P. 1
MODUL KURIKULUM DAN PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN FINAL

MODUL KURIKULUM DAN PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN FINAL

|Views: 490|Likes:
Published by FannyAReta

More info:

Published by: FannyAReta on Mar 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2013

pdf

text

original

Sections

  • 0.1 Tes Formatif Untuk Masing-masing Pertemuan
  • 0.2 Umpan Balik
  • 1 Referensi
  • 2 Lampiran
  • 2.1 Lampiran 1:
  • 2.2 Lampiran 2:
  • 2.3 Lampiran 3:
  • 2.4 Lampiran 4

MODUL KURIKULUM DAN PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN

Oleh: Drs. Suparlan, M.Ed

Semester: II (kedua) SKS: 2 (dua)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TAMA JAGAKARSA Jalan Letjen TB Simatupang Nomor 152 Tanjung Barat, Jakarta Selatan 12530 Telepon: (021) 7890965, 7829919, 78831838, 7890634 Fax: (021) 7890966

Daftar Isi
1. Pengantar..........................................................................................................................5 2. Kompetensi.......................................................................................................................6 3. Tujuan Pembelajaran........................................................................................................6 4. Kegiatan Pembelajaran .................................................................................................6 4.1. Rincian Materi Pembelajaran........................................................................................6 4.2. Uraian Materi Pembelajaran dan Beberapa Contoh..................................................7 0.1 Tes Formatif Untuk Masing-masing Pertemuan.......................................................30 0.2 Umpan Balik..............................................................................................................35 1 Referensi...........................................................................................................................35 2 Lampiran...........................................................................................................................36 2.1 Lampiran 1:...............................................................................................................36 2.2 Lampiran 2:...............................................................................................................47 2.3 Lampiran 3:...............................................................................................................51 2.4 Lampiran 4:...............................................................................................................53

2

3

para mahasiswa dapat belajar secara mandiri dengan membaca modul ini. masih banyak hal yang harus dilakukan untuk universitas ini. Apalagi. Upaya Drs. atau bahkan diterbitkan dalam bentuk modul atau pun buku ilmiah. . Salah satu di antaranya adalah meningkatkan kemampuan dosen yang dapat menghasilkan produk ilmiah berupa tulisan yang dimuat di berbagai media massa. yang mahasiswanya banyak yang berasal dari para guru dan calon guru yang sedang mengajar di sekolahnya. modul ini diharapkan juga dapat menjadi media promosi bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti kuliah di universitas ini....Ed untuk menulis dan menerbitkan modul untuk mata kuliah yang diampunya patut mendapatkan sambutan kita semua. Amin.. Jakarta. Mengapa? Karena modul menjadi sumber belajar yang sangat diperlukan. Oleh karena itu... dan kemudian didiskusikan dalam pertemuan berikut sebagai appersepsi di awal perkuliahan berikutnya... Semakin banyak warga masyarakat yang akan memasuki universitas ini. 20 Mei 2009 Rektor. secara bertahap universitas ini diharapkan akan mengganti label dari universitas yang sedang berkembang menjadi universitas dapat berdiri sejajar dengan universitas-universitas yang maju di negeri tercinta ini.. M. Suparlan. semakin besarlah nama baik universitas ini. Sebagai dosen yang mengajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Kami berharap rintisan penulisan modul bagi mahasiswa ini segera dapat diikuti oleh para dosen lain di seluruh universitas yang kita cintai ini...... selain materi kuliah yang telah dirinci dalam 16 (enam belas) kali pertemuan dalam satu semester. Dengan demikian. Selain itu..Kata Sambutan Ibarat sebuah negara.. Sambil melaksanakan tugas mengajar.. kami menyadari bahwa penyusunan modul menjadi satu keniscayaan... di dalam modul ini juga disertai pula dengan tes yang harus dikerjakan oleh mahasiswa. kita menyadari sepenuhnya bahwa Universitas Tama Jagakarsa termasuk adalah universitas yang masih sedang berkembang. Tes ini disusun pula untuk setiap kali pertemuan sebagai ter formatif yang harus dijawab oleh mahasiswa.. 4 .

Tanpa peserta didik. para guru dan calon guru harus memiliki empat standar kompetensi guru. khususnya kompetensi pedagagogis dan kompetensi profesional. Pesan itu terutama ditujukan kepada penanggung jawab dunia pendidikan. guru yang dihasilkan dari lembaga pengembangan tenaga kependidikan (LPTK) ini adalah guru yang profesional. ketiga komponen tersebut mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Pengantar ”Jalan terpenting untuk mempertinggi mutu sekolah-sekolah itu ialah mempertinggi mutu pendidiknya”. Kompetensi profesional adalah kompetensi yang terkait dengan penguasaan disiplin ilmu atau mata pelajaran yang akan diajarkan. mustahil sesuatu sistem pendidikan berikut acara kurikulernya dapat mencapai hasil sebagaimana diharapkan. yaitu: (1) peserta didik. Kompetensi pedagogis adalah kompetensi yang terkait dengan penguasaan guru tentang teori belajar mengajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. guru tidak akan dapat melaksanakan proses pembelajaran. tanpa kehadiran salah satu komponen tersebut. Muhammad Yamin kepada para kita semua. (2) kompetensi kepribadian. (3) kompetensi sosial. guru pun tidak akan mempunyai bahan ajar yang akan diajarkan kepada peserta didik. khususnya yang mengurus tentang pendidik dan tenaga kependidikan. dan (3) kurikulum. Demikianlah pesan Mr. Antara kurikulum dengan pembelajaran ibarat dua sisi mata uang. Mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi salah satu bekal bagi para calon guru agar memiliki kompetensi yang memadai. Dengan demikian. Untuk dapat meningkatkan profesionalisme guru dengan baik. Kompas. Upaya peningkatan mutu pendidikan tidak akan berhasil tanpa melalui jalan dan upaya peningkatan mutu pendidiknya. (2) guru. Pembelajaran merupakan pelaksanaannya. Dengan demikian. Tanpa guru yang dapat dijadikan andalannya. proses interaksi edukatif tidak akan terjadi. 28 Feburari 2000). para calon guru harus memiliki pemahaman yang mendalam bahwa guru mempunya posisi sentral dalam sistem pendidikan nasional. Ada tiga komponen utama dalam sistem pendidikan nasional. Tanpa guru para siswa juga tidak akan dapat secara optimal belajar. Di samping itu. termasuk di dalamnya penguasaan terhadap hal-hal yang terkait dengan kurikulum. Mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran ini mencakup dua hal penting: 5 . Maka prasyarat utama yang harus dipenuhi bagi berlangsungnya proses belajar-mengajar yang menjamin optimalisasi hasil ‘pembelajaran’ secara kurikuler ialah tersedianya guru dengan kualifikasi dan kompetensi yang mampu memenuhi tuntutan tugasnya (Fuad Hassan. dan (3) kompetensi profesional.1. Dalam proses belajar mengajar. yaitu: (1) kompetensi pedagogis. Tapa kurikulum. Kurikulum adalah konsepnya.

9. 6. Menjelaskan beberapa macam kurikulum. 9. 12.1.1: Rincian Materi Pembelajaran Pertemuan I II Materi pembelajaran Informasi Mata Kuliah Pengertian Etimologis Kurikulum 6 . 4. 5. 13. Menjelaskan tentang filosofi dan definisi kurikulum. dan (2) pengembangan materi pembelajaran dan penerapannya dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Memahami sejarah perkembangan kurikulum di Indonesia. pengajaran. Menjelaskan silabus. Menjelaskan RPP. 5. 6. 2. Menjelaskan perkembangan kurikulum di Indonesia 8. Memahami macam-macam kurikulum. 7. diharapkan mahasiswa dapat memiliki kompetensi sebagai berikut: 1. 11. Tujuan Pembelajaran 1. Menyusun RPP. 3. pembelajaran. Memahami hubungan antara kurikulum. 3. Memahami silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Memahami proses pengembangan kurikulum. 10. Memahami Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Menyebutkan dua dokumen KTSP.(1) kurikulum. Rincian Materi Pembelajaran Mata kuliah ini disampaikan kepada mahasiswa dalam 16 kali pertemuan dengan rincian materi pembelajaran dalam tabel berikut: Tabel 4. Memahami komponen utama kurikulum. 3. Menjelaskan hubungan antara kurikulum. 4. 4. Menyebutkan komponen utama kurikulum. Menjelaskan KTSP. dan tujuan pendidikan. dan tujuan pendidikan. Memahami definisi kurikulum. 2. Menjelaskan pengertian etimologis kurikulum. Menjelaskan proses pengembangan kurikulum dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pengembangan kurikulum. Kegiatan Pembelajaran 4. Menyusun silabus. 8. 7. Memahami pengertian kurikulum. Kompetensi Setelah mengikuti kegiatan perkuliahan dalam mata kuliah Kurikulum dan Pengembangan Materi Pembelajaran. 2.

2. Pertemuan II: Pengertian Etimologis Kurikulum Secara etimologis. 7. istilah kurikulum pada awalnya berasal 7 . yang mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari mulai dari garis start sampai dengan finish. Dengan demikian. dan Tujuan Pendidikan Macam-macam Kurikulum Proses Pengembangan Kurikulum UTS (Ujian Tengah Semester) Perkembangan Kurikulum Di Indonesia KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan): Dokumen I KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan): Dokumen II Silabus Praktik Penyusunan Silabus RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Praktik Penyusunan RPP UAS (Ujian Akhir Semester) Uraian Materi Pembelajaran dan Beberapa Contoh Pertemuan I: Informasi Mata Kuliah Dalam pertemuan ini mahasiswa akan menerima fotokopi hand out silabus mata kuliah atau modul ini sekaligus. 2. mahasiswa diharapkan dapat memperoleh bahan lain untuk lebih memperkaya pengetahuan dan pemahamannya terhadap materi kuliah ini.III IV V VI VII VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI 4. Beberapa butir kontrak perkuliahan antara lain dapat disepakati sebagai berikut: 1. Mahasiswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM) harus mengikuti remedial teaching atau pembelajaran remedial tentang materi yang masih kurang tersebut. 4. Untuk itu. mahasiswa harus melaporkan tentang buku referensi apa yang dimilikinya. agar secara dini mahasiswa dapat mengetahui apa saja yang akan dipelajari selama satu semester.memiliki satu buku referensi yang disebutkan dalam modul ini. 3. Tugas mandiri yang harus dikerjakan oleh mahasiswa harus segera diserahkan kepada mahasiswa sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. kurikulum berasal dari kata dalam Bahasa Latim ”curir” yang artinya pelari. Dosen harus mengoreksi dan mengembalikan tugas mandiri kepada mahasiswa. Filosofi dan Definisi Kurikulum Komponen Kurikulum Hubungan Kurikulum. 6. Pertemuan ini seluruhnya dilakukan dengan cara pemberian informasi dialog antara dosen dengan mahasiswa. dan ”curere” yang artinya ”tempat berlari”.paling tidak --. Dengan demikian. Pembelajaran. 5. Setiap mahasiswa wajib memilik i modul ini. Setiap mahasiswa juga harus --.

the curriculum encompasses the entire scope of formative deed and experience occurring in and out of school. the curriculum collectively describes the teaching.dari dunia olah raga pada zaman Romawi kuno di Yunani. each state. establishes the curricula taught. the first textbook published on the subject. pengalaman yang direncanakan dan yang tidak direncanakan. kutipan tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut: “Di dalam The Curriculum. has its roots in the Latin word for race-course. dengan pengertian sebagai rencana dan pengaturan tentang sejumlah mata pelajaran yang harus dipelajari peserta didik dalam menempuh pendidikan di lembaga pendidikan. UNESCO's International Bureau of Education has the primary mission of studying curricula and their implementation worldwide. In The Curriculum. Secara terminologis. as an idea.wikipedia. In formal education or schooling (cf. In Australia each state's Education Department establishes curricula. the National Curriculum for England in English schools). John Franklin Bobbit mengatakan bahwa kurikulum. memiliki akar kata Bahasa Latin “race course” (tempat berlari). Sebagai tanda atau bukti bahwa seseorang 8 . and assessment materials available for a given course of study. John Franklin Bobbitt said that curriculim. Curriculum means two things: (i) the range of courses from which students choose what subject matters to study. in 1918. National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) for mathematical instruction. Pengertian tersebut kemudian digunakan dalam dunia pendidikan.g. experiences that are unplanned and undirected. with the individual school districts. education). Secara bebas. A curriculum may be partly or entirely determined by an external. istilah kurikulum yang digunakan dalam dunia pendidikan mengandung pengertian sebagai sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa untuk mencapai satu tujuan pendidikan atau kompetensi yang ditetapkan. for success in adult society. and content offered at a school or university. and not experiences occurring in school.S. learning. yang menjelaskan bahwa kurikulum sebagai mata pelajaran dan pengalaman yang harus diperoleh anak-anak sampai menjadi dewasa. course work. Furthermore. dan kemudian diadopsi ke dalam dunia pendidikan. sebagai satu gagasan. and (ii) a specific learning program. authoritative body (i. explaining the curriculum as the course of deeds and experiences through which children become the adults they should be. serta pengalaman yang secara sungguh-sungguh diarahkan untuk mencapai tujuan pembentukan warga masyarakat orang dewasa.e. kurikulum merupakan keseluruhan kegiatan dan pengalaman yang diperoleh di dalam dan di luar sekolah. Each state. In the latter case. however. builds its curriculum with great participation of national academic subject groups selected by the United States Department of Education. buku teks pertama yang diterbitkan tentang mata kuliah itu pada tahun 1918. Lebih dari itu. In the U.. and experiences intentionally directed for the purposeful formation of adult members of society (www. agar kelak sukses setelah menjadi dewasa. e.com). a curriculum is the set of courses.

dan matematika. dapat diambil dua butir kesimpulan bahwa (1) definisi kurikulum berasal dari dunia olah raga. M. 2. Pertama. Untuk memahami makna definisi kurikulum biasanya perlu dilakukan analisis makna unsur-unsur definisi kurikulum. yang kalau dipelajari secara mendalam ternyata dipengaruhi oleh filosofi atau aliran filsafat tertentu. dan kemudian digunakan dalam dunia pendidikan.Ed. artinya kurikulum adalah jarak yang harus ditempuh oleh pelari. 3. pakar kurikulum yang beraliran perenialisme mendefinisikan kurikulum sebagai ”subject matter” atau mata pelajaran. retorika. K = -------------. Persamaan kedua aliran tersebut sama-sama mengagungkan keunggulan akademis dan intelektualitas. 1980: 104). (2) definisi kurikulum senantiasa mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. guru besar Universitas Pendidikan Indonesia telah mencoba untuk merumuskan perkembangan pengertian kurikulum tersebut dengan menggunakan formulaformula sebagai berikut: 1. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran dan kegiatan-kegiatan dan segala sesuatu yang yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau sekolah. 4. dari Tanner dan Tanner. dan bahasa-bahasa modern. Dari ke empat formula definisi kurikulum tersebut. Engkoswara. pakar kurikulum yang menganut aliran essesialisme mendefinisikan kurikulum sebagai ”academic exellence” atau keunggulan akademis dan ”cultivation of intellect” atau pengolahan intelek. 9 . artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik. Prof. K = Σ MP + KK. seperti membaca. Kedua.peserta didik telah mencapai standar kompetensi tersebut adalah dengan sebuah ijazah atau sertifikat yang diberikan kepada peserta didik. ”content” atau isi. logika. matematika. Pertemuan III: Filosofi dan Definisi Kurikulum Dewasa ini terdapat banyak sekali definisi kurikulum. aliran perenialisme menitikberatkan pada tradisi intelektualitas Bangsa Barat. K = Σ MP + K + SS + TP. dan ”transfer of culture” atau alih kebudayaan (Said Hamid Hasan. artinya kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran dan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan sekolah yang harus ditempuh oleh peserta didik. sejarah. Dr. mulai dari definisi yang amat sederhana menjadi definisi yang sangat kompleks. K = Σ MP. sains. Sedangkan perbedaannya. sehingga dapat diketahui formula yang membentuk definisi kurikulum tersebut. sementara aliran esensialisme mengutamakan disiplin akademis yang lebih luas seperti Bahasa Inggris. Pengertian kurikulum mengalami perkembangan selaras dengan perkembangan masyarakat dan ilmu pengetahuan itu sendiri. H.

eksperimentalisme.bukan hanya untuk meneruskan tradisi intelektualitas masa lalu --. mending or reconstructing the existing conditions of the life of community". but basically it a plan for the education of pupil during their enrollment in given school. 1 Pakar John Franklin Bobbit. Beberapa definisi kurikulum dapat disebutkan dalam tabel sebagai berikut: Tabel III. All the learning which is planned or guided by school.1: Beberapa Definisi Kurikulum No. dan rekonstruksionisme.Kedua aliran tersebut termasuk kelompok aliran konservatif.F. kurikulum berfungsi untuk membentuk masa depan atau "shaping the future". for success in adult society. eksistensialisme. bukan hanya "adjusting. A curriculum consists of the means used to achieve or carry out given purposes of schooling. Menurut aliran rekonstruksionisme. Curriculum is a plan for learning. they conceive of curriculum as a vehicle for fostering critical discontent and for equipping learners with the skills needed for conceiving new goals and affecting social change. has its roots in the Latin word for race-course. kurikulum tidak hanya berfungsi untuk melestarikan budaya atau apa yang ada pada saat sekarang tetapi juga membentuk apa yang akan dikembangkan di masa depan. Curriculum is all of the experiences children have under the guidance of teacher Curriculum is a plan or program for all experiences when the learner encounters under the 10 2 3 4 5 Hilda Taba (1962) Caswell and Campbell (1935) Edward A. whether it is carried on in groups or individually. 1918 Definisi Curriculum. Instead. inside of or outside the school.tetapi juga untuk memenuhi tuntutan perubahan masa sekarang dan masa depan. Krug (1957) Beauchamp (1972) 5 6 7 8 9 10 Saylor dan Alexander Hilda Taba Johnson J. A structural series of intended kearning outcomes. Curriculum is a plan for learning. Curriculum is all of the experiences children have under the guidance of teachers. explaining the curriculum as the course of deeds and experiences through which children become the adults they should be. “The total effort of school to going desired outcomes in school and out school situations”. McNeil menjelaskan bahwa: Social reconstructionists are opposed to the notion that the curriculum should help students adjusts or fit the existing society. Termasuk kelompok aliran progresif adalah aliran romantis naturalisme. Di samping itu ada kelompok aliran progresif. Kerr (1972) Caswell and Campbell Oliva (2004) . yang lebih memandang kurikulum --. Menurut McNeil (1977: 19). as an idea. A curriculum is a written document which may contain many ingredients.

isi dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu" (pasal 1 ayat 19). Pertemuan IV: Komponen Kurikulum Pada pertemuan sebelumnya telah dipelajari bahwa untuk memahami kurikulum kita dapat membedah definisi kurikulum ke dalam unsur-unsur kurikulum. yang meliputi proses psikologikan peserta didik sebagai pengalaman belajar (a very broad term. Ada yang berpendapat bahwa kurikulum adalah "statement of objectives" (McDonald. Popham). kelompok yang mendefinisikan bahwa kurikulum adalah a plan for subsequent action. 1981). kelompok yang mendefiniskan sebagai istilah yang sangat luas. adalah kelompok yang menyatakan bahwa kurikulum tidak lain adalah pengajara dan pembelajaran (curriculum and instruction as synonums or a unified concept). Bahkan. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pertama. Dari definisi kurikulum sebagaimana telah dirumuskan dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tersebut.dan Lewis. kita dapat menyimpulkan bahwa kurikulum itu terdiri dari beberapa komponen utama: 11 . Kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Alexander. Ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah dokumen tertulis yang berisikan berbagai komponen sebagai dasar bagi guru untuk mengembangkan kurikulum guru (Zais. sampai dengan definisi yang panjang dari Beauchamp. Dari definisi yang sangat pendek seperti yang dikemukakan oleh Hilda Taba.1976:10). Ada juga pendapat resmi negara seperti yang dinyatakan dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. encompassing the learner's psychological process as she or he acquires educational experiences). George Beauchamp (1972) sendiri mencoba mengelompokkan definisi kurikulum dalam tiga kelompok. Ketiga. Daftar definisi kurikulum tersebut dapat diperpanjang. Kedua. Definisi tersebut tampak sangat bervariasi.11 Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (pasal 1 ayat 19) direction of the school. atau pun Johnson. kita akan jauh lebih mudah untuk mengetahui komponen-komponen kurikulum. Dengan mengetahui unsur-unsur kurikulum. ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah rencana bagi guru untuk mengembangkan proses pembelajaran atau instruction (Saylor. Perbedaan ruang lingkup kurikulum juga dapat menggambarkan berbagai perbedaan dalam definisi kurikulum. Sumber: Dari berbagai sumber.

Sistem administrasi dan supervise. Sedang komponen penunjangnya adalah: 1. Jika dokumen kurikulum yang dikembangkan disebut sebagai ideal curriculum. 12 . Tujuan pendidikan yang akan dicapai Subandiyah dalam bukunya menyebutkan komponen utama kurikulum adalah: 1. Tujuan pendidikan. 3. Isi/materi. Dalam kurikulum ideal terdapat komponen tujuan pendidikan yang akan dicapai. a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas". 2. Walhasil. Definisi lain menyatakan kurikulum sebagai satu dokumen tertulis. Proses belajar mengajar. Organisasi/strategi. Kurikulum sebagai dokumen dan sebagai konsep tidak mempunyai makna apa-apa jika tidak dilaksanakan oleh pendidik dalam proses pengajaran dan pembelajaran di dalam atau di luar kelas. Cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. Dalam kenyataan di lapangan apa yang dilakukan oleh guru di dalam dan di luar sekolah akan menjadi pengalaman belajar yang sangat mempengaruhi peserta didik. 3. maka kedua-duanya tidak dapat dilepaskan dari upaya untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. baik kurikulum dalam bentuk dokumen atau ideal maupun kurikulum faktual berupa proses pengajaran semuanya memiliki orientasi tunggal. Dengan kata lain. Media. dan Tujuan Pendidikan Oliva (1997:12) menyatakan secara tegas bahwa "Curriculum itself is a construct or concept. Isi dan bahan pelajaran. yakni tujuan pendidikan. 4. salah satu pengertian yang melekat pada kurikulum adalah kurikulum sebagai verbalisasi dari ide atau gagasan yang teramat kompleks yang ingin dicapai oleh dunia pendidikan. 3. Dan oleh karena itulah maka pengalaman belajar yang diperoleh siswa di sekolah dalam proses pelaksanaan kurikulum ideal disebut sebagai kurikulum yang sebenarnya (real curriculum) atau kurikulum faktual (factual curriculum). Pengajaran. 5. yang kita kenal sebagai kurikulum tersembunyi. dan proses pengajaran dan pembelajaran di dalam dan di luar kelas sebagai factual curriculum. dapat dikatakan bahwa sesungguhnya gagasan tersebut memerlukan penerapan atau pelaksanaan dalam bentuk proses pengajaran dan pembelajaran. Bahkan. Dengan demikian. dalam proses pelaksanaan atau penerapan kurikulum itu sendiri juga menjadi salah satu materi tersendiri dalam kurikulum itu. Bimbingan dan penyuluhan.1. Sistem evaluasi Pertemuan V: Hubungan Kurikulum. 2. 2. Demikian juga dalam pelaksanaan pengajaran dan pembelajaran terkandung tujuan instruksional yang tidak lain adalah tujuan pendidikan dalam level di dalam kelas.

dan seterusnya. Sedang pengajaran merujuk kepada pelaksanaan kurikulum tersebut secara bertahap dalam belajar mengajar. sosiologi. Misalnya. kehadiran guru. kurikulum yang mata pelajarannya dirancang untuk diberikan secara terpisah-pisah. Dalam proses pembelajaran dikenal dengan pembelajaran tematik yang diberikan di kelas rendah Sekolah Dasar. 3. Namun demikian. Berdasarkan proses pengembangannya dan ruang lingkup penggunaannya. ekonomi. Kebiasaan guru datang tepat waktu ketika mengajar di kelas. akan menjadi kurikulum tersembunyi yang akan berpengaruh kepada pembentukan kepribadian peserta didik. tenaga administrasi. mata pelajaran sejarah diberikan terpisah dengan mata pelajaran geografi. Kenyataan pada umumnya memang jauh berbeda dengan harapan. kita mengenal beberapa istilah kurikulum sebagai berikut: 1. sains. kepala sekolah. Kurikulum terpadu (integrated curriculum). 2. kita dapat membedakan: 1. Kurikulum dan pengajaran merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan. Segala sesuatu yang terjadi di dalam kelas. Kurikulum terkorelasi (corelated curriculum). yaitu segala sesuatu yang terjadi pada saat pelaksanaan kurikulum ideal menjadi kurikulum faktual. kurikulum yang bahan ajarnya diberikan secara terpadu. kurikulum aktual seharusnya mendekati dengan kurikulum ideal. yaitu kurikulum yang berisi sesuatu yang ideal. Kurikulum ideal. Kurikulum 1968 di Indonesia termasuk dalam kategori kurikulum terpadu.Pertemuan VI: Macam-macam Kurikulum Kita mengenal berbagai macam kurikulum ditinjau dari berbagai aspek: Ditinjau dari konsep dan pelaksanaannya. atau bahkan dari peserta didik itu sendiri dan sebagainya akan dapat menjadi kurikulum tersembunyi yang akan berpengaruh terhadap pelaksanaan kurikulum ideal di sekolah. 3. dan beberapa mata pelajaran lain diberikan dalam satu tema tertentu. 2. Berdasarkan struktur dan materi mata pelajaran yang diajarkan. sebagai contoh. kurikulum yang bahan ajarnya dirancang dan disajikan secara terkorelasi dengan bahan ajar yang lain. sesuatu yang dicita-citakan sebagaimana yang tertuang di dalam dokumen kurikulum Kurikulum aktual atau faktual. kurikulum dapat dibedakan menjadi: 13 . seperti kebiasaan guru. Kurikulum merujuk kepada bahan ajar yang telah direncanakan yang akan dilaksanakan dalam jangka panjang. dan sebagainya. Kurikulum sebelum tahun 1968 di Indonesia termasuk dalam kategori kurikulum terpisah-pisah. geografi. yaitu kurikulum yang dilaksanakan dalam proses pengajaran dan pembelajaran. bahasa Indonesia. Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum). Misalnya Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan fusi dari beberapa mata pelajaran sejarah. Mata pelajaran matematika. Kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum).

yakni kurikulum yang disusun oleh tim pengembang tingkat nasional dan digunakan secara nasional. 3. Di Indonesia. social. Pertemuan VII: Proses Pengembangan Kurikulum Proses pengembangan kurikulum a complex process of assessing needs. Definisi yang dikemukakan terdahulu menggambarkan pengertian yang membedakan antara apa yang direncanakan (kurikulum) dengan apa yang sesungguhnya terjadi di kelas (instruction atau pengajaran). preparing for instruction to achieve the outcomes. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum sekolah. sudah barang tentu ada lembaga tertentu yang telah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk menyusun atau mengembangkan kurikulum yang akan digunakan secara nasional. and meeting the cultural. Kurikulum sekolah (school curriculum). Negara yang memiliki UU tentang Sistem Pendidikan Nasional mempunyai kepentingan untuk menyusun kurikulum tersebut berdasarkan amanat yang ada di dalam undangundang tersebut. 2. Lay public representatives (perwakilan masyarakat umum). Ada beberapa pemangku kepentingan yang menurut David G. Unruh dan Unruh (1984) Kurikulum memang harus dibuat. Principals/corporate unit supervisors (kepala sekolah/unit pengawas sekolah). misalnya di masing-masing negara bagian di Amerika Serikat. 3. yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional (Balitbang Diknas). ahli kurikulum). Disusun dengan proses tertentu. Kurikulum sekolah lahir dari keinginan untuk melakukan diferensiasi dalam kurikulum. lembaga itu dikenal sebagai Pusat Kurikulum. 7. identifying desired learning outcomes. 4. Special experts (ahli special). and personal needs that the curriculum is to serve. Kurikulum nasional (national curriculum). yakni kurikulum yang disusun oleh satuan pendidikan sekolah. yakni kurikulum yang disusun oleh masing-masing negara bagian. Di negara lain tentu saja ada lembaga seperti itu. Curriculum specialist (spesialis kurikulum. Teacher/instructors (guru/instruktur).1. Yang dimaksud pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan dan penyusunan kurikulum oleh pengembang kurikulum (curriculum developer) dan kegiatan yang dilakukan agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Learners (peserta didik). 6. Kurikulum negara bagian (state curriculum). 5. Amstrong biasanya dilibatkan dalam pengembangan kurikulum. Memang banyak ahli kurikulum yang menentang pemisahan ini tetapi banyak pula yang menganut 14 . Untuk menyusun kurikulum nasional. dan digunakan oleh masing-masing negara bagian itu. Central office administrators/corporeate administrators (administrator kantor pusat/administrator perusahaan. yaitu: 1. 2.

and meeting the cultural. Perbedaan titik pandangan ini tidak sama dengan perbedaan cara pandang antara kelompok ahli kurikulum dengan ahli teaching (pangajaran). Ide yang dikembangkan pada langkah awal lebih banyak berfokus pada kualitas apa yang harus dimiliki dalam belajar suatu disiplin ilmu. Pada fase pengembangan ide. Dalam model ini kurikulum lebih banyak mengambil posisi pertama yaitu sebagai rencana dan kegiatan. Secara singkat dapat dikatakan bahwa dalam pengembangan kurikulum fokus awal memberi petunjuk jelas apakah kurikulum yang dikembangkan tersebut kurikulum dalam pandangan tradisional. social. teknologi berpengaruh dalam proses pengembangan kurikulum. philosophical positions. seni. Model pengembangan kurikulum berikut ini adalah model yang biasanya digunakan dalam banyak proses pengembangan kurikulum. psychological principles. accumulating knowledge. dan sebagainya. model yang tersedia dan dianggap sesuai untuk suatu kurikulum baru. curriculum responds to and is changed by social forced. Kegiatan evaluasi diarahkan untuk menemukan kelemahan kurikulum yang ada. permasalahan pendidikan hanya terbatas pada permasalahan transfer dan transmisi. Berbagai faktor seperti politik. preparing for instruction to achieve the outcomes. teknologi. budaya. and personal needs that the curriculum is to serve. modern ataukah romantism. Keseluruhan proses pengembangan kurikulum di perguruan tinggi dapat digambarkan sebagai berikut: 15 . Baik ahli kurikulum mau pun pengajaran mempelajari fenomena kegiatan kelas tetapi dengan latar belakang teoritik dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu Olivia (1992:39-41) selain mengakui bahwa pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang kompleks lebih lanjut mengatakan curriculum is a product of its time. dan diakhiri dengan melihat hasil kurikulum berdasarkan tujuan yang terbatas. Kelompok yang menyetujui pemisahan itu beranggapan bahwa kurikulum adalah rencana yang mungkin saja terlaksana tapi mungkin juga tidak sedangkan apa yang terjadi di sekolah/kelas adalah sesuatu yang benar-benar terjadi yang mungkin berdasarkan rencana tetapi mungkin juga berbeda atau bahkan menyimpang dari apa yang direncanakan. and educational leadership at its moment in history. identifying desired learning outcomes.pendapat adanya perbedaan antara keduanya. Unruh dan Unruh (1984:97) mengatakan bahwa proses pengembangan kurikulum a complex process of assessing needs. sosial. ekonomi. ilmu. Masalah yang muncul di masyarakat atau ide tentang masyarakat masa depan tidak menjadi kepedulian kurikulum. agama.

karena sifat ilmu yang universal menyebabkan konteks social-budaya tersebut terabaikan. rather than by a recognition of our swiftly changing. it is internal insofar as each of us carries around in our mind's eye models of how the schools should function and what the curriculum should be.Dr.H.Sumber: Prof. Konsep diversifikasi kurikulum menempatkan konteks social-budaya seharusnya menjadi pertimbangan utama. MA Dalam proses pengembangan tersebut unsure-unsur luar seperti kebudayaan di mana suatu lembaga pendidikan berada tidak pula mendapat perhatian. Padahal seperti dikemukakan Longstreet dan Shane (1993:87) bahwa kebudayaan berfungsi dalam dua perspektif yaitu eksternal dan internal: The environment of the curriculum is external insofar as the social order in general establishes the milieu within which the schools operate. as individuals. Identifikasi masalah dalam masyarakat dan kualitas yang dimiliki suatu komunitas pada saat sekarang dijadikan dasar dalam perbandingan dengan kualitas yang diinginkan masyarakat sehingga menghasilkan harus dikembangkan oleh kurikulum. The external environment is full of disparate but overt conceptions about what the schools should be doing. we caught by our own cultural mindsets about what should be. Sayangnya. Pencapaian tujuan kurikulum pun diukur dengan keberhasilan lulusan di masyarakat. Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum selalu dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat. 16 . Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat. The internal environment is a multiplicity of largely unconscious and often distorted views of our educational realities for. Model kedua yang diajukan dalam makalah ini adalah model yang menempatkan kurikulum dalam posisi kedua dan ketiga. current realities.Said Hamid Hasan.

Model pembelajaran tematik yang diberikan di kelas awal Sekolah Dasar merupakan pelaksanaan dari Separated Curriculum (B/S) Sejarah merupakan mata pelajaran dalam Separated Curriculum (B/S) Sains merupakan mata pelajaran dalam Corelated Curriculum (B/S) 17 . dan ”curere” yang artinya ”tempat berlari” (B/S). 2. lembaga pendidikan di Indonesia telah mulai menggunakan istilah kurikulum (B/S) Perubahan kurikulum merupakan keinginan dan kebijakan dari menteri pendidikan atau para pengambil kebijakan pendidikan (B/S) Rencana Pengajaran 1947 sesungguhnya bukan kurikulum (B/S) Kurikulum untuk lembaga pendidikan sekolah/madrasah lebih baik tidak perlu diubah-ubah sehingga menimbulkan kesan berubah menteri berubah kurikulmnya (B/S) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran dalam Integrated Curriculum (B/S). kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari (B/S) Pengertian awal kurikulum berasal dari dunia bisnis dan kemudian diadopsi ke dalam dunia pendidikan (B/S) Pengertian curriculum sama artinya dengan curriculum vitae (B/S) Kurikulum berasal dari kata dalam Bahasa Latim ”curir” yang artinya pelari. 6. 7. 11. 9.Sumber: Prof. MA Pertemuan VIII: UTS Dalam pertemuan V ini. Perilaku dan kegiatan pendidik yang secara langsung maupun tidak langsung menjadi pengalaman belajar peserta didik dalam proses pembelajaran merupakan kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) (B/S) KTSP merupakan national curriculum (B/S) Pada tahun 1940-an.H.Said Hamid Hasan. mahasiswa akan menjawab menjawab soal-soal berbentuk Benar – Salah (B/S) sebagai berikut: 1. 13. 5. 3. Secara etimologis. 10.Dr. 8. 12. 4. 14.

1: Sejarah Perkembangan Kurikulum di Indonesia No. Perubahan kurikulum tersebut dilakukan agar kurikulum tidak ketinggalan dengan perkembangan masyarakat. termasuk ilmu pengetahuan dan teknologinya. (5) meningkatkan pendidikan jasmani. Kurikulum sebagai dokumen dan proses pengajaran di dalam kelas. atau definisi kurikulum. 24. isi dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu” (B/S) 20. (1) mengurangi pendidikan pikiran. Istilah yang digunakan adalah Rencana Pelajaran. pengertian. Suwandi.15. Unsur pokok kurikulum adalah: (1) daftar jam pelajaran atau struktur 18 . Tujuan pendidikan nasional terlepas dari makna. (2) menghubungkan isi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. perubahan dan penyempurnaan kurikulum dilakukan setiap sepuluh tahun sekali. Aliran rekonstruksionisme menekankan kurikulum pada aspek transfer budaya intelektualitas masa lalu (B/S). keduanya diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan (B/S) 23. Kurikulum yang pernah diberlakukan secara nasional di Indonesia dapat dijelaskan dalam tabel sebagai berikut: Tabel IX. Proses pengajaran dan pembelajaran merupakan kurikulum yang bersifat ideal (B/S) 22. (3) memberikan perhatian kepada kesenian. • Merupakan kurikulum pertama di Indonesia. Kurikulum 1 Rencana Pelajaran 1947 Keterangan • Menteri Pendidikan. Aliran rekonstruksionisme termasuk aliran konservatif dalam kurikulum (B/S) Pertemuan IX: Perkembangan Kurikulum di Indonesia Secara umum. Pemberian mata pelajaran teknologi informasi dalam pendidikan sekolah di Indonesia memberikan indikasi bahwa Indonesia juga menganut aliran rekonstruksionisme dalam kurikulum (B/S) 25. Proses pengajaran dan pembelajaran sesungguhnya dalam disebut sebagai kurikulum faktual (B/S) 16. UU Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Aliran perenialisme dan esensialisme kedua-duanya mementingkan mata pelajaran yang dapat mengembangkan intelekualitas dan transfer budaya atau transfer of culture (B/S). baik dokumen kurikulum maupun proses pengajaran (B/S) 17. Pengajaran. Mr. dan (6) meningkatkan kesadaran bernegara dan bermasyarakat. 19. (4) meningkatkan pendidikan watak. Perenialisme dan esensialisme merupakan aliran progresif dalam kurikulum (B/S) 18. Rencana Pelajaran yang disusun harus memperhatikan. Dokumen kurikulum merupakan kurikulum yang bersifat faktual (B/S) 21. membentuk Panitia Penyelidik Pengajaran. dan Kebudayaan. • Istilah kurikulum belum digunakan.

• • 2 Rencana Pelajaran 1950 • • • • 3 Rencana Pelajaran 1958 Rencana Pelajaran 1964 Kurikulum 1968 • • • • • • 4 5 • • • • • 6 Kurikulum 1975 • • program. Ilmu Alam. dan sebagainya mengalami fusi menjadi Ilmu Pengetahun Alam (IPA) atau yang sekarang sering disebut Sains. (4) Bahasa Daerah. Lahir karena tunturan UU Nomor 4 Tahun 1950 tentang Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran di sekolah. (2) Pendidikan Kewargaan Negara. Struktur program dibagi menjadi: (1) struktur program yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa Daerah. dan (4) Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Untuk pertama kalinya istilah kurikulum dipakai di Indonesia. (2) IPA. Struktur program untuk SD meliputi bidang studi (1) 19 . rasa. Untuk program kecakapan khusus meliputi mata pelajaran Pendidikan Khusus. Kurikulum ini merupakan kurikulum masih dengan mata pelajaran terpisah-pisah (separated curriculum). (2) struktur program yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa Indonesia. dan krida. Struktur program untuk Sekolah Dasar. Merupakan penyempurnaan dari Rencana Pelajaran 1950. Kurikulum ini merupakan kurikulum terpadu pertama di Indonesia. Struktur program dibagi menjadi (1) pembinaan jiwa Pancasila. (3) Pendidikan Bahasa Indonesia. dengan tujuan pendidikan ”membentuk manusia Indonesia untuk pembangunan nasional di berbagai bidang. (3) Pendidikan Kesenian. karsa. Merupakan kurikulum dengan mata pelajaran terpisahpisah (separated curriculum). Beberapa mata pelajaran Ilmu Hayat. dan (5) Pendidikan Olahraga. Untuk program pengetahuan dasar meliputi mata pelajaran (1) Berhitung. Kurikulum ini masih relatif sama dengan Rencana Pelajaran 1947 Istilah kurikulum masih belum digunakan. (2) garis-garis besar program pengajaran. dan (3) kecakapan khusus. Istilah yang dipakai adalah Rencana Pelajaran. Lahir sebagai tuntutan Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1973 tentang GBHN 1973. (2) pengetahuan dasar. Digunakan sampai dengan tahun 1964 Merupakan penyempurnaan dari Rencana Pelajaran 1958 Digunakan sampai dengan tahun 1968. program pembinaan jiwa Pancasila meliputi mata pelajaran (1) Pendidikan Agama. Terdapat pembagian kelompok cipta.

Kurikulum 1994 berisi 3 lampiran: (1) Landasan. Balitbang Diknas bersama dengan Direktorat Teknis telah melakukan uji coba dalam rangka proses pengembangan kurikulum berbasis kompetensi ini. (6) Ilmu Pengetahuan Alam. baik IPA dan IPS. dan Pengembangan Kurikulum. (4) pelaksanaan pelajaran berdasarkan kerundatan belajar yang disesuaikan dengan kecepatan belajar masingmasing peserta didik. (2) Pendidikan Moral Pancasila. dan (3) Pedoman Pelakskanaan Kurikulum. Kurikulum ini belum diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Untuk SMP ditambah dengan bidang studi Bahasa Daerah. Kurikulum 1994 merupakan pelaksanaan amanat UU Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Oleh karena itu Kurikulum 1984 dikenal juga sebagai Kurikulum 1975 Yang Disempurnakan. (2) GBPP. yakni: (1) pelaksanaan PSPB. (3) pemilihan kemampuan dasar serta keterpaduan dan keserasian antara ranah kognitif. (7) Olahraga dan Kesehatan. dan psikomotorik. (4) Ilmu Pengetahuan Sosial. afektif. Kurikulum 1994 dilaksanakan berdasarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1993 tanggal 25 Februari 1993. dan Pendidikan Keterampilan.• • • • 7 Kurikulum 1984 • • • 8 Kurikulum 1994 • • • 9 Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) • • • Agama. baik yang pilihan terikat atau pilihan bebas. termasuk standar kurikulum yang digunakan di sekolah20 . Program. Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1975. Untuk SMA sudah barang tentu ada bidang studi berdasarkan jurusan. GBPP untuk kurikulum 1975 dikenal dengan format yang sangat rinci. (8) Kesenian. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mempunyai kewenangan untuk mengembangkan standar nasional pendidikan. Bahasa Inggris. dan (9) Keterampilan Khusus. (5) Matematika. Pusat Kurikulum. Kurikulum 1984 berlaku berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0461/U/1983 tanggal 22 Oktober 1983 tentang Perbaikan Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah di Lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Ada empat aspek yang disempurnakan dalam Kurikulum 1984. (2) penyesuaian tujuan dan struktur program kurikulum. Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005. Untuk SMK dikenal dengan Kurikulum 1976. (3) Bahasa Indonesia.

potensi atau karakteristik daerah. Sekolah/Madrasah menyusun KTSP. • KBK sering disebut sebagai jiwa KTSP. karena KTSP sesungguhnya telah mengadopsi KBK. Sumber: Lima Puluh Tahun Pendidikan Indonesia. dan peraturan pelaksanaannya. 2. Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan Standar Isi. SMA dan SMK oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. SMA dan SMK oleh Kantor Wilayah Departemen Agama. Standar Kompetensi Lulusan. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). dan Panduan Penyusunan KTSP. Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan. Standar Isi. guru dapat bekerjasama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG). 21 . dan peserta didik. Khusus untuk penyusunan KTSP Pendidikan Agama (PA) tingkat SD dan SMP dikoordinasi. 7. sedangkan untuk SDLB. SMPLB. • Kurikukulum ini dikembangkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). 3. atau Perguruan Tinggi. KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah. Wakil Kepala SMP/MTs dan wakil kepala SMA/SMK/MA/MAK bidang kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP. 4. • Kurikulum ini disusun oleh satuan pendidikan sekolah/madrasah bersama dengan semua pemangku kepentingan di sekolah. Kepala Sekolah/Madrasah bertanggungjawab atas tersusunnya KTSP. 6. SMPLB. 8. Pertemuan X: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen I Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada standar isi (SI) dan standar kelulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Dalam penyusunan silabus. dan difasilitasi oleh Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota. dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sedangkan SDLB. SMALB. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Dasar dan Menengah menyebutkan tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bahwa: 1. SMALB. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP).10 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sekolah. disupervisi. Penyusunan KTSP tingkat SD dan SMP dikoordinasi. disupervisi. 5. sosial budaya masyarakat setempat.

6. Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah 2.l. Pengembangan perangkat kurikulum (a. Kegiatan pembelajaran dalam KTSP mempunyai karakteristik sebagai berikut: 1. kondisi dan potensi daerah. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Apa yang dimaksud kurikulum dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional? Apa yang dimaksud KTSP ? Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. 2. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 2. (d) performances (unjuk kerja). Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah Pengelolaan kurikulum berbasis sekolah mempunyai prinsip-prinsip: 1. (b) products (hasil karya). Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar 22 . Dilakukan oleh guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan. (c) projects (penugasan). silabus) 3. bersifat internal. sedangkan MA dan MAK oleh Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi. dilakukan melalui berbagai cara. 5. yaitu (a) kegiatan pembelajaran. (b) penilaian. ketuntasan belajar. disupervisi. satuan pendidikan dan peserta didik. bagian dari pembelajaran. dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar.9. mengacu pada patokan. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan. Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat Penilaian dalam KTSP mempunyai karakteristik 1. 4. Sedang kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. 3. yaitu (a) portfolios (kumpulan kerja siswa). dan (c) pengelolaan kurikulum berbasis sekolah. Berorientasi pada kompetensi. Bagaimana Konsep Dasar KTSP? Konsep dasar KTSP meliputi 3 (tiga) aspek yang saling terkait. dan difasilitasi oleh Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota. Penyusunan KTSP tingkat MI dan MTs dikoordinasi. dan (e) paper & pen test (tes tulis).

4.AIBEP) Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 1. Pemantauan dan Apa Landasan KTSP ? 1. 2. UU Nomor20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 dan Nomor 6 Tahun 2007 tentang pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23/2006 6. Berpusat pada potensi. (2) standar proses. kebutuhan. (7) standar pembiayaan. (6) standar pengelolaan. Foto: Para guru sedang mengikuti diklat tentang penyusunan KTSP (Australia Indonesia Basic Education Program . (5) standar sarana dan prasarana. (4) standar tenaga kependidikan. yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum untuk satuan pendidikannya. 4. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut. 5. 23 . disebutkan sistem pendidikan nasional memiliki 8 (delapan) standar. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan Bagaimana Prinsip Pengembangan KTSP? Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu kepada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. (3) standar kompetensi lulusan. Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. yang meliputi (1) standar isi. 3. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. dan (8) standar penilaian pendidikan. perkembangan.

dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. status sosial ekonomi. muatan lokal. sehat. dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. 4. perkembangan. 6. kondisi daerah. berilmu. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. dan seni. kebutuhan. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. teknologi dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan.Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. teknologi. nonformal. keterampilan berpikir. 2. semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan. 5. keterampilan sosial. keterampilan akademik. adat istiadat. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. berakhlak mulia. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. budaya. jenjang dan jenis pendidikan. dan jender. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. cakap. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. 3. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. pembudayaan. pengembangan keterampilan pribadi. dan pengembangan diri secara terpadu. suku. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. 24 . termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. Beragam dan Terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. Oleh karena itu. serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. kreatif. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum.

(C) Tujuan Sekolah. dan seni 7. dan bernegara. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat 11. (B) Misi. (G) pendidikan kecakapan hidup. Bab II Tujuan Pendidikan. berbangsa. Perkembangan ilmu pengetahuan. Kesetaraan gender 12. dan (H) pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global. meliputi subbab (A) Latar Belakang. 3. meliputi: 1. Karakteristik satuan pendidikan Dokumen I KTSP Dokumen I KTSP terdiri atas 4 bab. (B) Tujuan. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional 5. Muatan Lokal merupakan mata pelajaran yang dikembangkan untuk mengakomodasi kepentingan daerah atau satuan pendidikan. 25 . Dinamika perkembangan global 9. alokasi jam pelajaran. (E) ketuntasan belajar. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar yang akan dicapai dilakukan oleh satuan pendididkan dan/atau Dinas Pendidikan yang terkait. Mata pelajaran muatan nasional. 7. Acuan Operasional Penyusunan KTSP 1.dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. (C) kegiatan pengembangan diri. Tuntutan dunia kerja 6. 2. dan pengelompokan mata pelajaran serta aturan pengelolaan jam pelajaran mengacu pada Bab II Standar Isi. meliputi (A) mata pelajaran. dan (C) Prinsip Pengembangan KTSP. teknologi. (D) pengaturan beban belajar. 2. Bab III Struktur dan Muatan Kurikulum. Agama 8. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik 3. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Peningkatan potensi. (B) muatan lokal. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan 10. kecerdasan. Bab I Pendahuluan. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan 4. meliputi subbab (A) Visi. Seimbang antara kepentingan Nasional dan kepentingan Daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. (F) kenaikan kelas dan kelulusan.

Kriteria Ketuntasan minimal (KKM) merupakan hasil analisis atas kompleksitas. maupun terintegrasi dalam mata pelajaran. Pemangku kepentingan tersebut adalah (1) kepala sekolah. dan (c) pengembangan kurikulum. Kecakapan vokasional terakomodasi dalam mata pelajaran muatan lokal. Acuan minimal kriteria kenaikan kelas adalah Peraturan Dirjen tentang Laporan Hasil Belajar dan POS UN tahun sebelumnya. satuan pendidikan merancang program remedial dan pengayaan. atau kelompok kerja guru kelas atau guru mata pelajaran dalam kegiatan organisasi 26 . Rancangan beban belajar dalam bentuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dirancang oleh guru mata pelajaran. Dokumen I (pertama) disusun oleh tim handal yang dibentuk oleh sekolah dengan melibatkan semua pemangku kepentingan. Tujuan kegiatan pengembangan diri adalah mengembangkan potensi peserta didik. bahkan melebihi KKM. standar kompetensi. Dokumen II (kedua) merupakan penjabaran secara operasional dari dokumen pertama. Ketuntasan belajar adalah target minimal yang akan dicapai oleh satuan pendidikan. dan (5) komite sekolah dan orangtua siswa. Bab IV Kalender pendidikan berisi rancangan kalender sekolah yang mengacu pada kalender dinas pendidikan terkait dan pedoman penyusunan kalender yang terdapat dalam bab IV standar isi. sosial. (2) guru. (b) program. dan akademik. dan intake siswa terhadap kompetensi dasar. daya dukung. Pengaturan beban belajar mengacu pada bab III Standar Isi. terdiri atas (a) silabus dan (b) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dokumen Dokumen II disusun oleh guru kelas dan guru mata pelajaran. yaitu (1) dokumen I yang berisi tentang (a) landasan. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan meningkatkan daya saing global. Pertemuan XI: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen II KTSP terdiri atas dua dokumen. serta (6) dinas pendidikan. terutama pada perubahan perilaku sesuai dengan target yang dicanangkan oleh satuan pendidikan. pengembangan diri. (4) pengawas sekolah.Kegiatan pengembangan diri merupakan kegiatan yang mewadahi bakat dan minat peserta didik. Kecakapan hidup yang perlu dikembangkan adalah kecakapan personal. Beban belajar dalam bentuk tatap muka dirancang bersama oleh satuan pendidikan. dan mata pelajaran yang dibelajarkan. Kriteria kenaikan kelas dan kelulusan dikembangkan oleh satuan pendidikan. (3) tenaga administrasi. Agar hasil belajar peserta didik dapat mencapai. 4. Pendidikan kecakapan hidup adalah pendidikan kecakapan yang diperlukan agar seseorang mampu dan berani menghadapi problema kehidupan dan memecahkannya secara arif dan kreatif. Keunggulan lokal dapat dikembangkan dalam muatan lokal.

indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. atau madrasah dan komite madrasah. Pertemuan XIII: Praktik Penyusunan Silabus Contoh format silabus dapat dijelaskan sebagai berikut: 27 . SMP. SMA. Proses penyusunan silabus dapat saja disusun bersama oleh satu tim guru mata pelajaran. penilaian. MA. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. Apa landasan penyusunan silabus? Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 17 Ayat (2). dan MAK. dalam satu kegiatan guru. kegiatan pembelajaran. dan sumber belajar Silabus menjawab tiga pertanyaan dalam kegiatan belajar mengajar. Pertemuan XII: Silabus Apakah itu silabus? Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. bagaimana cara mencapainya. atau bahkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). materi pokok/pembelajaran. Siapa yang menyusun silabus? Silabus disusun oleh guru yang mengajarkan mata pelajaran. alokasi waktu. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI.profesi seperti Kelompok Kerja Guru (untuk guru sekolah dasar). yaitu apa kompetensi yang harus dikuasai siswa. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. MTs. kompetensi dasar. dan SMK. dan bagaimana cara mengetahui pencapaiannya. misalnya dalam kegiatan MGMP. Sekolah dan komite sekolah.

Kompetensi Dasar: diisi dengan kompetensi dasar yang dikutip dari standar isi. 2. tes lisan. Sumber Belajar: diisi sumber belajar yang digunakan dalam proses pembelajaran. Teknik Penilaian: diisi dengan teknik penilaian yang digunakan untuk mengukur ketercapaian kompetensi dasar berdasarkan indikator. 6. Kolom-kolom format silabus: 1. dsb. Kegiatan Pembelajaran: diisi dengan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan agar proses pembelajaran tersebut dapat mencapai kompetensi dasar yang diharapkan. Bahasa Indonesia. sumber belajar dari alam. 26 . 7. seperti SMP Negeri 1 Malang Mata Pelajaran: diisi dengan mata pelajaran yang diajarkan. Standar Kompetensi: diisi dengan standar kompetensi yang diambil dari standar isi yang terdapat dalam Permendiknas Nomor 22 sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. 5. dsb. 8. media belajar. 4.FORMAT SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1 : : : Materi Pembelajaran 2 Kegiatan Pembelajaran 3 Indikator 4 Teknik 5 Penilaian Instrumen 6 Contoh 7 Alokasi Waktu 8 Sumber Belajar 9 Indentitas: Nama Sekolah: diisi dengan nama sekolah. dsb. Materi Pembelajaran: diisi dengan materi pembelajaran yang dijabarkan dari kompetensi dasar tersebut. Alokasi Waktu: diisi dengan berapa kali pertemuan X menit yang diperlukan. misalnya tes tertulis. sepert Bahasa Inggris. Instrumen Penilaian: diisi dengan bentuk instrumen yang digunakan. 3. seperti buku apa. Indikator: diisi dengan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur apakah kompetensi dasar telah dapat dicapai atau belum.

Bertanya dan menjawab tentang meminta. menerima. mengakui. 27 . : Bahasa Inggris : Menggunakan makna dalam percakapan transksional dan interpersonal lisan pendek sederhanauntuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. memberi. menolak rasa 2. Here you are A: Did you break the glass? B: Yes I did/ No.. Gambargamar yang terkait tema 3.. Bertanya dan menjawab tentang mengakui. memberi. 5. menolak barang. 4. mengingkari fakta 4.. A: Can I have a bit B: Sure. lancar. Kegiatan Pembelajaran 3 Review kosakata dan ungkapan terkait materi dan tema Tanya jawab menggunakan ungkapan-ungkapan tersebut Bermain peran melakukan percakapan yang disediakan guru Bermain peran melakukan percakapan berdasarlan situasi atau gambar Menggunakan ungkapan yang telah dipelajari dalam real life situation. Bertanya dan menjawab tentang meminta. Bertanya dan memberi pendapat Teknik 5 Tes lisan Penilaian Instrumen 6 Bermain peran Contoh 7 Create a dialogue based on the role cards and perform it in front of the class Alokasi Waktu 8 2 X 40’ Sumber Belajar 9 1. It wasn’t me A: What do you think of this? B: Not bed. dan memberi pendapat... menolak barang 3.. memberi. mengingatkan fakta. dan bertetima untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar yang melibatkan tindak tutur meminta. Materi Pembelajaran 2 Percakapan singkat memuat ungkapanungkapan sebagai contoh: A: Let me help you B: Thank you so much 3. Indikator 4 1. Buku teks yang relevan 2. Realita benda sekitar 1.Contoh Silabus SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi 1 Mengungkan makna dalam percakapakan transaksional (to get things done) dan intepersonal (bersosialisasi) sederhana dengan menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat. 2. : SMP Negeri 1 .

Rencana ini akan menggambarkan prosedur dan langkah-langkah pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar berdasarkan standar isi dan telah ditetapkan dalam silabus. skenario pembelajaran. justru untuk memudahkan guru dalam pelaksanaan tugas profesionalnya. materi pelajaran. desain pembelajaran. waktu. yang kemudian justru akan mengganggu proses pembelajarannya sendiri? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering muncul dalam acara diskusi dengan para guru pada saat membahas tentang rencana mengajar. Kedua. Mengapa harus membuat rencana? Apakah rencana itu harus dibuat oleh guru yang belum berpengalaman saja? Apakah guru yang sudah senior atau sudah berpengalaman masih perlu membuat rencana mengajar? Bukankah guru senior atau yang sudah berpengalaman telah menguasai semua materi pelajaran yang akan diajarkan kepada siswanya? Apakah RPP yang telah dibuat masih dapat digunakan dalam proses pembelajaran yang akan dilaksanakan? Apakah secara administratif penyusunan RPP tidak justru memberatkan tugas-tugas guru di lapangan. Perencanaan merupakan langkah yang sangat penting sebelum pelaksanaan kegiatan. Rencana pelaksanaan pembelajaran harus dibuat agar kegiatan pembelajaran berjalan sistematis dan mencapai tujuan pembelajaran. Perencanaan tersebut dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau beberapa istilah lain yang digunakan. sepanjang RPP tersebut masih relevan dengan kompetensi siswa yang akan dicapai. Ruang lingkup RPP mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. yang memuat seluruh kompetensi dasar yang dijabarkan dari standar kompetensi. Ketiga. baik untuk guru senior atau terlebih-lebih untuk guru yunior. Pertanyaan tersebut dapat dijawab sebagai berikut. Pertama. ia harus menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). 28 . Oleh karena itu peserta harus mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan silabus yang disusunnya. RPP yang lama dapat saja digunakan lagi dalam proses pembelajaran pada tahun berikutnya. penyusunan RPP sama sekali tidak untuk memberatkan pekerjaan guru. Rencana pelaksanaan pembelajaran harus mencerminkan pendekatan PAKEM dalam pembelajaran. langkah pembelajaran. seperti rencana mengajar atau lesson plan. RPP yang pernah dibuat harus dikaji ulang untuk terus disempurnakan dan disesuaikan dengan perkembangan baru dalam dunia pendidikan. dan indikator yang akan dicapai. media dan sumber belajar serta penilaian untuk setiap kompetensi dasar. ia harus menyusun sebuah rencana yang kini dikenal dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penyusunan RPP merupakan salah satu unsur dari standar kompetensi professional bagi para guru. Oleh karena itu. tanpa rencana pelaksanaan pembelajaran kegiatan pembelajaran di kelas biasanya tidak terarah. setiap guru akan melaksanakan pembelajaran.Pertemuan XIV: RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Setiap kali guru akan mengajar. Kegiatan belajar mengajar (KBM) membutuhkan perencanaan yang matang agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara efektif. sudah barang tentu.

dan 24 harus dijadikan acuannya.Dengan demikian. Kegiatan Akhir Pertemuan kedua. isilah dengan mengacu pada standar isi mata pelajaran yang akan diajarkan. : :… :… :… :… :… :… Untuk praktik penyusunan RPP. 2. Kegiatan Awal 2. Indikator adalah patokan dasar atau tanda-tanda utama yang akan dijaikan bukti bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. maka RPP merupakan pencabaran dari silabus sebagai program pembelajaran untuk hari ke hari pembelajaran di sekolah. dan seterusnya tentu saja harus dikembangkan dari standar isi tersebut. dalam satu atau beberapa kali pertemuan pembelajaran.. Masing-masing gurulah yang harus mengembangkannya. III. a. b. Pertemuan XV: Praktik Penyusunan RPP Pada umumnya format RPP adalah sebagai berikut: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator :… I. Kegiatan Inti 3. Untuk indikator. II. 29 . jika silabus merupakan program pembelajaran dalam jangka satu semester atau satu tahun pelajaran.. cobalah mengikuti cara pengisian format RPP sebagai berikut: 1. 23.. :… :… : . Tujuan pembelajaran adalah tujuan instruksional yang akan dicapai melalui kegiatan belajar dalam satu pertemuan tertentu. tujuan pembelajaran. Permendiknas Nomor 22. Untuk mengisi identitas RPP. mulai dari mata pelajaran sampai dengan kompetensi dasar. dst. IV Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajaran Metode Pembelajaran Langkah-langkah Pertemuan pertama 1.

Formula Kurikulum 1 K = ------------Penjelasan 2 K = Σ MP 30 . Langkah pembelajaran meiputi: (1) kegiatan awal. Buatlah laporan wawancara tersebut. 4. 3. dan (3) kegiatan penutup.c. (2) kegiatan inti. Pertemuan XVI: UAS (Ujian Akhir Semester) Jika mahasiswa memenuhi tingkat kehadiran minimal 80%. Jelaskan pengertian kurikulum secara etimologis!! Jelaskan formula kurikulum berikut: No. Buatlah lembar pertanyaan untuk panduan wawancara dengan guru-guru tersebut. Catat hasil wawancara dengan mereka. dan SMA/MA/SMK.1 Tes Formatif Untuk Masing-masing Pertemuan Tes Formatif Pertemuan II: Pengertian Etimologis Kurikulum Tes esai: 1. minimal dalam 10 (sepuluh) halaman kertas ukuran A4. Lakukan wawancara dengan menggunakan panduan wawancara tersebut. Metode mengajar diharapkan metode yang menggunakan pendekatan PAKEM untuk Sekolah Dasar. dengan langkah-langkah kegiatan sebagai berikut: 1. d. SMP/MTs. Adakan wawancara dengan minimal 3 (tiga) orang guru. dan pendekatan Contextual Teaching dan Learning (CTL) untuk SMP dan SMA. Serahkan kepada dosen Anda sehari sebelum UAS. Nilai akhir semester merupakan gabungan nilai UAS dengan nilai tugas mandiri tersebut. mahasiswa dapat mengikuti UAS dengan materi tes seperti dalam modul ini. 0. 2. 2. mahasiswa harus melaksanakan tugas mandiri. ditulis dalam ketikan komputer. Selain mengikuti UAS. termasuk lampirannya. yang masing-masing guru SD/MI. jilid dengan rapi 5. untuk menanyakan tentang KTSP pada umumnya dan silabus serta RPP pada khususnya.

Tes Formatif Pertemuan VI: Macam-macam Kurikulum 1. Jelaskan apa yang dimaksud separated curriculum. state curriculum. 4. 3. Sebutkan komponen utama kurikulum menurut Subandiyah. dan school curriculum. Sebutkan dan jelaskan komponen kurikulum menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Tes Formatif Pertemuan IV: Komponen Kurikulum 1. 31 . Jelaskan dengan kalimat Anda sendiri apa hubungan antara kurikulum dengan pengajaran dan pembelajaran. corelated curriculum. 2. Jelaskan minimal dua definisi kurikulum yang Anda ketahui!! 2. dan integrated curriculum. Sebutkan dua aliran dalam kurikulum. 2. Pengajaran.3 K = Σ MP + KK 4 K = Σ MP + K + SS + TP Tes Formatif Pertemuan III: Filosofi dan Definisi Kurikulum 1. Jelaskan perbedaan masing-masing secara singkat. Berikan contohnya. Sebutkan komponen penunjangnya. Jelaskan apa alasan Anda. 2. Jelaskan dengan kalimat Anda sendiri apa hubungan antara kurikulum dengan tujuan pembelajaran. 3. Jelaskan dengan kalimat Anda sendiri apa hubungan antara pengajaran dan pembelajaran dengan tujuan pendidikan. 4. Berikan contohnya. 3. Jelaskan perbedaan antara kurikulum ideal dan kurikulum aktual! Jelaskan apa yang dimaksud kurikulum tersembunyi (hidden curriculum)! Berikan contohnya. 3. Jelaskan pengertian national curriculum. Menurut Anda komponen kurikulum yang sangat penting? Tes Formatif Pertemuan V: Hubungan Kurikulum. Definisi yang manakah yang Anda paling lengkap. Aliran manakah definisi kurikulum yang tertuang dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional? 4. dan Tujuan Pendidikan 1.

dan siswa adalah siapa yang diberikan pelajaran (B/S). Apakah yang dimaksud pengembangan kurikulum (curriculum development)? 2. Instansi manakah di Departemen Pendidikan Nasional yang bertanggung jawab dalam pengembangan kurikulum? 3. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (B/S) 4.Tes Formatif Pertemuan VII: Proses Pengembangan Kurikulum 1. Kurikulum adalah apa yang diajarkan. Lembaga apakah BSNP itu? Apa kaitannya dengan proses pengembangan kurikulum? 4. Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) adalah kurikulum yang tidak diketahui oleh guru (B/S) 32 . Menurut G Amstrong. Jelaskan bagan proses pengembangan kurikulum menurut Said Hamid Hasan sebagai berikut: Tes Formatif Pertemuan VIII (UTS) Tes tertulis dalam bentuk esai. guru adalah siapa yang mengajarkan. 3. isi. Kurikulum 1968 adalah kurikulum terintegrasi (integrated curriculum) (B/S) 2. Kurikulum faktual amat ditentukan oleh agen pembelajaran atau guru (B/S) 6. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Kurikulum sebelum tahun 1968 masih menganut kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum) (B/S) 7. 1. Kurikulum dapat diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang akan dipelajari oleh peserta didik (B/S) 5. siapakah yang terlibat dalam pengembangan kurikulum? 5.

kurikulum berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari (B/S) 15. Jika kurikulum termasuk dalam kategori ideal curriculum. Sebelum tahun 1968 dunia pendidikan di Indonesia telah mengenal istilah kurikulum (B/S) 14. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum sekolah (B/S) 11. 4. sebelumnya sekolah-sekolah menggunakan kurikulum apa? Apa itu BSNP? Jelaskan. Siapakah yang mengkoordinasikan dan melakukan supervisi dalam penyusunan KTSP? Sebutkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan sebagaimana diatur dalam PP Nomor 19 Tahun 2005. Kapan istilah kurikulum pertama kali digunakan di Indonesia? Sebelum sekolah-sekolah menyusun sendiri kurikulumnya dalam KTSP. 33 . 2. 5. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (B/S) 9. maka proses pembelajaran dan pengajaran termasuk dalam kategori actual curriculum (B/S) 19. 4. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum ideal (ideal curriculum) (B/S) 12. 5. 7. Secara etimologis. Rencana Pelajaran merupakan istilah lama untuk kurikulum (B/S) 13. 2. 3. 6. Masyarakat awam tidak dapat dilibatkan dalam penyusunan kurikulum (B/S) Tes Formatif Pertemuan IX: Perkembangan Kurikulum di Indonesia 1. UU Nomor 20 Tahun 2003 mengatur tentang apa? Sedang PP Nomor 19 Tahun 2005 mengatur tentang apa pula? Adapun Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 mengatur tentang apa? Di tingkat sekolah siapakah yang paling bertanggung jawab dalam penyusunan KTSP? Apakah yang dimaksud KTSP? Ingat bukan kepanjangannya lho. Rumusan tujuan terdapat dalam kurikulum (B/S) 18. Rencana Pelajaran 1947 merupakan kurikulum pertama di Indonesia (B/S) 10. Proses pembelajaran dan pengajaran dilaksanakan tidak lain untuk mencapai tujuan pendidikan (B/S) 20. Semua kegiatan yang dirancang dan dilaksanakan oleh sekolah juga termasuk dalam pengertian kurikulum (B/S) 16. Tes Formatif Pertemuan X: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen I 1.8. KTSP termasuk dalam kategori kurikulum national curriculum (B/S) 17. Apakah kurikulum pertama yang dimiliki Indonesia? Apakah ketika itu telah menggunakan istilah kurikulum? Apa pomeo dalam masyarakat yang menyatakan bahwa setiap ganti menteri ganti kurikulum di Indonesia? Benarkah hal tersebut? Jalaskan argumentasi Anda. 3.

KTSP dapat disebut sebagai kurikulum nasional (B/S) 5. 3. Jelaskan dokumen pertama. KTSP disusun oleh Pusat Kurikulum (B/S) 6. guru adalah siapa yang mengajarkan. Apakah RPP sama dengan lesson plan. dan pengembangan kurikulum (B/S) 3. Sebutkan dua dokumen yang harus disiapkan oleh sekolah untuk dokumen II KTSP? Siapakah yang paling memiliki peran untuk menyusun dua dokumen tersebut? Apakah sekolah dapat menjalin kerja sama dengan organisasi profesi pendidik untuk menyusun dua dokumen tersebut? Tes Formatif Pertemuan XII: Praktif Penyusunan Silabus 1. Bagaimana format RPP. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. atau Rencana Pengajaran. 9. 3. 2. Kurikulum 1968 adalah kurikulum terintegrasi (integrated curriculum) (B/S) 8. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (B/S) 10. isi. 10. Apakah silabus itu? Siapa yang harus menyusun silabus? Apa landasan penyusunan silabus? Sebutkan kolom-kolom yang harus ada dalam silabus! Tes Formatif Pertemuan XIII: Praktik Penyusunan RPP 1. 2. program. KTSP terdiri atas dokumen I dan dokumen II (B/S) 7. Tes Formatif Pertemuan XI: KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dokumen II 1. Apakah yang dimaksud RPP? 2. 4. dan jelaskan secara singkat! 4. Apakah itu PAKEM? Tes UAS (Pertemuan XIV) 1. Dokumen I KTSP berisi tentang silabus dan Rencana Pelaksanaaan Pembelajaran (B/S) 2.8. 9. Apa yang dimaksud dengan student-centered approach? Apa lawan pendekatan tersebut? KTSP disusun dengan memperhatikan keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan. Kurikulum adalah apa yang diajarkan. Kurikulum dapat diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang akan dipelajari oleh peserta didik (B/S) 34 . Guru senior tidak perlu membuat RPP (B/S) 4. atau Satuan Pelajaran? 3. dan siswa adalah siapa yang diberikan pelajaran (B/S). Dokumen II KTSP berisi tentang landasan. Apa maksudnya? Sebutkan dua dokumen KTSP.

Bobot A = 1. Kurikulum dan Pembelajaran.11. RPP sebenarnya sama dengan rencana mengajar (B/S) 22. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum ideal (ideal curriculum) (B/S) 20. 1994. Brown and Company. McNeil. 1995. dan D = 4 Nilai Akhir Semester adalah (AX1) + (BX2) + (CX3) + (DX4) : 4. Jakarta: Bumi Aksara. Oemar Hamalik. Pada masa lalu RPP dikenal dengan Rencana Pembelajaran (RP) atau Satuan Pembelajaran (B/S) 15. 2. Boston: Little. 35 . Semua kegiatan yang dirancang oleh sekolah juga termasuk dalam pengertian kurikulum (B/S) 25. C = 3. Rencana Pelajaran merupakan istilah lama untuk kurikulum (B/S) 21. nilai tersebut dapat dipadankan sebagai berikut: Baik Sekali = 80 – 100 Baik = 70 – 79 Sedang = 60 – 69 Kurang = < 60 1 Referensi Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia II. John. Tugas mandiri dan tes yang akan dinilai adalah: (A) tugas mandiri. Sebelum tahun 1968 dunia pendidikan di Indonesia telah mengenal istilah kurikulum (B/S) 23. A Comprehensive Introduction.2 Umpan Balik 1. 1985. Secara etimologis. Kurikulum faktual amat ditentukan oleh agen pembelajaran atau guru (B/S) 12. Setiap guru harus membuat silabus dan RPP (B/S) 0. Rencana Pelajaran 1947 merupakan kurikulum pertama di Indonesia (B/S) 18. Proses penyusunan KTSP melibatkan para pemangku kepentingan pendidikan (B/S) 17. Dengan skala 4. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Rencana Pelajaran 1947 sampai dengan Kurikulum 2004 termasuk kurikulum sekolah (B/S) 19. Kurikulum Untuk Abad Ke-21. 3. Kurikulum tersembuny (hidden curriculum) adalah kurikulum yang tidak diketahui oleh guru (B/S) 14. B = 2. 4. (B) tes formatif. dan (D) UAS (ujian akhir semester). Kurikulum sebelum tahun 1968 masih menganut kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum) (B/S) 13. kurikulum berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari (B/S) 24. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (B/S) 16. (C) UTS (ujian tengah semester). Curriculum.

dan dinilai berdasarkan criteria yang ada dalam kurikulum. masyarakat.Said Hamid Hasan. posisi kurikulum dalam pendidikan. pengertian yang sempit itu turut pula mnyempitkan posisi kurikulum dalam pendidikan sehingga peran pendidikan dalam pembangunan individu. Sayangnya. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Pembahasan mengenai ketiga hal ini dalam urutan seperti itu sangat penting karena pengertian seseorang terhadap arti kurikulum menentukan posisi kurikulum dalam dunia pendidikan dan pada gilirannya posisi tersebut menentukan proses pengembangan kurikulum. Ini menyebabkan studi tentang kurikulum dipenuhi dengan hutan definisi tentang arti kurikulum. Pengecualian dari ini adalah 36 . 1979. Widiastono. Suparlan. diatur. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum. Kebanyakan mereka memiliki kesepakatan dalam menempatkan kurikulum di posisi sentral dalam proses pendidikan. Suparlan. Dalam kotak pengertian ini maka definisi yang dikemukakan mengenai pengertian kurikulum kebanyakan adalah mengenai komponen yang harus ada dalam suatu kurikulum. 2 2. Pembahasan mengenai posisi kurikulum adalah penting karena posisi itu akan memberikan pengaruh terhadap apa yang harus dilakukan kurikulum dalam suatu proses pendidikan. Tonny D. MA PENDAHULUAN Pembahasan mengenai kurikulum tidak mungkin dilepaskan dari pengertian kurikulum. Pertama. dan Komunikasi Pendidikan. Yogyakarta: Hikayat Publishing. Kiranya bukanlah sesuatu yang berlebihan jika dikatakan bahwa proses pendidikan dikendalikan. Pembahasan mengenai pengertian ini penting karena ada dua alasan utama. dan proses pengembangan suatu kurikulum. Menjadi Guru Efektif. Yogyakarta: Hikayat Publishing. Pendidikan Manusia Indonesia. Untuk itu berbagai definisi diajukan para ahli sesuai dengan pandangan teoritik atau praktis yang dianutnya. Tidak seperti halnya dengan pengertian kurikulum para ahli kurikulum tidak banyak berbeda dalam posisi kurikulum.H.Rochman Natawidjaja (Ed).Ketiga pokok bahasan itu dikemukakan dalam makalah ini dalam urutan seperti itu. seringkali kurikulum diartikan dalam pengertian yang sempit dan teknis. Jakarta: Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2005. Alat Peraga. 2004.1 Lampiran Lampiran 1: KURIKULUM DAN TUJUAN PENDIDIKAN Prof. dari Konsepsi Ke Implentasi. dan bangsa menjadi terbatas pula.Dr. Pengertian sempit atau teknis kurikulum yang digunakan untuk mengembangkan kurikulum adalah sesuatu yang wajar dan merupakan sesuatu yang harus dikerjakan oleh para pengembang kurikulum. Alasan kedua adalah karena definisi yang digunakan akan sangat berpengaruh terhadap apa yang akan dilakukan oleh para pengembang kurikulum. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa.

apabila proses pendidikan itu menyangkut masalah administrasi di luar isi pendidikan. Meski pun demikian terjadi perbedaan mengenai koordinat posisi sentral tersebut dimana ruang lingkup setiap koordinat ditentukan oleh pengertian kurikulum yang dianut. Pembahasan mengenai proses pengembangan kurikulum merupakan terjemahan dari pengertian kurikulum dan posisi kurikulum dalam proses pendidikan dalam bentuk berbagai kegiatan pengembangan. Pengertian dan posisi kurikulum akan menentukan ap yang seharusnya menjadi perhatian awal para pengembang kurikulum, mengembangkan ide kurikulum, mengembangkan ide dalam bentuk dokumen kurikulum, proses implementasi, dan proses evaluasi kurikulum. Pengertian dan posisi kurikulum dalam proses pendidikan menentukan apa yang seharusnya menjadi tolok ukur keberhasilan kurikulum, sebagai bagian dari keberhasilan pendidikan. PENGERTIAN KURIKULUM Dalam banyak literature kurikulum diartikan sebagai: suatu dokumen atau rencana tertulis mengenai kualitas pendidikan yang harus dimiliki oleh peserta didik melalui suatu pengalaman belajar. Pengertian ini mengandung arti bahwa kurikulum harus tertuang dalam satu atau beberapa dokumen atau rencana tertulis. Dokumen atau rencana tertulis itu berisikan pernyataan mengenai kualitas yang harus dimiliki seorang peserta didik yang mengikuti kurikulum tersebut. Pengertian kualitas pendidikan di sini mengandung makna bahwa kurikulum sebagai dokumen merencanakan kualitas hasil belajar yang harus dimiliki peserta didik, kualitas bahan/konten pendidikan yang harus dipelajari peserta didik, kualitas proses pendidikan yang harus dialami peserta didik. Kurikulum dalam bentuk fisik ini seringkali menjadi fokus utama dalam setiap proses pengembangan kurikulum karena ia menggambarkan ide atau pemikiran para pengambil keputusan yangdigunakan sebagai dasar bagi pengembangan kurikulum sebagai suatu pengalaman. Aspek yang tidak terungkap secara jelas tetapi tersirat dalam definisi kurikulum sebagai dokumen adalah bahwa rencana yang dimaksudkan dikembangkan berdasarkan suatu pemikiran tertentu tentang kualitas pendidikan yang diharapkan. Perbedaan pemikiran atau ide akan menyebabkan terjadinya perbedaan dalam kurikulum yang dihasilkan, baik sebagai dokumen mau pun sebagai pengalaman belajar. Oleh karena itu Oliva (1997:12) mengatakan "Curriculum itself is a construct or concept, a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas". Selain kurikulum diartikan sebagai dokumen, para ahli kurikulum mengemukakan berbagai definisi kurikulum yang tentunya dianggap sesuai dengan konstruk kurikulum yang ada pada dirinya. Perbedaan pendapat para ahli didasarkan pada isu berikut ini:
• • • •

filosofi kurikulum ruang lingkup komponen kurikulum polarisasi kurikulum - kegiatan belajar posisi evaluasi dalam pengembangan kurikulum

Pengaruh pandangan filosofi terhadap pengertian kurikulum ditandai oleh pengertian kurikulum yang dinyatakan sebagai "subject matter", "content" atau bahkan "transfer of culture". Khusus yang mengatakan bahwa kurikulum sebagai "transfer of culture" adalah dalam pengertian kelompok ahli yang memiliki pandangan filosofi yang dinamakan 37

perennialism (Tanner dan Tanner, 1980:104). Filsafat ini memang memiliki tujuan yang sama dengan essentialism dalam hal intelektualitas. Seperti dikemukakan oleh Tanner dan Tanner (1980:104-113) keduanya pandangan filosofi itu berpendapat bahwa adalah tugas kurikulum untuk mengembangkan intelektualitas. Dalam istilah yang digunakan Tanner dan Tanner (1980:104) perennialism mengembangkan kurikulum yang merupakan proses bagi "cultivation of the rational powers: academic excellence" sedangkan essentialism memandang kurikulum sebagai rencana untuk mengembangkan "academic excellence dan cultivation of intellect". Perbedaan antara keduanya adalah menurut pandangan perenialism "the cultivation of the intellectual virtues is accomplish only through permanent studies that constitute our intellectual inheritance". Permanent studies adalah konten kurikulum yang berdasarkan tradisi Barat terdiri atas Great Books, reading, rhetoric, and logic, mathematics. Sedangkan bagi essentialism beranggapan bahwa kurikulum haruslah mengembangkan "modern needs through the fundamental academic disciplines of English, mathematics, science, history, and modern languages" (Tanner dan Tanner, 1980:109) Perbedaan ruang lingkup kurikulum juga menyebabkan berbagai perbedaan dalam definisi. Ada yang berpendapat bahwa kurikulum adalah "statement of objectives" (McDonald; Popham), ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah rencana bagi guru untuk mengembangkan proses pembelajaran atau instruction (Saylor, Alexander,dan Lewis, 1981) Ada yang mengatakan bahwa kurikulum adalah dokumen tertulis yang berisikan berbagai komponen sebagai dasar bagi guru untuk mengembangkan kurikulum guru (Zais,1976:10). Ada juga pendapat resmi negara seperti yang dinyatakan dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa kurikulum adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaranserta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu" (pasal 1 ayat 19). Definisi yang dikemukakan terdahulu menggambarkan pengertian yang membedakan antara apa yang direncanakan (kurikulum) dengan apa yang sesungguhnya terjadi di kelas (instruction atau pengajaran). Memang banyak ahli kurikulum yang menentang pemisahan ini tetapi banyak pula yang menganut pendapat adanya perbedaan antara keduanya. Kelompok yang menyetujui pemisahan itu beranggapan bahwa kurikulum adalah rencana yang mungkin saja terlaksana tapi mungkin juga tidak sedangkan apa yang terjadi di sekolah/kelas adalah sesuatu yang benar-benar terjadi yang mungkin berdasarkan rencana tetapi mungkin juga berbeda atau bahkan menyimpang dari apa yang direncanakan. Perbedaan titik pandangan ini tidak sama dengan perbedaan cara pandang antara kelompok ahli kurikulum dengan ahli teaching (pangajaran). Baik ahli kurikulum mau pun pengajaran mempelajari fenomena kegiatan kelas tetapi dengan latar belakang teoritik dan tujuan yang berbeda. Istilah dalam kurikulum seperti "planned activities", "written document", "curriculum as intended", "curriculum as observed", "hidden curriculum","curriculum as reality", "school directed experiences", "learner actual experiences" menggambarkan adanya perbedaan antara kurikulum dengan apa yang terjadi di kelas. Definisi yang dikemukakan oleh Unruh dan Unruh (1984:96) mewakili pandangan ini dimana mereka menulis curriculum is defined as a plan for achieving intended learning outcomes: a plan concerned with purposes, with what is to be learned, and with the result of instruction. Olivia (1997:8.) mengatakan bahwa we may think of the curriculum as a program, a plan, content, and

38

learning experiences, whereas we may characterize instruction as methods, the teaching act, implementation, and presentation. Olivia (1997:8) termasuk orang yang setuju dengan pemisahan antara kurikulum dengan pengajaran dan merumuskan kurikulum sebagai a plan or program for all the experiences that the learner encounters under the direction of the school. Lebih lanjut ia mengatakan (Olivia, 1997:9) I feel that the cyclical has much to recommend. Pandangan yang menyatakan bahwa keduanya adalah kurikulum diwakili oleh pendapat Marsh (1997:5) yang menulis curriculum is an interrelated set of plans and experiences which a student completes under the guidance of the school. Pandangan ini sejalan dengan Schubert (1986:6) dengan mengatakan the interpretation that teachers give to subject matter and the classroom atmosphere constitutes the curriculum that students actually experience. Pengertian di atas menggambarkan definisi kurikulum dalam arti teknis pendidikan. Pengertian tersebut diperlukan ketika proses pengembangan kurikulum sudah menetapkan apa yang ingin dikembangkan, model apa yang seharusnya digunakan dan bagaimana suatu dokumen harus dikembangkan. Kebanyakan dari pengertian itu berorientasi pada kurikulum sebagai upaya untuk mengembangkan diri peserta didik, pengembangan disiplin ilmu, atau kurikulum untuk mempersiapkan peserta didik untuk suatu pekerjaan tertentu. Doll (1993:47-51) menamakannya sebagai "the scientific curriculum" dan menyimpulkan sebagai "clouded and myopic". Selanjutnya Dool (1993:57) memperkuat pendapatnya tentang kurikulum yang ada sekarang dengan mengatakan: Education and curriculum have borrowed some concepts from the stable, nonechange concept - for example, children following the pattern of their parents, IQ as discovering and quantifying an innate potentiality. However, for the most part modernist curriculum thought have adopted the closed version, one where - trough focusing - knowledge is transmitted, transferred. This is, I believe, what our best contemporary schooling is all about. Transmission frames our teaching-learning process. Dengan transfer dan transmisi maka kurikulum menjadi suatu focus pendidikan yang ingin mengembangkan pada diri peserta didik apa yang sudah terjadi dan berkembang di masyarakat. Kurikulum tidak menempatkan peserta didik sebagai subjek yang mempersiapkan dirinya bagi kehidupan masa dating tetapi harus mengikuti berbagai hal yang dianggap berguna berdasarkan apa yang dialami oleh orang tua mereka. Dalam konteks ini maka disiplin ilmu memiliki posisi sentral yang menonjol dalam kurikulum. Kurikulum, dan pendidikan, haruslah mentransfer berbagai disiplin ilmu sehingga peserta didik menjadi warga masyarakat yang dihormati. Teori tentang IQ bekerja untuk terutama intelektualitas dalam pengertian disiplin ilmu karena logic yang dikembangkan dalam tes IQ adalah logic disiplin ilmu dan secara lebih khusus adalah logika matematika. Oleh karena itu tidaklah salah dikatakan bahwa matematika adalah dasar pengembangan pendidikan logika. Gambaran serupa disajikan oleh Jacobs (1999) yang membahas mengenai kurikulum di Afrika. Hal ini amat difahami jika kurikulum diartikan dari pandangan kependidikan yang menempatkan ilmu atau disiplin ilmu di atas segalanya (perennialism atau pun essentialism). Jacobs (1999:100) menggunakan istilah liberal theory untuk kedua pandangan ini. Sedangkan istilah perenialisme dan essentialism banyak digunakan oleh

39

Seperti dikemukakan oleh McNeil (1977:19): Social reconstructionists are opposed to the notion that the curriculum should help students adjusts or fit the existing society. Kontinuitas kehidupan dan perkembangan masyarakat dikhawatirkan akan terganggu. Dalam pengertian kurikulum yang dikemukakan di atas harus diakui ada kesan bahwa kurikulum 40 . teori. pengembangan intelektualitas. kelompok "romanticism" (romantic naturalism). Pada aliran progresif kelompok rekonstruksionis dapat dikatakan berbeda dari lainnya karena kelompok ini tidak hanya mengubah apa yang ada pada saat sekarang tetapi juga membentuk apa yang akan dikembangkan. mending or reconstructing the existing conditions of the life of community".para ahli lainnya seperti Schubert (1986). atau hal yang terkait dengan disiplin ilmu. Olivia (1997) Banyak kecaman terhadap pengertian kurikulum yang dikembangkan dari pandangan filosofis ini walau pun dalam kenyataannya masih banyak orang dan pengambil kebijakan yang menganut pandangan ini. Secara mendasar. Kemajuan teknologi pada akhir kedua abad keduapuluh telah memberikan velocity perubahan pada berbagai aspek kehidupan pada tingkat yang tak pernah dibayangkan manusia sebelumnya. Walau pun tidak begitu jelas tetapi pada pandangan ini sudah ada upaya untuk "shaping the future" dan bukan hanya "adjusting. "existentialism" mau pun "progressive" (experimentalism. tujuan adalah penguasaan konsep. Pandangan rekonstruksi social di atas menyebabkan kurikulum haruslah diredefinisikan kembali sehingga ia tidak mediocre karena hanya menfokuskan diri pada transfer kejayaan masa lalu. dan bangsanya di masa mendatang. Artinya. kurikulum merupakan rancangan dan kegiatan pendidikan yang secara maksimal mengembangkan potensi kemanusiaan yang ada pada diri seseorang baik sebagai individu mau pun sebagai anggota masyarakat untuk kehidupan dirinya. Longstreet dan Shane (1993). they conceive of curriculum as a vehicle for fostering critical discontent and for equipping learners with the skills needed for conceiving new goals and affecting social change. Instead. Padahal masa kini adalah kelanjutan dari masa lalu dan masa kini akan terus berubah dan sukar diprediksi. Suatu hal yang jelas bahwa definisi kurikulum oleh kelompok "conservative" (perenialism dan essentialism). masyarakat. Konten kurikulum dalam pandangan ini adalah materi yang dikembangkan dari disiplin ilmu. reconstructionism) hanya memusatkan perhatian pada fungsi "transfer" dari apa yang sudah terjadi dan apa yang sedang terjadi. ada kekhawatiran bahwa kurikulum hanya memikirkan kerusakan atau persoalan social yang ada dan meninggalkan sama sekali apa yang sudah dihasilkan. 1989:15). Kurikulum di Indonesia masih didominasi oleh pandangan ini. Peserta didik akan menjadi anggota masyarakat yang secara individu maupun kelompok tidak hanya dibentuk oleh masyarakat (dalam posisi menerima = pasif) tetapi harus mampu memberi dan mengembangkan masyarakat ke arah yang diinginkan (posisi aktif). atau pun menyiapkan peserta didik untuk kehidupan masa kini. Print (1993). Pendidikan harus lah aktif membentuk dan mengembangkan potensi peserta didik untuk suatu kehidupan yang akan dimasukinya dan dibentuknya. POSISI KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN Kurikulum memiliki posisi sentral dalam setiap upaya pendidikan Klein.

Proses belajar yang dialami peserta didik di kelas. Setiap lembaga pendidikan.seolah-olah hanya dimiliki oleh lembaga pendidikan modern dan yang telah memiliki rencana tertulis. Oleh karena itu jika ada yang ingin mengkaji dan mengetahui kegiatan akademik apa dan apa yang ingin dihasilkan oleh suatu lembaga pendidikan maka ia harus melihat dan mengkaji kurikulum. Kegiatan evaluasi untuk menentukan apakah kualitas yang diharapkan sudah dimiliki oleh peserta didik dilakukan berdasarkan rencana yang dicantumkan dalam kurikulum. Oleh karena itu kurikulum adalah dasar dan sekaligus pengontrol terhadap aktivitas pendidikan. Posisi sentral ini menunjukkan pula bahwa setiap interaksi akademik adalah jiwa dari pendidikan. apakah lembaga pendidikan yang terbuka untuk setiap orang ataukah lembaga pendidikan khusus haruslah dapat mempertanggungjawabkan apa yang dilakukannya terhadap masyarakat. Lembaga pendidikan tersebut harus dapat memberikan "academic accountability" dan "legal accountability" berupa kurikulum. Kurikulum menyebabkan sekolah menjadi lembaga menara gading yang tidak terjamah oleh keadaan masyarakat dan tidak berhubungan dengan masyarakat. Sedangkan lembaga pendidikan yang tidak memiliki rencana tertulis dianggap tidak memiliki kurikulum. dan pendidikan. sumber dan lingkungan. hidup. Kehidupan di sekolah adalah kehidupan yang dirancang berdasarkan apa yang diinginkan kurikulum. Problema masyarakat harus dianggap sebagai tuntutan. Tanpa kurikulum yang jelas apalagi jika tidak ada kurikulum sama sekali maka kehidupan pendidikan di suatu lembaga menjadi tanpa arah dan tidak efektif dalam mengembangkan potensi peserta didik menjadi kualitas pribadi yang maksimal. pendidik. Dalam pengertian "intrinsic" kependidikan maka kurikulum adalah jantung pendidikan Artinya. Kedua pandangan ini hanya akan membatasi kurikulum. dan berkembang di masyarakat. Pengertian di atas memang pengertian yang diberlakukan untuk semua unit pendidikan dan secara administratif kurikulum harus terekam secara tertulis. Situasi seperti ini tidak dapat dipertahankan dan kurikulum harus memperhatikan tuntutan masyarakat dan rencana bangsa untuk kehidupan masa mendatang. dan di luar sekolah dikembangkan berdasarkan apa yang direncanakan kurikulum. Jika seseorang ingin mengetahui apakah yang dihasilkan ataukah pengalaman belajar yang terjadi di lembaga pendidikan tersebut tidak bertentangan dengan hukum maka ia harus mempelajari dan mengkaji kurikulum lembaga pendidikan tersebut. semua gerak kehidupan kependidikan yang dilakukan sekolah didasarkan pada apa yang direncanakan kurikulum. Dapat dikatakan bahwa kegiatan pendidikan atau pengajaran pun tidak dapat dilakukan tanpa interaksi dan kurikulum adalah desain dari interaksi tersebut. Apakah kurikulum bersifat mengembangkan kualitas peserta didik yang diharapkan dapat memperbaiki masalah dan tatangan masyarakat ataukah 41 . Kurikulum dan pendidikan melepaskan diri dari berbagai masalah social yang muncul. di sekolah. Dalam posisi maka kurikulum merupakan bentuk akuntabilitas lembaga pendidikan terhadap masyarakat. menjadi kepeduliaan dan masalah kurikulum. Posisi sentral ini menunjukkan bahwa di setiap unit pendidikan kegiatan kependidikan yang utama adalah proses interaksi akademik antara peserta didik. Untuk menegakkan akuntabilitasnya maka kurikulum tiak boleh hanya membatasi diri pada persoalan pendidikan dalam pandangan perenialisme atau esensialisme. dalam kepeduliaannya. Pengembangan potensi peserta didik menjadi kualitas yang diharapkan adalah didasarkan pada kurikulum.

peningkatan akhlak mulia. agama. Posisi pertama adalah kurikulum adalah "construct" yang dibangun untuk mentransfer apa yang sudah terjadi di masa lalu kepada generasi berikutnya untuk dilestarikan. Tujuan di atas pendidikan dasar tidak mungkin tercapai oleh setiap warganegara karena pendidikan tersebut. Kedua. dinamika perkembangan global.kurikulum merupakan upaya pendidikan membangun masyarakat baru yang diinginkan bangsa menempatkan kurikulum pada posisi yang berbeda. kecerdasan. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. c. tidak diikuti oleh setiap warga bangsa. dan berbagai rencana pengembangan dan pembangunan bangsa dijadikan dasar untuk mengembangkan kehidupan masa depan. b. h. Posisi ketiga adalah kurikulum untuk membangun kehidupan masa depan dimana kehidupan masa lalu. f. adalah kurikulum berposisi sebagai jawaban untuk menyelesaikan berbagai masalah social yang berkenaan dengan pendidikan. Tujuan pendidikan nasional adalah tujuan besar pendidikan bangsa Indonesia yang diharapkan tercapai melalui pendidikan dasar. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 ayat (3) menyatakan bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a. tujuan pendidikan jenjang pendidikan dan tujuan pendidikan lembaga pendidikan. Oleh karena itu kualitas yang dihasilkannya bukanlah kualitas yang harus dimiliki seluruh warga bangsa tetapi kualitas yang dimiliki hanya oleh sebagian dari warga bangsa. perkembangan ilmu pengetahuan. tuntutan dunia kerja. Posisi ini dicerminkan oleh pengertian kurikulum yang didasarkan pada pandangan filosofi progresivisme. teknologi. SD/MI memiliki tujuan yang tidak sama dengan SMP/MTs baik dalam pengertian ruang lingkup kualitas mau pun dalam pengertian jenjang kualitas. i. g. d. e. masa sekarang. keragaman potensi daerah dan lingkungan. dan seni. Secara singkat. posisi kurikulum dapat disimpulkan menjadi tiga. dan minat peserta didik. peningkatan potensi. Pengertian kurikulum berdasarkan pandangan filosofis perenialisme dan esensialisme sangat mendukung posisi pertama kurikulum ini. peningkatan iman dan takwa. Oleh karena itu maka kurikulum untuk SD/MI berbeda dari kurikulum untuk SMP/MTs baik dalam pengertian dimensi kualitas mau pun dalam pengertian jenjang kualitas yang harus dikembangkan pada diri peserta didik. tuntutan masyarakat terhadap pendidikan diterjemahkan dalam tujuan pendidikan nasional. dan persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan 42 . Secara formal. Apabila pendidikan dasar Indonesia adalah 9 tahun maka tujuan pendidikan nasional harus tercapai dalam masa pendidikan 9 tahun yang dialami seluruh bangsa Indonesia. j. diteruskan atau dikembangkan. Jenjang Pendidikan Dasar terdiri atas pendidikan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) dan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) atau program Paket A dan Paket B. Setiap lembaga pendidikan ini memiliki tujuan yang berbeda. pendidikan menengah dan tinggi.

Kurikulum 2004 hanya menjawab sebagian (kecil) dari permasalahan yang ada di masyarakat yaitu rendahnya penguasaan matematika dan ilmu alamiah (sains) yang diindikasikan dalam tes seperti TIMMS atau tes seperti UAN. memiliki kebiasaan membaca. kehidupan agama. teknologi dan tantangan kehidupan global. Posisi ketiga yaitu kurikulum merupakan "construct" yang dikembangkan untuk membangun kehidupan masa depan sesuai dengan bentuk dan karakteristik masyarakat yang diinginkan bangsa. Posisi ini bersifat konstruktif dan antisipatif untuk mengembangkan kehidupan masa depan yang diinginkan. Posisi kurikulum yang dikemukakan di atas barulah pada posisi kurikulum dalam mengembangkan kehidupan social yang lebih baik. serta bidang-bidang yang dianggap kurang "penting". Struktur kurikulum 2004 yang memberikan sks lebih besar pada mata pelajaran matematika. PPKN/kewarganegaraan. dan pada gilirannya menjadi tujuan kurikulum. semangat kebangsaan tinggi. Tuntutan dunia kerja yang seharusnya menjadi kepeduliaan besar dalam model kurikulum berbasis kompetensi tidak muncul karena kompetensi yang digunakan kurikulum dikembangkan dari diisplin ilmu dan bukan dari dunia kerja. Secara formal. toleran. bahasa Indonesia dan daerah. hidup sehat dan fisik sehat. ilmu. dan teknologi dengan mengorbankan Pengetahuan Sosial dan Ilmu Sosial. dan sebagainya. 43 .Pasal ini jelas menunjukkan berbagai aspek pengembangan kepribadian peserta didik yang menyeluruh dan pengembangan pembangunan masyarakat dan bangsa. Permasalahan lain yang terjadi di masyarakat dan dirumuskan dalam ketetapan formal seperti undang-undang tidak menjadi perhatian kurikulum 2004. produktif. ekonomi. pengembangan berbagai kualitas bangsa seperti sikap dan tindakan demokratis. sikap senang dan kemampuan mengembangkan ilmu. Tuntutan formal seperti ini harus dapat diterjemahkan menjadi tujuan setiap jenjang pendidikan. lembaga pendidikan. bangsa atau pun kehidupan global. Sayangnya. memiliki daya saing. budaya. tuntutan masyarakat terhadap pendidikan juga diterjemahkan dalam bentuk rencana pembangunan pemerintah. cinta damai. Konsekuensi logis dari posisi ini adalah kurikulum membatasi dirinya dan hanya menjawab tantangan dalam kepentingan pengembangan ilmu dan teknologi. kurikulum yang dikembangkan di Indonesia masih membatasi dirinya pada posisi sentral dalam kehidupan akademik yang dipersepsikan dalam pemikiran perenialisme dan esensialisme. sains (untuk lebih mendekatkan diri pada istilah yang dibenarkan oleh pandangan esensialis). Rencana besar pemerintah untuk kehidupan bangsa di masa depan seperti transformasi dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. masyarakat. seni. Dalam posisi ketiga ini maka kurikulum seharusnya menjadi jantung pendidikan dalam membentuk generasi baru dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan potensi dirinya memenuhi kualitas yang diperlukan bagi kehidupan masa mendatang. reformasi dari system pemerintahan sentralistis ke system pemerintahan disentralisasi. kurikulum haruslah memperhatikan permasalahan ini dengan serius dan menjawab permasalahan ini dengan menyesuaikan diri pada kualitas manusia yang diharapkan dihasilkan pada setiap jenjang pendidikan (pasal 36 ayat (2). Alokasi waktu ini adalah "construct" para pengembang kurikulum dan jawaban kurikulum terhadap permasalahan yang ada. Kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kurikulum 2004 gagal menjawab keseluruhan spectrum permasalahan masyarakat. Artinya. teknologi dan seni.

Berbagai factor seperti politik. Kualitas kemanusiaan seperti jujur. and meeting the cultural. 44 . . dan sebagainya terabaikan dalam kurikulum pendidikan tinggi walau pun harus diakui bahwa Kepmen 232/U/1999 mencoba memberikan perhatian kepada aspek ini. teknologi berpengaruh dalam proses pengembangan kurikulum. Oleh karena itu Olivia (1992:39-41) selain mengakui bahwa pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang kompleks lebih lanjut mengatakan curriculum is a product of its time. Jika kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah lebih memberikan perhatian yang lebih banyak pada pembangunan aspek kemanusiaan peserta didik maka kurikulum pendidikan tinggi berorientasi pada pengembangan keilmuan dan dunia kerja. menguasai pemanfatan teknologi informasi dan sebagainya maka kurikulum harus mampu mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kualitas tersebut sebagai kualitas dasar atau kualitas minimal bangsa yang menjadi tugas kurikulum SD/MI dan SMP/MTs. . gemar berolahraga. curriculum responds to and is changed by social forced. hemat. kerja keras. Jika pasal 36 ayat (3) Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 dijadikan dasar untuk mengidentifikasi kualitas minimal yang harus dimiliki bangsa Indonesia maka kurikulum haus mengembangkannya. PROSES PENGEMBANGAN KURIKULUM Unruh dan Unruh (1984:97) mengatakan bahwa proses pengembangan kurikulum a complex process of assessing needs. menghormati hak orang lain. preparing for instruction to achieve the outcomes. kerja keras. disiplin. Jika mentalitas bangsa Indonesia yang diinginkan adalah mentalitas baru yang religius. Kedua orientasi ini menyebabkan kurikulum di jenjang pendidikan tinggi kurang memperhatikan kualitas yang diperlukan manusia di luar keterkaitannya dengan disiplin ilmu atau dunia kerja. social. sosial. ilmu. Jika masa depan ditandai oleh berbagai kualitas baru yang harus dimiliki peserta didik yang menikmati jenjang pendidikan menengah maka adalah tugas kurikulum untuk memberikan peluang kepada peserta didik mengembangkan potensi dirinya. menghargai masa lalu. kritis. cinta kebersihan. inovatif. taat aturan. philosophical positions. mengenal lingkungan. ekonomi. teknologi. dan didasarkan pada kajian keilmuan terutama kajian psikologi mengenai minat/interest sebagai model penjurusan untuk kurikulum SMA. kreatif.Pertanyaan yang muncul adalah kualitas apa yang harus dimiliki semua manusia Indonesia yang telah menyelesaikan wajib belajar 9 tahun? Ini adalah kualitas minimal dan harus dimiliki seluruh anggota bangsa. identifying desired learning outcomes. Jika penguasaan ilmu. and personal needs that the curriculum is to serve. bersesuaian dengan kaedah pendidikan. demokratis. Barangkali untuk itu sudah saatnya konstruksi kurikulum SMA dengan model penjurusan yang sudah berusia lebih dari 50 tahun itu ditinjau ulang. disiplin. Dalam banyak kasus bahkan terlihat bahwa kurikulum pendidikan tinggi tidak juga memperhatikan hal-hal yang berkenaan dengan kualitas kemanusiaan yang seharusnya terkait dengan pengembangan ilmu dan dunia kerja. Model baru perlu dikembangkan yang lebih efektif. dan seni di jenjang pendidikan menengah diarahkan untuk persiapan pendidikan tinggi maka kurikulum harus mampu memberi kesempatan itu. budaya. gemar membaca. produktif. memiliki rasa kebangsaan tinggi. menghargai prestasi. cinta damai. Posisi kurikulum di jenjang pendidikan tinggi memang berbeda dari jenjang pendidikan dasar dan menengah. cinta seni.

Sayangnya. Secara singkat dapat dikatakan bahwa dalam pengembangan kurikulum focus awal memberi petunjuk jelas apakah kurikulum yang dikembangkan tersebut kurikulum dalam pandangan tradisional. Model pengembangan kurikulum berikut ini adalah model yang biasanya digunakan dalam banyak proses pengembangan kurikulum. modern ataukah romantism. Pada fase pengembangan ide. it is internal insofar as each of us carries around in our mind's eye models of how the schools should function and what the curriculum should be. Konsep diversifikasi kurikulum menempatkan konteks social-budaya seharusnya menjadi pertimbangan utama. model yang tersedia dan dianggap sesuai untuk suatu kurikulum baru. Padahal seperti dikemukakan Longstreet dan Shane (1993:87) bahwa kebudayaan berfungsi dalam dua perspektif yaitu eksternal dan internal: The environment of the curriculum is external insofar as the social order in general establishes the milieu within which the schools operate. Kegiatan evaluasi diarahkan untuk menemukan kelemahan kurikulum yang ada. Keseluruhan proses pengembangan kurikulum dapat digambarkan sebagai berikut: Dalam proses pengembangan tersebut unsure-unsur luar seperti kebudayaan di mana suatu lembaga pendidikan berada tidak pula mendapat perhatian.psychological principles. The external environment is full of disparate but overt conceptions 45 . teknologi. Dalam model ini kurikulum lebih banyak mengambil posisi pertama yaitu sebagai rencana dan kegiatan. Masalah yang muncul di masyarakat atau ide tentang masyarakat masa depan tidak menjadi kepedulian kurikulum. seni. accumulating knowledge. dan sebagainya. and educational leadership at its moment in history. dan diakhiri dengan melihat hasil kurikulum berdasarkan tujuan yang terbatas. karena sifat ilmu yang universal menyebabkan konteks social-budaya tersebut terabaikan. Ide yang dikembangkan pada langkah awal lebih banyak berfokus pada kualitas apa yang harus dimiliki dalam belajar suatu disiplin ilmu. agama. permasalahan pendidikan hanya terbatas pada permasalahan transfer dan transmisi.

H. Educational Researcher. 6:5-17. J. Paper presented at International Conference on Issues in Education of Pluralistic Societies and Responses to the Global Challenges Towards the Year 2020. rather than by a recognition of our swiftly changing. current realities. policy. (1996).T. The internal environment is a multiplicity of largely unconscious and often distorted views of our educational realities for. 19:51-98. as individuals. Pencapaian tujuan kurikulum pun diukur dengan keberhasilan lulusan di masyarakat. culture. (1996). Local Content Curriculum for SMP. (1977). Unpublished. Garcia. The Sociology of the School Curriculum. Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum selalu dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat. (1996). DAFTAR BACAAN Darling-Hammond. Doll. The right to learn and the advancement of teaching: research.about what the schools should be doing. Multicultural Issues and Human Resources Development. Dalam model ini maka proses pengembangan kurikulum dimulai dengan evaluasi terhadap masyarakat. A Post-Modern Perspective on Curriculum. L. London: Routledge & Kegan Paul. S. 25. and practice for democratic education. New York and London: Teachers College. (1993). Language.E.E. and education. we caught by our own cultural mindsets about what should be. 46 . S. Paper presented at UNESCO Seminar on Decentralization. Hasan.H. Hasan. W. Review of Research in Education. Model kedua yang diajukan dalam makalah ini adalah model yang menempatkan kurikulum dalam posisi kedua dan ketiga. (1993). Columbia University Eggleston. E. Identifikasi masalah dalam masyarakat dan kualitas yang dimiliki suatu komunitas pada saat sekarang dijadikan dasar dalam perbandingan dengan kualitas yang diinginkan masyarakat sehingga menghasilkan harus dikembangkan oleh kurikulum. Unpublished.

M. (1997). New York: Macmillan Publishing Co. bukan membicarakan fakta-fakta saja.D. Oliver. Curriculum: Perspective. D.Inc. 47 . Ltd. A Comprehensive Introduction. Mereka yang berfikiran sempit membicarakan orang lain (Eleanor Roosevelt. Planning. dan Tanner. Schubert. M. London: The Falmer Press McNeil. (1992). (1997). Klein.2 Lampiran 2: PROGRAM INOVATIF SEKOLAH Oleh Suparlan *) Mereka yang berfikiran hebat membicarakan ide-ide. Gagasan apa saja itu? Tentang program inovatif sekolah..L. (1980). ERIC Clearinghouse on Rural Education and Small School. A. 4th Developing the Curriculum edition. G. Mereka yang berfikiran sedang membicarakan peristiwa-peristiwa. Curriculum Reform in the Elementary School: Creating Your Own Agenda.J. (1977). Berkeley. (1993).Jacobs. Curriculum. dan Unruh. C. Columbia University Marsh. and Possibility. Olivia..F.C. J. mantan first lady AS) Inovasi membedakan antara pemimpin dan pengekor (Steve Jobs. ERIC Digest.P. Unruh. P. ED 348196. New York: Macmillan Tanner. California: McCutchan Publishing Corporation 2.H. apalagi membicarakan orang lain. Brown and Company. (1999). pendiri Apple Computer) Innovation is change that creates a new dimension of performance (Peter Drucker: Hesselbein. Charting new maps: multicultural education in rural schools.G. Curriculum Development and Design. 1884 – 1962. disunting oleh Eleanor Lemmer. Boston: Little. 2003) Innovation is the creation of the new or the re-arranging of the old in a new way (Michael Vance) Kita sekarang akan mencoba menjadi orang yang berfikiran hebat. New York and London: Teachers College. Processes. (1986). (1986). Curriculum. Curriculum Development: Problems. W. St. Management and Ideology: Key Concepts or Undertanding Curriculum. dalam Contemporary Education: Global Issues and Trends. dan Howley.C. Leonard: Allen & Unwin Pty. Siapa takut? Kita sedang membicarakan ide-ide atau gagasan-gagasan. Paradigm.F. and Progress. Sandton:Heinemann Higher and Further Education. (1984). M. New York: Longman Print. Curriculum Development: Theory into Practice.

Kondisi ini juga tampak dari Human Development Index (HDI) Indonesia yang berada di bawah Vietnam. kita harus malu dengan peringkat ke empat di Pesta Olahraga Asia Tenggara. Peter Drucker menjelaskan kepada kita bahwa inovasi sesungguhnya adalah perubahan yang menciptakan satu dimensi baru kinerja organisasi. Bukan hanya itu. Program Pemberian Susu dan Makanan Tambahan Di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Juga tidak hanya dengan program-program yang biasa. Memang. Namun sekolah yang lain mungkin dapat menjadi sesuatu yang sangat berharga. masalah ini terjadi karena banyak anak-anak yang tidak sarapan pagi. Untuk dapat membangun SDM yang handal. para siswa harus mengikuti upacara bendera di sekolah. ada kemungkinan mereka juga mengalami kekurangan gizi dan dehidrasi. Dalam hal ini. Innovation is the creation of the new or the re-arranging of the old in a new way (Michael Vance) Tulisan ini akan mencoba membahas tentang program sekolah yang dapat dinilai inovatif. kesehatan. disempurnakan dengan memperbaiki satu atau beberapa elemennya. sebagai ilustrasi. Malaysia. Padalah dahulu. Hal ini sama sekali berbanding terbalik dengan keadaan peserta didik di Negeri Cina. Penemuan tentang rendahnya kebugaran jasmani. Para siswa di sekolah yang cukup luas di negeri tirai 48 . Lembaga pendidikan sekolah harus merancang berbagai program yang inovatif. sebagaimana juga di sekolah-sekolah lain di tanah air. Pemberdayaan KKG dan MGMP harus dapat digunakan sebagai wahana yang efektif untuk dapat meningkatkan kompetensi guru di sekolah. maka lembaga pendidikan sekolah harus menjadi tempat yang strategis untuk dapat meningkatkan kompetensi SDM yang handal. sehingga menjadi lebih baik dan bermanfaat. Itu pun sudah dapat disebut sebagai apa yang dikenal dengan inovasi. Kita harus melakukan hal yang luar biasa. Kita telah jauh ketinggalan dari negara Thailand. Bahkan juga ketinggalan dari Vietnam. Dengan demikian. Boleh dikatakan bahwa negara yang lain berebut pada urutan kedua.Benar sekali. Selidik punya selidik. Boleh jadi semua itu terjadi memang karena dampak negatif dari krisis multidimensional yang masih belum sepenuhnya usai. Dengan kata lain. kita harus melakukan hal-hal yang inovatif. Tapi. Pemberdayaan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sungguh. Namun. yang kemudian diperbaiki. dan gizi anak-anak kita perlu mendapatkan perhatian kita semua. maka sumber masalahnya adalah lembaga pendidikan sekolah. ketika pembina upacara menyampaikan pidatonya. gagasan-gagasan yang akan ditulis ini mungkin saja memang bukan benar-benar baru bagi sekolah tertentu. Setelah lembaga pendidikan keluarga. banyak orang yang meneropongnya dari faktor kemunduran dunia pendidikan kita. kinerja lembaga pendidikan sekolah. Program peningkatan kompetensi SDM secara terencana dan berkelanjutan memang harus dimulai di lembaga pendidikan sekolah. dalam acara olahraga yang bergengsi ini kita selalu unggul. gagasan baru juga harus semua komponennya harus baru. atau ketika bendera merah putih dinaikkan beberapa anak jatuh pingsan. kita tidak bisa hanya melakukan yang biasa-biasa saja. Gagasan baru itu bisa jadi dari gagasan yang sudah lama. Dalam beberapa kali upacara bendera.

Kalau pun negeri kita pada saaat ini masih mengalami kesulitan untuk mencari sebelas pemain sebak bola. Program 7K perlu digalakkan lagi. pencatatan secara rutin rekor olahraga prestasi harus tersedia di sekolah. dan makanan bergizi lainnya secara rutin sudah tentu menjadi kegiatan yang sangat berguna bagi anak-anak kita. atau ”CUCI TANGAN SEBELUM MAKAN”. Talent Scouting Bibit Olahraga dan Seni Pembinaan olahraga memang menjadi tugas utama guru olahraga dan keshatan. Mereka yang suka berolahraga memiliki kecerdasan fisikal atau kecerdasan ragawi atau kecerdasan yang dikenal dengan bodily kinestetics yang tinggi. Jika negeri ini masih juga mengalami masalah mahalnya susu untuk tumbuh kembang anak-anak kita. Pertama. program yang harus dibenahi adalah kantin sekolah. negeri adidaya Amerika Serikat telah jauh memikirkan pentingnya makan siang anak-anak sekolah melalui program makan siang anak-anak usia sekolah melalui National School Lunch Program Act yang telah ditandatangani oleh Presiden Truman pada tahun 1946. seperti ”TARUH SAMPAH PADA TEMPATNYA”. asupan gizi generasi muda kita masih di bawah rata-rata anak-anak di dunia. Rupanya. Di samping olahgara rekreasi. Jangan biarkan anak-anak kita membiasakan jajan di tepi-tepi pagar sekolah. Hasilnya? Stamina olahragawan dari negeri tirai bambu itu sangat luar biasa. tetapi harus menyentuh perubahan kebiasaan para penghuninya. Nah apa yang harus diprogramkan oleh sekolah untuk mengatasi itu semua? Pemberian bubur kacang hijau. citakan lingkungan sekolah yang bersih.bambu itu diwajibkan selalu melakukan olahraga dalam cabang olahraga yang mereka suka. dan indah. Ciptakan kantin sekolah yang hiegenis dengan jenis makanan yang bergizi. jika ada kegiatan pertandingan olahraga. bukan hanya secara seremonial belaka. maka masalahnya tidak lain dan tidak bukan adalah karena kecerdasan fisikal generasi muda kita yang masih rendah. Termasuk di dalamnya adalah senam dan menari dengan olah tubuh yang penuh dengan rima dan irama itu. pemerintah Amerika Serikat juga telah mengeluarkan program susu sekolah (school milk program). susu. Sekolah harus memiliki catatan. Dengan catatan ini. Selain itu. atau peringatan hari lahir sekolah. yang dari aspek kesehatan dan gizinya tidak dapat kita pertanggungjawabkan. DPR kita masih sibuk dengan urusan politik ketimbang dengan urusan makan siang anak-anak. maka sekolah tinggal 49 . Penciptaan Lingkungan Sekolah Yang Sehat Program ini sangat terkait dengan program sebelumnya. Lomba kebersihan dan keindahan kelas dapat diadakan pada saat momen-momen tertentu. Tulisan-tulisan lain. Memasang papan bertuliskan ”LINGKUNGAN BEBAS ROKOK” merupakan satu gebrakan yang dapat dilakukan. karena selalu keok dalam arena pertandingan olah raga yang bergengsi ini. misalnya peringatan hari besar nasional dan agama. Bahkan pada tanggal 14 Oktober 1940. atau ”KESEHATAN SEBAGIAN DARI IMAN” dapat diharapkan dapat mengisi nurani anak-anak kita yang masih putih itu. rindang. program pembinaan olahraga secara teroganisasi di sekolah sudah barang tentu menjadi tanggung jawab semua komponen sekolah. Semua fasilitas olahraga telah disediakan. Kedua. nama-nama siswa dengan rekor tertingginya dalam cabang olahraga tertentu. dan setiap harinya mereka harus melakukan olahraga sesuai dengan hobinya. Tetapi.

maka apa yang dapat dilakukan di tingkat sekolah? Tentu saja pendidikan lingkungan hidup harus menjadi tanggung jawab sekolah. The First Day Festival Ide ini diusulkan oleh seorang guru di suatu sekolah di Amerika Serikat. dipupuk. Dampaknya. Namun banyak di antaranya kurang begitu yakin bahwa anak-anak mampu melakukannya. agar sekolah tidak terasa gersang. baik dalam bidang akademis maupun nonakademis. Science-Tech Club Sama dengan talent scouting dalam bidang olahraga. tetapi sudah bisa dilakukan di SD. Disiram. sekolah dapat meminjamnya untuk dijadikan kebun sekolah tempat praktik anak-anak menanam berbagai jenis tanaman. Sebenarnya para guru telah memiliki pengetahuan dan keterampilan praktis dalam penelitian sederhana. Setelah program ini dilaksanakan. dan disiangi kalau ada rumput yang menggangunya. maka sekolah juga dapat membuat taman sederhana untuk menanam tanaman hias atau tanaman bunga. Program seperti ini dapat berupa program lain yang tidak kalah inovatifnya. Selain itu. Padahal obyek penelitian sederhana bagi anak-anak terbentang luas di sekolah dan lingkungannya. sekolah juga dapat membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan program penanaman satu juta pohon. orangtua siswa dan masyarakat merasakan adanya peningkatan keakraban dan kekeluargaan antara sekolah dan orangtua siswa secara luar biasa. setiap kelas dapat diminta untuk membikin taman di depan kelasnya masing-masing. sebagai contoh. orangtua dan masyarakat menjadi lebih memiliki kepercayaan yang tinggi 50 . Acara tutup tahun sekolah.memilih mereka untuk dapat mengikuti ajang pertandingan olahraga yang akan diikuti. adalah pertanyaan penelitian sederhara yang dapat dilakukan bukan di SMP. (3) jarak tempuh anak-anak ke sekolah. Atau dapat meminta kepada para siswa untuk masing-masing dapat memiliki tanaman kesayangan yang harus dipelihara setiap hari dengan sepenuh hati. pelibatan peran serta orangtua dalam penyelenggaraan pendidikan masih menjadi sesuatu yang langka. Jika di lingkungan sekolah ada lahan tidur yang tidak dimanfaatkan oleh yang empunya. Orangtua dan masyarakat tidak lagi merasa sebagai klien. Jika ada sedikit lahan di depan sekolah. Kebun Sekolah dan Penanaman Sejuta Pohon Jika secara internasional isu pemanasan global telah melahirkan Bali Roadmap untuk memecahkan isu tersebut. sekolah juga harus melakukannya untuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam acara tersebut. dapat menjadi media untuk menyatupadukan sekolah dengan orangtua dan masyarakat. Dengan demikian. sebagai contoh. Sejak adanya festival hari pertama sekolah itu. Untuk sekolah yang tidak memiliki lahan yang luas. sekolah dapat menjadi tempat pembibitan olahraga dan seni yang pertama dan utama. Pencatatan prestasi olahraga ini dapat dilakukan pada awal tahun pelajaran atau pada saat usai ulangan semester pertama menjelang libur sekolah. Sayur apakah yang menjadi kegemaran siswa. Topiktopik lainnya misalnya: (1) rata-rata jumlah anak dalam satu keluarga. Pada waktu itu. (2) rata-rata tinggi dan berat badan anak-anak kelas 5 SD. antusiasme orangtua dan masyarakat tibatiba meningkat secara drastis. para siswa dapat menunjukkan kebolehannya. dan masih banyak yang lain. di hadapan orangtua dan masyarakat. tetapi sebagai pemangku kepentingan yang memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan pihak kepala sekolah dan para guru di sekolah.

RPS yang disusun hendaknya memuat program-program inovatif. efektif. diharapkan dapat turut aktif memeranginya. dan masih banyak yang lainnya. yang disusun oleh sekolah bersama dengan pemangku kepentingan.suparlan. Tentu saja berdasarkan kondisi sekolahnya masing-masing. yakinlah bahwa semua itu dapat dilakukan jika kita memiliki kemauan. Murid atau mahasiswa yang akan menjadi tulang punggung bangsa di masa mendatang sejak dini harus diajar dan dididik untuk membenci serta menjauhi praktek korupsi. Untuk itu.terhadap upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi siswa. Dampak pengiringnya. 22 Desember 2007 2. Penerapan pembelajaran aktif. Tentu saja. Itu semua dapat dimulai dengan program inovatif yang sederhana. baik yang terkait dengan aspek akademis maupun nonakademis di sekolah. Dengan kata lain. Depok. dengan program inovatif.3 Lampiran 3: MEMBERANTAS KORUPSI MELALUI KURIKULUM Oleh icwweb Minggu. program sekolah berwawasan imtaq.com. Mudah-mudahan. yang kalau bisa yang luar biasa. semua itu harus dirancang adalam rencana yang matang. yang dikenal dengan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). kegiatan outbond. dan sudah barang tentu yang tidak memberatkan keuangan orangtua siswa. semua warga sekolah dan pemangku kepentingan ingin mencoba sesuatu yang tidak biasa. Sulitkah semua itu kita lakukan? Semua itu memang sulit untuk pertama kalinya. E-mail: bsuparlan@yahoo. Sebagai contoh. Dimana ada kemauan di situ ada jalan. program sekolah ramah anak. Yang penting. kreatif. Pendek kata. atau sesuatu yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian. Ingin mencoba sesuatu yang baru. Semua permulaan itu memang sulit. Tetapi. Bahkan lebih dari itu. *) Website: www. program sekolah yang aman dan nyaman. Akhir Kata Masih sangat banyak program inovatif lain yang dapat dilaksanakan oleh sekolah. strategi yang umumnya dipilih dengan mengintervensi secara tidak langsung proses belajar-mengajar melalui penerapan kurikulum antikorupsi.com. Setidaknya ada tiga 51 . 17 September 2006 12:28:40 Institusi pendidikan diyakini sebagai tempat terbaik untuk menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai antikorupsi. semua warga sekolah ingin melakukan sesuatu yang baru. All beginning is difficult. dan menyenangkan (PAKEM) dan contextual teaching and learning (CTL) kini menjadi program inovatif di sekolah yang menjadi primadona. orangtua dan masyarakat menjadi lebih antusias dalam ikut serta memberikan dukungan dan bantuan terhadap pelaksanaan program-program inovatif sekolah.

Belajar dari penerapan kurikulum berbasis kompetensi. akan muncul buku teks pelajaran baru mengenai antikorupsi. tapi tingkah laku jauh dari nilainilai tersebut. jika memilih diintegrasikan. Pengelola sekolah mulai guru hingga kepala sekolah mesti menjadi model bagi murid. dibutuhkan biaya besar untuk pengadaan buku-buku tersebut. pilihan tersebut menimbulkan beberapa konsekuensi lanjutan. serta IAIN Arraniry. Catatan kedua berkaitan dengan proses penerapan dan evaluasi. pelajaran antikorupsi akan mengulangi kegagalan pelajaran pendidikan moral Pancasila beberapa waktu lalu. jika pengaturannya tidak jelas. Selain itu. Tapi. kurikulum tidak akan ada artinya tanpa guru. buku teks mata pelajaran yang dianggap relevan otomatis ditambah atau diubah dengan muatan baru mengenai antikorupsi. Alat atau instrumen yang mampu mengukur tingkat kemampuan murid dalam menerapkan nilai-nilai antikorupsi tidak mudah dibuat. Harus ada kejelasan apakah pelajaran antikorupsi nantinya akan ditekankan pada sisi pengetahuan (kognitif) atau praktek (psikomotorik). Sebab. seperti penentuan buku teks. Pertama. Tapi apa pun pilihannya. Tapi. Selama ini mereka sudah direpotkan dengan pembelian berbagai jenis buku teks yang mahal. ada beberapa faktor yang mesti dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Selain itu. dari aspek teknis. proses pengajaran antikorupsi tidak bisa dilakukan dengan cara konvensional: guru memberi ceramah di dalam ruang kelas dan sesekali memberi tes. Berkenaan dengan kejelasan implementasi kurikulum. di antaranya Universitas Islam Negeri. malah menambah masalah. bukan mustahil buku teks mengenai antikorupsi justru menjadi lahan baru untuk korupsi. siapa yang akan membiayai. Batasan ruang kelas harus dihilangkan. Ciputat. akan berpengaruh pada banyak hal. Semarang. Apabila pilihannya dibuat khusus. seperti pendidikan agama atau kewarganegaraan. 52 . institusi pendidikan seperti sekolah sangat sensitif. Tapi masalahnya. Apabila menginginkan hingga tingkatan praktek (psikomotor). Universitas Katolik Soegipranata. perubahan kebijakan walau kecil. agar bisa diimplementasikan. Untuk itu. waktu dan biaya yang dihabiskan tidak sedikit. apabila akan diimplementasikan dalam lingkup luas. hanya untuk sosialisasi. Tes yang dilakukan berbeda dari tes pelajaran pendidikan jasmani atau olahraga. Banda Aceh. terlebih dulu mereka yang akan mengajarkan pelajaran antikorupsi mesti mengetahui dan memahami apa yang akan diajarkan. Namun. Sudah tentu. apakah akan memunculkan mata pelajaran khusus atau diintegrasikan dengan mata pelajaran yang memiliki korelasi. Murid mampu dengan baik menjawab nilai-nilai luhur pancasila. bila dibebankan kepada orang tua murid. kalaupun kemudian ditanggung pemerintah. Jika penekanannya hanya pada sisi pengetahuan. seperti membuat kurikulum antikorupsi. proses pengajaran dan evaluasi tidak terlalu sulit. setidaknya dibutuhkan pendidikan atau pelatihan. Sebab. Masalahnya. akan menemukan kesulitan dalam proses evaluasi. Sebab. mesti disambut positif.perguruan tinggi yang sedang mengembangkan kurikulum tersebut. Munculnya terobosan-terobosan baru untuk melawan praktek korupsi.

16 September 2006 2. Karena itu. Tentu saja.4 Lampiran 4: APA YANG DIPELAJARI ANAK DI SEKOLAH? 53 . jika institusi pendidikan seperti sekolah yang akan mengimplementasikan masih belum bersih dari praktek korupsi. sehingga tidak lagi terjadi ketimpangan kekuasaan antara kepala sekolah. Kalau itu semua sudah dilakukan. Dengan demikian. malah tidak sedikit yang aktif menjadi bagian dari rantai korupsi di sekolah. INDONESIA CORRUPTION WATCH/SEKRETARIS KOALISI PENDIDIKAN Tulisan ini disalin dari Koran tempo. akan ada perlawanan dari orang-orang yang selama ini menikmati keuntungan dari praktek korupsi di institusi pendidikan. Mulai guru. korupsi sudah sangat sistemik. banyak sekali pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum kurikulum antikorupsi diterapkan. pegawai tata usaha. mereka menyaksikan bagaimana korupsi dipraktekkan. kurikulum antikorupsi tidak akan berarti apa-apa. Upaya untuk membersihkannya jauh lebih berat dibanding menyusun kurikulum antikorupsi. institusi pendidikan sebagai benteng terakhir tempat menyebarkan nilai-nilai antikorupsi sudah menjadi tempat mempromosikan korupsi. Mulai mereformasi institusi pendidikan. dengan beragam faktor penyebab. biasanya pelajaran yang paling diingat oleh murid bukan hasil ceramah di ruang kelas. Tapi tidak ada pilihan lain. dari minimnya kesejahteraan hingga ketimpangan kekuasaan. guru. tanpa menggunakan kurikulum antikorupsi pun dengan sendirinya sekolah akan menjadi tempat mempromosikan nilai-nilai antikorupsi. Institusi pendidikan seperti sekolah justru menjadi salah satu tempat tumbuh subur praktek korupsi. setiap hari kepada murid diajarkan nilai-nilai antikorupsi. tapi yang dipraktekkan dalam keseharian guru atau kepala sekolah. karena memang itu khitahnya. Selain itu. dan orang tua murid. Celakanya lagi. Mereka menikmati keuntungan melalui setoran-setoran atau jasa tanda terima kasih. secara kolektif ataupun perseorangan turut menjadi pelaku. kepala sekolah. Setidaknya tergambar dari maraknya pungutan yang dibebankan kepada orang tua murid. Kondisi tersebut sangat ironis. dengan latar belakang penyebab serta modus yang berbeda. karena itu harus direbut.Namun sayang. jika praktek korupsi di sekolah juga memiliki korelasi dengan lembaga di atasnya. Bukan rahasia lagi. tapi ketika keluar dari ruang kelas atau malah di dalam kelas. Berharap banyak pada peranan birokrasi pendidikan pun tidak mungkin. terus mendorong upaya peningkatan kesejahteraan guru atau dosen. Institusi pendidikan malah mengajarkan bagaimana cara melakukan korupsi. seperti dinas pendidikan. Ade Irawan. kenyataannya tidak demikian. Sebab. MANAJER DIVISI MONITORING PELAYANAN PUBLIK. malah pengawas hingga pegawai dinas pendidikan.

Bu. Jika ternyata orang tua atau kakaknya yang menyuruh. Bersihkan dulu badanmu!” “Ya. suku kata.Cica!” kata Ibu “Ya.” jawab Cica. 1. Penduduk hanya panen setahun sekali. yang biasanya terfokus pada latihan melisankan bacaan mulai dari melafalkan huruf.Desember 2004 Cica mencuci cangkir dan piring “Cuci tanganmu sebelum makan. mengapa penduduk desa makmur. Banyak hal yang dapat mereka kerjakan. Bersih itu sehat. jelas dan lancar. Juga lebih mudah dipahami jika badan adik kotor ketika sedang bermain pasir atau tanah. Teks bacaan ini berada dalam salah satu bab berjudul Membaca Pemahaman. Sementara itu dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas lima SD. Kak. “Coba cari adikmu!” Cica mencari adiknya. kata dan kalimat secara benar. diajukanlah pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan isi teks seperti: apa mata pencaharian ibu-ibu.” kata Yuyun. Semua itu hasil dari desa kelahiran ibunya Indri. Teks di atas memang dibuat untuk siswa kelas satu SD yang sedang belajar membaca permulaan. yakni bab yang khusus dibuat untuk melatih siswa memahami bacaan. hampir semua suvenir di sana adalah karya ibu-ibu. “Badanmu kotor. Adik Cica sedang membaca. Setelah itu pembahasan untuk memahami teks pun selesai. yakinkah kita bahwa mereka telah belajar memahami bacaan secara 54 .Oleh Anis Suryani Artikel. Mereka biasa hidup bersih. Jika ada anak usia sekolah berkeliaran pada waktu tersebut. setiap orang wajib menegur. pasti mendapat sanksi. Itu pun kalau ada air hujan. Tetapi apakah dengan demikian teks boleh dibuat sembarangan tanpa mempertimbangkan logika berbahasa? Perhatikan saja urutan deskripsi peristiwanya. logika peristiwa yang lebih mudah dipahami tentunya mencuci cangkir dan piring dilakukan setelah makan. Konon sebagian besar remaja bekerja di kota lain. Keadaan seperti itu bukan menandakan penduduknya miskin. bagaimana kesimpulanmu mengenai hasil perjuangan penduduk. Setelah teks. Teks dialog tanpa judul tersebut terdapat dalam buku Aku Cinta Bahasa Indonesia terbitan Tiga Serangkai Solo (2002). Bagi umumnya anak-anak. Begitu pula kalau kita berbelanja kue-kue tradisional. Justru penduduknya tergolong makmur. Kalaupun siswa dapat menjawab semua pertanyaan tersebut secara benar sesuai dengan isi bacaan. bukan sebelum makan seperti pada bacaan di atas. Buku ini dimiliki oleh hampir setiap siswa kelas satu di beberapa sekolah dasar di Yogyakarta dan Jawa Tengah yang menjadikan buku ini sebagai buku utama dalam pelajaran Bahasa Indonesia. bukan ketika sedang membaca . Bina Bahasa Indonesia terbitan Erlangga Bandung (2003) terdapat teks bacaan seperti berikut: Wajib Belajar Desa kelahiran orang tua Indri tergolong tandus. Bagaimana dengan aktivitas bapak-bapak dan para remaja? Di sana tidak kita jumpai penduduk yang duduk di pojok gang atau di warung kopi. Kaum ibu membentuk Home Industry atau Industri Rumah Tangga Jika kita masuk ke toko suvenir. Mereka mengirimkan sebagian gaji ke desa untuk membeli sawah dan menyekolahkan adik-adik mereka. Yun. apa yang dilakukan para remaja. Hasil pertanian penduduk umumnya singkong dan ubi jalar.

” Dan seterusnya. Tema yang tidak menarik. hal 134-135). Penerbit Erlangga. “Selamat pagi Indri”. Kekacauan logika terlihat mulai dari teks yang tidak memiliki judul. judul yang kurang menggambarkan isi teks. tentulah timbul pertanyaan. perlu dipertanyakan dimana kita bisa temukan gagasan pokok yang dimaksud oleh judul yakni wajib belajar. “Selamat pagi Firman”. kerja bakti di kampung. Salah satu contoh teks berisi tema program pemerintah adalah teks dialog bejudul Posko Korban Banjir dalam buku pelajaran bahasa Indonesia untuk siswa SD kelas tiga. Latar belakang dialog adalah rapat di Balai desa. “mereka mengirimkan sebagian gaji ke desa untuk membeli sawah…?” . pemberantasan nyamuk. Terbayang pula bagaimana repotnya guru-guru memandu siswa masuk ke suasana rapat desa yang menjadi 55 . membuang sampah. Teks dialog penuh dengan tanya-jawab basa-basi tak bermakna. dan kesiapan dapur umum. menyapu. Kondisi yang memprihatinkan dari teks-teks bacaan buku pelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya terjadi pada logika berbahasa. Dimana ada sawah jika kondisi desa dilukiskan sangat tandus dan hanya bisa menghasilkan singkong dan ubi jika ada hujan ? Teks-teks bacaan yang buruk dalam pengaturan logika berbahasa seperti ini cukup banyak terdapat dalam buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk anak-anak SD. perlindungan tenaga kerja. mengepel. dan sebagainya. cara-cara memberantas hama. tokoh yang diperankan adalah Kepala Desa. “Kamu sudah baca pengumuman belum?” “Pengumuman apa? Dimana? Aku belum membacanya tuh. alinea yang tidak jelas gagasan utamanya. teks dialog ini harus diperagakan sebagai permainan peran. makan sayur. dan dokter Puskesmas. Tema kebersihan dan kesehatan mulai dari mandi. krisis moneter. Bisa kita bayangkan bagaimana canggungnya anak-anak usia 10 tahun kelas tiga SD memainkan peran aparat pemerintahan desa. sementara sebagian besar teks membahas industri rumah tangga ? Lalu jika kita perhatikan kalimat pada alinea terakhir. Dengan maksud menanamkan kesan dan makna kepada siswa. Teks bacaan dan dialog dengan kualitas seperti ini umumnya teks yang dibuat sendiri oleh penulis buku yang biasanya adalah para guru atau sarjana ilmu pendidikan. Teks berisi tanya jawab antara ketiga tokoh seputar kondisi pengungsi. kalimat-kalimat dalam alinea yang tidak padu. (Tim Bina Karya Guru. Teks bacaan dengan tema seperti itu disajikan dengan bahasa penyuluhan sehingga tidak menimbulkan kesan yang bermakna bagi siswa. 2000. tetapi juga pada pilihan tema. Sementara teks buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas empat hingga kelas enam. sikat gigi. Apalagi kondisi di lapangan memperlihatkan kecenderungan guru-guru juga terbatas wawasannya mengenai program-program pemerintah tersebut. ekonomi koperasi. Dengan mempertimbangkan logika bahasa yang baik atas sebuah teks. tidak menumbuhkan minat seperti ini menjadi semakin membosankan karena dibahas berulang-ulang. sawah mana yang dibeli? Sebuah kalimat yang kontradiktif dengan deskripsi pada alinea pertama.benar pula? Kita pasti tidak yakin akan keberhasilan pembelajarannya jika teks yang mereka baca adalah teks seperti tersebut di atas. dan sebagainya. muncul berkali-kali dalam banyak bacaan terutama untuk siswa kelas satu sampai kelas tiga. transmigrasi. kesiapan Puskesmas. sarat dengan tema program pemerintah dan konsep-konsep yang terlalu kompleks untuk diajarkan kepada anak-anak sekolah dasar seperti urbanisasi dan gerakan kembali ke desa. menanami halaman rumah. Bina Bahasa Indonesia 3A. Sekretaris Desa.

Ketergantungan ini mematikan daya kritis guru terhadap kualitas isi buku pelajaran. ada yang di tanah berbukit. Wilayah RT yang terdapat di daerah pedesaan sebagian terletak di atas tanah berbukit. “Bekerja” yang merupakan aktivitas ekonomi produksi. Wilayahnya terdiri atas tanah datar dan rata. Buku pelajaran adalah media pembelajaran yang paling umum dipakai di sekolah-sekolah di Indonesia. Wilayah RT di daerah perkotaan umumnya terletak di atas tanah datar. Di sana tidak ada bukit. dari sebuah peristiwa rapat di Balai Desa yang berlangsung datar-datar saja tanpa dinamika. Deskripsi menjadi lebih kacau dengan kalimat: tidak ada bukit dan tidak ada sungai di perkotaan. Tidak ada gambaran yang memadai mengenai proses. RW. Peran Guru Deskripsi isi buku di atas hanya merupakan cuplikan kecil saja dari seluruh isi buku pelajaran yang dipakai anak-anak di sekolah dasar. kemudian lingkungan sekolah. (IPS Terpadu Kelas 3 SD. Apa yang digambarkan oleh buku-buku pelajaran IPS kelas 3 SD tentang lingkungan tetangga ? Keadaan wilayah RT yang satu mungkin berbeda dengan keadaan wilayah RT yang lain. Juga tidak ada sungai yang mengalir. Diawali dengan mengenal lingkungan keluarga. misalnya dengan memberikan bahan bacaan lain yang lebih baik atau menyusun sendiri bahan bacaan yang diperlukan. Setelah teks. ada kecenderungan yang memprihatinkan yakni ketergantungan guru yang sangat tinggi terhadap buku pelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas. sebagian besar guru memiliki minat baca yang rendah sehingga sulit bagi mereka untuk berkreasi 56 . Bagaimana mungkin siswa dapat menggambarkan sifat tokoh dari dialog singkat tidak lebih dari 25 kalimat. sifat-sifat mereka dan alasan mengapa menyebutkan sifat itu. Jika isi buku pelajaran kondisinya sangat buruk. Penduduk daerah pantai bermatapencaharian sebagai sebagai nelayan. berkebun. sebagian besar guru tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai teks yang baik. beternak. buku pelajaran memulainya dengan menyebutkan jenis-jenis mata pencaharian. 2000). Ketergantungan terjadi karena beberapa faktor. Dua alinea di atas membuka pembahasan mengenai lingkungan RT. Tanpa ada penjelasan yang memadai mengenai lembaga RT. Dari pengalaman penulis bergaul dengan para guru sekolah dasar dan mengamati keseharian mereka dalam mengajar siswa. kita tentu berharap guru dapat berperan menutup kelemahannya. lingkungan tetangga sekitar dan seterusnya. Berbagai jenis mata pencaharian disebutkan bagai sebuah daftar jenis pekerjaan. Tim Bina Karya Guru Penerbit Erlangga. Ada wilayah RT yang terletak di tanah datar. tiba-tiba lembaga administratif itu dihubungkan dengan kondisi geografis yang secara konsep berbeda konteksnya.konteks dialog itu. Kelurahan.Tetapi kenyataannya tidaklah demikian. Mata pencaharian penduduk desa bertani. Konsep “bekerja” itu sendiri tidak banyak mendapat porsi dalam penjelasannya. hingga provinsi. Pertama. siswa diminta menyebutkan nama tokoh. Wilayah RT 06/ RW 03 terletak di daerah perkotaan. Anak-anak mulai mempelajari konsep-konsep ilmu sosial pada saat duduk di kelas 3 SD. Penduduk kota sebagian besar bekerja sebagai pegawai negeri. Kedua. dan tanpa pelukisan karakter tokoh-tokohnya? Kesan dan makna apa yang bisa diharapkan muncul dari anak-anak kelas tiga SD dari bacaan dan dialog dengan tema yang sama sekali tidak mengundang minat semacam ini? Contoh-contoh di atas memperlihatkan kepada kita bahwa materi pembelajaran bahasa di kalangan siswa sekolah dasar sulit diharapkan dapat berperan dalam meletakkan bahasa sebagai sarana berolah pikir dan sarana ekspresi. Dalam memperkenalkan konsep-konsep ekonomi. menyempit maknanya menjadi sekedar jenis pekerjaan. pegawai perusahaan swasta dan perusahaan daerah.

atau buku pelajaran yang diterbitkan oleh penerbit lain yang isinya nyaris sama. akses mereka terhadap bahan bacaan sangat terbatas. Kebiasaan menghafal menumpulkan daya nalar dan kreativitas dalam memecahkan masalah dan menghasilkan karya cipta. “Jangan cuma dibaca teksnya. Dalam hal persepsi terhadap isi buku. perpustakaan sekolah tidak tersedia dan sekolah tidak punya referensi bacaan yang memadai selain koran. Soal-soal pun diambil dari buku pelajaran itu lagi. Hasil penelitian yang dilakukan Tim Program of International Student Assessment (PISA) Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas menunjukkan kemahiran membaca anak usia 15 tahun di Indonesia sangat memprihatinkan. (Arsyar.3 No 1.6 persen hanya bisa membaca tanpa bisa menangkap maknanya dan 24.” kata seorang guru PPKn (pendidikan kewarganegaraan) kepada siswa-siswa kelas enam. Yang terjadi kemudian. Dampak pada Anak-anak Kualitas isi buku yang rendah ditambah dengan kemampuan guru yang kurang memadai. Karena wawasan yang terbatas mengenai bahan yang diajarkan. Ini menunjukkan bahwa kemampuan analisa anak-anak sangat rendah akibat tidak berkembangnya logika berpikir. 1997).8 persen hanya bisa mengaitkan teks yang dibaca dengan satu informasi pengetahuan (Kompas 2 Juli 2003). tetapi belum tentu paham apa yang membuat para pahlawan memberontak. Dana untuk buku tidak ada. Penghafalan juga mematikan rasa ingin tahu. menjadi beban berat bagi anak-anak. Suparti dkk tentang persepsi guru terhadap penggunaan buku teks Bahasa Indonesia SD di Kabupaten Jombang. Sangat menyedihkan mengingat kemampuan membaca dan menulis merupakan kompetensi paling dasar yang dibutuhkan seseorang untuk mengembangkan pengetahuan dan meraih kompetensi yang lain. Ibu kan sudah berkali-kali mengingatkan soal-soal itu nanti pasti keluar waktu ujian. para guru lebih menyoroti kualitas gambar yang kurang menarik. sangat tidak mendukung perkembangan kemampuan literasi dan pemahaman siswa. Wacana guru dan siswa akhirnya hanya berkembang sebatas apa yang ada di buku pelajaran. Lemlit UT). kesulitan paling besar yang dhadapi siswa dalam memecahkan soal matematika berbentuk cerita adalah dalam membuat model atau memetakan masalahnya dan membuat kalimat matematika. Yang kemudian dilakukan akhirnya hanya menghafal saja isi buku. Seorang anak bisa saja hafal nama tokoh pahlawan dan tahun kejadian. Kondisi menjadi lebih parah karena waktu di luar jam sekolah lebih banyak digunakan para guru untuk memberikan les privat dalam rangka menyiasati pendapatan yang rendah. guru juga selalu mendorong anak-anak untuk menghafal saja apa yang ada di buku. Sekitar 37. Banyak penelitian mengungkapkan. melawan dan berjuang. Kalau bisa lebih cepat sehingga lebih banyak waktu bisa dicurahkan untuk mengajak siswa berlatih mengerjakan soal. Buku 57 .menyusun sendiri bahan pelajaran untuk siswa. Latihan-latihan soal juga harus dikerjakan. buku dianggap sudah lengkap mewakili konten kurikulum dan organisasi materi sehingga mereka seringkali merasa kurang aman kalau tidak mengikutinya. Kebiasaan menghafal diperkuat oleh dorongan yang diberikan para guru. (Hilum. 1989). padahal keingintahuan adalah kunci dari eksplorasi dalam perkembangan ilmu. daripada kualitas teks. Bagi umumnya guru. (Jurnal Pendidikan Vol. Maret 2002. Hafalkan jawabannya. Membaca buku yang tidak menarik dan sulit dicerna isinya. Ketiga. lebih penting bagi guru adalah menyelesaikan pembahasan materi yang ada di dalam buku pelajaran tepat pada waktunya. Kondisi kurang kritisnya guru terhadap kualitas teks antara lain juga tampak pada hasil penelitian staf pengajar FKIP Universitas Terbuka.

Jakarta: Proyek Pengembangan LPTK Ditjen PT Departemen P&K.tahun kejadian. Pendidikan tradisional tidak memerlukan kurikulum. Hal ini terjadi kemungkinan disebabkan oleh pertama. Kurikulum harus selalu diperbarui sejalan dengan perubahan itu. Kompas (2003). Jika kondisi buku pelajaran sekolah anak-anak sangat memprihatinkan seperti terpapar di atas. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. Definisi kurikulum beragam. Mohammad (1989). Konsep kurikulum adalah konsep pendidikan moderen. Indonesian Images. dalam hal ini Pusat Kurikulum. Materi pendidikannya relatif tetap dari satu generasi ke generasi berikutnya. sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh anak-anak di sekolah. menunjukkan betapa kurikulum pendidikan sekolah yang ada saat ini belum disusun dan direncanakan dengan baik. penyusunan kurikulum harus mempertimbangkan berbagai macam aspek seperti perkembangan anak. Yogyakarta: Kanisius Nasution. S (1986). visi dan tujuan pendidikan belum dirumuskan secara jelas sehingga menimbulkan kebingungan dalam menerjemahkannya ke dalam strategi dan program. Kurikulum dan Pendidikan Tradisional Sebagai salah satu media pembelajaran. kurikulum didefinisikan sebagai “a plan for learning”. Asas-asas Kurikulum. Niels (2001). Konsep kurikulum tidak dikenal dalam pendidikan tradisional yang ada di masyarakat. Kemahiran Baca di Indonesia Menyedihkan. Buku Pelajaran. masih kuatnya pengaruh sistem pendidikan tradisional yang cenderung tidak responsif terhadap perubahan membuat sistem pendidikan sekolah cenderung hanya mengadopsi aspek formalitasnya sementara esensi sistem yang bersifat dinamis belum terbentuk. bagaimana dengan kurikulum pendidikan kita ? Kurikulum di Indonesia baru mulai populer pada tahun 1950an. Kondisi materi buku pelajaran yang memprihatinkan seperti digambarkan di atas. buku pelajaran mencerminkan kurikulum. pendidikan formal sekolah. Pendidikan formal sekolah memerlukan kurikulum karena tujuan pendidikannya bukan sekedar mewariskan pengetahuan dan ketrampilan secara turun temurun kepada anak-anak. Dalam arti sempit. Tujuan pendidikan sekolah lebih luas dan kompleks karena dituntut selalu sesuai dengan perubahan. tanpa memberi penjelasan logis latar belakang terjadinya peristiwa-peristiwa itu. Namun para ahli pendidikan saat ini mendefinisikan kurikulum secara lebih luas. urut-urutan kejadian. kelemahan manajemen perencanaan di tingkat operasional. Kedua. Bandung: Jemmars 58 . (2 Juli 2003) Mulder. Ketiga. tidak memerlukan perencanaan karena tujuannya adalah mewariskan nilai dan tradisi. buku pelajaran memang harus memenuhi validitas kurikuler yakni disusun sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan. dan digunakan oleh mereka yang memperoleh pendidikan Barat. kurikulum harus disusun secara strategis dan dirumuskan menjadi program-program tertentu. yakni semua pengalaman dan pengaruh yang diperoleh anak di sekolah.pelajaran sejarah hanya memuat nama tokoh. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan. Pustaka Arsyar. perkembangan kebutuhan masyarakat dan lapangan kerja dan sebagainya. Dapat dikatakan. baik sosialisasi maupun pendidikan agama atau pendidikan ketrampilan. perkembangan ilmu pengetahuan. Karena harus selalu relevan dengan perubahan masyarakat.

Handbook of Research on Social Studies Teaching and Learning. Rium (1997). James P ed. (1991). Yogyakarta: Adicita Shaver. 59 . Pengaruh Kemampuan Memecahkan Masalah-masalah cerita dalam aljabar terhadap prestasi siswa. Supriadi. Skripsi S1 FMIPA IKIP Yogyakarta. New York: National Council for the Social Studies.Hilum. Dedi (2001). Anatomi Buku Sekolah di Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->