P. 1
larutan_asam_dan_basa

larutan_asam_dan_basa

|Views: 254|Likes:
Published by Toshio Bidam

More info:

Published by: Toshio Bidam on Apr 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. Deskripsi
  • B. Prasyarat
  • C. Petunjuk Penggunaan Modul
  • D. Tujuan Akhir
  • E. Kompetensi
  • F. Cek kemampuan
  • B. KEGIATAN BELAJAR
  • 1. Kegiatan Belajar 1
  • a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
  • b. Uraian Materi
  • c. Rangkuman
  • d. Tugas
  • e. Tes Formatif
  • f. Kunci Jawaban
  • g. Lembar Kerja
  • 2. Kegiatan Belajar 2
  • a. Tujuan kegiatan pembelajaran
  • c. Rangkuman
  • d. Tugas
  • e. Tes Formatif
  • f. Kunci Jawaban
  • g. Lembar Kerja
  • BAB III. EVALUASI
  • A. Tes Tertulis
  • KUNCI JAWABAN
  • A. TES TERTULIS
  • B. LEMBAR PENILAIAN TES PRAKTEK
  • DAFTAR PUSTAKA

Kode KIM.

06

Larutan Asam dan Basa

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004

Kim. 06. Larutan Asam dan Basa

i

Kode KIM. 06

Larutan Asa dan Basa

Penyusun:

Dra. Utiya Azizah, M. Pd.
Editor
Drs. Sukarmin, M. Pd. Dra. Heny Subandiyah, M. Hum.

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004

Kim. 06. Larutan Asam dan Basa

ii

Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan hidayah-Nya, kami dapat menyusun bahan ajar modul manual untuk SMK Bidang Adaptif, yakni mata pelajaran Fisika, Kimia dan Matematika. Modul yang disusun ini menggunakan pendekatan pembelajaran berdasarkan kompetensi, sebagai konsekuensi logis dari Kurikulum SMK Edisi 2004 yang menggunakan pendekatan kompetensi (CBT: Competency Based Training). Sumber dan bahan ajar pokok Kurikulum SMK Edisi 2004 adalah modul, baik modul manual maupun interaktif dengan mengacu pada Standar Kompetensi Nasional (SKN) atau standarisasi pada dunia kerja dan industri. Dengan modul ini, diharapkan digunakan sebagai sumber belajar pokok oleh peserta diklat untuk mencapai kompetensi kerja standar yang diharapkan dunia kerja dan industri. Modul ini disusun melalui beberapa tahapan proses, yakni mulai dari penyiapan materi modul, penyusunan naskah secara tertulis, kemudian disetting dengan bantuan alat-alat komputer, serta divalidasi dan diujicobakan empirik secara terbatas. Validasi dilakukan dengan teknik telaah ahli (expertjudgment), sementara ujicoba empirik dilakukan pada beberapa peserta diklat SMK. Harapannya, modul yang telah disusun ini merupakan bahan dan sumber belajar yang berbobot untuk membekali peserta diklat kompetensi kerja yang diharapkan. Namun demikian, karena dinamika perubahan sain dan teknologi di industri begitu cepat terjadi, maka modul ini masih akan selalu dimintakan masukan untuk bahan perbaikan atau direvisi agar supaya selalu relevan dengan kondisi lapangan. Pekerjaan berat ini dapat terselesaikan, tentu dengan banyaknya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak yang perlu diberikan penghargaan dan ucapan terima kasih. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini tidak berlebihan bilamana disampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang
Kim. 06. Larutan Asam dan Basa

iii

terutama tim penyusun modul (penulis. Diharapkan para pemakai berpegang pada azas keterlaksanaan. kesesuaian dan fleksibilitas. tenaga komputerisasi modul. n. 06. Fisika. khususnya peserta diklat SMK Bidang Adaptif untuk mata pelajaran Matematika. Larutan Asam dan Basa iv . M. Sc. Jakarta. Kami mengharapkan saran dan kritik dari para pakar di bidang psikologi. Demikian. Kimia. Ir. semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua. praktisi dunia usaha dan industri. tenaga. Dr. NIP 130 675 814 Kim.sebesar-besarnya kepada berbagai pihak. dan pikiran untuk menyelesaikan penyusunan modul ini. dan pakar akademik sebagai bahan untuk melakukan peningkatan kualitas modul. editor. atau praktisi yang sedang mengembangkan modul pembelajaran untuk SMK. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan. pengorbanan waktu. dengan mengacu pada perkembangan IPTEK pada dunia usaha dan industri dan potensi SMK dan dukungan dunia usaha industri dalam rangka membekali kompetensi yang terstandar pada peserta diklat. Desember 2004 a. tenaga ahli desain grafis) atas dedikasi. Gatot Hari Priowirjanto.

Kata Pengantar Modul Kimia untuk siswa SMK ini disusun dengan mengacu kepada kurikulum SMK Edisi 2004. Surabaya. Bagi sekolah menengah kejuruan. padat informasi. dan mudah dipahami oleh siswa sehingga proses pembelajaran yang tepat guna akan dapat dicapai. Untuk membuat suatu larutan diperlukan pengetahuan mengenai macam-macam larutan. Larutan Asam dan Basa v . Bagi siswa. modul merupakan media informasi yang dirasakan efektif. beserta pH dan pOHnya. diharapkan modul ini dapat meringankan tugas guru dalam mengajar. Desember 2004 Penyusun Utiya Azizah konsentrasi Kim. Tak lupa juga kami mengharapkan kritik dan masukan dari para pemakai dan pemerhati buku pelajaran. Modul merupakan salah satu media yang sesuai dan tepat untuk mencapai suatu tujuan tertentu pada setiap pembelajaran. selain dapat dipakai sebagai sumber belajar. Selain itu akan dipelajari juga klasifikasi larutan asam. 06. basa dan garam berdasarkan sifat-sifatnya. Dalam modul ini akan dipelajari mengenai jenis-jenis larutan berdasarkan tingkat kelarutan. karena isinya yang singkat. sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. dan dapat membuat siswa belajar kimia dengan senang. Semoga modul ini bermanfaat bagi siswa khususnya. konsentrasi larutan dan daya hantar listrik. Akhir kata. modul juga dapat dijadikan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan tertentu.

........ Kunci Jawaban .................................................... ix Glosary ................. 6 1......................................................................................................................................................................... Lembar kerja .... Kunci Jawaban .......... e.. Tes Formatif ........................................................ b........... 26 26 47 48 48 49 50 vi Kim............................................................................................................ F........................ Tujuan Kegiatan Pembelajaran......... 06....................... Rangkuman ............................... f..... e............. g...... Cek Kemampuan................................................... c.. 1 1 2 2 3 4 II................................ vi Peta Kedudukan Modul ........ 6 6 19 19 20 21 23 2...................... g..................................................................................................... Prasyarat .................................. 6 a................................... Petunjuk Penggunaan Modul ....... Uraian Materi ............................................................... c..... Kegiatan Belajar..................................................................................................................... Kegiatan Belajar 1................................................... 26 a............................................................... C...................................................... Rangkuman .................................... E......................................................................... Tugas .... Tugas .................... d.......... viii Daftar Judul Modul....................................................... iii Kata Pengantar ............. ii Kata Pengantar .................. Tujuan Kegiatan Pembelajaran................................ D....................................................................................... Uraian Materi ....................................................................................... Tes Formatif ...................................................................................... d............................. Rencana Belajar Peserta Diklat................................................. f......................... Kegiatan Belajar 2 ....................... v Daftar Isi .......... Deskripsi .............................. x I.... Lembar kerja ............................. b.............................................. PEMBELAJARAN A.....................Daftar Isi ? ? ? ? ? ? ? ? Halaman Sampul....................................... Tujuan Akhir............................. 5 B..................................... Larutan Asam dan Basa ..................... Kompetensi ......................................................................................................... B.............. i Halaman Francis ........ PENDAHULUAN A...............

................ 60 Kim... 52 B............................ EVALUASI ...................................................................................... 06.......... 54 A.............................. PENUTUP .......................................................... 54 B.... 59 DAFTAR PUSTAKA ...................................... 53 KUNCI JAWABAN............... 57 IV...... Tes tertulis ............................................................................................ Larutan Asam dan Basa vii ................................................. Tes Praktik ..............................III............ Lembar Penilaian Tes Praktik ................................... Tes tertulis ................................................ 52 A...................................

06.Peta Kedudukan Modul MATERI DAN PERUBAHAN LAMBANG UNSUR DAN PERSAMAAN REAKSI STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK KONSEP MOL IKATAN KIMIA DAN TATANANNYA LARUTAN ASAM BASA REDOKS PENCEMARAN LINGKUNGAN THERMOKIMIA HIDROKARBON DAN MINYAK BUMI LAJU REAKSI SENYAWA KARBON KESETIM BANGAN POLIMER ELEKTROKIMIA KIMIA LINGKUNGAN Kim. Larutan Asam dan Basa viii .

12 KIM. 13 KIM. Larutan Asam dan Basa ix . 07 KIM. 10 KIM. 02 KIM. 03 KIM. 08 KIM. 14 KIM. 04 KIM. 01 KIM.Daftar Judul Modul No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kode Modul KIM. 06. 16 Judul Modul Materi dan Perubahannya Lambang Unsur dan Persamaan Reaksi Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur Konsep Mol Ikatan Kimia Larutan Asam Basa Reaksi Oksidasi dan Reduksi Pencemaran Lingkungan Termokimia Laju Reaksi Kesetimbangan Kimia Elektrokimia Hidrokarbon dan Minyak Bumi Senyawa Karbon Polimer Kimia Lingkungan Kim. 11 KIM. 09 KIM. 15 KIM. 06 KIM. 05 KIM.

Glossary ISTILAH Larutan Solvasi Kelarutan Larutan elektrolit Larutan non elektrolit Larutan elektrolit kuat Larutan elektrolit lemah asam basa Garam pH Persen berat Persen volume Fraksi mol Molaritas Molalitas Normalitas KETERANGAN Campuran homogen yang memiliki komposisi merata atau serba sama diseluruh bagian volumenya Interaksi antara zat terlarut dengan pelarut yang samasama bersifat polar Banyaknya zat terlarut maksimal yang dapat larut dalam jumlah tertentu pelarut pada temperatur konstan Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Zat-zat yang dalam air melepaskan ion hidronium (H3O +) Zat-zat yang dalam air melepaskan ion hidroksida (OH-) Senyawa yang terbentuk dari ion negatif sisa asam dan ion positif sisa basa Derajat keasaman suatu asam yang dinyatakan dengan konsentrasi ion hidronium (H 3O+) Perbandingan massa zat terlarut dengan massa larutan Perbandingan volume zat terlarut dengan volume larutan Perbandingan mol salah satu komponen dengan jumlah mol semua komponen Jumlah mol spesi zat terlarut dalam satu liter larutan Jumlah mol zat terlarut dalam 1000 g pelarut Jumlah ekivalen zat terlarut dalam tiap liter larutan Kim. 06. karena terdapat ion-ion dalam larutan Larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan baik. karena zat terlarut terurai sebagian (? << 1) menjadi ion-ion sehingga dalam larutan tersebut sedikit mengandung ion. Larutan Asam dan Basa x . karena zat terlarutnya terurai sempurna (derajat ionisasi ? = 1) menjadi ion-ion sehingga dalam larutan tersebut banyak mengandung ion-ion. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan lemah.

molaritas. Umumnya larutan asam dan basa bersifat elektrolit. Dalam pembuatan larutan diperlukan macam-macam konsentrasi. Kim. diantaranya persen berat. Banyaknya zat terlarut maksimal yang dapat larut dalam jumlah tertentu pelarut pada temperatur konstan disebut kelarutan. Deskripsi Dalam modul ini Anda akan mempelajari tentang larutan elektrolit dan non elektrolit.BAB I. larutan basa dan larutan garam. Larutan Asam dan Basa 1 . Kelarutan suatu zat tergantung pada sifat zat tersebut. larutan tidak jenuh dan larutan lewat jenuh. part per million (ppm). larutan asam. Berdasarkan komposisi zat terlarut dan pelarut yang menyusun larutan. persen volume. sedangkan reaksi antara asam dan basa akan menghasilkan garam. Prasyarat Agar dapat mempelajari modul ini Anda harus memahami lambang unsur dan persamaan reaksi. dan normalitas. volume pelarut. PENDAHULUAN A. fraksi mol. suhu dan tekanan. yaitu campuran yang memiliki komposisi merata atau serba sama di seluruh bagian volumenya. larutan dibagi menjadi dua yaitu larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dan larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. 06. Berdasarkan sifat daya hantar listriknya. serta konsentrasi larutan. Larutan merupakan campuran yang homogen. dapat dibedakan larutan jenuh. B. dan konsep mol.

2. 3. o Menjelaskan perbedaan pH dan pOH. pahami setiap materi teori dasar yang akan menunjang penguasaan suatu pekerjaan dengan membaca secara teliti. o Menerapkan macam-macam konsentrasi dalam pembuatan larutan. sehingga diperoleh hasil yang maksimal. Pelajari daftar isi serta skema kedudukan modul dengan cermat dan teliti karena dalam skema modul akan nampak kedudukan modul yang sedang Anda pelajari ini diantara modul-modul yang lain. konsentrasi. 06. 4. Petunjuk Penggunaan Modul 1. kerjakan tugas tersebut dengan baik dan jika perlu konsultasikan hasil tersebut pada guru/instruktur. larutan basa. Bacalah referensi yang lain yang berhubungan dengan materi modul agar Anda mendapatkan pengetahuan tambahan. dan daya hantar larutan. Catatlah kesulitan yang Anda dapatkan dalam modul ini untuk ditanyakan pada guru pada saat kegiatan tatap muka. D. 5. o Memberikan contoh reaksi penggaraman. o Mengklasifikasikan larutan berdasarkan sifat kelarutan. o Menjelaskan perbedaan larutan asam. o Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan. maka kerjakan evaluasi tersebut sebagai sarana latihan. Tujuan Akhir Setelah mempelajari modul ini diharapkan anda dapat: o Menjelaskan pengertian larutan. Perhatikan langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan dengan benar untuk mempermudah dalam memahami suatu proses pekerjaan. o Menjelaskan perbedaan larutan elektrolit dan non elektrolit. dan larutan garam. Kim. 6.C. Bila terdapat penugasan. Jawablah tes formatif dengan jawaban yang singkat dan jelas serta kerjakan sesuai dengan kemampuan Anda setelah mempelajari modul ini. Larutan Asam dan Basa 2 . Apabila terdapat evaluasi.

basa dan garam ? Mengklasifikasikan asam. basa dan garam ? Reaksi penggaraman ? Macam-macam konsentrasi ? pH. Asam. Klasifikasi larutan : LARUTAN ASAM DAN BASA : Program Adaptif : KIMIA/KIM.E. kelarutan jenis-jenisnya ? Jenis-jenis larutan dan sifat-sifat berdasarkan konsentrasi larutan larutan dan daya hantar listrik ? Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan zat ? Contoh larutan elektrolit dan ? Praktek non elektrolit pengaruh larutan elektrolit terhadap arus listrik ? Menyebutkan rumus kimia asam. basa dan garam ? Mereaksikan penggaraman ? Membuat larutan dengan konsentrasi tertentu 4. pOH ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Kritis Jujur Obyektif Bekerjasama Cermat Teliti Kritis Jujur Obyektif Bekerjasama Cermat Teliti Kritis Jujur Obyektif Cermat Teliti ? Pengertian tentang pH dan pOH ? Dapat membuat macammacam konsentrasi larutan ? Praktek membuat larutan dengan konsentrasi tertentu Kim. Larutan elektrolit dan non elelktrolit ? Mengklasifikasikan larutan elektrolit dan non elektrolit ? Larutan elektrolit dan non elektrolit 3. Larutan Asam dan Basa 3 . 06 : 20 jam @ 45 menit LINGKUP BELAJAR ? Larutan ? Jenis-jenis larutan ? Macam-macam pelarut ? Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan zat ? ? ? ? ? ? SIKAP Kritis Jujur Obyektif Bekerjasama Cermat Teliti MATERI POKOK PEMBELAJARAN PENGETAHUAN KETERAMPILAN ? Pengertian larutan ? Kemampuan ? Jenis-jenis larutan mendeskripsikan berdasarkan tingkat tentang larutan. Konsentrasi Larutan ? Asam. 06. basa dan garam ? Mereaksikan penggaraman ? Praktek mereaksikan penggaraman KRITERIA KINERJA ? Mengklasifikasikan larutan berdasarkan sifat-sifatnya 2. Kompetensi Kompetensi Program Keahlian Matadiklat/Kode Durasi Pembelajaran SUB KOMPETENSI 1. basa dan garam ? Sifat-sifat asam.

Jelaskan pengertian larutan! 2. Cek kemampuan 1. Jelaskan perbedaan pH dan pOH! 8. Bagaimana penerapan macam-macam konsentrasi dalam pembuatan larutan? Kim. Jelaskan perbedaan larutan asam. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan! 4. larutan basa. dan daya hantar larutan! 3. Klasifikasikan larutan berdasarkan sifat kelarutan.F. Berikan contoh reaksi penggaraman! 7. 06. dan larutan garam! 6. Jelaskan perbedaan larutan elektrolit dan non elektrolit! 5. konsentrasi. Larutan Asam dan Basa 4 .

BAB II. Jika ada perubahan dari rencana semula. berilah alasannya kemudian mintalah tanda tangan kepada guru atau instruktur anda. 06. Larutan elektrolit dan non elektrolit 3. Konsentrasi larutan Tulislah semua jenis kegiatan yang anda lakukan di dalam tabel kegiatan di bawah ini. PEMBELAJARAN A. Asam. basa dan garam 4. Larutan Asam dan Basa 5 . RENCANA BELAJAR SISWA Kompetensi Sub Kompetensi : Larutan Asam dan Basa : 1. Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan perubahan Tandatangan Guru Kim. Klassifikasi larutan 2.

faktor-faktor yang mempengaruhii b.B. Menjelaskan faktor penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik. Uraian Materi Pengertian Larutan Pernahkah Anda membuat sirup? Sirup dapat dibuat dengan mencampurkan gula pasir dan air. Melakukan percobaan mengenai kelarutan. Mengklasifikasikan larutan berdasarkan tingkat kelarutan. Larutan Asam dan Basa 6 . ukuran zat terhadap kelarutan suatu zat berdasarkan data percobaan. Mengklasifikasikan larutan elektrolit lemah dan elektrolit kuat. KEGIATAN BELAJAR 1. bagaimana rasanya? Apakah ada perbedaan rasa? Amati warna sirup di seluruh bagian. Menyimpulkan pengaruh variabel suhu. Kim. Tujuan Kegiatan Pembelajaran Setelah mempelajari kegiatan belajar 1. apakah ada perbedaan? Sirup merupakan salah satu contoh larutan. Kegiatan Belajar 1 a. 06. Dengan bantuan sedotan. pengadukan. tengah gelas dan permukaan gelas. Mengklasifikasikan larutan elektrolit dan non elektrolit. Apabila gula pasir dimasukkan dalam air dan diaduk maka padatan gula pasir akan menghilang. Menyimpulkan sifat daya hantar listrik larutan elektrolit dan non elektrolit. diharapkan anda dapat: Mengklasifikasikan larutan berdasarkan konsentrasi larutan. Kemanakah perginya gula pasir? Ambillah segelas air sirup. rasakan sirup dibagian dasar gelas.

Meskipun larutan dapat mengandung banyak komponen. Komponen dari larutan biner yaitu zat terlarut dan pelarut yang dapat dilihat dalam Tabel 1. air merupakan pelarut sedangkan gula merupakan zat terlarut. Tabel 1. (b) Zat terlarut membentuk zat tersolvasi dengan pelarut. Zat terlarut merupakan komponen yang jumlahnya sedikit. semua campuran gas Karbon dioksida dalam air Hidrogen dalam platina Alkohol dalam air Raksa dalam tembaga Perak dalam platina Garam dalam air Proses Pembentukan Larutan Proses terjadinya suatu larutan dapat mengikuti salah satu mekanisme berikut: (a) Zat terlarut bereaksi secara kimia dengan pelarut dan membentuk zat yang baru. Apa saja komponen dari larutan? Suatu larutan mengandung dua komponen atau lebih yang disebut zat terlarut (solut) dan pelarut (solven). tetapi pada pembahasan materi ini dibatasi hanya larutan dengan dua macam komponen yaitu larutan biner. Larutan Asam dan Basa 7 . 06. yaitu campuran yang memiliki komposisi merata atau serba sama di seluruh bagian volumenya. Contoh larutan biner Zat terlarut Gas Gas Gas Cair Cair Padat Padat Pelarut Gas Cair Padat Cair Padat Padat Cair Contoh Udara.Larutan merupakan campuran yang homogen. Pada contoh di atas. Kim. (c) Terbentuknya larutan berdasarkan dispersi. sedangkan pelarut adalah komponen yang terdapat dalam jumlah banyak.

Reaksi kimia dengan pelarut dapat terjadi apabila ada interaksi antara pelarut dan zat terlarut dengan pemutusan satu atau lebih ikatan kimia. Contoh dari gejala ini adalah: P2O 5 + 3H2O ? 2 H 3PO4 NH3 + H2O ? NH4OH Pada contoh diatas terbentuk sistem homogen tetapi sifat kimia zat terlarut berubah. Golongan yang kedua, masih menunjukkan adanya antaraksi antarpelarut dan zat terlarut, tetapi tidak sekuat golongan yang pertama dan tidak disertai perubahan sifat dari zat terlarut. Antaraksi yang terjadi ialah bentuk solvasi, dan dinamakan hidratasi jika pelarutnya air. Solvasi biasanya disebabkan karena adanya antaraksi antara pelarut polar terhadap zat terlarut yang polar pula, seperti bila garam NaCl dilarutkan dalam air (lihat Gambar 1). Molekul air sebagai dwikutub mengelilingi ion-ion Na+ dan Cl - seperti tampak pada Gambar. Dalam hal ini dikatakan ion-ion Na+ dan Cl- dalam kedaan tersolvasi. Solvasi dapat pula terjadi antara molekul yang polar, misalnya etanol C2H5OH dengan air. Oleh dalam air. Sedangkan, proses terjadinya larutan berdasarkan dispersi dapat ditunjukkan oleh CCl4 dan benzena. Kedua molekul ini non polar sehingga tidak ada gaya tarik menarik antara kedua zat tersebut. Kelarutan dalam hal ini disebabkan karena adanya kecenderungan dari benzena dan karbon tetraklorida untuk terdispersi sejauh mungkin. karena itu alkohol dapat larut

Kim. 06. Larutan Asam dan Basa

8

Oksigen pada molekul air bermuatan negatif secara parsial dan sisa hidrogennya bermuatan positif secara parsial. Sehingga bila NaCl larut dalam air, ion negatif (Cl -) akan berinteraksi dengan kutub positif hidrogen dari molekul air dan ion positif (Na+) akan berinteraksi dengan kutub negatif oksigen dari molekul air yang lain.

(a) Ion Na+ tersolvasi oleh air sebagai dwi kutub dan (b) Ion Cl –tersolvasi oleh air sebagai dwikutub ?

Gambar 1. Proses pelarutan NaCl dalam air

Jenis-jenis Larutan
Bermacam-macam larutan dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkat kelarutan, konsentrasi zat terlarut dan daya hantar listrik. Berikut kita bahas jenis larutan berdasarkan konsentrasi zat terlarut, kelarutan daya hantar larutan secara terpisah. 1. Konsentrasi Zat Terlarut Apakah Anda pernah membuat teh pada pagi atau sore hari? Teh bagaimana yang Anda inginkan, yang pekat atau yang encer? Bila Anda senang teh yang pekat, pasti banyak ekstrak teh yang Anda larutkan dalam pelarut air, sebaliknya bila Anda senang teh encer, hanya sedikit ekstrak teh yang Anda larutkan dalam air.
Kim. 06. Larutan Asam dan Basa

9

Gambar 2 Lerutan teh pekat (a) dan larutan teh encer (b) (a) (b)

Dalam pembuatan larutan di laboratorium, kita kenal istilah “konsentrasi”. Bila larutan pekat berarti konsentrasinya tinggi, dan bila larutan encer berarti larutan tersebut mempunyai konsentrasi rendah. Larutan dengan konsentrasi tinggi berarti memerlukan lebih banyak zat terlarut daripada larutan dengan konsentrasi rendah. Lebih jelasnya perhatikan Gambar 3 untuk memvisualisasikan perbedaan larutan pekat dan larutan encer.

(a) Gambar 3 Visualisasi larutan pekat (a) dan larutan encer (b)

(b)

Kim. 06. Larutan Asam dan Basa

10

Terbentuknya kristal zat terlarut dalam larutan. Proses ini disebut rekristalisasi. volume pelarut. Kelarutan suatu zat tergantung pada suhu. banyaknya zat terlarut maksimal yang dapat larut dalam jumlah tertentu pelarut pada temperatur konstan disebut kelarutan. Maka dapat kita katakan bahwa kelarutan KIO 3 dalam air pada 00C adalah 4.3 g KIO3 dalam 100 g air pada 1000C tersebut. dan ukuran zat terlarut. Dari uraian di atas. 06. Perhatikan uraian berikut. Pada 1000C.6 g KIO 3 akan membentuk kristal dalam larutan. Suatu larutan dengan jumlah maksimum zat terlarut pada temperatur tertentu disebut larutan jenuh. Sedangkan suatu keadaan dengan zat terlarut lebih banyak dari pada pelarut. Jika larutan yang mengandung 32. disebut larutan tidak jenuh.2. Misalnya. larutan yang mengandung 2 g KIO3 dalam 100 g air pada 00C adalah larutan tidak jenuh. Kelarutan Pengertian Kelarutan Kita sering melarutkan suatu bahan untuk beberapa keperluan.74 g KIO 3 ke dalam air pada temperatur tersebut. Kadang-kadang ada bahan yang sukar larut dan ada juga bahan yang mudah larut. Kim. Jadi . terdapat kelebihan jumlah KIO3 yang tidak larut.74 g kalium iodat. kita dinginkan pada 00c.3 g per 100 g air. dapat terjadi bila kita menambahkan sedikit zat terlarut padat pada larutan lewat jenuh seperti ditunjukkan dalam Gambar 4. ternyata hanya 4. Sebelum mencapai titik jenuh.74 g per 100 g air. disebut larutan lewat jenuh. KIO 3 yang larut dalam 100 g air pada 00C. Umumnya zat terlarut larut dalam pelarut tertentu dan temperatur tertentu. Bila kita tambahkan 4. dan 27. kelarutan KIO 3 dalam air adalah 32. hanya 4.74 g KIO 3 yang masih dalam keadaan larut. Larutan Asam dan Basa 11 .

dapat diungkapkan bahwa kelarutan berbagai macam zat dalam air tidak sama. Jika kita sedang memasak sayur. bermacammacam bumbu kita masukkan untuk mendapatkan rasa yang sedap. Kelarutan Zat dalam Air pada Temperatur Kamar Zat Alkohol Garam Gula Oksigen Karbon dioksida Kelarutan (per 100 gram) Tidak terbatas 36 211 0. Larutan Asam dan Basa 12 . coba perhatikan Tabel 2 berikut. Di dalam tubuh kita pun air melarutkan makanan sehingga mudah dicerna. Anda pasti akan menemukan jawabannya. Bandingkan kelarutan gula dan garam dalam air. Tabel 2. faktor- Kim. Apakah semua zat melarut sama baiknya di dalam air? Untuk menjawab pertanyaan ini. Karena kemampuan yang tinggi dalam melarutkan zat. Selain suhu. 06.144 Berdasarkan Tabel 2 di atas. Mana yang lebih mudah melarut? Mengapa kelarutan zat berbeda-beda? Faktor-faktor apa yang mempengaruhinya? Perhatikan Gambar 5. air dinamakan sebagai “ pelarut universal”.0041 0. Rasa tersebut merupakan kombinasi rasa dari beberapa macam bumbu yang telah terlarut dalam air (kuah). Hal ini disebabkan karena air merupakan zat yang mudah di dapat dan mempunyai kemampuan tinggi untuk melarutkan zat.Gambar 4 Proses pembentukan kristal zat terlarut dari larutan lewat jenuh Pelarut yang sering digunakan adalah air.

dan KBr dapat dipisahkan dengan menyaring dalam keadaan panas. terlihat kelarutan KNO3 sangat berpengaruh oleh kenaikan suhu. Akibatnya kontak antara zat terlarut dengan pelarut menjadi lebih sering dan efektif. Demikian pula pada suhu tinggi partikel-partikel akan bergerak lebih cepat dibandingkan pada suhu rendah. maka kelarutan KNO3 lebih besar daripada KBr sehingga KBr lebih banyak mengkristal pada suhu tinggi. 06. sedangkan KBr kecil sekali. penggerusan secara mekanis (b) dan pemanasan (c) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kelarutan Suhu Suhu mempengaruhi kelarutan suatu zat. Jika campuran ini dimasukkan air panas. dan ukuran zat terlarut (luas permukaan sentuhan zat terlarut) (Gb. (a) (b) (c) Gambar 5. Pasti keadaan orang-orang tersebut akan berbeda. Larutan Asam dan Basa 13 . dari keadaan tenang menjadi saling berdesakan dan menyebar. Hal ini menyebabkan zat terlarut menjadi lebih mudah larut pada suhu tinggi. Perhatikan Gambar 6. Kim. Bayangkan dalam gedung bioskop yang banyak penonton sedang asyik menonton film dan tiba-tiba gedung tersebut terbakar. Kecepatan proses pelarutan dapat ditingkatkan melalui pengadukan (a). 5b).faktor yang mempengaruhi kelarutan adalah pengadukan (Gambar 5a).

Gambar 6 Kelarutan beberapa senyawa dalam air pada temperatur antara 00C sampai 1000C Jika kelarutan zat padat bertambah dengan kenaikan suhu. Gula halus lebih mudah larut daripada gula pasir. Semakin banyak jumlah pengadukan. Kim. Luas permukaan sentuhan zat terlarut dapat di diperbesar melalui proses pengadukan atau penggerusan secara mekanis. maka kelarutan gas berkurang bila suhu dinaikkan. karena gas menguap dan meninggalkan pelarut. Hal ini karena luas bidang sentuh gula halus lebih luas dari gula pasir. Minuman akan mengandung CO2 lebih banyak bila disimpan dalam lemari es dibandingkan di udara terbuka. Ikan akan mati dalam air panas karena kelarutan oksigen berkurang. Luas Permukaan Sentuhan Zat Kecepatan kelarutan dapat dipengaruhi juga oleh luas permukaan (besar kecilnya partikel zat terlarut). Larutan Asam dan Basa 14 . sehingga gula halus lebih mudah berinteraksi dengan air. maka zat terlarut umumnya menjadi lebih mudah larut. 06. Pengadukan Pengadukan juga menentukan kelarutan zat terlarut.

Tetapi jika dalam air ditambahkan gula pasir. maka larutan ini akan dapat menghantarkan listrik dengan baik. Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit Berdasarkan sifat daya hantar listriknya. larutan dibagi menjadi dua yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. Daya Hantar Listrik Dalam kehidupan sehari-hari mungkin Anda pernah menjumpai orang yang kurang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Dengan alat tersebut mereka memasukkan aliran listrik ke dalam air sungai atau air laut. yaitu menangkap ikan dengan menggunakan strom listrik. Contoh. Mengapa air sungai tersebut dapat menghantarkan a rus listrik dan ikan dapat tertraik oleh aliran listrik tersebut? Dalam air sungai terdapat zat-zat terlarut dan ternyata sebagian dari zat terlarut itu ada yang dapat menghantarkan arus listrik.3. Kim. Akan tetapi jika dalam air tersebut ditambahkan zat terlarut maka sifat daya hantarnya akan berubah sesua dengan jenis zat yang dilarutkan. larutan tersebut bersifat elektrolit. 06. Air murni merupakan penghantar listrik yang buruk. Jika dalam larutan terdapat ion. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Sifat elektrolit dan non elektrolit didasarkan pada keberadaan ion dalam larutan yang akan mengalirkan arus listrik. maka daya hantar listriknya tidak berbeda dengan air murni. Jika dalam larutan tersebut tidak terdapat ion larutan tersebut bersifat non elektrolit. jika dalam air ditambahkan garam dapur. Jika larutan menghantarkan arus listrik. Hal itu terbukti dengan adanya ikan yang mati akibat sengatan arus listrik. Hantaran listrik melalui larutan dapat dtunjukkan dengan alat uji elektrolit seperti pada Gambar 7. Larutan Asam dan Basa 15 . maka lampu dalam rangkaian tersebut akan menyala dan timbul gas atau endapan pada salah satu atau kedua elektroda.

larutan alkohol. air laut. (b) bila senyawa CH2O (formaldehida) tidak ada partikel bermuatan yang membawa arus. Perhatikan reaksi berikut. dan tidak ada arus listrik yang diamati (lampu mati) Contoh lain adalah. MgCl 2 dilarutkan dalam air dan voltase dihubungkan. Ion positif yang dihasilkan dinamakan kation dan ion negatif yang dihasilkan dinamakan anion. Contoh larutan non elektrolit adalah larutan gula. Perhatikan reaksi berikut: C12H22O 11(s) + H2O (l) ? C12H22O 11(aq) Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemukan contoh larutan elektrolit maupun non elektrolit. larutan glukosa. Larutan gula adalah contoh dari larutan non elektrolit. larutan urea. larutan asam sulfat. 06. air sungai. NaCl (s) + H2O (l) ? Na+ (aq) + Cl . larutan tawas. molekul-molekul gula tersebut tidak terurai menjadi ion tetapi hanya berubah wujud dari padat menjadi larutan. ion positif dan ion negatif membawa arus (lampu menyala).(aq) Bila gula dilarutkan dalam air. Larutan NaCl adalah contoh larutan elektrolit.Gambar 7 (a) Bila senyawa ion seperti magnesium klorida. Contoh larutan elektrolit: larutan garam dapur. larutan cuka makan. Kim. bila NaCl dilarutan dalam air akan terurai menjadi ion positif dan ion negatif. Larutan Asam dan Basa 16 .

redup atau bahkan tidak menyala dan gas yang terbentuk relatif sedikit. Larutan ini dinamakan elektrolit kuat. natrium klorida ? merupakan penghanhantar listrik yang kuat (a) ? asam asetat merupakan penghantar listrik yang lemah (b) Gambar 8 Perbedaan larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah Kim. Perhatikan hasil uji elektrolit yang ditunjukkan pada Gambar 8. Dari uraian di atas kita dapat golongkan larutan elektrolit menjadi dua macam. 06. larutan ini dinamakan elektrolit kuat. Sedangkan larutan elektrolit yang mempunyai daya hantar lemah meskipun konsentrasinya tinggi dinamakan elektrolit lemah. Beberapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik dengan baik meskipun konsentrasinya kecil. Larutan Asam dan Basa 17 . yaitu elektrolit kuat dan elektrolit lemah. sehingga lampu nyala. Beberapa larutan elektrolit dapat mengahantarkan listrik dengan baik sehingga lampu menyala terang dan gas yang terbentuk relatif banyak (Gambar 8a). (Gambar 8b). beberapa elektrolit yang lain dapat menghantarkan listrik tetapi kurang baik.Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah Daya hantar listrik larutan elektrolit bergantung pada jenis dan konsentrasinya. Pada larutan elektrolit lampu yang digunakan menyala dan timbul gas pada elektrodanya.

Tabel berikut menggambarkan larutan-larutan yang termasuk elektrolit kuat. Hal ini disebabklan karena zat terlarut akan terurai sebagian (? << 1) menjadi ion-ion sehingga dalam larutan tersebut sedikit mengandung ion. Klassifikasi Larutan Elektrolit Kuat HCl HNO3 HClO 4 H2SO 4 NaOH Ba(OH)2 Elektrolit Lemah CH3COOH HF HNO2 NH3 H2O Non Elektrolit (NH2)2CO (urea) CH3OH (metanol) C2H5OH (etanol) C6H12O 6 (glukosa) C12H22O 11 (sakharosa) Kim. Hal ini disebabkan karena zat terlarut akan terurai sempurna (derajat ionisasi ? = 1) menjadi ion-ion sehingga dalam larutan tersebut banyak mengandung ion-ion.(aq) Dari reaksi diatas jika 100 mol NaCl dilarutkan dalam air akan terbentuk 100 mol ion Na+ dan 100 mol ion Cl-. Larutan Asam dan Basa 18 . Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan lemah. Jadi jika 100 mol NaCl dilarutkan akan terbentuk 200 mol ion. Perhatikan reaksi berikut. NaCl (aq) ? 100 % ? ?? Na+ (aq) + Cl.Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan baik. elektrolit lemah dan non elektrolit. 06. Jika padatan NaCl dilarutkan dalam air maka NaCl akan terurai sempurna menjadi ion Na+ dan Cl-. Tabel 3. Sebagai contoh larutan NaCl.

? Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan lemah. ? Mekanisme dalam proses pembentukan suatu larutan adalah: (a) Zat terlarut bereaksi secara kimia dengan pelarut dan membentuk zat yang baru. ? ? Larutan dengan konsentrasi tinggi disebut larutan pekat. Tugas 1. terdiri dari dua komponen atau lebih yang disebut zat terlarut (solut) dan pelarut (solvent). Buat tabel untuk membedakan jenis-jenis larutan berdasarkan konsentrasi zat terlarut dan kelarutannya. ? ? ? Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutan Asam dan Basa 19 . sedangkan larutan dengan konsentrasi rendah disebut larutan encer. d. pengadukan dan luas permukaan zat. Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. (c) Terbentuknya larutan berdasarkan dispersi. Rangkuman ? Larutan adalah campuran zat-zat homogen. Kelarutan adalah banyaknya zat terlarut maksimal yang dapat larut dalam jumlah tertentu pelarut pada temperatur konstan. 2. 06. karena zat terlarut terurai sebagian (? << 1) menjadi ion-ion sehingga dalam larutan tersebut sedikit mengandung ion. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan suatu zat.c. Kim. tidak jenuh dan lewat jenuh. Kelarutan dipengaruhi oleh suhu. Suatu larutan dapat dibedakan sebagai larutan jenuh. Larutan e lektrolit kuat adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan baik. karena zat terlarutnya terurai sempurna (derajat ionisasi ? = 1) menjadi ion-ion sehingga dalam larutan tersebut banyak mengandung ion-ion. (b) Zat terlarut membentuk zat tersolvasi dengan pelarut. Jelaskan macam-macam proses pembentukan larutan! 3.

Apakah larutan jenuh. a. Bila dalam larutan terdapat kelebihan zat terlarut. Tes Formatif 1. tidak jenuh atau lewat jenuh? d. Dari dua macam pelarut. Larutan Asam dan Basa 20 . Jelaskan proses terbentuknya larutan melalui mekanisme ‘zat terlarut tersolvasi dengan pelarut. apakah berupa homogen atau heterogen? e. 06. Uraikan bagaimana pengaruh pengadukan. pelarut dan larutan? 2. sebagai berikut. Bila 170 g natrium asetat ditempatkan dalam 100 g air pada 00C. berapa banyak yang larut? b. Jelaskan perbedaan sifat daya hantar listrik dari larutan elektrolit dan larutan non elektrolit! 5. Data eksperimen daya hantar listrik beberapa larutan. dan tidak ada kristal yang kelihatan apakah sistem homogen atau heterogen? g. Apakah larutan bersifat jenuh. H2O 6. 6. Kim. tidak jenuh atau lewat jenuh? 4. Jika sistem ditingkatkan pada 1000C. yaitu amonia (NH3) atau sikloheksana (C 6H12) mana yang dapat melarutkan masing-masing zat terlarut berikut. larutan tersebut jenuh. suhu dan luas permukaan zat terhadap kelarutan suatu zat! 3. tidak jenuh atau lewat jenuh.4. a. AgCl b. Apa yang dimaksud dengan zat terlarut. Buat tabel untuk mengklasifikasikan sifat-sifat larutan elektrolit lemah dan elektrolit kuat. C10H8 c. 5. Jelaskan faktor penyebab larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik. Sistem tersebut homogen atau heterogen? c. Jumlah massa natrium asetat yang dapat larut dalam 100 g air adalah 119 g pada 00C dan 170 g pada 1000C. f. e. Bila sistem dengan hati-hati mendinginkan pada 00C.

d. c. Kelarutan suatu zat semakin tinggi bila jumlah pengadukan semakin banyak. No Jenis air Nyala lampu Pengamatan lain 1 Air laut Redup Ada gas 2 Air ledeng Ada gas 3 Air danau Sedikit terang Ada gas 4 Air sumur Redup Ada gas 5 Air suling Ada gas Dari data tersebut.Pengamatan Nyala lampu Gelembung gas 1 Terang Ada 2 Tidak menyala Tidak ada 3 Tidak menyala Ada 4 Tidak menyala Tidak ada 5 Redup Ada Berdasarkan data di atas. 2. Kunci Jawaban 1. semua 170 g zat terlarut larut. Zat terlarut adalah komponen dalam larutan yang jumlahnya lebih sedikit. klasifikasikan jenis-jenis larutan tersebut. 7. Hanya 119 g natrium asetat yang larut dalam 100 g air pada temperatur 00C. apa yang dapat Anda simpulkan? Larutan f. pelarut adalah komponen dalam larutan yang jumlahnya lebih banyak. 06. Data percobaan daya hantar listrik air dari berbagai sumber sebagai berikut. Sistem heterogen yaitu suatu campuran larutan dan sedikit kelebihan zat terlarut. dan larutan adalah campuran homogen dari zat terlarut dan pelarut. 3. Jawaban-jawaban sebagai berikut: a. Kim. dan sistem bersifat homogen. Larutan Asam dan Basa 21 . semakin tinggi suhu dan semakin luas permukaan sentuhan zat terhadap pelarut. Bila sistem dipanaskan pada 1000C. Larutan bersifat jenuh. b.

sistem dalam bentuk larutan. dan ion Cl. Solvasi umumnya disebabkan karena adanya interaksi antara pelarut polar terhadap zat terlarut polar juga. Larutan Asam dan Basa 22 . pembentukkan kristalisasi kelebihan natrium asetat. C10H8 lebih suka terlarut dalam pelarut non-polar C6H12. c. Larutan elektrolit lemah : Larutan 3 dan larutan 5. Homogen karena tidak ada kristal. g. H2O lebih suka terlarut dalam NH3. ion Na+ akan berinteraksi dengan kutub negatif oksigen. b. Daya hantar larutan elektrolit disebabkan oleh ion-ion hasil ionisasi elektrolit dalam larutannya. karena 170 g zat terlarut lebih besar dari 119 g yang stabil pada temperatur ini. Larutan elektrolit ketika dialiri arus listrik mengalami penguraian dengan menghasilkan gas (gelembung). akan membentuk muatan negatif dari oksigen dan muatan positif dari hidrogen. Sedangkan pelarut air (H2O). Bila kita letakkan kristal kecil natrium asetat ditambahkan. 06. Zat terlarut NaCl dalam air akan terionisasi menjadi ion Na+ dan ion Cl-. 5. 6. Larutan non elektrolit : Larutan 2 dan larutan 4. karena 170 g dalam 100 g air. Makin banyak ion-ion itu maka makin besar pula daya hantarnya. f. 4. Larutan elektrolit kuat : Larutan 1. 7. Sehingga.e.akan berinteraksi dengan kutub positif hidrogen. Kim. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa semua jenis air dalam data pengamatan bersifat elektrolit. a. AgCl lebih suka terlarut dalam pelarut polar NH3. yang maksimum dan stabil pada temperatur ini. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Artinya ion Na+ dan ion Cltelah tersolvasi oleh air. Larutan jenuh. Larutan lewat jenuh. Sebagai contoh bila garam NaCl dilarutkan dalam air. karena keduanya sama-sama polar dan mempunyai ikatan hidrogen.

..... Lakukan percobaan yang sama dengan menggunakan ukuran berat gula pasir dan volume air yang sama...... 2.. Catat banyaknya pengadukan sampai campuran melarut.. .. Percobaan 1 2 3 4 5 Suhu air (0C) Suhu kamar 300C 500C 700C 1000C Banyak adukan ... Catat hasil penyelidikanmu dalam tabel pengamatan... Masukkan 5 gram gula pasir ke dalam gelas kimia yang telah berisi air 50 mL.. . Larutan Asam dan Basa 23 .. 500C.. tetapi air yang digunakan dipanaskan dulu pada suhu masing-masing 300C. 06. berilah label nomor pada masing-masing gelas kimia. Kim. 4.. Lembar Kerja Pengaruh Suhu dan Ukuran Zat Terlarut Terhadap Kelarutan Zat Alat dan Bahan yang diperlukan: ? ? ? ? ? ? ? ? ? Gula pasir (kasar dan halus) Gelas kimia 100 mL (8 buah) Gelas ukur 50 mL Gelas ukur 10 mL Termometer Spatula Neraca Pembakar Kaki tiga dan Kasa Cara Kerja: Pengaruh Suhu Terhadap Kelarutan 1.. 3.....g... . Siapkan gelas kimia 5 buah... .. 70 0C dan 100 0C.......

.. berilah label nomor pada masing-masing gelas kimia. campuran mana yang membutuhkan jumlah adukan paling banyak untuk melarut? Campuran mana yang membutuhkan paling sedikit jumlah adukan untuk melarut? 2. Bagaimana pengaruh suhu pada proses pelarutan? 3. Siapkan gelas kimia 6 buah. Catat banyaknya pengadukan sampai campuran melarut. Larutan Asam dan Basa .. .. 06. Masukkan 1 sendok butiran gula pasir ke dalam gelas kimia yang telah berisi air 10 mL. Catat hasil penyelidikanmu dalam tabel pengamatan. Dalam percobaan pertama. 3. 2. Lakukan percobaan yang sama dengan menggunakan 1 sendok gula halus. Catat banyaknya pengadukan sampai campuran melarut. campuran mana yang membutuhkan jumlah adukan paling banyak untuk melarut? Campuran mana yang membutuhkan paling sedikit jumlah adukan untuk melarut? 4... Dalam percobaan kedua.Pengaruh Ukuran Zat Terlarut Terhadap Kelarutan Zat 1..... Bagaimana pengaruh Ukuran zat terlarut pada proses pelarutan? Uji Daya Hantar Listrik Larutan Alat dan Bahan yang diperlukan: ? ? ? ? ? ? ? ? Zat Gula pasir Gula halus Banyak adukan . 8 Gelas kimia 100 mL Gelas ukur Alat uji daya hantar listrik Larutan Gula Larutan Garam dapur Larutan NH4OH Larutan alkohol (C 2H5OH) Larutan CO(NH2)2 24 Kim.... Percobaan 1 2 Analisis dan Simpulan: 1... 4..

berilah label nomor pada masing-masing gelas kimia. Larutan ? ? ? ? ? ? ? ? ? Hasil Pengamatan Larutan Gula Larutan Garam dapur Larutan NH4OH Larutan alkohol (C 2H5OH) Larutan CO(NH2)2 Larutan NaOH Larutan asam cuka Larutan HCl Larutan H2SO 4 Analisis dan Simpulan: 1. Siapkan gelas kimia 8 buah. Uji daya hantar masing-masing larutan 4. Larutan Asam dan Basa 25 . 2. 06. Masukkan masing-masing dalam gelas kimia larutan 3. Kelompokkan hasil pengamatan Anda dalam larutan elektrolit dan non elektrolit 2.? ? ? ? Larutan NaOH Larutan asam cuka Larutan HCl Larutan H2SO 4 Cara Kerja: 1. Kelompokkan hasil pengamatan Anda dalam larutan elektrolit lemah dan elektrolit kuat Kim. Catat hasil penyelidikanmu dalam tabel pengamatan.

Sari jeruk dan vitamin C sangat dibutuhkan oleh sel-sel tubuh kita. Tujuan kegiatan pembelajaran Setelah mempelajari kegiatan belajar 2. Kegiatan Belajar 2 a. Menurut Arrhenius. serta garam dapur. karena dalam sari jeruk terdapat asam sitrat dan dalam vitamin C terdapat asam askorbat. larutan basa dan larutan garam. Larutan Asam dan Basa 26 . basa dan garam tersebut. diharapkan Anda dapat: Mengklasifikasikan larutan asam. aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida untuk obat nyeri lambung. Menuliskan reaksi penggaraman. Kimia asam-basa berperan penting dalam banyak proses yang terjadi dalam tubuh kita. Menjelaskan perbedaan pengertian tentang pH dan pOH. antara lain amonia sebagai desinfektan.2. b. asam adalah zat-zat yang dalam air melepaskan ion hidronium (H3O +) sedangkan basa melepaskan ion hidroksida (OH -). Uraian materi Asam. Dapatkah Anda menyebutkan contoh asam yang lain? Contoh basa dan garam dalam kehidupan sehari-hari. basa dan garam terdapat dalam banyak bahan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. dikemukakan oleh Arrhenius pada tahun 1884. basa dan garam ternyata asam. Di lambung kita terdapat getah yang dikenal sebagai asam lambung yang mengandung asam klorida membantu menghancurkan makanan pada proses pencernaan. 06. serta yang tetap diterima hingga sekarang. Secara sederhana. sifat-sifat yang teramati dari asam. Membuat larutan dengan konsentrasi tertentu. mampu membedakan Konsep Asam Basa Arhenius Konsep yang cukup memuaskan tentang asam dan basa. Kim.

06. akan mengalami ionisasi menghasilkan ion hidronium dan ion klorida. dan aluminium hidroksida. karena menghasilkan ion hidroksida bila dilarutkan dalam air (Gambar 11). Demikian juga bila amonia dilarutkan dalam air. zat ini akan menghasilkan ion hidroksida (Gambar 10). karena NaOH juga menghasilkan ion hidroksida bila dilarutkan dalam air. Ca(OH)2. bila suatu molekul polar seperti asam klorida (HCl) dilarutkan dalam air. Dapatkah Anda menyebutkan beberapa contoh basa yang lain di laboratorium? Tentu Anda akan menyebutkan senyawa NaOH. Al(OH)3 merupakan contoh basa. kalsium hidroksida. Kim. H3O +.(aq) Gambar 10 Bila amonia dilarutkan dalam air. kalium hidroksida. seperti ditunjukkan dalam Gambar 9.Misalnya.(aq) Gambar 9 Bila asam klorida dilarutkan dalam air. KOH. H+ akan terpisah dari molekul yang polar dan akan terbentuk ion hidronium. akan mengalami ionisasi menghasilkan ion amonium dan ion hidroksida. Larutan Asam dan Basa 27 . NH3 (aq) + H2 O (l) ? NH4 + (aq) + OH. Seperti halnya NaOH. HCl (aq) + H2 O (l) ? H3 O+ (aq) + Cl. daerah bermuatan negatif pada molekul air menarik daerah bermuatan positif dari molekul HCl.

air tidak ditunjukkan dalam reaksi dan ion hidronium dituliskan Kim.(aq) Berdasarkan contoh diatas. kadang-kadang pembentukan ion hidronium bila terlalu asam panjang dilarutkan untuk dalam menuliskan air atau pembentukkan ion hidroksida bila basa dilarutkan dalam air dengan persamaan reaksi secara lengkap. Untuk itu. termasuk asam poliprotik. Asam nitrat dalam air: HNO 3 (aq) + H2O (l) ? H3O+ (aq) + NO3. karena dalam molekulnya memberikan tiga ion hidronium Akan tetapi. setiap molekul yang hanya dapat memberikan satu ion H3O + disebut asam monoprotik. dan tiga ion H3O+ disebut asam triprotik. 06. Atau dapat dikatakan setiap molekul yang dapat memberikan lebih dari satu ion H3O + disebut asam poliprotik. Gambar 12 Buah jeruk banyak mengandung asam sitrat.(aq) Asam fosfat dalam air: H3PO4 (aq) + H2O (l) ? 3 H3O+ (aq) + PO43.Gambar 11 Semua senyawa ini adalah basa karena menghasilkan ion hidroksida bila dilarutkan dalam air Perhatikan contoh-contoh berikut. dapat juga digunakan bentuk reaksi singkat. Larutan Asam dan Basa 28 . sedangkan yang dapat memberikan dua ion H3O + disebut asam diprotik.(aq) Asam sulfat dalam air: H2SO 4 (aq) + H2O (l) ? 2 H 3O+ (aq) + SO 42.

tomat. rasa sebaiknya jangan digunakan untuk menguji adanya asam dan basa. basa mempunyai rasa pahit. karena beberapa asam dan basa dapat mengakibatkan luka bakar dan merusak jaringan. Kim. 1.dalam bentuk ion hidrogen yang terlarut dalam air (aqueous). Akan tetapi rasa sebaiknya jangan dipergunakan untuk menguji adanya asam atau basa. basa dan garam merupakan zat kimia yang memiliki sifat-sifat yang dapat membantu kita untuk membedakannya. Tetapi. Rasa masam yang kita kenal misalnya pada beberapa jenis makanan seperti jeruk. Basa dan Garam Asam. cuka. Sebaliknya. Pernahkah Anda membersihkan saluran yang tersumbat dengan pembersih saluran? Meminum obat anti maag (antasid) untuk mengatasi gangguan sakit perut dan merasakan licinnya sabun? Hal ini berarti Anda telah berpengalaman dengan sifat kimia basa. Larutan Asam dan Basa 29 . Dalam bentuk reaksi singkat. reaksi HA dapat dituliskan sebagai berikut: HA (aq) ? H+(aq) + A .(aq) Sifat-sifat Asam. minuman ringan ( soft drink) dan beberapa produk seperti sabun yang mengandung belerang dan air accu (Gambar 13). Asam dan Basa dapat Dibedakan dari Rasa dan Sentuhan Apa yang terdapat dalam pikiran Anda ketika mendengar kata asam? Apakah Anda berpikir pada suatu benda yang rasanya masam atau asam adalah suatu zat yang dapat membakar kulit Anda dan melarutkan logam? Semua itu tergantung dari sifat khas beberapa asam. jus lemon. karena Anda tidak boleh begitu saja mencicipi zat-zat kimia yang belum dikenal karena banyak diantaranya yang bersifat racun atau bersifat korosif. 06. Asam mempunyai rasa masam. Karena pada umumnya asam bersifat masam dan basa berasa agak pahit.

06. Gambar 14 Pemutih dan pembersih saluran merupakan produk kimia yang mengandung basa Kim. meskipun Anda telah terbiasa dengan sentuhan sabun saat mandi atau mencuci. yang sama halnya dengan proses pembersihan dari produk pembersih saluran. sentuhan bukan merupakan cara yang aman untuk menguji basa. Larutan Asam dan Basa 30 . Reaksi ini merupakan bagian dari rasa licin yang diberikan oleh sabun. Basa (seperti sabun) bersifat alkali.Gambar 13 Beberapa produk kimia yang mengandung asam Seperti halnya rasa. bereaksi dengan protein di dalam kulit sehingga sel-sel kulit akan mengalami pergantian.

dan untuk pembuatan asam lainnya. Asam nitrat pekat merupakan cairan tidak berwarna yang dapat mengakibatkan luka bakar pada kulit manusia. Tabel 4. pewarna. pabrik baja. obat tetes mata Pupuk. pabrik plastik. Asam nitrat (HNO 3) banyak digunakan untuk pembuatan bahan peledak dan pupuk. sayuran Jeruk Larutan pencuci mata Minuman berkarbonasi Asam lambung. pupuk Anggur Apel Sengatan lebah Keju Bahan pengawet makanan Deodoran. pengilangan minyak. antasid Pembersih saluran pipa air. Larutan Asam dan Basa 31 . peledak (TNT) Deterjen. Asam sulfat (H2SO4) merupakan cairan kental menyerupai oli. Empat macam asam yang paling penting dalam industri adalah asam sulfat. 06. obat-obatan. Asap HCl Kim. asam fosfat. bahan sabun Asam juga merupakan kebutuhan industri yang vital. Umumnya asam sulfat digunakan dalam pembuatan pupuk. tomat. Asam fosfat (H3PO4) digunakan untuk pembuatan pupuk dan deterjen.Beberapa asam yang telah dikenal dalam kehidupan sehari-hari disajikan dalam Tabel 4. Beberapa Asam dan Basa Yang Telah Dikenal Nama Asam Asam asetat Asam askorbat Asam sitrat Asam borat Asam karbonat Asam klorida Asam nitrat Asam fosfat Asam sulfat Asam tartrat Asam malat Asam formiat Asam laktat Asam benz oat Basa Aluminium hidroksida Kalsium hidroksida Magnesium hidroksida Natrium hidroksida Didapatkan dalam Larutan Cuka Jeruk. Namun. pupuk Baterai mobil. sangat disayangkan bahwa fosfat dapat menyebabkan masalah pencemaran di danau-danau dan aliran sungai. Asam klorida (HCl) adalah gas yang tidak berwarna yang dilarutkan dalam air. asam nitrat dan asam klorida. antasid Pabrik mortar dan plester Obat urus-urus.

Asam dan Basa Bersifat Korosif Beberapa asam bereaksi sangat kuat pada beberapa logam. nilon dan asam nitrat. Amoniak digunakan sebagai pupuk. keduanya berbahaya bagi jaringan tubuh manusia. Uji sederhana lain yang dapat membedakan asam dan basa adalah reaksi asam asetat dengan senyawa-senyawa yang mengandung ion karbonat (CO32-) membentuk gas karbon dioksida. 06. Dalam keadaan murni. marmer dan berbagai bahan lain. Amoniak merupakan gas tidak berwarna dengan bau yang sangat menyengat. Kim. kalsium asetat dan air. 2. a ntasid. Ca(OH)2 yang umumnya disebut soda kaustik suatu basa yang berupa tepung kristal putih yang mudah larut dalam air.dan ion-ionnya yang terbentuk dalam larutan. Produk rumah tangga apa yang mengandung basa? Beberapa produk rumah tangga yang mengandung basa. namun basa kuat juga bersifat korosif dan jika mengenai kulit akan mengakibatkan luka bakar dan merusak jaringan. dan sabun. serta bahan pembuatan rayon. Larutan Asam dan Basa 32 . pada umumnya basa berupa kristal padat. Basa yang digunakan secara luas adalah kalsium hidroksida. Sedangkan basa secara umum tidak bereaksi dengan logam. sehingga sangat mengganggu saluran pernafasan dan paru-paru bila gas terhirup. antara lain deodorant. Sifat ini dapat menjelaskan mengapa asam bersifat korosif terhadap sebagian besar logam. Gambar 15 menunjukkan bagaimana logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl) membentuk besi (II) klorida (FeCl2) dan gas hidrogen (H2). Basa yang paling banyak digunakan adalah amoniak.

Kim. Basa dan Garam Bersifat Elektrolit Asam. menghasilkan karbon dioksida. suatu larutan asam asetat bereaksi dengan kulit telur yang mengandung kalsium karbonat. Telah dijelaskan pada sub bab sebelumnya bahwa untuk mengetahui apakah suatu larutan bersifat elektrolit digunakan suatu alat yang disebut alat uji elektrolit. Fe(s) + 2HCl (aq) ? FeCl2 (aq) + H 2(g) Cuka. Asam. Alat penguji elektrolit sederhana terdiri dari dua elektroda yang dihubungkan dengan sumber arus listrik searah dan dilengkapi dengan lampu serta bejana untuk meletakkan larutan yang akan diselidiki.Gambar 15 Asam dengan karbonat logam dan ? Asam bereaksi dengan logam membentuk senyawa logam dan gas hidrogen. ? 2HC2H3O2 (aq) + CaCO3(s) ? CO2(g) + Ca(C2H3O2)2 (aq) + H 2O(l) 3. bila asam dan basa dilarutkan dalam air menghasilkan ion-ion. 06. Larutan Asam dan Basa 33 . bila garam dilarutkan dalam air menghasilkan ion-ion yang dapat menghantarkan listrik. Sesuai dengan konsep Arhenius. kalsium asetat dan air. Jika larutan menghantar arus listrik. maka lampu pijar pada rangkaian itu akan menyala dan terjadi suatu perubahan (misalnya: timbulnya gelembung-gelembung gas) pada salah satu atau kedua elektrodanya. basa dan garam bersifat elektrolit. Demikian juga. sehingga larutan asam dan basa tersebut dapat menghantarkan listrik.

kertas lakmus dapat digunakan untuk mengidentifikasi sifat dari larutan asam. yaitu zat-zat warna yang warnanya berbeda dalam larutan asam. basa atau netral adalah larutan indikator fenolftalein. Basa dan Garam dengan Indikator Sifat suatu larutan dapat ditunjukkan dengan menggunakan indikator asam-basa. Larutan Asam dan Basa 34 . Tabel 5. Apa yang dikandung obat-obatan antasid tersebut? Ternyata obat-obatan tersebut mengandung basa. Secara sederhana. metil merah dan metil jingga. larutan basa dan larutan yang bersifat netral ditunjukkan pada Tabel 5. Ekstrak bahan-bahan ini dapat memberikan warna yang berbeda dalam larutan asam dan basa. Untuk mengidentifikasi sifat dari asam. Alat lain yang dapat digunakan untuk mengindikasi apakah larutan bersifat asam. basa dan garam dapat menggunakan kertas lakmus. Reaksi Asam. 06. basa dan garam.4. larutan indikator atau indikator alami. Warna-warna kertas lakmus dan larutan indikator dalam larutan asam. Reaksi Penetralan/Penggaraman Asam Basa Dari televisi. Warna Lakmus dalam Larutan Yang Bersifat Asam. Basa dan Netral Indikator Lakmus Merah Lakmus Biru Fenolftalein (PP) Metil Merah (MM) Metil Jingga (MJ) Larutan Asam Merah Merah Tidak berwarna Merah Merah Larutan Basa Biru Biru Merah Kuning Kuning Larutan Netral Merah Biru Tidak berwarna Kuning Kuning Berbagai bahan tumbuhan yang berwarna. Anda sering melihat iklan yang menggambarkan bagaimana efektifnya antasid (obat maag) dalam menetralkan asam lambung. mawar dan lain-lain) kunyit. seperti daun mahkota bunga (kembang sepatu. basa dan garam (larutan netral). kulit manggis dan kubis ungu juga dapat digunakan sebagai indikator asam basa. karena hanya basa yang dapat Kim. bogenvil.

H3O+ (aq) + OH. HCl(aq)+NaOH(aq)? H+(aq)+Cl-(aq)+Na+(aq)+OH-(aq) Pembentukan air : H+ (aq) + OH.(aq) ? H2O (l) Pembentukan garam: Na+ (aq) + Cl. Umumnya zat-zat dengan sifat yang berlawanan. dan proses-proses industri yang penting. karena: Asam + Basa ? Garam + Air Persamaan berikut menunjukkan apa yang terjadi pada semua ionion selama terjadi reaksi penetralan atau reaksi penggaraman. Untuk melihat proses pembentukan NaCl perhatikan Gambar 16 berikut. maka ion-ionnya akan bergabung membentuk endapan. seperti asam dan basa cenderung bereaksi satu sama lain. lingkungan. maka ion-ionnya akan tetap ada dalam larutan.(aq) ? NaCl (p) NaCl adalah garam yang mudah larut dalam air.menetralkan pengaruh asam.(aq) ? 2H2O (l) Karena air bersifat netral. Jadi reaksi asam dengan basa disebut juga penggaraman. Bila larutan asam direaksikan dengan larutan basa. maka reaksi asam dengan basa disebut reaksi penetralan. Larutan Asam dan Basa 35 . Apakah yang terjadi dengan ion negatif sisa asam dan ion positif sisa basa? Ion-ion ini akan bergabung membentuk senyawa ion yang disebut garam. Tetapi jika garam itu sukar larut dalam air. Jadi ion-ion Na+ dan Cl. Persamaan diatas hanya memperhitungkan sebagian ion-ion yang ada dalam larutan. Reaksi asam dan basa merupakan pusat kimiawi sistem kehidupan. maka sebagian dari ion H3O + asam akan bereaksi dengan sebagian ion OH. Apabila larutan itu diuapkan akan di dapat kristal natrium klorida (NaCl). Kim.basa membentuk air. Bila garam yang terbentuk itu mudah larut dalam air.tetap dalam larutan. 06.

telah dikenal. tetapi hasil reaksi (garam) tidak selalu bersifat netral. digunakan titrasi. Beberapa Garam Yang Dikenal Nama Natrium klorida Natrium hidrogen karbonat Kalsium karbonat Kalium nitrat Kalium karbonat Natrium fosfat Amonium klorida Rumus NaCl NaHCO 3 CaCO 3 KNO 3 K2CO 3 Na3PO 4 NH4Cl Nama Dagang Garam dapur Natrium bikarbonat (baking soda) Kalsit Saltpeter Potash TSP Sal amoniak Kegunaan Penambah rasa makanan Penambah rasa makanan Pembuatan cat dan bahan karet Pembuatan pupuk. Sifat asam basa dari larutan garam tergantung pada kekuatan relatif asam basa penyusunnya. dan CH3COONa bersifat basa. Untuk mengetahui seber apa banyak asam atau basa yang diperlukan dalam reaksi penggaraman. Kim. NH4Cl bersifat asam. Perhatikan Gambar 17 yang menyajikan berbagai peralatan yang digunakan dalam proses titrasi. sedangkan garam dari asam lemah dan basa kuat bersifat basa. Tabel 6. bahan peledak Pembuatan sabun dan kaca Pembuatan deterjen Pembuatan baterai kering Tabel 3 memuat informasi tentang beberapa garam yang Walaupun reaksi asam basa disebut reaksi penetralan. Titrasi adalah cara analisis tentang pengukuran jumlah larutan yang diperlukan untuk bereaksi secara tepat dengan zat yang terdapat dalam larutan lain. Larutan Asam dan Basa 36 . Garam dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral. 06. Contoh: NaCl bersifat netral.Gambar 16 Reaksi antara larutan HCl dengan larutan NaOH membentuk NaCl (terlarut) dan air Garam natrium klorida dalam kehidupan sehari-hari dinamakan garam meja. Garam dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam.

Larutan NaOH diletakkan dalam buret (d). Hal ini menandakan bahwa titrasi telah selesai. Jumlah mol HCl sama dengan jumlah mol NaOH dengan reaksi: HCl (aq) + NaOH (aq) ? NaCl (aq) + H2O (l) Selanjutnya kita dapat menghitung konsentrasi larutan HCl.Gambar 17 Peralatan yang digunakan untuk titrasi asam basa (reaksi penggaraman) (a) Larutan asam klorida (HCl) dan larutan natrium hidroksida (NaOH). 06. Lalu proses titrasi dilakukan dengan cara membuka kran buret dan meneteskan setetes demi tetes (e). Lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut. (c) Labu erlenmeyer digunakan untuk tempat larutan yang akan dititrasi. Larutan Asam dan Basa 37 . asumsikan masing-masing larutan 1 L (a). Tujuan dari titrasi adalah menentukan konsentrasi larutan seperti HCl. bila titik akhir telah dicapai. Volume larutan NaOH dibaca dalam buret awal dan akhir titrasi. Jika telah terjadi perubahan warna berarti titik akhir telah tercapai. Kim. Indikator menunjukkan reaksi dengan adanya perubahan warna. menggunakan larutan NaOH yang konsentrasinya tidak diketahui. Titik akhir reaksi menunjukkan bahwa mol pereaksi sama dengan mol hasil reaksi. (d) buret yang terpasang pada klem dan statif. (b) sebuah pipet seukuran (pipet gondok) digunakan untuk mengambil larutan yang akan dititrasi. (e) proses titrasi. Tahap-tahap titrasi berdasarkan Gambar 17. ditambahkan 2 tetes indikator. Kemudian mengambil 25 mL larutan HCl dengan menggunakan pipet seukuran (pipet gondok) (b) dan memasukkan pada tabung erlenmeyer (c).

02 mmol HCl = 2. [OH.550 x 10-14 Kim.676 x 10-14 1.42 mL.02 mmol NaOH 1 mL Jumlah mmol HCl adalah 67. pOH dan pK w 1.02 mmol.] K= atau K [H2O] = [H+][OH-] [H 2 O] Konsentrasi H2O dianggap tetap. Tetapan Kesetimbangan Air (Kw) Air merupakan elektrolit sangat lemah dan terionisasi menurut kesetimbangan berikut: H2O (l) ? H+ (aq) + OH.00 mL. dan buret akhir 46. Tabel 7. Harga Kw pada berbagai suhu Suhu 10 20 25 60 Kw 0. [H ? ]. pembacaan buret awal adalah 1. volume larutan HCl 25. 06.295 x 10-14 0.00 mL Konsep pH. karena konsentrasi H2O sangat besar dibandingkan dengan banyaknya H2O yang terionisasi.42 mL = 44.(aq) Dari persamaan diatas.Contoh Soal 1 Hitung konsentrasi larutan HCl bila konsentrasi larutan NaOH 1.681 M HCl 25. maka konsentrasi HCl adalah: 67.10 mL – 1.10 mL.68 mL x 1.000 x 10-14 9.500 M. di dapat tetapan kesetimbangan air. karena titrasi dihentikan bila jumlah milimol kedua reaktan sama. Penyelesaian Volume larutan NaOH adalah 46.500 mmol = 67. maka jumlah mol NaOH = 44.68 mL. Larutan Asam dan Basa 38 . sehingga Kw = [H+][OH-] Harga Kw pada berbagai suhu dapat dilihat pada Tabel 7.

Nilai pH sama dengan negatif logaritma konsentrasi ion H+ dan secara matematika diungkapkan dengan persamaan: Kim.3 Ingat bahwa ion hidrogen (ion hidronium) dan ion hidroksida ada dalam setiap larutan encer.00 x 10 -14 = 2.00 x 10-14. [H3O +] > [OH-] [H3O +] = [OH-] [H3O +] < [OH-] 2.30 x 10 -3) = 1. dan asam bila konsentrasi ion hidronium lebih besar dari ion hidroksida. Umumnya konsentrasi ion H+ sangat kecil.Dari Tabel 7. seorang kimiawan dari Denmark bernama Sorrensen mengusulkan konsep pH untuk menyatakan konsentrasi ion H+. harga Kw pada suhu 250C untuk larutan encer adalah 1. pH dan pOH Apakah yang dimaksud dengan pH ? Pada dasarnya skala/tingkat keasaman suatu larutan bergantung pada konsentrasi ion H+ dalam larutan.30 x 10 . Makin besar konsentrasi ion H+ makin asam larutan tersebut. Karena produk [H+][OH-] konstan. sehingga untuk menyederhanakan penulisan. Larutan Asam dan Basa larutan asam larutan netral larutan basa 39 . 06. konsentrasi ion hidrogen dalam larutan encer dapat dihitung dari ion hidroksida dan sebaliknya.00 x 10 -14 [H3O +] = 1.33 x 10-12 4. netral berarti kedua konsentrasi sama. Larutan bersifat basa bila konsentrasi ion hidroksida lebih besar dari konsentrasi ion hidronium.30 x 10-3 M Penyelesaian Kw = [H3O +][OH-] = [H3O +](4. Contoh Soal 2 Hitung konsentrasi ion hidronium dari larutan yang mempunyai konsentrasi ion hidroksida 4.

mungkin bersifat asam atau basa. Larutan Asam dan Basa 40 . [H3O +] = 7. Kim. 06. Skala ini terbagi menjadi tiga daerah untuk beberapa larutan dengan pH yang berbeda. Bila tidak.log (6. pH = -log [H3O +] = . larutan tersebut dikatakan netral.21 b.juga dapat dinyatakan dengan cara yang sama. Hitung pH suatu larutan yang mempunyai konsentrasi ion hidronium b. pH yang merupakan konsentrasi ion hidronium dalam larutan ditunjukkan dengan skala secara matematis dengan nomor 0 sampai 14.57 x 10-8 M Skala pH dari 0 sampai 14 ditunjukkan dalam Gambar 18. Skala pH merupakan suatu cara yang tepat untuk menggambarkan konsentrasi ion-ion hidrogen dalam larutan yang bersifat asam.1 x 10-6 M ion hidronium dari suatu larutan yang konsentrasi mempunyai pH = 7.121 Penyelesaian a. dan konsentrasi ion-ion hidroksida dalam larutan basa. yaitu pOH. Hitung 6.1 x 10-6 ) = 5. Bila larutan mempunyai pH tepat sama dengan 7. pOH = -log [OH-] Selain itu. konsentrasi ion OH. Contoh Soal 3 a.pH = -log [H+] Analog dengan pH.

pH kurang dari 7 larutan bersifat asam.5 x 10-3 Penyelesaian Kw = [H3O +][OH-] = [H3O +](4.log (2.22 x 10-12 ) = 11.50 x 10 -3) = 1.00 x 10 -14 = 2. dan lebih besar dari 7 larutan basa.00 x 10 -14 [H3O +] = 1. sama dengan 7 larutan netral. Contoh Soal 4 Hitung pH larutan NaOH bila konsentrasi ion OH.= 4. maka p Kw = pH + pOH asam netral basa hubungan pH < 7 pH = 7 pH > 7 antara pH dengan pOH.Gambar 18 Warna yang ditunjukkan oleh indikator universal pada berbagai macam bahan. 06. Kw = [H+][OH-] Jika kedua ruas persamaan ini diambil harga negatif logaritmanya. Larutan Asam dan Basa 41 . Sehingga kita dapat menuliskan hubungan sebagai berikut.65 Kim. maka -log Kw = -log {[H+][OH-]} -log Kw = {-log [H+]} + {-log [OH-]} Dengan p = -log. Berdasarkan Gambar 18. [H3O +] > [OH-] [H3O +] = [OH-] [H3O +] < [OH-] Untuk mengetahui perhatikan uraian berikut.50 x 10 pH = -log [H3O +] = .22 x 10-12 M -3 4.

konsentrasi ion hidronium akan meningkat.1 = 1 Berdasarkan uraian di atas. maka konsentrasi ion H+ setara dengan konsentrasi asamnya.(aq) 0. karena mempunyai pH kurang dari 7 . Larutan Asam dan Basa 42 . larutan basa kuat dengan konsentrasi ion hidronium 10-11 M mempunyai pH 11.1 M 0. Pada setiap unit penurunan pH sama dengan peningkatan faktor 10 untuk konsentrasi ion hidronium. artinya makin besar konsentrasi ion H+ (makin asam larutan) maka makin kecil nilai pH. dan konsentrasi ion hidronium akan berkurang. Bila pH berkurang. nilai pH merupakan eksponen negatif dari konsentrasi ion hidronium.log 0. dan konsentrasi ion hidroksida berkurang.1 M pH = . Kim.log [H3O +] = . Sebagai contoh. Hubungan Tingkat Keasaman dengan pH Bila Anda perhatikan.3. maka kedua besaran itu berbanding terbalik. Hal ini dikarenakan asam/basa kuat terionisasi sempurna. sehingga perubahan kecil dalam pH dapat membuat perubahan besar dalam konsentrasi ion hidronium. karena pH dan konsentrasi ion H+ dihubungkan dengan tanda negatif. Larutan asam kuat dengan pH 1 mempunyai konsentrasi ion hidronium 10-1 M. konsentrasi ion hidroksida akan meningkat. Larutan dengan pH 3 mempunyai konsentrasi H3O + 10 kali lebih besar dari pada larutan dengan pH 4. Bila pH meningkat di atas 7. konsentrasi ion hidroksida dan ion hidronium adalah sama. HCl (aq) + H2O (l) ? H3O + (aq) + Cl. Selanjutnya. 06. karena dasar logaritma adalah 10 maka larutan yang nilai pH-nya berbeda sebesar n dan mempunyai perbedaan konsentrasi ion H+ sebesar 10n. dan sebaliknya. larutan dengan pH 4 dan larutan dengan pH 3 keduanya bersifat asam. Dalam larutan netral. Sebagai contoh.

Berapa persen berat zat A b. Dalam 100 gram larutan terlarut 20 gram zat A. misalnya satuan berat atau satuan volume dan satuan kimia. Berapa persen volume zat B. Penyelesaian a. Pada umumnya konsentrasi dinyatakan dalam satuan fisik. misalnya mol. Persen Konsentrasi Dalam bidang kimia sering digunakan persen untuk menyatakan konsentrasi larutan. 06. dan ekivalen. 1. ppb (bagian per Kim. ppm (bagian persejuta). dan parts per billion. 20 g x 100 % ? 20 % 100 g 10 mL x 100% ? 20% 50 mL 2. bila dalam 50 mL larutan terlarut 10 mL zat B. Persen konsentrasi dapat dinyatakan dengan persen berat (% W/W) dan persen volume (% V/V) Persen berat (% W/W) Persen Berat (%W/W) ? Gram zat terlarut x 100% Gram zat terlarut ? gram pelarut Persen volume (% V/V) Persen Volume (%V/V) ? Volume zat terlarut x 100% Volume Larutan Contoh Soal 5 a.Macam-macam Konsentrasi Konsentrasi didefinisikan sebagai jumlah zat terlarut dalam setiap satuan larutan atau pelarut. massa rumus. Larutan Asam dan Basa 43 . b. Parts Per Million (ppm) dan Parts Per Billion (ppb) Bila larutan sangat encer digunakan satuan konsentrasi parts per million.

maka ppm gram terlarut per sejuta gram larutan. Bila persen berat. Jika suatu larutan mengandung zat A. dan B dengan jumlah mol masing-masing nA dan nB. maka fraksi mol masing-masing komponen adalah: X A ? A n ?n A B n X B ? n B n ?n A B 4. gram zat terlarut per 100 g larutan. 06. Larutan Asam dan Basa 44 . 1 ppm ? 1 ppb ? 1 mg zat terlarut x 100% 1 L Larutan 1 µ g zat terlarut x 100% 1 L Larutan Parts per million (ppm) dan parts per billion (ppb) adalah satuan yang mirip persen berat. dan ppb zat terlarut per milliar gram larutan. Satu ppm ekivalen dengan 1 mg zat terlarut dalam 1 L larutan. Molaritas (M) ? mol zat terlarut liter larutan Kim. Fraksi Mol Fraksi mol (x) adalah perbandingan mol salah satu komponen dengan jumlah mol semua komponen. Molaritas (M) Molaritas atau konsentrasi molar (M) suatu larutan menyatakan jumlah mol spesi zat terlarut dalam 1 liter larutan atau jumlah milimol dam 1 mL larutan. ppm ? ppb ? berat zat terlarut x 10 6 berat larutan berat zat terlarut x 109 berat larutan 3.milliar). Satu ppb ekivalen dengan 1 ? g zat terlarut per 1 L larutan.

25 L Cara membuat larutan dengan kemolaran tertentu Misalnya larutan yang akan dibuat adalah CuSO 4 dengan molaritas 1 M sebanyak 250 mL.7 3000 mol ? 166. Kocok lagi sampai homogen. Tahap 4.25 L = 0. b.025 x 160 = 4 gram.Contoh Soal 6 a.6 mol 18 Fraksi mol NaCl = d.025 mol Massa CuSO 4 = 0. Terlebih dahulu kita harus menghitung massa CuSO 4 yang terlarut dalam larutan tersebut. Masukkan larutan CuSO 4 1 M ke dalam botol reagen Kim. dengan cara sebagai berikut: Mol CuSO 4 = 0.8 mol/L V 0. 3 kg air = 58. 117 g NaCl = 117 mol ? 2 mol .2 mol ? ? 0.6 n 0. 06. kocok hingga CuSO 4 larut. Larutan Asam dan Basa 45 . 2 mol NaOH terlarut dalam 250 mL larutan. Hitunglah fraksi mol zat terlarut bila 117 g NaCl dilarutkan dalam 3 kg air. Masukkan dalam labu ukur 250 mL yang sebelumnya sudah diberi sedikit aquades Masukkan sedikit aquades.025 x Mr CuSO 4 = 0. Kemudian lakukan beberapa tahap berikut: Tahap 1. Tahap 3. Tambahkan aquades hingga tepat 250 mL menggunakan pipet tetes. M = 2 ? 0. Timbang massa CuSO 4 tersebut sebanyak 4 gram. Hitung molaritas larutan Penyelesaian c. Tahap 2.1 M x 0.012 2 ? 166.

Larutan Asam dan Basa 46 .Gambar 19 Proses pembuatan larutan CuSO4 1.0 M 5. Normalitas(N) ? ekivalen zat terlarut liter larutan Kim. Normalitas (N) Normalitas menyatakan jumlah ekivalen zat terlarut dalam tiap liter larutan. dan digunakan dalam bidang kimia fisika. 06. Ekivalen zat dalam larutan bergantung pada jenis reaksi yang dialami zat itu. karena satuan ini dipakai dalam penyetara zat dalam reaksi. teristimewa dalam sifat koligatif. Molalitas tidak tergantung pada temperatur. Molalitas (m) ? mol zat terlarut kg pelarut 6. Molalitas (m) Molalitas (m) menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1000 g pelarut.

Sifat-sifat asam adalah dalam air menghasilkan ion H3O +. makin kecil nilai pH dan sebaliknya. ppb. 3. Menurut Arrhenius. sedangkan setiap molekul yang dapat memberikan lebih dari satu ion H3O + disebut asam poliprotik. ppm. Rangkuman 1. persen volume. Makin besar konsentrasi ion hidronium. sedangkan zat-zat dalam air melepaskan ion hidroksida (OH-) disebut basa. mempunyai rasa pahit dan licin. Reaksi penggaraman terjadi bila asam + basa = garam + air. Kim. dan jika dilarutkan melepaskan ion logam dan ion sisa asam. 6. fraksi mol. zat-zat yang dalam air melepaskan ion hidronium (H3O +) disebut asam. 5. Konsentrasi dinyatakan sebagai jumlah zat terlarut dalam setiap satuan larutan atau pelarut. elektrolit. molalitas dan normalitas.Normalitas (N) ? gram zat terlarut berat ekivalen x liter larutan c. korosif dan bereaksi dengan indikator menyebabkan perubahan warna. Macam-macam konsentrasi adalah persen berat. molaritas. 4. Sifat-sifat garam adalah elektrolit. elektrolit. Sifat-sifat basa adalah dalam air menghasilkan ion OH-. Setiap molekul yang hanya dapat memberikan satu ion H3O + disebut asam monoprotik. 7. 2. tidak mengubah warna kertas lakmus. 06. mempunyai rasa masam. Larutan Asam dan Basa 47 . korosif dan bereaksi dengan indikator menyebabkan perubahan warna. pH adalah derajat keasaman suatu larutan.

“basa” dan “netral” dan daerah pHnya. Mengapa asam. Beri nama dan rumus kimianya garam yang terbentuk dari reaksi-reaksi penggaraman berikut. Tulis suatu reaksi yang menunjukkan bahwa asam formiat adalah suatu asam? 4. Buat peta konsep tentang nilai pH. Mulai dengan 3 kotak yang berisi label “asam”. basa dan garam. Asam klorida dan amonium hidroksida b. 06. KI ditambahkan pada garam dapur akan membantu mencegah masalah kelenjar tiroid. Bila kamu disengat lebah. 5. Jelaskan hubungan antara pH dan pOH. Ramalkan asam basa apa yang menyusun garam KI tersebut. pada konsentrasi yang sama? 7. Dibawah masing-masing kotak tadi. 4. Sebutkan tiga asam. 3. Tes Formatif 1. Bila Kalium iodida. Natrium hidroksida dan asam asetat e. a. Tugas 1. basa dan garam bersifat elektrolit? 2. Buatlah daftar yang memuat persamaan dan perbedaan sifat-sifat asam. 2. basa dan garam serta kegunaannya. Mengapa mata Anda pedih pada saat terkena shampoo? 5.0 g 7. HCOOH ke dalam tubuhmu. Bagaimana cara menyiapkan 500. Bagaimana hubungan antara pH dengan kekuatan asam dan basa. beri beberapa contoh larutan yang sesuai. Barium hidroksida dan asam klorida 6. e. Jelaskan bagaimana sabun dapat digunakan untuk membersihkan kotoran yang berlemak.d. Asam karbonat dan aluminium hidroksida d.500 % berat larutan NaCl? Kim. serangga tersebut menginjeksikan asam formiat. Larutan Asam dan Basa 48 . 3. Asam nitrat dan kalium hidroksida c.

Salah satu alasan adalah karena shampoo mungkin bersifat basa yang membuat mata pedih. HNO3 (aq) + KOH (aq) ? KNO 3 (p) + H2O (l) c. adanya ion H+ menunjukkan bahwa asam formiat adalah asam organik. H.949 mol 0.555 M f.5 g air. Hitunglah volume dari suatu zat yang mengandung 0. dalam larutan yang terdiri dari 0. terjadi kenaikan sifat asam yang berarti makin kuat asam tersebut.0 g larutan – 37.5 g NaCl 49 7. Asam.3 g NaCl x 1 mol NaCl = 1. NaOH (aq) + CH3COOH (aq) ? CH3COONa (p) + H2O (l) e. 71. Hitung fraksi mol metil alkohol. asam C. B.0 g x Massa air yang diperlukan: 500. Reaksi-reaksi penggaraman a. Larutan Asam dan Basa .8.929 mol etil alkohol. Respon mungkin bervariasi. C 2H5OH 10.+ H+. Akibatnya. Makin tinggi nilai pH. larutan dapat menghantarkan arus listrik. Makin rendah nilai pH. HCOOH ? HCOO. Hitung molalitas larutan yang disiapkan dengan melarutkan 71.50 g 100. 3H2CO 3 (aq) + 2 Al(OH)3 ? Al2(CO 3)3 + 6 H 2O (l) d. Ba(OH)2 (aq) + HCl (aq) ? BaCl2(p) + H2O (l) F. terjadi kenaikan sifat basa yang berarti makin kuat basa tersebut. E. basa dan garam bersifat elektrolit karena dapat menghasilkan ionion dalam larutan.0 g larutan Kim. Massa NaCl yang diperlukan: 500.219 mol NaCl 58. G.50 g NaCl dalam 462. basa dan garam dalam sub bab ini. 06. D.500 g NaCl = 37. 9. namun seharusnya meliputi asam. CH3OH. HCl (aq) + NH4OH (aq) ? NH4Cl (p) + H2O (l) b.5 g air Maka cara membuat kita melarutkan 37. Contoh jawaban.328 mol metil alkohol dan 0.3 g NaCl dalam 395 g air.50 g NaCl = 462. Kunci Jawaban A.

f. Pipet 25 mL larutan HCl dan masukkan ke dalam erlenmeyer.261 0.949 m ol x g.395 g H2O x molalitas = I. Larutan Asam dan Basa 50 . d.09 m 0. lalu teteskan NaOh dari buret ke dalam larutan HCl dengan hati-hati sampai terjadi perubahan warna dari tak berwarna menjadi merah muda. e.71 L 0.929 mol 1 L = 1. Lembar Kerja Titrasi Asam Basa (Reaksi Penggaraman) Alat dan Bahan yang diperlukan: ? ? ? ? ? ? Statif dan klem Buret Labu erlenmeyer 250 mL Corong Pipet gondok 25 mL Pipet tetes ? ? ? ? ? Botol semprot Gelas kimia 100 mL Gelas ukur NaOH 0. Kim. J. Bilas buret yang sudah bersih dengan larutan NaOH yang akan dipakai. Gunakan corong untuk memasukkan larutan NaOH dalam buret dan bersihkan sisa larutan yang menempel di dinding buret dengan kertas saring. Catat volume awal buret.219 mol NaCl = 3. 06. Catat volume akhir NaOH yang diperlukan untuk proses.395 kg H 2 O 0. c. Tambahkan 4 tetes indikator fenolptalein.1 M HCl 0.328 mol ? 0. b.555 mol 0. Ulangi percobaan minimal 3 kali dan hitung konsentrasi larutan NaOH.395 kg H2O 1000 g H2 O 1.1 M Cara Kerja: a.328 mol ? 0. X C H3O H ? 1 kg H2 O = 0.

06. ? Kim. Larutan Asam dan Basa 51 . Apa yang dapat Anda simpulkan dari kegiatan ini.Analisis dan Simpulan: ? Berapa volume NaOH yang diperlukan untuk menitrasi larutan HCl? Kemudian hitung konsentrasi larutan NaOH.

BAB III.917 b. Mengapa CH2O larut dalam air.4628 mol CsCl dan 177. air sungai 8. EVALUASI A. Jelaskan bagaimana perubahan warna kertas lakmus biru dalam larutan asam. (b) 3. Kim. lambung dengan pH 1.07 x 10-4 M. 13. Tes Tertulis 1. Tunjukkan kelarutan sebagai molalitas. air soda 3. air murni 7. Hitung massa NaCl dalam 53. bila 0.0. pembersih saluran 14. Asam lambung merupakan larutan HCl. Tulislah reaksi penggaraman antara asam sulfat dan natrium hidroksida dan berapa perbandingan mol asam sulfat dan natrium hidroksida. (c) 6. 9. yang mana yang lebih memerlukan lebih banyak antasid. Jika antasid digunakan. Larutan Asam dan Basa 52 .8 g air. Hitung konsentrasi ion hidronium dari larutan yang mempunyai pH berikut: a.35 mmol zat terlarut! 11.447 12. 4. Hitung fraksi mol sukrosa. basa dan garam! 4. 06.00 % berat larutan garam.1 g per 100 g air. Apa yang dapat ditunjukkan oleh pH masing-masing larutan: air hujan 5.850 mol dilarutkan dalam 55.091 c. C12H22O11. 6. 6. 8.0.5 atau pH 2.6 mol air (1 kg) 10.0? 7. 13. Hitung molaritas dan molalitas dari 241.29 x 10-12 M. Kelarutan Li2SO 4 dalam air pada 00C adalah 26.9.82 x 10-8 M.8.0 mL larutan yang mengandung 2. 3.5 mL larutan yang mengandung 0. Hitung pH larutan yang mempunyai konsentrasi ion hidroksida sebagai berikut: (a) 2.0 g dari 5. Apa yang dimaksud dengan pH? 5. tetapi C6H6 tidak larut? 2. Hitung molaritas 40.

06.91 M yang digunakan untuk menetralkan tablet tersebut? 19. C 3H5(OH)3 dalam air.17 mL larutan NaOH 3. 20. Hitung jumlah mol zat terlarut dalam 0. Berapa volume asam lambung (HCl) 2.100 M. (b) LiOH 0.696 m larutan yang mengandung 0. 17.00 M. Larutan Asam dan Basa 53 .00 mL ternetralisasi secara sempurna oleh 46. 18.250 kg pelarut.925 mol zat terlarut. Hitung konsentrasi larutan H3PO4 bila 25.525 m larutan yang mengandung 0.25 mol gliserin. Hitung fraksi mol gliserin dalam 675 g larutan yang mengandung 1. Hitung massa pelarut dalam 0.100 M dan (c) KBr 0.14. 15. B. Hitunglah pH dari larutan berikut: (a) HBr 0. Rancangkan suatu eksperimen untuk membuktikan bahwa terjadi reaksi penggaraman antara larutan asam oksalat (C 2H2O 4) dan larutan basa NaOH. Kim. Jelaskan bagaimana menyiapkan 250 g larutan KCl 5.4 g NaHCO3. Tablet “antasid” mengandung 23.100 M. 16. Tes Paktek 1.50 % berat.

pembersih saluran air adalah basa kuat.37 mol Li 2 SO 4 ? 2.0 L ? 1L ? 40. 53. H2SO 4 + 2 NaOH ? Na2SO 4 + 2 H2O Perbandingan mol H 2SO 4 : NaOH = 1 : 2 3.0588 M 40. 26. TES TERTULIS 1. 5.0151 56. pH merupakan derajat keasaman larutan. yang dinyatakan oleh konsentrasi ion H+ suatu larutan. C6H6 tidak polar dan tidak mempunyai ikatan hidrogen sehingga tidak larut dalam air.65 g NaCl 100 g larutan 1 kg H2 O 8. pH 1. 0. ? ? 0.0 mL ? ? ?1000 mL ? Kim. air soda mengandung asam dalam jumlah yang sedang.37 m Li 2SO 4 ? ?? ? ? ?? ? 100 g H2 O ? 110 g Li 2 SO 4 ?? 1 kg H2 O ? 9. dalam larutan basa dan garam tidak berubah warna (tetap). Sehingga keduanya dapat saling melarutkan. Larutan Asam dan Basa 54 .KUNCI JAWABAN A. dan keduanya mempunyai ikatan hidrogen. 06. 2. 6.35 mmol ? ? ?1000 mmol? 2.850 mol = 0. CH2O dan H2O mengandung molekul polar.0 g larutan x 5 g NaCl = 2. 4.5 lebih bersifat asam dan memerlukan lebih banyak basa untuk menetralkannya. Kertas lakmus biru dalam larutan asam berubah menjadi warna merah.1 g Li 2SO 4 ? 1 mol Li 2SO 4 ?? 1000 g H2 O ? ? 2. Air hujan sedikit mengandung asam. 7. air laut adalah basa sedang dan air murni adalah netral.35 mol 10.45 mol ? 1 mol ? 2.

11 x 10 -14 M.0 . 250 g larutan x 5.25 ? 31. M = 0.25 mol ? 0.0 dan (c) 7.11 mol H2O .57 x 10-5 M 12.525 mol zat terlarut 16.174 mol zat terlarut 1 kg pelarut 18.250 kg x 0. (a) 1.0 g 1 mol = 115 g Massa air = (675 – 115) g = 560 g 560 g x 1 mol 18 g = 31.582.4628 mol = 1.799 13.916 M 0.21 x 10-7 M.7 mL asam lambung.76 kg pelarut 0.0 15.25 g H 2O 20. 0.603 m CsCl 0.11. (b) 6. Massa gliserin = 1.11 mol 1 kg pelarut = 1.0 g NaHCO 3 1 mol NaHCO 3 2.4g NaHCO3 x 1 mol NaHCO 3 1 L x 1 mol HCl x = 0. 0.925 mol zat terlarut x 17.0386 1.75 g KCl dalam 236.316 . (c) 2. (a) 1.91 mol HCl Jadi tablet dapat menetralkan 95.25 mol x 92.75 g KCl 100 g larutan jadi dengan melarutkan 13.50 g KCl = 13.0957 L 84. (c) 3. Larutan Asam dan Basa 55 . HCl (aq) + NaHCO 3 (s) ? NaCl (aq) + H2O (l) + CO 2 (g) 23. 06. H3PO4 (aq) + 3 NaOH (aq) ? Na3PO4 (aq) + 3 H2O (l) Jumlah milimol NaOH adalah Kim. X C3H5 (OH)3 ? 1. (b) 8.696 mol zat terlarut = 0.2415 L 0.4628 mol = 2. (b) 13.1778 kg m= 14. (a) 10. 19.

51 mmol NaOH 1 mL 138.847 M 25.46.17 mL x 3.51 mmol NaOH x 1 mmol H 3 PO4 = 46.00 mL Konsentrasi H3PO4 adalah Kim. Larutan Asam dan Basa 56 .000 mmol = 138.17 mmol = 1.17 mmol H 3PO4 3 mmol NaOH 46. 06.

Bahasa yang digunakan komunikatif g. 3. Memasang dan mencuci buret ? Letak buret . Absen Program Keahlian : : : PEDOMAN PENILAIAN No Aspek Penilaian 1.Klem ditengah .Pembilas ditampung dalam gelas kimia Kim. LEMBAR PENILAIAN TES PRAKTEK Nama Siswa No. Larutan Asam dan Basa Skor Maks.Buret 1-2 cm di atas erlen meyer . Prosedur eksperimen jelas dan komunikatif e. Metode dan prosedur yang digunakan dalam eksperimen mengikuti urutan tertentu d. f. Perencanaan a. Rumusan masalah menjelaskan kebutuhan eksperimen c. Rancangan tersebut memungkinkan variebel respon dapat diukur dengan tepat.Skala menghadap penitrasi ? Mencuci buret . 06. Hasil rancangan eksperimen Sub Total Merancang eksperimen a. Disertai dengan aturan kebersihan dan penanganan keselamatan kerja Sub Total Melakukan Titrasi a. 57 .Dibilas air suling . Skor Keterangan Perolehan 2.B. Persiapan alat dan bahan b.Dibilas dengan larutan yang akan dipakai . Rancangan percobaan yang dibuat dapat menguji prediksi b.

Kemandirian Sub Total 5. Kelengkapan bukti fisik Sub Total Total Kim. Ketelitian c. Mengisi buret ? Diisi diatas skala nol. 06. Laporan a. Tanggung jawab b. Menitrasi ? Erlenmeyer diberi alas putih ? Pembacaan skala buret pada awal titrasi ? Memegang dan memutar kran buret dengan tangan kiri ? Memegang leher erlenmeyer dengan tangan kanan ? Menggoyang/memutar erlenmeyer ? Pembacaan skala buret pada akhir titrasi Sub Total 4.b. Sistematika penyusunan laporan b. Sikap/Etos kerja a. Larutan Asam dan Basa 58 . Inisiatif d. ? Larutan yang tidak digunakan ditampung dalam gelas kimia c. lalu diturunkan.

Larutan Asam dan Basa 59 . maka Anda berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya. PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini. Kim. Kemudian selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan sebagai penentu standar pemenuhan kompetensi dan bila memenuhi syarat Anda berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh dunia industri atau asosiasi profesi.BAB IV. 06. Apabila Anda dinyatakan memenuhi syarat kelulusan dari hasil evaluasi dalam modul ini. Anda berhak untuk mengikuti tes praktek untuk menguji kompetensi yang telah Anda pelajari. maka hasil yang berupa nilai dari guru atau berupa portofolio dapat dijadikan bahan verifikasi oleh pihak industri atau asosiasi profesi. Mintalah pada guru untuk melakukan uji kompetensi dengan sistem penilaian yang dilakukan langsung oleh pihak industri atau asosiasi yang berkompeten apabila Anda telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul.

Stanitski and Jurs. Heyworth. London: Prentice Hall International (UK) Limited. Baum. Hill. Winstrom. New York: GLENCOE McGraw-Hill Kim. Phillips. Carr. Hongkong: Macmillan Publishers (HK) Limited. United States: Thomson Learning. Second Edition. 06. Fifth Edition. Andrew. Fourth Edition. Eighth Edition. Raymond. John W. Boston: Mc Graw Hill. John W. Rex.DAFTAR PUSTAKA Chang. 2003. 1990. 1998. and Kolb. James D. Kelter. Paul B. 2003. Goldberg. 2004. . Hill. General Chemistry: The Essential Concepts. New York The McGraw – Hill Companies. 2003. Dorothy M. Conrad L. David E. Chemistry A World of Choices. Et all. Peter C. Stanitski. London: Prentice Hall International (UK) Limited. Doris K. Cheryl. 1997. Fundamentals of Chemistry. Moore. Victor. Strozak. Larutan Asam dan Basa 60 . John. Inc. Chemistry for Changing Times. 2005. Chemistry: Concepts and Application Students Edition.. . John W. . Third Edition. Feigl. Chemistry In Context: Applying Chemistry to Society. Boston: Mc Graw Hill. Boston: Mc Graw-Hill. . Chemistry A New Approach. Chemistry The Molecular Science. . 1997. Chemistry and Life. Inc. Stuart J. and Scott.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->