P. 1
INFEKSI ODONTOLOGI PADA ANAK

INFEKSI ODONTOLOGI PADA ANAK

|Views: 1,436|Likes:
Published by Ilone Toar

More info:

Published by: Ilone Toar on Apr 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rongga mulut merupakan tempat hidup bakteri aerob dan anaerob yang berjumlah lebih dari 400 ribu spesies bakteri. Rasio antara bakteri aerob dengan anaerob berbanding 10:1 sampai 100:1. Organisme-organisme ini merupakan flora normal dalam mulut yang terdapat dalam plak gigi, cairan sulkus ginggiva, mucus membrane, dorsum lidah, saliva dan mukosa mulut. Infeksi odontogen dapat menyebar secara perkontinuitatum, hematogen dan limfogen, yang disebabkan antara lain oleh periodontitis apikalis yang berasal dari gigi nekrosis, dan periodontitis marginalis. Infeksi gigi dapat terjadi melalui berbagai jalan: (1) lewat penghantaran yang pathogen yang berasal dari luar mulut; (2) melalui suatu keseimbangan flora yang endogenus; (3) melalui masuknya bakteri ke dalam pulpa gigi yang vital dan steril secara normal. Infeksi odontogenik adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang merupakan flora normal dalam mulut, yaitu bakteri dalam plak, dalam sulcus gingival, dan mukosa mulut. Etiologi tersering adalah bakteri kokus aerob gram positif, kokus anaerob gram positif, dan batang anaerob gram negative. Bakteri-bakteri tersebut dapat menyebabkan karies, gingivitis, dan periodonititis. Jika bakteri mencapai jaringan yang lebih dalam melalui nekrosis pulpa dan pocket periodontal dalam, maka akan terjadi infeksi odontogenik. Apabila perkembangbiakan telah terjadi maka, pada jaringan akan mengalami berbagai macam infeksi, mulai dari yang ringan sampai yang sangat berat bahkan dapat berakibat fatal seperti: Abses,Selulitis juga Phlegmon atau Ludwigs Angina. Infeksi odontogenik juga sering dijumpai pada anak-anak, sehingga mengakibatkan berbagai kerusakan yang sangat membahayakan benih gigi tetap pengganti.

etiologi.1. serta berbagai manifestasi dari infeks odontogenik Menjelaskan penyebaran infeksi odontogenik pada anak Menjelaskan infeksi odontogenik yang sering dijumpai pada anak . diharapkan dapat menunjang aktivitas perkuliahan khususnya mata kuliah Ilmu Kedokteran Gigi Anak . serta dapat mengetahui masalah infeksi odontogenik pada anak dan berabagai macam infeksi odontogenik yang ada pada anak. Tujuan Instruksional Khusus Menjelaskan pengertian.2 Tujuan Tujuan Instruksional Umum Setelah membuat makalah ini.

Pada saat bayi baru dilahirkan. komunitas bakteri berubah menjadi predominan S. 2. 2 Disebutkan bahwa etiologi dari infeksi odontogenik berasal dari bakteri komensal yang berproliferasi dan menghasilkan enzim. Infeksi odontogenik: infeksi yang disebabkan oleh kerusakan gigi akibat dari adanya kerusakan pada gigi. anaerob maupun infeksi campuran bakteri aerob dan anaerob. proses kolonisasi bakteri dimulai dan dikatakan predominan terdiri atas Streptococcus salivarius. Bakteri penyebab infeksi umumnya bersifat endogen dan bervariasi berupa bakteri aerob. yaitu pada saat bayi berusia 6 bulan.BAB II PEMBAHASAN 2. infeksi post-operasi dan sekunder dari infeksi jaringan periodontal atau perikoronal. Diperkirakan terdapa t 700 spesies bakteri yang berkolonisasi di mulut dimana 400 dari spesies tersebut dapat ditemukan pada area subgingival.2 Etiologi Infeksi odontogenik dapat disebabkan karena trauma.sanguis dan S.1 Definisi Infeksi Odontogenik Infeksi: tubuh masuknya manusia serta kuman menimbulkan patogen gejala adanya atau toksinnya kedalam penyakit. Disebutkan mikroba penyebab tersering yaitu Streptococcus mutans dan Lactobacillus sp yang memiliki aktivitas produksi asam yang tinggi. Pada saat gigi pertama tumuh. beberapa proses fisiologi yang mengalami telah dirubah oleh kuman yang masuk.masuk dan berkembang biaknya mikroorganisme didalam tubuh yang menyebabkan kerusakan pada sel-sel dan jaringan tubuh.mutans dan pada saat gigi selesai tumbuh terdapat komunitas heterogen antara bakteri aerobik dan anaerobik. . Sehingga tubuh mengadakan reaksi atau perlawanan yang disebut peradangan/inflamasi. sedangkan inflamasi adalah reaksi lokal dari tubuh terhadap Penyakit itu sendiri timbul setelah infeksi/iritasi dalam berbagai bentuk.

Eikenella spp.(grup D) Stafilococcus spp. y Coccus gram(-): Neisseria spp. Perubahan bakteri yang terjadi berupa perubahan yang pada awalnya predominan gram positif. y Lainnya 4 . Streptococcus spp.Infeksi odontogenik merupakan suatu infeksi polimikrobial dan campuran. fakultatif dan sakarolitik menjadi predominan gram negatif. Mikroorganisme penyebab infeksi odontogenik Mikroorganisme penyebab Aerobik Anaerobik Aerobik-Anaerobik Jumlah pasien 28 133 243 Persentase (%) 7 33 60 Tabel 2. y Batang gram(-): Haemophillus spp. anaerobik dan proteolitik. Infeksi tersebut merupakan hasil dari perubahan bakteri. Tabel 1. y Batang gram(+): 3 6 Corynebacterium spp. hubungan antar bakteri dengan morfotipe yang berbeda dan peningkatan jenis bakteri. Mikroorganisme penyebab infeksi odontogenik Mikroorganisme penyebab Aerobik y Persentase (%) 25 85 90 2 6 2 2 Coccus gram(+): Streptococcus spp.

Actinomyces spp.Anaerobik y 75 30 33 65 4 Coccus gram(+): Streptococcus spp. y Batang gram(+): Eubacterium spp. Lactobacillus spp. 75 25 6 y Lainnya . y Coccus gram(-): Viellonella spp. Peptostreptococcus spp. Clostridia spp. 14 y Batang gram(-): Bacteroides Fusobacterium spp. 50 spp.

mengeluarkaneksotoxin.3.3. Komplemen berperan dalam pengenalan host terhadap bakteri dan memicu proses fagositosis. sehingga memungkinkan mikroorganisme melakukan invasi. Akhirnya makrofag mononuklear timbul. Proses ini diawali dengan dilatasi kapiler. Serangan mikroorganisme diawali dengan terjadinya luka langsung. Sedangkan host dapat menunjukkan reaksi alergi terhadap produk mikrobial atau kadang-kadang menimbulkan gangguan langsung terhadap fungsi metabolisme sel oleh sel-sel hospes. baik oleh flora normal ataupun asing. 2. dinataranya adalah: 2. Daerah tersebut menjadi sangat asam dan protease selular cenderung menginduksi terjadinya lisis terhadap leukosit. 2.Lingkungan biokimia jaringan setempat akan menentukan kerentanan dan ketahanan hospes terhadap mikrorganisme.2 Pertahanan Sel Respon lokal dari host adalah terjadinya peradangan.1 Virulensi dan Resistensi Flora normal biasanya hidup secara komensalisme dengan host. penyumbatan limfatik oleh fibrin. membuka jalan untuk pemulihan terhadap proses infeksi dan penyembuhan. Apabila keadaan memungkinkan terjadinya invasi. yaitu reaksi antigenantibodi. memangsa debris leukositik. terkumpulnya cairan edema. mencegah perlekatan dan mengaktifkan komplemen.3 Pertahanan Humoral Respon sistemik host adalah pertahanan humoral.3.3 Patofisiologi Infeksi Odontogenik Berikutnya akan dijelaskan mengenai kepatogenesisan fisiologi yangvmenyebabkan adanya infeksi. endotoxin dengan cara autolisis (pada dinding sel bakteri gram negatif).2. Didukung oleh kemotaksis maka akan terjadi fagositosis. maka dapat terjadi perubahan hubungan menjadi parasitisme. Antibodi menetralkan toksin bakteri. .

eritema dan edema mudah dikenali sebagai manifestasi suatu peradangan.4 Gambaran Klinis Infeksi Akibat perubahan jaringan yang disebabkan karena aktivitas bakteri dan pertahanan lokal dari host serta mekanisme serupa yang bekerja secara sistemik). Pernanahan adalah akibat langsung dari mekanisme lokal pertahanan virulensi bakteri. menimbulkan gambaran klinis infeksi.2. 2. Infeksi tersebut disebabkan oleh mikroorganisme yang bersifat saprofit namun juga dapat disebabkan oleh mikroorganisme yang memang bersifat patogen.4 Jalur Penyebaran Infeksi Dental Infeksi odontogenik memiliki 2 sumber yaitu: 2. Kadang-kadang bakteri yang memproduksi gas bisa memicu dan mendukung terjadinya respon pembengkakan. Nekrosis pulpa sebagian besar terjadi oleh komplikasi dari pulpitis baik yang akut mapun yang kronik yang tidak ditata laksana dengan baik dan adekuat.3. Nekrosis pulpa merupakan kematian pulpa yang disebabkan iskemik jaringan pulpa yang disertai dengan infeksi. .1 Periapikal Berawal dari nekrosis pulpa yang dilanjutkan dengan invasi bakteri ke jaringan periapikal. Rasa sakit tekan.4.

Pulpa Normal Trauma/ceder Pulpitis akut Pulpitis kronik Nekrosis Tahap t jadi a Nekrosis Pulpa Etiologi nekrosis pulpa yang paling sering adalah karies dentis. Trauma dapat menyebabkan pulpitis yang berakhir dengan nekrosis pulpa. dan iatrogenik. gigi 5% mengalami nekrosis pulpa. dari 617 gigi dari 51 pasien yang dilakukan osteotomi pada fraktur Le Fort I didapatkan 0. trauma. Nekrosis pulpa sebagian besar berawal dari pulpitis yang disebabkan oleh karies dentis. Menurut Robertson dkk. JALUR INFEKSI ODONTOGENIK . pada obliterasi kanal pulpa akibat trauma pada gigi insisi us permanen didapatkan 16% kasus mengalami nekrosis pulpa melalui tes elektrikal pulpa. Nekrosis juga dapat disebabkan prosedur medik yang dilakukan oleh klinisi. Menurut Poul dkk.

Dolor: terasa sakit karena adanya penekanan ujung saraf sensorik oleh jaringan yang bengkak akibat edema atau infeksi 5. terjadi karena akumulasi nanah atau cairan exudat 3. Fungsiolaesa: terdapat masalah denagn proses mastikasi. maka akan memicu respon imun host yang secara kronis dapat menyebabkan periodontal bone loss. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tanda-tanda infeksi yaitu . tidak bisa makan karena sulit menelan (disfagia). onset dari sakit gigi tersebut apakah mendadak atau timbul lambat. Ketika bakteri subgingival berkembang dan membentuk kompleks dengan bakteri periodontal patogen yang mengekspresikan faktor virulensi. disfagia. efek dari inflamasi 2. development grooves. apakah sudah mendapat pengobatan antibiotik sebelumnya. Rubor: permukaan kulit yang terlibat infeksi terlihat kemerahan akibat vasodilatasi. defek kongenital yang dapat memfasilitasi bakteri(fusion dari akar. 2. Tumor: pembengkakan.4. nafas yang pendek karena kesulitan bernafas. durasi dari sakit gigi tersebut apakah hilang timbul atau terusmenerus. Penting untuk ditanyakan riwayat sakit gigi sebelumnya. Beberapa abses akan invasi membentuk fistula dan menjadi kronik yang pada umumnya bersifat asimptomatik ataupun paucisimptomatik. dll). Calor: teraba hangat pada palpasi karena peningkatan aliran darah ke areainfeksi 4. 1. dan gangguan pernafasan. .5 Gejala Klinis Penderita biasanya datang dengan keluhan sulit untuk membuka mulut (trismus). maupun iatrogenik karena impaksi dari kalkulus pada epitel periodontal pocket selama scaling.2. Abses periodontal dapat berasal dari eksaserbasi periodontitis kronik.2 Periodontal Berawal dari poket periodontal yang dalam yang memudahkan bakteri masuk ke jaringan lunak. disertai dengan demam atau tidak. trismus.

terutama bila karies telah mencapai pulpa non vital atau tertinggal sisa akar. Kecenderungan infeksi akan meningkat jika trauma pada jaringan keras gigi atau pendukungnya mengakibatkan luka membran mukosa atau kulit terbuka. Hanya sejumlah spesies bakteri yang diimplikasikan dalam infeksi. penyebaran dilanjutkan ke bifurkasi pada gigi sulung atau sekitar periapikal karena akar gigi sulung mengalami resobsi yang tidak beraturan. maka proses infeksi akan terus berlanjut mencapai pulpa hingga mengakibatkan kematian jaringan pulpa.6% anak]. dan pemasangan/pelepasan wedge/splint dan braket atau band meningkatkan jumlah kasus bakterimia dalam kasus pediatrik secara bermakna. Jika diindikasikan.6 Infeksi Odontolgi pada Anak Merupakan infeksi orofasial yang disebakan oleh infeksi gigi. Tingkat oral higiene sangat mempengaruhi tingkat bakterimia. serta drainase dan debridemen lokal. Jika infeksi lokal tidak dirawat. Beberapa penelitian telah mengevaluasi prevalensi dan perluasan bakterimia akibat berbagai macam prosedur dental pada anak-anak. Pencabutan gigi sederhana dapat menyebabkan bakterimia pada 40-50% kasus. Oleh karena itu. Sebagian besar infeksi orofasial berasal dari odontogenik. terutama jika terjadi pembukaan pulpa dan/atau perubahan ruang periodontal. Tingkat bakterimia tertinggi disebabkan oleh injeksi intraligamen dalam prosedur yang dilakukan di bawah kondisi anestesi lokal [96.2. dan bersifat self-limiting. Sering dijumpai pada anak. dibutuhkan lebih banyak perawatan antibiotik. oral higiene yang optimal merupakan faktor paling penting untuk mencegah komplikasi yang mungkin timbul akibat bakterimiameskipun menurut beberapa penulis. Prosedur dental invasif akan meningkatkan resiko bakterimia transien. yang memiliki karakteristik berupa drainase spontan.dibutuhkan dosis tambahan. . Dalam kaitan ini. antibiotik harus diadministrasi segera sebelum melakukan prosedur dental. Trauma gigi merupakan salah satu faktor resiko infeksi rongga mulut. Perawatan didasarkan pada dua prinsip: eliminasi penyebab yang mendasarinya. telah dibuktikan bahwa menyikat gigi menyebabkan bakterimia pada lebih dari sepertiga anak-anak. Dimulai dari karies gigi yang tidak di rawat. infeksi akan menyebar ke bagian atas dan bawah wajah. Jika prosedur semacam itu dilakukan di sekitar jaringan yang terinfeksi.

sedangkan di mandibular yakni di bawah gingiva. Proses penyebaran berasal dari infeksi jarigan pulpa yang menembus ke tulang periapikal. Sifat penyebar infeksi odontogen antara lain: 1. Proses penyebaran berlangsung sanga cepat karena tulang alveolar belum kompak dan dalam tahap tumbuh dan kembang 5. Cepat menyebar ke tempat yang lebih dalam 2. Perluasan penyebaran tergantung dari gravitasi dan bentuk anatomi 3.Pada infeksi yang berjalan kronis akan terjadi kerusakan tulang disekitar gigi dan sangat membahayakan benih gigi tetap pengganti. Dapat merusak benih gigi tetap (Turner Hipoplasia) 3. dan jantung. kadang-kadang disertai rasa sakit 2. tulang alveolar. pipi. perosteum dan jaringan lunak 7. Bila infeksi dibiarkan maka dapat meluas aliran darah (septikemi) sehingga dapat menyebar ke organ dalam lainnya. Dapat merusak ata akibat penyebaran mengenai saraf trigeminus sehingga untuk melakukan pencabutan gigi atas harus berhati-hati 6. kemdian cortical plate. dan lidah. Arah penyebaran ke maksila yakni ke palatum. Menimbulkan rasa tidak nyaman. Dapat menyebabkan cellulitis yakni penyebaran toksin bakteri dari produknya ke jaringan ikat jarang di seekitar wajah termasuk orbital nasal Penjalaran infeksi pada anak adalah sebagai berikut: 1. dan sinus maksilaris. misalnya hati ginjal. 4. . Dapat merusak pusat-pusat pertumbuhan yakni condilus mandibula 4.

Email yang terbuka menyebabkan masuknya bakteri yang akan menginfeksi bagian tengah (pulpa) gigi. 2.masing pada gigi yang terlibat. masingmasing ke gigi yang bertanggungjawab terhadap infeksi.7 Macam-Macam Infeksi Odontogenik pada Anak 1. Abses gingival sebenarnya adalah komplikasi daripada karies gigi. Sub mukosa abses Lokasi anatomi. Lokasi anatomi. Pembengkakan pada mukosa dengan fluktuasi nyata yang terlihat. Etiologi. Abses yang terbentuk pada ruang ini diketahui sebagai abses sublingual. kekanan dan kekiri dari garis tengah. Ruang ini dibagi oleh ketebalan fascia. tetapi infeksi ini akan meluas terus menerus sehingga menjalar ke jaringan yang lain. masing. Abses ini berlokasi tepatnya dibawah bukal atau labial mukosa vestibula pada maksila atau mandibula. Sub palatal/sub lingual abses Ada dua ruang sublingual diatas musculus mylohyoid. Gambaran klinis. sakit gigi mungkin hilang.bagian anterior dan lateral oleh . Faktor yang bertanggungjawab pada abses intraalveolar juga menyebabkan abses tipe ini.sementara sensivitas dapat diamati selama palpasi dan fluktuasi.Infeksi menyebabkan terjadinya pengumpulan nanah (terdiri dari jaringan tubuh yang mati. pembengkakan secara nyata dibatasi. Jika struktur akar gigi mati. dan penghilangan dari mukobukal fold pada area infeksi.2. Ruang sublingual pada bagian atas dibatasi oleh mukosa pada dasar mulut.bagian bawah oleh musculus mylohyoid. sensivitas selama palpasi.dan juga region palatal atau lingual. Gingival abses atau Gum boil : Suatu pembengkakan gingival yang berasal dari gigi atau poket gigi dengan diagnosis gigi dapat vital maupun non vital. 3. Ini menyebabkan sakit gigi.. Sepanjang palatal abses menjadi kekhawatiran. Gigi yang normalnya dianggap bertanggungjawab terhadap perkembangan dari abses palatal adalah molar dan insisivus lateral dari maksila. Bisa juga disebabkan oleh trauma gigi (misalnya apabila gigi patah atau hancur). bakteri yang telah mati atau masih hidup dan sel darah putih) dan pembengkakan jaringan dalam gigi. Mukosa terlihat kemerah-merahan. Infeksi ini menjalar hingga ke akar gigi dan tulang yang menyokong gigi.

Sub mandibular abses Lokasi anatomi.glandula sublingual. Etiologi. medial oleh perut anterior musculus digastricus. sementara sakit selama palpasi dan trismus sedang disebabkan oleh keterlibatan dari musculus pterygoid yang dapat diamati. Etiologi. karena edema. posterior oleh ligament stylohyoid dan perut posterior dari musculus digastricus. Ruang ini mengandung glandula saliva submandibular dan submandibular lymphanodes. . Sulkus lingual mandibula menghilang dan mukosa tampak berwarna kebirubiruan. Ruang ini mengandung saluran submandibular (Wharton¶s duct). 4. Pasien berbicara dengan kesulitan. Gambaran klinis. superior oleh musculus mylohyoid dan hyoglossus.premolar dan molar pertama. Infeksi pada ruang ini berasal dari molar kedua dan ketiga dari mandibula. yang apeksnya ditemukan diatas perlekatan musculus mylohyoid. medial oleh septum lingual. submental. yang tersebar. Gambaran klinis. menyebabkan pengangkatan dari lidah kearah palatal dan lateral. sudut dari mandibula hilang. lateral pharyngeal). Infeksi ini menimbulkan pembengkakan sedang pada area submandibular. cabang terminal dari arteri lingual dan bagian dari glandula submandibular. Juga. Abses sublingual muncul dengan karakteristik pembengkakan pada mukosa pada dasar mulut.dan posterior oleh tulang hyoid.permukaan sebelah dalam badan mandibula. dan inferior oleh lapisan superficial dari deep servikal fascia. Gigi yang sebagian besar berperan terhadap infeksi ruang sublingual yaitu gigi anterior mandibula.jika apeksnya ditemukan dibawah perlekatan dari musculus mylohyoid. memunculkan edema yang lebih besar yang lama dan kemerahan pada lapisan kulit.nervus lingual dan sublingual. Juga. infeksi dapat menyebar ke ruang ini dari ruang lain yang berdampingan dengan yang berhubungan dengannya ( submandibular. Ruang mandibular dibatasi pada bagian lateral oleh garis inferior dari badan mandibula. Ini juga dapat sebagai akibat dari penyebaran infeksi dari ruang sublingual atau submental. dan pergerakan dari lidah yang menimbulkan rasa sakit.

sementara . Biasanya edema lunak dengan kemerahan pada kulit. Secara klinis. Sakit.Edema muncul diluar atau didalam mulut dan itu biasanya berlokasi pada bukal dan lebih jarang pada palatal atau lingual. Ada kecenderungan pada elongasi dari gigi yang terlibat dan sedikit kegoyangan. Pada tahap awal pembengkakan lunak dari jaringan lunak pada sisi yang terpengaruhi dapat diamati. Tahap ini dianggap paling cocok untuk drainase dan insisi dari abses. y Secara radiografis tampak ruang pulpa terbuka. karakteristiknya diklasifikasikan dalam gejala lokal dan sistemik.gigi terasa memiliki perbedaan bersar ketika disentuh . disebabkan oleh reaksi refleks pengaturan saraf pada jaringan. Gejala dan penyebab Dento Alveolar Abses Akut (DAAA) adalah: y Secara klinis karies mencapai pulpa dapat vital sebagian/non vital. Pengurangan dari rasa sakit dimulai pada saat pus perforasi dari periosteum dan keluar ke jaringan lunak. Gejala lain. khususnya pada mukosa dari kavitas oral. pembengkakan berfluktuasi. seperti pada regio sublingual. Dento Alveolar Abses Abses menyebar ke tulangalveolar yang berasal dari infeksi gigi. Keparahan dari rasa sakit bergantung pada tahap perkembangan dari inflamasi. virulensi bakteri dan daya tahan tubuh. terutama di area dengan jaringan longgar. Dento alveolar abses dapta akut atau kronis tergantung dari perjalanan penyakit.khususnya pada periosteum. Pada tahap awal rasa sakit tumpul dan berlanjut dan lebih buruk selama perkusi dari respon gigi atau ketika berkontak dengan gigi antagonis. pemeriksaan perkusi (+).dimunculkan oleh gigi nonvital. dan tekanan (+). Selama tahap akhir.khususnya ketika mikroba keluar dari saluran akar gigi yang terinfeksi kedalam jaringan periapikal. Pembengkakan ini muncul sebelum supurasi. 1. fistula (-). itu berarti akumulasi dari pus berada dalam tulang atau dibawah periosteum. sakit sekitar gigi terinfeksi. bibir atau kelopak mata. Jika sakit sangat parah dan berdenyut.5. di sekitar akar atu furkasi tidak beraturan y Keadaan umum anak. demam. pembengkakan gingiva y Diagnosis ditulis sebagai berikut: Regio DAAA: karena karies mencapai pulpa non vital Merupakan inflamasi purulen akut yang mengenai jaringan periapikal.

kesulitan menelan juga dapat diamati. Untumenghindari rekurens . y y y Antibiotic Analgesik¶anti inflamasi TKTP/VIT (Tinggi Kalori Tinggi Protein/Vitamin. karena dalam tahap pertumbuhan). pemeriksaan perkusi (+). yang meningkatkan laju sedimentasi eritrisit. pus (-) y y y Secara radiografis tampak radiolusen sekitar akar furkasi Rasa sakit (-). malaise dengan sakit pada otot dan persendian. Lokal (DAAA dan DAAK) y Open bur gigi dengan menggunakan high speed bur dengan terlebih dahulu difiksasi y y y Kemudian kavitas ditutup dengan kapas Selanjutnya perawatan endodontic konvensional dan restorasi Bila menyebabkan selulitis maka dilakukan pencabutan gigi 2. Pada abses timbul rasa sakit karena kuman memproduksi gas H2S yang . Sistemik (DAAA dan DAAK).anoreksia.dengan suhu 39-400. dan tekanan (+).dingin.susah tidur. demam (-). sehingga perlu dilakukan perawatan abses secara lokal dan bila abses telah mereda baru dilakukan pencabuan gigi penyebab. Gejala dan penyebab Dento Alveolar Abses Kronik (DAAK) y Secara klinis karies mencapai pulpa non vital. 2. Perawatan yang dilakukan: 1.menekan saraf sehingga menimbulkan rasa sakit.mual dan muntah. Pada keadaan akutmaka tidak boleh dilakukan pencabutan gigi karena dapat terjadi septikemi. karena karies mencapai pulpa non vital.Gejala sistemik yang biasanya dapat diamati:demam. gingiva kemerahan.andraised C-reactive protein (CRP) level. pembengkakan gingival (+) Diagnosis ditulis sebagai berikut: Regio DAAK. bila diperlukan maka diberikan. Tes laboratorium menunjukkan leukositosis atau jarang dengan leukopenia. fistula (+).

tumor. Bila infeksi telah menyebar ke jaringan ikat maka akan terbentuk abses dengan gejala sebagai berikut: -Kalor. dolor. rubor. Sub mandibular abses: abses yang menjalar ke region mandibular dan berasal dari gigi . function laesa -Malaise. y Merupakan infeksi orofasial yang disebakan oleh infeksi gigi. Sering dijumpai pada anak. Sub mukosa abses: abses yang terdapat di bawah mukosa. Sub palatal/sub lingual abses: abses yang menjara ke palatum atau lingual dan disebabkan oleh infeksi gigi 5.BAB III PENUTUP 3. maka proses infeksi akan terus berlanjut mencapai pulpa hingga mengakibatkan kematian jaringan pulpa. nausea.1 Kesimpulan y Infeksi odontogenik: infeksi yang disebabkan oleh kerusakan gigi akibat dari adanya kerusakan pada gigi. Dento Alveolar Abses : abses menyebar ke tulang alveolar yang berasal dari infeksi gigi 2. muntah. Gingival abses atau Gum boil : suatu pembengkakan gingival yang berasal dari gigi atau poket gigi dengan diagnosis gigi dapat vital maupun non vital 3. berasal dari gigi atau bukan gigi 4. penyebaran dilanjutkan ke bifurkasi pada gigi sulung atau sekitar periapikal karena akar gigi sulung mengalami resobsi yang tidak beraturan. terutama bila karies telah mencapai pulpa non vital atau tertinggal sisa akar. Dimulai dari karies gigi yang tidak di rawat. -Jumlah darah putih meningkat -Dehidrasi akibat panas y Pada anak sering dijumpai infeksi odontogen sebagai berikut: 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->