TUJUAN DAN SASARAN PENDIDIKAN ISLAM *Disusun Guna Memenuhi Tugas Dalam Mata Kuliah Ushul at-Tarbiyyah Yang

Diampu Oleh Supriyanto Pasir, MA. Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia Oleh Khorirur Rijal Luthfi dan Mohammad Agus Khoirul Wafa A. Pendahuluan Islam sangat mementingkan pendidikan. Dengan pendidikan yang benar dan berkualitas, individu-individu yang beradab akan terbentuk yang akhirnya memunculkan kehidupan sosial yang bermoral. Sayangnya, sekalipun institusi-institusi pendidikan saat ini memiliki kualitas dan fasilitas, namun institusi-institusi tersebut masih belum memproduksi individu-individu yang beradab. Sebabnya, visi dan misi pendidikan yang mengarah kepada terbentuknya manusia yang beradab, terabaikan dalam tujuan institusi pendidikan. Penekanan kepada pentingnya anak didik supaya hidup dengan nilai-nilai kebaikan, spiritual dan moralitas seperti terabaikan. Bahkan kondisi sebaliknya yang terjadi. Saat ini, banyak institusi pendidikan telah berubah menjadi industri bisnis, yang memiliki visi dan misi yang pragmatis. Pendidikan diarahkan untuk melahirkan individu-individu pragmatis yang bekerja untuk meraih kesuksesan materi dan profesi sosial yang akan memakmuran diri, perusahaan dan Negara. Pendidikan dipandang secara ekonomis dan dianggap sebagai sebuah investasi. Gelar dianggap sebagai tujuan utama, ingin segera dan secepatnya diraih supaya modal yang selama ini dikeluarkan akan menuai keuntungan. Sistem pendidikan seperti ini sekalipun akan memproduksi anak didik yang memiliki status pendidikan yang tinggi, namun status tersebut tidak akan menjadikan mereka sebagai individu-individu yang beradab. Pendidikan yang bertujuan pragmatis dan ekonomis sebenarnya merupakan pengaruh dari paradigma pendidikan Barat yang sekular. Dalam budaya Barat sekular, tingginya pendidikan seseorang tidak berkorespondensi dengan kebaikan dan kebahagiaan individu yang bersangkutan. Dampak dari hegemoni pendidikan Barat terhadap kaum Muslimin adalah banyaknya dari kalangan Muslim memiliki pendidikan yang tinggi, namun dalam kehidupan nyata, mereka belum menjadi Muslim-Muslim yang baik dan berbahagia. Masih ada kesenjangan antara tingginya gelar pendidikan yang diraih dengan rendahnya moral serta akhlak kehidupan Muslim. Ini terjadi disebabkan visi dan misi pendidikan yang pragmatis. Sebenarnya, agama Islam memiliki tujuan yang lebih komprehensif

dan integratif dibanding dengan sistem pendidikan sekular yang semata-mata menghasilkan para anak didik yang memiliki paradigma yang pragmatis. Dalam makalah ini penulis berusaha menggali dan mendeskripsikan tujuan dan sasaran pedidikan dalam Islam secara induktif dengan melihat dalil-dalil naqli yang sudah ada dalam alQur¶an maupun al-Hadits, juga memadukannya dalam konteks kebutuhan dari masyarakat secara umum dalam pendidikan, sehingga diharapkan tujuan dan sasaran pendidikan dalam Islam dapat diaplikasikan pada wacana dan realita kekinian. B. Pembahasan B.1. Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam Memang tidak diragukan bahwa ide mengenai prinsip-prinsip dasar pendidikan banyak tertuang dalam ayat-ayat al Qur¶an dan hadits nabi. Dalam hal ini akan dikemukakan ayat ayat atau hadits hadits yang dapat mewakili dan mengandung ide tentang prinsip prinsip dasar tersebut, dengan asumsi dasar, seperti dikatakan an Nahlawi bahwa pendidikan sejati atau maha pendidikan itu adalah Allah yang telah menciptakan fitrah manusia dengan segala potensi dan kelebihan serta menetapkan hukum hukum pertumbuhan, perkembangan, dan interaksinya, sekaligus jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuannya. Prinsip prinsip tersebut adalah sebagai berikut:[1] Pertama, Prinsip Integrasi. Suatu prinsip yang seharusnya dianut adalah bahwa dunia ini merupakan jembatan menuju kampung akhirat. Karena itu, mempersiapkan diri secara utuh merupakan hal yang tidak dapat dielakkan agar masa kehidupan di dunia ini benar benar bermanfaat untuk bekal yang akan dibawa ke akhirat. Perilaku yang terdidik dan nikmat Tuhan apapun yang didapat dalam kehidupan harus diabdikan untuk mencapai kelayakan kelayakan itu terutama dengan mematuhi keinginan Tuhan. Allah Swt Berfirman, ³Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) kampung akhirat, dan janganlah kanu melupakan kebahagiaanmu dari kenikmatan duniawi...´ (QS. Al Qoshosh: 77). Ayat ini menunjukkan kepada prinsip integritas di mana diri dan segala yang ada padanya dikembangkan pada satu arah, yakni kebajikan dalam rangka pengabdian kepada Tuhan. Kedua, Prinsip Keseimbangan. Karena ada prinsip integrasi, prinsip keseimbangan merupakan kemestian, sehingga dalam pengembangan dan pembinaan manusia tidak ada kepincangan dan kesenjangan. Keseimbangan antara material dan spiritual, unsur jasmani dan

rohani. Pada banyak ayat al-Qur¶an Allah menyebutkan iman dan amal secara bersamaan. Tidak kurang dari enam puluh tujuh ayat yang menyebutkan iman dan amal secara besamaan, secara implisit menggambarkan kesatuan yang tidak terpisahkan. Diantaranya adalah QS. Al µAshr: 1-3, ³Demi masa, sesungguhnya manusia dalam kerugian kecuali mereka yang beriman dan beramal sholeh.´ . Ketiga, Prinsip Persamaan. Prinsip ini berakar dari konsep dasar tentang manusia yang mempunyai kesatuan asal yang tidak membedakan derajat, baik antara jenis kelamin, kedudukan sosial, bangsa, maupun suku, ras, atau warna kulit. Sehingga budak sekalipun mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan. Nabi Muhammad Saw bersabda ³Siapapun di antara seorang laki laki yang mempunyai seorang budak perempuan, lalu diajar dan didiknya dengan ilmu dan pendidikan yang baik kemudian dimerdekakannya lalu dikawininya, maka (laki laki) itu mendapat dua pahala´ (HR. Bukhori).

Keempat, Prinsip Pendidikan Seumur Hidup. Sesungguhnya prinsip ini bersumber dari pandangan mengenai kebutuhan dasar manusia dalam kaitan keterbatasan manusia di mana manusia dalam sepanjang hidupnya dihadapkan pada berbagai tantangan dan godaan yang dapat menjerumuskandirinya sendiri ke jurang kehinaan. Dalam hal ini dituntut kedewasaan manusia berupa kemampuan untuk mengakui dan menyesali kesalahan dan kejahatan yang dilakukan, disamping selalu memperbaiki kualitas dirinya. Sebagaimana firman Allah, ³Maka siapa yang bertaubat sesuadah kedzaliman dan memperbaiki (dirinya) maka Allah menerima taubatnya....´ (QS. Al Maidah: 39). Kelima, Prinsip Keutamaan. Dengan prinsip ini ditegaskan bahwa pendidikan bukanlah hanya proses mekanik melainkan merupakan proses yang mempunyai ruh dimana segala kegiatannya diwarnai dan ditujukan kepada keutamaan-keutamaan. Keutamaan-keutamaan tersebut terdiri dari nilai nilai moral. Nilai moral yang paling tinggi adalah tauhid. Sedangkan nilai moral yang paling buruk dan rendah adalah syirik. Dengan prinsip keutamaan ini, pendidik bukan hanya bertugas menyediakan kondisi belajar bagi subjek didik, tetapi lebih dari itu turut membentuk kepribadiannya dengan perlakuan dan keteladanan yang ditunjukkan oleh pendidik

mengupayakan kebajikan dan mencapai kebahagiaan melalui berpikir dan penalaran yang akurat. Hal tersebut disebabkan pendidikan adalah upaya yang paling utama. Itu artinya pendidikan dengan metode ini juga sekaligus akan membiasakan seseorang untuk berbohong dikarenakan takut dengan hukuman. yang membiasakan mereka untuk melakukan perbuatan yang baik. Tujuan dan Sasaran Pendidikan Islam Salah satu aspek penting dan mendasar dalam pendidikan adalah aspek tujuan.[4] . Ia juga menambahkan bahwa perbuatan yang lahir dari hukuman tidak murni berasal dari keinginan dan kesadaran anak didik. Ia mengatakan bahwa kekerasan dalam bentuk apapun seharusnya tidak dilakukan dalam dunia pendidikan. Berbeda dengan beberapa pandangan teori di atas. Ibnu Miskawaih mengatakan bahwa syariat agama memiliki peran penting dalam meluruskan akhlak remaja. Ibnu Khaldun justru berpandangan sebaliknya. Nabi Saw bersabda.´ (HR. Hal ini dapat dijalankan melalui al-mau¶izhah (nasehat).3. penggunaan kekerasan dalam pengajaran dapat membahayakan anak didik. al-taubikh (dihardik). al. diberi janji yang menyenangkan atau tahdzir (diancam) dengan al-µuqubah (hukuman).[2] (konsep uqubah dalam Islam) Akan tetapi. tujuan pendidikan pada hakekatnya merupakan rumusan-rumusan dari berbagai harapan ataupun keinginan manusia.[3] B. ³Hargailah anak anakmu dan baikkanlah budi pekerti mereka. Disamping itu. bahkan satu satunya untuk membentuk manusia menurut apa yang dikehendakinya. Orang tua memiliki kewajiban untuk mendidik mereka agar mentaati syariat ini. Nasa¶i).2.tersebut. Merumuskan tujuan pendidikan merupakan syarat mutlak dalam mendefiniskan pendidikan itu sendiri yang paling tidak didasarkan atas konsep dasar mengenai manusia. kekerasan merupakan bagian dari sifat-sifat buruk. agar berbuat baik. apalagi pada anak kecil. Karena itu menurut para ahli pendidikan. B. Karena dalam pandangan Ibnu Khaldun. alam. sekaligus mempersiapkan diri mereka untuk menerima kearifan. dan ilmu serta dengan pertimbangan prinsip prinsip dasarnya.dharb (dipukul) kalau perlu. Mekanisme Pendidikan Islam Mengenai mekanisme dalam menjalankan pendidikan Islam Dalam karyanya Tahdzibul Akhlak.

kehidupan adalah pendidikan dan pendidikan adalah kehidupan itu. harmonis dan lestari sebagaimana diisyaratkan oleh Allah dalam al Qur¶an. yaitu sesuai dengan filsafatnya. informal. Alfred North Whitehead menyusun definisi pendidikan yang menekankan segi ketrampilan menggunakan pengetahuan. Menurutnya sebenarnya pendidikan Islam telah memiki visi dan misi yang ideal. Sanaky menyebut istilah tujuan pendidikan Islam dengan visi dan misi pendidikan Islam. sedangkan segi kepribadian yang dibina adalah aspek kognitif dan kebiasaan.[5] Untuk itu. Sehingga dengan kata lain. ³ta¶lim´ dan ³ta¶dib´ yang harus dipahami secara bersama-sama. Istilah istilah itu sekaligus menjelaskan ruang lingkup pendidikan Islam. Sedangkan Joe Pack merumuskan pendidikan sebagai ³the art or process of imparting or acquiring knomledge and habit through instructional as study´.[6] Ghozali melukiskan tujuan pendidikan sesuai dengan pandangan hidupnya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Rupert C. sebenarnya konsep dasar filosofis pendidikan Islam lebih mendalam dan menyangkut persoalan hidup multi dimensional. yaitu pendidikan yang tidak terpisahkan dari tugas kekhalifahan manusia.Maka dari itu berdasarkan definisinya. Dengan ini pula keutamaan itu akan merata dalam masyarakat. atau lebih khusus lagi sebagai penyiapan kader-kader khalifah dalam rangka membangun kehidupan dunia yang makmur. dan nonformal. yang kemudian dihubungkan dengan Islam -sebagai suatu sistem keagamaan. Menurutnya pendidikan adalah usaha manusia untuk menyiapkan dirinya untuk suatu kehidupan yang bermakna. dinamis. yakni memberi petunjuk akhlak dan pembersihan jiwa dengan maksud di balik itu membentuk individu-individu yang tertandai dengan sifat-sifat utama dan takwa.[7] Hujair AH. formal. Pendidikan . Lodge dalam philosophy of education menyatakan bahwa dalam pengertian yang luas pendidikan itu menyangkut seluruh pengalaman. dalam konteks Islam inheren salam konotasi istilah ³tarbiyah´. pengertian pendidikan secara umum. yaitu ³Rohmatan Lil µAlamin´. Dalam definisi ini tekanan kegiatan pendidikan diletakkan pada pengajaran (instruction). Pengertian pendidikan dengan seluruh totalitasnya. Selain itu.menimbulkan pengertian pengertian baru yang secara implisit menjelaskan karakteristik karakteristik yang dimilikinya. Ketiga istilah itu mengandung makna yang amat dalam menyangkut manusia dan masyarakat serta lingkungan yang dalam hubungannya dengan Tuhan saling berkaitan satu sama lain. Theodore Meyer Greene mengajukan definisi pendidikan yang sangat umum.

[10] C. Daftar Pustaka Azizy. yang tentunya memiliki tujuan kemashlahatan di dalam mencapai tujuan tersebut. Islam dan Permaslahan Sosial. b) mendidik peserta didik untuk mempelajari materi ajaran Islam. yakni sesuatu yang teramati dan terukur. yaitu. biarpun dipengaruhi oleh berbagai budaya. a) mendidik peserta didik untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai atau akhlak Islam. Tujuan yang terpenting adalah pembentukan akhlak objek didikan sehingga semua tujuan pendidikan dapat dicapai dengan landasan moral dan etika Islam. dinamis. damai. Bila dilihat dari ayat-ayat al Qur¶an ataupun hadits yang mengisyaratkan tujuan hidup manusia yang sekaligus menjadi tujuan pendidikan. yaitu untuk membangun kehidupan dunia yang yang makmur. Mengenai mekanisme pelaksanaanya.Islam adalah pendidikan yang ideal. atau keinginan-keinginan lainnya. Sehingga pengertian pendidikan agama Islam merupakan usaha secara sadar dalam memberikan bimbingan kepada anak didik untuk berperilaku sesuai dengan ajaran Islam dan memberikan pelajaran dengan materi-materi tentang pengetahuan Islam. Mencari Jalan Keluar. adil. hal ini tentunya memerlukan kajian yang lebih mendalam sehingga nantinya implementasi dari teori tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan dipandang relevan dengan kondisi yang terikat dengan faktorfaktor tertentu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar . terdapat beberapa macam tujuan. taat hukum. termasuk tujuan yang bersifat teleologik itu sebagai berbau mistik dan takhayul dapat dipahami karena mereka menganut konsep konsep ontologi positivistik yang mendasar kebenaran hanya kepada empiris sensual. demokratis. Ahmad Qodri A. dan harmonis. sebab visi dan misinya adalah ³Rohmatan Lil µAlamin´.[9] Qodri Azizy menyebutkan batasan tentang definisi pendidikan agama Islam dalam dua hal. Kesimpulan Dari beberapa uraian yang telah penulis kemukakan dari beberapa pendapat para tokoh pendidikian Islam bahwa pendidikan pada dasarnya memiliki beberapa tujuan.[8] Munzir Hitami berpendapat bahwa tujuan pendidikan tidak terlepas dari tujuan hidup manusia. pandangan hidup. 2000.

32 [5] Ahmad Tafsir. 142 [9] Munzir Hitami. Pendidikan Islam. Sanaky. Tanpa tahun. Tahzib al-Akhlaq. Tahzib al-Akhlaq. 33 [8] Hujair AH. 2004. 2001. 2003. Yogyakarta: Safiria Insania Press dan MSI. hal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 5 [7] Sulaiman. Membangun Masyarakat Indonesia. 763 [4] Hilda Taba dalam Munzir Hitami. Mencari Jalan Keluar. Op. hal. hal. 2002. Islam dan Permaslahan Sosial. hal. 27 [3]Ibnu Khaldun. Yogyakarta: Infinite Press Khaldun. Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. 22 Tags: tarbiyah Prev: pengembangan terpadu BMT dan UMK Next: file kegiatan seminar entrepreneurship jama'ah al-Faraby PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN Judul: PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN Bahan ini cocok untuk Semua Sektor Pendidikan bagian PENDIDIKAN / . 2003. Yogyakarta: Infinite Press. hal. Menggagas Kembali Pendidikan Islam. Munzir. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Ibnu. hal. Hujair AH. Cit. 2004. Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Firdaus Miskawaih. Jakarta: Pustaka Firdaus. Ibnu. Mesir: al-Mathbah al-Husainiyyah Sanaky. Muqaddimah Ibnu Khaldun. Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. dalam Ibid. hal. 2002. hal. Bandung: PT Remaja Rosdakarya [1] Munzir Hitami. Jakarta: Logos Wacana Ilmu Hitami. Paradigma Pendidikan Islam. Muqaddimah Ibnu Khaldun. Membangun Masyarakat Indonesia. 2001. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. hal. Paradigma Pendidikan Islam. tanpa tahun. hal. 25-30 [2] Ibnu Miskawaih.Azra. 6 [6] Azyumardi Azra. Azyumardi. 2002. Yogyakarta: Safiria Insania Press dan MSI Tafsir. Menggagas Kembali Pendidikan Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu. 2002. Ahmad. Metodologi Pengajaran Agama Islam. 32 [10] Ahmad Qodri Azizy. Ibid. Mesir: al-Mathbah al-Husainiyyah.

h) Bacaan utama yang bernilai ibadah. jangkauannya yang tiada terbatas. Berbagai penelitian dan pembahasan.EDUCATION. dan multifungsinya bagi umat manusia. Setelah selesai PBM maka Allah SWT mengadakan evaluasi kepada seluruh mahasiswa ( jin. d) Inspirator dan pemacu terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan rohnya kembali kepada sang pencipta yaitu Allah SWT. Multifungsi Alquran itu terlihat pada ayat-ayatnya dan dikuatkan oleh Al-Hadits. yang menyebutkan bahwa Alquran adalah sebagai : a) Pedoman hidup yang harus dipegang erat oleh kaum muslimin. b) Petunjuk bagi umat manusia. Tiga golongan mahluk ciptaan Allah dimaksud yaitu Jin. . sedangkan Allah SWT bertindak sebagai "Maha Guru" nya. Nama & E-mail (Penulis): Didik Supriyanto Saya Guru di KALIRUNGKUT II/514 SURABAYA Topik: Tanggal: 17 September 2008 PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN ABSTRAK Alquran sebagai wahyu dan firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW selalu menjadi pusat sorotan karena daya pikatnya yang luar biasa. A. Malaikat. malaikat. baik yang dilakukan oleh pakar Islam sendiri maupun oleh orientalis menyimpulkan bahwa Alquran memiliki muatan yang universal bagi kehidupan umat manusia secara keseluruhan. substansinya. Pendahuluan Berbicara masalah pendidikan seakan tidak habis-habisnya sampai manusia itu sendiri lenyap dari permukaan bumi alias mati. lalu Allah SWT mengumpulkan tiga golongan mahluk yang diciptakan-Nya untuk diadakan Proses Belajar Mengajar (PBM). Proses pendidikan terhadap manusia terjadi pertama kali ketika Allah SWT selesai menciptakan Adam Alaihissalam. dan manusia) dengan cara bertanya dan menyuruh menjelaskan seluruh materi pelajaran yang diberikan. f) Rahmat (limpahan kasih sayang) bagi orang-orang mukmin. c) Pembeda antara yang benar dan yang salah. e) Penyembuh bagi orang-orang mukmin. keterjaminannya dari percampuran dengan bahasa manusia. jasadnya larut ditelan bumi. dan Manusia (Adam Alaihissalam) sebagai "mahasiswa" nya. salah satu di antaranya bagaimana konsep Alquran berbicara masalah pendidikan. g) Pemberi peringatan bagi orang-orang yang lalai. dan ternyata Adam lah (dari golongan manusia) yang berhasil menjadi juara dalam ujian tersebut. karena manusia wajib menjalani pendidikannya sejak dia dilahirkan sampai dia masuk liang lahad. Keluarbiasaan Alquran itu terletak pada aspek-aspeknya antara lain bahasa dan gaya bahasanya.

rasa. Dengan "mencerdaskan orang banyak" dan "memperbanyak orang cerdas". kepribadian. tanggung jawab Negara dalam pendidikan diwujudkan dalam APBN sekurang-kurangnya 20 %. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas adalah "Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan.I senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?' Tuhan berfirman: 'Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui'. bangsa dan Negara". dan raga. Dalam Pembukaan UUD 1945 tercantum salah satu cita-cita bangsa Indonesia yang luhur. Mereka berkata: 'Mengapa Engkau hendak menjadikan kholifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengatahui lagi Maha Bijaksana. beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini!' Maka setelah diberitahukannya kepada mereka benda-benda itu. yakni pembangunan . masyarakat. fakir. Maka tepat sekali untuk merespon firman Allah di atas. Kecerdasan dan keterampilan satu sama lain saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. kemudian mengemukakannya kepada para Mlaikt lalu berfirman: 'Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!" "Mereka menjawab: 'Maha suci Engkau. padahal kam. yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Bangsa atau masyarakat yang cerdas merupakan pilar bagi kejayaan dan kemajuannya. tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Pendidikan sebagaimana pengertiannya yang disebutkan dalam UU No. Termasuk yang ada di dalam diri manusia adalah hati. dan pada amandemen tahun 2002 terhadap UUD 1945 disebutkan bahwa. akhlak mulia. maka keterampilan berkaitan dengan skill atau keahlian yang dimiliki oleh seseorang. ." "Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya.33 sebagai berikut : "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: 'sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang kholifah dimuka bumi'. bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?". maka kita bangsa Indonesia akan sanggup menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang. pengendalian diri. Membangun manusia yang cerdas dan terampil ini merupakan bagian dari hakikat pembangunan nasional. kecerdasan.manusia seutuhnya dan manusia Indonesia seluruhnya. Allah Swt berfirman dalam Alquran yang artinya : Allah tidak akan merubah suatu bangsa sehingga mereka sendiri merubah apa yang ada dalam dirinya.2 (Al-Baqoroh): 30 . Allah berfirman: 'Bukankah sudah Ku katakana kepadamu.Kejadian di atas diabadikan Allah SWT dalam firman-Nya QS. Pemerintah bersama-sama DPR mengamandemen UUD 1945 pada tahun 2000 yaitu bahwa pendidikan adalah hak asasi manusia. Kalau kecerdasan banyak berhubungan dengan kemampuan pikir dan nalar yang berbasis pada akal atau rasio. serta keterampilan yang diperlukan dirinya." "Allah berfirman : 'Hai Adam.

Sedangkan olah raga merupakan proses pembangunan manusia sehingga bisa menjadikan dirinya sebagai penopang bagi berfungsinya hati. yaitu menciptakan anak . yang ini semua tergantung atau karena didasarkan pada niat yang baik. sensitive. Olah Qolbu adalah pendidikan akhlak mulia dan berbudi pekerti luhur sehingga peserta didik memiliki kepribadian yang unggul. Ali Imron (3): 191 yang artinya sebagai berikut: "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi: "Ya Tuhan kami. otak dan rasa. serta memanfaatkannya demi kesejahteraan umat manusia baik di dunia maupun di akhirat kelak. kesehatan dan berdisiplin tinggi. Ini sangat penting karena tidak akan ada rasa syukur manakala seseorang tidak memiliki apresiasi terhadap keindahan dan kehalusan. tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Proses pendidikan di atas sejalan dengan QS. Olah rasa bertujuan menghasilkan manusia yang apresiatif.Pendidikan yang dimaksud dalam UU No." Itulah cermin manusia seutuhnya yang menggunakan hati dan fikirannya untuk selalu berdzikir kepada Allah. heart berarti manusia yang mencintai keindahan. maka pendidikan yang dikembangkan menurut Mendiknas (2006: xix) adalah pendidikan yang memiliki empat segi yaitu : olah kolbu. hand berarti manusia yang terampil. sehingga sampai pada suatu kesimpulan bahwa Allah menciptakan alam semesta ini bukan untuk main-main. dan olah raga. sebagaimana bunyi Hadits Nabi: "semua perbuatan (amal) berangkat / tergantung dari kualitas niatnya". Head adalah manusia yang cerdas. Untuk menuju terciptanya insan kamil di atas. bertafakur mengamati alam semesta. tajam pikiran dan sempurna perkembangan akal budinya. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas adalah Kecerdasan dan keterampilan yang merupakan bagian dari apa yang kita kenal dengan istilah "The Golden H". tetapi dengan tujuan yang amat tinggi dan mulia yaitu tujuan kehidupan manusia yang tidak berhenti di dunia ini saja. Sedangkan menurut Irfan Hielmy (1999: 58) kecerdasan dan keterampilan seperti yang disebutkan dalam UU No. heart. Niat yang baik dan positif akan bisa menjadikan manusia bersifat produktif. Cerdas (ibid: 59) berarti pandai. hal itu termasuk merupakan aspek afeksi.serta mampu mengekspresikan keindahan dan kehalusan. maka peliharalah kami dari siksa neraka. dan health. Insan yang cerdas dan terampil adalah insan dengan kemampuan akalnya dapat memahami berbagai alam dan sosial. Olah pikir berorientasi pada pembangunan manusia yang cerdas. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas di atas adalah pendidikan yang mengarah pada pembentukan manusia yang berkualitas atau manusia seutuhnya yang lebih dikenal dengan istilah insan kamil. kreatif dan inovatif. yaitu bagaimana membangun manusia berhati baik dan prakarsanya menjadi baik. Dalam istilah pendidikan. Maha Suci Engkau. olah pikir. memiliki akhlak yang mulia dan sopan santun. Ini adalah aktualisasi dari potensi hati manusia dan merupakan bagian pendidikan yang paling mendasar dan paling penting. Inilah yang dalam istilah popular saat ini disebut dengan kecerdasan spiritual. Pembangunan pendidikan yang dilaksanakan oleh pemerintah bersama masyarakat merupakan upaya pengejewantahan salah satu cita-cita nasional. yaitu head. olah rasa. pandai dan pintar. memiliki skill atau keahlian dan profesionalisme. Olah pikir berarti membangun manusia agar memiliki kemandirian serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. dan health berarti manusia yang sadar akan kebersihan. hand. melainkan harapan dan doa kehidupan yang sejahtera di akhirat kelak.

yaitu : " bersyukurlah kepada Allah. sederhanalah dalam berpergian. Langkah yang harus dilakukan untuk bisa mencapai derajat manusia Idonesia yang bermartabat. dan terampil atau "insan kamil" atau manusia paripurna. jangan mengikuti seruan syirik. namun betapa cermat dan mendalam filosofi pendidikan serta hikmah yang dimiliki Luqman untuk dapat dipelajari oleh generasi berikutnya sampai akhir jaman. juga menunjukkan perbuatannya lewat pengamalan dan sikap mental yang dilakukannya sehari-hari dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. sekaligus memberikan contohnya. akhlak. ingatlah bahwa manusia itu pasti mati. darqh. Adz-Dzariyat: 56 : "Tidak semata-mata kami ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah". berbuat baiklah kepada kedua orang tua. hendaklah selalu mendirikan sholat. yaitu pendidikan penyerahan diri secara ikhlas kepada sang Kholik yang mengarah pada tercapainya kebahagiaan hidup dunia maupun akhirat. Hal itu memberikan peningkatan mutu sangat signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia (human recourses development) bangsa kita. dan martabat bangsa Indonesia". rasa. Menurut Armai Arief (2007:175) " bahwa tujuan pendidikan dalam Alquran adalah membina manusia secara pribadi dan kelompok. tulang. Walaupun sederhana materi dan metode yang diajarkan Luqman Al-Hakim kepada putranya termasuk kepada kita semua yang hidup di jaman modern ini. Proses pencerdasan dan pemartabatan bangsa dilakukan tidak lepas dari proses belajar mengajar dan pelatihan baik melalui jalur sekolah maupun jalur luar sekolah. hendaklah kita tetap merasa diawasi oleh Allah. baik potensi jasmani (yakni daging. Strategi pendidikan nasional ketika itu adalah popularisasi pendidikan yang mengakar pada pemerataan pendidikanb. Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah) maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. Pendidikan dalam perspektif Alquran dapat dilihat bagaimana Luqman Al-Hakim memberikan pendidikan yang mendasar kepada putranya. karsa. budi pekerti. Berbicara pembangunan pendidikan di Indonesia. dan sebagainay) harus dikembangkan secara seimbang. Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmah kepada Luqmman. maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". harkat. "Pembangunan bidang pendidikan mengemban misi pemerataan pendidikan yang menimbaulkan ledakan pendidikan (education explotion). Irfan Hielmy (ibid: 53) adalah dengan mengembangkan berbagai potensi yang ada pada diri manusia sesuai dengan fitrahnya.bangsa yang cerdas dan bermartabat. B. sebagaimna Firman-Nya dalam QS. Syafaruddin (2001:1) menjelaskan. Diantara wasiat pendidikan 'monumental' yang dicontohkan Luqman lewat materi billisan dan dilakukannya lewat bilamal terlebih dahulu adalah: Jangan sekali-kali menyekutukan Allah. cerdas. guna membangun dunia ini sesuai dengan konsep yang diciptakan Allah". dibina. dan dikembangkan melalui suatu proses pendidikan sejak ia lahir sampai berpulang ke rahmatullah. dan sebaginya) maupun potensi rohani (yaitu akal. firasat. kerjakan selalu yang baik dan tinggalkan perbuatan keji. dan barang siapa tidak bersyukur. Pendidikan Dalam Perspektif Alquran Paradigma pendidikan dalam Alquran tidak lepas dari tujuan Allah SWT menciptakan manusia itu seindiri. dan kholifah-Nya. jangan suka menyombongkan diri. Luqman (31):12-19 selengkapnya berbunyi sebagai berikut : 12. Konsep pendidikan dalam perspektif Alquran yang direfleksikan Allah SWT dalam QS. dan rendahkanlah suaramu. sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah SWT. otot. . nafsu. Lebih jauh semakin dirasakan bahwa pembangunan sekolah-sekolah memiliki fungsi strategis bagi peningkatan kualitas warga Negara. dijaga. kolbu atau bathin.

kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu. ibadah.berita-berita akan dating. niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Ketokohan Luqman Al-Hakim seperti dijelaskan di atas merupakan suatu keniscayaan dalam dunia pendidikan. ilmu-ilmu dalam Alquran dapat dijabarkan ke dalam masalahmasalah akidah. dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. dan ilmu pengetahuan ilahiah lainnya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu. 16. sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu adalah benar-benar kedzaliman yang besar". dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. ekonomi. syariah.13. hanya kepadaKulah kembalimu. (Luqman berkata): "Hai anakkua. astronomi.bangkan lagi oleh akal manusia. general ideas." Ilmu pengetahuan yang dituju oleh Alquran menurut Widodo (2007: 161) adalah ilmu pengetahuan dengan pengertiannya yang menyeluruh. atau grand theory yang perlu dikem. 15. dan menyapihnya dalam dua tahun. sejarah. Ia mencakup berbagai disiplin ilmu seperti ilmu sosial. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui". yang mengatur segala yang berhubungan dengan kehidupan dan tidak terbatas pada ilmu syariah dan akidah saja. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu. juga karya-karya yang mereka temukan tentang fenomena dan rahasia alam semesta ini. Hal ini dijelaskan dengan firman Allah dalam QS. 17. biologi. Hai anakku. Dan janganlah engkau memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah engkau berjalan di muka bumi dengan angkuh. akhlak. sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi. 19. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya di waktu ia memberi pelajaran kepada anaknya: "Hai anakku. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Al-Mujadilah ayat 11 : "Allah meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. 14. Dalam pandangan yang bersifat internal-global. dan geografi dalam bentuk gejala-gejala umum. 18. hingga dapat melahirkan para ahli pendidikan dibidangnya masing-masing sejak Alquran dilauncingkan oleh pembawa risalah terakhir Rosululloh Muhammad SAW empat belas abad yang lalu hingga sekarang bahkan sampai akhir jaman. matematika. kisah-kisah lampau. ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah. maka janganlah engkau mengikuti keduanya. . Islam memandang dan memposisikan sendi-sendi keilmuan atau ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sesuatu yang sangat utama dan urgen. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai. Dan Kami perintahkan kepada manusia terhadap dua orang ibu-bapak. muamalah. Ia merangkul iptek sedemikian rupa sehingga menganggap suci dan disamakan derajatnya dengan jihad bagi perjuangan orang-orang yang berilmu dan yang mencari ilmu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuannya tentang itu. Dan sederhanalah engkau dalam berjalan dan lunakkan suaramu. fisika. maka Kuberikan kepadamu apa yang telah engkau kerjakan. janganlah engkau mempersekutukan Allah.

sekalipun nanti dalam perjalananya. sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi kepentingan seluruh umat manusia." Sebab itu masih menurut dia. menyebut nikmat-Nya dengan mengajarkan manusia apa yang ia tidak . kamu tidakakan tersesat selama berpegang kepada keduanya. yaitu denganmemerintahkannya membaca. dalam Matematika Islam. Untuk memperjelas penemuannya dia mengutip QS. sungguh kamu lihat dia tunduk terpecah belah dari takut kepada Allah. diolah dan dibuat model matematikanya. Data bilangan dari Alquran dan Nabi. nature and limits of human knowledge" (bagian dari ilmu filsafat yang tersusun atas kemungkinan. Bacalah. mendorong untuk mencarinya. Atau sering pula disebut dengan istilah epistemology." Bagi manusia. dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam. sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orangorang yang ragu". Fenomena ini menandakan bahwa Alquran berisi Sains yang perlu difikirkan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darh. yaitu Kitab Allah (Alquran) dan Sunnah Rasul Allah (Hadits). alat transformasi ilmu pengetahuan. artinya ilmu pengetahuan. mengontrol atau mengevaluasinya." Dalam wahyu pertama di atas. Matematika Islam seolah membuktikan kebenaran sunnah-sunnah Nabi. dan yang terpenting adalah untuk mengembangkan teknologi. yaitu "part of philosophy which treats of the possibility. tidak terkecuali masalah sains dan matematika. akal yang sehat menjadi syarat utama dapat memperolehnya. ayat Alquran yang pertama ke hati Rasulullah SAW menunjuk pada keutamaan ilmu pengetahuan. Hal itu sejalan dengan apa yang dikatakan Nabi Muhammad SAW bahwa: " Aku tinggalkan untuk kalian dua urusan. sebagai kunci ilmu pengetahuan. Allah SWT memulai surat dengan memerintahkan untuk membaca yang timbul dari sifat 'tahu'. lalu menyebutkan penciptaan manusia secara khusus dan umum. Tentang term ini Fahmi Basya (1427H: 95) menjelaskan bahwa Matematika Islam ialah matematika yang menjadikan Alquran dan Sunnah Nabi sebagi postulat. Tidak ada agama selain Islam. seperti ditegaskan dengan firman-Nya QS. Yusuf Qardhawi (1998: 91) mengingatkan bahwa.Al-Alaq : 1-5 sebagai berikut : "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. karena kebenaran yang hakiki hanyalah milik Allah SWT. Kebenaran hasil suatu penyelidikn atau penelitian yang rasional sudah barang tentu mensyaratkan adanya kemampuan berfikir dan bernalar melalui akal yang sehat secara logis untuk menetukan kesimpulan suatu kebenaran yang semuanya bersifat nisbi (sekarang aktual besok basi). dalam bahasa Inggris disebut science. Kedudukan Ilmu dalam Alquran Ilmu ialah pengetahuan yang disusun secara sistematis yang diperoleh melalui suatu penyelidikan yang rasional dan empiris. dan menyebut qalam. AlBaqarah (2):147: "Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu. Irfan Hielmy (Ibid: 62) mengatakan: "Ilmu. memprediksi suatu gejala. Dan Dan itu perumpamaan yang Kami adakan untuk manusia supaya mereka berfikir" Cuplikan ayat di atas menjelaskan bahwa Alquran adalah suatu Formula. Dengan demikian.Demikian lengkapnya berbagai ilmu yang terdapat dalam Alquran. dan tidak ada kitab suci selain Alquran yang demikian tinggi menghargai ilmu pengetahuan. sebagai mana ditegaskan dalam QS. Oleh karena itu diakhir ayat tadi dikatakan 'itu perumpamaan yang kami adakan untuk manusia supaya mereka berfikir. dan memuji orangorang yang menguasainya. kita tidak lagi perlu membuktikan suatu data yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. ilmu berguna untuk merencanakan suatu aktivitas. Al-Hasyr ayat 21 sebagai berikut : â?oKalau Kami turunkan Alquran ini kepada gunung. C. alam dan batasan pengetahuan manusia).

maka mereka segera mengakui kelemahan dan kebodohan ata apa yang mereka tidak ketahui. Dalam tafsir dikatakan bahwa para Malaikat berkata. "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar" (AlBaqarah:31). Hal itu menunjukkan akan kemuliaan belajar dan ilmu pengetahuan. serta tentang penciptaan dan penempatannya di bumi yang mengandung banyak hikmah. D. Allah membalas pertanyaan malaikat ketika mereka menanyakan Allah SWT. Allah mengajarkan kepadanya nama-nama. Dan. maka Allah menampilkan sisi terbaiknya. Kedua.ketahui. yang lebih baik dari Malaikat. Ini menunjukan bahwa ilmu . setelah melontarkan pertanyaan kepada para Malaikat. dan kelemahan mereka atas Adam adalah dalam segi ilmu. dan memberitahukan mereka bahwa keutamaan nabi-Nya adalah dengan ilmu. Pertama. Allah SWT berfirman kepada mereka : "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (AlBaqarah:33). rasul-rasul.bahwa Allah memberikan keutamaan kepada Adam. sementara mereka tidak mengetahuinya. para syuhada. kaum shalihin. dan kegaiban langit. beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini! Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu. nabi-nabi." Allah menjawab. Allah SWT menjadikan sebagian sifat kesempurnaan pada Adam sehingga ia lebih mulia dari makhluk yang lainnya. disebutkan dalam Alquran. ada beberapa bentuk. â?oHai Adam. baik lahir maupun batin. Allah SWT melebihkannya dengan ilmu yang dimilikinya. Adam Dimuliakan dengan Ilmu Seperti telah penulis cantumkan di awal. "Allah tidak akan menciptakan makhluk yang lebih mulia dari kita!" Mereka menyangka lebih baik daripada khalifah yang Allah jadikan di muka bumi. Sementara. ketika akan menunjukkan kelebihan Adam dan meninggikan derajatnya. (AlBaqarah:33) mereka mengakui kelebihan Adam. malaikat tidak mengetahui tentang keduanya. Allah Mahatahu lagi Mahbijaksana dari khalifah ini akan lahir makhlukmakhluk pilihan. dan ahli ilmu pengetahuan dan keimanan. Allah memberitahukan kepada mereka akan ilmu Allah dan bahwa Dia mengetahui segala sesuatu. Ketiga. timbul dari Iblis makhluk yang paling jahat di dunia. Maka. Allah menjawab bahwa Dia lebih tahu substansi terdalam semua itu. sementara malaikat lebih taat dibanding mereka. Saat itu Allah menampakkan keutamaan Adam dengan ilmu yang dimilikinya.tidak dalam kitab agama lainnya. ulama.uliaan ilmu. "Kenapa Engkau menjadikan khalifah di bumi. Ketika Allah menguji mereka dengan ilmu yang dimiliki khalifah ini. Allah ingin menunjukan kemulian dan keutamaan Adam. Al-Baqarah: 30-33 seperti tercantum di awal tulisan ini. juga menjadikannya sebagai khalifah Allah di muka bumi dan meninggikannya di atas malaikat -yang mengisi seluruh waktunya dengan ibadah kepada Allah-yaitu dengan ilmu yang diberikan Allah SWT kepadanya dan mengungguli ilmu malaikat dan jin pada ujian yang dilakukan Allah antara mereka dan manusia. Setelah menunjukkan keutamaan Adam dengan ilmu yang dimilikinya dan ketidak thuan Malaikat atas ilmu tersebut. bapak manusia. Semua itu menunjukkan kem. Dengan firmanNya di atas. yaitu ilmunya. Ibnul Qayyim seperti dikutip Qardhawi (Ibid: 96) berkata : Tentang keutamaan ilmu yang dikisahkan dalam QS. Allah memperkenalkan diri kepada merka dengan sifat ilmu. "Aku lebih tahu atas apa yang engkau tidak ketahui". "Allah berfirman. Allah SWT mengeluarkan dia (dari syurga yang menjadi tempat tinggal Adam). Keempat.

Dia memperlihatkan kepada raja dan penduduk Mesir ilmu Yusuf a. Ketika Allah ingin menunjukan keutamaan dan kemuliannya atas seluruh manusiaa pada masanya. Allah Azza wa Jalla telah menciptakan segala sesuatu dan mengaturnya sesuai dengan undangundang. sang raja menampilkannya dan memberikannya kedudukan. E. sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya. mengungkap berbagai macam rahasia penciptaan-Nya. Hal itulah yang telah dilakukan oleh rekan Nabi Sulaiman Alaihissalam. atau mukjizat seoarang Nabi. Ini menunjukan bahwa penguasaan ilmu oleh bani Adam lebih dimuliakan dan lebih baik dari bentuk fisik. namun ketika tampak ketinggian ilmu dan pengetahuannya. menyeru akal dan hati untuk memikirkan keindahan ciptaan Allah dan ayat-ayat-Nya.tentang tabir mimpi yang tidak dapat di pecahkan oleh para ahli. guna memotivasi akal agar mau berpikir dan mengkaji. sehingga bisa melahirkan berbagai macam penemuan. AnNaml (27): 38-40 sebagai berikut : "Berkata Sulaiman: Hai pembesar-pembesar. Alquran cukup hanya menunjukkan kunci-kunci ma'rifah dan rahasia alam. sebelumnya raja itu memenjarakannya karena melihat ketampanannya. Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar. yaitu memegang perbendaharaan Negara.adalah sisi yang paling mulia dalam diri manusia dan kemuliaan manusia karena ilmunya. Pada saat itu. siapakah diantara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri. mungkin terdapat isyarat Alquran yang mengagumkan untuk bisa menyibak rahasia alam. memerdekakan akal dan pikiran dari belenggu kebodohan dan kebekuan. Penutup Pada bagian akhir ini penulis kemukakan keutamaan ilmu dan belajar. sekaligus menyiapkan manusia untuk mengenal undang-undang tersebut dan menggunakannya dengan kesiapan yang juga dianugerahkan Allah kepadanya. Sementara para ahli juga mencoba memindahkan badan dengan cara seperti yang dilakukan oleh ilmuwan di zaman Sulaiman tersebut. Selanjutnya Syadid menyitir contoh pada kisah Nabi Sualaiman yang ingin memindahkan singgasana Ratu Bilqis dari Yaman ke istananya sebelum Ratu Bilqis datang memenuhi undangannya. serta mendorong kita untuk terus menerus meneliti serta mengkajinya." Syadid berkesimpulan bahwa pekerjaan memindahkan singgasana dari satu negeri ke negeri yang lain dalam waktu lebih cepat dari sekejap mata disebutkan oleh Alquran bukan sebagai suatu perbuatan sihir. penelitian dan pembelajaran.s.Hal seperti ini sama dengan apa yang terjadi terhadap Nabi Yusuf a. lalu berkembang sehingga mampu memindahkan gambar visual.. Padahal. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya. ia pun berkata: Ini termasuk karunia Robb-ku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AlKitab: aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip. ia melepaskan bahkan memberikannya kedudukan. Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan Jin . tidak perlu mengemukakan teori. kekuatan Jin. cara atau sarananya. Sementara menurut jalan pemikiran Muhammad Syadid (2003: 132) bahwa Alquran menjadikan alam sebagai 'buku' untuk mengetahui Allah (ma'rifatullah). Hal ini penulis . melainkan perbuatan seseorang karena ilmu yang dimilikinya. maka sesungguhnya Robbku Mahakaya lagi Maha Mulia. Ini merupakan bukti bahwa dengan ilmu manusia mampu menundukkan banyak kekuatan alam manakala ia sampai kepada pengenalan terhadap undang-undang-Nya.s. Dan Alquran Al-Karim cukup memotivasi orang untuk berpikir. serta mendorong kita untuk mengadakan pengkajian. Dengan pengarahan ini Alquran membuka pintu ilmu. Dengan kata lain. Kisah selengkapnya diabadikan dalam QS. Ilmu modernpun telah mampu memindahkan suara melalui gelombang. aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu.

hanya hanya aka menghancurkan dunia. . Fahmi Basya. Kecenderungan realitas obyektif masyarakat modern yang di satu sisi terbius dengan hedonisme. Bahreisy. pemerintah belum secara serius dan menyeluruh melaksanakan Undang-Undang yang mengamanatkan 20 % APBN/APBD untuk meningkatkan sumber daya manusia melalui pendidikan. Jelaslah bahwa ilmu itu ibarat permata dan lebih utama dari ibadah. namun mulai ada kepercayaan dan ketergantungan kepada semangat spiritualitas agama. Reformasi Pendidikan Islam. dan sangat mengagung-agungkan ilmu dan teknologi. Penguasaan iptek mutlak diperlukan mengingat perkembangan global masyarakat modern tidak dapat dipisahkan dari iptek. Armai. SSQ Center." Sebuah nasihat Imam Al-Ghazaly (1995: 15) perlu kita renungkan dengan baik : "Wahai orang-orang yang ingin terbebas dari segala mara bahaya dan yang ingin beribadah dengan benar. Terjemah Minhajul Abidin. Hendaknya kita memusatkan perhatian dan pikiran hanya hanya untuk ibadah dan ilmu. bahkan John Naisbit dan Patricia Aburdene. seperti dikemukakan Irfan Hielmy (1999: 106) . Jika sudah demikian. DAFTAR PUSTAKA Al-Ghazaly. 2007. Namun demikian tidak boleh meninggalkan ibadah. penguasaan dan pengendalian iptek harus menjadi pemikiran serius para pelaku pendidikan.menganggap penting karena yang terjadi dan dirasakan sampai sekarang perhatian dan penghargaan masyarakat terhadap prestasi ahli ilmu dan orang yang berjuang mencari ilmu belum maksimal. Mutiara Ilmu. Sains Spiritual Quran. Sebab. Al-Mujadilah :11 : "Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di anatara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. upaya pengendalian dan pencegahan dampak negative iptek. Irfan Hielmy.all. namun ada sisi menggembirakan. 1995 Al-Quran al-Karim Arief. juga harus menjadi prioritas pendidikan mengingat nasihat Imam Al-Ghazaly di atas. Bina Ilmu. kita harus beribadah dengan disertai ilmu." Menghadapi era millennium ke 3. Salim at.. karena ilmu adalah pangkal dari segala perbuatan. Namun demikian. PiP Darussalam. Ciputat Press. Sedangkan Alquran jelas sekali menghargai orang-orang yang berilmu dan berjuang dalam dunia pendidikan. kita akan menjadi kuat dan berhasil . Karena berpikir selain untuk ibadah dan ilmu adalah bathil dan sesat. 1990. Surabaya. Gejala dan kecenderungan masyarakat untuk kembali memaknai agama pun sudah semakin terlihat.banyak di antara tokoh-tokoh di berbagai belahan dunia yang semakin menyadari pentingnya kehadiran agama di tengah-tengah masyarakat. seperti tercantum dalam QS. 1427 H. yakni ilmu dan ibadah. Melihat perkembangan masyarakat modern yang semakin menghawatirkan (disatu sisi). Terjemah Singkat Tafsir Ibnu Katsier Jilid VI. Oleh karena itu untuk kebahagiaan hidup dunia dan akhirat kita harus memiliki keduanya. kita harus membekali diri dengan ilmu . dua orang futurology Amerika Serikat memperkirakan akan terjadinya kebangkitan agama pada millennium ketiga ini. 1999. Masyarakat Madani Suatu Ikhtiar dalam Menyongsong Milenium Baru. beribadah tanpa bekal ilmu adalah sia-sia.

. Jakarta.Katakalah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang -orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. menganalisa.Irfan Hielmy. Sebagai nabi ia diberi wahyu berupa al Qur an. (Muhaimin. al-Isro 17/50:19) Dengan demikian. . Dalam hal ini dapat difahami. Gema Insani Press. Pendekatan Keagamaan dalam Menyelesaikan Krisis Kemasyarakatan. 2002. Al Qur an adalah firman Allah sebagai petunjuk yang diberikan kepada manusia kejalan yang lurus. 2006: 16) Allah mengemukakan bahwa tidaklah bisa disamakan antara orang yang tahu dengan orang yang tidak tahu.1999.. Manhaj Tarbiyah Metode Pembinaan dalam Alquran. 2001: 09) Oleh karena itu banyak ungkapan dalam al-Qur an yang menyuruh manusia untuk melihat. 2003. (Hamdani Ihsan.Rabu. PiP Darussalam. al-Qur an dijadikan panutan dalam berbagai aspek kehidupan. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas UUD 1945 Widodo. Dalam ayat yang lain . Nimas Multima. ( Q. Yusuf.. 2007. Hal ini dijelaskan dalam Q. Syafaruddin. Kajian Filosofis Pendidikan Barat dan Islam. bahkan menjelaskan bahwa orang yang tahu (mempunyai pengetahuan) mempunyai peranan yang besar dan derajat yang tinggi. 1998. Qardhawi. tetapi juga ilmu pengetahuan. tidak hanya mencakup ajaran dogmatis. Saya Didik Supriyanto setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright). Syadid Muhammad. Jakarta. berfikir. UU No. bekerja dan beramal. Robbani Press. Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan. karena alQur an enggan menerima orang-orang yang buta hatinya atau orang yang hanya ikut-ikutan saja. yaitu: . Grasindo.S.al-Mujadalah: 11. Pendahuluan Nabi Muhammad adalah nabi yang terakhir sebagai penutup diantara para nabi yang menjadi utusannya. Al Qur an akan menerima orang yang senantiasa menggunakan akal sehatnya dan jauh dari segala macam pengaruh. Sembodo Ardi.S. memperhatikan. Hal ini dijelaskan dalam Q. CATATAN: «««««. 30 Juni 2010 TUJUAN PENDIDIKAN BERDASAR AL QUR'AN A. Jakarta.S Az Zumar: 9 yang berbunyi: . Alquran Berbicara Akal dan Ilmu Pengetahuan.

Pembahasan 1.Qur an Ilmu ialah pengetahuan yang disusun secara sistematis yang diperoleh melalui suatu penyelidikan yang rasional dan empiris. Irfan Hielmy mengatakan: "Ilmu. Namun persoalannya.niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. maka nampaklah bagi kita bahwa al-Qur an sangat mengagungkan kebebasan berfikir dan menghargai kekuatan akal. alam dan batasan pengetahuan manusia). Dan Allah Maha Megetahui apa yang kamu kerjakan. dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Dia menciptakan manusia dari segumpal darh.Al-Alaq : 1-5 sebagai berikut : (1) (2) (3) (4) (5) Arti: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. seperti ditegaskan dengan firman-Nya QS. ilmu berguna untuk merencanakan suatu aktivitas. sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. makalah ini akan membahas dimanakah kedudukan ilmu dalam Al Qur an. Bacalah. Ayat Alquran yang pertama ke hati Rasulullah SAW menunjuk pada keutamaan ilmu pengetahuan. AlBaqarah (2):147 sebagai berikut: (147) Arti: Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu. proses pendidikan. Dengan penjelasan tersebut. yaitu dengan memerintahkan-Nya membaca. Yang mengajar (manusia) dengan . nature and limits of human knowledge (bagian dari ilmu filsafat yang tersusun atas kemungkinan. Atau sering pula disebut dengan istilah epistemology. dan memuji orang-orang yang menguasainya. karena kebenaran yang hakiki hanyalah milik Allah SWT. 1998: 91) Ditegaskan dalam QS. Dengan pembahasan tersebut diharapkan agar pembaca memahami kedudukan ilmu. sebagai kunci ilmu pengetahuan. mengontrol atau mengevaluasinya.. Kedudukan Ilmu dalam Al. Bersumber dari permasalahan-permasalahan diatas. serta tujuan pendidikan manusia dalam hidup berdasarkan Al Qur an B. mendorong untuk mencarinya.. Kebenaran hasil suatu penyelidikan atau penelitian yang rasional sudah barang tentu mensyaratkan adanya kemampuan berfikir dan bernalar melalui akal yang sehat secara logis untuk menetukan kesimpulan suatu kebenaran yang semuanya bersifat nisbi (sekarang aktual besok basi). dan tidak ada kitab suci selain Alquran yang demikian tinggi menghargai ilmu pengetahuan. artinya ilmu pengetahuan. dan proses pendidikan manusia karena tadi dijelaskan bahwa manusia akan bisa menggunakan otaknya dengan baik melalui suatu proses. dapatkah manusia berfikir dan mempergunakan akal secara baik dan benar tanpa melalui proses. Untuk itulah diperlukan adanya satu proses dalam kehidupan manusia yang disebut pendidikan. Tidak ada agama selain Islam.. Dengan demikian. akal yang sehat menjadi syarat utama dapat memperolehnya. (Yusuf Qardhawi. alat transformasi ilmu pengetahuan. dalam bahasa Inggris disebut science. dan yang terpenting adalah untuk mengembangkan teknologi. serta apakah tujuan pendidikan yang sesungguhnya. memprediksi suatu gejala. sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi kepentingan seluruh umat manusia. dan menyebut qalam. Bagi manusia. yaitu part of philosophy which treats of the possibility.

236 ayat yang sebagian besar mendorong kepada ilmu pengetahuan.S. Kata yang berasal dari yang terdiri dari qaf. al-Isra /17: 14. al-Ankabut (29/85): 48 Arti: Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (al-Qur an) sesuatu kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis sesuatu kitab dengan tangan kananmu. Menurut Al Nisaburi. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Perintah pertama dimaksudkan sebagai perintah belajar untuk dirinya sendiri.S.S. Allah SWT memulai surat dengan memerintahkan untuk membaca yang timbul dari sifat tahu. 2005: 8). al-Isra /17:14 berbunyi: Arti: Bacalah kitabmu. Yang pertama untuk membaca dalam salat. dan Q. Hal itu menunjukkan akan kemuliaan belajar dan ilmu pengetahuan. Untuk bisa membaca memerlukan belajar terlebih dahulu. cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu. Padahal nabi Muhammad belum pernah membaca suatu kitab apapun sebelum turunnya alQur an. ia berarti menghimpun dan mengumpulkan ilmu pengetahuan. sedang yang kedua diluar salat. benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu). yaitu dalam Q. Perintah membaca pada wahyu pertama ini. Dengan kata ini pula menandakan bahwa sejak awal diturunkannya al-Qur an telah memberikan isyarat bahwa betapa pentingnya ilmu pengetahuan. al-A la/96:1 dan 3. 3.Alaq ( 96/1 ) mempunyai arti perintah membaca. penghimpunan. Keheranan ini akan hilang jika seseorang tersebut menyadari arti dari iqra itu sendiri dan menyadari pula bahwa perintah membaca itu juga untuk umat manusia seluruh alam dalam sejarah kemanusiaan. Perintah membaca yang pertama ditujukan kepada pribadi Muhammad Saw sedangkan yang kedua kepada umatnya. Hal ini memberikan indikasi kepada kita betapa pentingnya perintah membaca tersebut. menyebut nikmat-Nya dengan mengajarkan manusia apa yang ia tidak ketahui. Juz V: 78-79) Kalau kata ini diterjemahkan dengan bacalah. (Ahmad Tafsir. serta Q. . 2.al. Sebab al-Qur an menjadi pedoman bagi umat manusia agar berbahagia dunia dan akhirat. lalu menyebutkan penciptaan manusia secara khusus dan umum. Proses Pendidikan Manusia Kata pada ayat 1 dan 3 dari Q. yaitu dengan adanya seseorang membaca. Hal ini sesuai dengan Q. Kata pada ayat ketiga ini merupakan pengulangan dan penguat dari ayat pertama. Ada yang merasa heran mengapa pertama dari ayat tersebut adalah kata Atau perintah untuk membaca.S. 2.perantaraan qalam. sebagaimana yang dikutip M. Kata di dalam al-Qur an disebutkan sebanyak tiga kali. maka kata perintah ini mengandung aspek pendidikan . sementara belajar itu sendiri merupakan bagian dari pendidikan. sedang yang kedua adalah perintah mengajar orang lain. ra dan hamzah. Dalam wahyu pertama di atas. andai kata (kamu pernah membaca dan menulis). Kata bacalah dalam ayat pertama ini menunjukkan bahwa perintah tersebut dalam kategori mar takwini.Quraish Shihab (1997: 93) adalah sebagai berikut: 1.S. nantinya disusul dengan ayat demi ayat yang berjumlah 6. berarti pengumpulan. (al-Husain Ahmad ibn Faris ibn Zakariya.

memelihara. perbaikan.th. Kata ismi dari kata sama-yasmu berarti tinggi. pertumbuhan dan peninggian. penambahan. sementara Allah adalah Rabb al-Alamin yang universal dan tiada batas. Kata rabb berarti pendidikan karena dari akar kata . peningkatan. Kata tersebut akhirnya mengacu pada arti pengembangan. karena Allah adalah Sang Pencipta. yang telah mengajarkan manusia di muka bumu ini dengan nama-nama dari segala sesuatu yang ada. Jadi mengaitkan pekerjaan membaca dengan nama Tuhan mengantarkan si pelaku selalu karena Tuhan dan akan menghasilkan keabadian. Kata yang berati menjadikan / mendirikan sesuatu tahap demi tahap sampai taraf sempurna. sebab nama itu harus dijunjung tinggi dan sebagai tanda sesuatu.th: 1270) Kata rabbuka dalam ayat ini berarti Tuhanmu . Juz II. memperbaiki manusia. Kata berarti memberi ukuran sesuatu dan menghaluskan sesuatu.perintah atau titah Allah untuk menjadikan sesuatu.1997). atau dari orang tua kepada anaknya .T. ketinggian. sebab Tuhanmulah yang mendidik. peningkatan.th: 18 19) Maududi menjelaskan bahwa mendidik dan memelihara merupakan salah satu dari sekian banyak makna implisit yang terkandung di dalam kata (Abdurrahman Saleh Abdullah. (M. meninggikan kemampuan yang menjadi obyek didik. Kata rabb dari kata rabba terdiri dari huruf ra . Huruf ba ( ) yang dibaca bi tersebut adalah sisipan yang tidak menambah suatu makna tertentu melainkan hanya sekedar memberi tekanan kepada perintah tersebut. Juz III: 99). yaitu manusia.duanya merujuk pada makna pemberian bentuk sesuatu yang .:483) Ada yang mengatakan berarti meningkatkan. Pemeliharaan manusia terbatas kepada kelompok tertentu . 1990: 18) Qurthubi menyebutkan bahwa kata ini merupakan bentuk diskripsi yang diberikan kepada seseorang yang melakukan suatu perbuatan secara paripurna.: 213). pengembangan atau pertumbuhan. (M. (Ahmad Zaki. Sementara Al-Razy membuat perbandingan antara Allah Yang Maha Mendidik yang mengetahui benar kebutuhan-kebutuhan hambanya sebagai peserta didik. atau memperbaiki. Kedua. Itu semua pada hakekatnya adalah pengembangan. serta diiringi keikhlasan. ba . karena Tuhan yang Kekal Abadi. (Al-Husain Ahmad bin Faris bin Zakariya. (Abdurrahman Saleh Abdullah 1990: 19) Jadi pendidikan merupakan proses transformasi pengetahuan dari satu generasi. (Al Husayn Ahmad bin Faris bin Zkariya. Pendapat ini menjadikan kata ismi ( ) sebagi obyek dari perintah iqra seperti yang dikemukakan di atas. Huruf ba ( ) tersebut mengandung arti pernyataan atau mulasabah sehingga ayat tersebut berarti bacalah disertai dengan nama Tuhanmu.TH. Juz II. 2. t.1997:80) Dari dua pendapat tersebut penulis lebih cenderung pada point yang kedua sebab dalam membaca kita harus selalu bersama nama Tuhan .t. (Ahmad Tafsir. Huruf bi biasanya diterjemahkan dengan. dan juga dapat berarti tanda. Dalam bahasa Indonesia diartikan nama. (al-Husain Ahmad ibn Faris ibn Zakariya. Karena manusia berkomunikasi dan menitik beratkan pendidikan bagi manusia yang ada di bumi ini. Ada pendapat maksud dari bi ini antara lain: 1. dan mu tal berarti penambahan. (Al Husayn Ahamad bin Faris bin Zakariya. 1999: 248) Ayat pertama sesudah kata adalah kata yang berasal dari kata bi dan ism.Quraish Shihab. (Muhammad Abduh. 2005: 66) Dapat pula berarti memelihara. atau dari seseorang pengajar kepada anak didiknya. maka akan sangat relevan jika Allah diyakini. dan perbaikan. t. Quraish Shihab.Juz II.

1997: 86) Kata diterjemahkan dengan manusia berarti keadaan sesuatu yang selalu tampak dan jinak. maka dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan segumpal darah. khususnya dalam perintah membaca. apabila dikaitkan dengan ayat sebelumnya yang menyebutkan Tuhan menumbuhkan dari hal. Selain kedua arti tersebut kata dari akar kata (nisyun) berarti lupa. Untuk makna yang pertama relevan dengan penampilan manusia yang dapat dilihat fisiknya yang berbeda jika dilawankan dengan jin sebagai makhluk halus. bernilai tinggi.hal yang kecil dan sderhana ke bentuk mulia. t.th:7209) Sedangkan Sayyid Quthub berpendapat bahwa penyifatan Tuhan di sini menunjukkan kemahakuasaan Tuhan. Kata ini asalnya terdiri dari huruf kaf. Yang dimaksud adalah menciptakan dari tiada. (al-Husain Ahmad ibn Faris ibn Zakariya. 1979. Menurut M. Selanjutnya kata disifati dengan kata .th. dapat disimpulkan bahwa terlihat perbedaan antara perintah membaca pada ayat yang pertama dan perintah membaca pada ayat yang ketiga dari Q. atau menciptakan tanpa satu contoh terlebih dahulu. Juz V: 171-172).96/1 al. jika dihubungkan dengan kalimat kata pada dasarnya bermakna pendidikan sudah dijelaskan sebelumnya. Di samping itu pula dapat bermakana bahwa Allah lebih tinggi dari segala kemuliaan dengan pengertian bahwa Allah dalam memberi tidak mengharapkan manfaat. t. Namun apabila kata ini disifatkan kepada Allah.Quraish Shihab. pujian ganjaran.27/48:40). Kata al alaq dalam ayat ini biasanya diartikan dengan darah yang beku. kesenangan dan berpengetahuan.:16) Al-Qurthubi menyatakan bahwa penyifatan Tuhan dengan mengandung arti kemahabijaksanaan Tuhan akan ketidaktahuan hamba-Nya. Dengan demikian manusia itu tercakup adanya pisik psikis yang mempunyai sifat lupa. antara lain: memberikan dengan mudah tanpa pamrih. Kata dalam ayat ini dalam bentuk ism tafdhil mengandung pengertian bahwa Allah menganugerahkan puncak dari segala yang terpuji bagi segala hamba-Nya. ( M. ada pendapat dari (nawsun) berarti pergerakan dan dinamika. maka ia berarti nama yang dilekatkan karena kebaikan-Nya dan kemaha murahan-Nya yang tampak (Q. selalu ingin bergerak maju dan dinamis. Kata berarti sesuatu yang digantungkan pada sesuatu yang tinggi. yang berarti mulia pada sesuatu pada dirinya atau mulia pada akhlak. mulia. Kemudian membekalinya dengan ilmu pengetahuan biasa mengolah bumi serta menguasai apa yang ada padanya untuk kepentingan umat manusia. yaitu pendidik. (Al. Dengan demikian . dan kebangsawanan. (al-Qurthubi. (al-Raghib Al-Ashfahani. apa lagi jika dihubungkan dengan prolog turunnya ayat-ayat ini akan nampak jelas bahwa membaca itu harus berulang-ulang. dari kedua pendapat diatas . setia.Fakhr al-Razi. ra dan mim. Untuk memperoleh ilmu pengetahuan ada ketergantungan dari pihak luar atau orang lain. Pertama menjelaskan syarat yang harus dipenuhi seseorang ketika membaca yaitu membaca .Quraish Shihab (1992 b:27) bahwa mempunyai arti. maka Dia tergesa-gesa dalam menyiksanya. terhormat.S.mengarah pada fisik dan pemolesan psikis manusia. atau menolak bahaya. Jadi kemahamurahan Tuhan disini nampak pada perubahan segumpal darah ke derajat manusia.1992:579).Alaq. Kata yang kedua dalam ayat ke tiga menunjukan adanya perintah membaca yang berulang-ulang.S. Untuk makna yang kedua berkenaan dengan sifat kejiwaan manusia seperti keramahan. Kata khalaqa dalam bahasa Indonesia biasa diartiakan menciptakan. Didalam prolog turunnya ayat-ayat ini Rasullullah disuruh membaca sampai tiga kali dan dalam ayat-ayatnya ada dua kali sehingga berjumlah lima kali perintah membaca Kata lebih terasa kandungan pendidikannya.

Dengan demikian aspek pendidikan terdiri dari aspek eksternal dan aspek internal. yang kesemuanya harus berperan untuk mencerdaskan umat manusia. yaitu penafsiran-penafsiran baru atau pengembangan-pengembangan dari pendapat . Dalam Q. baik untuk menulis maupun untuk mengundi. Dalam artian bahwa kata yang digunakan berarti alat . Hal ini bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan pada diri seseorang dan masyarakat. Keterangan tersebut dapat difahami bahwa ayat keempat dari ayat ini menjelaskan peranan pena dalam Pendidikan. Lewat pendidikan. sementara tujuan kedua pendidikan berarti pengembangan potensi. yaitu Allah akan menganugerahkan kepdanya ilmu pengetahuan . Hal ini menunjukkan apa yang dijanjikan Allah terbukti secara sangat jelas dalam membaca ayat alQuran. kreatifitas. maka Dia harus mengajarkan kepada mereka. Pemilihan kata sebagai pengganti kata berarti tulisan. Dalam memberikan kemurahan kepada hambanNya. Dari arti pada ayat ini adalah hasil dari penggunaan alat tersebut. dan orang yang banyak membaca itu hidup akan mulia. kepribadian dan lain-lain potensi yang dimilikinya. dengan adanya hal-hal atau informasi-informasi yang disampaikan kepada seseorang atau masyarakat tersebut. sementara perintah kedua menggambarkan manfaat yang diperoleh dari bacaan tersebut. Jawaban dari pertanyaan diatas dapat dilihat pada ayat kelima. Potensi manusia dapat berupa intelegensia. menggambarkan betapa pentingnya peranan alat tulis bagi umat manusia. Begitu pula terbuktinya dengan sangat jelas dalam pembacaan alam raya ini dengan bermunculannya penemuan-penemuan baru mebuka rahasia-rahasia alam. Kata biasanya diartikan dengan pena.S. potensi dalam diri manusia dapat digali secara cermat. Namun tidak dijelaskan siapa yang diajar dan apa yang diajarkan. Tujuan Pendidikan Salah satu bentuk kalam Allah adalah apa yang dikandung dalam Q. Kalimat dapat pula memberikan pengertian tentang tujuan pendidikan yang dilihat dari dua aspek pendidikan (Umar Syihab. yang berbunyi : Ayat ini menerangkan bahwa Tuhanlah yang mengajarkan ilmu kepada manusia tentang apa yang tidak diketahuinya. Kata baik dalam bentuk tunggal maupun jamak digunakan oleh al-Qur an dalam arti alat. Dari sini tercermin bagi kita bahwa apa yang belum diketahui.pendapat yang telah pernah ada. Pertama adanya perubahan dalam diri seseorang atau masyarakat menjadi tahu. tidak hanya berarti bahwa manusia tidak mempunyai pengetahuan sama sekali. 3.demi Allah. Pengertian ini menggambarkan bagaimana terjadinya pengajaran dari pendidik kepada obyek didik melalui pena. al-Alaq (96/1):4 ayat tersebut mensifati Tuhan Yang Maha Pemurah. agar dapat berguna bagi . 1990: 93-94). Ini berarti bahwa sumber ilmu manusia ialah Allah sendiri.S. tetapi dalam diri manusia terdapat potensi-potensi yang perlu digali dan diaktualisasikan. sebab pena adalah alat untuk menulis. Tujuan pertama dapat berarti bahwa pendidikan merupakan pewarisan budaya. baik alat itu yang berbentuk sederhana seperti pensil maupunn yang canggih seperti komputer dan alat percetakan. dan wawasan baru. Kedua adalah menggali potensi yang terdapat dalam diri manusia. Dengan demikian rangkaiannya menerangkan sebagian bentuk atau cara Tuhan melimpahkan kemurahan-Nya. yakni tulisan. al-Alaq (96/1): 4 tersebut menggambarkan bahwa Allah mengajarkan manusia dengan perantaraan . tetapi yang dimaksudkan adalah hasil penggunaan alat tersebut yakni tulisan. sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa Tuhan adalah pendidik.

im . baik untuk duniawi ataupun akhirat. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. agamanya dan masyarakatnya. Mermbaca dan menulis dua komponen yang melahirkan proses pendidikan. http://emperordeva. Ilmu dalam Al-Qur an sebagai pembuka suatu pengetahuan yang belum diketahui.bing. sehingga perlu jenjang pendidikan yang berkelanjutan dan perlu diulang-ulang. Filsafat Pendidikan Islam.wikipedia. pertama merupakan pewarisan budaya dan yang ke dua pengembangan potensi oleh manusia agar dapat diaktualisasikan sehingga menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi manusia. sejak turunnya awal wahyu manusia terdokma jiwa tauhid dan berilmu pengetahuan. CV. PT. Resmada Rosdakarya: Bandung http://www. DAFTAR PUSTAKA Ihsan. Melalui bacaan manusia memperoleh ilmu pengetahuan. Nuansa Baru Pendidikan.dirinya. Pendidikan Islam. Raja Grafindo Persada: Jakarta Qardhawi. Yusuf. . Hidup manusia selain bertauhid termasuk berilmu pengetahuan C. 2006. Pustaka Setia: Bandung Muhaimin. 2005. 1998. (1) (2) (3) (4) (5) Dari ayat tersebut diatas dapat diketahui bahwa.com http://www. Dan pada manusia ilmu berguna untuk perencanaan suatu aktifitas atau untuk memprediksi suatu gejala dan yang paling penting bermanfaat bagi seluruh umat manusia. Pendidikan itu sangat penting bagi umat manusia. Karena manusia hidup selain harus bertauhid juga harus berilmu pengetahuan karena keduanya saling berkesinambungan. Ahmad. Kesimpulan Ilmu adalah pengetahuan yang disusun secara sistematis melalui suatu penyelidikan yang rasional dan empiris. Lima ayat yang turun pertama kali ini menjelaskan pentingnya pendidikan. PT. Hamdani. Serta di dalam Al-Qur an juaga menjelaskan kemuliaan belajar dan ilmu pengetahuan. Tujuan pendidikan untuk mengadakan perubahan dalam diri manusia. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam.com Tafsir. 2001. dan menggali potensi-potensi yang dimiliki oleh manusia.wordpress.

Berbeda dengan manusia yang yakin.2. tetapi sangat dalam maknanya.Pada ayat ini menggunakan isyarat jauh untuk menunjuk al-Qur an. Lam. Penggunaan isyarat jauh ini bertujuan memberi kesan bahwa kitab suci ini berada dalam kedudukan tinggi dan sangat jauh dari jangkauan makhluk. dan menafkahkan sebagian rezki. karena ia bersumber dari Allah Yang Maha Tinggi Maha Bijaksana.Yuqinun atau yakin adalah pengetahuan yang mantap tentang sesuatu dibarengi dengan tersingkirnya apa yang mengeruhkan pengetahuan itu. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Rabbmu dan lebib baik kesudahannya . serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. 4. serta menafkahkan sebagian rezeki yang telah dianugerahkanNya. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (al Qur an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb-nya. hanya Allah yang mengetahui. dan rnerekalah orang-orang yang beruntung.Dalam hal ini pula yang dimaksud dengan orang-orang bertakwa adalah orang yang mempersiapkan jiwa mereka untuk menerima petunjuk atau yang telah mendapatkannya tetapi masih mengharapkan kelebihan.Kajian Tentang Ayat-Ayat Pendidikan Posted on //%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% %%%%%%%%%%%23 May 2009 by Miftah TAFSIR AL QUR AN: Kajian tentang Ayat-Ayat Pendidikan I.5. karena petunjuk Allah tidak terbatas. 3. sedang penggunaan kata hadza ini untuk menunjukkan betapa dekat tuntunantuntunannya pada fitrah manusia. Tampaknya jawaban Allabu A lam yakni Allah lebih mengetahui masih diangap jawaban yang relevan sampai saat ini. Kitab (al Qur an) ini tidak ada keraguan padanya. Alif. Sebelum tiba keyakinannya. ayat yang cukup singkat. (QS. miim. yang Kami anugerahkan kepada mereka. itulah jawaban yang dikemukakan oleh para ulama abad pertama hingga abad ketiga. Surah al-Baqarah (1-5) 1. Allahu A lam. Dalam alQur an disebutkan Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. hanya Allah yang tahu rahasianya. namun ketika ia sampai pada tahap yakin. karena pengetahuan Yang Maha Mengetahui itu sedemikian jelas sehingga tidak pernah sesat atau sedikitpun disentuh oleh keraguan. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib. 99:76) Pada Ayat ke-3 dari surah al-Baqarah ini mengisyaratkan bahwa yang bertaqwa hendaknya mengimani yang ghaib. Alif laam miim. yang mendirikan shalat. meskipun demikian jawaban itu masih dianggap kurang memuaskan. ia terlebih dahulu disentuh oleh keraguan. Itu sebabnya pengetahuan Allah tidak dinamai mencapai tingkat yakin. petunjuk bagi rnereka yang bertaqwa. Semua ayat yang menunjuk kepada firman-firman Allah dengan nama al-Qur an (bukan al-Kitab) yang mengarah pada isyarat dekat hadzal Qur an . maka keraguan yang tadinya . Sudah cukup lama para ulama al-Qur an berbeda pendapat. baik berupa keraguan maupun dalih-dalih yang dikemukakan lawan. mendirikan shalat. Tujuan Pendidikan Islam A.

Mewujudkan manusia yang percaya akan hari akhir5. kuatkan jasmanimu dan janganlah (pula) kamu bersedih akibat dari apa yang kamu alami dalam perang uhud. dan petunjuk serta pelajaran bagi orangorang yang bertagwa. Mewujudkan kebahagiaan pada hambanya 3. Mewujudkan bimbingan pada manusia agar tidak binasa dengan hukum-hukum alam 2. Ini jika kamu orangorang mukmin.Pada ayat 139 ini membicarakan tentang kelompok pada perang uhud. di dunia dan di akherat. Dia tidak menyiksa manusia secara mendadak. di akherat kamu mendapatkan surga Allah. Karena itu. menjadikan manusia yang intelek dan mempunyai derajat yang tinggi c. Pada perang uhud mereka tidak meraih kemenangan bahkan menderita luka dan poembunuhan. petunjuk. tanda-tanda meraka tampak pada muka mereka dari bekas sujud Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam lnjil. maka itu merupakan bagian dari sunnatullah. Menambah ketaqwaan manusia pada Allah2. Surah al-Fath: 29 Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orangorang kafir tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. apa yang mereka alami dalam perang uhud tidak perlu menjadikan mereka berputus asa. Al-Qur an memang adalah penerangan bagi seluruh manusia. atau dengan kata lain ayat ini memberikan informasi tentang keutamaan alQur an yang mengungkap adanya hukum-hukum yang mengatur kehidupan masyarakat.Dari hal diatas dapat dipahami bahwa surah al-baqarah ayat 1-5 ini sangat dalam pesan moralnya. Pada ayat 138 dalam surah Ali Imran ini mengandung pesan-pesan yang sangat jelas.Pernyataan Allah ini adalah penjelasan bagi manusia. B. karena ini adalah petunjuk. Surah A1i lmran: 138-139 138.Bila kita kaitkan dengan tujuan dari pendidikan itu sendiri dapat kita ketahui sebagai berikut1. Namun demikian. juga mengandung makna bahwa Allah tidak menjatuhkan sanksi sebelum manusia mengetahui sanksi tersebut. yakni benar-benar keimanan telah mantap dalam hatimu. Mewujudkan kesuksesan dalam hidup. atau peristiwa lain yang seupa. janganlah kamu melemah menghadapi musuhmu dan musuh Allah. padahal kamulah orang-orang yang paling tingi (derajatnya). lagi peringatan. dimana kalaulah dikaitkan dengan tujuan pendidikan itu sendiri dapat penulis simpulkan sebagai berikut:1.ada langsung sirna.139. Janganlah kamu bersikap lemah. jika kamu orang-orang yang beriman. Kitab tersebut berfungsi mengubah masyarakat dan mengeluarkan anggotanya dari kegelapan menuju terang benderang dari kehidupan negative menuju kehidupan positif. Mengapa kamu lemah atau bersedih padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) di sisi Allah. bahwa al-Qur an secara keseluruhan adalah penerangan yang memberi keterangan dan menghilangkan kesangsian serta keraguan bagi manusia. serta peringatan bagi orang-orang yang bertaqwa. dan janganlah (Pula) kamu bersedih hati. yaitu seperti tanaman mengeluarkan . Di dunia kamu memperjuangkan agama Allah itulah sebuah kebenaran. kuatkanlah mentalmu. dan dalam perang badar mereka dengan gemilang meraih kemenangan dan berhasil melawan dan membunuh sekian banyak lawan mereka. mewujudkan manusia yang banyak beramal shaleh4. Agar manusia mempercayai akan keberadaan Allah3. (al Qur an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia.Mereka itulah orang-orang yang sungguh jauh dan tinggi kedudukannya berada di atas yakni memperoleh dengan mantap petunjuk dari Tuhan Pembimbing mereka dan mereka itulah orang beruntung muflihun memperoleh apa yang mereka dambakan.

menyuruh kepada yang ma ruf dan mencegah dari yang munkar.. maka itu dalam konteks peperangan dan penegakan sanksi hukum yang dibenarkan agama. menyuruh berbuat yang ma ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar.Al-Qur an mengisyaratkan kedua nilai di atas dalam firman-Nya dalam surah Ali Imran. (QS 3:104) . dan sunnah-sunnahnya dan mereka juga menunaikan zakat sesuai kadarnya. Allah menjanjikan untuk orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shaleh di antara mereka yang bersama Nabi serta siapapun yang mengikuti cara hidup mereka dapat mencapai kesempurnaan atau luput dari kesalahan atau dosa.Kalimat asyidda u ala al-kuffar sering kali dijadikan oleh sementara orang sebagai bukti keharusan bersikap keras terhadap non muslim. Mereka juga ruku dan sujud dengan tulus ikhlas karena Allah. syarat. ayat 104 yang berbunyi Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. demikian itulah sifat-sifat yang agung dan luhur serta tinggi. Mewujudkan rasa hormat dan rasa kasih saying sesama manusia2. dan hari akherat . Serta mereka menyuruh anggota masyarakatnya agar berbuat yang ma ruf serta mencegah dari yang munkar. mereka adalah orang-orang yang beruntung . 24:2)Dari hal diatas dapat kita ketahui makna yang terkandung dari ayat diatas sbagai berikut1.. (QS. Allah berfirman: Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang diutusnya membawa rahmat bagi seluruh alam dan orang-orang yang bersama dengannya yakni sahabat-sahabat Nabi serta pengikut-pengikut setia beliau adalah orang-orang yang bersikap keras yakni tegas tidak berbasa-basi yang mengorbankan akidahnya terhadap orang-orang kafir. (QS.Allab menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan menegakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pabala yang besar .tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. Mewujudkan seorang hamba yang ahli sujud dan taubat3. (QS. dan yang telah terbukti dalam sejarah melalui masyarakat Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau. niscaya mereka mendirikan shalat. senantiasa mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya yang agung. kapan dan di manapun. 22:47) Ayat ini menerangkan tentang keadaan orang-orang yang diberikan kemenangan dan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi. Demikian itulah keadaan orang mukmin pengikut Nabi Muhammad SAW. yakni Kami berikan mereka kekuasaan mengelola satu wilayah dalam keadaan mereka yang merdeka niscaya mereka melaksanakan shalat secara sempurna rukun. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan . 48:29) Pada ayat ini Allah menjelaskan sifat dan sikap Nabi Muhammad SAW beserta pengikut-pengikut beliau.Ayat di atas mencerminkan sekelumit dari ciri-ciri masyarakat yang diidamkan Islam. Walau mereka memiliki sikap tegas itu namun mereka berkasih sayang antar sesama mereka. tanaman itu menyenangkan hati penanam penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan orang-orang mu min). jika kamu beriman kepada Allah. Ini serupa dengan firman-Nya dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah. Kalaupun dipahami sebagai sikap keras. menunaikan Zakat. Mewujudkan manusia yang selalu menyenangkan orang lain d Surah al-Hajj: 41 (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi.

e. terlaksanalah makna ibadah. Semuanya mengarah hanya kepada Allah secara tulus.Ayat ini mengandung perintah yang jelas kepada manusia langsung maupun tidak langsung untuk membangun bumi dalam kedudukannya sebagai khalifah. (QS. menjadi bukti kebenaran mukjizat Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian. Mereka adalah keturunan Tsamud Ibnu Jatsar. (QS. Menunjukkan akan luasnya ilmu Tuhan II. Mewujudkan manusia yang ahli do a4. Mewujudkan seorang yang selalu menegakkan kebenaran dan mencegah kemunkaran2. Mewujudkan manusia yang selalu bertawaqqal pada Allah. kemantapan makna penghambaan diri kepada Allah dalam hati setiap insan.Kaum Tsamud pada mulanya menarik pelajaran berharga dari pengalaman buruk kaum Ad. (QS. (QS.Didahulukannya penyebutan kata al jin/jin dari kata al-ins/manusia karena jin lebih dahulu diciptakan Allah dari pada manusia. Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rahmat Nya) lagi memperkenankan (do a hamba Nya) . Tsamud juga merupakan satu suku terbesar yang telah punah. 55:2)Dia menciptakan manusia. Tidak ada dalam wujud ini kecuali satu Tuhan dan selain-Nya adalah hamba-hamba-Nya. 55:3)Mengajarnya pandai berbicara (QS. sembahlah Allah. Ibnu Nuh. pada setiap anggota badan dan setiap gerak dalam hidup.Hud: 61 Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh.Kedua. Surah adz-Dzariyat: 56 Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku . Surah . Ibnu Iram Ibnu Sam. Mengarah kepada Allah dengan setiap gerak pada nurani. 55:4) Al-Qur an adalah firman-firman Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dengan lafal dan maknanya yang beribadah siapa yang membacanya. Ketika itulah Allah mengutus Nabi Shaleh as mengingatkan mereka agar tidak mempersekutukan Allah tetapi tuntunan dan peringatan beliau tidak disambut baik oleh mayoritas kaum Tsamud. Ini bukan saja bertujuan menekankan pesan yang di kandungnya tetapi juga untuk mengisyaratkan bahwa perbuatan-perbuatan Allah tidak melibatkan malaikat atau sebab-sebab lainnya.Kaitannya dengan tujuan pendidikan itu sendiri dapat kita pahami sebagai berikut:Pertama. Ar-Rahman: 1-4(Rabb) Yang Maha Pemurah. karena itu mohanlah ampunan-Nya kemudian bertobatlah kepada-Nya.(QS. maka redaksi yang digunakan berbentuk tunggal dan tertuju kepada-Nya semata-mata tanpa memheri kesan adanya keterlibatan selain Allah S WT.Kaitannya dengan tujuan pendidikan sebagai berikut:1. Kata al-Qur an dapat dipahami sebagai keseluruhan ayat-ayatnya yang . Mewujudkan akan keesaan Tuhan3. Subjek Pendidikan a. 55:1)Yang telab mengajarkan al Qur an. 11:61) Setelah selesai kisah Ad kini giliran kisah suku Tsamud. Mewujudkan seorang hamba yang shaleh2. merekapun berhasil membangun peradaban yang cukup megah. Shaleh berkata Hai kaumku. tetapi keberhasilan itu menjadikan mereka lengah sehingga mereka kembali menyembah berhala serupa dengan berhala yang disembah kaum Ad. Di sini penekanannya adalah beribadah kepada-Nya semata-mata. Pada masa itulah. karena itu mereka beriman kepada Allah SWT.Kaitannya dengan tujuan pendidikan sebagai berikut1. sekaligus menjadi alasan mengapa manusia harus menyembah Allah SWT semata-mata. Dengan demikian silsilah keturunan mereka bertemu dengan Ad pada kakek yang sama yaitu Imran. f. 59:50) Ayat di atas menggunakan bentuk persona pertama (Aku). sekali kali tidak ada bagimu Ilah selain Dia Dia telah meciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan pemakmurnya.

namun karena redaksinya yang bersifat umum. serta siapa yang ditanya tertentu pula. bukan malaikat yang Kami beri wahyu kepada mereka antara lain melalui malaikat Jibril. mereka akui. (HR. yakni objek pertanyaan. sejak Adam as. Ada juga yang memahami istilah ini dalam arti sejarawan. Mereka wajar ditanyai karena mereka tidak dapat dituduh berpihak pada informasi al-Qur an sebab mereka juga termasuk yang tidak mempercayainya. agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka supaya meraka memikirkan.Bukhori). kendati demikian persoalan kemanusiaan para rasul. Surah an Nahl: 43-44 Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu. (QS. ayat ini menegaskan bahwa: Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu kepada umat manusia kapan dan di manapun kecuali orang-orang lelaki yakni jenis manusia pilihan. maka ia dapat dipahami pula sebagai perintah bertanya apa saja yang tidak diketahui atau diragukan kebenarannya kepada siapapun yang tahu dan tidak tertuduh objektivitasnya. Dan sesungguhnya aku dianugerahi wahyu (al-Qur an) yang bersifat immaterial dan kekal sepanjang masa.Ayat ini juga menugaskan Nabi Muhammad SAW untuk menjelaskan al-Qur an. kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka. Bayan atau penjelasan Nabi Muhammad itu bermacam-macam dan bertingkat-tingkat. b. dan dapat juga digunakan untuk menunjuk walau satu ayat saja bagian dari satu ayat. makhluk yang paling membutuhkan tuntunannya. Kata al-Insan disini mencakup semua jenis manusia.enam ribu lebih itu. dalam hal ini adalah Nabi Muhammad SAW. Namun ia tidak terbatas pada ucapan. maka aku mengharap menjadi yang paling banyak pengikutnya di hari kemudian . AI-Bayan berarti jelas. maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.Dimulainya surah ini dengan kata ar-Rahman bertujuan mengundang rasa ingin tahu mereka dengan harapan akan tergugah untuk mengakui nikmat-nikmat dan beriman kepada Allah.Allah ar-Rahman yang mengajarkan al-Qur an itu ialah yang menciptakan manusia. 16:44) Pada ayat ini diuraikan kesesatan pandangan kaum musyrikin menyangkut kerasulan Nabi Muhammad SAW. Agaknya hal ini mengisyaratkan penghormatan kepada beliau dan bahwa beliau termasuk dalam kelompok rasul-rasul yang diutus Allah. Dalam penolakan terhadap apa yang diturunkan Allah SWT mereka selalu berkata bahwa manusia tidak wajar menjadi rasul atau utusan Allah. bahkan kedudukan beliau tidak kurang.Ayat di atas mengubah redaksinya dari persona ketiga menjadi persona kedua yang ditujukan langsung kepada mitra bicara. 16:43)keteraqan-keterangan (mujizat) dan kitab-kitab. Hingga akhir zaman.Walaupun penggalan ayat ini turun dalam konteks tertentu. (QS. Mereka adalah orang-orang yang dapat memberi infonnasi tentang kemanusiaan para rasul yang diutus Allah. atau paling tidak ia harus disertai oleh malaikat. Maka wahai orang-orang yang ragu atau tidak tahu bertanyalah kepada ahl dzikr yakni orang-orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui. Memang as-Sunah mempunyai fungsi yang berhubungan dengan al-Qur an dan fungsi sehubungan dengan pembinaan . Dalam konteks ini Nabi Muhammad SAW bersabda: Tidak seorang nabipun kecuali telah dianugerahkan Allah apa (bukti-bukti indrawi) yang menjadikan manusia percaya padanya. termasuk seni dan raut muka. tetapi mencakup segala bentuk ekspresi. Nah. baik muslim ataupun non muslim.Penyebutan anugerah Allah kepada Nabi Muhammad secara khusus dan bahwa yang dianugerahkan-Nya itu adalah adz-dzikr mengesankan perbedaan kedudukan beliau dengan para nabi dan para rasul sebelumnya. Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur an.Kata ahl dzikr pada ayat ini dipahami oleh banyak ulama dalam arti para pemuka Yahudi dan Nasrani.

maka itu disebabkan karena keberhasilan mereka mendekat kepada Allah dan menghiasi diri dengan ilmu serta akhlak yang mulia.Bukhori. di Mekah. karena semua adalah hamba Allah. bahkan membatasi pengertian lahir dari ayat-ayat al-Qur an.hokum syara . Surah al-Kahf: 66Musa berkata kepada Khidhr Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu (QS.Allah sedikitpun) karena sesunguhnya apa di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah. maka berimanlah kamu. III. bahkan mengarahkannya untuk tidak mempelajari sesuatu jika sang pendidik mengetahui bahwa potensi anak didiknya tidak sesuai dengan bidang ilmu yang akan dipelajarinya. 18: 66) Dalam pertemuan kedua tokoh pada ayat ini diceritakan Nabi Musa yang terkesan banyak menanyakan sesuatu kepada salah satu hamba Allah yang memiliki ilmu khusus. berteriak kepada Nabi SAW berkata: celakalah engkau sepanjang hari. apakah kalian mempercayai aku? mereka berkata: Ya. Dan jika kamu kafir. c. merinci. Abu Lahab pun datang. sementara ia belum menjangkau secara menyeluruh beritanya. Dan bagaimana Nabi Musa dapat sabar atas sesuatu. Abu Lahab yang mendengar sabda beliau itu.Ucapan hamba Allah ini. Surah an Nisa: 170Wahai manusia. (maka kekafiran itu tidak merugikan . 26: 214) Ketika ayat ini turun. bahwa di hadapan sana (masa datang) ada siksa yang pedih . Bila ada kelebihan yang berhak mereka peroleh. Ada dua fungsi penjelasan Nabi Muhammad dalam kaitannya dengan al-Qur an yaitu Bayan Ta kid dan Bayan Tafsir. kami belum pernah mendapatkan darimu kecuali kebenaran . Rasul SAW naik ke puncak bukit Shafa. Objek Pendidikan a Surah asy-Syu ara: 214 Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat QS. sedang yang kedua memperjelas. lalu menyeru keluarga dekat beliau dari keluarga besar Ady dan Fihr yang berinduk pada suku Quraisy. (QS 4: 170) . Semua keluarga hadir atau mengirim utusan.Demikianlah ayat ini mengajarkan kepada rasul SAW dan umatnya agar tidak pilih kasih. atau memberi kemudahan kepada keluarga dalam hal pemberian peringatan. Yang pertama sekedar menguatkan atau menggarisbawahi kembali apa yang terdapat dalam Al-Qur an. Ini berarti Nabi Muhammad SAW dan keluarga beliau tidak kebal hukum. itulah yang lebih baik bagimu. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. tidak juga terbebaskan dari kewajiban. memberi isyarat bahwa seorang pendidik hendaknya menuntun anak didiknya dan rnemberi tahu kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi dalam menuntut ilmu. jika aku berkata bahwa:di belakang lembah ini ada pasukan berkuda bermaksud menyerang kalian. b. Muslim. apakah untuk maksud itu engkau mengumpulkan kami? Maka turunlah surah Tabbat Yada Abi Lahab (HR. tidak ada perbedaan antara keluarga atau orang lain. Lalu Nabi bersabda: Aku menyampaikan kepada kamu semua sebuah peringatan. Sementara jawaban dari orang tersebut menyatakan bahwa Nabi Musa tidak akan sanggup untuk sabar bersamanya. sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dan Rabbmu. Ahmad dan lain-lain melalui Ibn Abbas). Ialu Nabi SAW bersabda: bagaimana pendapat kalian. Mereka tidak memiliki hak berlebih atas dasar kekerabatan kepada rasul SAW.

karena sesurgguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah di bawah kendaliNya. (QS. kini menjadi sangat wajar menyampaikan ajakan kepada seluruh manusia bukan hanya ahl kitab: wahai seluruh manusia. sama saja bagi Allah dengan menghidupkan kembali. maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya. Ini mengadung arti bahwa Allah ada sebelum sesuatu itu ada.yang demikian itu mudah bagi Allah. sesungguhnya telah datang kepada kamu rasul yakni Muhammad SAW. Itulah. Dan jika kamu terus menerus kafir. IV.Rasul SAW telah membawa kebenaran dari Allah sambil membuktikan keliruan bahkan kesesatan pandangan ahl kitab. maka wujudlah segala sesuatu yang dikehendaki-Nya. Katakanlah: Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama . 17:50)atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu .Sesungguhnya. dan ternyata dapat wujud. kemudian mengulanginya (kembali).Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS 29: 20) Allah yang memulai penciptaan dipahami dalam arti Dia Yang menciptakan segala sesuatu pertama kali dan tanpa contoh sebelumnya . Sesungguhnya. 29: 99)Katakanlah: Berjalanlah di (muka) bumi. tidak juga mengurangi kekuasaan dan kepemilikan-Nya. serta pernyataan bahwa yang beliau bawa adalah tuntunan dari Tuhan pembimbing dan pemelihara kamu dimaksudkan sebagai rangsangan kepada mitra bicara. yakni keimanan itu yang baik bagimu. maka karena itu berimanlah dengan iman yang benar. 17:51) . (QS. 17:49) Al-Qur an memerintahkan Nabi Muhammad SAW menjawab mereka: Katakanlah: Jadilah kamu sekalian batu atau besi. Kalau pada penciptaan pertama yang wujud belum pernah ada. dengan membawa tuntunan al-Qur an dan syari at yang mengandung kebenaran dari Tuhan Pembimbing dan Pemelihara kamu. Keduanya adalah memberi wujud kepada sesuatu. maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun.Kaum musyrikin terheran mendengar pernyataan al-Qur an bahwa setelah kematian mereka akan dihidupkan lagi: Dan mereka berkata: Apakah bila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur. apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru (QS. Lalu mereka akan menggelenggelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: Kapan (akan terjadi) Katakanlah: Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat . 52:35) Begitu antara lain al-Qur an membuktikan wujud Allah dan sifat-Nya sebagai Mubdi .Allah yang pertama kali mewujudkan sesuatu kalau bukan Dia siapa lagi yang mewujudkankannya? Sebagaimana firman-Nya: Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri) (QS. (QS.Kehadiran rasul yang dinyatakan dating kepadamu. agar menerima siapa yang datang dan menerima apa yang di bawanya.Sebenarnya menciptakan pertama kali. kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Maka mereka akan bertanya Siapa yang akan menghidupkan kami kembali . Kewajiban Belajar Mengajar a Surah al-Ankabut: 19-20 Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya. Dia yang mencipta dari tiada. maka penciptaan kedua juga memberi wujud dan ini dalam logika manusia tentu lebih mudah serta lebih logis dari pada penciptaan pertama itu.

Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu. Evaluasi Pendidikan a. 7:177) Ayat ini menguraikan keadaan siapapun yang melepaskan diri dari pengetahuan yang telah dimilikinya. sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu. bahwa ayat ini merupakan janji Allah kepada nabi-Nya Muhammad SAW bahwa beliau akan dipelihara Allah dari gangguan dan tipu daya orang-orang Yahudi dan Nasrani. Allah memelihara kamu dan gangguan) manusia Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir (QS. tetapi dia mengekal yakni cenderung menetap terus menerus di dunia menikmati gemerlapnya serta merasa bahagia dan tenang menghadapinya dan menurutkan dengan antusias hawa nafsunya yang rendah. dan bahwa di balik peristiwa dan ciptaan itu. Surah al-Baqarah: 184 . karena ayatayat yang mendahuluinya demikian juga sesudahnya berbicara tentang mereka. wujud satu kekuatan dan kekuasaan Yang Maha Besar lagi Maha Esa yaitu Allah SWT: V.Thahir ibn Asyur menambahkan bahwa ayat ini mengingatkan rasul agar menyampaikan ajaran agama kepada ahl kitab tanpa menghiraukan kritik dan ancaman mereka. maka perumpamaannya adalah seperti anjing yang selalu menjulurkan lidahnya. berarti) kamu hendak menyampatkan amanat-Nya. Pandangan kepada hal-hal itu akan mengantarkan seseorang yang menggunakan akalnya untuk sampai kepada kesimpulan bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini. maupun dari peninggalan lama yang masih tersisa puing-puingnya. tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan bawa nafsunya yang rendah. Metode Pendidikana Surah al-Maidah: 67 Hai Rasul. Surah al A raf: 176-177 Dan kalau Kami menghendaki. pasti Kami menyucikan jiwanya dan meninggikan derajatnya dengannya yakni melalui pengamalannya terhadap ayat-ayat itu.Dari ayat tersebut di atas (al-Ankabut: 20) memerintahkan untuk melakukan perjalanan. 5: 67) Ar-Razi berpendapat. (QS. bermujadalah dengan yang terbaik. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 4: 148) b. Teguran keras ini pada hakikatnya tidak sejalan dengan sifat nabi yang cenderung memilih sikap lembut. (QS. Tetapi di sini Allah memerintahkan bersikap lebih tegas menerapkan pengecualian yang diperintahkan-Nya pada Qur an surah an-Nisa ayat 148: Allah tidak menyukai ucapan buruk. (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. sesungguhnya Kami tingikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu. Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami Maka ceritakanlan (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir (QS. dengannya seseorang akan menemukan banyak pelajaran berharga baik melalui ciptaan Allah yang terhampar dan beraneka ragam. 7:176)Amat buruklah perummpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim. VI. apalagi teguran-teguran pada ayat-ayat yang lalu merupakan teguran yang keras. maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga). Allah SWT menyatakan bahwa sekiranya Kami menghendaki.

Dapat pula dikatakan pesantren adalah kata santri yaitu orang yang belajar agama Islam. Pesan. an tra berarti seseorang yang berperilaku yang baik dan tra berarti suka menolong. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan. membayar fidyab. Tafsir al-Qur-an al-Karim ( Bandung: : Pustaka Hidayah..(yaitu) dalam beberapa hari yang tertextu.Quraish.. al-Qur an dan Tafsirnya ( Jakarta: Proyek pengadaan Kitab Suci Al-Qur an.. (yaitu) memberi makan seorang miskin. Menurut Istilah . Kesan.. Bina Ilmu........ M. Pesantren sebagai Basis Penyebaran Ajaran Agama Islam Abied 1 March 2011 1 comment A. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya jika mereka tidak berpuasa).. Tafsir Al-Misbah... Pengertian Pesantren 1. dalam kompleks itu berdiri beberapa bangunan rumah kediaman pengasuh..[2] Begitu pula pesantren sebuah kompleks yang mana umumnya terpisah dari kehidupan sekitarnya. 2001) _______________.. Menurut Bahasa Perkataan pesantren berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari dua kata yaitu Sa dan Tra San yang berarti orang yang berperilaku yang baik. Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka)... 1992) Ahmad Mustafa al-Maragi. dan Keserasian al-Qur an. (QS. 1997) Departemen agama.. 2: 184) REFERENSI Shihab... Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetabui. (Surabaya: PT. maka itulah yang lebib baik baginya. Tafsir al-Maragi ( Mesir: Mustafa al-Babi al-Halabi. 1990) Tafsir Ibnu Katsir.[1] Selanjutnya kata pesantren berasal dari kata dasar santri yang mendapat awalan pe dan akhiran an yang berarti tempat tinggal para santri.. (Jakarta: Lentera Hati. 2. maka (wajiblab baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. 1974) .[3] 1...

sekaligus merupakan penolong bagi masyarakat dan tetap mendapat kepercayaan di mata masyarakat. alat-alat pendidikan dan pengajaran serta tujuan yang akan dicapai. kadang-kadang lembaga demikian ini mencakup ruang gerak yang luas sekali dan mata pelajaran yang dapat diberikan dan meliputi hadits. Dalam hubungan dengan pondok pesantren. . Melihat hal yang ditimbulkan. Jadi pesantren yang dimaksud dalam hal ini suatu lembaga pendidikan Islam yang didirikan di tengah-tengah masyarakat. Abu Ahmadi memberikan definisi sebagai berikut: Pesantren adalah suatu sekolah bersama untuk mempelajari Ilmu agama.[5] Hal ini adalah merupakan faktor yang sangat penting utamanya dalam menanggulangi kemerosotan akhlak muda mudi. maka orientasi secara spontanitas tertuju kepada lembaga pendidikan Islam yang diasuh oleh para kyai atau ulama dengan mengutamakan pendidikan agama dibanding dengan pendidikan umum lainnya. Pesantren adalah asrama dan tempat para santri belajar ilmu agama juga ilmu yang bersifat umum dan di didik untuk bagaimana hidup mandiri. Satu contoh dengan lajunya perkembangan teknologi sekarang ini. yang di dalamnya terdiri dari pengasuh atau pendidik. pesantren di samping sebagai pendidikan Islam. fiqhi dan ilmu tasawuf.Bila mendengar makna pesantren itu sendiri. Drs. maka kebudayaan Barat masuk ke Indonesia berusaha untuk merubah dan menggeser nilai-nilai ajaran Islam yang sejak lama dipelihara dengan baik. khususnya dalam bidang perkembangan mental spiritual dapat juga ditimbulkan. bukan hanya berpusat di kota-kota besar akan tetapi justru dapat merangkul sebagian besar pelosok pedesaan. Untuk menanggulangi dampak negatif berbagai pihak utamanya kepada pemerintah dan tokoh-tokoh agama saling kerjasama dalam membina dan mendidik umat manusia dengan jalan memberikan pengetahuan yang dapat menjadi penangkal bagi lajunya kebudayaan barat yang setiap saat datang untuk mengancam ketentraman Islam yaitu berusaha untuk ikut dengan budaya yang mereka anut. [4] Menurut fungsinya. maka perlu adanya usaha dan perhatian yang serius dari hal ini harus diakui bahwa teknologi itu memang mempunyai banyak segi positif bagi kehidupan umat manusia akan tetapi tidak dapat dipungkiri pula bahwa nampak negatifnya. santri. ilmu kalam. yang mana disebabkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini.

Dalam hal ini Drs. M. Dawam Raharjo, menjelaskan dalam Bukunya Pesantren dan Pembaharuan sebagai Berikut:

Pondok pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin mempunyai fungsi pemeliharaan, pengembangan, penyiaran dan pelestarian Islam, dari segi kemasyarakatan, ia menjalankan pemeliharaan dan pendidikan mental. [6]

Bertolak dari uraian tersebut di atas, maka dapatlah diketahui bahwa dengan berdirinya pondok pesantren dari kota sampai ke pelosok-pelosok desa, telah dirasakan oleh masyarakat seperti adanya bakti sosial bersama dengan masyarakat maupun dalam bidang keagamaan yaitu dengan adanya pengajian-pengajian atau ceramah-ceramah yang dilaksanakan baik terhadap masyarakat umum maupun terhadap santri itu sendiri.

Dalam istilah pesantren juga disebut sebuah kehidupan yang unik karena di dalam pesantren selain belajar santri juga di didik untuk hidup mandiri, sebagaimana yang dapat disimpulkan dari gambaran lahiriahnya. Pesantren adalah sebuah kompleks dengan lokasi yang umumnya terpisah dari kehidupan sekitarnya, dalam kompleks itu berdiri dari beberapa buah bangunan, rumah kediaman pengasuh yang disebut Kyai, dan dimana di dalamnya terdapat sebuah surau atau mesjid dan asrama tempat mondok bagi santri.[7]

Corak tersendiri dalam pesantren dapat dilihat juga dari struktur pengajaran yang diberikan, dari sistematika pengajaran, dijumpai pelajaran yang berulang dari tingkat ke tingkat, tanpa melihat kesudahannya. Persoalan yang diajarkan seringkali pembahasan serupa yang diulang-ulang selama jangka waktu yang bertahun-tahun. [8]

Dari pengertian tersebut di atas, maka dapatlah dipahami bahwa pesantren adalah merupakan wadah yang mana di dalamnya terdapat santri yang dapat diajar dan belajar dengan berbagai ilmu agama. Demikian pula sebagai tempat untuk menyiapkan kader-kader da i yang profesional dibidang penyiaran Islam.

B. Metode Penyiaran Islam

Pesantren Manahilil Ulum DDI Kaballangan dalam penyiaran Islam ialah bagaimana melihat lingkungan masyarakat, sehingga mereka dapat berbuat dan bertindak sesuai apa yang telah digariskan oleh agama.

Penyiaran adalah salah satu dari bagian dakwah.[9] Sehingga penyiaran Islam mempunyai arti yang cukup penting bagi umat Islam untuk disampaikan kepada keluarga, lingkungan masyarakat dan kepada seluruh umat manusia.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut di atas, maka diperlukan adanya penyiaran Islam yang baik dan berkesinambungan serta usaha-usaha yang lain yang berhubungan dengan penyiaran Islam yang dapat mendorong keberhasilan dalam berdakwah.

Melalui penyiaran Islam diharapkan terwujudnya pribadi-pribadi yang nantinya dapat menyebarkan Islam kepada keluarga, lingkungan masyarakat dan seluruh umat manusia, karena dengan aktivitas seperti itulah secara sungguh-sungguh sehingga ilmu agama dapat tersebar ke seluruh pelosok dunia dan dapat berdiri dengan kokoh sekaligus menjadi pedoman hidup bagi manusia.

Sebagai orang mukmin hendaknya mempunyai dorongan dan mau bekerja untuk mewujudkan syiar Islam , mengembangkan ajaran agama Islam, apabila, mereka melihat kemungkaran atau penyimpangan dalam Islam, segera mereka mengembalikannya kepada jalan yang benar. Allah Berfirman dalam QS. Ali Imran (3). 110 sebagai berikut :

Terjemahnya :

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.[10]

Seruan kepada jalan yang baik dan mencegah perbuatan yang mungkar adalah suatu tugas yang sangat suci bagi umat Islam yang harus dilaksanakan dan disukseskan, namun dalam penyampaian tidaklah hanya sekedar menawarkan suatu metode begitu saja dengan ancaman siksaan neraka, dan kelebihan bagi orang-orang yang masuk dalam surga akan tetapi lebih dari itu membutuhkan metodologi perencanaan komunikasi dakwah dengan melihat dan menimbang semua indikator sosiokultural dari sasaran dakwah tersebut.[11]

Penyiaran Islam adalah merupakan pekerjaan yang bersifat propaganda kepada orang lain. Propaganda dapat diterima orang lain, apabila yang membawakan dakwah berlaku baik dan ramah serta ringan tangan untuk melayani sasarannya. Sebaliknya jika mempunyai kepribadian yang membosankan dan tidak menarik dalam penyampaiannya maka kemungkinan dakwahnya dapat berhasil.

Dalam menyiarkan Islam sangat diperlukan adanya kesabaran, rendah hati dan tidak sombong, sabar dalam menyampaikan dakwah bukanlah berarti mengalah di hadapan masyarakat, akan tetapi kesederhanaan, dan tidak mencela orang lain adalah merupakan pangkal keberhasilan dakwah, Sederhana juga bukanlah berarti dalam kehidupan sehari-hari selalu ekonomis dalam memenuhi kebutuhannya, akan tetapi sederhana di sini adalah tidak bermegah, angkuh dan hendaklah juga bertawakkal kepada Allah Swt, karena sifat seperti itu adalah perbuatan yang disukai Allah.[12]

Jelas sekali bahwa menyeru kepada jalan yang diridhai Allah adalah merupakan jalan, ciri-ciri dan sifatsifat para Nabi dan Rasul. Allah mengutus Rasul untuk berwasiat dan menganjurkan kepada umat Islam untuk menyebarkan agama Islam.[13]

Menyampaikan ajaran agama Allah kepada umat manusia merupakan kewajiban bagi hamba Allah, dimanapun mereka berada karena menyeru kepada perjalanan yang diridhai Allah merupakan suatu tindakan nyata yang dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang selalu menunggu siraman rohani yang sejuk.

Dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah tidaklah hanya sekedar agar pesan tersebut dapat disampaikan dan diterima oleh masyarakat, akan tetapi hendaknya pesan tersebut dapat mengerti dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Posisi penyiaran Islam sangatlah penting artinya, dalam kehidupan beragama, ideologi terus berkembang dan berlangsung, sebab suatu ideologi tidak akan terjamin kelangsungan tanpa adanya dakwah Islamiah yang dilaksanakan secara kontinyu sekalipun agama (ideologi agama sangat baik, yang jelas bahwa penyiaran Islam haruslah berjalan terus menerus)[14]

Penyiaran Islam yang terdiri dari berbagai aktivitas sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, dilakukan dalam rangka mencapai nilai tertentu. Nilai tertentu yang diharapkan dapat dicapai dan diperoleh dengan jalan melakukan penyelenggaraan penyiaran Islam dan harus mempunyai tujuan. Karena tanpa adanya tujuan tertentu yang dapat diwujudkan, maka penyelenggaraan penyiaran Islam tidak akan mempunyai arti apa-apa, bahkan merupakan pekerjaan yang sia-sia yang hanya menghamburkan fikiran, tenaga dan biaya.

Sebagai suatu aktivitas dakwah tidaklah mungkin dilaksanakan secara sambil lalu dan seadanya saja, melainkan haruslah ada persiapan yang direncanakan secara matang, dengan memperhatikan segenap segi dan faktor yang mempunyai kaitan dan pengaruh bagi pelaksanaan dakwah Islamiah. Demikian pula sebagai usaha atau aktivitas penyiaran Islam tidak mungkin diharapkan dapat mencapai apa yang menjadi tujuannya dengan hanya melakukan sekali perbuatan saja, tetapi harus melakukan serangkaian atau serentetan perbuatan yang disusun secara tahap demi tahap, dengan sasarannya masing-masing

pelaksanaan penyiaran Islam akan lebih efektif. serta bagaimana penyiaran Islam itu harus diselenggarakan. Untuk menghadapi kendala-kendala seperti yang ada di atas. sehingga merupakan satu kesatuan yang melaksanakan secara bersama-sama tugas dakwah yang sifatnya semakin kompleks itu. Rangkaian perbuatan yang dilaksanakan secara bersama-sama dan dapat menghasilkan hasil yang memuaskan. Kampanye yang tidak sengaja dilakukan adalah gayagaya modern yang ditampilkan di media massa yang belum mampu diterima oleh umat Islam. penghayatan dan pengalaman ajaran agama Islam yang dibawakan oleh aparat dakwah atau penerang agama. akan lebih efektif bilamana dilakukan dengan kerja sama yang baik. baik berupa kampanye yang dilakukan dengan secara sengaja maupun tidak. yang dulunya sebelum dikenalnya media massa khususnya dari Barat. Obyek penyiaran dakwah misalnya. apalagi dengan datangnya pengaruh-pengaruh dari Barat melalui media massa terhadap perilaku. Maka dalam menghadapi dan memecahkan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan masyarakat semacam itu. Memang dalam penyiaran Islam sangat diperlukan metode yang baik. sendiri-sendiri tidaklah efektif. serta faktor-faktor lain yang berpengaruh dalam penyelenggaraan penyiaran Islam. Hal ini dapat terlihat dengan banyaknya bukti-bukti mengenai perubahan perilaku umat manusia yang disebabkan oleh Media Massa. baik obyek. kiranya akan lebih efektif bila mana dilakukan oleh lebih dari satu orang yang saling melakukan kerja sama. meskipun penyelenggaraan penyiaran Islam tidak mustahil dapat dilakukan oleh orang seorang secara sendiri-sendiri. maka pelaksanaan penyiaran Islam oleh orang seorang. Di samping itu. kesadaran. metode tanya jawab dan lain sebagainya. Dengan tujuan adalah untuk menumbuhkan rasa pengertian. bahkan cara berpakaiannya sangat sederhana.[15] Dengan perkataan lain. [17] . Misalnya tata berpakaiannya sudah tidak sesuai lagi dengan ajaran Islam. Kompleksitas persoalan dakwah Islamiah itu mencakup segenap aspek dakwah. maka sangat diperlukan aktivitas penyiaran agama Islam yang berkesinambungan dan usaha-usaha lain yang merupakan penopang dan pendorong keberhasilan dakwah tersebut. baik yang disadari maupun tidak. dan metode dakwah apa yang tepat. terdiri dari masyarakat (manusia) yang bermacam-macam dan senantiasa mengalami suatu perubahan dan perkembangan pada sifatnya.[16] Hal ini semua disebabkan karena banyaknya kampanye yang setiap hari datang. bilamana didukung oleh beberapa orang yang diatur dan disusun sedemikian rupa. sistem dan metode. tetapi melihat kompleksnya persoalan dakwah Islamiah. baik metode ceramah. maupun penyelenggaraannya.yang ditetapkan secara rasional pula. para anak muda masih memakai pakaian Indonesia. Penetapan rasional mengandung arti bahwa sasaran itu haruslah obyektif sesuai dengan kondisi yang ada. Begitu pula dalam pelaksanaan atau menggunakan pemilihan dan penggunaan sistem.

. dalam (QS. perbedaan dalam budaya. serta siksaan bagi orang-orang yang melalaikan perintah Allah swt. Al. Melalui penyiaran Islam akan dapat terwujud pribadipribadi muslim yang nantinya dapat menjadi muballigh yang menyebarkan agama Islam kepada seluruh umat manusia. akan tetapi menuju yang lebih luas. sifat ideologi. Kompleks seperti bahwa dalam menjalankan dakwah mengikut sertakan keseluruhan aspek kehidupan. Sedangkan yang unik artinya di dalam pelaksanaan dakwah adalah sebagai obyeknya terdiri dari berbagai macam perbedaan. secara dan akan datang. Penyiaran Islam adalah merupakan titik sentral para muballigh dalam menyiarkan Islam di atas persada bumi ini. dan manfaat yang didapatkan oleh orang-orang menunaikannya. baik yang ada hubungannya dengan sifat jasmaniah maupun sifat rohaniah.[18] Jelaslah tugas berdakwah dalam mengembangkan ajaran agama Islam besar sekali. Penyiaran Islam Adalah suatu proses atau usaha yang tidak pernah mengenal lelah dan selesai pelaksanaannya.Hijr 915) 94 sebagai berikut: Terjemahnya: Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. kehendak dan lain sebagainya. pada masa sekarang ini ia harus lebih berperan menuju kepada ajaran agama Islam secara lebih luas yang menyeluruh dalam segala hal. karena bagaimanapun juga untuk menyiarkan agama Islam kepada masyarakat penerapannya harus sesuai dengan keadaan dan kondisi yang ada dimana mereka berada. Penyiaran Islam adalah sesuatu proses yang kompleks dan unik. selama itu pulalah proses dakwah mutlak diperlukan. juga ditemukan bahwa manusia berkewajiban untuk menegakkan dan mencegah kemungkaran.[19] Perwujudan dakwah bukan sekedar usaha untuk meningkatkan pemahaman agama dalam tingkah laku dan pandangan hidup saja. mempunyai tanggung jawab yang sangat besar.Penyiaran Islam. Sebagaimana Firman Allah Swt. Di dalam Sunnah Rasulullah saw. karena melalui dakwah akan melahirkan insan-insan yang berkepribadian yang mulia dan termasuk perubahan sikap dan tingkah laku dalam kehidupan umat manusia. dalam rangka pemahaman dan pengamalan ajaran agama Islam sangat nyata dalam kehidupan masa lalu.

Adapun dasar hukum kewajiban berdakwah tentunya tidak terlepas dari Al. bahwa: Dakwah adalah mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah untuk keselamatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat. masa sahabat dan hingga dewasa ini. dan landasan para Ulama. baik yang menyangkut rohaniah maupun jasmaniah. dan mendatangkan nikmat dan kebahagiaan tersendiri bagi umat Islam.Qur an dan hadits Rasulullah Saw. Perkembangan dan pertumbuhan manusia dapat ditumbuh-kembangkan terus dengan cara pengarahan-pengarahan serta yang lebih baik. Serta menjauhkan manusia dari larangan agama.Menyiarkan Islam adalah merupakan kewajiban bagi semua hamba Allah. Dalam menyebarkan dan mengembangkan ajaran Islam ke tengah-tengah masyarakat secara keseluruhan. dengan penyiaran maka ajaran Islam dapat disebar luaskan secara merata dalam kehidupan masyarakat. Hasanuddin dalam bukunya Retorika Dakwah Publistik dalam Kepemimpinan Islam. maka dapat diketahui bahwa penyiaran Islam adalah merupakan rangsangan atau suatu motivasi yang dapat membawa umat manusia kepada jalan yang diridhai Allah Swt. Menyiarkan agama Islam adalah kewajiban bagi kaum muslimin untuk melaksanakannya. C. Untuk lebih jelas dan dapat dilihat para uraian tersebut: . sebab penyiaran Islam yang merupakan napas gerakan Islam. karena seruan kepada jalan Allah. yang dimulai pada masa Rasulullah. H. sebab dakwah dapat menjadi pedoman dan tuntunan bagi kehidupan serta bertujuan untuk merubah dan memperbaiki keadaan masyarakat kepada suasana hidup yang baik atas dasar nilai-nilai ajaran agama Islam. Selaras apa yang dikatakan A. Hukum Penyiaran Islam Penyiaran Islam adalah suatu proses pembentukan watak manusia yang wajib dilakukan oleh setiap umat Islam sebagai pewaris atau pelanjut ajaran Rasulullah Saw.[20] Dari pengertian di atas. dimanapun mereka berada. sehingga dengan demikian dakwah perlu terus ditingkatkan kualitasnya yang harus menyentuh seluruh sendi-sendi kehidupan umat manusia. itu merupakan suatu tindakan nyata yang dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat Islam yang selalu menunggu siraman rohani yang sejuk.

104 surat Al Imran yang telah dikemukakan di atas. Al-Qur an Al-Qur an adalah kitab suci bagi umat Islam dan merupakan dasar hukum untuk menyiarkan Islam. . maka hendaklah dengan keimanan hatinya. Hadis Rasulullah Hadis yang menganjurkan untuk menyiarkan Islam yaitu: Artinya: Dari Abu Sai id Al Hudri ra.1. dan apabila tidak mampu pula. Dalam ayat-ayat tersebut antara lain: QS. berkata: saya telah mendengarkan Rasulullah Saw. sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya. maka hendaklah merubah dengan tangan/ kekuasaanya. menyuruh kepada yang ma ruf dan mencegah dari yang munkar. Pendapat Para Ulama Berdasarkan dari ayat Al-Qur an. dan apabila tidak mampu maka hendaklah dengan nasehatnya. Ali Imran (3) sebagai berikut: Terjemahnya : Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. banyak sekali ayat-ayat yang menyangkut kewajiban untuk menyiarkan agama Islam.[22] Untuk merubah kemungkaran bukan semata-mata kekerasan tetapi dibarengi dengan akal sehat.[21] Ma ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah. maka para Ulama sepakat dalam wajibnya dakwah ditunaikan. begitu pula keuntungan-keuntungan para da i dalam menyampaikannya. merekalah orang-orang yang beruntung. itulah itu selemah-lemah Iman. bersabda : barang siapa diantara kamu melihat kemungkaran. 2. 3. akan tetapi apakah wajib aini atau kifayah Ulama berbeda pendapat dalam hal ini.

Ingkar dalam hati. Atas dasar itulah. menolak atau tidak setuju akan perbuatan yang mungkar. Abu Hamid. menjiwai dan mewarnai seluruh sikap dan tingkah laku manusia dalam kehidupan dan pergaulan hidupnya.Menyiarkan Islam adalah wajib kifayah menurut Farid Ma ruf Nour. Menggunakan kekuasaan. orang tua terhadap anak-anaknya. maka dapat ditegaskan bahwa penyiaran Islam adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh kaum muslimin untuk menjunjung tinggi undangundang Ilahi dalam seluruh aspek kehidupan umat manusia dalam masyarakat. yang terkena perintah ini adalah penguasa (pemerintah) juga pemimpin dalam suatu lingkungan wewenang kekuasaannya. Sistem Pesantren Madrasah dan Pesantren di Sulawesi Selatan. Memberikan peringatan atau nasehat yang baik. maka menyiarkan Islam adalah merupakan bagian yang sangat penting sekali dalam kehidupan seorang muslim. menetapkan fardhu kifayah. sehingga ajaran Islam menjadi titik tolak atau pedoman yang mendasari. terhadap muridnya. yaitu dengan kata-kata yang lemah lembut dan dapat meresap dalam diri seseorang. 2. Maksudnya dalam berdakwah hanya sebagian kepada suatu bidang tertentu yang memerlukan syarat dan keahlian tertentu. akan tetapi yang dimaksud mereka adalah tabligh yakni menyampaikan ajaran agama Islam dengan lisan dan tulisan. tidak dapat dilakukan. 1978) h. seperti guru. .[23] Konsekuensi sebagai seorang Muslim tidak boleh tinggal diam melihat kemungkaran-kemungkaran yang merajalela dalam masyarakat. Hal ini mengandung tiga alternatif dalam mengubah dan mencegah kemungkaran yaitu: 1. 3. Berdasarkan keterangan-keterangan tersebut di atas. [1] Lihat. bahkan tidak berlebihan kiranya apabila dikatakan bahwa tidak sempurna bahkan sulit dikatakan orang muslim apabila dia menghindari atau membutakan matanya dari tanggung jawab sebagai juru dakwah. (Ujung Pandang: Fakultas Sastra UNHAS. harus ada usaha untuk mencegahnya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing. hal ini dapat dilaksanakan bila kedua alternatif tersebut di atas. 3. sedang menurut Mufassir Imam Jalaluddin As Suyuti.

41. h. Jakarta: Gema Insani Press.Waddad. Ibid. Asmuni Syukir. 1974). 1977). Dawam Raharjo. 1983).. I. op.. h. Komunikasi Dakwah. Toha Yahya Omar. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Jakarta: Pustaka Ilmu. Anwar Masyari. [8] Lihat. (Surabaya: Bina Ilmu. [10] Departemen Agama. 18. Jakarta : Bulan Bintang. [11] Lihat Toto Tasmara. h. Studi Tentang Ilmu dakwah. [13] Lihat.[2] Wahjoetimo. Abdul Rosyad Saleh. 40. (Jakarta : PT. t. I.. h. 1983) h. XV. [15]Lihat. Pesantren dan Pembaharuan. Perguruan tinggi Pesantren Pendidikan alternative masa depan. II. 49. h.Ikhlas. Gramedia Pustaka Umum. h. 1981). I. Al-Qur an dan Terjemahnya (Semarang: Toha Putra. 191. [3] Lihat Muhammad Ali. 310. [12] Lihat. [9] Lihat. (Cet. Ilmu Dakwah (Cet. 42. Manajemen Dakwah Islam (Cet. Toha Putra. Imam Habib Abdullah al. h. Ishadi Dunia Penyiaran Prospek dan Tantangannya. [5]Lihat Mas ud Khasan Abdul Qahar. Gaya Media Pratama. 123 . et. h. 1999).cit. Ibid. 83 [7] Lihat. h. [6] M. Kamus Pengetahuan Populer (Cet. Al. Jakarta: CV.th). Kelengkapan Dakwah (Semarang: CV. (Cet. 11 [16] Lihat. III. Jakarta: Penerbit Wijaya. 1989). Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam (Surabaya: Al. h. (Jakarta: LPES. 11. H. 70. h. 1987). 1997). [14] Lihat. t.th) h. 1. 18. 1980). Bintang Pelajar. Yogyakarta: CV. [4] Abu Hamid.

... 1994).. h... Psikologi Dakwah. h. Kini berbagai kalangan professional . Jadi. 339 [19]Lihat A...... 33. Bina Ilmu... ........ Jakarta : Bumi Aksara.. 93 [22] Imam Abu Zakariya... Abied.[1] Karena beberapa alasan tertentu (seperti timbulnya konotasi atau arti lain yang menganggap psikologi sebagai ilmu yang langsung menyelidiki jiwa.. (Cet.. h.. Surabaya: Pt. Hasanuddin.[17] Lihat... secara harfiah psikologi berarti ilmu jiwa. 1992)... M.... opcit....... 35. Arifin. Kajian Umum Tentang Psikologi Abied 3 June 2010 No comments Pengertian Psikologi Psikologi yang dalam istilah lama disebut ilmu jiwa berasal dari bahasa Inggris psychology... 2) Logos yang berarti ilmu........ sekurang-kurangnya selama dasawarsa terakhir ini menurut hemat penyusun istilah ilmu jiwa itu sudah sangat jarang dipakai orang. Saya... h..cit.. 176.. h...... (Cet. 4 [18] Departemen Agama RI. 33 [20]Ibid.. dari sebuah tempat paling indah di dunia............ [23] Lihat Moto Asmara. H...... h. 1997). Kata psychology merupakan dua akar kata yang bersumber dari bahasa Greek (Yunani). Riyadu Salihin. yaitu: 1) Psyche yang berarti jiwa... op...... [21] Departemen Aagama. op..... :mrgreen: Salam . Cit h.. IX. 4. Retorika Dakwah Publistik Dalam Kepemimpinan.. (Surabaya: UNAS Nasional..

[2] yang berarti bahwa psikologi dapat didefenisikan sebagai ilmu yang mempelajari segala tindakan-tindakan manusia atau perorangan. [4] Kutipan tersebut dapat dipahami bahwa kepribadian manusia sangat ditentukan oleh interaksi komponen-komponen nafs. Al-Ghazaly dalam Kimiyah al-Sa adah menjelaskan: Nafs itu ibarat suatu kerajaan. Anggota fisiknya ibarat menjadi cahaya(dhiya ).baik yang berkecimpung dalam dunia pendidikan maupun dalam dunia-dunia profesi lainnya yang menggunakan layanan jasa kejiwaan itu lebih terbiasa menyebut psikologi daripada ilmu jiwa. Karena hal tersebut merupakan penentuan struktur kepribadian yang tidak lepas dari pembahasan substansi manusia. Namun apabila sang raja memperdulikan kerajaannya dan ia bermusyawarah dengan perdana mentrinya (akal) maka gubernur dan oposannya mudah diatasi dan berkedudukan di bawahnya. struktur kepribadian merupakan integrasi system kalbu. akal dan nafsu yang menciptakan tingkah laku. Apa yang hendak diselidiki oleh psikologi ialah segala sesuatu yang dapat memberikan jawaban tentang bagaimana sebenarnya manusia itu. Segala sesuatu yang kelihatan. Kalbu ibarat raja(malik) dan akal ibarat mentrinya(wazir). Manusia sebagai suatu kesatuan yang bulat antara jasmaniah dan rohani. ingin perang dan suka mencekal. Ghadhab ibarat menjadi oposan (syihnat) yang sifatnya buruk. mengapa ia berbuat atau bertindak demikian. Syahwat ibarat menjadi gubernur (waliy) yang memiliki sifat pendusta. maka yang terbayang pada kita bahwa yang dipelajari oleh ilmu itu ialah sesuatu yang tidak kelihatan (abstrak). karena psikologi merupakan suatu ilmu yang ingin mempelajari manusia. kalbu memiliki posisi dominan dalam mengendalikan . Dalam interaksi itu. Ketika hal ini terjadi maka mereka saling bekerja sama untuk kemakmuran dan kesejahteraan sebuah kerajaan yang akhirnya mendatangkan makrifat Ilahi(al-hadhrah al-ilahiyah) dan mendatangkan kebahagiaan. apa yang mendorongnya berbuat demikian. yang berada dalam diri manusia atau makhluk hidup yang lain. egois dan sering mengacau. Dalam psikologi Islam. apa maksud dan tujuannya ia berbuat demikian. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa psikologi ialah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Membahas kata ilmu jiwa .[3] Daya-daya yang terdapat dalam substansi nafs manusia saling berinteraksi satu sama lain dan tidak mungkin dapat dipisahkan. yang bersifat jasmaniah pada diri manusia tidak menjadi persoalan. R. Namun Pandangan atau bayangan yang demikian adalah tidak benar bahkan keliru. Woodworth memberi batasan tentang psikologi sebagai berikut: Psychology can be defined as the science of the activities of individual .S. Tentu saja kata tingkah laku tersebut harus diartikan secara luas. Apabila seorang raja tidak mengendalikan kerajaannya maka kerajaan itu akan diambil alih oleh gubernur(syahwat) dan oposannya(ghadhab) yang mengakibatkan kekacauan.

2. Hal tersebut menjelaskan akan pentinganya akhlak dalam membentuk kepribadian seseorang. Id merupakan gudang insting dan energi mental. dimana kepentingan umum tidak lagi nomor satu. orang akan merasa terganggu. Sehubungan dengan hal tersebut. Namun melihat keadaan masyarakat terutama di kota-kota besar sekarang ini. System ini dikendalikan oleh prinsip kesenangan. karena kerusakan moral seseorang akan mengganggu ketentraman yang lain. maka yang terpenting adalah akhlak (moral). maupun dalam masyarakat yang terbelakang. akan tetapi kepentingan pribadilah yang menonjol. maka akan dijumpai moral sebagian anggota masyarakat yang telah rusak atau mulai merosot yang disebabkan oleh perkembangan zaman serta intervensi budaya westernisasi.suatu kepribadian yang dapat mempengaruhi kesehatan jiwa seseorang dan perkembangan moral seseorang. Sikap ini mewakili fungsi perasaan(feeling). menentukan segala sesuatu yang memuaskan hasrat. Ego. Super ego. Dengan kata lain. sehingga ia akan berusaha mengenyahkannya untuk mengembalikan keseimbangan mental. sehingga ajarannya yang terpokok adalah untuk memberikan bimbingan moral. orang tua mempunyai peranan penting karena orang tua merupakan Pembina pribadi yang pertama dalam hidup anak. Super ego dan realitas. Kesehatan jiwa berarti energi dan keberhasilan ego untuk merealisasikan keseimbang mental antara tuntutan Id. sikap dan cara hidup mereka merupakan unsur pendidikan yang tidak langsung. [5] Aspek Yang Mempengaruhi Moral Anak Masalah moral adalah suatu masalah yang menjadi perhatian dimana saja. Ketika insting tersebut terusik atau terpicu. System ini biasanya dikendalikan oleh prinsip idealisme. Id. Menurut Sigmund Freud. menguasai perilaku manusia. jiwa terdiri dari tiga unsur. Kepribadian orang tua. Sebagaimana sabda Rasulullah : Artinya: Sesungguhnya saya diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia [6]. baik dalam masyarakat yang telah maju. Pada hakekatnya. . 3. yaitu: 1. System ini dikendalikan oleh prinsip realistis. dan menentukan keinginan yang tertunda sesuai dengan fakta. yang dengan sendirinya akan masuk ke dalam pribadi anak yang sedang tumbuh tersebut. Jika kita mengambil anjuran agama misalnya agama Islam.. Ini adalah representasi internal dari nilai dan prinsip perilaku serta moral. apa yang orang tua kedepankan kepada anak akan membatasi jenis serta ruang lingkup lingkungan tempat dimana ia berkembang.

menjadi istimewa dengan adanya karakteristikkarakteristik tertentu yang didasarkan pada kasih sayang. Hubungan orang tua terhadap anak sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak. penerimaan dan kemantapan yang diinginkannya kalau di antara kedua orang tua tidak ada ikatan persatuan yang kokoh dan mendalam. Kemudian ditindak lanjuti dengan mempersiapkan sarana-sarana yang diharapkan dapat membantunya melakukan proses alam dari fase anak-anak hingga sampai akil baligh. kebebasan dan keterbukaan yang berlangsung terus menerus dan abadi. kekompakan atau solidaritas. ia sanggup berkembang secara sehat sehingga dapat beradaptasi dengan dirinya sendiri dan dengan lingkungan masyarakatnya. sudah mengarah pada proses pemantapan yang selanjutnya akan sulit diubah. Semakin orang tua mengerti karakteristikkarakteristik perkembangannya dari segi fisik. Tetapi kalau anak harus menghadapi situasi-situasi yang tidak menguntungkan dan tidak kondusif yang semakin lama semakin parah. tetapi sekaligus ia juga merupakan fase yang seharusnya diisi dengan asas-asas kepribadian yang sehat berikut medan dan elemen-elemen pembentuknya. Sesungguhnya ruang tempat pertumbuhan anak itu memberikan pengaruh yang sangat besar bagi perkembangannya. persaudaraan. karena mereka mendapat kesempatan yang cukup dan baik untuk tumbuh dan berkembang. Tetapi seorang anak tidak mungkin mendapat rasa cinta. kasih dan sayang.orang tualah yang menciptakan iklim kehidupan untuk anak karena itulah.[7] Perkembangan anak pada usia-usia pertama dalam hidupnya. akal.[8] Pengaruhpengaruh pertentangan tersebut akan terus menyertai kepribadiannya sewaktu anak sudah dewasa sekalipun. hal itu akan membantu pendidik mengenali cara-cara yang baik dan efektif untuk melakukan interaksi dengan mereka pada fase perkembangannya yang berlangsung terus menerus. perasaan dan sosial. Pendidik tidak hanya dituntut untuk memperhatikan fase anak-anak sebagai fase yang mudah ditumbuhi benih berbagai kekacauan kepribadian. Interaksi sosial yang matang dalam sebuah keluarga. Apabila pada periode ini seorang anak hidup dalam iklim keluarga yang tenang yang penuh cinta. Hubungan yang serasi. penuh pengertian dan kasih sayang akan membawa kepada pembinaan pribadi tenang. Sesungguhnya dengan memahami karakteristik-karakteristik perkembangan anak-anak. Apabila ruang tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan biologis dan psikis anak. Dan kekacauan tersebut akan berembus pada fenomena-fenomena tingkah lakunya. merupakan kewajiban orang tua untuk mempersiapkan iklim lingkungan yang baik bagi anak-anak semenjak kelahirannya. hal itu akan memberikan pengaruh yang nyata bagi tingkah lakunya. karena ia memang merupakan keutuhan urgen untuk . Dan itu harus diperlihatkan kepada anak. terbuka dan mudah dididik. tentu kepribadiannya akan mengalami kekacauan dan pertentangan. tentu akan semakin baik karena hal itu sangat berguna bagi upaya pemenuhan berbagai kebutuhannya. Ikatan persatuan inilah yang lazim disebut kerukunan. Hal itu mengingat kebiasaan-kebiasaan dan kecenderungan-kecenderungan yang dilakukan oleh seseorang pada periode tersebut. banyak belajar dari pengalamanpengalaman yang dapat membantunya berkembang secara sehat.

Besar kemungkinan pada gilirannya akan merembes ke dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas lagi. Pendidikan moral tidak terlaksana baik di rumah tangga. Keharmonisan suami isteri di depan anaknya merupakan suatu kebutuhan yang realistis.perkembangannya. kemudian diiringi dengan pelaksanaan ajaran-ajaran tersebut merupakan benteng moral yang paling kokoh. (+) Kurang Tertanamnya Jiwa-jiwa Agama Pada Tiap-tiap Orang Dalam Masyarakat.[9] Oleh sebab itu. hal itu tidak boleh diperlihatkan kepada anak. Karena itu penyebab dari kemerosotan anak dewasa ini sesungguhnya terletak pada kondisi keluarga yang mempengaruhi pembinaan pribadi anak tersebut. 2. Seorang anak memiliki sensitifitas sangat kuat yang memungkinkannya dapat merasakan perasaan-perasaan emosional yang menciptakan kegelisahan yang mendalam. Banyaknya tulisan-tulisan. siaran-siaran kesenian yang tidak mengindahkan dasardasar dan tuntunan moral. Kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang dengan cara yang baik dan yang membawa kepada pembinaan moral. Sekalipun misalnya sedang terjadi konflik di antara mereka. termasuk hal yang jarang seorang anak bisa ditipu dengan penampilan-penampilan lahiriah. dalam hal ini hati yang dihiasi dengan ketaqwaan . Hal itu harus benar-benar mereka jaga demi keseimbangan emosi anak. 5. karena setiap konflik atau keretakan yang memecah belah persatuan persatuan mereka. Sebagai contoh ajaran Islam. Kurang tertanamnya jiwa agama pada tiap-tiap orang dalam masyarakat.[10] Untuk dapat mencari sebab-sebab dan kekurangan-kekurangan yang dapat dijadikan pelajaran guna perbaikan. resikonya yang paling besar akan menimpa masa depan anak. maka akan dianalisa satu persatu dari pokok-pokok tersebut di atas. Suasana rumah yang kurang baik. Tetapi sayangnya. Perasaan seperti ini dapat mengoncang rasa tenang yang harus ada pada masa perkembangannya. Adapun faktor-faktor dari kemorosotan moral anak dewasa ini sesungguhnya banyak sekali antara lain yang terpenting adalah: 1. sekolah maupun di masyarakat. gambar-gambar. 6. Keadaan itu akan makin diperparah apabila anak masuk dalam lingkungan yang kurang menunjang. kedua orang tua wajib memelihara kesolidan ikatan persatuan. 4. Keyakinan beragama yang didasarkan atas pengertian yang sungguh-sungguh tentang ajaran agama yang dianutnya. kendatipun itu hanya secara lahiriah saja. Diperkenalkannya secara popular obat-obatan dan alat-alat anti hamil. dimana yang menjadi ukuran bagi mulia dan hinanya seseorang adalah hati dan perbuatannya. 3.

maka keyakinan itulah yang akan mengawasi tindakan. larangan dan suruhannya tidak diindahkan lagi. pendidikan moral merupakan asas yang harus dipertimbangkan bagi pembinaan keluarga yang kokoh dan harmonis. ia terlebih dahulu mengenal lingkungan keluarganya. Tidak dapat dihindari bahwa keluarga merupakan lingkungan primer hampir setiap individu. Di sinilah peranan keluarga. Sesungguhnya. Oleh karena itu. sekolah maupun masyarakat. Sebelum seorang anak mengenal lingkungan yang lebih luas. . Apabila keyakinan beragama itu betul-betul telah menjadi bagian integral dari kepribadian seseorang. semakin susah memelihara moral dan semakin kacaulah suasana hidup karena semakin banyaknya pelanggaran-pelanggaran hak dan hukum. Dan juga menjamin terbentuknya masyarakat Islam yang kokoh dan bahagia. Pembinaan moral dalam Islam harus dimulai sejak dini sesuai dengan kemampuan dan umurnya. yang penuh warna rasa cinta dan bahagia.serta perbuatan yang baik. semakin jauh masyarakat dari agama. Kepercayaan kepada Tuhan tinggal sebagai simbol. (+) Suasana Rumah Yang Kurang Baik. akal dan jiwanya. pendidikan moral inilah yang menjamin terwujudnya keluarga Islam yang kuat. Selanjutnya apabila jiwa dan taqwa telah tertanam dan tumbuh dengan baik dalam pribadi seseorang. Pada dasarnya. pendidik dan lingkungan yang sangat penting dimana pendidikan agama telah diterima sejak kecil akan membuatnya berpendirian tegas dan tidak mudah terpengaruh dalam pergaulan hidup dan tidak akan mudah menukar agama dengan nilai-nilai yang lain berupa keduniaan maupun kedudukan. Akan tetapi sudah menjadi suatu tragedi bagi dunia yang maju dimana segala sesuatu hampir dapat dicapai dengan ilmu pengetahuan maka keyakinan beragama mulai terdesak. (+) Tidak Terlaksananya Pendidikan Moral dengan Baik Faktor kedua adalah tidak terlaksananya pendidikan moral baik dalam rumah tangga. Dengan demikian salah satu alat pengawas dan pengatur moral yang tersisa adalah masyarakat dengan hukum dan peraturannya. Pendidikan moral amatlah menjamin terbentuknya seorang manusia yang sehat tubuh. Setiap anak yang lahir belum mengerti mana yang benar dan mana yang salah dan belum mengerti batas-batas dan ketentuan moral yang berlaku dalam lingkungannya. perkataan bahkan perasaannya. maka akan tumbuh menjadi anak yang liar yang tidak bermoral. Namun sebaliknya jika anak dilahirkan dan dibesarkan oleh orang tua yang tidak bermoral atau tidak mengerti cara mendidik serta lingkungan masyarakat yang tidak mengajarkan nilai-nilai moral. maka dengan sendirinya ia akan berusaha mencari pengertian tentang ajaranajaran Islam yang akan membimbingnya dalam hidup. karena hubungan yang paling intensif dan paling awal terjadi dalam keluarga.

benci. Segi moral dan mental kurang mendapat perhatian. pertama kali ia menyerap norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam keluarga. siaran-siaran kesenian dan permainan yang seolah-olah mendorong anak-anak muda mengikuti arus kemauannya. dan merasa tidak betah lagi di keluarganya karena ia merasa kurang mendapat perhatian dan kasih sayang sehingga ia mencari kepuasan tersebut di luar rumah. saling menerima dan saling mencintai di antara suami isteri serta ketidakrukunan orang tua terlebih jika salah satu dari mereka menikah lagi akan menyebabkan anak menjadi takut. faktor yang terlihat dalam masyarakat sekarang adalah kerukunan hidup dalam rumah tangga yang kurang terjamin. (+) Diperkenalkannya Obat-obatan dan Alat-alat Anti Hamil. padahal hal tersebut dapat mendorong anak muda terjerumus ke dalam jurang kemororsotan moral.[12] Oleh sebab itu. (+) Banyaknya Tulisan-tulisan.[14] (+) Kurang Adanya Bimbingan Untuk Mengisi Waktu Luang.sebelum mengenal norma-norma dan nilai-nilai dari masyarakat umum.[13] Akhir-akhir ini permasalahan obat-obatan dan alat-alat anti hamil dikalangan generasi muda semakin memprihatinkan terutama pada pemuda dan remaja yang kurang mendapatkan penanaman keimanan dan ketaqwaan kemudian mereka bergaul dengan kondisi yang pornografi maka bukanlah suatu yang mustahil jika remaja akan jatuh dalam berbagai tindakan asusila dan anormatif. Siaran-siaran kesenian yang Tidak Mengindahkan Dasar-dasar dan Tuntutan Moral. . Suatu hal yang kurang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dan tidak disadari dampak negatif terhadap perkembangan moral anak adalah karena diperkenalkannya secara populer obatobatan dan alat-alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Islam menaruh perhatian khusus bagi terciptanya keluarga yang sakinah. Tidak tampak adanya saling pengertian.[11] Dewasa ini. Suatu hal yang belakang ini menjadi perhatian kita adalah tulis-tulisan. bacaan-bacaan. cemas. mawaddah warahmah yang pada gilirannya akan tercipta suatu masyarakat yang hidup penuh ketentraman sehingga anak akan menjadi generasi pelanjut dan mampu menjadi pemimpin.

maupun di sekolah dan dalam masyarakat dimana anak tersebut berada. (+) Kurangnya Markas Bimbingan Perlu dicatat bahwa kurangnya markas bimbingan dan penyuluhan yang akan menampung dan mengeluarkan anak-anak kea rah mental yang sehat. Keharmonisan antara orang tua di satu pihak dan anak di pihak lainnya hanya akan tercipta apabila di antara kedua belah pihak masing-masing mengerti akan kedudukannya dalam keluarga dimana antara . Peran Orang Tua Terhadap Perkembangan Anak Hukum Islam memandang bahwa hubungan orang tua dan anak adalah merupakan hubungan yang mesti terjalin secara harmonis sebagai sebuah jalinan yang timbul dari perasaan kasih sayang yang tulus dan tentunya jalinan hubungan seperti ini hanya akan tumbuh dari pribadi-pribadi yang hidup dalam suasana keluarga yang harmonis pula. akhlak yang mulia serta bimbingan yang benar. umumnya remaja hanya suka berkhayal dan melamunkan hal-hal yang jauh membuat waktu mereka terbuang begitu saja. Waktu tersebut merupakan saat yang kondusif bagi pengembangan hobi dan mengembangkan potensi untuk memperoleh prestasi serta menggiatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan yang terarah dan berbagai aktivitas yang dapat membuahkan dua hal sekaligus yakni melepas kepenatan sehingga hati dan pikiran menjadi terang dan riang sekaligus menanamkan berbagai bimbingan dan pengarahan-pengarahan. Untuk itu pendidikan moral harus diintensifkan (dilaksanakan) baik dalam rumah tangga sebagai pendidik pertama dan utama bagi perkembangan moral anak. Jika mereka dibiarkan tanpa bimbingan dalam mengisi waktunya maka akan banyak lamunan dan kelakuan yang kurang sehat timbul dari mereka. Di masa remaja waktu luang khususnya libur sekolah adalah salah satu kesempatan emas untuk menumbuhkan kepribadian mereka di atas akidah yang lurus. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dipahami bahwa betapa pentingnya pendidikan moral bagi anak dan betapa besar bahaya yang terjadi akibat kurangnya moral tersebut. Dengan kurangnya atau tidak ada tempat bagi anak-anak yang gelisah dan butuh bimbingan itu.Suatu faktor yang ikut memudahkan retaknya moral anak-anak muda ialah kurangnya bimbingan dalam mengisi waktu luang dengan cara yang baik dan sehat.[15] Namun sebaliknya. maka mereka akan muncul kelakuan dan model yang kurang menyenangkan serta kemerosotan moral bagi anak tersebut.

tokoh ayah merupakan laki-laki pertama di dunia ini. pandangan masyarakat tentang cara-cara mendidik dan mengasuh anak pun telah mengalami kemajuan yang cukup menggembirakan. Sejalan dengan berkembangnya teori tentang perkembangan anak. Proses pendewasaan ini akan banyak menentukan pembentukan kepribadian anak kelak. khususnya sewaktu balita. Ia akan memiliki cara berfikir dan kehidupan perasaan yang kaya dan seimbang karena terbiasa menghadapi dua macam individu yang berbeda secara dekat dan terus menerus. Tanpa disadari. sangat ditentukan oleh tokoh ayah. begitu pula kewajiban yang harus dilaksanakan orang tua sebagaimana perannya dalam perkembangan anak yang sekaligus merupakan hak bagi anak. Apabila sejak semula ayah ikut serta secara aktif merawat bayinya.[16] Dalam pandangan anak-anak. ia sudah menyatakan bahwa perkembangan kepribadian anak. mereka merasakan adanya figur laki-laki dimana ia harus memanggil laki-laki tersebut sabagai bapak atau ayah . memberi makan serta mengajaknya berjalan-jalan bukanlah hal yang patut dilakukan kaum pria. mereka akan merasakan manfaat dari hubungan erat ini sampai anak dewasa. Sejak meraka lahir. Proses pendewasaan ini akan banyak menentukan yang membuatnya dewasa. selanjutnya akan dijelaskan tentang hak orang tua yang harus didapatkan dari anaknya yang sekaligus merupakan kewajiban bagi anak. Dimana anak-anak yang diasuh secara langsung oleh ibu dan ayahnya adalah anak-anak yang beruntung.ke dua belah pihak masing-masing mempunyai hak atas pihak lain begitu pula tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh pihak tersebut. Sekarang ini masih banyak kaum ayah yang beranggapan bahwa memandikan bayi. Berdasarkan hal tersebut. karena mereka tidak hanya mengalami satu tetapi beberapa pendekatan yang membuatnya dewasa. Padahal suatu penelitian membuktikan bahwa ikut sertanya ayah dalam perawatan bayinya akan merupakan pengalaman unik yang berharga bagi seorang anak. Hak Orang Tua Terhadap Anak . Berbagai pengalaman para ahli maupun literatur telah membuktikan bahwa peran ayah dalam membentuk kepribadian anak sangat besar artinya. figur ayah dalam keluarga dalam sudut pandangan anak-anak merupakan laki-laki ideal-type pertama yang mereka kenal. dan merupakan tokoh super identifikasi serta tokoh ototiter yang sekaligus ditakuti dan dibutuhkan anak. Hal-hal yang dulunya tabu dan langkah justru menjadi kebiasaan yang terpuji. yang dikenalnya secara lahir bathin.20. Ayah yang membentuk super ego anak. tanpa disadari pula telah menempatkan dirinya sebagai figur yang patut dihormati dan diteladani. Sejak Sigmund Freud mencanangkan teori psikoanalisis untuk pertama kalinya pada awal abad ke. Maka dengan sendirinya seorang laki-laki yang kebetulan menjadi kepala keluarga. mengganti popok.

S Al-Baqarah (2): 83 juga ditegaskan Terjemahnya: Janganlah kamu sekalian menyembah selain Allah dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua. hal ini dikarenakan pengorbanan orang tua terhadap anaknya yang begitu besar. dalam Q.[18] Kedua ayat di atas. yakni: (+) Hak untuk mendapatkan perlakuan yang baik dari anaknya Ada berbagai macam ketentuan dalam hukum Islam yang menunjukkan tentang kewajiban seorang anak untuk berlaku atau berbuat baik terhadap orang tua. seharusnya anak sadar sendiri akan kewajiban agama dan . Seperti tumbuhan yang menghisap bahan makanan dari biji. kepada kedua orang tua [17] Dan berbuat baiklah Pada ayat lain. orang tua selalu terdorong untuk memelihara dan berkorban dengan sekuat tenaga demi anaknya. Ini semua merupakan kebahagiaan orang tua. Tanpa itupun. paling tidak memberikan penjelasan bahwa betapa berbuat baik kepada orang tua merupakan sesuatu yang secara mutlak harus dilaksanakan oleh sang anak. Oleh karena itu. mereka lebih memperhatikan kehidupan dan masa depannya. ada beberapa macam hak orang tua yang harus diperhatikan oleh anak. ibarat kacang yang lupa pada kulitnya. Secara fitrah.Dalam hukum Islam. hukum Islam sangat menegaskan tentang perintah berbuat baik kepada orang tua. Orang tua sebenarnya tidak perlu memerintahkan anak-anaknya untuk berbuat baik dan membalas segala yang telah diperbuatnya. atau anak ayam yang menghisap bahan makanan dari telur maka demikian halnya dengan setiap manusia yang juga menghisap setiap kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya yang berangsur tua dan kemudian wafat. seperti salah satunya ditegaskan dalam Q. bahkan banyak di antara ketentuan-ketentuan itu yang menjelaskan perintah berbuat baik kepada kedua orang tua berbarengan dengan perintah bertauhid kepada Allah. An-Nisa (4): 36 yang berbunyi: Terjemahnya: Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukanNya dengan sesuatupun.S. akan tetapi anak kerap kali melupakan itu semua.

Jika salah satu di antara keduanya sempai usia lanjut dalam pemeliharaanmu.S.. . maka janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. mereka perlu diingatkan sebab sering terlena dengan kehidupan pribadinya. tetapi juga dalam implementasinya pada kehidupan sehari-hari. untuk berbuat baik terhadap orang tuanya yang telah berjuang dan berkorban demi kebaikannya. Allah mengingatkan kewajiban ini secara tegas dengan mengaitkannya dengan kewajiban menyembahNya.[20] Hadits tersebut memberikan gambaran betapa penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap orang tua yang dengan penuh keikhlasan telah merawat dan membimbing anak-anaknya. Maka ditanya oleh Rasulullah apakah kedua ayah bundamu masih hidup? Jawabnya: ya. sebagimana dalam Q. Beberapa referensi dan ketentuan-ketentuan hukum Islam mengatur hal ini yang notabene tidaklah terbatas pada tataran teori saja. sebagaimana terekam dalam sebuah hadits yang berbunyi: Artinya: Abdullah bin Umar ra berkata: seorang datang kepada Nabi SAW minta izin untuk berjihad.[19] Ayat tersebut hendak menggugah hati nurani manusia agar berbuat baik terhadap orang tuanya. Hukum Islam memandang kewajiban anak untuk berbuat baik terhadap orang tuanya sebagai sesuatu yang mutlak dilaksanakan. Sebagai contoh dalam kehidupan Rasulullah SAW. sibuk merancang masa depan sambil melupakan masa lalu den kasih sayang orang tuanya.tuntunan nuraninya itu. Al-Isra (17): 23 Terjemahnya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. sehingga atas hal tersebut muncul kewajiban bagi sang anak untuk berbuat baik terhadap orang tuanya. sebda Rasulullah di dalam menyayangi keduanya itulah jihadmu .

Selain kewajiban untuk berlaku baik terhadap orang tua.(+) Hak untuk disejahterahkan. Bila orang tua diberi umur panjang maka sesuai sunatullah dia akan kembali seperti anak-anak. Orang tua dalam pemeliharaannya terhadap anak-anaknya telah banyak berkorban untuk membiayai segala kebutuhan anaknya mulai dari sejak lahirnya sampai anak itu mencapai usia dewasa. Pada masa itulah kemudian anak mempunyai kewajiban untuk mengurus serta memberikan nafkah kepada orang tuanya sebagaimana apa yang telah dilakukan orang tua dalam menafkahinya Salah satu perwujudan dari kewajiban anak dalam hal ini adalah setiap orang tua berhak mendapatkan warisan dari anaknya. dinafkahi.S. Terlepas dari konsep dasar mawaris ini. jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara. Sejalan dengan tumbuh dan berkembangnya anak menjadi dewasa. dan Islam sendiri sebagai agama yang nota bene merupakan agama kemanusiaan melihat hal itu dan memberikan suatu ketetapan hukum atas hak orang tua untuk mendapatkan harta warisan dari anak-anaknya. serta diwarisi oleh anak-anaknya. An-Nisa (4): 11 yang berbunyi: Terjemahnya: Dan untuk dua ibu bapak masing-masing seper enam dari harta warisan jika yang meninggal itu mempunyai anak. salah satu kewajiban bagi anak dalam hukum Islam adalah kewajiban bagi anak untuk memenuhi segala kebutuhan yang berhubungan dengan kesejahteraan orang tua. Jika yang meninggal itu tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu bapaknya saja maka ibunya mendapat seper tiga . Selain itu. orang tua pada dasarnya memang sangat patut untuk mendapatkan harta warisan dari anak-anaknya. Dimana aturan tentang waris merupakan inti dari konsep tafakul yaitu konsep bahwa setiap anggota keluarga berhak mendapatkan jaminan hidup dari anggota lainnya. ayat ini merupakan salah satu dari sekian banyak bentuk penghargaan Islam terhadap Ibu Bapak. tubuhnya menjadi lemah dan tidak bisa bekerja begitu pula dengan ingatannya yang mulai berkurang. . Salah satu ketetapan hukum Islam itu dapat dilihat pada Q. maka ibunya mendapat seper enam [21] Ayat ini merupakan ketetapan Allah bagi manusia ya paling tidak untuk diperhatikan oleh sang anak akan kewajibannya untuk mewariskan sebagian harta bendanya untuk kesejahteraan orang tuanya. para orang tuapun menu usia tua.

Ini merupakan sebuah dasar atas kewajiban orang tua untuk menjaga serta memelihara anaknya yang masih di dalam kandungan. hal ini dimaksudkan agar bayi yang nanti lahir menjadi bayi yang sehat. Kedua orang tua merupakan pembimbing dalam setiap rumah tangga dan mereka bertanggung jawab atas keluarganya dan akhirnya akan dipertanggung jawabkan pula kepada Allah. Sebagai contoh penghargaan serta jaminan hukum Islam atas hal ini adalah ketika seorang isteri misalnya dalam keadaan hamil kemudian dithalaq oleh suaminya. Dalam hukum Islam. ada beberapa macam hak-hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tua sekaligus kewajiban terhadap anak. . maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka melahirkan [22] Tegasnya. masyarakat dan bangsa. Hal ini sebagaimana ketetapan Allah dalam Q. seorang isteri berhak menerima atau menuntut dari suaminya nafkah untuk anak yang dikandungnya atau anak yang belum dilahirkannya dengan cara yang sebaik-baiknya. tetapi juga mengatur bagaimana cara mengasuh dan mendidik anak.S.Kewajiban orang tua terhadap anak Orang tua yang terdiri dari ibu dan bapak adalah manusia dewasa yang sudah dibebani tanggung jawab terhadap keluarga. At-Thalaq(65): 6 yang berbunyi: Terjemahnya: Dan jika mereka (isteri -isteri) yang sudah dithalaqitu sedang hamil. Hak-hak itu dijelaskan sebagai berikut: (+) Hak Penjagaan dan Pemeliharaan. Hukum Islam sangat menghargai setiap jiwa yang diciptakan Allah SWT baik itu masih berupa janin lebih-lebih telah terlahir ke dunia. orang tua sudah dibebani tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara janin tersebut. Dalam hukum Islam. Dalam agama Islam tidak hanya mengatur bagaimana cara beribadah dan berbakti kepada Allah. maka sang suami wajib memberikan nafkahnya atau hak-hak isterinya tersebut sampai ia melahirkan. kewajiban orang tua untuk menjaga dan memelihara anak-anaknya tidaklah bermula ketika anak itu lahir. hidup bersama dalam keluarga atau rumah tangga. akan tetapi jauh sebelum itu yakni pada masa anak itu masih berupa janin di dalam kandungan.

Pemeliharaan secara fisikal berupa pemeliharaan bersifat luar seperti bagaimana merawat anak. (+) Hak Nasab Seorang anak berhak mengetahui tentang nasabnya. At-Tahrim (66): 6 yang berbunyi: Terjemahnya: Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu .Banyak hal penting yang harus diperhatikan di dalam kehidupan manusia sejak lahir sampai dewasa. Al-Baqarah (2): 233 yang berbunyi: Terjemahnya: Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun bagi yang ingin menyempurnakanpenyusuan. Dan kewajiban ayah memberikan makanan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma ruf . terutama untuk bekalnya dalam menempuh kehidupan di .[24] Ayat tersebut memberikan penjelasan dalam pelaksanaan kewajiban pemeliharaan dalam hukum Islam terjadi pemisahan tanggung jawab antara suami isteri yang tentunya pembagian itu didasarkan pada fitrahnya. akhlak. Hal ini disebabkan bahwa asal-usul yang menyangkut keturunannya itu sangat penting.S. serta menjauhkan anak dari hal-hal yang bisa menjerumuskannya kepada kesesatan. hal tersebut sebagaimana dijelaskan pada Q. Islam memberikan metode tersendiri dalam pelaksanaan pemeliharaan dan penjagaan terhadap anak.S. dimana dalam Islam ditetapkan dua macam bentuk pemeliharaan terhadap anak yakni pemeliharaan secara fisikal serta pemeliharaan non fisikal. satu langkah saja yang keliru dalam melalui proses tersebut maka akan berakibat fatal bagi kebahagiaan dan keberhasilan si anak baik di dunia maupun di akhirat. menjaga kesehatannya dan lain sebagainya.[23] Pelaksanaan kewajiban dalam hal pemeliharaan. menafkahi. Oleh karena itu. hukum Islam pada dasarnya telah membagi tanggung jawab antara seorang ibu dengan bapak. Selain hal tersebut Islam juga bahkan lebih mengutamakan pemeliharaan secara non fisikal seperti bagaimana memelihara anak dari segi mental. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Q.

yang menjadi penekanan adalah kenyataan bahwa nama mempunyai efek psikologis terhadap penyandangnya. maka logis kita percayai bahwa arti nama tersebut secara tidak disadari akan memperkuat watak penyandang nama tersebut.S. Terkait dengan itu.masyarakat kelak. nama-nama yang baik dapat mempengaruhi fikiran dan kepribadian seseorang. misalnya karena namanya sama dengan asmaul husna. Al-Ahzab (33): 5 yang berbunyi: Terjemahnya: Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan memakai nama bapak. . Dalam Islam pada dasarnya mempunyai kewajiban untuk memberikan nama yang baik. Berdasarkan realita. Salah satu kewajiban orang tua terhadap anak adalah memberikan nama yang baik terhadap anakanaknya. Kejelasan nasab bagi seorang anak dapat memotivasi anaka dalam memenuhi hak dan kewajiban bahkan juga akan melahirkan ketenangan dan ketentraman jiwa bagi anak itu sendiri. (+) Hak Menerima Nama Yang Baik. memiliki latar belakang dan motivasi tersendiri sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya: Sesungguhnya engkau akan dipanggil nanti pada hari kiamat dengan nama-namamu sekalian serta nama-nama bapakmu. Tentu saja hal ini tidak terlepas dari kasus khusus bahwa ada orang jahat yang mempunyai nama yang baik. Dalam hal pemberian nama anak sesungguhnya bisa diikuti jejak Rasulullah lantaran selalu memberi nama yang baik dengan penambahan nama ayahnya agar menjadi jelas garis keturunan anak tersebut. jika seorang anak yang siang malam mendengar namanya disebut-sebut. maka seorang anak dapat menuntut hak-hak pribadinya terhadap ayahnya. itulah yang lebih adil di sisi Allah .[25] Seorang anak harus dipanggil atau diberi nama dengan nama bapak mereka tentunya hal ini dimaksudkan agar dengan adanya ketetapan dan kejelasan nasab anak itu dengan ayahnya. maka baguskanlah nama-namamu. Dengan demikian kejelasan dan ketetapan nasab anak terhadap ayahnya merupakan hak-hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tuanya.bapak mereka. Sehubungan dengan nasab ini Allah memberikan petunjuk dalam Q. Amir Al-Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata bahwa peranan orang tua yang pertama terhadap anak adalah memberikan nama yang baik.

Dan jika kamu ingin anak-anakmu disusukan oleh orang lain. Al-Baqarah (2): 233 yang berbunyi: Terjemahnya: Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh. dimana mekanisme dan tatacara pun telah dijelaskan dalam Al-Qur an. Petunjuk serta pedoman dan penjelasan mengenai hak anak dalam menyusui kepada ibunya serta jaminan akan nafkahnya telah lengkap tertuang dalam Q. dan memelihara hidup keluarganya. Sesungguhnya Allah tidak akan pernah mendatangkan kemudharatan bagi umatNya. menyusui anak dalam Islam memang merupakan kewajiban seorang ibu. Seperti contoh dalam hal menyusui dan menafkahi anak.[26] Ayat di atas menjelaskan kepada kita untuk menyusui serta memberikan nafkah kepada anak merupakan kewajiban bagi orang tuanya tidak bisa ditawar-tawar lagi serta mutlak harus dilaksanakan. dan waris pun berkewajiban demikian. bukanlah alasan-alasan seperti menjaga . kuat dan bertenaga serat memiliki perkembangan tubuh dan jiwa yang normal dan sempurna baik lahir maupun bathin. maka tidak dosa atas keduanya. lamanya minimal dua tahun yang ditujukan agar anaknya sehat. sementara seorang anak berhak menerima air susu ibunya minimal dua tahun. Dan kewajiban memberi makan dan pakaian dengan cara yang ma ruf. Adapun alasan-alasan yang memang secara rasional memungkinkan seorang ibu tidak bisa menyusui anaknya.(+) Hak Untuk Disusui dan Dinafkahi. Islam telah mensyariatkan kepada seluruh umatnya bahwa dalam hal seorang ibu menyusui anakanaknya. maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Berbagai firman Allah yang menunjukkan kepada jaminan hak dan seluruh kemaslahatan yang berhubungan dengan masalah anak. Allah telah memerintahkan kepada ibu untuk menyusui anaknya demi kemaslahatan anak itu sendiri. maka wajib disusui oleh orang lain yang memunculkan kewajiban bagi ayah untuk memberi upah bagi orang yang menyusuinya.S. yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Apabila keduanya ingin menyampih (sebelum dua tahun) denga kerelaan keduanya dan permusyawaratan.menjaga. Betapa menyusui anak begitu penting sehingga apabila ada alasan-alasan tertentu seorang ibu tidak bisa menyusui anaknya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya. sedangkan seorang ayah berkewajiban menjamin. Seorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.

[27] Hadits di atas merupakan contoh pelaksanaan pengasuhan serta menyanyangi anak yang paling tidak merupakan bukti sekaligus ketentuan akan kewajiban orang tua untuk menyanyanginya dan mengasuh anak-anaknya. (+) Hak Untuk Menerima Warisan Harta Benda . Hal ini mengingat bahwa apabila asuhan terhadap anak tersebut sekali saja kita abaikan. (+) Hak Untuk Diasuh dan Disayangi. Untuk itu. setiap orang tua harus selalu dapat berusaha meyakinkan mereka bahwa segala sesuatu itu untuk mereka. serta kehangatan kasih sayang dan persahabatan yang erat antara anak dan orang tua. adil. pemberian jaminan bahwa setiap anak dalam keluarga akan mendapat asuhan yang baik. lantaran dengan begitu akan tumbuh dalam hati setiap anak rasa aman. hukum Islam pada dasarnya telah memberikan ketertiban hukum mengenai tata cara mengasuh anak dan anjuran untuk memberi kasih sayang terhadap anak. Islam telah mensinyalir hal ini. Seperti pada hadits Rasulullah yang berbunyi: Artinya: Diriwayatkan dari Usmamah bin Zaid r. merata dan bijaksana merupakan suatu kewajiban bagi kedua orang tua. maka niscaya mereka akan rusak. Pada setiap keluarga muslim. mempertahankan kemontokan tubuhnya. tentram. setiap keluarga muslim terutama kedua orang tua harus mengasuh anak-anaknya dengan cara yang baik. kasih sayang dan keceriaan. melindungi serta merawat mereka dengan penuh kasih sayang. Minimal tidak akan tumbuh dan berkembang secara sempurna. Pada periode awal sesaat setelah kelahiran memang setiap anak membutuhkan kelembutan. Dalam hal mengasuh anak. Hal itu dapat dilihat dari pendekatan berbagai ketentuan-ketentuan hukum Islam mengenai hal ini yang bahkan mengatur hal-hal sedetail mungkin. Oleh sebab itu.a : Rasulullah SAW meletakkan aku di atas sebelah bahunya dan Hasan bin Ali pada bahu yang lain kemudian Nabi SAW berkata: Ya Allah sayangilah mereka sebagaimana aku menyayangi mereka. mengejar karir atau kesibukan kerja dan lain sebagainya.kecantikannya. seperti contoh dalam hal menyayangi anak.

sampai oleh Islam. maka semenjak tangisan pertama anak dilahirkan telah ditetapkan bagian haknya. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan. yakni hak waris atasnya. seseorang yang memberi makan kepada isterinya atau mendidik anak-anaknya dengan baik serta menanggung kehidupan mereka. dianggap sebagai sedekah yang dijanjikan anugerah pahal oleh Allah. Demi pemeliharaan hak-hak anak. Salah satu pertimbangannya adalah bahwa anak merupakan salah satu generasi yang sedang berkembang yang merupakan penerus . Sehingga berbagai himbauan.Metode Islam dalam menjaga hak-hak anak atas harta benda berpedoman kepada makna dari hak-hak anak tersebut. Penekanan dan pesan Islam mengenai hal ini. An-Nisa (4): 11 yang berbunyi: Terjemahnya: Allah mensyari`atkan bagimu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu. Sebagai suatu legitimasi atas hal ini. tetapi juga menyentuh dimensi ketaatan seseorang kepada Tuhan yang telah menciptakan. petunjuk. kita akan tahu betapa besar perhatian Islam terhadap keluarga sebagai unit sosial terkecil yang diwarnai dengan kesejahteraan dan kebahagiaan. jika anak perempuan itu seorang saja. penjagaan atas mereka itu dilakukan dengan sebaik-baiknya. maka berhak diwarisi. Hukum Islam telah mengatur sedemikian rupa mengenai tatacara pembagian waris secar komplit. memberikan rezeki dan memberinya pahala. Sebagaimana disebutkan dalam Q. tidak hanya menyangkut dimensi hubungan yang bersifat material duniawi antara sesama kaum kerabat.S. Sampai. Rasulullah SAW telah menjelaskan hak tersebut dalam sebuah haditsnya yang berbunyi: Apabila terjadi kelahiran. Kalau kita amati semua itu. Padahal hal itu sudah menjadi kewajibannya. yakni system pembagian waris Islam selalu dimulai dengan mendahulukan furu (pihak keturunan). Apa yang kemudian ditetapkan oleh hukum Islam tersebut pada intinya merupakan suatu bentuk Tafakul antara anggota keluarga yakni sebagi satu prinsip bahwa setiap anggota keluarga berhak mendapat kesejahteraan dari anggota lainnya terlebih lagi antara anak dan orang tuanya sebagi generasi pelanjut bagi orang tuanya. maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. [28] Ayat di atas paling tidak memberikan suatu pelajaran bahwa sekali lagi waris Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai tafakul terlebih antara orang tua terhadap anak-anaknya. maka ia memperoleh separo harta. dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua.

Maka pantaslah jika dalam system Islam melakukan pembagian waris. tidak bernoda dan tidak cacat sedikitpun.[30] . pembenahan terhadap kecerdasan anak merupakan sesuatu yang mutlak yang harus dilaksanakan pada setiap orang tua sebagai bekal bagi anak untuk kemudian terjun dalam kehidupan bermasyarakat untuk bersosialisasi dan sebagai perwujudan dari fitrahnya sebagai makhluk social. karena selaku manusia di samping mempunyai tanggung jawab terhadap sesama. serta keluarganya. mengabdi. yakni bagaimana membenahi mental. Dalam hal ini. pelajaran pertama yang diperoleh seorang anak adalah mencintai. Hal ini mengingat bahwa pendidikan anak berpengaruh besar terhadap kehidupan yang kelak akan dijalaninya. Selain itu ada satu sisi yang harus diperhatikan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya. kecukupan harta benda setiap anak sangat diperhatikan sebagai sebuah generasi baru. (+) Hak Untuk Mendapatkan Pendidikan dan Pengajaran Semua anak yang dilahirkan ke dunia ini selalu dalam keadaan suci. Jadi kesucian seorang anak akan dipengaruhi oleh keadaan dan lingkungannya. Adapun pendidikan bagi anak itu bermula dalam lingkungan keluarga karena pada dasarnya keluarga merupakan akar terbentuknya masyarakat atau bangsa dan bahkan sebuah peradaban. Dalam sebuah keluarga. karena sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang besar. dalam Islam pendidikan kepada anak harus mengarah kepada beberapa hal pokok sebagai mana disebutkan dalam Q. akhlak. menghormati. ibunya. Oleh sebab itu. serta pengetahuan agama anak. yang sangat berperan adalah lingkungan dekatnya yakni bapaknya. tentunya ia akan tumbuh dan berkembang pula menjadi seorang muslim dan demikian sebaliknya. kita juga mempunyai tanggung jawab terhadap pencipta. menaruh kesetiaan dan taat serta melaksanakan nilai-nilai.yang akan meletakkan sejumlah harapan bagi kebaikan masa depan kemanusiaan. ditangan masyarakatlah perubahan anak akan terjadi yang tergantung sepenuhnya dari bentuk dan corak masyarakat dimana anak tersebut hidup. Al-Luqman (31): 13. Dalam hukum Islam. Jika anak tersebut hidup dalam lingkungan keluarga muslim.S.[29] Dalam Islam orang tua disuguhi tanggung jawab untuk mendidik sekalian anak-anak mereka.16-19: Terjemahnya: Dan (ingatlah) ketika luqman berkata kepada anaknya ketika dia memberi pelajaran kepadanya: Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah.

sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi. Ajaran untuk berbuat baik kepada sesama. dan berada dalam batu atau langit atau di dalam bumi. 5. Ajaran untuk senantiasa mendirikan shalat. Tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunkkanlah suaramu.[31] Dari ayat-ayat yang disebutkan di atas. 6. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. maka disimpulkan bahwa beberapa hal yang harus diajarkan kepada anak serta menjadi peran atau tanggung jawab orang tua untuk mengajarkannya adalah: 1. Ajaran untuk mengajak orang lain dalam hal kebaikan. sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (Allah). niscaya Allah akan mendatangkan (membalasinya). Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi denagn angkuh. dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. . Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. Hai anakku. 4. 3. Ajaran untuk menjauhi sifat sombong. begitu juga untuk menjauhi keburukan. Ajaran untuk memupuk kebaikan walau sekecil apapun. 2.Terjemahnya: (Luqman berkata): hai anakku.

[8]Zakiah Darajat. [2] M. 2002). Raja Grafindo Persada. [3] Abdul Mujib dan Yusuf Mudzakir. dari sebuah tempat paling indah di dunia. Bandung: PT. 7. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 43. 1998). Jamaluddin Mahfuzh. Aziz bin Abdullah Al Ahmad. Jakarta: Pustaka al-Kautsar. 26-27.7. h. :mrgreen: Salam [1]Muhibbin Syah. 2005. 1996 M/1416 H). 2000).XIII. h. Ngalim Purwanto. 2007). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru (Cet.). h. Remaja Rosdakarya. Abd. Rauf Al-Minawi. [5] Abd. h. Hubungan Orang tua Mempengaruhi Mental Anak. V.. h. No. h. Menuju Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah ( Surabaya: Terbit Terang. Edisi. 85. [6] Al-A lamah Muh. t. [9]Syaikh M. 58. Kajian Korelatif Pemikiran Ibnu Qayyim dan Psikologi Modern (Cet.I. 59-60. Saya. 398. Hal tersebut merupakan cakupan pendidikan yang harus diterapkan kepada anak menurut hukum Islam yang dengan sendirinya menjadi tanggung jawab bagi orang tua. Jakarta: PT. V.th. Ajaran untuk hidup sederhana.I ( Cet II. Jakarta : Pustaka Azzam. 2006). Faidhol Qadir Jilid II (Beirut: Darul Fikri. Psikologi Anak dan Remaja (Cet. Nuansa-nuansa Psikologi Islam. h. 100. Psikologi Pendidikan ( Cet. [4] Ibid. Kesehatan Jiwa. h. [7] Lubis Salam. 2. Abied. . Perkawinan dan Keluarga.

III. Komunikasi Orang tua dan Anak (Bandung: Angkasa.II. Ilmu Jiwa Agama (cet XIV.[10]Hasan Basry. [16] Alex Sobur. 9. 18. [19] Ibid. [20] Muhammad Fu ad Abdul Baqi . h. 1992). Al-Qur an dan Terjemahannya ( Semarang: PT. [11]Sarlito Wirawan Sarwono. 32. Surabaya: PT.. h. 427. 502. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Al-Lu lu Wal Marjan (Cet. Jakarta: Bulan Bintang. Psikologi Remaja ( Jakarta: PT Raja GrafimdoPersada. h. Bina Ilmu. 2005). I. h.. [15]Ahmad Hasan Kanzu. h. h. op. 116. h. 114. [13] Hasan Basri... [14] Zakiyah Drajat. [21] Departemen Agama RI. 2005). 1996). 114. Tanjung Mas Inti. 1993). [17] Departemen Agama RI. op. 13. . 23. Waktu Luang Bagi Remaja Muslim (Cet. h.. 2002). h. Psikologi Remaja ( Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. h. h. Remaja Berkualitas. cit. [18] Ibid. Yogyakarta: Mitra Pustaka. 21. h. 1991). cit. 123.. 2003). [12] Sarlito wWirawan Sarwono. Problematika Remaja dan Solusinya (Cet.

.. [29] Adil Fathi Muhammad. Hadis Pendidikan : Penentuan Tempat dan Waktu Belajar Posted on 9 February 2010 by Miftah i Kasih Nilai . dari sebuah tempat paling indah di dunia.. op.36. op. 116.. h. [31] Ibid. [25] Ibid.. 655. [23] Departeman Agama.. 946. 2004).... 57... 654... Menjadi ayah yang sukses.... 57. h. 955. h.... [24] Ibid.. [27] Zaki al-Din Abd. Saya.Bandung: Mizan Pustaka. Jakarta: Gema Insani Press). h. :mrgreen: Salam .....I. h.... h...... cit. Abied. h..[22] Ibid. [28] Departemen Agama RI... Al -Azhim Al-Munziri. I. h... [26] Ibid.. 667. cit.. [30] Departemen Agama RI.. Ringkasan Shahih Al-Bukhari (Cet. 847.. h. h. op.. cit. (Cet...

Quantcast ² [1] Mufradat : Maju. Beliau menjawab. ³Wahai Rasulullah. dua orang dan dua orang. mengurus. Seorang perempuan di anatar mereka bertanya. telah datang seorang perempuan kepada Rasulullah saw. mengajar. mendatangi mereka lalu mengajarkan apa yang telah Allah ajarkan kepada beliau. orang-orang laki-laki pergi (mempelajari) hadismu. Hal ini mengisyaratkan bahwa waktu dan tempat merupakan hal penting dalam proses perencanaan dan pengajaran pendidikan. Rasulullah menyetujuinya dan menetapkan hari sekaligus tempat belajar bagi mereka. ³Ya Rasulullah. ³Datanglah pada hari ini dan ini di tempat ini dan ini.´ Maka mereka berkumpul dan Rasulullah saw. karena tanpa waktu dan tempat yang tepat maka akan menghambat tercapainya tujuan pendidikan. ³Dua orang. dan ia berkata. Kemudian beliau berkata. telah berkata Abu µAwanah dari Abdurrahman ibn Al Ashbahaniy dari Abu Shalih Dzakwan dari Abu Sa¶id. Bukhari) Penjelasan Hadis Seorang perempuan yang datang kepada Rasulullah dalam hadis di atas adalah Asma¶ binti Zaid ibn As Sakan. Yang dimaksud adalah mendidik. atau (bagaimana kalau) dua orang?´ kemudian dia mengulanginya sampai dua kali. : Mengulanginya Terjemah Hadis Dari Musaddad. ³Tidak ada perempuan di antara kalian yang mendidik (mengajar) tiga orang anaknya kecuali ia ter-hijab (terhalang) dari api neraka.´ Rasul menjawab.[2] Ia datang dengan tujuan agar Rasulullah dapat mengajarkan kepadanya dan kaum wanita pada masa itu segala yang telah Rasul ajarkan kepada kaum laki-laki. maka jadikanlah (luangkanlah) untuk kami dari dirimu (waktumu) sehari (dimana) kami bisa menjumpaimu pada hari itu dan engkau mengajarkan kepada kami apa yang telah Allah ajarkan kepadamu.´ (HR. .

... ..Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab I¶tishom Bab Ta¶lim. AKTIVITAS MAJELIS TA LIM NURUL QUR AN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI IBU RUMAH TANGGA DI KEC GPETE SELATAN CILANDAK JAKSEL ( 1998 ) 4.. MUNGKIN INI BISA JADI INSPIRASI ANDA DALAM PENGEMBANGAN JUDUL" Klo belum merasa puas dengan ini dan butuh skripsi yang utuh silahkan berkunjung ke blog saya di http://rumahmentari...??? BERIKUT INI SAYA SAJIKAN JUDUL-JUDUL SKRIPSI FAKULTAS TARBIYAH JURUASAN PAI......... [3] A........ 1936).... 1994) [2] Ibn Hajar Al Asqalani... AKTIVITAS PEMIRSA KULIAH SUBUH DI TELEVISI SWASTA & PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KLAS III SLTP N I NEGO SARI ( 2000 ) 5..... ASPEK-ASPEK PSIKO RELIGIUS REMAJA DALAM AKTIVITAS PENGAJIAN DI DESA LORGO KEC TAWANG SARI KAB SUKOHARJO ( 2001 ) 3......[3] [1] Bukhari.... Hadis senada juga diriwayatkan oleh Muslim. Shahih Bukhari (Beirut: Dar Al Fikr. BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB & AKIBATNYA ANAK PUTUS SEKOLAH TINGKAT SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA & UPAYA ORANG TUA SERTA MASYARAKAT DALAM PEMBINAAN PENYALURAN LEWAT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI DESA SIDOHARJO KAB SRAGEN ( 91/92) ........ STUDI TENTANG EFEKTIFITAS BELAJAR MANDIRI DALAM BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP TERBUKA SUSUKAN BANJAR NEGARA ( 1998 ) 9... Nasa¶i..... <<CONTOH-CONTOH JUDUL SKRIPSI TARBIYAH/PAI>> CONTOH-CONTOH JUDUL SKRIPSI TARBIYAH/PAI ..blogspot........ PENDIDIKAN KELUARGA DALAM ISLAM (SUATU KAJIAN TEOLITIK) ( 1999 ) 2........ AMAL USAHA RANTING MUHAMMADIYAH PANGKAT REJO BIDANG PENDIDIKAN KEC SEKARAN KAB LAMONGAN THN 1952-1963 ( 1992) 6..com.... Wensick... ANALISIS KUALITAS TES MATA PELAJARAN BAHASA ARAB KELAS III A SMU ASSALAM DI PONDOK 7. ASPEK-ASPEK KECERDASAN SPIRITUAL DALAM KONSEP PENDIDIKAN LUQMAN (TELAAH SURAT LUQMAN AYAT 12-19) ( 2002) 8... Al Mu¶jam Al Mufahras Li Alfadzi Al Hadis Al Nabawi (Leiden: Maktabah Baril.......images "BINGUNG PILIH JUDUL.!!! SKRIPSI TARBIYAH JURUSAN PAI Y 1.. Ibn Majah dan Ahmad ibn Hanbal. W. Fathul Bari.

HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI DALAM KELUARGA & PENYESUAIAN DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II & III SMU UN YOGYAKARTA TH AJARAN 2000/01 ( 2000 ) 25.... FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI DI SMA MUH I PRAMBANAN SLEMAN ( 1993) 21....... FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT KEBERHASILAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN FISIKA DI MTSN LASEM KAB REMBANG ( 1993) 20. EFEKTIFITAS PENGAJARAN FISIKA KURIKULUM 1984 DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI BOYOLALI (STUDI EVALUASI PENERAPAN STRATEGI (BSA BIDANG STUDI FISIKA) ( 1993) 17. BIAS GENDER DALAM PENDIDIKAN FORMAL (KAJIAN TEO & PRAKTIK) GENDER BIAS IN TORIYAL EDUCATION (THEORITIKAL AND PRAETICAL STUDI) ( 1999 ) 11.10.... * HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PENGAJARAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SLTP (isi nama sekolahnya disini) ... FUNGSI BANTUAN PEMBANGUNAN DESA & PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMABNGUNAN BIDANG PENDIDIKAN DI DESA CEMANI KEC GROGOL KAB SUKOHARJO ( 1991) 23.. EFEKTIVITAS METODE DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH LUAR BIASA (BAGIAN C) (CACAT MENTAL) NEGERI 2 YOGYAKARTA ( 1999) 19. HUBUNGAN KETRAMPILAN MENYIMAK BAHASA ARAB .. BIMBINGAN ORTU & PRESTASI BELAJAR SISWA MADRASAH TSANAWIYAH MUALIMIN SIRAY KEC KEMRAWJEN KAB BANYUMAS (STUDI KORELASI) ( 1998) 12.... EFEKTIFITAS METODE MUSYAWARAH DALAM MENGHAFAL AL-QUR AN DI PONDOK PESANTREN ALMUNAWIR KRAPYAK YOGYAKARTA ( 99) 16... DEMOKRATISASI DALAM PENDIDIKAN ISLAM (TELAAH ATAS TEORI PENDIDIKAN ANDRA BOBI) ( 1997 & 1998) 14.... HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS PENGAJARAN DAN ITENSITAS IBADAH PADA IBU-IBU PESERTA PENGAJIAN AISYIYAH DI POTORONO BANGUN TAPAN BANTUL YOGYAKARTA ( 1993) 24...... ............. EFEKTIFITAS PENGGUNAAN NILAI EBTANAS MURNI (NEM) SEBAGAI ALAT SELEKSI PENERIMAAN SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA ( 1989) 18. DIMENSI MORAL KLAIM DALAM BUKU SASMITA TUHAN KEMENANGAN SUARA MORAL KARSA M SOBARY ( 2000 ) 15. DAUROH SEBAGAI LEMBAGA KURIKULER PEMHAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH ALIYAH MATHATI UL FALAH KAJEN MARGOYOSO PATI ( 1990) 13. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN ANAK PUTUS SEKOLAH PADA SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA DI DESA TRIWIDADI PAJANGAN BANTUL ( 91) 22..

* KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MENURUT ALQURAN (KAJIAN ERHADAP ALQURAN AYAT 13-19) * PROBLEMA GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI SLTP (isi sekolahnya disini) * PENDIDIKAN ANAK DI DESA (STUDI TENTANG TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN) * USAHA GURU AGAMA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA (isi nama sekolahnya disini) * HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PENGAJARAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SLTP (isi nama sekolahnya disini) * PENDIDIKAN AGAMA DAN PEMBENTUKAN PRILAKU SISWA SMA (isi sekolahnya disini) * PERANAN RUMAH SINGGAH ANAK JALANAN (tulis nama rumah singgah disini) DALAM MEMBANTU PENDIDIKAN ANAK JALANAN * EFEKTIVITAS PROGRAM REMEDIAL DALAM MENINGKATKAN PRETASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PAI KELAS XI SMA (isi nama sekolahnya disini) * STUDI TENTANG USAHA-USAHA PEMBINAAN KEPRIBADIAN SISWA KELAS KELAS XII SMA (isi nama sekolahnya disini) * PERANAN PONDOK PESANTREN DALAM MENINGKATKAN SDM DI DESA (isi nama desanya disini) * STUDI KORELASI ANTARA PRESTASI BELAJAR DALAM BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN KETERAMPILAN SEKOLAH SISWA KELAS VII SMP (isi nama sekolahnya disini) * USAHA GURU AGAMA DALAMMENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI DESA (isi nama desanya disini) * AKURASI MEDIA AUDIO SEBAGAI SARANA PROSES BELAJAR MENGAJAR DALAM MENINGKATKAN KUALITAS GURU PAI .

.......* IMPLIKASI EMOTIONAL QUATION DALAM PEMBELAJARAN PAI KELAS XI SMA (isi nama sekolahnya disini) * SISTEM PENDIDIKAN TRADISIONAL DI PONDOK PESANTREN (isi nama pondok pesantrennya disini) * PELAKSANAAN PELAJARAN ALQURAN HADITS KELAS XI MTSN (isi nama sekolahnya disini) * PELAKSANAAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DALAM MENUNJANG KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI MADRASAH IBTIDAYAH (isi nama sekolahnya disini) * KEBERADAAN ORGANISASI KEAGAMAAN DALAM MENINGKATKAN UKHUWAH ISLAMIYAH * PERAN ULAM DALAM MEMASYARAKATKAN KEBERSIHAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DESA (isi nama desanya disini) .. Judul Skripsi Pendidikan Agama Islam Bagi yang tengah menyiapkan skripsi tentang pendidikan agama Islam.. berikut ada beberapa contoh judul skripsi pendidikan agama islam yang saya kutip dari peperonity. ASPEK-ASPEK PSIKO RELIGIUS REMAJA DALAM AKTIVITAS PENGAJIAN DI DESA LORGO KEC TAWANG SARI KAB SUKOHARJO ( 2001 ) 3.. AMAL USAHA RANTING MUHAMMADIYAH PANGKAT REJO BIDANG PENDIDIKAN KEC SEKARAN KAB LAMONGAN THN 1952-1963 ( 1992) 6.. AKTIVITAS PEMIRSA KULIAH SUBUH DI TELEVISI SWASTA & PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KLAS III SLTP N I NEGO SARI ( 2000 ) 5. AKTIVITAS MAJELIS TA LIM NURUL QUR AN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI IBU RUMAH TANGGA DI KEC GPETE SELATAN CILANDAK JAKSEL ( 1998 ) 4... ANALISIS KUALITAS TES MATA PELAJARAN BAHASA ARAB KELAS III A SMU ASSALAM DI PONDOK 7.. PENDIDIKAN KELUARGA DALAM ISLAM (SUATU KAJIAN TEOLITIK) ( 1999 ) 2... ASPEK-ASPEK KECERDASAN SPIRITUAL DALAM KONSEP PENDIDIKAN LUQMAN (TELAAH SURAT LUQMAN AYAT 12-19) ( 2002) ... 1....

DIMENSI MORAL KLAIM DALAM BUKU SASMITA TUHAN KEMENANGAN SUARA MORAL KARSA M SOBARY ( 2000 ) 15. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI DI SMA MUH I PRAMBANAN SLEMAN ( 1993) 21. EFEKTIFITAS METODE MUSYAWARAH DALAM MENGHAFAL AL-QUR AN DI PONDOK PESANTREN ALMUNAWIR KRAPYAK YOGYAKARTA ( 99) 16. DEMOKRATISASI DALAM PENDIDIKAN ISLAM (TELAAH ATAS TEORI PENDIDIKAN ANDRA BOBI) ( 1997 & 1998) 14. DAUROH SEBAGAI LEMBAGA KURIKULER PEMHAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH ALIYAH MATHATI UL FALAH KAJEN MARGOYOSO PATI ( 1990) 13. BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB & AKIBATNYA ANAK PUTUS SEKOLAH TINGKAT SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA & UPAYA ORANG TUA SERTA MASYARAKAT DALAM PEMBINAAN PENYALURAN LEWAT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI DESA SIDOHARJO KAB SRAGEN ( 91/92) 10. EFEKTIFITAS PENGAJARAN FISIKA KURIKULUM 1984 DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI BOYOLALI (STUDI EVALUASI PENERAPAN STRATEGI (BSA BIDANG STUDI FISIKA) ( 1993) 17. BIMBINGAN ORTU & PRESTASI BELAJAR SISWA MADRASAH TSANAWIYAH MUALIMIN SIRAY KEC KEMRAWJEN KAB BANYUMAS (STUDI KORELASI) ( 1998) 12. BIAS GENDER DALAM PENDIDIKAN FORMAL (KAJIAN TEO & PRAKTIK) GENDER BIAS IN TORIYAL EDUCATION (THEORITIKAL AND PRAETICAL STUDI) ( 1999 ) 11. FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT KEBERHASILAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN FISIKA DI MTSN LASEM KAB REMBANG ( 1993) 20. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN ANAK PUTUS SEKOLAH PADA SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA DI DESA TRIWIDADI PAJANGAN BANTUL ( 91) 22. STUDI TENTANG EFEKTIFITAS BELAJAR MANDIRI DALAM BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP TERBUKA SUSUKAN BANJAR NEGARA ( 1998 ) 9. HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI DALAM KELUARGA & PENYESUAIAN DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II & III SMU UN YOGYAKARTA TH AJARAN 2000/01 ( 2000 ) . HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS PENGAJARAN DAN ITENSITAS IBADAH PADA IBU-IBU PESERTA PENGAJIAN AISYIYAH DI POTORONO BANGUN TAPAN BANTUL YOGYAKARTA ( 1993) 24. FUNGSI BANTUAN PEMBANGUNAN DESA & PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMABNGUNAN BIDANG PENDIDIKAN DI DESA CEMANI KEC GROGOL KAB SUKOHARJO ( 1991) 23. EFEKTIFITAS PENGGUNAAN NILAI EBTANAS MURNI (NEM) SEBAGAI ALAT SELEKSI PENERIMAAN SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA ( 1989) 18.8. EFEKTIVITAS METODE DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH LUAR BIASA (BAGIAN C) (CACAT MENTAL) NEGERI 2 YOGYAKARTA ( 1999) 19.

KONSEP KEBEBASAN MANUSIA DALAM PENDIDIKAN ISLAM (TELAAH EVALUATIF TERHADAP PROGRESIVISME) (98) 38. KECENDERUNGAN EMOSI REMAJA IMPUKASINYA TERHADAP PEMBINAAN AKHLAK (PENDEKATAN PSIKOLOGIS) ( 2000 ) 34. KONSEP PENDIDIKAN BUDI PEKERTI MENURUT KI HAJAR DEWANTARA & PENDIDIKAN AKHLAK DALAM ISLAM 40. HUBUNGAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN AGAMA DENGAN PRAKTEK-PRAKTEK TAHAYUL DI DESA MARGO MULYO KEC KEREK KAB TUBAN ( 2000 ) 27. HUBUNGAN KETRAMPILAN MENYIMAK BAHASA ARAB DENGAN EXPRESI TULIS SISWA PENDIDIKAN GURU AGAMA NEGRI (PGAN) YOGYAKARTA ( 1988) 26. KEMAMPUAN BAHASA ARAB MAHASISWA FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM JURUSAN TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA ( 2002 ) 36. HUBUNGAN TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA ( 2001 30. KAJIAN TENTANG BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMEA MA ARIF TEMON KAB KULON PROGO (TINJAUAN FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PENDUKUNG DAN PEMECAHANNYA) ( 92) 32. HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II SMP 3 DEPOK SLEMAN 28.25. KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMIKIRAN KIAI HAJI HASYIM ASY ARI DAN TELAAH TERHADAP PROGRESIVISME (SEBUAH KAJIAN KOMPERATIF) ( 2000 ) 41. KONSEP PSIKOTERAPI MENURUT ISLAM DAN IMPLEMENTASINYA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN (THE CONCERPT OF ISLAMIC PSICOTHERAPI AND IT S IMPLEMENTATION ON EDUCATIONAL INSTUTIONAL) ( 2000) 43. KONSEP TRI CON KI HAJAR DEWANTARA DALAM PRESPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM ( 1996) . KONSEP MANUSIA MENURUT PSIKOLOGI DAN NAFSIOLOGI ( 2002 ) 39. ISTANA PONDOK PESANTREN AN NAWAWI BERJAN PURWOREJO DALAM MENINGKATKAN SDM ( 1997) 31. HUBUNGAN PRESTASI MAHASISWA TENTANG PELAYANAN & PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM JURUSAN TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA ( 1998 ) 29. KONSEP PENDIDIKAN ISLAM TENTANG UPAYA MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN ANAK ( 2000 ) 42. KARAKTERISTIK PENGAJARAN AGAMA ISLAM PADA PONDOK PESNTREN AL-FITRAH JEJERAN BANTUL YOGYAKARTA ( 1983) 33. KITAB MAKNUL TASHRIF UNTUK PENGAJARAN SHARAF TINGKAT PEMULA ( 1988) 37. KEHARMONISAN DALAM KELUARGA HUBUNGANNYA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA MTS N BANGSAL MOJOKERTO ( 1999 ) 35.

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM IBADAH PUASA (SUATU TINJAUAN PSIKOLOGIS) ( 2000 ) 59.B SUPARIAN ( 1999 ) 58.44. METODE PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH MLANGI GAMPING KAB SLEMAN ( 1998) 51. PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ISLAM LUAR SEKOLAH DI KELURAHAN TONGGAUAN KLATEN TENGAH ( 2000 ) . KORELASI ANTARA AKTIVITAS KEAGAMAAN & KESEHATAN MENTAL PADA KLEIN / REMAJA DI SASANA REHABILITAS ANAK NAKAL AMONG PUTRA MAGELANG ( 1995) 46. PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI DESA SUMUR PANCING KODYA TANGERANG ( 2000 ) 62. NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM SERAT WEDHA TAMAKARYA KEPA MANGKUNEGARA IV ( 1998 ) 57. METODE DAN EVALUASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DISASANA TRESNA WERDHA (STW) ABIYASA DUWET SARI PAKEM BIWANGUN PAKEM SLEMAN ( 1999) 50. KORELASI PENGUASAAN MUFRODAT DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KLAS II DI MTS NEGERI YOGYAKARTA II ( 1998 ) 47. METODE PENGAJARAN BAHASA ARAB DI SMU YOGYAKARTA ( 2000 ) 52. KOPERASI UNIT DESA (KUD) SUMBER RAHARJO (STUDI KASUS TENTANG MENGENAI KEHIDUPAN KUD DI DESA PLAYEN) ( 1983) 45. NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM BUKU KI AGENG KARANG LOR (KUMPULAN CERITA RAKYAT INDONESIA) SUTINGAN Y. MEDIA ELEKTRONIK DALAM PERSPEKTIF PENGAJARAN BAHASA ARAB (KAJIAN TENTANG TUJUAN & MATERI) ( 1991) 48. METODE-METODE PENDIDIKAN DALAM AL-QUR AN SEBAGAI ALAT UNTUK MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM ( 1998) 54. MOTIVASI SISWA DALAM PENGAMBILAN JURUSAN BIOLOGI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI YOGYAKARTA III ( 1993) 55. METODE TRANSFER NILAI-NILAI KEISLAMAN DALAM CERITA WAYANG KULIT (STUDI TENTANG LAKON DEWA RUCI) ( 1999 ) 53. NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM NOVEL-NOVEL MATINYA BUSSYE (KAJIAN TENTANG TUJUAN & MATERI) ( 1997) 56. PANDANGAN AL-MAWARDI TENTANG ILMU PENGETAHUAN DALAM KITAB ADABU ADI DUNYA WAAD DIIN (SUATU TINJAUAN PSIKOLOGIS PAEDAGAGAS) ( 2000 ) 61. METODE BELAJAR MENGAJAR AL-QUR AN DI PONDOK HUFFADH KANAK-KANAK YAN BUL UL QUR AN KEC KOTA KAB KUDUS ( 96) 49. NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM YANG TERKANDUNG DALAM KISAH NABI MUH AL DIM AL-QUR AN ( 99) 60.

63. PELAKSANAAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN SUBULUK SALAAM KEPUN BENER PEJOSARI KEBON SARI MADIUN ( 2000 ) 64. PELAKSANAAN HOZARIYYATU AL-FURU DALAM PENGAJARAN BAHASA ARAB DI SMP SALAFIYAH PEKALONGAN ( 1992) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful