P. 1
Tujuan Pendidikan

Tujuan Pendidikan

|Views: 1,873|Likes:
Published by Dovi Padrianto

More info:

Published by: Dovi Padrianto on Mar 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

TUJUAN DAN SASARAN PENDIDIKAN ISLAM *Disusun Guna Memenuhi Tugas Dalam Mata Kuliah Ushul at-Tarbiyyah Yang

Diampu Oleh Supriyanto Pasir, MA. Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia Oleh Khorirur Rijal Luthfi dan Mohammad Agus Khoirul Wafa A. Pendahuluan Islam sangat mementingkan pendidikan. Dengan pendidikan yang benar dan berkualitas, individu-individu yang beradab akan terbentuk yang akhirnya memunculkan kehidupan sosial yang bermoral. Sayangnya, sekalipun institusi-institusi pendidikan saat ini memiliki kualitas dan fasilitas, namun institusi-institusi tersebut masih belum memproduksi individu-individu yang beradab. Sebabnya, visi dan misi pendidikan yang mengarah kepada terbentuknya manusia yang beradab, terabaikan dalam tujuan institusi pendidikan. Penekanan kepada pentingnya anak didik supaya hidup dengan nilai-nilai kebaikan, spiritual dan moralitas seperti terabaikan. Bahkan kondisi sebaliknya yang terjadi. Saat ini, banyak institusi pendidikan telah berubah menjadi industri bisnis, yang memiliki visi dan misi yang pragmatis. Pendidikan diarahkan untuk melahirkan individu-individu pragmatis yang bekerja untuk meraih kesuksesan materi dan profesi sosial yang akan memakmuran diri, perusahaan dan Negara. Pendidikan dipandang secara ekonomis dan dianggap sebagai sebuah investasi. Gelar dianggap sebagai tujuan utama, ingin segera dan secepatnya diraih supaya modal yang selama ini dikeluarkan akan menuai keuntungan. Sistem pendidikan seperti ini sekalipun akan memproduksi anak didik yang memiliki status pendidikan yang tinggi, namun status tersebut tidak akan menjadikan mereka sebagai individu-individu yang beradab. Pendidikan yang bertujuan pragmatis dan ekonomis sebenarnya merupakan pengaruh dari paradigma pendidikan Barat yang sekular. Dalam budaya Barat sekular, tingginya pendidikan seseorang tidak berkorespondensi dengan kebaikan dan kebahagiaan individu yang bersangkutan. Dampak dari hegemoni pendidikan Barat terhadap kaum Muslimin adalah banyaknya dari kalangan Muslim memiliki pendidikan yang tinggi, namun dalam kehidupan nyata, mereka belum menjadi Muslim-Muslim yang baik dan berbahagia. Masih ada kesenjangan antara tingginya gelar pendidikan yang diraih dengan rendahnya moral serta akhlak kehidupan Muslim. Ini terjadi disebabkan visi dan misi pendidikan yang pragmatis. Sebenarnya, agama Islam memiliki tujuan yang lebih komprehensif

dan integratif dibanding dengan sistem pendidikan sekular yang semata-mata menghasilkan para anak didik yang memiliki paradigma yang pragmatis. Dalam makalah ini penulis berusaha menggali dan mendeskripsikan tujuan dan sasaran pedidikan dalam Islam secara induktif dengan melihat dalil-dalil naqli yang sudah ada dalam alQur¶an maupun al-Hadits, juga memadukannya dalam konteks kebutuhan dari masyarakat secara umum dalam pendidikan, sehingga diharapkan tujuan dan sasaran pendidikan dalam Islam dapat diaplikasikan pada wacana dan realita kekinian. B. Pembahasan B.1. Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam Memang tidak diragukan bahwa ide mengenai prinsip-prinsip dasar pendidikan banyak tertuang dalam ayat-ayat al Qur¶an dan hadits nabi. Dalam hal ini akan dikemukakan ayat ayat atau hadits hadits yang dapat mewakili dan mengandung ide tentang prinsip prinsip dasar tersebut, dengan asumsi dasar, seperti dikatakan an Nahlawi bahwa pendidikan sejati atau maha pendidikan itu adalah Allah yang telah menciptakan fitrah manusia dengan segala potensi dan kelebihan serta menetapkan hukum hukum pertumbuhan, perkembangan, dan interaksinya, sekaligus jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuannya. Prinsip prinsip tersebut adalah sebagai berikut:[1] Pertama, Prinsip Integrasi. Suatu prinsip yang seharusnya dianut adalah bahwa dunia ini merupakan jembatan menuju kampung akhirat. Karena itu, mempersiapkan diri secara utuh merupakan hal yang tidak dapat dielakkan agar masa kehidupan di dunia ini benar benar bermanfaat untuk bekal yang akan dibawa ke akhirat. Perilaku yang terdidik dan nikmat Tuhan apapun yang didapat dalam kehidupan harus diabdikan untuk mencapai kelayakan kelayakan itu terutama dengan mematuhi keinginan Tuhan. Allah Swt Berfirman, ³Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) kampung akhirat, dan janganlah kanu melupakan kebahagiaanmu dari kenikmatan duniawi...´ (QS. Al Qoshosh: 77). Ayat ini menunjukkan kepada prinsip integritas di mana diri dan segala yang ada padanya dikembangkan pada satu arah, yakni kebajikan dalam rangka pengabdian kepada Tuhan. Kedua, Prinsip Keseimbangan. Karena ada prinsip integrasi, prinsip keseimbangan merupakan kemestian, sehingga dalam pengembangan dan pembinaan manusia tidak ada kepincangan dan kesenjangan. Keseimbangan antara material dan spiritual, unsur jasmani dan

rohani. Pada banyak ayat al-Qur¶an Allah menyebutkan iman dan amal secara bersamaan. Tidak kurang dari enam puluh tujuh ayat yang menyebutkan iman dan amal secara besamaan, secara implisit menggambarkan kesatuan yang tidak terpisahkan. Diantaranya adalah QS. Al µAshr: 1-3, ³Demi masa, sesungguhnya manusia dalam kerugian kecuali mereka yang beriman dan beramal sholeh.´ . Ketiga, Prinsip Persamaan. Prinsip ini berakar dari konsep dasar tentang manusia yang mempunyai kesatuan asal yang tidak membedakan derajat, baik antara jenis kelamin, kedudukan sosial, bangsa, maupun suku, ras, atau warna kulit. Sehingga budak sekalipun mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan. Nabi Muhammad Saw bersabda ³Siapapun di antara seorang laki laki yang mempunyai seorang budak perempuan, lalu diajar dan didiknya dengan ilmu dan pendidikan yang baik kemudian dimerdekakannya lalu dikawininya, maka (laki laki) itu mendapat dua pahala´ (HR. Bukhori).

Keempat, Prinsip Pendidikan Seumur Hidup. Sesungguhnya prinsip ini bersumber dari pandangan mengenai kebutuhan dasar manusia dalam kaitan keterbatasan manusia di mana manusia dalam sepanjang hidupnya dihadapkan pada berbagai tantangan dan godaan yang dapat menjerumuskandirinya sendiri ke jurang kehinaan. Dalam hal ini dituntut kedewasaan manusia berupa kemampuan untuk mengakui dan menyesali kesalahan dan kejahatan yang dilakukan, disamping selalu memperbaiki kualitas dirinya. Sebagaimana firman Allah, ³Maka siapa yang bertaubat sesuadah kedzaliman dan memperbaiki (dirinya) maka Allah menerima taubatnya....´ (QS. Al Maidah: 39). Kelima, Prinsip Keutamaan. Dengan prinsip ini ditegaskan bahwa pendidikan bukanlah hanya proses mekanik melainkan merupakan proses yang mempunyai ruh dimana segala kegiatannya diwarnai dan ditujukan kepada keutamaan-keutamaan. Keutamaan-keutamaan tersebut terdiri dari nilai nilai moral. Nilai moral yang paling tinggi adalah tauhid. Sedangkan nilai moral yang paling buruk dan rendah adalah syirik. Dengan prinsip keutamaan ini, pendidik bukan hanya bertugas menyediakan kondisi belajar bagi subjek didik, tetapi lebih dari itu turut membentuk kepribadiannya dengan perlakuan dan keteladanan yang ditunjukkan oleh pendidik

kekerasan merupakan bagian dari sifat-sifat buruk. Hal ini dapat dijalankan melalui al-mau¶izhah (nasehat).[4] . diberi janji yang menyenangkan atau tahdzir (diancam) dengan al-µuqubah (hukuman). Itu artinya pendidikan dengan metode ini juga sekaligus akan membiasakan seseorang untuk berbohong dikarenakan takut dengan hukuman. Ibnu Miskawaih mengatakan bahwa syariat agama memiliki peran penting dalam meluruskan akhlak remaja. Nabi Saw bersabda. sekaligus mempersiapkan diri mereka untuk menerima kearifan. Ia juga menambahkan bahwa perbuatan yang lahir dari hukuman tidak murni berasal dari keinginan dan kesadaran anak didik. Orang tua memiliki kewajiban untuk mendidik mereka agar mentaati syariat ini. yang membiasakan mereka untuk melakukan perbuatan yang baik. Ia mengatakan bahwa kekerasan dalam bentuk apapun seharusnya tidak dilakukan dalam dunia pendidikan. alam. bahkan satu satunya untuk membentuk manusia menurut apa yang dikehendakinya. al-taubikh (dihardik).dharb (dipukul) kalau perlu. dan ilmu serta dengan pertimbangan prinsip prinsip dasarnya. penggunaan kekerasan dalam pengajaran dapat membahayakan anak didik.tersebut. Disamping itu. ³Hargailah anak anakmu dan baikkanlah budi pekerti mereka. Merumuskan tujuan pendidikan merupakan syarat mutlak dalam mendefiniskan pendidikan itu sendiri yang paling tidak didasarkan atas konsep dasar mengenai manusia. Karena itu menurut para ahli pendidikan. Nasa¶i). Tujuan dan Sasaran Pendidikan Islam Salah satu aspek penting dan mendasar dalam pendidikan adalah aspek tujuan.[2] (konsep uqubah dalam Islam) Akan tetapi. apalagi pada anak kecil. Hal tersebut disebabkan pendidikan adalah upaya yang paling utama.´ (HR. Mekanisme Pendidikan Islam Mengenai mekanisme dalam menjalankan pendidikan Islam Dalam karyanya Tahdzibul Akhlak. mengupayakan kebajikan dan mencapai kebahagiaan melalui berpikir dan penalaran yang akurat. Berbeda dengan beberapa pandangan teori di atas. Karena dalam pandangan Ibnu Khaldun.[3] B. Ibnu Khaldun justru berpandangan sebaliknya.3.2. B. tujuan pendidikan pada hakekatnya merupakan rumusan-rumusan dari berbagai harapan ataupun keinginan manusia. al. agar berbuat baik.

[6] Ghozali melukiskan tujuan pendidikan sesuai dengan pandangan hidupnya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. dinamis. informal. Lodge dalam philosophy of education menyatakan bahwa dalam pengertian yang luas pendidikan itu menyangkut seluruh pengalaman. sebenarnya konsep dasar filosofis pendidikan Islam lebih mendalam dan menyangkut persoalan hidup multi dimensional. yaitu sesuai dengan filsafatnya. yakni memberi petunjuk akhlak dan pembersihan jiwa dengan maksud di balik itu membentuk individu-individu yang tertandai dengan sifat-sifat utama dan takwa. sedangkan segi kepribadian yang dibina adalah aspek kognitif dan kebiasaan. Pendidikan . Ketiga istilah itu mengandung makna yang amat dalam menyangkut manusia dan masyarakat serta lingkungan yang dalam hubungannya dengan Tuhan saling berkaitan satu sama lain. Pengertian pendidikan dengan seluruh totalitasnya.[5] Untuk itu. yaitu ³Rohmatan Lil µAlamin´. dan nonformal. pengertian pendidikan secara umum. Rupert C. ³ta¶lim´ dan ³ta¶dib´ yang harus dipahami secara bersama-sama. formal. Theodore Meyer Greene mengajukan definisi pendidikan yang sangat umum. yang kemudian dihubungkan dengan Islam -sebagai suatu sistem keagamaan.Maka dari itu berdasarkan definisinya. Sanaky menyebut istilah tujuan pendidikan Islam dengan visi dan misi pendidikan Islam.[7] Hujair AH. kehidupan adalah pendidikan dan pendidikan adalah kehidupan itu. yaitu pendidikan yang tidak terpisahkan dari tugas kekhalifahan manusia. Sehingga dengan kata lain. harmonis dan lestari sebagaimana diisyaratkan oleh Allah dalam al Qur¶an. Dengan ini pula keutamaan itu akan merata dalam masyarakat. Dalam definisi ini tekanan kegiatan pendidikan diletakkan pada pengajaran (instruction). atau lebih khusus lagi sebagai penyiapan kader-kader khalifah dalam rangka membangun kehidupan dunia yang makmur. Menurutnya sebenarnya pendidikan Islam telah memiki visi dan misi yang ideal. Menurutnya pendidikan adalah usaha manusia untuk menyiapkan dirinya untuk suatu kehidupan yang bermakna. dalam konteks Islam inheren salam konotasi istilah ³tarbiyah´. Selain itu. Alfred North Whitehead menyusun definisi pendidikan yang menekankan segi ketrampilan menggunakan pengetahuan.menimbulkan pengertian pengertian baru yang secara implisit menjelaskan karakteristik karakteristik yang dimilikinya. Sedangkan Joe Pack merumuskan pendidikan sebagai ³the art or process of imparting or acquiring knomledge and habit through instructional as study´. Istilah istilah itu sekaligus menjelaskan ruang lingkup pendidikan Islam.

b) mendidik peserta didik untuk mempelajari materi ajaran Islam. Islam dan Permaslahan Sosial. Mengenai mekanisme pelaksanaanya. Ahmad Qodri A. Sehingga pengertian pendidikan agama Islam merupakan usaha secara sadar dalam memberikan bimbingan kepada anak didik untuk berperilaku sesuai dengan ajaran Islam dan memberikan pelajaran dengan materi-materi tentang pengetahuan Islam. adil.Islam adalah pendidikan yang ideal. Daftar Pustaka Azizy. yaitu untuk membangun kehidupan dunia yang yang makmur. termasuk tujuan yang bersifat teleologik itu sebagai berbau mistik dan takhayul dapat dipahami karena mereka menganut konsep konsep ontologi positivistik yang mendasar kebenaran hanya kepada empiris sensual. yaitu. Mencari Jalan Keluar.[9] Qodri Azizy menyebutkan batasan tentang definisi pendidikan agama Islam dalam dua hal. atau keinginan-keinginan lainnya. dan harmonis. terdapat beberapa macam tujuan. dinamis.[8] Munzir Hitami berpendapat bahwa tujuan pendidikan tidak terlepas dari tujuan hidup manusia. taat hukum. Bila dilihat dari ayat-ayat al Qur¶an ataupun hadits yang mengisyaratkan tujuan hidup manusia yang sekaligus menjadi tujuan pendidikan. sebab visi dan misinya adalah ³Rohmatan Lil µAlamin´.[10] C. biarpun dipengaruhi oleh berbagai budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar . pandangan hidup. Kesimpulan Dari beberapa uraian yang telah penulis kemukakan dari beberapa pendapat para tokoh pendidikian Islam bahwa pendidikan pada dasarnya memiliki beberapa tujuan. yakni sesuatu yang teramati dan terukur. demokratis. a) mendidik peserta didik untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai atau akhlak Islam. Tujuan yang terpenting adalah pembentukan akhlak objek didikan sehingga semua tujuan pendidikan dapat dicapai dengan landasan moral dan etika Islam. yang tentunya memiliki tujuan kemashlahatan di dalam mencapai tujuan tersebut. hal ini tentunya memerlukan kajian yang lebih mendalam sehingga nantinya implementasi dari teori tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan dipandang relevan dengan kondisi yang terikat dengan faktorfaktor tertentu. damai. 2000.

25-30 [2] Ibnu Miskawaih. Tahzib al-Akhlaq. Ahmad. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 763 [4] Hilda Taba dalam Munzir Hitami. hal. hal. 2002. Membangun Masyarakat Indonesia. Jakarta: Pustaka Firdaus. Yogyakarta: Safiria Insania Press dan MSI Tafsir. hal. Azyumardi. hal. Jakarta: Logos Wacana Ilmu. Pendidikan Islam. Munzir. Ibnu. Jakarta: Pustaka Firdaus Miskawaih. Yogyakarta: Infinite Press Khaldun. hal. 33 [8] Hujair AH. 142 [9] Munzir Hitami. 32 [5] Ahmad Tafsir. Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. 2004. Menggagas Kembali Pendidikan Islam. 2002. Paradigma Pendidikan Islam. Tanpa tahun. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu Hitami. Membangun Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Pendidikan Islam. Hujair AH. Menggagas Kembali Pendidikan Islam. Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Islam dan Permaslahan Sosial. Cit. Muqaddimah Ibnu Khaldun. Yogyakarta: Safiria Insania Press dan MSI. Yogyakarta: Infinite Press. 27 [3]Ibnu Khaldun. Sanaky. 22 Tags: tarbiyah Prev: pengembangan terpadu BMT dan UMK Next: file kegiatan seminar entrepreneurship jama'ah al-Faraby PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN Judul: PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN Bahan ini cocok untuk Semua Sektor Pendidikan bagian PENDIDIKAN / . Op. 2003. 2002. 2001. Tahzib al-Akhlaq.Azra. Mesir: al-Mathbah al-Husainiyyah. 2001. dalam Ibid. hal. Paradigma Pendidikan Islam. hal. 6 [6] Azyumardi Azra. Mencari Jalan Keluar. hal. 2002. 2003. hal. 2004. Muqaddimah Ibnu Khaldun. Mesir: al-Mathbah al-Husainiyyah Sanaky. Ibid. 5 [7] Sulaiman. 32 [10] Ahmad Qodri Azizy. hal. Bandung: PT Remaja Rosdakarya [1] Munzir Hitami. Metodologi Pengajaran Agama Islam. tanpa tahun. Ibnu.

Malaikat. dan manusia) dengan cara bertanya dan menyuruh menjelaskan seluruh materi pelajaran yang diberikan. Pendahuluan Berbicara masalah pendidikan seakan tidak habis-habisnya sampai manusia itu sendiri lenyap dari permukaan bumi alias mati. b) Petunjuk bagi umat manusia. dan ternyata Adam lah (dari golongan manusia) yang berhasil menjadi juara dalam ujian tersebut. Setelah selesai PBM maka Allah SWT mengadakan evaluasi kepada seluruh mahasiswa ( jin. f) Rahmat (limpahan kasih sayang) bagi orang-orang mukmin. Nama & E-mail (Penulis): Didik Supriyanto Saya Guru di KALIRUNGKUT II/514 SURABAYA Topik: Tanggal: 17 September 2008 PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN ABSTRAK Alquran sebagai wahyu dan firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW selalu menjadi pusat sorotan karena daya pikatnya yang luar biasa. Multifungsi Alquran itu terlihat pada ayat-ayatnya dan dikuatkan oleh Al-Hadits. h) Bacaan utama yang bernilai ibadah. malaikat. keterjaminannya dari percampuran dengan bahasa manusia. c) Pembeda antara yang benar dan yang salah. karena manusia wajib menjalani pendidikannya sejak dia dilahirkan sampai dia masuk liang lahad. dan multifungsinya bagi umat manusia. A. Tiga golongan mahluk ciptaan Allah dimaksud yaitu Jin. g) Pemberi peringatan bagi orang-orang yang lalai. . substansinya. dan Manusia (Adam Alaihissalam) sebagai "mahasiswa" nya. dan rohnya kembali kepada sang pencipta yaitu Allah SWT. e) Penyembuh bagi orang-orang mukmin.EDUCATION. jangkauannya yang tiada terbatas. lalu Allah SWT mengumpulkan tiga golongan mahluk yang diciptakan-Nya untuk diadakan Proses Belajar Mengajar (PBM). Berbagai penelitian dan pembahasan. Keluarbiasaan Alquran itu terletak pada aspek-aspeknya antara lain bahasa dan gaya bahasanya. salah satu di antaranya bagaimana konsep Alquran berbicara masalah pendidikan. yang menyebutkan bahwa Alquran adalah sebagai : a) Pedoman hidup yang harus dipegang erat oleh kaum muslimin. Proses pendidikan terhadap manusia terjadi pertama kali ketika Allah SWT selesai menciptakan Adam Alaihissalam. sedangkan Allah SWT bertindak sebagai "Maha Guru" nya. baik yang dilakukan oleh pakar Islam sendiri maupun oleh orientalis menyimpulkan bahwa Alquran memiliki muatan yang universal bagi kehidupan umat manusia secara keseluruhan. jasadnya larut ditelan bumi. d) Inspirator dan pemacu terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

kemudian mengemukakannya kepada para Mlaikt lalu berfirman: 'Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!" "Mereka menjawab: 'Maha suci Engkau. akhlak mulia. kecerdasan. dan pada amandemen tahun 2002 terhadap UUD 1945 disebutkan bahwa. Pendidikan sebagaimana pengertiannya yang disebutkan dalam UU No. Kalau kecerdasan banyak berhubungan dengan kemampuan pikir dan nalar yang berbasis pada akal atau rasio.Kejadian di atas diabadikan Allah SWT dalam firman-Nya QS.manusia seutuhnya dan manusia Indonesia seluruhnya. masyarakat. sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengatahui lagi Maha Bijaksana. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas adalah "Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan.2 (Al-Baqoroh): 30 . bangsa dan Negara". tanggung jawab Negara dalam pendidikan diwujudkan dalam APBN sekurang-kurangnya 20 %. Kecerdasan dan keterampilan satu sama lain saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. serta keterampilan yang diperlukan dirinya.33 sebagai berikut : "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: 'sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang kholifah dimuka bumi'. Maka tepat sekali untuk merespon firman Allah di atas. bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?". padahal kam. Allah Swt berfirman dalam Alquran yang artinya : Allah tidak akan merubah suatu bangsa sehingga mereka sendiri merubah apa yang ada dalam dirinya. Pemerintah bersama-sama DPR mengamandemen UUD 1945 pada tahun 2000 yaitu bahwa pendidikan adalah hak asasi manusia. rasa. maka keterampilan berkaitan dengan skill atau keahlian yang dimiliki oleh seseorang. pengendalian diri. Mereka berkata: 'Mengapa Engkau hendak menjadikan kholifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. yakni pembangunan . kepribadian. maka kita bangsa Indonesia akan sanggup menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang. beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini!' Maka setelah diberitahukannya kepada mereka benda-benda itu. Allah berfirman: 'Bukankah sudah Ku katakana kepadamu. Membangun manusia yang cerdas dan terampil ini merupakan bagian dari hakikat pembangunan nasional." "Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya." "Allah berfirman : 'Hai Adam. tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Dalam Pembukaan UUD 1945 tercantum salah satu cita-cita bangsa Indonesia yang luhur.I senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?' Tuhan berfirman: 'Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui'. Dengan "mencerdaskan orang banyak" dan "memperbanyak orang cerdas". Termasuk yang ada di dalam diri manusia adalah hati. fakir. yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. dan raga. Bangsa atau masyarakat yang cerdas merupakan pilar bagi kejayaan dan kemajuannya. .

dan health berarti manusia yang sadar akan kebersihan. pandai dan pintar. Sedangkan olah raga merupakan proses pembangunan manusia sehingga bisa menjadikan dirinya sebagai penopang bagi berfungsinya hati. tetapi dengan tujuan yang amat tinggi dan mulia yaitu tujuan kehidupan manusia yang tidak berhenti di dunia ini saja. Inilah yang dalam istilah popular saat ini disebut dengan kecerdasan spiritual. hand berarti manusia yang terampil. tajam pikiran dan sempurna perkembangan akal budinya. Sedangkan menurut Irfan Hielmy (1999: 58) kecerdasan dan keterampilan seperti yang disebutkan dalam UU No.serta mampu mengekspresikan keindahan dan kehalusan. Insan yang cerdas dan terampil adalah insan dengan kemampuan akalnya dapat memahami berbagai alam dan sosial. Olah rasa bertujuan menghasilkan manusia yang apresiatif. hand. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas di atas adalah pendidikan yang mengarah pada pembentukan manusia yang berkualitas atau manusia seutuhnya yang lebih dikenal dengan istilah insan kamil. Olah pikir berarti membangun manusia agar memiliki kemandirian serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Olah pikir berorientasi pada pembangunan manusia yang cerdas. yaitu bagaimana membangun manusia berhati baik dan prakarsanya menjadi baik. Cerdas (ibid: 59) berarti pandai. sensitive. hal itu termasuk merupakan aspek afeksi. olah pikir.Pendidikan yang dimaksud dalam UU No. Pembangunan pendidikan yang dilaksanakan oleh pemerintah bersama masyarakat merupakan upaya pengejewantahan salah satu cita-cita nasional. Head adalah manusia yang cerdas. Ini adalah aktualisasi dari potensi hati manusia dan merupakan bagian pendidikan yang paling mendasar dan paling penting. Olah Qolbu adalah pendidikan akhlak mulia dan berbudi pekerti luhur sehingga peserta didik memiliki kepribadian yang unggul. yaitu head. otak dan rasa. dan olah raga. heart berarti manusia yang mencintai keindahan. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas adalah Kecerdasan dan keterampilan yang merupakan bagian dari apa yang kita kenal dengan istilah "The Golden H". yaitu menciptakan anak . serta memanfaatkannya demi kesejahteraan umat manusia baik di dunia maupun di akhirat kelak. bertafakur mengamati alam semesta. Proses pendidikan di atas sejalan dengan QS. kreatif dan inovatif. dan health. melainkan harapan dan doa kehidupan yang sejahtera di akhirat kelak." Itulah cermin manusia seutuhnya yang menggunakan hati dan fikirannya untuk selalu berdzikir kepada Allah. kesehatan dan berdisiplin tinggi. Ali Imron (3): 191 yang artinya sebagai berikut: "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi: "Ya Tuhan kami. memiliki skill atau keahlian dan profesionalisme. tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau. olah rasa. yang ini semua tergantung atau karena didasarkan pada niat yang baik. heart. Ini sangat penting karena tidak akan ada rasa syukur manakala seseorang tidak memiliki apresiasi terhadap keindahan dan kehalusan. maka pendidikan yang dikembangkan menurut Mendiknas (2006: xix) adalah pendidikan yang memiliki empat segi yaitu : olah kolbu. maka peliharalah kami dari siksa neraka. sebagaimana bunyi Hadits Nabi: "semua perbuatan (amal) berangkat / tergantung dari kualitas niatnya". Niat yang baik dan positif akan bisa menjadikan manusia bersifat produktif. Dalam istilah pendidikan. sehingga sampai pada suatu kesimpulan bahwa Allah menciptakan alam semesta ini bukan untuk main-main. Untuk menuju terciptanya insan kamil di atas. memiliki akhlak yang mulia dan sopan santun.

namun betapa cermat dan mendalam filosofi pendidikan serta hikmah yang dimiliki Luqman untuk dapat dipelajari oleh generasi berikutnya sampai akhir jaman. Menurut Armai Arief (2007:175) " bahwa tujuan pendidikan dalam Alquran adalah membina manusia secara pribadi dan kelompok. yaitu pendidikan penyerahan diri secara ikhlas kepada sang Kholik yang mengarah pada tercapainya kebahagiaan hidup dunia maupun akhirat. karsa. "Pembangunan bidang pendidikan mengemban misi pemerataan pendidikan yang menimbaulkan ledakan pendidikan (education explotion). sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah SWT. Hal itu memberikan peningkatan mutu sangat signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia (human recourses development) bangsa kita. Langkah yang harus dilakukan untuk bisa mencapai derajat manusia Idonesia yang bermartabat. guna membangun dunia ini sesuai dengan konsep yang diciptakan Allah". Pendidikan dalam perspektif Alquran dapat dilihat bagaimana Luqman Al-Hakim memberikan pendidikan yang mendasar kepada putranya. Pendidikan Dalam Perspektif Alquran Paradigma pendidikan dalam Alquran tidak lepas dari tujuan Allah SWT menciptakan manusia itu seindiri. yaitu : " bersyukurlah kepada Allah. cerdas. Adz-Dzariyat: 56 : "Tidak semata-mata kami ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah". dan terampil atau "insan kamil" atau manusia paripurna. Diantara wasiat pendidikan 'monumental' yang dicontohkan Luqman lewat materi billisan dan dilakukannya lewat bilamal terlebih dahulu adalah: Jangan sekali-kali menyekutukan Allah. Luqman (31):12-19 selengkapnya berbunyi sebagai berikut : 12. hendaklah kita tetap merasa diawasi oleh Allah. dibina. Irfan Hielmy (ibid: 53) adalah dengan mengembangkan berbagai potensi yang ada pada diri manusia sesuai dengan fitrahnya. Lebih jauh semakin dirasakan bahwa pembangunan sekolah-sekolah memiliki fungsi strategis bagi peningkatan kualitas warga Negara. juga menunjukkan perbuatannya lewat pengamalan dan sikap mental yang dilakukannya sehari-hari dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. dan rendahkanlah suaramu. dan dikembangkan melalui suatu proses pendidikan sejak ia lahir sampai berpulang ke rahmatullah. Walaupun sederhana materi dan metode yang diajarkan Luqman Al-Hakim kepada putranya termasuk kepada kita semua yang hidup di jaman modern ini. sebagaimna Firman-Nya dalam QS. dan kholifah-Nya. dijaga. dan martabat bangsa Indonesia". dan sebaginya) maupun potensi rohani (yaitu akal. jangan mengikuti seruan syirik. Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah) maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. sederhanalah dalam berpergian. tulang. akhlak. otot. Berbicara pembangunan pendidikan di Indonesia. Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmah kepada Luqmman. darqh. B. berbuat baiklah kepada kedua orang tua. rasa. jangan suka menyombongkan diri. Proses pencerdasan dan pemartabatan bangsa dilakukan tidak lepas dari proses belajar mengajar dan pelatihan baik melalui jalur sekolah maupun jalur luar sekolah. . budi pekerti. kerjakan selalu yang baik dan tinggalkan perbuatan keji. Strategi pendidikan nasional ketika itu adalah popularisasi pendidikan yang mengakar pada pemerataan pendidikanb. dan sebagainay) harus dikembangkan secara seimbang. Syafaruddin (2001:1) menjelaskan. sekaligus memberikan contohnya. baik potensi jasmani (yakni daging. dan barang siapa tidak bersyukur. kolbu atau bathin. nafsu. firasat.bangsa yang cerdas dan bermartabat. hendaklah selalu mendirikan sholat. ingatlah bahwa manusia itu pasti mati. harkat. Konsep pendidikan dalam perspektif Alquran yang direfleksikan Allah SWT dalam QS. maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".

atau grand theory yang perlu dikem. muamalah. yang mengatur segala yang berhubungan dengan kehidupan dan tidak terbatas pada ilmu syariah dan akidah saja. dan menyapihnya dalam dua tahun. dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. biologi. 15. sejarah. (Luqman berkata): "Hai anakkua. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai. juga karya-karya yang mereka temukan tentang fenomena dan rahasia alam semesta ini. matematika. syariah. fisika. astronomi. 14." Ilmu pengetahuan yang dituju oleh Alquran menurut Widodo (2007: 161) adalah ilmu pengetahuan dengan pengertiannya yang menyeluruh. niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). janganlah engkau mempersekutukan Allah. ilmu-ilmu dalam Alquran dapat dijabarkan ke dalam masalahmasalah akidah. Hal ini dijelaskan dengan firman Allah dalam QS. 19. kisah-kisah lampau. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui". 16. ibadah. . dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu. Dan sederhanalah engkau dalam berjalan dan lunakkan suaramu. Ia mencakup berbagai disiplin ilmu seperti ilmu sosial. Dan Kami perintahkan kepada manusia terhadap dua orang ibu-bapak. 17. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu. maka janganlah engkau mengikuti keduanya.bangkan lagi oleh akal manusia. hanya kepadaKulah kembalimu. dan ilmu pengetahuan ilahiah lainnya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuannya tentang itu. akhlak. Ia merangkul iptek sedemikian rupa sehingga menganggap suci dan disamakan derajatnya dengan jihad bagi perjuangan orang-orang yang berilmu dan yang mencari ilmu. Islam memandang dan memposisikan sendi-sendi keilmuan atau ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sesuatu yang sangat utama dan urgen. dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Ketokohan Luqman Al-Hakim seperti dijelaskan di atas merupakan suatu keniscayaan dalam dunia pendidikan.13. dan geografi dalam bentuk gejala-gejala umum. hingga dapat melahirkan para ahli pendidikan dibidangnya masing-masing sejak Alquran dilauncingkan oleh pembawa risalah terakhir Rosululloh Muhammad SAW empat belas abad yang lalu hingga sekarang bahkan sampai akhir jaman. Dan janganlah engkau memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah engkau berjalan di muka bumi dengan angkuh. ekonomi. Hai anakku. kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Al-Mujadilah ayat 11 : "Allah meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. 18. maka Kuberikan kepadamu apa yang telah engkau kerjakan. general ideas.berita-berita akan dating. Dalam pandangan yang bersifat internal-global. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya di waktu ia memberi pelajaran kepada anaknya: "Hai anakku. sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu adalah benar-benar kedzaliman yang besar". ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah. sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi.

memprediksi suatu gejala. Allah SWT memulai surat dengan memerintahkan untuk membaca yang timbul dari sifat 'tahu'. Atau sering pula disebut dengan istilah epistemology. Tentang term ini Fahmi Basya (1427H: 95) menjelaskan bahwa Matematika Islam ialah matematika yang menjadikan Alquran dan Sunnah Nabi sebagi postulat. sekalipun nanti dalam perjalananya. Matematika Islam seolah membuktikan kebenaran sunnah-sunnah Nabi. dan menyebut qalam. dan memuji orangorang yang menguasainya. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. yaitu Kitab Allah (Alquran) dan Sunnah Rasul Allah (Hadits). menyebut nikmat-Nya dengan mengajarkan manusia apa yang ia tidak . sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orangorang yang ragu". Untuk memperjelas penemuannya dia mengutip QS. yaitu "part of philosophy which treats of the possibility. dan yang terpenting adalah untuk mengembangkan teknologi. Irfan Hielmy (Ibid: 62) mengatakan: "Ilmu. sebagai mana ditegaskan dalam QS. diolah dan dibuat model matematikanya. Tidak ada agama selain Islam. dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. akal yang sehat menjadi syarat utama dapat memperolehnya. karena kebenaran yang hakiki hanyalah milik Allah SWT. Kebenaran hasil suatu penyelidikn atau penelitian yang rasional sudah barang tentu mensyaratkan adanya kemampuan berfikir dan bernalar melalui akal yang sehat secara logis untuk menetukan kesimpulan suatu kebenaran yang semuanya bersifat nisbi (sekarang aktual besok basi).Demikian lengkapnya berbagai ilmu yang terdapat dalam Alquran. Fenomena ini menandakan bahwa Alquran berisi Sains yang perlu difikirkan. ilmu berguna untuk merencanakan suatu aktivitas. sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi kepentingan seluruh umat manusia. Kedudukan Ilmu dalam Alquran Ilmu ialah pengetahuan yang disusun secara sistematis yang diperoleh melalui suatu penyelidikan yang rasional dan empiris. sebagai kunci ilmu pengetahuan. dalam Matematika Islam. dalam bahasa Inggris disebut science. mengontrol atau mengevaluasinya." Dalam wahyu pertama di atas. kamu tidakakan tersesat selama berpegang kepada keduanya. Data bilangan dari Alquran dan Nabi.Al-Alaq : 1-5 sebagai berikut : "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darh. artinya ilmu pengetahuan. Oleh karena itu diakhir ayat tadi dikatakan 'itu perumpamaan yang kami adakan untuk manusia supaya mereka berfikir. Dan Dan itu perumpamaan yang Kami adakan untuk manusia supaya mereka berfikir" Cuplikan ayat di atas menjelaskan bahwa Alquran adalah suatu Formula. seperti ditegaskan dengan firman-Nya QS. sungguh kamu lihat dia tunduk terpecah belah dari takut kepada Allah. dan tidak ada kitab suci selain Alquran yang demikian tinggi menghargai ilmu pengetahuan. Al-Hasyr ayat 21 sebagai berikut : â?oKalau Kami turunkan Alquran ini kepada gunung. mendorong untuk mencarinya. tidak terkecuali masalah sains dan matematika." Bagi manusia. yaitu denganmemerintahkannya membaca. C. lalu menyebutkan penciptaan manusia secara khusus dan umum. Yusuf Qardhawi (1998: 91) mengingatkan bahwa. ayat Alquran yang pertama ke hati Rasulullah SAW menunjuk pada keutamaan ilmu pengetahuan." Sebab itu masih menurut dia. Hal itu sejalan dengan apa yang dikatakan Nabi Muhammad SAW bahwa: " Aku tinggalkan untuk kalian dua urusan. AlBaqarah (2):147: "Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu. nature and limits of human knowledge" (bagian dari ilmu filsafat yang tersusun atas kemungkinan. alam dan batasan pengetahuan manusia). kita tidak lagi perlu membuktikan suatu data yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. Bacalah. Dengan demikian. alat transformasi ilmu pengetahuan. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam.

Dalam tafsir dikatakan bahwa para Malaikat berkata. (AlBaqarah:33) mereka mengakui kelebihan Adam. ada beberapa bentuk. "Allah berfirman. rasul-rasul. dan ahli ilmu pengetahuan dan keimanan. "Allah tidak akan menciptakan makhluk yang lebih mulia dari kita!" Mereka menyangka lebih baik daripada khalifah yang Allah jadikan di muka bumi.tidak dalam kitab agama lainnya. Allah SWT menjadikan sebagian sifat kesempurnaan pada Adam sehingga ia lebih mulia dari makhluk yang lainnya. Allah ingin menunjukan kemulian dan keutamaan Adam. dan kelemahan mereka atas Adam adalah dalam segi ilmu. ketika akan menunjukkan kelebihan Adam dan meninggikan derajatnya. para syuhada. Allah SWT melebihkannya dengan ilmu yang dimilikinya. juga menjadikannya sebagai khalifah Allah di muka bumi dan meninggikannya di atas malaikat -yang mengisi seluruh waktunya dengan ibadah kepada Allah-yaitu dengan ilmu yang diberikan Allah SWT kepadanya dan mengungguli ilmu malaikat dan jin pada ujian yang dilakukan Allah antara mereka dan manusia. Ketiga. D. baik lahir maupun batin. Allah SWT berfirman kepada mereka : "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (AlBaqarah:33). dan kegaiban langit. Hal itu menunjukkan akan kemuliaan belajar dan ilmu pengetahuan.ketahui. Allah memberitahukan kepada mereka akan ilmu Allah dan bahwa Dia mengetahui segala sesuatu. Setelah menunjukkan keutamaan Adam dengan ilmu yang dimilikinya dan ketidak thuan Malaikat atas ilmu tersebut. maka mereka segera mengakui kelemahan dan kebodohan ata apa yang mereka tidak ketahui. Dan. sementara mereka tidak mengetahuinya. "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar" (AlBaqarah:31). "Aku lebih tahu atas apa yang engkau tidak ketahui". Allah SWT mengeluarkan dia (dari syurga yang menjadi tempat tinggal Adam). disebutkan dalam Alquran. nabi-nabi. Adam Dimuliakan dengan Ilmu Seperti telah penulis cantumkan di awal. Allah Mahatahu lagi Mahbijaksana dari khalifah ini akan lahir makhlukmakhluk pilihan. ulama. serta tentang penciptaan dan penempatannya di bumi yang mengandung banyak hikmah. Allah memperkenalkan diri kepada merka dengan sifat ilmu. Ini menunjukan bahwa ilmu . yaitu ilmunya. â?oHai Adam. dan memberitahukan mereka bahwa keutamaan nabi-Nya adalah dengan ilmu. Semua itu menunjukkan kem. Kedua. malaikat tidak mengetahui tentang keduanya. yang lebih baik dari Malaikat. Keempat. Al-Baqarah: 30-33 seperti tercantum di awal tulisan ini. sementara malaikat lebih taat dibanding mereka. Allah mengajarkan kepadanya nama-nama. Maka. Allah membalas pertanyaan malaikat ketika mereka menanyakan Allah SWT. beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini! Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu.uliaan ilmu. maka Allah menampilkan sisi terbaiknya. Allah menjawab bahwa Dia lebih tahu substansi terdalam semua itu. timbul dari Iblis makhluk yang paling jahat di dunia.bahwa Allah memberikan keutamaan kepada Adam. Ibnul Qayyim seperti dikutip Qardhawi (Ibid: 96) berkata : Tentang keutamaan ilmu yang dikisahkan dalam QS. Ketika Allah menguji mereka dengan ilmu yang dimiliki khalifah ini. Pertama. Dengan firmanNya di atas. "Kenapa Engkau menjadikan khalifah di bumi." Allah menjawab. Sementara. kaum shalihin. Saat itu Allah menampakkan keutamaan Adam dengan ilmu yang dimilikinya. setelah melontarkan pertanyaan kepada para Malaikat. bapak manusia.

kekuatan Jin. Selanjutnya Syadid menyitir contoh pada kisah Nabi Sualaiman yang ingin memindahkan singgasana Ratu Bilqis dari Yaman ke istananya sebelum Ratu Bilqis datang memenuhi undangannya. tidak perlu mengemukakan teori. Kisah selengkapnya diabadikan dalam QS.adalah sisi yang paling mulia dalam diri manusia dan kemuliaan manusia karena ilmunya. Penutup Pada bagian akhir ini penulis kemukakan keutamaan ilmu dan belajar. serta mendorong kita untuk terus menerus meneliti serta mengkajinya. sekaligus menyiapkan manusia untuk mengenal undang-undang tersebut dan menggunakannya dengan kesiapan yang juga dianugerahkan Allah kepadanya." Syadid berkesimpulan bahwa pekerjaan memindahkan singgasana dari satu negeri ke negeri yang lain dalam waktu lebih cepat dari sekejap mata disebutkan oleh Alquran bukan sebagai suatu perbuatan sihir. menyeru akal dan hati untuk memikirkan keindahan ciptaan Allah dan ayat-ayat-Nya. Hal ini penulis . sehingga bisa melahirkan berbagai macam penemuan. sebelumnya raja itu memenjarakannya karena melihat ketampanannya. Dan Alquran Al-Karim cukup memotivasi orang untuk berpikir. Pada saat itu. Ini merupakan bukti bahwa dengan ilmu manusia mampu menundukkan banyak kekuatan alam manakala ia sampai kepada pengenalan terhadap undang-undang-Nya. mungkin terdapat isyarat Alquran yang mengagumkan untuk bisa menyibak rahasia alam. yaitu memegang perbendaharaan Negara. memerdekakan akal dan pikiran dari belenggu kebodohan dan kebekuan. Alquran cukup hanya menunjukkan kunci-kunci ma'rifah dan rahasia alam. ia melepaskan bahkan memberikannya kedudukan. aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu. siapakah diantara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri. atau mukjizat seoarang Nabi. melainkan perbuatan seseorang karena ilmu yang dimilikinya. AnNaml (27): 38-40 sebagai berikut : "Berkata Sulaiman: Hai pembesar-pembesar. serta mendorong kita untuk mengadakan pengkajian. Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar. Dengan kata lain. Ini menunjukan bahwa penguasaan ilmu oleh bani Adam lebih dimuliakan dan lebih baik dari bentuk fisik. E. Ilmu modernpun telah mampu memindahkan suara melalui gelombang. Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan Jin .s. Padahal. Sementara para ahli juga mencoba memindahkan badan dengan cara seperti yang dilakukan oleh ilmuwan di zaman Sulaiman tersebut. ia pun berkata: Ini termasuk karunia Robb-ku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). sang raja menampilkannya dan memberikannya kedudukan. penelitian dan pembelajaran. mengungkap berbagai macam rahasia penciptaan-Nya. Dengan pengarahan ini Alquran membuka pintu ilmu. Ketika Allah ingin menunjukan keutamaan dan kemuliannya atas seluruh manusiaa pada masanya. Allah Azza wa Jalla telah menciptakan segala sesuatu dan mengaturnya sesuai dengan undangundang. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya. cara atau sarananya.Hal seperti ini sama dengan apa yang terjadi terhadap Nabi Yusuf a.. sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya. Hal itulah yang telah dilakukan oleh rekan Nabi Sulaiman Alaihissalam. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AlKitab: aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip. Dia memperlihatkan kepada raja dan penduduk Mesir ilmu Yusuf a. maka sesungguhnya Robbku Mahakaya lagi Maha Mulia. guna memotivasi akal agar mau berpikir dan mengkaji.tentang tabir mimpi yang tidak dapat di pecahkan oleh para ahli. Sementara menurut jalan pemikiran Muhammad Syadid (2003: 132) bahwa Alquran menjadikan alam sebagai 'buku' untuk mengetahui Allah (ma'rifatullah). lalu berkembang sehingga mampu memindahkan gambar visual.s. namun ketika tampak ketinggian ilmu dan pengetahuannya.

DAFTAR PUSTAKA Al-Ghazaly. Sedangkan Alquran jelas sekali menghargai orang-orang yang berilmu dan berjuang dalam dunia pendidikan.all. Penguasaan iptek mutlak diperlukan mengingat perkembangan global masyarakat modern tidak dapat dipisahkan dari iptek. PiP Darussalam. Jika sudah demikian." Sebuah nasihat Imam Al-Ghazaly (1995: 15) perlu kita renungkan dengan baik : "Wahai orang-orang yang ingin terbebas dari segala mara bahaya dan yang ingin beribadah dengan benar. dan sangat mengagung-agungkan ilmu dan teknologi. kita harus membekali diri dengan ilmu . Sebab. Bahreisy. Terjemah Minhajul Abidin. Gejala dan kecenderungan masyarakat untuk kembali memaknai agama pun sudah semakin terlihat. 1427 H. Armai. . namun ada sisi menggembirakan. kita harus beribadah dengan disertai ilmu. Namun demikian tidak boleh meninggalkan ibadah. 1990. upaya pengendalian dan pencegahan dampak negative iptek. Ciputat Press. Mutiara Ilmu. Masyarakat Madani Suatu Ikhtiar dalam Menyongsong Milenium Baru. karena ilmu adalah pangkal dari segala perbuatan. Irfan Hielmy. Namun demikian. Oleh karena itu untuk kebahagiaan hidup dunia dan akhirat kita harus memiliki keduanya. Jelaslah bahwa ilmu itu ibarat permata dan lebih utama dari ibadah. Bina Ilmu. namun mulai ada kepercayaan dan ketergantungan kepada semangat spiritualitas agama. kita akan menjadi kuat dan berhasil . penguasaan dan pengendalian iptek harus menjadi pemikiran serius para pelaku pendidikan. seperti dikemukakan Irfan Hielmy (1999: 106) . 1995 Al-Quran al-Karim Arief. Surabaya. Salim at. pemerintah belum secara serius dan menyeluruh melaksanakan Undang-Undang yang mengamanatkan 20 % APBN/APBD untuk meningkatkan sumber daya manusia melalui pendidikan. Melihat perkembangan masyarakat modern yang semakin menghawatirkan (disatu sisi). 1999..banyak di antara tokoh-tokoh di berbagai belahan dunia yang semakin menyadari pentingnya kehadiran agama di tengah-tengah masyarakat. Sains Spiritual Quran. seperti tercantum dalam QS. Fahmi Basya. 2007. dua orang futurology Amerika Serikat memperkirakan akan terjadinya kebangkitan agama pada millennium ketiga ini. beribadah tanpa bekal ilmu adalah sia-sia. Karena berpikir selain untuk ibadah dan ilmu adalah bathil dan sesat. bahkan John Naisbit dan Patricia Aburdene." Menghadapi era millennium ke 3. Hendaknya kita memusatkan perhatian dan pikiran hanya hanya untuk ibadah dan ilmu. SSQ Center. Terjemah Singkat Tafsir Ibnu Katsier Jilid VI. Reformasi Pendidikan Islam. Kecenderungan realitas obyektif masyarakat modern yang di satu sisi terbius dengan hedonisme.menganggap penting karena yang terjadi dan dirasakan sampai sekarang perhatian dan penghargaan masyarakat terhadap prestasi ahli ilmu dan orang yang berjuang mencari ilmu belum maksimal. yakni ilmu dan ibadah. hanya hanya aka menghancurkan dunia. juga harus menjadi prioritas pendidikan mengingat nasihat Imam Al-Ghazaly di atas. Al-Mujadilah :11 : "Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di anatara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

Grasindo. 2001: 09) Oleh karena itu banyak ungkapan dalam al-Qur an yang menyuruh manusia untuk melihat. Syadid Muhammad. Jakarta. yaitu: . memperhatikan. bekerja dan beramal. Yusuf. Qardhawi. al-Isro 17/50:19) Dengan demikian. Hal ini dijelaskan dalam Q. 2003. Jakarta. Sembodo Ardi. Robbani Press.S. Dalam hal ini dapat difahami. Al Qur an adalah firman Allah sebagai petunjuk yang diberikan kepada manusia kejalan yang lurus. 2007.Rabu. berfikir. Nimas Multima. ( Q. Pendekatan Keagamaan dalam Menyelesaikan Krisis Kemasyarakatan. Syafaruddin.. (Hamdani Ihsan. 30 Juni 2010 TUJUAN PENDIDIKAN BERDASAR AL QUR'AN A. bahkan menjelaskan bahwa orang yang tahu (mempunyai pengetahuan) mempunyai peranan yang besar dan derajat yang tinggi. menganalisa. Pendahuluan Nabi Muhammad adalah nabi yang terakhir sebagai penutup diantara para nabi yang menjadi utusannya. al-Qur an dijadikan panutan dalam berbagai aspek kehidupan. Hal ini dijelaskan dalam Q. PiP Darussalam. tetapi juga ilmu pengetahuan. 1998. Gema Insani Press.S. Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan. UU No. Manhaj Tarbiyah Metode Pembinaan dalam Alquran. (Muhaimin. Kajian Filosofis Pendidikan Barat dan Islam. CATATAN: «««««. Dalam ayat yang lain .al-Mujadalah: 11. Jakarta. 2006: 16) Allah mengemukakan bahwa tidaklah bisa disamakan antara orang yang tahu dengan orang yang tidak tahu.S Az Zumar: 9 yang berbunyi: . 2002. Al Qur an akan menerima orang yang senantiasa menggunakan akal sehatnya dan jauh dari segala macam pengaruh..Irfan Hielmy. tidak hanya mencakup ajaran dogmatis. Sebagai nabi ia diberi wahyu berupa al Qur an. Alquran Berbicara Akal dan Ilmu Pengetahuan..1999. Saya Didik Supriyanto setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright). 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas UUD 1945 Widodo. karena alQur an enggan menerima orang-orang yang buta hatinya atau orang yang hanya ikut-ikutan saja.Katakalah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang -orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. .

niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.. mengontrol atau mengevaluasinya. dalam bahasa Inggris disebut science. mendorong untuk mencarinya. makalah ini akan membahas dimanakah kedudukan ilmu dalam Al Qur an. dan memuji orang-orang yang menguasainya. serta tujuan pendidikan manusia dalam hidup berdasarkan Al Qur an B. Dengan pembahasan tersebut diharapkan agar pembaca memahami kedudukan ilmu. sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.Al-Alaq : 1-5 sebagai berikut : (1) (2) (3) (4) (5) Arti: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. dapatkah manusia berfikir dan mempergunakan akal secara baik dan benar tanpa melalui proses. (Yusuf Qardhawi. Untuk itulah diperlukan adanya satu proses dalam kehidupan manusia yang disebut pendidikan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darh. Yang mengajar (manusia) dengan . proses pendidikan. Atau sering pula disebut dengan istilah epistemology. Tidak ada agama selain Islam. seperti ditegaskan dengan firman-Nya QS.. dan yang terpenting adalah untuk mengembangkan teknologi. 1998: 91) Ditegaskan dalam QS. Pembahasan 1. serta apakah tujuan pendidikan yang sesungguhnya. Bersumber dari permasalahan-permasalahan diatas. Namun persoalannya. yaitu part of philosophy which treats of the possibility. Ayat Alquran yang pertama ke hati Rasulullah SAW menunjuk pada keutamaan ilmu pengetahuan. Dengan penjelasan tersebut. memprediksi suatu gejala. alam dan batasan pengetahuan manusia). Bacalah. Dengan demikian. dan tidak ada kitab suci selain Alquran yang demikian tinggi menghargai ilmu pengetahuan. sebagai kunci ilmu pengetahuan. akal yang sehat menjadi syarat utama dapat memperolehnya. Kedudukan Ilmu dalam Al. dan proses pendidikan manusia karena tadi dijelaskan bahwa manusia akan bisa menggunakan otaknya dengan baik melalui suatu proses.. AlBaqarah (2):147 sebagai berikut: (147) Arti: Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu. Bagi manusia. yaitu dengan memerintahkan-Nya membaca. sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi kepentingan seluruh umat manusia. Irfan Hielmy mengatakan: "Ilmu. Kebenaran hasil suatu penyelidikan atau penelitian yang rasional sudah barang tentu mensyaratkan adanya kemampuan berfikir dan bernalar melalui akal yang sehat secara logis untuk menetukan kesimpulan suatu kebenaran yang semuanya bersifat nisbi (sekarang aktual besok basi). dan menyebut qalam. artinya ilmu pengetahuan. karena kebenaran yang hakiki hanyalah milik Allah SWT.Qur an Ilmu ialah pengetahuan yang disusun secara sistematis yang diperoleh melalui suatu penyelidikan yang rasional dan empiris. maka nampaklah bagi kita bahwa al-Qur an sangat mengagungkan kebebasan berfikir dan menghargai kekuatan akal. alat transformasi ilmu pengetahuan. nature and limits of human knowledge (bagian dari ilmu filsafat yang tersusun atas kemungkinan. ilmu berguna untuk merencanakan suatu aktivitas. Dan Allah Maha Megetahui apa yang kamu kerjakan.

al.Alaq ( 96/1 ) mempunyai arti perintah membaca. Sebab al-Qur an menjadi pedoman bagi umat manusia agar berbahagia dunia dan akhirat. Kata yang berasal dari yang terdiri dari qaf. 2. ra dan hamzah. Perintah membaca yang pertama ditujukan kepada pribadi Muhammad Saw sedangkan yang kedua kepada umatnya. . lalu menyebutkan penciptaan manusia secara khusus dan umum. (Ahmad Tafsir. al-Isra /17:14 berbunyi: Arti: Bacalah kitabmu. Juz V: 78-79) Kalau kata ini diterjemahkan dengan bacalah.Quraish Shihab (1997: 93) adalah sebagai berikut: 1. al-A la/96:1 dan 3. cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu. Hal ini memberikan indikasi kepada kita betapa pentingnya perintah membaca tersebut.S.S. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. 2005: 8).236 ayat yang sebagian besar mendorong kepada ilmu pengetahuan.S. al-Ankabut (29/85): 48 Arti: Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (al-Qur an) sesuatu kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis sesuatu kitab dengan tangan kananmu. Untuk bisa membaca memerlukan belajar terlebih dahulu. nantinya disusul dengan ayat demi ayat yang berjumlah 6. menyebut nikmat-Nya dengan mengajarkan manusia apa yang ia tidak ketahui. Kata pada ayat ketiga ini merupakan pengulangan dan penguat dari ayat pertama. Ada yang merasa heran mengapa pertama dari ayat tersebut adalah kata Atau perintah untuk membaca. sebagaimana yang dikutip M. andai kata (kamu pernah membaca dan menulis). Kata di dalam al-Qur an disebutkan sebanyak tiga kali. sedang yang kedua diluar salat. Perintah pertama dimaksudkan sebagai perintah belajar untuk dirinya sendiri. Menurut Al Nisaburi. Hal ini sesuai dengan Q.perantaraan qalam.S. al-Isra /17: 14. yaitu dengan adanya seseorang membaca. 2. Yang pertama untuk membaca dalam salat. Perintah membaca pada wahyu pertama ini. Hal itu menunjukkan akan kemuliaan belajar dan ilmu pengetahuan. 3. sedang yang kedua adalah perintah mengajar orang lain. benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu). berarti pengumpulan. Dengan kata ini pula menandakan bahwa sejak awal diturunkannya al-Qur an telah memberikan isyarat bahwa betapa pentingnya ilmu pengetahuan. (al-Husain Ahmad ibn Faris ibn Zakariya. serta Q. ia berarti menghimpun dan mengumpulkan ilmu pengetahuan.S. Proses Pendidikan Manusia Kata pada ayat 1 dan 3 dari Q. Keheranan ini akan hilang jika seseorang tersebut menyadari arti dari iqra itu sendiri dan menyadari pula bahwa perintah membaca itu juga untuk umat manusia seluruh alam dalam sejarah kemanusiaan. sementara belajar itu sendiri merupakan bagian dari pendidikan. yaitu dalam Q. Padahal nabi Muhammad belum pernah membaca suatu kitab apapun sebelum turunnya alQur an. maka kata perintah ini mengandung aspek pendidikan . Dalam wahyu pertama di atas. dan Q. penghimpunan. Allah SWT memulai surat dengan memerintahkan untuk membaca yang timbul dari sifat tahu. Kata bacalah dalam ayat pertama ini menunjukkan bahwa perintah tersebut dalam kategori mar takwini.

(Abdurrahman Saleh Abdullah 1990: 19) Jadi pendidikan merupakan proses transformasi pengetahuan dari satu generasi. Huruf ba ( ) yang dibaca bi tersebut adalah sisipan yang tidak menambah suatu makna tertentu melainkan hanya sekedar memberi tekanan kepada perintah tersebut.th: 18 19) Maududi menjelaskan bahwa mendidik dan memelihara merupakan salah satu dari sekian banyak makna implisit yang terkandung di dalam kata (Abdurrahman Saleh Abdullah.T. atau memperbaiki. atau dari orang tua kepada anaknya .1997).Quraish Shihab. (Al Husayn Ahamad bin Faris bin Zakariya. Huruf ba ( ) tersebut mengandung arti pernyataan atau mulasabah sehingga ayat tersebut berarti bacalah disertai dengan nama Tuhanmu. ba . penambahan.TH. Kata rabb dari kata rabba terdiri dari huruf ra . Jadi mengaitkan pekerjaan membaca dengan nama Tuhan mengantarkan si pelaku selalu karena Tuhan dan akan menghasilkan keabadian. ketinggian. karena Allah adalah Sang Pencipta. Kata berarti memberi ukuran sesuatu dan menghaluskan sesuatu.th: 1270) Kata rabbuka dalam ayat ini berarti Tuhanmu .perintah atau titah Allah untuk menjadikan sesuatu. Pemeliharaan manusia terbatas kepada kelompok tertentu . meninggikan kemampuan yang menjadi obyek didik. atau dari seseorang pengajar kepada anak didiknya. Kedua. (al-Husain Ahmad ibn Faris ibn Zakariya. dan mu tal berarti penambahan. (Al Husayn Ahmad bin Faris bin Zkariya. serta diiringi keikhlasan. Itu semua pada hakekatnya adalah pengembangan. 1990: 18) Qurthubi menyebutkan bahwa kata ini merupakan bentuk diskripsi yang diberikan kepada seseorang yang melakukan suatu perbuatan secara paripurna. Kata rabb berarti pendidikan karena dari akar kata . pertumbuhan dan peninggian. Quraish Shihab. karena Tuhan yang Kekal Abadi. t.duanya merujuk pada makna pemberian bentuk sesuatu yang . Kata ismi dari kata sama-yasmu berarti tinggi. (Ahmad Zaki. Sementara Al-Razy membuat perbandingan antara Allah Yang Maha Mendidik yang mengetahui benar kebutuhan-kebutuhan hambanya sebagai peserta didik. (M. Juz III: 99). Ada pendapat maksud dari bi ini antara lain: 1. Kata yang berati menjadikan / mendirikan sesuatu tahap demi tahap sampai taraf sempurna. Pendapat ini menjadikan kata ismi ( ) sebagi obyek dari perintah iqra seperti yang dikemukakan di atas. maka akan sangat relevan jika Allah diyakini. Juz II. (M. 2005: 66) Dapat pula berarti memelihara. Kata tersebut akhirnya mengacu pada arti pengembangan. memelihara. Dalam bahasa Indonesia diartikan nama. sebab Tuhanmulah yang mendidik. peningkatan. Huruf bi biasanya diterjemahkan dengan.t.Juz II. sebab nama itu harus dijunjung tinggi dan sebagai tanda sesuatu. Karena manusia berkomunikasi dan menitik beratkan pendidikan bagi manusia yang ada di bumi ini.: 213). Juz II. sementara Allah adalah Rabb al-Alamin yang universal dan tiada batas. t. (Muhammad Abduh.:483) Ada yang mengatakan berarti meningkatkan. 1999: 248) Ayat pertama sesudah kata adalah kata yang berasal dari kata bi dan ism. perbaikan. dan perbaikan.th. peningkatan. dan juga dapat berarti tanda. pengembangan atau pertumbuhan. 2. yang telah mengajarkan manusia di muka bumu ini dengan nama-nama dari segala sesuatu yang ada. (Ahmad Tafsir.1997:80) Dari dua pendapat tersebut penulis lebih cenderung pada point yang kedua sebab dalam membaca kita harus selalu bersama nama Tuhan . yaitu manusia. memperbaiki manusia. (Al-Husain Ahmad bin Faris bin Zakariya.

Selanjutnya kata disifati dengan kata . Didalam prolog turunnya ayat-ayat ini Rasullullah disuruh membaca sampai tiga kali dan dalam ayat-ayatnya ada dua kali sehingga berjumlah lima kali perintah membaca Kata lebih terasa kandungan pendidikannya. Yang dimaksud adalah menciptakan dari tiada. ra dan mim.th:7209) Sedangkan Sayyid Quthub berpendapat bahwa penyifatan Tuhan di sini menunjukkan kemahakuasaan Tuhan. maka dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan segumpal darah.27/48:40). atau menolak bahaya. Kata khalaqa dalam bahasa Indonesia biasa diartiakan menciptakan. ada pendapat dari (nawsun) berarti pergerakan dan dinamika. (Al. yaitu pendidik. Pertama menjelaskan syarat yang harus dipenuhi seseorang ketika membaca yaitu membaca . (al-Husain Ahmad ibn Faris ibn Zakariya. kesenangan dan berpengetahuan. apabila dikaitkan dengan ayat sebelumnya yang menyebutkan Tuhan menumbuhkan dari hal. maka ia berarti nama yang dilekatkan karena kebaikan-Nya dan kemaha murahan-Nya yang tampak (Q. (al-Raghib Al-Ashfahani. Untuk memperoleh ilmu pengetahuan ada ketergantungan dari pihak luar atau orang lain.S. selalu ingin bergerak maju dan dinamis. mulia. (al-Qurthubi. bernilai tinggi. Jadi kemahamurahan Tuhan disini nampak pada perubahan segumpal darah ke derajat manusia. 1979.Quraish Shihab (1992 b:27) bahwa mempunyai arti.:16) Al-Qurthubi menyatakan bahwa penyifatan Tuhan dengan mengandung arti kemahabijaksanaan Tuhan akan ketidaktahuan hamba-Nya. Kata ini asalnya terdiri dari huruf kaf. Untuk makna yang kedua berkenaan dengan sifat kejiwaan manusia seperti keramahan. Dengan demikian .96/1 al. Menurut M. t. Untuk makna yang pertama relevan dengan penampilan manusia yang dapat dilihat fisiknya yang berbeda jika dilawankan dengan jin sebagai makhluk halus. Di samping itu pula dapat bermakana bahwa Allah lebih tinggi dari segala kemuliaan dengan pengertian bahwa Allah dalam memberi tidak mengharapkan manfaat. apa lagi jika dihubungkan dengan prolog turunnya ayat-ayat ini akan nampak jelas bahwa membaca itu harus berulang-ulang. Kata al alaq dalam ayat ini biasanya diartikan dengan darah yang beku. atau menciptakan tanpa satu contoh terlebih dahulu.Fakhr al-Razi. Kata dalam ayat ini dalam bentuk ism tafdhil mengandung pengertian bahwa Allah menganugerahkan puncak dari segala yang terpuji bagi segala hamba-Nya. terhormat. ( M.1992:579).Alaq. khususnya dalam perintah membaca. Namun apabila kata ini disifatkan kepada Allah. jika dihubungkan dengan kalimat kata pada dasarnya bermakna pendidikan sudah dijelaskan sebelumnya. Selain kedua arti tersebut kata dari akar kata (nisyun) berarti lupa. antara lain: memberikan dengan mudah tanpa pamrih. dan kebangsawanan.th. Kata berarti sesuatu yang digantungkan pada sesuatu yang tinggi. Juz V: 171-172). Kata yang kedua dalam ayat ke tiga menunjukan adanya perintah membaca yang berulang-ulang. maka Dia tergesa-gesa dalam menyiksanya. t.mengarah pada fisik dan pemolesan psikis manusia.hal yang kecil dan sderhana ke bentuk mulia. dari kedua pendapat diatas . pujian ganjaran. Dengan demikian manusia itu tercakup adanya pisik psikis yang mempunyai sifat lupa.S.1997: 86) Kata diterjemahkan dengan manusia berarti keadaan sesuatu yang selalu tampak dan jinak. yang berarti mulia pada sesuatu pada dirinya atau mulia pada akhlak.Quraish Shihab. dapat disimpulkan bahwa terlihat perbedaan antara perintah membaca pada ayat yang pertama dan perintah membaca pada ayat yang ketiga dari Q. setia. Kemudian membekalinya dengan ilmu pengetahuan biasa mengolah bumi serta menguasai apa yang ada padanya untuk kepentingan umat manusia.

yaitu Allah akan menganugerahkan kepdanya ilmu pengetahuan . Potensi manusia dapat berupa intelegensia. 3. Dalam artian bahwa kata yang digunakan berarti alat .pendapat yang telah pernah ada. Namun tidak dijelaskan siapa yang diajar dan apa yang diajarkan. yang berbunyi : Ayat ini menerangkan bahwa Tuhanlah yang mengajarkan ilmu kepada manusia tentang apa yang tidak diketahuinya. agar dapat berguna bagi . Tujuan Pendidikan Salah satu bentuk kalam Allah adalah apa yang dikandung dalam Q. Dalam Q. Pemilihan kata sebagai pengganti kata berarti tulisan. Dari arti pada ayat ini adalah hasil dari penggunaan alat tersebut. tidak hanya berarti bahwa manusia tidak mempunyai pengetahuan sama sekali. Lewat pendidikan. sementara tujuan kedua pendidikan berarti pengembangan potensi. baik untuk menulis maupun untuk mengundi. dan wawasan baru. tetapi dalam diri manusia terdapat potensi-potensi yang perlu digali dan diaktualisasikan. Jawaban dari pertanyaan diatas dapat dilihat pada ayat kelima. tetapi yang dimaksudkan adalah hasil penggunaan alat tersebut yakni tulisan. Ini berarti bahwa sumber ilmu manusia ialah Allah sendiri.S. Keterangan tersebut dapat difahami bahwa ayat keempat dari ayat ini menjelaskan peranan pena dalam Pendidikan. baik alat itu yang berbentuk sederhana seperti pensil maupunn yang canggih seperti komputer dan alat percetakan. yakni tulisan. al-Alaq (96/1): 4 tersebut menggambarkan bahwa Allah mengajarkan manusia dengan perantaraan . yaitu penafsiran-penafsiran baru atau pengembangan-pengembangan dari pendapat . sementara perintah kedua menggambarkan manfaat yang diperoleh dari bacaan tersebut. al-Alaq (96/1):4 ayat tersebut mensifati Tuhan Yang Maha Pemurah. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan pada diri seseorang dan masyarakat.demi Allah. Dengan demikian rangkaiannya menerangkan sebagian bentuk atau cara Tuhan melimpahkan kemurahan-Nya. maka Dia harus mengajarkan kepada mereka. kepribadian dan lain-lain potensi yang dimilikinya. Begitu pula terbuktinya dengan sangat jelas dalam pembacaan alam raya ini dengan bermunculannya penemuan-penemuan baru mebuka rahasia-rahasia alam. potensi dalam diri manusia dapat digali secara cermat. Kalimat dapat pula memberikan pengertian tentang tujuan pendidikan yang dilihat dari dua aspek pendidikan (Umar Syihab. Kata baik dalam bentuk tunggal maupun jamak digunakan oleh al-Qur an dalam arti alat. Kata biasanya diartikan dengan pena. dan orang yang banyak membaca itu hidup akan mulia. Kedua adalah menggali potensi yang terdapat dalam diri manusia. Dalam memberikan kemurahan kepada hambanNya. dengan adanya hal-hal atau informasi-informasi yang disampaikan kepada seseorang atau masyarakat tersebut. yang kesemuanya harus berperan untuk mencerdaskan umat manusia. Dari sini tercermin bagi kita bahwa apa yang belum diketahui.S. 1990: 93-94). Pengertian ini menggambarkan bagaimana terjadinya pengajaran dari pendidik kepada obyek didik melalui pena. sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa Tuhan adalah pendidik. Pertama adanya perubahan dalam diri seseorang atau masyarakat menjadi tahu. Dengan demikian aspek pendidikan terdiri dari aspek eksternal dan aspek internal. Hal ini menunjukkan apa yang dijanjikan Allah terbukti secara sangat jelas dalam membaca ayat alQuran. menggambarkan betapa pentingnya peranan alat tulis bagi umat manusia. sebab pena adalah alat untuk menulis. kreatifitas. Tujuan pertama dapat berarti bahwa pendidikan merupakan pewarisan budaya.

Pendidikan itu sangat penting bagi umat manusia. Melalui bacaan manusia memperoleh ilmu pengetahuan. 2005. Raja Grafindo Persada: Jakarta Qardhawi. http://emperordeva. pertama merupakan pewarisan budaya dan yang ke dua pengembangan potensi oleh manusia agar dapat diaktualisasikan sehingga menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi manusia. Filsafat Pendidikan Islam. sehingga perlu jenjang pendidikan yang berkelanjutan dan perlu diulang-ulang. PT. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Hamdani. Nuansa Baru Pendidikan.im . Kesimpulan Ilmu adalah pengetahuan yang disusun secara sistematis melalui suatu penyelidikan yang rasional dan empiris. Dan pada manusia ilmu berguna untuk perencanaan suatu aktifitas atau untuk memprediksi suatu gejala dan yang paling penting bermanfaat bagi seluruh umat manusia. Pustaka Setia: Bandung Muhaimin.bing. (1) (2) (3) (4) (5) Dari ayat tersebut diatas dapat diketahui bahwa.dirinya. Pendidikan Islam.wikipedia. Resmada Rosdakarya: Bandung http://www. Yusuf. PT. dan menggali potensi-potensi yang dimiliki oleh manusia. Ahmad. Mermbaca dan menulis dua komponen yang melahirkan proses pendidikan.wordpress. baik untuk duniawi ataupun akhirat. sejak turunnya awal wahyu manusia terdokma jiwa tauhid dan berilmu pengetahuan. Karena manusia hidup selain harus bertauhid juga harus berilmu pengetahuan karena keduanya saling berkesinambungan.com http://www. CV. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Ilmu dalam Al-Qur an sebagai pembuka suatu pengetahuan yang belum diketahui. . 2001. agamanya dan masyarakatnya. Tujuan pendidikan untuk mengadakan perubahan dalam diri manusia. Hidup manusia selain bertauhid termasuk berilmu pengetahuan C. Lima ayat yang turun pertama kali ini menjelaskan pentingnya pendidikan.com Tafsir. 2006. 1998. Serta di dalam Al-Qur an juaga menjelaskan kemuliaan belajar dan ilmu pengetahuan. DAFTAR PUSTAKA Ihsan.

Dan mereka yang beriman kepada Kitab (al Qur an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu. (QS. Alif laam miim. 4. meskipun demikian jawaban itu masih dianggap kurang memuaskan. Itu sebabnya pengetahuan Allah tidak dinamai mencapai tingkat yakin. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb-nya. serta menafkahkan sebagian rezeki yang telah dianugerahkanNya. Tampaknya jawaban Allabu A lam yakni Allah lebih mengetahui masih diangap jawaban yang relevan sampai saat ini. Lam. ayat yang cukup singkat. serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. sedang penggunaan kata hadza ini untuk menunjukkan betapa dekat tuntunantuntunannya pada fitrah manusia. dan menafkahkan sebagian rezki. itulah jawaban yang dikemukakan oleh para ulama abad pertama hingga abad ketiga. dan rnerekalah orang-orang yang beruntung. karena petunjuk Allah tidak terbatas. Tujuan Pendidikan Islam A. yang Kami anugerahkan kepada mereka. Sudah cukup lama para ulama al-Qur an berbeda pendapat. Alif. 3.Pada ayat ini menggunakan isyarat jauh untuk menunjuk al-Qur an. baik berupa keraguan maupun dalih-dalih yang dikemukakan lawan. hanya Allah yang mengetahui. karena pengetahuan Yang Maha Mengetahui itu sedemikian jelas sehingga tidak pernah sesat atau sedikitpun disentuh oleh keraguan.Yuqinun atau yakin adalah pengetahuan yang mantap tentang sesuatu dibarengi dengan tersingkirnya apa yang mengeruhkan pengetahuan itu. miim. maka keraguan yang tadinya . tetapi sangat dalam maknanya. namun ketika ia sampai pada tahap yakin. Surah al-Baqarah (1-5) 1. 99:76) Pada Ayat ke-3 dari surah al-Baqarah ini mengisyaratkan bahwa yang bertaqwa hendaknya mengimani yang ghaib.Dalam hal ini pula yang dimaksud dengan orang-orang bertakwa adalah orang yang mempersiapkan jiwa mereka untuk menerima petunjuk atau yang telah mendapatkannya tetapi masih mengharapkan kelebihan.Kajian Tentang Ayat-Ayat Pendidikan Posted on //%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% %%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%% %%%%%%%%%%%23 May 2009 by Miftah TAFSIR AL QUR AN: Kajian tentang Ayat-Ayat Pendidikan I. Penggunaan isyarat jauh ini bertujuan memberi kesan bahwa kitab suci ini berada dalam kedudukan tinggi dan sangat jauh dari jangkauan makhluk. karena ia bersumber dari Allah Yang Maha Tinggi Maha Bijaksana. hanya Allah yang tahu rahasianya. mendirikan shalat. Berbeda dengan manusia yang yakin. Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Rabbmu dan lebib baik kesudahannya . Kitab (al Qur an) ini tidak ada keraguan padanya. Dalam alQur an disebutkan Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Allahu A lam. Semua ayat yang menunjuk kepada firman-firman Allah dengan nama al-Qur an (bukan al-Kitab) yang mengarah pada isyarat dekat hadzal Qur an . (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib. petunjuk bagi rnereka yang bertaqwa.5. yang mendirikan shalat. Sebelum tiba keyakinannya. ia terlebih dahulu disentuh oleh keraguan.2.

bahwa al-Qur an secara keseluruhan adalah penerangan yang memberi keterangan dan menghilangkan kesangsian serta keraguan bagi manusia. dan dalam perang badar mereka dengan gemilang meraih kemenangan dan berhasil melawan dan membunuh sekian banyak lawan mereka. yakni benar-benar keimanan telah mantap dalam hatimu. Mewujudkan kebahagiaan pada hambanya 3. dan petunjuk serta pelajaran bagi orangorang yang bertagwa.139. juga mengandung makna bahwa Allah tidak menjatuhkan sanksi sebelum manusia mengetahui sanksi tersebut. janganlah kamu melemah menghadapi musuhmu dan musuh Allah.Mereka itulah orang-orang yang sungguh jauh dan tinggi kedudukannya berada di atas yakni memperoleh dengan mantap petunjuk dari Tuhan Pembimbing mereka dan mereka itulah orang beruntung muflihun memperoleh apa yang mereka dambakan. maka itu merupakan bagian dari sunnatullah. Menambah ketaqwaan manusia pada Allah2.ada langsung sirna.Pernyataan Allah ini adalah penjelasan bagi manusia. Ini jika kamu orangorang mukmin. Agar manusia mempercayai akan keberadaan Allah3. petunjuk. dan janganlah (Pula) kamu bersedih hati. B.Bila kita kaitkan dengan tujuan dari pendidikan itu sendiri dapat kita ketahui sebagai berikut1. Namun demikian. di dunia dan di akherat. kuatkanlah mentalmu. yaitu seperti tanaman mengeluarkan . Al-Qur an memang adalah penerangan bagi seluruh manusia.Pada ayat 139 ini membicarakan tentang kelompok pada perang uhud. serta peringatan bagi orang-orang yang bertaqwa. tanda-tanda meraka tampak pada muka mereka dari bekas sujud Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam lnjil. jika kamu orang-orang yang beriman. Surah A1i lmran: 138-139 138. atau peristiwa lain yang seupa.Dari hal diatas dapat dipahami bahwa surah al-baqarah ayat 1-5 ini sangat dalam pesan moralnya. apa yang mereka alami dalam perang uhud tidak perlu menjadikan mereka berputus asa. kuatkan jasmanimu dan janganlah (pula) kamu bersedih akibat dari apa yang kamu alami dalam perang uhud. Mewujudkan manusia yang percaya akan hari akhir5. Mengapa kamu lemah atau bersedih padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) di sisi Allah. Pada ayat 138 dalam surah Ali Imran ini mengandung pesan-pesan yang sangat jelas. Pada perang uhud mereka tidak meraih kemenangan bahkan menderita luka dan poembunuhan. (al Qur an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia. Di dunia kamu memperjuangkan agama Allah itulah sebuah kebenaran. karena ini adalah petunjuk. di akherat kamu mendapatkan surga Allah. Karena itu. dimana kalaulah dikaitkan dengan tujuan pendidikan itu sendiri dapat penulis simpulkan sebagai berikut:1. Mewujudkan kesuksesan dalam hidup. atau dengan kata lain ayat ini memberikan informasi tentang keutamaan alQur an yang mengungkap adanya hukum-hukum yang mengatur kehidupan masyarakat. Surah al-Fath: 29 Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orangorang kafir tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. Kitab tersebut berfungsi mengubah masyarakat dan mengeluarkan anggotanya dari kegelapan menuju terang benderang dari kehidupan negative menuju kehidupan positif. mewujudkan manusia yang banyak beramal shaleh4. lagi peringatan. menjadikan manusia yang intelek dan mempunyai derajat yang tinggi c. Mewujudkan bimbingan pada manusia agar tidak binasa dengan hukum-hukum alam 2. Dia tidak menyiksa manusia secara mendadak. padahal kamulah orang-orang yang paling tingi (derajatnya). Janganlah kamu bersikap lemah.

tanaman itu menyenangkan hati penanam penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan orang-orang mu min).tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. maka itu dalam konteks peperangan dan penegakan sanksi hukum yang dibenarkan agama. mereka adalah orang-orang yang beruntung . jika kamu beriman kepada Allah. Allah berfirman: Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang diutusnya membawa rahmat bagi seluruh alam dan orang-orang yang bersama dengannya yakni sahabat-sahabat Nabi serta pengikut-pengikut setia beliau adalah orang-orang yang bersikap keras yakni tegas tidak berbasa-basi yang mengorbankan akidahnya terhadap orang-orang kafir. yakni Kami berikan mereka kekuasaan mengelola satu wilayah dalam keadaan mereka yang merdeka niscaya mereka melaksanakan shalat secara sempurna rukun. 48:29) Pada ayat ini Allah menjelaskan sifat dan sikap Nabi Muhammad SAW beserta pengikut-pengikut beliau. dan sunnah-sunnahnya dan mereka juga menunaikan zakat sesuai kadarnya. Walau mereka memiliki sikap tegas itu namun mereka berkasih sayang antar sesama mereka. 22:47) Ayat ini menerangkan tentang keadaan orang-orang yang diberikan kemenangan dan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi.. demikian itulah sifat-sifat yang agung dan luhur serta tinggi. Ini serupa dengan firman-Nya dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah. Mereka juga ruku dan sujud dengan tulus ikhlas karena Allah. (QS. Allah menjanjikan untuk orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shaleh di antara mereka yang bersama Nabi serta siapapun yang mengikuti cara hidup mereka dapat mencapai kesempurnaan atau luput dari kesalahan atau dosa. dan hari akherat . niscaya mereka mendirikan shalat. (QS.Kalimat asyidda u ala al-kuffar sering kali dijadikan oleh sementara orang sebagai bukti keharusan bersikap keras terhadap non muslim. menyuruh kepada yang ma ruf dan mencegah dari yang munkar. menyuruh berbuat yang ma ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar.Al-Qur an mengisyaratkan kedua nilai di atas dalam firman-Nya dalam surah Ali Imran. syarat. senantiasa mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya yang agung. dan yang telah terbukti dalam sejarah melalui masyarakat Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau.Allab menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan menegakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pabala yang besar . Demikian itulah keadaan orang mukmin pengikut Nabi Muhammad SAW. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan . Mewujudkan seorang hamba yang ahli sujud dan taubat3.. Mewujudkan manusia yang selalu menyenangkan orang lain d Surah al-Hajj: 41 (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi. (QS. kapan dan di manapun. Mewujudkan rasa hormat dan rasa kasih saying sesama manusia2. Serta mereka menyuruh anggota masyarakatnya agar berbuat yang ma ruf serta mencegah dari yang munkar. 24:2)Dari hal diatas dapat kita ketahui makna yang terkandung dari ayat diatas sbagai berikut1. Kalaupun dipahami sebagai sikap keras.Ayat di atas mencerminkan sekelumit dari ciri-ciri masyarakat yang diidamkan Islam. menunaikan Zakat. (QS 3:104) . ayat 104 yang berbunyi Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan.

55:4) Al-Qur an adalah firman-firman Allah yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW dengan lafal dan maknanya yang beribadah siapa yang membacanya. Surah adz-Dzariyat: 56 Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku . Mengarah kepada Allah dengan setiap gerak pada nurani. Pada masa itulah. tetapi keberhasilan itu menjadikan mereka lengah sehingga mereka kembali menyembah berhala serupa dengan berhala yang disembah kaum Ad. Mewujudkan seorang yang selalu menegakkan kebenaran dan mencegah kemunkaran2. kemantapan makna penghambaan diri kepada Allah dalam hati setiap insan. Mewujudkan seorang hamba yang shaleh2. Tsamud juga merupakan satu suku terbesar yang telah punah. Di sini penekanannya adalah beribadah kepada-Nya semata-mata. 55:3)Mengajarnya pandai berbicara (QS. (QS. Mewujudkan akan keesaan Tuhan3. Subjek Pendidikan a. Ibnu Nuh. Mewujudkan manusia yang selalu bertawaqqal pada Allah. Surah . 59:50) Ayat di atas menggunakan bentuk persona pertama (Aku).Didahulukannya penyebutan kata al jin/jin dari kata al-ins/manusia karena jin lebih dahulu diciptakan Allah dari pada manusia. Shaleh berkata Hai kaumku. Mewujudkan manusia yang ahli do a4. Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rahmat Nya) lagi memperkenankan (do a hamba Nya) . Dengan demikian. sekali kali tidak ada bagimu Ilah selain Dia Dia telah meciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan pemakmurnya. (QS.Hud: 61 Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. 55:2)Dia menciptakan manusia.Kaum Tsamud pada mulanya menarik pelajaran berharga dari pengalaman buruk kaum Ad. Mereka adalah keturunan Tsamud Ibnu Jatsar. karena itu mohanlah ampunan-Nya kemudian bertobatlah kepada-Nya. 55:1)Yang telab mengajarkan al Qur an. Tidak ada dalam wujud ini kecuali satu Tuhan dan selain-Nya adalah hamba-hamba-Nya.Kedua. Ketika itulah Allah mengutus Nabi Shaleh as mengingatkan mereka agar tidak mempersekutukan Allah tetapi tuntunan dan peringatan beliau tidak disambut baik oleh mayoritas kaum Tsamud. maka redaksi yang digunakan berbentuk tunggal dan tertuju kepada-Nya semata-mata tanpa memheri kesan adanya keterlibatan selain Allah S WT.Kaitannya dengan tujuan pendidikan sebagai berikut1. pada setiap anggota badan dan setiap gerak dalam hidup. f. Ar-Rahman: 1-4(Rabb) Yang Maha Pemurah. Dengan demikian silsilah keturunan mereka bertemu dengan Ad pada kakek yang sama yaitu Imran. (QS.Kaitannya dengan tujuan pendidikan itu sendiri dapat kita pahami sebagai berikut:Pertama. Ini bukan saja bertujuan menekankan pesan yang di kandungnya tetapi juga untuk mengisyaratkan bahwa perbuatan-perbuatan Allah tidak melibatkan malaikat atau sebab-sebab lainnya. e. (QS.Kaitannya dengan tujuan pendidikan sebagai berikut:1. menjadi bukti kebenaran mukjizat Nabi Muhammad SAW. Kata al-Qur an dapat dipahami sebagai keseluruhan ayat-ayatnya yang . merekapun berhasil membangun peradaban yang cukup megah. Menunjukkan akan luasnya ilmu Tuhan II. karena itu mereka beriman kepada Allah SWT. Ibnu Iram Ibnu Sam. 11:61) Setelah selesai kisah Ad kini giliran kisah suku Tsamud. sekaligus menjadi alasan mengapa manusia harus menyembah Allah SWT semata-mata. terlaksanalah makna ibadah. sembahlah Allah. Semuanya mengarah hanya kepada Allah secara tulus.(QS.Ayat ini mengandung perintah yang jelas kepada manusia langsung maupun tidak langsung untuk membangun bumi dalam kedudukannya sebagai khalifah.

b. Hingga akhir zaman. Dalam penolakan terhadap apa yang diturunkan Allah SWT mereka selalu berkata bahwa manusia tidak wajar menjadi rasul atau utusan Allah. maka aku mengharap menjadi yang paling banyak pengikutnya di hari kemudian . Kata al-Insan disini mencakup semua jenis manusia. Mereka adalah orang-orang yang dapat memberi infonnasi tentang kemanusiaan para rasul yang diutus Allah. agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka supaya meraka memikirkan. ayat ini menegaskan bahwa: Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu kepada umat manusia kapan dan di manapun kecuali orang-orang lelaki yakni jenis manusia pilihan. kendati demikian persoalan kemanusiaan para rasul. 16:44) Pada ayat ini diuraikan kesesatan pandangan kaum musyrikin menyangkut kerasulan Nabi Muhammad SAW.Ayat ini juga menugaskan Nabi Muhammad SAW untuk menjelaskan al-Qur an. tetapi mencakup segala bentuk ekspresi. yakni objek pertanyaan. Namun ia tidak terbatas pada ucapan. sejak Adam as. Agaknya hal ini mengisyaratkan penghormatan kepada beliau dan bahwa beliau termasuk dalam kelompok rasul-rasul yang diutus Allah.Allah ar-Rahman yang mengajarkan al-Qur an itu ialah yang menciptakan manusia. kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka.Walaupun penggalan ayat ini turun dalam konteks tertentu. namun karena redaksinya yang bersifat umum.Ayat di atas mengubah redaksinya dari persona ketiga menjadi persona kedua yang ditujukan langsung kepada mitra bicara.Dimulainya surah ini dengan kata ar-Rahman bertujuan mengundang rasa ingin tahu mereka dengan harapan akan tergugah untuk mengakui nikmat-nikmat dan beriman kepada Allah. Surah an Nahl: 43-44 Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu. (HR.enam ribu lebih itu. Maka wahai orang-orang yang ragu atau tidak tahu bertanyalah kepada ahl dzikr yakni orang-orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui. dalam hal ini adalah Nabi Muhammad SAW. Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur an.Kata ahl dzikr pada ayat ini dipahami oleh banyak ulama dalam arti para pemuka Yahudi dan Nasrani. termasuk seni dan raut muka. bukan malaikat yang Kami beri wahyu kepada mereka antara lain melalui malaikat Jibril. bahkan kedudukan beliau tidak kurang. makhluk yang paling membutuhkan tuntunannya. maka ia dapat dipahami pula sebagai perintah bertanya apa saja yang tidak diketahui atau diragukan kebenarannya kepada siapapun yang tahu dan tidak tertuduh objektivitasnya. Ada juga yang memahami istilah ini dalam arti sejarawan. AI-Bayan berarti jelas. Mereka wajar ditanyai karena mereka tidak dapat dituduh berpihak pada informasi al-Qur an sebab mereka juga termasuk yang tidak mempercayainya. Nah. Memang as-Sunah mempunyai fungsi yang berhubungan dengan al-Qur an dan fungsi sehubungan dengan pembinaan . atau paling tidak ia harus disertai oleh malaikat. Dan sesungguhnya aku dianugerahi wahyu (al-Qur an) yang bersifat immaterial dan kekal sepanjang masa. baik muslim ataupun non muslim. Dalam konteks ini Nabi Muhammad SAW bersabda: Tidak seorang nabipun kecuali telah dianugerahkan Allah apa (bukti-bukti indrawi) yang menjadikan manusia percaya padanya.Penyebutan anugerah Allah kepada Nabi Muhammad secara khusus dan bahwa yang dianugerahkan-Nya itu adalah adz-dzikr mengesankan perbedaan kedudukan beliau dengan para nabi dan para rasul sebelumnya. dan dapat juga digunakan untuk menunjuk walau satu ayat saja bagian dari satu ayat. (QS. maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. Bayan atau penjelasan Nabi Muhammad itu bermacam-macam dan bertingkat-tingkat. 16:43)keteraqan-keterangan (mujizat) dan kitab-kitab. (QS.Bukhori). serta siapa yang ditanya tertentu pula. mereka akui.

Objek Pendidikan a Surah asy-Syu ara: 214 Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat QS. tidak juga terbebaskan dari kewajiban. sementara ia belum menjangkau secara menyeluruh beritanya.Ucapan hamba Allah ini. III. Abu Lahab yang mendengar sabda beliau itu. b. apakah kalian mempercayai aku? mereka berkata: Ya. Rasul SAW naik ke puncak bukit Shafa. Ada dua fungsi penjelasan Nabi Muhammad dalam kaitannya dengan al-Qur an yaitu Bayan Ta kid dan Bayan Tafsir. sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dan Rabbmu. Surah an Nisa: 170Wahai manusia. (QS 4: 170) . Dan jika kamu kafir. jika aku berkata bahwa:di belakang lembah ini ada pasukan berkuda bermaksud menyerang kalian. 18: 66) Dalam pertemuan kedua tokoh pada ayat ini diceritakan Nabi Musa yang terkesan banyak menanyakan sesuatu kepada salah satu hamba Allah yang memiliki ilmu khusus. Surah al-Kahf: 66Musa berkata kepada Khidhr Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu (QS. kami belum pernah mendapatkan darimu kecuali kebenaran . Ini berarti Nabi Muhammad SAW dan keluarga beliau tidak kebal hukum.Allah sedikitpun) karena sesunguhnya apa di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah. lalu menyeru keluarga dekat beliau dari keluarga besar Ady dan Fihr yang berinduk pada suku Quraisy. merinci. c.hokum syara . Mereka tidak memiliki hak berlebih atas dasar kekerabatan kepada rasul SAW. Dan bagaimana Nabi Musa dapat sabar atas sesuatu.Demikianlah ayat ini mengajarkan kepada rasul SAW dan umatnya agar tidak pilih kasih. memberi isyarat bahwa seorang pendidik hendaknya menuntun anak didiknya dan rnemberi tahu kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi dalam menuntut ilmu. Muslim. bahkan mengarahkannya untuk tidak mempelajari sesuatu jika sang pendidik mengetahui bahwa potensi anak didiknya tidak sesuai dengan bidang ilmu yang akan dipelajarinya. Sementara jawaban dari orang tersebut menyatakan bahwa Nabi Musa tidak akan sanggup untuk sabar bersamanya. Bila ada kelebihan yang berhak mereka peroleh. karena semua adalah hamba Allah. bahwa di hadapan sana (masa datang) ada siksa yang pedih . Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Ahmad dan lain-lain melalui Ibn Abbas).Bukhori. Lalu Nabi bersabda: Aku menyampaikan kepada kamu semua sebuah peringatan. Semua keluarga hadir atau mengirim utusan. maka berimanlah kamu. (maka kekafiran itu tidak merugikan . bahkan membatasi pengertian lahir dari ayat-ayat al-Qur an. 26: 214) Ketika ayat ini turun. sedang yang kedua memperjelas. di Mekah. Abu Lahab pun datang. Yang pertama sekedar menguatkan atau menggarisbawahi kembali apa yang terdapat dalam Al-Qur an. Ialu Nabi SAW bersabda: bagaimana pendapat kalian. tidak ada perbedaan antara keluarga atau orang lain. berteriak kepada Nabi SAW berkata: celakalah engkau sepanjang hari. atau memberi kemudahan kepada keluarga dalam hal pemberian peringatan. itulah yang lebih baik bagimu. apakah untuk maksud itu engkau mengumpulkan kami? Maka turunlah surah Tabbat Yada Abi Lahab (HR. maka itu disebabkan karena keberhasilan mereka mendekat kepada Allah dan menghiasi diri dengan ilmu serta akhlak yang mulia.

kemudian Allah menjadikannya sekali lagi.Sebenarnya menciptakan pertama kali. Kewajiban Belajar Mengajar a Surah al-Ankabut: 19-20 Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya.Allah yang pertama kali mewujudkan sesuatu kalau bukan Dia siapa lagi yang mewujudkankannya? Sebagaimana firman-Nya: Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri) (QS. Katakanlah: Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama . 29: 99)Katakanlah: Berjalanlah di (muka) bumi.yang demikian itu mudah bagi Allah. (QS. 17:50)atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu . karena sesurgguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah di bawah kendaliNya. maka karena itu berimanlah dengan iman yang benar. maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun. serta pernyataan bahwa yang beliau bawa adalah tuntunan dari Tuhan pembimbing dan pemelihara kamu dimaksudkan sebagai rangsangan kepada mitra bicara. (QS. dengan membawa tuntunan al-Qur an dan syari at yang mengandung kebenaran dari Tuhan Pembimbing dan Pemelihara kamu. Itulah.Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS 29: 20) Allah yang memulai penciptaan dipahami dalam arti Dia Yang menciptakan segala sesuatu pertama kali dan tanpa contoh sebelumnya . dan ternyata dapat wujud. 17:51) . kini menjadi sangat wajar menyampaikan ajakan kepada seluruh manusia bukan hanya ahl kitab: wahai seluruh manusia. Dan jika kamu terus menerus kafir. Lalu mereka akan menggelenggelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: Kapan (akan terjadi) Katakanlah: Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat . (QS. 17:49) Al-Qur an memerintahkan Nabi Muhammad SAW menjawab mereka: Katakanlah: Jadilah kamu sekalian batu atau besi. 52:35) Begitu antara lain al-Qur an membuktikan wujud Allah dan sifat-Nya sebagai Mubdi .Sesungguhnya. Kalau pada penciptaan pertama yang wujud belum pernah ada. apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru (QS. yakni keimanan itu yang baik bagimu. kemudian mengulanginya (kembali). Keduanya adalah memberi wujud kepada sesuatu. Sesungguhnya. Ini mengadung arti bahwa Allah ada sebelum sesuatu itu ada.Rasul SAW telah membawa kebenaran dari Allah sambil membuktikan keliruan bahkan kesesatan pandangan ahl kitab. Dia yang mencipta dari tiada. sesungguhnya telah datang kepada kamu rasul yakni Muhammad SAW. Maka mereka akan bertanya Siapa yang akan menghidupkan kami kembali . maka penciptaan kedua juga memberi wujud dan ini dalam logika manusia tentu lebih mudah serta lebih logis dari pada penciptaan pertama itu.Kehadiran rasul yang dinyatakan dating kepadamu. agar menerima siapa yang datang dan menerima apa yang di bawanya. maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya. sama saja bagi Allah dengan menghidupkan kembali.Kaum musyrikin terheran mendengar pernyataan al-Qur an bahwa setelah kematian mereka akan dihidupkan lagi: Dan mereka berkata: Apakah bila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur. maka wujudlah segala sesuatu yang dikehendaki-Nya. tidak juga mengurangi kekuasaan dan kepemilikan-Nya. IV.

Tetapi di sini Allah memerintahkan bersikap lebih tegas menerapkan pengecualian yang diperintahkan-Nya pada Qur an surah an-Nisa ayat 148: Allah tidak menyukai ucapan buruk. VI. wujud satu kekuatan dan kekuasaan Yang Maha Besar lagi Maha Esa yaitu Allah SWT: V. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu. Surah al-Baqarah: 184 .Dari ayat tersebut di atas (al-Ankabut: 20) memerintahkan untuk melakukan perjalanan. 7:177) Ayat ini menguraikan keadaan siapapun yang melepaskan diri dari pengetahuan yang telah dimilikinya. Allah memelihara kamu dan gangguan) manusia Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir (QS. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu. 4: 148) b. Metode Pendidikana Surah al-Maidah: 67 Hai Rasul.Thahir ibn Asyur menambahkan bahwa ayat ini mengingatkan rasul agar menyampaikan ajaran agama kepada ahl kitab tanpa menghiraukan kritik dan ancaman mereka. Pandangan kepada hal-hal itu akan mengantarkan seseorang yang menggunakan akalnya untuk sampai kepada kesimpulan bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini. 5: 67) Ar-Razi berpendapat. berarti) kamu hendak menyampatkan amanat-Nya. dan bahwa di balik peristiwa dan ciptaan itu. maka perumpamaannya adalah seperti anjing yang selalu menjulurkan lidahnya. tetapi dia mengekal yakni cenderung menetap terus menerus di dunia menikmati gemerlapnya serta merasa bahagia dan tenang menghadapinya dan menurutkan dengan antusias hawa nafsunya yang rendah. Surah al A raf: 176-177 Dan kalau Kami menghendaki. (QS. bahwa ayat ini merupakan janji Allah kepada nabi-Nya Muhammad SAW bahwa beliau akan dipelihara Allah dari gangguan dan tipu daya orang-orang Yahudi dan Nasrani. Evaluasi Pendidikan a. (QS. pasti Kami menyucikan jiwanya dan meninggikan derajatnya dengannya yakni melalui pengamalannya terhadap ayat-ayat itu. tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan bawa nafsunya yang rendah. maupun dari peninggalan lama yang masih tersisa puing-puingnya. sesungguhnya Kami tingikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu. Teguran keras ini pada hakikatnya tidak sejalan dengan sifat nabi yang cenderung memilih sikap lembut. apalagi teguran-teguran pada ayat-ayat yang lalu merupakan teguran yang keras. bermujadalah dengan yang terbaik. 7:176)Amat buruklah perummpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim. (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah SWT menyatakan bahwa sekiranya Kami menghendaki. Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami Maka ceritakanlan (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir (QS. dengannya seseorang akan menemukan banyak pelajaran berharga baik melalui ciptaan Allah yang terhampar dan beraneka ragam. karena ayatayat yang mendahuluinya demikian juga sesudahnya berbicara tentang mereka. maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga).

Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan. maka itulah yang lebib baik baginya.. dalam kompleks itu berdiri beberapa bangunan rumah kediaman pengasuh... Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka)... (yaitu) memberi makan seorang miskin... Pesan.Quraish. Tafsir al-Maragi ( Mesir: Mustafa al-Babi al-Halabi... Dapat pula dikatakan pesantren adalah kata santri yaitu orang yang belajar agama Islam. Pesantren sebagai Basis Penyebaran Ajaran Agama Islam Abied 1 March 2011 1 comment A. 1992) Ahmad Mustafa al-Maragi. 2001) _______________.. 1997) Departemen agama.[3] 1.[2] Begitu pula pesantren sebuah kompleks yang mana umumnya terpisah dari kehidupan sekitarnya. (Jakarta: Lentera Hati. an tra berarti seseorang yang berperilaku yang baik dan tra berarti suka menolong. al-Qur an dan Tafsirnya ( Jakarta: Proyek pengadaan Kitab Suci Al-Qur an. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya jika mereka tidak berpuasa).. 1990) Tafsir Ibnu Katsir. 2.. M. Menurut Bahasa Perkataan pesantren berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari dua kata yaitu Sa dan Tra San yang berarti orang yang berperilaku yang baik... 2: 184) REFERENSI Shihab..[1] Selanjutnya kata pesantren berasal dari kata dasar santri yang mendapat awalan pe dan akhiran an yang berarti tempat tinggal para santri... Menurut Istilah . Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetabui.. Bina Ilmu. Tafsir Al-Misbah. maka (wajiblab baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.. Kesan.... Tafsir al-Qur-an al-Karim ( Bandung: : Pustaka Hidayah. (Surabaya: PT. Pengertian Pesantren 1... membayar fidyab. (QS. dan Keserasian al-Qur an.(yaitu) dalam beberapa hari yang tertextu. 1974) .

Jadi pesantren yang dimaksud dalam hal ini suatu lembaga pendidikan Islam yang didirikan di tengah-tengah masyarakat. santri. bukan hanya berpusat di kota-kota besar akan tetapi justru dapat merangkul sebagian besar pelosok pedesaan. kadang-kadang lembaga demikian ini mencakup ruang gerak yang luas sekali dan mata pelajaran yang dapat diberikan dan meliputi hadits. sekaligus merupakan penolong bagi masyarakat dan tetap mendapat kepercayaan di mata masyarakat. pesantren di samping sebagai pendidikan Islam. yang di dalamnya terdiri dari pengasuh atau pendidik. Abu Ahmadi memberikan definisi sebagai berikut: Pesantren adalah suatu sekolah bersama untuk mempelajari Ilmu agama. Melihat hal yang ditimbulkan. Drs. Satu contoh dengan lajunya perkembangan teknologi sekarang ini. Untuk menanggulangi dampak negatif berbagai pihak utamanya kepada pemerintah dan tokoh-tokoh agama saling kerjasama dalam membina dan mendidik umat manusia dengan jalan memberikan pengetahuan yang dapat menjadi penangkal bagi lajunya kebudayaan barat yang setiap saat datang untuk mengancam ketentraman Islam yaitu berusaha untuk ikut dengan budaya yang mereka anut. Dalam hubungan dengan pondok pesantren. maka orientasi secara spontanitas tertuju kepada lembaga pendidikan Islam yang diasuh oleh para kyai atau ulama dengan mengutamakan pendidikan agama dibanding dengan pendidikan umum lainnya. fiqhi dan ilmu tasawuf. [4] Menurut fungsinya. .Bila mendengar makna pesantren itu sendiri. maka kebudayaan Barat masuk ke Indonesia berusaha untuk merubah dan menggeser nilai-nilai ajaran Islam yang sejak lama dipelihara dengan baik. yang mana disebabkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini. khususnya dalam bidang perkembangan mental spiritual dapat juga ditimbulkan. ilmu kalam.[5] Hal ini adalah merupakan faktor yang sangat penting utamanya dalam menanggulangi kemerosotan akhlak muda mudi. alat-alat pendidikan dan pengajaran serta tujuan yang akan dicapai. Pesantren adalah asrama dan tempat para santri belajar ilmu agama juga ilmu yang bersifat umum dan di didik untuk bagaimana hidup mandiri. maka perlu adanya usaha dan perhatian yang serius dari hal ini harus diakui bahwa teknologi itu memang mempunyai banyak segi positif bagi kehidupan umat manusia akan tetapi tidak dapat dipungkiri pula bahwa nampak negatifnya.

Dalam hal ini Drs. M. Dawam Raharjo, menjelaskan dalam Bukunya Pesantren dan Pembaharuan sebagai Berikut:

Pondok pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin mempunyai fungsi pemeliharaan, pengembangan, penyiaran dan pelestarian Islam, dari segi kemasyarakatan, ia menjalankan pemeliharaan dan pendidikan mental. [6]

Bertolak dari uraian tersebut di atas, maka dapatlah diketahui bahwa dengan berdirinya pondok pesantren dari kota sampai ke pelosok-pelosok desa, telah dirasakan oleh masyarakat seperti adanya bakti sosial bersama dengan masyarakat maupun dalam bidang keagamaan yaitu dengan adanya pengajian-pengajian atau ceramah-ceramah yang dilaksanakan baik terhadap masyarakat umum maupun terhadap santri itu sendiri.

Dalam istilah pesantren juga disebut sebuah kehidupan yang unik karena di dalam pesantren selain belajar santri juga di didik untuk hidup mandiri, sebagaimana yang dapat disimpulkan dari gambaran lahiriahnya. Pesantren adalah sebuah kompleks dengan lokasi yang umumnya terpisah dari kehidupan sekitarnya, dalam kompleks itu berdiri dari beberapa buah bangunan, rumah kediaman pengasuh yang disebut Kyai, dan dimana di dalamnya terdapat sebuah surau atau mesjid dan asrama tempat mondok bagi santri.[7]

Corak tersendiri dalam pesantren dapat dilihat juga dari struktur pengajaran yang diberikan, dari sistematika pengajaran, dijumpai pelajaran yang berulang dari tingkat ke tingkat, tanpa melihat kesudahannya. Persoalan yang diajarkan seringkali pembahasan serupa yang diulang-ulang selama jangka waktu yang bertahun-tahun. [8]

Dari pengertian tersebut di atas, maka dapatlah dipahami bahwa pesantren adalah merupakan wadah yang mana di dalamnya terdapat santri yang dapat diajar dan belajar dengan berbagai ilmu agama. Demikian pula sebagai tempat untuk menyiapkan kader-kader da i yang profesional dibidang penyiaran Islam.

B. Metode Penyiaran Islam

Pesantren Manahilil Ulum DDI Kaballangan dalam penyiaran Islam ialah bagaimana melihat lingkungan masyarakat, sehingga mereka dapat berbuat dan bertindak sesuai apa yang telah digariskan oleh agama.

Penyiaran adalah salah satu dari bagian dakwah.[9] Sehingga penyiaran Islam mempunyai arti yang cukup penting bagi umat Islam untuk disampaikan kepada keluarga, lingkungan masyarakat dan kepada seluruh umat manusia.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut di atas, maka diperlukan adanya penyiaran Islam yang baik dan berkesinambungan serta usaha-usaha yang lain yang berhubungan dengan penyiaran Islam yang dapat mendorong keberhasilan dalam berdakwah.

Melalui penyiaran Islam diharapkan terwujudnya pribadi-pribadi yang nantinya dapat menyebarkan Islam kepada keluarga, lingkungan masyarakat dan seluruh umat manusia, karena dengan aktivitas seperti itulah secara sungguh-sungguh sehingga ilmu agama dapat tersebar ke seluruh pelosok dunia dan dapat berdiri dengan kokoh sekaligus menjadi pedoman hidup bagi manusia.

Sebagai orang mukmin hendaknya mempunyai dorongan dan mau bekerja untuk mewujudkan syiar Islam , mengembangkan ajaran agama Islam, apabila, mereka melihat kemungkaran atau penyimpangan dalam Islam, segera mereka mengembalikannya kepada jalan yang benar. Allah Berfirman dalam QS. Ali Imran (3). 110 sebagai berikut :

Terjemahnya :

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.[10]

Seruan kepada jalan yang baik dan mencegah perbuatan yang mungkar adalah suatu tugas yang sangat suci bagi umat Islam yang harus dilaksanakan dan disukseskan, namun dalam penyampaian tidaklah hanya sekedar menawarkan suatu metode begitu saja dengan ancaman siksaan neraka, dan kelebihan bagi orang-orang yang masuk dalam surga akan tetapi lebih dari itu membutuhkan metodologi perencanaan komunikasi dakwah dengan melihat dan menimbang semua indikator sosiokultural dari sasaran dakwah tersebut.[11]

Penyiaran Islam adalah merupakan pekerjaan yang bersifat propaganda kepada orang lain. Propaganda dapat diterima orang lain, apabila yang membawakan dakwah berlaku baik dan ramah serta ringan tangan untuk melayani sasarannya. Sebaliknya jika mempunyai kepribadian yang membosankan dan tidak menarik dalam penyampaiannya maka kemungkinan dakwahnya dapat berhasil.

Dalam menyiarkan Islam sangat diperlukan adanya kesabaran, rendah hati dan tidak sombong, sabar dalam menyampaikan dakwah bukanlah berarti mengalah di hadapan masyarakat, akan tetapi kesederhanaan, dan tidak mencela orang lain adalah merupakan pangkal keberhasilan dakwah, Sederhana juga bukanlah berarti dalam kehidupan sehari-hari selalu ekonomis dalam memenuhi kebutuhannya, akan tetapi sederhana di sini adalah tidak bermegah, angkuh dan hendaklah juga bertawakkal kepada Allah Swt, karena sifat seperti itu adalah perbuatan yang disukai Allah.[12]

Jelas sekali bahwa menyeru kepada jalan yang diridhai Allah adalah merupakan jalan, ciri-ciri dan sifatsifat para Nabi dan Rasul. Allah mengutus Rasul untuk berwasiat dan menganjurkan kepada umat Islam untuk menyebarkan agama Islam.[13]

Menyampaikan ajaran agama Allah kepada umat manusia merupakan kewajiban bagi hamba Allah, dimanapun mereka berada karena menyeru kepada perjalanan yang diridhai Allah merupakan suatu tindakan nyata yang dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang selalu menunggu siraman rohani yang sejuk.

Dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah tidaklah hanya sekedar agar pesan tersebut dapat disampaikan dan diterima oleh masyarakat, akan tetapi hendaknya pesan tersebut dapat mengerti dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Posisi penyiaran Islam sangatlah penting artinya, dalam kehidupan beragama, ideologi terus berkembang dan berlangsung, sebab suatu ideologi tidak akan terjamin kelangsungan tanpa adanya dakwah Islamiah yang dilaksanakan secara kontinyu sekalipun agama (ideologi agama sangat baik, yang jelas bahwa penyiaran Islam haruslah berjalan terus menerus)[14]

Penyiaran Islam yang terdiri dari berbagai aktivitas sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, dilakukan dalam rangka mencapai nilai tertentu. Nilai tertentu yang diharapkan dapat dicapai dan diperoleh dengan jalan melakukan penyelenggaraan penyiaran Islam dan harus mempunyai tujuan. Karena tanpa adanya tujuan tertentu yang dapat diwujudkan, maka penyelenggaraan penyiaran Islam tidak akan mempunyai arti apa-apa, bahkan merupakan pekerjaan yang sia-sia yang hanya menghamburkan fikiran, tenaga dan biaya.

Sebagai suatu aktivitas dakwah tidaklah mungkin dilaksanakan secara sambil lalu dan seadanya saja, melainkan haruslah ada persiapan yang direncanakan secara matang, dengan memperhatikan segenap segi dan faktor yang mempunyai kaitan dan pengaruh bagi pelaksanaan dakwah Islamiah. Demikian pula sebagai usaha atau aktivitas penyiaran Islam tidak mungkin diharapkan dapat mencapai apa yang menjadi tujuannya dengan hanya melakukan sekali perbuatan saja, tetapi harus melakukan serangkaian atau serentetan perbuatan yang disusun secara tahap demi tahap, dengan sasarannya masing-masing

Untuk menghadapi kendala-kendala seperti yang ada di atas. baik metode ceramah. Begitu pula dalam pelaksanaan atau menggunakan pemilihan dan penggunaan sistem. sendiri-sendiri tidaklah efektif.[15] Dengan perkataan lain. baik yang disadari maupun tidak. Misalnya tata berpakaiannya sudah tidak sesuai lagi dengan ajaran Islam. serta faktor-faktor lain yang berpengaruh dalam penyelenggaraan penyiaran Islam. tetapi melihat kompleksnya persoalan dakwah Islamiah. sistem dan metode. Obyek penyiaran dakwah misalnya. maka pelaksanaan penyiaran Islam oleh orang seorang. [17] . para anak muda masih memakai pakaian Indonesia. meskipun penyelenggaraan penyiaran Islam tidak mustahil dapat dilakukan oleh orang seorang secara sendiri-sendiri. terdiri dari masyarakat (manusia) yang bermacam-macam dan senantiasa mengalami suatu perubahan dan perkembangan pada sifatnya. Di samping itu. Penetapan rasional mengandung arti bahwa sasaran itu haruslah obyektif sesuai dengan kondisi yang ada. Dengan tujuan adalah untuk menumbuhkan rasa pengertian. Kompleksitas persoalan dakwah Islamiah itu mencakup segenap aspek dakwah. maka sangat diperlukan aktivitas penyiaran agama Islam yang berkesinambungan dan usaha-usaha lain yang merupakan penopang dan pendorong keberhasilan dakwah tersebut. serta bagaimana penyiaran Islam itu harus diselenggarakan.[16] Hal ini semua disebabkan karena banyaknya kampanye yang setiap hari datang. Memang dalam penyiaran Islam sangat diperlukan metode yang baik. sehingga merupakan satu kesatuan yang melaksanakan secara bersama-sama tugas dakwah yang sifatnya semakin kompleks itu. yang dulunya sebelum dikenalnya media massa khususnya dari Barat.yang ditetapkan secara rasional pula. baik obyek. kesadaran. penghayatan dan pengalaman ajaran agama Islam yang dibawakan oleh aparat dakwah atau penerang agama. metode tanya jawab dan lain sebagainya. Rangkaian perbuatan yang dilaksanakan secara bersama-sama dan dapat menghasilkan hasil yang memuaskan. Hal ini dapat terlihat dengan banyaknya bukti-bukti mengenai perubahan perilaku umat manusia yang disebabkan oleh Media Massa. bahkan cara berpakaiannya sangat sederhana. bilamana didukung oleh beberapa orang yang diatur dan disusun sedemikian rupa. apalagi dengan datangnya pengaruh-pengaruh dari Barat melalui media massa terhadap perilaku. dan metode dakwah apa yang tepat. akan lebih efektif bilamana dilakukan dengan kerja sama yang baik. baik berupa kampanye yang dilakukan dengan secara sengaja maupun tidak. Kampanye yang tidak sengaja dilakukan adalah gayagaya modern yang ditampilkan di media massa yang belum mampu diterima oleh umat Islam. maupun penyelenggaraannya. Maka dalam menghadapi dan memecahkan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan masyarakat semacam itu. pelaksanaan penyiaran Islam akan lebih efektif. kiranya akan lebih efektif bila mana dilakukan oleh lebih dari satu orang yang saling melakukan kerja sama.

Di dalam Sunnah Rasulullah saw. perbedaan dalam budaya. serta siksaan bagi orang-orang yang melalaikan perintah Allah swt. sifat ideologi. akan tetapi menuju yang lebih luas. pada masa sekarang ini ia harus lebih berperan menuju kepada ajaran agama Islam secara lebih luas yang menyeluruh dalam segala hal. Penyiaran Islam Adalah suatu proses atau usaha yang tidak pernah mengenal lelah dan selesai pelaksanaannya.Penyiaran Islam. . kehendak dan lain sebagainya. juga ditemukan bahwa manusia berkewajiban untuk menegakkan dan mencegah kemungkaran.[18] Jelaslah tugas berdakwah dalam mengembangkan ajaran agama Islam besar sekali. Sebagaimana Firman Allah Swt. secara dan akan datang. Melalui penyiaran Islam akan dapat terwujud pribadipribadi muslim yang nantinya dapat menjadi muballigh yang menyebarkan agama Islam kepada seluruh umat manusia.Hijr 915) 94 sebagai berikut: Terjemahnya: Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. selama itu pulalah proses dakwah mutlak diperlukan. Penyiaran Islam adalah merupakan titik sentral para muballigh dalam menyiarkan Islam di atas persada bumi ini.[19] Perwujudan dakwah bukan sekedar usaha untuk meningkatkan pemahaman agama dalam tingkah laku dan pandangan hidup saja. dan manfaat yang didapatkan oleh orang-orang menunaikannya. karena melalui dakwah akan melahirkan insan-insan yang berkepribadian yang mulia dan termasuk perubahan sikap dan tingkah laku dalam kehidupan umat manusia. karena bagaimanapun juga untuk menyiarkan agama Islam kepada masyarakat penerapannya harus sesuai dengan keadaan dan kondisi yang ada dimana mereka berada. baik yang ada hubungannya dengan sifat jasmaniah maupun sifat rohaniah. Al. mempunyai tanggung jawab yang sangat besar. dalam (QS. Penyiaran Islam adalah sesuatu proses yang kompleks dan unik. Sedangkan yang unik artinya di dalam pelaksanaan dakwah adalah sebagai obyeknya terdiri dari berbagai macam perbedaan. Kompleks seperti bahwa dalam menjalankan dakwah mengikut sertakan keseluruhan aspek kehidupan. dalam rangka pemahaman dan pengamalan ajaran agama Islam sangat nyata dalam kehidupan masa lalu.

Hukum Penyiaran Islam Penyiaran Islam adalah suatu proses pembentukan watak manusia yang wajib dilakukan oleh setiap umat Islam sebagai pewaris atau pelanjut ajaran Rasulullah Saw. sebab penyiaran Islam yang merupakan napas gerakan Islam. Adapun dasar hukum kewajiban berdakwah tentunya tidak terlepas dari Al.Qur an dan hadits Rasulullah Saw.[20] Dari pengertian di atas. Serta menjauhkan manusia dari larangan agama. dan landasan para Ulama. sehingga dengan demikian dakwah perlu terus ditingkatkan kualitasnya yang harus menyentuh seluruh sendi-sendi kehidupan umat manusia. itu merupakan suatu tindakan nyata yang dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat Islam yang selalu menunggu siraman rohani yang sejuk. dan mendatangkan nikmat dan kebahagiaan tersendiri bagi umat Islam. Dalam menyebarkan dan mengembangkan ajaran Islam ke tengah-tengah masyarakat secara keseluruhan. Perkembangan dan pertumbuhan manusia dapat ditumbuh-kembangkan terus dengan cara pengarahan-pengarahan serta yang lebih baik. Untuk lebih jelas dan dapat dilihat para uraian tersebut: . karena seruan kepada jalan Allah. masa sahabat dan hingga dewasa ini. Hasanuddin dalam bukunya Retorika Dakwah Publistik dalam Kepemimpinan Islam. dimanapun mereka berada. bahwa: Dakwah adalah mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah untuk keselamatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat. Menyiarkan agama Islam adalah kewajiban bagi kaum muslimin untuk melaksanakannya. C.Menyiarkan Islam adalah merupakan kewajiban bagi semua hamba Allah. maka dapat diketahui bahwa penyiaran Islam adalah merupakan rangsangan atau suatu motivasi yang dapat membawa umat manusia kepada jalan yang diridhai Allah Swt. yang dimulai pada masa Rasulullah. H. dengan penyiaran maka ajaran Islam dapat disebar luaskan secara merata dalam kehidupan masyarakat. sebab dakwah dapat menjadi pedoman dan tuntunan bagi kehidupan serta bertujuan untuk merubah dan memperbaiki keadaan masyarakat kepada suasana hidup yang baik atas dasar nilai-nilai ajaran agama Islam. Selaras apa yang dikatakan A. baik yang menyangkut rohaniah maupun jasmaniah.

bersabda : barang siapa diantara kamu melihat kemungkaran. Dalam ayat-ayat tersebut antara lain: QS. akan tetapi apakah wajib aini atau kifayah Ulama berbeda pendapat dalam hal ini. maka hendaklah dengan keimanan hatinya. dan apabila tidak mampu maka hendaklah dengan nasehatnya. 3. 104 surat Al Imran yang telah dikemukakan di atas. Ali Imran (3) sebagai berikut: Terjemahnya : Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. 2. maka hendaklah merubah dengan tangan/ kekuasaanya. maka para Ulama sepakat dalam wajibnya dakwah ditunaikan.[22] Untuk merubah kemungkaran bukan semata-mata kekerasan tetapi dibarengi dengan akal sehat. sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.1. merekalah orang-orang yang beruntung. Hadis Rasulullah Hadis yang menganjurkan untuk menyiarkan Islam yaitu: Artinya: Dari Abu Sai id Al Hudri ra. menyuruh kepada yang ma ruf dan mencegah dari yang munkar. begitu pula keuntungan-keuntungan para da i dalam menyampaikannya. banyak sekali ayat-ayat yang menyangkut kewajiban untuk menyiarkan agama Islam. Pendapat Para Ulama Berdasarkan dari ayat Al-Qur an.[21] Ma ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah. berkata: saya telah mendengarkan Rasulullah Saw. Al-Qur an Al-Qur an adalah kitab suci bagi umat Islam dan merupakan dasar hukum untuk menyiarkan Islam. dan apabila tidak mampu pula. itulah itu selemah-lemah Iman. .

1978) h. menetapkan fardhu kifayah.[23] Konsekuensi sebagai seorang Muslim tidak boleh tinggal diam melihat kemungkaran-kemungkaran yang merajalela dalam masyarakat. yaitu dengan kata-kata yang lemah lembut dan dapat meresap dalam diri seseorang. 2.Menyiarkan Islam adalah wajib kifayah menurut Farid Ma ruf Nour. menolak atau tidak setuju akan perbuatan yang mungkar. orang tua terhadap anak-anaknya. . Atas dasar itulah. seperti guru. maka dapat ditegaskan bahwa penyiaran Islam adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh kaum muslimin untuk menjunjung tinggi undangundang Ilahi dalam seluruh aspek kehidupan umat manusia dalam masyarakat. maka menyiarkan Islam adalah merupakan bagian yang sangat penting sekali dalam kehidupan seorang muslim. menjiwai dan mewarnai seluruh sikap dan tingkah laku manusia dalam kehidupan dan pergaulan hidupnya. harus ada usaha untuk mencegahnya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing. sehingga ajaran Islam menjadi titik tolak atau pedoman yang mendasari. Abu Hamid. terhadap muridnya. bahkan tidak berlebihan kiranya apabila dikatakan bahwa tidak sempurna bahkan sulit dikatakan orang muslim apabila dia menghindari atau membutakan matanya dari tanggung jawab sebagai juru dakwah. akan tetapi yang dimaksud mereka adalah tabligh yakni menyampaikan ajaran agama Islam dengan lisan dan tulisan. Menggunakan kekuasaan. Maksudnya dalam berdakwah hanya sebagian kepada suatu bidang tertentu yang memerlukan syarat dan keahlian tertentu. [1] Lihat. sedang menurut Mufassir Imam Jalaluddin As Suyuti. Berdasarkan keterangan-keterangan tersebut di atas. Sistem Pesantren Madrasah dan Pesantren di Sulawesi Selatan. (Ujung Pandang: Fakultas Sastra UNHAS. tidak dapat dilakukan. Hal ini mengandung tiga alternatif dalam mengubah dan mencegah kemungkaran yaitu: 1. yang terkena perintah ini adalah penguasa (pemerintah) juga pemimpin dalam suatu lingkungan wewenang kekuasaannya. Ingkar dalam hati. Memberikan peringatan atau nasehat yang baik. 3. 3. hal ini dapat dilaksanakan bila kedua alternatif tersebut di atas.

18.. t. 11. (Cet. Perguruan tinggi Pesantren Pendidikan alternative masa depan. h. h. Toha Putra.Ikhlas. (Jakarta : PT.th) h. I. h. op. Jakarta: Penerbit Wijaya. Gaya Media Pratama. XV. 1974). [4] Abu Hamid. Komunikasi Dakwah. 1980). 40. II. (Jakarta: LPES. h. h. 310. Ibid. Jakarta: Gema Insani Press. [11] Lihat Toto Tasmara. 1983). 1987). I. Jakarta: CV. 1999). Abdul Rosyad Saleh. h. 1977). h. 123 . 83 [7] Lihat. [6] M. I. Bintang Pelajar. [9] Lihat. [12] Lihat. 191. Al. Anwar Masyari. h. [5]Lihat Mas ud Khasan Abdul Qahar. 18. III. 1983) h. [13] Lihat. et. Ishadi Dunia Penyiaran Prospek dan Tantangannya. [3] Lihat Muhammad Ali. [15]Lihat.. h. Manajemen Dakwah Islam (Cet. Toha Yahya Omar.. Studi Tentang Ilmu dakwah. H. [14] Lihat. 1. Kelengkapan Dakwah (Semarang: CV. t. Imam Habib Abdullah al. [8] Lihat. Asmuni Syukir. (Surabaya: Bina Ilmu.[2] Wahjoetimo. 70. Gramedia Pustaka Umum. h. Al-Qur an dan Terjemahnya (Semarang: Toha Putra.th). Jakarta : Bulan Bintang. Dawam Raharjo. h. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Jakarta: Pustaka Ilmu.cit. (Cet. 1997). Yogyakarta: CV. Ilmu Dakwah (Cet. Ibid.Waddad. 1989). Kamus Pengetahuan Populer (Cet. [10] Departemen Agama. 49. Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam (Surabaya: Al. Pesantren dan Pembaharuan. 41. 1981). 42. 11 [16] Lihat.

.. (Cet. Kajian Umum Tentang Psikologi Abied 3 June 2010 No comments Pengertian Psikologi Psikologi yang dalam istilah lama disebut ilmu jiwa berasal dari bahasa Inggris psychology. Abied. h.... h...... (Surabaya: UNAS Nasional.. Arifin...[17] Lihat... Kata psychology merupakan dua akar kata yang bersumber dari bahasa Greek (Yunani)... 33 [20]Ibid....... 4. Jadi.. op........ M. h... 93 [22] Imam Abu Zakariya. 1994)... 176. Psikologi Dakwah..... secara harfiah psikologi berarti ilmu jiwa. 1997)....... Saya......... Jakarta : Bumi Aksara.... Surabaya: Pt... Hasanuddin.. Kini berbagai kalangan professional .. 339 [19]Lihat A.. (Cet.... IX.. [21] Departemen Aagama.. 1992).... sekurang-kurangnya selama dasawarsa terakhir ini menurut hemat penyusun istilah ilmu jiwa itu sudah sangat jarang dipakai orang.... Retorika Dakwah Publistik Dalam Kepemimpinan. Bina Ilmu... h..cit. Riyadu Salihin..... Cit h.. [23] Lihat Moto Asmara. 4 [18] Departemen Agama RI. op. h..[1] Karena beberapa alasan tertentu (seperti timbulnya konotasi atau arti lain yang menganggap psikologi sebagai ilmu yang langsung menyelidiki jiwa.. :mrgreen: Salam .... opcit. H.. dari sebuah tempat paling indah di dunia.. 2) Logos yang berarti ilmu. h. 33. . 35... yaitu: 1) Psyche yang berarti jiwa.

Anggota fisiknya ibarat menjadi cahaya(dhiya ). [4] Kutipan tersebut dapat dipahami bahwa kepribadian manusia sangat ditentukan oleh interaksi komponen-komponen nafs. Woodworth memberi batasan tentang psikologi sebagai berikut: Psychology can be defined as the science of the activities of individual . Kalbu ibarat raja(malik) dan akal ibarat mentrinya(wazir). Namun apabila sang raja memperdulikan kerajaannya dan ia bermusyawarah dengan perdana mentrinya (akal) maka gubernur dan oposannya mudah diatasi dan berkedudukan di bawahnya.baik yang berkecimpung dalam dunia pendidikan maupun dalam dunia-dunia profesi lainnya yang menggunakan layanan jasa kejiwaan itu lebih terbiasa menyebut psikologi daripada ilmu jiwa. Dalam psikologi Islam. Dalam interaksi itu.S. Ketika hal ini terjadi maka mereka saling bekerja sama untuk kemakmuran dan kesejahteraan sebuah kerajaan yang akhirnya mendatangkan makrifat Ilahi(al-hadhrah al-ilahiyah) dan mendatangkan kebahagiaan. yang berada dalam diri manusia atau makhluk hidup yang lain. Al-Ghazaly dalam Kimiyah al-Sa adah menjelaskan: Nafs itu ibarat suatu kerajaan. Karena hal tersebut merupakan penentuan struktur kepribadian yang tidak lepas dari pembahasan substansi manusia. kalbu memiliki posisi dominan dalam mengendalikan . Apa yang hendak diselidiki oleh psikologi ialah segala sesuatu yang dapat memberikan jawaban tentang bagaimana sebenarnya manusia itu. Tentu saja kata tingkah laku tersebut harus diartikan secara luas. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa psikologi ialah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. akal dan nafsu yang menciptakan tingkah laku. Membahas kata ilmu jiwa . Syahwat ibarat menjadi gubernur (waliy) yang memiliki sifat pendusta. mengapa ia berbuat atau bertindak demikian. karena psikologi merupakan suatu ilmu yang ingin mempelajari manusia. Ghadhab ibarat menjadi oposan (syihnat) yang sifatnya buruk. egois dan sering mengacau. apa maksud dan tujuannya ia berbuat demikian. apa yang mendorongnya berbuat demikian. ingin perang dan suka mencekal. maka yang terbayang pada kita bahwa yang dipelajari oleh ilmu itu ialah sesuatu yang tidak kelihatan (abstrak).[2] yang berarti bahwa psikologi dapat didefenisikan sebagai ilmu yang mempelajari segala tindakan-tindakan manusia atau perorangan.[3] Daya-daya yang terdapat dalam substansi nafs manusia saling berinteraksi satu sama lain dan tidak mungkin dapat dipisahkan. R. Apabila seorang raja tidak mengendalikan kerajaannya maka kerajaan itu akan diambil alih oleh gubernur(syahwat) dan oposannya(ghadhab) yang mengakibatkan kekacauan. Namun Pandangan atau bayangan yang demikian adalah tidak benar bahkan keliru. Segala sesuatu yang kelihatan. struktur kepribadian merupakan integrasi system kalbu. Manusia sebagai suatu kesatuan yang bulat antara jasmaniah dan rohani. yang bersifat jasmaniah pada diri manusia tidak menjadi persoalan.

Sikap ini mewakili fungsi perasaan(feeling). maupun dalam masyarakat yang terbelakang. baik dalam masyarakat yang telah maju. maka akan dijumpai moral sebagian anggota masyarakat yang telah rusak atau mulai merosot yang disebabkan oleh perkembangan zaman serta intervensi budaya westernisasi. Menurut Sigmund Freud. akan tetapi kepentingan pribadilah yang menonjol. Ini adalah representasi internal dari nilai dan prinsip perilaku serta moral. Dengan kata lain. apa yang orang tua kedepankan kepada anak akan membatasi jenis serta ruang lingkup lingkungan tempat dimana ia berkembang. Ketika insting tersebut terusik atau terpicu. Kepribadian orang tua. Id merupakan gudang insting dan energi mental. yang dengan sendirinya akan masuk ke dalam pribadi anak yang sedang tumbuh tersebut. Namun melihat keadaan masyarakat terutama di kota-kota besar sekarang ini. sikap dan cara hidup mereka merupakan unsur pendidikan yang tidak langsung. 2. orang akan merasa terganggu.suatu kepribadian yang dapat mempengaruhi kesehatan jiwa seseorang dan perkembangan moral seseorang. System ini dikendalikan oleh prinsip realistis. Kesehatan jiwa berarti energi dan keberhasilan ego untuk merealisasikan keseimbang mental antara tuntutan Id. Sehubungan dengan hal tersebut. Super ego dan realitas. Super ego. Sebagaimana sabda Rasulullah : Artinya: Sesungguhnya saya diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia [6]. Id. System ini dikendalikan oleh prinsip kesenangan. System ini biasanya dikendalikan oleh prinsip idealisme. Ego. dan menentukan keinginan yang tertunda sesuai dengan fakta. 3. menguasai perilaku manusia. sehingga ajarannya yang terpokok adalah untuk memberikan bimbingan moral. Hal tersebut menjelaskan akan pentinganya akhlak dalam membentuk kepribadian seseorang. maka yang terpenting adalah akhlak (moral). Jika kita mengambil anjuran agama misalnya agama Islam. yaitu: 1. [5] Aspek Yang Mempengaruhi Moral Anak Masalah moral adalah suatu masalah yang menjadi perhatian dimana saja. . sehingga ia akan berusaha mengenyahkannya untuk mengembalikan keseimbangan mental. orang tua mempunyai peranan penting karena orang tua merupakan Pembina pribadi yang pertama dalam hidup anak.. Pada hakekatnya. dimana kepentingan umum tidak lagi nomor satu. menentukan segala sesuatu yang memuaskan hasrat. jiwa terdiri dari tiga unsur. karena kerusakan moral seseorang akan mengganggu ketentraman yang lain.

Dan itu harus diperlihatkan kepada anak. Hal itu mengingat kebiasaan-kebiasaan dan kecenderungan-kecenderungan yang dilakukan oleh seseorang pada periode tersebut.[8] Pengaruhpengaruh pertentangan tersebut akan terus menyertai kepribadiannya sewaktu anak sudah dewasa sekalipun. karena mereka mendapat kesempatan yang cukup dan baik untuk tumbuh dan berkembang. tentu akan semakin baik karena hal itu sangat berguna bagi upaya pemenuhan berbagai kebutuhannya. perasaan dan sosial. Interaksi sosial yang matang dalam sebuah keluarga. Tetapi kalau anak harus menghadapi situasi-situasi yang tidak menguntungkan dan tidak kondusif yang semakin lama semakin parah. hal itu akan membantu pendidik mengenali cara-cara yang baik dan efektif untuk melakukan interaksi dengan mereka pada fase perkembangannya yang berlangsung terus menerus. penuh pengertian dan kasih sayang akan membawa kepada pembinaan pribadi tenang. kasih dan sayang.[7] Perkembangan anak pada usia-usia pertama dalam hidupnya. menjadi istimewa dengan adanya karakteristikkarakteristik tertentu yang didasarkan pada kasih sayang. Kemudian ditindak lanjuti dengan mempersiapkan sarana-sarana yang diharapkan dapat membantunya melakukan proses alam dari fase anak-anak hingga sampai akil baligh. Sesungguhnya ruang tempat pertumbuhan anak itu memberikan pengaruh yang sangat besar bagi perkembangannya. tentu kepribadiannya akan mengalami kekacauan dan pertentangan. Ikatan persatuan inilah yang lazim disebut kerukunan. Hubungan yang serasi. persaudaraan. kebebasan dan keterbukaan yang berlangsung terus menerus dan abadi. Pendidik tidak hanya dituntut untuk memperhatikan fase anak-anak sebagai fase yang mudah ditumbuhi benih berbagai kekacauan kepribadian. ia sanggup berkembang secara sehat sehingga dapat beradaptasi dengan dirinya sendiri dan dengan lingkungan masyarakatnya. kekompakan atau solidaritas. tetapi sekaligus ia juga merupakan fase yang seharusnya diisi dengan asas-asas kepribadian yang sehat berikut medan dan elemen-elemen pembentuknya. penerimaan dan kemantapan yang diinginkannya kalau di antara kedua orang tua tidak ada ikatan persatuan yang kokoh dan mendalam. Apabila ruang tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan-kebutuhan biologis dan psikis anak. Apabila pada periode ini seorang anak hidup dalam iklim keluarga yang tenang yang penuh cinta. Dan kekacauan tersebut akan berembus pada fenomena-fenomena tingkah lakunya. Sesungguhnya dengan memahami karakteristik-karakteristik perkembangan anak-anak. sudah mengarah pada proses pemantapan yang selanjutnya akan sulit diubah. karena ia memang merupakan keutuhan urgen untuk . akal.orang tualah yang menciptakan iklim kehidupan untuk anak karena itulah. merupakan kewajiban orang tua untuk mempersiapkan iklim lingkungan yang baik bagi anak-anak semenjak kelahirannya. hal itu akan memberikan pengaruh yang nyata bagi tingkah lakunya. Tetapi seorang anak tidak mungkin mendapat rasa cinta. banyak belajar dari pengalamanpengalaman yang dapat membantunya berkembang secara sehat. Hubungan orang tua terhadap anak sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak. terbuka dan mudah dididik. Semakin orang tua mengerti karakteristikkarakteristik perkembangannya dari segi fisik.

Adapun faktor-faktor dari kemorosotan moral anak dewasa ini sesungguhnya banyak sekali antara lain yang terpenting adalah: 1. dimana yang menjadi ukuran bagi mulia dan hinanya seseorang adalah hati dan perbuatannya. Sebagai contoh ajaran Islam. Banyaknya tulisan-tulisan. maka akan dianalisa satu persatu dari pokok-pokok tersebut di atas. siaran-siaran kesenian yang tidak mengindahkan dasardasar dan tuntunan moral. termasuk hal yang jarang seorang anak bisa ditipu dengan penampilan-penampilan lahiriah. 5. 4. Karena itu penyebab dari kemerosotan anak dewasa ini sesungguhnya terletak pada kondisi keluarga yang mempengaruhi pembinaan pribadi anak tersebut. Hal itu harus benar-benar mereka jaga demi keseimbangan emosi anak. gambar-gambar. karena setiap konflik atau keretakan yang memecah belah persatuan persatuan mereka. Seorang anak memiliki sensitifitas sangat kuat yang memungkinkannya dapat merasakan perasaan-perasaan emosional yang menciptakan kegelisahan yang mendalam.[9] Oleh sebab itu. (+) Kurang Tertanamnya Jiwa-jiwa Agama Pada Tiap-tiap Orang Dalam Masyarakat. kendatipun itu hanya secara lahiriah saja. Kurang tertanamnya jiwa agama pada tiap-tiap orang dalam masyarakat. dalam hal ini hati yang dihiasi dengan ketaqwaan . Keharmonisan suami isteri di depan anaknya merupakan suatu kebutuhan yang realistis. Suasana rumah yang kurang baik. 6. Tetapi sayangnya. Perasaan seperti ini dapat mengoncang rasa tenang yang harus ada pada masa perkembangannya. Diperkenalkannya secara popular obat-obatan dan alat-alat anti hamil.[10] Untuk dapat mencari sebab-sebab dan kekurangan-kekurangan yang dapat dijadikan pelajaran guna perbaikan. Keyakinan beragama yang didasarkan atas pengertian yang sungguh-sungguh tentang ajaran agama yang dianutnya. 2. Sekalipun misalnya sedang terjadi konflik di antara mereka.perkembangannya. 3. Pendidikan moral tidak terlaksana baik di rumah tangga. Besar kemungkinan pada gilirannya akan merembes ke dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas lagi. hal itu tidak boleh diperlihatkan kepada anak. sekolah maupun di masyarakat. kedua orang tua wajib memelihara kesolidan ikatan persatuan. Keadaan itu akan makin diperparah apabila anak masuk dalam lingkungan yang kurang menunjang. Kurang adanya bimbingan untuk mengisi waktu luang dengan cara yang baik dan yang membawa kepada pembinaan moral. resikonya yang paling besar akan menimpa masa depan anak. kemudian diiringi dengan pelaksanaan ajaran-ajaran tersebut merupakan benteng moral yang paling kokoh.

Setiap anak yang lahir belum mengerti mana yang benar dan mana yang salah dan belum mengerti batas-batas dan ketentuan moral yang berlaku dalam lingkungannya. . Di sinilah peranan keluarga. (+) Suasana Rumah Yang Kurang Baik. Pendidikan moral amatlah menjamin terbentuknya seorang manusia yang sehat tubuh. Selanjutnya apabila jiwa dan taqwa telah tertanam dan tumbuh dengan baik dalam pribadi seseorang. ia terlebih dahulu mengenal lingkungan keluarganya. perkataan bahkan perasaannya. Dengan demikian salah satu alat pengawas dan pengatur moral yang tersisa adalah masyarakat dengan hukum dan peraturannya. akal dan jiwanya. sekolah maupun masyarakat. semakin jauh masyarakat dari agama. pendidik dan lingkungan yang sangat penting dimana pendidikan agama telah diterima sejak kecil akan membuatnya berpendirian tegas dan tidak mudah terpengaruh dalam pergaulan hidup dan tidak akan mudah menukar agama dengan nilai-nilai yang lain berupa keduniaan maupun kedudukan. Sebelum seorang anak mengenal lingkungan yang lebih luas. Sesungguhnya. karena hubungan yang paling intensif dan paling awal terjadi dalam keluarga. Akan tetapi sudah menjadi suatu tragedi bagi dunia yang maju dimana segala sesuatu hampir dapat dicapai dengan ilmu pengetahuan maka keyakinan beragama mulai terdesak. maka akan tumbuh menjadi anak yang liar yang tidak bermoral.serta perbuatan yang baik. Dan juga menjamin terbentuknya masyarakat Islam yang kokoh dan bahagia. pendidikan moral inilah yang menjamin terwujudnya keluarga Islam yang kuat. Kepercayaan kepada Tuhan tinggal sebagai simbol. Tidak dapat dihindari bahwa keluarga merupakan lingkungan primer hampir setiap individu. (+) Tidak Terlaksananya Pendidikan Moral dengan Baik Faktor kedua adalah tidak terlaksananya pendidikan moral baik dalam rumah tangga. semakin susah memelihara moral dan semakin kacaulah suasana hidup karena semakin banyaknya pelanggaran-pelanggaran hak dan hukum. maka keyakinan itulah yang akan mengawasi tindakan. Pada dasarnya. Namun sebaliknya jika anak dilahirkan dan dibesarkan oleh orang tua yang tidak bermoral atau tidak mengerti cara mendidik serta lingkungan masyarakat yang tidak mengajarkan nilai-nilai moral. maka dengan sendirinya ia akan berusaha mencari pengertian tentang ajaranajaran Islam yang akan membimbingnya dalam hidup. Oleh karena itu. yang penuh warna rasa cinta dan bahagia. Apabila keyakinan beragama itu betul-betul telah menjadi bagian integral dari kepribadian seseorang. Pembinaan moral dalam Islam harus dimulai sejak dini sesuai dengan kemampuan dan umurnya. pendidikan moral merupakan asas yang harus dipertimbangkan bagi pembinaan keluarga yang kokoh dan harmonis. larangan dan suruhannya tidak diindahkan lagi.

pertama kali ia menyerap norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam keluarga. mawaddah warahmah yang pada gilirannya akan tercipta suatu masyarakat yang hidup penuh ketentraman sehingga anak akan menjadi generasi pelanjut dan mampu menjadi pemimpin.[13] Akhir-akhir ini permasalahan obat-obatan dan alat-alat anti hamil dikalangan generasi muda semakin memprihatinkan terutama pada pemuda dan remaja yang kurang mendapatkan penanaman keimanan dan ketaqwaan kemudian mereka bergaul dengan kondisi yang pornografi maka bukanlah suatu yang mustahil jika remaja akan jatuh dalam berbagai tindakan asusila dan anormatif. Suatu hal yang kurang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dan tidak disadari dampak negatif terhadap perkembangan moral anak adalah karena diperkenalkannya secara populer obatobatan dan alat-alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. (+) Diperkenalkannya Obat-obatan dan Alat-alat Anti Hamil. siaran-siaran kesenian dan permainan yang seolah-olah mendorong anak-anak muda mengikuti arus kemauannya.[11] Dewasa ini. Segi moral dan mental kurang mendapat perhatian. Islam menaruh perhatian khusus bagi terciptanya keluarga yang sakinah. Siaran-siaran kesenian yang Tidak Mengindahkan Dasar-dasar dan Tuntutan Moral. padahal hal tersebut dapat mendorong anak muda terjerumus ke dalam jurang kemororsotan moral. cemas. Tidak tampak adanya saling pengertian.[12] Oleh sebab itu.[14] (+) Kurang Adanya Bimbingan Untuk Mengisi Waktu Luang. (+) Banyaknya Tulisan-tulisan. dan merasa tidak betah lagi di keluarganya karena ia merasa kurang mendapat perhatian dan kasih sayang sehingga ia mencari kepuasan tersebut di luar rumah. saling menerima dan saling mencintai di antara suami isteri serta ketidakrukunan orang tua terlebih jika salah satu dari mereka menikah lagi akan menyebabkan anak menjadi takut. benci.sebelum mengenal norma-norma dan nilai-nilai dari masyarakat umum. bacaan-bacaan. faktor yang terlihat dalam masyarakat sekarang adalah kerukunan hidup dalam rumah tangga yang kurang terjamin. Suatu hal yang belakang ini menjadi perhatian kita adalah tulis-tulisan. .

Suatu faktor yang ikut memudahkan retaknya moral anak-anak muda ialah kurangnya bimbingan dalam mengisi waktu luang dengan cara yang baik dan sehat. Peran Orang Tua Terhadap Perkembangan Anak Hukum Islam memandang bahwa hubungan orang tua dan anak adalah merupakan hubungan yang mesti terjalin secara harmonis sebagai sebuah jalinan yang timbul dari perasaan kasih sayang yang tulus dan tentunya jalinan hubungan seperti ini hanya akan tumbuh dari pribadi-pribadi yang hidup dalam suasana keluarga yang harmonis pula. (+) Kurangnya Markas Bimbingan Perlu dicatat bahwa kurangnya markas bimbingan dan penyuluhan yang akan menampung dan mengeluarkan anak-anak kea rah mental yang sehat. Waktu tersebut merupakan saat yang kondusif bagi pengembangan hobi dan mengembangkan potensi untuk memperoleh prestasi serta menggiatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan yang terarah dan berbagai aktivitas yang dapat membuahkan dua hal sekaligus yakni melepas kepenatan sehingga hati dan pikiran menjadi terang dan riang sekaligus menanamkan berbagai bimbingan dan pengarahan-pengarahan. maupun di sekolah dan dalam masyarakat dimana anak tersebut berada. Untuk itu pendidikan moral harus diintensifkan (dilaksanakan) baik dalam rumah tangga sebagai pendidik pertama dan utama bagi perkembangan moral anak. umumnya remaja hanya suka berkhayal dan melamunkan hal-hal yang jauh membuat waktu mereka terbuang begitu saja. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dipahami bahwa betapa pentingnya pendidikan moral bagi anak dan betapa besar bahaya yang terjadi akibat kurangnya moral tersebut. Dengan kurangnya atau tidak ada tempat bagi anak-anak yang gelisah dan butuh bimbingan itu. Keharmonisan antara orang tua di satu pihak dan anak di pihak lainnya hanya akan tercipta apabila di antara kedua belah pihak masing-masing mengerti akan kedudukannya dalam keluarga dimana antara . maka mereka akan muncul kelakuan dan model yang kurang menyenangkan serta kemerosotan moral bagi anak tersebut. Jika mereka dibiarkan tanpa bimbingan dalam mengisi waktunya maka akan banyak lamunan dan kelakuan yang kurang sehat timbul dari mereka. Di masa remaja waktu luang khususnya libur sekolah adalah salah satu kesempatan emas untuk menumbuhkan kepribadian mereka di atas akidah yang lurus.[15] Namun sebaliknya. akhlak yang mulia serta bimbingan yang benar.

Hak Orang Tua Terhadap Anak . Ia akan memiliki cara berfikir dan kehidupan perasaan yang kaya dan seimbang karena terbiasa menghadapi dua macam individu yang berbeda secara dekat dan terus menerus. selanjutnya akan dijelaskan tentang hak orang tua yang harus didapatkan dari anaknya yang sekaligus merupakan kewajiban bagi anak. tokoh ayah merupakan laki-laki pertama di dunia ini. yang dikenalnya secara lahir bathin. Apabila sejak semula ayah ikut serta secara aktif merawat bayinya.20. Dimana anak-anak yang diasuh secara langsung oleh ibu dan ayahnya adalah anak-anak yang beruntung. begitu pula kewajiban yang harus dilaksanakan orang tua sebagaimana perannya dalam perkembangan anak yang sekaligus merupakan hak bagi anak. Tanpa disadari. pandangan masyarakat tentang cara-cara mendidik dan mengasuh anak pun telah mengalami kemajuan yang cukup menggembirakan. Proses pendewasaan ini akan banyak menentukan yang membuatnya dewasa. Maka dengan sendirinya seorang laki-laki yang kebetulan menjadi kepala keluarga. tanpa disadari pula telah menempatkan dirinya sebagai figur yang patut dihormati dan diteladani. ia sudah menyatakan bahwa perkembangan kepribadian anak. Hal-hal yang dulunya tabu dan langkah justru menjadi kebiasaan yang terpuji. Proses pendewasaan ini akan banyak menentukan pembentukan kepribadian anak kelak. figur ayah dalam keluarga dalam sudut pandangan anak-anak merupakan laki-laki ideal-type pertama yang mereka kenal. sangat ditentukan oleh tokoh ayah. memberi makan serta mengajaknya berjalan-jalan bukanlah hal yang patut dilakukan kaum pria. Berbagai pengalaman para ahli maupun literatur telah membuktikan bahwa peran ayah dalam membentuk kepribadian anak sangat besar artinya. mereka merasakan adanya figur laki-laki dimana ia harus memanggil laki-laki tersebut sabagai bapak atau ayah . mereka akan merasakan manfaat dari hubungan erat ini sampai anak dewasa. Berdasarkan hal tersebut. Ayah yang membentuk super ego anak. dan merupakan tokoh super identifikasi serta tokoh ototiter yang sekaligus ditakuti dan dibutuhkan anak. khususnya sewaktu balita.[16] Dalam pandangan anak-anak. Sejak Sigmund Freud mencanangkan teori psikoanalisis untuk pertama kalinya pada awal abad ke. karena mereka tidak hanya mengalami satu tetapi beberapa pendekatan yang membuatnya dewasa. Padahal suatu penelitian membuktikan bahwa ikut sertanya ayah dalam perawatan bayinya akan merupakan pengalaman unik yang berharga bagi seorang anak. Sejak meraka lahir. Sejalan dengan berkembangnya teori tentang perkembangan anak. mengganti popok.ke dua belah pihak masing-masing mempunyai hak atas pihak lain begitu pula tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh pihak tersebut. Sekarang ini masih banyak kaum ayah yang beranggapan bahwa memandikan bayi.

yakni: (+) Hak untuk mendapatkan perlakuan yang baik dari anaknya Ada berbagai macam ketentuan dalam hukum Islam yang menunjukkan tentang kewajiban seorang anak untuk berlaku atau berbuat baik terhadap orang tua. hal ini dikarenakan pengorbanan orang tua terhadap anaknya yang begitu besar. atau anak ayam yang menghisap bahan makanan dari telur maka demikian halnya dengan setiap manusia yang juga menghisap setiap kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya yang berangsur tua dan kemudian wafat. Tanpa itupun. mereka lebih memperhatikan kehidupan dan masa depannya. An-Nisa (4): 36 yang berbunyi: Terjemahnya: Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukanNya dengan sesuatupun. seharusnya anak sadar sendiri akan kewajiban agama dan .[18] Kedua ayat di atas. paling tidak memberikan penjelasan bahwa betapa berbuat baik kepada orang tua merupakan sesuatu yang secara mutlak harus dilaksanakan oleh sang anak. Seperti tumbuhan yang menghisap bahan makanan dari biji. akan tetapi anak kerap kali melupakan itu semua. dalam Q. ibarat kacang yang lupa pada kulitnya.S Al-Baqarah (2): 83 juga ditegaskan Terjemahnya: Janganlah kamu sekalian menyembah selain Allah dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.Dalam hukum Islam. Ini semua merupakan kebahagiaan orang tua.S. hukum Islam sangat menegaskan tentang perintah berbuat baik kepada orang tua. seperti salah satunya ditegaskan dalam Q. Oleh karena itu. kepada kedua orang tua [17] Dan berbuat baiklah Pada ayat lain. ada beberapa macam hak orang tua yang harus diperhatikan oleh anak. orang tua selalu terdorong untuk memelihara dan berkorban dengan sekuat tenaga demi anaknya. bahkan banyak di antara ketentuan-ketentuan itu yang menjelaskan perintah berbuat baik kepada kedua orang tua berbarengan dengan perintah bertauhid kepada Allah. Secara fitrah. Orang tua sebenarnya tidak perlu memerintahkan anak-anaknya untuk berbuat baik dan membalas segala yang telah diperbuatnya.

Beberapa referensi dan ketentuan-ketentuan hukum Islam mengatur hal ini yang notabene tidaklah terbatas pada tataran teori saja. maka janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. mereka perlu diingatkan sebab sering terlena dengan kehidupan pribadinya.tuntunan nuraninya itu. sehingga atas hal tersebut muncul kewajiban bagi sang anak untuk berbuat baik terhadap orang tuanya. . Allah mengingatkan kewajiban ini secara tegas dengan mengaitkannya dengan kewajiban menyembahNya. Sebagai contoh dalam kehidupan Rasulullah SAW. tetapi juga dalam implementasinya pada kehidupan sehari-hari. Al-Isra (17): 23 Terjemahnya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. sebda Rasulullah di dalam menyayangi keduanya itulah jihadmu . Hukum Islam memandang kewajiban anak untuk berbuat baik terhadap orang tuanya sebagai sesuatu yang mutlak dilaksanakan.[20] Hadits tersebut memberikan gambaran betapa penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap orang tua yang dengan penuh keikhlasan telah merawat dan membimbing anak-anaknya.S. sebagimana dalam Q. sibuk merancang masa depan sambil melupakan masa lalu den kasih sayang orang tuanya. sebagaimana terekam dalam sebuah hadits yang berbunyi: Artinya: Abdullah bin Umar ra berkata: seorang datang kepada Nabi SAW minta izin untuk berjihad. Jika salah satu di antara keduanya sempai usia lanjut dalam pemeliharaanmu.. untuk berbuat baik terhadap orang tuanya yang telah berjuang dan berkorban demi kebaikannya. Maka ditanya oleh Rasulullah apakah kedua ayah bundamu masih hidup? Jawabnya: ya.[19] Ayat tersebut hendak menggugah hati nurani manusia agar berbuat baik terhadap orang tuanya.

jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara. orang tua pada dasarnya memang sangat patut untuk mendapatkan harta warisan dari anak-anaknya.(+) Hak untuk disejahterahkan. Jika yang meninggal itu tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu bapaknya saja maka ibunya mendapat seper tiga .S. Dimana aturan tentang waris merupakan inti dari konsep tafakul yaitu konsep bahwa setiap anggota keluarga berhak mendapatkan jaminan hidup dari anggota lainnya. maka ibunya mendapat seper enam [21] Ayat ini merupakan ketetapan Allah bagi manusia ya paling tidak untuk diperhatikan oleh sang anak akan kewajibannya untuk mewariskan sebagian harta bendanya untuk kesejahteraan orang tuanya. Pada masa itulah kemudian anak mempunyai kewajiban untuk mengurus serta memberikan nafkah kepada orang tuanya sebagaimana apa yang telah dilakukan orang tua dalam menafkahinya Salah satu perwujudan dari kewajiban anak dalam hal ini adalah setiap orang tua berhak mendapatkan warisan dari anaknya. Bila orang tua diberi umur panjang maka sesuai sunatullah dia akan kembali seperti anak-anak. An-Nisa (4): 11 yang berbunyi: Terjemahnya: Dan untuk dua ibu bapak masing-masing seper enam dari harta warisan jika yang meninggal itu mempunyai anak. dan Islam sendiri sebagai agama yang nota bene merupakan agama kemanusiaan melihat hal itu dan memberikan suatu ketetapan hukum atas hak orang tua untuk mendapatkan harta warisan dari anak-anaknya. Sejalan dengan tumbuh dan berkembangnya anak menjadi dewasa. salah satu kewajiban bagi anak dalam hukum Islam adalah kewajiban bagi anak untuk memenuhi segala kebutuhan yang berhubungan dengan kesejahteraan orang tua. Terlepas dari konsep dasar mawaris ini. ayat ini merupakan salah satu dari sekian banyak bentuk penghargaan Islam terhadap Ibu Bapak. Orang tua dalam pemeliharaannya terhadap anak-anaknya telah banyak berkorban untuk membiayai segala kebutuhan anaknya mulai dari sejak lahirnya sampai anak itu mencapai usia dewasa. Selain itu. serta diwarisi oleh anak-anaknya. Selain kewajiban untuk berlaku baik terhadap orang tua. Salah satu ketetapan hukum Islam itu dapat dilihat pada Q. dinafkahi. . tubuhnya menjadi lemah dan tidak bisa bekerja begitu pula dengan ingatannya yang mulai berkurang. para orang tuapun menu usia tua.

masyarakat dan bangsa. Hak-hak itu dijelaskan sebagai berikut: (+) Hak Penjagaan dan Pemeliharaan.Kewajiban orang tua terhadap anak Orang tua yang terdiri dari ibu dan bapak adalah manusia dewasa yang sudah dibebani tanggung jawab terhadap keluarga. At-Thalaq(65): 6 yang berbunyi: Terjemahnya: Dan jika mereka (isteri -isteri) yang sudah dithalaqitu sedang hamil.S. orang tua sudah dibebani tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara janin tersebut. Sebagai contoh penghargaan serta jaminan hukum Islam atas hal ini adalah ketika seorang isteri misalnya dalam keadaan hamil kemudian dithalaq oleh suaminya. Ini merupakan sebuah dasar atas kewajiban orang tua untuk menjaga serta memelihara anaknya yang masih di dalam kandungan. seorang isteri berhak menerima atau menuntut dari suaminya nafkah untuk anak yang dikandungnya atau anak yang belum dilahirkannya dengan cara yang sebaik-baiknya. maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka melahirkan [22] Tegasnya. hal ini dimaksudkan agar bayi yang nanti lahir menjadi bayi yang sehat. hidup bersama dalam keluarga atau rumah tangga. akan tetapi jauh sebelum itu yakni pada masa anak itu masih berupa janin di dalam kandungan. Dalam agama Islam tidak hanya mengatur bagaimana cara beribadah dan berbakti kepada Allah. kewajiban orang tua untuk menjaga dan memelihara anak-anaknya tidaklah bermula ketika anak itu lahir. . tetapi juga mengatur bagaimana cara mengasuh dan mendidik anak. Dalam hukum Islam. ada beberapa macam hak-hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tua sekaligus kewajiban terhadap anak. Hukum Islam sangat menghargai setiap jiwa yang diciptakan Allah SWT baik itu masih berupa janin lebih-lebih telah terlahir ke dunia. Hal ini sebagaimana ketetapan Allah dalam Q. Dalam hukum Islam. Kedua orang tua merupakan pembimbing dalam setiap rumah tangga dan mereka bertanggung jawab atas keluarganya dan akhirnya akan dipertanggung jawabkan pula kepada Allah. maka sang suami wajib memberikan nafkahnya atau hak-hak isterinya tersebut sampai ia melahirkan.

S. Dan kewajiban ayah memberikan makanan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma ruf .Banyak hal penting yang harus diperhatikan di dalam kehidupan manusia sejak lahir sampai dewasa. Selain hal tersebut Islam juga bahkan lebih mengutamakan pemeliharaan secara non fisikal seperti bagaimana memelihara anak dari segi mental. menafkahi.[23] Pelaksanaan kewajiban dalam hal pemeliharaan. hukum Islam pada dasarnya telah membagi tanggung jawab antara seorang ibu dengan bapak.[24] Ayat tersebut memberikan penjelasan dalam pelaksanaan kewajiban pemeliharaan dalam hukum Islam terjadi pemisahan tanggung jawab antara suami isteri yang tentunya pembagian itu didasarkan pada fitrahnya. At-Tahrim (66): 6 yang berbunyi: Terjemahnya: Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu . Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Q. Pemeliharaan secara fisikal berupa pemeliharaan bersifat luar seperti bagaimana merawat anak. (+) Hak Nasab Seorang anak berhak mengetahui tentang nasabnya. Oleh karena itu. dimana dalam Islam ditetapkan dua macam bentuk pemeliharaan terhadap anak yakni pemeliharaan secara fisikal serta pemeliharaan non fisikal. satu langkah saja yang keliru dalam melalui proses tersebut maka akan berakibat fatal bagi kebahagiaan dan keberhasilan si anak baik di dunia maupun di akhirat.S. Hal ini disebabkan bahwa asal-usul yang menyangkut keturunannya itu sangat penting. menjaga kesehatannya dan lain sebagainya. serta menjauhkan anak dari hal-hal yang bisa menjerumuskannya kepada kesesatan. hal tersebut sebagaimana dijelaskan pada Q. Islam memberikan metode tersendiri dalam pelaksanaan pemeliharaan dan penjagaan terhadap anak. akhlak. Al-Baqarah (2): 233 yang berbunyi: Terjemahnya: Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun bagi yang ingin menyempurnakanpenyusuan. terutama untuk bekalnya dalam menempuh kehidupan di .

nama-nama yang baik dapat mempengaruhi fikiran dan kepribadian seseorang. Berdasarkan realita. maka logis kita percayai bahwa arti nama tersebut secara tidak disadari akan memperkuat watak penyandang nama tersebut. Dalam hal pemberian nama anak sesungguhnya bisa diikuti jejak Rasulullah lantaran selalu memberi nama yang baik dengan penambahan nama ayahnya agar menjadi jelas garis keturunan anak tersebut. maka seorang anak dapat menuntut hak-hak pribadinya terhadap ayahnya. . Tentu saja hal ini tidak terlepas dari kasus khusus bahwa ada orang jahat yang mempunyai nama yang baik. (+) Hak Menerima Nama Yang Baik. Terkait dengan itu. Amir Al-Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata bahwa peranan orang tua yang pertama terhadap anak adalah memberikan nama yang baik. Dalam Islam pada dasarnya mempunyai kewajiban untuk memberikan nama yang baik. Dengan demikian kejelasan dan ketetapan nasab anak terhadap ayahnya merupakan hak-hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tuanya.masyarakat kelak. Salah satu kewajiban orang tua terhadap anak adalah memberikan nama yang baik terhadap anakanaknya. jika seorang anak yang siang malam mendengar namanya disebut-sebut. Kejelasan nasab bagi seorang anak dapat memotivasi anaka dalam memenuhi hak dan kewajiban bahkan juga akan melahirkan ketenangan dan ketentraman jiwa bagi anak itu sendiri. Sehubungan dengan nasab ini Allah memberikan petunjuk dalam Q.S. Al-Ahzab (33): 5 yang berbunyi: Terjemahnya: Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan memakai nama bapak. memiliki latar belakang dan motivasi tersendiri sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya: Sesungguhnya engkau akan dipanggil nanti pada hari kiamat dengan nama-namamu sekalian serta nama-nama bapakmu. misalnya karena namanya sama dengan asmaul husna.[25] Seorang anak harus dipanggil atau diberi nama dengan nama bapak mereka tentunya hal ini dimaksudkan agar dengan adanya ketetapan dan kejelasan nasab anak itu dengan ayahnya. itulah yang lebih adil di sisi Allah .bapak mereka. yang menjadi penekanan adalah kenyataan bahwa nama mempunyai efek psikologis terhadap penyandangnya. maka baguskanlah nama-namamu.

maka wajib disusui oleh orang lain yang memunculkan kewajiban bagi ayah untuk memberi upah bagi orang yang menyusuinya.(+) Hak Untuk Disusui dan Dinafkahi. Seperti contoh dalam hal menyusui dan menafkahi anak. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Sesungguhnya Allah tidak akan pernah mendatangkan kemudharatan bagi umatNya. lamanya minimal dua tahun yang ditujukan agar anaknya sehat. bukanlah alasan-alasan seperti menjaga . Betapa menyusui anak begitu penting sehingga apabila ada alasan-alasan tertentu seorang ibu tidak bisa menyusui anaknya. dimana mekanisme dan tatacara pun telah dijelaskan dalam Al-Qur an.menjaga. yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya. dan waris pun berkewajiban demikian. sedangkan seorang ayah berkewajiban menjamin. Islam telah mensyariatkan kepada seluruh umatnya bahwa dalam hal seorang ibu menyusui anakanaknya. Dan kewajiban memberi makan dan pakaian dengan cara yang ma ruf. Allah telah memerintahkan kepada ibu untuk menyusui anaknya demi kemaslahatan anak itu sendiri. dan memelihara hidup keluarganya. Adapun alasan-alasan yang memang secara rasional memungkinkan seorang ibu tidak bisa menyusui anaknya. Al-Baqarah (2): 233 yang berbunyi: Terjemahnya: Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh. kuat dan bertenaga serat memiliki perkembangan tubuh dan jiwa yang normal dan sempurna baik lahir maupun bathin. Dan jika kamu ingin anak-anakmu disusukan oleh orang lain. Petunjuk serta pedoman dan penjelasan mengenai hak anak dalam menyusui kepada ibunya serta jaminan akan nafkahnya telah lengkap tertuang dalam Q. sementara seorang anak berhak menerima air susu ibunya minimal dua tahun.S. menyusui anak dalam Islam memang merupakan kewajiban seorang ibu. Berbagai firman Allah yang menunjukkan kepada jaminan hak dan seluruh kemaslahatan yang berhubungan dengan masalah anak.[26] Ayat di atas menjelaskan kepada kita untuk menyusui serta memberikan nafkah kepada anak merupakan kewajiban bagi orang tuanya tidak bisa ditawar-tawar lagi serta mutlak harus dilaksanakan. maka tidak dosa atas keduanya. Seorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Apabila keduanya ingin menyampih (sebelum dua tahun) denga kerelaan keduanya dan permusyawaratan.

serta kehangatan kasih sayang dan persahabatan yang erat antara anak dan orang tua. seperti contoh dalam hal menyayangi anak. (+) Hak Untuk Diasuh dan Disayangi.[27] Hadits di atas merupakan contoh pelaksanaan pengasuhan serta menyanyangi anak yang paling tidak merupakan bukti sekaligus ketentuan akan kewajiban orang tua untuk menyanyanginya dan mengasuh anak-anaknya. lantaran dengan begitu akan tumbuh dalam hati setiap anak rasa aman. kasih sayang dan keceriaan. pemberian jaminan bahwa setiap anak dalam keluarga akan mendapat asuhan yang baik. melindungi serta merawat mereka dengan penuh kasih sayang. maka niscaya mereka akan rusak. Minimal tidak akan tumbuh dan berkembang secara sempurna. Hal itu dapat dilihat dari pendekatan berbagai ketentuan-ketentuan hukum Islam mengenai hal ini yang bahkan mengatur hal-hal sedetail mungkin. Untuk itu. Dalam hal mengasuh anak. (+) Hak Untuk Menerima Warisan Harta Benda . Pada setiap keluarga muslim. Pada periode awal sesaat setelah kelahiran memang setiap anak membutuhkan kelembutan. Hal ini mengingat bahwa apabila asuhan terhadap anak tersebut sekali saja kita abaikan. mempertahankan kemontokan tubuhnya. Islam telah mensinyalir hal ini. Oleh sebab itu.kecantikannya. Seperti pada hadits Rasulullah yang berbunyi: Artinya: Diriwayatkan dari Usmamah bin Zaid r. tentram. setiap keluarga muslim terutama kedua orang tua harus mengasuh anak-anaknya dengan cara yang baik.a : Rasulullah SAW meletakkan aku di atas sebelah bahunya dan Hasan bin Ali pada bahu yang lain kemudian Nabi SAW berkata: Ya Allah sayangilah mereka sebagaimana aku menyayangi mereka. adil. merata dan bijaksana merupakan suatu kewajiban bagi kedua orang tua. hukum Islam pada dasarnya telah memberikan ketertiban hukum mengenai tata cara mengasuh anak dan anjuran untuk memberi kasih sayang terhadap anak. setiap orang tua harus selalu dapat berusaha meyakinkan mereka bahwa segala sesuatu itu untuk mereka. mengejar karir atau kesibukan kerja dan lain sebagainya.

Padahal hal itu sudah menjadi kewajibannya. kita akan tahu betapa besar perhatian Islam terhadap keluarga sebagai unit sosial terkecil yang diwarnai dengan kesejahteraan dan kebahagiaan. Hukum Islam telah mengatur sedemikian rupa mengenai tatacara pembagian waris secar komplit. Apa yang kemudian ditetapkan oleh hukum Islam tersebut pada intinya merupakan suatu bentuk Tafakul antara anggota keluarga yakni sebagi satu prinsip bahwa setiap anggota keluarga berhak mendapat kesejahteraan dari anggota lainnya terlebih lagi antara anak dan orang tuanya sebagi generasi pelanjut bagi orang tuanya. Rasulullah SAW telah menjelaskan hak tersebut dalam sebuah haditsnya yang berbunyi: Apabila terjadi kelahiran. tidak hanya menyangkut dimensi hubungan yang bersifat material duniawi antara sesama kaum kerabat. memberikan rezeki dan memberinya pahala. petunjuk.Metode Islam dalam menjaga hak-hak anak atas harta benda berpedoman kepada makna dari hak-hak anak tersebut. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan. jika anak perempuan itu seorang saja. maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. yakni hak waris atasnya. maka ia memperoleh separo harta. maka berhak diwarisi. Kalau kita amati semua itu. Penekanan dan pesan Islam mengenai hal ini. seseorang yang memberi makan kepada isterinya atau mendidik anak-anaknya dengan baik serta menanggung kehidupan mereka. [28] Ayat di atas paling tidak memberikan suatu pelajaran bahwa sekali lagi waris Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai tafakul terlebih antara orang tua terhadap anak-anaknya. dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua. maka semenjak tangisan pertama anak dilahirkan telah ditetapkan bagian haknya. Sebagaimana disebutkan dalam Q. Sampai. yakni system pembagian waris Islam selalu dimulai dengan mendahulukan furu (pihak keturunan). dianggap sebagai sedekah yang dijanjikan anugerah pahal oleh Allah. Sehingga berbagai himbauan.S. tetapi juga menyentuh dimensi ketaatan seseorang kepada Tuhan yang telah menciptakan. penjagaan atas mereka itu dilakukan dengan sebaik-baiknya. An-Nisa (4): 11 yang berbunyi: Terjemahnya: Allah mensyari`atkan bagimu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu. Salah satu pertimbangannya adalah bahwa anak merupakan salah satu generasi yang sedang berkembang yang merupakan penerus . Sebagai suatu legitimasi atas hal ini. Demi pemeliharaan hak-hak anak.sampai oleh Islam.

kecukupan harta benda setiap anak sangat diperhatikan sebagai sebuah generasi baru. serta keluarganya. mengabdi. menghormati. tidak bernoda dan tidak cacat sedikitpun. yakni bagaimana membenahi mental. serta pengetahuan agama anak. Dalam sebuah keluarga. (+) Hak Untuk Mendapatkan Pendidikan dan Pengajaran Semua anak yang dilahirkan ke dunia ini selalu dalam keadaan suci. yang sangat berperan adalah lingkungan dekatnya yakni bapaknya.yang akan meletakkan sejumlah harapan bagi kebaikan masa depan kemanusiaan. pelajaran pertama yang diperoleh seorang anak adalah mencintai. Dalam hal ini. karena sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang besar. Hal ini mengingat bahwa pendidikan anak berpengaruh besar terhadap kehidupan yang kelak akan dijalaninya. akhlak. kita juga mempunyai tanggung jawab terhadap pencipta.[29] Dalam Islam orang tua disuguhi tanggung jawab untuk mendidik sekalian anak-anak mereka. karena selaku manusia di samping mempunyai tanggung jawab terhadap sesama. Selain itu ada satu sisi yang harus diperhatikan oleh orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Jika anak tersebut hidup dalam lingkungan keluarga muslim. Jadi kesucian seorang anak akan dipengaruhi oleh keadaan dan lingkungannya. Dalam hukum Islam.S. ibunya. pembenahan terhadap kecerdasan anak merupakan sesuatu yang mutlak yang harus dilaksanakan pada setiap orang tua sebagai bekal bagi anak untuk kemudian terjun dalam kehidupan bermasyarakat untuk bersosialisasi dan sebagai perwujudan dari fitrahnya sebagai makhluk social. dalam Islam pendidikan kepada anak harus mengarah kepada beberapa hal pokok sebagai mana disebutkan dalam Q. Oleh sebab itu. menaruh kesetiaan dan taat serta melaksanakan nilai-nilai. tentunya ia akan tumbuh dan berkembang pula menjadi seorang muslim dan demikian sebaliknya. Adapun pendidikan bagi anak itu bermula dalam lingkungan keluarga karena pada dasarnya keluarga merupakan akar terbentuknya masyarakat atau bangsa dan bahkan sebuah peradaban. ditangan masyarakatlah perubahan anak akan terjadi yang tergantung sepenuhnya dari bentuk dan corak masyarakat dimana anak tersebut hidup.16-19: Terjemahnya: Dan (ingatlah) ketika luqman berkata kepada anaknya ketika dia memberi pelajaran kepadanya: Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah. Al-Luqman (31): 13. Maka pantaslah jika dalam system Islam melakukan pembagian waris.[30] .

Terjemahnya: (Luqman berkata): hai anakku. niscaya Allah akan mendatangkan (membalasinya). Ajaran untuk mengajak orang lain dalam hal kebaikan. dan berada dalam batu atau langit atau di dalam bumi. . dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.[31] Dari ayat-ayat yang disebutkan di atas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunkkanlah suaramu. maka disimpulkan bahwa beberapa hal yang harus diajarkan kepada anak serta menjadi peran atau tanggung jawab orang tua untuk mengajarkannya adalah: 1. 3. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi denagn angkuh. begitu juga untuk menjauhi keburukan. 2. 6. Ajaran untuk berbuat baik kepada sesama. 5. Hai anakku. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (Allah). 4. sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi. Ajaran untuk menjauhi sifat sombong. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. Ajaran untuk senantiasa mendirikan shalat. Ajaran untuk memupuk kebaikan walau sekecil apapun. Tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun.

[5] Abd. Edisi. [4] Ibid. [6] Al-A lamah Muh. Faidhol Qadir Jilid II (Beirut: Darul Fikri. V. Ajaran untuk hidup sederhana. Perkawinan dan Keluarga. Raja Grafindo Persada. t. :mrgreen: Salam [1]Muhibbin Syah. [8]Zakiah Darajat. Hal tersebut merupakan cakupan pendidikan yang harus diterapkan kepada anak menurut hukum Islam yang dengan sendirinya menjadi tanggung jawab bagi orang tua. [9]Syaikh M. h. 2000).). Saya. 85. [3] Abdul Mujib dan Yusuf Mudzakir. Jakarta : Pustaka Azzam.XIII. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru (Cet. h. h. [7] Lubis Salam. 58. dari sebuah tempat paling indah di dunia.7. 1996 M/1416 H). Aziz bin Abdullah Al Ahmad. Abied. 26-27. 398. . 7. 2007). Ngalim Purwanto.I ( Cet II. Jakarta: Pustaka al-Kautsar. h. [2] M. Nuansa-nuansa Psikologi Islam.th. 2006). 100. Hubungan Orang tua Mempengaruhi Mental Anak. Jakarta: PT. V. Psikologi Anak dan Remaja (Cet. h. Kesehatan Jiwa.. h. Remaja Rosdakarya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Jamaluddin Mahfuzh. No. Bandung: PT. 59-60. 2002). Psikologi Pendidikan ( Cet.I. h. h. Menuju Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah ( Surabaya: Terbit Terang. 43. Abd. 2. 1998). 2005. Rauf Al-Minawi. Kajian Korelatif Pemikiran Ibnu Qayyim dan Psikologi Modern (Cet.

[17] Departemen Agama RI. Problematika Remaja dan Solusinya (Cet. 123. Surabaya: PT. h. [16] Alex Sobur. 32. [20] Muhammad Fu ad Abdul Baqi . cit. h. Ilmu Jiwa Agama (cet XIV. [11]Sarlito Wirawan Sarwono.. h. [19] Ibid. op. [21] Departemen Agama RI. 502. Yogyakarta: Mitra Pustaka. cit. [12] Sarlito wWirawan Sarwono. h.. 21. 1991). 427. . 114. Al-Qur an dan Terjemahannya ( Semarang: PT. 1993). h. Komunikasi Orang tua dan Anak (Bandung: Angkasa. 2005). Psikologi Remaja ( Jakarta: PT Raja GrafimdoPersada. h. [18] Ibid. Al-Lu lu Wal Marjan (Cet. Remaja Berkualitas. 13. 1992). [14] Zakiyah Drajat. h.. h. 116. 2002). h. 9. 23.[10]Hasan Basry. 18. 2003). h. h. 2005). Waktu Luang Bagi Remaja Muslim (Cet. I. 114... [15]Ahmad Hasan Kanzu. Jakarta: Bulan Bintang.II. h. Psikologi Remaja ( Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Bina Ilmu. III.. op. [13] Hasan Basri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 1996). Tanjung Mas Inti.

.. h... [24] Ibid. h.. cit. h.. [27] Zaki al-Din Abd.... h. [23] Departeman Agama... [29] Adil Fathi Muhammad.. 654.. [30] Departemen Agama RI..... [25] Ibid. 667.. 57. Al -Azhim Al-Munziri. 2004)..... 116.. cit. dari sebuah tempat paling indah di dunia.. h.. Abied. cit. 57... Hadis Pendidikan : Penentuan Tempat dan Waktu Belajar Posted on 9 February 2010 by Miftah i Kasih Nilai .. 847... h. h. op. 955. [28] Departemen Agama RI.. 655. h. [26] Ibid. h.. op. [31] Ibid.. Ringkasan Shahih Al-Bukhari (Cet. Saya..I. 946.Bandung: Mizan Pustaka. op... Menjadi ayah yang sukses....36. I. :mrgreen: Salam .[22] Ibid.. h. (Cet..... Jakarta: Gema Insani Press).

³Dua orang. ³Wahai Rasulullah. Rasulullah menyetujuinya dan menetapkan hari sekaligus tempat belajar bagi mereka. karena tanpa waktu dan tempat yang tepat maka akan menghambat tercapainya tujuan pendidikan.[2] Ia datang dengan tujuan agar Rasulullah dapat mengajarkan kepadanya dan kaum wanita pada masa itu segala yang telah Rasul ajarkan kepada kaum laki-laki. dua orang dan dua orang. telah berkata Abu µAwanah dari Abdurrahman ibn Al Ashbahaniy dari Abu Shalih Dzakwan dari Abu Sa¶id. Hal ini mengisyaratkan bahwa waktu dan tempat merupakan hal penting dalam proses perencanaan dan pengajaran pendidikan.´ (HR. Bukhari) Penjelasan Hadis Seorang perempuan yang datang kepada Rasulullah dalam hadis di atas adalah Asma¶ binti Zaid ibn As Sakan.´ Rasul menjawab. atau (bagaimana kalau) dua orang?´ kemudian dia mengulanginya sampai dua kali. mendatangi mereka lalu mengajarkan apa yang telah Allah ajarkan kepada beliau. mengajar. Beliau menjawab. maka jadikanlah (luangkanlah) untuk kami dari dirimu (waktumu) sehari (dimana) kami bisa menjumpaimu pada hari itu dan engkau mengajarkan kepada kami apa yang telah Allah ajarkan kepadamu. : Mengulanginya Terjemah Hadis Dari Musaddad. ³Ya Rasulullah. Yang dimaksud adalah mendidik. Kemudian beliau berkata. Seorang perempuan di anatar mereka bertanya. telah datang seorang perempuan kepada Rasulullah saw.´ Maka mereka berkumpul dan Rasulullah saw. orang-orang laki-laki pergi (mempelajari) hadismu. ³Datanglah pada hari ini dan ini di tempat ini dan ini.Quantcast ² [1] Mufradat : Maju. ³Tidak ada perempuan di antara kalian yang mendidik (mengajar) tiga orang anaknya kecuali ia ter-hijab (terhalang) dari api neraka. mengurus. . dan ia berkata.

BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB & AKIBATNYA ANAK PUTUS SEKOLAH TINGKAT SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA & UPAYA ORANG TUA SERTA MASYARAKAT DALAM PEMBINAAN PENYALURAN LEWAT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI DESA SIDOHARJO KAB SRAGEN ( 91/92) ....... ANALISIS KUALITAS TES MATA PELAJARAN BAHASA ARAB KELAS III A SMU ASSALAM DI PONDOK 7. 1936).....blogspot............. 1994) [2] Ibn Hajar Al Asqalani.. PENDIDIKAN KELUARGA DALAM ISLAM (SUATU KAJIAN TEOLITIK) ( 1999 ) 2.... Ibn Majah dan Ahmad ibn Hanbal.. Shahih Bukhari (Beirut: Dar Al Fikr... <<CONTOH-CONTOH JUDUL SKRIPSI TARBIYAH/PAI>> CONTOH-CONTOH JUDUL SKRIPSI TARBIYAH/PAI ... Nasa¶i. Al Mu¶jam Al Mufahras Li Alfadzi Al Hadis Al Nabawi (Leiden: Maktabah Baril....... ASPEK-ASPEK KECERDASAN SPIRITUAL DALAM KONSEP PENDIDIKAN LUQMAN (TELAAH SURAT LUQMAN AYAT 12-19) ( 2002) 8. Hadis senada juga diriwayatkan oleh Muslim....??? BERIKUT INI SAYA SAJIKAN JUDUL-JUDUL SKRIPSI FAKULTAS TARBIYAH JURUASAN PAI... [3] A.images "BINGUNG PILIH JUDUL........ W.. ...... Wensick. STUDI TENTANG EFEKTIFITAS BELAJAR MANDIRI DALAM BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP TERBUKA SUSUKAN BANJAR NEGARA ( 1998 ) 9........Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitab I¶tishom Bab Ta¶lim.. MUNGKIN INI BISA JADI INSPIRASI ANDA DALAM PENGEMBANGAN JUDUL" Klo belum merasa puas dengan ini dan butuh skripsi yang utuh silahkan berkunjung ke blog saya di http://rumahmentari. ASPEK-ASPEK PSIKO RELIGIUS REMAJA DALAM AKTIVITAS PENGAJIAN DI DESA LORGO KEC TAWANG SARI KAB SUKOHARJO ( 2001 ) 3... AMAL USAHA RANTING MUHAMMADIYAH PANGKAT REJO BIDANG PENDIDIKAN KEC SEKARAN KAB LAMONGAN THN 1952-1963 ( 1992) 6..!!! SKRIPSI TARBIYAH JURUSAN PAI Y 1. AKTIVITAS MAJELIS TA LIM NURUL QUR AN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI IBU RUMAH TANGGA DI KEC GPETE SELATAN CILANDAK JAKSEL ( 1998 ) 4.com........[3] [1] Bukhari........ AKTIVITAS PEMIRSA KULIAH SUBUH DI TELEVISI SWASTA & PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KLAS III SLTP N I NEGO SARI ( 2000 ) 5... Fathul Bari.

....... EFEKTIVITAS METODE DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH LUAR BIASA (BAGIAN C) (CACAT MENTAL) NEGERI 2 YOGYAKARTA ( 1999) 19. HUBUNGAN KETRAMPILAN MENYIMAK BAHASA ARAB . BIMBINGAN ORTU & PRESTASI BELAJAR SISWA MADRASAH TSANAWIYAH MUALIMIN SIRAY KEC KEMRAWJEN KAB BANYUMAS (STUDI KORELASI) ( 1998) 12........... EFEKTIFITAS PENGGUNAAN NILAI EBTANAS MURNI (NEM) SEBAGAI ALAT SELEKSI PENERIMAAN SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA ( 1989) 18. HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS PENGAJARAN DAN ITENSITAS IBADAH PADA IBU-IBU PESERTA PENGAJIAN AISYIYAH DI POTORONO BANGUN TAPAN BANTUL YOGYAKARTA ( 1993) 24....10. BIAS GENDER DALAM PENDIDIKAN FORMAL (KAJIAN TEO & PRAKTIK) GENDER BIAS IN TORIYAL EDUCATION (THEORITIKAL AND PRAETICAL STUDI) ( 1999 ) 11... FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN ANAK PUTUS SEKOLAH PADA SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA DI DESA TRIWIDADI PAJANGAN BANTUL ( 91) 22..... FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT KEBERHASILAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN FISIKA DI MTSN LASEM KAB REMBANG ( 1993) 20. * HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PENGAJARAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SLTP (isi nama sekolahnya disini) .. .... DEMOKRATISASI DALAM PENDIDIKAN ISLAM (TELAAH ATAS TEORI PENDIDIKAN ANDRA BOBI) ( 1997 & 1998) 14... DAUROH SEBAGAI LEMBAGA KURIKULER PEMHAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH ALIYAH MATHATI UL FALAH KAJEN MARGOYOSO PATI ( 1990) 13... EFEKTIFITAS PENGAJARAN FISIKA KURIKULUM 1984 DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI BOYOLALI (STUDI EVALUASI PENERAPAN STRATEGI (BSA BIDANG STUDI FISIKA) ( 1993) 17. HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI DALAM KELUARGA & PENYESUAIAN DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II & III SMU UN YOGYAKARTA TH AJARAN 2000/01 ( 2000 ) 25.. DIMENSI MORAL KLAIM DALAM BUKU SASMITA TUHAN KEMENANGAN SUARA MORAL KARSA M SOBARY ( 2000 ) 15... EFEKTIFITAS METODE MUSYAWARAH DALAM MENGHAFAL AL-QUR AN DI PONDOK PESANTREN ALMUNAWIR KRAPYAK YOGYAKARTA ( 99) 16.... FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI DI SMA MUH I PRAMBANAN SLEMAN ( 1993) 21... FUNGSI BANTUAN PEMBANGUNAN DESA & PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMABNGUNAN BIDANG PENDIDIKAN DI DESA CEMANI KEC GROGOL KAB SUKOHARJO ( 1991) 23.

* KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MENURUT ALQURAN (KAJIAN ERHADAP ALQURAN AYAT 13-19) * PROBLEMA GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI SLTP (isi sekolahnya disini) * PENDIDIKAN ANAK DI DESA (STUDI TENTANG TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN) * USAHA GURU AGAMA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA (isi nama sekolahnya disini) * HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PENGAJARAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SLTP (isi nama sekolahnya disini) * PENDIDIKAN AGAMA DAN PEMBENTUKAN PRILAKU SISWA SMA (isi sekolahnya disini) * PERANAN RUMAH SINGGAH ANAK JALANAN (tulis nama rumah singgah disini) DALAM MEMBANTU PENDIDIKAN ANAK JALANAN * EFEKTIVITAS PROGRAM REMEDIAL DALAM MENINGKATKAN PRETASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN PAI KELAS XI SMA (isi nama sekolahnya disini) * STUDI TENTANG USAHA-USAHA PEMBINAAN KEPRIBADIAN SISWA KELAS KELAS XII SMA (isi nama sekolahnya disini) * PERANAN PONDOK PESANTREN DALAM MENINGKATKAN SDM DI DESA (isi nama desanya disini) * STUDI KORELASI ANTARA PRESTASI BELAJAR DALAM BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN KETERAMPILAN SEKOLAH SISWA KELAS VII SMP (isi nama sekolahnya disini) * USAHA GURU AGAMA DALAMMENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI DESA (isi nama desanya disini) * AKURASI MEDIA AUDIO SEBAGAI SARANA PROSES BELAJAR MENGAJAR DALAM MENINGKATKAN KUALITAS GURU PAI .

.. ASPEK-ASPEK KECERDASAN SPIRITUAL DALAM KONSEP PENDIDIKAN LUQMAN (TELAAH SURAT LUQMAN AYAT 12-19) ( 2002) ... PENDIDIKAN KELUARGA DALAM ISLAM (SUATU KAJIAN TEOLITIK) ( 1999 ) 2. berikut ada beberapa contoh judul skripsi pendidikan agama islam yang saya kutip dari peperonity...* IMPLIKASI EMOTIONAL QUATION DALAM PEMBELAJARAN PAI KELAS XI SMA (isi nama sekolahnya disini) * SISTEM PENDIDIKAN TRADISIONAL DI PONDOK PESANTREN (isi nama pondok pesantrennya disini) * PELAKSANAAN PELAJARAN ALQURAN HADITS KELAS XI MTSN (isi nama sekolahnya disini) * PELAKSANAAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DALAM MENUNJANG KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI MADRASAH IBTIDAYAH (isi nama sekolahnya disini) * KEBERADAAN ORGANISASI KEAGAMAAN DALAM MENINGKATKAN UKHUWAH ISLAMIYAH * PERAN ULAM DALAM MEMASYARAKATKAN KEBERSIHAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN DESA (isi nama desanya disini) ....... ASPEK-ASPEK PSIKO RELIGIUS REMAJA DALAM AKTIVITAS PENGAJIAN DI DESA LORGO KEC TAWANG SARI KAB SUKOHARJO ( 2001 ) 3.. AKTIVITAS MAJELIS TA LIM NURUL QUR AN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI IBU RUMAH TANGGA DI KEC GPETE SELATAN CILANDAK JAKSEL ( 1998 ) 4. ANALISIS KUALITAS TES MATA PELAJARAN BAHASA ARAB KELAS III A SMU ASSALAM DI PONDOK 7. AMAL USAHA RANTING MUHAMMADIYAH PANGKAT REJO BIDANG PENDIDIKAN KEC SEKARAN KAB LAMONGAN THN 1952-1963 ( 1992) 6.. 1. AKTIVITAS PEMIRSA KULIAH SUBUH DI TELEVISI SWASTA & PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KLAS III SLTP N I NEGO SARI ( 2000 ) 5.... Judul Skripsi Pendidikan Agama Islam Bagi yang tengah menyiapkan skripsi tentang pendidikan agama Islam.....

8. FUNGSI BANTUAN PEMBANGUNAN DESA & PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMABNGUNAN BIDANG PENDIDIKAN DI DESA CEMANI KEC GROGOL KAB SUKOHARJO ( 1991) 23. BIMBINGAN ORTU & PRESTASI BELAJAR SISWA MADRASAH TSANAWIYAH MUALIMIN SIRAY KEC KEMRAWJEN KAB BANYUMAS (STUDI KORELASI) ( 1998) 12. DEMOKRATISASI DALAM PENDIDIKAN ISLAM (TELAAH ATAS TEORI PENDIDIKAN ANDRA BOBI) ( 1997 & 1998) 14. FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT KEBERHASILAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN FISIKA DI MTSN LASEM KAB REMBANG ( 1993) 20. DIMENSI MORAL KLAIM DALAM BUKU SASMITA TUHAN KEMENANGAN SUARA MORAL KARSA M SOBARY ( 2000 ) 15. BIAS GENDER DALAM PENDIDIKAN FORMAL (KAJIAN TEO & PRAKTIK) GENDER BIAS IN TORIYAL EDUCATION (THEORITIKAL AND PRAETICAL STUDI) ( 1999 ) 11. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI DI SMA MUH I PRAMBANAN SLEMAN ( 1993) 21. BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB & AKIBATNYA ANAK PUTUS SEKOLAH TINGKAT SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA & UPAYA ORANG TUA SERTA MASYARAKAT DALAM PEMBINAAN PENYALURAN LEWAT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI DESA SIDOHARJO KAB SRAGEN ( 91/92) 10. HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI DALAM KELUARGA & PENYESUAIAN DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II & III SMU UN YOGYAKARTA TH AJARAN 2000/01 ( 2000 ) . EFEKTIFITAS PENGAJARAN FISIKA KURIKULUM 1984 DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI BOYOLALI (STUDI EVALUASI PENERAPAN STRATEGI (BSA BIDANG STUDI FISIKA) ( 1993) 17. EFEKTIFITAS METODE MUSYAWARAH DALAM MENGHAFAL AL-QUR AN DI PONDOK PESANTREN ALMUNAWIR KRAPYAK YOGYAKARTA ( 99) 16. EFEKTIVITAS METODE DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH LUAR BIASA (BAGIAN C) (CACAT MENTAL) NEGERI 2 YOGYAKARTA ( 1999) 19. DAUROH SEBAGAI LEMBAGA KURIKULER PEMHAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH ALIYAH MATHATI UL FALAH KAJEN MARGOYOSO PATI ( 1990) 13. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN ANAK PUTUS SEKOLAH PADA SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA DI DESA TRIWIDADI PAJANGAN BANTUL ( 91) 22. EFEKTIFITAS PENGGUNAAN NILAI EBTANAS MURNI (NEM) SEBAGAI ALAT SELEKSI PENERIMAAN SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA ( 1989) 18. STUDI TENTANG EFEKTIFITAS BELAJAR MANDIRI DALAM BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP TERBUKA SUSUKAN BANJAR NEGARA ( 1998 ) 9. HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS PENGAJARAN DAN ITENSITAS IBADAH PADA IBU-IBU PESERTA PENGAJIAN AISYIYAH DI POTORONO BANGUN TAPAN BANTUL YOGYAKARTA ( 1993) 24.

ISTANA PONDOK PESANTREN AN NAWAWI BERJAN PURWOREJO DALAM MENINGKATKAN SDM ( 1997) 31.25. KONSEP TRI CON KI HAJAR DEWANTARA DALAM PRESPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM ( 1996) . KEMAMPUAN BAHASA ARAB MAHASISWA FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM JURUSAN TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA ( 2002 ) 36. HUBUNGAN LATAR BELAKANG PENDIDIKAN AGAMA DENGAN PRAKTEK-PRAKTEK TAHAYUL DI DESA MARGO MULYO KEC KEREK KAB TUBAN ( 2000 ) 27. KONSEP PSIKOTERAPI MENURUT ISLAM DAN IMPLEMENTASINYA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN (THE CONCERPT OF ISLAMIC PSICOTHERAPI AND IT S IMPLEMENTATION ON EDUCATIONAL INSTUTIONAL) ( 2000) 43. KITAB MAKNUL TASHRIF UNTUK PENGAJARAN SHARAF TINGKAT PEMULA ( 1988) 37. HUBUNGAN PRESTASI MAHASISWA TENTANG PELAYANAN & PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM JURUSAN TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA ( 1998 ) 29. KARAKTERISTIK PENGAJARAN AGAMA ISLAM PADA PONDOK PESNTREN AL-FITRAH JEJERAN BANTUL YOGYAKARTA ( 1983) 33. KONSEP PENDIDIKAN ISLAM TENTANG UPAYA MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN ANAK ( 2000 ) 42. HUBUNGAN KETRAMPILAN MENYIMAK BAHASA ARAB DENGAN EXPRESI TULIS SISWA PENDIDIKAN GURU AGAMA NEGRI (PGAN) YOGYAKARTA ( 1988) 26. KONSEP PENDIDIKAN BUDI PEKERTI MENURUT KI HAJAR DEWANTARA & PENDIDIKAN AKHLAK DALAM ISLAM 40. KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMIKIRAN KIAI HAJI HASYIM ASY ARI DAN TELAAH TERHADAP PROGRESIVISME (SEBUAH KAJIAN KOMPERATIF) ( 2000 ) 41. KONSEP KEBEBASAN MANUSIA DALAM PENDIDIKAN ISLAM (TELAAH EVALUATIF TERHADAP PROGRESIVISME) (98) 38. HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II SMP 3 DEPOK SLEMAN 28. KECENDERUNGAN EMOSI REMAJA IMPUKASINYA TERHADAP PEMBINAAN AKHLAK (PENDEKATAN PSIKOLOGIS) ( 2000 ) 34. KONSEP MANUSIA MENURUT PSIKOLOGI DAN NAFSIOLOGI ( 2002 ) 39. KEHARMONISAN DALAM KELUARGA HUBUNGANNYA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA MTS N BANGSAL MOJOKERTO ( 1999 ) 35. HUBUNGAN TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA ( 2001 30. KAJIAN TENTANG BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMEA MA ARIF TEMON KAB KULON PROGO (TINJAUAN FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PENDUKUNG DAN PEMECAHANNYA) ( 92) 32.

B SUPARIAN ( 1999 ) 58. METODE-METODE PENDIDIKAN DALAM AL-QUR AN SEBAGAI ALAT UNTUK MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM ( 1998) 54. METODE PENGAJARAN BAHASA ARAB DI SMU YOGYAKARTA ( 2000 ) 52. KOPERASI UNIT DESA (KUD) SUMBER RAHARJO (STUDI KASUS TENTANG MENGENAI KEHIDUPAN KUD DI DESA PLAYEN) ( 1983) 45. MEDIA ELEKTRONIK DALAM PERSPEKTIF PENGAJARAN BAHASA ARAB (KAJIAN TENTANG TUJUAN & MATERI) ( 1991) 48. NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM IBADAH PUASA (SUATU TINJAUAN PSIKOLOGIS) ( 2000 ) 59. MOTIVASI SISWA DALAM PENGAMBILAN JURUSAN BIOLOGI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI YOGYAKARTA III ( 1993) 55. PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ISLAM LUAR SEKOLAH DI KELURAHAN TONGGAUAN KLATEN TENGAH ( 2000 ) . METODE PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH MLANGI GAMPING KAB SLEMAN ( 1998) 51. NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM SERAT WEDHA TAMAKARYA KEPA MANGKUNEGARA IV ( 1998 ) 57. NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM YANG TERKANDUNG DALAM KISAH NABI MUH AL DIM AL-QUR AN ( 99) 60. PANDANGAN AL-MAWARDI TENTANG ILMU PENGETAHUAN DALAM KITAB ADABU ADI DUNYA WAAD DIIN (SUATU TINJAUAN PSIKOLOGIS PAEDAGAGAS) ( 2000 ) 61. KORELASI PENGUASAAN MUFRODAT DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KLAS II DI MTS NEGERI YOGYAKARTA II ( 1998 ) 47. METODE DAN EVALUASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DISASANA TRESNA WERDHA (STW) ABIYASA DUWET SARI PAKEM BIWANGUN PAKEM SLEMAN ( 1999) 50. KORELASI ANTARA AKTIVITAS KEAGAMAAN & KESEHATAN MENTAL PADA KLEIN / REMAJA DI SASANA REHABILITAS ANAK NAKAL AMONG PUTRA MAGELANG ( 1995) 46. NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM NOVEL-NOVEL MATINYA BUSSYE (KAJIAN TENTANG TUJUAN & MATERI) ( 1997) 56. METODE TRANSFER NILAI-NILAI KEISLAMAN DALAM CERITA WAYANG KULIT (STUDI TENTANG LAKON DEWA RUCI) ( 1999 ) 53. METODE BELAJAR MENGAJAR AL-QUR AN DI PONDOK HUFFADH KANAK-KANAK YAN BUL UL QUR AN KEC KOTA KAB KUDUS ( 96) 49. NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM BUKU KI AGENG KARANG LOR (KUMPULAN CERITA RAKYAT INDONESIA) SUTINGAN Y. PARTISIPASI ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI DESA SUMUR PANCING KODYA TANGERANG ( 2000 ) 62.44.

63. PELAKSANAAN HOZARIYYATU AL-FURU DALAM PENGAJARAN BAHASA ARAB DI SMP SALAFIYAH PEKALONGAN ( 1992) . PELAKSANAAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN SUBULUK SALAAM KEPUN BENER PEJOSARI KEBON SARI MADIUN ( 2000 ) 64.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->