PENGARUH PARAMETER POTONG DAN GEOMETRI PAHAT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PADA PROSES BUBUT Produk berkualitas diperoleh

dari adanya proses pemesinan yang baik. Kekasaran permukaan adalah salah satu penyimpangan yang disebabkan oleh kondisi pemotongan dari proses pemesinan. Untuk itu perlu dilakukan percobaan untuk menganalisa pengaruh radius pahat, gerak pemakanan dan kecepatan potong terhadap kekasaran permukaan. Percobaan dilakukan berdasarkan disain eksperimen dan analisis regresi. Gerak pemakanan memberikan pengaruh paling besar dan kecepatan potong memberikan pengaruh paling kecil terhadap kekasaran permukaan. OPTIMASI KEAUSAN PAHAT DAN KEBULATAN LUBANG PADA PENGGUKDIAN MATERIAL KOMPOSIT KAKBON/EPOXY DENGAN PAHAT GURDI YANG DIMODIFIKASI Pahat gurdi dari bahan HSS yang digunakan dalam proses penggurdian material komposit karbon/epoxy cepat mengalami keausan. Selain itu, ketelitian geometri lubang yang dihasilkan seringkali tidak memenuhi spesifikasi. Modifikasi ujung pahat gurdi dengan metode-metode khusus telah dikembangkan untuk meminimalisasi kesulitan-kesulitan dalam proses penggurdian pahat konvensional twist drill. Salah satu diantaranya adalah pahat gurdi yang dimodifikasi outer-corner nya, yaitu dengan jalan mengubah sudut 2Kr menjadi duatingkat. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengoptimasikan secara serentak keausan pahat dan kebulatan lubang pada penggurdian material komposit karbon/epoxy dengan pahat gurdi yang dimodifikasi sudut 2Kr nya. Variabel-variabel penggurdian yang divariasikan adalah putaran mesin, kecepatan makan, dan sudut 2Kr yang dimodifikasi. Metode Respon Surface dan fungsi Lagrange digunakan untuk mendapatkan besarnya putaran mesin, kecepatan makan, dan sudut 2Kr yang dimodifikasi agar diperoleh keausan pahat dan penyimpangan kebulatan lubang yang paling minimal secara serentak pada proses penggurdian material komposit karbon/epoxy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel putaran mesin memberikan berpengaruh pada respon keausan pahat dan kebulatan lubang masing-masing berturut-turut sebesar 10.13% dan 6.93%, variabel sudut 2Kr yang dimodifikasi berpengaruh pada kedua respon masing-masing beiturut-turut sebesar 5.39% dan 13.50%, sedangkan variabel kecepatan makan memberikan pengaruh yang hampir sama untuk kedua respon masing-masing sebesar 8,65% dan 8,59%. Setting variabel secara serentak yang memberikan nilai paling minimum keausan pahat sebesar 0,230 mm dan penyimpangan kebulatan lubang sebesar 6,8 um yaitu putaran mesin 619,7 rpm, kecepatan makan 59,3 mm/min, dan sudut modifikasi pahat 73.7°.

Judul Optimasi Keausan Pahat Dan Kebulatan Lubang Pada Penggukdian Material Komposit Kakbon/epoxy Dengan Pahat Gurdi Yang Dimodifikasi Pengarang Salam,

7 . variabel sudut 2Kr yang dimodifikasi berpengaruh pada kedua respon masing-masing beiturutturut sebesar 5. Abstract in Bahasa Indonesia : Umur pahat merupakan suatu data permesinan yang sangat penting dalam perencanaan permesinan.756 minutes at high cutting speed.33 minutes at low cutting speed and 14. dan sudut modifikasi pahat 73. Variabelvariabel penggurdian yang divariasikan adalah putaran mesin.50%. dan sudut 2Kr yang dimodifikasi. kecepatan makan. Modifikasi ujung pahat gurdi dengan metode-metode khusus telah dikembangkan untuk meminimalisasi kesulitan-kesulitan dalam proses penggurdian pahat konvensional twist drill.8 um yaitu putaran mesin 619. Setting variabel secara serentak yang memberikan nilai paling minimum keausan pahat sebesar 0.93%.65% dan 8.7 rpm. sehingga dapat dimanfaatkan untuk melengkapi data permesinan mengenai umur pahat. ketelitian geometri lubang yang dihasilkan seringkali tidak memenuhi spesifikasi. yaitu dengan jalan mengubah sudut 2Kr menjadi duatingkat.230 mm dan penyimpangan kebulatan lubang sebesar 6. Penelitian dilakukan dengan memperhatikan pengaruh kondisi pemotongan.3 mm/min.39% dan 13.378) and a constant of Taylor Tool Life (CT=379).13% dan 6. kecepatan makan. Cutting speed was varied with other cutting variables (federate and depth of cut) was set fixed.59%. Richard Richard A tool life is an important data in planning a machining process. which give A value of tool life of 140. an experiment was done to study life and wear of carbide cutting tool used in turning process of an alloy steel of ASSAB 760. Dalam penelitian ini dijelaskan percobaan menentukan umur dan keausan pahat karbida untuk membubut baja paduan (ASSAB 760). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel putaran mesin memberikan berpengaruh pada respon keausan pahat dan kebulatan lubang masing-masing berturut-turut sebesar 10. Salah satu diantaranya adalah pahat gurdi yang dimodifikasi outer-corner nya. sedangkan variabel kecepatan makan memberikan pengaruh yang hampir sama untuk kedua respon masing-masing sebesar 8. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengoptimasikan secara serentak keausan pahat dan kebulatan lubang pada penggurdian material komposit karbon/epoxy dengan pahat gurdi yang dimodifikasi sudut 2Kr nya. An equation of Taylor Tool Life was obtained as VT0. dimana kecepatan . In this research. Selain itu. Analisis Umur dan Keausan Pahat Karbida untuk Membubut Baja Paduan (ASSAB 760) dengan Metoda Variable Speed Machining Test Authors: Hendri Budiman. kecepatan makan 59.378=379.Abdul Subjek Abstrak Pahat gurdi dari bahan HSS yang digunakan dalam proses penggurdian material komposit karbon/epoxy cepat mengalami keausan. Graphical method was used in the analysis to determine n exponential (n=0. dan sudut 2Kr yang dimodifikasi agar diperoleh keausan pahat dan penyimpangan kebulatan lubang yang paling minimal secara serentak pada proses penggurdian material komposit karbon/epoxy. Metode Respon Surface dan fungsi Lagrange digunakan untuk mendapatkan besarnya putaran mesin.

Hasil penelitian mendapatkan umur pahat untuk kecepatan potong rendah adalah 140. Subject : Keyword: Temperatur Machining sudut potong utama (kr) sudut geram orthogonal (γ o) sudut bebas orthogonal (α o) temperatur pemotongan geometri pahat. untuk mendapatkan nilai eksponen n (n=0.378=379. Tujuan penelitian ini adalah menentukan umur pahat karbida yang digunakan untuk memotong baja paduan. γA DAN αO TERHADAP TEMPERATUR PAHAT YANG TIMBUL PADA PROSES BUBUT UNTUK MATERIAL ST 42 DAN BESI TUANG INFLUENCE OF CHISEL ANGLE CORNER Kr.potong divariasikan sedangkan kondisi pemotongan lain. diharapkan mendapatkan sudut yang terbaik yang memberikan umur pahat paling lama. keausan pahat. garis. Minimnya pengetahuan seorang perencana proses tentang geometri pahat menyebabkan naiknya temperatur pemotongan. Metoda grafik digunakan untuk analisa percobaan. baja paduan. Dengan naiknya temperatur pemotongan pada pahat yang cepat berarti memperpendek umur hidup pahat. γo AND αo TO CHISEL TEMPERATURE ARISING OUT AT TURNING PROCESS FOR St 42 MATERIAL AND CAST IRON Created by : ACHMAD. Geometri : Cabang Matematika yang mempelajari titik. Persamaan umur Pahat Taylor yang dihasilkan adalah VT0.378) dan konstanta umur Pahat Taylor CT (CT = 379 ). TAUFIK ( ) Subject: Alt. [ Description ] Proses pemesinan yang menggunakan pahat sebagai perkakas potongnya dengan geometri pahatnya merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pemesinan. seperti gerak makan dan kedalaman pemakanan tetap. Geometri di Indonesia diterjemahkan Ilmu Ukur. Ketiga sudut pahat yaitu sudut potong utama (kr). sudut geram orthogonal (γo) dan sudut bebas orthogonal (αo) merupakan tiga sudut penting yang mempengaruhi naiknya temperatur pahat. Geo : Tanah dan Metria : Ukuran.Dari hasil analisa data percobaan dengan variasi sudut potong utama (kr). sudut geram orthogonal (γo) dan sudut bebas orthogonal (αo).33 menit dan pada kecepatan potong tinggi 14. Pengertian Geometri Geometri berasal dari bahasa latin “ Geometria”.756 menit Kata kunci: Pahat potong karbida. umur pahat. pembubutan PENGARUH SUDUT PAHAT KR. A. γo dan αo) yang terbaik karena setiap benda kerja dan pahat yang berbeda mempunyai sudut terbaik yang berbeda pula. Untuk itu perlu dilaksanakan penelitian proses pemesinan yang lebih detail sehingga diperoleh sudut (kr. bidang dan .

atau gaya potong yang rendah. Dalam pemilihan pahat freis banyak hot yang harus diperhatikan. suhu dan sifat-sifat yang lain. Sebaliknya. jumlah gigi pahat. Pahat untuk proses pengkasaran (roughing) tidak akan memberikan hasil yang baik apabila digunakan untuk proses penghalusan (finishing). material benda kerja dan kondisi pemotongan. tidak akan memberikan hasil yang baik apabila pahat tersebut digunakan untuk memotong material benda kerja yang lunak dan ulet. Sudut pahat tersebut harus ditentukan sesuai dengan material pahat. Objek Geometri : Benda pikir yang berasal dari benda nyata yang diabstraksikan dan di Idialisasikan. Oleh karena itu diperlukan penelitian khusus mengenai pemotongan logam agar perencanaan proses pemotongan dapat menentukan sudut-sudut pahat yang cocok untuk suatu pekerjaan yang spesifik sehingga proses pemesinan dapat dioptimumkan. Pahat yang baik untuk pemotongan material benda kerja yang keras dan getas. cutting tool yang digunakan. Diabstraksikan : tidak diperhatikan warna. ada harga sudut-sudut pahat yang menjadikan memiliki umur yang tinggi. Untuk kombinasi material pahat dan material benda kerja serta kondisi pemotongan tertentu. Begitu juga dengan geometri dari suatu pahat yang masing-masing memiliki fungsi tertentu. PENGARUH LAJU KEAUSAN TEPI TERHADAP GAYA POTONG PADA PROSES EXTERNAL TURNING DENGAN KECEPATAN POTONG TINGGI Chandra Thomas Abstract Keausan pahat merupakan pertimbangan ekonomi paling penting dalam pemotongan logam.benda-benda ruang beserta sifat. ukuran dan hubungannya dengan yang lain. jenis proses. Umur pahat yang singkat tidak menguntungkan karena biaya pengashan dan penggantian pahat akan menjadi tinggi. ABSTRAK Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas produk hasil pemesinan yaitu perkakas potong pahat. bau. kualitas permukaan produk baik. Diidialisasikan : Dianggap sempurna. tipe pahat. pemilihan kecepatan potong dan gerak makan yang rendah untuk membuat umur pahat . material benda kerja dan kondisi pemotongan. antara lain.

dengan menggunakan perangkat dinamometer dan personal computer. Keausan tepi pahat sering menjadi kriteria dalam menentukan umur pahat karena menentukan akurasi dimensi produk. akan tidak menguntungkan karena jumlah produksi menurun. Selain itu dikembangkan juga model matematis yang menunjukkan hubungan antara gaya potong(Fv) yang bekerja pada pahat karbida dan keausan tepi pahat (VB).meningkat. Data gaya potong dapat diperoleh secara online. ANALISIS POLA GAYA DAN KEAUSAN TEPI PAHAT PADA PROSES BUBUT ANALYSIS OF FORCE PATTERN AND FLANK WEAR IN TURNING PROCESS Created by : Suprapto ( ) Subject: Alt. Gaya potong diukur dengan dinamometer digital pada saat pemotongan benda kerja. Paper ini membahas mengenai pengaruh kecepatan potong terhadap keausan tepi pahat dan gaya potong pada kecepatan potong tinggi. yang dapat digunakan untuk memilih tingkatan variabel proses pemesinan. Metode pengukuran sistim akuisisi data yang kepresisiannya ditunjukkan dengan tidak ada perbedaan antara tegangan terbaca dengan tegangan hitung pada percoban awal dapat digunakan untuk mengukur gaya pemotongan yang terjadi pada proses bubut secara online. Pengembangan model matematis dari data gaya potong . Subject : Keyword: Mesin bubut Machining Gaya potong (Fv) Keausan tepi (VB) model matematis dinamometer sistim akuisisi data. Rasio antara gaya potong dan keausan pahat dapat dijadikan sebagai indikator adanya kondisi pemotongan yang melebihi kemampuan/daya mesin. Hal ini penting untuk proses pemesinan tanpa pengawasan. [ Description ] Dalam proses pemesinan perlu dilakukan analisis pola gaya dan keausan pahat di proses bubut serta hubungan antara gaya dan keausan pahat. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengembangkan sistim akuisisi data secara online. Gambar tersebut diambil dengan kamera digital 4 megapixels. yang mengakibatkan kegagalan pada sistim atau proses pemotongan serta kerusakan yang serius. Untuk itu digunakan T-Series Tool Dynamometer Type TSM-TH yang ada di Laboratorium Teknik Manufaktur Jurusan Teknik Mesin ITS yang dihubungkan dengan Personal Computer sebagai pengolah data. Pengukuran keausan tepi dilakukan dengan menghitung satuan pixels dari gambar keausan tepi. sehingga gaya potong dan keausan tepi yang terjadi tidak terlalu besar.

maka temperatur pahat akan tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meyelidiki pengaruh variabel proses terhadap temperatur pahat pada proses pemotongan baja karbon rendah dengan mesin bubut. dengan 1 file(s).062 mmlputaran.MESIN BUBUT.VARIABEL PROSES TERHADAP TEMPERATUR Subject: baja-Pemotongan Call Number: 669. Sedangkan alatalat penelitian yang digunakan adalah mesin bubut universal merek PINACHO model S-90/200.M. . Lembaga Penelitian Dibuat: 2007-12-05 .= 22. Variasi proses pemotongan adalah kedalaman potong (t 1. t3 = 1. S.21 m/menit dan v3 = 62. Bahan yang digunakan untuk penelitian adalah baja karbon rendah dan air es.223.5 mm)..42 m/menit. t2 = 1 mm.= 0.dan keausan pahat yang diambil dari percobaan ini berguna untuk memilih tingkat variabel pemotongan sesuai dengan kondisi pemesinan.T. sedangkan kecepatan potongnya (v 1. dan karena luas bidang kontak relatif kecil.1 Sup p c Abstrak Hampir semua energi pemotongan pada proses pemotongan dengan mesin diubah menjadi panas melalui proses gesekan antara germ dan pahat dan antara pahat dengan benda kerja.5 mm. Panas yang timbul selama proses pemotongan cukup besar. termokopel jenis K dan digital multimeter PROTEK 123. Kecepatan makan dibuat konstan sebesar 0. v2 = 41. Keywords: BAJA.T. PENGARUH VARIABEL PROSES TERHADAP TEMPERATUR PEMOTONGAN BAJA KARBON RENDAH PADA MESIN BUBUT Oleh: Harnowo Supriadi.64 m/menit).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful