P. 1
Manusia Sebagai Mahluk Berbudaya Beretika, Dan

Manusia Sebagai Mahluk Berbudaya Beretika, Dan

|Views: 1,729|Likes:

More info:

Published by: Muhammad Arsyad Subu on Mar 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/04/2013

pdf

text

original

MANUSIA SEBAGAI MAHLUK BERBUDAYA, BERETIKA, DAN BERESTETIKA

Drs. Muhammad Arsyad Subu, SKp, MSN, CNS

Definisi Kebudayaan

Dari catatan Supartono, 1992, terdapat 170 definisi kebudayaan. Catatan terakhir Rafael Raga Manan ada 300 buah, beberapa diantaranya :  EB Taylor, Primitive Culture, 1871  Kebudayaan adalah keseluruhan yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adapt, serta kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.  Ki Hajar Dewantara  Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

Budaya atau Kebudayaan

Berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal)---hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Kebudayaan (culture) English berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Komponen utama kebudayaan : Individu Masyarakat alam

Pro se s S u a tu K e b u d a ya a n

Proses pembudayaan adalah tindakan yang menimbulkan dan menjadikan sesuatu lebih bermakna untuk kemanusiaan. Proses tersebut diantaranya

Internalisasi : Merupakan proses pencerapan realitas obyektif dalam kehidupan manusia

Sosialisasi : Proses interaksi terus menerus yang memungkinkan manusia memperoleh identitas diri serta ketrampilanketrampilan sosial..

Proses Suatu Kebudayaan
Enkulturasi adalah pencemplungan seseorang kedalam suatu lingkungan kebudayaan, dimana desain khusus untuk kehidupan kelihatan sebagai sesuatu yang alamiah belaka.

an e D ifu si : M e l b u rn ya su a tu ke b u d a ya a n d e n g a n ke b u d a ya a n l i sehingga menjadi satu kebudayaan.
yaan atau lebih kebuda masih percampuran dua u l t u r a s i : ampuran itu masing-masing unsurnya –A k yang dalam perc kelihatan.

Asimilasi : proses pele buran dari k satu ke keb ebudayaan udayaan lain

.

Fungsi Kebudayaan
Mendasari, mendukung, dan mengisi masyarakat dengan nilai-nilai hidup untuk dapat bertahan, menggerakkan serta membawa masyarakat kepada taraf hidup tertentu :

Hidup lebih baik  Lebih manusiawi  berperikemanusiaan

Jenis & Ragam Kebudayaan

Dalam Ensiklopedia Suku Bangsa Di Indonesia menyatakan Indonesia terdiri dari 500 etnis suku bangsa yang tinggal di lebih dari 17.000 pulau besar dan kecil (Mohammad Yusuf Melatoa). Mereka masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda dengan yang lainnya.

Sifat Kebudayaan
  

   

Beraneka ragam Diteruskan dan diajarkan Dapat dijabarkan :  Biologi  Psikologi  Sosiologi : manusia sebagai pembentuk kebudayaan Berstruktur terbagi atas item-item Mempunyai nilai Statis dan dinamis Terbagi pada bidang dan aspek.

Etika

Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi standar dan penilaian moral. Etike diperlukan untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.

Estetika

Esetetika (Yunani) αισθητική, dibaca aisthetike. Pertama kali digunakan oleh filsuf Alexander Gottlieb Baumgarten pada 1735 untuk pengertian tentang hal yang bisa dirasakan lewat perasaan. Estetika adalah membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa.

ETIKA DAN ESTETIKA BERBUDAYA

Ada 3 jenis makna etika menurut Bertens :  Etika dlam arti nilai-nilai atau norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok orang dalm mengatur tingkah laku.  Etika dalam arti kumpulan asas atau nilai moral ( kode etik)  Etika dalam arti ilmu atau ajaran tentang baik dan buruk ( filsafat moral) Kebudyaan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Manusia beretika, akan menghasilkan budaya yang beretika. Etika berbudyaa mengandung tuntutan bahwa budaya yang diciptakan harus mengandung niali-nilai etik yang bersifat universal. Meskipun demikian suatu budaya yang dihasilkan memenuhi nilai-nilai etik atau tidak bergantung dari paham atau ideologi yang diyakini oleh masyarakat.

ETIKA DAN ESTETIKA BERBUDAYA
 

Estetika manusia dalam berbudaya dapat dikatakan sebagi teori tentang keindahan atau seni, Estetika berkaitan dengan nilai indah-jelek Estetika berifat subyektif,sehingga tidak bisa dipaksakan. Tetapi yang penting adalah menghargai keindahan budaya yang dihasilkan oleh orang lain. Makna keindahan:  a. secara luas, keindahan mengandung ide kebaikan  b. secara sempit, yaitu indah dalam lingkup persepsi penglihatan ( bentuk dan warna)  c. secara estetik murni, menyangkut pengalaman estetik sesorang dalam hubungannya dengan segala ssuatu yang diresapinya melalui indera.

Konsep Dasar Manusia
 

Manusia adalah Homo sapiens (Latin), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi yang diartikan berbeda-beda Dalam antropologi kebudayaan, berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat serta perkembangan teknologi, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain Penggolongan manusia utama adalah berdasarkan jenis kelamin (laki-laki atau perempuan). Anak muda laki-laki (putra) dan lakilaki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan (putri) dan perempuan dewasa sebagai wanita. Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/i, dewasa, dan orang tua (lansia). Berdasarkan ciri-ciri fisik (warna kulit, rambut, mata; bentuk hidung; tinggi badan), afiliasi sosio-politik-agama (penganut agama/kepercayaan, warga negara anggota partai), hubungan kekerabatan (keluarga: keluarga dekat, keluarga jauh, keluarga tiri, keluarga angkat, keluarga asuh; teman; musuh dll).

Manusia & Konsep ISDBD

Cintakasih adalah perasaan suka kepada seseorang yang disertai belas kasihan. Cinta merupakan sikap dasar ideal yang memungkinkan dimensi sosial manusi menemukan bentuknya yang khas manusiawi

Keadilan adalah salah satu moral dasar bagi kehidupan manusia. Keadilan mengacu pada suatu tindakan baik yang mesti dilakukan oleh setiap manusia.
Tanggungjawab adalah kwajiban melakukan tugas tertentu yang dasarnya adalah hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk yang mau menjadi baik dan memperoleh kebahagiaan.

 

Penderitaan adalah teman paling setia kemanusiaan. Ini melengkapi ciri paradoksal yang menandai eksistensi manusia didunia.

Manusia Sebagai Mahluk Budaya

Peradaban adalah sebuah masyarakat yang telah mencapai tingkat kerumitan tertentu, umumnya termasuk perkotaan dan pemerintahan berlembaga, agama, iptek, sastra serta filsafat. Perkotaan paling awal di dunia ditemukan di dekat rute perdagangan penting kira-kira 10.000 tahun lalu (Yeriko, Çatalhöyük). Kebudayaan manusia dan ekspresi seni mendahului peradaban dan dapat dilacak sampai ke palaeolithik (lukisan goa, arca Venus, tembikar / pecah belah dari tanah). Kemajuan pertanian memungkinkan transisi dari masyarakat pemburu dan pengumpul atau nomadik menjadi perkampungan menetap sejak Milenium ke9 SM. Peternakan bagian penting dari kebudayaan manusia (anjing, ayam, kucing domba, kambing, lembu).

Unsur-Unsur Kebudayaan Manusia
Peralatan dan perlengkapan hidup (pakaian, perumahan, alat-alat produksi, transportasi) Mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi (pertanian, peternakan, sistem produksi, distribusi ) Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, perkawinan) Bahasa Kesenian Sistem pengetahuan

Faktor Penyebab Perubahan Sosial & Kebudayaan
Faktor intern Bertambah atau berkurangnya penduduk Penemuan-penemuan baru (inovation – discoveri [gagasan] – invention [diterapkan dalam masyarakat] Pertentangan-pertentangan dalam masyarakat (konflik) Pemberontakan / revolusi

Faktor ekstern Perubahan lingkungan fisik manusia (bencana alam perang dll) Pengaruh kebudayaan masyarakat lain Peperangan

Faktor Pendorong Majunya Kebudayaan

Kontak dengan kebudayaan lain Sistem pendidikan yang maju Sikap menghargai hasil karya orang lain dan keinginan untuk maju Toleransi terhadap perbuatan menyimpang Sistem lapisan masyarakat yang terbuka Penduduk yang heterogen Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu Orientasi ke depan Nilai meningkatkan taraf hidup

Masalah Lain Kebudayaan

Kebudayaan mengalami dinamika seiring dengan dinamika pergaulan hidup manusia sebagi pemilik kebudayaan, Dinamika Kebudayaan berupa  Pewarisan kebudayaan Proses pemindahan, penerusan, pemilikan dan pemakaian kebudyaan dari generasi ke generasi secara berkesinambungan  Masalah dalam Pewarisan Kebudayaan :  Sesuai/tidaknya budaya warisan dengan dinamika masyarakat saat sekarang.  Penolakan generasi penerima terhadap warisan budaya  Munculnya budaya baru yang tidak sesuai dengan budaya warisan.

Masalah-Masalah Kebudayaan
Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat Sikap masyarakat yang tradisional Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (vested Interest) Rasa takut terjadinya kegoyahan dalam integrasi kebudayaan Prasangka terhadap hal baru Hambatan ideologis Kebiasaan Sikap pasrah

Globalisasi: Penyebaran Budaya Universal

Arnold J. Toynbee, dalam Penyebaran budaya dalil tentang radiasi Budaya sebagai berikut :
Aspek atau unsur budaya selalu masuk tidak secara keseluruhan, melainkan individual.  Kekuatan menembus suatu budaya berbanding terbalik dengan nilainya, makin tinggi aspek budaya, makin sulit diterima.  Jika satu unsur budaya masuk, maka akan menarik unsur budaya lain.  Unsur budaya yg masuk bisa berbahaya bagi masyarakat yang menerima budaya

DISKUSI ?????

TERIMA KASIH HAVE A NICE DAY

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->