P. 1
TEORI KEPUTUSAN PEMBELIAN

TEORI KEPUTUSAN PEMBELIAN

|Views: 3,811|Likes:
Published by xbjgn

More info:

Published by: xbjgn on Apr 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2015

pdf

text

original

TEORI KEPUTUSAN PEMBELIAN ´AIDAµ Dalam komunikasi pemasaran perlu dirumuskan tujuan yang ingin dicapai dari proses

komunikasi pemasaran yang akan dilakukan. Setelah menentukan khalayak sasaran dengan persepsinya, pemasar harus memutuskan respon yang terjadi. Respon khalayak tersebut dapat berupa cognitive (tahap kesadaran), affective (tahap pengaruh), behavioral/conative (tahap tindakan pembelian). Model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) adalah salah satu model hirarki respon yang cukup popular bagi pemasar sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan pemasaran. Menurut model ini, alat promosi harus menarik perhatian, mendapatkan dan mendorong minat, membangkitkan keinginan, dan menghasilkan tindakan. Dalam membangun program komunikasi yang efektif, aspek terpenting adalah memahami proses terjadinya respon dari konsumen, misalnya dalam hal konsumen melakukan pembelian suatu produk, maka diperlukan pemahaman mengenai usaha promosi yang dapat mempengaruhi respon konsumen tersebut (Belch 1995:163 dalam Nurbenny 2005:38).

Teori keputusan pembelian dalm model AIDA dijelaskan dalam empat tahap sebagai berikut : ‡ Tahap Menaruh Perhatian (Attention) ‡ Tahap Ketertarikan (Interest) ‡ Tahap Berhasrat/Berniat (Desire ) ‡ Tahap Memutuskan untuk aksi beli (Action)

Teori AIDA (Tjetjep Djatnika,2007) yang mendalilkan bahwa pengambilan keputusan pembelian adalah suatu proses psikologis yang dilalui oleh Konsumen atau pembeli, prosesnya yang diawali dengan tahap menaruh perhatian (Attention) terhadap barang atau jasa yang kemudian jika berkesan dia akan melangkah ke tahap ketertarikan (Interest) untuk mengetahui lebih jauh tentang keistimewaan produk atau jasa tersebut yang jika intensitas ketertarikannya kuat berlanjut ke tahap berhasrat/berminat (Desire) karena barang atau jasa yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan-nya. Jika hasrat dan minatnya begitu kuat baik karena dorongan dari dalam atau rangsangan persuasif dari luar maka konsumen atau pembeli tersebut akan mengambil keputusan membeli (Action to buy) barang atau jasa yang di tawarkan. http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/11/teori-keputusan-pembelian-aida.html

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN (PERILAKU KONSUMEN)

Didalam dunia yang modern ini, kehidupan menuntut banyak sekali keputusan yang harus dibuat, misalnya keputusan untuk menunda perkawinan (KB), keputusan untuk membeli TV atau DVD oleh kepala rumah tangga, keputusan untuk memberikan pinjaman dengan bunga rendah oleh pimpinan Bank Dunia, keputusan untuk mengalokasikan investasi dan keputusan-keputusan lainnya yang mempunyai ruang lingkup lokal atau daerah, sektoral, nasional, dan internasional. Mengambil atau membuat keputusan, pada dasarnya berarti memilih satu diantara sekian banyak alternative. Misalnya ingin membeli produk atau tidak, tamatan SMA ingin melanjutkan kuliah di universitas negri atau swasta, dan lain-lain. Minimal ada dua alternatif dan dalam prakteknya lebih dari dua alternatif dimana pengambil atau pembuat keputusan (decision maker) harus memilih salah satu berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu. Proses pengambilan keputusan terdiri dari lima tahap yaitu ; PENGENALAN MASALAH -> PENCARIAN INFORMASI -> EVALUASI ALTERNATIF -> PILIHAN ->

maka hal itu dapat memotivasi calon pembeli untuk memasuki tahap kedua dari proses pengambilan keputusan konsumen yaitu pencarian informasi. psikologi maupun sosial yang besar akibat pemakaian produk. yaitu merk-merk atau produk-produk dianggap tidak layak. EVALUASI ALTERNATIF Inti dari pengambilan keputusan ialah terletak dalam perumusan berbagai alternative. meliputi . konsumen mengevaluasi alternatif yang mereka identifikasi untuk memecahkan masalah mereka. laporan konsumen dan personil penjualan. Yang akhirnya pada tahap pascaakuisisi konsumen mengkonsumsi dan menggunakan produk atau jasa yang mereka peroleh. Merek-merek yang alternatif yang tersedia b. periklanan. sikap. Pencarian eksternal adalah (external search) adalah meliputi akuisisi informasi dari sumber-sumber luar. dan Menilai Kebaikan/Keburukan. Para konsumen terlibat dalam suatu pencarian eksternal dengan tujuan memperoleh informasi yang cukup untuk mengindentifikasikan dan membandingkan alternatif. a. atau dari toko mana mereka membeli produk. 1. aspirasi dan lingkungan (seperti kebudayaan. ancaman fisik. seperti teman. Persepsi konsumen adalah menentukan hasil evaluasi pasca pembeliannya. yaitu merk-merk atau produk-produk diacuhkan oleh konsumen. Dan bila kebutuhan cukup kuat. Memori. Kriteria evaluatif yang membandingkan merek c. c. PENGENALAN MASALAH Pengenalan masalah terjadi bila suatu kebutuhan dirasakan oleh keadaan konsumen. Pada tahap keempat pilihan merupakan proses dimana konsumen memutuskan tindakan alternatif apa yang akan dipilih apakah mereka akan membelanjakan uangnya atau menabung. Keadaan konsumen dipengaruhi oleh stimulasi. seperti harga produk yang sangat mahal. 2. dan hasil pemakaian masih belum dapat terbukti maka konsumen akan memiliki persepsi bahwa produk tersebut berisiko. Pada tahap evaluasi alternatif dari proses pemilihan atau akuisisi. Perangkat pertimbangan atau perangkat yang dibangkitkan (consideration set). Yang mempersulit usaha pengambilan keputusan ialah bahwa kondisi dan sifat lingkungan itu tidak selalu dapat diketahui dengan pasti misalnya ketika konsumen menerima stimuli. Ketika membandingkan pilihan ini. penilaian orang lain terhadap pilihan konsumen sangat berpengaruh. Arti. kelompok acuan. waktu dan ruang. Perangkat lamban (inert set). konsumen itu membutuhkan sesuatu. dan gaya hidup). Para peneliti mendapatkan bahwa ada dua jenis proses pencarian konsumen yaitu pencarian internal dan eksternal. dalam mempertimbangkan hasil yang mungkin didapat dari suatu . konsumen memulai proses pencarian untuk memperoleh informasi mengenai produk-produk yang mungkin mengeliminasi masalah tersebut. atribut yang dimiliki merk dan manfaat yang diberikan berbagai atribut.EVALUASI PASCAAKUISISI Pada tahap pengenalan masaslah. Yang kemudian nantinya mereka atau konsumen akan memisahkan produk dan merk-merk tersebut kedalam tiga kategori : a. Pada tahap ketiga. 3. dan tujuan mengenai alternatif yang dipertimbangkan serta memperhitungkan situasi. konsumen membandingkan pilihan yang di indentifikasikan sebagai cara yang potensial mampu memecahkan masalah yang mengawali proses keputusan. Informasi yang membentuk keyakinan . PENCARIAN INFORMASI Setelah mengindentifikasi masalah. konsumen membentuk keyakinan. Pentingnya berbagai kriteria evaluatif d. Identifikasi jenis-jenis informasi yang dicari konsumen dalam pencarian eksternal. kondisi. persepsi. yaitu merk-merk atau produkproduk yang dapat diterima konsumen b. Pencarian internal (internal search) adalah usaha konsumen untuk memanggil kembali memori informasi jangka panjang mengenai merk-merk produk atau jasa yang dapat memecahkan masalah mereka. konsekuensi untuk menghentikan pemakaian produk lain yang disukai. Perangkat tak layak (inept set). pengepakan.

maka pengaruh positif dari memori akan diaihkan ke merk. serrta makanan yang lezat. d. para konsumen juga mengingat kembali memori semantic dari peristiwa-peristiwa serupa di masa lalu (Nostalgia). b. Keputusan dalam keadaan ada kepastian (certainty) Apabila semua informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan lengkap. setiap barang dibungkus rapi sehingga anda tidak tahu mana yang bagus. Dalam keadaan pasti kita dapat meramalkan secara tepat hasil dari setiap tindakan. yaitu B.keputusan. Misalnya anda ingin memutuskan membeli barang . Misalnya. Kendala yang paling sering menampakkan diri adalah ketidakmampuan seseorang bertindak tegas. Keputusan dalam keadaan ada risiko (risk) Risiko terjadi jika hasil pengambilan keputusan walaupun tidak diketahui kepastiaanya akan tetapi diketahui nilai kemungkinan (probability). anda tidak tahu sama sekali berapa probabilitasnya bahwa orang tersebut akan mengembalikan uang yang dipinjamnya tepat pada waktunya. Ada saja tindakan dan keputusan yang diambil yang tidak mendatangkan hasil yang diharapkan. maka keputusan dikatakan dalam situasi ada kepastian. dan bahkan begitu menghantui seseorang sehingga ia menjadi takut atau ragu-ragu dalam mengambil keputusan. c. bila suatu merk dapat berhubungan dengan jenis memori positif ini. Contohnya : a. hal itu hanya mungkin terjadi oleh karena pengambil keputusan lainnya. tidak seorangpun yang mencapai nilai keberhasilan seratus persen. b. Memori semantic ini memberi arti yang sangat mempengaruhi cara mereka menginterpretasikan dan menilai kebaikan atau keburukan berbagai alternatif yang dihadapi mereka. maka seandainya anda berikan uang sebanyak yang ia inginkan. mana yang cacat/rusak. Kita tahu persis arah kemana kita harus pergi untuk menemui dokter pribadi. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan menjadi lebih banyak. KATAGORI KEPUTUSAN a. Kemudian anda harus memutuskan jadi membeli atau tidak. atau kebanggaan atas milik dan kegiata yang berhubungan dengan masa laluµ. Walaupun kelihatannya sederhana. dia meminjam uang anda sebesar 500. Contohnya kalau pengambil keputusan A memperoleh keuntungan dari suatu tindakan yang dia lakukan. Misalnya anda baru mengenal seseorang. juga mengambil tidakan tertentu. Keputusan dalam keadaan ketidakpastian (uncertainty) Ketidakpastian akan kita hadapi sebagai pengambilan keputusan kalau hasil keputusan sama sekali tidak tahu karena hal yang akan diputuskan belum pernah terjadi sebelumnya. di dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali keputusan yang kita ambil dalam situasi ada kepastian. Nostalgia mengacu pada ´keinginan masa lalu. hal yang menyenangkan. keputusan dalam situasi dalam konflik seringkali dalam prakteknya menjadi sangat ruwet (kompleks). tempat biasa nongkrong. Keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh masing-masing akan saling mempengaruhi baik secara positif maupun negative. Misalnya kita dapat dihadapkan pada keadaan yang tak pasti ditambah lagi adanya tindakan pihak lawan yang bisa mempengaruhi hasil keputusan. BEBERAPA KENDALA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN Kendala yang paling kuat dampaknya sesungguhnya bersumber pada diri pengambilan keputusan yang bersangkutan sendiri.Tetapi seandainya penjual barang tersebut jujur dan anda diberitahu barangnya ada 10 buah dan yang rusak 9 buah. rindu akan hari kemarin. Kegagalan di masa lalu Dalam karier seseorang sebagai contohnya. Pengalaman pahit demikian tidak jarang menjadi kendala dalam pengambilan keputusan.000 untuk modal usaha. Anda sama sekali tidak mengenal orang itu. Keputusan dalam keadaan ada konflik (conflict) Situasi konflik terjadi kalau kepentingan dua pengambil keputusan atau lebih saling bertentangan (ada konflik) dalam situasi kompetitif. restoran favorit dan sudah terbayang hasil keputusan yang akan kita peroleh sesuai dengan apa yang kita putuskan seperti obat yang mujarab. Bagaimana nostalgia mempengaruhi penentuan seseorang tentang kebaikan atau keburukan suatu pilihan? Karena nostalgia mengingat pada pengalaman masa lalu yang lebih menyenangkan daripada sesungguhnya. Konsultasi yang berlebihan Proses pengambilan keputusan dapat menjadi sangat lamban apabila seorang pengambil keputusan melakukan .

Dalam jenis proses evaluatif ini. bahwa mereka tidak mengambil keputusan karena mereka tidak memiliki informasi yang cukup. langkah konsumen berikutnya dalam proses pengambilan keputusan adalah membuat pilihan. Disini jelas bahwa tidaklah mungkin untuk meneliti setiap merk secara rinci. sehingga masyarakat membutuhkan suatu jalan pintas untuk menyederhanakan proses. Karena itu kemampuan memperhitungkan dan mengatasi kendala tersebut. yang bisa saja berbeda dari alternatif yang ditemukan melalui pendekatan ilmiah. bukan optimal. Model nonkompensatori digunakan sebagai jalan pintas untuk mencapai keputusan yang memuaskan. atau membeli perhiasan dan sebagainya. Faktor ketidakpastian Tidak dapat disangkal bahwa ketidakpastian merupakan salah satu kendala yang dihadapi dalam pengambilan keputusan. kemampuan seseorang yang terbatas tidak memungkinkan memecahkan masalah tersebut secara tuntas betapa tinggi kemampuannya. Satu atribut dipilih dan semua alternatif dibandingkan dengannya. dan mereka juga menentukan pilihan diantara toko-toko. 3) Si pengambil keputusan ragu apakah keputusan baru diperlukan. b. c. Menurut kondisi keterlibatan tinggi.banyak konsultasi dengan berbagai pihak. Apabila konsumen berada dalam situasi keterlibatan rendah. penilaian yang tinggi atas beberapa atribut tidak perlu mengkompensasi penilaian yang rendah atas atribut lainnya. Prosesnya akan diulang untuk setiap alternatif merk. dan merk yang mempunyai preferensi keseluruhan tertinggi dipilih. Pemahaman yang tidak tepat tentang peranan informasi Pemahaman yang tidak tepat tentang peranan informasi dalam proses pengambilan keputusan dapat menjadi kendala yang harus disingkirkan. Menurut penilaian ini. Demikan pula bila para konsumen menggunakan orientasi pengalaman. Dalam proses pilihan konsumen. Para konsumen memilih merk atau jasa alternatif. . Para konsumen seringkali terpaksa untu memutuskan diantara sejumlah besar alternatif merk. PILIHAN Setelah mengevaluasi semua alternatif. Pilihan dengan keterlibatan rendah. Model nonkompensatori juga disebut model pilihan hirarkis (hierarchical models of choice) karena konsumen dianggap membandingkan alternatif atas atribut-atribut pada suatu waktu. Bukan merupakan peritiwa yang ganjil jika seorang pengambil keputusan menggunakan dalih terlalu banyak informasi sebagai alasan untuk tidak cepat mengambil keputusan. mereka hanya ingin membuat keputusan yang ´cukup baikµ. 4. Dalam kasus seperti itu konsumen tidak berkepentingan dengan pencapaian keputusan yang optimal. d. Pilihan dengan keterlibatan tinggi. a. Proses pilihan akan berbeda bila konsumen menggunakan pendekatan keterlibatan tinggi dibandingkan dengan keterlibatan rendah. Misalnya. Menurut model kompensatori pilihan yaitu orang menganalisa setiap alternatif dengan cara evaluatif yang luas sehingga penilaian yang tinggi atas salah satu atribut dapat mengkompensasi penilaian rendah atas atribut lainnya. alasan nya ialah bahwa dalam menghadapi situasi problematik . Keterlibatan rendah konsumen umumnya bertindak seolah-olah mereka menggunakan model pilihan nonkompensatori (noncompensatory model of choice). Bagaimana orang menentukan pilihannya sangat dipengaruhi oleh jenis proses keputusan dimana mereka terlibat. konsumen juga dapat memilih alternatif yang tidak dapat dibandingkan (noncomperable alternatives). Tidak jarang terdengar keluhan para pengambil keputusan mengatakan . mereka tidak mau terlibat dengan sejumlah besar pemrosesan informasi yang dibutuhkan oleh model kompensatori. semua informasi mengenai atribut suatu merk digabung ke dalam penilaian merk secara keseluruhan. Ketidakpastian itu menjadi kendala karena : 1) Kurangnya keyakinan dalam diri pengambil keputusan tentang hasil yang akan diperoleh dari keputusannya. konsumen bertindak seolah-olah mereka menggunakan model kompensatori (compensatory models of choice). Proses konsultasi bukan saja perlu tetapi harus dilakukan. orang dapat memilih antara menjalani liburan yang mahal dengan membeli mobil. 2) Preferensi pribadi yang bersangkutan atas alternatif yang mungkin ditempuh. maka proses pilhan akan berubah.

Beberapa jenis pilihan konsumen dapat dikatagorikan sebagai proses pengalaman . Sebuat tim riset menemukan bahwa masyarakat dalam suasana hati positif memberi respon yang lebih menguntungkan pada daya tarik emosional dari pada daya tarik informasi. Pembelian impulsif dapat dijelaskan sebagai pilihan yang dibuat pada saat itu juga karena perasaan positif yang kuat mengenai suatu benda. Disini. Ia akan mengungkapkan kesetiaan merk bila ia hanya menghubungi agen Toshiba dan memintanya untuk menyampaikan model terbaru yang ada. Rasanya seperti memproleh suatu ide. Contoh : minuman aqua. 4). mereka tidak melalui proses keputusan yang luas atau bahkan terbatas. lebih memilih alternatif dimana mereka mempunyai perasaan yang paling positif. andaikan setelah bertahun-tahun TV Toshiba akhirnya rusak. 1). saya masuk ke toko dan mencobanya dan ternyata ukurannya pas sekali. mereka hanya mengacu pada perasaan Contoh . Contoh : saya berada di Beverly Hills hanya untuk berjalan-jalan tanpa niat untuk membeli. Merk-merk baru sering kali mengalami masa sulit untuk meraih pangsa pasar karena konsumen memiliki pengaruh positif yang demikian banyak terhadap merk. Ketika melakukan pembelian. Pembelian yang dilakukan karena kesetiaan merk mempunyai komponen yang kuat. Ini merupakan keinginan yang tiba-tiba. Perasaan tersebut memanggil-manggil saya. 3). tetapi ketika saya melihat beberapa sepatu yang dijual. Proses Pilihan Pengalaman Dari perspektif pengalaman. Pengaruh Kesadaran merk (The Effect of Brand Awarness) Kesadaran merk juga mempengaruhi pilihan konsumen melalui proses afeksi referral. lalu kita tiba-tiba merasa dipaksa untuk membeli sesuatu. maka kemungkinan yang sangat besar konsumen tidak akan jadi memilih minuman tersebut selain aqua walaupun air dari botol tersebut telah di isi dengan air dari aqua. Sebaliknya. Pengaruh keadaan suasana hati terhadap pilihan Keadaan suasan hati mempengaruhi apakah konsumen akan menggunakan pendekatan pengambilan keputusan atau pengalaman untuk melakukan pilihan. Waktu itu saya berfikir untuk membeli sepasang. Heuristis afeksi-referal menjelaskan mengapa para konsumen melakukan pembelian berdasarkan kesetiaan merk. Apabila isi air yang terdapat didalam aqua dipindahkan ke dalam botol yang menggunakan brand berbeda dan belum dikenal. 2). konsumen menentukan pilihan setelah mempertimbangkan perasaan mereka mengenai alternatif.c. kemudian saya mendapatkan bahwa perasaan saya harus mencoba segalanya. Itu sebabnya suatu merk sangat mempengaruhi konsumen dalam memilih untuk membeli. konsumen yang mengungkapkan kesetiaan merk yang kuat hampir pasti menunjukkan sikap yang sangat positif terhadap merk. Heuristis Afeksi-Referal (affect-referral heuristic). perspektif ini memberi sedikit tekanan pada pengembangan kepercayaan mengenai atribut. Jadi dari pada mereka meneliti atribut atau keyakinan mereka mengenai atribut. Mereka berdasarkan pilihannya pada tanggapan emosi keseluruhan terhadap alternatif. dan bila kita tidak dapat melakukannya dengan segera. masyarakat yang berbeda dalam keadaan suasana hati negatif memberi respon lebih menguntungkan . Pembelian impulsif Pembelian impulsif didefinisikan sebagai tindakan membeli yang dilakukan tanpa memiliki masalah sebelumnya atau maksud atau niat membeli yang terbentuk sebelum memasuki toko. kita harus memikirkan alasan mengapa kita tidak membutuhkannya. 1) Heuristis afeksi referal 2) Pengaruh kesadaran merk 3) Pembelian impulsif 4) Pengaruh berdasarkan suasana hati. kosumen cenderung untuk memilih merk yang dikenal daripada merk-merk yang memasuki pasar.

dijual atau diberikan.html PSIKOLOGI KONSUMEN A.gunadarma. Hasil temuan ini diperluas oleh para peneliti ke proses pilihan. dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. penggunaan. mengatur barang atau jasa yang mereka anggap akan memuaskan kebutuhan mereka. konsumen menggunakan dan mempelajari produk. Blackwell. http://wartawarga. dibuang. mengkonsumsi. Tingkat kepuasaan/ ketidakpuasan dipengaruhi oleh evaluasi konsumen. 5. mereka dapat mengeluhkannya kepada pengecer atau pabrik atau layanan konsumen. disposisi barang e. B. dan yang terakhir dari proses pascaakuisisi yaitu mereka membentuk kesetiaan merk serta niat untuk membeli di masa depan atau mendatang. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan. mereka lebih cenderung untuk berfokus pada perasaan dan khayalan mengenai penggunaan merk tertentu. menggunakan. pemakaian produk meliputi tindakan dan pengalaman yang terjadi pada periode waktu dimana seorang konsumen secara langsung menggunakan barang atau jasa. mereka cenderung berpegang pada pendekatan informasi dalam pemilihan produk. 2005).pada daya tarik informasi. Sedangkan The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran. pembelian. Pengertian Psikologi Konsumen Psikologi Konsumen adalah suatu cabang ilmu psikologi yang mempelajari tentang perilaku konsumen dalam membuat suatu keputusan untuk membeli suatu barang atau jasa. http://kikinurmala. Dua tahap akhir dari tahap pascaakuisisi meliputi disiposisi barang/produk yang pada dasarnya seorang konsumen mempunyai strategi disposisi untuk memilih setelah menggunakan produk selama beberapa periode waktu. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson.blogspot. menilai. waktu. menukar. Miniard.com/2010/01/proses-pengambilan-keputusan-perilaku. EVALUASI PASCAAKUISISI Model proses pascaakuisisi konsumen.Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang. tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan. perilaku. Bila konsumen merasa tidak puas dengan kinerja produk. dan membuang barang atau jasa .id/2010/10/psikologi-konsumen-39/ . Tahap ini kemudian diikuti oleh pengembangan kepuasan atau ketidakpuasan akan produk. pembentukan kesetiaan merk Selama tahap konsumsi. perilaku keluhan konsumen d. Bila mereka dalam keadaan suasana hati positif. Sementara itu. kepuasan atau ketidakpuasan konsumen c. apakah produk atau barang tersebut akan disimpan. meliputi 5 tahap utama : a. dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak. Mereka menemukan bahwa bila orang berada dalam keadaan suasana hati negatif. Perilaku Konsumen dari Sudut Pandang Psikologi Perilaku Konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari. pemakaian atau konsumsi produk b.ac. & Engel (2001) menjelaskan bahwa perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan. 2001).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->