Metode Pengajaran Bahasa Inggris ± Metode Langsung (direct method

)

Latar Belakang Sejarah

Basis metode ini dikembangkan oleh Francois Gouin di Eropa tahun 1880 -an. Premis dia ialah bahwa sebaiknya belajar bahasa dilakukan dengan cara mendengarkan dan mengucapkannya seperti yang dilakukan anak-anak bukannya dengan mempelajari seperangkat kaidah tata bahasa dan daftar kosa kata. Tujuan metode ini ialah mengajari siswa, bisanya orang dewasa, untuk dapat bercakap dengan bahasa lain di dal am situasi kehidupan sehari-hari. Dari gagasan ini berkembanglah metode langsung sebagai antitesis untuk pendekatan dengan tatabahasa-terjemahan (grammar-translation

approach). Dua dasawarsa berikutnya, metode ini dipopulerkan di Amerika Serikat oleh Charles Berlitz (yang menamakannya Metode Berlitz) dan menggunakannya di sekolahsekolah bahasa komersialnya, sekolah Berlitz. Aspek-aspek lain dari metode langsung adalah pengajaran dalam kelas yang secara ekslusif menggunakan bahasa sasaran, hanya bahasa sehari-hari diajarkan, sedangkan tatabahasa dipelajari secara induktif. Meskipun pada mulanya metode ini hanya menekankan penggunaan bahasa kedua (L2) di ruang kelas dan tidak ada aktifitas untuk mengembangkan keterampilan membaca dan menulis sehingga metode ini sulit diterima di lembaga pendidikan publik, namun metode ini, dengan beberapa modifikasi, mempengaruhi beberapa pendekatan

kontemporer seperti pengajaran bahasa dengan pendekatan komunikatif, pendekatan alami dan respon fisik total (total physical response, TPR). dalam bahasa sasaran. Selain gambar, realia dan tindakan-tindakan sederhana,

Strategi

Metode

langsung

acap

kali

memanfaatkan

seperangkat

gambar

yang

menggambarkan kehidupan di negara bahasa sasaran (target language). Sejak mula, para siswa diajari, dan harus merespon, dalam bahasa sasaran. Selain gambar, realia dan tindakan-tindakan sederhana pun digunakan untuk menyampaikan makna.

Pelajaran berpusar pada dialog berbentuk tanya-jawab. Pelapalan yang tepat juga ditekankan, namun struktur yang tepat tidak ditekankan. Siswa boleh juga membaca wacana (passage) untuk mendapatkan informasi tentang kultur yang menggunakan bahas sasaran. Guru mungkin saja mengemukakan pertanyaan mengenai bahan yang

) 2. Anak-anak sedang membuat gedung bohongan dari pasir ( sandcastle). Guru menunjukan [memperlihatkan] seperangkat gambar yang menggambarkan kehidupan di negara bahasa sasaran. misalnya: Di manakah pantai itu? Apa yang orang-orang pakai? Apa yang wanita pakai? Apa yang pria lakukan? Anak-anak melakukan apa? Apa yang tukang es jual? Apa yang anak-anak inginkan? Siapa yang membelikan es krim? 4. 6. namun kesalahan struktur tatabahasa tidak dikoreksi.´ Guru bisa saja menggunakan realia atau bahan lain untuk membantu siswa memahami kosa kata. Ayah mereka membelikannya. Ada penjual es krim. Pria sedang berenang. 2. Siswa menjawab pertanyaan guru dengan sedapat mungkin menggunakan bahasa sasaran. 7. namun kesalahan tatabahasa tidak begitu dihiraukan sebab tujuan utamanya ialah siswa bisa berkomunikasi. 3. 5. Guru mendeskripsikan gambar dengan menggunakan bahasa sasaran. . Anak-anak ingin membelinya. Siswa menjawab pertanyaan guru dengan sedapat mungkin menggunakan bahasa sasaran. 3. Mereka mengenakan pakaian mandi. namun pertanyaan itu tidak diterjemahkan. Di pantai itu ada banyak orang. Guru menengemukakan pertanyaan dengan menggunakan bahasa sasaran tentang gambar itu. Siswa ditanya. Guru mendeskripsikan gambar itu: ³Ada pantai yang indah di Miami. 1. Pantai itu dengan samudera. 4. Guru menunjukan gambar pantai Florida (Poster turis akan sangat menunjang ini. [Bila ada kesalahan] pengucapan akan dikoreksi.siswa baca itu untuk mengecek pemahaman mereka. Aplikasi dan Co ntoh 1. Para siswa memberikan jawaban. Guru mengemukakan pertanyaan dengan menggunakan bahasa sasaran tentang bacaan itu. Siswa mungkin juga membaca suatu wacana dalam bahasa sasaran. Kesalahan pengucapan dibetulkan. Wanita memakai tutup kepala [seperti topi].

Siswa diberi bacaan pendek tentang daya tarik wisatawan di pantai Miami. Siswa kemudian ditanya tentang apa yang mereka baca itu.5. . 6.

Besides pictures. usually adults. students are taught. Two decades later. Teachers menengemukakan questions using the target language about the picture. only language taught daily.English Language Teaching Method . 4. Students answer the question with as much as possible using the target language. this method was popularized in the United States by Charles Berlitz (Berlitz Method is named) and use it in commercial language schools. realia and simple measures were used to convey meaning. in the target language. Students may also read a discourse (passage) to get information about the target culture using discussed. with some modifications. but mistakes are not corrected grammatical structure. He premise is that language learning should be done by listening to and say as did the children rather than by studying a set of grammar rules and vocabulary lists. but the exact structure is not emphasized. From this idea developed as an antithesis to the direct method with the grammartranslation approach (grammar-translation approach). The purpose of this method is to teach students. in the target language. Teacher shows [showing] a set of images depicting life in the target language country. Teachers put forward any questions by using the target language about reading it. Lessons revolve in the form of dialogue newbie. [If there are errors] pronunciation will be corrected. to be able to converse with other languages in daily life situations. a natural approach and total physical response (total physical response. Students may also read a discourse in the target language.Direct Method (direct method) Historical Background Basis of this method was developed by Francois Gouin in Europe in the 1880s. Applications and Examples . Berlitz school. Students answer the question with as much as possible using the target language. TPR). 5. 2. Teachers describe the picture using the target language. 1. 6. affecting some contemporary approaches such as teaching language with a communicative approach. Besides pictures. 3. Pelapalan the right is also stressed. while the learned grammar inductively. Teachers may be put forward questions about the materials that students read it to check their understanding. 7. but this method. and must respond. but the question was not translated. realia and simple actions. Since the beginning. Other aspects of the direct method is teaching in the classroom which exclusively use the target language. Strategy Direct methods often utilize a set of images depicting life in the country the target language (target language). Although at first this method only emphasizes the use of a second language (L2) in the classroom and there are no activities to develop reading and writing skills so that this method is difficult to accept in public educational institutions.

The children want to buy it. Teacher shows pictures coast of Florida (Poster tourists will be very supportive of this. . Women wear headgear [such as a hat]. The man was swimming. They are wearing bathing suits. 5. "Teachers can only use realia or other materials to help students understand the vocabulary. Students were asked. The children are making mock of building sand (Sandcastle). 3.) 2. There is a seller of ice cream. but the grammar errors are not so ignored because its primary purpose is the students can communicate. On the beach there are a lot of people. The students gave an answer. Pronunciation mistakes corrected. for example: Where is the beach? What do people wear? What do women wear? What do men do? The children do what? What iceman sell? What do children want? Who would buy ice cream? 4. Students are then asked about what they read it. The beach was the ocean. Students are given a short reading about the tourist attraction on the coast of Miami. 6. Teachers describe the picture: "There are beautiful beaches in Miami.1. Their father bought him.

bahkan mungkin sekali siswa merasa jenuh dan merasa dfongkol karena kata-kata dan kalimat yang dituturkan gurunya itu tidak pernah dapat dimengerti. dan lain-lain). pencil. tables. karena sudah merasa senang/tertarik.22 Kebaikan metode langsung (Direct) Metode langsung (direct) dilihat dari segi efektivitasnya memiliki keunggulan antara lain : 1. pensil. Because this method usually first teacher taught the words and simple sentences that can be understood and acknowledged by the students in daily language. then the student can easily captures the symbols of foreign languages taught by the teacher. maka metode ini menarik minat siswa. Pada tingkat-tingkat permulaan kelihatannya metode ini terasa sulit diterapkan. etc. sekalipun mula-mula kalimat yang diucapkan itu belum dimengerti dan dipahami sepenuhnya 5. Metode ini relatif banyak menggunakan berbagai macam alat peraga : apakah video. 3. dan berbagaimedia/alat peraga yang dibuat sendiri. for example (pen. apalagi guru menggunakan alat peraga dan macam -macam media yang menyenangkan 2. film. maka pelajaran terasa tidak sulit 4. Meskipun pada dasarnya metode ini guru tidak boleh menggunakan bahasa sehari hari dalam menyampaikan bahan pelajaran bahasa asing tapi pada kenyataa nnya tidak selalu konsisten demikian. tape recorder. maka sanksi-sanksi dapat ditetapkan bagi mereka yang menggunakan bahasa sehari-hari. 3. and berbagaimedia / props are made yourself. 2. then this method attract students. Metode ini sebenarnya tepat sekali digunakan pada tingkat permulaan maupun atas karena si siswa merasa telah memiliki bahan untuk bercakap/cercicara dan tentu saja agar siswa betul-betul merasa tertantang untuk bercakap/berkomunikasi. This method uses a relatively large variety of props: whether video.). radio kaset. Siswa termotivasi untuk dapat menyebutkan dan mengerti kata-kata kalimat dalam bahasa asing yang diajarkan oleh gurunya. Goodness direct method (Direct) Direct method (direct) terms of its effectiveness has advantages such as: 1. let alone a teacher uses visual aids and a variety of media fun 2. guru terpaksa misalnya menterjemahkan kata-kata sulit bahasa asing itu ke dalam bahasa anak didik. Students are motivated to be able to identify and understand the words the phrase in a foreign language was taught by his teacher. karena siswa belum memiliki bahan (perbendaharaan kata) yang sudah dimengerti 3. film. benches. radio cassette. Karena metode ini biasanya guru mula-mula mengajarkan kata-kata dan kalimat-kalimat sederhana yang dapat dimengerti dan diketahui oleh siswa dalam bahasa sehari hari misalnya (pena. tape recorder. because . Alat ucap / lidah siswa/anak didik menjadi terlatih dan jika menerima ucapan-ucapan yang semula sering terdengar dan terucapkan Kekurangan-kekurangan metode langsung (Direct) 1. jika guru tidakdapat memotivasi siswa. karena memang guru hanya menggunakan bahasa asing tanpa diterjemahkan ke dalam bahasa anak. maka siswa dapat dengan mudah menangkap simbol-simbol bahasa asing yang diajarkan oleh gurunya. Siswa memperoleh pengalaman langsung danpraktis. Pengajaran dapat menjadi pasif. bangku. meja.

. At the beginning levels it seems this method was difficult to apply. because the teachers could use a foreign language without translation into the language of children. because students do not have a material (vocabulary).they feel happy / interested. the teacher had to translate such difficult words foreign language into the language of their students. which is understandable 3. Teaching can be a passive. perhaps even once students feel bored and feel dfongkol because words and phrases spoken by his teachercan never be understood. then the lesson was not difficult 4. Although this method is basically the teacher may not use everyday language in delivering foreign language teaching materials but in reality are not always consistent way. then the sanctions can be established for those who use ordinary language days. although initially the spoken sentence was not understood and fully understood 5. if tidakdapat teachers motivate students. This method actually used exactly once at the beginning and the upper level because the student felt he had to have material to talk / cercicara and of course that the students really feel challenged to speak / communicate. Students gain direct experience danpraktis. Tool said / tongue student / students become trained and if they receive the original sayings that are often heard and spoken Deficiencies direct method (Direct) 1. 2.

3. peragaan.serta mimik secara langsung. Pemberian kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan :Guru mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan kunjungan. umumnya guru merencanakan kegiatan belajar secara terstruktur dan ketat.tetapi bahasa dalam bacaan tidak dianalisis secara struktural atausistematis. Pengecekan pemahaman dan pemberian umpan balik :Guru mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan dan memberikan umpan balik. untuk presentasi. guru merupakan pemberi informasi dan pendemonstrasi yang aktif dan mengharapkan siswa menjdi pendengar pendengar aktif yang baik. agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penutur asli. dengan perhatian khusus pada penerapan situasi yang lebih kompleks dan kehidupan sehari hari. . pentingnya pelajaran. budaya yang relevan diajarkan secara induktif. Pola urut metode pembelajaran langsung 1. dan mempersiapkan siswa untuk belajar. kata kata digunakan dalam percakapan percakapan. 4. adalah belajar yang langsung menggunakan bahasa secara intensif dalam komunikasi. 2.tujuan dan partisipasi siswa : Guru menjelaskan TPK. dan demonstrasi. 6. tatabahasa diajarkan secara induktif 5. 2.informasi latar belakang. Keberhasilan metode langsung memerlukan lingkungan yang baik.dramatisasi dan gambar gambar 3.gerakan.termasuk alat pandang dengar yang sesuai. Pembimbingan pelatihan : Guru merencanakan dan memberikan bimbingan awal 4. Dalam metode langsung.dengan gerakan atau isyarat tertentu.Pendemonstrasian. belajar bahasa yang baik.yakni ruangan yang tenang dengan penuh penerangan cukup. Pda awal pembelajaran.33 Metode langsung berasumsi bahwa. 7. pembelajaran dimulai dengan dialog atau humor pendek dalam bahasa dan gaya bahasa santai dan nonformal. Langkah langkah pembelajaran 1. Persiapan.pelajaran. tanya jawab berdasarkan bahasa yang dipelajari dengan memberikan contoh yang merangsang siswa. 5. Tujuan metode tersebut adalah penggunaan bahasa secara lisan.Siswa diberi latihan latihan untuk mengasosiasikan kalimat dengan artinya melalui demonstrasi. siswa yang sudah maju diberi bacaan sastra untuk pemahaman dan kenikmatan. pengetahuan atau ketrampilan : Guru mendemonstrasikan ketrampilan dengan benar atau menyajikan informasi tahap demi tahap.. materi mula mula disajikan secara lisan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful