TUJUAN DAN SASARAN PENDIDIKAN ISLAM *Disusun Guna Memenuhi Tugas Dalam Mata Kuliah Ushul at-Tarbiyyah Yang

Diampu Oleh Supriyanto Pasir, MA. Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia Oleh Khorirur Rijal Luthfi dan Mohammad Agus Khoirul Wafa A. Pendahuluan Islam sangat mementingkan pendidikan. Dengan pendidikan yang benar dan berkualitas, individu-individu yang beradab akan terbentuk yang akhirnya memunculkan kehidupan sosial yang bermoral. Sayangnya, sekalipun institusi-institusi pendidikan saat ini memiliki kualitas dan fasilitas, namun institusi-institusi tersebut masih belum memproduksi individu-individu yang beradab. Sebabnya, visi dan misi pendidikan yang mengarah kepada terbentuknya manusia yang beradab, terabaikan dalam tujuan institusi pendidikan. Penekanan kepada pentingnya anak didik supaya hidup dengan nilai-nilai kebaikan, spiritual dan moralitas seperti terabaikan. Bahkan kondisi sebaliknya yang terjadi. Saat ini, banyak institusi pendidikan telah berubah menjadi industri bisnis, yang memiliki visi dan misi yang pragmatis. Pendidikan diarahkan untuk melahirkan individu-individu pragmatis yang bekerja untuk meraih kesuksesan materi dan profesi sosial yang akan memakmuran diri, perusahaan dan Negara. Pendidikan dipandang secara ekonomis dan dianggap sebagai sebuah investasi. Gelar dianggap sebagai tujuan utama, ingin segera dan secepatnya diraih supaya modal yang selama ini dikeluarkan akan menuai keuntungan. Sistem pendidikan seperti ini sekalipun akan memproduksi anak didik yang memiliki status pendidikan yang tinggi, namun status tersebut tidak akan menjadikan mereka sebagai individu-individu yang beradab. Pendidikan yang bertujuan pragmatis dan ekonomis sebenarnya merupakan pengaruh dari paradigma pendidikan Barat yang sekular. Dalam budaya Barat sekular, tingginya pendidikan seseorang tidak berkorespondensi dengan kebaikan dan kebahagiaan individu yang bersangkutan. Dampak dari hegemoni pendidikan Barat terhadap kaum Muslimin adalah banyaknya dari kalangan Muslim memiliki pendidikan yang tinggi, namun dalam kehidupan nyata, mereka belum menjadi Muslim-Muslim yang baik dan berbahagia. Masih ada kesenjangan antara tingginya gelar pendidikan yang diraih dengan rendahnya moral serta akhlak kehidupan Muslim. Ini terjadi disebabkan visi dan misi pendidikan yang pragmatis. Sebenarnya, agama Islam memiliki tujuan yang lebih komprehensif

dan integratif dibanding dengan sistem pendidikan sekular yang semata-mata menghasilkan para anak didik yang memiliki paradigma yang pragmatis. Dalam makalah ini penulis berusaha menggali dan mendeskripsikan tujuan dan sasaran pedidikan dalam Islam secara induktif dengan melihat dalil-dalil naqli yang sudah ada dalam alQur¶an maupun al-Hadits, juga memadukannya dalam konteks kebutuhan dari masyarakat secara umum dalam pendidikan, sehingga diharapkan tujuan dan sasaran pendidikan dalam Islam dapat diaplikasikan pada wacana dan realita kekinian. B. Pembahasan B.1. Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam Memang tidak diragukan bahwa ide mengenai prinsip-prinsip dasar pendidikan banyak tertuang dalam ayat-ayat al Qur¶an dan hadits nabi. Dalam hal ini akan dikemukakan ayat ayat atau hadits hadits yang dapat mewakili dan mengandung ide tentang prinsip prinsip dasar tersebut, dengan asumsi dasar, seperti dikatakan an Nahlawi bahwa pendidikan sejati atau maha pendidikan itu adalah Allah yang telah menciptakan fitrah manusia dengan segala potensi dan kelebihan serta menetapkan hukum hukum pertumbuhan, perkembangan, dan interaksinya, sekaligus jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuannya. Prinsip prinsip tersebut adalah sebagai berikut:[1] Pertama, Prinsip Integrasi. Suatu prinsip yang seharusnya dianut adalah bahwa dunia ini merupakan jembatan menuju kampung akhirat. Karena itu, mempersiapkan diri secara utuh merupakan hal yang tidak dapat dielakkan agar masa kehidupan di dunia ini benar benar bermanfaat untuk bekal yang akan dibawa ke akhirat. Perilaku yang terdidik dan nikmat Tuhan apapun yang didapat dalam kehidupan harus diabdikan untuk mencapai kelayakan kelayakan itu terutama dengan mematuhi keinginan Tuhan. Allah Swt Berfirman, ³Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) kampung akhirat, dan janganlah kanu melupakan kebahagiaanmu dari kenikmatan duniawi...´ (QS. Al Qoshosh: 77). Ayat ini menunjukkan kepada prinsip integritas di mana diri dan segala yang ada padanya dikembangkan pada satu arah, yakni kebajikan dalam rangka pengabdian kepada Tuhan. Kedua, Prinsip Keseimbangan. Karena ada prinsip integrasi, prinsip keseimbangan merupakan kemestian, sehingga dalam pengembangan dan pembinaan manusia tidak ada kepincangan dan kesenjangan. Keseimbangan antara material dan spiritual, unsur jasmani dan

rohani. Pada banyak ayat al-Qur¶an Allah menyebutkan iman dan amal secara bersamaan. Tidak kurang dari enam puluh tujuh ayat yang menyebutkan iman dan amal secara besamaan, secara implisit menggambarkan kesatuan yang tidak terpisahkan. Diantaranya adalah QS. Al µAshr: 1-3, ³Demi masa, sesungguhnya manusia dalam kerugian kecuali mereka yang beriman dan beramal sholeh.´ . Ketiga, Prinsip Persamaan. Prinsip ini berakar dari konsep dasar tentang manusia yang mempunyai kesatuan asal yang tidak membedakan derajat, baik antara jenis kelamin, kedudukan sosial, bangsa, maupun suku, ras, atau warna kulit. Sehingga budak sekalipun mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan. Nabi Muhammad Saw bersabda ³Siapapun di antara seorang laki laki yang mempunyai seorang budak perempuan, lalu diajar dan didiknya dengan ilmu dan pendidikan yang baik kemudian dimerdekakannya lalu dikawininya, maka (laki laki) itu mendapat dua pahala´ (HR. Bukhori).

Keempat, Prinsip Pendidikan Seumur Hidup. Sesungguhnya prinsip ini bersumber dari pandangan mengenai kebutuhan dasar manusia dalam kaitan keterbatasan manusia di mana manusia dalam sepanjang hidupnya dihadapkan pada berbagai tantangan dan godaan yang dapat menjerumuskandirinya sendiri ke jurang kehinaan. Dalam hal ini dituntut kedewasaan manusia berupa kemampuan untuk mengakui dan menyesali kesalahan dan kejahatan yang dilakukan, disamping selalu memperbaiki kualitas dirinya. Sebagaimana firman Allah, ³Maka siapa yang bertaubat sesuadah kedzaliman dan memperbaiki (dirinya) maka Allah menerima taubatnya....´ (QS. Al Maidah: 39). Kelima, Prinsip Keutamaan. Dengan prinsip ini ditegaskan bahwa pendidikan bukanlah hanya proses mekanik melainkan merupakan proses yang mempunyai ruh dimana segala kegiatannya diwarnai dan ditujukan kepada keutamaan-keutamaan. Keutamaan-keutamaan tersebut terdiri dari nilai nilai moral. Nilai moral yang paling tinggi adalah tauhid. Sedangkan nilai moral yang paling buruk dan rendah adalah syirik. Dengan prinsip keutamaan ini, pendidik bukan hanya bertugas menyediakan kondisi belajar bagi subjek didik, tetapi lebih dari itu turut membentuk kepribadiannya dengan perlakuan dan keteladanan yang ditunjukkan oleh pendidik

Hal tersebut disebabkan pendidikan adalah upaya yang paling utama.´ (HR. Hal ini dapat dijalankan melalui al-mau¶izhah (nasehat). Nabi Saw bersabda. Ia juga menambahkan bahwa perbuatan yang lahir dari hukuman tidak murni berasal dari keinginan dan kesadaran anak didik. Nasa¶i). ³Hargailah anak anakmu dan baikkanlah budi pekerti mereka. penggunaan kekerasan dalam pengajaran dapat membahayakan anak didik. mengupayakan kebajikan dan mencapai kebahagiaan melalui berpikir dan penalaran yang akurat.[4] . al. Mekanisme Pendidikan Islam Mengenai mekanisme dalam menjalankan pendidikan Islam Dalam karyanya Tahdzibul Akhlak. diberi janji yang menyenangkan atau tahdzir (diancam) dengan al-µuqubah (hukuman). Ia mengatakan bahwa kekerasan dalam bentuk apapun seharusnya tidak dilakukan dalam dunia pendidikan.[2] (konsep uqubah dalam Islam) Akan tetapi. alam. yang membiasakan mereka untuk melakukan perbuatan yang baik. apalagi pada anak kecil. Orang tua memiliki kewajiban untuk mendidik mereka agar mentaati syariat ini. Karena dalam pandangan Ibnu Khaldun. Tujuan dan Sasaran Pendidikan Islam Salah satu aspek penting dan mendasar dalam pendidikan adalah aspek tujuan. Disamping itu.tersebut. Berbeda dengan beberapa pandangan teori di atas.2. sekaligus mempersiapkan diri mereka untuk menerima kearifan. bahkan satu satunya untuk membentuk manusia menurut apa yang dikehendakinya. Ibnu Miskawaih mengatakan bahwa syariat agama memiliki peran penting dalam meluruskan akhlak remaja. agar berbuat baik. tujuan pendidikan pada hakekatnya merupakan rumusan-rumusan dari berbagai harapan ataupun keinginan manusia.3.[3] B. Itu artinya pendidikan dengan metode ini juga sekaligus akan membiasakan seseorang untuk berbohong dikarenakan takut dengan hukuman. B. al-taubikh (dihardik). kekerasan merupakan bagian dari sifat-sifat buruk. Ibnu Khaldun justru berpandangan sebaliknya. Karena itu menurut para ahli pendidikan.dharb (dipukul) kalau perlu. dan ilmu serta dengan pertimbangan prinsip prinsip dasarnya. Merumuskan tujuan pendidikan merupakan syarat mutlak dalam mendefiniskan pendidikan itu sendiri yang paling tidak didasarkan atas konsep dasar mengenai manusia.

menimbulkan pengertian pengertian baru yang secara implisit menjelaskan karakteristik karakteristik yang dimilikinya. kehidupan adalah pendidikan dan pendidikan adalah kehidupan itu. yaitu pendidikan yang tidak terpisahkan dari tugas kekhalifahan manusia. Sehingga dengan kata lain. Lodge dalam philosophy of education menyatakan bahwa dalam pengertian yang luas pendidikan itu menyangkut seluruh pengalaman. pengertian pendidikan secara umum. Pengertian pendidikan dengan seluruh totalitasnya. Dalam definisi ini tekanan kegiatan pendidikan diletakkan pada pengajaran (instruction). atau lebih khusus lagi sebagai penyiapan kader-kader khalifah dalam rangka membangun kehidupan dunia yang makmur. Menurutnya sebenarnya pendidikan Islam telah memiki visi dan misi yang ideal. sedangkan segi kepribadian yang dibina adalah aspek kognitif dan kebiasaan. dalam konteks Islam inheren salam konotasi istilah ³tarbiyah´. Rupert C.[6] Ghozali melukiskan tujuan pendidikan sesuai dengan pandangan hidupnya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Pendidikan . sebenarnya konsep dasar filosofis pendidikan Islam lebih mendalam dan menyangkut persoalan hidup multi dimensional. Theodore Meyer Greene mengajukan definisi pendidikan yang sangat umum. Sedangkan Joe Pack merumuskan pendidikan sebagai ³the art or process of imparting or acquiring knomledge and habit through instructional as study´. Menurutnya pendidikan adalah usaha manusia untuk menyiapkan dirinya untuk suatu kehidupan yang bermakna. ³ta¶lim´ dan ³ta¶dib´ yang harus dipahami secara bersama-sama. Ketiga istilah itu mengandung makna yang amat dalam menyangkut manusia dan masyarakat serta lingkungan yang dalam hubungannya dengan Tuhan saling berkaitan satu sama lain. Alfred North Whitehead menyusun definisi pendidikan yang menekankan segi ketrampilan menggunakan pengetahuan. Selain itu. dan nonformal. yang kemudian dihubungkan dengan Islam -sebagai suatu sistem keagamaan. Sanaky menyebut istilah tujuan pendidikan Islam dengan visi dan misi pendidikan Islam.Maka dari itu berdasarkan definisinya. harmonis dan lestari sebagaimana diisyaratkan oleh Allah dalam al Qur¶an.[5] Untuk itu. yakni memberi petunjuk akhlak dan pembersihan jiwa dengan maksud di balik itu membentuk individu-individu yang tertandai dengan sifat-sifat utama dan takwa.[7] Hujair AH. yaitu ³Rohmatan Lil µAlamin´. formal. Istilah istilah itu sekaligus menjelaskan ruang lingkup pendidikan Islam. informal. yaitu sesuai dengan filsafatnya. Dengan ini pula keutamaan itu akan merata dalam masyarakat. dinamis.

taat hukum. Daftar Pustaka Azizy. b) mendidik peserta didik untuk mempelajari materi ajaran Islam. demokratis. adil. Tujuan yang terpenting adalah pembentukan akhlak objek didikan sehingga semua tujuan pendidikan dapat dicapai dengan landasan moral dan etika Islam. Ahmad Qodri A. hal ini tentunya memerlukan kajian yang lebih mendalam sehingga nantinya implementasi dari teori tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan dipandang relevan dengan kondisi yang terikat dengan faktorfaktor tertentu. yang tentunya memiliki tujuan kemashlahatan di dalam mencapai tujuan tersebut. Yogyakarta: Pustaka Pelajar . Kesimpulan Dari beberapa uraian yang telah penulis kemukakan dari beberapa pendapat para tokoh pendidikian Islam bahwa pendidikan pada dasarnya memiliki beberapa tujuan.[8] Munzir Hitami berpendapat bahwa tujuan pendidikan tidak terlepas dari tujuan hidup manusia. Islam dan Permaslahan Sosial.[9] Qodri Azizy menyebutkan batasan tentang definisi pendidikan agama Islam dalam dua hal. dan harmonis. yaitu.Islam adalah pendidikan yang ideal. yaitu untuk membangun kehidupan dunia yang yang makmur.[10] C. 2000. Sehingga pengertian pendidikan agama Islam merupakan usaha secara sadar dalam memberikan bimbingan kepada anak didik untuk berperilaku sesuai dengan ajaran Islam dan memberikan pelajaran dengan materi-materi tentang pengetahuan Islam. Mencari Jalan Keluar. biarpun dipengaruhi oleh berbagai budaya. termasuk tujuan yang bersifat teleologik itu sebagai berbau mistik dan takhayul dapat dipahami karena mereka menganut konsep konsep ontologi positivistik yang mendasar kebenaran hanya kepada empiris sensual. yakni sesuatu yang teramati dan terukur. Mengenai mekanisme pelaksanaanya. pandangan hidup. damai. terdapat beberapa macam tujuan. atau keinginan-keinginan lainnya. Bila dilihat dari ayat-ayat al Qur¶an ataupun hadits yang mengisyaratkan tujuan hidup manusia yang sekaligus menjadi tujuan pendidikan. sebab visi dan misinya adalah ³Rohmatan Lil µAlamin´. dinamis. a) mendidik peserta didik untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai atau akhlak Islam.

dalam Ibid. hal. Jakarta: Pustaka Firdaus. Membangun Masyarakat Indonesia. Paradigma Pendidikan Islam. Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. hal. Muqaddimah Ibnu Khaldun. 2001. 2003. 2004. tanpa tahun. 6 [6] Azyumardi Azra. Hujair AH. Ibnu. Yogyakarta: Safiria Insania Press dan MSI Tafsir. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu Hitami. Membangun Masyarakat Indonesia. 763 [4] Hilda Taba dalam Munzir Hitami. hal. 27 [3]Ibnu Khaldun. 2001. 2002. 2002. hal. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. hal. hal. 32 [5] Ahmad Tafsir. 22 Tags: tarbiyah Prev: pengembangan terpadu BMT dan UMK Next: file kegiatan seminar entrepreneurship jama'ah al-Faraby PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN Judul: PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN Bahan ini cocok untuk Semua Sektor Pendidikan bagian PENDIDIKAN / . Tanpa tahun. hal. Yogyakarta: Infinite Press Khaldun. hal. Sanaky. 2002. Mesir: al-Mathbah al-Husainiyyah Sanaky. Muqaddimah Ibnu Khaldun. hal. hal. Menggagas Kembali Pendidikan Islam. Ibid. Azyumardi. Paradigma Pendidikan Islam. Yogyakarta: Infinite Press. 33 [8] Hujair AH. 142 [9] Munzir Hitami. Jakarta: Logos Wacana Ilmu. 5 [7] Sulaiman. 2003. Tahzib al-Akhlaq. Munzir. Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Firdaus Miskawaih. Op. Ibnu. Cit. Menggagas Kembali Pendidikan Islam. Islam dan Permaslahan Sosial. 25-30 [2] Ibnu Miskawaih. Tahzib al-Akhlaq. Ahmad. Yogyakarta: Safiria Insania Press dan MSI. 32 [10] Ahmad Qodri Azizy.Azra. Pendidikan Islam. Mesir: al-Mathbah al-Husainiyyah. 2004. Mencari Jalan Keluar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya [1] Munzir Hitami. 2002.

malaikat. Nama & E-mail (Penulis): Didik Supriyanto Saya Guru di KALIRUNGKUT II/514 SURABAYA Topik: Tanggal: 17 September 2008 PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN ABSTRAK Alquran sebagai wahyu dan firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW selalu menjadi pusat sorotan karena daya pikatnya yang luar biasa. Setelah selesai PBM maka Allah SWT mengadakan evaluasi kepada seluruh mahasiswa ( jin. karena manusia wajib menjalani pendidikannya sejak dia dilahirkan sampai dia masuk liang lahad. salah satu di antaranya bagaimana konsep Alquran berbicara masalah pendidikan. g) Pemberi peringatan bagi orang-orang yang lalai. yang menyebutkan bahwa Alquran adalah sebagai : a) Pedoman hidup yang harus dipegang erat oleh kaum muslimin. A. c) Pembeda antara yang benar dan yang salah. Pendahuluan Berbicara masalah pendidikan seakan tidak habis-habisnya sampai manusia itu sendiri lenyap dari permukaan bumi alias mati. lalu Allah SWT mengumpulkan tiga golongan mahluk yang diciptakan-Nya untuk diadakan Proses Belajar Mengajar (PBM). keterjaminannya dari percampuran dengan bahasa manusia. d) Inspirator dan pemacu terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Multifungsi Alquran itu terlihat pada ayat-ayatnya dan dikuatkan oleh Al-Hadits. dan manusia) dengan cara bertanya dan menyuruh menjelaskan seluruh materi pelajaran yang diberikan. f) Rahmat (limpahan kasih sayang) bagi orang-orang mukmin. Keluarbiasaan Alquran itu terletak pada aspek-aspeknya antara lain bahasa dan gaya bahasanya. h) Bacaan utama yang bernilai ibadah. dan multifungsinya bagi umat manusia.EDUCATION. dan ternyata Adam lah (dari golongan manusia) yang berhasil menjadi juara dalam ujian tersebut. Berbagai penelitian dan pembahasan. Proses pendidikan terhadap manusia terjadi pertama kali ketika Allah SWT selesai menciptakan Adam Alaihissalam. . Malaikat. sedangkan Allah SWT bertindak sebagai "Maha Guru" nya. jasadnya larut ditelan bumi. b) Petunjuk bagi umat manusia. e) Penyembuh bagi orang-orang mukmin. dan Manusia (Adam Alaihissalam) sebagai "mahasiswa" nya. dan rohnya kembali kepada sang pencipta yaitu Allah SWT. Tiga golongan mahluk ciptaan Allah dimaksud yaitu Jin. substansinya. jangkauannya yang tiada terbatas. baik yang dilakukan oleh pakar Islam sendiri maupun oleh orientalis menyimpulkan bahwa Alquran memiliki muatan yang universal bagi kehidupan umat manusia secara keseluruhan.

serta keterampilan yang diperlukan dirinya.I senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?' Tuhan berfirman: 'Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui'. dan pada amandemen tahun 2002 terhadap UUD 1945 disebutkan bahwa. Mereka berkata: 'Mengapa Engkau hendak menjadikan kholifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. kecerdasan. tanggung jawab Negara dalam pendidikan diwujudkan dalam APBN sekurang-kurangnya 20 %. maka kita bangsa Indonesia akan sanggup menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang. pengendalian diri. masyarakat. Dalam Pembukaan UUD 1945 tercantum salah satu cita-cita bangsa Indonesia yang luhur. tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. rasa. beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini!' Maka setelah diberitahukannya kepada mereka benda-benda itu. kepribadian. Allah Swt berfirman dalam Alquran yang artinya : Allah tidak akan merubah suatu bangsa sehingga mereka sendiri merubah apa yang ada dalam dirinya. maka keterampilan berkaitan dengan skill atau keahlian yang dimiliki oleh seseorang. Membangun manusia yang cerdas dan terampil ini merupakan bagian dari hakikat pembangunan nasional.2 (Al-Baqoroh): 30 . bangsa dan Negara". yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.Kejadian di atas diabadikan Allah SWT dalam firman-Nya QS. Dengan "mencerdaskan orang banyak" dan "memperbanyak orang cerdas". kemudian mengemukakannya kepada para Mlaikt lalu berfirman: 'Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!" "Mereka menjawab: 'Maha suci Engkau. padahal kam. Pemerintah bersama-sama DPR mengamandemen UUD 1945 pada tahun 2000 yaitu bahwa pendidikan adalah hak asasi manusia. bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?". Bangsa atau masyarakat yang cerdas merupakan pilar bagi kejayaan dan kemajuannya. Maka tepat sekali untuk merespon firman Allah di atas. fakir. . Allah berfirman: 'Bukankah sudah Ku katakana kepadamu. Pendidikan sebagaimana pengertiannya yang disebutkan dalam UU No. Kecerdasan dan keterampilan satu sama lain saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. yakni pembangunan . Kalau kecerdasan banyak berhubungan dengan kemampuan pikir dan nalar yang berbasis pada akal atau rasio. Termasuk yang ada di dalam diri manusia adalah hati.33 sebagai berikut : "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: 'sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang kholifah dimuka bumi'." "Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas adalah "Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan.manusia seutuhnya dan manusia Indonesia seluruhnya. dan raga. akhlak mulia. sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengatahui lagi Maha Bijaksana." "Allah berfirman : 'Hai Adam.

Proses pendidikan di atas sejalan dengan QS. sensitive. yaitu bagaimana membangun manusia berhati baik dan prakarsanya menjadi baik. Olah pikir berorientasi pada pembangunan manusia yang cerdas. Inilah yang dalam istilah popular saat ini disebut dengan kecerdasan spiritual. Cerdas (ibid: 59) berarti pandai. Maha Suci Engkau. yaitu head. tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. dan olah raga. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas adalah Kecerdasan dan keterampilan yang merupakan bagian dari apa yang kita kenal dengan istilah "The Golden H". Dalam istilah pendidikan. hand berarti manusia yang terampil. heart. dan health. tajam pikiran dan sempurna perkembangan akal budinya. Ali Imron (3): 191 yang artinya sebagai berikut: "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi: "Ya Tuhan kami. maka pendidikan yang dikembangkan menurut Mendiknas (2006: xix) adalah pendidikan yang memiliki empat segi yaitu : olah kolbu. maka peliharalah kami dari siksa neraka. serta memanfaatkannya demi kesejahteraan umat manusia baik di dunia maupun di akhirat kelak. memiliki akhlak yang mulia dan sopan santun. heart berarti manusia yang mencintai keindahan. kreatif dan inovatif. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas di atas adalah pendidikan yang mengarah pada pembentukan manusia yang berkualitas atau manusia seutuhnya yang lebih dikenal dengan istilah insan kamil. Untuk menuju terciptanya insan kamil di atas. Niat yang baik dan positif akan bisa menjadikan manusia bersifat produktif. Ini sangat penting karena tidak akan ada rasa syukur manakala seseorang tidak memiliki apresiasi terhadap keindahan dan kehalusan. Ini adalah aktualisasi dari potensi hati manusia dan merupakan bagian pendidikan yang paling mendasar dan paling penting. pandai dan pintar. Olah Qolbu adalah pendidikan akhlak mulia dan berbudi pekerti luhur sehingga peserta didik memiliki kepribadian yang unggul. dan health berarti manusia yang sadar akan kebersihan. olah pikir. Olah pikir berarti membangun manusia agar memiliki kemandirian serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. tetapi dengan tujuan yang amat tinggi dan mulia yaitu tujuan kehidupan manusia yang tidak berhenti di dunia ini saja. Head adalah manusia yang cerdas.serta mampu mengekspresikan keindahan dan kehalusan. Pembangunan pendidikan yang dilaksanakan oleh pemerintah bersama masyarakat merupakan upaya pengejewantahan salah satu cita-cita nasional.Pendidikan yang dimaksud dalam UU No. hand. hal itu termasuk merupakan aspek afeksi. sehingga sampai pada suatu kesimpulan bahwa Allah menciptakan alam semesta ini bukan untuk main-main. kesehatan dan berdisiplin tinggi. yaitu menciptakan anak . olah rasa. melainkan harapan dan doa kehidupan yang sejahtera di akhirat kelak. Olah rasa bertujuan menghasilkan manusia yang apresiatif. Sedangkan menurut Irfan Hielmy (1999: 58) kecerdasan dan keterampilan seperti yang disebutkan dalam UU No. yang ini semua tergantung atau karena didasarkan pada niat yang baik. Insan yang cerdas dan terampil adalah insan dengan kemampuan akalnya dapat memahami berbagai alam dan sosial. Sedangkan olah raga merupakan proses pembangunan manusia sehingga bisa menjadikan dirinya sebagai penopang bagi berfungsinya hati. sebagaimana bunyi Hadits Nabi: "semua perbuatan (amal) berangkat / tergantung dari kualitas niatnya". otak dan rasa. memiliki skill atau keahlian dan profesionalisme. bertafakur mengamati alam semesta." Itulah cermin manusia seutuhnya yang menggunakan hati dan fikirannya untuk selalu berdzikir kepada Allah.

ingatlah bahwa manusia itu pasti mati. Berbicara pembangunan pendidikan di Indonesia. "Pembangunan bidang pendidikan mengemban misi pemerataan pendidikan yang menimbaulkan ledakan pendidikan (education explotion). Langkah yang harus dilakukan untuk bisa mencapai derajat manusia Idonesia yang bermartabat. Diantara wasiat pendidikan 'monumental' yang dicontohkan Luqman lewat materi billisan dan dilakukannya lewat bilamal terlebih dahulu adalah: Jangan sekali-kali menyekutukan Allah. sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah SWT. sekaligus memberikan contohnya. Lebih jauh semakin dirasakan bahwa pembangunan sekolah-sekolah memiliki fungsi strategis bagi peningkatan kualitas warga Negara. dan rendahkanlah suaramu. yaitu : " bersyukurlah kepada Allah. Konsep pendidikan dalam perspektif Alquran yang direfleksikan Allah SWT dalam QS. tulang. Syafaruddin (2001:1) menjelaskan. harkat. hendaklah kita tetap merasa diawasi oleh Allah. akhlak. dan kholifah-Nya. guna membangun dunia ini sesuai dengan konsep yang diciptakan Allah". dibina. Pendidikan dalam perspektif Alquran dapat dilihat bagaimana Luqman Al-Hakim memberikan pendidikan yang mendasar kepada putranya. nafsu. dan martabat bangsa Indonesia". yaitu pendidikan penyerahan diri secara ikhlas kepada sang Kholik yang mengarah pada tercapainya kebahagiaan hidup dunia maupun akhirat. budi pekerti. sederhanalah dalam berpergian. rasa. cerdas. dijaga. hendaklah selalu mendirikan sholat. otot. jangan mengikuti seruan syirik. darqh. . Walaupun sederhana materi dan metode yang diajarkan Luqman Al-Hakim kepada putranya termasuk kepada kita semua yang hidup di jaman modern ini. dan dikembangkan melalui suatu proses pendidikan sejak ia lahir sampai berpulang ke rahmatullah. karsa. Strategi pendidikan nasional ketika itu adalah popularisasi pendidikan yang mengakar pada pemerataan pendidikanb. Proses pencerdasan dan pemartabatan bangsa dilakukan tidak lepas dari proses belajar mengajar dan pelatihan baik melalui jalur sekolah maupun jalur luar sekolah. Pendidikan Dalam Perspektif Alquran Paradigma pendidikan dalam Alquran tidak lepas dari tujuan Allah SWT menciptakan manusia itu seindiri. dan sebaginya) maupun potensi rohani (yaitu akal. namun betapa cermat dan mendalam filosofi pendidikan serta hikmah yang dimiliki Luqman untuk dapat dipelajari oleh generasi berikutnya sampai akhir jaman. B. Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmah kepada Luqmman. berbuat baiklah kepada kedua orang tua. dan barang siapa tidak bersyukur. Luqman (31):12-19 selengkapnya berbunyi sebagai berikut : 12. Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah) maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. sebagaimna Firman-Nya dalam QS.bangsa yang cerdas dan bermartabat. jangan suka menyombongkan diri. kerjakan selalu yang baik dan tinggalkan perbuatan keji. dan terampil atau "insan kamil" atau manusia paripurna. Menurut Armai Arief (2007:175) " bahwa tujuan pendidikan dalam Alquran adalah membina manusia secara pribadi dan kelompok. juga menunjukkan perbuatannya lewat pengamalan dan sikap mental yang dilakukannya sehari-hari dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal itu memberikan peningkatan mutu sangat signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia (human recourses development) bangsa kita. firasat. baik potensi jasmani (yakni daging. Adz-Dzariyat: 56 : "Tidak semata-mata kami ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah". maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". Irfan Hielmy (ibid: 53) adalah dengan mengembangkan berbagai potensi yang ada pada diri manusia sesuai dengan fitrahnya. dan sebagainay) harus dikembangkan secara seimbang. kolbu atau bathin.

maka Kuberikan kepadamu apa yang telah engkau kerjakan. fisika. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (Luqman berkata): "Hai anakkua. . sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu adalah benar-benar kedzaliman yang besar". Hal ini dijelaskan dengan firman Allah dalam QS. Dan janganlah engkau memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah engkau berjalan di muka bumi dengan angkuh. maka janganlah engkau mengikuti keduanya. dan geografi dalam bentuk gejala-gejala umum. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai. matematika. 19. yang mengatur segala yang berhubungan dengan kehidupan dan tidak terbatas pada ilmu syariah dan akidah saja. 18. juga karya-karya yang mereka temukan tentang fenomena dan rahasia alam semesta ini. niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). janganlah engkau mempersekutukan Allah. hanya kepadaKulah kembalimu. kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu. ekonomi. biologi. muamalah. sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi. dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu. general ideas. 15. 17. Dan Kami perintahkan kepada manusia terhadap dua orang ibu-bapak. ibadah. syariah.bangkan lagi oleh akal manusia. dan menyapihnya dalam dua tahun. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui". Hai anakku. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya di waktu ia memberi pelajaran kepada anaknya: "Hai anakku. 14. Dan sederhanalah engkau dalam berjalan dan lunakkan suaramu. Ketokohan Luqman Al-Hakim seperti dijelaskan di atas merupakan suatu keniscayaan dalam dunia pendidikan. hingga dapat melahirkan para ahli pendidikan dibidangnya masing-masing sejak Alquran dilauncingkan oleh pembawa risalah terakhir Rosululloh Muhammad SAW empat belas abad yang lalu hingga sekarang bahkan sampai akhir jaman. akhlak. dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu. Islam memandang dan memposisikan sendi-sendi keilmuan atau ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sesuatu yang sangat utama dan urgen. kisah-kisah lampau. Ia merangkul iptek sedemikian rupa sehingga menganggap suci dan disamakan derajatnya dengan jihad bagi perjuangan orang-orang yang berilmu dan yang mencari ilmu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuannya tentang itu. Dalam pandangan yang bersifat internal-global. Ia mencakup berbagai disiplin ilmu seperti ilmu sosial. Al-Mujadilah ayat 11 : "Allah meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah. astronomi. dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. dan ilmu pengetahuan ilahiah lainnya. 16. ilmu-ilmu dalam Alquran dapat dijabarkan ke dalam masalahmasalah akidah. sejarah.13.berita-berita akan dating." Ilmu pengetahuan yang dituju oleh Alquran menurut Widodo (2007: 161) adalah ilmu pengetahuan dengan pengertiannya yang menyeluruh. atau grand theory yang perlu dikem.

nature and limits of human knowledge" (bagian dari ilmu filsafat yang tersusun atas kemungkinan. seperti ditegaskan dengan firman-Nya QS. mengontrol atau mengevaluasinya. sebagai mana ditegaskan dalam QS. sungguh kamu lihat dia tunduk terpecah belah dari takut kepada Allah. sekalipun nanti dalam perjalananya. kamu tidakakan tersesat selama berpegang kepada keduanya. yaitu denganmemerintahkannya membaca. diolah dan dibuat model matematikanya. Untuk memperjelas penemuannya dia mengutip QS." Bagi manusia. Fenomena ini menandakan bahwa Alquran berisi Sains yang perlu difikirkan. dan yang terpenting adalah untuk mengembangkan teknologi." Sebab itu masih menurut dia. karena kebenaran yang hakiki hanyalah milik Allah SWT. mendorong untuk mencarinya. dan menyebut qalam. sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi kepentingan seluruh umat manusia.Demikian lengkapnya berbagai ilmu yang terdapat dalam Alquran. dalam Matematika Islam. ayat Alquran yang pertama ke hati Rasulullah SAW menunjuk pada keutamaan ilmu pengetahuan. artinya ilmu pengetahuan. alam dan batasan pengetahuan manusia). Allah SWT memulai surat dengan memerintahkan untuk membaca yang timbul dari sifat 'tahu'. akal yang sehat menjadi syarat utama dapat memperolehnya. Kebenaran hasil suatu penyelidikn atau penelitian yang rasional sudah barang tentu mensyaratkan adanya kemampuan berfikir dan bernalar melalui akal yang sehat secara logis untuk menetukan kesimpulan suatu kebenaran yang semuanya bersifat nisbi (sekarang aktual besok basi). Al-Hasyr ayat 21 sebagai berikut : â?oKalau Kami turunkan Alquran ini kepada gunung. dan tidak ada kitab suci selain Alquran yang demikian tinggi menghargai ilmu pengetahuan. Yusuf Qardhawi (1998: 91) mengingatkan bahwa. ilmu berguna untuk merencanakan suatu aktivitas. C. Dia menciptakan manusia dari segumpal darh. Oleh karena itu diakhir ayat tadi dikatakan 'itu perumpamaan yang kami adakan untuk manusia supaya mereka berfikir. yaitu "part of philosophy which treats of the possibility.Al-Alaq : 1-5 sebagai berikut : "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. tidak terkecuali masalah sains dan matematika. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam. Irfan Hielmy (Ibid: 62) mengatakan: "Ilmu. Dengan demikian. lalu menyebutkan penciptaan manusia secara khusus dan umum. sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orangorang yang ragu". dan memuji orangorang yang menguasainya. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. dalam bahasa Inggris disebut science. Kedudukan Ilmu dalam Alquran Ilmu ialah pengetahuan yang disusun secara sistematis yang diperoleh melalui suatu penyelidikan yang rasional dan empiris. memprediksi suatu gejala." Dalam wahyu pertama di atas. Data bilangan dari Alquran dan Nabi. Matematika Islam seolah membuktikan kebenaran sunnah-sunnah Nabi. AlBaqarah (2):147: "Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu. yaitu Kitab Allah (Alquran) dan Sunnah Rasul Allah (Hadits). dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Hal itu sejalan dengan apa yang dikatakan Nabi Muhammad SAW bahwa: " Aku tinggalkan untuk kalian dua urusan. Atau sering pula disebut dengan istilah epistemology. menyebut nikmat-Nya dengan mengajarkan manusia apa yang ia tidak . sebagai kunci ilmu pengetahuan. Tidak ada agama selain Islam. Tentang term ini Fahmi Basya (1427H: 95) menjelaskan bahwa Matematika Islam ialah matematika yang menjadikan Alquran dan Sunnah Nabi sebagi postulat. Dan Dan itu perumpamaan yang Kami adakan untuk manusia supaya mereka berfikir" Cuplikan ayat di atas menjelaskan bahwa Alquran adalah suatu Formula. alat transformasi ilmu pengetahuan. Bacalah. kita tidak lagi perlu membuktikan suatu data yang datang dari Allah dan Rasul-Nya.

malaikat tidak mengetahui tentang keduanya. juga menjadikannya sebagai khalifah Allah di muka bumi dan meninggikannya di atas malaikat -yang mengisi seluruh waktunya dengan ibadah kepada Allah-yaitu dengan ilmu yang diberikan Allah SWT kepadanya dan mengungguli ilmu malaikat dan jin pada ujian yang dilakukan Allah antara mereka dan manusia. Setelah menunjukkan keutamaan Adam dengan ilmu yang dimilikinya dan ketidak thuan Malaikat atas ilmu tersebut. sementara malaikat lebih taat dibanding mereka. Hal itu menunjukkan akan kemuliaan belajar dan ilmu pengetahuan. Allah SWT berfirman kepada mereka : "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (AlBaqarah:33). Al-Baqarah: 30-33 seperti tercantum di awal tulisan ini. Adam Dimuliakan dengan Ilmu Seperti telah penulis cantumkan di awal. yang lebih baik dari Malaikat. Semua itu menunjukkan kem. "Allah tidak akan menciptakan makhluk yang lebih mulia dari kita!" Mereka menyangka lebih baik daripada khalifah yang Allah jadikan di muka bumi. Sementara. ketika akan menunjukkan kelebihan Adam dan meninggikan derajatnya. disebutkan dalam Alquran. Saat itu Allah menampakkan keutamaan Adam dengan ilmu yang dimilikinya." Allah menjawab. kaum shalihin. dan kelemahan mereka atas Adam adalah dalam segi ilmu. timbul dari Iblis makhluk yang paling jahat di dunia. setelah melontarkan pertanyaan kepada para Malaikat. Dan. dan ahli ilmu pengetahuan dan keimanan. sementara mereka tidak mengetahuinya. Allah mengajarkan kepadanya nama-nama. D. Kedua. Allah ingin menunjukan kemulian dan keutamaan Adam. ulama. Dalam tafsir dikatakan bahwa para Malaikat berkata. Allah Mahatahu lagi Mahbijaksana dari khalifah ini akan lahir makhlukmakhluk pilihan. Ibnul Qayyim seperti dikutip Qardhawi (Ibid: 96) berkata : Tentang keutamaan ilmu yang dikisahkan dalam QS. Allah SWT menjadikan sebagian sifat kesempurnaan pada Adam sehingga ia lebih mulia dari makhluk yang lainnya. bapak manusia. maka Allah menampilkan sisi terbaiknya. Ketiga.ketahui. Allah membalas pertanyaan malaikat ketika mereka menanyakan Allah SWT. "Kenapa Engkau menjadikan khalifah di bumi. ada beberapa bentuk. maka mereka segera mengakui kelemahan dan kebodohan ata apa yang mereka tidak ketahui.uliaan ilmu. Keempat. Ini menunjukan bahwa ilmu . Dengan firmanNya di atas. Maka. Allah SWT melebihkannya dengan ilmu yang dimilikinya. Pertama. serta tentang penciptaan dan penempatannya di bumi yang mengandung banyak hikmah. â?oHai Adam. Allah SWT mengeluarkan dia (dari syurga yang menjadi tempat tinggal Adam). "Allah berfirman. para syuhada. (AlBaqarah:33) mereka mengakui kelebihan Adam. Allah menjawab bahwa Dia lebih tahu substansi terdalam semua itu. "Aku lebih tahu atas apa yang engkau tidak ketahui". Allah memberitahukan kepada mereka akan ilmu Allah dan bahwa Dia mengetahui segala sesuatu. baik lahir maupun batin. nabi-nabi. Allah memperkenalkan diri kepada merka dengan sifat ilmu. rasul-rasul. Ketika Allah menguji mereka dengan ilmu yang dimiliki khalifah ini.bahwa Allah memberikan keutamaan kepada Adam. beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini! Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu. dan kegaiban langit. "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar" (AlBaqarah:31).tidak dalam kitab agama lainnya. yaitu ilmunya. dan memberitahukan mereka bahwa keutamaan nabi-Nya adalah dengan ilmu.

Dia memperlihatkan kepada raja dan penduduk Mesir ilmu Yusuf a. Sementara menurut jalan pemikiran Muhammad Syadid (2003: 132) bahwa Alquran menjadikan alam sebagai 'buku' untuk mengetahui Allah (ma'rifatullah). sebelumnya raja itu memenjarakannya karena melihat ketampanannya. penelitian dan pembelajaran. yaitu memegang perbendaharaan Negara. lalu berkembang sehingga mampu memindahkan gambar visual.tentang tabir mimpi yang tidak dapat di pecahkan oleh para ahli. serta mendorong kita untuk mengadakan pengkajian. Allah Azza wa Jalla telah menciptakan segala sesuatu dan mengaturnya sesuai dengan undangundang. Penutup Pada bagian akhir ini penulis kemukakan keutamaan ilmu dan belajar. Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar. sehingga bisa melahirkan berbagai macam penemuan. mungkin terdapat isyarat Alquran yang mengagumkan untuk bisa menyibak rahasia alam. Ini merupakan bukti bahwa dengan ilmu manusia mampu menundukkan banyak kekuatan alam manakala ia sampai kepada pengenalan terhadap undang-undang-Nya. sang raja menampilkannya dan memberikannya kedudukan. sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya. Sementara para ahli juga mencoba memindahkan badan dengan cara seperti yang dilakukan oleh ilmuwan di zaman Sulaiman tersebut. Dengan pengarahan ini Alquran membuka pintu ilmu. ia pun berkata: Ini termasuk karunia Robb-ku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Ini menunjukan bahwa penguasaan ilmu oleh bani Adam lebih dimuliakan dan lebih baik dari bentuk fisik. namun ketika tampak ketinggian ilmu dan pengetahuannya. Padahal. mengungkap berbagai macam rahasia penciptaan-Nya. Hal ini penulis . Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan Jin . maka sesungguhnya Robbku Mahakaya lagi Maha Mulia. menyeru akal dan hati untuk memikirkan keindahan ciptaan Allah dan ayat-ayat-Nya. Ilmu modernpun telah mampu memindahkan suara melalui gelombang.adalah sisi yang paling mulia dalam diri manusia dan kemuliaan manusia karena ilmunya. Kisah selengkapnya diabadikan dalam QS. ia melepaskan bahkan memberikannya kedudukan. serta mendorong kita untuk terus menerus meneliti serta mengkajinya. aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu. Dengan kata lain. Hal itulah yang telah dilakukan oleh rekan Nabi Sulaiman Alaihissalam. atau mukjizat seoarang Nabi. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya." Syadid berkesimpulan bahwa pekerjaan memindahkan singgasana dari satu negeri ke negeri yang lain dalam waktu lebih cepat dari sekejap mata disebutkan oleh Alquran bukan sebagai suatu perbuatan sihir. cara atau sarananya. guna memotivasi akal agar mau berpikir dan mengkaji.Hal seperti ini sama dengan apa yang terjadi terhadap Nabi Yusuf a. AnNaml (27): 38-40 sebagai berikut : "Berkata Sulaiman: Hai pembesar-pembesar.. Pada saat itu. melainkan perbuatan seseorang karena ilmu yang dimilikinya. Alquran cukup hanya menunjukkan kunci-kunci ma'rifah dan rahasia alam. kekuatan Jin. tidak perlu mengemukakan teori. Dan Alquran Al-Karim cukup memotivasi orang untuk berpikir. E. sekaligus menyiapkan manusia untuk mengenal undang-undang tersebut dan menggunakannya dengan kesiapan yang juga dianugerahkan Allah kepadanya. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AlKitab: aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.s. siapakah diantara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri. memerdekakan akal dan pikiran dari belenggu kebodohan dan kebekuan.s. Selanjutnya Syadid menyitir contoh pada kisah Nabi Sualaiman yang ingin memindahkan singgasana Ratu Bilqis dari Yaman ke istananya sebelum Ratu Bilqis datang memenuhi undangannya. Ketika Allah ingin menunjukan keutamaan dan kemuliannya atas seluruh manusiaa pada masanya.

Mutiara Ilmu. namun mulai ada kepercayaan dan ketergantungan kepada semangat spiritualitas agama. 1427 H. Terjemah Singkat Tafsir Ibnu Katsier Jilid VI. Karena berpikir selain untuk ibadah dan ilmu adalah bathil dan sesat. dua orang futurology Amerika Serikat memperkirakan akan terjadinya kebangkitan agama pada millennium ketiga ini. yakni ilmu dan ibadah. DAFTAR PUSTAKA Al-Ghazaly. Oleh karena itu untuk kebahagiaan hidup dunia dan akhirat kita harus memiliki keduanya. 2007. Al-Mujadilah :11 : "Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di anatara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. PiP Darussalam. Bahreisy. upaya pengendalian dan pencegahan dampak negative iptek. Sebab." Sebuah nasihat Imam Al-Ghazaly (1995: 15) perlu kita renungkan dengan baik : "Wahai orang-orang yang ingin terbebas dari segala mara bahaya dan yang ingin beribadah dengan benar. Sains Spiritual Quran. dan sangat mengagung-agungkan ilmu dan teknologi. bahkan John Naisbit dan Patricia Aburdene. penguasaan dan pengendalian iptek harus menjadi pemikiran serius para pelaku pendidikan. Masyarakat Madani Suatu Ikhtiar dalam Menyongsong Milenium Baru. kita akan menjadi kuat dan berhasil . Hendaknya kita memusatkan perhatian dan pikiran hanya hanya untuk ibadah dan ilmu. Namun demikian. hanya hanya aka menghancurkan dunia.. SSQ Center. namun ada sisi menggembirakan. Terjemah Minhajul Abidin. 1995 Al-Quran al-Karim Arief. Surabaya. Ciputat Press. kita harus beribadah dengan disertai ilmu. Melihat perkembangan masyarakat modern yang semakin menghawatirkan (disatu sisi). Armai. Reformasi Pendidikan Islam. Sedangkan Alquran jelas sekali menghargai orang-orang yang berilmu dan berjuang dalam dunia pendidikan. 1990. Irfan Hielmy. juga harus menjadi prioritas pendidikan mengingat nasihat Imam Al-Ghazaly di atas. pemerintah belum secara serius dan menyeluruh melaksanakan Undang-Undang yang mengamanatkan 20 % APBN/APBD untuk meningkatkan sumber daya manusia melalui pendidikan. . Jelaslah bahwa ilmu itu ibarat permata dan lebih utama dari ibadah. Jika sudah demikian. seperti dikemukakan Irfan Hielmy (1999: 106) . Penguasaan iptek mutlak diperlukan mengingat perkembangan global masyarakat modern tidak dapat dipisahkan dari iptek. Bina Ilmu. seperti tercantum dalam QS.banyak di antara tokoh-tokoh di berbagai belahan dunia yang semakin menyadari pentingnya kehadiran agama di tengah-tengah masyarakat. beribadah tanpa bekal ilmu adalah sia-sia. Salim at." Menghadapi era millennium ke 3.all.menganggap penting karena yang terjadi dan dirasakan sampai sekarang perhatian dan penghargaan masyarakat terhadap prestasi ahli ilmu dan orang yang berjuang mencari ilmu belum maksimal. karena ilmu adalah pangkal dari segala perbuatan. Gejala dan kecenderungan masyarakat untuk kembali memaknai agama pun sudah semakin terlihat. 1999. kita harus membekali diri dengan ilmu . Kecenderungan realitas obyektif masyarakat modern yang di satu sisi terbius dengan hedonisme. Namun demikian tidak boleh meninggalkan ibadah. Fahmi Basya.

CATATAN: «««««. Dalam ayat yang lain . Hal ini dijelaskan dalam Q. 30 Juni 2010 TUJUAN PENDIDIKAN BERDASAR AL QUR'AN A. Syafaruddin. tetapi juga ilmu pengetahuan. 2001: 09) Oleh karena itu banyak ungkapan dalam al-Qur an yang menyuruh manusia untuk melihat. Syadid Muhammad. 2002.. ( Q. 2007. 2003. karena alQur an enggan menerima orang-orang yang buta hatinya atau orang yang hanya ikut-ikutan saja. . Yusuf. Nimas Multima. Robbani Press.S. Pendahuluan Nabi Muhammad adalah nabi yang terakhir sebagai penutup diantara para nabi yang menjadi utusannya. bekerja dan beramal. Kajian Filosofis Pendidikan Barat dan Islam. Al Qur an adalah firman Allah sebagai petunjuk yang diberikan kepada manusia kejalan yang lurus. al-Qur an dijadikan panutan dalam berbagai aspek kehidupan. Qardhawi. UU No.. 1998. Grasindo. Hal ini dijelaskan dalam Q. Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan. berfikir. Jakarta.Rabu.Irfan Hielmy.Katakalah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang -orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Pendekatan Keagamaan dalam Menyelesaikan Krisis Kemasyarakatan. Sembodo Ardi. memperhatikan. Manhaj Tarbiyah Metode Pembinaan dalam Alquran. 2006: 16) Allah mengemukakan bahwa tidaklah bisa disamakan antara orang yang tahu dengan orang yang tidak tahu.S.1999. Dalam hal ini dapat difahami. yaitu: .al-Mujadalah: 11. Saya Didik Supriyanto setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright). tidak hanya mencakup ajaran dogmatis. Gema Insani Press. Jakarta. al-Isro 17/50:19) Dengan demikian.. Al Qur an akan menerima orang yang senantiasa menggunakan akal sehatnya dan jauh dari segala macam pengaruh. menganalisa. Sebagai nabi ia diberi wahyu berupa al Qur an. (Hamdani Ihsan.S Az Zumar: 9 yang berbunyi: . PiP Darussalam. Alquran Berbicara Akal dan Ilmu Pengetahuan. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas UUD 1945 Widodo. Jakarta. bahkan menjelaskan bahwa orang yang tahu (mempunyai pengetahuan) mempunyai peranan yang besar dan derajat yang tinggi. (Muhaimin.

(Yusuf Qardhawi. dapatkah manusia berfikir dan mempergunakan akal secara baik dan benar tanpa melalui proses. Yang mengajar (manusia) dengan . dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. artinya ilmu pengetahuan.Qur an Ilmu ialah pengetahuan yang disusun secara sistematis yang diperoleh melalui suatu penyelidikan yang rasional dan empiris. Irfan Hielmy mengatakan: "Ilmu. Tidak ada agama selain Islam. yaitu dengan memerintahkan-Nya membaca. Kebenaran hasil suatu penyelidikan atau penelitian yang rasional sudah barang tentu mensyaratkan adanya kemampuan berfikir dan bernalar melalui akal yang sehat secara logis untuk menetukan kesimpulan suatu kebenaran yang semuanya bersifat nisbi (sekarang aktual besok basi). Bersumber dari permasalahan-permasalahan diatas. sebagai kunci ilmu pengetahuan. ilmu berguna untuk merencanakan suatu aktivitas. dan menyebut qalam. dan proses pendidikan manusia karena tadi dijelaskan bahwa manusia akan bisa menggunakan otaknya dengan baik melalui suatu proses. memprediksi suatu gejala. makalah ini akan membahas dimanakah kedudukan ilmu dalam Al Qur an. Dengan pembahasan tersebut diharapkan agar pembaca memahami kedudukan ilmu. Ayat Alquran yang pertama ke hati Rasulullah SAW menunjuk pada keutamaan ilmu pengetahuan. Dengan penjelasan tersebut. Atau sering pula disebut dengan istilah epistemology. sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. akal yang sehat menjadi syarat utama dapat memperolehnya. Dia menciptakan manusia dari segumpal darh. sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi kepentingan seluruh umat manusia. karena kebenaran yang hakiki hanyalah milik Allah SWT.Al-Alaq : 1-5 sebagai berikut : (1) (2) (3) (4) (5) Arti: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. serta apakah tujuan pendidikan yang sesungguhnya.. dan memuji orang-orang yang menguasainya. nature and limits of human knowledge (bagian dari ilmu filsafat yang tersusun atas kemungkinan. alat transformasi ilmu pengetahuan. proses pendidikan. mendorong untuk mencarinya. Dengan demikian. seperti ditegaskan dengan firman-Nya QS. Pembahasan 1. Namun persoalannya. maka nampaklah bagi kita bahwa al-Qur an sangat mengagungkan kebebasan berfikir dan menghargai kekuatan akal. Kedudukan Ilmu dalam Al. mengontrol atau mengevaluasinya. 1998: 91) Ditegaskan dalam QS. dan yang terpenting adalah untuk mengembangkan teknologi. Bacalah. dalam bahasa Inggris disebut science. Dan Allah Maha Megetahui apa yang kamu kerjakan. yaitu part of philosophy which treats of the possibility. AlBaqarah (2):147 sebagai berikut: (147) Arti: Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu.. Bagi manusia. dan tidak ada kitab suci selain Alquran yang demikian tinggi menghargai ilmu pengetahuan.niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. serta tujuan pendidikan manusia dalam hidup berdasarkan Al Qur an B.. alam dan batasan pengetahuan manusia). Untuk itulah diperlukan adanya satu proses dalam kehidupan manusia yang disebut pendidikan.

ra dan hamzah.S.Quraish Shihab (1997: 93) adalah sebagai berikut: 1.al. sementara belajar itu sendiri merupakan bagian dari pendidikan. 2. Juz V: 78-79) Kalau kata ini diterjemahkan dengan bacalah. cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu. (Ahmad Tafsir. Keheranan ini akan hilang jika seseorang tersebut menyadari arti dari iqra itu sendiri dan menyadari pula bahwa perintah membaca itu juga untuk umat manusia seluruh alam dalam sejarah kemanusiaan. Kata pada ayat ketiga ini merupakan pengulangan dan penguat dari ayat pertama. Dengan kata ini pula menandakan bahwa sejak awal diturunkannya al-Qur an telah memberikan isyarat bahwa betapa pentingnya ilmu pengetahuan. (al-Husain Ahmad ibn Faris ibn Zakariya. Hal ini memberikan indikasi kepada kita betapa pentingnya perintah membaca tersebut.S.Alaq ( 96/1 ) mempunyai arti perintah membaca.S.S. sebagaimana yang dikutip M. yaitu dalam Q. Ada yang merasa heran mengapa pertama dari ayat tersebut adalah kata Atau perintah untuk membaca. Perintah membaca yang pertama ditujukan kepada pribadi Muhammad Saw sedangkan yang kedua kepada umatnya. . Yang pertama untuk membaca dalam salat. lalu menyebutkan penciptaan manusia secara khusus dan umum. al-Isra /17: 14. maka kata perintah ini mengandung aspek pendidikan . al-Ankabut (29/85): 48 Arti: Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (al-Qur an) sesuatu kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis sesuatu kitab dengan tangan kananmu. benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu).S. Kata yang berasal dari yang terdiri dari qaf. serta Q. Padahal nabi Muhammad belum pernah membaca suatu kitab apapun sebelum turunnya alQur an. dan Q. Menurut Al Nisaburi. 2005: 8). Untuk bisa membaca memerlukan belajar terlebih dahulu. Perintah pertama dimaksudkan sebagai perintah belajar untuk dirinya sendiri. Kata di dalam al-Qur an disebutkan sebanyak tiga kali. Sebab al-Qur an menjadi pedoman bagi umat manusia agar berbahagia dunia dan akhirat. berarti pengumpulan. menyebut nikmat-Nya dengan mengajarkan manusia apa yang ia tidak ketahui. sedang yang kedua adalah perintah mengajar orang lain. al-Isra /17:14 berbunyi: Arti: Bacalah kitabmu. Kata bacalah dalam ayat pertama ini menunjukkan bahwa perintah tersebut dalam kategori mar takwini. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. al-A la/96:1 dan 3. yaitu dengan adanya seseorang membaca. ia berarti menghimpun dan mengumpulkan ilmu pengetahuan. Proses Pendidikan Manusia Kata pada ayat 1 dan 3 dari Q.perantaraan qalam. 2. Hal ini sesuai dengan Q. 3.236 ayat yang sebagian besar mendorong kepada ilmu pengetahuan. sedang yang kedua diluar salat. andai kata (kamu pernah membaca dan menulis). nantinya disusul dengan ayat demi ayat yang berjumlah 6. penghimpunan. Allah SWT memulai surat dengan memerintahkan untuk membaca yang timbul dari sifat tahu. Hal itu menunjukkan akan kemuliaan belajar dan ilmu pengetahuan. Perintah membaca pada wahyu pertama ini. Dalam wahyu pertama di atas.

th: 18 19) Maududi menjelaskan bahwa mendidik dan memelihara merupakan salah satu dari sekian banyak makna implisit yang terkandung di dalam kata (Abdurrahman Saleh Abdullah. (Al Husayn Ahamad bin Faris bin Zakariya.1997:80) Dari dua pendapat tersebut penulis lebih cenderung pada point yang kedua sebab dalam membaca kita harus selalu bersama nama Tuhan . Huruf ba ( ) yang dibaca bi tersebut adalah sisipan yang tidak menambah suatu makna tertentu melainkan hanya sekedar memberi tekanan kepada perintah tersebut.:483) Ada yang mengatakan berarti meningkatkan. Kata rabb dari kata rabba terdiri dari huruf ra . 1990: 18) Qurthubi menyebutkan bahwa kata ini merupakan bentuk diskripsi yang diberikan kepada seseorang yang melakukan suatu perbuatan secara paripurna. Sementara Al-Razy membuat perbandingan antara Allah Yang Maha Mendidik yang mengetahui benar kebutuhan-kebutuhan hambanya sebagai peserta didik. sebab nama itu harus dijunjung tinggi dan sebagai tanda sesuatu.duanya merujuk pada makna pemberian bentuk sesuatu yang . serta diiringi keikhlasan. 1999: 248) Ayat pertama sesudah kata adalah kata yang berasal dari kata bi dan ism.th. Dalam bahasa Indonesia diartikan nama. memelihara. ketinggian. sebab Tuhanmulah yang mendidik.Quraish Shihab. Juz III: 99).: 213). Ada pendapat maksud dari bi ini antara lain: 1. Kata tersebut akhirnya mengacu pada arti pengembangan.TH. atau dari seseorang pengajar kepada anak didiknya. t. (Muhammad Abduh. karena Allah adalah Sang Pencipta. atau dari orang tua kepada anaknya . Kedua. Pemeliharaan manusia terbatas kepada kelompok tertentu . Huruf bi biasanya diterjemahkan dengan. memperbaiki manusia. (M. sementara Allah adalah Rabb al-Alamin yang universal dan tiada batas. Kata ismi dari kata sama-yasmu berarti tinggi. pertumbuhan dan peninggian.Juz II. dan juga dapat berarti tanda. meninggikan kemampuan yang menjadi obyek didik. t. (Al Husayn Ahmad bin Faris bin Zkariya.perintah atau titah Allah untuk menjadikan sesuatu. Kata yang berati menjadikan / mendirikan sesuatu tahap demi tahap sampai taraf sempurna. Itu semua pada hakekatnya adalah pengembangan. Jadi mengaitkan pekerjaan membaca dengan nama Tuhan mengantarkan si pelaku selalu karena Tuhan dan akan menghasilkan keabadian. (Ahmad Tafsir. Pendapat ini menjadikan kata ismi ( ) sebagi obyek dari perintah iqra seperti yang dikemukakan di atas. Juz II. (Al-Husain Ahmad bin Faris bin Zakariya. (M. pengembangan atau pertumbuhan. Karena manusia berkomunikasi dan menitik beratkan pendidikan bagi manusia yang ada di bumi ini. peningkatan. (Ahmad Zaki.t. karena Tuhan yang Kekal Abadi. maka akan sangat relevan jika Allah diyakini. ba . Kata berarti memberi ukuran sesuatu dan menghaluskan sesuatu. Quraish Shihab. Juz II. Huruf ba ( ) tersebut mengandung arti pernyataan atau mulasabah sehingga ayat tersebut berarti bacalah disertai dengan nama Tuhanmu. atau memperbaiki. (al-Husain Ahmad ibn Faris ibn Zakariya. dan perbaikan. 2.th: 1270) Kata rabbuka dalam ayat ini berarti Tuhanmu .T. yaitu manusia. yang telah mengajarkan manusia di muka bumu ini dengan nama-nama dari segala sesuatu yang ada. dan mu tal berarti penambahan. Kata rabb berarti pendidikan karena dari akar kata . perbaikan. penambahan.1997). 2005: 66) Dapat pula berarti memelihara. (Abdurrahman Saleh Abdullah 1990: 19) Jadi pendidikan merupakan proses transformasi pengetahuan dari satu generasi. peningkatan.

Dengan demikian . yang berarti mulia pada sesuatu pada dirinya atau mulia pada akhlak.S.27/48:40). ada pendapat dari (nawsun) berarti pergerakan dan dinamika.hal yang kecil dan sderhana ke bentuk mulia. maka dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan segumpal darah. maka Dia tergesa-gesa dalam menyiksanya. t. (al-Raghib Al-Ashfahani. pujian ganjaran. 1979. kesenangan dan berpengetahuan. setia. Kata dalam ayat ini dalam bentuk ism tafdhil mengandung pengertian bahwa Allah menganugerahkan puncak dari segala yang terpuji bagi segala hamba-Nya. Menurut M. Untuk memperoleh ilmu pengetahuan ada ketergantungan dari pihak luar atau orang lain. dari kedua pendapat diatas . Kata ini asalnya terdiri dari huruf kaf. maka ia berarti nama yang dilekatkan karena kebaikan-Nya dan kemaha murahan-Nya yang tampak (Q. Kata khalaqa dalam bahasa Indonesia biasa diartiakan menciptakan. Untuk makna yang kedua berkenaan dengan sifat kejiwaan manusia seperti keramahan. ra dan mim. Didalam prolog turunnya ayat-ayat ini Rasullullah disuruh membaca sampai tiga kali dan dalam ayat-ayatnya ada dua kali sehingga berjumlah lima kali perintah membaca Kata lebih terasa kandungan pendidikannya. Dengan demikian manusia itu tercakup adanya pisik psikis yang mempunyai sifat lupa. jika dihubungkan dengan kalimat kata pada dasarnya bermakna pendidikan sudah dijelaskan sebelumnya.Quraish Shihab (1992 b:27) bahwa mempunyai arti. Namun apabila kata ini disifatkan kepada Allah. apabila dikaitkan dengan ayat sebelumnya yang menyebutkan Tuhan menumbuhkan dari hal. apa lagi jika dihubungkan dengan prolog turunnya ayat-ayat ini akan nampak jelas bahwa membaca itu harus berulang-ulang. yaitu pendidik. t. Selanjutnya kata disifati dengan kata .96/1 al. Kata yang kedua dalam ayat ke tiga menunjukan adanya perintah membaca yang berulang-ulang. atau menciptakan tanpa satu contoh terlebih dahulu.1997: 86) Kata diterjemahkan dengan manusia berarti keadaan sesuatu yang selalu tampak dan jinak.Fakhr al-Razi. (al-Qurthubi.th:7209) Sedangkan Sayyid Quthub berpendapat bahwa penyifatan Tuhan di sini menunjukkan kemahakuasaan Tuhan.th. Di samping itu pula dapat bermakana bahwa Allah lebih tinggi dari segala kemuliaan dengan pengertian bahwa Allah dalam memberi tidak mengharapkan manfaat. khususnya dalam perintah membaca. ( M. Untuk makna yang pertama relevan dengan penampilan manusia yang dapat dilihat fisiknya yang berbeda jika dilawankan dengan jin sebagai makhluk halus. Kemudian membekalinya dengan ilmu pengetahuan biasa mengolah bumi serta menguasai apa yang ada padanya untuk kepentingan umat manusia.mengarah pada fisik dan pemolesan psikis manusia. (Al. Kata berarti sesuatu yang digantungkan pada sesuatu yang tinggi. bernilai tinggi. Jadi kemahamurahan Tuhan disini nampak pada perubahan segumpal darah ke derajat manusia. antara lain: memberikan dengan mudah tanpa pamrih. atau menolak bahaya. Kata al alaq dalam ayat ini biasanya diartikan dengan darah yang beku. mulia.S.1992:579). dapat disimpulkan bahwa terlihat perbedaan antara perintah membaca pada ayat yang pertama dan perintah membaca pada ayat yang ketiga dari Q. Juz V: 171-172). dan kebangsawanan.:16) Al-Qurthubi menyatakan bahwa penyifatan Tuhan dengan mengandung arti kemahabijaksanaan Tuhan akan ketidaktahuan hamba-Nya. terhormat. selalu ingin bergerak maju dan dinamis.Alaq. Yang dimaksud adalah menciptakan dari tiada.Quraish Shihab. (al-Husain Ahmad ibn Faris ibn Zakariya. Pertama menjelaskan syarat yang harus dipenuhi seseorang ketika membaca yaitu membaca . Selain kedua arti tersebut kata dari akar kata (nisyun) berarti lupa.

tetapi dalam diri manusia terdapat potensi-potensi yang perlu digali dan diaktualisasikan. kreatifitas. Hal ini menunjukkan apa yang dijanjikan Allah terbukti secara sangat jelas dalam membaca ayat alQuran. baik alat itu yang berbentuk sederhana seperti pensil maupunn yang canggih seperti komputer dan alat percetakan. Tujuan Pendidikan Salah satu bentuk kalam Allah adalah apa yang dikandung dalam Q. yakni tulisan. Pemilihan kata sebagai pengganti kata berarti tulisan. yaitu penafsiran-penafsiran baru atau pengembangan-pengembangan dari pendapat . agar dapat berguna bagi . dengan adanya hal-hal atau informasi-informasi yang disampaikan kepada seseorang atau masyarakat tersebut.S. Tujuan pertama dapat berarti bahwa pendidikan merupakan pewarisan budaya. sementara perintah kedua menggambarkan manfaat yang diperoleh dari bacaan tersebut. Jawaban dari pertanyaan diatas dapat dilihat pada ayat kelima. Pertama adanya perubahan dalam diri seseorang atau masyarakat menjadi tahu.pendapat yang telah pernah ada. tetapi yang dimaksudkan adalah hasil penggunaan alat tersebut yakni tulisan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan pada diri seseorang dan masyarakat. Pengertian ini menggambarkan bagaimana terjadinya pengajaran dari pendidik kepada obyek didik melalui pena.S. Lewat pendidikan. Begitu pula terbuktinya dengan sangat jelas dalam pembacaan alam raya ini dengan bermunculannya penemuan-penemuan baru mebuka rahasia-rahasia alam. dan wawasan baru. Dalam Q. Ini berarti bahwa sumber ilmu manusia ialah Allah sendiri. Keterangan tersebut dapat difahami bahwa ayat keempat dari ayat ini menjelaskan peranan pena dalam Pendidikan. kepribadian dan lain-lain potensi yang dimilikinya. Dari arti pada ayat ini adalah hasil dari penggunaan alat tersebut. Kata baik dalam bentuk tunggal maupun jamak digunakan oleh al-Qur an dalam arti alat. al-Alaq (96/1): 4 tersebut menggambarkan bahwa Allah mengajarkan manusia dengan perantaraan . Kata biasanya diartikan dengan pena. menggambarkan betapa pentingnya peranan alat tulis bagi umat manusia. yaitu Allah akan menganugerahkan kepdanya ilmu pengetahuan . Namun tidak dijelaskan siapa yang diajar dan apa yang diajarkan. sebab pena adalah alat untuk menulis. Kedua adalah menggali potensi yang terdapat dalam diri manusia. al-Alaq (96/1):4 ayat tersebut mensifati Tuhan Yang Maha Pemurah. 3. baik untuk menulis maupun untuk mengundi. sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa Tuhan adalah pendidik. dan orang yang banyak membaca itu hidup akan mulia. yang berbunyi : Ayat ini menerangkan bahwa Tuhanlah yang mengajarkan ilmu kepada manusia tentang apa yang tidak diketahuinya. Dengan demikian aspek pendidikan terdiri dari aspek eksternal dan aspek internal. yang kesemuanya harus berperan untuk mencerdaskan umat manusia. Kalimat dapat pula memberikan pengertian tentang tujuan pendidikan yang dilihat dari dua aspek pendidikan (Umar Syihab. sementara tujuan kedua pendidikan berarti pengembangan potensi. Dalam memberikan kemurahan kepada hambanNya. Dari sini tercermin bagi kita bahwa apa yang belum diketahui. maka Dia harus mengajarkan kepada mereka. tidak hanya berarti bahwa manusia tidak mempunyai pengetahuan sama sekali. 1990: 93-94). Potensi manusia dapat berupa intelegensia. Dalam artian bahwa kata yang digunakan berarti alat . potensi dalam diri manusia dapat digali secara cermat. Dengan demikian rangkaiannya menerangkan sebagian bentuk atau cara Tuhan melimpahkan kemurahan-Nya.demi Allah.

Resmada Rosdakarya: Bandung http://www. Nuansa Baru Pendidikan. CV.bing. Filsafat Pendidikan Islam.dirinya. pertama merupakan pewarisan budaya dan yang ke dua pengembangan potensi oleh manusia agar dapat diaktualisasikan sehingga menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi manusia.im . Yusuf. (1) (2) (3) (4) (5) Dari ayat tersebut diatas dapat diketahui bahwa. Kesimpulan Ilmu adalah pengetahuan yang disusun secara sistematis melalui suatu penyelidikan yang rasional dan empiris. 1998. PT.wikipedia. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam.com http://www. http://emperordeva. Ilmu dalam Al-Qur an sebagai pembuka suatu pengetahuan yang belum diketahui.wordpress. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Mermbaca dan menulis dua komponen yang melahirkan proses pendidikan.com Tafsir. Pustaka Setia: Bandung Muhaimin. 2006. Pendidikan itu sangat penting bagi umat manusia. Karena manusia hidup selain harus bertauhid juga harus berilmu pengetahuan karena keduanya saling berkesinambungan. . 2005. Hidup manusia selain bertauhid termasuk berilmu pengetahuan C. sejak turunnya awal wahyu manusia terdokma jiwa tauhid dan berilmu pengetahuan. sehingga perlu jenjang pendidikan yang berkelanjutan dan perlu diulang-ulang. Pendidikan Islam. Serta di dalam Al-Qur an juaga menjelaskan kemuliaan belajar dan ilmu pengetahuan. dan menggali potensi-potensi yang dimiliki oleh manusia. Tujuan pendidikan untuk mengadakan perubahan dalam diri manusia. Raja Grafindo Persada: Jakarta Qardhawi. Dan pada manusia ilmu berguna untuk perencanaan suatu aktifitas atau untuk memprediksi suatu gejala dan yang paling penting bermanfaat bagi seluruh umat manusia. DAFTAR PUSTAKA Ihsan. Lima ayat yang turun pertama kali ini menjelaskan pentingnya pendidikan. PT. agamanya dan masyarakatnya. Hamdani. Melalui bacaan manusia memperoleh ilmu pengetahuan. Ahmad. 2001. baik untuk duniawi ataupun akhirat.

Tampaknya jawaban Allabu A lam yakni Allah lebih mengetahui masih diangap jawaban yang relevan sampai saat ini. dan rnerekalah orang-orang yang beruntung. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (al Qur an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu. karena pengetahuan Yang Maha Mengetahui itu sedemikian jelas sehingga tidak pernah sesat atau sedikitpun disentuh oleh keraguan. Sudah cukup lama para ulama al-Qur an berbeda pendapat. ayat yang cukup singkat. 3.Pada ayat ini menggunakan isyarat jauh untuk menunjuk al-Qur an.5. dan menafkahkan sebagian rezki. mendirikan shalat. Alif laam miim. Alif. petunjuk bagi rnereka yang bertaqwa. sedang penggunaan kata hadza ini untuk menunjukkan betapa dekat tuntunantuntunannya pada fitrah manusia. baik berupa keraguan maupun dalih-dalih yang dikemukakan lawan. Itu sebabnya pengetahuan Allah tidak dinamai mencapai tingkat yakin. namun ketika ia sampai pada tahap yakin. maka keraguan yang tadinya . Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb-nya. miim. yang Kami anugerahkan kepada mereka. 99:76) Pada Ayat ke-3 dari surah al-Baqarah ini mengisyaratkan bahwa yang bertaqwa hendaknya mengimani yang ghaib. Semua ayat yang menunjuk kepada firman-firman Allah dengan nama al-Qur an (bukan al-Kitab) yang mengarah pada isyarat dekat hadzal Qur an . Kitab (al Qur an) ini tidak ada keraguan padanya. serta menafkahkan sebagian rezeki yang telah dianugerahkanNya. Sebelum tiba keyakinannya. hanya Allah yang mengetahui. yang mendirikan shalat. Allahu A lam.Dalam hal ini pula yang dimaksud dengan orang-orang bertakwa adalah orang yang mempersiapkan jiwa mereka untuk menerima petunjuk atau yang telah mendapatkannya tetapi masih mengharapkan kelebihan. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib. Dalam alQur an disebutkan Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk.2. ia terlebih dahulu disentuh oleh keraguan. meskipun demikian jawaban itu masih dianggap kurang memuaskan. karena ia bersumber dari Allah Yang Maha Tinggi Maha Bijaksana. Lam. 4. hanya Allah yang tahu rahasianya. (QS.Kajian Tentang Ayat-Ayat Pendidikan Posted on //%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% %%%%%%%%%%%23 May 2009 by Miftah TAFSIR AL QUR AN: Kajian tentang Ayat-Ayat Pendidikan I. Tujuan Pendidikan Islam A. tetapi sangat dalam maknanya. Surah al-Baqarah (1-5) 1. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Rabbmu dan lebib baik kesudahannya . Penggunaan isyarat jauh ini bertujuan memberi kesan bahwa kitab suci ini berada dalam kedudukan tinggi dan sangat jauh dari jangkauan makhluk.Yuqinun atau yakin adalah pengetahuan yang mantap tentang sesuatu dibarengi dengan tersingkirnya apa yang mengeruhkan pengetahuan itu. karena petunjuk Allah tidak terbatas. Berbeda dengan manusia yang yakin. itulah jawaban yang dikemukakan oleh para ulama abad pertama hingga abad ketiga. serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

Surah al-Fath: 29 Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orangorang kafir tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya.ada langsung sirna. Janganlah kamu bersikap lemah. (al Qur an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia. jika kamu orang-orang yang beriman.Mereka itulah orang-orang yang sungguh jauh dan tinggi kedudukannya berada di atas yakni memperoleh dengan mantap petunjuk dari Tuhan Pembimbing mereka dan mereka itulah orang beruntung muflihun memperoleh apa yang mereka dambakan.Pada ayat 139 ini membicarakan tentang kelompok pada perang uhud. di dunia dan di akherat. apa yang mereka alami dalam perang uhud tidak perlu menjadikan mereka berputus asa. padahal kamulah orang-orang yang paling tingi (derajatnya). Karena itu. Pada ayat 138 dalam surah Ali Imran ini mengandung pesan-pesan yang sangat jelas. tanda-tanda meraka tampak pada muka mereka dari bekas sujud Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam lnjil. atau dengan kata lain ayat ini memberikan informasi tentang keutamaan alQur an yang mengungkap adanya hukum-hukum yang mengatur kehidupan masyarakat. dan dalam perang badar mereka dengan gemilang meraih kemenangan dan berhasil melawan dan membunuh sekian banyak lawan mereka. dan janganlah (Pula) kamu bersedih hati. karena ini adalah petunjuk. Namun demikian. maka itu merupakan bagian dari sunnatullah. Dia tidak menyiksa manusia secara mendadak. Mewujudkan manusia yang percaya akan hari akhir5. atau peristiwa lain yang seupa.139. Agar manusia mempercayai akan keberadaan Allah3. kuatkanlah mentalmu. Kitab tersebut berfungsi mengubah masyarakat dan mengeluarkan anggotanya dari kegelapan menuju terang benderang dari kehidupan negative menuju kehidupan positif. mewujudkan manusia yang banyak beramal shaleh4. di akherat kamu mendapatkan surga Allah. lagi peringatan. petunjuk. kuatkan jasmanimu dan janganlah (pula) kamu bersedih akibat dari apa yang kamu alami dalam perang uhud.Dari hal diatas dapat dipahami bahwa surah al-baqarah ayat 1-5 ini sangat dalam pesan moralnya. Menambah ketaqwaan manusia pada Allah2. Pada perang uhud mereka tidak meraih kemenangan bahkan menderita luka dan poembunuhan. Di dunia kamu memperjuangkan agama Allah itulah sebuah kebenaran. bahwa al-Qur an secara keseluruhan adalah penerangan yang memberi keterangan dan menghilangkan kesangsian serta keraguan bagi manusia. yakni benar-benar keimanan telah mantap dalam hatimu. menjadikan manusia yang intelek dan mempunyai derajat yang tinggi c.Bila kita kaitkan dengan tujuan dari pendidikan itu sendiri dapat kita ketahui sebagai berikut1. dan petunjuk serta pelajaran bagi orangorang yang bertagwa. B. dimana kalaulah dikaitkan dengan tujuan pendidikan itu sendiri dapat penulis simpulkan sebagai berikut:1. Mewujudkan kebahagiaan pada hambanya 3. Mengapa kamu lemah atau bersedih padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) di sisi Allah. yaitu seperti tanaman mengeluarkan . Ini jika kamu orangorang mukmin. Al-Qur an memang adalah penerangan bagi seluruh manusia. Mewujudkan kesuksesan dalam hidup. janganlah kamu melemah menghadapi musuhmu dan musuh Allah. juga mengandung makna bahwa Allah tidak menjatuhkan sanksi sebelum manusia mengetahui sanksi tersebut. Mewujudkan bimbingan pada manusia agar tidak binasa dengan hukum-hukum alam 2. Surah A1i lmran: 138-139 138.Pernyataan Allah ini adalah penjelasan bagi manusia. serta peringatan bagi orang-orang yang bertaqwa.

dan kepada Allah-lah kembali segala urusan . menyuruh kepada yang ma ruf dan mencegah dari yang munkar. Kalaupun dipahami sebagai sikap keras. 48:29) Pada ayat ini Allah menjelaskan sifat dan sikap Nabi Muhammad SAW beserta pengikut-pengikut beliau. Serta mereka menyuruh anggota masyarakatnya agar berbuat yang ma ruf serta mencegah dari yang munkar. syarat. maka itu dalam konteks peperangan dan penegakan sanksi hukum yang dibenarkan agama. Mewujudkan rasa hormat dan rasa kasih saying sesama manusia2.tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. demikian itulah sifat-sifat yang agung dan luhur serta tinggi. 22:47) Ayat ini menerangkan tentang keadaan orang-orang yang diberikan kemenangan dan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi. Allah menjanjikan untuk orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shaleh di antara mereka yang bersama Nabi serta siapapun yang mengikuti cara hidup mereka dapat mencapai kesempurnaan atau luput dari kesalahan atau dosa. tanaman itu menyenangkan hati penanam penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan orang-orang mu min). 24:2)Dari hal diatas dapat kita ketahui makna yang terkandung dari ayat diatas sbagai berikut1. (QS. dan sunnah-sunnahnya dan mereka juga menunaikan zakat sesuai kadarnya. Mewujudkan manusia yang selalu menyenangkan orang lain d Surah al-Hajj: 41 (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi. Demikian itulah keadaan orang mukmin pengikut Nabi Muhammad SAW. mereka adalah orang-orang yang beruntung . dan yang telah terbukti dalam sejarah melalui masyarakat Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau. Allah berfirman: Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang diutusnya membawa rahmat bagi seluruh alam dan orang-orang yang bersama dengannya yakni sahabat-sahabat Nabi serta pengikut-pengikut setia beliau adalah orang-orang yang bersikap keras yakni tegas tidak berbasa-basi yang mengorbankan akidahnya terhadap orang-orang kafir. niscaya mereka mendirikan shalat.. kapan dan di manapun. Walau mereka memiliki sikap tegas itu namun mereka berkasih sayang antar sesama mereka. senantiasa mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya yang agung. (QS 3:104) .Al-Qur an mengisyaratkan kedua nilai di atas dalam firman-Nya dalam surah Ali Imran. menyuruh berbuat yang ma ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar. (QS. ayat 104 yang berbunyi Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan.Allab menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan menegakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pabala yang besar .. yakni Kami berikan mereka kekuasaan mengelola satu wilayah dalam keadaan mereka yang merdeka niscaya mereka melaksanakan shalat secara sempurna rukun. menunaikan Zakat.Ayat di atas mencerminkan sekelumit dari ciri-ciri masyarakat yang diidamkan Islam. jika kamu beriman kepada Allah.Kalimat asyidda u ala al-kuffar sering kali dijadikan oleh sementara orang sebagai bukti keharusan bersikap keras terhadap non muslim. Mereka juga ruku dan sujud dengan tulus ikhlas karena Allah. (QS. dan hari akherat . Ini serupa dengan firman-Nya dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah. Mewujudkan seorang hamba yang ahli sujud dan taubat3.

Ibnu Nuh. Dengan demikian silsilah keturunan mereka bertemu dengan Ad pada kakek yang sama yaitu Imran. Mewujudkan akan keesaan Tuhan3. Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rahmat Nya) lagi memperkenankan (do a hamba Nya) . menjadi bukti kebenaran mukjizat Nabi Muhammad SAW. Ibnu Iram Ibnu Sam. karena itu mereka beriman kepada Allah SWT. Ar-Rahman: 1-4(Rabb) Yang Maha Pemurah. 55:4) Al-Qur an adalah firman-firman Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dengan lafal dan maknanya yang beribadah siapa yang membacanya. Tidak ada dalam wujud ini kecuali satu Tuhan dan selain-Nya adalah hamba-hamba-Nya. 11:61) Setelah selesai kisah Ad kini giliran kisah suku Tsamud. Mereka adalah keturunan Tsamud Ibnu Jatsar. Surah .(QS. Shaleh berkata Hai kaumku. maka redaksi yang digunakan berbentuk tunggal dan tertuju kepada-Nya semata-mata tanpa memheri kesan adanya keterlibatan selain Allah S WT. 55:1)Yang telab mengajarkan al Qur an. Pada masa itulah.Didahulukannya penyebutan kata al jin/jin dari kata al-ins/manusia karena jin lebih dahulu diciptakan Allah dari pada manusia. Mengarah kepada Allah dengan setiap gerak pada nurani. Subjek Pendidikan a.Kaitannya dengan tujuan pendidikan itu sendiri dapat kita pahami sebagai berikut:Pertama.Kaum Tsamud pada mulanya menarik pelajaran berharga dari pengalaman buruk kaum Ad.Kedua. merekapun berhasil membangun peradaban yang cukup megah. Dengan demikian. Di sini penekanannya adalah beribadah kepada-Nya semata-mata.Hud: 61 Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. (QS. Semuanya mengarah hanya kepada Allah secara tulus. Tsamud juga merupakan satu suku terbesar yang telah punah. Ketika itulah Allah mengutus Nabi Shaleh as mengingatkan mereka agar tidak mempersekutukan Allah tetapi tuntunan dan peringatan beliau tidak disambut baik oleh mayoritas kaum Tsamud. sekaligus menjadi alasan mengapa manusia harus menyembah Allah SWT semata-mata. (QS. Kata al-Qur an dapat dipahami sebagai keseluruhan ayat-ayatnya yang . kemantapan makna penghambaan diri kepada Allah dalam hati setiap insan. Surah adz-Dzariyat: 56 Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku . tetapi keberhasilan itu menjadikan mereka lengah sehingga mereka kembali menyembah berhala serupa dengan berhala yang disembah kaum Ad. Menunjukkan akan luasnya ilmu Tuhan II.Kaitannya dengan tujuan pendidikan sebagai berikut1. 55:3)Mengajarnya pandai berbicara (QS. f. karena itu mohanlah ampunan-Nya kemudian bertobatlah kepada-Nya.Kaitannya dengan tujuan pendidikan sebagai berikut:1. Mewujudkan manusia yang selalu bertawaqqal pada Allah. pada setiap anggota badan dan setiap gerak dalam hidup. Mewujudkan seorang hamba yang shaleh2. Mewujudkan seorang yang selalu menegakkan kebenaran dan mencegah kemunkaran2. Mewujudkan manusia yang ahli do a4. (QS. terlaksanalah makna ibadah. 55:2)Dia menciptakan manusia. Ini bukan saja bertujuan menekankan pesan yang di kandungnya tetapi juga untuk mengisyaratkan bahwa perbuatan-perbuatan Allah tidak melibatkan malaikat atau sebab-sebab lainnya. (QS. 59:50) Ayat di atas menggunakan bentuk persona pertama (Aku). sembahlah Allah. e. sekali kali tidak ada bagimu Ilah selain Dia Dia telah meciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan pemakmurnya.Ayat ini mengandung perintah yang jelas kepada manusia langsung maupun tidak langsung untuk membangun bumi dalam kedudukannya sebagai khalifah.

termasuk seni dan raut muka. serta siapa yang ditanya tertentu pula.Dimulainya surah ini dengan kata ar-Rahman bertujuan mengundang rasa ingin tahu mereka dengan harapan akan tergugah untuk mengakui nikmat-nikmat dan beriman kepada Allah. Ada juga yang memahami istilah ini dalam arti sejarawan. Namun ia tidak terbatas pada ucapan. dan dapat juga digunakan untuk menunjuk walau satu ayat saja bagian dari satu ayat. (QS.Allah ar-Rahman yang mengajarkan al-Qur an itu ialah yang menciptakan manusia. maka aku mengharap menjadi yang paling banyak pengikutnya di hari kemudian . Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur an. (QS. (HR. b. tetapi mencakup segala bentuk ekspresi. bukan malaikat yang Kami beri wahyu kepada mereka antara lain melalui malaikat Jibril. mereka akui. 16:44) Pada ayat ini diuraikan kesesatan pandangan kaum musyrikin menyangkut kerasulan Nabi Muhammad SAW. kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka. Dan sesungguhnya aku dianugerahi wahyu (al-Qur an) yang bersifat immaterial dan kekal sepanjang masa. Dalam konteks ini Nabi Muhammad SAW bersabda: Tidak seorang nabipun kecuali telah dianugerahkan Allah apa (bukti-bukti indrawi) yang menjadikan manusia percaya padanya. Mereka wajar ditanyai karena mereka tidak dapat dituduh berpihak pada informasi al-Qur an sebab mereka juga termasuk yang tidak mempercayainya.Penyebutan anugerah Allah kepada Nabi Muhammad secara khusus dan bahwa yang dianugerahkan-Nya itu adalah adz-dzikr mengesankan perbedaan kedudukan beliau dengan para nabi dan para rasul sebelumnya.Ayat di atas mengubah redaksinya dari persona ketiga menjadi persona kedua yang ditujukan langsung kepada mitra bicara.Ayat ini juga menugaskan Nabi Muhammad SAW untuk menjelaskan al-Qur an. Dalam penolakan terhadap apa yang diturunkan Allah SWT mereka selalu berkata bahwa manusia tidak wajar menjadi rasul atau utusan Allah. Mereka adalah orang-orang yang dapat memberi infonnasi tentang kemanusiaan para rasul yang diutus Allah. kendati demikian persoalan kemanusiaan para rasul. Maka wahai orang-orang yang ragu atau tidak tahu bertanyalah kepada ahl dzikr yakni orang-orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui. yakni objek pertanyaan.Kata ahl dzikr pada ayat ini dipahami oleh banyak ulama dalam arti para pemuka Yahudi dan Nasrani. ayat ini menegaskan bahwa: Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu kepada umat manusia kapan dan di manapun kecuali orang-orang lelaki yakni jenis manusia pilihan. maka ia dapat dipahami pula sebagai perintah bertanya apa saja yang tidak diketahui atau diragukan kebenarannya kepada siapapun yang tahu dan tidak tertuduh objektivitasnya. AI-Bayan berarti jelas. maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. bahkan kedudukan beliau tidak kurang. makhluk yang paling membutuhkan tuntunannya. Kata al-Insan disini mencakup semua jenis manusia. Hingga akhir zaman. namun karena redaksinya yang bersifat umum. dalam hal ini adalah Nabi Muhammad SAW.Walaupun penggalan ayat ini turun dalam konteks tertentu. agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka supaya meraka memikirkan. Agaknya hal ini mengisyaratkan penghormatan kepada beliau dan bahwa beliau termasuk dalam kelompok rasul-rasul yang diutus Allah. Nah. baik muslim ataupun non muslim.Bukhori). atau paling tidak ia harus disertai oleh malaikat. Memang as-Sunah mempunyai fungsi yang berhubungan dengan al-Qur an dan fungsi sehubungan dengan pembinaan . Bayan atau penjelasan Nabi Muhammad itu bermacam-macam dan bertingkat-tingkat. 16:43)keteraqan-keterangan (mujizat) dan kitab-kitab. Surah an Nahl: 43-44 Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu.enam ribu lebih itu. sejak Adam as.

Rasul SAW naik ke puncak bukit Shafa. bahkan membatasi pengertian lahir dari ayat-ayat al-Qur an. apakah kalian mempercayai aku? mereka berkata: Ya. itulah yang lebih baik bagimu. tidak ada perbedaan antara keluarga atau orang lain. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. karena semua adalah hamba Allah. Abu Lahab pun datang.Ucapan hamba Allah ini. Surah an Nisa: 170Wahai manusia. Abu Lahab yang mendengar sabda beliau itu. Lalu Nabi bersabda: Aku menyampaikan kepada kamu semua sebuah peringatan. Ada dua fungsi penjelasan Nabi Muhammad dalam kaitannya dengan al-Qur an yaitu Bayan Ta kid dan Bayan Tafsir. (QS 4: 170) . Dan jika kamu kafir. memberi isyarat bahwa seorang pendidik hendaknya menuntun anak didiknya dan rnemberi tahu kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi dalam menuntut ilmu. Ialu Nabi SAW bersabda: bagaimana pendapat kalian. Yang pertama sekedar menguatkan atau menggarisbawahi kembali apa yang terdapat dalam Al-Qur an. berteriak kepada Nabi SAW berkata: celakalah engkau sepanjang hari. Bila ada kelebihan yang berhak mereka peroleh. III. lalu menyeru keluarga dekat beliau dari keluarga besar Ady dan Fihr yang berinduk pada suku Quraisy. merinci. Objek Pendidikan a Surah asy-Syu ara: 214 Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat QS.hokum syara . Ahmad dan lain-lain melalui Ibn Abbas). di Mekah. 26: 214) Ketika ayat ini turun. (maka kekafiran itu tidak merugikan . apakah untuk maksud itu engkau mengumpulkan kami? Maka turunlah surah Tabbat Yada Abi Lahab (HR. maka berimanlah kamu. tidak juga terbebaskan dari kewajiban. Surah al-Kahf: 66Musa berkata kepada Khidhr Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu (QS. c.Demikianlah ayat ini mengajarkan kepada rasul SAW dan umatnya agar tidak pilih kasih. Sementara jawaban dari orang tersebut menyatakan bahwa Nabi Musa tidak akan sanggup untuk sabar bersamanya. sedang yang kedua memperjelas. bahwa di hadapan sana (masa datang) ada siksa yang pedih . Dan bagaimana Nabi Musa dapat sabar atas sesuatu. 18: 66) Dalam pertemuan kedua tokoh pada ayat ini diceritakan Nabi Musa yang terkesan banyak menanyakan sesuatu kepada salah satu hamba Allah yang memiliki ilmu khusus. sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dan Rabbmu. maka itu disebabkan karena keberhasilan mereka mendekat kepada Allah dan menghiasi diri dengan ilmu serta akhlak yang mulia. Semua keluarga hadir atau mengirim utusan. atau memberi kemudahan kepada keluarga dalam hal pemberian peringatan. bahkan mengarahkannya untuk tidak mempelajari sesuatu jika sang pendidik mengetahui bahwa potensi anak didiknya tidak sesuai dengan bidang ilmu yang akan dipelajarinya. Mereka tidak memiliki hak berlebih atas dasar kekerabatan kepada rasul SAW.Allah sedikitpun) karena sesunguhnya apa di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah. jika aku berkata bahwa:di belakang lembah ini ada pasukan berkuda bermaksud menyerang kalian. Muslim. sementara ia belum menjangkau secara menyeluruh beritanya. kami belum pernah mendapatkan darimu kecuali kebenaran .Bukhori. b. Ini berarti Nabi Muhammad SAW dan keluarga beliau tidak kebal hukum.

17:49) Al-Qur an memerintahkan Nabi Muhammad SAW menjawab mereka: Katakanlah: Jadilah kamu sekalian batu atau besi. kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. 29: 99)Katakanlah: Berjalanlah di (muka) bumi. Keduanya adalah memberi wujud kepada sesuatu. Lalu mereka akan menggelenggelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: Kapan (akan terjadi) Katakanlah: Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat . dan ternyata dapat wujud. Katakanlah: Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama . kemudian mengulanginya (kembali). (QS. tidak juga mengurangi kekuasaan dan kepemilikan-Nya. Dia yang mencipta dari tiada.Sebenarnya menciptakan pertama kali. Ini mengadung arti bahwa Allah ada sebelum sesuatu itu ada. Maka mereka akan bertanya Siapa yang akan menghidupkan kami kembali .yang demikian itu mudah bagi Allah. 17:50)atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu . (QS. maka wujudlah segala sesuatu yang dikehendaki-Nya.Sesungguhnya.Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS 29: 20) Allah yang memulai penciptaan dipahami dalam arti Dia Yang menciptakan segala sesuatu pertama kali dan tanpa contoh sebelumnya . Dan jika kamu terus menerus kafir. Itulah. sesungguhnya telah datang kepada kamu rasul yakni Muhammad SAW. kini menjadi sangat wajar menyampaikan ajakan kepada seluruh manusia bukan hanya ahl kitab: wahai seluruh manusia. maka karena itu berimanlah dengan iman yang benar. Kewajiban Belajar Mengajar a Surah al-Ankabut: 19-20 Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya. 17:51) . Sesungguhnya. yakni keimanan itu yang baik bagimu. maka penciptaan kedua juga memberi wujud dan ini dalam logika manusia tentu lebih mudah serta lebih logis dari pada penciptaan pertama itu. (QS.Kaum musyrikin terheran mendengar pernyataan al-Qur an bahwa setelah kematian mereka akan dihidupkan lagi: Dan mereka berkata: Apakah bila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur.Rasul SAW telah membawa kebenaran dari Allah sambil membuktikan keliruan bahkan kesesatan pandangan ahl kitab. maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya. sama saja bagi Allah dengan menghidupkan kembali. maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun. karena sesurgguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah di bawah kendaliNya. dengan membawa tuntunan al-Qur an dan syari at yang mengandung kebenaran dari Tuhan Pembimbing dan Pemelihara kamu. apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru (QS. Kalau pada penciptaan pertama yang wujud belum pernah ada. 52:35) Begitu antara lain al-Qur an membuktikan wujud Allah dan sifat-Nya sebagai Mubdi . serta pernyataan bahwa yang beliau bawa adalah tuntunan dari Tuhan pembimbing dan pemelihara kamu dimaksudkan sebagai rangsangan kepada mitra bicara. IV. agar menerima siapa yang datang dan menerima apa yang di bawanya.Kehadiran rasul yang dinyatakan dating kepadamu.Allah yang pertama kali mewujudkan sesuatu kalau bukan Dia siapa lagi yang mewujudkankannya? Sebagaimana firman-Nya: Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri) (QS.

wujud satu kekuatan dan kekuasaan Yang Maha Besar lagi Maha Esa yaitu Allah SWT: V. bahwa ayat ini merupakan janji Allah kepada nabi-Nya Muhammad SAW bahwa beliau akan dipelihara Allah dari gangguan dan tipu daya orang-orang Yahudi dan Nasrani. Teguran keras ini pada hakikatnya tidak sejalan dengan sifat nabi yang cenderung memilih sikap lembut. Allah memelihara kamu dan gangguan) manusia Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir (QS. tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan bawa nafsunya yang rendah. (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. sesungguhnya Kami tingikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu. Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami Maka ceritakanlan (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir (QS. Allah SWT menyatakan bahwa sekiranya Kami menghendaki. 4: 148) b. Metode Pendidikana Surah al-Maidah: 67 Hai Rasul. bermujadalah dengan yang terbaik. Surah al-Baqarah: 184 .Dari ayat tersebut di atas (al-Ankabut: 20) memerintahkan untuk melakukan perjalanan. sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu. dan bahwa di balik peristiwa dan ciptaan itu. Tetapi di sini Allah memerintahkan bersikap lebih tegas menerapkan pengecualian yang diperintahkan-Nya pada Qur an surah an-Nisa ayat 148: Allah tidak menyukai ucapan buruk. berarti) kamu hendak menyampatkan amanat-Nya. 7:177) Ayat ini menguraikan keadaan siapapun yang melepaskan diri dari pengetahuan yang telah dimilikinya. pasti Kami menyucikan jiwanya dan meninggikan derajatnya dengannya yakni melalui pengamalannya terhadap ayat-ayat itu. (QS. (QS. 7:176)Amat buruklah perummpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim. apalagi teguran-teguran pada ayat-ayat yang lalu merupakan teguran yang keras. Pandangan kepada hal-hal itu akan mengantarkan seseorang yang menggunakan akalnya untuk sampai kepada kesimpulan bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini. karena ayatayat yang mendahuluinya demikian juga sesudahnya berbicara tentang mereka. tetapi dia mengekal yakni cenderung menetap terus menerus di dunia menikmati gemerlapnya serta merasa bahagia dan tenang menghadapinya dan menurutkan dengan antusias hawa nafsunya yang rendah. dengannya seseorang akan menemukan banyak pelajaran berharga baik melalui ciptaan Allah yang terhampar dan beraneka ragam.Thahir ibn Asyur menambahkan bahwa ayat ini mengingatkan rasul agar menyampaikan ajaran agama kepada ahl kitab tanpa menghiraukan kritik dan ancaman mereka. VI. Surah al A raf: 176-177 Dan kalau Kami menghendaki. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga). Evaluasi Pendidikan a. maupun dari peninggalan lama yang masih tersisa puing-puingnya. maka perumpamaannya adalah seperti anjing yang selalu menjulurkan lidahnya. 5: 67) Ar-Razi berpendapat.

Pesantren sebagai Basis Penyebaran Ajaran Agama Islam Abied 1 March 2011 1 comment A. 1992) Ahmad Mustafa al-Maragi.. (QS.. Pengertian Pesantren 1..[3] 1.Quraish. maka itulah yang lebib baik baginya..... dalam kompleks itu berdiri beberapa bangunan rumah kediaman pengasuh.. al-Qur an dan Tafsirnya ( Jakarta: Proyek pengadaan Kitab Suci Al-Qur an.. Dapat pula dikatakan pesantren adalah kata santri yaitu orang yang belajar agama Islam.. M.(yaitu) dalam beberapa hari yang tertextu... (Surabaya: PT. Tafsir al-Qur-an al-Karim ( Bandung: : Pustaka Hidayah. 1974) . Menurut Istilah ... Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan. membayar fidyab... 2: 184) REFERENSI Shihab. dan Keserasian al-Qur an. Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka).[2] Begitu pula pesantren sebuah kompleks yang mana umumnya terpisah dari kehidupan sekitarnya. (yaitu) memberi makan seorang miskin... Tafsir al-Maragi ( Mesir: Mustafa al-Babi al-Halabi. Menurut Bahasa Perkataan pesantren berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari dua kata yaitu Sa dan Tra San yang berarti orang yang berperilaku yang baik. Kesan.. 2001) _______________. 1997) Departemen agama.. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetabui. Pesan. 1990) Tafsir Ibnu Katsir... 2. an tra berarti seseorang yang berperilaku yang baik dan tra berarti suka menolong... Bina Ilmu. Tafsir Al-Misbah. (Jakarta: Lentera Hati. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya jika mereka tidak berpuasa).[1] Selanjutnya kata pesantren berasal dari kata dasar santri yang mendapat awalan pe dan akhiran an yang berarti tempat tinggal para santri. maka (wajiblab baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.

Melihat hal yang ditimbulkan. alat-alat pendidikan dan pengajaran serta tujuan yang akan dicapai. Pesantren adalah asrama dan tempat para santri belajar ilmu agama juga ilmu yang bersifat umum dan di didik untuk bagaimana hidup mandiri. maka perlu adanya usaha dan perhatian yang serius dari hal ini harus diakui bahwa teknologi itu memang mempunyai banyak segi positif bagi kehidupan umat manusia akan tetapi tidak dapat dipungkiri pula bahwa nampak negatifnya. bukan hanya berpusat di kota-kota besar akan tetapi justru dapat merangkul sebagian besar pelosok pedesaan.Bila mendengar makna pesantren itu sendiri. yang di dalamnya terdiri dari pengasuh atau pendidik. [4] Menurut fungsinya. ilmu kalam. khususnya dalam bidang perkembangan mental spiritual dapat juga ditimbulkan. Jadi pesantren yang dimaksud dalam hal ini suatu lembaga pendidikan Islam yang didirikan di tengah-tengah masyarakat. Drs. Untuk menanggulangi dampak negatif berbagai pihak utamanya kepada pemerintah dan tokoh-tokoh agama saling kerjasama dalam membina dan mendidik umat manusia dengan jalan memberikan pengetahuan yang dapat menjadi penangkal bagi lajunya kebudayaan barat yang setiap saat datang untuk mengancam ketentraman Islam yaitu berusaha untuk ikut dengan budaya yang mereka anut. fiqhi dan ilmu tasawuf.[5] Hal ini adalah merupakan faktor yang sangat penting utamanya dalam menanggulangi kemerosotan akhlak muda mudi. . maka orientasi secara spontanitas tertuju kepada lembaga pendidikan Islam yang diasuh oleh para kyai atau ulama dengan mengutamakan pendidikan agama dibanding dengan pendidikan umum lainnya. santri. maka kebudayaan Barat masuk ke Indonesia berusaha untuk merubah dan menggeser nilai-nilai ajaran Islam yang sejak lama dipelihara dengan baik. Abu Ahmadi memberikan definisi sebagai berikut: Pesantren adalah suatu sekolah bersama untuk mempelajari Ilmu agama. sekaligus merupakan penolong bagi masyarakat dan tetap mendapat kepercayaan di mata masyarakat. yang mana disebabkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini. kadang-kadang lembaga demikian ini mencakup ruang gerak yang luas sekali dan mata pelajaran yang dapat diberikan dan meliputi hadits. Dalam hubungan dengan pondok pesantren. pesantren di samping sebagai pendidikan Islam. Satu contoh dengan lajunya perkembangan teknologi sekarang ini.

Dalam hal ini Drs. M. Dawam Raharjo, menjelaskan dalam Bukunya Pesantren dan Pembaharuan sebagai Berikut:

Pondok pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin mempunyai fungsi pemeliharaan, pengembangan, penyiaran dan pelestarian Islam, dari segi kemasyarakatan, ia menjalankan pemeliharaan dan pendidikan mental. [6]

Bertolak dari uraian tersebut di atas, maka dapatlah diketahui bahwa dengan berdirinya pondok pesantren dari kota sampai ke pelosok-pelosok desa, telah dirasakan oleh masyarakat seperti adanya bakti sosial bersama dengan masyarakat maupun dalam bidang keagamaan yaitu dengan adanya pengajian-pengajian atau ceramah-ceramah yang dilaksanakan baik terhadap masyarakat umum maupun terhadap santri itu sendiri.

Dalam istilah pesantren juga disebut sebuah kehidupan yang unik karena di dalam pesantren selain belajar santri juga di didik untuk hidup mandiri, sebagaimana yang dapat disimpulkan dari gambaran lahiriahnya. Pesantren adalah sebuah kompleks dengan lokasi yang umumnya terpisah dari kehidupan sekitarnya, dalam kompleks itu berdiri dari beberapa buah bangunan, rumah kediaman pengasuh yang disebut Kyai, dan dimana di dalamnya terdapat sebuah surau atau mesjid dan asrama tempat mondok bagi santri.[7]

Corak tersendiri dalam pesantren dapat dilihat juga dari struktur pengajaran yang diberikan, dari sistematika pengajaran, dijumpai pelajaran yang berulang dari tingkat ke tingkat, tanpa melihat kesudahannya. Persoalan yang diajarkan seringkali pembahasan serupa yang diulang-ulang selama jangka waktu yang bertahun-tahun. [8]

Dari pengertian tersebut di atas, maka dapatlah dipahami bahwa pesantren adalah merupakan wadah yang mana di dalamnya terdapat santri yang dapat diajar dan belajar dengan berbagai ilmu agama. Demikian pula sebagai tempat untuk menyiapkan kader-kader da i yang profesional dibidang penyiaran Islam.

B. Metode Penyiaran Islam

Pesantren Manahilil Ulum DDI Kaballangan dalam penyiaran Islam ialah bagaimana melihat lingkungan masyarakat, sehingga mereka dapat berbuat dan bertindak sesuai apa yang telah digariskan oleh agama.

Penyiaran adalah salah satu dari bagian dakwah.[9] Sehingga penyiaran Islam mempunyai arti yang cukup penting bagi umat Islam untuk disampaikan kepada keluarga, lingkungan masyarakat dan kepada seluruh umat manusia.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut di atas, maka diperlukan adanya penyiaran Islam yang baik dan berkesinambungan serta usaha-usaha yang lain yang berhubungan dengan penyiaran Islam yang dapat mendorong keberhasilan dalam berdakwah.

Melalui penyiaran Islam diharapkan terwujudnya pribadi-pribadi yang nantinya dapat menyebarkan Islam kepada keluarga, lingkungan masyarakat dan seluruh umat manusia, karena dengan aktivitas seperti itulah secara sungguh-sungguh sehingga ilmu agama dapat tersebar ke seluruh pelosok dunia dan dapat berdiri dengan kokoh sekaligus menjadi pedoman hidup bagi manusia.

Sebagai orang mukmin hendaknya mempunyai dorongan dan mau bekerja untuk mewujudkan syiar Islam , mengembangkan ajaran agama Islam, apabila, mereka melihat kemungkaran atau penyimpangan dalam Islam, segera mereka mengembalikannya kepada jalan yang benar. Allah Berfirman dalam QS. Ali Imran (3). 110 sebagai berikut :

Terjemahnya :

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.[10]

Seruan kepada jalan yang baik dan mencegah perbuatan yang mungkar adalah suatu tugas yang sangat suci bagi umat Islam yang harus dilaksanakan dan disukseskan, namun dalam penyampaian tidaklah hanya sekedar menawarkan suatu metode begitu saja dengan ancaman siksaan neraka, dan kelebihan bagi orang-orang yang masuk dalam surga akan tetapi lebih dari itu membutuhkan metodologi perencanaan komunikasi dakwah dengan melihat dan menimbang semua indikator sosiokultural dari sasaran dakwah tersebut.[11]

Penyiaran Islam adalah merupakan pekerjaan yang bersifat propaganda kepada orang lain. Propaganda dapat diterima orang lain, apabila yang membawakan dakwah berlaku baik dan ramah serta ringan tangan untuk melayani sasarannya. Sebaliknya jika mempunyai kepribadian yang membosankan dan tidak menarik dalam penyampaiannya maka kemungkinan dakwahnya dapat berhasil.

Dalam menyiarkan Islam sangat diperlukan adanya kesabaran, rendah hati dan tidak sombong, sabar dalam menyampaikan dakwah bukanlah berarti mengalah di hadapan masyarakat, akan tetapi kesederhanaan, dan tidak mencela orang lain adalah merupakan pangkal keberhasilan dakwah, Sederhana juga bukanlah berarti dalam kehidupan sehari-hari selalu ekonomis dalam memenuhi kebutuhannya, akan tetapi sederhana di sini adalah tidak bermegah, angkuh dan hendaklah juga bertawakkal kepada Allah Swt, karena sifat seperti itu adalah perbuatan yang disukai Allah.[12]

Jelas sekali bahwa menyeru kepada jalan yang diridhai Allah adalah merupakan jalan, ciri-ciri dan sifatsifat para Nabi dan Rasul. Allah mengutus Rasul untuk berwasiat dan menganjurkan kepada umat Islam untuk menyebarkan agama Islam.[13]

Menyampaikan ajaran agama Allah kepada umat manusia merupakan kewajiban bagi hamba Allah, dimanapun mereka berada karena menyeru kepada perjalanan yang diridhai Allah merupakan suatu tindakan nyata yang dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang selalu menunggu siraman rohani yang sejuk.

Dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah tidaklah hanya sekedar agar pesan tersebut dapat disampaikan dan diterima oleh masyarakat, akan tetapi hendaknya pesan tersebut dapat mengerti dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Posisi penyiaran Islam sangatlah penting artinya, dalam kehidupan beragama, ideologi terus berkembang dan berlangsung, sebab suatu ideologi tidak akan terjamin kelangsungan tanpa adanya dakwah Islamiah yang dilaksanakan secara kontinyu sekalipun agama (ideologi agama sangat baik, yang jelas bahwa penyiaran Islam haruslah berjalan terus menerus)[14]

Penyiaran Islam yang terdiri dari berbagai aktivitas sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, dilakukan dalam rangka mencapai nilai tertentu. Nilai tertentu yang diharapkan dapat dicapai dan diperoleh dengan jalan melakukan penyelenggaraan penyiaran Islam dan harus mempunyai tujuan. Karena tanpa adanya tujuan tertentu yang dapat diwujudkan, maka penyelenggaraan penyiaran Islam tidak akan mempunyai arti apa-apa, bahkan merupakan pekerjaan yang sia-sia yang hanya menghamburkan fikiran, tenaga dan biaya.

Sebagai suatu aktivitas dakwah tidaklah mungkin dilaksanakan secara sambil lalu dan seadanya saja, melainkan haruslah ada persiapan yang direncanakan secara matang, dengan memperhatikan segenap segi dan faktor yang mempunyai kaitan dan pengaruh bagi pelaksanaan dakwah Islamiah. Demikian pula sebagai usaha atau aktivitas penyiaran Islam tidak mungkin diharapkan dapat mencapai apa yang menjadi tujuannya dengan hanya melakukan sekali perbuatan saja, tetapi harus melakukan serangkaian atau serentetan perbuatan yang disusun secara tahap demi tahap, dengan sasarannya masing-masing

Maka dalam menghadapi dan memecahkan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan masyarakat semacam itu. maupun penyelenggaraannya. serta faktor-faktor lain yang berpengaruh dalam penyelenggaraan penyiaran Islam.yang ditetapkan secara rasional pula. maka pelaksanaan penyiaran Islam oleh orang seorang. bahkan cara berpakaiannya sangat sederhana. tetapi melihat kompleksnya persoalan dakwah Islamiah. Memang dalam penyiaran Islam sangat diperlukan metode yang baik. akan lebih efektif bilamana dilakukan dengan kerja sama yang baik.[15] Dengan perkataan lain. Kompleksitas persoalan dakwah Islamiah itu mencakup segenap aspek dakwah. Misalnya tata berpakaiannya sudah tidak sesuai lagi dengan ajaran Islam. sistem dan metode. yang dulunya sebelum dikenalnya media massa khususnya dari Barat. Begitu pula dalam pelaksanaan atau menggunakan pemilihan dan penggunaan sistem. maka sangat diperlukan aktivitas penyiaran agama Islam yang berkesinambungan dan usaha-usaha lain yang merupakan penopang dan pendorong keberhasilan dakwah tersebut. baik metode ceramah. sehingga merupakan satu kesatuan yang melaksanakan secara bersama-sama tugas dakwah yang sifatnya semakin kompleks itu. Rangkaian perbuatan yang dilaksanakan secara bersama-sama dan dapat menghasilkan hasil yang memuaskan. [17] . dan metode dakwah apa yang tepat. para anak muda masih memakai pakaian Indonesia. meskipun penyelenggaraan penyiaran Islam tidak mustahil dapat dilakukan oleh orang seorang secara sendiri-sendiri. kiranya akan lebih efektif bila mana dilakukan oleh lebih dari satu orang yang saling melakukan kerja sama. Untuk menghadapi kendala-kendala seperti yang ada di atas. metode tanya jawab dan lain sebagainya. Kampanye yang tidak sengaja dilakukan adalah gayagaya modern yang ditampilkan di media massa yang belum mampu diterima oleh umat Islam. apalagi dengan datangnya pengaruh-pengaruh dari Barat melalui media massa terhadap perilaku. Hal ini dapat terlihat dengan banyaknya bukti-bukti mengenai perubahan perilaku umat manusia yang disebabkan oleh Media Massa. baik yang disadari maupun tidak.[16] Hal ini semua disebabkan karena banyaknya kampanye yang setiap hari datang. Obyek penyiaran dakwah misalnya. sendiri-sendiri tidaklah efektif. kesadaran. terdiri dari masyarakat (manusia) yang bermacam-macam dan senantiasa mengalami suatu perubahan dan perkembangan pada sifatnya. baik obyek. penghayatan dan pengalaman ajaran agama Islam yang dibawakan oleh aparat dakwah atau penerang agama. pelaksanaan penyiaran Islam akan lebih efektif. serta bagaimana penyiaran Islam itu harus diselenggarakan. bilamana didukung oleh beberapa orang yang diatur dan disusun sedemikian rupa. Di samping itu. Penetapan rasional mengandung arti bahwa sasaran itu haruslah obyektif sesuai dengan kondisi yang ada. baik berupa kampanye yang dilakukan dengan secara sengaja maupun tidak. Dengan tujuan adalah untuk menumbuhkan rasa pengertian.

Di dalam Sunnah Rasulullah saw. Sedangkan yang unik artinya di dalam pelaksanaan dakwah adalah sebagai obyeknya terdiri dari berbagai macam perbedaan. dalam rangka pemahaman dan pengamalan ajaran agama Islam sangat nyata dalam kehidupan masa lalu. dan manfaat yang didapatkan oleh orang-orang menunaikannya. Sebagaimana Firman Allah Swt. selama itu pulalah proses dakwah mutlak diperlukan. Penyiaran Islam adalah sesuatu proses yang kompleks dan unik. perbedaan dalam budaya. Penyiaran Islam adalah merupakan titik sentral para muballigh dalam menyiarkan Islam di atas persada bumi ini. Kompleks seperti bahwa dalam menjalankan dakwah mengikut sertakan keseluruhan aspek kehidupan. serta siksaan bagi orang-orang yang melalaikan perintah Allah swt.[18] Jelaslah tugas berdakwah dalam mengembangkan ajaran agama Islam besar sekali. pada masa sekarang ini ia harus lebih berperan menuju kepada ajaran agama Islam secara lebih luas yang menyeluruh dalam segala hal. mempunyai tanggung jawab yang sangat besar.Hijr 915) 94 sebagai berikut: Terjemahnya: Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. kehendak dan lain sebagainya. Melalui penyiaran Islam akan dapat terwujud pribadipribadi muslim yang nantinya dapat menjadi muballigh yang menyebarkan agama Islam kepada seluruh umat manusia. Al. akan tetapi menuju yang lebih luas. secara dan akan datang. karena bagaimanapun juga untuk menyiarkan agama Islam kepada masyarakat penerapannya harus sesuai dengan keadaan dan kondisi yang ada dimana mereka berada.Penyiaran Islam. baik yang ada hubungannya dengan sifat jasmaniah maupun sifat rohaniah.[19] Perwujudan dakwah bukan sekedar usaha untuk meningkatkan pemahaman agama dalam tingkah laku dan pandangan hidup saja. juga ditemukan bahwa manusia berkewajiban untuk menegakkan dan mencegah kemungkaran. sifat ideologi. dalam (QS. . Penyiaran Islam Adalah suatu proses atau usaha yang tidak pernah mengenal lelah dan selesai pelaksanaannya. karena melalui dakwah akan melahirkan insan-insan yang berkepribadian yang mulia dan termasuk perubahan sikap dan tingkah laku dalam kehidupan umat manusia.

bahwa: Dakwah adalah mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah untuk keselamatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat. Hukum Penyiaran Islam Penyiaran Islam adalah suatu proses pembentukan watak manusia yang wajib dilakukan oleh setiap umat Islam sebagai pewaris atau pelanjut ajaran Rasulullah Saw. Dalam menyebarkan dan mengembangkan ajaran Islam ke tengah-tengah masyarakat secara keseluruhan. Menyiarkan agama Islam adalah kewajiban bagi kaum muslimin untuk melaksanakannya. Perkembangan dan pertumbuhan manusia dapat ditumbuh-kembangkan terus dengan cara pengarahan-pengarahan serta yang lebih baik. dengan penyiaran maka ajaran Islam dapat disebar luaskan secara merata dalam kehidupan masyarakat. itu merupakan suatu tindakan nyata yang dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat Islam yang selalu menunggu siraman rohani yang sejuk. Serta menjauhkan manusia dari larangan agama. H. maka dapat diketahui bahwa penyiaran Islam adalah merupakan rangsangan atau suatu motivasi yang dapat membawa umat manusia kepada jalan yang diridhai Allah Swt. dan landasan para Ulama. dimanapun mereka berada. Selaras apa yang dikatakan A. yang dimulai pada masa Rasulullah. sehingga dengan demikian dakwah perlu terus ditingkatkan kualitasnya yang harus menyentuh seluruh sendi-sendi kehidupan umat manusia. sebab penyiaran Islam yang merupakan napas gerakan Islam.Menyiarkan Islam adalah merupakan kewajiban bagi semua hamba Allah.Qur an dan hadits Rasulullah Saw. karena seruan kepada jalan Allah. C. masa sahabat dan hingga dewasa ini. Adapun dasar hukum kewajiban berdakwah tentunya tidak terlepas dari Al. sebab dakwah dapat menjadi pedoman dan tuntunan bagi kehidupan serta bertujuan untuk merubah dan memperbaiki keadaan masyarakat kepada suasana hidup yang baik atas dasar nilai-nilai ajaran agama Islam. Untuk lebih jelas dan dapat dilihat para uraian tersebut: . dan mendatangkan nikmat dan kebahagiaan tersendiri bagi umat Islam.[20] Dari pengertian di atas. Hasanuddin dalam bukunya Retorika Dakwah Publistik dalam Kepemimpinan Islam. baik yang menyangkut rohaniah maupun jasmaniah.

104 surat Al Imran yang telah dikemukakan di atas. akan tetapi apakah wajib aini atau kifayah Ulama berbeda pendapat dalam hal ini.[21] Ma ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah. maka para Ulama sepakat dalam wajibnya dakwah ditunaikan. begitu pula keuntungan-keuntungan para da i dalam menyampaikannya. merekalah orang-orang yang beruntung.[22] Untuk merubah kemungkaran bukan semata-mata kekerasan tetapi dibarengi dengan akal sehat. . itulah itu selemah-lemah Iman. Al-Qur an Al-Qur an adalah kitab suci bagi umat Islam dan merupakan dasar hukum untuk menyiarkan Islam. Pendapat Para Ulama Berdasarkan dari ayat Al-Qur an. menyuruh kepada yang ma ruf dan mencegah dari yang munkar. Ali Imran (3) sebagai berikut: Terjemahnya : Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. berkata: saya telah mendengarkan Rasulullah Saw. maka hendaklah merubah dengan tangan/ kekuasaanya. maka hendaklah dengan keimanan hatinya. 2. Dalam ayat-ayat tersebut antara lain: QS. dan apabila tidak mampu pula. bersabda : barang siapa diantara kamu melihat kemungkaran. 3. dan apabila tidak mampu maka hendaklah dengan nasehatnya. sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya. banyak sekali ayat-ayat yang menyangkut kewajiban untuk menyiarkan agama Islam.1. Hadis Rasulullah Hadis yang menganjurkan untuk menyiarkan Islam yaitu: Artinya: Dari Abu Sai id Al Hudri ra.

Memberikan peringatan atau nasehat yang baik. menolak atau tidak setuju akan perbuatan yang mungkar.[23] Konsekuensi sebagai seorang Muslim tidak boleh tinggal diam melihat kemungkaran-kemungkaran yang merajalela dalam masyarakat. Berdasarkan keterangan-keterangan tersebut di atas. 3. Hal ini mengandung tiga alternatif dalam mengubah dan mencegah kemungkaran yaitu: 1. yang terkena perintah ini adalah penguasa (pemerintah) juga pemimpin dalam suatu lingkungan wewenang kekuasaannya. Maksudnya dalam berdakwah hanya sebagian kepada suatu bidang tertentu yang memerlukan syarat dan keahlian tertentu. maka menyiarkan Islam adalah merupakan bagian yang sangat penting sekali dalam kehidupan seorang muslim. 1978) h. hal ini dapat dilaksanakan bila kedua alternatif tersebut di atas. Sistem Pesantren Madrasah dan Pesantren di Sulawesi Selatan. Ingkar dalam hati. menetapkan fardhu kifayah. sedang menurut Mufassir Imam Jalaluddin As Suyuti. [1] Lihat. terhadap muridnya. akan tetapi yang dimaksud mereka adalah tabligh yakni menyampaikan ajaran agama Islam dengan lisan dan tulisan. menjiwai dan mewarnai seluruh sikap dan tingkah laku manusia dalam kehidupan dan pergaulan hidupnya.Menyiarkan Islam adalah wajib kifayah menurut Farid Ma ruf Nour. Atas dasar itulah. bahkan tidak berlebihan kiranya apabila dikatakan bahwa tidak sempurna bahkan sulit dikatakan orang muslim apabila dia menghindari atau membutakan matanya dari tanggung jawab sebagai juru dakwah. 2. 3. yaitu dengan kata-kata yang lemah lembut dan dapat meresap dalam diri seseorang. . sehingga ajaran Islam menjadi titik tolak atau pedoman yang mendasari. (Ujung Pandang: Fakultas Sastra UNHAS. orang tua terhadap anak-anaknya. tidak dapat dilakukan. maka dapat ditegaskan bahwa penyiaran Islam adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh kaum muslimin untuk menjunjung tinggi undangundang Ilahi dalam seluruh aspek kehidupan umat manusia dalam masyarakat. harus ada usaha untuk mencegahnya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing. Menggunakan kekuasaan. seperti guru. Abu Hamid.

[5]Lihat Mas ud Khasan Abdul Qahar. 11 [16] Lihat. 1987). Ishadi Dunia Penyiaran Prospek dan Tantangannya. Dawam Raharjo. Kelengkapan Dakwah (Semarang: CV. Gramedia Pustaka Umum. [6] M. Kamus Pengetahuan Populer (Cet. Yogyakarta: CV. h.th). [4] Abu Hamid. Anwar Masyari. Bintang Pelajar. Komunikasi Dakwah. Abdul Rosyad Saleh. [10] Departemen Agama. (Cet. Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam (Surabaya: Al. [12] Lihat. h. h. [9] Lihat.cit. h. Al-Qur an dan Terjemahnya (Semarang: Toha Putra. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Jakarta: Pustaka Ilmu. Jakarta: CV. 123 . Asmuni Syukir. 1999). h. 1983). (Jakarta: LPES. I. 42.th) h. 1983) h. (Surabaya: Bina Ilmu. Jakarta: Penerbit Wijaya. Perguruan tinggi Pesantren Pendidikan alternative masa depan. 49. H. h. Ibid. h. XV. 310. 11. h.[2] Wahjoetimo. [13] Lihat. 191.. t. [14] Lihat. h. h. Ilmu Dakwah (Cet. I. 1989). [3] Lihat Muhammad Ali.Waddad. 18. [11] Lihat Toto Tasmara. Pesantren dan Pembaharuan. [8] Lihat. 1981). (Cet. 18. 1. 1997). 41. 1977).Ikhlas. I. Jakarta: Gema Insani Press. 70. Toha Putra. III. Manajemen Dakwah Islam (Cet. Ibid. [15]Lihat. t. 1980). et. Jakarta : Bulan Bintang. II. Gaya Media Pratama. (Jakarta : PT. Imam Habib Abdullah al. Al.. 83 [7] Lihat.. h. op. Studi Tentang Ilmu dakwah. 1974). 40. Toha Yahya Omar.

.. 4. 176.. :mrgreen: Salam .. Kini berbagai kalangan professional ....... Psikologi Dakwah.. secara harfiah psikologi berarti ilmu jiwa. Bina Ilmu. 1992).. opcit.. dari sebuah tempat paling indah di dunia.....cit.[17] Lihat. h. h...... (Surabaya: UNAS Nasional. IX.. H.. 1994).. Kajian Umum Tentang Psikologi Abied 3 June 2010 No comments Pengertian Psikologi Psikologi yang dalam istilah lama disebut ilmu jiwa berasal dari bahasa Inggris psychology.... 4 [18] Departemen Agama RI. . 2) Logos yang berarti ilmu... Retorika Dakwah Publistik Dalam Kepemimpinan.... Kata psychology merupakan dua akar kata yang bersumber dari bahasa Greek (Yunani)...... (Cet.. 93 [22] Imam Abu Zakariya. [21] Departemen Aagama. h.... Jakarta : Bumi Aksara... sekurang-kurangnya selama dasawarsa terakhir ini menurut hemat penyusun istilah ilmu jiwa itu sudah sangat jarang dipakai orang... h....[1] Karena beberapa alasan tertentu (seperti timbulnya konotasi atau arti lain yang menganggap psikologi sebagai ilmu yang langsung menyelidiki jiwa... Arifin. 339 [19]Lihat A.... 1997)..... h...... yaitu: 1) Psyche yang berarti jiwa.. Cit h..... Abied. 33 [20]Ibid....... 33.. (Cet... h.. Surabaya: Pt. op.. M... 35. Jadi.. [23] Lihat Moto Asmara. Riyadu Salihin..... Hasanuddin... Saya. op..

Woodworth memberi batasan tentang psikologi sebagai berikut: Psychology can be defined as the science of the activities of individual . struktur kepribadian merupakan integrasi system kalbu. egois dan sering mengacau. kalbu memiliki posisi dominan dalam mengendalikan . Apabila seorang raja tidak mengendalikan kerajaannya maka kerajaan itu akan diambil alih oleh gubernur(syahwat) dan oposannya(ghadhab) yang mengakibatkan kekacauan. [4] Kutipan tersebut dapat dipahami bahwa kepribadian manusia sangat ditentukan oleh interaksi komponen-komponen nafs. Segala sesuatu yang kelihatan. Manusia sebagai suatu kesatuan yang bulat antara jasmaniah dan rohani. yang berada dalam diri manusia atau makhluk hidup yang lain. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa psikologi ialah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. yang bersifat jasmaniah pada diri manusia tidak menjadi persoalan. Ghadhab ibarat menjadi oposan (syihnat) yang sifatnya buruk. Namun apabila sang raja memperdulikan kerajaannya dan ia bermusyawarah dengan perdana mentrinya (akal) maka gubernur dan oposannya mudah diatasi dan berkedudukan di bawahnya.[2] yang berarti bahwa psikologi dapat didefenisikan sebagai ilmu yang mempelajari segala tindakan-tindakan manusia atau perorangan. Anggota fisiknya ibarat menjadi cahaya(dhiya ). Syahwat ibarat menjadi gubernur (waliy) yang memiliki sifat pendusta. Ketika hal ini terjadi maka mereka saling bekerja sama untuk kemakmuran dan kesejahteraan sebuah kerajaan yang akhirnya mendatangkan makrifat Ilahi(al-hadhrah al-ilahiyah) dan mendatangkan kebahagiaan. akal dan nafsu yang menciptakan tingkah laku.baik yang berkecimpung dalam dunia pendidikan maupun dalam dunia-dunia profesi lainnya yang menggunakan layanan jasa kejiwaan itu lebih terbiasa menyebut psikologi daripada ilmu jiwa.[3] Daya-daya yang terdapat dalam substansi nafs manusia saling berinteraksi satu sama lain dan tidak mungkin dapat dipisahkan. Namun Pandangan atau bayangan yang demikian adalah tidak benar bahkan keliru. mengapa ia berbuat atau bertindak demikian. ingin perang dan suka mencekal. Dalam psikologi Islam.S. apa maksud dan tujuannya ia berbuat demikian. apa yang mendorongnya berbuat demikian. maka yang terbayang pada kita bahwa yang dipelajari oleh ilmu itu ialah sesuatu yang tidak kelihatan (abstrak). Dalam interaksi itu. R. Karena hal tersebut merupakan penentuan struktur kepribadian yang tidak lepas dari pembahasan substansi manusia. Al-Ghazaly dalam Kimiyah al-Sa adah menjelaskan: Nafs itu ibarat suatu kerajaan. Membahas kata ilmu jiwa . karena psikologi merupakan suatu ilmu yang ingin mempelajari manusia. Apa yang hendak diselidiki oleh psikologi ialah segala sesuatu yang dapat memberikan jawaban tentang bagaimana sebenarnya manusia itu. Tentu saja kata tingkah laku tersebut harus diartikan secara luas. Kalbu ibarat raja(malik) dan akal ibarat mentrinya(wazir).

dan menentukan keinginan yang tertunda sesuai dengan fakta. Sikap ini mewakili fungsi perasaan(feeling). Super ego. Hal tersebut menjelaskan akan pentinganya akhlak dalam membentuk kepribadian seseorang. Id merupakan gudang insting dan energi mental. menguasai perilaku manusia. Id. Sebagaimana sabda Rasulullah : Artinya: Sesungguhnya saya diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia [6]. System ini dikendalikan oleh prinsip realistis. orang akan merasa terganggu. 3. Menurut Sigmund Freud. sehingga ajarannya yang terpokok adalah untuk memberikan bimbingan moral. Ketika insting tersebut terusik atau terpicu. jiwa terdiri dari tiga unsur. menentukan segala sesuatu yang memuaskan hasrat.. akan tetapi kepentingan pribadilah yang menonjol. karena kerusakan moral seseorang akan mengganggu ketentraman yang lain. sehingga ia akan berusaha mengenyahkannya untuk mengembalikan keseimbangan mental. dimana kepentingan umum tidak lagi nomor satu. Dengan kata lain. Kesehatan jiwa berarti energi dan keberhasilan ego untuk merealisasikan keseimbang mental antara tuntutan Id.suatu kepribadian yang dapat mempengaruhi kesehatan jiwa seseorang dan perkembangan moral seseorang. System ini biasanya dikendalikan oleh prinsip idealisme. maka akan dijumpai moral sebagian anggota masyarakat yang telah rusak atau mulai merosot yang disebabkan oleh perkembangan zaman serta intervensi budaya westernisasi. maka yang terpenting adalah akhlak (moral). Namun melihat keadaan masyarakat terutama di kota-kota besar sekarang ini. . 2. Pada hakekatnya. yaitu: 1. maupun dalam masyarakat yang terbelakang. Kepribadian orang tua. sikap dan cara hidup mereka merupakan unsur pendidikan yang tidak langsung. Ego. yang dengan sendirinya akan masuk ke dalam pribadi anak yang sedang tumbuh tersebut. baik dalam masyarakat yang telah maju. orang tua mempunyai peranan penting karena orang tua merupakan Pembina pribadi yang pertama dalam hidup anak. Super ego dan realitas. System ini dikendalikan oleh prinsip kesenangan. Ini adalah representasi internal dari nilai dan prinsip perilaku serta moral. Sehubungan dengan hal tersebut. [5] Aspek Yang Mempengaruhi Moral Anak Masalah moral adalah suatu masalah yang menjadi perhatian dimana saja. apa yang orang tua kedepankan kepada anak akan membatasi jenis serta ruang lingkup lingkungan tempat dimana ia berkembang. Jika kita mengambil anjuran agama misalnya agama Islam.

Sesungguhnya dengan memahami karakteristik-karakteristik perkembangan anak-anak. banyak belajar dari pengalamanpengalaman yang dapat membantunya berkembang secara sehat. Semakin orang tua mengerti karakteristikkarakteristik perkembangannya dari segi fisik. Apabila ruang tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan biologis dan psikis anak. kekompakan atau solidaritas. kebebasan dan keterbukaan yang berlangsung terus menerus dan abadi. tentu kepribadiannya akan mengalami kekacauan dan pertentangan. hal itu akan memberikan pengaruh yang nyata bagi tingkah lakunya. akal. penuh pengertian dan kasih sayang akan membawa kepada pembinaan pribadi tenang. kasih dan sayang. Dan itu harus diperlihatkan kepada anak. Kemudian ditindak lanjuti dengan mempersiapkan sarana-sarana yang diharapkan dapat membantunya melakukan proses alam dari fase anak-anak hingga sampai akil baligh. Interaksi sosial yang matang dalam sebuah keluarga. ia sanggup berkembang secara sehat sehingga dapat beradaptasi dengan dirinya sendiri dan dengan lingkungan masyarakatnya. Hubungan yang serasi.[7] Perkembangan anak pada usia-usia pertama dalam hidupnya. tentu akan semakin baik karena hal itu sangat berguna bagi upaya pemenuhan berbagai kebutuhannya. Apabila pada periode ini seorang anak hidup dalam iklim keluarga yang tenang yang penuh cinta. merupakan kewajiban orang tua untuk mempersiapkan iklim lingkungan yang baik bagi anak-anak semenjak kelahirannya. perasaan dan sosial.[8] Pengaruhpengaruh pertentangan tersebut akan terus menyertai kepribadiannya sewaktu anak sudah dewasa sekalipun.orang tualah yang menciptakan iklim kehidupan untuk anak karena itulah. karena ia memang merupakan keutuhan urgen untuk . terbuka dan mudah dididik. Pendidik tidak hanya dituntut untuk memperhatikan fase anak-anak sebagai fase yang mudah ditumbuhi benih berbagai kekacauan kepribadian. penerimaan dan kemantapan yang diinginkannya kalau di antara kedua orang tua tidak ada ikatan persatuan yang kokoh dan mendalam. hal itu akan membantu pendidik mengenali cara-cara yang baik dan efektif untuk melakukan interaksi dengan mereka pada fase perkembangannya yang berlangsung terus menerus. persaudaraan. sudah mengarah pada proses pemantapan yang selanjutnya akan sulit diubah. Hal itu mengingat kebiasaan-kebiasaan dan kecenderungan-kecenderungan yang dilakukan oleh seseorang pada periode tersebut. karena mereka mendapat kesempatan yang cukup dan baik untuk tumbuh dan berkembang. Ikatan persatuan inilah yang lazim disebut kerukunan. menjadi istimewa dengan adanya karakteristikkarakteristik tertentu yang didasarkan pada kasih sayang. Tetapi seorang anak tidak mungkin mendapat rasa cinta. Tetapi kalau anak harus menghadapi situasi-situasi yang tidak menguntungkan dan tidak kondusif yang semakin lama semakin parah. Dan kekacauan tersebut akan berembus pada fenomena-fenomena tingkah lakunya. Hubungan orang tua terhadap anak sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak. Sesungguhnya ruang tempat pertumbuhan anak itu memberikan pengaruh yang sangat besar bagi perkembangannya. tetapi sekaligus ia juga merupakan fase yang seharusnya diisi dengan asas-asas kepribadian yang sehat berikut medan dan elemen-elemen pembentuknya.

hal itu tidak boleh diperlihatkan kepada anak. Banyaknya tulisan-tulisan. termasuk hal yang jarang seorang anak bisa ditipu dengan penampilan-penampilan lahiriah. maka akan dianalisa satu persatu dari pokok-pokok tersebut di atas. Keadaan itu akan makin diperparah apabila anak masuk dalam lingkungan yang kurang menunjang. 6. Suasana rumah yang kurang baik. kendatipun itu hanya secara lahiriah saja. Keyakinan beragama yang didasarkan atas pengertian yang sungguh-sungguh tentang ajaran agama yang dianutnya. Tetapi sayangnya. 3. Karena itu penyebab dari kemerosotan anak dewasa ini sesungguhnya terletak pada kondisi keluarga yang mempengaruhi pembinaan pribadi anak tersebut. 2.[9] Oleh sebab itu. 4. Kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang dengan cara yang baik dan yang membawa kepada pembinaan moral.perkembangannya. Diperkenalkannya secara popular obat-obatan dan alat-alat anti hamil.[10] Untuk dapat mencari sebab-sebab dan kekurangan-kekurangan yang dapat dijadikan pelajaran guna perbaikan. dimana yang menjadi ukuran bagi mulia dan hinanya seseorang adalah hati dan perbuatannya. Adapun faktor-faktor dari kemorosotan moral anak dewasa ini sesungguhnya banyak sekali antara lain yang terpenting adalah: 1. dalam hal ini hati yang dihiasi dengan ketaqwaan . Besar kemungkinan pada gilirannya akan merembes ke dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas lagi. kemudian diiringi dengan pelaksanaan ajaran-ajaran tersebut merupakan benteng moral yang paling kokoh. kedua orang tua wajib memelihara kesolidan ikatan persatuan. sekolah maupun di masyarakat. Pendidikan moral tidak terlaksana baik di rumah tangga. resikonya yang paling besar akan menimpa masa depan anak. karena setiap konflik atau keretakan yang memecah belah persatuan persatuan mereka. Sekalipun misalnya sedang terjadi konflik di antara mereka. Keharmonisan suami isteri di depan anaknya merupakan suatu kebutuhan yang realistis. Hal itu harus benar-benar mereka jaga demi keseimbangan emosi anak. siaran-siaran kesenian yang tidak mengindahkan dasardasar dan tuntunan moral. gambar-gambar. Seorang anak memiliki sensitifitas sangat kuat yang memungkinkannya dapat merasakan perasaan-perasaan emosional yang menciptakan kegelisahan yang mendalam. (+) Kurang Tertanamnya Jiwa-jiwa Agama Pada Tiap-tiap Orang Dalam Masyarakat. 5. Perasaan seperti ini dapat mengoncang rasa tenang yang harus ada pada masa perkembangannya. Kurang tertanamnya jiwa agama pada tiap-tiap orang dalam masyarakat. Sebagai contoh ajaran Islam.

Kepercayaan kepada Tuhan tinggal sebagai simbol. pendidik dan lingkungan yang sangat penting dimana pendidikan agama telah diterima sejak kecil akan membuatnya berpendirian tegas dan tidak mudah terpengaruh dalam pergaulan hidup dan tidak akan mudah menukar agama dengan nilai-nilai yang lain berupa keduniaan maupun kedudukan. larangan dan suruhannya tidak diindahkan lagi. Akan tetapi sudah menjadi suatu tragedi bagi dunia yang maju dimana segala sesuatu hampir dapat dicapai dengan ilmu pengetahuan maka keyakinan beragama mulai terdesak. Di sinilah peranan keluarga. Selanjutnya apabila jiwa dan taqwa telah tertanam dan tumbuh dengan baik dalam pribadi seseorang. Pembinaan moral dalam Islam harus dimulai sejak dini sesuai dengan kemampuan dan umurnya. akal dan jiwanya. Namun sebaliknya jika anak dilahirkan dan dibesarkan oleh orang tua yang tidak bermoral atau tidak mengerti cara mendidik serta lingkungan masyarakat yang tidak mengajarkan nilai-nilai moral. Pada dasarnya. (+) Tidak Terlaksananya Pendidikan Moral dengan Baik Faktor kedua adalah tidak terlaksananya pendidikan moral baik dalam rumah tangga. . Setiap anak yang lahir belum mengerti mana yang benar dan mana yang salah dan belum mengerti batas-batas dan ketentuan moral yang berlaku dalam lingkungannya. yang penuh warna rasa cinta dan bahagia. perkataan bahkan perasaannya. sekolah maupun masyarakat. maka akan tumbuh menjadi anak yang liar yang tidak bermoral. Pendidikan moral amatlah menjamin terbentuknya seorang manusia yang sehat tubuh. karena hubungan yang paling intensif dan paling awal terjadi dalam keluarga. Oleh karena itu. Tidak dapat dihindari bahwa keluarga merupakan lingkungan primer hampir setiap individu. Dan juga menjamin terbentuknya masyarakat Islam yang kokoh dan bahagia. Apabila keyakinan beragama itu betul-betul telah menjadi bagian integral dari kepribadian seseorang. semakin jauh masyarakat dari agama.serta perbuatan yang baik. Sesungguhnya. semakin susah memelihara moral dan semakin kacaulah suasana hidup karena semakin banyaknya pelanggaran-pelanggaran hak dan hukum. pendidikan moral inilah yang menjamin terwujudnya keluarga Islam yang kuat. maka dengan sendirinya ia akan berusaha mencari pengertian tentang ajaranajaran Islam yang akan membimbingnya dalam hidup. maka keyakinan itulah yang akan mengawasi tindakan. pendidikan moral merupakan asas yang harus dipertimbangkan bagi pembinaan keluarga yang kokoh dan harmonis. Dengan demikian salah satu alat pengawas dan pengatur moral yang tersisa adalah masyarakat dengan hukum dan peraturannya. Sebelum seorang anak mengenal lingkungan yang lebih luas. ia terlebih dahulu mengenal lingkungan keluarganya. (+) Suasana Rumah Yang Kurang Baik.

bacaan-bacaan. (+) Banyaknya Tulisan-tulisan. faktor yang terlihat dalam masyarakat sekarang adalah kerukunan hidup dalam rumah tangga yang kurang terjamin.[13] Akhir-akhir ini permasalahan obat-obatan dan alat-alat anti hamil dikalangan generasi muda semakin memprihatinkan terutama pada pemuda dan remaja yang kurang mendapatkan penanaman keimanan dan ketaqwaan kemudian mereka bergaul dengan kondisi yang pornografi maka bukanlah suatu yang mustahil jika remaja akan jatuh dalam berbagai tindakan asusila dan anormatif. padahal hal tersebut dapat mendorong anak muda terjerumus ke dalam jurang kemororsotan moral. Segi moral dan mental kurang mendapat perhatian. Suatu hal yang belakang ini menjadi perhatian kita adalah tulis-tulisan.[12] Oleh sebab itu.sebelum mengenal norma-norma dan nilai-nilai dari masyarakat umum. mawaddah warahmah yang pada gilirannya akan tercipta suatu masyarakat yang hidup penuh ketentraman sehingga anak akan menjadi generasi pelanjut dan mampu menjadi pemimpin. Tidak tampak adanya saling pengertian.[11] Dewasa ini. pertama kali ia menyerap norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam keluarga. siaran-siaran kesenian dan permainan yang seolah-olah mendorong anak-anak muda mengikuti arus kemauannya. benci. Islam menaruh perhatian khusus bagi terciptanya keluarga yang sakinah.[14] (+) Kurang Adanya Bimbingan Untuk Mengisi Waktu Luang. dan merasa tidak betah lagi di keluarganya karena ia merasa kurang mendapat perhatian dan kasih sayang sehingga ia mencari kepuasan tersebut di luar rumah. (+) Diperkenalkannya Obat-obatan dan Alat-alat Anti Hamil. Suatu hal yang kurang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dan tidak disadari dampak negatif terhadap perkembangan moral anak adalah karena diperkenalkannya secara populer obatobatan dan alat-alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. . Siaran-siaran kesenian yang Tidak Mengindahkan Dasar-dasar dan Tuntutan Moral. cemas. saling menerima dan saling mencintai di antara suami isteri serta ketidakrukunan orang tua terlebih jika salah satu dari mereka menikah lagi akan menyebabkan anak menjadi takut.

Dengan kurangnya atau tidak ada tempat bagi anak-anak yang gelisah dan butuh bimbingan itu. umumnya remaja hanya suka berkhayal dan melamunkan hal-hal yang jauh membuat waktu mereka terbuang begitu saja. maupun di sekolah dan dalam masyarakat dimana anak tersebut berada. Untuk itu pendidikan moral harus diintensifkan (dilaksanakan) baik dalam rumah tangga sebagai pendidik pertama dan utama bagi perkembangan moral anak. Keharmonisan antara orang tua di satu pihak dan anak di pihak lainnya hanya akan tercipta apabila di antara kedua belah pihak masing-masing mengerti akan kedudukannya dalam keluarga dimana antara .Suatu faktor yang ikut memudahkan retaknya moral anak-anak muda ialah kurangnya bimbingan dalam mengisi waktu luang dengan cara yang baik dan sehat. maka mereka akan muncul kelakuan dan model yang kurang menyenangkan serta kemerosotan moral bagi anak tersebut. Jika mereka dibiarkan tanpa bimbingan dalam mengisi waktunya maka akan banyak lamunan dan kelakuan yang kurang sehat timbul dari mereka. Peran Orang Tua Terhadap Perkembangan Anak Hukum Islam memandang bahwa hubungan orang tua dan anak adalah merupakan hubungan yang mesti terjalin secara harmonis sebagai sebuah jalinan yang timbul dari perasaan kasih sayang yang tulus dan tentunya jalinan hubungan seperti ini hanya akan tumbuh dari pribadi-pribadi yang hidup dalam suasana keluarga yang harmonis pula. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dipahami bahwa betapa pentingnya pendidikan moral bagi anak dan betapa besar bahaya yang terjadi akibat kurangnya moral tersebut. akhlak yang mulia serta bimbingan yang benar. Di masa remaja waktu luang khususnya libur sekolah adalah salah satu kesempatan emas untuk menumbuhkan kepribadian mereka di atas akidah yang lurus. Waktu tersebut merupakan saat yang kondusif bagi pengembangan hobi dan mengembangkan potensi untuk memperoleh prestasi serta menggiatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan yang terarah dan berbagai aktivitas yang dapat membuahkan dua hal sekaligus yakni melepas kepenatan sehingga hati dan pikiran menjadi terang dan riang sekaligus menanamkan berbagai bimbingan dan pengarahan-pengarahan. (+) Kurangnya Markas Bimbingan Perlu dicatat bahwa kurangnya markas bimbingan dan penyuluhan yang akan menampung dan mengeluarkan anak-anak kea rah mental yang sehat.[15] Namun sebaliknya.

Apabila sejak semula ayah ikut serta secara aktif merawat bayinya. Berdasarkan hal tersebut. Proses pendewasaan ini akan banyak menentukan yang membuatnya dewasa. Maka dengan sendirinya seorang laki-laki yang kebetulan menjadi kepala keluarga. Hak Orang Tua Terhadap Anak . pandangan masyarakat tentang cara-cara mendidik dan mengasuh anak pun telah mengalami kemajuan yang cukup menggembirakan. figur ayah dalam keluarga dalam sudut pandangan anak-anak merupakan laki-laki ideal-type pertama yang mereka kenal. Sejak Sigmund Freud mencanangkan teori psikoanalisis untuk pertama kalinya pada awal abad ke. Ayah yang membentuk super ego anak. mengganti popok. Berbagai pengalaman para ahli maupun literatur telah membuktikan bahwa peran ayah dalam membentuk kepribadian anak sangat besar artinya. mereka akan merasakan manfaat dari hubungan erat ini sampai anak dewasa. yang dikenalnya secara lahir bathin. Padahal suatu penelitian membuktikan bahwa ikut sertanya ayah dalam perawatan bayinya akan merupakan pengalaman unik yang berharga bagi seorang anak. memberi makan serta mengajaknya berjalan-jalan bukanlah hal yang patut dilakukan kaum pria. tokoh ayah merupakan laki-laki pertama di dunia ini. mereka merasakan adanya figur laki-laki dimana ia harus memanggil laki-laki tersebut sabagai bapak atau ayah . Sejak meraka lahir. Sekarang ini masih banyak kaum ayah yang beranggapan bahwa memandikan bayi. tanpa disadari pula telah menempatkan dirinya sebagai figur yang patut dihormati dan diteladani. ia sudah menyatakan bahwa perkembangan kepribadian anak. Dimana anak-anak yang diasuh secara langsung oleh ibu dan ayahnya adalah anak-anak yang beruntung. dan merupakan tokoh super identifikasi serta tokoh ototiter yang sekaligus ditakuti dan dibutuhkan anak. Sejalan dengan berkembangnya teori tentang perkembangan anak. begitu pula kewajiban yang harus dilaksanakan orang tua sebagaimana perannya dalam perkembangan anak yang sekaligus merupakan hak bagi anak. selanjutnya akan dijelaskan tentang hak orang tua yang harus didapatkan dari anaknya yang sekaligus merupakan kewajiban bagi anak. Tanpa disadari.[16] Dalam pandangan anak-anak.ke dua belah pihak masing-masing mempunyai hak atas pihak lain begitu pula tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh pihak tersebut. karena mereka tidak hanya mengalami satu tetapi beberapa pendekatan yang membuatnya dewasa. sangat ditentukan oleh tokoh ayah. Hal-hal yang dulunya tabu dan langkah justru menjadi kebiasaan yang terpuji.20. Proses pendewasaan ini akan banyak menentukan pembentukan kepribadian anak kelak. khususnya sewaktu balita. Ia akan memiliki cara berfikir dan kehidupan perasaan yang kaya dan seimbang karena terbiasa menghadapi dua macam individu yang berbeda secara dekat dan terus menerus.

yakni: (+) Hak untuk mendapatkan perlakuan yang baik dari anaknya Ada berbagai macam ketentuan dalam hukum Islam yang menunjukkan tentang kewajiban seorang anak untuk berlaku atau berbuat baik terhadap orang tua.Dalam hukum Islam. mereka lebih memperhatikan kehidupan dan masa depannya. Orang tua sebenarnya tidak perlu memerintahkan anak-anaknya untuk berbuat baik dan membalas segala yang telah diperbuatnya. Ini semua merupakan kebahagiaan orang tua. Tanpa itupun. Secara fitrah. dalam Q. ibarat kacang yang lupa pada kulitnya. kepada kedua orang tua [17] Dan berbuat baiklah Pada ayat lain. atau anak ayam yang menghisap bahan makanan dari telur maka demikian halnya dengan setiap manusia yang juga menghisap setiap kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya yang berangsur tua dan kemudian wafat. Seperti tumbuhan yang menghisap bahan makanan dari biji.[18] Kedua ayat di atas. Oleh karena itu. hukum Islam sangat menegaskan tentang perintah berbuat baik kepada orang tua.S Al-Baqarah (2): 83 juga ditegaskan Terjemahnya: Janganlah kamu sekalian menyembah selain Allah dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua. ada beberapa macam hak orang tua yang harus diperhatikan oleh anak. An-Nisa (4): 36 yang berbunyi: Terjemahnya: Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukanNya dengan sesuatupun. seperti salah satunya ditegaskan dalam Q. akan tetapi anak kerap kali melupakan itu semua. orang tua selalu terdorong untuk memelihara dan berkorban dengan sekuat tenaga demi anaknya. seharusnya anak sadar sendiri akan kewajiban agama dan . bahkan banyak di antara ketentuan-ketentuan itu yang menjelaskan perintah berbuat baik kepada kedua orang tua berbarengan dengan perintah bertauhid kepada Allah. hal ini dikarenakan pengorbanan orang tua terhadap anaknya yang begitu besar. paling tidak memberikan penjelasan bahwa betapa berbuat baik kepada orang tua merupakan sesuatu yang secara mutlak harus dilaksanakan oleh sang anak.S.

.tuntunan nuraninya itu.S. tetapi juga dalam implementasinya pada kehidupan sehari-hari. Jika salah satu di antara keduanya sempai usia lanjut dalam pemeliharaanmu. mereka perlu diingatkan sebab sering terlena dengan kehidupan pribadinya. sebagaimana terekam dalam sebuah hadits yang berbunyi: Artinya: Abdullah bin Umar ra berkata: seorang datang kepada Nabi SAW minta izin untuk berjihad. maka janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. sehingga atas hal tersebut muncul kewajiban bagi sang anak untuk berbuat baik terhadap orang tuanya. sebagimana dalam Q. untuk berbuat baik terhadap orang tuanya yang telah berjuang dan berkorban demi kebaikannya.. Allah mengingatkan kewajiban ini secara tegas dengan mengaitkannya dengan kewajiban menyembahNya. sibuk merancang masa depan sambil melupakan masa lalu den kasih sayang orang tuanya.[20] Hadits tersebut memberikan gambaran betapa penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap orang tua yang dengan penuh keikhlasan telah merawat dan membimbing anak-anaknya. Hukum Islam memandang kewajiban anak untuk berbuat baik terhadap orang tuanya sebagai sesuatu yang mutlak dilaksanakan. Al-Isra (17): 23 Terjemahnya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Maka ditanya oleh Rasulullah apakah kedua ayah bundamu masih hidup? Jawabnya: ya. Beberapa referensi dan ketentuan-ketentuan hukum Islam mengatur hal ini yang notabene tidaklah terbatas pada tataran teori saja. sebda Rasulullah di dalam menyayangi keduanya itulah jihadmu . Sebagai contoh dalam kehidupan Rasulullah SAW.[19] Ayat tersebut hendak menggugah hati nurani manusia agar berbuat baik terhadap orang tuanya.

maka ibunya mendapat seper enam [21] Ayat ini merupakan ketetapan Allah bagi manusia ya paling tidak untuk diperhatikan oleh sang anak akan kewajibannya untuk mewariskan sebagian harta bendanya untuk kesejahteraan orang tuanya. dinafkahi. Selain itu. dan Islam sendiri sebagai agama yang nota bene merupakan agama kemanusiaan melihat hal itu dan memberikan suatu ketetapan hukum atas hak orang tua untuk mendapatkan harta warisan dari anak-anaknya. An-Nisa (4): 11 yang berbunyi: Terjemahnya: Dan untuk dua ibu bapak masing-masing seper enam dari harta warisan jika yang meninggal itu mempunyai anak. Dimana aturan tentang waris merupakan inti dari konsep tafakul yaitu konsep bahwa setiap anggota keluarga berhak mendapatkan jaminan hidup dari anggota lainnya. Bila orang tua diberi umur panjang maka sesuai sunatullah dia akan kembali seperti anak-anak. serta diwarisi oleh anak-anaknya. salah satu kewajiban bagi anak dalam hukum Islam adalah kewajiban bagi anak untuk memenuhi segala kebutuhan yang berhubungan dengan kesejahteraan orang tua. Pada masa itulah kemudian anak mempunyai kewajiban untuk mengurus serta memberikan nafkah kepada orang tuanya sebagaimana apa yang telah dilakukan orang tua dalam menafkahinya Salah satu perwujudan dari kewajiban anak dalam hal ini adalah setiap orang tua berhak mendapatkan warisan dari anaknya. . tubuhnya menjadi lemah dan tidak bisa bekerja begitu pula dengan ingatannya yang mulai berkurang. orang tua pada dasarnya memang sangat patut untuk mendapatkan harta warisan dari anak-anaknya. Jika yang meninggal itu tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu bapaknya saja maka ibunya mendapat seper tiga . Salah satu ketetapan hukum Islam itu dapat dilihat pada Q. Terlepas dari konsep dasar mawaris ini. jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara. ayat ini merupakan salah satu dari sekian banyak bentuk penghargaan Islam terhadap Ibu Bapak. Sejalan dengan tumbuh dan berkembangnya anak menjadi dewasa.(+) Hak untuk disejahterahkan. Selain kewajiban untuk berlaku baik terhadap orang tua.S. para orang tuapun menu usia tua. Orang tua dalam pemeliharaannya terhadap anak-anaknya telah banyak berkorban untuk membiayai segala kebutuhan anaknya mulai dari sejak lahirnya sampai anak itu mencapai usia dewasa.

akan tetapi jauh sebelum itu yakni pada masa anak itu masih berupa janin di dalam kandungan. kewajiban orang tua untuk menjaga dan memelihara anak-anaknya tidaklah bermula ketika anak itu lahir. Hak-hak itu dijelaskan sebagai berikut: (+) Hak Penjagaan dan Pemeliharaan. Sebagai contoh penghargaan serta jaminan hukum Islam atas hal ini adalah ketika seorang isteri misalnya dalam keadaan hamil kemudian dithalaq oleh suaminya. ada beberapa macam hak-hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tua sekaligus kewajiban terhadap anak. At-Thalaq(65): 6 yang berbunyi: Terjemahnya: Dan jika mereka (isteri -isteri) yang sudah dithalaqitu sedang hamil.Kewajiban orang tua terhadap anak Orang tua yang terdiri dari ibu dan bapak adalah manusia dewasa yang sudah dibebani tanggung jawab terhadap keluarga. Dalam hukum Islam. seorang isteri berhak menerima atau menuntut dari suaminya nafkah untuk anak yang dikandungnya atau anak yang belum dilahirkannya dengan cara yang sebaik-baiknya. Ini merupakan sebuah dasar atas kewajiban orang tua untuk menjaga serta memelihara anaknya yang masih di dalam kandungan.S. maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka melahirkan [22] Tegasnya. hidup bersama dalam keluarga atau rumah tangga. tetapi juga mengatur bagaimana cara mengasuh dan mendidik anak. masyarakat dan bangsa. . Kedua orang tua merupakan pembimbing dalam setiap rumah tangga dan mereka bertanggung jawab atas keluarganya dan akhirnya akan dipertanggung jawabkan pula kepada Allah. Dalam hukum Islam. Hal ini sebagaimana ketetapan Allah dalam Q. orang tua sudah dibebani tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara janin tersebut. Dalam agama Islam tidak hanya mengatur bagaimana cara beribadah dan berbakti kepada Allah. hal ini dimaksudkan agar bayi yang nanti lahir menjadi bayi yang sehat. Hukum Islam sangat menghargai setiap jiwa yang diciptakan Allah SWT baik itu masih berupa janin lebih-lebih telah terlahir ke dunia. maka sang suami wajib memberikan nafkahnya atau hak-hak isterinya tersebut sampai ia melahirkan.

terutama untuk bekalnya dalam menempuh kehidupan di . menafkahi.S. serta menjauhkan anak dari hal-hal yang bisa menjerumuskannya kepada kesesatan. hal tersebut sebagaimana dijelaskan pada Q. Pemeliharaan secara fisikal berupa pemeliharaan bersifat luar seperti bagaimana merawat anak.[23] Pelaksanaan kewajiban dalam hal pemeliharaan. (+) Hak Nasab Seorang anak berhak mengetahui tentang nasabnya. hukum Islam pada dasarnya telah membagi tanggung jawab antara seorang ibu dengan bapak. Al-Baqarah (2): 233 yang berbunyi: Terjemahnya: Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun bagi yang ingin menyempurnakanpenyusuan. Oleh karena itu. Islam memberikan metode tersendiri dalam pelaksanaan pemeliharaan dan penjagaan terhadap anak. Dan kewajiban ayah memberikan makanan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma ruf . At-Tahrim (66): 6 yang berbunyi: Terjemahnya: Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu .Banyak hal penting yang harus diperhatikan di dalam kehidupan manusia sejak lahir sampai dewasa.[24] Ayat tersebut memberikan penjelasan dalam pelaksanaan kewajiban pemeliharaan dalam hukum Islam terjadi pemisahan tanggung jawab antara suami isteri yang tentunya pembagian itu didasarkan pada fitrahnya.S. akhlak. Hal ini disebabkan bahwa asal-usul yang menyangkut keturunannya itu sangat penting. satu langkah saja yang keliru dalam melalui proses tersebut maka akan berakibat fatal bagi kebahagiaan dan keberhasilan si anak baik di dunia maupun di akhirat. menjaga kesehatannya dan lain sebagainya. Selain hal tersebut Islam juga bahkan lebih mengutamakan pemeliharaan secara non fisikal seperti bagaimana memelihara anak dari segi mental. dimana dalam Islam ditetapkan dua macam bentuk pemeliharaan terhadap anak yakni pemeliharaan secara fisikal serta pemeliharaan non fisikal. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Q.

bapak mereka.[25] Seorang anak harus dipanggil atau diberi nama dengan nama bapak mereka tentunya hal ini dimaksudkan agar dengan adanya ketetapan dan kejelasan nasab anak itu dengan ayahnya. Sehubungan dengan nasab ini Allah memberikan petunjuk dalam Q. misalnya karena namanya sama dengan asmaul husna. maka seorang anak dapat menuntut hak-hak pribadinya terhadap ayahnya. (+) Hak Menerima Nama Yang Baik. maka baguskanlah nama-namamu. yang menjadi penekanan adalah kenyataan bahwa nama mempunyai efek psikologis terhadap penyandangnya. itulah yang lebih adil di sisi Allah . Berdasarkan realita. . maka logis kita percayai bahwa arti nama tersebut secara tidak disadari akan memperkuat watak penyandang nama tersebut. Terkait dengan itu. Dalam Islam pada dasarnya mempunyai kewajiban untuk memberikan nama yang baik.masyarakat kelak. Kejelasan nasab bagi seorang anak dapat memotivasi anaka dalam memenuhi hak dan kewajiban bahkan juga akan melahirkan ketenangan dan ketentraman jiwa bagi anak itu sendiri. memiliki latar belakang dan motivasi tersendiri sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya: Sesungguhnya engkau akan dipanggil nanti pada hari kiamat dengan nama-namamu sekalian serta nama-nama bapakmu. Dalam hal pemberian nama anak sesungguhnya bisa diikuti jejak Rasulullah lantaran selalu memberi nama yang baik dengan penambahan nama ayahnya agar menjadi jelas garis keturunan anak tersebut. Tentu saja hal ini tidak terlepas dari kasus khusus bahwa ada orang jahat yang mempunyai nama yang baik. nama-nama yang baik dapat mempengaruhi fikiran dan kepribadian seseorang. Amir Al-Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata bahwa peranan orang tua yang pertama terhadap anak adalah memberikan nama yang baik.S. Dengan demikian kejelasan dan ketetapan nasab anak terhadap ayahnya merupakan hak-hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tuanya. Al-Ahzab (33): 5 yang berbunyi: Terjemahnya: Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan memakai nama bapak. jika seorang anak yang siang malam mendengar namanya disebut-sebut. Salah satu kewajiban orang tua terhadap anak adalah memberikan nama yang baik terhadap anakanaknya.

maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Apabila keduanya ingin menyampih (sebelum dua tahun) denga kerelaan keduanya dan permusyawaratan. Dan jika kamu ingin anak-anakmu disusukan oleh orang lain. Islam telah mensyariatkan kepada seluruh umatnya bahwa dalam hal seorang ibu menyusui anakanaknya. lamanya minimal dua tahun yang ditujukan agar anaknya sehat. Seperti contoh dalam hal menyusui dan menafkahi anak. maka wajib disusui oleh orang lain yang memunculkan kewajiban bagi ayah untuk memberi upah bagi orang yang menyusuinya. Sesungguhnya Allah tidak akan pernah mendatangkan kemudharatan bagi umatNya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya. Allah telah memerintahkan kepada ibu untuk menyusui anaknya demi kemaslahatan anak itu sendiri.(+) Hak Untuk Disusui dan Dinafkahi. yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Berbagai firman Allah yang menunjukkan kepada jaminan hak dan seluruh kemaslahatan yang berhubungan dengan masalah anak. Adapun alasan-alasan yang memang secara rasional memungkinkan seorang ibu tidak bisa menyusui anaknya. kuat dan bertenaga serat memiliki perkembangan tubuh dan jiwa yang normal dan sempurna baik lahir maupun bathin. sementara seorang anak berhak menerima air susu ibunya minimal dua tahun. maka tidak dosa atas keduanya.[26] Ayat di atas menjelaskan kepada kita untuk menyusui serta memberikan nafkah kepada anak merupakan kewajiban bagi orang tuanya tidak bisa ditawar-tawar lagi serta mutlak harus dilaksanakan. Betapa menyusui anak begitu penting sehingga apabila ada alasan-alasan tertentu seorang ibu tidak bisa menyusui anaknya. dan waris pun berkewajiban demikian.S. sedangkan seorang ayah berkewajiban menjamin. menyusui anak dalam Islam memang merupakan kewajiban seorang ibu. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. bukanlah alasan-alasan seperti menjaga . dimana mekanisme dan tatacara pun telah dijelaskan dalam Al-Qur an. Petunjuk serta pedoman dan penjelasan mengenai hak anak dalam menyusui kepada ibunya serta jaminan akan nafkahnya telah lengkap tertuang dalam Q.menjaga. Seorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. dan memelihara hidup keluarganya. Dan kewajiban memberi makan dan pakaian dengan cara yang ma ruf. Al-Baqarah (2): 233 yang berbunyi: Terjemahnya: Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh.

Dalam hal mengasuh anak. hukum Islam pada dasarnya telah memberikan ketertiban hukum mengenai tata cara mengasuh anak dan anjuran untuk memberi kasih sayang terhadap anak. pemberian jaminan bahwa setiap anak dalam keluarga akan mendapat asuhan yang baik. Seperti pada hadits Rasulullah yang berbunyi: Artinya: Diriwayatkan dari Usmamah bin Zaid r. maka niscaya mereka akan rusak. lantaran dengan begitu akan tumbuh dalam hati setiap anak rasa aman. (+) Hak Untuk Diasuh dan Disayangi. mengejar karir atau kesibukan kerja dan lain sebagainya. merata dan bijaksana merupakan suatu kewajiban bagi kedua orang tua. (+) Hak Untuk Menerima Warisan Harta Benda . Minimal tidak akan tumbuh dan berkembang secara sempurna. serta kehangatan kasih sayang dan persahabatan yang erat antara anak dan orang tua. Pada periode awal sesaat setelah kelahiran memang setiap anak membutuhkan kelembutan. melindungi serta merawat mereka dengan penuh kasih sayang. Hal ini mengingat bahwa apabila asuhan terhadap anak tersebut sekali saja kita abaikan. kasih sayang dan keceriaan. tentram.kecantikannya. Islam telah mensinyalir hal ini.[27] Hadits di atas merupakan contoh pelaksanaan pengasuhan serta menyanyangi anak yang paling tidak merupakan bukti sekaligus ketentuan akan kewajiban orang tua untuk menyanyanginya dan mengasuh anak-anaknya. setiap keluarga muslim terutama kedua orang tua harus mengasuh anak-anaknya dengan cara yang baik. adil. mempertahankan kemontokan tubuhnya. Pada setiap keluarga muslim. seperti contoh dalam hal menyayangi anak. setiap orang tua harus selalu dapat berusaha meyakinkan mereka bahwa segala sesuatu itu untuk mereka. Untuk itu. Hal itu dapat dilihat dari pendekatan berbagai ketentuan-ketentuan hukum Islam mengenai hal ini yang bahkan mengatur hal-hal sedetail mungkin.a : Rasulullah SAW meletakkan aku di atas sebelah bahunya dan Hasan bin Ali pada bahu yang lain kemudian Nabi SAW berkata: Ya Allah sayangilah mereka sebagaimana aku menyayangi mereka. Oleh sebab itu.

dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua. kita akan tahu betapa besar perhatian Islam terhadap keluarga sebagai unit sosial terkecil yang diwarnai dengan kesejahteraan dan kebahagiaan. Sebagai suatu legitimasi atas hal ini. dianggap sebagai sedekah yang dijanjikan anugerah pahal oleh Allah. Apa yang kemudian ditetapkan oleh hukum Islam tersebut pada intinya merupakan suatu bentuk Tafakul antara anggota keluarga yakni sebagi satu prinsip bahwa setiap anggota keluarga berhak mendapat kesejahteraan dari anggota lainnya terlebih lagi antara anak dan orang tuanya sebagi generasi pelanjut bagi orang tuanya. maka berhak diwarisi. yakni system pembagian waris Islam selalu dimulai dengan mendahulukan furu (pihak keturunan). Penekanan dan pesan Islam mengenai hal ini. yakni hak waris atasnya. jika anak perempuan itu seorang saja. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan.Metode Islam dalam menjaga hak-hak anak atas harta benda berpedoman kepada makna dari hak-hak anak tersebut. seseorang yang memberi makan kepada isterinya atau mendidik anak-anaknya dengan baik serta menanggung kehidupan mereka. tetapi juga menyentuh dimensi ketaatan seseorang kepada Tuhan yang telah menciptakan. Demi pemeliharaan hak-hak anak. Hukum Islam telah mengatur sedemikian rupa mengenai tatacara pembagian waris secar komplit. Sehingga berbagai himbauan.sampai oleh Islam. Kalau kita amati semua itu. memberikan rezeki dan memberinya pahala. penjagaan atas mereka itu dilakukan dengan sebaik-baiknya. petunjuk. Sebagaimana disebutkan dalam Q. Salah satu pertimbangannya adalah bahwa anak merupakan salah satu generasi yang sedang berkembang yang merupakan penerus . maka ia memperoleh separo harta. [28] Ayat di atas paling tidak memberikan suatu pelajaran bahwa sekali lagi waris Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai tafakul terlebih antara orang tua terhadap anak-anaknya. maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. An-Nisa (4): 11 yang berbunyi: Terjemahnya: Allah mensyari`atkan bagimu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu. Sampai.S. Rasulullah SAW telah menjelaskan hak tersebut dalam sebuah haditsnya yang berbunyi: Apabila terjadi kelahiran. maka semenjak tangisan pertama anak dilahirkan telah ditetapkan bagian haknya. tidak hanya menyangkut dimensi hubungan yang bersifat material duniawi antara sesama kaum kerabat. Padahal hal itu sudah menjadi kewajibannya.

Maka pantaslah jika dalam system Islam melakukan pembagian waris. ditangan masyarakatlah perubahan anak akan terjadi yang tergantung sepenuhnya dari bentuk dan corak masyarakat dimana anak tersebut hidup. kita juga mempunyai tanggung jawab terhadap pencipta. Jika anak tersebut hidup dalam lingkungan keluarga muslim.yang akan meletakkan sejumlah harapan bagi kebaikan masa depan kemanusiaan. menghormati. pembenahan terhadap kecerdasan anak merupakan sesuatu yang mutlak yang harus dilaksanakan pada setiap orang tua sebagai bekal bagi anak untuk kemudian terjun dalam kehidupan bermasyarakat untuk bersosialisasi dan sebagai perwujudan dari fitrahnya sebagai makhluk social. Jadi kesucian seorang anak akan dipengaruhi oleh keadaan dan lingkungannya. menaruh kesetiaan dan taat serta melaksanakan nilai-nilai. Adapun pendidikan bagi anak itu bermula dalam lingkungan keluarga karena pada dasarnya keluarga merupakan akar terbentuknya masyarakat atau bangsa dan bahkan sebuah peradaban. Hal ini mengingat bahwa pendidikan anak berpengaruh besar terhadap kehidupan yang kelak akan dijalaninya. dalam Islam pendidikan kepada anak harus mengarah kepada beberapa hal pokok sebagai mana disebutkan dalam Q. serta keluarganya. tidak bernoda dan tidak cacat sedikitpun. Dalam hal ini. Oleh sebab itu. karena selaku manusia di samping mempunyai tanggung jawab terhadap sesama. serta pengetahuan agama anak. Dalam hukum Islam. yang sangat berperan adalah lingkungan dekatnya yakni bapaknya.S. Selain itu ada satu sisi yang harus diperhatikan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Al-Luqman (31): 13. pelajaran pertama yang diperoleh seorang anak adalah mencintai. yakni bagaimana membenahi mental.[29] Dalam Islam orang tua disuguhi tanggung jawab untuk mendidik sekalian anak-anak mereka.16-19: Terjemahnya: Dan (ingatlah) ketika luqman berkata kepada anaknya ketika dia memberi pelajaran kepadanya: Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah. akhlak. tentunya ia akan tumbuh dan berkembang pula menjadi seorang muslim dan demikian sebaliknya. kecukupan harta benda setiap anak sangat diperhatikan sebagai sebuah generasi baru. mengabdi. karena sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang besar. (+) Hak Untuk Mendapatkan Pendidikan dan Pengajaran Semua anak yang dilahirkan ke dunia ini selalu dalam keadaan suci. Dalam sebuah keluarga. ibunya.[30] .

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. 6. Ajaran untuk mengajak orang lain dalam hal kebaikan. Ajaran untuk berbuat baik kepada sesama. Hai anakku. 2. 4.[31] Dari ayat-ayat yang disebutkan di atas. Ajaran untuk menjauhi sifat sombong. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Ajaran untuk memupuk kebaikan walau sekecil apapun. begitu juga untuk menjauhi keburukan.Terjemahnya: (Luqman berkata): hai anakku. dan berada dalam batu atau langit atau di dalam bumi. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunkkanlah suaramu. sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (Allah). Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi denagn angkuh. 5. 3. Ajaran untuk senantiasa mendirikan shalat. . niscaya Allah akan mendatangkan (membalasinya). maka disimpulkan bahwa beberapa hal yang harus diajarkan kepada anak serta menjadi peran atau tanggung jawab orang tua untuk mengajarkannya adalah: 1. sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi. Tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

h. Abd. Menuju Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah ( Surabaya: Terbit Terang. Saya. 100. h. 2006). V. No. Perkawinan dan Keluarga. 43. h. 1998).th.7. 1996 M/1416 H). 85. [5] Abd. Kajian Korelatif Pemikiran Ibnu Qayyim dan Psikologi Modern (Cet. V. 2002). Ajaran untuk hidup sederhana. [6] Al-A lamah Muh. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru (Cet. 7. . h.I. :mrgreen: Salam [1]Muhibbin Syah. Abied. 58. h. 2. Jakarta : Pustaka Azzam. [9]Syaikh M. Jakarta: PT. 26-27. Hubungan Orang tua Mempengaruhi Mental Anak. h.XIII. Ngalim Purwanto. Psikologi Anak dan Remaja (Cet. 2007). Jakarta: Pustaka al-Kautsar. Remaja Rosdakarya. Aziz bin Abdullah Al Ahmad. Rauf Al-Minawi. Kesehatan Jiwa. Jamaluddin Mahfuzh. [7] Lubis Salam. 2000). Raja Grafindo Persada. t. h. 398.I ( Cet II. Faidhol Qadir Jilid II (Beirut: Darul Fikri. Hal tersebut merupakan cakupan pendidikan yang harus diterapkan kepada anak menurut hukum Islam yang dengan sendirinya menjadi tanggung jawab bagi orang tua. [4] Ibid. Nuansa-nuansa Psikologi Islam. 2005.). Psikologi Pendidikan ( Cet. Edisi. h. 59-60. Bandung: PT. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. dari sebuah tempat paling indah di dunia. [3] Abdul Mujib dan Yusuf Mudzakir. [2] M.. [8]Zakiah Darajat.

1992). op. 1991).. 1993). . Remaja Berkualitas. III. 18. h. [11]Sarlito Wirawan Sarwono. Tanjung Mas Inti. 427.. 123. h. h. 32. 114.. cit. 9. [21] Departemen Agama RI. 1996). Psikologi Remaja ( Jakarta: PT Raja GrafimdoPersada. Psikologi Remaja ( Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2005).[10]Hasan Basry. op. h. I. Jakarta: Bulan Bintang. Al-Lu lu Wal Marjan (Cet. h. [18] Ibid. 13. 2002). 2005). 2003). Ilmu Jiwa Agama (cet XIV. 502. Komunikasi Orang tua dan Anak (Bandung: Angkasa. h. [20] Muhammad Fu ad Abdul Baqi . 23. h. cit. [13] Hasan Basri.. h. Yogyakarta: Mitra Pustaka. [16] Alex Sobur. Al-Qur an dan Terjemahannya ( Semarang: PT. 21. Surabaya: PT. [14] Zakiyah Drajat. h. h. 114. [12] Sarlito wWirawan Sarwono. Bina Ilmu. h.. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 116. [15]Ahmad Hasan Kanzu.II. [19] Ibid.. h. [17] Departemen Agama RI. Waktu Luang Bagi Remaja Muslim (Cet. Problematika Remaja dan Solusinya (Cet.

[27] Zaki al-Din Abd. [25] Ibid. Abied.. 955. Menjadi ayah yang sukses.. (Cet..36. 2004).I..... Ringkasan Shahih Al-Bukhari (Cet. [28] Departemen Agama RI.. h. 655. Al -Azhim Al-Munziri..... op. h. :mrgreen: Salam ... h. [29] Adil Fathi Muhammad.....[22] Ibid. h. h. I.. [24] Ibid. [23] Departeman Agama.. Jakarta: Gema Insani Press).. 57. h. dari sebuah tempat paling indah di dunia.... h... cit. 654. cit..... [30] Departemen Agama RI. cit.. 847...Bandung: Mizan Pustaka. op. [26] Ibid. 946..... 116. 667. h. op. Hadis Pendidikan : Penentuan Tempat dan Waktu Belajar Posted on 9 February 2010 by Miftah i Kasih Nilai . h... 57.. h.. Saya... [31] Ibid..

³Ya Rasulullah. orang-orang laki-laki pergi (mempelajari) hadismu. Hal ini mengisyaratkan bahwa waktu dan tempat merupakan hal penting dalam proses perencanaan dan pengajaran pendidikan. dan ia berkata. mengajar. mengurus. ³Dua orang. karena tanpa waktu dan tempat yang tepat maka akan menghambat tercapainya tujuan pendidikan. Beliau menjawab. Rasulullah menyetujuinya dan menetapkan hari sekaligus tempat belajar bagi mereka. : Mengulanginya Terjemah Hadis Dari Musaddad.´ (HR. telah berkata Abu µAwanah dari Abdurrahman ibn Al Ashbahaniy dari Abu Shalih Dzakwan dari Abu Sa¶id.Quantcast ² [1] Mufradat : Maju. atau (bagaimana kalau) dua orang?´ kemudian dia mengulanginya sampai dua kali. ³Tidak ada perempuan di antara kalian yang mendidik (mengajar) tiga orang anaknya kecuali ia ter-hijab (terhalang) dari api neraka. Yang dimaksud adalah mendidik. mendatangi mereka lalu mengajarkan apa yang telah Allah ajarkan kepada beliau. telah datang seorang perempuan kepada Rasulullah saw.´ Maka mereka berkumpul dan Rasulullah saw. . Seorang perempuan di anatar mereka bertanya. ³Datanglah pada hari ini dan ini di tempat ini dan ini.[2] Ia datang dengan tujuan agar Rasulullah dapat mengajarkan kepadanya dan kaum wanita pada masa itu segala yang telah Rasul ajarkan kepada kaum laki-laki. maka jadikanlah (luangkanlah) untuk kami dari dirimu (waktumu) sehari (dimana) kami bisa menjumpaimu pada hari itu dan engkau mengajarkan kepada kami apa yang telah Allah ajarkan kepadamu. Kemudian beliau berkata. dua orang dan dua orang. ³Wahai Rasulullah. Bukhari) Penjelasan Hadis Seorang perempuan yang datang kepada Rasulullah dalam hadis di atas adalah Asma¶ binti Zaid ibn As Sakan.´ Rasul menjawab.

. <<CONTOH-CONTOH JUDUL SKRIPSI TARBIYAH/PAI>> CONTOH-CONTOH JUDUL SKRIPSI TARBIYAH/PAI ... Al Mu¶jam Al Mufahras Li Alfadzi Al Hadis Al Nabawi (Leiden: Maktabah Baril...... W.......Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab I¶tishom Bab Ta¶lim..... 1994) [2] Ibn Hajar Al Asqalani....??? BERIKUT INI SAYA SAJIKAN JUDUL-JUDUL SKRIPSI FAKULTAS TARBIYAH JURUASAN PAI....com... Nasa¶i. ...blogspot. MUNGKIN INI BISA JADI INSPIRASI ANDA DALAM PENGEMBANGAN JUDUL" Klo belum merasa puas dengan ini dan butuh skripsi yang utuh silahkan berkunjung ke blog saya di http://rumahmentari...... STUDI TENTANG EFEKTIFITAS BELAJAR MANDIRI DALAM BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP TERBUKA SUSUKAN BANJAR NEGARA ( 1998 ) 9...... Wensick... ANALISIS KUALITAS TES MATA PELAJARAN BAHASA ARAB KELAS III A SMU ASSALAM DI PONDOK 7.. ASPEK-ASPEK KECERDASAN SPIRITUAL DALAM KONSEP PENDIDIKAN LUQMAN (TELAAH SURAT LUQMAN AYAT 12-19) ( 2002) 8. Fathul Bari. Ibn Majah dan Ahmad ibn Hanbal....... [3] A. AMAL USAHA RANTING MUHAMMADIYAH PANGKAT REJO BIDANG PENDIDIKAN KEC SEKARAN KAB LAMONGAN THN 1952-1963 ( 1992) 6.. 1936)............ ASPEK-ASPEK PSIKO RELIGIUS REMAJA DALAM AKTIVITAS PENGAJIAN DI DESA LORGO KEC TAWANG SARI KAB SUKOHARJO ( 2001 ) 3.. Hadis senada juga diriwayatkan oleh Muslim...images "BINGUNG PILIH JUDUL.. AKTIVITAS MAJELIS TA LIM NURUL QUR AN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI IBU RUMAH TANGGA DI KEC GPETE SELATAN CILANDAK JAKSEL ( 1998 ) 4.........!!! SKRIPSI TARBIYAH JURUSAN PAI Y 1......[3] [1] Bukhari. PENDIDIKAN KELUARGA DALAM ISLAM (SUATU KAJIAN TEOLITIK) ( 1999 ) 2.. AKTIVITAS PEMIRSA KULIAH SUBUH DI TELEVISI SWASTA & PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KLAS III SLTP N I NEGO SARI ( 2000 ) 5.. Shahih Bukhari (Beirut: Dar Al Fikr.. BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB & AKIBATNYA ANAK PUTUS SEKOLAH TINGKAT SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA & UPAYA ORANG TUA SERTA MASYARAKAT DALAM PEMBINAAN PENYALURAN LEWAT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI DESA SIDOHARJO KAB SRAGEN ( 91/92) ....

... HUBUNGAN KETRAMPILAN MENYIMAK BAHASA ARAB . EFEKTIFITAS PENGGUNAAN NILAI EBTANAS MURNI (NEM) SEBAGAI ALAT SELEKSI PENERIMAAN SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA ( 1989) 18.. * HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PENGAJARAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SLTP (isi nama sekolahnya disini) ..... HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS PENGAJARAN DAN ITENSITAS IBADAH PADA IBU-IBU PESERTA PENGAJIAN AISYIYAH DI POTORONO BANGUN TAPAN BANTUL YOGYAKARTA ( 1993) 24. FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT KEBERHASILAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN FISIKA DI MTSN LASEM KAB REMBANG ( 1993) 20...... EFEKTIFITAS PENGAJARAN FISIKA KURIKULUM 1984 DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI BOYOLALI (STUDI EVALUASI PENERAPAN STRATEGI (BSA BIDANG STUDI FISIKA) ( 1993) 17. FUNGSI BANTUAN PEMBANGUNAN DESA & PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMABNGUNAN BIDANG PENDIDIKAN DI DESA CEMANI KEC GROGOL KAB SUKOHARJO ( 1991) 23.... EFEKTIVITAS METODE DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH LUAR BIASA (BAGIAN C) (CACAT MENTAL) NEGERI 2 YOGYAKARTA ( 1999) 19....... BIMBINGAN ORTU & PRESTASI BELAJAR SISWA MADRASAH TSANAWIYAH MUALIMIN SIRAY KEC KEMRAWJEN KAB BANYUMAS (STUDI KORELASI) ( 1998) 12.. HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI DALAM KELUARGA & PENYESUAIAN DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II & III SMU UN YOGYAKARTA TH AJARAN 2000/01 ( 2000 ) 25...... ... FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN ANAK PUTUS SEKOLAH PADA SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA DI DESA TRIWIDADI PAJANGAN BANTUL ( 91) 22...... DEMOKRATISASI DALAM PENDIDIKAN ISLAM (TELAAH ATAS TEORI PENDIDIKAN ANDRA BOBI) ( 1997 & 1998) 14... BIAS GENDER DALAM PENDIDIKAN FORMAL (KAJIAN TEO & PRAKTIK) GENDER BIAS IN TORIYAL EDUCATION (THEORITIKAL AND PRAETICAL STUDI) ( 1999 ) 11. EFEKTIFITAS METODE MUSYAWARAH DALAM MENGHAFAL AL-QUR AN DI PONDOK PESANTREN ALMUNAWIR KRAPYAK YOGYAKARTA ( 99) 16...10.. DIMENSI MORAL KLAIM DALAM BUKU SASMITA TUHAN KEMENANGAN SUARA MORAL KARSA M SOBARY ( 2000 ) 15. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI DI SMA MUH I PRAMBANAN SLEMAN ( 1993) 21... DAUROH SEBAGAI LEMBAGA KURIKULER PEMHAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH ALIYAH MATHATI UL FALAH KAJEN MARGOYOSO PATI ( 1990) 13.

* KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MENURUT ALQURAN (KAJIAN ERHADAP ALQURAN AYAT 13-19) * PROBLEMA GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI SLTP (isi sekolahnya disini) * PENDIDIKAN ANAK DI DESA (STUDI TENTANG TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN) * USAHA GURU AGAMA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA (isi nama sekolahnya disini) * HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PENGAJARAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SLTP (isi nama sekolahnya disini) * PENDIDIKAN AGAMA DAN PEMBENTUKAN PRILAKU SISWA SMA (isi sekolahnya disini) * PERANAN RUMAH SINGGAH ANAK JALANAN (tulis nama rumah singgah disini) DALAM MEMBANTU PENDIDIKAN ANAK JALANAN * EFEKTIVITAS PROGRAM REMEDIAL DALAM MENINGKATKAN PRETASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PAI KELAS XI SMA (isi nama sekolahnya disini) * STUDI TENTANG USAHA-USAHA PEMBINAAN KEPRIBADIAN SISWA KELAS KELAS XII SMA (isi nama sekolahnya disini) * PERANAN PONDOK PESANTREN DALAM MENINGKATKAN SDM DI DESA (isi nama desanya disini) * STUDI KORELASI ANTARA PRESTASI BELAJAR DALAM BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN KETERAMPILAN SEKOLAH SISWA KELAS VII SMP (isi nama sekolahnya disini) * USAHA GURU AGAMA DALAMMENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI DESA (isi nama desanya disini) * AKURASI MEDIA AUDIO SEBAGAI SARANA PROSES BELAJAR MENGAJAR DALAM MENINGKATKAN KUALITAS GURU PAI .

* IMPLIKASI EMOTIONAL QUATION DALAM PEMBELAJARAN PAI KELAS XI SMA (isi nama sekolahnya disini) * SISTEM PENDIDIKAN TRADISIONAL DI PONDOK PESANTREN (isi nama pondok pesantrennya disini) * PELAKSANAAN PELAJARAN ALQURAN HADITS KELAS XI MTSN (isi nama sekolahnya disini) * PELAKSANAAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DALAM MENUNJANG KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI MADRASAH IBTIDAYAH (isi nama sekolahnya disini) * KEBERADAAN ORGANISASI KEAGAMAAN DALAM MENINGKATKAN UKHUWAH ISLAMIYAH * PERAN ULAM DALAM MEMASYARAKATKAN KEBERSIHAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DESA (isi nama desanya disini) ..... AKTIVITAS MAJELIS TA LIM NURUL QUR AN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI IBU RUMAH TANGGA DI KEC GPETE SELATAN CILANDAK JAKSEL ( 1998 ) 4.... berikut ada beberapa contoh judul skripsi pendidikan agama islam yang saya kutip dari peperonity. ANALISIS KUALITAS TES MATA PELAJARAN BAHASA ARAB KELAS III A SMU ASSALAM DI PONDOK 7..... AMAL USAHA RANTING MUHAMMADIYAH PANGKAT REJO BIDANG PENDIDIKAN KEC SEKARAN KAB LAMONGAN THN 1952-1963 ( 1992) 6.. PENDIDIKAN KELUARGA DALAM ISLAM (SUATU KAJIAN TEOLITIK) ( 1999 ) 2. ASPEK-ASPEK PSIKO RELIGIUS REMAJA DALAM AKTIVITAS PENGAJIAN DI DESA LORGO KEC TAWANG SARI KAB SUKOHARJO ( 2001 ) 3... 1...... AKTIVITAS PEMIRSA KULIAH SUBUH DI TELEVISI SWASTA & PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KLAS III SLTP N I NEGO SARI ( 2000 ) 5... ASPEK-ASPEK KECERDASAN SPIRITUAL DALAM KONSEP PENDIDIKAN LUQMAN (TELAAH SURAT LUQMAN AYAT 12-19) ( 2002) . Judul Skripsi Pendidikan Agama Islam Bagi yang tengah menyiapkan skripsi tentang pendidikan agama Islam.

FUNGSI BANTUAN PEMBANGUNAN DESA & PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMABNGUNAN BIDANG PENDIDIKAN DI DESA CEMANI KEC GROGOL KAB SUKOHARJO ( 1991) 23. EFEKTIFITAS PENGAJARAN FISIKA KURIKULUM 1984 DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI BOYOLALI (STUDI EVALUASI PENERAPAN STRATEGI (BSA BIDANG STUDI FISIKA) ( 1993) 17. STUDI TENTANG EFEKTIFITAS BELAJAR MANDIRI DALAM BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP TERBUKA SUSUKAN BANJAR NEGARA ( 1998 ) 9. DAUROH SEBAGAI LEMBAGA KURIKULER PEMHAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH ALIYAH MATHATI UL FALAH KAJEN MARGOYOSO PATI ( 1990) 13.8. HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS PENGAJARAN DAN ITENSITAS IBADAH PADA IBU-IBU PESERTA PENGAJIAN AISYIYAH DI POTORONO BANGUN TAPAN BANTUL YOGYAKARTA ( 1993) 24. BIAS GENDER DALAM PENDIDIKAN FORMAL (KAJIAN TEO & PRAKTIK) GENDER BIAS IN TORIYAL EDUCATION (THEORITIKAL AND PRAETICAL STUDI) ( 1999 ) 11. EFEKTIFITAS METODE MUSYAWARAH DALAM MENGHAFAL AL-QUR AN DI PONDOK PESANTREN ALMUNAWIR KRAPYAK YOGYAKARTA ( 99) 16. DEMOKRATISASI DALAM PENDIDIKAN ISLAM (TELAAH ATAS TEORI PENDIDIKAN ANDRA BOBI) ( 1997 & 1998) 14. EFEKTIVITAS METODE DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH LUAR BIASA (BAGIAN C) (CACAT MENTAL) NEGERI 2 YOGYAKARTA ( 1999) 19. DIMENSI MORAL KLAIM DALAM BUKU SASMITA TUHAN KEMENANGAN SUARA MORAL KARSA M SOBARY ( 2000 ) 15. EFEKTIFITAS PENGGUNAAN NILAI EBTANAS MURNI (NEM) SEBAGAI ALAT SELEKSI PENERIMAAN SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA ( 1989) 18. FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT KEBERHASILAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN FISIKA DI MTSN LASEM KAB REMBANG ( 1993) 20. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI DI SMA MUH I PRAMBANAN SLEMAN ( 1993) 21. HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI DALAM KELUARGA & PENYESUAIAN DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II & III SMU UN YOGYAKARTA TH AJARAN 2000/01 ( 2000 ) . BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB & AKIBATNYA ANAK PUTUS SEKOLAH TINGKAT SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA & UPAYA ORANG TUA SERTA MASYARAKAT DALAM PEMBINAAN PENYALURAN LEWAT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI DESA SIDOHARJO KAB SRAGEN ( 91/92) 10. BIMBINGAN ORTU & PRESTASI BELAJAR SISWA MADRASAH TSANAWIYAH MUALIMIN SIRAY KEC KEMRAWJEN KAB BANYUMAS (STUDI KORELASI) ( 1998) 12. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN ANAK PUTUS SEKOLAH PADA SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA DI DESA TRIWIDADI PAJANGAN BANTUL ( 91) 22.

HUBUNGAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN AGAMA DENGAN PRAKTEK-PRAKTEK TAHAYUL DI DESA MARGO MULYO KEC KEREK KAB TUBAN ( 2000 ) 27. HUBUNGAN PRESTASI MAHASISWA TENTANG PELAYANAN & PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM JURUSAN TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA ( 1998 ) 29. HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II SMP 3 DEPOK SLEMAN 28. KONSEP PSIKOTERAPI MENURUT ISLAM DAN IMPLEMENTASINYA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN (THE CONCERPT OF ISLAMIC PSICOTHERAPI AND IT S IMPLEMENTATION ON EDUCATIONAL INSTUTIONAL) ( 2000) 43. KONSEP PENDIDIKAN ISLAM TENTANG UPAYA MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN ANAK ( 2000 ) 42. KARAKTERISTIK PENGAJARAN AGAMA ISLAM PADA PONDOK PESNTREN AL-FITRAH JEJERAN BANTUL YOGYAKARTA ( 1983) 33. KAJIAN TENTANG BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMEA MA ARIF TEMON KAB KULON PROGO (TINJAUAN FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PENDUKUNG DAN PEMECAHANNYA) ( 92) 32. KONSEP MANUSIA MENURUT PSIKOLOGI DAN NAFSIOLOGI ( 2002 ) 39. HUBUNGAN KETRAMPILAN MENYIMAK BAHASA ARAB DENGAN EXPRESI TULIS SISWA PENDIDIKAN GURU AGAMA NEGRI (PGAN) YOGYAKARTA ( 1988) 26. KEHARMONISAN DALAM KELUARGA HUBUNGANNYA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA MTS N BANGSAL MOJOKERTO ( 1999 ) 35. KECENDERUNGAN EMOSI REMAJA IMPUKASINYA TERHADAP PEMBINAAN AKHLAK (PENDEKATAN PSIKOLOGIS) ( 2000 ) 34. KEMAMPUAN BAHASA ARAB MAHASISWA FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM JURUSAN TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA ( 2002 ) 36. KONSEP PENDIDIKAN BUDI PEKERTI MENURUT KI HAJAR DEWANTARA & PENDIDIKAN AKHLAK DALAM ISLAM 40.25. KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMIKIRAN KIAI HAJI HASYIM ASY ARI DAN TELAAH TERHADAP PROGRESIVISME (SEBUAH KAJIAN KOMPERATIF) ( 2000 ) 41. KITAB MAKNUL TASHRIF UNTUK PENGAJARAN SHARAF TINGKAT PEMULA ( 1988) 37. KONSEP KEBEBASAN MANUSIA DALAM PENDIDIKAN ISLAM (TELAAH EVALUATIF TERHADAP PROGRESIVISME) (98) 38. ISTANA PONDOK PESANTREN AN NAWAWI BERJAN PURWOREJO DALAM MENINGKATKAN SDM ( 1997) 31. KONSEP TRI CON KI HAJAR DEWANTARA DALAM PRESPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM ( 1996) . HUBUNGAN TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA ( 2001 30.

44. KOPERASI UNIT DESA (KUD) SUMBER RAHARJO (STUDI KASUS TENTANG MENGENAI KEHIDUPAN KUD DI DESA PLAYEN) ( 1983) 45. NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM BUKU KI AGENG KARANG LOR (KUMPULAN CERITA RAKYAT INDONESIA) SUTINGAN Y. METODE BELAJAR MENGAJAR AL-QUR AN DI PONDOK HUFFADH KANAK-KANAK YAN BUL UL QUR AN KEC KOTA KAB KUDUS ( 96) 49. METODE DAN EVALUASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DISASANA TRESNA WERDHA (STW) ABIYASA DUWET SARI PAKEM BIWANGUN PAKEM SLEMAN ( 1999) 50. MOTIVASI SISWA DALAM PENGAMBILAN JURUSAN BIOLOGI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI YOGYAKARTA III ( 1993) 55. NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM SERAT WEDHA TAMAKARYA KEPA MANGKUNEGARA IV ( 1998 ) 57. PANDANGAN AL-MAWARDI TENTANG ILMU PENGETAHUAN DALAM KITAB ADABU ADI DUNYA WAAD DIIN (SUATU TINJAUAN PSIKOLOGIS PAEDAGAGAS) ( 2000 ) 61. METODE PENGAJARAN BAHASA ARAB DI SMU YOGYAKARTA ( 2000 ) 52. NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM IBADAH PUASA (SUATU TINJAUAN PSIKOLOGIS) ( 2000 ) 59. METODE PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH MLANGI GAMPING KAB SLEMAN ( 1998) 51. PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI DESA SUMUR PANCING KODYA TANGERANG ( 2000 ) 62. METODE TRANSFER NILAI-NILAI KEISLAMAN DALAM CERITA WAYANG KULIT (STUDI TENTANG LAKON DEWA RUCI) ( 1999 ) 53. NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM YANG TERKANDUNG DALAM KISAH NABI MUH AL DIM AL-QUR AN ( 99) 60. MEDIA ELEKTRONIK DALAM PERSPEKTIF PENGAJARAN BAHASA ARAB (KAJIAN TENTANG TUJUAN & MATERI) ( 1991) 48.B SUPARIAN ( 1999 ) 58. KORELASI PENGUASAAN MUFRODAT DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KLAS II DI MTS NEGERI YOGYAKARTA II ( 1998 ) 47. METODE-METODE PENDIDIKAN DALAM AL-QUR AN SEBAGAI ALAT UNTUK MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM ( 1998) 54. NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM NOVEL-NOVEL MATINYA BUSSYE (KAJIAN TENTANG TUJUAN & MATERI) ( 1997) 56. KORELASI ANTARA AKTIVITAS KEAGAMAAN & KESEHATAN MENTAL PADA KLEIN / REMAJA DI SASANA REHABILITAS ANAK NAKAL AMONG PUTRA MAGELANG ( 1995) 46. PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ISLAM LUAR SEKOLAH DI KELURAHAN TONGGAUAN KLATEN TENGAH ( 2000 ) .

63. PELAKSANAAN HOZARIYYATU AL-FURU DALAM PENGAJARAN BAHASA ARAB DI SMP SALAFIYAH PEKALONGAN ( 1992) . PELAKSANAAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN SUBULUK SALAAM KEPUN BENER PEJOSARI KEBON SARI MADIUN ( 2000 ) 64.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful