MODUL KURIKULUM DAN PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN

Oleh: Drs. Suparlan, M.Ed

Semester: II (kedua) SKS: 2 (dua)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TAMA JAGAKARSA Jalan Letjen TB Simatupang Nomor 152 Tanjung Barat, Jakarta Selatan 12530 Telepon: (021) 7890965, 7829919, 78831838, 7890634 Fax: (021) 7890966

Daftar Isi
1. Pengantar..........................................................................................................................5 2. Kompetensi.......................................................................................................................6 3. Tujuan Pembelajaran........................................................................................................6 4. Kegiatan Pembelajaran .................................................................................................6 4.1. Rincian Materi Pembelajaran........................................................................................6 4.2. Uraian Materi Pembelajaran dan Beberapa Contoh..................................................7 0.1 Tes Formatif Untuk Masing-masing Pertemuan.......................................................30 0.2 Umpan Balik..............................................................................................................35 1 Referensi...........................................................................................................................35 2 Lampiran...........................................................................................................................36 2.1 Lampiran 1:...............................................................................................................36 2.2 Lampiran 2:...............................................................................................................47 2.3 Lampiran 3:...............................................................................................................51 2.4 Lampiran 4:...............................................................................................................53

2

3

.. Apalagi. secara bertahap universitas ini diharapkan akan mengganti label dari universitas yang sedang berkembang menjadi universitas dapat berdiri sejajar dengan universitas-universitas yang maju di negeri tercinta ini. Semakin banyak warga masyarakat yang akan memasuki universitas ini.. Oleh karena itu. Suparlan. kami menyadari bahwa penyusunan modul menjadi satu keniscayaan. . Sebagai dosen yang mengajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.. Salah satu di antaranya adalah meningkatkan kemampuan dosen yang dapat menghasilkan produk ilmiah berupa tulisan yang dimuat di berbagai media massa. modul ini diharapkan juga dapat menjadi media promosi bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti kuliah di universitas ini. atau bahkan diterbitkan dalam bentuk modul atau pun buku ilmiah..Ed untuk menulis dan menerbitkan modul untuk mata kuliah yang diampunya patut mendapatkan sambutan kita semua. Amin.. kita menyadari sepenuhnya bahwa Universitas Tama Jagakarsa termasuk adalah universitas yang masih sedang berkembang. para mahasiswa dapat belajar secara mandiri dengan membaca modul ini.... Jakarta.Kata Sambutan Ibarat sebuah negara.. Selain itu... Mengapa? Karena modul menjadi sumber belajar yang sangat diperlukan. Tes ini disusun pula untuk setiap kali pertemuan sebagai ter formatif yang harus dijawab oleh mahasiswa.... dan kemudian didiskusikan dalam pertemuan berikut sebagai appersepsi di awal perkuliahan berikutnya... Sambil melaksanakan tugas mengajar. Kami berharap rintisan penulisan modul bagi mahasiswa ini segera dapat diikuti oleh para dosen lain di seluruh universitas yang kita cintai ini. semakin besarlah nama baik universitas ini.. masih banyak hal yang harus dilakukan untuk universitas ini. Dengan demikian. M. Upaya Drs.. 4 . di dalam modul ini juga disertai pula dengan tes yang harus dikerjakan oleh mahasiswa.. selain materi kuliah yang telah dirinci dalam 16 (enam belas) kali pertemuan dalam satu semester. yang mahasiswanya banyak yang berasal dari para guru dan calon guru yang sedang mengajar di sekolahnya. 20 Mei 2009 Rektor.

Pengantar ”Jalan terpenting untuk mempertinggi mutu sekolah-sekolah itu ialah mempertinggi mutu pendidiknya”. khususnya yang mengurus tentang pendidik dan tenaga kependidikan. Upaya peningkatan mutu pendidikan tidak akan berhasil tanpa melalui jalan dan upaya peningkatan mutu pendidiknya. dan (3) kurikulum. 28 Feburari 2000). Muhammad Yamin kepada para kita semua. yaitu: (1) kompetensi pedagogis. Kompetensi pedagogis adalah kompetensi yang terkait dengan penguasaan guru tentang teori belajar mengajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. guru yang dihasilkan dari lembaga pengembangan tenaga kependidikan (LPTK) ini adalah guru yang profesional. Di samping itu. Kompetensi profesional adalah kompetensi yang terkait dengan penguasaan disiplin ilmu atau mata pelajaran yang akan diajarkan. (3) kompetensi sosial. Demikianlah pesan Mr. (2) kompetensi kepribadian. proses interaksi edukatif tidak akan terjadi. para calon guru harus memiliki pemahaman yang mendalam bahwa guru mempunya posisi sentral dalam sistem pendidikan nasional. Pembelajaran merupakan pelaksanaannya. tanpa kehadiran salah satu komponen tersebut. Mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi salah satu bekal bagi para calon guru agar memiliki kompetensi yang memadai. guru pun tidak akan mempunyai bahan ajar yang akan diajarkan kepada peserta didik. Dalam proses belajar mengajar. para guru dan calon guru harus memiliki empat standar kompetensi guru. guru tidak akan dapat melaksanakan proses pembelajaran. mustahil sesuatu sistem pendidikan berikut acara kurikulernya dapat mencapai hasil sebagaimana diharapkan. khususnya kompetensi pedagagogis dan kompetensi profesional. Untuk dapat meningkatkan profesionalisme guru dengan baik. Pesan itu terutama ditujukan kepada penanggung jawab dunia pendidikan. Tanpa peserta didik. ketiga komponen tersebut mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain.1. Maka prasyarat utama yang harus dipenuhi bagi berlangsungnya proses belajar-mengajar yang menjamin optimalisasi hasil ‘pembelajaran’ secara kurikuler ialah tersedianya guru dengan kualifikasi dan kompetensi yang mampu memenuhi tuntutan tugasnya (Fuad Hassan. (2) guru. Tapa kurikulum. Tanpa guru para siswa juga tidak akan dapat secara optimal belajar. termasuk di dalamnya penguasaan terhadap hal-hal yang terkait dengan kurikulum. dan (3) kompetensi profesional. Mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran ini mencakup dua hal penting: 5 . Antara kurikulum dengan pembelajaran ibarat dua sisi mata uang. Dengan demikian. Kurikulum adalah konsepnya. Ada tiga komponen utama dalam sistem pendidikan nasional. Dengan demikian. yaitu: (1) peserta didik. Tanpa guru yang dapat dijadikan andalannya. Kompas.

6. 5. Menjelaskan tentang filosofi dan definisi kurikulum. Memahami silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 6. Menyusun silabus. 10. Menjelaskan hubungan antara kurikulum. Memahami pengertian kurikulum. diharapkan mahasiswa dapat memiliki kompetensi sebagai berikut: 1.1. Memahami Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kompetensi Setelah mengikuti kegiatan perkuliahan dalam mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran. Rincian Materi Pembelajaran Mata kuliah ini disampaikan kepada mahasiswa dalam 16 kali pertemuan dengan rincian materi pembelajaran dalam tabel berikut: Tabel 4. Memahami definisi kurikulum. Menjelaskan KTSP. pengajaran. Menyebutkan dua dokumen KTSP. dan tujuan pendidikan. Menjelaskan silabus. Menjelaskan RPP. Memahami macam-macam kurikulum. 8. Tujuan Pembelajaran 1.(1) kurikulum. pembelajaran. 3. dan (2) pengembangan materi pembelajaran dan penerapannya dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. 7. 7. 9. Kegiatan Pembelajaran 4. Menyebutkan komponen utama kurikulum. 5. 2. Menjelaskan proses pengembangan kurikulum dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pengembangan kurikulum. 4. 9. 4. 2. Memahami hubungan antara kurikulum. Menyusun RPP. Memahami sejarah perkembangan kurikulum di Indonesia. 13.1: Rincian Materi Pembelajaran Pertemuan I II Materi pembelajaran Informasi Mata Kuliah Pengertian Etimologis Kurikulum 6 . 3. dan tujuan pendidikan. Menjelaskan pengertian etimologis kurikulum. Memahami komponen utama kurikulum. Memahami proses pengembangan kurikulum. 12. 3. 2. 11. Menjelaskan beberapa macam kurikulum. Menjelaskan perkembangan kurikulum di Indonesia 8. 4.

Filosofi dan Definisi Kurikulum Komponen Kurikulum Hubungan Kurikulum. 2. Beberapa butir kontrak perkuliahan antara lain dapat disepakati sebagai berikut: 1. 3. yang mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari mulai dari garis start sampai dengan finish. Setiap mahasiswa juga harus --. Untuk itu. 4. Pertemuan II: Pengertian Etimologis Kurikulum Secara etimologis.2. Dengan demikian.paling tidak --. Mahasiswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM) harus mengikuti remedial teaching atau pembelajaran remedial tentang materi yang masih kurang tersebut. agar secara dini mahasiswa dapat mengetahui apa saja yang akan dipelajari selama satu semester. Pertemuan ini seluruhnya dilakukan dengan cara pemberian informasi dialog antara dosen dengan mahasiswa.memiliki satu buku referensi yang disebutkan dalam modul ini. istilah kurikulum pada awalnya berasal 7 . 6. Dengan demikian. mahasiswa diharapkan dapat memperoleh bahan lain untuk lebih memperkaya pengetahuan dan pemahamannya terhadap materi kuliah ini. Setiap mahasiswa wajib memilik i modul ini.III IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI 4. Pembelajaran. Dosen harus mengoreksi dan mengembalikan tugas mandiri kepada mahasiswa. 5. dan ”curere” yang artinya ”tempat berlari”. 7. kurikulum berasal dari kata dalam Bahasa Latim ”curir” yang artinya pelari. dan Tujuan Pendidikan Macam-macam Kurikulum Proses Pengembangan Kurikulum UTS (Ujian Tengah Semester) Perkembangan Kurikulum Di Indonesia KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan): Dokumen I KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan): Dokumen II Silabus Praktik Penyusunan Silabus RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Praktik Penyusunan RPP UAS (Ujian Akhir Semester) Uraian Materi Pembelajaran dan Beberapa Contoh Pertemuan I: Informasi Mata Kuliah Dalam pertemuan ini mahasiswa akan menerima fotokopi hand out silabus mata kuliah atau modul ini sekaligus. Tugas mandiri yang harus dikerjakan oleh mahasiswa harus segera diserahkan kepada mahasiswa sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. mahasiswa harus melaporkan tentang buku referensi apa yang dimilikinya.

In Australia each state's Education Department establishes curricula. the National Curriculum for England in English schools). and assessment materials available for a given course of study.. Curriculum means two things: (i) the range of courses from which students choose what subject matters to study.S. agar kelak sukses setelah menjadi dewasa. In The Curriculum. Furthermore. the curriculum collectively describes the teaching. pengalaman yang direncanakan dan yang tidak direncanakan.g. e. for success in adult society. and content offered at a school or university. serta pengalaman yang secara sungguh-sungguh diarahkan untuk mencapai tujuan pembentukan warga masyarakat orang dewasa. Lebih dari itu. dengan pengertian sebagai rencana dan pengaturan tentang sejumlah mata pelajaran yang harus dipelajari peserta didik dalam menempuh pendidikan di lembaga pendidikan. In the latter case. Secara terminologis. yang menjelaskan bahwa kurikulum sebagai mata pelajaran dan pengalaman yang harus diperoleh anak-anak sampai menjadi dewasa. John Franklin Bobbit mengatakan bahwa kurikulum. dan kemudian diadopsi ke dalam dunia pendidikan.e. a curriculum is the set of courses. kurikulum merupakan keseluruhan kegiatan dan pengalaman yang diperoleh di dalam dan di luar sekolah.com). with the individual school districts.wikipedia. In the U. Each state. the curriculum encompasses the entire scope of formative deed and experience occurring in and out of school. has its roots in the Latin word for race-course. and (ii) a specific learning program. In formal education or schooling (cf.dari dunia olah raga pada zaman Romawi kuno di Yunani. experiences that are unplanned and undirected. and experiences intentionally directed for the purposeful formation of adult members of society (www. builds its curriculum with great participation of national academic subject groups selected by the United States Department of Education. kutipan tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut: “Di dalam The Curriculum. memiliki akar kata Bahasa Latin “race course” (tempat berlari). buku teks pertama yang diterbitkan tentang mata kuliah itu pada tahun 1918. istilah kurikulum yang digunakan dalam dunia pendidikan mengandung pengertian sebagai sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa untuk mencapai satu tujuan pendidikan atau kompetensi yang ditetapkan. Sebagai tanda atau bukti bahwa seseorang 8 . each state. Secara bebas. establishes the curricula taught. John Franklin Bobbitt said that curriculim. as an idea. in 1918. however. A curriculum may be partly or entirely determined by an external. and not experiences occurring in school. education). authoritative body (i. learning. UNESCO's International Bureau of Education has the primary mission of studying curricula and their implementation worldwide. sebagai satu gagasan. course work. Pengertian tersebut kemudian digunakan dalam dunia pendidikan. explaining the curriculum as the course of deeds and experiences through which children become the adults they should be. National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) for mathematical instruction. the first textbook published on the subject.

1980: 104). K = Σ MP + KK. K = Σ MP + K + SS + TP. dari Tanner dan Tanner. pakar kurikulum yang menganut aliran essesialisme mendefinisikan kurikulum sebagai ”academic exellence” atau keunggulan akademis dan ”cultivation of intellect” atau pengolahan intelek. 9 . 3. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran dan kegiatan-kegiatan dan segala sesuatu yang yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau sekolah. Prof. K = -------------. Dr. dapat diambil dua butir kesimpulan bahwa (1) definisi kurikulum berasal dari dunia olah raga. 4. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik. Pengertian kurikulum mengalami perkembangan selaras dengan perkembangan masyarakat dan ilmu pengetahuan itu sendiri. Pertemuan III: Filosofi dan Definisi Kurikulum Dewasa ini terdapat banyak sekali definisi kurikulum. dan kemudian digunakan dalam dunia pendidikan. sejarah. mulai dari definisi yang amat sederhana menjadi definisi yang sangat kompleks. M. (2) definisi kurikulum senantiasa mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. guru besar Universitas Pendidikan Indonesia telah mencoba untuk merumuskan perkembangan pengertian kurikulum tersebut dengan menggunakan formulaformula sebagai berikut: 1. retorika. seperti membaca. logika. 2. artinya kurikulum adalah jarak yang harus ditempuh oleh pelari. Dari ke empat formula definisi kurikulum tersebut. aliran perenialisme menitikberatkan pada tradisi intelektualitas Bangsa Barat. Kedua. sains.peserta didik telah mencapai standar kompetensi tersebut adalah dengan sebuah ijazah atau sertifikat yang diberikan kepada peserta didik. Sedangkan perbedaannya. pakar kurikulum yang beraliran perenialisme mendefinisikan kurikulum sebagai ”subject matter” atau mata pelajaran. Engkoswara. H. yang kalau dipelajari secara mendalam ternyata dipengaruhi oleh filosofi atau aliran filsafat tertentu. dan bahasa-bahasa modern. sementara aliran esensialisme mengutamakan disiplin akademis yang lebih luas seperti Bahasa Inggris. dan matematika. K = Σ MP. Persamaan kedua aliran tersebut sama-sama mengagungkan keunggulan akademis dan intelektualitas. ”content” atau isi. sehingga dapat diketahui formula yang membentuk definisi kurikulum tersebut. Pertama. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran dan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan sekolah yang harus ditempuh oleh peserta didik. dan ”transfer of culture” atau alih kebudayaan (Said Hamid Hasan. Untuk memahami makna definisi kurikulum biasanya perlu dilakukan analisis makna unsur-unsur definisi kurikulum. matematika.Ed.

dan rekonstruksionisme. Beberapa definisi kurikulum dapat disebutkan dalam tabel sebagai berikut: Tabel III. inside of or outside the school. Menurut McNeil (1977: 19). All the learning which is planned or guided by school. mending or reconstructing the existing conditions of the life of community". Menurut aliran rekonstruksionisme. Kerr (1972) Caswell and Campbell Oliva (2004) . Curriculum is a plan for learning.1: Beberapa Definisi Kurikulum No. whether it is carried on in groups or individually. Curriculum is all of the experiences children have under the guidance of teachers. has its roots in the Latin word for race-course. they conceive of curriculum as a vehicle for fostering critical discontent and for equipping learners with the skills needed for conceiving new goals and affecting social change. Curriculum is all of the experiences children have under the guidance of teacher Curriculum is a plan or program for all experiences when the learner encounters under the 10 2 3 4 5 Hilda Taba (1962) Caswell and Campbell (1935) Edward A. eksistensialisme. Di samping itu ada kelompok aliran progresif. A curriculum consists of the means used to achieve or carry out given purposes of schooling. Krug (1957) Beauchamp (1972) 5 6 7 8 9 10 Saylor dan Alexander Hilda Taba Johnson J.bukan hanya untuk meneruskan tradisi intelektualitas masa lalu --. A structural series of intended kearning outcomes. Curriculum is a plan for learning. McNeil menjelaskan bahwa: Social reconstructionists are opposed to the notion that the curriculum should help students adjusts or fit the existing society. for success in adult society. as an idea. 1918 Definisi Curriculum. Instead.tetapi juga untuk memenuhi tuntutan perubahan masa sekarang dan masa depan. eksperimentalisme. kurikulum tidak hanya berfungsi untuk melestarikan budaya atau apa yang ada pada saat sekarang tetapi juga membentuk apa yang akan dikembangkan di masa depan. bukan hanya "adjusting. 1 Pakar John Franklin Bobbit. yang lebih memandang kurikulum --.Kedua aliran tersebut termasuk kelompok aliran konservatif. explaining the curriculum as the course of deeds and experiences through which children become the adults they should be. A curriculum is a written document which may contain many ingredients. “The total effort of school to going desired outcomes in school and out school situations”. Termasuk kelompok aliran progresif adalah aliran romantis naturalisme. kurikulum berfungsi untuk membentuk masa depan atau "shaping the future". but basically it a plan for the education of pupil during their enrollment in given school.F.

Dari definisi kurikulum sebagaimana telah dirumuskan dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tersebut. kita akan jauh lebih mudah untuk mengetahui komponen-komponen kurikulum. Alexander. Ketiga. yang meliputi proses psikologikan peserta didik sebagai pengalaman belajar (a very broad term. Ada juga pendapat resmi negara seperti yang dinyatakan dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Definisi tersebut tampak sangat bervariasi. Perbedaan ruang lingkup kurikulum juga dapat menggambarkan berbagai perbedaan dalam definisi kurikulum. Kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Ada yang berpendapat bahwa kurikulum adalah "statement of objectives" (McDonald. Daftar definisi kurikulum tersebut dapat diperpanjang. Kedua. kelompok yang mendefiniskan sebagai istilah yang sangat luas.dan Lewis. 1981).11 Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (pasal 1 ayat 19) direction of the school. Ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah dokumen tertulis yang berisikan berbagai komponen sebagai dasar bagi guru untuk mengembangkan kurikulum guru (Zais. adalah kelompok yang menyatakan bahwa kurikulum tidak lain adalah pengajara dan pembelajaran (curriculum and instruction as synonums or a unified concept). sampai dengan definisi yang panjang dari Beauchamp. Dengan mengetahui unsur-unsur kurikulum. George Beauchamp (1972) sendiri mencoba mengelompokkan definisi kurikulum dalam tiga kelompok. Pertemuan IV: Komponen Kurikulum Pada pertemuan sebelumnya telah dipelajari bahwa untuk memahami kurikulum kita dapat membedah definisi kurikulum ke dalam unsur-unsur kurikulum.1976:10). ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah rencana bagi guru untuk mengembangkan proses pembelajaran atau instruction (Saylor. Pertama. Sumber: Dari berbagai sumber. Dari definisi yang sangat pendek seperti yang dikemukakan oleh Hilda Taba. encompassing the learner's psychological process as she or he acquires educational experiences). isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Bahkan. atau pun Johnson. isi dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu" (pasal 1 ayat 19). kita dapat menyimpulkan bahwa kurikulum itu terdiri dari beberapa komponen utama: 11 . Popham). kelompok yang mendefinisikan bahwa kurikulum adalah a plan for subsequent action.

5. 2. Media. Jika dokumen kurikulum yang dikembangkan disebut sebagai ideal curriculum. baik kurikulum dalam bentuk dokumen atau ideal maupun kurikulum faktual berupa proses pengajaran semuanya memiliki orientasi tunggal. Cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Definisi lain menyatakan kurikulum sebagai satu dokumen tertulis. Walhasil. Demikian juga dalam pelaksanaan pengajaran dan pembelajaran terkandung tujuan instruksional yang tidak lain adalah tujuan pendidikan dalam level di dalam kelas. Dalam kurikulum ideal terdapat komponen tujuan pendidikan yang akan dicapai. Tujuan pendidikan. Bahkan. yakni tujuan pendidikan. Kurikulum sebagai dokumen dan sebagai konsep tidak mempunyai makna apa-apa jika tidak dilaksanakan oleh pendidik dalam proses pengajaran dan pembelajaran di dalam atau di luar kelas. Sedang komponen penunjangnya adalah: 1. Dan oleh karena itulah maka pengalaman belajar yang diperoleh siswa di sekolah dalam proses pelaksanaan kurikulum ideal disebut sebagai kurikulum yang sebenarnya (real curriculum) atau kurikulum faktual (factual curriculum). dan proses pengajaran dan pembelajaran di dalam dan di luar kelas sebagai factual curriculum. Sistem administrasi dan supervise. Dalam kenyataan di lapangan apa yang dilakukan oleh guru di dalam dan di luar sekolah akan menjadi pengalaman belajar yang sangat mempengaruhi peserta didik. 4. a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas". Dengan demikian. 2. Isi/materi. yang kita kenal sebagai kurikulum tersembunyi. 2. Tujuan pendidikan yang akan dicapai Subandiyah dalam bukunya menyebutkan komponen utama kurikulum adalah: 1. dan Tujuan Pendidikan Oliva (1997:12) menyatakan secara tegas bahwa "Curriculum itself is a construct or concept. Pengajaran. 3. dapat dikatakan bahwa sesungguhnya gagasan tersebut memerlukan penerapan atau pelaksanaan dalam bentuk proses pengajaran dan pembelajaran. Dengan kata lain. 3. Isi dan bahan pelajaran. Sistem evaluasi Pertemuan V: Hubungan Kurikulum. maka kedua-duanya tidak dapat dilepaskan dari upaya untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. 3. 12 .1. dalam proses pelaksanaan atau penerapan kurikulum itu sendiri juga menjadi salah satu materi tersendiri dalam kurikulum itu. Bimbingan dan penyuluhan. Proses belajar mengajar. Organisasi/strategi. salah satu pengertian yang melekat pada kurikulum adalah kurikulum sebagai verbalisasi dari ide atau gagasan yang teramat kompleks yang ingin dicapai oleh dunia pendidikan.

Mata pelajaran matematika. 3. dan sebagainya. sebagai contoh. kurikulum aktual seharusnya mendekati dengan kurikulum ideal. geografi. yaitu kurikulum yang dilaksanakan dalam proses pengajaran dan pembelajaran. kurikulum yang mata pelajarannya dirancang untuk diberikan secara terpisah-pisah. Namun demikian. Misalnya.Pertemuan VI: Macam-macam Kurikulum Kita mengenal berbagai macam kurikulum ditinjau dari berbagai aspek: Ditinjau dari konsep dan pelaksanaannya. Kurikulum ideal. Kurikulum terkorelasi (corelated curriculum). bahasa Indonesia. kita mengenal beberapa istilah kurikulum sebagai berikut: 1. yaitu kurikulum yang berisi sesuatu yang ideal. Kurikulum sebelum tahun 1968 di Indonesia termasuk dalam kategori kurikulum terpisah-pisah. Kenyataan pada umumnya memang jauh berbeda dengan harapan. kurikulum yang bahan ajarnya dirancang dan disajikan secara terkorelasi dengan bahan ajar yang lain. sesuatu yang dicita-citakan sebagaimana yang tertuang di dalam dokumen kurikulum Kurikulum aktual atau faktual. atau bahkan dari peserta didik itu sendiri dan sebagainya akan dapat menjadi kurikulum tersembunyi yang akan berpengaruh terhadap pelaksanaan kurikulum ideal di sekolah. Kurikulum terpadu (integrated curriculum). Dalam proses pembelajaran dikenal dengan pembelajaran tematik yang diberikan di kelas rendah Sekolah Dasar. tenaga administrasi. sains. Kebiasaan guru datang tepat waktu ketika mengajar di kelas. Kurikulum merujuk kepada bahan ajar yang telah direncanakan yang akan dilaksanakan dalam jangka panjang. seperti kebiasaan guru. 3. yaitu segala sesuatu yang terjadi pada saat pelaksanaan kurikulum ideal menjadi kurikulum faktual. Misalnya Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan fusi dari beberapa mata pelajaran sejarah. 2. dan beberapa mata pelajaran lain diberikan dalam satu tema tertentu. Kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum). Kurikulum dan pengajaran merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan. dan seterusnya. kurikulum yang bahan ajarnya diberikan secara terpadu. Kurikulum 1968 di Indonesia termasuk dalam kategori kurikulum terpadu. sosiologi. Sedang pengajaran merujuk kepada pelaksanaan kurikulum tersebut secara bertahap dalam belajar mengajar. kehadiran guru. 2. Berdasarkan struktur dan materi mata pelajaran yang diajarkan. mata pelajaran sejarah diberikan terpisah dengan mata pelajaran geografi. kepala sekolah. kurikulum dapat dibedakan menjadi: 13 . kita dapat membedakan: 1. Segala sesuatu yang terjadi di dalam kelas. akan menjadi kurikulum tersembunyi yang akan berpengaruh kepada pembentukan kepribadian peserta didik. ekonomi. Berdasarkan proses pengembangannya dan ruang lingkup penggunaannya. Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum).

Di Indonesia. Pertemuan VII: Proses Pengembangan Kurikulum Proses pengembangan kurikulum a complex process of assessing needs. Lay public representatives (perwakilan masyarakat umum). 5. and meeting the cultural. yakni kurikulum yang disusun oleh tim pengembang tingkat nasional dan digunakan secara nasional. sudah barang tentu ada lembaga tertentu yang telah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk menyusun atau mengembangkan kurikulum yang akan digunakan secara nasional. Yang dimaksud pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan dan penyusunan kurikulum oleh pengembang kurikulum (curriculum developer) dan kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.1. Kurikulum sekolah (school curriculum). 6. 4. yakni kurikulum yang disusun oleh satuan pendidikan sekolah. Untuk menyusun kurikulum nasional. Central office administrators/corporeate administrators (administrator kantor pusat/administrator perusahaan. ahli kurikulum). Kurikulum negara bagian (state curriculum). 7. 3. lembaga itu dikenal sebagai Pusat Kurikulum. and personal needs that the curriculum is to serve. 3. 2. Ada beberapa pemangku kepentingan yang menurut David G. Teacher/instructors (guru/instruktur). Principals/corporate unit supervisors (kepala sekolah/unit pengawas sekolah). 2. Special experts (ahli special). Kurikulum nasional (national curriculum). yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional (Balitbang Diknas). dan digunakan oleh masing-masing negara bagian itu. Di negara lain tentu saja ada lembaga seperti itu. Curriculum specialist (spesialis kurikulum. Definisi yang dikemukakan terdahulu menggambarkan pengertian yang membedakan antara apa yang direncanakan (kurikulum) dengan apa yang sesungguhnya terjadi di kelas (instruction atau pengajaran). Amstrong biasanya dilibatkan dalam pengembangan kurikulum. Kurikulum sekolah lahir dari keinginan untuk melakukan diferensiasi dalam kurikulum. Unruh dan Unruh (1984) Kurikulum memang harus dibuat. Memang banyak ahli kurikulum yang menentang pemisahan ini tetapi banyak pula yang menganut 14 . identifying desired learning outcomes. yaitu: 1. misalnya di masing-masing negara bagian di Amerika Serikat. Learners (peserta didik). Negara yang memiliki UU tentang Sistem Pendidikan Nasional mempunyai kepentingan untuk menyusun kurikulum tersebut berdasarkan amanat yang ada di dalam undangundang tersebut. preparing for instruction to achieve the outcomes. social. yakni kurikulum yang disusun oleh masing-masing negara bagian. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum sekolah. Disusun dengan proses tertentu.

seni. Perbedaan titik pandangan ini tidak sama dengan perbedaan cara pandang antara kelompok ahli kurikulum dengan ahli teaching (pangajaran). Unruh dan Unruh (1984:97) mengatakan bahwa proses pengembangan kurikulum a complex process of assessing needs. permasalahan pendidikan hanya terbatas pada permasalahan transfer dan transmisi. Kegiatan evaluasi diarahkan untuk menemukan kelemahan kurikulum yang ada. budaya. Kelompok yang menyetujui pemisahan itu beranggapan bahwa kurikulum adalah rencana yang mungkin saja terlaksana tapi mungkin juga tidak sedangkan apa yang terjadi di sekolah/kelas adalah sesuatu yang benar-benar terjadi yang mungkin berdasarkan rencana tetapi mungkin juga berbeda atau bahkan menyimpang dari apa yang direncanakan.pendapat adanya perbedaan antara keduanya. Baik ahli kurikulum mau pun pengajaran mempelajari fenomena kegiatan kelas tetapi dengan latar belakang teoritik dan tujuan yang berbeda. social. Secara singkat dapat dikatakan bahwa dalam pengembangan kurikulum fokus awal memberi petunjuk jelas apakah kurikulum yang dikembangkan tersebut kurikulum dalam pandangan tradisional. Keseluruhan proses pengembangan kurikulum di perguruan tinggi dapat digambarkan sebagai berikut: 15 . and personal needs that the curriculum is to serve. Berbagai faktor seperti politik. agama. and educational leadership at its moment in history. philosophical positions. teknologi. curriculum responds to and is changed by social forced. ilmu. Ide yang dikembangkan pada langkah awal lebih banyak berfokus pada kualitas apa yang harus dimiliki dalam belajar suatu disiplin ilmu. preparing for instruction to achieve the outcomes. model yang tersedia dan dianggap sesuai untuk suatu kurikulum baru. psychological principles. dan sebagainya. sosial. dan diakhiri dengan melihat hasil kurikulum berdasarkan tujuan yang terbatas. ekonomi. modern ataukah romantism. Oleh karena itu Olivia (1992:39-41) selain mengakui bahwa pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang kompleks lebih lanjut mengatakan curriculum is a product of its time. teknologi berpengaruh dalam proses pengembangan kurikulum. accumulating knowledge. Model pengembangan kurikulum berikut ini adalah model yang biasanya digunakan dalam banyak proses pengembangan kurikulum. Pada fase pengembangan ide. Masalah yang muncul di masyarakat atau ide tentang masyarakat masa depan tidak menjadi kepedulian kurikulum. and meeting the cultural. identifying desired learning outcomes. Dalam model ini kurikulum lebih banyak mengambil posisi pertama yaitu sebagai rencana dan kegiatan.

Konsep diversifikasi kurikulum menempatkan konteks social-budaya seharusnya menjadi pertimbangan utama. Padahal seperti dikemukakan Longstreet dan Shane (1993:87) bahwa kebudayaan berfungsi dalam dua perspektif yaitu eksternal dan internal: The environment of the curriculum is external insofar as the social order in general establishes the milieu within which the schools operate.Said Hamid Hasan. 16 . we caught by our own cultural mindsets about what should be.Sumber: Prof. The internal environment is a multiplicity of largely unconscious and often distorted views of our educational realities for. MA Dalam proses pengembangan tersebut unsure-unsur luar seperti kebudayaan di mana suatu lembaga pendidikan berada tidak pula mendapat perhatian. karena sifat ilmu yang universal menyebabkan konteks social-budaya tersebut terabaikan. Model kedua yang diajukan dalam makalah ini adalah model yang menempatkan kurikulum dalam posisi kedua dan ketiga.Dr. Sayangnya. as individuals. it is internal insofar as each of us carries around in our mind's eye models of how the schools should function and what the curriculum should be. Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat. Pencapaian tujuan kurikulum pun diukur dengan keberhasilan lulusan di masyarakat. Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum selalu dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat.H. current realities. rather than by a recognition of our swiftly changing. Identifikasi masalah dalam masyarakat dan kualitas yang dimiliki suatu komunitas pada saat sekarang dijadikan dasar dalam perbandingan dengan kualitas yang diinginkan masyarakat sehingga menghasilkan harus dikembangkan oleh kurikulum. The external environment is full of disparate but overt conceptions about what the schools should be doing.

lembaga pendidikan di Indonesia telah mulai menggunakan istilah kurikulum (B/S) Perubahan kurikulum merupakan keinginan dan kebijakan dari menteri pendidikan atau para pengambil kebijakan pendidikan (B/S) Rencana Pengajaran 1947 sesungguhnya bukan kurikulum (B/S) Kurikulum untuk lembaga pendidikan sekolah/madrasah lebih baik tidak perlu diubah-ubah sehingga menimbulkan kesan berubah menteri berubah kurikulmnya (B/S) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran dalam Integrated Curriculum (B/S). 2. 3. 7. 10. Model pembelajaran tematik yang diberikan di kelas awal Sekolah Dasar merupakan pelaksanaan dari Separated Curriculum (B/S) Sejarah merupakan mata pelajaran dalam Separated Curriculum (B/S) Sains merupakan mata pelajaran dalam Corelated Curriculum (B/S) 17 . Perilaku dan kegiatan pendidik yang secara langsung maupun tidak langsung menjadi pengalaman belajar peserta didik dalam proses pembelajaran merupakan kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) (B/S) KTSP merupakan national curriculum (B/S) Pada tahun 1940-an. kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari (B/S) Pengertian awal kurikulum berasal dari dunia bisnis dan kemudian diadopsi ke dalam dunia pendidikan (B/S) Pengertian curriculum sama artinya dengan curriculum vitae (B/S) Kurikulum berasal dari kata dalam Bahasa Latim ”curir” yang artinya pelari.H.Said Hamid Hasan.Dr. dan ”curere” yang artinya ”tempat berlari” (B/S). 6. 13. 14. 9. mahasiswa akan menjawab menjawab soal-soal berbentuk Benar – Salah (B/S) sebagai berikut: 1. 8. 12. 11. MA Pertemuan VIII: UTS Dalam pertemuan V ini. 5. Secara etimologis. 4.Sumber: Prof.

baik dokumen kurikulum maupun proses pengajaran (B/S) 17. (3) memberikan perhatian kepada kesenian. Unsur pokok kurikulum adalah: (1) daftar jam pelajaran atau struktur 18 . Rencana Pelajaran yang disusun harus memperhatikan. Pemberian mata pelajaran teknologi informasi dalam pendidikan sekolah di Indonesia memberikan indikasi bahwa Indonesia juga menganut aliran rekonstruksionisme dalam kurikulum (B/S) 25. Suwandi.1: Sejarah Perkembangan Kurikulum di Indonesia No. 24. Dokumen kurikulum merupakan kurikulum yang bersifat faktual (B/S) 21. UU Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Proses pengajaran dan pembelajaran sesungguhnya dalam disebut sebagai kurikulum faktual (B/S) 16. (2) menghubungkan isi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Perubahan kurikulum tersebut dilakukan agar kurikulum tidak ketinggalan dengan perkembangan masyarakat. Aliran rekonstruksionisme termasuk aliran konservatif dalam kurikulum (B/S) Pertemuan IX: Perkembangan Kurikulum di Indonesia Secara umum. keduanya diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan (B/S) 23. • Merupakan kurikulum pertama di Indonesia. (4) meningkatkan pendidikan watak. dan Kebudayaan. Istilah yang digunakan adalah Rencana Pelajaran. Tujuan pendidikan nasional terlepas dari makna. isi dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu” (B/S) 20. Proses pengajaran dan pembelajaran merupakan kurikulum yang bersifat ideal (B/S) 22. Kurikulum sebagai dokumen dan proses pengajaran di dalam kelas. 19.15. perubahan dan penyempurnaan kurikulum dilakukan setiap sepuluh tahun sekali. Perenialisme dan esensialisme merupakan aliran progresif dalam kurikulum (B/S) 18. membentuk Panitia Penyelidik Pengajaran. • Istilah kurikulum belum digunakan. dan (6) meningkatkan kesadaran bernegara dan bermasyarakat. pengertian. Pengajaran. Mr. Kurikulum yang pernah diberlakukan secara nasional di Indonesia dapat dijelaskan dalam tabel sebagai berikut: Tabel IX. (1) mengurangi pendidikan pikiran. atau definisi kurikulum. termasuk ilmu pengetahuan dan teknologinya. Aliran rekonstruksionisme menekankan kurikulum pada aspek transfer budaya intelektualitas masa lalu (B/S). (5) meningkatkan pendidikan jasmani. Kurikulum 1 Rencana Pelajaran 1947 Keterangan • Menteri Pendidikan. Aliran perenialisme dan esensialisme kedua-duanya mementingkan mata pelajaran yang dapat mengembangkan intelekualitas dan transfer budaya atau transfer of culture (B/S).

Beberapa mata pelajaran Ilmu Hayat. Lahir sebagai tuntutan Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1973 tentang GBHN 1973. (3) Pendidikan Bahasa Indonesia. Struktur program dibagi menjadi (1) pembinaan jiwa Pancasila. Kurikulum ini merupakan kurikulum terpadu pertama di Indonesia. dan sebagainya mengalami fusi menjadi Ilmu Pengetahun Alam (IPA) atau yang sekarang sering disebut Sains. rasa. Untuk program kecakapan khusus meliputi mata pelajaran Pendidikan Khusus. Merupakan penyempurnaan dari Rencana Pelajaran 1950. Untuk program pengetahuan dasar meliputi mata pelajaran (1) Berhitung. Struktur program untuk Sekolah Dasar. Ilmu Alam. (2) struktur program yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa Indonesia. (2) Pendidikan Kewargaan Negara. karsa. dan (4) Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Merupakan kurikulum dengan mata pelajaran terpisahpisah (separated curriculum). dan (3) kecakapan khusus. Struktur program untuk SD meliputi bidang studi (1) 19 . Untuk pertama kalinya istilah kurikulum dipakai di Indonesia. dengan tujuan pendidikan ”membentuk manusia Indonesia untuk pembangunan nasional di berbagai bidang. program pembinaan jiwa Pancasila meliputi mata pelajaran (1) Pendidikan Agama. (2) IPA. (2) garis-garis besar program pengajaran. (2) pengetahuan dasar. dan (5) Pendidikan Olahraga. Terdapat pembagian kelompok cipta. Struktur program dibagi menjadi: (1) struktur program yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa Daerah. Kurikulum ini masih relatif sama dengan Rencana Pelajaran 1947 Istilah kurikulum masih belum digunakan. dan krida.• • 2 Rencana Pelajaran 1950 • • • • 3 Rencana Pelajaran 1958 Rencana Pelajaran 1964 Kurikulum 1968 • • • • • • 4 5 • • • • • 6 Kurikulum 1975 • • program. Istilah yang dipakai adalah Rencana Pelajaran. (4) Bahasa Daerah. Digunakan sampai dengan tahun 1964 Merupakan penyempurnaan dari Rencana Pelajaran 1958 Digunakan sampai dengan tahun 1968. Kurikulum ini merupakan kurikulum masih dengan mata pelajaran terpisah-pisah (separated curriculum). (3) Pendidikan Kesenian. Lahir karena tunturan UU Nomor 4 Tahun 1950 tentang Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran di sekolah.

dan Pengembangan Kurikulum. Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1975. Kurikulum 1984 berlaku berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0461/U/1983 tanggal 22 Oktober 1983 tentang Perbaikan Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah di Lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Ada empat aspek yang disempurnakan dalam Kurikulum 1984. baik yang pilihan terikat atau pilihan bebas. Kurikulum ini belum diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. dan (9) Keterampilan Khusus. (4) Ilmu Pengetahuan Sosial. dan (3) Pedoman Pelakskanaan Kurikulum. (6) Ilmu Pengetahuan Alam. Kurikulum 1994 berisi 3 lampiran: (1) Landasan. (2) penyesuaian tujuan dan struktur program kurikulum. (5) Matematika. Kurikulum 1994 dilaksanakan berdasarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1993 tanggal 25 Februari 1993. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mempunyai kewenangan untuk mengembangkan standar nasional pendidikan. GBPP untuk kurikulum 1975 dikenal dengan format yang sangat rinci. termasuk standar kurikulum yang digunakan di sekolah20 . Untuk SMA sudah barang tentu ada bidang studi berdasarkan jurusan. Balitbang Diknas bersama dengan Direktorat Teknis telah melakukan uji coba dalam rangka proses pengembangan kurikulum berbasis kompetensi ini.• • • • 7 Kurikulum 1984 • • • 8 Kurikulum 1994 • • • 9 Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) • • • Agama. afektif. (4) pelaksanaan pelajaran berdasarkan kerundatan belajar yang disesuaikan dengan kecepatan belajar masingmasing peserta didik. (7) Olahraga dan Kesehatan. Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005. (3) pemilihan kemampuan dasar serta keterpaduan dan keserasian antara ranah kognitif. baik IPA dan IPS. Oleh karena itu Kurikulum 1984 dikenal juga sebagai Kurikulum 1975 Yang Disempurnakan. (2) Pendidikan Moral Pancasila. yakni: (1) pelaksanaan PSPB. dan psikomotorik. Untuk SMP ditambah dengan bidang studi Bahasa Daerah. (2) GBPP. (3) Bahasa Indonesia. Pusat Kurikulum. Kurikulum 1994 merupakan pelaksanaan amanat UU Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Program. (8) Kesenian. Untuk SMK dikenal dengan Kurikulum 1976. Bahasa Inggris. dan Pendidikan Keterampilan.

• Kurikulum ini disusun oleh satuan pendidikan sekolah/madrasah bersama dengan semua pemangku kepentingan di sekolah. 8. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Sekolah/Madrasah menyusun KTSP. 7. SMA dan SMK oleh Kantor Wilayah Departemen Agama. karena KTSP sesungguhnya telah mengadopsi KBK. sosial budaya masyarakat setempat. potensi atau karakteristik daerah. SMPLB. 5. SMALB. 4. SMA dan SMK oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. Dalam penyusunan silabus. SMALB. 3. Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan. Kepala Sekolah/Madrasah bertanggungjawab atas tersusunnya KTSP. 21 . disupervisi. SMPLB. dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sedangkan SDLB. • KBK sering disebut sebagai jiwa KTSP. 6. Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan Standar Isi. dan peraturan pelaksanaannya. atau Perguruan Tinggi. guru dapat bekerjasama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG).10 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sekolah. Standar Isi. Pertemuan X: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen I Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada standar isi (SI) dan standar kelulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Standar Kompetensi Lulusan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Dasar dan Menengah menyebutkan tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bahwa: 1. disupervisi. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Penyusunan KTSP tingkat SD dan SMP dikoordinasi. dan Panduan Penyusunan KTSP. Sumber: Lima Puluh Tahun Pendidikan Indonesia. sedangkan untuk SDLB. KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah. • Kurikukulum ini dikembangkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Wakil Kepala SMP/MTs dan wakil kepala SMA/SMK/MA/MAK bidang kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP. Khusus untuk penyusunan KTSP Pendidikan Agama (PA) tingkat SD dan SMP dikoordinasi. dan difasilitasi oleh Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota. 2. dan peserta didik.

disupervisi. Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat Penilaian dalam KTSP mempunyai karakteristik 1. sedangkan MA dan MAK oleh Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi. 5. (b) penilaian. Berorientasi pada kompetensi. Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah 2. (b) products (hasil karya). satuan pendidikan dan peserta didik.9. Bagaimana Konsep Dasar KTSP? Konsep dasar KTSP meliputi 3 (tiga) aspek yang saling terkait. silabus) 3. bagian dari pembelajaran. Penyusunan KTSP tingkat MI dan MTs dikoordinasi. yaitu (a) kegiatan pembelajaran. 2. Dilakukan oleh guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan. kondisi dan potensi daerah. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan. (d) performances (unjuk kerja). Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah mempunyai prinsip-prinsip: 1. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar 22 . yaitu (a) portfolios (kumpulan kerja siswa). ketuntasan belajar. 4. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. mengacu pada patokan. Sedang kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. bersifat internal. dan difasilitasi oleh Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota. Kegiatan pembelajaran dalam KTSP mempunyai karakteristik sebagai berikut: 1. dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar. dan (c) pengelolaan kurikulum berbasis sekolah. dilakukan melalui berbagai cara. 3. 6.l. (c) projects (penugasan). 2. Apa yang dimaksud kurikulum dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional? Apa yang dimaksud KTSP ? Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Pengembangan perangkat kurikulum (a. dan (e) paper & pen test (tes tulis).

Pemantauan dan Apa Landasan KTSP ? 1. (4) standar tenaga kependidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut. (3) standar kompetensi lulusan. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Bagaimana Prinsip Pengembangan KTSP? Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu kepada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. 3. UU Nomor20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 dan Nomor 6 Tahun 2007 tentang pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23/2006 6. Berpusat pada potensi. 4. kebutuhan.AIBEP) Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 1.4. (5) standar sarana dan prasarana. yang meliputi (1) standar isi. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 2. (7) standar pembiayaan. 23 . yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum untuk satuan pendidikannya. (6) standar pengelolaan. dan (8) standar penilaian pendidikan. 5. (2) standar proses. Foto: Para guru sedang mengikuti diklat tentang penyusunan KTSP (Australia Indonesia Basic Education Program . perkembangan. disebutkan sistem pendidikan nasional memiliki 8 (delapan) standar.

pembudayaan. kebutuhan. 5. dunia usaha dan dunia kerja. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan. berilmu. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama. dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. adat istiadat. jenjang dan jenis pendidikan. muatan lokal. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. perkembangan. sehat. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. status sosial ekonomi. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. keterampilan akademik. budaya. teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. 3. kondisi daerah. 6. 2. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. teknologi. 24 . pengembangan keterampilan pribadi. Oleh karena itu. teknologi dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. keterampilan sosial. dan pengembangan diri secara terpadu. Oleh karena itu. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. keterampilan berpikir. suku.Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan seni. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. nonformal. 4. berakhlak mulia. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. kreatif. Beragam dan Terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. cakap.

Dinamika perkembangan global 9.dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. berbangsa. 7. dan (H) pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global. Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar yang akan dicapai dilakukan oleh satuan pendididkan dan/atau Dinas Pendidikan yang terkait. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Peningkatan potensi. dan (C) Prinsip Pengembangan KTSP. alokasi jam pelajaran. (C) kegiatan pengembangan diri. Kesetaraan gender 12. (D) pengaturan beban belajar. 2. Muatan Lokal merupakan mata pelajaran yang dikembangkan untuk mengakomodasi kepentingan daerah atau satuan pendidikan. Karakteristik satuan pendidikan Dokumen I KTSP Dokumen I KTSP terdiri atas 4 bab. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional 5. dan pengelompokan mata pelajaran serta aturan pengelolaan jam pelajaran mengacu pada Bab II Standar Isi. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (G) pendidikan kecakapan hidup. (B) Tujuan. 3. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat 11. (C) Tujuan Sekolah. meliputi subbab (A) Visi. kecerdasan. (B) muatan lokal. 2. meliputi (A) mata pelajaran. meliputi: 1. (B) Misi. dan seni 7. Seimbang antara kepentingan Nasional dan kepentingan Daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan 10. Bab I Pendahuluan. Tuntutan dunia kerja 6. meliputi subbab (A) Latar Belakang. Perkembangan ilmu pengetahuan. Acuan Operasional Penyusunan KTSP 1. Bab II Tujuan Pendidikan. Bab III Struktur dan Muatan Kurikulum. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan 4. (E) ketuntasan belajar. (F) kenaikan kelas dan kelulusan. Mata pelajaran muatan nasional. dan bernegara. teknologi. 25 . Agama 8. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik 3.

Rancangan beban belajar dalam bentuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dirancang oleh guru mata pelajaran. yaitu (1) dokumen I yang berisi tentang (a) landasan. Agar hasil belajar peserta didik dapat mencapai. bahkan melebihi KKM. Tujuan kegiatan pengembangan diri adalah mengembangkan potensi peserta didik. (b) program. Dokumen Dokumen II disusun oleh guru kelas dan guru mata pelajaran. daya dukung. 4. sosial. Kriteria kenaikan kelas dan kelulusan dikembangkan oleh satuan pendidikan. (2) guru. dan intake siswa terhadap kompetensi dasar. pengembangan diri. Dokumen I (pertama) disusun oleh tim handal yang dibentuk oleh sekolah dengan melibatkan semua pemangku kepentingan. atau kelompok kerja guru kelas atau guru mata pelajaran dalam kegiatan organisasi 26 . Dokumen II (kedua) merupakan penjabaran secara operasional dari dokumen pertama. (4) pengawas sekolah. terutama pada perubahan perilaku sesuai dengan target yang dicanangkan oleh satuan pendidikan. Kecakapan vokasional terakomodasi dalam mata pelajaran muatan lokal. serta (6) dinas pendidikan. dan mata pelajaran yang dibelajarkan. Kecakapan hidup yang perlu dikembangkan adalah kecakapan personal. Pertemuan XI: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen II KTSP terdiri atas dua dokumen. terdiri atas (a) silabus dan (b) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pengaturan beban belajar mengacu pada bab III Standar Isi. Pendidikan kecakapan hidup adalah pendidikan kecakapan yang diperlukan agar seseorang mampu dan berani menghadapi problema kehidupan dan memecahkannya secara arif dan kreatif. Bab IV Kalender pendidikan berisi rancangan kalender sekolah yang mengacu pada kalender dinas pendidikan terkait dan pedoman penyusunan kalender yang terdapat dalam bab IV standar isi. standar kompetensi. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan meningkatkan daya saing global.Kegiatan pengembangan diri merupakan kegiatan yang mewadahi bakat dan minat peserta didik. satuan pendidikan merancang program remedial dan pengayaan. Pemangku kepentingan tersebut adalah (1) kepala sekolah. (3) tenaga administrasi. maupun terintegrasi dalam mata pelajaran. Kriteria Ketuntasan minimal (KKM) merupakan hasil analisis atas kompleksitas. dan (c) pengembangan kurikulum. Keunggulan lokal dapat dikembangkan dalam muatan lokal. Acuan minimal kriteria kenaikan kelas adalah Peraturan Dirjen tentang Laporan Hasil Belajar dan POS UN tahun sebelumnya. dan (5) komite sekolah dan orangtua siswa. Ketuntasan belajar adalah target minimal yang akan dicapai oleh satuan pendidikan. dan akademik. Beban belajar dalam bentuk tatap muka dirancang bersama oleh satuan pendidikan.

Pertemuan XIII: Praktik Penyusunan Silabus Contoh format silabus dapat dijelaskan sebagai berikut: 27 . bagaimana cara mencapainya. atau bahkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). dan sumber belajar Silabus menjawab tiga pertanyaan dalam kegiatan belajar mengajar. Sekolah dan komite sekolah. misalnya dalam kegiatan MGMP. dalam satu kegiatan guru. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. SMP. yaitu apa kompetensi yang harus dikuasai siswa. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. alokasi waktu. dan MAK. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). MA. MTs. Siapa yang menyusun silabus? Silabus disusun oleh guru yang mengajarkan mata pelajaran. indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. kegiatan pembelajaran. dan bagaimana cara mengetahui pencapaiannya. SMA. Proses penyusunan silabus dapat saja disusun bersama oleh satu tim guru mata pelajaran. dan SMK. Apa landasan penyusunan silabus? Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 17 Ayat (2). penilaian.profesi seperti Kelompok Kerja Guru (untuk guru sekolah dasar). Pertemuan XII: Silabus Apakah itu silabus? Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. materi pokok/pembelajaran. kompetensi dasar. atau madrasah dan komite madrasah.

4. dsb. Bahasa Indonesia. Alokasi Waktu: diisi dengan berapa kali pertemuan X menit yang diperlukan. 26 . 3. media belajar. 6. Instrumen Penilaian: diisi dengan bentuk instrumen yang digunakan.FORMAT SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1 : : : Materi Pembelajaran 2 Kegiatan Pembelajaran 3 Indikator 4 Teknik 5 Penilaian Instrumen 6 Contoh 7 Alokasi Waktu 8 Sumber Belajar 9 Indentitas: Nama Sekolah: diisi dengan nama sekolah. Materi Pembelajaran: diisi dengan materi pembelajaran yang dijabarkan dari kompetensi dasar tersebut. Kompetensi Dasar: diisi dengan kompetensi dasar yang dikutip dari standar isi. Kegiatan Pembelajaran: diisi dengan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan agar proses pembelajaran tersebut dapat mencapai kompetensi dasar yang diharapkan. misalnya tes tertulis. 2. dsb. sumber belajar dari alam. seperti buku apa. 5. tes lisan. Sumber Belajar: diisi sumber belajar yang digunakan dalam proses pembelajaran. Kolom-kolom format silabus: 1. Standar Kompetensi: diisi dengan standar kompetensi yang diambil dari standar isi yang terdapat dalam Permendiknas Nomor 22 sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. 7. dsb. Indikator: diisi dengan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur apakah kompetensi dasar telah dapat dicapai atau belum. Teknik Penilaian: diisi dengan teknik penilaian yang digunakan untuk mengukur ketercapaian kompetensi dasar berdasarkan indikator. seperti SMP Negeri 1 Malang Mata Pelajaran: diisi dengan mata pelajaran yang diajarkan. 8. sepert Bahasa Inggris.

Realita benda sekitar 1.. menerima.. mengingkari fakta 4. Kegiatan Pembelajaran 3 Review kosakata dan ungkapan terkait materi dan tema Tanya jawab menggunakan ungkapan-ungkapan tersebut Bermain peran melakukan percakapan yang disediakan guru Bermain peran melakukan percakapan berdasarlan situasi atau gambar Menggunakan ungkapan yang telah dipelajari dalam real life situation. 5. : Bahasa Inggris : Menggunakan makna dalam percakapan transksional dan interpersonal lisan pendek sederhanauntuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. menolak barang. Indikator 4 1. dan bertetima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar yang melibatkan tindak tutur meminta. menolak barang 3. A: Can I have a bit B: Sure. mengakui.. Bertanya dan menjawab tentang meminta. menolak rasa 2. mengingatkan fakta. memberi. 2. : SMP Negeri 1 . Here you are A: Did you break the glass? B: Yes I did/ No. memberi.. It wasn’t me A: What do you think of this? B: Not bed. 27 . Bertanya dan menjawab tentang meminta.. memberi.. Bertanya dan memberi pendapat Teknik 5 Tes lisan Penilaian Instrumen 6 Bermain peran Contoh 7 Create a dialogue based on the role cards and perform it in front of the class Alokasi Waktu 8 2 X 40’ Sumber Belajar 9 1. 4.Contoh Silabus SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi 1 Mengungkan makna dalam percakapakan transaksional (to get things done) dan intepersonal (bersosialisasi) sederhana dengan menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat. Bertanya dan menjawab tentang mengakui. dan memberi pendapat. Gambargamar yang terkait tema 3. Buku teks yang relevan 2. lancar. Materi Pembelajaran 2 Percakapan singkat memuat ungkapanungkapan sebagai contoh: A: Let me help you B: Thank you so much 3.

justru untuk memudahkan guru dalam pelaksanaan tugas profesionalnya. Pertama. Kegiatan belajar mengajar (KBM) membutuhkan perencanaan yang matang agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara efektif. langkah pembelajaran. yang kemudian justru akan mengganggu proses pembelajarannya sendiri? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering muncul dalam acara diskusi dengan para guru pada saat membahas tentang rencana mengajar. desain pembelajaran. baik untuk guru senior atau terlebih-lebih untuk guru yunior. materi pelajaran. waktu. penyusunan RPP sama sekali tidak untuk memberatkan pekerjaan guru. ia harus menyusun sebuah rencana yang kini dikenal dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). yang memuat seluruh kompetensi dasar yang dijabarkan dari standar kompetensi.Pertemuan XIV: RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Setiap kali guru akan mengajar. Rencana pelaksanaan pembelajaran harus mencerminkan pendekatan PAKEM dalam pembelajaran. dan indikator yang akan dicapai. Rencana pelaksanaan pembelajaran harus dibuat agar kegiatan pembelajaran berjalan sistematis dan mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu peserta harus mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan silabus yang disusunnya. RPP yang lama dapat saja digunakan lagi dalam proses pembelajaran pada tahun berikutnya. Oleh karena itu. Ruang lingkup RPP mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. tanpa rencana pelaksanaan pembelajaran kegiatan pembelajaran di kelas biasanya tidak terarah. media dan sumber belajar serta penilaian untuk setiap kompetensi dasar. Rencana ini akan menggambarkan prosedur dan langkah-langkah pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar berdasarkan standar isi dan telah ditetapkan dalam silabus. Perencanaan tersebut dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau beberapa istilah lain yang digunakan. seperti rencana mengajar atau lesson plan. RPP yang pernah dibuat harus dikaji ulang untuk terus disempurnakan dan disesuaikan dengan perkembangan baru dalam dunia pendidikan. ia harus menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Penyusunan RPP merupakan salah satu unsur dari standar kompetensi professional bagi para guru. Pertanyaan tersebut dapat dijawab sebagai berikut. Ketiga. Perencanaan merupakan langkah yang sangat penting sebelum pelaksanaan kegiatan. Kedua. 28 . sudah barang tentu. sepanjang RPP tersebut masih relevan dengan kompetensi siswa yang akan dicapai. setiap guru akan melaksanakan pembelajaran. skenario pembelajaran. Mengapa harus membuat rencana? Apakah rencana itu harus dibuat oleh guru yang belum berpengalaman saja? Apakah guru yang sudah senior atau sudah berpengalaman masih perlu membuat rencana mengajar? Bukankah guru senior atau yang sudah berpengalaman telah menguasai semua materi pelajaran yang akan diajarkan kepada siswanya? Apakah RPP yang telah dibuat masih dapat digunakan dalam proses pembelajaran yang akan dilaksanakan? Apakah secara administratif penyusunan RPP tidak justru memberatkan tugas-tugas guru di lapangan.

IV Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Langkah-langkah Pertemuan pertama 1. :… :… : . Untuk mengisi identitas RPP. Untuk indikator. cobalah mengikuti cara pengisian format RPP sebagai berikut: 1. jika silabus merupakan program pembelajaran dalam jangka satu semester atau satu tahun pelajaran.. II.Dengan demikian. dan seterusnya tentu saja harus dikembangkan dari standar isi tersebut. Masing-masing gurulah yang harus mengembangkannya. dalam satu atau beberapa kali pertemuan pembelajaran. b. Pertemuan XV: Praktik Penyusunan RPP Pada umumnya format RPP adalah sebagai berikut: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator :… I. a. III. 23. dst. maka RPP merupakan pencabaran dari silabus sebagai program pembelajaran untuk hari ke hari pembelajaran di sekolah. 29 . Indikator adalah patokan dasar atau tanda-tanda utama yang akan dijaikan bukti bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. 2. Kegiatan Inti 3.. Kegiatan Akhir Pertemuan kedua. isilah dengan mengacu pada standar isi mata pelajaran yang akan diajarkan. : :… :… :… :… :… :… Untuk praktik penyusunan RPP. Permendiknas Nomor 22. Kegiatan Awal 2.. dan 24 harus dijadikan acuannya. Tujuan pembelajaran adalah tujuan instruksional yang akan dicapai melalui kegiatan belajar dalam satu pertemuan tertentu. mulai dari mata pelajaran sampai dengan kompetensi dasar. tujuan pembelajaran.

Nilai akhir semester merupakan gabungan nilai UAS dengan nilai tugas mandiri tersebut. SMP/MTs. 0. Formula Kurikulum 1 K = ------------Penjelasan 2 K = Σ MP 30 . dan SMA/MA/SMK. termasuk lampirannya. 2. Jelaskan pengertian kurikulum secara etimologis!! Jelaskan formula kurikulum berikut: No. Metode mengajar diharapkan metode yang menggunakan pendekatan PAKEM untuk Sekolah Dasar. dan (3) kegiatan penutup. Catat hasil wawancara dengan mereka. yang masing-masing guru SD/MI. Adakan wawancara dengan minimal 3 (tiga) orang guru. Pertemuan XVI: UAS (Ujian Akhir Semester) Jika mahasiswa memenuhi tingkat kehadiran minimal 80%. minimal dalam 10 (sepuluh) halaman kertas ukuran A4. jilid dengan rapi 5. (2) kegiatan inti. Serahkan kepada dosen Anda sehari sebelum UAS. dan pendekatan Contextual Teaching dan Learning (CTL) untuk SMP dan SMA. dengan langkah-langkah kegiatan sebagai berikut: 1. Selain mengikuti UAS. d. 3. 4. Buatlah laporan wawancara tersebut. Buatlah lembar pertanyaan untuk panduan wawancara dengan guru-guru tersebut. untuk menanyakan tentang KTSP pada umumnya dan silabus serta RPP pada khususnya.1 Tes Formatif Untuk Masing-masing Pertemuan Tes Formatif Pertemuan II: Pengertian Etimologis Kurikulum Tes esai: 1. mahasiswa harus melaksanakan tugas mandiri. mahasiswa dapat mengikuti UAS dengan materi tes seperti dalam modul ini.c. Lakukan wawancara dengan menggunakan panduan wawancara tersebut. ditulis dalam ketikan komputer. 2. Langkah pembelajaran meiputi: (1) kegiatan awal.

31 . dan Tujuan Pendidikan 1. state curriculum. 4. Jelaskan minimal dua definisi kurikulum yang Anda ketahui!! 2. 4. Menurut Anda komponen kurikulum yang sangat penting? Tes Formatif Pertemuan V: Hubungan Kurikulum. Berikan contohnya. Sebutkan komponen penunjangnya.3 K = Σ MP + KK 4 K = Σ MP + K + SS + TP Tes Formatif Pertemuan III: Filosofi dan Definisi Kurikulum 1. Definisi yang manakah yang Anda paling lengkap. Berikan contohnya. dan integrated curriculum. Tes Formatif Pertemuan IV: Komponen Kurikulum 1. 3. Jelaskan apa yang dimaksud separated curriculum. Tes Formatif Pertemuan VI: Macam-macam Kurikulum 1. 3. 3. Jelaskan apa alasan Anda. Jelaskan perbedaan masing-masing secara singkat. 2. Pengajaran. Aliran manakah definisi kurikulum yang tertuang dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional? 4. Jelaskan dengan kalimat Anda sendiri apa hubungan antara kurikulum dengan tujuan pembelajaran. Jelaskan dengan kalimat Anda sendiri apa hubungan antara kurikulum dengan pengajaran dan pembelajaran. Jelaskan pengertian national curriculum. Sebutkan komponen utama kurikulum menurut Subandiyah. Sebutkan dan jelaskan komponen kurikulum menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. Sebutkan dua aliran dalam kurikulum. 3. dan school curriculum. 2. corelated curriculum. Jelaskan perbedaan antara kurikulum ideal dan kurikulum aktual! Jelaskan apa yang dimaksud kurikulum tersembunyi (hidden curriculum)! Berikan contohnya. Jelaskan dengan kalimat Anda sendiri apa hubungan antara pengajaran dan pembelajaran dengan tujuan pendidikan.

Kurikulum faktual amat ditentukan oleh agen pembelajaran atau guru (B/S) 6. guru adalah siapa yang mengajarkan. Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) adalah kurikulum yang tidak diketahui oleh guru (B/S) 32 . isi. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (B/S) 4. Kurikulum adalah apa yang diajarkan. Kurikulum sebelum tahun 1968 masih menganut kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum) (B/S) 7. Kurikulum dapat diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang akan dipelajari oleh peserta didik (B/S) 5. 1. Jelaskan bagan proses pengembangan kurikulum menurut Said Hamid Hasan sebagai berikut: Tes Formatif Pertemuan VIII (UTS) Tes tertulis dalam bentuk esai. Instansi manakah di Departemen Pendidikan Nasional yang bertanggung jawab dalam pengembangan kurikulum? 3.Tes Formatif Pertemuan VII: Proses Pengembangan Kurikulum 1. Apakah yang dimaksud pengembangan kurikulum (curriculum development)? 2. 3. Menurut G Amstrong. Kurikulum 1968 adalah kurikulum terintegrasi (integrated curriculum) (B/S) 2. Lembaga apakah BSNP itu? Apa kaitannya dengan proses pengembangan kurikulum? 4. dan siswa adalah siapa yang diberikan pelajaran (B/S). siapakah yang terlibat dalam pengembangan kurikulum? 5. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan.

2. Kapan istilah kurikulum pertama kali digunakan di Indonesia? Sebelum sekolah-sekolah menyusun sendiri kurikulumnya dalam KTSP. 4. 5. kurikulum berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari (B/S) 15. UU Nomor 20 Tahun 2003 mengatur tentang apa? Sedang PP Nomor 19 Tahun 2005 mengatur tentang apa pula? Adapun Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 mengatur tentang apa? Di tingkat sekolah siapakah yang paling bertanggung jawab dalam penyusunan KTSP? Apakah yang dimaksud KTSP? Ingat bukan kepanjangannya lho. Siapakah yang mengkoordinasikan dan melakukan supervisi dalam penyusunan KTSP? Sebutkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan sebagaimana diatur dalam PP Nomor 19 Tahun 2005. 2. Secara etimologis. Rumusan tujuan terdapat dalam kurikulum (B/S) 18. Rencana Pelajaran merupakan istilah lama untuk kurikulum (B/S) 13. maka proses pembelajaran dan pengajaran termasuk dalam kategori actual curriculum (B/S) 19. 7. 5. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum sekolah (B/S) 11. 3. 33 . sebelumnya sekolah-sekolah menggunakan kurikulum apa? Apa itu BSNP? Jelaskan. 3. Tes Formatif Pertemuan X: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen I 1. Rencana Pelajaran 1947 merupakan kurikulum pertama di Indonesia (B/S) 10. Sebelum tahun 1968 dunia pendidikan di Indonesia telah mengenal istilah kurikulum (B/S) 14. 6. Masyarakat awam tidak dapat dilibatkan dalam penyusunan kurikulum (B/S) Tes Formatif Pertemuan IX: Perkembangan Kurikulum di Indonesia 1. 4.8. Jika kurikulum termasuk dalam kategori ideal curriculum. Proses pembelajaran dan pengajaran dilaksanakan tidak lain untuk mencapai tujuan pendidikan (B/S) 20. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum ideal (ideal curriculum) (B/S) 12. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (B/S) 9. Semua kegiatan yang dirancang dan dilaksanakan oleh sekolah juga termasuk dalam pengertian kurikulum (B/S) 16. KTSP termasuk dalam kategori kurikulum national curriculum (B/S) 17. Apakah kurikulum pertama yang dimiliki Indonesia? Apakah ketika itu telah menggunakan istilah kurikulum? Apa pomeo dalam masyarakat yang menyatakan bahwa setiap ganti menteri ganti kurikulum di Indonesia? Benarkah hal tersebut? Jalaskan argumentasi Anda.

Bagaimana format RPP. 10. KTSP disusun oleh Pusat Kurikulum (B/S) 6. program. atau Rencana Pengajaran. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Dokumen I KTSP berisi tentang silabus dan Rencana Pelaksanaaan Pembelajaran (B/S) 2. Apakah itu PAKEM? Tes UAS (Pertemuan XIV) 1. KTSP dapat disebut sebagai kurikulum nasional (B/S) 5. Jelaskan dokumen pertama. Apakah RPP sama dengan lesson plan. isi. 9. Kurikulum dapat diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang akan dipelajari oleh peserta didik (B/S) 34 . Tes Formatif Pertemuan XI: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen II 1. 3. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (B/S) 10. dan pengembangan kurikulum (B/S) 3. Dokumen II KTSP berisi tentang landasan. Kurikulum 1968 adalah kurikulum terintegrasi (integrated curriculum) (B/S) 8. Apakah yang dimaksud RPP? 2. 2. Apa yang dimaksud dengan student-centered approach? Apa lawan pendekatan tersebut? KTSP disusun dengan memperhatikan keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan. dan siswa adalah siapa yang diberikan pelajaran (B/S). atau Satuan Pelajaran? 3. Guru senior tidak perlu membuat RPP (B/S) 4. 4. dan jelaskan secara singkat! 4. guru adalah siapa yang mengajarkan. Sebutkan dua dokumen yang harus disiapkan oleh sekolah untuk dokumen II KTSP? Siapakah yang paling memiliki peran untuk menyusun dua dokumen tersebut? Apakah sekolah dapat menjalin kerja sama dengan organisasi profesi pendidik untuk menyusun dua dokumen tersebut? Tes Formatif Pertemuan XII: Praktif Penyusunan Silabus 1.8. KTSP terdiri atas dokumen I dan dokumen II (B/S) 7. Kurikulum adalah apa yang diajarkan. 2. Apakah silabus itu? Siapa yang harus menyusun silabus? Apa landasan penyusunan silabus? Sebutkan kolom-kolom yang harus ada dalam silabus! Tes Formatif Pertemuan XIII: Praktik Penyusunan RPP 1. Apa maksudnya? Sebutkan dua dokumen KTSP. 9. 3.

Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum ideal (ideal curriculum) (B/S) 20. McNeil. Sebelum tahun 1968 dunia pendidikan di Indonesia telah mengenal istilah kurikulum (B/S) 23. Semua kegiatan yang dirancang oleh sekolah juga termasuk dalam pengertian kurikulum (B/S) 25. 4. 1994. Curriculum. Bobot A = 1. Kurikulum Untuk Abad Ke-21. John. (C) UTS (ujian tengah semester). Kurikulum sebelum tahun 1968 masih menganut kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum) (B/S) 13. Tugas mandiri dan tes yang akan dinilai adalah: (A) tugas mandiri. Setiap guru harus membuat silabus dan RPP (B/S) 0. kurikulum berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari (B/S) 24. 2. dan (D) UAS (ujian akhir semester). Oemar Hamalik. Secara etimologis. (B) tes formatif. Rencana Pelajaran 1947 merupakan kurikulum pertama di Indonesia (B/S) 18. B = 2. Boston: Little. RPP sebenarnya sama dengan rencana mengajar (B/S) 22. 3. dan D = 4 Nilai Akhir Semester adalah (AX1) + (BX2) + (CX3) + (DX4) : 4. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum sekolah (B/S) 19. nilai tersebut dapat dipadankan sebagai berikut: Baik Sekali = 80 – 100 Baik = 70 – 79 Sedang = 60 – 69 Kurang = < 60 1 Referensi Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia II. Rencana Pelajaran merupakan istilah lama untuk kurikulum (B/S) 21. 1985. Kurikulum dan Pembelajaran. Pada masa lalu RPP dikenal dengan Rencana Pembelajaran (RP) atau Satuan Pembelajaran (B/S) 15. Proses penyusunan KTSP melibatkan para pemangku kepentingan pendidikan (B/S) 17. 35 . C = 3. 1995. Kurikulum faktual amat ditentukan oleh agen pembelajaran atau guru (B/S) 12.11. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (B/S) 16. Jakarta: Bumi Aksara.2 Umpan Balik 1. A Comprehensive Introduction. Dengan skala 4. Brown and Company. Kurikulum tersembuny (hidden curriculum) adalah kurikulum yang tidak diketahui oleh guru (B/S) 14.

Pengertian sempit atau teknis kurikulum yang digunakan untuk mengembangkan kurikulum adalah sesuatu yang wajar dan merupakan sesuatu yang harus dikerjakan oleh para pengembang kurikulum. dan bangsa menjadi terbatas pula. 1979. Pengecualian dari ini adalah 36 . dari Konsepsi Ke Implentasi. Jakarta: Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pembahasan mengenai posisi kurikulum adalah penting karena posisi itu akan memberikan pengaruh terhadap apa yang harus dilakukan kurikulum dalam suatu proses pendidikan. dan proses pengembangan suatu kurikulum. Suparlan. Widiastono.1 Lampiran Lampiran 1: KURIKULUM DAN TUJUAN PENDIDIKAN Prof. Yogyakarta: Hikayat Publishing. pengertian yang sempit itu turut pula mnyempitkan posisi kurikulum dalam pendidikan sehingga peran pendidikan dalam pembangunan individu. Kiranya bukanlah sesuatu yang berlebihan jika dikatakan bahwa proses pendidikan dikendalikan.Said Hamid Hasan. Sayangnya. MA PENDAHULUAN Pembahasan mengenai kurikulum tidak mungkin dilepaskan dari pengertian kurikulum. posisi kurikulum dalam pendidikan. 2 2.Ketiga pokok bahasan itu dikemukakan dalam makalah ini dalam urutan seperti itu.H. Pendidikan Manusia Indonesia. Untuk itu berbagai definisi diajukan para ahli sesuai dengan pandangan teoritik atau praktis yang dianutnya. Pertama.Rochman Natawidjaja (Ed). Kebanyakan mereka memiliki kesepakatan dalam menempatkan kurikulum di posisi sentral dalam proses pendidikan. masyarakat. Menjadi Guru Efektif. diatur. Pembahasan mengenai ketiga hal ini dalam urutan seperti itu sangat penting karena pengertian seseorang terhadap arti kurikulum menentukan posisi kurikulum dalam dunia pendidikan dan pada gilirannya posisi tersebut menentukan proses pengembangan kurikulum. Tonny D. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. dan Komunikasi Pendidikan. dan dinilai berdasarkan criteria yang ada dalam kurikulum. 2004. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Alasan kedua adalah karena definisi yang digunakan akan sangat berpengaruh terhadap apa yang akan dilakukan oleh para pengembang kurikulum. Alat Peraga. Dalam kotak pengertian ini maka definisi yang dikemukakan mengenai pengertian kurikulum kebanyakan adalah mengenai komponen yang harus ada dalam suatu kurikulum. Pembahasan mengenai pengertian ini penting karena ada dua alasan utama. Ini menyebabkan studi tentang kurikulum dipenuhi dengan hutan definisi tentang arti kurikulum.Dr. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum. seringkali kurikulum diartikan dalam pengertian yang sempit dan teknis. Tidak seperti halnya dengan pengertian kurikulum para ahli kurikulum tidak banyak berbeda dalam posisi kurikulum. 2005. Yogyakarta: Hikayat Publishing. Suparlan.

apabila proses pendidikan itu menyangkut masalah administrasi di luar isi pendidikan. Meski pun demikian terjadi perbedaan mengenai koordinat posisi sentral tersebut dimana ruang lingkup setiap koordinat ditentukan oleh pengertian kurikulum yang dianut. Pembahasan mengenai proses pengembangan kurikulum merupakan terjemahan dari pengertian kurikulum dan posisi kurikulum dalam proses pendidikan dalam bentuk berbagai kegiatan pengembangan. Pengertian dan posisi kurikulum akan menentukan ap yang seharusnya menjadi perhatian awal para pengembang kurikulum, mengembangkan ide kurikulum, mengembangkan ide dalam bentuk dokumen kurikulum, proses implementasi, dan proses evaluasi kurikulum. Pengertian dan posisi kurikulum dalam proses pendidikan menentukan apa yang seharusnya menjadi tolok ukur keberhasilan kurikulum, sebagai bagian dari keberhasilan pendidikan. PENGERTIAN KURIKULUM Dalam banyak literature kurikulum diartikan sebagai: suatu dokumen atau rencana tertulis mengenai kualitas pendidikan yang harus dimiliki oleh peserta didik melalui suatu pengalaman belajar. Pengertian ini mengandung arti bahwa kurikulum harus tertuang dalam satu atau beberapa dokumen atau rencana tertulis. Dokumen atau rencana tertulis itu berisikan pernyataan mengenai kualitas yang harus dimiliki seorang peserta didik yang mengikuti kurikulum tersebut. Pengertian kualitas pendidikan di sini mengandung makna bahwa kurikulum sebagai dokumen merencanakan kualitas hasil belajar yang harus dimiliki peserta didik, kualitas bahan/konten pendidikan yang harus dipelajari peserta didik, kualitas proses pendidikan yang harus dialami peserta didik. Kurikulum dalam bentuk fisik ini seringkali menjadi fokus utama dalam setiap proses pengembangan kurikulum karena ia menggambarkan ide atau pemikiran para pengambil keputusan yangdigunakan sebagai dasar bagi pengembangan kurikulum sebagai suatu pengalaman. Aspek yang tidak terungkap secara jelas tetapi tersirat dalam definisi kurikulum sebagai dokumen adalah bahwa rencana yang dimaksudkan dikembangkan berdasarkan suatu pemikiran tertentu tentang kualitas pendidikan yang diharapkan. Perbedaan pemikiran atau ide akan menyebabkan terjadinya perbedaan dalam kurikulum yang dihasilkan, baik sebagai dokumen mau pun sebagai pengalaman belajar. Oleh karena itu Oliva (1997:12) mengatakan "Curriculum itself is a construct or concept, a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas". Selain kurikulum diartikan sebagai dokumen, para ahli kurikulum mengemukakan berbagai definisi kurikulum yang tentunya dianggap sesuai dengan konstruk kurikulum yang ada pada dirinya. Perbedaan pendapat para ahli didasarkan pada isu berikut ini:
• • • •

filosofi kurikulum ruang lingkup komponen kurikulum polarisasi kurikulum - kegiatan belajar posisi evaluasi dalam pengembangan kurikulum

Pengaruh pandangan filosofi terhadap pengertian kurikulum ditandai oleh pengertian kurikulum yang dinyatakan sebagai "subject matter", "content" atau bahkan "transfer of culture". Khusus yang mengatakan bahwa kurikulum sebagai "transfer of culture" adalah dalam pengertian kelompok ahli yang memiliki pandangan filosofi yang dinamakan 37

perennialism (Tanner dan Tanner, 1980:104). Filsafat ini memang memiliki tujuan yang sama dengan essentialism dalam hal intelektualitas. Seperti dikemukakan oleh Tanner dan Tanner (1980:104-113) keduanya pandangan filosofi itu berpendapat bahwa adalah tugas kurikulum untuk mengembangkan intelektualitas. Dalam istilah yang digunakan Tanner dan Tanner (1980:104) perennialism mengembangkan kurikulum yang merupakan proses bagi "cultivation of the rational powers: academic excellence" sedangkan essentialism memandang kurikulum sebagai rencana untuk mengembangkan "academic excellence dan cultivation of intellect". Perbedaan antara keduanya adalah menurut pandangan perenialism "the cultivation of the intellectual virtues is accomplish only through permanent studies that constitute our intellectual inheritance". Permanent studies adalah konten kurikulum yang berdasarkan tradisi Barat terdiri atas Great Books, reading, rhetoric, and logic, mathematics. Sedangkan bagi essentialism beranggapan bahwa kurikulum haruslah mengembangkan "modern needs through the fundamental academic disciplines of English, mathematics, science, history, and modern languages" (Tanner dan Tanner, 1980:109) Perbedaan ruang lingkup kurikulum juga menyebabkan berbagai perbedaan dalam definisi. Ada yang berpendapat bahwa kurikulum adalah "statement of objectives" (McDonald; Popham), ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah rencana bagi guru untuk mengembangkan proses pembelajaran atau instruction (Saylor, Alexander,dan Lewis, 1981) Ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah dokumen tertulis yang berisikan berbagai komponen sebagai dasar bagi guru untuk mengembangkan kurikulum guru (Zais,1976:10). Ada juga pendapat resmi negara seperti yang dinyatakan dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu" (pasal 1 ayat 19). Definisi yang dikemukakan terdahulu menggambarkan pengertian yang membedakan antara apa yang direncanakan (kurikulum) dengan apa yang sesungguhnya terjadi di kelas (instruction atau pengajaran). Memang banyak ahli kurikulum yang menentang pemisahan ini tetapi banyak pula yang menganut pendapat adanya perbedaan antara keduanya. Kelompok yang menyetujui pemisahan itu beranggapan bahwa kurikulum adalah rencana yang mungkin saja terlaksana tapi mungkin juga tidak sedangkan apa yang terjadi di sekolah/kelas adalah sesuatu yang benar-benar terjadi yang mungkin berdasarkan rencana tetapi mungkin juga berbeda atau bahkan menyimpang dari apa yang direncanakan. Perbedaan titik pandangan ini tidak sama dengan perbedaan cara pandang antara kelompok ahli kurikulum dengan ahli teaching (pangajaran). Baik ahli kurikulum mau pun pengajaran mempelajari fenomena kegiatan kelas tetapi dengan latar belakang teoritik dan tujuan yang berbeda. Istilah dalam kurikulum seperti "planned activities", "written document", "curriculum as intended", "curriculum as observed", "hidden curriculum","curriculum as reality", "school directed experiences", "learner actual experiences" menggambarkan adanya perbedaan antara kurikulum dengan apa yang terjadi di kelas. Definisi yang dikemukakan oleh Unruh dan Unruh (1984:96) mewakili pandangan ini dimana mereka menulis curriculum is defined as a plan for achieving intended learning outcomes: a plan concerned with purposes, with what is to be learned, and with the result of instruction. Olivia (1997:8.) mengatakan bahwa we may think of the curriculum as a program, a plan, content, and

38

learning experiences, whereas we may characterize instruction as methods, the teaching act, implementation, and presentation. Olivia (1997:8) termasuk orang yang setuju dengan pemisahan antara kurikulum dengan pengajaran dan merumuskan kurikulum sebagai a plan or program for all the experiences that the learner encounters under the direction of the school. Lebih lanjut ia mengatakan (Olivia, 1997:9) I feel that the cyclical has much to recommend. Pandangan yang menyatakan bahwa keduanya adalah kurikulum diwakili oleh pendapat Marsh (1997:5) yang menulis curriculum is an interrelated set of plans and experiences which a student completes under the guidance of the school. Pandangan ini sejalan dengan Schubert (1986:6) dengan mengatakan the interpretation that teachers give to subject matter and the classroom atmosphere constitutes the curriculum that students actually experience. Pengertian di atas menggambarkan definisi kurikulum dalam arti teknis pendidikan. Pengertian tersebut diperlukan ketika proses pengembangan kurikulum sudah menetapkan apa yang ingin dikembangkan, model apa yang seharusnya digunakan dan bagaimana suatu dokumen harus dikembangkan. Kebanyakan dari pengertian itu berorientasi pada kurikulum sebagai upaya untuk mengembangkan diri peserta didik, pengembangan disiplin ilmu, atau kurikulum untuk mempersiapkan peserta didik untuk suatu pekerjaan tertentu. Doll (1993:47-51) menamakannya sebagai "the scientific curriculum" dan menyimpulkan sebagai "clouded and myopic". Selanjutnya Dool (1993:57) memperkuat pendapatnya tentang kurikulum yang ada sekarang dengan mengatakan: Education and curriculum have borrowed some concepts from the stable, nonechange concept - for example, children following the pattern of their parents, IQ as discovering and quantifying an innate potentiality. However, for the most part modernist curriculum thought have adopted the closed version, one where - trough focusing - knowledge is transmitted, transferred. This is, I believe, what our best contemporary schooling is all about. Transmission frames our teaching-learning process. Dengan transfer dan transmisi maka kurikulum menjadi suatu focus pendidikan yang ingin mengembangkan pada diri peserta didik apa yang sudah terjadi dan berkembang di masyarakat. Kurikulum tidak menempatkan peserta didik sebagai subjek yang mempersiapkan dirinya bagi kehidupan masa dating tetapi harus mengikuti berbagai hal yang dianggap berguna berdasarkan apa yang dialami oleh orang tua mereka. Dalam konteks ini maka disiplin ilmu memiliki posisi sentral yang menonjol dalam kurikulum. Kurikulum, dan pendidikan, haruslah mentransfer berbagai disiplin ilmu sehingga peserta didik menjadi warga masyarakat yang dihormati. Teori tentang IQ bekerja untuk terutama intelektualitas dalam pengertian disiplin ilmu karena logic yang dikembangkan dalam tes IQ adalah logic disiplin ilmu dan secara lebih khusus adalah logika matematika. Oleh karena itu tidaklah salah dikatakan bahwa matematika adalah dasar pengembangan pendidikan logika. Gambaran serupa disajikan oleh Jacobs (1999) yang membahas mengenai kurikulum di Afrika. Hal ini amat difahami jika kurikulum diartikan dari pandangan kependidikan yang menempatkan ilmu atau disiplin ilmu di atas segalanya (perennialism atau pun essentialism). Jacobs (1999:100) menggunakan istilah liberal theory untuk kedua pandangan ini. Sedangkan istilah perenialisme dan essentialism banyak digunakan oleh

39

Longstreet dan Shane (1993). dan bangsanya di masa mendatang. masyarakat. Kemajuan teknologi pada akhir kedua abad keduapuluh telah memberikan velocity perubahan pada berbagai aspek kehidupan pada tingkat yang tak pernah dibayangkan manusia sebelumnya. Secara mendasar. Kurikulum di Indonesia masih didominasi oleh pandangan ini. teori. "existentialism" mau pun "progressive" (experimentalism. Walau pun tidak begitu jelas tetapi pada pandangan ini sudah ada upaya untuk "shaping the future" dan bukan hanya "adjusting. mending or reconstructing the existing conditions of the life of community". they conceive of curriculum as a vehicle for fostering critical discontent and for equipping learners with the skills needed for conceiving new goals and affecting social change. Kontinuitas kehidupan dan perkembangan masyarakat dikhawatirkan akan terganggu. POSISI KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN Kurikulum memiliki posisi sentral dalam setiap upaya pendidikan Klein. ada kekhawatiran bahwa kurikulum hanya memikirkan kerusakan atau persoalan social yang ada dan meninggalkan sama sekali apa yang sudah dihasilkan. kelompok "romanticism" (romantic naturalism). 1989:15). Konten kurikulum dalam pandangan ini adalah materi yang dikembangkan dari disiplin ilmu. Artinya. Olivia (1997) Banyak kecaman terhadap pengertian kurikulum yang dikembangkan dari pandangan filosofis ini walau pun dalam kenyataannya masih banyak orang dan pengambil kebijakan yang menganut pandangan ini. Pada aliran progresif kelompok rekonstruksionis dapat dikatakan berbeda dari lainnya karena kelompok ini tidak hanya mengubah apa yang ada pada saat sekarang tetapi juga membentuk apa yang akan dikembangkan. Peserta didik akan menjadi anggota masyarakat yang secara individu maupun kelompok tidak hanya dibentuk oleh masyarakat (dalam posisi menerima = pasif) tetapi harus mampu memberi dan mengembangkan masyarakat ke arah yang diinginkan (posisi aktif). kurikulum merupakan rancangan dan kegiatan pendidikan yang secara maksimal mengembangkan potensi kemanusiaan yang ada pada diri seseorang baik sebagai individu mau pun sebagai anggota masyarakat untuk kehidupan dirinya. Seperti dikemukakan oleh McNeil (1977:19): Social reconstructionists are opposed to the notion that the curriculum should help students adjusts or fit the existing society. atau hal yang terkait dengan disiplin ilmu. Padahal masa kini adalah kelanjutan dari masa lalu dan masa kini akan terus berubah dan sukar diprediksi. atau pun menyiapkan peserta didik untuk kehidupan masa kini. Instead. Pandangan rekonstruksi social di atas menyebabkan kurikulum haruslah diredefinisikan kembali sehingga ia tidak mediocre karena hanya menfokuskan diri pada transfer kejayaan masa lalu.para ahli lainnya seperti Schubert (1986). Pendidikan harus lah aktif membentuk dan mengembangkan potensi peserta didik untuk suatu kehidupan yang akan dimasukinya dan dibentuknya. Print (1993). Suatu hal yang jelas bahwa definisi kurikulum oleh kelompok "conservative" (perenialism dan essentialism). reconstructionism) hanya memusatkan perhatian pada fungsi "transfer" dari apa yang sudah terjadi dan apa yang sedang terjadi. pengembangan intelektualitas. tujuan adalah penguasaan konsep. Dalam pengertian kurikulum yang dikemukakan di atas harus diakui ada kesan bahwa kurikulum 40 .

Situasi seperti ini tidak dapat dipertahankan dan kurikulum harus memperhatikan tuntutan masyarakat dan rencana bangsa untuk kehidupan masa mendatang. Oleh karena itu jika ada yang ingin mengkaji dan mengetahui kegiatan akademik apa dan apa yang ingin dihasilkan oleh suatu lembaga pendidikan maka ia harus melihat dan mengkaji kurikulum. dan di luar sekolah dikembangkan berdasarkan apa yang direncanakan kurikulum. Kehidupan di sekolah adalah kehidupan yang dirancang berdasarkan apa yang diinginkan kurikulum. Kurikulum menyebabkan sekolah menjadi lembaga menara gading yang tidak terjamah oleh keadaan masyarakat dan tidak berhubungan dengan masyarakat. Dapat dikatakan bahwa kegiatan pendidikan atau pengajaran pun tidak dapat dilakukan tanpa interaksi dan kurikulum adalah desain dari interaksi tersebut. Kegiatan evaluasi untuk menentukan apakah kualitas yang diharapkan sudah dimiliki oleh peserta didik dilakukan berdasarkan rencana yang dicantumkan dalam kurikulum. apakah lembaga pendidikan yang terbuka untuk setiap orang ataukah lembaga pendidikan khusus haruslah dapat mempertanggungjawabkan apa yang dilakukannya terhadap masyarakat. Dalam pengertian "intrinsic" kependidikan maka kurikulum adalah jantung pendidikan Artinya. Oleh karena itu kurikulum adalah dasar dan sekaligus pengontrol terhadap aktivitas pendidikan. sumber dan lingkungan. Proses belajar yang dialami peserta didik di kelas. Jika seseorang ingin mengetahui apakah yang dihasilkan ataukah pengalaman belajar yang terjadi di lembaga pendidikan tersebut tidak bertentangan dengan hukum maka ia harus mempelajari dan mengkaji kurikulum lembaga pendidikan tersebut. Problema masyarakat harus dianggap sebagai tuntutan. dan pendidikan. Dalam posisi maka kurikulum merupakan bentuk akuntabilitas lembaga pendidikan terhadap masyarakat. Kurikulum dan pendidikan melepaskan diri dari berbagai masalah social yang muncul. menjadi kepeduliaan dan masalah kurikulum. semua gerak kehidupan kependidikan yang dilakukan sekolah didasarkan pada apa yang direncanakan kurikulum. dalam kepeduliaannya. Lembaga pendidikan tersebut harus dapat memberikan "academic accountability" dan "legal accountability" berupa kurikulum. Tanpa kurikulum yang jelas apalagi jika tidak ada kurikulum sama sekali maka kehidupan pendidikan di suatu lembaga menjadi tanpa arah dan tidak efektif dalam mengembangkan potensi peserta didik menjadi kualitas pribadi yang maksimal. Sedangkan lembaga pendidikan yang tidak memiliki rencana tertulis dianggap tidak memiliki kurikulum.seolah-olah hanya dimiliki oleh lembaga pendidikan modern dan yang telah memiliki rencana tertulis. Kedua pandangan ini hanya akan membatasi kurikulum. hidup. dan berkembang di masyarakat. Posisi sentral ini menunjukkan bahwa di setiap unit pendidikan kegiatan kependidikan yang utama adalah proses interaksi akademik antara peserta didik. Pengembangan potensi peserta didik menjadi kualitas yang diharapkan adalah didasarkan pada kurikulum. Setiap lembaga pendidikan. Untuk menegakkan akuntabilitasnya maka kurikulum tiak boleh hanya membatasi diri pada persoalan pendidikan dalam pandangan perenialisme atau esensialisme. pendidik. Posisi sentral ini menunjukkan pula bahwa setiap interaksi akademik adalah jiwa dari pendidikan. Apakah kurikulum bersifat mengembangkan kualitas peserta didik yang diharapkan dapat memperbaiki masalah dan tatangan masyarakat ataukah 41 . Pengertian di atas memang pengertian yang diberlakukan untuk semua unit pendidikan dan secara administratif kurikulum harus terekam secara tertulis. di sekolah.

pendidikan menengah dan tinggi. perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu kualitas yang dihasilkannya bukanlah kualitas yang harus dimiliki seluruh warga bangsa tetapi kualitas yang dimiliki hanya oleh sebagian dari warga bangsa. keragaman potensi daerah dan lingkungan. kecerdasan. diteruskan atau dikembangkan. peningkatan potensi. i. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. h. b. c. adalah kurikulum berposisi sebagai jawaban untuk menyelesaikan berbagai masalah social yang berkenaan dengan pendidikan. j. Posisi ketiga adalah kurikulum untuk membangun kehidupan masa depan dimana kehidupan masa lalu. SD/MI memiliki tujuan yang tidak sama dengan SMP/MTs baik dalam pengertian ruang lingkup kualitas mau pun dalam pengertian jenjang kualitas. dinamika perkembangan global. Secara formal. Secara singkat.kurikulum merupakan upaya pendidikan membangun masyarakat baru yang diinginkan bangsa menempatkan kurikulum pada posisi yang berbeda. tuntutan masyarakat terhadap pendidikan diterjemahkan dalam tujuan pendidikan nasional. tidak diikuti oleh setiap warga bangsa. dan minat peserta didik. Tujuan di atas pendidikan dasar tidak mungkin tercapai oleh setiap warganegara karena pendidikan tersebut. peningkatan akhlak mulia. dan persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan 42 . Posisi pertama adalah kurikulum adalah "construct" yang dibangun untuk mentransfer apa yang sudah terjadi di masa lalu kepada generasi berikutnya untuk dilestarikan. tujuan pendidikan jenjang pendidikan dan tujuan pendidikan lembaga pendidikan. dan berbagai rencana pengembangan dan pembangunan bangsa dijadikan dasar untuk mengembangkan kehidupan masa depan. teknologi. e. tuntutan dunia kerja. peningkatan iman dan takwa. f. masa sekarang. dan seni. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat (3) menyatakan bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. Oleh karena itu maka kurikulum untuk SD/MI berbeda dari kurikulum untuk SMP/MTs baik dalam pengertian dimensi kualitas mau pun dalam pengertian jenjang kualitas yang harus dikembangkan pada diri peserta didik. Jenjang Pendidikan Dasar terdiri atas pendidikan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) dan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) atau program Paket A dan Paket B. Posisi ini dicerminkan oleh pengertian kurikulum yang didasarkan pada pandangan filosofi progresivisme. Setiap lembaga pendidikan ini memiliki tujuan yang berbeda. d. g. Tujuan pendidikan nasional adalah tujuan besar pendidikan bangsa Indonesia yang diharapkan tercapai melalui pendidikan dasar. Apabila pendidikan dasar Indonesia adalah 9 tahun maka tujuan pendidikan nasional harus tercapai dalam masa pendidikan 9 tahun yang dialami seluruh bangsa Indonesia. agama. posisi kurikulum dapat disimpulkan menjadi tiga. Kedua. Pengertian kurikulum berdasarkan pandangan filosofis perenialisme dan esensialisme sangat mendukung posisi pertama kurikulum ini.

Dalam posisi ketiga ini maka kurikulum seharusnya menjadi jantung pendidikan dalam membentuk generasi baru dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan potensi dirinya memenuhi kualitas yang diperlukan bagi kehidupan masa mendatang. PPKN/kewarganegaraan. ilmu. semangat kebangsaan tinggi. pengembangan berbagai kualitas bangsa seperti sikap dan tindakan demokratis. Alokasi waktu ini adalah "construct" para pengembang kurikulum dan jawaban kurikulum terhadap permasalahan yang ada. Kurikulum 2004 hanya menjawab sebagian (kecil) dari permasalahan yang ada di masyarakat yaitu rendahnya penguasaan matematika dan ilmu alamiah (sains) yang diindikasikan dalam tes seperti TIMMS atau tes seperti UAN. budaya. Permasalahan lain yang terjadi di masyarakat dan dirumuskan dalam ketetapan formal seperti undang-undang tidak menjadi perhatian kurikulum 2004. kurikulum yang dikembangkan di Indonesia masih membatasi dirinya pada posisi sentral dalam kehidupan akademik yang dipersepsikan dalam pemikiran perenialisme dan esensialisme. Posisi kurikulum yang dikemukakan di atas barulah pada posisi kurikulum dalam mengembangkan kehidupan social yang lebih baik. hidup sehat dan fisik sehat. reformasi dari system pemerintahan sentralistis ke system pemerintahan disentralisasi. dan sebagainya.Pasal ini jelas menunjukkan berbagai aspek pengembangan kepribadian peserta didik yang menyeluruh dan pengembangan pembangunan masyarakat dan bangsa. serta bidang-bidang yang dianggap kurang "penting". sains (untuk lebih mendekatkan diri pada istilah yang dibenarkan oleh pandangan esensialis). cinta damai. toleran. memiliki daya saing. lembaga pendidikan. Tuntutan formal seperti ini harus dapat diterjemahkan menjadi tujuan setiap jenjang pendidikan. Posisi ketiga yaitu kurikulum merupakan "construct" yang dikembangkan untuk membangun kehidupan masa depan sesuai dengan bentuk dan karakteristik masyarakat yang diinginkan bangsa. bahasa Indonesia dan daerah. Posisi ini bersifat konstruktif dan antisipatif untuk mengembangkan kehidupan masa depan yang diinginkan. ekonomi. dan pada gilirannya menjadi tujuan kurikulum. memiliki kebiasaan membaca. 43 . Konsekuensi logis dari posisi ini adalah kurikulum membatasi dirinya dan hanya menjawab tantangan dalam kepentingan pengembangan ilmu dan teknologi. Struktur kurikulum 2004 yang memberikan sks lebih besar pada mata pelajaran matematika. seni. kurikulum haruslah memperhatikan permasalahan ini dengan serius dan menjawab permasalahan ini dengan menyesuaikan diri pada kualitas manusia yang diharapkan dihasilkan pada setiap jenjang pendidikan (pasal 36 ayat (2). Artinya. dan teknologi dengan mengorbankan Pengetahuan Sosial dan Ilmu Sosial. produktif. Kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kurikulum 2004 gagal menjawab keseluruhan spectrum permasalahan masyarakat. bangsa atau pun kehidupan global. Secara formal. masyarakat. Sayangnya. tuntutan masyarakat terhadap pendidikan juga diterjemahkan dalam bentuk rencana pembangunan pemerintah. teknologi dan seni. teknologi dan tantangan kehidupan global. Tuntutan dunia kerja yang seharusnya menjadi kepeduliaan besar dalam model kurikulum berbasis kompetensi tidak muncul karena kompetensi yang digunakan kurikulum dikembangkan dari diisplin ilmu dan bukan dari dunia kerja. Rencana besar pemerintah untuk kehidupan bangsa di masa depan seperti transformasi dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. kehidupan agama. sikap senang dan kemampuan mengembangkan ilmu.

demokratis. 44 .Pertanyaan yang muncul adalah kualitas apa yang harus dimiliki semua manusia Indonesia yang telah menyelesaikan wajib belajar 9 tahun? Ini adalah kualitas minimal dan harus dimiliki seluruh anggota bangsa. produktif. hemat. gemar berolahraga. . sosial. kritis. Oleh karena itu Olivia (1992:39-41) selain mengakui bahwa pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang kompleks lebih lanjut mengatakan curriculum is a product of its time. philosophical positions. PROSES PENGEMBANGAN KURIKULUM Unruh dan Unruh (1984:97) mengatakan bahwa proses pengembangan kurikulum a complex process of assessing needs. preparing for instruction to achieve the outcomes. ekonomi. bersesuaian dengan kaedah pendidikan. mengenal lingkungan. social. dan sebagainya terabaikan dalam kurikulum pendidikan tinggi walau pun harus diakui bahwa Kepmen 232/U/1999 mencoba memberikan perhatian kepada aspek ini. teknologi berpengaruh dalam proses pengembangan kurikulum. Kualitas kemanusiaan seperti jujur. inovatif. Jika mentalitas bangsa Indonesia yang diinginkan adalah mentalitas baru yang religius. disiplin. teknologi. menghargai masa lalu. ilmu. cinta kebersihan. and personal needs that the curriculum is to serve. dan didasarkan pada kajian keilmuan terutama kajian psikologi mengenai minat/interest sebagai model penjurusan untuk kurikulum SMA. kreatif. disiplin. Dalam banyak kasus bahkan terlihat bahwa kurikulum pendidikan tinggi tidak juga memperhatikan hal-hal yang berkenaan dengan kualitas kemanusiaan yang seharusnya terkait dengan pengembangan ilmu dan dunia kerja. Jika pasal 36 ayat (3) Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 dijadikan dasar untuk mengidentifikasi kualitas minimal yang harus dimiliki bangsa Indonesia maka kurikulum haus mengembangkannya. cinta damai. Kedua orientasi ini menyebabkan kurikulum di jenjang pendidikan tinggi kurang memperhatikan kualitas yang diperlukan manusia di luar keterkaitannya dengan disiplin ilmu atau dunia kerja. Jika kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah lebih memberikan perhatian yang lebih banyak pada pembangunan aspek kemanusiaan peserta didik maka kurikulum pendidikan tinggi berorientasi pada pengembangan keilmuan dan dunia kerja. identifying desired learning outcomes. Jika masa depan ditandai oleh berbagai kualitas baru yang harus dimiliki peserta didik yang menikmati jenjang pendidikan menengah maka adalah tugas kurikulum untuk memberikan peluang kepada peserta didik mengembangkan potensi dirinya. Posisi kurikulum di jenjang pendidikan tinggi memang berbeda dari jenjang pendidikan dasar dan menengah. Berbagai factor seperti politik. Jika penguasaan ilmu. budaya. memiliki rasa kebangsaan tinggi. dan seni di jenjang pendidikan menengah diarahkan untuk persiapan pendidikan tinggi maka kurikulum harus mampu memberi kesempatan itu. . menghargai prestasi. kerja keras. taat aturan. and meeting the cultural. Barangkali untuk itu sudah saatnya konstruksi kurikulum SMA dengan model penjurusan yang sudah berusia lebih dari 50 tahun itu ditinjau ulang. menghormati hak orang lain. kerja keras. cinta seni. curriculum responds to and is changed by social forced. gemar membaca. menguasai pemanfatan teknologi informasi dan sebagainya maka kurikulum harus mampu mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kualitas tersebut sebagai kualitas dasar atau kualitas minimal bangsa yang menjadi tugas kurikulum SD/MI dan SMP/MTs. Model baru perlu dikembangkan yang lebih efektif.

psychological principles. Padahal seperti dikemukakan Longstreet dan Shane (1993:87) bahwa kebudayaan berfungsi dalam dua perspektif yaitu eksternal dan internal: The environment of the curriculum is external insofar as the social order in general establishes the milieu within which the schools operate. Dalam model ini kurikulum lebih banyak mengambil posisi pertama yaitu sebagai rencana dan kegiatan. Sayangnya. Keseluruhan proses pengembangan kurikulum dapat digambarkan sebagai berikut: Dalam proses pengembangan tersebut unsure-unsur luar seperti kebudayaan di mana suatu lembaga pendidikan berada tidak pula mendapat perhatian. seni. it is internal insofar as each of us carries around in our mind's eye models of how the schools should function and what the curriculum should be. The external environment is full of disparate but overt conceptions 45 . dan diakhiri dengan melihat hasil kurikulum berdasarkan tujuan yang terbatas. Konsep diversifikasi kurikulum menempatkan konteks social-budaya seharusnya menjadi pertimbangan utama. accumulating knowledge. model yang tersedia dan dianggap sesuai untuk suatu kurikulum baru. agama. Pada fase pengembangan ide. permasalahan pendidikan hanya terbatas pada permasalahan transfer dan transmisi. Model pengembangan kurikulum berikut ini adalah model yang biasanya digunakan dalam banyak proses pengembangan kurikulum. Kegiatan evaluasi diarahkan untuk menemukan kelemahan kurikulum yang ada. teknologi. karena sifat ilmu yang universal menyebabkan konteks social-budaya tersebut terabaikan. dan sebagainya. Ide yang dikembangkan pada langkah awal lebih banyak berfokus pada kualitas apa yang harus dimiliki dalam belajar suatu disiplin ilmu. modern ataukah romantism. and educational leadership at its moment in history. Secara singkat dapat dikatakan bahwa dalam pengembangan kurikulum focus awal memberi petunjuk jelas apakah kurikulum yang dikembangkan tersebut kurikulum dalam pandangan tradisional. Masalah yang muncul di masyarakat atau ide tentang masyarakat masa depan tidak menjadi kepedulian kurikulum.

Unpublished. New York and London: Teachers College. and practice for democratic education. and education. London: Routledge & Kegan Paul. current realities. Local Content Curriculum for SMP. Paper presented at International Conference on Issues in Education of Pluralistic Societies and Responses to the Global Challenges Towards the Year 2020. 46 . E. The internal environment is a multiplicity of largely unconscious and often distorted views of our educational realities for. (1977). we caught by our own cultural mindsets about what should be. Columbia University Eggleston. (1993). Identifikasi masalah dalam masyarakat dan kualitas yang dimiliki suatu komunitas pada saat sekarang dijadikan dasar dalam perbandingan dengan kualitas yang diinginkan masyarakat sehingga menghasilkan harus dikembangkan oleh kurikulum. 19:51-98.H.E. Hasan. (1993).about what the schools should be doing. Language. Hasan. Educational Researcher. rather than by a recognition of our swiftly changing. Paper presented at UNESCO Seminar on Decentralization.T. culture. Pencapaian tujuan kurikulum pun diukur dengan keberhasilan lulusan di masyarakat. Garcia. W. as individuals. S. 25. policy.E. The Sociology of the School Curriculum. Review of Research in Education. Multicultural Issues and Human Resources Development. (1996). J. The right to learn and the advancement of teaching: research. L. Doll. 6:5-17. Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat. DAFTAR BACAAN Darling-Hammond. Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum selalu dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat. A Post-Modern Perspective on Curriculum. Unpublished. S. Model kedua yang diajukan dalam makalah ini adalah model yang menempatkan kurikulum dalam posisi kedua dan ketiga. (1996). (1996).H.

Inc. G. Charting new maps: multicultural education in rural schools.D. dan Howley.F. Mereka yang berfikiran sempit membicarakan orang lain (Eleanor Roosevelt. Boston: Little. Mereka yang berfikiran sedang membicarakan peristiwa-peristiwa. Leonard: Allen & Unwin Pty. Curriculum. (1997). dan Unruh. Olivia. D.C. (1997). J.J. M. Siapa takut? Kita sedang membicarakan ide-ide atau gagasan-gagasan. Gagasan apa saja itu? Tentang program inovatif sekolah. (1986). Curriculum. M. Schubert. Oliver.2 Lampiran 2: PROGRAM INOVATIF SEKOLAH Oleh Suparlan *) Mereka yang berfikiran hebat membicarakan ide-ide. Curriculum Development: Theory into Practice. Sandton:Heinemann Higher and Further Education. apalagi membicarakan orang lain. 1884 – 1962. New York and London: Teachers College. W. P. Ltd. (1984). (1980). bukan membicarakan fakta-fakta saja. pendiri Apple Computer) Innovation is change that creates a new dimension of performance (Peter Drucker: Hesselbein. and Progress. New York: Longman Print. C. mantan first lady AS) Inovasi membedakan antara pemimpin dan pengekor (Steve Jobs. (1999). and Possibility.F. New York: Macmillan Tanner. Processes. M. Planning.. Columbia University Marsh. Unruh.. dalam Contemporary Education: Global Issues and Trends. 47 . ERIC Digest. A Comprehensive Introduction. Curriculum Development and Design. Curriculum: Perspective. A. (1977). 2003) Innovation is the creation of the new or the re-arranging of the old in a new way (Michael Vance) Kita sekarang akan mencoba menjadi orang yang berfikiran hebat. ED 348196.H. 4th Developing the Curriculum edition. Curriculum Development: Problems.C.Jacobs. New York: Macmillan Publishing Co. Klein. Paradigm. Berkeley. Management and Ideology: Key Concepts or Undertanding Curriculum. St.G. Curriculum Reform in the Elementary School: Creating Your Own Agenda.L. California: McCutchan Publishing Corporation 2. (1993).P. dan Tanner. disunting oleh Eleanor Lemmer. London: The Falmer Press McNeil. (1992). Brown and Company. (1986). ERIC Clearinghouse on Rural Education and Small School.

maka lembaga pendidikan sekolah harus menjadi tempat yang strategis untuk dapat meningkatkan kompetensi SDM yang handal. Namun sekolah yang lain mungkin dapat menjadi sesuatu yang sangat berharga. kesehatan. kinerja lembaga pendidikan sekolah. Kita telah jauh ketinggalan dari negara Thailand. Selidik punya selidik. ada kemungkinan mereka juga mengalami kekurangan gizi dan dehidrasi. Para siswa di sekolah yang cukup luas di negeri tirai 48 . Bukan hanya itu. Dalam beberapa kali upacara bendera. Kita harus melakukan hal yang luar biasa. gagasan baru juga harus semua komponennya harus baru.Benar sekali. kita harus melakukan hal-hal yang inovatif. Malaysia. Boleh jadi semua itu terjadi memang karena dampak negatif dari krisis multidimensional yang masih belum sepenuhnya usai. para siswa harus mengikuti upacara bendera di sekolah. sehingga menjadi lebih baik dan bermanfaat. Itu pun sudah dapat disebut sebagai apa yang dikenal dengan inovasi. Program peningkatan kompetensi SDM secara terencana dan berkelanjutan memang harus dimulai di lembaga pendidikan sekolah. Dalam hal ini. Pemberdayaan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sungguh. banyak orang yang meneropongnya dari faktor kemunduran dunia pendidikan kita. kita harus malu dengan peringkat ke empat di Pesta Olahraga Asia Tenggara. maka sumber masalahnya adalah lembaga pendidikan sekolah. sebagaimana juga di sekolah-sekolah lain di tanah air. masalah ini terjadi karena banyak anak-anak yang tidak sarapan pagi. Bahkan juga ketinggalan dari Vietnam. Setelah lembaga pendidikan keluarga. Padalah dahulu. yang kemudian diperbaiki. Pemberdayaan KKG dan MGMP harus dapat digunakan sebagai wahana yang efektif untuk dapat meningkatkan kompetensi guru di sekolah. Innovation is the creation of the new or the re-arranging of the old in a new way (Michael Vance) Tulisan ini akan mencoba membahas tentang program sekolah yang dapat dinilai inovatif. Gagasan baru itu bisa jadi dari gagasan yang sudah lama. kita tidak bisa hanya melakukan yang biasa-biasa saja. gagasan-gagasan yang akan ditulis ini mungkin saja memang bukan benar-benar baru bagi sekolah tertentu. Penemuan tentang rendahnya kebugaran jasmani. atau ketika bendera merah putih dinaikkan beberapa anak jatuh pingsan. sebagai ilustrasi. Tapi. Lembaga pendidikan sekolah harus merancang berbagai program yang inovatif. dan gizi anak-anak kita perlu mendapatkan perhatian kita semua. Hal ini sama sekali berbanding terbalik dengan keadaan peserta didik di Negeri Cina. Peter Drucker menjelaskan kepada kita bahwa inovasi sesungguhnya adalah perubahan yang menciptakan satu dimensi baru kinerja organisasi. Program Pemberian Susu dan Makanan Tambahan Di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Kondisi ini juga tampak dari Human Development Index (HDI) Indonesia yang berada di bawah Vietnam. Dengan demikian. Dengan kata lain. Untuk dapat membangun SDM yang handal. Juga tidak hanya dengan program-program yang biasa. disempurnakan dengan memperbaiki satu atau beberapa elemennya. ketika pembina upacara menyampaikan pidatonya. Boleh dikatakan bahwa negara yang lain berebut pada urutan kedua. Memang. dalam acara olahraga yang bergengsi ini kita selalu unggul. Namun.

citakan lingkungan sekolah yang bersih. Memasang papan bertuliskan ”LINGKUNGAN BEBAS ROKOK” merupakan satu gebrakan yang dapat dilakukan. DPR kita masih sibuk dengan urusan politik ketimbang dengan urusan makan siang anak-anak. atau ”CUCI TANGAN SEBELUM MAKAN”. Sekolah harus memiliki catatan. maka sekolah tinggal 49 . Rupanya. bukan hanya secara seremonial belaka. Di samping olahgara rekreasi.bambu itu diwajibkan selalu melakukan olahraga dalam cabang olahraga yang mereka suka. Semua fasilitas olahraga telah disediakan. Tetapi. Selain itu. Pertama. Talent Scouting Bibit Olahraga dan Seni Pembinaan olahraga memang menjadi tugas utama guru olahraga dan keshatan. negeri adidaya Amerika Serikat telah jauh memikirkan pentingnya makan siang anak-anak sekolah melalui program makan siang anak-anak usia sekolah melalui National School Lunch Program Act yang telah ditandatangani oleh Presiden Truman pada tahun 1946. Kalau pun negeri kita pada saaat ini masih mengalami kesulitan untuk mencari sebelas pemain sebak bola. misalnya peringatan hari besar nasional dan agama. dan setiap harinya mereka harus melakukan olahraga sesuai dengan hobinya. karena selalu keok dalam arena pertandingan olah raga yang bergengsi ini. Nah apa yang harus diprogramkan oleh sekolah untuk mengatasi itu semua? Pemberian bubur kacang hijau. dan makanan bergizi lainnya secara rutin sudah tentu menjadi kegiatan yang sangat berguna bagi anak-anak kita. maka masalahnya tidak lain dan tidak bukan adalah karena kecerdasan fisikal generasi muda kita yang masih rendah. seperti ”TARUH SAMPAH PADA TEMPATNYA”. nama-nama siswa dengan rekor tertingginya dalam cabang olahraga tertentu. Penciptaan Lingkungan Sekolah Yang Sehat Program ini sangat terkait dengan program sebelumnya. atau peringatan hari lahir sekolah. program yang harus dibenahi adalah kantin sekolah. Lomba kebersihan dan keindahan kelas dapat diadakan pada saat momen-momen tertentu. dan indah. Ciptakan kantin sekolah yang hiegenis dengan jenis makanan yang bergizi. Termasuk di dalamnya adalah senam dan menari dengan olah tubuh yang penuh dengan rima dan irama itu. pemerintah Amerika Serikat juga telah mengeluarkan program susu sekolah (school milk program). tetapi harus menyentuh perubahan kebiasaan para penghuninya. atau ”KESEHATAN SEBAGIAN DARI IMAN” dapat diharapkan dapat mengisi nurani anak-anak kita yang masih putih itu. susu. yang dari aspek kesehatan dan gizinya tidak dapat kita pertanggungjawabkan. pencatatan secara rutin rekor olahraga prestasi harus tersedia di sekolah. Dengan catatan ini. Jika negeri ini masih juga mengalami masalah mahalnya susu untuk tumbuh kembang anak-anak kita. jika ada kegiatan pertandingan olahraga. Tulisan-tulisan lain. asupan gizi generasi muda kita masih di bawah rata-rata anak-anak di dunia. Program 7K perlu digalakkan lagi. rindang. Bahkan pada tanggal 14 Oktober 1940. Hasilnya? Stamina olahragawan dari negeri tirai bambu itu sangat luar biasa. Kedua. Jangan biarkan anak-anak kita membiasakan jajan di tepi-tepi pagar sekolah. program pembinaan olahraga secara teroganisasi di sekolah sudah barang tentu menjadi tanggung jawab semua komponen sekolah. Mereka yang suka berolahraga memiliki kecerdasan fisikal atau kecerdasan ragawi atau kecerdasan yang dikenal dengan bodily kinestetics yang tinggi.

The First Day Festival Ide ini diusulkan oleh seorang guru di suatu sekolah di Amerika Serikat. dan masih banyak yang lain. Pencatatan prestasi olahraga ini dapat dilakukan pada awal tahun pelajaran atau pada saat usai ulangan semester pertama menjelang libur sekolah. di hadapan orangtua dan masyarakat. Selain itu. Jika di lingkungan sekolah ada lahan tidur yang tidak dimanfaatkan oleh yang empunya. tetapi sebagai pemangku kepentingan yang memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan pihak kepala sekolah dan para guru di sekolah. orangtua siswa dan masyarakat merasakan adanya peningkatan keakraban dan kekeluargaan antara sekolah dan orangtua siswa secara luar biasa. Kebun Sekolah dan Penanaman Sejuta Pohon Jika secara internasional isu pemanasan global telah melahirkan Bali Roadmap untuk memecahkan isu tersebut. Dengan demikian. Topiktopik lainnya misalnya: (1) rata-rata jumlah anak dalam satu keluarga. Disiram. Dampaknya. sekolah dapat meminjamnya untuk dijadikan kebun sekolah tempat praktik anak-anak menanam berbagai jenis tanaman. orangtua dan masyarakat menjadi lebih memiliki kepercayaan yang tinggi 50 . (2) rata-rata tinggi dan berat badan anak-anak kelas 5 SD. Orangtua dan masyarakat tidak lagi merasa sebagai klien. Program seperti ini dapat berupa program lain yang tidak kalah inovatifnya. dipupuk. setiap kelas dapat diminta untuk membikin taman di depan kelasnya masing-masing. sekolah juga dapat membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan program penanaman satu juta pohon. agar sekolah tidak terasa gersang. tetapi sudah bisa dilakukan di SD. Untuk sekolah yang tidak memiliki lahan yang luas. Acara tutup tahun sekolah. Atau dapat meminta kepada para siswa untuk masing-masing dapat memiliki tanaman kesayangan yang harus dipelihara setiap hari dengan sepenuh hati. Setelah program ini dilaksanakan. Pada waktu itu. Sejak adanya festival hari pertama sekolah itu. Namun banyak di antaranya kurang begitu yakin bahwa anak-anak mampu melakukannya. para siswa dapat menunjukkan kebolehannya. adalah pertanyaan penelitian sederhara yang dapat dilakukan bukan di SMP. Jika ada sedikit lahan di depan sekolah. Science-Tech Club Sama dengan talent scouting dalam bidang olahraga. sebagai contoh. Padahal obyek penelitian sederhana bagi anak-anak terbentang luas di sekolah dan lingkungannya. sekolah dapat menjadi tempat pembibitan olahraga dan seni yang pertama dan utama. baik dalam bidang akademis maupun nonakademis. (3) jarak tempuh anak-anak ke sekolah. pelibatan peran serta orangtua dalam penyelenggaraan pendidikan masih menjadi sesuatu yang langka. dan disiangi kalau ada rumput yang menggangunya.memilih mereka untuk dapat mengikuti ajang pertandingan olahraga yang akan diikuti. Sebenarnya para guru telah memiliki pengetahuan dan keterampilan praktis dalam penelitian sederhana. antusiasme orangtua dan masyarakat tibatiba meningkat secara drastis. sebagai contoh. Dalam acara tersebut. maka apa yang dapat dilakukan di tingkat sekolah? Tentu saja pendidikan lingkungan hidup harus menjadi tanggung jawab sekolah. sekolah juga harus melakukannya untuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. dapat menjadi media untuk menyatupadukan sekolah dengan orangtua dan masyarakat. Sayur apakah yang menjadi kegemaran siswa. maka sekolah juga dapat membuat taman sederhana untuk menanam tanaman hias atau tanaman bunga.

Dampak pengiringnya. 22 Desember 2007 2. diharapkan dapat turut aktif memeranginya. strategi yang umumnya dipilih dengan mengintervensi secara tidak langsung proses belajar-mengajar melalui penerapan kurikulum antikorupsi. yakinlah bahwa semua itu dapat dilakukan jika kita memiliki kemauan. dan menyenangkan (PAKEM) dan contextual teaching and learning (CTL) kini menjadi program inovatif di sekolah yang menjadi primadona. yang disusun oleh sekolah bersama dengan pemangku kepentingan. Penerapan pembelajaran aktif. Sebagai contoh. Tentu saja. atau sesuatu yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian. All beginning is difficult. program sekolah ramah anak.3 Lampiran 3: MEMBERANTAS KORUPSI MELALUI KURIKULUM Oleh icwweb Minggu. Akhir Kata Masih sangat banyak program inovatif lain yang dapat dilaksanakan oleh sekolah. yang kalau bisa yang luar biasa. Tentu saja berdasarkan kondisi sekolahnya masing-masing. Dengan kata lain. *) Website: www. Pendek kata. Setidaknya ada tiga 51 .com. Semua permulaan itu memang sulit. kreatif. Bahkan lebih dari itu. yang dikenal dengan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS).terhadap upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi siswa. dan masih banyak yang lainnya. baik yang terkait dengan aspek akademis maupun nonakademis di sekolah. semua itu harus dirancang adalam rencana yang matang. orangtua dan masyarakat menjadi lebih antusias dalam ikut serta memberikan dukungan dan bantuan terhadap pelaksanaan program-program inovatif sekolah.com. Sulitkah semua itu kita lakukan? Semua itu memang sulit untuk pertama kalinya. program sekolah berwawasan imtaq. Yang penting. Depok. E-mail: bsuparlan@yahoo. Dimana ada kemauan di situ ada jalan. semua warga sekolah ingin melakukan sesuatu yang baru. Ingin mencoba sesuatu yang baru. Untuk itu. Itu semua dapat dimulai dengan program inovatif yang sederhana.suparlan. efektif. 17 September 2006 12:28:40 Institusi pendidikan diyakini sebagai tempat terbaik untuk menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai antikorupsi. program sekolah yang aman dan nyaman. dengan program inovatif. semua warga sekolah dan pemangku kepentingan ingin mencoba sesuatu yang tidak biasa. Mudah-mudahan. kegiatan outbond. Tetapi. Murid atau mahasiswa yang akan menjadi tulang punggung bangsa di masa mendatang sejak dini harus diajar dan dididik untuk membenci serta menjauhi praktek korupsi. dan sudah barang tentu yang tidak memberatkan keuangan orangtua siswa. RPS yang disusun hendaknya memuat program-program inovatif.

Tapi. mesti disambut positif. di antaranya Universitas Islam Negeri. dibutuhkan biaya besar untuk pengadaan buku-buku tersebut. seperti pendidikan agama atau kewarganegaraan. kurikulum tidak akan ada artinya tanpa guru. ada beberapa faktor yang mesti dijadikan sebagai bahan pertimbangan. seperti penentuan buku teks. Selain itu. Tes yang dilakukan berbeda dari tes pelajaran pendidikan jasmani atau olahraga. akan menemukan kesulitan dalam proses evaluasi. perubahan kebijakan walau kecil. jika memilih diintegrasikan. bukan mustahil buku teks mengenai antikorupsi justru menjadi lahan baru untuk korupsi. Tapi apa pun pilihannya. Apabila menginginkan hingga tingkatan praktek (psikomotor). Semarang. Masalahnya. jika pengaturannya tidak jelas. waktu dan biaya yang dihabiskan tidak sedikit.perguruan tinggi yang sedang mengembangkan kurikulum tersebut. serta IAIN Arraniry. Berkenaan dengan kejelasan implementasi kurikulum. Alat atau instrumen yang mampu mengukur tingkat kemampuan murid dalam menerapkan nilai-nilai antikorupsi tidak mudah dibuat. Munculnya terobosan-terobosan baru untuk melawan praktek korupsi. buku teks mata pelajaran yang dianggap relevan otomatis ditambah atau diubah dengan muatan baru mengenai antikorupsi. dari aspek teknis. Tapi. Belajar dari penerapan kurikulum berbasis kompetensi. akan berpengaruh pada banyak hal. Catatan kedua berkaitan dengan proses penerapan dan evaluasi. hanya untuk sosialisasi. Universitas Katolik Soegipranata. Banda Aceh. 52 . terlebih dulu mereka yang akan mengajarkan pelajaran antikorupsi mesti mengetahui dan memahami apa yang akan diajarkan. Apabila pilihannya dibuat khusus. Sebab. Ciputat. seperti membuat kurikulum antikorupsi. apakah akan memunculkan mata pelajaran khusus atau diintegrasikan dengan mata pelajaran yang memiliki korelasi. Selain itu. Selama ini mereka sudah direpotkan dengan pembelian berbagai jenis buku teks yang mahal. pilihan tersebut menimbulkan beberapa konsekuensi lanjutan. Sebab. tapi tingkah laku jauh dari nilainilai tersebut. Pertama. Tapi masalahnya. siapa yang akan membiayai. Sudah tentu. agar bisa diimplementasikan. Harus ada kejelasan apakah pelajaran antikorupsi nantinya akan ditekankan pada sisi pengetahuan (kognitif) atau praktek (psikomotorik). Batasan ruang kelas harus dihilangkan. Murid mampu dengan baik menjawab nilai-nilai luhur pancasila. akan muncul buku teks pelajaran baru mengenai antikorupsi. proses pengajaran antikorupsi tidak bisa dilakukan dengan cara konvensional: guru memberi ceramah di dalam ruang kelas dan sesekali memberi tes. kalaupun kemudian ditanggung pemerintah. Pengelola sekolah mulai guru hingga kepala sekolah mesti menjadi model bagi murid. Jika penekanannya hanya pada sisi pengetahuan. pelajaran antikorupsi akan mengulangi kegagalan pelajaran pendidikan moral Pancasila beberapa waktu lalu. institusi pendidikan seperti sekolah sangat sensitif. malah menambah masalah. bila dibebankan kepada orang tua murid. setidaknya dibutuhkan pendidikan atau pelatihan. Sebab. proses pengajaran dan evaluasi tidak terlalu sulit. Untuk itu. apabila akan diimplementasikan dalam lingkup luas. Namun.

Dengan demikian. banyak sekali pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum kurikulum antikorupsi diterapkan. Mulai guru. jika praktek korupsi di sekolah juga memiliki korelasi dengan lembaga di atasnya. tapi ketika keluar dari ruang kelas atau malah di dalam kelas. Setidaknya tergambar dari maraknya pungutan yang dibebankan kepada orang tua murid. dengan latar belakang penyebab serta modus yang berbeda. Institusi pendidikan seperti sekolah justru menjadi salah satu tempat tumbuh subur praktek korupsi.4 Lampiran 4: APA YANG DIPELAJARI ANAK DI SEKOLAH? 53 . karena memang itu khitahnya. Mulai mereformasi institusi pendidikan. pegawai tata usaha. secara kolektif ataupun perseorangan turut menjadi pelaku. guru. Berharap banyak pada peranan birokrasi pendidikan pun tidak mungkin. institusi pendidikan sebagai benteng terakhir tempat menyebarkan nilai-nilai antikorupsi sudah menjadi tempat mempromosikan korupsi. Celakanya lagi. sehingga tidak lagi terjadi ketimpangan kekuasaan antara kepala sekolah. dan orang tua murid. kurikulum antikorupsi tidak akan berarti apa-apa. MANAJER DIVISI MONITORING PELAYANAN PUBLIK. malah pengawas hingga pegawai dinas pendidikan. Institusi pendidikan malah mengajarkan bagaimana cara melakukan korupsi. seperti dinas pendidikan. karena itu harus direbut. jika institusi pendidikan seperti sekolah yang akan mengimplementasikan masih belum bersih dari praktek korupsi. Kalau itu semua sudah dilakukan. dari minimnya kesejahteraan hingga ketimpangan kekuasaan. Kondisi tersebut sangat ironis. biasanya pelajaran yang paling diingat oleh murid bukan hasil ceramah di ruang kelas. terus mendorong upaya peningkatan kesejahteraan guru atau dosen. setiap hari kepada murid diajarkan nilai-nilai antikorupsi. dengan beragam faktor penyebab. mereka menyaksikan bagaimana korupsi dipraktekkan. malah tidak sedikit yang aktif menjadi bagian dari rantai korupsi di sekolah. Upaya untuk membersihkannya jauh lebih berat dibanding menyusun kurikulum antikorupsi. Tentu saja. Karena itu. korupsi sudah sangat sistemik.Namun sayang. Tapi tidak ada pilihan lain. akan ada perlawanan dari orang-orang yang selama ini menikmati keuntungan dari praktek korupsi di institusi pendidikan. tapi yang dipraktekkan dalam keseharian guru atau kepala sekolah. Bukan rahasia lagi. INDONESIA CORRUPTION WATCH/SEKRETARIS KOALISI PENDIDIKAN Tulisan ini disalin dari Koran tempo. Sebab. Ade Irawan. tanpa menggunakan kurikulum antikorupsi pun dengan sendirinya sekolah akan menjadi tempat mempromosikan nilai-nilai antikorupsi. 16 September 2006 2. Mereka menikmati keuntungan melalui setoran-setoran atau jasa tanda terima kasih. kepala sekolah. kenyataannya tidak demikian. Selain itu.

Begitu pula kalau kita berbelanja kue-kue tradisional. yakni bab yang khusus dibuat untuk melatih siswa memahami bacaan. Semua itu hasil dari desa kelahiran ibunya Indri. Kaum ibu membentuk Home Industry atau Industri Rumah Tangga Jika kita masuk ke toko suvenir. Keadaan seperti itu bukan menandakan penduduknya miskin. Mereka biasa hidup bersih. Penduduk hanya panen setahun sekali. Juga lebih mudah dipahami jika badan adik kotor ketika sedang bermain pasir atau tanah. apa yang dilakukan para remaja. setiap orang wajib menegur. yakinkah kita bahwa mereka telah belajar memahami bacaan secara 54 . 1. Teks dialog tanpa judul tersebut terdapat dalam buku Aku Cinta Bahasa Indonesia terbitan Tiga Serangkai Solo (2002). Mereka mengirimkan sebagian gaji ke desa untuk membeli sawah dan menyekolahkan adik-adik mereka. Tetapi apakah dengan demikian teks boleh dibuat sembarangan tanpa mempertimbangkan logika berbahasa? Perhatikan saja urutan deskripsi peristiwanya. hampir semua suvenir di sana adalah karya ibu-ibu. jelas dan lancar. mengapa penduduk desa makmur.Oleh Anis Suryani Artikel. bukan sebelum makan seperti pada bacaan di atas. Bagaimana dengan aktivitas bapak-bapak dan para remaja? Di sana tidak kita jumpai penduduk yang duduk di pojok gang atau di warung kopi.” jawab Cica. Bu.Cica!” kata Ibu “Ya. Itu pun kalau ada air hujan. Kalaupun siswa dapat menjawab semua pertanyaan tersebut secara benar sesuai dengan isi bacaan. Setelah itu pembahasan untuk memahami teks pun selesai. yang biasanya terfokus pada latihan melisankan bacaan mulai dari melafalkan huruf. pasti mendapat sanksi. Jika ternyata orang tua atau kakaknya yang menyuruh. diajukanlah pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan isi teks seperti: apa mata pencaharian ibu-ibu. bukan ketika sedang membaca . Bersihkan dulu badanmu!” “Ya. Sementara itu dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas lima SD. Setelah teks. “Coba cari adikmu!” Cica mencari adiknya. Konon sebagian besar remaja bekerja di kota lain. Hasil pertanian penduduk umumnya singkong dan ubi jalar. Buku ini dimiliki oleh hampir setiap siswa kelas satu di beberapa sekolah dasar di Yogyakarta dan Jawa Tengah yang menjadikan buku ini sebagai buku utama dalam pelajaran Bahasa Indonesia. suku kata.” kata Yuyun. Yun. Bersih itu sehat. Banyak hal yang dapat mereka kerjakan.Desember 2004 Cica mencuci cangkir dan piring “Cuci tanganmu sebelum makan. Bagi umumnya anak-anak. Kak. kata dan kalimat secara benar. Jika ada anak usia sekolah berkeliaran pada waktu tersebut. bagaimana kesimpulanmu mengenai hasil perjuangan penduduk. Bina Bahasa Indonesia terbitan Erlangga Bandung (2003) terdapat teks bacaan seperti berikut: Wajib Belajar Desa kelahiran orang tua Indri tergolong tandus. logika peristiwa yang lebih mudah dipahami tentunya mencuci cangkir dan piring dilakukan setelah makan. “Badanmu kotor. Justru penduduknya tergolong makmur. Teks di atas memang dibuat untuk siswa kelas satu SD yang sedang belajar membaca permulaan. Adik Cica sedang membaca. Teks bacaan ini berada dalam salah satu bab berjudul Membaca Pemahaman.

tetapi juga pada pilihan tema. muncul berkali-kali dalam banyak bacaan terutama untuk siswa kelas satu sampai kelas tiga. hal 134-135). Tema yang tidak menarik. menyapu. Penerbit Erlangga. kalimat-kalimat dalam alinea yang tidak padu. pemberantasan nyamuk. makan sayur. Tema kebersihan dan kesehatan mulai dari mandi. sarat dengan tema program pemerintah dan konsep-konsep yang terlalu kompleks untuk diajarkan kepada anak-anak sekolah dasar seperti urbanisasi dan gerakan kembali ke desa. sikat gigi. tentulah timbul pertanyaan. “Selamat pagi Firman”. dan kesiapan dapur umum. “mereka mengirimkan sebagian gaji ke desa untuk membeli sawah…?” . Salah satu contoh teks berisi tema program pemerintah adalah teks dialog bejudul Posko Korban Banjir dalam buku pelajaran bahasa Indonesia untuk siswa SD kelas tiga. krisis moneter. kerja bakti di kampung. dan sebagainya. sementara sebagian besar teks membahas industri rumah tangga ? Lalu jika kita perhatikan kalimat pada alinea terakhir. menanami halaman rumah. Sementara teks buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas empat hingga kelas enam. Dengan maksud menanamkan kesan dan makna kepada siswa.” Dan seterusnya. Latar belakang dialog adalah rapat di Balai desa. perlu dipertanyakan dimana kita bisa temukan gagasan pokok yang dimaksud oleh judul yakni wajib belajar. Sekretaris Desa. Terbayang pula bagaimana repotnya guru-guru memandu siswa masuk ke suasana rapat desa yang menjadi 55 . dan dokter Puskesmas. Kondisi yang memprihatinkan dari teks-teks bacaan buku pelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya terjadi pada logika berbahasa. tokoh yang diperankan adalah Kepala Desa. Teks bacaan dengan tema seperti itu disajikan dengan bahasa penyuluhan sehingga tidak menimbulkan kesan yang bermakna bagi siswa. kesiapan Puskesmas. 2000. Bisa kita bayangkan bagaimana canggungnya anak-anak usia 10 tahun kelas tiga SD memainkan peran aparat pemerintahan desa. judul yang kurang menggambarkan isi teks. Bina Bahasa Indonesia 3A. sawah mana yang dibeli? Sebuah kalimat yang kontradiktif dengan deskripsi pada alinea pertama. mengepel. ekonomi koperasi. transmigrasi.benar pula? Kita pasti tidak yakin akan keberhasilan pembelajarannya jika teks yang mereka baca adalah teks seperti tersebut di atas. tidak menumbuhkan minat seperti ini menjadi semakin membosankan karena dibahas berulang-ulang. alinea yang tidak jelas gagasan utamanya. Dimana ada sawah jika kondisi desa dilukiskan sangat tandus dan hanya bisa menghasilkan singkong dan ubi jika ada hujan ? Teks-teks bacaan yang buruk dalam pengaturan logika berbahasa seperti ini cukup banyak terdapat dalam buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk anak-anak SD. cara-cara memberantas hama. Teks berisi tanya jawab antara ketiga tokoh seputar kondisi pengungsi. Kekacauan logika terlihat mulai dari teks yang tidak memiliki judul. Teks dialog penuh dengan tanya-jawab basa-basi tak bermakna. perlindungan tenaga kerja. teks dialog ini harus diperagakan sebagai permainan peran. membuang sampah. “Selamat pagi Indri”. Teks bacaan dan dialog dengan kualitas seperti ini umumnya teks yang dibuat sendiri oleh penulis buku yang biasanya adalah para guru atau sarjana ilmu pendidikan. Dengan mempertimbangkan logika bahasa yang baik atas sebuah teks. (Tim Bina Karya Guru. “Kamu sudah baca pengumuman belum?” “Pengumuman apa? Dimana? Aku belum membacanya tuh. dan sebagainya. Apalagi kondisi di lapangan memperlihatkan kecenderungan guru-guru juga terbatas wawasannya mengenai program-program pemerintah tersebut.

(IPS Terpadu Kelas 3 SD. Tanpa ada penjelasan yang memadai mengenai lembaga RT. Peran Guru Deskripsi isi buku di atas hanya merupakan cuplikan kecil saja dari seluruh isi buku pelajaran yang dipakai anak-anak di sekolah dasar. Anak-anak mulai mempelajari konsep-konsep ilmu sosial pada saat duduk di kelas 3 SD. Diawali dengan mengenal lingkungan keluarga. RW. Dua alinea di atas membuka pembahasan mengenai lingkungan RT. Di sana tidak ada bukit. Kedua. ada yang di tanah berbukit. Deskripsi menjadi lebih kacau dengan kalimat: tidak ada bukit dan tidak ada sungai di perkotaan. Wilayah RT 06/ RW 03 terletak di daerah perkotaan. dari sebuah peristiwa rapat di Balai Desa yang berlangsung datar-datar saja tanpa dinamika. misalnya dengan memberikan bahan bacaan lain yang lebih baik atau menyusun sendiri bahan bacaan yang diperlukan. Bagaimana mungkin siswa dapat menggambarkan sifat tokoh dari dialog singkat tidak lebih dari 25 kalimat. Tim Bina Karya Guru Penerbit Erlangga. Buku pelajaran adalah media pembelajaran yang paling umum dipakai di sekolah-sekolah di Indonesia. Penduduk kota sebagian besar bekerja sebagai pegawai negeri. Mata pencaharian penduduk desa bertani. tiba-tiba lembaga administratif itu dihubungkan dengan kondisi geografis yang secara konsep berbeda konteksnya. kita tentu berharap guru dapat berperan menutup kelemahannya. Pertama. Ada wilayah RT yang terletak di tanah datar. Dari pengalaman penulis bergaul dengan para guru sekolah dasar dan mengamati keseharian mereka dalam mengajar siswa. Wilayah RT yang terdapat di daerah pedesaan sebagian terletak di atas tanah berbukit. Ketergantungan ini mematikan daya kritis guru terhadap kualitas isi buku pelajaran. Wilayahnya terdiri atas tanah datar dan rata.konteks dialog itu. Juga tidak ada sungai yang mengalir. “Bekerja” yang merupakan aktivitas ekonomi produksi. Berbagai jenis mata pencaharian disebutkan bagai sebuah daftar jenis pekerjaan. berkebun. Tidak ada gambaran yang memadai mengenai proses. Kelurahan. menyempit maknanya menjadi sekedar jenis pekerjaan. 2000). buku pelajaran memulainya dengan menyebutkan jenis-jenis mata pencaharian. kemudian lingkungan sekolah. Ketergantungan terjadi karena beberapa faktor. Penduduk daerah pantai bermatapencaharian sebagai sebagai nelayan. Dalam memperkenalkan konsep-konsep ekonomi.Tetapi kenyataannya tidaklah demikian. pegawai perusahaan swasta dan perusahaan daerah. ada kecenderungan yang memprihatinkan yakni ketergantungan guru yang sangat tinggi terhadap buku pelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas. siswa diminta menyebutkan nama tokoh. Jika isi buku pelajaran kondisinya sangat buruk. sebagian besar guru tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai teks yang baik. Apa yang digambarkan oleh buku-buku pelajaran IPS kelas 3 SD tentang lingkungan tetangga ? Keadaan wilayah RT yang satu mungkin berbeda dengan keadaan wilayah RT yang lain. Konsep “bekerja” itu sendiri tidak banyak mendapat porsi dalam penjelasannya. Wilayah RT di daerah perkotaan umumnya terletak di atas tanah datar. beternak. hingga provinsi. lingkungan tetangga sekitar dan seterusnya. sifat-sifat mereka dan alasan mengapa menyebutkan sifat itu. dan tanpa pelukisan karakter tokoh-tokohnya? Kesan dan makna apa yang bisa diharapkan muncul dari anak-anak kelas tiga SD dari bacaan dan dialog dengan tema yang sama sekali tidak mengundang minat semacam ini? Contoh-contoh di atas memperlihatkan kepada kita bahwa materi pembelajaran bahasa di kalangan siswa sekolah dasar sulit diharapkan dapat berperan dalam meletakkan bahasa sebagai sarana berolah pikir dan sarana ekspresi. Setelah teks. sebagian besar guru memiliki minat baca yang rendah sehingga sulit bagi mereka untuk berkreasi 56 .

akses mereka terhadap bahan bacaan sangat terbatas. (Arsyar. Ini menunjukkan bahwa kemampuan analisa anak-anak sangat rendah akibat tidak berkembangnya logika berpikir. Bagi umumnya guru.8 persen hanya bisa mengaitkan teks yang dibaca dengan satu informasi pengetahuan (Kompas 2 Juli 2003). Yang kemudian dilakukan akhirnya hanya menghafal saja isi buku. 1989). Dampak pada Anak-anak Kualitas isi buku yang rendah ditambah dengan kemampuan guru yang kurang memadai. 1997). Ibu kan sudah berkali-kali mengingatkan soal-soal itu nanti pasti keluar waktu ujian. kesulitan paling besar yang dhadapi siswa dalam memecahkan soal matematika berbentuk cerita adalah dalam membuat model atau memetakan masalahnya dan membuat kalimat matematika. sangat tidak mendukung perkembangan kemampuan literasi dan pemahaman siswa. Kebiasaan menghafal diperkuat oleh dorongan yang diberikan para guru. Banyak penelitian mengungkapkan. menjadi beban berat bagi anak-anak. Ketiga. “Jangan cuma dibaca teksnya.menyusun sendiri bahan pelajaran untuk siswa. buku dianggap sudah lengkap mewakili konten kurikulum dan organisasi materi sehingga mereka seringkali merasa kurang aman kalau tidak mengikutinya. Kebiasaan menghafal menumpulkan daya nalar dan kreativitas dalam memecahkan masalah dan menghasilkan karya cipta. atau buku pelajaran yang diterbitkan oleh penerbit lain yang isinya nyaris sama. melawan dan berjuang. tetapi belum tentu paham apa yang membuat para pahlawan memberontak. perpustakaan sekolah tidak tersedia dan sekolah tidak punya referensi bacaan yang memadai selain koran. daripada kualitas teks. Buku 57 . Sekitar 37. Penghafalan juga mematikan rasa ingin tahu. Dalam hal persepsi terhadap isi buku. Yang terjadi kemudian. Soal-soal pun diambil dari buku pelajaran itu lagi. Hasil penelitian yang dilakukan Tim Program of International Student Assessment (PISA) Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas menunjukkan kemahiran membaca anak usia 15 tahun di Indonesia sangat memprihatinkan.3 No 1. Karena wawasan yang terbatas mengenai bahan yang diajarkan. Kalau bisa lebih cepat sehingga lebih banyak waktu bisa dicurahkan untuk mengajak siswa berlatih mengerjakan soal. Latihan-latihan soal juga harus dikerjakan. Wacana guru dan siswa akhirnya hanya berkembang sebatas apa yang ada di buku pelajaran. lebih penting bagi guru adalah menyelesaikan pembahasan materi yang ada di dalam buku pelajaran tepat pada waktunya. Membaca buku yang tidak menarik dan sulit dicerna isinya. Kondisi menjadi lebih parah karena waktu di luar jam sekolah lebih banyak digunakan para guru untuk memberikan les privat dalam rangka menyiasati pendapatan yang rendah. (Jurnal Pendidikan Vol.” kata seorang guru PPKn (pendidikan kewarganegaraan) kepada siswa-siswa kelas enam. guru juga selalu mendorong anak-anak untuk menghafal saja apa yang ada di buku. para guru lebih menyoroti kualitas gambar yang kurang menarik. Lemlit UT).6 persen hanya bisa membaca tanpa bisa menangkap maknanya dan 24. Suparti dkk tentang persepsi guru terhadap penggunaan buku teks Bahasa Indonesia SD di Kabupaten Jombang. Kondisi kurang kritisnya guru terhadap kualitas teks antara lain juga tampak pada hasil penelitian staf pengajar FKIP Universitas Terbuka. Sangat menyedihkan mengingat kemampuan membaca dan menulis merupakan kompetensi paling dasar yang dibutuhkan seseorang untuk mengembangkan pengetahuan dan meraih kompetensi yang lain. padahal keingintahuan adalah kunci dari eksplorasi dalam perkembangan ilmu. Hafalkan jawabannya. Seorang anak bisa saja hafal nama tokoh pahlawan dan tahun kejadian. Dana untuk buku tidak ada. (Hilum. Maret 2002.

Definisi kurikulum beragam. Tujuan pendidikan sekolah lebih luas dan kompleks karena dituntut selalu sesuai dengan perubahan. penyusunan kurikulum harus mempertimbangkan berbagai macam aspek seperti perkembangan anak. Kedua. Asas-asas Kurikulum. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. Hal ini terjadi kemungkinan disebabkan oleh pertama. buku pelajaran mencerminkan kurikulum. (2 Juli 2003) Mulder. Niels (2001). Jika kondisi buku pelajaran sekolah anak-anak sangat memprihatinkan seperti terpapar di atas. menunjukkan betapa kurikulum pendidikan sekolah yang ada saat ini belum disusun dan direncanakan dengan baik. dalam hal ini Pusat Kurikulum. urut-urutan kejadian. Materi pendidikannya relatif tetap dari satu generasi ke generasi berikutnya.pelajaran sejarah hanya memuat nama tokoh. kurikulum didefinisikan sebagai “a plan for learning”. Kemahiran Baca di Indonesia Menyedihkan. buku pelajaran memang harus memenuhi validitas kurikuler yakni disusun sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan. Yogyakarta: Kanisius Nasution. Dalam arti sempit. Kompas (2003). dan digunakan oleh mereka yang memperoleh pendidikan Barat. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan. kurikulum harus disusun secara strategis dan dirumuskan menjadi program-program tertentu. S (1986). Ketiga. Kondisi materi buku pelajaran yang memprihatinkan seperti digambarkan di atas. Konsep kurikulum tidak dikenal dalam pendidikan tradisional yang ada di masyarakat. Kurikulum harus selalu diperbarui sejalan dengan perubahan itu. Mohammad (1989). perkembangan kebutuhan masyarakat dan lapangan kerja dan sebagainya. Pustaka Arsyar. pendidikan formal sekolah. Buku Pelajaran. baik sosialisasi maupun pendidikan agama atau pendidikan ketrampilan. Konsep kurikulum adalah konsep pendidikan moderen. yakni semua pengalaman dan pengaruh yang diperoleh anak di sekolah. sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh anak-anak di sekolah. Namun para ahli pendidikan saat ini mendefinisikan kurikulum secara lebih luas. Dapat dikatakan. tidak memerlukan perencanaan karena tujuannya adalah mewariskan nilai dan tradisi. masih kuatnya pengaruh sistem pendidikan tradisional yang cenderung tidak responsif terhadap perubahan membuat sistem pendidikan sekolah cenderung hanya mengadopsi aspek formalitasnya sementara esensi sistem yang bersifat dinamis belum terbentuk. Kurikulum dan Pendidikan Tradisional Sebagai salah satu media pembelajaran. bagaimana dengan kurikulum pendidikan kita ? Kurikulum di Indonesia baru mulai populer pada tahun 1950an. Jakarta: Proyek Pengembangan LPTK Ditjen PT Departemen P&K. Pendidikan formal sekolah memerlukan kurikulum karena tujuan pendidikannya bukan sekedar mewariskan pengetahuan dan ketrampilan secara turun temurun kepada anak-anak. tanpa memberi penjelasan logis latar belakang terjadinya peristiwa-peristiwa itu. visi dan tujuan pendidikan belum dirumuskan secara jelas sehingga menimbulkan kebingungan dalam menerjemahkannya ke dalam strategi dan program. perkembangan ilmu pengetahuan. kelemahan manajemen perencanaan di tingkat operasional. Karena harus selalu relevan dengan perubahan masyarakat. Bandung: Jemmars 58 . Pendidikan tradisional tidak memerlukan kurikulum. Indonesian Images.tahun kejadian.

New York: National Council for the Social Studies. James P ed. 59 . Anatomi Buku Sekolah di Indonesia. Pengaruh Kemampuan Memecahkan Masalah-masalah cerita dalam aljabar terhadap prestasi siswa. Dedi (2001). Supriadi.Hilum. (1991). Handbook of Research on Social Studies Teaching and Learning. Yogyakarta: Adicita Shaver. Rium (1997). Skripsi S1 FMIPA IKIP Yogyakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful