BAB III Sejarah Lahirnya Gerakan Koperasi di Beberapa Negara 3.1 Sejarah Lahirnya Koperasi di Inggris 1. Inggris a.

Embrio Koperasi Inggris, yang oleh beberapa kalangan dianggap sebagai Negara cikal bakal koperasi di dunia, pada masa-masa tahun 1700-an, di akhir era peninggalan ³gilda´ (Ima Suwandi, 1980), mulai tumbuh organisasi-organisasi yang bersifat tolong menolong. Apalagi setelah lahir The Friendly Societies Act pada tahun 1773. Hingga pada tahun 1800 tercatat tidak kurang 7.200 perkumpulan sosial serupa yang terdaftar dan memiliki anggota sekitar 600.000 orang. (Ima Suwandi,1980). Semangat tolong-menolong secra sosial tersebut dalam perkembangannya ternyata telah pula menggapai sisi bidang kegiatan ekonomi para anggota perkumpulan. Seperti yang ditunjukkan oleh para pekrja pelabuhan di Woolwich dan Chatam, yang pada abat ke 18 telah mengorganisasi diri membangun pabrik pengolahan tepung terigu untuk dapat menerobos perdagangan yang saat itu sudah mulai sampai pada tingkat monopolistik dari pada pabrikan terigu. Mereka mengumpulkan uang (dalam bentuk uang kecil/recehan dari mata uang Poundsterling, Inggris), sedikit demi sedikit agar mapu menggalang kekuatan (Ima Suwandi, 1980). D. Danoewikarsa, dalam buku Tanya Jawab Tentang Koperasi, yang ditertibkan pada tahun 1977, antara lain juga mengisahkan awal pertumbuhan embrio koperasi di inggris sebagai berikut : ³Pada akhir abad ke delapan belas oleh oleh beberapa tukang tenun di Fenwich dibeli bersama-sama terigu dalam jumlah yang banyak. Di Mongewel dibuka orang sebuah toko yang menjual barang-barangnya dengan harga pokok. Seorang pendeta di Greenford membuka toko yang hanya menjual barangnya kepada mereka yang pada hari minggu datang melakukan kebaktian di Gereja. Semua ini bertujuan hanya untuk melepaskan diri dari membeli barang-barang keperluan sehari-hari dari toko yang menjual barang dengan mahal, padahal mutu barangnya tidak baik. Jadi tujuannya meringankan beban rakyat kecil dan belum menyebut atau membawa nama koperasi." 1) Disadur dari buku Dinamika Gerakan Koperasi Indonesia oleh H.M. Iskandar Soesilo Selanjutnya, "Tahun 1928 di Lennortown didirikan suatu perkumpulan yang diberi nama" Friendly Society". Perkumpulan ini hampir mirip kepada koperasi, sebab ada anggaran dasarnya, ada rapat anggota dan ada pengurusnya. Tujuan perkumpulan ini ialah tolong menolong antara

sesama anggota. Perkumpulan ini juga mendirikan toko yang modalnya dihimpun dari anggota-anggotanya. Perkumpulan kerja sarna lainnya ialah mengerjakan bersamasama penggilingan terigu untuk dijadikan tepung. Penggilingan kepunyaan bersamasarna ini untuk pertama kalinya didirikan di Hull. Banyak yang tidak puas dengan penggilingan-penggilingan itu karena menentukan ongkos giling yang tinggi, sehingga jumlah penggilingan yang dikerjakan secara bersama itu semakin banyak. lnilah sebagai langkah permulaan untuk menyusun ekonomi sebagai usaha bersama untuk memperbaiki tingkat sosial mereka yang ekonominya lemah." Pada saat itu belum ada landasan hukum untuk bertindak dalam kegiatan ekonomi. Perkumpulan mereka masih dianggap sebagai organisasi sosial, tetapi juga sekaligus sebagai kekuatan ekonomi. Perkumpulan koperasi pada saat itu hanya terdaftar sebagai Friendly Societes. Tetapi mereka mampu membuktikan kekuatannya (Ima Suwandi, 1980). Baru pada tahun 1853, koperasi di Inggris diperlakukan sebagai The Industrial and Provident Societes. Meskipun demikian semangat untuk membangun perkumpulan atas dasar solidaritas dan tolong menolong ternyata segera meluas ke beberapa wilayah lainnya. Di Scotlandia, pada tahun 1789, sekelompok penganyam dari Ayshire, telah bergotong royong mengumpulkan uang untuk membeli bahan baku, dan bahan keperluan sehari hari secara bersama-sama. Mereka juga mengumpulkan modal sedikit demi sedikit sehingga menjadi besar dan dipergunakan pula untuk melakukan kegiatan ekonomi yang lebih bermanfaat. Kelompok Ayshire tersebut dikenal sebagai peletak dasar koperasi di Scotlandia, dan model tersebut terus berkembang hingga tahun 1825, dan mereka lebih dikenal sebagai "kelompok penny capitalist".

b. Revolusi Industri Lahirnya koperasi di dunia memang tampaknya tidak terlepas dari pengaruh revolusi industri, reformasi pertanian dan politik ekonomi liberal, yang melanda Eropa pada petengahan abad 18 sampai permulaan abad 19. Revolusi lndustri dimulai dengan diciptakannya mesin pintal benang oleh R.Hargreaves pada tahun 1764, yang kemudian disusul dengan berbagai penemuan mesin tenun, yang segera menggantikan peran pekerja manusia. Mesin pintal dan tenun itu sendiri segera mengalami perkembangan yang lebih cepat setelah ditemukannya sistem penggerak air oleh Arkwright, sehingga memungkinkan beberapa mesin tenun bisa bergerak sekaligus secara bersamaan. Kemudian disusul dengan penemuan mesin uap oleh James Watt pada tahun 1765, yang dikombinasikan dengan peleburan besi menurut sistem

menurut Asthon. apalagi dibarengi dengan berbagai tekanan sosial ekonomi yang berat bagi masyarakat kebanyakan..penggunaan mesin-mesin modern semakin mendesak ke luar penggunaan tenaga manusia dalam proses produksi.bahkan biaya produksi dapat ditekan lebih rendah dan volume usaha dapat diperbesar. seperti bangkrutnya industri rumah tangga. dan semakin besarnya tabungan sehingga akumulasi kapital terus bertambah dan sebagainya. investasi dalam masyarakat yang semakin bertambah. perbaikan teknologi yang selalu dikembangkan.. . Tak pelak pengangguran menjadi semakin besar. sehingga banyak di antara mereka yang gulung tikar. Oleh sebagian besar buruh pada saat itu.. naiknya pendapatan. situasi yang demikian itu dirasakan sebagai periode yang sungguh menegangkan. . banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan. persaingan di antara kaum buruh juga semakin melebar. Keadaan yang demikian itu telah menjadi badai bagi industri rumah. Revolusi Industri yang telah mendorong menguatnya paham kapitalisme.Durby. 1985) Mentaux dalam buku The Industrial Revolution In The 18 th Century menggambarkan revolusi industri sebagai berikut : Sistem pabrik modern yang berasal dari Inggris pada akhir pertiga dari abad 18. sehingga memungkinkan untuk membuat berbagai mesin modem dalam proses produksi (Team Universitas Gajah Mada. kondisi kerja yang tidak baik dan sebagainya. dan menimbulkan akibat-akibat begitu penting. Revolusi lndustri pada gilirannya telah pula melahirkan keserakahan dan penghisapan manusia oleh manusia yang sering disebut oleh orang Perancis sebagai exploitation de l¶homme par l¶homme. dalam buku The Industrial Revolution. Tetapi harus pula dicatat bahwa bergelimangnya keberhasilan tadi justru mekar di atas kesengsaraan dan merananya masyarakat yang tak bermodal dan yang hanya mengandalkan tenaganya saja. jam kerja yang lebih panjang. «Revolusi industri merupakan proses perubahan yang cepat dalam bidang industri yang mempunyai pengaruh dan akibat-akibat yang luas dalam kehidupan dan penghidupan manusia. sehingga tepat jika dipersamakan dengan sebuah revolusi. tumbuhnya produkproduk baru dalam jumlah dan mutu yang lebih baik. upah buruh yang merosot. pekerja wanita dan anak-anak diberi upah yang lebih rendah. tingkat bunga bank yang rendah sungguh memegang peran yang penting dalam mempercepat laju perkembangan ekonomi pada abad 18. . sejak permulaannya pengaruhnya dirasakan begitu cepat. sehingga membawa akibat upah buruh menjadi semakin merosot tajam. di sisinya yang lain memang dicatat telah menaikkan produktifiitas. Di samping itu.

yang dapat ditukarkan dengan barang yang diperlukan. Setiap orang yang menjalankan tugas diberi bon (atau kalau sekarang mungkin semacam voucher). ia berhasil menjadi Direktur. dan Irlandia. Ia terlahir dari keluarga miskin pada tanggal 14 Mei 1771 di Newton. untuk meningkatkan masyarakat yang sejahtera harus dimulai dengan menciptakan lingkungan yang baik. dan keperluan hidup lain. Owen terjun langsung di tengah-tengah komunitasnya di Lancasshire. Oleh sebab itu. Sebagai Direktur ia tidak menggunakan seluruh kesempatan yang ada sematamata untuk mengejar keuntungan perusahaan. New Lannark. perumahan. perpustakaan. bekerja keras mencari alternatif dan sistem yang lebih tepat bagi masyarakat banyak. bahwa yang menentukan watak seseorang adalah juga lingkungannya. menurut Owen. Komunitas tersebut dilengkapi dengan semacam dapur umum. . Ia juga berpendapat. ia melepaskan jabatannya sebagai Direktur. Dalam komunitas baru tersebut seluruh pekerjaan dikerjakan bersama dan hasilnya menjadi milik bersama. Karena berbagai pandangan dan pendapat yang dilontarkan kurang mendapat tanggapan dari pihak-pihak yang kompeten. Pada awalnya ia bekerja sebagai seorang buruh kasar pembuatan cerobong asap. Ia kemudian berjuang demi lahirnya undangundang tentang pabrik (1819). Ia kemudian langsung mengabdikan diri pada citacitanya untuk memperjuangkan perbaikan nasib masyarakat banyak atas dasar kesamaan derajat. Ia tahu persis betapa pahit getirnya perlakuan majikan terhadap buruh. Indiana. Ia juga dikenal sebagai seorang industrialis yang kaya raya dan seorang Direktur Pabrik Tenun. dari 17 jam menjadi 10 jam. Pada usia 21 tahun ia masuk dalam kelompok pertenunan di Scotlandia. toko. Ia bercita-cita dan sekaligus mempraktekkan cita-citanya tersebut melalui pembentukkan suatu komunitas baru dan mengembangkan suatu kehidupan sosial ekonomi yang lebih sehat. (1). sekolah. Pada usia 31 tahun. Masa Robert Owen dan William King Situasi yang demikian itu telah mendorong para pemikir sosial seperti Robert Owen dan Dr William King. pada tahun 1830. yang dikenal sebagai seorang philantropis. Ia mulai memperhatikan nasib buruh-buruhnya. maka untuk memperjuangkan idealismenya.c. Robert Owen (1771-1858) Dia adalah seorang pelopor sosialis di Inggris. Menaikkan upah buruh dan memperpendek jam kerja. New Harmony. Kepada buruh juga diberikan jaminan sosial dan hari tua serta mendirikan sekolah bagi anak-anak buruhnya. Dua tahun sebelumnya (1817) ia berjuang di Parlemen untuk melahirkan Undang-Undang Koperasi dan cara-cara mengatasi kemiskinan yang saat itu sedang melanda Inggris.

filsafat. Pria diberikan hak pilih secara terbuka. Impian Robert Owen untuk mengembangkan usaha berdasarkan kerjasama yang bertumpu pada solidaritas pada saat itu tampaknya belum dapat sepenuhnya diwujudkan. Sementara analis memperkirakan kekurang berhasilan usaha tersebut antara lain karena usaha tersebut belum bisa sepenuhnya memberikan pelayanan sebagaimana diharapkan oleh para anggota komunitas yang bersangkutan. kalau dulu orang yang melarat tidak boleh menjadi anggota parlemen. terutama dalam penyediaan kebutuhan anggota komunitas. Namun demikian. William King ( 1786-1885) . Sebagai dokter. yang juga mempelajari teologi. Lahimya People's Charter tahun 1738 telah memberi peluang kepada warga Inggris. Mereka juga kekurangan modal. Pengalaman tersebut kemudian mendorong para penganut Owen. adalah perintis koperasi kedua di Inggris. Ia ingin berbuat sesuatu yang dapat membantu memperbaiki nasib kaum buruh. Ia segera saja .Namun perjalanan usaha tersebut tampaknya tidak berhasil dengan baik. Sementara itu untuk memperjuangkan sisi ekonominya. Ia memiliki rasa kemanusiaan yang sangat tinggi rasa. yang lahir di Ipwich tahun 1786. Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh kaum Chartist adalah berkat adanya People's Charter. Hal hal tersebut telah memberi peluang yang lebih besar dan semakin memungkinkan bagi kaum chartist untuk dapat memperjuangkan perbaikan kesejahteraannya melalui forum politik di parlemen. Anggota parlemen yang sebelumnya tidak dibayar. ia menaruh perhatian yang besar kepada nasib kaum buruh. Dr. Banyaknya bon-bon (labour notes) yang dikeluarkan yang tidak seimbang dengan jumlah barang yang tersedia menyebabkan goyahnya upaya-upaya Owen. maka berdasarkan ketentuan baru. kerjasama (koperasi). maka berdasarkan charter yang baru. ilmu pasti dan ekonomi. sebagai bentuk organisasi ekonomi baru yang penuh dengan kandungan nilai-nilai filsafat sosial yang tinggi dan bermoral telah lahir. Misalnya. Sebagai dokter lulusan Cambridge yang kemudian bertugas di Brighton. Pemilihan anggota parlemen dilakukan secara demokratis terbuka setiap tahun. William King. dibayar. (2). Di sisi lain adalah juga karena kurangnya pengalaman dari para anggota komunitas dalam hal bertani atau sebagai pengrajin. banyak yang beralih mengikuti aliran Chartist yang dianggap lebih realistik. Berbagai kesulitan hidup bersama dalam satu kehidupan komunitas juga merupakan fakta yang tidak menguntungkan bagi berkembangnya komunitas yang dirintis Robert Owen. William King. untuk memperoleh hak-hak sipil yang lebih longgar. orang yang tidak mampu diperbolehkan menjadi anggota parlemen. mereka menggunakan pemikiranpemikiran Dr. sejarah. Dr.

William King. 1977). buruh-buruh akan terlepas dari ketergantungan dan dengan menyisihkan dana cadangan dari keuntungan secara terus menerus akan memperoleh kekuatan (D. Meskipun demikian. 1977). Dengan jalan berkoperasi. karena telah memasukkan unsur ilmu pengetahuan dan teknologi di dalamnya. Kegiatan tersebut sekaligus untuk menghindarkan kaum buruh dieksploitasi oleh warung dan pedagang swasta yang banyak tumbuh pada saat itu. Karena begitu gigih dan besarnya perhatian Dr. William King telah mengukuhkan lahimya idealisme baru bahwa kehidupan yang baik ternyata dapat dicapai dengan berkoperasi. Ia menerbitkan majalah yang diberi nama "Cooperator". Hal ini merupakan hal yang paling menonjol dalam perkembangan koperasi lebih lanjut. namun bagaimanapun kegiatan dan dorongan nyata Dr. namun kurangnya keinsyafan dari kalangan anggota telah menyebabkan kurang berhasilnya perkembangan dengan baik. bahwa di dalam organisasi koperasi konsumsi terdapat jalan untuk pembaharuan sosial dan ekonomi. Danoewikarsa. King mulai memelopori berdirinya koperasi-koperasi lokal yang relatif kecil-kecil. Sampai-sampai majikan-majikan pabrikan pun membayar upah buruhnya dalam bentuk kupon yang hanya bisa dibelanjakan di takotako non koperasi milik majikan pabrikan. William King terhadap koperasi pada saat itu.Danoewikarsa. King membatasi hanya pada kaum buruh. Koperasi rintisan King memang pada akhimya tak mampu berkembang secara meluas. Pedagang merasa mendapatkan pesaing yang benar-benar harus dilawan. . Semangat keberhasilan sebagai dasar bagi berdirinya suatu koperasi telah diletakkan oleh Dr. Koperasi di masa William King telah mendekati koperasi modem. dan dibagikan secara cuma-cuma kepada seluruh koperasi dan anggotanya agar meningkat kesadaran dan kecakapannya. Pada akhir tahun 1839. Beberapa buruh diorganisir untuk mendirikan tako koperasi agar dapat memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari secara bersama-sama.mengembangkan berbagai pedoman dan menterjemahkan berbagai ide usaha bersama ala Robert Owen tersebut ke dalam tindakan-tindakan yang lebih nyata. Ia juga berpendapat. menurut King. ada beberapa kalangan yang juga mencatat bahwa berbagai keberhasilan koperasi di saat itu telah menjadikan para pedagang non koperasi menjadi semakin tidak suka kepada koperasi. Berbeda dengan Owen yang ingin mengadakan perbaikan seluruh masyarakat melalui pembentukan komunitas baru. maka sementara kalangan ada yang menyebutnya sebagai Bapak Koperasi (D. King menyadari akan kekurangan-kekurangan yang ada pada koperasi-koperasi sebelumnya. Situasi tersebut telah meningkatkan persaingan yang keras dari para pedagang non koperasi terhadap koperasi. Meskipun telah berupaya dengan sekuat tenaga. Dalam waktu 2 (dua) tahun telah berdiri sekitar 130 koperasi atas anjuran dan bantuannya.

yang kesemuanya adalah buruh tenun. sempat terselenggara Kongres Koperasi. Manchester. Koperasi tersebut diberi nama "The Rochdale Society's Of Equitable Pioneers". Pendekatan kepercayaan tersebut berhasil dan di kemudian hari telah menjadi salah satu dasar pengembangan koperasi simpan pinjam ala Raiffeisen dan Schulze Delitzsch di Jerman . Bank Of Scotland juga berimprovisasi mencoba memberikan pinjaman kepada pemilik toko. Mereka juga sepakat bahwa cara-cara bekerja koperasi dilandasi oleh 6 (enam) asas-asas koperasi konsumsi. alturisme. yang kemudian dikenal sebagai prinsip-prinsip koperasi Rochdale tahun 1844 (D. Termasuk masyarakat di Rochdale. d. Seiring dengan derap para pekerja pabrik membangun berbagai usaha bersamanya. sehingga modalnya yang relatif kecil tak kuat menopang kegiatan tersebut. Perkumpulan tersebut bukan . telah sepakat untuk mendirikan koperasi. keadilan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. pada tahun 1829. pengrajin dan petani tanpa jaminan barang.Danoewikarsa. Ada catatan yang menarik bahwa di London.Semenjak itu mulai bermunculan berbagai koperasi konsumsi awal di Inggris. yang terdiri dari seorang perempuan dan 27 orang pria. Namun koperasi tersebut tidak tahan lama. kemerdekaan. Dengan demikian dalam waktu 120 minggu kewajiban tersebut telah dapat diselesaikan oleh masing-masing anggota. dengan dipimpin Charles Howard. 28 orang buruh pelopor dari Rochdale. tetapi jaminan pribadi dan karakter dari calon peminjam. Koperasi tersebut kemudian dikenal sebagai koperasi konsumsi pertama di dunia yang sukses pada masanya. untuk modal pengembangan usaha. demokratis. Demikian juga mempelajari sebab-sebab kegagalan koperasi di masa laIu. dan akhirnya melalui berbagai diskusi mereka mampu menyepakati berdirinya koperasi yang bertumpu pada pokok-pokok pikiran: solidaritas. Mereka telah mempelajari dengan seksama gagasan da n pemikiran Robert Owen dan William King. 1977). Tonggak Baru Perkoperasian Di Rochdale Rochdale kembali digemparkan ketika pada tanggal15 Agustus 1844. antara lain karena koperasi tersebut melakukan pelayanan secara kredit bagi penjualan barang-barang konsumsinya kepada anggota. Selanjutnya disepakati pula bahwa masing-masing anggota diwajibkan menyerahkan 240 pence (bentuk jamak dari penny). pada tahun 1833 sempat mendirikan The Rochdale Friendly Cooperative Society. pada tahun 1832. Mereka juga diwajibkan menyerahkan modal sebesar satu poundsterling. yang kemudian didaftarkan pada tanggal 24 Oktober 1844 dan mulai beroperasi pada tanggal 21 Desember 1844. yang diangsur tiap minggu 2 pence.

yaitu pada tahun 1851. dan dua katak lilin yang berisi 24 batang lilin (berdasarkan data yang tersebut dalam daftar inventarisnya).. Sukses koperasi tersebut telah semakin mendorong bergulirnya semangat berkoperasi ke beberapa wilayah lain di lnggris dan juga ke beberapa negara di Eropa lainnya. Jadi tampaknya mirip dengan komunitas yang dibangun oleh Owen di Inggris. kata Georges Lassere. 7 karung tepung terigu yang terdiri atas tiga macam. Swedia. Ia kemudian menyusun suatu gagasan untuk memperbaiki hidup masyarakat dengan membentuk ³falanxteres". Charles Fourier (1772-1837) Fourier. "Warung" koperasi yang berlokasi di Toadlane itu baru mampu menyediakan 25 Kg mentega. ". Perancis. Bahkan oleh sementara kalangan dianggap sebagai sejatinya koperasi yang pertama didirikan di dunia ". dicetak oleh Presse Universitarie de France). Setiap hasil bersama menjadi milik bersama. Denmark. 25 Kg gula. yaitu perkampungan yang terdiri 300-400 keluarga yang bersifat komunal. tetapi sudah merupakan "gesellschaft". adalah sosok seorang pedagang yang tidak berhasil dalam mengembangkan kariernya.lagi sebagai "gemeinschaft". Afrika dan Australia serta di berbagai pelosok dunia.1 Sejarah Lahirnya Koperasi di Prancis 2. dalam bukunya Cooperative Enterprises yang telah diterjemahkan oleh Anne Flamming. Hanya barang-barang yang tak dapat dihasilkan sendiri. Di dalamnya dilengkapi dengan usaha-usaha kerjasama dan usaha lain untuk memenuhi kebutuhan sendiri.. Perancis Perancis pun tidak luput dari goncangan-goncangan sosial ekonomi sebagai akibat Revolusi lndustri sebagaimana yang dialami oleh Inggris. diperoleh dengan barter dengan falanx lain. Anggotapun telah berkembang menjadi 5. koperasi telah mampu mendirikan sebuah pabrik. menyediakan perumahan bagi anggota. bahkan ke henna Arnerika.it is the origin of whole present day cooperative movement. 1959. akhir 1844. maka 7 (tujuh) tahun kemudian. Bila pada saat pembukaan. mengadakan pelatihan-pelatihan dasar. Setiap orang bekerja sesuai kemampuan dan keahliannya dan . 3. Norwegia.. Falanx terletak di luar kota dibangun di atas tanah seluas kurang lebih 150 hektar. a.. Negeri Belanda. terbitan Cooperative Union Ltd. dan sebagainya. Rusia dan beberapa negara Eropa Timur lainnya. Asia. Ia kecewa atas hasil Revolusi Perancis tahun 1879. Louis Blance dan Ferdinan Lassale tergerak untuk mencari jalan keluar. Kondisi tersebut juga telah mendorong beberapa pemikir Perancis seperti Charles Fourier.526 orang pada tahun 1855. seperti Jerman.

Oleh karenanya ia menganjurkan agar kaum buruh berusaha melepaskan diri dan masuk dalam satu organisasi buruh serta mendirikan perusahaan sendiri secara kooperatif. Pemerintah memberikan bantuan permodalan dan karenanya pemerintah juga melakukan pengawasan atas perkumpulan tersebut. agitator. Ia berpendapat persaingan adalah sumber dari keburukan ekonomi kemiskinan. Dalam perkumpulan tersebut ia ingin mempersatukan produsen-produsen perorangan yang mempunyai usaha dalam bidang yang sama (seperti koperasi pedesaan atau seperti klaster usaha. atau sentra industri kecil). dan last but not least. c. pengurus tidak terampil. . Dengan artelier sociaux. kaum industrialis berusaha keras untuk menggagalkan koperasi tersebut. akan dapat dibentuk industri besar. cita-cita tersebut tidak dapat diwujudkan dengan sempurna akibat pengaruh liberalisasi yang amat kuat. Pemerintah diharapkan mengambil prakarsa dalam pembentukan koperasi-koperasi tersebut. Louis Blance (1811-1880) Blance. karena antara lain kurang teliti menyeleksi anggota. kaum buruh menuntut pemerintah untuk memenuhi gagasan Louis Blance tersebut. dalam buku Organization of Labor menyusun gagasan secara lebih konkret. sehingga lahirlah koperasi produksi yang pertama di dunia. yang pada sekitar awal tahun 1850. (b) untuk menambah upah dan (c) untuk sosial. Namun koperasi tersebut tidak bisa bertahan lama.memperoleh penghasilan sesuai jasanya dalam proses produksi dengan tidak mengabaikan kebutuhan dan kelangsungan hidup masing-masing. kemerosotan moral dan kejahatan. Namun sejauh itu. Untuk itu perlu dibentuk ´Atelier Sociaux" (Social Workshop). Ferdinan Lassale Lassale. Pada tahun 1884. dan pemerintah Perancis mengabulkannya. mencela perbuatan dan kecenderungan kaum kapitalis untuk mengejar keuntungan semata. Koperasi ini yang didirikan dan dikelola sendiri oleh kaum buruh. b. juga politikus. Dalam koperasi tersebut diatur upah sama untuk semua. sehingga menyebabkan terjadinya pembagian pendapatan yang tidak merata. Buruh didorong untuk memiliki pabrik-pabrik. adalah seorang pemimpin buruh. hasil bersih dibagi dalam tiga bagian yaitu (a) untuk membeli perlengkapan baru.

Dalam perkembangan lebih lanjut. ia pada tahun 1845 diangkat menjadi kepala pemerintahan di distrik Weyerbusch. maju. adalah salah satu bank peringkat atas yang cukup disegani dan diperhitungkan di Perancis dan Eropa. luas dan berkembang seperti yang dapat kita saksikan hingga saat ini. gerakan koperasi di Perancis juga memilki kebanggaan lain. a. Koperasinya itu kemudian berkembang pesat sebagai lembaga keuangan yang modem. .53113 Bonn). Ketika Raiffeisen meninggal dunia. Sebagai anak petani. Pada tahun 1845 setelah memperoleh pendidikan singkat. ia kemudian meninggalkan tugas militernya pada tahun 1843. dan menjadi pegawai sipil biasa.W. karena salah satu bank milik koperasi. sebagai major. di distrik yang lebih besar yaitu Flammersfeld. Tetapi karena sakit matanya. yang kemudian dikenal dengan sebutan koperasi kredit model Raiffeisen. pada masa menjadi Walikota di Flammersfeld tahun 1848. di Jerman telah berdiri tidak kurang dari 425 koperasi kredit pedesaan (Deutscher Raiffeisenverband e V. pada tahun 1865. lahir pada tanggal 30 Maret 1818 di Hamm/Sieg (Westerwald).W. Mengingat tanggungan keluarga masih cukup besar dan gaji sebagai pensiunan relatif kecil. F. sekurang-kurangnya orang mengenal dua tokoh besar perkoperasian. Raiffeisen mendorong dan mendukung keras lahirnya koperasi kredit di kalangan petani. yaitu Agricole Bank. atau para landlord. maka ia memutuskan untuk ikut terjun langsung dalam mengembangkan koperasi kredit Raiffeisen.1 Sejarah Lahirnya Koperasi di Jerman 3. Tatkala infeksi matanya kembali terasa mengganggu tugas kedinasannya.) Raiffeisen dan Herman Schulze Delitzsch. anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Jerman Di Jerman. Ayahnya seorang petani yang juga pemah menjadi kepala pemerintahan lokal setempat. Adenauerallee 127 D. Pemuda Raiffeisen menempuh pendidikan militer. Karena prestasinya yang baik. Pada tahun 1852 ia memimpin distrik Heddesdorf. pada usia 47 tahun dia mengajukan pensiun. dekat Neuwed. yaitu Friederich Wilhelm (F. Coblenz dan Sayn. atau setingkat Walikota. pada tahun 1848 ia mendapat tugas untuk memimpin pemerintahan. dia akrab dengan kehidupan petani. Raiffeisen (1818-1888) Raiffeisen. 3. Ia pemah bertugas di Cologne. Maka bertolak dari hal-hal yang demikian itulah. Betapa sulitnya petani untuk memperoleh kredit dari perbankan pada saat itu dan betapa penderitaan para petani mendapat tekanan dari para pemilik tanah yang luas.

Herman Schultze (1808. Maka ia pun kemudian memberi dorongan kepada para pengusaha. pengrajin dan pedagang kecil di kota-kota untuk mendirikan koperasi kredit.AF). antara lain dengan menghapuskan undang-undang 21 Mei 1935 dan 18 Februari 1941 yang dinilai merugikan konsumen (Drs. semua koperasi diwajibkan menjadi anggota Koperasi Jasa Audit (1934). Perkembangan koperasi di Indonesia mengalami pasang naik dan turun dengan titik berat lingkup kegiatan usaha secara menyeluruh yang berbeda-beda dari waktu ke waktu sesuai dengan iklim lingkungannya. Pada tahun 1941. menyaksikan betapa pengusaha kecil dan pengrajin kecil sangat terdesak dengan kehadiran para industrialis besar yang semakin maju. Koperasi kredit di perkotaan ini kemudian dikenal dengan sebutan koperasi kredit ala Schultze Delitzsch. seorang hakim di Delitzsch.b. Jerman. Perkembangan koperasi dari berbagai jenis kegiatan usaha tersebut selanjutnya ada kecenderungan menuju kepada suatu bentuk koperasi yang memiliki beberapa jenis kegiatan usaha. Semua investasi anggota dan aset koperasi diambil alih oleh The German Labor Front (D. Jikalau pertumbuhan koperasi yang pertama di Indonesia menekankan pada kegiatan simpanpinjam (Soedjono 1983. c. memberikan perhatian kepada kehidupan koperasi di Jerman (Barat).1883) Pada tahun 1849.1 Sejarah Lahirnya Koperasi di Indonesia AWAL PERTUMBUHAN KOPERASI INDONESIA Pertumbuhan koperasi di Indonesia dimulai sejak tahun 1896 (Ahmed 1964. h. pembuatan roti dan sebagainya. Perkembangan Lebih Lanjut Dalam perkembangannya. Pemerintahan Militer Sekutu. antara lain pada masa rezim Hitler. Undang-undang tentang Perkoperasian di Jerman dikeluarkan pada tanggal 1 Mei 1899. Herman Schultze.7) maka selanjutnya tumbuh pula koperasi yang menekankan pada kegiatan penyediaan barang-barang konsumsi dan dan kemudian koperasi yang menekankan pada kegiatan penyediaan barang-barang untuk keperluan produksi. h. 2002). semua koperasi konsumen direkonstruksi. koperasi di Jerman juga bergerak di bidang agrobisnis. (The Allied Military Authorities/AMA). yang kemudian mengalami beberapa kali amandemen. tetapi kemudian dibubarkan. Koperasi serba usaha ini mengambil langkah-langkah kegiatan usaha yang paling mudah mereka kerjakan terlebih . 57) yang selanjutnya berkembang dari waktu ke waktu sampai sekarang.Hendrojogi. 3.

pinjam tersebut di samping banyak menggunakan uangnya sendiri. Selanjutnya Boedi Oetomo yang didirikan pada tahun 1908 menganjurkan berdirinya koperasi untuk keperluan rumah tangga. Pada akhir Rajab 1336H atau 1918 K. Ketua dan sekaligus sebagai manager adalah K. Akte pendirian koperasi dibuat secara notariil. Kegiatan R Aria Wiriatmadja dikembangkan lebih lanjut oleh De Wolf Van Westerrode asisten Residen Wilayah Purwokerto di Banyumas. b. Sedangkan bendahara Syeikh Abdul WAhab Tambakberas di mana branndkas dilengkapi dengan 5 macam kunci yang dipegang oleh 5 anggota. Dalam hubungan ini pada tahun 1915 diterbitkan Ketetapan Raja no. dengan kelahiran koperasi ini unntuk dijadikan periode . Oleh karenanya Pemerintah Hindia Belanda ingin mengaturnya tetapi dalam kenyataan lebih cenderung menjadi suatu penghalang atau penghambat perkembangan koperasi. Aria Wiriatmadja patih di Purwokerto (1896). Sekretaris I dan II adalah K. Untuk memodali koperasi simpan. Perkembangan yang pesat dibidang perkoperasian di Indonesia yang menyatu dengan kekuatan social dan politik menimbulkan kecurigaan Pemerintah Hindia Belanda. c. Akte pendirian harus dibuat dalam Bahasa Belanda. 431 yang berisi antara lain : a. mendirikan koperasi yang bergerak dibidang simpanpinjam. Hasyim Asy µari. beliau juga menggunakan kas mesjid yang dipegangnya (Djojohadikoesoemo. dan di samping itu diperlukan biaya meterai f 50. Demikian pula Sarikat Islam yang didirikan tahun 1911 juga mengembangkan koperasi yang bergerak di bidang keperluan sehari-hari dengan cara membuka tokotoko koperasi. h 9). Hasyim Asy¶ari Tebuireng ombang mendirikan koperasi yang dinamakan ³Syirkatul Inan´ atau disingkat (SKN) yang beranggotakan 45 orang.H. Bishri dan Haji Manshur.dulu.H. Setelah ia kembali dari cuti melailah ia mengembangkan koperasi simpan-pinjam sebagaimana telah dirintis oleh R. Aria Wiriatmadja . 1940. Dalam hubungan ini kegiatan simpanpinjam yang dapat berkembang ialah model koperasi simpan-pinjam lumbung dan modal untuk itu diambil dari zakat. Mereka bertekad. Ketika ia cuti ke Eropa dipelajarinya cara kerja wolksbank secara Raiffeisen (koperasi simpan-pinjam untuk kaum tani) dan Schulze-Delitzsch (koperasisimpan-pinjam untuk kaum buruh di kota) di Jerman. h. seperti kegiatan penyediaan barang-barang keperluan produksi bersama-sama dengan kegiatan simpan-pinjam ataupun kegiatan penyediaan barang-barang keperluan konsumsi bersama-sama dengan kegiatan simpan-pinjam dan sebagainya (Masngudi 1989. Pertumbuhan koperasi di Indonesia dipelopori oleh R. Setelah beliau mengetahui bahwa hal tersebut tidak boleh. 1-2). Harus mendapat ijin dari Gubernur Jenderal.H. maka uang kas mesjid telah dikembalikan secara utuh pada posisi yang sebenarnya.

h. menyiapkan tindakan-tindakan hukum bagi pengusaha Indonesia ( Raka. Soekarno. melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap koperasi-koperasi. maka pada tahun 1927 di Surabaya didirikan ³Indonsische Studieclub´ Oleh dokter Soetomo yang juga pendiri Boedi Oetomo. c. memberikan keterangan-keterangan tentang perdagangan pengangkutan. dalam rangka peraturan koerasi No 91. pada akhir tahun 1930 didirikan Jawatan Koperasi dengan tugas: a. memberikan penerangan kepada pengusaha-pengusaha Indonesia mengenai seluk beluk perdagangan.21 yang termuat di dalam Staatsblad no. e. yakni Peraturan Perkoperasian . Dengan demikian praktis peraturan tersebut dapat dipandang sebagai suatu penghalang bagi pertumbuhan koperasi di Indonesia. cara-cara perkreditan dan hal ihwal lainnya yang menyangkut perusahaan-perusahaan. Berkaitan dengan masalah Peraturan Perkoperasian. Oleh karenanya maka pada tahun 1920 dibentuk suatu µKomisi Koperasi¶ yang dipimpin oleh DR.³nahdlatuttijar´ . Keputusan kongres koperasi tersebt menyatakan bahwa untuk meningkatkan kemakmuran penduduk Bumi Putera harus didirikan berbagai macam koperasi di seluruh Pulau Jawa khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Selanjutnya didirikanlah Bank Rakyat ( Volkscredit Wezen ). 108/1933 yang menggantikan Koninklijke Besluit no. 431 tahun 1915. Proses permohonan badan hukum direncanakan akan diajukan setelah antara 2 sampai dengan 3 tahun berdiri.42) Selanjutnya pada tahun 1933 diterbitkan Peraturan Perkoperasian dalam berntuk Gouvernmentsbesluit no. penerangan tentang organisasi perusahaan. Boeke yang diberi tugas neneliti sampai sejauh mana keperluan penduduk Bumi Putera untuk berkoperasi. di mana pada tahun 1929 menyelenggarakan kongres koperasi di Betawi. yang mengundang berbagai reaksi. J.H. Dengan demikian di Indonesia pada waktu itu berlaku 2 Peraturan Perkopersian. Berbagai ketentuan dan persyaratan sebagaimana dalam ketetapan Raja no 431/1915 tersebut dirasakan sangat memberatkan persyaratan berdiriya koperasi. serta memberikan penerangannya. Hasil dari penelitian menyatakan tentang perlunya penduduk Bumi putera berkoperasi dan untuk mendorong keperluan rakyat yang bersangkutan. Kegiatan serupa juga dilakukan oleh Partai Nasional Indonesia di bawah pimpimnan Ir. Peraturan Perkoperasian 1933 ini diperuntukkan bagi orang-orang Eropa dan golongan Timur Asing. b.1981. d. dan melalui organisasi tersebut beliau menganjurkan berdirinya koperasi. Untuk menggiatkan pertumbuhan koperasi.

Maksud perkumpulan atau persidangan.tahun 1927 yang diperuntukan bagi golongan Bumi Putera dan Peraturan Perkoperasian tahun 1933 yang berlaku bagi golongan Eropa dan Timur Asing. baik sifat maupun aturanaturannya .82) sedangkan selebihnya adalah kopersi jenis konsumsi ataupun produksi.555 orang. Perkembangan koperasi semenjak berdirinya Jawatan Koperasi tahun 1930 menunjukkan suatu tingkat perkembangan yang terus meningkat.H. Berdasarkan atas ketentuan tersebut. Akan tetapi berdasarkan Undang-undang No. asal saja tidak bertentangandengan Peraturan Pemerintah Militer. Kongres Muhamadiyah pada tahun 1935 dan 1938 memutuskan tekadnya untuk mengembangkan koperasi di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintahan bala tentara Jepang di di Indonesia menetapkan bahwa semua Badan-badan Pemerintahan dan kekuasaan hukum serta Undang-undang dari Pemerintah yang terdahulu tetap diakui sementara waktu. Diharapkan para warga Muhammadiyah dapat memelopori dan bersama-sama anggota masyarakat yang lain untuk mendirikan dan mengembangkan koperasi.1940 h. Zarkasi. c. Idris. maka pada tahun 1939 jumlahnya menjadi 574 buah dengan jumlah anggota pada tahun 1930 sebanyak 7.848 orang kemudian berkembang menjadi 52. Dari 423 koperasi simpan-pinjam tersebut diantaranya 19 buah adalah koperasi lumbung. Samanhudi dan K. Sebagai akibat daripada peraturan tersebut . maka jikalau masyarat ingin mendirikan suatu perkumpulan koperasi harus mendapat izin Residen (Shuchokan) dengan menjelaskan syarat-syarat sebagai berikut : a. Berbagai koperasi dibidang produksi mulai tumbuh dan berkembang antara lain koperasi batik yang diperlopori oleh H. kepengurusan dan anggotaanggotanya . d. b. Jikalau pada tahun 1930 jumlah koperasi 39 buah. Sumpah bahwa perkumpulan atau persidangan yang bersangkutan itu sekali-kali bukan pergerakan politik. Nama orang yang bertangguing jawab. 23 dari Pemerintahan bala tentara Jepang di Indonesia mengatur tentang pendirian perkumpulan dan penmyelenggaraan persidangan. H. Tempat dan tanggal perkumpulan didirikan atau persidangan diadakan . Sedang kegiatannya dari 574 koperasi tersebut diantaranya 423 kopersi (=77%) adalah koperasi yang bergerak dibidang simpan-pinjam (Djojohadikoesoemo. maka Peraturan Perkoperasian tahun 1927 masih tetap berlaku. Adapun data perkembangan koperasi dari tahun de tahun dapat dilihat pada tabel berikut: Pada masa pendudukan bala tentara Jepang istilah koperasi lebih dikenal menjadi istilah ³Kumiai´. terutama di lingkungan warganya. .

Peranan koperasi sebagaimana dilaksanakan pada zaman Pemerintahan pendudukan bala tentara Jepang tersebut sangat merugikan bagi para anggota dan masyarakat pada umumnya. Dalam penjelasannya disebutkan bahwa bangun perekonomian yang sesuai dengan azas kekeluargaan tersebut adalah koperasi. Perkembangan Pemerintahan pendudukan bala tentara Jepang dikarenakan masalah ekonomi yang semakin sulit memerlukan peran ³Kumiai´ (koperasi). dengan tegas perkoperasian ditulis di dalam UUD 1945. juga peranan daripada Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Swasta. Moh Hatta sebagai salah seorang ³Founding Father´ Republik Indonesia. minyak tanah. Di dalam pasal 33 UUd 1945 tersebut diatur pula di samping koperasi. Pada akhir 1946.Dengan berlakunya Undang-undang ini. Di lain pihak Pemerintah pendudukan bala tentara Jepang memerlukan barang-barang yang dinilai penting untuk dikirim ke Jepang (misalnya biji jarak. rokok dan sebagainya). Disamping menganjurkan berdirinya berbagai jenis . Pemerintah pada waktu itu melalui kebijaksanaan dari atas menganjurkan berdirinya ³Kumiai´ di desa-desa yang tujuannya untuk melakukan kegiatan distribusi barang yang jumlahnya semakin hari semakin kurang karena situasi perang dan tekanan ekonomi Internasional (misalnya gula pasir. Undang-undang ini pada hakekatnya bermaksud mengawasi perkumpulanperkumpulan dari segi kepolisian (Team UGM 1984. Pemerintah Republik Indonesia bertindak aktif dalam pengembangan perkoperasian. Jawatan Koperasi mengadakan pendaftaran koperasi dan tercatat sebanyak 2500 buah koperasi di seluruh Indonesia. berusaha memasukkan rumusan perkoperasian di dalam ³konstitusi´. PERTUMBUHAN KOPERASI SETELAH KEMERDEKAAN Gerakan koperasi di Indonesia yang lahir pada akhir abad 19 dalam suasana sebagai Negara jajahan tidak memiliki suatu iklim yang menguntungkan bagi pertumbuhannya. H. Pasal 33 UUD 1945 ayat 1 beserta penjelasannya menyatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan. 139 ± 140). DR. besi tua dan sebagainya) yang untuk itu masyarakat agar menyetorkannya melalui ³Kumiai´. beras. Kumiai (koperasi) dijadikan alat kebijaksanaan dari Pemerintah bala tentara Jepang sejalan dengan kepentingannya. maka di beberapa daerah banyak koperasi lama yang harus menghentikan usahanya dan tidak boleh bekerja lagi sebelum mendapat izin baru dari´Scuchokan´. Baru kemudian setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. hasil-hasil bumi yang lain. h. Sejak kemerdekaan itu pula koperasi di Indonesia mengalami suatu perkembangan yang lebih baik.

koperasi pertumbuhannya semakin pesat.koperasi Pemerintah RI berusaha memperluas dan menyebarkan pengetahuantentang koperasi dengan jalan mengadakan kursus-kursus koperasi di berbagai tempat. c. dimana ketentuan-ketentuannya sudah kurang sesuai dengan keadaan Inidonesia sehingga tidak memberikan dampak yang berarti bagi perkembangan koperasi. pemberian kredit yang lebih banyak dan lebih mudah. istimewa koperasi dengan cara pendidikan. menjadikan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi serta menganjurkan diselenggarakan pendidikan koperasi di kalangan pengurus. Peraturan ini dikeluarkan pada waktu Pemerintah Federal Belanda menguasai sebagian wilayah Indonesia yang isinya hampir sama dengan Peraturan Koperasi yang dimuat di dalam Staatsblad No. Pada tanggal 12 Juli 1947 diselenggarakan kongres koperasi se Jawa yang pertama di Tasikmalaya. pegawai dan masyarakat. Usaha lanjutan dari perkembangan gerakan koperasi. Untuk memperbaiki perekonomianperekonomian rakyat Kabinet Wilopo antara lain mengajukan suatu ³program koperasi´ yang terdiri dari tiga bagian. Usaha untuk menciptakan suasana dan keadaan sebaik-baiknya bagi perkembangan gerakan koperasi. Dalam kongres tersebut diputuskan antara lain terbentuknya Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia yang disingkat SOKRI. Usaha yang mengurus perusahaan rakyat yang dapat diselenggarakan atas dasar koperasi. Selanjutnya. satu dan lain seimbang dengan kemampuan keuangan Negara´.Kabinet Mohammad Natsir menjelaskan di muka Dewan Perwakilan Rakyat yang berkaitan dengan program perekonomian antara lain sebagai berikut : ³Menggiatkan pembangunan organisasi-organisasi rakyat . Pada tahun 1949 diterbitkan Peraturan Perkoperasian yang dimuat di dalam Staatsblad No. Selanjutnya Kabinet Ali Sastroamidjodjo menjelaskan program Pemerintahannya sebagai berikut : ´Untuk kepentingan pembangunan dalam lapangan perekonomian rakyat perlu pula diperluas dan dipergiat gerakan koperasi yang harus disesuaikan dengan semangat gotong royong yang . Setelah terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1950 program Pemerintah semakin nyata keinginannya untuk mengembangkan perkoperasian. 179. penerangan. 91 tahun 1927. Tetapi dengan terjadinya agresi I dan agresi II dari pihak Belanda terhadap Republik Indonesia serta pemberontakan PKI di Madiunpada tahun 1948 banyak merugikan terhadap gerakan koperasi. yaitu : a. b.

45-46). yang sedapatdapatnya disusun dalam bentuk koperasi´ (Sumodiwirjo 1954. yang terpenting antara lain dengan pemberian modal kepada badan-badan perkreditan desa seperti Lumbung dan Bank Desa. Sejalan dengan kebijaksanaan Pemerintah sebagaimana tersebut di atas. Bersikap aktif positif di mana Pemerintah Republik Indonesia memberikan dorongan kesempatan dan kemudahan bagi koperasi. Pada tahun 1958 diterbitkan Undang-Undang tentang Perkumpulan Koperasi No. Keputusan KOngres di samping halhal yang berkaitan dengan kehidupan perkoperasian di Indonesia. Pemerintahan Pendudukan Balatentara Jepang bersikap aktif negatif. Pemerintahan Kolonial Belanda bersikap pasif. c. 79 Tahun 1958 yang dimuat di dalam Tambahan Lembar Negara RI No. Keputusannya antara lain merubah Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) menjadi Dewan Koperasi Indonesia (DKI). Keputusan yang lain ialah penyampaian saran-saran kepada Pemerintah untuk segera diterbitkannya Undang-Undang Koperasi yang baru serta mengangkat Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia. h. juga mengenai hubungan Dewan Koperasi Indonesia dengan International Cooperative Alliance (ICA). Di samping itu Pemerintah hendak menyokong usaha itu dengan memperbaiki dan memperlluas perkreditan. Di samping itu mewajibkan DKI membentuk Lembaga Pendidikan Koperasi dan mendirikan Sekolah Menengah Koperasi di Provinsi-provinsi. b. Isinya lebih biak dan lebih lengkap jika dibandingkan dengan peraturan-peraturan koperasi sebelumnya dan merupakan Undang-Undang yang pertama tentang perkoperasian yang disusun oleh Bangsa Indonesia sendiri dalam suasana kemerdekaan. Selanjutnya pada tanggal 15 sampai dengan 17 Juli 1953 dilangsungkan kongres koperasi Indonesia yang ke II di Bandung. koperasi makin berkembang dari tahun ketahun baik organisasi maupun usahanya. Pada tahun 1956 tanggal 1 sampai 5 September diselenggarakan Kongres Koperasi yang ke III di Jakarta.spesifik di Indonesia dan besar artinya dalam usaha menggerakkan rasa percaya pada diri sendiri di kalangan rakyat. Perlu dipahami bersama perbedaan sikap Pemerintah terhadap pengembangan perkoperasian atas dasar perkembangan sejarah pertumbuhannya di Indonesia dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. 1669. Undang-Undang ini disusun dalam suasana Undang-Undang Dasar Sementara 1950 dan mulai berlaku pada tanggal 27 Oktober 1958. PERKEMBANGAN KOPERASI DALAM SISTEM EKONOMI TERPIMPIN . karena akibat kebijaksanaannya nama koperasi menjadi hancur (jelek).

Berdasarkan Ketetapan MPRS No. Karenanya untuk mengatasi keadaan itu maka di samping Undang -Undang No. atau lebih dikenal dengan Manifesto politik (Manipol). Peratuarn ini dibuat sebagai peraturan pelaksanaan dari Undang. melindungi dan mengawasi perkembangan Gerakan Koperasi. membimbing. 79 Tahun 1958 tentang Perkumpulan Koperasi dikeluarkan pula Peraturan Pemerintah No. Peraturan itu membawa konsep pengembangan koperasi secara missal dan seragam dan dikeluarkan berdasarkan pertimbanganpertimbangan sebagai berikut : (1) Menyesuaikan fungsi koperasi dengan jiwa dan semangat UUD 1945 dan Manipol RI tanggal 17 Agustus 1959. terhitung mulai dari tanggal penetapan dekrit dan tidak berlakunya lagi Undang-Undang Dasar Sementara. 1907). 79 Tahun 1958 tentang Perkumpulan Koperasi adalah undang-undang yang belum berumur panjang itu telah kehilangan dasar dan tidak sesuai lagi dengan jiwa dan semangat UUD 1945 dan Manipol. dimana koperasi diberi peranan sedemikian rupa sehingga kegiatan dan penyelenggaraannya benar-benar dapat merupakan alat untuk melaksanakan ekonomi terpimpin berdasarkan sosialisme ala Indonesia.Undang No.Dalam tahun 1959 terjadi suatu peristiwa yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia. (2) Bahwa pemerintah wajib mengambil sikap yang aktif dalam membina Gerakan Koperasi berdasarkan azas-azas demokrasi terpimpin. Dalam pidato itu diuraikan berbagai persoalan pokok dan program umum Revolusi Indonesia yang bersifat menyeluruh. Dampak Dekrit Presiden dan Manipol terhadap Undang-Undang No. 79 Tahun 1958 tentang Perkumpulan Koperasi dan merupakan penyempurnaan dari hal-hal yang belum diatur dalam Undang-Undang tersebut. Pada tanggal 17 Agustus 1959 Presiden Soekarno mengucapkan pidato kenegaraan yang berjudul ³Penemuan Kembali Revolusi Kita´. sendi kehidupan ekonomi bangsa Indonesia dan dasar untuk mengatur perekonomian rakyat guna mencapai taraf hidup yang layak dalam susunan masyarakat adil dan makmur yang demokratis. mendorong. . yaitu menumbuhkan. dan. 60 Tahun 1959 tentang Perkembangan Gerakan Koperasi (dimuat dalam Tambahan aLembaran Negara No. maka pada tanggal 15 Juli 1959 Presiden Soekarno yang juga selaku PAnglima Tertinggi Angkatan Perang mengucapkan Dekrit Presiden yang memuat keputusan dan salahsatu daripadanya ialah menetapkan Undang-Undang Dasar 1945 berlaku bagi segenap bangsa Indonesia dan seluruh Tanah Tumpah Darah Indonesia. 1/MPRS/1960 pidato itu ditetapkan sebagai Garis-garis Besar Haluan Negara RI dan pedoman resmi dalam perjuangan menyelesaikan revolusi. Setelah Konstituante tidak dapat menyelesaikan tugas menyusun Undang-Undang Dasar Baru pada waktunya.

Agama. dimana sector swasta hanya ditugaskan untuk membantu. h.143-144). 140 tentang penyaluran bahan pokok dan penugasan Koperasi untuk melaksanakannya. Undang-undang No. aktivitas dan alat pembinaan serta alat perlengkapan organisasi koperasi. h. Dalam tahun 1960 Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. Dalam memori penjelasannya dinyatakan sebagai berikut : ³Sesuai dengan penjelasan umum perkoperasian (pola koperasi) tidak dapat dipisahkan dari masalah Revolusi pada umumnya (doktrin Revolusi). sehingga tantangan-tantangan dari . dimasa Menteri Transmigrasi. Pada tahun 1961 diselenggarakan Musyawarah Nasional KOperasi I (Munaskop I) di Surabaya untuk melaksanakan prinsip Demokrasi Terpimpin dan Ekonomi Terpimpin. Penumbuhan koperasi oleh Pemerintah secara missal dan seragam tanpa memperhatikan syarat-syarat pertumbuhannya yang sehat. Lebih jauh dari itu Ketetapan MPRS No. Salah satu pasal yang terpenting adalah pasal 5 yang berbunyi : ³Koperasi. Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa (Trasnkopenda) menjadi Ketuanya (Team UGM. mencerminkan kegotong-royongan progresif revolusioner berporoskan Nasakom (Nasional. Sebagai puncak pengukuhan hokum dari uapaya mempolitikkan (verpolitisering) koperasi dalam suasana demokrasi terpimpin yakni di terbitkannya UU No.II/MPRS/1960 menetapkan bahwa sector perekonomian akan diatur dengan dua sektor yakni sector Negara dan sector koperasi. 1984. Pada saat mulai dikemukakan ide pengaturan ekonomi dengan prinsip Demokrasi dan Ekoomi Terpimpin. Peraturan ini membawa konsep pengembangan koperasi secara massal dan seragam. Langkah-langkah mempolitikankan (verpolitisering) koperasi mulai nampak. 79 tahun 1958 tentang Perkembangan Gerakan Koperasi. Dengan peraturan ini maka mulai ditumbuhkan koperasikoperasi konsumsi.14 tahun 1965 tentang perkoperasian yang dimuat didalam Lembaran Negara No.(3) Bahwa dengan menyerahkan penyelenggaraan koperasi kepada inisiatif Gerakan Koperasi sendiri dalam taraf sekarang bukan saja tidakk mencapai tujuan untuk membendung arus kapitalisme dan liberalism. telah mengakibatkan pertumbuhan koperasi yang kurang sehat. Dewan Koperasi Indonesia diganti dengan Kesatuan Organisasi KOperasi Seluruh Indonesia (KOKSI) yang bukan semata-mata organisasi koperasi sendiri malainkan organisasi koperasikoperasi yang dipimpin oleh Pemerintah. Komunis)´. 75 tahun 1960. struktur. VI-VII). tetapi juga tidak menjamin bentuk organisasi dan cara bekerja yang sehat sesuai dengan azas-azas koperasi yang sebenarnya (Sularso 1988.

yang pelaksanaannya diatur dengan kegotong-royongan antara Pemerintah dengan kekuatan-kekuatan Nsakom. ³Pemerintah menetapkan kebijaksanaan pokok perkoperasian. Dalam kesempatan tersebut. 3. Memori penjelasannya menyatakan : ³Untuk menjamin azas Demokrasi Terpimpin dan Ekonomi Terpimpin kebijaksanaan perkoperasian ditetapkan oleh Pemerintah´. menunjukkan keharusan obyektif adanya persatuan dan kesatuan segenap potensi dan kekuatan rakyat yang progresif Revolusioner berporos Nasakom.gerakan koperasi hakekatnya merupakan tantangan daripada Revolusi itu sendiri´ Pengalaman-pengalaman perjuangan kita dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Dengan Peraturan Pemerintah diatur hubungan antara gerakan koperasi dengan Pemerintah. . Menciptakan syarat-syarat bagi pembangunan masyarakat sosialis Indonesia. mengadilkan dan meratakan distribusi. juga diputuskan bahwa KOKSI (Kesatuan Organisasi Koperasi Seluruh Indonesia) Menyatakan keluar dari keanggotaan ICA. Perusahaan Negara/Perusahaan Daerah dan swasta bukan koperasi´. Selanjutnya peranan gerakan koperasi dalam demokrasi terpimpin danekonomi terpimpin diatur didalam pasal 6 dan pasal 7.´ Pasal 7 menyatakan sebagai berikut : 1. 2. 3. Mempersatukan dan memobilisir seluruh rakyat pekerja dan produsen kecil yang merupakan tenaga-tenaga produktif untuk meningkatkan produksi. 2. b) Dalam Tahap sosialisme Indonesia : 1. Pasal 6 berbunyi sebagai berikut : ³ Gerakan Koperasi mempunyai peranan : a) Dalam tahap nasional demokrasis : 1. Membantu memperkuat sector ekonomi Negara yang memegang posisi memimpin. kolonialisme dan feodalisme. Menyelenggarakan tata ekonomi tanpa adanya penghisapan oleh manusia atas manusia. Membina dan mengembangkan swadaya dan daya kreatif rakyat sebagai perwujudan masyarakat gotong-royong. Bersamaan dengan disyahkannya UU No. 14 tahuhn 1965 dilangsungkan Musyawarah Nasional KOperasi (Munaskop) II di Jakarta yang pada dasarnya merupakan ajang legitiminasi terhadap masuknya kekuatankekuatan politik di dalam koperasi sebagaimana diatur oleh UU Perkoperasian tersebut. Ikut serta menghapus sisa-sisa imperalisme. 4. Meningkatkan tingkat hidup rakyat jasmaniah dan rokhaniah. 2.

b. maka gerakan koperasi di Indonesia tidak terkecuali untuk melaksanakannya. 2. 12/1967 tersebut adalah sebagai berikut . PERKEMBANGAN KOPERASI PADA MASA ORDE BARU Pemberontakan G30S/PKI merupakan malapetaka besar bagi rakyat dan bangsa Indonesia. b. 1. 14 Tahun 1965 tentang Perkoperasian mengandung pikiranpikiran yang nyata-nyata hendak : a. menyelewengkan landasan-landasan. Sehingga mengabaikan koperasi sebagai wadah perjuangan ekonomi rakyat. a. Oleh karena itu dengan kebulatan tekad rakyat dan bangsa Indonesia untuk kembali dan melaksanakan UUD1945 dan Pancasila secara murni dan konsekwen. azas-azas dan sendi-sendi dasar koperasi dari kemrniannya. maka akibat pemberontakan G30S/PKI pelaksanaanya perlu di pertimbangkan kembali.Tindakan berselang lama yakni dalam bulan September 1965 terjadi pemberontakan Gerakan 30 September yang didalangi oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang terpengaruh besar terhadap pengembangan koperasi. Konsideran UU No. menempatkan fungsi dan peranan koperasi sebagai abdi langsung daripada politik. Reorganisasi dilaksanakan secara menyeluruh untuk memurnikan koperasi di atas azas-azas koperasi yang sebenarnya (murni). Semangat Orde Baru yang dimulai titik awalnya 11 Maret 1996 segera setelah itu pada tanggal 18 Desember 1967 telah dilahirkan Undang-Undang Koperasi yang baru yakni dikenal dengan UU No. Bahwa koperasi bersama-sama dengan sector ekonomi Negara dan swasta bergerak di segala sektor ekonomi Negara dan swasta bergerak di segala kegiatan dan kehidupan . Bahkan segera disusul langkah-langkah memurnikan kembali kekoprasi kepada azas-azas yang murni dengan cara ³ deverpolitisering ³. 12/1967 tentang Pokok-pokok Perkopersian. Demikian pula hal tersebut didalami oleh gerakan koperasi di Indonesia. Bahwa Undang-Undang No. Bahwa berhubung dengan itu perlu dibentuk Undang-Undang baru yang sesuai dengan semangat dan jiwa Orde Baru sebagaimana dituangkan dalam Ketepatan-ketepatan MPRS Sidang ke IV dan Sidang Istimewa untuk memungkinkan bagi koperasi mendapatkan kedudukan hokum dan tempat yang semestinya sebagai wadah organisasi perjuangan ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan sebagai alat pendemokrasian ekonomi nasional. Koperasi-koperasi menyelenggarakan rapat anggota untuk memperbaharui kepengurusan dan Badan Pemeriksaannya. Mengingat dalam UU no. 14 tahun 1965 secara tegas memasukan warna politik di dalam kehidupan perkoperasian.

Dalam rangka kembali kepada kemurnian pelaksanaan UndangUndang Dasar 1954. landasan kerja serta landasan idiil koperasi. XXIII/MPRS/1966 tentang Pembaharuan Kebijaksanaan Landasan Ekonomi. tut wuri handayani ³. bahkan sangat membatasi gerak serta pelaksanaan strategi dasar perekonomian yang tidak sesuai dengan jiwa dan makna Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33. XIX/MPRS/1966 dianggap perlu untuk mencabut dan mengganti Undang-Undang No. sehingga akan menghambat kehidupan dan perkembangan serta mengaburkan hakekat koperasi sebagai organisasi ekonomi rakyat yang demokratis dan berwatak social. Bahwa berhubungan dengan itu. Oleh karenanya sesuai dengan Ketetapan MPRS No.ekonomi bangsa dalam rangka memampukan dirinya bagi usaha-usaha untuk mewujudkan masyarakat Sosialisme Indonesia berdasarkan Panvcasila yang adil dan makmur di ridhoi Tuhan Yang Maha Esa. Berdasarkan pada ketentuan itu dan untuk mencapai citacita tersebut Pemerintah mempunyai kewajiban membimbing dan membina perkoperasian Indonesia dengan sikap ³ ing ngarsa sung tulada. 14 tahun1965 perlu dicabut dan perlu mencerminkan jiwa. 14 tahun 1965 tentang Perkoperasian merupakan suatu keharusan karena baik isi maupun jiwanya Undang-Undang tersebut mengandung hal-hal yang bertentangan dengan azas-azas pokok. sesuai pula dengan Ketetapan MPRS No. Kiperasi . Hal yang demikian itu akan menghambat langkah serta keswakertaan yang sesungguhnya merupakan unsur pokok dari azas-azas percaya pada diri sendiri yang pada gilirannya akan dapat merugikan masyarakat sendiri. Keuangan dan Pembangunan. ing madya mbangun karsa. 14 tahun 1965 tentang Perkoprasian tersebut dengan Undang-Undang baru yang benar-benar dapat menempatkan koperasi pada fungsi yang semestinya yakni sebagai alat dari UndangUndang Dasar 1945 pasal 33 ayat (1) Di bidang idiil. serta cita-cita yang terkandung dalam jelas menyatakan. Peranan Pemerintah yang terlalu jauh dalam mengatur masalah perkoperasian Indonesia sebagaimana telah tercermin di masa yang lampau pada hakekatnya tidak bersifat melindungi. bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan dan koperasi adalah satu bangunan usaha yang sesuai dengan susunan perekonomian yang dimaksud itu. 3.Undang No. aliran maupun kepercayaan yang dianut seseorang. maka Undang-Undang No. koperasi Indonesia merupakan satusatunya wadah untuk menyusun perekonomian rakyat berazaskan kekeluargaan dan kegotong-royongan yang merupakan cirri khas dari tata kehidupan bangsa Indonesia dengan tidak memandang golongan. maka peninjauan serta perombakan Undang.

bergotong-royong berdasarkan persamaan derajat. beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata azas kekeluargaan. 3 UU No. koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak social. Di bidang organisasi koperasi Indonesia menjamin adanya hak-hak individu serta memegamg teguh azas-azas demokrasi. bahwa koperasi Indonesia bekerjasama. Dari pengertian umum di atas. Dengan berpedoman kepada Ketetapan MPRS No. c. Karena dasar demokrasi ini. Bahwa segala kegiatan koperasi Indonesia harus didasarkan atas kesadaran para anggota. Koperasi mendasarkan geraknya pada aktivitas ekonomi dengan tidak meninggalkan azasnya yakni kekeluargaan dan gotong-royong. bekerja untuk memajukan kepentingan-kepentingan ekonomi mereka dan kepentingan masyarakat. intimidasi dan campur tangan dari pihak-pihak lain yang tidak ada sangkut-pautnya dengan soal-soal intern koperasi. Pengaruh dan penggunaan modal dalam koperasi Indonesia tidak boleh mengurangi makna dan tidak boleh mengaburkan pengertian koperasi Indonesia berdasarkan perkumpulan orangorang dan bukan sebagai perkumpulan modal. Bahwa koperasi Indonesia adalah kumpulan orang-orang dan bukan kumpulan modal. 12/1967.sebagai alat pendemokrasian ekonomi nasional dilaksanakan dalan rangka dalam rangka politik maupun perjuangan bangsa Indonesia. Rapat Anggota merupakan kekuasaan tertinggi di dalam tata kehidupan koperasi. Bahwa tujuan koperasi Indonesia harus benar-benar merupakan kepentingan bersama dari para anggotanya dan disumbangkan para anggota masing-masing. Ini berarti bahwa koperasi Indonesia harus benar-benar mengabdikan kepada perikemanusiaan dan bukan kepada kebendaan. ancaman. Ikut sertanya anggota sesuai dengan kecilnya karya dan jasanya harus dicerminkan pula dalam hal pembagian . Penjelasan pasal tersebut menyatakan bahwa ³ koperasi Indonesia adalah kumpulan orang-orang yang sebagai manusia secara bersamaan. milik para anggota sendiri dan pada dasarnya harus diatur serta diurus sesuai dengan keinginan para anggota yang berarti bahwa hak tertinggi dalam koperasi terletak pada Rapat Anggota. Dalam koperasi tidak boleh dilakukan paksaan. Menurut pasal. maka cirri-ciri seperti di bawah ini seharusnya selalu nampak: a. XXIII/MPRS/1966 Pemerintah memberikan bimbingan kepada koperasi dengan sikap seperti tersebut di atas serta memberikan perlindungan agar koperasi benar-benar mampu melaksanakan pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 beserta penjelasannya. b. d. hak dan kewajiban yang berarti koperasi adalah dan seharusnya merupakan wadah demokrasi ekonomi dan social.

Dalam kaitan ini. tetapi lebih cenderung karena dorongan politik pada waktu itu .pendapatan dalam koperasi´. perlengjkapan perlengkapan pengetahuan dan ketrampilan di bidang mental. Sejak awal Pelita I pelaksanaan pembangunan telah diarahkan untuk menyentuh segala kehidupan bangsa sebagai suatu gerak perubahan kearah kemajuan. Pusat Pendidikan Koperasi tersebut sekarang dirubah menjadi Pusat Latihan dan Penataran Perkoperasian (PUSLATPENKOP) di tingkat Pusat dan Balai Latihan Perkoperasian (BALATKOP) di tingkat Daerah.Undang tersebut. sebagian besar pengurus dan ataupun anggota koperasi yang bersangkutan terlibat G30S/PKI . d. 12/1967 dikarenakan hal-hal sebagai berikut: a. proses pembangunan yang berlangsung dalam periode transisional dari hubungan saling pengaruh mempengaruti yang berlaku dalam lingkungan masyarakat colonial kea rah susunan dan hubungan kemasyarakatan baru. sedangkan yang masih tersisa adalah papan nama. koperasi tersebut sudah tidak memiliki anggota ataupun pengurus serta Badan Pemeriksa. Periode pelita I pembangunan perkoperasian menitikbertkan pada investasi pengetahuan dan ketrampilan orang-orang koperasi. Seperti halnya Negaranegara berkembang yang menderita penjajahan di masa lalu. Untuk melaksanakan tujuan ini maka Pemerintah membangun Pusat-pusat Pendidikan Koperasi (PUSDIKOP) di tingkat Pusat dan juga di tiap ibukota Propinsi. baik sebagai orang gerakan koperasi maupun pejabatpejabat perkoperasian. Dari 65. maka koperasi-koperasi perlu dilandasi lebih dulu dengan jiwa koperasi yang mendalam. koperasi yang bersangkutan pada saat berdirinya tidak dilandasi oleh kepentingankepentingan ekonomi. b. Sedangkan selebihnya koperasi-koperasi tersebut harus dibubarkan dengan alasan tidak dapat menyesuaikan terhadap UU No. sungguh merupakan pekerjaan besar yang tidak mudah. Untuk memberikan peranan pada koperasi di masa dating sebagai konsekuensi Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat (1). c. . usaha dan ketatalaksanaan agar mampu terjun di tengah-tengah arena pembangunan. merupakan gerak perubahan yang bersifat mendasar dan menyeluruh.000 buah koperasi yang telah berdiri ternyata yang memenuhi syarat sekitar 15. selanjutnya setelah tidak tersedia fasilitas maka praktis koperasi telah terhenti.000 buah koperasi saja. maka pembangunan yang berlangsung dalam suatu hubungan kemasyarakatan yang terbentuk dalam kemerdekaan. 12/1967 koperasi-koperasi yang telah berdiri harus melaksanakan penyesuaian dengan cara menyelenggarakan Anggaran dan mengesahkan Anggaran Dasar yang sesuai dengan Undang. koperasi yang bersangkutan didirikan atas dasar fasilitas yang tesedia. organisasi. Dengan berlakunya UU No.

Sekarang Lembaga Jaminan Kredit Koperasi (LJKK) dirubah statusnya menjadi Perusahaan Umum Pengembangan Keuangan Koperasi (PERUM PKK). pompa air. belum pernah sebesar seperti dalam era pembangunan selama ini. khususnya di daerah-daerah pedesaan. Untuk itu maka di samping pembinaan usaha dan tatalaksana didirikan pula Lembaga Jaminan Kredit Koperasi (LJKK) di tahun 1970 yang menjamin pinjamanpinjaman koperasi dari bank-bank Pemerintah. Pada umumnya masyarakat yang termasuk golongan ini antara lain : kelompok petani. maka BUUD/KUD itu mampu membiayai tenaga-tenaga yang cakap seperti manajer.2/1978 dan kemudian disempurnakan menjadi Instruksi Presiden No. Juga BUUD/KUD itu dipercayai untuk meminjam uang dari Bank dan membeli barang-barang produksi yang lebih modern. traktor.4/1984. namun kita sadarai sepenuhnya bahwa gejala kemiskinan dalam bentuk yang lama maupun yang baru masih dirasakansebagai masalah mendasar dalam pembangunan nasional. Ketentuan ketentuan yang mengatur tentang Wilayah Unit Desa. secara selektif dan bertahap. juru mesin. buruh tani. Karena secara ekonomi menjadi besar dan kuat. Dalam kebijakan tertentu. Pemerintah atas dasar pertimbangannya apabila dinilai bunga atas sesuatu kredit pada koperasi terlalu tinggi. sesuai dengan tuntutan kemajuanzaman (mesin gilingan padi. LJKK memberikan subsidi bunga.4/1973 yang selanjutnya diperbaharui menjadi Instruksi Presiden No. nelayan yang hidup di desa-desa dan kelompok pekerja kasar di kota-kota bahkan meliputi pula kelompok penerima dengan hasil tetap seperti karyawan-karyawan . Di samping itu LJKK juga berperan untuk ikut dalam partisipasi modal pada proyek kredit investasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk mengatasi kelemahan organisasi dan memajukan manajemen koperasi maka sejak tahun1972 dikembangkan penggabungan koperasikoperasi kecil menjadi koperasi-koperasi yang besar. juru toko dan lain-lain. BUUD/KUD dituangkan dalam Instruksi Presiden No. Pada akhirnya koperasi-koperasi desa yang bergabung itu dibubarkan. selanjutnya BUUD menjelmas menjadi KUD (Koperasi Unit Desa).Di samping investasi mental ini telah dimulai pula rintisan investasi fisik dan financial untuk melatih koperasi bergerak di bidang ekonomi. Daerah-daerah di pedesaan dibagi dalam wilayah-wilayah Unit Desa (WILUD) dan koperasikoperasi yang yang ada dalam wilayah unit desa tersebut digabungkan menjadi organisasi yang besar dan dinamakan Badan Usaha Unit Desa (BUUD). mesin penyemprot hama dan lain-lain). Keadaan yang telah berlangsung lama tersebut membuat masyarakatyang tergolong miskin dan lemah ekonominya belum pernah mampu untuk ikut memanfaatkan secara optimal berbagai sumber pendapatan yang sebenarnya tersedia. juru buku. Dalam kenyataannya meskipun arus sumber-sumber daya pembangunan yang dicurahkan untuk mengatasi kemiskinan.

. 3. bahwa sejumlah besar mereka (70 sampai dengan 80% rakyat Indonesia tinggal di daerah pedesaan). Terciptanya ketrampilan teknis di bidang produksi. Mereka miskin dan lemah karena mereka tidak memiliki modal yang cukup dan ketrampilan serta pendidikan yang layak. 2. d. Kemampuan menciptakan posisi pasar dan pengawasan harga yang layak oleh. Potensi dan kekuatan tersebut antara lain : (1). c. perubahan pasar dan dinamika masyarakat. dan bahwa pada dasarnya mereka memiliki potensi social ekonomi yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pendekatan pembangunan yang bersifat khusus. Namun demikian. Memiliki manajer yang cukup trampil berpengetahuan luas dan memiliki idealisme. dengan cara pemupukan pelbagai sumber keuangan dari sejumlah besar anggota. Mempunyai dan meningkatkan kemampuan koperasi sebagai satu unit usaha dalam mengatur jumlah dan kualitas barang-barang yang dipasarkan melalui kegiatan pergudangan. pengolahan dan pemasaran yang tidak mungkin dapat dicapai oleh para anggota secara sendiri-sendiri. bertindak bersama dalam menghadapi pasar melalui pemusatan kekuatan bersaing dari anggota. yang selanjutnya hal tersebut kembali ditanggung secara bersama di antara anggota-anggotanya. dapat pula dicatat berbagai potensi yang mereka miliki. Kemampuan koperasi untuk menghimpun dan menanamkan kembali modal.perusahaan serta pegawai-pegawai kecil. (2). di samping kelemahan yang ada. memperpendek jaringan pemasaran. (3). Sedangkan untuk keberhasilan koperasi di dalam melaksanakan peranannya perlu diperhatikan faktor-faktor sebagai berikut : 1. 5. Pengaruh dari koperasi terhadap anggota-anggotanya yang berkaitan dengan perubahan sikap dan tingkah laku yang lebih sesuai dengan perubahan tuntutan lingkungan di antaranya perubahan teknologi. penelitian kualitas yang cermat dan sebagainya. bahwa sebagian besar dari mereka adalah pekerja dalam bidang pertanian yang mempengaruhi dan menentukan kekuatan perkekonomian nasional. bahwa ada kemauan dan kemampuan bekerja keras dan keuletan untuk dapat tumbuh dan berkembang. Penggunaan faktor-faktor produksi yang lebih ekonomis melalui pembebanan biaya over head yang lebih. dengan cara : a. b. Pembebasan resiko dari anggota-anggota kepada koperasi sebagai satu unit usaha. dan mengusahakan peningkatan kapasitas yang pada akhirnya dapat menghasilkan biaya per unit yang relative kecil 4.

Dalam hal ini perlu diperluas kesempatan berusaha serta ditumbuh kembangkan swadaya dan kemampuan berusaha khususnya bagi koperasi. di bidang usaha. Koperasi Unit Desa (KUD) perlu terus dibina dan dikembangkan agar tumbuh sehat dan kuat sehingga koperasi akan semakin berakar dan . Sebagai gambaran perkembangan koperasi setelah masa Orde Baru dapat diikuti pada table berikut. Dalam pola umum Pelita ke lima menyebutkan bahwa : ³Dunia usaha nasional yang terdiri dari usaha Negara koperasi dan usaha swasta perlu terus dikembangkan menjadi usaha yang sehat dan tangguh dan diarahkan agar mampu meningkatkan kegairahan dan kegiatan ekonomi serta pemerataan pembangunan dan hasilhasilnya. koperasi harus makin dikembangkan dan ditingkatkan kemampuannya serta dibina dan dikelola secara efisien. baik usaha masyarakat di pedesaan maupun di perkotaan. Untuk mewujudkan demokrasi ekonomi seperti yang dikehendaki dalam undang-undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 1 berikut penjelasan. koperasi perlu dimasyarakatkan agar dapat tumbuh dan berkembang sebagai gerakan dari masyarakat sendiri. Pembinaan yang tepat atas koperasi dapat tumbuh dan berkembang secara sehat serta hasil-hasil usahanya makin dinikmati oleh para anggotanya.Pemerintah di dalam mendorong perkoperasian telah menerbitkan sejumlah kebijaksanaankebijaksanaan baik yang menyangkut di dalam pengembangan di bidang kelembagaan. Dalam rangka meningkatkan peranan koperasi dalam kehidupan ekonomi nasional. kecerdasan dan kesejahteraan rakyat. serta dikembangkan dan ditingkatkan kemampuannya agar makin mandiri dan mampu menjadi pelaku uatama dalam kehidupan ekonomi masyarakat. keuangan. misalnya sektor-sektor : pertanian. meningkatkan taraf hidup. memperluas lapangan kerja. Selanjutnya perlu disiptakan iklim usaha yang sehat serta tata hubungan yang mendorong tumbuhnya kondisi saling menunjang antara usaha Negara. Garis-Garis Besar haluan Negara 1988 menetapkan bahwa koperasi dimungkinkan bergerak di berbagai sector kegiatan ekonomi. Pola Umum Pelita V juga menyebutkan : ³Dalam rangka mewujudkan demokrasi ekonomi. pemasaran dan jasa perlu terus didorong. usaha kecil serta usaha informal dan tradisional. perdagangan. di bidang pembiayaan dan jaminan kredit koperasi serta kebijaksanaan di dalam rangka penelitian dan pengembangan perkoperasian. serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan memantapkan ketahanan nasional. usaha koperasi dan usaha swasta keterkaitan yang saling menguntungkan dan adil sntara golongan ekonomi kuat dan golongan ekonomi lemah ³ (butir 2). konsumsi. industri. Koperasi di bidang produksi. angkutan dan sebagainya.

Biro Pusat Statistik. serasi dan seimbang. dalam Pelita V masih terpusatkan pada sector pertanian. The Role of Cooperatives in Social and Economic Development. Koperasi Menatap Masa Depan. Kopperasi harus tumbuh kuat dan mampu menangani seluruh aspek kegiatan dibidang pertanian.peranannya makin besar dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat terutama di pedesaan ³ (butir d.000 sampai dengan 4. 1988. Ketiga unsure Trilogi Pembangunan tersebut saling mengkait dan saling memperkuat serta perlu dikembangkan secara selaras. 6. Ismangil. I L O 1965. Departemen Koperasi : Jakarta. Mauritz Bonow (Ed). Sejalan dengan prioritas pembangunan nasional. Margono R. I L O : Geneve.M. Balai Poestaka : Batavia Centrum. DAFTAR PUSTAKA 1. 1989. peranan koperasi merupakan aspek yang strategis di samping peran pelaku ekonomi lainnya. Wagiono. 33). Beberapa . Cooperative Movement in South East Asia Obstacles to Development. 1940. 4. Dalam memperkokoh kerangka landasan untuk tinggal landas dibidang ekonomi. 1962 Statistical Pocketbook of Indonesia 1961 BPS : Jakarta. Sepoeloeh Tahoen Koperasi. Ahmed.000 KUD Mandiri tanpa mengabaikan pembinaan-pembinaan terhadap koperasi jenis lain. industry yang kuat dan dibidang perdagangan barang-barang kebutuhan pokok masyarakat. 1964. International Cooperative Alliance : London 2. maka prioritas pembinaan koperasi mengikuti pola tersebut dengan memprioritaskan pembinaan 2. Cooperative Management And Administration. Dalam Pelita V kebijakan pembangunan tetap bertumpu pada trilogy pembangunan dengan menekankan pemerataa pembangunan dan hasilhasilnya menuju terciptanya keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. 5. Pedoman dan Pengembangan Koperasi Unit Desa (KUD) Mandiri. Riazuddin. Dalam Dr. 3. Djojohadikoesoemo. yang disertai pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi serta stabilitas yang mantap. Departemen Koperasi.

11. 10. Ibnoe. Departemen Koperasi : Jakarta. Esdert (ED). 8. Soedjono. Disertasi Doktor pada Universitas Gajah Mada Yogyakarta. 1983. dan Damanik ED. 7. 1983. Can Cooperatives Become the Motive Force in the Economic of Indonesia ? Friedrich Ebert Stiftung : Jakarta. Pidato Ilmiah Disampaikan Pada Lustrum ke VII Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya. 1988. Sularso Drs.J. Tidak diterbitkan. Departemen Koperasi. Koperasi Indonesia.Gde. Peranan Koperasi Sebagai Lembaga Pengantar Keuangan. Peraturan Dan Undang-Undang Koperasi di Indonesia. 1989. Puslatpenkop-Ditjen BLK. Dalam H. Masngudi.G. ««««««« 1983. Pengantar Pengetahuan Koperasi . I. Palembang 8 Januari 1989. The Role of Cooperatives in The Indonesian Society. Departemen Koperasi : Jakarta. Jakarta. .Permasalahan Managerial. 9. R a k a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful