TUJUAN DAN SASARAN PENDIDIKAN ISLAM *Disusun Guna Memenuhi Tugas Dalam Mata Kuliah Ushul at-Tarbiyyah Yang

Diampu Oleh Supriyanto Pasir, MA. Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia Oleh Khorirur Rijal Luthfi dan Mohammad Agus Khoirul Wafa A. Pendahuluan Islam sangat mementingkan pendidikan. Dengan pendidikan yang benar dan berkualitas, individu-individu yang beradab akan terbentuk yang akhirnya memunculkan kehidupan sosial yang bermoral. Sayangnya, sekalipun institusi-institusi pendidikan saat ini memiliki kualitas dan fasilitas, namun institusi-institusi tersebut masih belum memproduksi individu-individu yang beradab. Sebabnya, visi dan misi pendidikan yang mengarah kepada terbentuknya manusia yang beradab, terabaikan dalam tujuan institusi pendidikan. Penekanan kepada pentingnya anak didik supaya hidup dengan nilai-nilai kebaikan, spiritual dan moralitas seperti terabaikan. Bahkan kondisi sebaliknya yang terjadi. Saat ini, banyak institusi pendidikan telah berubah menjadi industri bisnis, yang memiliki visi dan misi yang pragmatis. Pendidikan diarahkan untuk melahirkan individu-individu pragmatis yang bekerja untuk meraih kesuksesan materi dan profesi sosial yang akan memakmuran diri, perusahaan dan Negara. Pendidikan dipandang secara ekonomis dan dianggap sebagai sebuah investasi. Gelar dianggap sebagai tujuan utama, ingin segera dan secepatnya diraih supaya modal yang selama ini dikeluarkan akan menuai keuntungan. Sistem pendidikan seperti ini sekalipun akan memproduksi anak didik yang memiliki status pendidikan yang tinggi, namun status tersebut tidak akan menjadikan mereka sebagai individu-individu yang beradab. Pendidikan yang bertujuan pragmatis dan ekonomis sebenarnya merupakan pengaruh dari paradigma pendidikan Barat yang sekular. Dalam budaya Barat sekular, tingginya pendidikan seseorang tidak berkorespondensi dengan kebaikan dan kebahagiaan individu yang bersangkutan. Dampak dari hegemoni pendidikan Barat terhadap kaum Muslimin adalah banyaknya dari kalangan Muslim memiliki pendidikan yang tinggi, namun dalam kehidupan nyata, mereka belum menjadi Muslim-Muslim yang baik dan berbahagia. Masih ada kesenjangan antara tingginya gelar pendidikan yang diraih dengan rendahnya moral serta akhlak kehidupan Muslim. Ini terjadi disebabkan visi dan misi pendidikan yang pragmatis. Sebenarnya, agama Islam memiliki tujuan yang lebih komprehensif

dan integratif dibanding dengan sistem pendidikan sekular yang semata-mata menghasilkan para anak didik yang memiliki paradigma yang pragmatis. Dalam makalah ini penulis berusaha menggali dan mendeskripsikan tujuan dan sasaran pedidikan dalam Islam secara induktif dengan melihat dalil-dalil naqli yang sudah ada dalam alQur¶an maupun al-Hadits, juga memadukannya dalam konteks kebutuhan dari masyarakat secara umum dalam pendidikan, sehingga diharapkan tujuan dan sasaran pendidikan dalam Islam dapat diaplikasikan pada wacana dan realita kekinian. B. Pembahasan B.1. Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam Memang tidak diragukan bahwa ide mengenai prinsip-prinsip dasar pendidikan banyak tertuang dalam ayat-ayat al Qur¶an dan hadits nabi. Dalam hal ini akan dikemukakan ayat ayat atau hadits hadits yang dapat mewakili dan mengandung ide tentang prinsip prinsip dasar tersebut, dengan asumsi dasar, seperti dikatakan an Nahlawi bahwa pendidikan sejati atau maha pendidikan itu adalah Allah yang telah menciptakan fitrah manusia dengan segala potensi dan kelebihan serta menetapkan hukum hukum pertumbuhan, perkembangan, dan interaksinya, sekaligus jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuannya. Prinsip prinsip tersebut adalah sebagai berikut:[1] Pertama, Prinsip Integrasi. Suatu prinsip yang seharusnya dianut adalah bahwa dunia ini merupakan jembatan menuju kampung akhirat. Karena itu, mempersiapkan diri secara utuh merupakan hal yang tidak dapat dielakkan agar masa kehidupan di dunia ini benar benar bermanfaat untuk bekal yang akan dibawa ke akhirat. Perilaku yang terdidik dan nikmat Tuhan apapun yang didapat dalam kehidupan harus diabdikan untuk mencapai kelayakan kelayakan itu terutama dengan mematuhi keinginan Tuhan. Allah Swt Berfirman, ³Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) kampung akhirat, dan janganlah kanu melupakan kebahagiaanmu dari kenikmatan duniawi...´ (QS. Al Qoshosh: 77). Ayat ini menunjukkan kepada prinsip integritas di mana diri dan segala yang ada padanya dikembangkan pada satu arah, yakni kebajikan dalam rangka pengabdian kepada Tuhan. Kedua, Prinsip Keseimbangan. Karena ada prinsip integrasi, prinsip keseimbangan merupakan kemestian, sehingga dalam pengembangan dan pembinaan manusia tidak ada kepincangan dan kesenjangan. Keseimbangan antara material dan spiritual, unsur jasmani dan

rohani. Pada banyak ayat al-Qur¶an Allah menyebutkan iman dan amal secara bersamaan. Tidak kurang dari enam puluh tujuh ayat yang menyebutkan iman dan amal secara besamaan, secara implisit menggambarkan kesatuan yang tidak terpisahkan. Diantaranya adalah QS. Al µAshr: 1-3, ³Demi masa, sesungguhnya manusia dalam kerugian kecuali mereka yang beriman dan beramal sholeh.´ . Ketiga, Prinsip Persamaan. Prinsip ini berakar dari konsep dasar tentang manusia yang mempunyai kesatuan asal yang tidak membedakan derajat, baik antara jenis kelamin, kedudukan sosial, bangsa, maupun suku, ras, atau warna kulit. Sehingga budak sekalipun mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan. Nabi Muhammad Saw bersabda ³Siapapun di antara seorang laki laki yang mempunyai seorang budak perempuan, lalu diajar dan didiknya dengan ilmu dan pendidikan yang baik kemudian dimerdekakannya lalu dikawininya, maka (laki laki) itu mendapat dua pahala´ (HR. Bukhori).

Keempat, Prinsip Pendidikan Seumur Hidup. Sesungguhnya prinsip ini bersumber dari pandangan mengenai kebutuhan dasar manusia dalam kaitan keterbatasan manusia di mana manusia dalam sepanjang hidupnya dihadapkan pada berbagai tantangan dan godaan yang dapat menjerumuskandirinya sendiri ke jurang kehinaan. Dalam hal ini dituntut kedewasaan manusia berupa kemampuan untuk mengakui dan menyesali kesalahan dan kejahatan yang dilakukan, disamping selalu memperbaiki kualitas dirinya. Sebagaimana firman Allah, ³Maka siapa yang bertaubat sesuadah kedzaliman dan memperbaiki (dirinya) maka Allah menerima taubatnya....´ (QS. Al Maidah: 39). Kelima, Prinsip Keutamaan. Dengan prinsip ini ditegaskan bahwa pendidikan bukanlah hanya proses mekanik melainkan merupakan proses yang mempunyai ruh dimana segala kegiatannya diwarnai dan ditujukan kepada keutamaan-keutamaan. Keutamaan-keutamaan tersebut terdiri dari nilai nilai moral. Nilai moral yang paling tinggi adalah tauhid. Sedangkan nilai moral yang paling buruk dan rendah adalah syirik. Dengan prinsip keutamaan ini, pendidik bukan hanya bertugas menyediakan kondisi belajar bagi subjek didik, tetapi lebih dari itu turut membentuk kepribadiannya dengan perlakuan dan keteladanan yang ditunjukkan oleh pendidik

Hal ini dapat dijalankan melalui al-mau¶izhah (nasehat). agar berbuat baik. Karena dalam pandangan Ibnu Khaldun. mengupayakan kebajikan dan mencapai kebahagiaan melalui berpikir dan penalaran yang akurat. dan ilmu serta dengan pertimbangan prinsip prinsip dasarnya. Berbeda dengan beberapa pandangan teori di atas.tersebut. apalagi pada anak kecil. Orang tua memiliki kewajiban untuk mendidik mereka agar mentaati syariat ini. Itu artinya pendidikan dengan metode ini juga sekaligus akan membiasakan seseorang untuk berbohong dikarenakan takut dengan hukuman. Mekanisme Pendidikan Islam Mengenai mekanisme dalam menjalankan pendidikan Islam Dalam karyanya Tahdzibul Akhlak. al. Nasa¶i). Hal tersebut disebabkan pendidikan adalah upaya yang paling utama. penggunaan kekerasan dalam pengajaran dapat membahayakan anak didik. B. ³Hargailah anak anakmu dan baikkanlah budi pekerti mereka. sekaligus mempersiapkan diri mereka untuk menerima kearifan.3.[3] B. Karena itu menurut para ahli pendidikan. Ia mengatakan bahwa kekerasan dalam bentuk apapun seharusnya tidak dilakukan dalam dunia pendidikan. Nabi Saw bersabda. Merumuskan tujuan pendidikan merupakan syarat mutlak dalam mendefiniskan pendidikan itu sendiri yang paling tidak didasarkan atas konsep dasar mengenai manusia. Tujuan dan Sasaran Pendidikan Islam Salah satu aspek penting dan mendasar dalam pendidikan adalah aspek tujuan.dharb (dipukul) kalau perlu. diberi janji yang menyenangkan atau tahdzir (diancam) dengan al-µuqubah (hukuman). Disamping itu.´ (HR.[2] (konsep uqubah dalam Islam) Akan tetapi. Ia juga menambahkan bahwa perbuatan yang lahir dari hukuman tidak murni berasal dari keinginan dan kesadaran anak didik. yang membiasakan mereka untuk melakukan perbuatan yang baik. Ibnu Miskawaih mengatakan bahwa syariat agama memiliki peran penting dalam meluruskan akhlak remaja. al-taubikh (dihardik). alam. tujuan pendidikan pada hakekatnya merupakan rumusan-rumusan dari berbagai harapan ataupun keinginan manusia. kekerasan merupakan bagian dari sifat-sifat buruk.[4] . bahkan satu satunya untuk membentuk manusia menurut apa yang dikehendakinya.2. Ibnu Khaldun justru berpandangan sebaliknya.

pengertian pendidikan secara umum. yakni memberi petunjuk akhlak dan pembersihan jiwa dengan maksud di balik itu membentuk individu-individu yang tertandai dengan sifat-sifat utama dan takwa. Rupert C. ³ta¶lim´ dan ³ta¶dib´ yang harus dipahami secara bersama-sama. Sanaky menyebut istilah tujuan pendidikan Islam dengan visi dan misi pendidikan Islam. Sehingga dengan kata lain. dinamis. atau lebih khusus lagi sebagai penyiapan kader-kader khalifah dalam rangka membangun kehidupan dunia yang makmur. Dengan ini pula keutamaan itu akan merata dalam masyarakat. yaitu ³Rohmatan Lil µAlamin´. yang kemudian dihubungkan dengan Islam -sebagai suatu sistem keagamaan. kehidupan adalah pendidikan dan pendidikan adalah kehidupan itu.[6] Ghozali melukiskan tujuan pendidikan sesuai dengan pandangan hidupnya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Menurutnya pendidikan adalah usaha manusia untuk menyiapkan dirinya untuk suatu kehidupan yang bermakna. yaitu sesuai dengan filsafatnya.[7] Hujair AH.[5] Untuk itu. dalam konteks Islam inheren salam konotasi istilah ³tarbiyah´.menimbulkan pengertian pengertian baru yang secara implisit menjelaskan karakteristik karakteristik yang dimilikinya. Istilah istilah itu sekaligus menjelaskan ruang lingkup pendidikan Islam. Pendidikan . Ketiga istilah itu mengandung makna yang amat dalam menyangkut manusia dan masyarakat serta lingkungan yang dalam hubungannya dengan Tuhan saling berkaitan satu sama lain. Selain itu. informal. Menurutnya sebenarnya pendidikan Islam telah memiki visi dan misi yang ideal. Alfred North Whitehead menyusun definisi pendidikan yang menekankan segi ketrampilan menggunakan pengetahuan. sedangkan segi kepribadian yang dibina adalah aspek kognitif dan kebiasaan. harmonis dan lestari sebagaimana diisyaratkan oleh Allah dalam al Qur¶an. yaitu pendidikan yang tidak terpisahkan dari tugas kekhalifahan manusia. Pengertian pendidikan dengan seluruh totalitasnya. Sedangkan Joe Pack merumuskan pendidikan sebagai ³the art or process of imparting or acquiring knomledge and habit through instructional as study´. formal. Theodore Meyer Greene mengajukan definisi pendidikan yang sangat umum. Lodge dalam philosophy of education menyatakan bahwa dalam pengertian yang luas pendidikan itu menyangkut seluruh pengalaman. dan nonformal. sebenarnya konsep dasar filosofis pendidikan Islam lebih mendalam dan menyangkut persoalan hidup multi dimensional. Dalam definisi ini tekanan kegiatan pendidikan diletakkan pada pengajaran (instruction).Maka dari itu berdasarkan definisinya.

Mengenai mekanisme pelaksanaanya. yakni sesuatu yang teramati dan terukur. Bila dilihat dari ayat-ayat al Qur¶an ataupun hadits yang mengisyaratkan tujuan hidup manusia yang sekaligus menjadi tujuan pendidikan. Ahmad Qodri A. Islam dan Permaslahan Sosial. yaitu untuk membangun kehidupan dunia yang yang makmur. 2000. yaitu.[10] C. dinamis. damai. b) mendidik peserta didik untuk mempelajari materi ajaran Islam. a) mendidik peserta didik untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai atau akhlak Islam. dan harmonis. Daftar Pustaka Azizy. Tujuan yang terpenting adalah pembentukan akhlak objek didikan sehingga semua tujuan pendidikan dapat dicapai dengan landasan moral dan etika Islam. termasuk tujuan yang bersifat teleologik itu sebagai berbau mistik dan takhayul dapat dipahami karena mereka menganut konsep konsep ontologi positivistik yang mendasar kebenaran hanya kepada empiris sensual. pandangan hidup. Yogyakarta: Pustaka Pelajar . Mencari Jalan Keluar.[8] Munzir Hitami berpendapat bahwa tujuan pendidikan tidak terlepas dari tujuan hidup manusia. terdapat beberapa macam tujuan. adil. Kesimpulan Dari beberapa uraian yang telah penulis kemukakan dari beberapa pendapat para tokoh pendidikian Islam bahwa pendidikan pada dasarnya memiliki beberapa tujuan. biarpun dipengaruhi oleh berbagai budaya.[9] Qodri Azizy menyebutkan batasan tentang definisi pendidikan agama Islam dalam dua hal. atau keinginan-keinginan lainnya. hal ini tentunya memerlukan kajian yang lebih mendalam sehingga nantinya implementasi dari teori tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan dipandang relevan dengan kondisi yang terikat dengan faktorfaktor tertentu. taat hukum. yang tentunya memiliki tujuan kemashlahatan di dalam mencapai tujuan tersebut. demokratis. sebab visi dan misinya adalah ³Rohmatan Lil µAlamin´.Islam adalah pendidikan yang ideal. Sehingga pengertian pendidikan agama Islam merupakan usaha secara sadar dalam memberikan bimbingan kepada anak didik untuk berperilaku sesuai dengan ajaran Islam dan memberikan pelajaran dengan materi-materi tentang pengetahuan Islam.

Azyumardi. Hujair AH. Menggagas Kembali Pendidikan Islam. Menggagas Kembali Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Firdaus. Yogyakarta: Safiria Insania Press dan MSI Tafsir. hal. Paradigma Pendidikan Islam. dalam Ibid. Mencari Jalan Keluar. Tanpa tahun. Muqaddimah Ibnu Khaldun. 2003. Op. tanpa tahun. 6 [6] Azyumardi Azra. Yogyakarta: Infinite Press. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Membangun Masyarakat Indonesia. hal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Munzir. Tahzib al-Akhlaq. 2004. hal. Mesir: al-Mathbah al-Husainiyyah. Jakarta: Logos Wacana Ilmu. 2001. Ibnu. hal. Jakarta: Pustaka Firdaus Miskawaih. 22 Tags: tarbiyah Prev: pengembangan terpadu BMT dan UMK Next: file kegiatan seminar entrepreneurship jama'ah al-Faraby PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN Judul: PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN Bahan ini cocok untuk Semua Sektor Pendidikan bagian PENDIDIKAN / . 27 [3]Ibnu Khaldun. Mesir: al-Mathbah al-Husainiyyah Sanaky. 32 [10] Ahmad Qodri Azizy. Yogyakarta: Safiria Insania Press dan MSI. 763 [4] Hilda Taba dalam Munzir Hitami. 2001. Islam dan Permaslahan Sosial. Pendidikan Islam. 2002.Azra. Ibid. 32 [5] Ahmad Tafsir. Tahzib al-Akhlaq. hal. 5 [7] Sulaiman. Membangun Masyarakat Indonesia. Muqaddimah Ibnu Khaldun. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. hal. hal. 2002. Jakarta: Logos Wacana Ilmu Hitami. 25-30 [2] Ibnu Miskawaih. Bandung: PT Remaja Rosdakarya [1] Munzir Hitami. 142 [9] Munzir Hitami. Pendidikan Islam. 2002. Ahmad. Yogyakarta: Infinite Press Khaldun. Paradigma Pendidikan Islam. Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Ibnu. hal. Sanaky. 2002. hal. hal. 33 [8] Hujair AH. 2003. Cit. 2004. Metodologi Pengajaran Agama Islam.

salah satu di antaranya bagaimana konsep Alquran berbicara masalah pendidikan. Setelah selesai PBM maka Allah SWT mengadakan evaluasi kepada seluruh mahasiswa ( jin. d) Inspirator dan pemacu terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. keterjaminannya dari percampuran dengan bahasa manusia. dan ternyata Adam lah (dari golongan manusia) yang berhasil menjadi juara dalam ujian tersebut. c) Pembeda antara yang benar dan yang salah. karena manusia wajib menjalani pendidikannya sejak dia dilahirkan sampai dia masuk liang lahad. Tiga golongan mahluk ciptaan Allah dimaksud yaitu Jin. Berbagai penelitian dan pembahasan. . dan rohnya kembali kepada sang pencipta yaitu Allah SWT. malaikat. dan multifungsinya bagi umat manusia. Keluarbiasaan Alquran itu terletak pada aspek-aspeknya antara lain bahasa dan gaya bahasanya. jangkauannya yang tiada terbatas. Nama & E-mail (Penulis): Didik Supriyanto Saya Guru di KALIRUNGKUT II/514 SURABAYA Topik: Tanggal: 17 September 2008 PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN ABSTRAK Alquran sebagai wahyu dan firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW selalu menjadi pusat sorotan karena daya pikatnya yang luar biasa. Proses pendidikan terhadap manusia terjadi pertama kali ketika Allah SWT selesai menciptakan Adam Alaihissalam. Multifungsi Alquran itu terlihat pada ayat-ayatnya dan dikuatkan oleh Al-Hadits. g) Pemberi peringatan bagi orang-orang yang lalai. lalu Allah SWT mengumpulkan tiga golongan mahluk yang diciptakan-Nya untuk diadakan Proses Belajar Mengajar (PBM). dan manusia) dengan cara bertanya dan menyuruh menjelaskan seluruh materi pelajaran yang diberikan.EDUCATION. h) Bacaan utama yang bernilai ibadah. jasadnya larut ditelan bumi. f) Rahmat (limpahan kasih sayang) bagi orang-orang mukmin. baik yang dilakukan oleh pakar Islam sendiri maupun oleh orientalis menyimpulkan bahwa Alquran memiliki muatan yang universal bagi kehidupan umat manusia secara keseluruhan. A. Malaikat. yang menyebutkan bahwa Alquran adalah sebagai : a) Pedoman hidup yang harus dipegang erat oleh kaum muslimin. substansinya. e) Penyembuh bagi orang-orang mukmin. b) Petunjuk bagi umat manusia. Pendahuluan Berbicara masalah pendidikan seakan tidak habis-habisnya sampai manusia itu sendiri lenyap dari permukaan bumi alias mati. sedangkan Allah SWT bertindak sebagai "Maha Guru" nya. dan Manusia (Adam Alaihissalam) sebagai "mahasiswa" nya.

pengendalian diri. Bangsa atau masyarakat yang cerdas merupakan pilar bagi kejayaan dan kemajuannya. bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?". bangsa dan Negara". fakir. Pemerintah bersama-sama DPR mengamandemen UUD 1945 pada tahun 2000 yaitu bahwa pendidikan adalah hak asasi manusia. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. kecerdasan. dan raga. Allah berfirman: 'Bukankah sudah Ku katakana kepadamu. Termasuk yang ada di dalam diri manusia adalah hati. Kalau kecerdasan banyak berhubungan dengan kemampuan pikir dan nalar yang berbasis pada akal atau rasio.33 sebagai berikut : "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: 'sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang kholifah dimuka bumi'. maka kita bangsa Indonesia akan sanggup menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang. rasa.manusia seutuhnya dan manusia Indonesia seluruhnya.Kejadian di atas diabadikan Allah SWT dalam firman-Nya QS. tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Mereka berkata: 'Mengapa Engkau hendak menjadikan kholifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini!' Maka setelah diberitahukannya kepada mereka benda-benda itu. .I senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?' Tuhan berfirman: 'Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui'. akhlak mulia. yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. tanggung jawab Negara dalam pendidikan diwujudkan dalam APBN sekurang-kurangnya 20 %. kemudian mengemukakannya kepada para Mlaikt lalu berfirman: 'Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!" "Mereka menjawab: 'Maha suci Engkau.2 (Al-Baqoroh): 30 ." "Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas adalah "Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. masyarakat. sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengatahui lagi Maha Bijaksana. yakni pembangunan . Kecerdasan dan keterampilan satu sama lain saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. dan pada amandemen tahun 2002 terhadap UUD 1945 disebutkan bahwa. padahal kam. Membangun manusia yang cerdas dan terampil ini merupakan bagian dari hakikat pembangunan nasional. Pendidikan sebagaimana pengertiannya yang disebutkan dalam UU No. kepribadian. maka keterampilan berkaitan dengan skill atau keahlian yang dimiliki oleh seseorang. Dalam Pembukaan UUD 1945 tercantum salah satu cita-cita bangsa Indonesia yang luhur." "Allah berfirman : 'Hai Adam. Maka tepat sekali untuk merespon firman Allah di atas. Dengan "mencerdaskan orang banyak" dan "memperbanyak orang cerdas". Allah Swt berfirman dalam Alquran yang artinya : Allah tidak akan merubah suatu bangsa sehingga mereka sendiri merubah apa yang ada dalam dirinya.

kreatif dan inovatif. Head adalah manusia yang cerdas. hand berarti manusia yang terampil. heart berarti manusia yang mencintai keindahan. Sedangkan olah raga merupakan proses pembangunan manusia sehingga bisa menjadikan dirinya sebagai penopang bagi berfungsinya hati. Maha Suci Engkau. yaitu bagaimana membangun manusia berhati baik dan prakarsanya menjadi baik.serta mampu mengekspresikan keindahan dan kehalusan. Pembangunan pendidikan yang dilaksanakan oleh pemerintah bersama masyarakat merupakan upaya pengejewantahan salah satu cita-cita nasional. Untuk menuju terciptanya insan kamil di atas. yang ini semua tergantung atau karena didasarkan pada niat yang baik. kesehatan dan berdisiplin tinggi. hand. olah pikir. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas adalah Kecerdasan dan keterampilan yang merupakan bagian dari apa yang kita kenal dengan istilah "The Golden H". Olah pikir berarti membangun manusia agar memiliki kemandirian serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. memiliki akhlak yang mulia dan sopan santun. yaitu head. dan health. pandai dan pintar. maka pendidikan yang dikembangkan menurut Mendiknas (2006: xix) adalah pendidikan yang memiliki empat segi yaitu : olah kolbu." Itulah cermin manusia seutuhnya yang menggunakan hati dan fikirannya untuk selalu berdzikir kepada Allah. Niat yang baik dan positif akan bisa menjadikan manusia bersifat produktif. bertafakur mengamati alam semesta. memiliki skill atau keahlian dan profesionalisme. tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Cerdas (ibid: 59) berarti pandai. melainkan harapan dan doa kehidupan yang sejahtera di akhirat kelak. dan olah raga. maka peliharalah kami dari siksa neraka. Olah pikir berorientasi pada pembangunan manusia yang cerdas. tetapi dengan tujuan yang amat tinggi dan mulia yaitu tujuan kehidupan manusia yang tidak berhenti di dunia ini saja. Ini adalah aktualisasi dari potensi hati manusia dan merupakan bagian pendidikan yang paling mendasar dan paling penting. olah rasa. Olah rasa bertujuan menghasilkan manusia yang apresiatif. otak dan rasa. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas di atas adalah pendidikan yang mengarah pada pembentukan manusia yang berkualitas atau manusia seutuhnya yang lebih dikenal dengan istilah insan kamil. Proses pendidikan di atas sejalan dengan QS. hal itu termasuk merupakan aspek afeksi. Dalam istilah pendidikan. sebagaimana bunyi Hadits Nabi: "semua perbuatan (amal) berangkat / tergantung dari kualitas niatnya". tajam pikiran dan sempurna perkembangan akal budinya. serta memanfaatkannya demi kesejahteraan umat manusia baik di dunia maupun di akhirat kelak.Pendidikan yang dimaksud dalam UU No. Ini sangat penting karena tidak akan ada rasa syukur manakala seseorang tidak memiliki apresiasi terhadap keindahan dan kehalusan. heart. Olah Qolbu adalah pendidikan akhlak mulia dan berbudi pekerti luhur sehingga peserta didik memiliki kepribadian yang unggul. Ali Imron (3): 191 yang artinya sebagai berikut: "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi: "Ya Tuhan kami. Insan yang cerdas dan terampil adalah insan dengan kemampuan akalnya dapat memahami berbagai alam dan sosial. sensitive. sehingga sampai pada suatu kesimpulan bahwa Allah menciptakan alam semesta ini bukan untuk main-main. yaitu menciptakan anak . Inilah yang dalam istilah popular saat ini disebut dengan kecerdasan spiritual. dan health berarti manusia yang sadar akan kebersihan. Sedangkan menurut Irfan Hielmy (1999: 58) kecerdasan dan keterampilan seperti yang disebutkan dalam UU No.

"Pembangunan bidang pendidikan mengemban misi pemerataan pendidikan yang menimbaulkan ledakan pendidikan (education explotion). yaitu : " bersyukurlah kepada Allah. hendaklah selalu mendirikan sholat. Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmah kepada Luqmman. dan terampil atau "insan kamil" atau manusia paripurna. Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah) maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. jangan mengikuti seruan syirik. guna membangun dunia ini sesuai dengan konsep yang diciptakan Allah". sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah SWT. akhlak. Berbicara pembangunan pendidikan di Indonesia. dan martabat bangsa Indonesia". juga menunjukkan perbuatannya lewat pengamalan dan sikap mental yang dilakukannya sehari-hari dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. baik potensi jasmani (yakni daging. dibina. Pendidikan Dalam Perspektif Alquran Paradigma pendidikan dalam Alquran tidak lepas dari tujuan Allah SWT menciptakan manusia itu seindiri.bangsa yang cerdas dan bermartabat. kolbu atau bathin. Lebih jauh semakin dirasakan bahwa pembangunan sekolah-sekolah memiliki fungsi strategis bagi peningkatan kualitas warga Negara. Strategi pendidikan nasional ketika itu adalah popularisasi pendidikan yang mengakar pada pemerataan pendidikanb. Walaupun sederhana materi dan metode yang diajarkan Luqman Al-Hakim kepada putranya termasuk kepada kita semua yang hidup di jaman modern ini. sekaligus memberikan contohnya. Hal itu memberikan peningkatan mutu sangat signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia (human recourses development) bangsa kita. dan dikembangkan melalui suatu proses pendidikan sejak ia lahir sampai berpulang ke rahmatullah. dan sebaginya) maupun potensi rohani (yaitu akal. cerdas. ingatlah bahwa manusia itu pasti mati. dan kholifah-Nya. darqh. dan rendahkanlah suaramu. firasat. Langkah yang harus dilakukan untuk bisa mencapai derajat manusia Idonesia yang bermartabat. hendaklah kita tetap merasa diawasi oleh Allah. berbuat baiklah kepada kedua orang tua. Konsep pendidikan dalam perspektif Alquran yang direfleksikan Allah SWT dalam QS. Pendidikan dalam perspektif Alquran dapat dilihat bagaimana Luqman Al-Hakim memberikan pendidikan yang mendasar kepada putranya. maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". Adz-Dzariyat: 56 : "Tidak semata-mata kami ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah". sebagaimna Firman-Nya dalam QS. dijaga. Syafaruddin (2001:1) menjelaskan. sederhanalah dalam berpergian. otot. rasa. nafsu. karsa. Proses pencerdasan dan pemartabatan bangsa dilakukan tidak lepas dari proses belajar mengajar dan pelatihan baik melalui jalur sekolah maupun jalur luar sekolah. jangan suka menyombongkan diri. Diantara wasiat pendidikan 'monumental' yang dicontohkan Luqman lewat materi billisan dan dilakukannya lewat bilamal terlebih dahulu adalah: Jangan sekali-kali menyekutukan Allah. dan barang siapa tidak bersyukur. budi pekerti. harkat. namun betapa cermat dan mendalam filosofi pendidikan serta hikmah yang dimiliki Luqman untuk dapat dipelajari oleh generasi berikutnya sampai akhir jaman. kerjakan selalu yang baik dan tinggalkan perbuatan keji. . tulang. Irfan Hielmy (ibid: 53) adalah dengan mengembangkan berbagai potensi yang ada pada diri manusia sesuai dengan fitrahnya. Menurut Armai Arief (2007:175) " bahwa tujuan pendidikan dalam Alquran adalah membina manusia secara pribadi dan kelompok. dan sebagainay) harus dikembangkan secara seimbang. yaitu pendidikan penyerahan diri secara ikhlas kepada sang Kholik yang mengarah pada tercapainya kebahagiaan hidup dunia maupun akhirat. B. Luqman (31):12-19 selengkapnya berbunyi sebagai berikut : 12.

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuannya tentang itu." Ilmu pengetahuan yang dituju oleh Alquran menurut Widodo (2007: 161) adalah ilmu pengetahuan dengan pengertiannya yang menyeluruh. dan geografi dalam bentuk gejala-gejala umum. akhlak. dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu.berita-berita akan dating. Islam memandang dan memposisikan sendi-sendi keilmuan atau ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sesuatu yang sangat utama dan urgen. ilmu-ilmu dalam Alquran dapat dijabarkan ke dalam masalahmasalah akidah. muamalah.13. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui". niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah. Ia mencakup berbagai disiplin ilmu seperti ilmu sosial. sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi. ekonomi. general ideas. astronomi. hanya kepadaKulah kembalimu. . Al-Mujadilah ayat 11 : "Allah meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. juga karya-karya yang mereka temukan tentang fenomena dan rahasia alam semesta ini. matematika. sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu adalah benar-benar kedzaliman yang besar". kisah-kisah lampau. (Luqman berkata): "Hai anakkua. atau grand theory yang perlu dikem. dan menyapihnya dalam dua tahun. syariah. hingga dapat melahirkan para ahli pendidikan dibidangnya masing-masing sejak Alquran dilauncingkan oleh pembawa risalah terakhir Rosululloh Muhammad SAW empat belas abad yang lalu hingga sekarang bahkan sampai akhir jaman.bangkan lagi oleh akal manusia. kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu. Hai anakku. Hal ini dijelaskan dengan firman Allah dalam QS. 17. janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai. ibadah. dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu. yang mengatur segala yang berhubungan dengan kehidupan dan tidak terbatas pada ilmu syariah dan akidah saja. maka Kuberikan kepadamu apa yang telah engkau kerjakan. 19. Ketokohan Luqman Al-Hakim seperti dijelaskan di atas merupakan suatu keniscayaan dalam dunia pendidikan. dan ilmu pengetahuan ilahiah lainnya. 14. dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Dan sederhanalah engkau dalam berjalan dan lunakkan suaramu. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya di waktu ia memberi pelajaran kepada anaknya: "Hai anakku. Dalam pandangan yang bersifat internal-global. biologi. maka janganlah engkau mengikuti keduanya. Ia merangkul iptek sedemikian rupa sehingga menganggap suci dan disamakan derajatnya dengan jihad bagi perjuangan orang-orang yang berilmu dan yang mencari ilmu. 18. sejarah. fisika. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). 15. Dan Kami perintahkan kepada manusia terhadap dua orang ibu-bapak. Dan janganlah engkau memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah engkau berjalan di muka bumi dengan angkuh. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu. 16.

dan tidak ada kitab suci selain Alquran yang demikian tinggi menghargai ilmu pengetahuan. kamu tidakakan tersesat selama berpegang kepada keduanya. yaitu "part of philosophy which treats of the possibility. lalu menyebutkan penciptaan manusia secara khusus dan umum. kita tidak lagi perlu membuktikan suatu data yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi kepentingan seluruh umat manusia. sungguh kamu lihat dia tunduk terpecah belah dari takut kepada Allah. menyebut nikmat-Nya dengan mengajarkan manusia apa yang ia tidak ." Sebab itu masih menurut dia. Dengan demikian. Fenomena ini menandakan bahwa Alquran berisi Sains yang perlu difikirkan. Dan Dan itu perumpamaan yang Kami adakan untuk manusia supaya mereka berfikir" Cuplikan ayat di atas menjelaskan bahwa Alquran adalah suatu Formula. karena kebenaran yang hakiki hanyalah milik Allah SWT. Kebenaran hasil suatu penyelidikn atau penelitian yang rasional sudah barang tentu mensyaratkan adanya kemampuan berfikir dan bernalar melalui akal yang sehat secara logis untuk menetukan kesimpulan suatu kebenaran yang semuanya bersifat nisbi (sekarang aktual besok basi). Al-Hasyr ayat 21 sebagai berikut : â?oKalau Kami turunkan Alquran ini kepada gunung. yaitu denganmemerintahkannya membaca.Demikian lengkapnya berbagai ilmu yang terdapat dalam Alquran. dalam Matematika Islam. mengontrol atau mengevaluasinya. Dia menciptakan manusia dari segumpal darh. diolah dan dibuat model matematikanya. Hal itu sejalan dengan apa yang dikatakan Nabi Muhammad SAW bahwa: " Aku tinggalkan untuk kalian dua urusan. ayat Alquran yang pertama ke hati Rasulullah SAW menunjuk pada keutamaan ilmu pengetahuan. mendorong untuk mencarinya. Data bilangan dari Alquran dan Nabi. dan memuji orangorang yang menguasainya. Untuk memperjelas penemuannya dia mengutip QS. AlBaqarah (2):147: "Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu. artinya ilmu pengetahuan." Bagi manusia. Tidak ada agama selain Islam. akal yang sehat menjadi syarat utama dapat memperolehnya. Atau sering pula disebut dengan istilah epistemology. sebagai kunci ilmu pengetahuan. Irfan Hielmy (Ibid: 62) mengatakan: "Ilmu. seperti ditegaskan dengan firman-Nya QS. Oleh karena itu diakhir ayat tadi dikatakan 'itu perumpamaan yang kami adakan untuk manusia supaya mereka berfikir. Matematika Islam seolah membuktikan kebenaran sunnah-sunnah Nabi. Kedudukan Ilmu dalam Alquran Ilmu ialah pengetahuan yang disusun secara sistematis yang diperoleh melalui suatu penyelidikan yang rasional dan empiris. dan yang terpenting adalah untuk mengembangkan teknologi. C. nature and limits of human knowledge" (bagian dari ilmu filsafat yang tersusun atas kemungkinan. Tentang term ini Fahmi Basya (1427H: 95) menjelaskan bahwa Matematika Islam ialah matematika yang menjadikan Alquran dan Sunnah Nabi sebagi postulat. alam dan batasan pengetahuan manusia). tidak terkecuali masalah sains dan matematika. dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam. sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orangorang yang ragu". memprediksi suatu gejala. ilmu berguna untuk merencanakan suatu aktivitas. dan menyebut qalam. Yusuf Qardhawi (1998: 91) mengingatkan bahwa. Allah SWT memulai surat dengan memerintahkan untuk membaca yang timbul dari sifat 'tahu'.Al-Alaq : 1-5 sebagai berikut : "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Bacalah. alat transformasi ilmu pengetahuan. yaitu Kitab Allah (Alquran) dan Sunnah Rasul Allah (Hadits). dalam bahasa Inggris disebut science. sebagai mana ditegaskan dalam QS." Dalam wahyu pertama di atas. sekalipun nanti dalam perjalananya.

maka mereka segera mengakui kelemahan dan kebodohan ata apa yang mereka tidak ketahui. Allah ingin menunjukan kemulian dan keutamaan Adam. "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar" (AlBaqarah:31). dan kelemahan mereka atas Adam adalah dalam segi ilmu. D. juga menjadikannya sebagai khalifah Allah di muka bumi dan meninggikannya di atas malaikat -yang mengisi seluruh waktunya dengan ibadah kepada Allah-yaitu dengan ilmu yang diberikan Allah SWT kepadanya dan mengungguli ilmu malaikat dan jin pada ujian yang dilakukan Allah antara mereka dan manusia. dan memberitahukan mereka bahwa keutamaan nabi-Nya adalah dengan ilmu.bahwa Allah memberikan keutamaan kepada Adam. dan kegaiban langit. Allah SWT melebihkannya dengan ilmu yang dimilikinya. Setelah menunjukkan keutamaan Adam dengan ilmu yang dimilikinya dan ketidak thuan Malaikat atas ilmu tersebut. bapak manusia. Saat itu Allah menampakkan keutamaan Adam dengan ilmu yang dimilikinya. Sementara. "Kenapa Engkau menjadikan khalifah di bumi. Al-Baqarah: 30-33 seperti tercantum di awal tulisan ini. Ibnul Qayyim seperti dikutip Qardhawi (Ibid: 96) berkata : Tentang keutamaan ilmu yang dikisahkan dalam QS. setelah melontarkan pertanyaan kepada para Malaikat. Dalam tafsir dikatakan bahwa para Malaikat berkata.uliaan ilmu. sementara malaikat lebih taat dibanding mereka. Ini menunjukan bahwa ilmu ." Allah menjawab. Dan. Dengan firmanNya di atas. Allah SWT mengeluarkan dia (dari syurga yang menjadi tempat tinggal Adam). malaikat tidak mengetahui tentang keduanya. "Allah berfirman. Allah SWT berfirman kepada mereka : "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (AlBaqarah:33).ketahui. Maka. ada beberapa bentuk. Ketika Allah menguji mereka dengan ilmu yang dimiliki khalifah ini. Hal itu menunjukkan akan kemuliaan belajar dan ilmu pengetahuan. maka Allah menampilkan sisi terbaiknya. ketika akan menunjukkan kelebihan Adam dan meninggikan derajatnya. Allah memperkenalkan diri kepada merka dengan sifat ilmu. para syuhada. ulama. beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini! Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu. Allah SWT menjadikan sebagian sifat kesempurnaan pada Adam sehingga ia lebih mulia dari makhluk yang lainnya. Allah mengajarkan kepadanya nama-nama. Allah Mahatahu lagi Mahbijaksana dari khalifah ini akan lahir makhlukmakhluk pilihan. Allah membalas pertanyaan malaikat ketika mereka menanyakan Allah SWT. Ketiga. disebutkan dalam Alquran. nabi-nabi. "Allah tidak akan menciptakan makhluk yang lebih mulia dari kita!" Mereka menyangka lebih baik daripada khalifah yang Allah jadikan di muka bumi. yang lebih baik dari Malaikat. Pertama. â?oHai Adam. timbul dari Iblis makhluk yang paling jahat di dunia. baik lahir maupun batin. serta tentang penciptaan dan penempatannya di bumi yang mengandung banyak hikmah. "Aku lebih tahu atas apa yang engkau tidak ketahui". Kedua. Keempat. Allah memberitahukan kepada mereka akan ilmu Allah dan bahwa Dia mengetahui segala sesuatu. dan ahli ilmu pengetahuan dan keimanan. sementara mereka tidak mengetahuinya. Adam Dimuliakan dengan Ilmu Seperti telah penulis cantumkan di awal. Semua itu menunjukkan kem.tidak dalam kitab agama lainnya. kaum shalihin. Allah menjawab bahwa Dia lebih tahu substansi terdalam semua itu. yaitu ilmunya. rasul-rasul. (AlBaqarah:33) mereka mengakui kelebihan Adam.

cara atau sarananya. E. maka sesungguhnya Robbku Mahakaya lagi Maha Mulia. melainkan perbuatan seseorang karena ilmu yang dimilikinya. sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya. guna memotivasi akal agar mau berpikir dan mengkaji. Hal ini penulis . lalu berkembang sehingga mampu memindahkan gambar visual. ia melepaskan bahkan memberikannya kedudukan. serta mendorong kita untuk mengadakan pengkajian.tentang tabir mimpi yang tidak dapat di pecahkan oleh para ahli. Allah Azza wa Jalla telah menciptakan segala sesuatu dan mengaturnya sesuai dengan undangundang. Dengan pengarahan ini Alquran membuka pintu ilmu. sang raja menampilkannya dan memberikannya kedudukan. siapakah diantara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri." Syadid berkesimpulan bahwa pekerjaan memindahkan singgasana dari satu negeri ke negeri yang lain dalam waktu lebih cepat dari sekejap mata disebutkan oleh Alquran bukan sebagai suatu perbuatan sihir. atau mukjizat seoarang Nabi. Ketika Allah ingin menunjukan keutamaan dan kemuliannya atas seluruh manusiaa pada masanya.. aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu. namun ketika tampak ketinggian ilmu dan pengetahuannya. Ini merupakan bukti bahwa dengan ilmu manusia mampu menundukkan banyak kekuatan alam manakala ia sampai kepada pengenalan terhadap undang-undang-Nya. Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar. Ini menunjukan bahwa penguasaan ilmu oleh bani Adam lebih dimuliakan dan lebih baik dari bentuk fisik. Dia memperlihatkan kepada raja dan penduduk Mesir ilmu Yusuf a. Selanjutnya Syadid menyitir contoh pada kisah Nabi Sualaiman yang ingin memindahkan singgasana Ratu Bilqis dari Yaman ke istananya sebelum Ratu Bilqis datang memenuhi undangannya. Ilmu modernpun telah mampu memindahkan suara melalui gelombang. Penutup Pada bagian akhir ini penulis kemukakan keutamaan ilmu dan belajar. Sementara menurut jalan pemikiran Muhammad Syadid (2003: 132) bahwa Alquran menjadikan alam sebagai 'buku' untuk mengetahui Allah (ma'rifatullah). Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan Jin . Hal itulah yang telah dilakukan oleh rekan Nabi Sulaiman Alaihissalam. serta mendorong kita untuk terus menerus meneliti serta mengkajinya. mengungkap berbagai macam rahasia penciptaan-Nya. sehingga bisa melahirkan berbagai macam penemuan. Dengan kata lain. memerdekakan akal dan pikiran dari belenggu kebodohan dan kebekuan.s. sekaligus menyiapkan manusia untuk mengenal undang-undang tersebut dan menggunakannya dengan kesiapan yang juga dianugerahkan Allah kepadanya. Kisah selengkapnya diabadikan dalam QS. sebelumnya raja itu memenjarakannya karena melihat ketampanannya.Hal seperti ini sama dengan apa yang terjadi terhadap Nabi Yusuf a. mungkin terdapat isyarat Alquran yang mengagumkan untuk bisa menyibak rahasia alam. Alquran cukup hanya menunjukkan kunci-kunci ma'rifah dan rahasia alam. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AlKitab: aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip. Pada saat itu. ia pun berkata: Ini termasuk karunia Robb-ku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). tidak perlu mengemukakan teori.adalah sisi yang paling mulia dalam diri manusia dan kemuliaan manusia karena ilmunya.s. Dan Alquran Al-Karim cukup memotivasi orang untuk berpikir. kekuatan Jin. penelitian dan pembelajaran. menyeru akal dan hati untuk memikirkan keindahan ciptaan Allah dan ayat-ayat-Nya. Padahal. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya. yaitu memegang perbendaharaan Negara. AnNaml (27): 38-40 sebagai berikut : "Berkata Sulaiman: Hai pembesar-pembesar. Sementara para ahli juga mencoba memindahkan badan dengan cara seperti yang dilakukan oleh ilmuwan di zaman Sulaiman tersebut.

2007." Menghadapi era millennium ke 3. Hendaknya kita memusatkan perhatian dan pikiran hanya hanya untuk ibadah dan ilmu. Bina Ilmu. Melihat perkembangan masyarakat modern yang semakin menghawatirkan (disatu sisi).menganggap penting karena yang terjadi dan dirasakan sampai sekarang perhatian dan penghargaan masyarakat terhadap prestasi ahli ilmu dan orang yang berjuang mencari ilmu belum maksimal. Fahmi Basya. Reformasi Pendidikan Islam. DAFTAR PUSTAKA Al-Ghazaly. Namun demikian. seperti dikemukakan Irfan Hielmy (1999: 106) . bahkan John Naisbit dan Patricia Aburdene. Irfan Hielmy.banyak di antara tokoh-tokoh di berbagai belahan dunia yang semakin menyadari pentingnya kehadiran agama di tengah-tengah masyarakat. kita harus beribadah dengan disertai ilmu. 1999. Sedangkan Alquran jelas sekali menghargai orang-orang yang berilmu dan berjuang dalam dunia pendidikan. Salim at. penguasaan dan pengendalian iptek harus menjadi pemikiran serius para pelaku pendidikan. Namun demikian tidak boleh meninggalkan ibadah. namun mulai ada kepercayaan dan ketergantungan kepada semangat spiritualitas agama. Jelaslah bahwa ilmu itu ibarat permata dan lebih utama dari ibadah. 1995 Al-Quran al-Karim Arief. Karena berpikir selain untuk ibadah dan ilmu adalah bathil dan sesat.all. kita akan menjadi kuat dan berhasil . Sebab. upaya pengendalian dan pencegahan dampak negative iptek." Sebuah nasihat Imam Al-Ghazaly (1995: 15) perlu kita renungkan dengan baik : "Wahai orang-orang yang ingin terbebas dari segala mara bahaya dan yang ingin beribadah dengan benar. Penguasaan iptek mutlak diperlukan mengingat perkembangan global masyarakat modern tidak dapat dipisahkan dari iptek. Oleh karena itu untuk kebahagiaan hidup dunia dan akhirat kita harus memiliki keduanya. 1427 H. Terjemah Singkat Tafsir Ibnu Katsier Jilid VI. hanya hanya aka menghancurkan dunia. 1990. SSQ Center. Ciputat Press. karena ilmu adalah pangkal dari segala perbuatan. Al-Mujadilah :11 : "Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di anatara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dua orang futurology Amerika Serikat memperkirakan akan terjadinya kebangkitan agama pada millennium ketiga ini. Surabaya. yakni ilmu dan ibadah. Sains Spiritual Quran. dan sangat mengagung-agungkan ilmu dan teknologi. PiP Darussalam. Gejala dan kecenderungan masyarakat untuk kembali memaknai agama pun sudah semakin terlihat. Masyarakat Madani Suatu Ikhtiar dalam Menyongsong Milenium Baru. Mutiara Ilmu. Kecenderungan realitas obyektif masyarakat modern yang di satu sisi terbius dengan hedonisme. kita harus membekali diri dengan ilmu . Terjemah Minhajul Abidin. . Bahreisy.. Armai. namun ada sisi menggembirakan. pemerintah belum secara serius dan menyeluruh melaksanakan Undang-Undang yang mengamanatkan 20 % APBN/APBD untuk meningkatkan sumber daya manusia melalui pendidikan. juga harus menjadi prioritas pendidikan mengingat nasihat Imam Al-Ghazaly di atas. beribadah tanpa bekal ilmu adalah sia-sia. Jika sudah demikian. seperti tercantum dalam QS.

Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan. Pendahuluan Nabi Muhammad adalah nabi yang terakhir sebagai penutup diantara para nabi yang menjadi utusannya.al-Mujadalah: 11. tetapi juga ilmu pengetahuan. PiP Darussalam. . tidak hanya mencakup ajaran dogmatis. 2002. Nimas Multima. 30 Juni 2010 TUJUAN PENDIDIKAN BERDASAR AL QUR'AN A. Dalam hal ini dapat difahami. Saya Didik Supriyanto setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright). Syafaruddin.Rabu. 2006: 16) Allah mengemukakan bahwa tidaklah bisa disamakan antara orang yang tahu dengan orang yang tidak tahu.S.S. Alquran Berbicara Akal dan Ilmu Pengetahuan. Jakarta. menganalisa. Robbani Press. 2007. Grasindo.S Az Zumar: 9 yang berbunyi: .Katakalah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang -orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Al Qur an akan menerima orang yang senantiasa menggunakan akal sehatnya dan jauh dari segala macam pengaruh. Sebagai nabi ia diberi wahyu berupa al Qur an. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas UUD 1945 Widodo.1999. Sembodo Ardi. Pendekatan Keagamaan dalam Menyelesaikan Krisis Kemasyarakatan. Syadid Muhammad. Yusuf. UU No.. Hal ini dijelaskan dalam Q. Manhaj Tarbiyah Metode Pembinaan dalam Alquran. memperhatikan. berfikir. Dalam ayat yang lain . (Muhaimin. Qardhawi. bahkan menjelaskan bahwa orang yang tahu (mempunyai pengetahuan) mempunyai peranan yang besar dan derajat yang tinggi. bekerja dan beramal. Gema Insani Press. CATATAN: «««««. 2003. Al Qur an adalah firman Allah sebagai petunjuk yang diberikan kepada manusia kejalan yang lurus. (Hamdani Ihsan. ( Q. 2001: 09) Oleh karena itu banyak ungkapan dalam al-Qur an yang menyuruh manusia untuk melihat. al-Qur an dijadikan panutan dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini dijelaskan dalam Q. Kajian Filosofis Pendidikan Barat dan Islam. 1998.. Jakarta. al-Isro 17/50:19) Dengan demikian. yaitu: ..Irfan Hielmy. karena alQur an enggan menerima orang-orang yang buta hatinya atau orang yang hanya ikut-ikutan saja. Jakarta.

. sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi kepentingan seluruh umat manusia. akal yang sehat menjadi syarat utama dapat memperolehnya. Bacalah. sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. Dengan penjelasan tersebut. Dengan demikian. serta apakah tujuan pendidikan yang sesungguhnya. dan yang terpenting adalah untuk mengembangkan teknologi. Irfan Hielmy mengatakan: "Ilmu. Bagi manusia. artinya ilmu pengetahuan. dan tidak ada kitab suci selain Alquran yang demikian tinggi menghargai ilmu pengetahuan. mendorong untuk mencarinya. maka nampaklah bagi kita bahwa al-Qur an sangat mengagungkan kebebasan berfikir dan menghargai kekuatan akal. Untuk itulah diperlukan adanya satu proses dalam kehidupan manusia yang disebut pendidikan.. Dan Allah Maha Megetahui apa yang kamu kerjakan. 1998: 91) Ditegaskan dalam QS. seperti ditegaskan dengan firman-Nya QS. yaitu dengan memerintahkan-Nya membaca. nature and limits of human knowledge (bagian dari ilmu filsafat yang tersusun atas kemungkinan. sebagai kunci ilmu pengetahuan. dapatkah manusia berfikir dan mempergunakan akal secara baik dan benar tanpa melalui proses. Kebenaran hasil suatu penyelidikan atau penelitian yang rasional sudah barang tentu mensyaratkan adanya kemampuan berfikir dan bernalar melalui akal yang sehat secara logis untuk menetukan kesimpulan suatu kebenaran yang semuanya bersifat nisbi (sekarang aktual besok basi). dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. dan menyebut qalam.Al-Alaq : 1-5 sebagai berikut : (1) (2) (3) (4) (5) Arti: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. makalah ini akan membahas dimanakah kedudukan ilmu dalam Al Qur an. Atau sering pula disebut dengan istilah epistemology. Dengan pembahasan tersebut diharapkan agar pembaca memahami kedudukan ilmu. Kedudukan Ilmu dalam Al. serta tujuan pendidikan manusia dalam hidup berdasarkan Al Qur an B. Bersumber dari permasalahan-permasalahan diatas. memprediksi suatu gejala. Dia menciptakan manusia dari segumpal darh. Pembahasan 1.Qur an Ilmu ialah pengetahuan yang disusun secara sistematis yang diperoleh melalui suatu penyelidikan yang rasional dan empiris. Yang mengajar (manusia) dengan . (Yusuf Qardhawi. AlBaqarah (2):147 sebagai berikut: (147) Arti: Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu. dan proses pendidikan manusia karena tadi dijelaskan bahwa manusia akan bisa menggunakan otaknya dengan baik melalui suatu proses. karena kebenaran yang hakiki hanyalah milik Allah SWT. alat transformasi ilmu pengetahuan. mengontrol atau mengevaluasinya. proses pendidikan. dan memuji orang-orang yang menguasainya. yaitu part of philosophy which treats of the possibility..niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. ilmu berguna untuk merencanakan suatu aktivitas. Tidak ada agama selain Islam. Namun persoalannya. alam dan batasan pengetahuan manusia). dalam bahasa Inggris disebut science. Ayat Alquran yang pertama ke hati Rasulullah SAW menunjuk pada keutamaan ilmu pengetahuan.

Ada yang merasa heran mengapa pertama dari ayat tersebut adalah kata Atau perintah untuk membaca.perantaraan qalam. 2. yaitu dalam Q. 2005: 8).S. (al-Husain Ahmad ibn Faris ibn Zakariya. sebagaimana yang dikutip M. . Proses Pendidikan Manusia Kata pada ayat 1 dan 3 dari Q. andai kata (kamu pernah membaca dan menulis). al-Isra /17:14 berbunyi: Arti: Bacalah kitabmu. benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu). Perintah membaca pada wahyu pertama ini. menyebut nikmat-Nya dengan mengajarkan manusia apa yang ia tidak ketahui. berarti pengumpulan. Yang pertama untuk membaca dalam salat. Dengan kata ini pula menandakan bahwa sejak awal diturunkannya al-Qur an telah memberikan isyarat bahwa betapa pentingnya ilmu pengetahuan. al-Ankabut (29/85): 48 Arti: Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (al-Qur an) sesuatu kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis sesuatu kitab dengan tangan kananmu. ra dan hamzah. Padahal nabi Muhammad belum pernah membaca suatu kitab apapun sebelum turunnya alQur an.Alaq ( 96/1 ) mempunyai arti perintah membaca. (Ahmad Tafsir. Untuk bisa membaca memerlukan belajar terlebih dahulu. penghimpunan. Juz V: 78-79) Kalau kata ini diterjemahkan dengan bacalah. al-A la/96:1 dan 3. Dalam wahyu pertama di atas.Quraish Shihab (1997: 93) adalah sebagai berikut: 1. 3. Kata pada ayat ketiga ini merupakan pengulangan dan penguat dari ayat pertama. sementara belajar itu sendiri merupakan bagian dari pendidikan. Kata di dalam al-Qur an disebutkan sebanyak tiga kali. Perintah pertama dimaksudkan sebagai perintah belajar untuk dirinya sendiri. yaitu dengan adanya seseorang membaca. Hal itu menunjukkan akan kemuliaan belajar dan ilmu pengetahuan. sedang yang kedua adalah perintah mengajar orang lain. ia berarti menghimpun dan mengumpulkan ilmu pengetahuan. serta Q. Hal ini memberikan indikasi kepada kita betapa pentingnya perintah membaca tersebut.236 ayat yang sebagian besar mendorong kepada ilmu pengetahuan. Hal ini sesuai dengan Q. lalu menyebutkan penciptaan manusia secara khusus dan umum.S. cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu. dan Q. Kata yang berasal dari yang terdiri dari qaf. Kata bacalah dalam ayat pertama ini menunjukkan bahwa perintah tersebut dalam kategori mar takwini. 2. Sebab al-Qur an menjadi pedoman bagi umat manusia agar berbahagia dunia dan akhirat. Keheranan ini akan hilang jika seseorang tersebut menyadari arti dari iqra itu sendiri dan menyadari pula bahwa perintah membaca itu juga untuk umat manusia seluruh alam dalam sejarah kemanusiaan. nantinya disusul dengan ayat demi ayat yang berjumlah 6.S. maka kata perintah ini mengandung aspek pendidikan . sedang yang kedua diluar salat. Perintah membaca yang pertama ditujukan kepada pribadi Muhammad Saw sedangkan yang kedua kepada umatnya.S. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Allah SWT memulai surat dengan memerintahkan untuk membaca yang timbul dari sifat tahu. Menurut Al Nisaburi. al-Isra /17: 14.al.S.

th: 18 19) Maududi menjelaskan bahwa mendidik dan memelihara merupakan salah satu dari sekian banyak makna implisit yang terkandung di dalam kata (Abdurrahman Saleh Abdullah. Juz III: 99). dan juga dapat berarti tanda. meninggikan kemampuan yang menjadi obyek didik. sebab nama itu harus dijunjung tinggi dan sebagai tanda sesuatu. peningkatan. Ada pendapat maksud dari bi ini antara lain: 1. Huruf ba ( ) tersebut mengandung arti pernyataan atau mulasabah sehingga ayat tersebut berarti bacalah disertai dengan nama Tuhanmu. Jadi mengaitkan pekerjaan membaca dengan nama Tuhan mengantarkan si pelaku selalu karena Tuhan dan akan menghasilkan keabadian. (Al Husayn Ahamad bin Faris bin Zakariya. Kata berarti memberi ukuran sesuatu dan menghaluskan sesuatu.1997). peningkatan. Kata tersebut akhirnya mengacu pada arti pengembangan. Juz II. (Al-Husain Ahmad bin Faris bin Zakariya.th. t. Kata yang berati menjadikan / mendirikan sesuatu tahap demi tahap sampai taraf sempurna. Kata ismi dari kata sama-yasmu berarti tinggi. pertumbuhan dan peninggian. atau dari seseorang pengajar kepada anak didiknya. Pendapat ini menjadikan kata ismi ( ) sebagi obyek dari perintah iqra seperti yang dikemukakan di atas. perbaikan. (M. Quraish Shihab. karena Tuhan yang Kekal Abadi.Quraish Shihab. Kata rabb berarti pendidikan karena dari akar kata . memperbaiki manusia. yaitu manusia. pengembangan atau pertumbuhan. Kedua. yang telah mengajarkan manusia di muka bumu ini dengan nama-nama dari segala sesuatu yang ada. Karena manusia berkomunikasi dan menitik beratkan pendidikan bagi manusia yang ada di bumi ini. (Abdurrahman Saleh Abdullah 1990: 19) Jadi pendidikan merupakan proses transformasi pengetahuan dari satu generasi. (Muhammad Abduh. memelihara. atau dari orang tua kepada anaknya .:483) Ada yang mengatakan berarti meningkatkan. dan mu tal berarti penambahan.th: 1270) Kata rabbuka dalam ayat ini berarti Tuhanmu . (Al Husayn Ahmad bin Faris bin Zkariya. 2. karena Allah adalah Sang Pencipta.duanya merujuk pada makna pemberian bentuk sesuatu yang .TH. Huruf bi biasanya diterjemahkan dengan. maka akan sangat relevan jika Allah diyakini.t. sebab Tuhanmulah yang mendidik. Itu semua pada hakekatnya adalah pengembangan.1997:80) Dari dua pendapat tersebut penulis lebih cenderung pada point yang kedua sebab dalam membaca kita harus selalu bersama nama Tuhan . Dalam bahasa Indonesia diartikan nama. Huruf ba ( ) yang dibaca bi tersebut adalah sisipan yang tidak menambah suatu makna tertentu melainkan hanya sekedar memberi tekanan kepada perintah tersebut. 1999: 248) Ayat pertama sesudah kata adalah kata yang berasal dari kata bi dan ism. sementara Allah adalah Rabb al-Alamin yang universal dan tiada batas. ba . (Ahmad Zaki.Juz II. dan perbaikan. (M. Juz II. Sementara Al-Razy membuat perbandingan antara Allah Yang Maha Mendidik yang mengetahui benar kebutuhan-kebutuhan hambanya sebagai peserta didik. atau memperbaiki. serta diiringi keikhlasan. t. ketinggian. Kata rabb dari kata rabba terdiri dari huruf ra . penambahan. (Ahmad Tafsir.T.perintah atau titah Allah untuk menjadikan sesuatu. 1990: 18) Qurthubi menyebutkan bahwa kata ini merupakan bentuk diskripsi yang diberikan kepada seseorang yang melakukan suatu perbuatan secara paripurna. 2005: 66) Dapat pula berarti memelihara.: 213). Pemeliharaan manusia terbatas kepada kelompok tertentu . (al-Husain Ahmad ibn Faris ibn Zakariya.

th:7209) Sedangkan Sayyid Quthub berpendapat bahwa penyifatan Tuhan di sini menunjukkan kemahakuasaan Tuhan.Alaq.S. setia. terhormat. ada pendapat dari (nawsun) berarti pergerakan dan dinamika.Quraish Shihab (1992 b:27) bahwa mempunyai arti. Pertama menjelaskan syarat yang harus dipenuhi seseorang ketika membaca yaitu membaca . yang berarti mulia pada sesuatu pada dirinya atau mulia pada akhlak. dapat disimpulkan bahwa terlihat perbedaan antara perintah membaca pada ayat yang pertama dan perintah membaca pada ayat yang ketiga dari Q.hal yang kecil dan sderhana ke bentuk mulia.Quraish Shihab. atau menciptakan tanpa satu contoh terlebih dahulu. mulia. maka ia berarti nama yang dilekatkan karena kebaikan-Nya dan kemaha murahan-Nya yang tampak (Q. khususnya dalam perintah membaca. jika dihubungkan dengan kalimat kata pada dasarnya bermakna pendidikan sudah dijelaskan sebelumnya.mengarah pada fisik dan pemolesan psikis manusia. (Al. Kata ini asalnya terdiri dari huruf kaf. bernilai tinggi. (al-Qurthubi. yaitu pendidik. apabila dikaitkan dengan ayat sebelumnya yang menyebutkan Tuhan menumbuhkan dari hal.1992:579).S. Untuk makna yang pertama relevan dengan penampilan manusia yang dapat dilihat fisiknya yang berbeda jika dilawankan dengan jin sebagai makhluk halus. Kata khalaqa dalam bahasa Indonesia biasa diartiakan menciptakan. Didalam prolog turunnya ayat-ayat ini Rasullullah disuruh membaca sampai tiga kali dan dalam ayat-ayatnya ada dua kali sehingga berjumlah lima kali perintah membaca Kata lebih terasa kandungan pendidikannya. ra dan mim. Kata yang kedua dalam ayat ke tiga menunjukan adanya perintah membaca yang berulang-ulang. maka Dia tergesa-gesa dalam menyiksanya. Juz V: 171-172).:16) Al-Qurthubi menyatakan bahwa penyifatan Tuhan dengan mengandung arti kemahabijaksanaan Tuhan akan ketidaktahuan hamba-Nya. Yang dimaksud adalah menciptakan dari tiada. Selanjutnya kata disifati dengan kata . dan kebangsawanan. Kata dalam ayat ini dalam bentuk ism tafdhil mengandung pengertian bahwa Allah menganugerahkan puncak dari segala yang terpuji bagi segala hamba-Nya. (al-Raghib Al-Ashfahani.27/48:40). kesenangan dan berpengetahuan. maka dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan segumpal darah.96/1 al. ( M. Dengan demikian . Untuk memperoleh ilmu pengetahuan ada ketergantungan dari pihak luar atau orang lain.Fakhr al-Razi. dari kedua pendapat diatas . Menurut M. t. atau menolak bahaya. selalu ingin bergerak maju dan dinamis. apa lagi jika dihubungkan dengan prolog turunnya ayat-ayat ini akan nampak jelas bahwa membaca itu harus berulang-ulang. pujian ganjaran. Jadi kemahamurahan Tuhan disini nampak pada perubahan segumpal darah ke derajat manusia. Dengan demikian manusia itu tercakup adanya pisik psikis yang mempunyai sifat lupa. Kemudian membekalinya dengan ilmu pengetahuan biasa mengolah bumi serta menguasai apa yang ada padanya untuk kepentingan umat manusia. Namun apabila kata ini disifatkan kepada Allah.th. Selain kedua arti tersebut kata dari akar kata (nisyun) berarti lupa.1997: 86) Kata diterjemahkan dengan manusia berarti keadaan sesuatu yang selalu tampak dan jinak. antara lain: memberikan dengan mudah tanpa pamrih. Untuk makna yang kedua berkenaan dengan sifat kejiwaan manusia seperti keramahan. Kata al alaq dalam ayat ini biasanya diartikan dengan darah yang beku. Kata berarti sesuatu yang digantungkan pada sesuatu yang tinggi. 1979. Di samping itu pula dapat bermakana bahwa Allah lebih tinggi dari segala kemuliaan dengan pengertian bahwa Allah dalam memberi tidak mengharapkan manfaat. t. (al-Husain Ahmad ibn Faris ibn Zakariya.

Dari sini tercermin bagi kita bahwa apa yang belum diketahui. sementara perintah kedua menggambarkan manfaat yang diperoleh dari bacaan tersebut. Ini berarti bahwa sumber ilmu manusia ialah Allah sendiri. kreatifitas. yaitu penafsiran-penafsiran baru atau pengembangan-pengembangan dari pendapat . dan wawasan baru. Tujuan pertama dapat berarti bahwa pendidikan merupakan pewarisan budaya. Kalimat dapat pula memberikan pengertian tentang tujuan pendidikan yang dilihat dari dua aspek pendidikan (Umar Syihab. Kedua adalah menggali potensi yang terdapat dalam diri manusia. tidak hanya berarti bahwa manusia tidak mempunyai pengetahuan sama sekali. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan pada diri seseorang dan masyarakat. potensi dalam diri manusia dapat digali secara cermat. baik untuk menulis maupun untuk mengundi. baik alat itu yang berbentuk sederhana seperti pensil maupunn yang canggih seperti komputer dan alat percetakan. dengan adanya hal-hal atau informasi-informasi yang disampaikan kepada seseorang atau masyarakat tersebut. Potensi manusia dapat berupa intelegensia. yakni tulisan. Pengertian ini menggambarkan bagaimana terjadinya pengajaran dari pendidik kepada obyek didik melalui pena. 1990: 93-94). tetapi yang dimaksudkan adalah hasil penggunaan alat tersebut yakni tulisan. sementara tujuan kedua pendidikan berarti pengembangan potensi.pendapat yang telah pernah ada. Kata biasanya diartikan dengan pena. Kata baik dalam bentuk tunggal maupun jamak digunakan oleh al-Qur an dalam arti alat.demi Allah. Tujuan Pendidikan Salah satu bentuk kalam Allah adalah apa yang dikandung dalam Q. Jawaban dari pertanyaan diatas dapat dilihat pada ayat kelima. Dalam Q. Pemilihan kata sebagai pengganti kata berarti tulisan. maka Dia harus mengajarkan kepada mereka. Namun tidak dijelaskan siapa yang diajar dan apa yang diajarkan. Keterangan tersebut dapat difahami bahwa ayat keempat dari ayat ini menjelaskan peranan pena dalam Pendidikan. Dengan demikian aspek pendidikan terdiri dari aspek eksternal dan aspek internal. al-Alaq (96/1): 4 tersebut menggambarkan bahwa Allah mengajarkan manusia dengan perantaraan .S. Dari arti pada ayat ini adalah hasil dari penggunaan alat tersebut. Lewat pendidikan. kepribadian dan lain-lain potensi yang dimilikinya. tetapi dalam diri manusia terdapat potensi-potensi yang perlu digali dan diaktualisasikan. yaitu Allah akan menganugerahkan kepdanya ilmu pengetahuan . sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa Tuhan adalah pendidik. Dengan demikian rangkaiannya menerangkan sebagian bentuk atau cara Tuhan melimpahkan kemurahan-Nya. Begitu pula terbuktinya dengan sangat jelas dalam pembacaan alam raya ini dengan bermunculannya penemuan-penemuan baru mebuka rahasia-rahasia alam. al-Alaq (96/1):4 ayat tersebut mensifati Tuhan Yang Maha Pemurah. agar dapat berguna bagi . menggambarkan betapa pentingnya peranan alat tulis bagi umat manusia. dan orang yang banyak membaca itu hidup akan mulia. yang kesemuanya harus berperan untuk mencerdaskan umat manusia. Dalam artian bahwa kata yang digunakan berarti alat . Hal ini menunjukkan apa yang dijanjikan Allah terbukti secara sangat jelas dalam membaca ayat alQuran. Dalam memberikan kemurahan kepada hambanNya. yang berbunyi : Ayat ini menerangkan bahwa Tuhanlah yang mengajarkan ilmu kepada manusia tentang apa yang tidak diketahuinya. Pertama adanya perubahan dalam diri seseorang atau masyarakat menjadi tahu.S. sebab pena adalah alat untuk menulis. 3.

Serta di dalam Al-Qur an juaga menjelaskan kemuliaan belajar dan ilmu pengetahuan.com http://www. Hidup manusia selain bertauhid termasuk berilmu pengetahuan C.wikipedia. Melalui bacaan manusia memperoleh ilmu pengetahuan. Mermbaca dan menulis dua komponen yang melahirkan proses pendidikan. Ilmu dalam Al-Qur an sebagai pembuka suatu pengetahuan yang belum diketahui. PT. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Nuansa Baru Pendidikan. Pustaka Setia: Bandung Muhaimin. Lima ayat yang turun pertama kali ini menjelaskan pentingnya pendidikan. baik untuk duniawi ataupun akhirat. Ahmad. Kesimpulan Ilmu adalah pengetahuan yang disusun secara sistematis melalui suatu penyelidikan yang rasional dan empiris. 2005. sehingga perlu jenjang pendidikan yang berkelanjutan dan perlu diulang-ulang.im . Dan pada manusia ilmu berguna untuk perencanaan suatu aktifitas atau untuk memprediksi suatu gejala dan yang paling penting bermanfaat bagi seluruh umat manusia. Hamdani.dirinya. Karena manusia hidup selain harus bertauhid juga harus berilmu pengetahuan karena keduanya saling berkesinambungan. DAFTAR PUSTAKA Ihsan. sejak turunnya awal wahyu manusia terdokma jiwa tauhid dan berilmu pengetahuan. Filsafat Pendidikan Islam.wordpress. . Resmada Rosdakarya: Bandung http://www.bing. Pendidikan itu sangat penting bagi umat manusia. 1998. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. PT. Tujuan pendidikan untuk mengadakan perubahan dalam diri manusia. agamanya dan masyarakatnya. (1) (2) (3) (4) (5) Dari ayat tersebut diatas dapat diketahui bahwa. 2006.com Tafsir. CV. dan menggali potensi-potensi yang dimiliki oleh manusia. http://emperordeva. pertama merupakan pewarisan budaya dan yang ke dua pengembangan potensi oleh manusia agar dapat diaktualisasikan sehingga menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi manusia. Pendidikan Islam. 2001. Raja Grafindo Persada: Jakarta Qardhawi. Yusuf.

dan menafkahkan sebagian rezki. Berbeda dengan manusia yang yakin. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib.Dalam hal ini pula yang dimaksud dengan orang-orang bertakwa adalah orang yang mempersiapkan jiwa mereka untuk menerima petunjuk atau yang telah mendapatkannya tetapi masih mengharapkan kelebihan. Semua ayat yang menunjuk kepada firman-firman Allah dengan nama al-Qur an (bukan al-Kitab) yang mengarah pada isyarat dekat hadzal Qur an .5. Surah al-Baqarah (1-5) 1. hanya Allah yang mengetahui. Tujuan Pendidikan Islam A. sedang penggunaan kata hadza ini untuk menunjukkan betapa dekat tuntunantuntunannya pada fitrah manusia.Kajian Tentang Ayat-Ayat Pendidikan Posted on //%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% %%%%%%%%%%%23 May 2009 by Miftah TAFSIR AL QUR AN: Kajian tentang Ayat-Ayat Pendidikan I. petunjuk bagi rnereka yang bertaqwa. mendirikan shalat. Penggunaan isyarat jauh ini bertujuan memberi kesan bahwa kitab suci ini berada dalam kedudukan tinggi dan sangat jauh dari jangkauan makhluk. namun ketika ia sampai pada tahap yakin.2. Dalam alQur an disebutkan Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. itulah jawaban yang dikemukakan oleh para ulama abad pertama hingga abad ketiga. 3. Alif. serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Lam. karena pengetahuan Yang Maha Mengetahui itu sedemikian jelas sehingga tidak pernah sesat atau sedikitpun disentuh oleh keraguan. Alif laam miim. miim. maka keraguan yang tadinya . hanya Allah yang tahu rahasianya. 4. Allahu A lam.Pada ayat ini menggunakan isyarat jauh untuk menunjuk al-Qur an. Kitab (al Qur an) ini tidak ada keraguan padanya. ayat yang cukup singkat. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (al Qur an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu.Yuqinun atau yakin adalah pengetahuan yang mantap tentang sesuatu dibarengi dengan tersingkirnya apa yang mengeruhkan pengetahuan itu. Tampaknya jawaban Allabu A lam yakni Allah lebih mengetahui masih diangap jawaban yang relevan sampai saat ini. tetapi sangat dalam maknanya. Sebelum tiba keyakinannya. karena petunjuk Allah tidak terbatas. Sudah cukup lama para ulama al-Qur an berbeda pendapat. dan rnerekalah orang-orang yang beruntung. 99:76) Pada Ayat ke-3 dari surah al-Baqarah ini mengisyaratkan bahwa yang bertaqwa hendaknya mengimani yang ghaib. karena ia bersumber dari Allah Yang Maha Tinggi Maha Bijaksana. serta menafkahkan sebagian rezeki yang telah dianugerahkanNya. (QS. baik berupa keraguan maupun dalih-dalih yang dikemukakan lawan. yang Kami anugerahkan kepada mereka. yang mendirikan shalat. meskipun demikian jawaban itu masih dianggap kurang memuaskan. Itu sebabnya pengetahuan Allah tidak dinamai mencapai tingkat yakin. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Rabbmu dan lebib baik kesudahannya . Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb-nya. ia terlebih dahulu disentuh oleh keraguan.

B. atau peristiwa lain yang seupa. Menambah ketaqwaan manusia pada Allah2. yakni benar-benar keimanan telah mantap dalam hatimu. Kitab tersebut berfungsi mengubah masyarakat dan mengeluarkan anggotanya dari kegelapan menuju terang benderang dari kehidupan negative menuju kehidupan positif. (al Qur an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia.ada langsung sirna. yaitu seperti tanaman mengeluarkan . Al-Qur an memang adalah penerangan bagi seluruh manusia. Dia tidak menyiksa manusia secara mendadak. Surah al-Fath: 29 Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orangorang kafir tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. Di dunia kamu memperjuangkan agama Allah itulah sebuah kebenaran. lagi peringatan. apa yang mereka alami dalam perang uhud tidak perlu menjadikan mereka berputus asa. serta peringatan bagi orang-orang yang bertaqwa. dan dalam perang badar mereka dengan gemilang meraih kemenangan dan berhasil melawan dan membunuh sekian banyak lawan mereka. janganlah kamu melemah menghadapi musuhmu dan musuh Allah. Karena itu. juga mengandung makna bahwa Allah tidak menjatuhkan sanksi sebelum manusia mengetahui sanksi tersebut. Mengapa kamu lemah atau bersedih padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) di sisi Allah. bahwa al-Qur an secara keseluruhan adalah penerangan yang memberi keterangan dan menghilangkan kesangsian serta keraguan bagi manusia.139. Surah A1i lmran: 138-139 138. Janganlah kamu bersikap lemah. di akherat kamu mendapatkan surga Allah. atau dengan kata lain ayat ini memberikan informasi tentang keutamaan alQur an yang mengungkap adanya hukum-hukum yang mengatur kehidupan masyarakat. dan petunjuk serta pelajaran bagi orangorang yang bertagwa. Mewujudkan kesuksesan dalam hidup. di dunia dan di akherat. padahal kamulah orang-orang yang paling tingi (derajatnya).Pada ayat 139 ini membicarakan tentang kelompok pada perang uhud. dimana kalaulah dikaitkan dengan tujuan pendidikan itu sendiri dapat penulis simpulkan sebagai berikut:1. jika kamu orang-orang yang beriman. menjadikan manusia yang intelek dan mempunyai derajat yang tinggi c.Bila kita kaitkan dengan tujuan dari pendidikan itu sendiri dapat kita ketahui sebagai berikut1. Pada perang uhud mereka tidak meraih kemenangan bahkan menderita luka dan poembunuhan. kuatkan jasmanimu dan janganlah (pula) kamu bersedih akibat dari apa yang kamu alami dalam perang uhud. kuatkanlah mentalmu. Mewujudkan manusia yang percaya akan hari akhir5. Ini jika kamu orangorang mukmin.Dari hal diatas dapat dipahami bahwa surah al-baqarah ayat 1-5 ini sangat dalam pesan moralnya. karena ini adalah petunjuk. maka itu merupakan bagian dari sunnatullah. mewujudkan manusia yang banyak beramal shaleh4. dan janganlah (Pula) kamu bersedih hati.Mereka itulah orang-orang yang sungguh jauh dan tinggi kedudukannya berada di atas yakni memperoleh dengan mantap petunjuk dari Tuhan Pembimbing mereka dan mereka itulah orang beruntung muflihun memperoleh apa yang mereka dambakan. tanda-tanda meraka tampak pada muka mereka dari bekas sujud Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam lnjil. Mewujudkan bimbingan pada manusia agar tidak binasa dengan hukum-hukum alam 2. Agar manusia mempercayai akan keberadaan Allah3. Namun demikian.Pernyataan Allah ini adalah penjelasan bagi manusia. Mewujudkan kebahagiaan pada hambanya 3. Pada ayat 138 dalam surah Ali Imran ini mengandung pesan-pesan yang sangat jelas. petunjuk.

Demikian itulah keadaan orang mukmin pengikut Nabi Muhammad SAW. dan hari akherat . dan kepada Allah-lah kembali segala urusan . Kalaupun dipahami sebagai sikap keras. 48:29) Pada ayat ini Allah menjelaskan sifat dan sikap Nabi Muhammad SAW beserta pengikut-pengikut beliau. niscaya mereka mendirikan shalat.Kalimat asyidda u ala al-kuffar sering kali dijadikan oleh sementara orang sebagai bukti keharusan bersikap keras terhadap non muslim.Al-Qur an mengisyaratkan kedua nilai di atas dalam firman-Nya dalam surah Ali Imran.Ayat di atas mencerminkan sekelumit dari ciri-ciri masyarakat yang diidamkan Islam. Ini serupa dengan firman-Nya dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah. menyuruh berbuat yang ma ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. menyuruh kepada yang ma ruf dan mencegah dari yang munkar. (QS 3:104) . mereka adalah orang-orang yang beruntung . Mewujudkan manusia yang selalu menyenangkan orang lain d Surah al-Hajj: 41 (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi. Serta mereka menyuruh anggota masyarakatnya agar berbuat yang ma ruf serta mencegah dari yang munkar.tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. ayat 104 yang berbunyi Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. yakni Kami berikan mereka kekuasaan mengelola satu wilayah dalam keadaan mereka yang merdeka niscaya mereka melaksanakan shalat secara sempurna rukun. menunaikan Zakat.. syarat. 24:2)Dari hal diatas dapat kita ketahui makna yang terkandung dari ayat diatas sbagai berikut1. dan yang telah terbukti dalam sejarah melalui masyarakat Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau. (QS. Mewujudkan seorang hamba yang ahli sujud dan taubat3.. kapan dan di manapun. Allah menjanjikan untuk orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shaleh di antara mereka yang bersama Nabi serta siapapun yang mengikuti cara hidup mereka dapat mencapai kesempurnaan atau luput dari kesalahan atau dosa. Mewujudkan rasa hormat dan rasa kasih saying sesama manusia2. (QS. dan sunnah-sunnahnya dan mereka juga menunaikan zakat sesuai kadarnya. Walau mereka memiliki sikap tegas itu namun mereka berkasih sayang antar sesama mereka. tanaman itu menyenangkan hati penanam penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan orang-orang mu min). maka itu dalam konteks peperangan dan penegakan sanksi hukum yang dibenarkan agama. jika kamu beriman kepada Allah. Allah berfirman: Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang diutusnya membawa rahmat bagi seluruh alam dan orang-orang yang bersama dengannya yakni sahabat-sahabat Nabi serta pengikut-pengikut setia beliau adalah orang-orang yang bersikap keras yakni tegas tidak berbasa-basi yang mengorbankan akidahnya terhadap orang-orang kafir. (QS. 22:47) Ayat ini menerangkan tentang keadaan orang-orang yang diberikan kemenangan dan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi. demikian itulah sifat-sifat yang agung dan luhur serta tinggi. Mereka juga ruku dan sujud dengan tulus ikhlas karena Allah. senantiasa mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya yang agung.Allab menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan menegakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pabala yang besar .

kemantapan makna penghambaan diri kepada Allah dalam hati setiap insan. Semuanya mengarah hanya kepada Allah secara tulus. karena itu mohanlah ampunan-Nya kemudian bertobatlah kepada-Nya. menjadi bukti kebenaran mukjizat Nabi Muhammad SAW. (QS. Mewujudkan manusia yang ahli do a4.Didahulukannya penyebutan kata al jin/jin dari kata al-ins/manusia karena jin lebih dahulu diciptakan Allah dari pada manusia.Kedua. (QS. Shaleh berkata Hai kaumku.Hud: 61 Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. (QS. terlaksanalah makna ibadah. Dengan demikian. 55:4) Al-Qur an adalah firman-firman Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dengan lafal dan maknanya yang beribadah siapa yang membacanya. f. 59:50) Ayat di atas menggunakan bentuk persona pertama (Aku). Mewujudkan manusia yang selalu bertawaqqal pada Allah. pada setiap anggota badan dan setiap gerak dalam hidup. Ini bukan saja bertujuan menekankan pesan yang di kandungnya tetapi juga untuk mengisyaratkan bahwa perbuatan-perbuatan Allah tidak melibatkan malaikat atau sebab-sebab lainnya. Pada masa itulah. 55:3)Mengajarnya pandai berbicara (QS. Surah . Mereka adalah keturunan Tsamud Ibnu Jatsar. Tidak ada dalam wujud ini kecuali satu Tuhan dan selain-Nya adalah hamba-hamba-Nya. sekaligus menjadi alasan mengapa manusia harus menyembah Allah SWT semata-mata. Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rahmat Nya) lagi memperkenankan (do a hamba Nya) . merekapun berhasil membangun peradaban yang cukup megah.Ayat ini mengandung perintah yang jelas kepada manusia langsung maupun tidak langsung untuk membangun bumi dalam kedudukannya sebagai khalifah. Dengan demikian silsilah keturunan mereka bertemu dengan Ad pada kakek yang sama yaitu Imran. sembahlah Allah.Kaitannya dengan tujuan pendidikan sebagai berikut1. Di sini penekanannya adalah beribadah kepada-Nya semata-mata. Ibnu Nuh. 55:2)Dia menciptakan manusia. Mewujudkan seorang yang selalu menegakkan kebenaran dan mencegah kemunkaran2. Ar-Rahman: 1-4(Rabb) Yang Maha Pemurah. Ketika itulah Allah mengutus Nabi Shaleh as mengingatkan mereka agar tidak mempersekutukan Allah tetapi tuntunan dan peringatan beliau tidak disambut baik oleh mayoritas kaum Tsamud. Subjek Pendidikan a. Mewujudkan seorang hamba yang shaleh2.Kaitannya dengan tujuan pendidikan itu sendiri dapat kita pahami sebagai berikut:Pertama. e.(QS. Surah adz-Dzariyat: 56 Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku . Kata al-Qur an dapat dipahami sebagai keseluruhan ayat-ayatnya yang . karena itu mereka beriman kepada Allah SWT. (QS. 55:1)Yang telab mengajarkan al Qur an. Tsamud juga merupakan satu suku terbesar yang telah punah.Kaitannya dengan tujuan pendidikan sebagai berikut:1. Mengarah kepada Allah dengan setiap gerak pada nurani. maka redaksi yang digunakan berbentuk tunggal dan tertuju kepada-Nya semata-mata tanpa memheri kesan adanya keterlibatan selain Allah S WT. Ibnu Iram Ibnu Sam. Mewujudkan akan keesaan Tuhan3. 11:61) Setelah selesai kisah Ad kini giliran kisah suku Tsamud. sekali kali tidak ada bagimu Ilah selain Dia Dia telah meciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan pemakmurnya.Kaum Tsamud pada mulanya menarik pelajaran berharga dari pengalaman buruk kaum Ad. Menunjukkan akan luasnya ilmu Tuhan II. tetapi keberhasilan itu menjadikan mereka lengah sehingga mereka kembali menyembah berhala serupa dengan berhala yang disembah kaum Ad.

AI-Bayan berarti jelas. bukan malaikat yang Kami beri wahyu kepada mereka antara lain melalui malaikat Jibril. Mereka adalah orang-orang yang dapat memberi infonnasi tentang kemanusiaan para rasul yang diutus Allah. baik muslim ataupun non muslim. dalam hal ini adalah Nabi Muhammad SAW. makhluk yang paling membutuhkan tuntunannya. tetapi mencakup segala bentuk ekspresi. Dalam konteks ini Nabi Muhammad SAW bersabda: Tidak seorang nabipun kecuali telah dianugerahkan Allah apa (bukti-bukti indrawi) yang menjadikan manusia percaya padanya. Maka wahai orang-orang yang ragu atau tidak tahu bertanyalah kepada ahl dzikr yakni orang-orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui. maka ia dapat dipahami pula sebagai perintah bertanya apa saja yang tidak diketahui atau diragukan kebenarannya kepada siapapun yang tahu dan tidak tertuduh objektivitasnya. Surah an Nahl: 43-44 Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu.Ayat di atas mengubah redaksinya dari persona ketiga menjadi persona kedua yang ditujukan langsung kepada mitra bicara. maka aku mengharap menjadi yang paling banyak pengikutnya di hari kemudian . Agaknya hal ini mengisyaratkan penghormatan kepada beliau dan bahwa beliau termasuk dalam kelompok rasul-rasul yang diutus Allah.Ayat ini juga menugaskan Nabi Muhammad SAW untuk menjelaskan al-Qur an. Kata al-Insan disini mencakup semua jenis manusia. maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur an. Nah. kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka. sejak Adam as. (HR. kendati demikian persoalan kemanusiaan para rasul. yakni objek pertanyaan. Namun ia tidak terbatas pada ucapan. (QS.Allah ar-Rahman yang mengajarkan al-Qur an itu ialah yang menciptakan manusia. dan dapat juga digunakan untuk menunjuk walau satu ayat saja bagian dari satu ayat. mereka akui. Dalam penolakan terhadap apa yang diturunkan Allah SWT mereka selalu berkata bahwa manusia tidak wajar menjadi rasul atau utusan Allah. Memang as-Sunah mempunyai fungsi yang berhubungan dengan al-Qur an dan fungsi sehubungan dengan pembinaan . Bayan atau penjelasan Nabi Muhammad itu bermacam-macam dan bertingkat-tingkat. (QS. termasuk seni dan raut muka. serta siapa yang ditanya tertentu pula. namun karena redaksinya yang bersifat umum. bahkan kedudukan beliau tidak kurang.Walaupun penggalan ayat ini turun dalam konteks tertentu.Kata ahl dzikr pada ayat ini dipahami oleh banyak ulama dalam arti para pemuka Yahudi dan Nasrani. 16:44) Pada ayat ini diuraikan kesesatan pandangan kaum musyrikin menyangkut kerasulan Nabi Muhammad SAW. Mereka wajar ditanyai karena mereka tidak dapat dituduh berpihak pada informasi al-Qur an sebab mereka juga termasuk yang tidak mempercayainya.Bukhori). ayat ini menegaskan bahwa: Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu kepada umat manusia kapan dan di manapun kecuali orang-orang lelaki yakni jenis manusia pilihan. Ada juga yang memahami istilah ini dalam arti sejarawan.enam ribu lebih itu. agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka supaya meraka memikirkan.Dimulainya surah ini dengan kata ar-Rahman bertujuan mengundang rasa ingin tahu mereka dengan harapan akan tergugah untuk mengakui nikmat-nikmat dan beriman kepada Allah. Hingga akhir zaman.Penyebutan anugerah Allah kepada Nabi Muhammad secara khusus dan bahwa yang dianugerahkan-Nya itu adalah adz-dzikr mengesankan perbedaan kedudukan beliau dengan para nabi dan para rasul sebelumnya. 16:43)keteraqan-keterangan (mujizat) dan kitab-kitab. b. Dan sesungguhnya aku dianugerahi wahyu (al-Qur an) yang bersifat immaterial dan kekal sepanjang masa. atau paling tidak ia harus disertai oleh malaikat.

Ucapan hamba Allah ini. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Abu Lahab yang mendengar sabda beliau itu. apakah untuk maksud itu engkau mengumpulkan kami? Maka turunlah surah Tabbat Yada Abi Lahab (HR. Bila ada kelebihan yang berhak mereka peroleh. Muslim. Ialu Nabi SAW bersabda: bagaimana pendapat kalian. Sementara jawaban dari orang tersebut menyatakan bahwa Nabi Musa tidak akan sanggup untuk sabar bersamanya. (maka kekafiran itu tidak merugikan . maka berimanlah kamu. Surah al-Kahf: 66Musa berkata kepada Khidhr Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu (QS.hokum syara . merinci. 26: 214) Ketika ayat ini turun. itulah yang lebih baik bagimu. Rasul SAW naik ke puncak bukit Shafa. apakah kalian mempercayai aku? mereka berkata: Ya. sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dan Rabbmu. jika aku berkata bahwa:di belakang lembah ini ada pasukan berkuda bermaksud menyerang kalian. Mereka tidak memiliki hak berlebih atas dasar kekerabatan kepada rasul SAW. Objek Pendidikan a Surah asy-Syu ara: 214 Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat QS. (QS 4: 170) . karena semua adalah hamba Allah. III. Dan bagaimana Nabi Musa dapat sabar atas sesuatu. Lalu Nabi bersabda: Aku menyampaikan kepada kamu semua sebuah peringatan. maka itu disebabkan karena keberhasilan mereka mendekat kepada Allah dan menghiasi diri dengan ilmu serta akhlak yang mulia. Dan jika kamu kafir. Ahmad dan lain-lain melalui Ibn Abbas). b. lalu menyeru keluarga dekat beliau dari keluarga besar Ady dan Fihr yang berinduk pada suku Quraisy. bahwa di hadapan sana (masa datang) ada siksa yang pedih . Semua keluarga hadir atau mengirim utusan. Abu Lahab pun datang. atau memberi kemudahan kepada keluarga dalam hal pemberian peringatan. tidak juga terbebaskan dari kewajiban. bahkan mengarahkannya untuk tidak mempelajari sesuatu jika sang pendidik mengetahui bahwa potensi anak didiknya tidak sesuai dengan bidang ilmu yang akan dipelajarinya.Allah sedikitpun) karena sesunguhnya apa di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah. memberi isyarat bahwa seorang pendidik hendaknya menuntun anak didiknya dan rnemberi tahu kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi dalam menuntut ilmu. berteriak kepada Nabi SAW berkata: celakalah engkau sepanjang hari. c. Ini berarti Nabi Muhammad SAW dan keluarga beliau tidak kebal hukum. tidak ada perbedaan antara keluarga atau orang lain. bahkan membatasi pengertian lahir dari ayat-ayat al-Qur an. 18: 66) Dalam pertemuan kedua tokoh pada ayat ini diceritakan Nabi Musa yang terkesan banyak menanyakan sesuatu kepada salah satu hamba Allah yang memiliki ilmu khusus.Bukhori. Ada dua fungsi penjelasan Nabi Muhammad dalam kaitannya dengan al-Qur an yaitu Bayan Ta kid dan Bayan Tafsir. Surah an Nisa: 170Wahai manusia. Yang pertama sekedar menguatkan atau menggarisbawahi kembali apa yang terdapat dalam Al-Qur an. kami belum pernah mendapatkan darimu kecuali kebenaran .Demikianlah ayat ini mengajarkan kepada rasul SAW dan umatnya agar tidak pilih kasih. sedang yang kedua memperjelas. sementara ia belum menjangkau secara menyeluruh beritanya. di Mekah.

52:35) Begitu antara lain al-Qur an membuktikan wujud Allah dan sifat-Nya sebagai Mubdi . Lalu mereka akan menggelenggelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: Kapan (akan terjadi) Katakanlah: Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat . maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya. Kalau pada penciptaan pertama yang wujud belum pernah ada. 17:51) . Dan jika kamu terus menerus kafir.yang demikian itu mudah bagi Allah. 29: 99)Katakanlah: Berjalanlah di (muka) bumi. (QS.Sesungguhnya.Kehadiran rasul yang dinyatakan dating kepadamu.Kaum musyrikin terheran mendengar pernyataan al-Qur an bahwa setelah kematian mereka akan dihidupkan lagi: Dan mereka berkata: Apakah bila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur. yakni keimanan itu yang baik bagimu. Maka mereka akan bertanya Siapa yang akan menghidupkan kami kembali . tidak juga mengurangi kekuasaan dan kepemilikan-Nya. apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru (QS. 17:49) Al-Qur an memerintahkan Nabi Muhammad SAW menjawab mereka: Katakanlah: Jadilah kamu sekalian batu atau besi. kemudian mengulanginya (kembali).Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS 29: 20) Allah yang memulai penciptaan dipahami dalam arti Dia Yang menciptakan segala sesuatu pertama kali dan tanpa contoh sebelumnya . kini menjadi sangat wajar menyampaikan ajakan kepada seluruh manusia bukan hanya ahl kitab: wahai seluruh manusia. maka wujudlah segala sesuatu yang dikehendaki-Nya. agar menerima siapa yang datang dan menerima apa yang di bawanya. dengan membawa tuntunan al-Qur an dan syari at yang mengandung kebenaran dari Tuhan Pembimbing dan Pemelihara kamu. Katakanlah: Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama . serta pernyataan bahwa yang beliau bawa adalah tuntunan dari Tuhan pembimbing dan pemelihara kamu dimaksudkan sebagai rangsangan kepada mitra bicara. (QS. Itulah. IV. dan ternyata dapat wujud. Kewajiban Belajar Mengajar a Surah al-Ankabut: 19-20 Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya. Dia yang mencipta dari tiada. Sesungguhnya. 17:50)atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu . Keduanya adalah memberi wujud kepada sesuatu. sama saja bagi Allah dengan menghidupkan kembali. karena sesurgguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah di bawah kendaliNya. kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. maka penciptaan kedua juga memberi wujud dan ini dalam logika manusia tentu lebih mudah serta lebih logis dari pada penciptaan pertama itu. Ini mengadung arti bahwa Allah ada sebelum sesuatu itu ada.Allah yang pertama kali mewujudkan sesuatu kalau bukan Dia siapa lagi yang mewujudkankannya? Sebagaimana firman-Nya: Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri) (QS. sesungguhnya telah datang kepada kamu rasul yakni Muhammad SAW.Rasul SAW telah membawa kebenaran dari Allah sambil membuktikan keliruan bahkan kesesatan pandangan ahl kitab.Sebenarnya menciptakan pertama kali. maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun. (QS. maka karena itu berimanlah dengan iman yang benar.

maupun dari peninggalan lama yang masih tersisa puing-puingnya. (QS. dan bahwa di balik peristiwa dan ciptaan itu. bermujadalah dengan yang terbaik. 5: 67) Ar-Razi berpendapat. Tetapi di sini Allah memerintahkan bersikap lebih tegas menerapkan pengecualian yang diperintahkan-Nya pada Qur an surah an-Nisa ayat 148: Allah tidak menyukai ucapan buruk. dengannya seseorang akan menemukan banyak pelajaran berharga baik melalui ciptaan Allah yang terhampar dan beraneka ragam. maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami Maka ceritakanlan (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir (QS. VI. sesungguhnya Kami tingikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu.Dari ayat tersebut di atas (al-Ankabut: 20) memerintahkan untuk melakukan perjalanan. (QS. 7:177) Ayat ini menguraikan keadaan siapapun yang melepaskan diri dari pengetahuan yang telah dimilikinya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. tetapi dia mengekal yakni cenderung menetap terus menerus di dunia menikmati gemerlapnya serta merasa bahagia dan tenang menghadapinya dan menurutkan dengan antusias hawa nafsunya yang rendah. 4: 148) b. tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan bawa nafsunya yang rendah. berarti) kamu hendak menyampatkan amanat-Nya. karena ayatayat yang mendahuluinya demikian juga sesudahnya berbicara tentang mereka. Pandangan kepada hal-hal itu akan mengantarkan seseorang yang menggunakan akalnya untuk sampai kepada kesimpulan bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini. Surah al-Baqarah: 184 . Evaluasi Pendidikan a. 7:176)Amat buruklah perummpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim. bahwa ayat ini merupakan janji Allah kepada nabi-Nya Muhammad SAW bahwa beliau akan dipelihara Allah dari gangguan dan tipu daya orang-orang Yahudi dan Nasrani. Surah al A raf: 176-177 Dan kalau Kami menghendaki. maka perumpamaannya adalah seperti anjing yang selalu menjulurkan lidahnya. wujud satu kekuatan dan kekuasaan Yang Maha Besar lagi Maha Esa yaitu Allah SWT: V. Allah memelihara kamu dan gangguan) manusia Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir (QS. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu. sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu. Allah SWT menyatakan bahwa sekiranya Kami menghendaki. Teguran keras ini pada hakikatnya tidak sejalan dengan sifat nabi yang cenderung memilih sikap lembut. (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. apalagi teguran-teguran pada ayat-ayat yang lalu merupakan teguran yang keras.Thahir ibn Asyur menambahkan bahwa ayat ini mengingatkan rasul agar menyampaikan ajaran agama kepada ahl kitab tanpa menghiraukan kritik dan ancaman mereka. pasti Kami menyucikan jiwanya dan meninggikan derajatnya dengannya yakni melalui pengamalannya terhadap ayat-ayat itu. Metode Pendidikana Surah al-Maidah: 67 Hai Rasul.

Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka)...[3] 1. Tafsir Al-Misbah..... Tafsir al-Maragi ( Mesir: Mustafa al-Babi al-Halabi.... (Surabaya: PT. 1990) Tafsir Ibnu Katsir... Menurut Istilah . an tra berarti seseorang yang berperilaku yang baik dan tra berarti suka menolong. Pesan.. maka itulah yang lebib baik baginya... Menurut Bahasa Perkataan pesantren berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari dua kata yaitu Sa dan Tra San yang berarti orang yang berperilaku yang baik. 2: 184) REFERENSI Shihab.[1] Selanjutnya kata pesantren berasal dari kata dasar santri yang mendapat awalan pe dan akhiran an yang berarti tempat tinggal para santri.. (Jakarta: Lentera Hati. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya jika mereka tidak berpuasa)..Quraish.. maka (wajiblab baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan Keserasian al-Qur an. 2. Bina Ilmu.. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetabui.. dalam kompleks itu berdiri beberapa bangunan rumah kediaman pengasuh. Tafsir al-Qur-an al-Karim ( Bandung: : Pustaka Hidayah. (QS. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan. Pengertian Pesantren 1. Pesantren sebagai Basis Penyebaran Ajaran Agama Islam Abied 1 March 2011 1 comment A. 1974) . membayar fidyab. (yaitu) memberi makan seorang miskin... 2001) _______________. 1997) Departemen agama. al-Qur an dan Tafsirnya ( Jakarta: Proyek pengadaan Kitab Suci Al-Qur an.. Dapat pula dikatakan pesantren adalah kata santri yaitu orang yang belajar agama Islam. M.[2] Begitu pula pesantren sebuah kompleks yang mana umumnya terpisah dari kehidupan sekitarnya. 1992) Ahmad Mustafa al-Maragi.(yaitu) dalam beberapa hari yang tertextu. Kesan...

Dalam hubungan dengan pondok pesantren. ilmu kalam. sekaligus merupakan penolong bagi masyarakat dan tetap mendapat kepercayaan di mata masyarakat.Bila mendengar makna pesantren itu sendiri.[5] Hal ini adalah merupakan faktor yang sangat penting utamanya dalam menanggulangi kemerosotan akhlak muda mudi. maka perlu adanya usaha dan perhatian yang serius dari hal ini harus diakui bahwa teknologi itu memang mempunyai banyak segi positif bagi kehidupan umat manusia akan tetapi tidak dapat dipungkiri pula bahwa nampak negatifnya. Jadi pesantren yang dimaksud dalam hal ini suatu lembaga pendidikan Islam yang didirikan di tengah-tengah masyarakat. yang di dalamnya terdiri dari pengasuh atau pendidik. Satu contoh dengan lajunya perkembangan teknologi sekarang ini. Drs. fiqhi dan ilmu tasawuf. pesantren di samping sebagai pendidikan Islam. . santri. Abu Ahmadi memberikan definisi sebagai berikut: Pesantren adalah suatu sekolah bersama untuk mempelajari Ilmu agama. Pesantren adalah asrama dan tempat para santri belajar ilmu agama juga ilmu yang bersifat umum dan di didik untuk bagaimana hidup mandiri. Melihat hal yang ditimbulkan. [4] Menurut fungsinya. maka kebudayaan Barat masuk ke Indonesia berusaha untuk merubah dan menggeser nilai-nilai ajaran Islam yang sejak lama dipelihara dengan baik. khususnya dalam bidang perkembangan mental spiritual dapat juga ditimbulkan. kadang-kadang lembaga demikian ini mencakup ruang gerak yang luas sekali dan mata pelajaran yang dapat diberikan dan meliputi hadits. yang mana disebabkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini. maka orientasi secara spontanitas tertuju kepada lembaga pendidikan Islam yang diasuh oleh para kyai atau ulama dengan mengutamakan pendidikan agama dibanding dengan pendidikan umum lainnya. alat-alat pendidikan dan pengajaran serta tujuan yang akan dicapai. bukan hanya berpusat di kota-kota besar akan tetapi justru dapat merangkul sebagian besar pelosok pedesaan. Untuk menanggulangi dampak negatif berbagai pihak utamanya kepada pemerintah dan tokoh-tokoh agama saling kerjasama dalam membina dan mendidik umat manusia dengan jalan memberikan pengetahuan yang dapat menjadi penangkal bagi lajunya kebudayaan barat yang setiap saat datang untuk mengancam ketentraman Islam yaitu berusaha untuk ikut dengan budaya yang mereka anut.

Dalam hal ini Drs. M. Dawam Raharjo, menjelaskan dalam Bukunya Pesantren dan Pembaharuan sebagai Berikut:

Pondok pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin mempunyai fungsi pemeliharaan, pengembangan, penyiaran dan pelestarian Islam, dari segi kemasyarakatan, ia menjalankan pemeliharaan dan pendidikan mental. [6]

Bertolak dari uraian tersebut di atas, maka dapatlah diketahui bahwa dengan berdirinya pondok pesantren dari kota sampai ke pelosok-pelosok desa, telah dirasakan oleh masyarakat seperti adanya bakti sosial bersama dengan masyarakat maupun dalam bidang keagamaan yaitu dengan adanya pengajian-pengajian atau ceramah-ceramah yang dilaksanakan baik terhadap masyarakat umum maupun terhadap santri itu sendiri.

Dalam istilah pesantren juga disebut sebuah kehidupan yang unik karena di dalam pesantren selain belajar santri juga di didik untuk hidup mandiri, sebagaimana yang dapat disimpulkan dari gambaran lahiriahnya. Pesantren adalah sebuah kompleks dengan lokasi yang umumnya terpisah dari kehidupan sekitarnya, dalam kompleks itu berdiri dari beberapa buah bangunan, rumah kediaman pengasuh yang disebut Kyai, dan dimana di dalamnya terdapat sebuah surau atau mesjid dan asrama tempat mondok bagi santri.[7]

Corak tersendiri dalam pesantren dapat dilihat juga dari struktur pengajaran yang diberikan, dari sistematika pengajaran, dijumpai pelajaran yang berulang dari tingkat ke tingkat, tanpa melihat kesudahannya. Persoalan yang diajarkan seringkali pembahasan serupa yang diulang-ulang selama jangka waktu yang bertahun-tahun. [8]

Dari pengertian tersebut di atas, maka dapatlah dipahami bahwa pesantren adalah merupakan wadah yang mana di dalamnya terdapat santri yang dapat diajar dan belajar dengan berbagai ilmu agama. Demikian pula sebagai tempat untuk menyiapkan kader-kader da i yang profesional dibidang penyiaran Islam.

B. Metode Penyiaran Islam

Pesantren Manahilil Ulum DDI Kaballangan dalam penyiaran Islam ialah bagaimana melihat lingkungan masyarakat, sehingga mereka dapat berbuat dan bertindak sesuai apa yang telah digariskan oleh agama.

Penyiaran adalah salah satu dari bagian dakwah.[9] Sehingga penyiaran Islam mempunyai arti yang cukup penting bagi umat Islam untuk disampaikan kepada keluarga, lingkungan masyarakat dan kepada seluruh umat manusia.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut di atas, maka diperlukan adanya penyiaran Islam yang baik dan berkesinambungan serta usaha-usaha yang lain yang berhubungan dengan penyiaran Islam yang dapat mendorong keberhasilan dalam berdakwah.

Melalui penyiaran Islam diharapkan terwujudnya pribadi-pribadi yang nantinya dapat menyebarkan Islam kepada keluarga, lingkungan masyarakat dan seluruh umat manusia, karena dengan aktivitas seperti itulah secara sungguh-sungguh sehingga ilmu agama dapat tersebar ke seluruh pelosok dunia dan dapat berdiri dengan kokoh sekaligus menjadi pedoman hidup bagi manusia.

Sebagai orang mukmin hendaknya mempunyai dorongan dan mau bekerja untuk mewujudkan syiar Islam , mengembangkan ajaran agama Islam, apabila, mereka melihat kemungkaran atau penyimpangan dalam Islam, segera mereka mengembalikannya kepada jalan yang benar. Allah Berfirman dalam QS. Ali Imran (3). 110 sebagai berikut :

Terjemahnya :

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.[10]

Seruan kepada jalan yang baik dan mencegah perbuatan yang mungkar adalah suatu tugas yang sangat suci bagi umat Islam yang harus dilaksanakan dan disukseskan, namun dalam penyampaian tidaklah hanya sekedar menawarkan suatu metode begitu saja dengan ancaman siksaan neraka, dan kelebihan bagi orang-orang yang masuk dalam surga akan tetapi lebih dari itu membutuhkan metodologi perencanaan komunikasi dakwah dengan melihat dan menimbang semua indikator sosiokultural dari sasaran dakwah tersebut.[11]

Penyiaran Islam adalah merupakan pekerjaan yang bersifat propaganda kepada orang lain. Propaganda dapat diterima orang lain, apabila yang membawakan dakwah berlaku baik dan ramah serta ringan tangan untuk melayani sasarannya. Sebaliknya jika mempunyai kepribadian yang membosankan dan tidak menarik dalam penyampaiannya maka kemungkinan dakwahnya dapat berhasil.

Dalam menyiarkan Islam sangat diperlukan adanya kesabaran, rendah hati dan tidak sombong, sabar dalam menyampaikan dakwah bukanlah berarti mengalah di hadapan masyarakat, akan tetapi kesederhanaan, dan tidak mencela orang lain adalah merupakan pangkal keberhasilan dakwah, Sederhana juga bukanlah berarti dalam kehidupan sehari-hari selalu ekonomis dalam memenuhi kebutuhannya, akan tetapi sederhana di sini adalah tidak bermegah, angkuh dan hendaklah juga bertawakkal kepada Allah Swt, karena sifat seperti itu adalah perbuatan yang disukai Allah.[12]

Jelas sekali bahwa menyeru kepada jalan yang diridhai Allah adalah merupakan jalan, ciri-ciri dan sifatsifat para Nabi dan Rasul. Allah mengutus Rasul untuk berwasiat dan menganjurkan kepada umat Islam untuk menyebarkan agama Islam.[13]

Menyampaikan ajaran agama Allah kepada umat manusia merupakan kewajiban bagi hamba Allah, dimanapun mereka berada karena menyeru kepada perjalanan yang diridhai Allah merupakan suatu tindakan nyata yang dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang selalu menunggu siraman rohani yang sejuk.

Dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah tidaklah hanya sekedar agar pesan tersebut dapat disampaikan dan diterima oleh masyarakat, akan tetapi hendaknya pesan tersebut dapat mengerti dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Posisi penyiaran Islam sangatlah penting artinya, dalam kehidupan beragama, ideologi terus berkembang dan berlangsung, sebab suatu ideologi tidak akan terjamin kelangsungan tanpa adanya dakwah Islamiah yang dilaksanakan secara kontinyu sekalipun agama (ideologi agama sangat baik, yang jelas bahwa penyiaran Islam haruslah berjalan terus menerus)[14]

Penyiaran Islam yang terdiri dari berbagai aktivitas sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, dilakukan dalam rangka mencapai nilai tertentu. Nilai tertentu yang diharapkan dapat dicapai dan diperoleh dengan jalan melakukan penyelenggaraan penyiaran Islam dan harus mempunyai tujuan. Karena tanpa adanya tujuan tertentu yang dapat diwujudkan, maka penyelenggaraan penyiaran Islam tidak akan mempunyai arti apa-apa, bahkan merupakan pekerjaan yang sia-sia yang hanya menghamburkan fikiran, tenaga dan biaya.

Sebagai suatu aktivitas dakwah tidaklah mungkin dilaksanakan secara sambil lalu dan seadanya saja, melainkan haruslah ada persiapan yang direncanakan secara matang, dengan memperhatikan segenap segi dan faktor yang mempunyai kaitan dan pengaruh bagi pelaksanaan dakwah Islamiah. Demikian pula sebagai usaha atau aktivitas penyiaran Islam tidak mungkin diharapkan dapat mencapai apa yang menjadi tujuannya dengan hanya melakukan sekali perbuatan saja, tetapi harus melakukan serangkaian atau serentetan perbuatan yang disusun secara tahap demi tahap, dengan sasarannya masing-masing

dan metode dakwah apa yang tepat. serta faktor-faktor lain yang berpengaruh dalam penyelenggaraan penyiaran Islam. akan lebih efektif bilamana dilakukan dengan kerja sama yang baik. Misalnya tata berpakaiannya sudah tidak sesuai lagi dengan ajaran Islam. apalagi dengan datangnya pengaruh-pengaruh dari Barat melalui media massa terhadap perilaku. sendiri-sendiri tidaklah efektif. Maka dalam menghadapi dan memecahkan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan masyarakat semacam itu.[15] Dengan perkataan lain. yang dulunya sebelum dikenalnya media massa khususnya dari Barat. bahkan cara berpakaiannya sangat sederhana. metode tanya jawab dan lain sebagainya. pelaksanaan penyiaran Islam akan lebih efektif. Obyek penyiaran dakwah misalnya. terdiri dari masyarakat (manusia) yang bermacam-macam dan senantiasa mengalami suatu perubahan dan perkembangan pada sifatnya. Kompleksitas persoalan dakwah Islamiah itu mencakup segenap aspek dakwah. Begitu pula dalam pelaksanaan atau menggunakan pemilihan dan penggunaan sistem. maupun penyelenggaraannya. sehingga merupakan satu kesatuan yang melaksanakan secara bersama-sama tugas dakwah yang sifatnya semakin kompleks itu. bilamana didukung oleh beberapa orang yang diatur dan disusun sedemikian rupa. sistem dan metode. para anak muda masih memakai pakaian Indonesia. Penetapan rasional mengandung arti bahwa sasaran itu haruslah obyektif sesuai dengan kondisi yang ada. baik metode ceramah. Kampanye yang tidak sengaja dilakukan adalah gayagaya modern yang ditampilkan di media massa yang belum mampu diterima oleh umat Islam. baik berupa kampanye yang dilakukan dengan secara sengaja maupun tidak. Memang dalam penyiaran Islam sangat diperlukan metode yang baik. Untuk menghadapi kendala-kendala seperti yang ada di atas. Di samping itu. Hal ini dapat terlihat dengan banyaknya bukti-bukti mengenai perubahan perilaku umat manusia yang disebabkan oleh Media Massa. baik yang disadari maupun tidak. kesadaran. baik obyek. maka pelaksanaan penyiaran Islam oleh orang seorang. tetapi melihat kompleksnya persoalan dakwah Islamiah. Rangkaian perbuatan yang dilaksanakan secara bersama-sama dan dapat menghasilkan hasil yang memuaskan.yang ditetapkan secara rasional pula. maka sangat diperlukan aktivitas penyiaran agama Islam yang berkesinambungan dan usaha-usaha lain yang merupakan penopang dan pendorong keberhasilan dakwah tersebut. [17] . kiranya akan lebih efektif bila mana dilakukan oleh lebih dari satu orang yang saling melakukan kerja sama.[16] Hal ini semua disebabkan karena banyaknya kampanye yang setiap hari datang. penghayatan dan pengalaman ajaran agama Islam yang dibawakan oleh aparat dakwah atau penerang agama. serta bagaimana penyiaran Islam itu harus diselenggarakan. meskipun penyelenggaraan penyiaran Islam tidak mustahil dapat dilakukan oleh orang seorang secara sendiri-sendiri. Dengan tujuan adalah untuk menumbuhkan rasa pengertian.

serta siksaan bagi orang-orang yang melalaikan perintah Allah swt. Melalui penyiaran Islam akan dapat terwujud pribadipribadi muslim yang nantinya dapat menjadi muballigh yang menyebarkan agama Islam kepada seluruh umat manusia.[19] Perwujudan dakwah bukan sekedar usaha untuk meningkatkan pemahaman agama dalam tingkah laku dan pandangan hidup saja. karena bagaimanapun juga untuk menyiarkan agama Islam kepada masyarakat penerapannya harus sesuai dengan keadaan dan kondisi yang ada dimana mereka berada. akan tetapi menuju yang lebih luas. dalam rangka pemahaman dan pengamalan ajaran agama Islam sangat nyata dalam kehidupan masa lalu. Kompleks seperti bahwa dalam menjalankan dakwah mengikut sertakan keseluruhan aspek kehidupan. sifat ideologi. dalam (QS. Penyiaran Islam Adalah suatu proses atau usaha yang tidak pernah mengenal lelah dan selesai pelaksanaannya. Sebagaimana Firman Allah Swt. Di dalam Sunnah Rasulullah saw. secara dan akan datang. selama itu pulalah proses dakwah mutlak diperlukan. karena melalui dakwah akan melahirkan insan-insan yang berkepribadian yang mulia dan termasuk perubahan sikap dan tingkah laku dalam kehidupan umat manusia. baik yang ada hubungannya dengan sifat jasmaniah maupun sifat rohaniah. perbedaan dalam budaya.Penyiaran Islam. Penyiaran Islam adalah merupakan titik sentral para muballigh dalam menyiarkan Islam di atas persada bumi ini. mempunyai tanggung jawab yang sangat besar. juga ditemukan bahwa manusia berkewajiban untuk menegakkan dan mencegah kemungkaran. Al. dan manfaat yang didapatkan oleh orang-orang menunaikannya. Penyiaran Islam adalah sesuatu proses yang kompleks dan unik.Hijr 915) 94 sebagai berikut: Terjemahnya: Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. .[18] Jelaslah tugas berdakwah dalam mengembangkan ajaran agama Islam besar sekali. kehendak dan lain sebagainya. Sedangkan yang unik artinya di dalam pelaksanaan dakwah adalah sebagai obyeknya terdiri dari berbagai macam perbedaan. pada masa sekarang ini ia harus lebih berperan menuju kepada ajaran agama Islam secara lebih luas yang menyeluruh dalam segala hal.

Untuk lebih jelas dan dapat dilihat para uraian tersebut: . sebab dakwah dapat menjadi pedoman dan tuntunan bagi kehidupan serta bertujuan untuk merubah dan memperbaiki keadaan masyarakat kepada suasana hidup yang baik atas dasar nilai-nilai ajaran agama Islam. C. sebab penyiaran Islam yang merupakan napas gerakan Islam. yang dimulai pada masa Rasulullah. Hukum Penyiaran Islam Penyiaran Islam adalah suatu proses pembentukan watak manusia yang wajib dilakukan oleh setiap umat Islam sebagai pewaris atau pelanjut ajaran Rasulullah Saw. dan mendatangkan nikmat dan kebahagiaan tersendiri bagi umat Islam. Adapun dasar hukum kewajiban berdakwah tentunya tidak terlepas dari Al.[20] Dari pengertian di atas. Serta menjauhkan manusia dari larangan agama. itu merupakan suatu tindakan nyata yang dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat Islam yang selalu menunggu siraman rohani yang sejuk. sehingga dengan demikian dakwah perlu terus ditingkatkan kualitasnya yang harus menyentuh seluruh sendi-sendi kehidupan umat manusia. Dalam menyebarkan dan mengembangkan ajaran Islam ke tengah-tengah masyarakat secara keseluruhan.Qur an dan hadits Rasulullah Saw. Perkembangan dan pertumbuhan manusia dapat ditumbuh-kembangkan terus dengan cara pengarahan-pengarahan serta yang lebih baik. Menyiarkan agama Islam adalah kewajiban bagi kaum muslimin untuk melaksanakannya. karena seruan kepada jalan Allah. Hasanuddin dalam bukunya Retorika Dakwah Publistik dalam Kepemimpinan Islam. masa sahabat dan hingga dewasa ini. maka dapat diketahui bahwa penyiaran Islam adalah merupakan rangsangan atau suatu motivasi yang dapat membawa umat manusia kepada jalan yang diridhai Allah Swt. dimanapun mereka berada. Selaras apa yang dikatakan A. baik yang menyangkut rohaniah maupun jasmaniah. dengan penyiaran maka ajaran Islam dapat disebar luaskan secara merata dalam kehidupan masyarakat. bahwa: Dakwah adalah mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah untuk keselamatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat.Menyiarkan Islam adalah merupakan kewajiban bagi semua hamba Allah. dan landasan para Ulama. H.

sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya. Pendapat Para Ulama Berdasarkan dari ayat Al-Qur an. akan tetapi apakah wajib aini atau kifayah Ulama berbeda pendapat dalam hal ini. maka hendaklah merubah dengan tangan/ kekuasaanya. maka para Ulama sepakat dalam wajibnya dakwah ditunaikan.1. bersabda : barang siapa diantara kamu melihat kemungkaran.[22] Untuk merubah kemungkaran bukan semata-mata kekerasan tetapi dibarengi dengan akal sehat. . begitu pula keuntungan-keuntungan para da i dalam menyampaikannya. Al-Qur an Al-Qur an adalah kitab suci bagi umat Islam dan merupakan dasar hukum untuk menyiarkan Islam. banyak sekali ayat-ayat yang menyangkut kewajiban untuk menyiarkan agama Islam. Dalam ayat-ayat tersebut antara lain: QS.[21] Ma ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah. dan apabila tidak mampu pula. dan apabila tidak mampu maka hendaklah dengan nasehatnya. itulah itu selemah-lemah Iman. 2. Hadis Rasulullah Hadis yang menganjurkan untuk menyiarkan Islam yaitu: Artinya: Dari Abu Sai id Al Hudri ra. 104 surat Al Imran yang telah dikemukakan di atas. berkata: saya telah mendengarkan Rasulullah Saw. merekalah orang-orang yang beruntung. 3. maka hendaklah dengan keimanan hatinya. Ali Imran (3) sebagai berikut: Terjemahnya : Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. menyuruh kepada yang ma ruf dan mencegah dari yang munkar.

Abu Hamid. sehingga ajaran Islam menjadi titik tolak atau pedoman yang mendasari. Menggunakan kekuasaan. Atas dasar itulah. 2. Ingkar dalam hati. orang tua terhadap anak-anaknya. 1978) h. sedang menurut Mufassir Imam Jalaluddin As Suyuti. akan tetapi yang dimaksud mereka adalah tabligh yakni menyampaikan ajaran agama Islam dengan lisan dan tulisan. Hal ini mengandung tiga alternatif dalam mengubah dan mencegah kemungkaran yaitu: 1. Berdasarkan keterangan-keterangan tersebut di atas. 3. maka dapat ditegaskan bahwa penyiaran Islam adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh kaum muslimin untuk menjunjung tinggi undangundang Ilahi dalam seluruh aspek kehidupan umat manusia dalam masyarakat. seperti guru. .Menyiarkan Islam adalah wajib kifayah menurut Farid Ma ruf Nour. Maksudnya dalam berdakwah hanya sebagian kepada suatu bidang tertentu yang memerlukan syarat dan keahlian tertentu. terhadap muridnya. menjiwai dan mewarnai seluruh sikap dan tingkah laku manusia dalam kehidupan dan pergaulan hidupnya. bahkan tidak berlebihan kiranya apabila dikatakan bahwa tidak sempurna bahkan sulit dikatakan orang muslim apabila dia menghindari atau membutakan matanya dari tanggung jawab sebagai juru dakwah. yang terkena perintah ini adalah penguasa (pemerintah) juga pemimpin dalam suatu lingkungan wewenang kekuasaannya. tidak dapat dilakukan. yaitu dengan kata-kata yang lemah lembut dan dapat meresap dalam diri seseorang. menetapkan fardhu kifayah. maka menyiarkan Islam adalah merupakan bagian yang sangat penting sekali dalam kehidupan seorang muslim. 3. (Ujung Pandang: Fakultas Sastra UNHAS. hal ini dapat dilaksanakan bila kedua alternatif tersebut di atas. Sistem Pesantren Madrasah dan Pesantren di Sulawesi Selatan.[23] Konsekuensi sebagai seorang Muslim tidak boleh tinggal diam melihat kemungkaran-kemungkaran yang merajalela dalam masyarakat. harus ada usaha untuk mencegahnya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing. [1] Lihat. Memberikan peringatan atau nasehat yang baik. menolak atau tidak setuju akan perbuatan yang mungkar.

Toha Putra. op. 1997).. Bintang Pelajar. [6] M. 1999). h. Komunikasi Dakwah. (Jakarta: LPES. 1981). Ilmu Dakwah (Cet. Ibid. H. Manajemen Dakwah Islam (Cet. 1977).. [8] Lihat. 42. h. Kamus Pengetahuan Populer (Cet. [3] Lihat Muhammad Ali. Jakarta: Gema Insani Press.cit. 11 [16] Lihat. 1983). Dawam Raharjo. (Cet. h. 123 . t.Waddad. I. et. 18. II. Gramedia Pustaka Umum. Jakarta : Bulan Bintang. Gaya Media Pratama. 191.Ikhlas. h. 40. 70. h. h. 1989). 41. 1983) h. h. [12] Lihat. I. Perguruan tinggi Pesantren Pendidikan alternative masa depan. Jakarta: CV. III. (Jakarta : PT. [5]Lihat Mas ud Khasan Abdul Qahar. h. Toha Yahya Omar. Al. h. 11. 18. Studi Tentang Ilmu dakwah. 310. Ibid. Pesantren dan Pembaharuan. Asmuni Syukir. 49. 1987).th). Jakarta: Penerbit Wijaya. h. XV.th) h. [9] Lihat. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Jakarta: Pustaka Ilmu. [10] Departemen Agama. [4] Abu Hamid. [15]Lihat. 1980). 83 [7] Lihat. Yogyakarta: CV. Abdul Rosyad Saleh. [11] Lihat Toto Tasmara. Kelengkapan Dakwah (Semarang: CV.[2] Wahjoetimo. [14] Lihat. [13] Lihat. 1974).. Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam (Surabaya: Al. Imam Habib Abdullah al. 1. Ishadi Dunia Penyiaran Prospek dan Tantangannya. t. h. Anwar Masyari. I. Al-Qur an dan Terjemahnya (Semarang: Toha Putra. (Cet. (Surabaya: Bina Ilmu.

.. H.. op.. 1992)..[17] Lihat.. 93 [22] Imam Abu Zakariya... 1997). 33......... Kajian Umum Tentang Psikologi Abied 3 June 2010 No comments Pengertian Psikologi Psikologi yang dalam istilah lama disebut ilmu jiwa berasal dari bahasa Inggris psychology.... Abied.. [21] Departemen Aagama. Cit h. h... (Surabaya: UNAS Nasional. M... Saya. 4 [18] Departemen Agama RI........ 35.... Retorika Dakwah Publistik Dalam Kepemimpinan...[1] Karena beberapa alasan tertentu (seperti timbulnya konotasi atau arti lain yang menganggap psikologi sebagai ilmu yang langsung menyelidiki jiwa. h.. Riyadu Salihin.. Surabaya: Pt.. secara harfiah psikologi berarti ilmu jiwa.. Jakarta : Bumi Aksara... Kini berbagai kalangan professional . dari sebuah tempat paling indah di dunia.. opcit.... 339 [19]Lihat A. h. [23] Lihat Moto Asmara.. (Cet.. 1994).... (Cet. Arifin.. 2) Logos yang berarti ilmu.. Kata psychology merupakan dua akar kata yang bersumber dari bahasa Greek (Yunani). 176.... :mrgreen: Salam .. Bina Ilmu.... yaitu: 1) Psyche yang berarti jiwa..... 4..... IX. h. op..cit.......... 33 [20]Ibid... h........ . h. sekurang-kurangnya selama dasawarsa terakhir ini menurut hemat penyusun istilah ilmu jiwa itu sudah sangat jarang dipakai orang... Psikologi Dakwah. Hasanuddin. Jadi.

R.[2] yang berarti bahwa psikologi dapat didefenisikan sebagai ilmu yang mempelajari segala tindakan-tindakan manusia atau perorangan. egois dan sering mengacau. Apabila seorang raja tidak mengendalikan kerajaannya maka kerajaan itu akan diambil alih oleh gubernur(syahwat) dan oposannya(ghadhab) yang mengakibatkan kekacauan. Dalam psikologi Islam.[3] Daya-daya yang terdapat dalam substansi nafs manusia saling berinteraksi satu sama lain dan tidak mungkin dapat dipisahkan. Ketika hal ini terjadi maka mereka saling bekerja sama untuk kemakmuran dan kesejahteraan sebuah kerajaan yang akhirnya mendatangkan makrifat Ilahi(al-hadhrah al-ilahiyah) dan mendatangkan kebahagiaan. mengapa ia berbuat atau bertindak demikian. maka yang terbayang pada kita bahwa yang dipelajari oleh ilmu itu ialah sesuatu yang tidak kelihatan (abstrak).baik yang berkecimpung dalam dunia pendidikan maupun dalam dunia-dunia profesi lainnya yang menggunakan layanan jasa kejiwaan itu lebih terbiasa menyebut psikologi daripada ilmu jiwa. Namun apabila sang raja memperdulikan kerajaannya dan ia bermusyawarah dengan perdana mentrinya (akal) maka gubernur dan oposannya mudah diatasi dan berkedudukan di bawahnya. Manusia sebagai suatu kesatuan yang bulat antara jasmaniah dan rohani. Ghadhab ibarat menjadi oposan (syihnat) yang sifatnya buruk. Syahwat ibarat menjadi gubernur (waliy) yang memiliki sifat pendusta. Kalbu ibarat raja(malik) dan akal ibarat mentrinya(wazir). [4] Kutipan tersebut dapat dipahami bahwa kepribadian manusia sangat ditentukan oleh interaksi komponen-komponen nafs. yang berada dalam diri manusia atau makhluk hidup yang lain. apa yang mendorongnya berbuat demikian. Tentu saja kata tingkah laku tersebut harus diartikan secara luas. karena psikologi merupakan suatu ilmu yang ingin mempelajari manusia. Al-Ghazaly dalam Kimiyah al-Sa adah menjelaskan: Nafs itu ibarat suatu kerajaan. Apa yang hendak diselidiki oleh psikologi ialah segala sesuatu yang dapat memberikan jawaban tentang bagaimana sebenarnya manusia itu. apa maksud dan tujuannya ia berbuat demikian. Anggota fisiknya ibarat menjadi cahaya(dhiya ). Namun Pandangan atau bayangan yang demikian adalah tidak benar bahkan keliru. akal dan nafsu yang menciptakan tingkah laku. Karena hal tersebut merupakan penentuan struktur kepribadian yang tidak lepas dari pembahasan substansi manusia. Dalam interaksi itu. Woodworth memberi batasan tentang psikologi sebagai berikut: Psychology can be defined as the science of the activities of individual . Dengan singkat dapat dikatakan bahwa psikologi ialah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.S. Membahas kata ilmu jiwa . ingin perang dan suka mencekal. yang bersifat jasmaniah pada diri manusia tidak menjadi persoalan. Segala sesuatu yang kelihatan. kalbu memiliki posisi dominan dalam mengendalikan . struktur kepribadian merupakan integrasi system kalbu.

. Sehubungan dengan hal tersebut. maka yang terpenting adalah akhlak (moral). 3. Super ego. maupun dalam masyarakat yang terbelakang. Id merupakan gudang insting dan energi mental. Sebagaimana sabda Rasulullah : Artinya: Sesungguhnya saya diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia [6]. sehingga ia akan berusaha mengenyahkannya untuk mengembalikan keseimbangan mental. maka akan dijumpai moral sebagian anggota masyarakat yang telah rusak atau mulai merosot yang disebabkan oleh perkembangan zaman serta intervensi budaya westernisasi. Pada hakekatnya. [5] Aspek Yang Mempengaruhi Moral Anak Masalah moral adalah suatu masalah yang menjadi perhatian dimana saja. Jika kita mengambil anjuran agama misalnya agama Islam. baik dalam masyarakat yang telah maju.suatu kepribadian yang dapat mempengaruhi kesehatan jiwa seseorang dan perkembangan moral seseorang. System ini dikendalikan oleh prinsip realistis. Namun melihat keadaan masyarakat terutama di kota-kota besar sekarang ini. dan menentukan keinginan yang tertunda sesuai dengan fakta. yaitu: 1. orang akan merasa terganggu. 2. Menurut Sigmund Freud. apa yang orang tua kedepankan kepada anak akan membatasi jenis serta ruang lingkup lingkungan tempat dimana ia berkembang. yang dengan sendirinya akan masuk ke dalam pribadi anak yang sedang tumbuh tersebut. dimana kepentingan umum tidak lagi nomor satu. Super ego dan realitas. Kesehatan jiwa berarti energi dan keberhasilan ego untuk merealisasikan keseimbang mental antara tuntutan Id. menentukan segala sesuatu yang memuaskan hasrat. Kepribadian orang tua. System ini dikendalikan oleh prinsip kesenangan. Ini adalah representasi internal dari nilai dan prinsip perilaku serta moral. sehingga ajarannya yang terpokok adalah untuk memberikan bimbingan moral. System ini biasanya dikendalikan oleh prinsip idealisme. karena kerusakan moral seseorang akan mengganggu ketentraman yang lain. Id. Sikap ini mewakili fungsi perasaan(feeling). Ketika insting tersebut terusik atau terpicu. jiwa terdiri dari tiga unsur. Ego. orang tua mempunyai peranan penting karena orang tua merupakan Pembina pribadi yang pertama dalam hidup anak. . menguasai perilaku manusia. akan tetapi kepentingan pribadilah yang menonjol. Hal tersebut menjelaskan akan pentinganya akhlak dalam membentuk kepribadian seseorang. Dengan kata lain. sikap dan cara hidup mereka merupakan unsur pendidikan yang tidak langsung.

perasaan dan sosial. persaudaraan. kekompakan atau solidaritas. Pendidik tidak hanya dituntut untuk memperhatikan fase anak-anak sebagai fase yang mudah ditumbuhi benih berbagai kekacauan kepribadian. Hubungan orang tua terhadap anak sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak. tetapi sekaligus ia juga merupakan fase yang seharusnya diisi dengan asas-asas kepribadian yang sehat berikut medan dan elemen-elemen pembentuknya. hal itu akan membantu pendidik mengenali cara-cara yang baik dan efektif untuk melakukan interaksi dengan mereka pada fase perkembangannya yang berlangsung terus menerus. merupakan kewajiban orang tua untuk mempersiapkan iklim lingkungan yang baik bagi anak-anak semenjak kelahirannya. tentu akan semakin baik karena hal itu sangat berguna bagi upaya pemenuhan berbagai kebutuhannya. Sesungguhnya ruang tempat pertumbuhan anak itu memberikan pengaruh yang sangat besar bagi perkembangannya. Semakin orang tua mengerti karakteristikkarakteristik perkembangannya dari segi fisik.[7] Perkembangan anak pada usia-usia pertama dalam hidupnya. Hubungan yang serasi. Interaksi sosial yang matang dalam sebuah keluarga. kebebasan dan keterbukaan yang berlangsung terus menerus dan abadi. karena ia memang merupakan keutuhan urgen untuk . Ikatan persatuan inilah yang lazim disebut kerukunan. Sesungguhnya dengan memahami karakteristik-karakteristik perkembangan anak-anak.orang tualah yang menciptakan iklim kehidupan untuk anak karena itulah. Hal itu mengingat kebiasaan-kebiasaan dan kecenderungan-kecenderungan yang dilakukan oleh seseorang pada periode tersebut. Kemudian ditindak lanjuti dengan mempersiapkan sarana-sarana yang diharapkan dapat membantunya melakukan proses alam dari fase anak-anak hingga sampai akil baligh. Tetapi seorang anak tidak mungkin mendapat rasa cinta. penerimaan dan kemantapan yang diinginkannya kalau di antara kedua orang tua tidak ada ikatan persatuan yang kokoh dan mendalam. ia sanggup berkembang secara sehat sehingga dapat beradaptasi dengan dirinya sendiri dan dengan lingkungan masyarakatnya. hal itu akan memberikan pengaruh yang nyata bagi tingkah lakunya. kasih dan sayang. Apabila ruang tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan biologis dan psikis anak. Apabila pada periode ini seorang anak hidup dalam iklim keluarga yang tenang yang penuh cinta.[8] Pengaruhpengaruh pertentangan tersebut akan terus menyertai kepribadiannya sewaktu anak sudah dewasa sekalipun. sudah mengarah pada proses pemantapan yang selanjutnya akan sulit diubah. Dan kekacauan tersebut akan berembus pada fenomena-fenomena tingkah lakunya. penuh pengertian dan kasih sayang akan membawa kepada pembinaan pribadi tenang. Dan itu harus diperlihatkan kepada anak. akal. menjadi istimewa dengan adanya karakteristikkarakteristik tertentu yang didasarkan pada kasih sayang. karena mereka mendapat kesempatan yang cukup dan baik untuk tumbuh dan berkembang. banyak belajar dari pengalamanpengalaman yang dapat membantunya berkembang secara sehat. tentu kepribadiannya akan mengalami kekacauan dan pertentangan. terbuka dan mudah dididik. Tetapi kalau anak harus menghadapi situasi-situasi yang tidak menguntungkan dan tidak kondusif yang semakin lama semakin parah.

Diperkenalkannya secara popular obat-obatan dan alat-alat anti hamil. Keadaan itu akan makin diperparah apabila anak masuk dalam lingkungan yang kurang menunjang. siaran-siaran kesenian yang tidak mengindahkan dasardasar dan tuntunan moral. Tetapi sayangnya. Kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang dengan cara yang baik dan yang membawa kepada pembinaan moral. hal itu tidak boleh diperlihatkan kepada anak. karena setiap konflik atau keretakan yang memecah belah persatuan persatuan mereka. Hal itu harus benar-benar mereka jaga demi keseimbangan emosi anak. 3. 4.[10] Untuk dapat mencari sebab-sebab dan kekurangan-kekurangan yang dapat dijadikan pelajaran guna perbaikan. sekolah maupun di masyarakat.[9] Oleh sebab itu. 2. kemudian diiringi dengan pelaksanaan ajaran-ajaran tersebut merupakan benteng moral yang paling kokoh. maka akan dianalisa satu persatu dari pokok-pokok tersebut di atas. kedua orang tua wajib memelihara kesolidan ikatan persatuan. Karena itu penyebab dari kemerosotan anak dewasa ini sesungguhnya terletak pada kondisi keluarga yang mempengaruhi pembinaan pribadi anak tersebut. Perasaan seperti ini dapat mengoncang rasa tenang yang harus ada pada masa perkembangannya. gambar-gambar. Banyaknya tulisan-tulisan. Adapun faktor-faktor dari kemorosotan moral anak dewasa ini sesungguhnya banyak sekali antara lain yang terpenting adalah: 1. Suasana rumah yang kurang baik. Seorang anak memiliki sensitifitas sangat kuat yang memungkinkannya dapat merasakan perasaan-perasaan emosional yang menciptakan kegelisahan yang mendalam. 5. resikonya yang paling besar akan menimpa masa depan anak. dimana yang menjadi ukuran bagi mulia dan hinanya seseorang adalah hati dan perbuatannya. (+) Kurang Tertanamnya Jiwa-jiwa Agama Pada Tiap-tiap Orang Dalam Masyarakat. Keyakinan beragama yang didasarkan atas pengertian yang sungguh-sungguh tentang ajaran agama yang dianutnya. Pendidikan moral tidak terlaksana baik di rumah tangga. Keharmonisan suami isteri di depan anaknya merupakan suatu kebutuhan yang realistis. Sekalipun misalnya sedang terjadi konflik di antara mereka. termasuk hal yang jarang seorang anak bisa ditipu dengan penampilan-penampilan lahiriah. kendatipun itu hanya secara lahiriah saja. Sebagai contoh ajaran Islam. Kurang tertanamnya jiwa agama pada tiap-tiap orang dalam masyarakat. 6.perkembangannya. Besar kemungkinan pada gilirannya akan merembes ke dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas lagi. dalam hal ini hati yang dihiasi dengan ketaqwaan .

Di sinilah peranan keluarga. ia terlebih dahulu mengenal lingkungan keluarganya.serta perbuatan yang baik. Kepercayaan kepada Tuhan tinggal sebagai simbol. Pembinaan moral dalam Islam harus dimulai sejak dini sesuai dengan kemampuan dan umurnya. maka keyakinan itulah yang akan mengawasi tindakan. Apabila keyakinan beragama itu betul-betul telah menjadi bagian integral dari kepribadian seseorang. Namun sebaliknya jika anak dilahirkan dan dibesarkan oleh orang tua yang tidak bermoral atau tidak mengerti cara mendidik serta lingkungan masyarakat yang tidak mengajarkan nilai-nilai moral. Selanjutnya apabila jiwa dan taqwa telah tertanam dan tumbuh dengan baik dalam pribadi seseorang. Setiap anak yang lahir belum mengerti mana yang benar dan mana yang salah dan belum mengerti batas-batas dan ketentuan moral yang berlaku dalam lingkungannya. perkataan bahkan perasaannya. Dan juga menjamin terbentuknya masyarakat Islam yang kokoh dan bahagia. Dengan demikian salah satu alat pengawas dan pengatur moral yang tersisa adalah masyarakat dengan hukum dan peraturannya. akal dan jiwanya. semakin jauh masyarakat dari agama. Pendidikan moral amatlah menjamin terbentuknya seorang manusia yang sehat tubuh. pendidikan moral inilah yang menjamin terwujudnya keluarga Islam yang kuat. sekolah maupun masyarakat. maka dengan sendirinya ia akan berusaha mencari pengertian tentang ajaranajaran Islam yang akan membimbingnya dalam hidup. semakin susah memelihara moral dan semakin kacaulah suasana hidup karena semakin banyaknya pelanggaran-pelanggaran hak dan hukum. (+) Suasana Rumah Yang Kurang Baik. Pada dasarnya. pendidik dan lingkungan yang sangat penting dimana pendidikan agama telah diterima sejak kecil akan membuatnya berpendirian tegas dan tidak mudah terpengaruh dalam pergaulan hidup dan tidak akan mudah menukar agama dengan nilai-nilai yang lain berupa keduniaan maupun kedudukan. karena hubungan yang paling intensif dan paling awal terjadi dalam keluarga. Akan tetapi sudah menjadi suatu tragedi bagi dunia yang maju dimana segala sesuatu hampir dapat dicapai dengan ilmu pengetahuan maka keyakinan beragama mulai terdesak. Tidak dapat dihindari bahwa keluarga merupakan lingkungan primer hampir setiap individu. larangan dan suruhannya tidak diindahkan lagi. Oleh karena itu. Sesungguhnya. . (+) Tidak Terlaksananya Pendidikan Moral dengan Baik Faktor kedua adalah tidak terlaksananya pendidikan moral baik dalam rumah tangga. yang penuh warna rasa cinta dan bahagia. Sebelum seorang anak mengenal lingkungan yang lebih luas. maka akan tumbuh menjadi anak yang liar yang tidak bermoral. pendidikan moral merupakan asas yang harus dipertimbangkan bagi pembinaan keluarga yang kokoh dan harmonis.

faktor yang terlihat dalam masyarakat sekarang adalah kerukunan hidup dalam rumah tangga yang kurang terjamin. Tidak tampak adanya saling pengertian. pertama kali ia menyerap norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam keluarga. Islam menaruh perhatian khusus bagi terciptanya keluarga yang sakinah. (+) Diperkenalkannya Obat-obatan dan Alat-alat Anti Hamil. Siaran-siaran kesenian yang Tidak Mengindahkan Dasar-dasar dan Tuntutan Moral. bacaan-bacaan.sebelum mengenal norma-norma dan nilai-nilai dari masyarakat umum. cemas.[13] Akhir-akhir ini permasalahan obat-obatan dan alat-alat anti hamil dikalangan generasi muda semakin memprihatinkan terutama pada pemuda dan remaja yang kurang mendapatkan penanaman keimanan dan ketaqwaan kemudian mereka bergaul dengan kondisi yang pornografi maka bukanlah suatu yang mustahil jika remaja akan jatuh dalam berbagai tindakan asusila dan anormatif. padahal hal tersebut dapat mendorong anak muda terjerumus ke dalam jurang kemororsotan moral. Suatu hal yang belakang ini menjadi perhatian kita adalah tulis-tulisan.[11] Dewasa ini. dan merasa tidak betah lagi di keluarganya karena ia merasa kurang mendapat perhatian dan kasih sayang sehingga ia mencari kepuasan tersebut di luar rumah. saling menerima dan saling mencintai di antara suami isteri serta ketidakrukunan orang tua terlebih jika salah satu dari mereka menikah lagi akan menyebabkan anak menjadi takut. Segi moral dan mental kurang mendapat perhatian. mawaddah warahmah yang pada gilirannya akan tercipta suatu masyarakat yang hidup penuh ketentraman sehingga anak akan menjadi generasi pelanjut dan mampu menjadi pemimpin. Suatu hal yang kurang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dan tidak disadari dampak negatif terhadap perkembangan moral anak adalah karena diperkenalkannya secara populer obatobatan dan alat-alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. . siaran-siaran kesenian dan permainan yang seolah-olah mendorong anak-anak muda mengikuti arus kemauannya. (+) Banyaknya Tulisan-tulisan.[12] Oleh sebab itu.[14] (+) Kurang Adanya Bimbingan Untuk Mengisi Waktu Luang. benci.

akhlak yang mulia serta bimbingan yang benar. umumnya remaja hanya suka berkhayal dan melamunkan hal-hal yang jauh membuat waktu mereka terbuang begitu saja. maupun di sekolah dan dalam masyarakat dimana anak tersebut berada. Dengan kurangnya atau tidak ada tempat bagi anak-anak yang gelisah dan butuh bimbingan itu. Peran Orang Tua Terhadap Perkembangan Anak Hukum Islam memandang bahwa hubungan orang tua dan anak adalah merupakan hubungan yang mesti terjalin secara harmonis sebagai sebuah jalinan yang timbul dari perasaan kasih sayang yang tulus dan tentunya jalinan hubungan seperti ini hanya akan tumbuh dari pribadi-pribadi yang hidup dalam suasana keluarga yang harmonis pula. Keharmonisan antara orang tua di satu pihak dan anak di pihak lainnya hanya akan tercipta apabila di antara kedua belah pihak masing-masing mengerti akan kedudukannya dalam keluarga dimana antara . Untuk itu pendidikan moral harus diintensifkan (dilaksanakan) baik dalam rumah tangga sebagai pendidik pertama dan utama bagi perkembangan moral anak.[15] Namun sebaliknya. (+) Kurangnya Markas Bimbingan Perlu dicatat bahwa kurangnya markas bimbingan dan penyuluhan yang akan menampung dan mengeluarkan anak-anak kea rah mental yang sehat. maka mereka akan muncul kelakuan dan model yang kurang menyenangkan serta kemerosotan moral bagi anak tersebut. Jika mereka dibiarkan tanpa bimbingan dalam mengisi waktunya maka akan banyak lamunan dan kelakuan yang kurang sehat timbul dari mereka. Waktu tersebut merupakan saat yang kondusif bagi pengembangan hobi dan mengembangkan potensi untuk memperoleh prestasi serta menggiatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan yang terarah dan berbagai aktivitas yang dapat membuahkan dua hal sekaligus yakni melepas kepenatan sehingga hati dan pikiran menjadi terang dan riang sekaligus menanamkan berbagai bimbingan dan pengarahan-pengarahan.Suatu faktor yang ikut memudahkan retaknya moral anak-anak muda ialah kurangnya bimbingan dalam mengisi waktu luang dengan cara yang baik dan sehat. Di masa remaja waktu luang khususnya libur sekolah adalah salah satu kesempatan emas untuk menumbuhkan kepribadian mereka di atas akidah yang lurus. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dipahami bahwa betapa pentingnya pendidikan moral bagi anak dan betapa besar bahaya yang terjadi akibat kurangnya moral tersebut.

pandangan masyarakat tentang cara-cara mendidik dan mengasuh anak pun telah mengalami kemajuan yang cukup menggembirakan. mereka merasakan adanya figur laki-laki dimana ia harus memanggil laki-laki tersebut sabagai bapak atau ayah . Berdasarkan hal tersebut. Padahal suatu penelitian membuktikan bahwa ikut sertanya ayah dalam perawatan bayinya akan merupakan pengalaman unik yang berharga bagi seorang anak. Proses pendewasaan ini akan banyak menentukan pembentukan kepribadian anak kelak. Tanpa disadari. Sejak meraka lahir. Dimana anak-anak yang diasuh secara langsung oleh ibu dan ayahnya adalah anak-anak yang beruntung. Sejak Sigmund Freud mencanangkan teori psikoanalisis untuk pertama kalinya pada awal abad ke.ke dua belah pihak masing-masing mempunyai hak atas pihak lain begitu pula tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh pihak tersebut.20. selanjutnya akan dijelaskan tentang hak orang tua yang harus didapatkan dari anaknya yang sekaligus merupakan kewajiban bagi anak. figur ayah dalam keluarga dalam sudut pandangan anak-anak merupakan laki-laki ideal-type pertama yang mereka kenal. Ayah yang membentuk super ego anak. Apabila sejak semula ayah ikut serta secara aktif merawat bayinya. Hal-hal yang dulunya tabu dan langkah justru menjadi kebiasaan yang terpuji.[16] Dalam pandangan anak-anak. sangat ditentukan oleh tokoh ayah. Hak Orang Tua Terhadap Anak . tokoh ayah merupakan laki-laki pertama di dunia ini. karena mereka tidak hanya mengalami satu tetapi beberapa pendekatan yang membuatnya dewasa. Ia akan memiliki cara berfikir dan kehidupan perasaan yang kaya dan seimbang karena terbiasa menghadapi dua macam individu yang berbeda secara dekat dan terus menerus. yang dikenalnya secara lahir bathin. dan merupakan tokoh super identifikasi serta tokoh ototiter yang sekaligus ditakuti dan dibutuhkan anak. Maka dengan sendirinya seorang laki-laki yang kebetulan menjadi kepala keluarga. mereka akan merasakan manfaat dari hubungan erat ini sampai anak dewasa. Berbagai pengalaman para ahli maupun literatur telah membuktikan bahwa peran ayah dalam membentuk kepribadian anak sangat besar artinya. mengganti popok. ia sudah menyatakan bahwa perkembangan kepribadian anak. Sekarang ini masih banyak kaum ayah yang beranggapan bahwa memandikan bayi. Proses pendewasaan ini akan banyak menentukan yang membuatnya dewasa. begitu pula kewajiban yang harus dilaksanakan orang tua sebagaimana perannya dalam perkembangan anak yang sekaligus merupakan hak bagi anak. Sejalan dengan berkembangnya teori tentang perkembangan anak. tanpa disadari pula telah menempatkan dirinya sebagai figur yang patut dihormati dan diteladani. memberi makan serta mengajaknya berjalan-jalan bukanlah hal yang patut dilakukan kaum pria. khususnya sewaktu balita.

mereka lebih memperhatikan kehidupan dan masa depannya. hukum Islam sangat menegaskan tentang perintah berbuat baik kepada orang tua. hal ini dikarenakan pengorbanan orang tua terhadap anaknya yang begitu besar. Secara fitrah. Ini semua merupakan kebahagiaan orang tua. Oleh karena itu. orang tua selalu terdorong untuk memelihara dan berkorban dengan sekuat tenaga demi anaknya. seharusnya anak sadar sendiri akan kewajiban agama dan .[18] Kedua ayat di atas. Orang tua sebenarnya tidak perlu memerintahkan anak-anaknya untuk berbuat baik dan membalas segala yang telah diperbuatnya. yakni: (+) Hak untuk mendapatkan perlakuan yang baik dari anaknya Ada berbagai macam ketentuan dalam hukum Islam yang menunjukkan tentang kewajiban seorang anak untuk berlaku atau berbuat baik terhadap orang tua.S. akan tetapi anak kerap kali melupakan itu semua. Tanpa itupun. seperti salah satunya ditegaskan dalam Q. dalam Q. Seperti tumbuhan yang menghisap bahan makanan dari biji.Dalam hukum Islam.S Al-Baqarah (2): 83 juga ditegaskan Terjemahnya: Janganlah kamu sekalian menyembah selain Allah dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua. atau anak ayam yang menghisap bahan makanan dari telur maka demikian halnya dengan setiap manusia yang juga menghisap setiap kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya yang berangsur tua dan kemudian wafat. paling tidak memberikan penjelasan bahwa betapa berbuat baik kepada orang tua merupakan sesuatu yang secara mutlak harus dilaksanakan oleh sang anak. kepada kedua orang tua [17] Dan berbuat baiklah Pada ayat lain. bahkan banyak di antara ketentuan-ketentuan itu yang menjelaskan perintah berbuat baik kepada kedua orang tua berbarengan dengan perintah bertauhid kepada Allah. ada beberapa macam hak orang tua yang harus diperhatikan oleh anak. An-Nisa (4): 36 yang berbunyi: Terjemahnya: Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukanNya dengan sesuatupun. ibarat kacang yang lupa pada kulitnya.

tuntunan nuraninya itu. sehingga atas hal tersebut muncul kewajiban bagi sang anak untuk berbuat baik terhadap orang tuanya.[20] Hadits tersebut memberikan gambaran betapa penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap orang tua yang dengan penuh keikhlasan telah merawat dan membimbing anak-anaknya. sebagimana dalam Q. untuk berbuat baik terhadap orang tuanya yang telah berjuang dan berkorban demi kebaikannya. sibuk merancang masa depan sambil melupakan masa lalu den kasih sayang orang tuanya. mereka perlu diingatkan sebab sering terlena dengan kehidupan pribadinya. Hukum Islam memandang kewajiban anak untuk berbuat baik terhadap orang tuanya sebagai sesuatu yang mutlak dilaksanakan. Allah mengingatkan kewajiban ini secara tegas dengan mengaitkannya dengan kewajiban menyembahNya. sebagaimana terekam dalam sebuah hadits yang berbunyi: Artinya: Abdullah bin Umar ra berkata: seorang datang kepada Nabi SAW minta izin untuk berjihad. sebda Rasulullah di dalam menyayangi keduanya itulah jihadmu . Al-Isra (17): 23 Terjemahnya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.. Beberapa referensi dan ketentuan-ketentuan hukum Islam mengatur hal ini yang notabene tidaklah terbatas pada tataran teori saja. Jika salah satu di antara keduanya sempai usia lanjut dalam pemeliharaanmu. Maka ditanya oleh Rasulullah apakah kedua ayah bundamu masih hidup? Jawabnya: ya.[19] Ayat tersebut hendak menggugah hati nurani manusia agar berbuat baik terhadap orang tuanya. Sebagai contoh dalam kehidupan Rasulullah SAW. . maka janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.S. tetapi juga dalam implementasinya pada kehidupan sehari-hari.

maka ibunya mendapat seper enam [21] Ayat ini merupakan ketetapan Allah bagi manusia ya paling tidak untuk diperhatikan oleh sang anak akan kewajibannya untuk mewariskan sebagian harta bendanya untuk kesejahteraan orang tuanya. Salah satu ketetapan hukum Islam itu dapat dilihat pada Q. salah satu kewajiban bagi anak dalam hukum Islam adalah kewajiban bagi anak untuk memenuhi segala kebutuhan yang berhubungan dengan kesejahteraan orang tua. ayat ini merupakan salah satu dari sekian banyak bentuk penghargaan Islam terhadap Ibu Bapak. . Bila orang tua diberi umur panjang maka sesuai sunatullah dia akan kembali seperti anak-anak. Selain kewajiban untuk berlaku baik terhadap orang tua. An-Nisa (4): 11 yang berbunyi: Terjemahnya: Dan untuk dua ibu bapak masing-masing seper enam dari harta warisan jika yang meninggal itu mempunyai anak. Dimana aturan tentang waris merupakan inti dari konsep tafakul yaitu konsep bahwa setiap anggota keluarga berhak mendapatkan jaminan hidup dari anggota lainnya. Sejalan dengan tumbuh dan berkembangnya anak menjadi dewasa. Selain itu. orang tua pada dasarnya memang sangat patut untuk mendapatkan harta warisan dari anak-anaknya. Jika yang meninggal itu tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu bapaknya saja maka ibunya mendapat seper tiga . Orang tua dalam pemeliharaannya terhadap anak-anaknya telah banyak berkorban untuk membiayai segala kebutuhan anaknya mulai dari sejak lahirnya sampai anak itu mencapai usia dewasa. jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara. tubuhnya menjadi lemah dan tidak bisa bekerja begitu pula dengan ingatannya yang mulai berkurang. serta diwarisi oleh anak-anaknya.(+) Hak untuk disejahterahkan. Pada masa itulah kemudian anak mempunyai kewajiban untuk mengurus serta memberikan nafkah kepada orang tuanya sebagaimana apa yang telah dilakukan orang tua dalam menafkahinya Salah satu perwujudan dari kewajiban anak dalam hal ini adalah setiap orang tua berhak mendapatkan warisan dari anaknya. para orang tuapun menu usia tua. Terlepas dari konsep dasar mawaris ini. dan Islam sendiri sebagai agama yang nota bene merupakan agama kemanusiaan melihat hal itu dan memberikan suatu ketetapan hukum atas hak orang tua untuk mendapatkan harta warisan dari anak-anaknya. dinafkahi.S.

. hidup bersama dalam keluarga atau rumah tangga. Dalam agama Islam tidak hanya mengatur bagaimana cara beribadah dan berbakti kepada Allah. Hal ini sebagaimana ketetapan Allah dalam Q. hal ini dimaksudkan agar bayi yang nanti lahir menjadi bayi yang sehat. Sebagai contoh penghargaan serta jaminan hukum Islam atas hal ini adalah ketika seorang isteri misalnya dalam keadaan hamil kemudian dithalaq oleh suaminya. tetapi juga mengatur bagaimana cara mengasuh dan mendidik anak. Dalam hukum Islam. Dalam hukum Islam. maka sang suami wajib memberikan nafkahnya atau hak-hak isterinya tersebut sampai ia melahirkan. orang tua sudah dibebani tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara janin tersebut. Hukum Islam sangat menghargai setiap jiwa yang diciptakan Allah SWT baik itu masih berupa janin lebih-lebih telah terlahir ke dunia. Kedua orang tua merupakan pembimbing dalam setiap rumah tangga dan mereka bertanggung jawab atas keluarganya dan akhirnya akan dipertanggung jawabkan pula kepada Allah. kewajiban orang tua untuk menjaga dan memelihara anak-anaknya tidaklah bermula ketika anak itu lahir.S. ada beberapa macam hak-hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tua sekaligus kewajiban terhadap anak. Ini merupakan sebuah dasar atas kewajiban orang tua untuk menjaga serta memelihara anaknya yang masih di dalam kandungan. masyarakat dan bangsa.Kewajiban orang tua terhadap anak Orang tua yang terdiri dari ibu dan bapak adalah manusia dewasa yang sudah dibebani tanggung jawab terhadap keluarga. maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka melahirkan [22] Tegasnya. seorang isteri berhak menerima atau menuntut dari suaminya nafkah untuk anak yang dikandungnya atau anak yang belum dilahirkannya dengan cara yang sebaik-baiknya. Hak-hak itu dijelaskan sebagai berikut: (+) Hak Penjagaan dan Pemeliharaan. akan tetapi jauh sebelum itu yakni pada masa anak itu masih berupa janin di dalam kandungan. At-Thalaq(65): 6 yang berbunyi: Terjemahnya: Dan jika mereka (isteri -isteri) yang sudah dithalaqitu sedang hamil.

dimana dalam Islam ditetapkan dua macam bentuk pemeliharaan terhadap anak yakni pemeliharaan secara fisikal serta pemeliharaan non fisikal. menafkahi. menjaga kesehatannya dan lain sebagainya. serta menjauhkan anak dari hal-hal yang bisa menjerumuskannya kepada kesesatan.Banyak hal penting yang harus diperhatikan di dalam kehidupan manusia sejak lahir sampai dewasa. Al-Baqarah (2): 233 yang berbunyi: Terjemahnya: Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun bagi yang ingin menyempurnakanpenyusuan. Oleh karena itu. hukum Islam pada dasarnya telah membagi tanggung jawab antara seorang ibu dengan bapak. Dan kewajiban ayah memberikan makanan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma ruf . akhlak.S. At-Tahrim (66): 6 yang berbunyi: Terjemahnya: Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu .[23] Pelaksanaan kewajiban dalam hal pemeliharaan. Islam memberikan metode tersendiri dalam pelaksanaan pemeliharaan dan penjagaan terhadap anak. Hal ini disebabkan bahwa asal-usul yang menyangkut keturunannya itu sangat penting. (+) Hak Nasab Seorang anak berhak mengetahui tentang nasabnya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Q. Pemeliharaan secara fisikal berupa pemeliharaan bersifat luar seperti bagaimana merawat anak.S. Selain hal tersebut Islam juga bahkan lebih mengutamakan pemeliharaan secara non fisikal seperti bagaimana memelihara anak dari segi mental. terutama untuk bekalnya dalam menempuh kehidupan di . satu langkah saja yang keliru dalam melalui proses tersebut maka akan berakibat fatal bagi kebahagiaan dan keberhasilan si anak baik di dunia maupun di akhirat. hal tersebut sebagaimana dijelaskan pada Q.[24] Ayat tersebut memberikan penjelasan dalam pelaksanaan kewajiban pemeliharaan dalam hukum Islam terjadi pemisahan tanggung jawab antara suami isteri yang tentunya pembagian itu didasarkan pada fitrahnya.

itulah yang lebih adil di sisi Allah . (+) Hak Menerima Nama Yang Baik. Salah satu kewajiban orang tua terhadap anak adalah memberikan nama yang baik terhadap anakanaknya.[25] Seorang anak harus dipanggil atau diberi nama dengan nama bapak mereka tentunya hal ini dimaksudkan agar dengan adanya ketetapan dan kejelasan nasab anak itu dengan ayahnya. Terkait dengan itu. . maka logis kita percayai bahwa arti nama tersebut secara tidak disadari akan memperkuat watak penyandang nama tersebut. Amir Al-Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata bahwa peranan orang tua yang pertama terhadap anak adalah memberikan nama yang baik. yang menjadi penekanan adalah kenyataan bahwa nama mempunyai efek psikologis terhadap penyandangnya. Dengan demikian kejelasan dan ketetapan nasab anak terhadap ayahnya merupakan hak-hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tuanya. Dalam Islam pada dasarnya mempunyai kewajiban untuk memberikan nama yang baik. Tentu saja hal ini tidak terlepas dari kasus khusus bahwa ada orang jahat yang mempunyai nama yang baik.masyarakat kelak. maka baguskanlah nama-namamu. jika seorang anak yang siang malam mendengar namanya disebut-sebut. Al-Ahzab (33): 5 yang berbunyi: Terjemahnya: Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan memakai nama bapak. Dalam hal pemberian nama anak sesungguhnya bisa diikuti jejak Rasulullah lantaran selalu memberi nama yang baik dengan penambahan nama ayahnya agar menjadi jelas garis keturunan anak tersebut. Kejelasan nasab bagi seorang anak dapat memotivasi anaka dalam memenuhi hak dan kewajiban bahkan juga akan melahirkan ketenangan dan ketentraman jiwa bagi anak itu sendiri. memiliki latar belakang dan motivasi tersendiri sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya: Sesungguhnya engkau akan dipanggil nanti pada hari kiamat dengan nama-namamu sekalian serta nama-nama bapakmu.S. misalnya karena namanya sama dengan asmaul husna.bapak mereka. Sehubungan dengan nasab ini Allah memberikan petunjuk dalam Q. maka seorang anak dapat menuntut hak-hak pribadinya terhadap ayahnya. Berdasarkan realita. nama-nama yang baik dapat mempengaruhi fikiran dan kepribadian seseorang.

Islam telah mensyariatkan kepada seluruh umatnya bahwa dalam hal seorang ibu menyusui anakanaknya. dimana mekanisme dan tatacara pun telah dijelaskan dalam Al-Qur an. Seperti contoh dalam hal menyusui dan menafkahi anak. Dan jika kamu ingin anak-anakmu disusukan oleh orang lain. Apabila keduanya ingin menyampih (sebelum dua tahun) denga kerelaan keduanya dan permusyawaratan. Allah telah memerintahkan kepada ibu untuk menyusui anaknya demi kemaslahatan anak itu sendiri. sedangkan seorang ayah berkewajiban menjamin. sementara seorang anak berhak menerima air susu ibunya minimal dua tahun. Al-Baqarah (2): 233 yang berbunyi: Terjemahnya: Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh. bukanlah alasan-alasan seperti menjaga . Dan kewajiban memberi makan dan pakaian dengan cara yang ma ruf. Berbagai firman Allah yang menunjukkan kepada jaminan hak dan seluruh kemaslahatan yang berhubungan dengan masalah anak.(+) Hak Untuk Disusui dan Dinafkahi. Adapun alasan-alasan yang memang secara rasional memungkinkan seorang ibu tidak bisa menyusui anaknya.S.[26] Ayat di atas menjelaskan kepada kita untuk menyusui serta memberikan nafkah kepada anak merupakan kewajiban bagi orang tuanya tidak bisa ditawar-tawar lagi serta mutlak harus dilaksanakan. lamanya minimal dua tahun yang ditujukan agar anaknya sehat. Petunjuk serta pedoman dan penjelasan mengenai hak anak dalam menyusui kepada ibunya serta jaminan akan nafkahnya telah lengkap tertuang dalam Q. maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. dan waris pun berkewajiban demikian. Betapa menyusui anak begitu penting sehingga apabila ada alasan-alasan tertentu seorang ibu tidak bisa menyusui anaknya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya. maka wajib disusui oleh orang lain yang memunculkan kewajiban bagi ayah untuk memberi upah bagi orang yang menyusuinya. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. maka tidak dosa atas keduanya. Sesungguhnya Allah tidak akan pernah mendatangkan kemudharatan bagi umatNya.menjaga. dan memelihara hidup keluarganya. yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. menyusui anak dalam Islam memang merupakan kewajiban seorang ibu. Seorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. kuat dan bertenaga serat memiliki perkembangan tubuh dan jiwa yang normal dan sempurna baik lahir maupun bathin.

kasih sayang dan keceriaan. maka niscaya mereka akan rusak. Pada periode awal sesaat setelah kelahiran memang setiap anak membutuhkan kelembutan. Hal ini mengingat bahwa apabila asuhan terhadap anak tersebut sekali saja kita abaikan. merata dan bijaksana merupakan suatu kewajiban bagi kedua orang tua. Dalam hal mengasuh anak. (+) Hak Untuk Diasuh dan Disayangi. tentram. Seperti pada hadits Rasulullah yang berbunyi: Artinya: Diriwayatkan dari Usmamah bin Zaid r. hukum Islam pada dasarnya telah memberikan ketertiban hukum mengenai tata cara mengasuh anak dan anjuran untuk memberi kasih sayang terhadap anak. mempertahankan kemontokan tubuhnya. lantaran dengan begitu akan tumbuh dalam hati setiap anak rasa aman. (+) Hak Untuk Menerima Warisan Harta Benda . melindungi serta merawat mereka dengan penuh kasih sayang. Pada setiap keluarga muslim. Islam telah mensinyalir hal ini.[27] Hadits di atas merupakan contoh pelaksanaan pengasuhan serta menyanyangi anak yang paling tidak merupakan bukti sekaligus ketentuan akan kewajiban orang tua untuk menyanyanginya dan mengasuh anak-anaknya. Oleh sebab itu. Hal itu dapat dilihat dari pendekatan berbagai ketentuan-ketentuan hukum Islam mengenai hal ini yang bahkan mengatur hal-hal sedetail mungkin.a : Rasulullah SAW meletakkan aku di atas sebelah bahunya dan Hasan bin Ali pada bahu yang lain kemudian Nabi SAW berkata: Ya Allah sayangilah mereka sebagaimana aku menyayangi mereka. mengejar karir atau kesibukan kerja dan lain sebagainya. setiap keluarga muslim terutama kedua orang tua harus mengasuh anak-anaknya dengan cara yang baik.kecantikannya. Untuk itu. serta kehangatan kasih sayang dan persahabatan yang erat antara anak dan orang tua. adil. pemberian jaminan bahwa setiap anak dalam keluarga akan mendapat asuhan yang baik. setiap orang tua harus selalu dapat berusaha meyakinkan mereka bahwa segala sesuatu itu untuk mereka. seperti contoh dalam hal menyayangi anak. Minimal tidak akan tumbuh dan berkembang secara sempurna.

seseorang yang memberi makan kepada isterinya atau mendidik anak-anaknya dengan baik serta menanggung kehidupan mereka. maka semenjak tangisan pertama anak dilahirkan telah ditetapkan bagian haknya. Apa yang kemudian ditetapkan oleh hukum Islam tersebut pada intinya merupakan suatu bentuk Tafakul antara anggota keluarga yakni sebagi satu prinsip bahwa setiap anggota keluarga berhak mendapat kesejahteraan dari anggota lainnya terlebih lagi antara anak dan orang tuanya sebagi generasi pelanjut bagi orang tuanya. Salah satu pertimbangannya adalah bahwa anak merupakan salah satu generasi yang sedang berkembang yang merupakan penerus . Sehingga berbagai himbauan. dianggap sebagai sedekah yang dijanjikan anugerah pahal oleh Allah. Padahal hal itu sudah menjadi kewajibannya. Demi pemeliharaan hak-hak anak. Rasulullah SAW telah menjelaskan hak tersebut dalam sebuah haditsnya yang berbunyi: Apabila terjadi kelahiran. petunjuk. penjagaan atas mereka itu dilakukan dengan sebaik-baiknya. Hukum Islam telah mengatur sedemikian rupa mengenai tatacara pembagian waris secar komplit. An-Nisa (4): 11 yang berbunyi: Terjemahnya: Allah mensyari`atkan bagimu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu. maka berhak diwarisi. tetapi juga menyentuh dimensi ketaatan seseorang kepada Tuhan yang telah menciptakan.sampai oleh Islam. Sampai. jika anak perempuan itu seorang saja. tidak hanya menyangkut dimensi hubungan yang bersifat material duniawi antara sesama kaum kerabat. Penekanan dan pesan Islam mengenai hal ini. memberikan rezeki dan memberinya pahala. Sebagai suatu legitimasi atas hal ini. kita akan tahu betapa besar perhatian Islam terhadap keluarga sebagai unit sosial terkecil yang diwarnai dengan kesejahteraan dan kebahagiaan.S. yakni system pembagian waris Islam selalu dimulai dengan mendahulukan furu (pihak keturunan). maka ia memperoleh separo harta. yakni hak waris atasnya.Metode Islam dalam menjaga hak-hak anak atas harta benda berpedoman kepada makna dari hak-hak anak tersebut. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan. Kalau kita amati semua itu. Sebagaimana disebutkan dalam Q. dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua. [28] Ayat di atas paling tidak memberikan suatu pelajaran bahwa sekali lagi waris Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai tafakul terlebih antara orang tua terhadap anak-anaknya. maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan.

Hal ini mengingat bahwa pendidikan anak berpengaruh besar terhadap kehidupan yang kelak akan dijalaninya. Dalam sebuah keluarga. Adapun pendidikan bagi anak itu bermula dalam lingkungan keluarga karena pada dasarnya keluarga merupakan akar terbentuknya masyarakat atau bangsa dan bahkan sebuah peradaban. kecukupan harta benda setiap anak sangat diperhatikan sebagai sebuah generasi baru.yang akan meletakkan sejumlah harapan bagi kebaikan masa depan kemanusiaan. Dalam hukum Islam.16-19: Terjemahnya: Dan (ingatlah) ketika luqman berkata kepada anaknya ketika dia memberi pelajaran kepadanya: Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah.S. Jadi kesucian seorang anak akan dipengaruhi oleh keadaan dan lingkungannya. mengabdi. akhlak. Selain itu ada satu sisi yang harus diperhatikan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya. pembenahan terhadap kecerdasan anak merupakan sesuatu yang mutlak yang harus dilaksanakan pada setiap orang tua sebagai bekal bagi anak untuk kemudian terjun dalam kehidupan bermasyarakat untuk bersosialisasi dan sebagai perwujudan dari fitrahnya sebagai makhluk social. karena selaku manusia di samping mempunyai tanggung jawab terhadap sesama.[30] . yang sangat berperan adalah lingkungan dekatnya yakni bapaknya. (+) Hak Untuk Mendapatkan Pendidikan dan Pengajaran Semua anak yang dilahirkan ke dunia ini selalu dalam keadaan suci. Oleh sebab itu. Jika anak tersebut hidup dalam lingkungan keluarga muslim. ditangan masyarakatlah perubahan anak akan terjadi yang tergantung sepenuhnya dari bentuk dan corak masyarakat dimana anak tersebut hidup. tentunya ia akan tumbuh dan berkembang pula menjadi seorang muslim dan demikian sebaliknya. Maka pantaslah jika dalam system Islam melakukan pembagian waris. menaruh kesetiaan dan taat serta melaksanakan nilai-nilai. yakni bagaimana membenahi mental. serta pengetahuan agama anak. ibunya. Al-Luqman (31): 13. dalam Islam pendidikan kepada anak harus mengarah kepada beberapa hal pokok sebagai mana disebutkan dalam Q. menghormati. Dalam hal ini. kita juga mempunyai tanggung jawab terhadap pencipta. karena sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang besar. serta keluarganya. tidak bernoda dan tidak cacat sedikitpun.[29] Dalam Islam orang tua disuguhi tanggung jawab untuk mendidik sekalian anak-anak mereka. pelajaran pertama yang diperoleh seorang anak adalah mencintai.

sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi. niscaya Allah akan mendatangkan (membalasinya). Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Ajaran untuk memupuk kebaikan walau sekecil apapun. dan berada dalam batu atau langit atau di dalam bumi. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunkkanlah suaramu. Ajaran untuk senantiasa mendirikan shalat. 2. Ajaran untuk menjauhi sifat sombong. .Terjemahnya: (Luqman berkata): hai anakku. 5. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. Ajaran untuk mengajak orang lain dalam hal kebaikan. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi denagn angkuh. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. 6. Hai anakku. Ajaran untuk berbuat baik kepada sesama. Tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun. 4. begitu juga untuk menjauhi keburukan. 3. maka disimpulkan bahwa beberapa hal yang harus diajarkan kepada anak serta menjadi peran atau tanggung jawab orang tua untuk mengajarkannya adalah: 1. sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (Allah).[31] Dari ayat-ayat yang disebutkan di atas. dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.

Jakarta: Pustaka al-Kautsar. h. 2002). Remaja Rosdakarya. Raja Grafindo Persada. 1996 M/1416 H). Jakarta : Pustaka Azzam. [5] Abd. 59-60. Jamaluddin Mahfuzh. 2. Hal tersebut merupakan cakupan pendidikan yang harus diterapkan kepada anak menurut hukum Islam yang dengan sendirinya menjadi tanggung jawab bagi orang tua. 100. t. :mrgreen: Salam [1]Muhibbin Syah. [8]Zakiah Darajat. [6] Al-A lamah Muh. 58. h. Psikologi Pendidikan ( Cet. 7. Psikologi Anak dan Remaja (Cet. dari sebuah tempat paling indah di dunia. Perkawinan dan Keluarga.. h. 85. Nuansa-nuansa Psikologi Islam. h. [7] Lubis Salam. 398. Saya. V. h. Abied.th. Faidhol Qadir Jilid II (Beirut: Darul Fikri. Abd. h. 2006). Edisi. Aziz bin Abdullah Al Ahmad. Kajian Korelatif Pemikiran Ibnu Qayyim dan Psikologi Modern (Cet. Jakarta: PT. h. No. Ngalim Purwanto. Kesehatan Jiwa. 26-27.). Hubungan Orang tua Mempengaruhi Mental Anak. 2005.7. Bandung: PT. . Menuju Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah ( Surabaya: Terbit Terang. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru (Cet. Ajaran untuk hidup sederhana.XIII. h. [9]Syaikh M.I ( Cet II. V. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2000). [3] Abdul Mujib dan Yusuf Mudzakir. [4] Ibid. [2] M. 1998). Rauf Al-Minawi.I. 43. 2007).

I. 1992). 21. 2002).[10]Hasan Basry. 1991). h.. 13. [18] Ibid. h. 116.. 1996).. [16] Alex Sobur.II.. Jakarta: Bulan Bintang. h. [20] Muhammad Fu ad Abdul Baqi . III. 123. h. Yogyakarta: Mitra Pustaka. h. h. 2005).. [12] Sarlito wWirawan Sarwono. [15]Ahmad Hasan Kanzu. 9. 502. cit. h. [19] Ibid. Waktu Luang Bagi Remaja Muslim (Cet. op. 1993). Ilmu Jiwa Agama (cet XIV. h. 114. 114. Problematika Remaja dan Solusinya (Cet. h. [17] Departemen Agama RI. Remaja Berkualitas. . 23. h.. 427. 18. 32. 2003). Al-Qur an dan Terjemahannya ( Semarang: PT. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Komunikasi Orang tua dan Anak (Bandung: Angkasa. [13] Hasan Basri. [14] Zakiyah Drajat. h. [21] Departemen Agama RI. 2005). cit. Tanjung Mas Inti. Surabaya: PT. Psikologi Remaja ( Jakarta: PT Raja GrafimdoPersada. [11]Sarlito Wirawan Sarwono. Al-Lu lu Wal Marjan (Cet. Bina Ilmu. op. Psikologi Remaja ( Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. h.

.... op.. h.36. h. [24] Ibid... h. Al -Azhim Al-Munziri.. dari sebuah tempat paling indah di dunia.. h. 847... Abied. [25] Ibid. h.. 955.I. Saya. cit... 667.. [29] Adil Fathi Muhammad... 2004). h.. 116... [23] Departeman Agama. h.Bandung: Mizan Pustaka.. [30] Departemen Agama RI. :mrgreen: Salam . Jakarta: Gema Insani Press). [27] Zaki al-Din Abd. h. 57.. cit.... I. 946.[22] Ibid. h. [26] Ibid... Menjadi ayah yang sukses.. [31] Ibid... cit.. Hadis Pendidikan : Penentuan Tempat dan Waktu Belajar Posted on 9 February 2010 by Miftah i Kasih Nilai . (Cet. op.... h.. [28] Departemen Agama RI.... 654.. op.... 57. 655... Ringkasan Shahih Al-Bukhari (Cet.

Seorang perempuan di anatar mereka bertanya. ³Wahai Rasulullah.´ (HR. Beliau menjawab. . Bukhari) Penjelasan Hadis Seorang perempuan yang datang kepada Rasulullah dalam hadis di atas adalah Asma¶ binti Zaid ibn As Sakan. telah datang seorang perempuan kepada Rasulullah saw. : Mengulanginya Terjemah Hadis Dari Musaddad. mendatangi mereka lalu mengajarkan apa yang telah Allah ajarkan kepada beliau. telah berkata Abu µAwanah dari Abdurrahman ibn Al Ashbahaniy dari Abu Shalih Dzakwan dari Abu Sa¶id. mengurus. karena tanpa waktu dan tempat yang tepat maka akan menghambat tercapainya tujuan pendidikan.´ Maka mereka berkumpul dan Rasulullah saw. Yang dimaksud adalah mendidik. orang-orang laki-laki pergi (mempelajari) hadismu. Rasulullah menyetujuinya dan menetapkan hari sekaligus tempat belajar bagi mereka.Quantcast ² [1] Mufradat : Maju. ³Dua orang. Hal ini mengisyaratkan bahwa waktu dan tempat merupakan hal penting dalam proses perencanaan dan pengajaran pendidikan. maka jadikanlah (luangkanlah) untuk kami dari dirimu (waktumu) sehari (dimana) kami bisa menjumpaimu pada hari itu dan engkau mengajarkan kepada kami apa yang telah Allah ajarkan kepadamu. ³Tidak ada perempuan di antara kalian yang mendidik (mengajar) tiga orang anaknya kecuali ia ter-hijab (terhalang) dari api neraka. dua orang dan dua orang. atau (bagaimana kalau) dua orang?´ kemudian dia mengulanginya sampai dua kali. ³Datanglah pada hari ini dan ini di tempat ini dan ini. Kemudian beliau berkata.[2] Ia datang dengan tujuan agar Rasulullah dapat mengajarkan kepadanya dan kaum wanita pada masa itu segala yang telah Rasul ajarkan kepada kaum laki-laki. ³Ya Rasulullah.´ Rasul menjawab. dan ia berkata. mengajar.

. 1994) [2] Ibn Hajar Al Asqalani... 1936). BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB & AKIBATNYA ANAK PUTUS SEKOLAH TINGKAT SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA & UPAYA ORANG TUA SERTA MASYARAKAT DALAM PEMBINAAN PENYALURAN LEWAT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI DESA SIDOHARJO KAB SRAGEN ( 91/92) ... Nasa¶i....... STUDI TENTANG EFEKTIFITAS BELAJAR MANDIRI DALAM BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP TERBUKA SUSUKAN BANJAR NEGARA ( 1998 ) 9.... MUNGKIN INI BISA JADI INSPIRASI ANDA DALAM PENGEMBANGAN JUDUL" Klo belum merasa puas dengan ini dan butuh skripsi yang utuh silahkan berkunjung ke blog saya di http://rumahmentari..Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab I¶tishom Bab Ta¶lim. PENDIDIKAN KELUARGA DALAM ISLAM (SUATU KAJIAN TEOLITIK) ( 1999 ) 2.. ASPEK-ASPEK KECERDASAN SPIRITUAL DALAM KONSEP PENDIDIKAN LUQMAN (TELAAH SURAT LUQMAN AYAT 12-19) ( 2002) 8... Al Mu¶jam Al Mufahras Li Alfadzi Al Hadis Al Nabawi (Leiden: Maktabah Baril. AKTIVITAS PEMIRSA KULIAH SUBUH DI TELEVISI SWASTA & PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KLAS III SLTP N I NEGO SARI ( 2000 ) 5..com........ Ibn Majah dan Ahmad ibn Hanbal.??? BERIKUT INI SAYA SAJIKAN JUDUL-JUDUL SKRIPSI FAKULTAS TARBIYAH JURUASAN PAI.. AKTIVITAS MAJELIS TA LIM NURUL QUR AN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI IBU RUMAH TANGGA DI KEC GPETE SELATAN CILANDAK JAKSEL ( 1998 ) 4.......[3] [1] Bukhari........... Shahih Bukhari (Beirut: Dar Al Fikr......!!! SKRIPSI TARBIYAH JURUSAN PAI Y 1..blogspot...... Fathul Bari. ASPEK-ASPEK PSIKO RELIGIUS REMAJA DALAM AKTIVITAS PENGAJIAN DI DESA LORGO KEC TAWANG SARI KAB SUKOHARJO ( 2001 ) 3.images "BINGUNG PILIH JUDUL... AMAL USAHA RANTING MUHAMMADIYAH PANGKAT REJO BIDANG PENDIDIKAN KEC SEKARAN KAB LAMONGAN THN 1952-1963 ( 1992) 6.. <<CONTOH-CONTOH JUDUL SKRIPSI TARBIYAH/PAI>> CONTOH-CONTOH JUDUL SKRIPSI TARBIYAH/PAI ....... W... Hadis senada juga diriwayatkan oleh Muslim.. ANALISIS KUALITAS TES MATA PELAJARAN BAHASA ARAB KELAS III A SMU ASSALAM DI PONDOK 7.... Wensick...... ... [3] A.......

....10... FUNGSI BANTUAN PEMBANGUNAN DESA & PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMABNGUNAN BIDANG PENDIDIKAN DI DESA CEMANI KEC GROGOL KAB SUKOHARJO ( 1991) 23. HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS PENGAJARAN DAN ITENSITAS IBADAH PADA IBU-IBU PESERTA PENGAJIAN AISYIYAH DI POTORONO BANGUN TAPAN BANTUL YOGYAKARTA ( 1993) 24..... EFEKTIVITAS METODE DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH LUAR BIASA (BAGIAN C) (CACAT MENTAL) NEGERI 2 YOGYAKARTA ( 1999) 19... EFEKTIFITAS PENGGUNAAN NILAI EBTANAS MURNI (NEM) SEBAGAI ALAT SELEKSI PENERIMAAN SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA ( 1989) 18.. BIAS GENDER DALAM PENDIDIKAN FORMAL (KAJIAN TEO & PRAKTIK) GENDER BIAS IN TORIYAL EDUCATION (THEORITIKAL AND PRAETICAL STUDI) ( 1999 ) 11. DAUROH SEBAGAI LEMBAGA KURIKULER PEMHAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH ALIYAH MATHATI UL FALAH KAJEN MARGOYOSO PATI ( 1990) 13... FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT KEBERHASILAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN FISIKA DI MTSN LASEM KAB REMBANG ( 1993) 20.. EFEKTIFITAS PENGAJARAN FISIKA KURIKULUM 1984 DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI BOYOLALI (STUDI EVALUASI PENERAPAN STRATEGI (BSA BIDANG STUDI FISIKA) ( 1993) 17..... EFEKTIFITAS METODE MUSYAWARAH DALAM MENGHAFAL AL-QUR AN DI PONDOK PESANTREN ALMUNAWIR KRAPYAK YOGYAKARTA ( 99) 16..... ..... DIMENSI MORAL KLAIM DALAM BUKU SASMITA TUHAN KEMENANGAN SUARA MORAL KARSA M SOBARY ( 2000 ) 15........ HUBUNGAN KETRAMPILAN MENYIMAK BAHASA ARAB . FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN ANAK PUTUS SEKOLAH PADA SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA DI DESA TRIWIDADI PAJANGAN BANTUL ( 91) 22. DEMOKRATISASI DALAM PENDIDIKAN ISLAM (TELAAH ATAS TEORI PENDIDIKAN ANDRA BOBI) ( 1997 & 1998) 14... HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI DALAM KELUARGA & PENYESUAIAN DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II & III SMU UN YOGYAKARTA TH AJARAN 2000/01 ( 2000 ) 25. * HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PENGAJARAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SLTP (isi nama sekolahnya disini) ... BIMBINGAN ORTU & PRESTASI BELAJAR SISWA MADRASAH TSANAWIYAH MUALIMIN SIRAY KEC KEMRAWJEN KAB BANYUMAS (STUDI KORELASI) ( 1998) 12.. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI DI SMA MUH I PRAMBANAN SLEMAN ( 1993) 21...

* KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MENURUT ALQURAN (KAJIAN ERHADAP ALQURAN AYAT 13-19) * PROBLEMA GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI SLTP (isi sekolahnya disini) * PENDIDIKAN ANAK DI DESA (STUDI TENTANG TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN) * USAHA GURU AGAMA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA (isi nama sekolahnya disini) * HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PENGAJARAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SLTP (isi nama sekolahnya disini) * PENDIDIKAN AGAMA DAN PEMBENTUKAN PRILAKU SISWA SMA (isi sekolahnya disini) * PERANAN RUMAH SINGGAH ANAK JALANAN (tulis nama rumah singgah disini) DALAM MEMBANTU PENDIDIKAN ANAK JALANAN * EFEKTIVITAS PROGRAM REMEDIAL DALAM MENINGKATKAN PRETASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PAI KELAS XI SMA (isi nama sekolahnya disini) * STUDI TENTANG USAHA-USAHA PEMBINAAN KEPRIBADIAN SISWA KELAS KELAS XII SMA (isi nama sekolahnya disini) * PERANAN PONDOK PESANTREN DALAM MENINGKATKAN SDM DI DESA (isi nama desanya disini) * STUDI KORELASI ANTARA PRESTASI BELAJAR DALAM BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN KETERAMPILAN SEKOLAH SISWA KELAS VII SMP (isi nama sekolahnya disini) * USAHA GURU AGAMA DALAMMENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI DESA (isi nama desanya disini) * AKURASI MEDIA AUDIO SEBAGAI SARANA PROSES BELAJAR MENGAJAR DALAM MENINGKATKAN KUALITAS GURU PAI .

berikut ada beberapa contoh judul skripsi pendidikan agama islam yang saya kutip dari peperonity... 1. Judul Skripsi Pendidikan Agama Islam Bagi yang tengah menyiapkan skripsi tentang pendidikan agama Islam.* IMPLIKASI EMOTIONAL QUATION DALAM PEMBELAJARAN PAI KELAS XI SMA (isi nama sekolahnya disini) * SISTEM PENDIDIKAN TRADISIONAL DI PONDOK PESANTREN (isi nama pondok pesantrennya disini) * PELAKSANAAN PELAJARAN ALQURAN HADITS KELAS XI MTSN (isi nama sekolahnya disini) * PELAKSANAAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DALAM MENUNJANG KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI MADRASAH IBTIDAYAH (isi nama sekolahnya disini) * KEBERADAAN ORGANISASI KEAGAMAAN DALAM MENINGKATKAN UKHUWAH ISLAMIYAH * PERAN ULAM DALAM MEMASYARAKATKAN KEBERSIHAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DESA (isi nama desanya disini) . ASPEK-ASPEK PSIKO RELIGIUS REMAJA DALAM AKTIVITAS PENGAJIAN DI DESA LORGO KEC TAWANG SARI KAB SUKOHARJO ( 2001 ) 3. AKTIVITAS PEMIRSA KULIAH SUBUH DI TELEVISI SWASTA & PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KLAS III SLTP N I NEGO SARI ( 2000 ) 5...... AKTIVITAS MAJELIS TA LIM NURUL QUR AN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI IBU RUMAH TANGGA DI KEC GPETE SELATAN CILANDAK JAKSEL ( 1998 ) 4.. PENDIDIKAN KELUARGA DALAM ISLAM (SUATU KAJIAN TEOLITIK) ( 1999 ) 2..... ASPEK-ASPEK KECERDASAN SPIRITUAL DALAM KONSEP PENDIDIKAN LUQMAN (TELAAH SURAT LUQMAN AYAT 12-19) ( 2002) ...... ANALISIS KUALITAS TES MATA PELAJARAN BAHASA ARAB KELAS III A SMU ASSALAM DI PONDOK 7. AMAL USAHA RANTING MUHAMMADIYAH PANGKAT REJO BIDANG PENDIDIKAN KEC SEKARAN KAB LAMONGAN THN 1952-1963 ( 1992) 6.....

HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS PENGAJARAN DAN ITENSITAS IBADAH PADA IBU-IBU PESERTA PENGAJIAN AISYIYAH DI POTORONO BANGUN TAPAN BANTUL YOGYAKARTA ( 1993) 24. FUNGSI BANTUAN PEMBANGUNAN DESA & PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMABNGUNAN BIDANG PENDIDIKAN DI DESA CEMANI KEC GROGOL KAB SUKOHARJO ( 1991) 23. DIMENSI MORAL KLAIM DALAM BUKU SASMITA TUHAN KEMENANGAN SUARA MORAL KARSA M SOBARY ( 2000 ) 15. EFEKTIFITAS PENGGUNAAN NILAI EBTANAS MURNI (NEM) SEBAGAI ALAT SELEKSI PENERIMAAN SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA ( 1989) 18. STUDI TENTANG EFEKTIFITAS BELAJAR MANDIRI DALAM BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP TERBUKA SUSUKAN BANJAR NEGARA ( 1998 ) 9. HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI DALAM KELUARGA & PENYESUAIAN DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II & III SMU UN YOGYAKARTA TH AJARAN 2000/01 ( 2000 ) . EFEKTIFITAS METODE MUSYAWARAH DALAM MENGHAFAL AL-QUR AN DI PONDOK PESANTREN ALMUNAWIR KRAPYAK YOGYAKARTA ( 99) 16.8. DEMOKRATISASI DALAM PENDIDIKAN ISLAM (TELAAH ATAS TEORI PENDIDIKAN ANDRA BOBI) ( 1997 & 1998) 14. FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT KEBERHASILAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN FISIKA DI MTSN LASEM KAB REMBANG ( 1993) 20. EFEKTIFITAS PENGAJARAN FISIKA KURIKULUM 1984 DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI BOYOLALI (STUDI EVALUASI PENERAPAN STRATEGI (BSA BIDANG STUDI FISIKA) ( 1993) 17. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN ANAK PUTUS SEKOLAH PADA SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA DI DESA TRIWIDADI PAJANGAN BANTUL ( 91) 22. EFEKTIVITAS METODE DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH LUAR BIASA (BAGIAN C) (CACAT MENTAL) NEGERI 2 YOGYAKARTA ( 1999) 19. BIAS GENDER DALAM PENDIDIKAN FORMAL (KAJIAN TEO & PRAKTIK) GENDER BIAS IN TORIYAL EDUCATION (THEORITIKAL AND PRAETICAL STUDI) ( 1999 ) 11. BIMBINGAN ORTU & PRESTASI BELAJAR SISWA MADRASAH TSANAWIYAH MUALIMIN SIRAY KEC KEMRAWJEN KAB BANYUMAS (STUDI KORELASI) ( 1998) 12. DAUROH SEBAGAI LEMBAGA KURIKULER PEMHAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH ALIYAH MATHATI UL FALAH KAJEN MARGOYOSO PATI ( 1990) 13. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI DI SMA MUH I PRAMBANAN SLEMAN ( 1993) 21. BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB & AKIBATNYA ANAK PUTUS SEKOLAH TINGKAT SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA & UPAYA ORANG TUA SERTA MASYARAKAT DALAM PEMBINAAN PENYALURAN LEWAT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI DESA SIDOHARJO KAB SRAGEN ( 91/92) 10.

HUBUNGAN TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA ( 2001 30. KONSEP PENDIDIKAN ISLAM TENTANG UPAYA MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN ANAK ( 2000 ) 42.25. KONSEP TRI CON KI HAJAR DEWANTARA DALAM PRESPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM ( 1996) . KEHARMONISAN DALAM KELUARGA HUBUNGANNYA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA MTS N BANGSAL MOJOKERTO ( 1999 ) 35. KEMAMPUAN BAHASA ARAB MAHASISWA FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM JURUSAN TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA ( 2002 ) 36. HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II SMP 3 DEPOK SLEMAN 28. KONSEP KEBEBASAN MANUSIA DALAM PENDIDIKAN ISLAM (TELAAH EVALUATIF TERHADAP PROGRESIVISME) (98) 38. ISTANA PONDOK PESANTREN AN NAWAWI BERJAN PURWOREJO DALAM MENINGKATKAN SDM ( 1997) 31. KECENDERUNGAN EMOSI REMAJA IMPUKASINYA TERHADAP PEMBINAAN AKHLAK (PENDEKATAN PSIKOLOGIS) ( 2000 ) 34. HUBUNGAN PRESTASI MAHASISWA TENTANG PELAYANAN & PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM JURUSAN TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA ( 1998 ) 29. KONSEP PENDIDIKAN BUDI PEKERTI MENURUT KI HAJAR DEWANTARA & PENDIDIKAN AKHLAK DALAM ISLAM 40. KONSEP MANUSIA MENURUT PSIKOLOGI DAN NAFSIOLOGI ( 2002 ) 39. KAJIAN TENTANG BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMEA MA ARIF TEMON KAB KULON PROGO (TINJAUAN FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PENDUKUNG DAN PEMECAHANNYA) ( 92) 32. KITAB MAKNUL TASHRIF UNTUK PENGAJARAN SHARAF TINGKAT PEMULA ( 1988) 37. KONSEP PSIKOTERAPI MENURUT ISLAM DAN IMPLEMENTASINYA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN (THE CONCERPT OF ISLAMIC PSICOTHERAPI AND IT S IMPLEMENTATION ON EDUCATIONAL INSTUTIONAL) ( 2000) 43. KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMIKIRAN KIAI HAJI HASYIM ASY ARI DAN TELAAH TERHADAP PROGRESIVISME (SEBUAH KAJIAN KOMPERATIF) ( 2000 ) 41. HUBUNGAN KETRAMPILAN MENYIMAK BAHASA ARAB DENGAN EXPRESI TULIS SISWA PENDIDIKAN GURU AGAMA NEGRI (PGAN) YOGYAKARTA ( 1988) 26. KARAKTERISTIK PENGAJARAN AGAMA ISLAM PADA PONDOK PESNTREN AL-FITRAH JEJERAN BANTUL YOGYAKARTA ( 1983) 33. HUBUNGAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN AGAMA DENGAN PRAKTEK-PRAKTEK TAHAYUL DI DESA MARGO MULYO KEC KEREK KAB TUBAN ( 2000 ) 27.

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM BUKU KI AGENG KARANG LOR (KUMPULAN CERITA RAKYAT INDONESIA) SUTINGAN Y. METODE PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH MLANGI GAMPING KAB SLEMAN ( 1998) 51. PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI DESA SUMUR PANCING KODYA TANGERANG ( 2000 ) 62. NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM IBADAH PUASA (SUATU TINJAUAN PSIKOLOGIS) ( 2000 ) 59. NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM NOVEL-NOVEL MATINYA BUSSYE (KAJIAN TENTANG TUJUAN & MATERI) ( 1997) 56. PANDANGAN AL-MAWARDI TENTANG ILMU PENGETAHUAN DALAM KITAB ADABU ADI DUNYA WAAD DIIN (SUATU TINJAUAN PSIKOLOGIS PAEDAGAGAS) ( 2000 ) 61. METODE TRANSFER NILAI-NILAI KEISLAMAN DALAM CERITA WAYANG KULIT (STUDI TENTANG LAKON DEWA RUCI) ( 1999 ) 53. NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM YANG TERKANDUNG DALAM KISAH NABI MUH AL DIM AL-QUR AN ( 99) 60. KORELASI ANTARA AKTIVITAS KEAGAMAAN & KESEHATAN MENTAL PADA KLEIN / REMAJA DI SASANA REHABILITAS ANAK NAKAL AMONG PUTRA MAGELANG ( 1995) 46. KORELASI PENGUASAAN MUFRODAT DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KLAS II DI MTS NEGERI YOGYAKARTA II ( 1998 ) 47. MEDIA ELEKTRONIK DALAM PERSPEKTIF PENGAJARAN BAHASA ARAB (KAJIAN TENTANG TUJUAN & MATERI) ( 1991) 48. METODE BELAJAR MENGAJAR AL-QUR AN DI PONDOK HUFFADH KANAK-KANAK YAN BUL UL QUR AN KEC KOTA KAB KUDUS ( 96) 49. MOTIVASI SISWA DALAM PENGAMBILAN JURUSAN BIOLOGI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI YOGYAKARTA III ( 1993) 55. PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ISLAM LUAR SEKOLAH DI KELURAHAN TONGGAUAN KLATEN TENGAH ( 2000 ) .B SUPARIAN ( 1999 ) 58. KOPERASI UNIT DESA (KUD) SUMBER RAHARJO (STUDI KASUS TENTANG MENGENAI KEHIDUPAN KUD DI DESA PLAYEN) ( 1983) 45. NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM SERAT WEDHA TAMAKARYA KEPA MANGKUNEGARA IV ( 1998 ) 57. METODE DAN EVALUASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DISASANA TRESNA WERDHA (STW) ABIYASA DUWET SARI PAKEM BIWANGUN PAKEM SLEMAN ( 1999) 50.44. METODE PENGAJARAN BAHASA ARAB DI SMU YOGYAKARTA ( 2000 ) 52. METODE-METODE PENDIDIKAN DALAM AL-QUR AN SEBAGAI ALAT UNTUK MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM ( 1998) 54.

PELAKSANAAN HOZARIYYATU AL-FURU DALAM PENGAJARAN BAHASA ARAB DI SMP SALAFIYAH PEKALONGAN ( 1992) . PELAKSANAAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN SUBULUK SALAAM KEPUN BENER PEJOSARI KEBON SARI MADIUN ( 2000 ) 64.63.