Deskripsi Isi Pesan Surat Al-Mukmin Terjemahan DEPAG Tahun 2005

Dosen Pengampu : Dra. Siti Annijat M. M,Pd

Oleh : Nama : Ahmad Husein NIM : 09650049

Fakultas Sains Dan Teknologi Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Desember 2009

Kata pengantar Bismillahirrahmanirrahim Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kemudahan kepada kita semua, terutama kepada penyusun sehingga dapat menyelesaikan karya ilmiah ini dengan sebaik-baiknya. Tak lupa pula shalawat beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar Muhammad SAW, mudah-mudahan dengan banyaknya kita bershalawat kepada beliau kita termasuk umatnya yang mendapatkan syafa’atnya di hari akhir kelak, Amin ya Robbal’alamin. Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu penyusun dalam menulis karya ilmiah ini, terutama kepada Ibu Annijat selaku dosen Bahasa Indonesia yang banyak memberi masukan selama proses pembelajaran di kelas. Tak lupa juga kepada teman-teman seperjuangan yang sedikit banyak telah membantu dalam penyusunan dan penyempurnaan isi karya ilmiah ini. Saya sadar karya ilmiah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu masukan yang berupa kritik dan saran sangat saya harapkan dari pembaca. Akhirnya, semoga sedikit ilmu dari karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan penyusun khususnya.

Malang, Desember 2009

Penyusun

1.3. 1. 1.Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN 1. 1. 1. 1. Deskripsi Isi Pesan Surat Al-Mukmin Terjemahan Depag Tahun 2005 BAB III BAB IV PEMBAHASAN PENUTUP Daftar Pustaka .7. 1.2.6.4.1. BAB II ISI Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penulisan Manfaat Ruang Lingkup Definisi Operasional Kerangka Teori 2.5.

1.s. setelah mendengar keterangan dan melihat mukjizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa a. termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Hati kecil orang ini mencela Fir'aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa a.BAB I PENDAHULUAN 1. Ayat ini mengingatkan bahwa Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat adalah sebagian dari sifat-sifat Allah. Dinamakan pula Ghafir (yang mengampuni). sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mukjizat yang diminta mereka. karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka lakukan. semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatanperbuatan dosa itu lagi. dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya. Dan surat ini dinamai Dzit Thaul (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut terdapat pada ayat 3. Tujuan Penulisan .s. Latar belakang Surat Al Mu'min terdiri atas 85 ayat. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang penyusun angkat pada karya ilmiah ini adalah : “Bagaimanakah isi pesan Surat Al-Mukmin Terjemahan DEPAG tahun 2005?” 1. Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir'aun telah beriman kepada Nabi Musa a. diturunkan sesudah surat Az Zumar. berhubung dengan perkataan mukmin yang terdapat pada ayat 28 surat ini. Dinamai Al Mu'min (Orang yang beriman).1.2.s. karena ada hubungannya dengan kalimat Ghafir yang terdapat pada ayat 3 surat ini..3.

1. 1. Secara praktis penelitian ini bermanfaat bagi : a. sebagai salah satu cara untuk menyampaikan sedikit ilmu pengetahuan pragmatik dalam kegiatan belajar-mengajar Alquran. yang penulis ketahui dan sebagai pemenuhan tugas akhir semester. Manfaat Secara teoritis. 1. kerangka teori yang penyusun gunakan adalah kerangka berpikir melalui terjemahan dan tafsir dari surat tersebut. Kerangka Teori Dalam penyusunan karya ilmiah ini.7.Adapun tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mendeskripsikan isi pesan dari surat Al-Mukmin terjamahan DEPAG tahun 2005. keyakinan umat Islam. sebagai wawasan yang dapat menambah keteguhan Penulis. karya ilmiah ini bermanfaat bagi pengembangan khazanah ilmu pengetahuan.6. Ruang Lingkup Karya ilmiah ini dibatasi dengan lingkup pendeskripsian terhadap isi pesan yang terkandung dalam surat Al-Mukmin terjemahan DEPAG tahun 2005. sebagai pengembangan pendekatan kontekstual Masyarakat muslim. melalui fenomena ilmu bahasa yang ada dalam isi Alquran. b. Asbabun nuzul : sebab-sebab turunnya ayat 2. sehingga pada akhirnya kita dapat mengamalkan isi pesan yang terkandung dalam surat Al-Mukmin tersebut dalam kehidupan sehari-hari. dan tafsir Alquran. Definisi Operasional Agar isi pesan yang penyusun tulis dalam karya ilmiah ini dapat kita pahami bersama maka penyusun merasa perlu untuk membuat daftar batasan istilah sehingga tidak terjadi makna yang ambigu antara penyusun dan pembaca.4. 1. 1. c.5. . Guru tafsir Al-Quran.

yang mempunyai 'Arsy.” 3. Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah). Alif laam raa.” [3] M-13 : “Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezki dari langit. Tidak ada Tuhan selain Dia. dan ada pula yang menafsirkannya. golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat.BAB II Deskripsi Isi Pesan Surat Al-Mukmin Terjemahan Depag Tahun 2005 No 1. yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya . Isi Pesan Indikator M-01 : Makna Ayat 1. M-02 s/d M-03 : 2. Hanya kepada-Nyalah kembali. Penafsiran [1] ialah hurufhuruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: Alif laam miim. Haa Miim[1]. “yang mengampuni dosa dan menerima tobat dan keras hukuman-Nya. M-15 s/d M-16 : “15.1. Keesaan Allah Kekuasaan Allah 1. Maha mengetahui. (Dialah) yang Maha Tinggi derajat-Nya. diantara ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah Karena dipandang termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat. Alif laam miim shaad dan sebagainya. yang memiliki karunia. “Kitab [2] ini diturunkan dari Allah Yang Maha perkasa.

seperti memandang kepada wanita yang bukan muhrimnya. “Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui. Maka jadilah ia.” M-19 : 19. sesudah itu dari segumpal darah. “Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat[4] dan apa yang disembunyikan oleh hati. Kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak[5]. semata-mata. dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Tanda-tanda kebesaran Allah SWT M-57 : dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian para Pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu. kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran diturunkan dari Allah dan Hanya buatan Muhammad s. dia Hanya bekata kepadanya: "Jadilah". [2] Yakni Al-Quran yang diturunkan oleh yang Maha mengetahui tentang makhluknya. tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. [3] Yang mengampuni dosa orang mukmin.w.” M-65 : “Dialah yang hidup kekal. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya). supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat). tiada suatupun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah.” [6] 1. “(yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur). 16.” [7] . di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. keras siksaaan-Nya bagi orang kafir. Maka sembahlah dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. Maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu. Kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa).” 68.” Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan.” Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah Kemudian dari setetes mani. [4] yang dimaksud dengan pandangan mata yang khianat adalah pandangan yang dilarang. Semua makhluk pasti akan kembali kepada-Nya. [5] Lafadz tiflan 57.kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hamba-Nya. (lalu Allah berfirman): "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" kepunyaan Allah yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. Kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua.2. Maka apabila dia menetapkan sesuatu urusan.a.” M-67 s/d M-68 : 67.

Maka tandatanda (kekuasaan) Allah yang manakah yang kamu ingkari?” [10] 1.” 81.” 62. “Allahlah yang menjadikan binatang ternak[8] untuk kamu. Lafadz fayakunu dapat pula dibaca fayakuna tetapi dengan memperkirakan adanya huruf an sebelumnya. Tuhan semesta alam.M-61 s/d M-62 : 61.” 80.“7. yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu. “Yang demikian itu adalah Allah. ternak yang dimaksud mencakup pula sapi dan kambing [9] yang dimaksud dengan manfaat yang lain dari binatang ternak itu ialah air susunya. dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezki dengan sebahagian yang baik-baik. Yakni sesuatu yang dikehendaki itu langsung ada sesudah kehendakNya. Pencipta segala sesuatu. sebagaimana yang telah digambarkan oleh makna firman tersebut [7] orang yang tidak mengetahui pada ayat tersebut dapat diumpamakan seperti orang yang buta sedangkan orang yang mengetahui perumpamaannya seperti orang yang dapat melihat. Tuhanmu. Malaikat beribadah M-07 s/d M-09 : kepada Allah dan berdoa untuk orang. tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. [8] binatang ternak disini menurut suatu pendapat. dan kamu dapat diangkut dengan mengendarai binatang-binatang itu dan dengan mengendarai bahtera. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia. Maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan?” M-64 : 64.” M-79 s/d M-81 : sekalipun berbntuk mufrad tapi bermakna jama’ [6] Dia berkehendak mewujudkan sesuatu. akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. “Dan dia memperlihatkan kepada kamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya). sebagiannya untuk kamu kendarai dan sebagiannya untuk kamu makan. “Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap. yang dimaksud hanyalah unta saja namun menurut pendapat yang kuat. “Dan (ada lagi) manfaatmanfaat yang lain pada binatang ternak itu untuk kamu[9] dan supaya kamu mencapai suatu keperluan yang tersimpan dalam hati dengan mengendarainya.3. (Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang orang mukmin berada di sekelilingnya bertasbih . Maha Agung Allah. “Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya. 79. dan menjadikan siang terang benderang.

janganlah hal itu membuatmu terperdaya. Azab bagi orang-orang kafir M-05 s/d M-06 : 5.1 Penolakan M-04 : orang kafir terhadap “ Tidak ada yang ayat-ayat Allah memperdebatkan tentang ayat Allah kecuali oarang-orang yang kafir. Maka betapa (pedihnya) azab-Ku?” [11] Dalam tafsir Jalalain makna ayat tersebut adalah :”.”[11] 2. kulitnya. Ya Tuhan kami. dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.2. [10] Istifham atau kata tanya disini mengandung makna cemoohan. dan orangorang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu Maka Sesungguhnya Telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan Itulah kemenangan yang besar". dan masukkanlah mereka ke dalam syurga 'Adn yang Telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka. rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu.memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orangorang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Tuhan kami.. bulunya dan sebagainya. 8. Maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala. dan isteriisteri mereka. Disebutkannya lafaz ayyun dalam bentuk muzakkar adalah lebih termasyhur daripada bentuk ta’nits-nya. 2. 9. Disebutkan juga bahwasanya mereka pulang balik untuk mencari penghidupan dalam keadaan selamat.. Dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. karena itu aku tawan mereka (dengan azab). Karena itu janganlah engkau (Muhammad) tertipu oleh keberhasilan usaha mereka di seluruh negeri.karena itu janganlah mereka pulang balik dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu”. Azab Allah terhadap orang kafir 2. karena sesungguhnya akibat dan tempat kembali mereka . “Sebelum mereka kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu setelahg mereka mendustakan (Rasul) dan setiap umat telah merencanakan (tipu daya) terhadap Rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran.

Sesungguhnya dia Maha Kuat lagi Maha keras hukuman-Nya. Maka Allah mengazab mereka disebabkan dosa-dosa mereka. lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. “Yang demiklan itu adalah Karena Telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata[15] lalu mereka kafir. akan tetapi kebencian Allah lebih besar daripada kebencian mereka sendiri terhadap diri mereka [13] Menurut suatu qiraat. sedangkan mereka membenci diri mereka sendiri sewaktu mereka dimasukkan ke dalam neraka.. dan ajaranajaran yang dibawanya. Maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka. adalah orangorang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi[16]. alat perlengkapan.lebih hebat kekuatannya daripada kalian” [14] Maksudnya: bangunan. lafaz minhum dibaca minkum. [15] Maksudnya: mukjizat. [16] Maksudnya: bangunan. benteng-benteng dan istana-istana. “Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi.” 22. “Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa ketaranganketerangan.[12] M-21 s/d M-22 : 21. [12] Sesungguhnya orang-orang kafir diserukan kepada mereka oleh malaikat.” M-82 s/d M-83 : 82. hukumhukum. artinya “. [17] mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka maksudnya ialah bahwa mereka . mereka merasa adalah neraka. dan mereka tidak mempunyai seorang pelindung dari azab Allah.. (yaitu) karena sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka. “Dan demikianlah pasti berlaku ketetapan Tuhanmu terhadap orang-orang kafir. “Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. benteng-benteng dan istana-istana. Maka Allah mengazab mereka.” 83. alat perlengkapan. mereka itu adalah lebih hebat kekuatannya daripada mereka[13] dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi[14].” M-10 : “Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): "Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri Karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir".6.

dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang Telah kami persekutukan dengan Allah".” M-11 s/d 12 : 11. mereka berkata: "Kami beriman Hanya kepada Allah saja. 85. lalu kami mengakui dosa-dosa kami.2. Haman dan Qarun. jelaslah kerugian mereka. malah mereka memandang enteng dan memperolokolokkan keterangan yang dibawa rasulrasul itu. “Maka tatkala mereka melihat azab kami.1. Nabi Musa diutus kepada Fir’aun M-23 s/d M-24 : “23. Maka Adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?" 12. dan memang sebelum itu pun mereka adalah orang-orang yang merugi [20] maksud dari ayat ini adalah maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran yakni dengan membawa 3. Penyesalan orang kafir senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka[17] dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu. Kepada Fir'aun. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir. dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Dan Sesungguhnya Telah kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat kami dan keterangan yang nyata. Maka mereka berkata: . “Yang demikian itu adalah Karena kamu kafir apabila Allah saja disembah. Itulah sunnah Allah yang Telah berlaku terhadap hamba-hambaNya[19].” sudah merasa cukup dengan ilmu pengetahuan yang ada pada mereka dan tidak merasa perlu lagi dengan ilmu pengetahuan yang diajarkan oleh rasul-rasul mereka.” M-84 s/d M-85 : 84. Allah mengutus Nabi Musa kepad Fir’aun dan pengikutnya 1. [18] Karena sesungguhnya sebelum itu mereka berupa mani dalam keadaan mati. 24. masingmasing diantara mereka mengalami kerugian yang nyata.3. “Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka Telah melihat siksa kami. Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah yang Maha Tinggi lagi Maha besar. kemudian mereka dihidupkan lalu dimatikan lagi lalu mereka dihidupkan lagi pada hari berbangkit [19]yaitu pada semua umat bahwasanya iman tiada gunanya lagi apabila timbul di kala azab turun. Dan di kala itu. “Mereka menjawab: "Ya Tuhan kami Engkau Telah mematikan kami dua kali dan Telah menghidupkan kami dua kali (pula) [18].

dan jika ia seorang pendusta Maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu.” M-25 s/d M-44 : 25. Karena Sesungguhnya Aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi".1. Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi kami mereka berkata: "Bunuhlah anak-anak orang-orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka". dan kami wariskan Taurat kepada Bani Israil” 54. Dan Sesungguhnya Telah kami berikan petunjuk kepada Musa. yang ada pada ayat di atas. Dan Musa berkata: "Sesungguhnya Aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab". [20] 26. Dialog dan usaha berdakwah Nabi Musa terhadap Fir’aun beserta pengikutnya "(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta".2. Akan tetapi tipudaya orang kafir itu tak lain hanyalah sia-sia belaka yakini menjerumuskan mereka sendiri ke dalam neraka [21] Menurut suatu qiraat lafaz au dibaca wa. Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikutpengikut Fir'aun yang menyembunyikan imannya berkata: "Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki Karena dia menyatakan: "Tuhanku ialah Allah padahal dia Telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. M-53 s/d 54 : “53.[21] 27. mereka ditimpa azab di dunia [24] Dapat dibaca at-tanadi atau attanadiy dengan memakai huruf ya pada akhirnya . dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya perkara yang hak dari sisi kami. “ Untuk menjadi petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berfikir. Dan menurut qiraat lain dibaca ay-yazhara fil ardhil fasadu [22] yakni azab yang telah menimpa umatumat terdahulu. golongan demi golongan [23] Lafaz misli dalam ayat ini merupakan badal atau penggan ti keterangan dari lafaz misli yang sebelumnya. mereka berkata : “Bunuhlah anakanak orang-orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanitawanita mereka”. dan tipu daya orangorang kafir itu tak lain hanyalah sia-sia (belaka). 28. Dan Berkata Fir'aun (kepada pembesar-pembesarnya): "Biarkanlah Aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya. Yakni seperti pembalasan yang biasa menimpa orang-orang kafir sebelum kalian.

[26] lafaz qalbi mutakabbirin dapat dibaca qalbin mutakabbirin. 33. Tsamud dan orangorang yang datang sesudah mereka. (Musa berkata): "Hai kaumku. Manakala kalbu seseorang merasa . (yakni) seperti keadaan kaum Nuh. dan Aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar". Hari kiamat itu dinamakan hari panggil memanggil Karena orang yang berkumpul di padang mahsyar sebagian memanggil sehagian yang lain untuk meminta tolong. untukmulah kerajaan pada hari Ini dengan berkuasa di muka bumi. 29. dan siapa yang disesatkan Allah. dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya. melainkan apa yang Aku pandang baik. Sesungguhnya Aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu. Hai kaumku.kepadamu akan menimpamu". [22] 31. kamu berkata: "Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya. tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu. Sesungguhnya Aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggilmemanggil[24]. niscaya tidak ada baginya seorangpun yang akan memberi petunjuk. 30. Dan Sesungguhnya Telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keteranganketerangan.[23] 32. artinya adalah Hari Kiamat. siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!" Fir'aun berkata: "Aku tidak mengemukakan kepadamu. (yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu. Dalam tafsir yang lain disebutkan bahwa disebut dengan hari panggil-memanggil karena pada hari itu banyak sekali panggil memanggil antara ahli surga dan ahli neraka. Maka pemanggilan yang mengandung kebahagiaan adalah bagi ahli surga sedangkan panggilan yang mengandung kecelakaan adalah bagi ahli neraka. 34. tidak ada bagimu seorangpun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah. setiap panggilan sesuai dengan apa yang dialami oleh pemanggilnya. Dan orang yang beriman itu berkata: "Hai kaumku. 'Aad. hingga ketika dia meninggal. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta. selain itu masih banyak pula jenis panggilan atau seruan lainnya [25] maksudnya mereka menolak ayat-ayat Allah tanpa alasan yang datang kepada mereka.

supaya Aku dapat melihat Tuhan Musa dan Sesungguhnya Aku memandangnya seorang pendusta". Aku menyeru kamu kepada keselamatan. Lafaz kullun menurut dua qiraat di atas menunjukkan makna tiap-tiap orang yang memiliki kalbu yang sesat. amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Maka dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. para saksi tersebut adalah malaikatmalaikat yang memberikan kesaksian bagi para Rasul. [29] lafaz alasyhad adalah bentuk jamak dari lafaz syahidun. mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab. 39. Hai kaumku. (Kenapa) kamu menyeruku supaya kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui padahal sombong maka takabburlah pemiliknya. Maka mereka akan masuk surga. bagaimanakah kamu. bahwasanya Rasul-Rasul itu telah menyampaikan risalah-Nya dan mereka mendustakan orang-orang kafir [30] maksudnya: dinampakkan kepada mereka neraka pagi dan petang sebelum hari berbangkit. 37. demikian pula sebaliknya. ikutilah aku. [26] 36. Sesungguhnya kehidupan dunia Ini hanyalah kesenangan (sementara) dan Sesungguhnya akhirat Itulah negeri yang kekal. Orang yang beriman itu berkata: "Hai kaumku. Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat. tetapi kamu menyeru Aku ke neraka? 42. (yaitu) pintu-pintu langit[27].35. Demikianlah dijadikan Fir'aun memandang baik perbuatan yang buruk itu. Aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar. (yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka[25]. 41. dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman. [31] maksudnya para malaikat tidak akan memberikan syafaat/pertolongan . jadi bukan ditujukan pada semua orang [27] maksudnya jalan-jalan yang menuju ke arahnya [28] maksudnya: tidak dapat menolong baik di dunia maupun di akhirat. buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang Tinggi supaya Aku sampai ke pintupintu. 38. dan tipu daya Fir'aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian. dan dia dihalangi dari jalan (yang benar). Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. Dan berkatalah Fir'aun: "Hai Haman. 40. Hai kaumku.

Sudah pasti bahwa apa yang kamu seru supaya Aku (beriman) kepadanya tidak dapat memperkenankan seruan apapun baik di dunia maupun di akhirat[28].3. dan Aku menyerahkan urusanku kepada Allah. M-47 s/d M-48 : “47. maka dari itu doa orang-orang kafir pada waktu itu sia-sia belaka karena tidak akan diperkenankan 1.5. Maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagian azab api . 44. M-45 : “ Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka. Jaminan Allah kepada Nabi Musa Aku menyeru kamu (beriman) kepada yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun? 43. dan Sesungguhnya kita kembali kepada Allah dan Sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas. dan pada hari terjadinya kiamat. ketika mereka berbantah-bantah dalam neraka. Dan (ingatlah). Balasan terhadap Fir’aun dan pengikutnya adalah neraka 1. Maka orang-orang yang lemah Berkatakepada orangorang yang menyombongkan diri: "Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu. Pengikut Fir’aun saling membantah di dalam neraka neraka pada pagi dan petang[30]. Sesungguhnya Allah Maha melihat akan hamba-hambaNya". (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras".1.” M-51 : “Sesungguhnya kami menolong rasul-rasul kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)” [29] M-46 : “Kepada mereka dinampakkan kepada orang-orang kafir. dan Fir'aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk.4. mereka Itulah penghuni neraka. Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu.

” [31] 4. Perintah Allah kepada Nabi Muhammad 4.6. Karena Sesungguhnya janji Allah itu benar. Dialog pengikut hamba-hamba-(Nya)". karena pada hari itu penduduk langit dan penduduk bumi bertemu.2. bertemu pula antara Yang Disembah dan yang menyembah. Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab: "Sesungguhnya kita semua samasama dalam neraka Karena Sesungguhnya Allah Telah menetapkan Keputusan antara 1. Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka. meskipun orangorang kafir tidak menyukai(nya). Penjaga Jahannam berkata: "Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keteranganketerangan?" mereka menjawab: "Benar.” M-55 : 55. Fir’aun dan malaikat M-49 s/d M-50 : penjaga neraka “49. dan Aku diperintahkan supaya tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam. Dan orang-orang yang agar azab berada dalam neraka Berkata mereka kepada penjaga-penjaga neraka diringankan Jahannam: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya dia meringankan azab dari kami barang sehari". dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan [32] lafaz at-talaq dapat juga dibaca at-talaqiy dengan memakai huruf ya. “Katakanlah (Ya Muhammad): "Sesungguhnya Aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku.” [32] M-66 : 66.neraka?" 48. sebagaimana dipertemukan pula antara orang yang aniaya dan orang yang dianiaya [33] maksudnya adalah shalat lima waktu [34] yang dimaksud dengan 4.1.” Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. penjagapenjaga Jahannam berkata: "Berdoalah kamu". 50. Perintah Allah terhadap Nabi Muhammad SAW untuk bersabar menghadapi orang kafir dan berdoa kepada-Nya . sudah datang". yakni hari kiamat. “Maka Bersabarlah kamu. Perintah Allah SWT terhadap Nabi Muhammad SAW agar menyeru umatnya untuk menyembah Allah SWT M-14 : 14.

“Dan Sesungguhnya Telah kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu.”[33] M-60 : 4. melainkan dengan seizin Allah. sedangkan empat ribu selebihnya dari kalangan umatumat selain Bani Israil [37] yakni keputusan itu merupakan kemenangan bagi Rasul-Rasul dan kerugian bagi orang-orang yang mendustakannya. “Maka Bersabarlah kamu. tidak ada yang . dan sembahansembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan sesuatu apapun.3.pagi. kemudian menyusul nun taukid sesudahnya yang juga mengukuhkan makna syarat tadi [36] menurut suatu riwayat diceritakan bahwa Allah SWT telah mengutus delapan ribu orang Nabi untuk menjadi Rasul.1. Maka apabila Telah datang perintah Allah. Maka meskipun kami perlihatkan kepadamu[35] sebagian siksa yang kami ancamkan kepada mereka ataupun kami wafatkan kamu (sebelum ajal menimpa mereka). Sesungguhnya janji Allah adalah benar. niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[34] akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". pada hakikatnya sebelum itupun orang-orang yang mendustakan para Rasul sudah merugi [38] Dia menghisab semua makhluk hanya dalam waktu setengah hari dunia.” M-78 : 78. Perintah untuk berlaku adil dalam memutuskan suatu perkara 60.” [37] M-17 : 5. “Dan Allah menghukum dengan keadilan. Tidak dapat bagi seorang Rasul membawa suatu mukjizat. namun kepada kami sajalah mereka dikembalikan. Bukti-bukti adanya hari kiamat 5.” M-20 : menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku. yang empat ribu orang diantaranya dari kaum Bani Israil. Sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha mendengar lagi Maha Melihat.” M-77 : 77. [35] lafaz imma berasal dari in syartiyah yang diidghamkan kepada ma zaidah yang berfungsi mengukuhkan makna syarat di awal fi’il. 20. dan ketika itu Rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil. di antara mereka ada yang kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak kami ceritakan kepadamu[36]. Definisi hari kiamat 17. “Pada hari Ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. “Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku. diputuskan (semua perkara) dengan adil.

seandainya mereka memberi syafaat. “Sesungguhnya hari kiamat kiamat pasti akan datang.” [41] M-58 : 58.” [39] demikianlah menurut keterangan Al-Hadits [39] lafaz yutha’u sebagai sifat. karena ditinjau dari segi dugaan mereka. “Sesungguhhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka[40] tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya. tidak ada keraguan tentangnya. Peringatan terhadap orang kafir tentang dahsyatnya hari kiamat M-18 : 18.2. “Dan tidaklah sama orang . Kepastian M-59 : akan datangnya hari 59. niscaya syafaat mereka tidak akan diterima [40] maksudnya mereka menolak ayat-ayat Allah tanpa alasan yang datang kepada mereka. [41] ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang ingkar kepada hari berbangkit [42] lafaz 6. tidak mengandung pengertian apa-apa karena pada asalnya tiada syafaat bagi mereka sebagaimana yang telah diungkapkan dalam firman-Nya yang lain surat AsySyura ayat 26 : “Maka Kami tidak mempunyai pemberi syafaat seorang pun”.” 5. “ (yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah la'nat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk. akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman. Maksudnya. yaitu bahwasanya mereka memiliki pemberipemberi syafaat. “Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Akan tetapi lafaz syafiin pada ayat tersebut memang memiliki makna.1. Ciri-ciri orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah SWT M-56 : 56. Maka mintalah perlindungan kepada Allah.” 5.3.dirugikan pada hari ini.” [38] M-52 : 52. Orang-orang yang ingkar terhadap ayatayat Allah SWT 6. orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa'at yang diterima syafa'atnya. Sesungguhnya dia Maha mendengar lagi Maha Melihat. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.

” 71. seraya mereka diseret.” [42] 6. bahkan kami dahulu tiada pernah menyembah sesuatu".” 72. “Apakah kamu tidak melihat kepada orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah? bagaimanakah mereka dapat dipalingkan?” 70. yaitu lafaz fi arjulihim.[44] seperti Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang kafir.”. kelak mereka akan mengetahui. Dengan demikian.” 73. Azab bagi orang-orang yang membantah ayatayat Allah M-69 s/d M-76 : 69. yakni kesadaran mereka terhadap hal ini sangat sedikit [43] lafaz assalasilu ini diathafkan kepada lafaz al-aghlalu. sedangkan khabarnya tidak disebutkan. “Kemudian dikatakan kepada mereka: " manakah berhalaberhala yang selalu kamu persekutukan. [44] mereka menginkari penyembahan mereka kepada berhala-berhala mereka itu.” 75.” 74.2. “(yaitu) orang-orang yang mendustakan Al Kitab (Al Quran) dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul kami yang Telah kami utus. “(yang kamu sembah) selain Allah?" mereka menjawab: "mereka Telah hilang lenyap dari kami. “Yang demikian itu disebabkan Karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak benar dan Karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan). (Dikatakan kepada mereka): "Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam. dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka.” 76. “Ketika belenggu dan rantairantai[43] dipasang di leher mereka.yang buta dengan orang yang melihat. Atau berkedudukan menjadi mubtada. selanjutnya dikatakan kepada mereka sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al-Anbiya’ ayat 98 :”Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah adalah makanan Jahannam”. Kemudian berhalaberhala sembahan mereka itu didatangkan. . Kemudian mereka dibakar dalam api (neraka). “Ke dalam air yang sangat panas. tatazakkaruna dapat pula dibaca yatazakkaruna. Maka Itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong ". sedikit sekali kamu mengambil pelajaran. sedang kamu kekal di dalamnya. maka artinya adalah : “dan rantai-rantai itupun dipasang di kaki mereka.

BAB III PEMBAHASAN .

sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesaran dan keagungan-Nya.a. 3. Dan lain-lain: Al Quranul Karim dan sikap orang-orang mukmin dan orang-orang kafir terhadapnya. janji Rasulullah s. Keimanan: Sifat-sifat malaikat yang memikul 'Arsy dan yang berada di sekitarnya. nikmat-nikmat Allah yang terdapat di daratan dan lautan. permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka. dengan Fir'aun.w.BAB IV PENUTUP Kesimpulan Pokok-pokok isinya: 1. peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiamat. 2. . anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin. ilmu Allah meliputi segala sesuatu.s. bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit. dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah. bahwa orang-orang mukmin akan menang terhadap musuhnya. Kisah: Kisah Musa a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful