BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Indonesia sebagai Negara maritim yang mempunyai luas lautan 2/3 dari keseluruhan wilayahnya mempunyai potensi yang besar di bidang sarana transportasi laut karena untuk menghubungkan satu pulau dengan pulau yang lain maupun satu Negara dan Negara lain diperlukan sarana transportasi yang efektif dan efisien baik berupa kapal - kapal niaga maupun penumpang. Maka dibutuhkan perusahaan pembuatan, perbaikan, dan perawatan kapal yang mempunyai sarana dan prasarana yang cukup dan tenaga kerja yang professional sehingga dapat terjalin kerjasama yang saling menguntungkan antara owner (pemilik kapal), galangan dan Biro Klasifikasi. PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II merupakan salah satu galangan yang mampu menjawab tantangan untuk memajukan sarana transportasi laut Indonesia dalam perancangan,

perbaikan dan perawatan kapal-kapal Indonesia maupun kapal-kapal asing. Tujuan pembangunan serta perbaikan kapal salah satunya adalah peningkatan kebutuhan transportasi dan perawatan kapal saat beroperasi. Untuk memperpanjang usia kapal agar mampu beroperasi lebih lama maka diperlukan perawatan kapal sesuai dengan jadwal perawatan berkala maupun saat terjadi kerusakan. Salah satu konstruksi kapal yang rawan terjadi kerusakan adalah badan kapal/lambung karena letaknya yang berada di bawah sarat air sehingga memerlukan perhatian dan perawatan yang lebih khusus agar kapal dapat beroperasi sebagaimana mestinya. Seringkali terjadi penipisan pelat yang terjadi karena korosi maupun hal-hal lain, seperti binatang-binatang laut yang menempel pada pelat sehingga mencapai ketebalan yang kurang dari standard yang telah ditentukan oleh pihak class maka diperlukan replating atau penggantian pelat sehingga tidak terjadi kebocoran pada saat kapal berlayar karena hal ini dapat mengakibatkan
Laporan Praktek Kerja

PT. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II - Jakarta
2011

1

stabilitas kapal berkurang sehingga dapat mengurangi safety atau standar keamanan kapal.

Permasalahan-permasalahan yang dihadapi PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II dalam melaksanakan kegiatan usahanya berupa masalah intern maupun masalah ekstern. Permasalahan intern antara lain kurangnya perawatan fasilitas yang dimiliki PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II, koordinasi yang kurang terjalin dengan baik antar bagian/divisi yang ada sehingga apabila terjadi miss communication dapat memperlambat pekerjaan bagian yang lain,

keterbatasan SDM yang berkualitas, professional yang dimiliki, dan kedisiplinan yang kurang dari para pekerja PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II. Sedangkan masalah ekstern antara lain pengiriman material yang tidak sesuai dengan waktu pemesanan maupun jumlah material yang tidak mencukupi untuk pembangunan kapal, keterbatasan dukungan dari industri yang ada di sekitar PT. Dok & Pekapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II sehingga menyebabkan proses dalam pembuatan kapal tidak dapat berjalan dengan lancar. Para tenaga kerja PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II sebenarnya memahami permasalahan -

permasalahan tersebut sehingga diperlukan solusi, dan tindakan-tindakan nyata untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi agar PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II semakin maju dan berkembang dan dapat bersaing dengan galangan lain baik dalam skala nasional maupun internasional.

Laporan Praktek Kerja

PT. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II - Jakarta
2011

2

B.

TUJUAN
Tujuan dari kerja praktek di PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Galangan II Jakarta adalah sebagai berikut: 1. Syarat menyelesaikan program Strata Satu Teknik Perkapalan FTUndip. 2. Memenuhi beban Satuan Kredit Semester (SKS) yang harus ditempuh sebagai persyaratan akademis di program Strata Satu Teknik Perkapalan FT-Undip. 3. Mengembangkan kemampuan analisa teori yang sudah diperoleh di kampus dan praktek mahasiswa melalui pengetahuan dan

pengalaman praktek kerja di PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II sehingga terjadi sinkronisasi antara teori dan praktek di lapangan. 4. Mengatahui, mempelajari, dan memahami secara garis besar maupun terperinci suatu proses pembuatan kapal baru dan reparasi pada PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II.

C.

BATASAN MASALAH
Setelah melaksanakan Praktek Kerja di PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II, selanjutnya dalam penyusunan laporan ini, batasan masalahnya sebagai berikut : 1. Fasilitas - fasilitas apa saja yang digunakan oleh PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II untuk mereparasi kapal. 2. Tahapan ± tahapan dalam mereparasi kapal.

Laporan Praktek Kerja

PT. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II - Jakarta
2011

3

Laporan Praktek Kerja PT. E. METODE PENUTLISAN Dalam pengumpulan data-data yang diperlukan untuk penyusunan laporan kerja praktek lapangan ini. yaitu tepatnya dari tanggal 24 Januari s. yaitu sebagai berikut : 1. Mengumpulkan data yang tertulis pada lembar instruksi kerja di bengkelbengkel reperasi maupun di kantor. Simulasi. Studi literatur sebagai penunjang penulisan laporan. Pengamatan langsung dilapangan untuk mengetahui proses yang sebenarnya terjadi.Jakarta 2011 4 .D. 4.d 24 Februari 2011 sesuai dengan jadual yang telah kami rencanakan dan waktu yang disepakati bersama antara peserta Praktek Kerja dengan instansi yang bersangkutan. Wawancara langsung dengan pekerja yang berkaitan untuk menggali data-data yang diperlukan dalam pelaksanaan proses dan penggunaan perangkat kerja 3. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA Kegiatan Praktek Kerja di PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Galangan II Jakarta kami lakukan selama satu bulan. 5. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . 2. penulis menggunakan beberapa metode penulisan.

BAB II : PROFIL PERUSAHAAN Dalam BAB II ini berisi tentang ulasan sejarah perusahaan dan perkembangannya.bidang usaha yang ada pada galangan. BAB IV : PENUTUP Dalam BAB IV penulis akan memberikan kesimpulan dari seluruh pembahasan dan akan mencoba memberikan saran yang munkin dapat berguna kepada perusahaan tempat kerja praktek.F.Jakarta 2011 5 . batasan masalah. BAB III : HASIL OBSERVASI LAPANGAN Dalam BAB III berisi hasil dari berbagai pengamatan para praktrikan di lapangan dan di kantor. metode penulisan dan waktu dan tempat pelaksanaan kerja praktek. SISTEMATIKA PENULISAN Dalam penyusunan laporan kerja praktek ini penulis harus membuat sistematika dalam penulisan dan pembahasan masalah dengan sistematika sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUHAN Dalam BAB I ini penulisan diarahkan pada pengulasan latar belakang permasalahan. struktur organisasi dan bidang . juga akan memuat saran dan masukan bagi semua pihak yang berhubunagan dengan kerja praktek tersebut. Laporan Praktek Kerja PT. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II .

Perusahaan ini merupakan perusa haan Persero karena dalam modal pembangunannya terdapat modal yang berasal dari pemeintah. Pelita Bahari (Persero) yang didirikan pada tahun 1964. SEJARAH PERUSAHAAN P. Kodja (Persero) yang didirikan sejak tahun 1964. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . dan di sahkan menjadi perusahaan persero atas dasar Peraturan Pemerintah No. PT.Jakarta 2011 6 .BAB II PROFIL PERUSAHAAN A. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) didirikan pada tahun 1990 sebagai empat perusahaan galangan kapal terpadu. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero). Selain itu PT. PT. Empat perusahaan tersebut adalah : PT.Airn yang bergerak i dalam bisnis pengangkutan dan penyimpanan kontainer. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (persero) memiliki dua (2) usaha tambahan yaitu PT. PELITA BAHARI yang didirikan dengan akta Notaris Raden Soerojo Wongsowidjojo Nomor 4 tanggal 5 Mei 1964 dengan nama P. Dok & Galangan Kapal Nusantara (Persero) yang didirikan sejak tahun 1964. Pelita Bahari (Persero) sebelum merger. Dok & Perkapalan Tanjung Priok (Persero) yang didirikan sejak 1891. dan PT.Kodja Terramarin yang bergerak dalam bidang pembuatan dan penjualan produk kimia. Laporan Praktek Kerja PT. CARYA PUTRA terdapat penyertaan modal Negara yang berasal dari pemasukan barang-barang dari instansi Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI). DKB (Persero) Cabang Jakarta Galangan II dalah PT. meningkatkan produktivitas dan efektifitas. PT.T. PT.12 Tahun 1969. Merger dilaksanakan sinergi pada tahun 1990 ditujukan untuk mengkonsolidasikan di antara galangan kapal. dan PT.T. Ke empat perusahaan ini merger menjadi PT.

B. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . STRUKTUR ORGANISASI Laporan Praktek Kerja PT.Jakarta 2011 7 .

Jakarta 2011 8 . Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . yaitu : a.C. dan bau Sarana kebersihan lengkap Lampu penerangan kerja yang memadai Pembagian daerah tanggung jawab kebersihan Lembar periksa kebersihan dan periksa berkala d. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Cabang Utama Jakarta Galangan II mempunyai motto 5R. bebas debu. Rajin Pemakaian atribut kerja Pertemuan singkat sebelum kerja Tempat istrirahat karyawan Penerapan pelatihan Laporan Praktek Kerja PT. Rawat Rambu ± rambu cukup jelas Standar kerja lengkap dan mutakhir Pelaksanaan sesuai standar kerja Penerapan tanda indicator batas normal Penggunaan alat peringatan e. Ringkas Semua barang diketahui statusnya Stock barang dalam proses tidak belebihan Perlengkapan pribadi tidak berada di tempat kerja Barang tidak berguna sudah disingkirkan semua b. Rapi Semua barang memiliki tempat yang memadai Semua tempat barang memiliki tanda batas Label barang dan label tempat lengkap terpasang Sistematika dan cara penempatan barang Denah dan peta penempatan barang c. Resik Bersih. BUDAYA PERUSAHAAN PT.

galangan ini mempunyai beberapa perhatian penting akan lingkungan hidup.Jakarta 2011 9 . Pemilik kapal berkewajiban menyediakan sarana dan prasarana terhadap pengelolaan limbah. Pemilik kapal berkewajiban melaksanakan terhadap segala bentuk tindakan penanggulangan K3LH (Keselamatan Kesehatan Kerja & Lingkungan Hidup). yaitu seperti : a. Pemilik kapal berkewajiban menyediakan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di lingkungan masing-masing. d. b. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . Karyawan sub kontraktor dan ABK dilarang keras melakukan pembuangan limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun). c. e. Karyawan sub kontraktor dan ABK dilarang keras melakukan tank cleaning di lingkungan area galangan tanpa izin pihak galangan.Selain budaya 5R. Laporan Praktek Kerja PT.

Jakarta 2011 10 . namun bagi owner yang baru. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . Pembuatan re-schedule berkisar antara 2-3 kali. Contoh administrasi adalah repair list. galangan tidak perlu melaksanakan tender. Apabila terjadi keterlambatan. Survey bisa dilakukan pada saat kapal beroperasi maupun saat sandar di pelabuhan. maka bagian engineering akan membuat reschedule. Untuk owner langganan. PROSEDUR DOCKING REPARASI KAPAL Tahap awal dalam docking process adalah penyusunan daftar reparasi (Repair List). ratarata kapal mengantri minimal 2 bulan sebelum masuk dok.BAB III HASIL OBSERVASI LAPANGAN A. Repair list juga disusun berdasarkan wawancara dan keluhan dari ABK baik itu pada konstruksi maupun mesin. Laporan Praktek Kerja PT. schedule. BAGIAN ENGINEERING A. jumlah jam orang. Di PT. dan lain sebagainya. tender ini dilaksanakan oleh Bagian Pemasaran. owner mengadakan tender. Administrasi docking tidak berkaitan dengan class. Jadwal pekerjaan satu kali docking di perusahaan ini adalah sekitar 2 minggu. jadi class tidak mempunyai kewenangan untuk mengatur administrasi galangan dalam pelaksanaan docking. DKB Cabang Jakarta Galangan II. Dalam waktu tersebut ada owner yang produktif dengan cara mengoptimalkan operasional kapal namun ada juga yang membiarkan kapal mengantri begitu saja selama waktu tunggu tersebut. Repair list merupakan sebuah hasil survey dari pihak galangan dan daftar permintaan reparasi dari pihak owner. Re-shcedule tidak hanya dilaksanakan ketika terjadi keterlambatan. namun ketika ada penambahan maupun pengurangan pekerjaan pun galangan akan membuat re-schedule.1.

dsb. Electrical supply (380 V. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . 50 Hz) c. Dengan kondisi ini. Terdapat beberapa jenis bahan Zinc anode. terkadang material di-supply dari owner seperti zinc anode. pemasangan bow thruster. penambahan dek akomodasi.Biaya docking tidak mengacu pada usia kapal maupun ukuran kapal. kapal mendapat pelayanan umum seperti : a. Selama docking. maka galangan akan mengutamakan kapal B karena dipandang lebih menguntungkan dengan banyaknya pekerjaan yang akan dikerjakan.Jakarta 2011 11 . Zinc anode dengan berat berkisar antara 3 ± 6 Kg bisa melindungi dengan radius 6 m. Laporan Praktek Kerja PT. Sewage service (3 hari sekali dibuang) d. timah putih. kapal A (7000 DWT) hanya melakukan cuci pantat sedangkan kapal B (3000 DWT) akan melakukan replatting. Fresh water supply (2 Ton / day) b. pipa. ada dua kapal yang akan docking. cat. yaitu zinc. Galangan akan lebih mudah dalam beroperasi jika shipping company mempunyai PMS (Planning Maintenance System) yaitu suatu dokumen tentang jenis kerusakan dan perencanaan perbaikan kapal oleh suatu shipping company. bahkan panel. plat. Contoh kasus. Fire fighting dan pemandu kebakaran (air laut senantiasa mengalir untuk pencegahan jika terjadi kebakaran) e. melainkan mengacu pada seberapa besar jumlah pekerjaan. PMS hanya dimiliki oleh shipping company yang benarbenar besar dan bonafide. penambahan plat form. Pemandu kebakaran dan petugas safety (stand by) Dalam docking.

demikian juga kemungkinan overhaul permesinan yang besar seperti diesel generator dan sebagainya. Peralatan yang berat diusahakan tidak diletakkan di platform.  Untuk platform yang lain harus dipertimbangkan tinggi untuk perpipaan dan pengkabelan. Untuk merencanakan kamar mesin seluruh kebutuhan system harus ditentukan secara detail. reparasi maupun penggantian. Harus diperhatikan juga bahwa clearance (tinggi) minimum untuk lewat adalah sekitar 2 meter. agar konstruksi platform tidak menjadi terlalu berat dan titik berat kapal tidak bergeser keatas. perawatan praktis. Juga harus dipertimbangkan kemungkinan untuk pemasangan. sesuai dengan kebutuhan. Didalam merancang platform di dalam kamar mesin. pengoperasian. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II .Jakarta 2011 12 . Laporan Praktek Kerja PT.2 MEMBUAT LAYOUT KAMAR MESIN Dasar pembuatan layout kamar mesin adalah buku peraturan Klasifikasi Indonesia Volume III untuk Machinery Construction bagian satu B. Di dalam pertimbangan perancangan kamar mesin bukan hanya Meminimumkan volume ruang mesin atau panjang kamar mesin namun harus di pertimbangkan pencapaian layout yang rational untuk mesin utama dan mesin bantu.A.  Salah satu platform kamar mesin sebaiknya dibuat sama tinggi dengan platform tertinggi mesin induk untuk memudahkan perawatan dan overhaul mesin. beberapa pertimbangan perlu diambil yang antara lain adalah sebagai berikut :  Luas platform diusahakan sekecil mungkin.

Gambar 1 Overhoule ME SV. SALVIA Laporan Praktek Kerja PT. Pengisian air pada ponton harus sesuai perhitungan kesetimbangan. jika tidak floating dock bisa patah. Kapal yang masuk floating dock biasanya trim burtian yang menyebabkan pembebanan di belakang midship lebih besar dibandingkan di depan midship. III. Di bawah ini merupakan contoh perhitungan dari KM. Di galangan II.Parkit A. VI.3 PERHITUNGAN PRA DOCKING DI FLOATING DOCK Sebelum kapal masuk floating dock. dan VII) Setiap ponton diisi air berbeda-beda. harus disiapkan berbagai gambar kerja (GA dan Profil) serta perhitungan pengapungan. floating dock mempunyai 7 ponton. tergantung pembebana dari kapal. sehingga ponton yang beroperasi hanya 6 (pontoon I. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . V. namun 1 ponton sudah tidak produktif dan di-scrape. II.Jakarta 2011 13 .

60 m 3. da = Cb air = = Langkah pertama yang harus dikerjakan adalah menghitung pembebanan yang diterima oleh setiap ponton.20  2.02 kg/m3 m df = 2.65 1.20 m 13.90 2 = = 3.Jakarta 2011 14 .90 m T .15 m 80. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . Ponton yang dipakai adalah 4 buah dan jarak antar pontoon adalah 1m. maka Beban rata-rata adalah T = da  df 2 3.DATA UTAMA KM SALVIA Lpp Loa B = = = 68.20 0.05 Laporan Praktek Kerja PT. Jika diketahui displascement kapal 2000 ton.

15 500 = VARIABEL BEBAN Laporan Praktek Kerja PT.05m adalah sarat rata-rata atau sarat di midship 3.258 KETINGGIAN (Meter) 2.92 517.113 0.90 = 0.158 BEBAN (TON) 483. kapal mengalami trim buritan karena pada saat docking.080 3.Jakarta 2011 15 .15 2000 ton / 4 buah ponton = 500 ton/ponton Beban 500 ton/ponton adalah beban ketika kapal pada posisi even keel (sejajar) sedangkan pada kasus ini.T = 3.15 adalah untuk beban 500 ton/pontoon. water ballast tank dikosongkan Variable 0.013 3.05 ± 2.041 0. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II .13 493.180 0.70 Kolom beban adalah hasil pekalian silang antara 0.93 504.941 3. perhitungan lebih detail adalah seperti digambarkan di bawah NO PONTOON II III V VI VARIABEL 0.

SALVIA ditempatkan pada ponton ke III.80 VI 526.80 Laporan Praktek Kerja PT.Penyebut BEBAN lah yang kita cari untuk mengetahui beban disetiap pontoon.10 1145. hasil akhir perhitungan ini akan mengalami minus pada baris PENGISIAN BALLAST PERPONTON.00 1145.10 1145. Warna Warna adalah data pontoon adalah data yang harus diisi oleh dock master Ponton no I dan VII nilainya 0 karena kedua ponton tersebut tidak menerima beban kapal (keel kapal tidak menyentuh ponton tersebut) Baris BERAT KAPAL PER PONTOON adalah nilai dari hasil perhitungan beban pada tabel di atas (kolom beban) Berat air ballast pada ponton minimal adalah 50 ton (desain galangan) Berat air ballast minimal ini. karena jika beban minimal air (50 ton) ditempatkan pada ponton ke VI. Namun pada kasus kapal SV.70 483.00 101. nilai minimal PENGISIAN BALLAST PERTPONTON adalah 50 ton.10 1145.80 494.80 II 526. NO PONTON BERAT KONSTRUKSI PER PONTON BERAT KAPAL PER PONTON PENGISIAN BALLAST PER PONTON TOTAL BEBAN PER PROYEK VII 526. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II .80 V 526.00 619. adalah mencari berapa ton air yang harus diisikan pada setiap pont\on dengan kondisi pembebanan yang berbeda-beda seperti pada perhitungan di atas.70 0. Perhitungan selanjutnya.10 1145.00 50.80 I 526.10 1145. ditempatkan pada ponton yang mendapat beban maximal (ponton VI).70 518. Hal demikian adalah tidak mungkin karena sesuai desain awal galangan.00 136.80 III 601.00 114.70 505.70 0.Jakarta 2011 16 .00 619.

Jakarta 2011 17 .1. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II .1 BENGKEL KONSTRUKSI B. Linesplan Pengemalan Shell Expansion Block assembly marking List marking (sketsa gambar) Block jig offset Deck piece and bellmouth Bracket mark Mal bending Gambar 2 Block jig offset Laporan Praktek Kerja PT.1 MOULDLOFT Pekerjaan pokok di mouldloft galangan ini terdiri dari beberapa jenis. 2. 5. BAGIAN PRODUKSI B.B. 7. 3. 6. 4. yaitu : 1. 9. 8.

Ada dua metode. maka triplek (lantai) harus baru juga. Data yang keluar dari bagian engineering hanya berupa table offset dan linesplan. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . Ruangan ini terakhir dioperasikan pada tahun 2003 karena setelah itu. DKB Jakarta Galangan II Pekerjaan yang didahulukan di ruang mouldloft adalah pekerjaan di bagian midship. Ruang mouldloft mempunyai ukuran 60 x 20m. galangan tidak memiliki order pembangunan kapal baru.Lantai ruang mouldloft terbuat dari triplek dan ketika masuk / menginjak mouldloft alas kaki harus dilepas dengan tujuan gambar tidak kotor dan rusak.Jakarta 2011 18 . Data offset table yang dikeluarkan oleh bagian engineering belum Laporan Praktek Kerja PT. Hal ini ditujukan untuk prosesi keel laying. Gambar 3 Ruang mouldloft PT. Kesulitan dalam proses mould loft adalah pada saat penetpan nut (red: garis las). Bagian belakang dan depan memakan waktu yang lebih lama karena pada bagian tersebut terdapat banyak lengkungan. yaitu ditumpuk langsung atau lantai ruang mouldloft sebelumnya dibongkar. Proses pembuatan kapal yang pertama adalah di bagian tengah selanjutnya bergeser ke bagian depan dan belakang. kemudian diolah di mouldloft oleh bagian bengkel (konstruksi) dengan skala 1:1. Untuk pembuatan mouldloft kapal baru.

tentu selaras pada saat mould loft.1.2 MARKING. CUTTING. Mal tersebut dibawa ke bengkel konstruksi untuk proses marking.Jakarta 2011 19 . Perbandingan kecepatan cutting untuk manual dengan semi otomatis adalah 1:5 dan antara manual dengan full otomatis adalah 1:25. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . Ada tiga metode dalam cutting. Salah satu fungsi dari marking adalah untuk menghemat plat dan mempercepat pekerjaan. DAN FORMING Hasil dari mouldloft berupa mal-mal yang terbuat dari plastic film maupun triplek. Gambar 4 Marking Setelah plat selesai di marking. yaitu manual. semi otomatis dan full otomatis. maka dari itu diperlukan penyesuaian sesuai dengan toleransi yang diperbolehkan. B. maka plat siap untuk di cutting. Laporan Praktek Kerja PT.

Kapasitas mesin press yang dimiliki PT DKB II adalah 300 ton dengan dimensi 1200 x 3800 mm dan max pressure 190 kg/cm2. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . Proses ini menggunakan mesin pres dan dibantu proses line heating jika mesin pres tidak mampu. dan sejenisnya. kuningan. Gambar 5 Semi otomatis cutting Forming / bending merupakan suatu proses pembentukan plat sesuai dengan mal yang dihasilkan di bagian moudloft. stainless steel. Mesin CNC Cutting plasma ini mampu memotong bahan yang terbuat dari material alumunium. Metode full otomatis juga menggunakan mesin CNC Cutting. namun proses marking telah diprogram menggunakan computer dan media cutting adalah plasma bukan gas seperti pada CNC Cutting semi otomatis dan manual. Nozzle CNC cutting diseuaikan dengan ketebalan plat dan dalam periode tertentu nozzle ini harus diganti. Dalam pembentukan plat digunakan metode penekanan (press) pada Laporan Praktek Kerja PT.Jakarta 2011 20 . Mesin ini dilengkapi dengan 2 buah crane dengan kapasitas masing-masing 2 ton yang berguna dalam peletakan plat yang akan dibentuk dalam ukuran besar. namun hanya untuk cutting plat yang lurus dan terbuat dari baja.Metode semi otomatis telah menggunakan mesin CNC Cutting. Nozzle terbuat dari bahan kuningan dan spare part tidak diproduksi di Indonesia.

yaitu 1 operator untuk operasional mesin dan 2 orang operator yang mengatur crane yang menempel pada mesin. dibutuhkan 3 orang operator. No 1 B tu mata Fu Forming profil si 2 Forming hull 3 Forming pipa Dalam proses forming untuk lambung. terdapat mesin frame bender dengan kapasitas 150 ton Gambar 6 Proses forming dengan mesin press Laporan Praktek Kerja   © ¥ ¤   PT da Perkapa a d a a ari (persero) a a ga II . yang setiap mata memiliki fungsi tersendiri.beberapa titi di arapkan. tertent sampai plat sesuai dengan bentuk mal yang Ada tiga mata mesin press. Khusus untuk forming profil yang digunakan sebagai frame.akarta ¥ 21 ¥ ¦  § ¥ ¦ ¨ ¢ £¢¡ 2011 .

Fabrikasi merupakan proses penggabungan komponen-komponen menjadi suatu panel ataupun suatu block. Gambar 7 Panel untuk superstructure SV. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II .B. superstructure. Fabrikasi dibagi menjadi dua yaitu sub-assembly dan assembly.1. Gambar 8 Block kapal pada proses assembly Laporan Praktek Kerja PT. cutting. contoh : double bottom.3 FABRICATION DAN ERECTION Fabrikasi merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan setelah proses marking. cutting. ER. maupun CH. dan forming.Jakarta 2011 22 . Contoh panel dapat dilihat seperti pada gambar di bawah ini. dan forming menjadi sebuah panel. Sub assembly adalah penggabungan komponen-komponen kecil secara langsung dari hasil proses marking. Flamingo Assembly adalah penggabungan dari panel-panel menjadi sebuah block kapal.

Adapun banyaknya pelat yang akan diganti di tentukan oleh pihak klasifikasi dan disesuaikan dengan kemampuan dari pemilik kapal. double bottom.Erection merupakan proses penggabungan block-block hasil assembly menjadi sebuah kapal di building berth. Replating untuk bagian-bagian confined space seperti FOT. LOT. Pelat mengalami deformasi Pelat mengalami keausan atau pengurangan ketebalan maksimal 20% dari ketebalan pelat konstruksi yang di setujui oleh class. Hal tersebut mendandakan bahwa bagian yang dicoreti memerlukan perbaikan ulang atau penyempurnaan. Dalam proses fabrikasi maupun erection terdapat banyak deformasi. a. Di bawah ini merupakan faktor penyebab replating.Jakarta 2011 23 . deformasi. Gas free bisa menggunakan blower ataupun Inert Gas Generator dan tujuan free gas adalah : a. B.1. Dalam proses erection harus menggunanakan alat teodolite agar kapal benar-benar dalam posisi lurus. c. dan sebagainya. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . b. bagian yang lupa dipotong atau di las. dan sebagainya harus di gas free dulu sebelumnya. Pada proses erection terdapat banyak coretan dari class menggunakan kapur khusus. Koreksi tersebut meliputi cacat las. setiap pekerjaan yang berbahaya dan menggunakan panas.4 REPLATING Replating dilakukan setelah pengujian terhadap ketebalan pelat. Menghilangkan gas racun / gas yang berbahaya bagi pekerja Mencegah terjadinya ledakan saat pengerjaan panas (cutting maupun welding) Di galangan ini. b. Pelat tersebut mengalami kerusakan akibat gesekan maupun benturan. FWT. harus mendapat persetujuan dari petugas safety. Laporan Praktek Kerja PT.

Dilakukan pengelasan sesuai dengan WPS (Welding Prosedure Spesification) Laporan Praktek Kerja PT. Tahap-tahap penggantian pelat tersebut adalah: a.Gambar 9 Proses Replating Lambung Kapal Sebelum replating. Ukuran pelat yang hendak diganti ditentukan dan gading-gading yang ada harus terlebih dahulu ditandai untuk mencegah gading ikut terpotong. pengujian hanya sesuai dengan permintaan OS pada bagian-bagian tertentu. Terkadang. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya pelat pengganti yang lebih kecil dari ukuran semula. c. plat akan diuji dengan ultrasonic test. b. d. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II .Jakarta 2011 24 . Pelat pengganti yang akan dipasang harus memiliki ukuran yang lebih dari ukuran yang telah ada. Menandai dimana letak dari pelat yang hendak diganti dengan menggunakan kapur berdasarkan hasil pengukuran dari ultrasonic test yang sudah ada pada gambar bukaan kulit.

Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . pelat ditandai dengan menggunakan brander potong. Gambar 10 Test Kebocoran Kapal Menggunakan Metode Kapur Sirih Laporan Praktek Kerja PT. Sebelum dilakukan pemotongan.5 TES KEBOCORAN Pengujian Kebocoran kapal biasanya dilakukan pada daerah sambungan las antar pelat terutama pada pelat yang baru di ganti (replating). kemudian dilas. f. Metode ini banyak di pakai di galangan karena lebih praktis dan biayanya lebih murah daripada menggunakan metode yang lainnya. Membersihkan daerah sekitar pelat yang akan dipotong. Memotong pelat sesuai dengan penandaan batas-batas pelat yang akan dipotong sesuai dengan gambar bukaan kulit yang telah dibuat dan telah dicantumkan hasil dari pengujian ultrasonic test. e. Pelat pengganti dipasang dan dirapatkan ke posisinya. Pelat pengganti disiapkan kemudian dibantu diangkat dengan menggunakan crane. b. B.Jakarta 2011 25 . Salah satu metode test kebocoran kapal yaitu dengan metode kapur sirih.1.Proses replating adalah sebagai berikut: a. Pelat dipotong dengan gas cutting. c. kemudian dipaskan dan yang telah rapat dengan framenya dilas ikat Pemotongan pelat pengganti yang berlebihan disesuaikan dengan garis potong pelat yang lama. d.

Jakarta 2011 26 .Langkah ± langkah dalam melakukan test kebocoran kapal dengan metode kapur sirih adalah sebagai berikut. Apabila kapur tersebut basah maka dinyatakan bocor karena minyak dapat merembes sampai keluar kapal (warna kapur akan berubah menjadi kuning kemerahan). a. Laporan Praktek Kerja PT. tes kebocoran dilakukan pada seluruh sambungan las namun pada kapal reparasi hanya bagian-bagian yang direpair saja. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . Beri minyak pada sisi sebaliknya (dari arah sisi dalam kapal) dari laslasan yang telah diberi kapur. Oleskan kapur pada sisi luar kapal pada hasil pengelasan pelat yang baru di ganti (replating). b. Perbedaan antara test kebocoran antara kapal baru dengan kapal reparasi yaitu pada kapal baru.dan tunggu selama 3 jam. c.

kapal-kapal besar / niaga memerlukan energi yang besar. atau pengaruh luar lainnya saat kapal beroperasi.2. sedangkan rames paking menggunakan sea water.2 BENGKEL MESIN MEKANIK B.1 PERAWATAN DAN REPARASI KEMUDI SERTA BANTALAN POROS KEMUDI Ada tiga jenis sistem kekedapan pada kemudi. service vessel. Laporan Praktek Kerja PT. c. Simplex seal Nock seal Reames paking Sistem simplex seal dan nox seal menggunakan oil sebegai media sistem pelumasannya. Untuk memperkuat konstruksi dan mencegah double plate korosi. b.B. berbeda dengan kapal niaga yang menggunakan double plate. fungsinya adalah mencegah poros kemudi menabrak plat di atasnya (deck) karena suatu olengan. Energy besar ini jika diteruskan pada jenis single plate maka kemudi itu akan mengalami kerusakan berbeda dengan jika diteruskan pada jenis double plate karena konstruksinya lebih kuat. guncangan. didalam rongga double plate diisi dengan oil. Kapal jenis tug boat. dipasang suatu jumping stopper.Jakarta 2011 27 . Ketika maneuver. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . dan kapal yang mengutamakan power menggunakan tipe kemudi single plate. yaitu : a. Di ujung poros kemudi.

segel. rudder terdiri dari dua bagian yaitu rudder blade dan stock rudder. Dalam proses reparasi. rudder blade dibersihkan dari fouling dengan menggunakan scrap kemudian diblasting untuk membersihkan karat yang menempel pada rudder blade.Jakarta 2011 28 . dan belt Laporan Praktek Kerja PT. yaitu chain block (takel). Gambar alat tersebut seperti di bawah. dan belt. segel. Untuk bagian rudder stock cukup dibersihkan dengan gerinda brush. kemudian dilakukan pengecatan secara merata untuk menghindari karat. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II .Gambar 11 Rudder tipe single plate dan double plate Pada umumnya. Reparasi dibagian sistem propulsi banyak menggunakan pesawat sederhana. Gambar 12 Chain block. Setelah rudder blade dibesihkan.

dapat dibersihkan dengan cara polish. dan OS ketika berdiskusi mengenai propeller yang akan direpair Langkah Reparasi propeller akibat fouling adalah sebagai berikut : a. Gambar 13 Pihak galangan.Jakarta 2011 29 . Laporan Praktek Kerja PT. merupakan cairan yang dipakai untuk membersihkan daerah yang dicurigai adanya keretakan.2 PERAWATAN DAN REPARASI PROPELLER Pada umumnya kerusakan propeller terjadi pada bagian blade. Melakukan colour check. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . class. c. Bersihkan daun propeller dengan gerinda brush. Oleh karena itu. terjadi keretakan pada bending akibat benturan. Penyemprotan Cleaner (cairan pembersih permukaan propeller). a. yaitu seperti terdapat fouling. Untuk sisa fouling yang masih menempel.B. sehingga semua fouling yang menempel terlepas. dalam kondisi propeller yang tidak optimal tersebut maka kinerja propeller akan turun.2. Langkah-langkah dalam proses colour check Dry Penetrant Method adalah . b.

akan terbentuk warna yang nyata atau terang. Dengan bantuan cairan ini.Jakarta 2011 30 . Setelah itu diikuti Developer. maka propeller dapat diluruskan kembali dengan cara dipanaskan dan dipukul merata / dipress hingga rata tapi pastikan tidak terjadi perubahan sudut. dan bengkokan tersebut tidak terjadi begitu parah. Kemudian diteruskan dengan penyemprotan Penetrant. Fungsi utamanya adalah menarik penetrant keluar dari keretakan permukaan yang bersih. merupakan cairan yang berwarna merah yang mencari dan menunjukan adanya keretakan. merupakan cairan yang kental. Fungsi lainnya adalah menghilangkan sepenuhnya sisa-sisa dari penetrant pada seluruh permukaan benda kerja. berwarna putih dan mengandung serbuk halus yang akan mengering dan membentuk lapisan serbuk. cairan ini mempunyai daya penembusan yang kuat sehingga dapat menunjukan keretakan yang halus.b. c. Laporan Praktek Kerja PT. Cairan tersebut juga memberikan warna yang kontras antara keraetakan dan permukaan benda kerja yang lain Gambar 14 Dry penetrant dan hasil colour check Apabila propeller bengkok. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II .

Setelah bevel terbentuk maka propeller dilas dengan electode yang sama dengan bahan propeller. Repair kerusakan jenis ini adalah dengan menggerinda keretakan hingga membentuk bevel / kampuh yang siap dilas. diantaranya yaitu : a. propeller mengelami keretakan seperti yang terjadi pada propeller SV. PARKIT. Peningkatan getaran kapal Efesisiensi propeller menurun Kerusakan bearing Kerusakan stern tube Kenyamanan ketika berlayar menurun Laporan Praktek Kerja PT.Jakarta 2011 31 . e. Ketidakseimbangan propeller mengakibatkan kerugian propulsif. c.Lebih jauh lagi. Gambar 15 Pengelasan pada kerusakan akibat retak BALANCING PROPELLER Balancing propeller merupakan reparasi terhadap propeller apabila propeller mengalami ketidakseimbangan. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . d. b.

Propeller jenis ini balance jika ketika dicek dalam alat balancing dan diposisikan seperti pada gambar A propeller seimbang (tidak bergerak) b. Jika propeller di atas mengalami ketidakseimbangan dengan kasus 3 blade 48 kg dan 1 blade 50 kg. jika salah satu atau bahkan keempat ban tersebut tidak sama. dan letak masalah adalah pada blade no 3 karena blade ini lebih berat dari pada blade no 1. berarti blade tersebut bermasalah (lebih berat) Laporan Praktek Kerja PT.2. Mobil mempunyai 4 ban.Jika propeller tidak balance. c. Teori balancing propeller dapat digambarkan dalam sebuah sketsa dan diuraikan seperti di bawah ini.4. maka mobil tersebut akan bergetar ketika berjalan dan penumpang mengalami ketidaknyamanan. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . maka blade yang normal (50kg) harus digerinda sampai propeller tersebut benar-benar balance. bentuk vector tersebut akan bernilai seimbang atau nol. normalnya keempat blade mempunyai berat yang sama.35. Ketidakseimbangan propeller disebabkan karena salah satu blade propeller mengalami perbedaan berat. jika salah satu blade diasumsikan mempunyai berat 48 kg maka propeller tersebut tidak balance.Jakarta 2011 32 . Propeller jenis ini juga tetap disebut balance jika diposisikan seperti gambar B. point a dan b menunjukan balance karena jika disketsakan dalam sebuah vector. bisa dianalogikan terhadap mobil.dan 4 d. begitupun propeller yang tidak balance. Propeller 4 daun a. berat setiap blade 50 kg. Jika propeller diposisikan awal seperti pada gambar B namun mengalami penurunan seperti pada gambar C maka propeller tidak balance. Propeller tersebut direpair dengan cara menambahkan berat terhadap blade yang bermasalah. Jika propeller diputar dan setiap akhir putaran salah satu blade selalu di bawah. misalnya suatu propeller jenis B.

Propeller jenis ini juga tetap disebut balance jika diposisikan seperti gambar E. Jika propeller diposisikan awal seperti pada gambar E namun mengalami penurunan seperti pada gambar F maka propeller tidak balance. point a dan b menunjukan balance karena jika disketsakan dalam sebuah vector.Propeller 3 daun a. Jika propeller diputar dan setiap akhir putaran salah satu blade selalu di bawah.Jakarta 2011 33 . d. Propeller jenis ini balance jika ketika dicek dalam alat balancing dan diposisikan seperti pada gambar D propeller seimbang (tidak bergerak) b. c. dan letak masalah adalah pada blade no 3 karena blade ini lebih berat dari pada blade no 1 dan 2. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . bentuk vector tersebut akan bernilai seimbang atau nol. berarti blade tersebut bermasalah (lebih berat) Laporan Praktek Kerja PT.

akarta    34  2011 .A B C Laporan Praktek Kerja "  !       PT ock da Perkapa a od a a ari (persero) a a ga II .

D E F Laporan Praktek Kerja 2 0 ) 1 ' % & % $ # PT ock da Perkapa a od a a ari (persero) a a ga II .akarta % % & 35 ( 2011 .

Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . Bagian-bagian tersebut diantaranya yaitu : stern tube.Jakarta 2011 36 . Laporan Praktek Kerja PT. untuk tipe CPP (Controlable Pitch Propeller). Pada proses reparasi. maka shaft propeller akan dirapair di bengkel mekanik. kopling. Apabila terjadi kerusakan yang cukup parah. Shaft(poros) propeller adalah penghubung antara propeller dengan main engine yang melalui beberapa bagian sistem proplulsi agar propeller dapat berputar. seal house. kemudian dilakukan pengecekan dengan menggunaka test MPI (magnetif particular induction). shaft propeller dibersihkan dengan menggunakan gerinda brush. dan intermediate shaft. balancing propeller dilakukan dengan cara melepas semua blade kemudia blade tersebut ditimbang.Gambar 16 Proses balancing propleller Teori balancing di atas adalah untuk jenis propeller FPP (Fix Pitch Propeller). Dengan demikian bisa mengetahui secara pasti dan bisa dikalkulasi sesuai kebutuhkan agar propeller bisa balance.

e. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . Gearing stopper : pengikat bearing ke bearing boss agar jarak antara bearing dengan shaft ada (clearance) yang berguna untuk area pelumasan shaft pada saat berputar. Coupling nut : mur yang merangkai / pengikat propeller dengan propeller shaft j. Berfungsi sebagai penutup / pelindung shaft propeller tepatnya pada daerah lambung belakang. Propeller cone Propeller key : penutup / pengikat propeller dari belakang : pengunci propeller / pengikat propeller ke shaft propeller c. h. Bearing boss : penutup / pelindung utama propeller shaft yang berada di bagian paling luar / bagian yang terkena air (lapisan terakhir) f. yaitu : a. b. i. Water lube seal : penutup yang berfungsi menghambat minyak pelumas keluar dari sepenjang shaft. d. g. Propeller shaft Stern tube : poros / as baling-baling : Pipa yang menembus bagian lambung belekang kapal yang terkena air. Laporan Praktek Kerja PT. Propeller shaft terdiri dari beberapa komponen. Coupling key : pengunci / pengikat couple / perangkai Bearing and housing : Alat pembungkus propeller shaft yang terletak pada kedua ujung propeller shaft.Jakarta 2011 37 . Ada jarak minimal antara shaft dengan bearing dan housing yang berfungsi untuk daerah pelumasan shaft propeller.Fungsi propeller shaft yaitu untuk memindahkan putaran dan menyalurkan tenaga dari main engine ke propleller.

k. Instrument-instrument control dan indicator kamar mesin dihubungkan dengan pusat kendali olah gerak di ruang kemudi. Pengoperasian setempat di mesin induk dapat dilaksanakan saat terjadi kerusakan pada sistem pengendalian jarak jauh (remote control) dari rumah kemudi. Mesin induk dan mesin bantu di kamar mesin dilengkapi dengan instrument pengontrol dan sistem alarm termasuk alat penunjuk putaran. Mesin induk juga dapat dioperasikan setempat di kamar mesin dalam keadaan darurat. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . Laporan Praktek Kerja PT.Jakarta 2011 38 . indicator rpm. Olah gerak kendali mesin induk tersebut dilaksanakan melalui sistem jarak jauh dari navigation deck. Housing seal : ring yang melekat pada propeller dan shaft yang berfungsi sebagai penutup aliran pelumasan sepanjang shaft Gambar 17 Overhaul ME oleh ABK Main engine adalah instalasi penggerak yang terdiri dari mesin induk yang dilengkapi dengan reversing reduction gear.

B. Alur pengerjaan pipa sama dengan plat. REPAIR LIST OWNER SURVEYOR RECOMMENDATION ON THE SPOT ACTION Laporan Praktek Kerja PT.Jakarta 2011 39 .3 BENGKEL PIPA Flow chart di bengkel pipa dibedakan antara kapal reparasi dan kapal baru. Di bawah ini flow chart pengerjaan pipa pada kapal reparasi. bengkel pipa bekerja berdasarkan repair list sedangkan pada kapal baru berdasarkan master schedule. Untuk kapal reparasi. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II .

1. diantaranya adalah memperbesar hambatan kapal dan korosif karena fouling mengeluarkan zat asam. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . 4 jam.Jakarta 2011 40 . Fouling sangat merugikan. Pembersihan fouling ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga agar badan kapal menjadi bersih seperti sedia kala.B. Waktu yang dibutuhkan adalah terdiri dari : a. Cara ini hanya dilakukan untuk mengikis atau mengurangi kotoran yang masih tebal yang menempel pada Laporan Praktek Kerja PT.4 BENGKEL OUTFITTING B. Penyekrapan Penyekrapan merupakan proses pembersihan badan kapal dari fouling / binatang laut yang menempel pada badan kapal yang berada di bawah garis air. Pekerjaan reparasi dan perawatan badan kapal A A B Gambar 18 : lambung kapal sebelum skrap : lambung kapal setelah skrap B Penyekrapan dilakukan secara manual dengan menggunakan alat yang biasanya berupa lempengan besi yang bertepi tajam atau sikat baja dan dapat menggunakan gerinda untuk menghilangkan kotoran±kotoran yang sulit dibersihkan dengan sikat baja. REPARASI LAMBUNG KAPAL Reparasi yang diutamakan setelah kapal duduk di stop block (graving dock) adalah memompa air dari dock ke luar.4.

Pengetokan bagian pelat yang mengalami karatan dapat menyebabkan terkelupasnya lapisan karat dan fouling yang menempel pada badan kapal.Jakarta 2011 41 . b.badan kapal. Laporan Praktek Kerja PT. Dalam proses penyekrapan dibutuhkan sejumlah pekerja dan waktu yang cukup banyak. Kadar asam ini sangat berpengaruh pada proses coating. Penyekrapan tidak sebatas di lambung kapal saja. Palu yang digunakan biasanya mempunyai kepalan tumpul dan lancip seperti pisau. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . yaitu berubahnya warna cat dan bahkan menimbulkan reaksi kimia yang tidak menguntungkan. Cara pengetokan dengan menggunakan palu ketok secara manual. didalam sea valve juga dilakukan penyekrapan karena pada saluran pipa tersebut juga banyak terdapat fouling. Water jet digunakan untuk mengangkat kotoran yang berada dipori-pori pelat agar nantinya memudahkan untuk pembersihan selanjutnya. Tekanan air yang keluar dari nozel water jet adalah 400 bar. Water jet Water jet merupakan proses yang dilakukan untuk membersihkan lambung kapal dari sisa fouling yang telah di skrap. Pengetokan dilakukan di bagian propeller dan rudder karena bagian tersebut banyak lekukan dan detail. Media yang digunakan dalam water jet adalah air tawar yang disemprotkan oleh sebuah compressor dengan tekanan tertentu. Tujuan proses water jet adalah untuk menghilangkan kadar asam pada lambung kapal terutama lambung di bawah garis air.

Metode ini merupakan metode pembersihan yang paling efektif tetapi memerlukan biaya yang sangat besar. Pada tabung ini beberapa peralatan seperti katup-katup dihubungkan dengan udara yang dihasilkan oleh compressor. Laporan Praktek Kerja PT. sehingga pasir dapat disemprotkan dengan kecepatan tinggi. pasir besi coper slack.5 s/d 9 m3 tergantung besarnya nozzle yang dipakai dengan jarak 0.Dengan cara ini maka lambung akan menjadi lebih bersih dan akan terlihat kerusakankerusakan yang tidak terdektesi sebelumnya seperti terdapatnya lubang kecil pada pelat.Jakarta 2011 42 . pasir silica. Karena timbulnya percikan pasir dan debu yang sangat keras maka diperlukan pakaian khusus seperti masker dan pakaian kerja yang tebal.Gambar 19 Proses water jet c. Sand Blasting Sand blasting merupakan proses yang dilakukan untuk membersihkan lambung dari karat dan sisa-sisa cat yang lama dengan menggunakan pasir pada tekanan 6 sampai 8 kg/cm2. dan debir udara 1. pasir besi time slack. Semburan pasir bertekanan tinggi ini mengenai pelat yang akan dibersihkan dari karat sampai bersih hingga terlihat permukaan pelat baja. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . Pasir tersebut ditempatkan di dalam sand blast machine yang berbentuk tabung yang beroda.5 m. Pasir yang digunakan adalah pasir kuarsa.

Adapun jenis-jenis sand blast antara lain . Spot Blast : Permukaan daerah tertentu pelat dibersihkan sampai dengan kotoran dan cat terkelupas. Sand blast ini sama dengan dengan proses pengamplasan. a.Jakarta 2011 43 . Full Blast : Permukaan pelat dibersihkan sampai kotoran dan cat terkelupas hingga terlihat pelat dasar. sisa fouling masih terlihat jelas karena proses skrap tidak bisa melepaskan sisa fouling yang menempel kuat di pelat. Sweep Blast : Permukaan pelat dibersihkan sampai dengan kotoran dan cat terluar terkelupas c.Pada proses sand blasting. Laporan Praktek Kerja PT. A A B Gambar 20 : pelat sebelum disand blast : pelat setelah disand blast B Pada gambar A. 100 kg pasir kuarsa dapat membersihkan sekitar 5 m2. b. maka plat tersebut akan digerinda. dan ketika plat tidak sempurna disand blast. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II .

d.  Lapisan pertama yaitu lapisan cat primer (Primer coating)  Lapisan kedua adalah cat anti corrosive (AC) merupakan cat yang bertujuan untuk mencegah timbulnya korosi atau karat  Lapisan ketiga adalah cat anti fouling (AF) merupakan jenis cat yang bertujuan untuk mencegah binatang (seperti tiram dan kerang) dan tumbuhan laut menempel pada bagian kapal yang tercelup air 1 liter cat bisa meng-cover luas 4 ± 5 m2. Untuk mengetahui jumlah cat yang diperlukan maka digunakan data luas permukaan basah kapal (Wetted Surface Area). hample. Cat yang sering digunakan di galangan ini adalah dari merek jotun. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . Jumlah lapisan cat antara AC dan AF secara bergantian ditentukan oleh hasil kesepakatan antara pihak galangan dan pemilik kapal. Gambar 21 Proses Painting Laporan Praktek Kerja PT.Jakarta 2011 44 . Painting Setalah proses sandblasting pada pelat secepatnya dilakukan pengecatan dasar (primer). Pengecatan lambung terdiri dari beberapa lapisan yaitu . dan lain sebagainya. international paint. Dalam proses pengecatan pada setiap lapisan diberikan interval waktu pengecatan yang disesuaikan dengan spesifikasi cat yang diguanakan. Nippon. Pengecatan ini dilakukan agar setelah sandblasting . pelat tidak mengalami korosi akibat kelembaban udara laut.

end link (rantai/ mata ujung). Laporan Praktek Kerja PT. a. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . b. kilikili) dan anchor shackle (segel jangkar). Adapun langkah-langkah dalam melakukan reparasi terhadap jangkar dan rantai jangkar adalah sebagai berikut. d.2 REPARASI RANTAI JANGAKAR Jangkar adalah alat yang dipakai pada saat kapal berlabuh dilautan lepas agar tidak terbawa arus dan angin ataupun pada saat kapal mengantri untuk masuk ke pelabuhan.B. keretakan serta kerusakan lainya dari bagian sambungan rantai jangkar e. Sedangkan keausan yang menyebabkan berkurangnya diameter jangkar diijinkan sampai 20% dari diameter standart klasifikasi. Kerusakan yang biasa terjadi pada mooring system antara lain : a. large link (rantai/ mata besar). c.Jakarta 2011 45 . Keausan. Keausan. joining shackle (segel sambungan). Pengkaratan dan keausan dari mata jangkar karena pemakaian. pengkaratan serta kerusakan lainya dari bak rantai jangkar (chain locker) Bila diadakan penggantian maka satu segel tersebut harus diganti. Keausan yang menyebabkan pengurangan berat jangkar diijinkan sampai dengan 10% dari berat jangkar semula. Kelelahan material serta terjadinya keretakan pada mata rantai jangkar. swivel (rantai/mata putar. tiap segel terdiri dari rangkaian jenis rantai yang berbeda yaitu. Jangkar dan rantai jangkar diatur atau diurai agar jangan sampai ada bagian yang bertumpuan. Jangkar dan rantai jangkar diturunkan keatas dok memakai windlass dimana listriknya disuplai dari dock.4. Bengkoknya mata rantai jangkar akibat gaya-gaya dari luar. b. common link (rantai biasa).

kemudian dicat sesuai keinginan owner sebagai pemilik kapal. Gambar 22 Reparasi rantai dan jangkar Laporan Praktek Kerja PT. sedangkan rantai jangkar diukur tiap segel.Jakarta 2011 46 . Pengukuran terhadap berat dan diameter jangkar. d. h. Bak rantai kiri dan kanan dibersihkan. f. kemudian hasilnya dilaporkan ke Kepala Proyek kemudian ship owner dan biro klasifikasi. Karat-karat diketok dengan palu (cheeping) kemudian disikat dengan sikat baja sampai bersih. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . Setelah selesai dibersihkan maka jangkar dan rantai jangkar dicat kembali dengan menggunakan cat bitumastic atau menggunakan minyak ikan agar lumut tidak menempel. Setelah diperiksa oleh biro klasifikasi maka jangkar dan rantai jangkar di water jet menggunakan air laut dan dikalibrasi g. Lumpur dikeluarkan dan disiapkan untuk pemeriksaan class.c. e. Jangkar dan rantai jangkar dibersihkan dengan menyemprotkan air laut. sedangkan untuk segel di cat putih sebagai tanda.

Block-block tersebut harus pas berada di frame dan center terhadap kapal. BAGIAN SARFAS C.1 SARANA LAUT Tugas bidang sarana laut adalah menjaminn proses docking dan undocking kapal.C. Bidang sarana laut juga mempunyai tugas utama yaitu dalam pembuatan docking plan.Jakarta 2011 47 . Laporan Praktek Kerja PT. Docking plan merupakan sebuah perhitungan mengenai tata letak keel block dan side block. Di bawah ini merupakan contoh perhitungan docking plan. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II .

Penanda tersebut disejajarkan juga dengan penanda center dock yang dipasang menempel pada ujung buritan. maka center line dock denga center line kapal harus sejajar. Teknik untuk mensejajarkan antara kedua center line tersebut yaitu dengan center dock diberikan tanda. maka kapal akan ditarik kearah kanan atau kiri (sesuai kondisi) dengan bantuan tali takel yang ditarik dengan bantuan winch dimana tali takel tersebut dipasang di sisi ujung buritan kapal (P / S). Laporan Praktek Kerja PT. Setelah dock kering dilakukan persiapan reparasi kapal dengan penempatan peralatan-peralatan yang diperlukan dalam proses reparasi kapal. Sambil dilakukan pengurasan dock. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II .Jakarta 2011 48 . Untuk memposisikan kapal pas di center keel. Ketika proses pemompaan tersebut ujung buritan harus segera di posisikan center dengan cara memberikan penanda center pada ujung buritan kapal (tambang kecil vertical). kemudian pada tanda tersebut diikatkan tambang yang mana tambang tersebut diikatkan pula pada ujung bow chock. station yang digunakan dalam bodyplan adalah posisi (jarak) frame. Jika kedua tambang tidak sejajar.Docking plan merupakan rencana penyusunan stop blok sebelum kapal naik dock yang direncanakan sesuai dengan body plan. air di dalam dock mulai dipompa keluar. Tujuan dari docking plan adalah untuk memposisikan kapal agar tegak dan stabil duduk diatas stop block. posisi kapal harus selalu dijaga agar center kapal lurus dengan center dock sampai kapal dapat duduk aman di stopblock baru kemudian dock dapat dikuras habis. Setelah kapal terkunci center (ujung haluan).

mesin. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . Untuk perlengkapan diluar produksi.Jakarta 2011 49 . maka bagian ini harus segera bergerak cepat.2 SARANA DARAT Bidang sarana darat adalah bidang yang menyiapkan hal dan perlengkapan untuk menunjang proses produktifitas docking maupun undocking. kabel las.Gambar 23 Proses pensejajaran antara CL kapal dengan CL dock C. Galangan ini sudah dilengkapi dengan berbagai Laporan Praktek Kerja PT. Contohnya adalah menyiapkan crane. karena ini hal urgent ketika docking. dan sebagainya. disiapkan oleh departemen tersendiri diluar departemen poduksi. forklift. yaitu departemen logum (logisitik dan umum) Bidang ini juga bertanggung jawab atas kelancaran supply listrik. Ketika terjadi pemadaman. Pada saat docking supply listrik kapal disupply dari darat (PLN).

pembangkit listrik darurat, bahkan hingga kapasitas DC 220 Volt. Selain itu, galangan ini juga dilengkapi beberapa super pembangkit lain, yaitu : a. b. c. Genset kapasitas 2250 KVA, PK 132 Genset kapasistas 526 KVA, PK 98 Genset kapasitas 625 KVA ± Catterpilar

Supply listrik darutat ini diutamakan untuk kapal, tapi tidak menutup kemungkinan supply listrik tersebut dialirkan ke kantor.

Gambar 24 Pembangkit darurat

Laporan Praktek Kerja

PT. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II - Jakarta
2011

50

C.3 BIDANG PEMELIHARAAN

Bidang pemeliharaan bertugas memperbaiki semua perlengkapan yang mengalami kerusakan dan pemeliharaannya selama operasional. Di bawah ini merupakan tabel perlengkapan utama galangan.

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

INVENTARIS Graving dock Floating dock Tug boat Pontoon penampung minyak Jig crane EOT Crane Floating Crane Forklift Trailler Swing Crane takal Generator Diesel Caterpillar Compressor listrik Compressor portable diesel LPG tank O2 Tank Air service tank Trafo AC manual Trafo las DC manual Tig welding fronius Semi auto arc welding mach. Mesin las otomatis Gravity welding Pompa

UKURAN 101 x 28 x 12m 120 x 22 x 27m 16 x 3,6m 50 Ton 5 & 30 Ton 5, 20, Ton 50 Ton 5 & 7 Ton 1,5 x 7 m 1 ton 750 kw 380 V / 75 kw 50 4000 kg 5300 m3 2500 ltr 220,380V/ 300A 300V / 450 A 380 / 200 A 380 V / 350 A 380 V / 1500 A 380 V / 200 A Variatif

PEMBUAT Qty Rusia Jepang Lokal Lokal Rusia, japn Jepang Rusia Jepang Norwegia Norwegia Jepang Jepang Jepang Jepang Jepang Rusai, japn Jepang Perancis Australia Cina Jepang Jepang USA, Japn 1 1 2 3 2 6 1 2 1 2 1 3 3 1 1 2 12 80 16 11 6 11 5

Thn 1981 1981

1981 1981 1963 98-08 1994 81_94 1981 81_94 1985 1981 1981 63_81 1981 1996 1996 1968 2008 1982 1991

Laporan Praktek Kerja

PT. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II - Jakarta
2011

51

24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42

Dongkrak mekanik Mesin bubut Permesinan mekanik Mesin bending pipa Mesin bor Mesin gerindra Blower listrik Pompa listrik Lampu Bakar (brender) Lampu Potong Manual Lampu Porong Semi-Auto Flame Planner Cutting Lampu Senter Charger Takal Tarik Takal Kotrek Clem plat vertical Clem plat horizontal Lifing belt Lifing belt

20,50, ton 900x10000 mm Var 100 mm 10 ± 20 mm 4 ± 12 inch 380V/1.5kw/20´ Var PK-5000 Var Var 50 mm x 30 mm 7,5 V / 50 M 1,5 ± 20 ton 0,75 ± 6,2 ton 1,5 ± 6 ton 2 ton 2 ton x 3 m 10 ton

Jepang Rusia Rusia, japn Jepang Jepang var lokal Jepang Jepang Jepang Jepang Jepang China Jepang Jepang Jepang Jepang Jepang Jepang

9 7 var 1 19 var 36 58 10 30 9 2 17 39 31 11 7 8 2 1961 61_81 1981 1982 81_08 82_91 73_09 1999 86_10 92_98 81_07 2008 92_10 99-10 2009 2009 2008 2008

Laporan Praktek Kerja

PT. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II - Jakarta
2011

52

Jakarta 2011 53 .Graving Dock (Dok Gali atau Dok Kolam) Dok kolam yang sering juga disebut Dok Gali adalah suatu bangunan dok berbentuk kolam yang terletak ditepi laut atau sungai. Untuk keluar masuknya kapal dari Dok kolam. Dok akan menerima tekanan tanah dari sekitarnya. Gambar 25 Floating dock (tampak depan) Laporan Praktek Kerja PT. dimana pada pintu tersebut terdapat rongga . Dok kolam mempunyai dinding yang kokoh seperti kolam renang karena pada saat kosong. Selain itu juga dilengkapi dengan katup . Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . sehingga pintu itu bisa terapung diatas air dan dipindahkan. Untuk mengeluarkan air baik dari rongga-rongga pada pintu maupun air yang berada pada kolam maka dok ini dilengkapi dengan pompa air. maka Dok kolam mempunyai sebuah pintu. beban berat air akan diterima oleh dinding dan lantai Dok kolam tersebut. Pintu Dok kolam berbentuk seperti sebuah ponton.katup yang dapat dibuka guna mengisi rongga rongga tersebut dengan air supaya pintu itu tenggelam.rongga yang dapat diisi air ataupun dikosongkan. sedangkan pada saat ada kapal yang akan dimasukkan ke dalam atau dikeluarkan dari dalam Dok kolam tersebut. terbuat dari suatu kontruksi baja. apabila rongga-rongga tersebut telah dalam kondisi kosong.

c. di gerakkan ke posisi menutup. Sebelum kapal masuk dok. Kapal masuk kedalam dok diatur agar tepat duduk diatas keel block dan side block. Laporan Praktek Kerja PT. air dalam kolam dikosongkan untuk mengatur posisi keel block dan side block ( tempat dudukan kapal diatas Dok ). sesuai metode yang digunakan. Katup-katup air pada Dok kolam dibuka sehingga air masuk kedalam Dok kolam. Dok kolam dalam operasionalnya selalu dilayani dengan berbagai peralatan angkat (crane) yang mempunyai kapasitas angkat cukup besar. maka sama dengan fasilitas tempat pembangunan kapal yang lain. Posisi keel dan side block harus menyesuaikan bentuk badan kapal bagian bawah. d. e.Jakarta 2011 54 . Pintu ditarik. b. Air di dalam rongga-rongga pintu dikeluarkan sampai pintu dapat terapung ( pintu terbuka ) dan digeser atau dipindahkan.AIR LAUT PINTU KEEL BLOCK Gambar 26 Graving dock (tampak samping) Sebagai tempat untuk membangun atau memperbaiki kapal. sesuai dengan kapasitas Dok kolam itu sendiri yang berjalan di sisi atas dinding Dok kolam tersebut. sampai permukaan air didalam dan diluar Dok kolam sama tingginya. Cara kerja Dok Kolam ( Graving Dock ) a. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II .

Biaya pembuatannya mahal. d. c. Merupakan bangunan tetap yang tidak dapat dipindahkan. Tenaga utama menggunakan pompa. Air di dalam kolam dipompa keluar sampai kosong dan kapal siap untuk diperbaiki atau reparasi dan dirawat.f. g. i.Jakarta 2011 55 . Laporan Praktek Kerja PT. Katup. c. b. Umur pemakaian lama. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . air laut dimasukkan lagi kedalam kolam sampai permukaan air didalam dan diluar Dok kolam sama tingginya sehingga kapal di dalam kolam terapung. Lebih aman di banding system yang lain. Jika kapal sudah selesai direparasi dan dirawat. Biaya pemeliharaan kecil. e. b. Waktu pembuatannya lama.katup air pada pintu dibuka sehingga air masuk kedalam rongga-rongga pintu dok dan pintu mulai tenggelam untuk menutup Dok kolam tersebut. Kerugian graving dock : a. Air di dalam rongga-rongga pintu dikeluarkan lagi sampai pintu dapat terapung ( pintu terbuka ) dan digeser atau dipindahkan kemudian kapal ditarik keluar dok dan kapal siap beroperasi kembali. Keuntungan graving dock : a. Peralatan dan perlengkapannya lebih sedikit. h. Keadaan tanahnya harus betul-betul baik. d.

pompa.bagian yang menonjol dari kapal. Yang mana konstruksi ini dapat ditenggelamkan atau diapungkan dalam arah vertikal. maka dok kembali Laporan Praktek Kerja PT. mengurangi.data yang diperoleh dari rencana dok (docking plan) ditentukan letak-letak keel block dan side block sesuai bentuk dari lambung kapal setelah itu dok apung ditenggelamkan dengan cara seluruh katup . sehingga lebih mudah untuk duduk pada ganjal. Selanjutnya diadakan penambatan kapal dengan tali-tali yang berfungsi untuk membatasi ruang gerak bagi kapal tersebut. Harus dijaga agar kondisinya even keel. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . Jika mengalami trim maupun keolengan pada kapal.rongga atau tangki ponton. Setelah kapal mulai masuk kedalam dok apung dan posisinya mencapai ketentuan yang diinginkan dan siap untuk duduk pada posisinya. Sesudah posisi kapal stabil dan posisinya tepat sesuai dengan yang diinginkan. menambah atau memindah kannya. Berdasarkan data.Floating dock (Dok Apung) Dok apung atau floating adalah sebuah bangunan konstruksi berupa ponton-ponton yang dilengkapi dengan crane.katup pembagi dibuka dan air masuk kedalam rongga.Jakarta 2011 56 . Jika sarat air diatas ponton telah mencapai sarat apung kapal maka dengan bantuan kapal tunda kapal akan ngedok didorong masuk ke dok apung dalam kondisi mesin induk dan mesin bantu harus dimatikan. maka haruslah diusahakan menyeimbangkannya dengan memberi air balas. Cara kerja dok apung Sebelum dilakukan penenggelaman dok apung maka harus diketahui terlebih dahulu sarat kapal yang akan naik dok serta berapa meterkah bagian.pompa air dan perlengkapan tambat serta perlengkapan reparasi kapal lainnya.ganjal yang sudah disiapkan. sehingga dok secara perlahan turun.

b. Laporan Praktek Kerja B @ 9 A 7 5 6 5 4 3 PT ock da Perkapa a od a a ari (persero) a a ga II . Memakai tenaga yang lebih besar dibanding dengan dok kolam. sedangkan dok kolam tidak bisa C Kerugian floating dock : a.diapungkan secara perlahan. penjagaan.ganjal (keel block dan side block) . c. agar dokapung tidak duduk dilumpur (dasar perairan) pada waktu menaikan kapal c. Umur pemakaian lebih rendah dari pada dok kolam Memerlukan daerah perairan yang cukup dalam. dan kontrol terhadap kedudukan dan posisi kapal. b. Dok apung tempatnya dapat dipindahkan Biaya pembuatannya lebih murah dari pada dok kolam Dapat menaikan kapal dengan kemiringan memanjang dan melintang yang cukup besar d. Dok apung dapat menaikkan kapal dengan panjang lebih dari 15 -20% dari panjang dok apung sendiri. A B C Gambar 27 Floating dock A : tampak atas B : tampak depan C : tampak atas Keuntungan fl ating dock : a.lahan dan diadakan pengawasan. Untuk pengecekan posisi kapal apakah sudah tepat seusai ketentuan maka dilakukan penyelaman untuk memastikan kapal benar benar duduk tepat pada ganjal.akarta 5 5 6 57 8 2011 .

Laporan Praktek Kerja PT.Jakarta 2011 58 . Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . Pengujian pelat ini dilakukan oleh pihak galangan sendiri. Hasil dari ultrasonic test kemudian ditulis di daerah yang di check menggunakan kapur.D. Stampad ini digunakan untuk perantara saja.1 TEKNIK PENGUKURAN KETEBALAN PELAT Salah satu cara untuk mengukur ketebalan pelat lambung kapal dengan menggunakan metode ultrasonic test. berkarat. Untuk mengetahui ketebalan pelat pada bagian tertentu maka pada bagian yang di curigai mempunyai ketebalan pelat yang kurang akibat deformasi dan korosi. c. Alat yang digunakan biasanya adalah Ultrasonic Tes. Langkah-langkah ultrasonic test antara lain : a.3 mm dari ukuran semula karena kemungkinan masih adanya kotoran yang tertinggal d.2 mm sampai 0. Jumlah tempat yang diukur minimal dua titik pada satu lembar pelat. Jika alat ultrasonic test tidak dapat mendeteksi ketebalan plat. maka perlu diadakan pengujian ketebalan pelat. BAGIAN QUALITY CONTROL DAN K3 D. b. Bersihkan sekitar bagian pelat yang akan diukur Pengukuran menggunakan alat ultrasonic test Hasil dari pengukuran harus dikurangi sekitar 0.maka daerah tersebut harus dibersihkan dahulu dari kotoran. Cara pengujian ini dilakukan dengan jalan pertama-tama menentukan bagian yang dicurigai (misalnya deformasi. Apabila ketebalan pelat tersebut berkurang 15% dari tebal plat semula. dimana apabila alat ini digunakan tidak akan menimbulkan cacat atau perubahan pada plat. Daerah yang mau di test dikasih terlebih dahulu dengan stampad atau dengan pelumas. maka pelat tersebut harus diganti dengan pelat yang baru.dll).

Jakarta 2011 59 . teknologi dan kegiatan ekonomi.Hasil dari pengukuran pelat ini kemudian dicatat dalam gambar bukaan kulit kapal yang bersangkutan. dan juga untuk membantu pengembangan kerjasama secara global di bidang ilmu pengetahuan. ISO merupakan suatu organisasi di luar pemerintahan (Non-Government Organization/NGO) yang berdiri sejak tahun 1947.2 SERTIFIKASI ISO Organisasi Standar Internasional (ISO) adalah suatu asosiasi global yang terdiri dari badan-badan standardisasi nasional yang beranggotakan tidak kurang dari 140 negara. data ini sangat berguna untuk menentukan pelat mana yang sudah harus diganti Gambar xxx Pengecekan Ketebalan Plat Menggunakan Ultrasonik Test D. Kegiatan pokok ISO adalah menghasilkan kesepakatan-kesepakatan internasional yang kemudian dipublikasikan sebagai standar internasional. Misi dari ISO adalah untuk mendukung pengembangan standardisasi dan kegiatan-kegiatan terkait lainnya dengan harapan untuk membantu perdagangan internasional. Laporan Praktek Kerja PT. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II .

pembangkit energi dan pemanfaatannya. tekstil. dan masih banyak lagi. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . Industri-industri pengekspor telah lama merasakan perlunya persetujuan terhadap standar dunia yang dapat membantu mengatasi hambatan-hambatan tersebut dalam proses perdagangan internasional. kiranya dapat berakibat timbulnya semacam ³technical barriers to trade (TBT)´ atau ³hambatan teknis perdagangan´. distribusi barang. pengemasan. Standardisasi internasional dibentuk untuk berbagai teknologi yang mencakup berbagai bidang. Dari timbulnya permasalahan inilah awalnya organisasi ISO didirikan. pembuatan kapal. perbankan dan jasa keuangan.Kebutuhan Standar Internasional Dengan adanya standar-standar yang belum diharmonisasikan terhadap teknologi yang sama dari beberapa negara atau wilayah yang berbeda. Perkembangan ini diperkirakan semakin pesat antara lain karena hal hal sebagai berikut :  Kemajuan dalam perdagangan bebas di seluruh dunia  Penetrasi teknologi antar sektor  Sistem komunikasi di seluruh dunia  Standar global untuk pengembangan teknologi Laporan Praktek Kerja PT. Hal ini akan terus berkembang untuk kepentingan berbagai sektor kegiatan industri pada masa-masa yang akan datang. antara lain bidang informasi dan telekomunikasi.Jakarta 2011 60 .

Sistem manajemen adalah sekumpulan elemen yang berkaitan yang digunakan untuk menetapkan kebijakan dan sasaran dan untuk mencapai sasaran tersebut. dan tidak dimaksudkan untuk mencakup area lain seperti program kesehatan karyawan (asuransi dan sebagainya). e. Sesuai dengan sifat dan skala resiko K3 yang ada di organisasinya masing-masing b. Sistem manajemen mencakup struktur organisasi. kerusakan properti dan dampak lingkungan. Manajemen puncak harus menetapkan dan mengesahkan kebijakan K3 dan menjamin bahwa kebijakan tersebut: a. Standar OHSAS ini dimaksudkan untuk hanya mencakup kesehatan dan keselamatan kerja. f.OHSAS Sertifikasi ini memuat persyaratan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) agar organisasi mampu mengendalikan resiko-resiko K3 dan dapat meningkatkan kinerja K3. Mencakup komitmen untuk mencegah kecelakaan dan berkurangnya kesehatan secara berkelanjutan meningkatkan sistem manajemen K3 dan kinerja K3. diterapkan dan dipelihara Dikomunikasikan ke semua orang yang bekerja dibawah kontrol organisasi agar mereka menyadari kewajiban individual mereka terkait K3 Laporan Praktek Kerja PT. keamanan produk. aktifitas perencanaan (termasuk. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . Memberi kerangka untuk penetapan dan peninjauan sasaran K3 Didokumentasikan. Mencakup komitmen untuk paling tidak sesuai persyaratan legal yang berlakudan dengan persyaratan lain d. prosedurprosedur. penilaian resiko dan penetapan sasaran). SMK3 merupakan Bagian dari sistem manajemen organisasi untuk membangun dan menerapkan kebijakan K3 dan mengelola resiko resiko K3. sebagai contoh. praktek-praktek. tanggung jawab. c. proses-proses dan sumber daya.Jakarta 2011 61 .

Perubahan dari sistem manajemen K3. Perilaku orang. Bahaya bagi lingkungan sekitar lokasi kerja yang dihasilkan oleh aktifitas-aktifitas dari lokasi kerja Catatan : Lebih tepat bila bahaya seperti diatas dinilai sebagai aspek lingkungan. prosedur operasional dan pengaturan kerja. d. termasuk perubahan sementara dan akibat dari perubahan tersebut bagi operasi. Perubahan-perubahan atau rencana perubahan dalam organisasi. e. aktifitas atau material. kemampuan dan faktor-faktor manusia lainnya.g. Rancangan area kerja. Terbuka bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Aktifitas rutin dan non-rutin Aktifitas dari semua orang yang mempunyai akses ke lokasi kerja (termasuk kontraktor dan pengunjung) c. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . Semua persyaratan legal terkait dengan penilaian resiko dan penerapan kontrol yang diperlukan. i. instalasi. peralatan. Bahaya yang telah teridentifikasi yang berasal dari luar lokasi kerja yang dapat merugikan kesehatan dan keselamatan orang-orang di lokasi kerja. proses. dan di tinjau secara berkala untuk menjamin bahwa kebijakan tersebut masih relevan dan tepat bagi organisasi Prosedur-prosedur untuk identifikasi bahaya dan penilaian resiko harus mempertimbangkan: a. termasuk penyesuaiannya dengan kemampuan manusia Laporan Praktek Kerja PT. f. h. b. proses dan aktifitas.Jakarta 2011 62 . g.

DEPARTEMEN PEMASARAN DAN PENGADAAN Tugas pokok departemen ini adalah mencari proyek. maka disusunlah sebuah kontrak yang berisi ketentuan-ketentuan dengan ketentuan hukum. Pertamina. Pelni. Baruna Raya Logistic. Proses MoU jauh berbeda dengan proses tender karena galangan tidak perlu mempersiapkan administrasi seketat proses tender. yaitu tender dan MoU atau langganan.200. dan PT. Agar kedua belah pihak tidak saling dirugikan. Jika galangan tidak mempunyai proyek berarti galangan tidak produktif. Ada beberapa syarat utama yang harus dipenuhi galangan dalam proses tender.E. ASDP. Akta Perusahaan. Rukindo. Galangan mendapatkan proyek dengan dua cara. galangan akan menerima undangan terlebih dahulu dari perusahaan pelayaran. Dalam proses tender. dan lain-lain. PT. Perusahaan yang sudah MoU dengan galangan ini adalah PT. PT. PT. Perusahaan yang biasa mengadakan tender untuk reparasi adalah PT. TDP (Tanda Daftar Perusahaan). dan akta penting lainnya. Pendaftaran tender terkadang ditarik biaya administrasi berkisar anatara Rp. Setelah galangan mendapatkan undangan untuk tender. dan belum tentu galangan dengan biaya rendah akan menang tender.Jakarta 2011 63 . diantaranya SIUP.500. Putra Master. Peran seorang estimator sangat penting dalam penyusunan daftar sepesifikasi teknik. selanjutnya dilaksanakan Technical Meeting. neraca perusahaan (disusun oleh akuntan publik). Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II .000. Laporan Praktek Kerja PT.000 ± Rp. diibaratkan departemen ini merupakan dapur sebuah rumah tangga.

Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . Selesai cuci pantat. selesai itu kapal kemudian di blasting. floating dock. bahkan sebelum kapal itu tiba di water front galangan. kemudian kapal di-water jet dengan tujuan menghilangkan kadar garam (asam) karena dapat merubah warna cat bahkan sampai merubah susunan kimia cat. lambung kapal dan pipa sea chest mulai di scrap. Selesai itu.BAB IV PENUTUP A. galangan akan mengutamakan kapal dengan reapair quantity yang banyak serta tidak tergantung dimensi kapal. Setelah kapal sampai di depan pintu graving dock. air bag system. dan dock tarik. Stop block harus pas dengan posisi frame dengan tujuan agar tidak terjadi deformasi pada keel dan penyelauran beban kapal lebih baik. Jenis jenis dock yaitu graving dock. Banyak prosedur yang harus dijalani sebuah kapal selama proses docking. Diantara hal yang dikerjakan sebelum kapal tiba adalah penyelesaian administrasi (tender / kontrak kerja) dan cek on the spot. Pada proses kedatangan kapal sampai ke water front galangan. KESIMPULAN Sesuai peraturan. Dalam berbisnis. Pihak class tidak berwenang mengatur administrasi galangan. Berdasarkan medianya. Setiap jenis mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tujuan blasting adalah untuk lebih membersihkan lambung kapal dari fouling dan supaya cat bisa merekat kuat pada lambung. Proses tadi sering dikenal dengan istilah cuci pantat. terlebih dahulu kapal dibawa oleh kapal pantu (tug boat). Setelah kapal duduk di stop block. kapal mulai direpair sesuai dengan repair list (untuk Laporan Praktek Kerja PT. Graving dock lebih ekonomis dan lebih tahan terhadap konsentrasi tegangan karena pondasi dock ini dibeton sedangkan floating dock.Jakarta 2011 64 . jenis-jenis blasting yaitu sand (pasir) dan slag (logam). setiap kapal harus docking pada periode tertentu dan pada kondisi tertentu. kapal didorong masuk ke kolam dan diposisikan pada stop block sesuai gambang docking plan.

SARAN Setelah kami melaksanakan Praktek Kerja di PT. PT. terdapat beberapa saran baik untuk pihak galangan maupun pihak lain yang terkait. Fungsi departemen P2 adalah untuk mencari dan mendatangkan proyek / order. Laporan Praktek Kerja PT. b. Berdasarkan hal tersebut departemen produksi galangan ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu bagian produksi. Departemen logum berfungsi sangat luas terkait operasional galangan (bukan proyek). Pekerjaan yang sering mendapat trouble adalah bagian propulsi terkait bongkar pasang shaft propeller dan balancing. logum. DKB Galangan II terdiri dari departemen pemasaran dan pengadaan. Saran kami untuk perusahaan adalah : a. pipa. Meningkatkan pengawasan terhadap kinerja para pekerja agar tidak terjadi korupsi akan waktu. Tujuan balancing propeller adalah untuk mengetahui keseimbangan propeller. sertifikat ini tidak menjamin atas kualitas produk namun menjamin proses pembuatan produk. serta departemen SDM. Garansi atas reparasi ini adalah 1 bulan PT. Setelah kapal selesai direpair. adm dan keuangan. DKB Galangan II ini sudah memiliki ISO Certificate. Bagian produksi dipecah lagi menjadi beberapa bengkel yaitu bengkel konstruksi. c. Meningkatkan pengamanan di gerbang masuk dengan cara memeriksa kartu identitas untuk pihak diluar karyawan. sarfas. kapal dikeluarkan dari dock dan menjalankan sea trial.bagian lambung di bawah WL). terakhir adalah QC and safety. dan bengkel listrik. Dock dan Perkapalan Kodja Bahari (persero) Galangan II . mesin dan mekanik. Menindak tegas pada para pekerja maupun karyawan yang melanggar aturan seperti untuk tidak merokok ditempat tertentu. jika propeller tidak balance maka akan terjadi getaran dan merusah pondasi struktur propulsi selama operasi. DKB Galangan II.Jakarta 2011 65 . outfitting. proyek dikerjakan oleh departemen produksi. produksi. B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful