GUGUS FUNGSI Para ahli kimia terdahulu menyebut senyawa organik untuk menyebut senyawa-senyawa yang terdapat

dalam tumbuhan dan binatang. Selanjutnya para ahli mengembangkan pengertian ini setelah menemukan bahwa semua senyawa organik memiliki kesamaan yaitu mengandung atom karbon. Senyawa organik merupakan penyusun sebagian besar minyak bumi, batu bara, protein, lemak, vitamin, dan enzim. Jumlah senyawa organik berjuta-juta. Atom karbon dalam senyawa tersebut terikat pada unsur lain terutama hidrogen, dan sejumlah unsur nonlogam termasuk oksigen, nitrogen, sulfur, dan halogen. Sifat-sifat senyawaan ditentukan terutama oleh gugus fungsionalnya. Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa organik yang paling sederhana. Hal ini disebabkan karena senyawa hidrokarbon hanya terdiri atas atom karbon dan hidrogen. Beberapa atom hidrogen dalam molekul hidrokarbon dapat diganti dengan atom oksigen atau gugus hidroksil. Atom atau gugus-gugus atom inilah yang menentukan sebagian besar sifat fisika dan kimia molekul itu. Atom atau gugus atom itu disebut sebagai gugus fungsional. Jadi yang dimaksud dengan gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom dengan susunan tertentu yang menentukan struktur dan sifat suatu senyawa. Senyawa-senyawa yang mempunyai gugus fungsi yang sama dikelompokkan ke dalam golongan yang sama. Gugus fungsi tersebut merupakan bagian yang paling reaktif jika senyawa tersebut bereaksi dengan senyawa lain. Perhatikan gugus fungsional dalam Tabel 7.1 berikut.

1. Alkohol Tahukah kamu bahan sehari-hari yang mengandung alkohol? Spiritus, merupakan contoh bahan yang mengandung alkohol. Alkohol merupakan turunan dari alkana. Struktur alkohol diperoleh dengan menggantikan satu atom H dengan gugus –OH. Penamaan alkohol juga disesuaikan dengan nama alkana yaitu dengan mengubah akhiran -a pada alkana dengan -ol. Misalkan metana menjadi metanol, etana menjadi etanol. Bagaimana rumus umum alkohol? Perhatikan contoh molekul alkohol berikut.

1) Tentukan rantai karbon terpanjang yang mengandung gugus OH. diberi nama alkil sesuai jumlah atom C. Jadi. maka diurutkan sesuai abjad. Nomor cabang–nama alkil–nomor gugus OH–nama rantai utama. Rumus umum alkohol dapat dituliskan seperti berikut.Jumlah atom C = 2. 3) Rantai utama diberi nomor dari ujung terdekat dengan gugus –OH. diberi nama sesuai dengan nama alkananya. Tata Nama Alkohol Sistem IUPAC digunakan dalam tata nama alkohol dengan aturan seperti berikut.4-dimetil. digunakan akhiran -diol. a. 2) Semua atom karbon di luar rantai utama dinamakan cabang. 2. tetapi huruf terakhir -a diganti dengan -ol. Dalam hal ini akhiran -a pada alkana rantai utama tetap dipakai. Rantai terpanjang pada contoh di atas mengandung 5 atom karbon. . Rantai terpanjang tersebut merupakan rantai utama.pentanol. -triol. dan 1 atom O. atom H = 6. alkohol tersebut mempunyai rumus molekul C2H6O. dan seterusnya. Jika cabang lebih dari satu jenis. Senyawa di atas diberi nama 3. 5) Jika terdapat lebih dari satu gugus OH pada molekul yang sama (polihidroksil alkohol). 4) Urutan pemberian nama alkohol adalah sebagai berikut. sehingga diberi nama pentanol.

yaitu etil di nomor 4 dan metil di nomor 3.2. Oleh karena itu. alkohol sekunder. Jadi. Oleh karena itu alkohol dibedakan menjadi tiga.heksanadiol. yaitu alkohol primer. senyawa di atas diberi nama 4-etil. Mengapa tidak terdapat alkohol kuartener? Mari kita pelajari lebih lanjut. Tata nama trivial atau nama lazim merupakan penamaan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. 1) Alkohol primer adalah alkohol dengan gugus –OH terikat pada atom C primer. 2) Alkohol sekunder adalah alkohol dengan gugus –OH terikat pada atom C sekunder.4. 3-metil. Berikut beberapa nama trivial dan sistem IUPAC untuk alkohol. terkadang dalam penamaan senyawa alkohol digunakan tata nama trivial. b. secara umum rumus struktur dari alkohol sekunder adalah seperti berikut. . Gugus –OH selalu diikat oleh CH. Klasifikasi Alkohol Klasifikasi alkohol didasarkan pada jenis atom C yang mengikat gugus –OH. Umumnya tata nama trivial alkohol dilakukan dengan menyebutkan nama alkil diakhiri dengan alkohol.Terdapat dua buah cabang. Rantai terpanjang terdapat 6 atom C (heksana) dan terdapat dua gugus OH di nomor 2 dan 4. untuk menjawab pertanyaan tersebut. Selain tata nama menurut IUPAC. dan alkohol tersier.

2-propanol . Siapkan tabung reaksi yang masing-masing diisi dengan: Tabung A : 2 mL n-propanol Tabung B : 2 mL 2-propanol Tabung C : 2 mL 2-metil. Identifikasi Alkohol A.3) Alkohol tersier adalah alkohol dengan gugus –OH terikat pada atom C tersier. sekunder.kawat kasa kan ZnCl2 anhidrat dalam HCl pekat) C.pemanas spiritus – 2-propanol . B.stopwatch – n-propanol . . Alat dan Bahan . Gugus –OH selalu diikat oleh C.gelas ukur – tabung reaksi . Catat warna larutan sebelum ditambah pereaksi lucas. Untuk mengidentifikasi alkohol primer. 3. Tujuan Mengidentifikasi alkohol primer.pipet tetes – 2-metil. Cara Kerja 1.gelas kimia – rak tabung reaksi . dan tersier lakukan kegiatan berikut. 2-propanol 2.kaki tiga – pereaksi lucas (dibuat dengan melarut. sekunder. dan tersier dengan pereaksi lucas. Oleh karena itu secara umum rumus struktur dari alkohol tersier adalah seperti berikut. Tambahkan 1 mL pereaksi lucas pada masing-masing tabung reaksi tersebut.

Amati perubahan yang terjadi dan catat waktu perubahannya. dan O = 1. Perhatikan rumus molekul etoksi etana di atas. Gugus alkil dapat sama tetapi dapat juga berbeda. Analisa Percobaan 1. Tata nama dengan nama trivial dilakukan dengan menyebutkan nama alkil sesuai urutan abjad dan diakhiri eter. Secara umum rumus molekul eter adalah seperti berikut. Perhatikan tata nama senyawa eter berikut. Panaskan ketiga tabung tersebut dalam penangas air. rumus molekul eter dapat dituliskan seperti Berikut Gugus fungsi – O – terikat pada dua gugus alkil. Menurut sistem IUPAC eter disebut juga alkoksi alkana. Secara umum. Eter (Alkoksi Alkana) Eter atau alkoksi alkana terbentuk dari dua alkohol yang bereaksi dengan melepaskan molekul air. Tata nama menurut IUPAC dilakukan dengan menetapkan alkil yang lebih kecil sebagai alkoksi dan alkil yang lebih besar sebagai alkana. 5. Jika kedua alkil sama digunakan awalan -di. Tuliskan persamaan reaksi pada percobaan di atas! 2. Amati perubahan yang terjadi pada ketiga tabung reaksi tersebut dan catat waktu perubahannya. 2-propanol dipanaskan dengan pereaksi lucas! Apakah terjadi endapan? 2. . Tuliskan perubahan yang terjadi saat 2-metil. Jika dituliskan rumus molekulnya adalah C4H10O. D. H = 10. Jumlah atom C = 4.4. Hasil Percobaan E. Tata Nama Eter Tata nama eter dapat dilakukan dengan sistem IUPAC dan nama trivial. a.

Bagaimana tata nama aldehida? Tata nama aldehida dilakukan dengan dua cara yaitu menurut sistem IUPAC dan nama trivial. Aldehida Aldehida atau alkanal merupakan gugus karbonil yang terikat pada atom hidrogen dan gugus hidrokarbon (CHO). H = 4. Secara umum rumus molekul aldehida adalah seperti berikut. Jika dituliskan rumus molekulnya adalah C2H4O. Tata nama aldehida berdasarkan sistem IUPAC diturunkan dari nama alkana induknya dengan mengubah huruf terakhir –a pada alkana dengan huruf -al untuk aldehida. 3. Keisomeran Eter Eter dengan rumus umum R – O – R’ mempunyai keisomeran fungsi dengan alkohol (R – OH). Tentukan rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi. dan O = 1. Penomoran selalu dari atom C pada gugus fungsi sehingga atom karbon pada gugus –CHO selalu memiliki nomor 1. Perhatikan contoh di atas! Jumlah atom C = 2. .b.

Keton Keton atau alkanon merupakan gugus fungsi yang mengandung gugus karbonil (C = O) yang diikat oleh dua gugus alkil.Tata nama trivial senyawa aldehida diambilkan dari nama asam karboksilat induknya dengan mengubah asam-at menjadi akhiran aldehida. Misalnya asam asetat menjadi asetaldehid. Perhatikan contoh berikut! . 4. Perhatikan tata nama IUPAC dan trivial dari beberapa senyawa aldehida berikut.

Isomer Gugus Fungsi Keton Keton dapat berisomeri kerangka. Tata nama trivial keton. Penomoran dimulai dari ujung terdekat gugus fungsi. Tata Nama Keton Tata nama untuk keton menurut sistem IUPAC yaitu dengan mengubah akhiran -a pada alkana dengan huruf -on. keton dan aldehida merupakan isomer fungsional. a. Tentukan rantai terpanjang yang melewati gugus fungsi –CO–. . posisi atau fungsi. b. diambilkan dari nama alkil yang melekat pada gugus karbonil kemudian ditambahkan kata keton. Perhatikan tata nama IUPAC dan trivial dari keton pada tabel berikut.Rumus molekul keton sama dengan rumus molekul aldehida. Oleh karena itu.

yaitu sistem IUPAC dan nama trivial.1) Isomer kerangka terjadi karena perbedaan kerangka atom karbonnya. Penomoran selalu dari atom C gugus fungsi sehingga atom karbon pada gugus –COOH selalu memiliki nomor 1. 2) Isomer posisi terjadi karena perbedaan letak gugus karbonil. . Tata nama asam karboksilat berdasarkan sistem IUPAC diturunkan dari nama alkana induknya dengan memberi awalan asam dan mengubah akhiran -a pada alkana dengan -oat. dapat disimpulkan bahwa rumus umum asam karboksilat adalah seperti berikut. 3) Isomer fungsi terjadi karena memiliki rumus molekul sama. Asam Karboksilat Asam karboksilat mempunyai gugus fungsi berupa gugus Dari struktur senyawa pada contoh di atas. 5. Tentukan rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi. Bagaimana tata nama asam karbosilat? Tata nama asam karboksilat dapat dilakukan dengan dua cara.

. nama trivialnya asam formiat atau asam semut (formica dalam bahasa Latin berarti semut).Adapun tata nama trivial asam karboksilat diambilkan dari sumber asam karboksilat tersebut. secara umum struktur dari ester dapat dituliskan seperti berikut. Adapun tata nama trivial ester disesuaikan dengan tata nama trivial karboksilat. Beberapa nama menurut IUPAC dan nama trivial asam karboksilat dapat kamu lihat pada tabel berikut. Misalnya asam metanoat. 6. Bagaimana penamaan ester? Penamaan ester menurut IUPAC dilakukan dengan menyebutkan terlebih dahulu alkil yang melekat pada gugus karbonil kemudian nama karboksilatnya. karena asam metanoat ditemukan pada semut merah. Ester Ester merupakan senyawa yang diturunkan dari asam karboksilat dengan mengganti hidrogen pada gugus hidroksilnya dengan gugus hidrokarbon. Ester disebut juga alkil alkanoat. Oleh karena itu.

Apabila dalam senyawa haloalkana terdapat lebih dari satu zat halogen. Bagaimana penamaan haloalkana? Tata nama senyawa haloalkana menggunakan nama IUPAC dan nama trivial. Tata nama menurut IUPAC digunakan rumus sebagai berikut. maka pemberian namanya diurutkan menurut abjadnya. Cl. Haloalkana Haloalkana terbentuk karena reaksi senyawa alkana dengan unsur golongan halogen (F. . Senyawa halogen organik diciptakan di laboratorium melalui reaksi substitusi dan eaksi eliminasi. Br. Tata nama trivial biasanya digunakan dalam perdagangan. dan I).7.

Wening. Kimia untuk SMA dan MA kelas XII. Sumber : Sukmanawati. Perhatikan nama IUPAC dan nama trivial senyawa haloalkana berikut. Jakarta : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009.Senyawa tersebut disebut dengan gas freon. . h. 143 – 156.

2009. 143 ± 156. h. Sumber : Sukmanawati.Senyawa tersebut disebut dengan gas freon. Kimia untuk SMA dan MA kelas XII. Perhatikan nama IUPAC dan nama trivial senyawa haloalkana berikut. Wening. . Jakarta : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful