P. 1
Bab 10

Bab 10

|Views: 33|Likes:
Published by rahmidafadhlia

More info:

Published by: rahmidafadhlia on Apr 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2011

pdf

text

original

Please purchase PDFcamp Printer on http://www.verypdf.com/ to remove this watermark.

BAB X

MANAJEMEN RESIKO DALAM INSTITUSI KEUANGAN ISLAM

Karena bisnis perbankan telah secara signifikan berubah dalam dua dekade terakhir, bentuk resiko yang dihadapi oleh institusi keuangan juga berubah. Kalau dalam dua deade yang lalu, institusi keuangan menghadapi resiko kredit dan pasar, maka institusi keuangan sekarang dihadapkan pada resiko baru dan lebih banyak. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, diantaranya adalah: v penguapan pasar yang meningkat: institusi keuangan pertama kali menyadari pentingnya manajemen resiko setelah kegagalan sistem Bretton Woods atas tarif pertukaran tetap, yang menuntukkn pada penguapan signifikan dalam tarif pertukaran asing dan pasar suku bunga. Sejak saat itu, penguapan dipasar dan permintaan akan produk manajemen resiko telah menjadi bentuk permanen dari pasar. v Inovasi keuangan: inovasi keuangan dan perkembangan yang cepat di pasar derifatif telah meningkatkan komplesitas manajemen institusi keuangan. Produk-produk inovatif telah muncul baik pada neraca keseimbangan dan produk baru, telah memunculkan profil pendapatan dan resikonya, yang mempengaruhi profil resiko dari institusi. v Perubahan bisnis perbankan: ada perubahan permanen dalam bisnis perbankan tradisional, sebagai hasil dimana bisnis telah bergerak dari bisnis pemberian pinjaman tradisional kepada aktivitas penghasilan biaya. v Peningkatan kompetisi: kompetisi diperbankan telah meningkat, membuat bank-bank kecil sulit untuk bertahan. Bank-bank berskala kecil tidak mampu untuk berkompetisi karena meningkatnya biaya bisnis dan tingginya biaya manajemen resiko. v Linkungan peraturan: didalam krisis keuangan, dari krisi utang Dunia Ketiga pada tahun 1980an hingga krisis di Asia Timur pada tahun 1990an, terjadi 1

Bagi institusi Islam penting sekali memiliki manajemen resiko yang komprehensif dan proses pelaporan untuk mengidentifikasi. manajemen. Langkah pertama adalah untuk mengidentifikasi sumber resiko. Penelitian dan pengalaman selama dua dekade terakhir telah menghasilkan pemahaman yang mendalam tentang permasalahan berkaitan dengan manajemen resiko dan prinsip-prinsip yang terbangun dengan baik dari resiko manajemen telah mengemuka. Kerangka komprehensif dari manajemen resiko dapat dipakai baik pada bank konvensional maupun bank Islam. mengeluarkan dokumen standar yang komprehensif untuk manajemen resiko pada December 2005. mengatur.com/ to remove this watermark. resiko keuangan merupakan yang pertama kali muncul pada pembahasan dan pembuatan kebijakan. Perkembangan-perkembangan ini telah meningkatkan kebutuhan akan pengukuran. dokumen ini melihat dan mendiskusikan resikoresiko yang berbeda dan mendaftar 15 prinsip-prinsip petunjuk manajemen resiko untuk institusi yang menawarkan layanan keuangan Islam. Langkah kedua. instrumen dan institusi yang berbeda. Menyadari pentingnya manajemen resiko.Please purchase PDFcamp Printer on http://www. Dewan Pelayanan Institusi Islam. 2 . Ketika kerangka umum dari identifikasi dan manajemen resiko ini telah dibuat. Dalam perubahan manajemen resiko. dan pengendalian resiko. Resiko-resiko Keuangan Resiko-resiko keuangan adalah pembukaan yang berefek pada kerugian keuangan langsung atas aset atau modal bank. adalah untuk merancang metode untuk melihat resiko dengan menggunakan model matematis. Proses manajemen resiko. tetapi khusus bagi institusi keuangan Islam juga terancam denga resiko investasi atas modal sendiri. Baik institusi keuangan konvensional maupun Islam terancam resiko kredit dan pasar. mengukur. memonitor. adalah proses dua langkah. produk. kesadaran lebih besar akan kebutuhan peraturan dan pengawasan institusi keuangan.verypdf. maka teknik ini dapat dipakai kedalam situasi. melapor dan mengontrol kategori resiko yang berbeda.

v Pada perjanjian bay’ al-salam atau istisna. bank dihadapkan pada resiko kegagalan untuk mensuplai tepat waktu atau untuk mensuplai keseluruhan. berkaitan dengan masalah klasik antara pemimpin-agen. bank Islam dihadapkan untuk penambahan resiko kredit. maka pentingnya manajemen resiko kredit menjadi sangat penting. Kegagalan seperti ini akan menyebabkan penundaan atau kegagalan dalam pembayaran. dimana bank Islam masuk kedalam perjanjian mudarabah sebagai pemimpin dengan mudarib luar (agen). Dalamm hal institusi keuangan Islam dimana pemberian pinjaman diganti dengan investasi dan kerjasama. bank-bank Islam dihadapakan pada resiko kredit saat bank menyerahkan aset kepada klien tetapi tidak menerima pembayaran dari klien tepat pada waktunya. v Pada investasi mudarabah. Sebagai contoh adalah ketika saham bank dalam modal diinvestasikan melalui perjanjian mudarabah dan musarakah diubah menjadi obligasi utang karena kelalaian yang terbukti atau karena kesalahan 3 .verypdf. Bisnis perbankan tradisional berdasarkan pada pelaksanaan pemberian peminjaman dianggap sebagai resiko bisnis kredit karena kemampuan bank untuk meminimalisir resiko kredit adalah sumber keuntungannya.com/ to remove this watermark. memiliki resiko kredit khusus sebagai berikut: v Pada transaksi murabahah. Resiko Kredit Resiko kredit biasanya dikenal dengan resiko potensial yang mana pihak lawan akan gagal untuk melakukan pembayaran atas obligasinya berkaitan dengan batas waktu yang disetujui. atau gagal untuk mensuplai kualitas barang sebagaimana yang dinyatakan dalam kontrak. Karakteristik unik dari instrumen keuangan yang dipraktekkan oleh bank-bank Islam. Manajemen resiko kredit untuk bank Islam malah lebih rumit karena adanya faktor tambahan dari luar.Please purchase PDFcamp Printer on http://www. Resiko kredit ini muncul dihampir semua instrumen untuk mengubah level dan ada banyak teknik untuk meringankan resiko seperti itu.

Resiko yang berkaitan dengan penguapan nilai pasar sekarang dan yang alan datang karena adanya faktor yang berbeda. mudarib. kesulitan untuk menentukan nilai pasar yang adil dan kendala dalam mengambil kepemilikan jaminan. tarif pertukaran asing (resiko FX). khususnya dinegara berkembang. modal sendiri dan harga komoditas (resiko harga) yang memiliki dampak potensial atas nilai keuangan aset.Please purchase PDFcamp Printer on http://www. adalah sebagai berikut: v Resiko mark-up. bank sering mengandalkan catatan klien dengan bank. Teknik keringan resiko yang dipakai oleh ban Islam untuk resiko kredit tidak banyak berbeda dengan teknik yang dipakai oleh bank konvensional. Dibanyak negara-negara berkembang dimana tidak ada institusi formal untuk menjaga data kreit. Bank Islam dihadapkan pada resiko mark up sebagai tarif mark up mereka yang dipakai dalam murabaha dan instrumen perdagangan keuangan lain ditetapkan untuk waktu kontrak ketika tarif benchmark bisa berubah. 4 . yang mana aturan itu berbeda dengan aturan-aturan investasi mudarabah dan musharakah. aturan untuk menutupi utang digunakan. Sehingga. Menggunakan jaminan dan penjaminan piutang sebagai tindakan keamanan terhadap resiko kredit adalah hal yang biasa dalam bank Islam. Resiko Pasar Resiko pasar untuk institusi keuangan muncul dalam bentuk pergerakan harga yang tidak baik seperti. Masalahnya termasuk. illiquiditas jaminan atau ketidakmampuan bank untuk menjual jaminan. Karena adanya institusi legal yang lemah dan lambannya proses. Pengukuran resiko dapat dicapai dengan tetap menjaga data kualitas yang baik dari kinerja sebelumnya dan dengan menentukan kemungkinan kegagalan.com/ to remove this watermark.verypdf. Menempatkan jaminan sebagai tindakan keamanan bukannya tanpa kesulitan. menjadi sulit bagi bank untuk mengakui jaminan. tarif benchmark (resiko tarif suku bunga). Bank bisa meminta klien untuk menempatkan jaminan tambahan sebelum melakukan transaksi murabahah. hasil (resiko tarif pendapatan).

Pada kaitannya dengan bay’ al-salam. adalah: v Bentuk investasi modal membutuhkan penambahan monitoring untuk mengurangi informasi asimetris. institusi keuangan Islam harus menempatkan kerangka untuk manajemen resiko pasar. Pasar sekunder untuk sekuritas seperti ini mungkin tidak begitu liquid dan karenanyaa bank Islam dihadapkan pada distorsi/penyimpangan harga dalam pasar liquid. Dengan adanya peningkatan pasar untuk obligasi Islam (sukuk). Resiko Investasi Modal Beberapa bentuk resiko investasi modal. Note: IFSB= Islamic Financial Service Board/ Dewan Pelayanan Keuangan Islam Prinsip IFSB pada resiko pasar Prinsip 4.akan tetapi. ban Islam menginvestasikan sejumlah asetnya kedalam sekuritas pasar (sukuk). v Resiko nilai aset yang disewakan.verypdf. bank Islam dihadapkan pada penguapan harga komoditas selama periode waktu antara penyerahan komoditas san penjualan komoditas. Pergerakan tarif pertukaran asing adalah resiko transaksi lain yang muncul dari bentuk penangguhan perdagangan atas sejumlah kontrak yang ditawarkan oleh bank Islam.Please purchase PDFcamp Printer on http://www. Tingkat resiko dalam investasi modal cukup lebih tinggi daripada pada 5 . Bank Islam perlu melakukan peran aktif dalam proses monitoring untuk meringankan resiko investasi modal.com/ to remove this watermark. v Baik mudarabah dan musharakah adalah perjanjian pembagian untung-rugi dan dihadapkan pada kerugian modal terlepas dari monitoring yang sesuai. v Resiko perdagangan sekuritas. bank dihadapkan pada resiko mareket yang disebabkan oleh pengurangan nilai sisa aset yang disewakan pada akhir waktu sewa. harga pada sekuritas pasar seperti itu dihadapkan pada keuntungan lancar. v Resiko harga. v Resiko FX.1. Pada pelaksanaan ijarah.

untuk mengurangi potensi kerugian. kesanggupan membayar. manajemen resiko dan proses pelaporan berkaitan dengan karakteristik resiko investasi modal.Please purchase PDFcamp Printer on http://www. institusi keuangan Islam..1.3. dan resiko sektor keuangan infrastruktur.com/ to remove this watermark. Resiko Bisnis Resiko bisnis diasosiasikan dengan lingkungan bisnis bank. faktor legal dan pengaturan. yaitu resiko tingkat pendapatan. harus menempatkan strategi yang tepat. harus mendefinisikan dan membangun strategi keluar berkaitan dengan aktivitas investasi modal. Ketika institusi keuangan Islam dihadapkan pada lingkungan bisnis reguler. harus menjamin bahwa metodologi evaluasi mereka sesuai dan konsisten.2. karenanyaa bank Islam harus mengambil perhatian yang besar dalam mengevaluasi dan memilih proyek-proyek. termasuk investasi mudarabah dan musarakah Prinsip 3. investasi lain. dan sektor infrastruktur keuangan seperti sistem pembayaran. termasuk makroekonomi dan kebijakan. Bentuk aliran tunai yang tidak terjadwal ini dapat menyebabkan kesulitan bagi bank Islam dalam menghadapi dan mengatur aliran tunai Prinsip IFSB atas Resiko Investasi Modal Prinsip 3. sebenarnya secara khusus institusi keuangan Islam juga dihadapkan pada suatu resiko bisnis khusus. illukuiditas investasi seperti ini dapat menyebabkan kerugian keuangan bagi bank v Investasi modal tidak dapat menyebabkan pendapatan tetap. v Investasi modal berbeda dari investasi pasar saham tidak memiliki pasar sekunder. 6 . dan sebaiknya menaksir dampak potensial dari metode mereka pada penghitungan dan alokasi keuntungan Prinsip 3. institusi keuangan Islam. Resiko bisnis juga termasuk resiko menjadi insulven karena modal yang tidak cukup untuk melanjutkan operasi. dan penambahan modal bisa saja menjadi satu-satunya sumber pendapatan. institusi keuangan Islam.verypdf.

institusi keuangan Islam. institusi keuangan Islam. maka hanya ada sedikit ketidakpastian dalam tingkat pendapatan yang dihasilkan pada investasi mereka. Sedangkan pada bank Islam.1. 7 . Pertama.Please purchase PDFcamp Printer on http://www. pendapatan pada beberapa investasi yang berdasarkan kerjasama modal pada bank Islam tidak dapat diketahui secar pasto sampai akhir periode investasi. Prinsip IFSB atas Resiko Tingkat Pendapatan Prinsip 6.verypdf. pendapatan pada deposit dalam bank Islam diperkirakan dan bukannya ditentukan. Semakin besar tingkat penyimpangannya. dalam dua hal. Bank Islam harus menunggu hasil investasinya untuk menentukan tingkat pendapatan investasi mereka yang akan dihasilkan oleh para depositor. yang dapat digunakan. Ketidakpastian ini dapat menyebabkan penyimpangan dari harapan pemegang jumlah investasi. semakin besar pula resiko tingkat pendapatan. ditentukan sebelumnya. Resiko tingkat pendapatan muncul dari ketidapastian dalam pendapatan yang dihasilkan oleh bank Islam atas aset mereka.com/ to remove this watermark. yang harus secara jelas dinyatakan dan dijelaskan kepada depositor. harus membangun manajemen resiko dan proses pelaporan yang komprehensif untuk memperkirakan dampak potensial dari faktor pasar yang mempengaruhi tingkat pendapatan atasa aset diabndingkan dengan tingkat pendapatan yang diharapkan untuk pemegang investasi Prinsip 6. jika investasinya dilakukan hingga batas tempo. Resiko Tingkat Pendapatan. karena bank komersial konvensional beroperasi berdasarkan pada sekutira pendapatan-suku bunga tetpa. Sebaliknya. harus menempatkan kerangka yang sesuai untuk mengatur resiko komersial displaced. Tambahan lagi. Institusi keuangan Islam harus menstandarkan pelaksanaan dan hak-hak pemegang investasi. karena memiliki gabungan antara investasi mark –up dan investasi modal sendiri. Resiko tingkat pendapatan berbeda dengan resiko tingkat suku bunga. maka tingkat ketidakpastiannya lebih tinggi. Kedua.2. pendapatan pada deposit dalam bank konvensional.

Resiko liquiditas dalam bank Islam dapat terbagi 2. Hal ini secara umum disebabkan oleh tekanan kompetitif yang dihadapi oleh institusi keuangan Islam baik dari pihak institusi keuangan Islam yang ada. dan manajemen aset dan kewajiban.verypdf. Jika bank Islam dijalankan secara tidak efisien dna terus menghasilkan pendapatan yang lebih rendah. Bank Islam dapat dihadapkan pada resiko pengambilan uang yang dilakukan oleh para depositornya sebagai dampak dari tingkat pendapatan yang lebih rendah. Resiko Pengambilan Uang Jenis resiko lain dalam bisnis resiko adalah “resiko pengambilan uang”. Kompetisi seperti itu dapat berasal dari bank Islam yang lain atau dari bank konvensional tetapi dengan “Islamic window”. yaitu kurangnya liquiditas dimana institusi keuangan dipaksa oleh aset illiquid untuk mendapat kewajiban dan obligasi keuangan. manajemen modal. maka hal ini akan menuntukkn pada penarikan uang oleh para depositornya sehingga akan merusak nilai bank tersebut. jika dibandingkan dengan yang ditawarkanoleh para pesaingnya. Resiko Perbendaharaan Resiko perbendaharaan termasuk didalamnya yaitu resiko-resiko yang muncul dari manajemen sumber daya keuangan dari institusi keuangan berkaitan dengan manajemen kas. maupun dari lawannya yaitu.com/ to remove this watermark. dan resiko pembatasan. saat 8 . Resiko perbendaharaan yang umum adalah liquiditas. sebab mudah terjadi pada resiko liquiditas. fungsi manajemen resiko adalah bagian dari perbendaharaan institusi keuangan dan karena itu lah. resiko manajemen aset dan kewajiban. Resiko liquiditas Fungsi manajemen perbendaharaan Institusi keuangan Islam menjadi tugas yang menantang karena berpengaruh pada kinerja bank Islam. Bentuk kedua yaitu.Please purchase PDFcamp Printer on http://www. institusi konvensional. manajemen liquiditas jangka pendek. ketidakmampuan apapun untuk mengatur resiko secara baik dapat menyebabkan resiko itu sendiri. Secara umum.

dibutuhkan. Adanya jalan masuk bagi manajemen liquiditas yang tersedia untuk bank konvensional. Hanya ada instrumen terbatas yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder. v Beberapa karakteristik instrumen Islam juga dapat menjadi penyebab resiko liquiditas bagi bank Islam. yaitu: v Ketersediaan yang terbatas atas gabungan pasar uang syari’ah dan pasar bankintra. Dari hal-hal berikut. harus mengambil alih resiko liquiditas seimbang dengan kemampuannya untuk memiliki perlindungan syari’ah tersebut yang cukup untuk mengurangi resiko Faktor-faktor diatas telah menaikkan tekanan bagi bank Islam terhadap resiko liquiditas dan mempengaruhi kemampuan mendapat keuntungannya. v Bank Islam memiliki jumlah dana yang agak besar dalam rekening koran yang merupakan deposit permintaan dan dapat diambil kapanpun.2.1. harus menempatkan kerangka manajemen liquiditas Prinsip 5. v v Pasar sekunder yang dangkal adalah sumber resiko liquiditas yang lain. dianggap sebagai riba. bank Islam tidak memiliki akses untuk meminjam atau menaikkan dana pada biaya yang sesuai.Please purchase PDFcamp Printer on http://www. dan karenanyaa tidak dapat diterima. resiko liquiditas dapat dianggap sebagai resiko yang paling fatal yang dihadapi oleh bank Islam. Contohnya.com/ to remove this watermark. 9 . institusi keuangan Islam. dan ketiadaan pasar uang antar-bank. atau dilarangnya perjanjian perdagangan berdasarkan murabahah atau bay’alsalam karena keduanya adalah klaim keuangan dan karenanyaa hanya dapat diperdagangkan pada penempatan liquiditas. institusi keuangan Islam.verypdf. telah membatasi pilihan bagi bank Islam untuk mengatur secara fisien posisi liquiditasnya. Prinsip IFSB atas resiko liquiditas Prinsip 5. resiko penundaan dalam murabahah. Pelarangan syari’ah untuk meminjam uang atas dasar bunga. instrumen utang pasar sekunder. adalah penyebab awal resiko liquiditas. yaitu pasar antar-bank. Bank konvensional memiliki akses untuk meminjam melalui pasar antar-bank yang baik dan efisien.

bank Islam meghadapi ketidakcocokan aset dan liabilitas yang lebih rendah. Resiko Pengaturan Pentingnya pengaturan dan resiko dihubungkan dengan pengaturan yang buruk telah menarik perhatian dari sejumlah peneliti dan pembuat kebijakan. 10 . Resiko Pembatasan Resiko pembatasan dalah resiko kegagalan untuk meringankan dan mengatur berbagai jenis resiko yang berbeda. akan diserap baik oleh pemegang saham maupun investor/depositor.com/ to remove this watermark. Menurut teori. Resiko Manajemen Liabilitas Aset (ALM) Resiko manajemen aset dan liabilitas adalah resiko ketidaksesuasian neraca keseimbangan yang berasal dari perbedaan tempo dan kondisi portofolio ban atas aset dan liabilitasnya. daripada pihak konvensional. dengan cara membatasi kemampuan bank Islam untuk menginvestasikan modal mereka pada aset berjangka panjang dan illiquid tapi lebih menguntungkan. pasar sekunder yang illiquid. dan non eksisten adalah sumber-sumber lain yang meningkatkan resiko in terhadap bank Islam. kegagalan dalam melaksanakan bisnis dan perjanjian obligasi. Adanya ketiadaan produk derifatif untuk membatasi resiko. Hal ini meningkatkan resiko tekanan bank.verypdf. dan dari lemahnya lingkungan institusi exsternal maupun internal termasuk resiko resmi. Resiko pengaturan mengacu pada resiko yang muncul dari kegagalan dalam mengatur institusi.Please purchase PDFcamp Printer on http://www. dimana bank tidak mampu untuk memaksa kontrak mereka. Para depositor pada sistem konvensional memiliki klaim tetap atas pendapatan asset bank ketika mereka mendapat pembayaran tarif suku bunga sebelum ditentukan. Dengan mengikuit model teoritis. shock negative apapun pada pendapatan aset bank Islam.

bank diharapkan untuk menampilkan pengawasan yang cukup atas proyek. Kelalaian dalam mengevaluasi dan memonitor proyek dapat menyebabkan terjadinya resiko terhadap penerima kepercayaan. Resiko Penerima Kepercayaan Resiko kepercayaan adalah resiko yang muncul dari kegagalan institusi untuk menampilkan berkaitan dengan standar implisit dan eksplisit. 11 . dapat juga menghadapkan bank pada resiko penerimaan kepercayaan. v v Kesalahan manajemen dana pemegang rekening koran. Resiko ini akan menuntukkn pada resiko menghadapi tindakan perlindungan legal pada situasi dimana bank melanggar tanggung jawab penerima kepercayaanya terhadap para depositor dan pemegang saham. didefinisikan sebagai resiko kerugian yang berasal dari ketidakcukupan atau kegagalan proses internal. Resiko Operasional Salah satu jenis resiko pengaturan adalah resiko operasional. berkaitan dengan masyarakat dan sistem atau dari resiko internal. Kesalahan manajemen dalam mengatur bisnis.com/ to remove this watermark. murabahah dan istisna Kegagalan sistem kontrol internal untuk mendeteksi dan mengatur kemungkinan masalah dalam proses operasional dan resiko teknis Kesulitan untuk memaksa perjanjian Islam kedalam lingkungan resmi yang lebih besar Kebutuhan untuk menjaga dan mengatur komoditas inventori didalam pasar illiquid Biaya dan resiko dalam memonitor perjanjian jenis modal dan resiko legal. Aspekaspek yang dapat meningkatkan resiko ini didalam bank Islam termasuk: v v v v v Resiko penundaan dalam perjanjian non-terikat.Please purchase PDFcamp Printer on http://www. Berikut adalah contoh-contoh resiko penerima kepercayaan: v Berkaitan dengan investasi berdasarkan kerjasama dalam bentuk mudarabah dan musharakah. pengalokasian biaya yang berlebihan untuk investasi rekening koran adalah pelanggaran kontrak implisit.verypdf.

Ulama syari’ah telah menyatakan bahwa jika bank gagal untuk bertindak sesuai aturan syari’ah. Bank Islam dihadapkan pada resiko transparansi karena adanya praktek non-standar penghitungand an pelaporan keuangan atas instrumen keuangan Islam. Rendahnya transparansi akan menyebabkan resiko terjadinya kerugian karena keputusan yang salah yang didasarkan pada informasi yang tidak lengkap dan tidak akurat. dan praktek manajemen resiko. Reputasi ini juga adalah resiko dimana hanya karena perbuatan tidak bertanggung jawab dari satu institusi dapat mencemari reputasi dari bank Islam yang lain. yang mana hal ini berbeda dengan instrumen konvensional. maka transaksi tersebut harus dianggap tak berlaku dan cacat atas dasar sudut pandang syari’ah dan pendapatan yang didapat dari transaksi itu tidak boleh dimasukkan kedalam keuntungan yang akan disalurkan kepada para investor/depositor.com/ to remove this watermark. Resiko ini terdiri dari dua hal. keuntungan dan liquiditas. tingkat resiko.Please purchase PDFcamp Printer on http://www. Yang kedua. Resiko Transparansi Transparansi didefiniskan sebagai “keterbukaan informasi yang dapat dipercaya yang memungkinkan pengguna informasi tersebut untuk melakukan penilaian yang akurat atas kondisi dan kinerja keuangan bank. karena adanya kegagalan untuk taat pada aturan syari’ah. Publisitas yang negatif memiliki dampak yang signifikan pada saham pasar institusi.verypdf. Resiko Syari’ah Resiko syari’ah berkaitan dengan struktur dan fungsi dewan syari’ah sebagai institusi dan level sistemik. Satu kasus kegagalan dari satu institusi 12 . yaitu pertama. Resiko Reputasi Resiko reputasi adalah resiko dimana kepercayaan dari klien bank Islam rusak karena adanya tindakan atau kelakuan yang tidak bertanggungjawabdari manajemen. aktivitas bisnis. karena adanya praktek non-standar atas perjanjian yang berbeda dengan yurisdiksi yang berbeda pula.

13 . pelaporan. 1) harus sesuai dengan aturan syari’ah. Proses ini melibatkan implementasi kebiojaan yang sesuai. dapat memberikan nama yang buruk kepada semua institusi yang mungkin saja tidak terlibat dengan tindakan tidak bertanggung jawab tersebut. kerangka pelaporan resiko dan pengendalian resiko.verypdf. monitoring. Kerangka Manajemen Resiko Kompleksnya bentuk resiko-resiko yang dihadapi oleh bank Islam menuntut kerangka manajemen resiko yang komprehensif. yang cukup komprehensif untuk melakukan pengukuran. Diperlukan adanya pengembangan kerangka manajemen resiko dari suatu organisasi.Please purchase PDFcamp Printer on http://www. manajemen dan kontrol atas semua resiko dan semua instrumen. Prinsip IFSB atas Manajemen Resiko v institusi keuangan Islam harus memiliki proses untuk menghilangkan semua elemen manajemen resiko. dan kontrol. pengukuran. mitigasi. 3) melakukan penyatuan proses manajemen resiko v v institusi keuangan Islam. Kontrolnya. institusi keuangan Islam.com/ to remove this watermark. v institusi keuangan Islam. IFSB telah membuat satu set berisi prinsip-prinsip untuk manajemen resiko. pelaporan. batasan. harus menjamin kualitas dan pelaopran resiko akan tersedia untuk pemegang wewenang pengaturan. harus membuat informasi terbuka yang sesuai dan tepat waktu bagi para pemegang investasi sehingga investor dapat memperkirakan resiko potensial dan upah atas investasi mereka dan juga untuk melindungi bunga mereka atas keputusan mereka melakukan proses. Manajemen resiko yang efisien sangat penting untuk mengurangi semua tekanan resiko. 2)sesuai dengan peraturan dan kebijan dan prosedur internal. termasuk resiko identifikasi. prosedur dan sistem informasi manajemen yang efektif. hars menjamin sebuah sistem pengendalian yang mencukupi dengan pemeriksaan yang sesuai. Prinsip ini harus diikuti oleh bank Islam untuk mengurangi berbagai resiko yang mereka hadapi.

Tantangan Implementasi Implementasi kerangka manajemen resiko membutuhkan kerjasama yang dekat antara institusi keuangan Islam.berdasarkan pada profit sebelumnya dan penguapan pendapatan. pasar. dimana ia bisa membebsakan dengan cara mengidentifikasi tujuan dan strategi institusi dan dengan membangun sistem internal yang dapat mengenali. Identifikasi sumber resiko berkaitna dengan perbankan Islam telah membuat kemajuan yang berarti. Penggunaan Metode Quantitative atas Resiko Manajemen Penilaian dan pengukuran resiko adalah sebuah seni. pengatur.com/ to remove this watermark. khususnya dalam hal pasar kurang berkembang. dan infratasruktur legal untuk isntrumen Islam. mengukur. sistem manajemen liquiditas. Lenilaian dan penentuan nilai pasar yang adil atas jaminan bukanlah suatu yang gampang. penilaian jaminan perlu perhatian khusus. resiko investor/depositor dapat dilihat dengan ukuran Profit-atRisk/keuntungan pada resiko (PaR). dalam prakteknya banyak pihak pengawasan cenderung untuk tidak menganggap keberadaaan jaminan karena beberapa alasan. tidak perlu mengaplikasikan teknik dan model pengukuran resiko untuk melihat resiko. Ada sejumlah tantangan dalam manajemen resiko pada institusi keuangan Islam. model PaR mengasumsikan distribusi normal dan dapat dihitung sama dengan Ζα × δρ × Τ Untuk resiko kredit. seperti pada Value-at-Risk/nilai resiko (VaR). dan resolusi efisien. dan pengawas. pasar sekunder. dan mengatur berbagai tekanan resiko. yaitu: v pendirian institusi pendukung seperti pemberi pinjaman. 14 . Implementasi manajemen resiko pada tingkat institusi adalah merupakan tanggung jawab manajemen. Sundarjan (2004) telah menyarankan sejumlah metode quantitatif untuk pengukuran resiko. Akan tetapi. Walaupun jaminan dianggap sebagai satu dari peralatan meringankan resiko. Meningkatnya kompleksitas instrumen keuangan membutuhkan peralatan penilaian resiko yang lebih canggih untuk semua jenis resiko termasuk resiko kredit. sebagaimana juga sains. sistem asuransi deposito. dan resiko operasional/pelaksanaan. Sebagai contoh.Please purchase PDFcamp Printer on http://www. memonito.verypdf.

v Pencapaian keseragaman dan keharmonisan dalam standar syari’ah terhadap pasar dan pembatas.Please purchase PDFcamp Printer on http://www. yang mana saat ini tidak banyak tersedia. Usaha-usaha harus dilakukan untuk bekerjasama dengan institusi lain untukk mengembangkan sistem yang disesuaikan dengan kebutuhan institusi keuangan Islam. v Manajemen resiko membutuhan sumber daya manusia yang sangat terampil.verypdf. Praktek yang ada sekarang atas penjagaan individu dewan syariáh oleh institusi individual dinilai tida efisien dan harus diganti dengan dewan syria’ah pusat. dimana banyak institusi keuangan Islam tidak mampu membiayainya karena mereka adalah institusi berskala kecil. Berbagai usaha harus dilakukan untuk mengembangkan penelitian dan program pelatihan untuk menyebarkan pengetahuan dan kesadaran akan signifikansi dari manajemen resiko. 15 .com/ to remove this watermark. Training tersebut harus menyediakan sertifikasi bagi para peserta setelah penyelesaian program dengan baik. v Pengembangan sistem manajemen resiko berbiaya mahal. Berbagai usaha harus dilakukan untuk menamabah transparansi dalam laporan keuangan dan perkembanagn standar penghitungan dan pelaporan terhadap pasar. v Manajemen resiko yang efektif akan memandu institusi keuangan Islam untuk bersatu dengan pasar keuangan global.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->