TEORI KEPUTUSAN PEMBELIAN ´AIDAµ Dalam komunikasi pemasaran perlu dirumuskan tujuan yang ingin dicapai dari proses

komunikasi pemasaran yang akan dilakukan. Setelah menentukan khalayak sasaran dengan persepsinya, pemasar harus memutuskan respon yang terjadi. Respon khalayak tersebut dapat berupa cognitive (tahap kesadaran), affective (tahap pengaruh), behavioral/conative (tahap tindakan pembelian). Model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) adalah salah satu model hirarki respon yang cukup popular bagi pemasar sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan pemasaran. Menurut model ini, alat promosi harus menarik perhatian, mendapatkan dan mendorong minat, membangkitkan keinginan, dan menghasilkan tindakan. Dalam membangun program komunikasi yang efektif, aspek terpenting adalah memahami proses terjadinya respon dari konsumen, misalnya dalam hal konsumen melakukan pembelian suatu produk, maka diperlukan pemahaman mengenai usaha promosi yang dapat mempengaruhi respon konsumen tersebut (Belch 1995:163 dalam Nurbenny 2005:38).

Teori keputusan pembelian dalm model AIDA dijelaskan dalam empat tahap sebagai berikut : ‡ Tahap Menaruh Perhatian (Attention) ‡ Tahap Ketertarikan (Interest) ‡ Tahap Berhasrat/Berniat (Desire ) ‡ Tahap Memutuskan untuk aksi beli (Action)

Teori AIDA (Tjetjep Djatnika,2007) yang mendalilkan bahwa pengambilan keputusan pembelian adalah suatu proses psikologis yang dilalui oleh Konsumen atau pembeli, prosesnya yang diawali dengan tahap menaruh perhatian (Attention) terhadap barang atau jasa yang kemudian jika berkesan dia akan melangkah ke tahap ketertarikan (Interest) untuk mengetahui lebih jauh tentang keistimewaan produk atau jasa tersebut yang jika intensitas ketertarikannya kuat berlanjut ke tahap berhasrat/berminat (Desire) karena barang atau jasa yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan-nya. Jika hasrat dan minatnya begitu kuat baik karena dorongan dari dalam atau rangsangan persuasif dari luar maka konsumen atau pembeli tersebut akan mengambil keputusan membeli (Action to buy) barang atau jasa yang di tawarkan. http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/11/teori-keputusan-pembelian-aida.html

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN (PERILAKU KONSUMEN)

Didalam dunia yang modern ini, kehidupan menuntut banyak sekali keputusan yang harus dibuat, misalnya keputusan untuk menunda perkawinan (KB), keputusan untuk membeli TV atau DVD oleh kepala rumah tangga, keputusan untuk memberikan pinjaman dengan bunga rendah oleh pimpinan Bank Dunia, keputusan untuk mengalokasikan investasi dan keputusan-keputusan lainnya yang mempunyai ruang lingkup lokal atau daerah, sektoral, nasional, dan internasional. Mengambil atau membuat keputusan, pada dasarnya berarti memilih satu diantara sekian banyak alternative. Misalnya ingin membeli produk atau tidak, tamatan SMA ingin melanjutkan kuliah di universitas negri atau swasta, dan lain-lain. Minimal ada dua alternatif dan dalam prakteknya lebih dari dua alternatif dimana pengambil atau pembuat keputusan (decision maker) harus memilih salah satu berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu. Proses pengambilan keputusan terdiri dari lima tahap yaitu ; PENGENALAN MASALAH -> PENCARIAN INFORMASI -> EVALUASI ALTERNATIF -> PILIHAN ->

Pada tahap evaluasi alternatif dari proses pemilihan atau akuisisi. yaitu merk-merk atau produkproduk yang dapat diterima konsumen b. seperti teman. Informasi yang membentuk keyakinan . konsumen itu membutuhkan sesuatu. Ketika membandingkan pilihan ini. dan hasil pemakaian masih belum dapat terbukti maka konsumen akan memiliki persepsi bahwa produk tersebut berisiko. ancaman fisik. yaitu merk-merk atau produk-produk diacuhkan oleh konsumen. Memori. Persepsi konsumen adalah menentukan hasil evaluasi pasca pembeliannya. dan Menilai Kebaikan/Keburukan. periklanan. atau dari toko mana mereka membeli produk. Para peneliti mendapatkan bahwa ada dua jenis proses pencarian konsumen yaitu pencarian internal dan eksternal. persepsi. Pentingnya berbagai kriteria evaluatif d. konsumen memulai proses pencarian untuk memperoleh informasi mengenai produk-produk yang mungkin mengeliminasi masalah tersebut. Arti. konsekuensi untuk menghentikan pemakaian produk lain yang disukai. 2. dalam mempertimbangkan hasil yang mungkin didapat dari suatu . Pada tahap ketiga.EVALUASI PASCAAKUISISI Pada tahap pengenalan masaslah. Identifikasi jenis-jenis informasi yang dicari konsumen dalam pencarian eksternal. meliputi . PENGENALAN MASALAH Pengenalan masalah terjadi bila suatu kebutuhan dirasakan oleh keadaan konsumen. yaitu merk-merk atau produk-produk dianggap tidak layak. psikologi maupun sosial yang besar akibat pemakaian produk. Perangkat pertimbangan atau perangkat yang dibangkitkan (consideration set). laporan konsumen dan personil penjualan. konsumen mengevaluasi alternatif yang mereka identifikasi untuk memecahkan masalah mereka. Perangkat lamban (inert set). pengepakan. Dan bila kebutuhan cukup kuat. c. seperti harga produk yang sangat mahal. Merek-merek yang alternatif yang tersedia b. atribut yang dimiliki merk dan manfaat yang diberikan berbagai atribut. dan tujuan mengenai alternatif yang dipertimbangkan serta memperhitungkan situasi. sikap. dan gaya hidup). Yang akhirnya pada tahap pascaakuisisi konsumen mengkonsumsi dan menggunakan produk atau jasa yang mereka peroleh. Yang mempersulit usaha pengambilan keputusan ialah bahwa kondisi dan sifat lingkungan itu tidak selalu dapat diketahui dengan pasti misalnya ketika konsumen menerima stimuli. konsumen membandingkan pilihan yang di indentifikasikan sebagai cara yang potensial mampu memecahkan masalah yang mengawali proses keputusan. maka hal itu dapat memotivasi calon pembeli untuk memasuki tahap kedua dari proses pengambilan keputusan konsumen yaitu pencarian informasi. PENCARIAN INFORMASI Setelah mengindentifikasi masalah. konsumen membentuk keyakinan. kelompok acuan. EVALUASI ALTERNATIF Inti dari pengambilan keputusan ialah terletak dalam perumusan berbagai alternative. 3. kondisi. Para konsumen terlibat dalam suatu pencarian eksternal dengan tujuan memperoleh informasi yang cukup untuk mengindentifikasikan dan membandingkan alternatif. Keadaan konsumen dipengaruhi oleh stimulasi. penilaian orang lain terhadap pilihan konsumen sangat berpengaruh. 1. a. Pencarian eksternal adalah (external search) adalah meliputi akuisisi informasi dari sumber-sumber luar. waktu dan ruang. Pencarian internal (internal search) adalah usaha konsumen untuk memanggil kembali memori informasi jangka panjang mengenai merk-merk produk atau jasa yang dapat memecahkan masalah mereka. aspirasi dan lingkungan (seperti kebudayaan. Pada tahap keempat pilihan merupakan proses dimana konsumen memutuskan tindakan alternatif apa yang akan dipilih apakah mereka akan membelanjakan uangnya atau menabung. Yang kemudian nantinya mereka atau konsumen akan memisahkan produk dan merk-merk tersebut kedalam tiga kategori : a. Kriteria evaluatif yang membandingkan merek c. Perangkat tak layak (inept set).

tempat biasa nongkrong. Ada saja tindakan dan keputusan yang diambil yang tidak mendatangkan hasil yang diharapkan. b. Contohnya : a. keputusan dalam situasi dalam konflik seringkali dalam prakteknya menjadi sangat ruwet (kompleks). hal yang menyenangkan. Misalnya anda ingin memutuskan membeli barang . Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan menjadi lebih banyak. b. juga mengambil tidakan tertentu. setiap barang dibungkus rapi sehingga anda tidak tahu mana yang bagus. Konsultasi yang berlebihan Proses pengambilan keputusan dapat menjadi sangat lamban apabila seorang pengambil keputusan melakukan . dia meminjam uang anda sebesar 500. rindu akan hari kemarin. Kendala yang paling sering menampakkan diri adalah ketidakmampuan seseorang bertindak tegas. maka keputusan dikatakan dalam situasi ada kepastian. Kegagalan di masa lalu Dalam karier seseorang sebagai contohnya. Keputusan dalam keadaan ada konflik (conflict) Situasi konflik terjadi kalau kepentingan dua pengambil keputusan atau lebih saling bertentangan (ada konflik) dalam situasi kompetitif. Keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh masing-masing akan saling mempengaruhi baik secara positif maupun negative. maka seandainya anda berikan uang sebanyak yang ia inginkan. Walaupun kelihatannya sederhana. Memori semantic ini memberi arti yang sangat mempengaruhi cara mereka menginterpretasikan dan menilai kebaikan atau keburukan berbagai alternatif yang dihadapi mereka. Dalam keadaan pasti kita dapat meramalkan secara tepat hasil dari setiap tindakan. maka pengaruh positif dari memori akan diaihkan ke merk. Kemudian anda harus memutuskan jadi membeli atau tidak. anda tidak tahu sama sekali berapa probabilitasnya bahwa orang tersebut akan mengembalikan uang yang dipinjamnya tepat pada waktunya. BEBERAPA KENDALA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN Kendala yang paling kuat dampaknya sesungguhnya bersumber pada diri pengambilan keputusan yang bersangkutan sendiri. Keputusan dalam keadaan ada kepastian (certainty) Apabila semua informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan lengkap. Contohnya kalau pengambil keputusan A memperoleh keuntungan dari suatu tindakan yang dia lakukan. Bagaimana nostalgia mempengaruhi penentuan seseorang tentang kebaikan atau keburukan suatu pilihan? Karena nostalgia mengingat pada pengalaman masa lalu yang lebih menyenangkan daripada sesungguhnya. di dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali keputusan yang kita ambil dalam situasi ada kepastian.keputusan. Misalnya kita dapat dihadapkan pada keadaan yang tak pasti ditambah lagi adanya tindakan pihak lawan yang bisa mempengaruhi hasil keputusan. Misalnya. dan bahkan begitu menghantui seseorang sehingga ia menjadi takut atau ragu-ragu dalam mengambil keputusan. restoran favorit dan sudah terbayang hasil keputusan yang akan kita peroleh sesuai dengan apa yang kita putuskan seperti obat yang mujarab. para konsumen juga mengingat kembali memori semantic dari peristiwa-peristiwa serupa di masa lalu (Nostalgia). Pengalaman pahit demikian tidak jarang menjadi kendala dalam pengambilan keputusan. Nostalgia mengacu pada ´keinginan masa lalu.Tetapi seandainya penjual barang tersebut jujur dan anda diberitahu barangnya ada 10 buah dan yang rusak 9 buah. hal itu hanya mungkin terjadi oleh karena pengambil keputusan lainnya. mana yang cacat/rusak. serrta makanan yang lezat. tidak seorangpun yang mencapai nilai keberhasilan seratus persen. yaitu B. bila suatu merk dapat berhubungan dengan jenis memori positif ini.000 untuk modal usaha. Misalnya anda baru mengenal seseorang. Keputusan dalam keadaan ketidakpastian (uncertainty) Ketidakpastian akan kita hadapi sebagai pengambilan keputusan kalau hasil keputusan sama sekali tidak tahu karena hal yang akan diputuskan belum pernah terjadi sebelumnya. c. Kita tahu persis arah kemana kita harus pergi untuk menemui dokter pribadi. Keputusan dalam keadaan ada risiko (risk) Risiko terjadi jika hasil pengambilan keputusan walaupun tidak diketahui kepastiaanya akan tetapi diketahui nilai kemungkinan (probability). atau kebanggaan atas milik dan kegiata yang berhubungan dengan masa laluµ. Anda sama sekali tidak mengenal orang itu. d. KATAGORI KEPUTUSAN a.

penilaian yang tinggi atas beberapa atribut tidak perlu mengkompensasi penilaian yang rendah atas atribut lainnya. Dalam jenis proses evaluatif ini. Ketidakpastian itu menjadi kendala karena : 1) Kurangnya keyakinan dalam diri pengambil keputusan tentang hasil yang akan diperoleh dari keputusannya. 3) Si pengambil keputusan ragu apakah keputusan baru diperlukan. 2) Preferensi pribadi yang bersangkutan atas alternatif yang mungkin ditempuh.banyak konsultasi dengan berbagai pihak. bahwa mereka tidak mengambil keputusan karena mereka tidak memiliki informasi yang cukup. Tidak jarang terdengar keluhan para pengambil keputusan mengatakan . orang dapat memilih antara menjalani liburan yang mahal dengan membeli mobil. mereka tidak mau terlibat dengan sejumlah besar pemrosesan informasi yang dibutuhkan oleh model kompensatori. Para konsumen seringkali terpaksa untu memutuskan diantara sejumlah besar alternatif merk. PILIHAN Setelah mengevaluasi semua alternatif. Proses pilihan akan berbeda bila konsumen menggunakan pendekatan keterlibatan tinggi dibandingkan dengan keterlibatan rendah. 4. Pilihan dengan keterlibatan tinggi. Karena itu kemampuan memperhitungkan dan mengatasi kendala tersebut. Keterlibatan rendah konsumen umumnya bertindak seolah-olah mereka menggunakan model pilihan nonkompensatori (noncompensatory model of choice). alasan nya ialah bahwa dalam menghadapi situasi problematik . Model nonkompensatori digunakan sebagai jalan pintas untuk mencapai keputusan yang memuaskan. Pemahaman yang tidak tepat tentang peranan informasi Pemahaman yang tidak tepat tentang peranan informasi dalam proses pengambilan keputusan dapat menjadi kendala yang harus disingkirkan. sehingga masyarakat membutuhkan suatu jalan pintas untuk menyederhanakan proses. dan mereka juga menentukan pilihan diantara toko-toko. Dalam kasus seperti itu konsumen tidak berkepentingan dengan pencapaian keputusan yang optimal. Bagaimana orang menentukan pilihannya sangat dipengaruhi oleh jenis proses keputusan dimana mereka terlibat. Misalnya. Apabila konsumen berada dalam situasi keterlibatan rendah. Menurut kondisi keterlibatan tinggi. Pilihan dengan keterlibatan rendah. Dalam proses pilihan konsumen. c. dan merk yang mempunyai preferensi keseluruhan tertinggi dipilih. b. konsumen juga dapat memilih alternatif yang tidak dapat dibandingkan (noncomperable alternatives). maka proses pilhan akan berubah. Model nonkompensatori juga disebut model pilihan hirarkis (hierarchical models of choice) karena konsumen dianggap membandingkan alternatif atas atribut-atribut pada suatu waktu. . Prosesnya akan diulang untuk setiap alternatif merk. yang bisa saja berbeda dari alternatif yang ditemukan melalui pendekatan ilmiah. kemampuan seseorang yang terbatas tidak memungkinkan memecahkan masalah tersebut secara tuntas betapa tinggi kemampuannya. Bukan merupakan peritiwa yang ganjil jika seorang pengambil keputusan menggunakan dalih terlalu banyak informasi sebagai alasan untuk tidak cepat mengambil keputusan. a. Satu atribut dipilih dan semua alternatif dibandingkan dengannya. Disini jelas bahwa tidaklah mungkin untuk meneliti setiap merk secara rinci. Menurut penilaian ini. Proses konsultasi bukan saja perlu tetapi harus dilakukan. Faktor ketidakpastian Tidak dapat disangkal bahwa ketidakpastian merupakan salah satu kendala yang dihadapi dalam pengambilan keputusan. semua informasi mengenai atribut suatu merk digabung ke dalam penilaian merk secara keseluruhan. Para konsumen memilih merk atau jasa alternatif. atau membeli perhiasan dan sebagainya. Menurut model kompensatori pilihan yaitu orang menganalisa setiap alternatif dengan cara evaluatif yang luas sehingga penilaian yang tinggi atas salah satu atribut dapat mengkompensasi penilaian rendah atas atribut lainnya. konsumen bertindak seolah-olah mereka menggunakan model kompensatori (compensatory models of choice). Demikan pula bila para konsumen menggunakan orientasi pengalaman. langkah konsumen berikutnya dalam proses pengambilan keputusan adalah membuat pilihan. d. mereka hanya ingin membuat keputusan yang ´cukup baikµ. bukan optimal.

mereka tidak melalui proses keputusan yang luas atau bahkan terbatas. kita harus memikirkan alasan mengapa kita tidak membutuhkannya. dan bila kita tidak dapat melakukannya dengan segera. Mereka berdasarkan pilihannya pada tanggapan emosi keseluruhan terhadap alternatif. maka kemungkinan yang sangat besar konsumen tidak akan jadi memilih minuman tersebut selain aqua walaupun air dari botol tersebut telah di isi dengan air dari aqua. konsumen menentukan pilihan setelah mempertimbangkan perasaan mereka mengenai alternatif. saya masuk ke toko dan mencobanya dan ternyata ukurannya pas sekali. Jadi dari pada mereka meneliti atribut atau keyakinan mereka mengenai atribut.c. 1) Heuristis afeksi referal 2) Pengaruh kesadaran merk 3) Pembelian impulsif 4) Pengaruh berdasarkan suasana hati. Apabila isi air yang terdapat didalam aqua dipindahkan ke dalam botol yang menggunakan brand berbeda dan belum dikenal. Beberapa jenis pilihan konsumen dapat dikatagorikan sebagai proses pengalaman . Sebuat tim riset menemukan bahwa masyarakat dalam suasana hati positif memberi respon yang lebih menguntungkan pada daya tarik emosional dari pada daya tarik informasi. 2). andaikan setelah bertahun-tahun TV Toshiba akhirnya rusak. Heuristis afeksi-referal menjelaskan mengapa para konsumen melakukan pembelian berdasarkan kesetiaan merk. mereka hanya mengacu pada perasaan Contoh . lalu kita tiba-tiba merasa dipaksa untuk membeli sesuatu. Pengaruh keadaan suasana hati terhadap pilihan Keadaan suasan hati mempengaruhi apakah konsumen akan menggunakan pendekatan pengambilan keputusan atau pengalaman untuk melakukan pilihan. Waktu itu saya berfikir untuk membeli sepasang. Pengaruh Kesadaran merk (The Effect of Brand Awarness) Kesadaran merk juga mempengaruhi pilihan konsumen melalui proses afeksi referral. kemudian saya mendapatkan bahwa perasaan saya harus mencoba segalanya. Heuristis Afeksi-Referal (affect-referral heuristic). 4). 1). Sebaliknya. Ia akan mengungkapkan kesetiaan merk bila ia hanya menghubungi agen Toshiba dan memintanya untuk menyampaikan model terbaru yang ada. Perasaan tersebut memanggil-manggil saya. Proses Pilihan Pengalaman Dari perspektif pengalaman. konsumen yang mengungkapkan kesetiaan merk yang kuat hampir pasti menunjukkan sikap yang sangat positif terhadap merk. 3). Contoh : saya berada di Beverly Hills hanya untuk berjalan-jalan tanpa niat untuk membeli. Itu sebabnya suatu merk sangat mempengaruhi konsumen dalam memilih untuk membeli. Ini merupakan keinginan yang tiba-tiba. tetapi ketika saya melihat beberapa sepatu yang dijual. Pembelian impulsif dapat dijelaskan sebagai pilihan yang dibuat pada saat itu juga karena perasaan positif yang kuat mengenai suatu benda. Rasanya seperti memproleh suatu ide. masyarakat yang berbeda dalam keadaan suasana hati negatif memberi respon lebih menguntungkan . Merk-merk baru sering kali mengalami masa sulit untuk meraih pangsa pasar karena konsumen memiliki pengaruh positif yang demikian banyak terhadap merk. Contoh : minuman aqua. perspektif ini memberi sedikit tekanan pada pengembangan kepercayaan mengenai atribut. Pembelian yang dilakukan karena kesetiaan merk mempunyai komponen yang kuat. Pembelian impulsif Pembelian impulsif didefinisikan sebagai tindakan membeli yang dilakukan tanpa memiliki masalah sebelumnya atau maksud atau niat membeli yang terbentuk sebelum memasuki toko. lebih memilih alternatif dimana mereka mempunyai perasaan yang paling positif. kosumen cenderung untuk memilih merk yang dikenal daripada merk-merk yang memasuki pasar. Disini. Ketika melakukan pembelian.

perilaku. Bila konsumen merasa tidak puas dengan kinerja produk. menilai. dijual atau diberikan. pemakaian produk meliputi tindakan dan pengalaman yang terjadi pada periode waktu dimana seorang konsumen secara langsung menggunakan barang atau jasa.blogspot. Mereka menemukan bahwa bila orang berada dalam keadaan suasana hati negatif. penggunaan. Bila mereka dalam keadaan suasana hati positif. pemakaian atau konsumsi produk b.gunadarma. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson. Tahap ini kemudian diikuti oleh pengembangan kepuasan atau ketidakpuasan akan produk. B. Perilaku Konsumen dari Sudut Pandang Psikologi Perilaku Konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari. mereka dapat mengeluhkannya kepada pengecer atau pabrik atau layanan konsumen.com/2010/01/proses-pengambilan-keputusan-perilaku. Pengertian Psikologi Konsumen Psikologi Konsumen adalah suatu cabang ilmu psikologi yang mempelajari tentang perilaku konsumen dalam membuat suatu keputusan untuk membeli suatu barang atau jasa. Blackwell. mereka cenderung berpegang pada pendekatan informasi dalam pemilihan produk. apakah produk atau barang tersebut akan disimpan. pembelian. dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak. Sementara itu. menukar. dan yang terakhir dari proses pascaakuisisi yaitu mereka membentuk kesetiaan merk serta niat untuk membeli di masa depan atau mendatang.pada daya tarik informasi. & Engel (2001) menjelaskan bahwa perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan.ac. Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu.html PSIKOLOGI KONSUMEN A. 2005). perilaku keluhan konsumen d. konsumen menggunakan dan mempelajari produk. Dua tahap akhir dari tahap pascaakuisisi meliputi disiposisi barang/produk yang pada dasarnya seorang konsumen mempunyai strategi disposisi untuk memilih setelah menggunakan produk selama beberapa periode waktu. dibuang. Miniard. dan membuang barang atau jasa . meliputi 5 tahap utama : a. pembentukan kesetiaan merk Selama tahap konsumsi. http://wartawarga. Hasil temuan ini diperluas oleh para peneliti ke proses pilihan. mengatur barang atau jasa yang mereka anggap akan memuaskan kebutuhan mereka. 2001). waktu. Tingkat kepuasaan/ ketidakpuasan dipengaruhi oleh evaluasi konsumen.id/2010/10/psikologi-konsumen-39/ . mengkonsumsi. dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. mereka lebih cenderung untuk berfokus pada perasaan dan khayalan mengenai penggunaan merk tertentu. EVALUASI PASCAAKUISISI Model proses pascaakuisisi konsumen. menggunakan. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan. kepuasan atau ketidakpuasan konsumen c. http://kikinurmala. disposisi barang e. 5. tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang. Sedangkan The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful