P. 1
KONSEP KEPEMIMPINAN ISLAM

KONSEP KEPEMIMPINAN ISLAM

|Views: 525|Likes:

More info:

Published by: Renaldi Patrade Ghama on Apr 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/28/2013

pdf

text

original

KONSEP KEPEMIMPINAN ISLAM

Sebagai agama yang sesuai dengan fitrah manusia, Islam memberikan prinsipprinsip dasar dan tata nilai dalam mengelola organisasi atau pemerintahan. Alqur'an dan As-sunnah dalam permasalahan ini telah mengisyaratkan beberapa prinsip pokok dan tata nilai yang berkaitan dengan kepemimpinan, kehidupan bermasyarakat, berorganisasi, bernegara (baca: berpolitik) termasuk di dalamnya ada system pemerintahan yang nota-benenya merupakan kontrak sosial. Prinsipprinsip atau nilai-nilai tersebut antara lain: prinsip Tauhid, As-syura (bermusyawarah) Al-'adalah (berkeadilan) Hurriyah Ma'a Mas'uliyah (kebebasan disertai tanggungjawab) Kepastian Hukum, Jaminan Haq al Ibad (HAM) dan lain sebagainya.

Study Normatif, Komparatif dan Historis I. Pendahuluan

Konsep kepemimpinan dalam Islam sebenarnya memiliki dasar-dasar yang sangat kuat dan kokoh. Ia dibangun tidak saja oleh nilai-nilai transendental, namun telah dipraktekkan sejak berabad-abad yang lalu oleh nabi Muhammad SAW, para Shahabat dan Al-Khulafa' Al-Rosyidin. Pijakan kuat yang bersumber dari Al-qur'an dan Assunnah serta dengan bukti empiriknya telah menempatkan konsep kepemimpinan Islam sebagai salah satu model kepemimpinan yang diakui dan dikagumi oleh dunia internasional.

Namun dalam perkembangannya, aplikasi kepemimpinan Islam saat ini terlihat semakin jauh dari harapan masyarakat. Para tokohnya terlihat dengan mudah kehilangan kendali atas terjadinya siklus konflik yang terus terjadi. Harapan masyarakat (baca: umat) akan munculnya seorang tokoh muslim yang mampu dan bisa diterima oleh semua lapisan dalam mewujudkan Negara yang terhormat, kuat dan sejahtera nampaknya masih harus melalui jalan yang panjang.

II. Tinjauan Umum Mengenai Kepemimpinan

Secara etimologi kepemimpinan berarti Khilafah, Imamah, Imaroh, yang mempunyai makna daya memimpin atau kualitas seorang pemimpin atau tindakan dalam memimpin. sedangkan secara terminologinya adalah suatu kemampuan untuk mengajak orang lain

Dengan kata lain.Al Mukminun 8-9) Seorang pemimpin harus bersifat amanah. tetapi belum tentu lolos ketika ia bertanggungjawab dihadapan Allah Swt. yakni tanggungjawab kepada Allah Swt di akhirat nanti. baik didunia maupun diakhirat. Bahkan sebaliknya. Seorang pemimpin akan dianggap lolos dari tanggungjawab formal dihadapan orang-orang yang dipimpinnya. Kepemimpinan dalam Islam III. Nabi bersabda: "setiap kalian . kepemimpinan merupakan amanah dan tanggungjawab yang tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada anggota-anggota yang dipimpinya. Allah Swt berfirman: "dan orang-orang yang memelihara amanah (yang diembankannya) dan janji mereka. tetapi juga akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah Swt. mereka akan kekal didalamnya" (QS. tetapi merupakan tanggungjawab sekaligus amanah yang amat berat yang harus diemban dengan sebaikbaiknya. Jika pemimpin tidak mempunyai sifat amanah. Itulah mengapa nabi Muhammad SAW juga mengingatkan agar menjaga amanah kepemimpinan. tanpa adanya kesatuan komando yang didasarkan atas satu perencanaan dan kebijakan yang jelas. maka rasanya sulit diharapkan tujuan yang telah ditetapkan akan tercapai dengan baik. pertanggungjawaban kepemimpinan dalam Islam tidak hanya bersifat horizontal-formal sesama manusia. memberi mutivasi serta mendorong orang yang dipimpin untuk berbuat sesuatu guna mencapai tujuan. Sedangkan tugas dan tanggungjawab yang dipimpin adalah mengambil peran aktif dalam mensukseskan pekerjaan yang dibebankannya. tetapi bersifat vertical-moral. Tugas dan tanggungjawab seorang pemimpin adalah menggerakkan dan mengarahkan. Jadi. Hakekat Kepemimpinan Dalam pandangan Islam. kepemimpinan adalah upaya untuk mentransformasikan semua potensi yang terpendam menjadi kenyataan. sebab hal itu akan dipertanggungjawabkan. menuntun.agar mencapai tujuan-tujuan tertentu yang telah ditetapkan. dan orang-orang yang memelihara sholatnya. Kepemimpinan sebenarnya bukan sesuatu yang mesti menyenangkan. a. sebab ia akan diserahi tanggungjawab. Inilah arti penting komitmen dan kesadaran bersama untuk mentaati pemimpin dan peraturan yang telah ditetapkan. III. mereka itulah yang akan mewarisi surga firdaus. yang terjadi adalah kekacauan dalam pekerjaan. tentu yang terjadi adalah penyalahgunaan jabatan dan wewenang untuk hal-hal yang tidak baik.

kepemimpinan adalah sebuah keteladanan dan kepeloporan dalam bertindak. Bukhori) Nabi Muhammad SAW juga bersabda: "Apabila amanah disia-siakan maka tunggulah saat kehancuran. untuk memimpin atau mengatur urusan dunia. artinya. Dengan kata lain bahwa tujuan suatu kepemimpinan adalah untuk menciptakan rasa aman. beliau mengatakan bahwa menegakkan kepemimpinan dalam pandangan Islam adalah sebuah keharusan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. beliau mengatakan bahwa keberadaan pemimpin (imamah) sangat penting. apakah tetap akan dipertahankan atau di non aktifkan. pemimpin mutlak dibutuhkan demi tercapainya kemaslahatan umat. Negara dan bangsa. tetapi dimaknai sebagai sebuah pengorbanan dan amanah yang harus diemban dengan sebaik-baiknya. Imam Al-mawardi dalam Al-ahkam Al sulthoniyah menyinggung mengenai hukum dan tujuan menegakkan kepemimpinan. Dan kedua: Wa sissati adDunnya. maka cenderung akan mengundang kontroversi. Bukhori) Oleh karenanya. Lebih lanjut.adalah pemimpin. kurang ideal misalnya cacat mental dan fisik. Kepemimpinan juga bukan kesewenang-wenangan untuk bertindak. antara lain karena imamah mempunyai dua tujuan: pertama: Likhilafati an-Nubuwwah fi-Harosati ad-Din. keadilan. Oleh karenanya. yakni sebagai pengganti misi kenabian untuk menjaga agama. Hukum dan Tujuan Menegakkan Kepemimpinan Pemimpin yang ideal merupakan dambaan bagi setiap orang. lembaga. menegakkan amar ma'ruf nahi munkar. kepemimpinan mestinya tidak dilihat sebagai fasilitas untuk menguasai. . Kepemimpinan semacam ini akan muncul jika dilandasi dengan semangat amanah. III. dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya" (HR. mengayomi rakyat. mengatur dan menyelesaikan problem-problem yang dihadapi masyarakat. b. Tidaklah mengherankan jika ada seorang pemimpin yang kurang mampu. sebab pemimpin itulah yang akan membawa maju-mundurnya suatu organisasi. kemasylahatan. Waktu itu ada seorang shahabat bertanya: apa indikasi menyia-nyiakan amanah itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab: apabila suatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancurannya" (HR. keikhlasan dan nilai-nilai keadilan. tetapi kewenangan untuk melayani dan mengayomi dan berbuat dengan seadil-adilnya.

tampilnya seorang pemimpin yang ideal yang menjadi harapan komponen masyarakat menjadi sangat urgen.Dari sinilah para ulama' berpendapat bahwa menegakkan suatu kepemimpinan (Imamah) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah suatu keniscayaan (kewajiban). penglihatan dan lisannya. bagaimana memimpin dan memanage suatu Negara secara berstruktur. Kriteria Pemimpin yang Ideal dalam Islam Imam Al Mawardi dalam Al-ahkam Al sulthoniyyah-Nya memberikan beberapa kriteria seorang pemimpin yang ideal agar tampilnya pemimpin tersebut dapat mengantarkan suatu Negara yang adil dan sejahtera seperti yang diharapkan. Sebab imamah merupakan syarat bagi terciptanya suatu masyarakat yang adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan serta terhindar dari kehancuran dalam kehidupan bermasyarakat.Harus keturunan Quraisy. Pada masa Nabi Muhammad SAW orang yang memenuhi persyaratan sebagai pemimpin dan . melainkan pada kemampuan dan kewibawaannya. .Sehat panca indranya seperti pendengaran. . mana yang perlu ditangani terlebih dahulu dan mana yang dapat ditunda sementara. .Memiliki pengetahuan untuk memanage persoalan-persoalan yang ada kaitannya dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. . Ahmad dari Anas bin Malik) tersebut dapat dipahami secara konstektual. III.Seorang pemimpin harus mempunyai misi dan visi yang jelas. Namun menurut pandangan Ibnu Khaldun dalam Muqoddimah-Nya bahwa. sehingga ada perioritas tertentu.Seorang pemimpin harus mempunyai sifat adil ('adalah) . . hadits "Al Aimmatu min Quraisyin" (HR.Seorang pemimpin harus mempunyai keberanian dan kekuatan. Sehingga seorang pemimpin bisa secara langsung mengetahui persoalan-persoalan secara langsung bukan dari informasi atau laporan orang lain yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. c. Oleh karena itu. Dalam hal ini seorang pemimpin harus mempunyai keberanian dan kekuatan dalam menegakkan hukum dan keadilan.Sehat anggota badan dari kekurangan. bahwa hak pemimpin itu bukan pada etnis Quraisy-nya. . Sehingga memungkinkan seorang pemimpin untuk bergerak lebih lincah dan cepat dalam menghadapi berbagai persoalan ditengahtengah masyarakat.

Islam mengajak kearah satu kesatuan akidah diatas dasar yang dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat. hal itu tidak bersifat mutlak. 3. Islam memberikan prinsip-prinsip dasar dan tata nilai dalam mengelola organisasi atau pemerintahan. IV. Dalam alqur'an sendiri dapat ditemukan dalam surat An-nisa' 48. ini menjadi ciri umum dari demokrasi. Prinsip-prinsip atau nilai-nilai tersebut antara lain: prinsip Tauhid. meski perlu diketahui bahwa "demokrasi tidak identik dengan syuro" walaupun syuro dalam Islam membenarkan keputusan pendapat mayoritas. Sebab perbedaan akidah yang fundamental dapat menjadi pemicu dan pemacu kekacauan suatu umat. Sebab keputusan pendapat mayoritas tidak boleh menindas keputusan minoritas. Prinsip-Prinsip Kepemimpinan Islam Sebagai agama yang sesuai dengan fitrah manusia. yaitu tauhid. kepeutusan yang ditetapkan pandangan minoritas. Al-qur'an dan Assunnah dalam permasalahan ini telah mengisyaratkan beberapa prinsip pokok dan tata nilai yang berkaitan dengan kepemimpinan. Prinsip Tauhid Prinsip tauhid merupakan salah satu prinsip dasar dalam kepemimpinan Islam (baca: pemerintahan Islam). As-syura (bermusyawarah) Al-'adalah (berkeadilan) Hurriyah Ma'a Mas'uliyah (kebebasan disertai tanggungjawab) Kepastian Hukum. paling tidak mempunyai tiga cara: 1. Prinsip Musyawarah (Syuro) Musyawarah berarti mempunyai makna mengeluarkan atau mengajukan pendapat. maka ia dapat diangkat sebagai pemimpin termasuk kepala Negara. keputusan yang ditetapkan oleh penguasa. Lebih dari itu. bernegara (baca: berpolitik) termasuk di dalamnya ada system pemerintahan yang notabenenya merupakan kontrak sosial. 2. Oleh karena itu. berorganisasi. 2.dipatuhi oleh masyarakat adalah dari kaum Quraisy. apabila pada suatu saat ada orang yang bukan dari Quraisy tapi punya kemampuan dan kewibawaan. dalam . kehidupan bermasyarakat. 1. melainkan tetap harus memberikan ruang gerak bagi mereka yang minoritas. Jaminan Haq al Ibad (HAM) dan lain sebagainya. IV. Ali imron 64 dan surat al Ikhlas. IV. oleh sebab itu. keputusan yang ditetapkan oleh pandangan mayoritas. Dalam menetapkan keputusan yang berkaitan dengan kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat.

keadilan menjadi suatau keniscayaan. "bermusyawarahlah kamu (Muhammad) dengan mereka dalam urusan tertentu. Dalam Al-quran ada beberapa ayat yang berbicara tentang musyawarah. kata al-'Adl dalam berbagai bentuknya terulang dua puluh delapan kali. IV. Adil disini berarti memelihara kewajaran atas berlanjutnya eksistensi. "apabila kamu memutuskan suatu perkara diantara manusia maka hendaklah engkau memutuskan dengan adil". Dalam hal ini Allah memiliki hak atas semuanya yang ada sedangkan semua yang ada. Sesungguhnya Allah Swt mencintai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya".Islam suara mayoritas tidak boleh berseberangan dengan prinsip-prinsip dasar syariat. Prinsip Keadilan (Al-'adalah) Dalam memanage pemerintahan. Sangat mungkin ini salah satu sikap demokratis tuhan terhadap hamba-hambanya. pertama: adil dalam arti sama. . Keempat: keadilan yang dinisbatkan kepada Allah Swt.Mawardi dalam Al-ahkam Al-sulthoniyah-Nya memasukkan syarat yang pertama seorang pemimpin negara adalah punya sifat adil. distribusi pembangunan. seperti menyapih (berhenti menyusui) anak. bertawakkalah kepada Allah Swt. ketiga: adil dalam arti perhatian terhadap hak-hak individu dan memberikan hak-hak itu kepada pemiliknya. 3. Sebagaimana dalam al qur'an surat an-Nisa' 58. Hal ini bukan berarti al-Qur'an telah menggambarkan system pemerintahan secara tegas dan rinci. termasuk didalamnya dalam hal berorganisasi. adanya balancing power antara pihak pemerintah dengan rakyatnya. tidak memiliki sesuatau disisinya. Pertama: musyawarah dalam konteks pengambilan keputusan yang berkaitan dengan rumah tangga dan anak-anak. "apabila suami-istri ingin menyapih anak mereka (sebelum dua tahun) atas dasar kerelaan dan musyawarah antar mereka. Ini dilakukan dalam memutuskan hukum. Jadi. kedua: adil dalam arti seimbang. nampaknya hal ini memang disengaja oleh Allah untuk memberikan kebebasan sekaligus medan kreatifitas berfikir hambanya untuk berijtihad menemukan sistem pemerintahan yang sesuai dengan kondisi sosial-kultural. Disini keadilan identik dengan kesesuaian. sebab pemerintah dibentuk antara lain agar tercipta masyarakat yang adil dan makmur. Hal ini sebagaimana terdapat pada surat Ali-imron ayat 158. maka tidak ada dosa atas keduanya" Kedua: musyawarah dalam konteks membicarakan persoalanpersoalan tertentu dengan anggota masyarakat. Tidaklah berlebihan kiranya jika al. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad. Paling tidak ada empat makna keadilan yang dikemukakan oleh ulama. system pemerintahan Islam yang ideal adalah system yang mencerminkan keadilan yang meliputi persamaan hak didepan umum. keseimbangan (keproposionalan) dalam memanage kekayaan alam misalnya. meskipun terdapat beberapa Al-qur'an dan As-sunnah yang menerangkan tentang musyawarah. Artinya tidak menbeda-mbedakan satu sama lain. Hal ini sebagaimana terdapat pada surat al-Baqarah ayat 233. Dalam hal ini kesesuaian dan keseimbangan tidak mengharuskan persamaan kadar yang besar dan kecilnya ditentukan oleh fungsi yang diharapkan darinya. Persamaan yang dimaksud adalah persamaan hak. Dalam al-Qur'an. Ini sesuai dengan al-Qur'an dalam surat al infithar 6-7 dan al Mulk 3.

IV. setiap individu dan bangsa mempunyai hak yang tak terpisahkan dari kebebasan dalam segala bentuk fisik. Secara umum demokrasi itu kompatibel dengan nilai-nilai universal Islam. Demikian juga dalam Islam dibedakan antara hak dan kewajiban kafir dzimmi dengan yang muslim. Kepemimpinan Rasulullah SAW . Dalam konteks kehidupan politik. kebebasan yang dituntut oleh Islam adalah kebebasan yang bertanggungjawab. demokrasi sangat menghargai toleransi dalam kehidupan sosial. permusyawaratan dan keadilan. seperti persamaan. kebebasan. Prinsip Kebebasan (al-Hurriyah) Kebebasan dalam pandangan al-Qur'an sangat dijunjung tinggi termasuk dalam menentukan pilihan agama sekaligus. Contoh kecil adalah kasus tentang orang yang pindah agama dari Islam (baca: murtad). namun pada tingkat implementatif sering kali nilai-nilai demokrasi berseberangan dengan ajaran Islam dalam al-Qur'an. Demokrasi dalam Perspektif Islam Secara historis. misalnya tentang poligame. Melihat adanya problem diatas. (QS. Namun demikian. jika mereka tidak mau maka dia boleh dibunuh atau diperangi. An-nisa' 33) tentang hukum waris (QS. Sedangkan dalam Islam hal ini jelas-jelas dilarang dalam Al-qur'an. Kebebasan disini juga kebebasan yang dibatasi oleh kebebasan orang lain. 4. termasuk dalam ma'siat sekalipun. anak dan budak) menjadi pembuat undang-undang. budaya. Hali ini dalam demokrasi tidak boleh terjadi. Disamping itu. ekonomi dan politik serta berjuang dengan segala cara asal konstitusional untuk melawan atas semua bentuk pelanggaran. pada waktu demokrasi ditetapkan dalam bentuk systemnya dimana semua rakyat (selain wanita. Menurut pandangan Islam berdasarkan hadits: "Man baddala dinahu faqtuluhu" mereka disuruh taubat dahulu. Sebagai contoh adalah ketika nilainilai demokrasi berseberangan dengan hasil ijtihad para ulama'. berarti tidak semuanya demokrasi kompatibel dengan ajaran Islam. ide-ide demokrasi ada yang sesuai dan selaras dengan Islam. V. Kemudian dalam demokrasi ada prinsip kesamaan antara warga Negara. Dalam system demokrasi hal ini tidak boleh terjadi. sebab tidak lagi menjunjung nilai persamaan. sebab membunuh berarti melanggar kebebasan mereka dan melanggar hak asasi manusia (HAM). An-nisa' 11) tentang kesaksian (QS. Seperti pacaran perzinaan. Akan tetapi dalam dataran implementatif hal ini tidak terlepas dari problematika. Namun dalam Islam ada beberapa hal yang sangat tegas disebut dalam al-Qur'an bahwa ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Assunnah dan ijtihad para ulama' VI. demokrasi muncul sebagai respon terhadap system monarchi diktator Yunani pada abad 5 M. Al-baqarah 282). dalam dataran prinsip.

Amanah dalam pandangan Islam ada dua yaitu: bersifat teosentris yaitu tanggungjawab kepada Allah Swt. artinya jujur. 3. Kecerdasan Rasulullah SAW yang dibingkai dengan kebijakan mampu menarik simpati masyarakat arab. apakah keputusan itu berdasarkan wahyu. Amanah. Shahabat tersebut lalu mengusulkan agar beliau menempatkan pasukannya lebih maju ke depan. kemudian mata air itu kita tutup dengan pasir. Fathonah. Juga beliau dalam kepimpinannya menerapkan gaya inklusif indikasinya beliau mau dikritik dan diberi saran oleh para shahabatnya. Ini tampak ketika beliau memimpin perang badar. artinya cerdas. Beliau pada waktu itu hendak menempatkan pasukannya pada posisi tertentu dekat dengan mata air. artinya dapat dipercaya. rmampu memanage konflik dan problem-problem yang dihadapi ummat pada waktu itu. dan bersifat antroposentris yaitu yang terkait dengan kontak sosial kemanusiaan. dengan sifat Fathonahnya. Tabliqh. dengan bimbingan Rasulullah SAW mereka akhirnya menjadi kaum yang dapat hidup rukun. masyarakat atau Negara. Kepemimpinan Al-Khulafa' Al Rasyidin . Sebagaimana digambarkan dalam Al-qur'an: " dan sesungguhnya engkau Muhammad benar-benar berada dalam akhlaq yang sangat agung" (QS. Amanah. Inilah karakteristik kepemimpinan Rasulullah SAW: 1. Dalam memimpin beliau lebih memgutamakan Uswah Al. Dalam hal ini adalah risalah Allah Swt. Suku Aus dan Khazraj yang tadinya suka berperang. 4. Hal ini antara lain tampak dalam sikap nabi ketika mengahadapi seorang badui yang baru masuk Islam yang belum mau meninggalkan kebiasaan jeleknya. Shiddiq. wahai utusan Allah. tidak mempuyai kejujuran tentu orang-orang yang dipimpin (baca: masyarakat) tidak akan punya kepercayaan. Kejujuran dan ketulusan adalah kunci utama untuk membangun sebuah kepercayaan. Dapat dibayangkan jika pemimpin sebuah organisasi. Seorang shahabat anshor bernama Hubab bin Mundhir bertanya: ya Rasulullah. yakni kemata air yang lebih dekat. Fathonah. kita bawa tempat air lalu kita isi.hasanah pemberian contoh kepada para shahabatnya. Dalam kepemimpinannya. Sehingga tidak dapat berubah atau hanya pendapat engkau? Beliau menjawab ini adalah ijtihadku. risalah tersebut harus tetap disampaikan dengan sebaik-baiknya. Al-qolam 4). 2. ini kurang tepat. jika demikian yang terjadi adalah krisis kepercayaan. agar musuh kita tidak bisa memperoleh air. Tabliq. Kata Hubab. tulus. Akhirnya beliau mengikuti saran shahabat tersebut. Keteladanan Rasulullah SAW antara lain tercermin dalam sifat-sifat beliau. Rasulullah SAW juga menggunakan pendekatan persuasif dan tidak menggunakan dengan kekerasan atau represif. VII. Shiddiq. artinya menyampaikan apa yang seharusnya disampaikan.Kepemimpinan Rasulullah SAW tidak bisa terlepas dari kehadiran beliau yaitu sebagai pemimpin spiritual dan pemimpin rakyat. Prinsip dasar dari kepemimpinan beliau adalah keteladanan. Betapapun beratnya resiko yang akan dihadapi.

Abu Ubaidah bin Jarrah. Abu Bakar. Saad bin Abi Waqqas. karena beliau khawatir dan trauma adanya perselisihan diantara umat Islam. kepemimpinan umat Islam digantikan oleh para penggantinya yang dikenal dengan Al-Khulafa' Al Rasyidin. Zubair bin Awwam.Sepeninggal nabi. VIII. Usman bin Affan. Penutup Pemerintah Negara Indonesia dibentuk untuk melindungi segenap bangsa Indonesia. namun terpilihnya Umar bin Khattab menjadi khalifah ini atas wasiat Abu Bakar sebelum meninggal dunia. . yaitu agar umat Islam menentukan urusannya melalui musyawarah. maka tongkat komando kepemimpinan Islam dipegang oleh Ali bin Abi Tholib melalui pemilihan dan pertemuan terbuka. Umar bin Khattab. Sepeninggal Umar bin Khattab. Abdurrohman bin Auf dan Thalhah bin Ubaidillah. Ali bin Abi Tholib. sebagaimana yang terjadi sepeninggal Rasulullah SAW. seluruh tumpah darah Indonesia. anshor dan muhajirin. Yaitu. Sebab Rasulullah SAW tidak pernah berwasiat tentang sistem pergantian kepemimpinan. System pergantian kepemimpinan dari masing-masing khalifah tersebut berbeda-beda. Namun system pengangkatan Usman ini berbeda dengan system pada masa Abu Bakar dan Umar. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. Masa Al-Khulafa' Al Rasyidin dapat dipetakan menjadi empat. untuk memajukan kesejahteraan umum. Usman diangkat menjadi khalifah melalui "dewan formatur" yang terdiri dari lima orang yang ditunjuk oleh Umar sebelum beliau meninggal dunia. perdamaian abadi dan keadilan social. Nampaknya hal itu disengaja diserahkan kepada ummat Islam agar sesuai dengan tuntutan kemaslahatan yang ada. Setelah Usman bin Affan menyelesaikan tugas kepemimpinannya. Basyir bin Saad dan Used bin Khudair. Setelah berakhirnya masa kepemimpinan Abu Bakar selama kurang lebih dua tahun. Ini beliau lakukan. Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Umar bin Khattab. maka estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh Usman bin Affan (23-35 H atau 644-654 M). Inilah salah satu embrio demokrasi dalam sejarah kepemimpinan Islam. yaitu: Abu Bakar Assiddiq. kecuali hanya prinsip-prinsip umum. Alqur'an juga tidak memberi petunjuk secara jelas bagaimana system suksesi kepemimpinan dilakukan. terpilihlah Umar bin Khattab (12-23H atau 634-644 M). Yaitu. Abu Bakar ash-Shiddiq sebagai Khalifah pertama setelah meninggalnya Rasulullah SAW (11-13 H atau 632-634 M) terpilih sebagai khalifah melalui musyawarah terbuka dibalai pertemuan Bani Saidah yang dihadiri oleh lima tokoh perwakilan dari golongan umat Islam.

sehingga tidak ada lagi aset-aset Negara yang dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing seperti blok Cepu. diganti dengan undang-undang yang sesuai dengan syari'at Islam yang berpihak dengan kepentingan umat Islam. Untuk mewujudkan cita-cita luhur itu. ibadah. Dan cakupan syari'at Islam meliputi wilayah agama dan negara. dengan merasakan penderitaan rakyat. Freeport. syari'at Islam berlaku umum untuk seluruh umat manusia dan bersifat abadi sampai hari kiamat. dan lain-lain. Mampu membawa izzul Islam wal muslimin dalam bingkai Negara kesatuan republik Indonesia yang Baldatun Thoyibatun Wa Robbun Ghofur. Syari'at Islam diperuntukkan bagi kemaslahatan hidup di dunia dan di akhirat. . Dan mayoritas rakyatnya tetap dalam penderitaan. Syari'at Islam merupakan satu-satunya syariat yang sesuai dengan perkembangan zaman. ketenangan hidup. membiarkan rakyatnya termiskinkan. Lebih lanjut lagi. Syariat Islam yang dinamis sungguh menjamin rasa keadilan. kenyamanan dan keteraturan hidup bahkan memberikan kebahagian dunia secara keseluruhan. dan satu-satunya solusi terhadap masalah bangsa. dan menyaksikan musibah yang silih berganti. kebahagian. baik dalam bidang akidah. sehingga jurang antara kaya dan miskin makin menjulang. dan berkembang bagi kehidupan manusia dengan beragam latar-belakang budayanya. rasa tanggung jawab atas kewajiban. Dalam prinsip-prinsip syariat Islam. lembaga-lembaga dan organisasi Islam serta membangun poros Islam yang melibatkan semua partai yang berbasis dan berazaskan Islam. serta dengan memuliakan hak-hak orang lain. Juga untuk menjaga kemurnian ajaran ahlussunnah wal jama'ah versi wali-songo sekaligus untuk mengamandemen undangundang yang bertentangan dengan syari'at Islam. yang diharapkan mampu untuk memperjuangkan kepentingan umat Islam dan menjalankan system pemerintahan berdasarkan syari'at Islam secara kaffah. pondok pesantren. ketenangan.Namun kenyataanya. dan selaras dengan realitas kehidupan. demi mewujudkan puncak keridlaan Allah Swt. maka tidak ada pilihan lagi selain menjadikan tuntunan Allah Swt yang maha kuasa (baca: Syari'at Allah) sebagai pedoman dalam mengelola bangsa dan Negara kesatuan republik Indonesia. diperlukan kesatuan visi antara umat Islam dan dukungan dari orang-orang yang punya kapabilitas ketokohan Islam. bukan dengan system demokrasi yang identik dengan kekufuran. Hukum-hukumnya saling menguatkan dan mengukuhkan satu sama lain. etika maupun mu'amalah. keimanan. menyimak peringatan Allah Swt. cocok untuk segala generasi. perasaan selalu dipantau oleh Allah Swt dalam seluruh sisi kehidupan. terdapat kekuatan paripurna yang akan selalu membantu kita dalam menetapkan hukum yang selalu hidup. Semua itu dilakukan melalui kesadaran hati nurani. baik ketika sendirian maupun di hadapan orang lain. dan kehidupan yang mulia dan bersih. Indonesia yang mayoritas penduduknya umat Islam selalu mendambakan tampilnya kepemimpinan Islam didalam setiap level kehidupan bermasyarakat dan bernegara. kekuatan kapitalisme global dengan bebas mengeruk kekayaan alam Indonesia. tumbuh. merenungkan sinyalemen Rasulullah SAW.

Imam Bukhori dalam Shohih Bukhori. 26 April 2009 Referensi. Al-Qur'anul Karim.WAllahu a'lam bissowab Sarang. Imam Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad. Imam Al-Mawardi d Renaldi Patrade Ghama .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->