Contoh KAryA Tulis Ilmiah

ANALISIS PENOKOHAN DALAM NOVEL ³JALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2´

. DISUSUN OLEH : MOCH. JUNAIDI HERMANSYAH NIS. 9904

PEMERINTAHAN DAERAH KAB.MOJOKERTO DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI I SOOKO 2008

MOTTO

³DIFFERENT ISN¶T ALWAYS BETTER, BUT THE BEST IS ALWAYS DIFFERENT´

AKAN TETAPI YANG TERBAIK SELALU BERBEDA´ v HALAMAN PENGESAHAN Karya tulis berjudul.132203. oleh guru pembimbing mata pelajaran Bahasa Indonesia : SUBANDI.265 .JUNAIDI HERMANSAYAH NIS : 9904 Sebagai pemenuhan tugas akhir mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA NEGERI I SOOKO. ³ANALISIS PENOKOHAN DALAM NOVEL JALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2´ ini telah disahkan pada: Hari : Selasa Tanggal : 15 April 2008 Karya tulis oleh : MOCH. S.³PERBEDAAN TIDAKLAH SELALU LEBIH BAIK.Pd NIP.

JUNAIDI HERMANSYAH NIS : 9904 PROGAM STUDI : IPA JUDUL KARYA TULIS :ANALISIS PENOKOHAN DALAM NOVEL ³JALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2´ TAHUN AJARAN : 2007/2008 .vi HALAMAN PERSEMBAHAN Karya Tulis ini saya persembahkan untuk : 1.Orang tua saya tercinta 3.Teman-teman saya di kelas XII IA 4 4.Bapak Ibu guru SMA NEGERI I SOOKO MOJOKERTO 2.Serta para pembaca novel-novel Indonesia vii ABSTRAK NAMA : MOCH.

Oleh karena itu.Bapak Subandi.Sastra adalah ungkapan pribadi manusia berupa pengalaman. Karya tulis ini menganalisis tentang unsur intrinsik yaitu penokohan dalam karya sastra prosa fiksi berbentuk novel JALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2. perasaan. Hal ini dilakukan untuk lebih mendalami unsur intrinstik penokohan dari berbagai novel yang berbeda. Semoga karya tulis ini bermanfaat. Sehubungan dengan tersusunnya karya tulis ini penulis dapat mendapat bantuan dari berbagai pihak. keyakinan. dan atas segala RahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah dengan judul ³ANALISIS PENOKOHAN DALAM NOVEL JALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2´. Dalam pengukapannya penulis menggunakan metode deskriptif yaitu metode penelitian non hipotosis yang hanya menggambarkan suatu data yang diperoleh dari analisis novel. sehingga dapat menghidupakan alur dari novel itu sendiri. Metode yang saya gunakan adalah metode deskriptif yaitu dengan menganalisis data yang diperoleh dalam bentuk yang kompleks sehingga dengan mudah diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan karya tuli ini. Karya ilmiah ini disusun disusun dalam rangka memenuhi tugas akhir mata pelajaran Bahasa Indonesia.S. Mojokerto. semangat. Berdasarkan dari hasil analsis ini. khususnya kepada: 1. viii KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. kritik dan saran para pembaca akan penulis terima dengan senang hati demi penyempurnaan karya tulis ini di masa yang akan datang. dalam suatu bentuk gambaran kongkret yang membangkitkan pesona dengan alat-alat bahasa. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai macam penokohan dalam novel tersebut. disarankan agar dilakukan analisii lebih lanjut dengan menggunakan novel yang berbeda. Akan tetapi inti dari semuanya adalah penokohan ada dua macam karakter(tokoh utama dan sampingan) yang mempunyai peranan yang berbeda. 14 April 2008 Penulis . Novel selalu dilengkapi dengan unsure intrinsik.Pd selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia 2. pemikiran. khususnya bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. gagasan. Akan tetapi. Untuk itulah kami menyusun karya tulis ini dengan memberi penjelasan yang lebih mendalam tentang penokohan dalam karya sastra bentuk novel yang berjudulkan ³JALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2´. salah satunya adalah penokohan.Seluruh warga kelas XII IA 4 SMA Negeri I Sooko Mojokerto Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih terdapat kekurangan dan kelemahannya. dalam menampilkan tokohnya pengarang sering menampilkan secara implisit sehingga tidak semua pembaca dapat memahami maksud dalam sebuah novel.

..2 PENGERTIAN PENOKOHAN««««««««««««««. semangat..13 xi BAB I PENDAHULUAN 1. Karya sastra yang baik adalah karya sastra yang mampu meniggalkan kesan yang . Pernyataan di atas mengandung makna bahwa manusia menggunakan karya sastra sebagai sarana untuk mengungkapkan gagasan.03 1.. pemikiran....1SINOPSIS«««««««««««««««««««««««05 1.3 TUJUAN«««««««««««««««««««««««. 1991 : 3). perasaan.4 MANFAAT««««««««««««««««««««««.02 1..08 BAB IV : PENUTUP 4.01 1. pengalaman. dalam suatu bentuk gambaran kongkret yang membangkitkan pesona dengan alat-alat bahasa ( Sumarno dan Saini.1 KESIMPULAN««««««««««««««««««««...1PENGERTIAN NOVEL«««««««««««««««««..x DAFTAR ISI HALAMAN MOTTO««««««««««««««««««««««««««v HALAMAN PENGESAHAN««««««««««««««««««««««..1 LATAR BELAKANG««««««««««««««««««...07 1.11 4.xi BAB I : PENDAHULUAN 1.3 ANALSIS PENOKOHAN««««««««««««««««. keyakinan.vii ABSTRAK«««««««««««««««««««««««««««««. gagasan.2 PENOKOHAN««««««««««««««««««««.02 1.x DAFTAR ISI«««««««««««««««««««««««««««««..02 1.. pemikiran dan sebagainya.03 BAB III : PEMBAHASAN 1.2 SARAN««««««««««««««««««««««««11 DAFTAR PUSTAKA««««««««««««««««««««««««««12 RIWAYAT HIDUP PENULIS««««««««««««««««««««««.vi HALAMAN PERSEMBAHAN«««««««««««««««««««««. Sehingga dapat disimpulkan bahwa karya sastra sangat bermanfaat bagi manusia dan pembacanya.1 Latar Belakang Masalah Sastra adalah ungkapan pribadi manusia berupa pengalaman..2 RUMUSAN MASALAH«««««««««««««««««.5 METODE PENELITIAN«««««««««««««««««02 BAB II : KAJIAN TEORI 1.vi ii KATA PENGANTAR«««««««««««««««««««««««««.

diantara ketiga kriteria tersebut adalah teks naratik ( epik ) yaitu novel.mendalam bagi pembacanya.Mendiskripsikan cara penulis dalam menggambarkan tokoh dalam novel µJALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2¶ 1. digunakan metode deskriptif yaitu metode penelitian non hipotosis yang hanya menggambarkan suatu data yang diperoleh dari analisis novel. Sedangkan sumber datanya berupa novel µJALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2¶ 02 .3 Tujuan 2. Sebagai wacana awal bagi penelitian yang selanjutnya 3. Sehingga dapat disimpulkan bahwa suatu karya bisa dijadikan media dakwah. Sebagai wacana bagi pelajar 2. dan mendapatkan kepuasan oleh karenanya.2 Rumusan Masalah 1.Mendeskripsikan penokohan yang ada dalam novel µJALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2¶ 3. Dalam sebuah novel yang merupakan salah satu bentuk karya sastra. Bagaimana penggambaran tokoh yang terdapat dalam novel µJALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2¶? 1. roman dan cerpen. 01 1. Dan unsur intrinstik yang paling menonjol adalah penokohan. Menurut Aristoteles karya sastra dapat digolongkan dalam beberapa kriteria. Untuk itulah kami menyusun karya tulis ini dengan memberi penjelasan yang lebih mendalam tentang penokohan dalam karya sastra bentuk novel. Sebagai literature untuk lebih memahami penokohan dalam sebuah novel 1. Ada tiga kriteria dipandang dari segi perwujudannya. Pembaca dapat dengan bebas melarutkan diri bersama karya itu. Penokohan menjadi unsur yang sangat penting dalam sebuah novel. terdapat unsur intrinstik dan ektrinstik yang selalu melingkupi jalan ceritanya. Bagaimana penokohan yang ada dalam novel µJALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2¶ ? 2. dalam menampilkan tokohnya pengarang sering menampilkan secara implisit sehingga tidak semua pembaca dapat memahami maksud dalam sebuah novel.5 Metode Penelitian Dlam karya tulis ini.4 Manfaat 1. yang menjadi dasar pengarang dalam mengembangkan karangannya. Akan tetapi.

1 PENGERTIAN NOVEL Novel timbul sebagai suatu yang menggambarkan tentang kejadian sehari-hari di masyarakat. Jadi mengikuti atau menelusuri jalannya cerita sama halnya dengan mengikuti perkembangan tokoh melalui tindakan-tindakannya. Melalui ucapan-ucapannya. Menurut Stanton dalam Semi (1984:31) Yang dimaksud dengan penokohan dalam suatu fiksi biasanya dipandang dari dua segi. 2. yang kedua adalah mengacu kepada perbauran dari minat. 2. Antara tokoh yang satu dengan yang lain ada keterkaitan. 4.Menurut H. Tindakan tokoh cerita ini merupakan rangkaian peristiwa antara satu kesatuan waktu dengan waktu yang lain.BAB II KAJIAN TEORI 2.Menurut Sumardjo dan Saini Melukiskan watak tokoh dalam cerita dapat dengan cara sebagai berikut: 1. Pertama: mengacu kepada orang atau tokoh yang bermain dalam cerita. keinginan. Tokoh yang paling banyak peranannya di dalam suatu cerita di sebut tokoh utama. Yaitu: 1. Melalui perbuatanya. Setiap perbuatan yang dilakukan oleh seseorang tokoh tentu ada penyebabnya dalam hal ini adalah tindakan-tindakan atau peristiwa sebelumnya.Jassin ( pada buku tifa penyair dan daerahnya ) Novel adalah suatu karangan prosa yang bersifat cerita dan yang menceritakan suatu kejadian yang luar biasa dari kehidupan orang-orang luar yang mengalihkan tujuan nasib mereka.Menurut Virginia Holf ( Lubis.Menurut Jones dalam Nurgiyantoro Penokohan adalah gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita ( 1998 : 165 ). emosi. meskipun kejadian yang tidak nyata.2 PENGERTIAN PENOKOHAN Biasanya di dalam suatu cerita fiksi terdapat tokoh cerita atau pelaku cerita. dan moral yang membentuk individu yang bermain dalam suatu cerita. 1994 ). tetapi itu merupakan sesuatu yang dapat dipahami dengan prinsip yang sama dalam kehidupan sehari-hari. Definisi novel dapat dimengerti dari beberapa definisi dan berbagai tokok.B. Melalui gambaran fisiknya . ikatan. Namun definisi penokohan juga disebutkan oleh beberapa tokoh. 3. Novel menurut bahasa artinya kabar/pemberitahuan. sedangkan sifat-sifat dan perbuatan pelaku-pelaku dalam noveltidak diuraikan secara panjang lebar seprti roman. pengaruh. 2. namun menurut istilah adalah bentuk prosa yang ringkas isinya. kehancuran atau tercapainya gerak-gerik manusia. atau penokohan karakter adalah begaimana cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan watak tokoh-tokoh dalam cerita rekannya ( Esten. terutama sekali bagaimana ia bersikap dalam menghadapi situasi kritis. Di dalam novel itu lebih mentikberatkan kepada tokoh manusia ( peran ) di dalam karangannya dari pada terjadinya dan secara keseluruhan mengambil bentuk yang dikatakan dengan ciptaan dunia berdasarkan kepada perbedaaan individu. lebih terbatas dari pada roman dan lebih panjang dari pada cerpen. Tokoh cerita bisa satu atau lebih. 1960 : 30 ) Novel adalah suatu kronil penghidupan merenungkan dan melukiskan dalam bentuk tertentu. hasil. 3. seperti: 2.

Harimurti dan Sulis orang tua Eko. tuxedo. berdasi kupu putih. yang merindukan kedatangan anak semata mayangnya itu. 04 BAB III PEMBAHASAN 3. Tiba-tiba mereka mendapatkan surat dari New York yang berisikan eko meminta restu dari Bapak-Ibunya untuk meikah dengan gadis Amerika dari keturunan Yahudi. memakai setelan hitam. Perkawinan sipil. Singapura. lingkungan ataupun dari penampilan fisik saja. Claire menggunakan gaun putih yang sederhana namun cukup chic. memenuhi pesan ibunya. dan Jakarta. Setelah dua tahun sekolah dan menamtkan masa SMAnya di Sunnybrook College. Hari dan Suli membalas surat Eko dan Merestui hubungan mereka. sedang Eko. Berdasarkan pengertian diatas penulis menyimpulkan bahwa penokohan adalah pelukisan tokoh/pelaku melalui sfat-sifat dan tingkah laku dalam cerita. Sudjirman menyebutkan ada dua metode untuk menggambarkan watak tokoh. Setelah mendapatkan ijazah Sunnybrook College dengan predikat summa cum laude. Eko pemuda cerdas anak pasangan Harimurti dengan Sulistyanigsih ini mendapatkan beasiswa dari AFS(American Field Service) untuk belajar di Amerika Serikat dan bahkan menamatkan Sekolah Menengah Atas di Sunnybrook College di kota Sunnybrook. Akan teapi dengan bijaksana dan demi kenyamanan hidup Eko. ia berkenalan dengan wanita cantik Amerika keturunan Yahudi bernama Claire Levin. Ia memberikan sebuah surat tugas sekaligus sebagai tiket bulan madu untuk Eko dan Claire ke Tokyo. Metode analitik. musim gugur. Hongkong. Eko langsung diterima di perusahaan penerbutan Asia Books. karena terbentur masa lalu ayahnya yang dianggap tidak bersih dari G30S/PKI akhirnya Eko melanjutkan study nya di Sunnybrook College. Sedang metode dramatik adalah penggambaran watak tokoh melalui pikiran.4. Eko ingin kembali ke tanah air untuk berbhakti kepada Negara dan orangtuanya di Indonesia . Akan tetapi. Kuala Lumpur. Connecticut. tingkah laku tokoh. Mereka sangat senang dan berterima kasih kepada Alan dan tentu saja kepad Asia Books tempat Eko . Pada akhir bulan September. bukan perkawinan agama. Kehidupan Eko di New York tidak hanya sekedar untuk belajar dan bekerja tetapi ia juga menjalin hubungan dengan masyarakat New York layaknya di Indonesia. Pernikahan itu hanya dihadiri hanya kurang lebih lima puluh undangan seperti yang diinginkan keluarga Levin. Maka pesta perkawinan Eko dan Claire pun terjadilah. Mereka semakin dari semakin intim layaknya orang berpacaran. dan berpeci hitam. Eko mengucapkan surat Al-Fatihah dan surat Ar-Rumm sebagai janji kepada orang tuanya dan dirinya sendiri. karena anak mereka akan menikah dengan gadis asing keturunan yahudi pula yang tentu saja berlainan agama dengan Eko. yaitu metode analitik dan metode dramatik. dipinggir sungai kecil di batas kota.1 SINOPSIS ³JALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2´ merupakan sebuah novel setebal 184 halaman karya penulis ternama Indonesia Umar Kayam. ucapan. Melalui keterangan langsung yang ditulis oleh pengarang ( 1991 : 65-66). biasa bisa juga disebut metode peran adalah pemaparan watak tokoh secara rinci baik ciri fisik maupun psikisnya. Novel ini menceritakan kisah seorang pemuda pribumi Indonesia yang belajar menuntut ilmu di Negeri Paman Sam. Setelah mengadakan pesta yang cukup melelahkan Claire dan Eko mendapatkan kado istimewa dari Alan Bernstein yang merupakan rekan kerja sekaligus orangtua angkat Eko di New York. Sedang Alan Bernstein dipilih Eko sebagai walinya. sebuah perusahaan penerbitan internasional di New York. AS. Mereka sempat terkejut dengan isi surat yang dikirim Eko.

Hari.2PENOKOHAN Dari cuplikan sinopsis novel ³JALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2´ di atas.bekerja. Mereka dimanjakan dengan masakan asli Indonesia yang begitu beragam. eko berfikir bahwa ia telah kehilangan kejawaan.TOKOH PROTAGONIS: Eko Harimurti Sulistianingsih Lantip . Suli. musik gamelan yang begitu terlatih yang dimainkan oleh Lantip dan Harimurti. ia kelihatan nampak lebih tinggi. namun Eko selalu menjelaskan dan juga didukung oleh Suli dan Halimah yang memberitahu akan ke-khasan masakan Indonesia khususnya jawa dan padang. Eko dan Claire di jamu oleh orang tua mereka layaknya tamu spesial datang dari jauh. sambal terasi. sepupu dari Harimurti yang selalu berbeda pendapat dengan Hari akan pemugaran makam embah kakung-putri Eko. Di dalam benak Suli anaknya nampak beda. Suatu hari mereka sowan ke rumah pakde Tommi dan bibi Jannet. mereka disambut dengan lambaian tangan orang tua dan paman bibi dari kejauhan. 3. akhirnya Eko beserta Claire akhirnya datang. namun mereka orang yang baik.TOKOH SAMPINGAN: Claire Levin Harimurti ( Ayah Eko ) Sulistianingsih ( Ibu Eko ) Lantip (paman Eko ) Halimah ( Bibi Eko ) Tommi ( Paman Eko ) Jannet ( Istri Tommi ) Sedangkan peranan tokoh yang digambarkan melalui sifatnya dalam novel ³JALAN MENIKUNG PARA PRIYAYI 2´ ini adalah : 1. Mereka pun memulai perjalanan mereka ke Tokyo dilanjutkan ke Hongkong. Setelah menunggu dua jam karena buruknya cuaca. dapat diketahui bahwa unsur intrinsic yaitu penokohan begitu terlihat dengan berbagai macam karakteristiknya. Setelah kurang lebih satu bulan setengah tinggal di Jakarta dan karena masa tugasnya di Asia tenggara telah habis. sampai masakan padang yang terkenal pedas dan berlemak. keIndonesiaan serta sadar bahwa telah menempuh jalan menikung dari kerabat besarnya. Tentu saja hal ini terasa asing oleh Claire. serta Lantip dan Halimah. Mulai pecel. sup buntut. Kuala Lumpur dan di lanjutkan ke Jakarta. Mereka pun saling berpelukan dan bersalaman seraya merayakan kedatangan Eko dan Claire. Namun hal itu tidak membuatnya sedih dan kecewa telah memiliki istri orang Amerika keturunan Yahudi. Dalam perjalanannya di pesawat. Tommi dan Jannet memang terkenal agak sombong dan suka pamer kekayaan. paman dan bibi Eko menjemput kedatangan mereka di bandara Soekarno-Hatta. lebih putih dan nampak lebih kurus dan Claire kok nampak bule betul. Adapun tokoh yang terdapat dalam novel ini adalah 1. singapura.TOKOH UTAMA Eko Harimurti 2. Eko dan Claire pun memutuskan untuk kembali ke New York. Suli. Eko dan Claire juga melakukan bulan madu dengan mengunjungi pusat-pusat kota di Jakarta dan tidak lupa sowan ke kerabat oangtua mereka. Lantip dan Halimah di bandara dengan haru. Mereka di Lepas oleh Hari.

4.Melalui penggambaran perilakunya: Tidak lupa Eko mengirim surat ke Indonesia untuk mendapatkan restu dari Orang tuanya karena akan menikahi Claire. Jadi.lauk demi lauk yang ditawarkan Haru dan Suli. dan anak-anak mereka menikmati makananya dengan manja. bapakmu juga.Claire Levin a.Melalui penggambaran perilakunya: Suli langsung merangkul anakya dan menciuminya seakan melunaskan nazar yang sudah lama dikandung..Melalui penggambaran perilakunya: Dan Harimurti dengan terampilanya memainkan pengantarnya . paman Lantip dan bibi halimah. kalau kamu sudah mengantuk dan mau segera tidur. ini janjiku kepada orang tua saya.Harimurti a. PROTAGONIS 1. Claire. kepada seluruh keluarga besar saya. 2. Ibu. 08 3.Melalui cuplikan pembicaraan tokoh : ³Claire. TOKOH ANTAGONIS: Tommi 3. b.Halimah Claire Jannet 2. tunggu dulu. b. b.3ANALISIS PENOKOHAN I.Melalui penggambaran perilakunya: Claire pun tidak dapat tidak selain mencobanya.Melalui cuplikan pembicaraan tokoh : ³Claire dan Eko akan selalu merindukan Bapak. Eko a.Melalui cuplikan pembicaraan tokoh : ³Saya Harimurti. bapaknya Eko. Terima kasih Atas semuanya«.´ * Dari cuplikan diatas dapat diketahui bahwa Harimurti mempunyai peran yang protagonis yaitu tokoh yang membawakan perwatakan positif atau menyampaikan nilainilai positif. b.´ * Dari cuplikan diatas dapat diketahui bahwa Claire mempunyai peran yang protagonis yaitu tokoh yang membawakan perwatakan positif atau menyampaikan nilai-nilai positif. Kenalkan saja ya. ya? Biar .Sulistianingsih a.Melalui cuplikan pembicaraan tokoh : ³Berbakti kepada rakyat dan Negara! Ya. Dan ini Etek halimah dan pakde Lantip.´ * Dari cuplikan diatas dapat diketahui bahwa Eko mempunyai peran yang protagonis yaitu tokoh yang membawakan perwatakan positif atau menyampaikan nilai-nilai positif.

Melalui cuplikan pembicaraan tokoh : ³Eko sudah berapa tahun di Amerika. * Dari cuplikan diatas dapat diketahui bahwa Sulistianingsih mempunyai peran yang protagonis yaitu tokoh yang membawakan perwatakan positif atau menyampaikan nilainilai positif. putih seperti batu pualam.mbok nem bereskan tempat tidur kalian dan pasang obat nyamuk.Melalui penggambaran perilakunya: Tak luput Lantip pun ikut menawarkan makanan khas jawa itu kepada Claire. kok. besok-besok kalian ganti main dan makan di rumah kami. ambilah. b. Mereka segera minum setelah pelayan dating membawa minuman.Melalui cuplikan pembicaraan tokoh : ³Etek nanti masak masakan padang buat Claire.Lantip a.Melalui cuplikan pembicaraan tokoh : ³Ayo Claire. b. Ko. kok masih sawo mateng saja kulitmu? Tapi disana kulit begitu yang paling laku ya. rambutmu hitam kecoklat-coklatan. Wah. 7. hidungmu mancung meski tidak semancung Yahudi-yahudi kebanyakan.Halimah a. Cuantik Ko Istimu.Melalui cuplikan pembicaraan tokoh : ³Kalau sudah hilang capek kalian. Jangan malu-malu. b. Maukan Claire?´ * Dari cuplikan diatas dapat diketahui bahwa Halimah mempunyai peran yang protagonis yaitu tokoh yang membawakan perwatakan positif atau menyampaikan nilainilai positif. Claire.´ 09 * Dari cuplikan diatas dapat diketahui bahwa Lantip mempunyai peran yang protagonis yaitu tokoh yang membawakan perwatakan positif atau menyampaikan nilai-nilai positif. Tommi a.Melalui penggambaran perilakunya: Jannet segera menyuruh pelayan untuk menyiapkan itu semua. Claire? Dan kau. b.´ II.Melalui penggambaran perilakunya: Sambil menunggu Suli dan Halimah menyiapkan makanan.Melalui penggambaran oleh tokoh lain: Eko merah padam menahan geram setelah mendengar ucapan pamannya itu.Jannet a. Ini hadiah dari auntie. 6.1 KESIMPULAN Novel itu suatu karangan prosa yang bersifat cerita dan yang menceritakan suatu kejadian yang luar biasa dari kehidupan orang-orang luar yang mengalihkan tujuan . sempurna betul.´ BAB IV PENUTUP 4. 5. ANTAGONIS 1.

dan Tommi. 3.2SARAN Adapun saran yang penulis berikan ialah 1.dapat diketahui novel tersebut dibangun oleh berbagai macam penokohan yang mempunyai karakter yang berbeda-beda. Jannet.Pengantar Apresiasi Karya sastra.1987.blogspot.nasib mereka.M. 2. saya berharap akan ada analisis lebih lanjut dengan menggunakan unsur-unsur yang lainnya. Disini dapat terlihat bahwa dalam novel ini pengarang menampilkan penokohan secara eksplisit. 2000. Lantip. Dari hasil analisis di atas. 2. DAFTAR PUSTAKA Aminuddin. 4. Sulistianingsih(Ibu Eko). Rampan. 1998 . Semi .Angkatan 2000 dalam sastra Indonesia. http://yudhim. Dengan adanya pembahasan unsure penokohan dalam novel ini. Cetakan Pertama Jakarta: PT Gramedia Indonesia. Korrie Layun.Bandung: Sinar Baru.Diharapkan para pembaca novel ini dapat lebih mengenal dan mengetahui akan penokohan yang ada dalam novel ini. Claire(istri Eko).TOKOH UTAMA yang diperankan oleh Eko Harimurti.com/ .Atar. Padang: Angkasa raya. Secara umum penokohannya dibagi dua macam: 1. Halimah.Anatomi Sastra. yaitu dengan cara langsung (menggambarkan bentuk lahir) dan secara tidak langsung (menunjukkan bagaiman perilakunya). yaitu pemuda pribumi yang mencari ilmu di Amerika Serikat.Hendaknya dapat meneladani sifat tokoh utam Eko dalam kehidupannya.TOKOH SAMPINGAN yang seara garis besar diperankan oleh Lantip(Ayah Eko).Hendaknya mengambil hikmah dari isi novel ini sebagai salah satu acuan hidup para pemuda Indonesia untuk kehidupan masa depan kelak.

SLTPN I KOTA MOJOKERTO 3. JUNAIDI HERMANSAYAH NIS : 9904 KELAS : XII IA 4 TTL : MOJOKERTO. BUT THE BEST IS ALWAYS DIFFERENT´ SEKOLAH : 1.id HOBBY : BERWIRAUSAHA MOTTO : ³DIFFERENT ISN¶T ALWAYS BETTER. SMA NEGERI I SOOKO KAB.co. 18 JUNI 1990 ALAMAT : BUMI SOOKO PERMAI E-MAIL : herman_chanersyah@yahoo. SDN KRANGGAN I MOJOKERTO 2. MOJOKERTO .12 RIWAYAT HIDUP PENULIS NAMA : MOCH.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful