolah. J. ERIC Digest. Ltd.G. Curriculum. Mereka yang berfikiran sempit membicarakan orang lain (Eleanor Roosevelt.J. Boston: Little. St. London: The Falmer Press McNeil. (1993). Schubert. (1999). ED 348196. Curriculum. dan Unruh. dalam Contemporary Education: Global Issues and Trends. Brown and Company. 2003) Innovation is the creation of the new or the re-arranging of the old in a new way (Michael Vance) Kita sekarang akan mencoba menjadi orang yang berfikiran hebat. Curriculum Development and Design.Inc. and Possibility. disunting oleh Eleanor Lemmer. Berkeley.H. New York: Longman Print. Curriculum Development: Theory into Practice. 47 .

Kita telah jauh ketinggalan dari negara Thailand. yang kemudian diperbaiki. Dalam hal ini. Program Pemberian Susu dan Makanan Tambahan Di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. disempurnakan dengan memperbaiki satu atau beberapa elemennya. dan gizi anak-anak kita perlu mendapatkan perhatian kita semua. maka sumber masalahnya adalah lembaga pendidikan sekolah. Pemberdayaan KKG dan MGMP harus dapat digunakan sebagai wahana yang efektif untuk dapat meningkatkan kompetensi guru di sekolah. ada kemungkinan mereka juga mengalami kekurangan gizi dan dehidrasi. Penemuan tentang rendahnya kebugaran jasmani. Hal ini sama sekali berbanding terbalik dengan keadaan peserta didik di Negeri Cina. Namun. Dengan kata lain. dalam acara olahraga yang bergengsi ini kita selalu unggul. kinerja lembaga pendidikan sekolah. Itu pun sudah dapat disebut sebagai apa yang dikenal dengan inovasi. Boleh dikatakan bahwa negara yang lain berebut pada urutan kedua. Bukan hanya itu. Dalam beberapa kali upacara bendera. Pemberdayaan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sungguh. kita tidak bisa hanya melakukan yang biasa-biasa saja. Bahkan juga ketinggalan dari Vietnam. ketika pembina upacara menyampaikan pidatonya. kita harus malu dengan peringkat ke empat di Pesta Olahraga Asia Tenggara. banyak orang yang meneropongnya dari faktor kemunduran dunia pendidikan kita. gagasan-gagasan yang akan ditulis ini mungkin saja memang bukan benar-benar baru bagi sekolah tertentu. Juga tidak hanya dengan program-program yang biasa. Kondisi ini juga tampak dari Human Development Index (HDI) Indonesia yang berada di bawah Vietnam. Selidik punya selidik. Namun sekolah yang lain mungkin dapat menjadi sesuatu yang sangat berharga. Memang. Dengan demikian. Kita harus melakukan hal yang luar biasa. Program peningkatan kompetensi SDM secara terencana dan berkelanjutan memang harus dimulai di lembaga pendidikan sekolah. Tapi. Peter Drucker menjelaskan kepada kita bahwa inovasi sesungguhnya adalah perubahan yang menciptakan satu dimensi baru kinerja organisasi. Gagasan baru itu bisa jadi dari gagasan yang sudah lama. kita harus melakukan hal-hal yang inovatif. Lembaga pendidikan sekolah harus merancang berbagai program yang inovatif. gagasan baru juga harus semua komponennya harus baru. maka lembaga pendidikan sekolah harus menjadi tempat yang strategis untuk dapat meningkatkan kompetensi SDM yang handal. sebagaimana juga di sekolah-sekolah lain di tanah air. Setelah lembaga pendidikan keluarga. masalah ini terjadi karena banyak anak-anak yang tidak sarapan pagi. Para siswa di sekolah yang cukup luas di negeri tirai 48 . para siswa harus mengikuti upacara bendera di sekolah. sehingga menjadi lebih baik dan bermanfaat. Boleh jadi semua itu terjadi memang karena dampak negatif dari krisis multidimensional yang masih belum sepenuhnya usai. kesehatan. Untuk dapat membangun SDM yang handal. Innovation is the creation of the new or the re-arranging of the old in a new way (Michael Vance) Tulisan ini akan mencoba membahas tentang program sekolah yang dapat dinilai inovatif. atau ketika bendera merah putih dinaikkan beberapa anak jatuh pingsan. sebagai ilustrasi.Benar sekali. Malaysia. Padalah dahulu.

Semua fasilitas olahraga telah disediakan. maka masalahnya tidak lain dan tidak bukan adalah karena kecerdasan fisikal generasi muda kita yang masih rendah. Mereka yang suka berolahraga memiliki kecerdasan fisikal atau kecerdasan ragawi atau kecerdasan yang dikenal dengan bodily kinestetics yang tinggi. Lomba kebersihan dan keindahan kelas dapat diadakan pada saat momen-momen tertentu. Bahkan pada tanggal 14 Oktober 1940. program pembinaan olahraga secara teroganisasi di sekolah sudah barang tentu menjadi tanggung jawab semua komponen sekolah. susu. Memasang papan bertuliskan ”LINGKUNGAN BEBAS ROKOK” merupakan satu gebrakan yang dapat dilakukan. tetapi harus menyentuh perubahan kebiasaan para penghuninya. Jangan biarkan anak-anak kita membiasakan jajan di tepi-tepi pagar sekolah. nama-nama siswa dengan rekor tertingginya dalam cabang olahraga tertentu. Talent Scouting Bibit Olahraga dan Seni Pembinaan olahraga memang menjadi tugas utama guru olahraga dan keshatan. Rupanya. atau ”CUCI TANGAN SEBELUM MAKAN”. bukan hanya secara seremonial belaka. negeri adidaya Amerika Serikat telah jauh memikirkan pentingnya makan siang anak-anak sekolah melalui program makan siang anak-anak usia sekolah melalui National School Lunch Program Act yang telah ditandatangani oleh Presiden Truman pada tahun 1946. Ciptakan kantin sekolah yang hiegenis dengan jenis makanan yang bergizi. Selain itu. Dengan catatan ini. Tulisan-tulisan lain. atau peringatan hari lahir sekolah. dan makanan bergizi lainnya secara rutin sudah tentu menjadi kegiatan yang sangat berguna bagi anak-anak kita. Nah apa yang harus diprogramkan oleh sekolah untuk mengatasi itu semua? Pemberian bubur kacang hijau. atau ”KESEHATAN SEBAGIAN DARI IMAN” dapat diharapkan dapat mengisi nurani anak-anak kita yang masih putih itu. misalnya peringatan hari besar nasional dan agama. maka sekolah tinggal 49 . Kalau pun negeri kita pada saaat ini masih mengalami kesulitan untuk mencari sebelas pemain sebak bola. Sekolah harus memiliki catatan. seperti ”TARUH SAMPAH PADA TEMPATNYA”. Tetapi. program yang harus dibenahi adalah kantin sekolah. Penciptaan Lingkungan Sekolah Yang Sehat Program ini sangat terkait dengan program sebelumnya. Di samping olahgara rekreasi. pemerintah Amerika Serikat juga telah mengeluarkan program susu sekolah (school milk program). asupan gizi generasi muda kita masih di bawah rata-rata anak-anak di dunia. rindang. Pertama. yang dari aspek kesehatan dan gizinya tidak dapat kita pertanggungjawabkan. DPR kita masih sibuk dengan urusan politik ketimbang dengan urusan makan siang anak-anak. Jika negeri ini masih juga mengalami masalah mahalnya susu untuk tumbuh kembang anak-anak kita.bambu itu diwajibkan selalu melakukan olahraga dalam cabang olahraga yang mereka suka. pencatatan secara rutin rekor olahraga prestasi harus tersedia di sekolah. citakan lingkungan sekolah yang bersih. dan setiap harinya mereka harus melakukan olahraga sesuai dengan hobinya. Hasilnya? Stamina olahragawan dari negeri tirai bambu itu sangat luar biasa. dan indah. jika ada kegiatan pertandingan olahraga. Program 7K perlu digalakkan lagi. Kedua. karena selalu keok dalam arena pertandingan olah raga yang bergengsi ini. Termasuk di dalamnya adalah senam dan menari dengan olah tubuh yang penuh dengan rima dan irama itu.

sebagai contoh. Jika ada sedikit lahan di depan sekolah. orangtua siswa dan masyarakat merasakan adanya peningkatan keakraban dan kekeluargaan antara sekolah dan orangtua siswa secara luar biasa. (2) rata-rata tinggi dan berat badan anak-anak kelas 5 SD. maka apa yang dapat dilakukan di tingkat sekolah? Tentu saja pendidikan lingkungan hidup harus menjadi tanggung jawab sekolah. Sayur apakah yang menjadi kegemaran siswa. para siswa dapat menunjukkan kebolehannya. baik dalam bidang akademis maupun nonakademis. (3) jarak tempuh anak-anak ke sekolah. dipupuk. dapat menjadi media untuk menyatupadukan sekolah dengan orangtua dan masyarakat. tetapi sebagai pemangku kepentingan yang memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan pihak kepala sekolah dan para guru di sekolah. sebagai contoh. maka sekolah juga dapat membuat taman sederhana untuk menanam tanaman hias atau tanaman bunga. Kebun Sekolah dan Penanaman Sejuta Pohon Jika secara internasional isu pemanasan global telah melahirkan Bali Roadmap untuk memecahkan isu tersebut. Pencatatan prestasi olahraga ini dapat dilakukan pada awal tahun pelajaran atau pada saat usai ulangan semester pertama menjelang libur sekolah. Padahal obyek penelitian sederhana bagi anak-anak terbentang luas di sekolah dan lingkungannya. Sebenarnya para guru telah memiliki pengetahuan dan keterampilan praktis dalam penelitian sederhana. Program seperti ini dapat berupa program lain yang tidak kalah inovatifnya. Setelah program ini dilaksanakan. Dampaknya. tetapi sudah bisa dilakukan di SD. di hadapan orangtua dan masyarakat. Dengan demikian. sekolah dapat meminjamnya untuk dijadikan kebun sekolah tempat praktik anak-anak menanam berbagai jenis tanaman.memilih mereka untuk dapat mengikuti ajang pertandingan olahraga yang akan diikuti. adalah pertanyaan penelitian sederhara yang dapat dilakukan bukan di SMP. Pada waktu itu. sekolah dapat menjadi tempat pembibitan olahraga dan seni yang pertama dan utama. Acara tutup tahun sekolah. Namun banyak di antaranya kurang begitu yakin bahwa anak-anak mampu melakukannya. pelibatan peran serta orangtua dalam penyelenggaraan pendidikan masih menjadi sesuatu yang langka. Untuk sekolah yang tidak memiliki lahan yang luas. Sejak adanya festival hari pertama sekolah itu. Jika di lingkungan sekolah ada lahan tidur yang tidak dimanfaatkan oleh yang empunya. Selain itu. antusiasme orangtua dan masyarakat tibatiba meningkat secara drastis. dan masih banyak yang lain. sekolah juga harus melakukannya untuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. sekolah juga dapat membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan program penanaman satu juta pohon. Topiktopik lainnya misalnya: (1) rata-rata jumlah anak dalam satu keluarga. The First Day Festival Ide ini diusulkan oleh seorang guru di suatu sekolah di Amerika Serikat. Science-Tech Club Sama dengan talent scouting dalam bidang olahraga. Atau dapat meminta kepada para siswa untuk masing-masing dapat memiliki tanaman kesayangan yang harus dipelihara setiap hari dengan sepenuh hati. setiap kelas dapat diminta untuk membikin taman di depan kelasnya masing-masing. Disiram. agar sekolah tidak terasa gersang. dan disiangi kalau ada rumput yang menggangunya. Orangtua dan masyarakat tidak lagi merasa sebagai klien. Dalam acara tersebut. orangtua dan masyarakat menjadi lebih memiliki kepercayaan yang tinggi 50 .

yang kalau bisa yang luar biasa. Ingin mencoba sesuatu yang baru. yakinlah bahwa semua itu dapat dilakukan jika kita memiliki kemauan. yang disusun oleh sekolah bersama dengan pemangku kepentingan.terhadap upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi siswa. Penerapan pembelajaran aktif. RPS yang disusun hendaknya memuat program-program inovatif. strategi yang umumnya dipilih dengan mengintervensi secara tidak langsung proses belajar-mengajar melalui penerapan kurikulum antikorupsi. Mudah-mudahan. Dengan kata lain. Murid atau mahasiswa yang akan menjadi tulang punggung bangsa di masa mendatang sejak dini harus diajar dan dididik untuk membenci serta menjauhi praktek korupsi. Tetapi.com. program sekolah yang aman dan nyaman. Setidaknya ada tiga 51 .3 Lampiran 3: MEMBERANTAS KORUPSI MELALUI KURIKULUM Oleh icwweb Minggu. E-mail: bsuparlan@yahoo. efektif. dan sudah barang tentu yang tidak memberatkan keuangan orangtua siswa. *) Website: www. dengan program inovatif. Sulitkah semua itu kita lakukan? Semua itu memang sulit untuk pertama kalinya. baik yang terkait dengan aspek akademis maupun nonakademis di sekolah. All beginning is difficult. semua itu harus dirancang adalam rencana yang matang. Tentu saja berdasarkan kondisi sekolahnya masing-masing. dan menyenangkan (PAKEM) dan contextual teaching and learning (CTL) kini menjadi program inovatif di sekolah yang menjadi primadona. Bahkan lebih dari itu. semua warga sekolah ingin melakukan sesuatu yang baru.suparlan. diharapkan dapat turut aktif memeranginya. semua warga sekolah dan pemangku kepentingan ingin mencoba sesuatu yang tidak biasa. dan masih banyak yang lainnya. Pendek kata. atau sesuatu yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian. Akhir Kata Masih sangat banyak program inovatif lain yang dapat dilaksanakan oleh sekolah. kreatif. orangtua dan masyarakat menjadi lebih antusias dalam ikut serta memberikan dukungan dan bantuan terhadap pelaksanaan program-program inovatif sekolah. Itu semua dapat dimulai dengan program inovatif yang sederhana. Sebagai contoh. Depok. 22 Desember 2007 2. kegiatan outbond.com. Dampak pengiringnya. program sekolah berwawasan imtaq. program sekolah ramah anak. Tentu saja. 17 September 2006 12:28:40 Institusi pendidikan diyakini sebagai tempat terbaik untuk menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai antikorupsi. Untuk itu. Yang penting. yang dikenal dengan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). Semua permulaan itu memang sulit. Dimana ada kemauan di situ ada jalan.

pilihan tersebut menimbulkan beberapa konsekuensi lanjutan. dari aspek teknis. Tes yang dilakukan berbeda dari tes pelajaran pendidikan jasmani atau olahraga. kalaupun kemudian ditanggung pemerintah. Pertama. 52 . Masalahnya. Apabila pilihannya dibuat khusus. Alat atau instrumen yang mampu mengukur tingkat kemampuan murid dalam menerapkan nilai-nilai antikorupsi tidak mudah dibuat. kurikulum tidak akan ada artinya tanpa guru. buku teks mata pelajaran yang dianggap relevan otomatis ditambah atau diubah dengan muatan baru mengenai antikorupsi. ada beberapa faktor yang mesti dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Sebab. serta IAIN Arraniry. Jika penekanannya hanya pada sisi pengetahuan. akan muncul buku teks pelajaran baru mengenai antikorupsi. setidaknya dibutuhkan pendidikan atau pelatihan. Belajar dari penerapan kurikulum berbasis kompetensi. Catatan kedua berkaitan dengan proses penerapan dan evaluasi. hanya untuk sosialisasi. Semarang. di antaranya Universitas Islam Negeri. Sebab. terlebih dulu mereka yang akan mengajarkan pelajaran antikorupsi mesti mengetahui dan memahami apa yang akan diajarkan. jika memilih diintegrasikan. Murid mampu dengan baik menjawab nilai-nilai luhur pancasila. apabila akan diimplementasikan dalam lingkup luas. Tapi. seperti penentuan buku teks. Banda Aceh. bukan mustahil buku teks mengenai antikorupsi justru menjadi lahan baru untuk korupsi. malah menambah masalah. apakah akan memunculkan mata pelajaran khusus atau diintegrasikan dengan mata pelajaran yang memiliki korelasi. bila dibebankan kepada orang tua murid. Sebab. agar bisa diimplementasikan. proses pengajaran dan evaluasi tidak terlalu sulit. akan menemukan kesulitan dalam proses evaluasi. Apabila menginginkan hingga tingkatan praktek (psikomotor). dibutuhkan biaya besar untuk pengadaan buku-buku tersebut. waktu dan biaya yang dihabiskan tidak sedikit. institusi pendidikan seperti sekolah sangat sensitif. Berkenaan dengan kejelasan implementasi kurikulum. Batasan ruang kelas harus dihilangkan. Untuk itu. Ciputat. tapi tingkah laku jauh dari nilainilai tersebut. Selain itu. seperti pendidikan agama atau kewarganegaraan. akan berpengaruh pada banyak hal. Harus ada kejelasan apakah pelajaran antikorupsi nantinya akan ditekankan pada sisi pengetahuan (kognitif) atau praktek (psikomotorik). Sudah tentu. Pengelola sekolah mulai guru hingga kepala sekolah mesti menjadi model bagi murid. Tapi. siapa yang akan membiayai. Munculnya terobosan-terobosan baru untuk melawan praktek korupsi. pelajaran antikorupsi akan mengulangi kegagalan pelajaran pendidikan moral Pancasila beberapa waktu lalu. Namun. jika pengaturannya tidak jelas. seperti membuat kurikulum antikorupsi. Universitas Katolik Soegipranata. Tapi masalahnya. Tapi apa pun pilihannya. proses pengajaran antikorupsi tidak bisa dilakukan dengan cara konvensional: guru memberi ceramah di dalam ruang kelas dan sesekali memberi tes. Selama ini mereka sudah direpotkan dengan pembelian berbagai jenis buku teks yang mahal. Selain itu.perguruan tinggi yang sedang mengembangkan kurikulum tersebut. mesti disambut positif. perubahan kebijakan walau kecil.

16 September 2006 2. dengan latar belakang penyebab serta modus yang berbeda. malah tidak sedikit yang aktif menjadi bagian dari rantai korupsi di sekolah. Institusi pendidikan seperti sekolah justru menjadi salah satu tempat tumbuh subur praktek korupsi. akan ada perlawanan dari orang-orang yang selama ini menikmati keuntungan dari praktek korupsi di institusi pendidikan. kepala sekolah. Kondisi tersebut sangat ironis. Celakanya lagi. Upaya untuk membersihkannya jauh lebih berat dibanding menyusun kurikulum antikorupsi. Sebab. Dengan demikian.Namun sayang. banyak sekali pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum kurikulum antikorupsi diterapkan. Mulai guru. Institusi pendidikan malah mengajarkan bagaimana cara melakukan korupsi. dari minimnya kesejahteraan hingga ketimpangan kekuasaan. tanpa menggunakan kurikulum antikorupsi pun dengan sendirinya sekolah akan menjadi tempat mempromosikan nilai-nilai antikorupsi. jika institusi pendidikan seperti sekolah yang akan mengimplementasikan masih belum bersih dari praktek korupsi. korupsi sudah sangat sistemik. Tentu saja. karena memang itu khitahnya. Tapi tidak ada pilihan lain. Selain itu. Mereka menikmati keuntungan melalui setoran-setoran atau jasa tanda terima kasih. Kalau itu semua sudah dilakukan. malah pengawas hingga pegawai dinas pendidikan. Mulai mereformasi institusi pendidikan. dengan beragam faktor penyebab. jika praktek korupsi di sekolah juga memiliki korelasi dengan lembaga di atasnya. biasanya pelajaran yang paling diingat oleh murid bukan hasil ceramah di ruang kelas.4 Lampiran 4: APA YANG DIPELAJARI ANAK DI SEKOLAH? 53 . tapi ketika keluar dari ruang kelas atau malah di dalam kelas. setiap hari kepada murid diajarkan nilai-nilai antikorupsi. karena itu harus direbut. Berharap banyak pada peranan birokrasi pendidikan pun tidak mungkin. pegawai tata usaha. dan orang tua murid. seperti dinas pendidikan. kenyataannya tidak demikian. Ade Irawan. terus mendorong upaya peningkatan kesejahteraan guru atau dosen. MANAJER DIVISI MONITORING PELAYANAN PUBLIK. INDONESIA CORRUPTION WATCH/SEKRETARIS KOALISI PENDIDIKAN Tulisan ini disalin dari Koran tempo. mereka menyaksikan bagaimana korupsi dipraktekkan. kurikulum antikorupsi tidak akan berarti apa-apa. secara kolektif ataupun perseorangan turut menjadi pelaku. institusi pendidikan sebagai benteng terakhir tempat menyebarkan nilai-nilai antikorupsi sudah menjadi tempat mempromosikan korupsi. Bukan rahasia lagi. Karena itu. Setidaknya tergambar dari maraknya pungutan yang dibebankan kepada orang tua murid. guru. sehingga tidak lagi terjadi ketimpangan kekuasaan antara kepala sekolah. tapi yang dipraktekkan dalam keseharian guru atau kepala sekolah.

jelas dan lancar. bukan ketika sedang membaca . Tetapi apakah dengan demikian teks boleh dibuat sembarangan tanpa mempertimbangkan logika berbahasa? Perhatikan saja urutan deskripsi peristiwanya. Konon sebagian besar remaja bekerja di kota lain. Teks bacaan ini berada dalam salah satu bab berjudul Membaca Pemahaman. Adik Cica sedang membaca. Juga lebih mudah dipahami jika badan adik kotor ketika sedang bermain pasir atau tanah. Kak. yakni bab yang khusus dibuat untuk melatih siswa memahami bacaan. Jika ada anak usia sekolah berkeliaran pada waktu tersebut. Buku ini dimiliki oleh hampir setiap siswa kelas satu di beberapa sekolah dasar di Yogyakarta dan Jawa Tengah yang menjadikan buku ini sebagai buku utama dalam pelajaran Bahasa Indonesia. hampir semua suvenir di sana adalah karya ibu-ibu. pasti mendapat sanksi.” jawab Cica. Teks di atas memang dibuat untuk siswa kelas satu SD yang sedang belajar membaca permulaan. Hasil pertanian penduduk umumnya singkong dan ubi jalar. logika peristiwa yang lebih mudah dipahami tentunya mencuci cangkir dan piring dilakukan setelah makan. Teks dialog tanpa judul tersebut terdapat dalam buku Aku Cinta Bahasa Indonesia terbitan Tiga Serangkai Solo (2002). Bu. diajukanlah pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan isi teks seperti: apa mata pencaharian ibu-ibu. mengapa penduduk desa makmur. bagaimana kesimpulanmu mengenai hasil perjuangan penduduk. kata dan kalimat secara benar. yakinkah kita bahwa mereka telah belajar memahami bacaan secara 54 . Penduduk hanya panen setahun sekali. Semua itu hasil dari desa kelahiran ibunya Indri. Itu pun kalau ada air hujan. Mereka biasa hidup bersih. “Coba cari adikmu!” Cica mencari adiknya. bukan sebelum makan seperti pada bacaan di atas. Bina Bahasa Indonesia terbitan Erlangga Bandung (2003) terdapat teks bacaan seperti berikut: Wajib Belajar Desa kelahiran orang tua Indri tergolong tandus. Jika ternyata orang tua atau kakaknya yang menyuruh. “Badanmu kotor. suku kata. Keadaan seperti itu bukan menandakan penduduknya miskin. Setelah itu pembahasan untuk memahami teks pun selesai. Setelah teks. Kaum ibu membentuk Home Industry atau Industri Rumah Tangga Jika kita masuk ke toko suvenir. Bersihkan dulu badanmu!” “Ya. apa yang dilakukan para remaja. Begitu pula kalau kita berbelanja kue-kue tradisional. Bagi umumnya anak-anak. 1. Kalaupun siswa dapat menjawab semua pertanyaan tersebut secara benar sesuai dengan isi bacaan. Banyak hal yang dapat mereka kerjakan.Desember 2004 Cica mencuci cangkir dan piring “Cuci tanganmu sebelum makan. Mereka mengirimkan sebagian gaji ke desa untuk membeli sawah dan menyekolahkan adik-adik mereka. Yun. Bagaimana dengan aktivitas bapak-bapak dan para remaja? Di sana tidak kita jumpai penduduk yang duduk di pojok gang atau di warung kopi.Oleh Anis Suryani Artikel.Cica!” kata Ibu “Ya. Sementara itu dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas lima SD. Bersih itu sehat.” kata Yuyun. setiap orang wajib menegur. yang biasanya terfokus pada latihan melisankan bacaan mulai dari melafalkan huruf. Justru penduduknya tergolong makmur.

membuang sampah. Terbayang pula bagaimana repotnya guru-guru memandu siswa masuk ke suasana rapat desa yang menjadi 55 . Teks berisi tanya jawab antara ketiga tokoh seputar kondisi pengungsi. Tema kebersihan dan kesehatan mulai dari mandi. sarat dengan tema program pemerintah dan konsep-konsep yang terlalu kompleks untuk diajarkan kepada anak-anak sekolah dasar seperti urbanisasi dan gerakan kembali ke desa. Sementara teks buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas empat hingga kelas enam. dan sebagainya. Dengan maksud menanamkan kesan dan makna kepada siswa. sawah mana yang dibeli? Sebuah kalimat yang kontradiktif dengan deskripsi pada alinea pertama. cara-cara memberantas hama. Latar belakang dialog adalah rapat di Balai desa. perlu dipertanyakan dimana kita bisa temukan gagasan pokok yang dimaksud oleh judul yakni wajib belajar. Dengan mempertimbangkan logika bahasa yang baik atas sebuah teks. “Selamat pagi Firman”. judul yang kurang menggambarkan isi teks. kerja bakti di kampung. ekonomi koperasi. Penerbit Erlangga. mengepel. pemberantasan nyamuk. hal 134-135). Sekretaris Desa. teks dialog ini harus diperagakan sebagai permainan peran. dan sebagainya. Apalagi kondisi di lapangan memperlihatkan kecenderungan guru-guru juga terbatas wawasannya mengenai program-program pemerintah tersebut. Teks bacaan dan dialog dengan kualitas seperti ini umumnya teks yang dibuat sendiri oleh penulis buku yang biasanya adalah para guru atau sarjana ilmu pendidikan. tidak menumbuhkan minat seperti ini menjadi semakin membosankan karena dibahas berulang-ulang. tentulah timbul pertanyaan. muncul berkali-kali dalam banyak bacaan terutama untuk siswa kelas satu sampai kelas tiga. sementara sebagian besar teks membahas industri rumah tangga ? Lalu jika kita perhatikan kalimat pada alinea terakhir. kesiapan Puskesmas. alinea yang tidak jelas gagasan utamanya. “mereka mengirimkan sebagian gaji ke desa untuk membeli sawah…?” . dan kesiapan dapur umum. kalimat-kalimat dalam alinea yang tidak padu. tetapi juga pada pilihan tema. “Kamu sudah baca pengumuman belum?” “Pengumuman apa? Dimana? Aku belum membacanya tuh. perlindungan tenaga kerja. Teks bacaan dengan tema seperti itu disajikan dengan bahasa penyuluhan sehingga tidak menimbulkan kesan yang bermakna bagi siswa. menanami halaman rumah. Kondisi yang memprihatinkan dari teks-teks bacaan buku pelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya terjadi pada logika berbahasa. Kekacauan logika terlihat mulai dari teks yang tidak memiliki judul.benar pula? Kita pasti tidak yakin akan keberhasilan pembelajarannya jika teks yang mereka baca adalah teks seperti tersebut di atas. tokoh yang diperankan adalah Kepala Desa. sikat gigi. transmigrasi.” Dan seterusnya. Dimana ada sawah jika kondisi desa dilukiskan sangat tandus dan hanya bisa menghasilkan singkong dan ubi jika ada hujan ? Teks-teks bacaan yang buruk dalam pengaturan logika berbahasa seperti ini cukup banyak terdapat dalam buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk anak-anak SD. Salah satu contoh teks berisi tema program pemerintah adalah teks dialog bejudul Posko Korban Banjir dalam buku pelajaran bahasa Indonesia untuk siswa SD kelas tiga. krisis moneter. menyapu. 2000. Bina Bahasa Indonesia 3A. makan sayur. dan dokter Puskesmas. (Tim Bina Karya Guru. “Selamat pagi Indri”. Bisa kita bayangkan bagaimana canggungnya anak-anak usia 10 tahun kelas tiga SD memainkan peran aparat pemerintahan desa. Tema yang tidak menarik. Teks dialog penuh dengan tanya-jawab basa-basi tak bermakna.

berkebun. Di sana tidak ada bukit. Tidak ada gambaran yang memadai mengenai proses. Buku pelajaran adalah media pembelajaran yang paling umum dipakai di sekolah-sekolah di Indonesia.konteks dialog itu. Diawali dengan mengenal lingkungan keluarga. sifat-sifat mereka dan alasan mengapa menyebutkan sifat itu. ada yang di tanah berbukit. Wilayahnya terdiri atas tanah datar dan rata. Setelah teks. Deskripsi menjadi lebih kacau dengan kalimat: tidak ada bukit dan tidak ada sungai di perkotaan. hingga provinsi. Tim Bina Karya Guru Penerbit Erlangga. Kedua. pegawai perusahaan swasta dan perusahaan daerah. Anak-anak mulai mempelajari konsep-konsep ilmu sosial pada saat duduk di kelas 3 SD. RW. tiba-tiba lembaga administratif itu dihubungkan dengan kondisi geografis yang secara konsep berbeda konteksnya. Penduduk kota sebagian besar bekerja sebagai pegawai negeri. Jika isi buku pelajaran kondisinya sangat buruk. Ketergantungan ini mematikan daya kritis guru terhadap kualitas isi buku pelajaran. Wilayah RT di daerah perkotaan umumnya terletak di atas tanah datar. sebagian besar guru memiliki minat baca yang rendah sehingga sulit bagi mereka untuk berkreasi 56 . Bagaimana mungkin siswa dapat menggambarkan sifat tokoh dari dialog singkat tidak lebih dari 25 kalimat. Peran Guru Deskripsi isi buku di atas hanya merupakan cuplikan kecil saja dari seluruh isi buku pelajaran yang dipakai anak-anak di sekolah dasar. Konsep “bekerja” itu sendiri tidak banyak mendapat porsi dalam penjelasannya. Dari pengalaman penulis bergaul dengan para guru sekolah dasar dan mengamati keseharian mereka dalam mengajar siswa. Apa yang digambarkan oleh buku-buku pelajaran IPS kelas 3 SD tentang lingkungan tetangga ? Keadaan wilayah RT yang satu mungkin berbeda dengan keadaan wilayah RT yang lain. Berbagai jenis mata pencaharian disebutkan bagai sebuah daftar jenis pekerjaan. Dua alinea di atas membuka pembahasan mengenai lingkungan RT. Wilayah RT 06/ RW 03 terletak di daerah perkotaan. sebagian besar guru tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai teks yang baik. “Bekerja” yang merupakan aktivitas ekonomi produksi.Tetapi kenyataannya tidaklah demikian. Pertama. Wilayah RT yang terdapat di daerah pedesaan sebagian terletak di atas tanah berbukit. Tanpa ada penjelasan yang memadai mengenai lembaga RT. menyempit maknanya menjadi sekedar jenis pekerjaan. dari sebuah peristiwa rapat di Balai Desa yang berlangsung datar-datar saja tanpa dinamika. ada kecenderungan yang memprihatinkan yakni ketergantungan guru yang sangat tinggi terhadap buku pelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas. misalnya dengan memberikan bahan bacaan lain yang lebih baik atau menyusun sendiri bahan bacaan yang diperlukan. kita tentu berharap guru dapat berperan menutup kelemahannya. (IPS Terpadu Kelas 3 SD. dan tanpa pelukisan karakter tokoh-tokohnya? Kesan dan makna apa yang bisa diharapkan muncul dari anak-anak kelas tiga SD dari bacaan dan dialog dengan tema yang sama sekali tidak mengundang minat semacam ini? Contoh-contoh di atas memperlihatkan kepada kita bahwa materi pembelajaran bahasa di kalangan siswa sekolah dasar sulit diharapkan dapat berperan dalam meletakkan bahasa sebagai sarana berolah pikir dan sarana ekspresi. Ada wilayah RT yang terletak di tanah datar. buku pelajaran memulainya dengan menyebutkan jenis-jenis mata pencaharian. Penduduk daerah pantai bermatapencaharian sebagai sebagai nelayan. Kelurahan. Juga tidak ada sungai yang mengalir. Mata pencaharian penduduk desa bertani. lingkungan tetangga sekitar dan seterusnya. siswa diminta menyebutkan nama tokoh. Ketergantungan terjadi karena beberapa faktor. kemudian lingkungan sekolah. 2000). Dalam memperkenalkan konsep-konsep ekonomi. beternak.

menjadi beban berat bagi anak-anak. Kalau bisa lebih cepat sehingga lebih banyak waktu bisa dicurahkan untuk mengajak siswa berlatih mengerjakan soal. perpustakaan sekolah tidak tersedia dan sekolah tidak punya referensi bacaan yang memadai selain koran. Karena wawasan yang terbatas mengenai bahan yang diajarkan. kesulitan paling besar yang dhadapi siswa dalam memecahkan soal matematika berbentuk cerita adalah dalam membuat model atau memetakan masalahnya dan membuat kalimat matematika. guru juga selalu mendorong anak-anak untuk menghafal saja apa yang ada di buku. Kebiasaan menghafal diperkuat oleh dorongan yang diberikan para guru. Ketiga. daripada kualitas teks. Wacana guru dan siswa akhirnya hanya berkembang sebatas apa yang ada di buku pelajaran.menyusun sendiri bahan pelajaran untuk siswa. para guru lebih menyoroti kualitas gambar yang kurang menarik. tetapi belum tentu paham apa yang membuat para pahlawan memberontak. Hasil penelitian yang dilakukan Tim Program of International Student Assessment (PISA) Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas menunjukkan kemahiran membaca anak usia 15 tahun di Indonesia sangat memprihatinkan.3 No 1. Sangat menyedihkan mengingat kemampuan membaca dan menulis merupakan kompetensi paling dasar yang dibutuhkan seseorang untuk mengembangkan pengetahuan dan meraih kompetensi yang lain.” kata seorang guru PPKn (pendidikan kewarganegaraan) kepada siswa-siswa kelas enam. Buku 57 . Yang terjadi kemudian. Kondisi kurang kritisnya guru terhadap kualitas teks antara lain juga tampak pada hasil penelitian staf pengajar FKIP Universitas Terbuka. padahal keingintahuan adalah kunci dari eksplorasi dalam perkembangan ilmu. melawan dan berjuang. Maret 2002. (Arsyar. buku dianggap sudah lengkap mewakili konten kurikulum dan organisasi materi sehingga mereka seringkali merasa kurang aman kalau tidak mengikutinya. 1997). Banyak penelitian mengungkapkan. Ini menunjukkan bahwa kemampuan analisa anak-anak sangat rendah akibat tidak berkembangnya logika berpikir. Latihan-latihan soal juga harus dikerjakan. 1989). Dana untuk buku tidak ada. Penghafalan juga mematikan rasa ingin tahu. Yang kemudian dilakukan akhirnya hanya menghafal saja isi buku. Kebiasaan menghafal menumpulkan daya nalar dan kreativitas dalam memecahkan masalah dan menghasilkan karya cipta.8 persen hanya bisa mengaitkan teks yang dibaca dengan satu informasi pengetahuan (Kompas 2 Juli 2003). lebih penting bagi guru adalah menyelesaikan pembahasan materi yang ada di dalam buku pelajaran tepat pada waktunya. Ibu kan sudah berkali-kali mengingatkan soal-soal itu nanti pasti keluar waktu ujian. Seorang anak bisa saja hafal nama tokoh pahlawan dan tahun kejadian. atau buku pelajaran yang diterbitkan oleh penerbit lain yang isinya nyaris sama. Bagi umumnya guru. (Hilum. “Jangan cuma dibaca teksnya. Membaca buku yang tidak menarik dan sulit dicerna isinya. akses mereka terhadap bahan bacaan sangat terbatas. Soal-soal pun diambil dari buku pelajaran itu lagi. Dampak pada Anak-anak Kualitas isi buku yang rendah ditambah dengan kemampuan guru yang kurang memadai. sangat tidak mendukung perkembangan kemampuan literasi dan pemahaman siswa. Dalam hal persepsi terhadap isi buku. (Jurnal Pendidikan Vol. Hafalkan jawabannya. Suparti dkk tentang persepsi guru terhadap penggunaan buku teks Bahasa Indonesia SD di Kabupaten Jombang. Sekitar 37.6 persen hanya bisa membaca tanpa bisa menangkap maknanya dan 24. Lemlit UT). Kondisi menjadi lebih parah karena waktu di luar jam sekolah lebih banyak digunakan para guru untuk memberikan les privat dalam rangka menyiasati pendapatan yang rendah.

buku pelajaran memang harus memenuhi validitas kurikuler yakni disusun sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan.tahun kejadian. visi dan tujuan pendidikan belum dirumuskan secara jelas sehingga menimbulkan kebingungan dalam menerjemahkannya ke dalam strategi dan program. Pendidikan formal sekolah memerlukan kurikulum karena tujuan pendidikannya bukan sekedar mewariskan pengetahuan dan ketrampilan secara turun temurun kepada anak-anak. Dalam arti sempit. Mohammad (1989). yakni semua pengalaman dan pengaruh yang diperoleh anak di sekolah. Konsep kurikulum tidak dikenal dalam pendidikan tradisional yang ada di masyarakat. buku pelajaran mencerminkan kurikulum. dan digunakan oleh mereka yang memperoleh pendidikan Barat. Pustaka Arsyar. urut-urutan kejadian. Definisi kurikulum beragam. Materi pendidikannya relatif tetap dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hal ini terjadi kemungkinan disebabkan oleh pertama. Ketiga. Tujuan pendidikan sekolah lebih luas dan kompleks karena dituntut selalu sesuai dengan perubahan. Niels (2001). Kedua. masih kuatnya pengaruh sistem pendidikan tradisional yang cenderung tidak responsif terhadap perubahan membuat sistem pendidikan sekolah cenderung hanya mengadopsi aspek formalitasnya sementara esensi sistem yang bersifat dinamis belum terbentuk. Kurikulum dan Pendidikan Tradisional Sebagai salah satu media pembelajaran. Dapat dikatakan. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan. Indonesian Images. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. Kurikulum harus selalu diperbarui sejalan dengan perubahan itu. Karena harus selalu relevan dengan perubahan masyarakat. kurikulum harus disusun secara strategis dan dirumuskan menjadi program-program tertentu. Kompas (2003). Konsep kurikulum adalah konsep pendidikan moderen. Kondisi materi buku pelajaran yang memprihatinkan seperti digambarkan di atas. sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh anak-anak di sekolah. Jakarta: Proyek Pengembangan LPTK Ditjen PT Departemen P&K. Buku Pelajaran. dalam hal ini Pusat Kurikulum. Yogyakarta: Kanisius Nasution.pelajaran sejarah hanya memuat nama tokoh. Asas-asas Kurikulum. tanpa memberi penjelasan logis latar belakang terjadinya peristiwa-peristiwa itu. penyusunan kurikulum harus mempertimbangkan berbagai macam aspek seperti perkembangan anak. (2 Juli 2003) Mulder. baik sosialisasi maupun pendidikan agama atau pendidikan ketrampilan. pendidikan formal sekolah. Pendidikan tradisional tidak memerlukan kurikulum. kurikulum didefinisikan sebagai “a plan for learning”. Kemahiran Baca di Indonesia Menyedihkan. menunjukkan betapa kurikulum pendidikan sekolah yang ada saat ini belum disusun dan direncanakan dengan baik. tidak memerlukan perencanaan karena tujuannya adalah mewariskan nilai dan tradisi. Namun para ahli pendidikan saat ini mendefinisikan kurikulum secara lebih luas. perkembangan ilmu pengetahuan. S (1986). Bandung: Jemmars 58 . kelemahan manajemen perencanaan di tingkat operasional. bagaimana dengan kurikulum pendidikan kita ? Kurikulum di Indonesia baru mulai populer pada tahun 1950an. perkembangan kebutuhan masyarakat dan lapangan kerja dan sebagainya. Jika kondisi buku pelajaran sekolah anak-anak sangat memprihatinkan seperti terpapar di atas.

(1991). Handbook of Research on Social Studies Teaching and Learning. 59 . Anatomi Buku Sekolah di Indonesia.Hilum. Yogyakarta: Adicita Shaver. Supriadi. New York: National Council for the Social Studies. Rium (1997). James P ed. Dedi (2001). Pengaruh Kemampuan Memecahkan Masalah-masalah cerita dalam aljabar terhadap prestasi siswa. Skripsi S1 FMIPA IKIP Yogyakarta.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.