P. 1
Metodik khusus Bahasa Arab doc

Metodik khusus Bahasa Arab doc

|Views: 965|Likes:
Published by Ale Ovan

More info:

Published by: Ale Ovan on Apr 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2013

pdf

text

original

Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab

METODIK KHUSUS PENGAJARAN BAHASA ARAB
(Membaca, Ta’bir, Berbicara, Menulis, Imla, Nahwu, Insya, dan Khath )

Penulis :
DR. H. DEDENG ROSYIDIN, M.Ag.

PIMPINAN PUSAT PERSATUAN ISLAM
BIDANG TARBIYAH BIDANG GARAPAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGA 2006 / 2007

Drs. H. DEDENG ROSYIDIN, M.Ag.

Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab KATA PENGANTAR

Metodik khusus pengajaran Bahasa Arab, membicarakan tentang cara mengajar bidang studi Bahasa Arab tertentu, dimana prinsip didaktik umum dipergunakan. Metodik khusus perlu karena setiap bidang studi mempunyai cirri khas yang berlainan denga bidang studi lainnya. Tulisan ini memperkenalkan beberapa metodik khusus pengajran Bahasa Arab yang dapat dipergunakan untuk mengajarkan Bahasa Arab di Pesantren. Persatuan Islam Khususnya dan di Madrasah lain umumnya. Disamping itu tulisan ini dipersiapkan untuk membantu dan membekali santri dan siswa/siswi dalam melaksanakan Kependidikan dan Khidmah Jam‟iyyah. Kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca sangat diharapkan penulis, akhirnya penulis berharap tulisan sederhana ini bermanfaat, Amien.

Penulis, 2006

i

Drs. H. DEDENG ROSYIDIN, M.Ag.

Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ……………………………………………………………. I DAFTAR ISI ………………………………………………………………………ii

METODE MEENGAJARKAN MEMBACA …………………………………….1 1. Tujuan Pelajaran Membaca ……………………………………………….. 1 2. Kaidah Umum Mengajarkan Membaca …………………………………… 4 3. Macam-macam Membaca ………………………………………………… 6 4. Kesalahan Siswa Waktu Membaca ……………………………………….. 7 5. Cara Memperbaiki Kesalahan ……………………………………………. 8

6. Bacaan Yang Baik ………………………………………………………… 9 7. Buku Bacaan Yang Baik ………………………………………………….. 9 8. Metode Pengajaran Membaca Menurut Teori Bagian ……………………. 10 9.. Metode Pengajaran Membaca Menurut Teori Kesatuan …………………... 12 10. Metode Pengajaran Membaca di Perguruan Tinggi ……………………….. 16

PENGAJARAN TA’BIR ……………………………………………………… 21 1. Kepentingan Ta‟bir …………………………………………………………22 2. Tujuan Pelajaran Ta‟bir ………………………………………………….. 22 3. Tingkatan-tingkatan Ta‟bir ……………………………………………….. 22

METODE MENGAJARKAN BERBICARA ………………………………… 25 1. Tujuan Pelajaran Muhadatsah ………………………………………………… 25 2. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pengajaran Muhadatsah ……………. 26

Drs. H. DEDENG ROSYIDIN, M.Ag.

DEDENG ROSYIDIN. 35 METODE MENGAJARKAN MENULIS ……………………………………. Prinsip-prinsip Pengajaran Muhadatsah ……………………………………….Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 3. M. 49 METODE MENGAJARKAN NAHWU ……………………………………… 55 1. Metode Pengajaran Menulis …………………………………………………… 41 METODE MENGAJARKAN IMLA ………………………………………….. 70 Drs.Faktor Pendukung dan Penghambat Pengajaran Nahwu ……………………… 60 5. Pentingnya Imla ………………………………………………………………… 45 2..Prinsip-prinsip Pengajaran Nahwu …………………………………………….. 38 1.Problematik Pengajaran Nahwu ……………………………………………….Yang harus diperhatikan guru Nahwu ………………………………………… 62 6. Metode Mengajarkan Imla …………………………………………………….. Prinsip Tulisan ………………………………………………………………… 38 2. 47 6. Memilih Kata-kata yang akan Diimlakan …………………………………….Teknik Mengajarkan Nahwu …………………………………………………… 63 7. Tujuan Imla ……………………………………………………………………. 45 1.Ag. Metode Pengajaran Muhadatsah ……………………………………………… 27 4. .. 59 4.Kedudukan Nahwu Dalam Bahasa Arab ……………………………………… 55 2. Cara Membetulkan Imla ……………………………………………………….Hubungan Nahwu dengan Pengkajian Islam …………………………………… 57 3. 46 5. 46 4.. H. Beberapa Kesulitan dalam Menulis …………………………………………… 39 3. Macam-macam Imla …………………………………………………………. 45 3.

. 76 1. 76 3. Tingkat-tingkat Pelajaran Khath ……………………………………………… 77 4.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab METODE MENGAJARKAN INSYA ………………………………………… 72 1. Metode Mengajarkan Khath …………………………………………………… 77 DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………… 79 Drs.Ag.Metode Mengajarkan Insya …………………………………………………….Tujuan Insya …………………………………………………………………… 72 2. M. 73 METODE MENGAJARKAN KHATH ………………………………………. DEDENG ROSYIDIN. H. Kepentingan Khath …………………………………………………………… 76 2. Tujuan Pelajaran Khath ……………………………………………………….

Contoh : 4. Siswa mampu membedakan diantara huruf-huruf. DEDENG ROSYIDIN. yaitu kemampuan dalam menyatukan suara dengan lambang yang tertulis serta mengetahui artinya. Mengetahui serta memahami arti kata dalam susunan kaliamt.Ag. Mengetahui kalimat yang majmuah dan munfaridah.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab METODE MENGAJARKAN MEMBACA 1. serta mengetahui hubungan huruf dengan suara. Contoh : 3. . Tujuan Pelajaran Membaca Di antara tujuan pelajaran membaca adalah : 1. 2. Memahami ma‟na yang dlahir untuk menyusun kata-kata dan mengembangkannya dalam bentuk jumlah. Contoh : Drs. M. Contoh : 5. H. Mengetahui hubungan ide-ide dalam bacaan.

DEDENG ROSYIDIN. 3. denga tujuan dapat memberi komentar dan kritik. Mengetahui ide ide penulis dan tujuannya. H. 11. Melatih murid-murid supaya dapat mengucapkan dengan baik dan benar. Menumbuhkan kecenderungan hati murid-murid untuk membaca. Drs. Memahami betul pada tanda-tanda baca. Memperkaya bahasa dengan memperkuat pengetahuan murid-murid dalam bahasa. Prof. . 9. M. Dapat membaca dengan cepat serta dapt memahami denga benar. 2.Ag. Mahmud Yunus menjelaskan. 8. Dapat mengambil kesimpulan disaat membaca diantar alenea yang satu dengan yang lainnya. 10. 7. bahwa tujuan membaca itu adalah : 1. 4. baik berupa kata maupun berupa susunan kalimat-kalimat yang indah.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 6. H. Dapat membaca tujuan yang dimaksud dengan cepat. Dapat membaca dengan tajam. Mengusahakan ketangkasan membaca seperti membaca dengan cepat serta sanggup mendapatkan kehasilan artinya dan dapat mengambil pokokpokok fikiran yang terdapat didalam bacaan tertentu. serta betul makharijul hurufnya serta mengetahui maksudnya.

yang sangat dipentingkan ialah. mengucapkan dengan baik dan betul makharijul hurufnya. 7. 2. hendaklah mahasiswa-mahasiswa dipimpin supaya dapat melaksanakan tujuan-tujuan muthalaah itu seluruhnya. Melatih murid-murid supaya suka membahas dan meneliti dalam bukubuku untuk mengeluarkan mutiara yang terkandung di dalamnya. koma dan wakofnya serta melukiskan arti serta maksudnya. 9. bahkan baik diberikan kepada siswa membaca sendiri.Ag. tentang arti dan maksudnya. Tujuan-tujuan itu tidak sama untuk semua tingkatan. Pada tingkat pergurun tinggi. 6. Kaidah Umum Mengajarkan Membaca. pada tingkat dasar. bahkan tidak sama untuk tiap tingkatan pengajaran. seperti tersebut diatas. Mengisi otak murid-murid dengan pendapat-pendapat dan ilmu pengetahuan yang dihasilkan ulama-ulama dan filosof-filosof dahulu dan sekarang. DEDENG ROSYIDIN.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 5. Faham serta mengerti maksud yang dibacanya. dengan pengertian yang benar. M. Memperbaiki akhlak murid-murid dan membaca kegiatan-kegiatan yang berisi pengajaran. yaitu dengan memperhatikan panjang pendeknya. dimana orang baru mulai belajar bahasa. sedang tujuan yang lain sekadar usaha murid. serta memimpin meraka ke arah tujuan yang lain. Pada tingkat menengah. meskipun ucapan telah mulai baik. 8. nasihat dan pendidikan. Drs. H. Melatih murid-murid supaya pandai mengucapkan dengan perkataan sendiri. tetapi harus diteruskan latihan membaca dengan baik. .

DEDENG ROSYIDIN. yaitu antara lambang huruf dengan bentuk suaranya sesuai dengan susunan kalimat. 3. Hendaklah dimulai mengajarkan membaca itu dengan hiwar. Hendaklah guru melakukan latihan-latihan membaca dengan cara : a. menampilkan huruf-huruf yang terpisah-pisah. kemudian pindah pada materi yang berupa bacaan yang pendek. Tajmi : Yaitu membaca dengan melakukan terlebih dahulu. Contoh : Drs.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 1. . Contoh : ) 2.Ag. M. H. Hendaklah guru memilih materi pelajaran membaca pada tingkat pertama. dengan materi “Membaca Huruf”. lalu murid-murid disiruh menyatukannya dalam bentuk jumlah yang sempurna.

Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab b. . - Muwa’imah Mufradat. disini murid dituntut membaca jumlah dengan sempurna. Ini baik diterangkan pada tingkat pemula. Contoh : Drs.Ag. H. Contoh : - - Muwa’imah Jumal Latihan ini hampir sama dengan latihan yang lalu. M. DEDENG ROSYIDIN. Muwa’imah /Muwafiqah : Yaitu latihan dengan melakukan latihan penglihatan dan latihan membaca cepat. hanya bedanya.

Ag. Karena itu biasa disajikan berupa pertanyaan seperti berikut : 3. yang merupakan pekerjaan fikiran yang tidak diiringi suara. Hendaklah dilakukan pada tingkat menengah dan lanjutan memilih materi latihan yang berupa teks pertengahan dan teks yang panjang. yang sesuai dengan kemampuan siswa. Kemudian disertai dengan pertanyaan-pertanyaan pada teks bacaan.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 4. Membaca jenis ini yang paling banyak dilakukan orang. Macam-macam Membaca Untuk membaca itu ada empat macam : 1. dan suara yang jelas. Membaca Shamitah Membaca shamitah ialah membaca dalam hati. dan untuk memenuhi kurikulum. DEDENG ROSYIDIN. . 2. Hendaklah guru melakukannya denga teliti. H. Drs. M. Membaca jahriyyah Yaitu membaca yang dilakukan oleh guru denga suara nyaring/keras didepan siswa.

Membaca kata demi kata. . DEDENG ROSYIDIN. Tidak tepat makharijul hurufnya. kesalahannya itu macam-macam di antaranya : 1. M. Cara Memperbaiki Kesalahan Drs. 4. 4. 4. yang disempurnakan diluar kelas. 5. 3. Meninggalkan setengah huruf dari kata-kata. akan tetapi guru tetap memantau dan mengarahkan dengan cara menyiapkan sejumlah pertanyaan-pertanyaan untuk menjaga salah faham dan kekeliruan. Seperti membaca : – – – –2. Tidak tinggi rendah bunyi suaranya. Membaca Mukatsafah (dipadatkan) Ini merupakan washilah untuk mengajarkan kalimat dan tarkib yang bagus. menurut mestinya. Materi bacaannya sedikit lebih tinggi dari kemampuan siswa. sastra dan latihan-latihan. bukan kalimat demi kalimat.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab Membaca jahar ini baik dilakukan pada pelajaran yang berupa teks-teks. H. Mengubah huruf dengan huruf yang lain. Kesalahan-kesalahan Siswa Waktu Membaca Acapkali siswa-siswa salah membaca. Membaca Takmiliyyah (Muwassa’ah) Membaca ini dapat dilakukan dengan berupa kisah atau riwayat-riwayat. 3. Seperti : – 5.Ag.

Bacaan Yang Baik Membaca adalah salah satu kesenian. Menjaga tinggi rendah suara. hendaklah murid lain dapat memperbaikinya. melainkan dengan bermacam-macam sistem. Jangan mengulang kata-kata. bukan setelah membaca seluruhnya. . Drs. Kalau murid yang membacanya tidak dapat memperbaiki kesalahannya. supaya dia sendiri yang memperbaiki kesalahannya. dan jangan pula dibatasi antara kata dengan yang lain. Sesudah murid membaca satu kalimat yang didalamnya ada kesalahan. ketangkasan dan latihan. 2.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab Menurut sebagian ahli pendidikan. yaitu diperbaiki setelah selesai satu kalimat sempurna. membutuhkan kemahiran. DEDENG ROSYIDIN.Ag. Menurut sebagian ahli. M. Lancar. Pendapat yang terbaik adalah pertengahan diantara keduanya. Boleh juga guru sendiri membetulkan kesalahan murid yaitu denga membaca kalimat itu denga betul dan disuruh murid memperbaikinya. menurut tanda tanya. bahwa memperbaiki kesalahan murid adalah setelah selesai membaca seluruh bacaan. Baik bacaanya. 6. serta diingatkan kesalahannya. tanda heran. 3. koma dan sebagainya. hendaklah diperbaiki waktu terjadi kesalahan murid. yaitu mengeluarkan huruf dari makhrajnya. tanda suruh. jadi bukan setelah sempurna satu bacaan dan bukan pula saat terjadi kesalahan itu. bukan waktu terjadi kesalahan itu supaya jangan terpotong kalimatnya. Bacaan yang baik adalah : 1. Pendeknya janganlah guru memperbaiki kesalahan murid menurut satu sistem saja. H. hendaklah disuruh siswa mengulang membacanya. yaitu berhenti pada waqaf.

sejarah. Isinya sesuai denga otak dan kecerdasan murid. M. 6. 7. Pertengahan mengeluarkan suara. H. cerita. jangan terlampau keras dan jangan pula terlalu lunak. Drs. dan lain-lain. menurut pakar pendidikan jangan lebih dari tiga kata-kata dalam satu kalimat. buku bacaan yang baik masih sulit dijumpai di negeri kita. jangan dicukupkan satu macam saja yang diteruskan pelajarannya dari awal tahun sampai akhir tahun.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 4. Untuk memudahkan hal itu. Bermacam-macam isinya. 2. Pertengahan antara cepat dan lambat. Buku Bacaan Yang Baik Sangat disayangkan. DEDENG ROSYIDIN. Hendaklah buku bacaan itu memakai gambar yang bagus. Karena kitab yang baik itu mempunya cirri-ciri. tumbuh-tumbuhan. . Memelihara panjang pendek. 3. 7. Menjaga bacaan waqaf atau berhenti. Hendaklah buku bacaan itu dua. 4. binatang. Ibarat pada kitab itu dengan kalimat yang halus dan indah.Ag. ekonomi. antara lain : 1. perkabaran orang mengembara. pergaulan hidup. Bagus bacaan serta mengerti maksudnya. 5. untuk menarik hati murid-murid dan menolong pemahaman terhadap pelajaran-pelajaran. supaya menarik hati murid-murid untuk membacanya Misalnya. serta memakai beberapa kata-kata yang sulit. hendaklah dipergunakan sistem bertukar buku di antara satu kelas yang lain yang setingkat. tiga macam. iqbal. idgham dsb. 8. 5. serta menanam perasaan kesenian. pemandangan alam.

Guru memulai dengan pendahuluan yang sesuai denga acara pelajaran. atau kalimat yang sukar hendaklah diterangkan maksudnya bersama-sama dengan murid-murid. dapat dilakukan denga cara sebagai berikut : 1. Dalam tanya jawab ini guru memakai katakata dan kalimat-kalimat yan sukar dalam bacaan itu. Guru membaca materi bacaan seluruhnya denga terang dan perlahan-lahan. lalu bertanya jawab dengan murid tentang isi bacaan yang akan dibaca oleh murid-murid. Drs. Kalau mereka tak dapat menjawab. Guru memperhatikan alat peraga yang menarik. 4. lalau ditanyakan artinya kepada murid-murid.Ag. lalu dituliskan judulnya di papan tulis. Hendaklah catatan kitab itu bagus dan bersih. sesuai dengan kecerdasan muridmurid. 2.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 6. 6. lalu menyuruh membuka halaman yang akan dibaca. dan meletakannya di atas meja denga teratur. 5. . DEDENG ROSYIDIN. apabila berjumpa kata-kata yang sulit. baru guru sendiri menerangkan. 7. 8. Guru menyuruh murid-murid mengeluarkan buku bacaan. Sambil mempergunakan alat-alat peraga. M. Guru menuliskan tanggal hijriyyah dan miladi di papan tulis. 3. Kemudian membaca satu bagian dari bacaan itu. H. Hendaklah kitab itu berisi sya‟ir yang indah. lalu dituliskan di papan tulis. hendaklah diterangkan artinya. Metode Mengajarkan Membaca Menurut Teori Bagian-bagian Cara mengajarkan membaca pada tingkat pemula.

hendaklah disuruh murid-murid menerangkan arti dan maksudnya. menurut sistem bagian yang pertama itu. serta ibrah yang dapat diambil dari padanya. lalu diperhubungkan dengan kehidupan sehari-hari mereka di masyarakat. Murid-murid yang lemah. supaya mengikuti murid yang kuat. hendaklah ditunggu sampai sempurna bacaanya. kalau bacaan murid waktu membaca. hendaklah guru mengucapkannya beberapa kali. 10. Kalau ada kata-kata yang sulit mengucapkannya. guru harus menolongnya. sehingga sampai baik ucapan mereka. H. Guru menyuruh murid yang terpandai untuk membaca bagian yang pertama. kemudian guru menyuruh murid-murid menerangkan arti dan maksudnya dari bacaan itu seluruhnya. Kalau ucapan mereka kurang baik. M. Metode Mengajarkan Membaca Menurut Teori Kesatuan Drs.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 7. sekali dua kali menurut waktu yang disediakan untuk membaca itu. . Guru memegang buku bacaan denga tangan kiri.Ag. 9. kemudian murid yang lain berganti seorang demi seorang. lalu berdiri di tempat yang baik. kemudian disuruh murid yang lain membetulkan. dan disuruh murid-murid mengikutinya bersama-sama. 8. 9. Kemudian guru berpindah pada bagian kedua. 11. Kemudian guru membaca sebagai contoh bagi muridmurid. Setelah pandai murid-murid membaca dengan pertama dengan baik. barulah guru sendiri membetulkanya. guru menyuruh murid-murid membaca semua bagian dari awal sampai akhirnya. Setelah selesai menyuruh membaca bagian demi bagian . dan begitulah seterusnya sampai akhir. sehingga ia dapat melihat semua murid. DEDENG ROSYIDIN. tetapi jangan tertutup mukanya oleh buku itu. hendaklah guru menyuruh mengulang membaca untuk jadi contoh.

sebagai alat peraga atau bersoal jawab dengan murid-murid. yaitu membaca dengan menggunakan mata saja tanpa berbisik atau menggerakan bibir. tanggal hijriyyah dan miladi. mata pelajaran dan materi. Pendeknya lama membaca dalam hati itu. H. apakah mereka mengerti isi Drs. tujuannya ialah untuk menguji murid-murid. Menyuruh murid-murid mengeluarkan buku bacaan dan pinsil. Begitu juga mereka disuruh menggaris dengan pinsil dibawah kata-kata yang sulit. 5. . Berapa lamanya membaca dalam hati itu? Hal itu menurut keadaan murid-murid dan panjang pendeknya serta sulit atau mudahnya bacaan yang dibaca itu. M. guru memajukan pertanyaan-pertanyaan kepada murid-murid tentang isi dan maksud yang dibacanya secara umum. sehingga sampai kearah pelajaran. sekedar sanggup murid-muri melewatkan matanya kepada bacaan itu dari awal sampai akhir. Mereka membaca itu hendaklah mengerti dan faham apa-apa yang dibacanya itu. 2.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 1. Pendahuluan Dapat dilakukan dengan memperlihatkan gambar atau contoh barang. setelah selesai membaca dalam hati. Di saat itu guru menuliskan di papan tulis. Membaca dalam hati Guru menyuruh murid-murid membaca materi pelajaran dalam hati. Tujuannya ialah memasukan gambaran acara kedalam otak murid-murid dan membangkitkan pikiran mereka dan keinginannya untuk mempelajari materi/acara itu. dan menunjuki mereka bagaimana caranya membaca itu. Bersoal jawab dengan murid-murid tentang pengertian umum.Ag. DEDENG ROSYIDIN. supaya mereka sanggup menjawab pertanyaanpertanyaan yang akan dihadapkan pada mereka. 3.

contoh gambar dan sebagainya. Misalnya guru menyebutkan satu kalimat. Hal ini menarik mereka. 6. dengan menyusun kata-kata dalam kalimat yang dapat menolong untuk menerangkan arti kata itu. lalu guru menerangkannya menurut sistem yang tersebut di atas. Bersoal jawab itu hanya tentang inti sari pelajaran dan unsur-unsur yang penting saja. M. . 7.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab bacaan itu dengan tenaganya sendiri tanpa guru atau tidak. Guru membaca materi bacaan seluruhnya sebagai contoh bagi murid-murid. DEDENG ROSYIDIN. dan mereka seluruhnya mendengarkan baik-baik. kalau mungkin kalimat itu diambil dari materi bacaan itu. kemudian guru menuliskan kata-kata itu serta artinya di papan tulis dengan didiktekan oleh seorang murid. supaya mereka membaca itu harus dengan mengerti. supaya mereka dapat menirunya. b. H. Menerangkan arti kata-kata Cara menerangkan arti kata-kata itu bermacam-macam. Setelah itu guru menanyakan murid-murid kalau masih ada lagi bagi mereka kata-kata yang sulit selain dari kata-kata yang tertulis di papan tulis.Ag. lalu ditanya kepada murid-murid apa arti kata-kata itu dalam kalimat ini. kemudian disuruh murid yang lain membacanya. dan begitulah seterusnya hingga habis materi bacaan seluruhnya. Drs. jangan memakai waktu yang panjang. Selain dari pada itu ialah. misalnya dengan gambar. Membaca dengan suara a. Guru membagi materi bacaan diatas kepada beberapa bagian. foto. dan disuruh seorang murid membaca bagian yang pertama dan murid yang lain membaca bagian yang kedua dan murid yang lain membaca bagian yang ketiga.

8. Kesimpulan Guru menyuruh murid-murid menerangkan kesimpulan materi bacaan itu dengan lisan. Cara mengajar Qira’ah menurut Isma’il Shini. tentang isi bacaan itu seluruhnya. Drs. dan bukan pula setelah selesai satu bacaan. kalau tidak mungkin baru guru sendiri membetulkannya. 10. Langkah-langkah yang dapat dilakukan guru dalam mengajarkan Qira‟ah ialah : 1 . DEDENG ROSYIDIN.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab c. Dramatisasi Kalau mungkin materi bacaan itu dilakukan dengan soal jawab yang dilakukan berupa sandiwara yang dilakonkan oleh beberapa orang murid. supaya mengetahui. . yaitu diakhir jam pelajaran. H. Bisa juga dengan memajukan pertanyaan kepada mereka pada tiap-tiap bagian sebagai ganti. ajukanlah pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Kalau belum haruslah guru menerangkan sekali lagi. M. masing-masing murid menerangkan kesimpulan serta bagian-bagiannya. apakah murid-murid seluruhnya telah mengerti dan faham terhadap semua isi bacaan atau belum. 10. bukan dipotong ditengah-tengah bacaan. Bersoal jawab Setelah selesai murid-murid membaca semua materi bacaan itu.Ag. Membetulkan pelajaran itu hendaklah sesudah sempurna satu kalimat. sehingga habis seluruhnya. 9. suruhlah murid yang lain membetulkannya. Kalau ada kesalahan murid waktu membaca.

. Metode Mengajarkan Membaca pada Perguruan Tinggi Metode mengajarkan membaca pada perguruan tinggi. Mendengarkan bacaan teks dengan buku terbuka. 2 . Guru membaca teks dari papan tulis / buku. Guru bertanya dengan buku ditutup. yaitu ketika bertanya jawab diakhir pelajaran. guru memperhatikan bacaan murid. 3. DEDENG ROSYIDIN. murid mengikuti bacaan guru dengan mata mereka terhadap teks yang dibaca guru. H. murid disuruh mengikuti secara bersama-sama. jika salah 10. 3. murid mengikuti bacaan guru 5. Guru menyuruh murid secara perorangan membaca teks. 2. seperti mengajarkan membaca pada tingkat lanjutan. Drs.Ag. atau mendengarkan kaset berulang-ulang. Memperluas pertanyaan-pertanyaan umum sesudah mambaca dalam hati.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab Yaitu diawali mendengarkan teks dengan buku tertutup. Guru minta murid secara perorangan menjawab pertanyaan. M. jika benar menjawab 4. Memperpanjang waktu membaca dalam hati. 6. Menerangkan pengetahuan-pengetahuan yang terkandung dalam materi bacaan secara ringkas. hanya bedanya dalam beberapa hal : 1. Guru membaca teks kalimat perkalimat dengan buku terbuka.

baik pikirannya atau susunan kelimatnya artinya. sastra tinggi. Menerangkan perbedaan antara kata-kata yang serupa atau hampir serupa dengan bunyinya atau tulisannya.Ag. 7. Tiap-tiap bagian itu cukup dibaca satu kali. peribahasa.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 4. Membagi materi bacaan pada beberapa bagian kalau materi itu sangat penting. sehingga mahasiswa mamahaminya secara mendalam. dengan kata artinya. 5. Melatih mahasiswa mengeritik yang dibacanya. DEDENG ROSYIDIN. maka baik dibaca beberapa kali. Tiap-tiap bagian itu. PENDAHULUAN Drs. kata hikmat. CONTOH MENGAJARKAN MEMBACA ( MUTHALA’AH ) Tanggal Waktu Materi Kelas Alat peraga Tujuan : ………………………………… : 40 menit : ( Indonesia tanah airku ) : Tsanawiyyah ( pemula) : Peta Indonesia : Melatih murid-murid supaya lancar membaca dan cinta tanah air. 6. seperti perbedaan antara : kata melamar istri 8. . kemudian diadakan soal jawab. M. tetapi berlainan artinya. Mentiadakan tingkat kesimpulan dengan mensandiwarakan. setelah dibaca diadakan tanya jawab. H. kecuali kalau dalam materi bacaan itu ada perkataan mutiara. khuthbah.

Ag. DEDENG ROSYIDIN. M. lalu bertanya kepada murid : Drs.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab Guru meletakan peta Indonesia dimuka kelas. . H. serta sebuah papan tulis yang bersih.

setelah guru selesai menerangkan arti kata-kata itu. hendaklah guru membuka buku bacaan dan menyuruh semua murid membuka kitabnya masing-masing.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab Kalau murid-murid tidak dapat menjawab. hendaklah guru menerangkan artinya. .Ag. Guru : Membaca faqrah yang kedua sebagai contoh. DEDENG ROSYIDIN. Guru : Mula-mula membaca fasal itu seluruhnya dengan terang dan tenang. kemudian menyuruh salah seorang murid membacannya. dengan bergantian. kemudian membaca faqrah yang pertama sebagai contoh bagi murid-murid. dan kalau ada yang Salah hendaklah murid yang lain membetulkannya sedapat mungkin. M. Drs. Murid : Membaca faqrah itu dengan betul dan baik. H.

H. barulah guru menyuruh seorang murid. .Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab Murid : Membaca faqrah itu denga meniru bacaan guru. Drs. hingga habis fasal itu seluruhnya. Kemudian guru bersoal jawab dengan murid tentang arti dan maksud bacaan itu seluruhnya. dengan berganti-ganti membaca fasal itu dari awal sampai akhir. Contoh : Kemudian murid-murid disuruh menyalin kata-kata baru yang tertulis dipapan tulis. dan bagitulah seterusnya.Ag. ULANGAN Setelah selesai membaca denga berfaqrah-faqrah itu. M. DEDENG ROSYIDIN.

Ta‟bir ( ucapan )dengan lisan. DEDENG ROSYIDIN. Ta‟bir denga tulisan. H.Ag. b. yaitu Insya Tahriri ( mengarang ) A. yaitu muhadatsah ( bercakap-cakap ) dan Insya Syafawi. Kepentingan Ta’bir Ta‟bir banyak sekali kepentingannya di antaranya : Drs. M. .Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab CONTOH PAPAN TULIS Terdiri Pulau Tanah Air Mulia Berbahagia Bersunggusunguh TA’BIR ( UCAPAN ) Ta‟bir itu ada dua macam : a.

Supaya memperluas alam pikiran siswa-siswa. Tujuan Pelajaran Ta’bir Di antara tujuan dari pelaajaran Ta‟bir ialah : 1. Ta‟bir lisan ialah muhadatsah (berbicara) tentang masalah-maasalah sebagai berikut : Drs. 2.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 1. Tingkat Pertama Pada tingkat ini siswa dilatih dalam ta‟bir lisan dan tulisan. atau tidak faham sama sekali. imla dan sebagainya. Memperkaya bahasa siswa dengan kata-kata baru. Sedangkan nahwu. Ta‟bir washilah untuk perhubungan seseorang dengan orang lain. DEDENG ROSYIDIN. Melatih siswa supaya pandai berbicara dengan perkataan yang pasih. tanpa persiapan. Tingkat-tingkat Latihan Ta’bir Terdapat beberapa tingkatan dalan Ta‟bir. karena ia washilah ( jalan ) untuk menerangkan isi hati kita kepada orang lain. . Membiasakan siswa-siswa supaya berpikir secara logis dan tertulis. B.Ag. 3. H. 2. sebab itulah ilmu nahwu dan sharaf dinamai orang ilmu alat. bahkan alat untuk memperkuat perhubungan pikiran dan kemasyarakatan antara rakyat. Ta‟bir adalah tujuan yang terpenting dalam mempelajari bahasa. akan mengakibatkan salah faham sipendengarnya. Supaya siswa pandai mengucapkan apa-apa yang terasa dalam hatinya atau apa-apa yang dilihatnya dengan ucapan yang betul. 4. M. 5. 3. sharaf. C. yaitu : a. Siswa yang tidak pandai mengucapkan dengan tepat dan jelas. adalah washilah dan alat untuk ta‟bir.

10. dan sebagainya. 12. 13. makanan. H. buah-buahan dan sayur-sayuran. 7. siang dan malam. 2. dan sebagainya dengan menggunakan fiil mudlare dan fiil amer. ibu. seperti buta. makan malam. 5. Pekerjaan siswa-siswa tiap hari. membaca. jam. 18. . 11. Peribadi pengajar dengan peribadi siswa dan antara sesama siswa. menambah. bisu. seperti pisau. saudara laki-laki. 16. b. 6. Bilangan. dan sebagainya. Seperti berdiri. 8. Tingkat Menengah Pada tingkat ini siswa-siswa dilatih dalam ta‟bir lisan dan tulisan. DEDENG ROSYIDIN.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 1. makan. gunting. berjalan. Matahari dan bulan. paman. Sifat-sifat pondok dan rumah. Sifat-sifat dan macam-macam warna. Perubahan yang biasa dikerjakan oleh siswa. mengurangi. seperti bapak. makan dluhur. Makan pagi (sarapan). 17. M. 4. Perkakas. dan perempuan. menulis. memperkalikan. 9. Nama-nama hewan dan faedahnya. duduk. menit. 3.Ag. Drs. Nama-nama perkakas (alat). makan. dan sebagainya. minum. Anggota badan dan kesehatan. Alat-alat dan pemandangan sekolah. dan sebagainya. 15. Nama-nama keluarga. Nama-nama hari dan bulan. Petani dan pekerjaanya. pekak. 14. Nama-nama pada cacat tubuh. Menjawab dengan lisan pertanyaan-pertanyaan dalam kitab bacaan. dan sebagainya.

6.Ag. c. Kejadian-kejadian yang terjadi dalam masyarakat dan banyak ditulis orang dalam surat kabar atau majalah. Bulan sabit. . agama. 4. DEDENG ROSYIDIN. Meringkaskan suatu topik dari kitab atau karangan dalam surat kabar atau majalah. 3. M. Tingkat Tinggi Drs. Menjawab dengan lisan pertanyaan-pertanyaan dalam kitab bacaan. Kisah. 2. pesta. permainan dan sebagainya. dan sebagainya. H. 7. 5. 3. dan sebagainya. Tukang tenun dan pekerjaannya. Topik – topik yang berhubungan dengan sejarah. pendidikan ilmu bumi. Matahari dan mata angin. Muhadatsaah pada tingkat ini pula hendaknya mengajar memilih bahan-bahan ajar seperti di bawah ini : 1.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab Ta‟bir lisan (muhadatsah) tentang masalah-masalah sebagai berikut : 1. Macam-macam keaktipan sekolah. dan pekerjaannya. 5. Tukang besi dan pekerjaannya. 4. seperti piknik. siswa disuruh menulisnya sesudah membaca kisah itu atau mendengarnya. 2. Kisah yang dikarang oleh siswa sendiri dengan ditentukan judulnya atau siswa diberi kebebasan memilih judul itu. 6. Tukang jahti dan pekerjaannya. Tukang kayu. bulan purnama.

M. 2. 4.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab Pada tingkat ini siswa sudah dapat menulis dan membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan masyarakat. politik. Memberi komentar hal-hal yang banyak dibicarakan dalam surat kabar. Bahan-bahan ajar yang berhungan dengan internasional. mana yang sesuai dengan kecerdasan siswanya. Mengarang kisah atau meringkasnya. sosial dan sebagainya. DEDENG ROSYIDIN. Tujuan Pelajaran Muhadatsah Drs. Topik-topik yang abstrak (ma‟nawiyah) untuk melatih siswa. Begitu pula mereka telah berlatih berpidato. ekonomi. Toipik-topik yang menjelaskan bermacam-macam sifat. 6. Menyiapkan khutbah atau tabligh yang akan disiapkan kepada masyarakat. supaya kuat berfikir. Terutama mengkritik masyarakat. A. 5. Topik-topik yang berhubungan dengan kemasyarakatan. . pengajar dapat memilih di antara contoh itu. berdebat dan menulis laporan-laporan. Dibaawah ini diterangkan bahan-bahan ajar itu. dan terutama yang berhubungan dengan nasional kita.Ag. 7. berkhutbah. 1. menerangkan kekurangannya dan cara memperbaikinya. 3. MENGAJARKAN MUHADATSAH (BERBICARA) Bercakap-cakap (ta‟bir dengan lisan) ialah menerangkan dengan lisan apa-apa yang terlintas dalam hati dengan perkataan yang betul dan sesuai dengan yang dimaksud. H.

2. 4. B. . Melatih siswa. Membiasakan siswa. H.Ag. supaya pandai menerangkan apa-apa yang terlintas dalam hatinya dan apa yang dapat dilihat oleh panca indranya dengan perkataan yang betul dan tersusun menurut semestinya. Hendaknya seorang pengajar memberikan motivasi kepada siswa dan mengembangkan malakah berbicara mereka seperti menambah perhatian belajar mereka terhadapat bahasa asing. 3. Hal-hal yang mesti diperhatikan dalam pelajran Muhadatsah Seorang pengajar muhadatsah hendaklah memperhatikan hal-hal seperti berikut : 1. M. bagi seorang guru tiada lain kecuali mengeluarkan kata-kata pujian dalam meluruskan kesalahan siswa dengan cara yang baik. seperti ucapan selamat. Peran seorang pengajar sangat besar dalam hal ini. DEDENG ROSYIDIN. perpisahan. karenanya dia mesti ulet dalam memperbaiki kelemahan dan kesalahan siswa. serta pandai meletakan tiap-tiap kata (lapadz) pada tempatnya. Melatih siswa. atau memanggil salah seorang ahli dalam bahasa Arab untuk bercakap-cakap dengan mereka atau mendirikan (mengadakan) club-club munaqasah yang membantu siswa. supaya pandai bercakap-cakap dengan bahasa Arab yang fasih.n yang terang dan tak ragu-ragu. selamat datang dan ta‟aruf yang sifatnya pendek seperti : 2. 3. supaya sanggup membentuk pendapat yang betul dan menerangkannya dengan perkataa Dengan menjelaskan kebiasaan yang berhubungan dengan ungkapan-ungkapan ini. Menggunakan ungkapan-ungkapan perkenalan. Drs.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 1. Membiasakan siswa-siswa supaya pandai memilih kata-kata dan menyusunnya menurut tata bahasa.

. Metode Mengajarkan Muhadatsah (berbicara) Seorang pengajar yang ingin mengajarkan berbicara kepada para siswa hendaklah memilih metode-metode yang dapat melatih mereka dalam kemahiran berbicara dan menempatkan mereka dalam situasi yang mendorong mereka untuk bercakap-cakap dan mengungkapkan sesuatu yang ada pada mereka. 6. Memperbaiki kesalahan siswa menurut tertib kesalahan itu. Hendaknya pengajar memberikan kata-kata yang baru yang sesuai dengan pengetahuan siswa. 7. Bercakap-cakap dengan bahasa yang pasih dihadapan siswa. 5. 11. H. Jawaban siswa harus dalam kalimat sempurna.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 4. DEDENG ROSYIDIN. Hendaknya pengajar menyiapkan alat peraga untuk menerangkan pelajaran itu. M. 12. Hal itu dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut : 1. C. Mengulang pertanyaan dengan susunan pertanyaan yang bermacam-macam dan jawabannya harus sesuai dengan pertanyaan itu. Seorang pengajar hendaknya memperhatikan pergaulan siswa dengan yang lainnya dalan hal yang mendorong mereka pada kemahiran berbicara. 10.Ag. Pertanyaan-pertanyaan itu harus dalam lingkup pengetahuan siswa. (apa yang anda lakukan ?) Cara ini dapat dilakukan dengan contoh sebagai berikut : Drs. Memberikan hapalan yang sesuai dengan kecerdasan siswa. yaitu sesudah sempurna kalimat itu. 9. 8.

DEDENG ROSYIDIN. (Apa yang anda lakukan ?) Metode ini adalah untuk melatih ta‟bir syafahi (ungkapan bibir).Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 2. M. Cara ini dilakukan dengan seorang pengajar menyuruh seorang siswa untuk bertanya kepada temannya tentang sesuatu. misalnya : - 4. : Percakapan (tanya jawab). H. lalu temannya menjawab.Ag. Contoh : 3. . ( Beritahukan pada teman disamping anda !) Drs. kemudian siswa yang bertanya (pertama) memberikan jawabannya kepada pengajar. Seorang siswa diminta untuk berbicara tentang sesuatu yang ia inginkan.

Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab Metode ini “Ta‟bir nafsi” yaitu pengucapan tentang diri. Seorang siswa memberitahukan kepada temannya tentang dirinya dan keluarganya, hal itu dilakukan dengan jalan menjawab terhadap pertanyaan-pertanyaan temannya. Contoh :

5.

(Menghayal) Metode ini untuk mengembangkan fikiran dan hayalan siswa, juga memperkuat

kemampuan pengucapan yang dimiliki siswa.

Contoh:

-

-

Drs. H. DEDENG ROSYIDIN, M.Ag.

Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab

6.

( Membuat tanya jawab) Metode ini untuk melatih siswa berbicara, dan mampu menggunakannya dalam

situasi dan tempat dimana mereka ditunjuk untuk berbicara disaat dan ditempat itu, hal ini yang sering mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya :

7. ( Mengucapkan dengan bantuan gambar) Metode ini cara untuk menambah kemampuan berbicara siswa, yaitu dengan diperlihatkan kepada mereka sebuah gambar dan pada gambar tersebut terdapat pemandangan, lalu dilontarkan kepada mereka pertanyaan-pertanyaan, dan setelah berakhir pertanyaan, siswa disuruh berbicara dari apa yang mereka lihat dari gambar tersebut. Contoh pertama :

Contoh kedua :

---

Drs. H. DEDENG ROSYIDIN, M.Ag.

Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab

8.

( Meringkas sebuah teks) Metode ini dilakukan dengan cara, para siswa mendengarkan teks dan tidak

diperkenankan kepada mereka kecuali memperhatikan ucapan atau teks yang dibacakan dan menulis sebagian kalimat yang penting, dan setelah teks dibacakan, pengajar memilih diantara siswa untuk meringkas secara lisan apa yang ia dengar. Contoh :

9.

( Pengucapan bebas) Metode ini dilaksanakan dengan cara, satu siswa mengucapkan satu ibarat

Drs. H. DEDENG ROSYIDIN, M.Ag.

Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab ( perkataan) dari kitab, kamudian siswa yang lainnya menyatakan setuju atau tidak dengan alasan. Contoh :

-

10. bantuan jawaban)

( Berbicara dalam satu judul dengan

Metode ini dimulai dengan, diberikan beberapa pertanyaan kepada para siswa, lalu mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara bersambung sehingga menjadi satu judul yang sempurna berupa ikatan dari bagian-bagiannya. Metode-metode pengajaran di atas jika dikelompokan dapat dilihat pada bagian di bawah ini: a.Metode pada teks, dapat dilakukan dengan model: 1. 2. 3. 4. ( menjawab pertanyaan – pertanyaan ) (menjawab dengan jumlah yang sempurna) ( membuat pertanyaan – pertanyaan dari jumlah ) (menggambarkan dengan kata-kata ), misalnya

5.

( meringkas sebuah teks dengan kata-kata )

Drs. H. DEDENG ROSYIDIN, M.Ag.

Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab

6. 7. 8. 9. 10.

(apa yang kamu katakan ) ( apa yang kamu lakukan ) ( apa yang kamu utamakan / senangi ) ( gambarkan anda…….. ) ( tanyakan pada teman anda tentang ……..)

b.Metode pada hiwar ( teks hiwar ) dapat dilakukan dengan model : 1. 2. 3. ( lakukan hiwar seperti contoh ) ( demontrasikan dengan teman anda hiwar itu ) ( rubahlah hiwar pada sebuah kisah )

c.Metode lewat sebuah gambar, dapat dilakukan dengan model “ 1. 2. ceritrakanlah) ( berceritralah / berkatalah dari gambar ) ( Lihatlah gambar dengan baik kemudian

Ismail Shini, menawarkan langkah-langkah mengajarkan muhadatsah, yaitu: 1. Murid disuruh mendengarkan, buku ditutup, guru membacakan hiwar atau memutarkaset. 2. Buku dibuka, guru membacakan teks hiwar, murid mendengarkan, teks hiwar dibaca guru perbagian, dan dibaca berulang hingga dipahami murid 3. Murid mendengarkan hiwar dengan buku tertutup, guru membacakan hiwar dengan berulang dan baik. 4. Drs. H. DEDENG ROSYIDIN, M.Ag.

antara lain : 1. namun kadang masih dipakai karena masih untuk bervariasi. murid mengulangi bacaan guru. dan apa serta pelaksanaan metode baru ini.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab Buku dibuka. “ Al-Thariqah Al-Mubasyarah” yang diutamakan pada metode ini ialah pada kemahiran berbicara untuk mengganti memperdalam serta mengotak-atik gramer.Ag. Guru menyuruh murid mendemontrasikan hiwar di antara mereka ditentuakn perannya. DEDENG ROSYIDIN. 7.terjemah. guru membacakan hiwar. H. hiwar dilakukan dengan suara keras. yang dianggap kurang efektif dan gagal. lalu bergiliran antar murid. akan diuraikan sebagai berikut : a. M. Guru membagi kelompok. metode ini kurang menekankan pada berbicara. Guru menyuruh murid atau dua orang murid mengikuti hiwar yang dibacakan guru. Metode Baru Metode ini lahir karena reaksi teerhadap apa yang tidak disetujui pada metode tradisional. Juariyah Dahlan ( 103 : 1992) menerangkan ada beberapa metode pengajaran bahasa Arab (Muhadatsah). aktifitaas menulis disamping juga membaca. 2. Drs. 5. guru membacakan hiwar diikuti oleh kelompok. biasanya diarahkan kepada gramatika . . buku dibuka. Metode Tradisional Metode ini telah dipakai sejak jaman Yunani kuno. hingga sampai kelompok akhir 6.

Metode ini selalu menghadirkan dari berbagai problematika khilafiyah. yang kurang menunjang kelancaran latihan lidah. mahasiswa mampu menggunakan bahasa tersebut secara aktif dan pasif. DEDENG ROSYIDIN.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab b. 4. maka prinsip-prinsip pengajaran bahasa penting diperhatikan. sebagai modal dasar untuk mengadakan percakapan. karena pada bahasa tersebut terdapat mimik. kata kerja melarang perlu diketahui. Metode Communication Approah Metode ini menekankan pada pola-pola yang dihubungkan dalam konteks didilam komunikasi yang nyata. Karena tujuan pengajaran bahasa. H. c. 3. Pada perinsipnya metode ini harus sering bertanya dan menjawab untuk menghidupkan situasi kelas yang komunikatif. M. beberapa bentuk kata kerja perintah. prosadi dan seterusnya. D. Prinsip-prinsip Pengajaran Muhadatsah Bahasa lisan merupakan gambaran bahasa yang paling sempurna. bentuk dan pola kalimat bertanya penting diajarkan pada awal pelajaran. Untuk membentuk percakapan yang bisa terjadi secara terus-menerus. bukan bahasa tulisan. Metode ini diharuskan mementingkan “Latihan bercakap dengan secara bertahap menjauhi bahasa ibu yang sudah tiada persoalan dengan pelajaran bahasa”.Ag. Comversation Method Metode ini adalah selalu berdasarkan percakapan antara guru murud atau antara murid yang satu dengan yang lain perpisahan ataau berkelompok. seperti analisis-analisis gramatika. tekanan jungtur. Obyek penyelidikan ilmu bahasa itu ialah bahasa lisan. . yang antara lain : Drs.

Siswa akan pendek daya ingatnya dalam bahasa asing. kemudian dilakukan hal yang sama dengan seri serupa dalam bahasa tujuan. Prinsip Sistem Bunyi untuk Digunakan Ajarkanlah. . sebab dialog-dialog itu nanti bisa jadi sebagai model dan untuk belajar lebih lanjut. mempunyai alasan psykologis yang kuat. percakapan.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 1. struktur system bunyi untuk digunakan dengan cara demonstrasi. dan drill hasil observasi telah berulang kali menunjukan bahwa semata-mata mendengar kepada model yang bagus tidak akan menghasilkan ucapan yang bagus tidak akan menghasilkan ucapan yang bagus setelah lewat masa kanak-kanak. Usaha eksta untuk mengingat dialog-dialog bahasa asing adalah penting. Prinsip ini adalah dasar metode audio-lingual. tulisan tidak bisa mewakili intonasi. Prinsip pola-pola bertahap Drs. Prinsip-prinsip Sebelum Tulisan Pengajaran bahasa hendaknya dimulai melatih pendengaran. bantuan. DEDENG ROSYIDIN. 2. kontras. peraktek tidak bisa dihindarkan. berikanlah kepada siswa seri enam atau tujuh angka dalam bahasa asli sebagai model untuk diulang setelah seseorang mendengarnya. tetapi sebaiknya telah diuji keampuhannya sampai berulang kali. 3. 4. dan bantuan dalam bentuk ide yang jelas ucapannyadan kontras minimal. Untuk memusatkan perbedaan ponem dengan teliti akhirnya akan menghasilkan jawaban-jawaban yang memuaskan. tetapi untuk memudahkan dan kelancaran. irama. Ilmu bahasa mengatakan bahasa itu lebih sempurna dinyatakan dalam bentuk percakapan. Prinsip-prinsip kalimat dasar Siswa haarus disuruh menghapalkan kalimat-kalimat dialog dasar secermat mungkin.Ag. M. bukan berhubungan dengan eksperimenyang dipublikasikan. Percobaan sebagian. Praktek ini disokong oleh ahli bahasa. bacaan dan tulisan. tiruan. H.

DEDENG ROSYIDIN. H. bentuk-bentuk yang digunakan oleh penutur asli terpelajar dan bukan suatu standar bikin-bikinan dikhayalkan menjadi pedoman akan yang benar dan dapat diterima sebagai bahasa asli terpelajar.Ag.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab Ajarkanlah pola-pola secara berangsur. dalam langkah-langkah kumulatif bertahap. Para ahli ilmu bahasa telah mendemonstrasikan pentingnya praktek itu melalui mimik hafalan dan fattern praktek. Sering penutur-penutur sesuatu bahasa berpendapat. Prinsip praktek Kebanyakan waktu belajar harus digunakan dalam mempraktekan bahasa. Dalam pelajaran bahasa siswa sering tidak sanggup memproduksi atau mendengarkan unsur-unsur dan pola-pola yang berbeda dari pola-pola bahasa lainnya karena itu prinsip ini merekomendasikan dua pola : a. 6. Prinsip ini berarti bahwa gaya bahasa yang akan diajarkan ialah bahasa yang dipakai penutur-penutur asli terpelajar. . sebab selama hal-hal yang lain sudah sama kwantitas dan tetapnya belajar dalam proporsi langsung dengan jumlah praktek. Prinsip bahasa baku Otentik Ajaarkanlah bahasa sebagaimana adanya. Drs. Prinsip Pembentukan Jawaban-jawaban Apabila suatu jawaban tidak dalam ingatan mahasiswa. Pola memecah jawaban. 7. bukan sebagaimana harusnya. Prinsip ini aada alasan psykologisnya. Kendatipun demikian ilmu bahasa mengatakan kepada kita bahwa. M. 5. bentuklah jawaban itu melalui sebagian pengalaman dan bimbingan. bahwa mereka berbicara salah dan bahwa sebagaimana mengira bentuk terdahulu atau suatu yang diucapkan dimanamana adalah bahasa yang benar. lalu dipraktekan.

Pola membimbing. tanda yang sama dinyatakan untuk menyatakan yang bermacam-macam bunyi. Perbedaan itu jelas dalam bahasa Inggris. dlammah (u). dlamatain.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab b. dengan tanda bunyi kasroh (i). baik dengan isyarat ataupun dengan membantu siswa menaksir jawaban. dan sebagainya. Dalam bahasa Arab itu bahasa lisan sama dengan bahasa tulisan. . fathah (a). M. Inplikasi prinsip ini ialah bahwa pengajaran simbol-simbol tulisan itu dengan unit-unit bahasa yang diwakilinya sebagai tugas perpisahan. METODE MENGAJARKAN MENULIS 1.Kabira ( ) dengan bertanda satu fathah. hal itu disebabkan karena tidak cocoknya sistem tulisan.Ag. Drs. yaitu fathatan. dengan bunyi (an). H. (in). maka disebut “Tanwin” atau mempunyai bunyi seperti “Nun yang disukun”. Prinsip Menulis Ajarkanlah tulisan sebagai usaha penyajian grafis unit-unit dan pola-pola bahasa yang telah diketahui pelajar. through. Perbedaan itu jelas dalam bahasa Cina. misalnya dalam katakata.Rijaali ( ) dengan bertanda satu kasrah. kasratain. DEDENG ROSYIDIN. though. Apabila standar bahasa lisan berbeda dari penyajian grafisnya. tough. umpamanya dimana sistem tulisannya ialah logografis (tiap satu kata diwakili oleh satu simbol) dan karenanya berbeda dengan tulisan Alpabet. Inplikasinya juga ialah bahwa penyajian membaca dan menulis berbeda dari penyajian bercakap dan selayaknya tidak dikacaukan dengannya. (un) seperti contoh dalam kata–kata : . apabila ketiga tanda tersebut disajikan dobel. .

tidak samanya antara yang ditulis dengan yang diucapkan. seperti : Drs. maka akan berbunyi : . H. Beberapa Kesulitan Dalam Menulis Di antara kesulitan yang terpenting yang sering dijumpai pengajar bahasa Arab ialah bedanya antara tulisan dengan bacaan.Nabiyyu ( ) dengan bertanda satu dlammah. Kesulitan Dalam Menuliskan Huruf Hijaiyyah. Ya‟ untuk Kasrah.Kabiran ( ) . menjadi ( ). seperti: - . Kesulitan-kesulitan itu antara lain : a.Rijaalin ( ) . .Kadang-kadang diucapkan tidak bersuara. 2. dan Wawu untuk Dlammah.Ag. menjadi ( ). Kesulitan menuliskan huruf “Ya” ( ) -Kadang-kadang “Ya” diucapkan dengan bersuara. seperti contoh : .Yaf‟alu ( . M. menjadi ( ) bila ditambah Ya‟. tidak hanya dalam bahasa Arab saja. yaitu : 1. ). ) bila ditambah Wawu. Kalimat tersebut diatas apabila bertanda dobel.Nabiyyun ( ) Adapun yang menyatakan bunyi yang lebih panjang. biasanya disebut “Mad” maka harus menambah tanda Alif untuh Fathah. DEDENG ROSYIDIN.Yaf‟ala ( .Yaf‟alu ( ) bila ditambah Alif. Kesulitan ini sebenarnya dijumpai dalam setiap bahasa.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab .

Kadang-kadang huruf “Wawu” diucapkan dengan bersuara. tapi tidak dibunyikan dalam ucapan.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 2.Alif Mad.Dan kadang-kadang “Alif Mad”.Kadang-kadang Ta‟ Marbuthah itu dibunyikan dengan suara “Ta”. seperti : 5. DEDENG ROSYIDIN.Ag. seperti : .Alif Mad. Kesulitan dalam menuliskan huruf “Alif Mad”. Kesulitan menuliskan huruf “Wawu” ( ) . Kesulitan dalam menuliskan huruf “Hamzah” . H. –– . seperti : – 3. seperti : . seperti : . Kesulitan dalam menuliskan huruf “Ta‟ Marbuthah”. .Kadang-kadang diucapkan dengan tidak bersuara.Alif Mad.Kesulitan ketika Ta‟ Marbuthah dalam keadaan wakof. kadang-kadang tidak terdapat bentuk tulisannya. seperti : . seperti : – . disuarakan dengan bunyi “Ha”. kadang-kadang dituliskan dengan huruf “Ya”.Kadang-kadang hamzah ditulis di atas huruf Alif. seperti : Drs. . kadang-kadang dituliskan dengan huruf “Alif”. seperti : 4. ditulis berupa huruf “Alif”. M.

Ag. DEDENG ROSYIDIN. Hal itu karena kesalahan guru dalam kawaid akan berpengaruh terhadap tulisan.Kadang-kadang hamzah itu ditulis diatas “suthri” (baris).Kadang hamzah itu ditulis di atas “Nabrah” (bengkokan). M. bahwa yang termasuk pada ( ) unsur keahlian adalah mengetahui bentuk tulisan huruf-huruf Abjadiyyah dan Hijaiyyah. hal ini sampai pelajar menguasai dengan benar. seorang pengajar sebelum memerintah kepada pelajar untuk menulis hendaklah dia mengerjakan terlebih dahulu huruf-huruf Hijaiyyah dengan dikuasai betul. dan unsur Aqli. dan mengetahui tanda-tanda baca.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab . a. Kesulitan dalam mempergunakan bahasa secara benar. Metode Mengajarkan Menulis Dalam keterampilan menulis terdapat dua unsur. yaitu yang meliputi pada penggunaan Mufradat. Para pakar bahasa memasukan. yaitu unsur fikiran atau unsur kepandaian. nahwu dan tarkib. . 3. Karena itu. seperti : c. kemudian diwujudkan dalam bentuk mufradat dan selanjutnya pada tarkib. Unsur Keahlian Dalam Menulis ( ) Drs.Kadang-kadang hamzah ditulis diatas huruf “Wawu”. yang dituangkan dalam bentuk tulisan. seperti : . mufradat. yaitu unsur A’li. dan qawaid dalam penggunaan dalam bahasa. seperti : . H. Dan yang termasuk pada unsur Aqli ( ) yaitu mengetahui denga sebaiknya tentang tarkieb. yaitu unsur keahlian.

Diajarkan kepada murid bunyi-bunyi huruf yang hampir serupa. yang disebut dengan . Diajarkan kepada siswa huruf-huruf yang terpisah. 6. yaitu mengajarakan imla dengan dengan cara murid melihat dahulu teks kemudian memahaminya. Guru mengajarkan cara menulis lambang huruf yang disatukan dalam suara secara terus menerus. Diajarkan kepada murid tulisan huruf-huruf yang hampir sama. 10. Hendaknya terlebih dahulu pengajar membedakan satu sama lain.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 1. Guru menulis di papan tulis huruf Hijaiyyah yang terpisah-pisah di papan tulis. H. Diperintahkan kepada siswa menulis semua pelajaran yang telah diajarkan. Drs. 9. M. 7. kemudian huruf yang disambungkan. 8. Siswa dilatih menulis dari kanan ke kiri. Setelah itu guru baru berpindah pada pelajaran menulis. seperti : ––– 4. DEDENG ROSYIDIN. . Ini diharapkan siswa biasa menulis dengan cepat dan jelas.Ag. Imla ini dapat pula dilakukan dengan cara : a. menulis jumlah-jumlah. 5. Setelah itu diajarkan kepada siswa. Diajarkan kepada siswa cara menuliskan huruf yang berharakat dlammah dalam bentuk kalimat-kalimat. dengan dimulai dari lambang huruf dan suara yang telah diketahui dengan mudah oleh siswa. seperti : mengajarkan bunyi huruf dan ––– 3. dan kemudian murid menulis apa yang mereka lihat. 2. kemudian murid menyusunnya dalam bentuk kalimat.

H. Dengan cara ini diharapkan siswa mengetahui kesalahan dan tahu cara membetulkannya. yaitu menulis terikat. Hal ini dapat dilakukan dengan dua cara. Guru selanjutnya mengajarkan .Ag. Karena imla merupakan keterampilan latihan. yang memuat di dalamnya cara-cara menulis huruf-huruf Hijaiyyah yang sah. Diajarkan kepada siswa menulis dengan menggunakan bahasa yang benar. dalam penulisan huruf “Ya. dan membaca huruf dalam susunan kalimat yang berbeda-beda. lalu guru menyuruh murid menulis apa yang telah mereka lihat. yaitu : a. Hal ini dapat dilakukan dengan cara guru menulis teks-teks di papan tulis. lalu guru membetulkan kesalahan dalam penulisan yang langsung diperhatikan oleh siswa. kemudian menghapusnya. Ta‟ Marbuthah.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab b. 11. jenis imla yang tampak. siswa disuruh melihat. antara lain. Wawu. Di dalam menulis kalimat atau jumlah dalam bahasa Arab banyak hambatannya. seperti yang telah dijelaskan pada bagian dahulu. yaitu pengajaran kaidah- kaidah imla. DEDENG ROSYIDIN. Alif Mad. . Cara ini yang disebut “Dhawahir Imlaiyyah”. atau disebut juga dengan “Ta‟bir Muqayyad” Drs. Karena itu untuk memecahkannya dengan jalan terus berlatih dengan berkala. Guru menulis kalimt di papan tulis. M. nahwu dan tarkib. Tingkatan ini merupakan tingkatan perpindahan dari unsur keahlian dalam menulis kedalam unsur fikiran. 2. Unsur Fikiran Dalam Menulis ( ) 1. Kitabah Muqayyad. yaitu yang menggunakan mufradat. b. dan cara penulisan Hamzah”.

hal ini dapat dilakukan dengan cara : Mengganti dengan kata yang sama dan lawan kata.Ag. M. Kitabah Huriyyah. H. atau disebut juga dengan “Ta‟bir Hurry” a. DEDENG ROSYIDIN. Menulis Terikat Ta‟bir Muqayyad diberikan pada tingkat pertama. Contoh : b. Menulis Bebas Drs. Misalnya : Murid disuruh memilih kosa kata serupa dengan bantuan ta‟bir. Contoh : - -. .Mengganti kata : Misalnya : Disajikan kepada murid sebuah teks. kemudian murid disuruh mengganti fi‟il ma‟lum dan fi‟il majhul. atau misalnya merubah dari fi‟il mudlore menjadi fi‟il madhi. yaitu menulis bebas.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab b.

M. Kemahiran ini dapat dilakukan dengan cara : Menulis sebuah skripsi atau makalah. Melatih siswa supaya menulis kata-kata dengan betul dan menetapkan bentuk kata-kata itu di dalam otak mereka sehingga mereka dapat menuliskannya tanpa melihat. untuk diberikan pelajaran baru. Imla menjadi ukuran untuk mengetahui sampai dimana pelajaran murid-murid. METODE MENGAJARKAN IMLA 1. imla yang salah tak dapat dibaca dan dimengerti sama sekali. Pentingnya Imla (Dikte) Imla penting sekali di antara cabang-cabang ilmu bahasa. Drs. Bahkan kesalahan imla menunjukkan bahwa penulis bukan orang yang pandai menulis. 2. Tetapi imla wasilah untuk membentuk rupa tulisan kata-kata.Ag. Membuat catatan dari sebuah perkuliahan. Membuat pengumuman. murid telah banyak menguasai kosa kata. Tujuan Imla Di antara tujuan imla ialah : 1.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab Ta‟bir Hurry dapat dilakukan oleh murid apabila guru telah menyiapkan muridnya semaksimal mungkin. . DEDENG ROSYIDIN. faham dalam ilmu nahwu dan dapat menyusun dengan benar. Bahkan imla itulah asas yang untuk mengibaratkan isi hati kita dengan tulisan. H.

. 3.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 2. Mudah dan sesuai dengan otak dan kecerdasan siswa. 3. bersih. Drs. Meluaskan pengalaman siswa memperkaya bahasanya. Memilih kata-kata yang akan diimlakan Kata-kata yang akan diimlakan harus dipilih. dan tertib. 4. H. ilmiyah dsb. dan mata untuk melihat bentuk kata-kata. Menguji pengetahuan siswa terhadap kata-kata yang telah dipelajarinya. 6. 5. Menolong siswa untuk belajar mengarang. 8. M. 3. tangan untuk menulis. bukan kata-kata yang asing bagi mereka. serta sesuai dengan kehidupan mereka.Ag. awas. 5. Melatih panca indra yang dipergunakan waktu imla. 2. dan dalam satu bahan yang sempurna dalam satu pelajaran. 7. Untuk kelas-kelas yang tinggi. 4. sebaiknya kata-kata yang akan diimlakan itu diambil dari kitab bacaan muthala‟ah yang telah dibaca oleh siswa. diambil dari mahfudzah. yaitu sebagai berikut : 1. dan pengetahuan umumnya. sejarah. DEDENG ROSYIDIN. kissah. Membiasakan murid-murid supaya teliti. Kata-kata yang diimlakan itu harus dalam satu kata. yaitu telinga untuk mendengarkan. Untuk siswa yang baru mulai belajar bahasa Arab. Membiasakan siswa supaya tenang dan mendengarkan baik-baik. Melatih murid supaya dapat menuliskan dan mencatat apa-apa yang didengarnya dengan cepat dan terang. disiplin. Kata-kata itu telah dikenal oleh siswa. supaya kuat dan tajam.

kemudian kata-kata itu ditutup dan diimlakan kepada mereka. Imla yang disalin : Yaitu sisw menyalin kalimat dari papan tulis atau dari kitab bacaan yaitu sesudah membaca dan memberinya serta mengeja sebagian kata-katanya dengan ejaan lisan. Metode Mengajarkan Imla a. Dalam imla ujian ini kalimat imla itu. lalu dituliskan di papan tulis. 3. diimlakan kepada murid-murid. Imla ini baik diajarkan pada tingkat pertama. 2. Drs. H. Imla yang dilihat : Yaitu diperlihatkan kepada siswa kalimat imla yang dituliskan di papan tulis. DEDENG ROSYIDIN. Macam-macam Imla 1. kemudian disuruh membaca dan memahaminya serta mengeja sebagian katakatanya. 4. Dengan terlebih dahulu diadakan munaqasah tentang kata-katanya dan artinya terlebih dahulu yang dipandang sukar. Imla ujian atau testing : Tujuannya untuk menguji siswa dan mengukur sampai dimana kemajuannya dalam pelajaran yang telah diberikan kepadanya. 2. Pendahuluan yang sesuai dengan bahan pelajaran. M. Memperlihatkan bahan imla di papan tulis atau dari kitab bacaan. lalu diimlakan kepada mereka. .Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 4. Mengajarkan imla yang disalin :: 1. Imla yang didengar : Yaitu diperdengarkan kepada murid-murid kaimat imla. tanpa diejakan katakatanya. tanpa tulisan. kemudian dihapus setelah siswa disuruh memprihatikannya.Ag. sesudah artinya. 5.

5. Kemudian disuruh seorang murid untuk membacanya. M.Ag. DEDENG ROSYIDIN. 6. sehingga tidak dapat dilihat oleh siswa. Menyuruh siswa untuk mengeja kata-kata yang sukar. Drs. 4. Mengumpulkan buku tulis siswa dengan cara teratur dan tenang. Mengajarkan imla yang didengar : 1. guru menyuruh murid-murid memperhatikan kata-kata itu. Bersoal jawab dengan siswa untuk memahami bahan imla sehingga mereka faham dengan benar. 8. 4. 2. serta mengeja kata yang sukar. lalu ditutup acara imla seluruhnya. c. Guru membaca bahan imla sebagai contoh. H. kata demi kata seperti yang telah disebut di atas. Perbedaanya ialah setelah selesai membaca acara imla dan bersoal jawab untuk memahaminya. Pendahuluan seperti pada Muthala‟ah. Kemudian guru menyuruh siswa menyalin bahan imla dalam buku tulis. Kemudian guru membaca bahan imla sekali lagi. supaya siswa dapat memperbaiki kalau ada kesalahannya.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 3. lalu dituliskan di papan tulis. supaya dapat difahami oleh siswa secara umum tanpa dilihat tulisan. Bersoal jawab dengan murid-murid untuk memahami acara imla. . 7. b. Mengeja kata-kata yang sukar. kemudian guru membacakan imla kepada siswa. 3. 9. Mengajarkan imla yang dilihatkan : Metode mengajarkan imla yang dilihat sama dengan mengajarkan metode imla yang disalin. Guru membaca bahan imla seluruhnya.

seperti membaca dalam hati. 8. 7. . Sistem ini baik. Guru membacakan bahan imla sekali lagi (yang ketiga) supaya siswa dapat membetulkan kesalahannya. tidak membungkuk. titik koma. ialah : 1.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 5. d. tanda tanya. tidak mengeja kata-kata yang sulit 6. Guru membacakan pula tanda-tanda baca.Ag. hanya bahayanya murid- Drs. lalu menulis tunggal. panjang pendeknya menurut keadaan murid-murid. Mengajarkan imla ujian : Metode mengajarkan imla ujian sama dengan metode mengajarkan imla yang didengar. Cara membetulkan Imla Banyak cara yang dapat ditempuh dalam membetulkan imla di antaranya. Guru menjaga siswa supaya duduk dengan baik. Sedang murid-murid yang lain disuruh mengerjakan pekerjaan yang lain. Siswa mengeluarkan buku tulis dan pena. Kemudian guru membacakan imla : Dibacakan imla itu sebagian demi sebagian. DEDENG ROSYIDIN. Guru membaca bahan imla sekali lagi. Guru membetulkan buku tulis tiap-tiap murid di hadapannnya masing-masing. 6. Mengumpulkan buku tulis siswa dengan tenang dan tertib. Dibacakan imla itu hanya sekali saja. 9. titik. sehingga mereka dapat melihat kesalahan yang mereka lakukan secara langsung. dan menulis judul imla. ketika itu guru menghapus kata-kata yang tertulis di papan tulis. H. M. koma. supaya siswa dapat mendengarkan dengan baik dan hati-hati. hanya bedanya.

H. dengan membetulkan yang betul dekat kesalahan itu. Drs.Ag. 2. lalu tiap-tiap murid membetulkan kesalahan temannya. Jadi tidak mengetahuinya secara langsung. Kesalahannya ialah masa antara kesalahan murid dalam imla dan membetulkannya sangat jauh sekali. Guru menyuruh murid-murid bertukar buku dengan temannya secara teratur. kemudian murid disuruh membetulkannya masing-masing dengan melihat contohnya di papan tulis jadi dia sendiri membetulkan kesalahannya. 3.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab murid yang lain tidak mengerjakan pekerjaan yang disuruh guru. supaya membiasakan murid teliti dan berhati-hati. haruslah guru memberikan peringatan kepada mereka supaya bekerja teliti dan hatihati. Kemudian guru menyuruh murid-murid menuliskan kata-kata yang betul itu beberapa kali. Kalau tidak. supaya berlaku benar dan jujur. M. Sistem ini baik. hendaklah guru mengulang membetulkan buku tulis imla murid dengan sendirinya. lalu mereka bermain-main dan ribut. jauh dari mereka. Sistem inilah yang biasa dilakukan banyak guru. Guru memperlihatkan kepada murid contoh bahan imla di papan tulis. 4. Dalam dua sistem yang akhir ini. DEDENG ROSYIDIN. lalu guru membetulkan kesalahan yang ditulis mereka. supaya diketahui bahwa pekerjaan murid-murid itu benar-benar sempurna. . Guru membetulkan buku tulis imla murid di luar kelas. serta percaya pada diri sendiri dan lagi membiasakan mereka. dengan melihat contoh di papan tulis. serta berani mengakui kesalahan.

DEDENG ROSYIDIN.Ag.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab CONTOH MENGAJARKAN IMLA (DIKTE) Tanggal Materi/acara Waktu Kelas Alat Peraga : …………… : : 40 menit : III Tsanawiyyah : Sebuah papan tulis di tempat menuliskan imla sebelum mulai pelajaran. M. . PENDAHULUAN Drs. Tujuan : Supaya murid pandai menuliskan kalimat-kalimat yang akan didiktekan kepadanya dengan tulisan yang benar. H.

Guru menerangkan materi singkat maksud isi imla yang akan didiktekan kepada muridnya. H. dengan terang dan perlahan-lahan seperti Drs. supaya memperhatikan ejaan kata-kata yang tertulis di papan tulis itu. M. kemudian dihapus kata-kata itu semuanya. Kemudian guru membacakan imla sepotong demi sepotong.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab ––––– ––– –– –– PELAJARAN BARU Guru menyuruh murid.Ag. . DEDENG ROSYIDIN.

. Murid Guru : Membetulkan kesalhannya masing-masing.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab ––––––––––--––– (Membaca tiap-tiap potong imla cukup sekali saja).Ag. supaya murid yang ketinggalan. satu atau dua kata dapat menulisnya. M. H. Lalu disuruhnya murid-murid membetulkan kesalahannya masing-masing. guru menerangkannya di depan kelas. lalu diberinya nilai dan tanda tangan. DEDENG ROSYIDIN. Drs. hendaklah guru mengulang membacanya. Kesalahan-kesalahan yang bersifat umum. Guru Murid Guru : Letakan pena di atas meja dan peganglah pinsil. serta menyuruh murid-murid memperbaiki kesalahannya masing-masing. Setelah selesai membaca imla itu. dengan melihat ke papan tulis itu. guru mengumpulkan buku tulis murid-murid untuk mengulang memeriksanya di rumah. memperlihatkan pekerjaan mereka setelah selesai demikian. : Memperlihatkan papan tulis tempat menuliskan imla yang telah ditulisnya sebelum memulai pelajaran. : Berkeliling antara murid-murid. atau menukarkan buku tulisnya dengan buku tulis temannya. : Meletakan penanya dan memegang pinsil.

Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab RUPA PAPAN TULIS I -- - RUPA PAPAN TULIS II Drs. .Ag. M. H. DEDENG ROSYIDIN.

Ag.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab METODE EFEKTIF MENGAJARKAN NAHWU 1. . H. baik mempelajari membaca maupun Drs. mempelajari tata bahasa Arab hukumnya wajib sebab mempelajari washilah kepada yang wajib yakni mempelajari Al-Qur‟an wajib. penulis jelaskan terlebih dahulu penting serta tujuan mempelajari Bahasa Arab. M. maka mempelajari bahasa Arab pun jadi wajib hukumnya. sebagai mana kaidah ushul fiqh menjelaskan bahwa : Berdasarkan hal tersebut maka mempelajari huruf-huruf Al-Qur‟an amat penting bagi segenap kaum Muslimin bahwa sejak anak-anak harus diperkenalkan agar setelah menginjak usia dewasa tidak kaku. Kedudukan Nahwu Dalam Bahasa Arab Sebelum menjelaskan kedudukan/fungsi Nahwu (Tata Bahasa Arab) di antara cabang-cabang Bahasa Arab lainnya. Secara pandangan ushul fiqh. DEDENG ROSYIDIN.

shalat dsb. DEDENG ROSYIDIN. Menurut data historis sejak dahulu sebelum negara ini merdeka. kaum Muslimin Indonesia sudah meramalkan langgar / surau / masjid di setiap kampung untuk tempat belajar huruf Hijaiyyah dan mengaji Al-Qur‟an dan masalah agama lainnya dari mulai ibadah yang kecil. Drs. H. b. Sharaf (Morfologi). Supaya pandai membaca / menulis Al-Qur‟an dan bahasa Arab dengan baik dan benar. mengurus mayit dsb. b.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab menulisnya.Ag. shalat. Ma‟ani (Semantik). perlu penulis jelaskan terlebih dahulu cabang-cabang bahasa Arab yang banyak mendukung dan menentukan dalam penguasaan bahasa Arab. d. seperti cara wudhu. supaya pandai membaca kitab-kitab kuning / agama yang banyak ditulis dalam bahasa Arab baik eksak atau non eksak. Berbicara masalah kedudukan dan fungsi nahwu / tata bahasa Arab dibanding dengan cabang ilmu bahasa Arab lainnya. M. Supaya dapat mempelajari bahasa Arab. Begitupun sampai sekarang kualitas tempat mengaji Al-Qur‟an / atau bahasa Arab tidak terulang lagi bahkan sudah masuk televisi dan beberapa surat kabar/majalah. Rasmu (Tata cara menulis). Supaya dapat mengerti arti dan terjemahan ibadah sehari-hari seperti bacaan wudhu. Yang ditulis dan diucapkan dalam bahasa Arab. Muhadatsah (bercakap-cakap). . d. c. c. yaitu : a. Nahwu (Sintaksis). e. Muthala‟ah (Membaca).] f. Adapun tujuan mempelajari bahasa Arab/Al-Qur‟an adalah sbb : a. Supaya kaum Muslimin pandai membaca bahasa Indonesia yang ditulis dalam tulisan Arab-Melayu.

Ag. Matnullughah (Linguistik). 2. l. jauh di tas dialek-dialek percakapan biasa yang berlaku sehari-hari. karena kita ketahui bahwa sumber pokok ajaran Islam itu adalah Al-Qur‟an dan Al-Sunnah yang ditulis dalam bahasa Arab. Insya (Menulis/mengarang). . yaitu : a.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab g. DEDENG ROSYIDIN. Qardusysyi‟ri (Kritik syair dan sastra).supaya tidak salah dalam mempersepsi nahwu / bahasa Arab dalam Al-Qur‟an / Hadits perlu penulis sampaikan ciri-ciri umum bahasa Arab standar. j. Derajatnya amat tinggi. Memang oleh masyarakat Arab awam. h. Kitabah (surat menyurat dan pidato). Badi‟ (Gaya bahasa). Berbicara masalah bahasa Qur‟an dan hadits kita harus tahu terlebih dahulu bahasa Arab yang dipergunakannya. standar bahasa Arab ini dapat difahami bahkan menarik serta sangat dikagumi. Hubungan Nahwu Dengan Pengkajian Al-Islam Sebagaimana telah penulis sampaikan bahwa. m. Arudl wal qowafi (Sya‟ir dan puisi). karena ia berfungsi untuk mengetahui jenis kata bahasa Arab jabatan kalimat dan supaya benar menulis dan membaca. k. M. Bayan (Gaya bahasa). betapa peranan nahwu itu dalam pemahaman Al-Islam. karena ada bahasa Arab standar / fusha dan bahasa Arab tidak standar / pasaran / ‟amiyah. H. n. i. Dari keempat belas cabang bahasa Arab ini. Namun demikian tidaklah dapat menguasai dan mempergunakannya kecuali pada orang-orang tertentu yang berbakat dan berhasil dalam belajar serta melatih Drs. materi nahwulah (qowaid) yang paling penting. Tarikh adab (Sejarah sastra).

ilmu kalam. Demikian pula Sunnah Rasul yang dibukukan kemudian terkenal dengan hadits. Dengan demikian kalau seseorang berbicara menggunakan bahasa Arab standar adalah sulit dibedakan serta diperkirakan dari kabilah mana asalnya. tasawuf serta cabang-cabangnya ilmu pengetahuan agama Islam yang ditulis dalam tulisan Arab dan bisa membaca semua itu kalau sudah menguasai dan menerapkan qowaidullughah terutama Nahwu. . sampai dengan Allah SWT.Ag. Drs. tetapi sudah bercampur dan berkembang sampai sekarang yang akhirnya menjadi satu bentuk yang baru dan sama sekali dengan hilangnya ciri-ciri kedaerahan tersebut. Pada bahasa Arab standar tidak terdapat ciri-ciri yang bersifat kedaerahan atau yang ada hubungannya dengan kabilah tertentu. dsb. pengertian bahasa Arab standar adalah bahasa yang sampai kepada kita umat Islam dalam bentuk teks klasik dalam kesusastraan Jahiliyah. H. memilih Rasul-Nya dari bangsawan Arab dengan diberi wahyu Al-Qur‟an yang berbahasa Arab. masyarakat kaumnya.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab diri. b. Adapun hubungan penguasaan nahwu dengan pengkajian agama Islam. bisa dilihat dari statistik bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah Islam dan selalu melafalkan dalam serangkaian ibadahnya itu menggunakan bahasa Arab. Sebenarnya dalam bahasa Arab standar ini unsur-unsur dasar dan pokok kaidah-kaidan berasal dari beberapa kaidah. Oleh karena itu seseorang yang mampu menguasai dan mampu mempergunakan bahasa Arab standar diakui dan dinilai sebagai orang yang berkedudukan tinggi dan terkemuka di antara keluarga. M. tafsir. fiqh. Dengan demikian. DEDENG ROSYIDIN.

3. problema yang dialami siswa /mahasiswa dalam memperlajari bahasa Arab khususnya nahwu adanya perbedaanperbedaan dengan bahasa Indonesia. Sebagian kitab-kitab tersebut sudah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. . Tata bahasa. Tulisan Drs. perbedaan pola kalimat. perbedaan arti dan bunyi. Pembendaharaan kata. perbedaan jabatan kalimat. Problematika Pengajaran Nahwu Secara rinci problematika dalam mempelajari bahasa Arab khususnya nahwu adalah faktor linguistik dan non linguistik baik dalam bentuk perbedaan kata. DEDENG ROSYIDIN. Uslub.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab Uraian dan pembahasan mengenai sumber-sumber hukum sudah banyak ditulis oleh para ulama terdahulu dalam kitab-kitab yang berbahasa Arab. dan e. perbedaan jenis kata. Sistem tata bunyi. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis.Ag. c. Oleh karena itu mempelajari bahasa Arab (nahwu) berarti pula membina kemampuan memahami fikiran-fikiran para ulama terdahulu untuk pengembangan alam fikiran ulama pada masa kini. M. sehingga mampu menjawab segala masalah keagamaan baik yang pernah diuraikan para ulama ataupun masalah agama yang timbul kemudian. d. b. Perbedaan itulah yang menimbulkan kesulitan dalam belajar bahasa Arab secara keseluruhan yaitu : a. H.

M. Adapun factor penghambat dalam beberapa factor yang menghalangi dan memperlambat pelaksanaan pengajaran bahasa Arab khususnya nahwu.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab Bahasa Arab tidak sama dengan bahasa-bahasa lain. yaitu dalam bahasa Arab siswa / mahasiswa akan memahami bahasa Arab (tulisannya) terlebih dahulu sebelum tulisan itu dibacanya. arti dan maksudnya. H. Faktor Pendukung 1. Hanya saja yang penulis sodorkan ini beberapa factor pendukung sebelum mereka memasuki lambaga pendidikan formal. 4. bukan membaca kemudian dapat memahaminya. A.Ag. Drs. baik untuk do‟a ibadah shalat maupun untuk ibadah lainnya. Faktor Pendukung Dan Penghambat Pengajaran Nahwu Faktor pendukung ialah beberapa factor yang bisa mendukung dan menguntungkan dalam pelaksanaan pengajaran bahasa Arab khususnya nahwu disuatu lembaga pendidikan. DEDENG ROSYIDIN. Mengapa demikian? Karena tulisan Arab kebanyakannya tidak diberi harokat (syakal). sedangkan harokat pada huruf akhir sangat menentukan pemahamannya. . Oleh karena itu tata bahasa dalam bahasa Arab terutama nahwu adalah sangat penting jika ingin memahami tulisan bahasa Arab. Para siswa / mahasiswa sedikit banyak telah mengenal bahasa Arab karena mereka telah menggunakannya sejak kecil.

6. „idul fitri dsb. sehingga apabila kesadaran semacam ini telah timbul dan tergugah pada masing-masing muslim niscaya akan banyak yang memperlajari nahwu. karena mayoritas penduduk Indonesia adalah Islam. karena telah mengaji di surau / masjid kampung. baetullah. Drs. . sehingga tidak akan memahami bahasa Arab kalau nahwunya belum / tidak mampu. dsb. Para siswa / mahasiswa telah belajar huruf hijaiyyah. DEDENG ROSYIDIN. 3. mau tidak mau bahasa Arab percakapan sebagai bahasa komunitas antar bangsa pelu dikuasai dan dipelajari dan salah satunya untuk mempermudah harus mampu dulu nahwu. Ikatan persahabatan dan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Arab Timur Tengah sudah terjalin sejak dulu. haji. 4. Madinah. H. Indonesia. B. Faktor Penghambat 1. Siswa / mahasiswa telah mengenal kebudayaan bangsa Arab walau sedikit dan mengerti beberapa istilah yang sering didengar seperti. walaupun hanya pandai mengaji Al-Qur‟an tanpa fahami arti serta maksudnya apalagi jabatan kalimatnya. Sebab pada hakikatnya setiap umat Islam mempunyai kepentingan terhadap bahasa Arab. bahkan bahasa asing.Ag. Hendaknya kita bersyukur kepada Allah. bahkan sekarang sering ditingkatkan. Sebelum mempelajari bahasa Arab biasanya siswa / mahasiswa telah menguasai bahasa daerah. Nabi. Ini pun akhirnya memberi harapan pada mereka para siswa yang menguasainya. 5. Pada tahun 1973 bahasa Arab secara resmi telah diakui oleh PBB sebagai bahasa Internasional.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 2. Masalah penulisan nampaknya yang paling dominan siswa yang telah terbiasa dari kiri ke kanan. M. sahabat.

H. Harus hafal bentuk huruf. di tengan. Tinjauan tata bahasa Arab dalam pengklasifikasian pembagian kata kerja maupun kata benda relatif lebih banyak dan lebih rangkap. hendaklah dipentingkan terlebih dahulu pelajaran muhadatsah (bercakap-cakap bahasa Arab). karena berkaitan erat dengan perubahan bunyi kata yang disebut “I‟rab”.Hal-hal yang harus diperhatikan guru nahwu Dalam mengajarkan materi nahwu agar lebih bisa diserap siswa / mahasiswa.Ag. DEDENG ROSYIDIN. hal ini berlaku bagi kata benda. Cara merangkainya guna membentuk suatu kata yang mengandung arti ( jumlah mufidah ) 5. pasti kedudukan kalimat mempunyai maksud yang berbeda. Cara pengucapannya secara fasih. dan di akhir. c. Apabila Drs. sedikit banyak tentu menghadapi hambatan bagi orang baru dalam tahap mempelajari bahasa Arab atau nahwu. . Permasalahan huruf hijaiyyah. b. kalau dibaca al-masjida. sebelum mengajarkannya. Demikian pula yang berlaku pada kata kerja (fi‟il). maka: d. 2. segi tulisannya sama namun kalau harokat huruf terakhir dirubah sedikit saja pasti mempunyai kedudukan jabatan kalimat yang berbeda seperti contoh lapadz a-lmasjidu ( ). Tata bahasa Arab khususnya nahwu kemampuan memahami sebagai alat untuk membaca. M. sebelum belajar bahasa Arab / nahwu harus menguasai dulu : a.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab sekarang menjumpai hal yang baru dikenalnya bahkan harus berlatih dan menulis dari kanan ke kiri. 4. di awal. 3.

menghafal kalimat-kalimat yang pendek dan mudah. Hendaklah dipergunakan metode (sistem) istinbat / penyimpulan dalam mengajarkannya. j. Hendaklah diperbanyak terlebih dahulu pelajaran muthala‟ah (membaca bahasa Arab). Hendaklah misal-misal dan bacaan itu menarik siswa yang sedang actual pada masa kini serta mengandung makna pendidikan dan da‟wah Islam. h. Jangan menyuruh siswa untuk menghafalkan definisi-definisi dan missal-misal yang ada dalam buku tanpa mengubah dari buku nahwu dengan kata lain. akan mudahlah bagi mereka mengerti nahwu. i.Ag. g. begitu pula mahfudzat (hafalan). . Oleh karena itu tinggalah contoh-contoh kalimat yang lama seperti dsb. baik dari hafalan Al-Qur‟an atau hadits atau hasil -–––---––––-––––– Drs. Hendaklah disuruh siswa / mahasiswa memberi contoh dari karangan mereka sendiri. Contoh-contoh tersebut hendaklah dalam kalimat yang sempurna. yaitu mulai dengan beberapa missal (perumpamaan) kemudian sampai kepada definisi. karena kata-kata itu tidak terang artinya melainkan disambungkan dengan kalimat sebelum atau sesudahnya. DEDENG ROSYIDIN. karena akan mematikan otak siswa. f. bukan dari missal-misal yang tidak ada hubungannya dengan bacaan itu. H. M. e.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab siswa telah biasa bercakap-cakap dengan perkataan yang benar. Menurut metode baru missal-misal itu diambil dari kisah-kisah pendek atau dari sepotong bacaan.

d. g. e. c. b. k. yaitu dengan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya menjadi pokok dan jalan untuk memahami kaidah tersebut. Berikanlah kata-kata kunci. h. 6. Sewaktu-wktu hendaklah pengajar nahwu / tim mengadakan latihan setiap selesai pokok bahasan kemudian diperiksa dan diserahkan kepada mereka dan ditujukan mana saja yang masih salah atau belum pas dengan definisi / pemahaman nahwu. M. Teknik Mengajarkan Nahwu Untuk lebih meningkatkan hasil belajar dalam belajar / mengajarkan nahwu. Setelah selesai bertanya jawab dan memperbandingkan misal-misal itu. maka kemudian guru menyuruh menyimpulkan kaidah definisi contoh tersebut. Guru menuliskan definisi yang disimpulkan oleh siswa.Ag. Suruh para siswa memperhatikan misal itu satu persatu. Suruhlah siswa melihat dan memperhatikan ke papan tulis dan salah seorang di antaranya disuruh membaca misal itu. Misal-misal (contoh) itu dituliskan di papan tulis dengan tulisan yang terang dan benar. sesuai dengan kaidah yang telah dipelajari. f. supaya siswa menyusun kata-kata itu dalam kalimat yang mengandung arti. hendaklah para pengajar nahwu memperhatikan hal-hal berikut : a.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab bacaan dari kitab tertentu untuk dijadikan misal dari kaidah yang diajarkan supaya mereka aktif dan inovatif sehingga tidak mengantuk. Hendaklah menyiapkan beberapa contoh untuk kaidah yang akan diajarkan. Perlihatkanlah kepada siswa beberapa kalimat dan disuruh mereka mengatakan apa-apa yang berhubungan dengan kaidah tersebut. DEDENG ROSYIDIN. H. . Drs.

lalu guru menyuruh membaca dan memahaminya.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab Menurut metode Herbart ada lima tingkatan dalam mengajarkan nahwu. mana saja yang berbeda dan mana yang ada persamaannya apa jenis katanya dan apa macam I‟robnya. Dengan kata lain pengetahuan yang telah dimiliki siswa di jadikan dasar untuk pelajaran selanjutnya yang belum mereka kuasai. Dengan demikian guru bersama siswa dapat mengambil kesimpulan bersama dari kaidah tersebut. Memperlihatkan contoh-contoh Contoh yang diambilkan dari Al-Qur‟an atau Al-Hadits atau ungkapan sederhana itu ditulis di papan tulis. Satu demi satu.Memperbandingkan Guru bertanya jawab dengan siswa tentang contoh-contoh tersebut. M. Mengambil kesimpulan Setelah selesai memperbandingkan dan mengetahui sifat-sifat yang ada persamaannya atau perbedaannya dalam misal itu. H. yaitu 1. 4. 3. Pendahuluan Dalam fase ini guru bertanya jawab dengan siswa tentang pelajaran yang telah lalu yang berhubungan dengan pelajaran baru. .Ag. 2. hendaklah diberi garis bawah pada kata-kata yang perlu diberi harakat secukupnya. DEDENG ROSYIDIN. dan sebagainya. maka dapatlah guru bersama siswa Drs.

Guru memberikan kata-kata. Supaya siswa terangsang hendaklah guru bisa menggabungkan dengan materi lain. 5. Diberi latihan sesuai dengan kaidah tersebut. Tanggal 2. Pokok Bahasan : Al-Faa‟il Drs.Ag. . lalu siswa disuruh menyusun kalimat sempurna dari kata-kata itu sesuai dengan kaidah yang telah dipelajari. haruslah siswa tersebut. lalu siswa disuruh mengisinya. e.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab mengambil kesimpulan kaidah tadi dengan memberikan nama istilahnya. Kemudian guru menuliskan kaidah itu di papan tulis dan menyuruh salah seorang murid membacanya. c. b. Kelas : 24 Februari 1994 : II Tsanawiyah 3. CONTOH MENGAJARKAN NAHWU 1. M. d. Guru memperlihatkan beberapa kalimat yang sempurna. Guru menyuruh siswa membuat kalimat-kalimat yag sempurna dari kalangan siswa sendiri sesuai dengan kaidah tersebut. Tatbiq Setelah siswa mengetahui pokok kaidah. H. lalu para siswa disuruh menerangkan mana yang berhubungan dengan kaidah yang telah dipelajari. Melalui langkah-langkah sebagai berikut : a. DEDENG ROSYIDIN. Guru memperlihatkan kalimat-kalimat yang tidak sempurna hanya titik saja.

. H.Ag. PENDAHULUAN PELAJARAN BARU Drs. Tujuan : Supaya siswa mengetahui I‟rob Al-Faa‟il dan mempraktekannya dalam bacaan. DEDENG ROSYIDIN.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 4. M.

Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab Guru memperlihatkan beberapa contoh di papan tulis. M. DEDENG ROSYIDIN. H. . lalu berkata : Drs.Ag. sebelum mulai pelajaran.

. dan 5 seperti sistem tersebut.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab Teruskan bertanya jawab dengan siswa pada contoh no.Ag. DEDENG ROSYIDIN. AL-ISTINBATH (MENGAMBIL KESIMPULAN) Drs. H. 4.3. M.

Guru menuliskan beberapa contoh lain di papan tulis yang kedua. . Fi‟il mudhore muannats dan fa‟il c. Fi‟il madhi muannats dan fa‟il 4. Isilah titik-titik dengan benar dengan fa‟il serta I‟robnya. seperti : - - Kemudian guru menyuruh murid membaca contoh-contoh itu dengan betul serta menerangkan mana yang dinamakan fa‟il dan dimana harakat I‟robnya. Fi‟il mudhore dan fa‟il 3. - - - Drs. Fi‟il madhi dan fa‟il 2. DEDENG ROSYIDIN. Guru menyuruh siswa membuat contoh dari karangannya sendiri yang terdiri dari : 1.Ag. H. Dengan demikian guru dapat mengetahuinya bahwa siswa-siswa sebenarnya telah faham akan pelajaran itu. b. M.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab TATBIQ (LATIHAN) a.

Ag. Prinsip pola sebagai kebiasaan Melalui patern practice bisa ditanam lewat pola-pola sebagai kebiasaan. Prinsip pola-pola bertahan Drs. sementara para siswa menguasai sistem bunyi dan pola kalimat sederhana. DEDENG ROSYIDIN. d. b. . aturan tata bahasa yang sudah dikenal. H. Berikanlah kepada para siswa suatu seri enam atau tujuh angka dalam kalimat asal sebagai model untuk diulang setelah sering mendengarkannya akan memudahkan dalam penerapan kaidah nahwu yang akan diajarkan. Mengetahui kata-kata. Prinsip kalimat dasar Siswa harus disuruh menghafal kalimat-kalimat dialog sederhana secermat mungkin. Kembangkanlah vokabulari sesuai tingkatan kemampuan siswa dan kondisional serta yang sering didengar oleh pendengaran mereka. Kenyataan menunjukan bahwa mengenal mufradat (vokabulari) banyak tanpa diterapkan akan membingungkan siswa. M. kalimat-kalimat terpisah.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab - - - 7. c.Prinsip kontrol vokabulari Jagalah vokabulari sampai pada tingkat minimal. Prinsip-prinsip Pengajaran Nahwu Di antara prinsip-prinsip pokok dalam mengajarkan nahwu adalah sebagai berikut: a.

bukan dengan kata-kata dan susunlah urutan materi atas dasar pola-pola kalimat. 2. Perkenalkanlah unsur-unsur bagian kalimat seperti jenis kata. Mengajar bahasa khususnya nahwu ialah menanamkan sistem baru dari kebiasaan yang serba kompleks dan kebiasaan itu dapat dikuasai dengan perlahanlahan. DEDENG ROSYIDIN. 3. Yang menghendaki interprestasi yang Drs. apa /apakah : Dimana = - Apa = / - Apakah = - Kapan = - Siapa = 4. kata tugas. .Ag. hal ini dapat menggambarkan perubahan yang radikal dari praktek bahasa yang dimulai dengan jenis kata dan meninggalkan kalimat diakhirnya atau tidak disinggung sama sekali. Inilah arti “langkah-langkah bertahap”. M. H. Tambahkanlah tiap unsur atau pola baru kepada yang terdahulu. Observasi ini bersama dengan ilmu bahasa tentang bahasa sebagai struktur merupakan dasarnya ada beberapa tempat keuntungannya yang strategis untuk dimulai dalam pengajaran nahwu ini yaitu : 1. Sesuaikanlah pelajaran hal yang sukar-sukar dengan kesanggupan para siswa. Taktis dalam pengajaran dengan kata tanya.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab Ajarkanlah pola-pola secara berangsur dalam langkah-langkah komulatif bertahap. Umpamanya ada keuntungan. dan struktur modifikasi dalam hubungannya denga kalimat menurut ilmu bahasa unsur bagian kalimat ini tidak bebas dan tidak diajarkan dengan penuh jika tidak diletakkan dalam kalimat. Mulailah dengan kalimat-kalimat.

jika ada yang betul-betul sama dalam bahasa. Supaya bagus susunan karangan dan halus perasaan serta kelihatan kesenian dalam susunan kata-kata. 3. menyangka dengan salah. Tujuan Insya 1. Supaya teliti memilih kata-kata dan susunan kalimat yang indah. . Bahwa siswa mengira bahwa kata-kata itu sama. Prinsip praktek bahasa versus terjemahan Terjemahan bukanlah ganti dari praktek bahasa argumentasi yang menyokong ini adalah sebagai berikut : 1. H. Bahwa hanya ada beberapa kata. 2. Bahwa terjemahan kata perkata menghasilkan susunan yang salah. Drs.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab lebih berbelit-belit daripada sesuatu yang diterapkan dalam pelajaran linear berprogram dimana sesuatu dipecahkan kepada langkah-langkah minimal agar siswa yang paling bodoh pun tidak akan salah. 2. e. bahwa terjemahannya dapat diperluas kepada situasi yang sama seperti aslinya dan sebagai hasilnya membuat kesalahan-kesalahan.Ag. M. METODE MENGAJARKAN INSYA Insya atau mengarang adalah ta‟bir dengan tulisan. DEDENG ROSYIDIN. yaitu menerangkan dengan tulisan apa yang tergaris di dalam hati dengan perkataan yang tersusun baik lagi sesuai dengan maksud. A.

Membiasakan siswa supaya sanggup membentuk pendapat-pendapat yang betul dan fikiran yang benar B. sebutan (musnad). Selanjutnya guru kembali ke papan tulis. Kalau murid belum dapat mengisi titik-titik itu. Kemudian murid disuruh memilih mana dari kata-kata itu yang sesuai untuk mengisinya. DEDENG ROSYIDIN. H. 2. . Hendaklah guru menuliskan kalimat-kalimat yang pendek di papan tulis dengan membuang pokok kalimat (musnad ilaih). 3. dan guru berkeliling membantu murid-murid yang lemah.Ag. dengan mengisi titik-titik tersebut. Metode Mengajarkan Insya a. hendaklah guru menuliskan beberapa kata untuk mengisi titik-titik itu. Kedua : Drs. M. dan menggantikannya dengan …………. 4.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 3. untuk membetulkan kesalahankesalahan yang didapat dari murid. Kemudian murid disuruh menyebutkan kata-kata yang dibuang itu atau mengisi titik-titik tersebut. Bagi murid tingkat pemula dapat dilakukan dua cara Pertama : 1. atau sebagainya. maf‟ul. Kemudian disuruh murid-murid menuliskan kalimat-kalimat itu.

. 2.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 1. Guru menyuruh murid-murid mengeluarkan buku catatan dan menuliskan kalimat-kalimat yang tersusun dari kata-kata itu. Guru membetulkan kesalahan-kesalahan yang didapat dari murid. Bagi murid tingkat lanjut dapat dilakukan dua cara Pertama : 1. M. Hendaklah guru menuliskan beberapa kata-kata yang mudah di papan tulis dengan tulisan yang terang. Suruhlah murid-murid menyusun kalimat lain yang sama maksudnya dengan kalimat itu. gedung sekolah dan sebagainya. B. supaya murid biasa membuat / menyusun kalimat yang bermacammacam bunyinya. sehingga jelas bagi murid. Seperti gambar hewan. dan alat mendengar. 3. Guru memilih topik karangan yang dapat diketahui dengan panca indra. Drs. Sebelum masuk kelas. alat meraba. guru menyiapkan sejumlah pertanyaan yang teratur yang berkenaan dengan topik itu. 2. dan dengan bantuan guru. apa arti kata itu. H. lalu guru berkeliling untuk membantu murid-murid yang lemah. Jawaban murid-murid dituliskan di papan tulis setelah dibetulkan oleh guru. guru mulai dengan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dijawab oleh murid-murid dengan mempergunakan alat melihat / mata. 4. 5. dengan cara membicarakannnya dengan murid-murid. 4. tetapi sama maksudnya. Lalu suruhlah murid-murid menyusun kata-kata itu dalam suatu kalimat yang pendek. Lalu dijelaskan. kapal terbang. Setelah pendahuluan. DEDENG ROSYIDIN.Ag. 3. Tiap-tiap kata disusun dalam dua atau tiga kalimat.

5. menurut bagian-bagiannya jawaban murid-murid itu dituliskan di papan tulis sesudah dibetulkan guru. kemudian muridmurid disuruh mengulang hikayat itu. 3. Balikan papan tulis itu. DEDENG ROSYIDIN. dan guru berkeliling membantu murid-murid yang lemah. M.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 6. kemudian guru membetulkannya diluar kelas. Kemudian guru melakukan tanya jawab dengan murid-murid berkenaan dengan hikayat itu. dengan susunan perkataan sendiri. atau tutup tulisan di papan tulis itu. Suruhlah murid-murid mengeluarkan buku tulis. 4. Guru memilih hikayat / cerita yang mudah lagi pendek serta mempunyai pengertian. 2. Drs. lalu menyalin yang ditulis di papan tulis itu. dan menuliskan hikayat itu. 6. Suruhlah murid-murid membacakan hikayat yang ditulis di papan tulis. Suruhlah murid-murid mengeluarkan buku tulis. Kedua : 1.Ag. . Guru menceritrakan hikayat itu kepada murid-murid dengan perkataan yang sesuai dengan tingkat kecerdasan mereka serta dengan gaya yang baik serta pelahan-lahan. Begitulah sampai akhir hikayat. H.

keindahan dan kesenian. Khath itu salah satu kesenian yang indah. H. Supaya murid-murid dapat menulis dengan terang dan jelas. mendidik perasaan. tetapi imlanya salah.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab METODE MENGAJARKAN KHATH (TULISAN INDAH) A. bahkan mereka benci melihatnya sebab itulah banyak murid-murid kita sekarang yang tidak pandai menulis huruf Arab (Khath Arabi) dan mereka menulis huruf latin. Tulisan guru yang bagus akan menarik hati murid-murid untuk menirunya tetapi kalau tulisan guru buruk. Begitu juga kalau khathnya indah. menurut sistem tulisan dan teknik tiap-tiap huruf. B. Drs. Guru-guru harus bagus tulisannya. Imlanya harus betul dan khathnya harus indah. menarik hati orang yang melihatnya. maka tidak menarik hati murid-murid. . Kalau imlanya betul. Khath Arabi menjadi penghias masjid-masjid di negara Islam. bahkan menjadi ukiran yang gilang gemilang yang tak ada taranya. M. 2. DEDENG ROSYIDIN. tapi khathnya buruk maka susah membacanya atau tak dapat dibaca sama sekali. Tujuan Pelajaran Khath Tujuan pelajaran khath dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. bahkan salah satu alat untuk pendidikan. Kepentingan Khath Khath itu penting.Ag. bahkan khat dan imla keduanya berhubungan erat. Supaya tulisan itu bagus dan indah. memperluas indra. sehingga dapat dibaca dengan mudah. susah juga membacanya. terutama di papan tulis.

Pendahuluan. Supaya murid-murid dapat menulis dengan cepat dan bagus. bulan. D. yaitu sebelah kiri. dengan memberikan kedua contoh tulisan itu.Ag. Baik pula digunakan khath nasakh untuk judul-judul karangan dan ayat-ayat Al-Qur‟an. Dan membagi papan tulis menjadi dua bagian. dan tahun di papan tulis. Tingkat ketiga di kelas tiga Tsanawiyyah pada tingkat ini diajarkan kepada murid-murid tulisan nasakh dan rik‟ah kedua-duanya. M. Hal ini tidak dapat. Ketika itu guru menuliskan tanggal. pada tingkat-tingkat tersebut diajarkan kedua-dua tulisan nasakh dan rik‟ah serta ditambahkan dengan tulisan tsuluts. Pada tingkat ini mulai diberikan pelajaran khath. dengan mencontoh dan menerangkan kaidah-kaidah tekniknya. Tingkat kedua di tingkat dua Tsanawiyyah pada tingkat ini diajarkan khath rik‟ah saja. Baiklah diajarkan keduaduanya dalam satu jam pelajaran. sebagian untuk contoh tulisan. yaitu sebelah kanan dan sebagian lagi untuk memberikan keterangan dan petunjuk. hari. . karena khath inilah yang dipergunakan dalam tulis menulis tiap hari. Tingkat-tingkat Pelajaran Khath Tingkat pertama di kelas satu Tsanawiyyah dan sekolah-sekolah yang setingkatnya. Metode Mengajarkan Khath 1. DEDENG ROSYIDIN. Tingkat keempat di tingkat Mu’allimin dan sekolah-sekolah tingkat atas. kecuali dengan membiasakan dan latihan. C.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 3. karena khath itulah yang digunakan dalam setiap bacaan. Besar bagian sebelah kanan dua kali bagian sebelah kiri. Drs. Tulisan yang diajarkan ialah khath nasakh saja. yaitu menyuruh murid-murid mengeluarkan buku tulis dan pena. serta menerangkan perbedaan antar keduanya. H.

Murid-muriod mengulang menuliskan khath di buku tulis sambil mencontoh tulisan di papan tulis. Guru menuliskan sebuah contoh tulisan atau memperhatikannya. Guru menyuruh murid-murid memperhatikan cara menuliskan itu. Guru meneruskan pekerjaan seperti tersebut di atas.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 2. jika sudah dituliskan sebelum jam pelajaran. DEDENG ROSYIDIN. ketika itu guru berjalan keliling. Kemudian bertanya jawab dengan mereka untuk memahami artinya. Guru menerangkan cara menuliskan huruf-huruf yang sukar atau kata-kata baru di papan tulis pada bagian kiri. H. 7. hendaklah perbaiki pada buku tulis mereka masing-masing tetapi kalau kesalahan itu umum pada kebanyakan murid. tiga orang murid. 9. yaitu memperbaiki perorangan dan memperbaiki umum. Kemudian guru menyuruh murid-murid menulis di buku tulis sambil mencontoh tulisan yang tertulis di papan tulis.Ag. suruhlah mereka meletakan pena dan melihat ke papan tulis. . 4. 3. dengan memakai kapur yang berwarna untuk menerangkan bagian-bagian huruf atau bagian kata-kata. M. Sebaiknya dijelaskan perbedaan diantara keduanya. 8. Guru menerangkan kesalahan umum di papan tulis. 6. supaya ditirunya. Guru menyuruh salah seorang murid membaca contoh tulisan yang ditulis di papan tulis. Drs. serta menerangkan yang betulnya. Sebaiknya guru memberikan nilai tulisan murid-murid dengan menggunakan tinta merah. Guru menunjuki murid-murid cara memegang pena (kalam) dan duduk yang baik. serta menjaga disiplin dan kebersihan. 5. Kalau kesalahan itu terdapat pada dua. memeriksa dan memperbaiki kesalahan murid-murid.

. Juariyah Dahlan. Riyadh. Surabaya. LIPIA. Muhammad Furaj Abd al-Hafidz. Asalib al-tadris al-Lughat al-Arabiyat. 1962. 1990. 1979. 1982. Jamiah Riyadh. Mesir. Kairo. Abdurrahman Musa Akabar. Muhammad Ali al-Khuli. Asalib al-tadris al-Lughat al-Arabiyat. H. Daar al-Ma’arif. Juwariyah Dahlan. Abdul Alim Ibrahiem. 1992. 1990.Ag. Metode Belajar Mengajar Bahasa Arab. Abdurrahman Musa Akbar. Riyadh. Hidakarya Agung. al-Ikhlash. Mahmud Ismail Shini. Metode Belajar Mengajar Bahasa Arab. Drs. Mudzakirat Li al-Daurat al-Tarbawiyat al-Ashriya alDaurat al-Tarbawiyat. Metodik Khusus Bahasa Arab. Mahmud Yunus. DEDENG ROSYIDIN. tt. Tharaaiq Ta’lim al-lughat al-arabiyat. al-Muwajjih al-Fanni li Mudaris al-Lughat al-‘Arabiyat. 1992. Mesir. al-Muwajjih al-Fanni. Riyadh. M. Jakarta. Muhammad Ali Al-Khuli. Surabaya. Metode Khusus Bahasa Arab. Jakarta. Muzdakirat lidarurat al-Tarbawiyat al-Qashirat.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab DAFTAR PUSTAKA Abd al-‘Alim Ibrahiem. Mudzakirat al-Daurat al-Tarbawiyat alQashirat. Jakarta. Mahmud Yunus. Hidakarya Agung. Jakarta. Al-Mamlakat alarabiyat al-Sudaniyat. Ma’had al-Ulum wa al-arabiyat. al-Ikhlash. LIPIA. Jakarta. 1992.

DEDENG ROSYIDIN. 13. . M.Ag. Mengetahui hubungan ide-ide dalam bacaan. Tujuan Pelajaran Membaca Diantarnya tujuan pelajaran membaca adalah : 12. yaitu kemampuan dalam menyatukan suara dengan lambang yang tertulis serta mengetahui artinya.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab MEMBACA 1. Contoh : 16. Mengetahui serta memahami arti kata dalam susunan kaliamt. Contoh : 14. Contoh : Drs. H. Memahami ma‟na yang dlahir untuk menyusun kata-kata dan mengembangkannya dalam bentuk jumlah. serta mengetahui hubungan huruf dengan suara. Siswa mampu membedakan diantara huruf-huruf. Contoh : 15. Mengetahui kalimat yang majmuah dan munfaridah.

Dapat mengambil kesimpulan disaat membaca diantar alenea yang satu dengan yang lainnya. Hendaklah dimulai mengajarkan membaca itu dengan hiwar. M. Dapat membaca tujuan yang dimaksud dengan cepat. Dapat membaca dengan cepat serta dapt memahami denga benar. 20.Ag. Mengetahui ide-ide penulis dan tujuannya. lalu murid-murid disiruh menyatukannya dalam bentuk jumlah yang sempurna. DEDENG ROSYIDIN. 5. 2. 7. Contoh : 6. . denga tujuan dengan memberi komentar dan kritik. Tajmi : Yaitu membaca dengan melakukan terlebih dahulu. Memahami betul pada tanda-tanda baca. yaitu antara lambang huruf dengan bentuk suaranya sesuai dengan susunan kalimat. Hendaklah guru memilih materi pelajaran membaca pada tingkat pertama. menampilkan huruf-huruf yang terpisah-pisah. dengan materi “Membaca Huruf”.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 17. 19. 18. kemudian pindah pada materi yang berupa bacaan yang pendek. Kaidah Umum Mengajarkan Membaca. 22. H. Contoh : Drs. 21. Dapat membaca dengan tajam. Hendaklah guru melakukan latihan-latihan membaca dengan cara : a.

Ag. Karena itu biasa disajikan berupa pertanyaan seperti berikut : - Drs. Contoh : 8. Contoh : Muwa‟imah Jumal Latihan ini hampir sama dengan latihan yang lalu. Muwa‟imah Mufradat.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab b. Hendaklah dilakukan pada tingkat menengah dan lanjutan memilih materi latihan yang berupa teks pertengahan dan teks yang panjang. Ini baik diterangkan pada tingkat pemula. H. dan untuk memenuhi kurikulum. DEDENG ROSYIDIN. hanya bedanya. Muwa‟imah /Muwafiqah : Yaitu latihan dengan melakukan latihan penglihatan dan latihan membaca cepat. Kemudian disertai dengan pertanyaan-pertanyaan pada teks bacaan. disini murid dituntut membaca jumlah dengan sempurna. M. yang sesuia denga kemampuan siswa. .

2. 2.Memperkaya bahasa siswa dengan kata-kata baru. 6. . jika salah Drs. DEDENG ROSYIDIN. murid disuruh mengikuti secara bersama-sama.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab Cara mengajar teks Qira’ah 1. murid mengikuti bacaan guru dengan mata mereka terhadap teks yang dibaca guru. 4. guru memperhatikan bacaan murid. Guru minta murid secara perorangan menjawab pertanyaan. Guru menyuruh murid secara perorangan membaca teks.Melatih siswa supaya pandai berbicara dengan perkataan yang pasih.Supaya memperluas alam pikiran siswa-siswa. MUHADATSAH Tujuan Pelajaran Muhadatsah 1. murid mengikuti bacaan guru 5. M.Ag. atau mendengarkan kaset berulang-ulang. 5. 3. H. jika benar menjawab 4. Yaitu diawali mendengarkan teks dengan buku tertutup. 3. Guru membaca teks dari papan tulis / buku. tanpa persiapan.Supaya siswa pandai mengucapkan apa-apa yang terasa dalam hatinya atau apaapa yang dilihatnya dengan ucapan yang betul.Membiasakan siswa-siswa supaya berpikir secara logis dan tertulis. Guru membaca teks kalimat perkalimat dengan buku terbuka. Mendengarkan bacaan teks dengan buku terbuka. Guru bertanya dengan buku ditutup.

.Perkakas makan. 15.Nama-nama keluarga.Nama-nama perkakas (alat).Matahari dan bulan. 14.Bilangan. 13. dan sebagainya. 2. dan sebagainya. seperti bapak. paman.Anggota badan dan kesehatan. dan sebagainya. makan malam. memperkalikan.Peribadi mengajar dengan peribaadi siswa dan antara sesama siswa. makanan. seperti pisau.Nama-nama cacat. 9.Perubahan yang biasa sikerjakan oleh siswa. membaca. saudara laki-laki. 5.Sifat-sifat pondok dan rumah. duduk. gunting. seperti buta. pekak.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab Tingkat-tingkat Latihan Berbicara. Seperti berdiri. 16. ibu. 8. menit.Sifatr-sifat dan macam warna. minum. Metode mengajar muhadastah Drs. menulis. 6. makan.Ag. 11.Pekerjaan siswa-siswa tiap hari. H.Alat-alat dan pemandangan sekolah.Makan pagi (sarapan). siang dan malam. dan sebagainya. makan dluhur. bisu. dan sebagainya. 20. jam. menambah.Nama-nama hewan dan faedahnya. buah-buahan dan sayur-sayuran. M. 10.Menjawab dengan lisan pertanyaan-pertanyaan dalam kitab bacaan.Petani dan pekerjaanya. 3. dan perempuan. 21. 12.Nama-nama hari dan bulan. 4. DEDENG ROSYIDIN. dan sebagainya dengan menggunakan fiil mudlore dan amer. berjalan. Tingkat Pertama Ta‟bir lisan ialah muhadatsah (berbicara) tentang acara-acara sebagai berikut : 1. 7. mengurangi.

7.Ag. buku dibuka. Buku dibuka.Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Arab 1. DEDENG ROSYIDIN. guru membacakan hiwar dengan berulang dan baik. M. Guru menyuruh murid mendemontrasikan hiwar di antara mereka ditentuakn perannya. lalu bergiliran antar murid. 5. guru membacakan hiwar diikuti oleh kelompok. . hingga sampai kelompok akhir 6. Murid mendengarkan hiwar dengan buku tertutup. teks hiwar dibaca guru perbagian. 2. hiwar dilakukan dengan suara keras. Buku dibuka. Drs. guru membacakan teks hiwar. Guru membagi kelompok. guru membacakan hiwar. H. Murid disuruh mendengarkan. murid mengulangi bacaan guru. guru membacakan hiwar atau memutarkaset. buku ditutup. murid mendengarkan. Guru menyuruh murid atau dua orang murid mengikuti hiwar yang dibacakan guru. 4. dan dibaca berulang hingga dipahami murid 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->